KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI NOMOR 01/Kp/BPPT/I/2009 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL

PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/219/M.PAN/7/2008 Tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya, dan untuk menjamin adanya kesamaan persepsi dan keseragaman dalam penilaian dan penetapan angka kredit Jabatan Fungsional Perekayasa perlu ditetapkan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya berdasarkan Keputusan ini;

Mengingat

: 1. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); 2. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4219); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547); 4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil;

5. Keputusan . . .

-25. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2005; 6. Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2005; 7. Keputusan Presiden Nomor 144/M Tahun 2008; 8. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/219/M.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya; 9. Peraturan Bersama Menteri Negara Riset dan Teknologi dan Kepala Badan kepegawaian Negara Nomor 13/M/PB/VIII/2008 dan Nomor 22 TAHUN 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya; 10 Peraturan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Nomor 170/Kp/IV/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi; MEMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA. : Dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/219/M.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya, maka perlu ditetapkan Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya berdasarkan penetapan Keputusan ini. : Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya sebagaimana tersebut dalam DIKTUM PERTAMA di atas disusun dalam bentuk buku sebagaimana tersebut dalam lampiran Keputusan ini. KETIGA : . . .

PERTAMA

KEDUA

-3KETIGA : Ketentuan-ketentuan lain yang berkaitan dengan Jabatan Fungsional Perekayasa akan diatur dalam Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. : Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Nomor : 150/Kp/BPPT/V/2007, tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini maka akan diadakan perbaikan seperlunya. SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada yang berkepentingan untuk digunakan sebagaimana mestinya.

KEEMPAT

KELIMA

Ditetapkan di J a k a r t a pada tanggal 07 Januari 2009 KEPALA BADAN PENGKAJIAN PENERAPAN TEKNOLOGI, t.t.d

DAN

Dr. Ir. Marzan Aziz Iskandar

4. Ketertelusuran dan Fasilitas (Accountability. Pangkat dan Golongan Ruang 4. Majelis Perekayasa 7 7 8 9 10 11 12 BAB III TATA KERJA KEREKAYASAAN 3. Tahap Kegiatan Kerekayasaan 2. Bidang Keahlian Untuk Perekayasa 2. Penilaian Jabatan Fungsional Perekayasa 5. Sistem Pelaporan dan Sistem Informasi dalam Kegiatan Kerekayasaan 36 36 72 BAB VI Pembinaan Karir Jabatan Fungsional Perekayasa 6.2. Kategori Kegiatan Kerekayasaan 2. Jenjang Perekayasa.6. DAN TUGAS JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA 4.2.3.5.1. Organisasi Fungsional Kerekayasaan 3. Maksud dan Tujuan 1.1. Pola Matriks Organisasi Fungsional Kerekayasaan 3.5.5 Sistem Informasi & Pelaporan dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan. Peran Perekayasa menurut penjenjangannya 4.1. Tugas Perekayasa menurut penjenjangannya 4.2.2.LAMPIRAN: KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI Nomor: 01/Kp/BPPT/I/2009 Tanggal: 7 Januari 2009 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA BAB I PENDAHULUAN 1. Traceability & Facility) 4. Pengertian Dasar dan Batasan Ilmiah 1 1 1 3 3 BAB II KEREKAYASAAN 2.2.4.6. Jenjang Jabatan Fungsional Perekayasa 4. Kode Etik Perekayasa 2.3.1. Sifat Organisasi Fungsional Kerekayasaan 3. Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai 31 31 32 33 34 34 35 BAB V KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA 5. PERAN. Tipe Organisasi Fungsional Kerekayasaan 3. Pertimbangan Utama Penyempurnaan 1.1.3.1. Pengangkatan Pertama 79 79 .4. Tugas Perekayasa Dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan 13 13 14 16 17 18 25 BAB IV JENJANG. Sejarah Jabatan Fungsional Perekayasa 1.4. Bidang Keilmuan untuk Perekayasa 2.3. Akuntabilitas.6. 3.

7. Batas Usia Pensiun 6.1.3.2.2.2. Tata Kerja Administrasi Penilaian 8. Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 7. Kenaikan Jabatan dan Pangkat 6. Pembinaan Karir Pejabat Perekayasa 79 80 81 83 84 84 84 BAB VII DAFTAR USULAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (DUPAK) DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (PAK) JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA 7.5. Tata Cara Penilaian 92 92 97 97 98 BAB IX KETENTUAN PERALIHAN 9. Pembebasan Sementara 6.3 Inpassing 100 100 100 100 LAMPIRAN LAMPIRAN I LAMPIRAN II : : Pengelompokkan keilmuan berdasarkan UNESCO Komposisi Jumlah Angka Kredit Kumulatif Minimal Untuk Kenaikan Jabatan dan Kenaikan pangkat Perekayasa Pendidikan Sarjana (S.8. Tim Teknis 8. Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Perekayasa 6.4. Pengangkatan Kembali 6.2. Penyesuaian 9. Tim Penilai Perekayasa 8.4.1. Status Keputusan Lama 9. Angka Kredit 7.1)/ Diploma IV Komposisi Jumlah Angka Kredit Kumulatif Minimal Untuk Kenaikan Jabatan dan Kenaikan pangkat Perekayasa Pendidikan Pasca Sarjana (S. Penetapan Angka Kredit ( PAK ) 86 86 87 90 BAB VIII TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN TIM PENILAI PEREKAYASA 8.6.6. Pengangkatan Dari Jabatan Lain 6.1.2) Komposisi Jumlah Angka Kredit Kumulatif Minimal Untuk Kenaikan Jabatan dan Kenaikan pangkat Perekayasa Pendidikan Doktor (S3) Rincian Kegiatan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya Contoh: Daftar Usul Penetapan Angka Kredit Jabatan Fungsional Perekayasa Contoh: Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Perekayasaan Contoh: Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi Contoh: Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Penunjang Contoh: Surat PernyataanTelah Mengikuti Pendidikan Contoh: Surat Penetapan Angka Kredit LAMPIRAN II : LAMPIRAN IV : LAMPIRAN V LAMPIRAN VI LAMPIRAN VII LAMPIRAN VIII LAMPIRAN IX LAMPIRAN X LAMPIRAN XI : : : : : : : .3.3.

penjenjangan dalam jabatan fungsional terdiri dari 9 (sembilan) jenjang. BPPT memandang perlu untuk menyempurnakan konsep Jabatan Fungsional Perekayasa. Pertimbangan Utama Penyempurnaan Dalam melaksanakan tugas sebagai instansi pembina. BPPT bersama dengan BKN menyusun Peraturan Bersama yang ditandatangani oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi dan Kepala BKN Nomor: 13/M/PB/VIII/2008 dan Nomor 22 Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya.1. Pada tahun 2004. 1 . BPPT bersama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) menerbitkan Peraturan Bersama Nomor: 161/KA/BPPT/X/2005 dan Nomor: 19B Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya. tanggung jawab. Selanjutnya. BPPT sebagai Instansi Pembina berkepentingan untuk melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem tata kerja kerekayasaan yang selanjutnya diusulkan kepada Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. pengembangan.2. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara mengeluarkan Keputusan Nomor: Kep/193/M.BAB I PENDAHULUAN 1. Jabatan Fungsional ini mulai dikembangkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 89 tahun 1991 dengan instansi pembina adalah Kementerian Riset dan Teknologi. 1. Dalam perkembangannya. BPPT menerbitkan Petunjuk Teknis Nomor: 150/Kp/BPPT/V/2007 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya. Kemudian. Pada awalnya.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya. Setelah dikeluarkannya Keppres Nomor 87 tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan. dan wewenang untuk melakukan kegiatan kerekayasaan dalam suatu kelompok kerja fungsional pada bidang penelitian terapan.PAN/11/2004 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya dimana Instansi Pembina jabatan fungsional ini dialihkan dari Kementerian Riset dan Teknologi ke Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Selanjutnya. Dan dilanjutkan dengan diterbitkannya Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya ini. sehingga Perekayasa dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik dan pada akhirnya Jabatan Fungsional Perekayasa dapat lebih berkembang. Sejarah Jabatan Fungsional Perekayasa Perekayasa adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup. Hasil penyempurnaan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/219/M. tugas. dan pengoperasian yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang. perekayasaan. Tujuan penyempurnaan konsep ini adalah mengembangkan sistem tata kelola kerekayasaan yang sistematis dan terstruktur. maka penjenjangan dalam jabatan fungsional baik keahlian maupun ketrampilan menjadi 4 (empat).

Penilaian harus dilaksanakan dengan memperhitungkan peran dan tugas perekayasa dalam tim dengan membuat Organisasi Fungsional Kerekayasaan yang baku.1 (b)) Organisasi Fungsional Kerekayasaan Program Manager Ka. Dengan demikian dibutuhkan informasi tentang kedudukan individual perekayasa tersebut dalam pekerjaan team work. ( lihat gambar 1.Terdapat 4 (empat) pertimbangan utama penyempurnaan konsep Jabatan Fungsional Perekayasa: 1. sehingga diperlukan suatu standar sertifikasi engineer yang berlaku secara nasional untuk melindungi perekayasa Indonesia. Di era globalisasi saat ini. teknologi tidak hanya sebagai tools pada sistem produksi. diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang perekayasa dengan kuantitas dan kualitas yang baik untuk mendukung peningkatan daya saing industri nasional maupun daya saing Indonesia sebagai suatu bangsa. Dengan kata lain. Pada peraturan yang berlaku sebelumnya. Saat ini. dimana peran serta tugas setiap perekayasa yang terlibat dalam kegiatan di dalamnya terdefinisi dengan jelas. sehingga dapat mengakibatkan terjadinya ketidakcocokan sehingga tidak adil (unfairness) antara yang dikerjakan dengan yang dinilai (lihat gambar 1. Program Chief Eng Kegiatan Team Work WBS 1 WBS 2 WBS 3 Perekayasa Perekayasa Peran dalam organisasi Kerekayasaan tidak diperhitungkan Peran dalam organisasi Kerekayasaan diperhitungkan (a) (b) Gambar 1.1 Perbandingan sistem yang berlaku sebelumnya (kiri) dan yang berlaku saat ini (kanan) 2 . Dalam hal ini sistem penilaian perekayasa dilakukan secara individual yang mengacu pada peran dan kinerjanya dalam kegiatan team work tersebut. perekayasa dinilai secara individual dengan tidak memperhitungkan peran dan tugasnya dalam tim. telah terjadi gejala masuknya engineer (perekayasa) asing bersertifikasi standar internasional. tetapi merupakan competitive edges dari suatu industri dan bangsa. Untuk melaksanakan fungsi tersebut.1 (a) ). kegiatan perekayasa bersifat team work dalam kelompok kerja fungsional kerekayasaan. 3. 2. Sesuai tupoksinya. diperlukan organisasi tim dimana koordinat pekerjaan seorang perekayasa diberikan secara jelas.

wewenang dan hak memiliki Jabatan Struktural maupun Fungsional dengan persyaratan yang telah ditetapkan oleh UU No. Amanat Undang–undang No.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya dan Peraturan Bersama Nomor: 13/M/PB/VIII/2008 dan Nomor 22 Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya. Pengertian Dasar dan Batasan Ilmiah Dalam Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa ini yang dimaksud dengan: 1.4. pengembangan. manfaat dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada atau menghasilkan teknologi baru.4. Teknologi adalah cara atau metode serta proses atau produk yang dihasilkan dari penerapan dan pemanfaatan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan. 5. 2. pengembangan. yang secara tegas memberikan peraturan-peraturan pengelolaan Ilmu pengetahuan dan Teknologi (Iptek). 3. Maksud dan Tujuan Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya diterbitkan agar para pejabat fungsional. 4. tanggung jawab. 1. Pengembangan adalah kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan memanfaatkan kaidah dan teori ilmu pengetahuan yang telah terbukti kebenarannya untuk meningkatkan fungsi. Penelitian Terapan adalah kegiatan penelitian multi disiplin ilmu pengetahuan yang dapat dilanjutkan melalui kegiatan pengembangan dan perekayasaan. 1. kelangsungan dan peningkatan mutu kehidupan manusia. bahwa seluruh PNS mempunyai tugas. tim penilai serta pejabat struktural yang terkait mempunyai pedoman baku. Penyempurnaan ini juga dalam rangka mendukung kebijakan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia.. dan pengoperasian yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang. tanggung jawab. Berdasarkan 4 alasan di atas. Kerekayasaan adalah kegiatan bertahap yang secara runtun meliputi penelitian terapan. sehingga ada kesamaan dalam pengertian dan pemahaman untuk melaksanakan kegiatan dan pengelolaan yang berkaitan dengan jabatan fungsional Perekayasa. maka konsep Jabatan Fungsional Perekayasa dipandang perlu untuk disempurnakan. 43/1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. 3 . 18/2002 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. perekayasaan dan pengoperasian. dan wewenang untuk melakukan kegiatan kerekayasaan dalam suatu kelompok kerja fungsional pada bidang penelitian terapan. tugas. Buku Petunjuk Teknis ini diharapkan dapat melengkapi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/219/M.3. perekayasaan. sehingga pengelolaan pembinaan bagi pejabat perekayasa mempunyai standar yang sama di semua instansi. Perekayasa adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup. sehingga seorang perekayasa akan memperoleh penilaian yang layak sebagai seorang engineer yang berlaku di industri-industri nasional maupun internasional.

Asisten Insinyur Kepala (Assistant Chief Engineer) adalah Asisten Pengelola Program yang bertanggung jawab terhadap kualitas teknis hasil program. Ketua Sub Kelompok (Leader) adalah Kepala sebuah paket kerja. dalam suatu kelompok kerja fungsional. 11. 9. Organisasi Fungsional Kerekayasaan adalah organisasi yang dibentuk secara temporer (ad hoc) untuk pelaksanaan kegiatan kerekayasaan dalam rangka melaksanakan suatu kegiatan tertentu. Perekayasaan adalah kegiatan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk disain dan rancang bangun untuk menghasilkan sistem. 22. maupun eksekusinya. 18. Majelis Perekayasa adalah Tim yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa dengan tugas memberikan pemikiran tentang pengembangan perekayasaan nasional dan pemikiran tentang Jabatan Fungsional Perekayasa termasuk di dalamnya norma-norma dan kode etik kerekayasaan. model. 14. 23. 8. Kepala Program (Program Director) adalah Inisiator Program yang memberikan arahan tentang garis-garis besar kegiatan termasuk status keterkinian teknologi (state of the art technology). Paket Pekerjaan (Work Package/WP) merupakan rincian kerja dari struktur rincian kerja (WBS) tertentu yang disusun berdasarkan disiplin keilmuan atau kegiatan perekayasaan. nilai. Buku Petunjuk Desain (Design Manual) adalah acuan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan desain kerekayasaan. bisnis. Instansi Pembina jabatan fungsional Perekayasa adalah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Insinyur Kepala (Chief Engineer) adalah Pengelola Program yang bertanggung jawab terhadap kualitas teknis hasil program. Pengoperasian adalah kegiatan yang meliputi uji operasional dan evaluasi. Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja pejabat fungsional Perekayasa. modifikasi dan perawatan dari suatu produk atau sistem kerekayasaan untuk tujuan non komersial maupun komersial. Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager) adalah Asisten Pengelola Program yang bertanggung jawab terhadap pendanaan dan jadwal pencapaian sasaran. 13. 21. Manajer Program (Program Manager) adalah Pengelola Program yang bertanggung jawab terhadap pendanaan dan jadwal pencapaian sasaran. produk.6. 10. 17. Ketua Kelompok (Group Leader) adalah Kepala sebuah struktur rincian kerja (WBS) yang memimpin beberapa paket kerja. sosial budaya dan estetika. Staf Perekayasa (Engineering Staff) adalah Pelaksana kegiatan penelitian terapan. dan atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang dan atau konteks teknikal. 24. pengembangan. pemasaran. sumber daya manusia dan fasilitas program. 4 . 20. strategi keuangan program. 7. Buku Acuan Program (Program Manual) merupakan acuan umum yang menjelaskan semua hal berkaitan dengan program. 19. Struktur Rincian Kerja (Work Breakdown Structures/WBS) adalah struktur pembagian pekerjaan berdasarkan jenis kegiatan kerekayasaan atau bidang keilmuan. sumber daya manusia dan fasilitas program. Angka Kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butirbutir kegiatan yang harus dicapai oleh Pejabat Fungsional Perekayasa dalam rangka pembinaan karier yang bersangkutan. 12. 15. perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam buku acuan program (Program Manual) untuk spesifik bidang tertentu. penjualan serta pelayanan pasca jual. fungsional. 16.

Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat adalah Menteri. 34. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota adalah Bupati/Wali Kota. Lembaga Pemerintah Non Departemen atau Instansi Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Provinsi adalah Gubernur. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Kepresidenan. 41. Laporan Teknis (Technical Report/TR) adalah dokumen laporan hasil kegiatan Paket Pekerjaan (WP) yang ditulis oleh ketua sub kelompok (Leader) yang merupakan rangkuman dari beberapa catatan teknis (TN). Laporan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (Progress Control and Monitoring/PCM) adalah dokumen laporan hasil pemantauan dan pengendalian jalannya program dari segi jadwal dan aliran pendanaan yang ditulis oleh Manajer Program (Program Manager). Pemberhentian adalah pemberhentian dari Jabatan Fungsional Perekayasa bukan pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil. Buku Petunjuk Pengujian (Testing Manual) merupakan acuan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan pengujian kerekayasaan. Buku Petunjuk Kerekayasaan (Engineering Manual) merupakan acuan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan teknis kerekayasaan. Revisi laporan teknis (Technical Memorandum/TM). 28. 36. 30. atau suatu bidang kegiatan profesi yang 5 . 35. Kementerian. Pejabat yang berwenang mengangkat. 37. Organisasi profesi adalah himpunan masyarakat ilmiah dalam suatu cabang atau lintas disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. Dokumen Teknis (Technical Document/TD) adalah dokumen laporan hasil kegiatan struktur rincian kerja (WBS) yang ditulis oleh Ketua Kelompok (Group Leader) yang merupakan rangkuman dari beberapa laporan teknis (TR) dalam struktur rincian kerja (WBS) tersebut.25. 27. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari jabatan fungsional Perekayasa adalah Pejabat Pembina Kepegawaian masing-masing atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pendidikan dan atau pelatihan (diklat) yang dinilai adalah diklat fungsional dan teknis yang berhubungan dengan kerekayasaan. 38. Catatan Teknis (Technical Notes/TN) adalah dokumen laporan yang terdiri dari hanya satu subjek yang melatarbelakangi kegiatan sebuah paket kerja disajikan dalam bentuk catatan–catatan teknis oleh staf perekayasa (Engineering Staff). Manajer Program (Program Manager) dan kepala program (Program Director). 33. 29. Unit Perekayasaan lnstansi Pemerintah adalah unit kerja yang melaksanakan kegiatan fungsional Kerekayasaan pada Departemen. 39. Kepala Kepolisian Negara. Jaksa Agung. Laporan Akhir Program (Program Document/PD) adalah dokumen laporan hasil akhir dari program yang merupakan rangkuman dari seluruh dokumen teknis (TD) dan laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (PCM) dari program tersebut yang ditulis oleh Insinyur Kepala (Chief Engineer). 26. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tinggi Negara. adalah dokumen laporan yang merupakan perbaikan dari satu atau beberapa pasal dari laporan teknis (TR) yang mungkin terjadi sebagai akibat dari perkembangan kegiatan. 40. 32. 31. 42. Pendidikan formal yang termasuk dalam unsur utama adalah pendidikan formal yang berkaitan dengan bidang rancang bangun/perekayasaan dan mendapatkan ijazah. Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional serta Pimpinan Kesekretariatan Lembaga lain yang dipimpin oleh struktural eselon I dan bukan merupakan bagian dari Departemen/ Lembaga Pemerintah Non Departemen. Buku Petunjuk Produksi dan Integrasi (Production and Integration Manual) merupakan acuan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan produksi suatu hasil desain.

6 . pemerintah negara asing atau organisasi ilmiah nasional/internasional atas prestasi yang menonjol di bidang kerekayasaan. Piagam kehormatan adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia. 43. Orasi ilmiah adalah pidato ilmiah oleh pejabat fungsional Perekayasa yang telah memenuhi syarat menjadi Perekayasa Utama melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia. yang dihadiri oleh para perekayasa. sesuai dengan undang–undang dan peraturan yang berlaku. ilmuwan. dalam suatu acara sidang Pengukuhan Perekayasa Utama. dan undangan lainnya. 44.diakui oleh negara untuk menyumbangkan profesionalisme dan etika profesi dalam masyarakat.

ekonomi (economics) dan bisnis (business) (lihat gambar 2. perekayasaan dan pengoperasian yang didefinisikan sebagai kerekayasaan. kelangsungan dan peningkatan mutu kehidupan manusia. Seni Rupa Arts Seni Rupa Sains Science Teknik Engineering Ekonomi Economics Bisnis Gambar.BAB II KEREKAYASAAN Teknologi adalah cara atau metode serta proses atau produk yang dihasilkan dari penerapan dan pemanfaatan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan. Ilmu Pengetahuan ( Science) • Sains Matematika dan Alam 7 .1). Business 2. 2. Untuk menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan. teknik (engineering). Selain itu. pengembangan. Ilmu Seni Rupa (Arts) • Seni Kriya • Desain Interior • Desain Produk • Desain Komunikasi visual. antara lain: 1.1 Lima Unsur Utama Teknologi Pada perkembangan selanjutnya kelima unsur utama teknologi di atas saling mempunyai antar muka (overlapping) yang menghasilkan unsur-unsur baru teknologi seperti socioengineering yang merupakan fusi dari socio-economics dengan engineering dan juga arts. Bidang Keilmuan untuk Perekayasa Kegiatan kerekayasaan dapat dilakukan oleh personil yang memiliki latar belakang keilmuan (Academic Background) di bidang yang diklasifikasikan berdasarkan unsur teknologi yaitu.1. kelangsungan dan peningkatan mutu kehidupan manusia. science dan engineering yang menghasilkan humanity dan anthropology of Technology dan sebagainya. 2. kegiatan teknologi harus dilakukan melalui suatu tahapan yang runtun meliputi penelitian terapan. the Massachusset Institute of Technology (MIT). ilmu pengetahuan (science). USA mendefinisikan teknologi berdasarkan unsur-unsur pembentuknya yaitu fusi (kesenyawaan) yang sempurna dari seni-rupa (arts).

. : Analisa desain. Operator 1. desain konseptual. Komputasional : Penurunan. serta Survey. Analisis Latar belakang keilmuan (Academic Background) dan latar belakang keahlian (Professional Background) membentuk matriks kemampuan seorang perekayasa.2 Bidang Keahlian Untuk Perekayasa Disamping bidang keilmuan yang menjadi dasar akademik. Sales & Distribution. Maintenance & : Perawatan. Diskritisasi & Simulasi Model Numerik. Pengembangan. 4. Medika dan Hayati • Teknologi Kebumian dan Atmosfer • Teknologi Infrastruktur • Teknologi Manufaktur dan Transportasi • Teknologi Komunikasi dan Informatika • Teknologi Energi • Manajemen Keindustrian dan Faktor Manusia 4. Kebijakan Sistem teknologi. Experimental scale). Audit & Standardisasi. 8 . Desain 2. Subskala (sub-scale). para perekayasa dalam kegiatannya dapat diklasifikasikan dalam bidang keahlian (Professional Background) sebagai berikut : : Sintesa. Skala Penuh (full3. Strategi Bisnis. Proses dan Pertambangan • Teknologi Farmasi. Ekonomi ( Economics ) • Ekonometrik • Financial Engineering • Akuntansi • Engineering Economics 5. Bisnis ( Business ) • Operation Research • Management • Marketing Dan bidang keilmuan lain yang merupakan derivatif dari keilmuan di atas serta terkait dengan kegiatan kerekayasaan dapat dipertimbangkan dengan rekomendasi dari Instansi Pembina Perekayasa. : Pengujian Komponen.• Sains Hayati • Sains Kemanusiaan • Sains Kebumian 3. Perbaikan & Modifikasi serta Pengoperasian Produk Teknologi. Produksi & Integrasinya menjadi produk teknologi lengkap (general Konstruksi assembly). 2. 6. Adapun detil derivatif dari keilmuan di atas dapat merujuk Lampiran I yang merupakan bagian Proposed International Standard Nomenclature for field of Science and Technology (UNESCO/NS/ROU/257). Perakitan komponen (Sub-assembly) & 5. Teknik ( Engineering ) • Teknologi Agro. Observasi. Marketing. dan Explorasi. disain awal & disain rinci. : Pembuatan.

Perekayasaan. dan Pengoperasian (lihat gambar 2.3. Tahap Kegiatan Kerekayasaan Kegiatan kerekayasaan adalah pentahapan kegiatan yang berkaitan dengan teknologi yang secara runtun meliputi Penelitian. Penelitian dilaksanakan secara bertahap. eksplorasi. Penelitian dapat dilaksanakan secara teoritik melalui model matematika dan eksperimental melalui percobaan laboratorium. desain awal. Kegiatan pengembangan suatu hasil penelitian. secara eksperimental maupun teoritik. dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (UU No. interpretasi hasil pengolahan data dan penarikan kesimpulan.2 Kegiatan Kerekayasaan Penelitian (Research/R) adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi.18/2002 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). data. observasi. manfaat dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada atau menghasilkan teknologi baru (UU No. mulai dari desain konseptual. Pengembangan (Development/D) adalah kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan memanfaatkan kaidah dan teori ilmu pengetahuan yang telah terbukti kebenarannya untuk meningkatkan fungsi.2. mulai dengan pengumpulan data. pengolahan data. 9 . Penelitian terapan merupakan kegiatan penelitian dimana subjek yang diteliti bisa dikembangkan menjadi produk teknologi yang bermanfaat.2). Pengembangan.18/2002 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). uji simulasi sub-skala serta komponen-komponennya di laboratorium hingga penetapan hasil desain. survey. Domain Peneliti Research Penelitian Domain Perekayasa Development Pengembangan Engineering Perekayasaan Operation Pengoperasian Gambar 2. dan o Desain konseptual suatu sistem perekayasaan (Engineering Systems) dari gejala alami yang berkaitan dengan subjek hasil penelitian sebelumnya Pengembangan dilaksanakan secara bertahap. untuk menarik manfaat yang bisa diterapkan melalui proses: o Desain konseptual suatu produk perekayasaan (Engineering Product) yang berkaitan dengan hasil penelitian sebelumnya.

o Uji Standardisasi dari suatu produk desain adalah uji persyaratan keselamatan dan keandalannya menurut standard minimal yang ditetapkan oleh lembaga negara yang berwenang. produksi. yang dilaksanakan oleh lembaga resmi pemerintah atau lembaga di luar negeri yang berwenang dalam bidang produk desain tersebut. dan/atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang. Pengoperasian dilaksanakan secara bersama-sama antara lembaga Perekayasaan dengan Industri dalam arti luas.Perekayasaan (Engineering/E) adalah kegiatan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk desain dan rancang bangun untuk menghasilkan nilai. dan atau konteks teknikal. Pengembangan. Kegiatan kerekayasaan secara beruntun ini dikenal dengan singkatan R. 2. pemasaran. eksperimental Studi Kelayakan Sistem Teknologi Studi Banding Sistem Teknologi b. bisnis. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan perekayasaan adalah sebagi berikut : o Produk Desain adalah produk perekayasaan ataupun sistem perekayasaan yang dapat berupa perangkat keras ataupun perangkat lunak. Pengoperasian (Operation/O) suatu produk perekayasaan adalah kegiatan yang meliputi uji operasional & evaluasi. D. Observasi Penelitian lanjut teoritikal. E & O atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan singkatan Litbangyasa dan Operasi. dan estetika (UU No. D.4 Kategori Kegiatan Kerekayasaan Sesuai dengan pentahapan kegiatan kerekayasaan. D. Produk Perekayasaan yang dioperasikan dapat berupa produk yang diadakan dari luar institusi yang bersangkutan atau produk sebagai hasil Perekayasaan sendiri. o Uji Sertifikasi dari suatu produk Desain adalah uji kinerja dengan penekanan pada terpenuhinya standard sertifikasi yang telah ditentukan. perguruan tinggi maupun industri. fungsional. maka kegiatan perekayasa dikategorikan sebagai berikut: a. Rangkaian kegiatan lengkap yang beruntun R. Survey. E dan O. Sedangkan Perekayasa yang bekerja di industri lebih menekankan kegiatannya pada D. penjualan serta pelayanan purna jual. meliputi: Eksplorasi. Penelitian Terapan. meliputi: Pengembangan Kebijakan Teknologi Pengembangan Parametrik Kajian Teknologi Desain Konseptual Software (SW) / Hardware (SW) Desain Awal SW / HW Uji laboratorium (sub-scale) & Simulasi 10 . Uji sertifikasi dapat dilengkapi dengan hasil uji sertifikasi lainnya yang relevan. untuk mengevaluasi hasil produk perekayasaan tersebut. modifikasi & perawatan untuk tujuan non komersial maupun komersial. Pada umumnya Perekayasa yang bekerja di Perguruan Tinggi serta di badan-badan litbangyasa melakukan kegiatannya terutama pada R. produk. sosial budaya. E dan O dapat mendorong terciptanya kemampuan inovasi dari suatu badan litbangyasa.18/2002 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). E dan sedikit pada tahap O.

serta bekerja dengan jujur. tekun. pendapat. Yang dimaksud dengan produk hardware (H/W) adalah produk teknologi yang berwujud benda fisik. sistematis mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dan melaksanakan dengan standar ilmiah yang tinggi. Perekayasa Indonesia wajib bekerja secara terencana. atau temuan orang lain. Pengoperasian. dan kritik yang diberikan oleh perekayasa lain dan atau masyarakat atas hasil yang dicapainya. 2. 3. komponen. Perekayasa Indonesia wajib bersifat terbuka terhadap tanggapan. konsepsi perencanaan program. benda kerja lengkap terpadu. Perekayasa Indonesia wajib menjunjung tinggi hak. serta untuk selalu menjaga dan meningkatkan moral dan kualitas keprofesionalan Pejabat Fungsional Perekayasa. prototipe. Perekayasaan. maka diperlukan adanya Kode Etik yang menjadi etika profesi Perekayasa. menjalin hubungan kerjasama yang harmonis dengan pihak lain. sebagai berikut: 1. Perakitan & Integrasi Produk tersertifikasi SW /HW Engineering Services SW / HW Marketing/Sales SW / HW Routine Operation SW / HW Modifikasi & Perawatan SW / HW Yang dimaksud dengan produk software (S/W) adalah produk teknologi yang berwujud maya dan diwujudkan dalam bentuk dokumen. model. serta tidak menghalangi atau menghambat upaya pengembangan iptek yang dilakukan oleh pihak lain. serta menjunjung tinggi profesi sebagai seorang yang terpelajar dengan menjaga kebenaran dan kejujuran baik kepada diri sendiri maupun kepada umum sehingga tidak menutupi kelemahan dan atau kekurangannya. antara lain: mengambil gagasan orang lain dan senantiasa beritikad tidak akan melakukan tindakan plagiat dalam rangka menghormati dan melindungi hak cipta. pendapat.5 Kode Etik Perekayasa Mengingat keterbatasan pada diri manusia dan untuk menghindari penyalahgunaan kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat dan pemerintah Indonesia. produk tersertifikasi serta produk komersial. berdisiplin. 2. bersemangat untuk menghasilkan karya yang berkualitas tinggi. seperti: model/ perumusan matematik. 4. perangkat lunak (algorithm). Perekayasa Indonesia berkewajiban mengembangkan iptek dan meningkatkan keahliannya. konsepsi strategi bisnis. teliti.c. meliputi: Desain Rinci SW / HW Produksi. konsepsi teknologi/ kebijakan teknologi. pendidikan & pelatihan. sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan umat manusia. hak kepemilikan intelektual perekayasa lain dan atau masyarakat. 11 . sehingga terjalin budaya kerjasama dalam tim. Perakitan & Integrasi Prototip SW / HW Uji Kinerja Prototip atau Produk Tersertifikasi SW / HW Audit Teknologi SW / HW Uji Standardisasi SW / HW Uji Sertifikasi SW / HW d. meliputi: Uji Operasional & Evaluasi Produk SW / HW Produksi. sehingga selalu menjauhi perbuatan tercela. seperti: unsur (article).

Bioteknologi. lembaga-lembaga litbangyasa. Perekayasa Indonesia harus berjiwa ‘pioneer’. Anggota Majelis Perekayasa terdiri dari para ahli rekayasa di bidang-bidang tertentu dari perguruan tinggi. Kelautan. Tugas pokok Majelis Perekayasa adalah: 1. berorientasi pada peningkatan nilai tambah. 9. serta aturan dan persyaratan dalam Jabatan Fungsional Perekayasa kepada Kepala BPPT. Melakukan pemantauan jenjang Perekayasa serta memberikan pertimbangan untuk penyelesaian masalah-masalah yang timbul dalam penjenjangan Perekayasa. Lingkungan dan Rekayasa Kebumian. Melakukan penilaian dan memberikan rekomendasi tentang materi orasi ilmiah. 7. Produksi dan Material. Teknologi Industri Infrastruktur dan Transportasi 12 . 2. industri. Bidang Majelis Perekayasa terdiri dari 6 (enam) bidang Kerekayasaan. Perekayasa Indonesia wajib menjaga dan memanfaatkan semua sumberdaya secara berdayaguna dan berhasilguna. Teknologi Industri Energi. 2. Farmasi dan Medika. Mekatronik. Melaksanakan pengukuhan Pejabat Fungsional Perekayasa Utama. Elektro. 3. Teknologi Agroindustri. 3. 5. Perekayasa Indonesia wajib berusaha untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman terbaiknya kepada masyarakat guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. 4. serta selalu memikirkan dampak penerapan hasil karyanya terhadap umat manusia dan lingkungan hidup. Perekayasa Indonesia wajib mentaati Kode Etik Perekayasa Indonesia ini sebagai etika profesinya. Pertahanan dan Keamanan. Melakukan penilaian angka kredit bagi pejabat fungsional Perekayasa Utama. 2. lembaga tempat kerjanya serta menghindari sikap arogansi intelektual. 6. Teknologi Otomotif. Optronika dan Akustik. 6. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa telah membentuk Majelis Perekayasa yang bersifat nasional. 4.5. Teknologi Dirgantara. 8. Perekayasa Indonesia wajib menjaga nama baik profesi keahlian. 6. 5. Teknologi Industri Telematika. Memberikan pemikiran-pemikiran tentang norma-norma. yaitu: 1. mengutamakan keamanan dan keselamatan. kode etik.6 Majelis Perekayasa Dalam upaya peningkatan bidang kerekayasaan nasional. Memberikan pemikiran dan pertimbangan tentang pengembangan Kerekayasaan nasional kepada Kepala BPPT. Majelis Perekayasa bersidang paling kurang dua kali setiap tahun.

Setiap WBS terbagi paling kurang 2 (dua) Paket kerja atau Work Package (WP). dan dilaksanakan oleh paling kurang 2 (dua) orang Staf Perekayasa (Engineering Staff).PAN/7/2008. Setiap Leader bertanggungjawab kepada Group Leader. Manejer Program (Program Manager . Insinyur Kepala (Chief Engineer . Organisasi ini mendeskripsikan secara jelas peran dan tugas seorang pejabat perekayasa yang didefinisikan dalam struktur pekerjaan yang terbagi dalam beberapa bagian menurut bidang keilmuan atau kegiatan yang berbeda. Engineering Staff yang terlibat dalam suatu WP bisa merangkap dalam WP yang lain asalkan tidak dilaksanakan dalam kurun waktu yang sama.CE). 13 . Ketua Sub Kelompok (Leader . Engineering Staff yang terlibat dalam suatu WBS tidak dapat merangkap dalam WBS lain dalam program yang sama. Setiap Engineering staff dan Technician bertanggungjawab kepada Leader. Hirarki dalam pekerjaan perekayasa difasilitasi oleh peran-peran Kepala Program (Program Director . Struktur pekerjaan dimaksud adalah Struktur Rincian Kerja atau Work Breakdown Structures (WBS). Dalam pelaksanaannya.. WBS dikepalai oleh seorang GL.ES) yang masing-masing mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PerMENPAN) nomor PER/219/M. Chief Engineer dan Program Manager. Setiap Ketua Sub Kelompok memimpin sejumlah Engineering Staff dan sejumlah Staf Teknisi (Technical Staff .PM). karena sifat pekerjaannya yang harus mengkoordinasikan seluruh Group Leader yang terlibat.PD). Program Manager dan Chief Engineer bertanggungjawab kepada Kepala Program. Organisasi ini dipimpin oleh seorang Kepala Program yang dibantu oleh Seorang Chief Engineer dan Seorang Program Manager.BAB III TATA KERJA KEREKAYASAAN a.L) dan Staf Perekayasa (Engineering Staff . Chief Engineer bertanggung jawab atas kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia serta produk teknologi yang dihasilkan. Organisasi Fungsional Kerekayasaan Organisasi Fungsional Kerekayasaan merupakan organisasi kerja yang memiliki hirarki untuk mewadahi pelaksanaan pekerjaan perkayasa yang bersifat Team Work dengan pola matriks berdasarkan bidang keilmuan/ keahlian dengan kegiatan. apabila diperlukan masing-masing dapat dibantu oleh satu sampai dengan empat asisten yang disebut Assistant Chief Engineer dan Assistant Program Manager. dan Kepala Program.GL). Ketua Kelompok (Group Leader .TS). GL memimpin beberapa Ketua Sub Kelompok atau Leader yang bertanggungjawab terhadap Paket Kerja. PM bertanggung jawab atas pendanaan (Cost) dan penjadwalan (Delivery) pelaksanaan program. Sedangkan para Group Leader bertanggungjawab kepada Program Manager dan Chief Engineer.

Ka.Dalam pengkodeannya... Institusi luar ini dapat berkontribusi pada tingkat WBS ataupun pada tingkat WP.3 . sedangkan WP dinotasikan dengan subskrip ganda (double subscript). 3.. Organisasi Program tipe A merupakan Organisasi program dengan struktur organisasi paling besar dan paling lengkap. WBS i. Organisasi tipe B dapat bekerja sama dengan institusi luar yang diwujudkan dalam bentuk Kesepakatan Bersama (Memorandum of 14 .2.2. dan melibatkan institusi luar (baik dari dalam maupun luar negeri) yang diwujudkan dalam bentuk Kesepakatan Bersama (Memorandum of Understanding) atau Perjanjian Kerja Sama (Technical Agreement)... .3.. i = 1.n.n. Dalam hal ini subskrip pertama menunjukkan WBS ke i dan subskrip kedua menunjukan WP ke j dalam WBS ke i tersebut. (lihat gambar 3. Tipe A Organisasi fungsional kerekayasaan tipe A paling sedikit terdiri lima WBS. Tipe B Organisasi fungsional kerekayasaan tipe B terdiri dari minimal dua WBS.1 Organisasi Fungsional Kerekayasaan Tipe A 2.. i = 1. Program Chief Engineer Chief Engineer Program Manager Program Manager Institusi Luar Gp Leader1 WBS 1 Gp Leader 2 WBS 2 Gp Leader 3 WBS 3 Gp Leader 4 WBS 4 Gp Leader 5 WBS 5 + WBS 6 WP 61 Leader 61 WP 11 Leader 11 Staf WP 21 Leader 21 Staf WP 51 Leader 51 WP 62 Leader 62 Staf WP 12 Leader 12 Staf WP 22 Leader 22 Staf ●● ●● WP 52 Leader 52 Staf WP 13 Leader 13 Staf WP 23 Leader 23 Staf ●WP 53 Leader 53 ● Staff ● ● Gambar 3. .m.3.2. j = 1.1). karena terdiri dari beberapa kegiatan kerekayasaan yang berbeda atau beberapa disiplin keilmuan yang berbeda. setiap WBS dinotasikan dengan subskrip tunggal (single subscript). Dengan demikian Organisasi tipe B terdiri dari dua atau lebih kegiatan kerekayasaan atau disiplin keilmuan yang berbeda.... Wpij. Tipe Organisasi Fungsional Kerekayasaan Organisasi fungsional kerekayasaan diklasifikasikan dalam tiga tipe.2. yang didasarkan atas jumlah WBS dalam program kerekayasaan sebagaimana dijelaskan di bawah ini: 1..

3 Organisasi Fungsional Tipe C 15 .Understanding) atau Perjanjian Kerja Sama (Technical Agreement) dengan total WBS berjumlah 2 atau lebih. Adapun diagram Organisasi Program tipe C dapat dilihat pada gambar 3. Ka.2 Organisasi Fungsional Kerekayasaan Tipe B 3. Organisasi Program tipe C. Pada Organisasi Fungsional Kerekayasaan tipe C.3. Program Chief Engineer Program Manager Program Manager Gp Leader1 Gp Leader1 WBS 1 Gp Leader2 Gp Leader2 WBS 2 Gp Leader3 Gp Leader3 WBS 3 Gp Leader4 Gp Leader4 WBS 4 WP 11 Leader 11 Staf WP 21 Leader 21 Staf WP 41 Leader 41 Staf WP 12 Leader 12 Staf WP 22 Leader 22 Staf ●● ●● WP 42 Leader 42 Staf WP 13 Leader 13 Staf WP 23 Leader 23 Staf WP 43 Leader 43 Staf Gambar 3. Group Leader Program Manager Program Manager Leader1 WP 1 Leader 2 WP 2 Leader 3 WP 3 Leader 4 WP 4 Leader 5 WP5 •Staf • • • •Staf • • • ●● ●● •Staf • • • •Staf • • • Gambar 3. Organisasi tipe C ini dapat bekerja sama dengan institusi luar pada tingkat WP.2 ). Dalam organisasi tipe C. Dengan demikian dalam organisasi ini. hanya melibatkan satu kegiatan kerekayasaan atau satu disiplin keilmuan. dipimpin oleh seorang Group Leader yang sekaligus bertindak sebagai Chief Engineer. Kepala Program dan Chief Engineer. (lihat gambar 3. setingkat dan dijabat rangkap oleh Group Leader pada WBS tersebut. Group Leader dibantu oleh seorang Program Manager. Tipe C Organisasi fungsional kerekayasaan tipe C terdiri hanya dari satu WBS yang terdiri dari beberapa WP.

Pola Matriks Organisasi. WP keilmuan 16 .4b).4a. WBS: kegiatan . Pola Matriks Organisasi Fungsional Kerekayasaan Pola matriks dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan menempatkan WBS sebagai kolom yang merupakan kegiatan kerekayasaan dan WP sebagai baris yang merupakan bidang keilmuan (Gambar 3. diserahkan sepenuhnya kepada kesesuaiannya masing-masing. (Gambar 3.3. Namun harus diingat bahwa jika dua Organisasi Fungsional dengan pola matriks yang berlainan akan digabung. atau sebaliknya.4a). (Gambar 3.3.4a).4b). Bentuk pola matriks mana yang akan dipilih oleh pelaku perekayasa. Gambar 3. dan WP sebagai kegiatan kerekayasaan. dan WP sebagai bidang keilmuan (Gambar 3. Industri cenderung menggunakan pembagian WBS yang didasarkan pada tahap kegiatan kerekayasaan. Sedangkan Perguruan Tinggi cenderung menggunakan WBS sebagai bidang keilmuan. maka bentuk Organisasi Fungsional tersebut harus disesuaikan terlebih dahulu menurut salah satu pola. Pada umumnya.

WBS:keilmuan. Pola Matriks Organisasi.WP:kegiatan Contoh: Pola Matrix Kegiatan & Keilmuan dalam organisasi fungsional kerekayasaan Program Bahan Bakar Nabati Penyiapan Bahan Proses WBS baku&Pembibitan pengolahan BBN WP Budidaya bahan baku BBN Teknologi Proses BBN Teknologi Industri/ Manufaktur Teknik Mesin/ Otomotif Manajemen Transportasi/ Pemasaran Disain pabrikasi pengolahan BBN Pengujian laboratorium Operasi 3. 17 .4.Gambar 3. Sifat Organisasi Fungsional Kerekayasaan Organisasi Fungsional Kerekayasaan dibentuk secara non-permanen khusus untuk menjalankan suatu kegiatan program tertentu.4b. Organisasi Fungsional Kerekayasaan dibentuk saat program dipersiapkan dan dibubarkan saat program dinyatakan selesai.

18 . 3. Sedangkan untuk masingmasing WP. (Contoh format lihat sub bab 5. Chief Engineer. Group Leader. 3. Organisasi Fungsional Kerekayasaan dapat diubah-ubah bentuk dan pelakunya tergantung kepada kebutuhan program setiap fasa. Program Manager. Lembar Keputusan (Decision Sheet) Lembar pernyataan tentang keputusan yang diambil dari suatu rapat kegiatan kerekayasaan yang sedang dilaksanakan.5.3. Leader.Organisasi Fungsional Kerekayasaan dijalankan oleh personil-personil dari satu atau beberapa lembaga atau departemen dan dapat pula mengikutsertakan personil khusus karena pertimbangan keahliannya. 3. WBS.3.6. sampai Kepala Program. Sistem Informasi Sistem informasi di antara Perekayasa dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan dilaksanakan melalui lembar-lembar kegiatan (Activity Sheets) yang terdiri dari: 1. Sistem Informasi & Pelaporan dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan. Lembar Kerja ( Working Sheet ) Lembar pernyataan yang dikerjakan oleh masing-masing anggota program mulai dari Engineering Staff.1. tingkat WBS. baik pada rapat tingkat WP.3) Secara diagram aliran informasi dapat dilihat pada gambar 3. dan Pimpinan Program dapat dilihat pada gambar 3. Organisasi Fungsional Kerekayasaan dipimpin oleh seorang Kepala Program yang bertanggung jawab penuh kepada Kepala Unit Organisasi Struktural yang memberikan program tersebut. Instruksi sheet diberikan oleh: • Kepala Program kepada Chief Engineer/ Program Manager/ Group Leader • Chief Engineer kepada Group Leader • Program Manager kepada Group Leader • Group Leader kepada Leader • Leader kepada Engineering Staff dan Technician Staff Adapun contoh format dapat dilihat pada sub bab 5.) 2. cara atau formula tertentu dan lain-lain sesuai dengan kegiatan kerekayasaannya. Lembar Instruksi (Instruction Sheet) Lembar pernyataan perintah (instruksi) merupakan lembaran yang berisi pernyataan perintah terkait dengan metoda.4.4. (Contoh format lihat sub bab 5. antar WBS atau tingkat Pimpinan Program.

5 Aliran Informasi 19 .Gambar 3.

6 Aliran informasi pada WP. dan Pimpinan Program 20 . WBS.- Gambar 3.

b. dapat pula dipersiapkan manualmanual lain seperti Design Manual. Secara umum. Technical Report (TR)/ Memorandum (TM) yang ditulis oleh para Leader. Group Leader bertanggung jawab pada keseluruhan Program Manual. Tahap Persiapan Kegiatan program dilaksanakan dengan mengacu pada petunjuk program yang ditulis dalam bentuk Manual Program (Program Manual) yang dipersiapkan oleh Kepala Program (Program Director). Testing Manual. terutama pada penjadwalan dan pendanaan c. Chief Engineer dan Program Manager pada awal program.4. tergantung pada sifat kegiatan. yaitu: 1. Tahap Berjalan & Akhir Sistem pelaporan jalannya kegiatan program dilaksanakan secara bertahap melalui Technical Notes (TN) yang ditulis oleh para Engineering Staff. 2. pemeriksaan dokumen Design manual. dan pemeriksaan dokumen manual lainnya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program. Design Manual.4.2 Sistem Pelaporan Sistem Pelaporan di dalam pelaksanaan program kerekayasaan secara umum terbagi ke dalam dua tahap. Selain itu. yang memeriksa (checked by) dan yang mengesahkan (approved by). Kepala Program bertanggung jawab terhadap keseluruhan Program Manual. dan dokumen manual lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan program • Untuk program tipe C. Program Manager bertanggung jawab dalam pemeriksaan dokumen Program Manual. Penanggung jawab Sistem pelaporan pada tahap persiapan dijelaskan sebagai berikut: • Untuk organisasi fungsional Kerekayasaan tipe A dan B: a. Setiap pelaporan dilakukan oleh 3 peran yaitu yang menyiapkan (prepared by). 3.3.1. Technical Document (TD) yang ditulis oleh para Group Leader dan Program Document (PD) yang ditulis oleh Chief Engineer.3 Penanggung Jawab Sistem Pelaporan Penanggungjawab di dalam pembuatan laporan kegiatan kerekayasaan adalah sebagai berikut: 1. penanggungjawab penyusunan manual pada organisasi Fungsional Kerekayasaan tipe A dan B dapat dilihat pada tabel 3. Product Manual dan sebagainya. Chief Engineer bertanggungjawab dalam penyiapan dokumen Program Manual. 21 . Disamping itu ditulis pula laporan Progress Control & Monitoring (PCM) yang ditulis oleh Program Manager.

dan Program Manager memiliki tugas yang sama dengan tipe A atau tipe B. maka Group Leader bertanggungjawab terhadap Technical Document. Group Leader. dan Program Document. dan menyetujui Technical Report yang telah diperiksa oleh Group Leader. dan memeriksa Program Document yang telah dipersiapkan oleh Chief Engineer. Engineering Staff. Secara umum. Engineering Staff bertanggungjawab dalam menyiapkan laporan berupa Technical Note b. f. Penanggung jawab Sistem pelaporan pada tahap pelaksanaan dijelaskan sebagai berikut: • Untuk organisasi fungsional Kerekayasaan tipe A dan B: a. penanggungjawab laporan tahap pelaksanaan pada organisasi Fungsional Kerekayasaan tipe A dan B dapat dilihat pada tabel 3.1. Leader. dan Program Document.Tabel 3. Leader bertanggungjawab dalam menyiapkan laporan berupa Technical Report. hanya saja pada tipe C di mana Group Leader merangkap peran sebagai Chief Engineer dan sebagai Kepala Program. dan memeriksa Technical Note yang disiapkan oleh Engineering Staff c. e. memeriksa Technical Report yang telah disiapkan oleh Leader. dan table 3. Group Leader bertanggungjawab dalam menyiapkan laporan berupa Technical Document.2.3 di bawah ini.: Penanggungjawab Penyusunan Manual pada Organisasi Program Kerekayasaan tipe A dan B 2. memeriksa Technical Document yang telah dibuat Group Leader. dan menyetujui Technical Note yang telah diperiksa oleh Leader d. Kepala Program bertanggung jawab terhadap keseluruhan document. Program Manager bertanggungjawab mempersiapkan dan memeriksa laporan Progress Control & Monitoring (PCM). Chief Engineer bertanggungjawab dalam penyiapan laporan berupa Program Document. 22 . khususnya Technical Document. • Untuk program dengan organisasi fungsional Kerekayasaan tipe C: a.

Tabel 3. Program Document Tech Doc 1 Tech Doc 2 Tech Doc 3 TR / TM 11 TR / TM 12 TR / TM 21 TR / TM 22 TR / TM 23 TR / TM 31 TR / TM 32 TN 111 TN 112 TN 113 TN 114 TN 121 TN 122 TN 123 TN 124 TN 221 TN 321 ● ● ● TN 222 TN 223 TN 224 ● ● ● ● ● ● ● TN 322 TN 323 TN 324 Gambar 3. Hirarki Sistem Pelaporan 23 . Chck: Checked by. Manager Ka. Prep: Prepared by. Report/Memo: Technical Report/ Memorandum. Tech.7. Notes: Technical Notes.7.3. Appv: Approved by) Dengan demikian secara hirarki sistem pelaporan pada kegiatan kerekayasaan dapat ditunjukkan dalam diagram seperti pada gambar 3.: Penanggungjawab Laporan PCM Peran Prog. Program Progress Control & Monitoring Prep & check Approved Tabel 3.2.: Penanggungjawab Laporan Teknis Catatan: (Tech.

metoda dan asumsi yang diambil. 2. Untuk masalah pendanaan dilakukan penelaahan mengenai kesesuaian jadwal penyerapan dana. Tahap Penelaahan Program Awal (Preliminary Program Review Phase). Selain itu hambatan-hambatan yang terjadi pada proses awal program secara teknis juga diperiksa. Preliminary Program Review Detail Program Review Critical Program Review Final Program Review Program start 0 Program Manual Tech Notes Tech Notes 3 Tech Report PCM Tech Docmnt 6 Tech Notes Tech Notes Tech Report PCM Tech Docmnt Tech Notes Tech Notes Program Docmnt 9 Tech Notes Tech Notes 12 Tech Report PCM Tech Docmnt Tech Notes Tech Notes Tech Notes Tech Notes Program Docmnt Gambar 3.Terlihat dari diagram tersebut bahwa Technical Report (TR)/ Technical Memorandum (TM) menggunakan Technical Notes (TN) sebagai acuan. serta validasi terhadap strategi. Keempat tahap pelaporan program seperti pada gambar 3. agar sasaran program dapat tetap terjamin. Tahap Penelaahan Program Kritikal (Critical Program Review Phase).4. Selain itu penelaahan juga dilakukan terhadap perubahan kebijakan pemerintah dalam hal pendanaan. Contoh Tahap dan Interval Waktu Pelaporan 1.4. Tahap dan Interval Waktu Pelaporan Dalam menjalankan program kerekayasaan. Dan selanjutnya Program Documents menggunakan Technical Documents sebagai acuan. disesuaikan dengan yang direncanakan.8. merupakan tahap penelaahan secara teknis mengenai pencapaian sasaran. 24 . Secara umum tahap dan interval waktu dan laporan terdiri dari empat tahap pada setiap pelaksanaan kegiatan kerekayasaan atau tergantung pada kebutuhan dan kesepakatan yang disetujui bersama. Pada tahap ini dilakukan penelaahan mengenai terpenuhinya persyaratan dimulainya suatu program baik dari segi teknik. Demikian juga Technical Documents (TD) menggunakan Technical Report/ Memorandum sebagai acuan. serta pelaksanaan proses persiapan pengadaan barang seperti proses tender dan kontrak dan pemeriksaan kelancaran proses pencairan dana. jadwal dan dana. Dalam tahap ini juga dilakukan perubahan-perubahan minor dalam penjadwalan yang diakibatkan oleh ketidaktepatan baik dari segi teknik maupun pendanaan. 3. Penelaahan pada tahap tengah periode kegiatan berjalan. Tahap Penelaahan Program Rinci (Detailed Program Review Phase). para perekayasa dalam fungsinya masingmasing melaporkan jalannya program secara berkala. 3.8.

Staf Perekayasa (Engineering Staff) Melaksanakan kegiatan penelitian terapan. Melaksanakan desain awal. misal membutuhkan anggaran yang lebih besar. Progress Control & Monitoring. Melaksanakan desain rinci. Peninjauan kritikal dilakukan dalam segi teknik dan pendanaan. Melaksanakan modifikasi produk.Penelaahan pada tahap kritikal dilakukan untuk mengetahui pencapaian sasaran sesuai obyektif program di dalam program manual. 2. Melaksanakan perhitungan. Gambar 3. 8. Melaksanakan pengukuran. 3. 25 . maupun dari segi pendanaan. 4. (1). Technical Reports/ Technical Memorandum. 3. Tahap Penelaahan Program Akhir (Final Program Review Phase). pengembangan. Pemeriksaan tahap akhir dari jalannya program. dibawah koordinasi Leader. 9. Dalam review tahap ini semua dokumen baik berupa Technical Notes. perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam Program Manual untuk spesifik bidang tertentu. Secara rinci tugas Engineering Staff adalah sebagai berikut: 1. 6. misal membutuhkan resource yang lebih besar. Melaksanakan observasi. Tugas Perekayasa Dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan Fungsi Perekayasa dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan dapat dirincikan dari jenjang Perekayasa yang paling rendah hingga jenjang Perekayasa yang paling tinggi. Melaksanakan eksplorasi. 4.8 memperlihatkan tahap dan interval waktu penerbitan laporan untuk program satu tahun anggaran. Dalam tahap ini hanya ditinjau sasaran program yang akan dicapai ditinjau dari segi teknik terakhir yang mampu dicapai dan aliran pendanaan yang tersedia. sebagai berikut. Jika ternyata program diperkirakan kuat tidak dapat mencapai sasaran. Melaksanakan pengujian. Perubahan sasaran harus ditinjau dari segi teknik. Melaksanakan desain konseptual.5. Technical Document. 7. maka diperlukan penyesuaian capaian program dari sasaran yg ditargetkan semula disertai alasan penyesuaian dan alternatif penyelesaian/perbaikan. Perimbangan alasan teknik dan pendanaan ini harus dijadikan dasar perubahan sasaran program. 5. Final Program Review ini kemudian diikuti dengan laporan akhir paling lambat sebulan kemudian. Sasaran akhir ini ditetapkan sebagai hasil dari Critical Design Review. dan Program Document harus sudah selesai untuk pertanggungan jawab.

Memberikan supervisi pelaksanaan desain rinci. Technical Notes. foto. Ketua Kelompok (Group Leader) Mengkoordinasikan para Leader dalam pelaksanaan kegiatan penelitian terapan. Memberikan supervisi pelaksanaan studi kelayakan sistem teknologi. Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). Menyelenggarakan pertemuan dan memimpin diskusi dengan para engineering staff tentang pekerjaan mereka. perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam Program Manual untuk spesifik bidang tertentu. dan penyimpulan hasil). pengembangan. 5. (3). 26 . Memberikan supervisi pelaksanaan perhitungan. 3. 2. Technical Notes. 12. Secara rinci peran dan tugas Group Leader adalah sebagai berikut: 1. Melaksanakan studi banding sistem teknologi. 11. 6. Lembar Keputusan (Decision Sheet). Memberikan supervisi pelaksanaan eksplorasi. Memberikan supervisi pelaksanaan pengujian. Memberikan supervisi pelaksanaan modifikasi produk. 10. Benda kerja. Benda kerja. Memberikan supervisi pelaksanaan studi banding sistem teknologi. 13. Log book. 17. pengembangan. Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi. 14. dan Technical Report. Sebagai Leader memeriksa Techical Notes. perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam Program Manual sebagai pemadu beberapa bidang spesifik dalam satu kelompok tertentu yang ia pimpin. Melaksanakan perawatan produk. 13. Memberikan supervisi pelaksanaan perawatan produk. Lembar Instruksi Teknik (Instruction Sheet). Log book. Memberikan supervisi pelaksanaan observasi. 11. Ketua Sub Kelompok (Leader) Memipin para Engineering Staff dalam pelaksanaan kegiatan penelitian terapan.10. Mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan melakukan iterasi teknis diantara group yang terkait. (2). Menuliskan hasil pekerjaan diatas dalam sistem pelaporan yang telah ditentukan dan melaporkan hasilnya kepada Leader Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). Mempersiapkan bahan presentasi laporan hasil kegiatan Paket Kerja (Work Package) yang dipimpinnya. Sebagai Leader mempersiapkan Technical Report/ Technical Memorandum. Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (Work Breakdown Structure) untuk masalah disain/testing/eksplorasi/observasi/pengukuran/modifikasi/ perawatan. 12. Secara rinci tugas Leader adalah sebagai berikut: 1. 4. Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Pemimpin Kelompok (Group Leader) secara berkala (pemaparan. 15. 8. 2. 9. Memberikan supervisi pelaksanaan desain konseptual. Materi Presentasi. diskusi. Memberikan supervisi pelaksanaan desain awal. 16. 7. Memberikan supervisi pelaksanaan pengukuran.

Log book. Mempersiapkan materi presentasi laporan hasil kegiatan Struktur Rincian Kerja yang dipimpinnya. Mempersiapkan Technical Document. 9. Membuat perencanaan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Program Manager. (4). Memeriksa Program Manual. Program Manual. 10. Lembar Keputusan (Decision Sheet). Lembar Usulan Spesifikasi Teknis. Menyetujui Technical Notes. 7. 5. Technical Report/Technical Memorandum. 9. 6. Mempersiapkan Design Manual/Engineering Manual/Test Manual/Production manual. Progress Control and Monitoring Report. Mempresentasikan laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana di hadapan Kepala Program secara berkala.3. Kontrak Kerjasama. 2. Menetapkan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain. Program Manager bertanggung jawab kepada Kepala Program. Design/Engineering/Test/ Production Manual. dan pengadaan barang sesuai dengan WBS nya dengan melakukan iterasi yang terkait dengan ketersediaan aliran pendanaan. diskusi dan kesimpulan). Materi Presentasi. Technical Document. Secara rinci tugas Program Manager adalah sebagai berikut: 1. 4. Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Kepala Program (Program Director) secara berkala (paparan. pendanaan. Lembar Keputusan (Decision Sheet). kontrak kerjasama. 5. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program. mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja 6. Manajer Program (Program Manager) Melaksanakan tugas manajemen program yang meliputi perencanaan program termasuk jadwal pencapaian sasaran serta aliran pendanaan. Lembar Instruksi (Instruction Sheet). 10. Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada Program Manager. Program Manager dapat mempunyai asisten sejumlah Satuan Kerja yang terlibat dalam program sebanyak-banyaknya 4 orang asisten. Memeriksa Program Document. Mempersiapkan dan memeriksa Progress Control and Monitoring. Membentuk Organisasi Fungsional Kerekayasaan bersama Kepala Program dan Chief Engineer. Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang. 27 . Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). Memberikan metoda pengendalian proyek. Progress Control and Monitoring. 11. 11. 12. Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu. Membuat rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. Program Document. Lembar Instruksi (Instruction Sheet). 8. Memeriksa Technical Report/ Technical Memorandum. Materi Presentasi. Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan. 4. Benda kerja. 7. 8. 3. Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Group Leader. Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). Melaksanakan Progress Control and Monitoring.

menentukan jumlah WBS dan jumlah WP untuk setiap WBS. Materi Presentasi. Bersama Kepala Program dan Program Manager membentuk Organisasi Program. membentuk organisasi program. Log book. Program Manual. Memeriksa Technical Document. Melakukan perencanaan program bersama Program Manager dan Chief Engineer. Mendiskusikan pelaksanaan program ditinjau dari segi teknik ketepatan waktu dan pendanaan secara berkala bersama para Group Leader. Menyetujui Technical Report/Technical Memorandum. Draft Surat Keputusan Tim Kerja. Design/Engineering/Test/ Production Manual. strategi keuangan program. Mendiskusikan dan menetapkan SDM yang terlibat dalam program dengan para Kepala Unit Struktural. untuk mendiskusikan hasil-hasil program secara berkala. 4. Mempresentasikan hasil kegiatan secara teknis di hadapan kepala program secara berkala. alternatif teknik yang lain pada pertemuan diskusi dengan satu atau lebih Group Leader. Mengangkat personil – personil yang terlibat dalam program serta pejabat-pejabat fungsional atas usulan Chief Engineer. Chief Engineer bertanggung jawab kepada Kepala Program dan dapat mempunyai asisten sejumlah maksimal 4 orang. Lembar Instruksi Teknis (Instruction Sheet). Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). Memberikan saran-saran pada setiap fasa program review: Preliminary. 2. Memeriksa Design Manual/Engineering Manual/Test Manual/Production manual. Mengevaluasi dan menyetujui usulan spesifikasi teknis barang yang diusulkan Group Leader. 3. 7. maupun eksekusinya. Lembar Keputusan (Decision Sheet). Melakukan trade-off dan prioritasi hasil-hasil WBS untuk mendapatkan produk akhir yang paling sesuai pada akhir tahun anggaran. 13. Secara rinci tugas Kepala Program adalah sebagai berikut : 1. 12. Insinyur Kepala (Chief Engineer) Melaksanakan pemantauan kualitas hasil program dari segi teknis seperti pemenuhan persyaratan desain. Secara rinci tugas Chief Engineer adalah sebagai berikut: 1. dan Program Manager. Technical Document. Merencanakan waktu keterlibatan personil dalam tiap program. Kepala Program (Program Director) Kepala Program adalah Program Inisiator yang memberikan arahan tentang garis-garis besar kegiatan termasuk: state of the art technology. Program Manager dan Chief Engineer. (6). Benda kerja. 10. 11. 28 . 3. penetapan SDM yang kompeten dan berkualitas untuk program. 5. 4. Critical dan Final Program Review. Detail. Mempersiapkan Program Manual. Program Document. 9. Technical Report/Technical Memorandum. 2. 6. 8. Mempersiapkan Program Document.(5). Memberikan supervisi teknis untuk penyelarasan kinerja secara rutin. Memberikan saran perbaikan.

4. 8. Melaksanakan kegiatan kerekayasaan di lingkungan berbahaya atau beresiko. mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja. Mengusulkan personil yang sesuai serta klarifikasi dan sandi kerja. 7. Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Group Leader bersama Program Manager. Program Document. Menyiapkan pertemuan dalam rangka koordinasi kerja. Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang. Menyiapkan draft Engineering Manual/ Test Manual/ Production manual. Mengusulkan rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. Technical Document. (7). Program Manual. Adapun tugas Assistant Program Manager adalah: 1. 7. 2. Memberikan presentasi mengenai program berjalan. Mengusulkan rencana waktu keterlibatan personil dalam tiap program. Untuk Organisasi Program tipe A paling banyak empat asisten untuk Chief Engineer. Memantau pelaksanaan program bersama Chief Engineer. Melaksanakan Progress Control and Monitoring (PCM) bersama Program Manager. paling banyak ada dua asisten Chief Engineer. 2. 5. 6. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program. 3. Design/Engineering/Test/Production Manual. Memperagakan hasil-hasil program. Log book. dan beberapa asisten untuk Program Manager sesuai dengan penjelasan sebelumnya.Lembar Instruksi (Instruction Sheet). Adapun tugas Assistant Chief Engineer ini adalah: 1. Sedangkan untuk Organisasi tipe B. 5. Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan. Untuk Organisasi tipe C tidak diperlukan Assistant Program Manager dan Assistant Chief Engineer. 29 . 4. materi Presentasi. 3. Technical Report/Technical Memorandum. Melaporkan pelaksanaan program serta mempertanggung jawabkan hasil program 6. 8. 9. Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak Atas Kekayaan Inteletual di hadapan yang berwenang. Menyetujui Program Manual/ Design Manual/ Engineering Manual/ Test Manual/ Production Manual/ Technical Document/ Program Document.5. kepada kepala unit struktural (pimpinan terkait) yang memberi pekerjaan secara berkala. Menyiapkan draft kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Program Manager. dan Progress Control and Monitoring. Assistant Engineer Program Manager dan Assistant Chief Program Manager dan Chief Engineer bila diperlukan dapat didampingi oleh beberapa asisten yang disebut sebagai Assistant Program Manager dan Assistant Chief Engineer. Menyusun draft laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana. Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). 6. Mengusulkan metoda pengendalian project. Lembar Keputusan (Decision Sheet).

4. memeriksa & mengesahkan Program Manual. 2. Program Document. Menetapkan SK Personil. Membentuk Organisasi Fungsional Kerekayasaan. Melaksanakan koordinasi kerja. 30 . 9. Konsultasi penjadwalan dan pendanaan. Menyiapkan. Memeriksa & mengesahkan Technical Report. Mengesahkan Technical Notes. Memantau & Memberikan supervisi tugas. 11. Design/ Engineering/ Test/ Production Manual. maka Group Leader (GL) mempunyai tugas sebagai berikut: 1. 7. 5. Melaporkan & mempertanggungjawabkan program. 6. 8. 3. Sosialisasi hasil program. Mengusahakan HAKI. Group Leader Type C Khusus untuk Organisasi Perekayasa tipe C. 13. 14. 10. 12. Membuat perencanaan SDM. Mempresentasikan hasil laporan. Mengusulkan Pendanaan.(8).

• Perekayasa Utama (Principal Engineer) Mampu berperan sebagai Chief Engineer & Kepala Program dalam kegiatan program.BAB IV JENJANG. Pengalaman. Perekayasa Pertama (Engineer) Perekayasa Muda (Senior Engineer) Perekayasa Madya (Specialist Engineer) Perekayasa Utama (Principal Engineer) Untuk setiap jabatan diberikan tambahan padanan istilah dalam bahasa Inggris sebagaimana tercantum dalam tanda kurung di atas. • Perekayasa Madya (Specialist Engineer) Mampu berperan sebagai Group Leader dan Program Manager dalam kegiatan program. sehingga Jabatan Fungsional Perekayasa ini lebih komunikatif dalam kancah forum internasional. 4. 3. Penjenjangan karir Perekayasa didasarkan pada: 1. Group Leader dan akhirnya ketingkat pimpinan program sebagai Program Manager. yaitu: 1. Setelah mengikuti sedikitnya dua program.1. Setelah sedikitnya dua kali berperan sebagai Group Leader mampu berperan sebagai Chief Engineer atau Kepala Program . Peran. yang diperoleh mulai dari tingkat kesulitan rendah sampai tingkat kesulitan tinggi dalam memecahkan persoalan kegiatan kerekayasaan 2. sedangkan pengalaman diperoleh melalui peran serta Perekayasa dalam kegiatan Program yang berjalan tiap tahun. Chief Engineer dan Program Director. Peran para Perekayasa difasilitasi oleh Organisasi Fungsional Kerekayasaan dalam melaksanakan kegiatan program. • Perekayasa Muda (Senior Engineer) Mampu berperan sebagai Engineering Staff dan Leader dalam kegiatan program. Sedikitnya telah tiga kali berperan sebagai Chief Engineer atau Kepala Program. Setelah sedikitnya dua kali berperan sebagai Leader mampu berperan sebagai Group Leader atau Program Manager. PERAN. mampu berperan sebagai Leader. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan padanan bagi setiap jenjang jabatan perekayasa. 31 . Persyaratan diatas diperlihatkan dalam gambar berikut ini. yang diperoleh mulai dari peran anggota program sebagai Engineering Staff sampai ketingkat pimpinan kelompok sebagai Leader. DAN TUGAS JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA 4. 2. Jenjang Jabatan Fungsional Perekayasa Jenjang Jabatan Fungsional Perekayasa terbagi menjadi 4 (empat) jenjang. Tingkatan kemampuan yang dituntut dalam penjenjangan perekayasa adalah : • Perekayasa Pertama (Engineer) Mampu berperan sebagai Engineering Staff dalam kegiatan program.

Melalui peran tersebut Pejabat Perekayasa dapat meningkatkan karirnya untuk naik pada jenjang Jabatan Fungsional Perekayasa dari yang terendah ke jenjang yang lebih tinggi.1. Semakin tinggi jabatan fungsional perekayasa tersebut semakin tinggi pula perannya dalam organisasi fungsional (lihat Tabel 4. Peran perekayasa dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan dapat diuraikan sebagai berikut.1). dan terus meningkat sampai ke jenjang yang paling puncak sebagai Perekayasa Utama dengan peran sebagai Kepala Program. peran Perekayasa dalam suatu program ditentukan oleh kedudukannya dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan dari program tersebut. Peran Perekayasa menurut penjenjangannya Pekerjaan di bidang perekayasaan merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk ”team work. Peran dan pengalaman dalam program 4. Dengan demikian.PD atau CE Peran dalam Program PM GL atau L ES PP PMu PMy PU Pengalaman: Jumlah Program Minimal Gambar 4. yaitu dimulai dari urutan paling awal sebagai Perekayasa Pertama dengan peran sebagai Engineering Staff.2. 32 .

Dengan mengetahui peran setiap jenjang Perekayasa pada Organisasi Fungsional Kerekayasaan maka tugas setiap perekayasa pada jenjangnya dapat segera diketahui. Tugas Perekayasa menurut penjenjangannya Sesuai dengan bunyi pasal 4 Peraturan Menpan Nomor : PER/219/M. Perekayasa Utama (Principal Engineer) dapat mengisi peran Chief Engineer atau Kepala Program Program Manager dan Chief Engineer dapat mengangkat asisten dengan peran yang disebut Asisten Program Manager dan Asisten Chief Engineer. yaitu: 1. Ringkasan Peta Peran Perekayasa dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan Peran Jenjang Eng. 4. Perekayasa Madya (Specialist Engineer): dapat mengisi peran Group Leader atau Program Manager 4. Tugas pokok tersebut dibagi sesuai dengan jenjang jabatan perekayasa. Perekayasa Muda (Senior Engineer): dapat mengisi peran Engineering Staff atau Leader. atau Program Manager 3.Tabel 4. Perekayasa Pertama (Engineer): dapat mengisi peran Engineering Staff atau Leader 2.1.3. apabila diperlukan dapat mengerjakan kegiatan Kerekayasaan yang menjadi tugas dan tanggung jawab pejabat perekayasa satu jenjang dibawahnya.PAN/7/2008 tugas pokok perekayasa adalah melakukan kegiatan kerekayasaan. begitu juga sebaliknya. Pejabat Perekayasa dengan jenjang jabatan yang lebih tinggi. 33 . Asisten-asisten tersebut mempunyai jenjang satu tingkat lebih rendah dari atasannya. Staff Group Leader Chief Program Manager Engineer Kepala Program Leader Keterangan Setiap Perekayasa dapat berperan pada satu tingkat di bawah atau di atas jenjang yang bersangkutan Pertama Muda Madya Utama Setiap peran dalam organisasi fungsional program dapat diisi oleh jenjang jabatan perekayasa yang sesuai kualifikasi atau kemampuan yang harus dipenuhi oleh masingmasing perekayasa. atau Group Leader.

peran dan tugas Perekayasa akan memberikan kemudahan-kemudahan sebagai berikut: 1. Jenjang Perekayasa. 2.4. I Pembina Utama Muda Pembina Utama Madya Pembina Utama GOLONGAN RUANG III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e JABATAN 1. Perekayasa Madya 400 550 700 4. Pertanggungjawaban (accountability) jelas. karena peran dan tugas setiap Perekayasa terdefinisi dengan jelas. Perekayasa Utama 850 1050 AK KENAIKAN JABFUNG 50 50 100 100 150 150 150 200 SETARA DENGAN PANGKAT Penata Muda Penata Muda Tk. PNS dapat meniti karirnya untuk mendapatkan pangkat atau golongan ruang mulai dari III/a sampai dengan golongan tertinggi IV/e sesuai dengan angka kredit yang dimilikinya. Perekayasa Pertama 2. Perekayasa Muda 4. Traceability & Facility) Fasilitas Melalui Organisasi Fungsional Kerekayasaan ini. 3. 4. 34 . Ketertelusuran (Traceability). I Penata Penata Tk. I Pembina Pembina Tk. pangkat dan golongan ruang tertera pada tabel di halaman berikut. Memberikan informasi tentang ketersediaan sumberdaya manusia yang terlibat dalam kegiatan program secara riil. Ketertelusuran dan (Accountability . angka kredit.2 : Kaitan antara Jabatan Fungsional Perekayasa. Memberikan fasilitas (facility) untuk pembinaan dan penjenjangan karir Perekayasa secara sistematik dan terprogram. Tabel 4. Pangkat dan Golongan Ruang ANGKA KREDIT (AK) 100 150 200 300 3. Kaitan antara jenjang jabatan fungsional perekayasa.4. Angka Kredit minimal. Pangkat dan Golongan Ruang Melalui jabatan fungsional perekayasa ini. jika terdapat permasalahan yang timbul dalam program.5 Akuntabilitas. maka dapat dilakukan secara sistematik baik dalam pengevaluasian kinerja maupun dalam penggunaan dana.

Setiap Sub Unsur dapat diuraikan menjadi beberapa butir kegiatan. Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai Kegiatan pejabat Perekayasa terinci dalam kelompok-kelompok yang menunjukkan tingkat rinciannya. Contoh: Seorang Perekayasa Pertama melakukan kegiatan yang menjadi tugas pokoknya dalam Unsur: Kegiatan kerekayasaan.4. Struktur rincian kegiatan Pada dasarnya butir kegiatan dan bagian kegiatan adalah kegiatan yang menjadi tugas pokok pejabat Perekayasa sesuai dengan jenjang jabatannya. pengembangan. Tabel 4. Butir Kegiatan dapat dirinci dalam beberapa bagian kegiatan. perekayasaan dan pengoperasian 1. Pengembangan. Pelaksanakan kegiatan KEREKAYASAAN penelitian terapan. Apabila butir kegiatan tersebut tidak dilaksanakan oleh Perekayasa. maka butir kegiatan tersebut bukan unsur yang dinilai dan tidak ada angka kreditnya. BUTIR KEGIATAN Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff) a. Melaksanakan kegiatan Kerekayasaan 1). Butir Kegiatan: Melaksanakan Desain Konseptual.2.6.3 : Contoh Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai UNSUR NO II KEGIATAN SUB UNSUR A. Perekayasaan dan Pengoperasian. Sub Unsur: Pelaksanaan Kegiatan Penelitian Terapan. Butir kegiatan dan atau bagian kegiatan yang dilaksanakan oleh Perekayasa merupakan unsur yang dinilai dan mendapatkan angka kredit. yang anggotanya disebut Sub Unsur. Gambar 4. Melaksanakan desain konseptual (a) Menetapkan tujuan dan kebutuhan desain (Design Requirement and Objective) (b) Menyusun filosofi rancang bangun (c) Menetapkan metoda yang digunakan 35 . dan Bagian Kegiatan: Menetapkan Tujuan dan Kebutuhan Desain. Kelompok utamanya disebut Unsur.

1.3).2. Kegiatan Kerekayasaan iii. S1. I. dan maksimal 20% dari unsur penunjang.A Pendidikan Pendidikan Sekolah dan Perolehan Gelar/ Ijazah Memperoleh gelar/ijazah dalam stratum D-IV.A. Ijazah S1 atau D-IV harus dimiliki sebelum calon Perekayasa mengambil jabatan fungsional. Doktor (S3) Satuan hasil: Ijazah I.BAB V KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA 5. Utama (berikutnya disebut sebagai unsur utama) i.A. Kegiatan Perekayasa disusun dalam 2 (dua) kelompok Unsur: 1. Pendidikan dan ijasah ini harus dalam bidang keilmuan atau keahlian untuk perekayasa.2 dan 2. Angka Kredit Penjenjangan yang terdiri dari: a. Pendidikan dan pelatihan kerekayasaan ii. S2. Sarjana (S1) 36 . dan S3. I I. Ijazah yang setingkat hanya dapat dinilai 1 kali sebagai unsur Pendidikan Sekolah. sedangkan S2 dan S3 dapat dimiliki sebelum atau setelah yang bersangkutan berada dalam jabatan fungsional Perekayasa. Penilaian Jabatan Fungsional Perekayasa Penilaian terhadap Pejabat Fungsional Perekayasa dilaksanakan dengan memberikan angka kredit pada setiap butir kegiatan yang dilakukan. Adapun butir-butir kegiatan yang dapat dinilai dan angka kreditnya adalah sebagaimana penjelasan berikut ini. Maguster (S2) Satuan hasil: Ijazah I.A. Pendidikan Sekolah 2.1.3. perolehan ijazah lain yang sederajat hanya dapat dinilai sebagai unsur penunjang. Pengembangan Profesi b. Penunjang (berikutnya disebut sebagai unsur penunjang) Angka kredit untuk penilaian kenaikan jenjang harus mempunyai komposisi minimal 80% dari unsur utama. (lihat sub bab 2.

Penilaian berdasarkan banyaknya jam pelajaran diklat.B Pendidikan dan Pelatihan di bidang kegiatan kerekayasaan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) Pendidikan dan pelatihan di bidang kerekayasaan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan atau Sertifikat.1 Lamanya lebih dari 960 jam Satuan hasil: sertifikat I.B.4 Lamanya 161-480 jam Satuan hasil: sertifikat I.2 Lamanya 641-960 jam Satuan hasil: sertifikat I.B. • Pelatihan Keselamatan serta keamanan kerja Laboratoria. I.B. integrasi produk serta manajemen proses yang diberikan oleh industri di dalam/ diluar negeri. Program pelatihan harus dalam bidang teknologi yang bertujuan untuk: • Refreshment course bagi perekayasa dalam bidang ilmu teknologi tertentu.B. manufaktur.Satuan hasil: Ijazah I. apabila tidak dicantumkan jumlah jam pelajarannya. • Pelatihan penggunaan instrument tertentu yang berkaitan dengan pengadaan instrument tersebut.B.3 Lamanya 481-640 jam Satuan hasil: sertifikat I. • Pelatihan keindustrian.B. meliputi proses desain. dan dalam 1 minggu ekivalen dengan 5 hari. Diklat yang dilaksanakan kurang dari 10 jam pelajaran tidak dapat dinilaikan sebagai angka kredit.5 Lamanya 81-160 jam Satuan hasil: sertifikat I. • Pelatihan Kerekayasaan yang bersifat khusus karena tuntutan lingkungan pekerjaan.6 Lamanya 31-80 jam Satuan hasil: sertifikat 37 . maka dalam 1 hari ekivalen 8 jam efektif.

Dari pemetaan tersebut maka ekivalensi dapat dilaksanakan sebagai berikut : 1. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab seluruh kegiatan program diekivalenkan sebagai Kepala Program.7 Lamanya 10-30 jam Satuan hasil: sertifikat I. b. Namun demikian. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab seluruh pendanaan dan penjadwalan dari kegiatan program diekivalenkan sebagai Program Manager. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab seluruh kegiatan teknis dari kegiatan program diekivalenkan sebagai Chief Engineer.B. paling sedikit mendaftarkan beberapa orang anggotanya. pada kedudukannya tersebut. 5. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab bagian 38 . 4. Oleh sebab itu adanya Organisasi Fungsional Kerekayasaan mutlak perlu agar seorang Perekayasa jelas kedudukannya dalam melaksanakan profesinya. Organisasi Fungsional Kerekayasaan.I. 2.C. Dengan demikian sangat disarankan untuk setiap instansi yang akan mengikuti Jabatan Fungsional Perekayasa. Menilai peran dan tugas perekayasa tersebut sesuai dengan aturan Jabatan Fungsional Perekayasa. Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Yang dimaksud dengan prajabatan adalah prajabatan yang diperuntukan untuk golongan III dan didalamnya dilaksanakan mata pelajaran Jabatan Fungsional Perekayasa selama 16 Jam Pelajaran. sehingga dapat dinilai secara adil. bila karena sesuatu hal yang berkaitan dengan peraturan setempat. maka masih dimungkinkan untuk menilai Peran & Tugas Perekayasa dengan : a. tidak/sulit dibentuk. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab sekelompok bidang teknik dari kegiatan program diekivalenkan sebagai Group Leader. Kegiatan Kerekayasaan Peran dan Tugas Perekayasa dinilai secara individual menurut kedudukannya di dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan. Memetakan kesetaraan (ekivalensi) organisasi di mana Perekayasa bekerja dengan Organisasi Fungsional Kerekayasaan untuk menetapkan kedudukan perekayasa tersebut. agar Organisasi Fungsional Kerekayasaan. Satuan hasil: sertifikat II. 3. bisa dibentuk dan dijalankan. setidaknya tipe C.

(a) Melaksanakan kegiatan Kerekayasaan Melaksanakan desain konseptual Menetapkan tujuan dan kebutuhan desain (Desain Requirement & Objective) Menetapkan tujuan dan parameter-parameter dasar yang dibutuhkan dalam kegiatan kerekayasaan yang ditugaskan.a.1. pengoperasian Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff) terapan.1). 6. dan II.1.1).2).1. Jika Perekayasa tersebut bekerja sendirian (secara individual) tanpa terkait dengan kegiatan program apapun hanya bisa diekivalenkan sebagai seorang Engineering Staff.A. A.(c) Menetapkan metoda yang digunakan Menetapkan metoda yang akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan kerekayasaan yang ditugaskan.a.(a) Melaksanakan desain awal Merekayasa bentuk konfigurasi Melaksanakan penyelarasan produk kegiatan kerekayasaan untuk mencapai bentuk/ konfigurasi yang optimal. Satuan hasil: Lembar kerja II.1).1. perekayasaan.(b) Menyusun filosofi rancang bangun Menyusun konsep-konsep dasar pemikiran yang akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan kerekayasaan yang ditugaskan. 39 . II.A. Penentuan ekivalensi ditentukan oleh Instansi Pengusul dan divalidasi oleh Instansi Pembina.a.1) II.A.dari suatu kelompok teknik dari kegiatan program diekivalenkan sebagai Leader.1. II. Pelaksanaan kegiatan penelitian pengembangan.A.1.A.a. II.A. Satuan hasil: Lembar kerja II.A.1.A. Satuan hasil: Lembar kerja II.1. Ekivalensi disesuaikan dengan type organisasi fungsional kerekayasaan dengan kriteria: • Type C: terdiri dari 1 disiplin ilmu/ kegiatan kerekayasaan dengan jumlah pelaksana kegiatan kurang dari dan sama dengan 17 orang • Tipe B: terdiri dari minimal 2 disiplin ilmu/ kegiatan kerekayasaan dengan jumlah pelaksana kegiatan lebih besar dari 17 orang • Tipe A: terdiri dari minimal 5 disiplin ilmu/ kegiatan kerekayasaan dengan jumlah pelaksana kegiatan lebih besar dari 38 orang dan melibatkan institusi lain.a.a.2) II.a.

kinerja. harga.A.(a) Melaksanakan desain rinci Melaksanakan iterasi hasil desain awal Melakukan optimasi desain awal dengan cara iterasi (proses revisi secara berkesinambungan melalui metoda tertentu).a.A.A.(b) Mengoptimasi hasil desain awal Melakukan penyempurnaan hasil desain awal terhadap suatu produk rancang bangun agar dapat optimal ditinjau dari segi fungsi.1.(c) Melaksanakan konfigurasi desain rinci Melaksanakan penyusunan konfigurasi (unsur dan saling keterkaitan antar unsur) secara rinci atas desain yang akan dihasilkan sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan.3).A.A.(b) Mengkalkulasi kinerja awal Membuat perhitungan-perhitungan atau analisa untuk mengetahui kinerja awal dari kegiatan kerekayasaan yang ditugaskan sehingga akan diketahui dimensi/ kapasitas/ besaran-besaran seperti yang diinginkan pada Design Requirement & Objective. Satuan hasil: Logbook per kegiatan dan Lembar kerja II.3). Satuan hasil: Lembar kerja II.1.(d) Menetapkan konfigurasi Menetapkan konfigurasi rinci atas desain setelah melakukan kalkulasi kinerja. atau nilai tertentu hingga diperoleh hasil yang optimal.1. biaya dan waktu.1.(c) Membuat gambar teknis (Engineering Drawing) awal Melakukan pembuatan gambar awal berdasarkan kaidah pembuatan gambar teknis untuk suatu produk kegiatan kerekayasaan sesuai dengan II. kuantitas.3) II.a.(a) Melaksanakan perhitungan Melaksanakan perhitungan pendekatan awal Membuat perhitungan berdasarkan model matematik untuk mengetahui sifat-sifat umum dari suatu desain yang akan dihasilkan.A.a. 40 . Iterasi dapat menggunakan: kualitas.A. Satuan hasil: Lembar kerja II.1.A.a.a.A.a.(b).4).a.4) II.Satuan hasil: Lembar kerja II.1.2).1.1. iterasi dan optimasi desain. Satuan hasil: Lembar kerja II. Satuan hasil: Lembar kerja II.1.3).3). Satuan hasil: Lembar kerja II.2).a.2).a.a. disesuaikan dengan persyaratan yang diinginkan.1.A.

1.5).1.4).(e) Melaksanakan operasi pengujian Melaksanakan/ memberikan asistensi pada teknisi dalam proses pengujian sesuai dengan metoda seperti butir II.5).A. A.Satuan hasil: Logbook per kegiatan dan Lembar kerja II.a.a.1.a.a.a.a.5).5). Termasuk didalamnya adalah jadwal pengujian dan peralatan yang dipergunakan dalam pengujian.1.A.A.4).a.1.A.5).5). 5).(d) Menetapkan sistem perolehan dan pengolahan data Menetapkan metoda dan strategi untuk mendapatkan data dan mengolah data hasil pengujian Satuan hasil: Lembar kerja II. Satuan hasil: Logbook per kegiatan dan Lembar kerja II.1.A.(b) Membuat benda uji Melaksanakan/ memberikan asistensi pada teknisi dalam membuat desain dan pembuatan benda/alat/instrumen yang akan digunakan untuk proses pengujian berdasarkan metoda seperti butir II. interpolasi.a. a.(c) Menetapkan sistem penginderaan pengujian Menetapkan sistem penginderaan (kontrol/ sensor) untuk pelaksanaan kegiatan pengujian. Satuan hasil: Lembar kerja II.A. Satuan hasil: Lembar kerja II.(b) Melaksanakan perhitungan analitik rinci Membuat perhitungan berdasarkan model matematik untuk mengetahui berbagai sifat-sifat / data yang dibutuhkan dari bagian / komponen produk rancang bangun yang akan diproduksi.A.A.(f) Menganalisis data 41 .5). A.1.1.(a) Melaksanakan pengujian Menetapkan konfigurasi pengujian Menetapkan cara/metoda dan tahapan pada proses pengujian. (a) Satuan hasil: Benda Kerja/ Lembar kerja II.1.1.a.1.5) II.A.a.(c) Melaksanakan komputasi numerik Membuat perhitungan-perhitungan mathematik (persamaan aljabar. (a) dan mencatatnya dalam sebuah logbook Satuan hasil: Logbook II. quadran dan sebagainya yang dilakukan dengan komputer untuk mendukung pembuatan produk yang diinginkan Satuan hasil: Logbook per kegiatan dan Lembar kerja II.

(d) Menganalisis data explorasi Menganalisis data hasil eksplorasi menjadi mengambil kesimpulan dari data explorasi Satuan hasil: Lembar kerja gambar/grafik dan II.1.A.A.7).A.1.a.(a) Melaksanakan explorasi Menetapkan instrumentasi explorasi Menetapkan tujuan dan peralatan/ instrumen yang dipergunakan untuk explorasi Satuan hasil: Lembar kerja II.(a) II.A.a.A.1.a.1.7).1.A. Intepretasi data hasil explorasi harus dikaitkan dengan tujuan pengujian.(g) Menginterpretasi hasil uji Menginterpretasikan data berdasarkan metoda yang diberikan oleh Leader.6).7) II.1.6).(e) Menginterpretasi hasil explorasi Menginpretasikan data hasil explorasi berdasarkan metoda yang diberikan oleh leader. sehingga diperoleh kesimpulan hasil pengujian Satuan hasil: Lembar kerja II. Melaksanakan observasi Menetapkan instrumentasi observasi Menetapkan instrument/peralatan yang akan digunakan untuk melakukan observasi/pengamatan visual terhadap suatu obyek yang terkait dengan produk atau benda uji Satuan hasil: Lembar kerja II.Menganalisis data hasil pengujian menjadi grafik atau tabel.(b) Menetapkan sasaran explorasi Menetapkan sasaran-sasaran kualitatif/ kuantitatif yang harus dicapai pada proses explorasi Satuan hasil: Lembar kerja II.a.A.6).a.1.(c) Melaksanakan explorasi Melaksanakan kegiatan explorasi dan mencatat data/hasil/peristiwa yang diperoleh selama explorasi Satuan hasil: Logbook dan Lembar kerja II.A.a.a. Intepretasi data hasil pengujian harus dikaitkan dengan tujuan pengujian Satuan hasil: Lembar kerja II.(b) Menetapkan sasaran observasi 42 .1.1.6) II.1.6).A.a.5).a.a.A.6).

A.A.a. kimia.1.1.a.A.8).a. sehingga mendapatkan kesimpulan hasil pengukuran Satuan hasil: Lembar kerja II.A.a.a.A.Menetapkan capaian (kuantitatif dan kualitatif) yang diharapkan selama observasi Satuan hasil: Lembar kerja II.7).1.a.(d) Menganalisis data pengukuran Melaksanakan pengolahan data hasil pengukuran (data mentah) menjadi data perhitungan/gambar/grafik.(a) Melaksanakan pengukuran Menetapkan instrumentasi pengukuran Menetapkan instrument/peralatan yang akan digunakan untuk melakukan pengukuran (yang berupa besaran fisika.a.1.1.(c) Melaksanakan pengukuran Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam pelaksanaan pengukuran Satuan hasil: Logbook dan Lembar kerja II.(b) Menetapkan sasaran pengukuran Menetapkan capaian (kuantitatif dan kualitatif) yang diharapkan selama melakukan pengukuran Satuan hasil: Lembar kerja II. sehingga mendapatkan kesimpulan hasil observasi Satuan hasil: Lembar kerja II.a.1.8).8).(e) Menginterpretasi hasil observasi Melaksanakan interpretasi dari data kesimpulan hasil observasi terhadap tujuan/sasaran WP-nya Satuan hasil: Lembar kerja II.(d) Menganalisis data observasi Melaksanakan pengolahan data hasil observasi (data mentah) menjadi data perhitungan/gambar/grafik.8).7).8).7).(e) Menginterpretasi hasil pengukuran 43 .1. matematika) terhadap suatu obyek yang terkait dengan produk atau benda uji Satuan hasil: Lembar kerja II.1.A.A.A.8) II.1.a.(c) Melaksanakan observasi Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam pelaksanaan observasi Satuan hasil: Logbook dan Lembar kerja II.A.

1.a.A.a.a. Catatan : produk diperbaiki apabila telah beroperasi Satuan hasil: Lembar kerja dan foto II.a.9) II.a. Catatan: produk dimodifikasi setelah dilakukan pengujian/ observasi/ pengukuran Satuan hasil: Lembar kerja dan foto II.A.a.(c) Melaksanakan perbaikan menyeluruh (over haul) produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam melaksanakan perbaikan menyeluruh suatu produk (untuk produk hardware : biasanya pada saat banyak part yang habis umur pakainya) Catatan : Produk telah beroperasi secara berkesinambungan Satuan hasil: Lembar kerja dan foto II.1.1. tergantung obyek yang dirawat) Catatan : Produk telah beroperasi secara berkesinambungan Satuan hasil: Lembar kerja dan foto II.A.11) Melaksanakan studi kelayakan system teknologi II.1.10) Melaksanakan perawatan produk II.A.A.Melaksanakan interpretasi dari data kesimpulan hasil pengukuran terhadap tujuan/sasaran WP-nya Satuan hasil: Lembar kerja II.1.a.1.1. bulanan atau tahunan.10).(a) Melaksanakan modifikasi produk Melaksanakan repair (perbaikan) produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam pelaksanaan perbaikan produk.(a) Melaksanakan perawatan rutin (harian) produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam perawatan rutin harian terhadap produk.9).a. Catatan : Produk telah beroperasi secara berkesinambungan Satuan hasil: Lembar kerja dan foto II.10).(b) Melaksanakan perawatan berkala produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam perawatan berkala produk (bisa mingguan.a.9).(b) Melaksanakan modifikasi produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam pelaksanaan modifikasi produk sesuai dengan kebutuhan.A.1.1.11).10).(a) Menetapkan parameter kelayakan Menentukan dan menetapkan dari beberapa parameter kelayakan sistem teknologi Satuan hasil: Lembar kerja 44 .A.A.A.

Pekerjaan yang melibatkan bahan-bahan beracun. 2.(b) Melaksanakan perbandingan kinerja suatu teknologi Melaksanakan perbandingan kinerja suatu sistem teknologi dengan acuan yang telah ditetapkan sebelumnya Satuan hasil: Lembar kerja II. 3.1. bertekanan lebih dari 3 atmosfer.A. kuman dan sejenisnya.11). dianjungan minyak dalam rangka pengeboran atau konstruksi pengeboran. lingkungan beradiasi nuklir. a.a.1.1. pemetaan dasar laut.b. contoh pada percobaan di laboratorium yang menuntut kondisi suhu ekstreem untuk pengembang biakan vaksin atau enzyme tertentu. Lingkungan pekerjaan yang terkait dengan program bersangkutan yang bersifat rutin (bukan penugasan insidentil) dengan mempunyai resiko kesehatan. Bukti untuk penilaian merupakan Surat Keputusan dari Kepala Program yang disetujui oleh kepala unit struktural yang memberikan pekerjaan.(b) Melaksanakan penyelidikan kesesuaian dengan paramater kelayakan Mengevaluasi dan memeriksa kesesuaian parameter kelayakan dari suatu sistem teknologi Satuan hasil: Lembar kerja II. b. Bekerja pada lingkungan dengan: temperatur dibawah 5 derajat.12).A.A.1. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya. c.12) Melaksanakan studi banding sistem teknologi II. uji kinerja hasil rancang bangun kapal laut.1.a. dan keselamatan jiwa baik jangka pendek maupun jangka panjang. Butir kegiatan ini hanya dapat dinilaikan 1 kali per tahun per orang.12).a. bakteri. Umumnya pekerjaan ini dilakukan di laboratorium kimia atau biologi.(a) Menetapkan acuan studi banding Menetapkan acuan studi banding yang dipergunakan pada suatu sistem teknologi Satuan hasil: Lembar kerja II. Satuan hasil: Surat Keputusan Contoh lingkungan beriseko tinggi dan berbahaya adalah: 1. contoh di kedalaman laut untuk melakukan pengamatan kondisi biota laut atau geologi laut dengan menggunakan kapal selam mini. 45 . Bekerja ditengah laut dengan gelombang: seperti berlayar untuk melakukan pemetikan data hidro-oceanografi.II.A.a.A.

A. 2.(a) Melaksanakan desain rinci Memberikan metoda optimasi Melaksanakan dan memberikan metoda agar diperoleh hasil optimum ditinjau dari segi fungsi.A.2. 5.1). kinerja. II.4.2.(b) Mensintesiskan hasil desain awal menjadi desain rinci Membuat desain rinci berdasarkan desain awal sehingga diperoleh dimensi (ukuran.a.1). Dan lain yang disetujui oleh Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa.2.a.1). biaya. bentuk.A.A.2.2.1) II.2. uji terbang pesawat udara. Uji senjata berhulu ledak atau senjata kuman.(a) Memberikan Supervisi kepada para Engineering Staff dalam: Melaksanakan desain konseptual/ awal Memberikan beberapa alternatif metoda desain Memberikan beberapa alternatif/ pilihan metoda pada desain konseptual/ awal Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.A.a. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.2). Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) II. menyemai awan. Catatan: 1.a. 6. Uji terbang untuk riset atmosfer.A. Bekerja dalam pertambangan yang berbahaya. koordinat. II.2.A.2.(b) Menetapkan metoda kalkulasi Mengevaluasi dan menetapkan metoda perhitungan pada desain konseptual/ awal berdasarkan beberapa landasan teori perhitungan yang akan dipergunakan. dan waktu pada desain rinci.(c) Menilai hasil desain awal Mengevaluasi dan menetapkan desain konseptual/awal yang bertujuan untuk memperoleh desain konseptual/awal yang paling optimum.A. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II. Oleh karena itu.2) II. modifikasi cuaca. 46 . untuk satuan hasil yang berupa Logbook per kegiatan dan Lembar kerja untuk berkas usulan penilaian dapat disampaikan salah satu saja. Satuan hasil yang berupa foto dapat diganti dengan bukti lain yang relevan.a.a.A. 7.2.2).a.a. Logbook per kegiatan adalah catatan terhadap pelaksanaan peran harian beserta hasil dari pelaksanaan peran tersebut. Satuan hasil: Lembar kerja II. warna dll) dari obyek yang dirancang.

A. harga.4).2.2.3).A.4).4) II.(c) Menentukan peralatan pengolah data Menentukan peralatan/instrumen yang mengolah data hasil pengujian.a. Peralatan ini dapat berupa hardware maupun software.(c) Memberikan metoda pemecahan persamaan Melaksanakan dan memberikan metoda pemecahan persamaan.a.(a) Melaksanakan pengujian Menyajikan beberapa alternatif jenis peralatan pengujian Memberikan pilihan berbagai jenis peralatan/instrumen yang dapat dipergunakan untuk melakukan pengujian terkait dengan obyek yang akan diuji.4). Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.A. kuantitas.a. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.a.A.2).A.a. dan apabila diperlukan termasuk didalamnya adalah menerapkan persamaan tersebut dalam suatu perhitungan numerik.A.(b) Menentukan peralatan perolehan data Menentukan peralatan/instrumen yang akan dipergunakan untuk mendapatkan data yang diinginkan.a.Satuan hasil: Lembar kerja II.3).2.2.2.3).(a) Melaksanakan perhitungan Melaksanakan penurunan persamaan matematik/ modelling Melaksanakan dan mengevaluasi perhitungan/penurunan persamaan matematik dan atau melaksanakan dan mengevaluasi model melalui pemodelan numerik.A.4).2.A.2.a.2. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.2. atau nilai tertentu yang optimal.A. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.a.(c) Memberikan metoda iterasi desain Melaksanakan dan memberikan metoda iterasi terhadap desain rinci dengan pertimbangan kualitas. baik berupa hardware maupun software.A.(d) Memberikan metoda dan strategi pengujian 47 akan dipergunakan untuk . Satuan hasil: Lembar kerja II.a.a.(b) Melaksanakan deskritisasi persamaan Melaksanakan dan memberikan deskritisasi dari persamaan Satuan hasil: Lembar kerja II. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.2.3) II.

a.5). II.2.5) II.4).2.(a) Melaksanakan explorasi Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran explorasi Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran explorasi berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.A.(e) Memberikan metoda interpretasi hasil pengujian Memberikan metoda interpretasi hasil pengolahan data agar secara ilimiah dapat dipertanggungjawabkan dikaitkan tujuan pengujian. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II. Satuan hasil: Lembar kerja II.a.A.A. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.2.A.5).A.2.A.2.2.2.5).6).(b) Menetapkan metoda explorasi Menetapkan metoda explorasi yang akan digunakan sehingga hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan. Satuan hasil: Lembar kerja II.(a) Melaksanakan observasi Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran observasi Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran observasi berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.6).A.a.(b) Menetapkan metoda observasi Menetapkan metoda observasi yang akan digunakan sehingga hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.2.a.a.2.a.7) Melaksanakan pengukuran 48 .a.(c) Melaksanakan penurunan hasil observasi menjadi model matematika Melaksanakan penurunan hasil observasi menjadi model matematika dengan hasil berupa rumus empirik.2. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.6).Memberikan metoda/ cara dan strategi pengujian yang akan digunakan agar data yang diperoleh akurat.a. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.A. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.A.6).a.A.(c) Melaksanakan penurunan hasil explorasi menjadi model matematika Melaksanakan penurunan hasil explorasi menjadi model matematika dengan hasil berupa rumus empirik.a.

8) II.(b) Menetapkan metoda pengukuran Menetapkan metoda pengukuran yang akan digunakan sehingga hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.A.II.A. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.a.10).2.2.a.(a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran pengukuran Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran pengukuran berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.a.a.A.2. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.2.A.2.7).A.a. Satuan hasil: Lembar kerja II.10) Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi II. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.8).(b) Melaksanakan pemilihan parameter kelayakan 49 .a.a.A.A.a.9).A.9) II.2.2.2.A.7). Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II. Memberikan metoda modifikasi produk sesuai dengan kebutuhan.(a) Melaksanakan modifikasi produk Memberikan metoda modifikasi produk.A.10).A.(b) Memberikan metoda perbaikan menyeluruh (over haul) produk Memberikan metoda over haul produk.2.7).a.a.9).2.8).a.(c) Melaksanakan penurunan hasil pengukuran menjadi model matematika Melaksanakan penurunan hasil pengukuran menjadi model matematika dengan hasil berupa rumus empirik.A.(b) Memberikan metoda perbaikan (repair) produk Memberikan metoda perbaikan produk kerekayasaan agar sesuai dengan spesifikasi awal. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.(a) Melaksanakan perawatan produk Memberikan metoda perawatan produk Memberikan metoda perawatan produk agar kinerja awal tetap terpelihara.2.a.(a) Menetapkan persyaratan kelayakan Menetapkan persyaratan kelayakan sistem teknologi.2. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.

c.A. Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh ketua kelompok (Group Leader) Mempersiapkan bahan presentasi laporan hasil kegiatan Paket Kerja (Work Package) yang dipimpinnya Mengumpulkan bahan-bahan dari para Engineering Staff yang dipimpinnya dan mempersiapkan presentasi kepada pemimpin kelompok (Group Leader).a.A.b.A.Menentukan parameter dari persyaratan kelayakan sistem teknologi.1) II. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.3.2. Satuan hasil: Materi Presentasi II.2. Didalam pertemuan tersebut dilakukan diskusi-diskusi dan pengambilan kesimpulan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal. Satuan hasil: Materi presentasi. diskusi.a.2.10).A.3.A.b kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau II. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II. Melaksanakan berbahaya. Lihat II.a.(c) Menetapkan model yang akan dipakai sebagai acuan Menetapkan model yang akan digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan studi kelayakan. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.2. dan penyimpulan hasil) Melaksanakan presentasi kepada Group Leader berkaitan dengan hasil pekerjaan yang dipimpinnya.A.2.A. Mengkombinasikan hasil-hasil dari seluruh Paket Pekerjaan (WP) yang 50 .c.2.2) Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Ketua Kelompok (Group Leader) secara berkala (Pemaparan. Pertemuan/rapat antara Leader dengan para Engineering Staff untuk membahas: permasalahan. Satuan hasil: Lembar Keputusan (Decission Sheet) II. daftar hadir atau bukti lainnya II.A.1.A.c.d. jadwal dan berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan. konsep.2.A.11) Menetapkan acuan banding Menetapkan acuan banding (parameter teknis. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) II. model dan lainlain) untuk melaksanakan kegiatan studi banding sistem teknologi. Menyelenggarakan pertemuan dan memimpin diskusi dengan para staf perekayasa (Engineering staff) tentang pekerjaan mereka.

3.a.3 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah explorasi Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan explorasi berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil explorasi dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan.A.A.4 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah observasi Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan observasi berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil observasi dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan.1 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah desain Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan desain berdasarkan Program Manual.3.3.a.3.a.A. Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II.a. Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II.a. Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II. dan melaksanakan integrasi desain dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan.3.A.A.2 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah testing Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan pengujian (testing) berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil pengujian (testing) dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan.3.berada di bawahnya dalam kelompok keilmuan/ keahliannya II.6 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah modifikasi Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan modifikasi berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi modifikasi dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan.A.5 Melaksanakan sub-integrasi produk WBS untuk masalah pengukuran Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan pengukuran berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil pengukuran dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan. Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II. 51 . Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II.a.

3.3. Satuan hasil: Lembar Usulan Spesifikasi Teknis II. Satuan hasil: Lembar Keputusan (Decission Sheet) II.A.7 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah perawatan Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan perawatan produk kerekayasaan berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil perawatan dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan.b Mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan melakukan iterasi teknis di antara kelompok (group) yang terkait Melakukan evaluasi dan mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan para Group Leader yang lain di bawah koordinasi dari Chief Engineer dan mengadakan penyelarasan di antara WBS agar tercapai hasil yang optimal. Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan secara berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Program Director dan dihadiri oleh Insinyur Kepala (Chief Engineer) dan Manajer Program (Program Manager) II.A.c Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu. pendanaan. Satuan hasil: Kontrak Kerjasama atau draft Kontrak Kerjasama II.3.f.A.3.Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II.3.e Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada Manajer Program (Program Manager) Menentukan spesifikasi barang/ jasa dan jadwal pengadaannya bersama para Leader untuk kemudian mengusulkan kepada Program Manager agar diproses lebih lanjut.A.A.3.A.1 Mempersiapkan materi presentasi laporan hasil kegiatan Struktur Rincian Kerja (WBS) yang dipimpinnya 52 .3. serta menentukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan yang ada. Satuan hasil: Lembar Keputusan (Decission Sheet) II. dan pengadaan barang sesuai dengan Struktur Rincian Kerja (WBS)nya dengan melakukan iterasi yang terkait dengan ketersediaan aliran pendanaan Melakukan evaluasi dan mendiskusikan pelaksanaan kegiatan program ditinjau dari segi dana.d Membuat perencanaan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Manajer Program (Program Manager) Bersama Manajer Program (Program Manager) membuat konsep kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain untuk kemudian ditetapkan menjadi kontrak kerjasama oleh yang berwenang sesuai dengan peraturan.a.f.A. pengadaan barang dan waktu. Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II.

Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran 53 .b.A. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program Memberikan usulan alternatif metoda pengendalian proyek kepada Manajer Program (Program Manager) untuk penjadwalan dan pengendalian program (Program Control and Monitoring).4.3. Satuan hasil: Materi Presentasi dan daftar hadir II.A.4.1) Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan bersama dengan Manajer Program (Program Manager) Mengusulkan metoda pengendalian proyek.A. diskusi dan kesimpulan) Melaksanakan presentasi kepada Program Director berkaitan dengan hasil pekerjaan yang dipimpinnya. Sebagai Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager) II.3). Didalam pertemuan tersebut dilakukan diskusidiskusi dan pengambilan kesimpulan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal.a.c.g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya.4.A.4.b II. II.A.a.A.2 Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Kepala Program (Program Director) secara berkala (paparan.2) Mengusulkan rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait Memberikan usulan tentang rencana pendanaan kepada Program Manager dimana usulan rencana pendanaan tersebut telah didiskusikan dan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait lainnya.4.f. Menyiapkan draft kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Program Manager Memberikan usulan draft kontrak kepada Program Manager tentang kerjasama teknis dengan pihak lain untuk kemudian ditetapkan menjadi kontrak kerjasama oleh yang berwenang sesuai dengan peraturan.A.Mengumpulkan bahan-bahan dari masing-masing work package yang dipimpinnya dan mempersiapkan presentasi kepada Program Director. Lihat II. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.a.A. Satuan Hasil : Draft Kontrak II.1.4.3. Satuan hasil: Materi Presentasi II.A. serta mendiskusikannya dengan Manajer Program (Penjelasan metoda pengendalian proyek lihat Sub Bab 5. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.

1) Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (Progress Control and Monitoring/PCM) bersama Manajer Program (Program Manager) Bersama Program Manager melaksanakan pemantauan dan pengendalian jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana berdasarkan metoda yang telah ditetapkan oleh Program Manager.f. dan mengusulkan langkah-langkah penyesuaian jadwal dan sasaran kegiatan.A. II.4. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.e. II.4.d. Satuan Hasil : Draft PCM Report II.A.e. dan mengusulkan langkah-langkah penyesuaian terhadap perencanaan.A.sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader) bersama Manajer Program (Program Manager) Bersama Manajer Program dan Ketua Kelompok (Group Leader) mendiskusikan tentang spesifikasi teknis barang yang akan diadakan. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.d.A. mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja Bersama Manajer Program dan Ketua Kelompok (Group Leader) melakukan evaluasi berkala tentang perencanaan kegiatan berdasarkan kondisi pendanaan yang berjalan.2) Menyusun draft laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana Menyusun draft bahan laporan secara berkala berdasarkan data yang mutakhir mengenai jalannya program ditinjau dari segi waktu dan pendanaan. Melaksanakan berbahaya.A.d.2) Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang.4.b kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau 54 .A.e.6.4. Kemudian mengusulkan pengadaan barang tersebut kepada unit kerja yang berwenang.4.A.1. Lihat II.1) Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Ketua Kelompok (Group Leader) bersama Manajer Program (Program Manager) Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan.A. Memberikan masukan dan usulan kepada Program Manager dalam melakukan evaluasi berkala berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang. Satuan Hasil : Draft Laporan II.4. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.

dan menetapkan langkah-langkah penyesuaian 55 . Satuan Hasil : Lembar Kerja II.c. dan mengambil langkah-langkah penyesuaian jadwal dan sasaran kegiatan.A.a.a. Manajer Program (Program Manager) Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan.1.A.A. Menetapkan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain Bersama Ketua Kelompok (Group Leader) membuat konsep kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain untuk kemudian ditetapkan menjadi kontrak kerjasama oleh yang berwenang sesuai dengan peraturan. II.5.II.b.1) Merencanakan jadwal pendanaan program yang telah ditetapkan II. II.(a) Memberikan metoda pengendalian proyek.d.5. Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola Anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader) Mendiskusikan dengan Ketua Kelompok (Group Leader) tentang spesifikasi teknis barang yang akan diadakan.A.5.5.1) Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Group Leader Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan.5. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program Memilih dan menentukan metoda pengendalian proyek untuk penjadwalan dan pengendalian program (Program Control and Monitoring).5. Satuan Hasil : Kontrak Kerjasama atau Draft Kontrak Kerjasama II.d.a.5.A.(b) Membuat rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait Melakukan koordinasi dengan unit kerja keuangan melalui pengelola anggaran dari setiap satuan kerja yg terlibat untuk pembuatan rencana pendanaan sesuai dengan peraturan yang berlaku.a.A.2) Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang Melakukan evaluasi berkala berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang. Satuan Hasil : Lembar Keputusan II. Kemudian mengusulkan pengadaan barang tersebut kepada unit kerja yang berwenang. Satuan Hasil : Lembar Instruksi Teknik II.5.5.5.A. II. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.1. mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja Melakukan evaluasi berkala perencanaan kegiatan berdasarkan kondisi pendanaan yang berjalan.A.A.d.

terhadap perencanaan. Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.A.5.e. II.A.5.e.1) Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (PCM) Melaksanakan pemantauan dan pengendalian jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana berdasarkan metoda yang telah ditetapkan pada butir II.A.5.a.1.(a). Satuan Hasil : Laporan PCM (PCM Report) II.A.5.e.2) Menyusun Laporan Kemajuan Program dari segi waktu dan dana Menyusun bahan laporan secara berkala berdasarkan informasi yang benar dan mutakhir mengenai jalannya program ditinjau dari segi waktu dan pendanaan. Satuan Hasil : Laporan (Materi Presentasi) II.A.5.e.3) Mempresentasikan laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana di hadapan Kepala Program (Program Director) secara berkala. Melaksanakan presentasi kepada Program Director berkaitan dengan kemajuan program dari segi waktu dan dana berdasarkan informasi yang benar dan mutakhir. Didalam pertemuan tersebut dilakukan diskusidiskusi dan pengambilan kesimpulan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal. Satuan Hasil : Materi Presentasi II.A.5.f. Membentuk Organisasi Fungsional Program bersama Kepala Program (Program Director) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer) Membentuk Organisasi Fungsional Kerekayasaan yang akan digunakan dalam menjalankan program berdasarkan Program Objective (pembentukan Organisasi Fungsional Kerekayasaan lihat Bab III). Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.A.5.g. Melaksanakan berbahaya Lihat II.A.1.b kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau

II.A.6.

Asisten Insinyur Kepala (Assistant Chief Engineer)

Tugas pokok Asisten Insinyur Kepala adalah menyiapkan, memberikan usulan, dan membantu tugas Insinyur Kepala dalam melaksanakan perannya. II.A.6.a Menyiapkan draft Engineering/ Test/ Production manual II.A.6.a.1) Menyiapkan draft buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual) Sudah jelas. (Lihat penjelasan tentang Engineering Manual pada Bab….). 56

Satuan Hasil : Engineering Manual (draft) II.A.6.a.2) Menyiapkan draft buku acuan pengujian (Test Manual) Sudah Jelas. (Lihat penjelasan tentang Test Manual pada Bab ….) Satuan Hasil : Test Manual (draft) II.A.6.a.3) Menyiapkan draft buku acuan produksi (Production Manual) Sudah jelas. Lihat penjelasan tentang Production Manual pada Bab …..) Satuan Hasil : Production Manual (draft) II.A.6.b. Mengusulkan personil yang sesuai serta klasifikasi dan sandi kerja (job code) Mengusulkan klasifikasi dan sandi kerja (job code) personil yang dibutuhkan. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.6.c. Mengusulkan rencana waktu keterlibatan personil dalam tiap program Mengusulkan perencanaan personil sesuai dengan kompetensi, waktu penugasan, dan penempatan berdasarkan kebutuhan program. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.6.d. Menyiapkan pertemuan dalam rangka koordinasi kerja Menyusun jadwal rapat, mempersiapkan dokumen rapat dan membuat notulensi rapat Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.6.e. Memantau pelaksanaan program bersama Insinyur Kepala (Chief Engineer ) Melakukan pemantauan sebagai bagian supervisi yang dilakukan oleh Chief Engineer kepada para Ketua Kelompok (Group Leader) agar kegiatan WBS yang satu dengan yang lain dapat diselaraskan untuk memenuhi DR&O yang telah ditetapkan. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.6.f. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya. Lihat II.A.1.b

II.A.7.
II.A.7.a.

Insinyur Kepala (Chief Engineer)
Membentuk Organisasi Program bersama Kepala Program (Program Director) dan Manajer Program (Program Manager) Membentuk Organisasi Fungsional Kerekayasaan yang akan digunakan dalam menjalankan program berdasarkan Program Objective (pembentukan Organisasi Fungsional Kerekayasaan lihat Bab III).

57

Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.A.7.b. Membuat perencanaan SDM yang sesuai kebutuhan, berkoordinasi dengan para Kepala Unit Struktural yang terlibat dalam program II.A.7.b.1) Merencanakan waktu keterlibatan personil dalam tiap program Menyusun perencanaan personil sesuai dengan kompetensi, waktu penugasan, dan penempatan berdasarkan kebutuhan program. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.7.b.2) Mendiskusikan dan menetapkan Sumber Daya Manusia yang terlibat dalam program dengan para Kepala Unit Struktural Mendiskusikan personil-personil yang direncanakan pada II.A.7.b.1 dengan para Kepala Unit Struktural dan mengusulkan personil yang telah disepakati kepada Kepala Program (Program Director) dalam bentuk Draft SK Tim Kerja. Satuan Hasil : Draft SK Tim Kerja II.A.7.c. Mengevaluasi dan menyetujui usulan spesifikasi teknis barang yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader) Mengevaluasi dan memutuskan spesifikasi teknis barang yang telah diusulkan Ketua Kolompok (Group Leader). Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.A.7.d. Mengintegrasikan hasil-hasil dari seluruh WBS ditinjau dari kualitas teknik pemenuhan Design, Requirement, and Objective (DR&O)

II.A.7.d.1) Memberikan supervisi teknis untuk penyelarasan kinerja secara rutin Melaksanakan supervisi dan memberikan instruksi teknik kepada para Ketua Kelompok (Group Leader) agar kegiatan WBS yang satu dengan yang lain dapat diselaraskan untuk memenuhi DR&O yang telah ditetapkan. Satuan Hasil : Lembar instruksi Teknik II.A.7.d.2) Memberikan saran perbaikan, alternatif teknik yang lain pada pertemuan diskusi dengan para Ketua Kelompok (Group Leader) secara bersama atau sendiri-sendiri, untuk mendiskusikan hasil-hasil program secara berkala. Sudah jelas. Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.A.7.d.3) Melakukan optimasi desain (trade-off) terhadap kondisi batas yang masih bisa dinegosiasi diantara struktur rincian kerja (WBS) dan prioritasi hasil-hasil struktur rincian kerja (WBS) untuk mendapatkan produk akhir yang paling sesuai pada akhir tahun anggaran. Sudah jelas. 58

Mengangkat personil – personil yang terlibat dalam program serta pejabat-pejabat fungsional atas usulan Insinyur Kepala (Chief Engineer).8.A.A.A.1.7.e.a.d.8. Memantau jalannya program II. Program Manager dan Group Leader untuk membahas hasil-hasil yang telah dicapai ditinjau dari segi teknik.6. Satuan Hasil : Materi Presentasi dan daftar hadir.b.1) Memberikan saran-saran pada setiap fasa penelaahan program (program review): tahap persiapan (Preliminary).6. Kepala Program (Program Director) II. Di dalam pertemuan tersebut dilakukan diskusi-diskusi dan pengambilan keputusan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal.A.A.b. dana dan jadwal. Melakukan perencanaan program bersama Pengelola Program (Program Manager) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer) membentuk organisasi program.Satuan Hasil : Lembar Keputusan II. Di dalam pertemuan tersebut dilakukan diskusi-diskusi dan pengambilan kesimpulan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal.d.A. II.A. Mendiskusikan jalannya program ditinjau dari segi teknik ketepatan waktu dan pendanaan secara berkala bersama para Ketua Kelompok (Group Leader).2.8. Lihat II.A.f. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya. dan Manajer Program (Program Manager) Sudah Jelas. Manajer Program (Program Manager) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer) Mengadakan pertemuan dengan Chief Engineer.c. Satuan Hasil : Surat Keputusan II.A. Lihat II.8.b II. menentukan jumlah Struktur Rincian Kerja (WBS) dan jumlah Paket Kerja (WP) untuk setiap Struktur Rincian Kerja (WBS) -Sudah Jelas Satuan Hasil : Lembar Kerja dan Lembar Keputusan II.8.A. tahap rinci (Detail). Mempresentasikan hasil kegiatan secara teknis di hadapan kepala program secara berkala Melaksanakan presentasi kepada Program Director secara berkala berkaitan dengan hasil kegiatan secara teknis berdasarkan informasi yang benar dan mutakhir. Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.8. 59 .

e.1. yaitu tugas untuk mengumpulkan.b II.g. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya.A. Satuan Hasil : Lembar Instruksi Teknik II. Melaksanakan penyusunan Pedoman/ Acuan dan Pembuatan Laporan dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan Dalam tugas pelaksanaan penyusunan pedoman/acuan dan pembuatan laporan dalam organisasi Fungsional Kerekayasaan terdapat 3 peran dalam tugas tersebut.A. membuat dan menyusun laporan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dan kaidah-kaidah laporan yang telah ditetapkan pada juknis ini dan menandatangani laporan yang telah dibuat. Satuan Hasil : Materi Presentasi II.8.8.e.A. memeriksa (checked by). menganalisa.f.A.2) Memperagakan hasil-hasil program Mensosialisasikan hasil program melalui peragaan cara kerja produk.d.tahap kritis (Critical) dan tahap akhir (Final) Memberikan saran-saran dan instruksi pada setiap fasa program review terhadap jalannya program secara keseluruhan (teknis.A.e. Satuan Hasil : Benda Kerja / Lembar Benda Kerja (Product Working Sheet) II.8. Lihat II. waktu dan dana).8.A.2) Melaporkan jalannya program serta mempertanggung jawabkan hasil program kepada kepala unit struktural (pimpinan terkait) yang memberi pekerjaan secara berkala Sudah Jelas.B. Mensosialisasikan hasil program kepada para Stakeholders terkait untuk dilakukan Uji Operasional dan Evaluasi II. yaitu mempersiapkan (prepared by). Yang dimaksud dengan ”mempersiapkan”. Satuan Hasil : Materi Presentasi II. Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak atas Kekayaan Intelektual di hadapan yang berwenang.1) Memberikan presentasi mengenai program berjalan Menyiapkan bahan presentasi dan mempresentasikan hasil program kepada pihak terkait dalam rangka melaksanakan tahap uji operasional dan evaluasi (OT & E).8.8. Sudah Jelas Satuan Hasil : Dokumen HaKI II. 60 . dan menyetujui (approved by).A.

dan tipe A minimal 1 tahun. Empat – Tujuh bulan: 55% nilai persiapan c. Yang dimaksud dengan ”menyetujui”.B. II. Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Program (Program Manual) Program manual untuk organisasi fungsional tipe C minimal untuk kegiatan 3 bulan. yaitu tugas untuk membaca. II.b. Sebagai Program Manager memeriksa buku acuan program (Program Manual) Satuan hasil: Program Manual II.B. Design Scheduling Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan desain (Design Manual) Satuan hasil: Design Manual II.Satu tahun: 75% nilai mempersiapkan b.a. tipe B minimal 6 bulan.2. Mempersiapkan Memeriksa Penyetujui 1 Type A 100% 100% 100% 2 Type B 100% 100% 100% 3 Type C Untuk lama kegiatan: a. yaitu tugas untuk membaca. State of The Art Method. Mean of Compliance. memeriksa.c.1. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) mempersiapkan buku acuan program (Program Manual) Satuan hasil: Program Manual II.B. Adapun penjelasan pedoman/ acuan dan pelaporan yang harus dibuat sebagai berikut. Engineering Drawing and Documentation. dan menyetujui Program Manual adalah sebagai berikut: No.b.2.B. Kurang dari empat bulan: 35% nilai persiapan Butir kegiatan memeriksa dan menyetujui tidak dapat dinilaikan. Menyusun Pedoman Pelaksanaan Desain (Design Manual) yang terdiri dari Design Requirement Objective (DR&O).1.B. .B.B. dan mengoreksi/ memperbaiki laporan yang diterima sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan pada juknis ini serta menandatangani laporan yang telah diperbaiki.Sedangkan yang dimaksud dengan ”memeriksa”. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan desain 61 II. Untuk nilai dari mempersiapkan. Sebagai Kepala Program menyetujui buku acuan program (Program Manual) Satuan hasil: Program Manual II. memeriksa ulang dan mengoreksi/ memperbaiki laporan yang telah diperiksa sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan pada juknis ini serta menandatangani laporan yang telah dikoreksi.2.a. Type org. Delapan bulan .1. memeriksa.1.

b.B. dan atau standarisasi Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) kerekayasaan (Engineering Manual) Satuan hasil: Engineering Manual II.B.c. II. and deploy system.(Design Manual) Satuan hasil: Design Manual II.B. dan atau sertifikasi.1) Menyusun buku acuan pengujian (Test manual) Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan pengujian (Test manual) yang terdiri dari tujuan pengujian (test objective.2) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan pengujian (Test manual) Satuan hasil: Test Manual II. test article system. definisi parameter (parameter definition).B. product 62 .B. instrument system.1) Satuan hasil: Engineering Manual II. test operation. metoda kerekayasaan (Engineering Method). test method. general assembly.a.3.3. parameter definition.3. Menyusun Pedoman Pelaksanaan Kerekayasaan/ Pengujian/ Produksi (Engineering/ Test/ Production Manual) Menyusun Engineering Manual yang sekurang-kurangnya terdiri dari Tujuan Kerekayasaan (Engineering Objective).B. engineering test scheduling Satuan hasil: Test Manual II.B. II.2) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual) Satuan hasil: Engineering Manual II.a. Menyusun Production manual yang terdiri dari production method.3.3.3.2.a.B.3.b.3.B. penjadwalan (scheduling) untuk kegiatan prototyping dan atau audit teknologi.B. production scheduling. data analysis.b. Sebagai Kepala Program menyetujui buku acuan desain (Design Manual) Satuan hasil: Design Manual II.3) Sebagai Kepala Program menyetujui buku acuan pengujian (Test manual) Satuan hasil: Test Manual II.a.b.c. sub assembly.3. integration.3.3) Sebagai Kepala Program (Engineering Manual) menyetujui buku acuan kerekayasaan mempersiapkan buku acuan II.B.

b.B.b.5.5. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) memeriksa Laporan Teknis (Technical Report) atau revisi Laporan Teknis (Technical Memorandum) Satuan hasil: Technical Report II.c.5.a. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) menyetujui Laporan Teknis 63 .3.2) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan produksi (Production Manual) Satuan hasil: Production Manual II.B.3. II.B.II.B. Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff) mempersiapkan Catatan Teknis (Technical Notes) Satuan hasil: Technical Note II.B.c. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) (Technical Notes) Satuan hasil: Technical Note menyetujui Catatan Teknis II.c. yaitu menuliskan hasilhasil kerja dari setiap Staf Perekayasa (Engineering Staff) setiap saat dari kegiatan yang dilakukan Yang dimaksud setiap saat adalah sesuai interval waktu penerbitan sistem pelaporan yang jumlah setiap fasa telah ditetapkan dalam Program Manual. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) memeriksa Catatan Teknis (Technical Notes) Satuan hasil: Technical Note II.B.4.B. II.a.4.c.4.3.4. Menyusun Laporan Teknis (Technical Report) atau revisi Laporan Teknis (Technical Memorandum) yang merupakan hasil dari kegiatan Ketua Sub Kelompok (Leader) dengan acuan Catatan Teknis (Technical Report) dari para Staf Perekayasa (Engineering Staff) yang terlibat Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) mempersiapkan Laporan Teknis (Technical Report) atau revisi Laporan Teknis (Technical Memorandum) Satuan hasil: Technical Report II.B.3) Sebagai Kepala Program menyetujui buku acuan produksi (Production Manual) Satuan hasil: Production Manual II.B.1) integration Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan produksi (Production Manual) Satuan hasil: Production Manual II.5. Menyusun Catatan Teknis (Technical Notes).c.B.B.

B.6.7. Menyusun dokumen teknis (Technical Document) yang merupakan hasil kerja Ketua Kelompok (Group Leader) yang merupakan rangkuman hasil-hasil Paket Kerja (WP) yang terkait dengan acuan Laporan Teknis (Technical Report) yang dihasilkan Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan dokumen teknis (Technical Document) Satuan hasil: Technical Document II.8. Sebagai Manajer Program (Program Manager) memeriksa Laporan akhir program (Program Document) Satuan hasil: Program Document II. yaitu membukukan dan merangkum hasil kerja Manajer Program (Program Manager) dan Asisten Manajer Program (Program Manager) dalam bentuk dokumen yang meliputi evaluasi program terhadap dana serta perubahanperubahannya Sebagai Manajer Program (Program Manager) mempersiapkan Laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan (Progress Control and Monitoring) 64 II.(Technical Report) atau revisi Laporan Teknis (Technical Memorandum) Satuan hasil: Technical Report II.6.B.a.7.6.B.B.7.B. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa dokumen teknis (Technical Document) Satuan hasil: Technical Document II.c.B. Satuan hasil: Technical Document II.a.b. Sebagai Kepala Program menyetujui Laporan akhir program (Program Document) Satuan hasil: Program Document II.8. Membuat Program Document yang merupakan integrasi hasil-hasil kerja setiap Ketua Kelompok (Group Leader) yang terlibat dengan acuan pada seluruh dokumen teknis (Technical Document) yang dihasilkan Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) mempersiapkan Laporan akhir program (Program Document) Satuan hasil: Program Document II.B.B. Menyusun Laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan (Progress Control and Monitoring).b.7. . Sebagai Kepala Document) Program menyetujui dokumen teknis (Technical II.B.a.6. II.c.B.

Satuan hasil: Progress Control and Monitoring II. kata pengantar /prakata.1. daftar referensi. Kegiatan pada pengembangan profesi ini terdiri atas: Penyebarluasan Produk Teknologi Sesuai Dengan Tugas Dalam Program Yang Sedang Berjalan Membuat karya tulis di bidang kerekayasaan Penyebarluasan produk teknologi sesuai dengan tugas dalam program yang sedang berjalan dalam rangka pengembangan profesi dilakukan dengan pembuatan karya tulis ilmiah di bidang kerekayasaan yang sedang dilakukan.b. III. Satuan Hasil: Buku III.8. dengan ketentuan sebagai berikut : o Makalah tersebut merupakan bagian dari peran dan tugas yang 65 III.8.5 spasi dengan font arial 12. Satuan Hasil: Buku Dalam bentuk makalah di majalah ilmiah internasional Makalah yang dapat dinilaikan adalah makalah yang merupakan karya tulis ilmiah kerekayasaan. . Sebagai Kepala Program menyetujui Laporan pemantauan pengendalian kemajuan (Progress Control and Monitoring) Satuan hasil: Progress Control and Monitoring dan III.c. III. daftar isi. dengan ketentuan sebagai berikut : o Memuat sekurang-kurangnya judul buku. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan nasional Penjelasan lihat di butir a. Ukuran lain dapat dikonversi dengan ukuran di atas. nama penerbit.a.1.A. ISBN/ISSN.1.A. Sebagai Manajer Program (Program Manager) memeriksa Laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan (Progress Control and Monitoring) Satuan hasil: Progress Control and Monitoring II. III. tercantum nama institusi penerbit.A Pengembangan Profesi Kegiatan Pengembangan Profesi adalah bagian dari kegiatan unsur utama. o Jumlah halaman isi buku minimal 100 halaman ukuran A4 dengan 1.1. nama penulis. maka karya tulis tersebut dinilai sebagai karya tulis dalam bentuk makalah.B. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan internasional Buku yang dapat dinilaikan adalah buku yang merupakan karya tulis ilmiah kerekayasaan.A. o Apabila jumlah halaman kurang dari ketentuan tersebut.A.b.B.c.

hanya dapat dinilaikan salah satunya yang lebih menguntungkan o Buku dan makalah yang diterbitkan dalam bentuk elektronik jurnal yang memenuhi kriteria karya tulis ilmiah dapat dinilai sama dengan jurnal yang diterbitkan. maka pembagian angka kreditnya 50% bagi penulis pertama. ISSN. simposium). daftar isi. dengan ketentuan disertakan dokumen dalam bentuk cetakan / hard copy. nama penulis. Dalam bentuk makalah di majalah dan media massa nasional yang diakui instansi pembina Penjelasan makalah di majalah nasional: o Makalah tersebut merupakan bagian dari peran dan tugas yang bersangkutan dalam organisasi fungsional o Memuat sekurang-kurangnya judul makalah. dan masing-masing 25 % bagi penulis kedua dan ketiga.A. namun tidak dapat diajukan sebagai makalah sebelum dirubah menjadi naskah. ISSN.bersangkutan dalam organisasi fungsional o Memuat sekurang-kurangnya judul makalah. o Jika ditulis oleh 4 orang. Dalam bentuk makalah yang dipresentasikan pada pertemuan ilmiah yang tidak dipublikasikan Makalah yang telah disampaikan pada pertemuan ilmiah dapat dinilai sebagai makalah yang tidak dipublikasikan. daftar isi. tercantum nama institusi penerbit. Satuan hasil: Makalah III. o Buku atau makalah yang diterbitkan dalam dua bahasa atau lebih.1. nama penerbit. maka penilaian hanya diberikan untuk selisih angka kreditnya saja. maka pembagian angka kreditnya ditetapkan 60% bagi penulis pertama dan 40% bagi penulis kedua. nama penulis. Bukti dalam bentuk poster atau slide bahan presentasi merupakan sarana untuk presentasi di dalam pertemuan ilmiah (seminar/ workshop/ kongres. 66 . o Jika ditulis oleh lebih dari 4 orang penulis. tercantum nama institusi penerbit. pembagian angka kreditnya ditetapkan 40% bagi penulis pertama dan sisanya dibagi sama rata diantara penulis pembantu. nama penerbit. daftar referensi.e.A. daftar referensi.d. o Jika ditulis oleh 3 orang. maka penulis ke-5 dan seterusnya tidak mendapatkan angka kredit. apabila makalah tersebut di kemudian diterbitkan.1. Sedangkan untuk makalah yang diterbitkan dalam media massa nasional adalah makalah bidang kerekayasaan yang bersifat ilmiah populer. Satuan Hasil: Makalah Ketentuan umum tentang karya tulis ilmiah sebagai berikut: o Penulis tunggal mendapatkan 100% dari angka kredit o Jika ditulis oleh 2 orang. Satuan hasil: Makalah III.

Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan. Mendayagunakan produk teknologi terjual & memperoleh royalti HAKI yang telah dimanfaatkan oleh pengguna berdasarkan kerjasama dapat diberikan nilai.D Perolehan Sertifikat Profesi. Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan. .o Makalah ilmiah yang diterbitkan dalam suatu prosiding dengan ISBN/ ISSN dapat dinilai 25% dari makalah ilmiah yang diterbitkan. daftar isi dan kata pengantar. tanggal / tahun penerbitan.B.B. Pendayagunaan Produk Teknologi Pendayagunaan produk teknologi adalah pelaksanaan penerapan teknologi untuk berbagai keperluan sesuai dengan kebutuhan pengguna teknologi. III. yaitu Mendayagunakan produk teknologi yang memperoleh HAKI (kecuali Merk) HAKI yang dapat dinilai adalah HAKI dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: . o Pengusulan dokumen penilaian dilegalisir oleh pejabat tertinggi yang ada di unit kerjanya serta dilampiri dengan fotokopi halaman depan (cover).HAKI yang terdaftar di luar negeri dapat diberikan nilai sesuai dengan nilai yang diperoleh di dalam negeri. III. Sertifikat profesi merupakan sertifikat yang diperoleh dari kegiatan dalam rangka pengembangan atau meningkatkan keahliannya di bidang kerekayasaan. Satuan Hasil: Dokumen III. maka masing-masing penemu yang terlibat mempunyai nilai yang sama. nomor ISBN / ISSN. dapat dinilaikan berdasarkan dokumen yang telah ditandatangani dan surat tugas dari Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa. Setiap keanggotaan diberikan nilai yang sama (masing-masing 100%). III.HAKI yang telah mendapatkan persetujuan dari Departemen Kehakiman dan HAM dengan melampirkan bukti (foto kopi) dari dokumen persetujuan HAKI.2. Keanggotaan dalam tim penyusun Juklak dan juknis tersebut di atas.Apabila penemu lebih dari 1 orang.C. Sertifikat yang dapai dinilai adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh asosiasi / organisasi profesi / institusi yang telah diberi wewenang (bukan 67 . daftar dewan redaksi.B. Satuan Hasil: Dokumen III. dan telah disyahkan oleh pejabat yang berwewenang di unit kerjanya.1. Pendayagunaan produk teknologi dapat dibedakan menjadi 2. . Yang dimaksud dengan butir ini adalah penyusunan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) atau Petunjuk Teknis (Juknis) yang merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Permen PAN) yang mengatur tentang Jabatan Fungsional Perekayasa.

1.E.1. Satuan hasil: Buku/ makalah III. Ketentuan buku/ makalah dll seperti pada butir III.1. 4.A. Dalam bentuk buku Satuan Hasil:tiap buku III. 2. Buku yang diterjemahkan / disadur adalah buku ilmiah di bidang kerekayasaan.2. Buku hasil terjemahan / saduran dapat dinilai dengan ketentuan sebagai berikut: 1.2.E. Tujuan penerjemahan dan penyaduran adalah untuk mempermudah dan memperluas pemanfaatan buku tersebut. Dalam bentuk makalah Satuan Hasil: tiap buku IV. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional Satuan Hasil: tiap buku III.E.b.A. yang mencakup: Mengajar Diklat Membimbing siswa 68 . 3.a. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh lembaga yang berwenang Satuan Hasil: tiap buku III.vendor). Penerjemahan/ Penyaduran Buku dan Bahan Lain Di Bidang Kerekayasaan Kegiatan penerjemahkan/ penyaduran buku adalah penyusunan baku di bidang kerekayasaan berdasarkan kegiatan alih-bahasa dari buku berbahasa asing menjadi buku berbahasa Indonesia atau sebaliknya. Buku terjemahan / saduran harus diterbitkan di penerbitan nasional / penerbitan instansi minimal setingkat eselon II.2. misalnya badan nasional sertifikasi profesi. Kegiatan Unsur Penunjang Unsur penunjang adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas Perekayasa. Mencantumkan fotokopi buku pada terbitan asli.a. yang disertai nomor ISBN. Menerjemahkan/ menyadur di bidang teknologi yang tidak dipublikasikan III. meliputi: Pengajar/ pelatih di bidang kerekayasaan Kegiatan sebagai Pengajar / Pelatih yang dapat dinilai adalah hanya kegiatan di bidang Kerekayasaan. Kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas Perekayasa. Contoh: Sertifikat Design Dies and Mould dari Indonesian Mould and Dies Industry Assosiation (IMDIA) III.E.E. Menerjemahkan/ menyadur di bidang kerekayasaan yang dipublikasikan III. IV.E.b.E.

maka hanya dihitung satu peran yang paling tinggi. Menyusun kurikulum/ buku/ diktat/ modul berkaitan dengan pelatihan kegiatan perekayasa Kegiatan penyusunan kurikulum /buku /diktat /modul merupakan materi yang disusun dalam rangka pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang Kerekayasaan. Satuan Hasil:Surat Tugas IV.A. Penilaian didasarkan peran keikutsertaan pada pertemuan ilmiah tersebut dengan disertai bukti sertifikat. per 2 Jam Pelajaran Kegiatan mengajar/ melatih pendidikan dan pelatihan dalam bidang kerekayasaan dapat dinilai apabila ada surat tugas yang disetujui atau dibuat oleh atasan langsung. 69 .5 angka kredit per orang. Satuan Hasil:Dokumen IV.3.2. Mengajar/ melatih Diklat . Kegiatan membimbing dapat dinilai dengan ketentuan sebagai berikut: o Disertai dengan surat tugas dari pimpinan unit kerja o Disertai surat keterangan dari perguruan tinggi. buku. Pertemuan yang dikategorikan sebagai rapat kerja atau pertemuan sejenisnya tidak dinilai. o Disertai bukti kelulusan/tanda tamat mahasiswa yang bersangkutan o Membimbing: o DIII-S1: 1 angka kredit per orang. Membimbing Siswa Yang dimaksud dengan membimbing siswa adalah dalam rangka kerja praktek atau tugas akhir untuk mahasiswa D III sampai dengan S-3 dalam tugas kerekayasaannya. Diktat atau modul yang menjadi pegangan di perguruan tinggi tidak dapat diajukan penilaiannya.Menyusun kurikulum / buku / diklat/ modul berkaitan dengan pelatihan kegiatan perekayasa IV.1. Apabila seorang Perekayasa berperan ganda pada suatu pertemuan ilmiah. Masing-masing jenis materi yang dihasilkan diberikan nilai sama dengan ketentuan menyertakan materi yang dihasilkan (kurikulum.A. Peranserta Seminar/ Lokakarya/ Konferensi di bidang kerekayasaan Keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah (Seminar/ Lokakarya/ Konferensi/ Simposium/ Workshop dan sejenisnya) yang dapat dinilai hanya di bidang kerekayasaan.B. diktat atau modul) dan surat tugas dari pimpinan unit kerja/unit kerja yang menugaskan.A. o S2: 1. dan o S3: 2 angka kredit per orang Satuan Hasil: Surat Tugas IV. Mengajar sebagai dosen reguler di perguruan tinggi tidak dapat diajukan penilaiannya.

majalah ilmiah bidang kerekayasaan.C.1.2. dengan ketentuan bahwa yang bersangkutan berperan aktif di dalam organisasi profesi di bidang kegiatan kerekayasaan. Daerah Propinsi/ Kabupaten/ Kota/ Departemen/ LPND Satuan Hasil: Surat Keputusan IV. IV. Satuan Hasil:PAK IV. Tim Penilai Instansi.D. IV.2.2.B.1.D. Peserta Satuan Hasil: Sertifikat IV.C. Ketua Tim dan Anggota Tim Penilai. Menjadi anggota Mitra Bestari (Peer Reviewer) untuk setiap keanggotaan yang dibuktikan dengan Surat Keputusan per tahun. Pemrasaran Satuan Hasil:Sertifikat Moderator/ pembahas/ narasumber Satuan Hasil: Sertifikat IV. Keanggotaan Dalam Organisasi Profesi Di Bidang Kerekayasaan Seorang pejabat perekayasa dapat memperoleh angka kredit dari keanggotaan dalam organisasi profesi setiap tahunnya.1. Tidak ada perbedaan angka kredit bagi anggota Tim Penilai Pusat. Internasional Satuan Hasil: Surat Keputusan IV.B. Satuan Hasil: Surat Keputusan 70 .3.C.IV. Peer Reviewer yang dimaksud adalah keanggotaan dalam tim Majelis Perekayasa.D. dan penilaian diperhitungkan untuk setiap DUPAK. Keanggotaan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa secara aktif.C. Penilaian didasarkan pada bukti keanggotaan/Surat Keputusan sebagai pengurus atau Kartu Anggota sebagai anggota biasa.3. Nasional Satuan Hasil: Surat Keputusan IV.B. IV. penilaian kegiatan kerekayasaan skala nasional dan internasional.

6. Satuan Hasil: Tanda Jasa Bintang Jasa.E.E. Satuan Hasil: Tanda Jasa IV.E.IV.2.E.5. Satuan Hasil: Tanda Jasa Bintang Mahaputera. dan gelar kedua atau seterusnya dari tingkat kesarjanaan yang sama. Perolehan penghargaan/tanda jasa Piagam kehormatan / tanda jasa yang dapat dinilai adalah piagam kehormatan / tanda jasa yang diberikan oleh Pemerintah RI/ Organisasi Ilmiah / Organisasi Profesi. IV.4. Satuan Hasil: Tanda Jasa Satyalancana Wirakarya. IV.7. Perolehan gelar kesarjanaan lainnya Perolehan gelar kesarjanaan yang dapat dinilai adalah perolehan gelar kesarjanaan dari perguruan tinggi yang tidak sesuai dengan bidang tugas kerekayasaannya baik di tingkat nasional maupun tingkat internasional.3.E. Satuan Hasil: Tanda Jasa IV. Satyalancana Karya Satya 30 tahun. Piagam kehormatan/ tanda kehormatan/ tanda jasa dari Pemerintah termasuk tanda kehormatan.E. Satyalancana Karya Satya 10 tahun Satuan Hasil: Tanda Jasa IV.F. seperti honoriskausa dan gelar 71 .E. Satuan Hasil: Tanda Jasa IV. Perolehan gelar kesarjanaan ini mencakup: Memperoleh gelar kehormatan akademis. IV.1. Satyalancana Pembangunan. Piagam kehormatan/ tanda kehormatan/ tanda jasa dari organisasi ilmiah / organisasi profesi / negara lain yang dapat dinilai adalah yang berkaitan dengan karya di bidang kerekayasaan sesuai dengan prestasi yang ditetapkan oleh Tim Penilai. IV.E. Satyalancana Karya Satya 20 tahun.

(1). program master phasing plan 7. struktur rincian kerja (work breakdown structures) 4. metoda 72 . Testing Manual dan manual lainnya. Design manual. selama perjalanan program sampai dengan akhir program. Program Manual Buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program. Organisasi Fungsional Kerekayasaan 5. Rekam jejak ini dicatat dalam sistem pelaporan yang dikerjakan oleh para Perekayasa menurut peran mereka masing-masing dalam Tim Kerja Program. b. Dimulai dari design philosophy. financial planning 9.2. program scheduling 8. tingkat teknologi (State of the art Technology) yang diambil 3. Engineering Manual.kehormatan sejenisnya Satuan Hasil: Penghargaan Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya Pasca Sarjana (S-2) Satuan Hasil: Ijazah Doktor (S-3) Satuan Hasil: Ijazah 5. Design Manual Design Manual merupakan buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program rancang bangun.2. Sistem Dokumen tahap Persiapan Dokumen yang harus disiapkan pada tahap persiapan adalah Program Manual. man power planning 6. Program Objecitives 2.1 Sistem Pelaporan Kerekayasaan Kegiatan program kerekayasaan dicatat dalam beberapa dokumen yang merupakan rekam jejak mulai dari persiapan. Sistem Pelaporan dan Sistem Informasi dalam Kegiatan Kerekayasaan 5. system reporting. Dokumen lain perlu disiapkan untuk menunjang kegiatan misalnya. Format penulisannya terdiri dari: 1. a.

sub sistem yang harus dibeli atau diintegrasikan sendiri. diantaranya tentang : ● Penurunan Model matematik sebuah fenomena fisik yang terdapat dalam program. program sertifikasi dan standardisasi. sistem data processing. definisi parameter (parameter definition). (2). yaitu a. dan atau sertifikasi. Sistem Dokumen Tahap Berjalan Didalam menjalankan program kerekayasaan. Mulai dari seleksi material. Testing Manual Testing Manual merupakan buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program Testing. Sekurang-kurangnya terdiri dari Tujuan Kerekayasaan (Engineering Objective). termasuk didalamnya adalah program uji fungsional. tahapan desain konseptual. metoda pengujian yang diambil. sistem telemetri & data recording. dan ● Hasil-hasil uji komponen sementara di laboratorium. test articles & specimen. bagian–bagian sistem. dan atau standarisasi. studi kelayakan produk desain. desain awal dan desain rinci. para perekayasa dalam fungsinya masingmasing melaporkan jalannya program secara berkala. Technical Notes biasanya terdiri dari 2 – 4 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen: TN xxxx 73 . sistem operasi pengujian. Technical Notes ( TN ) Technical Notes adalah dokumen laporan yang terdiri dari hanya satu subjek yang melatarbelakangi kegiatan sebuah paket kerja disajikan dalam bentuk catatan–catatan teknis oleh Engineering Staf. Adapun sistem pelaporan ini terdiri dari empat jenis. Dan masih terdapat beberapa manual lainnya yang spesifik berkaitan dengan sifat dari program yang dijalankan. Engineering Manual Design Manual merupakan buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program Engineering. produksi dan pengujian prototip. sistem instrumentasi uji mulai dari sistem sensor. Termasuk dalam Testing Manual adalah sistem kalibrasi instrumen serta standard keabsahan hasil uji yang dipakai. metoda kerekayasaan (Engineering Method). sistem data aquisition. ● Pengantar suatu Speciment Test / Test Article dengan setting-up nya. d. analysis & display. ● Pengantar suatu Gambar Teknik dari program Komponen maupun Lengkap. Production dan Integration Manual Production dan Integration Manual merupakan buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program produksi suatu hasil rancang bangun. dan program uji lapangan . e. tiga pandang maupun isometrik.rancang bangun yang diambil. diagram–diagram rangkaian. ● Metoda pemecahan persamaan matematik yang dipakai. hingga integrasi awal dan akhir menjadi produk final. produksi komponen. Mulai dari test philosophy. sub assembly dari komponen. outsourcing program. penjadwalan (scheduling) untuk kegiatan prototyping dan atau audit teknologi. c.

dari para ES 74 . Kegiatan dan Hasil Diskripsi kegiatan secara rinci dan urut. tabel-tabel atau gambar-gambar/ foto. hasil-hasil yang dicapai. terdiri dari 6 Bagian. grafik. Referensi Daftar acuan yang dipakai. Technical Memorandum hanya memuat beberapa unsur koreksi yang yang diperlukan pada Technical Report yang masuk kemudian. III. karena perkembangan proses didalam program. Tujuan Tujuan kegiatan dari WP secara rinci seperti metoda. hasil-hasil yang dicapai.Format Technical Notes . cara teknik yang dipakai serta hasil yang diharapkan dalam mendukung kegiatan WBS nya II. Referensi Daftar acuan yang dipakai . tabel dan gambar-gambar / foto hasil kegiatan. hanya terdiri 2 bagian: I. apakah memenuhi sasaran awal atau tidak dan hubungannya dengan keberhasilan kegiatan WBS-nya V. Sedangkan Technical Memorandum (TM) merupakan dokumen perbaikan dari satu atau beberapa pasal dari Technical Report yang mungkin terjadi sebagai akibat dari perkembangan kegiatan. Technical Report (TR)/ Technical Memorandum (TM) Technical Report (TR) adalah dokumen laporan hasil kegiatan Work Package yang ditulis oleh Leader yang merupakan analisis dari beberapa Technical Notes. yaitu: I. IV. termasuk TN-TN pada fasa review sebelumnya atau TN lain dari para ES b. Technical Report umumnya terdiri sekitar 10-20 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen: TR xxxx Format Technical Report/ Technical Memorandum. Penjelasan tentang kontribusi WP tersebut terhadap kegiatan di WBS nya . termasuk TN-TN. serta program apa. Pengantar Penjelasan tentang report ini merupakan WP apa dari bagian WBS apa. Kegiatan WP Diskripsi kegiatan WP secara rinci dan urut. VI. yang diberikan dalam bentuk model/ persamaan matematik. model uji fisik. II. dalam rangkuman yang terpadu disertai grafik. Rekomendasi Memberikan rekomendasi teknis berdasarkan hasil yang dicapai terhadap tujuan dari WBS nya atau program secara keseluruhan. Hasil kegiatan dan pembahasan Pembahasan hasil kegiatan WP yang diperoleh.

termasuk TR / TM – TR / TM. Tujuan dari Report Tujuan kegiatan dari WBS secara rinci dan peran-peran masing-masing WP didalamnya. dan pengaruh hasil WBS terhadap sasaran program V. Progress Control & Monitoring Document biasanya terdiri sekitar 5 . Rekomendasi Memberikan rekomendasi teknis berdasarkan hasil WBS yang dicapai terhadap tujuan dari secara keseluruhan. Metoda memadukan hasil-hasil setiap WP menjadi satu kesatuan hasil WBS. Pengantar Penjelasan tentang dokumen ini merupakan WBS apa.10 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen: PCM xxxx Contoh: Progress Control & Monitoring Document ( PCM ) 75 . dibandingkan terhadap rencana awal program WBS tersebut. II. Referensi Daftar acuan yang dipakai . tabel dan gambar – gambar / foto-foto hasil kegiatan. VI. dari program apa. Progress Control & Monitoring Document ( PCM ) Progress Control & Monitoring Document (PCM) adalah dokumen laporan hasil pemantauan dan pengendalian jalannya program dari segi jadwal dan aliran pendanaan yang ditulis oleh Program Manager. Kegiatan WBS Diskripsi kegiatan WBS secara rinci dan urut mengikutsertakan kontribusi setiap WP nya. terdiri dari 6 Bagian: I. Hasil kegiatan dan pembahasan Pembahasan hasil kegiatan WBS mencakup: analisis hasil kegiatan yang dicapai (baik teknis maupun pendanaan). Technical Document biasanya terdiri sekitar 40 – 60 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen : TD xxxx Format: Technical Document . Penjelasan tentang kontribusi WBS tersebut terhadap kegiatan program secara keseluruhan .c. hasil-hasil yang dicapai. Pada setiap fasa review catatan-catatan pada dokumen ini dijadikan acuan untuk merubah strategi dari program agar bisa mencapai tujuan dengan tepat waktu. III. ketercapaian sasaran teknis terhadap kelancaran pendanaan. IV. dari para L dan masukan masalah pendanaan dari PCM d. dalam rangkuman yang terpadu disertai grafik. Technical Document ( TD ) Technical Document (TD) adalah dokumen laporan hasil kegiatan Work Breakdown Structures yang ditulis oleh Group Leader yang merupakan analisis dari beberapa Technical Reports dalam WBS tersebut.

2 yyy 2.Tujuan dari Report Tujuan kegiatan Program secara rinci dan peran-peran masing-masing WBS didalamnya.5 zzz Dengan demikian PCM hanya merupakan sebuah dokumen dari kegiatan rinci suatu program dengan status sudah atau belum terlaksanakannya setiap rincian kegiatan disertai dengan analisisnya (teknis maupun pendanaan). Program Document biasanya terdiri sekitar >100 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen : PD xxxx Dengan sedikit modifikasi.Skedul aktifitas kegiatan Aktifitas Remark 1 2 3 4 5 List Aktif 2 2. Laporan ini merupakan analisis dari seluruh Technical Document dari seluruh WBSi. (3) Sistem Dokumen Tahap Akhir Pada masa akhir program. maka dibuat satu dokumen yang merupakan hasil-hasil program secara keseluruhan baik dari segi teknik.3 xyz Progress Control & Monitoring Skedul Start End Budget Status Y N Rmark Setiap bar – skedul ditulis secara detail aktifitas yang terkandung didalamnya 2. Contoh: Program Document . Program Document (PD) Adalah dokumen laporan akhir hasil–hasil dari program secara keseluruhan. Program Document bisa dijadikan dasar untuk laporan akhir teknik maupun keuangan. dan juga penjelasan tentang kontribusi Program tersebut terhadap jakstranas Ristek/ TRM/ industri/ masyarakat dan lainlain. Pengantar Penjelasan tentang report ini merupakan Program apa. menyesuaikan dengan standard pelaporan program untuk Pemerintah. terdiri dari 6 Bab. kualitas hasil.1 xxx 2.4 zyz 2. I. Metoda memadukan dan menyeimbangkan hasil-hasil setiap WBS 76 . II. maupun dari segi penyerapan dana dan ketepatan waktu.

bila diisi oleh Engineering Staff atau Leader disertai pula dengan sandi WBS dan WP yang terkait. Rekomendasi Memberikan rekomendasi teknis berdasarkan hasil Program yang dicapai terhadap kelanjutan dari program atau pemecahan masalah bangsa VI. Technical Documents. termasuk pengaruh kelancaran pendanaan terhadap sasaran QCD (Quality. (1). Untuk baris Peran. atau Program Document. banyaknya laporan yang akan dibuat dalam bentuk Technical Notes. tabel dan gambar-gambar / foto-foto hasil kegiatan. apakah memenuhi sasaran awal atau tidak. 5. Technical Document. and Delivery).2. [3].menjadi satu kesatuan hasil Program dengan memperhitungkan pengaruh aliran pendanaan dan jadwal kegiatan dari PM. III Kegiatan Program Diskripsi kegiatan Program secara rinci dan urut mengikut sertakan kontribusi setiap WBS termasuk penyeimbangannya.: Reff. termasuk Technical Documents dari para Group Leader dan masukan masalah pendanaan dari Progress Control & Monitoring Saat program akan dijalankan. Technical Reports/ Memorandum. Progress Control & Monitoring serta penomorannya harus terlebih dahulu ditentukan oleh Kepala Program bersama dengan Chief Engineer dan Program Manager serta para Group Leader. IV.: Tgl: Working Sheet atau Lembar Kerja merupakan lembaran yang berisi pernyataan tentang apa yang telah dikerjakan oleh Perekayasa. Pernyataan kegiatan yang telah dilaksanakan: [1]. Sistem Informasi dalam Kegiatan LOGO INSTANSI Lembar Kerja (Working sheet) LEMBAR KERJA Nama Program No.2. Hasil kegiatan Program dan pembahasan Pembahasan hasil kegiatan Program yang diperoleh. Referensi Daftar acuan yang dipakai. dan bila diisi oleh Group Leader disertai dengan sandi WBS yang terkait. Pengaruh hasil kegiatan Program terhadap sasaran TRM/ Jakstranas Ristek/ industri/ masyarakat dan lain-lain. [2]. dan pengaruh aliran pendanaan dan jadwal dari PM. V. dalam rangkuman yang terpadu disertai grafik. penurunan rumus dan sebagainya. Rincian hasil kerja dinyatakan dalam Technical Notes. Working Sheet tidak memuat rincian hasil kerja yang dilakukan oleh Perekayasa seperti skets atau gambar teknik. Dibuat oleh: Nama Peran Job code (Tanda Tangan) Diketahui: Nama Peran Job code (Tanda Tangan) 77 . Technical Report / Technical Memorandum. Cost. hasil-hasil yang dicapai.

: Minggu ke. Lembar Keputusan (Decision Sheet) LOGO INSTANSI Decision Sheet atau Lembar Keputusan merupakan lembaran yang berisi pernyataan keputusan rapat kegiatan kerekayasaan yang sedang dilaksanakan. Program Manager ke Group Leader. Kepala Program ke Chief Engineer.: Tgl: Dari: Nama Peran Job code (Tanda Tangan) Kepada: Nama Peran Job code (Tanda Tangan) (3). 3. Instruction Sheet diberikan oleh: 1. [3].(2). penurunan rumus dan lain sebagainya. 5. Instruction Sheet tidak memuat hal-hal seperti skets atau gambar teknik. metoda atau formula tertentu dan lain-lain sesuai dengan kegiatan kerekayasaannya. atau ke Program Manager.: Reff. LEMBAR KEPUTUSAN Nama Program No. [2].: Tgl: Keputusan Rapat: [1]. 2. Lembar Perintah (Instruction Sheet) LOGO INSTANSI Instruction Sheet atau Lembar Perintah merupakan lembaran yang berisi pernyataan perintah terkait dengan cara. LEMBAR INSTRUKSI Nama Program No. 4. Leader ke Engineering Staff dan Technician Staff. Group Leader ke Leader. Tingkatan Rapat: WP/WBS/PROGRAM Pimpinan Rapat Nama Peran Job code (Tanda Tangan) Daftar Hadir Terlampir 78 . Chief Engineer ke Group Leader.

BAB VI Pembinaan Karir Jabatan Fungsional Perekayasa
Pengembangan karir dan kenaikan jenjang karir mempunyai arti penting bagi seorang pegawai dan memberikan pengaruh terhadap motivasi kerja pegawai. Undang-Undang Nomor 43 tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian menyebutkan bahwa pengembangan/ pembinaan karir Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilakukan melalui jabatan struktural dan jabatan fungsional. Mengingat terbatasnya jabatan struktural maka pengembangan karir PNS perlu diarahkan kepada sistem pengembangan karir pegawai berbasis fungsional. Pejabat fungsional merupakan tenaga professional yang dituntut kinerjanya untuk dapat melaksanakan program teknologi, dan sekaligus melalui pelaksanaan tugasnya tersebut dapat meniti kariernya hingga mencapai puncak karir yang tertinggi.

6.1. Pengangkatan Pertama
Pengangkatan pertama seorang Pegawai Negeri Sipil kedalam jabatan fungsional Perekayasa dapat dilakukan apabila Pegawai Negeri Sipil tersebut telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, yaitu: a. Berijazah minimal Sarjana (S-1)/Diploma IV di bidang teknologi dan sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan; b. Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda, golongan ruang III/a; c. Ada formasi untuk jabatan fungsional Perekayasa pada instansi yang bersangkutan; d. Surat Pernyataan dari Pimpinan Unit Kerja bahwa yang bersangkutan mempunyai kompetensi untuk melakukan kegiatan teknologi sesuai tupoksi unit kerja tersebut; e. Semua unsur Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan dalam DP3 pada 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik; Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan fungsional Perekayasa wajib mengikuti dan lulus Pendidikan dan Pelatihan jabatan fungsional Perekayasa selambat-lambatnya 3 (tiga) tahun setelah diangkat sebagai Pejabat Fungsional Perekayasa. Pengangkatan pertama yang dimaksud pada butir 6.1. adalah pengangkatan untuk mengisi lowongan formasi dari CPNS Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan fungsional Perekayasa, pangkat dan golongan ruangnya ditetapkan sama dengan pangkat dan golongan ruang yang dimiliki, sedangkan jenjang jabatan Perekayasanya ditetapkan berdasarkan angka kredit yang tertuang dalam Penetapan Angka Kredit yang dimiliki.

6.2. Pengangkatan Dari Jabatan Lain
Seorang Pegawai Negeri Sipil dapat diangkat dalam jabatan fungsional Perekayasa baik dari jabatan struktural maupun jabatan fungsional lain, apabila Pegawai Negeri Sipil tersebut telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, yaitu:

79

a. Berijazah minimal Sarjana (S-1)/Diploma-IV dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang bersangkutan; b. Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda, golongan ruang-III/a; c. Ada formasi jabatan fungsional Perekayasa pada instansi yang bersangkutan; d. Memiliki pengalaman di bidang kerekayasaan paling kurang 2 (dua) tahun; e. Usia paling tinggi 50 (lima puluh) tahun; f. Surat pemberhentian dari jabatan struktural/ fungsional lain sebelumnya; g. Semua unsur Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan dalam DP3 pada 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik. Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan fungsional Perekayasa wajib mengikuti dan lulus Pendidikan dan Pelatihan jabatan fungsional Perekayasa selambat-lambatnya 3 (tiga) tahun setelah diangkat sebagai Pejabat Fungsional Perekayasa. Tata cara Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional Perakayasa akan diatur tersendiri oleh Instansi Pembina Jabatan Fungsional. Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dari jabatan lain adalah sama dengan pangkat yang dimilikinya, dan jenjang jabatan ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit; dan jumlah angka kredit ditetapkan dari unsur Pendidikan Sekolah, unsur utama dan unsur penunjang. Contoh 2: Seorang Pejabat Fungsional lain yang telah bekerja selama 5 (lima) tahun di bidang kerekayasaan dengan golongan terakhir IV/a akan beralih menjadi Pejabat Perekayasa. Setelah seluruh berkasnya dinilai berdasarkan penilaian jabatan fungsional Perekayasa, angka kreditnya hanya 350 point atau setara dengan Perekayasa Muda golongan III/d. Maka Pejabat tersebut golongannya tetap IV/a, namun jabatan fungsional Perekayasanya Perekayasa Muda golongan III/d.

6.3. Kenaikan Jabatan dan Pangkat
1. Kenaikan jabatan pejabat fungsional Perekayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir; b. Memenuhi angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi; c. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik. Kenaikan pangkat pejabat fungsional Perekayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir; b. Memenuhi angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi; c. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 2 (dua) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik. Angka kredit sebagaimana disebut dalam butir 1.b dan 2.b diatas sekurangkurangnya 80 persen berasal dari unsur utama dan sebanyak-banyaknya 20 persen dari unsur penunjang (Lihat Lampiran II, III, IV). 80

2.

3.

4.

Perekayasa Madya pangkat Pembina golongan ruang IV/a sampai dengan Perekayasa Utama pangkat Pembina Utama Madya golongan ruang IV/d yang akan naik pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka kredit dari unsur pengembangan profesi. Perekayasa pada tahun pertama yang telah memenuhi atau melebihi angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi, maka pada tahun kedua diwajibkan mengumpulkan paling rendah 20 persen angka kredit dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Angka kredit yang diusulkan berasal dari unsur kegiatan kerekayasaan.

5.

Contoh 3: Seorang Perekayasa Muda dengan pangkat Penata Golongan ruang III/c dan angka kredit 250 pada tahun 1999. setelah empat tahun berhasil mengumpulkan angka kredit sampai 410 yang memenuhi syarat sebagai Perekayasa Madya, yang bersangkutan dapat dinaikkan jabatan menjadi Perekayasa Madya, tetapi pangkatnya Penata Tk I golongan III/d. Untuk kenaikan pangkat berikutnya (dua tahun setelah kenaikan pangkat III/d), perekayasa tersebut diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20% dari 400 (batas minimal angka kreditJenjang Perekayasa Madya gol IV/a) dikurangi 300 (batas minimal angka kreditJenjang Perekayasa Muda gol III/d) untuk kenaikan pangkat Pembina golongan IV/a.

6. 7.

PNS yang menduduki jabatan Perekayasa Utama ditetapkan melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia. Seorang Perekayasa yang telah mencapai jenjang Perekayasa Utama – IV/e, wajib melakukan Orasi ilmiah dalam suatu forum upacara pengukuhan Perekayasa Utama dengan ketentuan sebagai berikut: a. Orasi ilmiah wajib dilakukan setelah Pejabat Fungsional Perekayasa yang bersangkutan ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia sebagai Perekayasa Utama - IV/e. b. Orasi ilmiah sebagaimana dimaksud butir a dilakukan satu kali selama Pejabat Fungsional Perekayasa yang bersangkutan menjadi Pegawai Negeri Sipil dan dilaksanakan dalam suatu Upacara Pengukuhan; c. Anggaran yang diperlukan untuk melaksanakan orasi ilmiah dibebankan kepada anggaran instansi pejabat Perekayasa Utama yang akan melakukan orasi ilmiah; d. Orasi ilmiah Perekayasa Utama dan Tata Cara Penyelenggaraan Upacara Pengukuhan Pejabat fungsional Perekayasa Utama diatur tersendiri melalui Peraturan yang ditetapkan oleh Instansi Pembina;

6.4. Pembebasan Sementara
Pembebasan sementara adalah pembebasan PNS dari jabatan fungsional perekayasa selama jangka waktu tertentu. Pembebasan sementara berarti yang bersangkutan kehilangan hak atas tunjangan jabatan sesuai peraturan yang berlaku namun angka kredit terakhir yang dimiliki tetap berlaku. 1. Pejabat perekayasa dapat dibebaskan sementara dari jabatan perekayasa apabila: a. Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk 81

kecuali untuk persalinan keempat dan seterusnya. Perekayasa juga dapat dibebaskan sementara dari Jabatan Fungsional Perekayasa oleh sebab lainnya. Ditugaskan sebagai pejabat struktural atau ditugaskan secara penuh diluar jabatan Perekayasa sehingga tidak dapat lagi melaksanakan tugas pokoknya. sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Dibebaskan sementara pada bulan berikutnya sejak keputusan tersebut diberlakukan. dapat tetap melaksanakan kegiatan kerekayasaan. yaitu apabila: a. selambatlambatnya : 1) 1 (satu) tahun sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Perekayasa Pertama golongan ruang-III/a sampai dengan Perekayasa Utama golongan ruang-IV/d. Selama pembebasan sementara karena ditugaskan secara penuh diluar jabatan Perekayasa atau tugas belajar yang bersangkutan dapat dipertimbangkan kenaikan pangkat regulernya. Diberhentikan sementara sebagai PNS berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. Dibebaskan sementara pada bulan pertama setelah yang bersangkutan dilantik menjadi pejabat struktural atau yang bersangkutan ditugaskan diluar jabatan Perekayasa. namun angka kreditnya tidak dapat dinilai. dan Cuti Diluar Tanggungan Negara. 2. 82 . 4. b. memberikan peringatan bebas sementara secara tertulis kepada Pejabat Perekayasa yang diperkirakan tidak akan memperoleh jumlah angka kredit yang dipersyaratkan. Dalam jangka waktu 2 (dua) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) angka kredit dari kegiatan tugas pokok/ kegiatan kerekayasaan dan pengembangan profesi bagi Perekayasa Utama Golongan Ruang-IV/e. 5. Cuti Diluar Tanggungan Negara.kenaikan jabatan/pangkat bagi Perekayasa Pertama golongan ruang-III/a sampai dengan Perekayasa Utama golongan ruang-IV/d. Dibebaskan sementara pada bulan pertama setelah yang bersangkutan diberhentikan sementara sebagai PNS . 2) 1 (satu) tahun sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Perekayasa Utama golongan ruang-IV/e. e. d. diberhentikan sementara dari PNS. Perekayasa yang dibebaskan sementara karena dijatuhi hukuman disiplin dapat tetap melaksanakan tugas pokoknya. 7. b. Dibebaskan sementara pada bulan pertama sejak penetapan tersebut diberlakukan sampai dengan hukuman tersebut berakhir. walaupun tunjangan fungsionalnya tidak dibayarkan. Pejabat unit kepegawaian pada instansi. 6. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara adalah pejabat yang berwenang mengangkat dalam jabatan perekayasa. Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. c. 3. Perekayasa yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut dalam butir 1 dan 2. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. dan kegiatan tersebut dapat dinilai untuk diberikan angka kredit. Dibebaskan sementara sejak bulan ketujuh setelah yang bersangkutan melaksanakan tugas belajar. kecuali yang dijatuhi hukuman disiplin.

2. 3. c. Yang bersangkutan sejak 1 Mei 1999 dibebaskan sementara dari jabatan fungsional perekayasa karena diangkat sebagai pejabat struktural yaitu Kepala Bidang Penyelenggaraan Diklat. pendidikan terakhir S2. maka yang bersangkutan tidak dapat diangkat kembali dalam jabatan perekayasa. Bagi perekayasa yang dibebaskan sementara karena dijatuhi hukuman disiplin ringan dan sedang. Telah selesai menjalani tugas sebagai pejabat struktural atau tugas di luar Jabatan Perekayasa.. Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama yang dibebaskan sementara karena ditugaskan sebagai pejabat struktural atau ditugaskan secara penuh diluar jabatan perekayasa. apabila : a. 83 . terhitung mulai tanggal 1 April 1997 dengan angka kredit 300. pangkat Penata Tingkat I golongan ruang-III/d . M. kegiatan yang dilaksanakan selama dibebaskan sementara tidak dapat dihitung dalam penetapan angka kredit. dapat diangkat kembali dalam jabatan perekayasa paling tinggi berusia 58 tahun. pangkat Pembina golongan ruang-IV/a dengan angka kredit sebesar 300. Perekayasa Pertama dan Perekayasa Muda yang dibebaskan sementara karena ditugaskan sebagai pejabat struktural atau ditugaskan secara penuh diluar jabatan perekayasa. Contoh 4 : Saudara Ahmad Kamil. Pada tanggal 1 Mei 2001 yang bersangkutan tidak lagi memangku jabatan struktural dan kembali menjadi pejabat fungsional perekayasa. Saudara Ahmad Kamil. Telah selesai tugas belajar lebih dari 6 bulan. e.mengajukan DUPAK untuk kegiatan selama masa menjabat di struktural (1 april 1997 s/d 1 april 2001) pada saat kembali menjadi pejabat fungsional perekayasa.M. 5.5. ST.Si. f. Dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan oleh pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap. b. Telah diangkat kembali pada instansi semula setelah cuti diluar tanggungan negara. ST. d.. Telah selesai menjalankan hukuman disiplin tingkat sedang atau berat. 4. ST. Perekayasa yang telah menjalani pembebasan sementara dapat diangkat kembali dalam jabatan fungsional Perekayasa. Dimungkinkan juga Saudara Ahmad Kamil. Tanggal 1 April 2001 yang bersangkutan naik pangkat menjadi Pembina dengan golongan ruang-IV/a. Pengangkatan Kembali 1.. Jenjang jabatan bagi PNS yang diangkat kembali ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit yang pernah dimiliki ditambah angka kredit baru yang diperoleh selama perekayasa yang bersangkutan dibebaskan sementara. dapat diangkat kembali dalam jabatan perekayasa paling tinggi berusia 54 tahun. Telah memperoleh angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara karena kurang angka kredit. Apabila Saudara Ahmad Kamil. jabatan Perekayasa Muda-III/d.6. Msi.Si. ST telah mencapai usia di atas 54 tahun. diangkat kembali dalam jabatan fungsional perekayasa sebagai Perekayasa Muda-III/d.

apabila yang bersangkutan: a. d. Pembinaan Karir Pejabat Perekayasa 1. 2. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan perekayasa. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara karena kurang angka kredit tidak dapat memenuhi angka kredit yang disyaratkan untuk maintenance bagi Perekayasa Utama golongan ruang IV/e.6. e. Berhenti dari PNS karena permintaan sendiri atau pensiun. pengembangan kurikulum diklat. pengembangan dan penyusunan standar kompetensi jabatan Perekayasa. Pejabat Perekayasa yang diberhentikan dari jabatan fungsional perekayasa tidak dapat diangkat kembali ke dalam jabatan fungsional perekayasa. : . c. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Utama golongan ruang IV/d tidak dapat memenuhi angka kredit yang disyaratkan untuk naik pangkat/jabatan. b. penyelenggaraan sertifikasi Perekayasa. maka BPPT selaku instansi pembina jabatan fungsional perekayasa melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat fungsional Perekayasa. c. penetapan kebijakan/pembinaan diklat fungsional meliputi penyusunan pedoman diklat. Setelah masa Inpassing selesai (31 Agustus 2009).6. Mengajukan permohonan berhenti sebagai Perekayasa. f. Dijatuhi hukuman penjara atau kurungan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan tetap. g. . pengembangan dan penyusunan metodologi.7. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap berupa pemberhentian sebagai PNS. fasilitasi penyusunan dan penetapan kode etik Perekayasa. Untuk meningkatkan kemampuan Perekayasa secara profesional sesuai kompetensi jabatan.Perekayasa Utama batas usia pensiunnya 65 tahun. e. 6. Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Perekayasa 1. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelah pembebasan sementara karena kurang angka kredit bagi Perekayasa Pertama. d. 84 . b. penyusunan pedoman formasi jabatan Perekayasa. standar dan pedoman teknis kerekayasaan. berdasarkan peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. BPPT selaku instansi pembina melakukan antara lain: a. pengembangan sistem informasi jabatan Perekayasa. f. bimbingan dan koordinasi penyelenggaraan serta evaluasi diklat Perekayasa. Batas Usia Pensiun Batas usia pensiun bagi Pejabat Fungsional Perekayasa adalah sebagai berikut (sesuai dengan Keppres Nomor : 39 Tahun 1996). Perekayasa akan diberhentikan dari jabatan fungsionalnya. 2.8. 6.Perekayasa Madya batas usia pensiunnya 60 tahun.

sosialisasi dan bimbingan penerapan metodologi. 85 . j. wajib mengikuti diklat Jabatan Fungsional Perekayasa yang disempurnakan paling lambat 3 tahun setelah Juknis ini ditetapkan. l. i. fasilitasi pembentukan dan pengembangan organisasi profesi Perekayasa. pedoman teknis kerekayasaan.PAN/7/2008. pedoman teknis kerekayasaan dan administrasi jabatan Perekayasa. k. evaluasi dan fasilitasi pengusulan tunjangan jabatan Perekayasa. 3.h. standar. evaluasi dan monitoring penerapan standar dan kode etik Perekayasa. kode etik dan organisasi profesi Perekayasa. Perekayasa yang telah diangkat sebelum PerMENPAN nomor PER/219/M. fasilitasi penerbitan buletin/majalah profesi yang bergerak di bidang kerekayasaan.

(Sesuai dengan Lampiran I Peraturan MenPAN Nomor: PER/219/M. para Perekayasa diharapkan setiap tahun mengisi dan mengusulkan DUPAK (Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit) sebagaimana tertulis dalam Lampiran VI beserta surat-surat pernyataan sebagaimana tertulis dalam lampiran VII. Pengertian Angka Kredit Dalam Peraturan MenPAN Nomor: PER/219/M.1. dan X dilampiri bukti-buktinya. Jadi.IV/e untuk memenuhi kewajiban mengumpulkan 50 angka kredit setiap 2 tahun ( maintenance ).PAN/7/2008 dan Peraturan Bersama Menteri Negara Riset dan Teknologi dan Kepala BKN Nomor: 13/M/PB/VIII/2008 dan Nomor 22 Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya). angka kredit (jumlah angka kredit yang dapat dikumpulkan) merupakan faktor yang menentukan status kepangkatan dan jabatan Perekayasa. sehingga setiap prestasi yang dicapai atas pelaksanaan kegiatannya dapat memperoleh nilai/angka kredit. Angka kredit diperoleh berdasar hasil penilaian atas prestasi dari pelaksanaan setiap butir rincian kegiatan sebagaimana disebutkan pada Lampiran V.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan angka kreditnya.1.1. 7. Setiap Perekayasa perlu memahami dengan benar dalam melaksanakan kegiatan agar selalu sesuai dengan rincian butir kegiatan dalam Lampiran tersebut.2. walaupun jumlah angka kredit yang diusulkan belum memenuhi jumlah yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat atau jenjang. dinyatakan bahwa Angka Kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional Perekayasa dalam rangka pembinaan karir yang bersangkutan. Untuk memperlancar dalam pengusulan angka kredit. 86 . Pengisian DUPAK dilakukan pada akhir bulan Desember untuk periode kenaikan pangkat bulan April dan pada akhir bulan Juni untuk periode kenaikan pangkat bulan Oktober. Angka Kredit 7. Usulan DUPAK dapat dilakukan sekali dalam setahun.BAB VII DAFTAR USULAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (DUPAK) DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (PAK) JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA 7. IX. • Perekayasa Pertama sampai Perekayasa Utama yang akan naik jabatan/pangkat. VIII. Perhitungan Angka Kredit. Angka kredit diperlukan bagi : • PNS yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan fungsional Perekayasa untuk menentukan jenjang jabatan yang bersangkutan sebagai pejabat fungsional perekayasa.1. Untuk hal tersebut akan dikeluarkan PAK Sementara. • Perekayasa Utama Golongan .

iv. Untuk kenaikan jabatan/pangkat perekayasa. Surat Pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi (Lampiran VIII). Masa Penilaian Angka Kredit a. Mengumpulkan bukti-bukti fisik dan atau dokumen pendukung pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan. Sarjana/Diploma-IV yang masuk pertama kali dalam unit perekayasaan. Contoh 5 : Seorang perekayasa mengajukan DUPAK dengan Masa Penilaian: 01 Januari 2002 sampai dengan 30 Juni 2003. b. yang karena satu dan lain hal tidak diajukan pada masa penilaian sebelumnya. iii.2. Memilah bukti-bukti tersebut berdasarkan unsur dan sub unsur kegiatan.Bukti pelaksanaan kegiatan yang diperoleh di luar masa penilaian. DUPAK diajukan kepada Tim Penilai Instansi/Pusat pada bulan Desember atau bulan Juni. Butir kegiatan dari kegiatan tersebut tidak dapat dinilai. dan Surat Pernyataan melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas perekayasa (Lampiran IX) serta Surat Pernyataan mengikuti Pendidikan dan/atau pelatihan (Lampiran X). Mengisi formulir Surat Pernyataan melakukan Kegiatan kerekayasaan dilengkapi dengan bukti-buktinya. DUPAK dilampiri dengan Surat Pernyataan melakukan kegiatan kerekayasaan (Lampiran VII). Pengertian DUPAK DUPAK adalah formulir yang berisi usulan angka kredit yang dibuat oleh pejabat fungsional Perekayasa sesuai dengan butir-butir kegiatan sebagaimana dicontohkan dalam Lampiran VI.2. Masa penilaian angka kredit yang bersangkutan dihitung sejak diangkat sebagai CPNS. Langkah-langkah Pengisian DUPAK oleh Perekayasa.1. 7. Mengisi formulir Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi dilengkapi dengan bukti-buktinya.2. Apabila dalam DUPAK tersebut diusulkan butir kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Maret 2001. 7. baru dapat diangkat dalam jabatan perekayasa setelah yang bersangkutan menjadi PNS. maka kegiatan tersebut tidak dapat dinilaikan. 87 .3.1. i. Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 7. Pengisian DUPAK (1). masa penilaian angka kredit didasarkan pada masa penilaian angka kredit terakhir. ii. Pejabat fungsional Perekayasa membuat DUPAK yang berisi hasil penilaian sendiri atas prestasi kerjanya.2. 7.

kemudian mengajukan kepada atasan langsung minimal pejabat eselon III. Mengisi formulir Surat Pernyataan melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan. Tim Penilai Instansi/Tim Penilai Unit Kerja/Tim Penilai Provinsi/Tim Penilai Kabupaten/Kota melakukan pemeriksaan dan penilaian. Penerbitkan PAK oleh Pejabat Instansi/Unit Kerja/Propinsi/Kabupaten/Kota yang berwewenang. c.IV/a adalah sebagai berikut: a. Pengajuan DUPAK Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e adalah sebagai berikut: a. Hasil penilaian semua butir kegiatan dihimpun dalam satu DUPAK. Menilai sendiri dengan mengisi angka kredit pada formulir DUPAK sesuai dengan butir-butir kegiatan pada Lampiran VI. Surat Pernyataan melakukan kegiatan kerekayasaan. Atasan langsung (Pejabat Eselon III) mengesahkan semua lampiran-lampiran dan bukti-bukti yang disertakan. kemudian mengajukan kepada atasan langsung minimal Pejabat Eselon II. viii. v. Lampiran pendukung DUPAK yaitu : a. 88 . Surat Pernyataan dan bukti-bukti fisik disahkan oleh Pejabat yang berwenang serendah-rendahnya eselon III. Semua berkas tersebut dilampirkan pada DUPAK sebagai bukti untuk diajukan ke Tim Penilai. b. Dokumen-dokumen lainnya. Pengajuan DUPAK Pengajuan DUPAK Perekayasa Pertama – III/a`sampai dengan Perakayasa Madya . iii. vi.v. Surat Pernyataan melakukan kegiatan penunjang. vii. vi. Perekayasa menyusun DUPAK beserta lampiran-lampirannya. Atasan langsung (Pejabat Eselon II) mengesahkan semua lampiran-lampiran dan bukti-bukti untuk dinilai oleh Tim Penilai Instansi/Tim Penilai Unit Kerja/Tim Penilai Provinsi/Tim Penilai Kabupaten/Kota. xi. (2). Unsur yang dinilai. Masa penilaian diisi dengan periode waktu yang diajukan untuk dinilai. c. Pengesahan diisi oleh ketua dan anggota Tim Penilai yang berhak menilai. e. ix. Perekayasa menyusun DUPAK beserta lampiran-lampirannya. diisi dengan hasil penilaian terhadap bukti yang disampaikan. Tim Penilai pada butir c menilai semua bukti kegiatan. d. Semua surat pernyataan beserta buktinya disusun berurutan sesuai dengan masa penilaian. iv. Mengisi formulir Surat Pernyataan melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas kerekayasaan dilengkapi dengan bukti-buktinya. (3). b. Pengisian DUPAK oleh Tim Penilai i. Berkas DUPAK yang telah disahkan dikirim kepada Tim Penilai Instansi/Tim Penilai Unit Kerja/Tim Penilai Provinsi/Tim Penilai Kabupaten/Kota. dan diisikan pada kolom Tim Penilai. Keterangan perorangan diisi data perekayasa yang dinilai. Nomor diisi sesuai kode penomoran DUPAK instansi yang bersangkutan. c. kemudian mengisi hasil penilaiannya pada DUPAK. d. DUPAK. ii. x. b. Surat Pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi.

e. surat pernyataan melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas kerekayasaan dan surat telah mengikuti pendidikan dan pelatihan kerekayasaan sebagaimana dimaksud pada lampiran VII. . e. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pimpinan Unit Kerja serendah-rendahnya eselon III di lingkungan masing-masing instansi kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat. Tim Penilai Pusat menilai semua bukti kegiatan. pangkat Pembina Tingkat I. b. Hasil penilaian butir c. pangkat Pembina. surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi. pangkat Penata Muda. terlebih dahulu harus mendapatkan Surat Keterangan/Penugasan dari atasan langsungnya. (5). Pejabat yang berhak mengajukan DUPAK. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pimpinan Unit Kerja setingkat eselon III atau serendah-rendahnya eselon IV kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Provinsi untuk penetapan angka kredit Perekayasa Pertama. dan X. SK Organisasi Fungsional dan SK Personil terkait dengan posisi personil di Organisasi Fungsional. Lampiran-lampiran DUPAK. IX. golongan ruang IV/a yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota. Surat pernyataan melakukan kegiatan kerekayasaan. pangkat Pembina. golongan ruang IV/a yang bekerja di lingkungan Instansi Pusat. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pimpinan Unit Kerja setingkat eselon III atau serendah-rendahnya eselon IV kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Kabupaten/Kota untuk penetapan angka kredit Perekayasa Pertama. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. VIII. kemudian mengisi hasil penilaiannya pada DUPAK. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. pangkat Penata Muda. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. golongan ruang IV/a yang bekerja di lingkungan Provinsi. pangkat Penata Muda. untuk penetapan angka kredit Perekayasa Pertama. Pejabat Pembina Kepegawaian setingkat eselon I atau serendah-rendahnya eselon II di lingkungan instansi masing-masing kepada Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi untuk penetapan angka kredit bagi Perekayasa Madya. b. 89 c. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pimpinan Unit Kerja yang terkait serendahrendahnya eselon III di lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi kepada pejabat yang membidangi kepegawaian (serendah rendahnya Eselon II) untuk penetapan angka kredit Perekayasa Pertama. Pejabat yang berhak mengajukan DUPAK diatur sebagai berikut: a. golongan ruang IV/a. DUPAK yang telah diisi dengan bobot angka kredit dari masing-masing butir kegiatan yang dikerjakan pejabat fungsional Perekayasa yang bersangkutan dilengkapi dengan lampiranlampiran sebagai berikut : a. d. beserta lampiran-lampirannya dikirim kepada Kepala BPPT selaku Kepala Instansi Pembina oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Instansi yang bersangkutan (setingkat Eselon II) untuk dinilai Tim Penilai Pusat. pangkat Pembina. Sesuai Peraturan Menpan Nomor: PER/219/M. (4). pangkat Penata Muda. pangkat Pembina. golongan ruang IV/b sampai dengan Perekayasa Utama. golongan ruang IV/e. Instansi Pembina menerbitkan PAK yang ditandatangani oleh Kepala BPPT. c. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. f.d. Bagi pejabat fungsional Perekayasa yang akan melaksanakan/ mengerjakan butirbutir kegiatan yang bukan tugas pokoknya (jenjangnya).PAN/7/2008. Pembina Utama.

PAK kolom JUMLAH diisi hasil penjumlahan nilai dalam kolom LAMA dan kolom BARU. g. j. Pengertian PAK. Foto copy Keputusan Pengangkatan pertama kali dalam jabatan fungsional Perekayasa (khusus untuk kenaikan pangkat pertama kali dalam jabatan fungsional Perekayasa). Penetapan Angka Kredit ( PAK ) 7. 90 . PAK SEMENTARA diberlakukan sebagai PAK untuk memudahkan penilaian selanjutnya dalam rangka melengkapi angka kredit yang dipersyaratkan. Sistem pelaporan dan time schedule sesuai yang tercantum dalam program manual Bukti fisik hasil kegiatan yang dilakukan seperti: ijazah/sertifikat. Foto copy Keputusan Kenaikan Pangkat Terakhir.1.d. Pengisian PAK. Ijazah terakhir yang dilegalisasi untuk pengangkatan pertama kali atau bagi yang diangkat kembali setelah tugas belajar. 7. e. f. i. Masa Penilaian diisi sesuai masa penilaian yang ada pada DUPAK. karya tulis/karya ilmiah dan bukti fisik kegiatan kerekayasaan seperti lembar kerja. k. Formulir PAK SEMENTARA dibuat seperti formulir PENETAPAN ANGKA KREDIT hanya judulnya diganti menjadi PAK SEMENTARA dengan nomor sesuai nomor administrasi Tim Penilai. h. k. Foto copy Keputusan Kenaikan Jabatan terakhir Foto copy PAK terakhir (khusus untuk kenaikan pangkat kedua kali dan seterusnya sebagai pejabat fungsional Perekayasa).3. Nomor diisi sesuai Kode Penomoran PAK di Instansi Penilai. i. Instansi diisi Nama Instansi Pengusul. g.3. lembar instruksi. PAK adalah formulir yang memuat status angka kredit bagi pejabat perekayasa untuk dapat dipergunakan sebagai bahan kenaikan pangkat/jabatan (contoh formulir PAK lihat lampiran XI).3. hanya diisi jika pejabat Perekayasa yang dinilai telah memenuhi syarat untuk kenaikan pangkat/jabatan yang lebih tinggi. e. Foto copy DP3 satu tahun terakhir. PAK kolom BARU diisi sesuai Hasil Penilaian DUPAK. technical note.2. c. Foto copy Keputusan Pengangkatan menjadi PNS (khusus untuk pengangkatan pertama). Apabila tidak memenuhi syarat. 7. h. PAK kolom LAMA diisi sesuai Nilai PAK terakhir f. technical report dll . b. Pengisian PAK dilakukan dengan cara sebagai berikut di bawah ini: a. d. Butir III. j. l. lembar keputusan. Setiap PAK yang diterbitkan oleh masing-masing instansi harus ditembuskan kepada Instansi Pembina. Keterangan Perorangan diisi data Perekayasa yang dinilai. maka diterbitkan PAK SEMENTARA yang ditanda tangani oleh ketua Tim Penilai.

Pejabat Pembina Kepegawaian Provinsi yang bersangkutan atau pejabat lain yang ditunjuk yang membidangi kepegawaian (serendah-rendahnya eselon II) bagi Perekayasa Pertama. Pejabat yang ditunjuk di lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi yang membidangi kepegawaian (serendah-rendahnya eselon II) bagi Perekayasa Pertama.3. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. pangkat Pembina. Pejabat yang berwenang menetapkan PAK: a. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. pangkat Pembina. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. 91 . b. pangkat Penata Muda.3Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Sesuai Peraturan Menpan Nomor: PER/219/M. golongan ruang IV/a di ingkungan instansi masing-masing. golongan ruang IV/b sampai dengan Perekayasa Utama. d. c. pangkat Penata Muda. golongan ruang IV/a di lingkungan masingmasing. pangkat Penata Muda. golongan ruang IV/a di lingkungan instansi masing-masing. pangkat Penata Muda.7. pangkat Pembina Utama. Pejabat Pembina Kepegawaian Kabupaten/Kota yang bersangkutan atau pejabat lain yang ditunjuk yang membidangi kepegawaian (serendah-rendahnya eselon II) bagi Perekayasa Pertama. pangkat Pembina. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat yang bersangkutan atau pejabat lain yang ditunjuk yang membidangi kepegawaian (serendah-rendahnya eselon II) bagi Perekayasa Pertama. pangkat Pembina. e.PAN/7/2008. Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi selaku Kepala instansi pembina Jabatan Fungsional Perekayasa atau pejabat lain setingkat eselon I yang ditugaskan pada Instansi Pembina untuk penetapan angka kredit Perekayasa Madya. golongan ruang IV/e untuk perekayasa di Instansi Pembina dan instansi lain. golongan ruang IV/a di lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. pangkat Pembina Tingkat I.

Tim Penilai Pusat berfungsi sebagai : 1) Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. 3) Seorang Sekretraris merangkap anggota dari unsur yang membidangi kepegawaian/kesekretariatan.1. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. Keanggotaan Tim Penilai Pusat terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: 1) Seorang Ketua merangkap anggota. dan 4) Sekurang-kurangnya 4 orang anggota e. d. Kedudukan Tim Penilai Pusat adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala BPPT. kepegawaian dan Pejabat Fungsional Perekayasa. 2) Pemeriksa kebenaran dokumen-dokumen DUPAK.BAB VIII TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN PEREKAYASA 8. dengan sepengetahuan atasan langsung. 3) Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa 4) Dapat aktif melakukan penilaian. 3) Penyusun PAK untuk disampaikan kepada Kepala BPPT. Tim Penilai Perekayasa secara umum dibagi menjadi 5 (lima) yaitu: 1.IV/b. 6) Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa. b. 2) Serendah-rendahnya Pejabat Perekayasa Madya . Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Pusat 1) Jabatan/Pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Perekayasa yang dinilai. 5) Menyatakan kesediaan secara tertulis untuk menjadi anggota Tim Penilai Pusat. 2) Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. Tugas Tim Penilai Pusat bertugas menilai prestasi Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e. namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa. Tim Penilai Perekayasa Tim Penilai Jabatan Perekayasa terdiri dari unsur unit teknis yang membidangi kerekayasaan. c. Tim Penilai Pusat a. Keanggotaan Tim Penilai Pusat. 92 .

Keanggotaan Tim Penilai Unit Kerja. Fungsi Tim Penilai Unit Kerja berfungsi sebagai: 1. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. maka Ketua Tim Penilai dapat mengangkat anggota Tim Penilai pengganti. Pemeriksa dalam kebenaran dokumen-dokumen DUPAK 3. Dapat aktif melakukan penilaian. namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa. 3) Seorang Sekretraris merangkap anggota dari unsur yang membidangi kepegawaian. 5. 2. 3. b. Masa kerja Tim Penilai 3 (tiga) tahun. Tugas Tim Penilai Unit Kerja bertugas menilai prestasi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a di lingkungan BPPT atau di lingkungan instansi/provinsi/kabupaten/kota yang belum mempunyai tim penilai . 93 . 2. Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai Pusat yang ikut dinilai. Kedudukan Tim Penilai Unit Kerja adalah Tim Penilai di lingkungan BPPT yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala BPPT untuk mengusulkan dan menyusun PAK bagi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. 4. 4. c. Setelah masa jabatannya berakhir. dengan sepengetahuan atasan langsung. Menyatakan kesediaan secara tertulis untuk menjadi anggota Tim Penilai Instansi. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Unit Kerja: 1. 2. Keanggotaan Tim Penilai Unit Kerja terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: 1) Seorang Ketua merangkap anggota. g. d. Membantu menilai DUPAK Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e yang akan diajukan oleh pejabat yang berwenang kepada Tim Penilai Pusat melalui Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina. 2) Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. Tim Penilai Unit Kerja a.f. Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. 6. Jabatan/pangkat serandah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat perekayasa yang dinilai. dan 4) Sekurang-kurangnya 4 orang anggota e. Serendah-rendahnya pejabat Perekayasa Muda – III/d. Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang untuk menetapkan PAK Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a.

maka anggota Tim Penilai dapat dianggkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. 2) Seorang Wakil Ketua merangkap anggota.III/d. 2. 94 . Dapat aktif melakukan penilaian. Keanggotaan Tim Penilai Instansi. namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa. Membantu menilai DUPAK Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e yang akan diajukan oleh pejabat yang berwenang kepada Tim Penilai Pusat melalui Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala Instansi untuk mengusulkan dan menyusun PAK bagi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. 2. Pemeriksa dalam kebenaran dokumen-dokumen DUPAK 3.f Masa Kerja Tim Penilai Unit Kerja: 1. b. 3. d. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. Serendah-rendahnya pejabat Perekayasa Muda . Masa kerja Tim penilai Unit kerja adalah 3 (tiga) tahun. Fungsi Tim Penilai Instansi berfungsi sebagai: 1. 3. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Instansi: 1. Jabatan/pangkat serandah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat perekayasa yang dinilai. Keanggotaan Tim Penilai Instansi terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: 1) Seorang Ketua merangkap anggota. Kedudukan Tim Penilai Instansi adalah Tim Penilai di lingkungan Instansi. 4. Tim Penilai Instansi a. 2. dan 4) Sekurang-kurangnya 4 orang anggota e. Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa. 4. Tugas Tim Penilai Instansi bertugas menilai prestasi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a di lingkungan instasinya c. Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai Unit Kerja dalam 2 (dua) masa jabatannya berturut-turut. 3) Seorang Sekretraris merangkap anggota dari unsur yang membidangi kepegawaian. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. 5.

Membantu menilai DUPAK Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e yang akan diajukan oleh pejabat yang berwenang kepada Tim Penilai Pusat melalui Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina. Jika pada suatu instansi belum dapat dibentuk Tim Penilai Instansi sesuai dengan persyaratan di atas. Keanggotaan Tim Penilai Provinsi. Kedudukan Tim Penilai Provinsi adalah Tim Penilai di lingkungan provinsi yang dibentuk dan ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian provinsi untuk mengusulkan dan menyusun PAK bagi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. Pemeriksa dalam kebenaran dokumen-dokumen DUPAK 3). 4. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai Instansi dalam 2 (dua) masa jabatannya berturut-turut. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Provinsi: 1). Tim Penilai Provinsi a. dan 4) Sekurang-kurangnya 4 orang anggota e. Jabatan/pangkat serandah-rendahnya sama perekayasa yang dinilai. 2. Tiga tahun. Setiap pembentukan Tim Penilai Instansi harus dilaporkan kepada Instansi Pembina. Fungsi Tim Penilai Provinsi berfungsi sebagai: 1). d. b. 2) Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. g. Tugas Tim Penilai Provinsi bertugas menilai prestasi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a di lingkungan provinsinya atau kabupaten/kota di wilayahnya yang belum mempunyai tim penilai. h. Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. Keanggotaan Tim Penilai Provinsi terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: 1) Seorang Ketua merangkap anggota.f Masa Kerja Tim Penilai Instansi 1. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. untuk penilaiannya instansi tersebut menyerahkan proses penilaiannya kepada Tim Penilai Unit Kerja. 3) Seorang Sekretraris merangkap anggota dari unsur yang membidangi kepegawaian. 4). 95 dengan jabatan/pangkat . c. 2).

c. untuk penilaiannya diserahkan kepada Tim Penilai Unit Kerja. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. d. Setiap pembentukan Tim Penilai Provinsi harus dilaporkan kepada Instansi Pembina. Fungsi Tim Penilai Kabupaten/Kota berfungsi sebagai: 1). 5. 96 . Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. 4). Serendah-rendahnya pejabat Perekayasa Muda . 3). maka anggota Tim Penilai dapat dianggkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. Tiga tahun. 5). 2). b.III/d. 4). Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa. Jika pada suatu sekretariat daerah provinsi belum dapat dibentuk Tim Penilai Provinsi sesuai dengan persyaratan di atas. Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai Provinsi dalam 2 (dua) masa jabatannya berturut-turut. namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa. Membantu menilai DUPAK Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e yang akan diajukan oleh pejabat yang berwenang kepada Tim Penilai Pusat melalui Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina. Keanggotaan Tim Penilai Kabupaten/Kota. Tugas Tim Penilai Kabupaten/Kota bertugas menilai prestasi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a di lingkungan Kabupaten/Kotanya. Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. Dapat aktif melakukan penilaian. Tim Penilai Kabupaten/Kota a. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. Kedudukan Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah Tim Penilai di lingkungan Kabupaten/Kota yang dibentuk dan ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Kabupaten/Kota untuk mengusulkan dan menyusun PAK bagi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. h.2). f Masa Kerja Tim Penilai 1). Pemeriksa dalam kebenaran dokumen-dokumen DUPAK 3). 2) Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. Keanggotaan Tim Penilai Kabupaten/Kota terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: 1) Seorang Ketua merangkap anggota. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. 2). g.

Tiga tahun. dan 4) Sekurang-kurangnya 4 orang anggota e. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa. h. 4).3) Seorang Sekretraris merangkap anggota dari unsur yang membidangi kepegawaian. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Kabupaten/Kota: 1). Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. 2).2 Tim Teknis 1. f Masa Kerja Tim Penilai 1). 3. Tim Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 2). Jabatan/pangkat serandah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat perekayasa yang dinilai. untuk penilaiannya diserahkan kepada Tim Penilai Provinsi atau Tim Penilai Unit Kerja 8. Di Pusat. Serendah-rendahnya pejabat Perekayasa Muda – III/d. 8. Setiap pembentukan Tim Penilai Kabupaten/Kota harus dilaporkan kepada Instansi Pembina. 5). Tugas Pokok Tim Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu.3 Tata Kerja Administrasi Penilaian 1. pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli. Apabila diperlukan. Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai Kabupaten/Kota dalam 2 (dua) masa jabatannya berturut-turut. a. maka anggota Tim Penilai dapat dianggkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. baik yang berkedudukan sebagai PNS atau bukan PNS yang mempunyai kemampuan teknis yang diperlukan. g. namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa. 2. Dapat aktif melakukan penilaian. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. 97 . 3). Sekretariat Tim Penilai Pusat bertugas membantu Tim Penilai Pusat dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Pusat. Jika pada suatu sekretariat daerah Kabupaten/Kota belum dapat dibentuk Tim Penilai Kabupaten/Kota sesuai dengan persyaratan di atas.

Tata Cara Penilaian Tata cara penilaian diatur sebagai berikut: 1. Sekretariat Tim Penilai Kabupaten/Kota membantu Tim Penilai Kabupaten/Kota dalam melaksanakan sidang. Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi. b. Ketua Tim Penilai membagi tugas penilaian kepada anggota Tim Penilai. Di Kabupaten/Kota. Sekretariat Tim Penilai Kabupaten/Kota bertugas membantu Tim Penilai Kabupaten/Kota dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Kabupaten/Kota. Sekretariat Tim Penilai Unit Kerja meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK. 98 . 5. a. Sekretariat Tim Penilai Provinsi bertugas membantu Tim Penilai Provinsi dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Provinsi.b. 2. 3. Sekretariat meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK. a. Di Unit Kerja (Instansi Pembina). Sekretariat Tim Penilai Unit Kerja bertugas membantu Tim Penilai Unit Kerja dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Unit Kerja. maka sekretariat menyampaikan kepada unit pengusul untuk dilengkapi. Sekretariat Tim Penilai Instansi membantu Tim Penilai Instansi dalam melaksanakan sidang. c. a. Setiap DUPAK dinilai oleh dua orang dari Tim Penilai. Sekretariat Tim Penilai Unit Kerja membantu Tim Penilai Unit Kerja dalam melaksanakan sidang. Sekretariat Tim Penilai Pusat meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK. b. c. c. a. maka sekretariat menyampaikan kepada unit pengusul untuk dilengkapi.4. Sekretariat Tim Penilai Provinsi meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK. Di Instansi. Sekretariat Tim Penilai Instansi meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK. 4. 2. maka sekretariat menyampaikan kepada pengusul dan/atau unit pengusul untuk dilengkapi. c. Sekretariat Tim Penilai Instansi bertugas membantu Tim Penilai Instansi dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Instansi. Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi. Di Provinsi. Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi maka sekretariat menyampaikan kepada unit Pengusul untuk dilengkapi. Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi. 8. Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi. Sekretariat Tim Penilai Provinsi membantu Tim Penilai Provinsi dalam melaksanakan sidang. b. maka sekretariat menyampaikan kepada Instansi pengusul untuk dilengkapi. c. Sekretariat Tim Penilai Pusat membantu Tim Penilai Pusat dalam melaksanakan sidang. b.

99 . Hasil Penilaian angka kredit harus dituangkan dalam Berita Acara Penilaian Angka Kredit yang ditandatangani oleh anggota Tim Penilai yang hadir. Apabila selisih hasil penilaian angka kredit kurang dari atau sama dengan 20 %. 6. maka hasil penilaian yang mempunyai nilai unsur utama lebih tinggi ditetapkan sebagai angka kredit tambahan untuk PAK baru. sebelum diusulkan ke Tim Penilai Pusat harus dinilai dulu oleh Tim Penilai Instansi/Tim Penilai Unit Kerja/Tim Penilai Provinsi/Tim Penilai Kabupaten/Kota. 4. Untuk penilaian Perkayasa Madya – IV/b sampai Perekayasa Utama – IV/e. Sekretaris Tim Penilai membuat PAK untuk disampaikan kepada pejabat yang berwenang untuk disahkan setelah diperiksa oleh Ketua Tim Penilai.3. 5. 7. Apabila selisih hasil angka kredit lebih dari 20 % maka ditunjuk penilai ketiga untuk menetapkan nilai akhir.

Penilaian prestasi kerja perekayasa sejak tanggal juknis ini ditetapkan sampai dengan 31 Desember 2009 dapat dilakukan berdasarkan Keputusan MenPAN Nomor 24/KEP/M.3. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Perekayasa yang ditetapkan sebelum keputusan ini ditetapkan.2. Seluruh prestasi kerja Perekayasa. Penilaian Untuk memberikan kesempatan bagi Perekayasa melakukan penyesuaian dengan Peraturan yang baru (PER/219/M.1.PAN/7/2008.3 Inpassing Pelaksanaan inpassing pada jabatan fungsional perekayasa diatur tersendiri dengan Petunjuk Teknis Inpassing Jabatan Fungsional Perekayasa yang ditetapkan oleh Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa.PAN/7/2008).BAB IX KETENTUAN PERALIHAN 9. 9. 9.2. memindahkan.PAN/7/2008.PAN/2/2003 atau berdasarkan Peraturan MenPAN Nomor PER/219/M.2. 9. Penyesuaian Keputusan Pejabat yang berwenang mengangkat. 100 .2. dinyatakan tetap berlaku. maka penilaian prestasi kerja perekayasa diatur sebagai berikut : 9.PAN/2/2003 sudah harus dinilaikan selambat-lambatnya tanggal 31 Desember 2009. baik yang aktif maupun yang diberhentikan sementara yang penilaiannya akan menggunakan Keputusan MenPAN Nomor 24/KEP/M. 9.1.2. Penilaian prestasi kerja perekayasa sejak tanggal 01 Januari 2010 dilakukan berdasarkan Peraturan MenPAN Nomor PER/219/M.

LAMPIRAN .

Space science L-I-1 . Genetics 9. Physical chemistry 8. Mechanics 6. Palaentology 16. Algebra 2. Immunology 12. Macromolecular chemistry LIFE SCIENCES 1. Other chemical specialities 11. Organic chemistry 7. Solid state physics 12. Solar system 7. Other biological specialities 6. Interplanetary medium 3. Ethology 8. Soil science 10. Probability 10. Number theory 6. Oceanography 9. Thermodynamics 14. Radio-astronomy 6. Operations research 9. Molecular biology 15. Analysis and functional analysis 3. Geodesy 5. Topology ASTRONOMY & ASTROPHYSICS 1. Fluid (physics of) 5. Physical chemistry 11. Other physical specialities 5. Hydrology 7. Planetology PHYSICS 1. Optical astronomy 4. Anthropology (physical) 3. Statistics 11. Symbiosis 19. Human biology 10. Units and constants 15. Electronics 4. Computer science 4. Biochemistry 3. Biometrics 6. Numerical analysis 8. Analytical chemistry 2. Animal biology (zoology) 2. Microbiology 14. Biomathematics 5. Other astronomical specialities 9. Geochemistry 4. Insect biology (entomology) 13. Biochemistry 4. Radiobiology 18. Meteorology 8. Electro-magnetism 3. Nuclear chemistry 6. Cosmology and cosmogony 2. Climatology 3. Virology 20. Inorganic chemistry 4. Acoustics 2. Geometry 5. Atmospheric sciences 2. Nucleonic CHEMISTRY 1. Human physiology EARTH AND SPACE SCIENCES 1. Cell biology 7. Nuclear physics 8. Other mathematical specialities 5.LAMPIRAN I STANDAR NOMENKLATUR UNTUK SCIENCE DAN TEKNOLOGI BERDASARKAN UNESCO TAHUN 1988 MATHEMATICS 1. Molecular physics 7. Geography 7. Optics 10. Plant biology (botany) 17. Thoeritical physics 13.

11. Geology 12. Geophysics AGRICULTURAL SCIENCES 1. Agricultural chemistry 2. Agricultural engineering 3. Agronomy 4. Animal husbandry 5. Fish and wildlife MEDICAL SCIENCES 1. Clinical sciences 2. Epidemiology 3. Forensic medicine 4. Occupational medicine 5. Internal medicine 6. Nutrition sciences 7. Pathology 8. Pharmacodynamics TECHNOLOGICAL SCIENCES 1. Aeronautical technology and engineering 2. Biochemical technology 3. Chemical technology and engineering 4. Computer technology 5. Construction technology 6. Electrical technology and engineering 7. Electronic technology 8. Environmental technology and engineering 9. Food technology 10. Industrial technology 11. Instrumentation technology 12. Materials technology 13. Mechanical engineering and technology 14. Medical technology 15. Metallurgical technology ECONOMIC SCIENCES 1. Econometrics 2. Economic accounting 3. Economic systems PEDAGOGY Curriculum Development POLITICAL SCIENCE Policy sciences PSYCHOLOGY 1. Educational psychology 2. Evaluation and measurement in psychology

13. Other earth, space or environmental specialities

6. Forestry 7. Horticulture 8. Phytopathology 9. Veterinary sciences 10. Other agricuktural specialities

9. Pharmacology 10. Preventive medicine 11. Psychiatry 12. Public health 13. Surgery 14. Toxicology 15. Other medical specialities

16. Metal products technology 17. Motor vehicle technology 18. Mining technology 19. Naval technology 20. Nuclear technology 21. Petroleum and coal technology 22. Power technology 23. Railway technology 24. Space technology 25. Telecommunications technology 26. Textile technology 27. Transportation systems technology 28. Unit operations technology 29. Urban planning 30. Other technological specialities

4. Economics of technological change 5. Industrial organization and public policy 6. Organization and management of enterprises

3. Experimental psychology

L-I-2

SCIENCES OF ART & LETTERS Architecture PHILOSOPHY 1. Philosophy of knowledge 2. General philosophy 3. Philosophical systems 4. Philosophy of science

5. Philosophy of nature 6. Social philosophy 7. Philosophical doctrines 8. Other philosophical specialities

L-I-3

LAMPIRAN II

KOMPOSISI JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK KENAIKAN JABATAN DAN KENAIKAN PANGKAT PEREKAYASA PENDIDIKAN SARJANA (S.1) /DIPLOMA IV
JENJANG JABATAN / GOLONGAN RUANG / ANGKA KREDIT MUDA MADYA III/c 100 III/d 100 IV/a 100 IV/b 100 IV/c 100 IV/d 100

NO

UNSUR

PROSENTASE

PERTAMA III/a III/b 100

UTAMA IV/e 100

I II

Pendidikan Sekolah ANGKA KREDIT PENJENJANGAN A UTAMA 1 Pendidikan dan pelatihan serta memperoleh surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPP) atau sertifikat 2 Kegiatan Kerekayasaan 3 Pengembangan Profesi Jumlah A B PENUNJANG Pendukung pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan Tugas Perekayasaan Jumlah II Jumlah ( I + II )

100

> 80 % 40 40 80 80 160 160 240 240 348 12 360 456 24 480 564 36 600 712 48 760 50 50

< 20 % 100%

10 50 150

20 100 200

40 200 300

60 300 400

90 450 550

120 600 700

150 750 850

190 950 1050 50

L-II-1

2) JENJANG JABATAN / GOLONGAN RUANG / ANGKA KREDIT MUDA MADYA III/c 150 III/d 150 IV/a 150 IV/b 150 IV/c 150 IV/d 150 NO UNSUR PROSENTASE PERTAMA III/b UTAMA IV/e 150 I II Pendidikan Sekolah ANGKA KREDIT PENJENJANGAN A UTAMA 1 Pendidikan dan pelatihan serta memperoleh surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPP) atau sertifikat 2 Kegiatan Kerekayasaan 3 Pengembangan Profesi Jumlah A B PENUNJANG Pendukung pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan Tugas Perekayasaan Jumlah II Jumlah ( I + II ) < 20 % 100% 150 > 80 % 40 40 120 120 200 200 308 12 320 416 24 440 524 36 560 672 48 720 50 50 10 50 200 30 150 300 50 250 400 80 400 550 110 550 700 140 700 850 180 900 1050 50 L-III-1 .LAMPIRAN III KOMPOSISI JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK KENAIKAN JABATAN DAN KENAIKAN PANGKAT PEREKAYASA PENDIDIKAN PASCA SARJANA (S.

LAMPIRAN IV KOMPOSISI JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK KENAIKAN JABATAN DAN KENAIKAN PANGKAT PEREKAYASA PENDIDIKAN DOKTOR (S.3) JENJANG JABATAN / GOLONGAN RUANG / ANGKA KREDIT MADYA UTAMA III/d 200 IV/a 200 IV/b 200 IV/c 200 IV/d 200 IV/e 200 NO UNSUR PROSENTASE III/c MUDA I II Pendidikan Sekolah ANGKA KREDIT PENJENJANGAN A UTAMA 1 Pendidikan dan pelatihan serta memperoleh surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPP) atau sertifikat 2 Kegiatan Kerekayasaan 3 Pengembangan Profesi Jumlah A B PENUNJANG Pendukung pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan Tugas Perekayasaan Jumlah II Jumlah ( I + II ) 200 > 80 % 80 80 160 160 268 12 280 376 24 400 484 36 520 632 48 680 50 50 < 20 % 100% 20 100 300 40 200 400 70 350 550 100 500 700 130 650 850 170 850 1050 50 L-IV-1 .

Lamanya 81 – 160 jam 6. Lamanya lebih dari 960 jam di Bidang Kegiatan kerekayasaan 2.671 Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama 37 . Melaksanakan desain konseptual dan pengoperasian (a) Menetapkan tujuan dan kebutuhan desain (Design Requirement and Objective) (b) Menyusun filosofi rancang bangun (c) Menetapkan metoda yang digunakan 2). Lamanya 481 – 640 jam Tamat Pendidikan dan 4.083 0. perekayasaan 1). Melaksanakan Desain rinci (a) Melaksanakan iterasi hasil desain awal (b) Mengoptimasi hasil desain awal (c) Melaksanakan konfigurasi desain rinci (d) Menetapkan konfigurasi 4).LAMPIRAN V RINCIAN KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA (Sesuai Lampiran I PerMENPAN Nomor PER/219/M/PAN/7/2008) NO I UNSUR PENDIDIKAN SUB UNSUR A Pendidikan Sekolah dan Memperoleh Gelar/Ijazah BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ijazah ijazah ijazah Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat 1.115 Perekayasa Pertama Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja 0. Sarjana (S1) B Pendidikan dan Pelatihan 1. Melaksanakan kegiatan Kerekayasaan pengembangan.5 2.152 0. Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff) penelitian terapan. Doktor (S3) 2. Lamanya 31 .109 0. Lamanya 161 – 480 jam Pelatihan (STTPP) 5.076 0. Melaksanakan pengujian 0.80 jam 7.125 0.109 0.228 0. Magister (S2) 3.255 0. a.079 0. Melaksanakan perhitungan (a) Melaksanakan perhitungan pendekatan awal (b) Melaksanakan perhitungan analitik rinci (c) Melaksanakan komputasi numerik 5).0 PELAKSANA Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang II Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook per kegiatan dan Lembar kerja Lembar kerja 0.30 jam C Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan golongan III KEGIATAN KEREKAYASAAN A Pelaksanakan kegiatan 1.113 Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama (c) Membuat gambar teknis (Engineering Drawing) awal 3). Melaksanakan desain awal (a) Merekayasa bentuk konfigurasi (b) Mengkalkulasi kinerja awal ANGKA KREDIT 200 150 100 15 9 6 3 2 1 0. Lamanya 10 .098 0. Lamanya 641 – 960 jam dan Memperoleh Surat Tanda 3.

336 Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama 0. Melaksanakan observasi (a) Menetapkan instrumentasi observasi (b) Menetapkan sasaran observasi (c) Melaksanakan observasi (d) Menganalisis data observasi (e) Menginterpretasi hasil observasi 8). Melaksanakan modifikasi produk (a) Melaksanakan repair (perbaikan) produk (b) Melaksanakan modifikasi produk 10).420 0.158 0.638 0. Melaksanakan perawatan produk (a) Melaksanakan perawatan rutin (harian) produk (b) Melaksanakan perawatan berkala produk (c) Melaksanakan perbaikan menyeluruh (over haul ) produk 11).551 0.246 0.489 0.076 0. Melaksanakan explorasi (a) Menetapkan instrumentasi explorasi (b) Menetapkan sasaran explorasi (c) Melaksanakan explorasi (d) Menganalisis data explorasi (e) Menginterpretasi hasil explorasi 7).175 PELAKSANA Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama (c) Menetapkan sistem penginderaan pengujian (d) Menetapkan sistem perolehan dan pengolahan data (e) Melaksanakan operasi pengujian (f) Menganalisis data (g) Menginterpretasi hasil uji 6).110 0.251 Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama 0.569 0.125 0. Melaksanakan pengukuran (a) Menetapkan instrumentasi pengukuran (b) Menetapkan sasaran pengukuran (c) Melaksanakan pengukuran (d) Menganalisis data pengukuran (e) Menginterpretasi hasil pengukuran 9).113 0.174 0.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN (a) Menetapkan konfigurasi pengujian (b) Membuat benda uji SATUAN HASIL Lembar kerja Benda kerja/ Lembar Kerja (Product Working sheet ) Lembar kerja Lembar kerja Logbook Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja dan foto Lembar kerja dan foto Lembar kerja dan foto Lembar kerja dan foto Lembar kerja dan foto Lembar kerja ANGKA KREDIT 0.267 0. Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi (a) Menetapkan parameter kelayakan 0.423 0.480 0.275 0.491 0.289 0.090 0.057 0.136 0.123 Perekayasa Pertama 38 .571 0.240 0.183 0.

425 0.602 0.171 Perekayasa Muda Perekayasa Muda 39 .000 Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar kerja Lembar Instruksi Teknik Lembar kerja Lembar Instruksi Teknik Lembar kerja Lembar kerja Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik 0. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) a Memberikan supervisi kepada para Engineering Staff dalam: 1).206 0.174 0.218 0.206 0.369 0.419 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0. Melaksanakan desain konseptual/ awal (a) Memberikan beberapa alternatif metoda desain (b) Menetapkan metoda kalkulasi (c) Menilai hasil desain awal 2).200 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0.820 0.209 0. Melaksanakan desain rinci (a) Memberikan metoda optimasi (b) Mensintesiskan hasil desain awal menjadi desain rinci (c) Memberikan metoda iterasi desain 3).200 0.145 0.190 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0. Melaksanakan explorasi (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran explorasi (b) Menetapkan metoda explorasi SATUAN HASIL Lembar kerja ANGKA KREDIT 0.354 0.256 0. Melaksanakan studi banding sistem teknologi (a) Menetapkan acuan studi banding (b) Melaksanakan perbandingan kinerja suatu teknologi b Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 2.315 PELAKSANA Perekayasa Pertama Lembar kerja Lembar kerja Surat Keputusan 0. Melaksanakan Pengujian (a) Menyajikan beberapa alternatif jenis peralatan pengujian (b) Menentukan peralatan perolehan data (c) Menentukan peralatan pengolah data (d) Memberikan metoda dan strategi pengujian (e) Memberikan metoda interpretasi hasil pengujian 5).301 2. Melaksanakan perhitungan (a) Melaksanakan penurunan persamaan matematik/modelling (b) Melaksanakan deskritisasi persamaan (c) Memberikan metoda pemecahan persamaan 4).NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN (b) Melaksanakan penyelidikan kesesuaian dengan paramater kelayakan 12).

180 Perekayasa Muda 0.248 0.067 Perekayasa Muda 40 .068 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0. diskusi.392 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0.241 PELAKSANA Perekayasa Muda Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik (c) Melaksanakan penurunan hasil observasi menjadi Lembar kerja model matematika 7). Melaksanakan observasi (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran observasi (b) Menetapkan metoda observasi SATUAN HASIL Lembar kerja ANGKA KREDIT 0. Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Materi presentasi Ketua Kelompok (Group Leader ) secara berkala (Pemaparan.175 0. dan penyimpulan hasil) 0. Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi (a) Menetapkan persyaratan kelayakan Lembar Instruksi Teknik (b) Melaksanakan pemilihan parameter kelayakan Lembar Instruksi Teknik (c) Menetapkan model yang akan dipakai sebagai Lembar Instruksi acuan Teknik 11).247 0.314 Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0.240 0.343 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0. Melaksanakan modifikasi produk (a) Memberikan metoda modifikasi produk Lembar Instruksi Teknik (b) Memberikan metoda perbaikan (repair ) produk Lembar Instruksi Teknik 9).192 0.215 Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0. Melaksanakan perawatan produk 9) M l k k t d k (a) Memberikan metoda perawatan produk Lembar Instruksi Teknik (b) Memberikan metoda perbaikan menyeluruh (over Lembar Instruksi Teknik haul ) produk 10).249 0. Mempersiapkan bahan presentasi laporan hasil Materi presentasi kegiatan Paket Kerja (Work Package ) yang dipimpinnya 2).245 0. Menetapkan acuan banding Lembar Instruksi Teknik b Menyelenggarakan pertemuan dan memimpin diskusi Lembar Keputusan (decission sheet ) dengan para Staf Perekayasa (Engineering Staff ) tentang pekerjaan mereka c Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Ketua Kelompok (Group Leader ) 1).269 0.400 0.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN (c) Melaksanakan penurunan hasil explorasi menjadi model matematika 6). Melaksanakan pengukuran (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran Lembar Instruksi Teknik pengukuran (b) Menetapkan metoda pengukuran Lembar Instruksi Teknik (c) Melaksanakan penurunan hasil pengukuran Lembar kerja menjadi model matematika 8).221 0.

000 PELAKSANA Perekayasa Pertama/Muda Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar Keputusan (decission sheet ) Lembar Keputusan (decission sheet ) 0.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN d Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 3. Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah perawatan b Mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan melakukan iterasi teknis diantara kelompok (group ) yang terkait c Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu.420 0.400 Perekayasa Madya 0. dan pengadaan barang sesuai dengan struktur rincian kerja (WBS).525 0.390 1.600 Perekayasa Madya 41 . Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) a Mengkombinasikan hasil-hasil dari seluruh Paket Pekerjaan (WP) yang berada di bawahnya dalam kelompok keilmuan/keahliannya 1). pendanaan. Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah testing 3). Melaksanakan sub-integrasi produk s truktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah explorasi 4).420 0. Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah observasi 5) Melaksanakan sub-integrasi produk WBS untuk masalah pengukuran 6).525 0. Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah modifikasi 7). Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah disain 2).200 Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya 0.420 0.nya dengan melakukan iterasi yang terkait dengan ketersediaan aliran pendanaan d Membuat perencanaan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Manajer Program (Program Manager ) SATUAN HASIL Surat Keputusan ANGKA KREDIT 2.428 Perekayasa Madya e Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada Lembar Usulan spesifikasi teknis Manajer Program (Program Manager ) f Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan secara berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Program Director dan dihadiri oleh Insinyur Kepala (Chief Engineer ) dan Manajer Program (Program manager ) 1).330 Perekayasa Madya Kontrak kerjasama 0. Mempersiapkan materi presentasi laporan hasil Materi presentasi kegiatan struktur rincian kerja (WBS ) yang dipimpinnya 0.420 0.

Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager) a Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan bersama dengan Manajer Program (Program Manager). dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program 2).167 Perekayasa Muda Lembar kerja 0.140 Perekayasa Muda Lembar kerja 0. 1).000 Perekayasa Muda/Madya Lembar Kerja 0.100 2. Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang Lembar kerja 0. Manajer Program (Program Manager) a Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan. Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Draft PCM report Kemajuan Kegiatan (PCM ) bersama Manajer Program (Program Manager ) 2).164 Perekayasa Muda e Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana 1).160 0. Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan. Mengusulkan metoda pengendalian proyek.180 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda b Menyiapkan draft kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain Draft kontrak bersama Manajer Program (Program Manager ) c Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola Lembar kerja anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader ) bersama Manajer Program (Program Manager ) d Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Ketua Kelompok (Group Leader ) bersama Manajer Program (Program Manager ) 1). diskusi dan kesimpulan) g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 4.120 PELAKSANA Perekayasa Madya Surat Keputusan 2.000 Perekayasa Muda Perekayasa Muda 42 .NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN 2). Menyusun draft laporan kemajuan program dari segi Draft Laporan waktu dan dana f Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau Surat Keputusan berbahaya 5. Mengusulkan rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja 2).239 0.565 Perekayasa Muda 0. 1). Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Kepala Program (Program Director ) secara berkala (paparan. Merencanakan jadwal pendanaan program yang telah ditetapkan 0. SATUAN HASIL Materi presentasi ANGKA KREDIT 0.

930 1.120 Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya f Membentuk Organisasi Fungsional Program bersama Kepala Lembar Keputusan (decission sheet ) Program (Program Director ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 6.240 0.080 0. Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang e Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana 1).810 0.500 Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya 43 . Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (PCM ) 2).328 Perekayasa Madya PCM Report Materi presentasi materi presentasi 0.359 0. Asisten Insinyur Kepala (Asistant Chief Engineer) a Menyiapkan draft Engineering/ Test/ Production manual 1).000 Perekayasa Madya 1.800 Perekayasa Madya 2. Mempresentasikan laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana di hadapan Kepala Program (Program Director ) secara berkala SATUAN HASIL Lembar Instruksi Teknik Lembar kerja Kontrak kerjasama Lembar kerja ANGKA KREDIT 0.325 PELAKSANA Perekayasa Madya 0. Menyiapkan draft buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) 2). mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja 2).NO UNSUR SUB UNSUR (a) BUTIR KEGIATAN Memberikan metoda pengendalian proyek. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program (b) Membuat rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan. Menyiapkan draft buku acuan produksi (Production Manual ) Engineering Test Manual Production Manual Production Manual Surat Keputusan 0. Menyusun Laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana 3).334 Perekayasa Madya Lembar Keputusan (decission sheet ) 0. b Menetapkan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain c Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader ) d Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Group Leader 1).478 0.360 Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Lembar Keputusan (decission sheet ) 0. Menyiapkan draft buku acuan pengujian (Test Manual ) 3).

000 PELAKSANA Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Lembar Keputusan (decission sheet ) 0. berkoordinasi dengan para Kepala Unit Struktural yang terlibat dalam program Lembar Kerja Lembar Kerja Surat Keputusan ANGKA KREDIT 0.473 0. untuk mendiskusikan hasil . Memberikan supervisi teknis untuk penyelarasan kinerja secara rutin 2).240 1.000 Perekayasa Utama Perekayasa Madya 44 . 2) Mendiskusikan dan menetapkan Sumber Daya Manusia Draft SK Tim Kerja yang terlibat dalam program dengan para Kepala Unit Struktural c Mengevaluasi dan menyetujui usulan spesifikasi teknis barang yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader) d Mengintegrasikan hasil-hasil dari seluruh WBS ditinjau dari kualitas teknik pemenuhan Design.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL b Mengusulkan personil yang sesuai serta klarifikasi dan sandi Lembar Kerja kerja (job code ) c Mengusulkan rencana waktu keterlibatan personil dalam tiap Lembar Kerja prorgram d Menyiapkan pertemuan dalam rangka koordinasi kerja e Memantau pelaksanaan program bersama Insinyur Kepala (Chief Engineer ) f Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 7.400 Perekayasa Utama Perekayasa Utama 3). Memberikan saran perbaikan. Melakukan optimasi desain (trade-off ) terhadap kondisi Lembar Keputusan (decission sheet ) batas yang masih bisa dinegosiasi diantara struktur rincian kerja (WBS ) dan prioritasi hasil-hasil struktur rincian kerja (WBS ) untuk mendapatkan produk akhir yang paling sesuai pada akhir tahun anggaran e Mempresentasikan hasil kegiatan secara teknis di hadapan kepala program secara berkala f Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Materi presentasi Surat Keputusan 0.573 Perekayasa Utama 0.610 0 610 Perekayasa Utama Perekayasa Utama 0.960 0. Requirement.350 2. and Objective (DR&O) 1).733 Perekayasa Utama 0.207 2.hasil program secara berkala Lembar Instruksi Teknik Lembar Keputusan (decission sheet ) Lembar Keputusan (decission sheet ) 0. Insinyur Kepala (Chief Engineer) a Membentuk Organisasi Program bersama Kepala Program (Program Director ) dan Manajer Program (Program Manager ) b Membuat perencanaan SDM yang sesuai kebutuhan.800 Perekayasa Utama 1).300 0. alternatif teknik yang lain pada pertemuan diskusi dengan para Ketua Kelompok (Group Leader )secara bersama atau sendiri-sendiri. Merencanakan waktu keterlibatan personil dalam tiap Lembar Kerja program 2).300 0.

100 PELAKSANA Perekayasa Utama 8. tahap rinci (Detail ). Melaporkan jalannya program serta mempertanggung jawabkan hasil program kepada kepala unit struktural (pimpinan terkait) yang memberi pekerjaan secara berkala e Mensosialisasikan hasil program kepada para Stakeholders terkait untuk dilakukan Uji Operasional dan Evaluasi 1). Pelaksanakan penyusunan Pedoman dan Pembuatan Laporan dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan 1. Memberikan presentasi mengenai program berjalan 2). Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Program (Program Manual) a. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) mempersiapkan buku acuan program (Program Manual ) Program Manual Surat Keputusan 0. Memberikan saran-saran pada setiap fasa penelaahan Lembar Instruksi Teknik program (program review ): tahap persiapan (Preliminary ).577 Perekayasa Utama 2.304 0. menentukan jumlah struktur rincian kerja (WBS ) dan jumlah paket pekerjaan (WP) untuk setiap struktur rincian kerja (WBS ) b Mengangkat personil-personil yang terlibat dalam program Surat Keputusan serta pejabat-pejabat fungsional atas usulan Insinyur Kepala (Chief Engineer ).384 Perekayasa Utama d Memantau jalannya program 1). Memperagakan hasil-hasil program Materi presentasi Materi presentasi 0.640 Perekayasa Utama 45 .000 Perekayasa Utama 2.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT 1.540 Perekayasa Utama 0.431 Perekayasa Utama Perekayasa Utama Benda kerja/ Lembar benda Kerja (Product Working sheet ) f Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak Atas Dokumen HAKI Kekayaan Inteletual di hadapan yang berwenang g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya B. tahap kritis (Critical ) dan tahap akhir (Final ) 2). Kepala Program (Program Director ) a Melakukan perencanaan program bersama Pengelola Lembar Kerja Program (Program Manager ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) membentuk organisasi program. Program Manajer (Program Manager ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) Lembar Keputusan (decission sheet ) 1.473 Perekayasa Utama 0.220 Perekayasa Utama 0. dan Program Manajer (Program Manager ) c Mendiskusikan jalannya program ditinjau dari segi teknik ketepatan waktu dan pendanaan secara berkala bersama para Ketua Kelompok (Group Leader ).

Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan pengujian (Test Manual ) 2). Menyusun Production manual yang terdiri dari production method. Menyusun Pedoman Pelaksanaan Desain (Design Manual ) yang terdiri dari Design. Menyusun buku acuan pengujian (Test manual ) 1).100 Perekayasa Utama Perekayasa Utama 46 .990 Perekayasa Madya Test manual Test manual 1. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan desain (Design Manual) b. and deploy system. engineering test scheduling 1). test article system. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) 3). Design Scheduling a. Requirement. instrument system. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) b.760 1. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) memeriksa buku acuan pengujian (Test Manual ) 3). Menyusun Pedoman Pelaksanaan Kerekayasaan/ Pengujian/ Produksi (Engineering/ Test/ Production Manual ) a. t t t ti l t t t ti d t l i integration. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan pengujian (Test Manual ) c. State of The Art Method . Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa buku acuan program (Program Manual ) c. production scheduling. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) 2).760 1. product scheduling SATUAN HASIL Program Manual Program Manual ANGKA KREDIT 1.760 Perekayasa Utama 1. product integration.990 Perekayasa Madya 1. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) memeriksa buku acuan desain (Design Manual ) c. parameter definition. and Objective (DR&O) .100 Perekayasa Madya Perakayasa Utama Perekayasa Utama Engineering Manual Engineering Manual Engineering Manual 0.990 1. Menyusun Engineering Manua l yang terdiri dari test objective. Mean of Compliance .980 2. small assembly. sub assembly. test method. data analysis.100 Perekayasa Utama Test manual 0.640 PELAKSANA Perekayasa Madya Perekayasa Utama Design Manual Design Manual Design Manual 0.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN b. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan desain (Design Manual ) 3. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan program (Program Manual ) 2. test operation. Engineering Drawing and Documentation.

Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff ) mempersiapkan catatan teknis (TN ) Technical Notes 1. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan produksi (Production Manual ) 2). Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader ) memeriksa catatan Technical Notes tenis (TN ) c.107 0. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Group Leader) memeriksa Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) c.990 PELAKSANA Perekayasa Madya Production Manual 1.100 Perekayasa Utama 0. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui dokumen teknis (Technical Document ) Technical Report/ Memorandum Technical Report/ Memorandum Technical Notes 0. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan produksi (Production Manual ) SATUAN HASIL Production Manual ANGKA KREDIT 0. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan dokumen teknis (Technical Document ) b.613 Perekayasa Utama Technical Document Technical Document Technical Document 0. Menyusun Laporan Teknis (Technical Report) a tau revisi laporan teknis (Technical Memorandum) yang merupakan hasil dari kegiatan leader dengan acuan laporan teknis (Technical Report ) dari para staf Perekayasa (Engineering Staff ) yang terlibat a.769 0. Menyusun dokumen teknis (Technical Document ) yang merupakan hasil kerja Ketua Sub Kelompok (Group Leader ) yang merupakan rangkuman hasil-hasil Peket Pekerjaan (WP ) yang terkait dengan acuan laporan teknis (Technical Report ) yang dihasilkan a.367 Perekayasa Muda 0.190 0.760 Perekayasa Utama 3). Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) menyetujui catatan teknis (TN ) 5. Menyusun catatan teknis (Technical Notes) . yaitu menuliskan hasil-hasil kerja dari setiap staf Perekayasa (Engineering Staff) setiap saat dari kegiatan yang dilakukan a. Sebagai Kepala Program (Program Director ) Production Manual menyetujui buku acuan produksi (Production Manual ) 4. Sebagai Ketua Kelompok (Leader) mempersiapkan Laporan Technical Report/ Memorandum Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) b.089 Perekayasa Madya Perekayasa Utama Perekayasa Utama 47 . Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer )memeriksa dokumen teknis (Technical Document ) c.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN 1).525 Perekayasa Madya 0.493 2.518 Perekayasa Pertama Perekayasa Muda Perekayasa Madya b. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) menyetujui Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) 6.

Penyebarluasan produk Teknologi Sesuai dengan Tugas dalam Program yang Sedang Berjalan 1. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan nasional c. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) mempersiapkan (Program Document ) b.320 Perekayasa Madya 0. Membuat karya tulis di bidang kerekayasaan a. Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa laporan akhir program (Program Document ) c.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN 7.000 Perekayasa Utama 15 10 12. Menyusun laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ).300 2. Mendayagunakan produk teknologi yang memperoleh HAKI Dokumen (kecuali merk) 2.300 Perekayasa Utama Perekayasa Madya Perekayasa Utama Progress Control and Monitoring Progress Control and Monitoring 1.330 0 330 Perekayasa Madya c. Membuat Program Document yang merupakan integrasi hasilhasil kerja setiap Group Leader yang terlibat dengan acuan pada seluruh Technical Document yang dihasilkan a. Sebagai Manajer Program (Program Manager ) mempersiapkan laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) b. yaitu membukukan dan merangkum hasil kerja Manajer Program (Program Manager ) dan Asisten Manajer Program (Asisten Program Manager ) dalam bentuk dokumen yang meliputi evaluasi program terhadap dana serta perubahan-perubahannya a.200 Perekayasa Utama 2. Dalam bentuk makalah di majalah dan media masa nasional Makalah yang diakui instansi pembina e. Dalam bentuk makalah di majalah ilmiah internasional Buku Buku Makalah 2. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui laporan akhir program (Program Document ) 8. Mendayagunakan produk teknologi terjual & memperoleh royalti Dokumen 48 .5 6 1 10 5 Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang d. b Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA Program Document Program Document Program Document 3. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan internasional b. Pendayagunaan produk Teknologi 1.475 3. Dalam bentuk makalah yang dipresentasikan pada Makalah pertemuan ilmiah yang tidak dipublikasikan B. Sebagai Kepala Program menyetujui laporan pemantauan Progress Control dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and and Monitoring Monitoring ) 9. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau Surat Keputusan berbahaya III PENGEMBANGAN PROFESI A.

Nasional c. Penerjemahan/Penyaduran Buku 1. Keanggotaan dalam Organisasi Profesi di bidang Kerekayasaan 1. Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan D.75 0. Menerjemahkan/menyadur di bidang teknologi yang tidak dipublikasikan : a. Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota/Departemen/LPND Dokumen 0. setiap tahun a. Internasional b. Pengajar/Pelatih di Bidang Kerekayasaan 1.5 Sertifikat Sertifikat Sertifikat 3 2 1 Surat Keputusan Surat Keputusan 1 0. Mengajar/melatih Diklat. Membimbing siswa Surat Tugas 2 3. Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan SATUAN HASIL Dokumen ANGKA KREDIT 5 PELAKSANA Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Semua Jenjang Memperoleh sertifikat profesional di bidang kerekayasaan (dinilai 1 x per jenis) Sertifikat 3 E. Peran serta dalam Seminar/ Lokakarya/ Konferensi di bidang kerekayasaan C.04 Semua Jenjang Semua Jenjang Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang 2. Dalam bentuk buku b. Dalam bentuk makalah IV. Moderator/pembahas/narasumber 3. Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan. Peserta Berperan aktif sebagai anggota organisasi profesi. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya a. KEGIATAN PENUNJANG A.NO UNSUR SUB UNSUR C. Menyusun kurikulum/buku/diktat/modul berkaitan dengan pelatihan kegiatan kerekayasaan B. Keanggotaan dalam Tim Penilai Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa secara PAK aktif. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh lembaga yang berwenang 2.5 0. Perolehan Penghargaan/Tanda Jasa Tanda Jasa 1 Semua Jenjang 49 . setiap DUPAK Menjadi anggota Mitra Bestari (Peer Review ). setiap Surat Keputusan 1. per 2 Jam Pelajaran Tiap buku Tiap buku 2 1 Semua Jenjang Semua Jenjang Tiap buku Tiap buku Surat Tugas 1 0. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. 10 Tahun Surat Keputusan 2 E. Menerjemahkan/menyadur di bidang kerekayasaan yang dipublikasikan : dan Bahan Lain di Bidang Kerekayasaan a.04 Semua Jenjang Semua Jenjang Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Semua Jenjang D. Pemrasaran 2.5 0. Perolehan Sertifikat Profesi BUTIR KEGIATAN Menyusun Petunjuk Pelaksanaan.

1. 3. 20 Tahun c. 30 Tahun Satyalancana Pembangunan Satyalancana Wirakarya Bintang Jasa Bintang Mahaputera. Pasca Sarjana ( S-2 ) b. 4. ANGKA KREDIT 2 3 4 4 6 8 15 10 15 PELAKSANA Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang 50 . Doktor ( S-3 ) SATUAN HASIL Tanda Jasa Tanda Jasa Tanda Jasa Tanda Jasa Tanda Jasa Tanda Jasa Penghargaan Ijazah Ijazah F. Perolehan Gelar Kesarjanaan lainnya 2. Memperoleh gelar kehormatan akademis.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN b. 5. setiap gelar Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya a. 2.

Lamanya 31 ... pengembangan. SUB UNSUR DAN BUTIR KEGIATAN 2 PENDIDIKAN Pendidikan Sekolah dan Memperoleh Gelar/Ijazah A 1.CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA Nomor: INSTANSI : LAMPIRAN VI MASA PENILAIAN : Bulan ……Tahun ... perekayasaan dan pengoperasian 1.. Lamanya 641 – 960 jam 2.. Magister (S2) 3. Lamanya 10 . (a) Menetapkan tujuan dan kebutuhan desain ( Design Requirement and Objective) (b) Menyusun filosofi rancang bangun (c) Menetapkan metoda yang digunakan Melaksanakan desain awal 2). Lamanya 161 – 480 jam 4.80 jam 6..... Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff) a. Lamanya 481 – 640 jam 3. L-VI-1 .30 jam 7. s/d Bulan…… Tahun .. 5). Doktor (S3) 2. I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 II KETERANGAN PERORANGAN Nama NIP Nomor Seri Kartu Pegawai Tempat dan Tanggal Lahir Jenis Kelamin Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya Pangkat/Golongan Ruang/TMT Jabatan Fungsional/TMT Masa Kerja golongan lama Masa Kerja golongan baru Unit Kerja UNSUR YANG DINILAI : : : : : : : : : : : No 1 I UNSUR . Melaksanakan Desain rinci (a) Melaksanakan iterasi hasil desain awal (b) Mengoptimasi hasil desain awal (c) Melaksanakan konfigurasi desain rinci (d) Menetapkan konfigurasi Melaksanakan perhitungan (a) Melaksanakan perhitungan pendekatan awal (b) Melaksanakan perhitungan analitik rinci (c) Melaksanakan komputasi numerik Melaksanakan pengujian (a) Menetapkan konfigurasi pengujian (b) Membuat benda uji (c) Menetapkan sistem penginderaan pengujian ANGKA KREDIT MENURUT INSTANSI PENGUSUL TIM PENILAI LAMA BARU JUMLAH LAMA BARU JUMLAH 3 4 5 6 7 8 II 4). C Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan golongan III KEGIATAN KEREKAYASAAN A Pelaksanakan kegiatan penelitian terapan. (a) Merekayasa bentuk konfigurasi (b) Mengkalkulasi kinerja awal (c) Membuat gambar teknis (Engineering Drawing) awal 3). Sarjana (S1) B Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Kegiatan kerekayasaan dan Memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) Lamanya lebih dari 960 jam 1... Melaksanakan kegiatan Kerekayasaan Melaksanakan desain konseptual 1). Lamanya 81 – 160 jam 5.

(a) Memberikan metoda optimasi (b) Mensintesiskan hasil desain awal menjadi desain rinci 3). (e) Melaksanakan operasi pengujian (f) Menganalisis data (g) Menginterpretasi hasil uji Melaksanakan explorasi (a) Menetapkan instrumentasi explorasi (b) Menetapkan sasaran explorasi (c) Melaksanakan explorasi (d) Menganalisis data explorasi (e) Menginterpretasi hasil explorasi Melaksanakan observasi (a) Menetapkan instrumentasi observasi (b) Menetapkan sasaran observasi (c) Melaksanakan observasi (d) Menganalisis data observasi (e) Menginterpretasi hasil observasi Melaksanakan pengukuran (a) Menetapkan instrumentasi pengukuran (b) Menetapkan sasaran pengukuran (c) Melaksanakan pengukuran (d) Menganalisis data pengukuran (e) Menginterpretasi hasil pengukuran Melaksanakan modifikasi produk (a) Melaksanakan repair (perbaikan) produk (b) Melaksanakan modifikasi produk Melaksanakan perawatan produk (a) Melaksanakan perawatan rutin (harian) produk (b) Melaksanakan perawatan berkala produk (c) Melaksanakan perbaikan menyeluruh (over haul ) produk Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi (a) Menetapkan parameter kelayakan (b) Melaksanakan penyelidikan kesesuaian dengan paramater kelayakan Melaksanakan studi banding sistem teknologi (a) Menetapkan acuan studi banding (b) Melaksanakan perbandingan kinerja suatu teknologi ( ) p g j g 8). (c) Memberikan metoda iterasi desain Melaksanakan perhitungan (a) Melaksanakan penurunan persamaan matematik/modelling (b) Melaksanakan deskritisasi persamaan (c) Memberikan metoda pemecahan persamaan Melaksanakan Pengujian (a) Menyajikan beberapa alternatif jenis peralatan pengujian (b) Menentukan peralatan perolehan data (c) Menentukan peralatan pengolah data (d) Memberikan metoda dan strategi pengujian (e) Memberikan metoda interpretasi hasil pengujian Melaksanakan explorasi (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran explorasi (b) Menetapkan metoda explorasi (c) Melaksanakan penurunan hasil explorasi menjadi model matematika Melaksanakan observasi (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran observasi (b) Menetapkan metoda observasi 4). 10). L-VI-2 . 5). Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) Memberikan supervisi kepada para Engineering Staff dalam: a Melaksanakan desain konseptual/ awal 1). 9). 6). 12). 11). 7). (a) Memberikan beberapa alternatif metoda desain (b) Menetapkan metoda kalkulasi (c) Menilai hasil desain awal Melaksanakan desain rinci 2). b 2.(d) Menetapkan sistem perolehan dan pengolahan data 6).

nya dengan melakukan iterasi yang terkait d k t di Membuat perencanaanlikontrak d kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Manajer Program (Program Manager ) Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada Manajer Program (Program Manager ) Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan secara berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Program Director dan dihadiri oleh Insinyur Kepala (Chief Engineer ) dan Manajer Program (Program manager ) 1). pendanaan. Mempersiapkan materi presentasi laporan hasil kegiatan struktur rincian kerja (WBS ) yang dipimpinnya Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Kepala Program (Program Director ) secara berkala (paparan. 7). 3). diskusi. 5) 6). Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi (a) Menetapkan persyaratan kelayakan (b) Melaksanakan pemilihan parameter kelayakan (c) Menetapkan model yang akan dipakai sebagai acuan 11). 2). Menetapkan acuan banding Menyelenggarakan pertemuan dan memimpin diskusi dengan para Staf Perekayasa (Engineering Staff ) tentang pekerjaan mereka Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Ketua Kelompok (Group Leader ) 1).(c) 7). 9). Melaksanakan modifikasi produk (a) Memberikan metoda modifikasi produk (b) Memberikan metoda perbaikan (repair ) produk Melaksanakan perawatan produk (a) (b) b Memberikan metoda perawatan produk Memberikan metoda perbaikan menyeluruh ( over haul ) produk 10). 2). Mempersiapkan bahan presentasi laporan hasil kegiatan Paket Kerja (Work Package ) yang dipimpinnya Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Ketua Kelompok (Group Leader ) secara berkala (Pemaparan. 4). diskusi dan kesimpulan) c d e f g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya L-VI-3 . dan pengadaan barang sesuai dengan struktur rincian kerja (WBS). Melaksanakan penurunan hasil observasi menjadi model matematika Melaksanakan pengukuran (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran pengukuran (b) Menetapkan metoda pengukuran (c) Melaksanakan penurunan hasil pengukuran menjadi model matematika 8). (WBS ) untuk masalah disain 2). b Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah testing Melaksanakan sub-integrasi produk s truktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah explorasi Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah observasi Melaksanakan sub-integrasi produk WBS untuk masalah pengukuran Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah modifikasi Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah perawatan Mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan melakukan iterasi teknis diantara kelompok (group ) yang terkait Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu. dan penyimpulan hasil) c d 3 Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) Mengkombinasikan hasil-hasil dari seluruh Paket Pekerjaan a (WP) yang berada di bawahnya dalam kelompok b d b h d l k l k keilmuan/keahliannya Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja 1).

mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang d 2). b c Menyiapkan draft kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Manajer Program (Program Manager ) Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader ) bersama Manajer Program (Program Manager ) Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Ketua Kelompok (Group Leader ) bersama Manajer Program (Program Manager ) 1). Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager) a Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan bersama dengan Manajer Program ( Program Manager). 2). Mengusulkan metoda pengendalian proyek. 1). melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan. (b) b c Menetapkan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader ) Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Group Leader 1).4. 1). e Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana 1). dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program Mengusulkan rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. 2). Merencanakan jadwal pendanaan program yang telah ditetapkan (a) Memberikan metoda pengendalian proyek. mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang d 2). Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Manajer Program ( (Program Manager) j g g g ) a Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program Membuat rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. 3). Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (PCM ) bersama Manajer Program (Program Manager ) Menyusun draft laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana 2). Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan. e Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana 1). Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (PCM ) Menyusun Laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana Mempresentasikan laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana di hadapan Kepala Program ( Program Director ) secara berkala f Membentuk Organisasi Fungsional Program bersama Kepala Program (Program Director ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya g L-VI-4 . f 5.

Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Insinyur Kepala (Chief Engineer) a Membentuk Organisasi Program bersama Kepala Program (Program Director ) dan Manajer Program (Program Manager ) b Membuat perencanaan SDM yang sesuai kebutuhan. and Objective (DR&O) 1). Asisten Insinyur Kepala (Asistant Chief Engineer) a Menyiapkan draft Engineering/ Test/ Production manual 1). alternatif teknik yang lain pada pertemuan diskusi dengan para Ketua Kelompok (Group Leader )secara bersama atau sendiri-sendiri.6. tahap kritis (Critical ) dan tahap akhir (Final ) Melaporkan jalannya program serta mempertanggung jawabkan hasil program kepada kepala unit struktural (pimpinan terkait) yang memberi pekerjaan secara berkala c d 2). 2). 2). Memberikan saran-saran pada setiap fasa penelaahan program (program review ): tahap persiapan (Preliminary ). Kepala Program (Program Director ) Melakukan perencanaan program bersama Pengelola Program a (Program Manager ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) membentuk organisasi program.hasil program secara berkala d 3). tahap rinci (Detail ). Melakukan optimasi desain (trade-off ) terhadap kondisi batas yang masih bisa dinegosiasi diantara struktur rincian kerja (WBS ) dan prioritasi hasil-hasil struktur rincian kerja (WBS ) untuk mendapatkan produk akhir yang paling sesuai pada akhir tahun anggaran e f Mempresentasikan hasil kegiatan secara teknis di hadapan kepala program secara berkala Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 8. L-VI-5 . dan Program Manajer (Program Manager ) Mendiskusikan jalannya program ditinjau dari segi teknik ketepatan waktu dan pendanaan secara berkala bersama para Ketua Kelompok (Group Leader ). Memberikan supervisi teknis untuk penyelarasan kinerja secara rutin Memberikan saran perbaikan. 3). Program Manajer (Program Manager ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) Memantau jalannya program 1). Merencanakan waktu keterlibatan personil dalam tiap program c Mendiskusikan dan menetapkan Sumber Daya Manusia yang terlibat dalam program dengan para Kepala Unit Struktural Mengevaluasi dan menyetujui usulan spesifikasi teknis barang yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader) Mengintegrasikan hasil-hasil dari seluruh WBS ditinjau dari kualitas teknik pemenuhan Design. 2). b c d e f Menyiapkan draft buku acuan kerekayasaan (Engineering Menyiapkan draft buku acuan pengujian (Test Manual ) Menyiapkan draft buku acuan produksi (Production Manual ) Mengusulkan personil yang sesuai serta klarifikasi dan sandi kerja (job code ) Mengusulkan rencana waktu keterlibatan personil dalam tiap prorgram Menyiapkan pertemuan dalam rangka koordinasi kerja Memantau pelaksanaan program bersama Insinyur Kepala (Chief Engineer ) 7. berkoordinasi dengan para Kepala Unit Struktural yang terlibat dalam program 1). menentukan jumlah struktur rincian kerja (WBS ) dan jumlah paket pekerjaan ( WP) untuk setiap struktur rincian kerja (WBS ) b Mengangkat personil-personil yang terlibat dalam program serta pejabat-pejabat fungsional atas usulan Insinyur Kepala (Chief Engineer ). untuk mendiskusikan hasil . Requirement.

3). product scheduling 1). Menyusun catatan teknis (Technical Notes) . Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff ) mempersiapkan catatan teknis (TN ) Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader ) memeriksa catatan tenis (TN ) Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) menyetujui catatan teknis (TN ) L-VI-6 . Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) mempersiapkan buku acuan program (Program Manual ) Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa buku acuan program (Program Manual ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan program (Program Manual ) Menyusun Pedoman Pelaksanaan Desain (Design Manual ) yang terdiri dari Design. sub assembly. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan produksi (Production Manual ) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan produksi (Production Manual ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan produksi (Production Manual ) 2).e Mensosialisasikan hasil program kepada para Stakeholders terkait untuk dilakukan Uji Operasional dan Evaluasi 1). Menyusun Engineering Manual yang sekurang-kurangnya terdiri dari Tujuan Kerekayasaan (Engineering Objective). b. prototyping dan atau audit teknologi. Menyusun Pedoman Pelaksanaan Kerekayasaan/ Pengujian/ Produksi (Engineering/ Test/ Production Manual ) a. b. c. Memberikan presentasi mengenai program berjalan Memperagakan hasil-hasil program f Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak Atas Kekayaan Inteletual di hadapan yang berwenang Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya g B. yaitu menuliskan hasilhasil kerja dari setiap staf Perekayasa (Engineering Staff) setiap saat dari kegiatan yang dilakukan a. dan atau sertifikasi. metoda kerekayasaan (Engineering Method). definisi parameter (parameter definition) penjadwalan (scheduling) untuk kegiatan definition). Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan desain (Design Manual) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) memeriksa buku acuan desain (Design Manual ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan desain (Design Manual ) 3. 2). c. c. Pelaksanakan penyusunan Pedoman dan Pembuatan Laporan dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan 1. 2. b. dan atau standarisasi 1). and Objective (DR&O) . 2). Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) memeriksa buku acuan pengujian (Test Manual ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan pengujian (Test Manual ) c. Requirement. Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Program (Program Manual) a. production scheduling. 3). State of The Art Method . Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan kerekayasaan ( Engineering Manual ) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan kerekayasaan ( Engineering Manual ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) 2). Menyusun buku acuan pengujian ( Test manual ) 1). Design Scheduling a. b. 3). Menyusun Production manual yang terdiri dari production method. Mean of Compliance . small assembly. Engineering Drawing and Documentation. product integration. 4.

Dalam bentuk makalah di majalah dan media massa nasional yang diakui instansi pembina e. Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan. c. III Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya PENGEMBANGAN PROFESI A. Membuat karya tulis di bidang kerekayasaan a. Mendayagunakan produk teknologi terjual & memperoleh royalti C. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan nasional c. Menyusun Laporan Teknis (Technical Report) a tau revisi laporan teknis (Technical Memorandum) yang merupakan hasil dari kegiatan leader dengan acuan laporan teknis (Technical Report ) dari para staf Perekayasa (Engineering Staff ) yang terlibat a. Penyebarluasan produk Teknologi Sesuai dengan Tugas dalam Program yang Sedang Berjalan 1.5. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) mempersiapkan (Program Document ) Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa laporan akhir program (Program Document ) 8. b. Sebagai Manajer Program (Program Manager ) mempersiapkan laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) Sebagai Kepala Program menyetujui laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan ( Progress Control and Monitoring ) b. B. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan internasional b. 9. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui laporan akhir program (Program Document ) Menyusun laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) yaitu membukukan dan ). Membuat Program Document yang merupakan integrasi hasil-hasil kerja setiap Group Leader yang terlibat dengan acuan pada seluruh Technical Document yang dihasilkan a. 7. Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan L-VI-7 . Sebagai Ketua Sub Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan dokumen teknis (Technical Document ) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer )memeriksa dokumen teknis (Technical Document ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui dokumen teknis (Technical Document ) c. c. merangkum hasil kerja Manajer Program ( Program Manager ) dan Asisten Manajer Program (Asisten Program Manager ) dalam bentuk dokumen yang meliputi evaluasi program terhadap dana serta perubahan-perubahannya a. 6. Sebagai Ketua Kelompok (Leader) mempersiapkan Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) Sebagai Ketua Sub Kelompok (Group Leader) memeriksa Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) menyetujui Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) b. b. Dalam bentuk makalah yang dipresentasikan pada pertemuan ilmiah yang tidak dipublikasikan Pendayagunaan produk Teknologi 1. Dalam bentuk makalah di majalah ilmiah internasional d. Mendayagunakan produk teknologi yang memperoleh HAKI (kecuali merk) 2. Menyusun dokumen teknis (Technical Document ) yang merupakan hasil kerja Ketua Sub Kelompok (Group Leader ) yang merupakan rangkuman hasil-hasil Peket Pekerjaan (WP ) yang terkait dengan acuan laporan teknis (Technical Report ) yang dihasilkan a. c.

Membimbing siswa 2. 30 Tahun 2. b. Menerjemahkan/menyadur di bidang kerekayasaan yang dipublikasikan : a. Perolehan Gelar Kesarjanaan lainnya Memperoleh gelar kehormatan akademis. Pengajar/Pelatih di Bidang Kerekayasaan Mengajar/melatih Diklat. Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya 2. Keanggotaan dalam Tim Penilai Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa secara aktif. Nasional b. b. Bintang Jasa 4. Perolehan Penghargaan/Tanda Jasa Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun a. Pasca Sarjana ( S-2 ) a. Peserta 3. Keanggotaan dalam Organisasi Profesi di bidang Kerekayasaan Berperan aktif sebagai anggota organisasi profesi. setiap tahun Internasional a. setiap DUPAK Menjadi anggota Mitra Bestari (Peer Review ). c. D. a. Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota/Departemen/LPND c. F. setiap gelar 1. E. per 2 Jam Pelajaran 1. 2. Doktor ( S-3 ) b. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh lembaga yang berwenang Dalam bentuk buku Dalam bentuk makalah JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA E. 5. Butir kegiatan jenjang jabatan satu tingkat di atas / di bawah *) 1 2 3 4 5 6 7 8 JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG *) Dicoret yang tidak perlu L-VI-8 . KEGIATAN PENUNJANG A. setiap Surat Keputusan C. Satyalancana Pembangunan Satyalancana Wirakarya 3. IV. Peran serta dalam Seminar/ Lokakarya/ Konferensi di bidang kerekayasaan Pemrasaran 1. Bintang Mahaputera. 20 Tahun b. JUMLAH UNSUR PENUNJANG 1. Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan D. Perolehan Sertifikat Profesi Memperoleh sertifikat profesional di bidang kerekayasaan (dinilai 1 x per jenis) Penerjemahan/Penyaduran Buku dan Bahan Lain di Bidang Kerekayasaan 1. 3. Menyusun kurikulum/buku/diktat/modul berkaitan dengan pelatihan kegiatan kerekayasaan B. Moderator/pembahas/narasumber 2.Menyusun Petunjuk Pelaksanaan.

 6000 NIP. Catatan Penilai II ……………………… (Nama Penilai II ) NIP. (Nama Ketua Penilai ) NIP. ( Nama Penilai I ) NIP. V Catatan Tim Penilai Pusat: Catatan Penilai I ………………………… . Catatan Penilai II ………………………… . ( Nama Penilai I ) NIP. dan seterusnya 4. V Catatan Tim Penilai Instansi: Catatan Penilai I ………………………… . IV Catatan Pejabat Pengusul : …… 1. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi 3 Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang kerekayasaan 4 ………………………………………………………………………. ( jabatan ) (nama pejabat pengusul ) NIP. …… 3. ………………………… . Demikian disampaikan. Surat pernyataan melakukan kegiatan kerekayasaan 2. (Nama Penilai II ) NIP. bahwa seluruh dokumen yang dinilaikan tidak melanggar Hak atas Kekayaan Intelektual. Materei RP.III LAMPIRAN PENDUKUNG DUPAK : 1. Catatan Ketua ………………………… . Catatan Ketua ……………………… (Nama Ketua Penilai ) NIP. L-VI-9 . …… 2.

.......................................... :... :........... :....................................... :.......................................................................................................... .......................... Telah melakukan kegiatan kerekayasaan sebagai berikut : Nomor Butir Kegiatan 3 No 1 Uraian Kegiatan 2 Tanggal 4 Angka Kredit 5 Keterangan/ bukti fisik 6 1...... :..................... 3............................................................................................................................. :... 2..........................................................CONTOH : SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN KEREKAYASAAN LAMPIRAN VII SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN KEREKAYASAAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NIP Pangkat/golongan ruang Jabatan Unit kerja Menyatakan bahwa: Nama NIP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan Unit kerja :....... :..... L-VII-1 .. :............................ ......................................................................................................................................................... Atasan langsung ....................... dst Jumlah Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.......................................................................................................................................... :................................................................................ NIP...............

.............................................................. :............................................................... :............................... ..................................... L-VIII-1 ......................................................................................................................... Telah melakukan kegiatan pengembangan profesi sebagai berikut : No 1 Uraian Kegiatan 2 Nomor Butir Kegiatan 3 Tanggal 4 Angka Kredit 5 Keterangan/ Bukti Fisik 6 1............................................................ :. :............................... dst Jumlah Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya............... :.......................................................... 3.... :................................................................................... 2.........................................................................................................................................CONTOH : SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI LAMPIRAN VIII SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NIP Pangkat/golongan ruang Jabatan Unit kerja Menyatakan bahwa: Nama NIP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan Unit kerja :....................... :.................................................................................................. :............................................................ :.................................... NIP..................... ........... Atasan langsung ..........

....................... NIP......... :... :........................................................................... ............................ :.................... :........... :.......................... ..............................................CONTOH : SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG LAMPIRAN IX SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NIP Pangkat/golongan ruang Jabatan Unit kerja Menyatakan bahwa: Nama NIP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan Unit kerja :................................................. L-IX-1 ........................................................ .................................................. 3.......................... 2. Atasan langsung ........................... Telah melakukan kegiatan penunjang sebagai berikut : Nomor Butir Kegiatan 3 No 1 Uraian Kegiatan 2 Tanggal 4 Angka Kredit 5 Keterangan/ Bukti Fisik 6 1.................... :........ :....................................................................... dst Jumlah Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya...................................................................................................... :........................... :.......................................................................................................................................................................................... ..............

................................... ................................................................................. dst Jumlah Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya........` :.......... :................. No 1 Uraian Kegiatan 2 Nomor Butir Kegiatan 3 Tanggal 4 Angka Kredit 5 Keterangan/ Bukti Fisik 6 1................................................. Atasan langsung ................. :.................................................................................................................................................................................................... 2...................................................................................................... :..................... :................CONTOH : SURAT PERNYATAAN MENGIKUTI PENDIDIKAN LAMPIRAN X TELAH SURAT PERNYATAAN TELAH MENGIKUTI PENDIDIKAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NIP Pangkat/golongan ruang Jabatan Unit kerja Menyatakan bahwa: Nama NIP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan Unit kerja Telah mengikuti pendidikan sebagai berikut : :............................................. 3............... :......................................................................................... L-X-1 .............................. .............. :................................... ........................................................................ NIP....... :.................. :.................

........... Kepala Biro/ Bagian yang menangani Kepegawaian......... PENUNJANG Kegiatan Penunjang Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang Jumlah Pendidikan Sekolah dan Angka Kredit Penjenjangan III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN…………………....................... / TMT………………… ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN Up. NIP.................... 2.... Sekretariat Instansi Pembina ( Pusbindiklat BPPT )............................................. Sekretaris Tim Penilai yang bersangkutan... Utama 1) Pendidikan dan Pelatihan di bidang kegiatan kerekaysaan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan & Pelatihan (STTPP) Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Kegiatan Kerekayasaan Pengembangan Profesi 2) 3) 4) Jumlah Unsur Utama B.. / PANGKAT………………........ Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan..... 6... Deputi Bidang Informasi Kepegawaian BKN TEMBUSAN disampaikan kepada : 1.. Instansi / BKD yang bersangkutan ... Instansi : I KETERANGAN PERORANGAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 9 II N a m a NIP Nomor Seri KARPEG Pangkat / Golongan Ruang / TMT Tempat dan Tanggal Lahir Jenis Kelamin Pendidikan Tertinggi Jabatan Fungsional / TMT Lama Masa Kerja golongan Unit kerja L A M A B A R U JUMLAH Baru PENETAPAN ANGKA KREDIT I II Pendidikan Sekolah Angka Kredit Penjenjangan A......... 3............ pada tanggal... Perekayasa yang bersangkutan..... L-XI-1 ...... s/d ...................CONTOH : LAMPIRAN XI PENETAPAN ANGKA KREDIT PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : Masa penilaian : ................. 4..... Ditetapkan di.. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit 5.