KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI NOMOR 01/Kp/BPPT/I/2009 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL

PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/219/M.PAN/7/2008 Tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya, dan untuk menjamin adanya kesamaan persepsi dan keseragaman dalam penilaian dan penetapan angka kredit Jabatan Fungsional Perekayasa perlu ditetapkan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya berdasarkan Keputusan ini;

Mengingat

: 1. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); 2. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4219); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547); 4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil;

5. Keputusan . . .

-25. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2005; 6. Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2005; 7. Keputusan Presiden Nomor 144/M Tahun 2008; 8. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/219/M.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya; 9. Peraturan Bersama Menteri Negara Riset dan Teknologi dan Kepala Badan kepegawaian Negara Nomor 13/M/PB/VIII/2008 dan Nomor 22 TAHUN 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya; 10 Peraturan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Nomor 170/Kp/IV/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi; MEMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA. : Dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/219/M.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya, maka perlu ditetapkan Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya berdasarkan penetapan Keputusan ini. : Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya sebagaimana tersebut dalam DIKTUM PERTAMA di atas disusun dalam bentuk buku sebagaimana tersebut dalam lampiran Keputusan ini. KETIGA : . . .

PERTAMA

KEDUA

-3KETIGA : Ketentuan-ketentuan lain yang berkaitan dengan Jabatan Fungsional Perekayasa akan diatur dalam Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. : Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Nomor : 150/Kp/BPPT/V/2007, tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini maka akan diadakan perbaikan seperlunya. SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada yang berkepentingan untuk digunakan sebagaimana mestinya.

KEEMPAT

KELIMA

Ditetapkan di J a k a r t a pada tanggal 07 Januari 2009 KEPALA BADAN PENGKAJIAN PENERAPAN TEKNOLOGI, t.t.d

DAN

Dr. Ir. Marzan Aziz Iskandar

Sifat Organisasi Fungsional Kerekayasaan 3.2.3. Tipe Organisasi Fungsional Kerekayasaan 3. Peran Perekayasa menurut penjenjangannya 4. Akuntabilitas.3.6.1. Jenjang Perekayasa. Kode Etik Perekayasa 2.2. Jenjang Jabatan Fungsional Perekayasa 4. Organisasi Fungsional Kerekayasaan 3.1. Bidang Keilmuan untuk Perekayasa 2. Maksud dan Tujuan 1. Pangkat dan Golongan Ruang 4. Sejarah Jabatan Fungsional Perekayasa 1. Pola Matriks Organisasi Fungsional Kerekayasaan 3.4.5.6. Traceability & Facility) 4.6. Ketertelusuran dan Fasilitas (Accountability.4.1. Pertimbangan Utama Penyempurnaan 1.4.4. PERAN. Tugas Perekayasa Dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan 13 13 14 16 17 18 25 BAB IV JENJANG.1.2.3. Sistem Pelaporan dan Sistem Informasi dalam Kegiatan Kerekayasaan 36 36 72 BAB VI Pembinaan Karir Jabatan Fungsional Perekayasa 6. Bidang Keahlian Untuk Perekayasa 2.3.2. 3. Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai 31 31 32 33 34 34 35 BAB V KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA 5. Majelis Perekayasa 7 7 8 9 10 11 12 BAB III TATA KERJA KEREKAYASAAN 3. Penilaian Jabatan Fungsional Perekayasa 5.1.1. Kategori Kegiatan Kerekayasaan 2.5. Pengangkatan Pertama 79 79 . DAN TUGAS JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA 4. Tugas Perekayasa menurut penjenjangannya 4.5 Sistem Informasi & Pelaporan dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan. Pengertian Dasar dan Batasan Ilmiah 1 1 1 3 3 BAB II KEREKAYASAAN 2. Tahap Kegiatan Kerekayasaan 2.LAMPIRAN: KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI Nomor: 01/Kp/BPPT/I/2009 Tanggal: 7 Januari 2009 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA BAB I PENDAHULUAN 1.2.

1)/ Diploma IV Komposisi Jumlah Angka Kredit Kumulatif Minimal Untuk Kenaikan Jabatan dan Kenaikan pangkat Perekayasa Pendidikan Pasca Sarjana (S. Pembebasan Sementara 6. Penetapan Angka Kredit ( PAK ) 86 86 87 90 BAB VIII TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN TIM PENILAI PEREKAYASA 8. Kenaikan Jabatan dan Pangkat 6.2.2.1.8. Tata Cara Penilaian 92 92 97 97 98 BAB IX KETENTUAN PERALIHAN 9.3 Inpassing 100 100 100 100 LAMPIRAN LAMPIRAN I LAMPIRAN II : : Pengelompokkan keilmuan berdasarkan UNESCO Komposisi Jumlah Angka Kredit Kumulatif Minimal Untuk Kenaikan Jabatan dan Kenaikan pangkat Perekayasa Pendidikan Sarjana (S. Penyesuaian 9.3. Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 7.6. Pengangkatan Kembali 6. Angka Kredit 7.2.2.3. Pembinaan Karir Pejabat Perekayasa 79 80 81 83 84 84 84 BAB VII DAFTAR USULAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (DUPAK) DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (PAK) JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA 7.3.1.1.4. Pengangkatan Dari Jabatan Lain 6. Batas Usia Pensiun 6.5.4. Status Keputusan Lama 9. Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Perekayasa 6. Tata Kerja Administrasi Penilaian 8.7.2) Komposisi Jumlah Angka Kredit Kumulatif Minimal Untuk Kenaikan Jabatan dan Kenaikan pangkat Perekayasa Pendidikan Doktor (S3) Rincian Kegiatan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya Contoh: Daftar Usul Penetapan Angka Kredit Jabatan Fungsional Perekayasa Contoh: Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Perekayasaan Contoh: Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi Contoh: Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Penunjang Contoh: Surat PernyataanTelah Mengikuti Pendidikan Contoh: Surat Penetapan Angka Kredit LAMPIRAN II : LAMPIRAN IV : LAMPIRAN V LAMPIRAN VI LAMPIRAN VII LAMPIRAN VIII LAMPIRAN IX LAMPIRAN X LAMPIRAN XI : : : : : : : . Tim Penilai Perekayasa 8. Tim Teknis 8.6.

perekayasaan. dan wewenang untuk melakukan kegiatan kerekayasaan dalam suatu kelompok kerja fungsional pada bidang penelitian terapan. Jabatan Fungsional ini mulai dikembangkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 89 tahun 1991 dengan instansi pembina adalah Kementerian Riset dan Teknologi. Kemudian. Dan dilanjutkan dengan diterbitkannya Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya ini. Dalam perkembangannya. BPPT bersama dengan BKN menyusun Peraturan Bersama yang ditandatangani oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi dan Kepala BKN Nomor: 13/M/PB/VIII/2008 dan Nomor 22 Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya.2. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara mengeluarkan Keputusan Nomor: Kep/193/M. penjenjangan dalam jabatan fungsional terdiri dari 9 (sembilan) jenjang. Pada awalnya. pengembangan. BPPT bersama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) menerbitkan Peraturan Bersama Nomor: 161/KA/BPPT/X/2005 dan Nomor: 19B Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya. 1 . Tujuan penyempurnaan konsep ini adalah mengembangkan sistem tata kelola kerekayasaan yang sistematis dan terstruktur.BAB I PENDAHULUAN 1. Setelah dikeluarkannya Keppres Nomor 87 tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan. maka penjenjangan dalam jabatan fungsional baik keahlian maupun ketrampilan menjadi 4 (empat). BPPT sebagai Instansi Pembina berkepentingan untuk melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem tata kerja kerekayasaan yang selanjutnya diusulkan kepada Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. dan pengoperasian yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang. Selanjutnya. Pada tahun 2004. BPPT memandang perlu untuk menyempurnakan konsep Jabatan Fungsional Perekayasa. Hasil penyempurnaan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/219/M. sehingga Perekayasa dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik dan pada akhirnya Jabatan Fungsional Perekayasa dapat lebih berkembang.PAN/11/2004 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya dimana Instansi Pembina jabatan fungsional ini dialihkan dari Kementerian Riset dan Teknologi ke Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). 1. Pertimbangan Utama Penyempurnaan Dalam melaksanakan tugas sebagai instansi pembina. BPPT menerbitkan Petunjuk Teknis Nomor: 150/Kp/BPPT/V/2007 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya. Sejarah Jabatan Fungsional Perekayasa Perekayasa adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup.1. tanggung jawab. Selanjutnya. tugas.

Saat ini. Untuk melaksanakan fungsi tersebut. Pada peraturan yang berlaku sebelumnya. Penilaian harus dilaksanakan dengan memperhitungkan peran dan tugas perekayasa dalam tim dengan membuat Organisasi Fungsional Kerekayasaan yang baku. 3.1 Perbandingan sistem yang berlaku sebelumnya (kiri) dan yang berlaku saat ini (kanan) 2 . perekayasa dinilai secara individual dengan tidak memperhitungkan peran dan tugasnya dalam tim. ( lihat gambar 1. diperlukan organisasi tim dimana koordinat pekerjaan seorang perekayasa diberikan secara jelas. Dengan kata lain. diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang perekayasa dengan kuantitas dan kualitas yang baik untuk mendukung peningkatan daya saing industri nasional maupun daya saing Indonesia sebagai suatu bangsa. sehingga diperlukan suatu standar sertifikasi engineer yang berlaku secara nasional untuk melindungi perekayasa Indonesia. tetapi merupakan competitive edges dari suatu industri dan bangsa.Terdapat 4 (empat) pertimbangan utama penyempurnaan konsep Jabatan Fungsional Perekayasa: 1. teknologi tidak hanya sebagai tools pada sistem produksi. sehingga dapat mengakibatkan terjadinya ketidakcocokan sehingga tidak adil (unfairness) antara yang dikerjakan dengan yang dinilai (lihat gambar 1. Sesuai tupoksinya. kegiatan perekayasa bersifat team work dalam kelompok kerja fungsional kerekayasaan.1 (b)) Organisasi Fungsional Kerekayasaan Program Manager Ka. dimana peran serta tugas setiap perekayasa yang terlibat dalam kegiatan di dalamnya terdefinisi dengan jelas. Di era globalisasi saat ini. 2. Dengan demikian dibutuhkan informasi tentang kedudukan individual perekayasa tersebut dalam pekerjaan team work. Dalam hal ini sistem penilaian perekayasa dilakukan secara individual yang mengacu pada peran dan kinerjanya dalam kegiatan team work tersebut. telah terjadi gejala masuknya engineer (perekayasa) asing bersertifikasi standar internasional.1 (a) ). Program Chief Eng Kegiatan Team Work WBS 1 WBS 2 WBS 3 Perekayasa Perekayasa Peran dalam organisasi Kerekayasaan tidak diperhitungkan Peran dalam organisasi Kerekayasaan diperhitungkan (a) (b) Gambar 1.

bahwa seluruh PNS mempunyai tugas. Amanat Undang–undang No. Teknologi adalah cara atau metode serta proses atau produk yang dihasilkan dari penerapan dan pemanfaatan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan. yang secara tegas memberikan peraturan-peraturan pengelolaan Ilmu pengetahuan dan Teknologi (Iptek). manfaat dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada atau menghasilkan teknologi baru..3. 18/2002 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. pengembangan.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya dan Peraturan Bersama Nomor: 13/M/PB/VIII/2008 dan Nomor 22 Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya.4. sehingga pengelolaan pembinaan bagi pejabat perekayasa mempunyai standar yang sama di semua instansi. 43/1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. wewenang dan hak memiliki Jabatan Struktural maupun Fungsional dengan persyaratan yang telah ditetapkan oleh UU No. dan pengoperasian yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang. Buku Petunjuk Teknis ini diharapkan dapat melengkapi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/219/M. 5. dan wewenang untuk melakukan kegiatan kerekayasaan dalam suatu kelompok kerja fungsional pada bidang penelitian terapan. Pengembangan adalah kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan memanfaatkan kaidah dan teori ilmu pengetahuan yang telah terbukti kebenarannya untuk meningkatkan fungsi. pengembangan. 1. Penelitian Terapan adalah kegiatan penelitian multi disiplin ilmu pengetahuan yang dapat dilanjutkan melalui kegiatan pengembangan dan perekayasaan. 3 . perekayasaan. tugas. perekayasaan dan pengoperasian. Kerekayasaan adalah kegiatan bertahap yang secara runtun meliputi penelitian terapan.4. Berdasarkan 4 alasan di atas. Penyempurnaan ini juga dalam rangka mendukung kebijakan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia. tanggung jawab. sehingga ada kesamaan dalam pengertian dan pemahaman untuk melaksanakan kegiatan dan pengelolaan yang berkaitan dengan jabatan fungsional Perekayasa. tanggung jawab. 2. 1. Perekayasa adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup. maka konsep Jabatan Fungsional Perekayasa dipandang perlu untuk disempurnakan. kelangsungan dan peningkatan mutu kehidupan manusia. tim penilai serta pejabat struktural yang terkait mempunyai pedoman baku. sehingga seorang perekayasa akan memperoleh penilaian yang layak sebagai seorang engineer yang berlaku di industri-industri nasional maupun internasional. Pengertian Dasar dan Batasan Ilmiah Dalam Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa ini yang dimaksud dengan: 1. 3. Maksud dan Tujuan Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya diterbitkan agar para pejabat fungsional. 4.

sumber daya manusia dan fasilitas program. Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager) adalah Asisten Pengelola Program yang bertanggung jawab terhadap pendanaan dan jadwal pencapaian sasaran.6. penjualan serta pelayanan pasca jual. Instansi Pembina jabatan fungsional Perekayasa adalah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). 17. Perekayasaan adalah kegiatan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk disain dan rancang bangun untuk menghasilkan sistem. 14. dalam suatu kelompok kerja fungsional. Ketua Sub Kelompok (Leader) adalah Kepala sebuah paket kerja. Majelis Perekayasa adalah Tim yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa dengan tugas memberikan pemikiran tentang pengembangan perekayasaan nasional dan pemikiran tentang Jabatan Fungsional Perekayasa termasuk di dalamnya norma-norma dan kode etik kerekayasaan. 12. 19. modifikasi dan perawatan dari suatu produk atau sistem kerekayasaan untuk tujuan non komersial maupun komersial. Organisasi Fungsional Kerekayasaan adalah organisasi yang dibentuk secara temporer (ad hoc) untuk pelaksanaan kegiatan kerekayasaan dalam rangka melaksanakan suatu kegiatan tertentu. 21. 22. model. 9. dan atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang dan atau konteks teknikal. Angka Kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butirbutir kegiatan yang harus dicapai oleh Pejabat Fungsional Perekayasa dalam rangka pembinaan karier yang bersangkutan. 13. 16. 8. bisnis. pemasaran. Asisten Insinyur Kepala (Assistant Chief Engineer) adalah Asisten Pengelola Program yang bertanggung jawab terhadap kualitas teknis hasil program. 11. 10. Paket Pekerjaan (Work Package/WP) merupakan rincian kerja dari struktur rincian kerja (WBS) tertentu yang disusun berdasarkan disiplin keilmuan atau kegiatan perekayasaan. Ketua Kelompok (Group Leader) adalah Kepala sebuah struktur rincian kerja (WBS) yang memimpin beberapa paket kerja. sumber daya manusia dan fasilitas program. Staf Perekayasa (Engineering Staff) adalah Pelaksana kegiatan penelitian terapan. Manajer Program (Program Manager) adalah Pengelola Program yang bertanggung jawab terhadap pendanaan dan jadwal pencapaian sasaran. Buku Petunjuk Desain (Design Manual) adalah acuan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan desain kerekayasaan. strategi keuangan program. 15. Kepala Program (Program Director) adalah Inisiator Program yang memberikan arahan tentang garis-garis besar kegiatan termasuk status keterkinian teknologi (state of the art technology). Struktur Rincian Kerja (Work Breakdown Structures/WBS) adalah struktur pembagian pekerjaan berdasarkan jenis kegiatan kerekayasaan atau bidang keilmuan. 24. Buku Acuan Program (Program Manual) merupakan acuan umum yang menjelaskan semua hal berkaitan dengan program. 20. Insinyur Kepala (Chief Engineer) adalah Pengelola Program yang bertanggung jawab terhadap kualitas teknis hasil program. 7. Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja pejabat fungsional Perekayasa. 18. fungsional. nilai. pengembangan. produk. 4 . maupun eksekusinya. Pengoperasian adalah kegiatan yang meliputi uji operasional dan evaluasi. 23. sosial budaya dan estetika. perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam buku acuan program (Program Manual) untuk spesifik bidang tertentu.

28. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. Buku Petunjuk Kerekayasaan (Engineering Manual) merupakan acuan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan teknis kerekayasaan. Pendidikan dan atau pelatihan (diklat) yang dinilai adalah diklat fungsional dan teknis yang berhubungan dengan kerekayasaan. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Provinsi adalah Gubernur. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat adalah Menteri. Laporan Teknis (Technical Report/TR) adalah dokumen laporan hasil kegiatan Paket Pekerjaan (WP) yang ditulis oleh ketua sub kelompok (Leader) yang merupakan rangkuman dari beberapa catatan teknis (TN). Revisi laporan teknis (Technical Memorandum/TM). 42. Jaksa Agung. Buku Petunjuk Produksi dan Integrasi (Production and Integration Manual) merupakan acuan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan produksi suatu hasil desain. Pejabat yang berwenang mengangkat. 40. Pendidikan formal yang termasuk dalam unsur utama adalah pendidikan formal yang berkaitan dengan bidang rancang bangun/perekayasaan dan mendapatkan ijazah. Manajer Program (Program Manager) dan kepala program (Program Director). Catatan Teknis (Technical Notes/TN) adalah dokumen laporan yang terdiri dari hanya satu subjek yang melatarbelakangi kegiatan sebuah paket kerja disajikan dalam bentuk catatan–catatan teknis oleh staf perekayasa (Engineering Staff). 35. Dokumen Teknis (Technical Document/TD) adalah dokumen laporan hasil kegiatan struktur rincian kerja (WBS) yang ditulis oleh Ketua Kelompok (Group Leader) yang merupakan rangkuman dari beberapa laporan teknis (TR) dalam struktur rincian kerja (WBS) tersebut. Kepala Kepolisian Negara. Kementerian. 34. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tinggi Negara. 26. 27. 36. Laporan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (Progress Control and Monitoring/PCM) adalah dokumen laporan hasil pemantauan dan pengendalian jalannya program dari segi jadwal dan aliran pendanaan yang ditulis oleh Manajer Program (Program Manager). Organisasi profesi adalah himpunan masyarakat ilmiah dalam suatu cabang atau lintas disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. 29. 38. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota adalah Bupati/Wali Kota. Lembaga Pemerintah Non Departemen atau Instansi Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Unit Perekayasaan lnstansi Pemerintah adalah unit kerja yang melaksanakan kegiatan fungsional Kerekayasaan pada Departemen. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari jabatan fungsional Perekayasa adalah Pejabat Pembina Kepegawaian masing-masing atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. 30. 33. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Kepresidenan. Laporan Akhir Program (Program Document/PD) adalah dokumen laporan hasil akhir dari program yang merupakan rangkuman dari seluruh dokumen teknis (TD) dan laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (PCM) dari program tersebut yang ditulis oleh Insinyur Kepala (Chief Engineer). Buku Petunjuk Pengujian (Testing Manual) merupakan acuan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan pengujian kerekayasaan. atau suatu bidang kegiatan profesi yang 5 . 37. 32.25. 31. Pemberhentian adalah pemberhentian dari Jabatan Fungsional Perekayasa bukan pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil. adalah dokumen laporan yang merupakan perbaikan dari satu atau beberapa pasal dari laporan teknis (TR) yang mungkin terjadi sebagai akibat dari perkembangan kegiatan. 41. 39. Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional serta Pimpinan Kesekretariatan Lembaga lain yang dipimpin oleh struktural eselon I dan bukan merupakan bagian dari Departemen/ Lembaga Pemerintah Non Departemen.

yang dihadiri oleh para perekayasa. dalam suatu acara sidang Pengukuhan Perekayasa Utama. Piagam kehormatan adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia. 6 . dan undangan lainnya. ilmuwan. Orasi ilmiah adalah pidato ilmiah oleh pejabat fungsional Perekayasa yang telah memenuhi syarat menjadi Perekayasa Utama melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia. 44. 43. pemerintah negara asing atau organisasi ilmiah nasional/internasional atas prestasi yang menonjol di bidang kerekayasaan. sesuai dengan undang–undang dan peraturan yang berlaku.diakui oleh negara untuk menyumbangkan profesionalisme dan etika profesi dalam masyarakat.

1 Lima Unsur Utama Teknologi Pada perkembangan selanjutnya kelima unsur utama teknologi di atas saling mempunyai antar muka (overlapping) yang menghasilkan unsur-unsur baru teknologi seperti socioengineering yang merupakan fusi dari socio-economics dengan engineering dan juga arts. kegiatan teknologi harus dilakukan melalui suatu tahapan yang runtun meliputi penelitian terapan. antara lain: 1. Seni Rupa Arts Seni Rupa Sains Science Teknik Engineering Ekonomi Economics Bisnis Gambar.1). kelangsungan dan peningkatan mutu kehidupan manusia. Ilmu Seni Rupa (Arts) • Seni Kriya • Desain Interior • Desain Produk • Desain Komunikasi visual.BAB II KEREKAYASAAN Teknologi adalah cara atau metode serta proses atau produk yang dihasilkan dari penerapan dan pemanfaatan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan. science dan engineering yang menghasilkan humanity dan anthropology of Technology dan sebagainya. 2. Ilmu Pengetahuan ( Science) • Sains Matematika dan Alam 7 . 2.1. perekayasaan dan pengoperasian yang didefinisikan sebagai kerekayasaan. the Massachusset Institute of Technology (MIT). ekonomi (economics) dan bisnis (business) (lihat gambar 2. kelangsungan dan peningkatan mutu kehidupan manusia. Untuk menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan. Selain itu. ilmu pengetahuan (science). USA mendefinisikan teknologi berdasarkan unsur-unsur pembentuknya yaitu fusi (kesenyawaan) yang sempurna dari seni-rupa (arts). teknik (engineering). Business 2. Bidang Keilmuan untuk Perekayasa Kegiatan kerekayasaan dapat dilakukan oleh personil yang memiliki latar belakang keilmuan (Academic Background) di bidang yang diklasifikasikan berdasarkan unsur teknologi yaitu. pengembangan.

Maintenance & : Perawatan. para perekayasa dalam kegiatannya dapat diklasifikasikan dalam bidang keahlian (Professional Background) sebagai berikut : : Sintesa.. disain awal & disain rinci. Diskritisasi & Simulasi Model Numerik. Strategi Bisnis. desain konseptual. Medika dan Hayati • Teknologi Kebumian dan Atmosfer • Teknologi Infrastruktur • Teknologi Manufaktur dan Transportasi • Teknologi Komunikasi dan Informatika • Teknologi Energi • Manajemen Keindustrian dan Faktor Manusia 4. : Analisa desain. : Pembuatan. Adapun detil derivatif dari keilmuan di atas dapat merujuk Lampiran I yang merupakan bagian Proposed International Standard Nomenclature for field of Science and Technology (UNESCO/NS/ROU/257). Bisnis ( Business ) • Operation Research • Management • Marketing Dan bidang keilmuan lain yang merupakan derivatif dari keilmuan di atas serta terkait dengan kegiatan kerekayasaan dapat dipertimbangkan dengan rekomendasi dari Instansi Pembina Perekayasa. Skala Penuh (full3. Pengembangan. Kebijakan Sistem teknologi. Perbaikan & Modifikasi serta Pengoperasian Produk Teknologi. 8 . 6. Operator 1. : Pengujian Komponen. Analisis Latar belakang keilmuan (Academic Background) dan latar belakang keahlian (Professional Background) membentuk matriks kemampuan seorang perekayasa. Observasi. Ekonomi ( Economics ) • Ekonometrik • Financial Engineering • Akuntansi • Engineering Economics 5.2 Bidang Keahlian Untuk Perekayasa Disamping bidang keilmuan yang menjadi dasar akademik. 2. serta Survey. Komputasional : Penurunan. Subskala (sub-scale). Perakitan komponen (Sub-assembly) & 5. dan Explorasi. Sales & Distribution. Experimental scale).• Sains Hayati • Sains Kemanusiaan • Sains Kebumian 3. Audit & Standardisasi. Teknik ( Engineering ) • Teknologi Agro. Marketing. Produksi & Integrasinya menjadi produk teknologi lengkap (general Konstruksi assembly). Proses dan Pertambangan • Teknologi Farmasi. Desain 2. 4.

2). pengolahan data. manfaat dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada atau menghasilkan teknologi baru (UU No. Pengembangan. Penelitian dapat dilaksanakan secara teoritik melalui model matematika dan eksperimental melalui percobaan laboratorium. Domain Peneliti Research Penelitian Domain Perekayasa Development Pengembangan Engineering Perekayasaan Operation Pengoperasian Gambar 2.2. untuk menarik manfaat yang bisa diterapkan melalui proses: o Desain konseptual suatu produk perekayasaan (Engineering Product) yang berkaitan dengan hasil penelitian sebelumnya. dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (UU No. interpretasi hasil pengolahan data dan penarikan kesimpulan. Penelitian terapan merupakan kegiatan penelitian dimana subjek yang diteliti bisa dikembangkan menjadi produk teknologi yang bermanfaat. Pengembangan (Development/D) adalah kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan memanfaatkan kaidah dan teori ilmu pengetahuan yang telah terbukti kebenarannya untuk meningkatkan fungsi. Perekayasaan.18/2002 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). survey. mulai dengan pengumpulan data. eksplorasi. Penelitian dilaksanakan secara bertahap. mulai dari desain konseptual. 9 . desain awal. dan Pengoperasian (lihat gambar 2. uji simulasi sub-skala serta komponen-komponennya di laboratorium hingga penetapan hasil desain. secara eksperimental maupun teoritik. dan o Desain konseptual suatu sistem perekayasaan (Engineering Systems) dari gejala alami yang berkaitan dengan subjek hasil penelitian sebelumnya Pengembangan dilaksanakan secara bertahap.2 Kegiatan Kerekayasaan Penelitian (Research/R) adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi. Kegiatan pengembangan suatu hasil penelitian.3. Tahap Kegiatan Kerekayasaan Kegiatan kerekayasaan adalah pentahapan kegiatan yang berkaitan dengan teknologi yang secara runtun meliputi Penelitian. observasi. data.18/2002 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi).

pemasaran. fungsional. produksi. E & O atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan singkatan Litbangyasa dan Operasi. dan estetika (UU No. o Uji Sertifikasi dari suatu produk Desain adalah uji kinerja dengan penekanan pada terpenuhinya standard sertifikasi yang telah ditentukan. yang dilaksanakan oleh lembaga resmi pemerintah atau lembaga di luar negeri yang berwenang dalam bidang produk desain tersebut. E dan O dapat mendorong terciptanya kemampuan inovasi dari suatu badan litbangyasa. D. meliputi: Eksplorasi. Pengoperasian dilaksanakan secara bersama-sama antara lembaga Perekayasaan dengan Industri dalam arti luas.Perekayasaan (Engineering/E) adalah kegiatan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk desain dan rancang bangun untuk menghasilkan nilai. modifikasi & perawatan untuk tujuan non komersial maupun komersial. Rangkaian kegiatan lengkap yang beruntun R. Kegiatan kerekayasaan secara beruntun ini dikenal dengan singkatan R. Produk Perekayasaan yang dioperasikan dapat berupa produk yang diadakan dari luar institusi yang bersangkutan atau produk sebagai hasil Perekayasaan sendiri. untuk mengevaluasi hasil produk perekayasaan tersebut. Observasi Penelitian lanjut teoritikal. D.18/2002 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). produk. o Uji Standardisasi dari suatu produk desain adalah uji persyaratan keselamatan dan keandalannya menurut standard minimal yang ditetapkan oleh lembaga negara yang berwenang. E dan sedikit pada tahap O. Survey. meliputi: Pengembangan Kebijakan Teknologi Pengembangan Parametrik Kajian Teknologi Desain Konseptual Software (SW) / Hardware (SW) Desain Awal SW / HW Uji laboratorium (sub-scale) & Simulasi 10 . dan atau konteks teknikal. Pengoperasian (Operation/O) suatu produk perekayasaan adalah kegiatan yang meliputi uji operasional & evaluasi. maka kegiatan perekayasa dikategorikan sebagai berikut: a. Sedangkan Perekayasa yang bekerja di industri lebih menekankan kegiatannya pada D. Pengembangan. Penelitian Terapan. sosial budaya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan perekayasaan adalah sebagi berikut : o Produk Desain adalah produk perekayasaan ataupun sistem perekayasaan yang dapat berupa perangkat keras ataupun perangkat lunak. eksperimental Studi Kelayakan Sistem Teknologi Studi Banding Sistem Teknologi b.4 Kategori Kegiatan Kerekayasaan Sesuai dengan pentahapan kegiatan kerekayasaan. dan/atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang. bisnis. D. perguruan tinggi maupun industri. E dan O. 2. Pada umumnya Perekayasa yang bekerja di Perguruan Tinggi serta di badan-badan litbangyasa melakukan kegiatannya terutama pada R. Uji sertifikasi dapat dilengkapi dengan hasil uji sertifikasi lainnya yang relevan. penjualan serta pelayanan purna jual.

sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Perekayasa Indonesia berkewajiban mengembangkan iptek dan meningkatkan keahliannya. berdisiplin. serta bekerja dengan jujur. Perakitan & Integrasi Produk tersertifikasi SW /HW Engineering Services SW / HW Marketing/Sales SW / HW Routine Operation SW / HW Modifikasi & Perawatan SW / HW Yang dimaksud dengan produk software (S/W) adalah produk teknologi yang berwujud maya dan diwujudkan dalam bentuk dokumen. serta menjunjung tinggi profesi sebagai seorang yang terpelajar dengan menjaga kebenaran dan kejujuran baik kepada diri sendiri maupun kepada umum sehingga tidak menutupi kelemahan dan atau kekurangannya. Perekayasa Indonesia wajib menjunjung tinggi hak. pendapat. Perekayasa Indonesia wajib bersifat terbuka terhadap tanggapan.c. serta untuk selalu menjaga dan meningkatkan moral dan kualitas keprofesionalan Pejabat Fungsional Perekayasa. meliputi: Desain Rinci SW / HW Produksi. Perekayasaan. model. Perekayasa Indonesia wajib bekerja secara terencana. 2.5 Kode Etik Perekayasa Mengingat keterbatasan pada diri manusia dan untuk menghindari penyalahgunaan kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat dan pemerintah Indonesia. konsepsi teknologi/ kebijakan teknologi. dan kritik yang diberikan oleh perekayasa lain dan atau masyarakat atas hasil yang dicapainya. sebagai berikut: 1. meliputi: Uji Operasional & Evaluasi Produk SW / HW Produksi. Yang dimaksud dengan produk hardware (H/W) adalah produk teknologi yang berwujud benda fisik. sehingga selalu menjauhi perbuatan tercela. pendidikan & pelatihan. atau temuan orang lain. Pengoperasian. benda kerja lengkap terpadu. pendapat. hak kepemilikan intelektual perekayasa lain dan atau masyarakat. prototipe. seperti: model/ perumusan matematik. Perakitan & Integrasi Prototip SW / HW Uji Kinerja Prototip atau Produk Tersertifikasi SW / HW Audit Teknologi SW / HW Uji Standardisasi SW / HW Uji Sertifikasi SW / HW d. maka diperlukan adanya Kode Etik yang menjadi etika profesi Perekayasa. komponen. sistematis mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dan melaksanakan dengan standar ilmiah yang tinggi. konsepsi perencanaan program. 3. tekun. serta tidak menghalangi atau menghambat upaya pengembangan iptek yang dilakukan oleh pihak lain. antara lain: mengambil gagasan orang lain dan senantiasa beritikad tidak akan melakukan tindakan plagiat dalam rangka menghormati dan melindungi hak cipta. 2. perangkat lunak (algorithm). bersemangat untuk menghasilkan karya yang berkualitas tinggi. sehingga terjalin budaya kerjasama dalam tim. seperti: unsur (article). 4. teliti. produk tersertifikasi serta produk komersial. menjalin hubungan kerjasama yang harmonis dengan pihak lain. 11 . konsepsi strategi bisnis.

6. yaitu: 1. Optronika dan Akustik. Majelis Perekayasa bersidang paling kurang dua kali setiap tahun. 3. 2. Memberikan pemikiran-pemikiran tentang norma-norma. 2. 9. lembaga-lembaga litbangyasa. industri. lembaga tempat kerjanya serta menghindari sikap arogansi intelektual. Lingkungan dan Rekayasa Kebumian. Perekayasa Indonesia harus berjiwa ‘pioneer’. Teknologi Industri Telematika.6 Majelis Perekayasa Dalam upaya peningkatan bidang kerekayasaan nasional. Anggota Majelis Perekayasa terdiri dari para ahli rekayasa di bidang-bidang tertentu dari perguruan tinggi. Tugas pokok Majelis Perekayasa adalah: 1. Melakukan penilaian angka kredit bagi pejabat fungsional Perekayasa Utama. Bioteknologi. Bidang Majelis Perekayasa terdiri dari 6 (enam) bidang Kerekayasaan. Mekatronik. kode etik. mengutamakan keamanan dan keselamatan. 8. Melakukan pemantauan jenjang Perekayasa serta memberikan pertimbangan untuk penyelesaian masalah-masalah yang timbul dalam penjenjangan Perekayasa. Elektro. berorientasi pada peningkatan nilai tambah. Memberikan pemikiran dan pertimbangan tentang pengembangan Kerekayasaan nasional kepada Kepala BPPT. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa telah membentuk Majelis Perekayasa yang bersifat nasional. 4. serta aturan dan persyaratan dalam Jabatan Fungsional Perekayasa kepada Kepala BPPT. Perekayasa Indonesia wajib menjaga nama baik profesi keahlian. Teknologi Otomotif. Teknologi Agroindustri. 5. Perekayasa Indonesia wajib mentaati Kode Etik Perekayasa Indonesia ini sebagai etika profesinya.5. Teknologi Dirgantara. Perekayasa Indonesia wajib berusaha untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman terbaiknya kepada masyarakat guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Produksi dan Material. Teknologi Industri Infrastruktur dan Transportasi 12 . Perekayasa Indonesia wajib menjaga dan memanfaatkan semua sumberdaya secara berdayaguna dan berhasilguna. Kelautan. 6. Melakukan penilaian dan memberikan rekomendasi tentang materi orasi ilmiah. 4. 6. 2. 5. Teknologi Industri Energi. 3. Farmasi dan Medika. Melaksanakan pengukuhan Pejabat Fungsional Perekayasa Utama. serta selalu memikirkan dampak penerapan hasil karyanya terhadap umat manusia dan lingkungan hidup. Pertahanan dan Keamanan. 7.

Organisasi ini mendeskripsikan secara jelas peran dan tugas seorang pejabat perekayasa yang didefinisikan dalam struktur pekerjaan yang terbagi dalam beberapa bagian menurut bidang keilmuan atau kegiatan yang berbeda. Organisasi ini dipimpin oleh seorang Kepala Program yang dibantu oleh Seorang Chief Engineer dan Seorang Program Manager. Setiap WBS terbagi paling kurang 2 (dua) Paket kerja atau Work Package (WP). Setiap Ketua Sub Kelompok memimpin sejumlah Engineering Staff dan sejumlah Staf Teknisi (Technical Staff . dan Kepala Program.ES) yang masing-masing mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PerMENPAN) nomor PER/219/M.CE). Setiap Engineering staff dan Technician bertanggungjawab kepada Leader. PM bertanggung jawab atas pendanaan (Cost) dan penjadwalan (Delivery) pelaksanaan program. Struktur pekerjaan dimaksud adalah Struktur Rincian Kerja atau Work Breakdown Structures (WBS). 13 . Program Manager dan Chief Engineer bertanggungjawab kepada Kepala Program. apabila diperlukan masing-masing dapat dibantu oleh satu sampai dengan empat asisten yang disebut Assistant Chief Engineer dan Assistant Program Manager.PAN/7/2008. karena sifat pekerjaannya yang harus mengkoordinasikan seluruh Group Leader yang terlibat.GL).TS). Hirarki dalam pekerjaan perekayasa difasilitasi oleh peran-peran Kepala Program (Program Director . Chief Engineer dan Program Manager.PD). Ketua Sub Kelompok (Leader . dan dilaksanakan oleh paling kurang 2 (dua) orang Staf Perekayasa (Engineering Staff).L) dan Staf Perekayasa (Engineering Staff . Ketua Kelompok (Group Leader . Sedangkan para Group Leader bertanggungjawab kepada Program Manager dan Chief Engineer. WBS dikepalai oleh seorang GL. Dalam pelaksanaannya. Engineering Staff yang terlibat dalam suatu WP bisa merangkap dalam WP yang lain asalkan tidak dilaksanakan dalam kurun waktu yang sama..BAB III TATA KERJA KEREKAYASAAN a.PM). Manejer Program (Program Manager . Insinyur Kepala (Chief Engineer . Organisasi Fungsional Kerekayasaan Organisasi Fungsional Kerekayasaan merupakan organisasi kerja yang memiliki hirarki untuk mewadahi pelaksanaan pekerjaan perkayasa yang bersifat Team Work dengan pola matriks berdasarkan bidang keilmuan/ keahlian dengan kegiatan. Chief Engineer bertanggung jawab atas kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia serta produk teknologi yang dihasilkan. Engineering Staff yang terlibat dalam suatu WBS tidak dapat merangkap dalam WBS lain dalam program yang sama. GL memimpin beberapa Ketua Sub Kelompok atau Leader yang bertanggungjawab terhadap Paket Kerja. Setiap Leader bertanggungjawab kepada Group Leader.

. Organisasi Program tipe A merupakan Organisasi program dengan struktur organisasi paling besar dan paling lengkap. Wpij. .3 .3. WBS i.. Dengan demikian Organisasi tipe B terdiri dari dua atau lebih kegiatan kerekayasaan atau disiplin keilmuan yang berbeda.1).m. i = 1.1 Organisasi Fungsional Kerekayasaan Tipe A 2.. Tipe A Organisasi fungsional kerekayasaan tipe A paling sedikit terdiri lima WBS..2.2.. Program Chief Engineer Chief Engineer Program Manager Program Manager Institusi Luar Gp Leader1 WBS 1 Gp Leader 2 WBS 2 Gp Leader 3 WBS 3 Gp Leader 4 WBS 4 Gp Leader 5 WBS 5 + WBS 6 WP 61 Leader 61 WP 11 Leader 11 Staf WP 21 Leader 21 Staf WP 51 Leader 51 WP 62 Leader 62 Staf WP 12 Leader 12 Staf WP 22 Leader 22 Staf ●● ●● WP 52 Leader 52 Staf WP 13 Leader 13 Staf WP 23 Leader 23 Staf ●WP 53 Leader 53 ● Staff ● ● Gambar 3. Institusi luar ini dapat berkontribusi pada tingkat WBS ataupun pada tingkat WP. j = 1.2. Tipe Organisasi Fungsional Kerekayasaan Organisasi fungsional kerekayasaan diklasifikasikan dalam tiga tipe. yang didasarkan atas jumlah WBS dalam program kerekayasaan sebagaimana dijelaskan di bawah ini: 1.n... i = 1.2. Organisasi tipe B dapat bekerja sama dengan institusi luar yang diwujudkan dalam bentuk Kesepakatan Bersama (Memorandum of 14 . sedangkan WP dinotasikan dengan subskrip ganda (double subscript). Tipe B Organisasi fungsional kerekayasaan tipe B terdiri dari minimal dua WBS.. Ka.Dalam pengkodeannya..3.n... 3. setiap WBS dinotasikan dengan subskrip tunggal (single subscript). dan melibatkan institusi luar (baik dari dalam maupun luar negeri) yang diwujudkan dalam bentuk Kesepakatan Bersama (Memorandum of Understanding) atau Perjanjian Kerja Sama (Technical Agreement). karena terdiri dari beberapa kegiatan kerekayasaan yang berbeda atau beberapa disiplin keilmuan yang berbeda. (lihat gambar 3. . Dalam hal ini subskrip pertama menunjukkan WBS ke i dan subskrip kedua menunjukan WP ke j dalam WBS ke i tersebut.

Adapun diagram Organisasi Program tipe C dapat dilihat pada gambar 3. Organisasi tipe C ini dapat bekerja sama dengan institusi luar pada tingkat WP. Group Leader Program Manager Program Manager Leader1 WP 1 Leader 2 WP 2 Leader 3 WP 3 Leader 4 WP 4 Leader 5 WP5 •Staf • • • •Staf • • • ●● ●● •Staf • • • •Staf • • • Gambar 3. Dengan demikian dalam organisasi ini. setingkat dan dijabat rangkap oleh Group Leader pada WBS tersebut.3 Organisasi Fungsional Tipe C 15 .2 Organisasi Fungsional Kerekayasaan Tipe B 3. dipimpin oleh seorang Group Leader yang sekaligus bertindak sebagai Chief Engineer.Understanding) atau Perjanjian Kerja Sama (Technical Agreement) dengan total WBS berjumlah 2 atau lebih. hanya melibatkan satu kegiatan kerekayasaan atau satu disiplin keilmuan. Organisasi Program tipe C. Dalam organisasi tipe C. (lihat gambar 3. Group Leader dibantu oleh seorang Program Manager.3. Pada Organisasi Fungsional Kerekayasaan tipe C. Program Chief Engineer Program Manager Program Manager Gp Leader1 Gp Leader1 WBS 1 Gp Leader2 Gp Leader2 WBS 2 Gp Leader3 Gp Leader3 WBS 3 Gp Leader4 Gp Leader4 WBS 4 WP 11 Leader 11 Staf WP 21 Leader 21 Staf WP 41 Leader 41 Staf WP 12 Leader 12 Staf WP 22 Leader 22 Staf ●● ●● WP 42 Leader 42 Staf WP 13 Leader 13 Staf WP 23 Leader 23 Staf WP 43 Leader 43 Staf Gambar 3. Kepala Program dan Chief Engineer. Tipe C Organisasi fungsional kerekayasaan tipe C terdiri hanya dari satu WBS yang terdiri dari beberapa WP.2 ). Ka.

atau sebaliknya. Bentuk pola matriks mana yang akan dipilih oleh pelaku perekayasa. WP keilmuan 16 . diserahkan sepenuhnya kepada kesesuaiannya masing-masing. Namun harus diingat bahwa jika dua Organisasi Fungsional dengan pola matriks yang berlainan akan digabung. dan WP sebagai bidang keilmuan (Gambar 3.3. (Gambar 3. maka bentuk Organisasi Fungsional tersebut harus disesuaikan terlebih dahulu menurut salah satu pola. Industri cenderung menggunakan pembagian WBS yang didasarkan pada tahap kegiatan kerekayasaan. Gambar 3. WBS: kegiatan . (Gambar 3. Pola Matriks Organisasi.4b). Pada umumnya. Sedangkan Perguruan Tinggi cenderung menggunakan WBS sebagai bidang keilmuan.4a). Pola Matriks Organisasi Fungsional Kerekayasaan Pola matriks dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan menempatkan WBS sebagai kolom yang merupakan kegiatan kerekayasaan dan WP sebagai baris yang merupakan bidang keilmuan (Gambar 3. dan WP sebagai kegiatan kerekayasaan.3.4b).4a.4a).

WP:kegiatan Contoh: Pola Matrix Kegiatan & Keilmuan dalam organisasi fungsional kerekayasaan Program Bahan Bakar Nabati Penyiapan Bahan Proses WBS baku&Pembibitan pengolahan BBN WP Budidaya bahan baku BBN Teknologi Proses BBN Teknologi Industri/ Manufaktur Teknik Mesin/ Otomotif Manajemen Transportasi/ Pemasaran Disain pabrikasi pengolahan BBN Pengujian laboratorium Operasi 3.Gambar 3.4. WBS:keilmuan. 17 . Pola Matriks Organisasi. Sifat Organisasi Fungsional Kerekayasaan Organisasi Fungsional Kerekayasaan dibentuk secara non-permanen khusus untuk menjalankan suatu kegiatan program tertentu.4b. Organisasi Fungsional Kerekayasaan dibentuk saat program dipersiapkan dan dibubarkan saat program dinyatakan selesai.

18 . WBS. 3. sampai Kepala Program. antar WBS atau tingkat Pimpinan Program. (Contoh format lihat sub bab 5. (Contoh format lihat sub bab 5. Lembar Kerja ( Working Sheet ) Lembar pernyataan yang dikerjakan oleh masing-masing anggota program mulai dari Engineering Staff. Group Leader.5. Lembar Keputusan (Decision Sheet) Lembar pernyataan tentang keputusan yang diambil dari suatu rapat kegiatan kerekayasaan yang sedang dilaksanakan.4. dan Pimpinan Program dapat dilihat pada gambar 3. 3. baik pada rapat tingkat WP. Sedangkan untuk masingmasing WP.3) Secara diagram aliran informasi dapat dilihat pada gambar 3.4.Organisasi Fungsional Kerekayasaan dijalankan oleh personil-personil dari satu atau beberapa lembaga atau departemen dan dapat pula mengikutsertakan personil khusus karena pertimbangan keahliannya. Instruksi sheet diberikan oleh: • Kepala Program kepada Chief Engineer/ Program Manager/ Group Leader • Chief Engineer kepada Group Leader • Program Manager kepada Group Leader • Group Leader kepada Leader • Leader kepada Engineering Staff dan Technician Staff Adapun contoh format dapat dilihat pada sub bab 5. tingkat WBS.3. Organisasi Fungsional Kerekayasaan dapat diubah-ubah bentuk dan pelakunya tergantung kepada kebutuhan program setiap fasa.6. Sistem Informasi & Pelaporan dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan.) 2. Leader. Sistem Informasi Sistem informasi di antara Perekayasa dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan dilaksanakan melalui lembar-lembar kegiatan (Activity Sheets) yang terdiri dari: 1.3. Lembar Instruksi (Instruction Sheet) Lembar pernyataan perintah (instruksi) merupakan lembaran yang berisi pernyataan perintah terkait dengan metoda. Chief Engineer. 3. Organisasi Fungsional Kerekayasaan dipimpin oleh seorang Kepala Program yang bertanggung jawab penuh kepada Kepala Unit Organisasi Struktural yang memberikan program tersebut.1. cara atau formula tertentu dan lain-lain sesuai dengan kegiatan kerekayasaannya. Program Manager.

5 Aliran Informasi 19 .Gambar 3.

- Gambar 3. dan Pimpinan Program 20 .6 Aliran informasi pada WP. WBS.

4. 3. dan dokumen manual lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan program • Untuk program tipe C. yaitu: 1. 21 .2 Sistem Pelaporan Sistem Pelaporan di dalam pelaksanaan program kerekayasaan secara umum terbagi ke dalam dua tahap. Program Manager bertanggung jawab dalam pemeriksaan dokumen Program Manual.1. dan pemeriksaan dokumen manual lainnya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program. Testing Manual.3 Penanggung Jawab Sistem Pelaporan Penanggungjawab di dalam pembuatan laporan kegiatan kerekayasaan adalah sebagai berikut: 1. Tahap Berjalan & Akhir Sistem pelaporan jalannya kegiatan program dilaksanakan secara bertahap melalui Technical Notes (TN) yang ditulis oleh para Engineering Staff. dapat pula dipersiapkan manualmanual lain seperti Design Manual. Design Manual. Disamping itu ditulis pula laporan Progress Control & Monitoring (PCM) yang ditulis oleh Program Manager. Kepala Program bertanggung jawab terhadap keseluruhan Program Manual. yang memeriksa (checked by) dan yang mengesahkan (approved by). tergantung pada sifat kegiatan. Penanggung jawab Sistem pelaporan pada tahap persiapan dijelaskan sebagai berikut: • Untuk organisasi fungsional Kerekayasaan tipe A dan B: a. terutama pada penjadwalan dan pendanaan c. Technical Report (TR)/ Memorandum (TM) yang ditulis oleh para Leader. b. Setiap pelaporan dilakukan oleh 3 peran yaitu yang menyiapkan (prepared by).4. Group Leader bertanggung jawab pada keseluruhan Program Manual.3. Chief Engineer bertanggungjawab dalam penyiapan dokumen Program Manual. Technical Document (TD) yang ditulis oleh para Group Leader dan Program Document (PD) yang ditulis oleh Chief Engineer. Selain itu. Tahap Persiapan Kegiatan program dilaksanakan dengan mengacu pada petunjuk program yang ditulis dalam bentuk Manual Program (Program Manual) yang dipersiapkan oleh Kepala Program (Program Director). Secara umum. pemeriksaan dokumen Design manual. 2. Product Manual dan sebagainya. penanggungjawab penyusunan manual pada organisasi Fungsional Kerekayasaan tipe A dan B dapat dilihat pada tabel 3. Chief Engineer dan Program Manager pada awal program.

Group Leader. hanya saja pada tipe C di mana Group Leader merangkap peran sebagai Chief Engineer dan sebagai Kepala Program. Engineering Staff bertanggungjawab dalam menyiapkan laporan berupa Technical Note b. memeriksa Technical Report yang telah disiapkan oleh Leader. Kepala Program bertanggung jawab terhadap keseluruhan document. dan Program Document. memeriksa Technical Document yang telah dibuat Group Leader. Penanggung jawab Sistem pelaporan pada tahap pelaksanaan dijelaskan sebagai berikut: • Untuk organisasi fungsional Kerekayasaan tipe A dan B: a. Chief Engineer bertanggungjawab dalam penyiapan laporan berupa Program Document.3 di bawah ini. dan menyetujui Technical Report yang telah diperiksa oleh Group Leader. • Untuk program dengan organisasi fungsional Kerekayasaan tipe C: a. maka Group Leader bertanggungjawab terhadap Technical Document. Leader.2. f.1. e. 22 . Secara umum. dan menyetujui Technical Note yang telah diperiksa oleh Leader d. dan memeriksa Technical Note yang disiapkan oleh Engineering Staff c. dan Program Document. khususnya Technical Document. penanggungjawab laporan tahap pelaksanaan pada organisasi Fungsional Kerekayasaan tipe A dan B dapat dilihat pada tabel 3. Group Leader bertanggungjawab dalam menyiapkan laporan berupa Technical Document. dan Program Manager memiliki tugas yang sama dengan tipe A atau tipe B. Leader bertanggungjawab dalam menyiapkan laporan berupa Technical Report. dan table 3.: Penanggungjawab Penyusunan Manual pada Organisasi Program Kerekayasaan tipe A dan B 2. Program Manager bertanggungjawab mempersiapkan dan memeriksa laporan Progress Control & Monitoring (PCM).Tabel 3. Engineering Staff. dan memeriksa Program Document yang telah dipersiapkan oleh Chief Engineer.

Tabel 3.7. Program Progress Control & Monitoring Prep & check Approved Tabel 3. Appv: Approved by) Dengan demikian secara hirarki sistem pelaporan pada kegiatan kerekayasaan dapat ditunjukkan dalam diagram seperti pada gambar 3. Program Document Tech Doc 1 Tech Doc 2 Tech Doc 3 TR / TM 11 TR / TM 12 TR / TM 21 TR / TM 22 TR / TM 23 TR / TM 31 TR / TM 32 TN 111 TN 112 TN 113 TN 114 TN 121 TN 122 TN 123 TN 124 TN 221 TN 321 ● ● ● TN 222 TN 223 TN 224 ● ● ● ● ● ● ● TN 322 TN 323 TN 324 Gambar 3. Tech.3.2. Prep: Prepared by.: Penanggungjawab Laporan Teknis Catatan: (Tech.7.: Penanggungjawab Laporan PCM Peran Prog. Chck: Checked by. Report/Memo: Technical Report/ Memorandum. Notes: Technical Notes. Manager Ka. Hirarki Sistem Pelaporan 23 .

Pada tahap ini dilakukan penelaahan mengenai terpenuhinya persyaratan dimulainya suatu program baik dari segi teknik. Contoh Tahap dan Interval Waktu Pelaporan 1. 3. Tahap Penelaahan Program Awal (Preliminary Program Review Phase). disesuaikan dengan yang direncanakan. para perekayasa dalam fungsinya masingmasing melaporkan jalannya program secara berkala. Untuk masalah pendanaan dilakukan penelaahan mengenai kesesuaian jadwal penyerapan dana. 24 . Tahap Penelaahan Program Rinci (Detailed Program Review Phase). metoda dan asumsi yang diambil. Selain itu hambatan-hambatan yang terjadi pada proses awal program secara teknis juga diperiksa. 3. Dalam tahap ini juga dilakukan perubahan-perubahan minor dalam penjadwalan yang diakibatkan oleh ketidaktepatan baik dari segi teknik maupun pendanaan.Terlihat dari diagram tersebut bahwa Technical Report (TR)/ Technical Memorandum (TM) menggunakan Technical Notes (TN) sebagai acuan. serta validasi terhadap strategi.4. agar sasaran program dapat tetap terjamin. Penelaahan pada tahap tengah periode kegiatan berjalan. Keempat tahap pelaporan program seperti pada gambar 3. serta pelaksanaan proses persiapan pengadaan barang seperti proses tender dan kontrak dan pemeriksaan kelancaran proses pencairan dana. Secara umum tahap dan interval waktu dan laporan terdiri dari empat tahap pada setiap pelaksanaan kegiatan kerekayasaan atau tergantung pada kebutuhan dan kesepakatan yang disetujui bersama. Dan selanjutnya Program Documents menggunakan Technical Documents sebagai acuan. merupakan tahap penelaahan secara teknis mengenai pencapaian sasaran. 2. Demikian juga Technical Documents (TD) menggunakan Technical Report/ Memorandum sebagai acuan.8. Selain itu penelaahan juga dilakukan terhadap perubahan kebijakan pemerintah dalam hal pendanaan.8. Tahap dan Interval Waktu Pelaporan Dalam menjalankan program kerekayasaan.4. jadwal dan dana. Preliminary Program Review Detail Program Review Critical Program Review Final Program Review Program start 0 Program Manual Tech Notes Tech Notes 3 Tech Report PCM Tech Docmnt 6 Tech Notes Tech Notes Tech Report PCM Tech Docmnt Tech Notes Tech Notes Program Docmnt 9 Tech Notes Tech Notes 12 Tech Report PCM Tech Docmnt Tech Notes Tech Notes Tech Notes Tech Notes Program Docmnt Gambar 3. Tahap Penelaahan Program Kritikal (Critical Program Review Phase).

Jika ternyata program diperkirakan kuat tidak dapat mencapai sasaran. Melaksanakan pengukuran. Sasaran akhir ini ditetapkan sebagai hasil dari Critical Design Review. Progress Control & Monitoring. 4. misal membutuhkan anggaran yang lebih besar. Melaksanakan perhitungan. 3. Dalam tahap ini hanya ditinjau sasaran program yang akan dicapai ditinjau dari segi teknik terakhir yang mampu dicapai dan aliran pendanaan yang tersedia. Melaksanakan observasi. Dalam review tahap ini semua dokumen baik berupa Technical Notes. 7. Perimbangan alasan teknik dan pendanaan ini harus dijadikan dasar perubahan sasaran program. Melaksanakan desain awal. 3. 6.Penelaahan pada tahap kritikal dilakukan untuk mengetahui pencapaian sasaran sesuai obyektif program di dalam program manual. pengembangan. Final Program Review ini kemudian diikuti dengan laporan akhir paling lambat sebulan kemudian. Melaksanakan eksplorasi.8 memperlihatkan tahap dan interval waktu penerbitan laporan untuk program satu tahun anggaran. perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam Program Manual untuk spesifik bidang tertentu. Tahap Penelaahan Program Akhir (Final Program Review Phase). Gambar 3. Melaksanakan desain rinci. Staf Perekayasa (Engineering Staff) Melaksanakan kegiatan penelitian terapan. Technical Reports/ Technical Memorandum. Melaksanakan modifikasi produk. misal membutuhkan resource yang lebih besar. dan Program Document harus sudah selesai untuk pertanggungan jawab. Technical Document. 25 . Tugas Perekayasa Dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan Fungsi Perekayasa dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan dapat dirincikan dari jenjang Perekayasa yang paling rendah hingga jenjang Perekayasa yang paling tinggi. maka diperlukan penyesuaian capaian program dari sasaran yg ditargetkan semula disertai alasan penyesuaian dan alternatif penyelesaian/perbaikan. 8.5. 4. Melaksanakan pengujian. 5. Secara rinci tugas Engineering Staff adalah sebagai berikut: 1. dibawah koordinasi Leader. Peninjauan kritikal dilakukan dalam segi teknik dan pendanaan. Pemeriksaan tahap akhir dari jalannya program. Perubahan sasaran harus ditinjau dari segi teknik. 2. sebagai berikut. (1). Melaksanakan desain konseptual. maupun dari segi pendanaan. 9.

Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Pemimpin Kelompok (Group Leader) secara berkala (pemaparan. Ketua Sub Kelompok (Leader) Memipin para Engineering Staff dalam pelaksanaan kegiatan penelitian terapan. Lembar Keputusan (Decision Sheet). 3. dan Technical Report. 2. Memberikan supervisi pelaksanaan pengujian. Technical Notes. Menuliskan hasil pekerjaan diatas dalam sistem pelaporan yang telah ditentukan dan melaporkan hasilnya kepada Leader Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). 14. Memberikan supervisi pelaksanaan eksplorasi. 11. 15. Menyelenggarakan pertemuan dan memimpin diskusi dengan para engineering staff tentang pekerjaan mereka. 26 . Melaksanakan studi banding sistem teknologi. pengembangan. 13. Memberikan supervisi pelaksanaan perhitungan. Benda kerja. (2). 5. Benda kerja. Materi Presentasi. Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). 17. Sebagai Leader mempersiapkan Technical Report/ Technical Memorandum. 8. Memberikan supervisi pelaksanaan observasi. 4. Log book. diskusi. 2. Lembar Instruksi Teknik (Instruction Sheet). Secara rinci peran dan tugas Group Leader adalah sebagai berikut: 1. Memberikan supervisi pelaksanaan studi banding sistem teknologi. 12. Log book. Memberikan supervisi pelaksanaan perawatan produk. Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi. Secara rinci tugas Leader adalah sebagai berikut: 1. Memberikan supervisi pelaksanaan desain konseptual. 10. perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam Program Manual sebagai pemadu beberapa bidang spesifik dalam satu kelompok tertentu yang ia pimpin. Ketua Kelompok (Group Leader) Mengkoordinasikan para Leader dalam pelaksanaan kegiatan penelitian terapan. (3). Memberikan supervisi pelaksanaan desain awal. 12. Memberikan supervisi pelaksanaan pengukuran. 13. 9. dan penyimpulan hasil). 7. 6. pengembangan. Memberikan supervisi pelaksanaan desain rinci. Mempersiapkan bahan presentasi laporan hasil kegiatan Paket Kerja (Work Package) yang dipimpinnya. Technical Notes. Melaksanakan perawatan produk. Sebagai Leader memeriksa Techical Notes. 16. 11. Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (Work Breakdown Structure) untuk masalah disain/testing/eksplorasi/observasi/pengukuran/modifikasi/ perawatan. foto. Memberikan supervisi pelaksanaan modifikasi produk. Memberikan supervisi pelaksanaan studi kelayakan sistem teknologi.10. perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam Program Manual untuk spesifik bidang tertentu. Mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan melakukan iterasi teknis diantara group yang terkait.

Log book. kontrak kerjasama. 12. Membentuk Organisasi Fungsional Kerekayasaan bersama Kepala Program dan Chief Engineer. Lembar Instruksi (Instruction Sheet). Lembar Keputusan (Decision Sheet). Membuat perencanaan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Program Manager. Technical Report/Technical Memorandum. 2. 5. 11. Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu. 6. diskusi dan kesimpulan). Memeriksa Technical Report/ Technical Memorandum. 5. Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Group Leader. 9. Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada Program Manager. Memeriksa Program Document. Materi Presentasi. Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang. Program Manager dapat mempunyai asisten sejumlah Satuan Kerja yang terlibat dalam program sebanyak-banyaknya 4 orang asisten. 10. Memberikan metoda pengendalian proyek. dan pengadaan barang sesuai dengan WBS nya dengan melakukan iterasi yang terkait dengan ketersediaan aliran pendanaan. Materi Presentasi. Mempersiapkan dan memeriksa Progress Control and Monitoring. Design/Engineering/Test/ Production Manual. Membuat rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. Memeriksa Program Manual. Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan. Program Document. Mempersiapkan materi presentasi laporan hasil kegiatan Struktur Rincian Kerja yang dipimpinnya. Benda kerja. Menetapkan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain. Mempersiapkan Design Manual/Engineering Manual/Test Manual/Production manual. Kontrak Kerjasama. Melaksanakan Progress Control and Monitoring. Technical Document. Program Manager bertanggung jawab kepada Kepala Program. 4. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program. Lembar Keputusan (Decision Sheet). 11. 7. 9. Menyetujui Technical Notes. pendanaan. mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja 6. Mempersiapkan Technical Document. Lembar Usulan Spesifikasi Teknis. Mempresentasikan laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana di hadapan Kepala Program secara berkala. 7. Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). 10. Progress Control and Monitoring. Lembar Instruksi (Instruction Sheet). Manajer Program (Program Manager) Melaksanakan tugas manajemen program yang meliputi perencanaan program termasuk jadwal pencapaian sasaran serta aliran pendanaan.3. Program Manual. Secara rinci tugas Program Manager adalah sebagai berikut: 1. 8. 8. (4). Progress Control and Monitoring Report. 4. Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Kepala Program (Program Director) secara berkala (paparan. 3. Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). 27 .

3. Lembar Keputusan (Decision Sheet). alternatif teknik yang lain pada pertemuan diskusi dengan satu atau lebih Group Leader. 4. Kepala Program (Program Director) Kepala Program adalah Program Inisiator yang memberikan arahan tentang garis-garis besar kegiatan termasuk: state of the art technology. Program Manual. Program Document. Materi Presentasi. Detail. 9. Memberikan supervisi teknis untuk penyelarasan kinerja secara rutin. Memeriksa Design Manual/Engineering Manual/Test Manual/Production manual. 28 . Lembar Instruksi Teknis (Instruction Sheet). Critical dan Final Program Review. Memeriksa Technical Document. Log book. Technical Report/Technical Memorandum. Merencanakan waktu keterlibatan personil dalam tiap program. untuk mendiskusikan hasil-hasil program secara berkala. 4. Program Manager dan Chief Engineer. maupun eksekusinya.(5). penetapan SDM yang kompeten dan berkualitas untuk program. strategi keuangan program. Draft Surat Keputusan Tim Kerja. Technical Document. 12. Mendiskusikan pelaksanaan program ditinjau dari segi teknik ketepatan waktu dan pendanaan secara berkala bersama para Group Leader. Mengevaluasi dan menyetujui usulan spesifikasi teknis barang yang diusulkan Group Leader. 7. 6. Melakukan trade-off dan prioritasi hasil-hasil WBS untuk mendapatkan produk akhir yang paling sesuai pada akhir tahun anggaran. Secara rinci tugas Chief Engineer adalah sebagai berikut: 1. Mempersiapkan Program Manual. 3. Melakukan perencanaan program bersama Program Manager dan Chief Engineer. menentukan jumlah WBS dan jumlah WP untuk setiap WBS. Mengangkat personil – personil yang terlibat dalam program serta pejabat-pejabat fungsional atas usulan Chief Engineer. Design/Engineering/Test/ Production Manual. Memberikan saran perbaikan. 10. membentuk organisasi program. 11. (6). Insinyur Kepala (Chief Engineer) Melaksanakan pemantauan kualitas hasil program dari segi teknis seperti pemenuhan persyaratan desain. Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). Mempresentasikan hasil kegiatan secara teknis di hadapan kepala program secara berkala. 2. Benda kerja. 5. Mempersiapkan Program Document. 2. Chief Engineer bertanggung jawab kepada Kepala Program dan dapat mempunyai asisten sejumlah maksimal 4 orang. Mendiskusikan dan menetapkan SDM yang terlibat dalam program dengan para Kepala Unit Struktural. Bersama Kepala Program dan Program Manager membentuk Organisasi Program. Menyetujui Technical Report/Technical Memorandum. Memberikan saran-saran pada setiap fasa program review: Preliminary. dan Program Manager. 13. 8. Secara rinci tugas Kepala Program adalah sebagai berikut : 1.

Menyetujui Program Manual/ Design Manual/ Engineering Manual/ Test Manual/ Production Manual/ Technical Document/ Program Document. Melaksanakan Progress Control and Monitoring (PCM) bersama Program Manager. Menyusun draft laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana. Program Document. Mengusulkan rencana waktu keterlibatan personil dalam tiap program. Melaporkan pelaksanaan program serta mempertanggung jawabkan hasil program 6. 2. 6. Untuk Organisasi tipe C tidak diperlukan Assistant Program Manager dan Assistant Chief Engineer. Mengusulkan rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. (7). 7. 8. 4. Sedangkan untuk Organisasi tipe B. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program. kepada kepala unit struktural (pimpinan terkait) yang memberi pekerjaan secara berkala. 6. Log book. Lembar Keputusan (Decision Sheet). Adapun tugas Assistant Program Manager adalah: 1. Design/Engineering/Test/Production Manual. 4. Technical Report/Technical Memorandum. Mengusulkan metoda pengendalian project. mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja.5. Menyiapkan pertemuan dalam rangka koordinasi kerja. 8.Lembar Instruksi (Instruction Sheet). Memperagakan hasil-hasil program. 3. Assistant Engineer Program Manager dan Assistant Chief Program Manager dan Chief Engineer bila diperlukan dapat didampingi oleh beberapa asisten yang disebut sebagai Assistant Program Manager dan Assistant Chief Engineer. Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). Untuk Organisasi Program tipe A paling banyak empat asisten untuk Chief Engineer. Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan. 29 . Memantau pelaksanaan program bersama Chief Engineer. 7. Adapun tugas Assistant Chief Engineer ini adalah: 1. Memberikan presentasi mengenai program berjalan. Melaksanakan kegiatan kerekayasaan di lingkungan berbahaya atau beresiko. Menyiapkan draft Engineering Manual/ Test Manual/ Production manual. Technical Document. dan Progress Control and Monitoring. Menyiapkan draft kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Program Manager. Mengusulkan personil yang sesuai serta klarifikasi dan sandi kerja. 9. materi Presentasi. paling banyak ada dua asisten Chief Engineer. 2. 5. Program Manual. 5. 3. Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang. Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak Atas Kekayaan Inteletual di hadapan yang berwenang. dan beberapa asisten untuk Program Manager sesuai dengan penjelasan sebelumnya. Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Group Leader bersama Program Manager.

Program Document. Membuat perencanaan SDM.(8). Mengusulkan Pendanaan. Memantau & Memberikan supervisi tugas. Mempresentasikan hasil laporan. Melaporkan & mempertanggungjawabkan program. 2. Menetapkan SK Personil. 8. 5. Konsultasi penjadwalan dan pendanaan. Membentuk Organisasi Fungsional Kerekayasaan. 6. Memeriksa & mengesahkan Technical Report. Sosialisasi hasil program. 11. 10. Mengesahkan Technical Notes. 14. Mengusahakan HAKI. Design/ Engineering/ Test/ Production Manual. 7. 3. 9. Menyiapkan. maka Group Leader (GL) mempunyai tugas sebagai berikut: 1. 12. Melaksanakan koordinasi kerja. 13. memeriksa & mengesahkan Program Manual. 4. 30 . Group Leader Type C Khusus untuk Organisasi Perekayasa tipe C.

Jenjang Jabatan Fungsional Perekayasa Jenjang Jabatan Fungsional Perekayasa terbagi menjadi 4 (empat) jenjang. Setelah mengikuti sedikitnya dua program. 4. Setelah sedikitnya dua kali berperan sebagai Leader mampu berperan sebagai Group Leader atau Program Manager. 2. PERAN. 3. sedangkan pengalaman diperoleh melalui peran serta Perekayasa dalam kegiatan Program yang berjalan tiap tahun. Persyaratan diatas diperlihatkan dalam gambar berikut ini.1. Tingkatan kemampuan yang dituntut dalam penjenjangan perekayasa adalah : • Perekayasa Pertama (Engineer) Mampu berperan sebagai Engineering Staff dalam kegiatan program. yang diperoleh mulai dari tingkat kesulitan rendah sampai tingkat kesulitan tinggi dalam memecahkan persoalan kegiatan kerekayasaan 2. Peran para Perekayasa difasilitasi oleh Organisasi Fungsional Kerekayasaan dalam melaksanakan kegiatan program. yaitu: 1. • Perekayasa Utama (Principal Engineer) Mampu berperan sebagai Chief Engineer & Kepala Program dalam kegiatan program. Penjenjangan karir Perekayasa didasarkan pada: 1. • Perekayasa Madya (Specialist Engineer) Mampu berperan sebagai Group Leader dan Program Manager dalam kegiatan program. Chief Engineer dan Program Director. DAN TUGAS JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA 4. yang diperoleh mulai dari peran anggota program sebagai Engineering Staff sampai ketingkat pimpinan kelompok sebagai Leader.BAB IV JENJANG. Pengalaman. • Perekayasa Muda (Senior Engineer) Mampu berperan sebagai Engineering Staff dan Leader dalam kegiatan program. Peran. Group Leader dan akhirnya ketingkat pimpinan program sebagai Program Manager. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan padanan bagi setiap jenjang jabatan perekayasa. Sedikitnya telah tiga kali berperan sebagai Chief Engineer atau Kepala Program. sehingga Jabatan Fungsional Perekayasa ini lebih komunikatif dalam kancah forum internasional. Perekayasa Pertama (Engineer) Perekayasa Muda (Senior Engineer) Perekayasa Madya (Specialist Engineer) Perekayasa Utama (Principal Engineer) Untuk setiap jabatan diberikan tambahan padanan istilah dalam bahasa Inggris sebagaimana tercantum dalam tanda kurung di atas. Setelah sedikitnya dua kali berperan sebagai Group Leader mampu berperan sebagai Chief Engineer atau Kepala Program . 31 . mampu berperan sebagai Leader.

dan terus meningkat sampai ke jenjang yang paling puncak sebagai Perekayasa Utama dengan peran sebagai Kepala Program. Peran Perekayasa menurut penjenjangannya Pekerjaan di bidang perekayasaan merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk ”team work. Melalui peran tersebut Pejabat Perekayasa dapat meningkatkan karirnya untuk naik pada jenjang Jabatan Fungsional Perekayasa dari yang terendah ke jenjang yang lebih tinggi. Semakin tinggi jabatan fungsional perekayasa tersebut semakin tinggi pula perannya dalam organisasi fungsional (lihat Tabel 4.1). Peran perekayasa dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan dapat diuraikan sebagai berikut.1. Dengan demikian. peran Perekayasa dalam suatu program ditentukan oleh kedudukannya dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan dari program tersebut. Peran dan pengalaman dalam program 4.PD atau CE Peran dalam Program PM GL atau L ES PP PMu PMy PU Pengalaman: Jumlah Program Minimal Gambar 4. yaitu dimulai dari urutan paling awal sebagai Perekayasa Pertama dengan peran sebagai Engineering Staff.2. 32 .

Dengan mengetahui peran setiap jenjang Perekayasa pada Organisasi Fungsional Kerekayasaan maka tugas setiap perekayasa pada jenjangnya dapat segera diketahui. Tugas Perekayasa menurut penjenjangannya Sesuai dengan bunyi pasal 4 Peraturan Menpan Nomor : PER/219/M.Tabel 4. yaitu: 1. Asisten-asisten tersebut mempunyai jenjang satu tingkat lebih rendah dari atasannya. apabila diperlukan dapat mengerjakan kegiatan Kerekayasaan yang menjadi tugas dan tanggung jawab pejabat perekayasa satu jenjang dibawahnya. Ringkasan Peta Peran Perekayasa dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan Peran Jenjang Eng. Perekayasa Madya (Specialist Engineer): dapat mengisi peran Group Leader atau Program Manager 4.3. 33 . Pejabat Perekayasa dengan jenjang jabatan yang lebih tinggi. Perekayasa Utama (Principal Engineer) dapat mengisi peran Chief Engineer atau Kepala Program Program Manager dan Chief Engineer dapat mengangkat asisten dengan peran yang disebut Asisten Program Manager dan Asisten Chief Engineer. Staff Group Leader Chief Program Manager Engineer Kepala Program Leader Keterangan Setiap Perekayasa dapat berperan pada satu tingkat di bawah atau di atas jenjang yang bersangkutan Pertama Muda Madya Utama Setiap peran dalam organisasi fungsional program dapat diisi oleh jenjang jabatan perekayasa yang sesuai kualifikasi atau kemampuan yang harus dipenuhi oleh masingmasing perekayasa. begitu juga sebaliknya. Perekayasa Muda (Senior Engineer): dapat mengisi peran Engineering Staff atau Leader.PAN/7/2008 tugas pokok perekayasa adalah melakukan kegiatan kerekayasaan. atau Program Manager 3. atau Group Leader. Perekayasa Pertama (Engineer): dapat mengisi peran Engineering Staff atau Leader 2.1. Tugas pokok tersebut dibagi sesuai dengan jenjang jabatan perekayasa. 4.

Kaitan antara jenjang jabatan fungsional perekayasa. Perekayasa Muda 4. Angka Kredit minimal. Perekayasa Madya 400 550 700 4. Tabel 4.5 Akuntabilitas. PNS dapat meniti karirnya untuk mendapatkan pangkat atau golongan ruang mulai dari III/a sampai dengan golongan tertinggi IV/e sesuai dengan angka kredit yang dimilikinya.4.2 : Kaitan antara Jabatan Fungsional Perekayasa. 3. 2. Jenjang Perekayasa. jika terdapat permasalahan yang timbul dalam program. I Pembina Utama Muda Pembina Utama Madya Pembina Utama GOLONGAN RUANG III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e JABATAN 1. Pangkat dan Golongan Ruang ANGKA KREDIT (AK) 100 150 200 300 3. maka dapat dilakukan secara sistematik baik dalam pengevaluasian kinerja maupun dalam penggunaan dana. pangkat dan golongan ruang tertera pada tabel di halaman berikut. karena peran dan tugas setiap Perekayasa terdefinisi dengan jelas. I Pembina Pembina Tk. I Penata Penata Tk. Pertanggungjawaban (accountability) jelas. Traceability & Facility) Fasilitas Melalui Organisasi Fungsional Kerekayasaan ini. peran dan tugas Perekayasa akan memberikan kemudahan-kemudahan sebagai berikut: 1. Memberikan fasilitas (facility) untuk pembinaan dan penjenjangan karir Perekayasa secara sistematik dan terprogram. Perekayasa Utama 850 1050 AK KENAIKAN JABFUNG 50 50 100 100 150 150 150 200 SETARA DENGAN PANGKAT Penata Muda Penata Muda Tk. Perekayasa Pertama 2.4. Pangkat dan Golongan Ruang Melalui jabatan fungsional perekayasa ini. Ketertelusuran dan (Accountability . Ketertelusuran (Traceability). angka kredit. 34 . Memberikan informasi tentang ketersediaan sumberdaya manusia yang terlibat dalam kegiatan program secara riil. 4.

2. Melaksanakan kegiatan Kerekayasaan 1). Butir Kegiatan dapat dirinci dalam beberapa bagian kegiatan. Setiap Sub Unsur dapat diuraikan menjadi beberapa butir kegiatan. Pengembangan. perekayasaan dan pengoperasian 1.3 : Contoh Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai UNSUR NO II KEGIATAN SUB UNSUR A. dan Bagian Kegiatan: Menetapkan Tujuan dan Kebutuhan Desain. yang anggotanya disebut Sub Unsur. pengembangan. Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai Kegiatan pejabat Perekayasa terinci dalam kelompok-kelompok yang menunjukkan tingkat rinciannya.6. Gambar 4. Melaksanakan desain konseptual (a) Menetapkan tujuan dan kebutuhan desain (Design Requirement and Objective) (b) Menyusun filosofi rancang bangun (c) Menetapkan metoda yang digunakan 35 . Sub Unsur: Pelaksanaan Kegiatan Penelitian Terapan. Pelaksanakan kegiatan KEREKAYASAAN penelitian terapan. maka butir kegiatan tersebut bukan unsur yang dinilai dan tidak ada angka kreditnya. Apabila butir kegiatan tersebut tidak dilaksanakan oleh Perekayasa.4. Perekayasaan dan Pengoperasian. Kelompok utamanya disebut Unsur. Contoh: Seorang Perekayasa Pertama melakukan kegiatan yang menjadi tugas pokoknya dalam Unsur: Kegiatan kerekayasaan. BUTIR KEGIATAN Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff) a. Tabel 4. Struktur rincian kegiatan Pada dasarnya butir kegiatan dan bagian kegiatan adalah kegiatan yang menjadi tugas pokok pejabat Perekayasa sesuai dengan jenjang jabatannya. Butir Kegiatan: Melaksanakan Desain Konseptual. Butir kegiatan dan atau bagian kegiatan yang dilaksanakan oleh Perekayasa merupakan unsur yang dinilai dan mendapatkan angka kredit.

Pendidikan dan pelatihan kerekayasaan ii. Pendidikan Sekolah 2. dan maksimal 20% dari unsur penunjang. Angka Kredit Penjenjangan yang terdiri dari: a.3.3). sedangkan S2 dan S3 dapat dimiliki sebelum atau setelah yang bersangkutan berada dalam jabatan fungsional Perekayasa.2. Sarjana (S1) 36 .1. (lihat sub bab 2.BAB V KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA 5.1. dan S3.A. Kegiatan Perekayasa disusun dalam 2 (dua) kelompok Unsur: 1. Maguster (S2) Satuan hasil: Ijazah I. Penunjang (berikutnya disebut sebagai unsur penunjang) Angka kredit untuk penilaian kenaikan jenjang harus mempunyai komposisi minimal 80% dari unsur utama. Pengembangan Profesi b.2 dan 2. Kegiatan Kerekayasaan iii.A. S2. Utama (berikutnya disebut sebagai unsur utama) i. Ijazah S1 atau D-IV harus dimiliki sebelum calon Perekayasa mengambil jabatan fungsional. Pendidikan dan ijasah ini harus dalam bidang keilmuan atau keahlian untuk perekayasa. Penilaian Jabatan Fungsional Perekayasa Penilaian terhadap Pejabat Fungsional Perekayasa dilaksanakan dengan memberikan angka kredit pada setiap butir kegiatan yang dilakukan.A. Ijazah yang setingkat hanya dapat dinilai 1 kali sebagai unsur Pendidikan Sekolah. perolehan ijazah lain yang sederajat hanya dapat dinilai sebagai unsur penunjang.A Pendidikan Pendidikan Sekolah dan Perolehan Gelar/ Ijazah Memperoleh gelar/ijazah dalam stratum D-IV. S1. I I. I. Adapun butir-butir kegiatan yang dapat dinilai dan angka kreditnya adalah sebagaimana penjelasan berikut ini. Doktor (S3) Satuan hasil: Ijazah I.

1 Lamanya lebih dari 960 jam Satuan hasil: sertifikat I. maka dalam 1 hari ekivalen 8 jam efektif.6 Lamanya 31-80 jam Satuan hasil: sertifikat 37 . Program pelatihan harus dalam bidang teknologi yang bertujuan untuk: • Refreshment course bagi perekayasa dalam bidang ilmu teknologi tertentu.Satuan hasil: Ijazah I. apabila tidak dicantumkan jumlah jam pelajarannya. • Pelatihan keindustrian.B.B.B. Diklat yang dilaksanakan kurang dari 10 jam pelajaran tidak dapat dinilaikan sebagai angka kredit.3 Lamanya 481-640 jam Satuan hasil: sertifikat I.B.4 Lamanya 161-480 jam Satuan hasil: sertifikat I.2 Lamanya 641-960 jam Satuan hasil: sertifikat I.5 Lamanya 81-160 jam Satuan hasil: sertifikat I. dan dalam 1 minggu ekivalen dengan 5 hari.B.B. integrasi produk serta manajemen proses yang diberikan oleh industri di dalam/ diluar negeri. meliputi proses desain. • Pelatihan Kerekayasaan yang bersifat khusus karena tuntutan lingkungan pekerjaan. Penilaian berdasarkan banyaknya jam pelajaran diklat.B Pendidikan dan Pelatihan di bidang kegiatan kerekayasaan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) Pendidikan dan pelatihan di bidang kerekayasaan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan atau Sertifikat. • Pelatihan Keselamatan serta keamanan kerja Laboratoria. manufaktur. I. • Pelatihan penggunaan instrument tertentu yang berkaitan dengan pengadaan instrument tersebut.

Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab seluruh kegiatan program diekivalenkan sebagai Kepala Program. 3. 5. Oleh sebab itu adanya Organisasi Fungsional Kerekayasaan mutlak perlu agar seorang Perekayasa jelas kedudukannya dalam melaksanakan profesinya. sehingga dapat dinilai secara adil.C. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab seluruh pendanaan dan penjadwalan dari kegiatan program diekivalenkan sebagai Program Manager. Dengan demikian sangat disarankan untuk setiap instansi yang akan mengikuti Jabatan Fungsional Perekayasa. b. tidak/sulit dibentuk.7 Lamanya 10-30 jam Satuan hasil: sertifikat I. setidaknya tipe C. Menilai peran dan tugas perekayasa tersebut sesuai dengan aturan Jabatan Fungsional Perekayasa. Kegiatan Kerekayasaan Peran dan Tugas Perekayasa dinilai secara individual menurut kedudukannya di dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan. 4. Memetakan kesetaraan (ekivalensi) organisasi di mana Perekayasa bekerja dengan Organisasi Fungsional Kerekayasaan untuk menetapkan kedudukan perekayasa tersebut. pada kedudukannya tersebut. Organisasi Fungsional Kerekayasaan. 2. Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Yang dimaksud dengan prajabatan adalah prajabatan yang diperuntukan untuk golongan III dan didalamnya dilaksanakan mata pelajaran Jabatan Fungsional Perekayasa selama 16 Jam Pelajaran. bisa dibentuk dan dijalankan. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab seluruh kegiatan teknis dari kegiatan program diekivalenkan sebagai Chief Engineer. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab sekelompok bidang teknik dari kegiatan program diekivalenkan sebagai Group Leader.I. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab bagian 38 . maka masih dimungkinkan untuk menilai Peran & Tugas Perekayasa dengan : a.B. Satuan hasil: sertifikat II. paling sedikit mendaftarkan beberapa orang anggotanya. Namun demikian. Dari pemetaan tersebut maka ekivalensi dapat dilaksanakan sebagai berikut : 1. bila karena sesuatu hal yang berkaitan dengan peraturan setempat. agar Organisasi Fungsional Kerekayasaan.

39 . perekayasaan. Satuan hasil: Lembar kerja II.A.(c) Menetapkan metoda yang digunakan Menetapkan metoda yang akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan kerekayasaan yang ditugaskan.1).2) II.A.a.a. II.1. Ekivalensi disesuaikan dengan type organisasi fungsional kerekayasaan dengan kriteria: • Type C: terdiri dari 1 disiplin ilmu/ kegiatan kerekayasaan dengan jumlah pelaksana kegiatan kurang dari dan sama dengan 17 orang • Tipe B: terdiri dari minimal 2 disiplin ilmu/ kegiatan kerekayasaan dengan jumlah pelaksana kegiatan lebih besar dari 17 orang • Tipe A: terdiri dari minimal 5 disiplin ilmu/ kegiatan kerekayasaan dengan jumlah pelaksana kegiatan lebih besar dari 38 orang dan melibatkan institusi lain.A.a. 6.1.a. Pelaksanaan kegiatan penelitian pengembangan.A.1. Satuan hasil: Lembar kerja II.A.A. pengoperasian Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff) terapan.1) II.A.A.1.1.(a) Melaksanakan kegiatan Kerekayasaan Melaksanakan desain konseptual Menetapkan tujuan dan kebutuhan desain (Desain Requirement & Objective) Menetapkan tujuan dan parameter-parameter dasar yang dibutuhkan dalam kegiatan kerekayasaan yang ditugaskan.2). Satuan hasil: Lembar kerja II.a.a.1.a. II. Jika Perekayasa tersebut bekerja sendirian (secara individual) tanpa terkait dengan kegiatan program apapun hanya bisa diekivalenkan sebagai seorang Engineering Staff.dari suatu kelompok teknik dari kegiatan program diekivalenkan sebagai Leader. II. dan II. A.(b) Menyusun filosofi rancang bangun Menyusun konsep-konsep dasar pemikiran yang akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan kerekayasaan yang ditugaskan. Penentuan ekivalensi ditentukan oleh Instansi Pengusul dan divalidasi oleh Instansi Pembina.1).1.1).1.(a) Melaksanakan desain awal Merekayasa bentuk konfigurasi Melaksanakan penyelarasan produk kegiatan kerekayasaan untuk mencapai bentuk/ konfigurasi yang optimal.

(c) Membuat gambar teknis (Engineering Drawing) awal Melakukan pembuatan gambar awal berdasarkan kaidah pembuatan gambar teknis untuk suatu produk kegiatan kerekayasaan sesuai dengan II.a.(b) Mengkalkulasi kinerja awal Membuat perhitungan-perhitungan atau analisa untuk mengetahui kinerja awal dari kegiatan kerekayasaan yang ditugaskan sehingga akan diketahui dimensi/ kapasitas/ besaran-besaran seperti yang diinginkan pada Design Requirement & Objective.(d) Menetapkan konfigurasi Menetapkan konfigurasi rinci atas desain setelah melakukan kalkulasi kinerja. harga.A.a.2).3) II.A.(c) Melaksanakan konfigurasi desain rinci Melaksanakan penyusunan konfigurasi (unsur dan saling keterkaitan antar unsur) secara rinci atas desain yang akan dihasilkan sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan.A. Satuan hasil: Lembar kerja II.1. kuantitas.(a) Melaksanakan desain rinci Melaksanakan iterasi hasil desain awal Melakukan optimasi desain awal dengan cara iterasi (proses revisi secara berkesinambungan melalui metoda tertentu). disesuaikan dengan persyaratan yang diinginkan.Satuan hasil: Lembar kerja II.A. iterasi dan optimasi desain.a. biaya dan waktu.1. Satuan hasil: Lembar kerja II.1.a.(b).(a) Melaksanakan perhitungan Melaksanakan perhitungan pendekatan awal Membuat perhitungan berdasarkan model matematik untuk mengetahui sifat-sifat umum dari suatu desain yang akan dihasilkan.a.(b) Mengoptimasi hasil desain awal Melakukan penyempurnaan hasil desain awal terhadap suatu produk rancang bangun agar dapat optimal ditinjau dari segi fungsi.1.2).3).A.a.a.a. Iterasi dapat menggunakan: kualitas.1.A. 40 .3).1.1.1.a.A.A.1.1.A.4).2). Satuan hasil: Logbook per kegiatan dan Lembar kerja II. atau nilai tertentu hingga diperoleh hasil yang optimal.3). Satuan hasil: Lembar kerja II.A. Satuan hasil: Lembar kerja II.4) II.3). Satuan hasil: Lembar kerja II. kinerja.a.

5).5).1.A. (a) dan mencatatnya dalam sebuah logbook Satuan hasil: Logbook II. quadran dan sebagainya yang dilakukan dengan komputer untuk mendukung pembuatan produk yang diinginkan Satuan hasil: Logbook per kegiatan dan Lembar kerja II. (a) Satuan hasil: Benda Kerja/ Lembar kerja II.A.1.1.a.1.1.5). A.1.A. Satuan hasil: Lembar kerja II.(c) Menetapkan sistem penginderaan pengujian Menetapkan sistem penginderaan (kontrol/ sensor) untuk pelaksanaan kegiatan pengujian.5).1.5).5).1.(f) Menganalisis data 41 .a. Satuan hasil: Lembar kerja II.A.A.(c) Melaksanakan komputasi numerik Membuat perhitungan-perhitungan mathematik (persamaan aljabar. 5).A.a.a.A.4).5) II.A. Termasuk didalamnya adalah jadwal pengujian dan peralatan yang dipergunakan dalam pengujian.(e) Melaksanakan operasi pengujian Melaksanakan/ memberikan asistensi pada teknisi dalam proses pengujian sesuai dengan metoda seperti butir II.a.(d) Menetapkan sistem perolehan dan pengolahan data Menetapkan metoda dan strategi untuk mendapatkan data dan mengolah data hasil pengujian Satuan hasil: Lembar kerja II. A.a.1. interpolasi.1.4).1.a.A. a.a.Satuan hasil: Logbook per kegiatan dan Lembar kerja II.(b) Melaksanakan perhitungan analitik rinci Membuat perhitungan berdasarkan model matematik untuk mengetahui berbagai sifat-sifat / data yang dibutuhkan dari bagian / komponen produk rancang bangun yang akan diproduksi.(b) Membuat benda uji Melaksanakan/ memberikan asistensi pada teknisi dalam membuat desain dan pembuatan benda/alat/instrumen yang akan digunakan untuk proses pengujian berdasarkan metoda seperti butir II.a.a.(a) Melaksanakan pengujian Menetapkan konfigurasi pengujian Menetapkan cara/metoda dan tahapan pada proses pengujian. Satuan hasil: Logbook per kegiatan dan Lembar kerja II.5).

A.6). Intepretasi data hasil explorasi harus dikaitkan dengan tujuan pengujian.(b) Menetapkan sasaran explorasi Menetapkan sasaran-sasaran kualitatif/ kuantitatif yang harus dicapai pada proses explorasi Satuan hasil: Lembar kerja II.a.a.6).(a) II.1.5).1. sehingga diperoleh kesimpulan hasil pengujian Satuan hasil: Lembar kerja II.1.Menganalisis data hasil pengujian menjadi grafik atau tabel.1.A.6).(g) Menginterpretasi hasil uji Menginterpretasikan data berdasarkan metoda yang diberikan oleh Leader.(c) Melaksanakan explorasi Melaksanakan kegiatan explorasi dan mencatat data/hasil/peristiwa yang diperoleh selama explorasi Satuan hasil: Logbook dan Lembar kerja II.a.1. Melaksanakan observasi Menetapkan instrumentasi observasi Menetapkan instrument/peralatan yang akan digunakan untuk melakukan observasi/pengamatan visual terhadap suatu obyek yang terkait dengan produk atau benda uji Satuan hasil: Lembar kerja II.(a) Melaksanakan explorasi Menetapkan instrumentasi explorasi Menetapkan tujuan dan peralatan/ instrumen yang dipergunakan untuk explorasi Satuan hasil: Lembar kerja II.A.1.6).a.a.(d) Menganalisis data explorasi Menganalisis data hasil eksplorasi menjadi mengambil kesimpulan dari data explorasi Satuan hasil: Lembar kerja gambar/grafik dan II.a.A.A.6) II.(e) Menginterpretasi hasil explorasi Menginpretasikan data hasil explorasi berdasarkan metoda yang diberikan oleh leader.a.a.A.1.A.A.7) II.A.(b) Menetapkan sasaran observasi 42 .1.a.1.A.7). Intepretasi data hasil pengujian harus dikaitkan dengan tujuan pengujian Satuan hasil: Lembar kerja II.7).a.6).1.

(a) Melaksanakan pengukuran Menetapkan instrumentasi pengukuran Menetapkan instrument/peralatan yang akan digunakan untuk melakukan pengukuran (yang berupa besaran fisika.Menetapkan capaian (kuantitatif dan kualitatif) yang diharapkan selama observasi Satuan hasil: Lembar kerja II.(e) Menginterpretasi hasil pengukuran 43 .(e) Menginterpretasi hasil observasi Melaksanakan interpretasi dari data kesimpulan hasil observasi terhadap tujuan/sasaran WP-nya Satuan hasil: Lembar kerja II.8).(d) Menganalisis data pengukuran Melaksanakan pengolahan data hasil pengukuran (data mentah) menjadi data perhitungan/gambar/grafik.1.1.A.8).A.(c) Melaksanakan observasi Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam pelaksanaan observasi Satuan hasil: Logbook dan Lembar kerja II.1.(d) Menganalisis data observasi Melaksanakan pengolahan data hasil observasi (data mentah) menjadi data perhitungan/gambar/grafik.1.8).7).(c) Melaksanakan pengukuran Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam pelaksanaan pengukuran Satuan hasil: Logbook dan Lembar kerja II.a.1.A.7).a.A.1.a.1.8).8) II.A.A.a. matematika) terhadap suatu obyek yang terkait dengan produk atau benda uji Satuan hasil: Lembar kerja II.7).a.A. kimia. sehingga mendapatkan kesimpulan hasil observasi Satuan hasil: Lembar kerja II.8).(b) Menetapkan sasaran pengukuran Menetapkan capaian (kuantitatif dan kualitatif) yang diharapkan selama melakukan pengukuran Satuan hasil: Lembar kerja II.a.A.1.a.A. sehingga mendapatkan kesimpulan hasil pengukuran Satuan hasil: Lembar kerja II.a.1.a.

(b) Melaksanakan perawatan berkala produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam perawatan berkala produk (bisa mingguan.A.a. Catatan : Produk telah beroperasi secara berkesinambungan Satuan hasil: Lembar kerja dan foto II.9).(c) Melaksanakan perbaikan menyeluruh (over haul) produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam melaksanakan perbaikan menyeluruh suatu produk (untuk produk hardware : biasanya pada saat banyak part yang habis umur pakainya) Catatan : Produk telah beroperasi secara berkesinambungan Satuan hasil: Lembar kerja dan foto II.A.A.(a) Melaksanakan modifikasi produk Melaksanakan repair (perbaikan) produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam pelaksanaan perbaikan produk.9) II.(a) Menetapkan parameter kelayakan Menentukan dan menetapkan dari beberapa parameter kelayakan sistem teknologi Satuan hasil: Lembar kerja 44 .Melaksanakan interpretasi dari data kesimpulan hasil pengukuran terhadap tujuan/sasaran WP-nya Satuan hasil: Lembar kerja II.A.a.1. tergantung obyek yang dirawat) Catatan : Produk telah beroperasi secara berkesinambungan Satuan hasil: Lembar kerja dan foto II.1.1.1.a.1.A.(b) Melaksanakan modifikasi produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam pelaksanaan modifikasi produk sesuai dengan kebutuhan.11).a.a.10) Melaksanakan perawatan produk II.1.A.a.A.9).11) Melaksanakan studi kelayakan system teknologi II.A.(a) Melaksanakan perawatan rutin (harian) produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam perawatan rutin harian terhadap produk.10).a.1.10).a.1.A.1.a.10). bulanan atau tahunan. Catatan: produk dimodifikasi setelah dilakukan pengujian/ observasi/ pengukuran Satuan hasil: Lembar kerja dan foto II. Catatan : produk diperbaiki apabila telah beroperasi Satuan hasil: Lembar kerja dan foto II.

a. bertekanan lebih dari 3 atmosfer. Pekerjaan yang melibatkan bahan-bahan beracun.12).b.1. contoh pada percobaan di laboratorium yang menuntut kondisi suhu ekstreem untuk pengembang biakan vaksin atau enzyme tertentu. kuman dan sejenisnya. 45 .(a) Menetapkan acuan studi banding Menetapkan acuan studi banding yang dipergunakan pada suatu sistem teknologi Satuan hasil: Lembar kerja II.1.A. b.A. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya. c.12).12) Melaksanakan studi banding sistem teknologi II. Bekerja ditengah laut dengan gelombang: seperti berlayar untuk melakukan pemetikan data hidro-oceanografi. Satuan hasil: Surat Keputusan Contoh lingkungan beriseko tinggi dan berbahaya adalah: 1. Bukti untuk penilaian merupakan Surat Keputusan dari Kepala Program yang disetujui oleh kepala unit struktural yang memberikan pekerjaan. Butir kegiatan ini hanya dapat dinilaikan 1 kali per tahun per orang. Bekerja pada lingkungan dengan: temperatur dibawah 5 derajat.II.a. lingkungan beradiasi nuklir.A.(b) Melaksanakan perbandingan kinerja suatu teknologi Melaksanakan perbandingan kinerja suatu sistem teknologi dengan acuan yang telah ditetapkan sebelumnya Satuan hasil: Lembar kerja II.11).a.(b) Melaksanakan penyelidikan kesesuaian dengan paramater kelayakan Mengevaluasi dan memeriksa kesesuaian parameter kelayakan dari suatu sistem teknologi Satuan hasil: Lembar kerja II.a. uji kinerja hasil rancang bangun kapal laut.1. Umumnya pekerjaan ini dilakukan di laboratorium kimia atau biologi.A. 2. dianjungan minyak dalam rangka pengeboran atau konstruksi pengeboran.1. pemetaan dasar laut.1. dan keselamatan jiwa baik jangka pendek maupun jangka panjang. contoh di kedalaman laut untuk melakukan pengamatan kondisi biota laut atau geologi laut dengan menggunakan kapal selam mini. Lingkungan pekerjaan yang terkait dengan program bersangkutan yang bersifat rutin (bukan penugasan insidentil) dengan mempunyai resiko kesehatan. a. bakteri.A. 3.

menyemai awan.2) II.2.4.a.1). Catatan: 1. Uji terbang untuk riset atmosfer. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) II.2. Bekerja dalam pertambangan yang berbahaya.(b) Menetapkan metoda kalkulasi Mengevaluasi dan menetapkan metoda perhitungan pada desain konseptual/ awal berdasarkan beberapa landasan teori perhitungan yang akan dipergunakan. 46 .2. dan waktu pada desain rinci. 6. Oleh karena itu. 7.2. modifikasi cuaca.1).(c) Menilai hasil desain awal Mengevaluasi dan menetapkan desain konseptual/awal yang bertujuan untuk memperoleh desain konseptual/awal yang paling optimum. Uji senjata berhulu ledak atau senjata kuman.(a) Melaksanakan desain rinci Memberikan metoda optimasi Melaksanakan dan memberikan metoda agar diperoleh hasil optimum ditinjau dari segi fungsi. 2.a. koordinat. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II. 5. II.a.2.a. Satuan hasil yang berupa foto dapat diganti dengan bukti lain yang relevan. Logbook per kegiatan adalah catatan terhadap pelaksanaan peran harian beserta hasil dari pelaksanaan peran tersebut. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.2.(b) Mensintesiskan hasil desain awal menjadi desain rinci Membuat desain rinci berdasarkan desain awal sehingga diperoleh dimensi (ukuran.A.a.2. Satuan hasil: Lembar kerja II.A.A.1). Dan lain yang disetujui oleh Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa. kinerja.A.a. bentuk.A.A. untuk satuan hasil yang berupa Logbook per kegiatan dan Lembar kerja untuk berkas usulan penilaian dapat disampaikan salah satu saja.A. warna dll) dari obyek yang dirancang.2).A.a. II.2.(a) Memberikan Supervisi kepada para Engineering Staff dalam: Melaksanakan desain konseptual/ awal Memberikan beberapa alternatif metoda desain Memberikan beberapa alternatif/ pilihan metoda pada desain konseptual/ awal Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.A.a.1) II. biaya.2). uji terbang pesawat udara.2.

2.4) II.a.A.(c) Menentukan peralatan pengolah data Menentukan peralatan/instrumen yang mengolah data hasil pengujian.(c) Memberikan metoda pemecahan persamaan Melaksanakan dan memberikan metoda pemecahan persamaan.A.a.2).a. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.A.A.(b) Menentukan peralatan perolehan data Menentukan peralatan/instrumen yang akan dipergunakan untuk mendapatkan data yang diinginkan.4). kuantitas.(b) Melaksanakan deskritisasi persamaan Melaksanakan dan memberikan deskritisasi dari persamaan Satuan hasil: Lembar kerja II.(c) Memberikan metoda iterasi desain Melaksanakan dan memberikan metoda iterasi terhadap desain rinci dengan pertimbangan kualitas. baik berupa hardware maupun software.3). atau nilai tertentu yang optimal.A.3) II.2.3). dan apabila diperlukan termasuk didalamnya adalah menerapkan persamaan tersebut dalam suatu perhitungan numerik.A. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.2. harga.A. Peralatan ini dapat berupa hardware maupun software.a.2.A.a. Satuan hasil: Lembar kerja II. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.2.Satuan hasil: Lembar kerja II.2.a.a.2.a.4).(d) Memberikan metoda dan strategi pengujian 47 akan dipergunakan untuk .(a) Melaksanakan perhitungan Melaksanakan penurunan persamaan matematik/ modelling Melaksanakan dan mengevaluasi perhitungan/penurunan persamaan matematik dan atau melaksanakan dan mengevaluasi model melalui pemodelan numerik. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.A.A.2.2.2.(a) Melaksanakan pengujian Menyajikan beberapa alternatif jenis peralatan pengujian Memberikan pilihan berbagai jenis peralatan/instrumen yang dapat dipergunakan untuk melakukan pengujian terkait dengan obyek yang akan diuji. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.4).3).a.4).a.

(a) Melaksanakan observasi Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran observasi Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran observasi berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.A.(c) Melaksanakan penurunan hasil observasi menjadi model matematika Melaksanakan penurunan hasil observasi menjadi model matematika dengan hasil berupa rumus empirik.(c) Melaksanakan penurunan hasil explorasi menjadi model matematika Melaksanakan penurunan hasil explorasi menjadi model matematika dengan hasil berupa rumus empirik.2.a.A.A.2.a.A.A. II.2.(a) Melaksanakan explorasi Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran explorasi Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran explorasi berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.(e) Memberikan metoda interpretasi hasil pengujian Memberikan metoda interpretasi hasil pengolahan data agar secara ilimiah dapat dipertanggungjawabkan dikaitkan tujuan pengujian. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.6).A.2.2. Satuan hasil: Lembar kerja II.2.a.6).A.a.(b) Menetapkan metoda explorasi Menetapkan metoda explorasi yang akan digunakan sehingga hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.2. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.A.a.(b) Menetapkan metoda observasi Menetapkan metoda observasi yang akan digunakan sehingga hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.4).6).Memberikan metoda/ cara dan strategi pengujian yang akan digunakan agar data yang diperoleh akurat.a.5).2.7) Melaksanakan pengukuran 48 .5).2.5) II. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.a.a. Satuan hasil: Lembar kerja II.a.a.A.A.5).6).2. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.

7). Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.2.A.A. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.a. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II. Memberikan metoda modifikasi produk sesuai dengan kebutuhan.(b) Menetapkan metoda pengukuran Menetapkan metoda pengukuran yang akan digunakan sehingga hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.A.(b) Melaksanakan pemilihan parameter kelayakan 49 .A.(a) Melaksanakan modifikasi produk Memberikan metoda modifikasi produk.a.(b) Memberikan metoda perbaikan (repair) produk Memberikan metoda perbaikan produk kerekayasaan agar sesuai dengan spesifikasi awal.a.(a) Menetapkan persyaratan kelayakan Menetapkan persyaratan kelayakan sistem teknologi.a.2.A.a.2.9) II.a.A.(b) Memberikan metoda perbaikan menyeluruh (over haul) produk Memberikan metoda over haul produk.2.a.2.7).2.A.2.(c) Melaksanakan penurunan hasil pengukuran menjadi model matematika Melaksanakan penurunan hasil pengukuran menjadi model matematika dengan hasil berupa rumus empirik.a.(a) Melaksanakan perawatan produk Memberikan metoda perawatan produk Memberikan metoda perawatan produk agar kinerja awal tetap terpelihara.a.10).A. Satuan hasil: Lembar kerja II.8). Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.a.(a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran pengukuran Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran pengukuran berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.7).8) II.8).2.9).A.A.a.A.2.2.2. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.10).II.A. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.a.2.9).10) Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi II. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.

A.(c) Menetapkan model yang akan dipakai sebagai acuan Menetapkan model yang akan digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan studi kelayakan. model dan lainlain) untuk melaksanakan kegiatan studi banding sistem teknologi. Melaksanakan berbahaya. daftar hadir atau bukti lainnya II.A.1) II. konsep.A.b. Lihat II.3.2. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II. Mengkombinasikan hasil-hasil dari seluruh Paket Pekerjaan (WP) yang 50 .10). Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.c. dan penyimpulan hasil) Melaksanakan presentasi kepada Group Leader berkaitan dengan hasil pekerjaan yang dipimpinnya.A. Satuan hasil: Materi Presentasi II. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) II. jadwal dan berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan. Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh ketua kelompok (Group Leader) Mempersiapkan bahan presentasi laporan hasil kegiatan Paket Kerja (Work Package) yang dipimpinnya Mengumpulkan bahan-bahan dari para Engineering Staff yang dipimpinnya dan mempersiapkan presentasi kepada pemimpin kelompok (Group Leader).c.2. Satuan hasil: Lembar Keputusan (Decission Sheet) II.2. Menyelenggarakan pertemuan dan memimpin diskusi dengan para staf perekayasa (Engineering staff) tentang pekerjaan mereka.2.2.2) Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Ketua Kelompok (Group Leader) secara berkala (Pemaparan.A.a.3.c.a. Pertemuan/rapat antara Leader dengan para Engineering Staff untuk membahas: permasalahan. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II. Satuan hasil: Materi presentasi.A.2.1.A.Menentukan parameter dari persyaratan kelayakan sistem teknologi.A.A.A.a. diskusi. Didalam pertemuan tersebut dilakukan diskusi-diskusi dan pengambilan kesimpulan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal.2.11) Menetapkan acuan banding Menetapkan acuan banding (parameter teknis.b kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau II.d.

4 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah observasi Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan observasi berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil observasi dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan.a.3. Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II.3.a.3.berada di bawahnya dalam kelompok keilmuan/ keahliannya II.2 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah testing Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan pengujian (testing) berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil pengujian (testing) dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan.a.A.a.3 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah explorasi Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan explorasi berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil explorasi dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan.6 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah modifikasi Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan modifikasi berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi modifikasi dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan.a. dan melaksanakan integrasi desain dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan.A.3. Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II.A.3. 51 .A. Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II.1 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah desain Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan desain berdasarkan Program Manual.A.5 Melaksanakan sub-integrasi produk WBS untuk masalah pengukuran Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan pengukuran berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil pengukuran dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan.A. Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II.a. Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II.3.

3.7 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah perawatan Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan perawatan produk kerekayasaan berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil perawatan dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan. serta menentukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan yang ada.3. pendanaan.Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II. Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II. Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan secara berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Program Director dan dihadiri oleh Insinyur Kepala (Chief Engineer) dan Manajer Program (Program Manager) II.A.a.A.3.A.3. pengadaan barang dan waktu. dan pengadaan barang sesuai dengan Struktur Rincian Kerja (WBS)nya dengan melakukan iterasi yang terkait dengan ketersediaan aliran pendanaan Melakukan evaluasi dan mendiskusikan pelaksanaan kegiatan program ditinjau dari segi dana. Satuan hasil: Lembar Keputusan (Decission Sheet) II.f. Satuan hasil: Kontrak Kerjasama atau draft Kontrak Kerjasama II.3.1 Mempersiapkan materi presentasi laporan hasil kegiatan Struktur Rincian Kerja (WBS) yang dipimpinnya 52 . Satuan hasil: Lembar Usulan Spesifikasi Teknis II.f.c Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu.A.A. Satuan hasil: Lembar Keputusan (Decission Sheet) II.3.A.d Membuat perencanaan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Manajer Program (Program Manager) Bersama Manajer Program (Program Manager) membuat konsep kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain untuk kemudian ditetapkan menjadi kontrak kerjasama oleh yang berwenang sesuai dengan peraturan.A.b Mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan melakukan iterasi teknis di antara kelompok (group) yang terkait Melakukan evaluasi dan mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan para Group Leader yang lain di bawah koordinasi dari Chief Engineer dan mengadakan penyelarasan di antara WBS agar tercapai hasil yang optimal.e Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada Manajer Program (Program Manager) Menentukan spesifikasi barang/ jasa dan jadwal pengadaannya bersama para Leader untuk kemudian mengusulkan kepada Program Manager agar diproses lebih lanjut.3.

Satuan hasil: Materi Presentasi II.g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.A.b.a.2) Mengusulkan rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait Memberikan usulan tentang rencana pendanaan kepada Program Manager dimana usulan rencana pendanaan tersebut telah didiskusikan dan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait lainnya.a.a. Satuan Hasil : Draft Kontrak II. II.A.b II.3.1.2 Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Kepala Program (Program Director) secara berkala (paparan. Lihat II.A. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.4.3). serta mendiskusikannya dengan Manajer Program (Penjelasan metoda pengendalian proyek lihat Sub Bab 5.A. Sebagai Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager) II. diskusi dan kesimpulan) Melaksanakan presentasi kepada Program Director berkaitan dengan hasil pekerjaan yang dipimpinnya.A.A.4.c. Menyiapkan draft kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Program Manager Memberikan usulan draft kontrak kepada Program Manager tentang kerjasama teknis dengan pihak lain untuk kemudian ditetapkan menjadi kontrak kerjasama oleh yang berwenang sesuai dengan peraturan. Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran 53 .A.Mengumpulkan bahan-bahan dari masing-masing work package yang dipimpinnya dan mempersiapkan presentasi kepada Program Director. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program Memberikan usulan alternatif metoda pengendalian proyek kepada Manajer Program (Program Manager) untuk penjadwalan dan pengendalian program (Program Control and Monitoring). Satuan hasil: Materi Presentasi dan daftar hadir II.4.4. Didalam pertemuan tersebut dilakukan diskusidiskusi dan pengambilan kesimpulan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal.3.f.4.4.1) Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan bersama dengan Manajer Program (Program Manager) Mengusulkan metoda pengendalian proyek.A.

A. Satuan Hasil : Lembar Kerja II. dan mengusulkan langkah-langkah penyesuaian jadwal dan sasaran kegiatan. Satuan Hasil : Draft PCM Report II. Satuan Hasil : Draft Laporan II.A.A. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.2) Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang.f.A. Lihat II.A.4. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.4.e.1) Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (Progress Control and Monitoring/PCM) bersama Manajer Program (Program Manager) Bersama Program Manager melaksanakan pemantauan dan pengendalian jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana berdasarkan metoda yang telah ditetapkan oleh Program Manager. Melaksanakan berbahaya.1.4.d.d.A. II.e.6.2) Menyusun draft laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana Menyusun draft bahan laporan secara berkala berdasarkan data yang mutakhir mengenai jalannya program ditinjau dari segi waktu dan pendanaan.A. Kemudian mengusulkan pengadaan barang tersebut kepada unit kerja yang berwenang.d.4.b kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau 54 .e.sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader) bersama Manajer Program (Program Manager) Bersama Manajer Program dan Ketua Kelompok (Group Leader) mendiskusikan tentang spesifikasi teknis barang yang akan diadakan.4. mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja Bersama Manajer Program dan Ketua Kelompok (Group Leader) melakukan evaluasi berkala tentang perencanaan kegiatan berdasarkan kondisi pendanaan yang berjalan. dan mengusulkan langkah-langkah penyesuaian terhadap perencanaan.1) Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Ketua Kelompok (Group Leader) bersama Manajer Program (Program Manager) Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan. Memberikan masukan dan usulan kepada Program Manager dalam melakukan evaluasi berkala berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang. II.A.4.

A.A.1) Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Group Leader Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan.(b) Membuat rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait Melakukan koordinasi dengan unit kerja keuangan melalui pengelola anggaran dari setiap satuan kerja yg terlibat untuk pembuatan rencana pendanaan sesuai dengan peraturan yang berlaku.A.5.1. Satuan Hasil : Lembar Keputusan II. II.a. Manajer Program (Program Manager) Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan.5.b.5.A. Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola Anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader) Mendiskusikan dengan Ketua Kelompok (Group Leader) tentang spesifikasi teknis barang yang akan diadakan.a. Menetapkan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain Bersama Ketua Kelompok (Group Leader) membuat konsep kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain untuk kemudian ditetapkan menjadi kontrak kerjasama oleh yang berwenang sesuai dengan peraturan.5.A. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.5. II.d.A.A.A.5.5.5. Satuan Hasil : Kontrak Kerjasama atau Draft Kontrak Kerjasama II. dan mengambil langkah-langkah penyesuaian jadwal dan sasaran kegiatan. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.a.II.1.c.(a) Memberikan metoda pengendalian proyek.5.d. dan menetapkan langkah-langkah penyesuaian 55 . II.A. Kemudian mengusulkan pengadaan barang tersebut kepada unit kerja yang berwenang.d. mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja Melakukan evaluasi berkala perencanaan kegiatan berdasarkan kondisi pendanaan yang berjalan. Satuan Hasil : Lembar Instruksi Teknik II.1) Merencanakan jadwal pendanaan program yang telah ditetapkan II.5.A.a.2) Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang Melakukan evaluasi berkala berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program Memilih dan menentukan metoda pengendalian proyek untuk penjadwalan dan pengendalian program (Program Control and Monitoring).

terhadap perencanaan. Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.A.5.e. II.A.5.e.1) Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (PCM) Melaksanakan pemantauan dan pengendalian jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana berdasarkan metoda yang telah ditetapkan pada butir II.A.5.a.1.(a). Satuan Hasil : Laporan PCM (PCM Report) II.A.5.e.2) Menyusun Laporan Kemajuan Program dari segi waktu dan dana Menyusun bahan laporan secara berkala berdasarkan informasi yang benar dan mutakhir mengenai jalannya program ditinjau dari segi waktu dan pendanaan. Satuan Hasil : Laporan (Materi Presentasi) II.A.5.e.3) Mempresentasikan laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana di hadapan Kepala Program (Program Director) secara berkala. Melaksanakan presentasi kepada Program Director berkaitan dengan kemajuan program dari segi waktu dan dana berdasarkan informasi yang benar dan mutakhir. Didalam pertemuan tersebut dilakukan diskusidiskusi dan pengambilan kesimpulan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal. Satuan Hasil : Materi Presentasi II.A.5.f. Membentuk Organisasi Fungsional Program bersama Kepala Program (Program Director) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer) Membentuk Organisasi Fungsional Kerekayasaan yang akan digunakan dalam menjalankan program berdasarkan Program Objective (pembentukan Organisasi Fungsional Kerekayasaan lihat Bab III). Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.A.5.g. Melaksanakan berbahaya Lihat II.A.1.b kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau

II.A.6.

Asisten Insinyur Kepala (Assistant Chief Engineer)

Tugas pokok Asisten Insinyur Kepala adalah menyiapkan, memberikan usulan, dan membantu tugas Insinyur Kepala dalam melaksanakan perannya. II.A.6.a Menyiapkan draft Engineering/ Test/ Production manual II.A.6.a.1) Menyiapkan draft buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual) Sudah jelas. (Lihat penjelasan tentang Engineering Manual pada Bab….). 56

Satuan Hasil : Engineering Manual (draft) II.A.6.a.2) Menyiapkan draft buku acuan pengujian (Test Manual) Sudah Jelas. (Lihat penjelasan tentang Test Manual pada Bab ….) Satuan Hasil : Test Manual (draft) II.A.6.a.3) Menyiapkan draft buku acuan produksi (Production Manual) Sudah jelas. Lihat penjelasan tentang Production Manual pada Bab …..) Satuan Hasil : Production Manual (draft) II.A.6.b. Mengusulkan personil yang sesuai serta klasifikasi dan sandi kerja (job code) Mengusulkan klasifikasi dan sandi kerja (job code) personil yang dibutuhkan. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.6.c. Mengusulkan rencana waktu keterlibatan personil dalam tiap program Mengusulkan perencanaan personil sesuai dengan kompetensi, waktu penugasan, dan penempatan berdasarkan kebutuhan program. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.6.d. Menyiapkan pertemuan dalam rangka koordinasi kerja Menyusun jadwal rapat, mempersiapkan dokumen rapat dan membuat notulensi rapat Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.6.e. Memantau pelaksanaan program bersama Insinyur Kepala (Chief Engineer ) Melakukan pemantauan sebagai bagian supervisi yang dilakukan oleh Chief Engineer kepada para Ketua Kelompok (Group Leader) agar kegiatan WBS yang satu dengan yang lain dapat diselaraskan untuk memenuhi DR&O yang telah ditetapkan. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.6.f. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya. Lihat II.A.1.b

II.A.7.
II.A.7.a.

Insinyur Kepala (Chief Engineer)
Membentuk Organisasi Program bersama Kepala Program (Program Director) dan Manajer Program (Program Manager) Membentuk Organisasi Fungsional Kerekayasaan yang akan digunakan dalam menjalankan program berdasarkan Program Objective (pembentukan Organisasi Fungsional Kerekayasaan lihat Bab III).

57

Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.A.7.b. Membuat perencanaan SDM yang sesuai kebutuhan, berkoordinasi dengan para Kepala Unit Struktural yang terlibat dalam program II.A.7.b.1) Merencanakan waktu keterlibatan personil dalam tiap program Menyusun perencanaan personil sesuai dengan kompetensi, waktu penugasan, dan penempatan berdasarkan kebutuhan program. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.7.b.2) Mendiskusikan dan menetapkan Sumber Daya Manusia yang terlibat dalam program dengan para Kepala Unit Struktural Mendiskusikan personil-personil yang direncanakan pada II.A.7.b.1 dengan para Kepala Unit Struktural dan mengusulkan personil yang telah disepakati kepada Kepala Program (Program Director) dalam bentuk Draft SK Tim Kerja. Satuan Hasil : Draft SK Tim Kerja II.A.7.c. Mengevaluasi dan menyetujui usulan spesifikasi teknis barang yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader) Mengevaluasi dan memutuskan spesifikasi teknis barang yang telah diusulkan Ketua Kolompok (Group Leader). Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.A.7.d. Mengintegrasikan hasil-hasil dari seluruh WBS ditinjau dari kualitas teknik pemenuhan Design, Requirement, and Objective (DR&O)

II.A.7.d.1) Memberikan supervisi teknis untuk penyelarasan kinerja secara rutin Melaksanakan supervisi dan memberikan instruksi teknik kepada para Ketua Kelompok (Group Leader) agar kegiatan WBS yang satu dengan yang lain dapat diselaraskan untuk memenuhi DR&O yang telah ditetapkan. Satuan Hasil : Lembar instruksi Teknik II.A.7.d.2) Memberikan saran perbaikan, alternatif teknik yang lain pada pertemuan diskusi dengan para Ketua Kelompok (Group Leader) secara bersama atau sendiri-sendiri, untuk mendiskusikan hasil-hasil program secara berkala. Sudah jelas. Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.A.7.d.3) Melakukan optimasi desain (trade-off) terhadap kondisi batas yang masih bisa dinegosiasi diantara struktur rincian kerja (WBS) dan prioritasi hasil-hasil struktur rincian kerja (WBS) untuk mendapatkan produk akhir yang paling sesuai pada akhir tahun anggaran. Sudah jelas. 58

A. Lihat II.e.8.1. Kepala Program (Program Director) II.A.b. Di dalam pertemuan tersebut dilakukan diskusi-diskusi dan pengambilan keputusan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal. Di dalam pertemuan tersebut dilakukan diskusi-diskusi dan pengambilan kesimpulan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal. Manajer Program (Program Manager) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer) Mengadakan pertemuan dengan Chief Engineer.b. Mempresentasikan hasil kegiatan secara teknis di hadapan kepala program secara berkala Melaksanakan presentasi kepada Program Director secara berkala berkaitan dengan hasil kegiatan secara teknis berdasarkan informasi yang benar dan mutakhir.A.d. tahap rinci (Detail).8.A.b II. Mendiskusikan jalannya program ditinjau dari segi teknik ketepatan waktu dan pendanaan secara berkala bersama para Ketua Kelompok (Group Leader).A. 59 .6.f. II.a.8.A.2.1) Memberikan saran-saran pada setiap fasa penelaahan program (program review): tahap persiapan (Preliminary). Melakukan perencanaan program bersama Pengelola Program (Program Manager) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer) membentuk organisasi program.8. Satuan Hasil : Materi Presentasi dan daftar hadir.c. menentukan jumlah Struktur Rincian Kerja (WBS) dan jumlah Paket Kerja (WP) untuk setiap Struktur Rincian Kerja (WBS) -Sudah Jelas Satuan Hasil : Lembar Kerja dan Lembar Keputusan II.Satuan Hasil : Lembar Keputusan II. Lihat II.6. Satuan Hasil : Lembar Keputusan II. Satuan Hasil : Surat Keputusan II. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya. Mengangkat personil – personil yang terlibat dalam program serta pejabat-pejabat fungsional atas usulan Insinyur Kepala (Chief Engineer).A. dan Manajer Program (Program Manager) Sudah Jelas.A. dana dan jadwal.A.7. Memantau jalannya program II.A.8.d. Program Manager dan Group Leader untuk membahas hasil-hasil yang telah dicapai ditinjau dari segi teknik.8.

8. Satuan Hasil : Materi Presentasi II.e.A. Melaksanakan penyusunan Pedoman/ Acuan dan Pembuatan Laporan dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan Dalam tugas pelaksanaan penyusunan pedoman/acuan dan pembuatan laporan dalam organisasi Fungsional Kerekayasaan terdapat 3 peran dalam tugas tersebut.A. menganalisa.d.g. membuat dan menyusun laporan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dan kaidah-kaidah laporan yang telah ditetapkan pada juknis ini dan menandatangani laporan yang telah dibuat.A.b II.2) Melaporkan jalannya program serta mempertanggung jawabkan hasil program kepada kepala unit struktural (pimpinan terkait) yang memberi pekerjaan secara berkala Sudah Jelas.A. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya.B. 60 .e. waktu dan dana). Satuan Hasil : Benda Kerja / Lembar Benda Kerja (Product Working Sheet) II.1.1) Memberikan presentasi mengenai program berjalan Menyiapkan bahan presentasi dan mempresentasikan hasil program kepada pihak terkait dalam rangka melaksanakan tahap uji operasional dan evaluasi (OT & E).tahap kritis (Critical) dan tahap akhir (Final) Memberikan saran-saran dan instruksi pada setiap fasa program review terhadap jalannya program secara keseluruhan (teknis. Lihat II. Satuan Hasil : Materi Presentasi II.A.8. Sudah Jelas Satuan Hasil : Dokumen HaKI II. yaitu tugas untuk mengumpulkan.8. Mensosialisasikan hasil program kepada para Stakeholders terkait untuk dilakukan Uji Operasional dan Evaluasi II.8. Satuan Hasil : Lembar Instruksi Teknik II.8.f.A.2) Memperagakan hasil-hasil program Mensosialisasikan hasil program melalui peragaan cara kerja produk. dan menyetujui (approved by). memeriksa (checked by). Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak atas Kekayaan Intelektual di hadapan yang berwenang. Yang dimaksud dengan ”mempersiapkan”.8.A.e. yaitu mempersiapkan (prepared by).

a. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) mempersiapkan buku acuan program (Program Manual) Satuan hasil: Program Manual II. Sebagai Program Manager memeriksa buku acuan program (Program Manual) Satuan hasil: Program Manual II. II. .B. Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Program (Program Manual) Program manual untuk organisasi fungsional tipe C minimal untuk kegiatan 3 bulan. Type org.2. dan mengoreksi/ memperbaiki laporan yang diterima sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan pada juknis ini serta menandatangani laporan yang telah diperbaiki.1. Menyusun Pedoman Pelaksanaan Desain (Design Manual) yang terdiri dari Design Requirement Objective (DR&O).c. tipe B minimal 6 bulan. II.B.1. Delapan bulan .1. memeriksa. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan desain 61 II. Yang dimaksud dengan ”menyetujui”.B.Satu tahun: 75% nilai mempersiapkan b.B.1. State of The Art Method. yaitu tugas untuk membaca.b. Empat – Tujuh bulan: 55% nilai persiapan c.a. yaitu tugas untuk membaca.B. Mean of Compliance.Sedangkan yang dimaksud dengan ”memeriksa”.b.2.B. memeriksa. dan tipe A minimal 1 tahun.2. memeriksa ulang dan mengoreksi/ memperbaiki laporan yang telah diperiksa sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan pada juknis ini serta menandatangani laporan yang telah dikoreksi.B. Mempersiapkan Memeriksa Penyetujui 1 Type A 100% 100% 100% 2 Type B 100% 100% 100% 3 Type C Untuk lama kegiatan: a. Sebagai Kepala Program menyetujui buku acuan program (Program Manual) Satuan hasil: Program Manual II. Kurang dari empat bulan: 35% nilai persiapan Butir kegiatan memeriksa dan menyetujui tidak dapat dinilaikan. dan menyetujui Program Manual adalah sebagai berikut: No. Adapun penjelasan pedoman/ acuan dan pelaporan yang harus dibuat sebagai berikut. Engineering Drawing and Documentation. Untuk nilai dari mempersiapkan. Design Scheduling Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan desain (Design Manual) Satuan hasil: Design Manual II.

dan atau sertifikasi.3.B. data analysis.2. dan atau standarisasi Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) kerekayasaan (Engineering Manual) Satuan hasil: Engineering Manual II.(Design Manual) Satuan hasil: Design Manual II.B.b. II.B.c.2) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual) Satuan hasil: Engineering Manual II.c.3.1) Menyusun buku acuan pengujian (Test manual) Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan pengujian (Test manual) yang terdiri dari tujuan pengujian (test objective. test article system.3) Sebagai Kepala Program menyetujui buku acuan pengujian (Test manual) Satuan hasil: Test Manual II.B. penjadwalan (scheduling) untuk kegiatan prototyping dan atau audit teknologi. definisi parameter (parameter definition). parameter definition. instrument system.B.B.1) Satuan hasil: Engineering Manual II.3.3.3. sub assembly. metoda kerekayasaan (Engineering Method).3.B.B.a. II.3. Menyusun Production manual yang terdiri dari production method.3. test method. Menyusun Pedoman Pelaksanaan Kerekayasaan/ Pengujian/ Produksi (Engineering/ Test/ Production Manual) Menyusun Engineering Manual yang sekurang-kurangnya terdiri dari Tujuan Kerekayasaan (Engineering Objective). test operation.B.3. general assembly.a. integration.a. product 62 . engineering test scheduling Satuan hasil: Test Manual II. and deploy system.B. production scheduling.B. Sebagai Kepala Program menyetujui buku acuan desain (Design Manual) Satuan hasil: Design Manual II.3.b.b.2) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan pengujian (Test manual) Satuan hasil: Test Manual II.a.b.3) Sebagai Kepala Program (Engineering Manual) menyetujui buku acuan kerekayasaan mempersiapkan buku acuan II.

Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) memeriksa Catatan Teknis (Technical Notes) Satuan hasil: Technical Note II.B.4.B. yaitu menuliskan hasilhasil kerja dari setiap Staf Perekayasa (Engineering Staff) setiap saat dari kegiatan yang dilakukan Yang dimaksud setiap saat adalah sesuai interval waktu penerbitan sistem pelaporan yang jumlah setiap fasa telah ditetapkan dalam Program Manual. II.3) Sebagai Kepala Program menyetujui buku acuan produksi (Production Manual) Satuan hasil: Production Manual II.4.5. Menyusun Laporan Teknis (Technical Report) atau revisi Laporan Teknis (Technical Memorandum) yang merupakan hasil dari kegiatan Ketua Sub Kelompok (Leader) dengan acuan Catatan Teknis (Technical Report) dari para Staf Perekayasa (Engineering Staff) yang terlibat Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) mempersiapkan Laporan Teknis (Technical Report) atau revisi Laporan Teknis (Technical Memorandum) Satuan hasil: Technical Report II. Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff) mempersiapkan Catatan Teknis (Technical Notes) Satuan hasil: Technical Note II. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) (Technical Notes) Satuan hasil: Technical Note menyetujui Catatan Teknis II.B.5.1) integration Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan produksi (Production Manual) Satuan hasil: Production Manual II.5.c.B.B.5.3. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) menyetujui Laporan Teknis 63 .II.b.B.B.c. Menyusun Catatan Teknis (Technical Notes).4.a.b. II.c.B.B.B.2) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan produksi (Production Manual) Satuan hasil: Production Manual II.c.c.a.3.3. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) memeriksa Laporan Teknis (Technical Report) atau revisi Laporan Teknis (Technical Memorandum) Satuan hasil: Technical Report II.B.4.

6. Satuan hasil: Technical Document II.B. Sebagai Kepala Program menyetujui Laporan akhir program (Program Document) Satuan hasil: Program Document II. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa dokumen teknis (Technical Document) Satuan hasil: Technical Document II.7. Membuat Program Document yang merupakan integrasi hasil-hasil kerja setiap Ketua Kelompok (Group Leader) yang terlibat dengan acuan pada seluruh dokumen teknis (Technical Document) yang dihasilkan Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) mempersiapkan Laporan akhir program (Program Document) Satuan hasil: Program Document II.6.7.c.B.b. Sebagai Kepala Document) Program menyetujui dokumen teknis (Technical II.B.6. II. Menyusun Laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan (Progress Control and Monitoring).8. yaitu membukukan dan merangkum hasil kerja Manajer Program (Program Manager) dan Asisten Manajer Program (Program Manager) dalam bentuk dokumen yang meliputi evaluasi program terhadap dana serta perubahanperubahannya Sebagai Manajer Program (Program Manager) mempersiapkan Laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan (Progress Control and Monitoring) 64 II.B.B.a.c.(Technical Report) atau revisi Laporan Teknis (Technical Memorandum) Satuan hasil: Technical Report II.7.b.a.7.6. .B.B.a. Sebagai Manajer Program (Program Manager) memeriksa Laporan akhir program (Program Document) Satuan hasil: Program Document II.B.B. Menyusun dokumen teknis (Technical Document) yang merupakan hasil kerja Ketua Kelompok (Group Leader) yang merupakan rangkuman hasil-hasil Paket Kerja (WP) yang terkait dengan acuan Laporan Teknis (Technical Report) yang dihasilkan Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan dokumen teknis (Technical Document) Satuan hasil: Technical Document II.B.8.

a.A.8.8. kata pengantar /prakata.B.A. dengan ketentuan sebagai berikut : o Makalah tersebut merupakan bagian dari peran dan tugas yang 65 III. maka karya tulis tersebut dinilai sebagai karya tulis dalam bentuk makalah.1. III. o Jumlah halaman isi buku minimal 100 halaman ukuran A4 dengan 1.c.5 spasi dengan font arial 12. Sebagai Manajer Program (Program Manager) memeriksa Laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan (Progress Control and Monitoring) Satuan hasil: Progress Control and Monitoring II. Ukuran lain dapat dikonversi dengan ukuran di atas.b. dengan ketentuan sebagai berikut : o Memuat sekurang-kurangnya judul buku. nama penerbit. nama penulis.A.1.A Pengembangan Profesi Kegiatan Pengembangan Profesi adalah bagian dari kegiatan unsur utama. o Apabila jumlah halaman kurang dari ketentuan tersebut.1.b. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan nasional Penjelasan lihat di butir a. tercantum nama institusi penerbit. Satuan Hasil: Buku III.Satuan hasil: Progress Control and Monitoring II. III. daftar referensi. ISBN/ISSN. Sebagai Kepala Program menyetujui Laporan pemantauan pengendalian kemajuan (Progress Control and Monitoring) Satuan hasil: Progress Control and Monitoring dan III. III. Satuan Hasil: Buku Dalam bentuk makalah di majalah ilmiah internasional Makalah yang dapat dinilaikan adalah makalah yang merupakan karya tulis ilmiah kerekayasaan. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan internasional Buku yang dapat dinilaikan adalah buku yang merupakan karya tulis ilmiah kerekayasaan. daftar isi.1. .B.c. Kegiatan pada pengembangan profesi ini terdiri atas: Penyebarluasan Produk Teknologi Sesuai Dengan Tugas Dalam Program Yang Sedang Berjalan Membuat karya tulis di bidang kerekayasaan Penyebarluasan produk teknologi sesuai dengan tugas dalam program yang sedang berjalan dalam rangka pengembangan profesi dilakukan dengan pembuatan karya tulis ilmiah di bidang kerekayasaan yang sedang dilakukan.A.

namun tidak dapat diajukan sebagai makalah sebelum dirubah menjadi naskah.A. maka penulis ke-5 dan seterusnya tidak mendapatkan angka kredit. tercantum nama institusi penerbit. Bukti dalam bentuk poster atau slide bahan presentasi merupakan sarana untuk presentasi di dalam pertemuan ilmiah (seminar/ workshop/ kongres.e. o Jika ditulis oleh lebih dari 4 orang penulis. daftar isi. apabila makalah tersebut di kemudian diterbitkan. 66 .d. Sedangkan untuk makalah yang diterbitkan dalam media massa nasional adalah makalah bidang kerekayasaan yang bersifat ilmiah populer. ISSN. o Jika ditulis oleh 3 orang. tercantum nama institusi penerbit. nama penerbit. hanya dapat dinilaikan salah satunya yang lebih menguntungkan o Buku dan makalah yang diterbitkan dalam bentuk elektronik jurnal yang memenuhi kriteria karya tulis ilmiah dapat dinilai sama dengan jurnal yang diterbitkan. ISSN. daftar isi. maka pembagian angka kreditnya ditetapkan 60% bagi penulis pertama dan 40% bagi penulis kedua. maka penilaian hanya diberikan untuk selisih angka kreditnya saja. daftar referensi. o Buku atau makalah yang diterbitkan dalam dua bahasa atau lebih. nama penulis.A. daftar referensi. o Jika ditulis oleh 4 orang.1. pembagian angka kreditnya ditetapkan 40% bagi penulis pertama dan sisanya dibagi sama rata diantara penulis pembantu. dan masing-masing 25 % bagi penulis kedua dan ketiga. dengan ketentuan disertakan dokumen dalam bentuk cetakan / hard copy. maka pembagian angka kreditnya 50% bagi penulis pertama. nama penulis. Satuan Hasil: Makalah Ketentuan umum tentang karya tulis ilmiah sebagai berikut: o Penulis tunggal mendapatkan 100% dari angka kredit o Jika ditulis oleh 2 orang. Dalam bentuk makalah di majalah dan media massa nasional yang diakui instansi pembina Penjelasan makalah di majalah nasional: o Makalah tersebut merupakan bagian dari peran dan tugas yang bersangkutan dalam organisasi fungsional o Memuat sekurang-kurangnya judul makalah.1. Satuan hasil: Makalah III. Dalam bentuk makalah yang dipresentasikan pada pertemuan ilmiah yang tidak dipublikasikan Makalah yang telah disampaikan pada pertemuan ilmiah dapat dinilai sebagai makalah yang tidak dipublikasikan. simposium). nama penerbit. Satuan hasil: Makalah III.bersangkutan dalam organisasi fungsional o Memuat sekurang-kurangnya judul makalah.

Pendayagunaan produk teknologi dapat dibedakan menjadi 2. . Pendayagunaan Produk Teknologi Pendayagunaan produk teknologi adalah pelaksanaan penerapan teknologi untuk berbagai keperluan sesuai dengan kebutuhan pengguna teknologi. .2. III.1. Sertifikat yang dapai dinilai adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh asosiasi / organisasi profesi / institusi yang telah diberi wewenang (bukan 67 . Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan.B. Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan. Satuan Hasil: Dokumen III.HAKI yang telah mendapatkan persetujuan dari Departemen Kehakiman dan HAM dengan melampirkan bukti (foto kopi) dari dokumen persetujuan HAKI.B. maka masing-masing penemu yang terlibat mempunyai nilai yang sama. o Pengusulan dokumen penilaian dilegalisir oleh pejabat tertinggi yang ada di unit kerjanya serta dilampiri dengan fotokopi halaman depan (cover).o Makalah ilmiah yang diterbitkan dalam suatu prosiding dengan ISBN/ ISSN dapat dinilai 25% dari makalah ilmiah yang diterbitkan. daftar isi dan kata pengantar. nomor ISBN / ISSN. III. Setiap keanggotaan diberikan nilai yang sama (masing-masing 100%). dapat dinilaikan berdasarkan dokumen yang telah ditandatangani dan surat tugas dari Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa. daftar dewan redaksi.Apabila penemu lebih dari 1 orang. III. Yang dimaksud dengan butir ini adalah penyusunan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) atau Petunjuk Teknis (Juknis) yang merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Permen PAN) yang mengatur tentang Jabatan Fungsional Perekayasa. tanggal / tahun penerbitan. Sertifikat profesi merupakan sertifikat yang diperoleh dari kegiatan dalam rangka pengembangan atau meningkatkan keahliannya di bidang kerekayasaan.D Perolehan Sertifikat Profesi. dan telah disyahkan oleh pejabat yang berwewenang di unit kerjanya. Satuan Hasil: Dokumen III. Mendayagunakan produk teknologi terjual & memperoleh royalti HAKI yang telah dimanfaatkan oleh pengguna berdasarkan kerjasama dapat diberikan nilai.B. Keanggotaan dalam tim penyusun Juklak dan juknis tersebut di atas. yaitu Mendayagunakan produk teknologi yang memperoleh HAKI (kecuali Merk) HAKI yang dapat dinilai adalah HAKI dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: .HAKI yang terdaftar di luar negeri dapat diberikan nilai sesuai dengan nilai yang diperoleh di dalam negeri.C.

Satuan hasil: Buku/ makalah III. 2.vendor). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh lembaga yang berwenang Satuan Hasil: tiap buku III.E.1. 4. Dalam bentuk buku Satuan Hasil:tiap buku III.2. Menerjemahkan/ menyadur di bidang teknologi yang tidak dipublikasikan III. 3.1. Mencantumkan fotokopi buku pada terbitan asli.2.E.b.E.E. Buku hasil terjemahan / saduran dapat dinilai dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Tujuan penerjemahan dan penyaduran adalah untuk mempermudah dan memperluas pemanfaatan buku tersebut. Ketentuan buku/ makalah dll seperti pada butir III.b.2.A. Buku yang diterjemahkan / disadur adalah buku ilmiah di bidang kerekayasaan. Kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas Perekayasa. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional Satuan Hasil: tiap buku III.A.1. misalnya badan nasional sertifikasi profesi. Menerjemahkan/ menyadur di bidang kerekayasaan yang dipublikasikan III.E.a. yang disertai nomor ISBN. Dalam bentuk makalah Satuan Hasil: tiap buku IV. meliputi: Pengajar/ pelatih di bidang kerekayasaan Kegiatan sebagai Pengajar / Pelatih yang dapat dinilai adalah hanya kegiatan di bidang Kerekayasaan. Kegiatan Unsur Penunjang Unsur penunjang adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas Perekayasa. yang mencakup: Mengajar Diklat Membimbing siswa 68 . Penerjemahan/ Penyaduran Buku dan Bahan Lain Di Bidang Kerekayasaan Kegiatan penerjemahkan/ penyaduran buku adalah penyusunan baku di bidang kerekayasaan berdasarkan kegiatan alih-bahasa dari buku berbahasa asing menjadi buku berbahasa Indonesia atau sebaliknya. Buku terjemahan / saduran harus diterbitkan di penerbitan nasional / penerbitan instansi minimal setingkat eselon II. IV.a.E.E. Contoh: Sertifikat Design Dies and Mould dari Indonesian Mould and Dies Industry Assosiation (IMDIA) III.

Satuan Hasil:Surat Tugas IV.5 angka kredit per orang.A. per 2 Jam Pelajaran Kegiatan mengajar/ melatih pendidikan dan pelatihan dalam bidang kerekayasaan dapat dinilai apabila ada surat tugas yang disetujui atau dibuat oleh atasan langsung. o Disertai bukti kelulusan/tanda tamat mahasiswa yang bersangkutan o Membimbing: o DIII-S1: 1 angka kredit per orang. Diktat atau modul yang menjadi pegangan di perguruan tinggi tidak dapat diajukan penilaiannya. Pertemuan yang dikategorikan sebagai rapat kerja atau pertemuan sejenisnya tidak dinilai. Mengajar/ melatih Diklat .A. 69 . Membimbing Siswa Yang dimaksud dengan membimbing siswa adalah dalam rangka kerja praktek atau tugas akhir untuk mahasiswa D III sampai dengan S-3 dalam tugas kerekayasaannya. Mengajar sebagai dosen reguler di perguruan tinggi tidak dapat diajukan penilaiannya. Peranserta Seminar/ Lokakarya/ Konferensi di bidang kerekayasaan Keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah (Seminar/ Lokakarya/ Konferensi/ Simposium/ Workshop dan sejenisnya) yang dapat dinilai hanya di bidang kerekayasaan. buku.3. diktat atau modul) dan surat tugas dari pimpinan unit kerja/unit kerja yang menugaskan.B.2. Masing-masing jenis materi yang dihasilkan diberikan nilai sama dengan ketentuan menyertakan materi yang dihasilkan (kurikulum. Penilaian didasarkan peran keikutsertaan pada pertemuan ilmiah tersebut dengan disertai bukti sertifikat. Kegiatan membimbing dapat dinilai dengan ketentuan sebagai berikut: o Disertai dengan surat tugas dari pimpinan unit kerja o Disertai surat keterangan dari perguruan tinggi. Apabila seorang Perekayasa berperan ganda pada suatu pertemuan ilmiah. dan o S3: 2 angka kredit per orang Satuan Hasil: Surat Tugas IV. o S2: 1.1. Menyusun kurikulum/ buku/ diktat/ modul berkaitan dengan pelatihan kegiatan perekayasa Kegiatan penyusunan kurikulum /buku /diktat /modul merupakan materi yang disusun dalam rangka pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang Kerekayasaan. maka hanya dihitung satu peran yang paling tinggi. Satuan Hasil:Dokumen IV.A.Menyusun kurikulum / buku / diklat/ modul berkaitan dengan pelatihan kegiatan perekayasa IV.

C. Satuan Hasil: Surat Keputusan 70 .D.C.C. Daerah Propinsi/ Kabupaten/ Kota/ Departemen/ LPND Satuan Hasil: Surat Keputusan IV.B. IV.IV. Tidak ada perbedaan angka kredit bagi anggota Tim Penilai Pusat.3. IV. Peserta Satuan Hasil: Sertifikat IV.1. Keanggotaan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa secara aktif. Penilaian didasarkan pada bukti keanggotaan/Surat Keputusan sebagai pengurus atau Kartu Anggota sebagai anggota biasa.B. Pemrasaran Satuan Hasil:Sertifikat Moderator/ pembahas/ narasumber Satuan Hasil: Sertifikat IV.2.2. Ketua Tim dan Anggota Tim Penilai. dan penilaian diperhitungkan untuk setiap DUPAK. majalah ilmiah bidang kerekayasaan.1.1. penilaian kegiatan kerekayasaan skala nasional dan internasional.B.2. Nasional Satuan Hasil: Surat Keputusan IV.D. Keanggotaan Dalam Organisasi Profesi Di Bidang Kerekayasaan Seorang pejabat perekayasa dapat memperoleh angka kredit dari keanggotaan dalam organisasi profesi setiap tahunnya. Tim Penilai Instansi. IV. Menjadi anggota Mitra Bestari (Peer Reviewer) untuk setiap keanggotaan yang dibuktikan dengan Surat Keputusan per tahun. Internasional Satuan Hasil: Surat Keputusan IV.3. Peer Reviewer yang dimaksud adalah keanggotaan dalam tim Majelis Perekayasa.D. Satuan Hasil:PAK IV.C. dengan ketentuan bahwa yang bersangkutan berperan aktif di dalam organisasi profesi di bidang kegiatan kerekayasaan.

E. IV.IV. seperti honoriskausa dan gelar 71 . Satuan Hasil: Tanda Jasa IV.E.7. dan gelar kedua atau seterusnya dari tingkat kesarjanaan yang sama.E.E.6. Satyalancana Pembangunan.E.F. Satyalancana Karya Satya 30 tahun. Perolehan penghargaan/tanda jasa Piagam kehormatan / tanda jasa yang dapat dinilai adalah piagam kehormatan / tanda jasa yang diberikan oleh Pemerintah RI/ Organisasi Ilmiah / Organisasi Profesi. Satyalancana Karya Satya 10 tahun Satuan Hasil: Tanda Jasa IV.2. Perolehan gelar kesarjanaan ini mencakup: Memperoleh gelar kehormatan akademis.3. Perolehan gelar kesarjanaan lainnya Perolehan gelar kesarjanaan yang dapat dinilai adalah perolehan gelar kesarjanaan dari perguruan tinggi yang tidak sesuai dengan bidang tugas kerekayasaannya baik di tingkat nasional maupun tingkat internasional. Piagam kehormatan/ tanda kehormatan/ tanda jasa dari Pemerintah termasuk tanda kehormatan. Satuan Hasil: Tanda Jasa IV. Satuan Hasil: Tanda Jasa IV. Satuan Hasil: Tanda Jasa Bintang Mahaputera. Satyalancana Karya Satya 20 tahun. Satuan Hasil: Tanda Jasa Bintang Jasa. Satuan Hasil: Tanda Jasa Satyalancana Wirakarya. IV.E. Piagam kehormatan/ tanda kehormatan/ tanda jasa dari organisasi ilmiah / organisasi profesi / negara lain yang dapat dinilai adalah yang berkaitan dengan karya di bidang kerekayasaan sesuai dengan prestasi yang ditetapkan oleh Tim Penilai.1.4. IV. IV.E.5.E.

kehormatan sejenisnya Satuan Hasil: Penghargaan Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya Pasca Sarjana (S-2) Satuan Hasil: Ijazah Doktor (S-3) Satuan Hasil: Ijazah 5. (1). Sistem Dokumen tahap Persiapan Dokumen yang harus disiapkan pada tahap persiapan adalah Program Manual. financial planning 9. Dokumen lain perlu disiapkan untuk menunjang kegiatan misalnya. Program Manual Buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program. program master phasing plan 7. struktur rincian kerja (work breakdown structures) 4. a. Testing Manual dan manual lainnya. Engineering Manual. selama perjalanan program sampai dengan akhir program. b. Format penulisannya terdiri dari: 1. metoda 72 . Design Manual Design Manual merupakan buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program rancang bangun.2. Rekam jejak ini dicatat dalam sistem pelaporan yang dikerjakan oleh para Perekayasa menurut peran mereka masing-masing dalam Tim Kerja Program. system reporting. Program Objecitives 2. tingkat teknologi (State of the art Technology) yang diambil 3. Dimulai dari design philosophy. Organisasi Fungsional Kerekayasaan 5. man power planning 6. program scheduling 8. Sistem Pelaporan dan Sistem Informasi dalam Kegiatan Kerekayasaan 5.2.1 Sistem Pelaporan Kerekayasaan Kegiatan program kerekayasaan dicatat dalam beberapa dokumen yang merupakan rekam jejak mulai dari persiapan. Design manual.

studi kelayakan produk desain. yaitu a. diagram–diagram rangkaian. program sertifikasi dan standardisasi. ● Pengantar suatu Speciment Test / Test Article dengan setting-up nya. sistem operasi pengujian. tahapan desain konseptual. c. produksi komponen.rancang bangun yang diambil. sistem instrumentasi uji mulai dari sistem sensor. Testing Manual Testing Manual merupakan buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program Testing. Sekurang-kurangnya terdiri dari Tujuan Kerekayasaan (Engineering Objective). dan atau standarisasi. dan ● Hasil-hasil uji komponen sementara di laboratorium. outsourcing program. definisi parameter (parameter definition). Mulai dari test philosophy. dan program uji lapangan . Sistem Dokumen Tahap Berjalan Didalam menjalankan program kerekayasaan. sistem data processing. produksi dan pengujian prototip. Technical Notes ( TN ) Technical Notes adalah dokumen laporan yang terdiri dari hanya satu subjek yang melatarbelakangi kegiatan sebuah paket kerja disajikan dalam bentuk catatan–catatan teknis oleh Engineering Staf. diantaranya tentang : ● Penurunan Model matematik sebuah fenomena fisik yang terdapat dalam program. penjadwalan (scheduling) untuk kegiatan prototyping dan atau audit teknologi. dan atau sertifikasi. hingga integrasi awal dan akhir menjadi produk final. Termasuk dalam Testing Manual adalah sistem kalibrasi instrumen serta standard keabsahan hasil uji yang dipakai. sub sistem yang harus dibeli atau diintegrasikan sendiri. d. desain awal dan desain rinci. ● Metoda pemecahan persamaan matematik yang dipakai. metoda pengujian yang diambil. Engineering Manual Design Manual merupakan buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program Engineering. sistem telemetri & data recording. Technical Notes biasanya terdiri dari 2 – 4 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen: TN xxxx 73 . tiga pandang maupun isometrik. para perekayasa dalam fungsinya masingmasing melaporkan jalannya program secara berkala. analysis & display. e. sub assembly dari komponen. Dan masih terdapat beberapa manual lainnya yang spesifik berkaitan dengan sifat dari program yang dijalankan. ● Pengantar suatu Gambar Teknik dari program Komponen maupun Lengkap. Mulai dari seleksi material. (2). test articles & specimen. Adapun sistem pelaporan ini terdiri dari empat jenis. termasuk didalamnya adalah program uji fungsional. Production dan Integration Manual Production dan Integration Manual merupakan buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program produksi suatu hasil rancang bangun. sistem data aquisition. bagian–bagian sistem. metoda kerekayasaan (Engineering Method).

termasuk TN-TN pada fasa review sebelumnya atau TN lain dari para ES b. tabel dan gambar-gambar / foto hasil kegiatan. Kegiatan WP Diskripsi kegiatan WP secara rinci dan urut. Kegiatan dan Hasil Diskripsi kegiatan secara rinci dan urut. termasuk TN-TN. VI. hasil-hasil yang dicapai. III. yang diberikan dalam bentuk model/ persamaan matematik. Hasil kegiatan dan pembahasan Pembahasan hasil kegiatan WP yang diperoleh. Pengantar Penjelasan tentang report ini merupakan WP apa dari bagian WBS apa. Tujuan Tujuan kegiatan dari WP secara rinci seperti metoda. karena perkembangan proses didalam program. II. Rekomendasi Memberikan rekomendasi teknis berdasarkan hasil yang dicapai terhadap tujuan dari WBS nya atau program secara keseluruhan. yaitu: I. model uji fisik. Technical Memorandum hanya memuat beberapa unsur koreksi yang yang diperlukan pada Technical Report yang masuk kemudian. terdiri dari 6 Bagian. dalam rangkuman yang terpadu disertai grafik. Technical Report (TR)/ Technical Memorandum (TM) Technical Report (TR) adalah dokumen laporan hasil kegiatan Work Package yang ditulis oleh Leader yang merupakan analisis dari beberapa Technical Notes. IV. apakah memenuhi sasaran awal atau tidak dan hubungannya dengan keberhasilan kegiatan WBS-nya V. hasil-hasil yang dicapai. grafik.Format Technical Notes . Technical Report umumnya terdiri sekitar 10-20 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen: TR xxxx Format Technical Report/ Technical Memorandum. dari para ES 74 . serta program apa. Referensi Daftar acuan yang dipakai. hanya terdiri 2 bagian: I. Referensi Daftar acuan yang dipakai . Sedangkan Technical Memorandum (TM) merupakan dokumen perbaikan dari satu atau beberapa pasal dari Technical Report yang mungkin terjadi sebagai akibat dari perkembangan kegiatan. cara teknik yang dipakai serta hasil yang diharapkan dalam mendukung kegiatan WBS nya II. Penjelasan tentang kontribusi WP tersebut terhadap kegiatan di WBS nya . tabel-tabel atau gambar-gambar/ foto.

Kegiatan WBS Diskripsi kegiatan WBS secara rinci dan urut mengikutsertakan kontribusi setiap WP nya. dan pengaruh hasil WBS terhadap sasaran program V. III. dalam rangkuman yang terpadu disertai grafik.10 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen: PCM xxxx Contoh: Progress Control & Monitoring Document ( PCM ) 75 . Technical Document ( TD ) Technical Document (TD) adalah dokumen laporan hasil kegiatan Work Breakdown Structures yang ditulis oleh Group Leader yang merupakan analisis dari beberapa Technical Reports dalam WBS tersebut. Metoda memadukan hasil-hasil setiap WP menjadi satu kesatuan hasil WBS. Progress Control & Monitoring Document biasanya terdiri sekitar 5 . hasil-hasil yang dicapai. Rekomendasi Memberikan rekomendasi teknis berdasarkan hasil WBS yang dicapai terhadap tujuan dari secara keseluruhan. Technical Document biasanya terdiri sekitar 40 – 60 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen : TD xxxx Format: Technical Document . Hasil kegiatan dan pembahasan Pembahasan hasil kegiatan WBS mencakup: analisis hasil kegiatan yang dicapai (baik teknis maupun pendanaan). IV. II. dari para L dan masukan masalah pendanaan dari PCM d. ketercapaian sasaran teknis terhadap kelancaran pendanaan. terdiri dari 6 Bagian: I. Referensi Daftar acuan yang dipakai .c. Penjelasan tentang kontribusi WBS tersebut terhadap kegiatan program secara keseluruhan . Progress Control & Monitoring Document ( PCM ) Progress Control & Monitoring Document (PCM) adalah dokumen laporan hasil pemantauan dan pengendalian jalannya program dari segi jadwal dan aliran pendanaan yang ditulis oleh Program Manager. dari program apa.termasuk TR / TM – TR / TM. Tujuan dari Report Tujuan kegiatan dari WBS secara rinci dan peran-peran masing-masing WP didalamnya. tabel dan gambar – gambar / foto-foto hasil kegiatan. VI. Pada setiap fasa review catatan-catatan pada dokumen ini dijadikan acuan untuk merubah strategi dari program agar bisa mencapai tujuan dengan tepat waktu. Pengantar Penjelasan tentang dokumen ini merupakan WBS apa. dibandingkan terhadap rencana awal program WBS tersebut.

Laporan ini merupakan analisis dari seluruh Technical Document dari seluruh WBSi. (3) Sistem Dokumen Tahap Akhir Pada masa akhir program. maka dibuat satu dokumen yang merupakan hasil-hasil program secara keseluruhan baik dari segi teknik. Pengantar Penjelasan tentang report ini merupakan Program apa.1 xxx 2.3 xyz Progress Control & Monitoring Skedul Start End Budget Status Y N Rmark Setiap bar – skedul ditulis secara detail aktifitas yang terkandung didalamnya 2. II. Program Document biasanya terdiri sekitar >100 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen : PD xxxx Dengan sedikit modifikasi.Skedul aktifitas kegiatan Aktifitas Remark 1 2 3 4 5 List Aktif 2 2. Program Document bisa dijadikan dasar untuk laporan akhir teknik maupun keuangan.Tujuan dari Report Tujuan kegiatan Program secara rinci dan peran-peran masing-masing WBS didalamnya.4 zyz 2. menyesuaikan dengan standard pelaporan program untuk Pemerintah.5 zzz Dengan demikian PCM hanya merupakan sebuah dokumen dari kegiatan rinci suatu program dengan status sudah atau belum terlaksanakannya setiap rincian kegiatan disertai dengan analisisnya (teknis maupun pendanaan). Contoh: Program Document . Metoda memadukan dan menyeimbangkan hasil-hasil setiap WBS 76 . maupun dari segi penyerapan dana dan ketepatan waktu. Program Document (PD) Adalah dokumen laporan akhir hasil–hasil dari program secara keseluruhan. dan juga penjelasan tentang kontribusi Program tersebut terhadap jakstranas Ristek/ TRM/ industri/ masyarakat dan lainlain. kualitas hasil. terdiri dari 6 Bab. I.2 yyy 2.

Pengaruh hasil kegiatan Program terhadap sasaran TRM/ Jakstranas Ristek/ industri/ masyarakat dan lain-lain. banyaknya laporan yang akan dibuat dalam bentuk Technical Notes. bila diisi oleh Engineering Staff atau Leader disertai pula dengan sandi WBS dan WP yang terkait. IV. Progress Control & Monitoring serta penomorannya harus terlebih dahulu ditentukan oleh Kepala Program bersama dengan Chief Engineer dan Program Manager serta para Group Leader. hasil-hasil yang dicapai. Cost. dan bila diisi oleh Group Leader disertai dengan sandi WBS yang terkait. [2]. apakah memenuhi sasaran awal atau tidak. dan pengaruh aliran pendanaan dan jadwal dari PM. tabel dan gambar-gambar / foto-foto hasil kegiatan. atau Program Document. termasuk Technical Documents dari para Group Leader dan masukan masalah pendanaan dari Progress Control & Monitoring Saat program akan dijalankan. dalam rangkuman yang terpadu disertai grafik. 5. [3]. Rekomendasi Memberikan rekomendasi teknis berdasarkan hasil Program yang dicapai terhadap kelanjutan dari program atau pemecahan masalah bangsa VI. Untuk baris Peran. (1).menjadi satu kesatuan hasil Program dengan memperhitungkan pengaruh aliran pendanaan dan jadwal kegiatan dari PM.: Tgl: Working Sheet atau Lembar Kerja merupakan lembaran yang berisi pernyataan tentang apa yang telah dikerjakan oleh Perekayasa. Pernyataan kegiatan yang telah dilaksanakan: [1]. III Kegiatan Program Diskripsi kegiatan Program secara rinci dan urut mengikut sertakan kontribusi setiap WBS termasuk penyeimbangannya.2.2. termasuk pengaruh kelancaran pendanaan terhadap sasaran QCD (Quality.: Reff. penurunan rumus dan sebagainya. Sistem Informasi dalam Kegiatan LOGO INSTANSI Lembar Kerja (Working sheet) LEMBAR KERJA Nama Program No. Technical Document. Technical Documents. Hasil kegiatan Program dan pembahasan Pembahasan hasil kegiatan Program yang diperoleh. Working Sheet tidak memuat rincian hasil kerja yang dilakukan oleh Perekayasa seperti skets atau gambar teknik. Rincian hasil kerja dinyatakan dalam Technical Notes. Technical Reports/ Memorandum. Dibuat oleh: Nama Peran Job code (Tanda Tangan) Diketahui: Nama Peran Job code (Tanda Tangan) 77 . Technical Report / Technical Memorandum. V. and Delivery). Referensi Daftar acuan yang dipakai.

[2]. Tingkatan Rapat: WP/WBS/PROGRAM Pimpinan Rapat Nama Peran Job code (Tanda Tangan) Daftar Hadir Terlampir 78 .: Reff. Group Leader ke Leader.: Tgl: Keputusan Rapat: [1]. penurunan rumus dan lain sebagainya. 4.: Tgl: Dari: Nama Peran Job code (Tanda Tangan) Kepada: Nama Peran Job code (Tanda Tangan) (3). Instruction Sheet diberikan oleh: 1. Program Manager ke Group Leader. Kepala Program ke Chief Engineer. Lembar Perintah (Instruction Sheet) LOGO INSTANSI Instruction Sheet atau Lembar Perintah merupakan lembaran yang berisi pernyataan perintah terkait dengan cara. Chief Engineer ke Group Leader. metoda atau formula tertentu dan lain-lain sesuai dengan kegiatan kerekayasaannya. LEMBAR KEPUTUSAN Nama Program No. 5.(2). [3]. LEMBAR INSTRUKSI Nama Program No. atau ke Program Manager. Instruction Sheet tidak memuat hal-hal seperti skets atau gambar teknik. 3.: Minggu ke. Lembar Keputusan (Decision Sheet) LOGO INSTANSI Decision Sheet atau Lembar Keputusan merupakan lembaran yang berisi pernyataan keputusan rapat kegiatan kerekayasaan yang sedang dilaksanakan. 2. Leader ke Engineering Staff dan Technician Staff.

BAB VI Pembinaan Karir Jabatan Fungsional Perekayasa
Pengembangan karir dan kenaikan jenjang karir mempunyai arti penting bagi seorang pegawai dan memberikan pengaruh terhadap motivasi kerja pegawai. Undang-Undang Nomor 43 tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian menyebutkan bahwa pengembangan/ pembinaan karir Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilakukan melalui jabatan struktural dan jabatan fungsional. Mengingat terbatasnya jabatan struktural maka pengembangan karir PNS perlu diarahkan kepada sistem pengembangan karir pegawai berbasis fungsional. Pejabat fungsional merupakan tenaga professional yang dituntut kinerjanya untuk dapat melaksanakan program teknologi, dan sekaligus melalui pelaksanaan tugasnya tersebut dapat meniti kariernya hingga mencapai puncak karir yang tertinggi.

6.1. Pengangkatan Pertama
Pengangkatan pertama seorang Pegawai Negeri Sipil kedalam jabatan fungsional Perekayasa dapat dilakukan apabila Pegawai Negeri Sipil tersebut telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, yaitu: a. Berijazah minimal Sarjana (S-1)/Diploma IV di bidang teknologi dan sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan; b. Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda, golongan ruang III/a; c. Ada formasi untuk jabatan fungsional Perekayasa pada instansi yang bersangkutan; d. Surat Pernyataan dari Pimpinan Unit Kerja bahwa yang bersangkutan mempunyai kompetensi untuk melakukan kegiatan teknologi sesuai tupoksi unit kerja tersebut; e. Semua unsur Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan dalam DP3 pada 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik; Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan fungsional Perekayasa wajib mengikuti dan lulus Pendidikan dan Pelatihan jabatan fungsional Perekayasa selambat-lambatnya 3 (tiga) tahun setelah diangkat sebagai Pejabat Fungsional Perekayasa. Pengangkatan pertama yang dimaksud pada butir 6.1. adalah pengangkatan untuk mengisi lowongan formasi dari CPNS Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan fungsional Perekayasa, pangkat dan golongan ruangnya ditetapkan sama dengan pangkat dan golongan ruang yang dimiliki, sedangkan jenjang jabatan Perekayasanya ditetapkan berdasarkan angka kredit yang tertuang dalam Penetapan Angka Kredit yang dimiliki.

6.2. Pengangkatan Dari Jabatan Lain
Seorang Pegawai Negeri Sipil dapat diangkat dalam jabatan fungsional Perekayasa baik dari jabatan struktural maupun jabatan fungsional lain, apabila Pegawai Negeri Sipil tersebut telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, yaitu:

79

a. Berijazah minimal Sarjana (S-1)/Diploma-IV dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang bersangkutan; b. Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda, golongan ruang-III/a; c. Ada formasi jabatan fungsional Perekayasa pada instansi yang bersangkutan; d. Memiliki pengalaman di bidang kerekayasaan paling kurang 2 (dua) tahun; e. Usia paling tinggi 50 (lima puluh) tahun; f. Surat pemberhentian dari jabatan struktural/ fungsional lain sebelumnya; g. Semua unsur Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan dalam DP3 pada 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik. Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan fungsional Perekayasa wajib mengikuti dan lulus Pendidikan dan Pelatihan jabatan fungsional Perekayasa selambat-lambatnya 3 (tiga) tahun setelah diangkat sebagai Pejabat Fungsional Perekayasa. Tata cara Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional Perakayasa akan diatur tersendiri oleh Instansi Pembina Jabatan Fungsional. Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dari jabatan lain adalah sama dengan pangkat yang dimilikinya, dan jenjang jabatan ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit; dan jumlah angka kredit ditetapkan dari unsur Pendidikan Sekolah, unsur utama dan unsur penunjang. Contoh 2: Seorang Pejabat Fungsional lain yang telah bekerja selama 5 (lima) tahun di bidang kerekayasaan dengan golongan terakhir IV/a akan beralih menjadi Pejabat Perekayasa. Setelah seluruh berkasnya dinilai berdasarkan penilaian jabatan fungsional Perekayasa, angka kreditnya hanya 350 point atau setara dengan Perekayasa Muda golongan III/d. Maka Pejabat tersebut golongannya tetap IV/a, namun jabatan fungsional Perekayasanya Perekayasa Muda golongan III/d.

6.3. Kenaikan Jabatan dan Pangkat
1. Kenaikan jabatan pejabat fungsional Perekayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir; b. Memenuhi angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi; c. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik. Kenaikan pangkat pejabat fungsional Perekayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir; b. Memenuhi angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi; c. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 2 (dua) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik. Angka kredit sebagaimana disebut dalam butir 1.b dan 2.b diatas sekurangkurangnya 80 persen berasal dari unsur utama dan sebanyak-banyaknya 20 persen dari unsur penunjang (Lihat Lampiran II, III, IV). 80

2.

3.

4.

Perekayasa Madya pangkat Pembina golongan ruang IV/a sampai dengan Perekayasa Utama pangkat Pembina Utama Madya golongan ruang IV/d yang akan naik pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka kredit dari unsur pengembangan profesi. Perekayasa pada tahun pertama yang telah memenuhi atau melebihi angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi, maka pada tahun kedua diwajibkan mengumpulkan paling rendah 20 persen angka kredit dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Angka kredit yang diusulkan berasal dari unsur kegiatan kerekayasaan.

5.

Contoh 3: Seorang Perekayasa Muda dengan pangkat Penata Golongan ruang III/c dan angka kredit 250 pada tahun 1999. setelah empat tahun berhasil mengumpulkan angka kredit sampai 410 yang memenuhi syarat sebagai Perekayasa Madya, yang bersangkutan dapat dinaikkan jabatan menjadi Perekayasa Madya, tetapi pangkatnya Penata Tk I golongan III/d. Untuk kenaikan pangkat berikutnya (dua tahun setelah kenaikan pangkat III/d), perekayasa tersebut diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20% dari 400 (batas minimal angka kreditJenjang Perekayasa Madya gol IV/a) dikurangi 300 (batas minimal angka kreditJenjang Perekayasa Muda gol III/d) untuk kenaikan pangkat Pembina golongan IV/a.

6. 7.

PNS yang menduduki jabatan Perekayasa Utama ditetapkan melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia. Seorang Perekayasa yang telah mencapai jenjang Perekayasa Utama – IV/e, wajib melakukan Orasi ilmiah dalam suatu forum upacara pengukuhan Perekayasa Utama dengan ketentuan sebagai berikut: a. Orasi ilmiah wajib dilakukan setelah Pejabat Fungsional Perekayasa yang bersangkutan ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia sebagai Perekayasa Utama - IV/e. b. Orasi ilmiah sebagaimana dimaksud butir a dilakukan satu kali selama Pejabat Fungsional Perekayasa yang bersangkutan menjadi Pegawai Negeri Sipil dan dilaksanakan dalam suatu Upacara Pengukuhan; c. Anggaran yang diperlukan untuk melaksanakan orasi ilmiah dibebankan kepada anggaran instansi pejabat Perekayasa Utama yang akan melakukan orasi ilmiah; d. Orasi ilmiah Perekayasa Utama dan Tata Cara Penyelenggaraan Upacara Pengukuhan Pejabat fungsional Perekayasa Utama diatur tersendiri melalui Peraturan yang ditetapkan oleh Instansi Pembina;

6.4. Pembebasan Sementara
Pembebasan sementara adalah pembebasan PNS dari jabatan fungsional perekayasa selama jangka waktu tertentu. Pembebasan sementara berarti yang bersangkutan kehilangan hak atas tunjangan jabatan sesuai peraturan yang berlaku namun angka kredit terakhir yang dimiliki tetap berlaku. 1. Pejabat perekayasa dapat dibebaskan sementara dari jabatan perekayasa apabila: a. Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk 81

2. Dibebaskan sementara pada bulan pertama setelah yang bersangkutan dilantik menjadi pejabat struktural atau yang bersangkutan ditugaskan diluar jabatan Perekayasa. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. b. c. namun angka kreditnya tidak dapat dinilai. Pejabat unit kepegawaian pada instansi. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara adalah pejabat yang berwenang mengangkat dalam jabatan perekayasa. 2) 1 (satu) tahun sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Perekayasa Utama golongan ruang-IV/e.kenaikan jabatan/pangkat bagi Perekayasa Pertama golongan ruang-III/a sampai dengan Perekayasa Utama golongan ruang-IV/d. selambatlambatnya : 1) 1 (satu) tahun sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Perekayasa Pertama golongan ruang-III/a sampai dengan Perekayasa Utama golongan ruang-IV/d. Dibebaskan sementara sejak bulan ketujuh setelah yang bersangkutan melaksanakan tugas belajar. Dibebaskan sementara pada bulan pertama sejak penetapan tersebut diberlakukan sampai dengan hukuman tersebut berakhir. Perekayasa yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut dalam butir 1 dan 2. Diberhentikan sementara sebagai PNS berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. Perekayasa yang dibebaskan sementara karena dijatuhi hukuman disiplin dapat tetap melaksanakan tugas pokoknya. Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. Dalam jangka waktu 2 (dua) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) angka kredit dari kegiatan tugas pokok/ kegiatan kerekayasaan dan pengembangan profesi bagi Perekayasa Utama Golongan Ruang-IV/e. kecuali yang dijatuhi hukuman disiplin. dan kegiatan tersebut dapat dinilai untuk diberikan angka kredit. 3. Ditugaskan sebagai pejabat struktural atau ditugaskan secara penuh diluar jabatan Perekayasa sehingga tidak dapat lagi melaksanakan tugas pokoknya. 82 . e. kecuali untuk persalinan keempat dan seterusnya. Perekayasa juga dapat dibebaskan sementara dari Jabatan Fungsional Perekayasa oleh sebab lainnya. 7. yaitu apabila: a. 5. dapat tetap melaksanakan kegiatan kerekayasaan. dan Cuti Diluar Tanggungan Negara. memberikan peringatan bebas sementara secara tertulis kepada Pejabat Perekayasa yang diperkirakan tidak akan memperoleh jumlah angka kredit yang dipersyaratkan. Dibebaskan sementara pada bulan berikutnya sejak keputusan tersebut diberlakukan. diberhentikan sementara dari PNS. walaupun tunjangan fungsionalnya tidak dibayarkan. sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Cuti Diluar Tanggungan Negara. 4. b. Selama pembebasan sementara karena ditugaskan secara penuh diluar jabatan Perekayasa atau tugas belajar yang bersangkutan dapat dipertimbangkan kenaikan pangkat regulernya. 6. Dibebaskan sementara pada bulan pertama setelah yang bersangkutan diberhentikan sementara sebagai PNS . d.

pendidikan terakhir S2. e.6. Tanggal 1 April 2001 yang bersangkutan naik pangkat menjadi Pembina dengan golongan ruang-IV/a. Dimungkinkan juga Saudara Ahmad Kamil. Telah selesai tugas belajar lebih dari 6 bulan. maka yang bersangkutan tidak dapat diangkat kembali dalam jabatan perekayasa. f. diangkat kembali dalam jabatan fungsional perekayasa sebagai Perekayasa Muda-III/d. kegiatan yang dilaksanakan selama dibebaskan sementara tidak dapat dihitung dalam penetapan angka kredit. terhitung mulai tanggal 1 April 1997 dengan angka kredit 300. Pada tanggal 1 Mei 2001 yang bersangkutan tidak lagi memangku jabatan struktural dan kembali menjadi pejabat fungsional perekayasa. 5. pangkat Penata Tingkat I golongan ruang-III/d . ST. Telah diangkat kembali pada instansi semula setelah cuti diluar tanggungan negara.Si.. 2. Bagi perekayasa yang dibebaskan sementara karena dijatuhi hukuman disiplin ringan dan sedang.5. c. d. ST telah mencapai usia di atas 54 tahun. Pengangkatan Kembali 1. Apabila Saudara Ahmad Kamil. pangkat Pembina golongan ruang-IV/a dengan angka kredit sebesar 300. apabila : a. Telah selesai menjalankan hukuman disiplin tingkat sedang atau berat. Saudara Ahmad Kamil. 4. M. Contoh 4 : Saudara Ahmad Kamil. Perekayasa Pertama dan Perekayasa Muda yang dibebaskan sementara karena ditugaskan sebagai pejabat struktural atau ditugaskan secara penuh diluar jabatan perekayasa. Jenjang jabatan bagi PNS yang diangkat kembali ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit yang pernah dimiliki ditambah angka kredit baru yang diperoleh selama perekayasa yang bersangkutan dibebaskan sementara. ST. Telah memperoleh angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara karena kurang angka kredit. dapat diangkat kembali dalam jabatan perekayasa paling tinggi berusia 54 tahun..M. Perekayasa yang telah menjalani pembebasan sementara dapat diangkat kembali dalam jabatan fungsional Perekayasa. Dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan oleh pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap.Si. Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama yang dibebaskan sementara karena ditugaskan sebagai pejabat struktural atau ditugaskan secara penuh diluar jabatan perekayasa. Telah selesai menjalani tugas sebagai pejabat struktural atau tugas di luar Jabatan Perekayasa. dapat diangkat kembali dalam jabatan perekayasa paling tinggi berusia 58 tahun. 3.. ST. Msi. Yang bersangkutan sejak 1 Mei 1999 dibebaskan sementara dari jabatan fungsional perekayasa karena diangkat sebagai pejabat struktural yaitu Kepala Bidang Penyelenggaraan Diklat. jabatan Perekayasa Muda-III/d. b. 83 .mengajukan DUPAK untuk kegiatan selama masa menjabat di struktural (1 april 1997 s/d 1 april 2001) pada saat kembali menjadi pejabat fungsional perekayasa.

Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Perekayasa 1. Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. d. f. Setelah masa Inpassing selesai (31 Agustus 2009). pengembangan kurikulum diklat. 84 . berdasarkan peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. pengembangan dan penyusunan standar kompetensi jabatan Perekayasa. BPPT selaku instansi pembina melakukan antara lain: a. bimbingan dan koordinasi penyelenggaraan serta evaluasi diklat Perekayasa. Dijatuhi hukuman penjara atau kurungan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan tetap.7. Pejabat Perekayasa yang diberhentikan dari jabatan fungsional perekayasa tidak dapat diangkat kembali ke dalam jabatan fungsional perekayasa. Mengajukan permohonan berhenti sebagai Perekayasa.Perekayasa Utama batas usia pensiunnya 65 tahun. 6. c.Perekayasa Madya batas usia pensiunnya 60 tahun. d. penetapan kebijakan/pembinaan diklat fungsional meliputi penyusunan pedoman diklat. e. Berhenti dari PNS karena permintaan sendiri atau pensiun.8. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelah pembebasan sementara karena kurang angka kredit bagi Perekayasa Pertama. e. c. f. apabila yang bersangkutan: a. g. b. pengembangan sistem informasi jabatan Perekayasa. penyusunan pedoman formasi jabatan Perekayasa. . : . pengembangan dan penyusunan metodologi. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Utama golongan ruang IV/d tidak dapat memenuhi angka kredit yang disyaratkan untuk naik pangkat/jabatan. maka BPPT selaku instansi pembina jabatan fungsional perekayasa melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat fungsional Perekayasa. standar dan pedoman teknis kerekayasaan. Batas Usia Pensiun Batas usia pensiun bagi Pejabat Fungsional Perekayasa adalah sebagai berikut (sesuai dengan Keppres Nomor : 39 Tahun 1996). Untuk meningkatkan kemampuan Perekayasa secara profesional sesuai kompetensi jabatan. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap berupa pemberhentian sebagai PNS.6.6. Pembinaan Karir Pejabat Perekayasa 1. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan perekayasa. b. 2. fasilitasi penyusunan dan penetapan kode etik Perekayasa. penyelenggaraan sertifikasi Perekayasa. Perekayasa akan diberhentikan dari jabatan fungsionalnya. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara karena kurang angka kredit tidak dapat memenuhi angka kredit yang disyaratkan untuk maintenance bagi Perekayasa Utama golongan ruang IV/e. 2. 6.

i. Perekayasa yang telah diangkat sebelum PerMENPAN nomor PER/219/M. evaluasi dan fasilitasi pengusulan tunjangan jabatan Perekayasa. l. wajib mengikuti diklat Jabatan Fungsional Perekayasa yang disempurnakan paling lambat 3 tahun setelah Juknis ini ditetapkan. 3. pedoman teknis kerekayasaan. fasilitasi penerbitan buletin/majalah profesi yang bergerak di bidang kerekayasaan. evaluasi dan monitoring penerapan standar dan kode etik Perekayasa. fasilitasi pembentukan dan pengembangan organisasi profesi Perekayasa.h. j. kode etik dan organisasi profesi Perekayasa. pedoman teknis kerekayasaan dan administrasi jabatan Perekayasa.PAN/7/2008. k. standar. 85 . sosialisasi dan bimbingan penerapan metodologi.

1.1. sehingga setiap prestasi yang dicapai atas pelaksanaan kegiatannya dapat memperoleh nilai/angka kredit. 7.1. dan X dilampiri bukti-buktinya. Angka kredit diperlukan bagi : • PNS yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan fungsional Perekayasa untuk menentukan jenjang jabatan yang bersangkutan sebagai pejabat fungsional perekayasa. Jadi. • Perekayasa Utama Golongan . Untuk memperlancar dalam pengusulan angka kredit. VIII. Pengertian Angka Kredit Dalam Peraturan MenPAN Nomor: PER/219/M. walaupun jumlah angka kredit yang diusulkan belum memenuhi jumlah yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat atau jenjang.PAN/7/2008 dan Peraturan Bersama Menteri Negara Riset dan Teknologi dan Kepala BKN Nomor: 13/M/PB/VIII/2008 dan Nomor 22 Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya). angka kredit (jumlah angka kredit yang dapat dikumpulkan) merupakan faktor yang menentukan status kepangkatan dan jabatan Perekayasa.1. (Sesuai dengan Lampiran I Peraturan MenPAN Nomor: PER/219/M.2. Angka kredit diperoleh berdasar hasil penilaian atas prestasi dari pelaksanaan setiap butir rincian kegiatan sebagaimana disebutkan pada Lampiran V. IX. para Perekayasa diharapkan setiap tahun mengisi dan mengusulkan DUPAK (Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit) sebagaimana tertulis dalam Lampiran VI beserta surat-surat pernyataan sebagaimana tertulis dalam lampiran VII. • Perekayasa Pertama sampai Perekayasa Utama yang akan naik jabatan/pangkat. Untuk hal tersebut akan dikeluarkan PAK Sementara. Perhitungan Angka Kredit. Angka Kredit 7. Usulan DUPAK dapat dilakukan sekali dalam setahun.BAB VII DAFTAR USULAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (DUPAK) DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (PAK) JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA 7. 86 . dinyatakan bahwa Angka Kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional Perekayasa dalam rangka pembinaan karir yang bersangkutan.IV/e untuk memenuhi kewajiban mengumpulkan 50 angka kredit setiap 2 tahun ( maintenance ).PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan angka kreditnya. Pengisian DUPAK dilakukan pada akhir bulan Desember untuk periode kenaikan pangkat bulan April dan pada akhir bulan Juni untuk periode kenaikan pangkat bulan Oktober. Setiap Perekayasa perlu memahami dengan benar dalam melaksanakan kegiatan agar selalu sesuai dengan rincian butir kegiatan dalam Lampiran tersebut.

Masa Penilaian Angka Kredit a.2. Mengisi formulir Surat Pernyataan melakukan Kegiatan kerekayasaan dilengkapi dengan bukti-buktinya. dan Surat Pernyataan melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas perekayasa (Lampiran IX) serta Surat Pernyataan mengikuti Pendidikan dan/atau pelatihan (Lampiran X). Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 7. DUPAK dilampiri dengan Surat Pernyataan melakukan kegiatan kerekayasaan (Lampiran VII). Apabila dalam DUPAK tersebut diusulkan butir kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Maret 2001.1. Contoh 5 : Seorang perekayasa mengajukan DUPAK dengan Masa Penilaian: 01 Januari 2002 sampai dengan 30 Juni 2003. baru dapat diangkat dalam jabatan perekayasa setelah yang bersangkutan menjadi PNS. Masa penilaian angka kredit yang bersangkutan dihitung sejak diangkat sebagai CPNS. ii. Untuk kenaikan jabatan/pangkat perekayasa. Langkah-langkah Pengisian DUPAK oleh Perekayasa.3.2. b. iv. masa penilaian angka kredit didasarkan pada masa penilaian angka kredit terakhir. Pengertian DUPAK DUPAK adalah formulir yang berisi usulan angka kredit yang dibuat oleh pejabat fungsional Perekayasa sesuai dengan butir-butir kegiatan sebagaimana dicontohkan dalam Lampiran VI. Sarjana/Diploma-IV yang masuk pertama kali dalam unit perekayasaan. iii. Pengisian DUPAK (1). Butir kegiatan dari kegiatan tersebut tidak dapat dinilai. Mengisi formulir Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi dilengkapi dengan bukti-buktinya. Mengumpulkan bukti-bukti fisik dan atau dokumen pendukung pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan. 7. Surat Pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi (Lampiran VIII). maka kegiatan tersebut tidak dapat dinilaikan. yang karena satu dan lain hal tidak diajukan pada masa penilaian sebelumnya. Pejabat fungsional Perekayasa membuat DUPAK yang berisi hasil penilaian sendiri atas prestasi kerjanya. 7.2. 87 . DUPAK diajukan kepada Tim Penilai Instansi/Pusat pada bulan Desember atau bulan Juni. 7.2.Bukti pelaksanaan kegiatan yang diperoleh di luar masa penilaian. i.1. Memilah bukti-bukti tersebut berdasarkan unsur dan sub unsur kegiatan.

(2). v. b. viii. c. d. Surat Pernyataan melakukan kegiatan kerekayasaan. ix. Lampiran pendukung DUPAK yaitu : a. dan diisikan pada kolom Tim Penilai. Pengesahan diisi oleh ketua dan anggota Tim Penilai yang berhak menilai. Atasan langsung (Pejabat Eselon II) mengesahkan semua lampiran-lampiran dan bukti-bukti untuk dinilai oleh Tim Penilai Instansi/Tim Penilai Unit Kerja/Tim Penilai Provinsi/Tim Penilai Kabupaten/Kota. xi. Penerbitkan PAK oleh Pejabat Instansi/Unit Kerja/Propinsi/Kabupaten/Kota yang berwewenang. Mengisi formulir Surat Pernyataan melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan. Dokumen-dokumen lainnya. kemudian mengajukan kepada atasan langsung minimal Pejabat Eselon II. Tim Penilai pada butir c menilai semua bukti kegiatan. b. Perekayasa menyusun DUPAK beserta lampiran-lampirannya. Surat Pernyataan melakukan kegiatan penunjang. 88 . diisi dengan hasil penilaian terhadap bukti yang disampaikan. Atasan langsung (Pejabat Eselon III) mengesahkan semua lampiran-lampiran dan bukti-bukti yang disertakan. Pengajuan DUPAK Pengajuan DUPAK Perekayasa Pertama – III/a`sampai dengan Perakayasa Madya . ii. e. Perekayasa menyusun DUPAK beserta lampiran-lampirannya. Berkas DUPAK yang telah disahkan dikirim kepada Tim Penilai Instansi/Tim Penilai Unit Kerja/Tim Penilai Provinsi/Tim Penilai Kabupaten/Kota. x. kemudian mengajukan kepada atasan langsung minimal pejabat eselon III. Pengajuan DUPAK Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e adalah sebagai berikut: a. Tim Penilai Instansi/Tim Penilai Unit Kerja/Tim Penilai Provinsi/Tim Penilai Kabupaten/Kota melakukan pemeriksaan dan penilaian. iv. Hasil penilaian semua butir kegiatan dihimpun dalam satu DUPAK. vii. b. vi. c. Unsur yang dinilai. Menilai sendiri dengan mengisi angka kredit pada formulir DUPAK sesuai dengan butir-butir kegiatan pada Lampiran VI. c. DUPAK. Masa penilaian diisi dengan periode waktu yang diajukan untuk dinilai. Semua surat pernyataan beserta buktinya disusun berurutan sesuai dengan masa penilaian. Keterangan perorangan diisi data perekayasa yang dinilai. Mengisi formulir Surat Pernyataan melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas kerekayasaan dilengkapi dengan bukti-buktinya. Pengisian DUPAK oleh Tim Penilai i. vi. iii. kemudian mengisi hasil penilaiannya pada DUPAK. Semua berkas tersebut dilampirkan pada DUPAK sebagai bukti untuk diajukan ke Tim Penilai. (3).IV/a adalah sebagai berikut: a. Nomor diisi sesuai kode penomoran DUPAK instansi yang bersangkutan. d.v. Surat Pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi. Surat Pernyataan dan bukti-bukti fisik disahkan oleh Pejabat yang berwenang serendah-rendahnya eselon III.

VIII. golongan ruang IV/a. Pejabat yang berhak mengajukan DUPAK diatur sebagai berikut: a. f. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. Pejabat yang berhak mengajukan DUPAK. (5). Bagi pejabat fungsional Perekayasa yang akan melaksanakan/ mengerjakan butirbutir kegiatan yang bukan tugas pokoknya (jenjangnya). e. (4). b. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pimpinan Unit Kerja setingkat eselon III atau serendah-rendahnya eselon IV kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Provinsi untuk penetapan angka kredit Perekayasa Pertama. terlebih dahulu harus mendapatkan Surat Keterangan/Penugasan dari atasan langsungnya. Surat pernyataan melakukan kegiatan kerekayasaan. pangkat Penata Muda. pangkat Pembina Tingkat I. b. surat pernyataan melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas kerekayasaan dan surat telah mengikuti pendidikan dan pelatihan kerekayasaan sebagaimana dimaksud pada lampiran VII. pangkat Pembina. c. Tim Penilai Pusat menilai semua bukti kegiatan. Hasil penilaian butir c. golongan ruang IV/b sampai dengan Perekayasa Utama.PAN/7/2008. golongan ruang IV/a yang bekerja di lingkungan Provinsi. pangkat Penata Muda. pangkat Pembina. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pimpinan Unit Kerja serendah-rendahnya eselon III di lingkungan masing-masing instansi kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat. IX. d. e. untuk penetapan angka kredit Perekayasa Pertama. golongan ruang IV/e. Instansi Pembina menerbitkan PAK yang ditandatangani oleh Kepala BPPT. Pejabat Pembina Kepegawaian setingkat eselon I atau serendah-rendahnya eselon II di lingkungan instansi masing-masing kepada Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi untuk penetapan angka kredit bagi Perekayasa Madya. Pembina Utama. pangkat Pembina. 89 c. Sesuai Peraturan Menpan Nomor: PER/219/M. pangkat Penata Muda. pangkat Penata Muda. Lampiran-lampiran DUPAK. pangkat Pembina. beserta lampiran-lampirannya dikirim kepada Kepala BPPT selaku Kepala Instansi Pembina oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Instansi yang bersangkutan (setingkat Eselon II) untuk dinilai Tim Penilai Pusat. dan X. kemudian mengisi hasil penilaiannya pada DUPAK. golongan ruang IV/a yang bekerja di lingkungan Instansi Pusat. surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi. golongan ruang IV/a yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota. DUPAK yang telah diisi dengan bobot angka kredit dari masing-masing butir kegiatan yang dikerjakan pejabat fungsional Perekayasa yang bersangkutan dilengkapi dengan lampiranlampiran sebagai berikut : a. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pimpinan Unit Kerja yang terkait serendahrendahnya eselon III di lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi kepada pejabat yang membidangi kepegawaian (serendah rendahnya Eselon II) untuk penetapan angka kredit Perekayasa Pertama. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. . SK Organisasi Fungsional dan SK Personil terkait dengan posisi personil di Organisasi Fungsional. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pimpinan Unit Kerja setingkat eselon III atau serendah-rendahnya eselon IV kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Kabupaten/Kota untuk penetapan angka kredit Perekayasa Pertama. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya.d.

3.3. d. Pengisian PAK. hanya diisi jika pejabat Perekayasa yang dinilai telah memenuhi syarat untuk kenaikan pangkat/jabatan yang lebih tinggi. 7. k. Penetapan Angka Kredit ( PAK ) 7. l. Instansi diisi Nama Instansi Pengusul. g. i. j. j.3. Foto copy Keputusan Kenaikan Pangkat Terakhir. 7. k. Keterangan Perorangan diisi data Perekayasa yang dinilai. Formulir PAK SEMENTARA dibuat seperti formulir PENETAPAN ANGKA KREDIT hanya judulnya diganti menjadi PAK SEMENTARA dengan nomor sesuai nomor administrasi Tim Penilai. PAK kolom JUMLAH diisi hasil penjumlahan nilai dalam kolom LAMA dan kolom BARU. Setiap PAK yang diterbitkan oleh masing-masing instansi harus ditembuskan kepada Instansi Pembina. Butir III. f. c. e. h. Foto copy Keputusan Kenaikan Jabatan terakhir Foto copy PAK terakhir (khusus untuk kenaikan pangkat kedua kali dan seterusnya sebagai pejabat fungsional Perekayasa). Pengisian PAK dilakukan dengan cara sebagai berikut di bawah ini: a. Foto copy Keputusan Pengangkatan menjadi PNS (khusus untuk pengangkatan pertama). lembar keputusan. e. maka diterbitkan PAK SEMENTARA yang ditanda tangani oleh ketua Tim Penilai. karya tulis/karya ilmiah dan bukti fisik kegiatan kerekayasaan seperti lembar kerja. lembar instruksi. Foto copy DP3 satu tahun terakhir. b. 90 . Masa Penilaian diisi sesuai masa penilaian yang ada pada DUPAK. PAK SEMENTARA diberlakukan sebagai PAK untuk memudahkan penilaian selanjutnya dalam rangka melengkapi angka kredit yang dipersyaratkan. PAK adalah formulir yang memuat status angka kredit bagi pejabat perekayasa untuk dapat dipergunakan sebagai bahan kenaikan pangkat/jabatan (contoh formulir PAK lihat lampiran XI).2. technical note. Nomor diisi sesuai Kode Penomoran PAK di Instansi Penilai. PAK kolom BARU diisi sesuai Hasil Penilaian DUPAK. Sistem pelaporan dan time schedule sesuai yang tercantum dalam program manual Bukti fisik hasil kegiatan yang dilakukan seperti: ijazah/sertifikat. i. PAK kolom LAMA diisi sesuai Nilai PAK terakhir f. Foto copy Keputusan Pengangkatan pertama kali dalam jabatan fungsional Perekayasa (khusus untuk kenaikan pangkat pertama kali dalam jabatan fungsional Perekayasa). Pengertian PAK. Ijazah terakhir yang dilegalisasi untuk pengangkatan pertama kali atau bagi yang diangkat kembali setelah tugas belajar. technical report dll . Apabila tidak memenuhi syarat.1. h. g.d.

b. Pejabat Pembina Kepegawaian Provinsi yang bersangkutan atau pejabat lain yang ditunjuk yang membidangi kepegawaian (serendah-rendahnya eselon II) bagi Perekayasa Pertama. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. d. Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi selaku Kepala instansi pembina Jabatan Fungsional Perekayasa atau pejabat lain setingkat eselon I yang ditugaskan pada Instansi Pembina untuk penetapan angka kredit Perekayasa Madya. e. pangkat Pembina. pangkat Pembina Utama. 91 .7. pangkat Pembina Tingkat I. pangkat Penata Muda. golongan ruang IV/b sampai dengan Perekayasa Utama. pangkat Penata Muda. pangkat Pembina. Pejabat yang berwenang menetapkan PAK: a. pangkat Pembina. golongan ruang IV/a di lingkungan masingmasing. golongan ruang IV/e untuk perekayasa di Instansi Pembina dan instansi lain.PAN/7/2008. golongan ruang IV/a di lingkungan instansi masing-masing. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat yang bersangkutan atau pejabat lain yang ditunjuk yang membidangi kepegawaian (serendah-rendahnya eselon II) bagi Perekayasa Pertama. Pejabat Pembina Kepegawaian Kabupaten/Kota yang bersangkutan atau pejabat lain yang ditunjuk yang membidangi kepegawaian (serendah-rendahnya eselon II) bagi Perekayasa Pertama. Pejabat yang ditunjuk di lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi yang membidangi kepegawaian (serendah-rendahnya eselon II) bagi Perekayasa Pertama. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya.3Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Sesuai Peraturan Menpan Nomor: PER/219/M. c. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. golongan ruang IV/a di ingkungan instansi masing-masing. pangkat Penata Muda. pangkat Penata Muda. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya.3. golongan ruang IV/a di lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. pangkat Pembina.

3) Seorang Sekretraris merangkap anggota dari unsur yang membidangi kepegawaian/kesekretariatan. namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa. 2) Pemeriksa kebenaran dokumen-dokumen DUPAK. 2) Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. Keanggotaan Tim Penilai Pusat. kepegawaian dan Pejabat Fungsional Perekayasa. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Pusat 1) Jabatan/Pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Perekayasa yang dinilai. c. Kedudukan Tim Penilai Pusat adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala BPPT.BAB VIII TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN PEREKAYASA 8. Keanggotaan Tim Penilai Pusat terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: 1) Seorang Ketua merangkap anggota. d. 2) Serendah-rendahnya Pejabat Perekayasa Madya . 6) Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa. 92 .IV/b. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. Tugas Tim Penilai Pusat bertugas menilai prestasi Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e. Tim Penilai Perekayasa Tim Penilai Jabatan Perekayasa terdiri dari unsur unit teknis yang membidangi kerekayasaan.1. dengan sepengetahuan atasan langsung. 5) Menyatakan kesediaan secara tertulis untuk menjadi anggota Tim Penilai Pusat. Tim Penilai Perekayasa secara umum dibagi menjadi 5 (lima) yaitu: 1. Tim Penilai Pusat a. 3) Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa 4) Dapat aktif melakukan penilaian. Tim Penilai Pusat berfungsi sebagai : 1) Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. 3) Penyusun PAK untuk disampaikan kepada Kepala BPPT. b. dan 4) Sekurang-kurangnya 4 orang anggota e.

2. Tugas Tim Penilai Unit Kerja bertugas menilai prestasi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a di lingkungan BPPT atau di lingkungan instansi/provinsi/kabupaten/kota yang belum mempunyai tim penilai . maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Fungsi Tim Penilai Unit Kerja berfungsi sebagai: 1. Serendah-rendahnya pejabat Perekayasa Muda – III/d. Menyatakan kesediaan secara tertulis untuk menjadi anggota Tim Penilai Instansi. 2. 5. Pemeriksa dalam kebenaran dokumen-dokumen DUPAK 3. Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang untuk menetapkan PAK Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. b. Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. Keanggotaan Tim Penilai Unit Kerja. 2) Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. Jabatan/pangkat serandah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat perekayasa yang dinilai. dan 4) Sekurang-kurangnya 4 orang anggota e. 3) Seorang Sekretraris merangkap anggota dari unsur yang membidangi kepegawaian. Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai Pusat yang ikut dinilai. Tim Penilai Unit Kerja a. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. Membantu menilai DUPAK Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e yang akan diajukan oleh pejabat yang berwenang kepada Tim Penilai Pusat melalui Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina. dengan sepengetahuan atasan langsung. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Unit Kerja: 1. Keanggotaan Tim Penilai Unit Kerja terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: 1) Seorang Ketua merangkap anggota. Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa. 3. Setelah masa jabatannya berakhir. 4.f. 2. namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa. d. Masa kerja Tim Penilai 3 (tiga) tahun. 4. 93 . Kedudukan Tim Penilai Unit Kerja adalah Tim Penilai di lingkungan BPPT yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala BPPT untuk mengusulkan dan menyusun PAK bagi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. Dapat aktif melakukan penilaian. c. g. 6. maka Ketua Tim Penilai dapat mengangkat anggota Tim Penilai pengganti.

Tim Penilai Instansi a. Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. b. Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai Unit Kerja dalam 2 (dua) masa jabatannya berturut-turut. Kedudukan Tim Penilai Instansi adalah Tim Penilai di lingkungan Instansi. Fungsi Tim Penilai Instansi berfungsi sebagai: 1. 3. Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa. 3. dan 4) Sekurang-kurangnya 4 orang anggota e. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Instansi: 1. 2. namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa. Serendah-rendahnya pejabat Perekayasa Muda . d. 2) Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. Pemeriksa dalam kebenaran dokumen-dokumen DUPAK 3. Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. Keanggotaan Tim Penilai Instansi. Dapat aktif melakukan penilaian. Jabatan/pangkat serandah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat perekayasa yang dinilai. Membantu menilai DUPAK Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e yang akan diajukan oleh pejabat yang berwenang kepada Tim Penilai Pusat melalui Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina. Tugas Tim Penilai Instansi bertugas menilai prestasi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a di lingkungan instasinya c. Masa kerja Tim penilai Unit kerja adalah 3 (tiga) tahun. yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala Instansi untuk mengusulkan dan menyusun PAK bagi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. 4. Keanggotaan Tim Penilai Instansi terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: 1) Seorang Ketua merangkap anggota. 94 . maka anggota Tim Penilai dapat dianggkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa.III/d. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. 2. 4. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. 3) Seorang Sekretraris merangkap anggota dari unsur yang membidangi kepegawaian. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa.f Masa Kerja Tim Penilai Unit Kerja: 1. 5. 2.

untuk penilaiannya instansi tersebut menyerahkan proses penilaiannya kepada Tim Penilai Unit Kerja. Fungsi Tim Penilai Provinsi berfungsi sebagai: 1). dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. b. h. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Provinsi: 1). Keanggotaan Tim Penilai Provinsi terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: 1) Seorang Ketua merangkap anggota. Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai Instansi dalam 2 (dua) masa jabatannya berturut-turut. Tugas Tim Penilai Provinsi bertugas menilai prestasi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a di lingkungan provinsinya atau kabupaten/kota di wilayahnya yang belum mempunyai tim penilai. dan 4) Sekurang-kurangnya 4 orang anggota e. Jabatan/pangkat serandah-rendahnya sama perekayasa yang dinilai. 4. Kedudukan Tim Penilai Provinsi adalah Tim Penilai di lingkungan provinsi yang dibentuk dan ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian provinsi untuk mengusulkan dan menyusun PAK bagi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. 2). 3) Seorang Sekretraris merangkap anggota dari unsur yang membidangi kepegawaian. 2) Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. Tiga tahun. Jika pada suatu instansi belum dapat dibentuk Tim Penilai Instansi sesuai dengan persyaratan di atas. Keanggotaan Tim Penilai Provinsi. Tim Penilai Provinsi a. 4). 95 dengan jabatan/pangkat . Pemeriksa dalam kebenaran dokumen-dokumen DUPAK 3). 2. Membantu menilai DUPAK Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e yang akan diajukan oleh pejabat yang berwenang kepada Tim Penilai Pusat melalui Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina. Setiap pembentukan Tim Penilai Instansi harus dilaporkan kepada Instansi Pembina. c. d.f Masa Kerja Tim Penilai Instansi 1. g. Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya.

Tugas Tim Penilai Kabupaten/Kota bertugas menilai prestasi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a di lingkungan Kabupaten/Kotanya. 5). Fungsi Tim Penilai Kabupaten/Kota berfungsi sebagai: 1). Tiga tahun. Membantu menilai DUPAK Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e yang akan diajukan oleh pejabat yang berwenang kepada Tim Penilai Pusat melalui Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina. 2). g. Dapat aktif melakukan penilaian. Jika pada suatu sekretariat daerah provinsi belum dapat dibentuk Tim Penilai Provinsi sesuai dengan persyaratan di atas. h.2). Keanggotaan Tim Penilai Kabupaten/Kota terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: 1) Seorang Ketua merangkap anggota. 4). namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. 2) Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. 96 . Keanggotaan Tim Penilai Kabupaten/Kota. Setiap pembentukan Tim Penilai Provinsi harus dilaporkan kepada Instansi Pembina. Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. untuk penilaiannya diserahkan kepada Tim Penilai Unit Kerja. Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai Provinsi dalam 2 (dua) masa jabatannya berturut-turut. Tim Penilai Kabupaten/Kota a. Kedudukan Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah Tim Penilai di lingkungan Kabupaten/Kota yang dibentuk dan ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Kabupaten/Kota untuk mengusulkan dan menyusun PAK bagi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. c. Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa. 4). 5. d. f Masa Kerja Tim Penilai 1). Pemeriksa dalam kebenaran dokumen-dokumen DUPAK 3). 2). b.III/d. Serendah-rendahnya pejabat Perekayasa Muda . maka anggota Tim Penilai dapat dianggkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. 3).

3). Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai Kabupaten/Kota dalam 2 (dua) masa jabatannya berturut-turut. Di Pusat. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa. Sekretariat Tim Penilai Pusat bertugas membantu Tim Penilai Pusat dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Pusat. 2). Apabila diperlukan. 5). Tim Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. baik yang berkedudukan sebagai PNS atau bukan PNS yang mempunyai kemampuan teknis yang diperlukan. h. Tugas Pokok Tim Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. f Masa Kerja Tim Penilai 1). maka anggota Tim Penilai dapat dianggkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa.3) Seorang Sekretraris merangkap anggota dari unsur yang membidangi kepegawaian. pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli. a. 2. 3. 8. g. Serendah-rendahnya pejabat Perekayasa Muda – III/d. Dapat aktif melakukan penilaian. Setiap pembentukan Tim Penilai Kabupaten/Kota harus dilaporkan kepada Instansi Pembina. 2). dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. Jika pada suatu sekretariat daerah Kabupaten/Kota belum dapat dibentuk Tim Penilai Kabupaten/Kota sesuai dengan persyaratan di atas. untuk penilaiannya diserahkan kepada Tim Penilai Provinsi atau Tim Penilai Unit Kerja 8.3 Tata Kerja Administrasi Penilaian 1. Jabatan/pangkat serandah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat perekayasa yang dinilai. 4). dan 4) Sekurang-kurangnya 4 orang anggota e.2 Tim Teknis 1. Tiga tahun. Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Kabupaten/Kota: 1). 97 .

2. Sekretariat meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK. a. Sekretariat Tim Penilai Pusat membantu Tim Penilai Pusat dalam melaksanakan sidang. c. Ketua Tim Penilai membagi tugas penilaian kepada anggota Tim Penilai. c. Sekretariat Tim Penilai Instansi membantu Tim Penilai Instansi dalam melaksanakan sidang. a. Di Instansi. Di Unit Kerja (Instansi Pembina). Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi. 5. b. Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi. a. b. Sekretariat Tim Penilai Kabupaten/Kota bertugas membantu Tim Penilai Kabupaten/Kota dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Kabupaten/Kota. Sekretariat Tim Penilai Unit Kerja meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK. Sekretariat Tim Penilai Provinsi bertugas membantu Tim Penilai Provinsi dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Provinsi. Di Kabupaten/Kota. Di Provinsi. Sekretariat Tim Penilai Kabupaten/Kota membantu Tim Penilai Kabupaten/Kota dalam melaksanakan sidang. c. Sekretariat Tim Penilai Provinsi membantu Tim Penilai Provinsi dalam melaksanakan sidang. maka sekretariat menyampaikan kepada unit pengusul untuk dilengkapi. 8. Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi. Sekretariat Tim Penilai Unit Kerja membantu Tim Penilai Unit Kerja dalam melaksanakan sidang. maka sekretariat menyampaikan kepada unit pengusul untuk dilengkapi. 3. 4.b. b. Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi maka sekretariat menyampaikan kepada unit Pengusul untuk dilengkapi. maka sekretariat menyampaikan kepada Instansi pengusul untuk dilengkapi. Sekretariat Tim Penilai Provinsi meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK.4. a. c. c. 98 . maka sekretariat menyampaikan kepada pengusul dan/atau unit pengusul untuk dilengkapi. Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi. Sekretariat Tim Penilai Instansi meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK. Sekretariat Tim Penilai Instansi bertugas membantu Tim Penilai Instansi dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Instansi. Sekretariat Tim Penilai Pusat meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK. Sekretariat Tim Penilai Unit Kerja bertugas membantu Tim Penilai Unit Kerja dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Unit Kerja. Setiap DUPAK dinilai oleh dua orang dari Tim Penilai. 2. Tata Cara Penilaian Tata cara penilaian diatur sebagai berikut: 1. b.

99 . Apabila selisih hasil penilaian angka kredit kurang dari atau sama dengan 20 %. Untuk penilaian Perkayasa Madya – IV/b sampai Perekayasa Utama – IV/e.3. 4. 7. Hasil Penilaian angka kredit harus dituangkan dalam Berita Acara Penilaian Angka Kredit yang ditandatangani oleh anggota Tim Penilai yang hadir. sebelum diusulkan ke Tim Penilai Pusat harus dinilai dulu oleh Tim Penilai Instansi/Tim Penilai Unit Kerja/Tim Penilai Provinsi/Tim Penilai Kabupaten/Kota. Sekretaris Tim Penilai membuat PAK untuk disampaikan kepada pejabat yang berwenang untuk disahkan setelah diperiksa oleh Ketua Tim Penilai. 5. Apabila selisih hasil angka kredit lebih dari 20 % maka ditunjuk penilai ketiga untuk menetapkan nilai akhir. 6. maka hasil penilaian yang mempunyai nilai unsur utama lebih tinggi ditetapkan sebagai angka kredit tambahan untuk PAK baru.

9. dinyatakan tetap berlaku. 9.PAN/7/2008).2. 9. 100 . maka penilaian prestasi kerja perekayasa diatur sebagai berikut : 9.2.3. Penilaian prestasi kerja perekayasa sejak tanggal juknis ini ditetapkan sampai dengan 31 Desember 2009 dapat dilakukan berdasarkan Keputusan MenPAN Nomor 24/KEP/M. Penilaian Untuk memberikan kesempatan bagi Perekayasa melakukan penyesuaian dengan Peraturan yang baru (PER/219/M.3 Inpassing Pelaksanaan inpassing pada jabatan fungsional perekayasa diatur tersendiri dengan Petunjuk Teknis Inpassing Jabatan Fungsional Perekayasa yang ditetapkan oleh Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa. Seluruh prestasi kerja Perekayasa. Penilaian prestasi kerja perekayasa sejak tanggal 01 Januari 2010 dilakukan berdasarkan Peraturan MenPAN Nomor PER/219/M.1.2. baik yang aktif maupun yang diberhentikan sementara yang penilaiannya akan menggunakan Keputusan MenPAN Nomor 24/KEP/M.PAN/2/2003 atau berdasarkan Peraturan MenPAN Nomor PER/219/M.PAN/2/2003 sudah harus dinilaikan selambat-lambatnya tanggal 31 Desember 2009.PAN/7/2008. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Perekayasa yang ditetapkan sebelum keputusan ini ditetapkan.BAB IX KETENTUAN PERALIHAN 9.2. 9.2. memindahkan.1. Penyesuaian Keputusan Pejabat yang berwenang mengangkat.PAN/7/2008.

LAMPIRAN .

Molecular physics 7. Topology ASTRONOMY & ASTROPHYSICS 1. Acoustics 2. Hydrology 7. Organic chemistry 7. Climatology 3. Statistics 11. Planetology PHYSICS 1. Soil science 10. Immunology 12. Geochemistry 4. Analytical chemistry 2. Geodesy 5. Animal biology (zoology) 2. Analysis and functional analysis 3. Ethology 8. Palaentology 16. Physical chemistry 11. Inorganic chemistry 4. Nucleonic CHEMISTRY 1. Physical chemistry 8. Solar system 7.LAMPIRAN I STANDAR NOMENKLATUR UNTUK SCIENCE DAN TEKNOLOGI BERDASARKAN UNESCO TAHUN 1988 MATHEMATICS 1. Units and constants 15. Insect biology (entomology) 13. Biochemistry 3. Nuclear physics 8. Meteorology 8. Macromolecular chemistry LIFE SCIENCES 1. Microbiology 14. Other biological specialities 6. Plant biology (botany) 17. Algebra 2. Radiobiology 18. Symbiosis 19. Radio-astronomy 6. Other physical specialities 5. Biochemistry 4. Geometry 5. Space science L-I-1 . Anthropology (physical) 3. Human biology 10. Thermodynamics 14. Biomathematics 5. Other chemical specialities 11. Other astronomical specialities 9. Numerical analysis 8. Solid state physics 12. Mechanics 6. Oceanography 9. Human physiology EARTH AND SPACE SCIENCES 1. Electronics 4. Electro-magnetism 3. Probability 10. Atmospheric sciences 2. Optics 10. Computer science 4. Geography 7. Fluid (physics of) 5. Virology 20. Thoeritical physics 13. Nuclear chemistry 6. Optical astronomy 4. Number theory 6. Other mathematical specialities 5. Interplanetary medium 3. Molecular biology 15. Operations research 9. Biometrics 6. Genetics 9. Cosmology and cosmogony 2. Cell biology 7.

11. Geology 12. Geophysics AGRICULTURAL SCIENCES 1. Agricultural chemistry 2. Agricultural engineering 3. Agronomy 4. Animal husbandry 5. Fish and wildlife MEDICAL SCIENCES 1. Clinical sciences 2. Epidemiology 3. Forensic medicine 4. Occupational medicine 5. Internal medicine 6. Nutrition sciences 7. Pathology 8. Pharmacodynamics TECHNOLOGICAL SCIENCES 1. Aeronautical technology and engineering 2. Biochemical technology 3. Chemical technology and engineering 4. Computer technology 5. Construction technology 6. Electrical technology and engineering 7. Electronic technology 8. Environmental technology and engineering 9. Food technology 10. Industrial technology 11. Instrumentation technology 12. Materials technology 13. Mechanical engineering and technology 14. Medical technology 15. Metallurgical technology ECONOMIC SCIENCES 1. Econometrics 2. Economic accounting 3. Economic systems PEDAGOGY Curriculum Development POLITICAL SCIENCE Policy sciences PSYCHOLOGY 1. Educational psychology 2. Evaluation and measurement in psychology

13. Other earth, space or environmental specialities

6. Forestry 7. Horticulture 8. Phytopathology 9. Veterinary sciences 10. Other agricuktural specialities

9. Pharmacology 10. Preventive medicine 11. Psychiatry 12. Public health 13. Surgery 14. Toxicology 15. Other medical specialities

16. Metal products technology 17. Motor vehicle technology 18. Mining technology 19. Naval technology 20. Nuclear technology 21. Petroleum and coal technology 22. Power technology 23. Railway technology 24. Space technology 25. Telecommunications technology 26. Textile technology 27. Transportation systems technology 28. Unit operations technology 29. Urban planning 30. Other technological specialities

4. Economics of technological change 5. Industrial organization and public policy 6. Organization and management of enterprises

3. Experimental psychology

L-I-2

SCIENCES OF ART & LETTERS Architecture PHILOSOPHY 1. Philosophy of knowledge 2. General philosophy 3. Philosophical systems 4. Philosophy of science

5. Philosophy of nature 6. Social philosophy 7. Philosophical doctrines 8. Other philosophical specialities

L-I-3

LAMPIRAN II

KOMPOSISI JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK KENAIKAN JABATAN DAN KENAIKAN PANGKAT PEREKAYASA PENDIDIKAN SARJANA (S.1) /DIPLOMA IV
JENJANG JABATAN / GOLONGAN RUANG / ANGKA KREDIT MUDA MADYA III/c 100 III/d 100 IV/a 100 IV/b 100 IV/c 100 IV/d 100

NO

UNSUR

PROSENTASE

PERTAMA III/a III/b 100

UTAMA IV/e 100

I II

Pendidikan Sekolah ANGKA KREDIT PENJENJANGAN A UTAMA 1 Pendidikan dan pelatihan serta memperoleh surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPP) atau sertifikat 2 Kegiatan Kerekayasaan 3 Pengembangan Profesi Jumlah A B PENUNJANG Pendukung pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan Tugas Perekayasaan Jumlah II Jumlah ( I + II )

100

> 80 % 40 40 80 80 160 160 240 240 348 12 360 456 24 480 564 36 600 712 48 760 50 50

< 20 % 100%

10 50 150

20 100 200

40 200 300

60 300 400

90 450 550

120 600 700

150 750 850

190 950 1050 50

L-II-1

2) JENJANG JABATAN / GOLONGAN RUANG / ANGKA KREDIT MUDA MADYA III/c 150 III/d 150 IV/a 150 IV/b 150 IV/c 150 IV/d 150 NO UNSUR PROSENTASE PERTAMA III/b UTAMA IV/e 150 I II Pendidikan Sekolah ANGKA KREDIT PENJENJANGAN A UTAMA 1 Pendidikan dan pelatihan serta memperoleh surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPP) atau sertifikat 2 Kegiatan Kerekayasaan 3 Pengembangan Profesi Jumlah A B PENUNJANG Pendukung pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan Tugas Perekayasaan Jumlah II Jumlah ( I + II ) < 20 % 100% 150 > 80 % 40 40 120 120 200 200 308 12 320 416 24 440 524 36 560 672 48 720 50 50 10 50 200 30 150 300 50 250 400 80 400 550 110 550 700 140 700 850 180 900 1050 50 L-III-1 .LAMPIRAN III KOMPOSISI JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK KENAIKAN JABATAN DAN KENAIKAN PANGKAT PEREKAYASA PENDIDIKAN PASCA SARJANA (S.

LAMPIRAN IV KOMPOSISI JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK KENAIKAN JABATAN DAN KENAIKAN PANGKAT PEREKAYASA PENDIDIKAN DOKTOR (S.3) JENJANG JABATAN / GOLONGAN RUANG / ANGKA KREDIT MADYA UTAMA III/d 200 IV/a 200 IV/b 200 IV/c 200 IV/d 200 IV/e 200 NO UNSUR PROSENTASE III/c MUDA I II Pendidikan Sekolah ANGKA KREDIT PENJENJANGAN A UTAMA 1 Pendidikan dan pelatihan serta memperoleh surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPP) atau sertifikat 2 Kegiatan Kerekayasaan 3 Pengembangan Profesi Jumlah A B PENUNJANG Pendukung pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan Tugas Perekayasaan Jumlah II Jumlah ( I + II ) 200 > 80 % 80 80 160 160 268 12 280 376 24 400 484 36 520 632 48 680 50 50 < 20 % 100% 20 100 300 40 200 400 70 350 550 100 500 700 130 650 850 170 850 1050 50 L-IV-1 .

Melaksanakan Desain rinci (a) Melaksanakan iterasi hasil desain awal (b) Mengoptimasi hasil desain awal (c) Melaksanakan konfigurasi desain rinci (d) Menetapkan konfigurasi 4). Melaksanakan pengujian 0. Doktor (S3) 2. Lamanya lebih dari 960 jam di Bidang Kegiatan kerekayasaan 2. Lamanya 161 – 480 jam Pelatihan (STTPP) 5. Melaksanakan perhitungan (a) Melaksanakan perhitungan pendekatan awal (b) Melaksanakan perhitungan analitik rinci (c) Melaksanakan komputasi numerik 5). Magister (S2) 3. a.115 Perekayasa Pertama Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja 0. Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff) penelitian terapan. Lamanya 10 .109 0.0 PELAKSANA Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang II Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook per kegiatan dan Lembar kerja Lembar kerja 0.80 jam 7.228 0.152 0.255 0. Lamanya 481 – 640 jam Tamat Pendidikan dan 4. Melaksanakan desain awal (a) Merekayasa bentuk konfigurasi (b) Mengkalkulasi kinerja awal ANGKA KREDIT 200 150 100 15 9 6 3 2 1 0.125 0. Melaksanakan desain konseptual dan pengoperasian (a) Menetapkan tujuan dan kebutuhan desain (Design Requirement and Objective) (b) Menyusun filosofi rancang bangun (c) Menetapkan metoda yang digunakan 2).LAMPIRAN V RINCIAN KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA (Sesuai Lampiran I PerMENPAN Nomor PER/219/M/PAN/7/2008) NO I UNSUR PENDIDIKAN SUB UNSUR A Pendidikan Sekolah dan Memperoleh Gelar/Ijazah BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ijazah ijazah ijazah Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat 1. Lamanya 81 – 160 jam 6.079 0. perekayasaan 1). Lamanya 31 . Lamanya 641 – 960 jam dan Memperoleh Surat Tanda 3.098 0.5 2. Melaksanakan kegiatan Kerekayasaan pengembangan.113 Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama (c) Membuat gambar teknis (Engineering Drawing) awal 3). Sarjana (S1) B Pendidikan dan Pelatihan 1.083 0.109 0.671 Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama 37 .076 0.30 jam C Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan golongan III KEGIATAN KEREKAYASAAN A Pelaksanakan kegiatan 1.

569 0. Melaksanakan explorasi (a) Menetapkan instrumentasi explorasi (b) Menetapkan sasaran explorasi (c) Melaksanakan explorasi (d) Menganalisis data explorasi (e) Menginterpretasi hasil explorasi 7).136 0.076 0.125 0.158 0.251 Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama 0.336 Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama 0.420 0.240 0.113 0. Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi (a) Menetapkan parameter kelayakan 0.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN (a) Menetapkan konfigurasi pengujian (b) Membuat benda uji SATUAN HASIL Lembar kerja Benda kerja/ Lembar Kerja (Product Working sheet ) Lembar kerja Lembar kerja Logbook Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja dan foto Lembar kerja dan foto Lembar kerja dan foto Lembar kerja dan foto Lembar kerja dan foto Lembar kerja ANGKA KREDIT 0.110 0. Melaksanakan perawatan produk (a) Melaksanakan perawatan rutin (harian) produk (b) Melaksanakan perawatan berkala produk (c) Melaksanakan perbaikan menyeluruh (over haul ) produk 11).057 0. Melaksanakan observasi (a) Menetapkan instrumentasi observasi (b) Menetapkan sasaran observasi (c) Melaksanakan observasi (d) Menganalisis data observasi (e) Menginterpretasi hasil observasi 8). Melaksanakan modifikasi produk (a) Melaksanakan repair (perbaikan) produk (b) Melaksanakan modifikasi produk 10).267 0.491 0.175 PELAKSANA Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama (c) Menetapkan sistem penginderaan pengujian (d) Menetapkan sistem perolehan dan pengolahan data (e) Melaksanakan operasi pengujian (f) Menganalisis data (g) Menginterpretasi hasil uji 6).123 Perekayasa Pertama 38 .289 0.174 0. Melaksanakan pengukuran (a) Menetapkan instrumentasi pengukuran (b) Menetapkan sasaran pengukuran (c) Melaksanakan pengukuran (d) Menganalisis data pengukuran (e) Menginterpretasi hasil pengukuran 9).551 0.571 0.638 0.489 0.275 0.246 0.480 0.090 0.183 0.423 0.

218 0. Melaksanakan desain konseptual/ awal (a) Memberikan beberapa alternatif metoda desain (b) Menetapkan metoda kalkulasi (c) Menilai hasil desain awal 2).256 0.200 0. Melaksanakan studi banding sistem teknologi (a) Menetapkan acuan studi banding (b) Melaksanakan perbandingan kinerja suatu teknologi b Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 2.354 0.820 0.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN (b) Melaksanakan penyelidikan kesesuaian dengan paramater kelayakan 12).369 0.425 0. Melaksanakan Pengujian (a) Menyajikan beberapa alternatif jenis peralatan pengujian (b) Menentukan peralatan perolehan data (c) Menentukan peralatan pengolah data (d) Memberikan metoda dan strategi pengujian (e) Memberikan metoda interpretasi hasil pengujian 5).171 Perekayasa Muda Perekayasa Muda 39 . Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) a Memberikan supervisi kepada para Engineering Staff dalam: 1). Melaksanakan explorasi (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran explorasi (b) Menetapkan metoda explorasi SATUAN HASIL Lembar kerja ANGKA KREDIT 0.000 Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar kerja Lembar Instruksi Teknik Lembar kerja Lembar Instruksi Teknik Lembar kerja Lembar kerja Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik 0.206 0.200 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0.419 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0.174 0.209 0. Melaksanakan desain rinci (a) Memberikan metoda optimasi (b) Mensintesiskan hasil desain awal menjadi desain rinci (c) Memberikan metoda iterasi desain 3).190 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0. Melaksanakan perhitungan (a) Melaksanakan penurunan persamaan matematik/modelling (b) Melaksanakan deskritisasi persamaan (c) Memberikan metoda pemecahan persamaan 4).315 PELAKSANA Perekayasa Pertama Lembar kerja Lembar kerja Surat Keputusan 0.602 0.301 2.145 0.206 0.

Mempersiapkan bahan presentasi laporan hasil Materi presentasi kegiatan Paket Kerja (Work Package ) yang dipimpinnya 2). Melaksanakan observasi (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran observasi (b) Menetapkan metoda observasi SATUAN HASIL Lembar kerja ANGKA KREDIT 0. Menetapkan acuan banding Lembar Instruksi Teknik b Menyelenggarakan pertemuan dan memimpin diskusi Lembar Keputusan (decission sheet ) dengan para Staf Perekayasa (Engineering Staff ) tentang pekerjaan mereka c Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Ketua Kelompok (Group Leader ) 1). Melaksanakan pengukuran (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran Lembar Instruksi Teknik pengukuran (b) Menetapkan metoda pengukuran Lembar Instruksi Teknik (c) Melaksanakan penurunan hasil pengukuran Lembar kerja menjadi model matematika 8).NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN (c) Melaksanakan penurunan hasil explorasi menjadi model matematika 6). Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Materi presentasi Ketua Kelompok (Group Leader ) secara berkala (Pemaparan.180 Perekayasa Muda 0.249 0.269 0.192 0.314 Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0.221 0.240 0.067 Perekayasa Muda 40 .343 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0.241 PELAKSANA Perekayasa Muda Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik (c) Melaksanakan penurunan hasil observasi menjadi Lembar kerja model matematika 7).248 0.247 0.068 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0. dan penyimpulan hasil) 0. diskusi.392 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0.215 Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0.175 0.400 0. Melaksanakan perawatan produk 9) M l k k t d k (a) Memberikan metoda perawatan produk Lembar Instruksi Teknik (b) Memberikan metoda perbaikan menyeluruh (over Lembar Instruksi Teknik haul ) produk 10).245 0. Melaksanakan modifikasi produk (a) Memberikan metoda modifikasi produk Lembar Instruksi Teknik (b) Memberikan metoda perbaikan (repair ) produk Lembar Instruksi Teknik 9). Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi (a) Menetapkan persyaratan kelayakan Lembar Instruksi Teknik (b) Melaksanakan pemilihan parameter kelayakan Lembar Instruksi Teknik (c) Menetapkan model yang akan dipakai sebagai Lembar Instruksi acuan Teknik 11).

Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah modifikasi 7).200 Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya 0.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN d Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 3. Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah disain 2). Melaksanakan sub-integrasi produk s truktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah explorasi 4).390 1.525 0.400 Perekayasa Madya 0.nya dengan melakukan iterasi yang terkait dengan ketersediaan aliran pendanaan d Membuat perencanaan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Manajer Program (Program Manager ) SATUAN HASIL Surat Keputusan ANGKA KREDIT 2.428 Perekayasa Madya e Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada Lembar Usulan spesifikasi teknis Manajer Program (Program Manager ) f Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan secara berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Program Director dan dihadiri oleh Insinyur Kepala (Chief Engineer ) dan Manajer Program (Program manager ) 1). Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah observasi 5) Melaksanakan sub-integrasi produk WBS untuk masalah pengukuran 6).600 Perekayasa Madya 41 . Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah testing 3). Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) a Mengkombinasikan hasil-hasil dari seluruh Paket Pekerjaan (WP) yang berada di bawahnya dalam kelompok keilmuan/keahliannya 1).420 0.525 0. Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah perawatan b Mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan melakukan iterasi teknis diantara kelompok (group ) yang terkait c Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu. dan pengadaan barang sesuai dengan struktur rincian kerja (WBS).420 0.000 PELAKSANA Perekayasa Pertama/Muda Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar Keputusan (decission sheet ) Lembar Keputusan (decission sheet ) 0.420 0. pendanaan.420 0.330 Perekayasa Madya Kontrak kerjasama 0. Mempersiapkan materi presentasi laporan hasil Materi presentasi kegiatan struktur rincian kerja (WBS ) yang dipimpinnya 0.

Manajer Program (Program Manager) a Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan.167 Perekayasa Muda Lembar kerja 0. Merencanakan jadwal pendanaan program yang telah ditetapkan 0.000 Perekayasa Muda/Madya Lembar Kerja 0. Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan.140 Perekayasa Muda Lembar kerja 0.160 0.239 0. mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja 2). Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang Lembar kerja 0.000 Perekayasa Muda Perekayasa Muda 42 . diskusi dan kesimpulan) g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 4. Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Draft PCM report Kemajuan Kegiatan (PCM ) bersama Manajer Program (Program Manager ) 2). Menyusun draft laporan kemajuan program dari segi Draft Laporan waktu dan dana f Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau Surat Keputusan berbahaya 5. Mengusulkan metoda pengendalian proyek.180 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda b Menyiapkan draft kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain Draft kontrak bersama Manajer Program (Program Manager ) c Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola Lembar kerja anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader ) bersama Manajer Program (Program Manager ) d Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Ketua Kelompok (Group Leader ) bersama Manajer Program (Program Manager ) 1).NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN 2). 1).100 2. Mengusulkan rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Kepala Program (Program Director ) secara berkala (paparan.565 Perekayasa Muda 0.120 PELAKSANA Perekayasa Madya Surat Keputusan 2.164 Perekayasa Muda e Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana 1). dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program 2). SATUAN HASIL Materi presentasi ANGKA KREDIT 0. 1). Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager) a Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan bersama dengan Manajer Program (Program Manager).

810 0.478 0.325 PELAKSANA Perekayasa Madya 0. mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja 2). Menyusun Laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana 3).240 0.080 0. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program (b) Membuat rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan.328 Perekayasa Madya PCM Report Materi presentasi materi presentasi 0.359 0. Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (PCM ) 2). Asisten Insinyur Kepala (Asistant Chief Engineer) a Menyiapkan draft Engineering/ Test/ Production manual 1).NO UNSUR SUB UNSUR (a) BUTIR KEGIATAN Memberikan metoda pengendalian proyek. Menyiapkan draft buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) 2).930 1. b Menetapkan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain c Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader ) d Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Group Leader 1).120 Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya f Membentuk Organisasi Fungsional Program bersama Kepala Lembar Keputusan (decission sheet ) Program (Program Director ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 6. Menyiapkan draft buku acuan produksi (Production Manual ) Engineering Test Manual Production Manual Production Manual Surat Keputusan 0.500 Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya 43 . Mempresentasikan laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana di hadapan Kepala Program (Program Director ) secara berkala SATUAN HASIL Lembar Instruksi Teknik Lembar kerja Kontrak kerjasama Lembar kerja ANGKA KREDIT 0.800 Perekayasa Madya 2. Menyiapkan draft buku acuan pengujian (Test Manual ) 3). Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang e Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana 1).334 Perekayasa Madya Lembar Keputusan (decission sheet ) 0.360 Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Lembar Keputusan (decission sheet ) 0.000 Perekayasa Madya 1.

240 1.000 PELAKSANA Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Lembar Keputusan (decission sheet ) 0.350 2.300 0.960 0. untuk mendiskusikan hasil .hasil program secara berkala Lembar Instruksi Teknik Lembar Keputusan (decission sheet ) Lembar Keputusan (decission sheet ) 0. Requirement. berkoordinasi dengan para Kepala Unit Struktural yang terlibat dalam program Lembar Kerja Lembar Kerja Surat Keputusan ANGKA KREDIT 0.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL b Mengusulkan personil yang sesuai serta klarifikasi dan sandi Lembar Kerja kerja (job code ) c Mengusulkan rencana waktu keterlibatan personil dalam tiap Lembar Kerja prorgram d Menyiapkan pertemuan dalam rangka koordinasi kerja e Memantau pelaksanaan program bersama Insinyur Kepala (Chief Engineer ) f Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 7.207 2.473 0. alternatif teknik yang lain pada pertemuan diskusi dengan para Ketua Kelompok (Group Leader )secara bersama atau sendiri-sendiri.573 Perekayasa Utama 0. Melakukan optimasi desain (trade-off ) terhadap kondisi Lembar Keputusan (decission sheet ) batas yang masih bisa dinegosiasi diantara struktur rincian kerja (WBS ) dan prioritasi hasil-hasil struktur rincian kerja (WBS ) untuk mendapatkan produk akhir yang paling sesuai pada akhir tahun anggaran e Mempresentasikan hasil kegiatan secara teknis di hadapan kepala program secara berkala f Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Materi presentasi Surat Keputusan 0.400 Perekayasa Utama Perekayasa Utama 3). Insinyur Kepala (Chief Engineer) a Membentuk Organisasi Program bersama Kepala Program (Program Director ) dan Manajer Program (Program Manager ) b Membuat perencanaan SDM yang sesuai kebutuhan. and Objective (DR&O) 1).000 Perekayasa Utama Perekayasa Madya 44 . Memberikan supervisi teknis untuk penyelarasan kinerja secara rutin 2). Memberikan saran perbaikan. 2) Mendiskusikan dan menetapkan Sumber Daya Manusia Draft SK Tim Kerja yang terlibat dalam program dengan para Kepala Unit Struktural c Mengevaluasi dan menyetujui usulan spesifikasi teknis barang yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader) d Mengintegrasikan hasil-hasil dari seluruh WBS ditinjau dari kualitas teknik pemenuhan Design.300 0.800 Perekayasa Utama 1). Merencanakan waktu keterlibatan personil dalam tiap Lembar Kerja program 2).733 Perekayasa Utama 0.610 0 610 Perekayasa Utama Perekayasa Utama 0.

640 Perekayasa Utama 45 . Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) mempersiapkan buku acuan program (Program Manual ) Program Manual Surat Keputusan 0. dan Program Manajer (Program Manager ) c Mendiskusikan jalannya program ditinjau dari segi teknik ketepatan waktu dan pendanaan secara berkala bersama para Ketua Kelompok (Group Leader ). Program Manajer (Program Manager ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) Lembar Keputusan (decission sheet ) 1. Kepala Program (Program Director ) a Melakukan perencanaan program bersama Pengelola Lembar Kerja Program (Program Manager ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) membentuk organisasi program. Memberikan presentasi mengenai program berjalan 2). Melaporkan jalannya program serta mempertanggung jawabkan hasil program kepada kepala unit struktural (pimpinan terkait) yang memberi pekerjaan secara berkala e Mensosialisasikan hasil program kepada para Stakeholders terkait untuk dilakukan Uji Operasional dan Evaluasi 1). tahap kritis (Critical ) dan tahap akhir (Final ) 2). Memperagakan hasil-hasil program Materi presentasi Materi presentasi 0. Memberikan saran-saran pada setiap fasa penelaahan Lembar Instruksi Teknik program (program review ): tahap persiapan (Preliminary ).NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT 1.431 Perekayasa Utama Perekayasa Utama Benda kerja/ Lembar benda Kerja (Product Working sheet ) f Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak Atas Dokumen HAKI Kekayaan Inteletual di hadapan yang berwenang g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya B.000 Perekayasa Utama 2.540 Perekayasa Utama 0.220 Perekayasa Utama 0. menentukan jumlah struktur rincian kerja (WBS ) dan jumlah paket pekerjaan (WP) untuk setiap struktur rincian kerja (WBS ) b Mengangkat personil-personil yang terlibat dalam program Surat Keputusan serta pejabat-pejabat fungsional atas usulan Insinyur Kepala (Chief Engineer ).384 Perekayasa Utama d Memantau jalannya program 1).473 Perekayasa Utama 0. tahap rinci (Detail ). Pelaksanakan penyusunan Pedoman dan Pembuatan Laporan dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan 1. Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Program (Program Manual) a.577 Perekayasa Utama 2.100 PELAKSANA Perekayasa Utama 8.304 0.

640 PELAKSANA Perekayasa Madya Perekayasa Utama Design Manual Design Manual Design Manual 0. sub assembly. test method. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) memeriksa buku acuan pengujian (Test Manual ) 3). State of The Art Method . parameter definition.990 1.760 1. production scheduling.760 Perekayasa Utama 1.990 Perekayasa Madya 1.100 Perekayasa Madya Perakayasa Utama Perekayasa Utama Engineering Manual Engineering Manual Engineering Manual 0.760 1. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) b. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan pengujian (Test Manual ) c. t t t ti l t t t ti d t l i integration. Menyusun Engineering Manua l yang terdiri dari test objective.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN b. Menyusun Production manual yang terdiri dari production method. Menyusun Pedoman Pelaksanaan Desain (Design Manual ) yang terdiri dari Design. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan pengujian (Test Manual ) 2). Menyusun buku acuan pengujian (Test manual ) 1). product scheduling SATUAN HASIL Program Manual Program Manual ANGKA KREDIT 1. test article system. data analysis. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) 2). Engineering Drawing and Documentation. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan program (Program Manual ) 2.100 Perekayasa Utama Test manual 0.990 Perekayasa Madya Test manual Test manual 1. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan desain (Design Manual) b. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan desain (Design Manual ) 3. and Objective (DR&O) . product integration.980 2. Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa buku acuan program (Program Manual ) c.100 Perekayasa Utama Perekayasa Utama 46 . Design Scheduling a. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) 3). instrument system. Mean of Compliance . and deploy system. engineering test scheduling 1). Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) memeriksa buku acuan desain (Design Manual ) c. test operation. Menyusun Pedoman Pelaksanaan Kerekayasaan/ Pengujian/ Produksi (Engineering/ Test/ Production Manual ) a. small assembly. Requirement.

Sebagai Ketua Kelompok (Leader) mempersiapkan Laporan Technical Report/ Memorandum Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) b. Menyusun dokumen teknis (Technical Document ) yang merupakan hasil kerja Ketua Sub Kelompok (Group Leader ) yang merupakan rangkuman hasil-hasil Peket Pekerjaan (WP ) yang terkait dengan acuan laporan teknis (Technical Report ) yang dihasilkan a. Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff ) mempersiapkan catatan teknis (TN ) Technical Notes 1. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader ) memeriksa catatan Technical Notes tenis (TN ) c.990 PELAKSANA Perekayasa Madya Production Manual 1.367 Perekayasa Muda 0. Menyusun Laporan Teknis (Technical Report) a tau revisi laporan teknis (Technical Memorandum) yang merupakan hasil dari kegiatan leader dengan acuan laporan teknis (Technical Report ) dari para staf Perekayasa (Engineering Staff ) yang terlibat a. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan produksi (Production Manual ) SATUAN HASIL Production Manual ANGKA KREDIT 0.107 0.100 Perekayasa Utama 0.613 Perekayasa Utama Technical Document Technical Document Technical Document 0. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui dokumen teknis (Technical Document ) Technical Report/ Memorandum Technical Report/ Memorandum Technical Notes 0.089 Perekayasa Madya Perekayasa Utama Perekayasa Utama 47 .769 0. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Group Leader) memeriksa Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) c. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) menyetujui Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) 6. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan produksi (Production Manual ) 2).760 Perekayasa Utama 3). Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) menyetujui catatan teknis (TN ) 5.493 2.190 0. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer )memeriksa dokumen teknis (Technical Document ) c.525 Perekayasa Madya 0. Menyusun catatan teknis (Technical Notes) .518 Perekayasa Pertama Perekayasa Muda Perekayasa Madya b. yaitu menuliskan hasil-hasil kerja dari setiap staf Perekayasa (Engineering Staff) setiap saat dari kegiatan yang dilakukan a.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN 1). Sebagai Kepala Program (Program Director ) Production Manual menyetujui buku acuan produksi (Production Manual ) 4. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan dokumen teknis (Technical Document ) b.

Pendayagunaan produk Teknologi 1.475 3.300 Perekayasa Utama Perekayasa Madya Perekayasa Utama Progress Control and Monitoring Progress Control and Monitoring 1. Dalam bentuk makalah di majalah ilmiah internasional Buku Buku Makalah 2. Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa laporan akhir program (Program Document ) c. yaitu membukukan dan merangkum hasil kerja Manajer Program (Program Manager ) dan Asisten Manajer Program (Asisten Program Manager ) dalam bentuk dokumen yang meliputi evaluasi program terhadap dana serta perubahan-perubahannya a. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan nasional c.320 Perekayasa Madya 0. b Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA Program Document Program Document Program Document 3. Menyusun laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ). Penyebarluasan produk Teknologi Sesuai dengan Tugas dalam Program yang Sedang Berjalan 1.000 Perekayasa Utama 15 10 12. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui laporan akhir program (Program Document ) 8.5 6 1 10 5 Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang d. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau Surat Keputusan berbahaya III PENGEMBANGAN PROFESI A. Membuat Program Document yang merupakan integrasi hasilhasil kerja setiap Group Leader yang terlibat dengan acuan pada seluruh Technical Document yang dihasilkan a. Dalam bentuk makalah yang dipresentasikan pada Makalah pertemuan ilmiah yang tidak dipublikasikan B. Dalam bentuk makalah di majalah dan media masa nasional Makalah yang diakui instansi pembina e.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN 7. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) mempersiapkan (Program Document ) b. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan internasional b.200 Perekayasa Utama 2.330 0 330 Perekayasa Madya c.300 2. Mendayagunakan produk teknologi yang memperoleh HAKI Dokumen (kecuali merk) 2. Membuat karya tulis di bidang kerekayasaan a. Sebagai Manajer Program (Program Manager ) mempersiapkan laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) b. Sebagai Kepala Program menyetujui laporan pemantauan Progress Control dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and and Monitoring Monitoring ) 9. Mendayagunakan produk teknologi terjual & memperoleh royalti Dokumen 48 .

Menerjemahkan/menyadur di bidang teknologi yang tidak dipublikasikan : a. Keanggotaan dalam Tim Penilai Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa secara PAK aktif. Penerjemahan/Penyaduran Buku 1. Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan. Menyusun kurikulum/buku/diktat/modul berkaitan dengan pelatihan kegiatan kerekayasaan B. KEGIATAN PENUNJANG A.5 0. Internasional b.5 Sertifikat Sertifikat Sertifikat 3 2 1 Surat Keputusan Surat Keputusan 1 0. Keanggotaan dalam Organisasi Profesi di bidang Kerekayasaan 1. Perolehan Penghargaan/Tanda Jasa Tanda Jasa 1 Semua Jenjang 49 . Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.04 Semua Jenjang Semua Jenjang Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang 2. Dalam bentuk makalah IV. Pengajar/Pelatih di Bidang Kerekayasaan 1. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya a. Mengajar/melatih Diklat. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh lembaga yang berwenang 2. per 2 Jam Pelajaran Tiap buku Tiap buku 2 1 Semua Jenjang Semua Jenjang Tiap buku Tiap buku Surat Tugas 1 0. Peran serta dalam Seminar/ Lokakarya/ Konferensi di bidang kerekayasaan C. Membimbing siswa Surat Tugas 2 3. Nasional c. Perolehan Sertifikat Profesi BUTIR KEGIATAN Menyusun Petunjuk Pelaksanaan.75 0. Pemrasaran 2. Moderator/pembahas/narasumber 3. Menerjemahkan/menyadur di bidang kerekayasaan yang dipublikasikan : dan Bahan Lain di Bidang Kerekayasaan a.04 Semua Jenjang Semua Jenjang Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Semua Jenjang D. setiap DUPAK Menjadi anggota Mitra Bestari (Peer Review ).5 0. Dalam bentuk buku b. Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota/Departemen/LPND Dokumen 0. Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan SATUAN HASIL Dokumen ANGKA KREDIT 5 PELAKSANA Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Semua Jenjang Memperoleh sertifikat profesional di bidang kerekayasaan (dinilai 1 x per jenis) Sertifikat 3 E. 10 Tahun Surat Keputusan 2 E.NO UNSUR SUB UNSUR C. Peserta Berperan aktif sebagai anggota organisasi profesi. setiap tahun a. Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan D. setiap Surat Keputusan 1.

Pasca Sarjana ( S-2 ) b. 4. 5. 2. Doktor ( S-3 ) SATUAN HASIL Tanda Jasa Tanda Jasa Tanda Jasa Tanda Jasa Tanda Jasa Tanda Jasa Penghargaan Ijazah Ijazah F. 1. Perolehan Gelar Kesarjanaan lainnya 2.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN b. Memperoleh gelar kehormatan akademis. setiap gelar Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya a. 30 Tahun Satyalancana Pembangunan Satyalancana Wirakarya Bintang Jasa Bintang Mahaputera. 20 Tahun c. 3. ANGKA KREDIT 2 3 4 4 6 8 15 10 15 PELAKSANA Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang 50 .

.. pengembangan. Melaksanakan Desain rinci (a) Melaksanakan iterasi hasil desain awal (b) Mengoptimasi hasil desain awal (c) Melaksanakan konfigurasi desain rinci (d) Menetapkan konfigurasi Melaksanakan perhitungan (a) Melaksanakan perhitungan pendekatan awal (b) Melaksanakan perhitungan analitik rinci (c) Melaksanakan komputasi numerik Melaksanakan pengujian (a) Menetapkan konfigurasi pengujian (b) Membuat benda uji (c) Menetapkan sistem penginderaan pengujian ANGKA KREDIT MENURUT INSTANSI PENGUSUL TIM PENILAI LAMA BARU JUMLAH LAMA BARU JUMLAH 3 4 5 6 7 8 II 4). Magister (S2) 3. I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 II KETERANGAN PERORANGAN Nama NIP Nomor Seri Kartu Pegawai Tempat dan Tanggal Lahir Jenis Kelamin Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya Pangkat/Golongan Ruang/TMT Jabatan Fungsional/TMT Masa Kerja golongan lama Masa Kerja golongan baru Unit Kerja UNSUR YANG DINILAI : : : : : : : : : : : No 1 I UNSUR .CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA Nomor: INSTANSI : LAMPIRAN VI MASA PENILAIAN : Bulan ……Tahun . s/d Bulan…… Tahun ....30 jam 7. Sarjana (S1) B Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Kegiatan kerekayasaan dan Memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) Lamanya lebih dari 960 jam 1. Lamanya 161 – 480 jam 4. L-VI-1 . Lamanya 81 – 160 jam 5.. Doktor (S3) 2. Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff) a.. 5). Melaksanakan kegiatan Kerekayasaan Melaksanakan desain konseptual 1)... C Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan golongan III KEGIATAN KEREKAYASAAN A Pelaksanakan kegiatan penelitian terapan. Lamanya 641 – 960 jam 2.80 jam 6. Lamanya 481 – 640 jam 3.. (a) Merekayasa bentuk konfigurasi (b) Mengkalkulasi kinerja awal (c) Membuat gambar teknis (Engineering Drawing) awal 3). Lamanya 10 . SUB UNSUR DAN BUTIR KEGIATAN 2 PENDIDIKAN Pendidikan Sekolah dan Memperoleh Gelar/Ijazah A 1. Lamanya 31 .. (a) Menetapkan tujuan dan kebutuhan desain ( Design Requirement and Objective) (b) Menyusun filosofi rancang bangun (c) Menetapkan metoda yang digunakan Melaksanakan desain awal 2). perekayasaan dan pengoperasian 1...

7). 6). 11). (a) Memberikan metoda optimasi (b) Mensintesiskan hasil desain awal menjadi desain rinci 3).(d) Menetapkan sistem perolehan dan pengolahan data 6). b 2. L-VI-2 . (a) Memberikan beberapa alternatif metoda desain (b) Menetapkan metoda kalkulasi (c) Menilai hasil desain awal Melaksanakan desain rinci 2). (e) Melaksanakan operasi pengujian (f) Menganalisis data (g) Menginterpretasi hasil uji Melaksanakan explorasi (a) Menetapkan instrumentasi explorasi (b) Menetapkan sasaran explorasi (c) Melaksanakan explorasi (d) Menganalisis data explorasi (e) Menginterpretasi hasil explorasi Melaksanakan observasi (a) Menetapkan instrumentasi observasi (b) Menetapkan sasaran observasi (c) Melaksanakan observasi (d) Menganalisis data observasi (e) Menginterpretasi hasil observasi Melaksanakan pengukuran (a) Menetapkan instrumentasi pengukuran (b) Menetapkan sasaran pengukuran (c) Melaksanakan pengukuran (d) Menganalisis data pengukuran (e) Menginterpretasi hasil pengukuran Melaksanakan modifikasi produk (a) Melaksanakan repair (perbaikan) produk (b) Melaksanakan modifikasi produk Melaksanakan perawatan produk (a) Melaksanakan perawatan rutin (harian) produk (b) Melaksanakan perawatan berkala produk (c) Melaksanakan perbaikan menyeluruh (over haul ) produk Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi (a) Menetapkan parameter kelayakan (b) Melaksanakan penyelidikan kesesuaian dengan paramater kelayakan Melaksanakan studi banding sistem teknologi (a) Menetapkan acuan studi banding (b) Melaksanakan perbandingan kinerja suatu teknologi ( ) p g j g 8). 5). 9). 10). Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) Memberikan supervisi kepada para Engineering Staff dalam: a Melaksanakan desain konseptual/ awal 1). 12). (c) Memberikan metoda iterasi desain Melaksanakan perhitungan (a) Melaksanakan penurunan persamaan matematik/modelling (b) Melaksanakan deskritisasi persamaan (c) Memberikan metoda pemecahan persamaan Melaksanakan Pengujian (a) Menyajikan beberapa alternatif jenis peralatan pengujian (b) Menentukan peralatan perolehan data (c) Menentukan peralatan pengolah data (d) Memberikan metoda dan strategi pengujian (e) Memberikan metoda interpretasi hasil pengujian Melaksanakan explorasi (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran explorasi (b) Menetapkan metoda explorasi (c) Melaksanakan penurunan hasil explorasi menjadi model matematika Melaksanakan observasi (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran observasi (b) Menetapkan metoda observasi 4).

(c) 7). 4).nya dengan melakukan iterasi yang terkait d k t di Membuat perencanaanlikontrak d kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Manajer Program (Program Manager ) Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada Manajer Program (Program Manager ) Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan secara berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Program Director dan dihadiri oleh Insinyur Kepala (Chief Engineer ) dan Manajer Program (Program manager ) 1). Menetapkan acuan banding Menyelenggarakan pertemuan dan memimpin diskusi dengan para Staf Perekayasa (Engineering Staff ) tentang pekerjaan mereka Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Ketua Kelompok (Group Leader ) 1). diskusi. Melaksanakan modifikasi produk (a) Memberikan metoda modifikasi produk (b) Memberikan metoda perbaikan (repair ) produk Melaksanakan perawatan produk (a) (b) b Memberikan metoda perawatan produk Memberikan metoda perbaikan menyeluruh ( over haul ) produk 10). 3). pendanaan. 2). 5) 6). 7). 9). dan penyimpulan hasil) c d 3 Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) Mengkombinasikan hasil-hasil dari seluruh Paket Pekerjaan a (WP) yang berada di bawahnya dalam kelompok b d b h d l k l k keilmuan/keahliannya Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja 1). 2). dan pengadaan barang sesuai dengan struktur rincian kerja (WBS). Mempersiapkan materi presentasi laporan hasil kegiatan struktur rincian kerja (WBS ) yang dipimpinnya Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Kepala Program (Program Director ) secara berkala (paparan. diskusi dan kesimpulan) c d e f g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya L-VI-3 . Mempersiapkan bahan presentasi laporan hasil kegiatan Paket Kerja (Work Package ) yang dipimpinnya Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Ketua Kelompok (Group Leader ) secara berkala (Pemaparan. Melaksanakan penurunan hasil observasi menjadi model matematika Melaksanakan pengukuran (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran pengukuran (b) Menetapkan metoda pengukuran (c) Melaksanakan penurunan hasil pengukuran menjadi model matematika 8). (WBS ) untuk masalah disain 2). Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi (a) Menetapkan persyaratan kelayakan (b) Melaksanakan pemilihan parameter kelayakan (c) Menetapkan model yang akan dipakai sebagai acuan 11). b Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah testing Melaksanakan sub-integrasi produk s truktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah explorasi Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah observasi Melaksanakan sub-integrasi produk WBS untuk masalah pengukuran Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah modifikasi Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah perawatan Mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan melakukan iterasi teknis diantara kelompok (group ) yang terkait Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu.

e Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana 1). 1). melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Manajer Program ( (Program Manager) j g g g ) a Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program Membuat rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. (b) b c Menetapkan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader ) Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Group Leader 1). Mengusulkan metoda pengendalian proyek. 1). Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (PCM ) bersama Manajer Program (Program Manager ) Menyusun draft laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana 2). 2). e Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana 1). b c Menyiapkan draft kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Manajer Program (Program Manager ) Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader ) bersama Manajer Program (Program Manager ) Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Ketua Kelompok (Group Leader ) bersama Manajer Program (Program Manager ) 1). Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager) a Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan bersama dengan Manajer Program ( Program Manager). Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (PCM ) Menyusun Laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana Mempresentasikan laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana di hadapan Kepala Program ( Program Director ) secara berkala f Membentuk Organisasi Fungsional Program bersama Kepala Program (Program Director ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya g L-VI-4 . mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang d 2). Merencanakan jadwal pendanaan program yang telah ditetapkan (a) Memberikan metoda pengendalian proyek. Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program Mengusulkan rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. 2). f 5. 3). mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang d 2).4.

L-VI-5 . berkoordinasi dengan para Kepala Unit Struktural yang terlibat dalam program 1).hasil program secara berkala d 3). 2). Melakukan optimasi desain (trade-off ) terhadap kondisi batas yang masih bisa dinegosiasi diantara struktur rincian kerja (WBS ) dan prioritasi hasil-hasil struktur rincian kerja (WBS ) untuk mendapatkan produk akhir yang paling sesuai pada akhir tahun anggaran e f Mempresentasikan hasil kegiatan secara teknis di hadapan kepala program secara berkala Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 8. Memberikan saran-saran pada setiap fasa penelaahan program (program review ): tahap persiapan (Preliminary ). tahap rinci (Detail ). 2). and Objective (DR&O) 1). Merencanakan waktu keterlibatan personil dalam tiap program c Mendiskusikan dan menetapkan Sumber Daya Manusia yang terlibat dalam program dengan para Kepala Unit Struktural Mengevaluasi dan menyetujui usulan spesifikasi teknis barang yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader) Mengintegrasikan hasil-hasil dari seluruh WBS ditinjau dari kualitas teknik pemenuhan Design. Memberikan supervisi teknis untuk penyelarasan kinerja secara rutin Memberikan saran perbaikan. Program Manajer (Program Manager ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) Memantau jalannya program 1). tahap kritis (Critical ) dan tahap akhir (Final ) Melaporkan jalannya program serta mempertanggung jawabkan hasil program kepada kepala unit struktural (pimpinan terkait) yang memberi pekerjaan secara berkala c d 2). Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Insinyur Kepala (Chief Engineer) a Membentuk Organisasi Program bersama Kepala Program (Program Director ) dan Manajer Program (Program Manager ) b Membuat perencanaan SDM yang sesuai kebutuhan. untuk mendiskusikan hasil . Asisten Insinyur Kepala (Asistant Chief Engineer) a Menyiapkan draft Engineering/ Test/ Production manual 1). dan Program Manajer (Program Manager ) Mendiskusikan jalannya program ditinjau dari segi teknik ketepatan waktu dan pendanaan secara berkala bersama para Ketua Kelompok (Group Leader ). b c d e f Menyiapkan draft buku acuan kerekayasaan (Engineering Menyiapkan draft buku acuan pengujian (Test Manual ) Menyiapkan draft buku acuan produksi (Production Manual ) Mengusulkan personil yang sesuai serta klarifikasi dan sandi kerja (job code ) Mengusulkan rencana waktu keterlibatan personil dalam tiap prorgram Menyiapkan pertemuan dalam rangka koordinasi kerja Memantau pelaksanaan program bersama Insinyur Kepala (Chief Engineer ) 7. 2). 3).6. alternatif teknik yang lain pada pertemuan diskusi dengan para Ketua Kelompok (Group Leader )secara bersama atau sendiri-sendiri. Requirement. Kepala Program (Program Director ) Melakukan perencanaan program bersama Pengelola Program a (Program Manager ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) membentuk organisasi program. menentukan jumlah struktur rincian kerja (WBS ) dan jumlah paket pekerjaan ( WP) untuk setiap struktur rincian kerja (WBS ) b Mengangkat personil-personil yang terlibat dalam program serta pejabat-pejabat fungsional atas usulan Insinyur Kepala (Chief Engineer ).

State of The Art Method . dan atau standarisasi 1). Menyusun Production manual yang terdiri dari production method. metoda kerekayasaan (Engineering Method). c. 2. 2). b. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) memeriksa buku acuan pengujian (Test Manual ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan pengujian (Test Manual ) c. Pelaksanakan penyusunan Pedoman dan Pembuatan Laporan dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan 1. b. Engineering Drawing and Documentation. b. c.e Mensosialisasikan hasil program kepada para Stakeholders terkait untuk dilakukan Uji Operasional dan Evaluasi 1). Design Scheduling a. 4. Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Program (Program Manual) a. product integration. Menyusun buku acuan pengujian ( Test manual ) 1). Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) mempersiapkan buku acuan program (Program Manual ) Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa buku acuan program (Program Manual ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan program (Program Manual ) Menyusun Pedoman Pelaksanaan Desain (Design Manual ) yang terdiri dari Design. definisi parameter (parameter definition) penjadwalan (scheduling) untuk kegiatan definition). production scheduling. 2). Menyusun Engineering Manual yang sekurang-kurangnya terdiri dari Tujuan Kerekayasaan (Engineering Objective). yaitu menuliskan hasilhasil kerja dari setiap staf Perekayasa (Engineering Staff) setiap saat dari kegiatan yang dilakukan a. 3). product scheduling 1). b. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan kerekayasaan ( Engineering Manual ) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan kerekayasaan ( Engineering Manual ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) 2). c. 3). Memberikan presentasi mengenai program berjalan Memperagakan hasil-hasil program f Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak Atas Kekayaan Inteletual di hadapan yang berwenang Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya g B. and Objective (DR&O) . Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan desain (Design Manual) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) memeriksa buku acuan desain (Design Manual ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan desain (Design Manual ) 3. dan atau sertifikasi. prototyping dan atau audit teknologi. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan produksi (Production Manual ) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan produksi (Production Manual ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan produksi (Production Manual ) 2). Menyusun Pedoman Pelaksanaan Kerekayasaan/ Pengujian/ Produksi (Engineering/ Test/ Production Manual ) a. Mean of Compliance . Requirement. sub assembly. Menyusun catatan teknis (Technical Notes) . 3). Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff ) mempersiapkan catatan teknis (TN ) Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader ) memeriksa catatan tenis (TN ) Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) menyetujui catatan teknis (TN ) L-VI-6 . small assembly.

b. Dalam bentuk makalah yang dipresentasikan pada pertemuan ilmiah yang tidak dipublikasikan Pendayagunaan produk Teknologi 1. Dalam bentuk makalah di majalah dan media massa nasional yang diakui instansi pembina e. Sebagai Ketua Kelompok (Leader) mempersiapkan Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) Sebagai Ketua Sub Kelompok (Group Leader) memeriksa Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) menyetujui Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) b. B. III Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya PENGEMBANGAN PROFESI A. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan internasional b. Mendayagunakan produk teknologi terjual & memperoleh royalti C. b. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan nasional c. Membuat Program Document yang merupakan integrasi hasil-hasil kerja setiap Group Leader yang terlibat dengan acuan pada seluruh Technical Document yang dihasilkan a. 6. Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan L-VI-7 . 9. Mendayagunakan produk teknologi yang memperoleh HAKI (kecuali merk) 2. Menyusun dokumen teknis (Technical Document ) yang merupakan hasil kerja Ketua Sub Kelompok (Group Leader ) yang merupakan rangkuman hasil-hasil Peket Pekerjaan (WP ) yang terkait dengan acuan laporan teknis (Technical Report ) yang dihasilkan a. Menyusun Laporan Teknis (Technical Report) a tau revisi laporan teknis (Technical Memorandum) yang merupakan hasil dari kegiatan leader dengan acuan laporan teknis (Technical Report ) dari para staf Perekayasa (Engineering Staff ) yang terlibat a. Penyebarluasan produk Teknologi Sesuai dengan Tugas dalam Program yang Sedang Berjalan 1. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui laporan akhir program (Program Document ) Menyusun laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) yaitu membukukan dan ). c. merangkum hasil kerja Manajer Program ( Program Manager ) dan Asisten Manajer Program (Asisten Program Manager ) dalam bentuk dokumen yang meliputi evaluasi program terhadap dana serta perubahan-perubahannya a. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) mempersiapkan (Program Document ) Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa laporan akhir program (Program Document ) 8. c. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan dokumen teknis (Technical Document ) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer )memeriksa dokumen teknis (Technical Document ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui dokumen teknis (Technical Document ) c.5. c. 7. Membuat karya tulis di bidang kerekayasaan a. Sebagai Manajer Program (Program Manager ) mempersiapkan laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) Sebagai Kepala Program menyetujui laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan ( Progress Control and Monitoring ) b. Dalam bentuk makalah di majalah ilmiah internasional d. Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan.

F. E. Perolehan Sertifikat Profesi Memperoleh sertifikat profesional di bidang kerekayasaan (dinilai 1 x per jenis) Penerjemahan/Penyaduran Buku dan Bahan Lain di Bidang Kerekayasaan 1. per 2 Jam Pelajaran 1. Moderator/pembahas/narasumber 2. c. Bintang Mahaputera. Butir kegiatan jenjang jabatan satu tingkat di atas / di bawah *) 1 2 3 4 5 6 7 8 JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG *) Dicoret yang tidak perlu L-VI-8 . Peran serta dalam Seminar/ Lokakarya/ Konferensi di bidang kerekayasaan Pemrasaran 1. setiap DUPAK Menjadi anggota Mitra Bestari (Peer Review ). Menerjemahkan/menyadur di bidang kerekayasaan yang dipublikasikan : a. 30 Tahun 2. Perolehan Penghargaan/Tanda Jasa Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun a. Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota/Departemen/LPND c. b. Peserta 3. D. setiap Surat Keputusan C. 5. Bintang Jasa 4. Keanggotaan dalam Tim Penilai Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa secara aktif. Perolehan Gelar Kesarjanaan lainnya Memperoleh gelar kehormatan akademis. Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan D. Doktor ( S-3 ) b. setiap gelar 1. Satyalancana Pembangunan Satyalancana Wirakarya 3. 2. b. JUMLAH UNSUR PENUNJANG 1. Keanggotaan dalam Organisasi Profesi di bidang Kerekayasaan Berperan aktif sebagai anggota organisasi profesi. Pasca Sarjana ( S-2 ) a. Pengajar/Pelatih di Bidang Kerekayasaan Mengajar/melatih Diklat. 20 Tahun b. KEGIATAN PENUNJANG A. IV. Membimbing siswa 2. a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh lembaga yang berwenang Dalam bentuk buku Dalam bentuk makalah JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA E. Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya 2. Menyusun kurikulum/buku/diktat/modul berkaitan dengan pelatihan kegiatan kerekayasaan B. 3.Menyusun Petunjuk Pelaksanaan. setiap tahun Internasional a. Nasional b.

Materei RP. Catatan Ketua ……………………… (Nama Ketua Penilai ) NIP. IV Catatan Pejabat Pengusul : …… 1. L-VI-9 . ( Nama Penilai I ) NIP. V Catatan Tim Penilai Instansi: Catatan Penilai I ………………………… . Catatan Penilai II ……………………… (Nama Penilai II ) NIP. ………………………… . 6000 NIP. (Nama Penilai II ) NIP. …… 3. Catatan Penilai II ………………………… . ( Nama Penilai I ) NIP. Demikian disampaikan. (Nama Ketua Penilai ) NIP. Catatan Ketua ………………………… .III LAMPIRAN PENDUKUNG DUPAK : 1. Surat pernyataan melakukan kegiatan kerekayasaan 2. V Catatan Tim Penilai Pusat: Catatan Penilai I ………………………… . dan seterusnya 4. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi 3 Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang kerekayasaan 4 ………………………………………………………………………. ( jabatan ) (nama pejabat pengusul ) NIP. bahwa seluruh dokumen yang dinilaikan tidak melanggar Hak atas Kekayaan Intelektual. …… 2.

............................................................................................................................ :........................................ :. :.......... :........................................................................ 3.............................................. dst Jumlah Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya............................ :..... Atasan langsung ......... L-VII-1 ................................................................................................. :. NIP.................................................................... ........................................CONTOH : SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN KEREKAYASAAN LAMPIRAN VII SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN KEREKAYASAAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NIP Pangkat/golongan ruang Jabatan Unit kerja Menyatakan bahwa: Nama NIP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan Unit kerja :................................................................... 2...................... ........................................................................ :...................... :........................................................................ Telah melakukan kegiatan kerekayasaan sebagai berikut : Nomor Butir Kegiatan 3 No 1 Uraian Kegiatan 2 Tanggal 4 Angka Kredit 5 Keterangan/ bukti fisik 6 1............................ :...................................................................

...................................... dst Jumlah Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.................................. :...................................................................................................................................................................................... :....................................... Atasan langsung .................................. NIP................................................CONTOH : SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI LAMPIRAN VIII SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NIP Pangkat/golongan ruang Jabatan Unit kerja Menyatakan bahwa: Nama NIP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan Unit kerja :.................................................................................................................................................. L-VIII-1 ...................................................................................................... 2................................................. :.............. ............... :..................... 3....................................................... :............................................................ :..................... :................... :.................................... Telah melakukan kegiatan pengembangan profesi sebagai berikut : No 1 Uraian Kegiatan 2 Nomor Butir Kegiatan 3 Tanggal 4 Angka Kredit 5 Keterangan/ Bukti Fisik 6 1............... .. :................................

. NIP................................. :...................................................... :.......................................................... L-IX-1 .............................................................................................. :........... Telah melakukan kegiatan penunjang sebagai berikut : Nomor Butir Kegiatan 3 No 1 Uraian Kegiatan 2 Tanggal 4 Angka Kredit 5 Keterangan/ Bukti Fisik 6 1............. ................................ :......... ...... ...................................... Atasan langsung .....CONTOH : SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG LAMPIRAN IX SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NIP Pangkat/golongan ruang Jabatan Unit kerja Menyatakan bahwa: Nama NIP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan Unit kerja :................... dst Jumlah Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya............................................................................ :.. :................................................. ................................................................................................................................... :.............. 2..... :....................................................................................................... 3................................. :............................................................................................

.............. :..................................................... ............................................................... dst Jumlah Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya................................................................................................ :............................CONTOH : SURAT PERNYATAAN MENGIKUTI PENDIDIKAN LAMPIRAN X TELAH SURAT PERNYATAAN TELAH MENGIKUTI PENDIDIKAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NIP Pangkat/golongan ruang Jabatan Unit kerja Menyatakan bahwa: Nama NIP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan Unit kerja Telah mengikuti pendidikan sebagai berikut : :........ ................................... :........ :................................................................................................................................. 2........... .................................................................................................................................. 3..................................... NIP... :................... No 1 Uraian Kegiatan 2 Nomor Butir Kegiatan 3 Tanggal 4 Angka Kredit 5 Keterangan/ Bukti Fisik 6 1.................................................................. L-X-1 ............ :............................................ :.......` :........................ Atasan langsung ............................................................... :............................................

... s/d ............ pada tanggal............... L-XI-1 ...................... 6.............. Ditetapkan di.. Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan..CONTOH : LAMPIRAN XI PENETAPAN ANGKA KREDIT PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : Masa penilaian : ................. Instansi : I KETERANGAN PERORANGAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 9 II N a m a NIP Nomor Seri KARPEG Pangkat / Golongan Ruang / TMT Tempat dan Tanggal Lahir Jenis Kelamin Pendidikan Tertinggi Jabatan Fungsional / TMT Lama Masa Kerja golongan Unit kerja L A M A B A R U JUMLAH Baru PENETAPAN ANGKA KREDIT I II Pendidikan Sekolah Angka Kredit Penjenjangan A.. Instansi / BKD yang bersangkutan . Perekayasa yang bersangkutan.... PENUNJANG Kegiatan Penunjang Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang Jumlah Pendidikan Sekolah dan Angka Kredit Penjenjangan III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN………………….. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit 5....... Utama 1) Pendidikan dan Pelatihan di bidang kegiatan kerekaysaan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan & Pelatihan (STTPP) Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Kegiatan Kerekayasaan Pengembangan Profesi 2) 3) 4) Jumlah Unsur Utama B............ 3...... 4....... / PANGKAT……………….......... NIP...... Kepala Biro/ Bagian yang menangani Kepegawaian......................... 2....... Sekretariat Instansi Pembina ( Pusbindiklat BPPT ). / TMT………………… ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN Up.... Deputi Bidang Informasi Kepegawaian BKN TEMBUSAN disampaikan kepada : 1.......................... Sekretaris Tim Penilai yang bersangkutan...........

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful