KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI NOMOR 01/Kp/BPPT/I/2009 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL

PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/219/M.PAN/7/2008 Tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya, dan untuk menjamin adanya kesamaan persepsi dan keseragaman dalam penilaian dan penetapan angka kredit Jabatan Fungsional Perekayasa perlu ditetapkan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya berdasarkan Keputusan ini;

Mengingat

: 1. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); 2. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4219); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547); 4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil;

5. Keputusan . . .

-25. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2005; 6. Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2005; 7. Keputusan Presiden Nomor 144/M Tahun 2008; 8. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/219/M.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya; 9. Peraturan Bersama Menteri Negara Riset dan Teknologi dan Kepala Badan kepegawaian Negara Nomor 13/M/PB/VIII/2008 dan Nomor 22 TAHUN 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya; 10 Peraturan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Nomor 170/Kp/IV/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi; MEMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA. : Dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/219/M.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya, maka perlu ditetapkan Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya berdasarkan penetapan Keputusan ini. : Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya sebagaimana tersebut dalam DIKTUM PERTAMA di atas disusun dalam bentuk buku sebagaimana tersebut dalam lampiran Keputusan ini. KETIGA : . . .

PERTAMA

KEDUA

-3KETIGA : Ketentuan-ketentuan lain yang berkaitan dengan Jabatan Fungsional Perekayasa akan diatur dalam Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. : Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Nomor : 150/Kp/BPPT/V/2007, tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini maka akan diadakan perbaikan seperlunya. SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada yang berkepentingan untuk digunakan sebagaimana mestinya.

KEEMPAT

KELIMA

Ditetapkan di J a k a r t a pada tanggal 07 Januari 2009 KEPALA BADAN PENGKAJIAN PENERAPAN TEKNOLOGI, t.t.d

DAN

Dr. Ir. Marzan Aziz Iskandar

5. Kode Etik Perekayasa 2. PERAN.5 Sistem Informasi & Pelaporan dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan. Pengangkatan Pertama 79 79 .1. Traceability & Facility) 4.2.3.4.LAMPIRAN: KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI Nomor: 01/Kp/BPPT/I/2009 Tanggal: 7 Januari 2009 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA BAB I PENDAHULUAN 1.2. Tugas Perekayasa menurut penjenjangannya 4.3. Majelis Perekayasa 7 7 8 9 10 11 12 BAB III TATA KERJA KEREKAYASAAN 3.6.4. Tipe Organisasi Fungsional Kerekayasaan 3. Kategori Kegiatan Kerekayasaan 2. Jenjang Jabatan Fungsional Perekayasa 4. Pengertian Dasar dan Batasan Ilmiah 1 1 1 3 3 BAB II KEREKAYASAAN 2.1. Bidang Keahlian Untuk Perekayasa 2. Sistem Pelaporan dan Sistem Informasi dalam Kegiatan Kerekayasaan 36 36 72 BAB VI Pembinaan Karir Jabatan Fungsional Perekayasa 6.1. Jenjang Perekayasa.4.1. Penilaian Jabatan Fungsional Perekayasa 5.3. DAN TUGAS JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA 4.3. Ketertelusuran dan Fasilitas (Accountability. Maksud dan Tujuan 1.1.6. Tugas Perekayasa Dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan 13 13 14 16 17 18 25 BAB IV JENJANG.5. 3. Tahap Kegiatan Kerekayasaan 2. Organisasi Fungsional Kerekayasaan 3. Pangkat dan Golongan Ruang 4.2. Peran Perekayasa menurut penjenjangannya 4.2. Pola Matriks Organisasi Fungsional Kerekayasaan 3. Pertimbangan Utama Penyempurnaan 1.4.2. Bidang Keilmuan untuk Perekayasa 2. Sifat Organisasi Fungsional Kerekayasaan 3. Akuntabilitas. Sejarah Jabatan Fungsional Perekayasa 1. Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai 31 31 32 33 34 34 35 BAB V KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA 5.1.6.

8. Angka Kredit 7. Tata Kerja Administrasi Penilaian 8. Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 7.1. Tim Teknis 8. Tata Cara Penilaian 92 92 97 97 98 BAB IX KETENTUAN PERALIHAN 9.6.3 Inpassing 100 100 100 100 LAMPIRAN LAMPIRAN I LAMPIRAN II : : Pengelompokkan keilmuan berdasarkan UNESCO Komposisi Jumlah Angka Kredit Kumulatif Minimal Untuk Kenaikan Jabatan dan Kenaikan pangkat Perekayasa Pendidikan Sarjana (S.4.1.6.2. Tim Penilai Perekayasa 8. Pengangkatan Kembali 6.5. Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Perekayasa 6.2) Komposisi Jumlah Angka Kredit Kumulatif Minimal Untuk Kenaikan Jabatan dan Kenaikan pangkat Perekayasa Pendidikan Doktor (S3) Rincian Kegiatan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya Contoh: Daftar Usul Penetapan Angka Kredit Jabatan Fungsional Perekayasa Contoh: Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Perekayasaan Contoh: Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi Contoh: Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Penunjang Contoh: Surat PernyataanTelah Mengikuti Pendidikan Contoh: Surat Penetapan Angka Kredit LAMPIRAN II : LAMPIRAN IV : LAMPIRAN V LAMPIRAN VI LAMPIRAN VII LAMPIRAN VIII LAMPIRAN IX LAMPIRAN X LAMPIRAN XI : : : : : : : .2.2. Batas Usia Pensiun 6. Kenaikan Jabatan dan Pangkat 6. Pembebasan Sementara 6. Pengangkatan Dari Jabatan Lain 6. Status Keputusan Lama 9.2.4.3.1. Pembinaan Karir Pejabat Perekayasa 79 80 81 83 84 84 84 BAB VII DAFTAR USULAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (DUPAK) DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (PAK) JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA 7. Penyesuaian 9. Penetapan Angka Kredit ( PAK ) 86 86 87 90 BAB VIII TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN TIM PENILAI PEREKAYASA 8.7.3.3.1)/ Diploma IV Komposisi Jumlah Angka Kredit Kumulatif Minimal Untuk Kenaikan Jabatan dan Kenaikan pangkat Perekayasa Pendidikan Pasca Sarjana (S.

Dan dilanjutkan dengan diterbitkannya Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya ini. Kemudian. Hasil penyempurnaan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/219/M.PAN/11/2004 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya dimana Instansi Pembina jabatan fungsional ini dialihkan dari Kementerian Riset dan Teknologi ke Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Tujuan penyempurnaan konsep ini adalah mengembangkan sistem tata kelola kerekayasaan yang sistematis dan terstruktur. Dalam perkembangannya. 1 . tugas. 1. dan pengoperasian yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang. Selanjutnya. Sejarah Jabatan Fungsional Perekayasa Perekayasa adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup. Pada awalnya. penjenjangan dalam jabatan fungsional terdiri dari 9 (sembilan) jenjang. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara mengeluarkan Keputusan Nomor: Kep/193/M. Jabatan Fungsional ini mulai dikembangkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 89 tahun 1991 dengan instansi pembina adalah Kementerian Riset dan Teknologi. BPPT menerbitkan Petunjuk Teknis Nomor: 150/Kp/BPPT/V/2007 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya. BPPT sebagai Instansi Pembina berkepentingan untuk melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem tata kerja kerekayasaan yang selanjutnya diusulkan kepada Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.1. BPPT memandang perlu untuk menyempurnakan konsep Jabatan Fungsional Perekayasa. Pertimbangan Utama Penyempurnaan Dalam melaksanakan tugas sebagai instansi pembina.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya.BAB I PENDAHULUAN 1. dan wewenang untuk melakukan kegiatan kerekayasaan dalam suatu kelompok kerja fungsional pada bidang penelitian terapan. maka penjenjangan dalam jabatan fungsional baik keahlian maupun ketrampilan menjadi 4 (empat). Pada tahun 2004. BPPT bersama dengan BKN menyusun Peraturan Bersama yang ditandatangani oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi dan Kepala BKN Nomor: 13/M/PB/VIII/2008 dan Nomor 22 Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya.2. BPPT bersama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) menerbitkan Peraturan Bersama Nomor: 161/KA/BPPT/X/2005 dan Nomor: 19B Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya. Selanjutnya. Setelah dikeluarkannya Keppres Nomor 87 tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan. sehingga Perekayasa dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik dan pada akhirnya Jabatan Fungsional Perekayasa dapat lebih berkembang. tanggung jawab. pengembangan. perekayasaan.

Dalam hal ini sistem penilaian perekayasa dilakukan secara individual yang mengacu pada peran dan kinerjanya dalam kegiatan team work tersebut. diperlukan organisasi tim dimana koordinat pekerjaan seorang perekayasa diberikan secara jelas. diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang perekayasa dengan kuantitas dan kualitas yang baik untuk mendukung peningkatan daya saing industri nasional maupun daya saing Indonesia sebagai suatu bangsa. Untuk melaksanakan fungsi tersebut.Terdapat 4 (empat) pertimbangan utama penyempurnaan konsep Jabatan Fungsional Perekayasa: 1. Dengan demikian dibutuhkan informasi tentang kedudukan individual perekayasa tersebut dalam pekerjaan team work. dimana peran serta tugas setiap perekayasa yang terlibat dalam kegiatan di dalamnya terdefinisi dengan jelas.1 (b)) Organisasi Fungsional Kerekayasaan Program Manager Ka. teknologi tidak hanya sebagai tools pada sistem produksi. tetapi merupakan competitive edges dari suatu industri dan bangsa. Sesuai tupoksinya. kegiatan perekayasa bersifat team work dalam kelompok kerja fungsional kerekayasaan. 2. Program Chief Eng Kegiatan Team Work WBS 1 WBS 2 WBS 3 Perekayasa Perekayasa Peran dalam organisasi Kerekayasaan tidak diperhitungkan Peran dalam organisasi Kerekayasaan diperhitungkan (a) (b) Gambar 1. Pada peraturan yang berlaku sebelumnya. 3. Di era globalisasi saat ini. telah terjadi gejala masuknya engineer (perekayasa) asing bersertifikasi standar internasional. Dengan kata lain.1 Perbandingan sistem yang berlaku sebelumnya (kiri) dan yang berlaku saat ini (kanan) 2 .1 (a) ). perekayasa dinilai secara individual dengan tidak memperhitungkan peran dan tugasnya dalam tim. Saat ini. sehingga dapat mengakibatkan terjadinya ketidakcocokan sehingga tidak adil (unfairness) antara yang dikerjakan dengan yang dinilai (lihat gambar 1. Penilaian harus dilaksanakan dengan memperhitungkan peran dan tugas perekayasa dalam tim dengan membuat Organisasi Fungsional Kerekayasaan yang baku. ( lihat gambar 1. sehingga diperlukan suatu standar sertifikasi engineer yang berlaku secara nasional untuk melindungi perekayasa Indonesia.

tanggung jawab. pengembangan. Perekayasa adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup. Penyempurnaan ini juga dalam rangka mendukung kebijakan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia. Pengertian Dasar dan Batasan Ilmiah Dalam Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa ini yang dimaksud dengan: 1. Amanat Undang–undang No. 18/2002 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. bahwa seluruh PNS mempunyai tugas. tanggung jawab. wewenang dan hak memiliki Jabatan Struktural maupun Fungsional dengan persyaratan yang telah ditetapkan oleh UU No. pengembangan. sehingga pengelolaan pembinaan bagi pejabat perekayasa mempunyai standar yang sama di semua instansi. sehingga seorang perekayasa akan memperoleh penilaian yang layak sebagai seorang engineer yang berlaku di industri-industri nasional maupun internasional.3. sehingga ada kesamaan dalam pengertian dan pemahaman untuk melaksanakan kegiatan dan pengelolaan yang berkaitan dengan jabatan fungsional Perekayasa.4.4. manfaat dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada atau menghasilkan teknologi baru. 1. 5. maka konsep Jabatan Fungsional Perekayasa dipandang perlu untuk disempurnakan. 4. 2. yang secara tegas memberikan peraturan-peraturan pengelolaan Ilmu pengetahuan dan Teknologi (Iptek). 3 . kelangsungan dan peningkatan mutu kehidupan manusia. tugas. tim penilai serta pejabat struktural yang terkait mempunyai pedoman baku. Berdasarkan 4 alasan di atas.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya dan Peraturan Bersama Nomor: 13/M/PB/VIII/2008 dan Nomor 22 Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya. dan wewenang untuk melakukan kegiatan kerekayasaan dalam suatu kelompok kerja fungsional pada bidang penelitian terapan. perekayasaan dan pengoperasian. 1. dan pengoperasian yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang. Kerekayasaan adalah kegiatan bertahap yang secara runtun meliputi penelitian terapan. 43/1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. Buku Petunjuk Teknis ini diharapkan dapat melengkapi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/219/M. Penelitian Terapan adalah kegiatan penelitian multi disiplin ilmu pengetahuan yang dapat dilanjutkan melalui kegiatan pengembangan dan perekayasaan. perekayasaan. Teknologi adalah cara atau metode serta proses atau produk yang dihasilkan dari penerapan dan pemanfaatan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan. 3. Maksud dan Tujuan Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya diterbitkan agar para pejabat fungsional. Pengembangan adalah kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan memanfaatkan kaidah dan teori ilmu pengetahuan yang telah terbukti kebenarannya untuk meningkatkan fungsi..

pengembangan. Ketua Sub Kelompok (Leader) adalah Kepala sebuah paket kerja. fungsional.6. dan atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang dan atau konteks teknikal. 10. Majelis Perekayasa adalah Tim yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa dengan tugas memberikan pemikiran tentang pengembangan perekayasaan nasional dan pemikiran tentang Jabatan Fungsional Perekayasa termasuk di dalamnya norma-norma dan kode etik kerekayasaan. produk. Ketua Kelompok (Group Leader) adalah Kepala sebuah struktur rincian kerja (WBS) yang memimpin beberapa paket kerja. 15. 13. model. Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager) adalah Asisten Pengelola Program yang bertanggung jawab terhadap pendanaan dan jadwal pencapaian sasaran. strategi keuangan program. sumber daya manusia dan fasilitas program. 23. 12. Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja pejabat fungsional Perekayasa. Pengoperasian adalah kegiatan yang meliputi uji operasional dan evaluasi. 7. penjualan serta pelayanan pasca jual. 19. 21. 4 . Struktur Rincian Kerja (Work Breakdown Structures/WBS) adalah struktur pembagian pekerjaan berdasarkan jenis kegiatan kerekayasaan atau bidang keilmuan. bisnis. sumber daya manusia dan fasilitas program. 14. 20. Insinyur Kepala (Chief Engineer) adalah Pengelola Program yang bertanggung jawab terhadap kualitas teknis hasil program. sosial budaya dan estetika. Buku Petunjuk Desain (Design Manual) adalah acuan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan desain kerekayasaan. dalam suatu kelompok kerja fungsional. 17. 9. 11. modifikasi dan perawatan dari suatu produk atau sistem kerekayasaan untuk tujuan non komersial maupun komersial. Instansi Pembina jabatan fungsional Perekayasa adalah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Asisten Insinyur Kepala (Assistant Chief Engineer) adalah Asisten Pengelola Program yang bertanggung jawab terhadap kualitas teknis hasil program. Kepala Program (Program Director) adalah Inisiator Program yang memberikan arahan tentang garis-garis besar kegiatan termasuk status keterkinian teknologi (state of the art technology). 18. nilai. 22. 8. perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam buku acuan program (Program Manual) untuk spesifik bidang tertentu. 16. Buku Acuan Program (Program Manual) merupakan acuan umum yang menjelaskan semua hal berkaitan dengan program. Manajer Program (Program Manager) adalah Pengelola Program yang bertanggung jawab terhadap pendanaan dan jadwal pencapaian sasaran. Paket Pekerjaan (Work Package/WP) merupakan rincian kerja dari struktur rincian kerja (WBS) tertentu yang disusun berdasarkan disiplin keilmuan atau kegiatan perekayasaan. Organisasi Fungsional Kerekayasaan adalah organisasi yang dibentuk secara temporer (ad hoc) untuk pelaksanaan kegiatan kerekayasaan dalam rangka melaksanakan suatu kegiatan tertentu. Staf Perekayasa (Engineering Staff) adalah Pelaksana kegiatan penelitian terapan. maupun eksekusinya. Angka Kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butirbutir kegiatan yang harus dicapai oleh Pejabat Fungsional Perekayasa dalam rangka pembinaan karier yang bersangkutan. Perekayasaan adalah kegiatan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk disain dan rancang bangun untuk menghasilkan sistem. 24. pemasaran.

Buku Petunjuk Produksi dan Integrasi (Production and Integration Manual) merupakan acuan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan produksi suatu hasil desain. Unit Perekayasaan lnstansi Pemerintah adalah unit kerja yang melaksanakan kegiatan fungsional Kerekayasaan pada Departemen. 34. Laporan Akhir Program (Program Document/PD) adalah dokumen laporan hasil akhir dari program yang merupakan rangkuman dari seluruh dokumen teknis (TD) dan laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (PCM) dari program tersebut yang ditulis oleh Insinyur Kepala (Chief Engineer). Dokumen Teknis (Technical Document/TD) adalah dokumen laporan hasil kegiatan struktur rincian kerja (WBS) yang ditulis oleh Ketua Kelompok (Group Leader) yang merupakan rangkuman dari beberapa laporan teknis (TR) dalam struktur rincian kerja (WBS) tersebut. 26. Pendidikan dan atau pelatihan (diklat) yang dinilai adalah diklat fungsional dan teknis yang berhubungan dengan kerekayasaan. 40. 27. 39. Catatan Teknis (Technical Notes/TN) adalah dokumen laporan yang terdiri dari hanya satu subjek yang melatarbelakangi kegiatan sebuah paket kerja disajikan dalam bentuk catatan–catatan teknis oleh staf perekayasa (Engineering Staff). membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari jabatan fungsional Perekayasa adalah Pejabat Pembina Kepegawaian masing-masing atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Buku Petunjuk Pengujian (Testing Manual) merupakan acuan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan pengujian kerekayasaan. Revisi laporan teknis (Technical Memorandum/TM). 33. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota adalah Bupati/Wali Kota. 38. Laporan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (Progress Control and Monitoring/PCM) adalah dokumen laporan hasil pemantauan dan pengendalian jalannya program dari segi jadwal dan aliran pendanaan yang ditulis oleh Manajer Program (Program Manager). 36. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Provinsi adalah Gubernur. 35. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tinggi Negara. adalah dokumen laporan yang merupakan perbaikan dari satu atau beberapa pasal dari laporan teknis (TR) yang mungkin terjadi sebagai akibat dari perkembangan kegiatan. atau suatu bidang kegiatan profesi yang 5 . 30. Kementerian. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Kepresidenan. 29. Jaksa Agung. 42. Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional serta Pimpinan Kesekretariatan Lembaga lain yang dipimpin oleh struktural eselon I dan bukan merupakan bagian dari Departemen/ Lembaga Pemerintah Non Departemen. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. Pendidikan formal yang termasuk dalam unsur utama adalah pendidikan formal yang berkaitan dengan bidang rancang bangun/perekayasaan dan mendapatkan ijazah. 28. 41. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat adalah Menteri. 32. Buku Petunjuk Kerekayasaan (Engineering Manual) merupakan acuan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan teknis kerekayasaan. Kepala Kepolisian Negara. 37. Organisasi profesi adalah himpunan masyarakat ilmiah dalam suatu cabang atau lintas disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi.25. 31. Laporan Teknis (Technical Report/TR) adalah dokumen laporan hasil kegiatan Paket Pekerjaan (WP) yang ditulis oleh ketua sub kelompok (Leader) yang merupakan rangkuman dari beberapa catatan teknis (TN). Pemberhentian adalah pemberhentian dari Jabatan Fungsional Perekayasa bukan pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil. Pejabat yang berwenang mengangkat. Manajer Program (Program Manager) dan kepala program (Program Director). Lembaga Pemerintah Non Departemen atau Instansi Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota.

dan undangan lainnya. sesuai dengan undang–undang dan peraturan yang berlaku. 44. dalam suatu acara sidang Pengukuhan Perekayasa Utama.diakui oleh negara untuk menyumbangkan profesionalisme dan etika profesi dalam masyarakat. 6 . ilmuwan. Orasi ilmiah adalah pidato ilmiah oleh pejabat fungsional Perekayasa yang telah memenuhi syarat menjadi Perekayasa Utama melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia. pemerintah negara asing atau organisasi ilmiah nasional/internasional atas prestasi yang menonjol di bidang kerekayasaan. yang dihadiri oleh para perekayasa. Piagam kehormatan adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia. 43.

USA mendefinisikan teknologi berdasarkan unsur-unsur pembentuknya yaitu fusi (kesenyawaan) yang sempurna dari seni-rupa (arts). perekayasaan dan pengoperasian yang didefinisikan sebagai kerekayasaan. pengembangan. teknik (engineering). Untuk menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan. 2.1 Lima Unsur Utama Teknologi Pada perkembangan selanjutnya kelima unsur utama teknologi di atas saling mempunyai antar muka (overlapping) yang menghasilkan unsur-unsur baru teknologi seperti socioengineering yang merupakan fusi dari socio-economics dengan engineering dan juga arts.BAB II KEREKAYASAAN Teknologi adalah cara atau metode serta proses atau produk yang dihasilkan dari penerapan dan pemanfaatan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan. Ilmu Pengetahuan ( Science) • Sains Matematika dan Alam 7 . ekonomi (economics) dan bisnis (business) (lihat gambar 2. 2. kelangsungan dan peningkatan mutu kehidupan manusia. antara lain: 1.1). Business 2. ilmu pengetahuan (science). Selain itu. Seni Rupa Arts Seni Rupa Sains Science Teknik Engineering Ekonomi Economics Bisnis Gambar. science dan engineering yang menghasilkan humanity dan anthropology of Technology dan sebagainya. Bidang Keilmuan untuk Perekayasa Kegiatan kerekayasaan dapat dilakukan oleh personil yang memiliki latar belakang keilmuan (Academic Background) di bidang yang diklasifikasikan berdasarkan unsur teknologi yaitu. Ilmu Seni Rupa (Arts) • Seni Kriya • Desain Interior • Desain Produk • Desain Komunikasi visual.1. kegiatan teknologi harus dilakukan melalui suatu tahapan yang runtun meliputi penelitian terapan. kelangsungan dan peningkatan mutu kehidupan manusia. the Massachusset Institute of Technology (MIT).

Desain 2. Diskritisasi & Simulasi Model Numerik. : Pengujian Komponen. : Pembuatan. para perekayasa dalam kegiatannya dapat diklasifikasikan dalam bidang keahlian (Professional Background) sebagai berikut : : Sintesa. Maintenance & : Perawatan. Sales & Distribution. Bisnis ( Business ) • Operation Research • Management • Marketing Dan bidang keilmuan lain yang merupakan derivatif dari keilmuan di atas serta terkait dengan kegiatan kerekayasaan dapat dipertimbangkan dengan rekomendasi dari Instansi Pembina Perekayasa.2 Bidang Keahlian Untuk Perekayasa Disamping bidang keilmuan yang menjadi dasar akademik. Audit & Standardisasi. Produksi & Integrasinya menjadi produk teknologi lengkap (general Konstruksi assembly). Analisis Latar belakang keilmuan (Academic Background) dan latar belakang keahlian (Professional Background) membentuk matriks kemampuan seorang perekayasa. Subskala (sub-scale). : Analisa desain. Skala Penuh (full3. Strategi Bisnis. Experimental scale). Proses dan Pertambangan • Teknologi Farmasi. 2. Pengembangan. Observasi. Medika dan Hayati • Teknologi Kebumian dan Atmosfer • Teknologi Infrastruktur • Teknologi Manufaktur dan Transportasi • Teknologi Komunikasi dan Informatika • Teknologi Energi • Manajemen Keindustrian dan Faktor Manusia 4. Perbaikan & Modifikasi serta Pengoperasian Produk Teknologi. 8 . dan Explorasi. Adapun detil derivatif dari keilmuan di atas dapat merujuk Lampiran I yang merupakan bagian Proposed International Standard Nomenclature for field of Science and Technology (UNESCO/NS/ROU/257).• Sains Hayati • Sains Kemanusiaan • Sains Kebumian 3. desain konseptual. serta Survey. 4. Marketing. disain awal & disain rinci. Kebijakan Sistem teknologi. Perakitan komponen (Sub-assembly) & 5. Teknik ( Engineering ) • Teknologi Agro. 6.. Operator 1. Komputasional : Penurunan. Ekonomi ( Economics ) • Ekonometrik • Financial Engineering • Akuntansi • Engineering Economics 5.

mulai dari desain konseptual. Perekayasaan. interpretasi hasil pengolahan data dan penarikan kesimpulan. observasi. Pengembangan.2).2 Kegiatan Kerekayasaan Penelitian (Research/R) adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi. Kegiatan pengembangan suatu hasil penelitian. dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (UU No. eksplorasi.3. survey. pengolahan data. Pengembangan (Development/D) adalah kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan memanfaatkan kaidah dan teori ilmu pengetahuan yang telah terbukti kebenarannya untuk meningkatkan fungsi. Tahap Kegiatan Kerekayasaan Kegiatan kerekayasaan adalah pentahapan kegiatan yang berkaitan dengan teknologi yang secara runtun meliputi Penelitian.2.18/2002 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Penelitian dilaksanakan secara bertahap. secara eksperimental maupun teoritik. uji simulasi sub-skala serta komponen-komponennya di laboratorium hingga penetapan hasil desain. untuk menarik manfaat yang bisa diterapkan melalui proses: o Desain konseptual suatu produk perekayasaan (Engineering Product) yang berkaitan dengan hasil penelitian sebelumnya. Domain Peneliti Research Penelitian Domain Perekayasa Development Pengembangan Engineering Perekayasaan Operation Pengoperasian Gambar 2. mulai dengan pengumpulan data. manfaat dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada atau menghasilkan teknologi baru (UU No. 9 . Penelitian dapat dilaksanakan secara teoritik melalui model matematika dan eksperimental melalui percobaan laboratorium. desain awal. Penelitian terapan merupakan kegiatan penelitian dimana subjek yang diteliti bisa dikembangkan menjadi produk teknologi yang bermanfaat. dan Pengoperasian (lihat gambar 2. dan o Desain konseptual suatu sistem perekayasaan (Engineering Systems) dari gejala alami yang berkaitan dengan subjek hasil penelitian sebelumnya Pengembangan dilaksanakan secara bertahap.18/2002 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). data.

produksi. D. D. Pengembangan.4 Kategori Kegiatan Kerekayasaan Sesuai dengan pentahapan kegiatan kerekayasaan. yang dilaksanakan oleh lembaga resmi pemerintah atau lembaga di luar negeri yang berwenang dalam bidang produk desain tersebut. o Uji Standardisasi dari suatu produk desain adalah uji persyaratan keselamatan dan keandalannya menurut standard minimal yang ditetapkan oleh lembaga negara yang berwenang. meliputi: Pengembangan Kebijakan Teknologi Pengembangan Parametrik Kajian Teknologi Desain Konseptual Software (SW) / Hardware (SW) Desain Awal SW / HW Uji laboratorium (sub-scale) & Simulasi 10 . Uji sertifikasi dapat dilengkapi dengan hasil uji sertifikasi lainnya yang relevan. Observasi Penelitian lanjut teoritikal. D. 2. Pengoperasian (Operation/O) suatu produk perekayasaan adalah kegiatan yang meliputi uji operasional & evaluasi. dan/atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang. E dan O. fungsional. o Uji Sertifikasi dari suatu produk Desain adalah uji kinerja dengan penekanan pada terpenuhinya standard sertifikasi yang telah ditentukan. E dan sedikit pada tahap O. meliputi: Eksplorasi. dan estetika (UU No. perguruan tinggi maupun industri.18/2002 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). penjualan serta pelayanan purna jual. maka kegiatan perekayasa dikategorikan sebagai berikut: a. modifikasi & perawatan untuk tujuan non komersial maupun komersial. sosial budaya. Sedangkan Perekayasa yang bekerja di industri lebih menekankan kegiatannya pada D. E & O atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan singkatan Litbangyasa dan Operasi. Survey. Produk Perekayasaan yang dioperasikan dapat berupa produk yang diadakan dari luar institusi yang bersangkutan atau produk sebagai hasil Perekayasaan sendiri. Penelitian Terapan. pemasaran. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan perekayasaan adalah sebagi berikut : o Produk Desain adalah produk perekayasaan ataupun sistem perekayasaan yang dapat berupa perangkat keras ataupun perangkat lunak. untuk mengevaluasi hasil produk perekayasaan tersebut. Kegiatan kerekayasaan secara beruntun ini dikenal dengan singkatan R. Rangkaian kegiatan lengkap yang beruntun R. bisnis.Perekayasaan (Engineering/E) adalah kegiatan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk desain dan rancang bangun untuk menghasilkan nilai. produk. E dan O dapat mendorong terciptanya kemampuan inovasi dari suatu badan litbangyasa. eksperimental Studi Kelayakan Sistem Teknologi Studi Banding Sistem Teknologi b. Pada umumnya Perekayasa yang bekerja di Perguruan Tinggi serta di badan-badan litbangyasa melakukan kegiatannya terutama pada R. Pengoperasian dilaksanakan secara bersama-sama antara lembaga Perekayasaan dengan Industri dalam arti luas. dan atau konteks teknikal.

sehingga selalu menjauhi perbuatan tercela. Yang dimaksud dengan produk hardware (H/W) adalah produk teknologi yang berwujud benda fisik. sistematis mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dan melaksanakan dengan standar ilmiah yang tinggi. antara lain: mengambil gagasan orang lain dan senantiasa beritikad tidak akan melakukan tindakan plagiat dalam rangka menghormati dan melindungi hak cipta. teliti. pendapat. Perekayasa Indonesia wajib menjunjung tinggi hak. serta untuk selalu menjaga dan meningkatkan moral dan kualitas keprofesionalan Pejabat Fungsional Perekayasa. sebagai berikut: 1. serta menjunjung tinggi profesi sebagai seorang yang terpelajar dengan menjaga kebenaran dan kejujuran baik kepada diri sendiri maupun kepada umum sehingga tidak menutupi kelemahan dan atau kekurangannya. menjalin hubungan kerjasama yang harmonis dengan pihak lain. Perekayasa Indonesia berkewajiban mengembangkan iptek dan meningkatkan keahliannya. maka diperlukan adanya Kode Etik yang menjadi etika profesi Perekayasa. tekun. 4. Pengoperasian. 3. model. Perekayasa Indonesia wajib bersifat terbuka terhadap tanggapan. Perekayasaan. sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan umat manusia. prototipe. berdisiplin. Perakitan & Integrasi Produk tersertifikasi SW /HW Engineering Services SW / HW Marketing/Sales SW / HW Routine Operation SW / HW Modifikasi & Perawatan SW / HW Yang dimaksud dengan produk software (S/W) adalah produk teknologi yang berwujud maya dan diwujudkan dalam bentuk dokumen. hak kepemilikan intelektual perekayasa lain dan atau masyarakat.c. bersemangat untuk menghasilkan karya yang berkualitas tinggi. dan kritik yang diberikan oleh perekayasa lain dan atau masyarakat atas hasil yang dicapainya. sehingga terjalin budaya kerjasama dalam tim. perangkat lunak (algorithm). pendapat. komponen. benda kerja lengkap terpadu. serta bekerja dengan jujur. seperti: model/ perumusan matematik. meliputi: Desain Rinci SW / HW Produksi. 2. konsepsi teknologi/ kebijakan teknologi. seperti: unsur (article). Perekayasa Indonesia wajib bekerja secara terencana. pendidikan & pelatihan. konsepsi perencanaan program. atau temuan orang lain.5 Kode Etik Perekayasa Mengingat keterbatasan pada diri manusia dan untuk menghindari penyalahgunaan kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat dan pemerintah Indonesia. 11 . produk tersertifikasi serta produk komersial. konsepsi strategi bisnis. Perakitan & Integrasi Prototip SW / HW Uji Kinerja Prototip atau Produk Tersertifikasi SW / HW Audit Teknologi SW / HW Uji Standardisasi SW / HW Uji Sertifikasi SW / HW d. serta tidak menghalangi atau menghambat upaya pengembangan iptek yang dilakukan oleh pihak lain. 2. meliputi: Uji Operasional & Evaluasi Produk SW / HW Produksi.

6. 6. 4. mengutamakan keamanan dan keselamatan. berorientasi pada peningkatan nilai tambah. Pertahanan dan Keamanan. Majelis Perekayasa bersidang paling kurang dua kali setiap tahun. Melakukan penilaian dan memberikan rekomendasi tentang materi orasi ilmiah. Melakukan penilaian angka kredit bagi pejabat fungsional Perekayasa Utama. 2. yaitu: 1.6 Majelis Perekayasa Dalam upaya peningkatan bidang kerekayasaan nasional. Teknologi Dirgantara. Farmasi dan Medika. 4. 5. Optronika dan Akustik. Teknologi Industri Telematika. Perekayasa Indonesia harus berjiwa ‘pioneer’. Produksi dan Material. Memberikan pemikiran dan pertimbangan tentang pengembangan Kerekayasaan nasional kepada Kepala BPPT. 3. serta aturan dan persyaratan dalam Jabatan Fungsional Perekayasa kepada Kepala BPPT. Melaksanakan pengukuhan Pejabat Fungsional Perekayasa Utama. industri. Perekayasa Indonesia wajib mentaati Kode Etik Perekayasa Indonesia ini sebagai etika profesinya. Lingkungan dan Rekayasa Kebumian. 6. Teknologi Industri Infrastruktur dan Transportasi 12 . Bidang Majelis Perekayasa terdiri dari 6 (enam) bidang Kerekayasaan. 8. Elektro. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa telah membentuk Majelis Perekayasa yang bersifat nasional. lembaga tempat kerjanya serta menghindari sikap arogansi intelektual. kode etik. 2. Melakukan pemantauan jenjang Perekayasa serta memberikan pertimbangan untuk penyelesaian masalah-masalah yang timbul dalam penjenjangan Perekayasa. Tugas pokok Majelis Perekayasa adalah: 1. Anggota Majelis Perekayasa terdiri dari para ahli rekayasa di bidang-bidang tertentu dari perguruan tinggi. 3. Perekayasa Indonesia wajib menjaga nama baik profesi keahlian.5. Bioteknologi. Kelautan. lembaga-lembaga litbangyasa. Perekayasa Indonesia wajib menjaga dan memanfaatkan semua sumberdaya secara berdayaguna dan berhasilguna. Teknologi Agroindustri. Perekayasa Indonesia wajib berusaha untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman terbaiknya kepada masyarakat guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Memberikan pemikiran-pemikiran tentang norma-norma. Mekatronik. Teknologi Industri Energi. 9. Teknologi Otomotif. 2. 5. serta selalu memikirkan dampak penerapan hasil karyanya terhadap umat manusia dan lingkungan hidup. 7.

Sedangkan para Group Leader bertanggungjawab kepada Program Manager dan Chief Engineer. Chief Engineer bertanggung jawab atas kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia serta produk teknologi yang dihasilkan. Organisasi ini dipimpin oleh seorang Kepala Program yang dibantu oleh Seorang Chief Engineer dan Seorang Program Manager. WBS dikepalai oleh seorang GL. Setiap WBS terbagi paling kurang 2 (dua) Paket kerja atau Work Package (WP). apabila diperlukan masing-masing dapat dibantu oleh satu sampai dengan empat asisten yang disebut Assistant Chief Engineer dan Assistant Program Manager. 13 .ES) yang masing-masing mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PerMENPAN) nomor PER/219/M.PM). Manejer Program (Program Manager . Dalam pelaksanaannya. PM bertanggung jawab atas pendanaan (Cost) dan penjadwalan (Delivery) pelaksanaan program. Organisasi Fungsional Kerekayasaan Organisasi Fungsional Kerekayasaan merupakan organisasi kerja yang memiliki hirarki untuk mewadahi pelaksanaan pekerjaan perkayasa yang bersifat Team Work dengan pola matriks berdasarkan bidang keilmuan/ keahlian dengan kegiatan. Engineering Staff yang terlibat dalam suatu WP bisa merangkap dalam WP yang lain asalkan tidak dilaksanakan dalam kurun waktu yang sama. Hirarki dalam pekerjaan perekayasa difasilitasi oleh peran-peran Kepala Program (Program Director . Struktur pekerjaan dimaksud adalah Struktur Rincian Kerja atau Work Breakdown Structures (WBS). GL memimpin beberapa Ketua Sub Kelompok atau Leader yang bertanggungjawab terhadap Paket Kerja.L) dan Staf Perekayasa (Engineering Staff . Ketua Kelompok (Group Leader .CE). Setiap Engineering staff dan Technician bertanggungjawab kepada Leader. Chief Engineer dan Program Manager. dan dilaksanakan oleh paling kurang 2 (dua) orang Staf Perekayasa (Engineering Staff).TS).GL). karena sifat pekerjaannya yang harus mengkoordinasikan seluruh Group Leader yang terlibat. Program Manager dan Chief Engineer bertanggungjawab kepada Kepala Program. Ketua Sub Kelompok (Leader .BAB III TATA KERJA KEREKAYASAAN a. Setiap Ketua Sub Kelompok memimpin sejumlah Engineering Staff dan sejumlah Staf Teknisi (Technical Staff .PD). Insinyur Kepala (Chief Engineer .PAN/7/2008. Organisasi ini mendeskripsikan secara jelas peran dan tugas seorang pejabat perekayasa yang didefinisikan dalam struktur pekerjaan yang terbagi dalam beberapa bagian menurut bidang keilmuan atau kegiatan yang berbeda. Engineering Staff yang terlibat dalam suatu WBS tidak dapat merangkap dalam WBS lain dalam program yang sama. dan Kepala Program. Setiap Leader bertanggungjawab kepada Group Leader..

WBS i.. .n.1).. (lihat gambar 3. Institusi luar ini dapat berkontribusi pada tingkat WBS ataupun pada tingkat WP. Dalam hal ini subskrip pertama menunjukkan WBS ke i dan subskrip kedua menunjukan WP ke j dalam WBS ke i tersebut. karena terdiri dari beberapa kegiatan kerekayasaan yang berbeda atau beberapa disiplin keilmuan yang berbeda. setiap WBS dinotasikan dengan subskrip tunggal (single subscript). Dengan demikian Organisasi tipe B terdiri dari dua atau lebih kegiatan kerekayasaan atau disiplin keilmuan yang berbeda. i = 1. Tipe B Organisasi fungsional kerekayasaan tipe B terdiri dari minimal dua WBS. j = 1...2.3.3 . Tipe Organisasi Fungsional Kerekayasaan Organisasi fungsional kerekayasaan diklasifikasikan dalam tiga tipe. Ka. 3. Tipe A Organisasi fungsional kerekayasaan tipe A paling sedikit terdiri lima WBS. i = 1. Wpij.2. sedangkan WP dinotasikan dengan subskrip ganda (double subscript).3. Organisasi Program tipe A merupakan Organisasi program dengan struktur organisasi paling besar dan paling lengkap.2.m... yang didasarkan atas jumlah WBS dalam program kerekayasaan sebagaimana dijelaskan di bawah ini: 1. dan melibatkan institusi luar (baik dari dalam maupun luar negeri) yang diwujudkan dalam bentuk Kesepakatan Bersama (Memorandum of Understanding) atau Perjanjian Kerja Sama (Technical Agreement).n.1 Organisasi Fungsional Kerekayasaan Tipe A 2. Program Chief Engineer Chief Engineer Program Manager Program Manager Institusi Luar Gp Leader1 WBS 1 Gp Leader 2 WBS 2 Gp Leader 3 WBS 3 Gp Leader 4 WBS 4 Gp Leader 5 WBS 5 + WBS 6 WP 61 Leader 61 WP 11 Leader 11 Staf WP 21 Leader 21 Staf WP 51 Leader 51 WP 62 Leader 62 Staf WP 12 Leader 12 Staf WP 22 Leader 22 Staf ●● ●● WP 52 Leader 52 Staf WP 13 Leader 13 Staf WP 23 Leader 23 Staf ●WP 53 Leader 53 ● Staff ● ● Gambar 3.Dalam pengkodeannya. Organisasi tipe B dapat bekerja sama dengan institusi luar yang diwujudkan dalam bentuk Kesepakatan Bersama (Memorandum of 14 .....2.. .

3. hanya melibatkan satu kegiatan kerekayasaan atau satu disiplin keilmuan. Organisasi tipe C ini dapat bekerja sama dengan institusi luar pada tingkat WP. dipimpin oleh seorang Group Leader yang sekaligus bertindak sebagai Chief Engineer.2 Organisasi Fungsional Kerekayasaan Tipe B 3. setingkat dan dijabat rangkap oleh Group Leader pada WBS tersebut.Understanding) atau Perjanjian Kerja Sama (Technical Agreement) dengan total WBS berjumlah 2 atau lebih. Dalam organisasi tipe C.2 ). (lihat gambar 3. Tipe C Organisasi fungsional kerekayasaan tipe C terdiri hanya dari satu WBS yang terdiri dari beberapa WP. Ka. Organisasi Program tipe C. Dengan demikian dalam organisasi ini. Group Leader Program Manager Program Manager Leader1 WP 1 Leader 2 WP 2 Leader 3 WP 3 Leader 4 WP 4 Leader 5 WP5 •Staf • • • •Staf • • • ●● ●● •Staf • • • •Staf • • • Gambar 3. Program Chief Engineer Program Manager Program Manager Gp Leader1 Gp Leader1 WBS 1 Gp Leader2 Gp Leader2 WBS 2 Gp Leader3 Gp Leader3 WBS 3 Gp Leader4 Gp Leader4 WBS 4 WP 11 Leader 11 Staf WP 21 Leader 21 Staf WP 41 Leader 41 Staf WP 12 Leader 12 Staf WP 22 Leader 22 Staf ●● ●● WP 42 Leader 42 Staf WP 13 Leader 13 Staf WP 23 Leader 23 Staf WP 43 Leader 43 Staf Gambar 3. Pada Organisasi Fungsional Kerekayasaan tipe C. Group Leader dibantu oleh seorang Program Manager. Kepala Program dan Chief Engineer.3 Organisasi Fungsional Tipe C 15 . Adapun diagram Organisasi Program tipe C dapat dilihat pada gambar 3.

Pada umumnya. Namun harus diingat bahwa jika dua Organisasi Fungsional dengan pola matriks yang berlainan akan digabung. dan WP sebagai kegiatan kerekayasaan. maka bentuk Organisasi Fungsional tersebut harus disesuaikan terlebih dahulu menurut salah satu pola. WBS: kegiatan . atau sebaliknya.4b).4a). Pola Matriks Organisasi. Pola Matriks Organisasi Fungsional Kerekayasaan Pola matriks dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan menempatkan WBS sebagai kolom yang merupakan kegiatan kerekayasaan dan WP sebagai baris yang merupakan bidang keilmuan (Gambar 3. Sedangkan Perguruan Tinggi cenderung menggunakan WBS sebagai bidang keilmuan.4a).3. Gambar 3. (Gambar 3.4a. (Gambar 3.3. diserahkan sepenuhnya kepada kesesuaiannya masing-masing.4b). Bentuk pola matriks mana yang akan dipilih oleh pelaku perekayasa. Industri cenderung menggunakan pembagian WBS yang didasarkan pada tahap kegiatan kerekayasaan. dan WP sebagai bidang keilmuan (Gambar 3. WP keilmuan 16 .

Pola Matriks Organisasi.4b. Sifat Organisasi Fungsional Kerekayasaan Organisasi Fungsional Kerekayasaan dibentuk secara non-permanen khusus untuk menjalankan suatu kegiatan program tertentu.Gambar 3. Organisasi Fungsional Kerekayasaan dibentuk saat program dipersiapkan dan dibubarkan saat program dinyatakan selesai.WP:kegiatan Contoh: Pola Matrix Kegiatan & Keilmuan dalam organisasi fungsional kerekayasaan Program Bahan Bakar Nabati Penyiapan Bahan Proses WBS baku&Pembibitan pengolahan BBN WP Budidaya bahan baku BBN Teknologi Proses BBN Teknologi Industri/ Manufaktur Teknik Mesin/ Otomotif Manajemen Transportasi/ Pemasaran Disain pabrikasi pengolahan BBN Pengujian laboratorium Operasi 3. WBS:keilmuan. 17 .4.

antar WBS atau tingkat Pimpinan Program. 18 . sampai Kepala Program.3. baik pada rapat tingkat WP. Program Manager.) 2. 3.Organisasi Fungsional Kerekayasaan dijalankan oleh personil-personil dari satu atau beberapa lembaga atau departemen dan dapat pula mengikutsertakan personil khusus karena pertimbangan keahliannya.4. 3.6. cara atau formula tertentu dan lain-lain sesuai dengan kegiatan kerekayasaannya. tingkat WBS. WBS.3. Instruksi sheet diberikan oleh: • Kepala Program kepada Chief Engineer/ Program Manager/ Group Leader • Chief Engineer kepada Group Leader • Program Manager kepada Group Leader • Group Leader kepada Leader • Leader kepada Engineering Staff dan Technician Staff Adapun contoh format dapat dilihat pada sub bab 5. Chief Engineer. dan Pimpinan Program dapat dilihat pada gambar 3. Organisasi Fungsional Kerekayasaan dapat diubah-ubah bentuk dan pelakunya tergantung kepada kebutuhan program setiap fasa. Leader. Sedangkan untuk masingmasing WP. Sistem Informasi Sistem informasi di antara Perekayasa dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan dilaksanakan melalui lembar-lembar kegiatan (Activity Sheets) yang terdiri dari: 1. Lembar Kerja ( Working Sheet ) Lembar pernyataan yang dikerjakan oleh masing-masing anggota program mulai dari Engineering Staff.4. Lembar Keputusan (Decision Sheet) Lembar pernyataan tentang keputusan yang diambil dari suatu rapat kegiatan kerekayasaan yang sedang dilaksanakan. 3.5. (Contoh format lihat sub bab 5. (Contoh format lihat sub bab 5. Organisasi Fungsional Kerekayasaan dipimpin oleh seorang Kepala Program yang bertanggung jawab penuh kepada Kepala Unit Organisasi Struktural yang memberikan program tersebut. Group Leader.3) Secara diagram aliran informasi dapat dilihat pada gambar 3.1. Sistem Informasi & Pelaporan dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan. Lembar Instruksi (Instruction Sheet) Lembar pernyataan perintah (instruksi) merupakan lembaran yang berisi pernyataan perintah terkait dengan metoda.

5 Aliran Informasi 19 .Gambar 3.

6 Aliran informasi pada WP. dan Pimpinan Program 20 .- Gambar 3. WBS.

Tahap Berjalan & Akhir Sistem pelaporan jalannya kegiatan program dilaksanakan secara bertahap melalui Technical Notes (TN) yang ditulis oleh para Engineering Staff.3. Kepala Program bertanggung jawab terhadap keseluruhan Program Manual.3 Penanggung Jawab Sistem Pelaporan Penanggungjawab di dalam pembuatan laporan kegiatan kerekayasaan adalah sebagai berikut: 1. dapat pula dipersiapkan manualmanual lain seperti Design Manual. Technical Document (TD) yang ditulis oleh para Group Leader dan Program Document (PD) yang ditulis oleh Chief Engineer.2 Sistem Pelaporan Sistem Pelaporan di dalam pelaksanaan program kerekayasaan secara umum terbagi ke dalam dua tahap. pemeriksaan dokumen Design manual.4. Setiap pelaporan dilakukan oleh 3 peran yaitu yang menyiapkan (prepared by). Selain itu. b. Design Manual. Technical Report (TR)/ Memorandum (TM) yang ditulis oleh para Leader. yaitu: 1. Chief Engineer dan Program Manager pada awal program. tergantung pada sifat kegiatan. Testing Manual. Program Manager bertanggung jawab dalam pemeriksaan dokumen Program Manual.1. Group Leader bertanggung jawab pada keseluruhan Program Manual. yang memeriksa (checked by) dan yang mengesahkan (approved by). Disamping itu ditulis pula laporan Progress Control & Monitoring (PCM) yang ditulis oleh Program Manager. penanggungjawab penyusunan manual pada organisasi Fungsional Kerekayasaan tipe A dan B dapat dilihat pada tabel 3. 3. 21 . 2. Tahap Persiapan Kegiatan program dilaksanakan dengan mengacu pada petunjuk program yang ditulis dalam bentuk Manual Program (Program Manual) yang dipersiapkan oleh Kepala Program (Program Director). Secara umum. Chief Engineer bertanggungjawab dalam penyiapan dokumen Program Manual. terutama pada penjadwalan dan pendanaan c.4. dan pemeriksaan dokumen manual lainnya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program. dan dokumen manual lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan program • Untuk program tipe C. Penanggung jawab Sistem pelaporan pada tahap persiapan dijelaskan sebagai berikut: • Untuk organisasi fungsional Kerekayasaan tipe A dan B: a. Product Manual dan sebagainya.

penanggungjawab laporan tahap pelaksanaan pada organisasi Fungsional Kerekayasaan tipe A dan B dapat dilihat pada tabel 3. Group Leader bertanggungjawab dalam menyiapkan laporan berupa Technical Document. • Untuk program dengan organisasi fungsional Kerekayasaan tipe C: a. memeriksa Technical Report yang telah disiapkan oleh Leader. Kepala Program bertanggung jawab terhadap keseluruhan document. maka Group Leader bertanggungjawab terhadap Technical Document. Engineering Staff bertanggungjawab dalam menyiapkan laporan berupa Technical Note b. Secara umum. Group Leader. dan memeriksa Technical Note yang disiapkan oleh Engineering Staff c. f. Program Manager bertanggungjawab mempersiapkan dan memeriksa laporan Progress Control & Monitoring (PCM). dan menyetujui Technical Report yang telah diperiksa oleh Group Leader.Tabel 3. dan menyetujui Technical Note yang telah diperiksa oleh Leader d. dan memeriksa Program Document yang telah dipersiapkan oleh Chief Engineer. dan table 3. Penanggung jawab Sistem pelaporan pada tahap pelaksanaan dijelaskan sebagai berikut: • Untuk organisasi fungsional Kerekayasaan tipe A dan B: a. Engineering Staff. memeriksa Technical Document yang telah dibuat Group Leader. hanya saja pada tipe C di mana Group Leader merangkap peran sebagai Chief Engineer dan sebagai Kepala Program. dan Program Document. khususnya Technical Document. Leader bertanggungjawab dalam menyiapkan laporan berupa Technical Report.2.3 di bawah ini. Leader. dan Program Manager memiliki tugas yang sama dengan tipe A atau tipe B. e. Chief Engineer bertanggungjawab dalam penyiapan laporan berupa Program Document.: Penanggungjawab Penyusunan Manual pada Organisasi Program Kerekayasaan tipe A dan B 2. 22 . dan Program Document.1.

3. Prep: Prepared by.7. Manager Ka. Chck: Checked by.Tabel 3.: Penanggungjawab Laporan PCM Peran Prog.2. Program Document Tech Doc 1 Tech Doc 2 Tech Doc 3 TR / TM 11 TR / TM 12 TR / TM 21 TR / TM 22 TR / TM 23 TR / TM 31 TR / TM 32 TN 111 TN 112 TN 113 TN 114 TN 121 TN 122 TN 123 TN 124 TN 221 TN 321 ● ● ● TN 222 TN 223 TN 224 ● ● ● ● ● ● ● TN 322 TN 323 TN 324 Gambar 3. Program Progress Control & Monitoring Prep & check Approved Tabel 3. Notes: Technical Notes. Tech. Appv: Approved by) Dengan demikian secara hirarki sistem pelaporan pada kegiatan kerekayasaan dapat ditunjukkan dalam diagram seperti pada gambar 3. Hirarki Sistem Pelaporan 23 . Report/Memo: Technical Report/ Memorandum.7.: Penanggungjawab Laporan Teknis Catatan: (Tech.

Untuk masalah pendanaan dilakukan penelaahan mengenai kesesuaian jadwal penyerapan dana. para perekayasa dalam fungsinya masingmasing melaporkan jalannya program secara berkala. Selain itu penelaahan juga dilakukan terhadap perubahan kebijakan pemerintah dalam hal pendanaan. jadwal dan dana. Dan selanjutnya Program Documents menggunakan Technical Documents sebagai acuan. Tahap Penelaahan Program Kritikal (Critical Program Review Phase). Secara umum tahap dan interval waktu dan laporan terdiri dari empat tahap pada setiap pelaksanaan kegiatan kerekayasaan atau tergantung pada kebutuhan dan kesepakatan yang disetujui bersama.4. merupakan tahap penelaahan secara teknis mengenai pencapaian sasaran. Pada tahap ini dilakukan penelaahan mengenai terpenuhinya persyaratan dimulainya suatu program baik dari segi teknik. 3. Tahap Penelaahan Program Awal (Preliminary Program Review Phase). serta validasi terhadap strategi.8. disesuaikan dengan yang direncanakan. metoda dan asumsi yang diambil. Selain itu hambatan-hambatan yang terjadi pada proses awal program secara teknis juga diperiksa. Dalam tahap ini juga dilakukan perubahan-perubahan minor dalam penjadwalan yang diakibatkan oleh ketidaktepatan baik dari segi teknik maupun pendanaan. Contoh Tahap dan Interval Waktu Pelaporan 1. serta pelaksanaan proses persiapan pengadaan barang seperti proses tender dan kontrak dan pemeriksaan kelancaran proses pencairan dana. 3. Keempat tahap pelaporan program seperti pada gambar 3. 2. Demikian juga Technical Documents (TD) menggunakan Technical Report/ Memorandum sebagai acuan. Preliminary Program Review Detail Program Review Critical Program Review Final Program Review Program start 0 Program Manual Tech Notes Tech Notes 3 Tech Report PCM Tech Docmnt 6 Tech Notes Tech Notes Tech Report PCM Tech Docmnt Tech Notes Tech Notes Program Docmnt 9 Tech Notes Tech Notes 12 Tech Report PCM Tech Docmnt Tech Notes Tech Notes Tech Notes Tech Notes Program Docmnt Gambar 3.Terlihat dari diagram tersebut bahwa Technical Report (TR)/ Technical Memorandum (TM) menggunakan Technical Notes (TN) sebagai acuan.8. agar sasaran program dapat tetap terjamin. Tahap Penelaahan Program Rinci (Detailed Program Review Phase). 24 . Penelaahan pada tahap tengah periode kegiatan berjalan.4. Tahap dan Interval Waktu Pelaporan Dalam menjalankan program kerekayasaan.

perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam Program Manual untuk spesifik bidang tertentu. Melaksanakan pengukuran.Penelaahan pada tahap kritikal dilakukan untuk mengetahui pencapaian sasaran sesuai obyektif program di dalam program manual. Gambar 3. 3. sebagai berikut. Pemeriksaan tahap akhir dari jalannya program. 7. misal membutuhkan resource yang lebih besar. Final Program Review ini kemudian diikuti dengan laporan akhir paling lambat sebulan kemudian. Staf Perekayasa (Engineering Staff) Melaksanakan kegiatan penelitian terapan. (1). Dalam tahap ini hanya ditinjau sasaran program yang akan dicapai ditinjau dari segi teknik terakhir yang mampu dicapai dan aliran pendanaan yang tersedia. Melaksanakan observasi. maupun dari segi pendanaan.5. Melaksanakan eksplorasi. 8. Technical Reports/ Technical Memorandum. Melaksanakan perhitungan. Dalam review tahap ini semua dokumen baik berupa Technical Notes. Melaksanakan desain awal. 4. misal membutuhkan anggaran yang lebih besar. dan Program Document harus sudah selesai untuk pertanggungan jawab. Secara rinci tugas Engineering Staff adalah sebagai berikut: 1. dibawah koordinasi Leader. Melaksanakan desain konseptual. 3. 25 . 9. maka diperlukan penyesuaian capaian program dari sasaran yg ditargetkan semula disertai alasan penyesuaian dan alternatif penyelesaian/perbaikan. Technical Document. Tahap Penelaahan Program Akhir (Final Program Review Phase). Perimbangan alasan teknik dan pendanaan ini harus dijadikan dasar perubahan sasaran program. Melaksanakan modifikasi produk. Peninjauan kritikal dilakukan dalam segi teknik dan pendanaan. 5. 4. Jika ternyata program diperkirakan kuat tidak dapat mencapai sasaran.8 memperlihatkan tahap dan interval waktu penerbitan laporan untuk program satu tahun anggaran. 6. Melaksanakan pengujian. Progress Control & Monitoring. Melaksanakan desain rinci. 2. Tugas Perekayasa Dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan Fungsi Perekayasa dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan dapat dirincikan dari jenjang Perekayasa yang paling rendah hingga jenjang Perekayasa yang paling tinggi. Perubahan sasaran harus ditinjau dari segi teknik. pengembangan. Sasaran akhir ini ditetapkan sebagai hasil dari Critical Design Review.

(2). (3). Melaksanakan studi banding sistem teknologi. Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Pemimpin Kelompok (Group Leader) secara berkala (pemaparan. 13. Memberikan supervisi pelaksanaan desain rinci. Lembar Instruksi Teknik (Instruction Sheet). Melaksanakan perawatan produk. Lembar Keputusan (Decision Sheet). 12. Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi. 17. Sebagai Leader mempersiapkan Technical Report/ Technical Memorandum. Memberikan supervisi pelaksanaan observasi. 5. 7. 2. Mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan melakukan iterasi teknis diantara group yang terkait. perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam Program Manual untuk spesifik bidang tertentu. Memberikan supervisi pelaksanaan studi kelayakan sistem teknologi. 11. perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam Program Manual sebagai pemadu beberapa bidang spesifik dalam satu kelompok tertentu yang ia pimpin. 10. Materi Presentasi. Memberikan supervisi pelaksanaan perhitungan. Technical Notes. Memberikan supervisi pelaksanaan pengujian. 14. Memberikan supervisi pelaksanaan modifikasi produk. pengembangan. Log book. Memberikan supervisi pelaksanaan pengukuran.10. 9. Mempersiapkan bahan presentasi laporan hasil kegiatan Paket Kerja (Work Package) yang dipimpinnya. Memberikan supervisi pelaksanaan studi banding sistem teknologi. Memberikan supervisi pelaksanaan eksplorasi. diskusi. 11. 6. Benda kerja. 3. Menyelenggarakan pertemuan dan memimpin diskusi dengan para engineering staff tentang pekerjaan mereka. 13. 8. Ketua Sub Kelompok (Leader) Memipin para Engineering Staff dalam pelaksanaan kegiatan penelitian terapan. 26 . dan Technical Report. 4. Memberikan supervisi pelaksanaan perawatan produk. Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (Work Breakdown Structure) untuk masalah disain/testing/eksplorasi/observasi/pengukuran/modifikasi/ perawatan. Secara rinci peran dan tugas Group Leader adalah sebagai berikut: 1. Technical Notes. 16. Sebagai Leader memeriksa Techical Notes. Memberikan supervisi pelaksanaan desain konseptual. Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). Menuliskan hasil pekerjaan diatas dalam sistem pelaporan yang telah ditentukan dan melaporkan hasilnya kepada Leader Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). foto. pengembangan. 2. dan penyimpulan hasil). Secara rinci tugas Leader adalah sebagai berikut: 1. Log book. Benda kerja. 12. Ketua Kelompok (Group Leader) Mengkoordinasikan para Leader dalam pelaksanaan kegiatan penelitian terapan. 15. Memberikan supervisi pelaksanaan desain awal.

Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan. Memeriksa Program Manual. Materi Presentasi. 5. (4). 4. Mempersiapkan Design Manual/Engineering Manual/Test Manual/Production manual. mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja 6. Memberikan metoda pengendalian proyek. Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). Lembar Keputusan (Decision Sheet). Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada Program Manager. Log book. Kontrak Kerjasama. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program. Membuat perencanaan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Program Manager. Lembar Keputusan (Decision Sheet). 8. 6. Technical Report/Technical Memorandum. 3. Melaksanakan Progress Control and Monitoring. pendanaan. 8. Program Document. 7. 11. Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang. Technical Document. Memeriksa Technical Report/ Technical Memorandum.3. Mempersiapkan dan memeriksa Progress Control and Monitoring. Program Manual. Progress Control and Monitoring Report. Program Manager dapat mempunyai asisten sejumlah Satuan Kerja yang terlibat dalam program sebanyak-banyaknya 4 orang asisten. 11. Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Kepala Program (Program Director) secara berkala (paparan. 10. Manajer Program (Program Manager) Melaksanakan tugas manajemen program yang meliputi perencanaan program termasuk jadwal pencapaian sasaran serta aliran pendanaan. 10. Membuat rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. diskusi dan kesimpulan). Menetapkan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain. Mempresentasikan laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana di hadapan Kepala Program secara berkala. Mempersiapkan Technical Document. Lembar Instruksi (Instruction Sheet). 2. Materi Presentasi. Progress Control and Monitoring. Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Group Leader. Secara rinci tugas Program Manager adalah sebagai berikut: 1. 7. Design/Engineering/Test/ Production Manual. 9. 27 . kontrak kerjasama. Program Manager bertanggung jawab kepada Kepala Program. 9. Lembar Usulan Spesifikasi Teknis. 5. Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu. Benda kerja. Membentuk Organisasi Fungsional Kerekayasaan bersama Kepala Program dan Chief Engineer. 4. Memeriksa Program Document. Mempersiapkan materi presentasi laporan hasil kegiatan Struktur Rincian Kerja yang dipimpinnya. 12. Menyetujui Technical Notes. dan pengadaan barang sesuai dengan WBS nya dengan melakukan iterasi yang terkait dengan ketersediaan aliran pendanaan. Lembar Instruksi (Instruction Sheet).

penetapan SDM yang kompeten dan berkualitas untuk program. Program Manager dan Chief Engineer. Menyetujui Technical Report/Technical Memorandum. Detail. 3. alternatif teknik yang lain pada pertemuan diskusi dengan satu atau lebih Group Leader. 6. Secara rinci tugas Kepala Program adalah sebagai berikut : 1. Mengangkat personil – personil yang terlibat dalam program serta pejabat-pejabat fungsional atas usulan Chief Engineer. Program Manual. 4. 28 . 2. Benda kerja. Mendiskusikan dan menetapkan SDM yang terlibat dalam program dengan para Kepala Unit Struktural. Critical dan Final Program Review. Bersama Kepala Program dan Program Manager membentuk Organisasi Program. Mendiskusikan pelaksanaan program ditinjau dari segi teknik ketepatan waktu dan pendanaan secara berkala bersama para Group Leader. menentukan jumlah WBS dan jumlah WP untuk setiap WBS. Mempresentasikan hasil kegiatan secara teknis di hadapan kepala program secara berkala. Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). 11. 9. 13. Mempersiapkan Program Document. Mempersiapkan Program Manual. 3. dan Program Manager. 7. Materi Presentasi. Kepala Program (Program Director) Kepala Program adalah Program Inisiator yang memberikan arahan tentang garis-garis besar kegiatan termasuk: state of the art technology. Draft Surat Keputusan Tim Kerja. strategi keuangan program. Insinyur Kepala (Chief Engineer) Melaksanakan pemantauan kualitas hasil program dari segi teknis seperti pemenuhan persyaratan desain. Memeriksa Design Manual/Engineering Manual/Test Manual/Production manual. Merencanakan waktu keterlibatan personil dalam tiap program. Lembar Keputusan (Decision Sheet). 10. Memberikan saran-saran pada setiap fasa program review: Preliminary. Chief Engineer bertanggung jawab kepada Kepala Program dan dapat mempunyai asisten sejumlah maksimal 4 orang. Log book. (6). Program Document. Mengevaluasi dan menyetujui usulan spesifikasi teknis barang yang diusulkan Group Leader. untuk mendiskusikan hasil-hasil program secara berkala. 8. Melakukan trade-off dan prioritasi hasil-hasil WBS untuk mendapatkan produk akhir yang paling sesuai pada akhir tahun anggaran. Secara rinci tugas Chief Engineer adalah sebagai berikut: 1. Design/Engineering/Test/ Production Manual. Lembar Instruksi Teknis (Instruction Sheet). 12. maupun eksekusinya. Melakukan perencanaan program bersama Program Manager dan Chief Engineer. 2. Memberikan saran perbaikan. membentuk organisasi program. Technical Report/Technical Memorandum. 4. Memeriksa Technical Document.(5). Memberikan supervisi teknis untuk penyelarasan kinerja secara rutin. 5. Technical Document.

4.5. Assistant Engineer Program Manager dan Assistant Chief Program Manager dan Chief Engineer bila diperlukan dapat didampingi oleh beberapa asisten yang disebut sebagai Assistant Program Manager dan Assistant Chief Engineer. Log book. Melaksanakan kegiatan kerekayasaan di lingkungan berbahaya atau beresiko. 3. Mengusulkan personil yang sesuai serta klarifikasi dan sandi kerja. Memperagakan hasil-hasil program. Menyusun draft laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana. Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak Atas Kekayaan Inteletual di hadapan yang berwenang. (7). materi Presentasi. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program. 2. Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). 7. 8. 29 . Memberikan presentasi mengenai program berjalan. Design/Engineering/Test/Production Manual. 5. Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan. Menyiapkan draft Engineering Manual/ Test Manual/ Production manual. mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja. 5.Lembar Instruksi (Instruction Sheet). 9. Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Group Leader bersama Program Manager. 6. Untuk Organisasi Program tipe A paling banyak empat asisten untuk Chief Engineer. Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang. dan Progress Control and Monitoring. Adapun tugas Assistant Chief Engineer ini adalah: 1. Sedangkan untuk Organisasi tipe B. Menyiapkan draft kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Program Manager. kepada kepala unit struktural (pimpinan terkait) yang memberi pekerjaan secara berkala. Mengusulkan rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. Mengusulkan rencana waktu keterlibatan personil dalam tiap program. Program Document. 7. 2. Mengusulkan metoda pengendalian project. Menyetujui Program Manual/ Design Manual/ Engineering Manual/ Test Manual/ Production Manual/ Technical Document/ Program Document. 6. Lembar Keputusan (Decision Sheet). Untuk Organisasi tipe C tidak diperlukan Assistant Program Manager dan Assistant Chief Engineer. 8. Technical Report/Technical Memorandum. Memantau pelaksanaan program bersama Chief Engineer. Program Manual. Menyiapkan pertemuan dalam rangka koordinasi kerja. dan beberapa asisten untuk Program Manager sesuai dengan penjelasan sebelumnya. paling banyak ada dua asisten Chief Engineer. Melaksanakan Progress Control and Monitoring (PCM) bersama Program Manager. 3. Technical Document. 4. Adapun tugas Assistant Program Manager adalah: 1. Melaporkan pelaksanaan program serta mempertanggung jawabkan hasil program 6.

Melaporkan & mempertanggungjawabkan program. 11. Memantau & Memberikan supervisi tugas. Mempresentasikan hasil laporan. Mengusulkan Pendanaan. Program Document. Konsultasi penjadwalan dan pendanaan. Memeriksa & mengesahkan Technical Report. Mengesahkan Technical Notes. 30 . Membentuk Organisasi Fungsional Kerekayasaan. 3. 9. 4. 13. Menyiapkan. Sosialisasi hasil program. 10.(8). 8. maka Group Leader (GL) mempunyai tugas sebagai berikut: 1. 7. Group Leader Type C Khusus untuk Organisasi Perekayasa tipe C. Membuat perencanaan SDM. memeriksa & mengesahkan Program Manual. Design/ Engineering/ Test/ Production Manual. 14. Melaksanakan koordinasi kerja. 5. Mengusahakan HAKI. 6. 2. Menetapkan SK Personil. 12.

Peran.BAB IV JENJANG. 31 . DAN TUGAS JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA 4. Tingkatan kemampuan yang dituntut dalam penjenjangan perekayasa adalah : • Perekayasa Pertama (Engineer) Mampu berperan sebagai Engineering Staff dalam kegiatan program. yang diperoleh mulai dari peran anggota program sebagai Engineering Staff sampai ketingkat pimpinan kelompok sebagai Leader. mampu berperan sebagai Leader. PERAN. Setelah sedikitnya dua kali berperan sebagai Leader mampu berperan sebagai Group Leader atau Program Manager. • Perekayasa Madya (Specialist Engineer) Mampu berperan sebagai Group Leader dan Program Manager dalam kegiatan program. Setelah mengikuti sedikitnya dua program. Persyaratan diatas diperlihatkan dalam gambar berikut ini. Sedikitnya telah tiga kali berperan sebagai Chief Engineer atau Kepala Program. Perekayasa Pertama (Engineer) Perekayasa Muda (Senior Engineer) Perekayasa Madya (Specialist Engineer) Perekayasa Utama (Principal Engineer) Untuk setiap jabatan diberikan tambahan padanan istilah dalam bahasa Inggris sebagaimana tercantum dalam tanda kurung di atas. Group Leader dan akhirnya ketingkat pimpinan program sebagai Program Manager. Setelah sedikitnya dua kali berperan sebagai Group Leader mampu berperan sebagai Chief Engineer atau Kepala Program . yang diperoleh mulai dari tingkat kesulitan rendah sampai tingkat kesulitan tinggi dalam memecahkan persoalan kegiatan kerekayasaan 2. 4. Jenjang Jabatan Fungsional Perekayasa Jenjang Jabatan Fungsional Perekayasa terbagi menjadi 4 (empat) jenjang. 3. Chief Engineer dan Program Director. sehingga Jabatan Fungsional Perekayasa ini lebih komunikatif dalam kancah forum internasional. yaitu: 1. Pengalaman. • Perekayasa Muda (Senior Engineer) Mampu berperan sebagai Engineering Staff dan Leader dalam kegiatan program. Peran para Perekayasa difasilitasi oleh Organisasi Fungsional Kerekayasaan dalam melaksanakan kegiatan program. Penjenjangan karir Perekayasa didasarkan pada: 1.1. sedangkan pengalaman diperoleh melalui peran serta Perekayasa dalam kegiatan Program yang berjalan tiap tahun. • Perekayasa Utama (Principal Engineer) Mampu berperan sebagai Chief Engineer & Kepala Program dalam kegiatan program. 2. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan padanan bagi setiap jenjang jabatan perekayasa.

Peran dan pengalaman dalam program 4. 32 . Melalui peran tersebut Pejabat Perekayasa dapat meningkatkan karirnya untuk naik pada jenjang Jabatan Fungsional Perekayasa dari yang terendah ke jenjang yang lebih tinggi.2. yaitu dimulai dari urutan paling awal sebagai Perekayasa Pertama dengan peran sebagai Engineering Staff. Dengan demikian.1). dan terus meningkat sampai ke jenjang yang paling puncak sebagai Perekayasa Utama dengan peran sebagai Kepala Program. peran Perekayasa dalam suatu program ditentukan oleh kedudukannya dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan dari program tersebut.1.PD atau CE Peran dalam Program PM GL atau L ES PP PMu PMy PU Pengalaman: Jumlah Program Minimal Gambar 4. Peran perekayasa dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan dapat diuraikan sebagai berikut. Peran Perekayasa menurut penjenjangannya Pekerjaan di bidang perekayasaan merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk ”team work. Semakin tinggi jabatan fungsional perekayasa tersebut semakin tinggi pula perannya dalam organisasi fungsional (lihat Tabel 4.

Staff Group Leader Chief Program Manager Engineer Kepala Program Leader Keterangan Setiap Perekayasa dapat berperan pada satu tingkat di bawah atau di atas jenjang yang bersangkutan Pertama Muda Madya Utama Setiap peran dalam organisasi fungsional program dapat diisi oleh jenjang jabatan perekayasa yang sesuai kualifikasi atau kemampuan yang harus dipenuhi oleh masingmasing perekayasa. Ringkasan Peta Peran Perekayasa dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan Peran Jenjang Eng. Tugas pokok tersebut dibagi sesuai dengan jenjang jabatan perekayasa. atau Program Manager 3. Perekayasa Madya (Specialist Engineer): dapat mengisi peran Group Leader atau Program Manager 4. 33 .PAN/7/2008 tugas pokok perekayasa adalah melakukan kegiatan kerekayasaan. begitu juga sebaliknya. Perekayasa Pertama (Engineer): dapat mengisi peran Engineering Staff atau Leader 2. atau Group Leader.1. yaitu: 1. 4.3. Perekayasa Muda (Senior Engineer): dapat mengisi peran Engineering Staff atau Leader. Tugas Perekayasa menurut penjenjangannya Sesuai dengan bunyi pasal 4 Peraturan Menpan Nomor : PER/219/M. Perekayasa Utama (Principal Engineer) dapat mengisi peran Chief Engineer atau Kepala Program Program Manager dan Chief Engineer dapat mengangkat asisten dengan peran yang disebut Asisten Program Manager dan Asisten Chief Engineer. Pejabat Perekayasa dengan jenjang jabatan yang lebih tinggi.Tabel 4. Dengan mengetahui peran setiap jenjang Perekayasa pada Organisasi Fungsional Kerekayasaan maka tugas setiap perekayasa pada jenjangnya dapat segera diketahui. apabila diperlukan dapat mengerjakan kegiatan Kerekayasaan yang menjadi tugas dan tanggung jawab pejabat perekayasa satu jenjang dibawahnya. Asisten-asisten tersebut mempunyai jenjang satu tingkat lebih rendah dari atasannya.

karena peran dan tugas setiap Perekayasa terdefinisi dengan jelas.2 : Kaitan antara Jabatan Fungsional Perekayasa. angka kredit. Perekayasa Pertama 2. Memberikan fasilitas (facility) untuk pembinaan dan penjenjangan karir Perekayasa secara sistematik dan terprogram. I Pembina Pembina Tk. Ketertelusuran dan (Accountability . Perekayasa Muda 4. Tabel 4. Angka Kredit minimal. 2. Kaitan antara jenjang jabatan fungsional perekayasa. Pangkat dan Golongan Ruang Melalui jabatan fungsional perekayasa ini. Perekayasa Madya 400 550 700 4. peran dan tugas Perekayasa akan memberikan kemudahan-kemudahan sebagai berikut: 1. pangkat dan golongan ruang tertera pada tabel di halaman berikut.5 Akuntabilitas. Perekayasa Utama 850 1050 AK KENAIKAN JABFUNG 50 50 100 100 150 150 150 200 SETARA DENGAN PANGKAT Penata Muda Penata Muda Tk. Jenjang Perekayasa. Pangkat dan Golongan Ruang ANGKA KREDIT (AK) 100 150 200 300 3. I Penata Penata Tk. Memberikan informasi tentang ketersediaan sumberdaya manusia yang terlibat dalam kegiatan program secara riil. 3. I Pembina Utama Muda Pembina Utama Madya Pembina Utama GOLONGAN RUANG III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e JABATAN 1. Pertanggungjawaban (accountability) jelas. maka dapat dilakukan secara sistematik baik dalam pengevaluasian kinerja maupun dalam penggunaan dana. Ketertelusuran (Traceability). PNS dapat meniti karirnya untuk mendapatkan pangkat atau golongan ruang mulai dari III/a sampai dengan golongan tertinggi IV/e sesuai dengan angka kredit yang dimilikinya. 34 . Traceability & Facility) Fasilitas Melalui Organisasi Fungsional Kerekayasaan ini. jika terdapat permasalahan yang timbul dalam program. 4.4.4.

Pengembangan. Butir Kegiatan: Melaksanakan Desain Konseptual. Melaksanakan desain konseptual (a) Menetapkan tujuan dan kebutuhan desain (Design Requirement and Objective) (b) Menyusun filosofi rancang bangun (c) Menetapkan metoda yang digunakan 35 . Sub Unsur: Pelaksanaan Kegiatan Penelitian Terapan. pengembangan. Perekayasaan dan Pengoperasian.6. Apabila butir kegiatan tersebut tidak dilaksanakan oleh Perekayasa. dan Bagian Kegiatan: Menetapkan Tujuan dan Kebutuhan Desain. Tabel 4. Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai Kegiatan pejabat Perekayasa terinci dalam kelompok-kelompok yang menunjukkan tingkat rinciannya.2. maka butir kegiatan tersebut bukan unsur yang dinilai dan tidak ada angka kreditnya.4. BUTIR KEGIATAN Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff) a. Struktur rincian kegiatan Pada dasarnya butir kegiatan dan bagian kegiatan adalah kegiatan yang menjadi tugas pokok pejabat Perekayasa sesuai dengan jenjang jabatannya. Melaksanakan kegiatan Kerekayasaan 1). Contoh: Seorang Perekayasa Pertama melakukan kegiatan yang menjadi tugas pokoknya dalam Unsur: Kegiatan kerekayasaan. Gambar 4. yang anggotanya disebut Sub Unsur.3 : Contoh Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai UNSUR NO II KEGIATAN SUB UNSUR A. Setiap Sub Unsur dapat diuraikan menjadi beberapa butir kegiatan. perekayasaan dan pengoperasian 1. Butir kegiatan dan atau bagian kegiatan yang dilaksanakan oleh Perekayasa merupakan unsur yang dinilai dan mendapatkan angka kredit. Kelompok utamanya disebut Unsur. Pelaksanakan kegiatan KEREKAYASAAN penelitian terapan. Butir Kegiatan dapat dirinci dalam beberapa bagian kegiatan.

A Pendidikan Pendidikan Sekolah dan Perolehan Gelar/ Ijazah Memperoleh gelar/ijazah dalam stratum D-IV. Pengembangan Profesi b. I I. I. dan S3. dan maksimal 20% dari unsur penunjang. Sarjana (S1) 36 . Maguster (S2) Satuan hasil: Ijazah I.A. Penunjang (berikutnya disebut sebagai unsur penunjang) Angka kredit untuk penilaian kenaikan jenjang harus mempunyai komposisi minimal 80% dari unsur utama. perolehan ijazah lain yang sederajat hanya dapat dinilai sebagai unsur penunjang.3.1.1. Doktor (S3) Satuan hasil: Ijazah I. Ijazah S1 atau D-IV harus dimiliki sebelum calon Perekayasa mengambil jabatan fungsional.2.2 dan 2.3). Pendidikan dan pelatihan kerekayasaan ii.A. Kegiatan Kerekayasaan iii. Penilaian Jabatan Fungsional Perekayasa Penilaian terhadap Pejabat Fungsional Perekayasa dilaksanakan dengan memberikan angka kredit pada setiap butir kegiatan yang dilakukan. Pendidikan Sekolah 2. Adapun butir-butir kegiatan yang dapat dinilai dan angka kreditnya adalah sebagaimana penjelasan berikut ini.BAB V KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA 5. (lihat sub bab 2. Angka Kredit Penjenjangan yang terdiri dari: a. sedangkan S2 dan S3 dapat dimiliki sebelum atau setelah yang bersangkutan berada dalam jabatan fungsional Perekayasa. Kegiatan Perekayasa disusun dalam 2 (dua) kelompok Unsur: 1. Ijazah yang setingkat hanya dapat dinilai 1 kali sebagai unsur Pendidikan Sekolah. S1. Pendidikan dan ijasah ini harus dalam bidang keilmuan atau keahlian untuk perekayasa. S2. Utama (berikutnya disebut sebagai unsur utama) i.A.

B.B Pendidikan dan Pelatihan di bidang kegiatan kerekayasaan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) Pendidikan dan pelatihan di bidang kerekayasaan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan atau Sertifikat.2 Lamanya 641-960 jam Satuan hasil: sertifikat I.B. I. • Pelatihan penggunaan instrument tertentu yang berkaitan dengan pengadaan instrument tersebut.6 Lamanya 31-80 jam Satuan hasil: sertifikat 37 . Program pelatihan harus dalam bidang teknologi yang bertujuan untuk: • Refreshment course bagi perekayasa dalam bidang ilmu teknologi tertentu. dan dalam 1 minggu ekivalen dengan 5 hari. maka dalam 1 hari ekivalen 8 jam efektif. integrasi produk serta manajemen proses yang diberikan oleh industri di dalam/ diluar negeri. Penilaian berdasarkan banyaknya jam pelajaran diklat. • Pelatihan Keselamatan serta keamanan kerja Laboratoria.Satuan hasil: Ijazah I.B. manufaktur. • Pelatihan keindustrian.1 Lamanya lebih dari 960 jam Satuan hasil: sertifikat I.B.4 Lamanya 161-480 jam Satuan hasil: sertifikat I.3 Lamanya 481-640 jam Satuan hasil: sertifikat I. Diklat yang dilaksanakan kurang dari 10 jam pelajaran tidak dapat dinilaikan sebagai angka kredit.B. meliputi proses desain. • Pelatihan Kerekayasaan yang bersifat khusus karena tuntutan lingkungan pekerjaan.5 Lamanya 81-160 jam Satuan hasil: sertifikat I.B. apabila tidak dicantumkan jumlah jam pelajarannya.

pada kedudukannya tersebut. Namun demikian. Oleh sebab itu adanya Organisasi Fungsional Kerekayasaan mutlak perlu agar seorang Perekayasa jelas kedudukannya dalam melaksanakan profesinya. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab sekelompok bidang teknik dari kegiatan program diekivalenkan sebagai Group Leader. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab seluruh pendanaan dan penjadwalan dari kegiatan program diekivalenkan sebagai Program Manager. 4. 5. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab seluruh kegiatan program diekivalenkan sebagai Kepala Program. Memetakan kesetaraan (ekivalensi) organisasi di mana Perekayasa bekerja dengan Organisasi Fungsional Kerekayasaan untuk menetapkan kedudukan perekayasa tersebut. maka masih dimungkinkan untuk menilai Peran & Tugas Perekayasa dengan : a.B. bila karena sesuatu hal yang berkaitan dengan peraturan setempat. Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Yang dimaksud dengan prajabatan adalah prajabatan yang diperuntukan untuk golongan III dan didalamnya dilaksanakan mata pelajaran Jabatan Fungsional Perekayasa selama 16 Jam Pelajaran. Satuan hasil: sertifikat II.I.7 Lamanya 10-30 jam Satuan hasil: sertifikat I. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab seluruh kegiatan teknis dari kegiatan program diekivalenkan sebagai Chief Engineer. Dari pemetaan tersebut maka ekivalensi dapat dilaksanakan sebagai berikut : 1. sehingga dapat dinilai secara adil. Dengan demikian sangat disarankan untuk setiap instansi yang akan mengikuti Jabatan Fungsional Perekayasa. Organisasi Fungsional Kerekayasaan. setidaknya tipe C. 2. tidak/sulit dibentuk. agar Organisasi Fungsional Kerekayasaan. bisa dibentuk dan dijalankan. b. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab bagian 38 . Menilai peran dan tugas perekayasa tersebut sesuai dengan aturan Jabatan Fungsional Perekayasa. 3.C. paling sedikit mendaftarkan beberapa orang anggotanya. Kegiatan Kerekayasaan Peran dan Tugas Perekayasa dinilai secara individual menurut kedudukannya di dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan.

1.A.a. dan II. perekayasaan. Satuan hasil: Lembar kerja II.a. II. II.A.A. pengoperasian Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff) terapan.a.A.A.1).a.1). Pelaksanaan kegiatan penelitian pengembangan. II. A.2) II. Satuan hasil: Lembar kerja II.a.(b) Menyusun filosofi rancang bangun Menyusun konsep-konsep dasar pemikiran yang akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan kerekayasaan yang ditugaskan. 6.1. Penentuan ekivalensi ditentukan oleh Instansi Pengusul dan divalidasi oleh Instansi Pembina.a.A.1.1.(c) Menetapkan metoda yang digunakan Menetapkan metoda yang akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan kerekayasaan yang ditugaskan. 39 .A.1).a.(a) Melaksanakan kegiatan Kerekayasaan Melaksanakan desain konseptual Menetapkan tujuan dan kebutuhan desain (Desain Requirement & Objective) Menetapkan tujuan dan parameter-parameter dasar yang dibutuhkan dalam kegiatan kerekayasaan yang ditugaskan. Satuan hasil: Lembar kerja II.A. Jika Perekayasa tersebut bekerja sendirian (secara individual) tanpa terkait dengan kegiatan program apapun hanya bisa diekivalenkan sebagai seorang Engineering Staff.1.1) II. Ekivalensi disesuaikan dengan type organisasi fungsional kerekayasaan dengan kriteria: • Type C: terdiri dari 1 disiplin ilmu/ kegiatan kerekayasaan dengan jumlah pelaksana kegiatan kurang dari dan sama dengan 17 orang • Tipe B: terdiri dari minimal 2 disiplin ilmu/ kegiatan kerekayasaan dengan jumlah pelaksana kegiatan lebih besar dari 17 orang • Tipe A: terdiri dari minimal 5 disiplin ilmu/ kegiatan kerekayasaan dengan jumlah pelaksana kegiatan lebih besar dari 38 orang dan melibatkan institusi lain.2).dari suatu kelompok teknik dari kegiatan program diekivalenkan sebagai Leader.1.(a) Melaksanakan desain awal Merekayasa bentuk konfigurasi Melaksanakan penyelarasan produk kegiatan kerekayasaan untuk mencapai bentuk/ konfigurasi yang optimal.1.1.

a.4). kuantitas.a.a.(a) Melaksanakan desain rinci Melaksanakan iterasi hasil desain awal Melakukan optimasi desain awal dengan cara iterasi (proses revisi secara berkesinambungan melalui metoda tertentu). Satuan hasil: Lembar kerja II.A.(b) Mengoptimasi hasil desain awal Melakukan penyempurnaan hasil desain awal terhadap suatu produk rancang bangun agar dapat optimal ditinjau dari segi fungsi.A.(c) Melaksanakan konfigurasi desain rinci Melaksanakan penyusunan konfigurasi (unsur dan saling keterkaitan antar unsur) secara rinci atas desain yang akan dihasilkan sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan.1.A.3).1.A.a.1.4) II.a.(a) Melaksanakan perhitungan Melaksanakan perhitungan pendekatan awal Membuat perhitungan berdasarkan model matematik untuk mengetahui sifat-sifat umum dari suatu desain yang akan dihasilkan.2). Satuan hasil: Lembar kerja II.(c) Membuat gambar teknis (Engineering Drawing) awal Melakukan pembuatan gambar awal berdasarkan kaidah pembuatan gambar teknis untuk suatu produk kegiatan kerekayasaan sesuai dengan II. atau nilai tertentu hingga diperoleh hasil yang optimal.A. Satuan hasil: Lembar kerja II.2). iterasi dan optimasi desain.1.1.1.(b) Mengkalkulasi kinerja awal Membuat perhitungan-perhitungan atau analisa untuk mengetahui kinerja awal dari kegiatan kerekayasaan yang ditugaskan sehingga akan diketahui dimensi/ kapasitas/ besaran-besaran seperti yang diinginkan pada Design Requirement & Objective. disesuaikan dengan persyaratan yang diinginkan. Satuan hasil: Lembar kerja II.a.A.2).3) II. biaya dan waktu.1.(b).3).Satuan hasil: Lembar kerja II.A. Satuan hasil: Lembar kerja II.3).A.a.a. Iterasi dapat menggunakan: kualitas.1.A.a.a.1.(d) Menetapkan konfigurasi Menetapkan konfigurasi rinci atas desain setelah melakukan kalkulasi kinerja.A. kinerja. harga.1. 40 .3). Satuan hasil: Logbook per kegiatan dan Lembar kerja II.

4). Satuan hasil: Logbook per kegiatan dan Lembar kerja II.(f) Menganalisis data 41 .A. (a) dan mencatatnya dalam sebuah logbook Satuan hasil: Logbook II.a.A.5).a.a.1.A.(c) Melaksanakan komputasi numerik Membuat perhitungan-perhitungan mathematik (persamaan aljabar. interpolasi.5).a.1. Satuan hasil: Lembar kerja II.5). A.A.(b) Membuat benda uji Melaksanakan/ memberikan asistensi pada teknisi dalam membuat desain dan pembuatan benda/alat/instrumen yang akan digunakan untuk proses pengujian berdasarkan metoda seperti butir II. (a) Satuan hasil: Benda Kerja/ Lembar kerja II.a.(e) Melaksanakan operasi pengujian Melaksanakan/ memberikan asistensi pada teknisi dalam proses pengujian sesuai dengan metoda seperti butir II.1.Satuan hasil: Logbook per kegiatan dan Lembar kerja II.(a) Melaksanakan pengujian Menetapkan konfigurasi pengujian Menetapkan cara/metoda dan tahapan pada proses pengujian.a.A.a.5).a.4). a.A.a. Termasuk didalamnya adalah jadwal pengujian dan peralatan yang dipergunakan dalam pengujian.a.1.(c) Menetapkan sistem penginderaan pengujian Menetapkan sistem penginderaan (kontrol/ sensor) untuk pelaksanaan kegiatan pengujian.1. quadran dan sebagainya yang dilakukan dengan komputer untuk mendukung pembuatan produk yang diinginkan Satuan hasil: Logbook per kegiatan dan Lembar kerja II.1.5).5).1. Satuan hasil: Lembar kerja II.A.(d) Menetapkan sistem perolehan dan pengolahan data Menetapkan metoda dan strategi untuk mendapatkan data dan mengolah data hasil pengujian Satuan hasil: Lembar kerja II.A.(b) Melaksanakan perhitungan analitik rinci Membuat perhitungan berdasarkan model matematik untuk mengetahui berbagai sifat-sifat / data yang dibutuhkan dari bagian / komponen produk rancang bangun yang akan diproduksi. A.5).A. 5).1.1.1.5) II.1.

A.7) II. Intepretasi data hasil explorasi harus dikaitkan dengan tujuan pengujian. Intepretasi data hasil pengujian harus dikaitkan dengan tujuan pengujian Satuan hasil: Lembar kerja II.(a) II.(b) Menetapkan sasaran explorasi Menetapkan sasaran-sasaran kualitatif/ kuantitatif yang harus dicapai pada proses explorasi Satuan hasil: Lembar kerja II.a.A.A.(b) Menetapkan sasaran observasi 42 .6).1.A.6).Menganalisis data hasil pengujian menjadi grafik atau tabel.A.a.6). sehingga diperoleh kesimpulan hasil pengujian Satuan hasil: Lembar kerja II.a.a.1.(c) Melaksanakan explorasi Melaksanakan kegiatan explorasi dan mencatat data/hasil/peristiwa yang diperoleh selama explorasi Satuan hasil: Logbook dan Lembar kerja II.a.1.a.(g) Menginterpretasi hasil uji Menginterpretasikan data berdasarkan metoda yang diberikan oleh Leader.a. Melaksanakan observasi Menetapkan instrumentasi observasi Menetapkan instrument/peralatan yang akan digunakan untuk melakukan observasi/pengamatan visual terhadap suatu obyek yang terkait dengan produk atau benda uji Satuan hasil: Lembar kerja II.7).6) II.1.1.A.a.a.7).(e) Menginterpretasi hasil explorasi Menginpretasikan data hasil explorasi berdasarkan metoda yang diberikan oleh leader.1.(d) Menganalisis data explorasi Menganalisis data hasil eksplorasi menjadi mengambil kesimpulan dari data explorasi Satuan hasil: Lembar kerja gambar/grafik dan II.A.(a) Melaksanakan explorasi Menetapkan instrumentasi explorasi Menetapkan tujuan dan peralatan/ instrumen yang dipergunakan untuk explorasi Satuan hasil: Lembar kerja II.5).A.1.a.1.1.A.6).6).1.A.

7).(d) Menganalisis data pengukuran Melaksanakan pengolahan data hasil pengukuran (data mentah) menjadi data perhitungan/gambar/grafik.8). kimia.a.a.8).a.1.1.1.8).A.A. sehingga mendapatkan kesimpulan hasil pengukuran Satuan hasil: Lembar kerja II.1.A.a.(c) Melaksanakan pengukuran Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam pelaksanaan pengukuran Satuan hasil: Logbook dan Lembar kerja II.A.1.7).(c) Melaksanakan observasi Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam pelaksanaan observasi Satuan hasil: Logbook dan Lembar kerja II.(e) Menginterpretasi hasil observasi Melaksanakan interpretasi dari data kesimpulan hasil observasi terhadap tujuan/sasaran WP-nya Satuan hasil: Lembar kerja II.A.(b) Menetapkan sasaran pengukuran Menetapkan capaian (kuantitatif dan kualitatif) yang diharapkan selama melakukan pengukuran Satuan hasil: Lembar kerja II.A.a.1.Menetapkan capaian (kuantitatif dan kualitatif) yang diharapkan selama observasi Satuan hasil: Lembar kerja II.a.1.A.(a) Melaksanakan pengukuran Menetapkan instrumentasi pengukuran Menetapkan instrument/peralatan yang akan digunakan untuk melakukan pengukuran (yang berupa besaran fisika.(e) Menginterpretasi hasil pengukuran 43 .a. matematika) terhadap suatu obyek yang terkait dengan produk atau benda uji Satuan hasil: Lembar kerja II.8).1.1.7).8).A.(d) Menganalisis data observasi Melaksanakan pengolahan data hasil observasi (data mentah) menjadi data perhitungan/gambar/grafik.8) II. sehingga mendapatkan kesimpulan hasil observasi Satuan hasil: Lembar kerja II.a.A.a.

a.a.9) II. bulanan atau tahunan.10).(c) Melaksanakan perbaikan menyeluruh (over haul) produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam melaksanakan perbaikan menyeluruh suatu produk (untuk produk hardware : biasanya pada saat banyak part yang habis umur pakainya) Catatan : Produk telah beroperasi secara berkesinambungan Satuan hasil: Lembar kerja dan foto II.A.1.A.11) Melaksanakan studi kelayakan system teknologi II.10).a.a.Melaksanakan interpretasi dari data kesimpulan hasil pengukuran terhadap tujuan/sasaran WP-nya Satuan hasil: Lembar kerja II.1.(a) Menetapkan parameter kelayakan Menentukan dan menetapkan dari beberapa parameter kelayakan sistem teknologi Satuan hasil: Lembar kerja 44 .a.a.1. Catatan: produk dimodifikasi setelah dilakukan pengujian/ observasi/ pengukuran Satuan hasil: Lembar kerja dan foto II.A.(a) Melaksanakan modifikasi produk Melaksanakan repair (perbaikan) produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam pelaksanaan perbaikan produk.1.a.(a) Melaksanakan perawatan rutin (harian) produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam perawatan rutin harian terhadap produk.A.9).11).1.9).a. Catatan : produk diperbaiki apabila telah beroperasi Satuan hasil: Lembar kerja dan foto II.(b) Melaksanakan modifikasi produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam pelaksanaan modifikasi produk sesuai dengan kebutuhan.A.1.10).A.1.(b) Melaksanakan perawatan berkala produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam perawatan berkala produk (bisa mingguan.A. tergantung obyek yang dirawat) Catatan : Produk telah beroperasi secara berkesinambungan Satuan hasil: Lembar kerja dan foto II.a.A.1. Catatan : Produk telah beroperasi secara berkesinambungan Satuan hasil: Lembar kerja dan foto II.10) Melaksanakan perawatan produk II.1.A.

12). Bukti untuk penilaian merupakan Surat Keputusan dari Kepala Program yang disetujui oleh kepala unit struktural yang memberikan pekerjaan. uji kinerja hasil rancang bangun kapal laut.(a) Menetapkan acuan studi banding Menetapkan acuan studi banding yang dipergunakan pada suatu sistem teknologi Satuan hasil: Lembar kerja II.12).a. 2. kuman dan sejenisnya. a. Pekerjaan yang melibatkan bahan-bahan beracun.a.A.(b) Melaksanakan perbandingan kinerja suatu teknologi Melaksanakan perbandingan kinerja suatu sistem teknologi dengan acuan yang telah ditetapkan sebelumnya Satuan hasil: Lembar kerja II.1.(b) Melaksanakan penyelidikan kesesuaian dengan paramater kelayakan Mengevaluasi dan memeriksa kesesuaian parameter kelayakan dari suatu sistem teknologi Satuan hasil: Lembar kerja II.a. c.b. Lingkungan pekerjaan yang terkait dengan program bersangkutan yang bersifat rutin (bukan penugasan insidentil) dengan mempunyai resiko kesehatan. 3. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya. bertekanan lebih dari 3 atmosfer. Bekerja pada lingkungan dengan: temperatur dibawah 5 derajat.A.A. 45 . Satuan hasil: Surat Keputusan Contoh lingkungan beriseko tinggi dan berbahaya adalah: 1. lingkungan beradiasi nuklir.12) Melaksanakan studi banding sistem teknologi II. pemetaan dasar laut. bakteri.11).a. dianjungan minyak dalam rangka pengeboran atau konstruksi pengeboran. Butir kegiatan ini hanya dapat dinilaikan 1 kali per tahun per orang. contoh di kedalaman laut untuk melakukan pengamatan kondisi biota laut atau geologi laut dengan menggunakan kapal selam mini. b. dan keselamatan jiwa baik jangka pendek maupun jangka panjang.1. Bekerja ditengah laut dengan gelombang: seperti berlayar untuk melakukan pemetikan data hidro-oceanografi. Umumnya pekerjaan ini dilakukan di laboratorium kimia atau biologi.1.1.1.A.A. contoh pada percobaan di laboratorium yang menuntut kondisi suhu ekstreem untuk pengembang biakan vaksin atau enzyme tertentu.II.

biaya.(b) Mensintesiskan hasil desain awal menjadi desain rinci Membuat desain rinci berdasarkan desain awal sehingga diperoleh dimensi (ukuran.A.a.a. Uji terbang untuk riset atmosfer.2. Oleh karena itu.1).2.a. bentuk. Bekerja dalam pertambangan yang berbahaya. Satuan hasil: Lembar kerja II. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) II.4.2. II.A. Satuan hasil yang berupa foto dapat diganti dengan bukti lain yang relevan.2.1). menyemai awan. Uji senjata berhulu ledak atau senjata kuman.A. untuk satuan hasil yang berupa Logbook per kegiatan dan Lembar kerja untuk berkas usulan penilaian dapat disampaikan salah satu saja.a. Catatan: 1. Dan lain yang disetujui oleh Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa.a. warna dll) dari obyek yang dirancang. uji terbang pesawat udara. 6. dan waktu pada desain rinci.2) II. 7.a. kinerja. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.(c) Menilai hasil desain awal Mengevaluasi dan menetapkan desain konseptual/awal yang bertujuan untuk memperoleh desain konseptual/awal yang paling optimum.A. 5.2.A. modifikasi cuaca.1).a.A.a. 2. 46 .A. koordinat.1) II.(a) Melaksanakan desain rinci Memberikan metoda optimasi Melaksanakan dan memberikan metoda agar diperoleh hasil optimum ditinjau dari segi fungsi.2).(a) Memberikan Supervisi kepada para Engineering Staff dalam: Melaksanakan desain konseptual/ awal Memberikan beberapa alternatif metoda desain Memberikan beberapa alternatif/ pilihan metoda pada desain konseptual/ awal Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.2.A. Logbook per kegiatan adalah catatan terhadap pelaksanaan peran harian beserta hasil dari pelaksanaan peran tersebut.2).2.2.A. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.2. II.(b) Menetapkan metoda kalkulasi Mengevaluasi dan menetapkan metoda perhitungan pada desain konseptual/ awal berdasarkan beberapa landasan teori perhitungan yang akan dipergunakan.

A. atau nilai tertentu yang optimal. Peralatan ini dapat berupa hardware maupun software.3).3) II.a.2.2.4) II.(d) Memberikan metoda dan strategi pengujian 47 akan dipergunakan untuk .A.A.(b) Melaksanakan deskritisasi persamaan Melaksanakan dan memberikan deskritisasi dari persamaan Satuan hasil: Lembar kerja II.4).A. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.A. baik berupa hardware maupun software.2.a.a.(c) Menentukan peralatan pengolah data Menentukan peralatan/instrumen yang mengolah data hasil pengujian.(a) Melaksanakan pengujian Menyajikan beberapa alternatif jenis peralatan pengujian Memberikan pilihan berbagai jenis peralatan/instrumen yang dapat dipergunakan untuk melakukan pengujian terkait dengan obyek yang akan diuji.Satuan hasil: Lembar kerja II.a.2.2.2). dan apabila diperlukan termasuk didalamnya adalah menerapkan persamaan tersebut dalam suatu perhitungan numerik.A. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.(a) Melaksanakan perhitungan Melaksanakan penurunan persamaan matematik/ modelling Melaksanakan dan mengevaluasi perhitungan/penurunan persamaan matematik dan atau melaksanakan dan mengevaluasi model melalui pemodelan numerik.4).a.a.(b) Menentukan peralatan perolehan data Menentukan peralatan/instrumen yang akan dipergunakan untuk mendapatkan data yang diinginkan.2.2.(c) Memberikan metoda iterasi desain Melaksanakan dan memberikan metoda iterasi terhadap desain rinci dengan pertimbangan kualitas.(c) Memberikan metoda pemecahan persamaan Melaksanakan dan memberikan metoda pemecahan persamaan. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.a. Satuan hasil: Lembar kerja II.4).A. harga.A. kuantitas.4).a.A. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.3).a.2. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.a.A.3).2.2.

6).2.(c) Melaksanakan penurunan hasil explorasi menjadi model matematika Melaksanakan penurunan hasil explorasi menjadi model matematika dengan hasil berupa rumus empirik.6).a. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.2.2.5). Satuan hasil: Lembar kerja II.(b) Menetapkan metoda explorasi Menetapkan metoda explorasi yang akan digunakan sehingga hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.2.6).A.a.a. II. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.A.a.A.2.a.A.A.Memberikan metoda/ cara dan strategi pengujian yang akan digunakan agar data yang diperoleh akurat.5).2.2.(a) Melaksanakan explorasi Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran explorasi Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran explorasi berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.4). Satuan hasil: Lembar kerja II.a.2.A.(b) Menetapkan metoda observasi Menetapkan metoda observasi yang akan digunakan sehingga hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.(c) Melaksanakan penurunan hasil observasi menjadi model matematika Melaksanakan penurunan hasil observasi menjadi model matematika dengan hasil berupa rumus empirik.7) Melaksanakan pengukuran 48 .a.2.5) II.A.A.2.a.a. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.(a) Melaksanakan observasi Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran observasi Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran observasi berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.A.(e) Memberikan metoda interpretasi hasil pengujian Memberikan metoda interpretasi hasil pengolahan data agar secara ilimiah dapat dipertanggungjawabkan dikaitkan tujuan pengujian.a.5).6). Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.A.

2. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.10).9).a.A.A.A.9).(b) Menetapkan metoda pengukuran Menetapkan metoda pengukuran yang akan digunakan sehingga hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.2.A. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.a.8).a.A.a.(b) Memberikan metoda perbaikan menyeluruh (over haul) produk Memberikan metoda over haul produk.(b) Melaksanakan pemilihan parameter kelayakan 49 .9) II.A.A. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.10). Satuan hasil: Lembar kerja II.(a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran pengukuran Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran pengukuran berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.2.a.a.7).2.2. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.a.A.2.2. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.a.A.a.2.(a) Melaksanakan perawatan produk Memberikan metoda perawatan produk Memberikan metoda perawatan produk agar kinerja awal tetap terpelihara.7).8) II.A.A.a.II.2.a.(a) Menetapkan persyaratan kelayakan Menetapkan persyaratan kelayakan sistem teknologi.8).(a) Melaksanakan modifikasi produk Memberikan metoda modifikasi produk. Memberikan metoda modifikasi produk sesuai dengan kebutuhan. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.2.A.2.(b) Memberikan metoda perbaikan (repair) produk Memberikan metoda perbaikan produk kerekayasaan agar sesuai dengan spesifikasi awal.2. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.(c) Melaksanakan penurunan hasil pengukuran menjadi model matematika Melaksanakan penurunan hasil pengukuran menjadi model matematika dengan hasil berupa rumus empirik.7).a.10) Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi II.

jadwal dan berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan.c.3.2. Satuan hasil: Materi presentasi.d.A.2. Melaksanakan berbahaya.A.Menentukan parameter dari persyaratan kelayakan sistem teknologi. Didalam pertemuan tersebut dilakukan diskusi-diskusi dan pengambilan kesimpulan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal.10). Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) II.2.3. model dan lainlain) untuk melaksanakan kegiatan studi banding sistem teknologi.A.A.A.a. Menyelenggarakan pertemuan dan memimpin diskusi dengan para staf perekayasa (Engineering staff) tentang pekerjaan mereka.a.(c) Menetapkan model yang akan dipakai sebagai acuan Menetapkan model yang akan digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan studi kelayakan.a.A.2.A. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.2. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.c.b kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau II.2. Lihat II.2. daftar hadir atau bukti lainnya II.A. diskusi.2) Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Ketua Kelompok (Group Leader) secara berkala (Pemaparan.A. Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh ketua kelompok (Group Leader) Mempersiapkan bahan presentasi laporan hasil kegiatan Paket Kerja (Work Package) yang dipimpinnya Mengumpulkan bahan-bahan dari para Engineering Staff yang dipimpinnya dan mempersiapkan presentasi kepada pemimpin kelompok (Group Leader). dan penyimpulan hasil) Melaksanakan presentasi kepada Group Leader berkaitan dengan hasil pekerjaan yang dipimpinnya. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II. Satuan hasil: Lembar Keputusan (Decission Sheet) II.11) Menetapkan acuan banding Menetapkan acuan banding (parameter teknis. Mengkombinasikan hasil-hasil dari seluruh Paket Pekerjaan (WP) yang 50 . Satuan hasil: Materi Presentasi II. konsep. Pertemuan/rapat antara Leader dengan para Engineering Staff untuk membahas: permasalahan.A.1.c.1) II.b.

a. dan melaksanakan integrasi desain dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan.berada di bawahnya dalam kelompok keilmuan/ keahliannya II.3 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah explorasi Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan explorasi berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil explorasi dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan.3.A.3.2 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah testing Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan pengujian (testing) berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil pengujian (testing) dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan. Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II.3.1 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah desain Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan desain berdasarkan Program Manual.a. 51 .4 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah observasi Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan observasi berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil observasi dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan.5 Melaksanakan sub-integrasi produk WBS untuk masalah pengukuran Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan pengukuran berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil pengukuran dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan.3. Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II.a.6 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah modifikasi Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan modifikasi berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi modifikasi dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan.a.A.a. Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II.3. Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II.A. Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II.A.3.A.a.A.

Satuan hasil: Lembar Keputusan (Decission Sheet) II.3.d Membuat perencanaan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Manajer Program (Program Manager) Bersama Manajer Program (Program Manager) membuat konsep kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain untuk kemudian ditetapkan menjadi kontrak kerjasama oleh yang berwenang sesuai dengan peraturan.3.A.A. dan pengadaan barang sesuai dengan Struktur Rincian Kerja (WBS)nya dengan melakukan iterasi yang terkait dengan ketersediaan aliran pendanaan Melakukan evaluasi dan mendiskusikan pelaksanaan kegiatan program ditinjau dari segi dana.A.A.e Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada Manajer Program (Program Manager) Menentukan spesifikasi barang/ jasa dan jadwal pengadaannya bersama para Leader untuk kemudian mengusulkan kepada Program Manager agar diproses lebih lanjut.f.A.b Mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan melakukan iterasi teknis di antara kelompok (group) yang terkait Melakukan evaluasi dan mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan para Group Leader yang lain di bawah koordinasi dari Chief Engineer dan mengadakan penyelarasan di antara WBS agar tercapai hasil yang optimal.7 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah perawatan Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan perawatan produk kerekayasaan berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil perawatan dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan. Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II.3.A.3. Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan secara berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Program Director dan dihadiri oleh Insinyur Kepala (Chief Engineer) dan Manajer Program (Program Manager) II.3.1 Mempersiapkan materi presentasi laporan hasil kegiatan Struktur Rincian Kerja (WBS) yang dipimpinnya 52 .f.a.Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II. Satuan hasil: Lembar Usulan Spesifikasi Teknis II. Satuan hasil: Lembar Keputusan (Decission Sheet) II. pendanaan.3. serta menentukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan yang ada. pengadaan barang dan waktu.c Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu.A.3. Satuan hasil: Kontrak Kerjasama atau draft Kontrak Kerjasama II.

2) Mengusulkan rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait Memberikan usulan tentang rencana pendanaan kepada Program Manager dimana usulan rencana pendanaan tersebut telah didiskusikan dan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait lainnya.b. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program Memberikan usulan alternatif metoda pengendalian proyek kepada Manajer Program (Program Manager) untuk penjadwalan dan pengendalian program (Program Control and Monitoring). serta mendiskusikannya dengan Manajer Program (Penjelasan metoda pengendalian proyek lihat Sub Bab 5. Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran 53 .a.4.b II.1) Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan bersama dengan Manajer Program (Program Manager) Mengusulkan metoda pengendalian proyek.A.A.A.f.1.c.A.3. Lihat II.A.A. Satuan Hasil : Lembar Kerja II. Didalam pertemuan tersebut dilakukan diskusidiskusi dan pengambilan kesimpulan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal. Satuan Hasil : Draft Kontrak II.A.4.Mengumpulkan bahan-bahan dari masing-masing work package yang dipimpinnya dan mempersiapkan presentasi kepada Program Director.4. II.3). Satuan hasil: Materi Presentasi dan daftar hadir II.3. diskusi dan kesimpulan) Melaksanakan presentasi kepada Program Director berkaitan dengan hasil pekerjaan yang dipimpinnya.A.4.A.g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya.2 Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Kepala Program (Program Director) secara berkala (paparan. Menyiapkan draft kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Program Manager Memberikan usulan draft kontrak kepada Program Manager tentang kerjasama teknis dengan pihak lain untuk kemudian ditetapkan menjadi kontrak kerjasama oleh yang berwenang sesuai dengan peraturan.4. Satuan hasil: Materi Presentasi II.a.a.4. Sebagai Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager) II. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.

1. Satuan Hasil : Draft PCM Report II. dan mengusulkan langkah-langkah penyesuaian jadwal dan sasaran kegiatan. Lihat II.4. Melaksanakan berbahaya. II.sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader) bersama Manajer Program (Program Manager) Bersama Manajer Program dan Ketua Kelompok (Group Leader) mendiskusikan tentang spesifikasi teknis barang yang akan diadakan.e.d.4. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.1) Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (Progress Control and Monitoring/PCM) bersama Manajer Program (Program Manager) Bersama Program Manager melaksanakan pemantauan dan pengendalian jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana berdasarkan metoda yang telah ditetapkan oleh Program Manager. Satuan Hasil : Lembar Kerja II. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.2) Menyusun draft laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana Menyusun draft bahan laporan secara berkala berdasarkan data yang mutakhir mengenai jalannya program ditinjau dari segi waktu dan pendanaan.4. Memberikan masukan dan usulan kepada Program Manager dalam melakukan evaluasi berkala berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang. dan mengusulkan langkah-langkah penyesuaian terhadap perencanaan.2) Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang.A.4. II.A. mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja Bersama Manajer Program dan Ketua Kelompok (Group Leader) melakukan evaluasi berkala tentang perencanaan kegiatan berdasarkan kondisi pendanaan yang berjalan.b kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau 54 .e.A.6.d.A.1) Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Ketua Kelompok (Group Leader) bersama Manajer Program (Program Manager) Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan.4.A.f.4.e.A. Satuan Hasil : Draft Laporan II. Kemudian mengusulkan pengadaan barang tersebut kepada unit kerja yang berwenang.d.A.

Manajer Program (Program Manager) Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan. Menetapkan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain Bersama Ketua Kelompok (Group Leader) membuat konsep kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain untuk kemudian ditetapkan menjadi kontrak kerjasama oleh yang berwenang sesuai dengan peraturan.2) Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang Melakukan evaluasi berkala berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang.1) Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Group Leader Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan.a.A.d.A.A.5. II.c. Satuan Hasil : Lembar Instruksi Teknik II.A.d.1) Merencanakan jadwal pendanaan program yang telah ditetapkan II.1.d.5. Satuan Hasil : Kontrak Kerjasama atau Draft Kontrak Kerjasama II. Kemudian mengusulkan pengadaan barang tersebut kepada unit kerja yang berwenang.a.1. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A. Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola Anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader) Mendiskusikan dengan Ketua Kelompok (Group Leader) tentang spesifikasi teknis barang yang akan diadakan. Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.A.b.II.a. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program Memilih dan menentukan metoda pengendalian proyek untuk penjadwalan dan pengendalian program (Program Control and Monitoring).(a) Memberikan metoda pengendalian proyek. dan mengambil langkah-langkah penyesuaian jadwal dan sasaran kegiatan. mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja Melakukan evaluasi berkala perencanaan kegiatan berdasarkan kondisi pendanaan yang berjalan.(b) Membuat rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait Melakukan koordinasi dengan unit kerja keuangan melalui pengelola anggaran dari setiap satuan kerja yg terlibat untuk pembuatan rencana pendanaan sesuai dengan peraturan yang berlaku.A. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.5.5. II.5.5. dan menetapkan langkah-langkah penyesuaian 55 .5.A. II.A.5.5.5.A.a.

terhadap perencanaan. Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.A.5.e. II.A.5.e.1) Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (PCM) Melaksanakan pemantauan dan pengendalian jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana berdasarkan metoda yang telah ditetapkan pada butir II.A.5.a.1.(a). Satuan Hasil : Laporan PCM (PCM Report) II.A.5.e.2) Menyusun Laporan Kemajuan Program dari segi waktu dan dana Menyusun bahan laporan secara berkala berdasarkan informasi yang benar dan mutakhir mengenai jalannya program ditinjau dari segi waktu dan pendanaan. Satuan Hasil : Laporan (Materi Presentasi) II.A.5.e.3) Mempresentasikan laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana di hadapan Kepala Program (Program Director) secara berkala. Melaksanakan presentasi kepada Program Director berkaitan dengan kemajuan program dari segi waktu dan dana berdasarkan informasi yang benar dan mutakhir. Didalam pertemuan tersebut dilakukan diskusidiskusi dan pengambilan kesimpulan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal. Satuan Hasil : Materi Presentasi II.A.5.f. Membentuk Organisasi Fungsional Program bersama Kepala Program (Program Director) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer) Membentuk Organisasi Fungsional Kerekayasaan yang akan digunakan dalam menjalankan program berdasarkan Program Objective (pembentukan Organisasi Fungsional Kerekayasaan lihat Bab III). Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.A.5.g. Melaksanakan berbahaya Lihat II.A.1.b kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau

II.A.6.

Asisten Insinyur Kepala (Assistant Chief Engineer)

Tugas pokok Asisten Insinyur Kepala adalah menyiapkan, memberikan usulan, dan membantu tugas Insinyur Kepala dalam melaksanakan perannya. II.A.6.a Menyiapkan draft Engineering/ Test/ Production manual II.A.6.a.1) Menyiapkan draft buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual) Sudah jelas. (Lihat penjelasan tentang Engineering Manual pada Bab….). 56

Satuan Hasil : Engineering Manual (draft) II.A.6.a.2) Menyiapkan draft buku acuan pengujian (Test Manual) Sudah Jelas. (Lihat penjelasan tentang Test Manual pada Bab ….) Satuan Hasil : Test Manual (draft) II.A.6.a.3) Menyiapkan draft buku acuan produksi (Production Manual) Sudah jelas. Lihat penjelasan tentang Production Manual pada Bab …..) Satuan Hasil : Production Manual (draft) II.A.6.b. Mengusulkan personil yang sesuai serta klasifikasi dan sandi kerja (job code) Mengusulkan klasifikasi dan sandi kerja (job code) personil yang dibutuhkan. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.6.c. Mengusulkan rencana waktu keterlibatan personil dalam tiap program Mengusulkan perencanaan personil sesuai dengan kompetensi, waktu penugasan, dan penempatan berdasarkan kebutuhan program. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.6.d. Menyiapkan pertemuan dalam rangka koordinasi kerja Menyusun jadwal rapat, mempersiapkan dokumen rapat dan membuat notulensi rapat Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.6.e. Memantau pelaksanaan program bersama Insinyur Kepala (Chief Engineer ) Melakukan pemantauan sebagai bagian supervisi yang dilakukan oleh Chief Engineer kepada para Ketua Kelompok (Group Leader) agar kegiatan WBS yang satu dengan yang lain dapat diselaraskan untuk memenuhi DR&O yang telah ditetapkan. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.6.f. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya. Lihat II.A.1.b

II.A.7.
II.A.7.a.

Insinyur Kepala (Chief Engineer)
Membentuk Organisasi Program bersama Kepala Program (Program Director) dan Manajer Program (Program Manager) Membentuk Organisasi Fungsional Kerekayasaan yang akan digunakan dalam menjalankan program berdasarkan Program Objective (pembentukan Organisasi Fungsional Kerekayasaan lihat Bab III).

57

Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.A.7.b. Membuat perencanaan SDM yang sesuai kebutuhan, berkoordinasi dengan para Kepala Unit Struktural yang terlibat dalam program II.A.7.b.1) Merencanakan waktu keterlibatan personil dalam tiap program Menyusun perencanaan personil sesuai dengan kompetensi, waktu penugasan, dan penempatan berdasarkan kebutuhan program. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.7.b.2) Mendiskusikan dan menetapkan Sumber Daya Manusia yang terlibat dalam program dengan para Kepala Unit Struktural Mendiskusikan personil-personil yang direncanakan pada II.A.7.b.1 dengan para Kepala Unit Struktural dan mengusulkan personil yang telah disepakati kepada Kepala Program (Program Director) dalam bentuk Draft SK Tim Kerja. Satuan Hasil : Draft SK Tim Kerja II.A.7.c. Mengevaluasi dan menyetujui usulan spesifikasi teknis barang yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader) Mengevaluasi dan memutuskan spesifikasi teknis barang yang telah diusulkan Ketua Kolompok (Group Leader). Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.A.7.d. Mengintegrasikan hasil-hasil dari seluruh WBS ditinjau dari kualitas teknik pemenuhan Design, Requirement, and Objective (DR&O)

II.A.7.d.1) Memberikan supervisi teknis untuk penyelarasan kinerja secara rutin Melaksanakan supervisi dan memberikan instruksi teknik kepada para Ketua Kelompok (Group Leader) agar kegiatan WBS yang satu dengan yang lain dapat diselaraskan untuk memenuhi DR&O yang telah ditetapkan. Satuan Hasil : Lembar instruksi Teknik II.A.7.d.2) Memberikan saran perbaikan, alternatif teknik yang lain pada pertemuan diskusi dengan para Ketua Kelompok (Group Leader) secara bersama atau sendiri-sendiri, untuk mendiskusikan hasil-hasil program secara berkala. Sudah jelas. Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.A.7.d.3) Melakukan optimasi desain (trade-off) terhadap kondisi batas yang masih bisa dinegosiasi diantara struktur rincian kerja (WBS) dan prioritasi hasil-hasil struktur rincian kerja (WBS) untuk mendapatkan produk akhir yang paling sesuai pada akhir tahun anggaran. Sudah jelas. 58

6.8.f.A. Mengangkat personil – personil yang terlibat dalam program serta pejabat-pejabat fungsional atas usulan Insinyur Kepala (Chief Engineer).Satuan Hasil : Lembar Keputusan II. Melakukan perencanaan program bersama Pengelola Program (Program Manager) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer) membentuk organisasi program. Memantau jalannya program II. Lihat II.6. tahap rinci (Detail).b.b.A.c. Di dalam pertemuan tersebut dilakukan diskusi-diskusi dan pengambilan keputusan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal.A.8.8.7. Di dalam pertemuan tersebut dilakukan diskusi-diskusi dan pengambilan kesimpulan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal. Kepala Program (Program Director) II. dana dan jadwal. Manajer Program (Program Manager) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer) Mengadakan pertemuan dengan Chief Engineer. 59 .1) Memberikan saran-saran pada setiap fasa penelaahan program (program review): tahap persiapan (Preliminary). Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya. II. Mempresentasikan hasil kegiatan secara teknis di hadapan kepala program secara berkala Melaksanakan presentasi kepada Program Director secara berkala berkaitan dengan hasil kegiatan secara teknis berdasarkan informasi yang benar dan mutakhir. Satuan Hasil : Lembar Keputusan II. Satuan Hasil : Surat Keputusan II. Mendiskusikan jalannya program ditinjau dari segi teknik ketepatan waktu dan pendanaan secara berkala bersama para Ketua Kelompok (Group Leader).A.A.2.b II. dan Manajer Program (Program Manager) Sudah Jelas. Satuan Hasil : Materi Presentasi dan daftar hadir. Lihat II.A.8.1.A.8.e.d. Program Manager dan Group Leader untuk membahas hasil-hasil yang telah dicapai ditinjau dari segi teknik. menentukan jumlah Struktur Rincian Kerja (WBS) dan jumlah Paket Kerja (WP) untuk setiap Struktur Rincian Kerja (WBS) -Sudah Jelas Satuan Hasil : Lembar Kerja dan Lembar Keputusan II.a.8.A.d.A.A.

menganalisa.8.f. yaitu mempersiapkan (prepared by).A. Sudah Jelas Satuan Hasil : Dokumen HaKI II. 60 . Yang dimaksud dengan ”mempersiapkan”.A.2) Memperagakan hasil-hasil program Mensosialisasikan hasil program melalui peragaan cara kerja produk. Satuan Hasil : Benda Kerja / Lembar Benda Kerja (Product Working Sheet) II. Satuan Hasil : Materi Presentasi II.d. Lihat II. Satuan Hasil : Lembar Instruksi Teknik II.1.A. membuat dan menyusun laporan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dan kaidah-kaidah laporan yang telah ditetapkan pada juknis ini dan menandatangani laporan yang telah dibuat. dan menyetujui (approved by).8.e.A.8.tahap kritis (Critical) dan tahap akhir (Final) Memberikan saran-saran dan instruksi pada setiap fasa program review terhadap jalannya program secara keseluruhan (teknis. Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak atas Kekayaan Intelektual di hadapan yang berwenang.g. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya.B.A.A. Melaksanakan penyusunan Pedoman/ Acuan dan Pembuatan Laporan dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan Dalam tugas pelaksanaan penyusunan pedoman/acuan dan pembuatan laporan dalam organisasi Fungsional Kerekayasaan terdapat 3 peran dalam tugas tersebut.2) Melaporkan jalannya program serta mempertanggung jawabkan hasil program kepada kepala unit struktural (pimpinan terkait) yang memberi pekerjaan secara berkala Sudah Jelas. Satuan Hasil : Materi Presentasi II.A.8.b II.8.1) Memberikan presentasi mengenai program berjalan Menyiapkan bahan presentasi dan mempresentasikan hasil program kepada pihak terkait dalam rangka melaksanakan tahap uji operasional dan evaluasi (OT & E).e.8. waktu dan dana).e. yaitu tugas untuk mengumpulkan. Mensosialisasikan hasil program kepada para Stakeholders terkait untuk dilakukan Uji Operasional dan Evaluasi II. memeriksa (checked by).

B. II.Satu tahun: 75% nilai mempersiapkan b.B. memeriksa ulang dan mengoreksi/ memperbaiki laporan yang telah diperiksa sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan pada juknis ini serta menandatangani laporan yang telah dikoreksi. Engineering Drawing and Documentation. tipe B minimal 6 bulan.B. Untuk nilai dari mempersiapkan.B.2. Adapun penjelasan pedoman/ acuan dan pelaporan yang harus dibuat sebagai berikut. Sebagai Kepala Program menyetujui buku acuan program (Program Manual) Satuan hasil: Program Manual II.1.B. Empat – Tujuh bulan: 55% nilai persiapan c. Kurang dari empat bulan: 35% nilai persiapan Butir kegiatan memeriksa dan menyetujui tidak dapat dinilaikan. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) mempersiapkan buku acuan program (Program Manual) Satuan hasil: Program Manual II. dan menyetujui Program Manual adalah sebagai berikut: No.1. dan tipe A minimal 1 tahun.b.B.a. Mean of Compliance.1.a. Design Scheduling Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan desain (Design Manual) Satuan hasil: Design Manual II.2. Menyusun Pedoman Pelaksanaan Desain (Design Manual) yang terdiri dari Design Requirement Objective (DR&O). yaitu tugas untuk membaca. Delapan bulan . Type org.B. memeriksa. Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Program (Program Manual) Program manual untuk organisasi fungsional tipe C minimal untuk kegiatan 3 bulan.2.1. Mempersiapkan Memeriksa Penyetujui 1 Type A 100% 100% 100% 2 Type B 100% 100% 100% 3 Type C Untuk lama kegiatan: a. II. State of The Art Method.b.c.Sedangkan yang dimaksud dengan ”memeriksa”. Yang dimaksud dengan ”menyetujui”. memeriksa. yaitu tugas untuk membaca. Sebagai Program Manager memeriksa buku acuan program (Program Manual) Satuan hasil: Program Manual II. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan desain 61 II. . dan mengoreksi/ memperbaiki laporan yang diterima sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan pada juknis ini serta menandatangani laporan yang telah diperbaiki.

a. Menyusun Pedoman Pelaksanaan Kerekayasaan/ Pengujian/ Produksi (Engineering/ Test/ Production Manual) Menyusun Engineering Manual yang sekurang-kurangnya terdiri dari Tujuan Kerekayasaan (Engineering Objective). instrument system. II. test operation.3.B. general assembly.B.B. data analysis. integration.B. test article system.3. penjadwalan (scheduling) untuk kegiatan prototyping dan atau audit teknologi.b.3. sub assembly.3) Sebagai Kepala Program (Engineering Manual) menyetujui buku acuan kerekayasaan mempersiapkan buku acuan II.3.a. II.3.a. production scheduling. Sebagai Kepala Program menyetujui buku acuan desain (Design Manual) Satuan hasil: Design Manual II.(Design Manual) Satuan hasil: Design Manual II.b. parameter definition.B.3. product 62 .3.2) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual) Satuan hasil: Engineering Manual II.c.1) Satuan hasil: Engineering Manual II. test method.B. engineering test scheduling Satuan hasil: Test Manual II.2.B.2) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan pengujian (Test manual) Satuan hasil: Test Manual II.3) Sebagai Kepala Program menyetujui buku acuan pengujian (Test manual) Satuan hasil: Test Manual II.3.a.B.c.B.B. and deploy system. metoda kerekayasaan (Engineering Method).b.3. Menyusun Production manual yang terdiri dari production method.3.b. dan atau sertifikasi.B. dan atau standarisasi Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) kerekayasaan (Engineering Manual) Satuan hasil: Engineering Manual II. definisi parameter (parameter definition).1) Menyusun buku acuan pengujian (Test manual) Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan pengujian (Test manual) yang terdiri dari tujuan pengujian (test objective.

B.5.B.a.4.B.5.B.II.4.3) Sebagai Kepala Program menyetujui buku acuan produksi (Production Manual) Satuan hasil: Production Manual II.B.2) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan produksi (Production Manual) Satuan hasil: Production Manual II.a. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) menyetujui Laporan Teknis 63 .B. Menyusun Laporan Teknis (Technical Report) atau revisi Laporan Teknis (Technical Memorandum) yang merupakan hasil dari kegiatan Ketua Sub Kelompok (Leader) dengan acuan Catatan Teknis (Technical Report) dari para Staf Perekayasa (Engineering Staff) yang terlibat Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) mempersiapkan Laporan Teknis (Technical Report) atau revisi Laporan Teknis (Technical Memorandum) Satuan hasil: Technical Report II. Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff) mempersiapkan Catatan Teknis (Technical Notes) Satuan hasil: Technical Note II.c.c. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) memeriksa Laporan Teknis (Technical Report) atau revisi Laporan Teknis (Technical Memorandum) Satuan hasil: Technical Report II.c.5.B.c. Menyusun Catatan Teknis (Technical Notes).1) integration Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan produksi (Production Manual) Satuan hasil: Production Manual II.4.3.3.c.b. yaitu menuliskan hasilhasil kerja dari setiap Staf Perekayasa (Engineering Staff) setiap saat dari kegiatan yang dilakukan Yang dimaksud setiap saat adalah sesuai interval waktu penerbitan sistem pelaporan yang jumlah setiap fasa telah ditetapkan dalam Program Manual. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) (Technical Notes) Satuan hasil: Technical Note menyetujui Catatan Teknis II.5.B. II.B.b.B.4. II.3.B. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) memeriksa Catatan Teknis (Technical Notes) Satuan hasil: Technical Note II.

Sebagai Kepala Document) Program menyetujui dokumen teknis (Technical II. II.B.B.c.B.7. Menyusun Laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan (Progress Control and Monitoring).6.8. Sebagai Kepala Program menyetujui Laporan akhir program (Program Document) Satuan hasil: Program Document II.B.7. Menyusun dokumen teknis (Technical Document) yang merupakan hasil kerja Ketua Kelompok (Group Leader) yang merupakan rangkuman hasil-hasil Paket Kerja (WP) yang terkait dengan acuan Laporan Teknis (Technical Report) yang dihasilkan Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan dokumen teknis (Technical Document) Satuan hasil: Technical Document II.6.B.B.(Technical Report) atau revisi Laporan Teknis (Technical Memorandum) Satuan hasil: Technical Report II.B. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa dokumen teknis (Technical Document) Satuan hasil: Technical Document II. .6.B.B.a.8. Satuan hasil: Technical Document II.a.7. Membuat Program Document yang merupakan integrasi hasil-hasil kerja setiap Ketua Kelompok (Group Leader) yang terlibat dengan acuan pada seluruh dokumen teknis (Technical Document) yang dihasilkan Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) mempersiapkan Laporan akhir program (Program Document) Satuan hasil: Program Document II. Sebagai Manajer Program (Program Manager) memeriksa Laporan akhir program (Program Document) Satuan hasil: Program Document II.7.B.a.b. yaitu membukukan dan merangkum hasil kerja Manajer Program (Program Manager) dan Asisten Manajer Program (Program Manager) dalam bentuk dokumen yang meliputi evaluasi program terhadap dana serta perubahanperubahannya Sebagai Manajer Program (Program Manager) mempersiapkan Laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan (Progress Control and Monitoring) 64 II.6.b.c.

A. dengan ketentuan sebagai berikut : o Memuat sekurang-kurangnya judul buku.A Pengembangan Profesi Kegiatan Pengembangan Profesi adalah bagian dari kegiatan unsur utama.A. tercantum nama institusi penerbit.B. nama penulis. Satuan Hasil: Buku III. Ukuran lain dapat dikonversi dengan ukuran di atas. maka karya tulis tersebut dinilai sebagai karya tulis dalam bentuk makalah.5 spasi dengan font arial 12.B. ISBN/ISSN.8. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan internasional Buku yang dapat dinilaikan adalah buku yang merupakan karya tulis ilmiah kerekayasaan. III. III. daftar isi. nama penerbit.b.1. Kegiatan pada pengembangan profesi ini terdiri atas: Penyebarluasan Produk Teknologi Sesuai Dengan Tugas Dalam Program Yang Sedang Berjalan Membuat karya tulis di bidang kerekayasaan Penyebarluasan produk teknologi sesuai dengan tugas dalam program yang sedang berjalan dalam rangka pengembangan profesi dilakukan dengan pembuatan karya tulis ilmiah di bidang kerekayasaan yang sedang dilakukan. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan nasional Penjelasan lihat di butir a. Sebagai Manajer Program (Program Manager) memeriksa Laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan (Progress Control and Monitoring) Satuan hasil: Progress Control and Monitoring II. o Jumlah halaman isi buku minimal 100 halaman ukuran A4 dengan 1. Satuan Hasil: Buku Dalam bentuk makalah di majalah ilmiah internasional Makalah yang dapat dinilaikan adalah makalah yang merupakan karya tulis ilmiah kerekayasaan. o Apabila jumlah halaman kurang dari ketentuan tersebut.1. dengan ketentuan sebagai berikut : o Makalah tersebut merupakan bagian dari peran dan tugas yang 65 III.1. III.1. .c.A.c. Sebagai Kepala Program menyetujui Laporan pemantauan pengendalian kemajuan (Progress Control and Monitoring) Satuan hasil: Progress Control and Monitoring dan III.Satuan hasil: Progress Control and Monitoring II.a.8.A.b. kata pengantar /prakata. daftar referensi.

o Jika ditulis oleh 3 orang. tercantum nama institusi penerbit. Bukti dalam bentuk poster atau slide bahan presentasi merupakan sarana untuk presentasi di dalam pertemuan ilmiah (seminar/ workshop/ kongres. Satuan hasil: Makalah III. dengan ketentuan disertakan dokumen dalam bentuk cetakan / hard copy.A. daftar referensi. Satuan hasil: Makalah III. tercantum nama institusi penerbit. Sedangkan untuk makalah yang diterbitkan dalam media massa nasional adalah makalah bidang kerekayasaan yang bersifat ilmiah populer. o Jika ditulis oleh lebih dari 4 orang penulis. Dalam bentuk makalah di majalah dan media massa nasional yang diakui instansi pembina Penjelasan makalah di majalah nasional: o Makalah tersebut merupakan bagian dari peran dan tugas yang bersangkutan dalam organisasi fungsional o Memuat sekurang-kurangnya judul makalah. hanya dapat dinilaikan salah satunya yang lebih menguntungkan o Buku dan makalah yang diterbitkan dalam bentuk elektronik jurnal yang memenuhi kriteria karya tulis ilmiah dapat dinilai sama dengan jurnal yang diterbitkan. nama penulis. daftar isi.d. daftar referensi. dan masing-masing 25 % bagi penulis kedua dan ketiga. nama penerbit. ISSN. Dalam bentuk makalah yang dipresentasikan pada pertemuan ilmiah yang tidak dipublikasikan Makalah yang telah disampaikan pada pertemuan ilmiah dapat dinilai sebagai makalah yang tidak dipublikasikan. maka pembagian angka kreditnya 50% bagi penulis pertama. nama penulis. 66 . simposium). maka penilaian hanya diberikan untuk selisih angka kreditnya saja. maka penulis ke-5 dan seterusnya tidak mendapatkan angka kredit. namun tidak dapat diajukan sebagai makalah sebelum dirubah menjadi naskah.A. ISSN.1.1. Satuan Hasil: Makalah Ketentuan umum tentang karya tulis ilmiah sebagai berikut: o Penulis tunggal mendapatkan 100% dari angka kredit o Jika ditulis oleh 2 orang.e. daftar isi. apabila makalah tersebut di kemudian diterbitkan. pembagian angka kreditnya ditetapkan 40% bagi penulis pertama dan sisanya dibagi sama rata diantara penulis pembantu. maka pembagian angka kreditnya ditetapkan 60% bagi penulis pertama dan 40% bagi penulis kedua. o Buku atau makalah yang diterbitkan dalam dua bahasa atau lebih.bersangkutan dalam organisasi fungsional o Memuat sekurang-kurangnya judul makalah. o Jika ditulis oleh 4 orang. nama penerbit.

daftar isi dan kata pengantar. o Pengusulan dokumen penilaian dilegalisir oleh pejabat tertinggi yang ada di unit kerjanya serta dilampiri dengan fotokopi halaman depan (cover). III. dapat dinilaikan berdasarkan dokumen yang telah ditandatangani dan surat tugas dari Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa. .D Perolehan Sertifikat Profesi. Pendayagunaan Produk Teknologi Pendayagunaan produk teknologi adalah pelaksanaan penerapan teknologi untuk berbagai keperluan sesuai dengan kebutuhan pengguna teknologi. Mendayagunakan produk teknologi terjual & memperoleh royalti HAKI yang telah dimanfaatkan oleh pengguna berdasarkan kerjasama dapat diberikan nilai.B.HAKI yang terdaftar di luar negeri dapat diberikan nilai sesuai dengan nilai yang diperoleh di dalam negeri.C. Sertifikat yang dapai dinilai adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh asosiasi / organisasi profesi / institusi yang telah diberi wewenang (bukan 67 . tanggal / tahun penerbitan. maka masing-masing penemu yang terlibat mempunyai nilai yang sama. Setiap keanggotaan diberikan nilai yang sama (masing-masing 100%). daftar dewan redaksi.1.o Makalah ilmiah yang diterbitkan dalam suatu prosiding dengan ISBN/ ISSN dapat dinilai 25% dari makalah ilmiah yang diterbitkan. III. Satuan Hasil: Dokumen III. Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan. nomor ISBN / ISSN. Yang dimaksud dengan butir ini adalah penyusunan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) atau Petunjuk Teknis (Juknis) yang merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Permen PAN) yang mengatur tentang Jabatan Fungsional Perekayasa.2. Satuan Hasil: Dokumen III. Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan.B.Apabila penemu lebih dari 1 orang. .HAKI yang telah mendapatkan persetujuan dari Departemen Kehakiman dan HAM dengan melampirkan bukti (foto kopi) dari dokumen persetujuan HAKI. Pendayagunaan produk teknologi dapat dibedakan menjadi 2. yaitu Mendayagunakan produk teknologi yang memperoleh HAKI (kecuali Merk) HAKI yang dapat dinilai adalah HAKI dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: . dan telah disyahkan oleh pejabat yang berwewenang di unit kerjanya. III. Keanggotaan dalam tim penyusun Juklak dan juknis tersebut di atas. Sertifikat profesi merupakan sertifikat yang diperoleh dari kegiatan dalam rangka pengembangan atau meningkatkan keahliannya di bidang kerekayasaan.B.

Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional Satuan Hasil: tiap buku III. 2.E.1. Kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas Perekayasa. Dalam bentuk makalah Satuan Hasil: tiap buku IV. IV.E. 3.vendor).2.E. Penerjemahan/ Penyaduran Buku dan Bahan Lain Di Bidang Kerekayasaan Kegiatan penerjemahkan/ penyaduran buku adalah penyusunan baku di bidang kerekayasaan berdasarkan kegiatan alih-bahasa dari buku berbahasa asing menjadi buku berbahasa Indonesia atau sebaliknya. Ketentuan buku/ makalah dll seperti pada butir III.E.b. Tujuan penerjemahan dan penyaduran adalah untuk mempermudah dan memperluas pemanfaatan buku tersebut. Buku hasil terjemahan / saduran dapat dinilai dengan ketentuan sebagai berikut: 1.1.1.A. misalnya badan nasional sertifikasi profesi.a. Mencantumkan fotokopi buku pada terbitan asli. meliputi: Pengajar/ pelatih di bidang kerekayasaan Kegiatan sebagai Pengajar / Pelatih yang dapat dinilai adalah hanya kegiatan di bidang Kerekayasaan.E. Menerjemahkan/ menyadur di bidang teknologi yang tidak dipublikasikan III.a. 4. yang disertai nomor ISBN.E. Satuan hasil: Buku/ makalah III. Menerjemahkan/ menyadur di bidang kerekayasaan yang dipublikasikan III.A. Contoh: Sertifikat Design Dies and Mould dari Indonesian Mould and Dies Industry Assosiation (IMDIA) III. Kegiatan Unsur Penunjang Unsur penunjang adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas Perekayasa. yang mencakup: Mengajar Diklat Membimbing siswa 68 . Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh lembaga yang berwenang Satuan Hasil: tiap buku III. Buku yang diterjemahkan / disadur adalah buku ilmiah di bidang kerekayasaan. Dalam bentuk buku Satuan Hasil:tiap buku III.2.E.2.b. Buku terjemahan / saduran harus diterbitkan di penerbitan nasional / penerbitan instansi minimal setingkat eselon II.

Kegiatan membimbing dapat dinilai dengan ketentuan sebagai berikut: o Disertai dengan surat tugas dari pimpinan unit kerja o Disertai surat keterangan dari perguruan tinggi.A. per 2 Jam Pelajaran Kegiatan mengajar/ melatih pendidikan dan pelatihan dalam bidang kerekayasaan dapat dinilai apabila ada surat tugas yang disetujui atau dibuat oleh atasan langsung.A.1.3. Mengajar sebagai dosen reguler di perguruan tinggi tidak dapat diajukan penilaiannya. maka hanya dihitung satu peran yang paling tinggi. Apabila seorang Perekayasa berperan ganda pada suatu pertemuan ilmiah.Menyusun kurikulum / buku / diklat/ modul berkaitan dengan pelatihan kegiatan perekayasa IV.A. Menyusun kurikulum/ buku/ diktat/ modul berkaitan dengan pelatihan kegiatan perekayasa Kegiatan penyusunan kurikulum /buku /diktat /modul merupakan materi yang disusun dalam rangka pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang Kerekayasaan. diktat atau modul) dan surat tugas dari pimpinan unit kerja/unit kerja yang menugaskan. buku. Mengajar/ melatih Diklat .5 angka kredit per orang. Pertemuan yang dikategorikan sebagai rapat kerja atau pertemuan sejenisnya tidak dinilai. o S2: 1. Satuan Hasil:Dokumen IV. o Disertai bukti kelulusan/tanda tamat mahasiswa yang bersangkutan o Membimbing: o DIII-S1: 1 angka kredit per orang. Peranserta Seminar/ Lokakarya/ Konferensi di bidang kerekayasaan Keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah (Seminar/ Lokakarya/ Konferensi/ Simposium/ Workshop dan sejenisnya) yang dapat dinilai hanya di bidang kerekayasaan. dan o S3: 2 angka kredit per orang Satuan Hasil: Surat Tugas IV. Masing-masing jenis materi yang dihasilkan diberikan nilai sama dengan ketentuan menyertakan materi yang dihasilkan (kurikulum. Satuan Hasil:Surat Tugas IV.2. 69 .B. Membimbing Siswa Yang dimaksud dengan membimbing siswa adalah dalam rangka kerja praktek atau tugas akhir untuk mahasiswa D III sampai dengan S-3 dalam tugas kerekayasaannya. Penilaian didasarkan peran keikutsertaan pada pertemuan ilmiah tersebut dengan disertai bukti sertifikat. Diktat atau modul yang menjadi pegangan di perguruan tinggi tidak dapat diajukan penilaiannya.

majalah ilmiah bidang kerekayasaan.2.IV. Tim Penilai Instansi. Daerah Propinsi/ Kabupaten/ Kota/ Departemen/ LPND Satuan Hasil: Surat Keputusan IV. IV. dan penilaian diperhitungkan untuk setiap DUPAK.3.1. Peer Reviewer yang dimaksud adalah keanggotaan dalam tim Majelis Perekayasa.1.B. IV. Penilaian didasarkan pada bukti keanggotaan/Surat Keputusan sebagai pengurus atau Kartu Anggota sebagai anggota biasa. Tidak ada perbedaan angka kredit bagi anggota Tim Penilai Pusat.C. Keanggotaan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa secara aktif.2.C.1.C. Nasional Satuan Hasil: Surat Keputusan IV. dengan ketentuan bahwa yang bersangkutan berperan aktif di dalam organisasi profesi di bidang kegiatan kerekayasaan.D.D. penilaian kegiatan kerekayasaan skala nasional dan internasional. Pemrasaran Satuan Hasil:Sertifikat Moderator/ pembahas/ narasumber Satuan Hasil: Sertifikat IV.B.D. Peserta Satuan Hasil: Sertifikat IV.3. Satuan Hasil:PAK IV. IV.B. Keanggotaan Dalam Organisasi Profesi Di Bidang Kerekayasaan Seorang pejabat perekayasa dapat memperoleh angka kredit dari keanggotaan dalam organisasi profesi setiap tahunnya.2. Menjadi anggota Mitra Bestari (Peer Reviewer) untuk setiap keanggotaan yang dibuktikan dengan Surat Keputusan per tahun.C. Internasional Satuan Hasil: Surat Keputusan IV. Satuan Hasil: Surat Keputusan 70 . Ketua Tim dan Anggota Tim Penilai.

1.3. Satyalancana Karya Satya 20 tahun. IV. Satyalancana Pembangunan.2. dan gelar kedua atau seterusnya dari tingkat kesarjanaan yang sama.E. Satuan Hasil: Tanda Jasa IV. Satuan Hasil: Tanda Jasa Satyalancana Wirakarya. Satyalancana Karya Satya 10 tahun Satuan Hasil: Tanda Jasa IV.E.E. Satuan Hasil: Tanda Jasa Bintang Mahaputera. Perolehan penghargaan/tanda jasa Piagam kehormatan / tanda jasa yang dapat dinilai adalah piagam kehormatan / tanda jasa yang diberikan oleh Pemerintah RI/ Organisasi Ilmiah / Organisasi Profesi. seperti honoriskausa dan gelar 71 .E.4.E. Piagam kehormatan/ tanda kehormatan/ tanda jasa dari Pemerintah termasuk tanda kehormatan. Satyalancana Karya Satya 30 tahun.7. Satuan Hasil: Tanda Jasa Bintang Jasa. IV.F. Satuan Hasil: Tanda Jasa IV. Perolehan gelar kesarjanaan lainnya Perolehan gelar kesarjanaan yang dapat dinilai adalah perolehan gelar kesarjanaan dari perguruan tinggi yang tidak sesuai dengan bidang tugas kerekayasaannya baik di tingkat nasional maupun tingkat internasional. Perolehan gelar kesarjanaan ini mencakup: Memperoleh gelar kehormatan akademis. Satuan Hasil: Tanda Jasa IV.IV.E. Piagam kehormatan/ tanda kehormatan/ tanda jasa dari organisasi ilmiah / organisasi profesi / negara lain yang dapat dinilai adalah yang berkaitan dengan karya di bidang kerekayasaan sesuai dengan prestasi yang ditetapkan oleh Tim Penilai.5. IV.6.E. IV.E.

Program Manual Buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program. Design Manual Design Manual merupakan buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program rancang bangun.2.1 Sistem Pelaporan Kerekayasaan Kegiatan program kerekayasaan dicatat dalam beberapa dokumen yang merupakan rekam jejak mulai dari persiapan. selama perjalanan program sampai dengan akhir program. financial planning 9. Format penulisannya terdiri dari: 1. Sistem Pelaporan dan Sistem Informasi dalam Kegiatan Kerekayasaan 5. Organisasi Fungsional Kerekayasaan 5. program scheduling 8. man power planning 6. Sistem Dokumen tahap Persiapan Dokumen yang harus disiapkan pada tahap persiapan adalah Program Manual. system reporting. Rekam jejak ini dicatat dalam sistem pelaporan yang dikerjakan oleh para Perekayasa menurut peran mereka masing-masing dalam Tim Kerja Program. Program Objecitives 2. (1). Testing Manual dan manual lainnya. struktur rincian kerja (work breakdown structures) 4. Design manual. Dimulai dari design philosophy. a. b.kehormatan sejenisnya Satuan Hasil: Penghargaan Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya Pasca Sarjana (S-2) Satuan Hasil: Ijazah Doktor (S-3) Satuan Hasil: Ijazah 5. tingkat teknologi (State of the art Technology) yang diambil 3. program master phasing plan 7. metoda 72 . Dokumen lain perlu disiapkan untuk menunjang kegiatan misalnya. Engineering Manual.2.

● Metoda pemecahan persamaan matematik yang dipakai. e. studi kelayakan produk desain. sistem data processing. Engineering Manual Design Manual merupakan buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program Engineering. diagram–diagram rangkaian. sistem telemetri & data recording. sistem data aquisition. diantaranya tentang : ● Penurunan Model matematik sebuah fenomena fisik yang terdapat dalam program. sistem operasi pengujian. produksi dan pengujian prototip. Dan masih terdapat beberapa manual lainnya yang spesifik berkaitan dengan sifat dari program yang dijalankan. Technical Notes biasanya terdiri dari 2 – 4 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen: TN xxxx 73 . d. sistem instrumentasi uji mulai dari sistem sensor. ● Pengantar suatu Gambar Teknik dari program Komponen maupun Lengkap. Sistem Dokumen Tahap Berjalan Didalam menjalankan program kerekayasaan. analysis & display. yaitu a. Termasuk dalam Testing Manual adalah sistem kalibrasi instrumen serta standard keabsahan hasil uji yang dipakai. sub assembly dari komponen. penjadwalan (scheduling) untuk kegiatan prototyping dan atau audit teknologi. dan program uji lapangan . test articles & specimen. dan atau standarisasi. outsourcing program. metoda pengujian yang diambil. para perekayasa dalam fungsinya masingmasing melaporkan jalannya program secara berkala. Adapun sistem pelaporan ini terdiri dari empat jenis. definisi parameter (parameter definition). Technical Notes ( TN ) Technical Notes adalah dokumen laporan yang terdiri dari hanya satu subjek yang melatarbelakangi kegiatan sebuah paket kerja disajikan dalam bentuk catatan–catatan teknis oleh Engineering Staf. tiga pandang maupun isometrik. Production dan Integration Manual Production dan Integration Manual merupakan buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program produksi suatu hasil rancang bangun. c. desain awal dan desain rinci. tahapan desain konseptual. dan atau sertifikasi. hingga integrasi awal dan akhir menjadi produk final. termasuk didalamnya adalah program uji fungsional. produksi komponen. dan ● Hasil-hasil uji komponen sementara di laboratorium. Mulai dari seleksi material. Mulai dari test philosophy. bagian–bagian sistem. Testing Manual Testing Manual merupakan buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program Testing. ● Pengantar suatu Speciment Test / Test Article dengan setting-up nya. sub sistem yang harus dibeli atau diintegrasikan sendiri. (2). Sekurang-kurangnya terdiri dari Tujuan Kerekayasaan (Engineering Objective). metoda kerekayasaan (Engineering Method). program sertifikasi dan standardisasi.rancang bangun yang diambil.

hasil-hasil yang dicapai. Referensi Daftar acuan yang dipakai . yaitu: I. tabel dan gambar-gambar / foto hasil kegiatan. Technical Memorandum hanya memuat beberapa unsur koreksi yang yang diperlukan pada Technical Report yang masuk kemudian. cara teknik yang dipakai serta hasil yang diharapkan dalam mendukung kegiatan WBS nya II. II. dari para ES 74 . Kegiatan dan Hasil Diskripsi kegiatan secara rinci dan urut. Technical Report (TR)/ Technical Memorandum (TM) Technical Report (TR) adalah dokumen laporan hasil kegiatan Work Package yang ditulis oleh Leader yang merupakan analisis dari beberapa Technical Notes. Sedangkan Technical Memorandum (TM) merupakan dokumen perbaikan dari satu atau beberapa pasal dari Technical Report yang mungkin terjadi sebagai akibat dari perkembangan kegiatan. III. Kegiatan WP Diskripsi kegiatan WP secara rinci dan urut. Referensi Daftar acuan yang dipakai. dalam rangkuman yang terpadu disertai grafik. termasuk TN-TN. VI. termasuk TN-TN pada fasa review sebelumnya atau TN lain dari para ES b. Technical Report umumnya terdiri sekitar 10-20 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen: TR xxxx Format Technical Report/ Technical Memorandum. hanya terdiri 2 bagian: I. tabel-tabel atau gambar-gambar/ foto. grafik. Penjelasan tentang kontribusi WP tersebut terhadap kegiatan di WBS nya . model uji fisik. Rekomendasi Memberikan rekomendasi teknis berdasarkan hasil yang dicapai terhadap tujuan dari WBS nya atau program secara keseluruhan. IV. karena perkembangan proses didalam program. Hasil kegiatan dan pembahasan Pembahasan hasil kegiatan WP yang diperoleh. Pengantar Penjelasan tentang report ini merupakan WP apa dari bagian WBS apa. hasil-hasil yang dicapai. Tujuan Tujuan kegiatan dari WP secara rinci seperti metoda. serta program apa. apakah memenuhi sasaran awal atau tidak dan hubungannya dengan keberhasilan kegiatan WBS-nya V. terdiri dari 6 Bagian.Format Technical Notes . yang diberikan dalam bentuk model/ persamaan matematik.

III.c. Penjelasan tentang kontribusi WBS tersebut terhadap kegiatan program secara keseluruhan . hasil-hasil yang dicapai. ketercapaian sasaran teknis terhadap kelancaran pendanaan. Progress Control & Monitoring Document biasanya terdiri sekitar 5 . Kegiatan WBS Diskripsi kegiatan WBS secara rinci dan urut mengikutsertakan kontribusi setiap WP nya.10 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen: PCM xxxx Contoh: Progress Control & Monitoring Document ( PCM ) 75 . II. Rekomendasi Memberikan rekomendasi teknis berdasarkan hasil WBS yang dicapai terhadap tujuan dari secara keseluruhan. dari program apa. Hasil kegiatan dan pembahasan Pembahasan hasil kegiatan WBS mencakup: analisis hasil kegiatan yang dicapai (baik teknis maupun pendanaan). dibandingkan terhadap rencana awal program WBS tersebut. dari para L dan masukan masalah pendanaan dari PCM d. Metoda memadukan hasil-hasil setiap WP menjadi satu kesatuan hasil WBS.termasuk TR / TM – TR / TM. VI. Progress Control & Monitoring Document ( PCM ) Progress Control & Monitoring Document (PCM) adalah dokumen laporan hasil pemantauan dan pengendalian jalannya program dari segi jadwal dan aliran pendanaan yang ditulis oleh Program Manager. Technical Document ( TD ) Technical Document (TD) adalah dokumen laporan hasil kegiatan Work Breakdown Structures yang ditulis oleh Group Leader yang merupakan analisis dari beberapa Technical Reports dalam WBS tersebut. Tujuan dari Report Tujuan kegiatan dari WBS secara rinci dan peran-peran masing-masing WP didalamnya. Pengantar Penjelasan tentang dokumen ini merupakan WBS apa. Referensi Daftar acuan yang dipakai . Technical Document biasanya terdiri sekitar 40 – 60 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen : TD xxxx Format: Technical Document . tabel dan gambar – gambar / foto-foto hasil kegiatan. Pada setiap fasa review catatan-catatan pada dokumen ini dijadikan acuan untuk merubah strategi dari program agar bisa mencapai tujuan dengan tepat waktu. IV. dalam rangkuman yang terpadu disertai grafik. terdiri dari 6 Bagian: I. dan pengaruh hasil WBS terhadap sasaran program V.

II.3 xyz Progress Control & Monitoring Skedul Start End Budget Status Y N Rmark Setiap bar – skedul ditulis secara detail aktifitas yang terkandung didalamnya 2. maupun dari segi penyerapan dana dan ketepatan waktu.Tujuan dari Report Tujuan kegiatan Program secara rinci dan peran-peran masing-masing WBS didalamnya. terdiri dari 6 Bab.4 zyz 2.5 zzz Dengan demikian PCM hanya merupakan sebuah dokumen dari kegiatan rinci suatu program dengan status sudah atau belum terlaksanakannya setiap rincian kegiatan disertai dengan analisisnya (teknis maupun pendanaan). Program Document bisa dijadikan dasar untuk laporan akhir teknik maupun keuangan. Program Document (PD) Adalah dokumen laporan akhir hasil–hasil dari program secara keseluruhan. I. dan juga penjelasan tentang kontribusi Program tersebut terhadap jakstranas Ristek/ TRM/ industri/ masyarakat dan lainlain. Contoh: Program Document . kualitas hasil. Laporan ini merupakan analisis dari seluruh Technical Document dari seluruh WBSi. Pengantar Penjelasan tentang report ini merupakan Program apa. Metoda memadukan dan menyeimbangkan hasil-hasil setiap WBS 76 . Program Document biasanya terdiri sekitar >100 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen : PD xxxx Dengan sedikit modifikasi.Skedul aktifitas kegiatan Aktifitas Remark 1 2 3 4 5 List Aktif 2 2. (3) Sistem Dokumen Tahap Akhir Pada masa akhir program. maka dibuat satu dokumen yang merupakan hasil-hasil program secara keseluruhan baik dari segi teknik. menyesuaikan dengan standard pelaporan program untuk Pemerintah.1 xxx 2.2 yyy 2.

apakah memenuhi sasaran awal atau tidak.2. (1). Working Sheet tidak memuat rincian hasil kerja yang dilakukan oleh Perekayasa seperti skets atau gambar teknik. Cost. penurunan rumus dan sebagainya. bila diisi oleh Engineering Staff atau Leader disertai pula dengan sandi WBS dan WP yang terkait. [3]. termasuk pengaruh kelancaran pendanaan terhadap sasaran QCD (Quality. Rekomendasi Memberikan rekomendasi teknis berdasarkan hasil Program yang dicapai terhadap kelanjutan dari program atau pemecahan masalah bangsa VI. Technical Documents. Rincian hasil kerja dinyatakan dalam Technical Notes. Dibuat oleh: Nama Peran Job code (Tanda Tangan) Diketahui: Nama Peran Job code (Tanda Tangan) 77 . Untuk baris Peran. Pengaruh hasil kegiatan Program terhadap sasaran TRM/ Jakstranas Ristek/ industri/ masyarakat dan lain-lain.2. Technical Reports/ Memorandum.menjadi satu kesatuan hasil Program dengan memperhitungkan pengaruh aliran pendanaan dan jadwal kegiatan dari PM. Technical Document. atau Program Document. Progress Control & Monitoring serta penomorannya harus terlebih dahulu ditentukan oleh Kepala Program bersama dengan Chief Engineer dan Program Manager serta para Group Leader.: Tgl: Working Sheet atau Lembar Kerja merupakan lembaran yang berisi pernyataan tentang apa yang telah dikerjakan oleh Perekayasa. tabel dan gambar-gambar / foto-foto hasil kegiatan. dalam rangkuman yang terpadu disertai grafik. [2]. Hasil kegiatan Program dan pembahasan Pembahasan hasil kegiatan Program yang diperoleh. V. termasuk Technical Documents dari para Group Leader dan masukan masalah pendanaan dari Progress Control & Monitoring Saat program akan dijalankan. IV. 5. Technical Report / Technical Memorandum. Pernyataan kegiatan yang telah dilaksanakan: [1]. Referensi Daftar acuan yang dipakai. hasil-hasil yang dicapai. dan bila diisi oleh Group Leader disertai dengan sandi WBS yang terkait. banyaknya laporan yang akan dibuat dalam bentuk Technical Notes. dan pengaruh aliran pendanaan dan jadwal dari PM.: Reff. Sistem Informasi dalam Kegiatan LOGO INSTANSI Lembar Kerja (Working sheet) LEMBAR KERJA Nama Program No. and Delivery). III Kegiatan Program Diskripsi kegiatan Program secara rinci dan urut mengikut sertakan kontribusi setiap WBS termasuk penyeimbangannya.

2. Program Manager ke Group Leader. Tingkatan Rapat: WP/WBS/PROGRAM Pimpinan Rapat Nama Peran Job code (Tanda Tangan) Daftar Hadir Terlampir 78 .: Tgl: Dari: Nama Peran Job code (Tanda Tangan) Kepada: Nama Peran Job code (Tanda Tangan) (3). Lembar Keputusan (Decision Sheet) LOGO INSTANSI Decision Sheet atau Lembar Keputusan merupakan lembaran yang berisi pernyataan keputusan rapat kegiatan kerekayasaan yang sedang dilaksanakan. metoda atau formula tertentu dan lain-lain sesuai dengan kegiatan kerekayasaannya. Instruction Sheet diberikan oleh: 1. LEMBAR KEPUTUSAN Nama Program No. LEMBAR INSTRUKSI Nama Program No. Kepala Program ke Chief Engineer. [3]. 4.: Minggu ke. Lembar Perintah (Instruction Sheet) LOGO INSTANSI Instruction Sheet atau Lembar Perintah merupakan lembaran yang berisi pernyataan perintah terkait dengan cara. 3. 5. [2]. atau ke Program Manager.(2). Leader ke Engineering Staff dan Technician Staff.: Reff.: Tgl: Keputusan Rapat: [1]. Instruction Sheet tidak memuat hal-hal seperti skets atau gambar teknik. Chief Engineer ke Group Leader. Group Leader ke Leader. penurunan rumus dan lain sebagainya.

BAB VI Pembinaan Karir Jabatan Fungsional Perekayasa
Pengembangan karir dan kenaikan jenjang karir mempunyai arti penting bagi seorang pegawai dan memberikan pengaruh terhadap motivasi kerja pegawai. Undang-Undang Nomor 43 tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian menyebutkan bahwa pengembangan/ pembinaan karir Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilakukan melalui jabatan struktural dan jabatan fungsional. Mengingat terbatasnya jabatan struktural maka pengembangan karir PNS perlu diarahkan kepada sistem pengembangan karir pegawai berbasis fungsional. Pejabat fungsional merupakan tenaga professional yang dituntut kinerjanya untuk dapat melaksanakan program teknologi, dan sekaligus melalui pelaksanaan tugasnya tersebut dapat meniti kariernya hingga mencapai puncak karir yang tertinggi.

6.1. Pengangkatan Pertama
Pengangkatan pertama seorang Pegawai Negeri Sipil kedalam jabatan fungsional Perekayasa dapat dilakukan apabila Pegawai Negeri Sipil tersebut telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, yaitu: a. Berijazah minimal Sarjana (S-1)/Diploma IV di bidang teknologi dan sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan; b. Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda, golongan ruang III/a; c. Ada formasi untuk jabatan fungsional Perekayasa pada instansi yang bersangkutan; d. Surat Pernyataan dari Pimpinan Unit Kerja bahwa yang bersangkutan mempunyai kompetensi untuk melakukan kegiatan teknologi sesuai tupoksi unit kerja tersebut; e. Semua unsur Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan dalam DP3 pada 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik; Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan fungsional Perekayasa wajib mengikuti dan lulus Pendidikan dan Pelatihan jabatan fungsional Perekayasa selambat-lambatnya 3 (tiga) tahun setelah diangkat sebagai Pejabat Fungsional Perekayasa. Pengangkatan pertama yang dimaksud pada butir 6.1. adalah pengangkatan untuk mengisi lowongan formasi dari CPNS Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan fungsional Perekayasa, pangkat dan golongan ruangnya ditetapkan sama dengan pangkat dan golongan ruang yang dimiliki, sedangkan jenjang jabatan Perekayasanya ditetapkan berdasarkan angka kredit yang tertuang dalam Penetapan Angka Kredit yang dimiliki.

6.2. Pengangkatan Dari Jabatan Lain
Seorang Pegawai Negeri Sipil dapat diangkat dalam jabatan fungsional Perekayasa baik dari jabatan struktural maupun jabatan fungsional lain, apabila Pegawai Negeri Sipil tersebut telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, yaitu:

79

a. Berijazah minimal Sarjana (S-1)/Diploma-IV dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang bersangkutan; b. Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda, golongan ruang-III/a; c. Ada formasi jabatan fungsional Perekayasa pada instansi yang bersangkutan; d. Memiliki pengalaman di bidang kerekayasaan paling kurang 2 (dua) tahun; e. Usia paling tinggi 50 (lima puluh) tahun; f. Surat pemberhentian dari jabatan struktural/ fungsional lain sebelumnya; g. Semua unsur Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan dalam DP3 pada 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik. Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan fungsional Perekayasa wajib mengikuti dan lulus Pendidikan dan Pelatihan jabatan fungsional Perekayasa selambat-lambatnya 3 (tiga) tahun setelah diangkat sebagai Pejabat Fungsional Perekayasa. Tata cara Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional Perakayasa akan diatur tersendiri oleh Instansi Pembina Jabatan Fungsional. Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dari jabatan lain adalah sama dengan pangkat yang dimilikinya, dan jenjang jabatan ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit; dan jumlah angka kredit ditetapkan dari unsur Pendidikan Sekolah, unsur utama dan unsur penunjang. Contoh 2: Seorang Pejabat Fungsional lain yang telah bekerja selama 5 (lima) tahun di bidang kerekayasaan dengan golongan terakhir IV/a akan beralih menjadi Pejabat Perekayasa. Setelah seluruh berkasnya dinilai berdasarkan penilaian jabatan fungsional Perekayasa, angka kreditnya hanya 350 point atau setara dengan Perekayasa Muda golongan III/d. Maka Pejabat tersebut golongannya tetap IV/a, namun jabatan fungsional Perekayasanya Perekayasa Muda golongan III/d.

6.3. Kenaikan Jabatan dan Pangkat
1. Kenaikan jabatan pejabat fungsional Perekayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir; b. Memenuhi angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi; c. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik. Kenaikan pangkat pejabat fungsional Perekayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir; b. Memenuhi angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi; c. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 2 (dua) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik. Angka kredit sebagaimana disebut dalam butir 1.b dan 2.b diatas sekurangkurangnya 80 persen berasal dari unsur utama dan sebanyak-banyaknya 20 persen dari unsur penunjang (Lihat Lampiran II, III, IV). 80

2.

3.

4.

Perekayasa Madya pangkat Pembina golongan ruang IV/a sampai dengan Perekayasa Utama pangkat Pembina Utama Madya golongan ruang IV/d yang akan naik pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka kredit dari unsur pengembangan profesi. Perekayasa pada tahun pertama yang telah memenuhi atau melebihi angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi, maka pada tahun kedua diwajibkan mengumpulkan paling rendah 20 persen angka kredit dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Angka kredit yang diusulkan berasal dari unsur kegiatan kerekayasaan.

5.

Contoh 3: Seorang Perekayasa Muda dengan pangkat Penata Golongan ruang III/c dan angka kredit 250 pada tahun 1999. setelah empat tahun berhasil mengumpulkan angka kredit sampai 410 yang memenuhi syarat sebagai Perekayasa Madya, yang bersangkutan dapat dinaikkan jabatan menjadi Perekayasa Madya, tetapi pangkatnya Penata Tk I golongan III/d. Untuk kenaikan pangkat berikutnya (dua tahun setelah kenaikan pangkat III/d), perekayasa tersebut diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20% dari 400 (batas minimal angka kreditJenjang Perekayasa Madya gol IV/a) dikurangi 300 (batas minimal angka kreditJenjang Perekayasa Muda gol III/d) untuk kenaikan pangkat Pembina golongan IV/a.

6. 7.

PNS yang menduduki jabatan Perekayasa Utama ditetapkan melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia. Seorang Perekayasa yang telah mencapai jenjang Perekayasa Utama – IV/e, wajib melakukan Orasi ilmiah dalam suatu forum upacara pengukuhan Perekayasa Utama dengan ketentuan sebagai berikut: a. Orasi ilmiah wajib dilakukan setelah Pejabat Fungsional Perekayasa yang bersangkutan ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia sebagai Perekayasa Utama - IV/e. b. Orasi ilmiah sebagaimana dimaksud butir a dilakukan satu kali selama Pejabat Fungsional Perekayasa yang bersangkutan menjadi Pegawai Negeri Sipil dan dilaksanakan dalam suatu Upacara Pengukuhan; c. Anggaran yang diperlukan untuk melaksanakan orasi ilmiah dibebankan kepada anggaran instansi pejabat Perekayasa Utama yang akan melakukan orasi ilmiah; d. Orasi ilmiah Perekayasa Utama dan Tata Cara Penyelenggaraan Upacara Pengukuhan Pejabat fungsional Perekayasa Utama diatur tersendiri melalui Peraturan yang ditetapkan oleh Instansi Pembina;

6.4. Pembebasan Sementara
Pembebasan sementara adalah pembebasan PNS dari jabatan fungsional perekayasa selama jangka waktu tertentu. Pembebasan sementara berarti yang bersangkutan kehilangan hak atas tunjangan jabatan sesuai peraturan yang berlaku namun angka kredit terakhir yang dimiliki tetap berlaku. 1. Pejabat perekayasa dapat dibebaskan sementara dari jabatan perekayasa apabila: a. Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk 81

5.kenaikan jabatan/pangkat bagi Perekayasa Pertama golongan ruang-III/a sampai dengan Perekayasa Utama golongan ruang-IV/d. b. 3. namun angka kreditnya tidak dapat dinilai. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara adalah pejabat yang berwenang mengangkat dalam jabatan perekayasa. dan Cuti Diluar Tanggungan Negara. 2. Cuti Diluar Tanggungan Negara. kecuali untuk persalinan keempat dan seterusnya. Dibebaskan sementara pada bulan pertama setelah yang bersangkutan dilantik menjadi pejabat struktural atau yang bersangkutan ditugaskan diluar jabatan Perekayasa. Selama pembebasan sementara karena ditugaskan secara penuh diluar jabatan Perekayasa atau tugas belajar yang bersangkutan dapat dipertimbangkan kenaikan pangkat regulernya. Dalam jangka waktu 2 (dua) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) angka kredit dari kegiatan tugas pokok/ kegiatan kerekayasaan dan pengembangan profesi bagi Perekayasa Utama Golongan Ruang-IV/e. memberikan peringatan bebas sementara secara tertulis kepada Pejabat Perekayasa yang diperkirakan tidak akan memperoleh jumlah angka kredit yang dipersyaratkan. Pejabat unit kepegawaian pada instansi. Dibebaskan sementara pada bulan pertama setelah yang bersangkutan diberhentikan sementara sebagai PNS . kecuali yang dijatuhi hukuman disiplin. dan kegiatan tersebut dapat dinilai untuk diberikan angka kredit. Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. dapat tetap melaksanakan kegiatan kerekayasaan. diberhentikan sementara dari PNS. Dibebaskan sementara pada bulan pertama sejak penetapan tersebut diberlakukan sampai dengan hukuman tersebut berakhir. Diberhentikan sementara sebagai PNS berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. 6. e. 4. 82 . b. Perekayasa yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut dalam butir 1 dan 2. 2) 1 (satu) tahun sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Perekayasa Utama golongan ruang-IV/e. yaitu apabila: a. sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Perekayasa yang dibebaskan sementara karena dijatuhi hukuman disiplin dapat tetap melaksanakan tugas pokoknya. Ditugaskan sebagai pejabat struktural atau ditugaskan secara penuh diluar jabatan Perekayasa sehingga tidak dapat lagi melaksanakan tugas pokoknya. Dibebaskan sementara sejak bulan ketujuh setelah yang bersangkutan melaksanakan tugas belajar. selambatlambatnya : 1) 1 (satu) tahun sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Perekayasa Pertama golongan ruang-III/a sampai dengan Perekayasa Utama golongan ruang-IV/d. walaupun tunjangan fungsionalnya tidak dibayarkan. Perekayasa juga dapat dibebaskan sementara dari Jabatan Fungsional Perekayasa oleh sebab lainnya. Dibebaskan sementara pada bulan berikutnya sejak keputusan tersebut diberlakukan. 7. d. c.

jabatan Perekayasa Muda-III/d. kegiatan yang dilaksanakan selama dibebaskan sementara tidak dapat dihitung dalam penetapan angka kredit. M.M. Contoh 4 : Saudara Ahmad Kamil. pangkat Penata Tingkat I golongan ruang-III/d . Pengangkatan Kembali 1. dapat diangkat kembali dalam jabatan perekayasa paling tinggi berusia 58 tahun. Dimungkinkan juga Saudara Ahmad Kamil. 2.Si. Pada tanggal 1 Mei 2001 yang bersangkutan tidak lagi memangku jabatan struktural dan kembali menjadi pejabat fungsional perekayasa. Perekayasa Pertama dan Perekayasa Muda yang dibebaskan sementara karena ditugaskan sebagai pejabat struktural atau ditugaskan secara penuh diluar jabatan perekayasa. Dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan oleh pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap. Bagi perekayasa yang dibebaskan sementara karena dijatuhi hukuman disiplin ringan dan sedang. Telah selesai menjalankan hukuman disiplin tingkat sedang atau berat. 3.5. diangkat kembali dalam jabatan fungsional perekayasa sebagai Perekayasa Muda-III/d.Si. d. Yang bersangkutan sejak 1 Mei 1999 dibebaskan sementara dari jabatan fungsional perekayasa karena diangkat sebagai pejabat struktural yaitu Kepala Bidang Penyelenggaraan Diklat. Telah selesai tugas belajar lebih dari 6 bulan. maka yang bersangkutan tidak dapat diangkat kembali dalam jabatan perekayasa. Saudara Ahmad Kamil. f. Msi.. 5. apabila : a. ST telah mencapai usia di atas 54 tahun. 83 . Apabila Saudara Ahmad Kamil. Tanggal 1 April 2001 yang bersangkutan naik pangkat menjadi Pembina dengan golongan ruang-IV/a. pangkat Pembina golongan ruang-IV/a dengan angka kredit sebesar 300. e. ST.. dapat diangkat kembali dalam jabatan perekayasa paling tinggi berusia 54 tahun.6. Telah memperoleh angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara karena kurang angka kredit. pendidikan terakhir S2.. Perekayasa yang telah menjalani pembebasan sementara dapat diangkat kembali dalam jabatan fungsional Perekayasa.mengajukan DUPAK untuk kegiatan selama masa menjabat di struktural (1 april 1997 s/d 1 april 2001) pada saat kembali menjadi pejabat fungsional perekayasa. terhitung mulai tanggal 1 April 1997 dengan angka kredit 300. 4. Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama yang dibebaskan sementara karena ditugaskan sebagai pejabat struktural atau ditugaskan secara penuh diluar jabatan perekayasa. b. Telah selesai menjalani tugas sebagai pejabat struktural atau tugas di luar Jabatan Perekayasa. c. ST. ST. Telah diangkat kembali pada instansi semula setelah cuti diluar tanggungan negara. Jenjang jabatan bagi PNS yang diangkat kembali ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit yang pernah dimiliki ditambah angka kredit baru yang diperoleh selama perekayasa yang bersangkutan dibebaskan sementara.

6. pengembangan sistem informasi jabatan Perekayasa. d. pengembangan dan penyusunan metodologi. 84 . Setelah masa Inpassing selesai (31 Agustus 2009). BPPT selaku instansi pembina melakukan antara lain: a. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap berupa pemberhentian sebagai PNS.Perekayasa Utama batas usia pensiunnya 65 tahun. Berhenti dari PNS karena permintaan sendiri atau pensiun. Dijatuhi hukuman penjara atau kurungan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan tetap. maka BPPT selaku instansi pembina jabatan fungsional perekayasa melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat fungsional Perekayasa. e. f. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan perekayasa.6.6.8. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Utama golongan ruang IV/d tidak dapat memenuhi angka kredit yang disyaratkan untuk naik pangkat/jabatan. c. penyusunan pedoman formasi jabatan Perekayasa. Batas Usia Pensiun Batas usia pensiun bagi Pejabat Fungsional Perekayasa adalah sebagai berikut (sesuai dengan Keppres Nomor : 39 Tahun 1996). Untuk meningkatkan kemampuan Perekayasa secara profesional sesuai kompetensi jabatan. g. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelah pembebasan sementara karena kurang angka kredit bagi Perekayasa Pertama. penyelenggaraan sertifikasi Perekayasa. 6. Pejabat Perekayasa yang diberhentikan dari jabatan fungsional perekayasa tidak dapat diangkat kembali ke dalam jabatan fungsional perekayasa. penetapan kebijakan/pembinaan diklat fungsional meliputi penyusunan pedoman diklat. 2. b. fasilitasi penyusunan dan penetapan kode etik Perekayasa. standar dan pedoman teknis kerekayasaan. b. Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. 2.7. f. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara karena kurang angka kredit tidak dapat memenuhi angka kredit yang disyaratkan untuk maintenance bagi Perekayasa Utama golongan ruang IV/e.Perekayasa Madya batas usia pensiunnya 60 tahun. berdasarkan peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. Perekayasa akan diberhentikan dari jabatan fungsionalnya. . c. pengembangan dan penyusunan standar kompetensi jabatan Perekayasa. apabila yang bersangkutan: a. : . pengembangan kurikulum diklat. d. Pembinaan Karir Pejabat Perekayasa 1. e. bimbingan dan koordinasi penyelenggaraan serta evaluasi diklat Perekayasa. Mengajukan permohonan berhenti sebagai Perekayasa. Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Perekayasa 1.

fasilitasi pembentukan dan pengembangan organisasi profesi Perekayasa. j. evaluasi dan monitoring penerapan standar dan kode etik Perekayasa. 85 . pedoman teknis kerekayasaan dan administrasi jabatan Perekayasa.h. standar. pedoman teknis kerekayasaan. evaluasi dan fasilitasi pengusulan tunjangan jabatan Perekayasa. k. i. Perekayasa yang telah diangkat sebelum PerMENPAN nomor PER/219/M. kode etik dan organisasi profesi Perekayasa. 3. l.PAN/7/2008. sosialisasi dan bimbingan penerapan metodologi. fasilitasi penerbitan buletin/majalah profesi yang bergerak di bidang kerekayasaan. wajib mengikuti diklat Jabatan Fungsional Perekayasa yang disempurnakan paling lambat 3 tahun setelah Juknis ini ditetapkan.

dan X dilampiri bukti-buktinya.PAN/7/2008 dan Peraturan Bersama Menteri Negara Riset dan Teknologi dan Kepala BKN Nomor: 13/M/PB/VIII/2008 dan Nomor 22 Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya).1. sehingga setiap prestasi yang dicapai atas pelaksanaan kegiatannya dapat memperoleh nilai/angka kredit. Pengisian DUPAK dilakukan pada akhir bulan Desember untuk periode kenaikan pangkat bulan April dan pada akhir bulan Juni untuk periode kenaikan pangkat bulan Oktober. (Sesuai dengan Lampiran I Peraturan MenPAN Nomor: PER/219/M.1. Perhitungan Angka Kredit. para Perekayasa diharapkan setiap tahun mengisi dan mengusulkan DUPAK (Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit) sebagaimana tertulis dalam Lampiran VI beserta surat-surat pernyataan sebagaimana tertulis dalam lampiran VII.1. 86 . Angka Kredit 7. Pengertian Angka Kredit Dalam Peraturan MenPAN Nomor: PER/219/M. dinyatakan bahwa Angka Kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional Perekayasa dalam rangka pembinaan karir yang bersangkutan. Jadi. VIII. • Perekayasa Pertama sampai Perekayasa Utama yang akan naik jabatan/pangkat. Usulan DUPAK dapat dilakukan sekali dalam setahun. angka kredit (jumlah angka kredit yang dapat dikumpulkan) merupakan faktor yang menentukan status kepangkatan dan jabatan Perekayasa. • Perekayasa Utama Golongan . Setiap Perekayasa perlu memahami dengan benar dalam melaksanakan kegiatan agar selalu sesuai dengan rincian butir kegiatan dalam Lampiran tersebut.2. IX.IV/e untuk memenuhi kewajiban mengumpulkan 50 angka kredit setiap 2 tahun ( maintenance ). Angka kredit diperlukan bagi : • PNS yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan fungsional Perekayasa untuk menentukan jenjang jabatan yang bersangkutan sebagai pejabat fungsional perekayasa.BAB VII DAFTAR USULAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (DUPAK) DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (PAK) JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA 7. Angka kredit diperoleh berdasar hasil penilaian atas prestasi dari pelaksanaan setiap butir rincian kegiatan sebagaimana disebutkan pada Lampiran V. walaupun jumlah angka kredit yang diusulkan belum memenuhi jumlah yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat atau jenjang.1. 7.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan angka kreditnya. Untuk hal tersebut akan dikeluarkan PAK Sementara. Untuk memperlancar dalam pengusulan angka kredit.

Memilah bukti-bukti tersebut berdasarkan unsur dan sub unsur kegiatan.2. Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 7. Contoh 5 : Seorang perekayasa mengajukan DUPAK dengan Masa Penilaian: 01 Januari 2002 sampai dengan 30 Juni 2003. baru dapat diangkat dalam jabatan perekayasa setelah yang bersangkutan menjadi PNS. Mengisi formulir Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi dilengkapi dengan bukti-buktinya.1. Sarjana/Diploma-IV yang masuk pertama kali dalam unit perekayasaan. dan Surat Pernyataan melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas perekayasa (Lampiran IX) serta Surat Pernyataan mengikuti Pendidikan dan/atau pelatihan (Lampiran X).2. iii.3. Mengumpulkan bukti-bukti fisik dan atau dokumen pendukung pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan. DUPAK diajukan kepada Tim Penilai Instansi/Pusat pada bulan Desember atau bulan Juni. 7. Butir kegiatan dari kegiatan tersebut tidak dapat dinilai. 7. Pengisian DUPAK (1).2. b. 87 .2.1. Mengisi formulir Surat Pernyataan melakukan Kegiatan kerekayasaan dilengkapi dengan bukti-buktinya. Surat Pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi (Lampiran VIII). Apabila dalam DUPAK tersebut diusulkan butir kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Maret 2001. Masa Penilaian Angka Kredit a. Masa penilaian angka kredit yang bersangkutan dihitung sejak diangkat sebagai CPNS. ii. Pengertian DUPAK DUPAK adalah formulir yang berisi usulan angka kredit yang dibuat oleh pejabat fungsional Perekayasa sesuai dengan butir-butir kegiatan sebagaimana dicontohkan dalam Lampiran VI. Untuk kenaikan jabatan/pangkat perekayasa. i.Bukti pelaksanaan kegiatan yang diperoleh di luar masa penilaian. Langkah-langkah Pengisian DUPAK oleh Perekayasa. 7. DUPAK dilampiri dengan Surat Pernyataan melakukan kegiatan kerekayasaan (Lampiran VII). masa penilaian angka kredit didasarkan pada masa penilaian angka kredit terakhir. maka kegiatan tersebut tidak dapat dinilaikan. iv. yang karena satu dan lain hal tidak diajukan pada masa penilaian sebelumnya. Pejabat fungsional Perekayasa membuat DUPAK yang berisi hasil penilaian sendiri atas prestasi kerjanya.

Pengajuan DUPAK Pengajuan DUPAK Perekayasa Pertama – III/a`sampai dengan Perakayasa Madya . DUPAK. c. 88 . Unsur yang dinilai. iii. Dokumen-dokumen lainnya. Surat Pernyataan melakukan kegiatan kerekayasaan. kemudian mengisi hasil penilaiannya pada DUPAK. Perekayasa menyusun DUPAK beserta lampiran-lampirannya. Semua surat pernyataan beserta buktinya disusun berurutan sesuai dengan masa penilaian. Hasil penilaian semua butir kegiatan dihimpun dalam satu DUPAK. Pengajuan DUPAK Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e adalah sebagai berikut: a. Surat Pernyataan dan bukti-bukti fisik disahkan oleh Pejabat yang berwenang serendah-rendahnya eselon III. c. b. dan diisikan pada kolom Tim Penilai. kemudian mengajukan kepada atasan langsung minimal pejabat eselon III. Lampiran pendukung DUPAK yaitu : a. Berkas DUPAK yang telah disahkan dikirim kepada Tim Penilai Instansi/Tim Penilai Unit Kerja/Tim Penilai Provinsi/Tim Penilai Kabupaten/Kota. Tim Penilai pada butir c menilai semua bukti kegiatan. kemudian mengajukan kepada atasan langsung minimal Pejabat Eselon II.IV/a adalah sebagai berikut: a. Mengisi formulir Surat Pernyataan melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan. Semua berkas tersebut dilampirkan pada DUPAK sebagai bukti untuk diajukan ke Tim Penilai. vi. Keterangan perorangan diisi data perekayasa yang dinilai. Atasan langsung (Pejabat Eselon II) mengesahkan semua lampiran-lampiran dan bukti-bukti untuk dinilai oleh Tim Penilai Instansi/Tim Penilai Unit Kerja/Tim Penilai Provinsi/Tim Penilai Kabupaten/Kota. Pengesahan diisi oleh ketua dan anggota Tim Penilai yang berhak menilai. Nomor diisi sesuai kode penomoran DUPAK instansi yang bersangkutan. Pengisian DUPAK oleh Tim Penilai i. Masa penilaian diisi dengan periode waktu yang diajukan untuk dinilai. diisi dengan hasil penilaian terhadap bukti yang disampaikan. c. vi. xi. Atasan langsung (Pejabat Eselon III) mengesahkan semua lampiran-lampiran dan bukti-bukti yang disertakan. ii. (3). v. vii. b. d. ix. Tim Penilai Instansi/Tim Penilai Unit Kerja/Tim Penilai Provinsi/Tim Penilai Kabupaten/Kota melakukan pemeriksaan dan penilaian. e. Surat Pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi. b. viii. Surat Pernyataan melakukan kegiatan penunjang. (2). Menilai sendiri dengan mengisi angka kredit pada formulir DUPAK sesuai dengan butir-butir kegiatan pada Lampiran VI. Penerbitkan PAK oleh Pejabat Instansi/Unit Kerja/Propinsi/Kabupaten/Kota yang berwewenang.v. iv. Perekayasa menyusun DUPAK beserta lampiran-lampirannya. x. Mengisi formulir Surat Pernyataan melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas kerekayasaan dilengkapi dengan bukti-buktinya. d.

Sesuai Peraturan Menpan Nomor: PER/219/M. untuk penetapan angka kredit Perekayasa Pertama. pangkat Pembina. surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi. golongan ruang IV/a yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pimpinan Unit Kerja yang terkait serendahrendahnya eselon III di lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi kepada pejabat yang membidangi kepegawaian (serendah rendahnya Eselon II) untuk penetapan angka kredit Perekayasa Pertama. c. (5). Pejabat yang berhak mengajukan DUPAK diatur sebagai berikut: a. d. SK Organisasi Fungsional dan SK Personil terkait dengan posisi personil di Organisasi Fungsional. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. e. DUPAK yang telah diisi dengan bobot angka kredit dari masing-masing butir kegiatan yang dikerjakan pejabat fungsional Perekayasa yang bersangkutan dilengkapi dengan lampiranlampiran sebagai berikut : a. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pimpinan Unit Kerja setingkat eselon III atau serendah-rendahnya eselon IV kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Kabupaten/Kota untuk penetapan angka kredit Perekayasa Pertama. pangkat Pembina. terlebih dahulu harus mendapatkan Surat Keterangan/Penugasan dari atasan langsungnya. golongan ruang IV/a yang bekerja di lingkungan Instansi Pusat. f. pangkat Penata Muda. Pembina Utama. Tim Penilai Pusat menilai semua bukti kegiatan. pangkat Penata Muda. golongan ruang IV/a. golongan ruang IV/e. kemudian mengisi hasil penilaiannya pada DUPAK. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pimpinan Unit Kerja serendah-rendahnya eselon III di lingkungan masing-masing instansi kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat.d. dan X. IX.PAN/7/2008. Pejabat yang berhak mengajukan DUPAK. Hasil penilaian butir c. pangkat Penata Muda. golongan ruang IV/a yang bekerja di lingkungan Provinsi. Pejabat Pembina Kepegawaian setingkat eselon I atau serendah-rendahnya eselon II di lingkungan instansi masing-masing kepada Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi untuk penetapan angka kredit bagi Perekayasa Madya. (4). Bagi pejabat fungsional Perekayasa yang akan melaksanakan/ mengerjakan butirbutir kegiatan yang bukan tugas pokoknya (jenjangnya). 89 c. pangkat Pembina. pangkat Penata Muda. Instansi Pembina menerbitkan PAK yang ditandatangani oleh Kepala BPPT. golongan ruang IV/b sampai dengan Perekayasa Utama. Lampiran-lampiran DUPAK. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. Surat pernyataan melakukan kegiatan kerekayasaan. surat pernyataan melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas kerekayasaan dan surat telah mengikuti pendidikan dan pelatihan kerekayasaan sebagaimana dimaksud pada lampiran VII. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pimpinan Unit Kerja setingkat eselon III atau serendah-rendahnya eselon IV kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Provinsi untuk penetapan angka kredit Perekayasa Pertama. . pangkat Pembina. e. VIII. b. beserta lampiran-lampirannya dikirim kepada Kepala BPPT selaku Kepala Instansi Pembina oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Instansi yang bersangkutan (setingkat Eselon II) untuk dinilai Tim Penilai Pusat. b. pangkat Pembina Tingkat I.

PAK kolom JUMLAH diisi hasil penjumlahan nilai dalam kolom LAMA dan kolom BARU. PAK SEMENTARA diberlakukan sebagai PAK untuk memudahkan penilaian selanjutnya dalam rangka melengkapi angka kredit yang dipersyaratkan. Setiap PAK yang diterbitkan oleh masing-masing instansi harus ditembuskan kepada Instansi Pembina. Instansi diisi Nama Instansi Pengusul. Foto copy Keputusan Pengangkatan menjadi PNS (khusus untuk pengangkatan pertama). Nomor diisi sesuai Kode Penomoran PAK di Instansi Penilai. hanya diisi jika pejabat Perekayasa yang dinilai telah memenuhi syarat untuk kenaikan pangkat/jabatan yang lebih tinggi.2. l. 90 . PAK kolom LAMA diisi sesuai Nilai PAK terakhir f. lembar instruksi. i. technical note. Foto copy Keputusan Pengangkatan pertama kali dalam jabatan fungsional Perekayasa (khusus untuk kenaikan pangkat pertama kali dalam jabatan fungsional Perekayasa). Butir III.3. Pengisian PAK. d. Pengisian PAK dilakukan dengan cara sebagai berikut di bawah ini: a. b.1. g. e. Sistem pelaporan dan time schedule sesuai yang tercantum dalam program manual Bukti fisik hasil kegiatan yang dilakukan seperti: ijazah/sertifikat. Keterangan Perorangan diisi data Perekayasa yang dinilai. Foto copy Keputusan Kenaikan Pangkat Terakhir. Foto copy DP3 satu tahun terakhir.3. Foto copy Keputusan Kenaikan Jabatan terakhir Foto copy PAK terakhir (khusus untuk kenaikan pangkat kedua kali dan seterusnya sebagai pejabat fungsional Perekayasa). f. h. PAK adalah formulir yang memuat status angka kredit bagi pejabat perekayasa untuk dapat dipergunakan sebagai bahan kenaikan pangkat/jabatan (contoh formulir PAK lihat lampiran XI). karya tulis/karya ilmiah dan bukti fisik kegiatan kerekayasaan seperti lembar kerja. 7.3. Ijazah terakhir yang dilegalisasi untuk pengangkatan pertama kali atau bagi yang diangkat kembali setelah tugas belajar. j. technical report dll . Penetapan Angka Kredit ( PAK ) 7. k. j. i. Formulir PAK SEMENTARA dibuat seperti formulir PENETAPAN ANGKA KREDIT hanya judulnya diganti menjadi PAK SEMENTARA dengan nomor sesuai nomor administrasi Tim Penilai. PAK kolom BARU diisi sesuai Hasil Penilaian DUPAK. Masa Penilaian diisi sesuai masa penilaian yang ada pada DUPAK. e. g. Apabila tidak memenuhi syarat.d. c. lembar keputusan. 7. Pengertian PAK. maka diterbitkan PAK SEMENTARA yang ditanda tangani oleh ketua Tim Penilai. h. k.

pangkat Penata Muda. Pejabat Pembina Kepegawaian Provinsi yang bersangkutan atau pejabat lain yang ditunjuk yang membidangi kepegawaian (serendah-rendahnya eselon II) bagi Perekayasa Pertama. golongan ruang IV/e untuk perekayasa di Instansi Pembina dan instansi lain. d. pangkat Pembina Utama.7. golongan ruang IV/a di lingkungan instansi masing-masing. golongan ruang IV/a di ingkungan instansi masing-masing.3. pangkat Penata Muda. pangkat Pembina. e. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. golongan ruang IV/b sampai dengan Perekayasa Utama. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat yang bersangkutan atau pejabat lain yang ditunjuk yang membidangi kepegawaian (serendah-rendahnya eselon II) bagi Perekayasa Pertama. pangkat Pembina. Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi selaku Kepala instansi pembina Jabatan Fungsional Perekayasa atau pejabat lain setingkat eselon I yang ditugaskan pada Instansi Pembina untuk penetapan angka kredit Perekayasa Madya. pangkat Penata Muda. pangkat Pembina Tingkat I.3Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Sesuai Peraturan Menpan Nomor: PER/219/M. pangkat Pembina. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. golongan ruang IV/a di lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. pangkat Pembina. Pejabat yang berwenang menetapkan PAK: a.PAN/7/2008. Pejabat yang ditunjuk di lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi yang membidangi kepegawaian (serendah-rendahnya eselon II) bagi Perekayasa Pertama. b. c. Pejabat Pembina Kepegawaian Kabupaten/Kota yang bersangkutan atau pejabat lain yang ditunjuk yang membidangi kepegawaian (serendah-rendahnya eselon II) bagi Perekayasa Pertama. golongan ruang IV/a di lingkungan masingmasing. pangkat Penata Muda. 91 .

Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Pusat 1) Jabatan/Pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Perekayasa yang dinilai. namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa. 92 . Keanggotaan Tim Penilai Pusat terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: 1) Seorang Ketua merangkap anggota. 3) Penyusun PAK untuk disampaikan kepada Kepala BPPT. dan 4) Sekurang-kurangnya 4 orang anggota e. Tim Penilai Perekayasa Tim Penilai Jabatan Perekayasa terdiri dari unsur unit teknis yang membidangi kerekayasaan. Tim Penilai Pusat a.1. dengan sepengetahuan atasan langsung. b. 5) Menyatakan kesediaan secara tertulis untuk menjadi anggota Tim Penilai Pusat. 2) Pemeriksa kebenaran dokumen-dokumen DUPAK. Kedudukan Tim Penilai Pusat adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala BPPT. Tugas Tim Penilai Pusat bertugas menilai prestasi Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e. Tim Penilai Perekayasa secara umum dibagi menjadi 5 (lima) yaitu: 1. d. 2) Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. c. 3) Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa 4) Dapat aktif melakukan penilaian. kepegawaian dan Pejabat Fungsional Perekayasa. Keanggotaan Tim Penilai Pusat. 2) Serendah-rendahnya Pejabat Perekayasa Madya .BAB VIII TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN PEREKAYASA 8. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. 6) Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa. 3) Seorang Sekretraris merangkap anggota dari unsur yang membidangi kepegawaian/kesekretariatan.IV/b. Tim Penilai Pusat berfungsi sebagai : 1) Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK.

d. Setelah masa jabatannya berakhir. Tugas Tim Penilai Unit Kerja bertugas menilai prestasi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a di lingkungan BPPT atau di lingkungan instansi/provinsi/kabupaten/kota yang belum mempunyai tim penilai . 3) Seorang Sekretraris merangkap anggota dari unsur yang membidangi kepegawaian. Jabatan/pangkat serandah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat perekayasa yang dinilai. Tim Penilai Unit Kerja a. 4. 5. b. Dapat aktif melakukan penilaian. Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang untuk menetapkan PAK Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. Masa kerja Tim Penilai 3 (tiga) tahun. Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa. namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Unit Kerja: 1. 4. 93 . 3. c.f. Keanggotaan Tim Penilai Unit Kerja terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: 1) Seorang Ketua merangkap anggota. g. 2. dan 4) Sekurang-kurangnya 4 orang anggota e. Keanggotaan Tim Penilai Unit Kerja. Pemeriksa dalam kebenaran dokumen-dokumen DUPAK 3. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. 2) Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. Menyatakan kesediaan secara tertulis untuk menjadi anggota Tim Penilai Instansi. 2. Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai Pusat yang ikut dinilai. Serendah-rendahnya pejabat Perekayasa Muda – III/d. Fungsi Tim Penilai Unit Kerja berfungsi sebagai: 1. 6. maka Ketua Tim Penilai dapat mengangkat anggota Tim Penilai pengganti. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. dengan sepengetahuan atasan langsung. Membantu menilai DUPAK Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e yang akan diajukan oleh pejabat yang berwenang kepada Tim Penilai Pusat melalui Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. 2. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. Kedudukan Tim Penilai Unit Kerja adalah Tim Penilai di lingkungan BPPT yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala BPPT untuk mengusulkan dan menyusun PAK bagi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a.

Membantu menilai DUPAK Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e yang akan diajukan oleh pejabat yang berwenang kepada Tim Penilai Pusat melalui Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina. 94 . Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa. b. 3) Seorang Sekretraris merangkap anggota dari unsur yang membidangi kepegawaian. 5. Keanggotaan Tim Penilai Instansi. yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala Instansi untuk mengusulkan dan menyusun PAK bagi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. Tim Penilai Instansi a. 2. 4. Keanggotaan Tim Penilai Instansi terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: 1) Seorang Ketua merangkap anggota. maka anggota Tim Penilai dapat dianggkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. 2) Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. 3.III/d. 2. dan 4) Sekurang-kurangnya 4 orang anggota e. d. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Instansi: 1. namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa.f Masa Kerja Tim Penilai Unit Kerja: 1. Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Kedudukan Tim Penilai Instansi adalah Tim Penilai di lingkungan Instansi. 2. Tugas Tim Penilai Instansi bertugas menilai prestasi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a di lingkungan instasinya c. Jabatan/pangkat serandah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat perekayasa yang dinilai. Serendah-rendahnya pejabat Perekayasa Muda . 4. Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. Fungsi Tim Penilai Instansi berfungsi sebagai: 1. Masa kerja Tim penilai Unit kerja adalah 3 (tiga) tahun. Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai Unit Kerja dalam 2 (dua) masa jabatannya berturut-turut. Pemeriksa dalam kebenaran dokumen-dokumen DUPAK 3. Dapat aktif melakukan penilaian. 3.

Tim Penilai Provinsi a. Setiap pembentukan Tim Penilai Instansi harus dilaporkan kepada Instansi Pembina. Keanggotaan Tim Penilai Provinsi. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Provinsi: 1). 2) Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. Pemeriksa dalam kebenaran dokumen-dokumen DUPAK 3). 4. 4). 95 dengan jabatan/pangkat . h. Jabatan/pangkat serandah-rendahnya sama perekayasa yang dinilai. untuk penilaiannya instansi tersebut menyerahkan proses penilaiannya kepada Tim Penilai Unit Kerja. Keanggotaan Tim Penilai Provinsi terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: 1) Seorang Ketua merangkap anggota. 2. Tiga tahun. Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. Membantu menilai DUPAK Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e yang akan diajukan oleh pejabat yang berwenang kepada Tim Penilai Pusat melalui Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina. c. Tugas Tim Penilai Provinsi bertugas menilai prestasi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a di lingkungan provinsinya atau kabupaten/kota di wilayahnya yang belum mempunyai tim penilai. Jika pada suatu instansi belum dapat dibentuk Tim Penilai Instansi sesuai dengan persyaratan di atas.f Masa Kerja Tim Penilai Instansi 1. Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai Instansi dalam 2 (dua) masa jabatannya berturut-turut. dan 4) Sekurang-kurangnya 4 orang anggota e. 3) Seorang Sekretraris merangkap anggota dari unsur yang membidangi kepegawaian. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Fungsi Tim Penilai Provinsi berfungsi sebagai: 1). g. 2). d. b. Kedudukan Tim Penilai Provinsi adalah Tim Penilai di lingkungan provinsi yang dibentuk dan ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian provinsi untuk mengusulkan dan menyusun PAK bagi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a.

4). Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. Dapat aktif melakukan penilaian. Keanggotaan Tim Penilai Kabupaten/Kota terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: 1) Seorang Ketua merangkap anggota. 5). Jika pada suatu sekretariat daerah provinsi belum dapat dibentuk Tim Penilai Provinsi sesuai dengan persyaratan di atas. Membantu menilai DUPAK Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e yang akan diajukan oleh pejabat yang berwenang kepada Tim Penilai Pusat melalui Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai Provinsi dalam 2 (dua) masa jabatannya berturut-turut. Serendah-rendahnya pejabat Perekayasa Muda . untuk penilaiannya diserahkan kepada Tim Penilai Unit Kerja. 3). Pemeriksa dalam kebenaran dokumen-dokumen DUPAK 3). Kedudukan Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah Tim Penilai di lingkungan Kabupaten/Kota yang dibentuk dan ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Kabupaten/Kota untuk mengusulkan dan menyusun PAK bagi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. 5. 2) Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. Setiap pembentukan Tim Penilai Provinsi harus dilaporkan kepada Instansi Pembina. Tugas Tim Penilai Kabupaten/Kota bertugas menilai prestasi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a di lingkungan Kabupaten/Kotanya.III/d. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. Tim Penilai Kabupaten/Kota a. 4). f Masa Kerja Tim Penilai 1). h. b. 2). 96 . Tiga tahun. d. c. 2). g. maka anggota Tim Penilai dapat dianggkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. Keanggotaan Tim Penilai Kabupaten/Kota. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Fungsi Tim Penilai Kabupaten/Kota berfungsi sebagai: 1).2). namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa. Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa.

pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli. 3). Setiap pembentukan Tim Penilai Kabupaten/Kota harus dilaporkan kepada Instansi Pembina. g. Tugas Pokok Tim Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. f Masa Kerja Tim Penilai 1). 97 . untuk penilaiannya diserahkan kepada Tim Penilai Provinsi atau Tim Penilai Unit Kerja 8. baik yang berkedudukan sebagai PNS atau bukan PNS yang mempunyai kemampuan teknis yang diperlukan. namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa. Tiga tahun. Dapat aktif melakukan penilaian. 2). Serendah-rendahnya pejabat Perekayasa Muda – III/d. 2. 8. 5). 4). 2). Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Kabupaten/Kota: 1). dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Di Pusat. Apabila diperlukan. a. Jabatan/pangkat serandah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat perekayasa yang dinilai. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan.2 Tim Teknis 1. Sekretariat Tim Penilai Pusat bertugas membantu Tim Penilai Pusat dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Pusat. Jika pada suatu sekretariat daerah Kabupaten/Kota belum dapat dibentuk Tim Penilai Kabupaten/Kota sesuai dengan persyaratan di atas. maka anggota Tim Penilai dapat dianggkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai Kabupaten/Kota dalam 2 (dua) masa jabatannya berturut-turut. 3. dan 4) Sekurang-kurangnya 4 orang anggota e.3 Tata Kerja Administrasi Penilaian 1. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. h. Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa. Tim Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit.3) Seorang Sekretraris merangkap anggota dari unsur yang membidangi kepegawaian.

a. Sekretariat Tim Penilai Instansi bertugas membantu Tim Penilai Instansi dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Instansi. b. Sekretariat Tim Penilai Unit Kerja membantu Tim Penilai Unit Kerja dalam melaksanakan sidang. c. Tata Cara Penilaian Tata cara penilaian diatur sebagai berikut: 1.4. Sekretariat Tim Penilai Pusat meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK. Sekretariat Tim Penilai Unit Kerja meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK. Sekretariat Tim Penilai Instansi membantu Tim Penilai Instansi dalam melaksanakan sidang. maka sekretariat menyampaikan kepada pengusul dan/atau unit pengusul untuk dilengkapi. maka sekretariat menyampaikan kepada Instansi pengusul untuk dilengkapi. 3. 8. Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi. a. 5. Setiap DUPAK dinilai oleh dua orang dari Tim Penilai. Ketua Tim Penilai membagi tugas penilaian kepada anggota Tim Penilai. Sekretariat Tim Penilai Kabupaten/Kota membantu Tim Penilai Kabupaten/Kota dalam melaksanakan sidang. Sekretariat Tim Penilai Provinsi bertugas membantu Tim Penilai Provinsi dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Provinsi. Di Kabupaten/Kota. b. 2. Sekretariat Tim Penilai Kabupaten/Kota bertugas membantu Tim Penilai Kabupaten/Kota dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Kabupaten/Kota. c. b. Sekretariat Tim Penilai Unit Kerja bertugas membantu Tim Penilai Unit Kerja dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Unit Kerja. b. a. Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi. Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi maka sekretariat menyampaikan kepada unit Pengusul untuk dilengkapi. c. 4. maka sekretariat menyampaikan kepada unit pengusul untuk dilengkapi. c. a. 2. Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi. maka sekretariat menyampaikan kepada unit pengusul untuk dilengkapi. Di Unit Kerja (Instansi Pembina). Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi. Sekretariat Tim Penilai Pusat membantu Tim Penilai Pusat dalam melaksanakan sidang.b. 98 . Sekretariat Tim Penilai Provinsi membantu Tim Penilai Provinsi dalam melaksanakan sidang. Di Instansi. Sekretariat Tim Penilai Provinsi meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK. Sekretariat Tim Penilai Instansi meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK. c. Di Provinsi. Sekretariat meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK.

Hasil Penilaian angka kredit harus dituangkan dalam Berita Acara Penilaian Angka Kredit yang ditandatangani oleh anggota Tim Penilai yang hadir. 5.3. Apabila selisih hasil angka kredit lebih dari 20 % maka ditunjuk penilai ketiga untuk menetapkan nilai akhir. 4. Sekretaris Tim Penilai membuat PAK untuk disampaikan kepada pejabat yang berwenang untuk disahkan setelah diperiksa oleh Ketua Tim Penilai. sebelum diusulkan ke Tim Penilai Pusat harus dinilai dulu oleh Tim Penilai Instansi/Tim Penilai Unit Kerja/Tim Penilai Provinsi/Tim Penilai Kabupaten/Kota. 6. 7. Apabila selisih hasil penilaian angka kredit kurang dari atau sama dengan 20 %. Untuk penilaian Perkayasa Madya – IV/b sampai Perekayasa Utama – IV/e. 99 . maka hasil penilaian yang mempunyai nilai unsur utama lebih tinggi ditetapkan sebagai angka kredit tambahan untuk PAK baru.

3 Inpassing Pelaksanaan inpassing pada jabatan fungsional perekayasa diatur tersendiri dengan Petunjuk Teknis Inpassing Jabatan Fungsional Perekayasa yang ditetapkan oleh Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Perekayasa yang ditetapkan sebelum keputusan ini ditetapkan.PAN/7/2008. Penyesuaian Keputusan Pejabat yang berwenang mengangkat.2. baik yang aktif maupun yang diberhentikan sementara yang penilaiannya akan menggunakan Keputusan MenPAN Nomor 24/KEP/M. Seluruh prestasi kerja Perekayasa.2. memindahkan.PAN/2/2003 atau berdasarkan Peraturan MenPAN Nomor PER/219/M.PAN/2/2003 sudah harus dinilaikan selambat-lambatnya tanggal 31 Desember 2009.BAB IX KETENTUAN PERALIHAN 9.2. Penilaian prestasi kerja perekayasa sejak tanggal juknis ini ditetapkan sampai dengan 31 Desember 2009 dapat dilakukan berdasarkan Keputusan MenPAN Nomor 24/KEP/M.PAN/7/2008.PAN/7/2008). 9. Penilaian Untuk memberikan kesempatan bagi Perekayasa melakukan penyesuaian dengan Peraturan yang baru (PER/219/M. 9. 100 . 9. 9.1. maka penilaian prestasi kerja perekayasa diatur sebagai berikut : 9.2.1. dinyatakan tetap berlaku.3.2. Penilaian prestasi kerja perekayasa sejak tanggal 01 Januari 2010 dilakukan berdasarkan Peraturan MenPAN Nomor PER/219/M.

LAMPIRAN .

Nucleonic CHEMISTRY 1. Molecular biology 15. Space science L-I-1 . Number theory 6. Oceanography 9. Soil science 10. Optical astronomy 4. Computer science 4. Insect biology (entomology) 13. Acoustics 2. Biochemistry 3. Probability 10. Algebra 2. Radio-astronomy 6. Geography 7. Plant biology (botany) 17. Animal biology (zoology) 2. Organic chemistry 7. Molecular physics 7. Meteorology 8. Solid state physics 12. Topology ASTRONOMY & ASTROPHYSICS 1. Immunology 12. Hydrology 7. Geodesy 5. Biochemistry 4.LAMPIRAN I STANDAR NOMENKLATUR UNTUK SCIENCE DAN TEKNOLOGI BERDASARKAN UNESCO TAHUN 1988 MATHEMATICS 1. Cell biology 7. Ethology 8. Atmospheric sciences 2. Physical chemistry 11. Numerical analysis 8. Virology 20. Physical chemistry 8. Geometry 5. Biomathematics 5. Palaentology 16. Inorganic chemistry 4. Climatology 3. Analytical chemistry 2. Statistics 11. Nuclear physics 8. Macromolecular chemistry LIFE SCIENCES 1. Analysis and functional analysis 3. Operations research 9. Electro-magnetism 3. Anthropology (physical) 3. Radiobiology 18. Geochemistry 4. Thoeritical physics 13. Human biology 10. Genetics 9. Planetology PHYSICS 1. Cosmology and cosmogony 2. Fluid (physics of) 5. Other astronomical specialities 9. Solar system 7. Units and constants 15. Thermodynamics 14. Optics 10. Mechanics 6. Other physical specialities 5. Interplanetary medium 3. Other chemical specialities 11. Electronics 4. Human physiology EARTH AND SPACE SCIENCES 1. Other mathematical specialities 5. Biometrics 6. Other biological specialities 6. Nuclear chemistry 6. Symbiosis 19. Microbiology 14.

11. Geology 12. Geophysics AGRICULTURAL SCIENCES 1. Agricultural chemistry 2. Agricultural engineering 3. Agronomy 4. Animal husbandry 5. Fish and wildlife MEDICAL SCIENCES 1. Clinical sciences 2. Epidemiology 3. Forensic medicine 4. Occupational medicine 5. Internal medicine 6. Nutrition sciences 7. Pathology 8. Pharmacodynamics TECHNOLOGICAL SCIENCES 1. Aeronautical technology and engineering 2. Biochemical technology 3. Chemical technology and engineering 4. Computer technology 5. Construction technology 6. Electrical technology and engineering 7. Electronic technology 8. Environmental technology and engineering 9. Food technology 10. Industrial technology 11. Instrumentation technology 12. Materials technology 13. Mechanical engineering and technology 14. Medical technology 15. Metallurgical technology ECONOMIC SCIENCES 1. Econometrics 2. Economic accounting 3. Economic systems PEDAGOGY Curriculum Development POLITICAL SCIENCE Policy sciences PSYCHOLOGY 1. Educational psychology 2. Evaluation and measurement in psychology

13. Other earth, space or environmental specialities

6. Forestry 7. Horticulture 8. Phytopathology 9. Veterinary sciences 10. Other agricuktural specialities

9. Pharmacology 10. Preventive medicine 11. Psychiatry 12. Public health 13. Surgery 14. Toxicology 15. Other medical specialities

16. Metal products technology 17. Motor vehicle technology 18. Mining technology 19. Naval technology 20. Nuclear technology 21. Petroleum and coal technology 22. Power technology 23. Railway technology 24. Space technology 25. Telecommunications technology 26. Textile technology 27. Transportation systems technology 28. Unit operations technology 29. Urban planning 30. Other technological specialities

4. Economics of technological change 5. Industrial organization and public policy 6. Organization and management of enterprises

3. Experimental psychology

L-I-2

SCIENCES OF ART & LETTERS Architecture PHILOSOPHY 1. Philosophy of knowledge 2. General philosophy 3. Philosophical systems 4. Philosophy of science

5. Philosophy of nature 6. Social philosophy 7. Philosophical doctrines 8. Other philosophical specialities

L-I-3

LAMPIRAN II

KOMPOSISI JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK KENAIKAN JABATAN DAN KENAIKAN PANGKAT PEREKAYASA PENDIDIKAN SARJANA (S.1) /DIPLOMA IV
JENJANG JABATAN / GOLONGAN RUANG / ANGKA KREDIT MUDA MADYA III/c 100 III/d 100 IV/a 100 IV/b 100 IV/c 100 IV/d 100

NO

UNSUR

PROSENTASE

PERTAMA III/a III/b 100

UTAMA IV/e 100

I II

Pendidikan Sekolah ANGKA KREDIT PENJENJANGAN A UTAMA 1 Pendidikan dan pelatihan serta memperoleh surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPP) atau sertifikat 2 Kegiatan Kerekayasaan 3 Pengembangan Profesi Jumlah A B PENUNJANG Pendukung pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan Tugas Perekayasaan Jumlah II Jumlah ( I + II )

100

> 80 % 40 40 80 80 160 160 240 240 348 12 360 456 24 480 564 36 600 712 48 760 50 50

< 20 % 100%

10 50 150

20 100 200

40 200 300

60 300 400

90 450 550

120 600 700

150 750 850

190 950 1050 50

L-II-1

2) JENJANG JABATAN / GOLONGAN RUANG / ANGKA KREDIT MUDA MADYA III/c 150 III/d 150 IV/a 150 IV/b 150 IV/c 150 IV/d 150 NO UNSUR PROSENTASE PERTAMA III/b UTAMA IV/e 150 I II Pendidikan Sekolah ANGKA KREDIT PENJENJANGAN A UTAMA 1 Pendidikan dan pelatihan serta memperoleh surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPP) atau sertifikat 2 Kegiatan Kerekayasaan 3 Pengembangan Profesi Jumlah A B PENUNJANG Pendukung pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan Tugas Perekayasaan Jumlah II Jumlah ( I + II ) < 20 % 100% 150 > 80 % 40 40 120 120 200 200 308 12 320 416 24 440 524 36 560 672 48 720 50 50 10 50 200 30 150 300 50 250 400 80 400 550 110 550 700 140 700 850 180 900 1050 50 L-III-1 .LAMPIRAN III KOMPOSISI JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK KENAIKAN JABATAN DAN KENAIKAN PANGKAT PEREKAYASA PENDIDIKAN PASCA SARJANA (S.

3) JENJANG JABATAN / GOLONGAN RUANG / ANGKA KREDIT MADYA UTAMA III/d 200 IV/a 200 IV/b 200 IV/c 200 IV/d 200 IV/e 200 NO UNSUR PROSENTASE III/c MUDA I II Pendidikan Sekolah ANGKA KREDIT PENJENJANGAN A UTAMA 1 Pendidikan dan pelatihan serta memperoleh surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPP) atau sertifikat 2 Kegiatan Kerekayasaan 3 Pengembangan Profesi Jumlah A B PENUNJANG Pendukung pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan Tugas Perekayasaan Jumlah II Jumlah ( I + II ) 200 > 80 % 80 80 160 160 268 12 280 376 24 400 484 36 520 632 48 680 50 50 < 20 % 100% 20 100 300 40 200 400 70 350 550 100 500 700 130 650 850 170 850 1050 50 L-IV-1 .LAMPIRAN IV KOMPOSISI JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK KENAIKAN JABATAN DAN KENAIKAN PANGKAT PEREKAYASA PENDIDIKAN DOKTOR (S.

Melaksanakan desain awal (a) Merekayasa bentuk konfigurasi (b) Mengkalkulasi kinerja awal ANGKA KREDIT 200 150 100 15 9 6 3 2 1 0. perekayasaan 1). Melaksanakan perhitungan (a) Melaksanakan perhitungan pendekatan awal (b) Melaksanakan perhitungan analitik rinci (c) Melaksanakan komputasi numerik 5).125 0. Lamanya 10 .228 0.80 jam 7.113 Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama (c) Membuat gambar teknis (Engineering Drawing) awal 3). Lamanya lebih dari 960 jam di Bidang Kegiatan kerekayasaan 2. Melaksanakan desain konseptual dan pengoperasian (a) Menetapkan tujuan dan kebutuhan desain (Design Requirement and Objective) (b) Menyusun filosofi rancang bangun (c) Menetapkan metoda yang digunakan 2). Lamanya 161 – 480 jam Pelatihan (STTPP) 5.079 0. Melaksanakan pengujian 0. a.0 PELAKSANA Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang II Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook per kegiatan dan Lembar kerja Lembar kerja 0. Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff) penelitian terapan. Lamanya 481 – 640 jam Tamat Pendidikan dan 4. Melaksanakan kegiatan Kerekayasaan pengembangan. Melaksanakan Desain rinci (a) Melaksanakan iterasi hasil desain awal (b) Mengoptimasi hasil desain awal (c) Melaksanakan konfigurasi desain rinci (d) Menetapkan konfigurasi 4).083 0.255 0. Magister (S2) 3.30 jam C Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan golongan III KEGIATAN KEREKAYASAAN A Pelaksanakan kegiatan 1.671 Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama 37 . Doktor (S3) 2.152 0. Lamanya 81 – 160 jam 6. Lamanya 641 – 960 jam dan Memperoleh Surat Tanda 3.5 2.076 0.115 Perekayasa Pertama Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja 0. Lamanya 31 . Sarjana (S1) B Pendidikan dan Pelatihan 1.098 0.109 0.109 0.LAMPIRAN V RINCIAN KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA (Sesuai Lampiran I PerMENPAN Nomor PER/219/M/PAN/7/2008) NO I UNSUR PENDIDIKAN SUB UNSUR A Pendidikan Sekolah dan Memperoleh Gelar/Ijazah BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ijazah ijazah ijazah Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat 1.

174 0.267 0. Melaksanakan perawatan produk (a) Melaksanakan perawatan rutin (harian) produk (b) Melaksanakan perawatan berkala produk (c) Melaksanakan perbaikan menyeluruh (over haul ) produk 11).125 0.638 0. Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi (a) Menetapkan parameter kelayakan 0.571 0.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN (a) Menetapkan konfigurasi pengujian (b) Membuat benda uji SATUAN HASIL Lembar kerja Benda kerja/ Lembar Kerja (Product Working sheet ) Lembar kerja Lembar kerja Logbook Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja dan foto Lembar kerja dan foto Lembar kerja dan foto Lembar kerja dan foto Lembar kerja dan foto Lembar kerja ANGKA KREDIT 0.489 0.123 Perekayasa Pertama 38 .569 0. Melaksanakan pengukuran (a) Menetapkan instrumentasi pengukuran (b) Menetapkan sasaran pengukuran (c) Melaksanakan pengukuran (d) Menganalisis data pengukuran (e) Menginterpretasi hasil pengukuran 9).336 Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama 0.240 0.057 0.275 0.423 0.090 0.158 0. Melaksanakan modifikasi produk (a) Melaksanakan repair (perbaikan) produk (b) Melaksanakan modifikasi produk 10).289 0.175 PELAKSANA Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama (c) Menetapkan sistem penginderaan pengujian (d) Menetapkan sistem perolehan dan pengolahan data (e) Melaksanakan operasi pengujian (f) Menganalisis data (g) Menginterpretasi hasil uji 6).246 0.110 0.076 0. Melaksanakan observasi (a) Menetapkan instrumentasi observasi (b) Menetapkan sasaran observasi (c) Melaksanakan observasi (d) Menganalisis data observasi (e) Menginterpretasi hasil observasi 8).551 0.183 0.113 0. Melaksanakan explorasi (a) Menetapkan instrumentasi explorasi (b) Menetapkan sasaran explorasi (c) Melaksanakan explorasi (d) Menganalisis data explorasi (e) Menginterpretasi hasil explorasi 7).251 Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama 0.491 0.136 0.420 0.480 0.

Melaksanakan explorasi (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran explorasi (b) Menetapkan metoda explorasi SATUAN HASIL Lembar kerja ANGKA KREDIT 0.206 0. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) a Memberikan supervisi kepada para Engineering Staff dalam: 1).145 0. Melaksanakan desain konseptual/ awal (a) Memberikan beberapa alternatif metoda desain (b) Menetapkan metoda kalkulasi (c) Menilai hasil desain awal 2).419 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0.218 0.301 2.190 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0.200 0. Melaksanakan desain rinci (a) Memberikan metoda optimasi (b) Mensintesiskan hasil desain awal menjadi desain rinci (c) Memberikan metoda iterasi desain 3).354 0.369 0. Melaksanakan studi banding sistem teknologi (a) Menetapkan acuan studi banding (b) Melaksanakan perbandingan kinerja suatu teknologi b Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 2.206 0.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN (b) Melaksanakan penyelidikan kesesuaian dengan paramater kelayakan 12). Melaksanakan Pengujian (a) Menyajikan beberapa alternatif jenis peralatan pengujian (b) Menentukan peralatan perolehan data (c) Menentukan peralatan pengolah data (d) Memberikan metoda dan strategi pengujian (e) Memberikan metoda interpretasi hasil pengujian 5).171 Perekayasa Muda Perekayasa Muda 39 .209 0.425 0.000 Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar kerja Lembar Instruksi Teknik Lembar kerja Lembar Instruksi Teknik Lembar kerja Lembar kerja Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik 0.256 0. Melaksanakan perhitungan (a) Melaksanakan penurunan persamaan matematik/modelling (b) Melaksanakan deskritisasi persamaan (c) Memberikan metoda pemecahan persamaan 4).602 0.200 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0.174 0.315 PELAKSANA Perekayasa Pertama Lembar kerja Lembar kerja Surat Keputusan 0.820 0.

Menetapkan acuan banding Lembar Instruksi Teknik b Menyelenggarakan pertemuan dan memimpin diskusi Lembar Keputusan (decission sheet ) dengan para Staf Perekayasa (Engineering Staff ) tentang pekerjaan mereka c Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Ketua Kelompok (Group Leader ) 1).175 0.269 0. Melaksanakan perawatan produk 9) M l k k t d k (a) Memberikan metoda perawatan produk Lembar Instruksi Teknik (b) Memberikan metoda perbaikan menyeluruh (over Lembar Instruksi Teknik haul ) produk 10).192 0. Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi (a) Menetapkan persyaratan kelayakan Lembar Instruksi Teknik (b) Melaksanakan pemilihan parameter kelayakan Lembar Instruksi Teknik (c) Menetapkan model yang akan dipakai sebagai Lembar Instruksi acuan Teknik 11). diskusi.240 0.392 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0.068 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0. Melaksanakan modifikasi produk (a) Memberikan metoda modifikasi produk Lembar Instruksi Teknik (b) Memberikan metoda perbaikan (repair ) produk Lembar Instruksi Teknik 9).314 Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0.400 0.245 0. Mempersiapkan bahan presentasi laporan hasil Materi presentasi kegiatan Paket Kerja (Work Package ) yang dipimpinnya 2).249 0.247 0.241 PELAKSANA Perekayasa Muda Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik (c) Melaksanakan penurunan hasil observasi menjadi Lembar kerja model matematika 7).343 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0. Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Materi presentasi Ketua Kelompok (Group Leader ) secara berkala (Pemaparan.215 Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0.221 0. Melaksanakan observasi (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran observasi (b) Menetapkan metoda observasi SATUAN HASIL Lembar kerja ANGKA KREDIT 0.067 Perekayasa Muda 40 . Melaksanakan pengukuran (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran Lembar Instruksi Teknik pengukuran (b) Menetapkan metoda pengukuran Lembar Instruksi Teknik (c) Melaksanakan penurunan hasil pengukuran Lembar kerja menjadi model matematika 8).NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN (c) Melaksanakan penurunan hasil explorasi menjadi model matematika 6).180 Perekayasa Muda 0.248 0. dan penyimpulan hasil) 0.

390 1. Melaksanakan sub-integrasi produk s truktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah explorasi 4). pendanaan. Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah testing 3).420 0.600 Perekayasa Madya 41 . Mempersiapkan materi presentasi laporan hasil Materi presentasi kegiatan struktur rincian kerja (WBS ) yang dipimpinnya 0.400 Perekayasa Madya 0.420 0.330 Perekayasa Madya Kontrak kerjasama 0. Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah perawatan b Mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan melakukan iterasi teknis diantara kelompok (group ) yang terkait c Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN d Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 3. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) a Mengkombinasikan hasil-hasil dari seluruh Paket Pekerjaan (WP) yang berada di bawahnya dalam kelompok keilmuan/keahliannya 1).525 0. Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah modifikasi 7).525 0.428 Perekayasa Madya e Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada Lembar Usulan spesifikasi teknis Manajer Program (Program Manager ) f Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan secara berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Program Director dan dihadiri oleh Insinyur Kepala (Chief Engineer ) dan Manajer Program (Program manager ) 1). Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah disain 2).420 0.000 PELAKSANA Perekayasa Pertama/Muda Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar Keputusan (decission sheet ) Lembar Keputusan (decission sheet ) 0. dan pengadaan barang sesuai dengan struktur rincian kerja (WBS).200 Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya 0. Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah observasi 5) Melaksanakan sub-integrasi produk WBS untuk masalah pengukuran 6).nya dengan melakukan iterasi yang terkait dengan ketersediaan aliran pendanaan d Membuat perencanaan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Manajer Program (Program Manager ) SATUAN HASIL Surat Keputusan ANGKA KREDIT 2.420 0.

140 Perekayasa Muda Lembar kerja 0. Menyusun draft laporan kemajuan program dari segi Draft Laporan waktu dan dana f Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau Surat Keputusan berbahaya 5.239 0.164 Perekayasa Muda e Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana 1).120 PELAKSANA Perekayasa Madya Surat Keputusan 2.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN 2). Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Kepala Program (Program Director ) secara berkala (paparan. Mengusulkan rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. 1). Mengusulkan metoda pengendalian proyek. Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Draft PCM report Kemajuan Kegiatan (PCM ) bersama Manajer Program (Program Manager ) 2). Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager) a Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan bersama dengan Manajer Program (Program Manager).565 Perekayasa Muda 0. Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan. Manajer Program (Program Manager) a Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program 2). diskusi dan kesimpulan) g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 4. 1). mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja 2). Merencanakan jadwal pendanaan program yang telah ditetapkan 0. SATUAN HASIL Materi presentasi ANGKA KREDIT 0.180 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda b Menyiapkan draft kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain Draft kontrak bersama Manajer Program (Program Manager ) c Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola Lembar kerja anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader ) bersama Manajer Program (Program Manager ) d Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Ketua Kelompok (Group Leader ) bersama Manajer Program (Program Manager ) 1).000 Perekayasa Muda/Madya Lembar Kerja 0.167 Perekayasa Muda Lembar kerja 0. Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang Lembar kerja 0.000 Perekayasa Muda Perekayasa Muda 42 .100 2.160 0.

240 0. Asisten Insinyur Kepala (Asistant Chief Engineer) a Menyiapkan draft Engineering/ Test/ Production manual 1).000 Perekayasa Madya 1.359 0. b Menetapkan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain c Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader ) d Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Group Leader 1). Menyiapkan draft buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) 2).NO UNSUR SUB UNSUR (a) BUTIR KEGIATAN Memberikan metoda pengendalian proyek. Menyiapkan draft buku acuan pengujian (Test Manual ) 3).325 PELAKSANA Perekayasa Madya 0. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program (b) Membuat rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. Menyiapkan draft buku acuan produksi (Production Manual ) Engineering Test Manual Production Manual Production Manual Surat Keputusan 0.810 0.334 Perekayasa Madya Lembar Keputusan (decission sheet ) 0. Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang e Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana 1). mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja 2).500 Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya 43 . melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan.080 0.328 Perekayasa Madya PCM Report Materi presentasi materi presentasi 0.478 0. Menyusun Laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana 3).930 1. Mempresentasikan laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana di hadapan Kepala Program (Program Director ) secara berkala SATUAN HASIL Lembar Instruksi Teknik Lembar kerja Kontrak kerjasama Lembar kerja ANGKA KREDIT 0.120 Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya f Membentuk Organisasi Fungsional Program bersama Kepala Lembar Keputusan (decission sheet ) Program (Program Director ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 6.800 Perekayasa Madya 2. Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (PCM ) 2).360 Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Lembar Keputusan (decission sheet ) 0.

800 Perekayasa Utama 1).000 Perekayasa Utama Perekayasa Madya 44 . Melakukan optimasi desain (trade-off ) terhadap kondisi Lembar Keputusan (decission sheet ) batas yang masih bisa dinegosiasi diantara struktur rincian kerja (WBS ) dan prioritasi hasil-hasil struktur rincian kerja (WBS ) untuk mendapatkan produk akhir yang paling sesuai pada akhir tahun anggaran e Mempresentasikan hasil kegiatan secara teknis di hadapan kepala program secara berkala f Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Materi presentasi Surat Keputusan 0. Memberikan supervisi teknis untuk penyelarasan kinerja secara rutin 2). and Objective (DR&O) 1). untuk mendiskusikan hasil .960 0. berkoordinasi dengan para Kepala Unit Struktural yang terlibat dalam program Lembar Kerja Lembar Kerja Surat Keputusan ANGKA KREDIT 0.000 PELAKSANA Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Lembar Keputusan (decission sheet ) 0. Requirement.733 Perekayasa Utama 0.400 Perekayasa Utama Perekayasa Utama 3).300 0. 2) Mendiskusikan dan menetapkan Sumber Daya Manusia Draft SK Tim Kerja yang terlibat dalam program dengan para Kepala Unit Struktural c Mengevaluasi dan menyetujui usulan spesifikasi teknis barang yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader) d Mengintegrasikan hasil-hasil dari seluruh WBS ditinjau dari kualitas teknik pemenuhan Design.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL b Mengusulkan personil yang sesuai serta klarifikasi dan sandi Lembar Kerja kerja (job code ) c Mengusulkan rencana waktu keterlibatan personil dalam tiap Lembar Kerja prorgram d Menyiapkan pertemuan dalam rangka koordinasi kerja e Memantau pelaksanaan program bersama Insinyur Kepala (Chief Engineer ) f Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 7.hasil program secara berkala Lembar Instruksi Teknik Lembar Keputusan (decission sheet ) Lembar Keputusan (decission sheet ) 0.573 Perekayasa Utama 0. Memberikan saran perbaikan. alternatif teknik yang lain pada pertemuan diskusi dengan para Ketua Kelompok (Group Leader )secara bersama atau sendiri-sendiri.207 2.300 0. Insinyur Kepala (Chief Engineer) a Membentuk Organisasi Program bersama Kepala Program (Program Director ) dan Manajer Program (Program Manager ) b Membuat perencanaan SDM yang sesuai kebutuhan.473 0.240 1.350 2.610 0 610 Perekayasa Utama Perekayasa Utama 0. Merencanakan waktu keterlibatan personil dalam tiap Lembar Kerja program 2).

Program Manajer (Program Manager ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) Lembar Keputusan (decission sheet ) 1. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) mempersiapkan buku acuan program (Program Manual ) Program Manual Surat Keputusan 0.577 Perekayasa Utama 2. Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Program (Program Manual) a.000 Perekayasa Utama 2.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT 1.220 Perekayasa Utama 0.100 PELAKSANA Perekayasa Utama 8.540 Perekayasa Utama 0. tahap rinci (Detail ). Memberikan presentasi mengenai program berjalan 2).384 Perekayasa Utama d Memantau jalannya program 1).304 0.431 Perekayasa Utama Perekayasa Utama Benda kerja/ Lembar benda Kerja (Product Working sheet ) f Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak Atas Dokumen HAKI Kekayaan Inteletual di hadapan yang berwenang g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya B.640 Perekayasa Utama 45 . tahap kritis (Critical ) dan tahap akhir (Final ) 2). Memperagakan hasil-hasil program Materi presentasi Materi presentasi 0. dan Program Manajer (Program Manager ) c Mendiskusikan jalannya program ditinjau dari segi teknik ketepatan waktu dan pendanaan secara berkala bersama para Ketua Kelompok (Group Leader ). Melaporkan jalannya program serta mempertanggung jawabkan hasil program kepada kepala unit struktural (pimpinan terkait) yang memberi pekerjaan secara berkala e Mensosialisasikan hasil program kepada para Stakeholders terkait untuk dilakukan Uji Operasional dan Evaluasi 1).473 Perekayasa Utama 0. Pelaksanakan penyusunan Pedoman dan Pembuatan Laporan dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan 1. menentukan jumlah struktur rincian kerja (WBS ) dan jumlah paket pekerjaan (WP) untuk setiap struktur rincian kerja (WBS ) b Mengangkat personil-personil yang terlibat dalam program Surat Keputusan serta pejabat-pejabat fungsional atas usulan Insinyur Kepala (Chief Engineer ). Memberikan saran-saran pada setiap fasa penelaahan Lembar Instruksi Teknik program (program review ): tahap persiapan (Preliminary ). Kepala Program (Program Director ) a Melakukan perencanaan program bersama Pengelola Lembar Kerja Program (Program Manager ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) membentuk organisasi program.

760 1. Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa buku acuan program (Program Manual ) c. State of The Art Method . Menyusun Pedoman Pelaksanaan Desain (Design Manual ) yang terdiri dari Design. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan pengujian (Test Manual ) c. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) memeriksa buku acuan desain (Design Manual ) c. parameter definition. Mean of Compliance . Menyusun buku acuan pengujian (Test manual ) 1). test article system. production scheduling. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan desain (Design Manual ) 3.990 Perekayasa Madya 1.760 1. Menyusun Pedoman Pelaksanaan Kerekayasaan/ Pengujian/ Produksi (Engineering/ Test/ Production Manual ) a. and Objective (DR&O) . engineering test scheduling 1). Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) 3).640 PELAKSANA Perekayasa Madya Perekayasa Utama Design Manual Design Manual Design Manual 0.100 Perekayasa Utama Perekayasa Utama 46 . Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan desain (Design Manual) b. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) 2). product integration. test method. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan program (Program Manual ) 2. instrument system. sub assembly. test operation.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN b.980 2. Design Scheduling a. Engineering Drawing and Documentation. Requirement. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) b.100 Perekayasa Madya Perakayasa Utama Perekayasa Utama Engineering Manual Engineering Manual Engineering Manual 0. Menyusun Production manual yang terdiri dari production method. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan pengujian (Test Manual ) 2).760 Perekayasa Utama 1. small assembly. product scheduling SATUAN HASIL Program Manual Program Manual ANGKA KREDIT 1. and deploy system.100 Perekayasa Utama Test manual 0. Menyusun Engineering Manua l yang terdiri dari test objective.990 1.990 Perekayasa Madya Test manual Test manual 1. data analysis. t t t ti l t t t ti d t l i integration. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) memeriksa buku acuan pengujian (Test Manual ) 3).

107 0. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan produksi (Production Manual ) SATUAN HASIL Production Manual ANGKA KREDIT 0.190 0. yaitu menuliskan hasil-hasil kerja dari setiap staf Perekayasa (Engineering Staff) setiap saat dari kegiatan yang dilakukan a.990 PELAKSANA Perekayasa Madya Production Manual 1. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan dokumen teknis (Technical Document ) b.760 Perekayasa Utama 3). Menyusun dokumen teknis (Technical Document ) yang merupakan hasil kerja Ketua Sub Kelompok (Group Leader ) yang merupakan rangkuman hasil-hasil Peket Pekerjaan (WP ) yang terkait dengan acuan laporan teknis (Technical Report ) yang dihasilkan a. Sebagai Ketua Kelompok (Leader) mempersiapkan Laporan Technical Report/ Memorandum Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) b. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer )memeriksa dokumen teknis (Technical Document ) c. Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff ) mempersiapkan catatan teknis (TN ) Technical Notes 1. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) menyetujui catatan teknis (TN ) 5. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Group Leader) memeriksa Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) c.769 0. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) menyetujui Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) 6. Menyusun Laporan Teknis (Technical Report) a tau revisi laporan teknis (Technical Memorandum) yang merupakan hasil dari kegiatan leader dengan acuan laporan teknis (Technical Report ) dari para staf Perekayasa (Engineering Staff ) yang terlibat a.367 Perekayasa Muda 0. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan produksi (Production Manual ) 2). Menyusun catatan teknis (Technical Notes) .525 Perekayasa Madya 0.100 Perekayasa Utama 0.089 Perekayasa Madya Perekayasa Utama Perekayasa Utama 47 .NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN 1). Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader ) memeriksa catatan Technical Notes tenis (TN ) c. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui dokumen teknis (Technical Document ) Technical Report/ Memorandum Technical Report/ Memorandum Technical Notes 0.518 Perekayasa Pertama Perekayasa Muda Perekayasa Madya b.613 Perekayasa Utama Technical Document Technical Document Technical Document 0.493 2. Sebagai Kepala Program (Program Director ) Production Manual menyetujui buku acuan produksi (Production Manual ) 4.

Membuat karya tulis di bidang kerekayasaan a. Pendayagunaan produk Teknologi 1. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau Surat Keputusan berbahaya III PENGEMBANGAN PROFESI A.475 3.300 Perekayasa Utama Perekayasa Madya Perekayasa Utama Progress Control and Monitoring Progress Control and Monitoring 1. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan internasional b. Sebagai Manajer Program (Program Manager ) mempersiapkan laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) b. Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa laporan akhir program (Program Document ) c. Membuat Program Document yang merupakan integrasi hasilhasil kerja setiap Group Leader yang terlibat dengan acuan pada seluruh Technical Document yang dihasilkan a. Dalam bentuk makalah di majalah dan media masa nasional Makalah yang diakui instansi pembina e. Dalam bentuk makalah yang dipresentasikan pada Makalah pertemuan ilmiah yang tidak dipublikasikan B. Mendayagunakan produk teknologi terjual & memperoleh royalti Dokumen 48 .300 2. Dalam bentuk makalah di majalah ilmiah internasional Buku Buku Makalah 2. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui laporan akhir program (Program Document ) 8.200 Perekayasa Utama 2.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN 7. Sebagai Kepala Program menyetujui laporan pemantauan Progress Control dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and and Monitoring Monitoring ) 9.330 0 330 Perekayasa Madya c.5 6 1 10 5 Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang d. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) mempersiapkan (Program Document ) b. Penyebarluasan produk Teknologi Sesuai dengan Tugas dalam Program yang Sedang Berjalan 1. yaitu membukukan dan merangkum hasil kerja Manajer Program (Program Manager ) dan Asisten Manajer Program (Asisten Program Manager ) dalam bentuk dokumen yang meliputi evaluasi program terhadap dana serta perubahan-perubahannya a.000 Perekayasa Utama 15 10 12. b Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA Program Document Program Document Program Document 3. Mendayagunakan produk teknologi yang memperoleh HAKI Dokumen (kecuali merk) 2. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan nasional c.320 Perekayasa Madya 0. Menyusun laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ).

Nasional c. Internasional b. Dalam bentuk makalah IV. Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan D.04 Semua Jenjang Semua Jenjang Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang 2. setiap tahun a. Mengajar/melatih Diklat. 10 Tahun Surat Keputusan 2 E. setiap Surat Keputusan 1. Perolehan Penghargaan/Tanda Jasa Tanda Jasa 1 Semua Jenjang 49 . Peran serta dalam Seminar/ Lokakarya/ Konferensi di bidang kerekayasaan C. Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota/Departemen/LPND Dokumen 0. Menyusun kurikulum/buku/diktat/modul berkaitan dengan pelatihan kegiatan kerekayasaan B. Peserta Berperan aktif sebagai anggota organisasi profesi. Keanggotaan dalam Tim Penilai Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa secara PAK aktif.04 Semua Jenjang Semua Jenjang Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Semua Jenjang D. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya a. Dalam bentuk buku b. Moderator/pembahas/narasumber 3. Membimbing siswa Surat Tugas 2 3. KEGIATAN PENUNJANG A.5 Sertifikat Sertifikat Sertifikat 3 2 1 Surat Keputusan Surat Keputusan 1 0.75 0. Pengajar/Pelatih di Bidang Kerekayasaan 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. per 2 Jam Pelajaran Tiap buku Tiap buku 2 1 Semua Jenjang Semua Jenjang Tiap buku Tiap buku Surat Tugas 1 0.5 0. Penerjemahan/Penyaduran Buku 1. Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan SATUAN HASIL Dokumen ANGKA KREDIT 5 PELAKSANA Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Semua Jenjang Memperoleh sertifikat profesional di bidang kerekayasaan (dinilai 1 x per jenis) Sertifikat 3 E. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh lembaga yang berwenang 2. Perolehan Sertifikat Profesi BUTIR KEGIATAN Menyusun Petunjuk Pelaksanaan. setiap DUPAK Menjadi anggota Mitra Bestari (Peer Review ). Menerjemahkan/menyadur di bidang kerekayasaan yang dipublikasikan : dan Bahan Lain di Bidang Kerekayasaan a. Pemrasaran 2. Menerjemahkan/menyadur di bidang teknologi yang tidak dipublikasikan : a.5 0. Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan.NO UNSUR SUB UNSUR C. Keanggotaan dalam Organisasi Profesi di bidang Kerekayasaan 1.

3. 1. Pasca Sarjana ( S-2 ) b. Doktor ( S-3 ) SATUAN HASIL Tanda Jasa Tanda Jasa Tanda Jasa Tanda Jasa Tanda Jasa Tanda Jasa Penghargaan Ijazah Ijazah F. 5.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN b. Perolehan Gelar Kesarjanaan lainnya 2. setiap gelar Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya a. 20 Tahun c. 4. Memperoleh gelar kehormatan akademis. 30 Tahun Satyalancana Pembangunan Satyalancana Wirakarya Bintang Jasa Bintang Mahaputera. ANGKA KREDIT 2 3 4 4 6 8 15 10 15 PELAKSANA Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang 50 . 2.

C Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan golongan III KEGIATAN KEREKAYASAAN A Pelaksanakan kegiatan penelitian terapan. pengembangan. Doktor (S3) 2... SUB UNSUR DAN BUTIR KEGIATAN 2 PENDIDIKAN Pendidikan Sekolah dan Memperoleh Gelar/Ijazah A 1. Lamanya 161 – 480 jam 4. L-VI-1 ... I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 II KETERANGAN PERORANGAN Nama NIP Nomor Seri Kartu Pegawai Tempat dan Tanggal Lahir Jenis Kelamin Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya Pangkat/Golongan Ruang/TMT Jabatan Fungsional/TMT Masa Kerja golongan lama Masa Kerja golongan baru Unit Kerja UNSUR YANG DINILAI : : : : : : : : : : : No 1 I UNSUR . Lamanya 481 – 640 jam 3.. Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff) a. Sarjana (S1) B Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Kegiatan kerekayasaan dan Memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) Lamanya lebih dari 960 jam 1. Magister (S2) 3.. Lamanya 10 ...80 jam 6.. s/d Bulan…… Tahun . Lamanya 641 – 960 jam 2..CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA Nomor: INSTANSI : LAMPIRAN VI MASA PENILAIAN : Bulan ……Tahun . Lamanya 81 – 160 jam 5. perekayasaan dan pengoperasian 1. Melaksanakan kegiatan Kerekayasaan Melaksanakan desain konseptual 1). Melaksanakan Desain rinci (a) Melaksanakan iterasi hasil desain awal (b) Mengoptimasi hasil desain awal (c) Melaksanakan konfigurasi desain rinci (d) Menetapkan konfigurasi Melaksanakan perhitungan (a) Melaksanakan perhitungan pendekatan awal (b) Melaksanakan perhitungan analitik rinci (c) Melaksanakan komputasi numerik Melaksanakan pengujian (a) Menetapkan konfigurasi pengujian (b) Membuat benda uji (c) Menetapkan sistem penginderaan pengujian ANGKA KREDIT MENURUT INSTANSI PENGUSUL TIM PENILAI LAMA BARU JUMLAH LAMA BARU JUMLAH 3 4 5 6 7 8 II 4).30 jam 7. (a) Merekayasa bentuk konfigurasi (b) Mengkalkulasi kinerja awal (c) Membuat gambar teknis (Engineering Drawing) awal 3). (a) Menetapkan tujuan dan kebutuhan desain ( Design Requirement and Objective) (b) Menyusun filosofi rancang bangun (c) Menetapkan metoda yang digunakan Melaksanakan desain awal 2).. Lamanya 31 . 5)...

10). 6). 5). b 2. (a) Memberikan beberapa alternatif metoda desain (b) Menetapkan metoda kalkulasi (c) Menilai hasil desain awal Melaksanakan desain rinci 2). 7). Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) Memberikan supervisi kepada para Engineering Staff dalam: a Melaksanakan desain konseptual/ awal 1). 12). L-VI-2 . (c) Memberikan metoda iterasi desain Melaksanakan perhitungan (a) Melaksanakan penurunan persamaan matematik/modelling (b) Melaksanakan deskritisasi persamaan (c) Memberikan metoda pemecahan persamaan Melaksanakan Pengujian (a) Menyajikan beberapa alternatif jenis peralatan pengujian (b) Menentukan peralatan perolehan data (c) Menentukan peralatan pengolah data (d) Memberikan metoda dan strategi pengujian (e) Memberikan metoda interpretasi hasil pengujian Melaksanakan explorasi (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran explorasi (b) Menetapkan metoda explorasi (c) Melaksanakan penurunan hasil explorasi menjadi model matematika Melaksanakan observasi (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran observasi (b) Menetapkan metoda observasi 4).(d) Menetapkan sistem perolehan dan pengolahan data 6). (a) Memberikan metoda optimasi (b) Mensintesiskan hasil desain awal menjadi desain rinci 3). 11). 9). (e) Melaksanakan operasi pengujian (f) Menganalisis data (g) Menginterpretasi hasil uji Melaksanakan explorasi (a) Menetapkan instrumentasi explorasi (b) Menetapkan sasaran explorasi (c) Melaksanakan explorasi (d) Menganalisis data explorasi (e) Menginterpretasi hasil explorasi Melaksanakan observasi (a) Menetapkan instrumentasi observasi (b) Menetapkan sasaran observasi (c) Melaksanakan observasi (d) Menganalisis data observasi (e) Menginterpretasi hasil observasi Melaksanakan pengukuran (a) Menetapkan instrumentasi pengukuran (b) Menetapkan sasaran pengukuran (c) Melaksanakan pengukuran (d) Menganalisis data pengukuran (e) Menginterpretasi hasil pengukuran Melaksanakan modifikasi produk (a) Melaksanakan repair (perbaikan) produk (b) Melaksanakan modifikasi produk Melaksanakan perawatan produk (a) Melaksanakan perawatan rutin (harian) produk (b) Melaksanakan perawatan berkala produk (c) Melaksanakan perbaikan menyeluruh (over haul ) produk Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi (a) Menetapkan parameter kelayakan (b) Melaksanakan penyelidikan kesesuaian dengan paramater kelayakan Melaksanakan studi banding sistem teknologi (a) Menetapkan acuan studi banding (b) Melaksanakan perbandingan kinerja suatu teknologi ( ) p g j g 8).

diskusi. Mempersiapkan bahan presentasi laporan hasil kegiatan Paket Kerja (Work Package ) yang dipimpinnya Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Ketua Kelompok (Group Leader ) secara berkala (Pemaparan. Mempersiapkan materi presentasi laporan hasil kegiatan struktur rincian kerja (WBS ) yang dipimpinnya Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Kepala Program (Program Director ) secara berkala (paparan. dan penyimpulan hasil) c d 3 Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) Mengkombinasikan hasil-hasil dari seluruh Paket Pekerjaan a (WP) yang berada di bawahnya dalam kelompok b d b h d l k l k keilmuan/keahliannya Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja 1). pendanaan. 2). b Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah testing Melaksanakan sub-integrasi produk s truktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah explorasi Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah observasi Melaksanakan sub-integrasi produk WBS untuk masalah pengukuran Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah modifikasi Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah perawatan Mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan melakukan iterasi teknis diantara kelompok (group ) yang terkait Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu. (WBS ) untuk masalah disain 2).(c) 7). 7). 4). Menetapkan acuan banding Menyelenggarakan pertemuan dan memimpin diskusi dengan para Staf Perekayasa (Engineering Staff ) tentang pekerjaan mereka Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Ketua Kelompok (Group Leader ) 1). 2). dan pengadaan barang sesuai dengan struktur rincian kerja (WBS).nya dengan melakukan iterasi yang terkait d k t di Membuat perencanaanlikontrak d kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Manajer Program (Program Manager ) Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada Manajer Program (Program Manager ) Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan secara berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Program Director dan dihadiri oleh Insinyur Kepala (Chief Engineer ) dan Manajer Program (Program manager ) 1). 5) 6). 3). Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi (a) Menetapkan persyaratan kelayakan (b) Melaksanakan pemilihan parameter kelayakan (c) Menetapkan model yang akan dipakai sebagai acuan 11). Melaksanakan modifikasi produk (a) Memberikan metoda modifikasi produk (b) Memberikan metoda perbaikan (repair ) produk Melaksanakan perawatan produk (a) (b) b Memberikan metoda perawatan produk Memberikan metoda perbaikan menyeluruh ( over haul ) produk 10). Melaksanakan penurunan hasil observasi menjadi model matematika Melaksanakan pengukuran (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran pengukuran (b) Menetapkan metoda pengukuran (c) Melaksanakan penurunan hasil pengukuran menjadi model matematika 8). diskusi dan kesimpulan) c d e f g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya L-VI-3 . 9).

Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan. 1). b c Menyiapkan draft kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Manajer Program (Program Manager ) Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader ) bersama Manajer Program (Program Manager ) Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Ketua Kelompok (Group Leader ) bersama Manajer Program (Program Manager ) 1). Merencanakan jadwal pendanaan program yang telah ditetapkan (a) Memberikan metoda pengendalian proyek. 1). Mengusulkan metoda pengendalian proyek. Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (PCM ) Menyusun Laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana Mempresentasikan laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana di hadapan Kepala Program ( Program Director ) secara berkala f Membentuk Organisasi Fungsional Program bersama Kepala Program (Program Director ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya g L-VI-4 . Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager) a Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan bersama dengan Manajer Program ( Program Manager). Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Manajer Program ( (Program Manager) j g g g ) a Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan. e Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana 1). mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang d 2). Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (PCM ) bersama Manajer Program (Program Manager ) Menyusun draft laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana 2). e Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana 1).4. 2). 2). f 5. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program Membuat rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. 3). melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan. mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang d 2). (b) b c Menetapkan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader ) Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Group Leader 1). dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program Mengusulkan rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait.

hasil program secara berkala d 3). Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Insinyur Kepala (Chief Engineer) a Membentuk Organisasi Program bersama Kepala Program (Program Director ) dan Manajer Program (Program Manager ) b Membuat perencanaan SDM yang sesuai kebutuhan. 2). 2). Program Manajer (Program Manager ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) Memantau jalannya program 1). Asisten Insinyur Kepala (Asistant Chief Engineer) a Menyiapkan draft Engineering/ Test/ Production manual 1). Requirement. 3). dan Program Manajer (Program Manager ) Mendiskusikan jalannya program ditinjau dari segi teknik ketepatan waktu dan pendanaan secara berkala bersama para Ketua Kelompok (Group Leader ). L-VI-5 . Merencanakan waktu keterlibatan personil dalam tiap program c Mendiskusikan dan menetapkan Sumber Daya Manusia yang terlibat dalam program dengan para Kepala Unit Struktural Mengevaluasi dan menyetujui usulan spesifikasi teknis barang yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader) Mengintegrasikan hasil-hasil dari seluruh WBS ditinjau dari kualitas teknik pemenuhan Design. b c d e f Menyiapkan draft buku acuan kerekayasaan (Engineering Menyiapkan draft buku acuan pengujian (Test Manual ) Menyiapkan draft buku acuan produksi (Production Manual ) Mengusulkan personil yang sesuai serta klarifikasi dan sandi kerja (job code ) Mengusulkan rencana waktu keterlibatan personil dalam tiap prorgram Menyiapkan pertemuan dalam rangka koordinasi kerja Memantau pelaksanaan program bersama Insinyur Kepala (Chief Engineer ) 7. Memberikan saran-saran pada setiap fasa penelaahan program (program review ): tahap persiapan (Preliminary ). untuk mendiskusikan hasil . Kepala Program (Program Director ) Melakukan perencanaan program bersama Pengelola Program a (Program Manager ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) membentuk organisasi program. tahap rinci (Detail ). Melakukan optimasi desain (trade-off ) terhadap kondisi batas yang masih bisa dinegosiasi diantara struktur rincian kerja (WBS ) dan prioritasi hasil-hasil struktur rincian kerja (WBS ) untuk mendapatkan produk akhir yang paling sesuai pada akhir tahun anggaran e f Mempresentasikan hasil kegiatan secara teknis di hadapan kepala program secara berkala Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 8. menentukan jumlah struktur rincian kerja (WBS ) dan jumlah paket pekerjaan ( WP) untuk setiap struktur rincian kerja (WBS ) b Mengangkat personil-personil yang terlibat dalam program serta pejabat-pejabat fungsional atas usulan Insinyur Kepala (Chief Engineer ). Memberikan supervisi teknis untuk penyelarasan kinerja secara rutin Memberikan saran perbaikan. alternatif teknik yang lain pada pertemuan diskusi dengan para Ketua Kelompok (Group Leader )secara bersama atau sendiri-sendiri.6. tahap kritis (Critical ) dan tahap akhir (Final ) Melaporkan jalannya program serta mempertanggung jawabkan hasil program kepada kepala unit struktural (pimpinan terkait) yang memberi pekerjaan secara berkala c d 2). 2). berkoordinasi dengan para Kepala Unit Struktural yang terlibat dalam program 1). and Objective (DR&O) 1).

State of The Art Method . Menyusun buku acuan pengujian ( Test manual ) 1).e Mensosialisasikan hasil program kepada para Stakeholders terkait untuk dilakukan Uji Operasional dan Evaluasi 1). Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) memeriksa buku acuan pengujian (Test Manual ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan pengujian (Test Manual ) c. c. Menyusun Production manual yang terdiri dari production method. Memberikan presentasi mengenai program berjalan Memperagakan hasil-hasil program f Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak Atas Kekayaan Inteletual di hadapan yang berwenang Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya g B. Engineering Drawing and Documentation. Pelaksanakan penyusunan Pedoman dan Pembuatan Laporan dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan 1. metoda kerekayasaan (Engineering Method). 3). 2). product integration. Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff ) mempersiapkan catatan teknis (TN ) Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader ) memeriksa catatan tenis (TN ) Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) menyetujui catatan teknis (TN ) L-VI-6 . Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Program (Program Manual) a. Mean of Compliance . 3). definisi parameter (parameter definition) penjadwalan (scheduling) untuk kegiatan definition). product scheduling 1). c. b. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) mempersiapkan buku acuan program (Program Manual ) Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa buku acuan program (Program Manual ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan program (Program Manual ) Menyusun Pedoman Pelaksanaan Desain (Design Manual ) yang terdiri dari Design. production scheduling. dan atau standarisasi 1). b. Menyusun Pedoman Pelaksanaan Kerekayasaan/ Pengujian/ Produksi (Engineering/ Test/ Production Manual ) a. 2). Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan desain (Design Manual) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) memeriksa buku acuan desain (Design Manual ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan desain (Design Manual ) 3. c. Requirement. 2. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan produksi (Production Manual ) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan produksi (Production Manual ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan produksi (Production Manual ) 2). and Objective (DR&O) . b. 4. Design Scheduling a. prototyping dan atau audit teknologi. Menyusun Engineering Manual yang sekurang-kurangnya terdiri dari Tujuan Kerekayasaan (Engineering Objective). Menyusun catatan teknis (Technical Notes) . b. yaitu menuliskan hasilhasil kerja dari setiap staf Perekayasa (Engineering Staff) setiap saat dari kegiatan yang dilakukan a. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan kerekayasaan ( Engineering Manual ) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan kerekayasaan ( Engineering Manual ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) 2). sub assembly. small assembly. 3). dan atau sertifikasi.

Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) mempersiapkan (Program Document ) Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa laporan akhir program (Program Document ) 8. Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan L-VI-7 . Dalam bentuk makalah di majalah ilmiah internasional d. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan nasional c. Membuat Program Document yang merupakan integrasi hasil-hasil kerja setiap Group Leader yang terlibat dengan acuan pada seluruh Technical Document yang dihasilkan a. 9. Membuat karya tulis di bidang kerekayasaan a. III Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya PENGEMBANGAN PROFESI A. Menyusun dokumen teknis (Technical Document ) yang merupakan hasil kerja Ketua Sub Kelompok (Group Leader ) yang merupakan rangkuman hasil-hasil Peket Pekerjaan (WP ) yang terkait dengan acuan laporan teknis (Technical Report ) yang dihasilkan a.5. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan dokumen teknis (Technical Document ) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer )memeriksa dokumen teknis (Technical Document ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui dokumen teknis (Technical Document ) c. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan internasional b. 6. Sebagai Manajer Program (Program Manager ) mempersiapkan laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) Sebagai Kepala Program menyetujui laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan ( Progress Control and Monitoring ) b. c. Sebagai Ketua Kelompok (Leader) mempersiapkan Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) Sebagai Ketua Sub Kelompok (Group Leader) memeriksa Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) menyetujui Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) b. Mendayagunakan produk teknologi terjual & memperoleh royalti C. Penyebarluasan produk Teknologi Sesuai dengan Tugas dalam Program yang Sedang Berjalan 1. merangkum hasil kerja Manajer Program ( Program Manager ) dan Asisten Manajer Program (Asisten Program Manager ) dalam bentuk dokumen yang meliputi evaluasi program terhadap dana serta perubahan-perubahannya a. Mendayagunakan produk teknologi yang memperoleh HAKI (kecuali merk) 2. Menyusun Laporan Teknis (Technical Report) a tau revisi laporan teknis (Technical Memorandum) yang merupakan hasil dari kegiatan leader dengan acuan laporan teknis (Technical Report ) dari para staf Perekayasa (Engineering Staff ) yang terlibat a. Dalam bentuk makalah di majalah dan media massa nasional yang diakui instansi pembina e. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui laporan akhir program (Program Document ) Menyusun laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) yaitu membukukan dan ). c. B. c. Dalam bentuk makalah yang dipresentasikan pada pertemuan ilmiah yang tidak dipublikasikan Pendayagunaan produk Teknologi 1. Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan. b. b. 7.

setiap tahun Internasional a. a. Perolehan Gelar Kesarjanaan lainnya Memperoleh gelar kehormatan akademis. Peserta 3. Perolehan Sertifikat Profesi Memperoleh sertifikat profesional di bidang kerekayasaan (dinilai 1 x per jenis) Penerjemahan/Penyaduran Buku dan Bahan Lain di Bidang Kerekayasaan 1. E. Nasional b. IV. D. Bintang Mahaputera. Perolehan Penghargaan/Tanda Jasa Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun a. 5. c. Satyalancana Pembangunan Satyalancana Wirakarya 3. setiap DUPAK Menjadi anggota Mitra Bestari (Peer Review ). Keanggotaan dalam Organisasi Profesi di bidang Kerekayasaan Berperan aktif sebagai anggota organisasi profesi. Butir kegiatan jenjang jabatan satu tingkat di atas / di bawah *) 1 2 3 4 5 6 7 8 JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG *) Dicoret yang tidak perlu L-VI-8 . Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan D.Menyusun Petunjuk Pelaksanaan. setiap Surat Keputusan C. Menerjemahkan/menyadur di bidang kerekayasaan yang dipublikasikan : a. Keanggotaan dalam Tim Penilai Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa secara aktif. Doktor ( S-3 ) b. b. 2. 20 Tahun b. Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota/Departemen/LPND c. Pasca Sarjana ( S-2 ) a. per 2 Jam Pelajaran 1. Bintang Jasa 4. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh lembaga yang berwenang Dalam bentuk buku Dalam bentuk makalah JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA E. KEGIATAN PENUNJANG A. setiap gelar 1. Pengajar/Pelatih di Bidang Kerekayasaan Mengajar/melatih Diklat. b. Menyusun kurikulum/buku/diktat/modul berkaitan dengan pelatihan kegiatan kerekayasaan B. Moderator/pembahas/narasumber 2. JUMLAH UNSUR PENUNJANG 1. 3. 30 Tahun 2. Membimbing siswa 2. Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya 2. Peran serta dalam Seminar/ Lokakarya/ Konferensi di bidang kerekayasaan Pemrasaran 1. F.

Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi 3 Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang kerekayasaan 4 ………………………………………………………………………. bahwa seluruh dokumen yang dinilaikan tidak melanggar Hak atas Kekayaan Intelektual. ( Nama Penilai I ) NIP. ………………………… . Catatan Penilai II ………………………… . ( jabatan ) (nama pejabat pengusul ) NIP. (Nama Ketua Penilai ) NIP.III LAMPIRAN PENDUKUNG DUPAK : 1. ( Nama Penilai I ) NIP. V Catatan Tim Penilai Instansi: Catatan Penilai I ………………………… . Catatan Ketua ……………………… (Nama Ketua Penilai ) NIP. Demikian disampaikan. 6000 NIP. …… 2. IV Catatan Pejabat Pengusul : …… 1. Catatan Ketua ………………………… . V Catatan Tim Penilai Pusat: Catatan Penilai I ………………………… . …… 3. L-VI-9 . Surat pernyataan melakukan kegiatan kerekayasaan 2. Catatan Penilai II ……………………… (Nama Penilai II ) NIP. dan seterusnya 4. Materei RP. (Nama Penilai II ) NIP.

............................................................................................... .................................... :............................................................... Atasan langsung ............. .................... L-VII-1 .... :....................... :.......................................................................................................................................................... :................................................................................... 3.. NIP................... :.............. Telah melakukan kegiatan kerekayasaan sebagai berikut : Nomor Butir Kegiatan 3 No 1 Uraian Kegiatan 2 Tanggal 4 Angka Kredit 5 Keterangan/ bukti fisik 6 1. :............................................................................................................................................................... :...................................................................... :...................... :........................................... dst Jumlah Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya..............CONTOH : SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN KEREKAYASAAN LAMPIRAN VII SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN KEREKAYASAAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NIP Pangkat/golongan ruang Jabatan Unit kerja Menyatakan bahwa: Nama NIP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan Unit kerja :................ 2........................................

.............................. :............................................................................................................................................................................... L-VIII-1 .................................. :.................................................................. :................................................................................................................ NIP...........................................................CONTOH : SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI LAMPIRAN VIII SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NIP Pangkat/golongan ruang Jabatan Unit kerja Menyatakan bahwa: Nama NIP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan Unit kerja :............................................................................... Telah melakukan kegiatan pengembangan profesi sebagai berikut : No 1 Uraian Kegiatan 2 Nomor Butir Kegiatan 3 Tanggal 4 Angka Kredit 5 Keterangan/ Bukti Fisik 6 1....................................................... :............................... .................... dst Jumlah Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya................................................... 3........ :... 2.... :..... :................... ........................................................................................................ :...................................... :................................ Atasan langsung .....................................

.......................... :............ :.. Atasan langsung ................ dst Jumlah Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya........................................................................................ 3.............. NIP................... :.............................................................. Telah melakukan kegiatan penunjang sebagai berikut : Nomor Butir Kegiatan 3 No 1 Uraian Kegiatan 2 Tanggal 4 Angka Kredit 5 Keterangan/ Bukti Fisik 6 1................... .................................................................... :... :.............................................................................................................................................................. :... ................................. ......................................................................................... :........ :....................................................... ................................................................ :...................... 2............................................... L-IX-1 ...........................CONTOH : SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG LAMPIRAN IX SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NIP Pangkat/golongan ruang Jabatan Unit kerja Menyatakan bahwa: Nama NIP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan Unit kerja :...........................................

.................. :................................................... NIP................................................................ :...................................................... 3...................................................................................... :....CONTOH : SURAT PERNYATAAN MENGIKUTI PENDIDIKAN LAMPIRAN X TELAH SURAT PERNYATAAN TELAH MENGIKUTI PENDIDIKAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NIP Pangkat/golongan ruang Jabatan Unit kerja Menyatakan bahwa: Nama NIP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan Unit kerja Telah mengikuti pendidikan sebagai berikut : :........................................................................................ No 1 Uraian Kegiatan 2 Nomor Butir Kegiatan 3 Tanggal 4 Angka Kredit 5 Keterangan/ Bukti Fisik 6 1................ ...................................... :....................................................... :......... .................................. ..........................................................................................................................................................................................` :............................. :......... Atasan langsung ................ dst Jumlah Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya...................................... :...................................................................... 2...... :................ L-X-1 .......

.............. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit 5....... / PANGKAT………………................... Kepala Biro/ Bagian yang menangani Kepegawaian..... s/d ...... Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan. pada tanggal.. L-XI-1 .................... Utama 1) Pendidikan dan Pelatihan di bidang kegiatan kerekaysaan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan & Pelatihan (STTPP) Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Kegiatan Kerekayasaan Pengembangan Profesi 2) 3) 4) Jumlah Unsur Utama B... / TMT………………… ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN Up...... 2.... Sekretariat Instansi Pembina ( Pusbindiklat BPPT )..... 6...........CONTOH : LAMPIRAN XI PENETAPAN ANGKA KREDIT PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : Masa penilaian : ........... Ditetapkan di...................... NIP............ Sekretaris Tim Penilai yang bersangkutan. 3..... Deputi Bidang Informasi Kepegawaian BKN TEMBUSAN disampaikan kepada : 1................... 4....... Instansi : I KETERANGAN PERORANGAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 9 II N a m a NIP Nomor Seri KARPEG Pangkat / Golongan Ruang / TMT Tempat dan Tanggal Lahir Jenis Kelamin Pendidikan Tertinggi Jabatan Fungsional / TMT Lama Masa Kerja golongan Unit kerja L A M A B A R U JUMLAH Baru PENETAPAN ANGKA KREDIT I II Pendidikan Sekolah Angka Kredit Penjenjangan A.......... Perekayasa yang bersangkutan..... PENUNJANG Kegiatan Penunjang Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang Jumlah Pendidikan Sekolah dan Angka Kredit Penjenjangan III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN…………………..................... Instansi / BKD yang bersangkutan ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful