P. 1
juknisperekayasa

juknisperekayasa

|Views: 36|Likes:
Published by d_winarto680

More info:

Published by: d_winarto680 on May 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/23/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB I PENDAHULUAN
  • 1.1. Sejarah Jabatan Fungsional Perekayasa
  • 1.2. Pertimbangan Utama Penyempurnaan
  • 1.3. Maksud dan Tujuan
  • 1.4. Pengertian Dasar dan Batasan Ilmiah
  • BAB II KEREKAYASAAN
  • 2.1. Bidang Keilmuan untuk Perekayasa
  • 2.2 Bidang Keahlian Untuk Perekayasa
  • 2.3. Tahap Kegiatan Kerekayasaan
  • 2.4 Kategori Kegiatan Kerekayasaan
  • 2.5 Kode Etik Perekayasa
  • 2.6 Majelis Perekayasa
  • BAB III TATA KERJA KEREKAYASAAN
  • a. Organisasi Fungsional Kerekayasaan
  • 3.2. Tipe Organisasi Fungsional Kerekayasaan
  • 3.3. Pola Matriks Organisasi Fungsional Kerekayasaan
  • 3.4. Sifat Organisasi Fungsional Kerekayasaan
  • 3.5. Tugas Perekayasa Dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan
  • 4.1. Jenjang Jabatan Fungsional Perekayasa
  • 4.2. Peran Perekayasa menurut penjenjangannya
  • 4.3. Tugas Perekayasa menurut penjenjangannya
  • 4.4. Jenjang Perekayasa, Pangkat dan Golongan Ruang
  • 4.6. Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai
  • 5.1. Penilaian Jabatan Fungsional Perekayasa
  • BAB VI Pembinaan Karir Jabatan Fungsional Perekayasa
  • 6.1. Pengangkatan Pertama
  • BAB IX KETENTUAN PERALIHAN

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI NOMOR 01/Kp/BPPT/I/2009 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL

PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/219/M.PAN/7/2008 Tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya, dan untuk menjamin adanya kesamaan persepsi dan keseragaman dalam penilaian dan penetapan angka kredit Jabatan Fungsional Perekayasa perlu ditetapkan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya berdasarkan Keputusan ini;

Mengingat

: 1. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); 2. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4219); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547); 4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil;

5. Keputusan . . .

-25. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2005; 6. Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2005; 7. Keputusan Presiden Nomor 144/M Tahun 2008; 8. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/219/M.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya; 9. Peraturan Bersama Menteri Negara Riset dan Teknologi dan Kepala Badan kepegawaian Negara Nomor 13/M/PB/VIII/2008 dan Nomor 22 TAHUN 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya; 10 Peraturan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Nomor 170/Kp/IV/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi; MEMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA. : Dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/219/M.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya, maka perlu ditetapkan Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya berdasarkan penetapan Keputusan ini. : Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya sebagaimana tersebut dalam DIKTUM PERTAMA di atas disusun dalam bentuk buku sebagaimana tersebut dalam lampiran Keputusan ini. KETIGA : . . .

PERTAMA

KEDUA

-3KETIGA : Ketentuan-ketentuan lain yang berkaitan dengan Jabatan Fungsional Perekayasa akan diatur dalam Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. : Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Nomor : 150/Kp/BPPT/V/2007, tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini maka akan diadakan perbaikan seperlunya. SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada yang berkepentingan untuk digunakan sebagaimana mestinya.

KEEMPAT

KELIMA

Ditetapkan di J a k a r t a pada tanggal 07 Januari 2009 KEPALA BADAN PENGKAJIAN PENERAPAN TEKNOLOGI, t.t.d

DAN

Dr. Ir. Marzan Aziz Iskandar

Tugas Perekayasa Dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan 13 13 14 16 17 18 25 BAB IV JENJANG. DAN TUGAS JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA 4. 3.1.3. PERAN.1. Peran Perekayasa menurut penjenjangannya 4. Jenjang Jabatan Fungsional Perekayasa 4. Pengertian Dasar dan Batasan Ilmiah 1 1 1 3 3 BAB II KEREKAYASAAN 2. Maksud dan Tujuan 1.6.6.3. Sistem Pelaporan dan Sistem Informasi dalam Kegiatan Kerekayasaan 36 36 72 BAB VI Pembinaan Karir Jabatan Fungsional Perekayasa 6.5. Tipe Organisasi Fungsional Kerekayasaan 3. Pola Matriks Organisasi Fungsional Kerekayasaan 3. Tugas Perekayasa menurut penjenjangannya 4. Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai 31 31 32 33 34 34 35 BAB V KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA 5.6.2. Ketertelusuran dan Fasilitas (Accountability. Tahap Kegiatan Kerekayasaan 2. Traceability & Facility) 4.2.1.2.3. Pertimbangan Utama Penyempurnaan 1. Bidang Keilmuan untuk Perekayasa 2. Jenjang Perekayasa.4.5.2.4. Majelis Perekayasa 7 7 8 9 10 11 12 BAB III TATA KERJA KEREKAYASAAN 3. Akuntabilitas.4. Penilaian Jabatan Fungsional Perekayasa 5. Sifat Organisasi Fungsional Kerekayasaan 3.3. Pangkat dan Golongan Ruang 4. Kategori Kegiatan Kerekayasaan 2.1. Pengangkatan Pertama 79 79 .5 Sistem Informasi & Pelaporan dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan.2. Sejarah Jabatan Fungsional Perekayasa 1.1.4. Bidang Keahlian Untuk Perekayasa 2. Organisasi Fungsional Kerekayasaan 3.1. Kode Etik Perekayasa 2.LAMPIRAN: KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI Nomor: 01/Kp/BPPT/I/2009 Tanggal: 7 Januari 2009 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA BAB I PENDAHULUAN 1.

Pengangkatan Kembali 6.1. Status Keputusan Lama 9. Angka Kredit 7.2.6.2. Kenaikan Jabatan dan Pangkat 6. Tata Cara Penilaian 92 92 97 97 98 BAB IX KETENTUAN PERALIHAN 9. Penyesuaian 9.4. Pembebasan Sementara 6.3 Inpassing 100 100 100 100 LAMPIRAN LAMPIRAN I LAMPIRAN II : : Pengelompokkan keilmuan berdasarkan UNESCO Komposisi Jumlah Angka Kredit Kumulatif Minimal Untuk Kenaikan Jabatan dan Kenaikan pangkat Perekayasa Pendidikan Sarjana (S.1.4. Penetapan Angka Kredit ( PAK ) 86 86 87 90 BAB VIII TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN TIM PENILAI PEREKAYASA 8. Pembinaan Karir Pejabat Perekayasa 79 80 81 83 84 84 84 BAB VII DAFTAR USULAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (DUPAK) DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (PAK) JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA 7.7.3. Batas Usia Pensiun 6.1)/ Diploma IV Komposisi Jumlah Angka Kredit Kumulatif Minimal Untuk Kenaikan Jabatan dan Kenaikan pangkat Perekayasa Pendidikan Pasca Sarjana (S.2.1.5.3.2) Komposisi Jumlah Angka Kredit Kumulatif Minimal Untuk Kenaikan Jabatan dan Kenaikan pangkat Perekayasa Pendidikan Doktor (S3) Rincian Kegiatan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya Contoh: Daftar Usul Penetapan Angka Kredit Jabatan Fungsional Perekayasa Contoh: Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Perekayasaan Contoh: Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi Contoh: Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Penunjang Contoh: Surat PernyataanTelah Mengikuti Pendidikan Contoh: Surat Penetapan Angka Kredit LAMPIRAN II : LAMPIRAN IV : LAMPIRAN V LAMPIRAN VI LAMPIRAN VII LAMPIRAN VIII LAMPIRAN IX LAMPIRAN X LAMPIRAN XI : : : : : : : . Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Perekayasa 6.6. Pengangkatan Dari Jabatan Lain 6.2.8. Tata Kerja Administrasi Penilaian 8.3. Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 7. Tim Teknis 8. Tim Penilai Perekayasa 8.

dan wewenang untuk melakukan kegiatan kerekayasaan dalam suatu kelompok kerja fungsional pada bidang penelitian terapan. Dalam perkembangannya. tanggung jawab. Tujuan penyempurnaan konsep ini adalah mengembangkan sistem tata kelola kerekayasaan yang sistematis dan terstruktur. Dan dilanjutkan dengan diterbitkannya Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya ini. Kemudian. Sejarah Jabatan Fungsional Perekayasa Perekayasa adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup. maka penjenjangan dalam jabatan fungsional baik keahlian maupun ketrampilan menjadi 4 (empat). perekayasaan. 1 . BPPT menerbitkan Petunjuk Teknis Nomor: 150/Kp/BPPT/V/2007 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya. 1. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara mengeluarkan Keputusan Nomor: Kep/193/M. BPPT bersama dengan BKN menyusun Peraturan Bersama yang ditandatangani oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi dan Kepala BKN Nomor: 13/M/PB/VIII/2008 dan Nomor 22 Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya.1. tugas.2. BPPT bersama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) menerbitkan Peraturan Bersama Nomor: 161/KA/BPPT/X/2005 dan Nomor: 19B Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya. Jabatan Fungsional ini mulai dikembangkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 89 tahun 1991 dengan instansi pembina adalah Kementerian Riset dan Teknologi. pengembangan. Selanjutnya. Setelah dikeluarkannya Keppres Nomor 87 tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan. Hasil penyempurnaan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/219/M. BPPT memandang perlu untuk menyempurnakan konsep Jabatan Fungsional Perekayasa. Pada awalnya.BAB I PENDAHULUAN 1. Pada tahun 2004. dan pengoperasian yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang. BPPT sebagai Instansi Pembina berkepentingan untuk melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem tata kerja kerekayasaan yang selanjutnya diusulkan kepada Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. sehingga Perekayasa dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik dan pada akhirnya Jabatan Fungsional Perekayasa dapat lebih berkembang. Pertimbangan Utama Penyempurnaan Dalam melaksanakan tugas sebagai instansi pembina.PAN/11/2004 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya dimana Instansi Pembina jabatan fungsional ini dialihkan dari Kementerian Riset dan Teknologi ke Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Selanjutnya. penjenjangan dalam jabatan fungsional terdiri dari 9 (sembilan) jenjang.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya.

telah terjadi gejala masuknya engineer (perekayasa) asing bersertifikasi standar internasional.1 Perbandingan sistem yang berlaku sebelumnya (kiri) dan yang berlaku saat ini (kanan) 2 . diperlukan organisasi tim dimana koordinat pekerjaan seorang perekayasa diberikan secara jelas. tetapi merupakan competitive edges dari suatu industri dan bangsa. Dengan kata lain. 2. sehingga diperlukan suatu standar sertifikasi engineer yang berlaku secara nasional untuk melindungi perekayasa Indonesia. sehingga dapat mengakibatkan terjadinya ketidakcocokan sehingga tidak adil (unfairness) antara yang dikerjakan dengan yang dinilai (lihat gambar 1. diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang perekayasa dengan kuantitas dan kualitas yang baik untuk mendukung peningkatan daya saing industri nasional maupun daya saing Indonesia sebagai suatu bangsa. Saat ini. ( lihat gambar 1. Di era globalisasi saat ini. perekayasa dinilai secara individual dengan tidak memperhitungkan peran dan tugasnya dalam tim. dimana peran serta tugas setiap perekayasa yang terlibat dalam kegiatan di dalamnya terdefinisi dengan jelas. Sesuai tupoksinya. Dalam hal ini sistem penilaian perekayasa dilakukan secara individual yang mengacu pada peran dan kinerjanya dalam kegiatan team work tersebut. Untuk melaksanakan fungsi tersebut. 3.Terdapat 4 (empat) pertimbangan utama penyempurnaan konsep Jabatan Fungsional Perekayasa: 1.1 (b)) Organisasi Fungsional Kerekayasaan Program Manager Ka. Dengan demikian dibutuhkan informasi tentang kedudukan individual perekayasa tersebut dalam pekerjaan team work. Program Chief Eng Kegiatan Team Work WBS 1 WBS 2 WBS 3 Perekayasa Perekayasa Peran dalam organisasi Kerekayasaan tidak diperhitungkan Peran dalam organisasi Kerekayasaan diperhitungkan (a) (b) Gambar 1. kegiatan perekayasa bersifat team work dalam kelompok kerja fungsional kerekayasaan. teknologi tidak hanya sebagai tools pada sistem produksi. Pada peraturan yang berlaku sebelumnya. Penilaian harus dilaksanakan dengan memperhitungkan peran dan tugas perekayasa dalam tim dengan membuat Organisasi Fungsional Kerekayasaan yang baku.1 (a) ).

1. tanggung jawab. 4. 18/2002 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan pengoperasian yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang. yang secara tegas memberikan peraturan-peraturan pengelolaan Ilmu pengetahuan dan Teknologi (Iptek). Penelitian Terapan adalah kegiatan penelitian multi disiplin ilmu pengetahuan yang dapat dilanjutkan melalui kegiatan pengembangan dan perekayasaan. Berdasarkan 4 alasan di atas. sehingga seorang perekayasa akan memperoleh penilaian yang layak sebagai seorang engineer yang berlaku di industri-industri nasional maupun internasional. pengembangan. maka konsep Jabatan Fungsional Perekayasa dipandang perlu untuk disempurnakan. Kerekayasaan adalah kegiatan bertahap yang secara runtun meliputi penelitian terapan. 5. perekayasaan. dan wewenang untuk melakukan kegiatan kerekayasaan dalam suatu kelompok kerja fungsional pada bidang penelitian terapan.4.. tugas. bahwa seluruh PNS mempunyai tugas. Penyempurnaan ini juga dalam rangka mendukung kebijakan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia. 3 . perekayasaan dan pengoperasian. wewenang dan hak memiliki Jabatan Struktural maupun Fungsional dengan persyaratan yang telah ditetapkan oleh UU No. Pengertian Dasar dan Batasan Ilmiah Dalam Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa ini yang dimaksud dengan: 1. tanggung jawab. Buku Petunjuk Teknis ini diharapkan dapat melengkapi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/219/M. tim penilai serta pejabat struktural yang terkait mempunyai pedoman baku. 1. manfaat dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada atau menghasilkan teknologi baru. Maksud dan Tujuan Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya diterbitkan agar para pejabat fungsional.3.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya dan Peraturan Bersama Nomor: 13/M/PB/VIII/2008 dan Nomor 22 Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya. 43/1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. 3. Perekayasa adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup. Amanat Undang–undang No. pengembangan. sehingga pengelolaan pembinaan bagi pejabat perekayasa mempunyai standar yang sama di semua instansi.4. kelangsungan dan peningkatan mutu kehidupan manusia. Teknologi adalah cara atau metode serta proses atau produk yang dihasilkan dari penerapan dan pemanfaatan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan. sehingga ada kesamaan dalam pengertian dan pemahaman untuk melaksanakan kegiatan dan pengelolaan yang berkaitan dengan jabatan fungsional Perekayasa. Pengembangan adalah kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan memanfaatkan kaidah dan teori ilmu pengetahuan yang telah terbukti kebenarannya untuk meningkatkan fungsi. 2.

Kepala Program (Program Director) adalah Inisiator Program yang memberikan arahan tentang garis-garis besar kegiatan termasuk status keterkinian teknologi (state of the art technology). 12. Struktur Rincian Kerja (Work Breakdown Structures/WBS) adalah struktur pembagian pekerjaan berdasarkan jenis kegiatan kerekayasaan atau bidang keilmuan. 16. dan atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang dan atau konteks teknikal. 15. 22. Staf Perekayasa (Engineering Staff) adalah Pelaksana kegiatan penelitian terapan. Buku Petunjuk Desain (Design Manual) adalah acuan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan desain kerekayasaan. strategi keuangan program. Majelis Perekayasa adalah Tim yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa dengan tugas memberikan pemikiran tentang pengembangan perekayasaan nasional dan pemikiran tentang Jabatan Fungsional Perekayasa termasuk di dalamnya norma-norma dan kode etik kerekayasaan. Organisasi Fungsional Kerekayasaan adalah organisasi yang dibentuk secara temporer (ad hoc) untuk pelaksanaan kegiatan kerekayasaan dalam rangka melaksanakan suatu kegiatan tertentu. 24. 9. Buku Acuan Program (Program Manual) merupakan acuan umum yang menjelaskan semua hal berkaitan dengan program. 8. 23. dalam suatu kelompok kerja fungsional. 10. bisnis. 13. sumber daya manusia dan fasilitas program. 7. 4 . 20. Paket Pekerjaan (Work Package/WP) merupakan rincian kerja dari struktur rincian kerja (WBS) tertentu yang disusun berdasarkan disiplin keilmuan atau kegiatan perekayasaan. Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja pejabat fungsional Perekayasa. model. Ketua Sub Kelompok (Leader) adalah Kepala sebuah paket kerja. 18. nilai.6. Insinyur Kepala (Chief Engineer) adalah Pengelola Program yang bertanggung jawab terhadap kualitas teknis hasil program. modifikasi dan perawatan dari suatu produk atau sistem kerekayasaan untuk tujuan non komersial maupun komersial. sosial budaya dan estetika. penjualan serta pelayanan pasca jual. Ketua Kelompok (Group Leader) adalah Kepala sebuah struktur rincian kerja (WBS) yang memimpin beberapa paket kerja. Angka Kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butirbutir kegiatan yang harus dicapai oleh Pejabat Fungsional Perekayasa dalam rangka pembinaan karier yang bersangkutan. 17. sumber daya manusia dan fasilitas program. Instansi Pembina jabatan fungsional Perekayasa adalah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Perekayasaan adalah kegiatan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk disain dan rancang bangun untuk menghasilkan sistem. Manajer Program (Program Manager) adalah Pengelola Program yang bertanggung jawab terhadap pendanaan dan jadwal pencapaian sasaran. Asisten Insinyur Kepala (Assistant Chief Engineer) adalah Asisten Pengelola Program yang bertanggung jawab terhadap kualitas teknis hasil program. 21. pengembangan. Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager) adalah Asisten Pengelola Program yang bertanggung jawab terhadap pendanaan dan jadwal pencapaian sasaran. 14. Pengoperasian adalah kegiatan yang meliputi uji operasional dan evaluasi. 11. maupun eksekusinya. pemasaran. 19. fungsional. produk. perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam buku acuan program (Program Manual) untuk spesifik bidang tertentu.

38. Organisasi profesi adalah himpunan masyarakat ilmiah dalam suatu cabang atau lintas disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. 26. 35. 37. atau suatu bidang kegiatan profesi yang 5 . Dokumen Teknis (Technical Document/TD) adalah dokumen laporan hasil kegiatan struktur rincian kerja (WBS) yang ditulis oleh Ketua Kelompok (Group Leader) yang merupakan rangkuman dari beberapa laporan teknis (TR) dalam struktur rincian kerja (WBS) tersebut. Pendidikan formal yang termasuk dalam unsur utama adalah pendidikan formal yang berkaitan dengan bidang rancang bangun/perekayasaan dan mendapatkan ijazah. adalah dokumen laporan yang merupakan perbaikan dari satu atau beberapa pasal dari laporan teknis (TR) yang mungkin terjadi sebagai akibat dari perkembangan kegiatan. Jaksa Agung. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Kepresidenan. Laporan Teknis (Technical Report/TR) adalah dokumen laporan hasil kegiatan Paket Pekerjaan (WP) yang ditulis oleh ketua sub kelompok (Leader) yang merupakan rangkuman dari beberapa catatan teknis (TN). Buku Petunjuk Produksi dan Integrasi (Production and Integration Manual) merupakan acuan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan produksi suatu hasil desain. 28. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari jabatan fungsional Perekayasa adalah Pejabat Pembina Kepegawaian masing-masing atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Buku Petunjuk Kerekayasaan (Engineering Manual) merupakan acuan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan teknis kerekayasaan. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Provinsi adalah Gubernur. Kementerian. 34. 27. Lembaga Pemerintah Non Departemen atau Instansi Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota adalah Bupati/Wali Kota. 40. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tinggi Negara. Catatan Teknis (Technical Notes/TN) adalah dokumen laporan yang terdiri dari hanya satu subjek yang melatarbelakangi kegiatan sebuah paket kerja disajikan dalam bentuk catatan–catatan teknis oleh staf perekayasa (Engineering Staff). 29. Pemberhentian adalah pemberhentian dari Jabatan Fungsional Perekayasa bukan pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil. 33. Revisi laporan teknis (Technical Memorandum/TM). Unit Perekayasaan lnstansi Pemerintah adalah unit kerja yang melaksanakan kegiatan fungsional Kerekayasaan pada Departemen. Buku Petunjuk Pengujian (Testing Manual) merupakan acuan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan pengujian kerekayasaan. Laporan Akhir Program (Program Document/PD) adalah dokumen laporan hasil akhir dari program yang merupakan rangkuman dari seluruh dokumen teknis (TD) dan laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (PCM) dari program tersebut yang ditulis oleh Insinyur Kepala (Chief Engineer). Manajer Program (Program Manager) dan kepala program (Program Director).25. 30. 36. Pendidikan dan atau pelatihan (diklat) yang dinilai adalah diklat fungsional dan teknis yang berhubungan dengan kerekayasaan. Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional serta Pimpinan Kesekretariatan Lembaga lain yang dipimpin oleh struktural eselon I dan bukan merupakan bagian dari Departemen/ Lembaga Pemerintah Non Departemen. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat adalah Menteri. 39. 31. Pejabat yang berwenang mengangkat. 32. 41. Kepala Kepolisian Negara. 42. Laporan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (Progress Control and Monitoring/PCM) adalah dokumen laporan hasil pemantauan dan pengendalian jalannya program dari segi jadwal dan aliran pendanaan yang ditulis oleh Manajer Program (Program Manager).

ilmuwan. yang dihadiri oleh para perekayasa. 43. pemerintah negara asing atau organisasi ilmiah nasional/internasional atas prestasi yang menonjol di bidang kerekayasaan. Orasi ilmiah adalah pidato ilmiah oleh pejabat fungsional Perekayasa yang telah memenuhi syarat menjadi Perekayasa Utama melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia.diakui oleh negara untuk menyumbangkan profesionalisme dan etika profesi dalam masyarakat. dalam suatu acara sidang Pengukuhan Perekayasa Utama. 6 . Piagam kehormatan adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia. dan undangan lainnya. sesuai dengan undang–undang dan peraturan yang berlaku. 44.

Bidang Keilmuan untuk Perekayasa Kegiatan kerekayasaan dapat dilakukan oleh personil yang memiliki latar belakang keilmuan (Academic Background) di bidang yang diklasifikasikan berdasarkan unsur teknologi yaitu. Business 2. teknik (engineering). the Massachusset Institute of Technology (MIT). kelangsungan dan peningkatan mutu kehidupan manusia. science dan engineering yang menghasilkan humanity dan anthropology of Technology dan sebagainya.1). ekonomi (economics) dan bisnis (business) (lihat gambar 2. Ilmu Pengetahuan ( Science) • Sains Matematika dan Alam 7 . perekayasaan dan pengoperasian yang didefinisikan sebagai kerekayasaan. USA mendefinisikan teknologi berdasarkan unsur-unsur pembentuknya yaitu fusi (kesenyawaan) yang sempurna dari seni-rupa (arts). 2.BAB II KEREKAYASAAN Teknologi adalah cara atau metode serta proses atau produk yang dihasilkan dari penerapan dan pemanfaatan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan. Untuk menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan.1. Selain itu. pengembangan. kelangsungan dan peningkatan mutu kehidupan manusia.1 Lima Unsur Utama Teknologi Pada perkembangan selanjutnya kelima unsur utama teknologi di atas saling mempunyai antar muka (overlapping) yang menghasilkan unsur-unsur baru teknologi seperti socioengineering yang merupakan fusi dari socio-economics dengan engineering dan juga arts. ilmu pengetahuan (science). antara lain: 1. Ilmu Seni Rupa (Arts) • Seni Kriya • Desain Interior • Desain Produk • Desain Komunikasi visual. 2. kegiatan teknologi harus dilakukan melalui suatu tahapan yang runtun meliputi penelitian terapan. Seni Rupa Arts Seni Rupa Sains Science Teknik Engineering Ekonomi Economics Bisnis Gambar.

Skala Penuh (full3. Analisis Latar belakang keilmuan (Academic Background) dan latar belakang keahlian (Professional Background) membentuk matriks kemampuan seorang perekayasa.. Adapun detil derivatif dari keilmuan di atas dapat merujuk Lampiran I yang merupakan bagian Proposed International Standard Nomenclature for field of Science and Technology (UNESCO/NS/ROU/257). Experimental scale). dan Explorasi. Ekonomi ( Economics ) • Ekonometrik • Financial Engineering • Akuntansi • Engineering Economics 5. Subskala (sub-scale). : Pembuatan. Maintenance & : Perawatan. Teknik ( Engineering ) • Teknologi Agro. Operator 1. Audit & Standardisasi. Produksi & Integrasinya menjadi produk teknologi lengkap (general Konstruksi assembly). Observasi. Strategi Bisnis. disain awal & disain rinci. Komputasional : Penurunan. Sales & Distribution. Bisnis ( Business ) • Operation Research • Management • Marketing Dan bidang keilmuan lain yang merupakan derivatif dari keilmuan di atas serta terkait dengan kegiatan kerekayasaan dapat dipertimbangkan dengan rekomendasi dari Instansi Pembina Perekayasa.• Sains Hayati • Sains Kemanusiaan • Sains Kebumian 3. : Pengujian Komponen. Diskritisasi & Simulasi Model Numerik. : Analisa desain. 8 . Marketing. Kebijakan Sistem teknologi. Perakitan komponen (Sub-assembly) & 5. 4. Proses dan Pertambangan • Teknologi Farmasi. Desain 2. desain konseptual. Pengembangan. 6. Perbaikan & Modifikasi serta Pengoperasian Produk Teknologi. serta Survey. 2.2 Bidang Keahlian Untuk Perekayasa Disamping bidang keilmuan yang menjadi dasar akademik. Medika dan Hayati • Teknologi Kebumian dan Atmosfer • Teknologi Infrastruktur • Teknologi Manufaktur dan Transportasi • Teknologi Komunikasi dan Informatika • Teknologi Energi • Manajemen Keindustrian dan Faktor Manusia 4. para perekayasa dalam kegiatannya dapat diklasifikasikan dalam bidang keahlian (Professional Background) sebagai berikut : : Sintesa.

Pengembangan (Development/D) adalah kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan memanfaatkan kaidah dan teori ilmu pengetahuan yang telah terbukti kebenarannya untuk meningkatkan fungsi. interpretasi hasil pengolahan data dan penarikan kesimpulan.2 Kegiatan Kerekayasaan Penelitian (Research/R) adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi.18/2002 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Kegiatan pengembangan suatu hasil penelitian. Tahap Kegiatan Kerekayasaan Kegiatan kerekayasaan adalah pentahapan kegiatan yang berkaitan dengan teknologi yang secara runtun meliputi Penelitian.3.2. eksplorasi. uji simulasi sub-skala serta komponen-komponennya di laboratorium hingga penetapan hasil desain. Penelitian dapat dilaksanakan secara teoritik melalui model matematika dan eksperimental melalui percobaan laboratorium. desain awal. 9 . Pengembangan.2). Domain Peneliti Research Penelitian Domain Perekayasa Development Pengembangan Engineering Perekayasaan Operation Pengoperasian Gambar 2. untuk menarik manfaat yang bisa diterapkan melalui proses: o Desain konseptual suatu produk perekayasaan (Engineering Product) yang berkaitan dengan hasil penelitian sebelumnya. manfaat dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada atau menghasilkan teknologi baru (UU No. pengolahan data. Penelitian dilaksanakan secara bertahap. dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (UU No.18/2002 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). mulai dari desain konseptual. mulai dengan pengumpulan data. observasi. Perekayasaan. survey. dan o Desain konseptual suatu sistem perekayasaan (Engineering Systems) dari gejala alami yang berkaitan dengan subjek hasil penelitian sebelumnya Pengembangan dilaksanakan secara bertahap. Penelitian terapan merupakan kegiatan penelitian dimana subjek yang diteliti bisa dikembangkan menjadi produk teknologi yang bermanfaat. secara eksperimental maupun teoritik. data. dan Pengoperasian (lihat gambar 2.

untuk mengevaluasi hasil produk perekayasaan tersebut. produk. o Uji Sertifikasi dari suatu produk Desain adalah uji kinerja dengan penekanan pada terpenuhinya standard sertifikasi yang telah ditentukan. D. Kegiatan kerekayasaan secara beruntun ini dikenal dengan singkatan R. Pengembangan. meliputi: Pengembangan Kebijakan Teknologi Pengembangan Parametrik Kajian Teknologi Desain Konseptual Software (SW) / Hardware (SW) Desain Awal SW / HW Uji laboratorium (sub-scale) & Simulasi 10 .Perekayasaan (Engineering/E) adalah kegiatan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk desain dan rancang bangun untuk menghasilkan nilai. E dan O dapat mendorong terciptanya kemampuan inovasi dari suatu badan litbangyasa. eksperimental Studi Kelayakan Sistem Teknologi Studi Banding Sistem Teknologi b. E dan sedikit pada tahap O. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan perekayasaan adalah sebagi berikut : o Produk Desain adalah produk perekayasaan ataupun sistem perekayasaan yang dapat berupa perangkat keras ataupun perangkat lunak. Pengoperasian dilaksanakan secara bersama-sama antara lembaga Perekayasaan dengan Industri dalam arti luas. sosial budaya. penjualan serta pelayanan purna jual. 2. Pengoperasian (Operation/O) suatu produk perekayasaan adalah kegiatan yang meliputi uji operasional & evaluasi. perguruan tinggi maupun industri. E & O atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan singkatan Litbangyasa dan Operasi. dan atau konteks teknikal. Produk Perekayasaan yang dioperasikan dapat berupa produk yang diadakan dari luar institusi yang bersangkutan atau produk sebagai hasil Perekayasaan sendiri. bisnis. Survey. Sedangkan Perekayasa yang bekerja di industri lebih menekankan kegiatannya pada D. fungsional.18/2002 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). modifikasi & perawatan untuk tujuan non komersial maupun komersial. E dan O. Rangkaian kegiatan lengkap yang beruntun R. yang dilaksanakan oleh lembaga resmi pemerintah atau lembaga di luar negeri yang berwenang dalam bidang produk desain tersebut. D. maka kegiatan perekayasa dikategorikan sebagai berikut: a. dan/atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang. Penelitian Terapan. pemasaran. meliputi: Eksplorasi. Observasi Penelitian lanjut teoritikal. dan estetika (UU No. produksi. o Uji Standardisasi dari suatu produk desain adalah uji persyaratan keselamatan dan keandalannya menurut standard minimal yang ditetapkan oleh lembaga negara yang berwenang.4 Kategori Kegiatan Kerekayasaan Sesuai dengan pentahapan kegiatan kerekayasaan. Pada umumnya Perekayasa yang bekerja di Perguruan Tinggi serta di badan-badan litbangyasa melakukan kegiatannya terutama pada R. Uji sertifikasi dapat dilengkapi dengan hasil uji sertifikasi lainnya yang relevan. D.

Perakitan & Integrasi Prototip SW / HW Uji Kinerja Prototip atau Produk Tersertifikasi SW / HW Audit Teknologi SW / HW Uji Standardisasi SW / HW Uji Sertifikasi SW / HW d. Perekayasa Indonesia berkewajiban mengembangkan iptek dan meningkatkan keahliannya. meliputi: Desain Rinci SW / HW Produksi. menjalin hubungan kerjasama yang harmonis dengan pihak lain. Perekayasa Indonesia wajib menjunjung tinggi hak. meliputi: Uji Operasional & Evaluasi Produk SW / HW Produksi. konsepsi strategi bisnis. pendapat. atau temuan orang lain. maka diperlukan adanya Kode Etik yang menjadi etika profesi Perekayasa. tekun. antara lain: mengambil gagasan orang lain dan senantiasa beritikad tidak akan melakukan tindakan plagiat dalam rangka menghormati dan melindungi hak cipta. hak kepemilikan intelektual perekayasa lain dan atau masyarakat. bersemangat untuk menghasilkan karya yang berkualitas tinggi.5 Kode Etik Perekayasa Mengingat keterbatasan pada diri manusia dan untuk menghindari penyalahgunaan kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat dan pemerintah Indonesia. 11 . prototipe. komponen. serta menjunjung tinggi profesi sebagai seorang yang terpelajar dengan menjaga kebenaran dan kejujuran baik kepada diri sendiri maupun kepada umum sehingga tidak menutupi kelemahan dan atau kekurangannya. serta bekerja dengan jujur. pendidikan & pelatihan. berdisiplin. produk tersertifikasi serta produk komersial. Perakitan & Integrasi Produk tersertifikasi SW /HW Engineering Services SW / HW Marketing/Sales SW / HW Routine Operation SW / HW Modifikasi & Perawatan SW / HW Yang dimaksud dengan produk software (S/W) adalah produk teknologi yang berwujud maya dan diwujudkan dalam bentuk dokumen. serta untuk selalu menjaga dan meningkatkan moral dan kualitas keprofesionalan Pejabat Fungsional Perekayasa. 4. teliti. model. Pengoperasian. Perekayasaan. sebagai berikut: 1. sistematis mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dan melaksanakan dengan standar ilmiah yang tinggi. seperti: unsur (article). 2. Perekayasa Indonesia wajib bersifat terbuka terhadap tanggapan. sehingga terjalin budaya kerjasama dalam tim. benda kerja lengkap terpadu. konsepsi teknologi/ kebijakan teknologi. sehingga selalu menjauhi perbuatan tercela. serta tidak menghalangi atau menghambat upaya pengembangan iptek yang dilakukan oleh pihak lain. Perekayasa Indonesia wajib bekerja secara terencana. konsepsi perencanaan program. seperti: model/ perumusan matematik. perangkat lunak (algorithm). dan kritik yang diberikan oleh perekayasa lain dan atau masyarakat atas hasil yang dicapainya. pendapat. sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan umat manusia.c. 3. Yang dimaksud dengan produk hardware (H/W) adalah produk teknologi yang berwujud benda fisik. 2.

yaitu: 1. serta selalu memikirkan dampak penerapan hasil karyanya terhadap umat manusia dan lingkungan hidup. Memberikan pemikiran dan pertimbangan tentang pengembangan Kerekayasaan nasional kepada Kepala BPPT. Kelautan. Teknologi Agroindustri. Teknologi Industri Telematika. 7. 3. Produksi dan Material. Teknologi Industri Energi. 6. 5. 4. 3. Bidang Majelis Perekayasa terdiri dari 6 (enam) bidang Kerekayasaan. industri. Melakukan penilaian angka kredit bagi pejabat fungsional Perekayasa Utama. 6. Mekatronik. Melakukan penilaian dan memberikan rekomendasi tentang materi orasi ilmiah. Perekayasa Indonesia wajib menjaga nama baik profesi keahlian. 2. Majelis Perekayasa bersidang paling kurang dua kali setiap tahun. Perekayasa Indonesia harus berjiwa ‘pioneer’. kode etik. Optronika dan Akustik. Memberikan pemikiran-pemikiran tentang norma-norma. Lingkungan dan Rekayasa Kebumian. 9. Teknologi Otomotif. Bioteknologi. 6. Teknologi Dirgantara. Elektro. Anggota Majelis Perekayasa terdiri dari para ahli rekayasa di bidang-bidang tertentu dari perguruan tinggi. Perekayasa Indonesia wajib berusaha untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman terbaiknya kepada masyarakat guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. lembaga-lembaga litbangyasa. 4. Perekayasa Indonesia wajib mentaati Kode Etik Perekayasa Indonesia ini sebagai etika profesinya. Teknologi Industri Infrastruktur dan Transportasi 12 . 2. Perekayasa Indonesia wajib menjaga dan memanfaatkan semua sumberdaya secara berdayaguna dan berhasilguna. Melaksanakan pengukuhan Pejabat Fungsional Perekayasa Utama. Tugas pokok Majelis Perekayasa adalah: 1. mengutamakan keamanan dan keselamatan. serta aturan dan persyaratan dalam Jabatan Fungsional Perekayasa kepada Kepala BPPT. 5. berorientasi pada peningkatan nilai tambah.6 Majelis Perekayasa Dalam upaya peningkatan bidang kerekayasaan nasional.5. Melakukan pemantauan jenjang Perekayasa serta memberikan pertimbangan untuk penyelesaian masalah-masalah yang timbul dalam penjenjangan Perekayasa. Farmasi dan Medika. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa telah membentuk Majelis Perekayasa yang bersifat nasional. Pertahanan dan Keamanan. 2. lembaga tempat kerjanya serta menghindari sikap arogansi intelektual. 8.

Manejer Program (Program Manager . Setiap WBS terbagi paling kurang 2 (dua) Paket kerja atau Work Package (WP). karena sifat pekerjaannya yang harus mengkoordinasikan seluruh Group Leader yang terlibat. apabila diperlukan masing-masing dapat dibantu oleh satu sampai dengan empat asisten yang disebut Assistant Chief Engineer dan Assistant Program Manager. dan dilaksanakan oleh paling kurang 2 (dua) orang Staf Perekayasa (Engineering Staff). Chief Engineer dan Program Manager.TS). Sedangkan para Group Leader bertanggungjawab kepada Program Manager dan Chief Engineer. Ketua Sub Kelompok (Leader . GL memimpin beberapa Ketua Sub Kelompok atau Leader yang bertanggungjawab terhadap Paket Kerja.CE). Setiap Ketua Sub Kelompok memimpin sejumlah Engineering Staff dan sejumlah Staf Teknisi (Technical Staff . Struktur pekerjaan dimaksud adalah Struktur Rincian Kerja atau Work Breakdown Structures (WBS).PAN/7/2008. dan Kepala Program. Organisasi ini dipimpin oleh seorang Kepala Program yang dibantu oleh Seorang Chief Engineer dan Seorang Program Manager. Dalam pelaksanaannya. Organisasi ini mendeskripsikan secara jelas peran dan tugas seorang pejabat perekayasa yang didefinisikan dalam struktur pekerjaan yang terbagi dalam beberapa bagian menurut bidang keilmuan atau kegiatan yang berbeda.GL). Chief Engineer bertanggung jawab atas kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia serta produk teknologi yang dihasilkan. WBS dikepalai oleh seorang GL.ES) yang masing-masing mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PerMENPAN) nomor PER/219/M. Engineering Staff yang terlibat dalam suatu WBS tidak dapat merangkap dalam WBS lain dalam program yang sama.. Insinyur Kepala (Chief Engineer .BAB III TATA KERJA KEREKAYASAAN a. Organisasi Fungsional Kerekayasaan Organisasi Fungsional Kerekayasaan merupakan organisasi kerja yang memiliki hirarki untuk mewadahi pelaksanaan pekerjaan perkayasa yang bersifat Team Work dengan pola matriks berdasarkan bidang keilmuan/ keahlian dengan kegiatan. PM bertanggung jawab atas pendanaan (Cost) dan penjadwalan (Delivery) pelaksanaan program. Engineering Staff yang terlibat dalam suatu WP bisa merangkap dalam WP yang lain asalkan tidak dilaksanakan dalam kurun waktu yang sama.L) dan Staf Perekayasa (Engineering Staff . Ketua Kelompok (Group Leader . 13 .PD). Setiap Leader bertanggungjawab kepada Group Leader.PM). Hirarki dalam pekerjaan perekayasa difasilitasi oleh peran-peran Kepala Program (Program Director . Program Manager dan Chief Engineer bertanggungjawab kepada Kepala Program. Setiap Engineering staff dan Technician bertanggungjawab kepada Leader.

. Tipe A Organisasi fungsional kerekayasaan tipe A paling sedikit terdiri lima WBS.2.. Organisasi tipe B dapat bekerja sama dengan institusi luar yang diwujudkan dalam bentuk Kesepakatan Bersama (Memorandum of 14 ..m.. yang didasarkan atas jumlah WBS dalam program kerekayasaan sebagaimana dijelaskan di bawah ini: 1..2. setiap WBS dinotasikan dengan subskrip tunggal (single subscript). . dan melibatkan institusi luar (baik dari dalam maupun luar negeri) yang diwujudkan dalam bentuk Kesepakatan Bersama (Memorandum of Understanding) atau Perjanjian Kerja Sama (Technical Agreement).Dalam pengkodeannya. Institusi luar ini dapat berkontribusi pada tingkat WBS ataupun pada tingkat WP. i = 1. sedangkan WP dinotasikan dengan subskrip ganda (double subscript)...1)..3 . Ka. WBS i. 3..1 Organisasi Fungsional Kerekayasaan Tipe A 2.n.. (lihat gambar 3.. j = 1.2. karena terdiri dari beberapa kegiatan kerekayasaan yang berbeda atau beberapa disiplin keilmuan yang berbeda. Dalam hal ini subskrip pertama menunjukkan WBS ke i dan subskrip kedua menunjukan WP ke j dalam WBS ke i tersebut. Dengan demikian Organisasi tipe B terdiri dari dua atau lebih kegiatan kerekayasaan atau disiplin keilmuan yang berbeda. Organisasi Program tipe A merupakan Organisasi program dengan struktur organisasi paling besar dan paling lengkap. Tipe Organisasi Fungsional Kerekayasaan Organisasi fungsional kerekayasaan diklasifikasikan dalam tiga tipe. i = 1.n.3.2. Wpij. Tipe B Organisasi fungsional kerekayasaan tipe B terdiri dari minimal dua WBS.3. . Program Chief Engineer Chief Engineer Program Manager Program Manager Institusi Luar Gp Leader1 WBS 1 Gp Leader 2 WBS 2 Gp Leader 3 WBS 3 Gp Leader 4 WBS 4 Gp Leader 5 WBS 5 + WBS 6 WP 61 Leader 61 WP 11 Leader 11 Staf WP 21 Leader 21 Staf WP 51 Leader 51 WP 62 Leader 62 Staf WP 12 Leader 12 Staf WP 22 Leader 22 Staf ●● ●● WP 52 Leader 52 Staf WP 13 Leader 13 Staf WP 23 Leader 23 Staf ●WP 53 Leader 53 ● Staff ● ● Gambar 3.

2 Organisasi Fungsional Kerekayasaan Tipe B 3. setingkat dan dijabat rangkap oleh Group Leader pada WBS tersebut.2 ). Organisasi Program tipe C. Adapun diagram Organisasi Program tipe C dapat dilihat pada gambar 3. Tipe C Organisasi fungsional kerekayasaan tipe C terdiri hanya dari satu WBS yang terdiri dari beberapa WP. Group Leader Program Manager Program Manager Leader1 WP 1 Leader 2 WP 2 Leader 3 WP 3 Leader 4 WP 4 Leader 5 WP5 •Staf • • • •Staf • • • ●● ●● •Staf • • • •Staf • • • Gambar 3. Dalam organisasi tipe C. Kepala Program dan Chief Engineer. Organisasi tipe C ini dapat bekerja sama dengan institusi luar pada tingkat WP.Understanding) atau Perjanjian Kerja Sama (Technical Agreement) dengan total WBS berjumlah 2 atau lebih.3 Organisasi Fungsional Tipe C 15 . dipimpin oleh seorang Group Leader yang sekaligus bertindak sebagai Chief Engineer. Program Chief Engineer Program Manager Program Manager Gp Leader1 Gp Leader1 WBS 1 Gp Leader2 Gp Leader2 WBS 2 Gp Leader3 Gp Leader3 WBS 3 Gp Leader4 Gp Leader4 WBS 4 WP 11 Leader 11 Staf WP 21 Leader 21 Staf WP 41 Leader 41 Staf WP 12 Leader 12 Staf WP 22 Leader 22 Staf ●● ●● WP 42 Leader 42 Staf WP 13 Leader 13 Staf WP 23 Leader 23 Staf WP 43 Leader 43 Staf Gambar 3. hanya melibatkan satu kegiatan kerekayasaan atau satu disiplin keilmuan. Group Leader dibantu oleh seorang Program Manager.3. (lihat gambar 3. Ka. Pada Organisasi Fungsional Kerekayasaan tipe C. Dengan demikian dalam organisasi ini.

atau sebaliknya. diserahkan sepenuhnya kepada kesesuaiannya masing-masing.4a). maka bentuk Organisasi Fungsional tersebut harus disesuaikan terlebih dahulu menurut salah satu pola.4b). (Gambar 3.4a). Gambar 3.3. Bentuk pola matriks mana yang akan dipilih oleh pelaku perekayasa. WP keilmuan 16 . WBS: kegiatan . dan WP sebagai kegiatan kerekayasaan. dan WP sebagai bidang keilmuan (Gambar 3. Pola Matriks Organisasi Fungsional Kerekayasaan Pola matriks dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan menempatkan WBS sebagai kolom yang merupakan kegiatan kerekayasaan dan WP sebagai baris yang merupakan bidang keilmuan (Gambar 3. Pola Matriks Organisasi. Industri cenderung menggunakan pembagian WBS yang didasarkan pada tahap kegiatan kerekayasaan.4a. Pada umumnya. Namun harus diingat bahwa jika dua Organisasi Fungsional dengan pola matriks yang berlainan akan digabung. (Gambar 3. Sedangkan Perguruan Tinggi cenderung menggunakan WBS sebagai bidang keilmuan.4b).3.

4.4b. Sifat Organisasi Fungsional Kerekayasaan Organisasi Fungsional Kerekayasaan dibentuk secara non-permanen khusus untuk menjalankan suatu kegiatan program tertentu. Pola Matriks Organisasi. 17 .WP:kegiatan Contoh: Pola Matrix Kegiatan & Keilmuan dalam organisasi fungsional kerekayasaan Program Bahan Bakar Nabati Penyiapan Bahan Proses WBS baku&Pembibitan pengolahan BBN WP Budidaya bahan baku BBN Teknologi Proses BBN Teknologi Industri/ Manufaktur Teknik Mesin/ Otomotif Manajemen Transportasi/ Pemasaran Disain pabrikasi pengolahan BBN Pengujian laboratorium Operasi 3.Gambar 3. Organisasi Fungsional Kerekayasaan dibentuk saat program dipersiapkan dan dibubarkan saat program dinyatakan selesai. WBS:keilmuan.

Organisasi Fungsional Kerekayasaan dipimpin oleh seorang Kepala Program yang bertanggung jawab penuh kepada Kepala Unit Organisasi Struktural yang memberikan program tersebut. Lembar Keputusan (Decision Sheet) Lembar pernyataan tentang keputusan yang diambil dari suatu rapat kegiatan kerekayasaan yang sedang dilaksanakan.3. antar WBS atau tingkat Pimpinan Program. Sedangkan untuk masingmasing WP. 18 . Organisasi Fungsional Kerekayasaan dapat diubah-ubah bentuk dan pelakunya tergantung kepada kebutuhan program setiap fasa.6. (Contoh format lihat sub bab 5. Chief Engineer.) 2.3) Secara diagram aliran informasi dapat dilihat pada gambar 3. Sistem Informasi Sistem informasi di antara Perekayasa dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan dilaksanakan melalui lembar-lembar kegiatan (Activity Sheets) yang terdiri dari: 1. dan Pimpinan Program dapat dilihat pada gambar 3. cara atau formula tertentu dan lain-lain sesuai dengan kegiatan kerekayasaannya. sampai Kepala Program.1. 3.Organisasi Fungsional Kerekayasaan dijalankan oleh personil-personil dari satu atau beberapa lembaga atau departemen dan dapat pula mengikutsertakan personil khusus karena pertimbangan keahliannya. Group Leader. Leader.4. Instruksi sheet diberikan oleh: • Kepala Program kepada Chief Engineer/ Program Manager/ Group Leader • Chief Engineer kepada Group Leader • Program Manager kepada Group Leader • Group Leader kepada Leader • Leader kepada Engineering Staff dan Technician Staff Adapun contoh format dapat dilihat pada sub bab 5. WBS.4. 3. Lembar Kerja ( Working Sheet ) Lembar pernyataan yang dikerjakan oleh masing-masing anggota program mulai dari Engineering Staff. baik pada rapat tingkat WP. tingkat WBS. 3.5. Lembar Instruksi (Instruction Sheet) Lembar pernyataan perintah (instruksi) merupakan lembaran yang berisi pernyataan perintah terkait dengan metoda. Program Manager.3. Sistem Informasi & Pelaporan dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan. (Contoh format lihat sub bab 5.

Gambar 3.5 Aliran Informasi 19 .

- Gambar 3. dan Pimpinan Program 20 .6 Aliran informasi pada WP. WBS.

Secara umum. tergantung pada sifat kegiatan. Program Manager bertanggung jawab dalam pemeriksaan dokumen Program Manual. Technical Report (TR)/ Memorandum (TM) yang ditulis oleh para Leader. Technical Document (TD) yang ditulis oleh para Group Leader dan Program Document (PD) yang ditulis oleh Chief Engineer. Kepala Program bertanggung jawab terhadap keseluruhan Program Manual.2 Sistem Pelaporan Sistem Pelaporan di dalam pelaksanaan program kerekayasaan secara umum terbagi ke dalam dua tahap. dapat pula dipersiapkan manualmanual lain seperti Design Manual. Chief Engineer bertanggungjawab dalam penyiapan dokumen Program Manual. Chief Engineer dan Program Manager pada awal program. Setiap pelaporan dilakukan oleh 3 peran yaitu yang menyiapkan (prepared by). Testing Manual. Group Leader bertanggung jawab pada keseluruhan Program Manual.3. Product Manual dan sebagainya. Tahap Berjalan & Akhir Sistem pelaporan jalannya kegiatan program dilaksanakan secara bertahap melalui Technical Notes (TN) yang ditulis oleh para Engineering Staff. Tahap Persiapan Kegiatan program dilaksanakan dengan mengacu pada petunjuk program yang ditulis dalam bentuk Manual Program (Program Manual) yang dipersiapkan oleh Kepala Program (Program Director). pemeriksaan dokumen Design manual.3 Penanggung Jawab Sistem Pelaporan Penanggungjawab di dalam pembuatan laporan kegiatan kerekayasaan adalah sebagai berikut: 1. 2. b. yaitu: 1.1. dan dokumen manual lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan program • Untuk program tipe C. yang memeriksa (checked by) dan yang mengesahkan (approved by).4. penanggungjawab penyusunan manual pada organisasi Fungsional Kerekayasaan tipe A dan B dapat dilihat pada tabel 3.4. 21 . dan pemeriksaan dokumen manual lainnya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program. Penanggung jawab Sistem pelaporan pada tahap persiapan dijelaskan sebagai berikut: • Untuk organisasi fungsional Kerekayasaan tipe A dan B: a. Selain itu. terutama pada penjadwalan dan pendanaan c. Disamping itu ditulis pula laporan Progress Control & Monitoring (PCM) yang ditulis oleh Program Manager. Design Manual. 3.

dan Program Manager memiliki tugas yang sama dengan tipe A atau tipe B. memeriksa Technical Report yang telah disiapkan oleh Leader. dan memeriksa Technical Note yang disiapkan oleh Engineering Staff c.Tabel 3. memeriksa Technical Document yang telah dibuat Group Leader. dan table 3.2. dan Program Document. Program Manager bertanggungjawab mempersiapkan dan memeriksa laporan Progress Control & Monitoring (PCM). Leader. dan menyetujui Technical Report yang telah diperiksa oleh Group Leader. Secara umum. Engineering Staff. penanggungjawab laporan tahap pelaksanaan pada organisasi Fungsional Kerekayasaan tipe A dan B dapat dilihat pada tabel 3. dan menyetujui Technical Note yang telah diperiksa oleh Leader d. Group Leader. maka Group Leader bertanggungjawab terhadap Technical Document. e. Group Leader bertanggungjawab dalam menyiapkan laporan berupa Technical Document.3 di bawah ini. f. Chief Engineer bertanggungjawab dalam penyiapan laporan berupa Program Document. • Untuk program dengan organisasi fungsional Kerekayasaan tipe C: a. Kepala Program bertanggung jawab terhadap keseluruhan document. dan Program Document. 22 .: Penanggungjawab Penyusunan Manual pada Organisasi Program Kerekayasaan tipe A dan B 2. Penanggung jawab Sistem pelaporan pada tahap pelaksanaan dijelaskan sebagai berikut: • Untuk organisasi fungsional Kerekayasaan tipe A dan B: a.1. Engineering Staff bertanggungjawab dalam menyiapkan laporan berupa Technical Note b. dan memeriksa Program Document yang telah dipersiapkan oleh Chief Engineer. khususnya Technical Document. hanya saja pada tipe C di mana Group Leader merangkap peran sebagai Chief Engineer dan sebagai Kepala Program. Leader bertanggungjawab dalam menyiapkan laporan berupa Technical Report.

7. Chck: Checked by.3. Prep: Prepared by. Manager Ka.: Penanggungjawab Laporan PCM Peran Prog. Notes: Technical Notes.Tabel 3.2.: Penanggungjawab Laporan Teknis Catatan: (Tech. Report/Memo: Technical Report/ Memorandum. Appv: Approved by) Dengan demikian secara hirarki sistem pelaporan pada kegiatan kerekayasaan dapat ditunjukkan dalam diagram seperti pada gambar 3.7. Program Document Tech Doc 1 Tech Doc 2 Tech Doc 3 TR / TM 11 TR / TM 12 TR / TM 21 TR / TM 22 TR / TM 23 TR / TM 31 TR / TM 32 TN 111 TN 112 TN 113 TN 114 TN 121 TN 122 TN 123 TN 124 TN 221 TN 321 ● ● ● TN 222 TN 223 TN 224 ● ● ● ● ● ● ● TN 322 TN 323 TN 324 Gambar 3. Hirarki Sistem Pelaporan 23 . Program Progress Control & Monitoring Prep & check Approved Tabel 3. Tech.

serta validasi terhadap strategi. 24 . serta pelaksanaan proses persiapan pengadaan barang seperti proses tender dan kontrak dan pemeriksaan kelancaran proses pencairan dana. Tahap Penelaahan Program Kritikal (Critical Program Review Phase). jadwal dan dana. Keempat tahap pelaporan program seperti pada gambar 3. Untuk masalah pendanaan dilakukan penelaahan mengenai kesesuaian jadwal penyerapan dana. disesuaikan dengan yang direncanakan. 2. Tahap dan Interval Waktu Pelaporan Dalam menjalankan program kerekayasaan.4. Demikian juga Technical Documents (TD) menggunakan Technical Report/ Memorandum sebagai acuan. Selain itu penelaahan juga dilakukan terhadap perubahan kebijakan pemerintah dalam hal pendanaan. metoda dan asumsi yang diambil. Tahap Penelaahan Program Rinci (Detailed Program Review Phase).8. 3. Secara umum tahap dan interval waktu dan laporan terdiri dari empat tahap pada setiap pelaksanaan kegiatan kerekayasaan atau tergantung pada kebutuhan dan kesepakatan yang disetujui bersama. Penelaahan pada tahap tengah periode kegiatan berjalan. Selain itu hambatan-hambatan yang terjadi pada proses awal program secara teknis juga diperiksa. 3. Contoh Tahap dan Interval Waktu Pelaporan 1. Dan selanjutnya Program Documents menggunakan Technical Documents sebagai acuan.4. para perekayasa dalam fungsinya masingmasing melaporkan jalannya program secara berkala.Terlihat dari diagram tersebut bahwa Technical Report (TR)/ Technical Memorandum (TM) menggunakan Technical Notes (TN) sebagai acuan. Dalam tahap ini juga dilakukan perubahan-perubahan minor dalam penjadwalan yang diakibatkan oleh ketidaktepatan baik dari segi teknik maupun pendanaan. Pada tahap ini dilakukan penelaahan mengenai terpenuhinya persyaratan dimulainya suatu program baik dari segi teknik. merupakan tahap penelaahan secara teknis mengenai pencapaian sasaran.8. Tahap Penelaahan Program Awal (Preliminary Program Review Phase). agar sasaran program dapat tetap terjamin. Preliminary Program Review Detail Program Review Critical Program Review Final Program Review Program start 0 Program Manual Tech Notes Tech Notes 3 Tech Report PCM Tech Docmnt 6 Tech Notes Tech Notes Tech Report PCM Tech Docmnt Tech Notes Tech Notes Program Docmnt 9 Tech Notes Tech Notes 12 Tech Report PCM Tech Docmnt Tech Notes Tech Notes Tech Notes Tech Notes Program Docmnt Gambar 3.

Melaksanakan pengujian. Secara rinci tugas Engineering Staff adalah sebagai berikut: 1. Tugas Perekayasa Dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan Fungsi Perekayasa dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan dapat dirincikan dari jenjang Perekayasa yang paling rendah hingga jenjang Perekayasa yang paling tinggi. Dalam review tahap ini semua dokumen baik berupa Technical Notes. 7. maupun dari segi pendanaan. Melaksanakan modifikasi produk. Melaksanakan desain rinci. 9. 2. Jika ternyata program diperkirakan kuat tidak dapat mencapai sasaran. Perimbangan alasan teknik dan pendanaan ini harus dijadikan dasar perubahan sasaran program. Melaksanakan perhitungan. sebagai berikut. misal membutuhkan anggaran yang lebih besar. perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam Program Manual untuk spesifik bidang tertentu. Perubahan sasaran harus ditinjau dari segi teknik. Staf Perekayasa (Engineering Staff) Melaksanakan kegiatan penelitian terapan. Final Program Review ini kemudian diikuti dengan laporan akhir paling lambat sebulan kemudian.5. dibawah koordinasi Leader. Peninjauan kritikal dilakukan dalam segi teknik dan pendanaan. Pemeriksaan tahap akhir dari jalannya program. Melaksanakan eksplorasi. Melaksanakan desain awal. Melaksanakan observasi. (1). 25 . 8. 3. 5. Melaksanakan pengukuran. 3. Progress Control & Monitoring.8 memperlihatkan tahap dan interval waktu penerbitan laporan untuk program satu tahun anggaran.Penelaahan pada tahap kritikal dilakukan untuk mengetahui pencapaian sasaran sesuai obyektif program di dalam program manual. Dalam tahap ini hanya ditinjau sasaran program yang akan dicapai ditinjau dari segi teknik terakhir yang mampu dicapai dan aliran pendanaan yang tersedia. misal membutuhkan resource yang lebih besar. pengembangan. Sasaran akhir ini ditetapkan sebagai hasil dari Critical Design Review. 4. Melaksanakan desain konseptual. dan Program Document harus sudah selesai untuk pertanggungan jawab. maka diperlukan penyesuaian capaian program dari sasaran yg ditargetkan semula disertai alasan penyesuaian dan alternatif penyelesaian/perbaikan. Tahap Penelaahan Program Akhir (Final Program Review Phase). Technical Reports/ Technical Memorandum. 6. Gambar 3. 4. Technical Document.

12. 13. Memberikan supervisi pelaksanaan studi kelayakan sistem teknologi. diskusi. dan Technical Report. Memberikan supervisi pelaksanaan modifikasi produk. 14. dan penyimpulan hasil). 9. Lembar Keputusan (Decision Sheet). 26 . Log book. 13. Memberikan supervisi pelaksanaan eksplorasi. perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam Program Manual sebagai pemadu beberapa bidang spesifik dalam satu kelompok tertentu yang ia pimpin. Secara rinci peran dan tugas Group Leader adalah sebagai berikut: 1. Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi. Benda kerja. Menuliskan hasil pekerjaan diatas dalam sistem pelaporan yang telah ditentukan dan melaporkan hasilnya kepada Leader Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). pengembangan. Sebagai Leader mempersiapkan Technical Report/ Technical Memorandum. 2. Memberikan supervisi pelaksanaan perawatan produk. Memberikan supervisi pelaksanaan studi banding sistem teknologi. Ketua Sub Kelompok (Leader) Memipin para Engineering Staff dalam pelaksanaan kegiatan penelitian terapan. Memberikan supervisi pelaksanaan pengujian. Menyelenggarakan pertemuan dan memimpin diskusi dengan para engineering staff tentang pekerjaan mereka. 11. 2. Mempersiapkan bahan presentasi laporan hasil kegiatan Paket Kerja (Work Package) yang dipimpinnya. 8. 3. Mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan melakukan iterasi teknis diantara group yang terkait. Sebagai Leader memeriksa Techical Notes. Melaksanakan studi banding sistem teknologi. Log book.10. Memberikan supervisi pelaksanaan observasi. 12. Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). Lembar Instruksi Teknik (Instruction Sheet). Melaksanakan perawatan produk. Memberikan supervisi pelaksanaan desain rinci. Materi Presentasi. 15. Memberikan supervisi pelaksanaan perhitungan. Secara rinci tugas Leader adalah sebagai berikut: 1. Memberikan supervisi pelaksanaan pengukuran. (3). pengembangan. perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam Program Manual untuk spesifik bidang tertentu. 5. 7. 16. Ketua Kelompok (Group Leader) Mengkoordinasikan para Leader dalam pelaksanaan kegiatan penelitian terapan. 4. Technical Notes. 17. Benda kerja. 11. Memberikan supervisi pelaksanaan desain konseptual. Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (Work Breakdown Structure) untuk masalah disain/testing/eksplorasi/observasi/pengukuran/modifikasi/ perawatan. Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Pemimpin Kelompok (Group Leader) secara berkala (pemaparan. (2). 10. Technical Notes. foto. Memberikan supervisi pelaksanaan desain awal. 6.

Lembar Instruksi (Instruction Sheet). 2. Program Manager dapat mempunyai asisten sejumlah Satuan Kerja yang terlibat dalam program sebanyak-banyaknya 4 orang asisten. Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Kepala Program (Program Director) secara berkala (paparan. Memberikan metoda pengendalian proyek. Program Manual. (4). Menetapkan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain. 4. Progress Control and Monitoring. Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). pendanaan. Technical Document. Lembar Usulan Spesifikasi Teknis. Membentuk Organisasi Fungsional Kerekayasaan bersama Kepala Program dan Chief Engineer. 27 . Log book. Mempersiapkan dan memeriksa Progress Control and Monitoring. Lembar Keputusan (Decision Sheet).3. Program Document. Mempersiapkan Technical Document. Kontrak Kerjasama. Melaksanakan Progress Control and Monitoring. 12. 10. Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Group Leader. 4. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program. Memeriksa Program Document. Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). 6. Lembar Keputusan (Decision Sheet). Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada Program Manager. Manajer Program (Program Manager) Melaksanakan tugas manajemen program yang meliputi perencanaan program termasuk jadwal pencapaian sasaran serta aliran pendanaan. diskusi dan kesimpulan). Materi Presentasi. 9. 5. Progress Control and Monitoring Report. Memeriksa Program Manual. 8. Mempresentasikan laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana di hadapan Kepala Program secara berkala. Program Manager bertanggung jawab kepada Kepala Program. 7. Membuat perencanaan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Program Manager. Mempersiapkan materi presentasi laporan hasil kegiatan Struktur Rincian Kerja yang dipimpinnya. kontrak kerjasama. Benda kerja. Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang. 8. Secara rinci tugas Program Manager adalah sebagai berikut: 1. Lembar Instruksi (Instruction Sheet). 7. Materi Presentasi. 10. dan pengadaan barang sesuai dengan WBS nya dengan melakukan iterasi yang terkait dengan ketersediaan aliran pendanaan. Design/Engineering/Test/ Production Manual. Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan. Technical Report/Technical Memorandum. 11. Menyetujui Technical Notes. Membuat rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. 11. 3. mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja 6. 5. Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu. 9. Memeriksa Technical Report/ Technical Memorandum. Mempersiapkan Design Manual/Engineering Manual/Test Manual/Production manual.

9. untuk mendiskusikan hasil-hasil program secara berkala. Materi Presentasi. strategi keuangan program. Technical Document. Memeriksa Design Manual/Engineering Manual/Test Manual/Production manual. 13. Mendiskusikan pelaksanaan program ditinjau dari segi teknik ketepatan waktu dan pendanaan secara berkala bersama para Group Leader. Program Manual. penetapan SDM yang kompeten dan berkualitas untuk program. 3. Lembar Instruksi Teknis (Instruction Sheet). membentuk organisasi program. 28 . 10. Mempersiapkan Program Document. Secara rinci tugas Chief Engineer adalah sebagai berikut: 1. Design/Engineering/Test/ Production Manual. Draft Surat Keputusan Tim Kerja. 5. Mendiskusikan dan menetapkan SDM yang terlibat dalam program dengan para Kepala Unit Struktural. 3. Mengevaluasi dan menyetujui usulan spesifikasi teknis barang yang diusulkan Group Leader. Secara rinci tugas Kepala Program adalah sebagai berikut : 1. Menyetujui Technical Report/Technical Memorandum. Program Manager dan Chief Engineer.(5). 4. 6. Memberikan saran-saran pada setiap fasa program review: Preliminary. Program Document. (6). Technical Report/Technical Memorandum. Bersama Kepala Program dan Program Manager membentuk Organisasi Program. Melakukan perencanaan program bersama Program Manager dan Chief Engineer. 2. 7. Insinyur Kepala (Chief Engineer) Melaksanakan pemantauan kualitas hasil program dari segi teknis seperti pemenuhan persyaratan desain. 2. Memeriksa Technical Document. Critical dan Final Program Review. 4. Kepala Program (Program Director) Kepala Program adalah Program Inisiator yang memberikan arahan tentang garis-garis besar kegiatan termasuk: state of the art technology. Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). Chief Engineer bertanggung jawab kepada Kepala Program dan dapat mempunyai asisten sejumlah maksimal 4 orang. 11. Lembar Keputusan (Decision Sheet). Mengangkat personil – personil yang terlibat dalam program serta pejabat-pejabat fungsional atas usulan Chief Engineer. alternatif teknik yang lain pada pertemuan diskusi dengan satu atau lebih Group Leader. Detail. 8. Mempresentasikan hasil kegiatan secara teknis di hadapan kepala program secara berkala. Merencanakan waktu keterlibatan personil dalam tiap program. Mempersiapkan Program Manual. Log book. menentukan jumlah WBS dan jumlah WP untuk setiap WBS. Melakukan trade-off dan prioritasi hasil-hasil WBS untuk mendapatkan produk akhir yang paling sesuai pada akhir tahun anggaran. maupun eksekusinya. Memberikan supervisi teknis untuk penyelarasan kinerja secara rutin. Memberikan saran perbaikan. dan Program Manager. Benda kerja. 12.

Adapun tugas Assistant Chief Engineer ini adalah: 1. 6. Menyiapkan pertemuan dalam rangka koordinasi kerja. Melaporkan pelaksanaan program serta mempertanggung jawabkan hasil program 6. 3. (7). Lembar Keputusan (Decision Sheet). Assistant Engineer Program Manager dan Assistant Chief Program Manager dan Chief Engineer bila diperlukan dapat didampingi oleh beberapa asisten yang disebut sebagai Assistant Program Manager dan Assistant Chief Engineer. Mengusulkan rencana waktu keterlibatan personil dalam tiap program. 5. Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Group Leader bersama Program Manager. Memberikan presentasi mengenai program berjalan. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program. 5. 29 . mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja. Menyetujui Program Manual/ Design Manual/ Engineering Manual/ Test Manual/ Production Manual/ Technical Document/ Program Document. 4. Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working sheet). Melaksanakan Progress Control and Monitoring (PCM) bersama Program Manager. 7. Log book. Adapun tugas Assistant Program Manager adalah: 1. Menyiapkan draft kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Program Manager. 8.Lembar Instruksi (Instruction Sheet). kepada kepala unit struktural (pimpinan terkait) yang memberi pekerjaan secara berkala. 4. Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak Atas Kekayaan Inteletual di hadapan yang berwenang. paling banyak ada dua asisten Chief Engineer. Menyusun draft laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana. Mengusulkan rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. Program Document. Memperagakan hasil-hasil program. Technical Report/Technical Memorandum. Technical Document. 9. materi Presentasi. Mengusulkan metoda pengendalian project. dan Progress Control and Monitoring. Program Manual. Mengusulkan personil yang sesuai serta klarifikasi dan sandi kerja. 2. 3.5. Menyiapkan draft Engineering Manual/ Test Manual/ Production manual. Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan. Untuk Organisasi tipe C tidak diperlukan Assistant Program Manager dan Assistant Chief Engineer. Melaksanakan kegiatan kerekayasaan di lingkungan berbahaya atau beresiko. Design/Engineering/Test/Production Manual. dan beberapa asisten untuk Program Manager sesuai dengan penjelasan sebelumnya. Untuk Organisasi Program tipe A paling banyak empat asisten untuk Chief Engineer. 7. 2. 6. Memantau pelaksanaan program bersama Chief Engineer. Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang. Sedangkan untuk Organisasi tipe B. 8.

maka Group Leader (GL) mempunyai tugas sebagai berikut: 1. 8. Menetapkan SK Personil. Melaksanakan koordinasi kerja. Sosialisasi hasil program. Design/ Engineering/ Test/ Production Manual. Memeriksa & mengesahkan Technical Report. 7. 10. Konsultasi penjadwalan dan pendanaan. Menyiapkan. Membuat perencanaan SDM. 12. 9. 3. Mengusahakan HAKI. 5. 14. Melaporkan & mempertanggungjawabkan program. Mengesahkan Technical Notes. Program Document. Mengusulkan Pendanaan. 6. memeriksa & mengesahkan Program Manual. 4. 11. 2.(8). 30 . Mempresentasikan hasil laporan. Memantau & Memberikan supervisi tugas. 13. Group Leader Type C Khusus untuk Organisasi Perekayasa tipe C. Membentuk Organisasi Fungsional Kerekayasaan.

Chief Engineer dan Program Director. Perekayasa Pertama (Engineer) Perekayasa Muda (Senior Engineer) Perekayasa Madya (Specialist Engineer) Perekayasa Utama (Principal Engineer) Untuk setiap jabatan diberikan tambahan padanan istilah dalam bahasa Inggris sebagaimana tercantum dalam tanda kurung di atas. Persyaratan diatas diperlihatkan dalam gambar berikut ini. Setelah sedikitnya dua kali berperan sebagai Leader mampu berperan sebagai Group Leader atau Program Manager. yang diperoleh mulai dari peran anggota program sebagai Engineering Staff sampai ketingkat pimpinan kelompok sebagai Leader. 3. 4. Setelah sedikitnya dua kali berperan sebagai Group Leader mampu berperan sebagai Chief Engineer atau Kepala Program . Sedikitnya telah tiga kali berperan sebagai Chief Engineer atau Kepala Program. sedangkan pengalaman diperoleh melalui peran serta Perekayasa dalam kegiatan Program yang berjalan tiap tahun. yang diperoleh mulai dari tingkat kesulitan rendah sampai tingkat kesulitan tinggi dalam memecahkan persoalan kegiatan kerekayasaan 2. mampu berperan sebagai Leader. Jenjang Jabatan Fungsional Perekayasa Jenjang Jabatan Fungsional Perekayasa terbagi menjadi 4 (empat) jenjang. 2. DAN TUGAS JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA 4.BAB IV JENJANG. Peran para Perekayasa difasilitasi oleh Organisasi Fungsional Kerekayasaan dalam melaksanakan kegiatan program. Tingkatan kemampuan yang dituntut dalam penjenjangan perekayasa adalah : • Perekayasa Pertama (Engineer) Mampu berperan sebagai Engineering Staff dalam kegiatan program. PERAN. • Perekayasa Muda (Senior Engineer) Mampu berperan sebagai Engineering Staff dan Leader dalam kegiatan program. yaitu: 1. • Perekayasa Madya (Specialist Engineer) Mampu berperan sebagai Group Leader dan Program Manager dalam kegiatan program. Peran. Setelah mengikuti sedikitnya dua program. • Perekayasa Utama (Principal Engineer) Mampu berperan sebagai Chief Engineer & Kepala Program dalam kegiatan program. Group Leader dan akhirnya ketingkat pimpinan program sebagai Program Manager. 31 . Pengalaman. sehingga Jabatan Fungsional Perekayasa ini lebih komunikatif dalam kancah forum internasional. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan padanan bagi setiap jenjang jabatan perekayasa.1. Penjenjangan karir Perekayasa didasarkan pada: 1.

32 . Semakin tinggi jabatan fungsional perekayasa tersebut semakin tinggi pula perannya dalam organisasi fungsional (lihat Tabel 4. peran Perekayasa dalam suatu program ditentukan oleh kedudukannya dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan dari program tersebut.PD atau CE Peran dalam Program PM GL atau L ES PP PMu PMy PU Pengalaman: Jumlah Program Minimal Gambar 4.1. Peran dan pengalaman dalam program 4.2. Melalui peran tersebut Pejabat Perekayasa dapat meningkatkan karirnya untuk naik pada jenjang Jabatan Fungsional Perekayasa dari yang terendah ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan demikian.1). dan terus meningkat sampai ke jenjang yang paling puncak sebagai Perekayasa Utama dengan peran sebagai Kepala Program. yaitu dimulai dari urutan paling awal sebagai Perekayasa Pertama dengan peran sebagai Engineering Staff. Peran Perekayasa menurut penjenjangannya Pekerjaan di bidang perekayasaan merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk ”team work. Peran perekayasa dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan dapat diuraikan sebagai berikut.

Ringkasan Peta Peran Perekayasa dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan Peran Jenjang Eng. begitu juga sebaliknya. 4. Dengan mengetahui peran setiap jenjang Perekayasa pada Organisasi Fungsional Kerekayasaan maka tugas setiap perekayasa pada jenjangnya dapat segera diketahui. Perekayasa Madya (Specialist Engineer): dapat mengisi peran Group Leader atau Program Manager 4. atau Program Manager 3.3. 33 . Tugas Perekayasa menurut penjenjangannya Sesuai dengan bunyi pasal 4 Peraturan Menpan Nomor : PER/219/M. yaitu: 1. Perekayasa Muda (Senior Engineer): dapat mengisi peran Engineering Staff atau Leader.Tabel 4. Tugas pokok tersebut dibagi sesuai dengan jenjang jabatan perekayasa.PAN/7/2008 tugas pokok perekayasa adalah melakukan kegiatan kerekayasaan. Asisten-asisten tersebut mempunyai jenjang satu tingkat lebih rendah dari atasannya. Pejabat Perekayasa dengan jenjang jabatan yang lebih tinggi. Perekayasa Pertama (Engineer): dapat mengisi peran Engineering Staff atau Leader 2. Staff Group Leader Chief Program Manager Engineer Kepala Program Leader Keterangan Setiap Perekayasa dapat berperan pada satu tingkat di bawah atau di atas jenjang yang bersangkutan Pertama Muda Madya Utama Setiap peran dalam organisasi fungsional program dapat diisi oleh jenjang jabatan perekayasa yang sesuai kualifikasi atau kemampuan yang harus dipenuhi oleh masingmasing perekayasa. apabila diperlukan dapat mengerjakan kegiatan Kerekayasaan yang menjadi tugas dan tanggung jawab pejabat perekayasa satu jenjang dibawahnya. atau Group Leader.1. Perekayasa Utama (Principal Engineer) dapat mengisi peran Chief Engineer atau Kepala Program Program Manager dan Chief Engineer dapat mengangkat asisten dengan peran yang disebut Asisten Program Manager dan Asisten Chief Engineer.

2. Pangkat dan Golongan Ruang Melalui jabatan fungsional perekayasa ini. I Pembina Utama Muda Pembina Utama Madya Pembina Utama GOLONGAN RUANG III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e JABATAN 1. Pangkat dan Golongan Ruang ANGKA KREDIT (AK) 100 150 200 300 3. pangkat dan golongan ruang tertera pada tabel di halaman berikut. Traceability & Facility) Fasilitas Melalui Organisasi Fungsional Kerekayasaan ini. 34 . 4. Angka Kredit minimal. Ketertelusuran (Traceability). Memberikan informasi tentang ketersediaan sumberdaya manusia yang terlibat dalam kegiatan program secara riil. jika terdapat permasalahan yang timbul dalam program. Kaitan antara jenjang jabatan fungsional perekayasa. angka kredit. Perekayasa Madya 400 550 700 4. I Penata Penata Tk.2 : Kaitan antara Jabatan Fungsional Perekayasa. Perekayasa Utama 850 1050 AK KENAIKAN JABFUNG 50 50 100 100 150 150 150 200 SETARA DENGAN PANGKAT Penata Muda Penata Muda Tk. Memberikan fasilitas (facility) untuk pembinaan dan penjenjangan karir Perekayasa secara sistematik dan terprogram. Tabel 4. 3. maka dapat dilakukan secara sistematik baik dalam pengevaluasian kinerja maupun dalam penggunaan dana. Perekayasa Muda 4. Jenjang Perekayasa.4. Pertanggungjawaban (accountability) jelas.5 Akuntabilitas. karena peran dan tugas setiap Perekayasa terdefinisi dengan jelas. Perekayasa Pertama 2.4. Ketertelusuran dan (Accountability . peran dan tugas Perekayasa akan memberikan kemudahan-kemudahan sebagai berikut: 1. PNS dapat meniti karirnya untuk mendapatkan pangkat atau golongan ruang mulai dari III/a sampai dengan golongan tertinggi IV/e sesuai dengan angka kredit yang dimilikinya. I Pembina Pembina Tk.

Pengembangan. Melaksanakan kegiatan Kerekayasaan 1).3 : Contoh Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai UNSUR NO II KEGIATAN SUB UNSUR A. Butir Kegiatan: Melaksanakan Desain Konseptual. pengembangan. dan Bagian Kegiatan: Menetapkan Tujuan dan Kebutuhan Desain.4. perekayasaan dan pengoperasian 1. Butir Kegiatan dapat dirinci dalam beberapa bagian kegiatan. Sub Unsur: Pelaksanaan Kegiatan Penelitian Terapan. BUTIR KEGIATAN Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff) a. Butir kegiatan dan atau bagian kegiatan yang dilaksanakan oleh Perekayasa merupakan unsur yang dinilai dan mendapatkan angka kredit.6. Contoh: Seorang Perekayasa Pertama melakukan kegiatan yang menjadi tugas pokoknya dalam Unsur: Kegiatan kerekayasaan. Apabila butir kegiatan tersebut tidak dilaksanakan oleh Perekayasa. Gambar 4. Struktur rincian kegiatan Pada dasarnya butir kegiatan dan bagian kegiatan adalah kegiatan yang menjadi tugas pokok pejabat Perekayasa sesuai dengan jenjang jabatannya. Setiap Sub Unsur dapat diuraikan menjadi beberapa butir kegiatan. Melaksanakan desain konseptual (a) Menetapkan tujuan dan kebutuhan desain (Design Requirement and Objective) (b) Menyusun filosofi rancang bangun (c) Menetapkan metoda yang digunakan 35 . yang anggotanya disebut Sub Unsur. Kelompok utamanya disebut Unsur. Pelaksanakan kegiatan KEREKAYASAAN penelitian terapan. Perekayasaan dan Pengoperasian. maka butir kegiatan tersebut bukan unsur yang dinilai dan tidak ada angka kreditnya. Tabel 4.2. Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai Kegiatan pejabat Perekayasa terinci dalam kelompok-kelompok yang menunjukkan tingkat rinciannya.

I I.1.A Pendidikan Pendidikan Sekolah dan Perolehan Gelar/ Ijazah Memperoleh gelar/ijazah dalam stratum D-IV. Penunjang (berikutnya disebut sebagai unsur penunjang) Angka kredit untuk penilaian kenaikan jenjang harus mempunyai komposisi minimal 80% dari unsur utama. Angka Kredit Penjenjangan yang terdiri dari: a. Ijazah yang setingkat hanya dapat dinilai 1 kali sebagai unsur Pendidikan Sekolah. Ijazah S1 atau D-IV harus dimiliki sebelum calon Perekayasa mengambil jabatan fungsional. Kegiatan Perekayasa disusun dalam 2 (dua) kelompok Unsur: 1. dan S3. Adapun butir-butir kegiatan yang dapat dinilai dan angka kreditnya adalah sebagaimana penjelasan berikut ini. S1. Utama (berikutnya disebut sebagai unsur utama) i. sedangkan S2 dan S3 dapat dimiliki sebelum atau setelah yang bersangkutan berada dalam jabatan fungsional Perekayasa.2 dan 2. Kegiatan Kerekayasaan iii. dan maksimal 20% dari unsur penunjang.A. Pengembangan Profesi b. perolehan ijazah lain yang sederajat hanya dapat dinilai sebagai unsur penunjang. S2.3). Maguster (S2) Satuan hasil: Ijazah I.3.BAB V KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA 5. (lihat sub bab 2. Penilaian Jabatan Fungsional Perekayasa Penilaian terhadap Pejabat Fungsional Perekayasa dilaksanakan dengan memberikan angka kredit pada setiap butir kegiatan yang dilakukan.2. Doktor (S3) Satuan hasil: Ijazah I. Pendidikan Sekolah 2.1. Pendidikan dan pelatihan kerekayasaan ii. Sarjana (S1) 36 .A. Pendidikan dan ijasah ini harus dalam bidang keilmuan atau keahlian untuk perekayasa. I.A.

Program pelatihan harus dalam bidang teknologi yang bertujuan untuk: • Refreshment course bagi perekayasa dalam bidang ilmu teknologi tertentu.B.B. maka dalam 1 hari ekivalen 8 jam efektif. manufaktur.B. • Pelatihan keindustrian. • Pelatihan Kerekayasaan yang bersifat khusus karena tuntutan lingkungan pekerjaan. • Pelatihan Keselamatan serta keamanan kerja Laboratoria. Penilaian berdasarkan banyaknya jam pelajaran diklat. I.3 Lamanya 481-640 jam Satuan hasil: sertifikat I. Diklat yang dilaksanakan kurang dari 10 jam pelajaran tidak dapat dinilaikan sebagai angka kredit.6 Lamanya 31-80 jam Satuan hasil: sertifikat 37 . meliputi proses desain.1 Lamanya lebih dari 960 jam Satuan hasil: sertifikat I.B Pendidikan dan Pelatihan di bidang kegiatan kerekayasaan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) Pendidikan dan pelatihan di bidang kerekayasaan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan atau Sertifikat. • Pelatihan penggunaan instrument tertentu yang berkaitan dengan pengadaan instrument tersebut.2 Lamanya 641-960 jam Satuan hasil: sertifikat I. apabila tidak dicantumkan jumlah jam pelajarannya. integrasi produk serta manajemen proses yang diberikan oleh industri di dalam/ diluar negeri.Satuan hasil: Ijazah I.4 Lamanya 161-480 jam Satuan hasil: sertifikat I. dan dalam 1 minggu ekivalen dengan 5 hari.B.B.5 Lamanya 81-160 jam Satuan hasil: sertifikat I.B.

C. pada kedudukannya tersebut. paling sedikit mendaftarkan beberapa orang anggotanya. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab seluruh kegiatan teknis dari kegiatan program diekivalenkan sebagai Chief Engineer. Dari pemetaan tersebut maka ekivalensi dapat dilaksanakan sebagai berikut : 1. Kegiatan Kerekayasaan Peran dan Tugas Perekayasa dinilai secara individual menurut kedudukannya di dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan. Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Yang dimaksud dengan prajabatan adalah prajabatan yang diperuntukan untuk golongan III dan didalamnya dilaksanakan mata pelajaran Jabatan Fungsional Perekayasa selama 16 Jam Pelajaran. bila karena sesuatu hal yang berkaitan dengan peraturan setempat. tidak/sulit dibentuk. sehingga dapat dinilai secara adil. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab bagian 38 . Satuan hasil: sertifikat II.B. Namun demikian. 5.7 Lamanya 10-30 jam Satuan hasil: sertifikat I. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab seluruh kegiatan program diekivalenkan sebagai Kepala Program. Memetakan kesetaraan (ekivalensi) organisasi di mana Perekayasa bekerja dengan Organisasi Fungsional Kerekayasaan untuk menetapkan kedudukan perekayasa tersebut. Menilai peran dan tugas perekayasa tersebut sesuai dengan aturan Jabatan Fungsional Perekayasa. Dengan demikian sangat disarankan untuk setiap instansi yang akan mengikuti Jabatan Fungsional Perekayasa. maka masih dimungkinkan untuk menilai Peran & Tugas Perekayasa dengan : a. 4. setidaknya tipe C. Organisasi Fungsional Kerekayasaan. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab sekelompok bidang teknik dari kegiatan program diekivalenkan sebagai Group Leader. 3. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab seluruh pendanaan dan penjadwalan dari kegiatan program diekivalenkan sebagai Program Manager. bisa dibentuk dan dijalankan. agar Organisasi Fungsional Kerekayasaan. 2. b. Oleh sebab itu adanya Organisasi Fungsional Kerekayasaan mutlak perlu agar seorang Perekayasa jelas kedudukannya dalam melaksanakan profesinya.I.

(c) Menetapkan metoda yang digunakan Menetapkan metoda yang akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan kerekayasaan yang ditugaskan.1.1.1.1).1. II.A.A.dari suatu kelompok teknik dari kegiatan program diekivalenkan sebagai Leader. Satuan hasil: Lembar kerja II.(b) Menyusun filosofi rancang bangun Menyusun konsep-konsep dasar pemikiran yang akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan kerekayasaan yang ditugaskan. Jika Perekayasa tersebut bekerja sendirian (secara individual) tanpa terkait dengan kegiatan program apapun hanya bisa diekivalenkan sebagai seorang Engineering Staff. Ekivalensi disesuaikan dengan type organisasi fungsional kerekayasaan dengan kriteria: • Type C: terdiri dari 1 disiplin ilmu/ kegiatan kerekayasaan dengan jumlah pelaksana kegiatan kurang dari dan sama dengan 17 orang • Tipe B: terdiri dari minimal 2 disiplin ilmu/ kegiatan kerekayasaan dengan jumlah pelaksana kegiatan lebih besar dari 17 orang • Tipe A: terdiri dari minimal 5 disiplin ilmu/ kegiatan kerekayasaan dengan jumlah pelaksana kegiatan lebih besar dari 38 orang dan melibatkan institusi lain.A.a.a. II. pengoperasian Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff) terapan. perekayasaan. Pelaksanaan kegiatan penelitian pengembangan. Satuan hasil: Lembar kerja II. Penentuan ekivalensi ditentukan oleh Instansi Pengusul dan divalidasi oleh Instansi Pembina.(a) Melaksanakan desain awal Merekayasa bentuk konfigurasi Melaksanakan penyelarasan produk kegiatan kerekayasaan untuk mencapai bentuk/ konfigurasi yang optimal. 39 . 6.a.1.(a) Melaksanakan kegiatan Kerekayasaan Melaksanakan desain konseptual Menetapkan tujuan dan kebutuhan desain (Desain Requirement & Objective) Menetapkan tujuan dan parameter-parameter dasar yang dibutuhkan dalam kegiatan kerekayasaan yang ditugaskan. II.a.1. Satuan hasil: Lembar kerja II.a.A. dan II.1).1).a.A.a.A.A.1) II.A.2).1. A.1.2) II.

1.A.a.a.1. Satuan hasil: Lembar kerja II.4) II.3) II.1.a.(b) Mengkalkulasi kinerja awal Membuat perhitungan-perhitungan atau analisa untuk mengetahui kinerja awal dari kegiatan kerekayasaan yang ditugaskan sehingga akan diketahui dimensi/ kapasitas/ besaran-besaran seperti yang diinginkan pada Design Requirement & Objective.1.1. disesuaikan dengan persyaratan yang diinginkan.A.1.3).2).(b) Mengoptimasi hasil desain awal Melakukan penyempurnaan hasil desain awal terhadap suatu produk rancang bangun agar dapat optimal ditinjau dari segi fungsi. kinerja. Satuan hasil: Logbook per kegiatan dan Lembar kerja II.1.(c) Membuat gambar teknis (Engineering Drawing) awal Melakukan pembuatan gambar awal berdasarkan kaidah pembuatan gambar teknis untuk suatu produk kegiatan kerekayasaan sesuai dengan II.a.a. kuantitas.(a) Melaksanakan perhitungan Melaksanakan perhitungan pendekatan awal Membuat perhitungan berdasarkan model matematik untuk mengetahui sifat-sifat umum dari suatu desain yang akan dihasilkan.2).a. Satuan hasil: Lembar kerja II. Iterasi dapat menggunakan: kualitas.A. atau nilai tertentu hingga diperoleh hasil yang optimal.A.3).a.(d) Menetapkan konfigurasi Menetapkan konfigurasi rinci atas desain setelah melakukan kalkulasi kinerja.A. Satuan hasil: Lembar kerja II.A.2). Satuan hasil: Lembar kerja II.Satuan hasil: Lembar kerja II. Satuan hasil: Lembar kerja II. biaya dan waktu.a.1.(a) Melaksanakan desain rinci Melaksanakan iterasi hasil desain awal Melakukan optimasi desain awal dengan cara iterasi (proses revisi secara berkesinambungan melalui metoda tertentu).a. 40 .3).a. harga.(c) Melaksanakan konfigurasi desain rinci Melaksanakan penyusunan konfigurasi (unsur dan saling keterkaitan antar unsur) secara rinci atas desain yang akan dihasilkan sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan.4). iterasi dan optimasi desain.A.A.1.3).A.A.1.(b).

1.1.1.A.1.5).(d) Menetapkan sistem perolehan dan pengolahan data Menetapkan metoda dan strategi untuk mendapatkan data dan mengolah data hasil pengujian Satuan hasil: Lembar kerja II. A.a.a. 5).(b) Melaksanakan perhitungan analitik rinci Membuat perhitungan berdasarkan model matematik untuk mengetahui berbagai sifat-sifat / data yang dibutuhkan dari bagian / komponen produk rancang bangun yang akan diproduksi.(b) Membuat benda uji Melaksanakan/ memberikan asistensi pada teknisi dalam membuat desain dan pembuatan benda/alat/instrumen yang akan digunakan untuk proses pengujian berdasarkan metoda seperti butir II.4).a. A.(a) Melaksanakan pengujian Menetapkan konfigurasi pengujian Menetapkan cara/metoda dan tahapan pada proses pengujian.1.A.a.1. Satuan hasil: Lembar kerja II. Termasuk didalamnya adalah jadwal pengujian dan peralatan yang dipergunakan dalam pengujian. interpolasi.5).5).1.a.(f) Menganalisis data 41 .5) II.5). Satuan hasil: Lembar kerja II.A.(c) Menetapkan sistem penginderaan pengujian Menetapkan sistem penginderaan (kontrol/ sensor) untuk pelaksanaan kegiatan pengujian.1.5).1.Satuan hasil: Logbook per kegiatan dan Lembar kerja II.1. Satuan hasil: Logbook per kegiatan dan Lembar kerja II.(e) Melaksanakan operasi pengujian Melaksanakan/ memberikan asistensi pada teknisi dalam proses pengujian sesuai dengan metoda seperti butir II.a.A.a.A.A.(c) Melaksanakan komputasi numerik Membuat perhitungan-perhitungan mathematik (persamaan aljabar.4). (a) dan mencatatnya dalam sebuah logbook Satuan hasil: Logbook II.A.5). (a) Satuan hasil: Benda Kerja/ Lembar kerja II.A. quadran dan sebagainya yang dilakukan dengan komputer untuk mendukung pembuatan produk yang diinginkan Satuan hasil: Logbook per kegiatan dan Lembar kerja II.1.a.A.5).a.a. a.

7) II.1.a.a.1.7).6). Intepretasi data hasil pengujian harus dikaitkan dengan tujuan pengujian Satuan hasil: Lembar kerja II.7).A.A.a. Intepretasi data hasil explorasi harus dikaitkan dengan tujuan pengujian.6).(d) Menganalisis data explorasi Menganalisis data hasil eksplorasi menjadi mengambil kesimpulan dari data explorasi Satuan hasil: Lembar kerja gambar/grafik dan II.1.(b) Menetapkan sasaran observasi 42 .1.A.a.1.1. sehingga diperoleh kesimpulan hasil pengujian Satuan hasil: Lembar kerja II.1.a.1.a.1.6).a.A.(c) Melaksanakan explorasi Melaksanakan kegiatan explorasi dan mencatat data/hasil/peristiwa yang diperoleh selama explorasi Satuan hasil: Logbook dan Lembar kerja II.6). Melaksanakan observasi Menetapkan instrumentasi observasi Menetapkan instrument/peralatan yang akan digunakan untuk melakukan observasi/pengamatan visual terhadap suatu obyek yang terkait dengan produk atau benda uji Satuan hasil: Lembar kerja II.A.A.a.A.(g) Menginterpretasi hasil uji Menginterpretasikan data berdasarkan metoda yang diberikan oleh Leader.a.a.(a) Melaksanakan explorasi Menetapkan instrumentasi explorasi Menetapkan tujuan dan peralatan/ instrumen yang dipergunakan untuk explorasi Satuan hasil: Lembar kerja II.6) II.6).5).1.(a) II.A.(b) Menetapkan sasaran explorasi Menetapkan sasaran-sasaran kualitatif/ kuantitatif yang harus dicapai pada proses explorasi Satuan hasil: Lembar kerja II.(e) Menginterpretasi hasil explorasi Menginpretasikan data hasil explorasi berdasarkan metoda yang diberikan oleh leader.A.Menganalisis data hasil pengujian menjadi grafik atau tabel.A.

8). sehingga mendapatkan kesimpulan hasil observasi Satuan hasil: Lembar kerja II. kimia.a.8).A. sehingga mendapatkan kesimpulan hasil pengukuran Satuan hasil: Lembar kerja II.(c) Melaksanakan pengukuran Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam pelaksanaan pengukuran Satuan hasil: Logbook dan Lembar kerja II.7).A.7).(b) Menetapkan sasaran pengukuran Menetapkan capaian (kuantitatif dan kualitatif) yang diharapkan selama melakukan pengukuran Satuan hasil: Lembar kerja II.1.8).7). matematika) terhadap suatu obyek yang terkait dengan produk atau benda uji Satuan hasil: Lembar kerja II.A.(c) Melaksanakan observasi Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam pelaksanaan observasi Satuan hasil: Logbook dan Lembar kerja II.(d) Menganalisis data pengukuran Melaksanakan pengolahan data hasil pengukuran (data mentah) menjadi data perhitungan/gambar/grafik.1.1.a.8).1.(d) Menganalisis data observasi Melaksanakan pengolahan data hasil observasi (data mentah) menjadi data perhitungan/gambar/grafik.8).A.1.a.1.1.A.a.A.Menetapkan capaian (kuantitatif dan kualitatif) yang diharapkan selama observasi Satuan hasil: Lembar kerja II.A.1.a.a.a.(a) Melaksanakan pengukuran Menetapkan instrumentasi pengukuran Menetapkan instrument/peralatan yang akan digunakan untuk melakukan pengukuran (yang berupa besaran fisika.1.8) II.(e) Menginterpretasi hasil pengukuran 43 .a.(e) Menginterpretasi hasil observasi Melaksanakan interpretasi dari data kesimpulan hasil observasi terhadap tujuan/sasaran WP-nya Satuan hasil: Lembar kerja II.a.A.A.

1.a.9) II.a.10) Melaksanakan perawatan produk II.a.1.1. tergantung obyek yang dirawat) Catatan : Produk telah beroperasi secara berkesinambungan Satuan hasil: Lembar kerja dan foto II.1.1.A.A.a.11) Melaksanakan studi kelayakan system teknologi II.A.10).(b) Melaksanakan perawatan berkala produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam perawatan berkala produk (bisa mingguan. Catatan: produk dimodifikasi setelah dilakukan pengujian/ observasi/ pengukuran Satuan hasil: Lembar kerja dan foto II.1. Catatan : produk diperbaiki apabila telah beroperasi Satuan hasil: Lembar kerja dan foto II.9).A.a.1.Melaksanakan interpretasi dari data kesimpulan hasil pengukuran terhadap tujuan/sasaran WP-nya Satuan hasil: Lembar kerja II.A.A.A.a.(a) Menetapkan parameter kelayakan Menentukan dan menetapkan dari beberapa parameter kelayakan sistem teknologi Satuan hasil: Lembar kerja 44 .10).(a) Melaksanakan perawatan rutin (harian) produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam perawatan rutin harian terhadap produk.1.a.9). Catatan : Produk telah beroperasi secara berkesinambungan Satuan hasil: Lembar kerja dan foto II.10).A.(b) Melaksanakan modifikasi produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam pelaksanaan modifikasi produk sesuai dengan kebutuhan.(a) Melaksanakan modifikasi produk Melaksanakan repair (perbaikan) produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam pelaksanaan perbaikan produk.11).A.a.1. bulanan atau tahunan.(c) Melaksanakan perbaikan menyeluruh (over haul) produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam melaksanakan perbaikan menyeluruh suatu produk (untuk produk hardware : biasanya pada saat banyak part yang habis umur pakainya) Catatan : Produk telah beroperasi secara berkesinambungan Satuan hasil: Lembar kerja dan foto II.a.

a. kuman dan sejenisnya. Umumnya pekerjaan ini dilakukan di laboratorium kimia atau biologi. 3. bertekanan lebih dari 3 atmosfer.11). Bukti untuk penilaian merupakan Surat Keputusan dari Kepala Program yang disetujui oleh kepala unit struktural yang memberikan pekerjaan.A. c.12). contoh pada percobaan di laboratorium yang menuntut kondisi suhu ekstreem untuk pengembang biakan vaksin atau enzyme tertentu.1.1.A.A.1. Pekerjaan yang melibatkan bahan-bahan beracun.(b) Melaksanakan perbandingan kinerja suatu teknologi Melaksanakan perbandingan kinerja suatu sistem teknologi dengan acuan yang telah ditetapkan sebelumnya Satuan hasil: Lembar kerja II.A. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya.(b) Melaksanakan penyelidikan kesesuaian dengan paramater kelayakan Mengevaluasi dan memeriksa kesesuaian parameter kelayakan dari suatu sistem teknologi Satuan hasil: Lembar kerja II. 2.12).II.1. bakteri. Bekerja ditengah laut dengan gelombang: seperti berlayar untuk melakukan pemetikan data hidro-oceanografi. Butir kegiatan ini hanya dapat dinilaikan 1 kali per tahun per orang. 45 . Bekerja pada lingkungan dengan: temperatur dibawah 5 derajat. contoh di kedalaman laut untuk melakukan pengamatan kondisi biota laut atau geologi laut dengan menggunakan kapal selam mini.a.(a) Menetapkan acuan studi banding Menetapkan acuan studi banding yang dipergunakan pada suatu sistem teknologi Satuan hasil: Lembar kerja II. dan keselamatan jiwa baik jangka pendek maupun jangka panjang. uji kinerja hasil rancang bangun kapal laut. dianjungan minyak dalam rangka pengeboran atau konstruksi pengeboran.a.a. Satuan hasil: Surat Keputusan Contoh lingkungan beriseko tinggi dan berbahaya adalah: 1. b.12) Melaksanakan studi banding sistem teknologi II.a. lingkungan beradiasi nuklir.1.A. Lingkungan pekerjaan yang terkait dengan program bersangkutan yang bersifat rutin (bukan penugasan insidentil) dengan mempunyai resiko kesehatan.b. pemetaan dasar laut.

2) II.2.A.a.a.(b) Menetapkan metoda kalkulasi Mengevaluasi dan menetapkan metoda perhitungan pada desain konseptual/ awal berdasarkan beberapa landasan teori perhitungan yang akan dipergunakan.A.2.A.(a) Melaksanakan desain rinci Memberikan metoda optimasi Melaksanakan dan memberikan metoda agar diperoleh hasil optimum ditinjau dari segi fungsi. Satuan hasil yang berupa foto dapat diganti dengan bukti lain yang relevan. II.2. Logbook per kegiatan adalah catatan terhadap pelaksanaan peran harian beserta hasil dari pelaksanaan peran tersebut. Uji senjata berhulu ledak atau senjata kuman.a. 5.1). 2. biaya.A. Catatan: 1. untuk satuan hasil yang berupa Logbook per kegiatan dan Lembar kerja untuk berkas usulan penilaian dapat disampaikan salah satu saja.2. 6.1).(a) Memberikan Supervisi kepada para Engineering Staff dalam: Melaksanakan desain konseptual/ awal Memberikan beberapa alternatif metoda desain Memberikan beberapa alternatif/ pilihan metoda pada desain konseptual/ awal Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.a.a.A. koordinat.2). Satuan hasil: Lembar kerja II.1) II.2. II. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II. bentuk.2. Dan lain yang disetujui oleh Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa. Oleh karena itu. Uji terbang untuk riset atmosfer.4.A. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.2. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) II.A.a.2.1). menyemai awan. dan waktu pada desain rinci. Bekerja dalam pertambangan yang berbahaya. warna dll) dari obyek yang dirancang. kinerja.(c) Menilai hasil desain awal Mengevaluasi dan menetapkan desain konseptual/awal yang bertujuan untuk memperoleh desain konseptual/awal yang paling optimum.A. modifikasi cuaca.a. 46 . uji terbang pesawat udara.2. 7.(b) Mensintesiskan hasil desain awal menjadi desain rinci Membuat desain rinci berdasarkan desain awal sehingga diperoleh dimensi (ukuran.2).A.a.

Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.a.2.A.a.A.4). Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.3).a.(b) Menentukan peralatan perolehan data Menentukan peralatan/instrumen yang akan dipergunakan untuk mendapatkan data yang diinginkan.a.a.A. dan apabila diperlukan termasuk didalamnya adalah menerapkan persamaan tersebut dalam suatu perhitungan numerik. kuantitas.2.a.3). harga.3) II.(d) Memberikan metoda dan strategi pengujian 47 akan dipergunakan untuk . Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.2.2.2.2.A. Peralatan ini dapat berupa hardware maupun software.Satuan hasil: Lembar kerja II.(c) Memberikan metoda pemecahan persamaan Melaksanakan dan memberikan metoda pemecahan persamaan.(c) Memberikan metoda iterasi desain Melaksanakan dan memberikan metoda iterasi terhadap desain rinci dengan pertimbangan kualitas.A.2).A.(c) Menentukan peralatan pengolah data Menentukan peralatan/instrumen yang mengolah data hasil pengujian.A.2.(a) Melaksanakan perhitungan Melaksanakan penurunan persamaan matematik/ modelling Melaksanakan dan mengevaluasi perhitungan/penurunan persamaan matematik dan atau melaksanakan dan mengevaluasi model melalui pemodelan numerik.A.3).4). Satuan hasil: Lembar kerja II.(a) Melaksanakan pengujian Menyajikan beberapa alternatif jenis peralatan pengujian Memberikan pilihan berbagai jenis peralatan/instrumen yang dapat dipergunakan untuk melakukan pengujian terkait dengan obyek yang akan diuji. baik berupa hardware maupun software.a.2. atau nilai tertentu yang optimal.A.a.4) II.4). Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.a.2.4).2. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.(b) Melaksanakan deskritisasi persamaan Melaksanakan dan memberikan deskritisasi dari persamaan Satuan hasil: Lembar kerja II.a.A.

6).a.5) II.5).2.(b) Menetapkan metoda explorasi Menetapkan metoda explorasi yang akan digunakan sehingga hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.2.a. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.6).7) Melaksanakan pengukuran 48 .2.a. Satuan hasil: Lembar kerja II.A.2.A.(c) Melaksanakan penurunan hasil observasi menjadi model matematika Melaksanakan penurunan hasil observasi menjadi model matematika dengan hasil berupa rumus empirik.A.2.(c) Melaksanakan penurunan hasil explorasi menjadi model matematika Melaksanakan penurunan hasil explorasi menjadi model matematika dengan hasil berupa rumus empirik. Satuan hasil: Lembar kerja II.2.a.2.a.6).Memberikan metoda/ cara dan strategi pengujian yang akan digunakan agar data yang diperoleh akurat. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.A.(a) Melaksanakan observasi Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran observasi Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran observasi berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.5).a.(e) Memberikan metoda interpretasi hasil pengujian Memberikan metoda interpretasi hasil pengolahan data agar secara ilimiah dapat dipertanggungjawabkan dikaitkan tujuan pengujian.2.A.A.A.A.(a) Melaksanakan explorasi Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran explorasi Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran explorasi berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.A. II. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.6).4).(b) Menetapkan metoda observasi Menetapkan metoda observasi yang akan digunakan sehingga hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.a.2.a. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.2. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.a.A.a.5).

A.10).a.8).9).9) II.A.10) Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi II.8). Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.(b) Memberikan metoda perbaikan (repair) produk Memberikan metoda perbaikan produk kerekayasaan agar sesuai dengan spesifikasi awal.2.2.2.7).a.(b) Melaksanakan pemilihan parameter kelayakan 49 .(a) Melaksanakan modifikasi produk Memberikan metoda modifikasi produk.2.A.7).a.10). Memberikan metoda modifikasi produk sesuai dengan kebutuhan.(a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran pengukuran Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran pengukuran berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Satuan hasil: Lembar kerja II.8) II. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.a.(b) Menetapkan metoda pengukuran Menetapkan metoda pengukuran yang akan digunakan sehingga hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.A.a.A.2.(b) Memberikan metoda perbaikan menyeluruh (over haul) produk Memberikan metoda over haul produk. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.a. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.(c) Melaksanakan penurunan hasil pengukuran menjadi model matematika Melaksanakan penurunan hasil pengukuran menjadi model matematika dengan hasil berupa rumus empirik.2. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.2.A.(a) Menetapkan persyaratan kelayakan Menetapkan persyaratan kelayakan sistem teknologi.A.a.2.a.II.2.A.A.9).a.7). Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.A.A.a.a.(a) Melaksanakan perawatan produk Memberikan metoda perawatan produk Memberikan metoda perawatan produk agar kinerja awal tetap terpelihara.a.A.2.2.2.

konsep.(c) Menetapkan model yang akan dipakai sebagai acuan Menetapkan model yang akan digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan studi kelayakan.A.A.3.2.2. Satuan hasil: Materi presentasi.10).b kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau II. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II. Melaksanakan berbahaya.A. Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh ketua kelompok (Group Leader) Mempersiapkan bahan presentasi laporan hasil kegiatan Paket Kerja (Work Package) yang dipimpinnya Mengumpulkan bahan-bahan dari para Engineering Staff yang dipimpinnya dan mempersiapkan presentasi kepada pemimpin kelompok (Group Leader).11) Menetapkan acuan banding Menetapkan acuan banding (parameter teknis.1) II.2. dan penyimpulan hasil) Melaksanakan presentasi kepada Group Leader berkaitan dengan hasil pekerjaan yang dipimpinnya.A. model dan lainlain) untuk melaksanakan kegiatan studi banding sistem teknologi.A. jadwal dan berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan.b.A. Mengkombinasikan hasil-hasil dari seluruh Paket Pekerjaan (WP) yang 50 . Satuan hasil: Materi Presentasi II. daftar hadir atau bukti lainnya II. Satuan hasil: Lembar Keputusan (Decission Sheet) II.1. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) II.c.a.c.a.3.A.A. diskusi. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.A.d.A.2) Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Ketua Kelompok (Group Leader) secara berkala (Pemaparan.2.a. Satuan hasil: Lembar Instruksi Teknik II.2. Lihat II.2.c. Didalam pertemuan tersebut dilakukan diskusi-diskusi dan pengambilan kesimpulan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal.Menentukan parameter dari persyaratan kelayakan sistem teknologi.2. Pertemuan/rapat antara Leader dengan para Engineering Staff untuk membahas: permasalahan. Menyelenggarakan pertemuan dan memimpin diskusi dengan para staf perekayasa (Engineering staff) tentang pekerjaan mereka.

a.a.a.4 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah observasi Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan observasi berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil observasi dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan.3.6 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah modifikasi Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan modifikasi berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi modifikasi dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan.A.1 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah desain Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan desain berdasarkan Program Manual.a.3.3.A.a. dan melaksanakan integrasi desain dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan.berada di bawahnya dalam kelompok keilmuan/ keahliannya II. Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II.a.3. 51 . Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II.A.3 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah explorasi Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan explorasi berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil explorasi dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan.A.3. Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II.2 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah testing Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan pengujian (testing) berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil pengujian (testing) dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan. Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II.5 Melaksanakan sub-integrasi produk WBS untuk masalah pengukuran Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan pengukuran berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil pengukuran dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan.A.A. Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II.3.

A.A.3.3. Satuan hasil: Lembar Keputusan (Decission Sheet) II.3.A. pengadaan barang dan waktu.A.3.a.1 Mempersiapkan materi presentasi laporan hasil kegiatan Struktur Rincian Kerja (WBS) yang dipimpinnya 52 . Satuan hasil: Kontrak Kerjasama atau draft Kontrak Kerjasama II.d Membuat perencanaan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Manajer Program (Program Manager) Bersama Manajer Program (Program Manager) membuat konsep kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain untuk kemudian ditetapkan menjadi kontrak kerjasama oleh yang berwenang sesuai dengan peraturan.A. Satuan hasil: Lembar Usulan Spesifikasi Teknis II.A. Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II. Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan secara berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Program Director dan dihadiri oleh Insinyur Kepala (Chief Engineer) dan Manajer Program (Program Manager) II. pendanaan.3.3. dan pengadaan barang sesuai dengan Struktur Rincian Kerja (WBS)nya dengan melakukan iterasi yang terkait dengan ketersediaan aliran pendanaan Melakukan evaluasi dan mendiskusikan pelaksanaan kegiatan program ditinjau dari segi dana.b Mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan melakukan iterasi teknis di antara kelompok (group) yang terkait Melakukan evaluasi dan mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan para Group Leader yang lain di bawah koordinasi dari Chief Engineer dan mengadakan penyelarasan di antara WBS agar tercapai hasil yang optimal.e Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada Manajer Program (Program Manager) Menentukan spesifikasi barang/ jasa dan jadwal pengadaannya bersama para Leader untuk kemudian mengusulkan kepada Program Manager agar diproses lebih lanjut. Satuan hasil: Lembar Keputusan (Decission Sheet) II.f.Satuan hasil: Lembar instruksi teknik & Lembar kerja II.f. serta menentukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan yang ada.c Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu.A.7 Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (WBS) untuk masalah perawatan Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan perawatan produk kerekayasaan berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil perawatan dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan.3.

A. Satuan Hasil : Lembar Kerja II. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A. diskusi dan kesimpulan) Melaksanakan presentasi kepada Program Director berkaitan dengan hasil pekerjaan yang dipimpinnya. Satuan hasil: Materi Presentasi II.A.3. Lihat II.4.3.A.4.A. Menyiapkan draft kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Program Manager Memberikan usulan draft kontrak kepada Program Manager tentang kerjasama teknis dengan pihak lain untuk kemudian ditetapkan menjadi kontrak kerjasama oleh yang berwenang sesuai dengan peraturan.A.A.g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya. Satuan Hasil : Draft Kontrak II.c.2 Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Kepala Program (Program Director) secara berkala (paparan.4.4. Satuan hasil: Materi Presentasi dan daftar hadir II.a.b II. II.a.Mengumpulkan bahan-bahan dari masing-masing work package yang dipimpinnya dan mempersiapkan presentasi kepada Program Director.2) Mengusulkan rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait Memberikan usulan tentang rencana pendanaan kepada Program Manager dimana usulan rencana pendanaan tersebut telah didiskusikan dan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait lainnya.1.3).A.4. serta mendiskusikannya dengan Manajer Program (Penjelasan metoda pengendalian proyek lihat Sub Bab 5. Sebagai Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager) II.4.f. Didalam pertemuan tersebut dilakukan diskusidiskusi dan pengambilan kesimpulan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal. Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran 53 .1) Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan bersama dengan Manajer Program (Program Manager) Mengusulkan metoda pengendalian proyek.a.A.b. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program Memberikan usulan alternatif metoda pengendalian proyek kepada Manajer Program (Program Manager) untuk penjadwalan dan pengendalian program (Program Control and Monitoring).

d. dan mengusulkan langkah-langkah penyesuaian terhadap perencanaan. Satuan Hasil : Lembar Kerja II. Lihat II.4.1.4. mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja Bersama Manajer Program dan Ketua Kelompok (Group Leader) melakukan evaluasi berkala tentang perencanaan kegiatan berdasarkan kondisi pendanaan yang berjalan.e.sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader) bersama Manajer Program (Program Manager) Bersama Manajer Program dan Ketua Kelompok (Group Leader) mendiskusikan tentang spesifikasi teknis barang yang akan diadakan.6.4.d.4. II.f. Memberikan masukan dan usulan kepada Program Manager dalam melakukan evaluasi berkala berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang.A. Satuan Hasil : Draft Laporan II. dan mengusulkan langkah-langkah penyesuaian jadwal dan sasaran kegiatan.d. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.2) Menyusun draft laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana Menyusun draft bahan laporan secara berkala berdasarkan data yang mutakhir mengenai jalannya program ditinjau dari segi waktu dan pendanaan. Satuan Hasil : Draft PCM Report II.A.4.A. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.1) Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (Progress Control and Monitoring/PCM) bersama Manajer Program (Program Manager) Bersama Program Manager melaksanakan pemantauan dan pengendalian jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana berdasarkan metoda yang telah ditetapkan oleh Program Manager. Melaksanakan berbahaya.A.e.2) Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang. Kemudian mengusulkan pengadaan barang tersebut kepada unit kerja yang berwenang.A.A.4.A.b kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau 54 .e.A.1) Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Ketua Kelompok (Group Leader) bersama Manajer Program (Program Manager) Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan. II.

d. Satuan Hasil : Lembar Keputusan II. Manajer Program (Program Manager) Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan.a.1) Merencanakan jadwal pendanaan program yang telah ditetapkan II. Satuan Hasil : Lembar Instruksi Teknik II. dan menetapkan langkah-langkah penyesuaian 55 .a.5.5.5.c.d. mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja Melakukan evaluasi berkala perencanaan kegiatan berdasarkan kondisi pendanaan yang berjalan.A. Kemudian mengusulkan pengadaan barang tersebut kepada unit kerja yang berwenang.II.1. II.5.5.a.A.A. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.(a) Memberikan metoda pengendalian proyek. Satuan Hasil : Kontrak Kerjasama atau Draft Kontrak Kerjasama II.1. Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola Anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader) Mendiskusikan dengan Ketua Kelompok (Group Leader) tentang spesifikasi teknis barang yang akan diadakan.A. II. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program Memilih dan menentukan metoda pengendalian proyek untuk penjadwalan dan pengendalian program (Program Control and Monitoring).A. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.2) Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang Melakukan evaluasi berkala berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang.A.b.A.d. II.5.5. Menetapkan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain Bersama Ketua Kelompok (Group Leader) membuat konsep kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain untuk kemudian ditetapkan menjadi kontrak kerjasama oleh yang berwenang sesuai dengan peraturan.a.5.5.1) Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Group Leader Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan.5. dan mengambil langkah-langkah penyesuaian jadwal dan sasaran kegiatan.A.(b) Membuat rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait Melakukan koordinasi dengan unit kerja keuangan melalui pengelola anggaran dari setiap satuan kerja yg terlibat untuk pembuatan rencana pendanaan sesuai dengan peraturan yang berlaku.A.

terhadap perencanaan. Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.A.5.e. II.A.5.e.1) Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (PCM) Melaksanakan pemantauan dan pengendalian jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana berdasarkan metoda yang telah ditetapkan pada butir II.A.5.a.1.(a). Satuan Hasil : Laporan PCM (PCM Report) II.A.5.e.2) Menyusun Laporan Kemajuan Program dari segi waktu dan dana Menyusun bahan laporan secara berkala berdasarkan informasi yang benar dan mutakhir mengenai jalannya program ditinjau dari segi waktu dan pendanaan. Satuan Hasil : Laporan (Materi Presentasi) II.A.5.e.3) Mempresentasikan laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana di hadapan Kepala Program (Program Director) secara berkala. Melaksanakan presentasi kepada Program Director berkaitan dengan kemajuan program dari segi waktu dan dana berdasarkan informasi yang benar dan mutakhir. Didalam pertemuan tersebut dilakukan diskusidiskusi dan pengambilan kesimpulan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal. Satuan Hasil : Materi Presentasi II.A.5.f. Membentuk Organisasi Fungsional Program bersama Kepala Program (Program Director) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer) Membentuk Organisasi Fungsional Kerekayasaan yang akan digunakan dalam menjalankan program berdasarkan Program Objective (pembentukan Organisasi Fungsional Kerekayasaan lihat Bab III). Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.A.5.g. Melaksanakan berbahaya Lihat II.A.1.b kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau

II.A.6.

Asisten Insinyur Kepala (Assistant Chief Engineer)

Tugas pokok Asisten Insinyur Kepala adalah menyiapkan, memberikan usulan, dan membantu tugas Insinyur Kepala dalam melaksanakan perannya. II.A.6.a Menyiapkan draft Engineering/ Test/ Production manual II.A.6.a.1) Menyiapkan draft buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual) Sudah jelas. (Lihat penjelasan tentang Engineering Manual pada Bab….). 56

Satuan Hasil : Engineering Manual (draft) II.A.6.a.2) Menyiapkan draft buku acuan pengujian (Test Manual) Sudah Jelas. (Lihat penjelasan tentang Test Manual pada Bab ….) Satuan Hasil : Test Manual (draft) II.A.6.a.3) Menyiapkan draft buku acuan produksi (Production Manual) Sudah jelas. Lihat penjelasan tentang Production Manual pada Bab …..) Satuan Hasil : Production Manual (draft) II.A.6.b. Mengusulkan personil yang sesuai serta klasifikasi dan sandi kerja (job code) Mengusulkan klasifikasi dan sandi kerja (job code) personil yang dibutuhkan. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.6.c. Mengusulkan rencana waktu keterlibatan personil dalam tiap program Mengusulkan perencanaan personil sesuai dengan kompetensi, waktu penugasan, dan penempatan berdasarkan kebutuhan program. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.6.d. Menyiapkan pertemuan dalam rangka koordinasi kerja Menyusun jadwal rapat, mempersiapkan dokumen rapat dan membuat notulensi rapat Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.6.e. Memantau pelaksanaan program bersama Insinyur Kepala (Chief Engineer ) Melakukan pemantauan sebagai bagian supervisi yang dilakukan oleh Chief Engineer kepada para Ketua Kelompok (Group Leader) agar kegiatan WBS yang satu dengan yang lain dapat diselaraskan untuk memenuhi DR&O yang telah ditetapkan. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.6.f. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya. Lihat II.A.1.b

II.A.7.
II.A.7.a.

Insinyur Kepala (Chief Engineer)
Membentuk Organisasi Program bersama Kepala Program (Program Director) dan Manajer Program (Program Manager) Membentuk Organisasi Fungsional Kerekayasaan yang akan digunakan dalam menjalankan program berdasarkan Program Objective (pembentukan Organisasi Fungsional Kerekayasaan lihat Bab III).

57

Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.A.7.b. Membuat perencanaan SDM yang sesuai kebutuhan, berkoordinasi dengan para Kepala Unit Struktural yang terlibat dalam program II.A.7.b.1) Merencanakan waktu keterlibatan personil dalam tiap program Menyusun perencanaan personil sesuai dengan kompetensi, waktu penugasan, dan penempatan berdasarkan kebutuhan program. Satuan Hasil : Lembar Kerja II.A.7.b.2) Mendiskusikan dan menetapkan Sumber Daya Manusia yang terlibat dalam program dengan para Kepala Unit Struktural Mendiskusikan personil-personil yang direncanakan pada II.A.7.b.1 dengan para Kepala Unit Struktural dan mengusulkan personil yang telah disepakati kepada Kepala Program (Program Director) dalam bentuk Draft SK Tim Kerja. Satuan Hasil : Draft SK Tim Kerja II.A.7.c. Mengevaluasi dan menyetujui usulan spesifikasi teknis barang yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader) Mengevaluasi dan memutuskan spesifikasi teknis barang yang telah diusulkan Ketua Kolompok (Group Leader). Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.A.7.d. Mengintegrasikan hasil-hasil dari seluruh WBS ditinjau dari kualitas teknik pemenuhan Design, Requirement, and Objective (DR&O)

II.A.7.d.1) Memberikan supervisi teknis untuk penyelarasan kinerja secara rutin Melaksanakan supervisi dan memberikan instruksi teknik kepada para Ketua Kelompok (Group Leader) agar kegiatan WBS yang satu dengan yang lain dapat diselaraskan untuk memenuhi DR&O yang telah ditetapkan. Satuan Hasil : Lembar instruksi Teknik II.A.7.d.2) Memberikan saran perbaikan, alternatif teknik yang lain pada pertemuan diskusi dengan para Ketua Kelompok (Group Leader) secara bersama atau sendiri-sendiri, untuk mendiskusikan hasil-hasil program secara berkala. Sudah jelas. Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.A.7.d.3) Melakukan optimasi desain (trade-off) terhadap kondisi batas yang masih bisa dinegosiasi diantara struktur rincian kerja (WBS) dan prioritasi hasil-hasil struktur rincian kerja (WBS) untuk mendapatkan produk akhir yang paling sesuai pada akhir tahun anggaran. Sudah jelas. 58

A. Manajer Program (Program Manager) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer) Mengadakan pertemuan dengan Chief Engineer. Mengangkat personil – personil yang terlibat dalam program serta pejabat-pejabat fungsional atas usulan Insinyur Kepala (Chief Engineer).8.8. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya.7.8. Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.A.d.f. Lihat II.e.A.b. Mempresentasikan hasil kegiatan secara teknis di hadapan kepala program secara berkala Melaksanakan presentasi kepada Program Director secara berkala berkaitan dengan hasil kegiatan secara teknis berdasarkan informasi yang benar dan mutakhir. Satuan Hasil : Surat Keputusan II. Melakukan perencanaan program bersama Pengelola Program (Program Manager) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer) membentuk organisasi program. dana dan jadwal. dan Manajer Program (Program Manager) Sudah Jelas.d.A.6. Di dalam pertemuan tersebut dilakukan diskusi-diskusi dan pengambilan kesimpulan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal.A.1) Memberikan saran-saran pada setiap fasa penelaahan program (program review): tahap persiapan (Preliminary).c.b.8. Program Manager dan Group Leader untuk membahas hasil-hasil yang telah dicapai ditinjau dari segi teknik. Di dalam pertemuan tersebut dilakukan diskusi-diskusi dan pengambilan keputusan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal. menentukan jumlah Struktur Rincian Kerja (WBS) dan jumlah Paket Kerja (WP) untuk setiap Struktur Rincian Kerja (WBS) -Sudah Jelas Satuan Hasil : Lembar Kerja dan Lembar Keputusan II. tahap rinci (Detail). Lihat II.2. Memantau jalannya program II. II. Mendiskusikan jalannya program ditinjau dari segi teknik ketepatan waktu dan pendanaan secara berkala bersama para Ketua Kelompok (Group Leader).1.A. 59 .A. Satuan Hasil : Materi Presentasi dan daftar hadir.A.8.A.b II.8.6.Satuan Hasil : Lembar Keputusan II.A.a. Kepala Program (Program Director) II.

2) Memperagakan hasil-hasil program Mensosialisasikan hasil program melalui peragaan cara kerja produk.A. waktu dan dana).8.e.2) Melaporkan jalannya program serta mempertanggung jawabkan hasil program kepada kepala unit struktural (pimpinan terkait) yang memberi pekerjaan secara berkala Sudah Jelas.8.A. menganalisa. yaitu mempersiapkan (prepared by). Melaksanakan penyusunan Pedoman/ Acuan dan Pembuatan Laporan dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan Dalam tugas pelaksanaan penyusunan pedoman/acuan dan pembuatan laporan dalam organisasi Fungsional Kerekayasaan terdapat 3 peran dalam tugas tersebut. Sudah Jelas Satuan Hasil : Dokumen HaKI II. 60 .A. Lihat II.B. Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak atas Kekayaan Intelektual di hadapan yang berwenang. yaitu tugas untuk mengumpulkan.g.8. Satuan Hasil : Materi Presentasi II.8.e.tahap kritis (Critical) dan tahap akhir (Final) Memberikan saran-saran dan instruksi pada setiap fasa program review terhadap jalannya program secara keseluruhan (teknis.A.8.f. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya. Yang dimaksud dengan ”mempersiapkan”.1) Memberikan presentasi mengenai program berjalan Menyiapkan bahan presentasi dan mempresentasikan hasil program kepada pihak terkait dalam rangka melaksanakan tahap uji operasional dan evaluasi (OT & E).A. dan menyetujui (approved by).1.b II. memeriksa (checked by). membuat dan menyusun laporan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dan kaidah-kaidah laporan yang telah ditetapkan pada juknis ini dan menandatangani laporan yang telah dibuat.e. Satuan Hasil : Materi Presentasi II.d.8.A. Satuan Hasil : Benda Kerja / Lembar Benda Kerja (Product Working Sheet) II. Mensosialisasikan hasil program kepada para Stakeholders terkait untuk dilakukan Uji Operasional dan Evaluasi II.A. Satuan Hasil : Lembar Instruksi Teknik II.

Engineering Drawing and Documentation.B.2.2. Mempersiapkan Memeriksa Penyetujui 1 Type A 100% 100% 100% 2 Type B 100% 100% 100% 3 Type C Untuk lama kegiatan: a.1.B.b.B.1.c. Mean of Compliance. dan tipe A minimal 1 tahun. Empat – Tujuh bulan: 55% nilai persiapan c.Satu tahun: 75% nilai mempersiapkan b. yaitu tugas untuk membaca. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) mempersiapkan buku acuan program (Program Manual) Satuan hasil: Program Manual II. State of The Art Method. Untuk nilai dari mempersiapkan. Adapun penjelasan pedoman/ acuan dan pelaporan yang harus dibuat sebagai berikut. Sebagai Program Manager memeriksa buku acuan program (Program Manual) Satuan hasil: Program Manual II.1.B.B. Yang dimaksud dengan ”menyetujui”. II.Sedangkan yang dimaksud dengan ”memeriksa”. memeriksa. Sebagai Kepala Program menyetujui buku acuan program (Program Manual) Satuan hasil: Program Manual II.B. dan menyetujui Program Manual adalah sebagai berikut: No. Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Program (Program Manual) Program manual untuk organisasi fungsional tipe C minimal untuk kegiatan 3 bulan.b. dan mengoreksi/ memperbaiki laporan yang diterima sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan pada juknis ini serta menandatangani laporan yang telah diperbaiki. II. yaitu tugas untuk membaca. Type org. Design Scheduling Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan desain (Design Manual) Satuan hasil: Design Manual II.1. Delapan bulan .a.a. tipe B minimal 6 bulan. memeriksa ulang dan mengoreksi/ memperbaiki laporan yang telah diperiksa sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan pada juknis ini serta menandatangani laporan yang telah dikoreksi.B. . Kurang dari empat bulan: 35% nilai persiapan Butir kegiatan memeriksa dan menyetujui tidak dapat dinilaikan. memeriksa.2. Menyusun Pedoman Pelaksanaan Desain (Design Manual) yang terdiri dari Design Requirement Objective (DR&O). Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan desain 61 II.

B.B. dan atau sertifikasi.3) Sebagai Kepala Program (Engineering Manual) menyetujui buku acuan kerekayasaan mempersiapkan buku acuan II.3. production scheduling.2. sub assembly.B.b. penjadwalan (scheduling) untuk kegiatan prototyping dan atau audit teknologi.b.1) Menyusun buku acuan pengujian (Test manual) Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan pengujian (Test manual) yang terdiri dari tujuan pengujian (test objective.3.B. engineering test scheduling Satuan hasil: Test Manual II.3. dan atau standarisasi Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) kerekayasaan (Engineering Manual) Satuan hasil: Engineering Manual II.b.3) Sebagai Kepala Program menyetujui buku acuan pengujian (Test manual) Satuan hasil: Test Manual II.2) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual) Satuan hasil: Engineering Manual II.b.3.(Design Manual) Satuan hasil: Design Manual II.a. Menyusun Pedoman Pelaksanaan Kerekayasaan/ Pengujian/ Produksi (Engineering/ Test/ Production Manual) Menyusun Engineering Manual yang sekurang-kurangnya terdiri dari Tujuan Kerekayasaan (Engineering Objective). parameter definition.a. integration. Sebagai Kepala Program menyetujui buku acuan desain (Design Manual) Satuan hasil: Design Manual II.B. definisi parameter (parameter definition).B. test article system.3.a.B. product 62 .a.3. test operation.B. general assembly.3.B.3. data analysis. test method.c. II.B. and deploy system.1) Satuan hasil: Engineering Manual II. II.B.3.3.c. Menyusun Production manual yang terdiri dari production method.2) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan pengujian (Test manual) Satuan hasil: Test Manual II. instrument system. metoda kerekayasaan (Engineering Method).

2) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan produksi (Production Manual) Satuan hasil: Production Manual II.B.B.a.b. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) menyetujui Laporan Teknis 63 .5.c.B.4.B. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) memeriksa Laporan Teknis (Technical Report) atau revisi Laporan Teknis (Technical Memorandum) Satuan hasil: Technical Report II.c.1) integration Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan produksi (Production Manual) Satuan hasil: Production Manual II. II.b.B. Menyusun Catatan Teknis (Technical Notes). Menyusun Laporan Teknis (Technical Report) atau revisi Laporan Teknis (Technical Memorandum) yang merupakan hasil dari kegiatan Ketua Sub Kelompok (Leader) dengan acuan Catatan Teknis (Technical Report) dari para Staf Perekayasa (Engineering Staff) yang terlibat Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) mempersiapkan Laporan Teknis (Technical Report) atau revisi Laporan Teknis (Technical Memorandum) Satuan hasil: Technical Report II.3) Sebagai Kepala Program menyetujui buku acuan produksi (Production Manual) Satuan hasil: Production Manual II.4.c. II.a. Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff) mempersiapkan Catatan Teknis (Technical Notes) Satuan hasil: Technical Note II.5.3.B.B.B.c.4.5.B.3.B. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) (Technical Notes) Satuan hasil: Technical Note menyetujui Catatan Teknis II. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) memeriksa Catatan Teknis (Technical Notes) Satuan hasil: Technical Note II.3.II. yaitu menuliskan hasilhasil kerja dari setiap Staf Perekayasa (Engineering Staff) setiap saat dari kegiatan yang dilakukan Yang dimaksud setiap saat adalah sesuai interval waktu penerbitan sistem pelaporan yang jumlah setiap fasa telah ditetapkan dalam Program Manual.c.B.5.4.

II. Satuan hasil: Technical Document II.7.8.B.b.(Technical Report) atau revisi Laporan Teknis (Technical Memorandum) Satuan hasil: Technical Report II.6.c. Sebagai Manajer Program (Program Manager) memeriksa Laporan akhir program (Program Document) Satuan hasil: Program Document II.B.7.B. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa dokumen teknis (Technical Document) Satuan hasil: Technical Document II.B.7.6.B.B. Sebagai Kepala Program menyetujui Laporan akhir program (Program Document) Satuan hasil: Program Document II.a.B. Menyusun Laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan (Progress Control and Monitoring).B.b.a. yaitu membukukan dan merangkum hasil kerja Manajer Program (Program Manager) dan Asisten Manajer Program (Program Manager) dalam bentuk dokumen yang meliputi evaluasi program terhadap dana serta perubahanperubahannya Sebagai Manajer Program (Program Manager) mempersiapkan Laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan (Progress Control and Monitoring) 64 II. Sebagai Kepala Document) Program menyetujui dokumen teknis (Technical II. Menyusun dokumen teknis (Technical Document) yang merupakan hasil kerja Ketua Kelompok (Group Leader) yang merupakan rangkuman hasil-hasil Paket Kerja (WP) yang terkait dengan acuan Laporan Teknis (Technical Report) yang dihasilkan Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan dokumen teknis (Technical Document) Satuan hasil: Technical Document II.6. .7.B.a.c.8. Membuat Program Document yang merupakan integrasi hasil-hasil kerja setiap Ketua Kelompok (Group Leader) yang terlibat dengan acuan pada seluruh dokumen teknis (Technical Document) yang dihasilkan Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) mempersiapkan Laporan akhir program (Program Document) Satuan hasil: Program Document II.B.6.

kata pengantar /prakata. Ukuran lain dapat dikonversi dengan ukuran di atas.a. Kegiatan pada pengembangan profesi ini terdiri atas: Penyebarluasan Produk Teknologi Sesuai Dengan Tugas Dalam Program Yang Sedang Berjalan Membuat karya tulis di bidang kerekayasaan Penyebarluasan produk teknologi sesuai dengan tugas dalam program yang sedang berjalan dalam rangka pengembangan profesi dilakukan dengan pembuatan karya tulis ilmiah di bidang kerekayasaan yang sedang dilakukan.c. Satuan Hasil: Buku Dalam bentuk makalah di majalah ilmiah internasional Makalah yang dapat dinilaikan adalah makalah yang merupakan karya tulis ilmiah kerekayasaan. dengan ketentuan sebagai berikut : o Makalah tersebut merupakan bagian dari peran dan tugas yang 65 III.1.Satuan hasil: Progress Control and Monitoring II. maka karya tulis tersebut dinilai sebagai karya tulis dalam bentuk makalah.A. Sebagai Kepala Program menyetujui Laporan pemantauan pengendalian kemajuan (Progress Control and Monitoring) Satuan hasil: Progress Control and Monitoring dan III. dengan ketentuan sebagai berikut : o Memuat sekurang-kurangnya judul buku. o Apabila jumlah halaman kurang dari ketentuan tersebut. nama penulis.B. daftar referensi.5 spasi dengan font arial 12.A Pengembangan Profesi Kegiatan Pengembangan Profesi adalah bagian dari kegiatan unsur utama. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan nasional Penjelasan lihat di butir a. Satuan Hasil: Buku III. daftar isi.b. III.A.8. ISBN/ISSN. III. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan internasional Buku yang dapat dinilaikan adalah buku yang merupakan karya tulis ilmiah kerekayasaan. tercantum nama institusi penerbit.b. o Jumlah halaman isi buku minimal 100 halaman ukuran A4 dengan 1.B. Sebagai Manajer Program (Program Manager) memeriksa Laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan (Progress Control and Monitoring) Satuan hasil: Progress Control and Monitoring II. . nama penerbit.A.1.1. III.A.8.1.c.

maka pembagian angka kreditnya 50% bagi penulis pertama. daftar isi. nama penulis. o Buku atau makalah yang diterbitkan dalam dua bahasa atau lebih. daftar referensi. Dalam bentuk makalah yang dipresentasikan pada pertemuan ilmiah yang tidak dipublikasikan Makalah yang telah disampaikan pada pertemuan ilmiah dapat dinilai sebagai makalah yang tidak dipublikasikan. maka penulis ke-5 dan seterusnya tidak mendapatkan angka kredit. apabila makalah tersebut di kemudian diterbitkan.bersangkutan dalam organisasi fungsional o Memuat sekurang-kurangnya judul makalah. nama penulis. hanya dapat dinilaikan salah satunya yang lebih menguntungkan o Buku dan makalah yang diterbitkan dalam bentuk elektronik jurnal yang memenuhi kriteria karya tulis ilmiah dapat dinilai sama dengan jurnal yang diterbitkan. Bukti dalam bentuk poster atau slide bahan presentasi merupakan sarana untuk presentasi di dalam pertemuan ilmiah (seminar/ workshop/ kongres. pembagian angka kreditnya ditetapkan 40% bagi penulis pertama dan sisanya dibagi sama rata diantara penulis pembantu. nama penerbit. Sedangkan untuk makalah yang diterbitkan dalam media massa nasional adalah makalah bidang kerekayasaan yang bersifat ilmiah populer.1. simposium). Satuan hasil: Makalah III. dan masing-masing 25 % bagi penulis kedua dan ketiga. Satuan Hasil: Makalah Ketentuan umum tentang karya tulis ilmiah sebagai berikut: o Penulis tunggal mendapatkan 100% dari angka kredit o Jika ditulis oleh 2 orang. nama penerbit. maka penilaian hanya diberikan untuk selisih angka kreditnya saja. Satuan hasil: Makalah III. maka pembagian angka kreditnya ditetapkan 60% bagi penulis pertama dan 40% bagi penulis kedua. tercantum nama institusi penerbit.1. dengan ketentuan disertakan dokumen dalam bentuk cetakan / hard copy. daftar isi. o Jika ditulis oleh 3 orang.A. namun tidak dapat diajukan sebagai makalah sebelum dirubah menjadi naskah. Dalam bentuk makalah di majalah dan media massa nasional yang diakui instansi pembina Penjelasan makalah di majalah nasional: o Makalah tersebut merupakan bagian dari peran dan tugas yang bersangkutan dalam organisasi fungsional o Memuat sekurang-kurangnya judul makalah. 66 . ISSN.A.d. tercantum nama institusi penerbit. o Jika ditulis oleh 4 orang. ISSN.e. daftar referensi. o Jika ditulis oleh lebih dari 4 orang penulis.

Yang dimaksud dengan butir ini adalah penyusunan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) atau Petunjuk Teknis (Juknis) yang merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Permen PAN) yang mengatur tentang Jabatan Fungsional Perekayasa. tanggal / tahun penerbitan.C. maka masing-masing penemu yang terlibat mempunyai nilai yang sama.B.o Makalah ilmiah yang diterbitkan dalam suatu prosiding dengan ISBN/ ISSN dapat dinilai 25% dari makalah ilmiah yang diterbitkan.HAKI yang telah mendapatkan persetujuan dari Departemen Kehakiman dan HAM dengan melampirkan bukti (foto kopi) dari dokumen persetujuan HAKI. nomor ISBN / ISSN.Apabila penemu lebih dari 1 orang. III. Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan. daftar isi dan kata pengantar. Mendayagunakan produk teknologi terjual & memperoleh royalti HAKI yang telah dimanfaatkan oleh pengguna berdasarkan kerjasama dapat diberikan nilai. yaitu Mendayagunakan produk teknologi yang memperoleh HAKI (kecuali Merk) HAKI yang dapat dinilai adalah HAKI dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: . Setiap keanggotaan diberikan nilai yang sama (masing-masing 100%).B. Sertifikat profesi merupakan sertifikat yang diperoleh dari kegiatan dalam rangka pengembangan atau meningkatkan keahliannya di bidang kerekayasaan. Satuan Hasil: Dokumen III. . . dan telah disyahkan oleh pejabat yang berwewenang di unit kerjanya. Satuan Hasil: Dokumen III. o Pengusulan dokumen penilaian dilegalisir oleh pejabat tertinggi yang ada di unit kerjanya serta dilampiri dengan fotokopi halaman depan (cover).D Perolehan Sertifikat Profesi. dapat dinilaikan berdasarkan dokumen yang telah ditandatangani dan surat tugas dari Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa. daftar dewan redaksi. Keanggotaan dalam tim penyusun Juklak dan juknis tersebut di atas. Pendayagunaan produk teknologi dapat dibedakan menjadi 2.HAKI yang terdaftar di luar negeri dapat diberikan nilai sesuai dengan nilai yang diperoleh di dalam negeri.2. Sertifikat yang dapai dinilai adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh asosiasi / organisasi profesi / institusi yang telah diberi wewenang (bukan 67 . III. III. Pendayagunaan Produk Teknologi Pendayagunaan produk teknologi adalah pelaksanaan penerapan teknologi untuk berbagai keperluan sesuai dengan kebutuhan pengguna teknologi.B.1. Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan.

Tujuan penerjemahan dan penyaduran adalah untuk mempermudah dan memperluas pemanfaatan buku tersebut. Contoh: Sertifikat Design Dies and Mould dari Indonesian Mould and Dies Industry Assosiation (IMDIA) III. Dalam bentuk buku Satuan Hasil:tiap buku III. Menerjemahkan/ menyadur di bidang teknologi yang tidak dipublikasikan III. Buku yang diterjemahkan / disadur adalah buku ilmiah di bidang kerekayasaan. Menerjemahkan/ menyadur di bidang kerekayasaan yang dipublikasikan III.E. 2.1. Satuan hasil: Buku/ makalah III.E.2.A. Penerjemahan/ Penyaduran Buku dan Bahan Lain Di Bidang Kerekayasaan Kegiatan penerjemahkan/ penyaduran buku adalah penyusunan baku di bidang kerekayasaan berdasarkan kegiatan alih-bahasa dari buku berbahasa asing menjadi buku berbahasa Indonesia atau sebaliknya. 3. Buku terjemahan / saduran harus diterbitkan di penerbitan nasional / penerbitan instansi minimal setingkat eselon II.E.a. meliputi: Pengajar/ pelatih di bidang kerekayasaan Kegiatan sebagai Pengajar / Pelatih yang dapat dinilai adalah hanya kegiatan di bidang Kerekayasaan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh lembaga yang berwenang Satuan Hasil: tiap buku III.E.2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional Satuan Hasil: tiap buku III. Buku hasil terjemahan / saduran dapat dinilai dengan ketentuan sebagai berikut: 1.E.E. yang mencakup: Mengajar Diklat Membimbing siswa 68 . Mencantumkan fotokopi buku pada terbitan asli. yang disertai nomor ISBN. Dalam bentuk makalah Satuan Hasil: tiap buku IV.a.1. Ketentuan buku/ makalah dll seperti pada butir III.A. 4. Kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas Perekayasa.vendor).b. misalnya badan nasional sertifikasi profesi.b.2.1. Kegiatan Unsur Penunjang Unsur penunjang adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas Perekayasa.E. IV.

maka hanya dihitung satu peran yang paling tinggi.2. Mengajar/ melatih Diklat . Satuan Hasil:Dokumen IV. 69 .B. Menyusun kurikulum/ buku/ diktat/ modul berkaitan dengan pelatihan kegiatan perekayasa Kegiatan penyusunan kurikulum /buku /diktat /modul merupakan materi yang disusun dalam rangka pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang Kerekayasaan. Pertemuan yang dikategorikan sebagai rapat kerja atau pertemuan sejenisnya tidak dinilai. Apabila seorang Perekayasa berperan ganda pada suatu pertemuan ilmiah.A. Diktat atau modul yang menjadi pegangan di perguruan tinggi tidak dapat diajukan penilaiannya. Masing-masing jenis materi yang dihasilkan diberikan nilai sama dengan ketentuan menyertakan materi yang dihasilkan (kurikulum.Menyusun kurikulum / buku / diklat/ modul berkaitan dengan pelatihan kegiatan perekayasa IV.A.3.1. Penilaian didasarkan peran keikutsertaan pada pertemuan ilmiah tersebut dengan disertai bukti sertifikat.A. Membimbing Siswa Yang dimaksud dengan membimbing siswa adalah dalam rangka kerja praktek atau tugas akhir untuk mahasiswa D III sampai dengan S-3 dalam tugas kerekayasaannya. Mengajar sebagai dosen reguler di perguruan tinggi tidak dapat diajukan penilaiannya. dan o S3: 2 angka kredit per orang Satuan Hasil: Surat Tugas IV.5 angka kredit per orang. diktat atau modul) dan surat tugas dari pimpinan unit kerja/unit kerja yang menugaskan. per 2 Jam Pelajaran Kegiatan mengajar/ melatih pendidikan dan pelatihan dalam bidang kerekayasaan dapat dinilai apabila ada surat tugas yang disetujui atau dibuat oleh atasan langsung. buku. Kegiatan membimbing dapat dinilai dengan ketentuan sebagai berikut: o Disertai dengan surat tugas dari pimpinan unit kerja o Disertai surat keterangan dari perguruan tinggi. Peranserta Seminar/ Lokakarya/ Konferensi di bidang kerekayasaan Keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah (Seminar/ Lokakarya/ Konferensi/ Simposium/ Workshop dan sejenisnya) yang dapat dinilai hanya di bidang kerekayasaan. o S2: 1. o Disertai bukti kelulusan/tanda tamat mahasiswa yang bersangkutan o Membimbing: o DIII-S1: 1 angka kredit per orang. Satuan Hasil:Surat Tugas IV.

B. Nasional Satuan Hasil: Surat Keputusan IV. Ketua Tim dan Anggota Tim Penilai. Tim Penilai Instansi.2. Pemrasaran Satuan Hasil:Sertifikat Moderator/ pembahas/ narasumber Satuan Hasil: Sertifikat IV. dengan ketentuan bahwa yang bersangkutan berperan aktif di dalam organisasi profesi di bidang kegiatan kerekayasaan.D.2. Peserta Satuan Hasil: Sertifikat IV.C.D.D.C.2.3. dan penilaian diperhitungkan untuk setiap DUPAK. IV. penilaian kegiatan kerekayasaan skala nasional dan internasional. Daerah Propinsi/ Kabupaten/ Kota/ Departemen/ LPND Satuan Hasil: Surat Keputusan IV.B. Satuan Hasil: Surat Keputusan 70 .1.B. IV. Keanggotaan Dalam Organisasi Profesi Di Bidang Kerekayasaan Seorang pejabat perekayasa dapat memperoleh angka kredit dari keanggotaan dalam organisasi profesi setiap tahunnya.3.1.1.C. Penilaian didasarkan pada bukti keanggotaan/Surat Keputusan sebagai pengurus atau Kartu Anggota sebagai anggota biasa. Keanggotaan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa secara aktif.IV. Satuan Hasil:PAK IV. Tidak ada perbedaan angka kredit bagi anggota Tim Penilai Pusat.C. Peer Reviewer yang dimaksud adalah keanggotaan dalam tim Majelis Perekayasa. majalah ilmiah bidang kerekayasaan. Internasional Satuan Hasil: Surat Keputusan IV. Menjadi anggota Mitra Bestari (Peer Reviewer) untuk setiap keanggotaan yang dibuktikan dengan Surat Keputusan per tahun. IV.

Perolehan gelar kesarjanaan lainnya Perolehan gelar kesarjanaan yang dapat dinilai adalah perolehan gelar kesarjanaan dari perguruan tinggi yang tidak sesuai dengan bidang tugas kerekayasaannya baik di tingkat nasional maupun tingkat internasional.E.IV.E. Piagam kehormatan/ tanda kehormatan/ tanda jasa dari Pemerintah termasuk tanda kehormatan. Satyalancana Karya Satya 30 tahun. Satyalancana Pembangunan. Satuan Hasil: Tanda Jasa IV. Satuan Hasil: Tanda Jasa Satyalancana Wirakarya.E. dan gelar kedua atau seterusnya dari tingkat kesarjanaan yang sama.6. Satuan Hasil: Tanda Jasa IV.E. IV.5.1. seperti honoriskausa dan gelar 71 .7.E.E.E. Perolehan gelar kesarjanaan ini mencakup: Memperoleh gelar kehormatan akademis. IV. Perolehan penghargaan/tanda jasa Piagam kehormatan / tanda jasa yang dapat dinilai adalah piagam kehormatan / tanda jasa yang diberikan oleh Pemerintah RI/ Organisasi Ilmiah / Organisasi Profesi. Piagam kehormatan/ tanda kehormatan/ tanda jasa dari organisasi ilmiah / organisasi profesi / negara lain yang dapat dinilai adalah yang berkaitan dengan karya di bidang kerekayasaan sesuai dengan prestasi yang ditetapkan oleh Tim Penilai.2.E. Satyalancana Karya Satya 10 tahun Satuan Hasil: Tanda Jasa IV. Satuan Hasil: Tanda Jasa IV. IV. Satyalancana Karya Satya 20 tahun.F. Satuan Hasil: Tanda Jasa Bintang Jasa. IV.3.4. Satuan Hasil: Tanda Jasa Bintang Mahaputera.

struktur rincian kerja (work breakdown structures) 4. Design manual. b. Program Manual Buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program. Design Manual Design Manual merupakan buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program rancang bangun. Rekam jejak ini dicatat dalam sistem pelaporan yang dikerjakan oleh para Perekayasa menurut peran mereka masing-masing dalam Tim Kerja Program. tingkat teknologi (State of the art Technology) yang diambil 3. selama perjalanan program sampai dengan akhir program. a. Engineering Manual. Program Objecitives 2. Organisasi Fungsional Kerekayasaan 5. Dimulai dari design philosophy. financial planning 9. Dokumen lain perlu disiapkan untuk menunjang kegiatan misalnya. (1). program master phasing plan 7. man power planning 6.2. Sistem Dokumen tahap Persiapan Dokumen yang harus disiapkan pada tahap persiapan adalah Program Manual. Testing Manual dan manual lainnya. program scheduling 8. Sistem Pelaporan dan Sistem Informasi dalam Kegiatan Kerekayasaan 5.2. Format penulisannya terdiri dari: 1.kehormatan sejenisnya Satuan Hasil: Penghargaan Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya Pasca Sarjana (S-2) Satuan Hasil: Ijazah Doktor (S-3) Satuan Hasil: Ijazah 5. system reporting. metoda 72 .1 Sistem Pelaporan Kerekayasaan Kegiatan program kerekayasaan dicatat dalam beberapa dokumen yang merupakan rekam jejak mulai dari persiapan.

sistem instrumentasi uji mulai dari sistem sensor. dan ● Hasil-hasil uji komponen sementara di laboratorium. sistem telemetri & data recording. produksi dan pengujian prototip. ● Pengantar suatu Gambar Teknik dari program Komponen maupun Lengkap. Technical Notes ( TN ) Technical Notes adalah dokumen laporan yang terdiri dari hanya satu subjek yang melatarbelakangi kegiatan sebuah paket kerja disajikan dalam bentuk catatan–catatan teknis oleh Engineering Staf. analysis & display. definisi parameter (parameter definition). tiga pandang maupun isometrik. Production dan Integration Manual Production dan Integration Manual merupakan buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program produksi suatu hasil rancang bangun. Mulai dari seleksi material. sub assembly dari komponen. tahapan desain konseptual. d. para perekayasa dalam fungsinya masingmasing melaporkan jalannya program secara berkala. Adapun sistem pelaporan ini terdiri dari empat jenis. sistem operasi pengujian. studi kelayakan produk desain. metoda kerekayasaan (Engineering Method). e. Dan masih terdapat beberapa manual lainnya yang spesifik berkaitan dengan sifat dari program yang dijalankan. dan atau sertifikasi. dan atau standarisasi. Mulai dari test philosophy. Engineering Manual Design Manual merupakan buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program Engineering. produksi komponen. termasuk didalamnya adalah program uji fungsional. outsourcing program. Technical Notes biasanya terdiri dari 2 – 4 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen: TN xxxx 73 . (2). c. sistem data processing. test articles & specimen. Testing Manual Testing Manual merupakan buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program Testing. sistem data aquisition. sub sistem yang harus dibeli atau diintegrasikan sendiri. hingga integrasi awal dan akhir menjadi produk final. diantaranya tentang : ● Penurunan Model matematik sebuah fenomena fisik yang terdapat dalam program. dan program uji lapangan . program sertifikasi dan standardisasi. penjadwalan (scheduling) untuk kegiatan prototyping dan atau audit teknologi. ● Metoda pemecahan persamaan matematik yang dipakai. Sekurang-kurangnya terdiri dari Tujuan Kerekayasaan (Engineering Objective). metoda pengujian yang diambil. Sistem Dokumen Tahap Berjalan Didalam menjalankan program kerekayasaan.rancang bangun yang diambil. ● Pengantar suatu Speciment Test / Test Article dengan setting-up nya. desain awal dan desain rinci. yaitu a. diagram–diagram rangkaian. Termasuk dalam Testing Manual adalah sistem kalibrasi instrumen serta standard keabsahan hasil uji yang dipakai. bagian–bagian sistem.

IV. Technical Report umumnya terdiri sekitar 10-20 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen: TR xxxx Format Technical Report/ Technical Memorandum. Tujuan Tujuan kegiatan dari WP secara rinci seperti metoda. Pengantar Penjelasan tentang report ini merupakan WP apa dari bagian WBS apa.Format Technical Notes . cara teknik yang dipakai serta hasil yang diharapkan dalam mendukung kegiatan WBS nya II. Hasil kegiatan dan pembahasan Pembahasan hasil kegiatan WP yang diperoleh. terdiri dari 6 Bagian. tabel dan gambar-gambar / foto hasil kegiatan. grafik. III. hasil-hasil yang dicapai. hanya terdiri 2 bagian: I. model uji fisik. dari para ES 74 . Kegiatan WP Diskripsi kegiatan WP secara rinci dan urut. hasil-hasil yang dicapai. apakah memenuhi sasaran awal atau tidak dan hubungannya dengan keberhasilan kegiatan WBS-nya V. VI. karena perkembangan proses didalam program. Penjelasan tentang kontribusi WP tersebut terhadap kegiatan di WBS nya . Sedangkan Technical Memorandum (TM) merupakan dokumen perbaikan dari satu atau beberapa pasal dari Technical Report yang mungkin terjadi sebagai akibat dari perkembangan kegiatan. Referensi Daftar acuan yang dipakai. Referensi Daftar acuan yang dipakai . yaitu: I. Rekomendasi Memberikan rekomendasi teknis berdasarkan hasil yang dicapai terhadap tujuan dari WBS nya atau program secara keseluruhan. tabel-tabel atau gambar-gambar/ foto. Technical Report (TR)/ Technical Memorandum (TM) Technical Report (TR) adalah dokumen laporan hasil kegiatan Work Package yang ditulis oleh Leader yang merupakan analisis dari beberapa Technical Notes. termasuk TN-TN. Kegiatan dan Hasil Diskripsi kegiatan secara rinci dan urut. serta program apa. termasuk TN-TN pada fasa review sebelumnya atau TN lain dari para ES b. dalam rangkuman yang terpadu disertai grafik. yang diberikan dalam bentuk model/ persamaan matematik. II. Technical Memorandum hanya memuat beberapa unsur koreksi yang yang diperlukan pada Technical Report yang masuk kemudian.

Progress Control & Monitoring Document ( PCM ) Progress Control & Monitoring Document (PCM) adalah dokumen laporan hasil pemantauan dan pengendalian jalannya program dari segi jadwal dan aliran pendanaan yang ditulis oleh Program Manager. hasil-hasil yang dicapai. Progress Control & Monitoring Document biasanya terdiri sekitar 5 . Hasil kegiatan dan pembahasan Pembahasan hasil kegiatan WBS mencakup: analisis hasil kegiatan yang dicapai (baik teknis maupun pendanaan). terdiri dari 6 Bagian: I. Tujuan dari Report Tujuan kegiatan dari WBS secara rinci dan peran-peran masing-masing WP didalamnya. dari para L dan masukan masalah pendanaan dari PCM d. Metoda memadukan hasil-hasil setiap WP menjadi satu kesatuan hasil WBS. Referensi Daftar acuan yang dipakai . tabel dan gambar – gambar / foto-foto hasil kegiatan. ketercapaian sasaran teknis terhadap kelancaran pendanaan. dalam rangkuman yang terpadu disertai grafik. Technical Document ( TD ) Technical Document (TD) adalah dokumen laporan hasil kegiatan Work Breakdown Structures yang ditulis oleh Group Leader yang merupakan analisis dari beberapa Technical Reports dalam WBS tersebut. dan pengaruh hasil WBS terhadap sasaran program V. dari program apa. III.termasuk TR / TM – TR / TM. VI. IV. dibandingkan terhadap rencana awal program WBS tersebut. Kegiatan WBS Diskripsi kegiatan WBS secara rinci dan urut mengikutsertakan kontribusi setiap WP nya. II. Pengantar Penjelasan tentang dokumen ini merupakan WBS apa.10 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen: PCM xxxx Contoh: Progress Control & Monitoring Document ( PCM ) 75 . Rekomendasi Memberikan rekomendasi teknis berdasarkan hasil WBS yang dicapai terhadap tujuan dari secara keseluruhan.c. Technical Document biasanya terdiri sekitar 40 – 60 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen : TD xxxx Format: Technical Document . Penjelasan tentang kontribusi WBS tersebut terhadap kegiatan program secara keseluruhan . Pada setiap fasa review catatan-catatan pada dokumen ini dijadikan acuan untuk merubah strategi dari program agar bisa mencapai tujuan dengan tepat waktu.

maupun dari segi penyerapan dana dan ketepatan waktu.1 xxx 2.5 zzz Dengan demikian PCM hanya merupakan sebuah dokumen dari kegiatan rinci suatu program dengan status sudah atau belum terlaksanakannya setiap rincian kegiatan disertai dengan analisisnya (teknis maupun pendanaan). (3) Sistem Dokumen Tahap Akhir Pada masa akhir program. II. Metoda memadukan dan menyeimbangkan hasil-hasil setiap WBS 76 . dan juga penjelasan tentang kontribusi Program tersebut terhadap jakstranas Ristek/ TRM/ industri/ masyarakat dan lainlain. maka dibuat satu dokumen yang merupakan hasil-hasil program secara keseluruhan baik dari segi teknik. Program Document biasanya terdiri sekitar >100 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen : PD xxxx Dengan sedikit modifikasi.Skedul aktifitas kegiatan Aktifitas Remark 1 2 3 4 5 List Aktif 2 2.2 yyy 2.Tujuan dari Report Tujuan kegiatan Program secara rinci dan peran-peran masing-masing WBS didalamnya. Program Document (PD) Adalah dokumen laporan akhir hasil–hasil dari program secara keseluruhan. Laporan ini merupakan analisis dari seluruh Technical Document dari seluruh WBSi. Pengantar Penjelasan tentang report ini merupakan Program apa. Program Document bisa dijadikan dasar untuk laporan akhir teknik maupun keuangan.3 xyz Progress Control & Monitoring Skedul Start End Budget Status Y N Rmark Setiap bar – skedul ditulis secara detail aktifitas yang terkandung didalamnya 2. Contoh: Program Document . kualitas hasil. terdiri dari 6 Bab. menyesuaikan dengan standard pelaporan program untuk Pemerintah. I.4 zyz 2.

penurunan rumus dan sebagainya. dan bila diisi oleh Group Leader disertai dengan sandi WBS yang terkait.: Tgl: Working Sheet atau Lembar Kerja merupakan lembaran yang berisi pernyataan tentang apa yang telah dikerjakan oleh Perekayasa.2. bila diisi oleh Engineering Staff atau Leader disertai pula dengan sandi WBS dan WP yang terkait. [2]. banyaknya laporan yang akan dibuat dalam bentuk Technical Notes. Cost. Sistem Informasi dalam Kegiatan LOGO INSTANSI Lembar Kerja (Working sheet) LEMBAR KERJA Nama Program No. [3]. tabel dan gambar-gambar / foto-foto hasil kegiatan. V. Progress Control & Monitoring serta penomorannya harus terlebih dahulu ditentukan oleh Kepala Program bersama dengan Chief Engineer dan Program Manager serta para Group Leader. Hasil kegiatan Program dan pembahasan Pembahasan hasil kegiatan Program yang diperoleh. Dibuat oleh: Nama Peran Job code (Tanda Tangan) Diketahui: Nama Peran Job code (Tanda Tangan) 77 . Rincian hasil kerja dinyatakan dalam Technical Notes. termasuk Technical Documents dari para Group Leader dan masukan masalah pendanaan dari Progress Control & Monitoring Saat program akan dijalankan. dalam rangkuman yang terpadu disertai grafik. Technical Reports/ Memorandum.menjadi satu kesatuan hasil Program dengan memperhitungkan pengaruh aliran pendanaan dan jadwal kegiatan dari PM. 5. Technical Report / Technical Memorandum. termasuk pengaruh kelancaran pendanaan terhadap sasaran QCD (Quality. Technical Document. (1). Pernyataan kegiatan yang telah dilaksanakan: [1]. Rekomendasi Memberikan rekomendasi teknis berdasarkan hasil Program yang dicapai terhadap kelanjutan dari program atau pemecahan masalah bangsa VI.2. Referensi Daftar acuan yang dipakai.: Reff. dan pengaruh aliran pendanaan dan jadwal dari PM. IV. Technical Documents. Pengaruh hasil kegiatan Program terhadap sasaran TRM/ Jakstranas Ristek/ industri/ masyarakat dan lain-lain. hasil-hasil yang dicapai. III Kegiatan Program Diskripsi kegiatan Program secara rinci dan urut mengikut sertakan kontribusi setiap WBS termasuk penyeimbangannya. atau Program Document. Untuk baris Peran. apakah memenuhi sasaran awal atau tidak. Working Sheet tidak memuat rincian hasil kerja yang dilakukan oleh Perekayasa seperti skets atau gambar teknik. and Delivery).

LEMBAR KEPUTUSAN Nama Program No. Instruction Sheet diberikan oleh: 1.: Minggu ke. LEMBAR INSTRUKSI Nama Program No.: Tgl: Keputusan Rapat: [1].: Reff. Tingkatan Rapat: WP/WBS/PROGRAM Pimpinan Rapat Nama Peran Job code (Tanda Tangan) Daftar Hadir Terlampir 78 . 5. penurunan rumus dan lain sebagainya. Program Manager ke Group Leader. Lembar Perintah (Instruction Sheet) LOGO INSTANSI Instruction Sheet atau Lembar Perintah merupakan lembaran yang berisi pernyataan perintah terkait dengan cara. 2. metoda atau formula tertentu dan lain-lain sesuai dengan kegiatan kerekayasaannya.(2). Group Leader ke Leader. Lembar Keputusan (Decision Sheet) LOGO INSTANSI Decision Sheet atau Lembar Keputusan merupakan lembaran yang berisi pernyataan keputusan rapat kegiatan kerekayasaan yang sedang dilaksanakan. [3].: Tgl: Dari: Nama Peran Job code (Tanda Tangan) Kepada: Nama Peran Job code (Tanda Tangan) (3). Instruction Sheet tidak memuat hal-hal seperti skets atau gambar teknik. Leader ke Engineering Staff dan Technician Staff. 4. Kepala Program ke Chief Engineer. 3. Chief Engineer ke Group Leader. [2]. atau ke Program Manager.

BAB VI Pembinaan Karir Jabatan Fungsional Perekayasa
Pengembangan karir dan kenaikan jenjang karir mempunyai arti penting bagi seorang pegawai dan memberikan pengaruh terhadap motivasi kerja pegawai. Undang-Undang Nomor 43 tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian menyebutkan bahwa pengembangan/ pembinaan karir Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilakukan melalui jabatan struktural dan jabatan fungsional. Mengingat terbatasnya jabatan struktural maka pengembangan karir PNS perlu diarahkan kepada sistem pengembangan karir pegawai berbasis fungsional. Pejabat fungsional merupakan tenaga professional yang dituntut kinerjanya untuk dapat melaksanakan program teknologi, dan sekaligus melalui pelaksanaan tugasnya tersebut dapat meniti kariernya hingga mencapai puncak karir yang tertinggi.

6.1. Pengangkatan Pertama
Pengangkatan pertama seorang Pegawai Negeri Sipil kedalam jabatan fungsional Perekayasa dapat dilakukan apabila Pegawai Negeri Sipil tersebut telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, yaitu: a. Berijazah minimal Sarjana (S-1)/Diploma IV di bidang teknologi dan sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan; b. Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda, golongan ruang III/a; c. Ada formasi untuk jabatan fungsional Perekayasa pada instansi yang bersangkutan; d. Surat Pernyataan dari Pimpinan Unit Kerja bahwa yang bersangkutan mempunyai kompetensi untuk melakukan kegiatan teknologi sesuai tupoksi unit kerja tersebut; e. Semua unsur Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan dalam DP3 pada 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik; Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan fungsional Perekayasa wajib mengikuti dan lulus Pendidikan dan Pelatihan jabatan fungsional Perekayasa selambat-lambatnya 3 (tiga) tahun setelah diangkat sebagai Pejabat Fungsional Perekayasa. Pengangkatan pertama yang dimaksud pada butir 6.1. adalah pengangkatan untuk mengisi lowongan formasi dari CPNS Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan fungsional Perekayasa, pangkat dan golongan ruangnya ditetapkan sama dengan pangkat dan golongan ruang yang dimiliki, sedangkan jenjang jabatan Perekayasanya ditetapkan berdasarkan angka kredit yang tertuang dalam Penetapan Angka Kredit yang dimiliki.

6.2. Pengangkatan Dari Jabatan Lain
Seorang Pegawai Negeri Sipil dapat diangkat dalam jabatan fungsional Perekayasa baik dari jabatan struktural maupun jabatan fungsional lain, apabila Pegawai Negeri Sipil tersebut telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, yaitu:

79

a. Berijazah minimal Sarjana (S-1)/Diploma-IV dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang bersangkutan; b. Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda, golongan ruang-III/a; c. Ada formasi jabatan fungsional Perekayasa pada instansi yang bersangkutan; d. Memiliki pengalaman di bidang kerekayasaan paling kurang 2 (dua) tahun; e. Usia paling tinggi 50 (lima puluh) tahun; f. Surat pemberhentian dari jabatan struktural/ fungsional lain sebelumnya; g. Semua unsur Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan dalam DP3 pada 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik. Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan fungsional Perekayasa wajib mengikuti dan lulus Pendidikan dan Pelatihan jabatan fungsional Perekayasa selambat-lambatnya 3 (tiga) tahun setelah diangkat sebagai Pejabat Fungsional Perekayasa. Tata cara Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional Perakayasa akan diatur tersendiri oleh Instansi Pembina Jabatan Fungsional. Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dari jabatan lain adalah sama dengan pangkat yang dimilikinya, dan jenjang jabatan ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit; dan jumlah angka kredit ditetapkan dari unsur Pendidikan Sekolah, unsur utama dan unsur penunjang. Contoh 2: Seorang Pejabat Fungsional lain yang telah bekerja selama 5 (lima) tahun di bidang kerekayasaan dengan golongan terakhir IV/a akan beralih menjadi Pejabat Perekayasa. Setelah seluruh berkasnya dinilai berdasarkan penilaian jabatan fungsional Perekayasa, angka kreditnya hanya 350 point atau setara dengan Perekayasa Muda golongan III/d. Maka Pejabat tersebut golongannya tetap IV/a, namun jabatan fungsional Perekayasanya Perekayasa Muda golongan III/d.

6.3. Kenaikan Jabatan dan Pangkat
1. Kenaikan jabatan pejabat fungsional Perekayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir; b. Memenuhi angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi; c. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik. Kenaikan pangkat pejabat fungsional Perekayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir; b. Memenuhi angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi; c. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 2 (dua) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik. Angka kredit sebagaimana disebut dalam butir 1.b dan 2.b diatas sekurangkurangnya 80 persen berasal dari unsur utama dan sebanyak-banyaknya 20 persen dari unsur penunjang (Lihat Lampiran II, III, IV). 80

2.

3.

4.

Perekayasa Madya pangkat Pembina golongan ruang IV/a sampai dengan Perekayasa Utama pangkat Pembina Utama Madya golongan ruang IV/d yang akan naik pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka kredit dari unsur pengembangan profesi. Perekayasa pada tahun pertama yang telah memenuhi atau melebihi angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi, maka pada tahun kedua diwajibkan mengumpulkan paling rendah 20 persen angka kredit dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Angka kredit yang diusulkan berasal dari unsur kegiatan kerekayasaan.

5.

Contoh 3: Seorang Perekayasa Muda dengan pangkat Penata Golongan ruang III/c dan angka kredit 250 pada tahun 1999. setelah empat tahun berhasil mengumpulkan angka kredit sampai 410 yang memenuhi syarat sebagai Perekayasa Madya, yang bersangkutan dapat dinaikkan jabatan menjadi Perekayasa Madya, tetapi pangkatnya Penata Tk I golongan III/d. Untuk kenaikan pangkat berikutnya (dua tahun setelah kenaikan pangkat III/d), perekayasa tersebut diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20% dari 400 (batas minimal angka kreditJenjang Perekayasa Madya gol IV/a) dikurangi 300 (batas minimal angka kreditJenjang Perekayasa Muda gol III/d) untuk kenaikan pangkat Pembina golongan IV/a.

6. 7.

PNS yang menduduki jabatan Perekayasa Utama ditetapkan melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia. Seorang Perekayasa yang telah mencapai jenjang Perekayasa Utama – IV/e, wajib melakukan Orasi ilmiah dalam suatu forum upacara pengukuhan Perekayasa Utama dengan ketentuan sebagai berikut: a. Orasi ilmiah wajib dilakukan setelah Pejabat Fungsional Perekayasa yang bersangkutan ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia sebagai Perekayasa Utama - IV/e. b. Orasi ilmiah sebagaimana dimaksud butir a dilakukan satu kali selama Pejabat Fungsional Perekayasa yang bersangkutan menjadi Pegawai Negeri Sipil dan dilaksanakan dalam suatu Upacara Pengukuhan; c. Anggaran yang diperlukan untuk melaksanakan orasi ilmiah dibebankan kepada anggaran instansi pejabat Perekayasa Utama yang akan melakukan orasi ilmiah; d. Orasi ilmiah Perekayasa Utama dan Tata Cara Penyelenggaraan Upacara Pengukuhan Pejabat fungsional Perekayasa Utama diatur tersendiri melalui Peraturan yang ditetapkan oleh Instansi Pembina;

6.4. Pembebasan Sementara
Pembebasan sementara adalah pembebasan PNS dari jabatan fungsional perekayasa selama jangka waktu tertentu. Pembebasan sementara berarti yang bersangkutan kehilangan hak atas tunjangan jabatan sesuai peraturan yang berlaku namun angka kredit terakhir yang dimiliki tetap berlaku. 1. Pejabat perekayasa dapat dibebaskan sementara dari jabatan perekayasa apabila: a. Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk 81

Dibebaskan sementara pada bulan pertama setelah yang bersangkutan dilantik menjadi pejabat struktural atau yang bersangkutan ditugaskan diluar jabatan Perekayasa. Dibebaskan sementara pada bulan berikutnya sejak keputusan tersebut diberlakukan. kecuali untuk persalinan keempat dan seterusnya. memberikan peringatan bebas sementara secara tertulis kepada Pejabat Perekayasa yang diperkirakan tidak akan memperoleh jumlah angka kredit yang dipersyaratkan. Perekayasa yang dibebaskan sementara karena dijatuhi hukuman disiplin dapat tetap melaksanakan tugas pokoknya. 5.kenaikan jabatan/pangkat bagi Perekayasa Pertama golongan ruang-III/a sampai dengan Perekayasa Utama golongan ruang-IV/d. Selama pembebasan sementara karena ditugaskan secara penuh diluar jabatan Perekayasa atau tugas belajar yang bersangkutan dapat dipertimbangkan kenaikan pangkat regulernya. b. Dalam jangka waktu 2 (dua) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) angka kredit dari kegiatan tugas pokok/ kegiatan kerekayasaan dan pengembangan profesi bagi Perekayasa Utama Golongan Ruang-IV/e. 3. diberhentikan sementara dari PNS. d. sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. selambatlambatnya : 1) 1 (satu) tahun sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Perekayasa Pertama golongan ruang-III/a sampai dengan Perekayasa Utama golongan ruang-IV/d. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. dan Cuti Diluar Tanggungan Negara. yaitu apabila: a. kecuali yang dijatuhi hukuman disiplin. Perekayasa juga dapat dibebaskan sementara dari Jabatan Fungsional Perekayasa oleh sebab lainnya. walaupun tunjangan fungsionalnya tidak dibayarkan. Cuti Diluar Tanggungan Negara. Ditugaskan sebagai pejabat struktural atau ditugaskan secara penuh diluar jabatan Perekayasa sehingga tidak dapat lagi melaksanakan tugas pokoknya. 82 . 4. Dibebaskan sementara sejak bulan ketujuh setelah yang bersangkutan melaksanakan tugas belajar. Perekayasa yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut dalam butir 1 dan 2. e. c. 2. dapat tetap melaksanakan kegiatan kerekayasaan. Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. 2) 1 (satu) tahun sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Perekayasa Utama golongan ruang-IV/e. Dibebaskan sementara pada bulan pertama sejak penetapan tersebut diberlakukan sampai dengan hukuman tersebut berakhir. dan kegiatan tersebut dapat dinilai untuk diberikan angka kredit. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara adalah pejabat yang berwenang mengangkat dalam jabatan perekayasa. Dibebaskan sementara pada bulan pertama setelah yang bersangkutan diberhentikan sementara sebagai PNS . 6. b. Pejabat unit kepegawaian pada instansi. namun angka kreditnya tidak dapat dinilai. 7. Diberhentikan sementara sebagai PNS berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966.

ST. b.Si. Bagi perekayasa yang dibebaskan sementara karena dijatuhi hukuman disiplin ringan dan sedang. Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama yang dibebaskan sementara karena ditugaskan sebagai pejabat struktural atau ditugaskan secara penuh diluar jabatan perekayasa.mengajukan DUPAK untuk kegiatan selama masa menjabat di struktural (1 april 1997 s/d 1 april 2001) pada saat kembali menjadi pejabat fungsional perekayasa. ST telah mencapai usia di atas 54 tahun.. Contoh 4 : Saudara Ahmad Kamil. 2. Saudara Ahmad Kamil. jabatan Perekayasa Muda-III/d. dapat diangkat kembali dalam jabatan perekayasa paling tinggi berusia 58 tahun. 3. Msi. Telah selesai menjalani tugas sebagai pejabat struktural atau tugas di luar Jabatan Perekayasa.. Telah memperoleh angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara karena kurang angka kredit. Pada tanggal 1 Mei 2001 yang bersangkutan tidak lagi memangku jabatan struktural dan kembali menjadi pejabat fungsional perekayasa. maka yang bersangkutan tidak dapat diangkat kembali dalam jabatan perekayasa. terhitung mulai tanggal 1 April 1997 dengan angka kredit 300.Si. Apabila Saudara Ahmad Kamil. f. e. pangkat Penata Tingkat I golongan ruang-III/d . apabila : a. Telah diangkat kembali pada instansi semula setelah cuti diluar tanggungan negara.. Telah selesai tugas belajar lebih dari 6 bulan.M. Pengangkatan Kembali 1. dapat diangkat kembali dalam jabatan perekayasa paling tinggi berusia 54 tahun. ST. Tanggal 1 April 2001 yang bersangkutan naik pangkat menjadi Pembina dengan golongan ruang-IV/a. Dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan oleh pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap. 5. Jenjang jabatan bagi PNS yang diangkat kembali ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit yang pernah dimiliki ditambah angka kredit baru yang diperoleh selama perekayasa yang bersangkutan dibebaskan sementara. 83 . Perekayasa Pertama dan Perekayasa Muda yang dibebaskan sementara karena ditugaskan sebagai pejabat struktural atau ditugaskan secara penuh diluar jabatan perekayasa.6. diangkat kembali dalam jabatan fungsional perekayasa sebagai Perekayasa Muda-III/d. pendidikan terakhir S2. c. pangkat Pembina golongan ruang-IV/a dengan angka kredit sebesar 300. ST. M.5. Yang bersangkutan sejak 1 Mei 1999 dibebaskan sementara dari jabatan fungsional perekayasa karena diangkat sebagai pejabat struktural yaitu Kepala Bidang Penyelenggaraan Diklat. kegiatan yang dilaksanakan selama dibebaskan sementara tidak dapat dihitung dalam penetapan angka kredit. Telah selesai menjalankan hukuman disiplin tingkat sedang atau berat. 4. Dimungkinkan juga Saudara Ahmad Kamil. Perekayasa yang telah menjalani pembebasan sementara dapat diangkat kembali dalam jabatan fungsional Perekayasa. d.

BPPT selaku instansi pembina melakukan antara lain: a.Perekayasa Madya batas usia pensiunnya 60 tahun. berdasarkan peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. b. Untuk meningkatkan kemampuan Perekayasa secara profesional sesuai kompetensi jabatan. Pembinaan Karir Pejabat Perekayasa 1. Dijatuhi hukuman penjara atau kurungan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan tetap. e. Batas Usia Pensiun Batas usia pensiun bagi Pejabat Fungsional Perekayasa adalah sebagai berikut (sesuai dengan Keppres Nomor : 39 Tahun 1996). Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara karena kurang angka kredit tidak dapat memenuhi angka kredit yang disyaratkan untuk maintenance bagi Perekayasa Utama golongan ruang IV/e. 2. bimbingan dan koordinasi penyelenggaraan serta evaluasi diklat Perekayasa. apabila yang bersangkutan: a. Mengajukan permohonan berhenti sebagai Perekayasa. Setelah masa Inpassing selesai (31 Agustus 2009). fasilitasi penyusunan dan penetapan kode etik Perekayasa. d. e. pengembangan dan penyusunan standar kompetensi jabatan Perekayasa. d. pengembangan sistem informasi jabatan Perekayasa. : . . penyelenggaraan sertifikasi Perekayasa. Berhenti dari PNS karena permintaan sendiri atau pensiun. 2.6. pengembangan dan penyusunan metodologi. standar dan pedoman teknis kerekayasaan. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelah pembebasan sementara karena kurang angka kredit bagi Perekayasa Pertama. pengembangan kurikulum diklat. penyusunan pedoman formasi jabatan Perekayasa.Perekayasa Utama batas usia pensiunnya 65 tahun. maka BPPT selaku instansi pembina jabatan fungsional perekayasa melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat fungsional Perekayasa. c. 6.7. g. 84 . Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap berupa pemberhentian sebagai PNS. f. 6.8. Perekayasa akan diberhentikan dari jabatan fungsionalnya. penetapan kebijakan/pembinaan diklat fungsional meliputi penyusunan pedoman diklat. Pejabat Perekayasa yang diberhentikan dari jabatan fungsional perekayasa tidak dapat diangkat kembali ke dalam jabatan fungsional perekayasa. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan perekayasa. b. f. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Utama golongan ruang IV/d tidak dapat memenuhi angka kredit yang disyaratkan untuk naik pangkat/jabatan. Untuk menjamin adanya persamaan persepsi.6. c. Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Perekayasa 1.

evaluasi dan monitoring penerapan standar dan kode etik Perekayasa. evaluasi dan fasilitasi pengusulan tunjangan jabatan Perekayasa. pedoman teknis kerekayasaan dan administrasi jabatan Perekayasa. k. j. pedoman teknis kerekayasaan. 85 . 3. l.PAN/7/2008. Perekayasa yang telah diangkat sebelum PerMENPAN nomor PER/219/M. standar. fasilitasi pembentukan dan pengembangan organisasi profesi Perekayasa. sosialisasi dan bimbingan penerapan metodologi. wajib mengikuti diklat Jabatan Fungsional Perekayasa yang disempurnakan paling lambat 3 tahun setelah Juknis ini ditetapkan. fasilitasi penerbitan buletin/majalah profesi yang bergerak di bidang kerekayasaan. i.h. kode etik dan organisasi profesi Perekayasa.

Pengertian Angka Kredit Dalam Peraturan MenPAN Nomor: PER/219/M. Usulan DUPAK dapat dilakukan sekali dalam setahun.1. Pengisian DUPAK dilakukan pada akhir bulan Desember untuk periode kenaikan pangkat bulan April dan pada akhir bulan Juni untuk periode kenaikan pangkat bulan Oktober. IX. 7. Setiap Perekayasa perlu memahami dengan benar dalam melaksanakan kegiatan agar selalu sesuai dengan rincian butir kegiatan dalam Lampiran tersebut. dinyatakan bahwa Angka Kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional Perekayasa dalam rangka pembinaan karir yang bersangkutan. Angka Kredit 7. angka kredit (jumlah angka kredit yang dapat dikumpulkan) merupakan faktor yang menentukan status kepangkatan dan jabatan Perekayasa. Untuk hal tersebut akan dikeluarkan PAK Sementara. Perhitungan Angka Kredit. Angka kredit diperoleh berdasar hasil penilaian atas prestasi dari pelaksanaan setiap butir rincian kegiatan sebagaimana disebutkan pada Lampiran V.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan angka kreditnya. 86 . Jadi.BAB VII DAFTAR USULAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (DUPAK) DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (PAK) JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA 7. • Perekayasa Utama Golongan .1. Untuk memperlancar dalam pengusulan angka kredit. • Perekayasa Pertama sampai Perekayasa Utama yang akan naik jabatan/pangkat. (Sesuai dengan Lampiran I Peraturan MenPAN Nomor: PER/219/M. VIII.1. Angka kredit diperlukan bagi : • PNS yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan fungsional Perekayasa untuk menentukan jenjang jabatan yang bersangkutan sebagai pejabat fungsional perekayasa.IV/e untuk memenuhi kewajiban mengumpulkan 50 angka kredit setiap 2 tahun ( maintenance ).PAN/7/2008 dan Peraturan Bersama Menteri Negara Riset dan Teknologi dan Kepala BKN Nomor: 13/M/PB/VIII/2008 dan Nomor 22 Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya). sehingga setiap prestasi yang dicapai atas pelaksanaan kegiatannya dapat memperoleh nilai/angka kredit.1.2. walaupun jumlah angka kredit yang diusulkan belum memenuhi jumlah yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat atau jenjang. para Perekayasa diharapkan setiap tahun mengisi dan mengusulkan DUPAK (Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit) sebagaimana tertulis dalam Lampiran VI beserta surat-surat pernyataan sebagaimana tertulis dalam lampiran VII. dan X dilampiri bukti-buktinya.

Masa penilaian angka kredit yang bersangkutan dihitung sejak diangkat sebagai CPNS. ii. Masa Penilaian Angka Kredit a. Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 7. DUPAK dilampiri dengan Surat Pernyataan melakukan kegiatan kerekayasaan (Lampiran VII). Langkah-langkah Pengisian DUPAK oleh Perekayasa. i.2. Butir kegiatan dari kegiatan tersebut tidak dapat dinilai. Surat Pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi (Lampiran VIII).Bukti pelaksanaan kegiatan yang diperoleh di luar masa penilaian. Pengisian DUPAK (1). masa penilaian angka kredit didasarkan pada masa penilaian angka kredit terakhir. Contoh 5 : Seorang perekayasa mengajukan DUPAK dengan Masa Penilaian: 01 Januari 2002 sampai dengan 30 Juni 2003. iii. 7.2.2. Sarjana/Diploma-IV yang masuk pertama kali dalam unit perekayasaan. iv.1.3. 87 . 7. Apabila dalam DUPAK tersebut diusulkan butir kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Maret 2001. Untuk kenaikan jabatan/pangkat perekayasa. yang karena satu dan lain hal tidak diajukan pada masa penilaian sebelumnya. DUPAK diajukan kepada Tim Penilai Instansi/Pusat pada bulan Desember atau bulan Juni.1. Pengertian DUPAK DUPAK adalah formulir yang berisi usulan angka kredit yang dibuat oleh pejabat fungsional Perekayasa sesuai dengan butir-butir kegiatan sebagaimana dicontohkan dalam Lampiran VI. Mengisi formulir Surat Pernyataan melakukan Kegiatan kerekayasaan dilengkapi dengan bukti-buktinya. Memilah bukti-bukti tersebut berdasarkan unsur dan sub unsur kegiatan. Pejabat fungsional Perekayasa membuat DUPAK yang berisi hasil penilaian sendiri atas prestasi kerjanya. dan Surat Pernyataan melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas perekayasa (Lampiran IX) serta Surat Pernyataan mengikuti Pendidikan dan/atau pelatihan (Lampiran X). Mengisi formulir Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi dilengkapi dengan bukti-buktinya. baru dapat diangkat dalam jabatan perekayasa setelah yang bersangkutan menjadi PNS. maka kegiatan tersebut tidak dapat dinilaikan.2. b. 7. Mengumpulkan bukti-bukti fisik dan atau dokumen pendukung pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan.

Nomor diisi sesuai kode penomoran DUPAK instansi yang bersangkutan. kemudian mengisi hasil penilaiannya pada DUPAK. 88 . Perekayasa menyusun DUPAK beserta lampiran-lampirannya. Berkas DUPAK yang telah disahkan dikirim kepada Tim Penilai Instansi/Tim Penilai Unit Kerja/Tim Penilai Provinsi/Tim Penilai Kabupaten/Kota. Tim Penilai pada butir c menilai semua bukti kegiatan. Lampiran pendukung DUPAK yaitu : a. ix. kemudian mengajukan kepada atasan langsung minimal Pejabat Eselon II. Atasan langsung (Pejabat Eselon II) mengesahkan semua lampiran-lampiran dan bukti-bukti untuk dinilai oleh Tim Penilai Instansi/Tim Penilai Unit Kerja/Tim Penilai Provinsi/Tim Penilai Kabupaten/Kota. iii. Pengesahan diisi oleh ketua dan anggota Tim Penilai yang berhak menilai. Hasil penilaian semua butir kegiatan dihimpun dalam satu DUPAK. c. Surat Pernyataan dan bukti-bukti fisik disahkan oleh Pejabat yang berwenang serendah-rendahnya eselon III. e. b. Semua berkas tersebut dilampirkan pada DUPAK sebagai bukti untuk diajukan ke Tim Penilai. d. vi. Tim Penilai Instansi/Tim Penilai Unit Kerja/Tim Penilai Provinsi/Tim Penilai Kabupaten/Kota melakukan pemeriksaan dan penilaian. (3). Surat Pernyataan melakukan kegiatan penunjang. Mengisi formulir Surat Pernyataan melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas kerekayasaan dilengkapi dengan bukti-buktinya. Pengisian DUPAK oleh Tim Penilai i. v. diisi dengan hasil penilaian terhadap bukti yang disampaikan. Menilai sendiri dengan mengisi angka kredit pada formulir DUPAK sesuai dengan butir-butir kegiatan pada Lampiran VI. Surat Pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi. kemudian mengajukan kepada atasan langsung minimal pejabat eselon III. Pengajuan DUPAK Pengajuan DUPAK Perekayasa Pertama – III/a`sampai dengan Perakayasa Madya . ii. d. Mengisi formulir Surat Pernyataan melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan. vii. Keterangan perorangan diisi data perekayasa yang dinilai. Masa penilaian diisi dengan periode waktu yang diajukan untuk dinilai. xi. Atasan langsung (Pejabat Eselon III) mengesahkan semua lampiran-lampiran dan bukti-bukti yang disertakan. b.v. (2).IV/a adalah sebagai berikut: a. DUPAK. Penerbitkan PAK oleh Pejabat Instansi/Unit Kerja/Propinsi/Kabupaten/Kota yang berwewenang. c. c. Semua surat pernyataan beserta buktinya disusun berurutan sesuai dengan masa penilaian. vi. Pengajuan DUPAK Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e adalah sebagai berikut: a. viii. iv. dan diisikan pada kolom Tim Penilai. b. Dokumen-dokumen lainnya. Surat Pernyataan melakukan kegiatan kerekayasaan. Unsur yang dinilai. x. Perekayasa menyusun DUPAK beserta lampiran-lampirannya.

pangkat Pembina. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. (4). dan X. c. SK Organisasi Fungsional dan SK Personil terkait dengan posisi personil di Organisasi Fungsional. Bagi pejabat fungsional Perekayasa yang akan melaksanakan/ mengerjakan butirbutir kegiatan yang bukan tugas pokoknya (jenjangnya). Lampiran-lampiran DUPAK. golongan ruang IV/e. Surat pernyataan melakukan kegiatan kerekayasaan. golongan ruang IV/a yang bekerja di lingkungan Provinsi. terlebih dahulu harus mendapatkan Surat Keterangan/Penugasan dari atasan langsungnya. Hasil penilaian butir c. Tim Penilai Pusat menilai semua bukti kegiatan. golongan ruang IV/a yang bekerja di lingkungan Instansi Pusat. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pimpinan Unit Kerja serendah-rendahnya eselon III di lingkungan masing-masing instansi kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. VIII. golongan ruang IV/a. Pejabat yang berhak mengajukan DUPAK. golongan ruang IV/a yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota. untuk penetapan angka kredit Perekayasa Pertama. pangkat Penata Muda. e. 89 c. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. pangkat Pembina Tingkat I. pangkat Pembina. . d. pangkat Penata Muda. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pimpinan Unit Kerja setingkat eselon III atau serendah-rendahnya eselon IV kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Kabupaten/Kota untuk penetapan angka kredit Perekayasa Pertama. DUPAK yang telah diisi dengan bobot angka kredit dari masing-masing butir kegiatan yang dikerjakan pejabat fungsional Perekayasa yang bersangkutan dilengkapi dengan lampiranlampiran sebagai berikut : a. surat pernyataan melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas kerekayasaan dan surat telah mengikuti pendidikan dan pelatihan kerekayasaan sebagaimana dimaksud pada lampiran VII. e. Pembina Utama. pangkat Penata Muda. Pejabat Pembina Kepegawaian setingkat eselon I atau serendah-rendahnya eselon II di lingkungan instansi masing-masing kepada Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi untuk penetapan angka kredit bagi Perekayasa Madya. (5). surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi. kemudian mengisi hasil penilaiannya pada DUPAK. Instansi Pembina menerbitkan PAK yang ditandatangani oleh Kepala BPPT. b. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya.PAN/7/2008. pangkat Pembina. pangkat Penata Muda. IX.d. f. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pimpinan Unit Kerja yang terkait serendahrendahnya eselon III di lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi kepada pejabat yang membidangi kepegawaian (serendah rendahnya Eselon II) untuk penetapan angka kredit Perekayasa Pertama. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pimpinan Unit Kerja setingkat eselon III atau serendah-rendahnya eselon IV kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Provinsi untuk penetapan angka kredit Perekayasa Pertama. golongan ruang IV/b sampai dengan Perekayasa Utama. Pejabat yang berhak mengajukan DUPAK diatur sebagai berikut: a. pangkat Pembina. Sesuai Peraturan Menpan Nomor: PER/219/M. b. beserta lampiran-lampirannya dikirim kepada Kepala BPPT selaku Kepala Instansi Pembina oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Instansi yang bersangkutan (setingkat Eselon II) untuk dinilai Tim Penilai Pusat.

3. Pengisian PAK dilakukan dengan cara sebagai berikut di bawah ini: a.2. Butir III. Formulir PAK SEMENTARA dibuat seperti formulir PENETAPAN ANGKA KREDIT hanya judulnya diganti menjadi PAK SEMENTARA dengan nomor sesuai nomor administrasi Tim Penilai. Foto copy Keputusan Kenaikan Pangkat Terakhir. j. k.d. Foto copy Keputusan Kenaikan Jabatan terakhir Foto copy PAK terakhir (khusus untuk kenaikan pangkat kedua kali dan seterusnya sebagai pejabat fungsional Perekayasa). PAK kolom BARU diisi sesuai Hasil Penilaian DUPAK. Setiap PAK yang diterbitkan oleh masing-masing instansi harus ditembuskan kepada Instansi Pembina. i. Foto copy Keputusan Pengangkatan pertama kali dalam jabatan fungsional Perekayasa (khusus untuk kenaikan pangkat pertama kali dalam jabatan fungsional Perekayasa). Apabila tidak memenuhi syarat. Masa Penilaian diisi sesuai masa penilaian yang ada pada DUPAK. 7.3. b. lembar instruksi. h. k. 90 . g. h. PAK kolom LAMA diisi sesuai Nilai PAK terakhir f. j.3. hanya diisi jika pejabat Perekayasa yang dinilai telah memenuhi syarat untuk kenaikan pangkat/jabatan yang lebih tinggi. 7. PAK kolom JUMLAH diisi hasil penjumlahan nilai dalam kolom LAMA dan kolom BARU.1. Pengertian PAK. e. Sistem pelaporan dan time schedule sesuai yang tercantum dalam program manual Bukti fisik hasil kegiatan yang dilakukan seperti: ijazah/sertifikat. PAK SEMENTARA diberlakukan sebagai PAK untuk memudahkan penilaian selanjutnya dalam rangka melengkapi angka kredit yang dipersyaratkan. Pengisian PAK. karya tulis/karya ilmiah dan bukti fisik kegiatan kerekayasaan seperti lembar kerja. Ijazah terakhir yang dilegalisasi untuk pengangkatan pertama kali atau bagi yang diangkat kembali setelah tugas belajar. technical note. maka diterbitkan PAK SEMENTARA yang ditanda tangani oleh ketua Tim Penilai. Instansi diisi Nama Instansi Pengusul. PAK adalah formulir yang memuat status angka kredit bagi pejabat perekayasa untuk dapat dipergunakan sebagai bahan kenaikan pangkat/jabatan (contoh formulir PAK lihat lampiran XI). i. Foto copy DP3 satu tahun terakhir. lembar keputusan. e. l. c. g. Penetapan Angka Kredit ( PAK ) 7. f. Nomor diisi sesuai Kode Penomoran PAK di Instansi Penilai. Keterangan Perorangan diisi data Perekayasa yang dinilai. technical report dll . Foto copy Keputusan Pengangkatan menjadi PNS (khusus untuk pengangkatan pertama). d.

pangkat Pembina. Pejabat yang berwenang menetapkan PAK: a. e. pangkat Pembina. pangkat Pembina. pangkat Penata Muda. 91 . golongan ruang IV/a di ingkungan instansi masing-masing. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya.7. pangkat Pembina Tingkat I. pangkat Pembina Utama. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. Pejabat Pembina Kepegawaian Kabupaten/Kota yang bersangkutan atau pejabat lain yang ditunjuk yang membidangi kepegawaian (serendah-rendahnya eselon II) bagi Perekayasa Pertama.3. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. pangkat Penata Muda. c. d. Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi selaku Kepala instansi pembina Jabatan Fungsional Perekayasa atau pejabat lain setingkat eselon I yang ditugaskan pada Instansi Pembina untuk penetapan angka kredit Perekayasa Madya. b. pangkat Penata Muda. golongan ruang IV/a di lingkungan masingmasing. golongan ruang IV/b sampai dengan Perekayasa Utama.3Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Sesuai Peraturan Menpan Nomor: PER/219/M. golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya. pangkat Penata Muda. Pejabat Pembina Kepegawaian Provinsi yang bersangkutan atau pejabat lain yang ditunjuk yang membidangi kepegawaian (serendah-rendahnya eselon II) bagi Perekayasa Pertama. golongan ruang IV/a di lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.PAN/7/2008. Pejabat yang ditunjuk di lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi yang membidangi kepegawaian (serendah-rendahnya eselon II) bagi Perekayasa Pertama. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat yang bersangkutan atau pejabat lain yang ditunjuk yang membidangi kepegawaian (serendah-rendahnya eselon II) bagi Perekayasa Pertama. golongan ruang IV/a di lingkungan instansi masing-masing. golongan ruang IV/e untuk perekayasa di Instansi Pembina dan instansi lain. pangkat Pembina.

Tim Penilai Pusat berfungsi sebagai : 1) Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. 3) Penyusun PAK untuk disampaikan kepada Kepala BPPT. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Pusat 1) Jabatan/Pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Perekayasa yang dinilai. Kedudukan Tim Penilai Pusat adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala BPPT. dan 4) Sekurang-kurangnya 4 orang anggota e. Tim Penilai Pusat a. Keanggotaan Tim Penilai Pusat terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: 1) Seorang Ketua merangkap anggota.1. Tugas Tim Penilai Pusat bertugas menilai prestasi Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e. Tim Penilai Perekayasa Tim Penilai Jabatan Perekayasa terdiri dari unsur unit teknis yang membidangi kerekayasaan. Tim Penilai Perekayasa secara umum dibagi menjadi 5 (lima) yaitu: 1. 3) Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa 4) Dapat aktif melakukan penilaian. 2) Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. 5) Menyatakan kesediaan secara tertulis untuk menjadi anggota Tim Penilai Pusat. 6) Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa. b. 92 . c. kepegawaian dan Pejabat Fungsional Perekayasa. 3) Seorang Sekretraris merangkap anggota dari unsur yang membidangi kepegawaian/kesekretariatan. d. dengan sepengetahuan atasan langsung.IV/b. Keanggotaan Tim Penilai Pusat. namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa. 2) Serendah-rendahnya Pejabat Perekayasa Madya . maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa.BAB VIII TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN PEREKAYASA 8. 2) Pemeriksa kebenaran dokumen-dokumen DUPAK.

3) Seorang Sekretraris merangkap anggota dari unsur yang membidangi kepegawaian. 2) Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. Tugas Tim Penilai Unit Kerja bertugas menilai prestasi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a di lingkungan BPPT atau di lingkungan instansi/provinsi/kabupaten/kota yang belum mempunyai tim penilai . 5. 4.f. g. Masa kerja Tim Penilai 3 (tiga) tahun. maka Ketua Tim Penilai dapat mengangkat anggota Tim Penilai pengganti. 4. Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai Pusat yang ikut dinilai. Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang untuk menetapkan PAK Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa. 2. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. Tim Penilai Unit Kerja a. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. b. Keanggotaan Tim Penilai Unit Kerja terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: 1) Seorang Ketua merangkap anggota. Pemeriksa dalam kebenaran dokumen-dokumen DUPAK 3. namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa. 3. Jabatan/pangkat serandah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat perekayasa yang dinilai. 2. 2. Dapat aktif melakukan penilaian. Serendah-rendahnya pejabat Perekayasa Muda – III/d. Keanggotaan Tim Penilai Unit Kerja. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. d. Setelah masa jabatannya berakhir. dengan sepengetahuan atasan langsung. 93 . Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. Fungsi Tim Penilai Unit Kerja berfungsi sebagai: 1. Menyatakan kesediaan secara tertulis untuk menjadi anggota Tim Penilai Instansi. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Unit Kerja: 1. dan 4) Sekurang-kurangnya 4 orang anggota e. Membantu menilai DUPAK Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e yang akan diajukan oleh pejabat yang berwenang kepada Tim Penilai Pusat melalui Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina. 6. c. Kedudukan Tim Penilai Unit Kerja adalah Tim Penilai di lingkungan BPPT yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala BPPT untuk mengusulkan dan menyusun PAK bagi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a.

2. Membantu menilai DUPAK Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e yang akan diajukan oleh pejabat yang berwenang kepada Tim Penilai Pusat melalui Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina. Keanggotaan Tim Penilai Instansi. namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa. Tim Penilai Instansi a. 2) Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. maka anggota Tim Penilai dapat dianggkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. Tugas Tim Penilai Instansi bertugas menilai prestasi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a di lingkungan instasinya c.III/d. b. Keanggotaan Tim Penilai Instansi terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: 1) Seorang Ketua merangkap anggota. Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. Serendah-rendahnya pejabat Perekayasa Muda .f Masa Kerja Tim Penilai Unit Kerja: 1. 2. 3) Seorang Sekretraris merangkap anggota dari unsur yang membidangi kepegawaian. dan 4) Sekurang-kurangnya 4 orang anggota e. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Dapat aktif melakukan penilaian. Pemeriksa dalam kebenaran dokumen-dokumen DUPAK 3. Kedudukan Tim Penilai Instansi adalah Tim Penilai di lingkungan Instansi. 2. d. Masa kerja Tim penilai Unit kerja adalah 3 (tiga) tahun. 4. 3. yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala Instansi untuk mengusulkan dan menyusun PAK bagi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. 3. Fungsi Tim Penilai Instansi berfungsi sebagai: 1. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Instansi: 1. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai Unit Kerja dalam 2 (dua) masa jabatannya berturut-turut. 94 . Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa. 5. Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. Jabatan/pangkat serandah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat perekayasa yang dinilai. 4. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa.

Membantu menilai DUPAK Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e yang akan diajukan oleh pejabat yang berwenang kepada Tim Penilai Pusat melalui Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Setiap pembentukan Tim Penilai Instansi harus dilaporkan kepada Instansi Pembina. Tiga tahun. Tugas Tim Penilai Provinsi bertugas menilai prestasi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a di lingkungan provinsinya atau kabupaten/kota di wilayahnya yang belum mempunyai tim penilai. untuk penilaiannya instansi tersebut menyerahkan proses penilaiannya kepada Tim Penilai Unit Kerja. d. g. h. 95 dengan jabatan/pangkat . Kedudukan Tim Penilai Provinsi adalah Tim Penilai di lingkungan provinsi yang dibentuk dan ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian provinsi untuk mengusulkan dan menyusun PAK bagi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. Keanggotaan Tim Penilai Provinsi. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. Fungsi Tim Penilai Provinsi berfungsi sebagai: 1). Keanggotaan Tim Penilai Provinsi terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: 1) Seorang Ketua merangkap anggota. 4). dan 4) Sekurang-kurangnya 4 orang anggota e.f Masa Kerja Tim Penilai Instansi 1. 2) Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. Jabatan/pangkat serandah-rendahnya sama perekayasa yang dinilai. 2. c. Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai Instansi dalam 2 (dua) masa jabatannya berturut-turut. 3) Seorang Sekretraris merangkap anggota dari unsur yang membidangi kepegawaian. 4. Jika pada suatu instansi belum dapat dibentuk Tim Penilai Instansi sesuai dengan persyaratan di atas. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Provinsi: 1). 2). Tim Penilai Provinsi a. b. Pemeriksa dalam kebenaran dokumen-dokumen DUPAK 3). Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a.

dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Kedudukan Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah Tim Penilai di lingkungan Kabupaten/Kota yang dibentuk dan ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Kabupaten/Kota untuk mengusulkan dan menyusun PAK bagi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. Keanggotaan Tim Penilai Kabupaten/Kota. g. untuk penilaiannya diserahkan kepada Tim Penilai Unit Kerja. 2) Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. 5). h.2). Tim Penilai Kabupaten/Kota a. 4). Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. Tugas Tim Penilai Kabupaten/Kota bertugas menilai prestasi Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a di lingkungan Kabupaten/Kotanya. 2). 96 . Tiga tahun. Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai Provinsi dalam 2 (dua) masa jabatannya berturut-turut. Fungsi Tim Penilai Kabupaten/Kota berfungsi sebagai: 1). dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. 2). 4). 3). Jika pada suatu sekretariat daerah provinsi belum dapat dibentuk Tim Penilai Provinsi sesuai dengan persyaratan di atas. Pemeriksa dalam kebenaran dokumen-dokumen DUPAK 3). d. Membantu menilai DUPAK Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e yang akan diajukan oleh pejabat yang berwenang kepada Tim Penilai Pusat melalui Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina. Keanggotaan Tim Penilai Kabupaten/Kota terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: 1) Seorang Ketua merangkap anggota. Setiap pembentukan Tim Penilai Provinsi harus dilaporkan kepada Instansi Pembina. Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. b. f Masa Kerja Tim Penilai 1). maka anggota Tim Penilai dapat dianggkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa.III/d. Serendah-rendahnya pejabat Perekayasa Muda . Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya – IV/a. Dapat aktif melakukan penilaian. Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa. c. 5.

Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Kabupaten/Kota: 1). Sekretariat Tim Penilai Pusat bertugas membantu Tim Penilai Pusat dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Pusat. Tim Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 8. Di Pusat. Setiap pembentukan Tim Penilai Kabupaten/Kota harus dilaporkan kepada Instansi Pembina. Jabatan/pangkat serandah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat perekayasa yang dinilai.3 Tata Kerja Administrasi Penilaian 1. g. untuk penilaiannya diserahkan kepada Tim Penilai Provinsi atau Tim Penilai Unit Kerja 8. Serendah-rendahnya pejabat Perekayasa Muda – III/d. dan 4) Sekurang-kurangnya 4 orang anggota e. Jika pada suatu sekretariat daerah Kabupaten/Kota belum dapat dibentuk Tim Penilai Kabupaten/Kota sesuai dengan persyaratan di atas. dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. 5). 2). 97 . 3). Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa. f Masa Kerja Tim Penilai 1). Tiga tahun.2 Tim Teknis 1. Apabila diperlukan. baik yang berkedudukan sebagai PNS atau bukan PNS yang mempunyai kemampuan teknis yang diperlukan. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli. Dapat aktif melakukan penilaian. 2). Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai Kabupaten/Kota dalam 2 (dua) masa jabatannya berturut-turut. maka anggota Tim Penilai dapat dianggkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa. 3. Tugas Pokok Tim Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu.3) Seorang Sekretraris merangkap anggota dari unsur yang membidangi kepegawaian. 2. a. 4). h. namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa.

b. Ketua Tim Penilai membagi tugas penilaian kepada anggota Tim Penilai.b. 98 . 5. maka sekretariat menyampaikan kepada pengusul dan/atau unit pengusul untuk dilengkapi. Sekretariat Tim Penilai Provinsi membantu Tim Penilai Provinsi dalam melaksanakan sidang. b. Sekretariat Tim Penilai Kabupaten/Kota bertugas membantu Tim Penilai Kabupaten/Kota dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Kabupaten/Kota. maka sekretariat menyampaikan kepada unit pengusul untuk dilengkapi. Sekretariat Tim Penilai Provinsi meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK. Sekretariat Tim Penilai Provinsi bertugas membantu Tim Penilai Provinsi dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Provinsi. Sekretariat meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK. maka sekretariat menyampaikan kepada Instansi pengusul untuk dilengkapi. Sekretariat Tim Penilai Instansi bertugas membantu Tim Penilai Instansi dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Instansi. a. Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi maka sekretariat menyampaikan kepada unit Pengusul untuk dilengkapi. c. Sekretariat Tim Penilai Unit Kerja membantu Tim Penilai Unit Kerja dalam melaksanakan sidang. Di Instansi. c. c. Setiap DUPAK dinilai oleh dua orang dari Tim Penilai. Sekretariat Tim Penilai Unit Kerja meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK. 4. Tata Cara Penilaian Tata cara penilaian diatur sebagai berikut: 1. 2. c. Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi. maka sekretariat menyampaikan kepada unit pengusul untuk dilengkapi. b. 8.4. a. Sekretariat Tim Penilai Instansi meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK. c. Sekretariat Tim Penilai Unit Kerja bertugas membantu Tim Penilai Unit Kerja dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Unit Kerja. Sekretariat Tim Penilai Kabupaten/Kota membantu Tim Penilai Kabupaten/Kota dalam melaksanakan sidang. Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi. Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi. 2. a. Sekretariat Tim Penilai Instansi membantu Tim Penilai Instansi dalam melaksanakan sidang. Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi. Sekretariat Tim Penilai Pusat membantu Tim Penilai Pusat dalam melaksanakan sidang. b. Di Provinsi. a. Sekretariat Tim Penilai Pusat meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK. 3. Di Unit Kerja (Instansi Pembina). Di Kabupaten/Kota.

99 . Untuk penilaian Perkayasa Madya – IV/b sampai Perekayasa Utama – IV/e. 6. 7. Apabila selisih hasil angka kredit lebih dari 20 % maka ditunjuk penilai ketiga untuk menetapkan nilai akhir. maka hasil penilaian yang mempunyai nilai unsur utama lebih tinggi ditetapkan sebagai angka kredit tambahan untuk PAK baru. 4. 5.3. Sekretaris Tim Penilai membuat PAK untuk disampaikan kepada pejabat yang berwenang untuk disahkan setelah diperiksa oleh Ketua Tim Penilai. sebelum diusulkan ke Tim Penilai Pusat harus dinilai dulu oleh Tim Penilai Instansi/Tim Penilai Unit Kerja/Tim Penilai Provinsi/Tim Penilai Kabupaten/Kota. Apabila selisih hasil penilaian angka kredit kurang dari atau sama dengan 20 %. Hasil Penilaian angka kredit harus dituangkan dalam Berita Acara Penilaian Angka Kredit yang ditandatangani oleh anggota Tim Penilai yang hadir.

PAN/7/2008. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Perekayasa yang ditetapkan sebelum keputusan ini ditetapkan.BAB IX KETENTUAN PERALIHAN 9. Penyesuaian Keputusan Pejabat yang berwenang mengangkat.PAN/7/2008. baik yang aktif maupun yang diberhentikan sementara yang penilaiannya akan menggunakan Keputusan MenPAN Nomor 24/KEP/M.PAN/2/2003 sudah harus dinilaikan selambat-lambatnya tanggal 31 Desember 2009.2. memindahkan. 100 . Penilaian Untuk memberikan kesempatan bagi Perekayasa melakukan penyesuaian dengan Peraturan yang baru (PER/219/M.2. Penilaian prestasi kerja perekayasa sejak tanggal juknis ini ditetapkan sampai dengan 31 Desember 2009 dapat dilakukan berdasarkan Keputusan MenPAN Nomor 24/KEP/M.2. dinyatakan tetap berlaku.3. maka penilaian prestasi kerja perekayasa diatur sebagai berikut : 9.1.PAN/2/2003 atau berdasarkan Peraturan MenPAN Nomor PER/219/M.PAN/7/2008). 9.2. Seluruh prestasi kerja Perekayasa. Penilaian prestasi kerja perekayasa sejak tanggal 01 Januari 2010 dilakukan berdasarkan Peraturan MenPAN Nomor PER/219/M. 9.2. 9.1.3 Inpassing Pelaksanaan inpassing pada jabatan fungsional perekayasa diatur tersendiri dengan Petunjuk Teknis Inpassing Jabatan Fungsional Perekayasa yang ditetapkan oleh Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa. 9.

LAMPIRAN .

Acoustics 2. Statistics 11. Animal biology (zoology) 2. Thermodynamics 14. Ethology 8. Operations research 9. Hydrology 7. Geodesy 5. Nucleonic CHEMISTRY 1. Geochemistry 4. Topology ASTRONOMY & ASTROPHYSICS 1. Interplanetary medium 3. Probability 10. Genetics 9. Analysis and functional analysis 3. Meteorology 8. Optical astronomy 4. Computer science 4. Other astronomical specialities 9. Fluid (physics of) 5. Symbiosis 19. Analytical chemistry 2. Cosmology and cosmogony 2. Other mathematical specialities 5. Radio-astronomy 6. Units and constants 15. Molecular physics 7. Number theory 6. Biochemistry 4. Molecular biology 15. Other physical specialities 5. Macromolecular chemistry LIFE SCIENCES 1. Biometrics 6. Immunology 12. Microbiology 14. Anthropology (physical) 3. Thoeritical physics 13. Plant biology (botany) 17. Nuclear chemistry 6.LAMPIRAN I STANDAR NOMENKLATUR UNTUK SCIENCE DAN TEKNOLOGI BERDASARKAN UNESCO TAHUN 1988 MATHEMATICS 1. Planetology PHYSICS 1. Solid state physics 12. Electronics 4. Electro-magnetism 3. Soil science 10. Virology 20. Human physiology EARTH AND SPACE SCIENCES 1. Geography 7. Organic chemistry 7. Other chemical specialities 11. Oceanography 9. Palaentology 16. Numerical analysis 8. Space science L-I-1 . Solar system 7. Geometry 5. Algebra 2. Inorganic chemistry 4. Nuclear physics 8. Biochemistry 3. Biomathematics 5. Optics 10. Radiobiology 18. Cell biology 7. Insect biology (entomology) 13. Human biology 10. Physical chemistry 11. Mechanics 6. Physical chemistry 8. Climatology 3. Other biological specialities 6. Atmospheric sciences 2.

11. Geology 12. Geophysics AGRICULTURAL SCIENCES 1. Agricultural chemistry 2. Agricultural engineering 3. Agronomy 4. Animal husbandry 5. Fish and wildlife MEDICAL SCIENCES 1. Clinical sciences 2. Epidemiology 3. Forensic medicine 4. Occupational medicine 5. Internal medicine 6. Nutrition sciences 7. Pathology 8. Pharmacodynamics TECHNOLOGICAL SCIENCES 1. Aeronautical technology and engineering 2. Biochemical technology 3. Chemical technology and engineering 4. Computer technology 5. Construction technology 6. Electrical technology and engineering 7. Electronic technology 8. Environmental technology and engineering 9. Food technology 10. Industrial technology 11. Instrumentation technology 12. Materials technology 13. Mechanical engineering and technology 14. Medical technology 15. Metallurgical technology ECONOMIC SCIENCES 1. Econometrics 2. Economic accounting 3. Economic systems PEDAGOGY Curriculum Development POLITICAL SCIENCE Policy sciences PSYCHOLOGY 1. Educational psychology 2. Evaluation and measurement in psychology

13. Other earth, space or environmental specialities

6. Forestry 7. Horticulture 8. Phytopathology 9. Veterinary sciences 10. Other agricuktural specialities

9. Pharmacology 10. Preventive medicine 11. Psychiatry 12. Public health 13. Surgery 14. Toxicology 15. Other medical specialities

16. Metal products technology 17. Motor vehicle technology 18. Mining technology 19. Naval technology 20. Nuclear technology 21. Petroleum and coal technology 22. Power technology 23. Railway technology 24. Space technology 25. Telecommunications technology 26. Textile technology 27. Transportation systems technology 28. Unit operations technology 29. Urban planning 30. Other technological specialities

4. Economics of technological change 5. Industrial organization and public policy 6. Organization and management of enterprises

3. Experimental psychology

L-I-2

SCIENCES OF ART & LETTERS Architecture PHILOSOPHY 1. Philosophy of knowledge 2. General philosophy 3. Philosophical systems 4. Philosophy of science

5. Philosophy of nature 6. Social philosophy 7. Philosophical doctrines 8. Other philosophical specialities

L-I-3

LAMPIRAN II

KOMPOSISI JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK KENAIKAN JABATAN DAN KENAIKAN PANGKAT PEREKAYASA PENDIDIKAN SARJANA (S.1) /DIPLOMA IV
JENJANG JABATAN / GOLONGAN RUANG / ANGKA KREDIT MUDA MADYA III/c 100 III/d 100 IV/a 100 IV/b 100 IV/c 100 IV/d 100

NO

UNSUR

PROSENTASE

PERTAMA III/a III/b 100

UTAMA IV/e 100

I II

Pendidikan Sekolah ANGKA KREDIT PENJENJANGAN A UTAMA 1 Pendidikan dan pelatihan serta memperoleh surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPP) atau sertifikat 2 Kegiatan Kerekayasaan 3 Pengembangan Profesi Jumlah A B PENUNJANG Pendukung pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan Tugas Perekayasaan Jumlah II Jumlah ( I + II )

100

> 80 % 40 40 80 80 160 160 240 240 348 12 360 456 24 480 564 36 600 712 48 760 50 50

< 20 % 100%

10 50 150

20 100 200

40 200 300

60 300 400

90 450 550

120 600 700

150 750 850

190 950 1050 50

L-II-1

LAMPIRAN III KOMPOSISI JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK KENAIKAN JABATAN DAN KENAIKAN PANGKAT PEREKAYASA PENDIDIKAN PASCA SARJANA (S.2) JENJANG JABATAN / GOLONGAN RUANG / ANGKA KREDIT MUDA MADYA III/c 150 III/d 150 IV/a 150 IV/b 150 IV/c 150 IV/d 150 NO UNSUR PROSENTASE PERTAMA III/b UTAMA IV/e 150 I II Pendidikan Sekolah ANGKA KREDIT PENJENJANGAN A UTAMA 1 Pendidikan dan pelatihan serta memperoleh surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPP) atau sertifikat 2 Kegiatan Kerekayasaan 3 Pengembangan Profesi Jumlah A B PENUNJANG Pendukung pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan Tugas Perekayasaan Jumlah II Jumlah ( I + II ) < 20 % 100% 150 > 80 % 40 40 120 120 200 200 308 12 320 416 24 440 524 36 560 672 48 720 50 50 10 50 200 30 150 300 50 250 400 80 400 550 110 550 700 140 700 850 180 900 1050 50 L-III-1 .

LAMPIRAN IV KOMPOSISI JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK KENAIKAN JABATAN DAN KENAIKAN PANGKAT PEREKAYASA PENDIDIKAN DOKTOR (S.3) JENJANG JABATAN / GOLONGAN RUANG / ANGKA KREDIT MADYA UTAMA III/d 200 IV/a 200 IV/b 200 IV/c 200 IV/d 200 IV/e 200 NO UNSUR PROSENTASE III/c MUDA I II Pendidikan Sekolah ANGKA KREDIT PENJENJANGAN A UTAMA 1 Pendidikan dan pelatihan serta memperoleh surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPP) atau sertifikat 2 Kegiatan Kerekayasaan 3 Pengembangan Profesi Jumlah A B PENUNJANG Pendukung pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan Tugas Perekayasaan Jumlah II Jumlah ( I + II ) 200 > 80 % 80 80 160 160 268 12 280 376 24 400 484 36 520 632 48 680 50 50 < 20 % 100% 20 100 300 40 200 400 70 350 550 100 500 700 130 650 850 170 850 1050 50 L-IV-1 .

Lamanya 161 – 480 jam Pelatihan (STTPP) 5.LAMPIRAN V RINCIAN KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA (Sesuai Lampiran I PerMENPAN Nomor PER/219/M/PAN/7/2008) NO I UNSUR PENDIDIKAN SUB UNSUR A Pendidikan Sekolah dan Memperoleh Gelar/Ijazah BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ijazah ijazah ijazah Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat 1.80 jam 7.152 0. Doktor (S3) 2. Melaksanakan desain awal (a) Merekayasa bentuk konfigurasi (b) Mengkalkulasi kinerja awal ANGKA KREDIT 200 150 100 15 9 6 3 2 1 0.109 0. Melaksanakan desain konseptual dan pengoperasian (a) Menetapkan tujuan dan kebutuhan desain (Design Requirement and Objective) (b) Menyusun filosofi rancang bangun (c) Menetapkan metoda yang digunakan 2). Melaksanakan pengujian 0. Sarjana (S1) B Pendidikan dan Pelatihan 1.098 0. Melaksanakan perhitungan (a) Melaksanakan perhitungan pendekatan awal (b) Melaksanakan perhitungan analitik rinci (c) Melaksanakan komputasi numerik 5). Melaksanakan kegiatan Kerekayasaan pengembangan.0 PELAKSANA Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang II Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook per kegiatan dan Lembar kerja Lembar kerja 0.109 0.083 0. Lamanya 10 .228 0. a.079 0.115 Perekayasa Pertama Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja 0.30 jam C Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan golongan III KEGIATAN KEREKAYASAAN A Pelaksanakan kegiatan 1.125 0. Lamanya 641 – 960 jam dan Memperoleh Surat Tanda 3. Lamanya 81 – 160 jam 6.255 0.113 Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama (c) Membuat gambar teknis (Engineering Drawing) awal 3).5 2. Lamanya 31 . Lamanya lebih dari 960 jam di Bidang Kegiatan kerekayasaan 2.076 0. Magister (S2) 3. Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff) penelitian terapan. perekayasaan 1).671 Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama 37 . Lamanya 481 – 640 jam Tamat Pendidikan dan 4. Melaksanakan Desain rinci (a) Melaksanakan iterasi hasil desain awal (b) Mengoptimasi hasil desain awal (c) Melaksanakan konfigurasi desain rinci (d) Menetapkan konfigurasi 4).

638 0.551 0.113 0. Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi (a) Menetapkan parameter kelayakan 0.569 0.125 0.420 0.489 0.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN (a) Menetapkan konfigurasi pengujian (b) Membuat benda uji SATUAN HASIL Lembar kerja Benda kerja/ Lembar Kerja (Product Working sheet ) Lembar kerja Lembar kerja Logbook Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja dan foto Lembar kerja dan foto Lembar kerja dan foto Lembar kerja dan foto Lembar kerja dan foto Lembar kerja ANGKA KREDIT 0.423 0. Melaksanakan explorasi (a) Menetapkan instrumentasi explorasi (b) Menetapkan sasaran explorasi (c) Melaksanakan explorasi (d) Menganalisis data explorasi (e) Menginterpretasi hasil explorasi 7).090 0.057 0.289 0. Melaksanakan modifikasi produk (a) Melaksanakan repair (perbaikan) produk (b) Melaksanakan modifikasi produk 10).480 0.275 0.110 0.183 0.174 0.246 0.240 0.491 0.123 Perekayasa Pertama 38 . Melaksanakan observasi (a) Menetapkan instrumentasi observasi (b) Menetapkan sasaran observasi (c) Melaksanakan observasi (d) Menganalisis data observasi (e) Menginterpretasi hasil observasi 8).267 0. Melaksanakan pengukuran (a) Menetapkan instrumentasi pengukuran (b) Menetapkan sasaran pengukuran (c) Melaksanakan pengukuran (d) Menganalisis data pengukuran (e) Menginterpretasi hasil pengukuran 9).336 Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama 0.076 0.175 PELAKSANA Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama (c) Menetapkan sistem penginderaan pengujian (d) Menetapkan sistem perolehan dan pengolahan data (e) Melaksanakan operasi pengujian (f) Menganalisis data (g) Menginterpretasi hasil uji 6).571 0.136 0.251 Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama 0. Melaksanakan perawatan produk (a) Melaksanakan perawatan rutin (harian) produk (b) Melaksanakan perawatan berkala produk (c) Melaksanakan perbaikan menyeluruh (over haul ) produk 11).158 0.

200 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0.218 0.419 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0.000 Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar kerja Lembar Instruksi Teknik Lembar kerja Lembar Instruksi Teknik Lembar kerja Lembar kerja Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik 0.820 0. Melaksanakan desain rinci (a) Memberikan metoda optimasi (b) Mensintesiskan hasil desain awal menjadi desain rinci (c) Memberikan metoda iterasi desain 3). Melaksanakan explorasi (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran explorasi (b) Menetapkan metoda explorasi SATUAN HASIL Lembar kerja ANGKA KREDIT 0.200 0.354 0.209 0.174 0.190 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0. Melaksanakan studi banding sistem teknologi (a) Menetapkan acuan studi banding (b) Melaksanakan perbandingan kinerja suatu teknologi b Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 2.315 PELAKSANA Perekayasa Pertama Lembar kerja Lembar kerja Surat Keputusan 0.145 0.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN (b) Melaksanakan penyelidikan kesesuaian dengan paramater kelayakan 12).171 Perekayasa Muda Perekayasa Muda 39 .602 0.206 0.425 0.206 0. Melaksanakan Pengujian (a) Menyajikan beberapa alternatif jenis peralatan pengujian (b) Menentukan peralatan perolehan data (c) Menentukan peralatan pengolah data (d) Memberikan metoda dan strategi pengujian (e) Memberikan metoda interpretasi hasil pengujian 5).256 0.369 0.301 2. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) a Memberikan supervisi kepada para Engineering Staff dalam: 1). Melaksanakan desain konseptual/ awal (a) Memberikan beberapa alternatif metoda desain (b) Menetapkan metoda kalkulasi (c) Menilai hasil desain awal 2). Melaksanakan perhitungan (a) Melaksanakan penurunan persamaan matematik/modelling (b) Melaksanakan deskritisasi persamaan (c) Memberikan metoda pemecahan persamaan 4).

247 0.180 Perekayasa Muda 0. Melaksanakan modifikasi produk (a) Memberikan metoda modifikasi produk Lembar Instruksi Teknik (b) Memberikan metoda perbaikan (repair ) produk Lembar Instruksi Teknik 9). Melaksanakan pengukuran (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran Lembar Instruksi Teknik pengukuran (b) Menetapkan metoda pengukuran Lembar Instruksi Teknik (c) Melaksanakan penurunan hasil pengukuran Lembar kerja menjadi model matematika 8).400 0.240 0.269 0.314 Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0.215 Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0.392 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0.245 0. Mempersiapkan bahan presentasi laporan hasil Materi presentasi kegiatan Paket Kerja (Work Package ) yang dipimpinnya 2).068 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0.067 Perekayasa Muda 40 .221 0. Menetapkan acuan banding Lembar Instruksi Teknik b Menyelenggarakan pertemuan dan memimpin diskusi Lembar Keputusan (decission sheet ) dengan para Staf Perekayasa (Engineering Staff ) tentang pekerjaan mereka c Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Ketua Kelompok (Group Leader ) 1). Melaksanakan perawatan produk 9) M l k k t d k (a) Memberikan metoda perawatan produk Lembar Instruksi Teknik (b) Memberikan metoda perbaikan menyeluruh (over Lembar Instruksi Teknik haul ) produk 10). Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi (a) Menetapkan persyaratan kelayakan Lembar Instruksi Teknik (b) Melaksanakan pemilihan parameter kelayakan Lembar Instruksi Teknik (c) Menetapkan model yang akan dipakai sebagai Lembar Instruksi acuan Teknik 11).192 0.248 0. Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Materi presentasi Ketua Kelompok (Group Leader ) secara berkala (Pemaparan. dan penyimpulan hasil) 0.249 0. Melaksanakan observasi (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran observasi (b) Menetapkan metoda observasi SATUAN HASIL Lembar kerja ANGKA KREDIT 0. diskusi.241 PELAKSANA Perekayasa Muda Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik (c) Melaksanakan penurunan hasil observasi menjadi Lembar kerja model matematika 7).175 0.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN (c) Melaksanakan penurunan hasil explorasi menjadi model matematika 6).343 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda 0.

Mempersiapkan materi presentasi laporan hasil Materi presentasi kegiatan struktur rincian kerja (WBS ) yang dipimpinnya 0.420 0.428 Perekayasa Madya e Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada Lembar Usulan spesifikasi teknis Manajer Program (Program Manager ) f Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan secara berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Program Director dan dihadiri oleh Insinyur Kepala (Chief Engineer ) dan Manajer Program (Program manager ) 1).390 1.420 0.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN d Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 3.420 0.400 Perekayasa Madya 0. pendanaan.600 Perekayasa Madya 41 . Melaksanakan sub-integrasi produk s truktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah explorasi 4). Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah disain 2).000 PELAKSANA Perekayasa Pertama/Muda Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar Keputusan (decission sheet ) Lembar Keputusan (decission sheet ) 0. Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah observasi 5) Melaksanakan sub-integrasi produk WBS untuk masalah pengukuran 6). dan pengadaan barang sesuai dengan struktur rincian kerja (WBS).330 Perekayasa Madya Kontrak kerjasama 0. Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah modifikasi 7).525 0.nya dengan melakukan iterasi yang terkait dengan ketersediaan aliran pendanaan d Membuat perencanaan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Manajer Program (Program Manager ) SATUAN HASIL Surat Keputusan ANGKA KREDIT 2. Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah perawatan b Mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan melakukan iterasi teknis diantara kelompok (group ) yang terkait c Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu.420 0. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) a Mengkombinasikan hasil-hasil dari seluruh Paket Pekerjaan (WP) yang berada di bawahnya dalam kelompok keilmuan/keahliannya 1).525 0.200 Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya 0. Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah testing 3).

100 2. Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang Lembar kerja 0. Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Kepala Program (Program Director ) secara berkala (paparan. Mengusulkan rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait.565 Perekayasa Muda 0. 1).000 Perekayasa Muda/Madya Lembar Kerja 0. Manajer Program (Program Manager) a Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan. mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja 2). Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager) a Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan bersama dengan Manajer Program (Program Manager). diskusi dan kesimpulan) g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 4. Merencanakan jadwal pendanaan program yang telah ditetapkan 0. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program 2). 1).NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN 2).164 Perekayasa Muda e Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana 1).160 0.140 Perekayasa Muda Lembar kerja 0.180 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda b Menyiapkan draft kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain Draft kontrak bersama Manajer Program (Program Manager ) c Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola Lembar kerja anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader ) bersama Manajer Program (Program Manager ) d Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Ketua Kelompok (Group Leader ) bersama Manajer Program (Program Manager ) 1).167 Perekayasa Muda Lembar kerja 0.239 0. SATUAN HASIL Materi presentasi ANGKA KREDIT 0. Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Draft PCM report Kemajuan Kegiatan (PCM ) bersama Manajer Program (Program Manager ) 2). Mengusulkan metoda pengendalian proyek.000 Perekayasa Muda Perekayasa Muda 42 .120 PELAKSANA Perekayasa Madya Surat Keputusan 2. Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan. Menyusun draft laporan kemajuan program dari segi Draft Laporan waktu dan dana f Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau Surat Keputusan berbahaya 5.

Menyusun Laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana 3). Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang e Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana 1).359 0.930 1. mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja 2).080 0.500 Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya 43 .334 Perekayasa Madya Lembar Keputusan (decission sheet ) 0.325 PELAKSANA Perekayasa Madya 0.478 0. Menyiapkan draft buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) 2). Mempresentasikan laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana di hadapan Kepala Program (Program Director ) secara berkala SATUAN HASIL Lembar Instruksi Teknik Lembar kerja Kontrak kerjasama Lembar kerja ANGKA KREDIT 0. melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan.240 0.800 Perekayasa Madya 2.120 Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya f Membentuk Organisasi Fungsional Program bersama Kepala Lembar Keputusan (decission sheet ) Program (Program Director ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 6. Menyiapkan draft buku acuan produksi (Production Manual ) Engineering Test Manual Production Manual Production Manual Surat Keputusan 0. b Menetapkan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain c Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader ) d Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Group Leader 1).000 Perekayasa Madya 1. Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (PCM ) 2).810 0.NO UNSUR SUB UNSUR (a) BUTIR KEGIATAN Memberikan metoda pengendalian proyek.360 Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Lembar Keputusan (decission sheet ) 0. Menyiapkan draft buku acuan pengujian (Test Manual ) 3).328 Perekayasa Madya PCM Report Materi presentasi materi presentasi 0. Asisten Insinyur Kepala (Asistant Chief Engineer) a Menyiapkan draft Engineering/ Test/ Production manual 1). dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program (b) Membuat rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait.

800 Perekayasa Utama 1). berkoordinasi dengan para Kepala Unit Struktural yang terlibat dalam program Lembar Kerja Lembar Kerja Surat Keputusan ANGKA KREDIT 0.960 0. Memberikan saran perbaikan.300 0.300 0.240 1. and Objective (DR&O) 1).573 Perekayasa Utama 0.207 2.473 0. 2) Mendiskusikan dan menetapkan Sumber Daya Manusia Draft SK Tim Kerja yang terlibat dalam program dengan para Kepala Unit Struktural c Mengevaluasi dan menyetujui usulan spesifikasi teknis barang yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader) d Mengintegrasikan hasil-hasil dari seluruh WBS ditinjau dari kualitas teknik pemenuhan Design. Merencanakan waktu keterlibatan personil dalam tiap Lembar Kerja program 2).610 0 610 Perekayasa Utama Perekayasa Utama 0.400 Perekayasa Utama Perekayasa Utama 3). Requirement.hasil program secara berkala Lembar Instruksi Teknik Lembar Keputusan (decission sheet ) Lembar Keputusan (decission sheet ) 0. untuk mendiskusikan hasil .350 2.733 Perekayasa Utama 0.000 Perekayasa Utama Perekayasa Madya 44 . alternatif teknik yang lain pada pertemuan diskusi dengan para Ketua Kelompok (Group Leader )secara bersama atau sendiri-sendiri. Insinyur Kepala (Chief Engineer) a Membentuk Organisasi Program bersama Kepala Program (Program Director ) dan Manajer Program (Program Manager ) b Membuat perencanaan SDM yang sesuai kebutuhan. Memberikan supervisi teknis untuk penyelarasan kinerja secara rutin 2). Melakukan optimasi desain (trade-off ) terhadap kondisi Lembar Keputusan (decission sheet ) batas yang masih bisa dinegosiasi diantara struktur rincian kerja (WBS ) dan prioritasi hasil-hasil struktur rincian kerja (WBS ) untuk mendapatkan produk akhir yang paling sesuai pada akhir tahun anggaran e Mempresentasikan hasil kegiatan secara teknis di hadapan kepala program secara berkala f Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Materi presentasi Surat Keputusan 0.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL b Mengusulkan personil yang sesuai serta klarifikasi dan sandi Lembar Kerja kerja (job code ) c Mengusulkan rencana waktu keterlibatan personil dalam tiap Lembar Kerja prorgram d Menyiapkan pertemuan dalam rangka koordinasi kerja e Memantau pelaksanaan program bersama Insinyur Kepala (Chief Engineer ) f Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 7.000 PELAKSANA Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Lembar Keputusan (decission sheet ) 0.

Melaporkan jalannya program serta mempertanggung jawabkan hasil program kepada kepala unit struktural (pimpinan terkait) yang memberi pekerjaan secara berkala e Mensosialisasikan hasil program kepada para Stakeholders terkait untuk dilakukan Uji Operasional dan Evaluasi 1). Memberikan presentasi mengenai program berjalan 2). tahap rinci (Detail ).304 0. menentukan jumlah struktur rincian kerja (WBS ) dan jumlah paket pekerjaan (WP) untuk setiap struktur rincian kerja (WBS ) b Mengangkat personil-personil yang terlibat dalam program Surat Keputusan serta pejabat-pejabat fungsional atas usulan Insinyur Kepala (Chief Engineer ).473 Perekayasa Utama 0. dan Program Manajer (Program Manager ) c Mendiskusikan jalannya program ditinjau dari segi teknik ketepatan waktu dan pendanaan secara berkala bersama para Ketua Kelompok (Group Leader ). Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) mempersiapkan buku acuan program (Program Manual ) Program Manual Surat Keputusan 0.640 Perekayasa Utama 45 .540 Perekayasa Utama 0.431 Perekayasa Utama Perekayasa Utama Benda kerja/ Lembar benda Kerja (Product Working sheet ) f Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak Atas Dokumen HAKI Kekayaan Inteletual di hadapan yang berwenang g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya B.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT 1.577 Perekayasa Utama 2. Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Program (Program Manual) a.100 PELAKSANA Perekayasa Utama 8.000 Perekayasa Utama 2.220 Perekayasa Utama 0. Pelaksanakan penyusunan Pedoman dan Pembuatan Laporan dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan 1. Program Manajer (Program Manager ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) Lembar Keputusan (decission sheet ) 1. Memberikan saran-saran pada setiap fasa penelaahan Lembar Instruksi Teknik program (program review ): tahap persiapan (Preliminary ). tahap kritis (Critical ) dan tahap akhir (Final ) 2).384 Perekayasa Utama d Memantau jalannya program 1). Memperagakan hasil-hasil program Materi presentasi Materi presentasi 0. Kepala Program (Program Director ) a Melakukan perencanaan program bersama Pengelola Lembar Kerja Program (Program Manager ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) membentuk organisasi program.

product integration. sub assembly.760 1. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) b. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan program (Program Manual ) 2.760 Perekayasa Utama 1. small assembly.640 PELAKSANA Perekayasa Madya Perekayasa Utama Design Manual Design Manual Design Manual 0. Menyusun Production manual yang terdiri dari production method.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN b. test operation. and Objective (DR&O) . Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) 3). Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan pengujian (Test Manual ) 2). Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan desain (Design Manual) b. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) 2). product scheduling SATUAN HASIL Program Manual Program Manual ANGKA KREDIT 1. Menyusun Pedoman Pelaksanaan Desain (Design Manual ) yang terdiri dari Design. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan pengujian (Test Manual ) c. Mean of Compliance .980 2. t t t ti l t t t ti d t l i integration. Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa buku acuan program (Program Manual ) c. data analysis. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) memeriksa buku acuan desain (Design Manual ) c. Menyusun Engineering Manua l yang terdiri dari test objective. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) memeriksa buku acuan pengujian (Test Manual ) 3). Design Scheduling a.990 Perekayasa Madya Test manual Test manual 1. and deploy system.100 Perekayasa Utama Perekayasa Utama 46 . Engineering Drawing and Documentation. production scheduling.990 1.100 Perekayasa Madya Perakayasa Utama Perekayasa Utama Engineering Manual Engineering Manual Engineering Manual 0. State of The Art Method . Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan desain (Design Manual ) 3. Menyusun Pedoman Pelaksanaan Kerekayasaan/ Pengujian/ Produksi (Engineering/ Test/ Production Manual ) a. parameter definition.100 Perekayasa Utama Test manual 0.990 Perekayasa Madya 1. Requirement. test method. engineering test scheduling 1). test article system.760 1. Menyusun buku acuan pengujian (Test manual ) 1). instrument system.

NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN 1). Menyusun Laporan Teknis (Technical Report) a tau revisi laporan teknis (Technical Memorandum) yang merupakan hasil dari kegiatan leader dengan acuan laporan teknis (Technical Report ) dari para staf Perekayasa (Engineering Staff ) yang terlibat a.518 Perekayasa Pertama Perekayasa Muda Perekayasa Madya b. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan dokumen teknis (Technical Document ) b. Sebagai Ketua Kelompok (Leader) mempersiapkan Laporan Technical Report/ Memorandum Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) b. Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff ) mempersiapkan catatan teknis (TN ) Technical Notes 1. yaitu menuliskan hasil-hasil kerja dari setiap staf Perekayasa (Engineering Staff) setiap saat dari kegiatan yang dilakukan a. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer )memeriksa dokumen teknis (Technical Document ) c.525 Perekayasa Madya 0.769 0. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) menyetujui Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) 6. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Group Leader) memeriksa Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) c. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan produksi (Production Manual ) 2).493 2.107 0. Menyusun catatan teknis (Technical Notes) . Sebagai Kepala Program (Program Director ) Production Manual menyetujui buku acuan produksi (Production Manual ) 4. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan produksi (Production Manual ) SATUAN HASIL Production Manual ANGKA KREDIT 0. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader ) memeriksa catatan Technical Notes tenis (TN ) c.990 PELAKSANA Perekayasa Madya Production Manual 1.367 Perekayasa Muda 0.613 Perekayasa Utama Technical Document Technical Document Technical Document 0. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) menyetujui catatan teknis (TN ) 5.089 Perekayasa Madya Perekayasa Utama Perekayasa Utama 47 .190 0. Menyusun dokumen teknis (Technical Document ) yang merupakan hasil kerja Ketua Sub Kelompok (Group Leader ) yang merupakan rangkuman hasil-hasil Peket Pekerjaan (WP ) yang terkait dengan acuan laporan teknis (Technical Report ) yang dihasilkan a.760 Perekayasa Utama 3). Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui dokumen teknis (Technical Document ) Technical Report/ Memorandum Technical Report/ Memorandum Technical Notes 0.100 Perekayasa Utama 0.

Sebagai Manajer Program (Program Manager ) mempersiapkan laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) b.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN 7. Pendayagunaan produk Teknologi 1. b Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA Program Document Program Document Program Document 3. Dalam bentuk makalah di majalah ilmiah internasional Buku Buku Makalah 2.330 0 330 Perekayasa Madya c. Mendayagunakan produk teknologi terjual & memperoleh royalti Dokumen 48 . Membuat Program Document yang merupakan integrasi hasilhasil kerja setiap Group Leader yang terlibat dengan acuan pada seluruh Technical Document yang dihasilkan a. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan internasional b.5 6 1 10 5 Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang d. Dalam bentuk makalah di majalah dan media masa nasional Makalah yang diakui instansi pembina e.000 Perekayasa Utama 15 10 12.300 Perekayasa Utama Perekayasa Madya Perekayasa Utama Progress Control and Monitoring Progress Control and Monitoring 1.475 3. Sebagai Kepala Program menyetujui laporan pemantauan Progress Control dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and and Monitoring Monitoring ) 9.200 Perekayasa Utama 2.300 2. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui laporan akhir program (Program Document ) 8. Membuat karya tulis di bidang kerekayasaan a.320 Perekayasa Madya 0. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) mempersiapkan (Program Document ) b. Penyebarluasan produk Teknologi Sesuai dengan Tugas dalam Program yang Sedang Berjalan 1. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan nasional c. Dalam bentuk makalah yang dipresentasikan pada Makalah pertemuan ilmiah yang tidak dipublikasikan B. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau Surat Keputusan berbahaya III PENGEMBANGAN PROFESI A. Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa laporan akhir program (Program Document ) c. Menyusun laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ). Mendayagunakan produk teknologi yang memperoleh HAKI Dokumen (kecuali merk) 2. yaitu membukukan dan merangkum hasil kerja Manajer Program (Program Manager ) dan Asisten Manajer Program (Asisten Program Manager ) dalam bentuk dokumen yang meliputi evaluasi program terhadap dana serta perubahan-perubahannya a.

Peran serta dalam Seminar/ Lokakarya/ Konferensi di bidang kerekayasaan C. Peserta Berperan aktif sebagai anggota organisasi profesi. Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan. setiap tahun a. Perolehan Penghargaan/Tanda Jasa Tanda Jasa 1 Semua Jenjang 49 . Penerjemahan/Penyaduran Buku 1. Menyusun kurikulum/buku/diktat/modul berkaitan dengan pelatihan kegiatan kerekayasaan B.04 Semua Jenjang Semua Jenjang Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang 2. Keanggotaan dalam Organisasi Profesi di bidang Kerekayasaan 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan D. Menerjemahkan/menyadur di bidang kerekayasaan yang dipublikasikan : dan Bahan Lain di Bidang Kerekayasaan a. Menerjemahkan/menyadur di bidang teknologi yang tidak dipublikasikan : a. Internasional b. Perolehan Sertifikat Profesi BUTIR KEGIATAN Menyusun Petunjuk Pelaksanaan. per 2 Jam Pelajaran Tiap buku Tiap buku 2 1 Semua Jenjang Semua Jenjang Tiap buku Tiap buku Surat Tugas 1 0.NO UNSUR SUB UNSUR C.75 0. Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan SATUAN HASIL Dokumen ANGKA KREDIT 5 PELAKSANA Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Semua Jenjang Memperoleh sertifikat profesional di bidang kerekayasaan (dinilai 1 x per jenis) Sertifikat 3 E. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya a.5 0. Mengajar/melatih Diklat. Keanggotaan dalam Tim Penilai Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa secara PAK aktif. Membimbing siswa Surat Tugas 2 3. Moderator/pembahas/narasumber 3. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh lembaga yang berwenang 2. 10 Tahun Surat Keputusan 2 E.04 Semua Jenjang Semua Jenjang Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Semua Jenjang D. Dalam bentuk buku b.5 0. KEGIATAN PENUNJANG A. Dalam bentuk makalah IV. setiap DUPAK Menjadi anggota Mitra Bestari (Peer Review ). setiap Surat Keputusan 1. Pemrasaran 2. Nasional c. Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota/Departemen/LPND Dokumen 0. Pengajar/Pelatih di Bidang Kerekayasaan 1.5 Sertifikat Sertifikat Sertifikat 3 2 1 Surat Keputusan Surat Keputusan 1 0.

Doktor ( S-3 ) SATUAN HASIL Tanda Jasa Tanda Jasa Tanda Jasa Tanda Jasa Tanda Jasa Tanda Jasa Penghargaan Ijazah Ijazah F.NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN b. ANGKA KREDIT 2 3 4 4 6 8 15 10 15 PELAKSANA Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang 50 . 2. 3. Perolehan Gelar Kesarjanaan lainnya 2. Memperoleh gelar kehormatan akademis. 20 Tahun c. 4. 30 Tahun Satyalancana Pembangunan Satyalancana Wirakarya Bintang Jasa Bintang Mahaputera. 5. setiap gelar Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya a. 1. Pasca Sarjana ( S-2 ) b.

.80 jam 6. Lamanya 161 – 480 jam 4. Lamanya 641 – 960 jam 2.. (a) Menetapkan tujuan dan kebutuhan desain ( Design Requirement and Objective) (b) Menyusun filosofi rancang bangun (c) Menetapkan metoda yang digunakan Melaksanakan desain awal 2). Melaksanakan Desain rinci (a) Melaksanakan iterasi hasil desain awal (b) Mengoptimasi hasil desain awal (c) Melaksanakan konfigurasi desain rinci (d) Menetapkan konfigurasi Melaksanakan perhitungan (a) Melaksanakan perhitungan pendekatan awal (b) Melaksanakan perhitungan analitik rinci (c) Melaksanakan komputasi numerik Melaksanakan pengujian (a) Menetapkan konfigurasi pengujian (b) Membuat benda uji (c) Menetapkan sistem penginderaan pengujian ANGKA KREDIT MENURUT INSTANSI PENGUSUL TIM PENILAI LAMA BARU JUMLAH LAMA BARU JUMLAH 3 4 5 6 7 8 II 4). L-VI-1 . Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff) a. Sarjana (S1) B Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Kegiatan kerekayasaan dan Memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) Lamanya lebih dari 960 jam 1. Doktor (S3) 2.. s/d Bulan…… Tahun ... C Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan golongan III KEGIATAN KEREKAYASAAN A Pelaksanakan kegiatan penelitian terapan... Lamanya 81 – 160 jam 5. SUB UNSUR DAN BUTIR KEGIATAN 2 PENDIDIKAN Pendidikan Sekolah dan Memperoleh Gelar/Ijazah A 1.CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA Nomor: INSTANSI : LAMPIRAN VI MASA PENILAIAN : Bulan ……Tahun . Lamanya 31 . Lamanya 481 – 640 jam 3.... perekayasaan dan pengoperasian 1. Magister (S2) 3. Melaksanakan kegiatan Kerekayasaan Melaksanakan desain konseptual 1). Lamanya 10 ... I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 II KETERANGAN PERORANGAN Nama NIP Nomor Seri Kartu Pegawai Tempat dan Tanggal Lahir Jenis Kelamin Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya Pangkat/Golongan Ruang/TMT Jabatan Fungsional/TMT Masa Kerja golongan lama Masa Kerja golongan baru Unit Kerja UNSUR YANG DINILAI : : : : : : : : : : : No 1 I UNSUR . pengembangan..30 jam 7. (a) Merekayasa bentuk konfigurasi (b) Mengkalkulasi kinerja awal (c) Membuat gambar teknis (Engineering Drawing) awal 3). 5).

12). L-VI-2 . 9). 10). 6). (a) Memberikan beberapa alternatif metoda desain (b) Menetapkan metoda kalkulasi (c) Menilai hasil desain awal Melaksanakan desain rinci 2).(d) Menetapkan sistem perolehan dan pengolahan data 6). 5). (e) Melaksanakan operasi pengujian (f) Menganalisis data (g) Menginterpretasi hasil uji Melaksanakan explorasi (a) Menetapkan instrumentasi explorasi (b) Menetapkan sasaran explorasi (c) Melaksanakan explorasi (d) Menganalisis data explorasi (e) Menginterpretasi hasil explorasi Melaksanakan observasi (a) Menetapkan instrumentasi observasi (b) Menetapkan sasaran observasi (c) Melaksanakan observasi (d) Menganalisis data observasi (e) Menginterpretasi hasil observasi Melaksanakan pengukuran (a) Menetapkan instrumentasi pengukuran (b) Menetapkan sasaran pengukuran (c) Melaksanakan pengukuran (d) Menganalisis data pengukuran (e) Menginterpretasi hasil pengukuran Melaksanakan modifikasi produk (a) Melaksanakan repair (perbaikan) produk (b) Melaksanakan modifikasi produk Melaksanakan perawatan produk (a) Melaksanakan perawatan rutin (harian) produk (b) Melaksanakan perawatan berkala produk (c) Melaksanakan perbaikan menyeluruh (over haul ) produk Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi (a) Menetapkan parameter kelayakan (b) Melaksanakan penyelidikan kesesuaian dengan paramater kelayakan Melaksanakan studi banding sistem teknologi (a) Menetapkan acuan studi banding (b) Melaksanakan perbandingan kinerja suatu teknologi ( ) p g j g 8). 11). 7). (c) Memberikan metoda iterasi desain Melaksanakan perhitungan (a) Melaksanakan penurunan persamaan matematik/modelling (b) Melaksanakan deskritisasi persamaan (c) Memberikan metoda pemecahan persamaan Melaksanakan Pengujian (a) Menyajikan beberapa alternatif jenis peralatan pengujian (b) Menentukan peralatan perolehan data (c) Menentukan peralatan pengolah data (d) Memberikan metoda dan strategi pengujian (e) Memberikan metoda interpretasi hasil pengujian Melaksanakan explorasi (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran explorasi (b) Menetapkan metoda explorasi (c) Melaksanakan penurunan hasil explorasi menjadi model matematika Melaksanakan observasi (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran observasi (b) Menetapkan metoda observasi 4). Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) Memberikan supervisi kepada para Engineering Staff dalam: a Melaksanakan desain konseptual/ awal 1). (a) Memberikan metoda optimasi (b) Mensintesiskan hasil desain awal menjadi desain rinci 3). b 2.

9). pendanaan. 2). 4). Menetapkan acuan banding Menyelenggarakan pertemuan dan memimpin diskusi dengan para Staf Perekayasa (Engineering Staff ) tentang pekerjaan mereka Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Ketua Kelompok (Group Leader ) 1). 7). Mempersiapkan materi presentasi laporan hasil kegiatan struktur rincian kerja (WBS ) yang dipimpinnya Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Kepala Program (Program Director ) secara berkala (paparan. dan pengadaan barang sesuai dengan struktur rincian kerja (WBS). b Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah testing Melaksanakan sub-integrasi produk s truktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah explorasi Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah observasi Melaksanakan sub-integrasi produk WBS untuk masalah pengukuran Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah modifikasi Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS ) untuk masalah perawatan Mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan melakukan iterasi teknis diantara kelompok (group ) yang terkait Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu.(c) 7). (WBS ) untuk masalah disain 2).nya dengan melakukan iterasi yang terkait d k t di Membuat perencanaanlikontrak d kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Manajer Program (Program Manager ) Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada Manajer Program (Program Manager ) Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan secara berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Program Director dan dihadiri oleh Insinyur Kepala (Chief Engineer ) dan Manajer Program (Program manager ) 1). Mempersiapkan bahan presentasi laporan hasil kegiatan Paket Kerja (Work Package ) yang dipimpinnya Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Ketua Kelompok (Group Leader ) secara berkala (Pemaparan. 5) 6). Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi (a) Menetapkan persyaratan kelayakan (b) Melaksanakan pemilihan parameter kelayakan (c) Menetapkan model yang akan dipakai sebagai acuan 11). Melaksanakan penurunan hasil observasi menjadi model matematika Melaksanakan pengukuran (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran pengukuran (b) Menetapkan metoda pengukuran (c) Melaksanakan penurunan hasil pengukuran menjadi model matematika 8). 3). diskusi dan kesimpulan) c d e f g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya L-VI-3 . diskusi. Melaksanakan modifikasi produk (a) Memberikan metoda modifikasi produk (b) Memberikan metoda perbaikan (repair ) produk Melaksanakan perawatan produk (a) (b) b Memberikan metoda perawatan produk Memberikan metoda perbaikan menyeluruh ( over haul ) produk 10). 2). dan penyimpulan hasil) c d 3 Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) Mengkombinasikan hasil-hasil dari seluruh Paket Pekerjaan a (WP) yang berada di bawahnya dalam kelompok b d b h d l k l k keilmuan/keahliannya Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja 1).

mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang d 2). dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program Mengusulkan rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. e Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana 1). Mengusulkan metoda pengendalian proyek. Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan. Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (PCM ) Menyusun Laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana Mempresentasikan laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana di hadapan Kepala Program ( Program Director ) secara berkala f Membentuk Organisasi Fungsional Program bersama Kepala Program (Program Director ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya g L-VI-4 . (b) b c Menetapkan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader ) Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Group Leader 1). 2). e Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana 1). Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (PCM ) bersama Manajer Program (Program Manager ) Menyusun draft laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana 2). 2). 1). 1). mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang d 2). 3). b c Menyiapkan draft kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Manajer Program (Program Manager ) Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader ) bersama Manajer Program (Program Manager ) Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Ketua Kelompok (Group Leader ) bersama Manajer Program (Program Manager ) 1).4. dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program Membuat rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. f 5. melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan. Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager) a Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan bersama dengan Manajer Program ( Program Manager). Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Manajer Program ( (Program Manager) j g g g ) a Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan. Merencanakan jadwal pendanaan program yang telah ditetapkan (a) Memberikan metoda pengendalian proyek.

2). b c d e f Menyiapkan draft buku acuan kerekayasaan (Engineering Menyiapkan draft buku acuan pengujian (Test Manual ) Menyiapkan draft buku acuan produksi (Production Manual ) Mengusulkan personil yang sesuai serta klarifikasi dan sandi kerja (job code ) Mengusulkan rencana waktu keterlibatan personil dalam tiap prorgram Menyiapkan pertemuan dalam rangka koordinasi kerja Memantau pelaksanaan program bersama Insinyur Kepala (Chief Engineer ) 7. L-VI-5 .hasil program secara berkala d 3). Requirement. tahap rinci (Detail ). Program Manajer (Program Manager ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) Memantau jalannya program 1). Memberikan supervisi teknis untuk penyelarasan kinerja secara rutin Memberikan saran perbaikan. 2). tahap kritis (Critical ) dan tahap akhir (Final ) Melaporkan jalannya program serta mempertanggung jawabkan hasil program kepada kepala unit struktural (pimpinan terkait) yang memberi pekerjaan secara berkala c d 2). menentukan jumlah struktur rincian kerja (WBS ) dan jumlah paket pekerjaan ( WP) untuk setiap struktur rincian kerja (WBS ) b Mengangkat personil-personil yang terlibat dalam program serta pejabat-pejabat fungsional atas usulan Insinyur Kepala (Chief Engineer ). Melakukan optimasi desain (trade-off ) terhadap kondisi batas yang masih bisa dinegosiasi diantara struktur rincian kerja (WBS ) dan prioritasi hasil-hasil struktur rincian kerja (WBS ) untuk mendapatkan produk akhir yang paling sesuai pada akhir tahun anggaran e f Mempresentasikan hasil kegiatan secara teknis di hadapan kepala program secara berkala Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 8. dan Program Manajer (Program Manager ) Mendiskusikan jalannya program ditinjau dari segi teknik ketepatan waktu dan pendanaan secara berkala bersama para Ketua Kelompok (Group Leader ). berkoordinasi dengan para Kepala Unit Struktural yang terlibat dalam program 1). untuk mendiskusikan hasil . Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Insinyur Kepala (Chief Engineer) a Membentuk Organisasi Program bersama Kepala Program (Program Director ) dan Manajer Program (Program Manager ) b Membuat perencanaan SDM yang sesuai kebutuhan. alternatif teknik yang lain pada pertemuan diskusi dengan para Ketua Kelompok (Group Leader )secara bersama atau sendiri-sendiri. 3). Merencanakan waktu keterlibatan personil dalam tiap program c Mendiskusikan dan menetapkan Sumber Daya Manusia yang terlibat dalam program dengan para Kepala Unit Struktural Mengevaluasi dan menyetujui usulan spesifikasi teknis barang yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader) Mengintegrasikan hasil-hasil dari seluruh WBS ditinjau dari kualitas teknik pemenuhan Design. and Objective (DR&O) 1). 2).6. Asisten Insinyur Kepala (Asistant Chief Engineer) a Menyiapkan draft Engineering/ Test/ Production manual 1). Memberikan saran-saran pada setiap fasa penelaahan program (program review ): tahap persiapan (Preliminary ). Kepala Program (Program Director ) Melakukan perencanaan program bersama Pengelola Program a (Program Manager ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) membentuk organisasi program.

Mean of Compliance . Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan produksi (Production Manual ) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan produksi (Production Manual ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan produksi (Production Manual ) 2). small assembly. b. c. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) memeriksa buku acuan pengujian (Test Manual ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan pengujian (Test Manual ) c.e Mensosialisasikan hasil program kepada para Stakeholders terkait untuk dilakukan Uji Operasional dan Evaluasi 1). Menyusun Production manual yang terdiri dari production method. product integration. Design Scheduling a. Menyusun buku acuan pengujian ( Test manual ) 1). Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan desain (Design Manual) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) memeriksa buku acuan desain (Design Manual ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan desain (Design Manual ) 3. dan atau sertifikasi. 3). 2. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan kerekayasaan ( Engineering Manual ) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan kerekayasaan ( Engineering Manual ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) 2). Pelaksanakan penyusunan Pedoman dan Pembuatan Laporan dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan 1. prototyping dan atau audit teknologi. metoda kerekayasaan (Engineering Method). b. and Objective (DR&O) . c. State of The Art Method . 2). 3). Requirement. b. Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Program (Program Manual) a. Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff ) mempersiapkan catatan teknis (TN ) Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader ) memeriksa catatan tenis (TN ) Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) menyetujui catatan teknis (TN ) L-VI-6 . yaitu menuliskan hasilhasil kerja dari setiap staf Perekayasa (Engineering Staff) setiap saat dari kegiatan yang dilakukan a. 4. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) mempersiapkan buku acuan program (Program Manual ) Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa buku acuan program (Program Manual ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan program (Program Manual ) Menyusun Pedoman Pelaksanaan Desain (Design Manual ) yang terdiri dari Design. 2). Menyusun Engineering Manual yang sekurang-kurangnya terdiri dari Tujuan Kerekayasaan (Engineering Objective). c. Engineering Drawing and Documentation. 3). dan atau standarisasi 1). b. product scheduling 1). sub assembly. definisi parameter (parameter definition) penjadwalan (scheduling) untuk kegiatan definition). Menyusun catatan teknis (Technical Notes) . production scheduling. Menyusun Pedoman Pelaksanaan Kerekayasaan/ Pengujian/ Produksi (Engineering/ Test/ Production Manual ) a. Memberikan presentasi mengenai program berjalan Memperagakan hasil-hasil program f Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak Atas Kekayaan Inteletual di hadapan yang berwenang Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya g B.

merangkum hasil kerja Manajer Program ( Program Manager ) dan Asisten Manajer Program (Asisten Program Manager ) dalam bentuk dokumen yang meliputi evaluasi program terhadap dana serta perubahan-perubahannya a. Sebagai Manajer Program (Program Manager ) mempersiapkan laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) Sebagai Kepala Program menyetujui laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan ( Progress Control and Monitoring ) b. Dalam bentuk makalah di majalah dan media massa nasional yang diakui instansi pembina e. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) mempersiapkan (Program Document ) Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa laporan akhir program (Program Document ) 8. Menyusun Laporan Teknis (Technical Report) a tau revisi laporan teknis (Technical Memorandum) yang merupakan hasil dari kegiatan leader dengan acuan laporan teknis (Technical Report ) dari para staf Perekayasa (Engineering Staff ) yang terlibat a. c. Sebagai Ketua Kelompok (Leader) mempersiapkan Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) Sebagai Ketua Sub Kelompok (Group Leader) memeriksa Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) menyetujui Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) b. Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan. Membuat Program Document yang merupakan integrasi hasil-hasil kerja setiap Group Leader yang terlibat dengan acuan pada seluruh Technical Document yang dihasilkan a. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan dokumen teknis (Technical Document ) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer )memeriksa dokumen teknis (Technical Document ) Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui dokumen teknis (Technical Document ) c. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan internasional b. Dalam bentuk makalah di majalah ilmiah internasional d. 9. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui laporan akhir program (Program Document ) Menyusun laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) yaitu membukukan dan ).5. Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan L-VI-7 . b. Penyebarluasan produk Teknologi Sesuai dengan Tugas dalam Program yang Sedang Berjalan 1. Membuat karya tulis di bidang kerekayasaan a. 6. Menyusun dokumen teknis (Technical Document ) yang merupakan hasil kerja Ketua Sub Kelompok (Group Leader ) yang merupakan rangkuman hasil-hasil Peket Pekerjaan (WP ) yang terkait dengan acuan laporan teknis (Technical Report ) yang dihasilkan a. 7. III Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya PENGEMBANGAN PROFESI A. Mendayagunakan produk teknologi terjual & memperoleh royalti C. c. b. Mendayagunakan produk teknologi yang memperoleh HAKI (kecuali merk) 2. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan nasional c. B. Dalam bentuk makalah yang dipresentasikan pada pertemuan ilmiah yang tidak dipublikasikan Pendayagunaan produk Teknologi 1. c.

20 Tahun b. KEGIATAN PENUNJANG A. Bintang Jasa 4. Perolehan Gelar Kesarjanaan lainnya Memperoleh gelar kehormatan akademis. 3. Pasca Sarjana ( S-2 ) a. setiap tahun Internasional a. Membimbing siswa 2. Satyalancana Pembangunan Satyalancana Wirakarya 3. b. Moderator/pembahas/narasumber 2. Nasional b. Perolehan Sertifikat Profesi Memperoleh sertifikat profesional di bidang kerekayasaan (dinilai 1 x per jenis) Penerjemahan/Penyaduran Buku dan Bahan Lain di Bidang Kerekayasaan 1. Doktor ( S-3 ) b. Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan D. b. Pengajar/Pelatih di Bidang Kerekayasaan Mengajar/melatih Diklat. IV. c. setiap DUPAK Menjadi anggota Mitra Bestari (Peer Review ). per 2 Jam Pelajaran 1. Peserta 3. 5. Keanggotaan dalam Tim Penilai Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa secara aktif. Menerjemahkan/menyadur di bidang kerekayasaan yang dipublikasikan : a.Menyusun Petunjuk Pelaksanaan. Bintang Mahaputera. Butir kegiatan jenjang jabatan satu tingkat di atas / di bawah *) 1 2 3 4 5 6 7 8 JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG *) Dicoret yang tidak perlu L-VI-8 . Menyusun kurikulum/buku/diktat/modul berkaitan dengan pelatihan kegiatan kerekayasaan B. 2. Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota/Departemen/LPND c. Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya 2. Peran serta dalam Seminar/ Lokakarya/ Konferensi di bidang kerekayasaan Pemrasaran 1. JUMLAH UNSUR PENUNJANG 1. a. E. Keanggotaan dalam Organisasi Profesi di bidang Kerekayasaan Berperan aktif sebagai anggota organisasi profesi. setiap gelar 1. setiap Surat Keputusan C. 30 Tahun 2. D. F. Perolehan Penghargaan/Tanda Jasa Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh lembaga yang berwenang Dalam bentuk buku Dalam bentuk makalah JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA E.

…… 2. Catatan Penilai II ……………………… (Nama Penilai II ) NIP. Surat pernyataan melakukan kegiatan kerekayasaan 2.III LAMPIRAN PENDUKUNG DUPAK : 1. 6000 NIP. Catatan Penilai II ………………………… . …… 3. ………………………… . ( Nama Penilai I ) NIP. V Catatan Tim Penilai Pusat: Catatan Penilai I ………………………… . L-VI-9 . IV Catatan Pejabat Pengusul : …… 1. ( jabatan ) (nama pejabat pengusul ) NIP. Catatan Ketua ………………………… . Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi 3 Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang kerekayasaan 4 ………………………………………………………………………. (Nama Ketua Penilai ) NIP. (Nama Penilai II ) NIP. bahwa seluruh dokumen yang dinilaikan tidak melanggar Hak atas Kekayaan Intelektual. Demikian disampaikan. Materei RP. ( Nama Penilai I ) NIP. V Catatan Tim Penilai Instansi: Catatan Penilai I ………………………… . dan seterusnya 4. Catatan Ketua ……………………… (Nama Ketua Penilai ) NIP.

................. L-VII-1 .................... 3....................................... :.................................. NIP.......... :.................. :...............................................................................................CONTOH : SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN KEREKAYASAAN LAMPIRAN VII SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN KEREKAYASAAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NIP Pangkat/golongan ruang Jabatan Unit kerja Menyatakan bahwa: Nama NIP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan Unit kerja :........................................................... Telah melakukan kegiatan kerekayasaan sebagai berikut : Nomor Butir Kegiatan 3 No 1 Uraian Kegiatan 2 Tanggal 4 Angka Kredit 5 Keterangan/ bukti fisik 6 1.................... Atasan langsung .. :........................ dst Jumlah Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.................................. ....................... ............................................ :..................... :........................................................................................................................................................................................ 2...... :.......................................... :........................................................................ :...............................................................................................................................

.......................................................... NIP............................................................................................. ......................................................................................................................................................................................... dst Jumlah Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya...... Telah melakukan kegiatan pengembangan profesi sebagai berikut : No 1 Uraian Kegiatan 2 Nomor Butir Kegiatan 3 Tanggal 4 Angka Kredit 5 Keterangan/ Bukti Fisik 6 1.......................... :............ :............................................................................................................................................................ Atasan langsung ................................. :........... :................................................ ............................... :......................... 2.................................................... L-VIII-1 ............................................................. :.................. 3........................................................... :....................................CONTOH : SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI LAMPIRAN VIII SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NIP Pangkat/golongan ruang Jabatan Unit kerja Menyatakan bahwa: Nama NIP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan Unit kerja :............... :.... :.................................

.......................... 2............... ................................................................. .......................... L-IX-1 ............................ :.......... :............................................... Atasan langsung ....CONTOH : SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG LAMPIRAN IX SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NIP Pangkat/golongan ruang Jabatan Unit kerja Menyatakan bahwa: Nama NIP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan Unit kerja :.............................................................................................................................................................................................................. Telah melakukan kegiatan penunjang sebagai berikut : Nomor Butir Kegiatan 3 No 1 Uraian Kegiatan 2 Tanggal 4 Angka Kredit 5 Keterangan/ Bukti Fisik 6 1............................. :..................... :................................... :............ :.......................................................................... :............................................................. NIP...................................................... :.......... :.............................................................................. ...................... ......................................... dst Jumlah Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya....... 3.......

............................................................................. L-X-1 ......................................... :............................................CONTOH : SURAT PERNYATAAN MENGIKUTI PENDIDIKAN LAMPIRAN X TELAH SURAT PERNYATAAN TELAH MENGIKUTI PENDIDIKAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NIP Pangkat/golongan ruang Jabatan Unit kerja Menyatakan bahwa: Nama NIP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan Unit kerja Telah mengikuti pendidikan sebagai berikut : :.......................................................................... :...... :..... Atasan langsung ....... :............................................... ............................... :......................................................................................................................................................................................... dst Jumlah Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.......................................... 3.... NIP...................... No 1 Uraian Kegiatan 2 Nomor Butir Kegiatan 3 Tanggal 4 Angka Kredit 5 Keterangan/ Bukti Fisik 6 1.................................................................................................................. :.............................` :................. ....................................................... :.................... :.................................................. ........... 2.............

....... s/d . NIP........................ 2....... Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit 5..... Utama 1) Pendidikan dan Pelatihan di bidang kegiatan kerekaysaan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan & Pelatihan (STTPP) Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Kegiatan Kerekayasaan Pengembangan Profesi 2) 3) 4) Jumlah Unsur Utama B....... Perekayasa yang bersangkutan....... 6.. Instansi : I KETERANGAN PERORANGAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 9 II N a m a NIP Nomor Seri KARPEG Pangkat / Golongan Ruang / TMT Tempat dan Tanggal Lahir Jenis Kelamin Pendidikan Tertinggi Jabatan Fungsional / TMT Lama Masa Kerja golongan Unit kerja L A M A B A R U JUMLAH Baru PENETAPAN ANGKA KREDIT I II Pendidikan Sekolah Angka Kredit Penjenjangan A........... Instansi / BKD yang bersangkutan ....................................... pada tanggal.............. Kepala Biro/ Bagian yang menangani Kepegawaian.... 3............ Sekretaris Tim Penilai yang bersangkutan. / PANGKAT………………................. Deputi Bidang Informasi Kepegawaian BKN TEMBUSAN disampaikan kepada : 1..CONTOH : LAMPIRAN XI PENETAPAN ANGKA KREDIT PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : Masa penilaian : .............. 4.... Sekretariat Instansi Pembina ( Pusbindiklat BPPT ). PENUNJANG Kegiatan Penunjang Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang Jumlah Pendidikan Sekolah dan Angka Kredit Penjenjangan III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN…………………....... Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan........ / TMT………………… ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN Up. Ditetapkan di................... L-XI-1 ....

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->