P. 1
Proposal Wirausaha Karet

Proposal Wirausaha Karet

|Views: 163|Likes:
Published by Muhammad Irvan

More info:

Published by: Muhammad Irvan on May 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/24/2013

pdf

text

original

PROPOSAL AGRIBISNIS KARET

D I S U S U N OLEH: MUHAMMAD IRVANI XI BUN 1

SEKOLAH PERTANIAN PEMBANGUNAN (SPP) NEGERI SEMBAWA-PALEMBANG 2011-2012

9 juta ton pada tahun2004 dan semakin meninggkat sampai tahun 2009.LATAR BELAKANG Karet merupakan komoditi ekspor yang mampu memberikan kontribusi didalam upaya peningkatan devisa Indonesia.0 juta ton pada tahun 1985 menjadi 1. Pendapatan devisa dari komoditi ini pada tahun 2004 mencapai US$ 2. yang merupakan 5% dari pendapatan devisa nonmigas. perlu diadakan bantuan yang bisa memberikan modal bagi petani atau pekebun swasta untuk membiayai pembangunan kebun karet dan pemeliharaan tanaman secara intensif.2 juta ton dan akhir tahun 2008 mencapai akan 5.25milyar.2 juta ha dan akan mencapai 67 ha lebih pada akhir tahun 2008 yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.5 juta ton. Produksi karet secara nasional pada tahun 2005 mencapai angka sekitar 2. Diantaranya 68% merupakan perkebunan karet milik rakyat. Dengan memperhatikan adanya peningkatan permintaan dunia terhadap komoditi karet ini dimasa yang akan datang. sebagian besar berada di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Luas area perkebunan karet tahun 2005 tercatat mencapai lebih dari 3. Ekspor Karet Indonesia selama 20 tahun terakhir terus menunjukkan adanya peningkatan dari 1. maka upaya untuk meningkatkan pendapatan petani melalui perluasan tanaman karet dan peremajaaan kebun bisa merupakan langkah yang efektif untuk dilaksanakan. . Jumlah ini masih akan bisa ditingkatkan lagi dengan memberdayakan lahan-lahan pertanian milik petani dan lahan kosong/tidak produktif yang sesuai untuk perkebunan karet.3 juta ton pada tahun 1995 dan 1. Guna mendukung hal ini. Sejumlah lokasi di Indonesia memiliki keadaan lahan yang cocok untuk pertanaman karet. dan hanya 12% perkebunan besar negara serta 20% perkebunan besar milik swasta.

500 mm sampai 4. Namun demikian. jika sering hujan pada pagi hari. produksi akan berkurang. Ketinggian > 600m dari permukaan laut tidak cocok untuk tumbuh tanaman karet.dengan hari hujan berkisar antara 100 sd.000 mm/tahun. Hal ini disebabkan perlakuan kimia tanah agar sesuai dengan syarat tumbuh tanaman karet .  Tinggi tempat Pada dasarnya tanaman karet tumbuh optimal pada dataran rendah dengan ketinggian 200 m dari permukaan laut.URAIAN Tempat Tumbuh Pada dasarnya tanaman karet memerlukan persyaratan terhadap kondisi iklim untuk menunjang pertumbuhan dan keadaan tanah sebagai media tumbuhnya. Tanah Lahan kering untuk pertumbuhan tanaman karet pada umumnya lebih mempersyaratkan sifat fisik tanah dibandingkan dengan sifat kimianya. Suhu optimal diperlukan berkisar antara 25C0 sampai 35C0. B.  Angin Kecepatan angin yang terlalu kencang pada umumnya kurang baik untuk penanaman karet. 150 HH/tahun. Iklim Daerah yang cocok untuk tanaman karet adalah pada zone antara 150 LS dan 150 LU. Diluar itu pertumbuhan tanaman karet agak terhambat sehingga memulai produksinya juga terlambat. A.  Curah hujan Tanaman karet memerlukan curah hujan optimal antara 2.

Sifat-sifat tanah yang cocok untuk tanaman karet pada umumnya antara lain : .Kemiringan tanah < 16% dan. . Klon-klon karet unggul yang dihasilkan sampai saat ini. tetapi sifat fisikanya terutama drainase dan aerasenya kurang baik. . 1981). Usaha untuk mendapatkan klon-klon yang lebih unggul terus diupayakan melalui program pemuliaan dan seleksi.0 tetapi tidak sesuai pada pH < 3.Aerase dan drainase cukup. poreus dan dapat menahan air. . Reaksi tanah berkisar antara pH 3.pH 8. . tekstur.000 kg/ha/th pada tahun 2009.000 kg/ha/th dalam penanaman skala komersial.0 dan > pH 8.Struktur terdiri dari 35% liat dan 30% pasir.pH 6. tidak terdapat batu-batuan dan lapisan cadas. .000 – 7. kedalaman air tanah.5 . . . Tanah vulkanis mempunyai sifat fisika yang cukup baik terutama struktur. Berbagai jenis tanah dapat sesuai dengan syarat tumbuh tanaman karet baik tanah vulkanis muda dan tua. Tanah alluvial biasanya cukup subur. Jenis Tanaman Menurut prakiraan bahwa potensi produksi karet dapat ditingkatkan mencapai 5. .Permukaan air tanah < 100 cm. aerasi dan drainasenya. mampu mencapai potensi produksi dengan rata-rata produksi selama 15 tahun sadap berkisar 2.Tekstur tanah remah. Ho.Tanah bergambut tidak lebih dari 20 cm.dapat dilaksanakan dengan lebih mudah dibandingkan dengan perbaikan sifat fisiknya. sulum.5.500 – 3.Kandungan hara NPK cukup dan tidak kekurangan unsur hara mikro. 1995. bahkan pada tanah gambut < 2 m.Sulum tanah sampai 100 cm.0.0 . . untuk menghasilkan klon-klon unggul modern dengan produktivitas mencapai lebih dari 3.000 kg/ha/th (Aidi-Daslin et al.. tetapi sifat kimianya secara umum kurang baik karena kandungan haranya rendah.Reaksi tanah dengan pH 4.

2. Dari hasil pengamatan intensitas serangan tergolong kecil yaitu 5 – 8% dibandingkan klon lain yang lebih peka mencapai 25 – . Di lokasi kebun Bapak Tugiyo Lebanjaya Tuah Negeri Sumsel dengan kondisi agroklimat sedang. klon IRR 5 mampu mencapai pertumbuhan lilit batang pada umur 5 tahun sebesar rata-rata 51. Pada tiga lokasi pengujian. klon IRR 5 memperlihatkan pertumbuhan daun tajuk yang tergolong rimbun tanpa adanya serangan penyakit daun yang serius. Produksi : Contoh produksi yang terdaftar dipenyuluh pertanian daerah rata-rata produksi karet kering kg/ha/th klon IRR 5 pada tiga dapat dilihat lokasi. dengan kriteria matang sadap yaitu ukuran lilit batang 45 cm pada ketinggian 150 cm dari permukaan tanah. IRR 5 dapat disadap pada umur 4 tahun.7cm. Pertumbuhan Klon IRR 5 memiliki pertumbuhan yang sangat cepat. Ketahanan Penyakit Klon IRR 5 tergolong resisten terhadap gangguan penyakit gugur daun Colletotrichum dan Corynespora. Dari perkembangan lilit batang tersebut dengan pertumbuhan yang normal. Pada tiga lokasi pengujian. 3.POTENSI KEUNGGULAN 1. sehingga klon ini digolongkan kepada jenis klon penghasil lateks-kayu.

1. dan potensi volume kayu log dan kayu percabangan yang besar serta berbagai kelebihan karakteristik sekunder yang mendukung produktivitas klon. disamping pemupukan dengan urea 50 gram dan SP . Klon IRR 5 adalah klon yang memiliki pola produksi awal tinggi (quick starter). dan hari hujan telah lebih dari 100 hari. Perawatan . sehingga sangat cocok dikembangkan oleh perusahaan yang akan memanfaatkan kayu untuk keperluan industri meubel maupun MDF dan juga kebutuhan lateks untuk keperluan industri ban. 2. Pada saat penanaman. Pengembangan klon IRR 5 akan meningkatkan pendapatan pekebun melalui peningkatan produktivitas lateks maupun kayu di dalam usaha agribisnis karet. tanah penutup lubang dipergunakan top soil yang telah dicampur dengan pupuk RP 100 gram per lubang. sarung tangan dan lain-lain. PROSPEK PENGEMBANGAN Pada saat ini klon IRR 5 telah direkomendasikan oleh Pusat Penelitian Karet sebagai klon anjuran komersial. Penanaman Pada umumnya penanaman karet di lapangan dilaksanakan pada musim penghujan yakni antara bulan September sampai Desember dimana curah hujan sudah cukup banyak.d basah.36 sebesar 100 gram sebagai pupuk dasar. Klon ini sangat sesuai ditanam di daerah beriklim sedang s. Pada daerah beriklim basah.40%. klon IRR 5 digolongkan moderat terhadap gangguan penyakit cabang (jamur upas) dan mouldirot. sehingga klon ini memiliki prospek yang baik dimasa mendatang. Klon IRR 5 digolongkan sebagai jenis klon penghasil lateks dan kayu. untuk dikembangkan di pertanaman komersial.

Penyakit tanaman karet yang umum ditemukan pada perkebunan adalah: a) Jamur Akar Putih (Rigidoporus microporus) . dll sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. 3. 4. Pengendalian gulma Areal pertanaman karet. Oleh karena itu langkah-langkah pengendalian secara terpadu dan efisien guna memperkecil kerugian akibat penyakit tersebut perlu dilakukan. yang pemberiannya dapat dilanjutkan sampai dengan tahun ke-2 (TBM-2) apabila pertumbuhannya kurang baik. Kerugian yang ditimbulkannya tidak hanya berupa kehilangan hasil akibat kerusakan tanaman. baik tanaman belum menghasilkan (TBM) maupun tanaman sudah menghasilkan (TM) harus bebas dari gulma seperti alang-alang. Mekania. 5. Jadwal pemupukan pada semester I yakni pada Januari/Februari dan pada semester II yaitu Juli/Agustus. Penyakit tersebut dapat digolongkan berdasarkan nilai kerugian ekonomis yang ditimbulkannya. Pemberantasan Penyakit Tanaman Penyakit karet sering menimbulkan kerugian ekonomis di perkebunan karet. Eupatorium. gawangan lebih dahulu digaru dan piringan tanaman dibersihkan.Pemeliharaan yang umum dilakukan pada perkebunan tanaman karet meliputi pengendalian gulma. Program pemupukan Selain pupuk dasar yang telah diberikan pada saat penanaman.Sementara itu untuk tanaman kacangan penutup tanah. pemupukan dan pemberantasan penyakit tanaman. Pemberian SP-36 biasanya dilakukan dua minggu lebih dahulu dari Urea dan KCl. diberikan pupuk RP sebanyak 200 kg/ha. Seminggu sebelum pemupukan.Lebih 25 jenis penyakit menimbulkan kerusakan di perkebunan karet. tetapi juga biaya yang dikeluarkan dalam upaya pengendaliannya. program pemupukan secara berkelanjutan pada tanaman karet harus dilakukan dengan dosis yang seimbang dua kali pemberian dalam setahun.

Fomac 2.Penyiraman : Alto 100 SL. Anvil 50 SC. Ingro Pasta 20 PA dan Shell CP.Calixin 750 EC. Bayfidan 3 G. Biotri P. Bayleton 250 EC. banyak tunggul atau sisa akar tanaman dan pada tanah gembur atau berpasir. Pada serangan berat. Cara penggunaan dan jenis fungisida anjuran yang dianjurkan adalah : Pengolesan : Calixin CP. Brown Bast) Penyakit kekeringan alur sadap mengakibatkan kekeringan alur sadap sehingga tidak mengalirkan lateks. b) Kekeringan Alur Sadap (Tapping Panel Dryness. Ada kalanyaterbentuk daun muda. Bayfidan 250 EC.Penyakit akar putih disebabkan oleh jamur Rigidoporus microporus (Rigidoporus lignosus).Pengobatan tanaman sakit sebaiknya dilakukan pada waktu serangan dini untuk mendapatkan keberhasilan pengobatan dan mengurangi resiko kematian tanaman. Kemu-dian dalam beberapa minggu saja kese-luruhan . Penularan jamur biasanya berlangsung melalui kontak akar tanaman sehat ke tunggultunggul. Belerang dan Triko SP+.Gejala pada daun terlihat pucat kuning dan tepi atau ujung daun terlipat kedalam. namun penyakit ini tidak mematikan tanaman.Penaburan : Anjap P. atau bunga dan buah lebih awal. Jamur kadang-kadang membentuk badan buah mirip topi berwarna jingga kekuning-kuningan pada pangkal akar tanaman.Kematian tanaman sering merambat pada tanaman tetangganya. Sumiate 12. Penyakit ini mengakibatkan kerusakan pada akar tanaman. Bila pengobatan dilakukan pada waktu serangan lanjut maka keberhasilan pengobatan hanya mencapai di bawah 80%. Pada perakarantanaman sakit tampak benang-benang jamur berwarna putih dan agak tebal (rizomorf). Penyakit akar putih sering dijumpai pada tanaman karet umur 1-5 tahun terutama pada pertanaman yang bersemak.5 WP dan Vectra 100 SC.sisa akar tanaman atau perakaran tanaman sakit. Kemudian daun gugur dan ujung ranting menjadi mati.akar tanaman menjadi busuk sehingga tanaman mudah tumbang dan mati. terlebih jika disertai dengan penggunaan bahan perangsang lateks ethepon.Penyakit ini disebabkan oleh penyadapan yang terlalu sering. Adanya kekeringan alur sadap mula-mula ditandai dengan tidak mengalirnya lateks pada sebagian alur sadap.

Pohon yang mengalami kekeringan alur sadap perlu diberikan pupuk ekstra untuk mempercepat pemulihan kulit. Penyadapan dapat dilanjutkan di bawah kulit yang kering atau di panel lainnya yang sehat dengan intensitas rendah (1/2S d/3 atau 1/2S d/4).alur sadap ini kering tidak me-ngeluarkan lateks.maka penyadapan diturunkan intensitasnya dari 1/2S d/2 menjadi 1/2S d/3 atau1/2S d/4. Pengendalian penyakit ini dilakukan dengan: Menghindari penyadapan yang terlalu sering dan mengurangi pemakaian Ethepon terutama pada klon yang rentan terhadap kering alur sadap yaitu BPM 1. 6. Hindari penggunaan Ethepon pada pohon yang kena kekeringan alur sadap. Kulit yang dikerok dioles dengan bahan perangsang pertumbuhan kulit NoBB atau Antico F-96 sekali satu bulan dengan 3 ulangan. Bagian yang kering akan berubah warnanya menjadi cokelat karena pada bagian ini terbentuk gum (blendok). . PR 261 dan RRIC 100. maka diharapkan tanaman karet pada umur 5 .Pengerokan kulit yang kering sampai batas 3-4 mm dari kambium dengan memakai pisau sadap atau alat pengerok. tetapi tidak meluas dari kulit perawan ke kulit pulihan atau sebaliknya.Kekeringan kulit tersebut dapat meluas ke kulit lainnya yang seumur.10). PB 235. Bila terjadi penurunan kadar karet kering yang terus menerus pada lateks yang dipungut serta peningkatan jumlah pohon yang terkena kering alur sadap sampai 10% pada seluruh areal. Apabila ketiga kriteria tersebut dapat terpenuhi. klon unggul. Pengolesan NoBB harus diikuti dengan penyemprotan pestisida Matador 25 EC pada bagian yang dioles sekali seminggu untuk mencegah masuknya kumbang penggerek (Gambar 4. dan penggunaan Ethepon dikurangi atau dihentikan untuk mencegahagar pohon-pohon lainnya tidak mengalami kering alur sadap. juga dipengaruhi oleh teknik dan manajemen penyadapan.6 tahun telah memenuhi criteria matang sadap. Mulai pemanenan Produksi lateks dari tanaman karet disamping ditentukan oleh keadaan tanah dan pertumbuhan tanaman. PB 330. Gejala lain yang ditimbulkan penyakit ini adalah terjadinya pecah-pecah pada kulit dan pembengkakan atau tonjolan pada batang tanaman. PB 260.

Jika 60% dari populasi tanaman telah memenuhi kriteria tersebut. Karena produksi kebun karet adalah lateks.2. dan lainnya. kesesuaian lahan dan agroklimatologi.000.4. Harga tanah ( 5jt-10jt ) .9. 7. Sertifikasi lahan +-2. Penjualan a). b).000. oleh karena itu pembangunan perkebunan karet memerlukan investasi jangka panjang dengan masa tenggang 5-6 tahun.000.3.000.Kriteria matang sadap antara lain apabila keliling lilit batang pada ketinggian 130 cm dari permukaan tanah telah mencapai minimum 45 cm. Biaya investasi dan pemeliharaan dapat dilihat pada Tabel 6 berikut: Biaya Investasi Karet dan Pemeliharaan (1 ha) URAIAN BIAYA (Rp/ha) 1. maka estimasi produksi dapat dilakukan dengan mengacu pada standar produksi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat atau Balai Penelitian Perkebunan yang bersangkutan. Dengan asumsi bahwa pengelolaan kebun plasma dapat memenuhi seluruh kriteria yang dengan dikemukakan dalam kultur tehnis karet diatas.180. sistem dan manajemen sadap. pemeliharaan tanaman belum menghasilkan. Estimasi Pemodalan Sistem Tanam Tanaman karet memerlukan waktu 5-6 tahun untuk dapat disadap. maka areal pertanaman sudah siap dipanen. Pembukaan lahan dan penanaman (dgn intercrops) +.2.000. Estimasi Produksi Produksi lateks per satuan luas dalam kurun waktu tertentu dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain klon karet yang digunakan. Pemeliharaan (th 1-5)+.

.dan untuk harga menyesuaikan harga pasar satu hectare kebun didaerah perkebunan karet. Pengelola berkewajiban untuk membantu mencarikan dan dalam urusan traksaksi jual beli sampai kebun diterimakan pada pengelola. harga +-7.000..perkebunan karet dalam sistem ini ada 2 yaitu kebun yang sudah panen dan kebun yang siap akan panen.000.TOTAL BIAYA INVESTASI . Sistem Jadi Untuk sistem ini investor berinvestasi dalam bentuk kebun yang sudah jadi.180.-kg (pada bulan September 2009)di tingkat petani. Penerimaan oleh pengelola setelah terjadi transaksi pembelian.) + (harga tanah) Dengan asumsi tingkat produksi rata-rata +-3.(13.perhitungan hasil terlampir.000 kg karet kering/ha/tahun.000.-jika didapat pendapatan 15 % tetap maka usaha perkebunan karet layak secara finansial.000.perhitungan pertahun Rp 21.

dalam wadah badan usaha yang berbadan hukum. .TUJUAN USAHA Getah karet mempunyai prospek yang cerah sebagai bahan baku industri akan terus meningkat sejalan dengan kemajuan teknologi untuk itu harus didukung dengan adanya perluasan dan peremajaan tanaman karet. Pengelolaan dengan manajemen yang terarah dalam kontribusi bahan baku mentah industri karet. Menunjang kestabilan harga karet traditonal. Kontinuitas penyediaan bahan baku bagi industri pelaku pasar antara lain dapat ditempuh melalui pengembangan pola kemitraan antara petani dan badan usaha kemitraan berupa koperasi yang dapat mendukung harga tetap stabil. Pemanfaatan getah karet tradisional perlu didukung dengan manajemen pengolahan modern. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut:    Mengepul hasil karet traditional.untuk peningkatan taraf hidup masyarakat.

MANFAAT USAHA Keberhasilan usaha ini diharapkan mampu meningkatkan taraf ekonomi bagi pelaku usaha sebagai hasil usaha penjualan getah karet. . mendorong terciptanya wirausaha yang bermodal. Dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi yang membutuhkan.

LAMPIRAN 1 : TUNJANGAN MASA DEPAN .

5 3 penyusutan /bln (kg) 4. Investor hasil bersih .5 22.HASIL GETAH KARET PERBULAN LAMPIRAN 2 Jenis Karet INVESTOR INVESTASI kg/hari kg/bln penyusutan /hari (%) 1.5 liar 10 permajaan 25 PENGELOLA 300 750 (KEBUN kg penjualan /30 hari 295.3333 PENGELOLAAN 160000 13333.3333 KARET 545000 45416.5 727.55 TOTAL 1241100 3055500 pendapatan 3 2 Liar Unggul ket. dengan asumsi: Liar permajaan 3 untuk pengelola 1241100 3055500 2 untuk pekerja 827400 2037000 HASIL PERBULAN 45% 0.5 HASIL PERBULAN PEKERJAAN harga hasil kotor 7000 2068500 7000 5092500 5 bagi 5 413700 1018500 pengelola investor sistem pembagian hasil dengan pekerja adalah bagi.5 ket/bln efektif efektif KARET) PEMBIBITAN batang harga/@(Rp) 550 2500 HASIL biaya pupuk / tahun jenis Jumlah(kg) npk 100 kcl 100 tsp 100 total KOPERASI PENGEPUL total (Rp) 1375000 harga Rp # bulan(Rp) 210000 17500 PERUSAHAAN 175000 14583. Harga karet mengikuti harga pasar lokal 2. Pengelola terpotong biaya perawatan dan pupuk 3.5 727. 1.45 558495 1374975 682605 1680525 55% 0.6667 Jenis karet Liar Peremajaan kg /bln 295.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->