P. 1
FOTOSISTEM

FOTOSISTEM

|Views: 168|Likes:
Published by Dedis Cristian

More info:

Published by: Dedis Cristian on May 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/23/2012

pdf

text

original

FOTOSISTEM Penangkapan Energi Cahaya (Fotosistem

)

Fotosistem merupakan tahap pertama dari proses fotosintesis. Ketika klorofil menyerap energi foton dari cahaya, elektron pada klorofil akan terlepas ke orbit luar (tereksitasi). Elektron ini akan ditangkap oleh penerima elektron yaitu plastokuinon. Jadi unit penangkapan elektron inilah yang disebut dengan fotosistem. Ketika elektron ditangkap oleh plastokuinon, akibatnya jumlah elektron di dalam klorofil menjadi tidak stabil. Untuk itu klorofil harus disuplai elektron dari molekul lain. Dalam waktu yang bersamaan H2O terpecah menjadi 2H+, OH- dan elektron (fotolisis). Elektron dari air inilah yang dipakai untuk menstabilkan klorofil. Jadi secara sederhana, Unit yang mampu untuk menangkap energi cahaya matahari, yaitu klorofil yang melepaskan elektron dan menyerap foton (energi cahya dengan panjang gelombang yang sesuai), disebut dengan fotosistem. Dikenal ada 2 macam fotosistem di dalam tilakoid, yaitu fotosistem I dan fotosistem II. Fotosistem I

Di dalam fotosistem I, terdapat molekul klorofil yang berada pada pusat reaksi dari fotosistem I dinamakan P700. Di sebut demikian karena sangat baik menyerap energi cahaya dengan panjang gelombang 700nanometer.

Fotosistem II

Di dalam fotosistem II, terdapat molekul klorofil yang berada pada pusat reaksi fotosistem II dan dinamakan P680, karena sangat baik menyerap energi cahaya dengan panjang gelombang 680 nanometer. Proses penyerapan cahaya yang selanjutnya berdampak pada lepasnya elektron dari klorofil, untuk selanjutnya di salurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron.

Proses penyerapan energi cahaya dapat mengakibatkan terlepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a. Klorofil b. Elektron yang terlempar keluar orbit berada dalam keadaan tidak stabil yang menyimpan energi tinggi disebut tereksitasi. Klorofil a memperoleh energi cahaya dari akseptor elektron berasal dari sekelompok molekul pada perangkat pigmen yang dapat menangkap elektron cahaya berenergi tinggi disebut antene. Klorofil a dan pigmen-pigmen lain mengelompok di dalam tilakoid membentuk bangunan unit pigmen. Klorofil a. klorofil yang memiliki pigmen warna kuning sampai jingga disebut karoten memiliki struktur mirip dengan klorofil a. Dalam keadaan demikian. fotosistem I bersifat siklis dan fotosistem II bersifat nonsiklis. Cahaya yang terserap klorofil a merupakan cahaya yang berenergi tinggi. sehingga dapat menyebabkan terlemparnya elektron yang ada pada pigmen. elektron dari air ini diambil untuk menstabilkan keadaan klorofil kembali. Proses berikutnya elektron masuk dalam aliran elektron. maka proses tersebut merupakan awal dari proses terjadinya proses fotosintesis. OH. ungu. selanjutnya disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron. pigmen merupakan senyawa kimia yang dapat menyerap cahaya tampak. Berdasarkan aliran elektron. yaitu fotosistem I atau disebut P700 karena sensitif terhadap energi cahaya dengan panjanggelombang 700 nm Dan fotosistem II atau disebut P680 yang sensitif terhadap energi cahaya dengan panjang gelombang 680 nm. Ada dua macam klorofil. yaitu sebagai berikut. klorofil a terletak di tengah bangunan yang disebut sebagai pusat reaksi. Warna klorofil dapat berbeda-beda tergantung dari jenis klorofil dan cahaya yang terserap kemudian dipantulkan.dan elektron (fotolisis). . kompleks antene dan akseptor elektron yang mampu menangkap energi cahaya (foton) matahari.Proses ini merupakan awal dari proses fotosintesis. klorofil berusaha mensuplai elektron dari molekul lain dan dalam waktu bersamaan H2O terpecah menjadi 2H+. Untuk jelasnya semua ini akan diuraikan pada tahap selanjutnya yaitu Aliran atau siklus elektron Baik pada Fotosistem I dan II merupakan suatu unit yang terdiri atas klorofil a. jika elektronnya berasal dari fotosistem I bersifat nonsiklus dan apabila elektronnya berasal dari fotosistem II bersifat siklus. Jika klorofil hanya menyerap cahaya merah. Pada klorofil a terdapat dua macam fotosistem. yaitu klorofil yang memiliki pigmen warna hijau. dan biru kemudian dipantulkan kembali maka terlihat warna hijau.

Perlu Anda ketahui sintesis ATP dalam kloroplas disebut sebagai fotofosforilasi . Kemudian elektron itu pindah ke akseptorlain. energi tersebut digunakan dalam fotofosforilasi siklik dengan produk akhir berupa ATP. Dalam hal ini ATP berguna dalam pembentukan karbohidrat. Cahaya berenergi tinggi yang terserap klorofil a dapat menyebabkan elektron (e-) berasal dari fotosistem I atau P700 terlempar keluar orbitnya. seperti yang telah kita pelajari sebelumnya. dan tidak dihasilkan NADPH serta O2. Pada saat perjalanan elektron (e-) berasal dari P700 yang terlempar keluar orbit tersebut lalu ditangkap oleh akseptor penerima elektron seperti plastokuinon atau sitokrom.Aliran Elektron pada FOTOSISTEM Perjalanan yang ditempuh oleh elektron ada dua yaitu sebagai berikut. . ATP digunakan sebagai energi yang dapat dimanfaatkan dalam proses biologis sel-sel organisme. Gambar Pembentukan ATP melalui fotofosforilasi siklik Selama proses perpindahan dari akseptor satu ke akseptor lain terdapat energi yang terlepas dari elektron. lalu pindah kembali ke klorofil P700 semula.

Selanjutnya elektron itu pindah dan tidak kembali ke klorofil P700.Apa yang dimaksud fotofosforilasi? Fotofosforilasi adalah peristiwa bereaksinya senyawa ADP dan asam fosfat menjadi ATP. tetapi mengalir melalui membran tilakoid. Proses pembentukan gula (karbohidrat) dapat Anda lihat pada siklus Calvin.berasal dari pecahan H2O mengikuti jalannya elektron siklik pindah ke akseptor lain seperti plastosianin atau feredoksin. maltosa. fruktosa dan amilum) dan O2. Dengan pelepasan elektron tersebut. . Molekul NADPH2 dan ATP yang berenergi tinggi digunakan untuk mengubah CO2 dan H2O menjadi produk gula (seperti glukosa. ADP + Pi ---> ATP ALIRAN FOTOSISTEM II NON SIKLIK Perjalanan aliran elektron fotosistem II. seperti berikut. elektronnya (e-) juga berasal dari P700. maka P700 menjadi molekul yang teroksidasi sehingga menyedot elektron dari P680 berenergi tinggi yang berasal dari energi cahaya (foton) matahari. Elektron (e-) yang terlempar keluar orbit dan ditangkap oleh akseptor elektron yaitu NADPH2 kemudian elektron (e-) bersamaan dengan 2H.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->