Kasus Pemicu 4 (AIDS) Tn.

A usia 35 tahun, TB 170 cm dan BB saat ini 50 kg, mengeluh lemah, lemas tidak bergairah, diare selama 40 hari, sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat sampai suatu ketika hanya karena flue tersebut Tn.A nyaris pingsan. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan nilai ELISA Western Blot (+), neutropenia, anemia normositik normokrom, limfosit CD4+ 180 sel/µl. Step 1 (10 menit) Identifikasi istilah : 1. Elisa Western Blot 2. Neutropenia 3. Anemia normositik normokrom
4. LimfositCD4+ 180 sel/µl.

Step 2 (10 menit) Jawaban Istilah: 4) LimfositCD4+ 180 sel/µl Annisa Sholihatina Limfosit merupakan sejenis sel T, Limfosit diserang virus HIV. Bila diserang CD4+ <200 sel/µl, maka limfosit nya sudah rusak dan kekebalan tubuh menjadi menurun. Apabila <300 sudah terinfeksi virus HIV. Pertanyaan: 1. Annisa Fitria Apryanti Mengapa virus HIV menyerang Limfosit T? 2. Amilia Destiani Sofia Mengapa orang yang terkena HIV belum pasti terkena AIDS tapi orang yang sudah pasti AIDS pasti terkena HIV? 3. Anis Supi Tasripiyah Bagaimana mekanisme HIV menyerang tubuh? 4. Anisa Suangga Penjelasan HIV dan AIDS? 5. Asih Purwandari Apakah ada obat untuk HIV atau AIDS? 6. Ahira Amarilis Biasanya orang yang terkena HIV dikarenakan free sex atau pemakaian jarum suntik yang dipakai bergantian, apakah orang yang tidak melakukan itu semua bisa tertular juga? 7. Ana Noviana HIV bila terkena orang yang sudah ada penyakitnya, apakah akan berpengaruh lebih besar? 8. Annisa Fitria Apryanti Mengapa HIV ditularkan melalui cairan? 1

9. Ade Lestari Apa benar bila lewat saliva dan keringat, HIV tidak menular? 10. Anisa Suangga Mengapa diare pada kasus di atas bisa sampai 40 hari? 11. Amilia Destiani Sofia Mengapa pasien HIV sering mendadak flu bahkan sampai flu berat? 12. Ahira Amarilis Mengapa pasiennya bahkan sampai pingsan? 13. Annisa Sholihatina Mengapa virus HIV baru bisa dideteksi setelah beberapa tahun? 14. Anna Nurjannah Bagaimana tahapan dari terkena virus sampai terjadi AIDS? 15. Ayu Siti Marlina Biasanya orang yang terinfeksi HIV akan terjadi banyak komplikasi, bagaimana bisa sampai terjadi ke seluruh tubuh? 16. Aira Putri Mardela Apakah obat penguat sistem imun yang diberikan pada orang yang terinfeksi HIV ada efeknya? 17. Asih Purwandari Dalam kasus, pasien sudah pada tahapan AIDS keberapa? 18. Annisa Sholihatina HIV pertama kali ditemukan pada orang yang homosexual, apakah homoseksual lebih tinggi resikonya terkena HIV? Step 3 (30 menit) Jawaban Pertanyaan: 1. Asih Purwandari Karena mekanisme pertahanan tubuh adalah leukosit dan limfosit T termasuk leukosit yang bertugas untuk melawan virus yang masuk, sedangkan limfosit B untuk menahan virus masuk. 2. Ahira Amarillis Karena baru diketahui dan dideteksi AIDS bisa diketahui setelah beberapa tahun, bisa sampai 2 tahun. Dan bila gejalanya sudah terlihat itu bisa dipastikan sudah masuk tahap AIDS. 3. Ayu Siti Marlina Virus HIV itu baru bisa hidup jika RNA nya diubah menjadi DNA untuk menghasilkan protein, dimana protein ini akan menghasilkan virus-virus baru. 4. Ade Lestari HIV adalah virusnya, sedangkan AIDS adalah sindrom penurunan kekebalan tubuh yang 2

disebabkan oleh virus HIV. 5. Annisa Sholihatina Ada vaksin yang bernama Abacir bisa digunakan untuk menghambat proses perkembangan virus. Di negara maju juga ditemukan terapi HAART yang bisa menambah harapan hidup. 6. Annisa Fitria Apryanti HIV bisa tertular karena transfusi darah yang sudah terinfeksi HIV atau terkena jarum pentul yang sudah pernah tertusuk pada penderita HIV. Ade Lestari HIV juga bisa tertular melalui luka terbuka yang terkena darah atau semen penderita HIV Anis Supi Tasripiyah Bisa juga bayi terinfeksi dari ASI dan orang yang melahirkan sesar bayinya akan lebih kecil cenderung untuk terinfeksi HIV dari ibunya. 7. Aira Putri Mardela Akan semakin tambah parah, karena HIV langsung menyerang limfosit T, maka sistem imun akan semakin menurun. Asih Purwandari Bila terkena HIV maka sistem imun menurun sehingga rawan terkena penyakit, maka disebagian tempat penderita diisolasi. 8. Asih Purwandari Karena cairan tubuh sangat berperan penting dalam tubuh dan sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air, maka virus HIV bisa tumbuh disitu. Annisa Fitria Apryanti Sebenarnya orang yang meninggal itu bukan karena virusnya tapi dikarenakan komplikasi penyakitnya. 9. Annisa Sholihatina Menurut penelitian CDC, saliva, air mata juga memiliki andil untuk menularkan HIV tapi hanya 0,1%. Jadi banyak yang menganggap tidak menularkan. Asih Purwandari Virus HIV bila terkena sinar matahari bisa mati. 10. + 11. Annisa Fitria Apryanti Karena mekanisme pertahanan tubuh sudah tidak ada jadi diarenya tidak sembuh-sembuh. 12. Annisa Fitria Apryanti Pingsan karena kompensasi tubuh Anis Sufi Tasripiyah Karena flu banyak sekret, bersihan jalan nafas tak efektif jadi suplai oksigen menurun ke otak. 13. Ayu Siti Marlina 3

Karena antibodi tubuh lama bereaksi terhadap virus HIV, sehingga baru bisa dideteksi sampai beberapa tahun. 14. Anis Sufi Tasripiyah Tahap pertama disebut tahap jendela, tahap kedua disebut HIV, tahap ketiga disebut HIV + gejala , tahap AIDS Ayu Siti Marlina Tahap pertama belum ada gejala tapi sudah bisa menularkan; tahap kedua sudah bisa diperiksa positif terkena HIV; tahap ketiga sudah menunjukkan gejala seperti diare, lemas, flu berat; tahap keempat memiliki gejala komplikasi seperti TBC, kanker kulit. 15. Ahira Amarillis karena kekebalan tubuh menurun maka sangat sensitif terhadap banyak penyakit maka banyak komplikasi. 16. – 17. Annisa Sholihatina tahap 2 atau tahap 3, karena sudah ada gejala flu dan diare. Ayu Siti Marlina tahap 3, karena dari gejala-gejala sudah termasuk tahap AIDS 18. Ahira Amarillis Sebenarnya resikonya sama besar, hanya saja yang awal ditemukan pada homoseksual yang berganti-ganti pasangan dan yang homoseksual juga ada yang biseksual yang bisa memiliki keturunan yang juga tertular. Step 4 Mind Map
Organ,sel dan antibodi Tubuh yang terlibat dalam sistem pertahanan

Universal Precaution

Aspek etik dan legal Aspek Komunitas

Konsep Virus Definisi Karakteristik Sejarah Daur hidup virus

Aspek nutrisi

HIV

Asuhan Keperawatan Pengkajian Pem.Penunjang Analisa data Diagnosa Keperawatan Intervensi 4

Konsep AIDS Sejarah Definisi Etiologi Klasifikasi Manifestasi klinis Patofisiologi Pemeriksaan diagnostik Penatalaksanaan medis Komplikasi Pencegahan

Pemeriksaan ini sangat mirip dengan ELISA. Tes ELISA dapat dilakukan dengan sampel darah vena. air liur. tes ini mendeteksi antibodi yang dibuat tubuh terhadap virus HIV. pemeriksaan ini lebih sulit dan butuh keahlian lebih dalam melakukannya.LO 1. Western Blot juga mendeteksi antibodi terhadap HIV. Kerena alasan inilah maka para ahli menganjurkan pemeriksaan ELISA dilakukan setelah minggu ke 12 sesudah melakukan aktivitas seksual berisiko tinggi atau tertusuk jarum suntik yang terkontaminasi. Anemia Normositik Normokrom 3. Hasil positif pada ELISA belum memastikan bahwa orang yang diperiksa telah terinfeksi HIV. yaitu Western Blot atau IFA. untuk mengkonfirmasi hasil pemeriksaan ELISA ini. sehingga kasus 'yang tidak dapat disimpulkan' sangat kecil. Walaupun demikian. atau air kencing. Antibodi tersebut biasanya diproduksi mulai minggu ke 2. Saat ini telah tersedia Tes HIV Cepat (Rapid HIV Test). Western Blot • Elisa Western Blot ELISA (Enzym-Linked Immunosorbent Assay). Western blot menjadi tes konfirmasi bagi ELISA karena pemeriksaan ini lebih sensitif dan lebih spesifik. Apa efeknya terhadap virus HIV bila sudah diberikan obat terhadap sistem imun? Jawaban LO a. Neutropenia c. Masih diperlukan pemeriksaan lain. Pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab: No16. Mind Map 2. masih ada dua kemungkinan. 5 . Istilah-istilah: a. b. Jadi walaupun ELISA menunjukkan hasil positif. orang tersebut sebenarnya tidak terinfeksi HIV atau betul-betul telah terinfeksi HIV. Ada dua macam cara yaitu menggunakan sampel darah jari dan air liur. Neutropenia Neutropenia adalah jumlah neutrofil yang sangat sedikit dalam darah. • Western Blot Sama halnya dengan ELISA. Elisa Western Blot b. atau bahkan setelah minggu ke 12 setelah terpapar virus HIV.

Neutrofil merupakan sistem pertahan seluler yang utama dalam tubuh untuk melawan bakteri dan jamur. namun juga infeksi-infeksi bakteri atau parasit). jika WBC adalah 10. jika jumlahnya mencapai kurang dari 500 sel/mikroL. neutrofil mengikuti sirkulasi selama kurang lebih 6 jam. Pematangan neutrofil dalam sumsum tulang memerlukan waktu selama 2 minggu. seseorang bisa meninggal karena infeksi. Jika jumlah neutrofil mencapai kurang dari 1. • • Obat-obat yang mungkin merusak sumsum tulang (bone marrow) atau neutrophils. ANC akan menjadi 7. Setelah memasuki aliran darah. Kekurangan-kekurangan vitamin (megaloblastic anemia yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan/atau folate). Contoh-contoh termasuk: HIV. yang tampak sebagai kemerahan. Keseluruhan proses ini menghasilkan respon peradangan di daerah yang terinfeksi.000 sel/mikroL. mencari organisme penyebab infeksi dan benda asing lainnya. tuberculosis. Neutropenia adakalanya lebih jauh dikelompokan sebagai: • • • • ringan jika batasan ANC dari 1000-1500/microL. ANC dari kurang dari 1500 per microliter (1500/microL) adalah definisi yang umumnya diterima dari neutropenia. termasuk kemoterapi kanker. menempelkan dirinya kepada benda asing tersebut dan menghasilkan bahan racun yang membunuh dan mencerna benda asing tersebut. Neutrofil juga membantu penyembuhan luka dan memakan sisa-sisa bendaasing.000 per microliter dan 70% adalah neutrophils. Absolute neutrophil count (ANC) ditentukan oleh produk dari jumlah sel darah putih atau white blood cell count (WBC) dan fraction (pecahan) dari neutrophils diantara sel-sel darah putih seperti yang ditentukan oleh analisa WBC differential. Tanpa kunci pertahan neutrofil. Epstein Barr virus (EBV). Jika menemukannya. malaria. Reaksi ini bisa merusak jaringan sehat di daerah terjadinya infeksi. neutrofil akan pindah ke dalam jaringan. 6 Neutropenia mungkin timbul sebagai akibat dari banyak kondisi-kondisi medis: . sehingga penurunan jumlah sel darah putih biasanya juga berarti penurunan dalam jumlah total neutrofil. Contohnya. sedang dengan ANC dari 500-1000/microL. resiko terjadinya infeksi akan sangat meningkat. Neutrofil biasanya merupakan 70% dari seluruh sel darah putih. Infeksi-infeksi (lebih umum infeksi-infeksi virus. kemungkinan terjadinya infeksi sedikit meningkat. dan parah jika ANC dibawah 500/microL.000 per microliter. pembengkakan dan panas.

masalah endokrin. Adakalanya biopsi sumsum tulang mungkin diperlukan untuk mendiagnosa penyebab yang spesifik dari neutropenia.• • • • Penyakit-penyakit dari sumsum tulang seperti leukemia-leukemia. kegagalan sumsum tulang. myelodysplastic syndrome. Pasca perdarahan akut c. anemia aplastik d. sindrom mielodisplasia. tes-tes lain mungkin diperlukan. Hemolitik b. maka dicurigai adanya anemia aplastik. alkoholism f. Mendiagnosa Neutropenia didiagnosa dengan jumlah sel darah yang dilakukan pada sample darah yang dikeluarkan dari vena. contohnya. Penyakit-penyakit bawaan (sejak lahir) dari fungsi sumsum tulang atau dari produksi neutrophil. Jika retikulosit tidak ditemukan. yang merujuk pada perampasan yang meningkat dan/atau penghancuran dari sel-sel darah oleh limpa (spleen). Anemia normositik normokrom dapat terjadi karena: a. Penghancuran autoimmune dari neutrophils (sebagai kondisi primer atau berhubungan dengan penyakit lain seperti Felty's syndrome) atau dari obat-obat yang menstimulasi sistim imun untuk menyerang sel-sel. 7 . Anemia Normositik Normokrom Anemia Normositik Normokrom adalah Ukuran dan bentuk sel-sel darah merah normal serta mengandung hemoglobin dalam jumlah yang normal ( MCV dan MCHC normal atau rendah ). sindrom mielodisplasia e. myelofibrosis. • Hypersplenism. terapi radiasi. Sehingga banyak eritrosit muda (retikulosit) yang terlihat pada gambaran darah tepi. Kostmann syndrome. anemia def besi dan b12 yang tidak diobati. aplastic anemia. Terapi Radiasi. Untuk menentukan penyebab yang spesifik dari neutropenia pada situasi yang diberikan. c. dan alkoholism. anemia pada penyakit hati kronik Patofisiologi anemia ini terjadi karena pengeluaran darah / destruksi darah yang berlebih sehingga menyebabkan Sumsum tulang harus bekerja lebih keras lagi dalam eritropoiesis.

Secara langsung. Ketika sel CD4 menggandakan diri untuk melawan infeksi apa pun. 1. semakin mungkin kita akan mudah sakit atau mungkin akan mengalami infeksi oportunistik. Vaksinasi dapat berdampak serupa. Yang mempengaruhi Jumlah CD4 Jumlah sel CD4 berubah-ubah tergantung pada jam pengambilan contoh darahnya. Disebut juga sel T-4. Selain ada sel CD4 ada juga sel CD8 yang disebut sel T-8 atau sel pembunuh. kelehan dan stres. sel tersebut juga membuat banyak duplikasi HIV. CD4 Sel CD4 adalah macam sel darah putih atau limfosit dan ini bagian yang p-enting dari sistem kekebalan tubuh manusia. Kerja sel T-8 membunuh sel kanker atau sel yang terinfeksi virus. Semakin menurunnya sel CD4 berarti sistem kekebalan tubuh kita semakin rusak dan semakin rendahnya jumlah CD4 yang ada dalam tubuh manusia. Hasil Test CD4 8 . Test Coombs ini ada yang secara langsung dan secara tidak langsung. Infeksi lain juga dapat mempengaruhi jumlah CD4.Pemeriksaan Laboratorium yang mendukung anemia hemolitik Test Coomb's. Sebaiknya pengambilan contoh darah untuk tes CD4 dilakukan pada jam dan laboratorium yang sama. Jumlah CD4 dan CD8 juga naik. Sel CD4 mempunyai protein CD4 pada permukaan sel. Secara tidak langsung. Sel CD4 dapat dibedakan dari Sel CD8 berdasarkan protein tertentu yang ada di permukaan sel.yang dapat menyebabkan kerusakan sel. dan menjadi bagian dari sel tersebut. Pentingnya Sel CD4 sehububgan dengan HIV Ketika manusia terinfeksi HIV sel yang paling sering terinfesi adalah sel CD4. 2. Dilakukan setelah hitung retikulosit dan di dapatkan retikulosit meningkat. Juga dua minggu setelah pulih dari infeksi dan vaksinasi. Biasanya uji ini digunakan sebelum transfusi darah (untuk memeriksa keberadaan antibodi dalam darah resipien dan donor sebelum dilakukan transfusi darah) d. Untuk mendeteksi antibodi yang melekat pada sel darah merah. Untuk mendeteksi antibodi yang bersirkulasi dengan bebas dalam serum klien. Ketika tubuh kita melawan infeksi maka jumlah sel darah putih (limfosit) akan naik. sel pembantu atau kadang sel CD4+. Uji ini dapat mengidentifikasi suatu reaksi antigenantibodi yang lemah walaupun tidak tampak aglutinasi SDM.

berdasarkan definisi Depkes.Jumlah sel CD4 di tulis dalam satu milimeter kubik (mm3) darah. Pada orang yang terinfeksi HIV perbandingannya CD8 lebih banyak dibanding dengan CD4. Jumlah sel CD4 bisa jatuh pada angka yang sangat rendah pada orang yang terinfeksi HIV. Tidak kesepakatan tentang jumlah CD4 yang normal. Jumlah CD4 dipakai bersama untuk meramalkan berapa lama kita akan tetap sehat. CD8 berkisar antara 3751. sudah waktunya mempertimbangkan ART (Terapi Antiretroviral). tetapi berkisar 500-1. Jika hasi tes CD4 = 34% berarti 34% dari limfosit kita adalah CD4. kita dianggap AIDS.9 berarti kurang lebih dari 1-2 sel.9 dan 1. Jika jumlah CD4 dibawah 200 mm3. Jika jumlah CD4 menurun dibawah 350 . bahkan rusak sehingga obat penguat sistem imun tidak akan berpengaruh apabila diberikan pada orang yang terinfeksi HIV. atau dibawah 14%. kadang kala menjadi nol. beberapa dokter memakai prosentase jika CD4 dibawah 15%. Angka normal berkisar 30 . Karena jumlah CD4 sering berubah-ubah biasnya dokter lebih menggunakan presentase sel CD4.60%. Perbandingan sel CD4 dengan sel CD8 pada orang sehat berkisar 0. sekalipun jumlah CD4 tinggi. Adalah perbandingan dengan limfosit total.100 mm3 . Di bawah 14% menunjukan kerusakan parah pada sistem kekebalan tubuh. Jawaban LO no. Hal ini adalah tanda AIDS pada orang yang terinfeksi HIV.16 Pada orang yang terinfeksi HIV sistem kekebalan tubuhnya sudah melemah.600 mm3 . 9 .

Badan Hassall. dan pembangunan kekebalan. saat beratnya sampai sebesar 40 gram. seperti berkontribusi pada produksi sel. Timus adalah organ yang memiliki banyak pembuluh darah dan pembuluh limfatik yang mengalirkan isinya ke Organ yang terlibat dalam sistem kelenjar-kelenjar gatah bening mediastinum. limpa juga hanya segumpal daging.Organ Tubuh yang terlibat dalam sistem pertahanan Kelenjar Timus Timus adalah sebuah organ berlobus dua yang terletak di mediastinum anterior dan di atas jantung. Korteks mengandung banyak timosit (limfosit T yang ditemukan di timus). sedangkan medula lebih jarang terisi oleh sel. Fungsinya yang sangat sulit dan rumitlah yang membuatnya sangat menakjubkan. Ia mengorgani-sasikan 10 . Tugas limpa. Saat lahir. Kajian saksama mengenai tugas yang dilak-sanakan organ berwarna merah tua di bagian atas abdomen ini menying-kapkan gambaran luar biasa. ditemukan di medula. Sel-sel kekebalan (limfosit T) yang dilatih di timus Limpa Unsur menakjubkan lain-nya dari sistem pertahanan kita adalah limpa. Namun ia menunjukkan kinerja dan tingkat kecerdasan tak terduga dari sekadar segumpal daging. fagositosis. Limpa terdiri dari dua bagian: pulp merah dan pulp putih. lalu mengikuti aliran darah. Timosit adalah limfosit T yang datang dari sumsum tulang melalui aliran darah dan berada dalam berbagai stadium perkembangan. perlindungan sel darah merah. timus mengalami involusi sampai beratnya kurang dari 15% ukuran saat pubertas. Limfosit yang baru dibuat di pulp putih mula-mula dipindahkan ke pulp merah. sama seperti organ-organ lainnya. yaitu kelompok-kelompok sel epitel yang tersusun rapat yang mungkin merupakan tempat degenerasi sel. Selama masa dewasa dan usia lanjut. Timus kekebalan tubuh memiliki korteks di sebelah luar dan medula di sebelah dalam. berat timus adalah 10 sampai 15 gram dan meningkat ukurannya sampai maksimum pada saat pubertas. Tentu saja. sangat pen-ting sekaligus sulit.

Orang dewasa memiliki rata-rata 2. Sumsum kuning menghasilkan sel darah putih dan warnanya ditimbulkan oleh sel-sel lemak yang banyak dikandungnya. semua sumsum tulang adalah sumsum merah. Sumsum merah ditemukan terutama pada tulang pipih seperti tulang pinggul. dan akan terus-menerus seperti itu selama masih dikehendaki demikian oleh Allah. tengkorak. Sel darah merah. dan juga beker-ja tanpa istirahat. Sumsum Tulang Sumsum tulang (Bahasa Inggris: bone marrow atau medulla ossea) adalah jaringan lunak yang ditemukan pada rongga interior tulang yang merupakan tempat produksi sebagian besar sel darah baru. tulang dada. Ada dua jenis sumsum tulang: sumsum merah (dikenal juga sebagai jaringan myeloid) dan sumsum kuning. Sewaktu lahir.segalanya. dan pada bagian lunak di ujung tulang panjang femur dan humerus. tulang belikat. keping darah. 11 . tulang punggung. Pada keadaan sewaktu tubuh kehilangan darah yang sangat banyak. Seiring dengan pertumbuhan. Sumsum kuning ditemukan pada rongga interior bagian tengah tulang panjang. semakin banyak yang berubah menjadi sumsum kuning. sumsum kuning dapat diubah kembali menjadi sumsum merah untuk meningkatkan produksi sel darah. Sesungguhnya limpa bekerja untuk manusia dengan sangat giat sejak manusia lahir. tulang rusuk. dan sebagian besar sel darah putih dihasilkan dari sumsum merah. tidak membiarkan terjadinya masalah. Kedua tipe sumsum tulang tersebut mengandung banyak pembuluh dan kapiler darah.6 kg sumsum tulang yang sekitar setengahnya adalah sumsum merah.

Hal ini menyebabkan respon imun sekunder jauh lebih cepat daripada respon imun primer. 1 limfosit B dibiarkan hidup untuk menyimpan antibodi yang ada dari sebelumnya. Makrofag Makrofag adalah sel kecil yang tak terlihat oleh mata telanjang. mereka hanya melaksanakan tugas. maka limfosit B membelah secara mitosis dan menghasilkan beberapa sel limfosit B. 2. Semuanya melepaskan antibodi dan merangsang sel Mast mengeluarkan histamin untuk membunuh antigen tersebut. Transfer Informasi Fungsi menakjubkan lainnya dari makrofag adalah dalam hal menyuplai limfosit yaitu sel B dan sel T dengan informasi mengenai musuh. sel yang membawa antigen berjalan ke nodus limfa (jaringan limfatik) melalui saluran limfatik. Setiap sel B dapat mengenali target antigen spesifik dan mampu mensekresikan antibodi spesifik. Mereka adalah makhluk hidup yang hanya menuruti perintah yang lebih tinggi. Inilah proses respon imun primer. 1 sel limfosit B dibiarkan tetap hidup untuk menyimpan antibodi yang sama sebelum penyerang terjadi. Limfosit B memori biasanya 12 . Limfosit B dengan cepat menghasilkan lebih banyak sel Limfosit B daripada sebelumnya. Suatu saat. Kemudian. Limfosit B yang tersisa ini disebut limfosit B memori.Sel yang Bertugas dalam Sistem 1. maka bisa saja ia akan sakit yang disebabkan oleh antigen yang sama karena limfosit B yang mengingat antigen tersebut sudah mati. jika suatu individu lama tidak terkena antigen yang sama dengan yang menyerang sebelumnya. a. Jika sel limfosit B bertemu dengan antigen dan cocok. antigen yang sama menyerang kembali. Mereka tidak memiliki kapasitas untuk berpikir. Semua limfosit B segera melepaskan antibodi dan merangsang sel Mast untuk menghancurkan antigen atau sel yang sudah terserang antigen untuk mengeluarkan histamin. Jika suatu saat. Limfosit Limfosit B Fungsi utama dari sel-sel B yaitu sebagai imunitas atau antibody humoral. limfosit B akan melalui 2 proses yaitu respon imun primer dan respon imun sekunder. Setelah fagositosis antigen. Saat terjadi respon imun. Sel B dan sel T inilah pahlawan sejati di dalam sistem pertahanan.

Sitokin dapat berikatan dengan sel-sel target dan mengaktifkan proses inflamasi. Limfosit T pembantu akan lepas dari sel yang diserang dan menghasilkan senyawa baru disebut IL-2. 13 . CD8+. Sel CD8+ membunuh sel yang terinfeksi virus atau bakteri. Limfosit T Sitotoksik akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel yang terkena penyakit tersebut. Secara garis besar. Pertama. sistem kekebalan tubuh kita dibagi menjadi dua bagian. Limfosit T Limfosit T atau sel T memiliki dua fungsi utama : regulasi system imun dan membunuh sel-sel yang membawa target antigen spesifik. yang asing bagi tubuh kita. Setiap sel T memiliki penanda permukaan. Respon imun akan dimulai jika sel ini bertemu dengan limfosit T yang sedang berpatroli dengan mengeluarkan IL-1 sehingga limfosit T terangsang untuk mencocokkan antibodi dengan antigennya. yang membedakan antar sel. dan makrofag saat ada antigen spesifik. Antibodi Dasar-dasar Antibodi Sistem kekebalan tubuh sendiri diartikan sebagai semua mekanisme yang digunakan oleh tubuh untuk menangkal pengaruh faktor atau zat yang berasal dari lingkungan. Sel T mampu menghasilkan sitokin (zat kimia yang dapat membunuh sel) seperti interferon. Jika tidak ada antigen yang sama yang menyerang dalam waktu yang sangat lama. Sitokin juga meningkatkan pertumbuhan sel. Sel CD4+ merupakan sel pembantu yang mengaktivasi sel B. Jika suatu saat ada patogen yang berhasil masuk dalam tubuh kemudian dimakan oleh suatu sel. Interleukin merupakan jenis sitokin yang berperan sebagai pembawa pesan antar sel darah putih. maka patogen itu dicerna dan materialnya ditempel pada permukaan sel tersebut.berumur panjang dan tidak memproduksi antibodi kecuali dikenai antigen spesifik. maka limfosit B bisa saja mati. dan individu yang seharusnya bisa resisten terhadap antigen tersebut bisa sakit lagi jika patogen itu menyerang. killer cells. Permukaan Limfosit T memiliki antibodi yang hanya cocok pada salah satu antigen saja. Limfosit T-Helper bisa saja mengeluarkan senyawa bernama perforin untuk membocorkan sel tersebut sehingga isinya keluar dan mati. mengaktivasi fagosit dan menghancurkan sel target. juga sel-sel kanker. seperti CD4+. yang berfungsi untuk mengaktifkan dan memanggil Limfosit T Sitotoksik. Kemudian. maka limfosit T-Helper yang mengetahui bahwa sel ini sudah terkena antigen mempunyai 2 pilihan untuk menghancurkan sel tersebut dengan patogennya. maka seluruh proses respon imun harus diulang dari awal. Materi yang tertempel itu disebut antigen. biasanya neutrofil. Kedua. b. limfosit T berperan penting sebagai respon selular. dan CD3+. Interleukin rekombinan (sintetis) saat ini sedang dipelajari dalam uji klinis untuk pasien terinfeksi HIV. Selain itu. Jika antibodi dan antigennya cocok.

Antibodi merupakan senjata yang tersusun dari protein dan dibentuk untuk melawan selsel asing yang masuk ke tubuh manusia. sifat dan dosis antigen. Senjata ini diproduksi oleh sel-sel B. yaitu spesifik terhadap jenis tertentu dari antigen. Salah satu contoh peristiwa yang melibatkan antibodi adalah ketika kulit kita terkena infeksi karena luka maka akan timbul nanah. Salah satu senyawa kimia yang berperan penting dalam kekebalan tubuh dapatan adalah antibodi. Ribuan atau jutaan jenis antigen yang masuk akan merangsang dibentuknya ribuan atau jutaan jenis antibodi pula. serta monosit dalam darah. Kualitas suatu antibodi dinilai dari beberapa hal. bahkan cukup luas dan beragam dengan mekanisme kerja yang unik. Tahap pertama dari respon antibodi dimulai dari fagositosis antigen oleh makrofag atau sel lain dalam system retikuloendotelial yang meliputi sel-sel Langerhans di kulit.yaitu sistem kekebalan alami (innate immunity) dan sistem kekebalan dapatan (acquired immunity) yang keduanya saling bekerja sama menangkal zat asing dari luar tubuh yang tentu apabila dibiarkan akan berbahaya bagi tubuh. Antibodi diproduksi sesudah host diinjeksi dengan antigen. Antibodi mempunyai dua fungsi. Untuk menentukan kemurnian biasanya dipakai teknik elektroforesis. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal ini yaitu penanganan dan pemilihan hewan coba. cara injeksi. Respon antibodi merupakan puncak dari serangkaian interaksi antara makrofag. Setiap detik sekitar 2000 molekul antibodi diproduksi oleh sel limfosit B. pertama untuk mengikatkan diri kepada sel-sel 14 . sekelompok prajurit pejuang dalam sistem kekebalan. Sel-sel tersebut berdasarkan fungsi imunologisnya digolongkan sebagai antigen-presenting cells (APC). Beberapa teknik biasanya digabung untuk menentukan spesifitas sepeti kemampuan antibodi bereaksi dengan protein lain atau protein yang serupa dari spesies lain. Nanah ini merupakan sel darah putih penghasil antibodi yang mati setelah berperang melawan antigen. sel T. sel B terhadap hadirnya antigen asing. Antibodi adalah suatu protein yang dihasilkan oleh suatu sel dalam tubuh kita (dinamakan sel limfosit B dan termasuk ke dalam kelompok sel darah putih) sebagai respon terhadap adanya antigen (antigen adalah senyawa kimia atau zat asing atau mikroba yang tidak dikehendaki tubuh karena berbahaya yang mampu membangkitkan respon kekebalan pada tubuh kita) yang masuk dalam tubuh. peranan senyawa kimia tidak bisa dipandang sebelah mata. Antibodi mempunyai ciri khas. Produksi antibodi diawali dengan melakukan injeksi atau imunisasi pada host atau hewan coba. yaitu: konsentrasi kemurnian dan spesifisitas. Antibodi akan menghancurkan musuh-musuh penyerbu. Di dalam sistem ini. sel dendritik pada spleen dan lymph node.

Membuat antibodi spesifik untuk masing-masing musuh merupakan proses yang luar biasa. Berada dalam aliran darah dan cairan non-seluler. Dan. langsung menuju musuh dan menghambatnya begitu terdeteksi. Antibodi bukan berjenis tunggal. Hal ini karena antibodi yang dihasilkan untuk suatu penyakit belum tentu mangkus bagi penyakit lainnya. Protein paling khas pada sistem pertahanan. Mereka mengikuti aliran darah. Protein-protein yang berfungsi untuk melindungi tubuh lewat proses kekebalan ini dinamakan "imuno globulin". molekul imuno globulin mengikatkan diri pada antigen untuk menginformasikan kepada sel-sel kekebalan lainnya tentang keberadaan antigen tersebut atau untuk memulai reaksi berantai perang penghancuran. serta menetralkan asam yang terkandung dalam racun. layaknya tank yang hancur dan tak dapat bergerak atau melepaskan tembakan setelah dihantam rudal saat pertempuran. maka tubuh menciptakan antibodi khusus yang cukup kuat untuk menghadapi si musuh. dan pantas dicermati. Mereka melindungi tubuh terhadap bakteri dan virus. di alam ini terdapat jutaan musuh (antigen). Proses ini dapat terwujud hanya jika sel-sel B mengenal struktur musuhnya dengan baik. Pengelompokan Antibodi Sebelumnya telah kita sebutkan bahwa antibodi adalah sejenis protein. disingkat "Ig". Fungsi kedua adalah membusukkan struktur biologi antigen tersebut lalu menghancurkannya. dan usus. Dihasilkan hanya dalam waktu beberapa hari. Selain itu. ia memiliki masa hidup berkisar antara beberapa minggu sampai beberapa tahun. IgG mampu menyelip di antara sel-sel dan menyingkirkan bakteri serta musuh mikroorganis yang masuk ke dalam sel-sel dan kulit. yaitu antigen. Mereka mempunyai efek kuat anti-bakteri dan penghancur antigen. seperti anak kunci dengan lubangnya yang dipasang dalam struktur tiga dimensi. Mereka menandai molekul-molekul asing tempat mereka mengikatkan diri. Dengan demikian sel prajurit tubuh dapat membedakan sekaligus melumpuhkannya. sistem getah bening. • IgG IgG (Imuno globulin G): IgG merupakan antibodi yang paling umum.musuh. Tubuh manusia mampu memproduksi masing-masing antibodi yang cocok untuk hampir setiap musuh yang dihadapinya. antibodi mengikatkan diri kepada bakteri dan virus penyebab penyakit. IgG beredar dalam tubuh dan banyak terdapat pada darah. Antibodi bersesuaian dengan musuhnya (antigen) secara sempurna. Sesuai dengan struktur setiap musuh. Karena kemampuannya serta 15 .

antibodi sang ibu akan melindungi embrio dari musuh sampai anak itu lahir. mereka dapat masuk ke dalam plasenta ibu hamil dan melindungi janin dari kemungkinan infeksi. jenis antibodi ini juga akan hilang setelah mereka melaksanakan semua tugasnya. karena IgA tidak terdapat dalam organisme bayi yang baru lahir. pada saat bayi telah berumur beberapa minggu. Mereka mendiami bagian tubuh yang paling mungkin dimasuki mikroba. kantong-kantong udara. Karena itu. Antibodi ini melindungi janin dari berbagai penyakit pada saat dalam kandungan. Antibodi merupakan organisme yang tersusun dari protein. Pernahkah Anda mempertanyakan siapa gerangan yang mengirimkan antibodi yang berusaha melindungi Anda dari mikroba pada saat Anda masih dalam bentuk embrio dan tidak mengetahui apa-apa? Mungkinkah itu ibu. Karena itu. Si ibu malah tidak menyadari bahwa dia telah dikaruniai rancangan bantuan ini. Setelah kelahiran. Mereka menjaga daerah itu dalam pengawasannya layaknya tentara andal yang ditempatkan untuk melindungi daerah kritis. mereka tidak akan meninggalkan sang bayi. normalnya.ukurannya yang kecil. maka janin dalam rahim tidak akan terlindungi melawan mikroba. Kepekaan daerah tersebut berhubungan langsung dengan kecenderungan bakteri dan virus yang lebih menyukai media lembap seperti itu. bayi yang menyusu pada ibunya akan mencerna antibodi ini dalam lambungnya. getah lambung. Hal ini dapat menyebabkan kematian sebelum lahir. IgA yang terdapat dalam ASI akan melindungi sistem pencernaan bayi terhadap mikroba. sehingga tidak lagi terlindung dari 16 . Seperti IgG. Sedangkan protein dicerna dalam lambung manusia. Selama periode ini. lendir. Jika antibodi tidak diciptakan dengan karakteristik yang memungkinkan mereka untuk masuk ke dalam plasenta. darah. IgA mirip satu sama lain. dan sekresi usus. Lalu kenapa sel-sel itu berada di payudara ibu? Kenapa pembuatan antibodi berlangsung dengan cara tersebut? Kekuatan mana yang memberi tahu sel-sel itu bahwa bayi yang baru lahir membutuhkan antibodi? Bukan suatu kebetulan bahwa sel yang terlibat dalam pembuatan anti-bodi untuk bayi ditempatkan pada bagian yang akan diisap sang bayi. Setiap bayi yang baru lahir membutuhkan pertolongan ibunya. atau ayah? Atau mungkinkah mereka memutuskan bersama dan mengirimi Anda antibodi secara bersama-sama? Tentu saja pertolongan yang kita bicarakan ini di luar kendali kedua orang tua. air liur. Sang ayah juga tidak menyadari apa yang telah terjadi. melainkan tetap melindunginya. Secara struktur. ASI. • IgA IgA (Imuno globulin A): Antibodi ini terdapat pada daerah peka tempat tubuh melawan antigen seperti air mata.

Akibat sifat bivalen dari antibodi dan banyaknya tempat antigen pada sebagian besar agen penyabab penyakitr. Antibodi ini kadang juga menimbulkan reaksi alergi pada tubuh. Karena itu. getah bening. mereka membantu sel T menangkap antigen. IgM merupakan antibodi pertama yang dihasilkan tubuh untuk melawan musuh. produksi enzim pencerna protein masih sangat sedikit. Pada tahap ini.mikroba. Antibodi yang tidak dapat dihancurkan lambung ini dapat diserap oleh usus secara utuh. dan pada permukaan sel B. getah bening. Maka. Mekanisme Kerja Antibodi Antibodi bekerja terutama melalui dua cara untuk mempertahankan tubuh terhadap agen penyebab penyakit : (1) dengan langsung menyerang penyebab penyakit tersebut dan (2) dengan mengaktifkan sistem komplemen yang kemudian dengan berbagai cara yang dimilikinya akan merusak penyebab penyakit tersebut. Untuk mengetahui apakah janin telah terinfeksi atau tidak. Antibodi ini bertanggung jawab untuk memanggil para prajurit tempur dan sel darah lainnya untuk berperang. antibodi yang sangat penting untuk hidup itu tidak dicerna dan akan melindungi bayi yang baru lahir dari musuhnya. Dengan menempelkan dirinya pada permukaan sel-sel T. kadar IgE tinggi pada tubuh orang yang sedang mengalami alergi. Akan tetapi. lambung bayi yang baru lahir diciptakan sedemikian rupa untuk tidak mencerna dan menghancurkan antibodi ini. • IgD IgD (Imuno globulin D): IgD juga terdapat dalam darah. Janin dalam rahim mampu memproduksi IgM pada umur kehamilan enam bulan. maka antibodi dapat mematikan aktivitas agen penyebab penyakit tersebut dengan salah satu cara berikut : 17 . • IgE IgE (Imuno globulin E): IgE merupakan antibodi yang beredar dalam aliran darah. Mereka tidak mampu untuk bertindak sendiri-sendiri. Jika musuh menyerang janin. produksi IgM janin akan meningkat. Pada saat organisme tubuh manusia bertemu dengan antigen. jika janin terinfeksi kuman penyakit. Sel-sel usus pada bayi diciptakan sedemikian rupa untuk melakukan hal itu. Kerja Langsung Antibodi Terhadap Agen Penyebab Penyakit. dan pada permukaan sel B. • IgM IgM (Imuno globulin M): Antibodi ini terdapat pada darah. dapat diketahui dari kadar IgM dalam darah.

Sistem Komplemen Pada Kerja Antibodi Komplemen istilah gabungan untuk menggambarkan suatu sistem yang terdiri dari kirakira 20 protein. seperti bakteri atau sel darah merah. 4. Untuk mengaktifkan banyak molekul pada tahap pertama dari sistem komplemen ini. di mana antibodimenutupi tempat-tempat yang toksik dari agen yang bersifat antigenik. yang kebanyakan merupakan prekursor enzim. semua protein ini terdapat diantara protein-protein plasma dan juga dalam protein plasma yang bocor keluar dari kapiler masuk ke dalam ruang jaringan. B. Yaitu. Dalam keadaan normal. dan (2) jalur altenatif 1. dan D. di mana berbagai partikel besar dengan antigen pada permukaannya. Jalur klasik Jalur ini diaktifkan oleh suatu reaksi antigen-antibodi. Enzim C1 yang terbentuk kemudai secara berturur-turut mengaktifkan enzim yang jumlahnya meningkat pada tahap akhir dari sistem ini. Biasanya prekursor enzim ini bersifat inaktif. maka tempat reaktif yang spesifik pada bagian ”yang tetap” dari antibodi akan menjadi tak tertutup atau diaktifkan dan gabungan ini kemudian langsung berikatan dengan molekul C1 dari sistem komplemen. Netralisasi. Pada gambar tersebut tampat terbentuk berbagai produk akhir dan beberapa diantaranya (misalnya racun tetanus) dan antibodimenjadi begitu besar sehingga berubah menjaditak larut dan 18 . Diawali dengan pengaktifan proenzim C1 itu sendiri. Pemeran utama dalam sistem ini adalah 11 protein yang ditandai dengan C1 sampai C9. dimana kompleks molekular dariantigen yang larut membentuk presipitat. sehingga dari awal yang kecil terjadilah reaksi pengaut yang besar sekali. masuk dalam ”rangkaian” reaksi-reaksi. Lisis di mana beberapa antibodi yang sangat kuat kadang –kadang mampu langsung menyerang membran sel agen penyebab penyakit sehingga menyebabkan sel tersebut sobek. bila suatu antibodi berikatan dengan suatu antigen. 3. Dalam keadaan normal. kerja antibodi yang langsung menyerang penyebab penyakit yang bersifat antigenik mungkin tak cukup kuat untuk berperan dalam mempertahankan tubuh terhadap penyebab penyakit tersebut. Aglutinasi. Presipitasi. Lebanyakan sifat pertahanan diddapat melalui efek penguatan dari sistem komplemen. namun dapat diaktifkan dengan 2 cara : (1) jalur klasik. terikat bersama-sama menjadi satu kelompok 2. hanya dibutuhkan sedikit gabungan antugen-antibodi.1.

Opsonisasi dan fagositosis. Jalur Alternaif 19 . Fragmen C5a menyebabkan kemotaksis dari netrofil dan makrofag. e. heparin. Bahan-bahan ini kemudian menyebabkan peningkatan aliran darah setempat. 2. dengan kuat mengaktifkan fagositosis oleh netrofil dan makrofag. d. Salah satu produk dari rangkaian komplemen diatas. dan beberapa substansi lainnya kedalam cairan setempt. Kemotaksis. Proses ini seringkali mampu meningkatkan jumlah bakteri yang didapat dirusak sampai 100 kali lipat b. Produk-produk ini meningkatkan aliran darah yang sebelumnya telah meningkat. yaitu C3b. sehingga menyebabkan sel-sel tersebut melepaskan histamin. C4a. Aglutinasi.menimbulkan efek penting yang membantu mencegah kerusakan akibat organisme yang menyerbu atau oleh toksin. menyebabkan sel-sel ini menelan bakteri yang telah dilekati oleh kompleks antigen-antibodi. Salkah satu produk paling penting dari seluruh priduk yang dihasilkan oleh rangkaian komplemen adalah kompleks litik. dan C5a semuanya mengaktifkan sel mast dan basofil. Faktor-faktor yang sama juga berperan dalam proses peradangan. meningkatkan kebocoran cairan dan protein kedalam jaringan dan reaksisetempat lainnya yang membantu menginaktifkan atau mengimobilisasikan agen antigenik. jadi meningkatklan proses aglutinasi. Fragmen C3a. jadi penghambat pergerakan organisme yang menyerbu melewati jaringan. jadi menyebabkan sebagian besar sel fagosit ini bermigrasi ke dalam regio lokal dari agen antigenik. Netralisasi virus-virus. Efek inflamasi. Efek-efek yang penting tersebut adalah sebagai berikut : a. g. meningkatkan kebocoran protein dari kapiler. dan kemudian protei akan berkoagulasi dalam ruang jaringan. f. Produk komplemem juga mengubah permukaan organisme penyerbu. ada beberapa produk komplemen lain yang turut menimbulkan peradangan setempat. Pengaktifan sel mast dan basofil. Lisis. yang merupakan gabungan dari banyak faktor komplemen dan ditandai dengan C5b6789. produk ini memounyai pengaruh langsung untuk merobek membran sel bakteri atau organisme penyerbu lainnya. Disamping efek peradangan yang disebabkan oleh pengaktifan sel mast dan basofil. sehingga saling melekat satu sama lain. c. Enzim komplemen dan produk komplemen lain dapat menyerang struktur beberapa virus dan dengan demikian mengubahnya menjadi nonvirulen.

Alasan untuk anggapan ini adalah bahwa bila dilakukan penyuntikan suatu antigen yang kuat kedalam pada janin saat terjadi pengolahan pendahuluan limfosit di kedua tempat tadi. maka akan terjadi pencegahan pertumbuhan klon limfosit didalam jaringan limfoid yang bersifat spesifik terhadap antigen yang disuntikkan. bila terpajan dengan antigen yang kuat. maka dianggap bahwa selam limfosit diolah lebih dulu ditimus dan sumsum tulang. sangat berproliferasi. mekanisme imun dapat mengenali jaringannya sendiri yang jelas berbeda dengan bakteri atau virus. Dalam keadaan normal. Hal ini terutama terjadi dalam respon terhadap molekulmolekulpolisakarida besar dalam membran sel mikro-organisme yng menyerbu masuk. dan ini juga menghasilkan pengaruh yang sama terhadap penyerbu dalam mempertahankan tubuh. maka proses imunitas yang didapat akan menghancurkan dirinya sendiri. menghasilkan bahan pengaktif yang yang mengaktifkan faktor C3. bahkan mampu berfungsi sebelum orang tersebut teriminisasi terhadap organisme. maka sel ini menjadi limfoblastik. suatu efek yang diamggap dapat menyebabkan sel itu sendiri dirusakkan oleh sel epitel timus sebelum mereka dapat bermigrasi dan menempati jaringan limfoid. maka jaln ini juga merupakan garis pertahanan pertama terhadap mikro-organisme penyerbu. Percobaan-percobaan juga telah membuktikan bahwa limfosit imatur yang spesifik dalam timus. Dianggap bahwa kebanyakan toleransi ini berkembang sewaktu terjadi pengolahan pendahuluan limfosit T di timus dan limfosit B di tempat pengolahan pendahuluan limfosit B ( pada manusia di sum-sum tulang ). Karena jalur alternatif tidak melibatkan reaksi antigen-antibodi. Toleransi Sistem Imunitas Didapat Terhadap Jaringan Sendiri Bila seseorang menjadi kebal terhadap jaringannya sendiri.Sistem komplemen kadang-kadang diaktifkan diperantarai oleh suatu reaksi antugen-antibodi. di luar tingkat C3. Untuk memulai rangkaian komplemen yang tersisa. 20 . karena adanya kontak yang terus menerus dengan antigen tubuh. semua atau sebagian besar klon limfosit tersebut yang bersifat spesifik terhafdap jaringan tubuh sendiri akan dirusak sendiri. Bahan-bahan ini bereaksi dengan faktor komplemen B dan D. Jadi. Oleh karena itu. Sebagian Besar hasil Toleransi Terjadi Akibat Pemilihan Klon Selama Pengolahan Pendahuluan. serta selanjutnya bergabung dengan antigen yang merangsang tadi. pada dasarnya semua hasil akhir yang dihasilkan itu sama dengan yang dihasilkan dalm jalur klasik. Fenomena ini dikenal sebagai toleransi sendiri terhadap jaringan tubuh sendiri. dan sistem imunitasnya membentuk sedikit antibodi atau sel-sel teraktivasi terhadap antigennya sendiri.

Dan kini.htm Asal mulanya.Peran Sel T Supresor dalam Membentuk Toleransi. jadi menghambat serangan imun pada jaringan. bahwa darah tahun 1969 Positif. Telah diyakini bahwa sel T supresor ini berfungsi untuk mengimbangi efek antibodi autoimun seperti juga mensensitisasi sel pembantu dan mensensitisasi sel T sitotoksik. 2. Sejarah Virus HIV Menurut : http://www. (http://organisasi. Namun. Akhirnya disepakati tanggal 5 Juni 1969. Sel T supresor kemungkinan bertanggung jawab untuk jenis toleransi diri yang lain lagi. Kadang-kadang orang kehilangan sebagian toleransi imun terhadap jaringannya sendiri. Konsep Virus ( HIV ) 1. Kegagalan Mekanisme Toleransi Menyebabkan Penyakit Autoimun. Selain itu juga pada tahun 1980 dilaporkan pula di USA. sebagai awal mula kasus HIV/AIDS muncul. Apa yang terjafi adalah bahwa sel T supresor yang secara spesifik tersensitisasi terhadap antigen diri jumlahnya menjadi sangat meningkat.com/igamamalang/info. tetapi setelah beberapa hari atau beberapa minggu akan menghilang walaupun antibodi autoimun ini menetap dalam plasma yang bersirkulasi.geocities. hal ini tidak sepenuhnya dimengerti.org/pengertian_definisi_dan_cara_penularan_penyebaran_virus_hiv_aids_in fo_informasi_penyakit_menular_seksual_pms) 21 . kadang-kadang reaksi autoimun terjadi secara akut melawan salah satu jaringan tubuh. Sebagai contoh. Semakin tua. Biasanya hal ini terjadi setelah timbul kerusakan beberapa jaringan tubuh. Pada tahun 1969 dilaporkan bahwa di Sub Sahara Afrika ditemukan darah tahun 1950 yang ternyata positif HIV. yang melepaskan banyak antigen sendiri yang bersirkulasi dalam tubuh dan diduga menimbulkan imunitas didapat dalam bentuk sel T yang teraktivasi atau antibodi. hal ini menjadi semakin berat. tidak jelas darimana berasal dan kapan munculnya. kasus HIV/AIDS ini kini semakin meluas dan menyerang berbagai lapisan dan strata sosial. Pengertian Virus HIV HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun. Hal ini sesuai laporan kasus HIV/AIDS di USA Los Angeles CDC yang mengadakan peneliti pada pria homoseksual.

Jenis SIV tertentu mirip dengan dua tipe HIV.org/wiki/HIV) HIV merupakan bagian dari kelompok virus yang disebut Lentivirus yang ditemukan pada primata nonmanusia.HIV (human immunodeficiency virus) adalah sebuah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia . Karekteristik Virus HIV 22 . Infeksi dari HIV menyebabkan pengurangan cepat dari sistem kekebalan tubuh.feedfury.terutama CD4+ Sel T dan macrophage. (http://www. (http://id. komponen vital dari sistem sistem kekebalan tubuh "tuan rumah" .html) HIV merupakan suatu virus yang material genetiknya adalah RNA (asam ribonukleat) yang dibungkus oleh suatu matriks yang sebagian besar terdiri atas protein. 3.com/content/16689387-bahaya-aids-atau-hiv. (http://education.dan menghancurkan atau merusak fungsi mereka. Secara kolektif. HIV merupakan penyebab dasar AIDS. Lentivirus diketahui sebagai virus monyet yang dikenal dengan nama Simian Immunodeficiency Virus (SIV).chem-is-try.wikipedia.org/artikel_kimia/berita/adakah_obat_untuk_hivaids_saat_ini/) Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan HIV adalah virus penyebab utama AIDS yang menyerang sistem imun sehingga terjadi penurunan fungsi imun yang material genetiknya adalah RNA. yakni HIV.1 dan HIV-2. yang menyebabkan kekurangan imun. HIV merupakan keturunan dari SIV. yang menyerang salah satu sel dari darah putih yaitu sel limfosit.

sel tubuh manusia. Ini penting sekali. Bagaimananpun. yang merupakan elemen paling efektif pada sistem pertahanan. Target utamanya adalah sel T penolong. Salah satu protein sampul yang penting ialah glikprotein gp41 (glikoprotein transmembran). di mana ia terletak pada membran virus dan gp120 di mana terletak di luar membran seperti topi. HIV juga merupakan sejenis virus Retrovirus( virus RNA penyandi enzim yang mampu menyalin RNA menjadi DNA dan menyisipkannya ke dalam sel inang yang terjadi pada penderita HIV positif) . tidaklah mungkin bagi virus AIDS untuk melakukan penyelidikan intelijen sebelum memasuki tubuh manusia. Satu pertanyaan yang tak terjawab adalah: Bagaimanakah virus HIV tahu persis target mana yang harus difokuskan? Begitu memasuki tubuh manusia. 4. Mekanisme Virus HIV Salah satu fakta terpenting mengenai virus HIV adalah bahwa ia hanya memasuki sebagian. Lalu bagaimanakah virus AIDS mengembangkan strateginya? 23 . virus AIDS akan segera dimusnahkan oleh sistem yang ada. Sampul HIV mempunyai 2 lapisan yang terdiri daripada lipid yang diambil daripada membran dalam sel hos dan protein yang mempunyai rantaian karbohidrat (glikoprotein sampul virus). virus memilih sel sistem pertahanan yang paling menguntungkan baginya dan hal ini menyebabkan perusakan tubuh manusia. menjelang ia bisa paham bahwa sel T merupakan "otak" sistem pertahanan. Di antara berbagai jenis sel.Virion HIV mempunyai bentuk sfera dan mempunyai diameter lebih kurang 1x 10-4 milimeter. Sampul meliputi keseluruhan core virus termasuk protein luar struktur p18 dan protein dalam p24. tidak seluruh. Di antara sarung kapsid dan protein p7 dan p9 ialah RNA virus.

dan tak lagi mampu mengenali musuh. antibodi yang diproduksi oleh tubuh manusia tak membahayakan virus AIDS.Ini baru salah satu dari keterampilan menakjubkan yang dikuasai oleh virus AIDS. Pada tahap kedua. Virus AIDS (jingga) berusaha memasuki sel T dengan merobek membrannya. sistem pertahanan kekurangan tim pemikirnya. Pada tahap ketiga. Prosedur ini sama sekali tak sulit bagi virus AIDS. 24 . Pasukan tanpa komunikasi yang efektif dan tanpa sistem inteligensia dapat dikatakan telah kehilangan kekuatan utamanya. tetapi tak lagi efektif tanpa adanya sel T. elemen vital dari sistem pertahanan tertangkap. Virus harus mengikatkan dirinya kepada sel lain yang sudah ditetapkannya menjadi target. Ini umpama taktik peperangan yang cerdas. Pada tahap 1 Ketika sel T.Lebih jauh dari itu. Nyatanya dia berikatan dengan sel ini seperti kunci dengan lubangnya. Memang pasien AIDS terus memproduksi antibodi.

Mereka tidak perlu bekerja keras dalam melakukan hal ini. sepotong kecil virus HIV (biru) menggandakan diri dalam sel pertahanan Setelah memasuki tubuh manusia. virus HIV juga mampu mengubah dirinya ke berbagai bentuk dalam upaya mencegah dirinya tertangkap oleh sistem pertahanan. Untuk menyediakan DNA. Selain kemampuan di atas.Virus HIV melakukan serangkaian proses menakjubkan yang akan menjaminnya berumur panjang. Citra ini diperbesar lebih dari 3. Ia akhirnya akan mencoba untuk mengalahkan seluruh tubuh. Tetapi sebuah retrovirus memerlukan DNA supaya tetap hidup. Sel T yang telah dirusak oleh musuh (virus AIDS) dan kini memiliki profil bundar dan lumah (kanan). yang berarti ia akan membalik prosesnya. Segalanya berjalan dengan kecepatan alamiah. . Sel mulai bekerja sebagai pabrik bagi virus. gen-nya hanya mengandung RNA. Membran sel T yang telah diduduki tidak kuat menanggung tekanan dari proses multiplikasi sehingga ia bolong-bolong. Lalu ia menempatkan DNA ini pada DNA yang ditemukan di inti sel tuan rumahnya. HIV melompat dari satu sel T ke sel T lainnya untuk menghindari kontak dengan antibodi dalam aliran darah Hal ini membuat virus HIV sampai saat ini kebal terhadap efek pengobatan yang ditujukan padanya. Sebelum berpindah menginfeksi sel lain. Bahan warisan virus sekarang menjadi bahan warisan sel T. dia membuat jalan lain dengan metode yang sangat menarik: Ia menggunakan asam nukleat dari sel tuan rumah dan mengonversikan RNA-nya menjadi DNA dengan bantuan sebuah enzim yang disebut "reverse transcriptase". Virus HIV adalah retrovirus. demikian pula virus HIV. Ketika sel ini membelah diri. Artinya. virus HIV dapat memproduksi sepuluh miliar virus sehari. memungkinkan virus HIV untuk keluar dari sel untuk mencari sel tuan 25 Sel T sehat (kiri). tanpa DNA. Jumlah virus yang sangat banyak ini tak dapat diatasi. Tetapi menduduki satu sel saja tidak memuaskan bagi virus HIV.000 kali. Virus HIV awal dan replikanya ingin meninggalkan sel tuan rumah mereka dan menduduki sel lain serta memfasilitasi proses proliferasi. Pada Tahap Keempat.

Virus HIV yang sukses sekarang telah sepenuhnya mengalahkan tubuh manusia. Limfosit B. Setelah gejala yang menyerupai terkena flu beberapa orang akan hidup dengan sehat sekitar 10 tahun. akan terus tidur selama bertahuntahun atau segera menyerang tubuh manusia. Namun tetap bisa menularkan ke orang lain. Setelah virus HIV bertambah jumlahnya. Kecuali manusia berhasil menemukan obat yang efektif untuk mengalahkan virus ini. Selama waktu itu jika dites hiv maka hasilnya bisa saja negatif. Semuanya bergantung kepada kemauan virus HIV. yang hanya berukuran satu mikron. Jika memiliki dibawah 200 maka dapat dipastikan terkena virus hiv aids. Sel ini disebut juga sel T helper yang merupakan bagian sangat penting dari system kekebalan tubuh. Tapi pada masa ini hiv mulai merusak kekebalan tubuh. tak memiliki DNA. Satu-satunya jalan untuk mengukur kerusakan system kekebalan tubuh adalah dengan menghitung sel sel CD4 positif yang dimiliki. dia juga membunuh sel T tuan rumahnya. Ketika system kekebalan tubuh merespon maka system kekebalan tubuh akan membuat antiboidy.Semua ini dilakukan oleh sebuah virus. sel di CNS) ↓ Internalisasi virus ke sel Host ↓ Sintesis DNA dengan reverse transcriptase enzyme Sel berfungsi Integrasi DNA virus dengan DNA host dibantu oleh integrase enzyme(provirus) abnormal dan sel mati REPLIKASI ↓ VIRUS HIV 26 Depresi system imun tubuh ↓ Gangguan pada materi genetik sel host . MEKANISME INFEKSI VIRUS HIV Infeksi Virus HIV-1(USA)/HIV-2(Afrika) ↓ Berikatan dengan reseptor CD4+ dan juga chemokine coerreceptor(limfosit T Helper.rumah lainnya. ia akan tetap di sana. makrofag. Ketika ini terjadi maka jika dites hiv hasilnya positif. Orang sehat biasanya memiliki sekitar 500-1500 sel CD4 positif. dan bahkan tak dapat dikelompokkan sebagai makhluk hidup Virus akan menggandakan dirinya ditubuh sekitar beberapa minggu atau bisa saja sekitar sebulan sebelum system kekebalan tubuh meresponnya.

menyatakan bahwa epidemik AIDS dimulai pada akhir tahun 1950-an di Kongo Belgia sebagai akibat dari penelitian Hilary Koprowski terhadap vaksin polio. 2. Baik HIV-1 dan HIV-2 berasal dari primata. contohnya selama berburu atau pemotongan daging.Transkripsi DNA virus menjadi mRNA ↓ Translasi mRNA untuk membuat poliprotein ↓ Cleavage. pemotongan rantai poliprotein oleh enzyme protease ↓ Protein dan RNA berkumpul membentuk virus baru ↓ Pelepasan virus-virus HIV ke aliran darah ↓ Menyerang sel lain(mengulangi proses seperti semula) Konsep Penyakit AIDS 1. HIV-1 adalah sumber dari mayoritas infeksi HIV di dunia. Teori yang lebih kontroversial yang dikenal dengan nama hipotesis OPV AIDS. Gabon. Namun demikian. sementara HIV-2 sulit dimasukan dan kebanyakan berada di Afrika Barat. monyet dari Guinea Bissau. Pengertian Penyakit AIDS 27 . dan Kamerun. Sejarah Penyakit AIDS AIDS pertama kali dilaporkan pada tanggal 5 Juni 1981. Dua spesies HIV yang diketahui menginfeksi manusia adalah HIV-1 dan HIV-2. HIV-1 lebih mematikan dan lebih mudah masuk kedalam tubuh. Asal HIV-1 berasal dari simpanse Pan troglodytes troglodytes yang ditemukan di Kamerun selatan. komunitas ilmiah umumnya berpendapat bahwa skenario tersebut tidak didukung oleh bukti-bukti yang ada. ketika Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat mencatat adanya Pneumonia pneumosistis (sekarang masih diklasifikasikan sebagai PCP tetapi diketahui disebabkan oleh Pneumocystis jirovecii) pada lima laki-laki homoseksual di Los Angeles. HIV-2 berasal dari Sooty Mangabey (Cercocebus atys). Banyak ahli berpendapat bahwa HIV masuk ke dalam tubuh manusia akibat kontak dengan primata lainnya.

Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV (Wikipedia) AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan suatu penyakit yang cara kerjanya menghancurkan sistem kekebalan tubuh manusia.or. Jadi AIDS berarti kumpulan gejala akibat kekurangan atau kelemahan sistem kekebalan tubuh yang dibentuk setelah kita lahir. bukan gejala tertentu. Stadium Penyakit AIDS Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS: Tahap 1: Periode Jendela 28 .html) AIDS adalah kependekan dari ‘Acquired Immune Deficiency Syndrome’.com/content/16689387-bahaya-aids-atau-hiv. Setelah sistem kekebalan tubuh lumpuh. Immune terkait dengan sistem kekebalan tubuh kita. Syndrome atau sindrom berarti penyakit dengan kumpulan gejala. ( http://education. Etiologi Penyakit AIDS Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. HIV yang baru memperbanyak diri tampak bermunculan sebagai bulatanbulatan kecil (diwarnai hijau) pada permukaan limfosit setelah menyerang sel tersebut. bukan keturunan. AIDS disebabkan karena virus yang bernama HIV (Human Immunodeficiency Virus) masuk ke dalam tubuh manusia. seseorang penderita AIDS biasanya akan meninggal karena suatu penyakit (disebut penyakit sekunder) yang biasanya akan dapat dibasmi oleh tubuh seandainya sistem kekebalan itu masih baik.php?lino=101) Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa AIDS adalah kumpulan gejala akibat defisiensi sistem imun yang disebabkan oleh HIV. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor Gambar 1. 4.id/li/bacali. Deficiency berarti kekurangan.feedfury. HIV dengan cepat akan melumpuhkan sistem kekebalan manusia. dilihat dengan mikroskop elektron. Acquired berarti didapat. 3. (http://spiritia.

Grup III Grup IV-A tidak ada indicator klinis atau laboratorium adanya imunodefisiensi 1. tergantung daya tahan tubuhnya Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah Berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah Tahap 4: AIDS Klasifikasi CDC untuk infeksi HIV yang didasarkan pada patofisiologi penyakit seiring memburuknya secara progresif fungsi imun : Kelas Grup I Grup II Kriteria 1. penyakit konstitusional 29 . mereda sempurna 3. penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini Tahap ini disebut periode jendela. diare terus menerus. umumnya berkisar 2 minggu . Antibody HIV positif 2. tergantung daya tahan tubuhnya (ratarata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek) Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala) Sistem kekebalan tubuh semakin turun Mulai muncul gejala infeksi oportunistik. limfadenopati generalisata persisten 1. Antibody HIV positif 2. gejala mirip influenza .6 bulan HIV berkembang biak dalam tubuh Tidak ada tanda-tanda khusus. Infeksi akut oleh HIV 2. sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah Tidak ada tanda2 khusus.- HIV masuk ke dalam tubuh. dll Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan. penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang. Antibody HIV positif 2. karena telah terbentuk antibody terhadap HIV Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun. antibody HIV negative 1. flu. misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh.

energi 30 atau 1 uji thrush Infeksi oportunis - . penyakit neurologic a. neuropati grup IV-C c. hitung limfosit CD4+ kurang daripada 200/µl Grup IV-D 3. mielopati 1. demensia b. tuberculosis paru.a. infekioportunistik 1. demam atau diare menetap grup IV-B b. menurunnya berat lebih dari 10% dibandingkan berat normal 1. defek +/parsial. kanker serviks invasif. sama seperti grup IV-B dan 2. atau keganasan lain Klasifikasi stadium infeksi HIV dari Walter Reed stadium Antibody WR 0 HIV Limfadenopati Sel kronik CD4/mm3 >400 Uji kulit DTH Normal (reaktif terhadap ≥ 2 antigen WR 1 WR 2 WR 3 WR 4 + + + + + +/+/>400 >400 <400 <400 uji kulit) Normal Normal Normal Defek parsial (reaktif terhadap antigen WR 5 + +/<400 kulit) Alergi dan/atau thrush (reaktif terhadap WR 6 + +/<400 0 + antigen kulit) Normal. Sama seperti grup IV-C dan 2. Sama seperti grup IV-A 2.

Infeksi Kronis Simtomatik Fase ini dimulai rata-rata sesudah 5 tahun terkena infeksi HIV. Namun dapat sembuh total atau hanya dengan pengobatan biasa. gejala syaraf (sakit kepada. atralgia. Keganasan juga dapat timbul pada fase yang lebih lanjut dari sub-fase ini dan dapat berlanjut ke sub fase berikutnya. malaise. Gejala tersebut diatas merupakan reaksi tubuh terhadap masuknya unis yang berlangsung kira-kira 1-2 minggu. tetapi masih pada tingkat 500/ml. meskipun sebenarnya terjadi replikasi virus secara lambat di dalam tubuh. demikian juga yang disebut AIDS-Related (ARC).Ket : Kriteria absolute harus dipenuhi untuk penentuan stadium + : ditemukan. demam. Pada fase ini penyakit tersebut sangat menular karena terjadi viremia. c. anereksia. meskipun ini bukanlah hal yang bersifat prognostic dan tidak terpengaruh bagi hidup penderita. Saat ini sudah mulai terjadi penurunan jumlah sel CD4 sebagai petunjuk menurunnya kekebalan tubuh penderita. gangguan kognitif danapektif). diare). DTH : delayed type hypersensitivity (hipersensitivitas tipe lambat) 5. Beberapa penderita mengalami pembengkakan kelenjar lomfe menyeluruh. Gejala yang timbul umumnya seperti influenza. nyeri retrobulber. 31 . gangguan gas trointestinal (nausea. Infeksi Kronis Asimtomatik : CD4 > 500/ml Setelah infeksi akut berlalu maka selama bertahun-tahun kemudian. Berbagai gejala penyakit ringan atau lebih berat timbul pada fase ini. b. disebut limfa denopatio (LEP). : tidak ditemukan. urtikarta). keadaan penderita tampak baik saja. gejala kulit (bercak-bercak merah. tergantung pada tingkat imunitas pemderita. Manifestasi Klinis Perjalan klinik infeksi HIV telah ditemukan beberapa klasifikasi yaitu : a. 1) Penurunan Imunitas sedang : CD4 200 – 500 Pada awal sub-fase ini timbul penyakit-penyakit yang lebih ringan misalnya reaktivasi dari herpes zoster atau herpes simpleks. Infeksi Akut : CD4 : 750 – 1000 Gejala infeksi akut biasanya timbul sedudah masa inkubasi selama 1-3 bulan. umumnya sekitar 5 tahun.

rambut. Viremia terjadi untuk kedua kalinya dan telah dikatakan tubuh sudah dalam kehilangan kekebalannya. biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan. Dicurigai AIDS pada orang dewasa bila ada paling sedikit dua gejala mayor dan satu gejala minor dan tidak ada sebab-sebab imunosupresi yang lain seperti kanker. Keganasan juga timbul pada sub fase ini. Gatal-gatal. alat kelamin dan lainnya. mata. Menurut penderita AIDS Tanda dan gejala meliputi : 1. Gejala Minor 1) Batuk lebih dari satu bulan 2) Dermatitis preuritik umum 3) Herpes zoster recurrens 4) Kandidias orofaring 32 . a. meskipun sering pada fase yang lebih awal. serta Kelainan lain pada kulit.malnutrisi berat atau pemakaian kortikosteroid yang lama. gejala Mayor 1) Penurunan berat badan lebih dari 10% 2) Diare kronik lebih dari satu bulan 3) Demam lebih dari satu bulan b. biasanya di sekitar leher dan lipatan paha. Diare kronis lebih dari 1 bulan.2) Penurunan Imunitas berat : CD4 < 200 Pada sub fase ini terjadi infeksi oportunistik berat yang sering mengancam jiwa penderita. Demam lebih dari 38oC. Rasa lelah berkepanjangan. Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap. Tanda dan Gejala AIDS Gejala-gejala yang umum orang yang tertular HIV/AIDS biasanya adalah: Berat badan turun secara mencolok. rongga mulut. disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari. Herpes kulit.

a. Dicurigai AIDS pada anak.5) Limfadenopati generalisata 6) Herpes simplek diseminata yang kronik progresif 2. malnutrisi berat. dan tidak terdapat sebab – sebab imunosupresi yang lain seperti kanker. Bila terdapat paling sedikit dua gejala mayor dan dua gejala minor. Gejala Mayor 1) Penurunan berat badan atau pertmbuhan yang lambat dan abnormal 2) Diare kronik lebih dari 1bulan 3) Demam lebih dari1bulan b. Patofisiologi Penyakit AIDS Kontak langsung (membran/aliran darah) dengan cairan tubuh yang mengandung HIV HIV berikatan dengan CD4+ Sel T4 terinfeksi dan ikut dalam cairan tubuh Banyak CD4+ yang terinfeksi infeksi Fungsi sel T4 ↓↓ Mengaktifasi respon imun Sel T4 terinfeksi diaktifkan Sel killer penjamu mengeliminasi virus dan sel yang terinfeksi 33 . pemakaian kortikosteroid yang lama atau etiologi lain. Gejala minor 1) Limfadenopati generalisata 2) Kandidiasis oro-faring 3) Infeksi umum yang berulang 4) Batuk parsisten 5) Dermatitis 6.

Jumlah sel T4 ↓↓ Sistem imun seluler melemah (imunosupresi) Patogen mudah masuk ke dalam tubuh Virus berpoliferasi Infeksi yang parah pada neurologik. hepar. perilaku. dan motorik Ketidakefektifan koping individu Fungsi sel T4 ↓↓ Respirasi Mengaktivasi respon imun SISTEM RESPIRASI ++HIV ISPA Flu bertambah berat Produksi mukus >> Jalan nafas terhambat 02 supply ↓↓ RR ↑↑ HR ↑↑ Bersihan Jalan Nafas Tak Efektif Pemakaian energi >> 34 Malaise Intolerant Activity . sistem respirasi. dan sistem integumen Neurologik HIV menginfeksi sel-sel otak Memicu toksin dan limfokin Fungsi neurotransmitter tergangggu Penurunan progresif pada fungsi kognitif. sistem GI.

Gastrointestinal Masuknya mikroorganisme Infeksi di intestinum Tidak optimalnya absorpsi air dan sari makanan diare Diare bertambah berat Pengeluaran cairan Tidak terkontrol Defisit cairan Kekurangan volume cairan dehidrasi Gangguan membrane mukosa mulut tidak optimalnya peristaltic ↓↓ penyerapan sari makanan tidak seimbangnya kebutuhan dan suplai nutrisi Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan merangsang baroreseptor Saraf simpatis aktif Saraf parasimpatis ↓↓ peristaltic ↓↓ makanan tertahan di usus dan lambung mual dan muntah Gangguan intake nutrisi mengaktivasi kelenjar keringat sekresi keringat 35 .

Hepar ++ HIV Hati terinfeksi Kerja hepar tidak optimal Fagositosis SDM ↓↓ Banyak SDM yang tidak produktif Pengangkutan 02 ↓↓ 02 supply ↓↓ RR ↑↑ HR ↑↑ Pengangkutan nutrisi ↓↓ Kemampuan memproduksi Fibrin ↓↓ Proses penyembuhan melambat Risiko Cedera Pemakaian energi >> malaise Intoleran activity GI Integumen ++ HIV Diare Integumen terinfeksi Rentan terinfeksi gangguan kulit Harga diri rendah Penurunan berat badan Perubahan citra tubuh Isolasi sosial 36 .

meskipun kasusnya langka. Penyakit saluran pencernaan utama Esofagitis adalah peradangan pada kerongkongan (esofagus). karena dapat ditularkan kepada orang yang sehat (imunokompeten) melalui rute pernapasan (respirasi). Tuberkulosis (TBC) merupakan infeksi unik di antara infeksi-infeksi lainnya yang terkait HIV. ia sering muncul sebagai penyakit sistemik yang menyerang bagian tubuh lainnya (tuberkulosis ekstrapulmoner). Di negara-negara berkembang. Ia pun dapat disebabkan oleh mikobakteria. Pada stadium awal infeksi HIV (jumlah CD4 >300 sel per µL). saluran kemih dan saluran pencernaan. 37 . yaitu jalur makanan dari mulut ke lambung. Meskipun munculnya penyakit ini di negara-negara Barat telah berkurang karena digunakannya terapi dengan pengamatan langsung dan metode terbaru lainnya. Ia dapat dengan mudah ditangani bila telah diidentifikasi. dan tindakan pencegahan rutin yang efektif di negara-negara Barat.7. namun tidaklah demikian yang terjadi di negara-negara berkembang tempat HIV paling banyak ditemukan. serta dapat dicegah melalui terapi pengobatan. Namun demikian. tulang.TBC yang menyertai infeksi HIV sering menyerang sumsum tulang. Gejala-gejalanya biasanya bersifat tidak spesifik (konstitusional) dan tidak terbatasi pada satu tempat. penyakit ini terjadi karena infeksi jamur (jamur kandidiasis) atau virus (herpes simpleks-1 atau virus sitomegalo). hati. Pada stadium lanjut infeksi HIV. Dengan demikian. tetapi umumnya dijumpai pada orang yang terinfeksi HIV. Penyebab penyakit ini adalah fungi Pneumocystis jirovecii. penyakit ini umumnya segera menyebabkan kematian. Pada individu yang terinfeksi HIV. dapat muncul pada stadium awal HIV. dan sistem syaraf pusat. walaupun umumnya indikasi tersebut tidak muncul kecuali jika jumlah CD4 kurang dari 200 per µL. Sebelum adanya diagnosis. Komplikasi Penyakit AIDS Penyakit paru-paru utama Pneumonia pneumocystis (PCP) jarang dijumpai pada orang sehat yang memiliki kekebalan tubuh yang baik. perawatan. penyakit ini masih merupakan indikasi pertama AIDS pada orang-orang yang belum dites. kelenjar getah bening (nodus limfa regional). gejala yang muncul mungkin lebih berkaitan dengan tempat munculnya penyakit ekstrapulmoner. resistensi TBC terhadap berbagai obat merupakan masalah potensial pada penyakit ini. TBC muncul sebagai penyakit paru-paru.

atau efek samping dari infeksi utama (primer) dari HIV itu sendiri. sebagaimana yang terjadi pada pasien AIDS. diare diperkirakan merupakan petunjuk terjadinya perubahan cara saluran pencernaan menyerap nutrisi. Pada beberapa kasus. yang 70% populasinya terdapat di tubuh manusia dalam kondisi laten. serta mungkin merupakan komponen penting dalam sistem pembuangan yang berhubungan dengan HIV. Shigella. Kampilobakter. yaitu penyakit yang menghancurkan selubung syaraf (mielin) yang menutupi serabut sel syaraf (akson). diare terjadi sebagai efek samping dari obat-obatan yang digunakan untuk menangani HIV. Pasien juga mungkin mengalami sawan dan kebingungan. sehingga biasanya menyebabkan kematian dalam waktu sebulan setelah diagnosis. diare dapat juga merupakan efek samping dari antibiotik yang digunakan untuk menangani bakteri diare (misalnya pada Clostridium difficile). antara lain infeksi bakteri dan parasit yang umum (seperti Salmonella. serta infeksi oportunistik yang tidak umum dan virus (seperti kriptosporidiosis. Leukoensefalopati multifokal progresif adalah penyakit demielinasi. dan muntah. dan menyebabkan penyakit hanya ketika sistem kekebalan sangat lemah. Pada stadium akhir infeksi HIV. yang disebabkan oleh infeksi organisma atas sistem syaraf yang telah menjadi rentan.[15] Meningitis kriptokokal adalah infeksi meninges (membran yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang) oleh jamur Cryptococcus neoformans. Listeria. sehingga merusak penghantaran impuls syaraf. yang disebut Toxoplasma gondii. Parasit ini biasanya menginfeksi otak dan menyebabkan radang otak akut (toksoplasma ensefalitis).Diare kronis yang tidak dapat dijelaskan pada infeksi HIV dapat terjadi karena berbagai penyebab. mikrosporidiosis. namun ia juga dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit pada mata dan paru-paru. yang jika tidak ditangani dapat mematikan. Penyakit syaraf dan kejiwaan utama Infeksi HIV dapat menimbulkan beragam kelainan tingkah laku karena gangguan pada syaraf (neuropsychiatric sequelae). Penyakit ini berkembang cepat (progresif) dan menyebar (multilokal). lelah. Toksoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bersel-satu. sakit kepala. mual. dan virus sitomegalo (CMV) yang merupakan penyebab kolitis). dan didorong pula oleh terjadinya pengaktifan imun oleh 38 . Selain itu. Kompleks demensia AIDS adalah penyakit penurunan kemampuan mental (demensia) yang terjadi karena menurunnya metabolisme sel otak (ensefalopati metabolik) yang disebabkan oleh infeksi HIV. dan Escherichia coli). Hal ini dapat menyebabkan demam. Mycobacterium avium complex. atau sebagai akibat langsung dari penyakit itu sendiri. Ia disebabkan oleh virus JC.

makrofag dan mikroglia pada otak yang mengalami infeksi HIV. perilaku. paralisis dan penurunan mental. Angka kemunculannya (prevalensi) di negara-negara Barat adalah sekitar 1020%. Kerusakan syaraf yang spesifik. bingung. Pasien AIDS dapat mengembangkan satu atau lebih limfoma SSP. Meningitis kriptokokus terlihat pada kurang lebih 10% pasien AIDS yang tidak diobati dan pada orang lain dengan sistem kekebalannya sangat tertekan oleh penyakit atau obat. pusing dan muntah. 39 . muncul terutama pada orang dengan infeksi HIV lebih lanjut. yang muncul bertahun-tahun setelah infeksi HIV terjadi. sehingga mengeluarkan neurotoksin. tampak dalam bentuk ketidaknormalan kognitif. atau efek toksik obat yang dipakai untuk mengobati gejala. Gejala termasuk ensefalitis (peradangan otak). dan penurunan fungsi kognitif secara bertahap. menyebabkan peradangan. Perbedaan ini mungkin terjadi karena adanya perbedaan subtipe HIV di India. oleh kanker dan infeksi oportunistik tertentu (penyakit yang disebabkan oleh bakteri. kejang. Hal ini berhubungan dengan keadaan rendahnya jumlah sel T CD4+ dan tingginya muatan virus pada plasma darah. Kelainan saraf lain terkait AIDS yang tidak diketahui penyebabnya mungkin dipengaruhi oleh virus tetapi tidak sebagi penyebab langsung. yang umum ditemukan pada tanah dan tinja burung. Jamur ini pertamatama menyerang paru dan menyebar ke otak dan saraf tulang belakang. dan motorik. Prognosis adalah kurang baik karena kekebalan yang semakin rusak. gangguan bicara. ingatan dan perhatian. atau ensefalopati terkait HIV. ADC dapat mematikan. AIDS dementia complex (ADC). jamur dan virus lain yang tidak akan berdampak pada orang dengan sistem kekebalan yang sehat). mual. Orang dengan ADC juga menunjukkan pengembangan fungsi motor yang melambat dan kehilangan ketangkasan serta koordinasi. pusing. Apabila tidak diobati. Limfoma sususnan saraf pusat (SSP) adalah tumor ganas yang mulai di otak atau akibat kanker yang menyebar dari bagian tubuh lain. sakit kepala. kehilangan ingatan. Gejala termasuk sakit kepala. Apabila tidak diobati. masalah penglihatan. demam. pasien meningitis kriptokokus dapat jatuh dalam koma dan meninggal. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Cryptococcus neoformans. Limfoma SSP hampir selalu dikaitkan dengan virus Epstein-Barr (jenis virus herpes yang umum pada manusia). Komplikasi saraf Kelainan sistem saraf terkait AIDS mungkin secara langsung disebabkan oleh HIV. perubahan perilaku. namun di India hanya terjadi pada 1-2% pengidap infeksi HIV. termasuk kesulitan berkonsentrasi. Gejala termasuk kelelahan.

Pada awal biasanya muncul pada stadium infeksi HIV lebih lanjut dan dapat berdampak pada kebanyakan pasien stadium HIV lanjut. tuli. tingkat mental yang berubah. koma dan penyakit retina yang dapat mengakibatkan kebutaan. jaringan komunikasi yang luas yang mengantar informasi dari otak dan saraf tulang belakang ke setiap bagian tubuh.Infeksi cytomegalovirus (CMV) dapat muncul bersamaan dengan infeksi lain. demensia. episode nyeri hebat dan gangguan sensasi. Saraf perifer juga mengirim informasi sensorik kembali ke otak dan saraf tulang belakang. Pasien AIDS mungkin menderita berbagai bentuk neuropati. virus dapat tidur di jaringan saraf selama bertahun-tahun hingga muncul kembali sebagai ruam. Distal sensory polyneuropathy menyebabkan mati rasa atau perih yang ringan hingga sangat nyeri atau rasa kesemutan yang biasanya mulai di kaki dan telapak kaki. neuropati perifer. atau nyeri saraf. Gejala ensepalitis CMV termasuk lemas pada lengan dan kaki. hilangnya koordinasi. Infeksi CMV pada urat saraf tulang belakang dan saraf dapat mengakibatkan lemahnya tungkai bagian bawah dan beberapa paralisis. masalah pendengaran dan keseimbangan. Sensasi ini terutama kuat pada malam hari dan dapat menjalar ke tangan. Pada orang yang terpajan dengan herpes zoster. jalan yang tidak mantap. Reaktivasi ini umum pada orang yang AIDS karena sistem kekebalannya melemah. dapat menginfeksi otak dan mengakibatkan ensepalitis dan mielitis (peradangan saraf tulang belakang). kesemutan (menggelitik) dan nyeri pada saraf. Gejala yang mungkin baru muncul setelah puluhan tahun setelah infeksi awal dan berbeda antar pasien. Tanda sinanaga termasuk bentol yang menyakitkan (serupa dengan cacar). perubahan kepribadian. Infeksi virus herpes sering terlihat pada pasien AIDS. tampak lebih sering dan lebih cepat berkembang pada orang terinfeksi HIV. refleks yang menghilang. Neurosifilis dapat menyebabkan degenerasi secara perlahan pada sel saraf dan serat saraf yang membawa informasi sensori ke otak. pengembangan degenerasi sendi. yang melepuh dan sangat nyeri di kulit akibat saraf yang terinfeksi. gatal. akibat infeksi sifilis yang tidak diobati secara tepat. Neuropati perifer menggambarkan kerusakan pada saraf perifer. termasuk kelemahan. masing-masing sangat terkait dengan penyakit kerusakan kekebalan stadium tertentu. Virus ini umumnya menghasilkan ruam. kerusakan penglihatan dan kerusakan 40 . HIV merusak serat saraf yang membantu melakukan sinyal dan dapat menyebabkan beberapa bentuk neropati. Neurosifilis. sentuhan atau rangsangan lain. Orang yang terdampak memiliki kepekaan yang meningkat terhadap nyeri. Virus herpes zoster yang menyebabkan cacar dan sinanaga. nyeri bagian bawah yang berat dan kehilangan fungsi kandung kemih. demensia. Infeksi ini juga dapat menyebabkan pneumonia dan penyakit lambung-usus.

lemah 41 . kerusakan kognitif. perilaku yang tidak normal. Pasien mungkin mengalami kegelisahan. burung dan hewan lain yang dapat ditemukan pada tanah yang tercemar oleh tinja kucing dan kadang pada daging mentah atau kurang matang. yang dibawa oleh kucing. PML disebabkan oleh virus JC. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa infeksi HIV. Gejala termasuk berbagai tipe penurunan kejiwaan. paranoid. AS melakukan penelitian pertama berbasis populasi untuk menghitung risiko stroke terkait AIDS dan menemukan bahwa AIDS meningkatkan kemungkinan menderita stroke hamper sepuluh kali lipat. Para peneliti di Universitas Maryland. Progressive multifocal leukoencephalopathy (PML) terutama berdampak pada orang dengan penekanan sistem kekebalan (termasuk hampir 5%pasien AIDS). delirium. malaise. kelumpuhan. dan dapat berupa bentuk yang beragam dan rumit. PML berkembang terus-menerus dan kematian biasanya terjadi dalam enam bulan setelah gejala awal. Beberapa penyakit misalnya demensia kompleks terkait AIDS yang secara langsung disebabkan oleh infeksi HIV pada otak. ataksia (ketidakmampuan untuk mengatur gerakan). Penyakit ini umum biasa mulai pada usia setengah baya. kebingungan. kehilangan penglihatan. demensia. Begitu parasit masuk ke dalam sistem kekebalan. lesi otak dan terakhir koma. dan mania akut. gangguan berbicara. sementara kondisi lain mungkin dipicu oleh obat yang dipakai untuk melawan infeksi. Gejala termasuk ensefalitis. keingingan bunuh diri yang kuat. menulari berbagai tempat dan merusak sel yang membuat mielin – lemak pelindung yang menutupi banyak sel saraf dan otak. halusinasi. Stroke yang disebabkan oleh penyakit pembuluh darah otak jarang dianggap sebagai komplikasi AIDS. mencegah penyakit. tetapi sistem kekebalan pada orang yang sehat dapat melawan parasit tersebut hingga tuntas. Penyakit ini lebih sering pada laki-laki dibandingkan perempuan. infeksi lain atau reaksi sistem kekebalan terhadap HIV. Para peneliti mengingatkan bahwa penelitian tambahan diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan ini. Ensefalitis toksoplasma. walaupun hubungan antara AIDS dan stroke mungkin jauh lebih besar dari dugaan. juga disebut toksoplasmosis otak. muncul pada kurang lebih 10% pasien AIDS yang tidak diobati. yang bergerak menuju otak. depresi. Hal ini disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. dapat menyebabkan kelainan pembuluh darah dan/atau membuatpembuluh darah kurang menanggapi perubahan dalam tekanan darah yang dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah dan stroke. ia menetap di sana. sakit kepala berat yang tidak menanggapi pengobatan. Kelainan psikologis dan neuropsikiatri dapat muncul dalam fase infeksi HIV dan AIDS yang berbeda. dan mungkin muncul kejang. demam. Beberapa pasien mungkin mengalami gangguan ingatan dan kognitif.tanggapan terhadap cahaya.

seperti limfoma Hodgkin. lebih sering muncul pada pasien yang terinfeksi HIV. Mielopati vakuolar menyebabkan lapisan mielin yang melindungi untuk melepaskan diri dari sel saraf di saraf tulang belakang. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari subfamili gammaherpesvirinae. kelesuan. Kemunculan tumor ini pada sejumlah pemuda homoseksual tahun 1981 adalah salah satu pertanda pertama wabah AIDS. pusing. Gejala termasuk kaki lemas dan kaku serta tidak berjalan secara mantap. Kanker dan tumor ganas (malignan) Pasien dengan infeksi HIV pada dasarnya memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya beberapa kanker. Kanker ini seringkali merupakan perkiraan kondisi (prognosis) yang buruk. yang tidak meningkat 42 . Sarkoma Kaposi adalah tumor yang paling umum menyerang pasien yang terinfeksi HIV. Namun demikian. terutama mulut. Tidak semua pasien menunjukkan tanda infeksi. Mielopati vakuolar dapat berdampak pada hampir 30% pasien AIDS dewasa yang tidak diobati dan kejadiannya tersebut mungkin lebih tinggi pada anak yang terinfeksi HIV. Hal ini karena infeksi oleh virus DNA penyebab mutasi genetik. masalah penglihatan. Kanker ini disebabkan oleh virus papiloma manusia. muntah dan perubahan kepribadian. Kanker leher rahim pada wanita yang terkena HIV dianggap tanda utama AIDS. Penyakit ini sering muncul di kulit dalam bentuk bintik keungu-unguan. kejang. Pasien yang terinfeksi HIV juga dapat terkena tumor lainnya. kebingungan yang meningkat. dan limfoma sistem syaraf pusat primer. masalah berbicara dan berjalan. dan kanker anus.pada satu sisi tubuh. kanker usus besar bawah (rectum). yaitu terutama virus Epstein-Barr (EBV). Beberapa pasien juga mengembangkan demensia terkait AIDS. Pada beberapa kasus. banyak tumor-tumor yang umum seperti kanker payudara dan kanker usus besar (colon). misalnya seperti limfoma Burkitt (Burkitt's lymphoma) atau sejenisnya (Burkitt's-like lymphoma). diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL). saluran pencernaan. Berjalan menjadi sulit dan penyakit semakin parah dan lama-kelamaan pasien membutuhkan kursi roda. Limfoma ini sebagian besar disebabkan oleh virus Epstein-Barr atau virus herpes Sarkoma Kaposi. tetapi dapat menyerang organ lain. dan paru-paru. dan virus papiloma manusia (HPV). virus herpes Sarkoma Kaposi (KSHV). membentuk lubang kecil yang disebut vakuol dalam serat saraf. yaitu virus herpes manusia-8 yang juga disebut virus herpes Sarkoma Kaposi (KSHV). Kanker getah bening tingkat tinggi (limfoma sel B) adalah kanker yang menyerang sel darah putih dan terkumpul dalam kelenjar getah bening. limfoma adalah tanda utama AIDS.

kini adalah infeksi oportunistik ketiga yang paling umum (setelah tuberkulosis dan kriptokokosis) pada orang yang positif HIV di daerah endemik Asia Tenggara. atau disebut Penisiliosis. dan gangguan radang pada retina mata (retinitis sitomegalovirus). Virus sitomegalo dapat menyebabkan gangguan radang pada usus besar (kolitis) seperti yang dijelaskan di atas. namun pada saat yang sama kanker kemudian menjadi penyebab kematian yang paling umum pada pasien yang terinfeksi HIV. 8. Infeksi oportunistik lainnya Pasien AIDS biasanya menderita infeksi oportunistik dengan gejala tidak spesifik. terutama demam ringan dan kehilangan berat badan. Serologis Tes antibody serum Skrining Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan ELISA. Tes Laboratorium Telah dikembangkan sejumlah tes diagnostic yang sebagian masih bersifat penelitian. yang dapat menyebabkan kebutaan. Tes dan pemeriksaan laboratorium digunakan untuk mendiagnosis Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan memantau perkembangan penyakit serta responnya terhadap terapi Human Immunodeficiency Virus (HIV) 1. tapi bukan merupakan diagnosa Tes blot western Mengkonfirmasi diagnosa Human Immunodeficiency Virus (HIV) Sel T limfosit Penurunan jumlah total Sel T4 helper Indikator system imun (jumlah <200> T8 ( sel supresor sitopatik ) Rasio terbalik ( 2 : 1 ) atau lebih besar dari sel suppressor pada sel helper ( T8 ke T4 ) mengindikasikan supresi imun. Infeksi yang disebabkan oleh jamur Penicillium marneffei. Pemeriksaan Diagnostik a. Infeksi oportunistik ini termasuk infeksi Mycobacterium avium-intracellulare dan virus sitomegalo. Hasil tes positif. kemunculan berbagai kanker yang berhubungan dengan AIDS menurun. Di tempat-tempat dilakukannya terapi antiretrovirus yang sangat aktif (HAART) dalam menangani AIDS.kejadiannya pada pasien terinfeksi HIV. 43 .

Tes PHS Pembungkus hepatitis B dan antibody. sputum.- P24 ( Protein pembungkus Human ImmunodeficiencyVirus (HIV ) ) Peningkatan nilai kuantitatif protein mengidentifikasi progresi infeksi Kadar Ig Meningkat. Tes Antibodi Jika seseorang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). CMV mungkin positif 2. luka. Hal ini menjelaskan mengapa orang yang terinfeksi awalnya tidak memperlihatkan hasil tes positif. atau bisa sampai 6 – 12 bulan. sifilis. CT Scan otak. viral. Ig G. kemampuan mendeteksi antibody Human Immunodeficiency Virus (HIV) dalam darah memungkinkan skrining produk darah dan memudahkan evaluasi diagnostic. 3. Biopsis Diagnosa lain dari sarcoma Kaposi Brankoskopi / pencucian trakeobronkial Dilakukan dengan biopsy pada waktu PCP ataupun dugaan kerusakan paru-paru b. maka system imun akan bereaksi dengan memproduksi antibody terhadap virus tersebut. pemeriksaan sitologis urine. jamur. bakteri. Ig M yang normal atau mendekati normal Reaksi rantai polimerase Mendeteksi DNA virus dalam jumlah sedikit pada infeksi sel perifer monoseluler. terutama Ig A. dan sekresi. protozoa. untuk mengidentifikasi adanya infeksi : parasit. darah. Neurologis EEG. Riwayat Penyakit Histologis. Tapi antibody ternyata tidak efektif. feces. cairan spina. Antibody terbentuk dalam 3 – 12 minggu setelah infeksi. 44 . MRI. EMG (pemeriksaan saraf) Tes Lainnya: Sinar X dada Menyatakan perkembangan filtrasi interstisial dari PCP tahap lanjut atau adanya komplikasi lain Tes Fungsi Pulmonal Deteksi awal pneumonia interstisial Skan Gallium Ambilan difusi pulmonal terjadi pada PCP dan bentuk pneumonia lainnya.

menurut sebagian bear pakar. gag. dan antibody terhadap setiap komponen dapat dideteksi sebagai pita-pita pada westen blot. dan pol) adalah bukti konklusif infeksi HIV. Kenyataanya. Orang yang dalam darahnya terdapat antibody Human Immunodeficiency Virus (HIV) disebut seropositif. Penjelasan y ang paling mungkin adalah pasien yang diperiksa memiliki antibody yang bereaksi silang dengan 1 dari protein HIV. Pemeriksaan westen blot assay merupakan tes lainnya yang dapat mengenali antibody HIV dan digunakan untuk memastikan seropositifitas seperti yang teridentifasi lewat prosedur ELISA. Antigen ini dapat dipisahkan berdasarkan berat molekulnya. wedtern blot yang positif. dengan beragam berat molekul. yang didefinisikan sebagai hasil positif terhadap anggota ketiga produk gena utama HIV(protein envelope. Dipihak lain. dan gp120/60. dapat disimpulkan reaktivitas ELISA tersebut adalah poitif palsu. 2. western blon dapat dianggap positif untuk HIV-1 bila mengandung pita-pita untuk paling sedikit 2 produk gena berikut : p24. ELISA tidak menegakan diagnosa AIDS tapi hanya menunjukkan bahwa seseorang terinfeksi atau pernah terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Tes westen blot memanfaatkan kenyataan bahwa berbagai antigen HIV. Penjelasan yang kecil kemungkinannya untuk hail western blot yang indeterminate adalah pasien terinfeksi HIV dan sedang dalam proses membemntuk respons antibody klasik. Pola reaktivitas ilang yang paling sering dijumpai adalah antibody yang bereaksi dengan p24 dan atau p55. Terdapat 2 kemungkinan penjelasan untuk hasil western blot yang indeterminate. serta criteria yang ditetapkan oleh The Association of State and Territorial Public Health Laboratory Directors. gp41. Berdasarkan definisi pola reaktivita western blot yang tidak termasuk dalam kategori negative atau positif dianggap indeterminate. Tes Enzym – Linked Immunosorbent Assay ( ELISA) Mengidentifikasi antibody yang secara spesifik ditujukan kepada virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). menimbulkan pembentukan antibody spesifik. Western Blot Assay Mengenali antibody Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan memastikan seropositifitas Human Immunodeficiency Virus (HIV). Pada pasien dengan ELISA positif atau menengah dan western blot negative. Pada kedua keadaan tersebut diagnosis terinfeksi HIV harus diusahakan untuk 45 . yaitu : 1. Westen blot yang negatif adalah yang tidak memperlikatkan pita – pita pada berat molekul yang sesuai dengan produk gena HIV.Pada tahun 1985 Food and Drug Administration (FDA) memberi lisensi tentang uji – kadar Human Immunodeficiency Virus (HIV) bagi semua pendonor darah atau plasma. Tes tersebut.

3. Bila hasil western blot positif dapat ditegakkan diagnosi HIV. Bila hail wetern blot adalah intermediate. keberadaannya menciptakan keadaan yang harus menggunakan modalitas diagnostic lain(misalnya PCR atau p24 antigen capture) untuk mematikan bahwa pita – pita tersebut bukan merupakan isyarat infeksi HIV awal. c. dapat disimpulkan hail possitif pada pemeriksaan pertama merupakan kesalahan teknis kinerja assay dan pasien adalah negatif. pemerikasaan p24 antigen capture assay sangat spesifik untuk HIV – 1. hasil ELISA sebelumnya dapat dianggap hasil positif palsu dan hasil diagnosis infeksi HIV dapat disingkirkan. Bila western blot negative. Pelacakan Human Immunodeficiency Virus (HIV) Penentuan langsung ada dan aktivitasnya Human Immunodeficiency Virus (HIV) untuk melacak perjalanan penyakit dan responnya. Selain itu. diagnosis dapat didingkirkan dn pemeriksaan ulang hanya dilakukan bila ada indikasi klinis. Bila PCR positif dan atau wetern blot memperlihatkan perkembangan. Walaupun merupakan tes konfirmasi yang baik untuk infksi HIV pada paien dengan ELISA positif atau indeterminate. Pada pasien yang diduga terinfeksi HIV. 4. Bila hasil ELISA indeterminate atau positif. Protein tersebut disebut protein virus p24. tes yang paling sesuai diterapkan adalah ELISA. western blot mrupakan tes penapisan yang buruk. 2030% dapat memperlihatkan 1/lebih pita pada western blot. Radio Immuno Precipitation Assay ( RIPA ) Mendeteksi protein dari pada antibody. Walaupun pita – pita terebut mungkin tampak samar dan reaktivitas silang. dengan pemeriksaan ulang western blot sebulan kemudian. kecuali bila terdapat kecurigaan kuat adanya infeksi HIV dini. 46 . western blot haru diulang 1 bulan kemudian untuk memastikan apakah pola indeterminate tersebut merupakan pola dalam evolusi. harus dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan PCR. Indirect Immunoflouresence Pengganti pemeriksaan western blot untuk memastikan seropositifitas. harus dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan western blot.dikonfirmaikan atau disingkirkan dengan reaksi rantai polymerase. maka tes harus diulang. dapat ditegakkan diagnostic infeksi HIV. Bila hasilnya negatif. Pada individu dengan ELISA dan PCR negative untuk HIV. Bila hasil tes ulang negative dua kali. tapi kadar p24 pada penderita infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) sangat rendah. pasien dengantiter p24 punya kemungkinan lebih lanjut lebih besar dari menjadi AIDS. misalnya pasien tersebut terpajan dalam 3 bulan terakhir.

yaitu mengkonsumsi makanan sehat. dan melakukan pergaulan yang sehat. Penatalaksanaan : a. Penggunaan jarum suntik dan alat tusuk lainnya seperti. Pengkajian : Tn. terutama bagi kelompok perilaku resiko tinggi. sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat. Apabila berkeinginan hamil hendaknya selalu berkonsultasi dengan dokter. jarum tindik.A : 35 tahun Biodata Nama Usia Jenis Kelamin : Laki-Laki Keluhan Utama Klien mengeluh lemah. karena sudah terbukti bahwa penyebaran HIV/AIDS di kalangan panasun (pengguna narkoba suntik) 3-5 kali lebih cepat dibanding perilaku risiko lainnya. Riwayat Kesehatan Saat Ini 47 . Jauhi narkoba. Pemeriksaan kultur Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau kultur plasma kuantitatif dan viremia plasma merupakan tes tambahan yang mengukur beban virus ( viral burden ). Seorang ibu yang darahnya telah diperiksa dan ternyata positif HIV sebaiknya jangan hamil. akupunktur.Pemeriksaan ini digunakan dengan tes lainnya untuk mengevaluasi efek anti virus. Asuhan Keperawatan a. Beberapa tindakan untuk menghindari dari HIV/AIDS antara lain: • Hindarkan hubungan seksual diluar nikah dan usahakan hanya berhubungan dengan satu pasangan seksual. hendaknya hanya sekali pakai dan harus terjamin sterilitasnya. berolah raga. Pergunakan selalu kondom. 9. • • • Orang-orang yang tergolong pada kelompok perilaku resiko tinggi hendaknya tidak menjadi donor darah. • • 10. lemas tidak bergairah. Di Kampung Bali Jakarta 9 dari 10 penasun positif HIV. Pencegahan Cara mencegah masuknya suatu penyakit secara umum di antaranya dengan membiasakan hidup sehat. diare selama 40 hari. karena bisa memindahkan virusnya kepada janin yang dikandungnya. jarum tatto.

sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat. Riwayat Kesehatan Keluarga Tidak teridentifikasi. 48 . lemas tidak bergairah. Riwayat Psikososial dan Spiritual Spiritual • : Biasanya pasien HIV-AIDS seringkali merasa putus asa dan ingin bunuh diri karena : merasa penyakit yang dideritanya sebagai kutukan dari Tuhan. disre selama 40 hari. Afek • Menutup diri dari lingkungan dan tidak mau berbagi dengan orang-orang disekitarnya Pengkajian Fisik Inspeksi : Dalam kasus klien terlihat lemas dan tidak bergairah.A nyaris pingsan. Psikososial • Pasien merasa tidak percaya diri (minder) dengan keadaan lahiriahnya karena biasanya penderita AIDS akan mengalami infeksi oportunistik. Riwayat Kesehatan Masa Lalu Klien mengalami diare selama 40 hari. sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat sampai suatu ketika hanya karena flue tersebut Tn.Klien mengeluh lemah. termasuk pada kulit seperti sarkoma kaposi • Perasaan tidak berguna bagi orang-orang disekelilingnya karena umumnya masyarakat enggan untuk bekerja atau beraktivitas bersama orang yang mengidap penyakit HIVAIDS Mood • • Rasa malu dan takut untuk bersosialisasi dengan masyarakat Rasa cemas dan depresi karena tahu HIV-AIDS sampai saat ini belum dapat disembuhkan.

pucat / sianosis. dan tanda vital lainnya.perubahan pola tidur. putus asa. perpanjangan pengisian kapiler. Tanda : Perubahan TD postural. Dilihat apakah ada kemerahan. Dilihat apakah nodus limph cervikalnya bengkak atau tidak. 5. 49 .dan sebagainya. Sirkulasi Gejala : Penyembuhan yang lambat (anemia). Tanda : Kelemahan otot. 3. Palpasi : Dalam kasus tidak teridentifikasi. Kulit dan membrane mukosa diinspeksi setiap hari untuk menemukan tanda-tanda lesi. postur. Namun pada pasien HIV AIDS ini kita dapat melakukan palpasi pada: 1. tenderness atau deformitas. respon fisiologi aktifitas ( Perubahan TD. Inspeksi warna kulit. menurunnya massa otot. suhu dan kelembaban. marah.mengkuatirkan penampilan. Inspeksi penampilan umum klien yang meliputi BB. ulserasi atau infeksi.menarik diri. 2.menurunnya volume nadi perifer. kesulitan berjalan. frekuensi Jantun dan pernafasan ). bengkak. perdarahan lama pada cedera. Sistem muskuloskeletal untuk meraba adanya bengkak. mengingkari diagnosa.progresi malaise. gaya berjalan. Pemeriksaan kultur luka dapat dimintakan untuk mengidentifikasi mikroorganisme yang infeksius. Ulserasi dan adanya bercak-bercak putih seperti krim yang menunjukan kandidiasis.intoleran activity.depresi. Integritas dan Ego Gejala : Stress berhubungan dengan kehilangan. 4. tenderness atau deformitas pada sistem muskuloskeletal.cemas. Tanda : Mengingkari. Pemeriksaan Fisik (Objektif) dan Keluhan (Sujektif) Aktifitas / Istirahat Gejala : Mudah lelah.Namun pada pasien HIV AIDS ini kita juga dapat melakukan inspeksi yaitu: 1. Daerah perianal harus diperiksa untuk menemukan ekskoriasi dan infeksi pada pasien dengan diare yang profus. kehilangan BB. TB.takut. Rongga mulut diperiksa untuk memantau gejala kemerahan. Nodus limph cervikal (untuk meraba adanya bengkak) 2.

nyeri tekan.hemiparesis.kelemahan otot.pingsan.penurunan rentan gerak.kerusakan status indera. kurang perawatan diri.perubahan penglihatan. Tanda : Perubahan status mental. refleks tidak normal. diare pekat dan sering. Makanan / Cairan Gejala : Anoreksia. rasa terbakar saat miksi Tanda : Feces encer dengan atau tanpa mucus atau darah. Tanda : Perubahan integritas kulit. perubahan bunyi napas. Keamanan Gejala : Riwayat jatuh.perianal. mual muntah. rasa terbakar.tremor. batuk. napas pendek progresif. demam berulang. ansietas. Neurosensori Gejala : Pusing.luka perianal / abses. Nyeri / Kenyamanan Gejala : Nyeri umum / local. perubahan status mental.dan karakteristik urine. lesi atau abses rectal. lesi rongga mulut.transfuse darah. terus – menerus.warna. menurunya kekuatan umum. tekanan umum.kejang.penyakit defisiensi imun.Eliminasi Gejala : Diare intermitten. sering dengan atau tanpa kram abdominal. 50 . sakit kepala. timbulnya nodul. pelebaran kelenjar limfe. nyeri tekan abdominal. kesehatan gigi dan gusi yang buruk.tremor. distress pernapasan. sesak pada dada. adanya sputum. disfagia Tanda : Turgor kulit buruk.kejang. ide paranoid.perubahan jumlah. nyeri kelenjar. edema Hygiene Gejala : Tidak dapat menyelesaikan AKS Tanda : Penampilan tidak rapi. Pernafasan Gejala : ISK sering atau menetap.berkeringat malam.nyeri dada pleuritis.luka. Tanda : Bengkak sendi. Tanda : Takipnea.pincang. sakit kepala. nyeri panggul. terbakar.

Intoleransi berhubungan malaise kelelahan ditandai Aktivitas dengan dengan Lemah.Seksualitas Gejala : Riwayat berprilaku seks beresiko tinggi. prilaku seks beresiko tinggi. muntah. Perubahan nutrisi kurang Kekurangan volume cairan Diare Tidak optimalnya penyerapan 51 Mual. Diare berhubungan dengan infeksi 40 hari 4. Analisis Data bersihan Etiologi Infeksi pernapasan Flu berat Produksi mukus >>> Jalan napas terhambat Bersihan jalan napas tidak efektif Jalan napas terhambat 02 supply ↓↓ RR dan HR ↑↑ Pemakaian energi >> Malaise 3. b. Ketidakefektifan jalan napas berhubungan dengan infeksi pernapasan ditandai oleh flu 2. yang (malaise) kelelahan berlebihan dari kebutuhan berhubungan .herpes genetalia Interaksi Sosial Gejala : Masalah yang ditimbulkan oleh diagnosis.isolasi.menurunnya libido. alkoholik. dan penurunan berat Diare selama 40 hari Diare selama 40 hari Symptom Flu No Problem 1. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan diare di saluran cerna ditandai oleh diare selama Intolerant Activity Masuknya mikroorganisme Infeksi di intestinum Tidak optimalnya absorpsi air dan sari makanan diare Diare Pengeluaran cairan tidak terkontrol Defisit cairan 5. merokok.penggunaan pil pencegah kehamilan. Tanda : Kehamilan.kesepian. penyalahgunaan obatobatan IV.adanya trauma AIDS Tanda : Perubahan interaksi Penyuluhan / Pembelajaran Gejala : Kegagalan dalam perawatan.

Gangguan intake nutrisi Mual dan muntah berhubungan dengan infeksi di intestinum ditandai oleh mual dan muntah 8. Risiko cedera berhubungan dengan imunodefisiensi ditandai oleh anemia Gangguan intake nutrisi HIV menginfeksi hepar Kerja hepar tidak optimal Jumlah fibrinogen ↓↓ Proses penyembuhan melambat Risiko cedera Diare Penurunan berat badan Gangguan citra tubuh Harga diri rendah Anemia normositik 9. berhubungan .dengan ditandai tidak oleh optimalnya penurunan sari makanan Tidak seimbangnya kebutuhan dan suplai nutrisi Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan Sistem imun melemah Mikroorganisme masuk Infeksi di saluran cerna Diare Defisit cairan Dehidrasi Gangguan membran mukosa mulut Infeksi di intestinum Merangsang baroreseptor Ss simpatis aktif Ss parasimpatis ↓↓ Peristaltik ↓↓ Makanan tertahan di usus dan lambung Mual dan muntah badan penyerapan sari makanan berat badan 6. Harga perubahan ditandai berat badan diri citra oleh rendah dengan tubuh penurunan Penurunan badan berat berhubungan 10 Resiko tinggi Ansietas dengan Inflamasi sistemik Berbagai penyakit gangguan sistemik 52 Dalam kasus diatas belum diidentifikasi. Gangguan membran mukosa mulut berhubungan dengan sistem imun yang lemah Diare selama 40 hari 7.

ancaman/perubahan kesehatan status Ancaman/perubahan status kesehatan Ansietas Namun umumnya. 11 Kurang pengetahuan berhubungan dengan caracara penularan HIV c. perasaan takut mati dsb.Klien memiliki Keefektifan pemberian keefektifan dan oksigen Keefektifan pengobatan juga yang Kecenderungan gas darah arteri anterior dan posterior Jelaskan dengan (misalnya : pada pernapasan dalam yang diresepkan intervensi lanjutan Klien mampu Auskultasi bagian dada pengguanaan Mengetahui ada atau pendukung tidaknya penurunan benar ventilasi dan adanya oksigen. masalah di masa yang : breathing <IPPB>) 53 . Mencegah munculnya positive pressure akan datang gejala-gejala dan inhaler. Asuhan Keperawatan Tujuan bersihan Intervensi Klien Mandiri: Kaji berikut ini : dan Mengetahui gambaran dapat yang menentukan tindakan dan merancang diberikan jalan dokumentasikan hal-hal umum kondisi klien Rasional No Diagnosa Ketidakefekti Jalan Nafas fan Bersihan menunjukkan nafas yang efektif irama frekuensi rentang normal mengeluarkan sekresi efektif menunjukkan perilaku mengontrol perilaku perawatan secara . 1. . spirometer. Khawatir. tandanya antara lain: keputusasaan. bunyi tambahan Klien mampu peralatan pengisapan. dan intermitent. pada tandadepresi.

penyakit cedera secara ditunjukkan. Dengan dan mengetahui klien. Alat bantu tambahan mempermudah jalannya penyembuhan AGD untuk intervensi dengan pernapasan napas dan stasis dan fowler tinggi ataupun ahli pernapasan sesuai bersihan jalan napas dengan kebutuhan. sosial. spiritual dilakukan terhadap aktivitas. Konsultasikan dokter dan atau dengan tentang Perencanaan peralatan membantu menentukan intervensi yang tepat Hasil bermanfaat rencana lanjutan. atau Intruksikan yang pasien Bantu tentang klien kepada batuk dalam posisi konsisten dan tekhnik nafas dalam mengambil semi Mencegah Kolaboratif : Konsultasikan sekresi dengan meningkatkan Memudahkan bersihan jalan hasil gas darah lengkap abnormal. spiritual tingkat emosi. 2. Beritahu dokter tentang pernapasan kebutuhan untuk perfusi ahli pendukung. 54 . Intoleran Aktivitas Klien mentoleransi aktivitas biasa Mandiri : Kaji yang sosial. respon dan emosi.

saat beraktifitas. Intruksikan pasien/keluarga penggunaan relaksasi selama aktivitas. dan /atau rekreasi merencanakan Meminimalisir dan memantau program nyeri yang mungkin 55 .visualisasi) konsumsi oksigen (mis. pengaturan aktivitas dan waktu untuk mencegah fisik. rasa teknik berjalan untuk aktivitas tentang managemen Meminimalisir kemungkinan pengobatan dapat keletihan klien kehidupan sehari-hari. Kolaborasikan ahli untuk terapi dengan okupasi. Kolaborasi : Berikan nyeri sebelum aktivitas. distraksi.dan dengan tahan. Ajarkan kepada pasien dan orang terdekat bagi Meminimalisir pasien tentang teknik aktifitas menjaga klien perawatan akan diri yang dari kekurangan meminimalkan oksigen diri dan menentukan batas rencana aktivitas membantu penghematan energi. kepada yang akan diberikan dalam Relaksasi teknik ketahanan tubuh klien (mis. ditunjukan daya perawat melakukan dapat penyesuaian aktivitas Evaluasi motivasi dan Tingkat motivasi klien keinginan pasien untuk dapat meningkatkan aktivitas. memantau melakukan Ajarkan teknik kelelahan.

Diare kronik. badan. berkeringat gangguan sebagai hit 5:ekstrem.aktivitas sesuai dengan dirasakan klien kebutuhan. Inflamasi usus halus dapat absorbsi Penurunan anemia HIV meningkatkan Kaji : berat warna. dan banyak untuk evaluasi dasar labiratorium (elektrolit. normal pasien. yang Aktifitas yang akan kelelahan pada Rujuk pada ahli gizi terprogram merencanakan mencegah untuk yang asupan klien tinggi berlebih Nutrisi dapat 3. Diare Menunjukkan yang ditandai indikator berikut ketentuan sedang. atau tidak ada). berat. malnutrisi. dan terhadap pada infeksi yang diharapkan -diare tidak ada -darah dan lendir pada feses tidak ada -nyeri kram tidak ada -kembung ada dan terhadap infeksi lebih tidak dokumentasikan frekuensi. menipiskan elektrolit. 56 . ketidak muntah. untuk makanan meningkatkan makanan energi.normalan. ringan. -pola dalam Mandiri : yang baik meningkatkan energi klien eliminasi defekasi Kaji kebiasaan defekasi Memberikan efektif. eliminasi pasien setiap hari. Kewaspadaan terhadap merusakan cairan dan berat umum dan risiko rentang Timbang berat badan elektrolit. masukan (dengan laporkan 1. dengan Pantau sel darah) nilai dan oral tidak adekuat.

Pertahankan kecuali indikasikan. sering. dan jumlah kemungkinan (ukuran) feses .turgor dehidrasi yang parah kulit dan kondisi mukosa mulut sebagai indikator dehidrasi. volume. makan dalam masukan dikontra Memantau frekuensi cairan sedikitnya 3 liter diare membantu dalam porsi lanjutan secara hipovolemia petugas Membantu membuat Anjurkan pasien untuk perencanaan lanjutan Mencegah terulangnya pasien/anggota keluarga diare Anjurkan pasien untuk penyusunan intervensi kecil. Pantau perianal. Informasikan tentang obat adanya iritasi Iritasi pasien memungkinkan yang Pengetahuan tersebut dapat meminimalisir dapat dan ulserasi kulit di area kemungkinan keluarnya cairan tubuh mengakibatkan diare. Ajarkan pasien tentang kemungkianan penggunaan obat anti memarahnya diare diare yang tepat.konsistensi. frekuensi dan konsistensi feses. Anjurkan untuk mencatat warna. dan jumlah Mencegah ditingkatkan bertahap Kolaborasi : Konsultasikan 57 dengan Menjaga asupan . memberitahu setiap kali diare.

dan zink) 58 elektrolit berkeringat fosfor menipiskan elektrolit. kacangan-kacangan. berat umum dan risiko yang tidak normal nilai laboratorium untuk badan. tidak Mandiri : haus Pantau berat badan dan Penurunan status nutrisi anemia HIV meningkatkan dan berat nilai Diare kronik. Kekurangan volume cairan Klien mengalami Klien menampilkan hidrasi yang baik (membran mukosa lembap) Memiliki asupan Pantau cairan oral dan haluaran atau yang adekuat masukan dari : pertahankan dokter sesuai lanjutan dokter.ahli diet untuk nutrisi klien penyesuaian diet yang diperlukan. dan pembatasan cairan ketentuan dengan membantu makanan membuat perencanaan berlemak/gorengan. Menurunkan stimulasi merokok.Ca. Konsultasikan pada dokter jika tanda dan gejala diare yang terus menerus. Inflamasi usus halus . Perencanaan dengan Lakukan tindakan untuk ahli nutrisi membantu mengurangi pembatasan membuat perencanaan yang sesuai ketentuan Perencaan dokter dan hindari hindari seperti sayuran 4. dan banyak muntah.Mg. dan terhadap pada infeksi terhadap infeksi lebih intra vena laboratorium cairan dan ketidakseimbangan (K. malnutrisi.Na. usus iritan usus makanan mentah. masukan untuk oral tidak adekuat.

Perubahan dari kebutuhan Klien sesuai sedotan. klien.dll) batas normal berat badan dalam Dapatkan riwayat diet.dapat absorbsi Pantau tanda dehidrasi Pantau interaksi obat (misalnya.TB. merusakan cairan dan gejala Mengantisipasi dehidrasi terhadap parah Mencegah berikan Mencegah pada mudah berikan dengan terjadinya terjadinya bertambah Tingkatkan asupan oral komplikasi cairan oral yang disukai dehidrasi pada klien dijangkau. usia.Hb. tempat letakkan yang dan dan laporkan elektrolit. terhadap status nutrisi termasuk makanan yang Memastikan disukai makanan dan tidak kebutuhan membantu terhadap nutrisi. intervensi disukai serta intoleransi pendidiakn Kaji faktor-faktor yang individual memengaruhi masukan Memberikan dasar dan oral Dorong klien istirahat sebelum makan Dorong orang lain Makan sedikit sering : 6 kali sehari 59 klien arahan untuk intervensi Meminimalkan keletihan yang dapat untuk menurunkan Membatasi tapi sosial nafsu isolasi makan dengan ditemani makan untuk . segar) 5. dapat Mandiri : Kaji terhadap malnutrisi Memberikan pengukuran objektif nutrisi kurang mempertahankan massa tubuh dan (BB. dan berikan air keinginan.Ht.

Instruksikan klien untuk Mencegah klien terlalu makan makanan kaya kenyang protein karbohidrat Kolaborasi : Konsulkan dengan ahli diet untuk menentukan kebutuhan nutrisi klien tentang pengganti makanan (nutrisi Memberikan dukungan nutrisi bila klien tidak mengonsumsi jumlah yang cukup per oral 6. kesukaan dan ketidaksukaan klien Minimalkan factor yang dapat menimbulkan Mual dapat dan muntah mual dan muntah 60 memperburuk . Gangguan membran mukosa mulut Menunjukkan perbaikan daerah mulut (kelembapan meningkat) Pemberian buah sayur-sayuran daerah bibir 7. Gangguan intake nutrisi Tingkat gizi klien Mandiri : tercukupi memenuhi kebutuhan metabolik untuk Buat makan perencanaan Makan yang terjadwal dengan klien dapat memperbaiki Mandiri : air putih Kebutuhan dan cairan tubuh klien tercukupi meminimalisir daya dehidrasi dan Meningkatkan tahan tubuh kelembapan mulut mukosa pada Pemberian Memudahkan Konsul dengan dokter perencanaan makan dan kaya Memberikan protein dan kalori tambahan enteral atau parenteral) mukosa minimal 8 gelas sehari Pemberian pelembap di Meningkatkan untuk dimasukan dalam kondisi gizi klien jadwal makan.

Komunikasikan bahwa tingkat gizi klien klien bertanggung jawab terhadap pilihan fisik Rasa tanggung jawab dan makanan Identifikasi pada diri klien proses nafsu klien dan memudahkan hindarkan faktor-faktor pemulihan yang dapat berpengaruh Hilangnya terhadap Kolaborasi: Diskusikan dengan ahli gizi dalam menentukan kebutuhan ketidakadekuatan asupan klien dengan Nutrisi dapat yang baik meningkatkan hilangnya makan gizi klien nafsu makan klien memperburuk tingkat energy klien 8. . Risiko cedera Adanya kemampuan untuk meminimalisir risiko cedera Mandiri : Berikan pendidikan berhubungan strategi Berikan mengenai lingkungan karakteristiknya Kolaborasi: Rujuk pada kelas Rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri klien membantu dalam proses pemulihan 9. Risiko Harga Klien Mandiri : 61 pendidikan komunitas dan materi Meminimalisir yang cedera dengan tindakan informasi bahaya Meminimalisir dan cedera risiko risiko untuk mencegah cedera.

dibuktikan dengan menunjukkan kontrol kontrol koping. agresi. Pencapaian tujuan yang realistis membantu klien untuk mencapai harga diri yang lebih tinggi 10. serta terapi memperluas fokus 62 . ansietas permainan. Hindari tindakan yang Tindakan dapat melemahkan klien melemahkan dapat tujuan yang realisitis. impuls. radio. yang klien menurunkan terhadap pentingnya sebagai tempat klien diri yang negative yang negative dapat klien dirinya. pengungkapn Pengungkapan menurunkan percaya diri klien. tentang penghargaan pandangan tentang membantu menentukan intervensi tingkat diri Pantau klien dalam rasa percaya diri klien diri rasa berfungsi diri Tentukan rasa percaya Mengetahui penilaian diri. ansietas. Berikan tentang konseling. Bantu klien menyusun rasa percaya diri klien. Risiko tinggi Ansietas ansietas berkurang. Sediakan Mandiri : Bantu klien unuk Alat pada mengidentifikasi mekanisme koping yang dibutuhkan untuk mengurangi ansietas pengalihan Untuk mengurangi dan untuk memfokuskan situasi saat ini kontrol melalui televisi.diri rendah menunjukan harga ditandai indicator : Mengungkapakan penerimaan secara verbal Mempertahankan kontak mata Menerima kritikan orang lain dari Kaji pernyataaan klien Mengetahui diri. dengan diri. informasi Konseling mencurahkan pandangannya terhadap diri.

Ketidakefekti fan individu -Menimbang serta Mandiri : pandangan Menetapkan terhadap untuk dasar intervensi alternatif dan klien 63 waktu klien untuk Meningkatkan lebih perasaan diri banyak daripada untuk bermaknadan dan memberikan interaksi sosial partisipasi Memberikan distraksi koping memilih di antara Identifikasi . Isolasi sosial Penurunan rasa Mandiri : berhubungan dengan penyakit Observasi sosial Berikan mengenai penularan bantu klien isolasi sosial Kaji pola interaksi Menetapkan untuk individual terhadap Isolasi sosial dapat perilaku indikatif isolasi dimanifestasikan dalam beberapa cara instruksi Pengawasan informasi cara-cara yang HIV dan memperbaiki untuk kesalahan dan dan konsepsi menghilangkan akurat dasar intervensi sosial klien yang lazim mengidentifikasi menggali sumber untuk ansietas mendukung mekanisme koping Berikan bersama pengobatan prosedur Dorong dalam aktivitas pengalih 12.penahanan mutilasi dan substansial menunjukkan keterampilan interaksi secara konsisten. sesuai dengan yang efektif kebutuhan 11. secara okupasi diri Dampingi klien Untuk meningkatkan dan keamanan mengurangi takut Kolaborasi: Berikan untuk pengobatan Meminimalisir mengurangi ansietas sosial ansietas.

kesehatannya klien. Pengetahuan tentang penyakit cara keluarga. Risiko penularan infeksi berhubungan dengan faktor risiko kontak dengan cairan tubuh 14. menentukan intervensi mengklarifikasi kesalahpahaman Kolaborasi: Fasilitasi mengenal yang pemberi sumber-sumber 13. teman tentang penularan rute penularan HIV dan dapat juga pencegahannya cara pencegahan membantu mencegah penyebaran penyakit. klien meningkatkan untuk percaya diri kepada kelompok klien membantu dalam layanan meningkatkan koping di mendukungnya. proses pemulihan dan kesehatan lainnya.layanan kesehatan terkait dan membantu dalam dan lanjutan untuk Mengurangi dan koping Memberikan rasa ansietas diagnosis. dan pendidikan Meminimalisir Universal penularan dan tenaga risiko Precaution pada klien. Kurang pengetahuan berhubungan dengan dan pencegahan Peningkatan pengetahuan mengenai penularan penyakit 64 Mandiri : Instruksikan Minimalnya risiko penularan komunitas Mandiri : Berikan mengenai keluarga. prognosis Bantu klien yang kehidupan sehari. juga dapat .konsekuensinya -Berpartisipasi dalam hari kondisinya kesesuaiannya dan individual dengan pemberi informasi Memberikan kejelasan aktivitas pandangan Berikan faktual dengan pengobatan.

Membutuhkan keterampilan pada saat memberikan hasil HIV yang positif. 2. 2. sehingga memungkinkan orang tersebut mampu menyesuaikan atau mengadaptasi diri dengan stress dan sanggup membuat keputusan bertindak berkaitan dengan HIV/AIDS. Konseling HIV berbeda dengan jenis konseling lainnya. dan lain-lain. Dalam hal ini konseling bertujuan untuk memberikan dukungan kepada ODHA agar mampu hidup secara positif. 4. Konseling HIV menjadi hal yang unik karena : 1. Mencegah penularan HIV dengan cara mengubah perilaku. Tujuan konseling HIV : 1. tetapi yang jauh lebih penting adalah pemberian dukungan yang dapat menumbuhkan motivasi mereka. 5. psikologis. Membutuhkan keterampilan dalam menghadapi kebutuhan pasangan maupun anggota keluarga klien. Membutuhkan kepekaan konselor dalam menghadapi perbedaan pendapat dan nilai yang mungkin sangat bertentangan dengan nilai yang dianut oleh konselor itu sendiri. Meningkatkan kualitas hidup ODHA dalam segala aspek baik medis. 65 . 6. Untuk mengubah perilaku. Membutuhkan pembahasan mengenai praktik seks yang bersifat pribadi. social. tidak berganti-ganti jarum suntik. walaupun keterampilan dasar yang dibutuhkan adalah sama. Asuhan Keperawatan Komunitas Konseling HIV/AIDS menyebabkan takut rasa Konseling HIV/AIDS merupakan dialog antara seseorang (klien) dengan pelayan kesehatan (konselor) yang bersifat rahasia. ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) tidak hanya membutuhkan informasi belaka. dan ekonomi. Membutuhkan pengetahuan yang luas tentang infeksi menular seksual (IMS) dan HIV/AIDS.penularan HIV 11. Membutuhkan pembahasan tentang kematian atau proses kematian. 3. misalnya dalam perilaku seks aman.

keluarga. Mereka yang sedang mencari pertolongan diakibatkan perilaku resiko yang lalu dan sekarang sedang merencanakan masa depannya. penyampaian status HIV pada pasangan seksual. pemuka agama. keuangan. perawat. Petugas konseling tidak harus merupakan petugas kesehatan yang ahli. Orang yang sudah diketahui menderita AIDS atau terinfeksi HIV. Hal ini bukan suatu hal yang baku. dan lain-lain). Konseling bersifat tidak eksklusif. Guru. Ciri-ciri Konseling HIV Konseling merupakan kegiatan membantu klien agar dapat : a. dan anggota kelompok masyarakat dapat menolong dalam konseling pencegahan maupun konseling 66 . Agar mampu berkomunikasi lebih lancer. rasa duka yang berkelanjutan. dukun tradisional. kemungkinan stigma diskriminasi. kelompok kerja muda. dan lain-lain. 3. Konseling bukan merupakan percakapan tanpa tujuan. penyuluh kesehatan. dan keluarganya. pemutusan hubungan kerja. Mengantisipasi harapan-harapan. sehingga membutuhkan pengembangan rasa saling percaya. Memperoleh akses informasi yang benar. 5. sebagai akibat infeksi HIV. e. juga bukan member nasihat atau instruksi pada orang untuk melakukan sesuatu sesuai kehendak konselor. artinya setiap orang yang diberi pelatihan khusus dapat menjadi seorang konselor. Petugas Konseling Selain dokter. Konseling HIV dianjurkan untuk keadaan berikut : 1. latar belakang klien. dan jenis layanan medis atau social yang tersedia. kerelaan. c. 2. Memahami dirinya dengan lebih baik. Mereka yang sedang dites untuk HIV (sebelum dan sesudah tes). perumahan. pekerja social. Orang yang mempunyai masalah akibat infeksi HIV (pekerjaan. d. psikolog.Dalam hal ini. 4. petugas laboratorium. psikoterapis. konselor juga diharapkan dapat membantu mengatasi rasa putus asa. b. dan perubahan perilaku. dapat bervariasi tergantung kondisi daerah atau wilayah. Agar mampu menghadapi masalahnya. Konselor bersifat sangat pribadi. Mereka yang tidak mencari pertolongan namun berperilaku resiko tinggi. dan orang dengan profesi lain dapat dianjurkan dan dilatih u8ntuk memberikan dukungan konseling.

4.dukungan untuk ODHA. Menurunkan stress 5. Jenis konseling itu adalah sebagai berikut : 1. 6. Keduanya memberikan pengetahuan dan mengubah sikap. 3. Kelompok besar atau kecil 3. Proses penyesuaian kecil 3. 5. Konseling pada mereka yang menghadapi kematian. Jadi. Memerlukan pengatahuan dalam aspek teknik. Konseling pra-tes. Berorientasi pada masalah 4. pada dasarnya yang dapat menjadi petugas konseling adalah mereka yang mempunyai ruang untuk orang lain dalam dirinya. Proses belajar 2. 3. Konseling berkelanjutan. Merupakan komunikasi dua arah. Bersifat individual atau kelompok 2. Berorintasi pada isi 4. Konseling keluarga. Konseling untuk pencegahan terjadinya HIV/AIDS. VCT (Voluntary Counseling Testing) Definisi VCT 67 . Konseling pasca-tes. Didominasi oleh komprehensi Sedangkan persamaannya adalah sebagai berikut : 1. Didominasi mood dan perasaan Sumber: Depkes RI (2003) Edukasi Kesehatan 1. Jenis Konseling HIV/AIDS Ada beberapa jenis konseling yang dapat dilakukan untuk para penderita HIV/ AIDS. Konseling versus Edukasi Kesehatan Perbedaan antara konseling dan edukasi kesehatan dapat dilihat pada table berikut. 2. Konseling 1. Meningkatkan pengetahuan 5. 2.

2. jika tidak ada seorangpun sebagai pendukung moral maka konselor diharapkan dapat bertindak sebagai keluarga bagi klien. maka klien membatalkan pemeriksaan. 2. Tujuan tersebut adalah agar : 1. maka klien akan membubuhkan tanda tangan pada “surat persetujuan diperiksa” yang antara lain berisi keamanan klien bahwa identitasnya tidak akan dibocorkan. biasanya setelah mengetahui dengan benar bagaimana cara AIDS menular. Dua hal yang penting dalam konseling ini. 68 . Konselor harus lebih berhati-hati pada klien dengan perilaku beresiko tinggi karena harus diteruskan dengan rinci tentang akibat yang akan timbul apabila hasil tes sudah keluar. keluarga. serta membantu mengurangi stigma dalam masyarakat. Tahap VCT 1. Tujuan VCT VCT mempunyai tujuan sebagai : 1. Upaya untuk mengurangi kegelisahan. Tujuan Konseling pra-tes HIV/AIDS Terdapat beberapa tujuan dilakukannya konseling pra-tes pada klien yang akan melakukan tes HIV/AIDS.VCT adalah suatu pembinaan dua arah atau dialog yang berlangsung tak terputus antara konselor dan kliennya dengan tujuan untuk mencegah penularan HIV. dan lingkungannya. 3. memberikan dukungan moral. Sebelum Deteksi HIV (Pra-konseling) Pra-konseling disebut juga konseling pencegahan AIDS. yaitu aplikasi perilaku klien yang menyebabkan klien dapat beresiko tinggi terinfeksi HIV/AIDS dan apakah klien mengetahui tentang HIV/AIDS dengan benar. sehingga secara dini mengarahkan mereka menuju ke program pelayanan dan dukungan termasuk akses terapi antiretroviral. tesnya baik positif atau negative). informasi. Saat itu. Upaya pengembangan perubahan perilaku. Apabila perilaku klien tidak beresiko. Hal yang perlu ditanyakan oleh konselor yaitu ada tidaknya sumber dukungan moral dalam hidup klien yang dapat membantu ketika menunggu hasil tes sampai hasil diagnosis keluar (apapun hasil. Klien memahami benar kegunaan tes HIV/AIDS. serta dukungan lainnya kepada ODHA. Masa ketika menunggu hasil tes adalah masa yang paling berat bagi klien. Upaya pencegahan HIV/AIDS. meningkatkan persepsi/pengetahuan mereka tentang factor-faktor resiko penyebab seseorang terinfeksi HIV. Di Amerika Serikat setelah konseling ini berhasil. Tujuan dari konseling ini adalah untuk mengubah pola tingkah laku. Klien dapat menilai resiko dan mengerti persoalan dirinya.

Asimptomatik atau gejala nyata (Full Blown Symptom). Klien dapat membuat rencana penyesuaian diri dalam kehidupannya. Deteksi HIV (Sesuai keinginan klien dan setelah klien menandatangani lembar persetujuan-informed consent) 69 . Klien memilih dan memahami apakah ia akan melakukan tes darah HIV/AIDS atau tidak. Pembuatan keputusan Klien dapat memutuskan untuk mau dan tidak mau diambil darahnya guna dilakukan pemeriksaan HIV. 5. c. Rencana ketika hasil diperoleh Apa yang akan dilakukan oleh klien ketika telah mengetahui hasil pemeriksaan. b. Masa jendela. Pengkajian risiko bukan hasil yang diharapkan. baik pra-tes atau pasca-tes. 5. b. baik positif maupun negative. Lima prinsip praktis tersebut yaitu : 1. Motif dari klien HIV/AIDS Klien yang secara sukarela (Voluntary) dan secara paksa (compulsory) mempunyai perasaan yang berbeda dalam menghadapi segala kemungkinan. 3. Tidak dapat disembuhkan (HIV) tetapi masih dapat diobati (infeksi sekunder). Interpretasi hasil pemeriksaan a. 4. 2. 2. Lima Prinsip Praktis Konseling pra-tes HIV Ada lima prinsip praktis yang biasa dilakukan saat konseling pra-tes HIV. Klien dapat menurunkan rasa kecemasannya. Uji saring atau skrining dan tes konfirmasi. 4. Estimasi hasil a.3.

Tujuan Konseling pasca-tes ♦ Hasil negative a. Klien dapat mengembangkan pedoman praktis bagi dirinya untuk mengurangi risiko melalui perilakunya. Hal ini perlu dilakukan agar seseorang bisa mengetahui secara pasti status kesehatan dirinya. c. b. Bagi mereka yang hasilnya tesnya HIV negative. Klien dapat menyesuaikan kondisi dirinya dengan infeksi dan menyusun pemecahan masalah serta dapat menikmati hidup.Tes HIV adalah tes darah yang digunakan untuk memastikan apakah seseorang sudah positif terinfeksi HIV atau belum. konseling pasca-tes sangat penting untuk membantu mereka yang hasilnya HIV positif agar dapat mengetahui cara menghindarkan penularan HIV kepada orang lain. Cara untuk bisa mengatasinya dan menjalani hidup secara positif. kapan waktu tepat untuk mengulang. Klien dapat membuat keputusan akan tes ulang atau tidak. b. c. Pasca-konseling : Konseling setelah Deteksi HIV Pasca-konseling merupakan kegiatan konseling yang harus diberikan setelah hasil tes diketahui. Klien dapat menurunkan masalah psikologis dan emosi karena hasil tes. Klien dapat memahami arti periode jendela. Klien dapat mengembangkan pedoman praktis bagi dirinya untuk mengurangi risiko melalui perilakunya. Caranya adalah dengan cara mendeteksi ada tidaknya antibody HIV dalam sampel darahnya. ♦ Hasil positif a. 3. d. Klien dapat memahami dan menerima hasil tes secara tepat. maka konseling pasca-tes bermanfaat untuk membantu tentang berbagai cara mencegah infeksi HIV di masa mendatang. Jenis Tes untuk Mendeteksi HIV 70 . baik hasilnya positif maupun negative. terutama status kesehatan yang menyangkut risiko dari perilakunya selama ini.

12. Selama periode tersebut seseorang yang sudah terinfeksi HIV masih menunjukkan hasil tes yang negative.Maleficence • Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien. maka hasilnya perlu dikonfirmasikan lagi dengan tes Westem Blot sebelum klien benar-benar dipastikan positif terinfeksi HIV. waktunya biasanya antara 1-6 bulan. hanya melakukan sesuatu yang baik. Yang terpenting adalah bahwa pelayanan VCT harus dilakukan oleh petugas yang sangat terlatih dan berkualitas tinggi dalam melakukan konseling dan deteksi HIV. Hal ini penting mengingat terinfeksinya seseorang dengan HIV/AIDS akan berdampak pada kehidupan pada penderitanya dan orang-orang yang berinteraksi dengannya. PCR ini hanya dipakai untuk penelitian pada kasus-kasus yang sulit dideteksi dengan tes antibody. Etik dan Legal Respect for Autonomy • Perawat harus menjelaskan dengan jelas kepada keluarga tentang kondisi yang dialami pasien tanpa ada sedikitpun yang ditutupi sehingga pasien mendapatkan haknya. yaitu tes antigen P24 atau PCR (Polymerase Chain Reaction). Apabila tes ELISA atau Latex Agglutination menunjukkan bahwa klien terinfeksi HIV. Tes juga dapat dilaksanakan untuk menguji antigen HIV. misalnya untuk tes pada bayi yang lahir dari ibu yang positif terinfeksi HIV dan kasus-kasus yang diperlukan masih berada dam periode jendela. Non. Perawat melakukan prosedur keperawatan dengan benar sehingga klien terhindar dari hal yang merugikan.Jenis tes yang biasa digunakan untuk mendeteksi seseorang terinfeksi HIV/AIDS adalah dengan menggunakan tes ELISA Latex Agglutination dan Westem Blot. 71 . Periode jendela adalah tenggang waktu antara masuknya HIV ke dalam tubuh seseorang dan munculnya antibody terhadap HIV.Perawat memberikan intervensi sesuai dengan kebutuhan dan diagnosa klien. • Perawat melakukan kewaspadaan universal untuk mencegah terjadinya infeksi yang lebih lanjut Beneficence • Justice Beneficience berarti.

Prinsip keadilan dibutuhkan untuk tercapai yang sama dan adil terhadap orang lain

yang menjunjung prinsip-prinsip moral, legal dan kemanusiaan. Nilai ini direfleksikan dalam prkatek profesional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum, standar praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan. • Perawat harus bertindak adil dalam melakukan tindakan keperawatan tanpa membedakan status ekonomi, suku, agama, dll. Agar pasien dapat merasakan kenyamanan. Kejujuran (Veracity) • Prinsip veracity berarti penuh dengan kebenaran. Nilai ini diperlukan oleh pemberi pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap klien dan untuk meyakinkan bahwa klien sangat mengerti. Prinsip veracity berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mengatakan kebenaran. Informasi harus ada agar menjadi akurat, komprensensif, dan objektif untuk memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang ada, dan mengatakan yang sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan dirinya selama menjalani 13. Universal precaution Sejak AIDS dikenal; kebijakan baru yang bernama kewaspadaan universal atau universal precaution dikembangkan. Kebijakan ini menganggap bahwa setiap darah dan cairan tertentu lain dapat menyebabkan infeksi, tidak memandang status sumbernya. Ada berbagai macam infeksi menular yang terdapat dalam darah dan cairan tubuh lain seseorang, di antarahya hepatitis B dan C, dan HIV. Mungkin juga ada infeksi lain yang belum diketahui. Dalam sarana kesehatan, termasuk rumah sakit, puskesmas, praktek dokter dan dokter gigi, tindakan yang dapat mengakibatkan Iuka atau tumpahan cairan tubuh, atau penggunaan alat medis yahg tidak steril, dapat menjadi sumber infeksi penyakit pada petugas layanan kesehatan dan pasien lain. Jadi seharusnya kewaspadaan universal atau universal precaution diterapkan secara penuh. Harus ditekankan bahwa universal precaution dibutuhkan tidak hanya untuk melindungi terhadap penularan HIV tetapi yang tidak kalah penting terhadap infeksi lain yang dapat parah dan sebetulnya lebih mudah menular, misalnya virus hepatitis B dan C. Petugas layanan kesehatan harus menerapkan universal precaution dalam hubungan dengan semua pasien. Kita biasanya menganggap cairan yang dapat menularkan HIV sebagai darah, cairan kelamin dan ASI saja.Namun ada cairan lain yang dapat mengandung kuman lain, dan dalam sarana kesehatan, lebih banyak cairan tubuh biasanya tersentuh. Cairan tubuh yang perlu diwaspadai antara lain : 72 perawatan.

• • • • • • •

Semen Cairan vagina Cairan ketuban Cairan limfa Cairan cerebrospinal Cairan pleura dan peritoneal Cairan pericardial

Universal precaution tidak mencakup : • • • • • • • Faeses Nasal secretions Sputum Keringat Urine Cairan muntah Air liur ( kecuali ketika tercampur darah dalam tindakan mulut)

Kegiatan yang paling berisiko Jelas ada beberapa kegiatan yang umum dilakukan oleh petugas layanan kesehatan yang menimbulkan risiko, antara lain : • • • • • Menyuntiklmengambil darah Tindakan bedah Tindakan kedokteran gigi Persalinan Membecsihkan darah/cairan lain Sebaliknya ada beberapa perilaku yang menempatkan petugas layanan kesehatan atau pasien dalam keadaan berisiko, misalnya : • • • Menutup jarum suntik kembali Salah meletakkan jarum atau pisau/alat tajam Menyentuh pasien tanpa cuci tangan

Penerapan universal precaution 73

Karena akan sulit untuk mengetahui apakah pasien terinfeksi atau tidak, petugas layanan kesehatan harus menerapkan kewaspadaan universal secara penuh dalam hubungan dengan semua pasien, dengan melakukan tindakan berikut : 1. Administrative Controls • Pendidikan Mengembangkan sistem pendidikan tentang tindakan pencegahan kepada pasien, petugas, dan pengunjung rumah sakit untuk meyakinkan mereka dan bertanggung jawab dalam menjalankannya • Adherence to Precaution (Ketaatan terhadap tindakan pencegahan) Secara periodik menilai ketaatan terhadap tindakan pencegahan dan adanya perbaikan langsung

2. Standard Precautions • • • • • • • • • Cuci tangan dengan menggunakan antiseptik setelah berhubungan dengan pasien atau setelah membuka sarung tangan Segera cuci tangan setelah ada hubungan dengan cairan tubuh Pakai sarung tangan bila mungkin akan ada hubungan dengan cairan tubuh atau peralatan yang terkontaminasi dan saat menangani peralatan habis pakai Pakai masker dan kacamata pelindung bila mungkin ada percikan cairan tubuh Tangani dan buang jarum suntik dan alat tajam lain secara aman; yang sekali pakai tidak boleh dipakai ulang Bersihkan dan disinfeksikan tumpahan cairan tubuh dengan bahan yang cocok Patuhi standar untuk disinfeksi dan sterilisasi alat medis Tangani semua bahan yang tercemar dengan cairan tubuh sesuai dengan prosedur Buang limbah sesuai prosedur. Pemisahan limbah sesuai jenisnya diawali sejak limbah tersebut dihasilkan a. Limbah padat terkontaminasi dengan darah atau cairan tubuh dibuang ke tempat sampah kantong plastik kuning b. Limbah padat tidak terkontaminasi dengan darah atau cairan tubuh dibuang ke tempat sampah kantong plastik hitam c. Limbah benda tajam atau jarum dibuang ke kontainer yang berwarna kuning tahan tusuk dan tahan air • Kesehatan karyawan dan darah yang terinfeksi bakteri pathogen 74

Untuk mencegah luka tusuk benda tajam: a. Berhati-hati saat menangani jarum, scalpel, instrumen yang tajam atau alat kesehatan lainnya dengan permukaan tajam, b. Jangan pernah menutup kembali jarum bekas pakai atau mernanipulasinya dengan kedua tangan. c. Jangan pernah membengkokkan atau mematahkan jarum d. Buanglah benda tajam atau jarum bekas pakai ke dalam wadah yang tahan tusuk dan air, dan tempatkan pada area yang mudah dijangkau dari area tindakan. e. Gunakan mouthpieces, ressucitation bags atau peralatan ventilasi lain sebagai alternatif mulut ke mulut. Alat pelindung Unsur lain yang penting dalam universal precaution adalah penggunaan alat pelindung yang sesuai tindakan. Alat yang dibutuhkan dapat hanya sarung tangan (misalnya untuk ambil darah) hingga semua alat yang dibutuhkan oleh seorang bidan waktu membantu kelahiran. Namun perawat yang hanya menyentuh pasien tidak membutuhkan sarung tangan, yang penting cuci tangan sebelum dan sesudahnya. Alat pelindung yang dibutuhkan antara lain : • • • • • Sarung tangan, digunakan sebab tangan atau kulit berpotensi kontak dengan darah atau cairan lain dan material yang terkontaminasi. Celemek Masker atau pelindung muka, untuk menghindari droplet darah atau cairan lain dari mulut, mata atau hidung Kacamata Pelindung kaki

Perawatan di rumah Universal precaution tidak hanya dibutuhkan dalam sarana kesehatan resmi, tetapi juga terkait perawatan di rumah. Sekali lagi, tujuan utamanya adalah untuk melindungi keluargaltim perawatan dari berbagai infeksi, bukan hanya HIV, justru risiko penularan HIV pada keluarga di rumah sangat amat rendah. Jadi kita harus menganggap sebagian besar cairan tubuh sebagai sumber infeksi. Prosedur universal precaution untuk perawatan di rumah serupa dengan di rumah sakit, hanya mungkin lebih sederhana. Bila tidak ada sarung tangan, secara darurat kita dapat memakai kantong plastik yang utuh. Yang penting kita menutup semua luka pada kulit dengan plester luka. Mungkin yang paling penting adalah untuk menjaga kebersihan di 75

Akibatnya. Wasting adalah terjadinya penurunan massa otot tubuh. Diantaranya. dan gangguan penyakit lainnya. anoreksia atau kehilangan nafsu makan. infeksi lanjutan. kemungkinan terkena penyakit semakin meningkat. demam. malabsorbsi dan gangguan metabolisme. diare. Daya tahan terhadap infeksi pun meningkat. Berikutnya. penurunan berat badan dan wasting. maka sistem kekebalan dalam tubuh turun. Orang yang terinfeksi HIV biasanya mengalami gejala yang berpengaruh pada asupan nutrisi yang bisa mengakibatkan terjadinya malnutrisi. juga status mikronutriea dalam tubuh tetap dalam kondisi baik. misalnya diare. Cucian biasanya tidak membutuhkan perhatian khusus asal tidak tercermar cairan. Diet dan pola hidup sehat dapat memperkecil risiko kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) bagi ODHA. dan jaringan otot. 14. tuberkulosis. Pada ODHA butuh tambahan energi karena energi digunakan untuk mengatasi infeksi HIV/AIDS dan juga infeksi oportunistik. sehingga terjadi defisiensi nutriea. Asupan diet yang tidak cukup bisa menyebabkan malabsorbsi (kelainan penyerapan pada usus). bila tercemar lebih baik dicuci dengan pemutih dulu (larutan klorin 0. Kebutuhan energi pada ODHA dihitung berdasarkan ada atau tidak adanya gejala seperti demam. dan juga morbiditas. replikasi atau proses penggandaan dan progresivitas HIV meningkat. Nutrisi yang baik berarti terjadi asupan makanan yang baik. mual dan muntah yang sering. ODHA mempunyai kebutuhan nutrisi tersendiri dibandingkan orang sehat. dan kualitas hidup ODHA. defisiensi nutriea ini bisa mendorong meningkatkan stres oksidatif dan menurunkan sistem imun. diare. status nutrisi yang optimal dapat memperbaiki daya tahan.5%) dengan memakai sarung tangan. dapat menguatkan sistem imun sehingga mampu melawan HIV dan infeksi lainnya. infeksi jamur dan anemia. Hasilnya. Aspek Nutrisi bagi Penderita AIDS Nutrisi Bagi Pengidap HIV / AIDS Pada umumnya. usia. demam. dan infeksi pernapasan. 76 . Pada saat itu. Pada saat orang terinfeksi HIV/AIDS. bila terjadi malnutrisi. gangguan metabolisme dan penyimpanan nutriea. maka sistem imun akan semakin menurun dan kemungkinan timbulnya penyakit semakin besar.rumah. gangguan fungsi metabolisme dan gangguan fungsi sistem imun dan penurunan berat badan. kemudian dapat dicuci dengan sabun seperti biasa. penderita HIV/AIDS atau ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) kekurangan asupan makanan secara kualitas dan kuantitas karena penurunan nafsu makan yang mengakibatkan berat badan dan massa otot terus menurun. berat badan terjaga. Seseorang dikatakan mengalami wasting bila terjadi penurunan berat badan lebih dari 10 persen berat badan normal disertai dengan lebih dari 30 hari diare.

35 kilokalori per kilogram.2 gram per kilogram.Kebutuhan Kalori dan Protein Kalori merupakan energi dalam makanan. pasta. antara 1. Diet yang sehat adalah yang mengandung karbohidrat kompleks yang tinggi (gandum. Namun kebutuhan kalori akan lebih meningkat pada saat infeksi dan demam.5 gram per kilogram. protein. Telur dan produk susu rendah lemak juga baik. Pada kategori B (ada gejala HIV dan komplikasi oleh HIV).5 gram per kilogram. kebutuhan kalori 35 .40 kilokalori per kilogram dan kebutuhan protein 1.2-2. Daging sapi rendah lemak.0 g/kg berat badan.5 . biji-bijian dan gandum seperti tepung gandum. maka tubuh akan menggunakan proteinnya sendiri (otot) untuk mengganti kekurangan bahan bakar tersebut. 25-30% lemak. dan lemak (meliputi 15-20% protein. Bila tidak menyediakan cukup banyak kalori dan protein melalui makanan. dan 55-60% karbohidrat). Lebih banyak protein dibutuhkan untuk mempertahankan atau membentuk berat badan ideal bagi orang dengan HIV. produk gandum dan biji-bijian) serta mengandung karbohidrat simpel yang rendah (gula. cake. Sementara kebutuhan protein mencapai 1. diet protein yang sangat tinggi dapat mengakibatkan tekanan pada ginjal.0 gram per kilogram berat badan untuk orang dewasa sehat.1. es krim). biskuit. dan beras mengandung jumlah protein yang rendah. Pada kategori A (tidak ada gejala HIV dan akut HIV). Protein merupakan bahan dasar dari otot. kebutuhan kalori meningkat menjadi 40 . soft drink.1 . barley. Sayur dan produk gandum seperti roti gandum. daging unggas tanpa kulit. permen. oat. Asupan protein tidak boleh lebih dari 15-20% total kalori.2. Jumlah asupan protein yang direkomendasikan (RDA) adalah 0. Dalam kategori karbohidrat kompleks. dan ikan merupakan sumber protein yang baik. dan kacang-kacangan.8-1. Kalori menyediakan bahan bakar bagi tubuh untuk tetap bekerja. Karbohidrat memberi energi. barley. ODHA perlu meningkatkan jumlah makanan yang dikonsumsi untuk mempertahankan berat badan ideal. Pada kategori C (dengan tingkat kekebalan (CD4) di bawah 200 dan terjadi infeksi oportunistik). serta dari banyak zat yang membentuk sistim kekebalan tubuh. Hal ini mengakibatkan kelemahan dalam tubuh dan sistim kekebalannya. 77 . Paling tidak ODHA membutuhkan 34-40 kalori per kilogram berat tubuh ideal. Makronutriea dan mikronutriea Diperlukan asupan makronutriea yang memadai bagi ODHA seperti karbohidrat. Selain sumber protein hewani ini.50 kilokalori per kilogram dan kebutuhan protein menjadi 2 . organ tubuh. kebutuhan kalori 30 . anda juga dapat memperoleh protein dari biji-bijian (seperti kacang polong).

namun jenis lemak yang diasup juga berpengaruh. Asupan lemak yang dianjurkan adalah kurang dari 30% (25% lebih baik) dari total asupan kalori per harinya. bunga matahari dan safflower. beras dan kentang. kacang kedelai. seperti vitamin A. buah-buahan. B12. seperti karbohidrat. biji dan minyak flax. memberi perlindungan terhadap CVD. Lemak Tak Jenuh Tunggal: Anjuran : 10% atau lebih dari total asupan kalori. B kompleks. Kuantitasnya pun harus cukup untuk kebutuhan tubuh akan energi. Lemak jenuh meningkatkan risiko penyakit jantung (CVD). Lemak Tak Jenuh Ganda: Anjuran : 10% atau kurang dari total asupan kalori.dan beras coklat merupakan sumber karbohidrat yang lebih baik daripada roti putih dan pasta. dan sayur-sayuran. sehingga harus berhati-hati terhadap CVD. E. susu. minyak kanola dan olive. asupan diet yang memadai akan didapatkan asupan mikronutriea yang memadai juga. susu. Orang dengan HIV dapat mengalami kolesterol dan trigliserida tinggi akibat obatobatan. Selain itu. Makanan-makanan sejenis ini dapat juga bermanfaat bagi orang dengan diabetes atau dengan kekebalan insulin. Untuk menjaga status nutrisi yang memadai. dan ikan. serta jagung. dsb. protein dan mikronutriea. Idealnya. sehingga tubuh dapat tahan hingga saat makan berikutnya. butter. diperlukan mikronutriea yakni vitamin dan mineral terutama vitamin C. asam folat. Lemak merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Sumber makanan : biji-bijian. kacang-kacangan. minyak Sumber makanan : daging berlemak. ODHA dianjurkan memakan makanan yang bervariasi. Asam lemak Omega-3 (sejenis lemak tak jenuh ganda). C. E. WHO merekomendasikan kebutuhan mikronutriea ODHA sama dengan kebutuhan orang sehat. daging unggas dengan kulit. alpukat. Tetapi sering kali pada ODHA ditemukan defisiensi mikronutriea. Mengkonsumsi satu atau dua tablet multivitamin/mineral (tanpa extra iron) dapat melengkapi paling tidak 100% dari nutrisi yang dianjurkan per 78 Sumber makanan : ikan. makanan bersumber . Lemak Jenuh: Anjuran : 7% atau kurang dari total asupan kalori. daging. Jenis-jenis tersebut lebih tinggi kandungan nutrisi dan seratnya serta diserap lebih lamban oleh tubuh untuk menyediakan sumber glukosa yang lebih mapan. Orang dengan HIV tidak selalu makan 100% dari nutrisi yang dianjurkan per hari. serta minyak kelapa dan kelapa sawit. selenium. yang ditemukan dalam ikan dan jenis makanan lain. dan minyak. dan seng. lemak. walnut.

perlu diet khusus. jika ada gangguan saluran pencernaan Rendah laktosa & lemak jika diare Hindari rokok. Baik makan penuh atau sekedar mengudap. buah-buahan. Targetkan untuk memperoleh 50% sumber karbohidrat dari gandum-ganduman. ODHA harus diet dengan seimbang agar kebutuhan energi tercukupi. pastikan mengandung keseluruhan dari 3 makronutrisi: protein. potongan Batasi penambahan gula. daging sapi rendah lemak. atau kira-kira 3 gelas. • • • • • • • • • • • Kebutuhan zat gizi ditambah 10-25% dari kebutuhan minimum Diberikan porsi kecil tapi sering Konsumsi protein berkualitas tinggi & mudah dicerna Sayuran dan buah-buahan bentuk jus Susu rendah lemak dan sudah di pasteurisasi. makanan lunak/cair. serta biji-bijian. Syarat Diet dan Tips untuk membentuk diet berkualitas tinggi Pemberian nutrisi harus tetap memperhatikan kesehatan per individu. dan fungsi tubuh berjalan dengan baik.harinya. ini rendah dalam kandungan nutrisi dan dapat membengkakkan tingkat glukosa dalam tubuh. serta produk susu rendah lemak. karbohidrat. 79 . ODHA yang menderita ginjal. Kemudian dilarang memberi asupan makanan yang dapat menyebabkan dan atau memperparah alergi pada ODHA. jenis makanan dan minuman seperti Makan buah dan sayuran yang beraneka warna untuk memperoleh nutrisi yang lengkap. hati dan diabetes melitus. kafein & alkohol Diet berkualitas tinggi dengan cara banyak makan sayur-sayuran. permen. Misalnya. setiap hari (susu sapi atau kedelai) Hindari makanan diawetkan atau beragi Bebas dari pestisida atau zat kimia Rendah serat. gandumganduman. dan akan lebih bermanfaat bagi kesehatan anda daripada kalori kosong yang diperoleh dari gula dan lemak. dan sedikit lemak. ikan. • • Perbanyak porsi biji-bijian atau kacang-kacangan dalam makanan setiap hari. dan soft drink. Pilih makanan bersumber protein rendah seperti dada ayam tanpa kulit. dengan sumber-sumber protein yang rendah lemak. • • • • Makan 5-6 porsi buah-buahan dan sayur-sayuran setiap hari. Jenis makanan seperti ini padat nutrisi. terjaga berat badan ideal. Untuk beberapa kondisi.

80 .

htm http://fkuii.spiritia.com/2008/06/jenis-jenis-pemeriksaan-hivaids.org/wiki/AIDS http://ilmu-asuhan-kebidanan.unila.e-dukasi.html http://medicastore.ni.pdf/10_PenilaianHasilP emeriksaan.html http://www.wartamedika.wikipedia.id/ Universal precautions : http://www. http://digilib.pdf 81 .html http://www. What are universal precautions : http://www.id/files/disk1/13/laptunilapp-gdl-jou-2007-fauziadr-616-fauzi2c--r.htm http://id.com/igamamalang/info.caloshanswers/prevention/ppe/universa.com/ http://www.kalbe.geocities.org/tiki-index.com/2009/07/hiv-dan-aids.html.blogspot.shvoong.html Kewaspadaan universal : http://www.or.htm.php?ppid=246&fname=hal4.org http://www.php http://nurse-technology.id/files/cdk/files/10_PenilaianHasilPemeriksaan.info/itpc/Indonesian/spirita/docs/Lembaran-Informasi/LI412.i-base.aidsinfonet.ccohs.com/penyakit/119/Neutropenia.pdf http://www.aidsinfonet.gov/odhsb/biosafe/univers.co.net/pengpop/pp_full.com/medicine-and-health/1855259-sejarah-singkat-hiv-aids/ http:// www.blogspot.org Infeksi nosokomial clan kewaspadaan universal : http://www.DAFTAR PUSTAKA http://id.ac.niehs.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful