Kasus Pemicu 4 (AIDS) Tn.

A usia 35 tahun, TB 170 cm dan BB saat ini 50 kg, mengeluh lemah, lemas tidak bergairah, diare selama 40 hari, sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat sampai suatu ketika hanya karena flue tersebut Tn.A nyaris pingsan. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan nilai ELISA Western Blot (+), neutropenia, anemia normositik normokrom, limfosit CD4+ 180 sel/µl. Step 1 (10 menit) Identifikasi istilah : 1. Elisa Western Blot 2. Neutropenia 3. Anemia normositik normokrom
4. LimfositCD4+ 180 sel/µl.

Step 2 (10 menit) Jawaban Istilah: 4) LimfositCD4+ 180 sel/µl Annisa Sholihatina Limfosit merupakan sejenis sel T, Limfosit diserang virus HIV. Bila diserang CD4+ <200 sel/µl, maka limfosit nya sudah rusak dan kekebalan tubuh menjadi menurun. Apabila <300 sudah terinfeksi virus HIV. Pertanyaan: 1. Annisa Fitria Apryanti Mengapa virus HIV menyerang Limfosit T? 2. Amilia Destiani Sofia Mengapa orang yang terkena HIV belum pasti terkena AIDS tapi orang yang sudah pasti AIDS pasti terkena HIV? 3. Anis Supi Tasripiyah Bagaimana mekanisme HIV menyerang tubuh? 4. Anisa Suangga Penjelasan HIV dan AIDS? 5. Asih Purwandari Apakah ada obat untuk HIV atau AIDS? 6. Ahira Amarilis Biasanya orang yang terkena HIV dikarenakan free sex atau pemakaian jarum suntik yang dipakai bergantian, apakah orang yang tidak melakukan itu semua bisa tertular juga? 7. Ana Noviana HIV bila terkena orang yang sudah ada penyakitnya, apakah akan berpengaruh lebih besar? 8. Annisa Fitria Apryanti Mengapa HIV ditularkan melalui cairan? 1

9. Ade Lestari Apa benar bila lewat saliva dan keringat, HIV tidak menular? 10. Anisa Suangga Mengapa diare pada kasus di atas bisa sampai 40 hari? 11. Amilia Destiani Sofia Mengapa pasien HIV sering mendadak flu bahkan sampai flu berat? 12. Ahira Amarilis Mengapa pasiennya bahkan sampai pingsan? 13. Annisa Sholihatina Mengapa virus HIV baru bisa dideteksi setelah beberapa tahun? 14. Anna Nurjannah Bagaimana tahapan dari terkena virus sampai terjadi AIDS? 15. Ayu Siti Marlina Biasanya orang yang terinfeksi HIV akan terjadi banyak komplikasi, bagaimana bisa sampai terjadi ke seluruh tubuh? 16. Aira Putri Mardela Apakah obat penguat sistem imun yang diberikan pada orang yang terinfeksi HIV ada efeknya? 17. Asih Purwandari Dalam kasus, pasien sudah pada tahapan AIDS keberapa? 18. Annisa Sholihatina HIV pertama kali ditemukan pada orang yang homosexual, apakah homoseksual lebih tinggi resikonya terkena HIV? Step 3 (30 menit) Jawaban Pertanyaan: 1. Asih Purwandari Karena mekanisme pertahanan tubuh adalah leukosit dan limfosit T termasuk leukosit yang bertugas untuk melawan virus yang masuk, sedangkan limfosit B untuk menahan virus masuk. 2. Ahira Amarillis Karena baru diketahui dan dideteksi AIDS bisa diketahui setelah beberapa tahun, bisa sampai 2 tahun. Dan bila gejalanya sudah terlihat itu bisa dipastikan sudah masuk tahap AIDS. 3. Ayu Siti Marlina Virus HIV itu baru bisa hidup jika RNA nya diubah menjadi DNA untuk menghasilkan protein, dimana protein ini akan menghasilkan virus-virus baru. 4. Ade Lestari HIV adalah virusnya, sedangkan AIDS adalah sindrom penurunan kekebalan tubuh yang 2

disebabkan oleh virus HIV. 5. Annisa Sholihatina Ada vaksin yang bernama Abacir bisa digunakan untuk menghambat proses perkembangan virus. Di negara maju juga ditemukan terapi HAART yang bisa menambah harapan hidup. 6. Annisa Fitria Apryanti HIV bisa tertular karena transfusi darah yang sudah terinfeksi HIV atau terkena jarum pentul yang sudah pernah tertusuk pada penderita HIV. Ade Lestari HIV juga bisa tertular melalui luka terbuka yang terkena darah atau semen penderita HIV Anis Supi Tasripiyah Bisa juga bayi terinfeksi dari ASI dan orang yang melahirkan sesar bayinya akan lebih kecil cenderung untuk terinfeksi HIV dari ibunya. 7. Aira Putri Mardela Akan semakin tambah parah, karena HIV langsung menyerang limfosit T, maka sistem imun akan semakin menurun. Asih Purwandari Bila terkena HIV maka sistem imun menurun sehingga rawan terkena penyakit, maka disebagian tempat penderita diisolasi. 8. Asih Purwandari Karena cairan tubuh sangat berperan penting dalam tubuh dan sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air, maka virus HIV bisa tumbuh disitu. Annisa Fitria Apryanti Sebenarnya orang yang meninggal itu bukan karena virusnya tapi dikarenakan komplikasi penyakitnya. 9. Annisa Sholihatina Menurut penelitian CDC, saliva, air mata juga memiliki andil untuk menularkan HIV tapi hanya 0,1%. Jadi banyak yang menganggap tidak menularkan. Asih Purwandari Virus HIV bila terkena sinar matahari bisa mati. 10. + 11. Annisa Fitria Apryanti Karena mekanisme pertahanan tubuh sudah tidak ada jadi diarenya tidak sembuh-sembuh. 12. Annisa Fitria Apryanti Pingsan karena kompensasi tubuh Anis Sufi Tasripiyah Karena flu banyak sekret, bersihan jalan nafas tak efektif jadi suplai oksigen menurun ke otak. 13. Ayu Siti Marlina 3

Karena antibodi tubuh lama bereaksi terhadap virus HIV, sehingga baru bisa dideteksi sampai beberapa tahun. 14. Anis Sufi Tasripiyah Tahap pertama disebut tahap jendela, tahap kedua disebut HIV, tahap ketiga disebut HIV + gejala , tahap AIDS Ayu Siti Marlina Tahap pertama belum ada gejala tapi sudah bisa menularkan; tahap kedua sudah bisa diperiksa positif terkena HIV; tahap ketiga sudah menunjukkan gejala seperti diare, lemas, flu berat; tahap keempat memiliki gejala komplikasi seperti TBC, kanker kulit. 15. Ahira Amarillis karena kekebalan tubuh menurun maka sangat sensitif terhadap banyak penyakit maka banyak komplikasi. 16. – 17. Annisa Sholihatina tahap 2 atau tahap 3, karena sudah ada gejala flu dan diare. Ayu Siti Marlina tahap 3, karena dari gejala-gejala sudah termasuk tahap AIDS 18. Ahira Amarillis Sebenarnya resikonya sama besar, hanya saja yang awal ditemukan pada homoseksual yang berganti-ganti pasangan dan yang homoseksual juga ada yang biseksual yang bisa memiliki keturunan yang juga tertular. Step 4 Mind Map
Organ,sel dan antibodi Tubuh yang terlibat dalam sistem pertahanan

Universal Precaution

Aspek etik dan legal Aspek Komunitas

Konsep Virus Definisi Karakteristik Sejarah Daur hidup virus

Aspek nutrisi

HIV

Asuhan Keperawatan Pengkajian Pem.Penunjang Analisa data Diagnosa Keperawatan Intervensi 4

Konsep AIDS Sejarah Definisi Etiologi Klasifikasi Manifestasi klinis Patofisiologi Pemeriksaan diagnostik Penatalaksanaan medis Komplikasi Pencegahan

atau bahkan setelah minggu ke 12 setelah terpapar virus HIV. Western blot menjadi tes konfirmasi bagi ELISA karena pemeriksaan ini lebih sensitif dan lebih spesifik. Antibodi tersebut biasanya diproduksi mulai minggu ke 2. Anemia Normositik Normokrom 3. Ada dua macam cara yaitu menggunakan sampel darah jari dan air liur. Western Blot • Elisa Western Blot ELISA (Enzym-Linked Immunosorbent Assay). Tes ELISA dapat dilakukan dengan sampel darah vena. Elisa Western Blot b. Saat ini telah tersedia Tes HIV Cepat (Rapid HIV Test). tes ini mendeteksi antibodi yang dibuat tubuh terhadap virus HIV. masih ada dua kemungkinan. orang tersebut sebenarnya tidak terinfeksi HIV atau betul-betul telah terinfeksi HIV.LO 1. Apa efeknya terhadap virus HIV bila sudah diberikan obat terhadap sistem imun? Jawaban LO a. untuk mengkonfirmasi hasil pemeriksaan ELISA ini. Western Blot juga mendeteksi antibodi terhadap HIV. Masih diperlukan pemeriksaan lain. Pemeriksaan ini sangat mirip dengan ELISA. Pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab: No16. 5 . sehingga kasus 'yang tidak dapat disimpulkan' sangat kecil. yaitu Western Blot atau IFA. Walaupun demikian. pemeriksaan ini lebih sulit dan butuh keahlian lebih dalam melakukannya. b. atau air kencing. Istilah-istilah: a. air liur. Jadi walaupun ELISA menunjukkan hasil positif. Kerena alasan inilah maka para ahli menganjurkan pemeriksaan ELISA dilakukan setelah minggu ke 12 sesudah melakukan aktivitas seksual berisiko tinggi atau tertusuk jarum suntik yang terkontaminasi. Hasil positif pada ELISA belum memastikan bahwa orang yang diperiksa telah terinfeksi HIV. • Western Blot Sama halnya dengan ELISA. Neutropenia Neutropenia adalah jumlah neutrofil yang sangat sedikit dalam darah. Neutropenia c. Mind Map 2.

Keseluruhan proses ini menghasilkan respon peradangan di daerah yang terinfeksi. Neutrofil juga membantu penyembuhan luka dan memakan sisa-sisa bendaasing. ANC akan menjadi 7. kemungkinan terjadinya infeksi sedikit meningkat. pembengkakan dan panas. termasuk kemoterapi kanker. Pematangan neutrofil dalam sumsum tulang memerlukan waktu selama 2 minggu.000 per microliter dan 70% adalah neutrophils. yang tampak sebagai kemerahan. jika WBC adalah 10. namun juga infeksi-infeksi bakteri atau parasit). Jika menemukannya. dan parah jika ANC dibawah 500/microL. Neutropenia adakalanya lebih jauh dikelompokan sebagai: • • • • ringan jika batasan ANC dari 1000-1500/microL. neutrofil mengikuti sirkulasi selama kurang lebih 6 jam. sedang dengan ANC dari 500-1000/microL. ANC dari kurang dari 1500 per microliter (1500/microL) adalah definisi yang umumnya diterima dari neutropenia. Jika jumlah neutrofil mencapai kurang dari 1. Setelah memasuki aliran darah. Epstein Barr virus (EBV).000 sel/mikroL. resiko terjadinya infeksi akan sangat meningkat. neutrofil akan pindah ke dalam jaringan. Neutrofil biasanya merupakan 70% dari seluruh sel darah putih. malaria. Absolute neutrophil count (ANC) ditentukan oleh produk dari jumlah sel darah putih atau white blood cell count (WBC) dan fraction (pecahan) dari neutrophils diantara sel-sel darah putih seperti yang ditentukan oleh analisa WBC differential. Reaksi ini bisa merusak jaringan sehat di daerah terjadinya infeksi. mencari organisme penyebab infeksi dan benda asing lainnya. seseorang bisa meninggal karena infeksi.Neutrofil merupakan sistem pertahan seluler yang utama dalam tubuh untuk melawan bakteri dan jamur. menempelkan dirinya kepada benda asing tersebut dan menghasilkan bahan racun yang membunuh dan mencerna benda asing tersebut. Tanpa kunci pertahan neutrofil. tuberculosis. • • Obat-obat yang mungkin merusak sumsum tulang (bone marrow) atau neutrophils. Infeksi-infeksi (lebih umum infeksi-infeksi virus. sehingga penurunan jumlah sel darah putih biasanya juga berarti penurunan dalam jumlah total neutrofil. Kekurangan-kekurangan vitamin (megaloblastic anemia yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan/atau folate). 6 Neutropenia mungkin timbul sebagai akibat dari banyak kondisi-kondisi medis: . Contoh-contoh termasuk: HIV.000 per microliter. Contohnya. jika jumlahnya mencapai kurang dari 500 sel/mikroL.

Anemia Normositik Normokrom Anemia Normositik Normokrom adalah Ukuran dan bentuk sel-sel darah merah normal serta mengandung hemoglobin dalam jumlah yang normal ( MCV dan MCHC normal atau rendah ). c. Hemolitik b. kegagalan sumsum tulang. myelofibrosis. myelodysplastic syndrome. sindrom mielodisplasia. anemia def besi dan b12 yang tidak diobati. Mendiagnosa Neutropenia didiagnosa dengan jumlah sel darah yang dilakukan pada sample darah yang dikeluarkan dari vena. anemia pada penyakit hati kronik Patofisiologi anemia ini terjadi karena pengeluaran darah / destruksi darah yang berlebih sehingga menyebabkan Sumsum tulang harus bekerja lebih keras lagi dalam eritropoiesis. dan alkoholism. Penghancuran autoimmune dari neutrophils (sebagai kondisi primer atau berhubungan dengan penyakit lain seperti Felty's syndrome) atau dari obat-obat yang menstimulasi sistim imun untuk menyerang sel-sel. maka dicurigai adanya anemia aplastik. 7 . Sehingga banyak eritrosit muda (retikulosit) yang terlihat pada gambaran darah tepi. alkoholism f. • Hypersplenism. Adakalanya biopsi sumsum tulang mungkin diperlukan untuk mendiagnosa penyebab yang spesifik dari neutropenia. Jika retikulosit tidak ditemukan. terapi radiasi. sindrom mielodisplasia e. Anemia normositik normokrom dapat terjadi karena: a. yang merujuk pada perampasan yang meningkat dan/atau penghancuran dari sel-sel darah oleh limpa (spleen). Kostmann syndrome. anemia aplastik d. Terapi Radiasi. contohnya.• • • • Penyakit-penyakit dari sumsum tulang seperti leukemia-leukemia. tes-tes lain mungkin diperlukan. Penyakit-penyakit bawaan (sejak lahir) dari fungsi sumsum tulang atau dari produksi neutrophil. Untuk menentukan penyebab yang spesifik dari neutropenia pada situasi yang diberikan. Pasca perdarahan akut c. masalah endokrin. aplastic anemia.

Pentingnya Sel CD4 sehububgan dengan HIV Ketika manusia terinfeksi HIV sel yang paling sering terinfesi adalah sel CD4. Disebut juga sel T-4. sel tersebut juga membuat banyak duplikasi HIV. Semakin menurunnya sel CD4 berarti sistem kekebalan tubuh kita semakin rusak dan semakin rendahnya jumlah CD4 yang ada dalam tubuh manusia. Sel CD4 mempunyai protein CD4 pada permukaan sel. Yang mempengaruhi Jumlah CD4 Jumlah sel CD4 berubah-ubah tergantung pada jam pengambilan contoh darahnya. CD4 Sel CD4 adalah macam sel darah putih atau limfosit dan ini bagian yang p-enting dari sistem kekebalan tubuh manusia. Sebaiknya pengambilan contoh darah untuk tes CD4 dilakukan pada jam dan laboratorium yang sama. Jumlah CD4 dan CD8 juga naik. Hasil Test CD4 8 . dan menjadi bagian dari sel tersebut.Pemeriksaan Laboratorium yang mendukung anemia hemolitik Test Coomb's. Biasanya uji ini digunakan sebelum transfusi darah (untuk memeriksa keberadaan antibodi dalam darah resipien dan donor sebelum dilakukan transfusi darah) d. Untuk mendeteksi antibodi yang bersirkulasi dengan bebas dalam serum klien. Untuk mendeteksi antibodi yang melekat pada sel darah merah. Sel CD4 dapat dibedakan dari Sel CD8 berdasarkan protein tertentu yang ada di permukaan sel. Secara tidak langsung. 1. kelehan dan stres. Uji ini dapat mengidentifikasi suatu reaksi antigenantibodi yang lemah walaupun tidak tampak aglutinasi SDM.yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Secara langsung. semakin mungkin kita akan mudah sakit atau mungkin akan mengalami infeksi oportunistik. Selain ada sel CD4 ada juga sel CD8 yang disebut sel T-8 atau sel pembunuh. Test Coombs ini ada yang secara langsung dan secara tidak langsung. Juga dua minggu setelah pulih dari infeksi dan vaksinasi. Kerja sel T-8 membunuh sel kanker atau sel yang terinfeksi virus. Infeksi lain juga dapat mempengaruhi jumlah CD4. Vaksinasi dapat berdampak serupa. 2. Dilakukan setelah hitung retikulosit dan di dapatkan retikulosit meningkat. Ketika sel CD4 menggandakan diri untuk melawan infeksi apa pun. Ketika tubuh kita melawan infeksi maka jumlah sel darah putih (limfosit) akan naik. sel pembantu atau kadang sel CD4+.

berdasarkan definisi Depkes.100 mm3 .9 berarti kurang lebih dari 1-2 sel. Jumlah CD4 dipakai bersama untuk meramalkan berapa lama kita akan tetap sehat. Hal ini adalah tanda AIDS pada orang yang terinfeksi HIV. kita dianggap AIDS.16 Pada orang yang terinfeksi HIV sistem kekebalan tubuhnya sudah melemah. Karena jumlah CD4 sering berubah-ubah biasnya dokter lebih menggunakan presentase sel CD4. Pada orang yang terinfeksi HIV perbandingannya CD8 lebih banyak dibanding dengan CD4.9 dan 1. Jika hasi tes CD4 = 34% berarti 34% dari limfosit kita adalah CD4. bahkan rusak sehingga obat penguat sistem imun tidak akan berpengaruh apabila diberikan pada orang yang terinfeksi HIV. beberapa dokter memakai prosentase jika CD4 dibawah 15%. sekalipun jumlah CD4 tinggi. CD8 berkisar antara 3751. Jika jumlah CD4 dibawah 200 mm3. 9 . kadang kala menjadi nol. Di bawah 14% menunjukan kerusakan parah pada sistem kekebalan tubuh. Perbandingan sel CD4 dengan sel CD8 pada orang sehat berkisar 0. tetapi berkisar 500-1.600 mm3 . sudah waktunya mempertimbangkan ART (Terapi Antiretroviral). Adalah perbandingan dengan limfosit total. Jawaban LO no. Angka normal berkisar 30 . atau dibawah 14%. Jika jumlah CD4 menurun dibawah 350 . Tidak kesepakatan tentang jumlah CD4 yang normal. Jumlah sel CD4 bisa jatuh pada angka yang sangat rendah pada orang yang terinfeksi HIV.60%.Jumlah sel CD4 di tulis dalam satu milimeter kubik (mm3) darah.

ditemukan di medula. Timus kekebalan tubuh memiliki korteks di sebelah luar dan medula di sebelah dalam. limpa juga hanya segumpal daging. berat timus adalah 10 sampai 15 gram dan meningkat ukurannya sampai maksimum pada saat pubertas. Tentu saja. saat beratnya sampai sebesar 40 gram. lalu mengikuti aliran darah. seperti berkontribusi pada produksi sel. Selama masa dewasa dan usia lanjut. Sel-sel kekebalan (limfosit T) yang dilatih di timus Limpa Unsur menakjubkan lain-nya dari sistem pertahanan kita adalah limpa. timus mengalami involusi sampai beratnya kurang dari 15% ukuran saat pubertas. dan pembangunan kekebalan. yaitu kelompok-kelompok sel epitel yang tersusun rapat yang mungkin merupakan tempat degenerasi sel. Saat lahir. Korteks mengandung banyak timosit (limfosit T yang ditemukan di timus). Kajian saksama mengenai tugas yang dilak-sanakan organ berwarna merah tua di bagian atas abdomen ini menying-kapkan gambaran luar biasa. Timus adalah organ yang memiliki banyak pembuluh darah dan pembuluh limfatik yang mengalirkan isinya ke Organ yang terlibat dalam sistem kelenjar-kelenjar gatah bening mediastinum. perlindungan sel darah merah. Limpa terdiri dari dua bagian: pulp merah dan pulp putih. sangat pen-ting sekaligus sulit. Fungsinya yang sangat sulit dan rumitlah yang membuatnya sangat menakjubkan. Namun ia menunjukkan kinerja dan tingkat kecerdasan tak terduga dari sekadar segumpal daging. fagositosis. Badan Hassall. Limfosit yang baru dibuat di pulp putih mula-mula dipindahkan ke pulp merah. Timosit adalah limfosit T yang datang dari sumsum tulang melalui aliran darah dan berada dalam berbagai stadium perkembangan. Ia mengorgani-sasikan 10 . sedangkan medula lebih jarang terisi oleh sel. Tugas limpa.Organ Tubuh yang terlibat dalam sistem pertahanan Kelenjar Timus Timus adalah sebuah organ berlobus dua yang terletak di mediastinum anterior dan di atas jantung. sama seperti organ-organ lainnya.

segalanya.6 kg sumsum tulang yang sekitar setengahnya adalah sumsum merah. semua sumsum tulang adalah sumsum merah. Kedua tipe sumsum tulang tersebut mengandung banyak pembuluh dan kapiler darah. Sel darah merah. Sumsum Tulang Sumsum tulang (Bahasa Inggris: bone marrow atau medulla ossea) adalah jaringan lunak yang ditemukan pada rongga interior tulang yang merupakan tempat produksi sebagian besar sel darah baru. Sewaktu lahir. Sumsum merah ditemukan terutama pada tulang pipih seperti tulang pinggul. Sumsum kuning ditemukan pada rongga interior bagian tengah tulang panjang. keping darah. semakin banyak yang berubah menjadi sumsum kuning. tulang belikat. tulang rusuk. tulang dada. tulang punggung. Seiring dengan pertumbuhan. Sumsum kuning menghasilkan sel darah putih dan warnanya ditimbulkan oleh sel-sel lemak yang banyak dikandungnya. Ada dua jenis sumsum tulang: sumsum merah (dikenal juga sebagai jaringan myeloid) dan sumsum kuning. dan sebagian besar sel darah putih dihasilkan dari sumsum merah. tidak membiarkan terjadinya masalah. sumsum kuning dapat diubah kembali menjadi sumsum merah untuk meningkatkan produksi sel darah. Orang dewasa memiliki rata-rata 2. dan juga beker-ja tanpa istirahat. tengkorak. dan akan terus-menerus seperti itu selama masih dikehendaki demikian oleh Allah. Sesungguhnya limpa bekerja untuk manusia dengan sangat giat sejak manusia lahir. Pada keadaan sewaktu tubuh kehilangan darah yang sangat banyak. 11 . dan pada bagian lunak di ujung tulang panjang femur dan humerus.

maka bisa saja ia akan sakit yang disebabkan oleh antigen yang sama karena limfosit B yang mengingat antigen tersebut sudah mati. Sel B dan sel T inilah pahlawan sejati di dalam sistem pertahanan. 2. antigen yang sama menyerang kembali. Setiap sel B dapat mengenali target antigen spesifik dan mampu mensekresikan antibodi spesifik. Jika sel limfosit B bertemu dengan antigen dan cocok. Transfer Informasi Fungsi menakjubkan lainnya dari makrofag adalah dalam hal menyuplai limfosit yaitu sel B dan sel T dengan informasi mengenai musuh. Semua limfosit B segera melepaskan antibodi dan merangsang sel Mast untuk menghancurkan antigen atau sel yang sudah terserang antigen untuk mengeluarkan histamin. a. sel yang membawa antigen berjalan ke nodus limfa (jaringan limfatik) melalui saluran limfatik. Saat terjadi respon imun. Hal ini menyebabkan respon imun sekunder jauh lebih cepat daripada respon imun primer. Limfosit Limfosit B Fungsi utama dari sel-sel B yaitu sebagai imunitas atau antibody humoral. Limfosit B yang tersisa ini disebut limfosit B memori. limfosit B akan melalui 2 proses yaitu respon imun primer dan respon imun sekunder. jika suatu individu lama tidak terkena antigen yang sama dengan yang menyerang sebelumnya. Limfosit B dengan cepat menghasilkan lebih banyak sel Limfosit B daripada sebelumnya. Kemudian. Inilah proses respon imun primer. Suatu saat. 1 limfosit B dibiarkan hidup untuk menyimpan antibodi yang ada dari sebelumnya. 1 sel limfosit B dibiarkan tetap hidup untuk menyimpan antibodi yang sama sebelum penyerang terjadi. Semuanya melepaskan antibodi dan merangsang sel Mast mengeluarkan histamin untuk membunuh antigen tersebut. mereka hanya melaksanakan tugas.Sel yang Bertugas dalam Sistem 1. Mereka adalah makhluk hidup yang hanya menuruti perintah yang lebih tinggi. Mereka tidak memiliki kapasitas untuk berpikir. Jika suatu saat. Makrofag Makrofag adalah sel kecil yang tak terlihat oleh mata telanjang. maka limfosit B membelah secara mitosis dan menghasilkan beberapa sel limfosit B. Setelah fagositosis antigen. Limfosit B memori biasanya 12 .

sistem kekebalan tubuh kita dibagi menjadi dua bagian. Sitokin dapat berikatan dengan sel-sel target dan mengaktifkan proses inflamasi.berumur panjang dan tidak memproduksi antibodi kecuali dikenai antigen spesifik. mengaktivasi fagosit dan menghancurkan sel target. dan CD3+. Pertama. limfosit T berperan penting sebagai respon selular. Setiap sel T memiliki penanda permukaan. b. Limfosit T-Helper bisa saja mengeluarkan senyawa bernama perforin untuk membocorkan sel tersebut sehingga isinya keluar dan mati. Sel CD8+ membunuh sel yang terinfeksi virus atau bakteri. yang asing bagi tubuh kita. Sel T mampu menghasilkan sitokin (zat kimia yang dapat membunuh sel) seperti interferon. Limfosit T Limfosit T atau sel T memiliki dua fungsi utama : regulasi system imun dan membunuh sel-sel yang membawa target antigen spesifik. CD8+. Jika antibodi dan antigennya cocok. dan individu yang seharusnya bisa resisten terhadap antigen tersebut bisa sakit lagi jika patogen itu menyerang. Jika tidak ada antigen yang sama yang menyerang dalam waktu yang sangat lama. Kemudian. 13 . Interleukin merupakan jenis sitokin yang berperan sebagai pembawa pesan antar sel darah putih. yang berfungsi untuk mengaktifkan dan memanggil Limfosit T Sitotoksik. Respon imun akan dimulai jika sel ini bertemu dengan limfosit T yang sedang berpatroli dengan mengeluarkan IL-1 sehingga limfosit T terangsang untuk mencocokkan antibodi dengan antigennya. Jika suatu saat ada patogen yang berhasil masuk dalam tubuh kemudian dimakan oleh suatu sel. Sel CD4+ merupakan sel pembantu yang mengaktivasi sel B. yang membedakan antar sel. maka patogen itu dicerna dan materialnya ditempel pada permukaan sel tersebut. biasanya neutrofil. maka limfosit B bisa saja mati. killer cells. Kedua. Permukaan Limfosit T memiliki antibodi yang hanya cocok pada salah satu antigen saja. Secara garis besar. Limfosit T pembantu akan lepas dari sel yang diserang dan menghasilkan senyawa baru disebut IL-2. Selain itu. Interleukin rekombinan (sintetis) saat ini sedang dipelajari dalam uji klinis untuk pasien terinfeksi HIV. Materi yang tertempel itu disebut antigen. Antibodi Dasar-dasar Antibodi Sistem kekebalan tubuh sendiri diartikan sebagai semua mekanisme yang digunakan oleh tubuh untuk menangkal pengaruh faktor atau zat yang berasal dari lingkungan. Sitokin juga meningkatkan pertumbuhan sel. dan makrofag saat ada antigen spesifik. maka seluruh proses respon imun harus diulang dari awal. seperti CD4+. maka limfosit T-Helper yang mengetahui bahwa sel ini sudah terkena antigen mempunyai 2 pilihan untuk menghancurkan sel tersebut dengan patogennya. juga sel-sel kanker. Limfosit T Sitotoksik akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel yang terkena penyakit tersebut.

Ribuan atau jutaan jenis antigen yang masuk akan merangsang dibentuknya ribuan atau jutaan jenis antibodi pula. Antibodi diproduksi sesudah host diinjeksi dengan antigen. serta monosit dalam darah. Tahap pertama dari respon antibodi dimulai dari fagositosis antigen oleh makrofag atau sel lain dalam system retikuloendotelial yang meliputi sel-sel Langerhans di kulit. cara injeksi. Antibodi mempunyai ciri khas. Produksi antibodi diawali dengan melakukan injeksi atau imunisasi pada host atau hewan coba. Beberapa teknik biasanya digabung untuk menentukan spesifitas sepeti kemampuan antibodi bereaksi dengan protein lain atau protein yang serupa dari spesies lain. peranan senyawa kimia tidak bisa dipandang sebelah mata. Setiap detik sekitar 2000 molekul antibodi diproduksi oleh sel limfosit B. Senjata ini diproduksi oleh sel-sel B. sel T. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal ini yaitu penanganan dan pemilihan hewan coba. Antibodi akan menghancurkan musuh-musuh penyerbu. Antibodi mempunyai dua fungsi. yaitu spesifik terhadap jenis tertentu dari antigen. yaitu: konsentrasi kemurnian dan spesifisitas. Kualitas suatu antibodi dinilai dari beberapa hal. Di dalam sistem ini. bahkan cukup luas dan beragam dengan mekanisme kerja yang unik. sifat dan dosis antigen. sel dendritik pada spleen dan lymph node. Respon antibodi merupakan puncak dari serangkaian interaksi antara makrofag. sel B terhadap hadirnya antigen asing. Untuk menentukan kemurnian biasanya dipakai teknik elektroforesis.yaitu sistem kekebalan alami (innate immunity) dan sistem kekebalan dapatan (acquired immunity) yang keduanya saling bekerja sama menangkal zat asing dari luar tubuh yang tentu apabila dibiarkan akan berbahaya bagi tubuh. Salah satu senyawa kimia yang berperan penting dalam kekebalan tubuh dapatan adalah antibodi. Antibodi adalah suatu protein yang dihasilkan oleh suatu sel dalam tubuh kita (dinamakan sel limfosit B dan termasuk ke dalam kelompok sel darah putih) sebagai respon terhadap adanya antigen (antigen adalah senyawa kimia atau zat asing atau mikroba yang tidak dikehendaki tubuh karena berbahaya yang mampu membangkitkan respon kekebalan pada tubuh kita) yang masuk dalam tubuh. pertama untuk mengikatkan diri kepada sel-sel 14 . Antibodi merupakan senjata yang tersusun dari protein dan dibentuk untuk melawan selsel asing yang masuk ke tubuh manusia. Salah satu contoh peristiwa yang melibatkan antibodi adalah ketika kulit kita terkena infeksi karena luka maka akan timbul nanah. Nanah ini merupakan sel darah putih penghasil antibodi yang mati setelah berperang melawan antigen. sekelompok prajurit pejuang dalam sistem kekebalan. Sel-sel tersebut berdasarkan fungsi imunologisnya digolongkan sebagai antigen-presenting cells (APC).

sistem getah bening. Karena kemampuannya serta 15 . ia memiliki masa hidup berkisar antara beberapa minggu sampai beberapa tahun. Mereka mempunyai efek kuat anti-bakteri dan penghancur antigen. Antibodi bersesuaian dengan musuhnya (antigen) secara sempurna. Dan. Mereka melindungi tubuh terhadap bakteri dan virus. di alam ini terdapat jutaan musuh (antigen). dan usus. Antibodi bukan berjenis tunggal. Membuat antibodi spesifik untuk masing-masing musuh merupakan proses yang luar biasa. IgG beredar dalam tubuh dan banyak terdapat pada darah. Mereka mengikuti aliran darah. Mereka menandai molekul-molekul asing tempat mereka mengikatkan diri. Dengan demikian sel prajurit tubuh dapat membedakan sekaligus melumpuhkannya. seperti anak kunci dengan lubangnya yang dipasang dalam struktur tiga dimensi. Selain itu. disingkat "Ig". molekul imuno globulin mengikatkan diri pada antigen untuk menginformasikan kepada sel-sel kekebalan lainnya tentang keberadaan antigen tersebut atau untuk memulai reaksi berantai perang penghancuran. Proses ini dapat terwujud hanya jika sel-sel B mengenal struktur musuhnya dengan baik. yaitu antigen. Hal ini karena antibodi yang dihasilkan untuk suatu penyakit belum tentu mangkus bagi penyakit lainnya. Sesuai dengan struktur setiap musuh. Pengelompokan Antibodi Sebelumnya telah kita sebutkan bahwa antibodi adalah sejenis protein.musuh. layaknya tank yang hancur dan tak dapat bergerak atau melepaskan tembakan setelah dihantam rudal saat pertempuran. Dihasilkan hanya dalam waktu beberapa hari. Tubuh manusia mampu memproduksi masing-masing antibodi yang cocok untuk hampir setiap musuh yang dihadapinya. maka tubuh menciptakan antibodi khusus yang cukup kuat untuk menghadapi si musuh. langsung menuju musuh dan menghambatnya begitu terdeteksi. IgG mampu menyelip di antara sel-sel dan menyingkirkan bakteri serta musuh mikroorganis yang masuk ke dalam sel-sel dan kulit. dan pantas dicermati. Protein-protein yang berfungsi untuk melindungi tubuh lewat proses kekebalan ini dinamakan "imuno globulin". • IgG IgG (Imuno globulin G): IgG merupakan antibodi yang paling umum. Berada dalam aliran darah dan cairan non-seluler. serta menetralkan asam yang terkandung dalam racun. Protein paling khas pada sistem pertahanan. antibodi mengikatkan diri kepada bakteri dan virus penyebab penyakit. Fungsi kedua adalah membusukkan struktur biologi antigen tersebut lalu menghancurkannya.

ASI. Sedangkan protein dicerna dalam lambung manusia. dan sekresi usus. normalnya. Pernahkah Anda mempertanyakan siapa gerangan yang mengirimkan antibodi yang berusaha melindungi Anda dari mikroba pada saat Anda masih dalam bentuk embrio dan tidak mengetahui apa-apa? Mungkinkah itu ibu. Karena itu. Hal ini dapat menyebabkan kematian sebelum lahir. mereka tidak akan meninggalkan sang bayi. antibodi sang ibu akan melindungi embrio dari musuh sampai anak itu lahir.ukurannya yang kecil. • IgA IgA (Imuno globulin A): Antibodi ini terdapat pada daerah peka tempat tubuh melawan antigen seperti air mata. sehingga tidak lagi terlindung dari 16 . lendir. Mereka menjaga daerah itu dalam pengawasannya layaknya tentara andal yang ditempatkan untuk melindungi daerah kritis. Antibodi merupakan organisme yang tersusun dari protein. Antibodi ini melindungi janin dari berbagai penyakit pada saat dalam kandungan. Kepekaan daerah tersebut berhubungan langsung dengan kecenderungan bakteri dan virus yang lebih menyukai media lembap seperti itu. karena IgA tidak terdapat dalam organisme bayi yang baru lahir. jenis antibodi ini juga akan hilang setelah mereka melaksanakan semua tugasnya. darah. Setiap bayi yang baru lahir membutuhkan pertolongan ibunya. pada saat bayi telah berumur beberapa minggu. Jika antibodi tidak diciptakan dengan karakteristik yang memungkinkan mereka untuk masuk ke dalam plasenta. bayi yang menyusu pada ibunya akan mencerna antibodi ini dalam lambungnya. IgA mirip satu sama lain. Mereka mendiami bagian tubuh yang paling mungkin dimasuki mikroba. IgA yang terdapat dalam ASI akan melindungi sistem pencernaan bayi terhadap mikroba. Si ibu malah tidak menyadari bahwa dia telah dikaruniai rancangan bantuan ini. atau ayah? Atau mungkinkah mereka memutuskan bersama dan mengirimi Anda antibodi secara bersama-sama? Tentu saja pertolongan yang kita bicarakan ini di luar kendali kedua orang tua. maka janin dalam rahim tidak akan terlindungi melawan mikroba. Karena itu. Selama periode ini. melainkan tetap melindunginya. getah lambung. Secara struktur. kantong-kantong udara. Setelah kelahiran. Seperti IgG. Sang ayah juga tidak menyadari apa yang telah terjadi. Lalu kenapa sel-sel itu berada di payudara ibu? Kenapa pembuatan antibodi berlangsung dengan cara tersebut? Kekuatan mana yang memberi tahu sel-sel itu bahwa bayi yang baru lahir membutuhkan antibodi? Bukan suatu kebetulan bahwa sel yang terlibat dalam pembuatan anti-bodi untuk bayi ditempatkan pada bagian yang akan diisap sang bayi. mereka dapat masuk ke dalam plasenta ibu hamil dan melindungi janin dari kemungkinan infeksi. air liur.

jika janin terinfeksi kuman penyakit. dapat diketahui dari kadar IgM dalam darah.mikroba. Maka. Antibodi ini kadang juga menimbulkan reaksi alergi pada tubuh. mereka membantu sel T menangkap antigen. dan pada permukaan sel B. Antibodi yang tidak dapat dihancurkan lambung ini dapat diserap oleh usus secara utuh. • IgD IgD (Imuno globulin D): IgD juga terdapat dalam darah. Karena itu. Antibodi ini bertanggung jawab untuk memanggil para prajurit tempur dan sel darah lainnya untuk berperang. • IgM IgM (Imuno globulin M): Antibodi ini terdapat pada darah. Mereka tidak mampu untuk bertindak sendiri-sendiri. Sel-sel usus pada bayi diciptakan sedemikian rupa untuk melakukan hal itu. kadar IgE tinggi pada tubuh orang yang sedang mengalami alergi. dan pada permukaan sel B. Pada tahap ini. Pada saat organisme tubuh manusia bertemu dengan antigen. getah bening. getah bening. Kerja Langsung Antibodi Terhadap Agen Penyebab Penyakit. Akan tetapi. Akibat sifat bivalen dari antibodi dan banyaknya tempat antigen pada sebagian besar agen penyabab penyakitr. produksi enzim pencerna protein masih sangat sedikit. IgM merupakan antibodi pertama yang dihasilkan tubuh untuk melawan musuh. Dengan menempelkan dirinya pada permukaan sel-sel T. Mekanisme Kerja Antibodi Antibodi bekerja terutama melalui dua cara untuk mempertahankan tubuh terhadap agen penyebab penyakit : (1) dengan langsung menyerang penyebab penyakit tersebut dan (2) dengan mengaktifkan sistem komplemen yang kemudian dengan berbagai cara yang dimilikinya akan merusak penyebab penyakit tersebut. maka antibodi dapat mematikan aktivitas agen penyebab penyakit tersebut dengan salah satu cara berikut : 17 . • IgE IgE (Imuno globulin E): IgE merupakan antibodi yang beredar dalam aliran darah. Untuk mengetahui apakah janin telah terinfeksi atau tidak. produksi IgM janin akan meningkat. antibodi yang sangat penting untuk hidup itu tidak dicerna dan akan melindungi bayi yang baru lahir dari musuhnya. lambung bayi yang baru lahir diciptakan sedemikian rupa untuk tidak mencerna dan menghancurkan antibodi ini. Janin dalam rahim mampu memproduksi IgM pada umur kehamilan enam bulan. Jika musuh menyerang janin.

Enzim C1 yang terbentuk kemudai secara berturur-turut mengaktifkan enzim yang jumlahnya meningkat pada tahap akhir dari sistem ini. 4. Lisis di mana beberapa antibodi yang sangat kuat kadang –kadang mampu langsung menyerang membran sel agen penyebab penyakit sehingga menyebabkan sel tersebut sobek. di mana antibodimenutupi tempat-tempat yang toksik dari agen yang bersifat antigenik. Diawali dengan pengaktifan proenzim C1 itu sendiri. Presipitasi. dimana kompleks molekular dariantigen yang larut membentuk presipitat. Pemeran utama dalam sistem ini adalah 11 protein yang ditandai dengan C1 sampai C9. Dalam keadaan normal. Lebanyakan sifat pertahanan diddapat melalui efek penguatan dari sistem komplemen. B.1. semua protein ini terdapat diantara protein-protein plasma dan juga dalam protein plasma yang bocor keluar dari kapiler masuk ke dalam ruang jaringan. di mana berbagai partikel besar dengan antigen pada permukaannya. Jalur klasik Jalur ini diaktifkan oleh suatu reaksi antigen-antibodi. dan (2) jalur altenatif 1. Dalam keadaan normal. namun dapat diaktifkan dengan 2 cara : (1) jalur klasik. hanya dibutuhkan sedikit gabungan antugen-antibodi. Netralisasi. dan D. 3. terikat bersama-sama menjadi satu kelompok 2. Untuk mengaktifkan banyak molekul pada tahap pertama dari sistem komplemen ini. Sistem Komplemen Pada Kerja Antibodi Komplemen istilah gabungan untuk menggambarkan suatu sistem yang terdiri dari kirakira 20 protein. maka tempat reaktif yang spesifik pada bagian ”yang tetap” dari antibodi akan menjadi tak tertutup atau diaktifkan dan gabungan ini kemudian langsung berikatan dengan molekul C1 dari sistem komplemen. Aglutinasi. Pada gambar tersebut tampat terbentuk berbagai produk akhir dan beberapa diantaranya (misalnya racun tetanus) dan antibodimenjadi begitu besar sehingga berubah menjaditak larut dan 18 . seperti bakteri atau sel darah merah. Biasanya prekursor enzim ini bersifat inaktif. bila suatu antibodi berikatan dengan suatu antigen. yang kebanyakan merupakan prekursor enzim. sehingga dari awal yang kecil terjadilah reaksi pengaut yang besar sekali. masuk dalam ”rangkaian” reaksi-reaksi. Yaitu. kerja antibodi yang langsung menyerang penyebab penyakit yang bersifat antigenik mungkin tak cukup kuat untuk berperan dalam mempertahankan tubuh terhadap penyebab penyakit tersebut.

Produk-produk ini meningkatkan aliran darah yang sebelumnya telah meningkat. jadi penghambat pergerakan organisme yang menyerbu melewati jaringan. Disamping efek peradangan yang disebabkan oleh pengaktifan sel mast dan basofil. heparin. Faktor-faktor yang sama juga berperan dalam proses peradangan.menimbulkan efek penting yang membantu mencegah kerusakan akibat organisme yang menyerbu atau oleh toksin. Fragmen C5a menyebabkan kemotaksis dari netrofil dan makrofag. produk ini memounyai pengaruh langsung untuk merobek membran sel bakteri atau organisme penyerbu lainnya. meningkatkan kebocoran cairan dan protein kedalam jaringan dan reaksisetempat lainnya yang membantu menginaktifkan atau mengimobilisasikan agen antigenik. dengan kuat mengaktifkan fagositosis oleh netrofil dan makrofag. Opsonisasi dan fagositosis. Fragmen C3a. yaitu C3b. Pengaktifan sel mast dan basofil. Lisis. Enzim komplemen dan produk komplemen lain dapat menyerang struktur beberapa virus dan dengan demikian mengubahnya menjadi nonvirulen. f. menyebabkan sel-sel ini menelan bakteri yang telah dilekati oleh kompleks antigen-antibodi. sehingga saling melekat satu sama lain. Salkah satu produk paling penting dari seluruh priduk yang dihasilkan oleh rangkaian komplemen adalah kompleks litik. C4a. Aglutinasi. Efek inflamasi. Kemotaksis. jadi meningkatklan proses aglutinasi. dan beberapa substansi lainnya kedalam cairan setempt. yang merupakan gabungan dari banyak faktor komplemen dan ditandai dengan C5b6789. Jalur Alternaif 19 . dan C5a semuanya mengaktifkan sel mast dan basofil. jadi menyebabkan sebagian besar sel fagosit ini bermigrasi ke dalam regio lokal dari agen antigenik. ada beberapa produk komplemen lain yang turut menimbulkan peradangan setempat. g. e. Salah satu produk dari rangkaian komplemen diatas. dan kemudian protei akan berkoagulasi dalam ruang jaringan. Produk komplemem juga mengubah permukaan organisme penyerbu. Bahan-bahan ini kemudian menyebabkan peningkatan aliran darah setempat. d. c. 2. sehingga menyebabkan sel-sel tersebut melepaskan histamin. Efek-efek yang penting tersebut adalah sebagai berikut : a. Proses ini seringkali mampu meningkatkan jumlah bakteri yang didapat dirusak sampai 100 kali lipat b. meningkatkan kebocoran protein dari kapiler. Netralisasi virus-virus.

maka sel ini menjadi limfoblastik. semua atau sebagian besar klon limfosit tersebut yang bersifat spesifik terhafdap jaringan tubuh sendiri akan dirusak sendiri. karena adanya kontak yang terus menerus dengan antigen tubuh. maka dianggap bahwa selam limfosit diolah lebih dulu ditimus dan sumsum tulang. Toleransi Sistem Imunitas Didapat Terhadap Jaringan Sendiri Bila seseorang menjadi kebal terhadap jaringannya sendiri. di luar tingkat C3. 20 . Bahan-bahan ini bereaksi dengan faktor komplemen B dan D. suatu efek yang diamggap dapat menyebabkan sel itu sendiri dirusakkan oleh sel epitel timus sebelum mereka dapat bermigrasi dan menempati jaringan limfoid. Karena jalur alternatif tidak melibatkan reaksi antigen-antibodi. menghasilkan bahan pengaktif yang yang mengaktifkan faktor C3. maka proses imunitas yang didapat akan menghancurkan dirinya sendiri. dan ini juga menghasilkan pengaruh yang sama terhadap penyerbu dalam mempertahankan tubuh. maka akan terjadi pencegahan pertumbuhan klon limfosit didalam jaringan limfoid yang bersifat spesifik terhadap antigen yang disuntikkan. bila terpajan dengan antigen yang kuat. Dianggap bahwa kebanyakan toleransi ini berkembang sewaktu terjadi pengolahan pendahuluan limfosit T di timus dan limfosit B di tempat pengolahan pendahuluan limfosit B ( pada manusia di sum-sum tulang ). dan sistem imunitasnya membentuk sedikit antibodi atau sel-sel teraktivasi terhadap antigennya sendiri.Sistem komplemen kadang-kadang diaktifkan diperantarai oleh suatu reaksi antugen-antibodi. serta selanjutnya bergabung dengan antigen yang merangsang tadi. Percobaan-percobaan juga telah membuktikan bahwa limfosit imatur yang spesifik dalam timus. sangat berproliferasi. Hal ini terutama terjadi dalam respon terhadap molekulmolekulpolisakarida besar dalam membran sel mikro-organisme yng menyerbu masuk. Oleh karena itu. Sebagian Besar hasil Toleransi Terjadi Akibat Pemilihan Klon Selama Pengolahan Pendahuluan. Untuk memulai rangkaian komplemen yang tersisa. bahkan mampu berfungsi sebelum orang tersebut teriminisasi terhadap organisme. maka jaln ini juga merupakan garis pertahanan pertama terhadap mikro-organisme penyerbu. Dalam keadaan normal. pada dasarnya semua hasil akhir yang dihasilkan itu sama dengan yang dihasilkan dalm jalur klasik. Jadi. Fenomena ini dikenal sebagai toleransi sendiri terhadap jaringan tubuh sendiri. Alasan untuk anggapan ini adalah bahwa bila dilakukan penyuntikan suatu antigen yang kuat kedalam pada janin saat terjadi pengolahan pendahuluan limfosit di kedua tempat tadi. mekanisme imun dapat mengenali jaringannya sendiri yang jelas berbeda dengan bakteri atau virus.

Konsep Virus ( HIV ) 1. Biasanya hal ini terjadi setelah timbul kerusakan beberapa jaringan tubuh. yang melepaskan banyak antigen sendiri yang bersirkulasi dalam tubuh dan diduga menimbulkan imunitas didapat dalam bentuk sel T yang teraktivasi atau antibodi. tetapi setelah beberapa hari atau beberapa minggu akan menghilang walaupun antibodi autoimun ini menetap dalam plasma yang bersirkulasi. Telah diyakini bahwa sel T supresor ini berfungsi untuk mengimbangi efek antibodi autoimun seperti juga mensensitisasi sel pembantu dan mensensitisasi sel T sitotoksik. Pengertian Virus HIV HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun. Kadang-kadang orang kehilangan sebagian toleransi imun terhadap jaringannya sendiri. 2. Sejarah Virus HIV Menurut : http://www. tidak jelas darimana berasal dan kapan munculnya. bahwa darah tahun 1969 Positif. Selain itu juga pada tahun 1980 dilaporkan pula di USA. jadi menghambat serangan imun pada jaringan. Sel T supresor kemungkinan bertanggung jawab untuk jenis toleransi diri yang lain lagi. sebagai awal mula kasus HIV/AIDS muncul. (http://organisasi. Semakin tua.org/pengertian_definisi_dan_cara_penularan_penyebaran_virus_hiv_aids_in fo_informasi_penyakit_menular_seksual_pms) 21 . Akhirnya disepakati tanggal 5 Juni 1969. Hal ini sesuai laporan kasus HIV/AIDS di USA Los Angeles CDC yang mengadakan peneliti pada pria homoseksual. Pada tahun 1969 dilaporkan bahwa di Sub Sahara Afrika ditemukan darah tahun 1950 yang ternyata positif HIV. hal ini tidak sepenuhnya dimengerti. Namun. Kegagalan Mekanisme Toleransi Menyebabkan Penyakit Autoimun.Peran Sel T Supresor dalam Membentuk Toleransi. Dan kini. Sebagai contoh. hal ini menjadi semakin berat. Apa yang terjafi adalah bahwa sel T supresor yang secara spesifik tersensitisasi terhadap antigen diri jumlahnya menjadi sangat meningkat.htm Asal mulanya.com/igamamalang/info.geocities. kasus HIV/AIDS ini kini semakin meluas dan menyerang berbagai lapisan dan strata sosial. kadang-kadang reaksi autoimun terjadi secara akut melawan salah satu jaringan tubuh.

HIV merupakan penyebab dasar AIDS.HIV (human immunodeficiency virus) adalah sebuah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia . Karekteristik Virus HIV 22 . 3.dan menghancurkan atau merusak fungsi mereka. komponen vital dari sistem sistem kekebalan tubuh "tuan rumah" .feedfury.1 dan HIV-2.com/content/16689387-bahaya-aids-atau-hiv. Infeksi dari HIV menyebabkan pengurangan cepat dari sistem kekebalan tubuh. Jenis SIV tertentu mirip dengan dua tipe HIV. HIV merupakan keturunan dari SIV. (http://www.html) HIV merupakan suatu virus yang material genetiknya adalah RNA (asam ribonukleat) yang dibungkus oleh suatu matriks yang sebagian besar terdiri atas protein. Secara kolektif. (http://education. yang menyebabkan kekurangan imun.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/adakah_obat_untuk_hivaids_saat_ini/) Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan HIV adalah virus penyebab utama AIDS yang menyerang sistem imun sehingga terjadi penurunan fungsi imun yang material genetiknya adalah RNA. yakni HIV.org/wiki/HIV) HIV merupakan bagian dari kelompok virus yang disebut Lentivirus yang ditemukan pada primata nonmanusia. (http://id.terutama CD4+ Sel T dan macrophage.wikipedia. yang menyerang salah satu sel dari darah putih yaitu sel limfosit. Lentivirus diketahui sebagai virus monyet yang dikenal dengan nama Simian Immunodeficiency Virus (SIV).

Mekanisme Virus HIV Salah satu fakta terpenting mengenai virus HIV adalah bahwa ia hanya memasuki sebagian. 4. Sampul HIV mempunyai 2 lapisan yang terdiri daripada lipid yang diambil daripada membran dalam sel hos dan protein yang mempunyai rantaian karbohidrat (glikoprotein sampul virus). virus AIDS akan segera dimusnahkan oleh sistem yang ada.Virion HIV mempunyai bentuk sfera dan mempunyai diameter lebih kurang 1x 10-4 milimeter. Di antara sarung kapsid dan protein p7 dan p9 ialah RNA virus. Target utamanya adalah sel T penolong. Ini penting sekali. Satu pertanyaan yang tak terjawab adalah: Bagaimanakah virus HIV tahu persis target mana yang harus difokuskan? Begitu memasuki tubuh manusia. tidak seluruh. HIV juga merupakan sejenis virus Retrovirus( virus RNA penyandi enzim yang mampu menyalin RNA menjadi DNA dan menyisipkannya ke dalam sel inang yang terjadi pada penderita HIV positif) . Lalu bagaimanakah virus AIDS mengembangkan strateginya? 23 . virus memilih sel sistem pertahanan yang paling menguntungkan baginya dan hal ini menyebabkan perusakan tubuh manusia. sel tubuh manusia. yang merupakan elemen paling efektif pada sistem pertahanan. Di antara berbagai jenis sel. Sampul meliputi keseluruhan core virus termasuk protein luar struktur p18 dan protein dalam p24. menjelang ia bisa paham bahwa sel T merupakan "otak" sistem pertahanan. Bagaimananpun. di mana ia terletak pada membran virus dan gp120 di mana terletak di luar membran seperti topi. Salah satu protein sampul yang penting ialah glikprotein gp41 (glikoprotein transmembran). tidaklah mungkin bagi virus AIDS untuk melakukan penyelidikan intelijen sebelum memasuki tubuh manusia.

Pasukan tanpa komunikasi yang efektif dan tanpa sistem inteligensia dapat dikatakan telah kehilangan kekuatan utamanya. Pada tahap kedua.Ini baru salah satu dari keterampilan menakjubkan yang dikuasai oleh virus AIDS. Pada tahap 1 Ketika sel T. elemen vital dari sistem pertahanan tertangkap. Pada tahap ketiga. Memang pasien AIDS terus memproduksi antibodi. Nyatanya dia berikatan dengan sel ini seperti kunci dengan lubangnya. Virus harus mengikatkan dirinya kepada sel lain yang sudah ditetapkannya menjadi target.Lebih jauh dari itu. sistem pertahanan kekurangan tim pemikirnya. Prosedur ini sama sekali tak sulit bagi virus AIDS. antibodi yang diproduksi oleh tubuh manusia tak membahayakan virus AIDS. tetapi tak lagi efektif tanpa adanya sel T. 24 . Virus AIDS (jingga) berusaha memasuki sel T dengan merobek membrannya. Ini umpama taktik peperangan yang cerdas. dan tak lagi mampu mengenali musuh.

Bahan warisan virus sekarang menjadi bahan warisan sel T. Artinya. dia membuat jalan lain dengan metode yang sangat menarik: Ia menggunakan asam nukleat dari sel tuan rumah dan mengonversikan RNA-nya menjadi DNA dengan bantuan sebuah enzim yang disebut "reverse transcriptase". tanpa DNA. Virus HIV adalah retrovirus. Membran sel T yang telah diduduki tidak kuat menanggung tekanan dari proses multiplikasi sehingga ia bolong-bolong. virus HIV juga mampu mengubah dirinya ke berbagai bentuk dalam upaya mencegah dirinya tertangkap oleh sistem pertahanan. memungkinkan virus HIV untuk keluar dari sel untuk mencari sel tuan 25 Sel T sehat (kiri). Selain kemampuan di atas. . Tetapi menduduki satu sel saja tidak memuaskan bagi virus HIV. Virus HIV awal dan replikanya ingin meninggalkan sel tuan rumah mereka dan menduduki sel lain serta memfasilitasi proses proliferasi. Lalu ia menempatkan DNA ini pada DNA yang ditemukan di inti sel tuan rumahnya. HIV melompat dari satu sel T ke sel T lainnya untuk menghindari kontak dengan antibodi dalam aliran darah Hal ini membuat virus HIV sampai saat ini kebal terhadap efek pengobatan yang ditujukan padanya.000 kali. Citra ini diperbesar lebih dari 3. Sel T yang telah dirusak oleh musuh (virus AIDS) dan kini memiliki profil bundar dan lumah (kanan). gen-nya hanya mengandung RNA. yang berarti ia akan membalik prosesnya. Mereka tidak perlu bekerja keras dalam melakukan hal ini. Pada Tahap Keempat.Virus HIV melakukan serangkaian proses menakjubkan yang akan menjaminnya berumur panjang. Jumlah virus yang sangat banyak ini tak dapat diatasi. Tetapi sebuah retrovirus memerlukan DNA supaya tetap hidup. demikian pula virus HIV. Segalanya berjalan dengan kecepatan alamiah. sepotong kecil virus HIV (biru) menggandakan diri dalam sel pertahanan Setelah memasuki tubuh manusia. Sebelum berpindah menginfeksi sel lain. Ia akhirnya akan mencoba untuk mengalahkan seluruh tubuh. Untuk menyediakan DNA. virus HIV dapat memproduksi sepuluh miliar virus sehari. Ketika sel ini membelah diri. Sel mulai bekerja sebagai pabrik bagi virus.

Kecuali manusia berhasil menemukan obat yang efektif untuk mengalahkan virus ini. Limfosit B. Sel ini disebut juga sel T helper yang merupakan bagian sangat penting dari system kekebalan tubuh. MEKANISME INFEKSI VIRUS HIV Infeksi Virus HIV-1(USA)/HIV-2(Afrika) ↓ Berikatan dengan reseptor CD4+ dan juga chemokine coerreceptor(limfosit T Helper. yang hanya berukuran satu mikron. Ketika system kekebalan tubuh merespon maka system kekebalan tubuh akan membuat antiboidy. sel di CNS) ↓ Internalisasi virus ke sel Host ↓ Sintesis DNA dengan reverse transcriptase enzyme Sel berfungsi Integrasi DNA virus dengan DNA host dibantu oleh integrase enzyme(provirus) abnormal dan sel mati REPLIKASI ↓ VIRUS HIV 26 Depresi system imun tubuh ↓ Gangguan pada materi genetik sel host . akan terus tidur selama bertahuntahun atau segera menyerang tubuh manusia. Ketika ini terjadi maka jika dites hiv hasilnya positif. Jika memiliki dibawah 200 maka dapat dipastikan terkena virus hiv aids. Tapi pada masa ini hiv mulai merusak kekebalan tubuh. ia akan tetap di sana. tak memiliki DNA. Orang sehat biasanya memiliki sekitar 500-1500 sel CD4 positif.rumah lainnya. Semuanya bergantung kepada kemauan virus HIV. Virus HIV yang sukses sekarang telah sepenuhnya mengalahkan tubuh manusia. Selama waktu itu jika dites hiv maka hasilnya bisa saja negatif. Setelah virus HIV bertambah jumlahnya.Semua ini dilakukan oleh sebuah virus. Satu-satunya jalan untuk mengukur kerusakan system kekebalan tubuh adalah dengan menghitung sel sel CD4 positif yang dimiliki. Setelah gejala yang menyerupai terkena flu beberapa orang akan hidup dengan sehat sekitar 10 tahun. dia juga membunuh sel T tuan rumahnya. dan bahkan tak dapat dikelompokkan sebagai makhluk hidup Virus akan menggandakan dirinya ditubuh sekitar beberapa minggu atau bisa saja sekitar sebulan sebelum system kekebalan tubuh meresponnya. makrofag. Namun tetap bisa menularkan ke orang lain.

Sejarah Penyakit AIDS AIDS pertama kali dilaporkan pada tanggal 5 Juni 1981. menyatakan bahwa epidemik AIDS dimulai pada akhir tahun 1950-an di Kongo Belgia sebagai akibat dari penelitian Hilary Koprowski terhadap vaksin polio. sementara HIV-2 sulit dimasukan dan kebanyakan berada di Afrika Barat. monyet dari Guinea Bissau. Teori yang lebih kontroversial yang dikenal dengan nama hipotesis OPV AIDS. ketika Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat mencatat adanya Pneumonia pneumosistis (sekarang masih diklasifikasikan sebagai PCP tetapi diketahui disebabkan oleh Pneumocystis jirovecii) pada lima laki-laki homoseksual di Los Angeles. Asal HIV-1 berasal dari simpanse Pan troglodytes troglodytes yang ditemukan di Kamerun selatan.Transkripsi DNA virus menjadi mRNA ↓ Translasi mRNA untuk membuat poliprotein ↓ Cleavage. HIV-1 adalah sumber dari mayoritas infeksi HIV di dunia. pemotongan rantai poliprotein oleh enzyme protease ↓ Protein dan RNA berkumpul membentuk virus baru ↓ Pelepasan virus-virus HIV ke aliran darah ↓ Menyerang sel lain(mengulangi proses seperti semula) Konsep Penyakit AIDS 1. Pengertian Penyakit AIDS 27 . komunitas ilmiah umumnya berpendapat bahwa skenario tersebut tidak didukung oleh bukti-bukti yang ada. HIV-2 berasal dari Sooty Mangabey (Cercocebus atys). HIV-1 lebih mematikan dan lebih mudah masuk kedalam tubuh. Gabon. Namun demikian. Banyak ahli berpendapat bahwa HIV masuk ke dalam tubuh manusia akibat kontak dengan primata lainnya. Dua spesies HIV yang diketahui menginfeksi manusia adalah HIV-1 dan HIV-2. 2. dan Kamerun. Baik HIV-1 dan HIV-2 berasal dari primata. contohnya selama berburu atau pemotongan daging.

Acquired berarti didapat. Jadi AIDS berarti kumpulan gejala akibat kekurangan atau kelemahan sistem kekebalan tubuh yang dibentuk setelah kita lahir. Syndrome atau sindrom berarti penyakit dengan kumpulan gejala. 3. dilihat dengan mikroskop elektron. Stadium Penyakit AIDS Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS: Tahap 1: Periode Jendela 28 .id/li/bacali. bukan gejala tertentu.php?lino=101) Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa AIDS adalah kumpulan gejala akibat defisiensi sistem imun yang disebabkan oleh HIV. Etiologi Penyakit AIDS Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Immune terkait dengan sistem kekebalan tubuh kita. 4. Setelah sistem kekebalan tubuh lumpuh.or. Deficiency berarti kekurangan.com/content/16689387-bahaya-aids-atau-hiv. AIDS disebabkan karena virus yang bernama HIV (Human Immunodeficiency Virus) masuk ke dalam tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor Gambar 1. ( http://education.feedfury. (http://spiritia.Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV (Wikipedia) AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan suatu penyakit yang cara kerjanya menghancurkan sistem kekebalan tubuh manusia. bukan keturunan. HIV yang baru memperbanyak diri tampak bermunculan sebagai bulatanbulatan kecil (diwarnai hijau) pada permukaan limfosit setelah menyerang sel tersebut. HIV dengan cepat akan melumpuhkan sistem kekebalan manusia.html) AIDS adalah kependekan dari ‘Acquired Immune Deficiency Syndrome’. seseorang penderita AIDS biasanya akan meninggal karena suatu penyakit (disebut penyakit sekunder) yang biasanya akan dapat dibasmi oleh tubuh seandainya sistem kekebalan itu masih baik.

umumnya berkisar 2 minggu . antibody HIV negative 1. flu. tergantung daya tahan tubuhnya Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah Berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah Tahap 4: AIDS Klasifikasi CDC untuk infeksi HIV yang didasarkan pada patofisiologi penyakit seiring memburuknya secara progresif fungsi imun : Kelas Grup I Grup II Kriteria 1.6 bulan HIV berkembang biak dalam tubuh Tidak ada tanda-tanda khusus. sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah Tidak ada tanda2 khusus. dll Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan. penyakit konstitusional 29 . penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang. misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh. Antibody HIV positif 2.- HIV masuk ke dalam tubuh. Infeksi akut oleh HIV 2. tergantung daya tahan tubuhnya (ratarata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek) Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala) Sistem kekebalan tubuh semakin turun Mulai muncul gejala infeksi oportunistik. Antibody HIV positif 2. penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini Tahap ini disebut periode jendela. gejala mirip influenza . karena telah terbentuk antibody terhadap HIV Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun. limfadenopati generalisata persisten 1. mereda sempurna 3. Antibody HIV positif 2. diare terus menerus. Grup III Grup IV-A tidak ada indicator klinis atau laboratorium adanya imunodefisiensi 1.

sama seperti grup IV-B dan 2.a. neuropati grup IV-C c. menurunnya berat lebih dari 10% dibandingkan berat normal 1. tuberculosis paru. demam atau diare menetap grup IV-B b. penyakit neurologic a. atau keganasan lain Klasifikasi stadium infeksi HIV dari Walter Reed stadium Antibody WR 0 HIV Limfadenopati Sel kronik CD4/mm3 >400 Uji kulit DTH Normal (reaktif terhadap ≥ 2 antigen WR 1 WR 2 WR 3 WR 4 + + + + + +/+/>400 >400 <400 <400 uji kulit) Normal Normal Normal Defek parsial (reaktif terhadap antigen WR 5 + +/<400 kulit) Alergi dan/atau thrush (reaktif terhadap WR 6 + +/<400 0 + antigen kulit) Normal. mielopati 1. infekioportunistik 1. demensia b. hitung limfosit CD4+ kurang daripada 200/µl Grup IV-D 3. Sama seperti grup IV-A 2. kanker serviks invasif. energi 30 atau 1 uji thrush Infeksi oportunis - . defek +/parsial. Sama seperti grup IV-C dan 2.

meskipun ini bukanlah hal yang bersifat prognostic dan tidak terpengaruh bagi hidup penderita. Pada fase ini penyakit tersebut sangat menular karena terjadi viremia. nyeri retrobulber. Beberapa penderita mengalami pembengkakan kelenjar lomfe menyeluruh. umumnya sekitar 5 tahun. diare). Saat ini sudah mulai terjadi penurunan jumlah sel CD4 sebagai petunjuk menurunnya kekebalan tubuh penderita. gejala syaraf (sakit kepada. 31 . meskipun sebenarnya terjadi replikasi virus secara lambat di dalam tubuh. disebut limfa denopatio (LEP). Manifestasi Klinis Perjalan klinik infeksi HIV telah ditemukan beberapa klasifikasi yaitu : a. demam. c. gangguan gas trointestinal (nausea. : tidak ditemukan. tetapi masih pada tingkat 500/ml. malaise. Namun dapat sembuh total atau hanya dengan pengobatan biasa. anereksia. gejala kulit (bercak-bercak merah. Gejala tersebut diatas merupakan reaksi tubuh terhadap masuknya unis yang berlangsung kira-kira 1-2 minggu. b. demikian juga yang disebut AIDS-Related (ARC).Ket : Kriteria absolute harus dipenuhi untuk penentuan stadium + : ditemukan. Infeksi Akut : CD4 : 750 – 1000 Gejala infeksi akut biasanya timbul sedudah masa inkubasi selama 1-3 bulan. urtikarta). keadaan penderita tampak baik saja. Infeksi Kronis Simtomatik Fase ini dimulai rata-rata sesudah 5 tahun terkena infeksi HIV. atralgia. Berbagai gejala penyakit ringan atau lebih berat timbul pada fase ini. 1) Penurunan Imunitas sedang : CD4 200 – 500 Pada awal sub-fase ini timbul penyakit-penyakit yang lebih ringan misalnya reaktivasi dari herpes zoster atau herpes simpleks. Gejala yang timbul umumnya seperti influenza. gangguan kognitif danapektif). DTH : delayed type hypersensitivity (hipersensitivitas tipe lambat) 5. Keganasan juga dapat timbul pada fase yang lebih lanjut dari sub-fase ini dan dapat berlanjut ke sub fase berikutnya. tergantung pada tingkat imunitas pemderita. Infeksi Kronis Asimtomatik : CD4 > 500/ml Setelah infeksi akut berlalu maka selama bertahun-tahun kemudian.

biasanya di sekitar leher dan lipatan paha. Gejala Minor 1) Batuk lebih dari satu bulan 2) Dermatitis preuritik umum 3) Herpes zoster recurrens 4) Kandidias orofaring 32 . mata. Rasa lelah berkepanjangan. Demam lebih dari 38oC. serta Kelainan lain pada kulit. alat kelamin dan lainnya. Menurut penderita AIDS Tanda dan gejala meliputi : 1.2) Penurunan Imunitas berat : CD4 < 200 Pada sub fase ini terjadi infeksi oportunistik berat yang sering mengancam jiwa penderita. a. Gatal-gatal. rongga mulut. rambut. Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap. Herpes kulit. Tanda dan Gejala AIDS Gejala-gejala yang umum orang yang tertular HIV/AIDS biasanya adalah: Berat badan turun secara mencolok. disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari. Keganasan juga timbul pada sub fase ini. Viremia terjadi untuk kedua kalinya dan telah dikatakan tubuh sudah dalam kehilangan kekebalannya. Diare kronis lebih dari 1 bulan.malnutrisi berat atau pemakaian kortikosteroid yang lama. gejala Mayor 1) Penurunan berat badan lebih dari 10% 2) Diare kronik lebih dari satu bulan 3) Demam lebih dari satu bulan b. Dicurigai AIDS pada orang dewasa bila ada paling sedikit dua gejala mayor dan satu gejala minor dan tidak ada sebab-sebab imunosupresi yang lain seperti kanker. biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan. meskipun sering pada fase yang lebih awal.

a. Bila terdapat paling sedikit dua gejala mayor dan dua gejala minor. Patofisiologi Penyakit AIDS Kontak langsung (membran/aliran darah) dengan cairan tubuh yang mengandung HIV HIV berikatan dengan CD4+ Sel T4 terinfeksi dan ikut dalam cairan tubuh Banyak CD4+ yang terinfeksi infeksi Fungsi sel T4 ↓↓ Mengaktifasi respon imun Sel T4 terinfeksi diaktifkan Sel killer penjamu mengeliminasi virus dan sel yang terinfeksi 33 .5) Limfadenopati generalisata 6) Herpes simplek diseminata yang kronik progresif 2. Dicurigai AIDS pada anak. pemakaian kortikosteroid yang lama atau etiologi lain. dan tidak terdapat sebab – sebab imunosupresi yang lain seperti kanker. Gejala minor 1) Limfadenopati generalisata 2) Kandidiasis oro-faring 3) Infeksi umum yang berulang 4) Batuk parsisten 5) Dermatitis 6. malnutrisi berat. Gejala Mayor 1) Penurunan berat badan atau pertmbuhan yang lambat dan abnormal 2) Diare kronik lebih dari 1bulan 3) Demam lebih dari1bulan b.

hepar. sistem respirasi.Jumlah sel T4 ↓↓ Sistem imun seluler melemah (imunosupresi) Patogen mudah masuk ke dalam tubuh Virus berpoliferasi Infeksi yang parah pada neurologik. sistem GI. perilaku. dan sistem integumen Neurologik HIV menginfeksi sel-sel otak Memicu toksin dan limfokin Fungsi neurotransmitter tergangggu Penurunan progresif pada fungsi kognitif. dan motorik Ketidakefektifan koping individu Fungsi sel T4 ↓↓ Respirasi Mengaktivasi respon imun SISTEM RESPIRASI ++HIV ISPA Flu bertambah berat Produksi mukus >> Jalan nafas terhambat 02 supply ↓↓ RR ↑↑ HR ↑↑ Bersihan Jalan Nafas Tak Efektif Pemakaian energi >> 34 Malaise Intolerant Activity .

Gastrointestinal Masuknya mikroorganisme Infeksi di intestinum Tidak optimalnya absorpsi air dan sari makanan diare Diare bertambah berat Pengeluaran cairan Tidak terkontrol Defisit cairan Kekurangan volume cairan dehidrasi Gangguan membrane mukosa mulut tidak optimalnya peristaltic ↓↓ penyerapan sari makanan tidak seimbangnya kebutuhan dan suplai nutrisi Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan merangsang baroreseptor Saraf simpatis aktif Saraf parasimpatis ↓↓ peristaltic ↓↓ makanan tertahan di usus dan lambung mual dan muntah Gangguan intake nutrisi mengaktivasi kelenjar keringat sekresi keringat 35 .

Hepar ++ HIV Hati terinfeksi Kerja hepar tidak optimal Fagositosis SDM ↓↓ Banyak SDM yang tidak produktif Pengangkutan 02 ↓↓ 02 supply ↓↓ RR ↑↑ HR ↑↑ Pengangkutan nutrisi ↓↓ Kemampuan memproduksi Fibrin ↓↓ Proses penyembuhan melambat Risiko Cedera Pemakaian energi >> malaise Intoleran activity GI Integumen ++ HIV Diare Integumen terinfeksi Rentan terinfeksi gangguan kulit Harga diri rendah Penurunan berat badan Perubahan citra tubuh Isolasi sosial 36 .

37 . Penyakit saluran pencernaan utama Esofagitis adalah peradangan pada kerongkongan (esofagus). ia sering muncul sebagai penyakit sistemik yang menyerang bagian tubuh lainnya (tuberkulosis ekstrapulmoner). meskipun kasusnya langka. namun tidaklah demikian yang terjadi di negara-negara berkembang tempat HIV paling banyak ditemukan. gejala yang muncul mungkin lebih berkaitan dengan tempat munculnya penyakit ekstrapulmoner. serta dapat dicegah melalui terapi pengobatan. tulang. kelenjar getah bening (nodus limfa regional).7. penyakit ini masih merupakan indikasi pertama AIDS pada orang-orang yang belum dites. resistensi TBC terhadap berbagai obat merupakan masalah potensial pada penyakit ini. Pada individu yang terinfeksi HIV. Pada stadium lanjut infeksi HIV. Pada stadium awal infeksi HIV (jumlah CD4 >300 sel per µL). karena dapat ditularkan kepada orang yang sehat (imunokompeten) melalui rute pernapasan (respirasi). saluran kemih dan saluran pencernaan. Namun demikian. dan tindakan pencegahan rutin yang efektif di negara-negara Barat. TBC muncul sebagai penyakit paru-paru. Tuberkulosis (TBC) merupakan infeksi unik di antara infeksi-infeksi lainnya yang terkait HIV. penyakit ini terjadi karena infeksi jamur (jamur kandidiasis) atau virus (herpes simpleks-1 atau virus sitomegalo). Komplikasi Penyakit AIDS Penyakit paru-paru utama Pneumonia pneumocystis (PCP) jarang dijumpai pada orang sehat yang memiliki kekebalan tubuh yang baik. yaitu jalur makanan dari mulut ke lambung. Ia dapat dengan mudah ditangani bila telah diidentifikasi. dapat muncul pada stadium awal HIV. tetapi umumnya dijumpai pada orang yang terinfeksi HIV. Sebelum adanya diagnosis.TBC yang menyertai infeksi HIV sering menyerang sumsum tulang. walaupun umumnya indikasi tersebut tidak muncul kecuali jika jumlah CD4 kurang dari 200 per µL. hati. perawatan. Dengan demikian. Meskipun munculnya penyakit ini di negara-negara Barat telah berkurang karena digunakannya terapi dengan pengamatan langsung dan metode terbaru lainnya. Di negara-negara berkembang. dan sistem syaraf pusat. penyakit ini umumnya segera menyebabkan kematian. Penyebab penyakit ini adalah fungi Pneumocystis jirovecii. Gejala-gejalanya biasanya bersifat tidak spesifik (konstitusional) dan tidak terbatasi pada satu tempat. Ia pun dapat disebabkan oleh mikobakteria.

sehingga biasanya menyebabkan kematian dalam waktu sebulan setelah diagnosis. mikrosporidiosis. Pada beberapa kasus.[15] Meningitis kriptokokal adalah infeksi meninges (membran yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang) oleh jamur Cryptococcus neoformans. Selain itu. Leukoensefalopati multifokal progresif adalah penyakit demielinasi. sakit kepala. Toksoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bersel-satu. diare diperkirakan merupakan petunjuk terjadinya perubahan cara saluran pencernaan menyerap nutrisi. antara lain infeksi bakteri dan parasit yang umum (seperti Salmonella. dan menyebabkan penyakit hanya ketika sistem kekebalan sangat lemah. Penyakit ini berkembang cepat (progresif) dan menyebar (multilokal). Kampilobakter. Parasit ini biasanya menginfeksi otak dan menyebabkan radang otak akut (toksoplasma ensefalitis). Penyakit syaraf dan kejiwaan utama Infeksi HIV dapat menimbulkan beragam kelainan tingkah laku karena gangguan pada syaraf (neuropsychiatric sequelae). dan Escherichia coli). sebagaimana yang terjadi pada pasien AIDS. yaitu penyakit yang menghancurkan selubung syaraf (mielin) yang menutupi serabut sel syaraf (akson). Mycobacterium avium complex. diare dapat juga merupakan efek samping dari antibiotik yang digunakan untuk menangani bakteri diare (misalnya pada Clostridium difficile). yang disebabkan oleh infeksi organisma atas sistem syaraf yang telah menjadi rentan. serta mungkin merupakan komponen penting dalam sistem pembuangan yang berhubungan dengan HIV. dan virus sitomegalo (CMV) yang merupakan penyebab kolitis). Listeria. dan muntah. sehingga merusak penghantaran impuls syaraf. lelah.Diare kronis yang tidak dapat dijelaskan pada infeksi HIV dapat terjadi karena berbagai penyebab. Ia disebabkan oleh virus JC. Kompleks demensia AIDS adalah penyakit penurunan kemampuan mental (demensia) yang terjadi karena menurunnya metabolisme sel otak (ensefalopati metabolik) yang disebabkan oleh infeksi HIV. serta infeksi oportunistik yang tidak umum dan virus (seperti kriptosporidiosis. Shigella. Pada stadium akhir infeksi HIV. atau efek samping dari infeksi utama (primer) dari HIV itu sendiri. yang 70% populasinya terdapat di tubuh manusia dalam kondisi laten. atau sebagai akibat langsung dari penyakit itu sendiri. namun ia juga dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit pada mata dan paru-paru. yang disebut Toxoplasma gondii. Hal ini dapat menyebabkan demam. diare terjadi sebagai efek samping dari obat-obatan yang digunakan untuk menangani HIV. mual. Pasien juga mungkin mengalami sawan dan kebingungan. dan didorong pula oleh terjadinya pengaktifan imun oleh 38 . yang jika tidak ditangani dapat mematikan.

sehingga mengeluarkan neurotoksin. atau efek toksik obat yang dipakai untuk mengobati gejala. tampak dalam bentuk ketidaknormalan kognitif. Apabila tidak diobati. Gejala termasuk ensefalitis (peradangan otak). kehilangan ingatan. sakit kepala. dan penurunan fungsi kognitif secara bertahap. ADC dapat mematikan. 39 . Limfoma sususnan saraf pusat (SSP) adalah tumor ganas yang mulai di otak atau akibat kanker yang menyebar dari bagian tubuh lain. Apabila tidak diobati. perilaku. Kelainan saraf lain terkait AIDS yang tidak diketahui penyebabnya mungkin dipengaruhi oleh virus tetapi tidak sebagi penyebab langsung. Gejala termasuk kelelahan. muncul terutama pada orang dengan infeksi HIV lebih lanjut. paralisis dan penurunan mental. yang muncul bertahun-tahun setelah infeksi HIV terjadi. mual. Meningitis kriptokokus terlihat pada kurang lebih 10% pasien AIDS yang tidak diobati dan pada orang lain dengan sistem kekebalannya sangat tertekan oleh penyakit atau obat. atau ensefalopati terkait HIV. Kerusakan syaraf yang spesifik. ingatan dan perhatian. Jamur ini pertamatama menyerang paru dan menyebar ke otak dan saraf tulang belakang. pusing. kejang. bingung. Angka kemunculannya (prevalensi) di negara-negara Barat adalah sekitar 1020%. pasien meningitis kriptokokus dapat jatuh dalam koma dan meninggal. menyebabkan peradangan. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Cryptococcus neoformans. Komplikasi saraf Kelainan sistem saraf terkait AIDS mungkin secara langsung disebabkan oleh HIV. perubahan perilaku. jamur dan virus lain yang tidak akan berdampak pada orang dengan sistem kekebalan yang sehat). AIDS dementia complex (ADC). Orang dengan ADC juga menunjukkan pengembangan fungsi motor yang melambat dan kehilangan ketangkasan serta koordinasi. termasuk kesulitan berkonsentrasi. Limfoma SSP hampir selalu dikaitkan dengan virus Epstein-Barr (jenis virus herpes yang umum pada manusia). pusing dan muntah. dan motorik. Perbedaan ini mungkin terjadi karena adanya perbedaan subtipe HIV di India. Prognosis adalah kurang baik karena kekebalan yang semakin rusak. Gejala termasuk sakit kepala. Pasien AIDS dapat mengembangkan satu atau lebih limfoma SSP. demam.makrofag dan mikroglia pada otak yang mengalami infeksi HIV. oleh kanker dan infeksi oportunistik tertentu (penyakit yang disebabkan oleh bakteri. namun di India hanya terjadi pada 1-2% pengidap infeksi HIV. yang umum ditemukan pada tanah dan tinja burung. Hal ini berhubungan dengan keadaan rendahnya jumlah sel T CD4+ dan tingginya muatan virus pada plasma darah. masalah penglihatan. gangguan bicara.

tuli. kerusakan penglihatan dan kerusakan 40 . perubahan kepribadian. atau nyeri saraf. Virus herpes zoster yang menyebabkan cacar dan sinanaga. tampak lebih sering dan lebih cepat berkembang pada orang terinfeksi HIV. Pada orang yang terpajan dengan herpes zoster. demensia.Infeksi cytomegalovirus (CMV) dapat muncul bersamaan dengan infeksi lain. gatal. neuropati perifer. termasuk kelemahan. Infeksi virus herpes sering terlihat pada pasien AIDS. virus dapat tidur di jaringan saraf selama bertahun-tahun hingga muncul kembali sebagai ruam. Pada awal biasanya muncul pada stadium infeksi HIV lebih lanjut dan dapat berdampak pada kebanyakan pasien stadium HIV lanjut. Tanda sinanaga termasuk bentol yang menyakitkan (serupa dengan cacar). pengembangan degenerasi sendi. Distal sensory polyneuropathy menyebabkan mati rasa atau perih yang ringan hingga sangat nyeri atau rasa kesemutan yang biasanya mulai di kaki dan telapak kaki. Neuropati perifer menggambarkan kerusakan pada saraf perifer. Virus ini umumnya menghasilkan ruam. Neurosifilis. Reaktivasi ini umum pada orang yang AIDS karena sistem kekebalannya melemah. Infeksi CMV pada urat saraf tulang belakang dan saraf dapat mengakibatkan lemahnya tungkai bagian bawah dan beberapa paralisis. yang melepuh dan sangat nyeri di kulit akibat saraf yang terinfeksi. refleks yang menghilang. jalan yang tidak mantap. koma dan penyakit retina yang dapat mengakibatkan kebutaan. dapat menginfeksi otak dan mengakibatkan ensepalitis dan mielitis (peradangan saraf tulang belakang). akibat infeksi sifilis yang tidak diobati secara tepat. kesemutan (menggelitik) dan nyeri pada saraf. Saraf perifer juga mengirim informasi sensorik kembali ke otak dan saraf tulang belakang. hilangnya koordinasi. masalah pendengaran dan keseimbangan. Pasien AIDS mungkin menderita berbagai bentuk neuropati. jaringan komunikasi yang luas yang mengantar informasi dari otak dan saraf tulang belakang ke setiap bagian tubuh. nyeri bagian bawah yang berat dan kehilangan fungsi kandung kemih. sentuhan atau rangsangan lain. Infeksi ini juga dapat menyebabkan pneumonia dan penyakit lambung-usus. Orang yang terdampak memiliki kepekaan yang meningkat terhadap nyeri. HIV merusak serat saraf yang membantu melakukan sinyal dan dapat menyebabkan beberapa bentuk neropati. Neurosifilis dapat menyebabkan degenerasi secara perlahan pada sel saraf dan serat saraf yang membawa informasi sensori ke otak. masing-masing sangat terkait dengan penyakit kerusakan kekebalan stadium tertentu. Gejala ensepalitis CMV termasuk lemas pada lengan dan kaki. tingkat mental yang berubah. Sensasi ini terutama kuat pada malam hari dan dapat menjalar ke tangan. Gejala yang mungkin baru muncul setelah puluhan tahun setelah infeksi awal dan berbeda antar pasien. episode nyeri hebat dan gangguan sensasi. demensia.

gangguan berbicara. demam.tanggapan terhadap cahaya. depresi. lesi otak dan terakhir koma. mencegah penyakit. PML berkembang terus-menerus dan kematian biasanya terjadi dalam enam bulan setelah gejala awal. malaise. dan mungkin muncul kejang. kerusakan kognitif. tetapi sistem kekebalan pada orang yang sehat dapat melawan parasit tersebut hingga tuntas. AS melakukan penelitian pertama berbasis populasi untuk menghitung risiko stroke terkait AIDS dan menemukan bahwa AIDS meningkatkan kemungkinan menderita stroke hamper sepuluh kali lipat. sementara kondisi lain mungkin dipicu oleh obat yang dipakai untuk melawan infeksi. Progressive multifocal leukoencephalopathy (PML) terutama berdampak pada orang dengan penekanan sistem kekebalan (termasuk hampir 5%pasien AIDS). Beberapa pasien mungkin mengalami gangguan ingatan dan kognitif. keingingan bunuh diri yang kuat. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa infeksi HIV. ia menetap di sana. Stroke yang disebabkan oleh penyakit pembuluh darah otak jarang dianggap sebagai komplikasi AIDS. lemah 41 . Para peneliti mengingatkan bahwa penelitian tambahan diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan ini. Kelainan psikologis dan neuropsikiatri dapat muncul dalam fase infeksi HIV dan AIDS yang berbeda. paranoid. halusinasi. kehilangan penglihatan. Beberapa penyakit misalnya demensia kompleks terkait AIDS yang secara langsung disebabkan oleh infeksi HIV pada otak. infeksi lain atau reaksi sistem kekebalan terhadap HIV. ataksia (ketidakmampuan untuk mengatur gerakan). yang dibawa oleh kucing. menulari berbagai tempat dan merusak sel yang membuat mielin – lemak pelindung yang menutupi banyak sel saraf dan otak. Begitu parasit masuk ke dalam sistem kekebalan. dan mania akut. Penyakit ini lebih sering pada laki-laki dibandingkan perempuan. delirium. burung dan hewan lain yang dapat ditemukan pada tanah yang tercemar oleh tinja kucing dan kadang pada daging mentah atau kurang matang. perilaku yang tidak normal. kebingungan. yang bergerak menuju otak. dan dapat berupa bentuk yang beragam dan rumit. Para peneliti di Universitas Maryland. Gejala termasuk ensefalitis. demensia. Ensefalitis toksoplasma. dapat menyebabkan kelainan pembuluh darah dan/atau membuatpembuluh darah kurang menanggapi perubahan dalam tekanan darah yang dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah dan stroke. walaupun hubungan antara AIDS dan stroke mungkin jauh lebih besar dari dugaan. muncul pada kurang lebih 10% pasien AIDS yang tidak diobati. Pasien mungkin mengalami kegelisahan. PML disebabkan oleh virus JC. Gejala termasuk berbagai tipe penurunan kejiwaan. juga disebut toksoplasmosis otak. sakit kepala berat yang tidak menanggapi pengobatan. Penyakit ini umum biasa mulai pada usia setengah baya. kelumpuhan. Hal ini disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii.

membentuk lubang kecil yang disebut vakuol dalam serat saraf. kejang. saluran pencernaan.pada satu sisi tubuh. seperti limfoma Hodgkin. kelesuan. Kanker ini seringkali merupakan perkiraan kondisi (prognosis) yang buruk. lebih sering muncul pada pasien yang terinfeksi HIV. Pasien yang terinfeksi HIV juga dapat terkena tumor lainnya. kanker usus besar bawah (rectum). Penyakit ini sering muncul di kulit dalam bentuk bintik keungu-unguan. masalah penglihatan. Limfoma ini sebagian besar disebabkan oleh virus Epstein-Barr atau virus herpes Sarkoma Kaposi. dan paru-paru. yaitu virus herpes manusia-8 yang juga disebut virus herpes Sarkoma Kaposi (KSHV). misalnya seperti limfoma Burkitt (Burkitt's lymphoma) atau sejenisnya (Burkitt's-like lymphoma). diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL). Kanker dan tumor ganas (malignan) Pasien dengan infeksi HIV pada dasarnya memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya beberapa kanker. Tidak semua pasien menunjukkan tanda infeksi. tetapi dapat menyerang organ lain. yang tidak meningkat 42 . kebingungan yang meningkat. muntah dan perubahan kepribadian. Sarkoma Kaposi adalah tumor yang paling umum menyerang pasien yang terinfeksi HIV. terutama mulut. limfoma adalah tanda utama AIDS. Beberapa pasien juga mengembangkan demensia terkait AIDS. Kanker getah bening tingkat tinggi (limfoma sel B) adalah kanker yang menyerang sel darah putih dan terkumpul dalam kelenjar getah bening. dan virus papiloma manusia (HPV). Penyakit ini disebabkan oleh virus dari subfamili gammaherpesvirinae. Gejala termasuk kaki lemas dan kaku serta tidak berjalan secara mantap. virus herpes Sarkoma Kaposi (KSHV). yaitu terutama virus Epstein-Barr (EBV). Hal ini karena infeksi oleh virus DNA penyebab mutasi genetik. pusing. Kanker leher rahim pada wanita yang terkena HIV dianggap tanda utama AIDS. Namun demikian. Kemunculan tumor ini pada sejumlah pemuda homoseksual tahun 1981 adalah salah satu pertanda pertama wabah AIDS. Mielopati vakuolar menyebabkan lapisan mielin yang melindungi untuk melepaskan diri dari sel saraf di saraf tulang belakang. Kanker ini disebabkan oleh virus papiloma manusia. Pada beberapa kasus. banyak tumor-tumor yang umum seperti kanker payudara dan kanker usus besar (colon). dan kanker anus. dan limfoma sistem syaraf pusat primer. Berjalan menjadi sulit dan penyakit semakin parah dan lama-kelamaan pasien membutuhkan kursi roda. Mielopati vakuolar dapat berdampak pada hampir 30% pasien AIDS dewasa yang tidak diobati dan kejadiannya tersebut mungkin lebih tinggi pada anak yang terinfeksi HIV. masalah berbicara dan berjalan.

kejadiannya pada pasien terinfeksi HIV. 8. Virus sitomegalo dapat menyebabkan gangguan radang pada usus besar (kolitis) seperti yang dijelaskan di atas. terutama demam ringan dan kehilangan berat badan. tapi bukan merupakan diagnosa Tes blot western Mengkonfirmasi diagnosa Human Immunodeficiency Virus (HIV) Sel T limfosit Penurunan jumlah total Sel T4 helper Indikator system imun (jumlah <200> T8 ( sel supresor sitopatik ) Rasio terbalik ( 2 : 1 ) atau lebih besar dari sel suppressor pada sel helper ( T8 ke T4 ) mengindikasikan supresi imun. Hasil tes positif. dan gangguan radang pada retina mata (retinitis sitomegalovirus). yang dapat menyebabkan kebutaan. kemunculan berbagai kanker yang berhubungan dengan AIDS menurun. Tes dan pemeriksaan laboratorium digunakan untuk mendiagnosis Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan memantau perkembangan penyakit serta responnya terhadap terapi Human Immunodeficiency Virus (HIV) 1. Infeksi oportunistik ini termasuk infeksi Mycobacterium avium-intracellulare dan virus sitomegalo. Tes Laboratorium Telah dikembangkan sejumlah tes diagnostic yang sebagian masih bersifat penelitian. namun pada saat yang sama kanker kemudian menjadi penyebab kematian yang paling umum pada pasien yang terinfeksi HIV. Serologis Tes antibody serum Skrining Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan ELISA. 43 . Di tempat-tempat dilakukannya terapi antiretrovirus yang sangat aktif (HAART) dalam menangani AIDS. kini adalah infeksi oportunistik ketiga yang paling umum (setelah tuberkulosis dan kriptokokosis) pada orang yang positif HIV di daerah endemik Asia Tenggara. atau disebut Penisiliosis. Infeksi oportunistik lainnya Pasien AIDS biasanya menderita infeksi oportunistik dengan gejala tidak spesifik. Infeksi yang disebabkan oleh jamur Penicillium marneffei. Pemeriksaan Diagnostik a.

Tes PHS Pembungkus hepatitis B dan antibody. 44 . untuk mengidentifikasi adanya infeksi : parasit. dan sekresi. MRI. Riwayat Penyakit Histologis. luka. Antibody terbentuk dalam 3 – 12 minggu setelah infeksi. Tapi antibody ternyata tidak efektif. 3. pemeriksaan sitologis urine. Hal ini menjelaskan mengapa orang yang terinfeksi awalnya tidak memperlihatkan hasil tes positif. EMG (pemeriksaan saraf) Tes Lainnya: Sinar X dada Menyatakan perkembangan filtrasi interstisial dari PCP tahap lanjut atau adanya komplikasi lain Tes Fungsi Pulmonal Deteksi awal pneumonia interstisial Skan Gallium Ambilan difusi pulmonal terjadi pada PCP dan bentuk pneumonia lainnya. Biopsis Diagnosa lain dari sarcoma Kaposi Brankoskopi / pencucian trakeobronkial Dilakukan dengan biopsy pada waktu PCP ataupun dugaan kerusakan paru-paru b. CMV mungkin positif 2. cairan spina. CT Scan otak. darah. maka system imun akan bereaksi dengan memproduksi antibody terhadap virus tersebut. bakteri. feces. atau bisa sampai 6 – 12 bulan. Ig G. Tes Antibodi Jika seseorang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). terutama Ig A. jamur. kemampuan mendeteksi antibody Human Immunodeficiency Virus (HIV) dalam darah memungkinkan skrining produk darah dan memudahkan evaluasi diagnostic. sputum. protozoa. viral. sifilis. Neurologis EEG.- P24 ( Protein pembungkus Human ImmunodeficiencyVirus (HIV ) ) Peningkatan nilai kuantitatif protein mengidentifikasi progresi infeksi Kadar Ig Meningkat. Ig M yang normal atau mendekati normal Reaksi rantai polimerase Mendeteksi DNA virus dalam jumlah sedikit pada infeksi sel perifer monoseluler.

gag. dan pol) adalah bukti konklusif infeksi HIV. menimbulkan pembentukan antibody spesifik. Tes tersebut. Pemeriksaan westen blot assay merupakan tes lainnya yang dapat mengenali antibody HIV dan digunakan untuk memastikan seropositifitas seperti yang teridentifasi lewat prosedur ELISA. Penjelasan y ang paling mungkin adalah pasien yang diperiksa memiliki antibody yang bereaksi silang dengan 1 dari protein HIV. Penjelasan yang kecil kemungkinannya untuk hail western blot yang indeterminate adalah pasien terinfeksi HIV dan sedang dalam proses membemntuk respons antibody klasik. Tes westen blot memanfaatkan kenyataan bahwa berbagai antigen HIV. Western Blot Assay Mengenali antibody Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan memastikan seropositifitas Human Immunodeficiency Virus (HIV). dan gp120/60. Dipihak lain. Westen blot yang negatif adalah yang tidak memperlikatkan pita – pita pada berat molekul yang sesuai dengan produk gena HIV. dengan beragam berat molekul. wedtern blot yang positif. Orang yang dalam darahnya terdapat antibody Human Immunodeficiency Virus (HIV) disebut seropositif. Tes Enzym – Linked Immunosorbent Assay ( ELISA) Mengidentifikasi antibody yang secara spesifik ditujukan kepada virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). ELISA tidak menegakan diagnosa AIDS tapi hanya menunjukkan bahwa seseorang terinfeksi atau pernah terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). yang didefinisikan sebagai hasil positif terhadap anggota ketiga produk gena utama HIV(protein envelope. dapat disimpulkan reaktivitas ELISA tersebut adalah poitif palsu. Pada kedua keadaan tersebut diagnosis terinfeksi HIV harus diusahakan untuk 45 . Terdapat 2 kemungkinan penjelasan untuk hasil western blot yang indeterminate. western blon dapat dianggap positif untuk HIV-1 bila mengandung pita-pita untuk paling sedikit 2 produk gena berikut : p24. serta criteria yang ditetapkan oleh The Association of State and Territorial Public Health Laboratory Directors. Pada pasien dengan ELISA positif atau menengah dan western blot negative. menurut sebagian bear pakar. Pola reaktivitas ilang yang paling sering dijumpai adalah antibody yang bereaksi dengan p24 dan atau p55. Berdasarkan definisi pola reaktivita western blot yang tidak termasuk dalam kategori negative atau positif dianggap indeterminate. gp41. dan antibody terhadap setiap komponen dapat dideteksi sebagai pita-pita pada westen blot. Kenyataanya. Antigen ini dapat dipisahkan berdasarkan berat molekulnya. 2. yaitu : 1.Pada tahun 1985 Food and Drug Administration (FDA) memberi lisensi tentang uji – kadar Human Immunodeficiency Virus (HIV) bagi semua pendonor darah atau plasma.

Walaupun merupakan tes konfirmasi yang baik untuk infksi HIV pada paien dengan ELISA positif atau indeterminate. Bila hasilnya negatif. 2030% dapat memperlihatkan 1/lebih pita pada western blot. dapat disimpulkan hail possitif pada pemeriksaan pertama merupakan kesalahan teknis kinerja assay dan pasien adalah negatif. tes yang paling sesuai diterapkan adalah ELISA. kecuali bila terdapat kecurigaan kuat adanya infeksi HIV dini. Bila PCR positif dan atau wetern blot memperlihatkan perkembangan. Walaupun pita – pita terebut mungkin tampak samar dan reaktivitas silang. pemerikasaan p24 antigen capture assay sangat spesifik untuk HIV – 1. hasil ELISA sebelumnya dapat dianggap hasil positif palsu dan hasil diagnosis infeksi HIV dapat disingkirkan. tapi kadar p24 pada penderita infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) sangat rendah. Pelacakan Human Immunodeficiency Virus (HIV) Penentuan langsung ada dan aktivitasnya Human Immunodeficiency Virus (HIV) untuk melacak perjalanan penyakit dan responnya. Pada pasien yang diduga terinfeksi HIV. Pada individu dengan ELISA dan PCR negative untuk HIV. Indirect Immunoflouresence Pengganti pemeriksaan western blot untuk memastikan seropositifitas. 4. misalnya pasien tersebut terpajan dalam 3 bulan terakhir. keberadaannya menciptakan keadaan yang harus menggunakan modalitas diagnostic lain(misalnya PCR atau p24 antigen capture) untuk mematikan bahwa pita – pita tersebut bukan merupakan isyarat infeksi HIV awal. pasien dengantiter p24 punya kemungkinan lebih lanjut lebih besar dari menjadi AIDS. Bila hasil tes ulang negative dua kali. maka tes harus diulang. dengan pemeriksaan ulang western blot sebulan kemudian. c. harus dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan western blot. Selain itu. dapat ditegakkan diagnostic infeksi HIV. Bila western blot negative.dikonfirmaikan atau disingkirkan dengan reaksi rantai polymerase. western blot mrupakan tes penapisan yang buruk. Bila hasil western blot positif dapat ditegakkan diagnosi HIV. Bila hail wetern blot adalah intermediate. harus dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan PCR. Bila hasil ELISA indeterminate atau positif. western blot haru diulang 1 bulan kemudian untuk memastikan apakah pola indeterminate tersebut merupakan pola dalam evolusi. diagnosis dapat didingkirkan dn pemeriksaan ulang hanya dilakukan bila ada indikasi klinis. 46 . Protein tersebut disebut protein virus p24. Radio Immuno Precipitation Assay ( RIPA ) Mendeteksi protein dari pada antibody. 3.

• • 10. diare selama 40 hari. lemas tidak bergairah. karena bisa memindahkan virusnya kepada janin yang dikandungnya. Riwayat Kesehatan Saat Ini 47 . Jauhi narkoba. jarum tatto. Seorang ibu yang darahnya telah diperiksa dan ternyata positif HIV sebaiknya jangan hamil. terutama bagi kelompok perilaku resiko tinggi.A : 35 tahun Biodata Nama Usia Jenis Kelamin : Laki-Laki Keluhan Utama Klien mengeluh lemah. Pergunakan selalu kondom. jarum tindik. sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat. berolah raga. Pencegahan Cara mencegah masuknya suatu penyakit secara umum di antaranya dengan membiasakan hidup sehat. 9. Beberapa tindakan untuk menghindari dari HIV/AIDS antara lain: • Hindarkan hubungan seksual diluar nikah dan usahakan hanya berhubungan dengan satu pasangan seksual. dan melakukan pergaulan yang sehat. akupunktur. Penggunaan jarum suntik dan alat tusuk lainnya seperti.Pemeriksaan ini digunakan dengan tes lainnya untuk mengevaluasi efek anti virus. yaitu mengkonsumsi makanan sehat. • • • Orang-orang yang tergolong pada kelompok perilaku resiko tinggi hendaknya tidak menjadi donor darah. hendaknya hanya sekali pakai dan harus terjamin sterilitasnya. Asuhan Keperawatan a. Apabila berkeinginan hamil hendaknya selalu berkonsultasi dengan dokter. Di Kampung Bali Jakarta 9 dari 10 penasun positif HIV. Pengkajian : Tn. karena sudah terbukti bahwa penyebaran HIV/AIDS di kalangan panasun (pengguna narkoba suntik) 3-5 kali lebih cepat dibanding perilaku risiko lainnya. Pemeriksaan kultur Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau kultur plasma kuantitatif dan viremia plasma merupakan tes tambahan yang mengukur beban virus ( viral burden ). Penatalaksanaan : a.

Riwayat Psikososial dan Spiritual Spiritual • : Biasanya pasien HIV-AIDS seringkali merasa putus asa dan ingin bunuh diri karena : merasa penyakit yang dideritanya sebagai kutukan dari Tuhan. 48 . disre selama 40 hari.A nyaris pingsan. Afek • Menutup diri dari lingkungan dan tidak mau berbagi dengan orang-orang disekitarnya Pengkajian Fisik Inspeksi : Dalam kasus klien terlihat lemas dan tidak bergairah. Riwayat Kesehatan Keluarga Tidak teridentifikasi. Psikososial • Pasien merasa tidak percaya diri (minder) dengan keadaan lahiriahnya karena biasanya penderita AIDS akan mengalami infeksi oportunistik. sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat sampai suatu ketika hanya karena flue tersebut Tn. Riwayat Kesehatan Masa Lalu Klien mengalami diare selama 40 hari. termasuk pada kulit seperti sarkoma kaposi • Perasaan tidak berguna bagi orang-orang disekelilingnya karena umumnya masyarakat enggan untuk bekerja atau beraktivitas bersama orang yang mengidap penyakit HIVAIDS Mood • • Rasa malu dan takut untuk bersosialisasi dengan masyarakat Rasa cemas dan depresi karena tahu HIV-AIDS sampai saat ini belum dapat disembuhkan. lemas tidak bergairah.Klien mengeluh lemah. sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat.

ulserasi atau infeksi. Inspeksi warna kulit.menarik diri.cemas. Dilihat apakah nodus limph cervikalnya bengkak atau tidak. perpanjangan pengisian kapiler. Tanda : Mengingkari. Dilihat apakah ada kemerahan. kehilangan BB. Tanda : Kelemahan otot. bengkak. respon fisiologi aktifitas ( Perubahan TD. Rongga mulut diperiksa untuk memantau gejala kemerahan. Integritas dan Ego Gejala : Stress berhubungan dengan kehilangan. Namun pada pasien HIV AIDS ini kita dapat melakukan palpasi pada: 1. postur.perubahan pola tidur. Daerah perianal harus diperiksa untuk menemukan ekskoriasi dan infeksi pada pasien dengan diare yang profus.intoleran activity. 2. marah. frekuensi Jantun dan pernafasan ). menurunnya massa otot. Kulit dan membrane mukosa diinspeksi setiap hari untuk menemukan tanda-tanda lesi.Namun pada pasien HIV AIDS ini kita juga dapat melakukan inspeksi yaitu: 1. Pemeriksaan kultur luka dapat dimintakan untuk mengidentifikasi mikroorganisme yang infeksius.depresi.progresi malaise. tenderness atau deformitas pada sistem muskuloskeletal.mengkuatirkan penampilan. suhu dan kelembaban. Inspeksi penampilan umum klien yang meliputi BB. gaya berjalan. pucat / sianosis. Ulserasi dan adanya bercak-bercak putih seperti krim yang menunjukan kandidiasis. mengingkari diagnosa. Nodus limph cervikal (untuk meraba adanya bengkak) 2. Sistem muskuloskeletal untuk meraba adanya bengkak.menurunnya volume nadi perifer. dan tanda vital lainnya. 5. Tanda : Perubahan TD postural. 3.dan sebagainya. TB. kesulitan berjalan. perdarahan lama pada cedera. Pemeriksaan Fisik (Objektif) dan Keluhan (Sujektif) Aktifitas / Istirahat Gejala : Mudah lelah. tenderness atau deformitas. Sirkulasi Gejala : Penyembuhan yang lambat (anemia). putus asa. Palpasi : Dalam kasus tidak teridentifikasi. 4.takut. 49 .

tekanan umum.hemiparesis. edema Hygiene Gejala : Tidak dapat menyelesaikan AKS Tanda : Penampilan tidak rapi.pincang. demam berulang. sering dengan atau tanpa kram abdominal. lesi atau abses rectal.nyeri dada pleuritis. kurang perawatan diri.perianal. nyeri panggul.berkeringat malam. Tanda : Takipnea.penurunan rentan gerak. perubahan bunyi napas. terus – menerus. adanya sputum. rasa terbakar saat miksi Tanda : Feces encer dengan atau tanpa mucus atau darah.kejang. Nyeri / Kenyamanan Gejala : Nyeri umum / local. Makanan / Cairan Gejala : Anoreksia.warna. lesi rongga mulut.nyeri tekan. refleks tidak normal. pelebaran kelenjar limfe. nyeri kelenjar.penyakit defisiensi imun.perubahan penglihatan. batuk. 50 .kelemahan otot.luka perianal / abses. Keamanan Gejala : Riwayat jatuh. Tanda : Bengkak sendi.kejang. menurunya kekuatan umum. terbakar. ide paranoid.Eliminasi Gejala : Diare intermitten.dan karakteristik urine.tremor.perubahan jumlah. sakit kepala. Neurosensori Gejala : Pusing. Tanda : Perubahan integritas kulit. perubahan status mental. napas pendek progresif.tremor. kesehatan gigi dan gusi yang buruk. timbulnya nodul.transfuse darah. diare pekat dan sering.pingsan.kerusakan status indera. distress pernapasan.luka. ansietas. Tanda : Perubahan status mental. nyeri tekan abdominal. Pernafasan Gejala : ISK sering atau menetap. rasa terbakar. mual muntah. disfagia Tanda : Turgor kulit buruk. sesak pada dada. sakit kepala.

dan penurunan berat Diare selama 40 hari Diare selama 40 hari Symptom Flu No Problem 1. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan diare di saluran cerna ditandai oleh diare selama Intolerant Activity Masuknya mikroorganisme Infeksi di intestinum Tidak optimalnya absorpsi air dan sari makanan diare Diare Pengeluaran cairan tidak terkontrol Defisit cairan 5.adanya trauma AIDS Tanda : Perubahan interaksi Penyuluhan / Pembelajaran Gejala : Kegagalan dalam perawatan.isolasi. penyalahgunaan obatobatan IV. Ketidakefektifan jalan napas berhubungan dengan infeksi pernapasan ditandai oleh flu 2.kesepian. alkoholik. prilaku seks beresiko tinggi.Seksualitas Gejala : Riwayat berprilaku seks beresiko tinggi.penggunaan pil pencegah kehamilan.herpes genetalia Interaksi Sosial Gejala : Masalah yang ditimbulkan oleh diagnosis. Perubahan nutrisi kurang Kekurangan volume cairan Diare Tidak optimalnya penyerapan 51 Mual. Intoleransi berhubungan malaise kelelahan ditandai Aktivitas dengan dengan Lemah. b. Analisis Data bersihan Etiologi Infeksi pernapasan Flu berat Produksi mukus >>> Jalan napas terhambat Bersihan jalan napas tidak efektif Jalan napas terhambat 02 supply ↓↓ RR dan HR ↑↑ Pemakaian energi >> Malaise 3. Diare berhubungan dengan infeksi 40 hari 4. merokok. Tanda : Kehamilan. muntah. yang (malaise) kelelahan berlebihan dari kebutuhan berhubungan .menurunnya libido.

berhubungan .dengan ditandai tidak oleh optimalnya penurunan sari makanan Tidak seimbangnya kebutuhan dan suplai nutrisi Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan Sistem imun melemah Mikroorganisme masuk Infeksi di saluran cerna Diare Defisit cairan Dehidrasi Gangguan membran mukosa mulut Infeksi di intestinum Merangsang baroreseptor Ss simpatis aktif Ss parasimpatis ↓↓ Peristaltik ↓↓ Makanan tertahan di usus dan lambung Mual dan muntah badan penyerapan sari makanan berat badan 6. Gangguan membran mukosa mulut berhubungan dengan sistem imun yang lemah Diare selama 40 hari 7. Harga perubahan ditandai berat badan diri citra oleh rendah dengan tubuh penurunan Penurunan badan berat berhubungan 10 Resiko tinggi Ansietas dengan Inflamasi sistemik Berbagai penyakit gangguan sistemik 52 Dalam kasus diatas belum diidentifikasi. Gangguan intake nutrisi Mual dan muntah berhubungan dengan infeksi di intestinum ditandai oleh mual dan muntah 8. Risiko cedera berhubungan dengan imunodefisiensi ditandai oleh anemia Gangguan intake nutrisi HIV menginfeksi hepar Kerja hepar tidak optimal Jumlah fibrinogen ↓↓ Proses penyembuhan melambat Risiko cedera Diare Penurunan berat badan Gangguan citra tubuh Harga diri rendah Anemia normositik 9.

Mencegah munculnya positive pressure akan datang gejala-gejala dan inhaler. perasaan takut mati dsb. Asuhan Keperawatan Tujuan bersihan Intervensi Klien Mandiri: Kaji berikut ini : dan Mengetahui gambaran dapat yang menentukan tindakan dan merancang diberikan jalan dokumentasikan hal-hal umum kondisi klien Rasional No Diagnosa Ketidakefekti Jalan Nafas fan Bersihan menunjukkan nafas yang efektif irama frekuensi rentang normal mengeluarkan sekresi efektif menunjukkan perilaku mengontrol perilaku perawatan secara . . dan intermitent. masalah di masa yang : breathing <IPPB>) 53 . spirometer. Khawatir.Klien memiliki Keefektifan pemberian keefektifan dan oksigen Keefektifan pengobatan juga yang Kecenderungan gas darah arteri anterior dan posterior Jelaskan dengan (misalnya : pada pernapasan dalam yang diresepkan intervensi lanjutan Klien mampu Auskultasi bagian dada pengguanaan Mengetahui ada atau pendukung tidaknya penurunan benar ventilasi dan adanya oksigen.ancaman/perubahan kesehatan status Ancaman/perubahan status kesehatan Ansietas Namun umumnya. pada tandadepresi. bunyi tambahan Klien mampu peralatan pengisapan. tandanya antara lain: keputusasaan. 1. 11 Kurang pengetahuan berhubungan dengan caracara penularan HIV c.

respon dan emosi. Intoleran Aktivitas Klien mentoleransi aktivitas biasa Mandiri : Kaji yang sosial. spiritual tingkat emosi. atau Intruksikan yang pasien Bantu tentang klien kepada batuk dalam posisi konsisten dan tekhnik nafas dalam mengambil semi Mencegah Kolaboratif : Konsultasikan sekresi dengan meningkatkan Memudahkan bersihan jalan hasil gas darah lengkap abnormal. Dengan dan mengetahui klien.penyakit cedera secara ditunjukkan. sosial. Konsultasikan dokter dan atau dengan tentang Perencanaan peralatan membantu menentukan intervensi yang tepat Hasil bermanfaat rencana lanjutan. Beritahu dokter tentang pernapasan kebutuhan untuk perfusi ahli pendukung. Alat bantu tambahan mempermudah jalannya penyembuhan AGD untuk intervensi dengan pernapasan napas dan stasis dan fowler tinggi ataupun ahli pernapasan sesuai bersihan jalan napas dengan kebutuhan. 54 . spiritual dilakukan terhadap aktivitas. 2.

ditunjukan daya perawat melakukan dapat penyesuaian aktivitas Evaluasi motivasi dan Tingkat motivasi klien keinginan pasien untuk dapat meningkatkan aktivitas. saat beraktifitas. rasa teknik berjalan untuk aktivitas tentang managemen Meminimalisir kemungkinan pengobatan dapat keletihan klien kehidupan sehari-hari. memantau melakukan Ajarkan teknik kelelahan. Kolaborasikan ahli untuk terapi dengan okupasi. pengaturan aktivitas dan waktu untuk mencegah fisik. Ajarkan kepada pasien dan orang terdekat bagi Meminimalisir pasien tentang teknik aktifitas menjaga klien perawatan akan diri yang dari kekurangan meminimalkan oksigen diri dan menentukan batas rencana aktivitas membantu penghematan energi.dan dengan tahan. Intruksikan pasien/keluarga penggunaan relaksasi selama aktivitas. Kolaborasi : Berikan nyeri sebelum aktivitas. distraksi. dan /atau rekreasi merencanakan Meminimalisir dan memantau program nyeri yang mungkin 55 . kepada yang akan diberikan dalam Relaksasi teknik ketahanan tubuh klien (mis.visualisasi) konsumsi oksigen (mis.

Kewaspadaan terhadap merusakan cairan dan berat umum dan risiko rentang Timbang berat badan elektrolit. dengan Pantau sel darah) nilai dan oral tidak adekuat. Diare Menunjukkan yang ditandai indikator berikut ketentuan sedang. normal pasien. untuk makanan meningkatkan makanan energi. berat. ringan. Inflamasi usus halus dapat absorbsi Penurunan anemia HIV meningkatkan Kaji : berat warna. dan banyak untuk evaluasi dasar labiratorium (elektrolit. atau tidak ada). masukan (dengan laporkan 1. berkeringat gangguan sebagai hit 5:ekstrem. malnutrisi. -pola dalam Mandiri : yang baik meningkatkan energi klien eliminasi defekasi Kaji kebiasaan defekasi Memberikan efektif. menipiskan elektrolit. eliminasi pasien setiap hari. badan.normalan. Diare kronik. dan terhadap pada infeksi yang diharapkan -diare tidak ada -darah dan lendir pada feses tidak ada -nyeri kram tidak ada -kembung ada dan terhadap infeksi lebih tidak dokumentasikan frekuensi. ketidak muntah.aktivitas sesuai dengan dirasakan klien kebutuhan. 56 . yang Aktifitas yang akan kelelahan pada Rujuk pada ahli gizi terprogram merencanakan mencegah untuk yang asupan klien tinggi berlebih Nutrisi dapat 3.

dan jumlah kemungkinan (ukuran) feses . sering. Anjurkan untuk mencatat warna. memberitahu setiap kali diare. Pantau perianal. Ajarkan pasien tentang kemungkianan penggunaan obat anti memarahnya diare diare yang tepat. Pertahankan kecuali indikasikan.turgor dehidrasi yang parah kulit dan kondisi mukosa mulut sebagai indikator dehidrasi. makan dalam masukan dikontra Memantau frekuensi cairan sedikitnya 3 liter diare membantu dalam porsi lanjutan secara hipovolemia petugas Membantu membuat Anjurkan pasien untuk perencanaan lanjutan Mencegah terulangnya pasien/anggota keluarga diare Anjurkan pasien untuk penyusunan intervensi kecil. Informasikan tentang obat adanya iritasi Iritasi pasien memungkinkan yang Pengetahuan tersebut dapat meminimalisir dapat dan ulserasi kulit di area kemungkinan keluarnya cairan tubuh mengakibatkan diare. frekuensi dan konsistensi feses. volume.konsistensi. dan jumlah Mencegah ditingkatkan bertahap Kolaborasi : Konsultasikan 57 dengan Menjaga asupan .

Konsultasikan pada dokter jika tanda dan gejala diare yang terus menerus.Mg. dan zink) 58 elektrolit berkeringat fosfor menipiskan elektrolit.Na. Inflamasi usus halus .ahli diet untuk nutrisi klien penyesuaian diet yang diperlukan.Ca. kacangan-kacangan. berat umum dan risiko yang tidak normal nilai laboratorium untuk badan. masukan untuk oral tidak adekuat. dan terhadap pada infeksi terhadap infeksi lebih intra vena laboratorium cairan dan ketidakseimbangan (K. Menurunkan stimulasi merokok. Perencanaan dengan Lakukan tindakan untuk ahli nutrisi membantu mengurangi pembatasan membuat perencanaan yang sesuai ketentuan Perencaan dokter dan hindari hindari seperti sayuran 4. dan banyak muntah. Kekurangan volume cairan Klien mengalami Klien menampilkan hidrasi yang baik (membran mukosa lembap) Memiliki asupan Pantau cairan oral dan haluaran atau yang adekuat masukan dari : pertahankan dokter sesuai lanjutan dokter. dan pembatasan cairan ketentuan dengan membantu makanan membuat perencanaan berlemak/gorengan. usus iritan usus makanan mentah. malnutrisi. tidak Mandiri : haus Pantau berat badan dan Penurunan status nutrisi anemia HIV meningkatkan dan berat nilai Diare kronik.

dapat absorbsi Pantau tanda dehidrasi Pantau interaksi obat (misalnya.dll) batas normal berat badan dalam Dapatkan riwayat diet. intervensi disukai serta intoleransi pendidiakn Kaji faktor-faktor yang individual memengaruhi masukan Memberikan dasar dan oral Dorong klien istirahat sebelum makan Dorong orang lain Makan sedikit sering : 6 kali sehari 59 klien arahan untuk intervensi Meminimalkan keletihan yang dapat untuk menurunkan Membatasi tapi sosial nafsu isolasi makan dengan ditemani makan untuk . Perubahan dari kebutuhan Klien sesuai sedotan. klien. segar) 5. tempat letakkan yang dan dan laporkan elektrolit. terhadap status nutrisi termasuk makanan yang Memastikan disukai makanan dan tidak kebutuhan membantu terhadap nutrisi. merusakan cairan dan gejala Mengantisipasi dehidrasi terhadap parah Mencegah berikan Mencegah pada mudah berikan dengan terjadinya terjadinya bertambah Tingkatkan asupan oral komplikasi cairan oral yang disukai dehidrasi pada klien dijangkau. usia. dan berikan air keinginan. dapat Mandiri : Kaji terhadap malnutrisi Memberikan pengukuran objektif nutrisi kurang mempertahankan massa tubuh dan (BB.Hb.TB.Ht.

kesukaan dan ketidaksukaan klien Minimalkan factor yang dapat menimbulkan Mual dapat dan muntah mual dan muntah 60 memperburuk .Instruksikan klien untuk Mencegah klien terlalu makan makanan kaya kenyang protein karbohidrat Kolaborasi : Konsulkan dengan ahli diet untuk menentukan kebutuhan nutrisi klien tentang pengganti makanan (nutrisi Memberikan dukungan nutrisi bila klien tidak mengonsumsi jumlah yang cukup per oral 6. Gangguan membran mukosa mulut Menunjukkan perbaikan daerah mulut (kelembapan meningkat) Pemberian buah sayur-sayuran daerah bibir 7. Gangguan intake nutrisi Tingkat gizi klien Mandiri : tercukupi memenuhi kebutuhan metabolik untuk Buat makan perencanaan Makan yang terjadwal dengan klien dapat memperbaiki Mandiri : air putih Kebutuhan dan cairan tubuh klien tercukupi meminimalisir daya dehidrasi dan Meningkatkan tahan tubuh kelembapan mulut mukosa pada Pemberian Memudahkan Konsul dengan dokter perencanaan makan dan kaya Memberikan protein dan kalori tambahan enteral atau parenteral) mukosa minimal 8 gelas sehari Pemberian pelembap di Meningkatkan untuk dimasukan dalam kondisi gizi klien jadwal makan.

. Risiko cedera Adanya kemampuan untuk meminimalisir risiko cedera Mandiri : Berikan pendidikan berhubungan strategi Berikan mengenai lingkungan karakteristiknya Kolaborasi: Rujuk pada kelas Rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri klien membantu dalam proses pemulihan 9.Komunikasikan bahwa tingkat gizi klien klien bertanggung jawab terhadap pilihan fisik Rasa tanggung jawab dan makanan Identifikasi pada diri klien proses nafsu klien dan memudahkan hindarkan faktor-faktor pemulihan yang dapat berpengaruh Hilangnya terhadap Kolaborasi: Diskusikan dengan ahli gizi dalam menentukan kebutuhan ketidakadekuatan asupan klien dengan Nutrisi dapat yang baik meningkatkan hilangnya makan gizi klien nafsu makan klien memperburuk tingkat energy klien 8. Risiko Harga Klien Mandiri : 61 pendidikan komunitas dan materi Meminimalisir yang cedera dengan tindakan informasi bahaya Meminimalisir dan cedera risiko risiko untuk mencegah cedera.

agresi. dibuktikan dengan menunjukkan kontrol kontrol koping. Hindari tindakan yang Tindakan dapat melemahkan klien melemahkan dapat tujuan yang realisitis. yang klien menurunkan terhadap pentingnya sebagai tempat klien diri yang negative yang negative dapat klien dirinya. radio. Bantu klien menyusun rasa percaya diri klien. tentang penghargaan pandangan tentang membantu menentukan intervensi tingkat diri Pantau klien dalam rasa percaya diri klien diri rasa berfungsi diri Tentukan rasa percaya Mengetahui penilaian diri. Berikan tentang konseling. impuls. ansietas. pengungkapn Pengungkapan menurunkan percaya diri klien. ansietas permainan. Pencapaian tujuan yang realistis membantu klien untuk mencapai harga diri yang lebih tinggi 10. Sediakan Mandiri : Bantu klien unuk Alat pada mengidentifikasi mekanisme koping yang dibutuhkan untuk mengurangi ansietas pengalihan Untuk mengurangi dan untuk memfokuskan situasi saat ini kontrol melalui televisi.diri rendah menunjukan harga ditandai indicator : Mengungkapakan penerimaan secara verbal Mempertahankan kontak mata Menerima kritikan orang lain dari Kaji pernyataaan klien Mengetahui diri. informasi Konseling mencurahkan pandangannya terhadap diri. dengan diri. serta terapi memperluas fokus 62 . Risiko tinggi Ansietas ansietas berkurang.

secara okupasi diri Dampingi klien Untuk meningkatkan dan keamanan mengurangi takut Kolaborasi: Berikan untuk pengobatan Meminimalisir mengurangi ansietas sosial ansietas. Ketidakefekti fan individu -Menimbang serta Mandiri : pandangan Menetapkan terhadap untuk dasar intervensi alternatif dan klien 63 waktu klien untuk Meningkatkan lebih perasaan diri banyak daripada untuk bermaknadan dan memberikan interaksi sosial partisipasi Memberikan distraksi koping memilih di antara Identifikasi . sesuai dengan yang efektif kebutuhan 11. Isolasi sosial Penurunan rasa Mandiri : berhubungan dengan penyakit Observasi sosial Berikan mengenai penularan bantu klien isolasi sosial Kaji pola interaksi Menetapkan untuk individual terhadap Isolasi sosial dapat perilaku indikatif isolasi dimanifestasikan dalam beberapa cara instruksi Pengawasan informasi cara-cara yang HIV dan memperbaiki untuk kesalahan dan dan konsepsi menghilangkan akurat dasar intervensi sosial klien yang lazim mengidentifikasi menggali sumber untuk ansietas mendukung mekanisme koping Berikan bersama pengobatan prosedur Dorong dalam aktivitas pengalih 12.penahanan mutilasi dan substansial menunjukkan keterampilan interaksi secara konsisten.

teman tentang penularan rute penularan HIV dan dapat juga pencegahannya cara pencegahan membantu mencegah penyebaran penyakit. Risiko penularan infeksi berhubungan dengan faktor risiko kontak dengan cairan tubuh 14. menentukan intervensi mengklarifikasi kesalahpahaman Kolaborasi: Fasilitasi mengenal yang pemberi sumber-sumber 13. prognosis Bantu klien yang kehidupan sehari. dan pendidikan Meminimalisir Universal penularan dan tenaga risiko Precaution pada klien. juga dapat . klien meningkatkan untuk percaya diri kepada kelompok klien membantu dalam layanan meningkatkan koping di mendukungnya. Kurang pengetahuan berhubungan dengan dan pencegahan Peningkatan pengetahuan mengenai penularan penyakit 64 Mandiri : Instruksikan Minimalnya risiko penularan komunitas Mandiri : Berikan mengenai keluarga. proses pemulihan dan kesehatan lainnya. Pengetahuan tentang penyakit cara keluarga.layanan kesehatan terkait dan membantu dalam dan lanjutan untuk Mengurangi dan koping Memberikan rasa ansietas diagnosis.konsekuensinya -Berpartisipasi dalam hari kondisinya kesesuaiannya dan individual dengan pemberi informasi Memberikan kejelasan aktivitas pandangan Berikan faktual dengan pengobatan. kesehatannya klien.

Membutuhkan keterampilan dalam menghadapi kebutuhan pasangan maupun anggota keluarga klien.penularan HIV 11. Untuk mengubah perilaku. 2. Mencegah penularan HIV dengan cara mengubah perilaku. walaupun keterampilan dasar yang dibutuhkan adalah sama. Tujuan konseling HIV : 1. Membutuhkan kepekaan konselor dalam menghadapi perbedaan pendapat dan nilai yang mungkin sangat bertentangan dengan nilai yang dianut oleh konselor itu sendiri. Membutuhkan pembahasan tentang kematian atau proses kematian. tidak berganti-ganti jarum suntik. tetapi yang jauh lebih penting adalah pemberian dukungan yang dapat menumbuhkan motivasi mereka. Konseling HIV menjadi hal yang unik karena : 1. Membutuhkan pengetahuan yang luas tentang infeksi menular seksual (IMS) dan HIV/AIDS. Konseling HIV berbeda dengan jenis konseling lainnya. social. misalnya dalam perilaku seks aman. psikologis. Meningkatkan kualitas hidup ODHA dalam segala aspek baik medis. Dalam hal ini konseling bertujuan untuk memberikan dukungan kepada ODHA agar mampu hidup secara positif. ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) tidak hanya membutuhkan informasi belaka. 5. Membutuhkan keterampilan pada saat memberikan hasil HIV yang positif. 3. sehingga memungkinkan orang tersebut mampu menyesuaikan atau mengadaptasi diri dengan stress dan sanggup membuat keputusan bertindak berkaitan dengan HIV/AIDS. dan lain-lain. Membutuhkan pembahasan mengenai praktik seks yang bersifat pribadi. Asuhan Keperawatan Komunitas Konseling HIV/AIDS menyebabkan takut rasa Konseling HIV/AIDS merupakan dialog antara seseorang (klien) dengan pelayan kesehatan (konselor) yang bersifat rahasia. 2. 4. 65 . dan ekonomi. 6.

Orang yang mempunyai masalah akibat infeksi HIV (pekerjaan. pekerja social. c. perumahan. 4. penyampaian status HIV pada pasangan seksual. dan orang dengan profesi lain dapat dianjurkan dan dilatih u8ntuk memberikan dukungan konseling. Konselor bersifat sangat pribadi. b. perawat. psikoterapis. petugas laboratorium. dukun tradisional. konselor juga diharapkan dapat membantu mengatasi rasa putus asa. pemuka agama. Agar mampu berkomunikasi lebih lancer. Orang yang sudah diketahui menderita AIDS atau terinfeksi HIV. keuangan. dan anggota kelompok masyarakat dapat menolong dalam konseling pencegahan maupun konseling 66 . Mengantisipasi harapan-harapan. 3. dan perubahan perilaku. kelompok kerja muda. Mereka yang tidak mencari pertolongan namun berperilaku resiko tinggi. kemungkinan stigma diskriminasi. 5. juga bukan member nasihat atau instruksi pada orang untuk melakukan sesuatu sesuai kehendak konselor. rasa duka yang berkelanjutan. dan keluarganya. Mereka yang sedang dites untuk HIV (sebelum dan sesudah tes). sebagai akibat infeksi HIV. dan lain-lain. sehingga membutuhkan pengembangan rasa saling percaya. psikolog.Dalam hal ini. Guru. Konseling bukan merupakan percakapan tanpa tujuan. Memahami dirinya dengan lebih baik. d. dapat bervariasi tergantung kondisi daerah atau wilayah. 2. Ciri-ciri Konseling HIV Konseling merupakan kegiatan membantu klien agar dapat : a. latar belakang klien. penyuluh kesehatan. e. Mereka yang sedang mencari pertolongan diakibatkan perilaku resiko yang lalu dan sekarang sedang merencanakan masa depannya. dan lain-lain). keluarga. Petugas konseling tidak harus merupakan petugas kesehatan yang ahli. Hal ini bukan suatu hal yang baku. Agar mampu menghadapi masalahnya. Petugas Konseling Selain dokter. kerelaan. Konseling HIV dianjurkan untuk keadaan berikut : 1. Konseling bersifat tidak eksklusif. Memperoleh akses informasi yang benar. artinya setiap orang yang diberi pelatihan khusus dapat menjadi seorang konselor. dan jenis layanan medis atau social yang tersedia. pemutusan hubungan kerja.

Konseling pasca-tes. Berorientasi pada masalah 4. Keduanya memberikan pengetahuan dan mengubah sikap. 2. VCT (Voluntary Counseling Testing) Definisi VCT 67 . 2. Meningkatkan pengetahuan 5. Bersifat individual atau kelompok 2. 3. 6. Berorintasi pada isi 4. Proses belajar 2. Jenis konseling itu adalah sebagai berikut : 1. Menurunkan stress 5. Merupakan komunikasi dua arah. Konseling 1. Konseling untuk pencegahan terjadinya HIV/AIDS. 4. Konseling pra-tes. Konseling keluarga. 5. Konseling pada mereka yang menghadapi kematian.dukungan untuk ODHA. Jenis Konseling HIV/AIDS Ada beberapa jenis konseling yang dapat dilakukan untuk para penderita HIV/ AIDS. Kelompok besar atau kecil 3. Konseling versus Edukasi Kesehatan Perbedaan antara konseling dan edukasi kesehatan dapat dilihat pada table berikut. 3. Memerlukan pengatahuan dalam aspek teknik. pada dasarnya yang dapat menjadi petugas konseling adalah mereka yang mempunyai ruang untuk orang lain dalam dirinya. Jadi. Konseling berkelanjutan. Didominasi oleh komprehensi Sedangkan persamaannya adalah sebagai berikut : 1. Proses penyesuaian kecil 3. Didominasi mood dan perasaan Sumber: Depkes RI (2003) Edukasi Kesehatan 1.

Hal yang perlu ditanyakan oleh konselor yaitu ada tidaknya sumber dukungan moral dalam hidup klien yang dapat membantu ketika menunggu hasil tes sampai hasil diagnosis keluar (apapun hasil. serta membantu mengurangi stigma dalam masyarakat. jika tidak ada seorangpun sebagai pendukung moral maka konselor diharapkan dapat bertindak sebagai keluarga bagi klien. Tujuan Konseling pra-tes HIV/AIDS Terdapat beberapa tujuan dilakukannya konseling pra-tes pada klien yang akan melakukan tes HIV/AIDS. Dua hal yang penting dalam konseling ini. Klien dapat menilai resiko dan mengerti persoalan dirinya. Sebelum Deteksi HIV (Pra-konseling) Pra-konseling disebut juga konseling pencegahan AIDS. tesnya baik positif atau negative). Apabila perilaku klien tidak beresiko. Tujuan dari konseling ini adalah untuk mengubah pola tingkah laku. dan lingkungannya. Masa ketika menunggu hasil tes adalah masa yang paling berat bagi klien. serta dukungan lainnya kepada ODHA.VCT adalah suatu pembinaan dua arah atau dialog yang berlangsung tak terputus antara konselor dan kliennya dengan tujuan untuk mencegah penularan HIV. maka klien membatalkan pemeriksaan. 2. memberikan dukungan moral. Klien memahami benar kegunaan tes HIV/AIDS. Tujuan VCT VCT mempunyai tujuan sebagai : 1. 68 . informasi. Konselor harus lebih berhati-hati pada klien dengan perilaku beresiko tinggi karena harus diteruskan dengan rinci tentang akibat yang akan timbul apabila hasil tes sudah keluar. Tujuan tersebut adalah agar : 1. sehingga secara dini mengarahkan mereka menuju ke program pelayanan dan dukungan termasuk akses terapi antiretroviral. Upaya pengembangan perubahan perilaku. maka klien akan membubuhkan tanda tangan pada “surat persetujuan diperiksa” yang antara lain berisi keamanan klien bahwa identitasnya tidak akan dibocorkan. 3. Upaya untuk mengurangi kegelisahan. Di Amerika Serikat setelah konseling ini berhasil. keluarga. Upaya pencegahan HIV/AIDS. Saat itu. biasanya setelah mengetahui dengan benar bagaimana cara AIDS menular. 2. yaitu aplikasi perilaku klien yang menyebabkan klien dapat beresiko tinggi terinfeksi HIV/AIDS dan apakah klien mengetahui tentang HIV/AIDS dengan benar. meningkatkan persepsi/pengetahuan mereka tentang factor-faktor resiko penyebab seseorang terinfeksi HIV. Tahap VCT 1.

Estimasi hasil a. baik pra-tes atau pasca-tes. 4. 5. 3. c. Klien dapat membuat rencana penyesuaian diri dalam kehidupannya. Klien dapat menurunkan rasa kecemasannya. Masa jendela. b.3. 2. Rencana ketika hasil diperoleh Apa yang akan dilakukan oleh klien ketika telah mengetahui hasil pemeriksaan. Uji saring atau skrining dan tes konfirmasi. Interpretasi hasil pemeriksaan a. Motif dari klien HIV/AIDS Klien yang secara sukarela (Voluntary) dan secara paksa (compulsory) mempunyai perasaan yang berbeda dalam menghadapi segala kemungkinan. Lima prinsip praktis tersebut yaitu : 1. b. Tidak dapat disembuhkan (HIV) tetapi masih dapat diobati (infeksi sekunder). 5. Deteksi HIV (Sesuai keinginan klien dan setelah klien menandatangani lembar persetujuan-informed consent) 69 . Lima Prinsip Praktis Konseling pra-tes HIV Ada lima prinsip praktis yang biasa dilakukan saat konseling pra-tes HIV. Pembuatan keputusan Klien dapat memutuskan untuk mau dan tidak mau diambil darahnya guna dilakukan pemeriksaan HIV. Pengkajian risiko bukan hasil yang diharapkan. Asimptomatik atau gejala nyata (Full Blown Symptom). Klien memilih dan memahami apakah ia akan melakukan tes darah HIV/AIDS atau tidak. baik positif maupun negative. 2. 4.

Bagi mereka yang hasilnya tesnya HIV negative. kapan waktu tepat untuk mengulang. b. Klien dapat memahami dan menerima hasil tes secara tepat. Klien dapat menyesuaikan kondisi dirinya dengan infeksi dan menyusun pemecahan masalah serta dapat menikmati hidup. Caranya adalah dengan cara mendeteksi ada tidaknya antibody HIV dalam sampel darahnya. d. 3. c. terutama status kesehatan yang menyangkut risiko dari perilakunya selama ini. Klien dapat mengembangkan pedoman praktis bagi dirinya untuk mengurangi risiko melalui perilakunya. Jenis Tes untuk Mendeteksi HIV 70 . maka konseling pasca-tes bermanfaat untuk membantu tentang berbagai cara mencegah infeksi HIV di masa mendatang. b. konseling pasca-tes sangat penting untuk membantu mereka yang hasilnya HIV positif agar dapat mengetahui cara menghindarkan penularan HIV kepada orang lain. Klien dapat menurunkan masalah psikologis dan emosi karena hasil tes. Cara untuk bisa mengatasinya dan menjalani hidup secara positif. Hal ini perlu dilakukan agar seseorang bisa mengetahui secara pasti status kesehatan dirinya. c. Klien dapat membuat keputusan akan tes ulang atau tidak. baik hasilnya positif maupun negative.Tes HIV adalah tes darah yang digunakan untuk memastikan apakah seseorang sudah positif terinfeksi HIV atau belum. Pasca-konseling : Konseling setelah Deteksi HIV Pasca-konseling merupakan kegiatan konseling yang harus diberikan setelah hasil tes diketahui. Klien dapat mengembangkan pedoman praktis bagi dirinya untuk mengurangi risiko melalui perilakunya. Tujuan Konseling pasca-tes ♦ Hasil negative a. Klien dapat memahami arti periode jendela. ♦ Hasil positif a.

Yang terpenting adalah bahwa pelayanan VCT harus dilakukan oleh petugas yang sangat terlatih dan berkualitas tinggi dalam melakukan konseling dan deteksi HIV. Apabila tes ELISA atau Latex Agglutination menunjukkan bahwa klien terinfeksi HIV.Perawat memberikan intervensi sesuai dengan kebutuhan dan diagnosa klien. Etik dan Legal Respect for Autonomy • Perawat harus menjelaskan dengan jelas kepada keluarga tentang kondisi yang dialami pasien tanpa ada sedikitpun yang ditutupi sehingga pasien mendapatkan haknya. Periode jendela adalah tenggang waktu antara masuknya HIV ke dalam tubuh seseorang dan munculnya antibody terhadap HIV. maka hasilnya perlu dikonfirmasikan lagi dengan tes Westem Blot sebelum klien benar-benar dipastikan positif terinfeksi HIV.Jenis tes yang biasa digunakan untuk mendeteksi seseorang terinfeksi HIV/AIDS adalah dengan menggunakan tes ELISA Latex Agglutination dan Westem Blot. misalnya untuk tes pada bayi yang lahir dari ibu yang positif terinfeksi HIV dan kasus-kasus yang diperlukan masih berada dam periode jendela. Non. yaitu tes antigen P24 atau PCR (Polymerase Chain Reaction). Selama periode tersebut seseorang yang sudah terinfeksi HIV masih menunjukkan hasil tes yang negative. • Perawat melakukan kewaspadaan universal untuk mencegah terjadinya infeksi yang lebih lanjut Beneficence • Justice Beneficience berarti. 71 .Maleficence • Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien. waktunya biasanya antara 1-6 bulan. Perawat melakukan prosedur keperawatan dengan benar sehingga klien terhindar dari hal yang merugikan. Hal ini penting mengingat terinfeksinya seseorang dengan HIV/AIDS akan berdampak pada kehidupan pada penderitanya dan orang-orang yang berinteraksi dengannya. Tes juga dapat dilaksanakan untuk menguji antigen HIV. 12. PCR ini hanya dipakai untuk penelitian pada kasus-kasus yang sulit dideteksi dengan tes antibody. hanya melakukan sesuatu yang baik.

Prinsip keadilan dibutuhkan untuk tercapai yang sama dan adil terhadap orang lain

yang menjunjung prinsip-prinsip moral, legal dan kemanusiaan. Nilai ini direfleksikan dalam prkatek profesional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum, standar praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan. • Perawat harus bertindak adil dalam melakukan tindakan keperawatan tanpa membedakan status ekonomi, suku, agama, dll. Agar pasien dapat merasakan kenyamanan. Kejujuran (Veracity) • Prinsip veracity berarti penuh dengan kebenaran. Nilai ini diperlukan oleh pemberi pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap klien dan untuk meyakinkan bahwa klien sangat mengerti. Prinsip veracity berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mengatakan kebenaran. Informasi harus ada agar menjadi akurat, komprensensif, dan objektif untuk memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang ada, dan mengatakan yang sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan dirinya selama menjalani 13. Universal precaution Sejak AIDS dikenal; kebijakan baru yang bernama kewaspadaan universal atau universal precaution dikembangkan. Kebijakan ini menganggap bahwa setiap darah dan cairan tertentu lain dapat menyebabkan infeksi, tidak memandang status sumbernya. Ada berbagai macam infeksi menular yang terdapat dalam darah dan cairan tubuh lain seseorang, di antarahya hepatitis B dan C, dan HIV. Mungkin juga ada infeksi lain yang belum diketahui. Dalam sarana kesehatan, termasuk rumah sakit, puskesmas, praktek dokter dan dokter gigi, tindakan yang dapat mengakibatkan Iuka atau tumpahan cairan tubuh, atau penggunaan alat medis yahg tidak steril, dapat menjadi sumber infeksi penyakit pada petugas layanan kesehatan dan pasien lain. Jadi seharusnya kewaspadaan universal atau universal precaution diterapkan secara penuh. Harus ditekankan bahwa universal precaution dibutuhkan tidak hanya untuk melindungi terhadap penularan HIV tetapi yang tidak kalah penting terhadap infeksi lain yang dapat parah dan sebetulnya lebih mudah menular, misalnya virus hepatitis B dan C. Petugas layanan kesehatan harus menerapkan universal precaution dalam hubungan dengan semua pasien. Kita biasanya menganggap cairan yang dapat menularkan HIV sebagai darah, cairan kelamin dan ASI saja.Namun ada cairan lain yang dapat mengandung kuman lain, dan dalam sarana kesehatan, lebih banyak cairan tubuh biasanya tersentuh. Cairan tubuh yang perlu diwaspadai antara lain : 72 perawatan.

• • • • • • •

Semen Cairan vagina Cairan ketuban Cairan limfa Cairan cerebrospinal Cairan pleura dan peritoneal Cairan pericardial

Universal precaution tidak mencakup : • • • • • • • Faeses Nasal secretions Sputum Keringat Urine Cairan muntah Air liur ( kecuali ketika tercampur darah dalam tindakan mulut)

Kegiatan yang paling berisiko Jelas ada beberapa kegiatan yang umum dilakukan oleh petugas layanan kesehatan yang menimbulkan risiko, antara lain : • • • • • Menyuntiklmengambil darah Tindakan bedah Tindakan kedokteran gigi Persalinan Membecsihkan darah/cairan lain Sebaliknya ada beberapa perilaku yang menempatkan petugas layanan kesehatan atau pasien dalam keadaan berisiko, misalnya : • • • Menutup jarum suntik kembali Salah meletakkan jarum atau pisau/alat tajam Menyentuh pasien tanpa cuci tangan

Penerapan universal precaution 73

Karena akan sulit untuk mengetahui apakah pasien terinfeksi atau tidak, petugas layanan kesehatan harus menerapkan kewaspadaan universal secara penuh dalam hubungan dengan semua pasien, dengan melakukan tindakan berikut : 1. Administrative Controls • Pendidikan Mengembangkan sistem pendidikan tentang tindakan pencegahan kepada pasien, petugas, dan pengunjung rumah sakit untuk meyakinkan mereka dan bertanggung jawab dalam menjalankannya • Adherence to Precaution (Ketaatan terhadap tindakan pencegahan) Secara periodik menilai ketaatan terhadap tindakan pencegahan dan adanya perbaikan langsung

2. Standard Precautions • • • • • • • • • Cuci tangan dengan menggunakan antiseptik setelah berhubungan dengan pasien atau setelah membuka sarung tangan Segera cuci tangan setelah ada hubungan dengan cairan tubuh Pakai sarung tangan bila mungkin akan ada hubungan dengan cairan tubuh atau peralatan yang terkontaminasi dan saat menangani peralatan habis pakai Pakai masker dan kacamata pelindung bila mungkin ada percikan cairan tubuh Tangani dan buang jarum suntik dan alat tajam lain secara aman; yang sekali pakai tidak boleh dipakai ulang Bersihkan dan disinfeksikan tumpahan cairan tubuh dengan bahan yang cocok Patuhi standar untuk disinfeksi dan sterilisasi alat medis Tangani semua bahan yang tercemar dengan cairan tubuh sesuai dengan prosedur Buang limbah sesuai prosedur. Pemisahan limbah sesuai jenisnya diawali sejak limbah tersebut dihasilkan a. Limbah padat terkontaminasi dengan darah atau cairan tubuh dibuang ke tempat sampah kantong plastik kuning b. Limbah padat tidak terkontaminasi dengan darah atau cairan tubuh dibuang ke tempat sampah kantong plastik hitam c. Limbah benda tajam atau jarum dibuang ke kontainer yang berwarna kuning tahan tusuk dan tahan air • Kesehatan karyawan dan darah yang terinfeksi bakteri pathogen 74

Untuk mencegah luka tusuk benda tajam: a. Berhati-hati saat menangani jarum, scalpel, instrumen yang tajam atau alat kesehatan lainnya dengan permukaan tajam, b. Jangan pernah menutup kembali jarum bekas pakai atau mernanipulasinya dengan kedua tangan. c. Jangan pernah membengkokkan atau mematahkan jarum d. Buanglah benda tajam atau jarum bekas pakai ke dalam wadah yang tahan tusuk dan air, dan tempatkan pada area yang mudah dijangkau dari area tindakan. e. Gunakan mouthpieces, ressucitation bags atau peralatan ventilasi lain sebagai alternatif mulut ke mulut. Alat pelindung Unsur lain yang penting dalam universal precaution adalah penggunaan alat pelindung yang sesuai tindakan. Alat yang dibutuhkan dapat hanya sarung tangan (misalnya untuk ambil darah) hingga semua alat yang dibutuhkan oleh seorang bidan waktu membantu kelahiran. Namun perawat yang hanya menyentuh pasien tidak membutuhkan sarung tangan, yang penting cuci tangan sebelum dan sesudahnya. Alat pelindung yang dibutuhkan antara lain : • • • • • Sarung tangan, digunakan sebab tangan atau kulit berpotensi kontak dengan darah atau cairan lain dan material yang terkontaminasi. Celemek Masker atau pelindung muka, untuk menghindari droplet darah atau cairan lain dari mulut, mata atau hidung Kacamata Pelindung kaki

Perawatan di rumah Universal precaution tidak hanya dibutuhkan dalam sarana kesehatan resmi, tetapi juga terkait perawatan di rumah. Sekali lagi, tujuan utamanya adalah untuk melindungi keluargaltim perawatan dari berbagai infeksi, bukan hanya HIV, justru risiko penularan HIV pada keluarga di rumah sangat amat rendah. Jadi kita harus menganggap sebagian besar cairan tubuh sebagai sumber infeksi. Prosedur universal precaution untuk perawatan di rumah serupa dengan di rumah sakit, hanya mungkin lebih sederhana. Bila tidak ada sarung tangan, secara darurat kita dapat memakai kantong plastik yang utuh. Yang penting kita menutup semua luka pada kulit dengan plester luka. Mungkin yang paling penting adalah untuk menjaga kebersihan di 75

penurunan berat badan dan wasting. malabsorbsi dan gangguan metabolisme. misalnya diare. maka sistem imun akan semakin menurun dan kemungkinan timbulnya penyakit semakin besar. ODHA mempunyai kebutuhan nutrisi tersendiri dibandingkan orang sehat.rumah. defisiensi nutriea ini bisa mendorong meningkatkan stres oksidatif dan menurunkan sistem imun. Pada saat orang terinfeksi HIV/AIDS. maka sistem kekebalan dalam tubuh turun. Wasting adalah terjadinya penurunan massa otot tubuh.5%) dengan memakai sarung tangan. 76 . berat badan terjaga. infeksi jamur dan anemia. Kebutuhan energi pada ODHA dihitung berdasarkan ada atau tidak adanya gejala seperti demam. replikasi atau proses penggandaan dan progresivitas HIV meningkat. Asupan diet yang tidak cukup bisa menyebabkan malabsorbsi (kelainan penyerapan pada usus). bila tercemar lebih baik dicuci dengan pemutih dulu (larutan klorin 0. infeksi lanjutan. Diet dan pola hidup sehat dapat memperkecil risiko kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) bagi ODHA. gangguan fungsi metabolisme dan gangguan fungsi sistem imun dan penurunan berat badan. tuberkulosis. dan jaringan otot. diare. kemungkinan terkena penyakit semakin meningkat. Nutrisi yang baik berarti terjadi asupan makanan yang baik. dan infeksi pernapasan. Aspek Nutrisi bagi Penderita AIDS Nutrisi Bagi Pengidap HIV / AIDS Pada umumnya. kemudian dapat dicuci dengan sabun seperti biasa. usia. Orang yang terinfeksi HIV biasanya mengalami gejala yang berpengaruh pada asupan nutrisi yang bisa mengakibatkan terjadinya malnutrisi. Seseorang dikatakan mengalami wasting bila terjadi penurunan berat badan lebih dari 10 persen berat badan normal disertai dengan lebih dari 30 hari diare. sehingga terjadi defisiensi nutriea. dapat menguatkan sistem imun sehingga mampu melawan HIV dan infeksi lainnya. dan juga morbiditas. Pada ODHA butuh tambahan energi karena energi digunakan untuk mengatasi infeksi HIV/AIDS dan juga infeksi oportunistik. anoreksia atau kehilangan nafsu makan. gangguan metabolisme dan penyimpanan nutriea. Cucian biasanya tidak membutuhkan perhatian khusus asal tidak tercermar cairan. Diantaranya. 14. juga status mikronutriea dalam tubuh tetap dalam kondisi baik. Berikutnya. penderita HIV/AIDS atau ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) kekurangan asupan makanan secara kualitas dan kuantitas karena penurunan nafsu makan yang mengakibatkan berat badan dan massa otot terus menurun. status nutrisi yang optimal dapat memperbaiki daya tahan. Hasilnya. dan kualitas hidup ODHA. bila terjadi malnutrisi. diare. demam. mual dan muntah yang sering. Pada saat itu. dan gangguan penyakit lainnya. Akibatnya. Daya tahan terhadap infeksi pun meningkat. demam.

1. Sayur dan produk gandum seperti roti gandum. biji-bijian dan gandum seperti tepung gandum.Kebutuhan Kalori dan Protein Kalori merupakan energi dalam makanan. Karbohidrat memberi energi. Pada kategori A (tidak ada gejala HIV dan akut HIV). produk gandum dan biji-bijian) serta mengandung karbohidrat simpel yang rendah (gula. dan ikan merupakan sumber protein yang baik.40 kilokalori per kilogram dan kebutuhan protein 1. barley. organ tubuh. Kalori menyediakan bahan bakar bagi tubuh untuk tetap bekerja.2-2.5 gram per kilogram.0 g/kg berat badan. dan kacang-kacangan. protein. biskuit. Jumlah asupan protein yang direkomendasikan (RDA) adalah 0.2 gram per kilogram. Sementara kebutuhan protein mencapai 1. oat. Lebih banyak protein dibutuhkan untuk mempertahankan atau membentuk berat badan ideal bagi orang dengan HIV. diet protein yang sangat tinggi dapat mengakibatkan tekanan pada ginjal. kebutuhan kalori meningkat menjadi 40 . Hal ini mengakibatkan kelemahan dalam tubuh dan sistim kekebalannya. Dalam kategori karbohidrat kompleks.2. Bila tidak menyediakan cukup banyak kalori dan protein melalui makanan. Paling tidak ODHA membutuhkan 34-40 kalori per kilogram berat tubuh ideal. daging unggas tanpa kulit.50 kilokalori per kilogram dan kebutuhan protein menjadi 2 . permen. Protein merupakan bahan dasar dari otot. Telur dan produk susu rendah lemak juga baik. dan beras mengandung jumlah protein yang rendah. Makronutriea dan mikronutriea Diperlukan asupan makronutriea yang memadai bagi ODHA seperti karbohidrat. anda juga dapat memperoleh protein dari biji-bijian (seperti kacang polong). Selain sumber protein hewani ini. pasta. serta dari banyak zat yang membentuk sistim kekebalan tubuh. Pada kategori C (dengan tingkat kekebalan (CD4) di bawah 200 dan terjadi infeksi oportunistik).0 gram per kilogram berat badan untuk orang dewasa sehat. 25-30% lemak. cake.35 kilokalori per kilogram.5 gram per kilogram. dan 55-60% karbohidrat). Namun kebutuhan kalori akan lebih meningkat pada saat infeksi dan demam. Diet yang sehat adalah yang mengandung karbohidrat kompleks yang tinggi (gandum. Asupan protein tidak boleh lebih dari 15-20% total kalori.5 . es krim). 77 . kebutuhan kalori 30 .8-1.1 . kebutuhan kalori 35 . Pada kategori B (ada gejala HIV dan komplikasi oleh HIV). antara 1. Daging sapi rendah lemak. maka tubuh akan menggunakan proteinnya sendiri (otot) untuk mengganti kekurangan bahan bakar tersebut. barley. dan lemak (meliputi 15-20% protein. ODHA perlu meningkatkan jumlah makanan yang dikonsumsi untuk mempertahankan berat badan ideal. soft drink.

C. Orang dengan HIV dapat mengalami kolesterol dan trigliserida tinggi akibat obatobatan. Tetapi sering kali pada ODHA ditemukan defisiensi mikronutriea. dan seng. seperti vitamin A. namun jenis lemak yang diasup juga berpengaruh. asupan diet yang memadai akan didapatkan asupan mikronutriea yang memadai juga. serta minyak kelapa dan kelapa sawit. Untuk menjaga status nutrisi yang memadai. minyak kanola dan olive. Sumber makanan : biji-bijian. Jenis-jenis tersebut lebih tinggi kandungan nutrisi dan seratnya serta diserap lebih lamban oleh tubuh untuk menyediakan sumber glukosa yang lebih mapan. yang ditemukan dalam ikan dan jenis makanan lain. B12. E. alpukat.dan beras coklat merupakan sumber karbohidrat yang lebih baik daripada roti putih dan pasta. Asam lemak Omega-3 (sejenis lemak tak jenuh ganda). Lemak Tak Jenuh Ganda: Anjuran : 10% atau kurang dari total asupan kalori. diperlukan mikronutriea yakni vitamin dan mineral terutama vitamin C. WHO merekomendasikan kebutuhan mikronutriea ODHA sama dengan kebutuhan orang sehat. dsb. serta jagung. biji dan minyak flax. sehingga tubuh dapat tahan hingga saat makan berikutnya. susu. memberi perlindungan terhadap CVD. dan ikan. Makanan-makanan sejenis ini dapat juga bermanfaat bagi orang dengan diabetes atau dengan kekebalan insulin. walnut. Idealnya. daging. protein dan mikronutriea. Lemak jenuh meningkatkan risiko penyakit jantung (CVD). minyak Sumber makanan : daging berlemak. B kompleks. seperti karbohidrat. Selain itu. asam folat. butter. susu. Orang dengan HIV tidak selalu makan 100% dari nutrisi yang dianjurkan per hari. selenium. lemak. Asupan lemak yang dianjurkan adalah kurang dari 30% (25% lebih baik) dari total asupan kalori per harinya. beras dan kentang. daging unggas dengan kulit. ODHA dianjurkan memakan makanan yang bervariasi. Lemak merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Lemak Tak Jenuh Tunggal: Anjuran : 10% atau lebih dari total asupan kalori. dan minyak. E. kacang-kacangan. dan sayur-sayuran. bunga matahari dan safflower. sehingga harus berhati-hati terhadap CVD. Lemak Jenuh: Anjuran : 7% atau kurang dari total asupan kalori. kacang kedelai. Mengkonsumsi satu atau dua tablet multivitamin/mineral (tanpa extra iron) dapat melengkapi paling tidak 100% dari nutrisi yang dianjurkan per 78 Sumber makanan : ikan. Kuantitasnya pun harus cukup untuk kebutuhan tubuh akan energi. buah-buahan. makanan bersumber .

perlu diet khusus. buah-buahan. kafein & alkohol Diet berkualitas tinggi dengan cara banyak makan sayur-sayuran. potongan Batasi penambahan gula. terjaga berat badan ideal. dan fungsi tubuh berjalan dengan baik. serta produk susu rendah lemak. daging sapi rendah lemak. • • • • • • • • • • • Kebutuhan zat gizi ditambah 10-25% dari kebutuhan minimum Diberikan porsi kecil tapi sering Konsumsi protein berkualitas tinggi & mudah dicerna Sayuran dan buah-buahan bentuk jus Susu rendah lemak dan sudah di pasteurisasi. permen. dan soft drink. dengan sumber-sumber protein yang rendah lemak. ODHA yang menderita ginjal. setiap hari (susu sapi atau kedelai) Hindari makanan diawetkan atau beragi Bebas dari pestisida atau zat kimia Rendah serat. karbohidrat. Pilih makanan bersumber protein rendah seperti dada ayam tanpa kulit. 79 . Baik makan penuh atau sekedar mengudap. hati dan diabetes melitus. Syarat Diet dan Tips untuk membentuk diet berkualitas tinggi Pemberian nutrisi harus tetap memperhatikan kesehatan per individu. ini rendah dalam kandungan nutrisi dan dapat membengkakkan tingkat glukosa dalam tubuh. ikan. makanan lunak/cair. ODHA harus diet dengan seimbang agar kebutuhan energi tercukupi. Targetkan untuk memperoleh 50% sumber karbohidrat dari gandum-ganduman. • • Perbanyak porsi biji-bijian atau kacang-kacangan dalam makanan setiap hari. dan sedikit lemak. dan akan lebih bermanfaat bagi kesehatan anda daripada kalori kosong yang diperoleh dari gula dan lemak. jenis makanan dan minuman seperti Makan buah dan sayuran yang beraneka warna untuk memperoleh nutrisi yang lengkap. serta biji-bijian. pastikan mengandung keseluruhan dari 3 makronutrisi: protein. Misalnya. gandumganduman. • • • • Makan 5-6 porsi buah-buahan dan sayur-sayuran setiap hari.harinya. atau kira-kira 3 gelas. Kemudian dilarang memberi asupan makanan yang dapat menyebabkan dan atau memperparah alergi pada ODHA. Untuk beberapa kondisi. jika ada gangguan saluran pencernaan Rendah laktosa & lemak jika diare Hindari rokok. Jenis makanan seperti ini padat nutrisi.

80 .

htm.id/files/disk1/13/laptunilapp-gdl-jou-2007-fauziadr-616-fauzi2c--r.co.com/igamamalang/info.shvoong.php http://nurse-technology.wartamedika.or.kalbe.htm http://fkuii. http://digilib.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.id/files/cdk/files/10_PenilaianHasilPemeriksaan.blogspot.com/ http://www.com/medicine-and-health/1855259-sejarah-singkat-hiv-aids/ http:// www.ni.aidsinfonet.html http://www.htm http://id.org/tiki-index.caloshanswers/prevention/ppe/universa.spiritia.pdf 81 .com/penyakit/119/Neutropenia.wikipedia.org/wiki/AIDS http://ilmu-asuhan-kebidanan.aidsinfonet.org http://www.gov/odhsb/biosafe/univers. What are universal precautions : http://www.id/ Universal precautions : http://www.info/itpc/Indonesian/spirita/docs/Lembaran-Informasi/LI412.php?ppid=246&fname=hal4.niehs.blogspot.com/2008/06/jenis-jenis-pemeriksaan-hivaids.org Infeksi nosokomial clan kewaspadaan universal : http://www.com/2009/07/hiv-dan-aids.pdf http://www.geocities.pdf/10_PenilaianHasilP emeriksaan.DAFTAR PUSTAKA http://id.ac.html http://www.i-base.html.unila.html http://medicastore.html Kewaspadaan universal : http://www.ccohs.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful