Kasus Pemicu 4 (AIDS) Tn.

A usia 35 tahun, TB 170 cm dan BB saat ini 50 kg, mengeluh lemah, lemas tidak bergairah, diare selama 40 hari, sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat sampai suatu ketika hanya karena flue tersebut Tn.A nyaris pingsan. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan nilai ELISA Western Blot (+), neutropenia, anemia normositik normokrom, limfosit CD4+ 180 sel/µl. Step 1 (10 menit) Identifikasi istilah : 1. Elisa Western Blot 2. Neutropenia 3. Anemia normositik normokrom
4. LimfositCD4+ 180 sel/µl.

Step 2 (10 menit) Jawaban Istilah: 4) LimfositCD4+ 180 sel/µl Annisa Sholihatina Limfosit merupakan sejenis sel T, Limfosit diserang virus HIV. Bila diserang CD4+ <200 sel/µl, maka limfosit nya sudah rusak dan kekebalan tubuh menjadi menurun. Apabila <300 sudah terinfeksi virus HIV. Pertanyaan: 1. Annisa Fitria Apryanti Mengapa virus HIV menyerang Limfosit T? 2. Amilia Destiani Sofia Mengapa orang yang terkena HIV belum pasti terkena AIDS tapi orang yang sudah pasti AIDS pasti terkena HIV? 3. Anis Supi Tasripiyah Bagaimana mekanisme HIV menyerang tubuh? 4. Anisa Suangga Penjelasan HIV dan AIDS? 5. Asih Purwandari Apakah ada obat untuk HIV atau AIDS? 6. Ahira Amarilis Biasanya orang yang terkena HIV dikarenakan free sex atau pemakaian jarum suntik yang dipakai bergantian, apakah orang yang tidak melakukan itu semua bisa tertular juga? 7. Ana Noviana HIV bila terkena orang yang sudah ada penyakitnya, apakah akan berpengaruh lebih besar? 8. Annisa Fitria Apryanti Mengapa HIV ditularkan melalui cairan? 1

9. Ade Lestari Apa benar bila lewat saliva dan keringat, HIV tidak menular? 10. Anisa Suangga Mengapa diare pada kasus di atas bisa sampai 40 hari? 11. Amilia Destiani Sofia Mengapa pasien HIV sering mendadak flu bahkan sampai flu berat? 12. Ahira Amarilis Mengapa pasiennya bahkan sampai pingsan? 13. Annisa Sholihatina Mengapa virus HIV baru bisa dideteksi setelah beberapa tahun? 14. Anna Nurjannah Bagaimana tahapan dari terkena virus sampai terjadi AIDS? 15. Ayu Siti Marlina Biasanya orang yang terinfeksi HIV akan terjadi banyak komplikasi, bagaimana bisa sampai terjadi ke seluruh tubuh? 16. Aira Putri Mardela Apakah obat penguat sistem imun yang diberikan pada orang yang terinfeksi HIV ada efeknya? 17. Asih Purwandari Dalam kasus, pasien sudah pada tahapan AIDS keberapa? 18. Annisa Sholihatina HIV pertama kali ditemukan pada orang yang homosexual, apakah homoseksual lebih tinggi resikonya terkena HIV? Step 3 (30 menit) Jawaban Pertanyaan: 1. Asih Purwandari Karena mekanisme pertahanan tubuh adalah leukosit dan limfosit T termasuk leukosit yang bertugas untuk melawan virus yang masuk, sedangkan limfosit B untuk menahan virus masuk. 2. Ahira Amarillis Karena baru diketahui dan dideteksi AIDS bisa diketahui setelah beberapa tahun, bisa sampai 2 tahun. Dan bila gejalanya sudah terlihat itu bisa dipastikan sudah masuk tahap AIDS. 3. Ayu Siti Marlina Virus HIV itu baru bisa hidup jika RNA nya diubah menjadi DNA untuk menghasilkan protein, dimana protein ini akan menghasilkan virus-virus baru. 4. Ade Lestari HIV adalah virusnya, sedangkan AIDS adalah sindrom penurunan kekebalan tubuh yang 2

disebabkan oleh virus HIV. 5. Annisa Sholihatina Ada vaksin yang bernama Abacir bisa digunakan untuk menghambat proses perkembangan virus. Di negara maju juga ditemukan terapi HAART yang bisa menambah harapan hidup. 6. Annisa Fitria Apryanti HIV bisa tertular karena transfusi darah yang sudah terinfeksi HIV atau terkena jarum pentul yang sudah pernah tertusuk pada penderita HIV. Ade Lestari HIV juga bisa tertular melalui luka terbuka yang terkena darah atau semen penderita HIV Anis Supi Tasripiyah Bisa juga bayi terinfeksi dari ASI dan orang yang melahirkan sesar bayinya akan lebih kecil cenderung untuk terinfeksi HIV dari ibunya. 7. Aira Putri Mardela Akan semakin tambah parah, karena HIV langsung menyerang limfosit T, maka sistem imun akan semakin menurun. Asih Purwandari Bila terkena HIV maka sistem imun menurun sehingga rawan terkena penyakit, maka disebagian tempat penderita diisolasi. 8. Asih Purwandari Karena cairan tubuh sangat berperan penting dalam tubuh dan sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air, maka virus HIV bisa tumbuh disitu. Annisa Fitria Apryanti Sebenarnya orang yang meninggal itu bukan karena virusnya tapi dikarenakan komplikasi penyakitnya. 9. Annisa Sholihatina Menurut penelitian CDC, saliva, air mata juga memiliki andil untuk menularkan HIV tapi hanya 0,1%. Jadi banyak yang menganggap tidak menularkan. Asih Purwandari Virus HIV bila terkena sinar matahari bisa mati. 10. + 11. Annisa Fitria Apryanti Karena mekanisme pertahanan tubuh sudah tidak ada jadi diarenya tidak sembuh-sembuh. 12. Annisa Fitria Apryanti Pingsan karena kompensasi tubuh Anis Sufi Tasripiyah Karena flu banyak sekret, bersihan jalan nafas tak efektif jadi suplai oksigen menurun ke otak. 13. Ayu Siti Marlina 3

Karena antibodi tubuh lama bereaksi terhadap virus HIV, sehingga baru bisa dideteksi sampai beberapa tahun. 14. Anis Sufi Tasripiyah Tahap pertama disebut tahap jendela, tahap kedua disebut HIV, tahap ketiga disebut HIV + gejala , tahap AIDS Ayu Siti Marlina Tahap pertama belum ada gejala tapi sudah bisa menularkan; tahap kedua sudah bisa diperiksa positif terkena HIV; tahap ketiga sudah menunjukkan gejala seperti diare, lemas, flu berat; tahap keempat memiliki gejala komplikasi seperti TBC, kanker kulit. 15. Ahira Amarillis karena kekebalan tubuh menurun maka sangat sensitif terhadap banyak penyakit maka banyak komplikasi. 16. – 17. Annisa Sholihatina tahap 2 atau tahap 3, karena sudah ada gejala flu dan diare. Ayu Siti Marlina tahap 3, karena dari gejala-gejala sudah termasuk tahap AIDS 18. Ahira Amarillis Sebenarnya resikonya sama besar, hanya saja yang awal ditemukan pada homoseksual yang berganti-ganti pasangan dan yang homoseksual juga ada yang biseksual yang bisa memiliki keturunan yang juga tertular. Step 4 Mind Map
Organ,sel dan antibodi Tubuh yang terlibat dalam sistem pertahanan

Universal Precaution

Aspek etik dan legal Aspek Komunitas

Konsep Virus Definisi Karakteristik Sejarah Daur hidup virus

Aspek nutrisi

HIV

Asuhan Keperawatan Pengkajian Pem.Penunjang Analisa data Diagnosa Keperawatan Intervensi 4

Konsep AIDS Sejarah Definisi Etiologi Klasifikasi Manifestasi klinis Patofisiologi Pemeriksaan diagnostik Penatalaksanaan medis Komplikasi Pencegahan

Ada dua macam cara yaitu menggunakan sampel darah jari dan air liur.LO 1. sehingga kasus 'yang tidak dapat disimpulkan' sangat kecil. atau air kencing. Western Blot juga mendeteksi antibodi terhadap HIV. yaitu Western Blot atau IFA. pemeriksaan ini lebih sulit dan butuh keahlian lebih dalam melakukannya. Mind Map 2. masih ada dua kemungkinan. Saat ini telah tersedia Tes HIV Cepat (Rapid HIV Test). Neutropenia c. Pemeriksaan ini sangat mirip dengan ELISA. Anemia Normositik Normokrom 3. Hasil positif pada ELISA belum memastikan bahwa orang yang diperiksa telah terinfeksi HIV. untuk mengkonfirmasi hasil pemeriksaan ELISA ini. Western Blot • Elisa Western Blot ELISA (Enzym-Linked Immunosorbent Assay). Tes ELISA dapat dilakukan dengan sampel darah vena. Istilah-istilah: a. Jadi walaupun ELISA menunjukkan hasil positif. Elisa Western Blot b. air liur. orang tersebut sebenarnya tidak terinfeksi HIV atau betul-betul telah terinfeksi HIV. 5 . Pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab: No16. Masih diperlukan pemeriksaan lain. Apa efeknya terhadap virus HIV bila sudah diberikan obat terhadap sistem imun? Jawaban LO a. tes ini mendeteksi antibodi yang dibuat tubuh terhadap virus HIV. Kerena alasan inilah maka para ahli menganjurkan pemeriksaan ELISA dilakukan setelah minggu ke 12 sesudah melakukan aktivitas seksual berisiko tinggi atau tertusuk jarum suntik yang terkontaminasi. Walaupun demikian. b. • Western Blot Sama halnya dengan ELISA. Antibodi tersebut biasanya diproduksi mulai minggu ke 2. atau bahkan setelah minggu ke 12 setelah terpapar virus HIV. Western blot menjadi tes konfirmasi bagi ELISA karena pemeriksaan ini lebih sensitif dan lebih spesifik. Neutropenia Neutropenia adalah jumlah neutrofil yang sangat sedikit dalam darah.

Setelah memasuki aliran darah. mencari organisme penyebab infeksi dan benda asing lainnya. termasuk kemoterapi kanker. Absolute neutrophil count (ANC) ditentukan oleh produk dari jumlah sel darah putih atau white blood cell count (WBC) dan fraction (pecahan) dari neutrophils diantara sel-sel darah putih seperti yang ditentukan oleh analisa WBC differential. Tanpa kunci pertahan neutrofil. Kekurangan-kekurangan vitamin (megaloblastic anemia yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan/atau folate).000 sel/mikroL. yang tampak sebagai kemerahan. Infeksi-infeksi (lebih umum infeksi-infeksi virus. Neutrofil juga membantu penyembuhan luka dan memakan sisa-sisa bendaasing. Reaksi ini bisa merusak jaringan sehat di daerah terjadinya infeksi. jika jumlahnya mencapai kurang dari 500 sel/mikroL. Neutropenia adakalanya lebih jauh dikelompokan sebagai: • • • • ringan jika batasan ANC dari 1000-1500/microL. Neutrofil biasanya merupakan 70% dari seluruh sel darah putih. sehingga penurunan jumlah sel darah putih biasanya juga berarti penurunan dalam jumlah total neutrofil. jika WBC adalah 10. tuberculosis. Contoh-contoh termasuk: HIV. 6 Neutropenia mungkin timbul sebagai akibat dari banyak kondisi-kondisi medis: . neutrofil akan pindah ke dalam jaringan. namun juga infeksi-infeksi bakteri atau parasit). ANC dari kurang dari 1500 per microliter (1500/microL) adalah definisi yang umumnya diterima dari neutropenia. Jika jumlah neutrofil mencapai kurang dari 1.000 per microliter dan 70% adalah neutrophils.Neutrofil merupakan sistem pertahan seluler yang utama dalam tubuh untuk melawan bakteri dan jamur. resiko terjadinya infeksi akan sangat meningkat. dan parah jika ANC dibawah 500/microL. Contohnya. pembengkakan dan panas. neutrofil mengikuti sirkulasi selama kurang lebih 6 jam. Epstein Barr virus (EBV). kemungkinan terjadinya infeksi sedikit meningkat. ANC akan menjadi 7.000 per microliter. seseorang bisa meninggal karena infeksi. • • Obat-obat yang mungkin merusak sumsum tulang (bone marrow) atau neutrophils. malaria. Jika menemukannya. menempelkan dirinya kepada benda asing tersebut dan menghasilkan bahan racun yang membunuh dan mencerna benda asing tersebut. Keseluruhan proses ini menghasilkan respon peradangan di daerah yang terinfeksi. Pematangan neutrofil dalam sumsum tulang memerlukan waktu selama 2 minggu. sedang dengan ANC dari 500-1000/microL.

myelodysplastic syndrome. alkoholism f. Adakalanya biopsi sumsum tulang mungkin diperlukan untuk mendiagnosa penyebab yang spesifik dari neutropenia. anemia aplastik d. Penyakit-penyakit bawaan (sejak lahir) dari fungsi sumsum tulang atau dari produksi neutrophil. Anemia normositik normokrom dapat terjadi karena: a. • Hypersplenism. Sehingga banyak eritrosit muda (retikulosit) yang terlihat pada gambaran darah tepi. terapi radiasi. Untuk menentukan penyebab yang spesifik dari neutropenia pada situasi yang diberikan. Jika retikulosit tidak ditemukan. Anemia Normositik Normokrom Anemia Normositik Normokrom adalah Ukuran dan bentuk sel-sel darah merah normal serta mengandung hemoglobin dalam jumlah yang normal ( MCV dan MCHC normal atau rendah ). contohnya. masalah endokrin. Pasca perdarahan akut c. 7 . dan alkoholism. aplastic anemia. anemia pada penyakit hati kronik Patofisiologi anemia ini terjadi karena pengeluaran darah / destruksi darah yang berlebih sehingga menyebabkan Sumsum tulang harus bekerja lebih keras lagi dalam eritropoiesis. maka dicurigai adanya anemia aplastik. sindrom mielodisplasia e. sindrom mielodisplasia. anemia def besi dan b12 yang tidak diobati. c. Terapi Radiasi. Penghancuran autoimmune dari neutrophils (sebagai kondisi primer atau berhubungan dengan penyakit lain seperti Felty's syndrome) atau dari obat-obat yang menstimulasi sistim imun untuk menyerang sel-sel. Hemolitik b.• • • • Penyakit-penyakit dari sumsum tulang seperti leukemia-leukemia. kegagalan sumsum tulang. Mendiagnosa Neutropenia didiagnosa dengan jumlah sel darah yang dilakukan pada sample darah yang dikeluarkan dari vena. Kostmann syndrome. tes-tes lain mungkin diperlukan. myelofibrosis. yang merujuk pada perampasan yang meningkat dan/atau penghancuran dari sel-sel darah oleh limpa (spleen).

semakin mungkin kita akan mudah sakit atau mungkin akan mengalami infeksi oportunistik. sel tersebut juga membuat banyak duplikasi HIV. Juga dua minggu setelah pulih dari infeksi dan vaksinasi.yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Test Coombs ini ada yang secara langsung dan secara tidak langsung. Untuk mendeteksi antibodi yang bersirkulasi dengan bebas dalam serum klien. Jumlah CD4 dan CD8 juga naik. Hasil Test CD4 8 . Sel CD4 mempunyai protein CD4 pada permukaan sel. Secara langsung. Vaksinasi dapat berdampak serupa. Yang mempengaruhi Jumlah CD4 Jumlah sel CD4 berubah-ubah tergantung pada jam pengambilan contoh darahnya. 2. Untuk mendeteksi antibodi yang melekat pada sel darah merah. Ketika tubuh kita melawan infeksi maka jumlah sel darah putih (limfosit) akan naik. Dilakukan setelah hitung retikulosit dan di dapatkan retikulosit meningkat. Sel CD4 dapat dibedakan dari Sel CD8 berdasarkan protein tertentu yang ada di permukaan sel. Biasanya uji ini digunakan sebelum transfusi darah (untuk memeriksa keberadaan antibodi dalam darah resipien dan donor sebelum dilakukan transfusi darah) d.Pemeriksaan Laboratorium yang mendukung anemia hemolitik Test Coomb's. sel pembantu atau kadang sel CD4+. CD4 Sel CD4 adalah macam sel darah putih atau limfosit dan ini bagian yang p-enting dari sistem kekebalan tubuh manusia. Ketika sel CD4 menggandakan diri untuk melawan infeksi apa pun. Selain ada sel CD4 ada juga sel CD8 yang disebut sel T-8 atau sel pembunuh. Semakin menurunnya sel CD4 berarti sistem kekebalan tubuh kita semakin rusak dan semakin rendahnya jumlah CD4 yang ada dalam tubuh manusia. Pentingnya Sel CD4 sehububgan dengan HIV Ketika manusia terinfeksi HIV sel yang paling sering terinfesi adalah sel CD4. Infeksi lain juga dapat mempengaruhi jumlah CD4. Secara tidak langsung. Sebaiknya pengambilan contoh darah untuk tes CD4 dilakukan pada jam dan laboratorium yang sama. 1. kelehan dan stres. Disebut juga sel T-4. Uji ini dapat mengidentifikasi suatu reaksi antigenantibodi yang lemah walaupun tidak tampak aglutinasi SDM. dan menjadi bagian dari sel tersebut. Kerja sel T-8 membunuh sel kanker atau sel yang terinfeksi virus.

Pada orang yang terinfeksi HIV perbandingannya CD8 lebih banyak dibanding dengan CD4. Tidak kesepakatan tentang jumlah CD4 yang normal. Angka normal berkisar 30 . kita dianggap AIDS.9 dan 1. CD8 berkisar antara 3751. Jika hasi tes CD4 = 34% berarti 34% dari limfosit kita adalah CD4. tetapi berkisar 500-1. beberapa dokter memakai prosentase jika CD4 dibawah 15%. Jumlah CD4 dipakai bersama untuk meramalkan berapa lama kita akan tetap sehat. Karena jumlah CD4 sering berubah-ubah biasnya dokter lebih menggunakan presentase sel CD4. Jumlah sel CD4 bisa jatuh pada angka yang sangat rendah pada orang yang terinfeksi HIV. Hal ini adalah tanda AIDS pada orang yang terinfeksi HIV. Jika jumlah CD4 dibawah 200 mm3. Jawaban LO no. atau dibawah 14%. sekalipun jumlah CD4 tinggi. 9 .60%.Jumlah sel CD4 di tulis dalam satu milimeter kubik (mm3) darah.100 mm3 .600 mm3 . Perbandingan sel CD4 dengan sel CD8 pada orang sehat berkisar 0. bahkan rusak sehingga obat penguat sistem imun tidak akan berpengaruh apabila diberikan pada orang yang terinfeksi HIV. Jika jumlah CD4 menurun dibawah 350 . sudah waktunya mempertimbangkan ART (Terapi Antiretroviral). berdasarkan definisi Depkes. Di bawah 14% menunjukan kerusakan parah pada sistem kekebalan tubuh. kadang kala menjadi nol. Adalah perbandingan dengan limfosit total.16 Pada orang yang terinfeksi HIV sistem kekebalan tubuhnya sudah melemah.9 berarti kurang lebih dari 1-2 sel.

timus mengalami involusi sampai beratnya kurang dari 15% ukuran saat pubertas. berat timus adalah 10 sampai 15 gram dan meningkat ukurannya sampai maksimum pada saat pubertas. seperti berkontribusi pada produksi sel. Korteks mengandung banyak timosit (limfosit T yang ditemukan di timus). sedangkan medula lebih jarang terisi oleh sel. Namun ia menunjukkan kinerja dan tingkat kecerdasan tak terduga dari sekadar segumpal daging.Organ Tubuh yang terlibat dalam sistem pertahanan Kelenjar Timus Timus adalah sebuah organ berlobus dua yang terletak di mediastinum anterior dan di atas jantung. Timus kekebalan tubuh memiliki korteks di sebelah luar dan medula di sebelah dalam. Selama masa dewasa dan usia lanjut. Fungsinya yang sangat sulit dan rumitlah yang membuatnya sangat menakjubkan. lalu mengikuti aliran darah. Kajian saksama mengenai tugas yang dilak-sanakan organ berwarna merah tua di bagian atas abdomen ini menying-kapkan gambaran luar biasa. sangat pen-ting sekaligus sulit. perlindungan sel darah merah. ditemukan di medula. fagositosis. Limfosit yang baru dibuat di pulp putih mula-mula dipindahkan ke pulp merah. Tugas limpa. limpa juga hanya segumpal daging. Ia mengorgani-sasikan 10 . Saat lahir. sama seperti organ-organ lainnya. dan pembangunan kekebalan. Badan Hassall. saat beratnya sampai sebesar 40 gram. yaitu kelompok-kelompok sel epitel yang tersusun rapat yang mungkin merupakan tempat degenerasi sel. Timus adalah organ yang memiliki banyak pembuluh darah dan pembuluh limfatik yang mengalirkan isinya ke Organ yang terlibat dalam sistem kelenjar-kelenjar gatah bening mediastinum. Limpa terdiri dari dua bagian: pulp merah dan pulp putih. Tentu saja. Timosit adalah limfosit T yang datang dari sumsum tulang melalui aliran darah dan berada dalam berbagai stadium perkembangan. Sel-sel kekebalan (limfosit T) yang dilatih di timus Limpa Unsur menakjubkan lain-nya dari sistem pertahanan kita adalah limpa.

tidak membiarkan terjadinya masalah. Sel darah merah. Sumsum Tulang Sumsum tulang (Bahasa Inggris: bone marrow atau medulla ossea) adalah jaringan lunak yang ditemukan pada rongga interior tulang yang merupakan tempat produksi sebagian besar sel darah baru. Sesungguhnya limpa bekerja untuk manusia dengan sangat giat sejak manusia lahir. Sumsum merah ditemukan terutama pada tulang pipih seperti tulang pinggul. Sumsum kuning ditemukan pada rongga interior bagian tengah tulang panjang. tulang punggung. tulang rusuk. Pada keadaan sewaktu tubuh kehilangan darah yang sangat banyak. semua sumsum tulang adalah sumsum merah. semakin banyak yang berubah menjadi sumsum kuning. tulang dada. dan juga beker-ja tanpa istirahat. sumsum kuning dapat diubah kembali menjadi sumsum merah untuk meningkatkan produksi sel darah.segalanya. 11 . keping darah. Kedua tipe sumsum tulang tersebut mengandung banyak pembuluh dan kapiler darah. Ada dua jenis sumsum tulang: sumsum merah (dikenal juga sebagai jaringan myeloid) dan sumsum kuning. dan akan terus-menerus seperti itu selama masih dikehendaki demikian oleh Allah. Sewaktu lahir. dan pada bagian lunak di ujung tulang panjang femur dan humerus. Sumsum kuning menghasilkan sel darah putih dan warnanya ditimbulkan oleh sel-sel lemak yang banyak dikandungnya. Seiring dengan pertumbuhan. Orang dewasa memiliki rata-rata 2.6 kg sumsum tulang yang sekitar setengahnya adalah sumsum merah. tulang belikat. tengkorak. dan sebagian besar sel darah putih dihasilkan dari sumsum merah.

Limfosit B yang tersisa ini disebut limfosit B memori. Suatu saat. Sel B dan sel T inilah pahlawan sejati di dalam sistem pertahanan. Semua limfosit B segera melepaskan antibodi dan merangsang sel Mast untuk menghancurkan antigen atau sel yang sudah terserang antigen untuk mengeluarkan histamin. limfosit B akan melalui 2 proses yaitu respon imun primer dan respon imun sekunder. Semuanya melepaskan antibodi dan merangsang sel Mast mengeluarkan histamin untuk membunuh antigen tersebut. Mereka adalah makhluk hidup yang hanya menuruti perintah yang lebih tinggi. Kemudian. a. Limfosit B memori biasanya 12 . 2. Inilah proses respon imun primer.Sel yang Bertugas dalam Sistem 1. mereka hanya melaksanakan tugas. Saat terjadi respon imun. sel yang membawa antigen berjalan ke nodus limfa (jaringan limfatik) melalui saluran limfatik. 1 limfosit B dibiarkan hidup untuk menyimpan antibodi yang ada dari sebelumnya. maka bisa saja ia akan sakit yang disebabkan oleh antigen yang sama karena limfosit B yang mengingat antigen tersebut sudah mati. Limfosit Limfosit B Fungsi utama dari sel-sel B yaitu sebagai imunitas atau antibody humoral. Hal ini menyebabkan respon imun sekunder jauh lebih cepat daripada respon imun primer. Makrofag Makrofag adalah sel kecil yang tak terlihat oleh mata telanjang. Mereka tidak memiliki kapasitas untuk berpikir. antigen yang sama menyerang kembali. Jika sel limfosit B bertemu dengan antigen dan cocok. jika suatu individu lama tidak terkena antigen yang sama dengan yang menyerang sebelumnya. Setelah fagositosis antigen. Limfosit B dengan cepat menghasilkan lebih banyak sel Limfosit B daripada sebelumnya. 1 sel limfosit B dibiarkan tetap hidup untuk menyimpan antibodi yang sama sebelum penyerang terjadi. maka limfosit B membelah secara mitosis dan menghasilkan beberapa sel limfosit B. Transfer Informasi Fungsi menakjubkan lainnya dari makrofag adalah dalam hal menyuplai limfosit yaitu sel B dan sel T dengan informasi mengenai musuh. Setiap sel B dapat mengenali target antigen spesifik dan mampu mensekresikan antibodi spesifik. Jika suatu saat.

biasanya neutrofil. maka patogen itu dicerna dan materialnya ditempel pada permukaan sel tersebut. yang berfungsi untuk mengaktifkan dan memanggil Limfosit T Sitotoksik. CD8+. maka seluruh proses respon imun harus diulang dari awal. Permukaan Limfosit T memiliki antibodi yang hanya cocok pada salah satu antigen saja. Selain itu. Sitokin juga meningkatkan pertumbuhan sel. Kedua. maka limfosit B bisa saja mati. dan CD3+.berumur panjang dan tidak memproduksi antibodi kecuali dikenai antigen spesifik. Interleukin rekombinan (sintetis) saat ini sedang dipelajari dalam uji klinis untuk pasien terinfeksi HIV. 13 . Kemudian. killer cells. Secara garis besar. juga sel-sel kanker. dan individu yang seharusnya bisa resisten terhadap antigen tersebut bisa sakit lagi jika patogen itu menyerang. Sel CD8+ membunuh sel yang terinfeksi virus atau bakteri. b. Sel CD4+ merupakan sel pembantu yang mengaktivasi sel B. Pertama. mengaktivasi fagosit dan menghancurkan sel target. yang asing bagi tubuh kita. Interleukin merupakan jenis sitokin yang berperan sebagai pembawa pesan antar sel darah putih. dan makrofag saat ada antigen spesifik. Materi yang tertempel itu disebut antigen. Limfosit T Limfosit T atau sel T memiliki dua fungsi utama : regulasi system imun dan membunuh sel-sel yang membawa target antigen spesifik. sistem kekebalan tubuh kita dibagi menjadi dua bagian. Antibodi Dasar-dasar Antibodi Sistem kekebalan tubuh sendiri diartikan sebagai semua mekanisme yang digunakan oleh tubuh untuk menangkal pengaruh faktor atau zat yang berasal dari lingkungan. Jika tidak ada antigen yang sama yang menyerang dalam waktu yang sangat lama. Limfosit T-Helper bisa saja mengeluarkan senyawa bernama perforin untuk membocorkan sel tersebut sehingga isinya keluar dan mati. Sitokin dapat berikatan dengan sel-sel target dan mengaktifkan proses inflamasi. Jika antibodi dan antigennya cocok. yang membedakan antar sel. Limfosit T Sitotoksik akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel yang terkena penyakit tersebut. Respon imun akan dimulai jika sel ini bertemu dengan limfosit T yang sedang berpatroli dengan mengeluarkan IL-1 sehingga limfosit T terangsang untuk mencocokkan antibodi dengan antigennya. Limfosit T pembantu akan lepas dari sel yang diserang dan menghasilkan senyawa baru disebut IL-2. seperti CD4+. maka limfosit T-Helper yang mengetahui bahwa sel ini sudah terkena antigen mempunyai 2 pilihan untuk menghancurkan sel tersebut dengan patogennya. Jika suatu saat ada patogen yang berhasil masuk dalam tubuh kemudian dimakan oleh suatu sel. limfosit T berperan penting sebagai respon selular. Sel T mampu menghasilkan sitokin (zat kimia yang dapat membunuh sel) seperti interferon. Setiap sel T memiliki penanda permukaan.

cara injeksi. Antibodi diproduksi sesudah host diinjeksi dengan antigen. sifat dan dosis antigen. Di dalam sistem ini. pertama untuk mengikatkan diri kepada sel-sel 14 . yaitu spesifik terhadap jenis tertentu dari antigen. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal ini yaitu penanganan dan pemilihan hewan coba. sel B terhadap hadirnya antigen asing. Antibodi merupakan senjata yang tersusun dari protein dan dibentuk untuk melawan selsel asing yang masuk ke tubuh manusia. sel dendritik pada spleen dan lymph node. Kualitas suatu antibodi dinilai dari beberapa hal. serta monosit dalam darah. Salah satu contoh peristiwa yang melibatkan antibodi adalah ketika kulit kita terkena infeksi karena luka maka akan timbul nanah. Antibodi mempunyai ciri khas. Senjata ini diproduksi oleh sel-sel B. Salah satu senyawa kimia yang berperan penting dalam kekebalan tubuh dapatan adalah antibodi. Ribuan atau jutaan jenis antigen yang masuk akan merangsang dibentuknya ribuan atau jutaan jenis antibodi pula. Respon antibodi merupakan puncak dari serangkaian interaksi antara makrofag. Antibodi adalah suatu protein yang dihasilkan oleh suatu sel dalam tubuh kita (dinamakan sel limfosit B dan termasuk ke dalam kelompok sel darah putih) sebagai respon terhadap adanya antigen (antigen adalah senyawa kimia atau zat asing atau mikroba yang tidak dikehendaki tubuh karena berbahaya yang mampu membangkitkan respon kekebalan pada tubuh kita) yang masuk dalam tubuh. sel T. Produksi antibodi diawali dengan melakukan injeksi atau imunisasi pada host atau hewan coba. Nanah ini merupakan sel darah putih penghasil antibodi yang mati setelah berperang melawan antigen. bahkan cukup luas dan beragam dengan mekanisme kerja yang unik. Antibodi mempunyai dua fungsi. peranan senyawa kimia tidak bisa dipandang sebelah mata. Tahap pertama dari respon antibodi dimulai dari fagositosis antigen oleh makrofag atau sel lain dalam system retikuloendotelial yang meliputi sel-sel Langerhans di kulit. yaitu: konsentrasi kemurnian dan spesifisitas. Untuk menentukan kemurnian biasanya dipakai teknik elektroforesis. sekelompok prajurit pejuang dalam sistem kekebalan. Setiap detik sekitar 2000 molekul antibodi diproduksi oleh sel limfosit B. Sel-sel tersebut berdasarkan fungsi imunologisnya digolongkan sebagai antigen-presenting cells (APC). Antibodi akan menghancurkan musuh-musuh penyerbu. Beberapa teknik biasanya digabung untuk menentukan spesifitas sepeti kemampuan antibodi bereaksi dengan protein lain atau protein yang serupa dari spesies lain.yaitu sistem kekebalan alami (innate immunity) dan sistem kekebalan dapatan (acquired immunity) yang keduanya saling bekerja sama menangkal zat asing dari luar tubuh yang tentu apabila dibiarkan akan berbahaya bagi tubuh.

Dengan demikian sel prajurit tubuh dapat membedakan sekaligus melumpuhkannya. langsung menuju musuh dan menghambatnya begitu terdeteksi. Mereka mengikuti aliran darah. dan pantas dicermati. Sesuai dengan struktur setiap musuh. Mereka menandai molekul-molekul asing tempat mereka mengikatkan diri. antibodi mengikatkan diri kepada bakteri dan virus penyebab penyakit. Mereka melindungi tubuh terhadap bakteri dan virus.musuh. sistem getah bening. seperti anak kunci dengan lubangnya yang dipasang dalam struktur tiga dimensi. ia memiliki masa hidup berkisar antara beberapa minggu sampai beberapa tahun. yaitu antigen. Antibodi bukan berjenis tunggal. layaknya tank yang hancur dan tak dapat bergerak atau melepaskan tembakan setelah dihantam rudal saat pertempuran. Membuat antibodi spesifik untuk masing-masing musuh merupakan proses yang luar biasa. Antibodi bersesuaian dengan musuhnya (antigen) secara sempurna. IgG mampu menyelip di antara sel-sel dan menyingkirkan bakteri serta musuh mikroorganis yang masuk ke dalam sel-sel dan kulit. Dan. disingkat "Ig". dan usus. Mereka mempunyai efek kuat anti-bakteri dan penghancur antigen. Karena kemampuannya serta 15 . Tubuh manusia mampu memproduksi masing-masing antibodi yang cocok untuk hampir setiap musuh yang dihadapinya. serta menetralkan asam yang terkandung dalam racun. • IgG IgG (Imuno globulin G): IgG merupakan antibodi yang paling umum. Hal ini karena antibodi yang dihasilkan untuk suatu penyakit belum tentu mangkus bagi penyakit lainnya. Fungsi kedua adalah membusukkan struktur biologi antigen tersebut lalu menghancurkannya. Protein-protein yang berfungsi untuk melindungi tubuh lewat proses kekebalan ini dinamakan "imuno globulin". Selain itu. maka tubuh menciptakan antibodi khusus yang cukup kuat untuk menghadapi si musuh. Dihasilkan hanya dalam waktu beberapa hari. Pengelompokan Antibodi Sebelumnya telah kita sebutkan bahwa antibodi adalah sejenis protein. Berada dalam aliran darah dan cairan non-seluler. molekul imuno globulin mengikatkan diri pada antigen untuk menginformasikan kepada sel-sel kekebalan lainnya tentang keberadaan antigen tersebut atau untuk memulai reaksi berantai perang penghancuran. Protein paling khas pada sistem pertahanan. di alam ini terdapat jutaan musuh (antigen). Proses ini dapat terwujud hanya jika sel-sel B mengenal struktur musuhnya dengan baik. IgG beredar dalam tubuh dan banyak terdapat pada darah.

antibodi sang ibu akan melindungi embrio dari musuh sampai anak itu lahir. Mereka mendiami bagian tubuh yang paling mungkin dimasuki mikroba. Setelah kelahiran. lendir. kantong-kantong udara. Antibodi merupakan organisme yang tersusun dari protein. IgA yang terdapat dalam ASI akan melindungi sistem pencernaan bayi terhadap mikroba. melainkan tetap melindunginya. Sedangkan protein dicerna dalam lambung manusia. Si ibu malah tidak menyadari bahwa dia telah dikaruniai rancangan bantuan ini. pada saat bayi telah berumur beberapa minggu. dan sekresi usus. normalnya. Kepekaan daerah tersebut berhubungan langsung dengan kecenderungan bakteri dan virus yang lebih menyukai media lembap seperti itu. Setiap bayi yang baru lahir membutuhkan pertolongan ibunya. Jika antibodi tidak diciptakan dengan karakteristik yang memungkinkan mereka untuk masuk ke dalam plasenta. bayi yang menyusu pada ibunya akan mencerna antibodi ini dalam lambungnya. Pernahkah Anda mempertanyakan siapa gerangan yang mengirimkan antibodi yang berusaha melindungi Anda dari mikroba pada saat Anda masih dalam bentuk embrio dan tidak mengetahui apa-apa? Mungkinkah itu ibu. Sang ayah juga tidak menyadari apa yang telah terjadi. ASI. Lalu kenapa sel-sel itu berada di payudara ibu? Kenapa pembuatan antibodi berlangsung dengan cara tersebut? Kekuatan mana yang memberi tahu sel-sel itu bahwa bayi yang baru lahir membutuhkan antibodi? Bukan suatu kebetulan bahwa sel yang terlibat dalam pembuatan anti-bodi untuk bayi ditempatkan pada bagian yang akan diisap sang bayi. Hal ini dapat menyebabkan kematian sebelum lahir. Karena itu. Antibodi ini melindungi janin dari berbagai penyakit pada saat dalam kandungan. sehingga tidak lagi terlindung dari 16 . Karena itu. maka janin dalam rahim tidak akan terlindungi melawan mikroba. • IgA IgA (Imuno globulin A): Antibodi ini terdapat pada daerah peka tempat tubuh melawan antigen seperti air mata. mereka tidak akan meninggalkan sang bayi. jenis antibodi ini juga akan hilang setelah mereka melaksanakan semua tugasnya. Seperti IgG. getah lambung. Secara struktur. Selama periode ini. air liur. Mereka menjaga daerah itu dalam pengawasannya layaknya tentara andal yang ditempatkan untuk melindungi daerah kritis. karena IgA tidak terdapat dalam organisme bayi yang baru lahir. IgA mirip satu sama lain. darah. mereka dapat masuk ke dalam plasenta ibu hamil dan melindungi janin dari kemungkinan infeksi.ukurannya yang kecil. atau ayah? Atau mungkinkah mereka memutuskan bersama dan mengirimi Anda antibodi secara bersama-sama? Tentu saja pertolongan yang kita bicarakan ini di luar kendali kedua orang tua.

Mereka tidak mampu untuk bertindak sendiri-sendiri. Kerja Langsung Antibodi Terhadap Agen Penyebab Penyakit. Antibodi ini kadang juga menimbulkan reaksi alergi pada tubuh. getah bening. • IgM IgM (Imuno globulin M): Antibodi ini terdapat pada darah. dapat diketahui dari kadar IgM dalam darah. Akan tetapi. Maka. dan pada permukaan sel B. • IgD IgD (Imuno globulin D): IgD juga terdapat dalam darah. produksi enzim pencerna protein masih sangat sedikit. Akibat sifat bivalen dari antibodi dan banyaknya tempat antigen pada sebagian besar agen penyabab penyakitr. produksi IgM janin akan meningkat. Mekanisme Kerja Antibodi Antibodi bekerja terutama melalui dua cara untuk mempertahankan tubuh terhadap agen penyebab penyakit : (1) dengan langsung menyerang penyebab penyakit tersebut dan (2) dengan mengaktifkan sistem komplemen yang kemudian dengan berbagai cara yang dimilikinya akan merusak penyebab penyakit tersebut. jika janin terinfeksi kuman penyakit. Janin dalam rahim mampu memproduksi IgM pada umur kehamilan enam bulan. Pada tahap ini. Untuk mengetahui apakah janin telah terinfeksi atau tidak. getah bening. antibodi yang sangat penting untuk hidup itu tidak dicerna dan akan melindungi bayi yang baru lahir dari musuhnya. Sel-sel usus pada bayi diciptakan sedemikian rupa untuk melakukan hal itu. Antibodi ini bertanggung jawab untuk memanggil para prajurit tempur dan sel darah lainnya untuk berperang. maka antibodi dapat mematikan aktivitas agen penyebab penyakit tersebut dengan salah satu cara berikut : 17 .mikroba. Antibodi yang tidak dapat dihancurkan lambung ini dapat diserap oleh usus secara utuh. Dengan menempelkan dirinya pada permukaan sel-sel T. mereka membantu sel T menangkap antigen. • IgE IgE (Imuno globulin E): IgE merupakan antibodi yang beredar dalam aliran darah. Karena itu. lambung bayi yang baru lahir diciptakan sedemikian rupa untuk tidak mencerna dan menghancurkan antibodi ini. IgM merupakan antibodi pertama yang dihasilkan tubuh untuk melawan musuh. dan pada permukaan sel B. kadar IgE tinggi pada tubuh orang yang sedang mengalami alergi. Jika musuh menyerang janin. Pada saat organisme tubuh manusia bertemu dengan antigen.

di mana antibodimenutupi tempat-tempat yang toksik dari agen yang bersifat antigenik. Dalam keadaan normal. kerja antibodi yang langsung menyerang penyebab penyakit yang bersifat antigenik mungkin tak cukup kuat untuk berperan dalam mempertahankan tubuh terhadap penyebab penyakit tersebut. dimana kompleks molekular dariantigen yang larut membentuk presipitat. semua protein ini terdapat diantara protein-protein plasma dan juga dalam protein plasma yang bocor keluar dari kapiler masuk ke dalam ruang jaringan. Presipitasi. maka tempat reaktif yang spesifik pada bagian ”yang tetap” dari antibodi akan menjadi tak tertutup atau diaktifkan dan gabungan ini kemudian langsung berikatan dengan molekul C1 dari sistem komplemen. Netralisasi. Jalur klasik Jalur ini diaktifkan oleh suatu reaksi antigen-antibodi. Enzim C1 yang terbentuk kemudai secara berturur-turut mengaktifkan enzim yang jumlahnya meningkat pada tahap akhir dari sistem ini. Aglutinasi. yang kebanyakan merupakan prekursor enzim. di mana berbagai partikel besar dengan antigen pada permukaannya. 3. bila suatu antibodi berikatan dengan suatu antigen. Pemeran utama dalam sistem ini adalah 11 protein yang ditandai dengan C1 sampai C9. Untuk mengaktifkan banyak molekul pada tahap pertama dari sistem komplemen ini. B. terikat bersama-sama menjadi satu kelompok 2. Yaitu. masuk dalam ”rangkaian” reaksi-reaksi. Pada gambar tersebut tampat terbentuk berbagai produk akhir dan beberapa diantaranya (misalnya racun tetanus) dan antibodimenjadi begitu besar sehingga berubah menjaditak larut dan 18 . Sistem Komplemen Pada Kerja Antibodi Komplemen istilah gabungan untuk menggambarkan suatu sistem yang terdiri dari kirakira 20 protein. Biasanya prekursor enzim ini bersifat inaktif. namun dapat diaktifkan dengan 2 cara : (1) jalur klasik. sehingga dari awal yang kecil terjadilah reaksi pengaut yang besar sekali. seperti bakteri atau sel darah merah. dan D. Dalam keadaan normal. Lisis di mana beberapa antibodi yang sangat kuat kadang –kadang mampu langsung menyerang membran sel agen penyebab penyakit sehingga menyebabkan sel tersebut sobek. 4. Lebanyakan sifat pertahanan diddapat melalui efek penguatan dari sistem komplemen. hanya dibutuhkan sedikit gabungan antugen-antibodi. dan (2) jalur altenatif 1. Diawali dengan pengaktifan proenzim C1 itu sendiri.1.

Proses ini seringkali mampu meningkatkan jumlah bakteri yang didapat dirusak sampai 100 kali lipat b. Produk komplemem juga mengubah permukaan organisme penyerbu. yaitu C3b. Lisis. jadi meningkatklan proses aglutinasi. dengan kuat mengaktifkan fagositosis oleh netrofil dan makrofag. Produk-produk ini meningkatkan aliran darah yang sebelumnya telah meningkat. Pengaktifan sel mast dan basofil. produk ini memounyai pengaruh langsung untuk merobek membran sel bakteri atau organisme penyerbu lainnya. dan kemudian protei akan berkoagulasi dalam ruang jaringan. jadi menyebabkan sebagian besar sel fagosit ini bermigrasi ke dalam regio lokal dari agen antigenik. Fragmen C5a menyebabkan kemotaksis dari netrofil dan makrofag. c. Opsonisasi dan fagositosis. meningkatkan kebocoran cairan dan protein kedalam jaringan dan reaksisetempat lainnya yang membantu menginaktifkan atau mengimobilisasikan agen antigenik. ada beberapa produk komplemen lain yang turut menimbulkan peradangan setempat. sehingga menyebabkan sel-sel tersebut melepaskan histamin. Jalur Alternaif 19 . Kemotaksis. heparin. yang merupakan gabungan dari banyak faktor komplemen dan ditandai dengan C5b6789. 2. menyebabkan sel-sel ini menelan bakteri yang telah dilekati oleh kompleks antigen-antibodi. Bahan-bahan ini kemudian menyebabkan peningkatan aliran darah setempat. dan C5a semuanya mengaktifkan sel mast dan basofil. meningkatkan kebocoran protein dari kapiler. Salkah satu produk paling penting dari seluruh priduk yang dihasilkan oleh rangkaian komplemen adalah kompleks litik. Enzim komplemen dan produk komplemen lain dapat menyerang struktur beberapa virus dan dengan demikian mengubahnya menjadi nonvirulen. dan beberapa substansi lainnya kedalam cairan setempt. Fragmen C3a.menimbulkan efek penting yang membantu mencegah kerusakan akibat organisme yang menyerbu atau oleh toksin. Faktor-faktor yang sama juga berperan dalam proses peradangan. C4a. jadi penghambat pergerakan organisme yang menyerbu melewati jaringan. Efek-efek yang penting tersebut adalah sebagai berikut : a. e. Aglutinasi. sehingga saling melekat satu sama lain. d. f. g. Disamping efek peradangan yang disebabkan oleh pengaktifan sel mast dan basofil. Netralisasi virus-virus. Salah satu produk dari rangkaian komplemen diatas. Efek inflamasi.

dan sistem imunitasnya membentuk sedikit antibodi atau sel-sel teraktivasi terhadap antigennya sendiri. pada dasarnya semua hasil akhir yang dihasilkan itu sama dengan yang dihasilkan dalm jalur klasik. Percobaan-percobaan juga telah membuktikan bahwa limfosit imatur yang spesifik dalam timus. maka sel ini menjadi limfoblastik. Dianggap bahwa kebanyakan toleransi ini berkembang sewaktu terjadi pengolahan pendahuluan limfosit T di timus dan limfosit B di tempat pengolahan pendahuluan limfosit B ( pada manusia di sum-sum tulang ). maka dianggap bahwa selam limfosit diolah lebih dulu ditimus dan sumsum tulang. maka proses imunitas yang didapat akan menghancurkan dirinya sendiri. Bahan-bahan ini bereaksi dengan faktor komplemen B dan D. Dalam keadaan normal. Oleh karena itu. dan ini juga menghasilkan pengaruh yang sama terhadap penyerbu dalam mempertahankan tubuh. serta selanjutnya bergabung dengan antigen yang merangsang tadi. Fenomena ini dikenal sebagai toleransi sendiri terhadap jaringan tubuh sendiri. Karena jalur alternatif tidak melibatkan reaksi antigen-antibodi. Untuk memulai rangkaian komplemen yang tersisa. maka jaln ini juga merupakan garis pertahanan pertama terhadap mikro-organisme penyerbu. semua atau sebagian besar klon limfosit tersebut yang bersifat spesifik terhafdap jaringan tubuh sendiri akan dirusak sendiri. menghasilkan bahan pengaktif yang yang mengaktifkan faktor C3. Alasan untuk anggapan ini adalah bahwa bila dilakukan penyuntikan suatu antigen yang kuat kedalam pada janin saat terjadi pengolahan pendahuluan limfosit di kedua tempat tadi. Hal ini terutama terjadi dalam respon terhadap molekulmolekulpolisakarida besar dalam membran sel mikro-organisme yng menyerbu masuk. maka akan terjadi pencegahan pertumbuhan klon limfosit didalam jaringan limfoid yang bersifat spesifik terhadap antigen yang disuntikkan. Toleransi Sistem Imunitas Didapat Terhadap Jaringan Sendiri Bila seseorang menjadi kebal terhadap jaringannya sendiri. Sebagian Besar hasil Toleransi Terjadi Akibat Pemilihan Klon Selama Pengolahan Pendahuluan. bahkan mampu berfungsi sebelum orang tersebut teriminisasi terhadap organisme. mekanisme imun dapat mengenali jaringannya sendiri yang jelas berbeda dengan bakteri atau virus. karena adanya kontak yang terus menerus dengan antigen tubuh. bila terpajan dengan antigen yang kuat.Sistem komplemen kadang-kadang diaktifkan diperantarai oleh suatu reaksi antugen-antibodi. 20 . di luar tingkat C3. suatu efek yang diamggap dapat menyebabkan sel itu sendiri dirusakkan oleh sel epitel timus sebelum mereka dapat bermigrasi dan menempati jaringan limfoid. Jadi. sangat berproliferasi.

htm Asal mulanya. Kadang-kadang orang kehilangan sebagian toleransi imun terhadap jaringannya sendiri. Namun.com/igamamalang/info. yang melepaskan banyak antigen sendiri yang bersirkulasi dalam tubuh dan diduga menimbulkan imunitas didapat dalam bentuk sel T yang teraktivasi atau antibodi. Konsep Virus ( HIV ) 1. Hal ini sesuai laporan kasus HIV/AIDS di USA Los Angeles CDC yang mengadakan peneliti pada pria homoseksual. Pada tahun 1969 dilaporkan bahwa di Sub Sahara Afrika ditemukan darah tahun 1950 yang ternyata positif HIV. hal ini menjadi semakin berat. tetapi setelah beberapa hari atau beberapa minggu akan menghilang walaupun antibodi autoimun ini menetap dalam plasma yang bersirkulasi. tidak jelas darimana berasal dan kapan munculnya. 2. Biasanya hal ini terjadi setelah timbul kerusakan beberapa jaringan tubuh. Telah diyakini bahwa sel T supresor ini berfungsi untuk mengimbangi efek antibodi autoimun seperti juga mensensitisasi sel pembantu dan mensensitisasi sel T sitotoksik. Sebagai contoh. Sel T supresor kemungkinan bertanggung jawab untuk jenis toleransi diri yang lain lagi.org/pengertian_definisi_dan_cara_penularan_penyebaran_virus_hiv_aids_in fo_informasi_penyakit_menular_seksual_pms) 21 . Dan kini. Semakin tua.Peran Sel T Supresor dalam Membentuk Toleransi. Akhirnya disepakati tanggal 5 Juni 1969. Kegagalan Mekanisme Toleransi Menyebabkan Penyakit Autoimun. Pengertian Virus HIV HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun. kasus HIV/AIDS ini kini semakin meluas dan menyerang berbagai lapisan dan strata sosial. jadi menghambat serangan imun pada jaringan. kadang-kadang reaksi autoimun terjadi secara akut melawan salah satu jaringan tubuh. Sejarah Virus HIV Menurut : http://www. (http://organisasi. sebagai awal mula kasus HIV/AIDS muncul. Selain itu juga pada tahun 1980 dilaporkan pula di USA. hal ini tidak sepenuhnya dimengerti. bahwa darah tahun 1969 Positif.geocities. Apa yang terjafi adalah bahwa sel T supresor yang secara spesifik tersensitisasi terhadap antigen diri jumlahnya menjadi sangat meningkat.

HIV merupakan keturunan dari SIV. komponen vital dari sistem sistem kekebalan tubuh "tuan rumah" . HIV merupakan penyebab dasar AIDS.terutama CD4+ Sel T dan macrophage.HIV (human immunodeficiency virus) adalah sebuah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia .org/artikel_kimia/berita/adakah_obat_untuk_hivaids_saat_ini/) Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan HIV adalah virus penyebab utama AIDS yang menyerang sistem imun sehingga terjadi penurunan fungsi imun yang material genetiknya adalah RNA. yang menyerang salah satu sel dari darah putih yaitu sel limfosit.com/content/16689387-bahaya-aids-atau-hiv.org/wiki/HIV) HIV merupakan bagian dari kelompok virus yang disebut Lentivirus yang ditemukan pada primata nonmanusia. 3. Jenis SIV tertentu mirip dengan dua tipe HIV.chem-is-try. Lentivirus diketahui sebagai virus monyet yang dikenal dengan nama Simian Immunodeficiency Virus (SIV). (http://id. Karekteristik Virus HIV 22 .html) HIV merupakan suatu virus yang material genetiknya adalah RNA (asam ribonukleat) yang dibungkus oleh suatu matriks yang sebagian besar terdiri atas protein.feedfury. yang menyebabkan kekurangan imun. (http://education.wikipedia.1 dan HIV-2.dan menghancurkan atau merusak fungsi mereka. yakni HIV. (http://www. Secara kolektif. Infeksi dari HIV menyebabkan pengurangan cepat dari sistem kekebalan tubuh.

virus memilih sel sistem pertahanan yang paling menguntungkan baginya dan hal ini menyebabkan perusakan tubuh manusia. Lalu bagaimanakah virus AIDS mengembangkan strateginya? 23 . Target utamanya adalah sel T penolong. yang merupakan elemen paling efektif pada sistem pertahanan. Sampul meliputi keseluruhan core virus termasuk protein luar struktur p18 dan protein dalam p24. sel tubuh manusia. Bagaimananpun. Di antara sarung kapsid dan protein p7 dan p9 ialah RNA virus. di mana ia terletak pada membran virus dan gp120 di mana terletak di luar membran seperti topi. tidaklah mungkin bagi virus AIDS untuk melakukan penyelidikan intelijen sebelum memasuki tubuh manusia. virus AIDS akan segera dimusnahkan oleh sistem yang ada. menjelang ia bisa paham bahwa sel T merupakan "otak" sistem pertahanan. Mekanisme Virus HIV Salah satu fakta terpenting mengenai virus HIV adalah bahwa ia hanya memasuki sebagian. Ini penting sekali.Virion HIV mempunyai bentuk sfera dan mempunyai diameter lebih kurang 1x 10-4 milimeter. Salah satu protein sampul yang penting ialah glikprotein gp41 (glikoprotein transmembran). Satu pertanyaan yang tak terjawab adalah: Bagaimanakah virus HIV tahu persis target mana yang harus difokuskan? Begitu memasuki tubuh manusia. tidak seluruh. HIV juga merupakan sejenis virus Retrovirus( virus RNA penyandi enzim yang mampu menyalin RNA menjadi DNA dan menyisipkannya ke dalam sel inang yang terjadi pada penderita HIV positif) . 4. Di antara berbagai jenis sel. Sampul HIV mempunyai 2 lapisan yang terdiri daripada lipid yang diambil daripada membran dalam sel hos dan protein yang mempunyai rantaian karbohidrat (glikoprotein sampul virus).

Pasukan tanpa komunikasi yang efektif dan tanpa sistem inteligensia dapat dikatakan telah kehilangan kekuatan utamanya. Virus AIDS (jingga) berusaha memasuki sel T dengan merobek membrannya. tetapi tak lagi efektif tanpa adanya sel T. elemen vital dari sistem pertahanan tertangkap. Pada tahap kedua. 24 . Pada tahap ketiga.Lebih jauh dari itu. Prosedur ini sama sekali tak sulit bagi virus AIDS. Pada tahap 1 Ketika sel T. Ini umpama taktik peperangan yang cerdas. sistem pertahanan kekurangan tim pemikirnya. Virus harus mengikatkan dirinya kepada sel lain yang sudah ditetapkannya menjadi target.Ini baru salah satu dari keterampilan menakjubkan yang dikuasai oleh virus AIDS. Memang pasien AIDS terus memproduksi antibodi. dan tak lagi mampu mengenali musuh. antibodi yang diproduksi oleh tubuh manusia tak membahayakan virus AIDS. Nyatanya dia berikatan dengan sel ini seperti kunci dengan lubangnya.

dia membuat jalan lain dengan metode yang sangat menarik: Ia menggunakan asam nukleat dari sel tuan rumah dan mengonversikan RNA-nya menjadi DNA dengan bantuan sebuah enzim yang disebut "reverse transcriptase". virus HIV juga mampu mengubah dirinya ke berbagai bentuk dalam upaya mencegah dirinya tertangkap oleh sistem pertahanan. Untuk menyediakan DNA. tanpa DNA. Sel mulai bekerja sebagai pabrik bagi virus. Virus HIV awal dan replikanya ingin meninggalkan sel tuan rumah mereka dan menduduki sel lain serta memfasilitasi proses proliferasi.Virus HIV melakukan serangkaian proses menakjubkan yang akan menjaminnya berumur panjang. Tetapi sebuah retrovirus memerlukan DNA supaya tetap hidup. Pada Tahap Keempat. Bahan warisan virus sekarang menjadi bahan warisan sel T. Artinya. Tetapi menduduki satu sel saja tidak memuaskan bagi virus HIV. Citra ini diperbesar lebih dari 3. Virus HIV adalah retrovirus. Membran sel T yang telah diduduki tidak kuat menanggung tekanan dari proses multiplikasi sehingga ia bolong-bolong. demikian pula virus HIV.000 kali. Ia akhirnya akan mencoba untuk mengalahkan seluruh tubuh. Lalu ia menempatkan DNA ini pada DNA yang ditemukan di inti sel tuan rumahnya. Jumlah virus yang sangat banyak ini tak dapat diatasi. Sel T yang telah dirusak oleh musuh (virus AIDS) dan kini memiliki profil bundar dan lumah (kanan). sepotong kecil virus HIV (biru) menggandakan diri dalam sel pertahanan Setelah memasuki tubuh manusia. . yang berarti ia akan membalik prosesnya. memungkinkan virus HIV untuk keluar dari sel untuk mencari sel tuan 25 Sel T sehat (kiri). Selain kemampuan di atas. Ketika sel ini membelah diri. HIV melompat dari satu sel T ke sel T lainnya untuk menghindari kontak dengan antibodi dalam aliran darah Hal ini membuat virus HIV sampai saat ini kebal terhadap efek pengobatan yang ditujukan padanya. gen-nya hanya mengandung RNA. Segalanya berjalan dengan kecepatan alamiah. Mereka tidak perlu bekerja keras dalam melakukan hal ini. Sebelum berpindah menginfeksi sel lain. virus HIV dapat memproduksi sepuluh miliar virus sehari.

Jika memiliki dibawah 200 maka dapat dipastikan terkena virus hiv aids. Limfosit B. Namun tetap bisa menularkan ke orang lain. yang hanya berukuran satu mikron. Ketika ini terjadi maka jika dites hiv hasilnya positif. tak memiliki DNA. dan bahkan tak dapat dikelompokkan sebagai makhluk hidup Virus akan menggandakan dirinya ditubuh sekitar beberapa minggu atau bisa saja sekitar sebulan sebelum system kekebalan tubuh meresponnya. akan terus tidur selama bertahuntahun atau segera menyerang tubuh manusia. MEKANISME INFEKSI VIRUS HIV Infeksi Virus HIV-1(USA)/HIV-2(Afrika) ↓ Berikatan dengan reseptor CD4+ dan juga chemokine coerreceptor(limfosit T Helper. Ketika system kekebalan tubuh merespon maka system kekebalan tubuh akan membuat antiboidy. Sel ini disebut juga sel T helper yang merupakan bagian sangat penting dari system kekebalan tubuh. Setelah gejala yang menyerupai terkena flu beberapa orang akan hidup dengan sehat sekitar 10 tahun. Virus HIV yang sukses sekarang telah sepenuhnya mengalahkan tubuh manusia. Setelah virus HIV bertambah jumlahnya. Selama waktu itu jika dites hiv maka hasilnya bisa saja negatif. ia akan tetap di sana.Semua ini dilakukan oleh sebuah virus. dia juga membunuh sel T tuan rumahnya. Tapi pada masa ini hiv mulai merusak kekebalan tubuh. Orang sehat biasanya memiliki sekitar 500-1500 sel CD4 positif. sel di CNS) ↓ Internalisasi virus ke sel Host ↓ Sintesis DNA dengan reverse transcriptase enzyme Sel berfungsi Integrasi DNA virus dengan DNA host dibantu oleh integrase enzyme(provirus) abnormal dan sel mati REPLIKASI ↓ VIRUS HIV 26 Depresi system imun tubuh ↓ Gangguan pada materi genetik sel host .rumah lainnya. Satu-satunya jalan untuk mengukur kerusakan system kekebalan tubuh adalah dengan menghitung sel sel CD4 positif yang dimiliki. Semuanya bergantung kepada kemauan virus HIV. Kecuali manusia berhasil menemukan obat yang efektif untuk mengalahkan virus ini. makrofag.

monyet dari Guinea Bissau. HIV-1 lebih mematikan dan lebih mudah masuk kedalam tubuh. ketika Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat mencatat adanya Pneumonia pneumosistis (sekarang masih diklasifikasikan sebagai PCP tetapi diketahui disebabkan oleh Pneumocystis jirovecii) pada lima laki-laki homoseksual di Los Angeles. Pengertian Penyakit AIDS 27 . Teori yang lebih kontroversial yang dikenal dengan nama hipotesis OPV AIDS. sementara HIV-2 sulit dimasukan dan kebanyakan berada di Afrika Barat. Dua spesies HIV yang diketahui menginfeksi manusia adalah HIV-1 dan HIV-2. dan Kamerun. 2. komunitas ilmiah umumnya berpendapat bahwa skenario tersebut tidak didukung oleh bukti-bukti yang ada. HIV-2 berasal dari Sooty Mangabey (Cercocebus atys). Banyak ahli berpendapat bahwa HIV masuk ke dalam tubuh manusia akibat kontak dengan primata lainnya.Transkripsi DNA virus menjadi mRNA ↓ Translasi mRNA untuk membuat poliprotein ↓ Cleavage. Namun demikian. Gabon. contohnya selama berburu atau pemotongan daging. pemotongan rantai poliprotein oleh enzyme protease ↓ Protein dan RNA berkumpul membentuk virus baru ↓ Pelepasan virus-virus HIV ke aliran darah ↓ Menyerang sel lain(mengulangi proses seperti semula) Konsep Penyakit AIDS 1. Asal HIV-1 berasal dari simpanse Pan troglodytes troglodytes yang ditemukan di Kamerun selatan. HIV-1 adalah sumber dari mayoritas infeksi HIV di dunia. menyatakan bahwa epidemik AIDS dimulai pada akhir tahun 1950-an di Kongo Belgia sebagai akibat dari penelitian Hilary Koprowski terhadap vaksin polio. Baik HIV-1 dan HIV-2 berasal dari primata. Sejarah Penyakit AIDS AIDS pertama kali dilaporkan pada tanggal 5 Juni 1981.

php?lino=101) Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa AIDS adalah kumpulan gejala akibat defisiensi sistem imun yang disebabkan oleh HIV.Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV (Wikipedia) AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan suatu penyakit yang cara kerjanya menghancurkan sistem kekebalan tubuh manusia. bukan keturunan. Acquired berarti didapat. Etiologi Penyakit AIDS Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. AIDS disebabkan karena virus yang bernama HIV (Human Immunodeficiency Virus) masuk ke dalam tubuh manusia. HIV dengan cepat akan melumpuhkan sistem kekebalan manusia.feedfury. 4. Stadium Penyakit AIDS Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS: Tahap 1: Periode Jendela 28 . Setelah sistem kekebalan tubuh lumpuh. (http://spiritia. Syndrome atau sindrom berarti penyakit dengan kumpulan gejala. Jadi AIDS berarti kumpulan gejala akibat kekurangan atau kelemahan sistem kekebalan tubuh yang dibentuk setelah kita lahir. bukan gejala tertentu. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor Gambar 1. Immune terkait dengan sistem kekebalan tubuh kita. Deficiency berarti kekurangan.com/content/16689387-bahaya-aids-atau-hiv.id/li/bacali. dilihat dengan mikroskop elektron. HIV yang baru memperbanyak diri tampak bermunculan sebagai bulatanbulatan kecil (diwarnai hijau) pada permukaan limfosit setelah menyerang sel tersebut. ( http://education. 3.or.html) AIDS adalah kependekan dari ‘Acquired Immune Deficiency Syndrome’. seseorang penderita AIDS biasanya akan meninggal karena suatu penyakit (disebut penyakit sekunder) yang biasanya akan dapat dibasmi oleh tubuh seandainya sistem kekebalan itu masih baik.

diare terus menerus. karena telah terbentuk antibody terhadap HIV Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun. umumnya berkisar 2 minggu .- HIV masuk ke dalam tubuh. dll Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan. flu.6 bulan HIV berkembang biak dalam tubuh Tidak ada tanda-tanda khusus. limfadenopati generalisata persisten 1. tergantung daya tahan tubuhnya Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah Berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah Tahap 4: AIDS Klasifikasi CDC untuk infeksi HIV yang didasarkan pada patofisiologi penyakit seiring memburuknya secara progresif fungsi imun : Kelas Grup I Grup II Kriteria 1. misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh. gejala mirip influenza . penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang. penyakit konstitusional 29 . penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini Tahap ini disebut periode jendela. tergantung daya tahan tubuhnya (ratarata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek) Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala) Sistem kekebalan tubuh semakin turun Mulai muncul gejala infeksi oportunistik. Antibody HIV positif 2. Grup III Grup IV-A tidak ada indicator klinis atau laboratorium adanya imunodefisiensi 1. Antibody HIV positif 2. antibody HIV negative 1. mereda sempurna 3. Infeksi akut oleh HIV 2. Antibody HIV positif 2. sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah Tidak ada tanda2 khusus.

Sama seperti grup IV-C dan 2. sama seperti grup IV-B dan 2. Sama seperti grup IV-A 2. mielopati 1. neuropati grup IV-C c.a. tuberculosis paru. menurunnya berat lebih dari 10% dibandingkan berat normal 1. energi 30 atau 1 uji thrush Infeksi oportunis - . defek +/parsial. atau keganasan lain Klasifikasi stadium infeksi HIV dari Walter Reed stadium Antibody WR 0 HIV Limfadenopati Sel kronik CD4/mm3 >400 Uji kulit DTH Normal (reaktif terhadap ≥ 2 antigen WR 1 WR 2 WR 3 WR 4 + + + + + +/+/>400 >400 <400 <400 uji kulit) Normal Normal Normal Defek parsial (reaktif terhadap antigen WR 5 + +/<400 kulit) Alergi dan/atau thrush (reaktif terhadap WR 6 + +/<400 0 + antigen kulit) Normal. demensia b. infekioportunistik 1. penyakit neurologic a. kanker serviks invasif. demam atau diare menetap grup IV-B b. hitung limfosit CD4+ kurang daripada 200/µl Grup IV-D 3.

disebut limfa denopatio (LEP). Gejala tersebut diatas merupakan reaksi tubuh terhadap masuknya unis yang berlangsung kira-kira 1-2 minggu. meskipun ini bukanlah hal yang bersifat prognostic dan tidak terpengaruh bagi hidup penderita. Keganasan juga dapat timbul pada fase yang lebih lanjut dari sub-fase ini dan dapat berlanjut ke sub fase berikutnya. meskipun sebenarnya terjadi replikasi virus secara lambat di dalam tubuh. 1) Penurunan Imunitas sedang : CD4 200 – 500 Pada awal sub-fase ini timbul penyakit-penyakit yang lebih ringan misalnya reaktivasi dari herpes zoster atau herpes simpleks. Infeksi Kronis Simtomatik Fase ini dimulai rata-rata sesudah 5 tahun terkena infeksi HIV. keadaan penderita tampak baik saja. demikian juga yang disebut AIDS-Related (ARC). atralgia. Saat ini sudah mulai terjadi penurunan jumlah sel CD4 sebagai petunjuk menurunnya kekebalan tubuh penderita. Gejala yang timbul umumnya seperti influenza. demam. Berbagai gejala penyakit ringan atau lebih berat timbul pada fase ini. urtikarta). gangguan kognitif danapektif). Infeksi Kronis Asimtomatik : CD4 > 500/ml Setelah infeksi akut berlalu maka selama bertahun-tahun kemudian.Ket : Kriteria absolute harus dipenuhi untuk penentuan stadium + : ditemukan. gangguan gas trointestinal (nausea. umumnya sekitar 5 tahun. gejala kulit (bercak-bercak merah. gejala syaraf (sakit kepada. 31 . DTH : delayed type hypersensitivity (hipersensitivitas tipe lambat) 5. tergantung pada tingkat imunitas pemderita. c. Beberapa penderita mengalami pembengkakan kelenjar lomfe menyeluruh. anereksia. : tidak ditemukan. nyeri retrobulber. tetapi masih pada tingkat 500/ml. malaise. diare). b. Infeksi Akut : CD4 : 750 – 1000 Gejala infeksi akut biasanya timbul sedudah masa inkubasi selama 1-3 bulan. Manifestasi Klinis Perjalan klinik infeksi HIV telah ditemukan beberapa klasifikasi yaitu : a. Namun dapat sembuh total atau hanya dengan pengobatan biasa. Pada fase ini penyakit tersebut sangat menular karena terjadi viremia.

Gejala Minor 1) Batuk lebih dari satu bulan 2) Dermatitis preuritik umum 3) Herpes zoster recurrens 4) Kandidias orofaring 32 . Gatal-gatal. disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari. Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap. Dicurigai AIDS pada orang dewasa bila ada paling sedikit dua gejala mayor dan satu gejala minor dan tidak ada sebab-sebab imunosupresi yang lain seperti kanker. Viremia terjadi untuk kedua kalinya dan telah dikatakan tubuh sudah dalam kehilangan kekebalannya. alat kelamin dan lainnya.2) Penurunan Imunitas berat : CD4 < 200 Pada sub fase ini terjadi infeksi oportunistik berat yang sering mengancam jiwa penderita. Diare kronis lebih dari 1 bulan. biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan. Rasa lelah berkepanjangan. meskipun sering pada fase yang lebih awal. mata. rongga mulut. biasanya di sekitar leher dan lipatan paha. Keganasan juga timbul pada sub fase ini. a. Herpes kulit. rambut. Demam lebih dari 38oC. Menurut penderita AIDS Tanda dan gejala meliputi : 1. Tanda dan Gejala AIDS Gejala-gejala yang umum orang yang tertular HIV/AIDS biasanya adalah: Berat badan turun secara mencolok. serta Kelainan lain pada kulit. gejala Mayor 1) Penurunan berat badan lebih dari 10% 2) Diare kronik lebih dari satu bulan 3) Demam lebih dari satu bulan b.malnutrisi berat atau pemakaian kortikosteroid yang lama.

Bila terdapat paling sedikit dua gejala mayor dan dua gejala minor. Dicurigai AIDS pada anak. pemakaian kortikosteroid yang lama atau etiologi lain. Patofisiologi Penyakit AIDS Kontak langsung (membran/aliran darah) dengan cairan tubuh yang mengandung HIV HIV berikatan dengan CD4+ Sel T4 terinfeksi dan ikut dalam cairan tubuh Banyak CD4+ yang terinfeksi infeksi Fungsi sel T4 ↓↓ Mengaktifasi respon imun Sel T4 terinfeksi diaktifkan Sel killer penjamu mengeliminasi virus dan sel yang terinfeksi 33 . a. Gejala Mayor 1) Penurunan berat badan atau pertmbuhan yang lambat dan abnormal 2) Diare kronik lebih dari 1bulan 3) Demam lebih dari1bulan b. Gejala minor 1) Limfadenopati generalisata 2) Kandidiasis oro-faring 3) Infeksi umum yang berulang 4) Batuk parsisten 5) Dermatitis 6. malnutrisi berat.5) Limfadenopati generalisata 6) Herpes simplek diseminata yang kronik progresif 2. dan tidak terdapat sebab – sebab imunosupresi yang lain seperti kanker.

dan sistem integumen Neurologik HIV menginfeksi sel-sel otak Memicu toksin dan limfokin Fungsi neurotransmitter tergangggu Penurunan progresif pada fungsi kognitif. perilaku. dan motorik Ketidakefektifan koping individu Fungsi sel T4 ↓↓ Respirasi Mengaktivasi respon imun SISTEM RESPIRASI ++HIV ISPA Flu bertambah berat Produksi mukus >> Jalan nafas terhambat 02 supply ↓↓ RR ↑↑ HR ↑↑ Bersihan Jalan Nafas Tak Efektif Pemakaian energi >> 34 Malaise Intolerant Activity . hepar. sistem GI.Jumlah sel T4 ↓↓ Sistem imun seluler melemah (imunosupresi) Patogen mudah masuk ke dalam tubuh Virus berpoliferasi Infeksi yang parah pada neurologik. sistem respirasi.

Gastrointestinal Masuknya mikroorganisme Infeksi di intestinum Tidak optimalnya absorpsi air dan sari makanan diare Diare bertambah berat Pengeluaran cairan Tidak terkontrol Defisit cairan Kekurangan volume cairan dehidrasi Gangguan membrane mukosa mulut tidak optimalnya peristaltic ↓↓ penyerapan sari makanan tidak seimbangnya kebutuhan dan suplai nutrisi Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan merangsang baroreseptor Saraf simpatis aktif Saraf parasimpatis ↓↓ peristaltic ↓↓ makanan tertahan di usus dan lambung mual dan muntah Gangguan intake nutrisi mengaktivasi kelenjar keringat sekresi keringat 35 .

Hepar ++ HIV Hati terinfeksi Kerja hepar tidak optimal Fagositosis SDM ↓↓ Banyak SDM yang tidak produktif Pengangkutan 02 ↓↓ 02 supply ↓↓ RR ↑↑ HR ↑↑ Pengangkutan nutrisi ↓↓ Kemampuan memproduksi Fibrin ↓↓ Proses penyembuhan melambat Risiko Cedera Pemakaian energi >> malaise Intoleran activity GI Integumen ++ HIV Diare Integumen terinfeksi Rentan terinfeksi gangguan kulit Harga diri rendah Penurunan berat badan Perubahan citra tubuh Isolasi sosial 36 .

dan tindakan pencegahan rutin yang efektif di negara-negara Barat. dan sistem syaraf pusat. namun tidaklah demikian yang terjadi di negara-negara berkembang tempat HIV paling banyak ditemukan. perawatan. Pada stadium awal infeksi HIV (jumlah CD4 >300 sel per µL). Dengan demikian.7. Pada stadium lanjut infeksi HIV. ia sering muncul sebagai penyakit sistemik yang menyerang bagian tubuh lainnya (tuberkulosis ekstrapulmoner). saluran kemih dan saluran pencernaan. karena dapat ditularkan kepada orang yang sehat (imunokompeten) melalui rute pernapasan (respirasi). penyakit ini terjadi karena infeksi jamur (jamur kandidiasis) atau virus (herpes simpleks-1 atau virus sitomegalo). Tuberkulosis (TBC) merupakan infeksi unik di antara infeksi-infeksi lainnya yang terkait HIV. Komplikasi Penyakit AIDS Penyakit paru-paru utama Pneumonia pneumocystis (PCP) jarang dijumpai pada orang sehat yang memiliki kekebalan tubuh yang baik. tetapi umumnya dijumpai pada orang yang terinfeksi HIV. Sebelum adanya diagnosis. yaitu jalur makanan dari mulut ke lambung. serta dapat dicegah melalui terapi pengobatan. penyakit ini umumnya segera menyebabkan kematian. 37 . Gejala-gejalanya biasanya bersifat tidak spesifik (konstitusional) dan tidak terbatasi pada satu tempat. dapat muncul pada stadium awal HIV. gejala yang muncul mungkin lebih berkaitan dengan tempat munculnya penyakit ekstrapulmoner. Namun demikian. TBC muncul sebagai penyakit paru-paru. Pada individu yang terinfeksi HIV. Penyakit saluran pencernaan utama Esofagitis adalah peradangan pada kerongkongan (esofagus). Meskipun munculnya penyakit ini di negara-negara Barat telah berkurang karena digunakannya terapi dengan pengamatan langsung dan metode terbaru lainnya. Ia dapat dengan mudah ditangani bila telah diidentifikasi.TBC yang menyertai infeksi HIV sering menyerang sumsum tulang. meskipun kasusnya langka. resistensi TBC terhadap berbagai obat merupakan masalah potensial pada penyakit ini. kelenjar getah bening (nodus limfa regional). Penyebab penyakit ini adalah fungi Pneumocystis jirovecii. Ia pun dapat disebabkan oleh mikobakteria. hati. Di negara-negara berkembang. tulang. penyakit ini masih merupakan indikasi pertama AIDS pada orang-orang yang belum dites. walaupun umumnya indikasi tersebut tidak muncul kecuali jika jumlah CD4 kurang dari 200 per µL.

atau sebagai akibat langsung dari penyakit itu sendiri. yaitu penyakit yang menghancurkan selubung syaraf (mielin) yang menutupi serabut sel syaraf (akson). Toksoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bersel-satu. diare diperkirakan merupakan petunjuk terjadinya perubahan cara saluran pencernaan menyerap nutrisi. Penyakit syaraf dan kejiwaan utama Infeksi HIV dapat menimbulkan beragam kelainan tingkah laku karena gangguan pada syaraf (neuropsychiatric sequelae). atau efek samping dari infeksi utama (primer) dari HIV itu sendiri. Pada beberapa kasus. dan menyebabkan penyakit hanya ketika sistem kekebalan sangat lemah. serta infeksi oportunistik yang tidak umum dan virus (seperti kriptosporidiosis. Parasit ini biasanya menginfeksi otak dan menyebabkan radang otak akut (toksoplasma ensefalitis). sehingga merusak penghantaran impuls syaraf. yang disebabkan oleh infeksi organisma atas sistem syaraf yang telah menjadi rentan. Penyakit ini berkembang cepat (progresif) dan menyebar (multilokal). mual. sebagaimana yang terjadi pada pasien AIDS. Ia disebabkan oleh virus JC. Kompleks demensia AIDS adalah penyakit penurunan kemampuan mental (demensia) yang terjadi karena menurunnya metabolisme sel otak (ensefalopati metabolik) yang disebabkan oleh infeksi HIV. diare terjadi sebagai efek samping dari obat-obatan yang digunakan untuk menangani HIV. Shigella. Kampilobakter.Diare kronis yang tidak dapat dijelaskan pada infeksi HIV dapat terjadi karena berbagai penyebab. diare dapat juga merupakan efek samping dari antibiotik yang digunakan untuk menangani bakteri diare (misalnya pada Clostridium difficile). Hal ini dapat menyebabkan demam. Selain itu. sakit kepala. yang jika tidak ditangani dapat mematikan. namun ia juga dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit pada mata dan paru-paru. sehingga biasanya menyebabkan kematian dalam waktu sebulan setelah diagnosis. serta mungkin merupakan komponen penting dalam sistem pembuangan yang berhubungan dengan HIV. dan Escherichia coli). Listeria. mikrosporidiosis. yang 70% populasinya terdapat di tubuh manusia dalam kondisi laten. Leukoensefalopati multifokal progresif adalah penyakit demielinasi. yang disebut Toxoplasma gondii. dan didorong pula oleh terjadinya pengaktifan imun oleh 38 . antara lain infeksi bakteri dan parasit yang umum (seperti Salmonella. dan muntah. Pada stadium akhir infeksi HIV. dan virus sitomegalo (CMV) yang merupakan penyebab kolitis). lelah. Mycobacterium avium complex. Pasien juga mungkin mengalami sawan dan kebingungan.[15] Meningitis kriptokokal adalah infeksi meninges (membran yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang) oleh jamur Cryptococcus neoformans.

bingung. pasien meningitis kriptokokus dapat jatuh dalam koma dan meninggal. menyebabkan peradangan. Komplikasi saraf Kelainan sistem saraf terkait AIDS mungkin secara langsung disebabkan oleh HIV. pusing. yang muncul bertahun-tahun setelah infeksi HIV terjadi. namun di India hanya terjadi pada 1-2% pengidap infeksi HIV. ingatan dan perhatian. Kerusakan syaraf yang spesifik. tampak dalam bentuk ketidaknormalan kognitif. oleh kanker dan infeksi oportunistik tertentu (penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Perbedaan ini mungkin terjadi karena adanya perbedaan subtipe HIV di India. Limfoma sususnan saraf pusat (SSP) adalah tumor ganas yang mulai di otak atau akibat kanker yang menyebar dari bagian tubuh lain. Meningitis kriptokokus terlihat pada kurang lebih 10% pasien AIDS yang tidak diobati dan pada orang lain dengan sistem kekebalannya sangat tertekan oleh penyakit atau obat. Limfoma SSP hampir selalu dikaitkan dengan virus Epstein-Barr (jenis virus herpes yang umum pada manusia). yang umum ditemukan pada tanah dan tinja burung. Angka kemunculannya (prevalensi) di negara-negara Barat adalah sekitar 1020%. sakit kepala. perilaku. dan motorik. Gejala termasuk kelelahan. Gejala termasuk ensefalitis (peradangan otak). dan penurunan fungsi kognitif secara bertahap. masalah penglihatan. termasuk kesulitan berkonsentrasi. mual.makrofag dan mikroglia pada otak yang mengalami infeksi HIV. Hal ini berhubungan dengan keadaan rendahnya jumlah sel T CD4+ dan tingginya muatan virus pada plasma darah. Jamur ini pertamatama menyerang paru dan menyebar ke otak dan saraf tulang belakang. sehingga mengeluarkan neurotoksin. paralisis dan penurunan mental. perubahan perilaku. pusing dan muntah. muncul terutama pada orang dengan infeksi HIV lebih lanjut. Prognosis adalah kurang baik karena kekebalan yang semakin rusak. Orang dengan ADC juga menunjukkan pengembangan fungsi motor yang melambat dan kehilangan ketangkasan serta koordinasi. gangguan bicara. jamur dan virus lain yang tidak akan berdampak pada orang dengan sistem kekebalan yang sehat). 39 . kehilangan ingatan. Apabila tidak diobati. Gejala termasuk sakit kepala. AIDS dementia complex (ADC). atau ensefalopati terkait HIV. Pasien AIDS dapat mengembangkan satu atau lebih limfoma SSP. Kelainan saraf lain terkait AIDS yang tidak diketahui penyebabnya mungkin dipengaruhi oleh virus tetapi tidak sebagi penyebab langsung. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Cryptococcus neoformans. kejang. ADC dapat mematikan. atau efek toksik obat yang dipakai untuk mengobati gejala. demam. Apabila tidak diobati.

masing-masing sangat terkait dengan penyakit kerusakan kekebalan stadium tertentu. Gejala yang mungkin baru muncul setelah puluhan tahun setelah infeksi awal dan berbeda antar pasien. Gejala ensepalitis CMV termasuk lemas pada lengan dan kaki. kerusakan penglihatan dan kerusakan 40 . Infeksi virus herpes sering terlihat pada pasien AIDS. episode nyeri hebat dan gangguan sensasi. tampak lebih sering dan lebih cepat berkembang pada orang terinfeksi HIV. Neuropati perifer menggambarkan kerusakan pada saraf perifer. pengembangan degenerasi sendi. virus dapat tidur di jaringan saraf selama bertahun-tahun hingga muncul kembali sebagai ruam. jalan yang tidak mantap. Infeksi CMV pada urat saraf tulang belakang dan saraf dapat mengakibatkan lemahnya tungkai bagian bawah dan beberapa paralisis. Tanda sinanaga termasuk bentol yang menyakitkan (serupa dengan cacar). perubahan kepribadian. Orang yang terdampak memiliki kepekaan yang meningkat terhadap nyeri. neuropati perifer. Neurosifilis dapat menyebabkan degenerasi secara perlahan pada sel saraf dan serat saraf yang membawa informasi sensori ke otak. dapat menginfeksi otak dan mengakibatkan ensepalitis dan mielitis (peradangan saraf tulang belakang). refleks yang menghilang. Distal sensory polyneuropathy menyebabkan mati rasa atau perih yang ringan hingga sangat nyeri atau rasa kesemutan yang biasanya mulai di kaki dan telapak kaki. masalah pendengaran dan keseimbangan. Pada orang yang terpajan dengan herpes zoster. koma dan penyakit retina yang dapat mengakibatkan kebutaan. gatal. Pada awal biasanya muncul pada stadium infeksi HIV lebih lanjut dan dapat berdampak pada kebanyakan pasien stadium HIV lanjut. demensia. jaringan komunikasi yang luas yang mengantar informasi dari otak dan saraf tulang belakang ke setiap bagian tubuh. Virus herpes zoster yang menyebabkan cacar dan sinanaga. HIV merusak serat saraf yang membantu melakukan sinyal dan dapat menyebabkan beberapa bentuk neropati. Virus ini umumnya menghasilkan ruam. Sensasi ini terutama kuat pada malam hari dan dapat menjalar ke tangan. Reaktivasi ini umum pada orang yang AIDS karena sistem kekebalannya melemah.Infeksi cytomegalovirus (CMV) dapat muncul bersamaan dengan infeksi lain. tuli. Pasien AIDS mungkin menderita berbagai bentuk neuropati. termasuk kelemahan. tingkat mental yang berubah. Neurosifilis. sentuhan atau rangsangan lain. Saraf perifer juga mengirim informasi sensorik kembali ke otak dan saraf tulang belakang. yang melepuh dan sangat nyeri di kulit akibat saraf yang terinfeksi. demensia. hilangnya koordinasi. Infeksi ini juga dapat menyebabkan pneumonia dan penyakit lambung-usus. akibat infeksi sifilis yang tidak diobati secara tepat. atau nyeri saraf. nyeri bagian bawah yang berat dan kehilangan fungsi kandung kemih. kesemutan (menggelitik) dan nyeri pada saraf.

ia menetap di sana. Para peneliti mengingatkan bahwa penelitian tambahan diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan ini. Kelainan psikologis dan neuropsikiatri dapat muncul dalam fase infeksi HIV dan AIDS yang berbeda. Progressive multifocal leukoencephalopathy (PML) terutama berdampak pada orang dengan penekanan sistem kekebalan (termasuk hampir 5%pasien AIDS). Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa infeksi HIV.tanggapan terhadap cahaya. lesi otak dan terakhir koma. kebingungan. ataksia (ketidakmampuan untuk mengatur gerakan). kehilangan penglihatan. Penyakit ini umum biasa mulai pada usia setengah baya. yang dibawa oleh kucing. walaupun hubungan antara AIDS dan stroke mungkin jauh lebih besar dari dugaan. dan dapat berupa bentuk yang beragam dan rumit. mencegah penyakit. Gejala termasuk berbagai tipe penurunan kejiwaan. lemah 41 . Begitu parasit masuk ke dalam sistem kekebalan. menulari berbagai tempat dan merusak sel yang membuat mielin – lemak pelindung yang menutupi banyak sel saraf dan otak. gangguan berbicara. dan mungkin muncul kejang. Hal ini disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. tetapi sistem kekebalan pada orang yang sehat dapat melawan parasit tersebut hingga tuntas. demensia. muncul pada kurang lebih 10% pasien AIDS yang tidak diobati. demam. Stroke yang disebabkan oleh penyakit pembuluh darah otak jarang dianggap sebagai komplikasi AIDS. AS melakukan penelitian pertama berbasis populasi untuk menghitung risiko stroke terkait AIDS dan menemukan bahwa AIDS meningkatkan kemungkinan menderita stroke hamper sepuluh kali lipat. burung dan hewan lain yang dapat ditemukan pada tanah yang tercemar oleh tinja kucing dan kadang pada daging mentah atau kurang matang. Para peneliti di Universitas Maryland. Penyakit ini lebih sering pada laki-laki dibandingkan perempuan. halusinasi. kerusakan kognitif. juga disebut toksoplasmosis otak. dapat menyebabkan kelainan pembuluh darah dan/atau membuatpembuluh darah kurang menanggapi perubahan dalam tekanan darah yang dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah dan stroke. kelumpuhan. Gejala termasuk ensefalitis. depresi. Beberapa pasien mungkin mengalami gangguan ingatan dan kognitif. Pasien mungkin mengalami kegelisahan. sakit kepala berat yang tidak menanggapi pengobatan. dan mania akut. perilaku yang tidak normal. keingingan bunuh diri yang kuat. PML berkembang terus-menerus dan kematian biasanya terjadi dalam enam bulan setelah gejala awal. paranoid. Beberapa penyakit misalnya demensia kompleks terkait AIDS yang secara langsung disebabkan oleh infeksi HIV pada otak. malaise. Ensefalitis toksoplasma. PML disebabkan oleh virus JC. infeksi lain atau reaksi sistem kekebalan terhadap HIV. sementara kondisi lain mungkin dipicu oleh obat yang dipakai untuk melawan infeksi. yang bergerak menuju otak. delirium.

seperti limfoma Hodgkin. Kanker dan tumor ganas (malignan) Pasien dengan infeksi HIV pada dasarnya memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya beberapa kanker. Pasien yang terinfeksi HIV juga dapat terkena tumor lainnya. Pada beberapa kasus.pada satu sisi tubuh. kebingungan yang meningkat. Hal ini karena infeksi oleh virus DNA penyebab mutasi genetik. banyak tumor-tumor yang umum seperti kanker payudara dan kanker usus besar (colon). masalah berbicara dan berjalan. kelesuan. dan paru-paru. dan kanker anus. Mielopati vakuolar dapat berdampak pada hampir 30% pasien AIDS dewasa yang tidak diobati dan kejadiannya tersebut mungkin lebih tinggi pada anak yang terinfeksi HIV. Mielopati vakuolar menyebabkan lapisan mielin yang melindungi untuk melepaskan diri dari sel saraf di saraf tulang belakang. dan virus papiloma manusia (HPV). Kanker ini disebabkan oleh virus papiloma manusia. Namun demikian. Tidak semua pasien menunjukkan tanda infeksi. tetapi dapat menyerang organ lain. dan limfoma sistem syaraf pusat primer. Gejala termasuk kaki lemas dan kaku serta tidak berjalan secara mantap. membentuk lubang kecil yang disebut vakuol dalam serat saraf. masalah penglihatan. misalnya seperti limfoma Burkitt (Burkitt's lymphoma) atau sejenisnya (Burkitt's-like lymphoma). muntah dan perubahan kepribadian. kanker usus besar bawah (rectum). yaitu virus herpes manusia-8 yang juga disebut virus herpes Sarkoma Kaposi (KSHV). virus herpes Sarkoma Kaposi (KSHV). Kemunculan tumor ini pada sejumlah pemuda homoseksual tahun 1981 adalah salah satu pertanda pertama wabah AIDS. limfoma adalah tanda utama AIDS. Berjalan menjadi sulit dan penyakit semakin parah dan lama-kelamaan pasien membutuhkan kursi roda. Penyakit ini sering muncul di kulit dalam bentuk bintik keungu-unguan. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari subfamili gammaherpesvirinae. yang tidak meningkat 42 . Kanker leher rahim pada wanita yang terkena HIV dianggap tanda utama AIDS. Kanker getah bening tingkat tinggi (limfoma sel B) adalah kanker yang menyerang sel darah putih dan terkumpul dalam kelenjar getah bening. lebih sering muncul pada pasien yang terinfeksi HIV. Sarkoma Kaposi adalah tumor yang paling umum menyerang pasien yang terinfeksi HIV. Limfoma ini sebagian besar disebabkan oleh virus Epstein-Barr atau virus herpes Sarkoma Kaposi. pusing. yaitu terutama virus Epstein-Barr (EBV). saluran pencernaan. kejang. diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL). terutama mulut. Beberapa pasien juga mengembangkan demensia terkait AIDS. Kanker ini seringkali merupakan perkiraan kondisi (prognosis) yang buruk.

Infeksi oportunistik ini termasuk infeksi Mycobacterium avium-intracellulare dan virus sitomegalo. Infeksi oportunistik lainnya Pasien AIDS biasanya menderita infeksi oportunistik dengan gejala tidak spesifik. atau disebut Penisiliosis. Tes Laboratorium Telah dikembangkan sejumlah tes diagnostic yang sebagian masih bersifat penelitian. kemunculan berbagai kanker yang berhubungan dengan AIDS menurun. 43 . 8. Tes dan pemeriksaan laboratorium digunakan untuk mendiagnosis Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan memantau perkembangan penyakit serta responnya terhadap terapi Human Immunodeficiency Virus (HIV) 1. Hasil tes positif. namun pada saat yang sama kanker kemudian menjadi penyebab kematian yang paling umum pada pasien yang terinfeksi HIV. yang dapat menyebabkan kebutaan. Di tempat-tempat dilakukannya terapi antiretrovirus yang sangat aktif (HAART) dalam menangani AIDS. Serologis Tes antibody serum Skrining Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan ELISA. Pemeriksaan Diagnostik a. dan gangguan radang pada retina mata (retinitis sitomegalovirus). kini adalah infeksi oportunistik ketiga yang paling umum (setelah tuberkulosis dan kriptokokosis) pada orang yang positif HIV di daerah endemik Asia Tenggara.kejadiannya pada pasien terinfeksi HIV. tapi bukan merupakan diagnosa Tes blot western Mengkonfirmasi diagnosa Human Immunodeficiency Virus (HIV) Sel T limfosit Penurunan jumlah total Sel T4 helper Indikator system imun (jumlah <200> T8 ( sel supresor sitopatik ) Rasio terbalik ( 2 : 1 ) atau lebih besar dari sel suppressor pada sel helper ( T8 ke T4 ) mengindikasikan supresi imun. Virus sitomegalo dapat menyebabkan gangguan radang pada usus besar (kolitis) seperti yang dijelaskan di atas. terutama demam ringan dan kehilangan berat badan. Infeksi yang disebabkan oleh jamur Penicillium marneffei.

Riwayat Penyakit Histologis. Ig G. luka. Antibody terbentuk dalam 3 – 12 minggu setelah infeksi. 3. jamur. Tapi antibody ternyata tidak efektif. kemampuan mendeteksi antibody Human Immunodeficiency Virus (HIV) dalam darah memungkinkan skrining produk darah dan memudahkan evaluasi diagnostic.- P24 ( Protein pembungkus Human ImmunodeficiencyVirus (HIV ) ) Peningkatan nilai kuantitatif protein mengidentifikasi progresi infeksi Kadar Ig Meningkat. Neurologis EEG. sifilis. MRI. Tes PHS Pembungkus hepatitis B dan antibody. Biopsis Diagnosa lain dari sarcoma Kaposi Brankoskopi / pencucian trakeobronkial Dilakukan dengan biopsy pada waktu PCP ataupun dugaan kerusakan paru-paru b. feces. atau bisa sampai 6 – 12 bulan. terutama Ig A. EMG (pemeriksaan saraf) Tes Lainnya: Sinar X dada Menyatakan perkembangan filtrasi interstisial dari PCP tahap lanjut atau adanya komplikasi lain Tes Fungsi Pulmonal Deteksi awal pneumonia interstisial Skan Gallium Ambilan difusi pulmonal terjadi pada PCP dan bentuk pneumonia lainnya. untuk mengidentifikasi adanya infeksi : parasit. CT Scan otak. CMV mungkin positif 2. sputum. dan sekresi. darah. maka system imun akan bereaksi dengan memproduksi antibody terhadap virus tersebut. cairan spina. Tes Antibodi Jika seseorang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). protozoa. bakteri. viral. 44 . Hal ini menjelaskan mengapa orang yang terinfeksi awalnya tidak memperlihatkan hasil tes positif. Ig M yang normal atau mendekati normal Reaksi rantai polimerase Mendeteksi DNA virus dalam jumlah sedikit pada infeksi sel perifer monoseluler. pemeriksaan sitologis urine.

dan antibody terhadap setiap komponen dapat dideteksi sebagai pita-pita pada westen blot. Western Blot Assay Mengenali antibody Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan memastikan seropositifitas Human Immunodeficiency Virus (HIV). Dipihak lain. menimbulkan pembentukan antibody spesifik. Penjelasan y ang paling mungkin adalah pasien yang diperiksa memiliki antibody yang bereaksi silang dengan 1 dari protein HIV. Tes westen blot memanfaatkan kenyataan bahwa berbagai antigen HIV. dan gp120/60. Berdasarkan definisi pola reaktivita western blot yang tidak termasuk dalam kategori negative atau positif dianggap indeterminate. Orang yang dalam darahnya terdapat antibody Human Immunodeficiency Virus (HIV) disebut seropositif. Pola reaktivitas ilang yang paling sering dijumpai adalah antibody yang bereaksi dengan p24 dan atau p55. Pada kedua keadaan tersebut diagnosis terinfeksi HIV harus diusahakan untuk 45 . dengan beragam berat molekul. Antigen ini dapat dipisahkan berdasarkan berat molekulnya. ELISA tidak menegakan diagnosa AIDS tapi hanya menunjukkan bahwa seseorang terinfeksi atau pernah terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Pemeriksaan westen blot assay merupakan tes lainnya yang dapat mengenali antibody HIV dan digunakan untuk memastikan seropositifitas seperti yang teridentifasi lewat prosedur ELISA. Penjelasan yang kecil kemungkinannya untuk hail western blot yang indeterminate adalah pasien terinfeksi HIV dan sedang dalam proses membemntuk respons antibody klasik. western blon dapat dianggap positif untuk HIV-1 bila mengandung pita-pita untuk paling sedikit 2 produk gena berikut : p24. menurut sebagian bear pakar. Pada pasien dengan ELISA positif atau menengah dan western blot negative. gag.Pada tahun 1985 Food and Drug Administration (FDA) memberi lisensi tentang uji – kadar Human Immunodeficiency Virus (HIV) bagi semua pendonor darah atau plasma. Kenyataanya. serta criteria yang ditetapkan oleh The Association of State and Territorial Public Health Laboratory Directors. Westen blot yang negatif adalah yang tidak memperlikatkan pita – pita pada berat molekul yang sesuai dengan produk gena HIV. dapat disimpulkan reaktivitas ELISA tersebut adalah poitif palsu. Tes tersebut. 2. Tes Enzym – Linked Immunosorbent Assay ( ELISA) Mengidentifikasi antibody yang secara spesifik ditujukan kepada virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). yang didefinisikan sebagai hasil positif terhadap anggota ketiga produk gena utama HIV(protein envelope. wedtern blot yang positif. gp41. yaitu : 1. Terdapat 2 kemungkinan penjelasan untuk hasil western blot yang indeterminate. dan pol) adalah bukti konklusif infeksi HIV.

kecuali bila terdapat kecurigaan kuat adanya infeksi HIV dini. Bila hasil tes ulang negative dua kali. c. maka tes harus diulang. Protein tersebut disebut protein virus p24. 4. Bila hasilnya negatif. pemerikasaan p24 antigen capture assay sangat spesifik untuk HIV – 1. dapat disimpulkan hail possitif pada pemeriksaan pertama merupakan kesalahan teknis kinerja assay dan pasien adalah negatif. Bila hasil ELISA indeterminate atau positif. Walaupun merupakan tes konfirmasi yang baik untuk infksi HIV pada paien dengan ELISA positif atau indeterminate. keberadaannya menciptakan keadaan yang harus menggunakan modalitas diagnostic lain(misalnya PCR atau p24 antigen capture) untuk mematikan bahwa pita – pita tersebut bukan merupakan isyarat infeksi HIV awal. Indirect Immunoflouresence Pengganti pemeriksaan western blot untuk memastikan seropositifitas. hasil ELISA sebelumnya dapat dianggap hasil positif palsu dan hasil diagnosis infeksi HIV dapat disingkirkan. Bila PCR positif dan atau wetern blot memperlihatkan perkembangan. Radio Immuno Precipitation Assay ( RIPA ) Mendeteksi protein dari pada antibody. western blot haru diulang 1 bulan kemudian untuk memastikan apakah pola indeterminate tersebut merupakan pola dalam evolusi. Pada individu dengan ELISA dan PCR negative untuk HIV. harus dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan western blot. 3. Pada pasien yang diduga terinfeksi HIV. harus dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan PCR. diagnosis dapat didingkirkan dn pemeriksaan ulang hanya dilakukan bila ada indikasi klinis. tapi kadar p24 pada penderita infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) sangat rendah.dikonfirmaikan atau disingkirkan dengan reaksi rantai polymerase. 2030% dapat memperlihatkan 1/lebih pita pada western blot. tes yang paling sesuai diterapkan adalah ELISA. Selain itu. 46 . western blot mrupakan tes penapisan yang buruk. dengan pemeriksaan ulang western blot sebulan kemudian. misalnya pasien tersebut terpajan dalam 3 bulan terakhir. Pelacakan Human Immunodeficiency Virus (HIV) Penentuan langsung ada dan aktivitasnya Human Immunodeficiency Virus (HIV) untuk melacak perjalanan penyakit dan responnya. pasien dengantiter p24 punya kemungkinan lebih lanjut lebih besar dari menjadi AIDS. dapat ditegakkan diagnostic infeksi HIV. Walaupun pita – pita terebut mungkin tampak samar dan reaktivitas silang. Bila hasil western blot positif dapat ditegakkan diagnosi HIV. Bila hail wetern blot adalah intermediate. Bila western blot negative.

berolah raga. karena bisa memindahkan virusnya kepada janin yang dikandungnya. diare selama 40 hari. 9. akupunktur. Pencegahan Cara mencegah masuknya suatu penyakit secara umum di antaranya dengan membiasakan hidup sehat. • • 10. karena sudah terbukti bahwa penyebaran HIV/AIDS di kalangan panasun (pengguna narkoba suntik) 3-5 kali lebih cepat dibanding perilaku risiko lainnya. • • • Orang-orang yang tergolong pada kelompok perilaku resiko tinggi hendaknya tidak menjadi donor darah. Pergunakan selalu kondom. hendaknya hanya sekali pakai dan harus terjamin sterilitasnya. Di Kampung Bali Jakarta 9 dari 10 penasun positif HIV. jarum tindik. Pemeriksaan kultur Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau kultur plasma kuantitatif dan viremia plasma merupakan tes tambahan yang mengukur beban virus ( viral burden ).A : 35 tahun Biodata Nama Usia Jenis Kelamin : Laki-Laki Keluhan Utama Klien mengeluh lemah.Pemeriksaan ini digunakan dengan tes lainnya untuk mengevaluasi efek anti virus. Beberapa tindakan untuk menghindari dari HIV/AIDS antara lain: • Hindarkan hubungan seksual diluar nikah dan usahakan hanya berhubungan dengan satu pasangan seksual. Asuhan Keperawatan a. jarum tatto. Jauhi narkoba. Apabila berkeinginan hamil hendaknya selalu berkonsultasi dengan dokter. Penatalaksanaan : a. sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat. Seorang ibu yang darahnya telah diperiksa dan ternyata positif HIV sebaiknya jangan hamil. Riwayat Kesehatan Saat Ini 47 . Penggunaan jarum suntik dan alat tusuk lainnya seperti. lemas tidak bergairah. terutama bagi kelompok perilaku resiko tinggi. dan melakukan pergaulan yang sehat. yaitu mengkonsumsi makanan sehat. Pengkajian : Tn.

Riwayat Psikososial dan Spiritual Spiritual • : Biasanya pasien HIV-AIDS seringkali merasa putus asa dan ingin bunuh diri karena : merasa penyakit yang dideritanya sebagai kutukan dari Tuhan. 48 . Psikososial • Pasien merasa tidak percaya diri (minder) dengan keadaan lahiriahnya karena biasanya penderita AIDS akan mengalami infeksi oportunistik.A nyaris pingsan. sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat. lemas tidak bergairah. Riwayat Kesehatan Masa Lalu Klien mengalami diare selama 40 hari. Afek • Menutup diri dari lingkungan dan tidak mau berbagi dengan orang-orang disekitarnya Pengkajian Fisik Inspeksi : Dalam kasus klien terlihat lemas dan tidak bergairah. sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat sampai suatu ketika hanya karena flue tersebut Tn. disre selama 40 hari. termasuk pada kulit seperti sarkoma kaposi • Perasaan tidak berguna bagi orang-orang disekelilingnya karena umumnya masyarakat enggan untuk bekerja atau beraktivitas bersama orang yang mengidap penyakit HIVAIDS Mood • • Rasa malu dan takut untuk bersosialisasi dengan masyarakat Rasa cemas dan depresi karena tahu HIV-AIDS sampai saat ini belum dapat disembuhkan.Klien mengeluh lemah. Riwayat Kesehatan Keluarga Tidak teridentifikasi.

Tanda : Kelemahan otot.intoleran activity. tenderness atau deformitas pada sistem muskuloskeletal.dan sebagainya. perdarahan lama pada cedera. Ulserasi dan adanya bercak-bercak putih seperti krim yang menunjukan kandidiasis.perubahan pola tidur. TB. Integritas dan Ego Gejala : Stress berhubungan dengan kehilangan. ulserasi atau infeksi. Palpasi : Dalam kasus tidak teridentifikasi. menurunnya massa otot. Kulit dan membrane mukosa diinspeksi setiap hari untuk menemukan tanda-tanda lesi. perpanjangan pengisian kapiler. frekuensi Jantun dan pernafasan ). Namun pada pasien HIV AIDS ini kita dapat melakukan palpasi pada: 1. Daerah perianal harus diperiksa untuk menemukan ekskoriasi dan infeksi pada pasien dengan diare yang profus. Inspeksi penampilan umum klien yang meliputi BB. postur. gaya berjalan. bengkak. 4. Dilihat apakah ada kemerahan. Pemeriksaan kultur luka dapat dimintakan untuk mengidentifikasi mikroorganisme yang infeksius. respon fisiologi aktifitas ( Perubahan TD.progresi malaise.takut. tenderness atau deformitas. Tanda : Mengingkari. kehilangan BB. Nodus limph cervikal (untuk meraba adanya bengkak) 2.Namun pada pasien HIV AIDS ini kita juga dapat melakukan inspeksi yaitu: 1.cemas. Tanda : Perubahan TD postural. Rongga mulut diperiksa untuk memantau gejala kemerahan. marah. Sirkulasi Gejala : Penyembuhan yang lambat (anemia). 3. dan tanda vital lainnya. kesulitan berjalan.mengkuatirkan penampilan.depresi. putus asa. 49 . Dilihat apakah nodus limph cervikalnya bengkak atau tidak. pucat / sianosis. 5.menarik diri. Inspeksi warna kulit. Pemeriksaan Fisik (Objektif) dan Keluhan (Sujektif) Aktifitas / Istirahat Gejala : Mudah lelah. 2. suhu dan kelembaban. Sistem muskuloskeletal untuk meraba adanya bengkak.menurunnya volume nadi perifer. mengingkari diagnosa.

berkeringat malam.Eliminasi Gejala : Diare intermitten.kerusakan status indera. perubahan bunyi napas. kurang perawatan diri.pingsan.kejang.nyeri dada pleuritis.transfuse darah. tekanan umum. Makanan / Cairan Gejala : Anoreksia. Tanda : Takipnea. demam berulang. Tanda : Bengkak sendi.luka perianal / abses. Neurosensori Gejala : Pusing. Tanda : Perubahan status mental. perubahan status mental. batuk. nyeri tekan abdominal. menurunya kekuatan umum. Nyeri / Kenyamanan Gejala : Nyeri umum / local. terus – menerus.pincang. pelebaran kelenjar limfe. disfagia Tanda : Turgor kulit buruk.luka.nyeri tekan. Pernafasan Gejala : ISK sering atau menetap. sesak pada dada. lesi rongga mulut. 50 .kejang.dan karakteristik urine. sakit kepala. adanya sputum. nyeri kelenjar. edema Hygiene Gejala : Tidak dapat menyelesaikan AKS Tanda : Penampilan tidak rapi. lesi atau abses rectal.kelemahan otot. diare pekat dan sering. napas pendek progresif.tremor. rasa terbakar saat miksi Tanda : Feces encer dengan atau tanpa mucus atau darah. sering dengan atau tanpa kram abdominal.hemiparesis. mual muntah. sakit kepala.penyakit defisiensi imun.tremor.warna. Keamanan Gejala : Riwayat jatuh. rasa terbakar.perubahan penglihatan.penurunan rentan gerak. kesehatan gigi dan gusi yang buruk. ansietas.perianal. nyeri panggul. terbakar. refleks tidak normal. ide paranoid. distress pernapasan. timbulnya nodul. Tanda : Perubahan integritas kulit.perubahan jumlah.

alkoholik. muntah. dan penurunan berat Diare selama 40 hari Diare selama 40 hari Symptom Flu No Problem 1. Diare berhubungan dengan infeksi 40 hari 4. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan diare di saluran cerna ditandai oleh diare selama Intolerant Activity Masuknya mikroorganisme Infeksi di intestinum Tidak optimalnya absorpsi air dan sari makanan diare Diare Pengeluaran cairan tidak terkontrol Defisit cairan 5. Perubahan nutrisi kurang Kekurangan volume cairan Diare Tidak optimalnya penyerapan 51 Mual. penyalahgunaan obatobatan IV. Ketidakefektifan jalan napas berhubungan dengan infeksi pernapasan ditandai oleh flu 2. prilaku seks beresiko tinggi. merokok.kesepian.menurunnya libido.isolasi. b.penggunaan pil pencegah kehamilan. Tanda : Kehamilan.adanya trauma AIDS Tanda : Perubahan interaksi Penyuluhan / Pembelajaran Gejala : Kegagalan dalam perawatan. yang (malaise) kelelahan berlebihan dari kebutuhan berhubungan . Analisis Data bersihan Etiologi Infeksi pernapasan Flu berat Produksi mukus >>> Jalan napas terhambat Bersihan jalan napas tidak efektif Jalan napas terhambat 02 supply ↓↓ RR dan HR ↑↑ Pemakaian energi >> Malaise 3.Seksualitas Gejala : Riwayat berprilaku seks beresiko tinggi. Intoleransi berhubungan malaise kelelahan ditandai Aktivitas dengan dengan Lemah.herpes genetalia Interaksi Sosial Gejala : Masalah yang ditimbulkan oleh diagnosis.

berhubungan . Gangguan intake nutrisi Mual dan muntah berhubungan dengan infeksi di intestinum ditandai oleh mual dan muntah 8.dengan ditandai tidak oleh optimalnya penurunan sari makanan Tidak seimbangnya kebutuhan dan suplai nutrisi Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan Sistem imun melemah Mikroorganisme masuk Infeksi di saluran cerna Diare Defisit cairan Dehidrasi Gangguan membran mukosa mulut Infeksi di intestinum Merangsang baroreseptor Ss simpatis aktif Ss parasimpatis ↓↓ Peristaltik ↓↓ Makanan tertahan di usus dan lambung Mual dan muntah badan penyerapan sari makanan berat badan 6. Gangguan membran mukosa mulut berhubungan dengan sistem imun yang lemah Diare selama 40 hari 7. Harga perubahan ditandai berat badan diri citra oleh rendah dengan tubuh penurunan Penurunan badan berat berhubungan 10 Resiko tinggi Ansietas dengan Inflamasi sistemik Berbagai penyakit gangguan sistemik 52 Dalam kasus diatas belum diidentifikasi. Risiko cedera berhubungan dengan imunodefisiensi ditandai oleh anemia Gangguan intake nutrisi HIV menginfeksi hepar Kerja hepar tidak optimal Jumlah fibrinogen ↓↓ Proses penyembuhan melambat Risiko cedera Diare Penurunan berat badan Gangguan citra tubuh Harga diri rendah Anemia normositik 9.

tandanya antara lain: keputusasaan. dan intermitent. bunyi tambahan Klien mampu peralatan pengisapan. Mencegah munculnya positive pressure akan datang gejala-gejala dan inhaler. 1. Khawatir. perasaan takut mati dsb. pada tandadepresi. . Asuhan Keperawatan Tujuan bersihan Intervensi Klien Mandiri: Kaji berikut ini : dan Mengetahui gambaran dapat yang menentukan tindakan dan merancang diberikan jalan dokumentasikan hal-hal umum kondisi klien Rasional No Diagnosa Ketidakefekti Jalan Nafas fan Bersihan menunjukkan nafas yang efektif irama frekuensi rentang normal mengeluarkan sekresi efektif menunjukkan perilaku mengontrol perilaku perawatan secara . spirometer. 11 Kurang pengetahuan berhubungan dengan caracara penularan HIV c.Klien memiliki Keefektifan pemberian keefektifan dan oksigen Keefektifan pengobatan juga yang Kecenderungan gas darah arteri anterior dan posterior Jelaskan dengan (misalnya : pada pernapasan dalam yang diresepkan intervensi lanjutan Klien mampu Auskultasi bagian dada pengguanaan Mengetahui ada atau pendukung tidaknya penurunan benar ventilasi dan adanya oksigen. masalah di masa yang : breathing <IPPB>) 53 .ancaman/perubahan kesehatan status Ancaman/perubahan status kesehatan Ansietas Namun umumnya.

penyakit cedera secara ditunjukkan. 54 . sosial. Alat bantu tambahan mempermudah jalannya penyembuhan AGD untuk intervensi dengan pernapasan napas dan stasis dan fowler tinggi ataupun ahli pernapasan sesuai bersihan jalan napas dengan kebutuhan. Dengan dan mengetahui klien. Intoleran Aktivitas Klien mentoleransi aktivitas biasa Mandiri : Kaji yang sosial. atau Intruksikan yang pasien Bantu tentang klien kepada batuk dalam posisi konsisten dan tekhnik nafas dalam mengambil semi Mencegah Kolaboratif : Konsultasikan sekresi dengan meningkatkan Memudahkan bersihan jalan hasil gas darah lengkap abnormal. spiritual dilakukan terhadap aktivitas. Beritahu dokter tentang pernapasan kebutuhan untuk perfusi ahli pendukung. respon dan emosi. Konsultasikan dokter dan atau dengan tentang Perencanaan peralatan membantu menentukan intervensi yang tepat Hasil bermanfaat rencana lanjutan. 2. spiritual tingkat emosi.

rasa teknik berjalan untuk aktivitas tentang managemen Meminimalisir kemungkinan pengobatan dapat keletihan klien kehidupan sehari-hari. dan /atau rekreasi merencanakan Meminimalisir dan memantau program nyeri yang mungkin 55 . pengaturan aktivitas dan waktu untuk mencegah fisik.dan dengan tahan. Ajarkan kepada pasien dan orang terdekat bagi Meminimalisir pasien tentang teknik aktifitas menjaga klien perawatan akan diri yang dari kekurangan meminimalkan oksigen diri dan menentukan batas rencana aktivitas membantu penghematan energi. Kolaborasikan ahli untuk terapi dengan okupasi. Intruksikan pasien/keluarga penggunaan relaksasi selama aktivitas. distraksi.visualisasi) konsumsi oksigen (mis. saat beraktifitas. ditunjukan daya perawat melakukan dapat penyesuaian aktivitas Evaluasi motivasi dan Tingkat motivasi klien keinginan pasien untuk dapat meningkatkan aktivitas. memantau melakukan Ajarkan teknik kelelahan. kepada yang akan diberikan dalam Relaksasi teknik ketahanan tubuh klien (mis. Kolaborasi : Berikan nyeri sebelum aktivitas.

normalan. ketidak muntah. untuk makanan meningkatkan makanan energi. badan. Inflamasi usus halus dapat absorbsi Penurunan anemia HIV meningkatkan Kaji : berat warna. normal pasien. berkeringat gangguan sebagai hit 5:ekstrem. 56 . berat. Diare kronik. dan terhadap pada infeksi yang diharapkan -diare tidak ada -darah dan lendir pada feses tidak ada -nyeri kram tidak ada -kembung ada dan terhadap infeksi lebih tidak dokumentasikan frekuensi. ringan.aktivitas sesuai dengan dirasakan klien kebutuhan. eliminasi pasien setiap hari. malnutrisi. atau tidak ada). Diare Menunjukkan yang ditandai indikator berikut ketentuan sedang. Kewaspadaan terhadap merusakan cairan dan berat umum dan risiko rentang Timbang berat badan elektrolit. dengan Pantau sel darah) nilai dan oral tidak adekuat. menipiskan elektrolit. yang Aktifitas yang akan kelelahan pada Rujuk pada ahli gizi terprogram merencanakan mencegah untuk yang asupan klien tinggi berlebih Nutrisi dapat 3. dan banyak untuk evaluasi dasar labiratorium (elektrolit. -pola dalam Mandiri : yang baik meningkatkan energi klien eliminasi defekasi Kaji kebiasaan defekasi Memberikan efektif. masukan (dengan laporkan 1.

makan dalam masukan dikontra Memantau frekuensi cairan sedikitnya 3 liter diare membantu dalam porsi lanjutan secara hipovolemia petugas Membantu membuat Anjurkan pasien untuk perencanaan lanjutan Mencegah terulangnya pasien/anggota keluarga diare Anjurkan pasien untuk penyusunan intervensi kecil.turgor dehidrasi yang parah kulit dan kondisi mukosa mulut sebagai indikator dehidrasi. Anjurkan untuk mencatat warna. Pertahankan kecuali indikasikan. dan jumlah Mencegah ditingkatkan bertahap Kolaborasi : Konsultasikan 57 dengan Menjaga asupan . sering.konsistensi. dan jumlah kemungkinan (ukuran) feses . frekuensi dan konsistensi feses. Informasikan tentang obat adanya iritasi Iritasi pasien memungkinkan yang Pengetahuan tersebut dapat meminimalisir dapat dan ulserasi kulit di area kemungkinan keluarnya cairan tubuh mengakibatkan diare. Ajarkan pasien tentang kemungkianan penggunaan obat anti memarahnya diare diare yang tepat. Pantau perianal. volume. memberitahu setiap kali diare.

Perencanaan dengan Lakukan tindakan untuk ahli nutrisi membantu mengurangi pembatasan membuat perencanaan yang sesuai ketentuan Perencaan dokter dan hindari hindari seperti sayuran 4. masukan untuk oral tidak adekuat.Mg. usus iritan usus makanan mentah. berat umum dan risiko yang tidak normal nilai laboratorium untuk badan. Kekurangan volume cairan Klien mengalami Klien menampilkan hidrasi yang baik (membran mukosa lembap) Memiliki asupan Pantau cairan oral dan haluaran atau yang adekuat masukan dari : pertahankan dokter sesuai lanjutan dokter. kacangan-kacangan. tidak Mandiri : haus Pantau berat badan dan Penurunan status nutrisi anemia HIV meningkatkan dan berat nilai Diare kronik.ahli diet untuk nutrisi klien penyesuaian diet yang diperlukan. Konsultasikan pada dokter jika tanda dan gejala diare yang terus menerus. Inflamasi usus halus . dan terhadap pada infeksi terhadap infeksi lebih intra vena laboratorium cairan dan ketidakseimbangan (K. dan zink) 58 elektrolit berkeringat fosfor menipiskan elektrolit. malnutrisi. dan pembatasan cairan ketentuan dengan membantu makanan membuat perencanaan berlemak/gorengan. dan banyak muntah.Ca. Menurunkan stimulasi merokok.Na.

TB. tempat letakkan yang dan dan laporkan elektrolit.dll) batas normal berat badan dalam Dapatkan riwayat diet.Ht. dapat Mandiri : Kaji terhadap malnutrisi Memberikan pengukuran objektif nutrisi kurang mempertahankan massa tubuh dan (BB.Hb. dan berikan air keinginan. Perubahan dari kebutuhan Klien sesuai sedotan. terhadap status nutrisi termasuk makanan yang Memastikan disukai makanan dan tidak kebutuhan membantu terhadap nutrisi.dapat absorbsi Pantau tanda dehidrasi Pantau interaksi obat (misalnya. usia. segar) 5. merusakan cairan dan gejala Mengantisipasi dehidrasi terhadap parah Mencegah berikan Mencegah pada mudah berikan dengan terjadinya terjadinya bertambah Tingkatkan asupan oral komplikasi cairan oral yang disukai dehidrasi pada klien dijangkau. klien. intervensi disukai serta intoleransi pendidiakn Kaji faktor-faktor yang individual memengaruhi masukan Memberikan dasar dan oral Dorong klien istirahat sebelum makan Dorong orang lain Makan sedikit sering : 6 kali sehari 59 klien arahan untuk intervensi Meminimalkan keletihan yang dapat untuk menurunkan Membatasi tapi sosial nafsu isolasi makan dengan ditemani makan untuk .

Instruksikan klien untuk Mencegah klien terlalu makan makanan kaya kenyang protein karbohidrat Kolaborasi : Konsulkan dengan ahli diet untuk menentukan kebutuhan nutrisi klien tentang pengganti makanan (nutrisi Memberikan dukungan nutrisi bila klien tidak mengonsumsi jumlah yang cukup per oral 6. Gangguan intake nutrisi Tingkat gizi klien Mandiri : tercukupi memenuhi kebutuhan metabolik untuk Buat makan perencanaan Makan yang terjadwal dengan klien dapat memperbaiki Mandiri : air putih Kebutuhan dan cairan tubuh klien tercukupi meminimalisir daya dehidrasi dan Meningkatkan tahan tubuh kelembapan mulut mukosa pada Pemberian Memudahkan Konsul dengan dokter perencanaan makan dan kaya Memberikan protein dan kalori tambahan enteral atau parenteral) mukosa minimal 8 gelas sehari Pemberian pelembap di Meningkatkan untuk dimasukan dalam kondisi gizi klien jadwal makan. Gangguan membran mukosa mulut Menunjukkan perbaikan daerah mulut (kelembapan meningkat) Pemberian buah sayur-sayuran daerah bibir 7. kesukaan dan ketidaksukaan klien Minimalkan factor yang dapat menimbulkan Mual dapat dan muntah mual dan muntah 60 memperburuk .

Komunikasikan bahwa tingkat gizi klien klien bertanggung jawab terhadap pilihan fisik Rasa tanggung jawab dan makanan Identifikasi pada diri klien proses nafsu klien dan memudahkan hindarkan faktor-faktor pemulihan yang dapat berpengaruh Hilangnya terhadap Kolaborasi: Diskusikan dengan ahli gizi dalam menentukan kebutuhan ketidakadekuatan asupan klien dengan Nutrisi dapat yang baik meningkatkan hilangnya makan gizi klien nafsu makan klien memperburuk tingkat energy klien 8. Risiko Harga Klien Mandiri : 61 pendidikan komunitas dan materi Meminimalisir yang cedera dengan tindakan informasi bahaya Meminimalisir dan cedera risiko risiko untuk mencegah cedera. . Risiko cedera Adanya kemampuan untuk meminimalisir risiko cedera Mandiri : Berikan pendidikan berhubungan strategi Berikan mengenai lingkungan karakteristiknya Kolaborasi: Rujuk pada kelas Rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri klien membantu dalam proses pemulihan 9.

impuls. yang klien menurunkan terhadap pentingnya sebagai tempat klien diri yang negative yang negative dapat klien dirinya. Hindari tindakan yang Tindakan dapat melemahkan klien melemahkan dapat tujuan yang realisitis. Sediakan Mandiri : Bantu klien unuk Alat pada mengidentifikasi mekanisme koping yang dibutuhkan untuk mengurangi ansietas pengalihan Untuk mengurangi dan untuk memfokuskan situasi saat ini kontrol melalui televisi. dengan diri. radio. dibuktikan dengan menunjukkan kontrol kontrol koping. Risiko tinggi Ansietas ansietas berkurang. tentang penghargaan pandangan tentang membantu menentukan intervensi tingkat diri Pantau klien dalam rasa percaya diri klien diri rasa berfungsi diri Tentukan rasa percaya Mengetahui penilaian diri. Berikan tentang konseling. informasi Konseling mencurahkan pandangannya terhadap diri. agresi.diri rendah menunjukan harga ditandai indicator : Mengungkapakan penerimaan secara verbal Mempertahankan kontak mata Menerima kritikan orang lain dari Kaji pernyataaan klien Mengetahui diri. ansietas. pengungkapn Pengungkapan menurunkan percaya diri klien. serta terapi memperluas fokus 62 . Pencapaian tujuan yang realistis membantu klien untuk mencapai harga diri yang lebih tinggi 10. ansietas permainan. Bantu klien menyusun rasa percaya diri klien.

secara okupasi diri Dampingi klien Untuk meningkatkan dan keamanan mengurangi takut Kolaborasi: Berikan untuk pengobatan Meminimalisir mengurangi ansietas sosial ansietas.penahanan mutilasi dan substansial menunjukkan keterampilan interaksi secara konsisten. Isolasi sosial Penurunan rasa Mandiri : berhubungan dengan penyakit Observasi sosial Berikan mengenai penularan bantu klien isolasi sosial Kaji pola interaksi Menetapkan untuk individual terhadap Isolasi sosial dapat perilaku indikatif isolasi dimanifestasikan dalam beberapa cara instruksi Pengawasan informasi cara-cara yang HIV dan memperbaiki untuk kesalahan dan dan konsepsi menghilangkan akurat dasar intervensi sosial klien yang lazim mengidentifikasi menggali sumber untuk ansietas mendukung mekanisme koping Berikan bersama pengobatan prosedur Dorong dalam aktivitas pengalih 12. sesuai dengan yang efektif kebutuhan 11. Ketidakefekti fan individu -Menimbang serta Mandiri : pandangan Menetapkan terhadap untuk dasar intervensi alternatif dan klien 63 waktu klien untuk Meningkatkan lebih perasaan diri banyak daripada untuk bermaknadan dan memberikan interaksi sosial partisipasi Memberikan distraksi koping memilih di antara Identifikasi .

dan pendidikan Meminimalisir Universal penularan dan tenaga risiko Precaution pada klien. proses pemulihan dan kesehatan lainnya.layanan kesehatan terkait dan membantu dalam dan lanjutan untuk Mengurangi dan koping Memberikan rasa ansietas diagnosis. menentukan intervensi mengklarifikasi kesalahpahaman Kolaborasi: Fasilitasi mengenal yang pemberi sumber-sumber 13. Risiko penularan infeksi berhubungan dengan faktor risiko kontak dengan cairan tubuh 14. Pengetahuan tentang penyakit cara keluarga. teman tentang penularan rute penularan HIV dan dapat juga pencegahannya cara pencegahan membantu mencegah penyebaran penyakit. kesehatannya klien. juga dapat . prognosis Bantu klien yang kehidupan sehari.konsekuensinya -Berpartisipasi dalam hari kondisinya kesesuaiannya dan individual dengan pemberi informasi Memberikan kejelasan aktivitas pandangan Berikan faktual dengan pengobatan. Kurang pengetahuan berhubungan dengan dan pencegahan Peningkatan pengetahuan mengenai penularan penyakit 64 Mandiri : Instruksikan Minimalnya risiko penularan komunitas Mandiri : Berikan mengenai keluarga. klien meningkatkan untuk percaya diri kepada kelompok klien membantu dalam layanan meningkatkan koping di mendukungnya.

Untuk mengubah perilaku. Membutuhkan keterampilan dalam menghadapi kebutuhan pasangan maupun anggota keluarga klien. tidak berganti-ganti jarum suntik. 65 . dan lain-lain. Meningkatkan kualitas hidup ODHA dalam segala aspek baik medis. 6. Tujuan konseling HIV : 1. 5. walaupun keterampilan dasar yang dibutuhkan adalah sama. 3. social. Konseling HIV berbeda dengan jenis konseling lainnya. Membutuhkan pengetahuan yang luas tentang infeksi menular seksual (IMS) dan HIV/AIDS. Membutuhkan pembahasan mengenai praktik seks yang bersifat pribadi. Dalam hal ini konseling bertujuan untuk memberikan dukungan kepada ODHA agar mampu hidup secara positif. Konseling HIV menjadi hal yang unik karena : 1. Mencegah penularan HIV dengan cara mengubah perilaku. psikologis. misalnya dalam perilaku seks aman. Membutuhkan kepekaan konselor dalam menghadapi perbedaan pendapat dan nilai yang mungkin sangat bertentangan dengan nilai yang dianut oleh konselor itu sendiri. Membutuhkan pembahasan tentang kematian atau proses kematian. tetapi yang jauh lebih penting adalah pemberian dukungan yang dapat menumbuhkan motivasi mereka. dan ekonomi. 2. 2. sehingga memungkinkan orang tersebut mampu menyesuaikan atau mengadaptasi diri dengan stress dan sanggup membuat keputusan bertindak berkaitan dengan HIV/AIDS. Membutuhkan keterampilan pada saat memberikan hasil HIV yang positif. 4.penularan HIV 11. ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) tidak hanya membutuhkan informasi belaka. Asuhan Keperawatan Komunitas Konseling HIV/AIDS menyebabkan takut rasa Konseling HIV/AIDS merupakan dialog antara seseorang (klien) dengan pelayan kesehatan (konselor) yang bersifat rahasia.

Orang yang sudah diketahui menderita AIDS atau terinfeksi HIV. pemutusan hubungan kerja. Memperoleh akses informasi yang benar. rasa duka yang berkelanjutan. psikoterapis. Guru. dukun tradisional. Hal ini bukan suatu hal yang baku. Konseling bersifat tidak eksklusif. c. dan anggota kelompok masyarakat dapat menolong dalam konseling pencegahan maupun konseling 66 . Petugas konseling tidak harus merupakan petugas kesehatan yang ahli. dan jenis layanan medis atau social yang tersedia. kemungkinan stigma diskriminasi. dan lain-lain. 5. perumahan. artinya setiap orang yang diberi pelatihan khusus dapat menjadi seorang konselor.Dalam hal ini. Konseling HIV dianjurkan untuk keadaan berikut : 1. Ciri-ciri Konseling HIV Konseling merupakan kegiatan membantu klien agar dapat : a. Memahami dirinya dengan lebih baik. b. sehingga membutuhkan pengembangan rasa saling percaya. dapat bervariasi tergantung kondisi daerah atau wilayah. Agar mampu menghadapi masalahnya. Mereka yang sedang dites untuk HIV (sebelum dan sesudah tes). Petugas Konseling Selain dokter. kerelaan. keuangan. dan perubahan perilaku. konselor juga diharapkan dapat membantu mengatasi rasa putus asa. dan orang dengan profesi lain dapat dianjurkan dan dilatih u8ntuk memberikan dukungan konseling. 3. sebagai akibat infeksi HIV. pekerja social. Konselor bersifat sangat pribadi. latar belakang klien. pemuka agama. kelompok kerja muda. Agar mampu berkomunikasi lebih lancer. dan lain-lain). Mengantisipasi harapan-harapan. penyuluh kesehatan. psikolog. d. petugas laboratorium. Orang yang mempunyai masalah akibat infeksi HIV (pekerjaan. e. 2. Konseling bukan merupakan percakapan tanpa tujuan. Mereka yang tidak mencari pertolongan namun berperilaku resiko tinggi. perawat. keluarga. juga bukan member nasihat atau instruksi pada orang untuk melakukan sesuatu sesuai kehendak konselor. dan keluarganya. penyampaian status HIV pada pasangan seksual. Mereka yang sedang mencari pertolongan diakibatkan perilaku resiko yang lalu dan sekarang sedang merencanakan masa depannya. 4.

2. Kelompok besar atau kecil 3. Konseling keluarga. Merupakan komunikasi dua arah. 3. Berorientasi pada masalah 4. Konseling untuk pencegahan terjadinya HIV/AIDS. Didominasi oleh komprehensi Sedangkan persamaannya adalah sebagai berikut : 1. Bersifat individual atau kelompok 2. Jenis Konseling HIV/AIDS Ada beberapa jenis konseling yang dapat dilakukan untuk para penderita HIV/ AIDS. Keduanya memberikan pengetahuan dan mengubah sikap. Proses penyesuaian kecil 3. Konseling pada mereka yang menghadapi kematian. Jadi. Proses belajar 2. Konseling versus Edukasi Kesehatan Perbedaan antara konseling dan edukasi kesehatan dapat dilihat pada table berikut. VCT (Voluntary Counseling Testing) Definisi VCT 67 . Didominasi mood dan perasaan Sumber: Depkes RI (2003) Edukasi Kesehatan 1. Konseling 1. Konseling pra-tes. 5. pada dasarnya yang dapat menjadi petugas konseling adalah mereka yang mempunyai ruang untuk orang lain dalam dirinya. Berorintasi pada isi 4.dukungan untuk ODHA. Memerlukan pengatahuan dalam aspek teknik. Konseling pasca-tes. Jenis konseling itu adalah sebagai berikut : 1. 6. 2. 3. Meningkatkan pengetahuan 5. Menurunkan stress 5. Konseling berkelanjutan. 4.

Saat itu. Upaya pencegahan HIV/AIDS. 2. Klien memahami benar kegunaan tes HIV/AIDS. 3. maka klien membatalkan pemeriksaan. Apabila perilaku klien tidak beresiko.VCT adalah suatu pembinaan dua arah atau dialog yang berlangsung tak terputus antara konselor dan kliennya dengan tujuan untuk mencegah penularan HIV. serta membantu mengurangi stigma dalam masyarakat. meningkatkan persepsi/pengetahuan mereka tentang factor-faktor resiko penyebab seseorang terinfeksi HIV. serta dukungan lainnya kepada ODHA. 68 . 2. Tahap VCT 1. keluarga. tesnya baik positif atau negative). dan lingkungannya. biasanya setelah mengetahui dengan benar bagaimana cara AIDS menular. Dua hal yang penting dalam konseling ini. Tujuan VCT VCT mempunyai tujuan sebagai : 1. memberikan dukungan moral. Klien dapat menilai resiko dan mengerti persoalan dirinya. yaitu aplikasi perilaku klien yang menyebabkan klien dapat beresiko tinggi terinfeksi HIV/AIDS dan apakah klien mengetahui tentang HIV/AIDS dengan benar. Tujuan dari konseling ini adalah untuk mengubah pola tingkah laku. Tujuan tersebut adalah agar : 1. Hal yang perlu ditanyakan oleh konselor yaitu ada tidaknya sumber dukungan moral dalam hidup klien yang dapat membantu ketika menunggu hasil tes sampai hasil diagnosis keluar (apapun hasil. Tujuan Konseling pra-tes HIV/AIDS Terdapat beberapa tujuan dilakukannya konseling pra-tes pada klien yang akan melakukan tes HIV/AIDS. Upaya pengembangan perubahan perilaku. Sebelum Deteksi HIV (Pra-konseling) Pra-konseling disebut juga konseling pencegahan AIDS. Di Amerika Serikat setelah konseling ini berhasil. informasi. Konselor harus lebih berhati-hati pada klien dengan perilaku beresiko tinggi karena harus diteruskan dengan rinci tentang akibat yang akan timbul apabila hasil tes sudah keluar. sehingga secara dini mengarahkan mereka menuju ke program pelayanan dan dukungan termasuk akses terapi antiretroviral. maka klien akan membubuhkan tanda tangan pada “surat persetujuan diperiksa” yang antara lain berisi keamanan klien bahwa identitasnya tidak akan dibocorkan. Masa ketika menunggu hasil tes adalah masa yang paling berat bagi klien. Upaya untuk mengurangi kegelisahan. jika tidak ada seorangpun sebagai pendukung moral maka konselor diharapkan dapat bertindak sebagai keluarga bagi klien.

5. b. Deteksi HIV (Sesuai keinginan klien dan setelah klien menandatangani lembar persetujuan-informed consent) 69 . Klien dapat membuat rencana penyesuaian diri dalam kehidupannya. Pengkajian risiko bukan hasil yang diharapkan. Pembuatan keputusan Klien dapat memutuskan untuk mau dan tidak mau diambil darahnya guna dilakukan pemeriksaan HIV. 5. Uji saring atau skrining dan tes konfirmasi. Asimptomatik atau gejala nyata (Full Blown Symptom). Rencana ketika hasil diperoleh Apa yang akan dilakukan oleh klien ketika telah mengetahui hasil pemeriksaan. 4. 2. Klien memilih dan memahami apakah ia akan melakukan tes darah HIV/AIDS atau tidak. c. Lima Prinsip Praktis Konseling pra-tes HIV Ada lima prinsip praktis yang biasa dilakukan saat konseling pra-tes HIV. Motif dari klien HIV/AIDS Klien yang secara sukarela (Voluntary) dan secara paksa (compulsory) mempunyai perasaan yang berbeda dalam menghadapi segala kemungkinan. 3. Masa jendela. Lima prinsip praktis tersebut yaitu : 1. Klien dapat menurunkan rasa kecemasannya. Tidak dapat disembuhkan (HIV) tetapi masih dapat diobati (infeksi sekunder). Estimasi hasil a.3. Interpretasi hasil pemeriksaan a. b. 4. baik pra-tes atau pasca-tes. 2. baik positif maupun negative.

maka konseling pasca-tes bermanfaat untuk membantu tentang berbagai cara mencegah infeksi HIV di masa mendatang. d. Klien dapat menurunkan masalah psikologis dan emosi karena hasil tes. Klien dapat membuat keputusan akan tes ulang atau tidak. kapan waktu tepat untuk mengulang. Cara untuk bisa mengatasinya dan menjalani hidup secara positif.Tes HIV adalah tes darah yang digunakan untuk memastikan apakah seseorang sudah positif terinfeksi HIV atau belum. b. ♦ Hasil positif a. b. Klien dapat memahami arti periode jendela. Klien dapat mengembangkan pedoman praktis bagi dirinya untuk mengurangi risiko melalui perilakunya. Klien dapat memahami dan menerima hasil tes secara tepat. Caranya adalah dengan cara mendeteksi ada tidaknya antibody HIV dalam sampel darahnya. terutama status kesehatan yang menyangkut risiko dari perilakunya selama ini. Tujuan Konseling pasca-tes ♦ Hasil negative a. Klien dapat mengembangkan pedoman praktis bagi dirinya untuk mengurangi risiko melalui perilakunya. Hal ini perlu dilakukan agar seseorang bisa mengetahui secara pasti status kesehatan dirinya. 3. Pasca-konseling : Konseling setelah Deteksi HIV Pasca-konseling merupakan kegiatan konseling yang harus diberikan setelah hasil tes diketahui. baik hasilnya positif maupun negative. Klien dapat menyesuaikan kondisi dirinya dengan infeksi dan menyusun pemecahan masalah serta dapat menikmati hidup. c. Bagi mereka yang hasilnya tesnya HIV negative. Jenis Tes untuk Mendeteksi HIV 70 . konseling pasca-tes sangat penting untuk membantu mereka yang hasilnya HIV positif agar dapat mengetahui cara menghindarkan penularan HIV kepada orang lain. c.

Periode jendela adalah tenggang waktu antara masuknya HIV ke dalam tubuh seseorang dan munculnya antibody terhadap HIV. Selama periode tersebut seseorang yang sudah terinfeksi HIV masih menunjukkan hasil tes yang negative. Apabila tes ELISA atau Latex Agglutination menunjukkan bahwa klien terinfeksi HIV. Yang terpenting adalah bahwa pelayanan VCT harus dilakukan oleh petugas yang sangat terlatih dan berkualitas tinggi dalam melakukan konseling dan deteksi HIV. Tes juga dapat dilaksanakan untuk menguji antigen HIV. maka hasilnya perlu dikonfirmasikan lagi dengan tes Westem Blot sebelum klien benar-benar dipastikan positif terinfeksi HIV. 12.Maleficence • Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien. yaitu tes antigen P24 atau PCR (Polymerase Chain Reaction). Etik dan Legal Respect for Autonomy • Perawat harus menjelaskan dengan jelas kepada keluarga tentang kondisi yang dialami pasien tanpa ada sedikitpun yang ditutupi sehingga pasien mendapatkan haknya. 71 .Perawat memberikan intervensi sesuai dengan kebutuhan dan diagnosa klien. • Perawat melakukan kewaspadaan universal untuk mencegah terjadinya infeksi yang lebih lanjut Beneficence • Justice Beneficience berarti. Hal ini penting mengingat terinfeksinya seseorang dengan HIV/AIDS akan berdampak pada kehidupan pada penderitanya dan orang-orang yang berinteraksi dengannya. PCR ini hanya dipakai untuk penelitian pada kasus-kasus yang sulit dideteksi dengan tes antibody. Non. hanya melakukan sesuatu yang baik.Jenis tes yang biasa digunakan untuk mendeteksi seseorang terinfeksi HIV/AIDS adalah dengan menggunakan tes ELISA Latex Agglutination dan Westem Blot. Perawat melakukan prosedur keperawatan dengan benar sehingga klien terhindar dari hal yang merugikan. waktunya biasanya antara 1-6 bulan. misalnya untuk tes pada bayi yang lahir dari ibu yang positif terinfeksi HIV dan kasus-kasus yang diperlukan masih berada dam periode jendela.

Prinsip keadilan dibutuhkan untuk tercapai yang sama dan adil terhadap orang lain

yang menjunjung prinsip-prinsip moral, legal dan kemanusiaan. Nilai ini direfleksikan dalam prkatek profesional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum, standar praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan. • Perawat harus bertindak adil dalam melakukan tindakan keperawatan tanpa membedakan status ekonomi, suku, agama, dll. Agar pasien dapat merasakan kenyamanan. Kejujuran (Veracity) • Prinsip veracity berarti penuh dengan kebenaran. Nilai ini diperlukan oleh pemberi pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap klien dan untuk meyakinkan bahwa klien sangat mengerti. Prinsip veracity berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mengatakan kebenaran. Informasi harus ada agar menjadi akurat, komprensensif, dan objektif untuk memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang ada, dan mengatakan yang sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan dirinya selama menjalani 13. Universal precaution Sejak AIDS dikenal; kebijakan baru yang bernama kewaspadaan universal atau universal precaution dikembangkan. Kebijakan ini menganggap bahwa setiap darah dan cairan tertentu lain dapat menyebabkan infeksi, tidak memandang status sumbernya. Ada berbagai macam infeksi menular yang terdapat dalam darah dan cairan tubuh lain seseorang, di antarahya hepatitis B dan C, dan HIV. Mungkin juga ada infeksi lain yang belum diketahui. Dalam sarana kesehatan, termasuk rumah sakit, puskesmas, praktek dokter dan dokter gigi, tindakan yang dapat mengakibatkan Iuka atau tumpahan cairan tubuh, atau penggunaan alat medis yahg tidak steril, dapat menjadi sumber infeksi penyakit pada petugas layanan kesehatan dan pasien lain. Jadi seharusnya kewaspadaan universal atau universal precaution diterapkan secara penuh. Harus ditekankan bahwa universal precaution dibutuhkan tidak hanya untuk melindungi terhadap penularan HIV tetapi yang tidak kalah penting terhadap infeksi lain yang dapat parah dan sebetulnya lebih mudah menular, misalnya virus hepatitis B dan C. Petugas layanan kesehatan harus menerapkan universal precaution dalam hubungan dengan semua pasien. Kita biasanya menganggap cairan yang dapat menularkan HIV sebagai darah, cairan kelamin dan ASI saja.Namun ada cairan lain yang dapat mengandung kuman lain, dan dalam sarana kesehatan, lebih banyak cairan tubuh biasanya tersentuh. Cairan tubuh yang perlu diwaspadai antara lain : 72 perawatan.

• • • • • • •

Semen Cairan vagina Cairan ketuban Cairan limfa Cairan cerebrospinal Cairan pleura dan peritoneal Cairan pericardial

Universal precaution tidak mencakup : • • • • • • • Faeses Nasal secretions Sputum Keringat Urine Cairan muntah Air liur ( kecuali ketika tercampur darah dalam tindakan mulut)

Kegiatan yang paling berisiko Jelas ada beberapa kegiatan yang umum dilakukan oleh petugas layanan kesehatan yang menimbulkan risiko, antara lain : • • • • • Menyuntiklmengambil darah Tindakan bedah Tindakan kedokteran gigi Persalinan Membecsihkan darah/cairan lain Sebaliknya ada beberapa perilaku yang menempatkan petugas layanan kesehatan atau pasien dalam keadaan berisiko, misalnya : • • • Menutup jarum suntik kembali Salah meletakkan jarum atau pisau/alat tajam Menyentuh pasien tanpa cuci tangan

Penerapan universal precaution 73

Karena akan sulit untuk mengetahui apakah pasien terinfeksi atau tidak, petugas layanan kesehatan harus menerapkan kewaspadaan universal secara penuh dalam hubungan dengan semua pasien, dengan melakukan tindakan berikut : 1. Administrative Controls • Pendidikan Mengembangkan sistem pendidikan tentang tindakan pencegahan kepada pasien, petugas, dan pengunjung rumah sakit untuk meyakinkan mereka dan bertanggung jawab dalam menjalankannya • Adherence to Precaution (Ketaatan terhadap tindakan pencegahan) Secara periodik menilai ketaatan terhadap tindakan pencegahan dan adanya perbaikan langsung

2. Standard Precautions • • • • • • • • • Cuci tangan dengan menggunakan antiseptik setelah berhubungan dengan pasien atau setelah membuka sarung tangan Segera cuci tangan setelah ada hubungan dengan cairan tubuh Pakai sarung tangan bila mungkin akan ada hubungan dengan cairan tubuh atau peralatan yang terkontaminasi dan saat menangani peralatan habis pakai Pakai masker dan kacamata pelindung bila mungkin ada percikan cairan tubuh Tangani dan buang jarum suntik dan alat tajam lain secara aman; yang sekali pakai tidak boleh dipakai ulang Bersihkan dan disinfeksikan tumpahan cairan tubuh dengan bahan yang cocok Patuhi standar untuk disinfeksi dan sterilisasi alat medis Tangani semua bahan yang tercemar dengan cairan tubuh sesuai dengan prosedur Buang limbah sesuai prosedur. Pemisahan limbah sesuai jenisnya diawali sejak limbah tersebut dihasilkan a. Limbah padat terkontaminasi dengan darah atau cairan tubuh dibuang ke tempat sampah kantong plastik kuning b. Limbah padat tidak terkontaminasi dengan darah atau cairan tubuh dibuang ke tempat sampah kantong plastik hitam c. Limbah benda tajam atau jarum dibuang ke kontainer yang berwarna kuning tahan tusuk dan tahan air • Kesehatan karyawan dan darah yang terinfeksi bakteri pathogen 74

Untuk mencegah luka tusuk benda tajam: a. Berhati-hati saat menangani jarum, scalpel, instrumen yang tajam atau alat kesehatan lainnya dengan permukaan tajam, b. Jangan pernah menutup kembali jarum bekas pakai atau mernanipulasinya dengan kedua tangan. c. Jangan pernah membengkokkan atau mematahkan jarum d. Buanglah benda tajam atau jarum bekas pakai ke dalam wadah yang tahan tusuk dan air, dan tempatkan pada area yang mudah dijangkau dari area tindakan. e. Gunakan mouthpieces, ressucitation bags atau peralatan ventilasi lain sebagai alternatif mulut ke mulut. Alat pelindung Unsur lain yang penting dalam universal precaution adalah penggunaan alat pelindung yang sesuai tindakan. Alat yang dibutuhkan dapat hanya sarung tangan (misalnya untuk ambil darah) hingga semua alat yang dibutuhkan oleh seorang bidan waktu membantu kelahiran. Namun perawat yang hanya menyentuh pasien tidak membutuhkan sarung tangan, yang penting cuci tangan sebelum dan sesudahnya. Alat pelindung yang dibutuhkan antara lain : • • • • • Sarung tangan, digunakan sebab tangan atau kulit berpotensi kontak dengan darah atau cairan lain dan material yang terkontaminasi. Celemek Masker atau pelindung muka, untuk menghindari droplet darah atau cairan lain dari mulut, mata atau hidung Kacamata Pelindung kaki

Perawatan di rumah Universal precaution tidak hanya dibutuhkan dalam sarana kesehatan resmi, tetapi juga terkait perawatan di rumah. Sekali lagi, tujuan utamanya adalah untuk melindungi keluargaltim perawatan dari berbagai infeksi, bukan hanya HIV, justru risiko penularan HIV pada keluarga di rumah sangat amat rendah. Jadi kita harus menganggap sebagian besar cairan tubuh sebagai sumber infeksi. Prosedur universal precaution untuk perawatan di rumah serupa dengan di rumah sakit, hanya mungkin lebih sederhana. Bila tidak ada sarung tangan, secara darurat kita dapat memakai kantong plastik yang utuh. Yang penting kita menutup semua luka pada kulit dengan plester luka. Mungkin yang paling penting adalah untuk menjaga kebersihan di 75

diare. Pada saat itu. kemudian dapat dicuci dengan sabun seperti biasa. Akibatnya. penurunan berat badan dan wasting. diare. dan infeksi pernapasan. dan gangguan penyakit lainnya. dan juga morbiditas. malabsorbsi dan gangguan metabolisme. 14. replikasi atau proses penggandaan dan progresivitas HIV meningkat. status nutrisi yang optimal dapat memperbaiki daya tahan. bila terjadi malnutrisi. dan jaringan otot. Kebutuhan energi pada ODHA dihitung berdasarkan ada atau tidak adanya gejala seperti demam. Pada ODHA butuh tambahan energi karena energi digunakan untuk mengatasi infeksi HIV/AIDS dan juga infeksi oportunistik. Asupan diet yang tidak cukup bisa menyebabkan malabsorbsi (kelainan penyerapan pada usus).5%) dengan memakai sarung tangan. mual dan muntah yang sering. anoreksia atau kehilangan nafsu makan. Pada saat orang terinfeksi HIV/AIDS. ODHA mempunyai kebutuhan nutrisi tersendiri dibandingkan orang sehat. usia. sehingga terjadi defisiensi nutriea. defisiensi nutriea ini bisa mendorong meningkatkan stres oksidatif dan menurunkan sistem imun. maka sistem kekebalan dalam tubuh turun.rumah. Berikutnya. Cucian biasanya tidak membutuhkan perhatian khusus asal tidak tercermar cairan. berat badan terjaga. Wasting adalah terjadinya penurunan massa otot tubuh. Aspek Nutrisi bagi Penderita AIDS Nutrisi Bagi Pengidap HIV / AIDS Pada umumnya. infeksi jamur dan anemia. gangguan fungsi metabolisme dan gangguan fungsi sistem imun dan penurunan berat badan. juga status mikronutriea dalam tubuh tetap dalam kondisi baik. misalnya diare. penderita HIV/AIDS atau ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) kekurangan asupan makanan secara kualitas dan kuantitas karena penurunan nafsu makan yang mengakibatkan berat badan dan massa otot terus menurun. Orang yang terinfeksi HIV biasanya mengalami gejala yang berpengaruh pada asupan nutrisi yang bisa mengakibatkan terjadinya malnutrisi. Diantaranya. bila tercemar lebih baik dicuci dengan pemutih dulu (larutan klorin 0. infeksi lanjutan. dan kualitas hidup ODHA. Hasilnya. Nutrisi yang baik berarti terjadi asupan makanan yang baik. Daya tahan terhadap infeksi pun meningkat. demam. kemungkinan terkena penyakit semakin meningkat. dapat menguatkan sistem imun sehingga mampu melawan HIV dan infeksi lainnya. Seseorang dikatakan mengalami wasting bila terjadi penurunan berat badan lebih dari 10 persen berat badan normal disertai dengan lebih dari 30 hari diare. maka sistem imun akan semakin menurun dan kemungkinan timbulnya penyakit semakin besar. 76 . demam. tuberkulosis. Diet dan pola hidup sehat dapat memperkecil risiko kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) bagi ODHA. gangguan metabolisme dan penyimpanan nutriea.

biji-bijian dan gandum seperti tepung gandum. kebutuhan kalori 35 . Makronutriea dan mikronutriea Diperlukan asupan makronutriea yang memadai bagi ODHA seperti karbohidrat.Kebutuhan Kalori dan Protein Kalori merupakan energi dalam makanan. barley.8-1. Selain sumber protein hewani ini. Asupan protein tidak boleh lebih dari 15-20% total kalori. 25-30% lemak. Namun kebutuhan kalori akan lebih meningkat pada saat infeksi dan demam. dan kacang-kacangan.0 gram per kilogram berat badan untuk orang dewasa sehat.0 g/kg berat badan. diet protein yang sangat tinggi dapat mengakibatkan tekanan pada ginjal. organ tubuh.35 kilokalori per kilogram. soft drink. protein. Protein merupakan bahan dasar dari otot. Diet yang sehat adalah yang mengandung karbohidrat kompleks yang tinggi (gandum. dan ikan merupakan sumber protein yang baik. permen.40 kilokalori per kilogram dan kebutuhan protein 1.2 gram per kilogram. Pada kategori A (tidak ada gejala HIV dan akut HIV).5 gram per kilogram. pasta. barley.1 . Pada kategori B (ada gejala HIV dan komplikasi oleh HIV). Lebih banyak protein dibutuhkan untuk mempertahankan atau membentuk berat badan ideal bagi orang dengan HIV. produk gandum dan biji-bijian) serta mengandung karbohidrat simpel yang rendah (gula. Karbohidrat memberi energi. Daging sapi rendah lemak. 77 . Hal ini mengakibatkan kelemahan dalam tubuh dan sistim kekebalannya. cake. maka tubuh akan menggunakan proteinnya sendiri (otot) untuk mengganti kekurangan bahan bakar tersebut. Sementara kebutuhan protein mencapai 1.1. Jumlah asupan protein yang direkomendasikan (RDA) adalah 0. serta dari banyak zat yang membentuk sistim kekebalan tubuh. daging unggas tanpa kulit. oat. ODHA perlu meningkatkan jumlah makanan yang dikonsumsi untuk mempertahankan berat badan ideal. Dalam kategori karbohidrat kompleks. biskuit.50 kilokalori per kilogram dan kebutuhan protein menjadi 2 .5 . Paling tidak ODHA membutuhkan 34-40 kalori per kilogram berat tubuh ideal.5 gram per kilogram. Pada kategori C (dengan tingkat kekebalan (CD4) di bawah 200 dan terjadi infeksi oportunistik). antara 1. Telur dan produk susu rendah lemak juga baik.2-2.2. dan 55-60% karbohidrat). Sayur dan produk gandum seperti roti gandum. Kalori menyediakan bahan bakar bagi tubuh untuk tetap bekerja. Bila tidak menyediakan cukup banyak kalori dan protein melalui makanan. dan lemak (meliputi 15-20% protein. es krim). dan beras mengandung jumlah protein yang rendah. kebutuhan kalori 30 . anda juga dapat memperoleh protein dari biji-bijian (seperti kacang polong). kebutuhan kalori meningkat menjadi 40 .

beras dan kentang. sehingga harus berhati-hati terhadap CVD. dsb. kacang kedelai. alpukat. Sumber makanan : biji-bijian. yang ditemukan dalam ikan dan jenis makanan lain. B kompleks. Lemak jenuh meningkatkan risiko penyakit jantung (CVD). lemak. asam folat. asupan diet yang memadai akan didapatkan asupan mikronutriea yang memadai juga. bunga matahari dan safflower. namun jenis lemak yang diasup juga berpengaruh. B12. E. daging. memberi perlindungan terhadap CVD. susu. WHO merekomendasikan kebutuhan mikronutriea ODHA sama dengan kebutuhan orang sehat. walnut. E. Lemak Tak Jenuh Tunggal: Anjuran : 10% atau lebih dari total asupan kalori. Untuk menjaga status nutrisi yang memadai. Makanan-makanan sejenis ini dapat juga bermanfaat bagi orang dengan diabetes atau dengan kekebalan insulin. dan sayur-sayuran. Asam lemak Omega-3 (sejenis lemak tak jenuh ganda). Asupan lemak yang dianjurkan adalah kurang dari 30% (25% lebih baik) dari total asupan kalori per harinya. makanan bersumber . Selain itu. Idealnya. ODHA dianjurkan memakan makanan yang bervariasi. Lemak Jenuh: Anjuran : 7% atau kurang dari total asupan kalori. diperlukan mikronutriea yakni vitamin dan mineral terutama vitamin C. daging unggas dengan kulit. selenium. Lemak merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Tetapi sering kali pada ODHA ditemukan defisiensi mikronutriea. seperti vitamin A. Jenis-jenis tersebut lebih tinggi kandungan nutrisi dan seratnya serta diserap lebih lamban oleh tubuh untuk menyediakan sumber glukosa yang lebih mapan. Orang dengan HIV tidak selalu makan 100% dari nutrisi yang dianjurkan per hari. kacang-kacangan. sehingga tubuh dapat tahan hingga saat makan berikutnya. biji dan minyak flax. seperti karbohidrat. dan minyak. Mengkonsumsi satu atau dua tablet multivitamin/mineral (tanpa extra iron) dapat melengkapi paling tidak 100% dari nutrisi yang dianjurkan per 78 Sumber makanan : ikan. Lemak Tak Jenuh Ganda: Anjuran : 10% atau kurang dari total asupan kalori. dan seng. dan ikan. Kuantitasnya pun harus cukup untuk kebutuhan tubuh akan energi. buah-buahan. Orang dengan HIV dapat mengalami kolesterol dan trigliserida tinggi akibat obatobatan. susu. C.dan beras coklat merupakan sumber karbohidrat yang lebih baik daripada roti putih dan pasta. minyak Sumber makanan : daging berlemak. butter. serta minyak kelapa dan kelapa sawit. serta jagung. protein dan mikronutriea. minyak kanola dan olive.

79 . ODHA yang menderita ginjal. Baik makan penuh atau sekedar mengudap. perlu diet khusus. ini rendah dalam kandungan nutrisi dan dapat membengkakkan tingkat glukosa dalam tubuh. hati dan diabetes melitus. dan akan lebih bermanfaat bagi kesehatan anda daripada kalori kosong yang diperoleh dari gula dan lemak. Jenis makanan seperti ini padat nutrisi. terjaga berat badan ideal. makanan lunak/cair. Syarat Diet dan Tips untuk membentuk diet berkualitas tinggi Pemberian nutrisi harus tetap memperhatikan kesehatan per individu. jenis makanan dan minuman seperti Makan buah dan sayuran yang beraneka warna untuk memperoleh nutrisi yang lengkap. daging sapi rendah lemak. dan soft drink. • • • • • • • • • • • Kebutuhan zat gizi ditambah 10-25% dari kebutuhan minimum Diberikan porsi kecil tapi sering Konsumsi protein berkualitas tinggi & mudah dicerna Sayuran dan buah-buahan bentuk jus Susu rendah lemak dan sudah di pasteurisasi.harinya. ODHA harus diet dengan seimbang agar kebutuhan energi tercukupi. • • • • Makan 5-6 porsi buah-buahan dan sayur-sayuran setiap hari. karbohidrat. permen. Untuk beberapa kondisi. serta produk susu rendah lemak. gandumganduman. Misalnya. • • Perbanyak porsi biji-bijian atau kacang-kacangan dalam makanan setiap hari. ikan. kafein & alkohol Diet berkualitas tinggi dengan cara banyak makan sayur-sayuran. Targetkan untuk memperoleh 50% sumber karbohidrat dari gandum-ganduman. Kemudian dilarang memberi asupan makanan yang dapat menyebabkan dan atau memperparah alergi pada ODHA. Pilih makanan bersumber protein rendah seperti dada ayam tanpa kulit. dan fungsi tubuh berjalan dengan baik. buah-buahan. potongan Batasi penambahan gula. dan sedikit lemak. setiap hari (susu sapi atau kedelai) Hindari makanan diawetkan atau beragi Bebas dari pestisida atau zat kimia Rendah serat. serta biji-bijian. jika ada gangguan saluran pencernaan Rendah laktosa & lemak jika diare Hindari rokok. dengan sumber-sumber protein yang rendah lemak. atau kira-kira 3 gelas. pastikan mengandung keseluruhan dari 3 makronutrisi: protein.

80 .

info/itpc/Indonesian/spirita/docs/Lembaran-Informasi/LI412.kalbe.ccohs.com/2008/06/jenis-jenis-pemeriksaan-hivaids.id/files/cdk/files/10_PenilaianHasilPemeriksaan.blogspot.e-dukasi.htm http://fkuii.com/2009/07/hiv-dan-aids.com/igamamalang/info.pdf/10_PenilaianHasilP emeriksaan.ac.id/files/disk1/13/laptunilapp-gdl-jou-2007-fauziadr-616-fauzi2c--r.html.co.html http://www.com/medicine-and-health/1855259-sejarah-singkat-hiv-aids/ http:// www.spiritia.unila.org Infeksi nosokomial clan kewaspadaan universal : http://www.org http://www.htm.caloshanswers/prevention/ppe/universa.geocities.pdf http://www.htm http://id.com/ http://www.aidsinfonet. http://digilib.shvoong.DAFTAR PUSTAKA http://id.ni.org/tiki-index.php http://nurse-technology.gov/odhsb/biosafe/univers.id/ Universal precautions : http://www.org/wiki/AIDS http://ilmu-asuhan-kebidanan.com/penyakit/119/Neutropenia.html http://www.niehs. What are universal precautions : http://www.wartamedika.net/pengpop/pp_full.pdf 81 .php?ppid=246&fname=hal4.html Kewaspadaan universal : http://www.aidsinfonet.or.wikipedia.html http://medicastore.blogspot.i-base.