P. 1
Download

Download

|Views: 20|Likes:
Published by Hanifa Mustafida

More info:

Published by: Hanifa Mustafida on May 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/24/2012

pdf

text

original

Sections

  • 1.Asih Purwandari
  • 2.Ahira Amarillis
  • 3.Etiologi Penyakit AIDS
  • 4.Stadium Penyakit AIDS
  • 5.Manifestasi Klinis
  • 6.Patofisiologi Penyakit AIDS
  • 7.Komplikasi Penyakit AIDS
  • 8.Pemeriksaan Diagnostik a.Tes Laboratorium
  • 9.Penatalaksanaan : a.Pencegahan
  • 10.Asuhan Keperawatan a.Pengkajian Biodata
  • 11.Asuhan Keperawatan Komunitas Konseling HIV/AIDS
  • 12.Etik dan Legal Respect for Autonomy
  • 13.Universal precaution
  • 14.Aspek Nutrisi bagi Penderita AIDS

Kasus Pemicu 4 (AIDS) Tn.

A usia 35 tahun, TB 170 cm dan BB saat ini 50 kg, mengeluh lemah, lemas tidak bergairah, diare selama 40 hari, sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat sampai suatu ketika hanya karena flue tersebut Tn.A nyaris pingsan. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan nilai ELISA Western Blot (+), neutropenia, anemia normositik normokrom, limfosit CD4+ 180 sel/µl. Step 1 (10 menit) Identifikasi istilah : 1. Elisa Western Blot 2. Neutropenia 3. Anemia normositik normokrom
4. LimfositCD4+ 180 sel/µl.

Step 2 (10 menit) Jawaban Istilah: 4) LimfositCD4+ 180 sel/µl Annisa Sholihatina Limfosit merupakan sejenis sel T, Limfosit diserang virus HIV. Bila diserang CD4+ <200 sel/µl, maka limfosit nya sudah rusak dan kekebalan tubuh menjadi menurun. Apabila <300 sudah terinfeksi virus HIV. Pertanyaan: 1. Annisa Fitria Apryanti Mengapa virus HIV menyerang Limfosit T? 2. Amilia Destiani Sofia Mengapa orang yang terkena HIV belum pasti terkena AIDS tapi orang yang sudah pasti AIDS pasti terkena HIV? 3. Anis Supi Tasripiyah Bagaimana mekanisme HIV menyerang tubuh? 4. Anisa Suangga Penjelasan HIV dan AIDS? 5. Asih Purwandari Apakah ada obat untuk HIV atau AIDS? 6. Ahira Amarilis Biasanya orang yang terkena HIV dikarenakan free sex atau pemakaian jarum suntik yang dipakai bergantian, apakah orang yang tidak melakukan itu semua bisa tertular juga? 7. Ana Noviana HIV bila terkena orang yang sudah ada penyakitnya, apakah akan berpengaruh lebih besar? 8. Annisa Fitria Apryanti Mengapa HIV ditularkan melalui cairan? 1

9. Ade Lestari Apa benar bila lewat saliva dan keringat, HIV tidak menular? 10. Anisa Suangga Mengapa diare pada kasus di atas bisa sampai 40 hari? 11. Amilia Destiani Sofia Mengapa pasien HIV sering mendadak flu bahkan sampai flu berat? 12. Ahira Amarilis Mengapa pasiennya bahkan sampai pingsan? 13. Annisa Sholihatina Mengapa virus HIV baru bisa dideteksi setelah beberapa tahun? 14. Anna Nurjannah Bagaimana tahapan dari terkena virus sampai terjadi AIDS? 15. Ayu Siti Marlina Biasanya orang yang terinfeksi HIV akan terjadi banyak komplikasi, bagaimana bisa sampai terjadi ke seluruh tubuh? 16. Aira Putri Mardela Apakah obat penguat sistem imun yang diberikan pada orang yang terinfeksi HIV ada efeknya? 17. Asih Purwandari Dalam kasus, pasien sudah pada tahapan AIDS keberapa? 18. Annisa Sholihatina HIV pertama kali ditemukan pada orang yang homosexual, apakah homoseksual lebih tinggi resikonya terkena HIV? Step 3 (30 menit) Jawaban Pertanyaan: 1. Asih Purwandari Karena mekanisme pertahanan tubuh adalah leukosit dan limfosit T termasuk leukosit yang bertugas untuk melawan virus yang masuk, sedangkan limfosit B untuk menahan virus masuk. 2. Ahira Amarillis Karena baru diketahui dan dideteksi AIDS bisa diketahui setelah beberapa tahun, bisa sampai 2 tahun. Dan bila gejalanya sudah terlihat itu bisa dipastikan sudah masuk tahap AIDS. 3. Ayu Siti Marlina Virus HIV itu baru bisa hidup jika RNA nya diubah menjadi DNA untuk menghasilkan protein, dimana protein ini akan menghasilkan virus-virus baru. 4. Ade Lestari HIV adalah virusnya, sedangkan AIDS adalah sindrom penurunan kekebalan tubuh yang 2

disebabkan oleh virus HIV. 5. Annisa Sholihatina Ada vaksin yang bernama Abacir bisa digunakan untuk menghambat proses perkembangan virus. Di negara maju juga ditemukan terapi HAART yang bisa menambah harapan hidup. 6. Annisa Fitria Apryanti HIV bisa tertular karena transfusi darah yang sudah terinfeksi HIV atau terkena jarum pentul yang sudah pernah tertusuk pada penderita HIV. Ade Lestari HIV juga bisa tertular melalui luka terbuka yang terkena darah atau semen penderita HIV Anis Supi Tasripiyah Bisa juga bayi terinfeksi dari ASI dan orang yang melahirkan sesar bayinya akan lebih kecil cenderung untuk terinfeksi HIV dari ibunya. 7. Aira Putri Mardela Akan semakin tambah parah, karena HIV langsung menyerang limfosit T, maka sistem imun akan semakin menurun. Asih Purwandari Bila terkena HIV maka sistem imun menurun sehingga rawan terkena penyakit, maka disebagian tempat penderita diisolasi. 8. Asih Purwandari Karena cairan tubuh sangat berperan penting dalam tubuh dan sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air, maka virus HIV bisa tumbuh disitu. Annisa Fitria Apryanti Sebenarnya orang yang meninggal itu bukan karena virusnya tapi dikarenakan komplikasi penyakitnya. 9. Annisa Sholihatina Menurut penelitian CDC, saliva, air mata juga memiliki andil untuk menularkan HIV tapi hanya 0,1%. Jadi banyak yang menganggap tidak menularkan. Asih Purwandari Virus HIV bila terkena sinar matahari bisa mati. 10. + 11. Annisa Fitria Apryanti Karena mekanisme pertahanan tubuh sudah tidak ada jadi diarenya tidak sembuh-sembuh. 12. Annisa Fitria Apryanti Pingsan karena kompensasi tubuh Anis Sufi Tasripiyah Karena flu banyak sekret, bersihan jalan nafas tak efektif jadi suplai oksigen menurun ke otak. 13. Ayu Siti Marlina 3

Karena antibodi tubuh lama bereaksi terhadap virus HIV, sehingga baru bisa dideteksi sampai beberapa tahun. 14. Anis Sufi Tasripiyah Tahap pertama disebut tahap jendela, tahap kedua disebut HIV, tahap ketiga disebut HIV + gejala , tahap AIDS Ayu Siti Marlina Tahap pertama belum ada gejala tapi sudah bisa menularkan; tahap kedua sudah bisa diperiksa positif terkena HIV; tahap ketiga sudah menunjukkan gejala seperti diare, lemas, flu berat; tahap keempat memiliki gejala komplikasi seperti TBC, kanker kulit. 15. Ahira Amarillis karena kekebalan tubuh menurun maka sangat sensitif terhadap banyak penyakit maka banyak komplikasi. 16. – 17. Annisa Sholihatina tahap 2 atau tahap 3, karena sudah ada gejala flu dan diare. Ayu Siti Marlina tahap 3, karena dari gejala-gejala sudah termasuk tahap AIDS 18. Ahira Amarillis Sebenarnya resikonya sama besar, hanya saja yang awal ditemukan pada homoseksual yang berganti-ganti pasangan dan yang homoseksual juga ada yang biseksual yang bisa memiliki keturunan yang juga tertular. Step 4 Mind Map
Organ,sel dan antibodi Tubuh yang terlibat dalam sistem pertahanan

Universal Precaution

Aspek etik dan legal Aspek Komunitas

Konsep Virus Definisi Karakteristik Sejarah Daur hidup virus

Aspek nutrisi

HIV

Asuhan Keperawatan Pengkajian Pem.Penunjang Analisa data Diagnosa Keperawatan Intervensi 4

Konsep AIDS Sejarah Definisi Etiologi Klasifikasi Manifestasi klinis Patofisiologi Pemeriksaan diagnostik Penatalaksanaan medis Komplikasi Pencegahan

yaitu Western Blot atau IFA. Tes ELISA dapat dilakukan dengan sampel darah vena. Ada dua macam cara yaitu menggunakan sampel darah jari dan air liur. sehingga kasus 'yang tidak dapat disimpulkan' sangat kecil. Jadi walaupun ELISA menunjukkan hasil positif. Istilah-istilah: a. atau bahkan setelah minggu ke 12 setelah terpapar virus HIV. Pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab: No16. Antibodi tersebut biasanya diproduksi mulai minggu ke 2. 5 . • Western Blot Sama halnya dengan ELISA. Mind Map 2. Walaupun demikian. Western blot menjadi tes konfirmasi bagi ELISA karena pemeriksaan ini lebih sensitif dan lebih spesifik. masih ada dua kemungkinan. Apa efeknya terhadap virus HIV bila sudah diberikan obat terhadap sistem imun? Jawaban LO a. atau air kencing. b. untuk mengkonfirmasi hasil pemeriksaan ELISA ini. Pemeriksaan ini sangat mirip dengan ELISA. Kerena alasan inilah maka para ahli menganjurkan pemeriksaan ELISA dilakukan setelah minggu ke 12 sesudah melakukan aktivitas seksual berisiko tinggi atau tertusuk jarum suntik yang terkontaminasi. Saat ini telah tersedia Tes HIV Cepat (Rapid HIV Test). Elisa Western Blot b. Masih diperlukan pemeriksaan lain. Neutropenia Neutropenia adalah jumlah neutrofil yang sangat sedikit dalam darah. Anemia Normositik Normokrom 3. Neutropenia c. Hasil positif pada ELISA belum memastikan bahwa orang yang diperiksa telah terinfeksi HIV. Western Blot • Elisa Western Blot ELISA (Enzym-Linked Immunosorbent Assay). air liur. orang tersebut sebenarnya tidak terinfeksi HIV atau betul-betul telah terinfeksi HIV. Western Blot juga mendeteksi antibodi terhadap HIV.LO 1. tes ini mendeteksi antibodi yang dibuat tubuh terhadap virus HIV. pemeriksaan ini lebih sulit dan butuh keahlian lebih dalam melakukannya.

Setelah memasuki aliran darah.000 per microliter dan 70% adalah neutrophils. pembengkakan dan panas. Jika jumlah neutrofil mencapai kurang dari 1. Neutropenia adakalanya lebih jauh dikelompokan sebagai: • • • • ringan jika batasan ANC dari 1000-1500/microL. • • Obat-obat yang mungkin merusak sumsum tulang (bone marrow) atau neutrophils. Tanpa kunci pertahan neutrofil. namun juga infeksi-infeksi bakteri atau parasit).000 sel/mikroL. seseorang bisa meninggal karena infeksi. Jika menemukannya. Pematangan neutrofil dalam sumsum tulang memerlukan waktu selama 2 minggu. malaria. neutrofil mengikuti sirkulasi selama kurang lebih 6 jam. mencari organisme penyebab infeksi dan benda asing lainnya. Absolute neutrophil count (ANC) ditentukan oleh produk dari jumlah sel darah putih atau white blood cell count (WBC) dan fraction (pecahan) dari neutrophils diantara sel-sel darah putih seperti yang ditentukan oleh analisa WBC differential. Infeksi-infeksi (lebih umum infeksi-infeksi virus. sehingga penurunan jumlah sel darah putih biasanya juga berarti penurunan dalam jumlah total neutrofil. Keseluruhan proses ini menghasilkan respon peradangan di daerah yang terinfeksi. tuberculosis. neutrofil akan pindah ke dalam jaringan. 6 Neutropenia mungkin timbul sebagai akibat dari banyak kondisi-kondisi medis: . Contohnya.Neutrofil merupakan sistem pertahan seluler yang utama dalam tubuh untuk melawan bakteri dan jamur. jika jumlahnya mencapai kurang dari 500 sel/mikroL. Kekurangan-kekurangan vitamin (megaloblastic anemia yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan/atau folate). Contoh-contoh termasuk: HIV. jika WBC adalah 10. sedang dengan ANC dari 500-1000/microL. resiko terjadinya infeksi akan sangat meningkat. menempelkan dirinya kepada benda asing tersebut dan menghasilkan bahan racun yang membunuh dan mencerna benda asing tersebut. ANC akan menjadi 7. kemungkinan terjadinya infeksi sedikit meningkat. Epstein Barr virus (EBV). dan parah jika ANC dibawah 500/microL. Neutrofil juga membantu penyembuhan luka dan memakan sisa-sisa bendaasing. ANC dari kurang dari 1500 per microliter (1500/microL) adalah definisi yang umumnya diterima dari neutropenia. Reaksi ini bisa merusak jaringan sehat di daerah terjadinya infeksi.000 per microliter. termasuk kemoterapi kanker. yang tampak sebagai kemerahan. Neutrofil biasanya merupakan 70% dari seluruh sel darah putih.

aplastic anemia. alkoholism f. tes-tes lain mungkin diperlukan. Penyakit-penyakit bawaan (sejak lahir) dari fungsi sumsum tulang atau dari produksi neutrophil. anemia aplastik d. kegagalan sumsum tulang. maka dicurigai adanya anemia aplastik. terapi radiasi. anemia pada penyakit hati kronik Patofisiologi anemia ini terjadi karena pengeluaran darah / destruksi darah yang berlebih sehingga menyebabkan Sumsum tulang harus bekerja lebih keras lagi dalam eritropoiesis. sindrom mielodisplasia e. Anemia Normositik Normokrom Anemia Normositik Normokrom adalah Ukuran dan bentuk sel-sel darah merah normal serta mengandung hemoglobin dalam jumlah yang normal ( MCV dan MCHC normal atau rendah ). Anemia normositik normokrom dapat terjadi karena: a.• • • • Penyakit-penyakit dari sumsum tulang seperti leukemia-leukemia. sindrom mielodisplasia. contohnya. Terapi Radiasi. Adakalanya biopsi sumsum tulang mungkin diperlukan untuk mendiagnosa penyebab yang spesifik dari neutropenia. Penghancuran autoimmune dari neutrophils (sebagai kondisi primer atau berhubungan dengan penyakit lain seperti Felty's syndrome) atau dari obat-obat yang menstimulasi sistim imun untuk menyerang sel-sel. myelofibrosis. Pasca perdarahan akut c. Mendiagnosa Neutropenia didiagnosa dengan jumlah sel darah yang dilakukan pada sample darah yang dikeluarkan dari vena. Jika retikulosit tidak ditemukan. anemia def besi dan b12 yang tidak diobati. myelodysplastic syndrome. Hemolitik b. Sehingga banyak eritrosit muda (retikulosit) yang terlihat pada gambaran darah tepi. yang merujuk pada perampasan yang meningkat dan/atau penghancuran dari sel-sel darah oleh limpa (spleen). c. masalah endokrin. • Hypersplenism. Kostmann syndrome. 7 . Untuk menentukan penyebab yang spesifik dari neutropenia pada situasi yang diberikan. dan alkoholism.

kelehan dan stres. Juga dua minggu setelah pulih dari infeksi dan vaksinasi. Test Coombs ini ada yang secara langsung dan secara tidak langsung.yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Uji ini dapat mengidentifikasi suatu reaksi antigenantibodi yang lemah walaupun tidak tampak aglutinasi SDM. Infeksi lain juga dapat mempengaruhi jumlah CD4. Ketika sel CD4 menggandakan diri untuk melawan infeksi apa pun. Vaksinasi dapat berdampak serupa. Selain ada sel CD4 ada juga sel CD8 yang disebut sel T-8 atau sel pembunuh. Kerja sel T-8 membunuh sel kanker atau sel yang terinfeksi virus. Ketika tubuh kita melawan infeksi maka jumlah sel darah putih (limfosit) akan naik. Jumlah CD4 dan CD8 juga naik. CD4 Sel CD4 adalah macam sel darah putih atau limfosit dan ini bagian yang p-enting dari sistem kekebalan tubuh manusia. Disebut juga sel T-4. dan menjadi bagian dari sel tersebut. Yang mempengaruhi Jumlah CD4 Jumlah sel CD4 berubah-ubah tergantung pada jam pengambilan contoh darahnya. Secara langsung. Untuk mendeteksi antibodi yang melekat pada sel darah merah. semakin mungkin kita akan mudah sakit atau mungkin akan mengalami infeksi oportunistik. 2. sel pembantu atau kadang sel CD4+.Pemeriksaan Laboratorium yang mendukung anemia hemolitik Test Coomb's. Hasil Test CD4 8 . Dilakukan setelah hitung retikulosit dan di dapatkan retikulosit meningkat. Semakin menurunnya sel CD4 berarti sistem kekebalan tubuh kita semakin rusak dan semakin rendahnya jumlah CD4 yang ada dalam tubuh manusia. sel tersebut juga membuat banyak duplikasi HIV. Biasanya uji ini digunakan sebelum transfusi darah (untuk memeriksa keberadaan antibodi dalam darah resipien dan donor sebelum dilakukan transfusi darah) d. 1. Sebaiknya pengambilan contoh darah untuk tes CD4 dilakukan pada jam dan laboratorium yang sama. Sel CD4 dapat dibedakan dari Sel CD8 berdasarkan protein tertentu yang ada di permukaan sel. Pentingnya Sel CD4 sehububgan dengan HIV Ketika manusia terinfeksi HIV sel yang paling sering terinfesi adalah sel CD4. Untuk mendeteksi antibodi yang bersirkulasi dengan bebas dalam serum klien. Secara tidak langsung. Sel CD4 mempunyai protein CD4 pada permukaan sel.

Pada orang yang terinfeksi HIV perbandingannya CD8 lebih banyak dibanding dengan CD4. kadang kala menjadi nol.16 Pada orang yang terinfeksi HIV sistem kekebalan tubuhnya sudah melemah. Di bawah 14% menunjukan kerusakan parah pada sistem kekebalan tubuh.9 berarti kurang lebih dari 1-2 sel. Jumlah CD4 dipakai bersama untuk meramalkan berapa lama kita akan tetap sehat.9 dan 1. Perbandingan sel CD4 dengan sel CD8 pada orang sehat berkisar 0. sekalipun jumlah CD4 tinggi. CD8 berkisar antara 3751. Tidak kesepakatan tentang jumlah CD4 yang normal.Jumlah sel CD4 di tulis dalam satu milimeter kubik (mm3) darah. Jawaban LO no.60%.600 mm3 . bahkan rusak sehingga obat penguat sistem imun tidak akan berpengaruh apabila diberikan pada orang yang terinfeksi HIV. Jika hasi tes CD4 = 34% berarti 34% dari limfosit kita adalah CD4. 9 . Jika jumlah CD4 dibawah 200 mm3. Adalah perbandingan dengan limfosit total. Jumlah sel CD4 bisa jatuh pada angka yang sangat rendah pada orang yang terinfeksi HIV. tetapi berkisar 500-1. berdasarkan definisi Depkes. atau dibawah 14%. sudah waktunya mempertimbangkan ART (Terapi Antiretroviral). Karena jumlah CD4 sering berubah-ubah biasnya dokter lebih menggunakan presentase sel CD4. Angka normal berkisar 30 . Jika jumlah CD4 menurun dibawah 350 .100 mm3 . kita dianggap AIDS. Hal ini adalah tanda AIDS pada orang yang terinfeksi HIV. beberapa dokter memakai prosentase jika CD4 dibawah 15%.

yaitu kelompok-kelompok sel epitel yang tersusun rapat yang mungkin merupakan tempat degenerasi sel. Korteks mengandung banyak timosit (limfosit T yang ditemukan di timus). ditemukan di medula. Ia mengorgani-sasikan 10 . Timus kekebalan tubuh memiliki korteks di sebelah luar dan medula di sebelah dalam. fagositosis. dan pembangunan kekebalan. limpa juga hanya segumpal daging.Organ Tubuh yang terlibat dalam sistem pertahanan Kelenjar Timus Timus adalah sebuah organ berlobus dua yang terletak di mediastinum anterior dan di atas jantung. Namun ia menunjukkan kinerja dan tingkat kecerdasan tak terduga dari sekadar segumpal daging. sangat pen-ting sekaligus sulit. lalu mengikuti aliran darah. Tugas limpa. Limfosit yang baru dibuat di pulp putih mula-mula dipindahkan ke pulp merah. seperti berkontribusi pada produksi sel. Badan Hassall. saat beratnya sampai sebesar 40 gram. Limpa terdiri dari dua bagian: pulp merah dan pulp putih. sedangkan medula lebih jarang terisi oleh sel. perlindungan sel darah merah. Selama masa dewasa dan usia lanjut. Sel-sel kekebalan (limfosit T) yang dilatih di timus Limpa Unsur menakjubkan lain-nya dari sistem pertahanan kita adalah limpa. timus mengalami involusi sampai beratnya kurang dari 15% ukuran saat pubertas. Fungsinya yang sangat sulit dan rumitlah yang membuatnya sangat menakjubkan. Timus adalah organ yang memiliki banyak pembuluh darah dan pembuluh limfatik yang mengalirkan isinya ke Organ yang terlibat dalam sistem kelenjar-kelenjar gatah bening mediastinum. sama seperti organ-organ lainnya. Timosit adalah limfosit T yang datang dari sumsum tulang melalui aliran darah dan berada dalam berbagai stadium perkembangan. Saat lahir. berat timus adalah 10 sampai 15 gram dan meningkat ukurannya sampai maksimum pada saat pubertas. Kajian saksama mengenai tugas yang dilak-sanakan organ berwarna merah tua di bagian atas abdomen ini menying-kapkan gambaran luar biasa. Tentu saja.

tulang dada. Orang dewasa memiliki rata-rata 2. tulang belikat. Sumsum Tulang Sumsum tulang (Bahasa Inggris: bone marrow atau medulla ossea) adalah jaringan lunak yang ditemukan pada rongga interior tulang yang merupakan tempat produksi sebagian besar sel darah baru. dan akan terus-menerus seperti itu selama masih dikehendaki demikian oleh Allah. Sumsum kuning ditemukan pada rongga interior bagian tengah tulang panjang. semua sumsum tulang adalah sumsum merah. tulang punggung. Sesungguhnya limpa bekerja untuk manusia dengan sangat giat sejak manusia lahir. 11 . dan juga beker-ja tanpa istirahat. dan sebagian besar sel darah putih dihasilkan dari sumsum merah. Pada keadaan sewaktu tubuh kehilangan darah yang sangat banyak. Sumsum kuning menghasilkan sel darah putih dan warnanya ditimbulkan oleh sel-sel lemak yang banyak dikandungnya. tulang rusuk.segalanya. Seiring dengan pertumbuhan. Sel darah merah. Kedua tipe sumsum tulang tersebut mengandung banyak pembuluh dan kapiler darah. Sewaktu lahir. tengkorak. semakin banyak yang berubah menjadi sumsum kuning. dan pada bagian lunak di ujung tulang panjang femur dan humerus.6 kg sumsum tulang yang sekitar setengahnya adalah sumsum merah. Ada dua jenis sumsum tulang: sumsum merah (dikenal juga sebagai jaringan myeloid) dan sumsum kuning. tidak membiarkan terjadinya masalah. Sumsum merah ditemukan terutama pada tulang pipih seperti tulang pinggul. sumsum kuning dapat diubah kembali menjadi sumsum merah untuk meningkatkan produksi sel darah. keping darah.

Limfosit Limfosit B Fungsi utama dari sel-sel B yaitu sebagai imunitas atau antibody humoral. Suatu saat. Inilah proses respon imun primer. Makrofag Makrofag adalah sel kecil yang tak terlihat oleh mata telanjang. Semua limfosit B segera melepaskan antibodi dan merangsang sel Mast untuk menghancurkan antigen atau sel yang sudah terserang antigen untuk mengeluarkan histamin. Jika sel limfosit B bertemu dengan antigen dan cocok. 1 limfosit B dibiarkan hidup untuk menyimpan antibodi yang ada dari sebelumnya. 1 sel limfosit B dibiarkan tetap hidup untuk menyimpan antibodi yang sama sebelum penyerang terjadi. Saat terjadi respon imun. Hal ini menyebabkan respon imun sekunder jauh lebih cepat daripada respon imun primer. Limfosit B yang tersisa ini disebut limfosit B memori. Setelah fagositosis antigen.Sel yang Bertugas dalam Sistem 1. sel yang membawa antigen berjalan ke nodus limfa (jaringan limfatik) melalui saluran limfatik. Mereka tidak memiliki kapasitas untuk berpikir. Semuanya melepaskan antibodi dan merangsang sel Mast mengeluarkan histamin untuk membunuh antigen tersebut. limfosit B akan melalui 2 proses yaitu respon imun primer dan respon imun sekunder. mereka hanya melaksanakan tugas. Sel B dan sel T inilah pahlawan sejati di dalam sistem pertahanan. jika suatu individu lama tidak terkena antigen yang sama dengan yang menyerang sebelumnya. Limfosit B memori biasanya 12 . Kemudian. Jika suatu saat. antigen yang sama menyerang kembali. 2. Limfosit B dengan cepat menghasilkan lebih banyak sel Limfosit B daripada sebelumnya. Setiap sel B dapat mengenali target antigen spesifik dan mampu mensekresikan antibodi spesifik. maka bisa saja ia akan sakit yang disebabkan oleh antigen yang sama karena limfosit B yang mengingat antigen tersebut sudah mati. a. Transfer Informasi Fungsi menakjubkan lainnya dari makrofag adalah dalam hal menyuplai limfosit yaitu sel B dan sel T dengan informasi mengenai musuh. maka limfosit B membelah secara mitosis dan menghasilkan beberapa sel limfosit B. Mereka adalah makhluk hidup yang hanya menuruti perintah yang lebih tinggi.

sistem kekebalan tubuh kita dibagi menjadi dua bagian. Sitokin dapat berikatan dengan sel-sel target dan mengaktifkan proses inflamasi. yang membedakan antar sel. biasanya neutrofil. killer cells. Materi yang tertempel itu disebut antigen. Antibodi Dasar-dasar Antibodi Sistem kekebalan tubuh sendiri diartikan sebagai semua mekanisme yang digunakan oleh tubuh untuk menangkal pengaruh faktor atau zat yang berasal dari lingkungan. Sitokin juga meningkatkan pertumbuhan sel. Selain itu. yang berfungsi untuk mengaktifkan dan memanggil Limfosit T Sitotoksik. Sel CD4+ merupakan sel pembantu yang mengaktivasi sel B. Limfosit T-Helper bisa saja mengeluarkan senyawa bernama perforin untuk membocorkan sel tersebut sehingga isinya keluar dan mati. Interleukin rekombinan (sintetis) saat ini sedang dipelajari dalam uji klinis untuk pasien terinfeksi HIV. Sel CD8+ membunuh sel yang terinfeksi virus atau bakteri. Pertama. Limfosit T pembantu akan lepas dari sel yang diserang dan menghasilkan senyawa baru disebut IL-2. dan makrofag saat ada antigen spesifik. Interleukin merupakan jenis sitokin yang berperan sebagai pembawa pesan antar sel darah putih. Permukaan Limfosit T memiliki antibodi yang hanya cocok pada salah satu antigen saja. Jika tidak ada antigen yang sama yang menyerang dalam waktu yang sangat lama. Jika antibodi dan antigennya cocok. seperti CD4+. dan CD3+. Sel T mampu menghasilkan sitokin (zat kimia yang dapat membunuh sel) seperti interferon.berumur panjang dan tidak memproduksi antibodi kecuali dikenai antigen spesifik. Limfosit T Sitotoksik akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel yang terkena penyakit tersebut. Secara garis besar. maka seluruh proses respon imun harus diulang dari awal. dan individu yang seharusnya bisa resisten terhadap antigen tersebut bisa sakit lagi jika patogen itu menyerang. limfosit T berperan penting sebagai respon selular. maka patogen itu dicerna dan materialnya ditempel pada permukaan sel tersebut. Respon imun akan dimulai jika sel ini bertemu dengan limfosit T yang sedang berpatroli dengan mengeluarkan IL-1 sehingga limfosit T terangsang untuk mencocokkan antibodi dengan antigennya. yang asing bagi tubuh kita. CD8+. maka limfosit B bisa saja mati. Kemudian. Kedua. mengaktivasi fagosit dan menghancurkan sel target. b. maka limfosit T-Helper yang mengetahui bahwa sel ini sudah terkena antigen mempunyai 2 pilihan untuk menghancurkan sel tersebut dengan patogennya. Jika suatu saat ada patogen yang berhasil masuk dalam tubuh kemudian dimakan oleh suatu sel. Limfosit T Limfosit T atau sel T memiliki dua fungsi utama : regulasi system imun dan membunuh sel-sel yang membawa target antigen spesifik. 13 . juga sel-sel kanker. Setiap sel T memiliki penanda permukaan.

serta monosit dalam darah. Salah satu senyawa kimia yang berperan penting dalam kekebalan tubuh dapatan adalah antibodi. Nanah ini merupakan sel darah putih penghasil antibodi yang mati setelah berperang melawan antigen.yaitu sistem kekebalan alami (innate immunity) dan sistem kekebalan dapatan (acquired immunity) yang keduanya saling bekerja sama menangkal zat asing dari luar tubuh yang tentu apabila dibiarkan akan berbahaya bagi tubuh. sifat dan dosis antigen. bahkan cukup luas dan beragam dengan mekanisme kerja yang unik. Tahap pertama dari respon antibodi dimulai dari fagositosis antigen oleh makrofag atau sel lain dalam system retikuloendotelial yang meliputi sel-sel Langerhans di kulit. cara injeksi. sekelompok prajurit pejuang dalam sistem kekebalan. Senjata ini diproduksi oleh sel-sel B. Salah satu contoh peristiwa yang melibatkan antibodi adalah ketika kulit kita terkena infeksi karena luka maka akan timbul nanah. Beberapa teknik biasanya digabung untuk menentukan spesifitas sepeti kemampuan antibodi bereaksi dengan protein lain atau protein yang serupa dari spesies lain. sel dendritik pada spleen dan lymph node. peranan senyawa kimia tidak bisa dipandang sebelah mata. yaitu: konsentrasi kemurnian dan spesifisitas. Produksi antibodi diawali dengan melakukan injeksi atau imunisasi pada host atau hewan coba. Antibodi merupakan senjata yang tersusun dari protein dan dibentuk untuk melawan selsel asing yang masuk ke tubuh manusia. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal ini yaitu penanganan dan pemilihan hewan coba. sel B terhadap hadirnya antigen asing. Ribuan atau jutaan jenis antigen yang masuk akan merangsang dibentuknya ribuan atau jutaan jenis antibodi pula. Antibodi mempunyai ciri khas. Antibodi diproduksi sesudah host diinjeksi dengan antigen. Antibodi akan menghancurkan musuh-musuh penyerbu. Respon antibodi merupakan puncak dari serangkaian interaksi antara makrofag. Untuk menentukan kemurnian biasanya dipakai teknik elektroforesis. Di dalam sistem ini. pertama untuk mengikatkan diri kepada sel-sel 14 . Antibodi adalah suatu protein yang dihasilkan oleh suatu sel dalam tubuh kita (dinamakan sel limfosit B dan termasuk ke dalam kelompok sel darah putih) sebagai respon terhadap adanya antigen (antigen adalah senyawa kimia atau zat asing atau mikroba yang tidak dikehendaki tubuh karena berbahaya yang mampu membangkitkan respon kekebalan pada tubuh kita) yang masuk dalam tubuh. yaitu spesifik terhadap jenis tertentu dari antigen. sel T. Antibodi mempunyai dua fungsi. Setiap detik sekitar 2000 molekul antibodi diproduksi oleh sel limfosit B. Sel-sel tersebut berdasarkan fungsi imunologisnya digolongkan sebagai antigen-presenting cells (APC). Kualitas suatu antibodi dinilai dari beberapa hal.

dan pantas dicermati. • IgG IgG (Imuno globulin G): IgG merupakan antibodi yang paling umum. Dan. dan usus. Karena kemampuannya serta 15 . Dihasilkan hanya dalam waktu beberapa hari. Fungsi kedua adalah membusukkan struktur biologi antigen tersebut lalu menghancurkannya. Mereka melindungi tubuh terhadap bakteri dan virus.musuh. antibodi mengikatkan diri kepada bakteri dan virus penyebab penyakit. maka tubuh menciptakan antibodi khusus yang cukup kuat untuk menghadapi si musuh. Antibodi bukan berjenis tunggal. layaknya tank yang hancur dan tak dapat bergerak atau melepaskan tembakan setelah dihantam rudal saat pertempuran. Protein-protein yang berfungsi untuk melindungi tubuh lewat proses kekebalan ini dinamakan "imuno globulin". serta menetralkan asam yang terkandung dalam racun. Membuat antibodi spesifik untuk masing-masing musuh merupakan proses yang luar biasa. yaitu antigen. seperti anak kunci dengan lubangnya yang dipasang dalam struktur tiga dimensi. Hal ini karena antibodi yang dihasilkan untuk suatu penyakit belum tentu mangkus bagi penyakit lainnya. langsung menuju musuh dan menghambatnya begitu terdeteksi. disingkat "Ig". Protein paling khas pada sistem pertahanan. Sesuai dengan struktur setiap musuh. molekul imuno globulin mengikatkan diri pada antigen untuk menginformasikan kepada sel-sel kekebalan lainnya tentang keberadaan antigen tersebut atau untuk memulai reaksi berantai perang penghancuran. Pengelompokan Antibodi Sebelumnya telah kita sebutkan bahwa antibodi adalah sejenis protein. Antibodi bersesuaian dengan musuhnya (antigen) secara sempurna. Mereka menandai molekul-molekul asing tempat mereka mengikatkan diri. Mereka mengikuti aliran darah. Selain itu. sistem getah bening. Proses ini dapat terwujud hanya jika sel-sel B mengenal struktur musuhnya dengan baik. Mereka mempunyai efek kuat anti-bakteri dan penghancur antigen. IgG mampu menyelip di antara sel-sel dan menyingkirkan bakteri serta musuh mikroorganis yang masuk ke dalam sel-sel dan kulit. Tubuh manusia mampu memproduksi masing-masing antibodi yang cocok untuk hampir setiap musuh yang dihadapinya. Berada dalam aliran darah dan cairan non-seluler. IgG beredar dalam tubuh dan banyak terdapat pada darah. ia memiliki masa hidup berkisar antara beberapa minggu sampai beberapa tahun. di alam ini terdapat jutaan musuh (antigen). Dengan demikian sel prajurit tubuh dapat membedakan sekaligus melumpuhkannya.

Jika antibodi tidak diciptakan dengan karakteristik yang memungkinkan mereka untuk masuk ke dalam plasenta. Sang ayah juga tidak menyadari apa yang telah terjadi. Seperti IgG. karena IgA tidak terdapat dalam organisme bayi yang baru lahir. Mereka menjaga daerah itu dalam pengawasannya layaknya tentara andal yang ditempatkan untuk melindungi daerah kritis. Selama periode ini. IgA mirip satu sama lain. Lalu kenapa sel-sel itu berada di payudara ibu? Kenapa pembuatan antibodi berlangsung dengan cara tersebut? Kekuatan mana yang memberi tahu sel-sel itu bahwa bayi yang baru lahir membutuhkan antibodi? Bukan suatu kebetulan bahwa sel yang terlibat dalam pembuatan anti-bodi untuk bayi ditempatkan pada bagian yang akan diisap sang bayi. jenis antibodi ini juga akan hilang setelah mereka melaksanakan semua tugasnya. air liur. Kepekaan daerah tersebut berhubungan langsung dengan kecenderungan bakteri dan virus yang lebih menyukai media lembap seperti itu. getah lambung. Karena itu. Sedangkan protein dicerna dalam lambung manusia. dan sekresi usus. IgA yang terdapat dalam ASI akan melindungi sistem pencernaan bayi terhadap mikroba.ukurannya yang kecil. darah. Setiap bayi yang baru lahir membutuhkan pertolongan ibunya. Karena itu. atau ayah? Atau mungkinkah mereka memutuskan bersama dan mengirimi Anda antibodi secara bersama-sama? Tentu saja pertolongan yang kita bicarakan ini di luar kendali kedua orang tua. Pernahkah Anda mempertanyakan siapa gerangan yang mengirimkan antibodi yang berusaha melindungi Anda dari mikroba pada saat Anda masih dalam bentuk embrio dan tidak mengetahui apa-apa? Mungkinkah itu ibu. mereka tidak akan meninggalkan sang bayi. kantong-kantong udara. Si ibu malah tidak menyadari bahwa dia telah dikaruniai rancangan bantuan ini. Secara struktur. lendir. mereka dapat masuk ke dalam plasenta ibu hamil dan melindungi janin dari kemungkinan infeksi. pada saat bayi telah berumur beberapa minggu. sehingga tidak lagi terlindung dari 16 . Antibodi ini melindungi janin dari berbagai penyakit pada saat dalam kandungan. • IgA IgA (Imuno globulin A): Antibodi ini terdapat pada daerah peka tempat tubuh melawan antigen seperti air mata. maka janin dalam rahim tidak akan terlindungi melawan mikroba. Setelah kelahiran. ASI. normalnya. antibodi sang ibu akan melindungi embrio dari musuh sampai anak itu lahir. melainkan tetap melindunginya. Mereka mendiami bagian tubuh yang paling mungkin dimasuki mikroba. Antibodi merupakan organisme yang tersusun dari protein. Hal ini dapat menyebabkan kematian sebelum lahir. bayi yang menyusu pada ibunya akan mencerna antibodi ini dalam lambungnya.

dan pada permukaan sel B. Untuk mengetahui apakah janin telah terinfeksi atau tidak. Antibodi ini bertanggung jawab untuk memanggil para prajurit tempur dan sel darah lainnya untuk berperang. • IgE IgE (Imuno globulin E): IgE merupakan antibodi yang beredar dalam aliran darah. Pada tahap ini. produksi IgM janin akan meningkat. • IgD IgD (Imuno globulin D): IgD juga terdapat dalam darah. • IgM IgM (Imuno globulin M): Antibodi ini terdapat pada darah. Sel-sel usus pada bayi diciptakan sedemikian rupa untuk melakukan hal itu. Antibodi ini kadang juga menimbulkan reaksi alergi pada tubuh. kadar IgE tinggi pada tubuh orang yang sedang mengalami alergi. dapat diketahui dari kadar IgM dalam darah. produksi enzim pencerna protein masih sangat sedikit. Akibat sifat bivalen dari antibodi dan banyaknya tempat antigen pada sebagian besar agen penyabab penyakitr. Kerja Langsung Antibodi Terhadap Agen Penyebab Penyakit. mereka membantu sel T menangkap antigen. jika janin terinfeksi kuman penyakit. dan pada permukaan sel B. maka antibodi dapat mematikan aktivitas agen penyebab penyakit tersebut dengan salah satu cara berikut : 17 . Janin dalam rahim mampu memproduksi IgM pada umur kehamilan enam bulan. antibodi yang sangat penting untuk hidup itu tidak dicerna dan akan melindungi bayi yang baru lahir dari musuhnya. Pada saat organisme tubuh manusia bertemu dengan antigen. lambung bayi yang baru lahir diciptakan sedemikian rupa untuk tidak mencerna dan menghancurkan antibodi ini. Antibodi yang tidak dapat dihancurkan lambung ini dapat diserap oleh usus secara utuh. IgM merupakan antibodi pertama yang dihasilkan tubuh untuk melawan musuh. getah bening. Maka. Mekanisme Kerja Antibodi Antibodi bekerja terutama melalui dua cara untuk mempertahankan tubuh terhadap agen penyebab penyakit : (1) dengan langsung menyerang penyebab penyakit tersebut dan (2) dengan mengaktifkan sistem komplemen yang kemudian dengan berbagai cara yang dimilikinya akan merusak penyebab penyakit tersebut. Karena itu. getah bening.mikroba. Akan tetapi. Mereka tidak mampu untuk bertindak sendiri-sendiri. Jika musuh menyerang janin. Dengan menempelkan dirinya pada permukaan sel-sel T.

maka tempat reaktif yang spesifik pada bagian ”yang tetap” dari antibodi akan menjadi tak tertutup atau diaktifkan dan gabungan ini kemudian langsung berikatan dengan molekul C1 dari sistem komplemen. Diawali dengan pengaktifan proenzim C1 itu sendiri. 4. seperti bakteri atau sel darah merah.1. hanya dibutuhkan sedikit gabungan antugen-antibodi. dan (2) jalur altenatif 1. semua protein ini terdapat diantara protein-protein plasma dan juga dalam protein plasma yang bocor keluar dari kapiler masuk ke dalam ruang jaringan. yang kebanyakan merupakan prekursor enzim. Netralisasi. Lebanyakan sifat pertahanan diddapat melalui efek penguatan dari sistem komplemen. namun dapat diaktifkan dengan 2 cara : (1) jalur klasik. Enzim C1 yang terbentuk kemudai secara berturur-turut mengaktifkan enzim yang jumlahnya meningkat pada tahap akhir dari sistem ini. Biasanya prekursor enzim ini bersifat inaktif. Yaitu. bila suatu antibodi berikatan dengan suatu antigen. Pemeran utama dalam sistem ini adalah 11 protein yang ditandai dengan C1 sampai C9. Lisis di mana beberapa antibodi yang sangat kuat kadang –kadang mampu langsung menyerang membran sel agen penyebab penyakit sehingga menyebabkan sel tersebut sobek. Untuk mengaktifkan banyak molekul pada tahap pertama dari sistem komplemen ini. sehingga dari awal yang kecil terjadilah reaksi pengaut yang besar sekali. di mana antibodimenutupi tempat-tempat yang toksik dari agen yang bersifat antigenik. Jalur klasik Jalur ini diaktifkan oleh suatu reaksi antigen-antibodi. dan D. dimana kompleks molekular dariantigen yang larut membentuk presipitat. B. di mana berbagai partikel besar dengan antigen pada permukaannya. 3. Pada gambar tersebut tampat terbentuk berbagai produk akhir dan beberapa diantaranya (misalnya racun tetanus) dan antibodimenjadi begitu besar sehingga berubah menjaditak larut dan 18 . Dalam keadaan normal. masuk dalam ”rangkaian” reaksi-reaksi. Presipitasi. Sistem Komplemen Pada Kerja Antibodi Komplemen istilah gabungan untuk menggambarkan suatu sistem yang terdiri dari kirakira 20 protein. terikat bersama-sama menjadi satu kelompok 2. Dalam keadaan normal. Aglutinasi. kerja antibodi yang langsung menyerang penyebab penyakit yang bersifat antigenik mungkin tak cukup kuat untuk berperan dalam mempertahankan tubuh terhadap penyebab penyakit tersebut.

dan beberapa substansi lainnya kedalam cairan setempt. Proses ini seringkali mampu meningkatkan jumlah bakteri yang didapat dirusak sampai 100 kali lipat b. f. produk ini memounyai pengaruh langsung untuk merobek membran sel bakteri atau organisme penyerbu lainnya. ada beberapa produk komplemen lain yang turut menimbulkan peradangan setempat. Jalur Alternaif 19 . dengan kuat mengaktifkan fagositosis oleh netrofil dan makrofag. yaitu C3b. Enzim komplemen dan produk komplemen lain dapat menyerang struktur beberapa virus dan dengan demikian mengubahnya menjadi nonvirulen. Efek inflamasi. jadi menyebabkan sebagian besar sel fagosit ini bermigrasi ke dalam regio lokal dari agen antigenik. Faktor-faktor yang sama juga berperan dalam proses peradangan. jadi meningkatklan proses aglutinasi. Netralisasi virus-virus.menimbulkan efek penting yang membantu mencegah kerusakan akibat organisme yang menyerbu atau oleh toksin. C4a. Disamping efek peradangan yang disebabkan oleh pengaktifan sel mast dan basofil. sehingga saling melekat satu sama lain. Fragmen C5a menyebabkan kemotaksis dari netrofil dan makrofag. Bahan-bahan ini kemudian menyebabkan peningkatan aliran darah setempat. yang merupakan gabungan dari banyak faktor komplemen dan ditandai dengan C5b6789. Produk komplemem juga mengubah permukaan organisme penyerbu. Lisis. menyebabkan sel-sel ini menelan bakteri yang telah dilekati oleh kompleks antigen-antibodi. sehingga menyebabkan sel-sel tersebut melepaskan histamin. Produk-produk ini meningkatkan aliran darah yang sebelumnya telah meningkat. Fragmen C3a. e. Salkah satu produk paling penting dari seluruh priduk yang dihasilkan oleh rangkaian komplemen adalah kompleks litik. meningkatkan kebocoran protein dari kapiler. meningkatkan kebocoran cairan dan protein kedalam jaringan dan reaksisetempat lainnya yang membantu menginaktifkan atau mengimobilisasikan agen antigenik. Opsonisasi dan fagositosis. Pengaktifan sel mast dan basofil. heparin. Salah satu produk dari rangkaian komplemen diatas. d. dan C5a semuanya mengaktifkan sel mast dan basofil. dan kemudian protei akan berkoagulasi dalam ruang jaringan. Efek-efek yang penting tersebut adalah sebagai berikut : a. Kemotaksis. 2. c. Aglutinasi. g. jadi penghambat pergerakan organisme yang menyerbu melewati jaringan.

Dianggap bahwa kebanyakan toleransi ini berkembang sewaktu terjadi pengolahan pendahuluan limfosit T di timus dan limfosit B di tempat pengolahan pendahuluan limfosit B ( pada manusia di sum-sum tulang ). Hal ini terutama terjadi dalam respon terhadap molekulmolekulpolisakarida besar dalam membran sel mikro-organisme yng menyerbu masuk. Alasan untuk anggapan ini adalah bahwa bila dilakukan penyuntikan suatu antigen yang kuat kedalam pada janin saat terjadi pengolahan pendahuluan limfosit di kedua tempat tadi. Oleh karena itu. mekanisme imun dapat mengenali jaringannya sendiri yang jelas berbeda dengan bakteri atau virus. bahkan mampu berfungsi sebelum orang tersebut teriminisasi terhadap organisme. serta selanjutnya bergabung dengan antigen yang merangsang tadi. Jadi. menghasilkan bahan pengaktif yang yang mengaktifkan faktor C3.Sistem komplemen kadang-kadang diaktifkan diperantarai oleh suatu reaksi antugen-antibodi. pada dasarnya semua hasil akhir yang dihasilkan itu sama dengan yang dihasilkan dalm jalur klasik. bila terpajan dengan antigen yang kuat. suatu efek yang diamggap dapat menyebabkan sel itu sendiri dirusakkan oleh sel epitel timus sebelum mereka dapat bermigrasi dan menempati jaringan limfoid. Toleransi Sistem Imunitas Didapat Terhadap Jaringan Sendiri Bila seseorang menjadi kebal terhadap jaringannya sendiri. Percobaan-percobaan juga telah membuktikan bahwa limfosit imatur yang spesifik dalam timus. sangat berproliferasi. di luar tingkat C3. semua atau sebagian besar klon limfosit tersebut yang bersifat spesifik terhafdap jaringan tubuh sendiri akan dirusak sendiri. maka dianggap bahwa selam limfosit diolah lebih dulu ditimus dan sumsum tulang. karena adanya kontak yang terus menerus dengan antigen tubuh. Untuk memulai rangkaian komplemen yang tersisa. maka akan terjadi pencegahan pertumbuhan klon limfosit didalam jaringan limfoid yang bersifat spesifik terhadap antigen yang disuntikkan. maka proses imunitas yang didapat akan menghancurkan dirinya sendiri. Karena jalur alternatif tidak melibatkan reaksi antigen-antibodi. Bahan-bahan ini bereaksi dengan faktor komplemen B dan D. Dalam keadaan normal. dan sistem imunitasnya membentuk sedikit antibodi atau sel-sel teraktivasi terhadap antigennya sendiri. 20 . maka jaln ini juga merupakan garis pertahanan pertama terhadap mikro-organisme penyerbu. maka sel ini menjadi limfoblastik. Fenomena ini dikenal sebagai toleransi sendiri terhadap jaringan tubuh sendiri. dan ini juga menghasilkan pengaruh yang sama terhadap penyerbu dalam mempertahankan tubuh. Sebagian Besar hasil Toleransi Terjadi Akibat Pemilihan Klon Selama Pengolahan Pendahuluan.

Peran Sel T Supresor dalam Membentuk Toleransi. Kadang-kadang orang kehilangan sebagian toleransi imun terhadap jaringannya sendiri.htm Asal mulanya. kadang-kadang reaksi autoimun terjadi secara akut melawan salah satu jaringan tubuh. bahwa darah tahun 1969 Positif. Telah diyakini bahwa sel T supresor ini berfungsi untuk mengimbangi efek antibodi autoimun seperti juga mensensitisasi sel pembantu dan mensensitisasi sel T sitotoksik.geocities. Selain itu juga pada tahun 1980 dilaporkan pula di USA.com/igamamalang/info. sebagai awal mula kasus HIV/AIDS muncul. Pada tahun 1969 dilaporkan bahwa di Sub Sahara Afrika ditemukan darah tahun 1950 yang ternyata positif HIV. Akhirnya disepakati tanggal 5 Juni 1969. Apa yang terjafi adalah bahwa sel T supresor yang secara spesifik tersensitisasi terhadap antigen diri jumlahnya menjadi sangat meningkat. yang melepaskan banyak antigen sendiri yang bersirkulasi dalam tubuh dan diduga menimbulkan imunitas didapat dalam bentuk sel T yang teraktivasi atau antibodi. (http://organisasi. jadi menghambat serangan imun pada jaringan. 2. Dan kini. Namun. Sel T supresor kemungkinan bertanggung jawab untuk jenis toleransi diri yang lain lagi. Sejarah Virus HIV Menurut : http://www. Pengertian Virus HIV HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun. Sebagai contoh. Semakin tua. hal ini menjadi semakin berat. Hal ini sesuai laporan kasus HIV/AIDS di USA Los Angeles CDC yang mengadakan peneliti pada pria homoseksual. tidak jelas darimana berasal dan kapan munculnya. Konsep Virus ( HIV ) 1. hal ini tidak sepenuhnya dimengerti. kasus HIV/AIDS ini kini semakin meluas dan menyerang berbagai lapisan dan strata sosial. tetapi setelah beberapa hari atau beberapa minggu akan menghilang walaupun antibodi autoimun ini menetap dalam plasma yang bersirkulasi. Biasanya hal ini terjadi setelah timbul kerusakan beberapa jaringan tubuh. Kegagalan Mekanisme Toleransi Menyebabkan Penyakit Autoimun.org/pengertian_definisi_dan_cara_penularan_penyebaran_virus_hiv_aids_in fo_informasi_penyakit_menular_seksual_pms) 21 .

Jenis SIV tertentu mirip dengan dua tipe HIV.terutama CD4+ Sel T dan macrophage. Infeksi dari HIV menyebabkan pengurangan cepat dari sistem kekebalan tubuh. HIV merupakan keturunan dari SIV. Secara kolektif.dan menghancurkan atau merusak fungsi mereka. yang menyerang salah satu sel dari darah putih yaitu sel limfosit. (http://www. Karekteristik Virus HIV 22 .wikipedia. (http://id.feedfury. yang menyebabkan kekurangan imun.html) HIV merupakan suatu virus yang material genetiknya adalah RNA (asam ribonukleat) yang dibungkus oleh suatu matriks yang sebagian besar terdiri atas protein. komponen vital dari sistem sistem kekebalan tubuh "tuan rumah" .com/content/16689387-bahaya-aids-atau-hiv. (http://education. yakni HIV. Lentivirus diketahui sebagai virus monyet yang dikenal dengan nama Simian Immunodeficiency Virus (SIV).org/wiki/HIV) HIV merupakan bagian dari kelompok virus yang disebut Lentivirus yang ditemukan pada primata nonmanusia.HIV (human immunodeficiency virus) adalah sebuah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia . 3.1 dan HIV-2.org/artikel_kimia/berita/adakah_obat_untuk_hivaids_saat_ini/) Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan HIV adalah virus penyebab utama AIDS yang menyerang sistem imun sehingga terjadi penurunan fungsi imun yang material genetiknya adalah RNA.chem-is-try. HIV merupakan penyebab dasar AIDS.

Sampul HIV mempunyai 2 lapisan yang terdiri daripada lipid yang diambil daripada membran dalam sel hos dan protein yang mempunyai rantaian karbohidrat (glikoprotein sampul virus). Target utamanya adalah sel T penolong. menjelang ia bisa paham bahwa sel T merupakan "otak" sistem pertahanan. Di antara berbagai jenis sel. tidak seluruh. 4. virus AIDS akan segera dimusnahkan oleh sistem yang ada. Salah satu protein sampul yang penting ialah glikprotein gp41 (glikoprotein transmembran). Bagaimananpun. HIV juga merupakan sejenis virus Retrovirus( virus RNA penyandi enzim yang mampu menyalin RNA menjadi DNA dan menyisipkannya ke dalam sel inang yang terjadi pada penderita HIV positif) . Sampul meliputi keseluruhan core virus termasuk protein luar struktur p18 dan protein dalam p24. Lalu bagaimanakah virus AIDS mengembangkan strateginya? 23 . sel tubuh manusia. Satu pertanyaan yang tak terjawab adalah: Bagaimanakah virus HIV tahu persis target mana yang harus difokuskan? Begitu memasuki tubuh manusia. Ini penting sekali. Di antara sarung kapsid dan protein p7 dan p9 ialah RNA virus. virus memilih sel sistem pertahanan yang paling menguntungkan baginya dan hal ini menyebabkan perusakan tubuh manusia. Mekanisme Virus HIV Salah satu fakta terpenting mengenai virus HIV adalah bahwa ia hanya memasuki sebagian. di mana ia terletak pada membran virus dan gp120 di mana terletak di luar membran seperti topi. yang merupakan elemen paling efektif pada sistem pertahanan. tidaklah mungkin bagi virus AIDS untuk melakukan penyelidikan intelijen sebelum memasuki tubuh manusia.Virion HIV mempunyai bentuk sfera dan mempunyai diameter lebih kurang 1x 10-4 milimeter.

Memang pasien AIDS terus memproduksi antibodi. Pasukan tanpa komunikasi yang efektif dan tanpa sistem inteligensia dapat dikatakan telah kehilangan kekuatan utamanya. sistem pertahanan kekurangan tim pemikirnya. elemen vital dari sistem pertahanan tertangkap. Virus AIDS (jingga) berusaha memasuki sel T dengan merobek membrannya. Pada tahap ketiga.Lebih jauh dari itu. Pada tahap kedua. dan tak lagi mampu mengenali musuh. Virus harus mengikatkan dirinya kepada sel lain yang sudah ditetapkannya menjadi target. Nyatanya dia berikatan dengan sel ini seperti kunci dengan lubangnya. Prosedur ini sama sekali tak sulit bagi virus AIDS. tetapi tak lagi efektif tanpa adanya sel T. Ini umpama taktik peperangan yang cerdas. antibodi yang diproduksi oleh tubuh manusia tak membahayakan virus AIDS. Pada tahap 1 Ketika sel T. 24 .Ini baru salah satu dari keterampilan menakjubkan yang dikuasai oleh virus AIDS.

Mereka tidak perlu bekerja keras dalam melakukan hal ini. Membran sel T yang telah diduduki tidak kuat menanggung tekanan dari proses multiplikasi sehingga ia bolong-bolong. gen-nya hanya mengandung RNA. memungkinkan virus HIV untuk keluar dari sel untuk mencari sel tuan 25 Sel T sehat (kiri). virus HIV dapat memproduksi sepuluh miliar virus sehari. yang berarti ia akan membalik prosesnya. Pada Tahap Keempat. Ia akhirnya akan mencoba untuk mengalahkan seluruh tubuh.Virus HIV melakukan serangkaian proses menakjubkan yang akan menjaminnya berumur panjang. Jumlah virus yang sangat banyak ini tak dapat diatasi. Lalu ia menempatkan DNA ini pada DNA yang ditemukan di inti sel tuan rumahnya. . Sel T yang telah dirusak oleh musuh (virus AIDS) dan kini memiliki profil bundar dan lumah (kanan). sepotong kecil virus HIV (biru) menggandakan diri dalam sel pertahanan Setelah memasuki tubuh manusia. Citra ini diperbesar lebih dari 3. demikian pula virus HIV. Virus HIV adalah retrovirus. Segalanya berjalan dengan kecepatan alamiah. Sel mulai bekerja sebagai pabrik bagi virus. Selain kemampuan di atas.000 kali. Artinya. Virus HIV awal dan replikanya ingin meninggalkan sel tuan rumah mereka dan menduduki sel lain serta memfasilitasi proses proliferasi. Sebelum berpindah menginfeksi sel lain. Ketika sel ini membelah diri. HIV melompat dari satu sel T ke sel T lainnya untuk menghindari kontak dengan antibodi dalam aliran darah Hal ini membuat virus HIV sampai saat ini kebal terhadap efek pengobatan yang ditujukan padanya. Bahan warisan virus sekarang menjadi bahan warisan sel T. Untuk menyediakan DNA. Tetapi menduduki satu sel saja tidak memuaskan bagi virus HIV. tanpa DNA. dia membuat jalan lain dengan metode yang sangat menarik: Ia menggunakan asam nukleat dari sel tuan rumah dan mengonversikan RNA-nya menjadi DNA dengan bantuan sebuah enzim yang disebut "reverse transcriptase". Tetapi sebuah retrovirus memerlukan DNA supaya tetap hidup. virus HIV juga mampu mengubah dirinya ke berbagai bentuk dalam upaya mencegah dirinya tertangkap oleh sistem pertahanan.

rumah lainnya. akan terus tidur selama bertahuntahun atau segera menyerang tubuh manusia. sel di CNS) ↓ Internalisasi virus ke sel Host ↓ Sintesis DNA dengan reverse transcriptase enzyme Sel berfungsi Integrasi DNA virus dengan DNA host dibantu oleh integrase enzyme(provirus) abnormal dan sel mati REPLIKASI ↓ VIRUS HIV 26 Depresi system imun tubuh ↓ Gangguan pada materi genetik sel host . Virus HIV yang sukses sekarang telah sepenuhnya mengalahkan tubuh manusia. dia juga membunuh sel T tuan rumahnya. tak memiliki DNA. MEKANISME INFEKSI VIRUS HIV Infeksi Virus HIV-1(USA)/HIV-2(Afrika) ↓ Berikatan dengan reseptor CD4+ dan juga chemokine coerreceptor(limfosit T Helper. Orang sehat biasanya memiliki sekitar 500-1500 sel CD4 positif. Satu-satunya jalan untuk mengukur kerusakan system kekebalan tubuh adalah dengan menghitung sel sel CD4 positif yang dimiliki. Setelah virus HIV bertambah jumlahnya. ia akan tetap di sana. Semuanya bergantung kepada kemauan virus HIV. Kecuali manusia berhasil menemukan obat yang efektif untuk mengalahkan virus ini. Sel ini disebut juga sel T helper yang merupakan bagian sangat penting dari system kekebalan tubuh. Tapi pada masa ini hiv mulai merusak kekebalan tubuh. dan bahkan tak dapat dikelompokkan sebagai makhluk hidup Virus akan menggandakan dirinya ditubuh sekitar beberapa minggu atau bisa saja sekitar sebulan sebelum system kekebalan tubuh meresponnya.Semua ini dilakukan oleh sebuah virus. Ketika system kekebalan tubuh merespon maka system kekebalan tubuh akan membuat antiboidy. Namun tetap bisa menularkan ke orang lain. Ketika ini terjadi maka jika dites hiv hasilnya positif. yang hanya berukuran satu mikron. Jika memiliki dibawah 200 maka dapat dipastikan terkena virus hiv aids. Selama waktu itu jika dites hiv maka hasilnya bisa saja negatif. Setelah gejala yang menyerupai terkena flu beberapa orang akan hidup dengan sehat sekitar 10 tahun. makrofag. Limfosit B.

2. Gabon. Namun demikian. HIV-1 adalah sumber dari mayoritas infeksi HIV di dunia. pemotongan rantai poliprotein oleh enzyme protease ↓ Protein dan RNA berkumpul membentuk virus baru ↓ Pelepasan virus-virus HIV ke aliran darah ↓ Menyerang sel lain(mengulangi proses seperti semula) Konsep Penyakit AIDS 1. ketika Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat mencatat adanya Pneumonia pneumosistis (sekarang masih diklasifikasikan sebagai PCP tetapi diketahui disebabkan oleh Pneumocystis jirovecii) pada lima laki-laki homoseksual di Los Angeles. Banyak ahli berpendapat bahwa HIV masuk ke dalam tubuh manusia akibat kontak dengan primata lainnya. komunitas ilmiah umumnya berpendapat bahwa skenario tersebut tidak didukung oleh bukti-bukti yang ada. dan Kamerun. Sejarah Penyakit AIDS AIDS pertama kali dilaporkan pada tanggal 5 Juni 1981. contohnya selama berburu atau pemotongan daging. monyet dari Guinea Bissau. menyatakan bahwa epidemik AIDS dimulai pada akhir tahun 1950-an di Kongo Belgia sebagai akibat dari penelitian Hilary Koprowski terhadap vaksin polio. Dua spesies HIV yang diketahui menginfeksi manusia adalah HIV-1 dan HIV-2. HIV-1 lebih mematikan dan lebih mudah masuk kedalam tubuh.Transkripsi DNA virus menjadi mRNA ↓ Translasi mRNA untuk membuat poliprotein ↓ Cleavage. Pengertian Penyakit AIDS 27 . Asal HIV-1 berasal dari simpanse Pan troglodytes troglodytes yang ditemukan di Kamerun selatan. HIV-2 berasal dari Sooty Mangabey (Cercocebus atys). sementara HIV-2 sulit dimasukan dan kebanyakan berada di Afrika Barat. Teori yang lebih kontroversial yang dikenal dengan nama hipotesis OPV AIDS. Baik HIV-1 dan HIV-2 berasal dari primata.

Setelah sistem kekebalan tubuh lumpuh. Stadium Penyakit AIDS Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS: Tahap 1: Periode Jendela 28 . dilihat dengan mikroskop elektron. bukan gejala tertentu. Jadi AIDS berarti kumpulan gejala akibat kekurangan atau kelemahan sistem kekebalan tubuh yang dibentuk setelah kita lahir. Acquired berarti didapat. 4.php?lino=101) Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa AIDS adalah kumpulan gejala akibat defisiensi sistem imun yang disebabkan oleh HIV. (http://spiritia. 3. Etiologi Penyakit AIDS Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. HIV yang baru memperbanyak diri tampak bermunculan sebagai bulatanbulatan kecil (diwarnai hijau) pada permukaan limfosit setelah menyerang sel tersebut. bukan keturunan. Syndrome atau sindrom berarti penyakit dengan kumpulan gejala. Deficiency berarti kekurangan.Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV (Wikipedia) AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan suatu penyakit yang cara kerjanya menghancurkan sistem kekebalan tubuh manusia.id/li/bacali.html) AIDS adalah kependekan dari ‘Acquired Immune Deficiency Syndrome’.com/content/16689387-bahaya-aids-atau-hiv. HIV dengan cepat akan melumpuhkan sistem kekebalan manusia. seseorang penderita AIDS biasanya akan meninggal karena suatu penyakit (disebut penyakit sekunder) yang biasanya akan dapat dibasmi oleh tubuh seandainya sistem kekebalan itu masih baik. ( http://education. AIDS disebabkan karena virus yang bernama HIV (Human Immunodeficiency Virus) masuk ke dalam tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor Gambar 1. Immune terkait dengan sistem kekebalan tubuh kita.feedfury.or.

misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh. Grup III Grup IV-A tidak ada indicator klinis atau laboratorium adanya imunodefisiensi 1. penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang. Antibody HIV positif 2. penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini Tahap ini disebut periode jendela. gejala mirip influenza . dll Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan. flu. Antibody HIV positif 2.6 bulan HIV berkembang biak dalam tubuh Tidak ada tanda-tanda khusus. sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah Tidak ada tanda2 khusus. mereda sempurna 3. Antibody HIV positif 2. tergantung daya tahan tubuhnya Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah Berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah Tahap 4: AIDS Klasifikasi CDC untuk infeksi HIV yang didasarkan pada patofisiologi penyakit seiring memburuknya secara progresif fungsi imun : Kelas Grup I Grup II Kriteria 1. limfadenopati generalisata persisten 1. diare terus menerus.- HIV masuk ke dalam tubuh. Infeksi akut oleh HIV 2. karena telah terbentuk antibody terhadap HIV Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun. penyakit konstitusional 29 . antibody HIV negative 1. tergantung daya tahan tubuhnya (ratarata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek) Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala) Sistem kekebalan tubuh semakin turun Mulai muncul gejala infeksi oportunistik. umumnya berkisar 2 minggu .

menurunnya berat lebih dari 10% dibandingkan berat normal 1. demam atau diare menetap grup IV-B b. energi 30 atau 1 uji thrush Infeksi oportunis - . penyakit neurologic a. hitung limfosit CD4+ kurang daripada 200/µl Grup IV-D 3. kanker serviks invasif. Sama seperti grup IV-A 2. defek +/parsial.a. demensia b. infekioportunistik 1. mielopati 1. atau keganasan lain Klasifikasi stadium infeksi HIV dari Walter Reed stadium Antibody WR 0 HIV Limfadenopati Sel kronik CD4/mm3 >400 Uji kulit DTH Normal (reaktif terhadap ≥ 2 antigen WR 1 WR 2 WR 3 WR 4 + + + + + +/+/>400 >400 <400 <400 uji kulit) Normal Normal Normal Defek parsial (reaktif terhadap antigen WR 5 + +/<400 kulit) Alergi dan/atau thrush (reaktif terhadap WR 6 + +/<400 0 + antigen kulit) Normal. neuropati grup IV-C c. tuberculosis paru. sama seperti grup IV-B dan 2. Sama seperti grup IV-C dan 2.

Infeksi Kronis Simtomatik Fase ini dimulai rata-rata sesudah 5 tahun terkena infeksi HIV. Manifestasi Klinis Perjalan klinik infeksi HIV telah ditemukan beberapa klasifikasi yaitu : a. diare). gejala kulit (bercak-bercak merah. nyeri retrobulber. demikian juga yang disebut AIDS-Related (ARC). meskipun sebenarnya terjadi replikasi virus secara lambat di dalam tubuh.Ket : Kriteria absolute harus dipenuhi untuk penentuan stadium + : ditemukan. meskipun ini bukanlah hal yang bersifat prognostic dan tidak terpengaruh bagi hidup penderita. Keganasan juga dapat timbul pada fase yang lebih lanjut dari sub-fase ini dan dapat berlanjut ke sub fase berikutnya. malaise. Infeksi Kronis Asimtomatik : CD4 > 500/ml Setelah infeksi akut berlalu maka selama bertahun-tahun kemudian. 31 . Namun dapat sembuh total atau hanya dengan pengobatan biasa. Infeksi Akut : CD4 : 750 – 1000 Gejala infeksi akut biasanya timbul sedudah masa inkubasi selama 1-3 bulan. gejala syaraf (sakit kepada. Pada fase ini penyakit tersebut sangat menular karena terjadi viremia. gangguan kognitif danapektif). atralgia. Berbagai gejala penyakit ringan atau lebih berat timbul pada fase ini. disebut limfa denopatio (LEP). b. Beberapa penderita mengalami pembengkakan kelenjar lomfe menyeluruh. Saat ini sudah mulai terjadi penurunan jumlah sel CD4 sebagai petunjuk menurunnya kekebalan tubuh penderita. demam. Gejala yang timbul umumnya seperti influenza. c. gangguan gas trointestinal (nausea. keadaan penderita tampak baik saja. DTH : delayed type hypersensitivity (hipersensitivitas tipe lambat) 5. Gejala tersebut diatas merupakan reaksi tubuh terhadap masuknya unis yang berlangsung kira-kira 1-2 minggu. 1) Penurunan Imunitas sedang : CD4 200 – 500 Pada awal sub-fase ini timbul penyakit-penyakit yang lebih ringan misalnya reaktivasi dari herpes zoster atau herpes simpleks. : tidak ditemukan. urtikarta). umumnya sekitar 5 tahun. tergantung pada tingkat imunitas pemderita. tetapi masih pada tingkat 500/ml. anereksia.

Tanda dan Gejala AIDS Gejala-gejala yang umum orang yang tertular HIV/AIDS biasanya adalah: Berat badan turun secara mencolok. Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap. rambut. rongga mulut. biasanya di sekitar leher dan lipatan paha. alat kelamin dan lainnya. Gejala Minor 1) Batuk lebih dari satu bulan 2) Dermatitis preuritik umum 3) Herpes zoster recurrens 4) Kandidias orofaring 32 . Gatal-gatal. Herpes kulit. disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari. gejala Mayor 1) Penurunan berat badan lebih dari 10% 2) Diare kronik lebih dari satu bulan 3) Demam lebih dari satu bulan b. biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan. a. meskipun sering pada fase yang lebih awal.malnutrisi berat atau pemakaian kortikosteroid yang lama. Menurut penderita AIDS Tanda dan gejala meliputi : 1. Diare kronis lebih dari 1 bulan.2) Penurunan Imunitas berat : CD4 < 200 Pada sub fase ini terjadi infeksi oportunistik berat yang sering mengancam jiwa penderita. mata. Rasa lelah berkepanjangan. Demam lebih dari 38oC. serta Kelainan lain pada kulit. Viremia terjadi untuk kedua kalinya dan telah dikatakan tubuh sudah dalam kehilangan kekebalannya. Dicurigai AIDS pada orang dewasa bila ada paling sedikit dua gejala mayor dan satu gejala minor dan tidak ada sebab-sebab imunosupresi yang lain seperti kanker. Keganasan juga timbul pada sub fase ini.

dan tidak terdapat sebab – sebab imunosupresi yang lain seperti kanker. Dicurigai AIDS pada anak.5) Limfadenopati generalisata 6) Herpes simplek diseminata yang kronik progresif 2. Bila terdapat paling sedikit dua gejala mayor dan dua gejala minor. a. Patofisiologi Penyakit AIDS Kontak langsung (membran/aliran darah) dengan cairan tubuh yang mengandung HIV HIV berikatan dengan CD4+ Sel T4 terinfeksi dan ikut dalam cairan tubuh Banyak CD4+ yang terinfeksi infeksi Fungsi sel T4 ↓↓ Mengaktifasi respon imun Sel T4 terinfeksi diaktifkan Sel killer penjamu mengeliminasi virus dan sel yang terinfeksi 33 . malnutrisi berat. Gejala minor 1) Limfadenopati generalisata 2) Kandidiasis oro-faring 3) Infeksi umum yang berulang 4) Batuk parsisten 5) Dermatitis 6. pemakaian kortikosteroid yang lama atau etiologi lain. Gejala Mayor 1) Penurunan berat badan atau pertmbuhan yang lambat dan abnormal 2) Diare kronik lebih dari 1bulan 3) Demam lebih dari1bulan b.

sistem respirasi. hepar. dan sistem integumen Neurologik HIV menginfeksi sel-sel otak Memicu toksin dan limfokin Fungsi neurotransmitter tergangggu Penurunan progresif pada fungsi kognitif. perilaku. dan motorik Ketidakefektifan koping individu Fungsi sel T4 ↓↓ Respirasi Mengaktivasi respon imun SISTEM RESPIRASI ++HIV ISPA Flu bertambah berat Produksi mukus >> Jalan nafas terhambat 02 supply ↓↓ RR ↑↑ HR ↑↑ Bersihan Jalan Nafas Tak Efektif Pemakaian energi >> 34 Malaise Intolerant Activity . sistem GI.Jumlah sel T4 ↓↓ Sistem imun seluler melemah (imunosupresi) Patogen mudah masuk ke dalam tubuh Virus berpoliferasi Infeksi yang parah pada neurologik.

Gastrointestinal Masuknya mikroorganisme Infeksi di intestinum Tidak optimalnya absorpsi air dan sari makanan diare Diare bertambah berat Pengeluaran cairan Tidak terkontrol Defisit cairan Kekurangan volume cairan dehidrasi Gangguan membrane mukosa mulut tidak optimalnya peristaltic ↓↓ penyerapan sari makanan tidak seimbangnya kebutuhan dan suplai nutrisi Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan merangsang baroreseptor Saraf simpatis aktif Saraf parasimpatis ↓↓ peristaltic ↓↓ makanan tertahan di usus dan lambung mual dan muntah Gangguan intake nutrisi mengaktivasi kelenjar keringat sekresi keringat 35 .

Hepar ++ HIV Hati terinfeksi Kerja hepar tidak optimal Fagositosis SDM ↓↓ Banyak SDM yang tidak produktif Pengangkutan 02 ↓↓ 02 supply ↓↓ RR ↑↑ HR ↑↑ Pengangkutan nutrisi ↓↓ Kemampuan memproduksi Fibrin ↓↓ Proses penyembuhan melambat Risiko Cedera Pemakaian energi >> malaise Intoleran activity GI Integumen ++ HIV Diare Integumen terinfeksi Rentan terinfeksi gangguan kulit Harga diri rendah Penurunan berat badan Perubahan citra tubuh Isolasi sosial 36 .

Penyebab penyakit ini adalah fungi Pneumocystis jirovecii. gejala yang muncul mungkin lebih berkaitan dengan tempat munculnya penyakit ekstrapulmoner. karena dapat ditularkan kepada orang yang sehat (imunokompeten) melalui rute pernapasan (respirasi). perawatan. Gejala-gejalanya biasanya bersifat tidak spesifik (konstitusional) dan tidak terbatasi pada satu tempat. Pada stadium awal infeksi HIV (jumlah CD4 >300 sel per µL). Sebelum adanya diagnosis.7. meskipun kasusnya langka. dan sistem syaraf pusat. Ia dapat dengan mudah ditangani bila telah diidentifikasi. Pada individu yang terinfeksi HIV. tulang. penyakit ini terjadi karena infeksi jamur (jamur kandidiasis) atau virus (herpes simpleks-1 atau virus sitomegalo). walaupun umumnya indikasi tersebut tidak muncul kecuali jika jumlah CD4 kurang dari 200 per µL. Di negara-negara berkembang. kelenjar getah bening (nodus limfa regional). Komplikasi Penyakit AIDS Penyakit paru-paru utama Pneumonia pneumocystis (PCP) jarang dijumpai pada orang sehat yang memiliki kekebalan tubuh yang baik. Penyakit saluran pencernaan utama Esofagitis adalah peradangan pada kerongkongan (esofagus). 37 . hati. Namun demikian. namun tidaklah demikian yang terjadi di negara-negara berkembang tempat HIV paling banyak ditemukan. Pada stadium lanjut infeksi HIV. dapat muncul pada stadium awal HIV. Dengan demikian. resistensi TBC terhadap berbagai obat merupakan masalah potensial pada penyakit ini. Meskipun munculnya penyakit ini di negara-negara Barat telah berkurang karena digunakannya terapi dengan pengamatan langsung dan metode terbaru lainnya. saluran kemih dan saluran pencernaan. ia sering muncul sebagai penyakit sistemik yang menyerang bagian tubuh lainnya (tuberkulosis ekstrapulmoner). Tuberkulosis (TBC) merupakan infeksi unik di antara infeksi-infeksi lainnya yang terkait HIV. tetapi umumnya dijumpai pada orang yang terinfeksi HIV. serta dapat dicegah melalui terapi pengobatan. Ia pun dapat disebabkan oleh mikobakteria. penyakit ini masih merupakan indikasi pertama AIDS pada orang-orang yang belum dites.TBC yang menyertai infeksi HIV sering menyerang sumsum tulang. dan tindakan pencegahan rutin yang efektif di negara-negara Barat. yaitu jalur makanan dari mulut ke lambung. TBC muncul sebagai penyakit paru-paru. penyakit ini umumnya segera menyebabkan kematian.

mual. Penyakit syaraf dan kejiwaan utama Infeksi HIV dapat menimbulkan beragam kelainan tingkah laku karena gangguan pada syaraf (neuropsychiatric sequelae). atau efek samping dari infeksi utama (primer) dari HIV itu sendiri. Kompleks demensia AIDS adalah penyakit penurunan kemampuan mental (demensia) yang terjadi karena menurunnya metabolisme sel otak (ensefalopati metabolik) yang disebabkan oleh infeksi HIV. dan virus sitomegalo (CMV) yang merupakan penyebab kolitis). Selain itu. yang 70% populasinya terdapat di tubuh manusia dalam kondisi laten.[15] Meningitis kriptokokal adalah infeksi meninges (membran yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang) oleh jamur Cryptococcus neoformans. yang disebut Toxoplasma gondii. diare dapat juga merupakan efek samping dari antibiotik yang digunakan untuk menangani bakteri diare (misalnya pada Clostridium difficile). sakit kepala. diare diperkirakan merupakan petunjuk terjadinya perubahan cara saluran pencernaan menyerap nutrisi. Penyakit ini berkembang cepat (progresif) dan menyebar (multilokal). Kampilobakter. sehingga biasanya menyebabkan kematian dalam waktu sebulan setelah diagnosis. yang disebabkan oleh infeksi organisma atas sistem syaraf yang telah menjadi rentan. dan muntah. Mycobacterium avium complex. Hal ini dapat menyebabkan demam. Pada stadium akhir infeksi HIV. lelah. Toksoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bersel-satu. sebagaimana yang terjadi pada pasien AIDS. dan menyebabkan penyakit hanya ketika sistem kekebalan sangat lemah. Pada beberapa kasus. Ia disebabkan oleh virus JC. dan Escherichia coli).Diare kronis yang tidak dapat dijelaskan pada infeksi HIV dapat terjadi karena berbagai penyebab. diare terjadi sebagai efek samping dari obat-obatan yang digunakan untuk menangani HIV. atau sebagai akibat langsung dari penyakit itu sendiri. Shigella. mikrosporidiosis. serta infeksi oportunistik yang tidak umum dan virus (seperti kriptosporidiosis. dan didorong pula oleh terjadinya pengaktifan imun oleh 38 . yang jika tidak ditangani dapat mematikan. Pasien juga mungkin mengalami sawan dan kebingungan. Leukoensefalopati multifokal progresif adalah penyakit demielinasi. Parasit ini biasanya menginfeksi otak dan menyebabkan radang otak akut (toksoplasma ensefalitis). Listeria. namun ia juga dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit pada mata dan paru-paru. antara lain infeksi bakteri dan parasit yang umum (seperti Salmonella. yaitu penyakit yang menghancurkan selubung syaraf (mielin) yang menutupi serabut sel syaraf (akson). sehingga merusak penghantaran impuls syaraf. serta mungkin merupakan komponen penting dalam sistem pembuangan yang berhubungan dengan HIV.

Hal ini berhubungan dengan keadaan rendahnya jumlah sel T CD4+ dan tingginya muatan virus pada plasma darah. ingatan dan perhatian. Limfoma SSP hampir selalu dikaitkan dengan virus Epstein-Barr (jenis virus herpes yang umum pada manusia). yang umum ditemukan pada tanah dan tinja burung. Jamur ini pertamatama menyerang paru dan menyebar ke otak dan saraf tulang belakang. Gejala termasuk sakit kepala. termasuk kesulitan berkonsentrasi. Perbedaan ini mungkin terjadi karena adanya perbedaan subtipe HIV di India. Pasien AIDS dapat mengembangkan satu atau lebih limfoma SSP. gangguan bicara. ADC dapat mematikan. dan penurunan fungsi kognitif secara bertahap. yang muncul bertahun-tahun setelah infeksi HIV terjadi. jamur dan virus lain yang tidak akan berdampak pada orang dengan sistem kekebalan yang sehat). perubahan perilaku. sehingga mengeluarkan neurotoksin. menyebabkan peradangan. Kelainan saraf lain terkait AIDS yang tidak diketahui penyebabnya mungkin dipengaruhi oleh virus tetapi tidak sebagi penyebab langsung. sakit kepala. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Cryptococcus neoformans. Kerusakan syaraf yang spesifik. Orang dengan ADC juga menunjukkan pengembangan fungsi motor yang melambat dan kehilangan ketangkasan serta koordinasi. Gejala termasuk ensefalitis (peradangan otak). kejang. 39 . Prognosis adalah kurang baik karena kekebalan yang semakin rusak. demam. pusing. muncul terutama pada orang dengan infeksi HIV lebih lanjut. kehilangan ingatan. AIDS dementia complex (ADC). namun di India hanya terjadi pada 1-2% pengidap infeksi HIV. Apabila tidak diobati. bingung. oleh kanker dan infeksi oportunistik tertentu (penyakit yang disebabkan oleh bakteri. tampak dalam bentuk ketidaknormalan kognitif. atau ensefalopati terkait HIV. mual. perilaku. Limfoma sususnan saraf pusat (SSP) adalah tumor ganas yang mulai di otak atau akibat kanker yang menyebar dari bagian tubuh lain. Komplikasi saraf Kelainan sistem saraf terkait AIDS mungkin secara langsung disebabkan oleh HIV. dan motorik. Angka kemunculannya (prevalensi) di negara-negara Barat adalah sekitar 1020%. pusing dan muntah. pasien meningitis kriptokokus dapat jatuh dalam koma dan meninggal. masalah penglihatan. paralisis dan penurunan mental. Meningitis kriptokokus terlihat pada kurang lebih 10% pasien AIDS yang tidak diobati dan pada orang lain dengan sistem kekebalannya sangat tertekan oleh penyakit atau obat. Gejala termasuk kelelahan. atau efek toksik obat yang dipakai untuk mengobati gejala. Apabila tidak diobati.makrofag dan mikroglia pada otak yang mengalami infeksi HIV.

gatal. HIV merusak serat saraf yang membantu melakukan sinyal dan dapat menyebabkan beberapa bentuk neropati. demensia. jaringan komunikasi yang luas yang mengantar informasi dari otak dan saraf tulang belakang ke setiap bagian tubuh. dapat menginfeksi otak dan mengakibatkan ensepalitis dan mielitis (peradangan saraf tulang belakang). tingkat mental yang berubah. pengembangan degenerasi sendi. yang melepuh dan sangat nyeri di kulit akibat saraf yang terinfeksi. Virus herpes zoster yang menyebabkan cacar dan sinanaga. Distal sensory polyneuropathy menyebabkan mati rasa atau perih yang ringan hingga sangat nyeri atau rasa kesemutan yang biasanya mulai di kaki dan telapak kaki. Tanda sinanaga termasuk bentol yang menyakitkan (serupa dengan cacar). tampak lebih sering dan lebih cepat berkembang pada orang terinfeksi HIV. Infeksi CMV pada urat saraf tulang belakang dan saraf dapat mengakibatkan lemahnya tungkai bagian bawah dan beberapa paralisis. Gejala yang mungkin baru muncul setelah puluhan tahun setelah infeksi awal dan berbeda antar pasien. masing-masing sangat terkait dengan penyakit kerusakan kekebalan stadium tertentu. Saraf perifer juga mengirim informasi sensorik kembali ke otak dan saraf tulang belakang. neuropati perifer. Neurosifilis. perubahan kepribadian. jalan yang tidak mantap. Infeksi virus herpes sering terlihat pada pasien AIDS. kesemutan (menggelitik) dan nyeri pada saraf. nyeri bagian bawah yang berat dan kehilangan fungsi kandung kemih. Reaktivasi ini umum pada orang yang AIDS karena sistem kekebalannya melemah. Pada awal biasanya muncul pada stadium infeksi HIV lebih lanjut dan dapat berdampak pada kebanyakan pasien stadium HIV lanjut.Infeksi cytomegalovirus (CMV) dapat muncul bersamaan dengan infeksi lain. kerusakan penglihatan dan kerusakan 40 . termasuk kelemahan. demensia. episode nyeri hebat dan gangguan sensasi. virus dapat tidur di jaringan saraf selama bertahun-tahun hingga muncul kembali sebagai ruam. Pada orang yang terpajan dengan herpes zoster. tuli. Neurosifilis dapat menyebabkan degenerasi secara perlahan pada sel saraf dan serat saraf yang membawa informasi sensori ke otak. Virus ini umumnya menghasilkan ruam. Gejala ensepalitis CMV termasuk lemas pada lengan dan kaki. Pasien AIDS mungkin menderita berbagai bentuk neuropati. Neuropati perifer menggambarkan kerusakan pada saraf perifer. Sensasi ini terutama kuat pada malam hari dan dapat menjalar ke tangan. sentuhan atau rangsangan lain. koma dan penyakit retina yang dapat mengakibatkan kebutaan. akibat infeksi sifilis yang tidak diobati secara tepat. Infeksi ini juga dapat menyebabkan pneumonia dan penyakit lambung-usus. refleks yang menghilang. masalah pendengaran dan keseimbangan. Orang yang terdampak memiliki kepekaan yang meningkat terhadap nyeri. atau nyeri saraf. hilangnya koordinasi.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa infeksi HIV. sementara kondisi lain mungkin dipicu oleh obat yang dipakai untuk melawan infeksi. walaupun hubungan antara AIDS dan stroke mungkin jauh lebih besar dari dugaan. AS melakukan penelitian pertama berbasis populasi untuk menghitung risiko stroke terkait AIDS dan menemukan bahwa AIDS meningkatkan kemungkinan menderita stroke hamper sepuluh kali lipat. Gejala termasuk ensefalitis. demam. dan mania akut. delirium. juga disebut toksoplasmosis otak. kehilangan penglihatan. Pasien mungkin mengalami kegelisahan. menulari berbagai tempat dan merusak sel yang membuat mielin – lemak pelindung yang menutupi banyak sel saraf dan otak. Para peneliti di Universitas Maryland. Stroke yang disebabkan oleh penyakit pembuluh darah otak jarang dianggap sebagai komplikasi AIDS. infeksi lain atau reaksi sistem kekebalan terhadap HIV. Beberapa pasien mungkin mengalami gangguan ingatan dan kognitif. Ensefalitis toksoplasma. PML berkembang terus-menerus dan kematian biasanya terjadi dalam enam bulan setelah gejala awal. depresi. paranoid. lemah 41 . perilaku yang tidak normal. muncul pada kurang lebih 10% pasien AIDS yang tidak diobati. malaise. Hal ini disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. yang bergerak menuju otak. kebingungan. halusinasi. mencegah penyakit. Penyakit ini umum biasa mulai pada usia setengah baya. kerusakan kognitif. burung dan hewan lain yang dapat ditemukan pada tanah yang tercemar oleh tinja kucing dan kadang pada daging mentah atau kurang matang. PML disebabkan oleh virus JC. ataksia (ketidakmampuan untuk mengatur gerakan). sakit kepala berat yang tidak menanggapi pengobatan. dan dapat berupa bentuk yang beragam dan rumit. lesi otak dan terakhir koma. dapat menyebabkan kelainan pembuluh darah dan/atau membuatpembuluh darah kurang menanggapi perubahan dalam tekanan darah yang dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah dan stroke. kelumpuhan. demensia. Penyakit ini lebih sering pada laki-laki dibandingkan perempuan. Beberapa penyakit misalnya demensia kompleks terkait AIDS yang secara langsung disebabkan oleh infeksi HIV pada otak. keingingan bunuh diri yang kuat. Progressive multifocal leukoencephalopathy (PML) terutama berdampak pada orang dengan penekanan sistem kekebalan (termasuk hampir 5%pasien AIDS).tanggapan terhadap cahaya. dan mungkin muncul kejang. Begitu parasit masuk ke dalam sistem kekebalan. Kelainan psikologis dan neuropsikiatri dapat muncul dalam fase infeksi HIV dan AIDS yang berbeda. Gejala termasuk berbagai tipe penurunan kejiwaan. gangguan berbicara. ia menetap di sana. Para peneliti mengingatkan bahwa penelitian tambahan diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan ini. tetapi sistem kekebalan pada orang yang sehat dapat melawan parasit tersebut hingga tuntas. yang dibawa oleh kucing.

Kanker ini seringkali merupakan perkiraan kondisi (prognosis) yang buruk. virus herpes Sarkoma Kaposi (KSHV). saluran pencernaan. yaitu terutama virus Epstein-Barr (EBV). misalnya seperti limfoma Burkitt (Burkitt's lymphoma) atau sejenisnya (Burkitt's-like lymphoma). kelesuan. muntah dan perubahan kepribadian. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari subfamili gammaherpesvirinae. dan paru-paru. Hal ini karena infeksi oleh virus DNA penyebab mutasi genetik. masalah penglihatan. membentuk lubang kecil yang disebut vakuol dalam serat saraf. dan kanker anus. dan limfoma sistem syaraf pusat primer. Beberapa pasien juga mengembangkan demensia terkait AIDS. Kanker leher rahim pada wanita yang terkena HIV dianggap tanda utama AIDS. Limfoma ini sebagian besar disebabkan oleh virus Epstein-Barr atau virus herpes Sarkoma Kaposi. Kanker ini disebabkan oleh virus papiloma manusia. Namun demikian. kejang. diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL). kanker usus besar bawah (rectum). seperti limfoma Hodgkin. Mielopati vakuolar dapat berdampak pada hampir 30% pasien AIDS dewasa yang tidak diobati dan kejadiannya tersebut mungkin lebih tinggi pada anak yang terinfeksi HIV. Sarkoma Kaposi adalah tumor yang paling umum menyerang pasien yang terinfeksi HIV. dan virus papiloma manusia (HPV). Pada beberapa kasus. Kemunculan tumor ini pada sejumlah pemuda homoseksual tahun 1981 adalah salah satu pertanda pertama wabah AIDS. limfoma adalah tanda utama AIDS. pusing. Kanker getah bening tingkat tinggi (limfoma sel B) adalah kanker yang menyerang sel darah putih dan terkumpul dalam kelenjar getah bening. terutama mulut. Mielopati vakuolar menyebabkan lapisan mielin yang melindungi untuk melepaskan diri dari sel saraf di saraf tulang belakang. masalah berbicara dan berjalan. banyak tumor-tumor yang umum seperti kanker payudara dan kanker usus besar (colon). Gejala termasuk kaki lemas dan kaku serta tidak berjalan secara mantap. Tidak semua pasien menunjukkan tanda infeksi. yaitu virus herpes manusia-8 yang juga disebut virus herpes Sarkoma Kaposi (KSHV). kebingungan yang meningkat. lebih sering muncul pada pasien yang terinfeksi HIV. Kanker dan tumor ganas (malignan) Pasien dengan infeksi HIV pada dasarnya memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya beberapa kanker. Pasien yang terinfeksi HIV juga dapat terkena tumor lainnya. yang tidak meningkat 42 . Berjalan menjadi sulit dan penyakit semakin parah dan lama-kelamaan pasien membutuhkan kursi roda. tetapi dapat menyerang organ lain.pada satu sisi tubuh. Penyakit ini sering muncul di kulit dalam bentuk bintik keungu-unguan.

43 . Infeksi oportunistik ini termasuk infeksi Mycobacterium avium-intracellulare dan virus sitomegalo. Pemeriksaan Diagnostik a.kejadiannya pada pasien terinfeksi HIV. namun pada saat yang sama kanker kemudian menjadi penyebab kematian yang paling umum pada pasien yang terinfeksi HIV. Serologis Tes antibody serum Skrining Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan ELISA. Infeksi oportunistik lainnya Pasien AIDS biasanya menderita infeksi oportunistik dengan gejala tidak spesifik. dan gangguan radang pada retina mata (retinitis sitomegalovirus). 8. Tes dan pemeriksaan laboratorium digunakan untuk mendiagnosis Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan memantau perkembangan penyakit serta responnya terhadap terapi Human Immunodeficiency Virus (HIV) 1. tapi bukan merupakan diagnosa Tes blot western Mengkonfirmasi diagnosa Human Immunodeficiency Virus (HIV) Sel T limfosit Penurunan jumlah total Sel T4 helper Indikator system imun (jumlah <200> T8 ( sel supresor sitopatik ) Rasio terbalik ( 2 : 1 ) atau lebih besar dari sel suppressor pada sel helper ( T8 ke T4 ) mengindikasikan supresi imun. Di tempat-tempat dilakukannya terapi antiretrovirus yang sangat aktif (HAART) dalam menangani AIDS. yang dapat menyebabkan kebutaan. Virus sitomegalo dapat menyebabkan gangguan radang pada usus besar (kolitis) seperti yang dijelaskan di atas. Hasil tes positif. Infeksi yang disebabkan oleh jamur Penicillium marneffei. kini adalah infeksi oportunistik ketiga yang paling umum (setelah tuberkulosis dan kriptokokosis) pada orang yang positif HIV di daerah endemik Asia Tenggara. Tes Laboratorium Telah dikembangkan sejumlah tes diagnostic yang sebagian masih bersifat penelitian. kemunculan berbagai kanker yang berhubungan dengan AIDS menurun. terutama demam ringan dan kehilangan berat badan. atau disebut Penisiliosis.

darah. Ig G. atau bisa sampai 6 – 12 bulan. dan sekresi. protozoa. CT Scan otak. sifilis. Tes PHS Pembungkus hepatitis B dan antibody. luka. Hal ini menjelaskan mengapa orang yang terinfeksi awalnya tidak memperlihatkan hasil tes positif. Neurologis EEG. feces. maka system imun akan bereaksi dengan memproduksi antibody terhadap virus tersebut. CMV mungkin positif 2. untuk mengidentifikasi adanya infeksi : parasit. jamur. Riwayat Penyakit Histologis. pemeriksaan sitologis urine. 3. Tapi antibody ternyata tidak efektif. MRI. sputum. Tes Antibodi Jika seseorang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Ig M yang normal atau mendekati normal Reaksi rantai polimerase Mendeteksi DNA virus dalam jumlah sedikit pada infeksi sel perifer monoseluler. 44 . Biopsis Diagnosa lain dari sarcoma Kaposi Brankoskopi / pencucian trakeobronkial Dilakukan dengan biopsy pada waktu PCP ataupun dugaan kerusakan paru-paru b. bakteri. viral. Antibody terbentuk dalam 3 – 12 minggu setelah infeksi.- P24 ( Protein pembungkus Human ImmunodeficiencyVirus (HIV ) ) Peningkatan nilai kuantitatif protein mengidentifikasi progresi infeksi Kadar Ig Meningkat. cairan spina. terutama Ig A. EMG (pemeriksaan saraf) Tes Lainnya: Sinar X dada Menyatakan perkembangan filtrasi interstisial dari PCP tahap lanjut atau adanya komplikasi lain Tes Fungsi Pulmonal Deteksi awal pneumonia interstisial Skan Gallium Ambilan difusi pulmonal terjadi pada PCP dan bentuk pneumonia lainnya. kemampuan mendeteksi antibody Human Immunodeficiency Virus (HIV) dalam darah memungkinkan skrining produk darah dan memudahkan evaluasi diagnostic.

Terdapat 2 kemungkinan penjelasan untuk hasil western blot yang indeterminate. Westen blot yang negatif adalah yang tidak memperlikatkan pita – pita pada berat molekul yang sesuai dengan produk gena HIV. dengan beragam berat molekul. Pada pasien dengan ELISA positif atau menengah dan western blot negative. Western Blot Assay Mengenali antibody Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan memastikan seropositifitas Human Immunodeficiency Virus (HIV). Berdasarkan definisi pola reaktivita western blot yang tidak termasuk dalam kategori negative atau positif dianggap indeterminate. ELISA tidak menegakan diagnosa AIDS tapi hanya menunjukkan bahwa seseorang terinfeksi atau pernah terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Penjelasan y ang paling mungkin adalah pasien yang diperiksa memiliki antibody yang bereaksi silang dengan 1 dari protein HIV. yang didefinisikan sebagai hasil positif terhadap anggota ketiga produk gena utama HIV(protein envelope. 2. gp41. Kenyataanya. dan pol) adalah bukti konklusif infeksi HIV. gag. menurut sebagian bear pakar. dan antibody terhadap setiap komponen dapat dideteksi sebagai pita-pita pada westen blot. Pada kedua keadaan tersebut diagnosis terinfeksi HIV harus diusahakan untuk 45 . dapat disimpulkan reaktivitas ELISA tersebut adalah poitif palsu. Orang yang dalam darahnya terdapat antibody Human Immunodeficiency Virus (HIV) disebut seropositif. Tes westen blot memanfaatkan kenyataan bahwa berbagai antigen HIV. Tes tersebut. Pemeriksaan westen blot assay merupakan tes lainnya yang dapat mengenali antibody HIV dan digunakan untuk memastikan seropositifitas seperti yang teridentifasi lewat prosedur ELISA. Dipihak lain. serta criteria yang ditetapkan oleh The Association of State and Territorial Public Health Laboratory Directors. dan gp120/60. western blon dapat dianggap positif untuk HIV-1 bila mengandung pita-pita untuk paling sedikit 2 produk gena berikut : p24. wedtern blot yang positif. Penjelasan yang kecil kemungkinannya untuk hail western blot yang indeterminate adalah pasien terinfeksi HIV dan sedang dalam proses membemntuk respons antibody klasik. Antigen ini dapat dipisahkan berdasarkan berat molekulnya. yaitu : 1. Tes Enzym – Linked Immunosorbent Assay ( ELISA) Mengidentifikasi antibody yang secara spesifik ditujukan kepada virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Pola reaktivitas ilang yang paling sering dijumpai adalah antibody yang bereaksi dengan p24 dan atau p55.Pada tahun 1985 Food and Drug Administration (FDA) memberi lisensi tentang uji – kadar Human Immunodeficiency Virus (HIV) bagi semua pendonor darah atau plasma. menimbulkan pembentukan antibody spesifik.

Pada pasien yang diduga terinfeksi HIV. Pada individu dengan ELISA dan PCR negative untuk HIV. pemerikasaan p24 antigen capture assay sangat spesifik untuk HIV – 1. Walaupun merupakan tes konfirmasi yang baik untuk infksi HIV pada paien dengan ELISA positif atau indeterminate. misalnya pasien tersebut terpajan dalam 3 bulan terakhir. tes yang paling sesuai diterapkan adalah ELISA. Bila western blot negative. Bila PCR positif dan atau wetern blot memperlihatkan perkembangan. 2030% dapat memperlihatkan 1/lebih pita pada western blot. Bila hasilnya negatif. harus dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan western blot. Indirect Immunoflouresence Pengganti pemeriksaan western blot untuk memastikan seropositifitas. dengan pemeriksaan ulang western blot sebulan kemudian.dikonfirmaikan atau disingkirkan dengan reaksi rantai polymerase. keberadaannya menciptakan keadaan yang harus menggunakan modalitas diagnostic lain(misalnya PCR atau p24 antigen capture) untuk mematikan bahwa pita – pita tersebut bukan merupakan isyarat infeksi HIV awal. hasil ELISA sebelumnya dapat dianggap hasil positif palsu dan hasil diagnosis infeksi HIV dapat disingkirkan. maka tes harus diulang. 3. diagnosis dapat didingkirkan dn pemeriksaan ulang hanya dilakukan bila ada indikasi klinis. Bila hasil western blot positif dapat ditegakkan diagnosi HIV. tapi kadar p24 pada penderita infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) sangat rendah. Radio Immuno Precipitation Assay ( RIPA ) Mendeteksi protein dari pada antibody. pasien dengantiter p24 punya kemungkinan lebih lanjut lebih besar dari menjadi AIDS. Bila hail wetern blot adalah intermediate. Pelacakan Human Immunodeficiency Virus (HIV) Penentuan langsung ada dan aktivitasnya Human Immunodeficiency Virus (HIV) untuk melacak perjalanan penyakit dan responnya. kecuali bila terdapat kecurigaan kuat adanya infeksi HIV dini. Selain itu. western blot haru diulang 1 bulan kemudian untuk memastikan apakah pola indeterminate tersebut merupakan pola dalam evolusi. 4. dapat ditegakkan diagnostic infeksi HIV. Bila hasil ELISA indeterminate atau positif. western blot mrupakan tes penapisan yang buruk. harus dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan PCR. c. Bila hasil tes ulang negative dua kali. Walaupun pita – pita terebut mungkin tampak samar dan reaktivitas silang. 46 . dapat disimpulkan hail possitif pada pemeriksaan pertama merupakan kesalahan teknis kinerja assay dan pasien adalah negatif. Protein tersebut disebut protein virus p24.

Pencegahan Cara mencegah masuknya suatu penyakit secara umum di antaranya dengan membiasakan hidup sehat. sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat. karena sudah terbukti bahwa penyebaran HIV/AIDS di kalangan panasun (pengguna narkoba suntik) 3-5 kali lebih cepat dibanding perilaku risiko lainnya. karena bisa memindahkan virusnya kepada janin yang dikandungnya. yaitu mengkonsumsi makanan sehat. terutama bagi kelompok perilaku resiko tinggi. Di Kampung Bali Jakarta 9 dari 10 penasun positif HIV. Pemeriksaan kultur Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau kultur plasma kuantitatif dan viremia plasma merupakan tes tambahan yang mengukur beban virus ( viral burden ). Beberapa tindakan untuk menghindari dari HIV/AIDS antara lain: • Hindarkan hubungan seksual diluar nikah dan usahakan hanya berhubungan dengan satu pasangan seksual. Penggunaan jarum suntik dan alat tusuk lainnya seperti. • • 10. Apabila berkeinginan hamil hendaknya selalu berkonsultasi dengan dokter. • • • Orang-orang yang tergolong pada kelompok perilaku resiko tinggi hendaknya tidak menjadi donor darah. Riwayat Kesehatan Saat Ini 47 . diare selama 40 hari. jarum tatto. berolah raga. lemas tidak bergairah. Penatalaksanaan : a. Seorang ibu yang darahnya telah diperiksa dan ternyata positif HIV sebaiknya jangan hamil. 9. dan melakukan pergaulan yang sehat. Jauhi narkoba.A : 35 tahun Biodata Nama Usia Jenis Kelamin : Laki-Laki Keluhan Utama Klien mengeluh lemah. akupunktur. Asuhan Keperawatan a. jarum tindik. Pergunakan selalu kondom. Pengkajian : Tn.Pemeriksaan ini digunakan dengan tes lainnya untuk mengevaluasi efek anti virus. hendaknya hanya sekali pakai dan harus terjamin sterilitasnya.

Riwayat Psikososial dan Spiritual Spiritual • : Biasanya pasien HIV-AIDS seringkali merasa putus asa dan ingin bunuh diri karena : merasa penyakit yang dideritanya sebagai kutukan dari Tuhan. sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat. Afek • Menutup diri dari lingkungan dan tidak mau berbagi dengan orang-orang disekitarnya Pengkajian Fisik Inspeksi : Dalam kasus klien terlihat lemas dan tidak bergairah. Psikososial • Pasien merasa tidak percaya diri (minder) dengan keadaan lahiriahnya karena biasanya penderita AIDS akan mengalami infeksi oportunistik. lemas tidak bergairah. Riwayat Kesehatan Keluarga Tidak teridentifikasi.Klien mengeluh lemah.A nyaris pingsan. termasuk pada kulit seperti sarkoma kaposi • Perasaan tidak berguna bagi orang-orang disekelilingnya karena umumnya masyarakat enggan untuk bekerja atau beraktivitas bersama orang yang mengidap penyakit HIVAIDS Mood • • Rasa malu dan takut untuk bersosialisasi dengan masyarakat Rasa cemas dan depresi karena tahu HIV-AIDS sampai saat ini belum dapat disembuhkan. Riwayat Kesehatan Masa Lalu Klien mengalami diare selama 40 hari. sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat sampai suatu ketika hanya karena flue tersebut Tn. disre selama 40 hari. 48 .

Tanda : Kelemahan otot. Sirkulasi Gejala : Penyembuhan yang lambat (anemia).Namun pada pasien HIV AIDS ini kita juga dapat melakukan inspeksi yaitu: 1. Tanda : Mengingkari. marah.depresi. ulserasi atau infeksi.dan sebagainya. Integritas dan Ego Gejala : Stress berhubungan dengan kehilangan. 4.intoleran activity.menarik diri. suhu dan kelembaban. kehilangan BB.mengkuatirkan penampilan. 49 . mengingkari diagnosa. Dilihat apakah nodus limph cervikalnya bengkak atau tidak. Dilihat apakah ada kemerahan. frekuensi Jantun dan pernafasan ). Rongga mulut diperiksa untuk memantau gejala kemerahan. tenderness atau deformitas pada sistem muskuloskeletal.cemas. Daerah perianal harus diperiksa untuk menemukan ekskoriasi dan infeksi pada pasien dengan diare yang profus. Nodus limph cervikal (untuk meraba adanya bengkak) 2. respon fisiologi aktifitas ( Perubahan TD.perubahan pola tidur. putus asa. perdarahan lama pada cedera. Sistem muskuloskeletal untuk meraba adanya bengkak. dan tanda vital lainnya.menurunnya volume nadi perifer. perpanjangan pengisian kapiler. gaya berjalan.takut. 3. Palpasi : Dalam kasus tidak teridentifikasi. bengkak. Inspeksi penampilan umum klien yang meliputi BB. 2. Pemeriksaan kultur luka dapat dimintakan untuk mengidentifikasi mikroorganisme yang infeksius. pucat / sianosis.progresi malaise. postur. Ulserasi dan adanya bercak-bercak putih seperti krim yang menunjukan kandidiasis. Inspeksi warna kulit. Pemeriksaan Fisik (Objektif) dan Keluhan (Sujektif) Aktifitas / Istirahat Gejala : Mudah lelah. kesulitan berjalan. TB. tenderness atau deformitas. Tanda : Perubahan TD postural. Kulit dan membrane mukosa diinspeksi setiap hari untuk menemukan tanda-tanda lesi. Namun pada pasien HIV AIDS ini kita dapat melakukan palpasi pada: 1. menurunnya massa otot. 5.

Neurosensori Gejala : Pusing. refleks tidak normal. 50 . timbulnya nodul. perubahan bunyi napas. disfagia Tanda : Turgor kulit buruk.warna.tremor.penurunan rentan gerak.kejang. Nyeri / Kenyamanan Gejala : Nyeri umum / local.pingsan.berkeringat malam. diare pekat dan sering. rasa terbakar saat miksi Tanda : Feces encer dengan atau tanpa mucus atau darah.luka perianal / abses. ide paranoid.kerusakan status indera. sakit kepala. sesak pada dada.nyeri tekan. kesehatan gigi dan gusi yang buruk.perubahan penglihatan. rasa terbakar. Keamanan Gejala : Riwayat jatuh. batuk.pincang.penyakit defisiensi imun. Pernafasan Gejala : ISK sering atau menetap. demam berulang.dan karakteristik urine. menurunya kekuatan umum. terbakar. napas pendek progresif. nyeri tekan abdominal. Makanan / Cairan Gejala : Anoreksia.hemiparesis. adanya sputum. Tanda : Perubahan integritas kulit. sering dengan atau tanpa kram abdominal. ansietas.transfuse darah.kejang. sakit kepala. Tanda : Takipnea.kelemahan otot. kurang perawatan diri.Eliminasi Gejala : Diare intermitten. tekanan umum.luka. terus – menerus. perubahan status mental.nyeri dada pleuritis. Tanda : Bengkak sendi. nyeri kelenjar. edema Hygiene Gejala : Tidak dapat menyelesaikan AKS Tanda : Penampilan tidak rapi. Tanda : Perubahan status mental.perubahan jumlah. lesi atau abses rectal. distress pernapasan. mual muntah.tremor. nyeri panggul. pelebaran kelenjar limfe. lesi rongga mulut.perianal.

Seksualitas Gejala : Riwayat berprilaku seks beresiko tinggi. Intoleransi berhubungan malaise kelelahan ditandai Aktivitas dengan dengan Lemah.isolasi. Diare berhubungan dengan infeksi 40 hari 4.penggunaan pil pencegah kehamilan. b.kesepian. Tanda : Kehamilan. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan diare di saluran cerna ditandai oleh diare selama Intolerant Activity Masuknya mikroorganisme Infeksi di intestinum Tidak optimalnya absorpsi air dan sari makanan diare Diare Pengeluaran cairan tidak terkontrol Defisit cairan 5. Ketidakefektifan jalan napas berhubungan dengan infeksi pernapasan ditandai oleh flu 2.herpes genetalia Interaksi Sosial Gejala : Masalah yang ditimbulkan oleh diagnosis. prilaku seks beresiko tinggi. muntah. dan penurunan berat Diare selama 40 hari Diare selama 40 hari Symptom Flu No Problem 1. Analisis Data bersihan Etiologi Infeksi pernapasan Flu berat Produksi mukus >>> Jalan napas terhambat Bersihan jalan napas tidak efektif Jalan napas terhambat 02 supply ↓↓ RR dan HR ↑↑ Pemakaian energi >> Malaise 3.adanya trauma AIDS Tanda : Perubahan interaksi Penyuluhan / Pembelajaran Gejala : Kegagalan dalam perawatan. merokok. Perubahan nutrisi kurang Kekurangan volume cairan Diare Tidak optimalnya penyerapan 51 Mual.menurunnya libido. penyalahgunaan obatobatan IV. alkoholik. yang (malaise) kelelahan berlebihan dari kebutuhan berhubungan .

berhubungan . Gangguan intake nutrisi Mual dan muntah berhubungan dengan infeksi di intestinum ditandai oleh mual dan muntah 8. Gangguan membran mukosa mulut berhubungan dengan sistem imun yang lemah Diare selama 40 hari 7. Harga perubahan ditandai berat badan diri citra oleh rendah dengan tubuh penurunan Penurunan badan berat berhubungan 10 Resiko tinggi Ansietas dengan Inflamasi sistemik Berbagai penyakit gangguan sistemik 52 Dalam kasus diatas belum diidentifikasi. Risiko cedera berhubungan dengan imunodefisiensi ditandai oleh anemia Gangguan intake nutrisi HIV menginfeksi hepar Kerja hepar tidak optimal Jumlah fibrinogen ↓↓ Proses penyembuhan melambat Risiko cedera Diare Penurunan berat badan Gangguan citra tubuh Harga diri rendah Anemia normositik 9.dengan ditandai tidak oleh optimalnya penurunan sari makanan Tidak seimbangnya kebutuhan dan suplai nutrisi Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan Sistem imun melemah Mikroorganisme masuk Infeksi di saluran cerna Diare Defisit cairan Dehidrasi Gangguan membran mukosa mulut Infeksi di intestinum Merangsang baroreseptor Ss simpatis aktif Ss parasimpatis ↓↓ Peristaltik ↓↓ Makanan tertahan di usus dan lambung Mual dan muntah badan penyerapan sari makanan berat badan 6.

ancaman/perubahan kesehatan status Ancaman/perubahan status kesehatan Ansietas Namun umumnya. . dan intermitent. 1. bunyi tambahan Klien mampu peralatan pengisapan. Mencegah munculnya positive pressure akan datang gejala-gejala dan inhaler. 11 Kurang pengetahuan berhubungan dengan caracara penularan HIV c. pada tandadepresi. spirometer. Khawatir.Klien memiliki Keefektifan pemberian keefektifan dan oksigen Keefektifan pengobatan juga yang Kecenderungan gas darah arteri anterior dan posterior Jelaskan dengan (misalnya : pada pernapasan dalam yang diresepkan intervensi lanjutan Klien mampu Auskultasi bagian dada pengguanaan Mengetahui ada atau pendukung tidaknya penurunan benar ventilasi dan adanya oksigen. Asuhan Keperawatan Tujuan bersihan Intervensi Klien Mandiri: Kaji berikut ini : dan Mengetahui gambaran dapat yang menentukan tindakan dan merancang diberikan jalan dokumentasikan hal-hal umum kondisi klien Rasional No Diagnosa Ketidakefekti Jalan Nafas fan Bersihan menunjukkan nafas yang efektif irama frekuensi rentang normal mengeluarkan sekresi efektif menunjukkan perilaku mengontrol perilaku perawatan secara . tandanya antara lain: keputusasaan. perasaan takut mati dsb. masalah di masa yang : breathing <IPPB>) 53 .

54 . Konsultasikan dokter dan atau dengan tentang Perencanaan peralatan membantu menentukan intervensi yang tepat Hasil bermanfaat rencana lanjutan. spiritual dilakukan terhadap aktivitas.penyakit cedera secara ditunjukkan. 2. respon dan emosi. Beritahu dokter tentang pernapasan kebutuhan untuk perfusi ahli pendukung. Dengan dan mengetahui klien. sosial. Alat bantu tambahan mempermudah jalannya penyembuhan AGD untuk intervensi dengan pernapasan napas dan stasis dan fowler tinggi ataupun ahli pernapasan sesuai bersihan jalan napas dengan kebutuhan. spiritual tingkat emosi. atau Intruksikan yang pasien Bantu tentang klien kepada batuk dalam posisi konsisten dan tekhnik nafas dalam mengambil semi Mencegah Kolaboratif : Konsultasikan sekresi dengan meningkatkan Memudahkan bersihan jalan hasil gas darah lengkap abnormal. Intoleran Aktivitas Klien mentoleransi aktivitas biasa Mandiri : Kaji yang sosial.

Kolaborasikan ahli untuk terapi dengan okupasi.dan dengan tahan. pengaturan aktivitas dan waktu untuk mencegah fisik.visualisasi) konsumsi oksigen (mis. kepada yang akan diberikan dalam Relaksasi teknik ketahanan tubuh klien (mis. Kolaborasi : Berikan nyeri sebelum aktivitas. memantau melakukan Ajarkan teknik kelelahan. Intruksikan pasien/keluarga penggunaan relaksasi selama aktivitas. dan /atau rekreasi merencanakan Meminimalisir dan memantau program nyeri yang mungkin 55 . ditunjukan daya perawat melakukan dapat penyesuaian aktivitas Evaluasi motivasi dan Tingkat motivasi klien keinginan pasien untuk dapat meningkatkan aktivitas. Ajarkan kepada pasien dan orang terdekat bagi Meminimalisir pasien tentang teknik aktifitas menjaga klien perawatan akan diri yang dari kekurangan meminimalkan oksigen diri dan menentukan batas rencana aktivitas membantu penghematan energi. distraksi. rasa teknik berjalan untuk aktivitas tentang managemen Meminimalisir kemungkinan pengobatan dapat keletihan klien kehidupan sehari-hari. saat beraktifitas.

aktivitas sesuai dengan dirasakan klien kebutuhan. 56 . Inflamasi usus halus dapat absorbsi Penurunan anemia HIV meningkatkan Kaji : berat warna. yang Aktifitas yang akan kelelahan pada Rujuk pada ahli gizi terprogram merencanakan mencegah untuk yang asupan klien tinggi berlebih Nutrisi dapat 3. untuk makanan meningkatkan makanan energi. -pola dalam Mandiri : yang baik meningkatkan energi klien eliminasi defekasi Kaji kebiasaan defekasi Memberikan efektif. ringan. berkeringat gangguan sebagai hit 5:ekstrem. malnutrisi. dengan Pantau sel darah) nilai dan oral tidak adekuat. eliminasi pasien setiap hari. masukan (dengan laporkan 1. dan terhadap pada infeksi yang diharapkan -diare tidak ada -darah dan lendir pada feses tidak ada -nyeri kram tidak ada -kembung ada dan terhadap infeksi lebih tidak dokumentasikan frekuensi. Kewaspadaan terhadap merusakan cairan dan berat umum dan risiko rentang Timbang berat badan elektrolit. normal pasien. ketidak muntah. atau tidak ada). Diare kronik. dan banyak untuk evaluasi dasar labiratorium (elektrolit. Diare Menunjukkan yang ditandai indikator berikut ketentuan sedang. menipiskan elektrolit. badan.normalan. berat.

Anjurkan untuk mencatat warna. Pantau perianal. volume. dan jumlah Mencegah ditingkatkan bertahap Kolaborasi : Konsultasikan 57 dengan Menjaga asupan .konsistensi. dan jumlah kemungkinan (ukuran) feses . Informasikan tentang obat adanya iritasi Iritasi pasien memungkinkan yang Pengetahuan tersebut dapat meminimalisir dapat dan ulserasi kulit di area kemungkinan keluarnya cairan tubuh mengakibatkan diare. Pertahankan kecuali indikasikan. memberitahu setiap kali diare. sering.turgor dehidrasi yang parah kulit dan kondisi mukosa mulut sebagai indikator dehidrasi. Ajarkan pasien tentang kemungkianan penggunaan obat anti memarahnya diare diare yang tepat. makan dalam masukan dikontra Memantau frekuensi cairan sedikitnya 3 liter diare membantu dalam porsi lanjutan secara hipovolemia petugas Membantu membuat Anjurkan pasien untuk perencanaan lanjutan Mencegah terulangnya pasien/anggota keluarga diare Anjurkan pasien untuk penyusunan intervensi kecil. frekuensi dan konsistensi feses.

Perencanaan dengan Lakukan tindakan untuk ahli nutrisi membantu mengurangi pembatasan membuat perencanaan yang sesuai ketentuan Perencaan dokter dan hindari hindari seperti sayuran 4.Na. dan terhadap pada infeksi terhadap infeksi lebih intra vena laboratorium cairan dan ketidakseimbangan (K. tidak Mandiri : haus Pantau berat badan dan Penurunan status nutrisi anemia HIV meningkatkan dan berat nilai Diare kronik. dan zink) 58 elektrolit berkeringat fosfor menipiskan elektrolit. usus iritan usus makanan mentah. Menurunkan stimulasi merokok. malnutrisi.ahli diet untuk nutrisi klien penyesuaian diet yang diperlukan.Mg. dan pembatasan cairan ketentuan dengan membantu makanan membuat perencanaan berlemak/gorengan. Inflamasi usus halus .Ca. kacangan-kacangan. Kekurangan volume cairan Klien mengalami Klien menampilkan hidrasi yang baik (membran mukosa lembap) Memiliki asupan Pantau cairan oral dan haluaran atau yang adekuat masukan dari : pertahankan dokter sesuai lanjutan dokter. masukan untuk oral tidak adekuat. Konsultasikan pada dokter jika tanda dan gejala diare yang terus menerus. dan banyak muntah. berat umum dan risiko yang tidak normal nilai laboratorium untuk badan.

klien.TB. usia. merusakan cairan dan gejala Mengantisipasi dehidrasi terhadap parah Mencegah berikan Mencegah pada mudah berikan dengan terjadinya terjadinya bertambah Tingkatkan asupan oral komplikasi cairan oral yang disukai dehidrasi pada klien dijangkau. Perubahan dari kebutuhan Klien sesuai sedotan. dan berikan air keinginan. terhadap status nutrisi termasuk makanan yang Memastikan disukai makanan dan tidak kebutuhan membantu terhadap nutrisi. intervensi disukai serta intoleransi pendidiakn Kaji faktor-faktor yang individual memengaruhi masukan Memberikan dasar dan oral Dorong klien istirahat sebelum makan Dorong orang lain Makan sedikit sering : 6 kali sehari 59 klien arahan untuk intervensi Meminimalkan keletihan yang dapat untuk menurunkan Membatasi tapi sosial nafsu isolasi makan dengan ditemani makan untuk . tempat letakkan yang dan dan laporkan elektrolit.dll) batas normal berat badan dalam Dapatkan riwayat diet. dapat Mandiri : Kaji terhadap malnutrisi Memberikan pengukuran objektif nutrisi kurang mempertahankan massa tubuh dan (BB. segar) 5.Ht.Hb.dapat absorbsi Pantau tanda dehidrasi Pantau interaksi obat (misalnya.

kesukaan dan ketidaksukaan klien Minimalkan factor yang dapat menimbulkan Mual dapat dan muntah mual dan muntah 60 memperburuk . Gangguan membran mukosa mulut Menunjukkan perbaikan daerah mulut (kelembapan meningkat) Pemberian buah sayur-sayuran daerah bibir 7.Instruksikan klien untuk Mencegah klien terlalu makan makanan kaya kenyang protein karbohidrat Kolaborasi : Konsulkan dengan ahli diet untuk menentukan kebutuhan nutrisi klien tentang pengganti makanan (nutrisi Memberikan dukungan nutrisi bila klien tidak mengonsumsi jumlah yang cukup per oral 6. Gangguan intake nutrisi Tingkat gizi klien Mandiri : tercukupi memenuhi kebutuhan metabolik untuk Buat makan perencanaan Makan yang terjadwal dengan klien dapat memperbaiki Mandiri : air putih Kebutuhan dan cairan tubuh klien tercukupi meminimalisir daya dehidrasi dan Meningkatkan tahan tubuh kelembapan mulut mukosa pada Pemberian Memudahkan Konsul dengan dokter perencanaan makan dan kaya Memberikan protein dan kalori tambahan enteral atau parenteral) mukosa minimal 8 gelas sehari Pemberian pelembap di Meningkatkan untuk dimasukan dalam kondisi gizi klien jadwal makan.

Komunikasikan bahwa tingkat gizi klien klien bertanggung jawab terhadap pilihan fisik Rasa tanggung jawab dan makanan Identifikasi pada diri klien proses nafsu klien dan memudahkan hindarkan faktor-faktor pemulihan yang dapat berpengaruh Hilangnya terhadap Kolaborasi: Diskusikan dengan ahli gizi dalam menentukan kebutuhan ketidakadekuatan asupan klien dengan Nutrisi dapat yang baik meningkatkan hilangnya makan gizi klien nafsu makan klien memperburuk tingkat energy klien 8. Risiko cedera Adanya kemampuan untuk meminimalisir risiko cedera Mandiri : Berikan pendidikan berhubungan strategi Berikan mengenai lingkungan karakteristiknya Kolaborasi: Rujuk pada kelas Rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri klien membantu dalam proses pemulihan 9. . Risiko Harga Klien Mandiri : 61 pendidikan komunitas dan materi Meminimalisir yang cedera dengan tindakan informasi bahaya Meminimalisir dan cedera risiko risiko untuk mencegah cedera.

tentang penghargaan pandangan tentang membantu menentukan intervensi tingkat diri Pantau klien dalam rasa percaya diri klien diri rasa berfungsi diri Tentukan rasa percaya Mengetahui penilaian diri.diri rendah menunjukan harga ditandai indicator : Mengungkapakan penerimaan secara verbal Mempertahankan kontak mata Menerima kritikan orang lain dari Kaji pernyataaan klien Mengetahui diri. ansietas permainan. serta terapi memperluas fokus 62 . pengungkapn Pengungkapan menurunkan percaya diri klien. dibuktikan dengan menunjukkan kontrol kontrol koping. Bantu klien menyusun rasa percaya diri klien. impuls. Risiko tinggi Ansietas ansietas berkurang. Berikan tentang konseling. yang klien menurunkan terhadap pentingnya sebagai tempat klien diri yang negative yang negative dapat klien dirinya. dengan diri. agresi. ansietas. Sediakan Mandiri : Bantu klien unuk Alat pada mengidentifikasi mekanisme koping yang dibutuhkan untuk mengurangi ansietas pengalihan Untuk mengurangi dan untuk memfokuskan situasi saat ini kontrol melalui televisi. Pencapaian tujuan yang realistis membantu klien untuk mencapai harga diri yang lebih tinggi 10. radio. Hindari tindakan yang Tindakan dapat melemahkan klien melemahkan dapat tujuan yang realisitis. informasi Konseling mencurahkan pandangannya terhadap diri.

sesuai dengan yang efektif kebutuhan 11. Ketidakefekti fan individu -Menimbang serta Mandiri : pandangan Menetapkan terhadap untuk dasar intervensi alternatif dan klien 63 waktu klien untuk Meningkatkan lebih perasaan diri banyak daripada untuk bermaknadan dan memberikan interaksi sosial partisipasi Memberikan distraksi koping memilih di antara Identifikasi . secara okupasi diri Dampingi klien Untuk meningkatkan dan keamanan mengurangi takut Kolaborasi: Berikan untuk pengobatan Meminimalisir mengurangi ansietas sosial ansietas.penahanan mutilasi dan substansial menunjukkan keterampilan interaksi secara konsisten. Isolasi sosial Penurunan rasa Mandiri : berhubungan dengan penyakit Observasi sosial Berikan mengenai penularan bantu klien isolasi sosial Kaji pola interaksi Menetapkan untuk individual terhadap Isolasi sosial dapat perilaku indikatif isolasi dimanifestasikan dalam beberapa cara instruksi Pengawasan informasi cara-cara yang HIV dan memperbaiki untuk kesalahan dan dan konsepsi menghilangkan akurat dasar intervensi sosial klien yang lazim mengidentifikasi menggali sumber untuk ansietas mendukung mekanisme koping Berikan bersama pengobatan prosedur Dorong dalam aktivitas pengalih 12.

kesehatannya klien.layanan kesehatan terkait dan membantu dalam dan lanjutan untuk Mengurangi dan koping Memberikan rasa ansietas diagnosis. Pengetahuan tentang penyakit cara keluarga. klien meningkatkan untuk percaya diri kepada kelompok klien membantu dalam layanan meningkatkan koping di mendukungnya. proses pemulihan dan kesehatan lainnya. menentukan intervensi mengklarifikasi kesalahpahaman Kolaborasi: Fasilitasi mengenal yang pemberi sumber-sumber 13. prognosis Bantu klien yang kehidupan sehari. Risiko penularan infeksi berhubungan dengan faktor risiko kontak dengan cairan tubuh 14. Kurang pengetahuan berhubungan dengan dan pencegahan Peningkatan pengetahuan mengenai penularan penyakit 64 Mandiri : Instruksikan Minimalnya risiko penularan komunitas Mandiri : Berikan mengenai keluarga. dan pendidikan Meminimalisir Universal penularan dan tenaga risiko Precaution pada klien.konsekuensinya -Berpartisipasi dalam hari kondisinya kesesuaiannya dan individual dengan pemberi informasi Memberikan kejelasan aktivitas pandangan Berikan faktual dengan pengobatan. teman tentang penularan rute penularan HIV dan dapat juga pencegahannya cara pencegahan membantu mencegah penyebaran penyakit. juga dapat .

Membutuhkan kepekaan konselor dalam menghadapi perbedaan pendapat dan nilai yang mungkin sangat bertentangan dengan nilai yang dianut oleh konselor itu sendiri. dan lain-lain. ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) tidak hanya membutuhkan informasi belaka. Konseling HIV berbeda dengan jenis konseling lainnya. 2. Mencegah penularan HIV dengan cara mengubah perilaku. sehingga memungkinkan orang tersebut mampu menyesuaikan atau mengadaptasi diri dengan stress dan sanggup membuat keputusan bertindak berkaitan dengan HIV/AIDS.penularan HIV 11. Konseling HIV menjadi hal yang unik karena : 1. 65 . Membutuhkan pengetahuan yang luas tentang infeksi menular seksual (IMS) dan HIV/AIDS. dan ekonomi. 6. walaupun keterampilan dasar yang dibutuhkan adalah sama. social. Tujuan konseling HIV : 1. Membutuhkan pembahasan mengenai praktik seks yang bersifat pribadi. 3. psikologis. Membutuhkan keterampilan dalam menghadapi kebutuhan pasangan maupun anggota keluarga klien. 4. Meningkatkan kualitas hidup ODHA dalam segala aspek baik medis. Membutuhkan keterampilan pada saat memberikan hasil HIV yang positif. tetapi yang jauh lebih penting adalah pemberian dukungan yang dapat menumbuhkan motivasi mereka. Untuk mengubah perilaku. Asuhan Keperawatan Komunitas Konseling HIV/AIDS menyebabkan takut rasa Konseling HIV/AIDS merupakan dialog antara seseorang (klien) dengan pelayan kesehatan (konselor) yang bersifat rahasia. Dalam hal ini konseling bertujuan untuk memberikan dukungan kepada ODHA agar mampu hidup secara positif. misalnya dalam perilaku seks aman. 5. Membutuhkan pembahasan tentang kematian atau proses kematian. 2. tidak berganti-ganti jarum suntik.

3. Mereka yang sedang dites untuk HIV (sebelum dan sesudah tes). pemutusan hubungan kerja. Agar mampu menghadapi masalahnya. pekerja social. dan lain-lain. Memahami dirinya dengan lebih baik. rasa duka yang berkelanjutan. Mereka yang tidak mencari pertolongan namun berperilaku resiko tinggi. dan perubahan perilaku. Mengantisipasi harapan-harapan. keluarga. dan anggota kelompok masyarakat dapat menolong dalam konseling pencegahan maupun konseling 66 . Konselor bersifat sangat pribadi. Guru.Dalam hal ini. Orang yang mempunyai masalah akibat infeksi HIV (pekerjaan. dan lain-lain). latar belakang klien. Konseling HIV dianjurkan untuk keadaan berikut : 1. kelompok kerja muda. keuangan. sehingga membutuhkan pengembangan rasa saling percaya. perawat. Konseling bersifat tidak eksklusif. 4. pemuka agama. Orang yang sudah diketahui menderita AIDS atau terinfeksi HIV. Petugas konseling tidak harus merupakan petugas kesehatan yang ahli. petugas laboratorium. kemungkinan stigma diskriminasi. sebagai akibat infeksi HIV. dan orang dengan profesi lain dapat dianjurkan dan dilatih u8ntuk memberikan dukungan konseling. artinya setiap orang yang diberi pelatihan khusus dapat menjadi seorang konselor. e. psikoterapis. kerelaan. dukun tradisional. Ciri-ciri Konseling HIV Konseling merupakan kegiatan membantu klien agar dapat : a. c. perumahan. penyampaian status HIV pada pasangan seksual. Konseling bukan merupakan percakapan tanpa tujuan. Mereka yang sedang mencari pertolongan diakibatkan perilaku resiko yang lalu dan sekarang sedang merencanakan masa depannya. 5. konselor juga diharapkan dapat membantu mengatasi rasa putus asa. penyuluh kesehatan. 2. dan jenis layanan medis atau social yang tersedia. Hal ini bukan suatu hal yang baku. Petugas Konseling Selain dokter. b. dan keluarganya. juga bukan member nasihat atau instruksi pada orang untuk melakukan sesuatu sesuai kehendak konselor. Memperoleh akses informasi yang benar. psikolog. Agar mampu berkomunikasi lebih lancer. d. dapat bervariasi tergantung kondisi daerah atau wilayah.

5. pada dasarnya yang dapat menjadi petugas konseling adalah mereka yang mempunyai ruang untuk orang lain dalam dirinya. Memerlukan pengatahuan dalam aspek teknik. Proses penyesuaian kecil 3. Konseling untuk pencegahan terjadinya HIV/AIDS. Didominasi mood dan perasaan Sumber: Depkes RI (2003) Edukasi Kesehatan 1. 4. Jenis konseling itu adalah sebagai berikut : 1. Kelompok besar atau kecil 3.dukungan untuk ODHA. 2. 3. Konseling pada mereka yang menghadapi kematian. Menurunkan stress 5. Keduanya memberikan pengetahuan dan mengubah sikap. Merupakan komunikasi dua arah. Bersifat individual atau kelompok 2. Konseling berkelanjutan. Konseling keluarga. VCT (Voluntary Counseling Testing) Definisi VCT 67 . Didominasi oleh komprehensi Sedangkan persamaannya adalah sebagai berikut : 1. Konseling versus Edukasi Kesehatan Perbedaan antara konseling dan edukasi kesehatan dapat dilihat pada table berikut. Konseling 1. Jadi. Berorintasi pada isi 4. Berorientasi pada masalah 4. Konseling pasca-tes. 2. 3. Proses belajar 2. 6. Konseling pra-tes. Jenis Konseling HIV/AIDS Ada beberapa jenis konseling yang dapat dilakukan untuk para penderita HIV/ AIDS. Meningkatkan pengetahuan 5.

Di Amerika Serikat setelah konseling ini berhasil. jika tidak ada seorangpun sebagai pendukung moral maka konselor diharapkan dapat bertindak sebagai keluarga bagi klien. serta dukungan lainnya kepada ODHA. 2. maka klien akan membubuhkan tanda tangan pada “surat persetujuan diperiksa” yang antara lain berisi keamanan klien bahwa identitasnya tidak akan dibocorkan. dan lingkungannya. maka klien membatalkan pemeriksaan. yaitu aplikasi perilaku klien yang menyebabkan klien dapat beresiko tinggi terinfeksi HIV/AIDS dan apakah klien mengetahui tentang HIV/AIDS dengan benar. informasi. Masa ketika menunggu hasil tes adalah masa yang paling berat bagi klien. Tujuan VCT VCT mempunyai tujuan sebagai : 1. Hal yang perlu ditanyakan oleh konselor yaitu ada tidaknya sumber dukungan moral dalam hidup klien yang dapat membantu ketika menunggu hasil tes sampai hasil diagnosis keluar (apapun hasil. meningkatkan persepsi/pengetahuan mereka tentang factor-faktor resiko penyebab seseorang terinfeksi HIV. Tujuan dari konseling ini adalah untuk mengubah pola tingkah laku. Saat itu. memberikan dukungan moral. Sebelum Deteksi HIV (Pra-konseling) Pra-konseling disebut juga konseling pencegahan AIDS. Klien dapat menilai resiko dan mengerti persoalan dirinya. 3. tesnya baik positif atau negative). Dua hal yang penting dalam konseling ini. Klien memahami benar kegunaan tes HIV/AIDS. keluarga. 68 . Upaya pencegahan HIV/AIDS. Upaya untuk mengurangi kegelisahan. 2. Apabila perilaku klien tidak beresiko. Konselor harus lebih berhati-hati pada klien dengan perilaku beresiko tinggi karena harus diteruskan dengan rinci tentang akibat yang akan timbul apabila hasil tes sudah keluar. Tujuan Konseling pra-tes HIV/AIDS Terdapat beberapa tujuan dilakukannya konseling pra-tes pada klien yang akan melakukan tes HIV/AIDS. biasanya setelah mengetahui dengan benar bagaimana cara AIDS menular. serta membantu mengurangi stigma dalam masyarakat. Upaya pengembangan perubahan perilaku. Tujuan tersebut adalah agar : 1. sehingga secara dini mengarahkan mereka menuju ke program pelayanan dan dukungan termasuk akses terapi antiretroviral.VCT adalah suatu pembinaan dua arah atau dialog yang berlangsung tak terputus antara konselor dan kliennya dengan tujuan untuk mencegah penularan HIV. Tahap VCT 1.

4. Interpretasi hasil pemeriksaan a. b. baik positif maupun negative. 4. Uji saring atau skrining dan tes konfirmasi. Lima Prinsip Praktis Konseling pra-tes HIV Ada lima prinsip praktis yang biasa dilakukan saat konseling pra-tes HIV. baik pra-tes atau pasca-tes. 2. b. Asimptomatik atau gejala nyata (Full Blown Symptom). Pengkajian risiko bukan hasil yang diharapkan. 2. Lima prinsip praktis tersebut yaitu : 1. Tidak dapat disembuhkan (HIV) tetapi masih dapat diobati (infeksi sekunder). Masa jendela. Klien dapat menurunkan rasa kecemasannya. 5. Motif dari klien HIV/AIDS Klien yang secara sukarela (Voluntary) dan secara paksa (compulsory) mempunyai perasaan yang berbeda dalam menghadapi segala kemungkinan. c. Klien memilih dan memahami apakah ia akan melakukan tes darah HIV/AIDS atau tidak. 3. Deteksi HIV (Sesuai keinginan klien dan setelah klien menandatangani lembar persetujuan-informed consent) 69 . Klien dapat membuat rencana penyesuaian diri dalam kehidupannya. Estimasi hasil a. Pembuatan keputusan Klien dapat memutuskan untuk mau dan tidak mau diambil darahnya guna dilakukan pemeriksaan HIV. 5.3. Rencana ketika hasil diperoleh Apa yang akan dilakukan oleh klien ketika telah mengetahui hasil pemeriksaan.

baik hasilnya positif maupun negative. kapan waktu tepat untuk mengulang. Klien dapat menurunkan masalah psikologis dan emosi karena hasil tes. Klien dapat memahami arti periode jendela. Hal ini perlu dilakukan agar seseorang bisa mengetahui secara pasti status kesehatan dirinya. c. Cara untuk bisa mengatasinya dan menjalani hidup secara positif. Klien dapat menyesuaikan kondisi dirinya dengan infeksi dan menyusun pemecahan masalah serta dapat menikmati hidup. b. d.Tes HIV adalah tes darah yang digunakan untuk memastikan apakah seseorang sudah positif terinfeksi HIV atau belum. Klien dapat mengembangkan pedoman praktis bagi dirinya untuk mengurangi risiko melalui perilakunya. c. 3. Bagi mereka yang hasilnya tesnya HIV negative. ♦ Hasil positif a. terutama status kesehatan yang menyangkut risiko dari perilakunya selama ini. b. maka konseling pasca-tes bermanfaat untuk membantu tentang berbagai cara mencegah infeksi HIV di masa mendatang. Klien dapat memahami dan menerima hasil tes secara tepat. Klien dapat mengembangkan pedoman praktis bagi dirinya untuk mengurangi risiko melalui perilakunya. konseling pasca-tes sangat penting untuk membantu mereka yang hasilnya HIV positif agar dapat mengetahui cara menghindarkan penularan HIV kepada orang lain. Tujuan Konseling pasca-tes ♦ Hasil negative a. Pasca-konseling : Konseling setelah Deteksi HIV Pasca-konseling merupakan kegiatan konseling yang harus diberikan setelah hasil tes diketahui. Caranya adalah dengan cara mendeteksi ada tidaknya antibody HIV dalam sampel darahnya. Klien dapat membuat keputusan akan tes ulang atau tidak. Jenis Tes untuk Mendeteksi HIV 70 .

Maleficence • Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien. Selama periode tersebut seseorang yang sudah terinfeksi HIV masih menunjukkan hasil tes yang negative. 12. Hal ini penting mengingat terinfeksinya seseorang dengan HIV/AIDS akan berdampak pada kehidupan pada penderitanya dan orang-orang yang berinteraksi dengannya. Periode jendela adalah tenggang waktu antara masuknya HIV ke dalam tubuh seseorang dan munculnya antibody terhadap HIV. Etik dan Legal Respect for Autonomy • Perawat harus menjelaskan dengan jelas kepada keluarga tentang kondisi yang dialami pasien tanpa ada sedikitpun yang ditutupi sehingga pasien mendapatkan haknya. Tes juga dapat dilaksanakan untuk menguji antigen HIV. Apabila tes ELISA atau Latex Agglutination menunjukkan bahwa klien terinfeksi HIV. yaitu tes antigen P24 atau PCR (Polymerase Chain Reaction).Perawat memberikan intervensi sesuai dengan kebutuhan dan diagnosa klien.Jenis tes yang biasa digunakan untuk mendeteksi seseorang terinfeksi HIV/AIDS adalah dengan menggunakan tes ELISA Latex Agglutination dan Westem Blot. 71 . Perawat melakukan prosedur keperawatan dengan benar sehingga klien terhindar dari hal yang merugikan. Non. waktunya biasanya antara 1-6 bulan. PCR ini hanya dipakai untuk penelitian pada kasus-kasus yang sulit dideteksi dengan tes antibody. • Perawat melakukan kewaspadaan universal untuk mencegah terjadinya infeksi yang lebih lanjut Beneficence • Justice Beneficience berarti. Yang terpenting adalah bahwa pelayanan VCT harus dilakukan oleh petugas yang sangat terlatih dan berkualitas tinggi dalam melakukan konseling dan deteksi HIV. maka hasilnya perlu dikonfirmasikan lagi dengan tes Westem Blot sebelum klien benar-benar dipastikan positif terinfeksi HIV. misalnya untuk tes pada bayi yang lahir dari ibu yang positif terinfeksi HIV dan kasus-kasus yang diperlukan masih berada dam periode jendela. hanya melakukan sesuatu yang baik.

Prinsip keadilan dibutuhkan untuk tercapai yang sama dan adil terhadap orang lain

yang menjunjung prinsip-prinsip moral, legal dan kemanusiaan. Nilai ini direfleksikan dalam prkatek profesional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum, standar praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan. • Perawat harus bertindak adil dalam melakukan tindakan keperawatan tanpa membedakan status ekonomi, suku, agama, dll. Agar pasien dapat merasakan kenyamanan. Kejujuran (Veracity) • Prinsip veracity berarti penuh dengan kebenaran. Nilai ini diperlukan oleh pemberi pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap klien dan untuk meyakinkan bahwa klien sangat mengerti. Prinsip veracity berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mengatakan kebenaran. Informasi harus ada agar menjadi akurat, komprensensif, dan objektif untuk memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang ada, dan mengatakan yang sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan dirinya selama menjalani 13. Universal precaution Sejak AIDS dikenal; kebijakan baru yang bernama kewaspadaan universal atau universal precaution dikembangkan. Kebijakan ini menganggap bahwa setiap darah dan cairan tertentu lain dapat menyebabkan infeksi, tidak memandang status sumbernya. Ada berbagai macam infeksi menular yang terdapat dalam darah dan cairan tubuh lain seseorang, di antarahya hepatitis B dan C, dan HIV. Mungkin juga ada infeksi lain yang belum diketahui. Dalam sarana kesehatan, termasuk rumah sakit, puskesmas, praktek dokter dan dokter gigi, tindakan yang dapat mengakibatkan Iuka atau tumpahan cairan tubuh, atau penggunaan alat medis yahg tidak steril, dapat menjadi sumber infeksi penyakit pada petugas layanan kesehatan dan pasien lain. Jadi seharusnya kewaspadaan universal atau universal precaution diterapkan secara penuh. Harus ditekankan bahwa universal precaution dibutuhkan tidak hanya untuk melindungi terhadap penularan HIV tetapi yang tidak kalah penting terhadap infeksi lain yang dapat parah dan sebetulnya lebih mudah menular, misalnya virus hepatitis B dan C. Petugas layanan kesehatan harus menerapkan universal precaution dalam hubungan dengan semua pasien. Kita biasanya menganggap cairan yang dapat menularkan HIV sebagai darah, cairan kelamin dan ASI saja.Namun ada cairan lain yang dapat mengandung kuman lain, dan dalam sarana kesehatan, lebih banyak cairan tubuh biasanya tersentuh. Cairan tubuh yang perlu diwaspadai antara lain : 72 perawatan.

• • • • • • •

Semen Cairan vagina Cairan ketuban Cairan limfa Cairan cerebrospinal Cairan pleura dan peritoneal Cairan pericardial

Universal precaution tidak mencakup : • • • • • • • Faeses Nasal secretions Sputum Keringat Urine Cairan muntah Air liur ( kecuali ketika tercampur darah dalam tindakan mulut)

Kegiatan yang paling berisiko Jelas ada beberapa kegiatan yang umum dilakukan oleh petugas layanan kesehatan yang menimbulkan risiko, antara lain : • • • • • Menyuntiklmengambil darah Tindakan bedah Tindakan kedokteran gigi Persalinan Membecsihkan darah/cairan lain Sebaliknya ada beberapa perilaku yang menempatkan petugas layanan kesehatan atau pasien dalam keadaan berisiko, misalnya : • • • Menutup jarum suntik kembali Salah meletakkan jarum atau pisau/alat tajam Menyentuh pasien tanpa cuci tangan

Penerapan universal precaution 73

Karena akan sulit untuk mengetahui apakah pasien terinfeksi atau tidak, petugas layanan kesehatan harus menerapkan kewaspadaan universal secara penuh dalam hubungan dengan semua pasien, dengan melakukan tindakan berikut : 1. Administrative Controls • Pendidikan Mengembangkan sistem pendidikan tentang tindakan pencegahan kepada pasien, petugas, dan pengunjung rumah sakit untuk meyakinkan mereka dan bertanggung jawab dalam menjalankannya • Adherence to Precaution (Ketaatan terhadap tindakan pencegahan) Secara periodik menilai ketaatan terhadap tindakan pencegahan dan adanya perbaikan langsung

2. Standard Precautions • • • • • • • • • Cuci tangan dengan menggunakan antiseptik setelah berhubungan dengan pasien atau setelah membuka sarung tangan Segera cuci tangan setelah ada hubungan dengan cairan tubuh Pakai sarung tangan bila mungkin akan ada hubungan dengan cairan tubuh atau peralatan yang terkontaminasi dan saat menangani peralatan habis pakai Pakai masker dan kacamata pelindung bila mungkin ada percikan cairan tubuh Tangani dan buang jarum suntik dan alat tajam lain secara aman; yang sekali pakai tidak boleh dipakai ulang Bersihkan dan disinfeksikan tumpahan cairan tubuh dengan bahan yang cocok Patuhi standar untuk disinfeksi dan sterilisasi alat medis Tangani semua bahan yang tercemar dengan cairan tubuh sesuai dengan prosedur Buang limbah sesuai prosedur. Pemisahan limbah sesuai jenisnya diawali sejak limbah tersebut dihasilkan a. Limbah padat terkontaminasi dengan darah atau cairan tubuh dibuang ke tempat sampah kantong plastik kuning b. Limbah padat tidak terkontaminasi dengan darah atau cairan tubuh dibuang ke tempat sampah kantong plastik hitam c. Limbah benda tajam atau jarum dibuang ke kontainer yang berwarna kuning tahan tusuk dan tahan air • Kesehatan karyawan dan darah yang terinfeksi bakteri pathogen 74

Untuk mencegah luka tusuk benda tajam: a. Berhati-hati saat menangani jarum, scalpel, instrumen yang tajam atau alat kesehatan lainnya dengan permukaan tajam, b. Jangan pernah menutup kembali jarum bekas pakai atau mernanipulasinya dengan kedua tangan. c. Jangan pernah membengkokkan atau mematahkan jarum d. Buanglah benda tajam atau jarum bekas pakai ke dalam wadah yang tahan tusuk dan air, dan tempatkan pada area yang mudah dijangkau dari area tindakan. e. Gunakan mouthpieces, ressucitation bags atau peralatan ventilasi lain sebagai alternatif mulut ke mulut. Alat pelindung Unsur lain yang penting dalam universal precaution adalah penggunaan alat pelindung yang sesuai tindakan. Alat yang dibutuhkan dapat hanya sarung tangan (misalnya untuk ambil darah) hingga semua alat yang dibutuhkan oleh seorang bidan waktu membantu kelahiran. Namun perawat yang hanya menyentuh pasien tidak membutuhkan sarung tangan, yang penting cuci tangan sebelum dan sesudahnya. Alat pelindung yang dibutuhkan antara lain : • • • • • Sarung tangan, digunakan sebab tangan atau kulit berpotensi kontak dengan darah atau cairan lain dan material yang terkontaminasi. Celemek Masker atau pelindung muka, untuk menghindari droplet darah atau cairan lain dari mulut, mata atau hidung Kacamata Pelindung kaki

Perawatan di rumah Universal precaution tidak hanya dibutuhkan dalam sarana kesehatan resmi, tetapi juga terkait perawatan di rumah. Sekali lagi, tujuan utamanya adalah untuk melindungi keluargaltim perawatan dari berbagai infeksi, bukan hanya HIV, justru risiko penularan HIV pada keluarga di rumah sangat amat rendah. Jadi kita harus menganggap sebagian besar cairan tubuh sebagai sumber infeksi. Prosedur universal precaution untuk perawatan di rumah serupa dengan di rumah sakit, hanya mungkin lebih sederhana. Bila tidak ada sarung tangan, secara darurat kita dapat memakai kantong plastik yang utuh. Yang penting kita menutup semua luka pada kulit dengan plester luka. Mungkin yang paling penting adalah untuk menjaga kebersihan di 75

dan kualitas hidup ODHA. dan jaringan otot. dan gangguan penyakit lainnya. juga status mikronutriea dalam tubuh tetap dalam kondisi baik. dan infeksi pernapasan. Akibatnya. Hasilnya. Seseorang dikatakan mengalami wasting bila terjadi penurunan berat badan lebih dari 10 persen berat badan normal disertai dengan lebih dari 30 hari diare. anoreksia atau kehilangan nafsu makan. Cucian biasanya tidak membutuhkan perhatian khusus asal tidak tercermar cairan. Pada ODHA butuh tambahan energi karena energi digunakan untuk mengatasi infeksi HIV/AIDS dan juga infeksi oportunistik. Berikutnya. infeksi jamur dan anemia. tuberkulosis. malabsorbsi dan gangguan metabolisme. Kebutuhan energi pada ODHA dihitung berdasarkan ada atau tidak adanya gejala seperti demam. sehingga terjadi defisiensi nutriea. 14. infeksi lanjutan. Diet dan pola hidup sehat dapat memperkecil risiko kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) bagi ODHA. bila tercemar lebih baik dicuci dengan pemutih dulu (larutan klorin 0. maka sistem kekebalan dalam tubuh turun. penderita HIV/AIDS atau ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) kekurangan asupan makanan secara kualitas dan kuantitas karena penurunan nafsu makan yang mengakibatkan berat badan dan massa otot terus menurun. demam. penurunan berat badan dan wasting. berat badan terjaga. Nutrisi yang baik berarti terjadi asupan makanan yang baik. usia. Diantaranya. ODHA mempunyai kebutuhan nutrisi tersendiri dibandingkan orang sehat. defisiensi nutriea ini bisa mendorong meningkatkan stres oksidatif dan menurunkan sistem imun. gangguan fungsi metabolisme dan gangguan fungsi sistem imun dan penurunan berat badan. Orang yang terinfeksi HIV biasanya mengalami gejala yang berpengaruh pada asupan nutrisi yang bisa mengakibatkan terjadinya malnutrisi. Daya tahan terhadap infeksi pun meningkat. dapat menguatkan sistem imun sehingga mampu melawan HIV dan infeksi lainnya. status nutrisi yang optimal dapat memperbaiki daya tahan. bila terjadi malnutrisi. mual dan muntah yang sering. Pada saat orang terinfeksi HIV/AIDS. maka sistem imun akan semakin menurun dan kemungkinan timbulnya penyakit semakin besar. 76 . Wasting adalah terjadinya penurunan massa otot tubuh.5%) dengan memakai sarung tangan.rumah. demam. Asupan diet yang tidak cukup bisa menyebabkan malabsorbsi (kelainan penyerapan pada usus). gangguan metabolisme dan penyimpanan nutriea. Aspek Nutrisi bagi Penderita AIDS Nutrisi Bagi Pengidap HIV / AIDS Pada umumnya. kemudian dapat dicuci dengan sabun seperti biasa. misalnya diare. kemungkinan terkena penyakit semakin meningkat. diare. Pada saat itu. replikasi atau proses penggandaan dan progresivitas HIV meningkat. dan juga morbiditas. diare.

Kebutuhan Kalori dan Protein Kalori merupakan energi dalam makanan. Dalam kategori karbohidrat kompleks. dan ikan merupakan sumber protein yang baik. Karbohidrat memberi energi. Pada kategori C (dengan tingkat kekebalan (CD4) di bawah 200 dan terjadi infeksi oportunistik). Diet yang sehat adalah yang mengandung karbohidrat kompleks yang tinggi (gandum. Asupan protein tidak boleh lebih dari 15-20% total kalori. Sayur dan produk gandum seperti roti gandum. antara 1. Bila tidak menyediakan cukup banyak kalori dan protein melalui makanan. protein. kebutuhan kalori 30 . Daging sapi rendah lemak. es krim). diet protein yang sangat tinggi dapat mengakibatkan tekanan pada ginjal. soft drink. barley. Makronutriea dan mikronutriea Diperlukan asupan makronutriea yang memadai bagi ODHA seperti karbohidrat. Hal ini mengakibatkan kelemahan dalam tubuh dan sistim kekebalannya.2 gram per kilogram. biji-bijian dan gandum seperti tepung gandum.40 kilokalori per kilogram dan kebutuhan protein 1. produk gandum dan biji-bijian) serta mengandung karbohidrat simpel yang rendah (gula. cake. permen. kebutuhan kalori meningkat menjadi 40 .5 gram per kilogram. Pada kategori B (ada gejala HIV dan komplikasi oleh HIV). kebutuhan kalori 35 . Kalori menyediakan bahan bakar bagi tubuh untuk tetap bekerja. daging unggas tanpa kulit. 77 .2. serta dari banyak zat yang membentuk sistim kekebalan tubuh.0 gram per kilogram berat badan untuk orang dewasa sehat. anda juga dapat memperoleh protein dari biji-bijian (seperti kacang polong). dan kacang-kacangan. Telur dan produk susu rendah lemak juga baik.1. dan 55-60% karbohidrat). dan beras mengandung jumlah protein yang rendah. oat. Namun kebutuhan kalori akan lebih meningkat pada saat infeksi dan demam. organ tubuh. Lebih banyak protein dibutuhkan untuk mempertahankan atau membentuk berat badan ideal bagi orang dengan HIV. Paling tidak ODHA membutuhkan 34-40 kalori per kilogram berat tubuh ideal. ODHA perlu meningkatkan jumlah makanan yang dikonsumsi untuk mempertahankan berat badan ideal. pasta. 25-30% lemak. Jumlah asupan protein yang direkomendasikan (RDA) adalah 0.2-2. Protein merupakan bahan dasar dari otot. maka tubuh akan menggunakan proteinnya sendiri (otot) untuk mengganti kekurangan bahan bakar tersebut. biskuit. dan lemak (meliputi 15-20% protein.50 kilokalori per kilogram dan kebutuhan protein menjadi 2 . barley.5 gram per kilogram. Sementara kebutuhan protein mencapai 1.8-1.5 .35 kilokalori per kilogram. Pada kategori A (tidak ada gejala HIV dan akut HIV). Selain sumber protein hewani ini.1 .0 g/kg berat badan.

dan seng. C. susu. E. Idealnya. alpukat. daging. buah-buahan. kacang-kacangan. minyak Sumber makanan : daging berlemak. Orang dengan HIV tidak selalu makan 100% dari nutrisi yang dianjurkan per hari. kacang kedelai. makanan bersumber . Lemak merupakan sumber energi utama bagi tubuh. susu. Untuk menjaga status nutrisi yang memadai. asam folat. Mengkonsumsi satu atau dua tablet multivitamin/mineral (tanpa extra iron) dapat melengkapi paling tidak 100% dari nutrisi yang dianjurkan per 78 Sumber makanan : ikan. Lemak jenuh meningkatkan risiko penyakit jantung (CVD). E. Asupan lemak yang dianjurkan adalah kurang dari 30% (25% lebih baik) dari total asupan kalori per harinya. minyak kanola dan olive. B kompleks. Sumber makanan : biji-bijian. Lemak Jenuh: Anjuran : 7% atau kurang dari total asupan kalori. asupan diet yang memadai akan didapatkan asupan mikronutriea yang memadai juga. Orang dengan HIV dapat mengalami kolesterol dan trigliserida tinggi akibat obatobatan. dsb. biji dan minyak flax. dan sayur-sayuran. sehingga tubuh dapat tahan hingga saat makan berikutnya. WHO merekomendasikan kebutuhan mikronutriea ODHA sama dengan kebutuhan orang sehat. Jenis-jenis tersebut lebih tinggi kandungan nutrisi dan seratnya serta diserap lebih lamban oleh tubuh untuk menyediakan sumber glukosa yang lebih mapan. seperti vitamin A. protein dan mikronutriea. B12. bunga matahari dan safflower. Makanan-makanan sejenis ini dapat juga bermanfaat bagi orang dengan diabetes atau dengan kekebalan insulin.dan beras coklat merupakan sumber karbohidrat yang lebih baik daripada roti putih dan pasta. ODHA dianjurkan memakan makanan yang bervariasi. dan minyak. diperlukan mikronutriea yakni vitamin dan mineral terutama vitamin C. Lemak Tak Jenuh Ganda: Anjuran : 10% atau kurang dari total asupan kalori. Asam lemak Omega-3 (sejenis lemak tak jenuh ganda). sehingga harus berhati-hati terhadap CVD. butter. serta minyak kelapa dan kelapa sawit. serta jagung. beras dan kentang. selenium. yang ditemukan dalam ikan dan jenis makanan lain. namun jenis lemak yang diasup juga berpengaruh. seperti karbohidrat. dan ikan. walnut. Selain itu. daging unggas dengan kulit. Lemak Tak Jenuh Tunggal: Anjuran : 10% atau lebih dari total asupan kalori. memberi perlindungan terhadap CVD. Kuantitasnya pun harus cukup untuk kebutuhan tubuh akan energi. Tetapi sering kali pada ODHA ditemukan defisiensi mikronutriea. lemak.

ikan. ODHA yang menderita ginjal.harinya. • • Perbanyak porsi biji-bijian atau kacang-kacangan dalam makanan setiap hari. hati dan diabetes melitus. Pilih makanan bersumber protein rendah seperti dada ayam tanpa kulit. terjaga berat badan ideal. serta produk susu rendah lemak. ODHA harus diet dengan seimbang agar kebutuhan energi tercukupi. permen. Targetkan untuk memperoleh 50% sumber karbohidrat dari gandum-ganduman. dengan sumber-sumber protein yang rendah lemak. Syarat Diet dan Tips untuk membentuk diet berkualitas tinggi Pemberian nutrisi harus tetap memperhatikan kesehatan per individu. serta biji-bijian. • • • • • • • • • • • Kebutuhan zat gizi ditambah 10-25% dari kebutuhan minimum Diberikan porsi kecil tapi sering Konsumsi protein berkualitas tinggi & mudah dicerna Sayuran dan buah-buahan bentuk jus Susu rendah lemak dan sudah di pasteurisasi. daging sapi rendah lemak. pastikan mengandung keseluruhan dari 3 makronutrisi: protein. Baik makan penuh atau sekedar mengudap. Untuk beberapa kondisi. Jenis makanan seperti ini padat nutrisi. gandumganduman. perlu diet khusus. ini rendah dalam kandungan nutrisi dan dapat membengkakkan tingkat glukosa dalam tubuh. dan akan lebih bermanfaat bagi kesehatan anda daripada kalori kosong yang diperoleh dari gula dan lemak. makanan lunak/cair. • • • • Makan 5-6 porsi buah-buahan dan sayur-sayuran setiap hari. karbohidrat. potongan Batasi penambahan gula. dan sedikit lemak. setiap hari (susu sapi atau kedelai) Hindari makanan diawetkan atau beragi Bebas dari pestisida atau zat kimia Rendah serat. dan soft drink. dan fungsi tubuh berjalan dengan baik. kafein & alkohol Diet berkualitas tinggi dengan cara banyak makan sayur-sayuran. atau kira-kira 3 gelas. Kemudian dilarang memberi asupan makanan yang dapat menyebabkan dan atau memperparah alergi pada ODHA. jenis makanan dan minuman seperti Makan buah dan sayuran yang beraneka warna untuk memperoleh nutrisi yang lengkap. jika ada gangguan saluran pencernaan Rendah laktosa & lemak jika diare Hindari rokok. 79 . buah-buahan. Misalnya.

80 .

http://digilib.com/ http://www.shvoong.spiritia.wikipedia.org/tiki-index.ccohs.info/itpc/Indonesian/spirita/docs/Lembaran-Informasi/LI412.pdf 81 .gov/odhsb/biosafe/univers.org/wiki/AIDS http://ilmu-asuhan-kebidanan.org Infeksi nosokomial clan kewaspadaan universal : http://www.ni.e-dukasi.or.html Kewaspadaan universal : http://www.id/ Universal precautions : http://www.html http://www.id/files/cdk/files/10_PenilaianHasilPemeriksaan.htm http://id.htm.aidsinfonet.htm http://fkuii.blogspot.kalbe.html http://medicastore.com/penyakit/119/Neutropenia.pdf/10_PenilaianHasilP emeriksaan.php http://nurse-technology.com/2009/07/hiv-dan-aids. What are universal precautions : http://www.unila.co.i-base.aidsinfonet.id/files/disk1/13/laptunilapp-gdl-jou-2007-fauziadr-616-fauzi2c--r.DAFTAR PUSTAKA http://id.wartamedika.caloshanswers/prevention/ppe/universa.org http://www.pdf http://www.ac.net/pengpop/pp_full.com/igamamalang/info.com/medicine-and-health/1855259-sejarah-singkat-hiv-aids/ http:// www.com/2008/06/jenis-jenis-pemeriksaan-hivaids.blogspot.php?ppid=246&fname=hal4.geocities.niehs.html http://www.html.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->