Kasus Pemicu 4 (AIDS) Tn.

A usia 35 tahun, TB 170 cm dan BB saat ini 50 kg, mengeluh lemah, lemas tidak bergairah, diare selama 40 hari, sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat sampai suatu ketika hanya karena flue tersebut Tn.A nyaris pingsan. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan nilai ELISA Western Blot (+), neutropenia, anemia normositik normokrom, limfosit CD4+ 180 sel/µl. Step 1 (10 menit) Identifikasi istilah : 1. Elisa Western Blot 2. Neutropenia 3. Anemia normositik normokrom
4. LimfositCD4+ 180 sel/µl.

Step 2 (10 menit) Jawaban Istilah: 4) LimfositCD4+ 180 sel/µl Annisa Sholihatina Limfosit merupakan sejenis sel T, Limfosit diserang virus HIV. Bila diserang CD4+ <200 sel/µl, maka limfosit nya sudah rusak dan kekebalan tubuh menjadi menurun. Apabila <300 sudah terinfeksi virus HIV. Pertanyaan: 1. Annisa Fitria Apryanti Mengapa virus HIV menyerang Limfosit T? 2. Amilia Destiani Sofia Mengapa orang yang terkena HIV belum pasti terkena AIDS tapi orang yang sudah pasti AIDS pasti terkena HIV? 3. Anis Supi Tasripiyah Bagaimana mekanisme HIV menyerang tubuh? 4. Anisa Suangga Penjelasan HIV dan AIDS? 5. Asih Purwandari Apakah ada obat untuk HIV atau AIDS? 6. Ahira Amarilis Biasanya orang yang terkena HIV dikarenakan free sex atau pemakaian jarum suntik yang dipakai bergantian, apakah orang yang tidak melakukan itu semua bisa tertular juga? 7. Ana Noviana HIV bila terkena orang yang sudah ada penyakitnya, apakah akan berpengaruh lebih besar? 8. Annisa Fitria Apryanti Mengapa HIV ditularkan melalui cairan? 1

9. Ade Lestari Apa benar bila lewat saliva dan keringat, HIV tidak menular? 10. Anisa Suangga Mengapa diare pada kasus di atas bisa sampai 40 hari? 11. Amilia Destiani Sofia Mengapa pasien HIV sering mendadak flu bahkan sampai flu berat? 12. Ahira Amarilis Mengapa pasiennya bahkan sampai pingsan? 13. Annisa Sholihatina Mengapa virus HIV baru bisa dideteksi setelah beberapa tahun? 14. Anna Nurjannah Bagaimana tahapan dari terkena virus sampai terjadi AIDS? 15. Ayu Siti Marlina Biasanya orang yang terinfeksi HIV akan terjadi banyak komplikasi, bagaimana bisa sampai terjadi ke seluruh tubuh? 16. Aira Putri Mardela Apakah obat penguat sistem imun yang diberikan pada orang yang terinfeksi HIV ada efeknya? 17. Asih Purwandari Dalam kasus, pasien sudah pada tahapan AIDS keberapa? 18. Annisa Sholihatina HIV pertama kali ditemukan pada orang yang homosexual, apakah homoseksual lebih tinggi resikonya terkena HIV? Step 3 (30 menit) Jawaban Pertanyaan: 1. Asih Purwandari Karena mekanisme pertahanan tubuh adalah leukosit dan limfosit T termasuk leukosit yang bertugas untuk melawan virus yang masuk, sedangkan limfosit B untuk menahan virus masuk. 2. Ahira Amarillis Karena baru diketahui dan dideteksi AIDS bisa diketahui setelah beberapa tahun, bisa sampai 2 tahun. Dan bila gejalanya sudah terlihat itu bisa dipastikan sudah masuk tahap AIDS. 3. Ayu Siti Marlina Virus HIV itu baru bisa hidup jika RNA nya diubah menjadi DNA untuk menghasilkan protein, dimana protein ini akan menghasilkan virus-virus baru. 4. Ade Lestari HIV adalah virusnya, sedangkan AIDS adalah sindrom penurunan kekebalan tubuh yang 2

disebabkan oleh virus HIV. 5. Annisa Sholihatina Ada vaksin yang bernama Abacir bisa digunakan untuk menghambat proses perkembangan virus. Di negara maju juga ditemukan terapi HAART yang bisa menambah harapan hidup. 6. Annisa Fitria Apryanti HIV bisa tertular karena transfusi darah yang sudah terinfeksi HIV atau terkena jarum pentul yang sudah pernah tertusuk pada penderita HIV. Ade Lestari HIV juga bisa tertular melalui luka terbuka yang terkena darah atau semen penderita HIV Anis Supi Tasripiyah Bisa juga bayi terinfeksi dari ASI dan orang yang melahirkan sesar bayinya akan lebih kecil cenderung untuk terinfeksi HIV dari ibunya. 7. Aira Putri Mardela Akan semakin tambah parah, karena HIV langsung menyerang limfosit T, maka sistem imun akan semakin menurun. Asih Purwandari Bila terkena HIV maka sistem imun menurun sehingga rawan terkena penyakit, maka disebagian tempat penderita diisolasi. 8. Asih Purwandari Karena cairan tubuh sangat berperan penting dalam tubuh dan sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air, maka virus HIV bisa tumbuh disitu. Annisa Fitria Apryanti Sebenarnya orang yang meninggal itu bukan karena virusnya tapi dikarenakan komplikasi penyakitnya. 9. Annisa Sholihatina Menurut penelitian CDC, saliva, air mata juga memiliki andil untuk menularkan HIV tapi hanya 0,1%. Jadi banyak yang menganggap tidak menularkan. Asih Purwandari Virus HIV bila terkena sinar matahari bisa mati. 10. + 11. Annisa Fitria Apryanti Karena mekanisme pertahanan tubuh sudah tidak ada jadi diarenya tidak sembuh-sembuh. 12. Annisa Fitria Apryanti Pingsan karena kompensasi tubuh Anis Sufi Tasripiyah Karena flu banyak sekret, bersihan jalan nafas tak efektif jadi suplai oksigen menurun ke otak. 13. Ayu Siti Marlina 3

Karena antibodi tubuh lama bereaksi terhadap virus HIV, sehingga baru bisa dideteksi sampai beberapa tahun. 14. Anis Sufi Tasripiyah Tahap pertama disebut tahap jendela, tahap kedua disebut HIV, tahap ketiga disebut HIV + gejala , tahap AIDS Ayu Siti Marlina Tahap pertama belum ada gejala tapi sudah bisa menularkan; tahap kedua sudah bisa diperiksa positif terkena HIV; tahap ketiga sudah menunjukkan gejala seperti diare, lemas, flu berat; tahap keempat memiliki gejala komplikasi seperti TBC, kanker kulit. 15. Ahira Amarillis karena kekebalan tubuh menurun maka sangat sensitif terhadap banyak penyakit maka banyak komplikasi. 16. – 17. Annisa Sholihatina tahap 2 atau tahap 3, karena sudah ada gejala flu dan diare. Ayu Siti Marlina tahap 3, karena dari gejala-gejala sudah termasuk tahap AIDS 18. Ahira Amarillis Sebenarnya resikonya sama besar, hanya saja yang awal ditemukan pada homoseksual yang berganti-ganti pasangan dan yang homoseksual juga ada yang biseksual yang bisa memiliki keturunan yang juga tertular. Step 4 Mind Map
Organ,sel dan antibodi Tubuh yang terlibat dalam sistem pertahanan

Universal Precaution

Aspek etik dan legal Aspek Komunitas

Konsep Virus Definisi Karakteristik Sejarah Daur hidup virus

Aspek nutrisi

HIV

Asuhan Keperawatan Pengkajian Pem.Penunjang Analisa data Diagnosa Keperawatan Intervensi 4

Konsep AIDS Sejarah Definisi Etiologi Klasifikasi Manifestasi klinis Patofisiologi Pemeriksaan diagnostik Penatalaksanaan medis Komplikasi Pencegahan

Kerena alasan inilah maka para ahli menganjurkan pemeriksaan ELISA dilakukan setelah minggu ke 12 sesudah melakukan aktivitas seksual berisiko tinggi atau tertusuk jarum suntik yang terkontaminasi. Anemia Normositik Normokrom 3. Western blot menjadi tes konfirmasi bagi ELISA karena pemeriksaan ini lebih sensitif dan lebih spesifik. Western Blot juga mendeteksi antibodi terhadap HIV. Walaupun demikian. yaitu Western Blot atau IFA. Saat ini telah tersedia Tes HIV Cepat (Rapid HIV Test). Antibodi tersebut biasanya diproduksi mulai minggu ke 2. Pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab: No16. tes ini mendeteksi antibodi yang dibuat tubuh terhadap virus HIV. Apa efeknya terhadap virus HIV bila sudah diberikan obat terhadap sistem imun? Jawaban LO a. Mind Map 2. Hasil positif pada ELISA belum memastikan bahwa orang yang diperiksa telah terinfeksi HIV. b. orang tersebut sebenarnya tidak terinfeksi HIV atau betul-betul telah terinfeksi HIV. Pemeriksaan ini sangat mirip dengan ELISA. atau air kencing.LO 1. Neutropenia Neutropenia adalah jumlah neutrofil yang sangat sedikit dalam darah. masih ada dua kemungkinan. pemeriksaan ini lebih sulit dan butuh keahlian lebih dalam melakukannya. Elisa Western Blot b. Istilah-istilah: a. Tes ELISA dapat dilakukan dengan sampel darah vena. Jadi walaupun ELISA menunjukkan hasil positif. air liur. 5 . Masih diperlukan pemeriksaan lain. atau bahkan setelah minggu ke 12 setelah terpapar virus HIV. sehingga kasus 'yang tidak dapat disimpulkan' sangat kecil. untuk mengkonfirmasi hasil pemeriksaan ELISA ini. Western Blot • Elisa Western Blot ELISA (Enzym-Linked Immunosorbent Assay). Neutropenia c. • Western Blot Sama halnya dengan ELISA. Ada dua macam cara yaitu menggunakan sampel darah jari dan air liur.

Tanpa kunci pertahan neutrofil. mencari organisme penyebab infeksi dan benda asing lainnya.Neutrofil merupakan sistem pertahan seluler yang utama dalam tubuh untuk melawan bakteri dan jamur. sehingga penurunan jumlah sel darah putih biasanya juga berarti penurunan dalam jumlah total neutrofil. menempelkan dirinya kepada benda asing tersebut dan menghasilkan bahan racun yang membunuh dan mencerna benda asing tersebut. malaria. sedang dengan ANC dari 500-1000/microL. neutrofil akan pindah ke dalam jaringan. namun juga infeksi-infeksi bakteri atau parasit). ANC dari kurang dari 1500 per microliter (1500/microL) adalah definisi yang umumnya diterima dari neutropenia. dan parah jika ANC dibawah 500/microL. jika WBC adalah 10. Jika jumlah neutrofil mencapai kurang dari 1. Contohnya. Epstein Barr virus (EBV).000 sel/mikroL. Setelah memasuki aliran darah. Contoh-contoh termasuk: HIV. resiko terjadinya infeksi akan sangat meningkat. termasuk kemoterapi kanker. Reaksi ini bisa merusak jaringan sehat di daerah terjadinya infeksi. Absolute neutrophil count (ANC) ditentukan oleh produk dari jumlah sel darah putih atau white blood cell count (WBC) dan fraction (pecahan) dari neutrophils diantara sel-sel darah putih seperti yang ditentukan oleh analisa WBC differential. ANC akan menjadi 7. jika jumlahnya mencapai kurang dari 500 sel/mikroL. seseorang bisa meninggal karena infeksi. Keseluruhan proses ini menghasilkan respon peradangan di daerah yang terinfeksi. Infeksi-infeksi (lebih umum infeksi-infeksi virus.000 per microliter dan 70% adalah neutrophils. Neutropenia adakalanya lebih jauh dikelompokan sebagai: • • • • ringan jika batasan ANC dari 1000-1500/microL. 6 Neutropenia mungkin timbul sebagai akibat dari banyak kondisi-kondisi medis: .000 per microliter. kemungkinan terjadinya infeksi sedikit meningkat. Kekurangan-kekurangan vitamin (megaloblastic anemia yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan/atau folate). neutrofil mengikuti sirkulasi selama kurang lebih 6 jam. Jika menemukannya. tuberculosis. • • Obat-obat yang mungkin merusak sumsum tulang (bone marrow) atau neutrophils. pembengkakan dan panas. yang tampak sebagai kemerahan. Neutrofil juga membantu penyembuhan luka dan memakan sisa-sisa bendaasing. Pematangan neutrofil dalam sumsum tulang memerlukan waktu selama 2 minggu. Neutrofil biasanya merupakan 70% dari seluruh sel darah putih.

Terapi Radiasi. dan alkoholism. sindrom mielodisplasia e. sindrom mielodisplasia. • Hypersplenism. masalah endokrin. Jika retikulosit tidak ditemukan. contohnya. kegagalan sumsum tulang. Untuk menentukan penyebab yang spesifik dari neutropenia pada situasi yang diberikan. 7 .• • • • Penyakit-penyakit dari sumsum tulang seperti leukemia-leukemia. Anemia Normositik Normokrom Anemia Normositik Normokrom adalah Ukuran dan bentuk sel-sel darah merah normal serta mengandung hemoglobin dalam jumlah yang normal ( MCV dan MCHC normal atau rendah ). tes-tes lain mungkin diperlukan. aplastic anemia. myelodysplastic syndrome. c. Sehingga banyak eritrosit muda (retikulosit) yang terlihat pada gambaran darah tepi. anemia aplastik d. Mendiagnosa Neutropenia didiagnosa dengan jumlah sel darah yang dilakukan pada sample darah yang dikeluarkan dari vena. alkoholism f. Penyakit-penyakit bawaan (sejak lahir) dari fungsi sumsum tulang atau dari produksi neutrophil. terapi radiasi. anemia pada penyakit hati kronik Patofisiologi anemia ini terjadi karena pengeluaran darah / destruksi darah yang berlebih sehingga menyebabkan Sumsum tulang harus bekerja lebih keras lagi dalam eritropoiesis. myelofibrosis. Anemia normositik normokrom dapat terjadi karena: a. Hemolitik b. Kostmann syndrome. maka dicurigai adanya anemia aplastik. Adakalanya biopsi sumsum tulang mungkin diperlukan untuk mendiagnosa penyebab yang spesifik dari neutropenia. yang merujuk pada perampasan yang meningkat dan/atau penghancuran dari sel-sel darah oleh limpa (spleen). Penghancuran autoimmune dari neutrophils (sebagai kondisi primer atau berhubungan dengan penyakit lain seperti Felty's syndrome) atau dari obat-obat yang menstimulasi sistim imun untuk menyerang sel-sel. anemia def besi dan b12 yang tidak diobati. Pasca perdarahan akut c.

2. Kerja sel T-8 membunuh sel kanker atau sel yang terinfeksi virus.Pemeriksaan Laboratorium yang mendukung anemia hemolitik Test Coomb's. Secara langsung. semakin mungkin kita akan mudah sakit atau mungkin akan mengalami infeksi oportunistik. Secara tidak langsung. Ketika tubuh kita melawan infeksi maka jumlah sel darah putih (limfosit) akan naik.yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Pentingnya Sel CD4 sehububgan dengan HIV Ketika manusia terinfeksi HIV sel yang paling sering terinfesi adalah sel CD4. kelehan dan stres. Semakin menurunnya sel CD4 berarti sistem kekebalan tubuh kita semakin rusak dan semakin rendahnya jumlah CD4 yang ada dalam tubuh manusia. Vaksinasi dapat berdampak serupa. Sel CD4 dapat dibedakan dari Sel CD8 berdasarkan protein tertentu yang ada di permukaan sel. Untuk mendeteksi antibodi yang bersirkulasi dengan bebas dalam serum klien. Biasanya uji ini digunakan sebelum transfusi darah (untuk memeriksa keberadaan antibodi dalam darah resipien dan donor sebelum dilakukan transfusi darah) d. Infeksi lain juga dapat mempengaruhi jumlah CD4. 1. Sebaiknya pengambilan contoh darah untuk tes CD4 dilakukan pada jam dan laboratorium yang sama. Ketika sel CD4 menggandakan diri untuk melawan infeksi apa pun. Test Coombs ini ada yang secara langsung dan secara tidak langsung. Jumlah CD4 dan CD8 juga naik. Yang mempengaruhi Jumlah CD4 Jumlah sel CD4 berubah-ubah tergantung pada jam pengambilan contoh darahnya. Sel CD4 mempunyai protein CD4 pada permukaan sel. CD4 Sel CD4 adalah macam sel darah putih atau limfosit dan ini bagian yang p-enting dari sistem kekebalan tubuh manusia. Untuk mendeteksi antibodi yang melekat pada sel darah merah. Hasil Test CD4 8 . dan menjadi bagian dari sel tersebut. Juga dua minggu setelah pulih dari infeksi dan vaksinasi. Selain ada sel CD4 ada juga sel CD8 yang disebut sel T-8 atau sel pembunuh. sel pembantu atau kadang sel CD4+. Uji ini dapat mengidentifikasi suatu reaksi antigenantibodi yang lemah walaupun tidak tampak aglutinasi SDM. sel tersebut juga membuat banyak duplikasi HIV. Disebut juga sel T-4. Dilakukan setelah hitung retikulosit dan di dapatkan retikulosit meningkat.

atau dibawah 14%.100 mm3 . tetapi berkisar 500-1. Adalah perbandingan dengan limfosit total. Pada orang yang terinfeksi HIV perbandingannya CD8 lebih banyak dibanding dengan CD4. kita dianggap AIDS. Di bawah 14% menunjukan kerusakan parah pada sistem kekebalan tubuh. Hal ini adalah tanda AIDS pada orang yang terinfeksi HIV.16 Pada orang yang terinfeksi HIV sistem kekebalan tubuhnya sudah melemah. sudah waktunya mempertimbangkan ART (Terapi Antiretroviral). Karena jumlah CD4 sering berubah-ubah biasnya dokter lebih menggunakan presentase sel CD4. Jumlah sel CD4 bisa jatuh pada angka yang sangat rendah pada orang yang terinfeksi HIV. Jika jumlah CD4 menurun dibawah 350 .Jumlah sel CD4 di tulis dalam satu milimeter kubik (mm3) darah.9 dan 1.60%. Jika hasi tes CD4 = 34% berarti 34% dari limfosit kita adalah CD4. Jumlah CD4 dipakai bersama untuk meramalkan berapa lama kita akan tetap sehat. Angka normal berkisar 30 . Perbandingan sel CD4 dengan sel CD8 pada orang sehat berkisar 0. bahkan rusak sehingga obat penguat sistem imun tidak akan berpengaruh apabila diberikan pada orang yang terinfeksi HIV. Jawaban LO no. beberapa dokter memakai prosentase jika CD4 dibawah 15%. 9 . Tidak kesepakatan tentang jumlah CD4 yang normal. Jika jumlah CD4 dibawah 200 mm3. CD8 berkisar antara 3751. sekalipun jumlah CD4 tinggi.600 mm3 .9 berarti kurang lebih dari 1-2 sel. kadang kala menjadi nol. berdasarkan definisi Depkes.

ditemukan di medula. Saat lahir. lalu mengikuti aliran darah. sama seperti organ-organ lainnya. dan pembangunan kekebalan. Selama masa dewasa dan usia lanjut. Tentu saja. Timus adalah organ yang memiliki banyak pembuluh darah dan pembuluh limfatik yang mengalirkan isinya ke Organ yang terlibat dalam sistem kelenjar-kelenjar gatah bening mediastinum. berat timus adalah 10 sampai 15 gram dan meningkat ukurannya sampai maksimum pada saat pubertas. seperti berkontribusi pada produksi sel. sangat pen-ting sekaligus sulit. timus mengalami involusi sampai beratnya kurang dari 15% ukuran saat pubertas. sedangkan medula lebih jarang terisi oleh sel. Tugas limpa. Korteks mengandung banyak timosit (limfosit T yang ditemukan di timus). Timosit adalah limfosit T yang datang dari sumsum tulang melalui aliran darah dan berada dalam berbagai stadium perkembangan. yaitu kelompok-kelompok sel epitel yang tersusun rapat yang mungkin merupakan tempat degenerasi sel. fagositosis. Timus kekebalan tubuh memiliki korteks di sebelah luar dan medula di sebelah dalam. Badan Hassall. Sel-sel kekebalan (limfosit T) yang dilatih di timus Limpa Unsur menakjubkan lain-nya dari sistem pertahanan kita adalah limpa.Organ Tubuh yang terlibat dalam sistem pertahanan Kelenjar Timus Timus adalah sebuah organ berlobus dua yang terletak di mediastinum anterior dan di atas jantung. Ia mengorgani-sasikan 10 . Fungsinya yang sangat sulit dan rumitlah yang membuatnya sangat menakjubkan. Namun ia menunjukkan kinerja dan tingkat kecerdasan tak terduga dari sekadar segumpal daging. limpa juga hanya segumpal daging. Limpa terdiri dari dua bagian: pulp merah dan pulp putih. perlindungan sel darah merah. Limfosit yang baru dibuat di pulp putih mula-mula dipindahkan ke pulp merah. saat beratnya sampai sebesar 40 gram. Kajian saksama mengenai tugas yang dilak-sanakan organ berwarna merah tua di bagian atas abdomen ini menying-kapkan gambaran luar biasa.

semua sumsum tulang adalah sumsum merah. dan akan terus-menerus seperti itu selama masih dikehendaki demikian oleh Allah. 11 . tulang punggung. Sumsum Tulang Sumsum tulang (Bahasa Inggris: bone marrow atau medulla ossea) adalah jaringan lunak yang ditemukan pada rongga interior tulang yang merupakan tempat produksi sebagian besar sel darah baru. Sel darah merah. semakin banyak yang berubah menjadi sumsum kuning.6 kg sumsum tulang yang sekitar setengahnya adalah sumsum merah. tengkorak. dan pada bagian lunak di ujung tulang panjang femur dan humerus. tulang rusuk. tulang belikat. dan juga beker-ja tanpa istirahat. Pada keadaan sewaktu tubuh kehilangan darah yang sangat banyak. sumsum kuning dapat diubah kembali menjadi sumsum merah untuk meningkatkan produksi sel darah. tidak membiarkan terjadinya masalah. dan sebagian besar sel darah putih dihasilkan dari sumsum merah. Kedua tipe sumsum tulang tersebut mengandung banyak pembuluh dan kapiler darah. Seiring dengan pertumbuhan. Sumsum kuning ditemukan pada rongga interior bagian tengah tulang panjang. Orang dewasa memiliki rata-rata 2. Sumsum merah ditemukan terutama pada tulang pipih seperti tulang pinggul.segalanya. Sesungguhnya limpa bekerja untuk manusia dengan sangat giat sejak manusia lahir. keping darah. Ada dua jenis sumsum tulang: sumsum merah (dikenal juga sebagai jaringan myeloid) dan sumsum kuning. tulang dada. Sewaktu lahir. Sumsum kuning menghasilkan sel darah putih dan warnanya ditimbulkan oleh sel-sel lemak yang banyak dikandungnya.

Jika suatu saat. Limfosit Limfosit B Fungsi utama dari sel-sel B yaitu sebagai imunitas atau antibody humoral. Limfosit B dengan cepat menghasilkan lebih banyak sel Limfosit B daripada sebelumnya. Mereka adalah makhluk hidup yang hanya menuruti perintah yang lebih tinggi. mereka hanya melaksanakan tugas. Mereka tidak memiliki kapasitas untuk berpikir. Transfer Informasi Fungsi menakjubkan lainnya dari makrofag adalah dalam hal menyuplai limfosit yaitu sel B dan sel T dengan informasi mengenai musuh. Setelah fagositosis antigen. Hal ini menyebabkan respon imun sekunder jauh lebih cepat daripada respon imun primer. antigen yang sama menyerang kembali. Limfosit B yang tersisa ini disebut limfosit B memori. Saat terjadi respon imun. Suatu saat. Kemudian. a. Jika sel limfosit B bertemu dengan antigen dan cocok. sel yang membawa antigen berjalan ke nodus limfa (jaringan limfatik) melalui saluran limfatik. jika suatu individu lama tidak terkena antigen yang sama dengan yang menyerang sebelumnya. Inilah proses respon imun primer. 1 sel limfosit B dibiarkan tetap hidup untuk menyimpan antibodi yang sama sebelum penyerang terjadi. Semua limfosit B segera melepaskan antibodi dan merangsang sel Mast untuk menghancurkan antigen atau sel yang sudah terserang antigen untuk mengeluarkan histamin. Semuanya melepaskan antibodi dan merangsang sel Mast mengeluarkan histamin untuk membunuh antigen tersebut. Limfosit B memori biasanya 12 . 1 limfosit B dibiarkan hidup untuk menyimpan antibodi yang ada dari sebelumnya. Setiap sel B dapat mengenali target antigen spesifik dan mampu mensekresikan antibodi spesifik. maka limfosit B membelah secara mitosis dan menghasilkan beberapa sel limfosit B. Sel B dan sel T inilah pahlawan sejati di dalam sistem pertahanan. Makrofag Makrofag adalah sel kecil yang tak terlihat oleh mata telanjang. 2. limfosit B akan melalui 2 proses yaitu respon imun primer dan respon imun sekunder.Sel yang Bertugas dalam Sistem 1. maka bisa saja ia akan sakit yang disebabkan oleh antigen yang sama karena limfosit B yang mengingat antigen tersebut sudah mati.

Pertama. dan makrofag saat ada antigen spesifik. Setiap sel T memiliki penanda permukaan. limfosit T berperan penting sebagai respon selular. Antibodi Dasar-dasar Antibodi Sistem kekebalan tubuh sendiri diartikan sebagai semua mekanisme yang digunakan oleh tubuh untuk menangkal pengaruh faktor atau zat yang berasal dari lingkungan. Respon imun akan dimulai jika sel ini bertemu dengan limfosit T yang sedang berpatroli dengan mengeluarkan IL-1 sehingga limfosit T terangsang untuk mencocokkan antibodi dengan antigennya. dan individu yang seharusnya bisa resisten terhadap antigen tersebut bisa sakit lagi jika patogen itu menyerang. dan CD3+. seperti CD4+. yang asing bagi tubuh kita. Sitokin juga meningkatkan pertumbuhan sel. Sel T mampu menghasilkan sitokin (zat kimia yang dapat membunuh sel) seperti interferon. Jika antibodi dan antigennya cocok. Selain itu. maka limfosit B bisa saja mati. mengaktivasi fagosit dan menghancurkan sel target. yang membedakan antar sel. Sel CD4+ merupakan sel pembantu yang mengaktivasi sel B. Sel CD8+ membunuh sel yang terinfeksi virus atau bakteri. Materi yang tertempel itu disebut antigen. Jika tidak ada antigen yang sama yang menyerang dalam waktu yang sangat lama. Limfosit T pembantu akan lepas dari sel yang diserang dan menghasilkan senyawa baru disebut IL-2. Jika suatu saat ada patogen yang berhasil masuk dalam tubuh kemudian dimakan oleh suatu sel. Limfosit T Limfosit T atau sel T memiliki dua fungsi utama : regulasi system imun dan membunuh sel-sel yang membawa target antigen spesifik. killer cells. Interleukin merupakan jenis sitokin yang berperan sebagai pembawa pesan antar sel darah putih. Kemudian. CD8+. Limfosit T Sitotoksik akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel yang terkena penyakit tersebut. maka patogen itu dicerna dan materialnya ditempel pada permukaan sel tersebut. maka limfosit T-Helper yang mengetahui bahwa sel ini sudah terkena antigen mempunyai 2 pilihan untuk menghancurkan sel tersebut dengan patogennya. Limfosit T-Helper bisa saja mengeluarkan senyawa bernama perforin untuk membocorkan sel tersebut sehingga isinya keluar dan mati. b.berumur panjang dan tidak memproduksi antibodi kecuali dikenai antigen spesifik. Kedua. yang berfungsi untuk mengaktifkan dan memanggil Limfosit T Sitotoksik. Sitokin dapat berikatan dengan sel-sel target dan mengaktifkan proses inflamasi. maka seluruh proses respon imun harus diulang dari awal. Secara garis besar. juga sel-sel kanker. Permukaan Limfosit T memiliki antibodi yang hanya cocok pada salah satu antigen saja. 13 . biasanya neutrofil. sistem kekebalan tubuh kita dibagi menjadi dua bagian. Interleukin rekombinan (sintetis) saat ini sedang dipelajari dalam uji klinis untuk pasien terinfeksi HIV.

serta monosit dalam darah. Antibodi mempunyai ciri khas. Respon antibodi merupakan puncak dari serangkaian interaksi antara makrofag. Kualitas suatu antibodi dinilai dari beberapa hal. sel T. Setiap detik sekitar 2000 molekul antibodi diproduksi oleh sel limfosit B. sifat dan dosis antigen. Salah satu contoh peristiwa yang melibatkan antibodi adalah ketika kulit kita terkena infeksi karena luka maka akan timbul nanah. yaitu: konsentrasi kemurnian dan spesifisitas. Tahap pertama dari respon antibodi dimulai dari fagositosis antigen oleh makrofag atau sel lain dalam system retikuloendotelial yang meliputi sel-sel Langerhans di kulit. Nanah ini merupakan sel darah putih penghasil antibodi yang mati setelah berperang melawan antigen. sel B terhadap hadirnya antigen asing.yaitu sistem kekebalan alami (innate immunity) dan sistem kekebalan dapatan (acquired immunity) yang keduanya saling bekerja sama menangkal zat asing dari luar tubuh yang tentu apabila dibiarkan akan berbahaya bagi tubuh. yaitu spesifik terhadap jenis tertentu dari antigen. peranan senyawa kimia tidak bisa dipandang sebelah mata. Antibodi mempunyai dua fungsi. Di dalam sistem ini. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal ini yaitu penanganan dan pemilihan hewan coba. Antibodi diproduksi sesudah host diinjeksi dengan antigen. pertama untuk mengikatkan diri kepada sel-sel 14 . Antibodi akan menghancurkan musuh-musuh penyerbu. Senjata ini diproduksi oleh sel-sel B. Untuk menentukan kemurnian biasanya dipakai teknik elektroforesis. Produksi antibodi diawali dengan melakukan injeksi atau imunisasi pada host atau hewan coba. Salah satu senyawa kimia yang berperan penting dalam kekebalan tubuh dapatan adalah antibodi. bahkan cukup luas dan beragam dengan mekanisme kerja yang unik. cara injeksi. sekelompok prajurit pejuang dalam sistem kekebalan. Antibodi adalah suatu protein yang dihasilkan oleh suatu sel dalam tubuh kita (dinamakan sel limfosit B dan termasuk ke dalam kelompok sel darah putih) sebagai respon terhadap adanya antigen (antigen adalah senyawa kimia atau zat asing atau mikroba yang tidak dikehendaki tubuh karena berbahaya yang mampu membangkitkan respon kekebalan pada tubuh kita) yang masuk dalam tubuh. Beberapa teknik biasanya digabung untuk menentukan spesifitas sepeti kemampuan antibodi bereaksi dengan protein lain atau protein yang serupa dari spesies lain. Antibodi merupakan senjata yang tersusun dari protein dan dibentuk untuk melawan selsel asing yang masuk ke tubuh manusia. sel dendritik pada spleen dan lymph node. Sel-sel tersebut berdasarkan fungsi imunologisnya digolongkan sebagai antigen-presenting cells (APC). Ribuan atau jutaan jenis antigen yang masuk akan merangsang dibentuknya ribuan atau jutaan jenis antibodi pula.

Dihasilkan hanya dalam waktu beberapa hari. Antibodi bukan berjenis tunggal. • IgG IgG (Imuno globulin G): IgG merupakan antibodi yang paling umum. Mereka melindungi tubuh terhadap bakteri dan virus. Membuat antibodi spesifik untuk masing-masing musuh merupakan proses yang luar biasa. disingkat "Ig".musuh. Dan. dan pantas dicermati. antibodi mengikatkan diri kepada bakteri dan virus penyebab penyakit. Mereka menandai molekul-molekul asing tempat mereka mengikatkan diri. sistem getah bening. Dengan demikian sel prajurit tubuh dapat membedakan sekaligus melumpuhkannya. Mereka mengikuti aliran darah. Hal ini karena antibodi yang dihasilkan untuk suatu penyakit belum tentu mangkus bagi penyakit lainnya. dan usus. ia memiliki masa hidup berkisar antara beberapa minggu sampai beberapa tahun. Protein paling khas pada sistem pertahanan. serta menetralkan asam yang terkandung dalam racun. Tubuh manusia mampu memproduksi masing-masing antibodi yang cocok untuk hampir setiap musuh yang dihadapinya. seperti anak kunci dengan lubangnya yang dipasang dalam struktur tiga dimensi. langsung menuju musuh dan menghambatnya begitu terdeteksi. Antibodi bersesuaian dengan musuhnya (antigen) secara sempurna. molekul imuno globulin mengikatkan diri pada antigen untuk menginformasikan kepada sel-sel kekebalan lainnya tentang keberadaan antigen tersebut atau untuk memulai reaksi berantai perang penghancuran. IgG beredar dalam tubuh dan banyak terdapat pada darah. Protein-protein yang berfungsi untuk melindungi tubuh lewat proses kekebalan ini dinamakan "imuno globulin". Selain itu. Mereka mempunyai efek kuat anti-bakteri dan penghancur antigen. yaitu antigen. layaknya tank yang hancur dan tak dapat bergerak atau melepaskan tembakan setelah dihantam rudal saat pertempuran. Berada dalam aliran darah dan cairan non-seluler. Karena kemampuannya serta 15 . IgG mampu menyelip di antara sel-sel dan menyingkirkan bakteri serta musuh mikroorganis yang masuk ke dalam sel-sel dan kulit. Sesuai dengan struktur setiap musuh. di alam ini terdapat jutaan musuh (antigen). Proses ini dapat terwujud hanya jika sel-sel B mengenal struktur musuhnya dengan baik. Fungsi kedua adalah membusukkan struktur biologi antigen tersebut lalu menghancurkannya. Pengelompokan Antibodi Sebelumnya telah kita sebutkan bahwa antibodi adalah sejenis protein. maka tubuh menciptakan antibodi khusus yang cukup kuat untuk menghadapi si musuh.

Kepekaan daerah tersebut berhubungan langsung dengan kecenderungan bakteri dan virus yang lebih menyukai media lembap seperti itu. • IgA IgA (Imuno globulin A): Antibodi ini terdapat pada daerah peka tempat tubuh melawan antigen seperti air mata. Lalu kenapa sel-sel itu berada di payudara ibu? Kenapa pembuatan antibodi berlangsung dengan cara tersebut? Kekuatan mana yang memberi tahu sel-sel itu bahwa bayi yang baru lahir membutuhkan antibodi? Bukan suatu kebetulan bahwa sel yang terlibat dalam pembuatan anti-bodi untuk bayi ditempatkan pada bagian yang akan diisap sang bayi. Jika antibodi tidak diciptakan dengan karakteristik yang memungkinkan mereka untuk masuk ke dalam plasenta. jenis antibodi ini juga akan hilang setelah mereka melaksanakan semua tugasnya. Selama periode ini. Pernahkah Anda mempertanyakan siapa gerangan yang mengirimkan antibodi yang berusaha melindungi Anda dari mikroba pada saat Anda masih dalam bentuk embrio dan tidak mengetahui apa-apa? Mungkinkah itu ibu. darah. Hal ini dapat menyebabkan kematian sebelum lahir.ukurannya yang kecil. Sedangkan protein dicerna dalam lambung manusia. ASI. IgA mirip satu sama lain. Si ibu malah tidak menyadari bahwa dia telah dikaruniai rancangan bantuan ini. air liur. mereka tidak akan meninggalkan sang bayi. antibodi sang ibu akan melindungi embrio dari musuh sampai anak itu lahir. Mereka menjaga daerah itu dalam pengawasannya layaknya tentara andal yang ditempatkan untuk melindungi daerah kritis. Secara struktur. Karena itu. dan sekresi usus. Seperti IgG. mereka dapat masuk ke dalam plasenta ibu hamil dan melindungi janin dari kemungkinan infeksi. Setelah kelahiran. Antibodi merupakan organisme yang tersusun dari protein. atau ayah? Atau mungkinkah mereka memutuskan bersama dan mengirimi Anda antibodi secara bersama-sama? Tentu saja pertolongan yang kita bicarakan ini di luar kendali kedua orang tua. normalnya. sehingga tidak lagi terlindung dari 16 . IgA yang terdapat dalam ASI akan melindungi sistem pencernaan bayi terhadap mikroba. Setiap bayi yang baru lahir membutuhkan pertolongan ibunya. kantong-kantong udara. maka janin dalam rahim tidak akan terlindungi melawan mikroba. karena IgA tidak terdapat dalam organisme bayi yang baru lahir. bayi yang menyusu pada ibunya akan mencerna antibodi ini dalam lambungnya. melainkan tetap melindunginya. Mereka mendiami bagian tubuh yang paling mungkin dimasuki mikroba. pada saat bayi telah berumur beberapa minggu. Karena itu. getah lambung. Antibodi ini melindungi janin dari berbagai penyakit pada saat dalam kandungan. Sang ayah juga tidak menyadari apa yang telah terjadi. lendir.

Karena itu. dan pada permukaan sel B. getah bening. maka antibodi dapat mematikan aktivitas agen penyebab penyakit tersebut dengan salah satu cara berikut : 17 . getah bening. mereka membantu sel T menangkap antigen. • IgM IgM (Imuno globulin M): Antibodi ini terdapat pada darah. Mereka tidak mampu untuk bertindak sendiri-sendiri. Sel-sel usus pada bayi diciptakan sedemikian rupa untuk melakukan hal itu. IgM merupakan antibodi pertama yang dihasilkan tubuh untuk melawan musuh. produksi IgM janin akan meningkat. antibodi yang sangat penting untuk hidup itu tidak dicerna dan akan melindungi bayi yang baru lahir dari musuhnya. Kerja Langsung Antibodi Terhadap Agen Penyebab Penyakit. Antibodi yang tidak dapat dihancurkan lambung ini dapat diserap oleh usus secara utuh. dapat diketahui dari kadar IgM dalam darah. Dengan menempelkan dirinya pada permukaan sel-sel T. Janin dalam rahim mampu memproduksi IgM pada umur kehamilan enam bulan. kadar IgE tinggi pada tubuh orang yang sedang mengalami alergi. lambung bayi yang baru lahir diciptakan sedemikian rupa untuk tidak mencerna dan menghancurkan antibodi ini. Akan tetapi. Maka. Antibodi ini bertanggung jawab untuk memanggil para prajurit tempur dan sel darah lainnya untuk berperang.mikroba. Mekanisme Kerja Antibodi Antibodi bekerja terutama melalui dua cara untuk mempertahankan tubuh terhadap agen penyebab penyakit : (1) dengan langsung menyerang penyebab penyakit tersebut dan (2) dengan mengaktifkan sistem komplemen yang kemudian dengan berbagai cara yang dimilikinya akan merusak penyebab penyakit tersebut. Akibat sifat bivalen dari antibodi dan banyaknya tempat antigen pada sebagian besar agen penyabab penyakitr. Jika musuh menyerang janin. Pada tahap ini. Pada saat organisme tubuh manusia bertemu dengan antigen. • IgD IgD (Imuno globulin D): IgD juga terdapat dalam darah. Untuk mengetahui apakah janin telah terinfeksi atau tidak. • IgE IgE (Imuno globulin E): IgE merupakan antibodi yang beredar dalam aliran darah. dan pada permukaan sel B. Antibodi ini kadang juga menimbulkan reaksi alergi pada tubuh. jika janin terinfeksi kuman penyakit. produksi enzim pencerna protein masih sangat sedikit.

Dalam keadaan normal. dan D. Sistem Komplemen Pada Kerja Antibodi Komplemen istilah gabungan untuk menggambarkan suatu sistem yang terdiri dari kirakira 20 protein. bila suatu antibodi berikatan dengan suatu antigen. Pemeran utama dalam sistem ini adalah 11 protein yang ditandai dengan C1 sampai C9. masuk dalam ”rangkaian” reaksi-reaksi. Enzim C1 yang terbentuk kemudai secara berturur-turut mengaktifkan enzim yang jumlahnya meningkat pada tahap akhir dari sistem ini. seperti bakteri atau sel darah merah. Biasanya prekursor enzim ini bersifat inaktif. di mana berbagai partikel besar dengan antigen pada permukaannya. namun dapat diaktifkan dengan 2 cara : (1) jalur klasik. 3. dimana kompleks molekular dariantigen yang larut membentuk presipitat. Jalur klasik Jalur ini diaktifkan oleh suatu reaksi antigen-antibodi. maka tempat reaktif yang spesifik pada bagian ”yang tetap” dari antibodi akan menjadi tak tertutup atau diaktifkan dan gabungan ini kemudian langsung berikatan dengan molekul C1 dari sistem komplemen. hanya dibutuhkan sedikit gabungan antugen-antibodi. Dalam keadaan normal. Diawali dengan pengaktifan proenzim C1 itu sendiri. kerja antibodi yang langsung menyerang penyebab penyakit yang bersifat antigenik mungkin tak cukup kuat untuk berperan dalam mempertahankan tubuh terhadap penyebab penyakit tersebut. dan (2) jalur altenatif 1. Lisis di mana beberapa antibodi yang sangat kuat kadang –kadang mampu langsung menyerang membran sel agen penyebab penyakit sehingga menyebabkan sel tersebut sobek. Aglutinasi. 4. Yaitu. B. sehingga dari awal yang kecil terjadilah reaksi pengaut yang besar sekali. terikat bersama-sama menjadi satu kelompok 2. Netralisasi. semua protein ini terdapat diantara protein-protein plasma dan juga dalam protein plasma yang bocor keluar dari kapiler masuk ke dalam ruang jaringan.1. di mana antibodimenutupi tempat-tempat yang toksik dari agen yang bersifat antigenik. yang kebanyakan merupakan prekursor enzim. Untuk mengaktifkan banyak molekul pada tahap pertama dari sistem komplemen ini. Presipitasi. Pada gambar tersebut tampat terbentuk berbagai produk akhir dan beberapa diantaranya (misalnya racun tetanus) dan antibodimenjadi begitu besar sehingga berubah menjaditak larut dan 18 . Lebanyakan sifat pertahanan diddapat melalui efek penguatan dari sistem komplemen.

Enzim komplemen dan produk komplemen lain dapat menyerang struktur beberapa virus dan dengan demikian mengubahnya menjadi nonvirulen. 2. Efek inflamasi. c. Efek-efek yang penting tersebut adalah sebagai berikut : a. meningkatkan kebocoran cairan dan protein kedalam jaringan dan reaksisetempat lainnya yang membantu menginaktifkan atau mengimobilisasikan agen antigenik. Salah satu produk dari rangkaian komplemen diatas. Produk komplemem juga mengubah permukaan organisme penyerbu. Bahan-bahan ini kemudian menyebabkan peningkatan aliran darah setempat. Proses ini seringkali mampu meningkatkan jumlah bakteri yang didapat dirusak sampai 100 kali lipat b. produk ini memounyai pengaruh langsung untuk merobek membran sel bakteri atau organisme penyerbu lainnya. dengan kuat mengaktifkan fagositosis oleh netrofil dan makrofag. ada beberapa produk komplemen lain yang turut menimbulkan peradangan setempat. Netralisasi virus-virus. C4a.menimbulkan efek penting yang membantu mencegah kerusakan akibat organisme yang menyerbu atau oleh toksin. yaitu C3b. Lisis. meningkatkan kebocoran protein dari kapiler. d. sehingga saling melekat satu sama lain. dan kemudian protei akan berkoagulasi dalam ruang jaringan. f. heparin. jadi meningkatklan proses aglutinasi. Disamping efek peradangan yang disebabkan oleh pengaktifan sel mast dan basofil. sehingga menyebabkan sel-sel tersebut melepaskan histamin. Kemotaksis. Aglutinasi. Fragmen C3a. jadi penghambat pergerakan organisme yang menyerbu melewati jaringan. Produk-produk ini meningkatkan aliran darah yang sebelumnya telah meningkat. Jalur Alternaif 19 . e. Faktor-faktor yang sama juga berperan dalam proses peradangan. g. Pengaktifan sel mast dan basofil. yang merupakan gabungan dari banyak faktor komplemen dan ditandai dengan C5b6789. Fragmen C5a menyebabkan kemotaksis dari netrofil dan makrofag. dan beberapa substansi lainnya kedalam cairan setempt. Salkah satu produk paling penting dari seluruh priduk yang dihasilkan oleh rangkaian komplemen adalah kompleks litik. Opsonisasi dan fagositosis. menyebabkan sel-sel ini menelan bakteri yang telah dilekati oleh kompleks antigen-antibodi. dan C5a semuanya mengaktifkan sel mast dan basofil. jadi menyebabkan sebagian besar sel fagosit ini bermigrasi ke dalam regio lokal dari agen antigenik.

pada dasarnya semua hasil akhir yang dihasilkan itu sama dengan yang dihasilkan dalm jalur klasik. maka proses imunitas yang didapat akan menghancurkan dirinya sendiri. Hal ini terutama terjadi dalam respon terhadap molekulmolekulpolisakarida besar dalam membran sel mikro-organisme yng menyerbu masuk. Oleh karena itu.Sistem komplemen kadang-kadang diaktifkan diperantarai oleh suatu reaksi antugen-antibodi. Fenomena ini dikenal sebagai toleransi sendiri terhadap jaringan tubuh sendiri. maka akan terjadi pencegahan pertumbuhan klon limfosit didalam jaringan limfoid yang bersifat spesifik terhadap antigen yang disuntikkan. sangat berproliferasi. Percobaan-percobaan juga telah membuktikan bahwa limfosit imatur yang spesifik dalam timus. di luar tingkat C3. Untuk memulai rangkaian komplemen yang tersisa. Dalam keadaan normal. Karena jalur alternatif tidak melibatkan reaksi antigen-antibodi. Dianggap bahwa kebanyakan toleransi ini berkembang sewaktu terjadi pengolahan pendahuluan limfosit T di timus dan limfosit B di tempat pengolahan pendahuluan limfosit B ( pada manusia di sum-sum tulang ). Sebagian Besar hasil Toleransi Terjadi Akibat Pemilihan Klon Selama Pengolahan Pendahuluan. menghasilkan bahan pengaktif yang yang mengaktifkan faktor C3. dan sistem imunitasnya membentuk sedikit antibodi atau sel-sel teraktivasi terhadap antigennya sendiri. Bahan-bahan ini bereaksi dengan faktor komplemen B dan D. semua atau sebagian besar klon limfosit tersebut yang bersifat spesifik terhafdap jaringan tubuh sendiri akan dirusak sendiri. Jadi. Alasan untuk anggapan ini adalah bahwa bila dilakukan penyuntikan suatu antigen yang kuat kedalam pada janin saat terjadi pengolahan pendahuluan limfosit di kedua tempat tadi. bahkan mampu berfungsi sebelum orang tersebut teriminisasi terhadap organisme. mekanisme imun dapat mengenali jaringannya sendiri yang jelas berbeda dengan bakteri atau virus. maka dianggap bahwa selam limfosit diolah lebih dulu ditimus dan sumsum tulang. serta selanjutnya bergabung dengan antigen yang merangsang tadi. dan ini juga menghasilkan pengaruh yang sama terhadap penyerbu dalam mempertahankan tubuh. suatu efek yang diamggap dapat menyebabkan sel itu sendiri dirusakkan oleh sel epitel timus sebelum mereka dapat bermigrasi dan menempati jaringan limfoid. maka jaln ini juga merupakan garis pertahanan pertama terhadap mikro-organisme penyerbu. bila terpajan dengan antigen yang kuat. 20 . Toleransi Sistem Imunitas Didapat Terhadap Jaringan Sendiri Bila seseorang menjadi kebal terhadap jaringannya sendiri. maka sel ini menjadi limfoblastik. karena adanya kontak yang terus menerus dengan antigen tubuh.

Biasanya hal ini terjadi setelah timbul kerusakan beberapa jaringan tubuh. Dan kini. Sebagai contoh.geocities.Peran Sel T Supresor dalam Membentuk Toleransi. kadang-kadang reaksi autoimun terjadi secara akut melawan salah satu jaringan tubuh. Pada tahun 1969 dilaporkan bahwa di Sub Sahara Afrika ditemukan darah tahun 1950 yang ternyata positif HIV. Akhirnya disepakati tanggal 5 Juni 1969. Kadang-kadang orang kehilangan sebagian toleransi imun terhadap jaringannya sendiri. jadi menghambat serangan imun pada jaringan. Sel T supresor kemungkinan bertanggung jawab untuk jenis toleransi diri yang lain lagi. Selain itu juga pada tahun 1980 dilaporkan pula di USA. Konsep Virus ( HIV ) 1. Kegagalan Mekanisme Toleransi Menyebabkan Penyakit Autoimun. tetapi setelah beberapa hari atau beberapa minggu akan menghilang walaupun antibodi autoimun ini menetap dalam plasma yang bersirkulasi. Apa yang terjafi adalah bahwa sel T supresor yang secara spesifik tersensitisasi terhadap antigen diri jumlahnya menjadi sangat meningkat. Hal ini sesuai laporan kasus HIV/AIDS di USA Los Angeles CDC yang mengadakan peneliti pada pria homoseksual. Sejarah Virus HIV Menurut : http://www. yang melepaskan banyak antigen sendiri yang bersirkulasi dalam tubuh dan diduga menimbulkan imunitas didapat dalam bentuk sel T yang teraktivasi atau antibodi. Namun. hal ini menjadi semakin berat.htm Asal mulanya. Telah diyakini bahwa sel T supresor ini berfungsi untuk mengimbangi efek antibodi autoimun seperti juga mensensitisasi sel pembantu dan mensensitisasi sel T sitotoksik. (http://organisasi. hal ini tidak sepenuhnya dimengerti. bahwa darah tahun 1969 Positif.com/igamamalang/info. kasus HIV/AIDS ini kini semakin meluas dan menyerang berbagai lapisan dan strata sosial. Pengertian Virus HIV HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun.org/pengertian_definisi_dan_cara_penularan_penyebaran_virus_hiv_aids_in fo_informasi_penyakit_menular_seksual_pms) 21 . tidak jelas darimana berasal dan kapan munculnya. sebagai awal mula kasus HIV/AIDS muncul. 2. Semakin tua.

feedfury.org/artikel_kimia/berita/adakah_obat_untuk_hivaids_saat_ini/) Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan HIV adalah virus penyebab utama AIDS yang menyerang sistem imun sehingga terjadi penurunan fungsi imun yang material genetiknya adalah RNA. HIV merupakan keturunan dari SIV.wikipedia.1 dan HIV-2. Karekteristik Virus HIV 22 .html) HIV merupakan suatu virus yang material genetiknya adalah RNA (asam ribonukleat) yang dibungkus oleh suatu matriks yang sebagian besar terdiri atas protein.chem-is-try. 3. yang menyerang salah satu sel dari darah putih yaitu sel limfosit. (http://id. HIV merupakan penyebab dasar AIDS.org/wiki/HIV) HIV merupakan bagian dari kelompok virus yang disebut Lentivirus yang ditemukan pada primata nonmanusia. Lentivirus diketahui sebagai virus monyet yang dikenal dengan nama Simian Immunodeficiency Virus (SIV).dan menghancurkan atau merusak fungsi mereka. (http://www.HIV (human immunodeficiency virus) adalah sebuah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia .terutama CD4+ Sel T dan macrophage. komponen vital dari sistem sistem kekebalan tubuh "tuan rumah" . (http://education. yakni HIV. Infeksi dari HIV menyebabkan pengurangan cepat dari sistem kekebalan tubuh.com/content/16689387-bahaya-aids-atau-hiv. Secara kolektif. yang menyebabkan kekurangan imun. Jenis SIV tertentu mirip dengan dua tipe HIV.

virus AIDS akan segera dimusnahkan oleh sistem yang ada. Lalu bagaimanakah virus AIDS mengembangkan strateginya? 23 . tidak seluruh. 4. yang merupakan elemen paling efektif pada sistem pertahanan. Di antara berbagai jenis sel. sel tubuh manusia. Satu pertanyaan yang tak terjawab adalah: Bagaimanakah virus HIV tahu persis target mana yang harus difokuskan? Begitu memasuki tubuh manusia. Di antara sarung kapsid dan protein p7 dan p9 ialah RNA virus. Salah satu protein sampul yang penting ialah glikprotein gp41 (glikoprotein transmembran). di mana ia terletak pada membran virus dan gp120 di mana terletak di luar membran seperti topi. Sampul meliputi keseluruhan core virus termasuk protein luar struktur p18 dan protein dalam p24. HIV juga merupakan sejenis virus Retrovirus( virus RNA penyandi enzim yang mampu menyalin RNA menjadi DNA dan menyisipkannya ke dalam sel inang yang terjadi pada penderita HIV positif) . tidaklah mungkin bagi virus AIDS untuk melakukan penyelidikan intelijen sebelum memasuki tubuh manusia.Virion HIV mempunyai bentuk sfera dan mempunyai diameter lebih kurang 1x 10-4 milimeter. Sampul HIV mempunyai 2 lapisan yang terdiri daripada lipid yang diambil daripada membran dalam sel hos dan protein yang mempunyai rantaian karbohidrat (glikoprotein sampul virus). virus memilih sel sistem pertahanan yang paling menguntungkan baginya dan hal ini menyebabkan perusakan tubuh manusia. Ini penting sekali. Target utamanya adalah sel T penolong. Bagaimananpun. menjelang ia bisa paham bahwa sel T merupakan "otak" sistem pertahanan. Mekanisme Virus HIV Salah satu fakta terpenting mengenai virus HIV adalah bahwa ia hanya memasuki sebagian.

Memang pasien AIDS terus memproduksi antibodi. sistem pertahanan kekurangan tim pemikirnya. dan tak lagi mampu mengenali musuh. Pada tahap 1 Ketika sel T. Prosedur ini sama sekali tak sulit bagi virus AIDS. elemen vital dari sistem pertahanan tertangkap. Ini umpama taktik peperangan yang cerdas. antibodi yang diproduksi oleh tubuh manusia tak membahayakan virus AIDS. Pasukan tanpa komunikasi yang efektif dan tanpa sistem inteligensia dapat dikatakan telah kehilangan kekuatan utamanya.Lebih jauh dari itu. Virus AIDS (jingga) berusaha memasuki sel T dengan merobek membrannya.Ini baru salah satu dari keterampilan menakjubkan yang dikuasai oleh virus AIDS. Pada tahap ketiga. Pada tahap kedua. Nyatanya dia berikatan dengan sel ini seperti kunci dengan lubangnya. tetapi tak lagi efektif tanpa adanya sel T. 24 . Virus harus mengikatkan dirinya kepada sel lain yang sudah ditetapkannya menjadi target.

Ketika sel ini membelah diri.Virus HIV melakukan serangkaian proses menakjubkan yang akan menjaminnya berumur panjang. Sel mulai bekerja sebagai pabrik bagi virus. sepotong kecil virus HIV (biru) menggandakan diri dalam sel pertahanan Setelah memasuki tubuh manusia.000 kali. HIV melompat dari satu sel T ke sel T lainnya untuk menghindari kontak dengan antibodi dalam aliran darah Hal ini membuat virus HIV sampai saat ini kebal terhadap efek pengobatan yang ditujukan padanya. Virus HIV adalah retrovirus. Ia akhirnya akan mencoba untuk mengalahkan seluruh tubuh. Artinya. yang berarti ia akan membalik prosesnya. virus HIV juga mampu mengubah dirinya ke berbagai bentuk dalam upaya mencegah dirinya tertangkap oleh sistem pertahanan. Sebelum berpindah menginfeksi sel lain. Jumlah virus yang sangat banyak ini tak dapat diatasi. Bahan warisan virus sekarang menjadi bahan warisan sel T. Selain kemampuan di atas. dia membuat jalan lain dengan metode yang sangat menarik: Ia menggunakan asam nukleat dari sel tuan rumah dan mengonversikan RNA-nya menjadi DNA dengan bantuan sebuah enzim yang disebut "reverse transcriptase". Pada Tahap Keempat. memungkinkan virus HIV untuk keluar dari sel untuk mencari sel tuan 25 Sel T sehat (kiri). virus HIV dapat memproduksi sepuluh miliar virus sehari. Segalanya berjalan dengan kecepatan alamiah. Tetapi menduduki satu sel saja tidak memuaskan bagi virus HIV. Sel T yang telah dirusak oleh musuh (virus AIDS) dan kini memiliki profil bundar dan lumah (kanan). Membran sel T yang telah diduduki tidak kuat menanggung tekanan dari proses multiplikasi sehingga ia bolong-bolong. Lalu ia menempatkan DNA ini pada DNA yang ditemukan di inti sel tuan rumahnya. Untuk menyediakan DNA. . gen-nya hanya mengandung RNA. Tetapi sebuah retrovirus memerlukan DNA supaya tetap hidup. Mereka tidak perlu bekerja keras dalam melakukan hal ini. Virus HIV awal dan replikanya ingin meninggalkan sel tuan rumah mereka dan menduduki sel lain serta memfasilitasi proses proliferasi. tanpa DNA. demikian pula virus HIV. Citra ini diperbesar lebih dari 3.

rumah lainnya. Orang sehat biasanya memiliki sekitar 500-1500 sel CD4 positif. Ketika system kekebalan tubuh merespon maka system kekebalan tubuh akan membuat antiboidy. akan terus tidur selama bertahuntahun atau segera menyerang tubuh manusia.Semua ini dilakukan oleh sebuah virus. ia akan tetap di sana. Setelah virus HIV bertambah jumlahnya. Semuanya bergantung kepada kemauan virus HIV. Ketika ini terjadi maka jika dites hiv hasilnya positif. MEKANISME INFEKSI VIRUS HIV Infeksi Virus HIV-1(USA)/HIV-2(Afrika) ↓ Berikatan dengan reseptor CD4+ dan juga chemokine coerreceptor(limfosit T Helper. Kecuali manusia berhasil menemukan obat yang efektif untuk mengalahkan virus ini. dan bahkan tak dapat dikelompokkan sebagai makhluk hidup Virus akan menggandakan dirinya ditubuh sekitar beberapa minggu atau bisa saja sekitar sebulan sebelum system kekebalan tubuh meresponnya. tak memiliki DNA. Sel ini disebut juga sel T helper yang merupakan bagian sangat penting dari system kekebalan tubuh. Limfosit B. makrofag. Tapi pada masa ini hiv mulai merusak kekebalan tubuh. dia juga membunuh sel T tuan rumahnya. yang hanya berukuran satu mikron. Virus HIV yang sukses sekarang telah sepenuhnya mengalahkan tubuh manusia. Namun tetap bisa menularkan ke orang lain. Jika memiliki dibawah 200 maka dapat dipastikan terkena virus hiv aids. sel di CNS) ↓ Internalisasi virus ke sel Host ↓ Sintesis DNA dengan reverse transcriptase enzyme Sel berfungsi Integrasi DNA virus dengan DNA host dibantu oleh integrase enzyme(provirus) abnormal dan sel mati REPLIKASI ↓ VIRUS HIV 26 Depresi system imun tubuh ↓ Gangguan pada materi genetik sel host . Selama waktu itu jika dites hiv maka hasilnya bisa saja negatif. Satu-satunya jalan untuk mengukur kerusakan system kekebalan tubuh adalah dengan menghitung sel sel CD4 positif yang dimiliki. Setelah gejala yang menyerupai terkena flu beberapa orang akan hidup dengan sehat sekitar 10 tahun.

komunitas ilmiah umumnya berpendapat bahwa skenario tersebut tidak didukung oleh bukti-bukti yang ada. ketika Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat mencatat adanya Pneumonia pneumosistis (sekarang masih diklasifikasikan sebagai PCP tetapi diketahui disebabkan oleh Pneumocystis jirovecii) pada lima laki-laki homoseksual di Los Angeles. contohnya selama berburu atau pemotongan daging. Dua spesies HIV yang diketahui menginfeksi manusia adalah HIV-1 dan HIV-2. Pengertian Penyakit AIDS 27 . HIV-1 adalah sumber dari mayoritas infeksi HIV di dunia. 2. HIV-1 lebih mematikan dan lebih mudah masuk kedalam tubuh. Baik HIV-1 dan HIV-2 berasal dari primata. monyet dari Guinea Bissau. sementara HIV-2 sulit dimasukan dan kebanyakan berada di Afrika Barat. Asal HIV-1 berasal dari simpanse Pan troglodytes troglodytes yang ditemukan di Kamerun selatan. dan Kamerun. HIV-2 berasal dari Sooty Mangabey (Cercocebus atys).Transkripsi DNA virus menjadi mRNA ↓ Translasi mRNA untuk membuat poliprotein ↓ Cleavage. Namun demikian. menyatakan bahwa epidemik AIDS dimulai pada akhir tahun 1950-an di Kongo Belgia sebagai akibat dari penelitian Hilary Koprowski terhadap vaksin polio. Gabon. Banyak ahli berpendapat bahwa HIV masuk ke dalam tubuh manusia akibat kontak dengan primata lainnya. Sejarah Penyakit AIDS AIDS pertama kali dilaporkan pada tanggal 5 Juni 1981. Teori yang lebih kontroversial yang dikenal dengan nama hipotesis OPV AIDS. pemotongan rantai poliprotein oleh enzyme protease ↓ Protein dan RNA berkumpul membentuk virus baru ↓ Pelepasan virus-virus HIV ke aliran darah ↓ Menyerang sel lain(mengulangi proses seperti semula) Konsep Penyakit AIDS 1.

Stadium Penyakit AIDS Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS: Tahap 1: Periode Jendela 28 . seseorang penderita AIDS biasanya akan meninggal karena suatu penyakit (disebut penyakit sekunder) yang biasanya akan dapat dibasmi oleh tubuh seandainya sistem kekebalan itu masih baik.id/li/bacali. dilihat dengan mikroskop elektron. Syndrome atau sindrom berarti penyakit dengan kumpulan gejala. bukan keturunan.or. HIV dengan cepat akan melumpuhkan sistem kekebalan manusia. Setelah sistem kekebalan tubuh lumpuh. HIV yang baru memperbanyak diri tampak bermunculan sebagai bulatanbulatan kecil (diwarnai hijau) pada permukaan limfosit setelah menyerang sel tersebut.php?lino=101) Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa AIDS adalah kumpulan gejala akibat defisiensi sistem imun yang disebabkan oleh HIV. 3. (http://spiritia. Deficiency berarti kekurangan.Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV (Wikipedia) AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan suatu penyakit yang cara kerjanya menghancurkan sistem kekebalan tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor Gambar 1. 4.com/content/16689387-bahaya-aids-atau-hiv. Acquired berarti didapat. Jadi AIDS berarti kumpulan gejala akibat kekurangan atau kelemahan sistem kekebalan tubuh yang dibentuk setelah kita lahir.html) AIDS adalah kependekan dari ‘Acquired Immune Deficiency Syndrome’. ( http://education.feedfury. Etiologi Penyakit AIDS Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. AIDS disebabkan karena virus yang bernama HIV (Human Immunodeficiency Virus) masuk ke dalam tubuh manusia. Immune terkait dengan sistem kekebalan tubuh kita. bukan gejala tertentu.

Antibody HIV positif 2. penyakit konstitusional 29 . sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah Tidak ada tanda2 khusus. Infeksi akut oleh HIV 2. Grup III Grup IV-A tidak ada indicator klinis atau laboratorium adanya imunodefisiensi 1. limfadenopati generalisata persisten 1. karena telah terbentuk antibody terhadap HIV Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun. misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh. antibody HIV negative 1. umumnya berkisar 2 minggu . flu. penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang. mereda sempurna 3. dll Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan. tergantung daya tahan tubuhnya (ratarata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek) Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala) Sistem kekebalan tubuh semakin turun Mulai muncul gejala infeksi oportunistik.- HIV masuk ke dalam tubuh. Antibody HIV positif 2. tergantung daya tahan tubuhnya Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah Berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah Tahap 4: AIDS Klasifikasi CDC untuk infeksi HIV yang didasarkan pada patofisiologi penyakit seiring memburuknya secara progresif fungsi imun : Kelas Grup I Grup II Kriteria 1. gejala mirip influenza . Antibody HIV positif 2.6 bulan HIV berkembang biak dalam tubuh Tidak ada tanda-tanda khusus. penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini Tahap ini disebut periode jendela. diare terus menerus.

Sama seperti grup IV-C dan 2. defek +/parsial. demam atau diare menetap grup IV-B b. menurunnya berat lebih dari 10% dibandingkan berat normal 1. Sama seperti grup IV-A 2. kanker serviks invasif. infekioportunistik 1. mielopati 1. neuropati grup IV-C c. demensia b. penyakit neurologic a. tuberculosis paru.a. atau keganasan lain Klasifikasi stadium infeksi HIV dari Walter Reed stadium Antibody WR 0 HIV Limfadenopati Sel kronik CD4/mm3 >400 Uji kulit DTH Normal (reaktif terhadap ≥ 2 antigen WR 1 WR 2 WR 3 WR 4 + + + + + +/+/>400 >400 <400 <400 uji kulit) Normal Normal Normal Defek parsial (reaktif terhadap antigen WR 5 + +/<400 kulit) Alergi dan/atau thrush (reaktif terhadap WR 6 + +/<400 0 + antigen kulit) Normal. sama seperti grup IV-B dan 2. hitung limfosit CD4+ kurang daripada 200/µl Grup IV-D 3. energi 30 atau 1 uji thrush Infeksi oportunis - .

gangguan gas trointestinal (nausea. meskipun ini bukanlah hal yang bersifat prognostic dan tidak terpengaruh bagi hidup penderita. 31 . 1) Penurunan Imunitas sedang : CD4 200 – 500 Pada awal sub-fase ini timbul penyakit-penyakit yang lebih ringan misalnya reaktivasi dari herpes zoster atau herpes simpleks. b. malaise. diare). Saat ini sudah mulai terjadi penurunan jumlah sel CD4 sebagai petunjuk menurunnya kekebalan tubuh penderita. : tidak ditemukan. gejala kulit (bercak-bercak merah. DTH : delayed type hypersensitivity (hipersensitivitas tipe lambat) 5. urtikarta).Ket : Kriteria absolute harus dipenuhi untuk penentuan stadium + : ditemukan. disebut limfa denopatio (LEP). gangguan kognitif danapektif). umumnya sekitar 5 tahun. Gejala yang timbul umumnya seperti influenza. Infeksi Kronis Asimtomatik : CD4 > 500/ml Setelah infeksi akut berlalu maka selama bertahun-tahun kemudian. tetapi masih pada tingkat 500/ml. demikian juga yang disebut AIDS-Related (ARC). gejala syaraf (sakit kepada. c. Manifestasi Klinis Perjalan klinik infeksi HIV telah ditemukan beberapa klasifikasi yaitu : a. Berbagai gejala penyakit ringan atau lebih berat timbul pada fase ini. Beberapa penderita mengalami pembengkakan kelenjar lomfe menyeluruh. tergantung pada tingkat imunitas pemderita. meskipun sebenarnya terjadi replikasi virus secara lambat di dalam tubuh. Gejala tersebut diatas merupakan reaksi tubuh terhadap masuknya unis yang berlangsung kira-kira 1-2 minggu. atralgia. anereksia. Infeksi Kronis Simtomatik Fase ini dimulai rata-rata sesudah 5 tahun terkena infeksi HIV. keadaan penderita tampak baik saja. Namun dapat sembuh total atau hanya dengan pengobatan biasa. demam. Infeksi Akut : CD4 : 750 – 1000 Gejala infeksi akut biasanya timbul sedudah masa inkubasi selama 1-3 bulan. nyeri retrobulber. Pada fase ini penyakit tersebut sangat menular karena terjadi viremia. Keganasan juga dapat timbul pada fase yang lebih lanjut dari sub-fase ini dan dapat berlanjut ke sub fase berikutnya.

Rasa lelah berkepanjangan. Tanda dan Gejala AIDS Gejala-gejala yang umum orang yang tertular HIV/AIDS biasanya adalah: Berat badan turun secara mencolok. Gejala Minor 1) Batuk lebih dari satu bulan 2) Dermatitis preuritik umum 3) Herpes zoster recurrens 4) Kandidias orofaring 32 . mata. a. disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari. Diare kronis lebih dari 1 bulan. Viremia terjadi untuk kedua kalinya dan telah dikatakan tubuh sudah dalam kehilangan kekebalannya. Herpes kulit. Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap. Keganasan juga timbul pada sub fase ini. alat kelamin dan lainnya. serta Kelainan lain pada kulit. Dicurigai AIDS pada orang dewasa bila ada paling sedikit dua gejala mayor dan satu gejala minor dan tidak ada sebab-sebab imunosupresi yang lain seperti kanker. biasanya di sekitar leher dan lipatan paha. rongga mulut.malnutrisi berat atau pemakaian kortikosteroid yang lama. Demam lebih dari 38oC. biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan. gejala Mayor 1) Penurunan berat badan lebih dari 10% 2) Diare kronik lebih dari satu bulan 3) Demam lebih dari satu bulan b. rambut. Gatal-gatal. Menurut penderita AIDS Tanda dan gejala meliputi : 1.2) Penurunan Imunitas berat : CD4 < 200 Pada sub fase ini terjadi infeksi oportunistik berat yang sering mengancam jiwa penderita. meskipun sering pada fase yang lebih awal.

Gejala minor 1) Limfadenopati generalisata 2) Kandidiasis oro-faring 3) Infeksi umum yang berulang 4) Batuk parsisten 5) Dermatitis 6. Bila terdapat paling sedikit dua gejala mayor dan dua gejala minor. malnutrisi berat. Patofisiologi Penyakit AIDS Kontak langsung (membran/aliran darah) dengan cairan tubuh yang mengandung HIV HIV berikatan dengan CD4+ Sel T4 terinfeksi dan ikut dalam cairan tubuh Banyak CD4+ yang terinfeksi infeksi Fungsi sel T4 ↓↓ Mengaktifasi respon imun Sel T4 terinfeksi diaktifkan Sel killer penjamu mengeliminasi virus dan sel yang terinfeksi 33 .5) Limfadenopati generalisata 6) Herpes simplek diseminata yang kronik progresif 2. dan tidak terdapat sebab – sebab imunosupresi yang lain seperti kanker. a. Dicurigai AIDS pada anak. Gejala Mayor 1) Penurunan berat badan atau pertmbuhan yang lambat dan abnormal 2) Diare kronik lebih dari 1bulan 3) Demam lebih dari1bulan b. pemakaian kortikosteroid yang lama atau etiologi lain.

dan sistem integumen Neurologik HIV menginfeksi sel-sel otak Memicu toksin dan limfokin Fungsi neurotransmitter tergangggu Penurunan progresif pada fungsi kognitif. hepar. sistem GI.Jumlah sel T4 ↓↓ Sistem imun seluler melemah (imunosupresi) Patogen mudah masuk ke dalam tubuh Virus berpoliferasi Infeksi yang parah pada neurologik. dan motorik Ketidakefektifan koping individu Fungsi sel T4 ↓↓ Respirasi Mengaktivasi respon imun SISTEM RESPIRASI ++HIV ISPA Flu bertambah berat Produksi mukus >> Jalan nafas terhambat 02 supply ↓↓ RR ↑↑ HR ↑↑ Bersihan Jalan Nafas Tak Efektif Pemakaian energi >> 34 Malaise Intolerant Activity . perilaku. sistem respirasi.

Gastrointestinal Masuknya mikroorganisme Infeksi di intestinum Tidak optimalnya absorpsi air dan sari makanan diare Diare bertambah berat Pengeluaran cairan Tidak terkontrol Defisit cairan Kekurangan volume cairan dehidrasi Gangguan membrane mukosa mulut tidak optimalnya peristaltic ↓↓ penyerapan sari makanan tidak seimbangnya kebutuhan dan suplai nutrisi Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan merangsang baroreseptor Saraf simpatis aktif Saraf parasimpatis ↓↓ peristaltic ↓↓ makanan tertahan di usus dan lambung mual dan muntah Gangguan intake nutrisi mengaktivasi kelenjar keringat sekresi keringat 35 .

Hepar ++ HIV Hati terinfeksi Kerja hepar tidak optimal Fagositosis SDM ↓↓ Banyak SDM yang tidak produktif Pengangkutan 02 ↓↓ 02 supply ↓↓ RR ↑↑ HR ↑↑ Pengangkutan nutrisi ↓↓ Kemampuan memproduksi Fibrin ↓↓ Proses penyembuhan melambat Risiko Cedera Pemakaian energi >> malaise Intoleran activity GI Integumen ++ HIV Diare Integumen terinfeksi Rentan terinfeksi gangguan kulit Harga diri rendah Penurunan berat badan Perubahan citra tubuh Isolasi sosial 36 .

Penyebab penyakit ini adalah fungi Pneumocystis jirovecii. dan tindakan pencegahan rutin yang efektif di negara-negara Barat. Namun demikian. Dengan demikian. tetapi umumnya dijumpai pada orang yang terinfeksi HIV. dapat muncul pada stadium awal HIV. hati. Gejala-gejalanya biasanya bersifat tidak spesifik (konstitusional) dan tidak terbatasi pada satu tempat. Pada individu yang terinfeksi HIV. Di negara-negara berkembang. serta dapat dicegah melalui terapi pengobatan.TBC yang menyertai infeksi HIV sering menyerang sumsum tulang. 37 . walaupun umumnya indikasi tersebut tidak muncul kecuali jika jumlah CD4 kurang dari 200 per µL. meskipun kasusnya langka. gejala yang muncul mungkin lebih berkaitan dengan tempat munculnya penyakit ekstrapulmoner. Pada stadium awal infeksi HIV (jumlah CD4 >300 sel per µL). Penyakit saluran pencernaan utama Esofagitis adalah peradangan pada kerongkongan (esofagus). Sebelum adanya diagnosis. dan sistem syaraf pusat. karena dapat ditularkan kepada orang yang sehat (imunokompeten) melalui rute pernapasan (respirasi). tulang. penyakit ini umumnya segera menyebabkan kematian. Ia dapat dengan mudah ditangani bila telah diidentifikasi. yaitu jalur makanan dari mulut ke lambung. Tuberkulosis (TBC) merupakan infeksi unik di antara infeksi-infeksi lainnya yang terkait HIV. TBC muncul sebagai penyakit paru-paru. kelenjar getah bening (nodus limfa regional).7. Pada stadium lanjut infeksi HIV. Meskipun munculnya penyakit ini di negara-negara Barat telah berkurang karena digunakannya terapi dengan pengamatan langsung dan metode terbaru lainnya. Komplikasi Penyakit AIDS Penyakit paru-paru utama Pneumonia pneumocystis (PCP) jarang dijumpai pada orang sehat yang memiliki kekebalan tubuh yang baik. ia sering muncul sebagai penyakit sistemik yang menyerang bagian tubuh lainnya (tuberkulosis ekstrapulmoner). perawatan. resistensi TBC terhadap berbagai obat merupakan masalah potensial pada penyakit ini. namun tidaklah demikian yang terjadi di negara-negara berkembang tempat HIV paling banyak ditemukan. saluran kemih dan saluran pencernaan. penyakit ini masih merupakan indikasi pertama AIDS pada orang-orang yang belum dites. Ia pun dapat disebabkan oleh mikobakteria. penyakit ini terjadi karena infeksi jamur (jamur kandidiasis) atau virus (herpes simpleks-1 atau virus sitomegalo).

Selain itu. Listeria. dan menyebabkan penyakit hanya ketika sistem kekebalan sangat lemah. mikrosporidiosis. Penyakit syaraf dan kejiwaan utama Infeksi HIV dapat menimbulkan beragam kelainan tingkah laku karena gangguan pada syaraf (neuropsychiatric sequelae). atau sebagai akibat langsung dari penyakit itu sendiri.Diare kronis yang tidak dapat dijelaskan pada infeksi HIV dapat terjadi karena berbagai penyebab. Pada beberapa kasus. yang jika tidak ditangani dapat mematikan. sehingga merusak penghantaran impuls syaraf. yang disebut Toxoplasma gondii. yang 70% populasinya terdapat di tubuh manusia dalam kondisi laten. atau efek samping dari infeksi utama (primer) dari HIV itu sendiri. Mycobacterium avium complex. sebagaimana yang terjadi pada pasien AIDS. antara lain infeksi bakteri dan parasit yang umum (seperti Salmonella. dan Escherichia coli). Pada stadium akhir infeksi HIV. dan didorong pula oleh terjadinya pengaktifan imun oleh 38 . namun ia juga dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit pada mata dan paru-paru. lelah. Shigella. Ia disebabkan oleh virus JC. yaitu penyakit yang menghancurkan selubung syaraf (mielin) yang menutupi serabut sel syaraf (akson). sakit kepala. Pasien juga mungkin mengalami sawan dan kebingungan. yang disebabkan oleh infeksi organisma atas sistem syaraf yang telah menjadi rentan. Kompleks demensia AIDS adalah penyakit penurunan kemampuan mental (demensia) yang terjadi karena menurunnya metabolisme sel otak (ensefalopati metabolik) yang disebabkan oleh infeksi HIV. Kampilobakter. serta infeksi oportunistik yang tidak umum dan virus (seperti kriptosporidiosis. diare diperkirakan merupakan petunjuk terjadinya perubahan cara saluran pencernaan menyerap nutrisi. Penyakit ini berkembang cepat (progresif) dan menyebar (multilokal). diare terjadi sebagai efek samping dari obat-obatan yang digunakan untuk menangani HIV. serta mungkin merupakan komponen penting dalam sistem pembuangan yang berhubungan dengan HIV. diare dapat juga merupakan efek samping dari antibiotik yang digunakan untuk menangani bakteri diare (misalnya pada Clostridium difficile). Leukoensefalopati multifokal progresif adalah penyakit demielinasi. Parasit ini biasanya menginfeksi otak dan menyebabkan radang otak akut (toksoplasma ensefalitis). Toksoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bersel-satu. dan muntah. Hal ini dapat menyebabkan demam. sehingga biasanya menyebabkan kematian dalam waktu sebulan setelah diagnosis. dan virus sitomegalo (CMV) yang merupakan penyebab kolitis).[15] Meningitis kriptokokal adalah infeksi meninges (membran yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang) oleh jamur Cryptococcus neoformans. mual.

Pasien AIDS dapat mengembangkan satu atau lebih limfoma SSP. oleh kanker dan infeksi oportunistik tertentu (penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Gejala termasuk kelelahan. sehingga mengeluarkan neurotoksin. perilaku. jamur dan virus lain yang tidak akan berdampak pada orang dengan sistem kekebalan yang sehat). mual. Orang dengan ADC juga menunjukkan pengembangan fungsi motor yang melambat dan kehilangan ketangkasan serta koordinasi. Apabila tidak diobati. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Cryptococcus neoformans. ingatan dan perhatian. AIDS dementia complex (ADC). atau efek toksik obat yang dipakai untuk mengobati gejala. sakit kepala. ADC dapat mematikan. Angka kemunculannya (prevalensi) di negara-negara Barat adalah sekitar 1020%. Apabila tidak diobati. Limfoma SSP hampir selalu dikaitkan dengan virus Epstein-Barr (jenis virus herpes yang umum pada manusia). Jamur ini pertamatama menyerang paru dan menyebar ke otak dan saraf tulang belakang. Gejala termasuk ensefalitis (peradangan otak). Kelainan saraf lain terkait AIDS yang tidak diketahui penyebabnya mungkin dipengaruhi oleh virus tetapi tidak sebagi penyebab langsung. dan penurunan fungsi kognitif secara bertahap. Limfoma sususnan saraf pusat (SSP) adalah tumor ganas yang mulai di otak atau akibat kanker yang menyebar dari bagian tubuh lain. muncul terutama pada orang dengan infeksi HIV lebih lanjut. gangguan bicara. bingung. Prognosis adalah kurang baik karena kekebalan yang semakin rusak. yang umum ditemukan pada tanah dan tinja burung. demam. Kerusakan syaraf yang spesifik. pasien meningitis kriptokokus dapat jatuh dalam koma dan meninggal. menyebabkan peradangan. kejang. Hal ini berhubungan dengan keadaan rendahnya jumlah sel T CD4+ dan tingginya muatan virus pada plasma darah.makrofag dan mikroglia pada otak yang mengalami infeksi HIV. 39 . tampak dalam bentuk ketidaknormalan kognitif. namun di India hanya terjadi pada 1-2% pengidap infeksi HIV. atau ensefalopati terkait HIV. pusing dan muntah. Meningitis kriptokokus terlihat pada kurang lebih 10% pasien AIDS yang tidak diobati dan pada orang lain dengan sistem kekebalannya sangat tertekan oleh penyakit atau obat. Komplikasi saraf Kelainan sistem saraf terkait AIDS mungkin secara langsung disebabkan oleh HIV. dan motorik. yang muncul bertahun-tahun setelah infeksi HIV terjadi. termasuk kesulitan berkonsentrasi. perubahan perilaku. Gejala termasuk sakit kepala. pusing. kehilangan ingatan. masalah penglihatan. paralisis dan penurunan mental. Perbedaan ini mungkin terjadi karena adanya perbedaan subtipe HIV di India.

Saraf perifer juga mengirim informasi sensorik kembali ke otak dan saraf tulang belakang. virus dapat tidur di jaringan saraf selama bertahun-tahun hingga muncul kembali sebagai ruam. masing-masing sangat terkait dengan penyakit kerusakan kekebalan stadium tertentu. pengembangan degenerasi sendi. Infeksi CMV pada urat saraf tulang belakang dan saraf dapat mengakibatkan lemahnya tungkai bagian bawah dan beberapa paralisis. Pada awal biasanya muncul pada stadium infeksi HIV lebih lanjut dan dapat berdampak pada kebanyakan pasien stadium HIV lanjut. demensia. dapat menginfeksi otak dan mengakibatkan ensepalitis dan mielitis (peradangan saraf tulang belakang). Pada orang yang terpajan dengan herpes zoster. episode nyeri hebat dan gangguan sensasi. tampak lebih sering dan lebih cepat berkembang pada orang terinfeksi HIV. nyeri bagian bawah yang berat dan kehilangan fungsi kandung kemih. HIV merusak serat saraf yang membantu melakukan sinyal dan dapat menyebabkan beberapa bentuk neropati. Neurosifilis. masalah pendengaran dan keseimbangan. tingkat mental yang berubah. akibat infeksi sifilis yang tidak diobati secara tepat. atau nyeri saraf. Distal sensory polyneuropathy menyebabkan mati rasa atau perih yang ringan hingga sangat nyeri atau rasa kesemutan yang biasanya mulai di kaki dan telapak kaki. Infeksi virus herpes sering terlihat pada pasien AIDS. Virus ini umumnya menghasilkan ruam. perubahan kepribadian. Reaktivasi ini umum pada orang yang AIDS karena sistem kekebalannya melemah. Infeksi ini juga dapat menyebabkan pneumonia dan penyakit lambung-usus. Virus herpes zoster yang menyebabkan cacar dan sinanaga. jaringan komunikasi yang luas yang mengantar informasi dari otak dan saraf tulang belakang ke setiap bagian tubuh. koma dan penyakit retina yang dapat mengakibatkan kebutaan. gatal. Sensasi ini terutama kuat pada malam hari dan dapat menjalar ke tangan. Orang yang terdampak memiliki kepekaan yang meningkat terhadap nyeri. Gejala yang mungkin baru muncul setelah puluhan tahun setelah infeksi awal dan berbeda antar pasien. sentuhan atau rangsangan lain. Neuropati perifer menggambarkan kerusakan pada saraf perifer. Tanda sinanaga termasuk bentol yang menyakitkan (serupa dengan cacar). yang melepuh dan sangat nyeri di kulit akibat saraf yang terinfeksi. kerusakan penglihatan dan kerusakan 40 . Pasien AIDS mungkin menderita berbagai bentuk neuropati. tuli. termasuk kelemahan. hilangnya koordinasi. refleks yang menghilang. jalan yang tidak mantap. neuropati perifer. Neurosifilis dapat menyebabkan degenerasi secara perlahan pada sel saraf dan serat saraf yang membawa informasi sensori ke otak. demensia. Gejala ensepalitis CMV termasuk lemas pada lengan dan kaki.Infeksi cytomegalovirus (CMV) dapat muncul bersamaan dengan infeksi lain. kesemutan (menggelitik) dan nyeri pada saraf.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa infeksi HIV. juga disebut toksoplasmosis otak. sementara kondisi lain mungkin dipicu oleh obat yang dipakai untuk melawan infeksi. Kelainan psikologis dan neuropsikiatri dapat muncul dalam fase infeksi HIV dan AIDS yang berbeda.tanggapan terhadap cahaya. burung dan hewan lain yang dapat ditemukan pada tanah yang tercemar oleh tinja kucing dan kadang pada daging mentah atau kurang matang. muncul pada kurang lebih 10% pasien AIDS yang tidak diobati. dan dapat berupa bentuk yang beragam dan rumit. lemah 41 . Beberapa penyakit misalnya demensia kompleks terkait AIDS yang secara langsung disebabkan oleh infeksi HIV pada otak. Stroke yang disebabkan oleh penyakit pembuluh darah otak jarang dianggap sebagai komplikasi AIDS. dan mungkin muncul kejang. gangguan berbicara. kebingungan. PML disebabkan oleh virus JC. ataksia (ketidakmampuan untuk mengatur gerakan). Begitu parasit masuk ke dalam sistem kekebalan. Hal ini disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Para peneliti mengingatkan bahwa penelitian tambahan diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan ini. kehilangan penglihatan. malaise. PML berkembang terus-menerus dan kematian biasanya terjadi dalam enam bulan setelah gejala awal. infeksi lain atau reaksi sistem kekebalan terhadap HIV. kerusakan kognitif. yang dibawa oleh kucing. delirium. Gejala termasuk ensefalitis. yang bergerak menuju otak. halusinasi. Progressive multifocal leukoencephalopathy (PML) terutama berdampak pada orang dengan penekanan sistem kekebalan (termasuk hampir 5%pasien AIDS). keingingan bunuh diri yang kuat. menulari berbagai tempat dan merusak sel yang membuat mielin – lemak pelindung yang menutupi banyak sel saraf dan otak. Beberapa pasien mungkin mengalami gangguan ingatan dan kognitif. paranoid. Para peneliti di Universitas Maryland. perilaku yang tidak normal. Penyakit ini umum biasa mulai pada usia setengah baya. mencegah penyakit. ia menetap di sana. AS melakukan penelitian pertama berbasis populasi untuk menghitung risiko stroke terkait AIDS dan menemukan bahwa AIDS meningkatkan kemungkinan menderita stroke hamper sepuluh kali lipat. kelumpuhan. dapat menyebabkan kelainan pembuluh darah dan/atau membuatpembuluh darah kurang menanggapi perubahan dalam tekanan darah yang dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah dan stroke. sakit kepala berat yang tidak menanggapi pengobatan. depresi. dan mania akut. tetapi sistem kekebalan pada orang yang sehat dapat melawan parasit tersebut hingga tuntas. demensia. Pasien mungkin mengalami kegelisahan. lesi otak dan terakhir koma. Gejala termasuk berbagai tipe penurunan kejiwaan. Penyakit ini lebih sering pada laki-laki dibandingkan perempuan. walaupun hubungan antara AIDS dan stroke mungkin jauh lebih besar dari dugaan. demam. Ensefalitis toksoplasma.

kebingungan yang meningkat. masalah berbicara dan berjalan. Penyakit ini sering muncul di kulit dalam bentuk bintik keungu-unguan. limfoma adalah tanda utama AIDS. Kanker leher rahim pada wanita yang terkena HIV dianggap tanda utama AIDS. masalah penglihatan. saluran pencernaan.pada satu sisi tubuh. Berjalan menjadi sulit dan penyakit semakin parah dan lama-kelamaan pasien membutuhkan kursi roda. virus herpes Sarkoma Kaposi (KSHV). diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL). Kanker ini disebabkan oleh virus papiloma manusia. pusing. Limfoma ini sebagian besar disebabkan oleh virus Epstein-Barr atau virus herpes Sarkoma Kaposi. yaitu virus herpes manusia-8 yang juga disebut virus herpes Sarkoma Kaposi (KSHV). Kanker ini seringkali merupakan perkiraan kondisi (prognosis) yang buruk. dan limfoma sistem syaraf pusat primer. banyak tumor-tumor yang umum seperti kanker payudara dan kanker usus besar (colon). Penyakit ini disebabkan oleh virus dari subfamili gammaherpesvirinae. dan kanker anus. dan virus papiloma manusia (HPV). Namun demikian. dan paru-paru. muntah dan perubahan kepribadian. Beberapa pasien juga mengembangkan demensia terkait AIDS. Kemunculan tumor ini pada sejumlah pemuda homoseksual tahun 1981 adalah salah satu pertanda pertama wabah AIDS. Hal ini karena infeksi oleh virus DNA penyebab mutasi genetik. misalnya seperti limfoma Burkitt (Burkitt's lymphoma) atau sejenisnya (Burkitt's-like lymphoma). Pada beberapa kasus. membentuk lubang kecil yang disebut vakuol dalam serat saraf. kejang. Pasien yang terinfeksi HIV juga dapat terkena tumor lainnya. tetapi dapat menyerang organ lain. Kanker dan tumor ganas (malignan) Pasien dengan infeksi HIV pada dasarnya memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya beberapa kanker. seperti limfoma Hodgkin. lebih sering muncul pada pasien yang terinfeksi HIV. Mielopati vakuolar dapat berdampak pada hampir 30% pasien AIDS dewasa yang tidak diobati dan kejadiannya tersebut mungkin lebih tinggi pada anak yang terinfeksi HIV. Mielopati vakuolar menyebabkan lapisan mielin yang melindungi untuk melepaskan diri dari sel saraf di saraf tulang belakang. Sarkoma Kaposi adalah tumor yang paling umum menyerang pasien yang terinfeksi HIV. kanker usus besar bawah (rectum). terutama mulut. kelesuan. Tidak semua pasien menunjukkan tanda infeksi. yang tidak meningkat 42 . Gejala termasuk kaki lemas dan kaku serta tidak berjalan secara mantap. Kanker getah bening tingkat tinggi (limfoma sel B) adalah kanker yang menyerang sel darah putih dan terkumpul dalam kelenjar getah bening. yaitu terutama virus Epstein-Barr (EBV).

Infeksi yang disebabkan oleh jamur Penicillium marneffei. namun pada saat yang sama kanker kemudian menjadi penyebab kematian yang paling umum pada pasien yang terinfeksi HIV. dan gangguan radang pada retina mata (retinitis sitomegalovirus). kini adalah infeksi oportunistik ketiga yang paling umum (setelah tuberkulosis dan kriptokokosis) pada orang yang positif HIV di daerah endemik Asia Tenggara. Serologis Tes antibody serum Skrining Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan ELISA. Pemeriksaan Diagnostik a. yang dapat menyebabkan kebutaan. terutama demam ringan dan kehilangan berat badan.kejadiannya pada pasien terinfeksi HIV. Hasil tes positif. Di tempat-tempat dilakukannya terapi antiretrovirus yang sangat aktif (HAART) dalam menangani AIDS. Virus sitomegalo dapat menyebabkan gangguan radang pada usus besar (kolitis) seperti yang dijelaskan di atas. kemunculan berbagai kanker yang berhubungan dengan AIDS menurun. Infeksi oportunistik ini termasuk infeksi Mycobacterium avium-intracellulare dan virus sitomegalo. Tes Laboratorium Telah dikembangkan sejumlah tes diagnostic yang sebagian masih bersifat penelitian. Tes dan pemeriksaan laboratorium digunakan untuk mendiagnosis Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan memantau perkembangan penyakit serta responnya terhadap terapi Human Immunodeficiency Virus (HIV) 1. 8. 43 . tapi bukan merupakan diagnosa Tes blot western Mengkonfirmasi diagnosa Human Immunodeficiency Virus (HIV) Sel T limfosit Penurunan jumlah total Sel T4 helper Indikator system imun (jumlah <200> T8 ( sel supresor sitopatik ) Rasio terbalik ( 2 : 1 ) atau lebih besar dari sel suppressor pada sel helper ( T8 ke T4 ) mengindikasikan supresi imun. Infeksi oportunistik lainnya Pasien AIDS biasanya menderita infeksi oportunistik dengan gejala tidak spesifik. atau disebut Penisiliosis.

sifilis. Tes Antibodi Jika seseorang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). 3. CT Scan otak. Tes PHS Pembungkus hepatitis B dan antibody. pemeriksaan sitologis urine. protozoa. sputum. Riwayat Penyakit Histologis. 44 . feces. bakteri. Biopsis Diagnosa lain dari sarcoma Kaposi Brankoskopi / pencucian trakeobronkial Dilakukan dengan biopsy pada waktu PCP ataupun dugaan kerusakan paru-paru b. kemampuan mendeteksi antibody Human Immunodeficiency Virus (HIV) dalam darah memungkinkan skrining produk darah dan memudahkan evaluasi diagnostic. untuk mengidentifikasi adanya infeksi : parasit. darah. MRI. Hal ini menjelaskan mengapa orang yang terinfeksi awalnya tidak memperlihatkan hasil tes positif. EMG (pemeriksaan saraf) Tes Lainnya: Sinar X dada Menyatakan perkembangan filtrasi interstisial dari PCP tahap lanjut atau adanya komplikasi lain Tes Fungsi Pulmonal Deteksi awal pneumonia interstisial Skan Gallium Ambilan difusi pulmonal terjadi pada PCP dan bentuk pneumonia lainnya. dan sekresi. Ig M yang normal atau mendekati normal Reaksi rantai polimerase Mendeteksi DNA virus dalam jumlah sedikit pada infeksi sel perifer monoseluler. jamur.- P24 ( Protein pembungkus Human ImmunodeficiencyVirus (HIV ) ) Peningkatan nilai kuantitatif protein mengidentifikasi progresi infeksi Kadar Ig Meningkat. Neurologis EEG. Antibody terbentuk dalam 3 – 12 minggu setelah infeksi. Tapi antibody ternyata tidak efektif. viral. cairan spina. atau bisa sampai 6 – 12 bulan. terutama Ig A. Ig G. maka system imun akan bereaksi dengan memproduksi antibody terhadap virus tersebut. CMV mungkin positif 2. luka.

Tes tersebut. dan pol) adalah bukti konklusif infeksi HIV. western blon dapat dianggap positif untuk HIV-1 bila mengandung pita-pita untuk paling sedikit 2 produk gena berikut : p24. Kenyataanya. yaitu : 1. Berdasarkan definisi pola reaktivita western blot yang tidak termasuk dalam kategori negative atau positif dianggap indeterminate. Pola reaktivitas ilang yang paling sering dijumpai adalah antibody yang bereaksi dengan p24 dan atau p55.Pada tahun 1985 Food and Drug Administration (FDA) memberi lisensi tentang uji – kadar Human Immunodeficiency Virus (HIV) bagi semua pendonor darah atau plasma. Tes Enzym – Linked Immunosorbent Assay ( ELISA) Mengidentifikasi antibody yang secara spesifik ditujukan kepada virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Pemeriksaan westen blot assay merupakan tes lainnya yang dapat mengenali antibody HIV dan digunakan untuk memastikan seropositifitas seperti yang teridentifasi lewat prosedur ELISA. Antigen ini dapat dipisahkan berdasarkan berat molekulnya. dengan beragam berat molekul. Pada pasien dengan ELISA positif atau menengah dan western blot negative. Orang yang dalam darahnya terdapat antibody Human Immunodeficiency Virus (HIV) disebut seropositif. dapat disimpulkan reaktivitas ELISA tersebut adalah poitif palsu. menurut sebagian bear pakar. wedtern blot yang positif. dan antibody terhadap setiap komponen dapat dideteksi sebagai pita-pita pada westen blot. serta criteria yang ditetapkan oleh The Association of State and Territorial Public Health Laboratory Directors. Penjelasan yang kecil kemungkinannya untuk hail western blot yang indeterminate adalah pasien terinfeksi HIV dan sedang dalam proses membemntuk respons antibody klasik. 2. gag. ELISA tidak menegakan diagnosa AIDS tapi hanya menunjukkan bahwa seseorang terinfeksi atau pernah terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). gp41. Western Blot Assay Mengenali antibody Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan memastikan seropositifitas Human Immunodeficiency Virus (HIV). Dipihak lain. Pada kedua keadaan tersebut diagnosis terinfeksi HIV harus diusahakan untuk 45 . yang didefinisikan sebagai hasil positif terhadap anggota ketiga produk gena utama HIV(protein envelope. Penjelasan y ang paling mungkin adalah pasien yang diperiksa memiliki antibody yang bereaksi silang dengan 1 dari protein HIV. Tes westen blot memanfaatkan kenyataan bahwa berbagai antigen HIV. menimbulkan pembentukan antibody spesifik. Terdapat 2 kemungkinan penjelasan untuk hasil western blot yang indeterminate. dan gp120/60. Westen blot yang negatif adalah yang tidak memperlikatkan pita – pita pada berat molekul yang sesuai dengan produk gena HIV.

Bila PCR positif dan atau wetern blot memperlihatkan perkembangan. tapi kadar p24 pada penderita infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) sangat rendah. Pada individu dengan ELISA dan PCR negative untuk HIV. Pelacakan Human Immunodeficiency Virus (HIV) Penentuan langsung ada dan aktivitasnya Human Immunodeficiency Virus (HIV) untuk melacak perjalanan penyakit dan responnya. western blot haru diulang 1 bulan kemudian untuk memastikan apakah pola indeterminate tersebut merupakan pola dalam evolusi. Walaupun merupakan tes konfirmasi yang baik untuk infksi HIV pada paien dengan ELISA positif atau indeterminate. Pada pasien yang diduga terinfeksi HIV. tes yang paling sesuai diterapkan adalah ELISA. Bila western blot negative. kecuali bila terdapat kecurigaan kuat adanya infeksi HIV dini. Selain itu. Bila hasil ELISA indeterminate atau positif. Indirect Immunoflouresence Pengganti pemeriksaan western blot untuk memastikan seropositifitas. 3. Protein tersebut disebut protein virus p24. dapat disimpulkan hail possitif pada pemeriksaan pertama merupakan kesalahan teknis kinerja assay dan pasien adalah negatif. 2030% dapat memperlihatkan 1/lebih pita pada western blot. Bila hasilnya negatif. harus dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan PCR. c. keberadaannya menciptakan keadaan yang harus menggunakan modalitas diagnostic lain(misalnya PCR atau p24 antigen capture) untuk mematikan bahwa pita – pita tersebut bukan merupakan isyarat infeksi HIV awal. diagnosis dapat didingkirkan dn pemeriksaan ulang hanya dilakukan bila ada indikasi klinis. Bila hasil tes ulang negative dua kali. 46 . 4. hasil ELISA sebelumnya dapat dianggap hasil positif palsu dan hasil diagnosis infeksi HIV dapat disingkirkan. pasien dengantiter p24 punya kemungkinan lebih lanjut lebih besar dari menjadi AIDS. maka tes harus diulang. pemerikasaan p24 antigen capture assay sangat spesifik untuk HIV – 1. western blot mrupakan tes penapisan yang buruk. Radio Immuno Precipitation Assay ( RIPA ) Mendeteksi protein dari pada antibody. misalnya pasien tersebut terpajan dalam 3 bulan terakhir.dikonfirmaikan atau disingkirkan dengan reaksi rantai polymerase. Walaupun pita – pita terebut mungkin tampak samar dan reaktivitas silang. Bila hasil western blot positif dapat ditegakkan diagnosi HIV. Bila hail wetern blot adalah intermediate. dengan pemeriksaan ulang western blot sebulan kemudian. harus dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan western blot. dapat ditegakkan diagnostic infeksi HIV.

Pemeriksaan ini digunakan dengan tes lainnya untuk mengevaluasi efek anti virus. 9. Asuhan Keperawatan a. Apabila berkeinginan hamil hendaknya selalu berkonsultasi dengan dokter. karena bisa memindahkan virusnya kepada janin yang dikandungnya. diare selama 40 hari. Penatalaksanaan : a. Pemeriksaan kultur Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau kultur plasma kuantitatif dan viremia plasma merupakan tes tambahan yang mengukur beban virus ( viral burden ). • • • Orang-orang yang tergolong pada kelompok perilaku resiko tinggi hendaknya tidak menjadi donor darah. sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat. Pergunakan selalu kondom. lemas tidak bergairah. Seorang ibu yang darahnya telah diperiksa dan ternyata positif HIV sebaiknya jangan hamil. hendaknya hanya sekali pakai dan harus terjamin sterilitasnya. Pencegahan Cara mencegah masuknya suatu penyakit secara umum di antaranya dengan membiasakan hidup sehat. Pengkajian : Tn. Beberapa tindakan untuk menghindari dari HIV/AIDS antara lain: • Hindarkan hubungan seksual diluar nikah dan usahakan hanya berhubungan dengan satu pasangan seksual. jarum tindik. dan melakukan pergaulan yang sehat.A : 35 tahun Biodata Nama Usia Jenis Kelamin : Laki-Laki Keluhan Utama Klien mengeluh lemah. terutama bagi kelompok perilaku resiko tinggi. yaitu mengkonsumsi makanan sehat. Riwayat Kesehatan Saat Ini 47 . Jauhi narkoba. jarum tatto. Penggunaan jarum suntik dan alat tusuk lainnya seperti. akupunktur. Di Kampung Bali Jakarta 9 dari 10 penasun positif HIV. karena sudah terbukti bahwa penyebaran HIV/AIDS di kalangan panasun (pengguna narkoba suntik) 3-5 kali lebih cepat dibanding perilaku risiko lainnya. berolah raga. • • 10.

sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat. 48 . termasuk pada kulit seperti sarkoma kaposi • Perasaan tidak berguna bagi orang-orang disekelilingnya karena umumnya masyarakat enggan untuk bekerja atau beraktivitas bersama orang yang mengidap penyakit HIVAIDS Mood • • Rasa malu dan takut untuk bersosialisasi dengan masyarakat Rasa cemas dan depresi karena tahu HIV-AIDS sampai saat ini belum dapat disembuhkan.Klien mengeluh lemah. sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat sampai suatu ketika hanya karena flue tersebut Tn. disre selama 40 hari.A nyaris pingsan. Riwayat Kesehatan Keluarga Tidak teridentifikasi. Afek • Menutup diri dari lingkungan dan tidak mau berbagi dengan orang-orang disekitarnya Pengkajian Fisik Inspeksi : Dalam kasus klien terlihat lemas dan tidak bergairah. Riwayat Kesehatan Masa Lalu Klien mengalami diare selama 40 hari. Riwayat Psikososial dan Spiritual Spiritual • : Biasanya pasien HIV-AIDS seringkali merasa putus asa dan ingin bunuh diri karena : merasa penyakit yang dideritanya sebagai kutukan dari Tuhan. lemas tidak bergairah. Psikososial • Pasien merasa tidak percaya diri (minder) dengan keadaan lahiriahnya karena biasanya penderita AIDS akan mengalami infeksi oportunistik.

Namun pada pasien HIV AIDS ini kita dapat melakukan palpasi pada: 1. kehilangan BB. 4. Palpasi : Dalam kasus tidak teridentifikasi. 2. Inspeksi warna kulit. ulserasi atau infeksi. Pemeriksaan kultur luka dapat dimintakan untuk mengidentifikasi mikroorganisme yang infeksius. Kulit dan membrane mukosa diinspeksi setiap hari untuk menemukan tanda-tanda lesi. menurunnya massa otot.perubahan pola tidur. 5.intoleran activity. Nodus limph cervikal (untuk meraba adanya bengkak) 2. pucat / sianosis. bengkak. suhu dan kelembaban. Tanda : Perubahan TD postural. tenderness atau deformitas.depresi. Dilihat apakah ada kemerahan. gaya berjalan. Rongga mulut diperiksa untuk memantau gejala kemerahan. Inspeksi penampilan umum klien yang meliputi BB. 3. frekuensi Jantun dan pernafasan ). perpanjangan pengisian kapiler. respon fisiologi aktifitas ( Perubahan TD. 49 . marah.cemas. tenderness atau deformitas pada sistem muskuloskeletal. Integritas dan Ego Gejala : Stress berhubungan dengan kehilangan.mengkuatirkan penampilan. postur. Ulserasi dan adanya bercak-bercak putih seperti krim yang menunjukan kandidiasis. Sirkulasi Gejala : Penyembuhan yang lambat (anemia). perdarahan lama pada cedera. dan tanda vital lainnya.menarik diri.menurunnya volume nadi perifer. putus asa. mengingkari diagnosa. kesulitan berjalan.Namun pada pasien HIV AIDS ini kita juga dapat melakukan inspeksi yaitu: 1. Tanda : Mengingkari.takut. Pemeriksaan Fisik (Objektif) dan Keluhan (Sujektif) Aktifitas / Istirahat Gejala : Mudah lelah. Daerah perianal harus diperiksa untuk menemukan ekskoriasi dan infeksi pada pasien dengan diare yang profus. Tanda : Kelemahan otot.dan sebagainya.progresi malaise. TB. Dilihat apakah nodus limph cervikalnya bengkak atau tidak. Sistem muskuloskeletal untuk meraba adanya bengkak.

demam berulang. distress pernapasan. ide paranoid. Keamanan Gejala : Riwayat jatuh. perubahan status mental. kesehatan gigi dan gusi yang buruk. Nyeri / Kenyamanan Gejala : Nyeri umum / local. terus – menerus.pingsan. lesi atau abses rectal.luka perianal / abses. 50 . disfagia Tanda : Turgor kulit buruk.penyakit defisiensi imun.nyeri dada pleuritis. rasa terbakar. diare pekat dan sering. timbulnya nodul.pincang. perubahan bunyi napas. pelebaran kelenjar limfe.penurunan rentan gerak. napas pendek progresif. batuk.kerusakan status indera. refleks tidak normal.tremor.perubahan jumlah.Eliminasi Gejala : Diare intermitten. terbakar. menurunya kekuatan umum.luka.tremor.nyeri tekan. sakit kepala.berkeringat malam. mual muntah. Tanda : Perubahan status mental. nyeri kelenjar. sering dengan atau tanpa kram abdominal. lesi rongga mulut.perubahan penglihatan.transfuse darah.hemiparesis. tekanan umum. sakit kepala. nyeri panggul. Tanda : Perubahan integritas kulit. Makanan / Cairan Gejala : Anoreksia. Neurosensori Gejala : Pusing.perianal.dan karakteristik urine. adanya sputum.kejang. kurang perawatan diri. Pernafasan Gejala : ISK sering atau menetap. nyeri tekan abdominal. sesak pada dada.kelemahan otot.kejang. edema Hygiene Gejala : Tidak dapat menyelesaikan AKS Tanda : Penampilan tidak rapi. Tanda : Bengkak sendi. rasa terbakar saat miksi Tanda : Feces encer dengan atau tanpa mucus atau darah. Tanda : Takipnea. ansietas.warna.

dan penurunan berat Diare selama 40 hari Diare selama 40 hari Symptom Flu No Problem 1. alkoholik.menurunnya libido. yang (malaise) kelelahan berlebihan dari kebutuhan berhubungan .penggunaan pil pencegah kehamilan.kesepian. merokok. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan diare di saluran cerna ditandai oleh diare selama Intolerant Activity Masuknya mikroorganisme Infeksi di intestinum Tidak optimalnya absorpsi air dan sari makanan diare Diare Pengeluaran cairan tidak terkontrol Defisit cairan 5. muntah.adanya trauma AIDS Tanda : Perubahan interaksi Penyuluhan / Pembelajaran Gejala : Kegagalan dalam perawatan. prilaku seks beresiko tinggi.isolasi. Analisis Data bersihan Etiologi Infeksi pernapasan Flu berat Produksi mukus >>> Jalan napas terhambat Bersihan jalan napas tidak efektif Jalan napas terhambat 02 supply ↓↓ RR dan HR ↑↑ Pemakaian energi >> Malaise 3. Ketidakefektifan jalan napas berhubungan dengan infeksi pernapasan ditandai oleh flu 2. Diare berhubungan dengan infeksi 40 hari 4.Seksualitas Gejala : Riwayat berprilaku seks beresiko tinggi. Tanda : Kehamilan. Perubahan nutrisi kurang Kekurangan volume cairan Diare Tidak optimalnya penyerapan 51 Mual. penyalahgunaan obatobatan IV. Intoleransi berhubungan malaise kelelahan ditandai Aktivitas dengan dengan Lemah.herpes genetalia Interaksi Sosial Gejala : Masalah yang ditimbulkan oleh diagnosis. b.

dengan ditandai tidak oleh optimalnya penurunan sari makanan Tidak seimbangnya kebutuhan dan suplai nutrisi Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan Sistem imun melemah Mikroorganisme masuk Infeksi di saluran cerna Diare Defisit cairan Dehidrasi Gangguan membran mukosa mulut Infeksi di intestinum Merangsang baroreseptor Ss simpatis aktif Ss parasimpatis ↓↓ Peristaltik ↓↓ Makanan tertahan di usus dan lambung Mual dan muntah badan penyerapan sari makanan berat badan 6. Harga perubahan ditandai berat badan diri citra oleh rendah dengan tubuh penurunan Penurunan badan berat berhubungan 10 Resiko tinggi Ansietas dengan Inflamasi sistemik Berbagai penyakit gangguan sistemik 52 Dalam kasus diatas belum diidentifikasi. Gangguan intake nutrisi Mual dan muntah berhubungan dengan infeksi di intestinum ditandai oleh mual dan muntah 8. Risiko cedera berhubungan dengan imunodefisiensi ditandai oleh anemia Gangguan intake nutrisi HIV menginfeksi hepar Kerja hepar tidak optimal Jumlah fibrinogen ↓↓ Proses penyembuhan melambat Risiko cedera Diare Penurunan berat badan Gangguan citra tubuh Harga diri rendah Anemia normositik 9. berhubungan . Gangguan membran mukosa mulut berhubungan dengan sistem imun yang lemah Diare selama 40 hari 7.

masalah di masa yang : breathing <IPPB>) 53 . perasaan takut mati dsb. tandanya antara lain: keputusasaan. spirometer. bunyi tambahan Klien mampu peralatan pengisapan. 11 Kurang pengetahuan berhubungan dengan caracara penularan HIV c. . Asuhan Keperawatan Tujuan bersihan Intervensi Klien Mandiri: Kaji berikut ini : dan Mengetahui gambaran dapat yang menentukan tindakan dan merancang diberikan jalan dokumentasikan hal-hal umum kondisi klien Rasional No Diagnosa Ketidakefekti Jalan Nafas fan Bersihan menunjukkan nafas yang efektif irama frekuensi rentang normal mengeluarkan sekresi efektif menunjukkan perilaku mengontrol perilaku perawatan secara . 1. dan intermitent.Klien memiliki Keefektifan pemberian keefektifan dan oksigen Keefektifan pengobatan juga yang Kecenderungan gas darah arteri anterior dan posterior Jelaskan dengan (misalnya : pada pernapasan dalam yang diresepkan intervensi lanjutan Klien mampu Auskultasi bagian dada pengguanaan Mengetahui ada atau pendukung tidaknya penurunan benar ventilasi dan adanya oksigen. pada tandadepresi.ancaman/perubahan kesehatan status Ancaman/perubahan status kesehatan Ansietas Namun umumnya. Mencegah munculnya positive pressure akan datang gejala-gejala dan inhaler. Khawatir.

54 . sosial. Intoleran Aktivitas Klien mentoleransi aktivitas biasa Mandiri : Kaji yang sosial.penyakit cedera secara ditunjukkan. spiritual tingkat emosi. Dengan dan mengetahui klien. atau Intruksikan yang pasien Bantu tentang klien kepada batuk dalam posisi konsisten dan tekhnik nafas dalam mengambil semi Mencegah Kolaboratif : Konsultasikan sekresi dengan meningkatkan Memudahkan bersihan jalan hasil gas darah lengkap abnormal. Beritahu dokter tentang pernapasan kebutuhan untuk perfusi ahli pendukung. respon dan emosi. Konsultasikan dokter dan atau dengan tentang Perencanaan peralatan membantu menentukan intervensi yang tepat Hasil bermanfaat rencana lanjutan. Alat bantu tambahan mempermudah jalannya penyembuhan AGD untuk intervensi dengan pernapasan napas dan stasis dan fowler tinggi ataupun ahli pernapasan sesuai bersihan jalan napas dengan kebutuhan. spiritual dilakukan terhadap aktivitas. 2.

dan dengan tahan. rasa teknik berjalan untuk aktivitas tentang managemen Meminimalisir kemungkinan pengobatan dapat keletihan klien kehidupan sehari-hari. Kolaborasikan ahli untuk terapi dengan okupasi. Ajarkan kepada pasien dan orang terdekat bagi Meminimalisir pasien tentang teknik aktifitas menjaga klien perawatan akan diri yang dari kekurangan meminimalkan oksigen diri dan menentukan batas rencana aktivitas membantu penghematan energi. ditunjukan daya perawat melakukan dapat penyesuaian aktivitas Evaluasi motivasi dan Tingkat motivasi klien keinginan pasien untuk dapat meningkatkan aktivitas. dan /atau rekreasi merencanakan Meminimalisir dan memantau program nyeri yang mungkin 55 . memantau melakukan Ajarkan teknik kelelahan. pengaturan aktivitas dan waktu untuk mencegah fisik. distraksi.visualisasi) konsumsi oksigen (mis. saat beraktifitas. kepada yang akan diberikan dalam Relaksasi teknik ketahanan tubuh klien (mis. Intruksikan pasien/keluarga penggunaan relaksasi selama aktivitas. Kolaborasi : Berikan nyeri sebelum aktivitas.

eliminasi pasien setiap hari. berat. 56 . menipiskan elektrolit. yang Aktifitas yang akan kelelahan pada Rujuk pada ahli gizi terprogram merencanakan mencegah untuk yang asupan klien tinggi berlebih Nutrisi dapat 3. atau tidak ada).aktivitas sesuai dengan dirasakan klien kebutuhan. -pola dalam Mandiri : yang baik meningkatkan energi klien eliminasi defekasi Kaji kebiasaan defekasi Memberikan efektif. dan banyak untuk evaluasi dasar labiratorium (elektrolit. berkeringat gangguan sebagai hit 5:ekstrem. normal pasien. masukan (dengan laporkan 1. badan. malnutrisi.normalan. dengan Pantau sel darah) nilai dan oral tidak adekuat. Diare Menunjukkan yang ditandai indikator berikut ketentuan sedang. ketidak muntah. dan terhadap pada infeksi yang diharapkan -diare tidak ada -darah dan lendir pada feses tidak ada -nyeri kram tidak ada -kembung ada dan terhadap infeksi lebih tidak dokumentasikan frekuensi. ringan. untuk makanan meningkatkan makanan energi. Inflamasi usus halus dapat absorbsi Penurunan anemia HIV meningkatkan Kaji : berat warna. Kewaspadaan terhadap merusakan cairan dan berat umum dan risiko rentang Timbang berat badan elektrolit. Diare kronik.

konsistensi. Ajarkan pasien tentang kemungkianan penggunaan obat anti memarahnya diare diare yang tepat. frekuensi dan konsistensi feses. Informasikan tentang obat adanya iritasi Iritasi pasien memungkinkan yang Pengetahuan tersebut dapat meminimalisir dapat dan ulserasi kulit di area kemungkinan keluarnya cairan tubuh mengakibatkan diare. Pertahankan kecuali indikasikan. dan jumlah kemungkinan (ukuran) feses . volume. dan jumlah Mencegah ditingkatkan bertahap Kolaborasi : Konsultasikan 57 dengan Menjaga asupan . memberitahu setiap kali diare. makan dalam masukan dikontra Memantau frekuensi cairan sedikitnya 3 liter diare membantu dalam porsi lanjutan secara hipovolemia petugas Membantu membuat Anjurkan pasien untuk perencanaan lanjutan Mencegah terulangnya pasien/anggota keluarga diare Anjurkan pasien untuk penyusunan intervensi kecil. Pantau perianal. sering.turgor dehidrasi yang parah kulit dan kondisi mukosa mulut sebagai indikator dehidrasi. Anjurkan untuk mencatat warna.

dan banyak muntah. Perencanaan dengan Lakukan tindakan untuk ahli nutrisi membantu mengurangi pembatasan membuat perencanaan yang sesuai ketentuan Perencaan dokter dan hindari hindari seperti sayuran 4. masukan untuk oral tidak adekuat. dan terhadap pada infeksi terhadap infeksi lebih intra vena laboratorium cairan dan ketidakseimbangan (K. Kekurangan volume cairan Klien mengalami Klien menampilkan hidrasi yang baik (membran mukosa lembap) Memiliki asupan Pantau cairan oral dan haluaran atau yang adekuat masukan dari : pertahankan dokter sesuai lanjutan dokter. usus iritan usus makanan mentah. malnutrisi. berat umum dan risiko yang tidak normal nilai laboratorium untuk badan.ahli diet untuk nutrisi klien penyesuaian diet yang diperlukan. Konsultasikan pada dokter jika tanda dan gejala diare yang terus menerus. tidak Mandiri : haus Pantau berat badan dan Penurunan status nutrisi anemia HIV meningkatkan dan berat nilai Diare kronik. kacangan-kacangan.Mg. Menurunkan stimulasi merokok. dan pembatasan cairan ketentuan dengan membantu makanan membuat perencanaan berlemak/gorengan.Na. dan zink) 58 elektrolit berkeringat fosfor menipiskan elektrolit.Ca. Inflamasi usus halus .

klien. dan berikan air keinginan.TB. terhadap status nutrisi termasuk makanan yang Memastikan disukai makanan dan tidak kebutuhan membantu terhadap nutrisi. tempat letakkan yang dan dan laporkan elektrolit. dapat Mandiri : Kaji terhadap malnutrisi Memberikan pengukuran objektif nutrisi kurang mempertahankan massa tubuh dan (BB. Perubahan dari kebutuhan Klien sesuai sedotan. segar) 5.dll) batas normal berat badan dalam Dapatkan riwayat diet.Ht.dapat absorbsi Pantau tanda dehidrasi Pantau interaksi obat (misalnya. intervensi disukai serta intoleransi pendidiakn Kaji faktor-faktor yang individual memengaruhi masukan Memberikan dasar dan oral Dorong klien istirahat sebelum makan Dorong orang lain Makan sedikit sering : 6 kali sehari 59 klien arahan untuk intervensi Meminimalkan keletihan yang dapat untuk menurunkan Membatasi tapi sosial nafsu isolasi makan dengan ditemani makan untuk . usia.Hb. merusakan cairan dan gejala Mengantisipasi dehidrasi terhadap parah Mencegah berikan Mencegah pada mudah berikan dengan terjadinya terjadinya bertambah Tingkatkan asupan oral komplikasi cairan oral yang disukai dehidrasi pada klien dijangkau.

Instruksikan klien untuk Mencegah klien terlalu makan makanan kaya kenyang protein karbohidrat Kolaborasi : Konsulkan dengan ahli diet untuk menentukan kebutuhan nutrisi klien tentang pengganti makanan (nutrisi Memberikan dukungan nutrisi bila klien tidak mengonsumsi jumlah yang cukup per oral 6. Gangguan intake nutrisi Tingkat gizi klien Mandiri : tercukupi memenuhi kebutuhan metabolik untuk Buat makan perencanaan Makan yang terjadwal dengan klien dapat memperbaiki Mandiri : air putih Kebutuhan dan cairan tubuh klien tercukupi meminimalisir daya dehidrasi dan Meningkatkan tahan tubuh kelembapan mulut mukosa pada Pemberian Memudahkan Konsul dengan dokter perencanaan makan dan kaya Memberikan protein dan kalori tambahan enteral atau parenteral) mukosa minimal 8 gelas sehari Pemberian pelembap di Meningkatkan untuk dimasukan dalam kondisi gizi klien jadwal makan. kesukaan dan ketidaksukaan klien Minimalkan factor yang dapat menimbulkan Mual dapat dan muntah mual dan muntah 60 memperburuk . Gangguan membran mukosa mulut Menunjukkan perbaikan daerah mulut (kelembapan meningkat) Pemberian buah sayur-sayuran daerah bibir 7.

Risiko Harga Klien Mandiri : 61 pendidikan komunitas dan materi Meminimalisir yang cedera dengan tindakan informasi bahaya Meminimalisir dan cedera risiko risiko untuk mencegah cedera. .Komunikasikan bahwa tingkat gizi klien klien bertanggung jawab terhadap pilihan fisik Rasa tanggung jawab dan makanan Identifikasi pada diri klien proses nafsu klien dan memudahkan hindarkan faktor-faktor pemulihan yang dapat berpengaruh Hilangnya terhadap Kolaborasi: Diskusikan dengan ahli gizi dalam menentukan kebutuhan ketidakadekuatan asupan klien dengan Nutrisi dapat yang baik meningkatkan hilangnya makan gizi klien nafsu makan klien memperburuk tingkat energy klien 8. Risiko cedera Adanya kemampuan untuk meminimalisir risiko cedera Mandiri : Berikan pendidikan berhubungan strategi Berikan mengenai lingkungan karakteristiknya Kolaborasi: Rujuk pada kelas Rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri klien membantu dalam proses pemulihan 9.

dibuktikan dengan menunjukkan kontrol kontrol koping. Sediakan Mandiri : Bantu klien unuk Alat pada mengidentifikasi mekanisme koping yang dibutuhkan untuk mengurangi ansietas pengalihan Untuk mengurangi dan untuk memfokuskan situasi saat ini kontrol melalui televisi. Pencapaian tujuan yang realistis membantu klien untuk mencapai harga diri yang lebih tinggi 10. ansietas. agresi. impuls. informasi Konseling mencurahkan pandangannya terhadap diri. radio. pengungkapn Pengungkapan menurunkan percaya diri klien. ansietas permainan. dengan diri. Bantu klien menyusun rasa percaya diri klien.diri rendah menunjukan harga ditandai indicator : Mengungkapakan penerimaan secara verbal Mempertahankan kontak mata Menerima kritikan orang lain dari Kaji pernyataaan klien Mengetahui diri. Risiko tinggi Ansietas ansietas berkurang. Berikan tentang konseling. serta terapi memperluas fokus 62 . tentang penghargaan pandangan tentang membantu menentukan intervensi tingkat diri Pantau klien dalam rasa percaya diri klien diri rasa berfungsi diri Tentukan rasa percaya Mengetahui penilaian diri. Hindari tindakan yang Tindakan dapat melemahkan klien melemahkan dapat tujuan yang realisitis. yang klien menurunkan terhadap pentingnya sebagai tempat klien diri yang negative yang negative dapat klien dirinya.

Ketidakefekti fan individu -Menimbang serta Mandiri : pandangan Menetapkan terhadap untuk dasar intervensi alternatif dan klien 63 waktu klien untuk Meningkatkan lebih perasaan diri banyak daripada untuk bermaknadan dan memberikan interaksi sosial partisipasi Memberikan distraksi koping memilih di antara Identifikasi .penahanan mutilasi dan substansial menunjukkan keterampilan interaksi secara konsisten. sesuai dengan yang efektif kebutuhan 11. secara okupasi diri Dampingi klien Untuk meningkatkan dan keamanan mengurangi takut Kolaborasi: Berikan untuk pengobatan Meminimalisir mengurangi ansietas sosial ansietas. Isolasi sosial Penurunan rasa Mandiri : berhubungan dengan penyakit Observasi sosial Berikan mengenai penularan bantu klien isolasi sosial Kaji pola interaksi Menetapkan untuk individual terhadap Isolasi sosial dapat perilaku indikatif isolasi dimanifestasikan dalam beberapa cara instruksi Pengawasan informasi cara-cara yang HIV dan memperbaiki untuk kesalahan dan dan konsepsi menghilangkan akurat dasar intervensi sosial klien yang lazim mengidentifikasi menggali sumber untuk ansietas mendukung mekanisme koping Berikan bersama pengobatan prosedur Dorong dalam aktivitas pengalih 12.

layanan kesehatan terkait dan membantu dalam dan lanjutan untuk Mengurangi dan koping Memberikan rasa ansietas diagnosis. Risiko penularan infeksi berhubungan dengan faktor risiko kontak dengan cairan tubuh 14. proses pemulihan dan kesehatan lainnya. prognosis Bantu klien yang kehidupan sehari. menentukan intervensi mengklarifikasi kesalahpahaman Kolaborasi: Fasilitasi mengenal yang pemberi sumber-sumber 13.konsekuensinya -Berpartisipasi dalam hari kondisinya kesesuaiannya dan individual dengan pemberi informasi Memberikan kejelasan aktivitas pandangan Berikan faktual dengan pengobatan. teman tentang penularan rute penularan HIV dan dapat juga pencegahannya cara pencegahan membantu mencegah penyebaran penyakit. klien meningkatkan untuk percaya diri kepada kelompok klien membantu dalam layanan meningkatkan koping di mendukungnya. dan pendidikan Meminimalisir Universal penularan dan tenaga risiko Precaution pada klien. Kurang pengetahuan berhubungan dengan dan pencegahan Peningkatan pengetahuan mengenai penularan penyakit 64 Mandiri : Instruksikan Minimalnya risiko penularan komunitas Mandiri : Berikan mengenai keluarga. Pengetahuan tentang penyakit cara keluarga. kesehatannya klien. juga dapat .

Membutuhkan kepekaan konselor dalam menghadapi perbedaan pendapat dan nilai yang mungkin sangat bertentangan dengan nilai yang dianut oleh konselor itu sendiri. Tujuan konseling HIV : 1. sehingga memungkinkan orang tersebut mampu menyesuaikan atau mengadaptasi diri dengan stress dan sanggup membuat keputusan bertindak berkaitan dengan HIV/AIDS. walaupun keterampilan dasar yang dibutuhkan adalah sama. Membutuhkan pengetahuan yang luas tentang infeksi menular seksual (IMS) dan HIV/AIDS. Untuk mengubah perilaku. dan ekonomi. Konseling HIV berbeda dengan jenis konseling lainnya.penularan HIV 11. Membutuhkan keterampilan dalam menghadapi kebutuhan pasangan maupun anggota keluarga klien. 2. Dalam hal ini konseling bertujuan untuk memberikan dukungan kepada ODHA agar mampu hidup secara positif. 6. 4. Mencegah penularan HIV dengan cara mengubah perilaku. Membutuhkan pembahasan mengenai praktik seks yang bersifat pribadi. Konseling HIV menjadi hal yang unik karena : 1. 65 . Asuhan Keperawatan Komunitas Konseling HIV/AIDS menyebabkan takut rasa Konseling HIV/AIDS merupakan dialog antara seseorang (klien) dengan pelayan kesehatan (konselor) yang bersifat rahasia. Meningkatkan kualitas hidup ODHA dalam segala aspek baik medis. ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) tidak hanya membutuhkan informasi belaka. 5. dan lain-lain. Membutuhkan pembahasan tentang kematian atau proses kematian. psikologis. misalnya dalam perilaku seks aman. 2. Membutuhkan keterampilan pada saat memberikan hasil HIV yang positif. social. 3. tetapi yang jauh lebih penting adalah pemberian dukungan yang dapat menumbuhkan motivasi mereka. tidak berganti-ganti jarum suntik.

Petugas Konseling Selain dokter. d. Mereka yang tidak mencari pertolongan namun berperilaku resiko tinggi. psikolog. Konseling bukan merupakan percakapan tanpa tujuan. perumahan. c. latar belakang klien. Petugas konseling tidak harus merupakan petugas kesehatan yang ahli. 2. kemungkinan stigma diskriminasi. psikoterapis. keluarga. penyampaian status HIV pada pasangan seksual. e. kelompok kerja muda.Dalam hal ini. Konseling bersifat tidak eksklusif. dukun tradisional. sehingga membutuhkan pengembangan rasa saling percaya. dan anggota kelompok masyarakat dapat menolong dalam konseling pencegahan maupun konseling 66 . rasa duka yang berkelanjutan. b. 3. juga bukan member nasihat atau instruksi pada orang untuk melakukan sesuatu sesuai kehendak konselor. dan lain-lain). Mengantisipasi harapan-harapan. Orang yang sudah diketahui menderita AIDS atau terinfeksi HIV. dan keluarganya. sebagai akibat infeksi HIV. dan jenis layanan medis atau social yang tersedia. kerelaan. Orang yang mempunyai masalah akibat infeksi HIV (pekerjaan. 4. pemutusan hubungan kerja. Memahami dirinya dengan lebih baik. Konseling HIV dianjurkan untuk keadaan berikut : 1. penyuluh kesehatan. Guru. Mereka yang sedang dites untuk HIV (sebelum dan sesudah tes). Agar mampu menghadapi masalahnya. dapat bervariasi tergantung kondisi daerah atau wilayah. Agar mampu berkomunikasi lebih lancer. perawat. Memperoleh akses informasi yang benar. dan orang dengan profesi lain dapat dianjurkan dan dilatih u8ntuk memberikan dukungan konseling. petugas laboratorium. pekerja social. 5. dan perubahan perilaku. Mereka yang sedang mencari pertolongan diakibatkan perilaku resiko yang lalu dan sekarang sedang merencanakan masa depannya. Ciri-ciri Konseling HIV Konseling merupakan kegiatan membantu klien agar dapat : a. konselor juga diharapkan dapat membantu mengatasi rasa putus asa. keuangan. Hal ini bukan suatu hal yang baku. artinya setiap orang yang diberi pelatihan khusus dapat menjadi seorang konselor. Konselor bersifat sangat pribadi. dan lain-lain. pemuka agama.

Berorientasi pada masalah 4. 3. Meningkatkan pengetahuan 5. Konseling keluarga. 2. Konseling pasca-tes. Konseling untuk pencegahan terjadinya HIV/AIDS. Didominasi oleh komprehensi Sedangkan persamaannya adalah sebagai berikut : 1. Konseling pada mereka yang menghadapi kematian. 6. 5. Konseling berkelanjutan. Konseling pra-tes. Memerlukan pengatahuan dalam aspek teknik. Konseling versus Edukasi Kesehatan Perbedaan antara konseling dan edukasi kesehatan dapat dilihat pada table berikut. 3. Bersifat individual atau kelompok 2. Berorintasi pada isi 4. Keduanya memberikan pengetahuan dan mengubah sikap. Kelompok besar atau kecil 3. 4.dukungan untuk ODHA. Proses belajar 2. Menurunkan stress 5. Merupakan komunikasi dua arah. Didominasi mood dan perasaan Sumber: Depkes RI (2003) Edukasi Kesehatan 1. 2. Proses penyesuaian kecil 3. Jenis Konseling HIV/AIDS Ada beberapa jenis konseling yang dapat dilakukan untuk para penderita HIV/ AIDS. Konseling 1. pada dasarnya yang dapat menjadi petugas konseling adalah mereka yang mempunyai ruang untuk orang lain dalam dirinya. Jadi. Jenis konseling itu adalah sebagai berikut : 1. VCT (Voluntary Counseling Testing) Definisi VCT 67 .

keluarga. maka klien akan membubuhkan tanda tangan pada “surat persetujuan diperiksa” yang antara lain berisi keamanan klien bahwa identitasnya tidak akan dibocorkan. sehingga secara dini mengarahkan mereka menuju ke program pelayanan dan dukungan termasuk akses terapi antiretroviral. serta dukungan lainnya kepada ODHA. Saat itu. Klien memahami benar kegunaan tes HIV/AIDS. informasi. biasanya setelah mengetahui dengan benar bagaimana cara AIDS menular. Tujuan dari konseling ini adalah untuk mengubah pola tingkah laku. dan lingkungannya.VCT adalah suatu pembinaan dua arah atau dialog yang berlangsung tak terputus antara konselor dan kliennya dengan tujuan untuk mencegah penularan HIV. Masa ketika menunggu hasil tes adalah masa yang paling berat bagi klien. Tahap VCT 1. Tujuan tersebut adalah agar : 1. Konselor harus lebih berhati-hati pada klien dengan perilaku beresiko tinggi karena harus diteruskan dengan rinci tentang akibat yang akan timbul apabila hasil tes sudah keluar. Dua hal yang penting dalam konseling ini. tesnya baik positif atau negative). Upaya pengembangan perubahan perilaku. Upaya untuk mengurangi kegelisahan. Di Amerika Serikat setelah konseling ini berhasil. Upaya pencegahan HIV/AIDS. meningkatkan persepsi/pengetahuan mereka tentang factor-faktor resiko penyebab seseorang terinfeksi HIV. Hal yang perlu ditanyakan oleh konselor yaitu ada tidaknya sumber dukungan moral dalam hidup klien yang dapat membantu ketika menunggu hasil tes sampai hasil diagnosis keluar (apapun hasil. maka klien membatalkan pemeriksaan. 3. Sebelum Deteksi HIV (Pra-konseling) Pra-konseling disebut juga konseling pencegahan AIDS. 2. serta membantu mengurangi stigma dalam masyarakat. jika tidak ada seorangpun sebagai pendukung moral maka konselor diharapkan dapat bertindak sebagai keluarga bagi klien. memberikan dukungan moral. Tujuan Konseling pra-tes HIV/AIDS Terdapat beberapa tujuan dilakukannya konseling pra-tes pada klien yang akan melakukan tes HIV/AIDS. Klien dapat menilai resiko dan mengerti persoalan dirinya. Tujuan VCT VCT mempunyai tujuan sebagai : 1. Apabila perilaku klien tidak beresiko. 2. 68 . yaitu aplikasi perilaku klien yang menyebabkan klien dapat beresiko tinggi terinfeksi HIV/AIDS dan apakah klien mengetahui tentang HIV/AIDS dengan benar.

c. Klien memilih dan memahami apakah ia akan melakukan tes darah HIV/AIDS atau tidak. Pembuatan keputusan Klien dapat memutuskan untuk mau dan tidak mau diambil darahnya guna dilakukan pemeriksaan HIV. Pengkajian risiko bukan hasil yang diharapkan. Rencana ketika hasil diperoleh Apa yang akan dilakukan oleh klien ketika telah mengetahui hasil pemeriksaan. Interpretasi hasil pemeriksaan a. 4. b. 3. 5. b. Deteksi HIV (Sesuai keinginan klien dan setelah klien menandatangani lembar persetujuan-informed consent) 69 . 2. 4. Lima Prinsip Praktis Konseling pra-tes HIV Ada lima prinsip praktis yang biasa dilakukan saat konseling pra-tes HIV. 5. Estimasi hasil a. Motif dari klien HIV/AIDS Klien yang secara sukarela (Voluntary) dan secara paksa (compulsory) mempunyai perasaan yang berbeda dalam menghadapi segala kemungkinan. Asimptomatik atau gejala nyata (Full Blown Symptom). Tidak dapat disembuhkan (HIV) tetapi masih dapat diobati (infeksi sekunder).3. Klien dapat menurunkan rasa kecemasannya. Masa jendela. baik pra-tes atau pasca-tes. Klien dapat membuat rencana penyesuaian diri dalam kehidupannya. 2. baik positif maupun negative. Uji saring atau skrining dan tes konfirmasi. Lima prinsip praktis tersebut yaitu : 1.

Klien dapat membuat keputusan akan tes ulang atau tidak. konseling pasca-tes sangat penting untuk membantu mereka yang hasilnya HIV positif agar dapat mengetahui cara menghindarkan penularan HIV kepada orang lain. maka konseling pasca-tes bermanfaat untuk membantu tentang berbagai cara mencegah infeksi HIV di masa mendatang.Tes HIV adalah tes darah yang digunakan untuk memastikan apakah seseorang sudah positif terinfeksi HIV atau belum. Hal ini perlu dilakukan agar seseorang bisa mengetahui secara pasti status kesehatan dirinya. 3. Klien dapat menyesuaikan kondisi dirinya dengan infeksi dan menyusun pemecahan masalah serta dapat menikmati hidup. kapan waktu tepat untuk mengulang. Tujuan Konseling pasca-tes ♦ Hasil negative a. b. Pasca-konseling : Konseling setelah Deteksi HIV Pasca-konseling merupakan kegiatan konseling yang harus diberikan setelah hasil tes diketahui. c. Cara untuk bisa mengatasinya dan menjalani hidup secara positif. c. Caranya adalah dengan cara mendeteksi ada tidaknya antibody HIV dalam sampel darahnya. Jenis Tes untuk Mendeteksi HIV 70 . d. Klien dapat mengembangkan pedoman praktis bagi dirinya untuk mengurangi risiko melalui perilakunya. Klien dapat memahami arti periode jendela. Klien dapat menurunkan masalah psikologis dan emosi karena hasil tes. baik hasilnya positif maupun negative. Klien dapat mengembangkan pedoman praktis bagi dirinya untuk mengurangi risiko melalui perilakunya. ♦ Hasil positif a. b. Klien dapat memahami dan menerima hasil tes secara tepat. terutama status kesehatan yang menyangkut risiko dari perilakunya selama ini. Bagi mereka yang hasilnya tesnya HIV negative.

Etik dan Legal Respect for Autonomy • Perawat harus menjelaskan dengan jelas kepada keluarga tentang kondisi yang dialami pasien tanpa ada sedikitpun yang ditutupi sehingga pasien mendapatkan haknya. PCR ini hanya dipakai untuk penelitian pada kasus-kasus yang sulit dideteksi dengan tes antibody. yaitu tes antigen P24 atau PCR (Polymerase Chain Reaction). Periode jendela adalah tenggang waktu antara masuknya HIV ke dalam tubuh seseorang dan munculnya antibody terhadap HIV. hanya melakukan sesuatu yang baik.Maleficence • Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien. Yang terpenting adalah bahwa pelayanan VCT harus dilakukan oleh petugas yang sangat terlatih dan berkualitas tinggi dalam melakukan konseling dan deteksi HIV. waktunya biasanya antara 1-6 bulan. • Perawat melakukan kewaspadaan universal untuk mencegah terjadinya infeksi yang lebih lanjut Beneficence • Justice Beneficience berarti. 71 . Selama periode tersebut seseorang yang sudah terinfeksi HIV masih menunjukkan hasil tes yang negative.Jenis tes yang biasa digunakan untuk mendeteksi seseorang terinfeksi HIV/AIDS adalah dengan menggunakan tes ELISA Latex Agglutination dan Westem Blot. maka hasilnya perlu dikonfirmasikan lagi dengan tes Westem Blot sebelum klien benar-benar dipastikan positif terinfeksi HIV. Tes juga dapat dilaksanakan untuk menguji antigen HIV. Apabila tes ELISA atau Latex Agglutination menunjukkan bahwa klien terinfeksi HIV. Non. Perawat melakukan prosedur keperawatan dengan benar sehingga klien terhindar dari hal yang merugikan. Hal ini penting mengingat terinfeksinya seseorang dengan HIV/AIDS akan berdampak pada kehidupan pada penderitanya dan orang-orang yang berinteraksi dengannya. 12.Perawat memberikan intervensi sesuai dengan kebutuhan dan diagnosa klien. misalnya untuk tes pada bayi yang lahir dari ibu yang positif terinfeksi HIV dan kasus-kasus yang diperlukan masih berada dam periode jendela.

Prinsip keadilan dibutuhkan untuk tercapai yang sama dan adil terhadap orang lain

yang menjunjung prinsip-prinsip moral, legal dan kemanusiaan. Nilai ini direfleksikan dalam prkatek profesional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum, standar praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan. • Perawat harus bertindak adil dalam melakukan tindakan keperawatan tanpa membedakan status ekonomi, suku, agama, dll. Agar pasien dapat merasakan kenyamanan. Kejujuran (Veracity) • Prinsip veracity berarti penuh dengan kebenaran. Nilai ini diperlukan oleh pemberi pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap klien dan untuk meyakinkan bahwa klien sangat mengerti. Prinsip veracity berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mengatakan kebenaran. Informasi harus ada agar menjadi akurat, komprensensif, dan objektif untuk memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang ada, dan mengatakan yang sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan dirinya selama menjalani 13. Universal precaution Sejak AIDS dikenal; kebijakan baru yang bernama kewaspadaan universal atau universal precaution dikembangkan. Kebijakan ini menganggap bahwa setiap darah dan cairan tertentu lain dapat menyebabkan infeksi, tidak memandang status sumbernya. Ada berbagai macam infeksi menular yang terdapat dalam darah dan cairan tubuh lain seseorang, di antarahya hepatitis B dan C, dan HIV. Mungkin juga ada infeksi lain yang belum diketahui. Dalam sarana kesehatan, termasuk rumah sakit, puskesmas, praktek dokter dan dokter gigi, tindakan yang dapat mengakibatkan Iuka atau tumpahan cairan tubuh, atau penggunaan alat medis yahg tidak steril, dapat menjadi sumber infeksi penyakit pada petugas layanan kesehatan dan pasien lain. Jadi seharusnya kewaspadaan universal atau universal precaution diterapkan secara penuh. Harus ditekankan bahwa universal precaution dibutuhkan tidak hanya untuk melindungi terhadap penularan HIV tetapi yang tidak kalah penting terhadap infeksi lain yang dapat parah dan sebetulnya lebih mudah menular, misalnya virus hepatitis B dan C. Petugas layanan kesehatan harus menerapkan universal precaution dalam hubungan dengan semua pasien. Kita biasanya menganggap cairan yang dapat menularkan HIV sebagai darah, cairan kelamin dan ASI saja.Namun ada cairan lain yang dapat mengandung kuman lain, dan dalam sarana kesehatan, lebih banyak cairan tubuh biasanya tersentuh. Cairan tubuh yang perlu diwaspadai antara lain : 72 perawatan.

• • • • • • •

Semen Cairan vagina Cairan ketuban Cairan limfa Cairan cerebrospinal Cairan pleura dan peritoneal Cairan pericardial

Universal precaution tidak mencakup : • • • • • • • Faeses Nasal secretions Sputum Keringat Urine Cairan muntah Air liur ( kecuali ketika tercampur darah dalam tindakan mulut)

Kegiatan yang paling berisiko Jelas ada beberapa kegiatan yang umum dilakukan oleh petugas layanan kesehatan yang menimbulkan risiko, antara lain : • • • • • Menyuntiklmengambil darah Tindakan bedah Tindakan kedokteran gigi Persalinan Membecsihkan darah/cairan lain Sebaliknya ada beberapa perilaku yang menempatkan petugas layanan kesehatan atau pasien dalam keadaan berisiko, misalnya : • • • Menutup jarum suntik kembali Salah meletakkan jarum atau pisau/alat tajam Menyentuh pasien tanpa cuci tangan

Penerapan universal precaution 73

Karena akan sulit untuk mengetahui apakah pasien terinfeksi atau tidak, petugas layanan kesehatan harus menerapkan kewaspadaan universal secara penuh dalam hubungan dengan semua pasien, dengan melakukan tindakan berikut : 1. Administrative Controls • Pendidikan Mengembangkan sistem pendidikan tentang tindakan pencegahan kepada pasien, petugas, dan pengunjung rumah sakit untuk meyakinkan mereka dan bertanggung jawab dalam menjalankannya • Adherence to Precaution (Ketaatan terhadap tindakan pencegahan) Secara periodik menilai ketaatan terhadap tindakan pencegahan dan adanya perbaikan langsung

2. Standard Precautions • • • • • • • • • Cuci tangan dengan menggunakan antiseptik setelah berhubungan dengan pasien atau setelah membuka sarung tangan Segera cuci tangan setelah ada hubungan dengan cairan tubuh Pakai sarung tangan bila mungkin akan ada hubungan dengan cairan tubuh atau peralatan yang terkontaminasi dan saat menangani peralatan habis pakai Pakai masker dan kacamata pelindung bila mungkin ada percikan cairan tubuh Tangani dan buang jarum suntik dan alat tajam lain secara aman; yang sekali pakai tidak boleh dipakai ulang Bersihkan dan disinfeksikan tumpahan cairan tubuh dengan bahan yang cocok Patuhi standar untuk disinfeksi dan sterilisasi alat medis Tangani semua bahan yang tercemar dengan cairan tubuh sesuai dengan prosedur Buang limbah sesuai prosedur. Pemisahan limbah sesuai jenisnya diawali sejak limbah tersebut dihasilkan a. Limbah padat terkontaminasi dengan darah atau cairan tubuh dibuang ke tempat sampah kantong plastik kuning b. Limbah padat tidak terkontaminasi dengan darah atau cairan tubuh dibuang ke tempat sampah kantong plastik hitam c. Limbah benda tajam atau jarum dibuang ke kontainer yang berwarna kuning tahan tusuk dan tahan air • Kesehatan karyawan dan darah yang terinfeksi bakteri pathogen 74

Untuk mencegah luka tusuk benda tajam: a. Berhati-hati saat menangani jarum, scalpel, instrumen yang tajam atau alat kesehatan lainnya dengan permukaan tajam, b. Jangan pernah menutup kembali jarum bekas pakai atau mernanipulasinya dengan kedua tangan. c. Jangan pernah membengkokkan atau mematahkan jarum d. Buanglah benda tajam atau jarum bekas pakai ke dalam wadah yang tahan tusuk dan air, dan tempatkan pada area yang mudah dijangkau dari area tindakan. e. Gunakan mouthpieces, ressucitation bags atau peralatan ventilasi lain sebagai alternatif mulut ke mulut. Alat pelindung Unsur lain yang penting dalam universal precaution adalah penggunaan alat pelindung yang sesuai tindakan. Alat yang dibutuhkan dapat hanya sarung tangan (misalnya untuk ambil darah) hingga semua alat yang dibutuhkan oleh seorang bidan waktu membantu kelahiran. Namun perawat yang hanya menyentuh pasien tidak membutuhkan sarung tangan, yang penting cuci tangan sebelum dan sesudahnya. Alat pelindung yang dibutuhkan antara lain : • • • • • Sarung tangan, digunakan sebab tangan atau kulit berpotensi kontak dengan darah atau cairan lain dan material yang terkontaminasi. Celemek Masker atau pelindung muka, untuk menghindari droplet darah atau cairan lain dari mulut, mata atau hidung Kacamata Pelindung kaki

Perawatan di rumah Universal precaution tidak hanya dibutuhkan dalam sarana kesehatan resmi, tetapi juga terkait perawatan di rumah. Sekali lagi, tujuan utamanya adalah untuk melindungi keluargaltim perawatan dari berbagai infeksi, bukan hanya HIV, justru risiko penularan HIV pada keluarga di rumah sangat amat rendah. Jadi kita harus menganggap sebagian besar cairan tubuh sebagai sumber infeksi. Prosedur universal precaution untuk perawatan di rumah serupa dengan di rumah sakit, hanya mungkin lebih sederhana. Bila tidak ada sarung tangan, secara darurat kita dapat memakai kantong plastik yang utuh. Yang penting kita menutup semua luka pada kulit dengan plester luka. Mungkin yang paling penting adalah untuk menjaga kebersihan di 75

sehingga terjadi defisiensi nutriea. dan gangguan penyakit lainnya. Cucian biasanya tidak membutuhkan perhatian khusus asal tidak tercermar cairan. Aspek Nutrisi bagi Penderita AIDS Nutrisi Bagi Pengidap HIV / AIDS Pada umumnya. penderita HIV/AIDS atau ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) kekurangan asupan makanan secara kualitas dan kuantitas karena penurunan nafsu makan yang mengakibatkan berat badan dan massa otot terus menurun. Pada saat orang terinfeksi HIV/AIDS. diare. penurunan berat badan dan wasting. Akibatnya. diare. maka sistem kekebalan dalam tubuh turun. Wasting adalah terjadinya penurunan massa otot tubuh. Kebutuhan energi pada ODHA dihitung berdasarkan ada atau tidak adanya gejala seperti demam. 14. Berikutnya. dan jaringan otot. bila tercemar lebih baik dicuci dengan pemutih dulu (larutan klorin 0. usia. Pada saat itu. bila terjadi malnutrisi. ODHA mempunyai kebutuhan nutrisi tersendiri dibandingkan orang sehat.rumah. misalnya diare. kemudian dapat dicuci dengan sabun seperti biasa. demam. status nutrisi yang optimal dapat memperbaiki daya tahan. Diet dan pola hidup sehat dapat memperkecil risiko kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) bagi ODHA.5%) dengan memakai sarung tangan. maka sistem imun akan semakin menurun dan kemungkinan timbulnya penyakit semakin besar. Daya tahan terhadap infeksi pun meningkat. defisiensi nutriea ini bisa mendorong meningkatkan stres oksidatif dan menurunkan sistem imun. Pada ODHA butuh tambahan energi karena energi digunakan untuk mengatasi infeksi HIV/AIDS dan juga infeksi oportunistik. dan infeksi pernapasan. berat badan terjaga. dan juga morbiditas. Nutrisi yang baik berarti terjadi asupan makanan yang baik. juga status mikronutriea dalam tubuh tetap dalam kondisi baik. gangguan metabolisme dan penyimpanan nutriea. Orang yang terinfeksi HIV biasanya mengalami gejala yang berpengaruh pada asupan nutrisi yang bisa mengakibatkan terjadinya malnutrisi. Asupan diet yang tidak cukup bisa menyebabkan malabsorbsi (kelainan penyerapan pada usus). demam. anoreksia atau kehilangan nafsu makan. Hasilnya. infeksi lanjutan. dapat menguatkan sistem imun sehingga mampu melawan HIV dan infeksi lainnya. mual dan muntah yang sering. dan kualitas hidup ODHA. gangguan fungsi metabolisme dan gangguan fungsi sistem imun dan penurunan berat badan. replikasi atau proses penggandaan dan progresivitas HIV meningkat. Seseorang dikatakan mengalami wasting bila terjadi penurunan berat badan lebih dari 10 persen berat badan normal disertai dengan lebih dari 30 hari diare. Diantaranya. tuberkulosis. kemungkinan terkena penyakit semakin meningkat. infeksi jamur dan anemia. malabsorbsi dan gangguan metabolisme. 76 .

organ tubuh. kebutuhan kalori 35 . Makronutriea dan mikronutriea Diperlukan asupan makronutriea yang memadai bagi ODHA seperti karbohidrat. oat. dan lemak (meliputi 15-20% protein. Jumlah asupan protein yang direkomendasikan (RDA) adalah 0. Asupan protein tidak boleh lebih dari 15-20% total kalori. Pada kategori C (dengan tingkat kekebalan (CD4) di bawah 200 dan terjadi infeksi oportunistik). dan 55-60% karbohidrat). Pada kategori B (ada gejala HIV dan komplikasi oleh HIV). dan kacang-kacangan. Pada kategori A (tidak ada gejala HIV dan akut HIV).5 gram per kilogram. kebutuhan kalori 30 . Dalam kategori karbohidrat kompleks. biji-bijian dan gandum seperti tepung gandum. protein. Lebih banyak protein dibutuhkan untuk mempertahankan atau membentuk berat badan ideal bagi orang dengan HIV. Telur dan produk susu rendah lemak juga baik. 25-30% lemak. antara 1.5 gram per kilogram. maka tubuh akan menggunakan proteinnya sendiri (otot) untuk mengganti kekurangan bahan bakar tersebut.8-1.2 gram per kilogram. soft drink. diet protein yang sangat tinggi dapat mengakibatkan tekanan pada ginjal. Selain sumber protein hewani ini. Diet yang sehat adalah yang mengandung karbohidrat kompleks yang tinggi (gandum. Karbohidrat memberi energi.Kebutuhan Kalori dan Protein Kalori merupakan energi dalam makanan. dan ikan merupakan sumber protein yang baik.0 g/kg berat badan.2-2. 77 . es krim).1 . kebutuhan kalori meningkat menjadi 40 . Kalori menyediakan bahan bakar bagi tubuh untuk tetap bekerja. permen. barley. Namun kebutuhan kalori akan lebih meningkat pada saat infeksi dan demam.50 kilokalori per kilogram dan kebutuhan protein menjadi 2 . ODHA perlu meningkatkan jumlah makanan yang dikonsumsi untuk mempertahankan berat badan ideal. biskuit. serta dari banyak zat yang membentuk sistim kekebalan tubuh. Protein merupakan bahan dasar dari otot. Paling tidak ODHA membutuhkan 34-40 kalori per kilogram berat tubuh ideal.2.5 . Daging sapi rendah lemak. Hal ini mengakibatkan kelemahan dalam tubuh dan sistim kekebalannya. Sayur dan produk gandum seperti roti gandum. Bila tidak menyediakan cukup banyak kalori dan protein melalui makanan. dan beras mengandung jumlah protein yang rendah.40 kilokalori per kilogram dan kebutuhan protein 1.35 kilokalori per kilogram. pasta. produk gandum dan biji-bijian) serta mengandung karbohidrat simpel yang rendah (gula.0 gram per kilogram berat badan untuk orang dewasa sehat.1. daging unggas tanpa kulit. Sementara kebutuhan protein mencapai 1. anda juga dapat memperoleh protein dari biji-bijian (seperti kacang polong). cake. barley.

Jenis-jenis tersebut lebih tinggi kandungan nutrisi dan seratnya serta diserap lebih lamban oleh tubuh untuk menyediakan sumber glukosa yang lebih mapan. Selain itu. B12. minyak Sumber makanan : daging berlemak. kacang-kacangan. alpukat. Idealnya. C. biji dan minyak flax. beras dan kentang.dan beras coklat merupakan sumber karbohidrat yang lebih baik daripada roti putih dan pasta. seperti karbohidrat. serta jagung. Orang dengan HIV dapat mengalami kolesterol dan trigliserida tinggi akibat obatobatan. diperlukan mikronutriea yakni vitamin dan mineral terutama vitamin C. seperti vitamin A. daging. Asam lemak Omega-3 (sejenis lemak tak jenuh ganda). yang ditemukan dalam ikan dan jenis makanan lain. protein dan mikronutriea. Untuk menjaga status nutrisi yang memadai. Orang dengan HIV tidak selalu makan 100% dari nutrisi yang dianjurkan per hari. Sumber makanan : biji-bijian. minyak kanola dan olive. serta minyak kelapa dan kelapa sawit. sehingga tubuh dapat tahan hingga saat makan berikutnya. Lemak Tak Jenuh Ganda: Anjuran : 10% atau kurang dari total asupan kalori. Kuantitasnya pun harus cukup untuk kebutuhan tubuh akan energi. Asupan lemak yang dianjurkan adalah kurang dari 30% (25% lebih baik) dari total asupan kalori per harinya. daging unggas dengan kulit. dan minyak. Mengkonsumsi satu atau dua tablet multivitamin/mineral (tanpa extra iron) dapat melengkapi paling tidak 100% dari nutrisi yang dianjurkan per 78 Sumber makanan : ikan. asam folat. sehingga harus berhati-hati terhadap CVD. susu. buah-buahan. WHO merekomendasikan kebutuhan mikronutriea ODHA sama dengan kebutuhan orang sehat. dan ikan. susu. Lemak merupakan sumber energi utama bagi tubuh. butter. dan sayur-sayuran. E. Makanan-makanan sejenis ini dapat juga bermanfaat bagi orang dengan diabetes atau dengan kekebalan insulin. dsb. ODHA dianjurkan memakan makanan yang bervariasi. memberi perlindungan terhadap CVD. dan seng. Lemak jenuh meningkatkan risiko penyakit jantung (CVD). Lemak Jenuh: Anjuran : 7% atau kurang dari total asupan kalori. lemak. Tetapi sering kali pada ODHA ditemukan defisiensi mikronutriea. namun jenis lemak yang diasup juga berpengaruh. Lemak Tak Jenuh Tunggal: Anjuran : 10% atau lebih dari total asupan kalori. makanan bersumber . B kompleks. selenium. bunga matahari dan safflower. kacang kedelai. walnut. asupan diet yang memadai akan didapatkan asupan mikronutriea yang memadai juga. E.

hati dan diabetes melitus. kafein & alkohol Diet berkualitas tinggi dengan cara banyak makan sayur-sayuran. karbohidrat. atau kira-kira 3 gelas. jenis makanan dan minuman seperti Makan buah dan sayuran yang beraneka warna untuk memperoleh nutrisi yang lengkap. Pilih makanan bersumber protein rendah seperti dada ayam tanpa kulit. jika ada gangguan saluran pencernaan Rendah laktosa & lemak jika diare Hindari rokok. • • Perbanyak porsi biji-bijian atau kacang-kacangan dalam makanan setiap hari. dan sedikit lemak. dan fungsi tubuh berjalan dengan baik. ikan. serta produk susu rendah lemak. Syarat Diet dan Tips untuk membentuk diet berkualitas tinggi Pemberian nutrisi harus tetap memperhatikan kesehatan per individu. perlu diet khusus. Targetkan untuk memperoleh 50% sumber karbohidrat dari gandum-ganduman. serta biji-bijian. Jenis makanan seperti ini padat nutrisi. Baik makan penuh atau sekedar mengudap. dan akan lebih bermanfaat bagi kesehatan anda daripada kalori kosong yang diperoleh dari gula dan lemak. Untuk beberapa kondisi. ODHA yang menderita ginjal. potongan Batasi penambahan gula.harinya. Misalnya. • • • • Makan 5-6 porsi buah-buahan dan sayur-sayuran setiap hari. setiap hari (susu sapi atau kedelai) Hindari makanan diawetkan atau beragi Bebas dari pestisida atau zat kimia Rendah serat. dan soft drink. pastikan mengandung keseluruhan dari 3 makronutrisi: protein. • • • • • • • • • • • Kebutuhan zat gizi ditambah 10-25% dari kebutuhan minimum Diberikan porsi kecil tapi sering Konsumsi protein berkualitas tinggi & mudah dicerna Sayuran dan buah-buahan bentuk jus Susu rendah lemak dan sudah di pasteurisasi. gandumganduman. makanan lunak/cair. buah-buahan. Kemudian dilarang memberi asupan makanan yang dapat menyebabkan dan atau memperparah alergi pada ODHA. ini rendah dalam kandungan nutrisi dan dapat membengkakkan tingkat glukosa dalam tubuh. terjaga berat badan ideal. permen. daging sapi rendah lemak. dengan sumber-sumber protein yang rendah lemak. ODHA harus diet dengan seimbang agar kebutuhan energi tercukupi. 79 .

80 .

org http://www.htm.html http://www.wikipedia.org/wiki/AIDS http://ilmu-asuhan-kebidanan.info/itpc/Indonesian/spirita/docs/Lembaran-Informasi/LI412.gov/odhsb/biosafe/univers.co.org/tiki-index.id/files/cdk/files/10_PenilaianHasilPemeriksaan.DAFTAR PUSTAKA http://id.shvoong.com/2008/06/jenis-jenis-pemeriksaan-hivaids.caloshanswers/prevention/ppe/universa. What are universal precautions : http://www.html Kewaspadaan universal : http://www.aidsinfonet.niehs.id/files/disk1/13/laptunilapp-gdl-jou-2007-fauziadr-616-fauzi2c--r.php?ppid=246&fname=hal4.pdf http://www.blogspot.i-base.ccohs.unila.htm http://id.geocities.spiritia.ac.e-dukasi.ni.html. http://digilib.or.pdf/10_PenilaianHasilP emeriksaan.com/penyakit/119/Neutropenia.pdf 81 .blogspot.net/pengpop/pp_full.com/2009/07/hiv-dan-aids.com/medicine-and-health/1855259-sejarah-singkat-hiv-aids/ http:// www.html http://www.org Infeksi nosokomial clan kewaspadaan universal : http://www.html http://medicastore.kalbe.id/ Universal precautions : http://www.wartamedika.com/ http://www.aidsinfonet.php http://nurse-technology.com/igamamalang/info.htm http://fkuii.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful