Kasus Pemicu 4 (AIDS) Tn.

A usia 35 tahun, TB 170 cm dan BB saat ini 50 kg, mengeluh lemah, lemas tidak bergairah, diare selama 40 hari, sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat sampai suatu ketika hanya karena flue tersebut Tn.A nyaris pingsan. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan nilai ELISA Western Blot (+), neutropenia, anemia normositik normokrom, limfosit CD4+ 180 sel/µl. Step 1 (10 menit) Identifikasi istilah : 1. Elisa Western Blot 2. Neutropenia 3. Anemia normositik normokrom
4. LimfositCD4+ 180 sel/µl.

Step 2 (10 menit) Jawaban Istilah: 4) LimfositCD4+ 180 sel/µl Annisa Sholihatina Limfosit merupakan sejenis sel T, Limfosit diserang virus HIV. Bila diserang CD4+ <200 sel/µl, maka limfosit nya sudah rusak dan kekebalan tubuh menjadi menurun. Apabila <300 sudah terinfeksi virus HIV. Pertanyaan: 1. Annisa Fitria Apryanti Mengapa virus HIV menyerang Limfosit T? 2. Amilia Destiani Sofia Mengapa orang yang terkena HIV belum pasti terkena AIDS tapi orang yang sudah pasti AIDS pasti terkena HIV? 3. Anis Supi Tasripiyah Bagaimana mekanisme HIV menyerang tubuh? 4. Anisa Suangga Penjelasan HIV dan AIDS? 5. Asih Purwandari Apakah ada obat untuk HIV atau AIDS? 6. Ahira Amarilis Biasanya orang yang terkena HIV dikarenakan free sex atau pemakaian jarum suntik yang dipakai bergantian, apakah orang yang tidak melakukan itu semua bisa tertular juga? 7. Ana Noviana HIV bila terkena orang yang sudah ada penyakitnya, apakah akan berpengaruh lebih besar? 8. Annisa Fitria Apryanti Mengapa HIV ditularkan melalui cairan? 1

9. Ade Lestari Apa benar bila lewat saliva dan keringat, HIV tidak menular? 10. Anisa Suangga Mengapa diare pada kasus di atas bisa sampai 40 hari? 11. Amilia Destiani Sofia Mengapa pasien HIV sering mendadak flu bahkan sampai flu berat? 12. Ahira Amarilis Mengapa pasiennya bahkan sampai pingsan? 13. Annisa Sholihatina Mengapa virus HIV baru bisa dideteksi setelah beberapa tahun? 14. Anna Nurjannah Bagaimana tahapan dari terkena virus sampai terjadi AIDS? 15. Ayu Siti Marlina Biasanya orang yang terinfeksi HIV akan terjadi banyak komplikasi, bagaimana bisa sampai terjadi ke seluruh tubuh? 16. Aira Putri Mardela Apakah obat penguat sistem imun yang diberikan pada orang yang terinfeksi HIV ada efeknya? 17. Asih Purwandari Dalam kasus, pasien sudah pada tahapan AIDS keberapa? 18. Annisa Sholihatina HIV pertama kali ditemukan pada orang yang homosexual, apakah homoseksual lebih tinggi resikonya terkena HIV? Step 3 (30 menit) Jawaban Pertanyaan: 1. Asih Purwandari Karena mekanisme pertahanan tubuh adalah leukosit dan limfosit T termasuk leukosit yang bertugas untuk melawan virus yang masuk, sedangkan limfosit B untuk menahan virus masuk. 2. Ahira Amarillis Karena baru diketahui dan dideteksi AIDS bisa diketahui setelah beberapa tahun, bisa sampai 2 tahun. Dan bila gejalanya sudah terlihat itu bisa dipastikan sudah masuk tahap AIDS. 3. Ayu Siti Marlina Virus HIV itu baru bisa hidup jika RNA nya diubah menjadi DNA untuk menghasilkan protein, dimana protein ini akan menghasilkan virus-virus baru. 4. Ade Lestari HIV adalah virusnya, sedangkan AIDS adalah sindrom penurunan kekebalan tubuh yang 2

disebabkan oleh virus HIV. 5. Annisa Sholihatina Ada vaksin yang bernama Abacir bisa digunakan untuk menghambat proses perkembangan virus. Di negara maju juga ditemukan terapi HAART yang bisa menambah harapan hidup. 6. Annisa Fitria Apryanti HIV bisa tertular karena transfusi darah yang sudah terinfeksi HIV atau terkena jarum pentul yang sudah pernah tertusuk pada penderita HIV. Ade Lestari HIV juga bisa tertular melalui luka terbuka yang terkena darah atau semen penderita HIV Anis Supi Tasripiyah Bisa juga bayi terinfeksi dari ASI dan orang yang melahirkan sesar bayinya akan lebih kecil cenderung untuk terinfeksi HIV dari ibunya. 7. Aira Putri Mardela Akan semakin tambah parah, karena HIV langsung menyerang limfosit T, maka sistem imun akan semakin menurun. Asih Purwandari Bila terkena HIV maka sistem imun menurun sehingga rawan terkena penyakit, maka disebagian tempat penderita diisolasi. 8. Asih Purwandari Karena cairan tubuh sangat berperan penting dalam tubuh dan sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air, maka virus HIV bisa tumbuh disitu. Annisa Fitria Apryanti Sebenarnya orang yang meninggal itu bukan karena virusnya tapi dikarenakan komplikasi penyakitnya. 9. Annisa Sholihatina Menurut penelitian CDC, saliva, air mata juga memiliki andil untuk menularkan HIV tapi hanya 0,1%. Jadi banyak yang menganggap tidak menularkan. Asih Purwandari Virus HIV bila terkena sinar matahari bisa mati. 10. + 11. Annisa Fitria Apryanti Karena mekanisme pertahanan tubuh sudah tidak ada jadi diarenya tidak sembuh-sembuh. 12. Annisa Fitria Apryanti Pingsan karena kompensasi tubuh Anis Sufi Tasripiyah Karena flu banyak sekret, bersihan jalan nafas tak efektif jadi suplai oksigen menurun ke otak. 13. Ayu Siti Marlina 3

Karena antibodi tubuh lama bereaksi terhadap virus HIV, sehingga baru bisa dideteksi sampai beberapa tahun. 14. Anis Sufi Tasripiyah Tahap pertama disebut tahap jendela, tahap kedua disebut HIV, tahap ketiga disebut HIV + gejala , tahap AIDS Ayu Siti Marlina Tahap pertama belum ada gejala tapi sudah bisa menularkan; tahap kedua sudah bisa diperiksa positif terkena HIV; tahap ketiga sudah menunjukkan gejala seperti diare, lemas, flu berat; tahap keempat memiliki gejala komplikasi seperti TBC, kanker kulit. 15. Ahira Amarillis karena kekebalan tubuh menurun maka sangat sensitif terhadap banyak penyakit maka banyak komplikasi. 16. – 17. Annisa Sholihatina tahap 2 atau tahap 3, karena sudah ada gejala flu dan diare. Ayu Siti Marlina tahap 3, karena dari gejala-gejala sudah termasuk tahap AIDS 18. Ahira Amarillis Sebenarnya resikonya sama besar, hanya saja yang awal ditemukan pada homoseksual yang berganti-ganti pasangan dan yang homoseksual juga ada yang biseksual yang bisa memiliki keturunan yang juga tertular. Step 4 Mind Map
Organ,sel dan antibodi Tubuh yang terlibat dalam sistem pertahanan

Universal Precaution

Aspek etik dan legal Aspek Komunitas

Konsep Virus Definisi Karakteristik Sejarah Daur hidup virus

Aspek nutrisi

HIV

Asuhan Keperawatan Pengkajian Pem.Penunjang Analisa data Diagnosa Keperawatan Intervensi 4

Konsep AIDS Sejarah Definisi Etiologi Klasifikasi Manifestasi klinis Patofisiologi Pemeriksaan diagnostik Penatalaksanaan medis Komplikasi Pencegahan

tes ini mendeteksi antibodi yang dibuat tubuh terhadap virus HIV. sehingga kasus 'yang tidak dapat disimpulkan' sangat kecil. Ada dua macam cara yaitu menggunakan sampel darah jari dan air liur. air liur. Walaupun demikian. Western blot menjadi tes konfirmasi bagi ELISA karena pemeriksaan ini lebih sensitif dan lebih spesifik. pemeriksaan ini lebih sulit dan butuh keahlian lebih dalam melakukannya. Tes ELISA dapat dilakukan dengan sampel darah vena. untuk mengkonfirmasi hasil pemeriksaan ELISA ini. Masih diperlukan pemeriksaan lain. Istilah-istilah: a. • Western Blot Sama halnya dengan ELISA. yaitu Western Blot atau IFA. Hasil positif pada ELISA belum memastikan bahwa orang yang diperiksa telah terinfeksi HIV. Pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab: No16. masih ada dua kemungkinan. orang tersebut sebenarnya tidak terinfeksi HIV atau betul-betul telah terinfeksi HIV. Apa efeknya terhadap virus HIV bila sudah diberikan obat terhadap sistem imun? Jawaban LO a. Neutropenia Neutropenia adalah jumlah neutrofil yang sangat sedikit dalam darah. Elisa Western Blot b. Mind Map 2. Anemia Normositik Normokrom 3. Western Blot • Elisa Western Blot ELISA (Enzym-Linked Immunosorbent Assay). Western Blot juga mendeteksi antibodi terhadap HIV. atau bahkan setelah minggu ke 12 setelah terpapar virus HIV. Jadi walaupun ELISA menunjukkan hasil positif. Antibodi tersebut biasanya diproduksi mulai minggu ke 2. b.LO 1. Pemeriksaan ini sangat mirip dengan ELISA. Saat ini telah tersedia Tes HIV Cepat (Rapid HIV Test). atau air kencing. Neutropenia c. Kerena alasan inilah maka para ahli menganjurkan pemeriksaan ELISA dilakukan setelah minggu ke 12 sesudah melakukan aktivitas seksual berisiko tinggi atau tertusuk jarum suntik yang terkontaminasi. 5 .

mencari organisme penyebab infeksi dan benda asing lainnya.000 sel/mikroL. • • Obat-obat yang mungkin merusak sumsum tulang (bone marrow) atau neutrophils. Epstein Barr virus (EBV). Jika menemukannya.Neutrofil merupakan sistem pertahan seluler yang utama dalam tubuh untuk melawan bakteri dan jamur. pembengkakan dan panas. namun juga infeksi-infeksi bakteri atau parasit). sehingga penurunan jumlah sel darah putih biasanya juga berarti penurunan dalam jumlah total neutrofil. termasuk kemoterapi kanker. tuberculosis. Kekurangan-kekurangan vitamin (megaloblastic anemia yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan/atau folate). neutrofil mengikuti sirkulasi selama kurang lebih 6 jam.000 per microliter dan 70% adalah neutrophils. Infeksi-infeksi (lebih umum infeksi-infeksi virus. ANC akan menjadi 7. neutrofil akan pindah ke dalam jaringan. 6 Neutropenia mungkin timbul sebagai akibat dari banyak kondisi-kondisi medis: . Contoh-contoh termasuk: HIV. Contohnya. Setelah memasuki aliran darah. jika WBC adalah 10. Reaksi ini bisa merusak jaringan sehat di daerah terjadinya infeksi. jika jumlahnya mencapai kurang dari 500 sel/mikroL. menempelkan dirinya kepada benda asing tersebut dan menghasilkan bahan racun yang membunuh dan mencerna benda asing tersebut. Neutrofil biasanya merupakan 70% dari seluruh sel darah putih. dan parah jika ANC dibawah 500/microL. Tanpa kunci pertahan neutrofil. Pematangan neutrofil dalam sumsum tulang memerlukan waktu selama 2 minggu. Keseluruhan proses ini menghasilkan respon peradangan di daerah yang terinfeksi. Absolute neutrophil count (ANC) ditentukan oleh produk dari jumlah sel darah putih atau white blood cell count (WBC) dan fraction (pecahan) dari neutrophils diantara sel-sel darah putih seperti yang ditentukan oleh analisa WBC differential.000 per microliter. malaria. Neutrofil juga membantu penyembuhan luka dan memakan sisa-sisa bendaasing. sedang dengan ANC dari 500-1000/microL. yang tampak sebagai kemerahan. Jika jumlah neutrofil mencapai kurang dari 1. resiko terjadinya infeksi akan sangat meningkat. Neutropenia adakalanya lebih jauh dikelompokan sebagai: • • • • ringan jika batasan ANC dari 1000-1500/microL. ANC dari kurang dari 1500 per microliter (1500/microL) adalah definisi yang umumnya diterima dari neutropenia. seseorang bisa meninggal karena infeksi. kemungkinan terjadinya infeksi sedikit meningkat.

Pasca perdarahan akut c. Sehingga banyak eritrosit muda (retikulosit) yang terlihat pada gambaran darah tepi. sindrom mielodisplasia. dan alkoholism. anemia aplastik d. alkoholism f. kegagalan sumsum tulang. aplastic anemia. Adakalanya biopsi sumsum tulang mungkin diperlukan untuk mendiagnosa penyebab yang spesifik dari neutropenia. sindrom mielodisplasia e. Untuk menentukan penyebab yang spesifik dari neutropenia pada situasi yang diberikan. Anemia Normositik Normokrom Anemia Normositik Normokrom adalah Ukuran dan bentuk sel-sel darah merah normal serta mengandung hemoglobin dalam jumlah yang normal ( MCV dan MCHC normal atau rendah ). tes-tes lain mungkin diperlukan. maka dicurigai adanya anemia aplastik. contohnya. 7 . c. Terapi Radiasi. masalah endokrin. anemia pada penyakit hati kronik Patofisiologi anemia ini terjadi karena pengeluaran darah / destruksi darah yang berlebih sehingga menyebabkan Sumsum tulang harus bekerja lebih keras lagi dalam eritropoiesis. myelofibrosis.• • • • Penyakit-penyakit dari sumsum tulang seperti leukemia-leukemia. Anemia normositik normokrom dapat terjadi karena: a. • Hypersplenism. myelodysplastic syndrome. Hemolitik b. Penyakit-penyakit bawaan (sejak lahir) dari fungsi sumsum tulang atau dari produksi neutrophil. yang merujuk pada perampasan yang meningkat dan/atau penghancuran dari sel-sel darah oleh limpa (spleen). Mendiagnosa Neutropenia didiagnosa dengan jumlah sel darah yang dilakukan pada sample darah yang dikeluarkan dari vena. Kostmann syndrome. Penghancuran autoimmune dari neutrophils (sebagai kondisi primer atau berhubungan dengan penyakit lain seperti Felty's syndrome) atau dari obat-obat yang menstimulasi sistim imun untuk menyerang sel-sel. Jika retikulosit tidak ditemukan. anemia def besi dan b12 yang tidak diobati. terapi radiasi.

Jumlah CD4 dan CD8 juga naik. Untuk mendeteksi antibodi yang melekat pada sel darah merah. Ketika tubuh kita melawan infeksi maka jumlah sel darah putih (limfosit) akan naik. CD4 Sel CD4 adalah macam sel darah putih atau limfosit dan ini bagian yang p-enting dari sistem kekebalan tubuh manusia. Juga dua minggu setelah pulih dari infeksi dan vaksinasi. kelehan dan stres. Vaksinasi dapat berdampak serupa. Ketika sel CD4 menggandakan diri untuk melawan infeksi apa pun. dan menjadi bagian dari sel tersebut. Disebut juga sel T-4. Hasil Test CD4 8 . Sebaiknya pengambilan contoh darah untuk tes CD4 dilakukan pada jam dan laboratorium yang sama. semakin mungkin kita akan mudah sakit atau mungkin akan mengalami infeksi oportunistik. Semakin menurunnya sel CD4 berarti sistem kekebalan tubuh kita semakin rusak dan semakin rendahnya jumlah CD4 yang ada dalam tubuh manusia. Pentingnya Sel CD4 sehububgan dengan HIV Ketika manusia terinfeksi HIV sel yang paling sering terinfesi adalah sel CD4. 1. Untuk mendeteksi antibodi yang bersirkulasi dengan bebas dalam serum klien. Yang mempengaruhi Jumlah CD4 Jumlah sel CD4 berubah-ubah tergantung pada jam pengambilan contoh darahnya. Dilakukan setelah hitung retikulosit dan di dapatkan retikulosit meningkat. sel tersebut juga membuat banyak duplikasi HIV. Uji ini dapat mengidentifikasi suatu reaksi antigenantibodi yang lemah walaupun tidak tampak aglutinasi SDM. Secara tidak langsung. Sel CD4 dapat dibedakan dari Sel CD8 berdasarkan protein tertentu yang ada di permukaan sel. Kerja sel T-8 membunuh sel kanker atau sel yang terinfeksi virus.Pemeriksaan Laboratorium yang mendukung anemia hemolitik Test Coomb's. Biasanya uji ini digunakan sebelum transfusi darah (untuk memeriksa keberadaan antibodi dalam darah resipien dan donor sebelum dilakukan transfusi darah) d. Selain ada sel CD4 ada juga sel CD8 yang disebut sel T-8 atau sel pembunuh. Infeksi lain juga dapat mempengaruhi jumlah CD4. sel pembantu atau kadang sel CD4+. Test Coombs ini ada yang secara langsung dan secara tidak langsung.yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Secara langsung. Sel CD4 mempunyai protein CD4 pada permukaan sel. 2.

Jika hasi tes CD4 = 34% berarti 34% dari limfosit kita adalah CD4. Jika jumlah CD4 dibawah 200 mm3. Pada orang yang terinfeksi HIV perbandingannya CD8 lebih banyak dibanding dengan CD4. CD8 berkisar antara 3751. sudah waktunya mempertimbangkan ART (Terapi Antiretroviral). sekalipun jumlah CD4 tinggi. Jawaban LO no.100 mm3 .Jumlah sel CD4 di tulis dalam satu milimeter kubik (mm3) darah. Jumlah CD4 dipakai bersama untuk meramalkan berapa lama kita akan tetap sehat. atau dibawah 14%.16 Pada orang yang terinfeksi HIV sistem kekebalan tubuhnya sudah melemah. Di bawah 14% menunjukan kerusakan parah pada sistem kekebalan tubuh. beberapa dokter memakai prosentase jika CD4 dibawah 15%. kadang kala menjadi nol. bahkan rusak sehingga obat penguat sistem imun tidak akan berpengaruh apabila diberikan pada orang yang terinfeksi HIV. tetapi berkisar 500-1.9 berarti kurang lebih dari 1-2 sel. berdasarkan definisi Depkes. kita dianggap AIDS.9 dan 1.60%. Karena jumlah CD4 sering berubah-ubah biasnya dokter lebih menggunakan presentase sel CD4.600 mm3 . Hal ini adalah tanda AIDS pada orang yang terinfeksi HIV. Jumlah sel CD4 bisa jatuh pada angka yang sangat rendah pada orang yang terinfeksi HIV. 9 . Tidak kesepakatan tentang jumlah CD4 yang normal. Angka normal berkisar 30 . Adalah perbandingan dengan limfosit total. Jika jumlah CD4 menurun dibawah 350 . Perbandingan sel CD4 dengan sel CD8 pada orang sehat berkisar 0.

Limfosit yang baru dibuat di pulp putih mula-mula dipindahkan ke pulp merah. Namun ia menunjukkan kinerja dan tingkat kecerdasan tak terduga dari sekadar segumpal daging. Saat lahir. fagositosis. Sel-sel kekebalan (limfosit T) yang dilatih di timus Limpa Unsur menakjubkan lain-nya dari sistem pertahanan kita adalah limpa. Ia mengorgani-sasikan 10 . sangat pen-ting sekaligus sulit. Fungsinya yang sangat sulit dan rumitlah yang membuatnya sangat menakjubkan. timus mengalami involusi sampai beratnya kurang dari 15% ukuran saat pubertas. Tentu saja. perlindungan sel darah merah. sama seperti organ-organ lainnya. Selama masa dewasa dan usia lanjut. Korteks mengandung banyak timosit (limfosit T yang ditemukan di timus). berat timus adalah 10 sampai 15 gram dan meningkat ukurannya sampai maksimum pada saat pubertas. Kajian saksama mengenai tugas yang dilak-sanakan organ berwarna merah tua di bagian atas abdomen ini menying-kapkan gambaran luar biasa. lalu mengikuti aliran darah. saat beratnya sampai sebesar 40 gram. Timus kekebalan tubuh memiliki korteks di sebelah luar dan medula di sebelah dalam. dan pembangunan kekebalan. Limpa terdiri dari dua bagian: pulp merah dan pulp putih. yaitu kelompok-kelompok sel epitel yang tersusun rapat yang mungkin merupakan tempat degenerasi sel. ditemukan di medula. Badan Hassall. sedangkan medula lebih jarang terisi oleh sel. seperti berkontribusi pada produksi sel. Timus adalah organ yang memiliki banyak pembuluh darah dan pembuluh limfatik yang mengalirkan isinya ke Organ yang terlibat dalam sistem kelenjar-kelenjar gatah bening mediastinum. Tugas limpa.Organ Tubuh yang terlibat dalam sistem pertahanan Kelenjar Timus Timus adalah sebuah organ berlobus dua yang terletak di mediastinum anterior dan di atas jantung. limpa juga hanya segumpal daging. Timosit adalah limfosit T yang datang dari sumsum tulang melalui aliran darah dan berada dalam berbagai stadium perkembangan.

dan akan terus-menerus seperti itu selama masih dikehendaki demikian oleh Allah. tidak membiarkan terjadinya masalah. Sumsum merah ditemukan terutama pada tulang pipih seperti tulang pinggul. keping darah. Sesungguhnya limpa bekerja untuk manusia dengan sangat giat sejak manusia lahir. dan pada bagian lunak di ujung tulang panjang femur dan humerus. dan sebagian besar sel darah putih dihasilkan dari sumsum merah. Seiring dengan pertumbuhan.segalanya. Sumsum kuning menghasilkan sel darah putih dan warnanya ditimbulkan oleh sel-sel lemak yang banyak dikandungnya. tengkorak. tulang punggung. Ada dua jenis sumsum tulang: sumsum merah (dikenal juga sebagai jaringan myeloid) dan sumsum kuning. Orang dewasa memiliki rata-rata 2. semakin banyak yang berubah menjadi sumsum kuning. Pada keadaan sewaktu tubuh kehilangan darah yang sangat banyak. tulang belikat. semua sumsum tulang adalah sumsum merah. dan juga beker-ja tanpa istirahat. 11 . tulang dada. Sumsum kuning ditemukan pada rongga interior bagian tengah tulang panjang. sumsum kuning dapat diubah kembali menjadi sumsum merah untuk meningkatkan produksi sel darah. Sumsum Tulang Sumsum tulang (Bahasa Inggris: bone marrow atau medulla ossea) adalah jaringan lunak yang ditemukan pada rongga interior tulang yang merupakan tempat produksi sebagian besar sel darah baru.6 kg sumsum tulang yang sekitar setengahnya adalah sumsum merah. Sewaktu lahir. tulang rusuk. Kedua tipe sumsum tulang tersebut mengandung banyak pembuluh dan kapiler darah. Sel darah merah.

1 sel limfosit B dibiarkan tetap hidup untuk menyimpan antibodi yang sama sebelum penyerang terjadi. Mereka tidak memiliki kapasitas untuk berpikir. Transfer Informasi Fungsi menakjubkan lainnya dari makrofag adalah dalam hal menyuplai limfosit yaitu sel B dan sel T dengan informasi mengenai musuh. a.Sel yang Bertugas dalam Sistem 1. Limfosit B yang tersisa ini disebut limfosit B memori. 2. limfosit B akan melalui 2 proses yaitu respon imun primer dan respon imun sekunder. antigen yang sama menyerang kembali. Suatu saat. Sel B dan sel T inilah pahlawan sejati di dalam sistem pertahanan. Kemudian. Hal ini menyebabkan respon imun sekunder jauh lebih cepat daripada respon imun primer. Mereka adalah makhluk hidup yang hanya menuruti perintah yang lebih tinggi. Limfosit Limfosit B Fungsi utama dari sel-sel B yaitu sebagai imunitas atau antibody humoral. Inilah proses respon imun primer. Jika sel limfosit B bertemu dengan antigen dan cocok. maka limfosit B membelah secara mitosis dan menghasilkan beberapa sel limfosit B. Limfosit B dengan cepat menghasilkan lebih banyak sel Limfosit B daripada sebelumnya. mereka hanya melaksanakan tugas. Setelah fagositosis antigen. Setiap sel B dapat mengenali target antigen spesifik dan mampu mensekresikan antibodi spesifik. Makrofag Makrofag adalah sel kecil yang tak terlihat oleh mata telanjang. maka bisa saja ia akan sakit yang disebabkan oleh antigen yang sama karena limfosit B yang mengingat antigen tersebut sudah mati. Jika suatu saat. jika suatu individu lama tidak terkena antigen yang sama dengan yang menyerang sebelumnya. Semua limfosit B segera melepaskan antibodi dan merangsang sel Mast untuk menghancurkan antigen atau sel yang sudah terserang antigen untuk mengeluarkan histamin. Semuanya melepaskan antibodi dan merangsang sel Mast mengeluarkan histamin untuk membunuh antigen tersebut. Saat terjadi respon imun. 1 limfosit B dibiarkan hidup untuk menyimpan antibodi yang ada dari sebelumnya. sel yang membawa antigen berjalan ke nodus limfa (jaringan limfatik) melalui saluran limfatik. Limfosit B memori biasanya 12 .

Limfosit T pembantu akan lepas dari sel yang diserang dan menghasilkan senyawa baru disebut IL-2. biasanya neutrofil. Sitokin juga meningkatkan pertumbuhan sel. dan makrofag saat ada antigen spesifik. Kedua. yang berfungsi untuk mengaktifkan dan memanggil Limfosit T Sitotoksik. 13 . maka seluruh proses respon imun harus diulang dari awal. maka patogen itu dicerna dan materialnya ditempel pada permukaan sel tersebut. b. Limfosit T Limfosit T atau sel T memiliki dua fungsi utama : regulasi system imun dan membunuh sel-sel yang membawa target antigen spesifik. Limfosit T Sitotoksik akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel yang terkena penyakit tersebut. Secara garis besar. dan CD3+. maka limfosit B bisa saja mati. juga sel-sel kanker. Jika antibodi dan antigennya cocok. Sel CD4+ merupakan sel pembantu yang mengaktivasi sel B. Selain itu. Materi yang tertempel itu disebut antigen. killer cells. Antibodi Dasar-dasar Antibodi Sistem kekebalan tubuh sendiri diartikan sebagai semua mekanisme yang digunakan oleh tubuh untuk menangkal pengaruh faktor atau zat yang berasal dari lingkungan. Kemudian. Jika suatu saat ada patogen yang berhasil masuk dalam tubuh kemudian dimakan oleh suatu sel. sistem kekebalan tubuh kita dibagi menjadi dua bagian. Limfosit T-Helper bisa saja mengeluarkan senyawa bernama perforin untuk membocorkan sel tersebut sehingga isinya keluar dan mati. Pertama. Permukaan Limfosit T memiliki antibodi yang hanya cocok pada salah satu antigen saja. Setiap sel T memiliki penanda permukaan. Respon imun akan dimulai jika sel ini bertemu dengan limfosit T yang sedang berpatroli dengan mengeluarkan IL-1 sehingga limfosit T terangsang untuk mencocokkan antibodi dengan antigennya. maka limfosit T-Helper yang mengetahui bahwa sel ini sudah terkena antigen mempunyai 2 pilihan untuk menghancurkan sel tersebut dengan patogennya. Sel T mampu menghasilkan sitokin (zat kimia yang dapat membunuh sel) seperti interferon. Interleukin rekombinan (sintetis) saat ini sedang dipelajari dalam uji klinis untuk pasien terinfeksi HIV. limfosit T berperan penting sebagai respon selular. dan individu yang seharusnya bisa resisten terhadap antigen tersebut bisa sakit lagi jika patogen itu menyerang. Sitokin dapat berikatan dengan sel-sel target dan mengaktifkan proses inflamasi. CD8+. seperti CD4+. Jika tidak ada antigen yang sama yang menyerang dalam waktu yang sangat lama. yang asing bagi tubuh kita. mengaktivasi fagosit dan menghancurkan sel target.berumur panjang dan tidak memproduksi antibodi kecuali dikenai antigen spesifik. Interleukin merupakan jenis sitokin yang berperan sebagai pembawa pesan antar sel darah putih. yang membedakan antar sel. Sel CD8+ membunuh sel yang terinfeksi virus atau bakteri.

Senjata ini diproduksi oleh sel-sel B. Untuk menentukan kemurnian biasanya dipakai teknik elektroforesis. Antibodi diproduksi sesudah host diinjeksi dengan antigen. Nanah ini merupakan sel darah putih penghasil antibodi yang mati setelah berperang melawan antigen. pertama untuk mengikatkan diri kepada sel-sel 14 . cara injeksi. bahkan cukup luas dan beragam dengan mekanisme kerja yang unik. Di dalam sistem ini. sifat dan dosis antigen.yaitu sistem kekebalan alami (innate immunity) dan sistem kekebalan dapatan (acquired immunity) yang keduanya saling bekerja sama menangkal zat asing dari luar tubuh yang tentu apabila dibiarkan akan berbahaya bagi tubuh. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal ini yaitu penanganan dan pemilihan hewan coba. Antibodi adalah suatu protein yang dihasilkan oleh suatu sel dalam tubuh kita (dinamakan sel limfosit B dan termasuk ke dalam kelompok sel darah putih) sebagai respon terhadap adanya antigen (antigen adalah senyawa kimia atau zat asing atau mikroba yang tidak dikehendaki tubuh karena berbahaya yang mampu membangkitkan respon kekebalan pada tubuh kita) yang masuk dalam tubuh. sel B terhadap hadirnya antigen asing. Tahap pertama dari respon antibodi dimulai dari fagositosis antigen oleh makrofag atau sel lain dalam system retikuloendotelial yang meliputi sel-sel Langerhans di kulit. Salah satu contoh peristiwa yang melibatkan antibodi adalah ketika kulit kita terkena infeksi karena luka maka akan timbul nanah. yaitu spesifik terhadap jenis tertentu dari antigen. Setiap detik sekitar 2000 molekul antibodi diproduksi oleh sel limfosit B. serta monosit dalam darah. sel T. Antibodi akan menghancurkan musuh-musuh penyerbu. Ribuan atau jutaan jenis antigen yang masuk akan merangsang dibentuknya ribuan atau jutaan jenis antibodi pula. sel dendritik pada spleen dan lymph node. yaitu: konsentrasi kemurnian dan spesifisitas. Sel-sel tersebut berdasarkan fungsi imunologisnya digolongkan sebagai antigen-presenting cells (APC). Respon antibodi merupakan puncak dari serangkaian interaksi antara makrofag. sekelompok prajurit pejuang dalam sistem kekebalan. Kualitas suatu antibodi dinilai dari beberapa hal. Produksi antibodi diawali dengan melakukan injeksi atau imunisasi pada host atau hewan coba. peranan senyawa kimia tidak bisa dipandang sebelah mata. Beberapa teknik biasanya digabung untuk menentukan spesifitas sepeti kemampuan antibodi bereaksi dengan protein lain atau protein yang serupa dari spesies lain. Salah satu senyawa kimia yang berperan penting dalam kekebalan tubuh dapatan adalah antibodi. Antibodi merupakan senjata yang tersusun dari protein dan dibentuk untuk melawan selsel asing yang masuk ke tubuh manusia. Antibodi mempunyai ciri khas. Antibodi mempunyai dua fungsi.

Dan. Tubuh manusia mampu memproduksi masing-masing antibodi yang cocok untuk hampir setiap musuh yang dihadapinya. dan pantas dicermati.musuh. IgG mampu menyelip di antara sel-sel dan menyingkirkan bakteri serta musuh mikroorganis yang masuk ke dalam sel-sel dan kulit. Pengelompokan Antibodi Sebelumnya telah kita sebutkan bahwa antibodi adalah sejenis protein. Karena kemampuannya serta 15 . Mereka menandai molekul-molekul asing tempat mereka mengikatkan diri. antibodi mengikatkan diri kepada bakteri dan virus penyebab penyakit. Proses ini dapat terwujud hanya jika sel-sel B mengenal struktur musuhnya dengan baik. Hal ini karena antibodi yang dihasilkan untuk suatu penyakit belum tentu mangkus bagi penyakit lainnya. IgG beredar dalam tubuh dan banyak terdapat pada darah. maka tubuh menciptakan antibodi khusus yang cukup kuat untuk menghadapi si musuh. seperti anak kunci dengan lubangnya yang dipasang dalam struktur tiga dimensi. Selain itu. langsung menuju musuh dan menghambatnya begitu terdeteksi. yaitu antigen. Mereka mempunyai efek kuat anti-bakteri dan penghancur antigen. Fungsi kedua adalah membusukkan struktur biologi antigen tersebut lalu menghancurkannya. dan usus. sistem getah bening. • IgG IgG (Imuno globulin G): IgG merupakan antibodi yang paling umum. ia memiliki masa hidup berkisar antara beberapa minggu sampai beberapa tahun. Protein paling khas pada sistem pertahanan. Dengan demikian sel prajurit tubuh dapat membedakan sekaligus melumpuhkannya. disingkat "Ig". Antibodi bukan berjenis tunggal. Mereka mengikuti aliran darah. Dihasilkan hanya dalam waktu beberapa hari. layaknya tank yang hancur dan tak dapat bergerak atau melepaskan tembakan setelah dihantam rudal saat pertempuran. Antibodi bersesuaian dengan musuhnya (antigen) secara sempurna. molekul imuno globulin mengikatkan diri pada antigen untuk menginformasikan kepada sel-sel kekebalan lainnya tentang keberadaan antigen tersebut atau untuk memulai reaksi berantai perang penghancuran. di alam ini terdapat jutaan musuh (antigen). Mereka melindungi tubuh terhadap bakteri dan virus. Membuat antibodi spesifik untuk masing-masing musuh merupakan proses yang luar biasa. Protein-protein yang berfungsi untuk melindungi tubuh lewat proses kekebalan ini dinamakan "imuno globulin". serta menetralkan asam yang terkandung dalam racun. Berada dalam aliran darah dan cairan non-seluler. Sesuai dengan struktur setiap musuh.

Mereka menjaga daerah itu dalam pengawasannya layaknya tentara andal yang ditempatkan untuk melindungi daerah kritis. Setelah kelahiran. Hal ini dapat menyebabkan kematian sebelum lahir. ASI. maka janin dalam rahim tidak akan terlindungi melawan mikroba. Karena itu. sehingga tidak lagi terlindung dari 16 .ukurannya yang kecil. Sedangkan protein dicerna dalam lambung manusia. • IgA IgA (Imuno globulin A): Antibodi ini terdapat pada daerah peka tempat tubuh melawan antigen seperti air mata. Setiap bayi yang baru lahir membutuhkan pertolongan ibunya. antibodi sang ibu akan melindungi embrio dari musuh sampai anak itu lahir. jenis antibodi ini juga akan hilang setelah mereka melaksanakan semua tugasnya. Pernahkah Anda mempertanyakan siapa gerangan yang mengirimkan antibodi yang berusaha melindungi Anda dari mikroba pada saat Anda masih dalam bentuk embrio dan tidak mengetahui apa-apa? Mungkinkah itu ibu. Antibodi ini melindungi janin dari berbagai penyakit pada saat dalam kandungan. dan sekresi usus. Lalu kenapa sel-sel itu berada di payudara ibu? Kenapa pembuatan antibodi berlangsung dengan cara tersebut? Kekuatan mana yang memberi tahu sel-sel itu bahwa bayi yang baru lahir membutuhkan antibodi? Bukan suatu kebetulan bahwa sel yang terlibat dalam pembuatan anti-bodi untuk bayi ditempatkan pada bagian yang akan diisap sang bayi. getah lambung. Kepekaan daerah tersebut berhubungan langsung dengan kecenderungan bakteri dan virus yang lebih menyukai media lembap seperti itu. mereka dapat masuk ke dalam plasenta ibu hamil dan melindungi janin dari kemungkinan infeksi. kantong-kantong udara. Jika antibodi tidak diciptakan dengan karakteristik yang memungkinkan mereka untuk masuk ke dalam plasenta. Secara struktur. Karena itu. melainkan tetap melindunginya. air liur. atau ayah? Atau mungkinkah mereka memutuskan bersama dan mengirimi Anda antibodi secara bersama-sama? Tentu saja pertolongan yang kita bicarakan ini di luar kendali kedua orang tua. Seperti IgG. normalnya. pada saat bayi telah berumur beberapa minggu. karena IgA tidak terdapat dalam organisme bayi yang baru lahir. darah. mereka tidak akan meninggalkan sang bayi. Sang ayah juga tidak menyadari apa yang telah terjadi. Antibodi merupakan organisme yang tersusun dari protein. lendir. Mereka mendiami bagian tubuh yang paling mungkin dimasuki mikroba. bayi yang menyusu pada ibunya akan mencerna antibodi ini dalam lambungnya. IgA mirip satu sama lain. Si ibu malah tidak menyadari bahwa dia telah dikaruniai rancangan bantuan ini. Selama periode ini. IgA yang terdapat dalam ASI akan melindungi sistem pencernaan bayi terhadap mikroba.

• IgE IgE (Imuno globulin E): IgE merupakan antibodi yang beredar dalam aliran darah. Pada tahap ini. Pada saat organisme tubuh manusia bertemu dengan antigen. Karena itu. Antibodi ini bertanggung jawab untuk memanggil para prajurit tempur dan sel darah lainnya untuk berperang. Dengan menempelkan dirinya pada permukaan sel-sel T. IgM merupakan antibodi pertama yang dihasilkan tubuh untuk melawan musuh. produksi IgM janin akan meningkat. Antibodi yang tidak dapat dihancurkan lambung ini dapat diserap oleh usus secara utuh. antibodi yang sangat penting untuk hidup itu tidak dicerna dan akan melindungi bayi yang baru lahir dari musuhnya.mikroba. maka antibodi dapat mematikan aktivitas agen penyebab penyakit tersebut dengan salah satu cara berikut : 17 . • IgM IgM (Imuno globulin M): Antibodi ini terdapat pada darah. mereka membantu sel T menangkap antigen. getah bening. Akan tetapi. dapat diketahui dari kadar IgM dalam darah. Sel-sel usus pada bayi diciptakan sedemikian rupa untuk melakukan hal itu. dan pada permukaan sel B. lambung bayi yang baru lahir diciptakan sedemikian rupa untuk tidak mencerna dan menghancurkan antibodi ini. kadar IgE tinggi pada tubuh orang yang sedang mengalami alergi. • IgD IgD (Imuno globulin D): IgD juga terdapat dalam darah. produksi enzim pencerna protein masih sangat sedikit. Akibat sifat bivalen dari antibodi dan banyaknya tempat antigen pada sebagian besar agen penyabab penyakitr. Mekanisme Kerja Antibodi Antibodi bekerja terutama melalui dua cara untuk mempertahankan tubuh terhadap agen penyebab penyakit : (1) dengan langsung menyerang penyebab penyakit tersebut dan (2) dengan mengaktifkan sistem komplemen yang kemudian dengan berbagai cara yang dimilikinya akan merusak penyebab penyakit tersebut. Antibodi ini kadang juga menimbulkan reaksi alergi pada tubuh. jika janin terinfeksi kuman penyakit. Mereka tidak mampu untuk bertindak sendiri-sendiri. Janin dalam rahim mampu memproduksi IgM pada umur kehamilan enam bulan. Untuk mengetahui apakah janin telah terinfeksi atau tidak. dan pada permukaan sel B. Jika musuh menyerang janin. Maka. Kerja Langsung Antibodi Terhadap Agen Penyebab Penyakit. getah bening.

Biasanya prekursor enzim ini bersifat inaktif. Sistem Komplemen Pada Kerja Antibodi Komplemen istilah gabungan untuk menggambarkan suatu sistem yang terdiri dari kirakira 20 protein. maka tempat reaktif yang spesifik pada bagian ”yang tetap” dari antibodi akan menjadi tak tertutup atau diaktifkan dan gabungan ini kemudian langsung berikatan dengan molekul C1 dari sistem komplemen. di mana berbagai partikel besar dengan antigen pada permukaannya. Lisis di mana beberapa antibodi yang sangat kuat kadang –kadang mampu langsung menyerang membran sel agen penyebab penyakit sehingga menyebabkan sel tersebut sobek. B. Dalam keadaan normal. Enzim C1 yang terbentuk kemudai secara berturur-turut mengaktifkan enzim yang jumlahnya meningkat pada tahap akhir dari sistem ini. dan (2) jalur altenatif 1. Dalam keadaan normal. terikat bersama-sama menjadi satu kelompok 2. kerja antibodi yang langsung menyerang penyebab penyakit yang bersifat antigenik mungkin tak cukup kuat untuk berperan dalam mempertahankan tubuh terhadap penyebab penyakit tersebut. Pemeran utama dalam sistem ini adalah 11 protein yang ditandai dengan C1 sampai C9. bila suatu antibodi berikatan dengan suatu antigen. 3. Yaitu. 4. semua protein ini terdapat diantara protein-protein plasma dan juga dalam protein plasma yang bocor keluar dari kapiler masuk ke dalam ruang jaringan. hanya dibutuhkan sedikit gabungan antugen-antibodi. Lebanyakan sifat pertahanan diddapat melalui efek penguatan dari sistem komplemen. Netralisasi.1. seperti bakteri atau sel darah merah. namun dapat diaktifkan dengan 2 cara : (1) jalur klasik. dan D. Aglutinasi. di mana antibodimenutupi tempat-tempat yang toksik dari agen yang bersifat antigenik. Jalur klasik Jalur ini diaktifkan oleh suatu reaksi antigen-antibodi. dimana kompleks molekular dariantigen yang larut membentuk presipitat. sehingga dari awal yang kecil terjadilah reaksi pengaut yang besar sekali. Untuk mengaktifkan banyak molekul pada tahap pertama dari sistem komplemen ini. masuk dalam ”rangkaian” reaksi-reaksi. Pada gambar tersebut tampat terbentuk berbagai produk akhir dan beberapa diantaranya (misalnya racun tetanus) dan antibodimenjadi begitu besar sehingga berubah menjaditak larut dan 18 . Presipitasi. Diawali dengan pengaktifan proenzim C1 itu sendiri. yang kebanyakan merupakan prekursor enzim.

jadi penghambat pergerakan organisme yang menyerbu melewati jaringan. dan beberapa substansi lainnya kedalam cairan setempt. dengan kuat mengaktifkan fagositosis oleh netrofil dan makrofag. Enzim komplemen dan produk komplemen lain dapat menyerang struktur beberapa virus dan dengan demikian mengubahnya menjadi nonvirulen. Aglutinasi. meningkatkan kebocoran cairan dan protein kedalam jaringan dan reaksisetempat lainnya yang membantu menginaktifkan atau mengimobilisasikan agen antigenik. Opsonisasi dan fagositosis. Pengaktifan sel mast dan basofil. jadi menyebabkan sebagian besar sel fagosit ini bermigrasi ke dalam regio lokal dari agen antigenik. C4a. Disamping efek peradangan yang disebabkan oleh pengaktifan sel mast dan basofil. menyebabkan sel-sel ini menelan bakteri yang telah dilekati oleh kompleks antigen-antibodi. meningkatkan kebocoran protein dari kapiler. f. dan C5a semuanya mengaktifkan sel mast dan basofil. g. Produk-produk ini meningkatkan aliran darah yang sebelumnya telah meningkat. Lisis. Produk komplemem juga mengubah permukaan organisme penyerbu. Efek inflamasi. Kemotaksis. Bahan-bahan ini kemudian menyebabkan peningkatan aliran darah setempat. heparin. dan kemudian protei akan berkoagulasi dalam ruang jaringan. Faktor-faktor yang sama juga berperan dalam proses peradangan. yang merupakan gabungan dari banyak faktor komplemen dan ditandai dengan C5b6789. ada beberapa produk komplemen lain yang turut menimbulkan peradangan setempat. sehingga saling melekat satu sama lain. sehingga menyebabkan sel-sel tersebut melepaskan histamin. yaitu C3b. d. Salkah satu produk paling penting dari seluruh priduk yang dihasilkan oleh rangkaian komplemen adalah kompleks litik. Fragmen C5a menyebabkan kemotaksis dari netrofil dan makrofag. 2. produk ini memounyai pengaruh langsung untuk merobek membran sel bakteri atau organisme penyerbu lainnya. c. Efek-efek yang penting tersebut adalah sebagai berikut : a. Fragmen C3a. Jalur Alternaif 19 . Salah satu produk dari rangkaian komplemen diatas. jadi meningkatklan proses aglutinasi.menimbulkan efek penting yang membantu mencegah kerusakan akibat organisme yang menyerbu atau oleh toksin. e. Proses ini seringkali mampu meningkatkan jumlah bakteri yang didapat dirusak sampai 100 kali lipat b. Netralisasi virus-virus.

dan sistem imunitasnya membentuk sedikit antibodi atau sel-sel teraktivasi terhadap antigennya sendiri. dan ini juga menghasilkan pengaruh yang sama terhadap penyerbu dalam mempertahankan tubuh. maka dianggap bahwa selam limfosit diolah lebih dulu ditimus dan sumsum tulang. maka sel ini menjadi limfoblastik. sangat berproliferasi. maka proses imunitas yang didapat akan menghancurkan dirinya sendiri. Alasan untuk anggapan ini adalah bahwa bila dilakukan penyuntikan suatu antigen yang kuat kedalam pada janin saat terjadi pengolahan pendahuluan limfosit di kedua tempat tadi. Sebagian Besar hasil Toleransi Terjadi Akibat Pemilihan Klon Selama Pengolahan Pendahuluan. Bahan-bahan ini bereaksi dengan faktor komplemen B dan D. menghasilkan bahan pengaktif yang yang mengaktifkan faktor C3. Jadi. maka akan terjadi pencegahan pertumbuhan klon limfosit didalam jaringan limfoid yang bersifat spesifik terhadap antigen yang disuntikkan. Hal ini terutama terjadi dalam respon terhadap molekulmolekulpolisakarida besar dalam membran sel mikro-organisme yng menyerbu masuk. pada dasarnya semua hasil akhir yang dihasilkan itu sama dengan yang dihasilkan dalm jalur klasik. bila terpajan dengan antigen yang kuat. karena adanya kontak yang terus menerus dengan antigen tubuh. Dalam keadaan normal. semua atau sebagian besar klon limfosit tersebut yang bersifat spesifik terhafdap jaringan tubuh sendiri akan dirusak sendiri. Fenomena ini dikenal sebagai toleransi sendiri terhadap jaringan tubuh sendiri. di luar tingkat C3. Dianggap bahwa kebanyakan toleransi ini berkembang sewaktu terjadi pengolahan pendahuluan limfosit T di timus dan limfosit B di tempat pengolahan pendahuluan limfosit B ( pada manusia di sum-sum tulang ). maka jaln ini juga merupakan garis pertahanan pertama terhadap mikro-organisme penyerbu. Percobaan-percobaan juga telah membuktikan bahwa limfosit imatur yang spesifik dalam timus. Toleransi Sistem Imunitas Didapat Terhadap Jaringan Sendiri Bila seseorang menjadi kebal terhadap jaringannya sendiri. Oleh karena itu. bahkan mampu berfungsi sebelum orang tersebut teriminisasi terhadap organisme. serta selanjutnya bergabung dengan antigen yang merangsang tadi. mekanisme imun dapat mengenali jaringannya sendiri yang jelas berbeda dengan bakteri atau virus. 20 . suatu efek yang diamggap dapat menyebabkan sel itu sendiri dirusakkan oleh sel epitel timus sebelum mereka dapat bermigrasi dan menempati jaringan limfoid. Untuk memulai rangkaian komplemen yang tersisa. Karena jalur alternatif tidak melibatkan reaksi antigen-antibodi.Sistem komplemen kadang-kadang diaktifkan diperantarai oleh suatu reaksi antugen-antibodi.

Pada tahun 1969 dilaporkan bahwa di Sub Sahara Afrika ditemukan darah tahun 1950 yang ternyata positif HIV. Semakin tua. Konsep Virus ( HIV ) 1. Selain itu juga pada tahun 1980 dilaporkan pula di USA. Pengertian Virus HIV HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun. Biasanya hal ini terjadi setelah timbul kerusakan beberapa jaringan tubuh.Peran Sel T Supresor dalam Membentuk Toleransi. Akhirnya disepakati tanggal 5 Juni 1969. Sejarah Virus HIV Menurut : http://www. kasus HIV/AIDS ini kini semakin meluas dan menyerang berbagai lapisan dan strata sosial. (http://organisasi. tidak jelas darimana berasal dan kapan munculnya. hal ini menjadi semakin berat. bahwa darah tahun 1969 Positif. Namun. hal ini tidak sepenuhnya dimengerti. Dan kini. Hal ini sesuai laporan kasus HIV/AIDS di USA Los Angeles CDC yang mengadakan peneliti pada pria homoseksual. Kadang-kadang orang kehilangan sebagian toleransi imun terhadap jaringannya sendiri.geocities. Kegagalan Mekanisme Toleransi Menyebabkan Penyakit Autoimun.htm Asal mulanya. Sebagai contoh.com/igamamalang/info. jadi menghambat serangan imun pada jaringan. Sel T supresor kemungkinan bertanggung jawab untuk jenis toleransi diri yang lain lagi. 2. Telah diyakini bahwa sel T supresor ini berfungsi untuk mengimbangi efek antibodi autoimun seperti juga mensensitisasi sel pembantu dan mensensitisasi sel T sitotoksik. tetapi setelah beberapa hari atau beberapa minggu akan menghilang walaupun antibodi autoimun ini menetap dalam plasma yang bersirkulasi. yang melepaskan banyak antigen sendiri yang bersirkulasi dalam tubuh dan diduga menimbulkan imunitas didapat dalam bentuk sel T yang teraktivasi atau antibodi. kadang-kadang reaksi autoimun terjadi secara akut melawan salah satu jaringan tubuh.org/pengertian_definisi_dan_cara_penularan_penyebaran_virus_hiv_aids_in fo_informasi_penyakit_menular_seksual_pms) 21 . sebagai awal mula kasus HIV/AIDS muncul. Apa yang terjafi adalah bahwa sel T supresor yang secara spesifik tersensitisasi terhadap antigen diri jumlahnya menjadi sangat meningkat.

(http://education. yang menyerang salah satu sel dari darah putih yaitu sel limfosit.wikipedia. Jenis SIV tertentu mirip dengan dua tipe HIV.terutama CD4+ Sel T dan macrophage.org/artikel_kimia/berita/adakah_obat_untuk_hivaids_saat_ini/) Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan HIV adalah virus penyebab utama AIDS yang menyerang sistem imun sehingga terjadi penurunan fungsi imun yang material genetiknya adalah RNA.chem-is-try.org/wiki/HIV) HIV merupakan bagian dari kelompok virus yang disebut Lentivirus yang ditemukan pada primata nonmanusia.dan menghancurkan atau merusak fungsi mereka. Lentivirus diketahui sebagai virus monyet yang dikenal dengan nama Simian Immunodeficiency Virus (SIV). yang menyebabkan kekurangan imun.html) HIV merupakan suatu virus yang material genetiknya adalah RNA (asam ribonukleat) yang dibungkus oleh suatu matriks yang sebagian besar terdiri atas protein. Karekteristik Virus HIV 22 .HIV (human immunodeficiency virus) adalah sebuah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia .1 dan HIV-2. komponen vital dari sistem sistem kekebalan tubuh "tuan rumah" . yakni HIV. Secara kolektif.com/content/16689387-bahaya-aids-atau-hiv. HIV merupakan penyebab dasar AIDS. (http://id. HIV merupakan keturunan dari SIV. (http://www. Infeksi dari HIV menyebabkan pengurangan cepat dari sistem kekebalan tubuh.feedfury. 3.

di mana ia terletak pada membran virus dan gp120 di mana terletak di luar membran seperti topi. Di antara berbagai jenis sel. Mekanisme Virus HIV Salah satu fakta terpenting mengenai virus HIV adalah bahwa ia hanya memasuki sebagian. menjelang ia bisa paham bahwa sel T merupakan "otak" sistem pertahanan. Target utamanya adalah sel T penolong. tidaklah mungkin bagi virus AIDS untuk melakukan penyelidikan intelijen sebelum memasuki tubuh manusia. Satu pertanyaan yang tak terjawab adalah: Bagaimanakah virus HIV tahu persis target mana yang harus difokuskan? Begitu memasuki tubuh manusia. Di antara sarung kapsid dan protein p7 dan p9 ialah RNA virus. virus memilih sel sistem pertahanan yang paling menguntungkan baginya dan hal ini menyebabkan perusakan tubuh manusia. yang merupakan elemen paling efektif pada sistem pertahanan.Virion HIV mempunyai bentuk sfera dan mempunyai diameter lebih kurang 1x 10-4 milimeter. 4. sel tubuh manusia. Bagaimananpun. HIV juga merupakan sejenis virus Retrovirus( virus RNA penyandi enzim yang mampu menyalin RNA menjadi DNA dan menyisipkannya ke dalam sel inang yang terjadi pada penderita HIV positif) . Lalu bagaimanakah virus AIDS mengembangkan strateginya? 23 . tidak seluruh. Ini penting sekali. Salah satu protein sampul yang penting ialah glikprotein gp41 (glikoprotein transmembran). virus AIDS akan segera dimusnahkan oleh sistem yang ada. Sampul HIV mempunyai 2 lapisan yang terdiri daripada lipid yang diambil daripada membran dalam sel hos dan protein yang mempunyai rantaian karbohidrat (glikoprotein sampul virus). Sampul meliputi keseluruhan core virus termasuk protein luar struktur p18 dan protein dalam p24.

Prosedur ini sama sekali tak sulit bagi virus AIDS. tetapi tak lagi efektif tanpa adanya sel T. sistem pertahanan kekurangan tim pemikirnya.Lebih jauh dari itu. Virus AIDS (jingga) berusaha memasuki sel T dengan merobek membrannya. Virus harus mengikatkan dirinya kepada sel lain yang sudah ditetapkannya menjadi target.Ini baru salah satu dari keterampilan menakjubkan yang dikuasai oleh virus AIDS. Memang pasien AIDS terus memproduksi antibodi. Pasukan tanpa komunikasi yang efektif dan tanpa sistem inteligensia dapat dikatakan telah kehilangan kekuatan utamanya. Ini umpama taktik peperangan yang cerdas. Pada tahap 1 Ketika sel T. Pada tahap ketiga. dan tak lagi mampu mengenali musuh. antibodi yang diproduksi oleh tubuh manusia tak membahayakan virus AIDS. 24 . Pada tahap kedua. elemen vital dari sistem pertahanan tertangkap. Nyatanya dia berikatan dengan sel ini seperti kunci dengan lubangnya.

000 kali. Sebelum berpindah menginfeksi sel lain. Sel mulai bekerja sebagai pabrik bagi virus. Pada Tahap Keempat. Virus HIV adalah retrovirus. sepotong kecil virus HIV (biru) menggandakan diri dalam sel pertahanan Setelah memasuki tubuh manusia. Sel T yang telah dirusak oleh musuh (virus AIDS) dan kini memiliki profil bundar dan lumah (kanan). Mereka tidak perlu bekerja keras dalam melakukan hal ini. Untuk menyediakan DNA. Lalu ia menempatkan DNA ini pada DNA yang ditemukan di inti sel tuan rumahnya. dia membuat jalan lain dengan metode yang sangat menarik: Ia menggunakan asam nukleat dari sel tuan rumah dan mengonversikan RNA-nya menjadi DNA dengan bantuan sebuah enzim yang disebut "reverse transcriptase". Citra ini diperbesar lebih dari 3. tanpa DNA. Ia akhirnya akan mencoba untuk mengalahkan seluruh tubuh. Tetapi menduduki satu sel saja tidak memuaskan bagi virus HIV. HIV melompat dari satu sel T ke sel T lainnya untuk menghindari kontak dengan antibodi dalam aliran darah Hal ini membuat virus HIV sampai saat ini kebal terhadap efek pengobatan yang ditujukan padanya. Tetapi sebuah retrovirus memerlukan DNA supaya tetap hidup. virus HIV dapat memproduksi sepuluh miliar virus sehari. virus HIV juga mampu mengubah dirinya ke berbagai bentuk dalam upaya mencegah dirinya tertangkap oleh sistem pertahanan. . memungkinkan virus HIV untuk keluar dari sel untuk mencari sel tuan 25 Sel T sehat (kiri). demikian pula virus HIV. Bahan warisan virus sekarang menjadi bahan warisan sel T. Ketika sel ini membelah diri. Jumlah virus yang sangat banyak ini tak dapat diatasi. Segalanya berjalan dengan kecepatan alamiah. Virus HIV awal dan replikanya ingin meninggalkan sel tuan rumah mereka dan menduduki sel lain serta memfasilitasi proses proliferasi. yang berarti ia akan membalik prosesnya. Artinya.Virus HIV melakukan serangkaian proses menakjubkan yang akan menjaminnya berumur panjang. Selain kemampuan di atas. Membran sel T yang telah diduduki tidak kuat menanggung tekanan dari proses multiplikasi sehingga ia bolong-bolong. gen-nya hanya mengandung RNA.

MEKANISME INFEKSI VIRUS HIV Infeksi Virus HIV-1(USA)/HIV-2(Afrika) ↓ Berikatan dengan reseptor CD4+ dan juga chemokine coerreceptor(limfosit T Helper. Semuanya bergantung kepada kemauan virus HIV. Satu-satunya jalan untuk mengukur kerusakan system kekebalan tubuh adalah dengan menghitung sel sel CD4 positif yang dimiliki. Ketika system kekebalan tubuh merespon maka system kekebalan tubuh akan membuat antiboidy. Sel ini disebut juga sel T helper yang merupakan bagian sangat penting dari system kekebalan tubuh.Semua ini dilakukan oleh sebuah virus. akan terus tidur selama bertahuntahun atau segera menyerang tubuh manusia. Virus HIV yang sukses sekarang telah sepenuhnya mengalahkan tubuh manusia. ia akan tetap di sana. Selama waktu itu jika dites hiv maka hasilnya bisa saja negatif. Tapi pada masa ini hiv mulai merusak kekebalan tubuh. sel di CNS) ↓ Internalisasi virus ke sel Host ↓ Sintesis DNA dengan reverse transcriptase enzyme Sel berfungsi Integrasi DNA virus dengan DNA host dibantu oleh integrase enzyme(provirus) abnormal dan sel mati REPLIKASI ↓ VIRUS HIV 26 Depresi system imun tubuh ↓ Gangguan pada materi genetik sel host . makrofag. yang hanya berukuran satu mikron. Limfosit B. Namun tetap bisa menularkan ke orang lain. Orang sehat biasanya memiliki sekitar 500-1500 sel CD4 positif. Ketika ini terjadi maka jika dites hiv hasilnya positif. tak memiliki DNA. dia juga membunuh sel T tuan rumahnya. Jika memiliki dibawah 200 maka dapat dipastikan terkena virus hiv aids. dan bahkan tak dapat dikelompokkan sebagai makhluk hidup Virus akan menggandakan dirinya ditubuh sekitar beberapa minggu atau bisa saja sekitar sebulan sebelum system kekebalan tubuh meresponnya.rumah lainnya. Setelah gejala yang menyerupai terkena flu beberapa orang akan hidup dengan sehat sekitar 10 tahun. Kecuali manusia berhasil menemukan obat yang efektif untuk mengalahkan virus ini. Setelah virus HIV bertambah jumlahnya.

Gabon.Transkripsi DNA virus menjadi mRNA ↓ Translasi mRNA untuk membuat poliprotein ↓ Cleavage. Sejarah Penyakit AIDS AIDS pertama kali dilaporkan pada tanggal 5 Juni 1981. 2. dan Kamerun. Banyak ahli berpendapat bahwa HIV masuk ke dalam tubuh manusia akibat kontak dengan primata lainnya. menyatakan bahwa epidemik AIDS dimulai pada akhir tahun 1950-an di Kongo Belgia sebagai akibat dari penelitian Hilary Koprowski terhadap vaksin polio. contohnya selama berburu atau pemotongan daging. pemotongan rantai poliprotein oleh enzyme protease ↓ Protein dan RNA berkumpul membentuk virus baru ↓ Pelepasan virus-virus HIV ke aliran darah ↓ Menyerang sel lain(mengulangi proses seperti semula) Konsep Penyakit AIDS 1. HIV-2 berasal dari Sooty Mangabey (Cercocebus atys). sementara HIV-2 sulit dimasukan dan kebanyakan berada di Afrika Barat. komunitas ilmiah umumnya berpendapat bahwa skenario tersebut tidak didukung oleh bukti-bukti yang ada. Pengertian Penyakit AIDS 27 . Dua spesies HIV yang diketahui menginfeksi manusia adalah HIV-1 dan HIV-2. ketika Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat mencatat adanya Pneumonia pneumosistis (sekarang masih diklasifikasikan sebagai PCP tetapi diketahui disebabkan oleh Pneumocystis jirovecii) pada lima laki-laki homoseksual di Los Angeles. Namun demikian. HIV-1 adalah sumber dari mayoritas infeksi HIV di dunia. HIV-1 lebih mematikan dan lebih mudah masuk kedalam tubuh. Teori yang lebih kontroversial yang dikenal dengan nama hipotesis OPV AIDS. Asal HIV-1 berasal dari simpanse Pan troglodytes troglodytes yang ditemukan di Kamerun selatan. Baik HIV-1 dan HIV-2 berasal dari primata. monyet dari Guinea Bissau.

HIV yang baru memperbanyak diri tampak bermunculan sebagai bulatanbulatan kecil (diwarnai hijau) pada permukaan limfosit setelah menyerang sel tersebut. (http://spiritia.html) AIDS adalah kependekan dari ‘Acquired Immune Deficiency Syndrome’. ( http://education. HIV dengan cepat akan melumpuhkan sistem kekebalan manusia.php?lino=101) Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa AIDS adalah kumpulan gejala akibat defisiensi sistem imun yang disebabkan oleh HIV. Etiologi Penyakit AIDS Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. dilihat dengan mikroskop elektron.id/li/bacali. 4. bukan gejala tertentu.com/content/16689387-bahaya-aids-atau-hiv. Acquired berarti didapat.or. bukan keturunan. Deficiency berarti kekurangan. seseorang penderita AIDS biasanya akan meninggal karena suatu penyakit (disebut penyakit sekunder) yang biasanya akan dapat dibasmi oleh tubuh seandainya sistem kekebalan itu masih baik. Immune terkait dengan sistem kekebalan tubuh kita. AIDS disebabkan karena virus yang bernama HIV (Human Immunodeficiency Virus) masuk ke dalam tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor Gambar 1. Setelah sistem kekebalan tubuh lumpuh. Stadium Penyakit AIDS Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS: Tahap 1: Periode Jendela 28 .feedfury.Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV (Wikipedia) AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan suatu penyakit yang cara kerjanya menghancurkan sistem kekebalan tubuh manusia. Jadi AIDS berarti kumpulan gejala akibat kekurangan atau kelemahan sistem kekebalan tubuh yang dibentuk setelah kita lahir. Syndrome atau sindrom berarti penyakit dengan kumpulan gejala. 3.

sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah Tidak ada tanda2 khusus. flu. karena telah terbentuk antibody terhadap HIV Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun. tergantung daya tahan tubuhnya (ratarata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek) Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala) Sistem kekebalan tubuh semakin turun Mulai muncul gejala infeksi oportunistik. dll Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan. penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang. diare terus menerus. antibody HIV negative 1. gejala mirip influenza .6 bulan HIV berkembang biak dalam tubuh Tidak ada tanda-tanda khusus. penyakit konstitusional 29 . limfadenopati generalisata persisten 1. tergantung daya tahan tubuhnya Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah Berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah Tahap 4: AIDS Klasifikasi CDC untuk infeksi HIV yang didasarkan pada patofisiologi penyakit seiring memburuknya secara progresif fungsi imun : Kelas Grup I Grup II Kriteria 1. Grup III Grup IV-A tidak ada indicator klinis atau laboratorium adanya imunodefisiensi 1. umumnya berkisar 2 minggu . penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini Tahap ini disebut periode jendela. Antibody HIV positif 2. Antibody HIV positif 2. Infeksi akut oleh HIV 2.- HIV masuk ke dalam tubuh. mereda sempurna 3. misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh. Antibody HIV positif 2.

kanker serviks invasif. energi 30 atau 1 uji thrush Infeksi oportunis - . menurunnya berat lebih dari 10% dibandingkan berat normal 1. sama seperti grup IV-B dan 2. neuropati grup IV-C c. demensia b. Sama seperti grup IV-A 2. infekioportunistik 1. mielopati 1. Sama seperti grup IV-C dan 2. atau keganasan lain Klasifikasi stadium infeksi HIV dari Walter Reed stadium Antibody WR 0 HIV Limfadenopati Sel kronik CD4/mm3 >400 Uji kulit DTH Normal (reaktif terhadap ≥ 2 antigen WR 1 WR 2 WR 3 WR 4 + + + + + +/+/>400 >400 <400 <400 uji kulit) Normal Normal Normal Defek parsial (reaktif terhadap antigen WR 5 + +/<400 kulit) Alergi dan/atau thrush (reaktif terhadap WR 6 + +/<400 0 + antigen kulit) Normal. demam atau diare menetap grup IV-B b. defek +/parsial. tuberculosis paru. penyakit neurologic a.a. hitung limfosit CD4+ kurang daripada 200/µl Grup IV-D 3.

Infeksi Kronis Simtomatik Fase ini dimulai rata-rata sesudah 5 tahun terkena infeksi HIV. Namun dapat sembuh total atau hanya dengan pengobatan biasa. Saat ini sudah mulai terjadi penurunan jumlah sel CD4 sebagai petunjuk menurunnya kekebalan tubuh penderita. gangguan kognitif danapektif). demikian juga yang disebut AIDS-Related (ARC). anereksia. Gejala tersebut diatas merupakan reaksi tubuh terhadap masuknya unis yang berlangsung kira-kira 1-2 minggu. Infeksi Kronis Asimtomatik : CD4 > 500/ml Setelah infeksi akut berlalu maka selama bertahun-tahun kemudian. gangguan gas trointestinal (nausea. Manifestasi Klinis Perjalan klinik infeksi HIV telah ditemukan beberapa klasifikasi yaitu : a. tergantung pada tingkat imunitas pemderita. disebut limfa denopatio (LEP). meskipun sebenarnya terjadi replikasi virus secara lambat di dalam tubuh. c.Ket : Kriteria absolute harus dipenuhi untuk penentuan stadium + : ditemukan. Keganasan juga dapat timbul pada fase yang lebih lanjut dari sub-fase ini dan dapat berlanjut ke sub fase berikutnya. umumnya sekitar 5 tahun. tetapi masih pada tingkat 500/ml. 1) Penurunan Imunitas sedang : CD4 200 – 500 Pada awal sub-fase ini timbul penyakit-penyakit yang lebih ringan misalnya reaktivasi dari herpes zoster atau herpes simpleks. gejala kulit (bercak-bercak merah. malaise. Beberapa penderita mengalami pembengkakan kelenjar lomfe menyeluruh. urtikarta). meskipun ini bukanlah hal yang bersifat prognostic dan tidak terpengaruh bagi hidup penderita. gejala syaraf (sakit kepada. 31 . Infeksi Akut : CD4 : 750 – 1000 Gejala infeksi akut biasanya timbul sedudah masa inkubasi selama 1-3 bulan. : tidak ditemukan. DTH : delayed type hypersensitivity (hipersensitivitas tipe lambat) 5. Pada fase ini penyakit tersebut sangat menular karena terjadi viremia. keadaan penderita tampak baik saja. Berbagai gejala penyakit ringan atau lebih berat timbul pada fase ini. demam. nyeri retrobulber. Gejala yang timbul umumnya seperti influenza. diare). b. atralgia.

2) Penurunan Imunitas berat : CD4 < 200 Pada sub fase ini terjadi infeksi oportunistik berat yang sering mengancam jiwa penderita. alat kelamin dan lainnya. Menurut penderita AIDS Tanda dan gejala meliputi : 1. Gejala Minor 1) Batuk lebih dari satu bulan 2) Dermatitis preuritik umum 3) Herpes zoster recurrens 4) Kandidias orofaring 32 . biasanya di sekitar leher dan lipatan paha. a. Keganasan juga timbul pada sub fase ini. Herpes kulit. meskipun sering pada fase yang lebih awal. Dicurigai AIDS pada orang dewasa bila ada paling sedikit dua gejala mayor dan satu gejala minor dan tidak ada sebab-sebab imunosupresi yang lain seperti kanker.malnutrisi berat atau pemakaian kortikosteroid yang lama. Demam lebih dari 38oC. Diare kronis lebih dari 1 bulan. gejala Mayor 1) Penurunan berat badan lebih dari 10% 2) Diare kronik lebih dari satu bulan 3) Demam lebih dari satu bulan b. Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap. rongga mulut. biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan. mata. Viremia terjadi untuk kedua kalinya dan telah dikatakan tubuh sudah dalam kehilangan kekebalannya. rambut. serta Kelainan lain pada kulit. Tanda dan Gejala AIDS Gejala-gejala yang umum orang yang tertular HIV/AIDS biasanya adalah: Berat badan turun secara mencolok. disertai keringat tanpa sebab yang jelas pada malam hari. Rasa lelah berkepanjangan. Gatal-gatal.

Bila terdapat paling sedikit dua gejala mayor dan dua gejala minor. pemakaian kortikosteroid yang lama atau etiologi lain. Gejala Mayor 1) Penurunan berat badan atau pertmbuhan yang lambat dan abnormal 2) Diare kronik lebih dari 1bulan 3) Demam lebih dari1bulan b. Patofisiologi Penyakit AIDS Kontak langsung (membran/aliran darah) dengan cairan tubuh yang mengandung HIV HIV berikatan dengan CD4+ Sel T4 terinfeksi dan ikut dalam cairan tubuh Banyak CD4+ yang terinfeksi infeksi Fungsi sel T4 ↓↓ Mengaktifasi respon imun Sel T4 terinfeksi diaktifkan Sel killer penjamu mengeliminasi virus dan sel yang terinfeksi 33 .5) Limfadenopati generalisata 6) Herpes simplek diseminata yang kronik progresif 2. Dicurigai AIDS pada anak. dan tidak terdapat sebab – sebab imunosupresi yang lain seperti kanker. a. malnutrisi berat. Gejala minor 1) Limfadenopati generalisata 2) Kandidiasis oro-faring 3) Infeksi umum yang berulang 4) Batuk parsisten 5) Dermatitis 6.

perilaku. sistem respirasi. hepar. dan sistem integumen Neurologik HIV menginfeksi sel-sel otak Memicu toksin dan limfokin Fungsi neurotransmitter tergangggu Penurunan progresif pada fungsi kognitif. sistem GI.Jumlah sel T4 ↓↓ Sistem imun seluler melemah (imunosupresi) Patogen mudah masuk ke dalam tubuh Virus berpoliferasi Infeksi yang parah pada neurologik. dan motorik Ketidakefektifan koping individu Fungsi sel T4 ↓↓ Respirasi Mengaktivasi respon imun SISTEM RESPIRASI ++HIV ISPA Flu bertambah berat Produksi mukus >> Jalan nafas terhambat 02 supply ↓↓ RR ↑↑ HR ↑↑ Bersihan Jalan Nafas Tak Efektif Pemakaian energi >> 34 Malaise Intolerant Activity .

Gastrointestinal Masuknya mikroorganisme Infeksi di intestinum Tidak optimalnya absorpsi air dan sari makanan diare Diare bertambah berat Pengeluaran cairan Tidak terkontrol Defisit cairan Kekurangan volume cairan dehidrasi Gangguan membrane mukosa mulut tidak optimalnya peristaltic ↓↓ penyerapan sari makanan tidak seimbangnya kebutuhan dan suplai nutrisi Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan merangsang baroreseptor Saraf simpatis aktif Saraf parasimpatis ↓↓ peristaltic ↓↓ makanan tertahan di usus dan lambung mual dan muntah Gangguan intake nutrisi mengaktivasi kelenjar keringat sekresi keringat 35 .

Hepar ++ HIV Hati terinfeksi Kerja hepar tidak optimal Fagositosis SDM ↓↓ Banyak SDM yang tidak produktif Pengangkutan 02 ↓↓ 02 supply ↓↓ RR ↑↑ HR ↑↑ Pengangkutan nutrisi ↓↓ Kemampuan memproduksi Fibrin ↓↓ Proses penyembuhan melambat Risiko Cedera Pemakaian energi >> malaise Intoleran activity GI Integumen ++ HIV Diare Integumen terinfeksi Rentan terinfeksi gangguan kulit Harga diri rendah Penurunan berat badan Perubahan citra tubuh Isolasi sosial 36 .

Pada stadium awal infeksi HIV (jumlah CD4 >300 sel per µL). 37 . Dengan demikian. tulang. Ia dapat dengan mudah ditangani bila telah diidentifikasi. Pada individu yang terinfeksi HIV. Sebelum adanya diagnosis. Pada stadium lanjut infeksi HIV. karena dapat ditularkan kepada orang yang sehat (imunokompeten) melalui rute pernapasan (respirasi). penyakit ini masih merupakan indikasi pertama AIDS pada orang-orang yang belum dites. meskipun kasusnya langka. Tuberkulosis (TBC) merupakan infeksi unik di antara infeksi-infeksi lainnya yang terkait HIV. ia sering muncul sebagai penyakit sistemik yang menyerang bagian tubuh lainnya (tuberkulosis ekstrapulmoner). serta dapat dicegah melalui terapi pengobatan. gejala yang muncul mungkin lebih berkaitan dengan tempat munculnya penyakit ekstrapulmoner. Namun demikian. dan sistem syaraf pusat. Ia pun dapat disebabkan oleh mikobakteria. Meskipun munculnya penyakit ini di negara-negara Barat telah berkurang karena digunakannya terapi dengan pengamatan langsung dan metode terbaru lainnya. penyakit ini terjadi karena infeksi jamur (jamur kandidiasis) atau virus (herpes simpleks-1 atau virus sitomegalo). penyakit ini umumnya segera menyebabkan kematian.7. Di negara-negara berkembang.TBC yang menyertai infeksi HIV sering menyerang sumsum tulang. dan tindakan pencegahan rutin yang efektif di negara-negara Barat. walaupun umumnya indikasi tersebut tidak muncul kecuali jika jumlah CD4 kurang dari 200 per µL. tetapi umumnya dijumpai pada orang yang terinfeksi HIV. hati. perawatan. Penyakit saluran pencernaan utama Esofagitis adalah peradangan pada kerongkongan (esofagus). kelenjar getah bening (nodus limfa regional). dapat muncul pada stadium awal HIV. Penyebab penyakit ini adalah fungi Pneumocystis jirovecii. TBC muncul sebagai penyakit paru-paru. namun tidaklah demikian yang terjadi di negara-negara berkembang tempat HIV paling banyak ditemukan. resistensi TBC terhadap berbagai obat merupakan masalah potensial pada penyakit ini. saluran kemih dan saluran pencernaan. Gejala-gejalanya biasanya bersifat tidak spesifik (konstitusional) dan tidak terbatasi pada satu tempat. Komplikasi Penyakit AIDS Penyakit paru-paru utama Pneumonia pneumocystis (PCP) jarang dijumpai pada orang sehat yang memiliki kekebalan tubuh yang baik. yaitu jalur makanan dari mulut ke lambung.

Diare kronis yang tidak dapat dijelaskan pada infeksi HIV dapat terjadi karena berbagai penyebab. dan menyebabkan penyakit hanya ketika sistem kekebalan sangat lemah. Selain itu. antara lain infeksi bakteri dan parasit yang umum (seperti Salmonella. Shigella. yang 70% populasinya terdapat di tubuh manusia dalam kondisi laten. Penyakit ini berkembang cepat (progresif) dan menyebar (multilokal). diare dapat juga merupakan efek samping dari antibiotik yang digunakan untuk menangani bakteri diare (misalnya pada Clostridium difficile). dan virus sitomegalo (CMV) yang merupakan penyebab kolitis). namun ia juga dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit pada mata dan paru-paru. serta mungkin merupakan komponen penting dalam sistem pembuangan yang berhubungan dengan HIV. Toksoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bersel-satu. lelah. Penyakit syaraf dan kejiwaan utama Infeksi HIV dapat menimbulkan beragam kelainan tingkah laku karena gangguan pada syaraf (neuropsychiatric sequelae). Mycobacterium avium complex. dan Escherichia coli). yaitu penyakit yang menghancurkan selubung syaraf (mielin) yang menutupi serabut sel syaraf (akson).[15] Meningitis kriptokokal adalah infeksi meninges (membran yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang) oleh jamur Cryptococcus neoformans. diare terjadi sebagai efek samping dari obat-obatan yang digunakan untuk menangani HIV. yang jika tidak ditangani dapat mematikan. sebagaimana yang terjadi pada pasien AIDS. sehingga biasanya menyebabkan kematian dalam waktu sebulan setelah diagnosis. Leukoensefalopati multifokal progresif adalah penyakit demielinasi. Kompleks demensia AIDS adalah penyakit penurunan kemampuan mental (demensia) yang terjadi karena menurunnya metabolisme sel otak (ensefalopati metabolik) yang disebabkan oleh infeksi HIV. dan muntah. sakit kepala. Pada stadium akhir infeksi HIV. Ia disebabkan oleh virus JC. Parasit ini biasanya menginfeksi otak dan menyebabkan radang otak akut (toksoplasma ensefalitis). serta infeksi oportunistik yang tidak umum dan virus (seperti kriptosporidiosis. Hal ini dapat menyebabkan demam. Listeria. sehingga merusak penghantaran impuls syaraf. yang disebabkan oleh infeksi organisma atas sistem syaraf yang telah menjadi rentan. Pasien juga mungkin mengalami sawan dan kebingungan. Pada beberapa kasus. diare diperkirakan merupakan petunjuk terjadinya perubahan cara saluran pencernaan menyerap nutrisi. atau sebagai akibat langsung dari penyakit itu sendiri. mual. atau efek samping dari infeksi utama (primer) dari HIV itu sendiri. dan didorong pula oleh terjadinya pengaktifan imun oleh 38 . mikrosporidiosis. Kampilobakter. yang disebut Toxoplasma gondii.

Prognosis adalah kurang baik karena kekebalan yang semakin rusak. demam. menyebabkan peradangan. Apabila tidak diobati. pusing dan muntah. pasien meningitis kriptokokus dapat jatuh dalam koma dan meninggal. Hal ini berhubungan dengan keadaan rendahnya jumlah sel T CD4+ dan tingginya muatan virus pada plasma darah. namun di India hanya terjadi pada 1-2% pengidap infeksi HIV. Gejala termasuk sakit kepala. termasuk kesulitan berkonsentrasi. yang umum ditemukan pada tanah dan tinja burung. gangguan bicara. pusing. Gejala termasuk ensefalitis (peradangan otak). perubahan perilaku. Orang dengan ADC juga menunjukkan pengembangan fungsi motor yang melambat dan kehilangan ketangkasan serta koordinasi. ADC dapat mematikan. 39 . dan penurunan fungsi kognitif secara bertahap. Apabila tidak diobati. Perbedaan ini mungkin terjadi karena adanya perbedaan subtipe HIV di India. AIDS dementia complex (ADC). muncul terutama pada orang dengan infeksi HIV lebih lanjut. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Cryptococcus neoformans. Limfoma SSP hampir selalu dikaitkan dengan virus Epstein-Barr (jenis virus herpes yang umum pada manusia). kehilangan ingatan.makrofag dan mikroglia pada otak yang mengalami infeksi HIV. Pasien AIDS dapat mengembangkan satu atau lebih limfoma SSP. dan motorik. tampak dalam bentuk ketidaknormalan kognitif. sehingga mengeluarkan neurotoksin. atau ensefalopati terkait HIV. Angka kemunculannya (prevalensi) di negara-negara Barat adalah sekitar 1020%. jamur dan virus lain yang tidak akan berdampak pada orang dengan sistem kekebalan yang sehat). Limfoma sususnan saraf pusat (SSP) adalah tumor ganas yang mulai di otak atau akibat kanker yang menyebar dari bagian tubuh lain. bingung. atau efek toksik obat yang dipakai untuk mengobati gejala. Jamur ini pertamatama menyerang paru dan menyebar ke otak dan saraf tulang belakang. Komplikasi saraf Kelainan sistem saraf terkait AIDS mungkin secara langsung disebabkan oleh HIV. Gejala termasuk kelelahan. oleh kanker dan infeksi oportunistik tertentu (penyakit yang disebabkan oleh bakteri. yang muncul bertahun-tahun setelah infeksi HIV terjadi. Meningitis kriptokokus terlihat pada kurang lebih 10% pasien AIDS yang tidak diobati dan pada orang lain dengan sistem kekebalannya sangat tertekan oleh penyakit atau obat. ingatan dan perhatian. mual. Kelainan saraf lain terkait AIDS yang tidak diketahui penyebabnya mungkin dipengaruhi oleh virus tetapi tidak sebagi penyebab langsung. sakit kepala. kejang. Kerusakan syaraf yang spesifik. perilaku. masalah penglihatan. paralisis dan penurunan mental.

Virus ini umumnya menghasilkan ruam. refleks yang menghilang. demensia. kerusakan penglihatan dan kerusakan 40 . perubahan kepribadian. tuli. Infeksi virus herpes sering terlihat pada pasien AIDS. gatal. Pasien AIDS mungkin menderita berbagai bentuk neuropati. atau nyeri saraf. kesemutan (menggelitik) dan nyeri pada saraf. Reaktivasi ini umum pada orang yang AIDS karena sistem kekebalannya melemah. episode nyeri hebat dan gangguan sensasi. Neurosifilis. Neuropati perifer menggambarkan kerusakan pada saraf perifer. Gejala yang mungkin baru muncul setelah puluhan tahun setelah infeksi awal dan berbeda antar pasien. Infeksi ini juga dapat menyebabkan pneumonia dan penyakit lambung-usus. Sensasi ini terutama kuat pada malam hari dan dapat menjalar ke tangan. Pada orang yang terpajan dengan herpes zoster. sentuhan atau rangsangan lain. Pada awal biasanya muncul pada stadium infeksi HIV lebih lanjut dan dapat berdampak pada kebanyakan pasien stadium HIV lanjut. Distal sensory polyneuropathy menyebabkan mati rasa atau perih yang ringan hingga sangat nyeri atau rasa kesemutan yang biasanya mulai di kaki dan telapak kaki. tampak lebih sering dan lebih cepat berkembang pada orang terinfeksi HIV. jaringan komunikasi yang luas yang mengantar informasi dari otak dan saraf tulang belakang ke setiap bagian tubuh. hilangnya koordinasi. masing-masing sangat terkait dengan penyakit kerusakan kekebalan stadium tertentu. Virus herpes zoster yang menyebabkan cacar dan sinanaga. demensia. akibat infeksi sifilis yang tidak diobati secara tepat. pengembangan degenerasi sendi. koma dan penyakit retina yang dapat mengakibatkan kebutaan. tingkat mental yang berubah. Gejala ensepalitis CMV termasuk lemas pada lengan dan kaki. virus dapat tidur di jaringan saraf selama bertahun-tahun hingga muncul kembali sebagai ruam. Neurosifilis dapat menyebabkan degenerasi secara perlahan pada sel saraf dan serat saraf yang membawa informasi sensori ke otak. jalan yang tidak mantap. HIV merusak serat saraf yang membantu melakukan sinyal dan dapat menyebabkan beberapa bentuk neropati. Infeksi CMV pada urat saraf tulang belakang dan saraf dapat mengakibatkan lemahnya tungkai bagian bawah dan beberapa paralisis.Infeksi cytomegalovirus (CMV) dapat muncul bersamaan dengan infeksi lain. termasuk kelemahan. Saraf perifer juga mengirim informasi sensorik kembali ke otak dan saraf tulang belakang. yang melepuh dan sangat nyeri di kulit akibat saraf yang terinfeksi. neuropati perifer. dapat menginfeksi otak dan mengakibatkan ensepalitis dan mielitis (peradangan saraf tulang belakang). Orang yang terdampak memiliki kepekaan yang meningkat terhadap nyeri. masalah pendengaran dan keseimbangan. Tanda sinanaga termasuk bentol yang menyakitkan (serupa dengan cacar). nyeri bagian bawah yang berat dan kehilangan fungsi kandung kemih.

kehilangan penglihatan. Ensefalitis toksoplasma. Kelainan psikologis dan neuropsikiatri dapat muncul dalam fase infeksi HIV dan AIDS yang berbeda. dan mania akut. Hal ini disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. burung dan hewan lain yang dapat ditemukan pada tanah yang tercemar oleh tinja kucing dan kadang pada daging mentah atau kurang matang.tanggapan terhadap cahaya. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa infeksi HIV. delirium. lemah 41 . tetapi sistem kekebalan pada orang yang sehat dapat melawan parasit tersebut hingga tuntas. walaupun hubungan antara AIDS dan stroke mungkin jauh lebih besar dari dugaan. depresi. PML disebabkan oleh virus JC. sementara kondisi lain mungkin dipicu oleh obat yang dipakai untuk melawan infeksi. kerusakan kognitif. infeksi lain atau reaksi sistem kekebalan terhadap HIV. Gejala termasuk ensefalitis. Beberapa pasien mungkin mengalami gangguan ingatan dan kognitif. kelumpuhan. sakit kepala berat yang tidak menanggapi pengobatan. Stroke yang disebabkan oleh penyakit pembuluh darah otak jarang dianggap sebagai komplikasi AIDS. paranoid. malaise. yang bergerak menuju otak. lesi otak dan terakhir koma. Penyakit ini lebih sering pada laki-laki dibandingkan perempuan. gangguan berbicara. Penyakit ini umum biasa mulai pada usia setengah baya. halusinasi. dan dapat berupa bentuk yang beragam dan rumit. dan mungkin muncul kejang. menulari berbagai tempat dan merusak sel yang membuat mielin – lemak pelindung yang menutupi banyak sel saraf dan otak. muncul pada kurang lebih 10% pasien AIDS yang tidak diobati. Gejala termasuk berbagai tipe penurunan kejiwaan. juga disebut toksoplasmosis otak. ataksia (ketidakmampuan untuk mengatur gerakan). Beberapa penyakit misalnya demensia kompleks terkait AIDS yang secara langsung disebabkan oleh infeksi HIV pada otak. kebingungan. dapat menyebabkan kelainan pembuluh darah dan/atau membuatpembuluh darah kurang menanggapi perubahan dalam tekanan darah yang dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah dan stroke. perilaku yang tidak normal. Progressive multifocal leukoencephalopathy (PML) terutama berdampak pada orang dengan penekanan sistem kekebalan (termasuk hampir 5%pasien AIDS). Pasien mungkin mengalami kegelisahan. demam. demensia. PML berkembang terus-menerus dan kematian biasanya terjadi dalam enam bulan setelah gejala awal. AS melakukan penelitian pertama berbasis populasi untuk menghitung risiko stroke terkait AIDS dan menemukan bahwa AIDS meningkatkan kemungkinan menderita stroke hamper sepuluh kali lipat. Para peneliti mengingatkan bahwa penelitian tambahan diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan ini. keingingan bunuh diri yang kuat. mencegah penyakit. ia menetap di sana. Begitu parasit masuk ke dalam sistem kekebalan. yang dibawa oleh kucing. Para peneliti di Universitas Maryland.

Kanker getah bening tingkat tinggi (limfoma sel B) adalah kanker yang menyerang sel darah putih dan terkumpul dalam kelenjar getah bening. Pasien yang terinfeksi HIV juga dapat terkena tumor lainnya. yaitu virus herpes manusia-8 yang juga disebut virus herpes Sarkoma Kaposi (KSHV). Kanker ini seringkali merupakan perkiraan kondisi (prognosis) yang buruk. muntah dan perubahan kepribadian. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari subfamili gammaherpesvirinae. membentuk lubang kecil yang disebut vakuol dalam serat saraf.pada satu sisi tubuh. saluran pencernaan. Beberapa pasien juga mengembangkan demensia terkait AIDS. Kanker leher rahim pada wanita yang terkena HIV dianggap tanda utama AIDS. Tidak semua pasien menunjukkan tanda infeksi. dan paru-paru. dan virus papiloma manusia (HPV). masalah penglihatan. terutama mulut. Namun demikian. kanker usus besar bawah (rectum). pusing. Hal ini karena infeksi oleh virus DNA penyebab mutasi genetik. lebih sering muncul pada pasien yang terinfeksi HIV. Pada beberapa kasus. misalnya seperti limfoma Burkitt (Burkitt's lymphoma) atau sejenisnya (Burkitt's-like lymphoma). yang tidak meningkat 42 . kejang. Mielopati vakuolar menyebabkan lapisan mielin yang melindungi untuk melepaskan diri dari sel saraf di saraf tulang belakang. yaitu terutama virus Epstein-Barr (EBV). Kanker dan tumor ganas (malignan) Pasien dengan infeksi HIV pada dasarnya memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya beberapa kanker. Mielopati vakuolar dapat berdampak pada hampir 30% pasien AIDS dewasa yang tidak diobati dan kejadiannya tersebut mungkin lebih tinggi pada anak yang terinfeksi HIV. kebingungan yang meningkat. Penyakit ini sering muncul di kulit dalam bentuk bintik keungu-unguan. Kemunculan tumor ini pada sejumlah pemuda homoseksual tahun 1981 adalah salah satu pertanda pertama wabah AIDS. tetapi dapat menyerang organ lain. Sarkoma Kaposi adalah tumor yang paling umum menyerang pasien yang terinfeksi HIV. masalah berbicara dan berjalan. banyak tumor-tumor yang umum seperti kanker payudara dan kanker usus besar (colon). virus herpes Sarkoma Kaposi (KSHV). Gejala termasuk kaki lemas dan kaku serta tidak berjalan secara mantap. dan kanker anus. Kanker ini disebabkan oleh virus papiloma manusia. Limfoma ini sebagian besar disebabkan oleh virus Epstein-Barr atau virus herpes Sarkoma Kaposi. diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL). seperti limfoma Hodgkin. limfoma adalah tanda utama AIDS. kelesuan. dan limfoma sistem syaraf pusat primer. Berjalan menjadi sulit dan penyakit semakin parah dan lama-kelamaan pasien membutuhkan kursi roda.

terutama demam ringan dan kehilangan berat badan. Serologis Tes antibody serum Skrining Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan ELISA. Infeksi oportunistik lainnya Pasien AIDS biasanya menderita infeksi oportunistik dengan gejala tidak spesifik. 43 . Hasil tes positif. tapi bukan merupakan diagnosa Tes blot western Mengkonfirmasi diagnosa Human Immunodeficiency Virus (HIV) Sel T limfosit Penurunan jumlah total Sel T4 helper Indikator system imun (jumlah <200> T8 ( sel supresor sitopatik ) Rasio terbalik ( 2 : 1 ) atau lebih besar dari sel suppressor pada sel helper ( T8 ke T4 ) mengindikasikan supresi imun. kini adalah infeksi oportunistik ketiga yang paling umum (setelah tuberkulosis dan kriptokokosis) pada orang yang positif HIV di daerah endemik Asia Tenggara. Infeksi oportunistik ini termasuk infeksi Mycobacterium avium-intracellulare dan virus sitomegalo. Infeksi yang disebabkan oleh jamur Penicillium marneffei. atau disebut Penisiliosis. Tes Laboratorium Telah dikembangkan sejumlah tes diagnostic yang sebagian masih bersifat penelitian. 8. Tes dan pemeriksaan laboratorium digunakan untuk mendiagnosis Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan memantau perkembangan penyakit serta responnya terhadap terapi Human Immunodeficiency Virus (HIV) 1. dan gangguan radang pada retina mata (retinitis sitomegalovirus). Pemeriksaan Diagnostik a. kemunculan berbagai kanker yang berhubungan dengan AIDS menurun. Di tempat-tempat dilakukannya terapi antiretrovirus yang sangat aktif (HAART) dalam menangani AIDS. yang dapat menyebabkan kebutaan.kejadiannya pada pasien terinfeksi HIV. Virus sitomegalo dapat menyebabkan gangguan radang pada usus besar (kolitis) seperti yang dijelaskan di atas. namun pada saat yang sama kanker kemudian menjadi penyebab kematian yang paling umum pada pasien yang terinfeksi HIV.

protozoa. bakteri. untuk mengidentifikasi adanya infeksi : parasit. kemampuan mendeteksi antibody Human Immunodeficiency Virus (HIV) dalam darah memungkinkan skrining produk darah dan memudahkan evaluasi diagnostic. maka system imun akan bereaksi dengan memproduksi antibody terhadap virus tersebut.- P24 ( Protein pembungkus Human ImmunodeficiencyVirus (HIV ) ) Peningkatan nilai kuantitatif protein mengidentifikasi progresi infeksi Kadar Ig Meningkat. CT Scan otak. Tes Antibodi Jika seseorang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). dan sekresi. Tes PHS Pembungkus hepatitis B dan antibody. atau bisa sampai 6 – 12 bulan. sputum. EMG (pemeriksaan saraf) Tes Lainnya: Sinar X dada Menyatakan perkembangan filtrasi interstisial dari PCP tahap lanjut atau adanya komplikasi lain Tes Fungsi Pulmonal Deteksi awal pneumonia interstisial Skan Gallium Ambilan difusi pulmonal terjadi pada PCP dan bentuk pneumonia lainnya. Riwayat Penyakit Histologis. feces. Neurologis EEG. luka. darah. Tapi antibody ternyata tidak efektif. Ig G. terutama Ig A. Hal ini menjelaskan mengapa orang yang terinfeksi awalnya tidak memperlihatkan hasil tes positif. MRI. sifilis. 3. Biopsis Diagnosa lain dari sarcoma Kaposi Brankoskopi / pencucian trakeobronkial Dilakukan dengan biopsy pada waktu PCP ataupun dugaan kerusakan paru-paru b. jamur. 44 . pemeriksaan sitologis urine. CMV mungkin positif 2. Antibody terbentuk dalam 3 – 12 minggu setelah infeksi. viral. Ig M yang normal atau mendekati normal Reaksi rantai polimerase Mendeteksi DNA virus dalam jumlah sedikit pada infeksi sel perifer monoseluler. cairan spina.

Pada pasien dengan ELISA positif atau menengah dan western blot negative. yang didefinisikan sebagai hasil positif terhadap anggota ketiga produk gena utama HIV(protein envelope. western blon dapat dianggap positif untuk HIV-1 bila mengandung pita-pita untuk paling sedikit 2 produk gena berikut : p24. Kenyataanya. Tes tersebut. 2. Pemeriksaan westen blot assay merupakan tes lainnya yang dapat mengenali antibody HIV dan digunakan untuk memastikan seropositifitas seperti yang teridentifasi lewat prosedur ELISA. dengan beragam berat molekul. Tes westen blot memanfaatkan kenyataan bahwa berbagai antigen HIV. Dipihak lain. dan antibody terhadap setiap komponen dapat dideteksi sebagai pita-pita pada westen blot. menimbulkan pembentukan antibody spesifik. Westen blot yang negatif adalah yang tidak memperlikatkan pita – pita pada berat molekul yang sesuai dengan produk gena HIV. ELISA tidak menegakan diagnosa AIDS tapi hanya menunjukkan bahwa seseorang terinfeksi atau pernah terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Pola reaktivitas ilang yang paling sering dijumpai adalah antibody yang bereaksi dengan p24 dan atau p55. Penjelasan y ang paling mungkin adalah pasien yang diperiksa memiliki antibody yang bereaksi silang dengan 1 dari protein HIV. Orang yang dalam darahnya terdapat antibody Human Immunodeficiency Virus (HIV) disebut seropositif. dan pol) adalah bukti konklusif infeksi HIV. dapat disimpulkan reaktivitas ELISA tersebut adalah poitif palsu. dan gp120/60. gag. Tes Enzym – Linked Immunosorbent Assay ( ELISA) Mengidentifikasi antibody yang secara spesifik ditujukan kepada virus Human Immunodeficiency Virus (HIV).Pada tahun 1985 Food and Drug Administration (FDA) memberi lisensi tentang uji – kadar Human Immunodeficiency Virus (HIV) bagi semua pendonor darah atau plasma. menurut sebagian bear pakar. Berdasarkan definisi pola reaktivita western blot yang tidak termasuk dalam kategori negative atau positif dianggap indeterminate. Penjelasan yang kecil kemungkinannya untuk hail western blot yang indeterminate adalah pasien terinfeksi HIV dan sedang dalam proses membemntuk respons antibody klasik. wedtern blot yang positif. yaitu : 1. Terdapat 2 kemungkinan penjelasan untuk hasil western blot yang indeterminate. Western Blot Assay Mengenali antibody Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan memastikan seropositifitas Human Immunodeficiency Virus (HIV). gp41. serta criteria yang ditetapkan oleh The Association of State and Territorial Public Health Laboratory Directors. Antigen ini dapat dipisahkan berdasarkan berat molekulnya. Pada kedua keadaan tersebut diagnosis terinfeksi HIV harus diusahakan untuk 45 .

Bila hasil tes ulang negative dua kali. Bila PCR positif dan atau wetern blot memperlihatkan perkembangan. dapat disimpulkan hail possitif pada pemeriksaan pertama merupakan kesalahan teknis kinerja assay dan pasien adalah negatif. western blot mrupakan tes penapisan yang buruk. dengan pemeriksaan ulang western blot sebulan kemudian. Pada pasien yang diduga terinfeksi HIV. Walaupun pita – pita terebut mungkin tampak samar dan reaktivitas silang. harus dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan PCR. tes yang paling sesuai diterapkan adalah ELISA. Bila hail wetern blot adalah intermediate. Pelacakan Human Immunodeficiency Virus (HIV) Penentuan langsung ada dan aktivitasnya Human Immunodeficiency Virus (HIV) untuk melacak perjalanan penyakit dan responnya. Bila hasilnya negatif. keberadaannya menciptakan keadaan yang harus menggunakan modalitas diagnostic lain(misalnya PCR atau p24 antigen capture) untuk mematikan bahwa pita – pita tersebut bukan merupakan isyarat infeksi HIV awal. hasil ELISA sebelumnya dapat dianggap hasil positif palsu dan hasil diagnosis infeksi HIV dapat disingkirkan. diagnosis dapat didingkirkan dn pemeriksaan ulang hanya dilakukan bila ada indikasi klinis. western blot haru diulang 1 bulan kemudian untuk memastikan apakah pola indeterminate tersebut merupakan pola dalam evolusi. Bila hasil ELISA indeterminate atau positif. pemerikasaan p24 antigen capture assay sangat spesifik untuk HIV – 1.dikonfirmaikan atau disingkirkan dengan reaksi rantai polymerase. 3. 46 . kecuali bila terdapat kecurigaan kuat adanya infeksi HIV dini. Selain itu. Pada individu dengan ELISA dan PCR negative untuk HIV. maka tes harus diulang. Bila hasil western blot positif dapat ditegakkan diagnosi HIV. Bila western blot negative. Radio Immuno Precipitation Assay ( RIPA ) Mendeteksi protein dari pada antibody. dapat ditegakkan diagnostic infeksi HIV. Indirect Immunoflouresence Pengganti pemeriksaan western blot untuk memastikan seropositifitas. harus dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan western blot. pasien dengantiter p24 punya kemungkinan lebih lanjut lebih besar dari menjadi AIDS. tapi kadar p24 pada penderita infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) sangat rendah. Protein tersebut disebut protein virus p24. 4. Walaupun merupakan tes konfirmasi yang baik untuk infksi HIV pada paien dengan ELISA positif atau indeterminate. misalnya pasien tersebut terpajan dalam 3 bulan terakhir. c. 2030% dapat memperlihatkan 1/lebih pita pada western blot.

Seorang ibu yang darahnya telah diperiksa dan ternyata positif HIV sebaiknya jangan hamil.A : 35 tahun Biodata Nama Usia Jenis Kelamin : Laki-Laki Keluhan Utama Klien mengeluh lemah. Pergunakan selalu kondom. dan melakukan pergaulan yang sehat. sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat. • • • Orang-orang yang tergolong pada kelompok perilaku resiko tinggi hendaknya tidak menjadi donor darah. yaitu mengkonsumsi makanan sehat. Beberapa tindakan untuk menghindari dari HIV/AIDS antara lain: • Hindarkan hubungan seksual diluar nikah dan usahakan hanya berhubungan dengan satu pasangan seksual. Pemeriksaan kultur Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau kultur plasma kuantitatif dan viremia plasma merupakan tes tambahan yang mengukur beban virus ( viral burden ). Apabila berkeinginan hamil hendaknya selalu berkonsultasi dengan dokter. 9. diare selama 40 hari. akupunktur. jarum tindik. Pencegahan Cara mencegah masuknya suatu penyakit secara umum di antaranya dengan membiasakan hidup sehat.Pemeriksaan ini digunakan dengan tes lainnya untuk mengevaluasi efek anti virus. Riwayat Kesehatan Saat Ini 47 . hendaknya hanya sekali pakai dan harus terjamin sterilitasnya. terutama bagi kelompok perilaku resiko tinggi. jarum tatto. Jauhi narkoba. lemas tidak bergairah. karena sudah terbukti bahwa penyebaran HIV/AIDS di kalangan panasun (pengguna narkoba suntik) 3-5 kali lebih cepat dibanding perilaku risiko lainnya. Pengkajian : Tn. Penatalaksanaan : a. karena bisa memindahkan virusnya kepada janin yang dikandungnya. Di Kampung Bali Jakarta 9 dari 10 penasun positif HIV. Penggunaan jarum suntik dan alat tusuk lainnya seperti. berolah raga. • • 10. Asuhan Keperawatan a.

Riwayat Kesehatan Masa Lalu Klien mengalami diare selama 40 hari. 48 . Riwayat Psikososial dan Spiritual Spiritual • : Biasanya pasien HIV-AIDS seringkali merasa putus asa dan ingin bunuh diri karena : merasa penyakit yang dideritanya sebagai kutukan dari Tuhan.A nyaris pingsan. disre selama 40 hari.Klien mengeluh lemah. Psikososial • Pasien merasa tidak percaya diri (minder) dengan keadaan lahiriahnya karena biasanya penderita AIDS akan mengalami infeksi oportunistik. lemas tidak bergairah. sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat. Afek • Menutup diri dari lingkungan dan tidak mau berbagi dengan orang-orang disekitarnya Pengkajian Fisik Inspeksi : Dalam kasus klien terlihat lemas dan tidak bergairah. sering mendadak mengidap flue yang terasa seperti flue berat sampai suatu ketika hanya karena flue tersebut Tn. termasuk pada kulit seperti sarkoma kaposi • Perasaan tidak berguna bagi orang-orang disekelilingnya karena umumnya masyarakat enggan untuk bekerja atau beraktivitas bersama orang yang mengidap penyakit HIVAIDS Mood • • Rasa malu dan takut untuk bersosialisasi dengan masyarakat Rasa cemas dan depresi karena tahu HIV-AIDS sampai saat ini belum dapat disembuhkan. Riwayat Kesehatan Keluarga Tidak teridentifikasi.

cemas. kehilangan BB. Dilihat apakah ada kemerahan.menurunnya volume nadi perifer. 3.mengkuatirkan penampilan. Inspeksi penampilan umum klien yang meliputi BB. Pemeriksaan Fisik (Objektif) dan Keluhan (Sujektif) Aktifitas / Istirahat Gejala : Mudah lelah. 5. mengingkari diagnosa. Pemeriksaan kultur luka dapat dimintakan untuk mengidentifikasi mikroorganisme yang infeksius. suhu dan kelembaban. frekuensi Jantun dan pernafasan ). Inspeksi warna kulit.progresi malaise. bengkak. Integritas dan Ego Gejala : Stress berhubungan dengan kehilangan.takut. 49 . putus asa. Dilihat apakah nodus limph cervikalnya bengkak atau tidak.perubahan pola tidur. postur. tenderness atau deformitas pada sistem muskuloskeletal. Ulserasi dan adanya bercak-bercak putih seperti krim yang menunjukan kandidiasis. ulserasi atau infeksi. Sistem muskuloskeletal untuk meraba adanya bengkak.dan sebagainya. perpanjangan pengisian kapiler. TB.intoleran activity. Kulit dan membrane mukosa diinspeksi setiap hari untuk menemukan tanda-tanda lesi. Nodus limph cervikal (untuk meraba adanya bengkak) 2. Sirkulasi Gejala : Penyembuhan yang lambat (anemia). Tanda : Perubahan TD postural. gaya berjalan. kesulitan berjalan. Daerah perianal harus diperiksa untuk menemukan ekskoriasi dan infeksi pada pasien dengan diare yang profus. menurunnya massa otot. Rongga mulut diperiksa untuk memantau gejala kemerahan. pucat / sianosis. respon fisiologi aktifitas ( Perubahan TD. Palpasi : Dalam kasus tidak teridentifikasi. Tanda : Kelemahan otot. 4. tenderness atau deformitas. dan tanda vital lainnya.depresi. 2.Namun pada pasien HIV AIDS ini kita juga dapat melakukan inspeksi yaitu: 1. Tanda : Mengingkari. Namun pada pasien HIV AIDS ini kita dapat melakukan palpasi pada: 1.menarik diri. marah. perdarahan lama pada cedera.

perubahan jumlah.berkeringat malam.Eliminasi Gejala : Diare intermitten. Tanda : Bengkak sendi. Tanda : Perubahan status mental. sesak pada dada. terus – menerus. Makanan / Cairan Gejala : Anoreksia. kesehatan gigi dan gusi yang buruk. Nyeri / Kenyamanan Gejala : Nyeri umum / local. perubahan status mental.tremor. Tanda : Perubahan integritas kulit.pingsan.perubahan penglihatan.luka perianal / abses. lesi atau abses rectal. refleks tidak normal. terbakar. Tanda : Takipnea. lesi rongga mulut.kejang.perianal. nyeri panggul. batuk.nyeri tekan.luka. sering dengan atau tanpa kram abdominal. Pernafasan Gejala : ISK sering atau menetap. ide paranoid.kerusakan status indera. edema Hygiene Gejala : Tidak dapat menyelesaikan AKS Tanda : Penampilan tidak rapi. 50 . timbulnya nodul. nyeri tekan abdominal. rasa terbakar saat miksi Tanda : Feces encer dengan atau tanpa mucus atau darah.warna. sakit kepala. mual muntah. Neurosensori Gejala : Pusing. pelebaran kelenjar limfe.pincang. sakit kepala. tekanan umum. nyeri kelenjar.penyakit defisiensi imun. napas pendek progresif. kurang perawatan diri.hemiparesis. menurunya kekuatan umum.penurunan rentan gerak.nyeri dada pleuritis. disfagia Tanda : Turgor kulit buruk. demam berulang.kejang. adanya sputum. diare pekat dan sering.kelemahan otot. rasa terbakar. perubahan bunyi napas.dan karakteristik urine. ansietas.transfuse darah. distress pernapasan. Keamanan Gejala : Riwayat jatuh.tremor.

Intoleransi berhubungan malaise kelelahan ditandai Aktivitas dengan dengan Lemah. Perubahan nutrisi kurang Kekurangan volume cairan Diare Tidak optimalnya penyerapan 51 Mual.menurunnya libido.Seksualitas Gejala : Riwayat berprilaku seks beresiko tinggi. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan diare di saluran cerna ditandai oleh diare selama Intolerant Activity Masuknya mikroorganisme Infeksi di intestinum Tidak optimalnya absorpsi air dan sari makanan diare Diare Pengeluaran cairan tidak terkontrol Defisit cairan 5. alkoholik.penggunaan pil pencegah kehamilan.isolasi. Analisis Data bersihan Etiologi Infeksi pernapasan Flu berat Produksi mukus >>> Jalan napas terhambat Bersihan jalan napas tidak efektif Jalan napas terhambat 02 supply ↓↓ RR dan HR ↑↑ Pemakaian energi >> Malaise 3. Ketidakefektifan jalan napas berhubungan dengan infeksi pernapasan ditandai oleh flu 2. prilaku seks beresiko tinggi. merokok. yang (malaise) kelelahan berlebihan dari kebutuhan berhubungan . Diare berhubungan dengan infeksi 40 hari 4.kesepian.herpes genetalia Interaksi Sosial Gejala : Masalah yang ditimbulkan oleh diagnosis. muntah. b. penyalahgunaan obatobatan IV.adanya trauma AIDS Tanda : Perubahan interaksi Penyuluhan / Pembelajaran Gejala : Kegagalan dalam perawatan. Tanda : Kehamilan. dan penurunan berat Diare selama 40 hari Diare selama 40 hari Symptom Flu No Problem 1.

Gangguan membran mukosa mulut berhubungan dengan sistem imun yang lemah Diare selama 40 hari 7. berhubungan .dengan ditandai tidak oleh optimalnya penurunan sari makanan Tidak seimbangnya kebutuhan dan suplai nutrisi Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan Sistem imun melemah Mikroorganisme masuk Infeksi di saluran cerna Diare Defisit cairan Dehidrasi Gangguan membran mukosa mulut Infeksi di intestinum Merangsang baroreseptor Ss simpatis aktif Ss parasimpatis ↓↓ Peristaltik ↓↓ Makanan tertahan di usus dan lambung Mual dan muntah badan penyerapan sari makanan berat badan 6. Risiko cedera berhubungan dengan imunodefisiensi ditandai oleh anemia Gangguan intake nutrisi HIV menginfeksi hepar Kerja hepar tidak optimal Jumlah fibrinogen ↓↓ Proses penyembuhan melambat Risiko cedera Diare Penurunan berat badan Gangguan citra tubuh Harga diri rendah Anemia normositik 9. Gangguan intake nutrisi Mual dan muntah berhubungan dengan infeksi di intestinum ditandai oleh mual dan muntah 8. Harga perubahan ditandai berat badan diri citra oleh rendah dengan tubuh penurunan Penurunan badan berat berhubungan 10 Resiko tinggi Ansietas dengan Inflamasi sistemik Berbagai penyakit gangguan sistemik 52 Dalam kasus diatas belum diidentifikasi.

ancaman/perubahan kesehatan status Ancaman/perubahan status kesehatan Ansietas Namun umumnya. tandanya antara lain: keputusasaan. bunyi tambahan Klien mampu peralatan pengisapan.Klien memiliki Keefektifan pemberian keefektifan dan oksigen Keefektifan pengobatan juga yang Kecenderungan gas darah arteri anterior dan posterior Jelaskan dengan (misalnya : pada pernapasan dalam yang diresepkan intervensi lanjutan Klien mampu Auskultasi bagian dada pengguanaan Mengetahui ada atau pendukung tidaknya penurunan benar ventilasi dan adanya oksigen. . dan intermitent. pada tandadepresi. Asuhan Keperawatan Tujuan bersihan Intervensi Klien Mandiri: Kaji berikut ini : dan Mengetahui gambaran dapat yang menentukan tindakan dan merancang diberikan jalan dokumentasikan hal-hal umum kondisi klien Rasional No Diagnosa Ketidakefekti Jalan Nafas fan Bersihan menunjukkan nafas yang efektif irama frekuensi rentang normal mengeluarkan sekresi efektif menunjukkan perilaku mengontrol perilaku perawatan secara . perasaan takut mati dsb. Mencegah munculnya positive pressure akan datang gejala-gejala dan inhaler. masalah di masa yang : breathing <IPPB>) 53 . 1. Khawatir. 11 Kurang pengetahuan berhubungan dengan caracara penularan HIV c. spirometer.

spiritual dilakukan terhadap aktivitas.penyakit cedera secara ditunjukkan. sosial. respon dan emosi. Dengan dan mengetahui klien. Konsultasikan dokter dan atau dengan tentang Perencanaan peralatan membantu menentukan intervensi yang tepat Hasil bermanfaat rencana lanjutan. 54 . spiritual tingkat emosi. atau Intruksikan yang pasien Bantu tentang klien kepada batuk dalam posisi konsisten dan tekhnik nafas dalam mengambil semi Mencegah Kolaboratif : Konsultasikan sekresi dengan meningkatkan Memudahkan bersihan jalan hasil gas darah lengkap abnormal. Beritahu dokter tentang pernapasan kebutuhan untuk perfusi ahli pendukung. Alat bantu tambahan mempermudah jalannya penyembuhan AGD untuk intervensi dengan pernapasan napas dan stasis dan fowler tinggi ataupun ahli pernapasan sesuai bersihan jalan napas dengan kebutuhan. Intoleran Aktivitas Klien mentoleransi aktivitas biasa Mandiri : Kaji yang sosial. 2.

dan /atau rekreasi merencanakan Meminimalisir dan memantau program nyeri yang mungkin 55 . rasa teknik berjalan untuk aktivitas tentang managemen Meminimalisir kemungkinan pengobatan dapat keletihan klien kehidupan sehari-hari. Intruksikan pasien/keluarga penggunaan relaksasi selama aktivitas. Ajarkan kepada pasien dan orang terdekat bagi Meminimalisir pasien tentang teknik aktifitas menjaga klien perawatan akan diri yang dari kekurangan meminimalkan oksigen diri dan menentukan batas rencana aktivitas membantu penghematan energi.dan dengan tahan. Kolaborasi : Berikan nyeri sebelum aktivitas. distraksi. saat beraktifitas.visualisasi) konsumsi oksigen (mis. memantau melakukan Ajarkan teknik kelelahan. Kolaborasikan ahli untuk terapi dengan okupasi. ditunjukan daya perawat melakukan dapat penyesuaian aktivitas Evaluasi motivasi dan Tingkat motivasi klien keinginan pasien untuk dapat meningkatkan aktivitas. kepada yang akan diberikan dalam Relaksasi teknik ketahanan tubuh klien (mis. pengaturan aktivitas dan waktu untuk mencegah fisik.

malnutrisi. eliminasi pasien setiap hari. -pola dalam Mandiri : yang baik meningkatkan energi klien eliminasi defekasi Kaji kebiasaan defekasi Memberikan efektif. ketidak muntah. atau tidak ada). untuk makanan meningkatkan makanan energi. berkeringat gangguan sebagai hit 5:ekstrem. dan banyak untuk evaluasi dasar labiratorium (elektrolit. masukan (dengan laporkan 1. dan terhadap pada infeksi yang diharapkan -diare tidak ada -darah dan lendir pada feses tidak ada -nyeri kram tidak ada -kembung ada dan terhadap infeksi lebih tidak dokumentasikan frekuensi. ringan. Diare Menunjukkan yang ditandai indikator berikut ketentuan sedang. badan. normal pasien. 56 . dengan Pantau sel darah) nilai dan oral tidak adekuat. Kewaspadaan terhadap merusakan cairan dan berat umum dan risiko rentang Timbang berat badan elektrolit. yang Aktifitas yang akan kelelahan pada Rujuk pada ahli gizi terprogram merencanakan mencegah untuk yang asupan klien tinggi berlebih Nutrisi dapat 3.aktivitas sesuai dengan dirasakan klien kebutuhan. Inflamasi usus halus dapat absorbsi Penurunan anemia HIV meningkatkan Kaji : berat warna. Diare kronik. berat.normalan. menipiskan elektrolit.

volume. dan jumlah kemungkinan (ukuran) feses . Anjurkan untuk mencatat warna. frekuensi dan konsistensi feses. memberitahu setiap kali diare. makan dalam masukan dikontra Memantau frekuensi cairan sedikitnya 3 liter diare membantu dalam porsi lanjutan secara hipovolemia petugas Membantu membuat Anjurkan pasien untuk perencanaan lanjutan Mencegah terulangnya pasien/anggota keluarga diare Anjurkan pasien untuk penyusunan intervensi kecil. Pertahankan kecuali indikasikan.konsistensi. Ajarkan pasien tentang kemungkianan penggunaan obat anti memarahnya diare diare yang tepat. dan jumlah Mencegah ditingkatkan bertahap Kolaborasi : Konsultasikan 57 dengan Menjaga asupan . Pantau perianal. sering.turgor dehidrasi yang parah kulit dan kondisi mukosa mulut sebagai indikator dehidrasi. Informasikan tentang obat adanya iritasi Iritasi pasien memungkinkan yang Pengetahuan tersebut dapat meminimalisir dapat dan ulserasi kulit di area kemungkinan keluarnya cairan tubuh mengakibatkan diare.

ahli diet untuk nutrisi klien penyesuaian diet yang diperlukan. dan banyak muntah. usus iritan usus makanan mentah. Inflamasi usus halus . berat umum dan risiko yang tidak normal nilai laboratorium untuk badan. dan zink) 58 elektrolit berkeringat fosfor menipiskan elektrolit. dan pembatasan cairan ketentuan dengan membantu makanan membuat perencanaan berlemak/gorengan. dan terhadap pada infeksi terhadap infeksi lebih intra vena laboratorium cairan dan ketidakseimbangan (K. kacangan-kacangan.Ca.Na. Kekurangan volume cairan Klien mengalami Klien menampilkan hidrasi yang baik (membran mukosa lembap) Memiliki asupan Pantau cairan oral dan haluaran atau yang adekuat masukan dari : pertahankan dokter sesuai lanjutan dokter. tidak Mandiri : haus Pantau berat badan dan Penurunan status nutrisi anemia HIV meningkatkan dan berat nilai Diare kronik. masukan untuk oral tidak adekuat.Mg. Konsultasikan pada dokter jika tanda dan gejala diare yang terus menerus. malnutrisi. Menurunkan stimulasi merokok. Perencanaan dengan Lakukan tindakan untuk ahli nutrisi membantu mengurangi pembatasan membuat perencanaan yang sesuai ketentuan Perencaan dokter dan hindari hindari seperti sayuran 4.

dapat Mandiri : Kaji terhadap malnutrisi Memberikan pengukuran objektif nutrisi kurang mempertahankan massa tubuh dan (BB. intervensi disukai serta intoleransi pendidiakn Kaji faktor-faktor yang individual memengaruhi masukan Memberikan dasar dan oral Dorong klien istirahat sebelum makan Dorong orang lain Makan sedikit sering : 6 kali sehari 59 klien arahan untuk intervensi Meminimalkan keletihan yang dapat untuk menurunkan Membatasi tapi sosial nafsu isolasi makan dengan ditemani makan untuk .dll) batas normal berat badan dalam Dapatkan riwayat diet. dan berikan air keinginan. terhadap status nutrisi termasuk makanan yang Memastikan disukai makanan dan tidak kebutuhan membantu terhadap nutrisi.TB. tempat letakkan yang dan dan laporkan elektrolit.Ht.Hb. Perubahan dari kebutuhan Klien sesuai sedotan.dapat absorbsi Pantau tanda dehidrasi Pantau interaksi obat (misalnya. usia. segar) 5. klien. merusakan cairan dan gejala Mengantisipasi dehidrasi terhadap parah Mencegah berikan Mencegah pada mudah berikan dengan terjadinya terjadinya bertambah Tingkatkan asupan oral komplikasi cairan oral yang disukai dehidrasi pada klien dijangkau.

Gangguan membran mukosa mulut Menunjukkan perbaikan daerah mulut (kelembapan meningkat) Pemberian buah sayur-sayuran daerah bibir 7. kesukaan dan ketidaksukaan klien Minimalkan factor yang dapat menimbulkan Mual dapat dan muntah mual dan muntah 60 memperburuk .Instruksikan klien untuk Mencegah klien terlalu makan makanan kaya kenyang protein karbohidrat Kolaborasi : Konsulkan dengan ahli diet untuk menentukan kebutuhan nutrisi klien tentang pengganti makanan (nutrisi Memberikan dukungan nutrisi bila klien tidak mengonsumsi jumlah yang cukup per oral 6. Gangguan intake nutrisi Tingkat gizi klien Mandiri : tercukupi memenuhi kebutuhan metabolik untuk Buat makan perencanaan Makan yang terjadwal dengan klien dapat memperbaiki Mandiri : air putih Kebutuhan dan cairan tubuh klien tercukupi meminimalisir daya dehidrasi dan Meningkatkan tahan tubuh kelembapan mulut mukosa pada Pemberian Memudahkan Konsul dengan dokter perencanaan makan dan kaya Memberikan protein dan kalori tambahan enteral atau parenteral) mukosa minimal 8 gelas sehari Pemberian pelembap di Meningkatkan untuk dimasukan dalam kondisi gizi klien jadwal makan.

Risiko Harga Klien Mandiri : 61 pendidikan komunitas dan materi Meminimalisir yang cedera dengan tindakan informasi bahaya Meminimalisir dan cedera risiko risiko untuk mencegah cedera. .Komunikasikan bahwa tingkat gizi klien klien bertanggung jawab terhadap pilihan fisik Rasa tanggung jawab dan makanan Identifikasi pada diri klien proses nafsu klien dan memudahkan hindarkan faktor-faktor pemulihan yang dapat berpengaruh Hilangnya terhadap Kolaborasi: Diskusikan dengan ahli gizi dalam menentukan kebutuhan ketidakadekuatan asupan klien dengan Nutrisi dapat yang baik meningkatkan hilangnya makan gizi klien nafsu makan klien memperburuk tingkat energy klien 8. Risiko cedera Adanya kemampuan untuk meminimalisir risiko cedera Mandiri : Berikan pendidikan berhubungan strategi Berikan mengenai lingkungan karakteristiknya Kolaborasi: Rujuk pada kelas Rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri klien membantu dalam proses pemulihan 9.

Bantu klien menyusun rasa percaya diri klien. Pencapaian tujuan yang realistis membantu klien untuk mencapai harga diri yang lebih tinggi 10. dibuktikan dengan menunjukkan kontrol kontrol koping. informasi Konseling mencurahkan pandangannya terhadap diri. serta terapi memperluas fokus 62 . ansietas. Hindari tindakan yang Tindakan dapat melemahkan klien melemahkan dapat tujuan yang realisitis. yang klien menurunkan terhadap pentingnya sebagai tempat klien diri yang negative yang negative dapat klien dirinya. Risiko tinggi Ansietas ansietas berkurang.diri rendah menunjukan harga ditandai indicator : Mengungkapakan penerimaan secara verbal Mempertahankan kontak mata Menerima kritikan orang lain dari Kaji pernyataaan klien Mengetahui diri. radio. agresi. Berikan tentang konseling. impuls. dengan diri. pengungkapn Pengungkapan menurunkan percaya diri klien. tentang penghargaan pandangan tentang membantu menentukan intervensi tingkat diri Pantau klien dalam rasa percaya diri klien diri rasa berfungsi diri Tentukan rasa percaya Mengetahui penilaian diri. Sediakan Mandiri : Bantu klien unuk Alat pada mengidentifikasi mekanisme koping yang dibutuhkan untuk mengurangi ansietas pengalihan Untuk mengurangi dan untuk memfokuskan situasi saat ini kontrol melalui televisi. ansietas permainan.

sesuai dengan yang efektif kebutuhan 11. Isolasi sosial Penurunan rasa Mandiri : berhubungan dengan penyakit Observasi sosial Berikan mengenai penularan bantu klien isolasi sosial Kaji pola interaksi Menetapkan untuk individual terhadap Isolasi sosial dapat perilaku indikatif isolasi dimanifestasikan dalam beberapa cara instruksi Pengawasan informasi cara-cara yang HIV dan memperbaiki untuk kesalahan dan dan konsepsi menghilangkan akurat dasar intervensi sosial klien yang lazim mengidentifikasi menggali sumber untuk ansietas mendukung mekanisme koping Berikan bersama pengobatan prosedur Dorong dalam aktivitas pengalih 12. secara okupasi diri Dampingi klien Untuk meningkatkan dan keamanan mengurangi takut Kolaborasi: Berikan untuk pengobatan Meminimalisir mengurangi ansietas sosial ansietas. Ketidakefekti fan individu -Menimbang serta Mandiri : pandangan Menetapkan terhadap untuk dasar intervensi alternatif dan klien 63 waktu klien untuk Meningkatkan lebih perasaan diri banyak daripada untuk bermaknadan dan memberikan interaksi sosial partisipasi Memberikan distraksi koping memilih di antara Identifikasi .penahanan mutilasi dan substansial menunjukkan keterampilan interaksi secara konsisten.

klien meningkatkan untuk percaya diri kepada kelompok klien membantu dalam layanan meningkatkan koping di mendukungnya. kesehatannya klien. teman tentang penularan rute penularan HIV dan dapat juga pencegahannya cara pencegahan membantu mencegah penyebaran penyakit. juga dapat .layanan kesehatan terkait dan membantu dalam dan lanjutan untuk Mengurangi dan koping Memberikan rasa ansietas diagnosis. Kurang pengetahuan berhubungan dengan dan pencegahan Peningkatan pengetahuan mengenai penularan penyakit 64 Mandiri : Instruksikan Minimalnya risiko penularan komunitas Mandiri : Berikan mengenai keluarga. prognosis Bantu klien yang kehidupan sehari. Risiko penularan infeksi berhubungan dengan faktor risiko kontak dengan cairan tubuh 14. proses pemulihan dan kesehatan lainnya. Pengetahuan tentang penyakit cara keluarga. dan pendidikan Meminimalisir Universal penularan dan tenaga risiko Precaution pada klien. menentukan intervensi mengklarifikasi kesalahpahaman Kolaborasi: Fasilitasi mengenal yang pemberi sumber-sumber 13.konsekuensinya -Berpartisipasi dalam hari kondisinya kesesuaiannya dan individual dengan pemberi informasi Memberikan kejelasan aktivitas pandangan Berikan faktual dengan pengobatan.

Mencegah penularan HIV dengan cara mengubah perilaku. Konseling HIV menjadi hal yang unik karena : 1. 5. tidak berganti-ganti jarum suntik. Membutuhkan pengetahuan yang luas tentang infeksi menular seksual (IMS) dan HIV/AIDS. dan ekonomi. tetapi yang jauh lebih penting adalah pemberian dukungan yang dapat menumbuhkan motivasi mereka. Membutuhkan pembahasan tentang kematian atau proses kematian. sehingga memungkinkan orang tersebut mampu menyesuaikan atau mengadaptasi diri dengan stress dan sanggup membuat keputusan bertindak berkaitan dengan HIV/AIDS. walaupun keterampilan dasar yang dibutuhkan adalah sama.penularan HIV 11. Membutuhkan keterampilan pada saat memberikan hasil HIV yang positif. Membutuhkan pembahasan mengenai praktik seks yang bersifat pribadi. social. Konseling HIV berbeda dengan jenis konseling lainnya. misalnya dalam perilaku seks aman. Tujuan konseling HIV : 1. 2. Untuk mengubah perilaku. psikologis. Dalam hal ini konseling bertujuan untuk memberikan dukungan kepada ODHA agar mampu hidup secara positif. Meningkatkan kualitas hidup ODHA dalam segala aspek baik medis. Asuhan Keperawatan Komunitas Konseling HIV/AIDS menyebabkan takut rasa Konseling HIV/AIDS merupakan dialog antara seseorang (klien) dengan pelayan kesehatan (konselor) yang bersifat rahasia. 4. 2. ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) tidak hanya membutuhkan informasi belaka. 65 . Membutuhkan kepekaan konselor dalam menghadapi perbedaan pendapat dan nilai yang mungkin sangat bertentangan dengan nilai yang dianut oleh konselor itu sendiri. 6. 3. Membutuhkan keterampilan dalam menghadapi kebutuhan pasangan maupun anggota keluarga klien. dan lain-lain.

Mereka yang tidak mencari pertolongan namun berperilaku resiko tinggi. dan anggota kelompok masyarakat dapat menolong dalam konseling pencegahan maupun konseling 66 . d. Konseling bukan merupakan percakapan tanpa tujuan. 4. penyuluh kesehatan. keluarga. petugas laboratorium. dan perubahan perilaku. pemuka agama. Mengantisipasi harapan-harapan. dukun tradisional. Agar mampu berkomunikasi lebih lancer. 3. c. Agar mampu menghadapi masalahnya. Memperoleh akses informasi yang benar. Orang yang sudah diketahui menderita AIDS atau terinfeksi HIV. latar belakang klien. juga bukan member nasihat atau instruksi pada orang untuk melakukan sesuatu sesuai kehendak konselor. perumahan. Petugas Konseling Selain dokter. Mereka yang sedang mencari pertolongan diakibatkan perilaku resiko yang lalu dan sekarang sedang merencanakan masa depannya. rasa duka yang berkelanjutan. Ciri-ciri Konseling HIV Konseling merupakan kegiatan membantu klien agar dapat : a. sebagai akibat infeksi HIV. Konseling bersifat tidak eksklusif. kemungkinan stigma diskriminasi. 2. Mereka yang sedang dites untuk HIV (sebelum dan sesudah tes). penyampaian status HIV pada pasangan seksual. pemutusan hubungan kerja. e. konselor juga diharapkan dapat membantu mengatasi rasa putus asa. keuangan. dan orang dengan profesi lain dapat dianjurkan dan dilatih u8ntuk memberikan dukungan konseling. dan jenis layanan medis atau social yang tersedia. psikoterapis. artinya setiap orang yang diberi pelatihan khusus dapat menjadi seorang konselor. sehingga membutuhkan pengembangan rasa saling percaya. 5. kerelaan. Konseling HIV dianjurkan untuk keadaan berikut : 1. Memahami dirinya dengan lebih baik. dan keluarganya. Petugas konseling tidak harus merupakan petugas kesehatan yang ahli. pekerja social. dapat bervariasi tergantung kondisi daerah atau wilayah. Hal ini bukan suatu hal yang baku. Konselor bersifat sangat pribadi. kelompok kerja muda. psikolog. dan lain-lain. dan lain-lain). b. perawat.Dalam hal ini. Guru. Orang yang mempunyai masalah akibat infeksi HIV (pekerjaan.

Konseling pasca-tes. Konseling versus Edukasi Kesehatan Perbedaan antara konseling dan edukasi kesehatan dapat dilihat pada table berikut. Proses belajar 2.dukungan untuk ODHA. Meningkatkan pengetahuan 5. Konseling untuk pencegahan terjadinya HIV/AIDS. pada dasarnya yang dapat menjadi petugas konseling adalah mereka yang mempunyai ruang untuk orang lain dalam dirinya. Konseling pada mereka yang menghadapi kematian. 6. Jadi. Merupakan komunikasi dua arah. Jenis konseling itu adalah sebagai berikut : 1. Kelompok besar atau kecil 3. Memerlukan pengatahuan dalam aspek teknik. 3. Konseling berkelanjutan. Didominasi oleh komprehensi Sedangkan persamaannya adalah sebagai berikut : 1. 2. Proses penyesuaian kecil 3. 4. Menurunkan stress 5. Bersifat individual atau kelompok 2. Konseling 1. Berorientasi pada masalah 4. Konseling keluarga. 5. Keduanya memberikan pengetahuan dan mengubah sikap. Jenis Konseling HIV/AIDS Ada beberapa jenis konseling yang dapat dilakukan untuk para penderita HIV/ AIDS. 3. Didominasi mood dan perasaan Sumber: Depkes RI (2003) Edukasi Kesehatan 1. VCT (Voluntary Counseling Testing) Definisi VCT 67 . 2. Berorintasi pada isi 4. Konseling pra-tes.

Dua hal yang penting dalam konseling ini. Tujuan Konseling pra-tes HIV/AIDS Terdapat beberapa tujuan dilakukannya konseling pra-tes pada klien yang akan melakukan tes HIV/AIDS. dan lingkungannya. serta dukungan lainnya kepada ODHA. memberikan dukungan moral. Klien memahami benar kegunaan tes HIV/AIDS. 68 . tesnya baik positif atau negative). informasi. Klien dapat menilai resiko dan mengerti persoalan dirinya. Tujuan VCT VCT mempunyai tujuan sebagai : 1. sehingga secara dini mengarahkan mereka menuju ke program pelayanan dan dukungan termasuk akses terapi antiretroviral. meningkatkan persepsi/pengetahuan mereka tentang factor-faktor resiko penyebab seseorang terinfeksi HIV. jika tidak ada seorangpun sebagai pendukung moral maka konselor diharapkan dapat bertindak sebagai keluarga bagi klien. yaitu aplikasi perilaku klien yang menyebabkan klien dapat beresiko tinggi terinfeksi HIV/AIDS dan apakah klien mengetahui tentang HIV/AIDS dengan benar. Tujuan tersebut adalah agar : 1. Konselor harus lebih berhati-hati pada klien dengan perilaku beresiko tinggi karena harus diteruskan dengan rinci tentang akibat yang akan timbul apabila hasil tes sudah keluar. maka klien akan membubuhkan tanda tangan pada “surat persetujuan diperiksa” yang antara lain berisi keamanan klien bahwa identitasnya tidak akan dibocorkan.VCT adalah suatu pembinaan dua arah atau dialog yang berlangsung tak terputus antara konselor dan kliennya dengan tujuan untuk mencegah penularan HIV. Upaya pengembangan perubahan perilaku. serta membantu mengurangi stigma dalam masyarakat. Apabila perilaku klien tidak beresiko. 3. 2. biasanya setelah mengetahui dengan benar bagaimana cara AIDS menular. maka klien membatalkan pemeriksaan. Upaya pencegahan HIV/AIDS. Hal yang perlu ditanyakan oleh konselor yaitu ada tidaknya sumber dukungan moral dalam hidup klien yang dapat membantu ketika menunggu hasil tes sampai hasil diagnosis keluar (apapun hasil. Sebelum Deteksi HIV (Pra-konseling) Pra-konseling disebut juga konseling pencegahan AIDS. 2. Di Amerika Serikat setelah konseling ini berhasil. Saat itu. keluarga. Masa ketika menunggu hasil tes adalah masa yang paling berat bagi klien. Upaya untuk mengurangi kegelisahan. Tujuan dari konseling ini adalah untuk mengubah pola tingkah laku. Tahap VCT 1.

b. Rencana ketika hasil diperoleh Apa yang akan dilakukan oleh klien ketika telah mengetahui hasil pemeriksaan.3. baik positif maupun negative. 2. 5. Asimptomatik atau gejala nyata (Full Blown Symptom). 2. 5. c. Lima Prinsip Praktis Konseling pra-tes HIV Ada lima prinsip praktis yang biasa dilakukan saat konseling pra-tes HIV. Estimasi hasil a. Pembuatan keputusan Klien dapat memutuskan untuk mau dan tidak mau diambil darahnya guna dilakukan pemeriksaan HIV. Klien dapat menurunkan rasa kecemasannya. Klien dapat membuat rencana penyesuaian diri dalam kehidupannya. Uji saring atau skrining dan tes konfirmasi. baik pra-tes atau pasca-tes. Masa jendela. 4. Lima prinsip praktis tersebut yaitu : 1. Motif dari klien HIV/AIDS Klien yang secara sukarela (Voluntary) dan secara paksa (compulsory) mempunyai perasaan yang berbeda dalam menghadapi segala kemungkinan. 4. b. Interpretasi hasil pemeriksaan a. 3. Tidak dapat disembuhkan (HIV) tetapi masih dapat diobati (infeksi sekunder). Pengkajian risiko bukan hasil yang diharapkan. Klien memilih dan memahami apakah ia akan melakukan tes darah HIV/AIDS atau tidak. Deteksi HIV (Sesuai keinginan klien dan setelah klien menandatangani lembar persetujuan-informed consent) 69 .

c. b. Klien dapat membuat keputusan akan tes ulang atau tidak. terutama status kesehatan yang menyangkut risiko dari perilakunya selama ini. Klien dapat menurunkan masalah psikologis dan emosi karena hasil tes. kapan waktu tepat untuk mengulang. c. Caranya adalah dengan cara mendeteksi ada tidaknya antibody HIV dalam sampel darahnya. konseling pasca-tes sangat penting untuk membantu mereka yang hasilnya HIV positif agar dapat mengetahui cara menghindarkan penularan HIV kepada orang lain. d. 3. Klien dapat memahami dan menerima hasil tes secara tepat. Cara untuk bisa mengatasinya dan menjalani hidup secara positif. Klien dapat mengembangkan pedoman praktis bagi dirinya untuk mengurangi risiko melalui perilakunya. Klien dapat menyesuaikan kondisi dirinya dengan infeksi dan menyusun pemecahan masalah serta dapat menikmati hidup. baik hasilnya positif maupun negative. Klien dapat memahami arti periode jendela. Hal ini perlu dilakukan agar seseorang bisa mengetahui secara pasti status kesehatan dirinya. Klien dapat mengembangkan pedoman praktis bagi dirinya untuk mengurangi risiko melalui perilakunya. Pasca-konseling : Konseling setelah Deteksi HIV Pasca-konseling merupakan kegiatan konseling yang harus diberikan setelah hasil tes diketahui.Tes HIV adalah tes darah yang digunakan untuk memastikan apakah seseorang sudah positif terinfeksi HIV atau belum. Bagi mereka yang hasilnya tesnya HIV negative. b. Tujuan Konseling pasca-tes ♦ Hasil negative a. maka konseling pasca-tes bermanfaat untuk membantu tentang berbagai cara mencegah infeksi HIV di masa mendatang. Jenis Tes untuk Mendeteksi HIV 70 . ♦ Hasil positif a.

Perawat memberikan intervensi sesuai dengan kebutuhan dan diagnosa klien. yaitu tes antigen P24 atau PCR (Polymerase Chain Reaction). waktunya biasanya antara 1-6 bulan. PCR ini hanya dipakai untuk penelitian pada kasus-kasus yang sulit dideteksi dengan tes antibody. Yang terpenting adalah bahwa pelayanan VCT harus dilakukan oleh petugas yang sangat terlatih dan berkualitas tinggi dalam melakukan konseling dan deteksi HIV. Apabila tes ELISA atau Latex Agglutination menunjukkan bahwa klien terinfeksi HIV.Jenis tes yang biasa digunakan untuk mendeteksi seseorang terinfeksi HIV/AIDS adalah dengan menggunakan tes ELISA Latex Agglutination dan Westem Blot. • Perawat melakukan kewaspadaan universal untuk mencegah terjadinya infeksi yang lebih lanjut Beneficence • Justice Beneficience berarti. 12. Periode jendela adalah tenggang waktu antara masuknya HIV ke dalam tubuh seseorang dan munculnya antibody terhadap HIV. Selama periode tersebut seseorang yang sudah terinfeksi HIV masih menunjukkan hasil tes yang negative. Etik dan Legal Respect for Autonomy • Perawat harus menjelaskan dengan jelas kepada keluarga tentang kondisi yang dialami pasien tanpa ada sedikitpun yang ditutupi sehingga pasien mendapatkan haknya. Perawat melakukan prosedur keperawatan dengan benar sehingga klien terhindar dari hal yang merugikan. Hal ini penting mengingat terinfeksinya seseorang dengan HIV/AIDS akan berdampak pada kehidupan pada penderitanya dan orang-orang yang berinteraksi dengannya. misalnya untuk tes pada bayi yang lahir dari ibu yang positif terinfeksi HIV dan kasus-kasus yang diperlukan masih berada dam periode jendela. 71 . Tes juga dapat dilaksanakan untuk menguji antigen HIV. Non. hanya melakukan sesuatu yang baik. maka hasilnya perlu dikonfirmasikan lagi dengan tes Westem Blot sebelum klien benar-benar dipastikan positif terinfeksi HIV.Maleficence • Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien.

Prinsip keadilan dibutuhkan untuk tercapai yang sama dan adil terhadap orang lain

yang menjunjung prinsip-prinsip moral, legal dan kemanusiaan. Nilai ini direfleksikan dalam prkatek profesional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum, standar praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan. • Perawat harus bertindak adil dalam melakukan tindakan keperawatan tanpa membedakan status ekonomi, suku, agama, dll. Agar pasien dapat merasakan kenyamanan. Kejujuran (Veracity) • Prinsip veracity berarti penuh dengan kebenaran. Nilai ini diperlukan oleh pemberi pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap klien dan untuk meyakinkan bahwa klien sangat mengerti. Prinsip veracity berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mengatakan kebenaran. Informasi harus ada agar menjadi akurat, komprensensif, dan objektif untuk memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang ada, dan mengatakan yang sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan dirinya selama menjalani 13. Universal precaution Sejak AIDS dikenal; kebijakan baru yang bernama kewaspadaan universal atau universal precaution dikembangkan. Kebijakan ini menganggap bahwa setiap darah dan cairan tertentu lain dapat menyebabkan infeksi, tidak memandang status sumbernya. Ada berbagai macam infeksi menular yang terdapat dalam darah dan cairan tubuh lain seseorang, di antarahya hepatitis B dan C, dan HIV. Mungkin juga ada infeksi lain yang belum diketahui. Dalam sarana kesehatan, termasuk rumah sakit, puskesmas, praktek dokter dan dokter gigi, tindakan yang dapat mengakibatkan Iuka atau tumpahan cairan tubuh, atau penggunaan alat medis yahg tidak steril, dapat menjadi sumber infeksi penyakit pada petugas layanan kesehatan dan pasien lain. Jadi seharusnya kewaspadaan universal atau universal precaution diterapkan secara penuh. Harus ditekankan bahwa universal precaution dibutuhkan tidak hanya untuk melindungi terhadap penularan HIV tetapi yang tidak kalah penting terhadap infeksi lain yang dapat parah dan sebetulnya lebih mudah menular, misalnya virus hepatitis B dan C. Petugas layanan kesehatan harus menerapkan universal precaution dalam hubungan dengan semua pasien. Kita biasanya menganggap cairan yang dapat menularkan HIV sebagai darah, cairan kelamin dan ASI saja.Namun ada cairan lain yang dapat mengandung kuman lain, dan dalam sarana kesehatan, lebih banyak cairan tubuh biasanya tersentuh. Cairan tubuh yang perlu diwaspadai antara lain : 72 perawatan.

• • • • • • •

Semen Cairan vagina Cairan ketuban Cairan limfa Cairan cerebrospinal Cairan pleura dan peritoneal Cairan pericardial

Universal precaution tidak mencakup : • • • • • • • Faeses Nasal secretions Sputum Keringat Urine Cairan muntah Air liur ( kecuali ketika tercampur darah dalam tindakan mulut)

Kegiatan yang paling berisiko Jelas ada beberapa kegiatan yang umum dilakukan oleh petugas layanan kesehatan yang menimbulkan risiko, antara lain : • • • • • Menyuntiklmengambil darah Tindakan bedah Tindakan kedokteran gigi Persalinan Membecsihkan darah/cairan lain Sebaliknya ada beberapa perilaku yang menempatkan petugas layanan kesehatan atau pasien dalam keadaan berisiko, misalnya : • • • Menutup jarum suntik kembali Salah meletakkan jarum atau pisau/alat tajam Menyentuh pasien tanpa cuci tangan

Penerapan universal precaution 73

Karena akan sulit untuk mengetahui apakah pasien terinfeksi atau tidak, petugas layanan kesehatan harus menerapkan kewaspadaan universal secara penuh dalam hubungan dengan semua pasien, dengan melakukan tindakan berikut : 1. Administrative Controls • Pendidikan Mengembangkan sistem pendidikan tentang tindakan pencegahan kepada pasien, petugas, dan pengunjung rumah sakit untuk meyakinkan mereka dan bertanggung jawab dalam menjalankannya • Adherence to Precaution (Ketaatan terhadap tindakan pencegahan) Secara periodik menilai ketaatan terhadap tindakan pencegahan dan adanya perbaikan langsung

2. Standard Precautions • • • • • • • • • Cuci tangan dengan menggunakan antiseptik setelah berhubungan dengan pasien atau setelah membuka sarung tangan Segera cuci tangan setelah ada hubungan dengan cairan tubuh Pakai sarung tangan bila mungkin akan ada hubungan dengan cairan tubuh atau peralatan yang terkontaminasi dan saat menangani peralatan habis pakai Pakai masker dan kacamata pelindung bila mungkin ada percikan cairan tubuh Tangani dan buang jarum suntik dan alat tajam lain secara aman; yang sekali pakai tidak boleh dipakai ulang Bersihkan dan disinfeksikan tumpahan cairan tubuh dengan bahan yang cocok Patuhi standar untuk disinfeksi dan sterilisasi alat medis Tangani semua bahan yang tercemar dengan cairan tubuh sesuai dengan prosedur Buang limbah sesuai prosedur. Pemisahan limbah sesuai jenisnya diawali sejak limbah tersebut dihasilkan a. Limbah padat terkontaminasi dengan darah atau cairan tubuh dibuang ke tempat sampah kantong plastik kuning b. Limbah padat tidak terkontaminasi dengan darah atau cairan tubuh dibuang ke tempat sampah kantong plastik hitam c. Limbah benda tajam atau jarum dibuang ke kontainer yang berwarna kuning tahan tusuk dan tahan air • Kesehatan karyawan dan darah yang terinfeksi bakteri pathogen 74

Untuk mencegah luka tusuk benda tajam: a. Berhati-hati saat menangani jarum, scalpel, instrumen yang tajam atau alat kesehatan lainnya dengan permukaan tajam, b. Jangan pernah menutup kembali jarum bekas pakai atau mernanipulasinya dengan kedua tangan. c. Jangan pernah membengkokkan atau mematahkan jarum d. Buanglah benda tajam atau jarum bekas pakai ke dalam wadah yang tahan tusuk dan air, dan tempatkan pada area yang mudah dijangkau dari area tindakan. e. Gunakan mouthpieces, ressucitation bags atau peralatan ventilasi lain sebagai alternatif mulut ke mulut. Alat pelindung Unsur lain yang penting dalam universal precaution adalah penggunaan alat pelindung yang sesuai tindakan. Alat yang dibutuhkan dapat hanya sarung tangan (misalnya untuk ambil darah) hingga semua alat yang dibutuhkan oleh seorang bidan waktu membantu kelahiran. Namun perawat yang hanya menyentuh pasien tidak membutuhkan sarung tangan, yang penting cuci tangan sebelum dan sesudahnya. Alat pelindung yang dibutuhkan antara lain : • • • • • Sarung tangan, digunakan sebab tangan atau kulit berpotensi kontak dengan darah atau cairan lain dan material yang terkontaminasi. Celemek Masker atau pelindung muka, untuk menghindari droplet darah atau cairan lain dari mulut, mata atau hidung Kacamata Pelindung kaki

Perawatan di rumah Universal precaution tidak hanya dibutuhkan dalam sarana kesehatan resmi, tetapi juga terkait perawatan di rumah. Sekali lagi, tujuan utamanya adalah untuk melindungi keluargaltim perawatan dari berbagai infeksi, bukan hanya HIV, justru risiko penularan HIV pada keluarga di rumah sangat amat rendah. Jadi kita harus menganggap sebagian besar cairan tubuh sebagai sumber infeksi. Prosedur universal precaution untuk perawatan di rumah serupa dengan di rumah sakit, hanya mungkin lebih sederhana. Bila tidak ada sarung tangan, secara darurat kita dapat memakai kantong plastik yang utuh. Yang penting kita menutup semua luka pada kulit dengan plester luka. Mungkin yang paling penting adalah untuk menjaga kebersihan di 75

demam. Orang yang terinfeksi HIV biasanya mengalami gejala yang berpengaruh pada asupan nutrisi yang bisa mengakibatkan terjadinya malnutrisi. gangguan metabolisme dan penyimpanan nutriea. Cucian biasanya tidak membutuhkan perhatian khusus asal tidak tercermar cairan. diare. dan juga morbiditas. Wasting adalah terjadinya penurunan massa otot tubuh. anoreksia atau kehilangan nafsu makan. dan jaringan otot. Pada saat orang terinfeksi HIV/AIDS. Aspek Nutrisi bagi Penderita AIDS Nutrisi Bagi Pengidap HIV / AIDS Pada umumnya. Asupan diet yang tidak cukup bisa menyebabkan malabsorbsi (kelainan penyerapan pada usus). defisiensi nutriea ini bisa mendorong meningkatkan stres oksidatif dan menurunkan sistem imun. misalnya diare. Hasilnya. penurunan berat badan dan wasting. 14. infeksi lanjutan. 76 . demam. penderita HIV/AIDS atau ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) kekurangan asupan makanan secara kualitas dan kuantitas karena penurunan nafsu makan yang mengakibatkan berat badan dan massa otot terus menurun. status nutrisi yang optimal dapat memperbaiki daya tahan. juga status mikronutriea dalam tubuh tetap dalam kondisi baik. gangguan fungsi metabolisme dan gangguan fungsi sistem imun dan penurunan berat badan. ODHA mempunyai kebutuhan nutrisi tersendiri dibandingkan orang sehat. Seseorang dikatakan mengalami wasting bila terjadi penurunan berat badan lebih dari 10 persen berat badan normal disertai dengan lebih dari 30 hari diare. dapat menguatkan sistem imun sehingga mampu melawan HIV dan infeksi lainnya. Kebutuhan energi pada ODHA dihitung berdasarkan ada atau tidak adanya gejala seperti demam. kemudian dapat dicuci dengan sabun seperti biasa. dan infeksi pernapasan.5%) dengan memakai sarung tangan. maka sistem kekebalan dalam tubuh turun.rumah. Nutrisi yang baik berarti terjadi asupan makanan yang baik. infeksi jamur dan anemia. mual dan muntah yang sering. usia. kemungkinan terkena penyakit semakin meningkat. Pada saat itu. Daya tahan terhadap infeksi pun meningkat. malabsorbsi dan gangguan metabolisme. diare. bila tercemar lebih baik dicuci dengan pemutih dulu (larutan klorin 0. tuberkulosis. Diantaranya. Pada ODHA butuh tambahan energi karena energi digunakan untuk mengatasi infeksi HIV/AIDS dan juga infeksi oportunistik. maka sistem imun akan semakin menurun dan kemungkinan timbulnya penyakit semakin besar. dan gangguan penyakit lainnya. berat badan terjaga. Diet dan pola hidup sehat dapat memperkecil risiko kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) bagi ODHA. replikasi atau proses penggandaan dan progresivitas HIV meningkat. Berikutnya. sehingga terjadi defisiensi nutriea. dan kualitas hidup ODHA. bila terjadi malnutrisi. Akibatnya.

Paling tidak ODHA membutuhkan 34-40 kalori per kilogram berat tubuh ideal. Namun kebutuhan kalori akan lebih meningkat pada saat infeksi dan demam. Selain sumber protein hewani ini. Pada kategori C (dengan tingkat kekebalan (CD4) di bawah 200 dan terjadi infeksi oportunistik). Hal ini mengakibatkan kelemahan dalam tubuh dan sistim kekebalannya.2 gram per kilogram. oat.1 . dan beras mengandung jumlah protein yang rendah. biskuit. maka tubuh akan menggunakan proteinnya sendiri (otot) untuk mengganti kekurangan bahan bakar tersebut.2. cake. Jumlah asupan protein yang direkomendasikan (RDA) adalah 0. Telur dan produk susu rendah lemak juga baik.40 kilokalori per kilogram dan kebutuhan protein 1. dan 55-60% karbohidrat).35 kilokalori per kilogram. kebutuhan kalori 35 . barley. Lebih banyak protein dibutuhkan untuk mempertahankan atau membentuk berat badan ideal bagi orang dengan HIV. Makronutriea dan mikronutriea Diperlukan asupan makronutriea yang memadai bagi ODHA seperti karbohidrat. kebutuhan kalori meningkat menjadi 40 . Sayur dan produk gandum seperti roti gandum. serta dari banyak zat yang membentuk sistim kekebalan tubuh. biji-bijian dan gandum seperti tepung gandum.1. antara 1. es krim). kebutuhan kalori 30 .0 gram per kilogram berat badan untuk orang dewasa sehat. diet protein yang sangat tinggi dapat mengakibatkan tekanan pada ginjal. Dalam kategori karbohidrat kompleks.0 g/kg berat badan. dan lemak (meliputi 15-20% protein. protein. Karbohidrat memberi energi. Protein merupakan bahan dasar dari otot. Pada kategori A (tidak ada gejala HIV dan akut HIV).5 gram per kilogram.50 kilokalori per kilogram dan kebutuhan protein menjadi 2 . produk gandum dan biji-bijian) serta mengandung karbohidrat simpel yang rendah (gula.Kebutuhan Kalori dan Protein Kalori merupakan energi dalam makanan. dan ikan merupakan sumber protein yang baik. pasta. Kalori menyediakan bahan bakar bagi tubuh untuk tetap bekerja. barley. dan kacang-kacangan.5 gram per kilogram. Pada kategori B (ada gejala HIV dan komplikasi oleh HIV). daging unggas tanpa kulit. ODHA perlu meningkatkan jumlah makanan yang dikonsumsi untuk mempertahankan berat badan ideal. Bila tidak menyediakan cukup banyak kalori dan protein melalui makanan. organ tubuh.5 . anda juga dapat memperoleh protein dari biji-bijian (seperti kacang polong). 25-30% lemak. 77 .2-2. Daging sapi rendah lemak. permen. Sementara kebutuhan protein mencapai 1.8-1. Diet yang sehat adalah yang mengandung karbohidrat kompleks yang tinggi (gandum. Asupan protein tidak boleh lebih dari 15-20% total kalori. soft drink.

B kompleks. sehingga harus berhati-hati terhadap CVD. dan sayur-sayuran. Mengkonsumsi satu atau dua tablet multivitamin/mineral (tanpa extra iron) dapat melengkapi paling tidak 100% dari nutrisi yang dianjurkan per 78 Sumber makanan : ikan. ODHA dianjurkan memakan makanan yang bervariasi. alpukat. kacang-kacangan. butter. selenium. dsb.dan beras coklat merupakan sumber karbohidrat yang lebih baik daripada roti putih dan pasta. Asam lemak Omega-3 (sejenis lemak tak jenuh ganda). WHO merekomendasikan kebutuhan mikronutriea ODHA sama dengan kebutuhan orang sehat. dan seng. asam folat. Orang dengan HIV tidak selalu makan 100% dari nutrisi yang dianjurkan per hari. dan minyak. susu. Sumber makanan : biji-bijian. susu. biji dan minyak flax. daging unggas dengan kulit. Lemak Tak Jenuh Tunggal: Anjuran : 10% atau lebih dari total asupan kalori. minyak Sumber makanan : daging berlemak. Untuk menjaga status nutrisi yang memadai. buah-buahan. bunga matahari dan safflower. C. memberi perlindungan terhadap CVD. yang ditemukan dalam ikan dan jenis makanan lain. minyak kanola dan olive. Lemak Tak Jenuh Ganda: Anjuran : 10% atau kurang dari total asupan kalori. Selain itu. Jenis-jenis tersebut lebih tinggi kandungan nutrisi dan seratnya serta diserap lebih lamban oleh tubuh untuk menyediakan sumber glukosa yang lebih mapan. sehingga tubuh dapat tahan hingga saat makan berikutnya. Lemak Jenuh: Anjuran : 7% atau kurang dari total asupan kalori. seperti karbohidrat. Idealnya. Lemak merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Tetapi sering kali pada ODHA ditemukan defisiensi mikronutriea. lemak. daging. beras dan kentang. Kuantitasnya pun harus cukup untuk kebutuhan tubuh akan energi. protein dan mikronutriea. Lemak jenuh meningkatkan risiko penyakit jantung (CVD). Asupan lemak yang dianjurkan adalah kurang dari 30% (25% lebih baik) dari total asupan kalori per harinya. namun jenis lemak yang diasup juga berpengaruh. serta jagung. seperti vitamin A. kacang kedelai. E. E. Orang dengan HIV dapat mengalami kolesterol dan trigliserida tinggi akibat obatobatan. Makanan-makanan sejenis ini dapat juga bermanfaat bagi orang dengan diabetes atau dengan kekebalan insulin. asupan diet yang memadai akan didapatkan asupan mikronutriea yang memadai juga. makanan bersumber . B12. diperlukan mikronutriea yakni vitamin dan mineral terutama vitamin C. dan ikan. walnut. serta minyak kelapa dan kelapa sawit.

• • Perbanyak porsi biji-bijian atau kacang-kacangan dalam makanan setiap hari. jenis makanan dan minuman seperti Makan buah dan sayuran yang beraneka warna untuk memperoleh nutrisi yang lengkap. potongan Batasi penambahan gula. atau kira-kira 3 gelas. buah-buahan.harinya. 79 . Baik makan penuh atau sekedar mengudap. serta biji-bijian. ikan. jika ada gangguan saluran pencernaan Rendah laktosa & lemak jika diare Hindari rokok. pastikan mengandung keseluruhan dari 3 makronutrisi: protein. karbohidrat. ODHA harus diet dengan seimbang agar kebutuhan energi tercukupi. terjaga berat badan ideal. Pilih makanan bersumber protein rendah seperti dada ayam tanpa kulit. Syarat Diet dan Tips untuk membentuk diet berkualitas tinggi Pemberian nutrisi harus tetap memperhatikan kesehatan per individu. dengan sumber-sumber protein yang rendah lemak. ini rendah dalam kandungan nutrisi dan dapat membengkakkan tingkat glukosa dalam tubuh. dan fungsi tubuh berjalan dengan baik. perlu diet khusus. setiap hari (susu sapi atau kedelai) Hindari makanan diawetkan atau beragi Bebas dari pestisida atau zat kimia Rendah serat. Jenis makanan seperti ini padat nutrisi. Untuk beberapa kondisi. makanan lunak/cair. • • • • • • • • • • • Kebutuhan zat gizi ditambah 10-25% dari kebutuhan minimum Diberikan porsi kecil tapi sering Konsumsi protein berkualitas tinggi & mudah dicerna Sayuran dan buah-buahan bentuk jus Susu rendah lemak dan sudah di pasteurisasi. daging sapi rendah lemak. hati dan diabetes melitus. Misalnya. serta produk susu rendah lemak. Kemudian dilarang memberi asupan makanan yang dapat menyebabkan dan atau memperparah alergi pada ODHA. kafein & alkohol Diet berkualitas tinggi dengan cara banyak makan sayur-sayuran. Targetkan untuk memperoleh 50% sumber karbohidrat dari gandum-ganduman. permen. ODHA yang menderita ginjal. dan akan lebih bermanfaat bagi kesehatan anda daripada kalori kosong yang diperoleh dari gula dan lemak. • • • • Makan 5-6 porsi buah-buahan dan sayur-sayuran setiap hari. dan sedikit lemak. gandumganduman. dan soft drink.

80 .

ccohs.com/igamamalang/info.com/penyakit/119/Neutropenia.org/tiki-index.co.spiritia.e-dukasi.i-base.pdf http://www.DAFTAR PUSTAKA http://id.html http://www.or.shvoong.org/wiki/AIDS http://ilmu-asuhan-kebidanan. http://digilib.com/ http://www.aidsinfonet.com/medicine-and-health/1855259-sejarah-singkat-hiv-aids/ http:// www.caloshanswers/prevention/ppe/universa.html http://www.org Infeksi nosokomial clan kewaspadaan universal : http://www.ac.pdf/10_PenilaianHasilP emeriksaan.net/pengpop/pp_full.org http://www.wartamedika.com/2009/07/hiv-dan-aids.html http://medicastore.htm.info/itpc/Indonesian/spirita/docs/Lembaran-Informasi/LI412.id/files/cdk/files/10_PenilaianHasilPemeriksaan.unila.blogspot.php?ppid=246&fname=hal4.niehs.blogspot.ni.html.gov/odhsb/biosafe/univers.kalbe.aidsinfonet. What are universal precautions : http://www.pdf 81 .htm http://id.com/2008/06/jenis-jenis-pemeriksaan-hivaids.geocities.htm http://fkuii.php http://nurse-technology.wikipedia.id/ Universal precautions : http://www.id/files/disk1/13/laptunilapp-gdl-jou-2007-fauziadr-616-fauzi2c--r.html Kewaspadaan universal : http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful