PATOLOGI MANUSIA

ANTIOKSIDAN – RADIKAL BEBEAS

KELOMPOK 8 1. ANNISA AMBARSARI 2. ERLITA PUTRI. R 3. LIA EFRIYANURIKA 4. RISCZY ALFRIDA DARMAWANTI KELAS : D III GIZI I-A

Antioksidan adalah substansi yang menetralkan radikal bebas karena senyawa-senyawa tersebut mengorbankan dirinya agar teroksidasi sehingga sel-sel yang lainnya dapat terhindar dari radikal bebas ataupun melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas oksigen reaktif jika hal itu berkenaan dengan penyakit dimana radikal bebas itu sendiri dapat berasal dari hasil metabolisme tubuh ataupun faktor eksternal lainnya antioksidan & radikal bebas .Pengertian antioksidan Antioksidan adalah senyawa yang mampu menunda. memperlambat atau menghambat reaksi oksidasi pada makanan maupun obat dimana senyawa-senyawa tersebut mudah teroksidasi sehingga sel-sel lain terhindar dari radikal bebas .

brokoli. jagung. biji-bijian. Antioksidan vitamin lebih populer sebagai antioksidan dibandingkan enzim. Fungsinya menetralkan hidrogen peroksida beracun dan mencegah formasi gelembung CO2 dalam darah. telur. Antioksidan glutation peroksidase bekerja dengan cara menggerakkan H2O2 dan lipid peroksida dibantu dengan ion logam-logam transisi. Vitamin E dipercaya sebagai sumber antioksidan yang kerjanya mencegah lipid peroksidasi dari asam lemak tak jenuh dalam membran sel dan membantu oksidasi vitamin A serta mempertahankan kesuburan. Antioksidan terbagi menjadi antioksidan enzim dan vitamin. bawang putih. Superoksida dismutase berperan dalam melawan radikal bebas pada mitokondria. Kerja SOD akan semakin aktif dengan adanya poliferon yang diperoleh dari konsumsi teh. kentang. Enzim yang mengubah hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen adalah katalase. kacang-kacangan. katalase dan glutation peroksidase (GSH. gandum. dan tomat . SOD murni berupa peptida orgoteina yang disebut agen anti peradangan. beta karoten dan asam askorbat (vitamin C). beta karoten adalah sumber utama vitamin A yang sebagian besar ada dalam tumbuhan. biji gandum. padi.Prx). sitoplasma dan bakteri aerob dengan mengurangi bentuk radikal bebas superoksida. Dosis Se yang terlalu tinggi bersifat racun. Sumber Se ada pada ikan. sebelumnya kita perlu mengenal penggolongan antioksidan itu sendiri. Selain melindungi buah-buahan dan sayuran berwarna kuning atau hijau gelap dari bahaya radiasi matahari.Prx mengandung Se. Antioksidan vitamin mencakup alfa tokoferol (vitamin E). Sebagai antioksidan. GSH. dan sayuran yang tumbuh di tanah yang kaya akan Se. ayam. Vitamin E disimpan dalam jaringan adiposa dan dapat diperoleh dari minyak nabati terutama minyak kecambah. Antioksidan enzim meliputi superoksida dismutase (SOD).Penggolongan Antioksidan Untuk memenuhi kebutuhan antioksidan. beta karoten juga berperan serupa dalam tubuh manusia. Beta karoten terkandung dalam wortel. dan sayuran hijau.

Oregon State University. Dengan demikian maka vitamin C juga berperan dalam menghambat reaksi oksidasi yang berlebihan dalam tubuh dengan cara bertindak sebagai antioksidan. astaxanthin 1000 kali lebih kuat sebagai antioksidan daripada vitamin E. serta membantu penglihatan. yaitu Haematococos pluvalis. Ia mengubah radikal bebas yang ada menjadi molekul yang berkurang dampak negatifnya. yaitu flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa polifenol yang terdapat pada teh. Contoh antioksidan ini adalah enzim SOD yang berfungsi sebagai pelindung hancurnya sel-sel dalam tubuh serta mencegah proses peradangan karena radikal bebas. Vitamin C terkandung dalam sayuran berwarna hijau dan buah-buahan. Aktivitas antioksidan flavonoid tergantung pada struktur molekulnya terutama gugus prenil (CH3)2C=CH-CH2-.Antioksidan yang berasal dari sumber hewani walaupun menjadi penyumbang minoritas tetapi peranannya tidak dapat disepelekan begitu saja. Sedangkan asam askorbat mudah dioksidasi menjadi asam dehidroaskorbat. Aktivitas antioksidan ini bekerja melawan lipid peroksida dan bahaya oksidasi LDL kolesterol maupun UV. anggur. Antioksidan primer Antioksidan primer ini bekerja untuk mencegah pembentuk senyawa radikal bebas baru. Dalam penelitian menunjukkan bahwa gugus prenil flavonoid dikembangkan untuk pencegahan atau terapi terhadap penyakit-penyakit yang diasosiasikan dengan radikal bebas. respon kekebalan. ada pula senyawa lain yang dapat menggantikan vitamin E. Hal ini dikemukakan oleh Department of Environmental and Molecular Toxicology. bir dan kecap. sebelum radikal bebas ini sempat bereaksi. Di samping penggolongan antioksidan di atas. Astaxanthinnya melindungi alga dari perubahan lingkungan seperti tingginya foto oksidasi ultraviolet dan evaporasi. reproduksi dan pigmentasi bagi alga. Udang. Hal yang mengejutkan ada pada astaxanthin yang tergolong karoten. buah-buahan. sayuran. Enzim SOD sebenarnya sudah ada . kerang merupakan sumber potansial astaxanthin. Antioksidan di dalam tubuh bisa dikelompokkan menjadi 3 yakni: 1. Menurut para ahli. ikan salmon. Tetapi kandungan astaxanthin terbanyak ada pada sejenis mikroalga.

dalam tubuh kita. Termasuk dalam jenis ini adalah vitamin E (atokoferol) dan flavonoid. dan albumin. dan  Tanpa melibatkan penangkapan radikal bebas. dan tembaga. beta karoten. mineral-mineral tersebut hendaknya tersedia cukup dalam makanan yang dikonsumsi setiap hari. Dalam tubuh manusia terdapat radikal bebas. vitamin C. menangkap oksigen. Antioksidan jenis ini disebut sebagai antioksidan primer. 2. Contoh enzim yang memperbaiki DNA pada inti sel adalah metionin sulfoksidan reduktase. Antioksidan ini disebut dengan antioksidan sekunder yang mekanisme pengikatannya melalui pengikatan logam. jika ingin menghambat gejala dan penyakit degeneratif. Antioksidan tersier Antioksidan jenis ini memperbaiki kerusakan sel-sel dan jaringan yang disebabkan radikal bebas. Namun bekerjanya membutuhkan bantuan zat-zat gizi mineral seperti mangan. menyerap sinar ultraviolet dan mendeaktivasi oksigen singlet . Adanya enzim-enzim perbaikan DNA ini berguna untuk mencegah penyakit kanker. sebagai sampingan . mengubah hidroperoksida menjadi spesies non radikal. Contoh antioksidan sekunder: vitamin E. seng. misalnya. Mekanisme antioksidan dalam menghambat oksidasi Antioksidan dapat menghambat atau memperlambat oksidasi melalui dua cara yaitu:  Melalui penangkapan radikal bebas (free radical scavenging). Antioksidan sekunder Antioksidan ini berfungsi menangkap senyawa serta mencegah terjadinya reaksi berantai. bilirubin. asam urat. Selenium (Se) juga berperan sebagai antioksidan. Jadi. 3. Manfaat dan Fungsi Antioksidan Antioksidan merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh yang secara umum dapat menghambat oksidasi lemak.

Berdasarkan penelitian. Pada jumlah tertentu. Dan terakhir yang dari golongan metabolit sekunder tumbuhan yaitu senyawa terpen yaitu karoten yang ditandai dengan ciri khas sebagai pigmen berwarna orange. Antioksidan seperti flavonoida. dan polifenol juga mampu mencegah penyakit Alzheimer (penyakit pikun pada manula) dan kardiovaskular (penyakit jantung dan pembuluh darah). dilihat lagi senyawa2 yang gampang teroksidasi khususnya vitamin adalah vitamin C. Dari sini. E. Meningkatnya radikal bebas yang berlebih ini akan berakibat pada penuaan dini. lalu vitamin E. glikosida. atau betakaroten 2. Dari luar tubuh (eksogen) dengan cara melalui makanan dan minuman yang mengandung vitamin C. glutation peroksidase (GSH Px). yang berguna untuk antioksidan seperti Zincum / Seng (Zn). Ada dua cara dalam mendapatkan antioksidan. karena dapat merusak senyawa lemak yang dapat menghilangkan elastisita kekencangan kulit sehingga mengakibatkan keriput. dan katalase yang diproduksi oleh tubuh sebagai antioksidan. yakni dengan enzim superoksida dismutase (SOD). perxidasi. Selenium (Se). Namun jika kondisi radikal bebas dalam tubuh terlalu banyak maka radikal bebas akan bersifat merusak tubuh. Dan dari sisi mineral. Dan yang biasa dikenal adalah jenis beta-karoten . radikal bebas dibutuhkan agar dapat membantu sel darah putih atau lekosit untuk menghancurkan atau memakan kuman yang masuk ke dalam tubuh. intinya bahwa kelebihan antioksidan juga akan berakibat tidak baik bagi kesehatan. Dari dalam tubuh (endogen).dari proses pembentukan energi. yaitu : 1. antioksidan juga disinyalir mampu mencegah tumbuhnya sel kanker payudara pada wanita. mengonsumsi antioksidan secara berlebihan (dari makanan maupun suplemen) dapat meningkatkan risiko kerusakan hati. Selain mencegah penuaan dini.

namun jika berlebih akan memicu efek patologis. Namun. Radikal bebas merupakan merupakan agen pengoksidasi kuat yang dapat merusak sistem pertahanan tubuh dengan akibat kerusakan sel dan penuaan dini karena elektron yang tidak berpasangan selalu mencari pasangan elektron dalam makromolekul biologi. radikal bebas dapat dinetralkan oleh sistem enzimatik tubuh. masih dapat diperbaiki oleh sistem perbaikan DNA. Kerusakan DNA (deoxy nucleic acid) pada inti sel Senyawa radikal bebas merupakan salah satu faktor penyebab kerusakan DNA di samping penyebab lain seperti virus. Namun. terutama pada tumbuh-tumbuhan. maka tidak semua elektron dapat berpasangan sehingga bersifat sangat reaktif .Komponen kimia yang berperan sebagai antioksidan adalah senyawa golongan fenolik dan polifenolik. Bahkan terjadi perubahan abnormal yang mengenai gen tertentu dalam tubuh yang dapat menimbulkan penyakit kanker. Jika jumlahnya sedikit. bila sudah menyebabkan rantai DNA terputus di berbagai tempat. Radikal bebas lazimnya hanya bersifat perantara yang bisa dengan cepat diubah menjadi substansi yang tak lagi membahayakan tubuh. penuaan. Bila kerusakan tidak terlalu parah. kerusakan ini tidak dapat diperbaiki lagi sehingga pembelahan sel akan terganggu. reaksi pembentukan radikal bebas merupakan mekanisme biokimia tubuh normal.x Sebenarnya. kanker. radiasi. bila radikal bebas sempat bertemu dengan enzim atau asam lemak tak jenuh ganda. Protein lipida dan DNA dari sel manusia yang sehat lah merupakan sumber pasangan elektron yang baik.Pengertian Radikal Bebas Radikal bebas adalah atom atau gugus atom apa saja yang memiliki satu atau lebih elektron tak berpasangan. dan penyakit lainnya. Kondisi oksidasi dapat menyebabkan kerusakan protein dan DNA. maka merupakan awal dari kerusakan sel yang antara lain: 1. dan zat kimia karsinogen. dan memiliki kemampuan untuk menangkap radikal bebas. Karena jumlah elektron ganjil. Senyawa-senyawa golongan tersebut banyak terdapat dialam. .

Dalam tubuh kita. Namun. semua sel jaringan organ dapat menangkal serangan radikal bebas karena di dalamnya terdapat sejenis enzim khusus yang mampu melawan. 4. secara perlahan-lahan tapi pasti. . karena manusia secara alami mengalami degradasi seiring dengan peningkatan usia akibat radikal bebas itu sendiri. Umumnya. 3.2. Kerusakan protein Terjadinya kerusakan protein akibat serangan radikal bebas ini termasuk oksidasi protein yang mengakibatkan kerusakan jaringan tempat protein itu berada. otomatis pemusnahannya tidak pernah mencapai 100% meski secara teori dapat dipunahkan oleh berbagai antioksidan. Kerusakan lipid peroksida Ini terjadi bila asam lemak tak jenuh terserang radikal bebas. 5. Belum lagi adanya rangsangan untuk membentuk radikal bebas yang berasal dari lingkungan sekitar. Karena itu. Proses ketuaan. terjadi kerusakan jaringan oleh radikal bebas yang tidak terpunahkan. Contohnya kerusakan protein pada lensa mata yang mengakibatkan katarak. yang dianggap salah satu penyebab terjadinya berbagai penyakit degeneratif (kemerosotan fungsi tubuh). Kalau ini terserang struktur dan fungsi membran akan berubah yang dalam keadaan ekstrem akhirnya mematikan sel-sel pada jaringan tubuh. reaksi antarzat gizi tersebut dengan radikal bebas akan menghasilkan peroksidasi yang selanjutnya dapat menyebabkan kerusakan sel. Kerusakan membran sel Komponen terpenting membran sel mengandung asam lemak tak jenuh ganda yang sangat rentan terhadap serangan radikal bebas.

dengan rangkaian proses sebagai berikut :  Terjadi ikatan kovalen antara radikal bebas dengan komponen membran (enzim-enzim membran. seperti kehilangan elastisitas jaringan kolagen dan otot sehingga kulit tampak keriput. Sifat-sifat Radikal Bebas Perusakan sel oleh radikal bebas reaktif didahului oleh kerusakan membran sel.  Reaksi peroksidasi lipid dan kolesterol membran yang mengandung asam lemak tak jenuh majemuk (PUFA = Poly Unsaturated Fatty Acid). terjadinya lipofuchsin atau bintik-bintik pigmen kecoklatan di kulit yang merupakan timbunan sisa pembakaran dalam sel. Yang ingin awet muda tentu perlu banyak mengkonsumsi zat gizi yang meminimalkan efek radikal bebas ini. antibodi hanya terbentuk bila ada antigen yang masuk dalam tubuh. Zat Penghambat Penuaan . Dalam keadaan normal tubuh kita mempunyai mekanisme pertahanan terhadap radikal bebas. Hasil peroksidasi lipid membran oleh radikal bebas berefek langsung terhadap kerusakan membran sel. komponen karbohidrat membran plasma). cross-linking.Kerusakan jaringan secara pelan ini merupakan proses terjadinya ketuaan. Kerusakan sel akibat radikal bebas baru dapat terjadi apabila kemampuan mekanisme pertahanan tubuh menurun. antara lain dengan mengubah fluiditas. Antioksidan. Dapat menimbulkan autoimun Dalam keadaan normal.  Oksidasi gugus tiol pada komponen membran oleh radikal bebas yang menyebabkan proses transport lintas membran terganggu. 6. struktur dan fungsi membran serta menyebabkan kematian sel. Autoimun adalah terbentuknya antibodi terhadap suatu sel tubuh biasa dan hal ini dapat merusak jaringan tubuh dan sangat berbahaya. sehingga terjadi perubahan struktur dan fungsi reseptor.

katalase. lemak. dan terciptalah radikal bebas. Antioksidan yang diproduksi di dalam tubuh (endogen) berupa tiga enzim. Antioksidan bekerja dalam dua cara :  Pemutusan rantai – Saat radikal bebas melepaskan atau mengambil elektron. Dalam proses itu antioksidan pun teroksidasi. Seperti vitamin E. elektron atom benda tersebut akan meloncat dari orbitnya. Ketika sinar ultraviolet menerpa suatu benda terus menerus. betakaroten dan senyawa flavonoid yang diperoleh dari tumbuhan. Proses ini terjadi sampai terjadi . yaitu senyawa protein kecil glutation. superoksida dismutase (SOD). maka tubuh dengan sendirinya akan memproduksi zat antioksidannya. yaitu. seperti merokok. serta non enzim. Radikal bebas muncul sebagai dampak dari kehidupan itu sendiri. Pekerjaan itu dibantu oleh asupan antioksidan dari luar (eksogen) yang berasal dari bahan makanan. begitu seterusnya. Agar radikal bebas tidak merajalela. Itulah mengapa kita harus terus mengisi ulang antioksidan dalam tubuh kita.Antioksidan merupakan zat yang anti terhadap zat lain yang bekerja sebagai oksidan atau sering disebut dengan radikal bebas. Cara Kerja Antioksidan Antioksidan menghalangi proses oksidasi dengan cara menetralisir radikal bebas. dan protein. Radikal bebas akan selalu bertebaran dimana-mana. dan menghasilkan molekul lain. radikal bebas juga muncul pada setiap proses pembakaran. Selain dari proses metabolisme. dan melakukan hal yang sama pada molekul yang lain. Dalam proses oksidasi inilah radikal bebas ikut terproduksi. Ketiga enzim dan senyawa glutation itu bekerja menetralkan radikal bebas. seperti karbohidrat. Lalu molekul ini akan berputar. Radikal bebas adalah sejenis oksigen yang susunan atomnya tidak sempurna. pembakaran bahan bakar pada mesin dan kendaraan bermotor. glutation peroksidase (GSHPx). Zat ini merupakan zat berbahaya yang sangat reaktif dan bersifat merusak jaringan organ-organ tubuh hingga menimbulkan berbagai penyakit di usia tua. memasak. C. Energi dihasilkan dari proses metabolisme dengan mengoksidasi (membakar) zat-zat makanan. radikal bebas lain akan terbentuk. Setiap makhluk hidup akan menghasilkan radikal bebas sebagai produk samping dari proses pembentukan energi.

dalam suatu proses antioksidan dapat melindungi kita dari pengaruh radikal bebas.  Teh – Pada dasarnya daun teh mengandung tiga komponen penting.  Kopi – Secangkir kopi yang kita minum tiap pagi ternyata tidak sekedar membuat kita terjaga dan bersemangat. antioksidan dapat merintangi pemutusan rantai oksidasi. vitamin C dan E. yaitu antioksidan yang ampuh menghentikan radikal bebas sehingga tak berkeliaran mecari asam tak jenuh dalam sel. Tomat mengandung likopene. Kopi yang diminum tidak harus kopi yang keras. yaitu kafein yang memberikan efek penyemangat. atau radikal bebas itu sudah distabilkan oleh antioksidan ―pemutus rantai‖ seperti betakaroten. Efektivitas kerja antioksidan tergantung dari jumlah. yaitu dengan memicu inisiasi radikal bebas. Sumber Antioksidan  Hasil penelitian ilmiah menunjukkan bahwa buah-buahan. pada sistem lain tidak berefek sama sekali. bagaimana dan dimana radikal bebas dihasilkan serta target kerusakannya. diketahui amat aktif mencegah reaksi oksidasi lipid pada membran sel lensa (mata) sehingga kita terhindar dari katarak. tannin yang memberi kekuatan rasa. Bahkan dalam keadaan tertentu antioksidan dapat meningkatkan proses oksidasi dengan menghasilkan jenis oksigen yang membahayakan. Cukup dengan minum satu atau dua cangkir kopi tiap hari sudah memberi kebutuhan antioksidan yang dibutuhkan. sayuran dan biji-bijian adalah sumber antioksidan yang baik dan bisa meredam reaksi berantai radikal bebas dalam tubuh. Polifenol pada teh ini adalah antioksidan yang kekuatannya 100 kali lebih efektif dibandingkan vitamin C dan 25 kali lebih tinggi dibandingkan . Hal yang sama dilakukan lutein dan zeasantin yang terdapat pada bayam.pemutusan. yang pada akhirnya dapat menekan proses penuaan dini. Sedangkan antioksidan vitamin seperti vitamin C.  Pencegahan – Dengan cara mengurangi tingkat inisiasi rantai. dan polifenol yang mempunyai banyak khasiat kesehatan. Mereka juga dapat mencegah oksidasi dengan cara menstabilkan transisi logam berat seperti tembaga dan besi. Penelitian terbaru di amerika menunjukkan bahwa kopi adalah sumber utama antioksidan. E dan betakarotenoid akan menstabilkan membran sel lensa dan mepertahankan konsentrasi glutation tereduksi dalam lensa. Dengan begitu. kopi tanpa kafein (decaf) juga memberi antioksidan dalam jumlah yang sama.

memperlambat. Antioksidan dan sumber-sumbernya Antioksidan didefinisikan sebagai senyawa yang dapat menunda. Oleh sebab itu. Dalam arti khusus. Langkah sehat lainnya yaitu dengan mengurangi asupan jumlah kalori yang berasal dari karbohidrat dan lemak. dan mencegah proses oksidasi lipid. yaitu antioksidan sintetik (antioksidan yang diperoleh dari hasil sintesa reaksi kimia) dan antioksidan alami (antioksidan hasil ekstraksi bahan alami). dianjurkan agar kita menyeduh teh dalam air hangat selama tiga menit. Untuk mendapatkan khasiat antioksidan dalam teh. karena justru mendorong timbulnya kanker tenggorokan. mari kita perbanyak asupan antioksidan. Antioksidan-antioksidan tersebut merupakan antioksidan alami yang telah diproduksi secara sintetis untuk tujuan komersial. yaitu butil hidroksi anisol (BHA). . Kalori dapat mempercepat penuaan dini karena untuk mengubahnya menjadi energi diperlukan lebih banyak oksigen.vitamin E. propil galat. Jangan minum teh panas. 1990). tert-butil hidoksi quinon (TBHQ) dan tokoferol. Namun di sisi lain oksigen memicu banyak radikal bebas yang bersumber dari senyawa reaktif oksigen. Teh kaya akan antioksidan. Sumber-sumber antioksidan dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok. Data ilmiah menunjukkan individu yang rajin mengkonsumsi sumber-sumber antioksidan memiliki peluang awet muda lebih besar. Teh juga dapat mengurangi resiko terkena penyakit jantung koroner dan melindungi terhadap munculnya kanker esophageal. karena melepuhkan esophagus dan menciptakan luka sehingga rentan terkena kanker. antioksidan adalah zat yang dapat menunda atau mencegah terjadinya reaksi antioksidasi radikal bebas dalam oksidasi lipid (Kochhar dan Rossell. butil hidroksi toluen (BHT). kegiatan antioksidan dalam darah peminum teh akan meningkat41 – 48 % setelah 30 menit minum teh hijau dan 50 menit setelah teh hitam. yang kemudian menyerang sel-sel dan akhirnya mempercepat proses penuaan dini. Beberapa contoh antioksidan sintetik yang diijinkan penggunaanya untuk makanan dan penggunaannya telah sering digunakan. Juga menghindarkan dari penyakit yang terkait dengan penuaan seperti kanker dan pernapasan.

Kingdom tumbuhan. isoflavon. salah satunya adalah flavonoid. akar. seperti pada kayu. Dari ekstrak jahe yang telah dibuang komponen volatilnya dengan destilasi uap. Mekanisme kerja antioksidan Mekanisme kerja antioksidan memiliki dua fungsi. turunan asam sinamat. Angiosperm memiliki kira-kira 250.000 spesies dan dari jumlah ini kurang lebih 400 spesies yang telah dikenal dapat menjadi bahan pangan manusia. tetapi tidak selalu dari bagian yang dapat dimakan. Senyawa antioksidan alami tumbuhan umumnya adalah senyawa fenolik atau polifenolik yang dapat berupa golongan flavonoid. (b) senyawa antioksidan yang terbentuk dari reaksi-reaksi selama proses pengolahan. Fungsi pertama merupakan fungsi utama dari antioksidan yaitu sebagai pemberi atom hidrogen. Ada beberapa senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan telah berhasil diisolasi dari kedelai (Glycine max L. dan lain-lain. (c) senyawa antioksidan yang diisolasi dari sumber alami dan ditambahkan ke makanan sebagai bahan tambahan pangan (Pratt. asam ferulat. 1992). tokoferol dan asam-asam organik polifungsional. Isolasi antioksidan alami telah dilakukan dari tumbuhan yang dapat dimakan.Antioksidan alami di dalam makanan dapat berasal dari (a) senyawa antioksidan yang sudah ada dari satu atau dua komponen makanan.1992). buah. Jahe (Zingiber officinale Roscoe) biasa digunakan sebagai bumbu atau obat tradisional. ditemukan adanya empat senyawa turunan gingerol dan empat macam diarilheptanoid yang memiliki aktivitas antioksidan kuat (Nakatani. Antioksidan (AH) yang mempunyai fungsi . kulit kayu. daun. Senyawa antioksidan yang diisolasi dari sumber alami adalah yang berasal dari tumbuhan. flavonol. biji dan serbuk sari (Pratt. Komponen-komponen pedas dari jahe seperti 6 gingerol dan 6-shogaol dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang cukup. Antioksidan alami tersebar di beberapa bagian tanaman.000 sampai 300.). Flavonoid kedelai adalah unik dimana dari semua flavonoid yang terisolasi dan teridentifikasi adalah isoflavon. kumarin. bunga. asam klorogenat.1992). Golongan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan meliputi flavon. kateksin. Sementara turunan asam sinamat meliputi asam kafeat. flavonol dan kalkon. maka dari fraksi non volatilnya setelah pemurnian.

Fungsi kedua merupakan fungsi sekunder antioksidan. . Penambahan tersebut dapat menghalangi reaksi oksidasi pada tahap inisiasi maupun propagasi (Gambar 1). Reaksi Penghambatan antioksidan primer terhadap radikal lipida (Gordon 1990) Besar konsentrasi antioksidan yang ditambahkan dapat berpengaruh pada laju oksidasi. Penambahan antioksidan (AH) primer dengan konsentrasi rendah pada lipida dapat menghambat atau mencegah reaksi autooksidasi lemak dan minyak.utama tersebut sering disebut sebagai antioksidan primer. aktivitas antioksidan grup fenolik sering lenyap bahkan antioksidan tersebut menjadi prooksidan (Gambar 2). sementara turunan radikal antioksidan (A*) tersebut memiliki keadaan lebih stabil dibanding radikal lipida. Pengaruh jumlah konsentrasi pada laju oksidasi tergantung pada struktur antioksidan. Pada konsentrasi tinggi. kondisi dan sampel yang akan diuji. ROO*) atau mengubahnya ke bentuk lebih stabil. Senyawa ini dapat memberikan atom hidrogen secara cepat ke radikal lipida (R*.1990). 1990). Inisiasi : R* + AH ———-> RH + A* Radikal lipida Propagasi : ROO* + AH ——-> ROOH + A* Gambar 1. Radikal-radikal antioksidan (A*) yang terbentuk pada reaksi tersebut relatif stabil dan tidak mempunyai cukup energi untuk dapat bereaksi dengan molekul lipida lain membentuk radikal lipida baru (Gordon. yaitu memperlambat laju autooksidasi dengan berbagai mekanisme diluar mekanisme pemutusan rantai autooksidasi dengan pengubahan radikal lipida ke bentuk lebih stabil (Gordon.

Kekurangan zat gizi dan adanya senyawa xenobiotik dari makanan atau lingkungan yang terpolusi akan memperparah keadaan tersebut. hal ini disebabkan oleh menu sehat tradisionalnya yang kaya zat gizi dan komponen bioaktif. Pada kondisi ini. yang berperan penting dalam menghambat reaksi kimia oksidasi. stroke. . yang dapat merusak makromolekul dan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Stress oksidatif adalah keadaan tidak seimbangnya jumlah oksidan dan prooksidan dalam tubuh. aktivitas molekul radikal bebas atau reactive oxygen species (ROS) dapat menimbulkan kerusakan seluler dan genetika.AH + O2 ———–> A* + HOO* AH + ROOH ———> RO* + H2O + A* Gambar 2. Bila umumnya masyarakat Jepang atau beberapa masyarakat Asia jarang mempunyai masalah dengan berbagai penyakit degeneratif. dan tekanan darah tinggi serta terganggunya sistem imun tubuh dapat disebabkan oleh stress oksidatif. Antioksidan vs kardiovaskular dan kanker Peran positif antioksidan terhadap penyakit kanker dan kardiovaskuler (terutama yang diakibatkan oleh aterosklerosis/penyumbatan dan penyempitan pembuluh darah) juga banyak diteliti. Antioksidan bertindak sebagai prooksidan pada konsentrasi tinggi (Gordon 1990) Peranan antioksidan pada kesehatan Proses penuaan dan penyakit degeneratif seperti kanker kardiovaskuler. Antioksidan berperan dalam melindungi lipoprotein densitas rendah (LDL) dan sangat rendah (VLDL) dari reaksi oksidasi. Zat-zat ini mempunyai kemampuan sebagai antioksidan. penyumbatan pembuluh darah yang meliputi hiperlipidemik. Pencegahan aterosklerosis ini dapat dilakukan dengan menghambat oksidasi LDL menggunakan antioksidan yang banyak ditemukan pada bahan pangan. aterosklerosis.

radiasi. polusi. Dan resiko ini sebenarnya dapat dikurangi dengan mengkonsumsi antioksidan dalam jumlah yang cukup. dan senyawa xenobiotik dari konsumsi pangan sebesar 80-85 %.Adapun untuk kanker dan tumor banyak ilmuwan spesialis setuju bahwa penyakit ini berawal dari mutasi gen atau DNA sel. . Radikal bebas dan reaksi oksidasi berantai yang dihasilkan jelas berperan pada proses mutasi ini. atau faktor dari luar yang merubah struktur DNA seperti virus. Perubahan pada mutasi gen dapat terjadi melalui mekanisme kesalahan replikasi dan kesalahan genetika yang berkisar antara 10-15 %.

com/2007/09/11/antioksidan-penangkal-penuaan-dini/ http://lintasjakarta.com/pangan/antioksidan-dan-peranannya-bagi-kesehatan/ http://www.kamusilmiah.metris-community.com/antioksidan-dan-radikal-bebas/ .DAFTAR PUSTAKA http://dhanza.chem-is-try.wordpress.com/04/2009/452/manfaat-antioksidan-untuk-menangkal-radikal-bebas/ http://www.org/artikel_kimia/berita/antioksidan_dan_radikal_bebas/ http://www.