I.

PENDAHULUAN Lebaran adalah hari yang paling di tunggu oleh umat muslim di dunia tanpa terkecuali Indonesia, namun lebaran bersama siapa itu yang paling penting. Lebaran bersama keluarga adalah yang paling penting dan sebaiknya lebaran bersama keluarga selain di isi dengan silaturahmi kepada sanak keluarga, harus juga di isi dengan kegiatan seperti liburan seru ke tempat wisata. Ini penting mengingat libur lebaran adalah waktu ketika seluruh anggota keluarga mengambil cuti dari aktivitas rutin kantor maupun sekolah. Mengingat lebaran sudah semakin dekat, tanggal-tanggal mudik kerumah orang tua sudah ditetapkan, begitu juga dengan jadwal silaturahmi dan berwisata, maka sebagaimana biasa masing-masing keluarga akan memilih alternative tempat wisata. Dengan begitu beragam pilihan wisata yang ada di Lampung, variasi umur anggota keluarga, keinginan untuk tetap beribadah, dan jumlah THR sebagai modal mudik lebaran, maka kami tertarik untuk mengambil kasus ini sebagai tugas AHP.Adapun software AHP yang kami gunakan adalah Expert Choice 2000.

II.

METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

Metode AHP dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, seorang ahli matematika. Metode ini adalah sebuah kerangka untuk mengambil keputusan dengan efektif atas persoalan yang kompleks dengan menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keputusan dengan memecahkan persoalan tersebut kedalam bagian-bagiannya, menata bagian atau variabel ini dalam suatu susunan hirarki, member nilai numerik pada pertimbangan subjektif tentang pentingnya tiap variabel dan mensintesis berbagai pertimbangan ini untuk menetapkan variabel yang mana yang memiliki prioritas paling tinggi dan bertindak untuk mempengaruhi hasil pada situasi tersebut. Metode AHP ini membantu memecahkan persoalan yang kompleks dengan menstruktur suatu hirarki kriteria, pihak yang berkepentingan, hasil dan dengan menarik berbagai pertimbangan guna mengembangkan bobot atau prioritas. Metode 1

ini juga menggabungkan kekuatan dari perasaan dan logika yang bersangkutan pada berbagai persoalan, lalu mensintesis berbagai pertimbangan yang beragam menjadi hasil yang cocok dengan perkiraan kita secara intuitif sebagaimana yang dipresentasikan pada pertimbangan yang telah dibuat. (Saaty, 1993). 1. Menyusun Hirarki Menurut Saaty, ada tiga prinsip dalam memecahkan persoalan dengan AHP, yaitu prinsip menyusun hirarki (Decomposition), prinsip menentukan prioritas (Comparative Judgement), dan prinsip konsistensi logis (Logical Consistency). Hirarki yang dimaksud adalah hirarki dari permasalahan yang akan dipecahkan untuk mempertimbangkan kriteria-kriteria atau komponenkomponen yang mendukung pencapaian tujuan. Dalam proses menentukan tujuan dan hirarki tujuan, perlu diperhatikan apakah kumpulan tujuan beserta kriteria-kriteria yang bersangkutan tepat untuk persoalan yang dihadapi. Dalam memilih kriteria-kriteria pada setiap masalah pengambilan keputusan perlu memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut: a. Lengkap Kriteria harus lengkap sehingga mencakup semua aspek yang penting, yang digunakan dalam mengambil keputusan untuk pencapaian tujuan. b. Operasional Operasional dalam artian bahwa setiap kriteria ini harus mempunyai arti bagi pengambil keputusan, sehingga benar-benar dapat menghayati terhadap alternatif yang ada, disamping terhadap sarana untuk membantu penjelasan alat untuk berkomunikasi. c. Tidak berlebihan Menghindari adanya kriteria yang pada dasarnya mengandung pengertian yang sama.

2

d. Minimum Diusahakan agar jumlah kriteria seminimal mungkin untuk mempermudah pemahaman terhadap persoalan, serta menyederhanakan persoalan dalam analisis.

2. Decomposition Setelah persoalan didefinisikan maka perlu dilakukan decomposition, yaitu memecah persoalan yang utuh menjadi unsur-unsurnya. Jika ingin mendapatkan hasil yang akurat, pemecahan juga dilakukan terhadap unsur-unsurnya sehingga didapatkan beberapa tingkatan dari persoalan tadi. Karena alasan ini maka proses analisis ini dinamai hirarki (Hierarchy). Pembuatan hirarki tersebut tidak memerlukan pedoman yang pasti berapa banyak hirarki tersebut dibuat, tergantung dari pengambil keputusan-lah yang menentukan dengan memperhatikan keuntungan dan kerugian yang diperoleh jika keadaan tersebut diperinci lebih lanjut. Ada dua jenis hirarki, yaitu hirarki lengkap dan hirarki tidak lengkap. Dalam hirarki lengkap, semua elemen pada semua tingkat memiliki semua elemen yang ada pada tingkat berikutnya. Jika tidak demikian maka dinamakan hirarki tidak lengkap.

3. Comparatif Judgement Prinsip ini berarti membuat penilaian tentang kepentingan relatif dua elemen pada suatu tingkat tertentu dalam kaitannya dengan tingkat yang diatasnya. Penilaian ini merupakan inti dari AHP, karena akan berpengaruh terhadap prioritas elemenelemen. Hasil dari penilaian ini akan ditempatkan dalam bentuk matriks yang dinamakan matriks pairwise comparison. Dalam melakukan penialaian terhadap elemen-elemen yang diperbandingkan terdapat tahapan-tahapan, yakni: a. Elemen mana yang lebih (penting/disukai/berpengaruh/lainnya) b. Berapa kali sering (penting/disukai/berpengaruh/lainnya) 3

Disamping itu.Agar diperoleh skala yang bermanfaat ketika membandingkan dua elemen. maka akan diperoleh matriks pairwise comparison berukuran m x n. Dua elemen yang berlainan dapat saja dinilai sama penting. Banyaknya penilaian yang diperlukan dalam menyusun matriks ini adalah n(n-1)/2 karena matriks reciprocal dan elemen-elemen diagonalnya sama dengan 1. 4 . artinya sama penting. Dalam penilaian kepentingan relative dua elemen berlaku aksioma reciprocal. artinya jika elemen i dinilai 3 kali lebih penting dibanding j. Dalam penyusunan skala kepentingan. perlu dipahami tujuan yang diambil secara umum. Saat menggunakan patokan pada tabel berikut. Jika terdapat m elemen. perbandingan dua elemen yang sama akan menghasilkan angka 1. maka elemen j harus sama dengan 1/3 kali pentingnya dibanding elemen i.

menentukan peringkat beberapa alternatif. maka untuk mendapatkan global priority harus dilakukan sintesis antara local priority. Pengurutan elemen-elemen menurut kepentingan relatif melalui prosedur sintesis dinamakan priority setting. Bila AHP digunakan untuk memilih alternatif atau penyusunan prioritas alternatif.4. 5 . 2. Mendefinisikan masalah dan menetapkan tujuan. analisis keputusan manfaat atau biaya. Setiap permasalahan yang kompleks dapat ditinjau dari sisi yang detail dan terstruktur. Menyusun masalah dalam struktur hirarki. maka pada tahap ini dilakukan pengembangan alternatif. langkah-langkah dasar dari AHP dapat diringkas dalam penjelasan berikut ini: 1. Secara umum. Karena matriks-matriks pairwise comparison terdapat pada setiaptingkat. pertama adalah objek-objek yang serupa dapat dikelompokkan sesuai dengan keseragaman dan relevansi. Penggunaan Metode AHP AHP dapat digunakan dalam memecahkan berbagai masalah diantaranya untuk mengalokasikan sumber daya. Logical Consistency Konsistensi memiliki dua makna. Synthesis of Priority Dari setiap matriks pairwise comparison kemudian dicari nilai eigen vectornya untuk mendapatkan local priority. melaksanakan perencanaan ke masa depan yang diproyeksikan dan menetapkan prioritas pengembangan suatu unit usaha dan permasalahan kompleks lainnya. Arti kedua adalah menyangkut tingkat hubungan antara objek-objek yang didasarkan pada kriteria tertentu. 5.

dan n menyatakan jumlah partisipan. yaitu A1 sampai dengan An. sehingga matriks ini disebut matriks perbandingan berpasangan. maka secara teoritis nilai aji adalah 1/aij. Pendekatan yang dilakukan untuk memperoleh nilai bobot kriteria adalah dengan langkah-langkah berikut: a. Menyusun prioritas untuk tiap elemen masalah pada tingkat hirarki. Menyusun matriks perbandingan 6 .3. Proses ini menghasilkan bobot elemen terhadap pencapaian tujuan. Langkah pertama pada tahap ini adalah menyusun perbandingan berpasangan yang ditransformasikan dalam bentuk matriks. langkah pertama yang dilakukan adalah menyatukan pendapat para responden melalui ratarata geometrik yang secara sistematis ditulis sebagai berikut: Aij = (Z1. Bila nilai aij diketahui. C merupakan kriteria dan memiliki n dibawahnya.…. sehingga elemen dengan bobot tertinggi memiliki prioritas penanganan. Nilai numerik yang dikenakan untuk perbandingan diatas diperoleh dari skala perbandingan yang dibuat oleh Saaty pada tabel diatas.Zn)1/n Dimana aij menyatakan nilai rata-rata geometrik. Nilai perbandingan elemen Ai terhadap elemen Aj dinyatakan dalam aij yang menyatakan hubungan seberapa jauh tingkat kepentingan Ai bila dibandingkan dengan Aj.Z3. Untuk menyusun suatu matriks yang akan diolah datanya.Z2. sedangkan dalam situasi i=j adalah mutlak 1. Z1 menyatakan nilai perbandingan antar kriteria untuk responden ke 1.

Mencari nilai matriks 7 . Untuk melakukan perhitungan ini diperlukan bantuan table Random Index (RI) yang nilainya untuk setiap ordo matriks dapat dilihat pada tabel berikut ini: Dengan tetap menggunakan matriks diatas.b. langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian konsistensi matriks. Melakukan pengujian konsistensi terhadap perbandingan antar elemen yang didapatkan pada tiap tingkat hirarki. Setelah melakukan perhitungan bobot elemen. pendekatan yang digunakan dalam pengujian konsistensi matriks perbandingan adalah: a. b. Melakukan perkalian antara bobot elemen dengan nilai awal matriks & membagi jumlah perkalian bobot elemen & nilai awal matriks dengan bobot untuk mendapatkan nilai eigen. Konsistensi perbandingan ditinjau dari per matriks perbandingan dan keseluruhan hirarki untuk memastikan bahwa urutan prioritas yang dihasilkan didapatkan dari suatu rangkaian perbandingan yang masih berada dalam batas-batas preferensi yang logis. Matriks perbandingan hasil normalisasi 4.

Mencari nilai Consistency Ratio (CR) Suatu matriks perbandingan disebut konsisten jika nilai CR < 0. dimana. Pengujian ini bertujuan untuk menguji kekonsistensian perbandingan antara kriteria yang dilakukan untuk seluruh hirarki. Melakukan pengujian konsistensi hirarki. CR Hij = Rasio konsistensi hirarki dari matriks perbandingan berpasangan matriks i hirarki pada tingkat j yang dikatakan konsistensi jika nilainya <10%. dan kemudian menjumlahkan seluruh hasilnya.10. 8 . Dasar dalam membagi konsistensi dari suatu level matriks hirarki adalah mengetahui konsistensi indeks (CI) dan vektor eigen dari suatu matriks perbandingan berpasangan pada tingkat hirarki tertentu. RI Hij = Indeks random hirarki dari matriks perbandingan berpasangan i pada hirarki tingkat j. Mencari nilai Consistency Index (CI) d.Nilai matriks merupakan nilai rata-rata dari nilai eigen yang didapatkan dari perhitungan sebelumnya. Total CI dari suatu hirarki diperoleh dengan jalan melakukan pembobotan tiap CI dengan prioritas elemen yang berkaitan dengan faktorfaktor yang diperbandingkan. 5. c. CI Hij = Indeks konsistensi hirarki dari matriks perbandingan i pada tingkat j.

Pasir Putih.ac. maka jarak dari Rajabasa menjadi salah satu kriteria yang diperhitungkan di dalam model.j = Vektor eigen dari matriks perbandingan berpasangan i pada hirarki tingkat j yang berupa vektor garis. Model ini dibuat menggunakan metode AHP dengan tahapan metode sesuai teori diatas. 3.id/library/index. Pantai Mutun Jarak dari Rajabasa Karna kami tinggal di Rajabasa. 1. It Telkom.j + 1 = Indeks rasio dari orde matriks perbandingan berpasangan yang dibawahi matriks i pada hirarki tingkat j+1 berupa vektor kolom. Penentuan Bobot Pada Metode Seleksi Calon Perawat Di Rumah Sakit Al-Islam Bandung Menggunakan Metode Analitycal Hierarchy Process (Ahp). http://www. 2. 9 . PEMODELAN PEMBAHASAN Berikut adalah model AHP yang kami pilih berdasarkan latar belakang masalah.j = Indeks konsistensi dari matriks perbandingan berpasangan i pada hirarki tingkat j. Tabek. Duta Kriteria Yang Menjadi Pertimbangan : Wisata.CIi.j + 1 = Indeks konsistensi dari matriks perbandingan berpasangan yang dibawahi matriks i pada hirarki tingkat j+1 berupa vektor kolom. CIi. RIi. 1.ittelkom. 2008. RIi. Sumber : Banu Kastowo.php? view=article&catid=25%3aindustri&id=252%3aahp&option=com_content&itemid=1 5 III. HIERARKI DAN DEKOMPOSISI 1. Tujuan Model : Memilih Tempat Wisata Libur Lebaran Alternatif Tempat Wisata : Lembah Hijau.j = Indeks random dari matriks perbandingan berpasangan i hirarki pada tingkat j. EVi.

d. maka harga tiket menjadi pertimbangan utama. 4. Ketika begitu banyak tiket yang diperlukan. Tidak sedikit bahkan yang menggunakan lebih dari 1 kendaraan roda empat atau roda dua. Kolam Renang Anak-anak sangat menyukai bermain air. Kendaraan  Roda Empat  Roda Dua b. c. b. Kebutuhan ini mensyaratkan fasilitas yang ada di tempat wisata. 10 . nenek. a. Mengingat libur lebaran merupakan waktu berkumpul dengan seabrek kegiatan yang menguras energi. Sarana Outbond Remaja suka memicu adrenalin dengan sarana outbond. a. menurunkan imunitas tubuh. 3. Harga Tiket Harga Tiket juga menjadi criteria yang perlu dipertimbangkan karena libur keluarga biasanya diikuti oleh seluruh anggota keluarga. bebas dari sampah. maka lingkungan wisata yang tidak bersih sangat rentan bagi anggota keluarga.2. tapi restoran tetap penting mengingat setelah makan. pasti berbarengan dan satu atau dua waktu sholat. luas dan dekat dari tempat berhenti yang dipilih juga menjadi pertimbangan. cucu-cucu. Kakek. kakek butuh minum kopi atau anggota yang lain butuh cemilan diantara waktu makan. Pantai yang bebas bakteri Ecoli. mutlak diperlukan. kolam renang yang baru dikuras tentu menjadi pertimbangan juga dalam memilih tempat wisata. orangtua. Musholla yang bersih dan mudah dijangkau menjadi syarat utama tempat wisata. baik di kolam renang maupun di pantai. Musholla Mushola mutlak dibutuhkan karna dalam satu kali wisata. f. Orang Fasilitas Anggota keluarga dengan usia yang bervariasi memiliki kebutuhan yang bervariasi juga. e. Restoran Meskipun membawa makanan dari rumah. Parkir Parkir yang aman. cicit kadangkala sepupu-sepupu ikut dalam rombongan. terutama anak-anak. Toilet Bersih Toilet bersih juga merupakan syarat utama Lingkungan Bersih dari Pencemar Lingkungan yang bersih.

Baik pendangan laut ataupun rumput hijau. a. Pemandangan Indah Pemandangan indah menjadi kriteria tempat wisata. Oleh karenanya. 6. harus ada “baywatch” atau kolam renang harus ada penjaga kolam yang siaga kapanpun pertolongan dibutuhkan. harus dipilih tempat wisata yang relatif aman bagi anak-anak. jarak tempuh dari rumah sakit terdekat perlu dipertimbangkan. Kecelakaan bisa terjadi kapan saja. Apalagi di tempat wisata yang ramai. Dengan memasukkan kriteria tempat wisata dan alternative tempat yang banyak dikunjungi di Lampung diatas kedalam software expert choice 2000. P3K Peralatan standar P3K yang dimiliki oleh managemen tempat wisata juga menjadi syarat. Bila perlu. didapatlah model dekomposisi sebagai berikut : Sedangkan Hierarki yang didapat adalah seperti gambar berikut : 11 . b. Banyak Petugas S. Aman Bagi Anak-anak Anak-anak sangat susah dikendalikan dan diawasi.S Jika di pantai.O.5.

ASSESMENT dan COMPARATIVE JUDGEMENT Asessment dilakukan dengan memasukkan nilai perbandingan masing-masing criteria pada kolom-kolom di bawah ini.2. dan bukan dihasilkan dari pooling. kuisioner ataupun wawancara. 12 . Penilaian ini bersifat subjektif. hanya pendapat kami berdua.

13 . sampai dengan nilai 9=Extreme=kami sangat memprioritaskan criteria yang satu dari lainnya). misalnya untuk gambar dibawah. Sedangkan angka merah pada kolom menunjukkan bahwa criteria yang lebih diprioritaskan/mendapat nilai adalah bagian bawah dari skala equal. 2=Moderat=kami lebih memberatkan criteria yang satu dari lainnya. kami memasukkan nilai-nilai seperti pada gambar dibawah ini. (1=Equal=kedua criteria yang dibandingkan menurut kami sama nilainya. criteria lingkungan bersih merupakan syarat mutlak (extreme=9) jika dibandingkan dengan criteria jarak dari rajabasa. Untuk skala 1-9.Dengan membandingkan mana yang lebih penting antara criteria yang satu dengan lainnya.

didapat table asessment sebagai berikut : Dari hasil calculate nilai prioritas. dilakukan koreksi prioritas untuk meningkatkan nilai incosistenc. Dan hasilnya adalah sebagai berikut : 14 . Nilai ini masih terlalu kecil karna seharusnya nilai incosistency maksimal adalah 0.Dengan demikian.10 Oleh karna itu.20. terlihat bahwa nilai incosistency = 0.

15.0 (STRONG) TERHADAP JARAK DARI RAJABASA adalah 1. maka dilakukan lagi best inverted untuk mengubah nilainya menjadi kurang dari 0.0 harus diganti menjadi 1 (equal) agar nilai inconsistency menjadi 0.1 15 .2 sehingga nilai 5.Best fit inverted pada nilai PEMANDANGAN INDAH 5.15 Karna nilai inconsistency masih 0.

Setelah nilai JARAK DARI RAJABASA terhadap HARGA TIKET diganti menjadi 1. 16 . sub kriteria juga dibandingkan.0.10 sebagaimana hasil dibawah ini : Dengan cara yang sama. Berikut adalah tabel assesment untuk kriteria FASILITAS. dan dicalculate. nilai inconsistency menjadi 0.

Sedangkan berikut ini adalah assessment untuk subkriteria HARGA TIKET : 17 .

sebagaimana ditunjukkan dalam gambar berikut: 18 .Dan berikut adalah untuk sub criteria AMAN BAGI ANAK-ANAK : Hasil akhir dari assessment adalah nilai komposisi masing-masing criteria dalam mencapai tujuan.

19 . maka dilakukan comparative judgement dengan membandingkan alternative tempat wisata terhadap nilai criteria yang sudah ditentukan.Setelah nilai asessment didapat.

maka didapatlah perbandingan untuk masing-masing alternatif tempat wisata sebagai berikut : 20 .1. Berdasarkan kriteria JARAK DARI RAJABASA.

2. maka didapatlah perbandingan untuk masing-masing alternatif tempat wisata sebagai berikut : 21 . (1) Berdasarkan kriteria HARGA TIKET sub kriteria KENDARAAN subsub kriteria RODA 4.

maka didapatlah perbandingan untuk masing-masing alternatif tempat wisata sebagai berikut : 22 . (2) Berdasarkan kriteria HARGA TIKET sub kriteria KENDARAAN subsub kriteria RODA 2.2.

maka didapatlah perbandingan untuk masing-masing alternatif tempat wisata sebagai berikut : 23 .2. (2) Berdasarkan kriteria HARGA TIKET sub kriteria ORANG.

(1) Berdasarkan kriteria FASILITAS sub kriteria KOLAM RENANG.3. maka didapatlah perbandingan untuk masing-masing alternatif tempat wisata sebagai berikut : 24 .

maka didapatlah perbandingan untuk masing-masing alternatif tempat wisata sebagai berikut : 25 .3. (2) Berdasarkan kriteria FASILITAS sub kriteria SARANA OUTBOND.

maka didapatlah perbandingan untuk masing-masing alternatif tempat wisata sebagai berikut : 26 .3. (3) Berdasarkan kriteria FASILITAS sub kriteria RESTORAN.

(4) Berdasarkan kriteria FASILITAS sub kriteria MUSHOLLA. maka didapatlah perbandingan untuk masing-masing alternatif tempat wisata sebagai berikut : 27 .3.

3. maka didapatlah perbandingan untuk masing-masing alternatif tempat wisata sebagai berikut : 28 . (5) Berdasarkan kriteria FASILITAS sub kriteria PARKIR.

3. (6) Berdasarkan kriteria FASILITAS sub kriteria TOILET BERSIH. maka didapatlah perbandingan untuk masing-masing alternatif tempat wisata sebagai berikut : 29 .

4. Berdasarkan kriteria LINGKUNGAN BERSIH DARI PENCEMAR. maka didapatlah perbandingan untuk masing-masing alternatif tempat wisata sebagai berikut : 30 .

. maka didapatlah perbandingan untuk masing-masing alternatif tempat wisata sebagai berikut : 31 .S. (1) Berdasarkan kriteria AMAN BAGI ANAK-ANAK sub kriteria BANYAK PETUGAS S.5.O.

5. (2) Berdasarkan kriteria AMAN BAGI ANAK-ANAK sub kriteria PERLENGKAPAN P3K. maka didapatlah perbandingan untuk masingmasing alternatif tempat wisata sebagai berikut : 32 .

6. maka didapatlah perbandingan untuk masing-masing alternatif tempat wisata sebagai berikut : 33 . Berdasarkan kriteria PEMANDANGAN INDAH.

kami dapat membandingkan alternatif tempat wisata di lampung dengan masing-masing kriteria yang ditentukan. SINTESIS DAN PRIORITAS Setelah semua asessment dan comparative judgement masing-masing kriteria. untuk satu kali perjalanan wisata.123) dan PASIR PUTIH (0. LEMBAH HIJAU (0. Dengan melakukan analisis sensitivitas ini.271). PANTAI MUTUN (0. sensitivitas head to head for nodes dan sensitivitas performance. maka hasil akhir perbandingan yang didapat dari model adalah sebagai berikut : Pilihan jatuh berturut-turut pada TABEK (0. kita dapat mengubah nilai prioritas berdasarkan kriteria yang paling kita ingini. Analisis sensitivitas terdiri dari 4 diagram. 4. Dari perbandingan ini. LOGICAL CONSISTENCY/ANALISIS SENSITIVITAS Analisis sensitivitas dilakukan dengan perintah Sensitivity-Graph pada toolbar.113).229). Dari model yang telah dibuat. sub kriteria dan sub-sub kriteria dilakukan. DUTA WISATA (0.264). didapatlah keempat diagram analisis logis sebagai berikut : 34 . yaitu diagram sensitivitas dinamis.3. sensitivitas gradien.

DIAGRAM SENSITIVITAS DINAMIK Dari sensitivitas dinamis.3%) dan PASIR PUTIH (11.9%).1.4%). prioritas pilihan wisata adalah TABEK (27. 2. DIAGRAM SENSITIVITAS GRADIEN 35 . PANTAI MUTUN (22. LEMBAH HIJAU (26.3%). DUTA WISATA (12.1%).

PASIR PUTIH. DIAGRAM SENSITIVITAS HEAD TO HEAD Begitu juga dengan diagram sensitivitas head to head 4. jika yang diprioritaskan adalah KRITERIA JARAK DARI RAJABASA. PANTAI MUTUN. DUTA WISATA. DIAGRAM SENSITIVITAS PERFORMANCE 36 . maka alternatif pilihan wisata berturut-turut adalah : LEMBAH HIJAU. TABEK. 3.Sedangkan hasil dari diagram sensitivitas.

DAFTAR PUSTAKA Banu Kastowo. It Telkom.mktgeng. maka dalam melakukan assessment/memberi nilai dan comparative judgement pada masing-masing criteria dan alternative tempat wisata. http://www.pdf 37 . sehingga nilai tidak valid dan tidak konsisten.3%) dan PASIR PUTIH (11. Misalnya dengan MINITAB atau SPSS. V. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh subjektivitas yang sangat tinggi dalam memberikan nilai. misalnya kuisioner atau wawancara yang bobotnya sudah dihitung terlebih dulu menggunakan statistic. Kesimpulan Dari model yang telah dibuat.com/downloadfiles/tutorials/S117%20%20Analytic%20Hierarchy%20Process%20Tutorial. dapat diambil kesimpulan bahwa alternatif pilihan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan untuk berlibur lebaran tahun ini adalah TABEK (27.9%).3%). LEMBAH HIJAU (26. Hasil dari model ini hanya berdasarkan pada subjektivitas kami berdua dalam menentukan nilai perbandingan criteria.IV. Penentuan Bobot Pada Metode Seleksi Calon Perawat Di Rumah Sakit Al-Islam Bandung Menggunakan Metode Analitycal Hierarchy Process (Ahp).4%). http://www.ittelkom. sebaiknya digunakan metode yang lebih ilmiah. DUTA WISATA (12. 2008. 2. Saran Model ini merupakan gabungan antara penilaian matematis dengan penilaian psikologis subjektif.8 (diatas 0.10) menunjukkan bahwa model ini kurang konsisten dalam menentukan nilai/asessment.php? view=article&catid=25%3aindustri&id=252%3aahp&option=com_content&itemid=1 5 EXPERT CHOICE TUTORIAL. NILAI INCONSYSTENCY sebesar 0.1%). Untuk meningkatkan reliabilitas model. KESIMPULAN DAN SARAN 1.id/library/index.ac. PANTAI MUTUN (22.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful