Kata Pengantar

S

egala puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat

rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan tugas kimia berupa makalah ini. Tanpa izin-Nya, tentulah kami tak akan bisa menyelesaikan tugas ini dengan baik. Kimia merupakan salah satu dari mata pelajaran yang diberikan kepada siswa-siswi di SMA Negeri 8. Salah satu dari materi yang dikaji oleh para siswa SMAN 8 adalah materi mengenai Sistem Koloid. Dalam materi asam-basa tersebut, para siswa akan diajari berbagai hal, termasuk tentang jenis-jenis koloid. Para siswa akan mempelajari tentang pengelompokkan koloid, jenisjenisnya, dan sebagainya. Dan dalam rangka membantu siswa untuk bisa memahami materi dengan lebih baik, maka para siswa pun mencoba mencari aplikasi sistem koloid ini dalam kehidupan sehari-hari. Makalah ini ditulis untuk melaporkan hasil kerja kami. Di dalam makalah ini akan dijelaskan berbagai macam mengenai aplikasi sistem koloid dalam kehidupan sehari hari, seperti industri apa saja yang menggunakan teori koloid dan apa saja kegunaan koloid untuk berbgai masalah sehari-hari. Akhirnya, kami berharap semoga dengan ditulisnya makalah ini maka kami bisa membagi ilmu yang telah kami dapatkan, sekaligus menambah wawasan kami. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Mohon dimaafkan apabila ada kekurangan dalam makalah ini, kami akan dengan senang hati menerima kritikan untuk kemajuan ke depannya.

Bandung, Mei 2012

Tim Penulis

Aplikasi Koloid

1

................................................................................................ 1 Daftar Isi .............................................................................................................................................................................. 3 Daftar Pustaka ................................ 2 Koloid .................................................................................................................................. 6 Aplikasi Koloid 2 ....................Daftar Isi Kata Pengantar ...................................................................................................................

Maskara g. 1. Industri Kosmetik a. Aplikasi Koloid 3 . Peptisida b. Ada banyak penggunaan sistem koloid baik di dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam berbagai industri seperti industri kosmetik. Jus e. Minyak ikan c. Partikel-partikel koloid tersebut mengadsorpsi zat warna dari gula tebu sehingga gula dapat berwarna putih. Beberapa macam koloid tersebut antara lain. Pasta gigi 2. makanan. Lipstik e. Insektida 3. Partikel koloid akan mengadsorpsi zat warna tersebut. Bumbu selada b. yaitu dapat digunakan untuk mencampur zat-zat yang tidak dapat saling melarutkan secara homogen dan bersifat stabil untuk produksi dalam skala besar. Industri Farmasi a. Parfum c. Industri Makanan a. Hairspray b. kemudian larutan dialirkan melalui sistem koloid tanah diatomae atau karbon.Koloid Sistem koloid banyak digunakan pada kehidupan sehari-hari. Cat Kuku d. Keju c. Obat syrup b. Pemutihan Gula Gula tebu yang masih berwarna dapat diputihkan. farmasi dan sebagainya. Industri Pertanian a. Hal ini disebabkan sifat karakteristik koloid yang penting. Dengan melarutkan gula ke dalam air. Sambal Berikut ini adalah penjelasan mengenai aplikasi koloid: 1. terutama dalam kehidupan sehari-hari. Roti d. Pensil Alis f. Pensilin untuk suntikan 4.

Oleh karena itu. Al(OH)3 menghilangkan muatan-muatan negatif dari partikel koloid tanah liat/lumpur dan terjadi koagulasi pada lumpur. Lumpur tersebut kemudian mengendap bersama tawas yang juga mengendap karena pengaruh gravitasi. Berikut ini adalah skema proses penjernihan air secara lengkap: Aplikasi Koloid 4 . dan berbagai partikel lainnya yang bermuatan negatif. Penjernihan Air Air keran (PDAM) yang ada saat ini mengandung partikel-partikel koloid tanah liat. harus dilakukan beberapa langkah agar partikel koloid tersebut dapat dipisahkan.2. 3.lumpur.Ion Al3+ yang terdapat pada tawas tersebut akan terhidroslisis membentuk partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif melalui reaksi: Al3+ + 3H2O à Al(OH)3 + 3H+ Setelah itu. maka luka tersebut dapat diobati dengan pensil stiptik atau tawas yang mengandung ion-ion Al3+ dan Fe3+. Ion-ion tersebut membantu agar partikel koloid di protein bersifat netral sehingga proses penggumpalan darah dapat lebih mudah dilakukan. Hal itu dilakukan dengan cara menambahkan tawas (Al2SO4)3. Penggumpalan Darah Darah mengandung sejumlah koloid protein yang bermuatan negatif. untuk menjadikannya layak untuk diminum. Jika terjadi luka.

5. Pembentukan delta di muara sungai Air sungai mengandung partikel-partikel koloid pasir dan tanah liat yang bermuatan negatif. Sedangkan air laut mengandung ion-ion Na+. digunakan alat pengendap elektrostatik yang pelat logamnya yang bermuatan akan digunakan untuk menarik partikel-partikel koloid. Mg+2. Untuk memisahkan pengotor ini. Ketika air sungai bertemu di laut. Aplikasi Koloid 5 . dan Ca+2 yang bermuatan positif.4. Sehingga. Pengambilan endapan pengotor Gas atau udara yang dialirkan ke dalam suatu proses industri seringkali mangandung zat-zat pengotor berupa partikel-partikel koloid. terjadi koagulasi yang akan membentuk suatu delta. maka ion-ion positif dari air laut akanmenetralkan muatan pasir dan tanah liat.

Daftar Pustaka http://kimiadahsyat.com/2009/06/kegunaan-koloid-dalam-kehidupanmanusia.co.google.id Aplikasi Koloid 6 .blogspot.imammurtaqi.html http://www.com/2012/04/komponen-pengelompokan-sistem-koloid.html https://www.