BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu usaha sadar yang dilakukan oleh setiap manusia baik itu dalam lingkungan keluarga, masyarakat, dan pemerintahan. Pendidikan itu di peroleh melalui bimbingan pengajar dan latihan yang berlangsung di sekolah maupun di luar sekolah yang berguna untuk mempersiapkan peserta didik agar meraih cita-citanya di masa yang akan datang (Mudyahardjo, 2001:9) sekolah merupakan salah satu sarana yang berguna untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Agar ilmu pengetahuan yang di peroleh dapat di kembangkan, tentu dibutuhkan suatu elemen yang sangat berperan penting didalam dunia pendidikan yaitu guru sebagai pengajar dan siswa sebagai peserta didik. Dalam proses pembelajaran, guru sebagai fasilisator dan motivator memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar, dimana guru harus mampu menciptakan kondisi yang dinamis dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. Proses pembelajaran harus lebih mengacu kepada materi-materi pelajaran yang akan di ajarkan dengan menggunakan strategi belajar yang dapat mengaktifkan siswa dalam belajar. Strategi mengajar merupakan alat atau cara untuk membantu siswa dalam mengajar. Dengan menerapkan strategi belajar yang lebih baik, maka hasil belajar siswa akan mengalami peningkatan sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal (sudjana, 2009:12) Menyadari penting nya peranan ekonomi, maka dalam mempelajarinya membutuhkan pemahaman yang tinggi untuk dapat menguasai konsep-konsep dan teori- teori yang terkandung dalam pelajaran ekonomi itu sendiri. Melihat dari sifat mata pelejaran ekonomi tersebut , maka dalam kegiatan belajar-mengajar siswa hendaknya dilatih untuk menyatukan konsep-konsep tersebut dengan mengetahui keterkaitan antar konsep, siswa dapat melihat

bahwa konsep tersebut tidak berdiri sendiri melaikan memiliki hubungan yang bermakna. Belajar yang bermakna merupakan proses dikaitkannya informasi baru dengan konsepkonsep yang relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang Ausabel dalam (Dahar, 2001:20). Dalam proses pembelajaran IPS TERPADU kelas VIII di SMP NEGERI 03 TAMBANG DESA KUALU KABUPATEN KAMPAR selama ini berpusat pada guru, cara belajarpun lebih bersifat hafalan sehingga terjadi verbalisme. Siswa yang belajar dengan menghafal tingkat kebermaknaannya akan relatif rendah, hal ini dikarenakan siswa cenderung malas membuka buku untuk belajar dan kebiasaan siswa dalam belajar yang tidak baik yakni dengan menumpuk materi pelajaran maka akan lebih mambuat siwa sulit mau belajar. Oleh karena itu perlu dipahami terlebih dahulu konsep-konsep materi pembelajaran yang akan di pelajari. Selain itu hasil belajar siswa belum mencapai ketuntasan penyebabnya antara lain kebiasaan siswa yang mesti dicatatkan, tidak mau bekerja sama dalam menyelesaikan tugas, kurang bisa mengaitkan materi yang telah diajarkan dengan materi yang akan diajarkan dan menganggap pembelajaran ekonomi itu sulit. Penerapan strategi belajar yang baik dapat di lakukan dengan menggunakan pembelajaran peta konsep. Peta konsep merupakan gambaran dari ide-ide yang saling berkaitan antara konsep-konsep dalam bentuk proposisi. Proposisi tersebut dihubungkan dengan

menggunakan kata penghubung . Dengan mengetahui adanya keterkaitan antara konsep satu dengan yang lainnya, maka siswa dapat melihat bahwa konsep-konsep tersebut tidak berdiri sendiri melainkan mempunyai hubungan yang bermakna. Penggunaan peta konsep di laksanakn secara bertahap,di mulai dari penyajian materi pelajaran dengan peta konsep yang telah dibuat oleh guru pada karton manila, kemudian siswa melengkapi peta konsep yang telah dibuat guru. Selanjutnya siswa dilatih membuat sendiri peta konsep dari materi pelajaran. IPS yang dipelajari, sehingga siswa akan lebih

muda menghubungkan dan merangkai antara konsep satu dengan konsep lainnya, serta siswa mampu memahami, menyimpan, dan mengingat kembali materi pelajaran yang telah di sajikan pembelajaran dengan penggunaan peta konsep, penggunaan peta konsep didalam proses belajar mengajar dapat memudahkan siswa menyusun informasi, memudahkan siswa memahami isi dari materi pelajaran, dapat meningkatkan memori atau ingatan siswa. Berdasarkan permasalahan diatas, maka alternatif menerapkan peta konsep. Menurut pemecahannya adalah dengan

(Dahar, 2003:25) salah satu cara menyeimbangkan

strategi belajar bermakna yaitu dengan peta konsep, dengan demikian kegiatan belajar mengajar yang terjadi bukan hafalan tetapi melibatkan intelektual dan emosional siswa,dengan melaksanakan strategi pembelajaran dengan menggunakan peta konsep secara kooperatif. Siswa akan lebih banyak berpikir , menjawab dan saling membantu dalam kelompok yang heterogen sehingga diharapkan hasil belajar akan dapat meningkat, Kemudian Novak dan Gowin dalam Rusmansyah(2001:15) mengklaim bahwa dalam pemetaan konsep –konsep dan prinsip-prinsip yang baru dan lebih kuat pada suatu bidang studi. Peta konsep memiliki keunggulan yang memudahkan siswa untuk menyusun informasi dalam meningkatkan pemahaman tentang isi pelajaran, (Novak, 2001:10) menjelaskan bahwa peta konsep adalah suatu prosedur mengorganisasikan konsep kedalam yang akan dibahas untuk membantu siswa

struktur yang berarti,dapat mengukur tingkat

pendahuluan sebelumnya dan dapat membangun kreatifitas siswa. Bertitik tolak dari masalah di atas maka penulis merasa tertarik untuk penilitian dengan judul “pengaruh melakukan

penggunaan peta konsep Terhadap Hasil Belajar

Ekonomi Siswa Kelas V11I di SMP Negeri 03 TAMBANG “tahun ajaran 2011/2012.

maka dapat di rumuskan masalah dalam penelitian ini yaitu: Bagaimana pengaruh penggunaan peta konsep terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMP NEGERI 03 TAMBANG Tahun ajaran 2011/2012.Siswa kurang bisa mengaitkan materi antara yang sudah di ajarkan dengan materi selanjutnya atau yang akan dijelaskan 1.Kurangnya kerja sama yang positif antara siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. sehingga tidak memahami materi yang di ajarkan mengakibatkan apa yang dipelajari tidak dapat bertahan lama dalam pikiran siswa.Dalam belajar siswa cendrung menghafal. diantaranya: .5 Memanfa’atkan Teori Penilitian Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi semua pihak. 3.maka dapat diidentifikasih masalah yaitu: 1. 4. 2.3 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas.Siswa kurang inisiatif untuk mencatat materi yang di jelaskan dengan menggunakan katakata sendiri agar muda di pahami. 1.1.4 Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peta konsep terhadap hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII SMP 03 Tambang Tahun Ajaran 2011/2012. 1.

peta konsep adalah suatu cara yang digunakan untuk meningkatkan strategi belajar sehingga siswa bisa mengerti dengan apa yang di ajarkan. 2. Bagi peneliti untuk menambah pengetahuan dan pemahaman dalam penelitian. selanjutnya dalam pembelajaran agar lebih baik maka digunakan model-model yang bervariasi supaya tidak bosan dan dapat mengetahui mamfaat dan kegunaan dari suatu model pembelajaran. Hasil belajar adalah sesuatu yang diperoleh dari suatu kegiatan yang diiringi oleh tindak lanjut yang menghasilakn perubahan . Bagi guru: dapat memberikan informasi dengan penggunaan variasi strategi pembelajaran baru dalam mendukung usaha meningkatkan mutu dalam pembelajaran yang di upayakan sekolah dan pemerintah. pengetahuan dan keterampilan. 4. 3.1. sikap. 1. Bagi sekolah: memberikan masukan kepada pihak sekolah agar lebih memperhatikan sejauh mana peningkatan kemampuan gurunya dalam pembelajaran sehingga dengan adanya perhatian dan dorongan maka guru menjadi lebih baik khususnya pada bidang pengajaran.6 Defenisi Operasional 1. Bagi siswa: dapat menghilangkan sikap ketergantungan siswa dalam belajar terhadap guru sehingga hasil belajar lebih meningkat. . 2.

problem atau pengetahuan dalam bentuk yang sederhana sehingga dapat dipahami oleh siswa. pengetahuan tersebut diperoleh dari seseorang yang lebih tahu atau yang di kenal dengan guru. Bahkan pada saat sekarang ini. Dalam belajar. dan dengan belajar bisa mengubah tingkah laku yang kurang baik menjadi baik. Dalam pengertian umum. Pengertian belajar menurut pandangan modren adalah suatu bentuk pertumbuhan dan perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan.1 Pengertian belajar Istilah belajar sebenarnya telah lama dan banyak dikenal. Sedangkan menurut slameto (2002:19). belajar mengumpulkan sejumlah pengetahuan. pengetahuan tersebut dikumpulkan sedikit hingga akhir nya menjadi banyak. jadi yang mendapat tekanan disini adalah ilmu pengetahuan yang mana pengetahuan dapat memegang peranan penting dalam kehidupan”. Menurut Usman (2004:24) mengajar adalah menyajikan ide. 2001:20). Dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan (Hamalik. 2003 : 25 ). belajar adalah suatu proses usaha yang . Belajar adalah perubahan prilaku yang dapat di amati dalam kondisi yang dikontrol secara baik (skinner dalam sudjana. Pengertian belajar menurut pandangan tradisional adalah “suatu usaha untuk memperoleh sejumlah pengetahuan.BAB II TINJAUAN TEORI 2. hampir semua orang mengetahui istilah belajar. Mengajar pada prinsipnya adalah bimbingan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Sedangkan menurut slameto (2003 : 15 ) belajar adalah suatu usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.

(Norman. 2003:30). kecakapan. pengguna strategi (guru). termasuk proses memori dan peta kognitif. afektif. Strategi belajar mengacu pada perilaku dan proses-proses berpikir yang digunakan oleh siswa dalam mempengaruhi hal-hal yang di pelajari. daya penerima. titik strategi belajar yang paling ideal. sebagai hasil pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.2 Strategi Belajar Strategi belajar adalah salah satu cara yang dapat digunakan oleh siswa untuk dapat belajar mengolah pikiran sendiri. lebih diharapkan mengembangkan atau mencari alternatif yang digunakan untuk membimbing siswa. keterampilan. dan psikomotor. dan lain-lain. sikap dan tigkah laku. Hal ini sangat bergantung pada tujuan yang hendak dicapai. pemahaman. dan kondisi siswa. dan belajar merupakan proses yang di arahkan kepada tujuan. serta memahami sesuatu (Sudjana. Belajar adalah suatu proses yang di tandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang dan dapat ditunjukan dalam bentuk seperti pengetahuan. Aspek yang ada pada individu. Masing-Masing strategi mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri. daya reaksi. Sedangkan menurut michael pressley (2003:16) menyatakan . maka pengertian belajar dapat di simpulkan sebagai serangkain kegiatan jiwa raga untuk memperolah suatu perubahan tingkah laku sabagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkingan yang menyangkut kognitif. proses melihat dan mengamati. Sedangkan posisi guru.dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secarah keseluruhan. 2. ketersediaan fasilitas. proses berbuat melalui pengalaman. Pada dasarnya. 2000:12) Proses belajar akan lebih efektif jika guru mengkondisikan agar setiap siswa terlibat secara aktif dan terjadi hubungan yang dinamis dan saling mendukung antara siswa satu dengan siswa yang lain. Jadi menurut pendapat ahli di atas.

Untuk menyelesaikan tugas belajar siswa memerlukan keterlibatan dalam proses-proses berpikir dan berperilaku. Nama lain untuk strategi tersebut adalah strategi kognitif. Tujuan utama pengajaran strategi belajar menurut Wienstein dan Meyer (2000:15) adalah mengajarkan siswa untuk belajar atas kemauan dan kemampuan diri sendiri.kelas rendah sekolah dasar dan terus berlanjut sampai sekolah menengah dan pendidikan tinggi. namun jarang mengajarkan mereka tentang belajar. sebab strategi tersebut lebih dekat pada hasil belajar kognitif dari pada tujuan-tujuan belajar perilaku. merupakan hal yang aneh apabila mengharap siswa belajar. ini menjadikan strategi tersebut mutlak diajarkan kepada siswa secara tersendiri mulai dari kelas. Norman (2000:28) juga memberikan argumen yang kuat tentang pentingnya pengjaran strategi. membaca sepintas judul-judul utama.bahwa strategi ini adalah operator-operator kognitif meliputi dan terdiri atas proses-proses yang secara langsung terlibat dalam menyelesaikan suatu tugas (belajar). Pengajaran strategi belajar berlandaskan pada dalil bahwa keberhasilan belajar siswa sebagian besar bergantung pada kemahiran untuk belajar secara mandiri dan memonitor belajar mereka sendir. Pembelajaran strategi lebih menekankan pada kognif.Strategi mengulang (Rehearsal) Strategi mengulang terdiri dari strategi mengulang sederhana (rote rehearsal) dengan cara mengulang-ulang dan strategi mengulang kompleks dengan cara menggaris bawahi ideide utama (under lining) dan membuat catatan pinggir (marginal note)(Nur. dan membuat catatan. 2000:12) . Strategi belajar dapat dibedakan menjadi empat macam. meringkas. yaitu : a. sehingga pembelajaran ini dapat disebut strategi dengan strategi kognitif. Strategi belajar tersebut merupakan strategi-strategi yang digunakan siswa untuk memecahkan masalah belajar tertentu. di samping itu juga memonitor jalan berpikir diri sendiri.

bahan ajar konseptual dimana tugas yang penting adalah mengidentifikasi ide-ide utama. Membuat catatan memerlukan proses mental maka lebih efektif dari pada hanya sek dar menyalin apa yang dibaca. 2.b.Metode PQ4R adalah Preview. Question. 2000:25) c. Strategi ini dapat dibedakan. . Prosedur PQ4R memusatkan siswa pada pengorganisasian ninformasi bermakana dan melibatkan siswa pada strategi-strategi yang efektif ( Nur.Strategi Organisasi Strategi Organisasi bertujuan untuk membantu siswa meningkatkan kebermaknaan materi baru. Pembuatan Kerangka (Outlining. 2005:15). pembuatan catatan membantu siswa dan padat untuk menghafal atau pengulangan. seperti sistem kerja otak dengan komputer 3.Note taking (pembuatan catatan). Read.Strategi Elaborasi Strategi elaborasi adalah proses penambahan rincian sehingga informasi baru akan menjadi bermakna. Strategi organisasi mengidentifikasi ide-ide atau fakta-fakta kunci dari sekumpulan informasi yang lebih besar (Nur. Metode ini di gunakan pada bahan ajar kompleks. Recite dan Review. 2000:35 ).selain itu seluruh cirinya berbeda. dalam pembuatan kerangka garis besar. Strategi ini meliputi: 1. Reflect. terutama dilakukan dengan mengenakan struktur-struktur pengorganisasian baru pada materi-materi tersebut. dalam mempelajari informasi secara ringkas menjadi tiga macam yaitu: 1. siswa belajar menghubungkan berbagai macam topik atau ide dengan beberapa ide utama. oleh karena itu membuat pengkodean lebih mudah dan lebih memberi kepastian(Nur.Analalogi yaitu perbandingan-perbandingan yang dibuat untuk menunjukan kesamaan antara ciri-ciri pokok sesuatu benda atau ide-ide.

Menemonic berhubungan dengan teknik-teknik atau strategi-strategi untuk membantu ingatan dengan membantu membentuk assosiasi yang secara alamia tidak ada. yaitu : pemotongan. pengetahuan tentang kognitif yng terdiri dari informasi dan pemahaman yang memiliki seorang pelajar tentang proses berfikirnya sendiri dan pengetahuan berbagai strategi belajar untuk digunakan dalam suatu situasi pembelejaran tertentu. Peta konsep merupakan gambaran dari ide-ide yang saling berkaitan antara konsep-konsep dalam bentuk proposisi. 2000:10) d. Suatu menemonics membantu untuk mengorganisasian informasi yang mencapai memorikerja dalam pola yang di kenal sedemikian rupa sehingga informasi tersebut lebih mudah dicocokan dengan pola skema di memori jangka panjang.Strategi Metakognitif Strategi meta kognitif adalah pengetahuan seseorang tentang pembelajaran diri sendiri atau berfikir tentang kemampuan untuk menggunakan strategi –strategi belajar tertentu dengan benar. kata berkait suatu menemonics untuk belajar kosakata bahasa asing (Nur. 2.2. 2000:20) Penerapan strategi belajar yang baik dapat dilakukan dengan menggunakan pembelajaran peta konsep. 2007:17). (Arends. mekanisme pengendalian diri seperti pengendalian dan motoring kognitif (Nur. Contoh menemonics. Pemetaan bisa di sebut pemetaan konsep di dalam pembuatannya di lakukan dengan membuat suatu sajian visual atau suatu diagram tentang bagaimana ide-ide penting atas suatu topik tertentu dihubungkan satu sama lain. singkatan. Metakgnitif mempunyai dua komponen: 1. . 3.

Berdasrkan permasalahan di atas. . sehingga diharapkan hasil belajar akan dapat meningkat.Proposisi tersebut dihubungkan dengan menggunakan kata penghubung. sehingga siswa lebih muda menghubungkan dan merangkai antara konsep satu dengan konsep yang lainnya. Dengan mengetahui adanya terkaitan antara konsep satu dengan konsep yang lainya. siswa akan lebih banyak berfikir .selanjutnya siswa dilatih membuat sendiri peta konsep dari materi pelajaran IPS yang di pelajari. dengan demikian kegiatan belajar mengajar yang terjadi bukan hafalan tetapi melibatkan intelektual dan emosional siswa. Penggunaan peta konsep didalam proses belajar mengajar mempermudahkan siswa memahami isi dari materi pelajar. dan saling membantu dalam kelompok heterogen. salah satu cara menyeimbangkan srtategi belajar bermakna yaitu dengan peta konsep atau pemetaan konsep. Menurut Dahar(2003:25). kemudian siswa melengkapi peta konsep yang telah dibuat guru. dapatmeningkatkan memori atau ingatan siswa. maka alternatif pemecahan nya adalah dengan menerapkan pembelajaran dengan menggunakan peta konsep. dimulai dari penyajian materi pelajaran dengan peta konsep yang telah dibuat oleh guru pada karton manil. Penggunaan peta konsep dilaksanakan secara bertahap. Kemudian Novak dan Gowin dalam Rusmansyah (2001:25) mengklaim bahwa dalam pemetaan konsep akan membantu para siswa membangun kebermaknaan konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang baru dan lebih kuatpada suatu bidang studi. menyimpan. Dengan melaksanakan strategi pembelajaran dengan menggunakan peta konsep secara kooperatif. menjawab. dan mengingat kembali materi pelajaran disajikan berdasarkan pembelajaran yang telah dengan penggunaan peta konsep. Maka siswa dapat melihat bahwa konsep-konsep tersebut tidak berdiri sendiri melainkan mempunyai hubungan yang bermakna. serta siswa mampu memahami.

Menurut Dahar (2008:30) peta konsep di gunakan untuk menyatakan hubungan yang bermakna antara konsep-konsep dalam bentuk proposisi. diman konsep yang umum (inklusif) ada di puncak peta. kemudian menghubungkan dengan garis-garis dan sepanjang garis itu di tulis suatu kata atau ungkapan yang menjelaskan kaitan antar kata atau konsep-konsep. menjelaskan bahwa peta konsep adalah sutu prosedur yang akan di bahas untuk membantu siswa mengorganisasikan Konsep kedalam struktur yang berarti. Dalam bentuk yang sederhana. proposisi merupakan dua atau lebih konsep-konsep yang di hubungkan oleh kata-kata dalam suatu unik semantik.Peta konsep memiliki keunggulan yang memudahkan siswa untuk menyusun informasi dalam meningkatkan pemahaman tentang isi pelajaran. Yamin dan Ansari (2003:28) menyatakan bahwa peta konsep dapat di kembangkan secara individual atau dalam kelompok kecil. Mereka menggunakan format global matau . dapat mengukur tingkatan pengetahuan sebelumnya dan dapat memabangun kreatifitas siswa (Rusmansyah. 2001:30)sedangkan menurut bachman (2005:28) gambaran peta konsep hirarki memudahkan untuk memahami dengan jelas saling ketergantungan dan berhubungan diantara informasi penting yang telah kita kumpulkan. Novak (2001:30). Siswa –siswa mengatur sejumlah konsep atau kunci-kunci pada suatu halaman kertas . 2002:35) 2. peta konsep memperlihatkan suatu struktur intelektual secara hirarki.3 Peta Konsep Peta konsep merupakan kerangka pernyataan dari berbagai konsep yang tersusun secara hirarki. makinkebawah konsep yang di urutkan menjadi kurang inklusifnya (Rusmansyah. Peta konsep atau peta pembelajaran adalah cara dinamik untuk menangkap butir-butir informasi yang di signifikankan. untuk peta konsep hanya terdiri dari dua konsep yang di hubungkan oleh satu kata penghubung untuk membentuk suatu proposisi.

otak “emosional” lebih banyak bersifat personal –spesifik bagi anda (Rose. 3) urutkan konsep-konsep itu dari yang inklusif ke yang paling tidak inklusif. yaitu: 1) Pilihlah suatu bacaan dari buku pelajaran dan pilih suatu konsep yang mau dikembangkan. menyelediki apa yang telah di ketahui siswa . menyatakan bahwa ada beberapa lanngkah yang harus di perhatikan dalam pnyusunan peta konsep. Menurut Dahar (2008:40) dalam pendidikan. Ciri-ciri inilah yang dapat memperlihatkan hubunganhubungan proposional antara konsep-konsep. suatu konsep yang lebih inklusif terbentuk nya hirarki dari peta konsep itu. kapasitas penyimpanan meningkat pula. 4) Hirarki. Selanjutnya yamin dan Ansari (2003:16). Formatnya banyak menarik pembelajaran visual dan pembelajaran global dan tentu saja. 3) Cara menyatukan hubungan konsep. 2) Peta konsep merupakan suatu gambaran dua dimensi dari satu materim pelajaran atau suatu bagian dari bidang studi.umum yang yang memungkinakan informasi yang ditunjukan daklam cara mirip seperti otak kita berfungsi dalam berbagai arah secarah serempak. 4) hubungkan konsep-konsep tersebut dengan kata-kata penghubung. bila dua atau lebih konsep di gambarkandibawah. Ketika informasi baru di serap dengan mengunakan peta-peta konsep. peta konsep dapat diterapkan untuk berbagai tjuan antara lain: a). 2002:40) Menurut Ausubel setriawati (2007:35) ciri-ciri peta konsep yaitu: 1) Peta konsep atau pemetaan konsep adalah suatu cara untuk memperlihatkan konsepkonsep dan proposisi-proposi suatu metode pembelajaran. 2) tentukan konsep-konsep yang relevan.

Menurut Novak dan Gowin dalam Dahar (2008:45 ) salah satu cara untuk mengembangkan strategi belajar mengajar bermakna adalah menggunakan peta konsep atau menggunakan peta konsep atau pemetaan konsep. Ausabel dalam Dahar (2008:50). dalam teori sangat menentukan agar guru mengetahui konsep-konsep yang telah dimiliki siswa supaya para siswa dapat belajar secara bermakna. belajar dimana informasi baru di kaitkan pada konsep yang relevan yang telah ada pada struktural kognitif siswa.b) menyelidiki cara belajar siswa c) mengungkapakn konsepsi yang salah pada siswa d) alat evaluasi Menurut Novak dalam Dahar (2008:40) untuk menilai peta konsep perlu diperhatikan lima kriteria penilaian yaitu: Jumlah konsep      Jumlah konsep Kesihan proposisi Adanya hirarki Adanya kaitan silang Adanya contoh-contoh di sekitarnya. Dengan membuat peta konsep. siswa melihat bidang studi lebih dan lebih bermakna. Menurut Dahar (2008:46) peta konsep adalah suatu cara memperlihatkan konsep-konsep dan proposisi-proposisi suatu bidang studi.4 Hasil Belajar . 2. Peta ini di anggap relevan dan efektif untuk menghadirkan secara visual hirarki dan generalisasi dan utuk mengekspresikan keterkaitan proposisi dalam sistem konsep-konsep yang saling berhubungan. Belajar bermakma itu sendiri merupakan suatu proses.

afektif (sikap). Untuk dapat mengetahui hasil belajar siswa di gunakan penelitian hasil belajar. dan evaluasi. dan keterampilan. Namun tidak semua perubahan seseorang terjadi karena oarang tersebut telah belajar. 1. analisis. Hakikat hasil belajar adalah seperangkat tugas atau tuntutan atau kebutuhan yang harus di penuhi atau sistem nilai yang harus tampak dalam perilaku dan merupakan yang terjadi pada diri karakteristik kepribadian siswa yang seharusnya di terjemahkan kedalam berbagai bentuk kegiatan yang berencana dan dapat dievaluasi (terukur). di ciptakan secara individu maupun kelompok. pemahaman. Penelitian hasil belajar adalah upaya mengumpulkan informasi untuk mengetahiu seberapa jauh pengetahuan dan kemampuan yang telah di capai oleh siswa pada setiap akhir pembelajaran baik menggunakan instrumen tes maupun non tes. Dari pendapat ahli di atas di simpulkan bahwa hasil belajar adalah sesuatu yang dim peroleh dari suatu kegiatan yang diiringi oleh tindak lanjut yang menghasilkan perubahan. Hasil belajar dalah sesuatu yang ada atau yang di hasil dari satu proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau di ubah melalui pratek dan latihan. dan psikomotor(keterampilan) yang terjadi karena proses pengalaman. Hermawan (2007:11) menyatakan sagala perubahan perilaku baikpada asfek kognitif (pengetahuan) . Kulminasi diiringi dengan tindak lanjut.Pengertian hasil belajar Syaiful bahri Djamarah (2006:9) berpendapat bahwa hasil belajar adalah sesuatu yang di peroleh dari suatu kegiatan. Anitah (2007:219) mengemukakan hasil belajar merupakan kulminasi dilakukan dalam belajar.a. sintesis. aplikasi. berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam asfek yaitu pengetahuan. Seseorang dikatakan telah belajar kalau padanya telah terjadi perubahan tertentu. dapat di kategorikan sebagai perilaku hasil belajar.Ranah kognitif. . sikap. pengetahuan.

berkenanaan dengan sikap terdiri dari lima asfek yakni penerimaan. keberhasilan itu di tentukan oleh perubahan mental dengan masuknya sejumlah kesan yang baru yang pada akhirnya mempengaruhi perilaku (Djamarah. 2004:47). b. penilaian. Menurut aliran kognitivisme. 2.Ranah efektif. organisasi atau internalisasi.2.pengukuran hasil belajar Mengingat penting nya hasil belajar sebagai bagian akhir dari sebuah proses pembelajaran ada beberapa hak yang harus di perhatikan dalam pelaksaan penilaian atau pengukuran hasil belajar.Ranah psikomotorik. Dalam menilai hasil belajar hendakanya di rancang sedemikian rupa sehingga jelas abilitas atau kemampuan yang menjadi indikator yang harus dinilai. berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak dengan enem aspek yang ada di dalam nya yaitu gerakan reflex. Agar di peroleh hasil yang objektif dalam pengertian menggambarkan prestasi dan dan kem ampuam siswa sebagai mana adanya. alat penelitian. gerakan keterampilan kompleks dan gerakan ekspresif dan interpretative. dan interprestasi hasil penilaian. keharmonisan dan keselarasan. Penilaian hasil belajar hendak nya menjadi bagian integral dari proses belajar mengajar 3. keterampilan gerakan dasar. . 3. kemampuan perceptual. pnilaian harus menggunakan berbagai alat penilaian dan sifatnya komprehensif. penilaian hasil belajar hendaknya diikuti dengan tindak lanjut nyata. jawaban atau reaksi. yaitu: 1. materi penilaian. Untuk menentukan tipe hasil belajar atau tingkat kemampuan berpikir mana saja yang akan dinilai. 4. penyusunan tes dapat berpedoman kepada tujuan intruksional (TIK atau TIU) yang akan dinilai atau kepada tujuan evaluasi itu sendiri.

fakta.Terdapat enem tingkat kemampuan atau tipe hasil belajar yang termasuk asfek kognitif yaitu pengetahuan hafalan. Dalam kata lain. Dalam hal ini testee biasanya hanya dituntut untuk menyebutkan kembali atau menghafal saja. Meskipun demikian. analisis. teori. menggunakan. . tetapi memahami konsep dari masalah atau fakta yang di tanyakan. aplikasi adalah penggunaan situasi khusus. testee atau responden dituntut kemampuannya untuk menerapkan atau menggunakan apa yang ytelah di ketahui dalam suatu situasi yang baru baginya. Dalam tingkay aplikasi. Dalam hal ini testee tidak hanya hafal secara verbalitas. Yang dimaksud dengan pemahaman atau komprehensif adalah tingkat kemampuan yang mengharapkan testee mampu memahami arti atau konsep. tipe pengetahuan hafalan termasuk tingkat yang paling rendah. sintesis dan evaluasi: 1. Absraksi absraksi pada situasi kongret atau tersebut dapat berupa ide. atau petunjuk tekhnis. serta fakta yang diketahui nya. 3. pengetahuan yang lebih tinggi. penerapan aplikasi. situasi. hanya cocok untuk murid-murid SD kelas-kelas 2. atau dapat menilai. pemahan atau komprehensi. kemampuan berpikir yang ketiga adalah aplikasi atau penerapan . Dimaksud dengan pengetahuan hafalan atau sering disebut dengan istilah knowedge ialah tingkat kemampuan yang hanya meminta responden atau testee untuk mengenal atau mengetahui adanya konsep. atau istilah-istilah tanpa harus mengerti. Dibandingkan dengan tipe hasil belajar atau tingkat kemampuan berfikir lainya. Disesuaikan dengan perkembangan tingkat kemampuan berpikir siswa. Soal-soal tes yang banyak menuntuk pengetahuan hafalan rendah.

seseorang akan hanya melihat unit-unit atau bagian-bagian secara terpisah tanpa arti.cara bekerjanya. metodenya. testee diharapkan dapat memahami dan sekalaigus dapat memilih-milihnya menjadi bagian-bagian. Berfikir sintesis merupakan salah satu terminal untuk menjadikan orang lebih kreatif. menemukan. atau juga sistematikanya. cara bekerjanya sesuatu. Tanpa kemampuan sintesis yang tinggi.gagasan . 5. testee diminta untuk membuat tentang penilaian suatu pernyataan. atau menemukan abstraksinya yang berupa integritas. materinya. Tipe hasil belajar kognitif yang kelima adalah tingkat kemampuan sintesis. situasi berdasarkan kriteria tertentu. Hal ini dapat berupa kemampuan untuk memahami menguraikan bagaimana proses terjadinya sesuatu. .Pengetahuan aplikasi lebih tepat dan lebih muda diukur dengan tes yang berbentuk uraian dari pada dengan tes objektif. 4. konsep. yang di maksud dengan sintesis adalah penyatuan unsur-unsur atau bagian-bgian kedalam suatu bentuk yang menyeluruh.. Dengan kemampuan sintesis seseorang di tuntut untuk dapat menemukan hubungan kausal atau urutan tertentu. Tipe hasil belajar kognitif yang terakhir adalah evaluasi. Jika kecepatan analisis telah dikuasai. Tingkat kemampuan analisis yaitu. Dengan kemampuan evaluasi. atau lainnya. cara pemecahannya. pada tingkat analisis. yang bersangkutan akan dapat mengaplikasikanya pada situasi baru secara kreatif. Kegiatan penilaian dapat dilihat dari segi tujuanya . Kata kerja operasional untuk merumuskan TIK jenjang analisis. mengkategorikan. membandingkan. antara lain :membedakan. Mengklasifikasikan. menganalisis. Dan berfikir kreatif –kreatif ini merupakan salah satu hasil yang di capai dalam pendidikan 6. tingkat kemampuan testee untuk menganalisis atau menguraikan suatu integritas atau situasi tertentu kedalam konsep-konsep atau unsurunsur pembentukannya. mengdakan pemisahan.

faktor psikologis yang meliputi minat. Hasil belajar juga merupakan hasil proses belajar atau proses pembelajaran. Dengan demikian.faktor fisiologis yang meliputi faktor fisiologis dan kondisi panca indera 2. Sedangkan faktor dari dalam di pengaruhi oleh dua faktor. hasil belajar adalah objek penilaian pada hakikatnya menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan intruksional. hasil belajar merupakan saat terselesainya bahan pembelajaran. Hasil belajar merupkan “tingkat perkembangan mental” yang lebih baik bila di bandingkan pada saat pra belajar “tingkat perkembangan mental” tersebut terkait dengan bahan pelajaran. Unsur dari luar di pengaruhi dunia fisik dan lingkungannya. Dari segi guru.2. Hal ini juga terkait dengan tujuan panggal-panggal pengajaran (Dimyati dan Mudjiono. Hal ini karena isi rumusan tujuan intruksional menggambarkan hasil belajar yang harus di kuasai siswa berupa kemampuan-kemampuan siswa telah menerima atau menyelesaikan pengalaman belajar Hasil belajar adalah merupakan hasil proses belajar. Pelaku aktif pembelajaran adalah guru.5 Faktor-faktor Yang mempengaruhi Hasil Belajar Djamarah (2002:143) mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu unsur dari luar dan unsur dari dalam. 2. bakat. Menggunakan peta konsep berarti mendorong mengembangkan pengorganisasian pemahaman konseptual yang . motivasi. yaitu: 1. Perlakuan aktif dalam belajar adalah siswa. hasil belajar merupakan merupakan hal yang dapat di pandang dua sisi. 2006:50) Menurut Nur (2002:50) Tujuan pembelajaran dapat di ketahui dari berbagai strategi dan model pengjaran yang salah satu diantara nya adalah peta konsep.6 Hubungan Hasil Belajar dengan Peta Konsep Menurut sudjana(2006:60). dan kemampuan kognitif. kecerdasan. Dari sisi siswa.

Demikian juga hasil penelitian Jastikani (2009:) yang berjudul “pengaruh peta konsep Terhadap Hasil Belajar BIOLOGI siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Siak Hulu Kampar Tahun Ajaran 2008/2009”.lebih baik.7 Hasil Penelitian Yang Relevan Penelitian Dafid (2008) yang berjudul “Pemgaruh penerapan Pembelajaran peta konsep Terhadap Hasil Belajar IPS terpadu siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 pangkalan kerinci kabupaten pelalawan tahun ajaran 2007/2008”. menjelaskan bahwa implementasi strategi peta konsep dalam pembelajaran biologi pada siswa di SMP Negeri 1 Siak Hulu dapat meningkatkan terhadap konsep tersebut yang berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar. menjelaskan bahwa pembelajaran peta konsep dalam pembelajaran IPS Terpadu dapat meningkatkan daya serap siswa dan dapat mengembangkan ide pikiran siswa dan konsep-konsep yang berkaitan dengan pokok bahasan melalui penggunaan kata-kata kunci. Peta konsep di buat seseorang akan menggambarkan struktur konseptual yang telah ada padanya. Karena pada peta konsep menunjukan hubungan antara ide-ide dan istilah. Menurut Nur (2002:60) peta konsep merupakan perwakilan visual atau oganisator grafik tentang hubungan-hubungan antar konsep-konsep tertentu. Penelitian di lakukan kerinci pada mata pelajaran IPS terpadu. peta konsep yang baik adalah peta konsep yang terdiri dari banyak konsep serta contoh-contoh yang menyertainya sehingga siswa lebih mengerti makna dari setiap konsep yang telah i buat di tambah dengan penjelasan yang di uraian secara luas oleh guru sehingga tercapai hasil belajar yang lebih baik. di SMP Negeri 1pangkalan .istilah jelas dan membantu lebih baik apa yang dipelajari 2.

8 Hipotesis Tindakan Ha : ada pengaruh penggunaan peta konsep terhadap hasil belajar IPS terpadu siswa kelas VIII SMP Negeri 03 Tambang Desa Kualu kabupaten Kampar tahun ajaran 2011/2012 Ho : tidak ada pengaruh penggunaan peta konsep terhadap hasil belajar IPS terpadu siswa kelas VIII SMP Negeri 03 Tambang Desa Kualau Kabupaten Kampar tahun ajaran 2011/2012 Dalam penelitian tersebut dua perlakuan. Sehingga hasil penelitian awal di bandingkan dengan hasil akhir akan dilihat seberapa jauh pengaruhnya. Sebelum dilakukan penelitian ini kedua Lokal A dan B di lakukan penelitian awal. setelah akhir penelitian ini dilakukan penilitian kembali. Perlakuan kedua menggunakan peta konsep dalam hal ini disimbolkan dengan Xb.2. . dimana perlakuan pertama tidak menggunakan peta konsep dalam hal ini dinamakan local A di simbolkan dengan Xa.

2 Bentuk Penelitian Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yaitu kegiatan penelitian bertujuan untuk menilai suatu pengaruh perlakuan.2003:45) Dalam penelitian ini siswa dibagi menjadi dua kelas yaitu Xa sebagai kelas kontrol di mana pada kelas ini tidak diajarkan nmodel pembelajaran peta konsep dan kelas Xb sebagai eksperimen dimana pada kelas ini diberi perlakuan dengan menggunakan pembelajaran peta konsep. tindakan.1 WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN Penelitian di laksanakan di kelas VIII SMP Negeri 1 Tambang Desa Kualu Kabupaten Kampar pada materi pelajaran IPS Terpadu 3.3 Desain Penelitian Kelompok Kelompok eksperimen Kelompok kontrol Pre-test T1 T1 X1 Perlakuan Post-test T2 T2 . treatmen.BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan umum penelitian eksperimen adalah untuk meneliti pengaruh dari suatu perlakuan tertentu terhadap gejalah suatu kelompok lain dengan menggunakan perlakuan yang berbeda (Margon. pendidikan terhadap tingkah lakun siswa atau menguji hipotesis tentantang ada tidaknya pengaruh tindakan itu bila di bandingkan dengan tindakan lain. 3.

 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran .Keterangan : T1=Skor hasil belajar pre test kedua kelompok T2=Skor hasil belajar pre test kedua kelompok X1=Perlakuan terhadap kelompok eksperimen 3. Sampel penelitian adalah siswa kelas control dan siswa kelas eksperimen dan kelas Xa dengan jumlah 40 siswa sebagai kelas kontrol.5 Instrument Penelitian Pada penelitian ini digunakan instrument penelitian yaitu perangkat pembelajaran dan instrument pengumpulan data.4 Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tambang Desa Kualu Kabupaten kampar yang terdiri dari 2 kelas dengan berjumlah siswa 80 orang. Silabus perlu menggambarkan serangkaian kegiatan yang akan ddi lakukan peserta didik dalam upaya mencapai kompetisi. a) Prangkat Pembelajaran  Silabus dan sistem penelitian Silabus adalah penjabaran lebih lanjut dan standar kompetisi dan kompetisi dasar yang ingin di capai serta materi pokok yang perlu dipelejari siswa dalam mencapai standar kompetisi dasar. 3.

Menentukan kelas penelitian yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Menetapakan Kelas penelitian . LKS Merupakan lembaran aktivitas siswa yang berisi ringkasan materi dan didukung oleh soal-soal evaluasi. dan alat evaluasi . Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah rancangan pembelajaran mata pelejaran perunit yang akan diterapakan guru dalam pembelajaran  Buku Siswa Buku-buku siswa yang akan di kumpulkan siswa dalam proses pembelajaran merupakan buku yang sesuai dengan standar kurikulum yang akan relevan. Tahap Penelitian Pada tahap persiapan ini guru melaksanakan beberapa langkah anatara lain sebagai berikut: 1. peta konsep. Kelas eksperimin diajar dengan pembelajaran strategi peta konsep 4. 2. Menetapkan materi pembelajaran yaitu pada pokok pelajaran uang. Membuat perangkat pembelajaran yaitu membuat silabus.  Evalauasi 3.  Peta konsep merupakan suatu prosedur dalam menyusun informasi dengan mengorganisasian konsep ke dalam stuktur yang berarti untuk mengukur tingkat pengetahuan dan kreatifitas siswa. 3.6 Prosedur penelitian 1. yaitu kelas Xb dan Xa SMP Negeri 1 Tamabang Desa Kualu Kabupaten Kampar tahun ajaran 2011/20121.  LKS. perbankan dan kebijakan moneter 5. RPP.

  Pada saat siswa membaca buku. Menetapkan jadwal penelitian 7. Menyiapkan alat untuk memperoleh data berupa lembaran soal-soal mata pelajaranekonomi. guru menempelkan peta konsep. 2. .6. kegiatan inti (65menit)  Siswa membaca materi pelajaran yang telah di tentukan odan menemukan konsep-konsep yang relavan. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Menggunakan Peta Konsep Penelitian ini di laksanakan dalam 5 kali pertemuan yang terdiri dari 3 kali pertemuan untuk tahap proses pembelajaran dengan menggunakan peta konsep dan 2 kali pertemuan untuk evaluasi pembelajaran (ulangan akhir pokok bahasan) Adapun proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar melalui starategi pembelajaran peta konsep meliputi: 1. Pendahuluan (10 menit)      Salam pembuka Memeriksa kehadiran siswa Motivasi Guru menempelkan peta konsep Guru menyampaikan tujuan 2. Guru menjelaskan materi pelajaran tentang keuangang dan perbankan dengan menggunakan peta konsep yang disusun dari konsep yang paling umum ke konsep yang paling khusus serta menghubungkan antara konsep-konsep satu dengan yang lainnya.

 Guru memberiakn kesempatan setiap siswa untuk bertanya mengenai pembelajaran dengan pkok pembahasan keuangan dan perbankan. tingkat kesukaran (P). Uji Coba Instrumen Tujuan di lakukan uji coba instrumen adalah untuk mengupayakan instrument yang di susun dapat di gunakan sebagai alat mengumoulkan data secara akurat. 2. Alasan pemilihan tes objektif adalah sebagai berikut: a. Proses penilaian dapat di lakukan dengan cepat c. Penutup (15menit)  Guru dan siswa menyimpulkan materi pelajaran tentang keuangan dan prbankan dengan menggunakan peta konsep serta menghubungkan dan mengitkan materi pelajaran tersebut dengan kehidupan sekarang  Guru mengadakan evaluasi 3. yaitu daya beda (D). Instrumen Pengumpulan Data Menentukan instrumen pengumpulan data peneliti menyatakan bahwa instrument penelitian merupakan alat yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaan agar pekerjaan lebih muda dan hasil nya lebih baik.penelitian ini menggunakan instrument uji soal ulangan dengan menggunakan soal pilihan ganda dengan jumlah soal yang di gunakan 20 butir soal atau lebih. Dapat dijawab dengan cepat oleh siswa dalam waktu yang relatif singkat b. Bentuk tes soal ulangan adalah objek tertulis. dalam butir soal tes. Sifatnya objektif baik dalam pertanyaan maupun dalam dalam pemeriksaan. Untuk maksud tersebut terdapat dua jenis uji coba instrument. 3.7 Instrument dan Teknik Pengumpulan Data 1. .

Keterangan : TK=indeks TK atau tingkat/taraf kesukaran yang dicari U=jumlah siswa yang termasuk kelompok pandai (upper group) L=jumlah siswa yang termasuk kelompok kurang (lower group) T=jumlah siswa dari kelompok pandai dan kelompok kurang (jumlah upper group dan lower group) b. Daya pembeda suatu soal tes dapat di hitung dengan di temukan Margono (2003 : 62) Keterangan: DP=indeks DP atau daya pembeda yang dicari U. dan T sama dengan keterangan yang diberikan pada rumus untuk “taraf kesukaran” . Daya Pembeda (discriming power) Yang di maksud daya pembeda suatu soal tes ialah bagaimana kemampuan soal itu untuk membedakan siswa-siswa yang termasuk kelompok pandai dengan siswa-siswa yang termasuk kelompok kurang.a.I. dimana tingkat kesukaran soal dari suatu tes. Tarif kesukaran Soal Dalam menghitung tingkat kesukaran soal digunakan rumus dari Margono (2003:).

Untuk menentukan apakah suatu soal dikatakan baik atau tidak baik sehingga perlu direvisi. . jika tingkat kesukaranya sama atau lebih kecil dari 0.21.76 di kategorikan soal yang muda. 16. Jika daya pembeli soal itu adalah 0 (nol) atau negatif (minus). b. dapat di simpulkan: Makin tinggi nilai TK suatu soal.79.mmakin sukar sola tersebut.50 atau 50%. 76 di kategorikan soal yang sukar. di kategorikan soal yang sukar. makkin mudah soal tersebut dan makin rendah nilai TK suatu soal. sedangkan jika tingkat kesukarannya sama atau lebih besar dari 0. Tingkat kesukaran suatu soal dikatakan baik jika nilai TK diperoleh dari soal tersebut sekitar 0. 84 dikategorikan soal yang mudah. Untuk soal yang berbentuk pilihan ganda (multiple choice)  Untuk pilihan ganda dengan option3.  Untuk pilahan ganda dengan option4. jika tingkat kesukaran sama atau lebih kecil dari 0. Sedangkan jika tingkat kesukaranya sama atau lebih besar dari 0.Kriteria untuk menemukan soal yang baik dan soal yang tidak baik. di kategorikan soal yang sukar  Jika tingkat kesukaranya sama atau lebih besar dafri 0. maka soal itu perlu di revisi / diperbaiki Dengan adanya kriteria pada a dan b tersebut diatas. digunakan kriteria sebagai berikut: a.  Jika tingkat kesukaranya sama atau lebih kecil dari 0. di kategorikan soal yang muda. Untuk soal yang berbentuk benar-salah. c.

tetapi dalam waktu yang berbeda. Misalnya: a. Kedua tes ini kemudian dicari korelasi. Dalam hal ini dapat juga digunakan metode pearson dan metode spearman b. kemudian dilihat skor masing-masing bagian perubahan tes dan dicari korelasinya.10 adalah soalsoal yang sukar dan soal-soal yang mempunyai nilai TK ≥ 0. Dengan metode dua tes. konsisten. dua tes yang paralel dan setaraf diberikan kepada sekelompok anak. Cara membagi misalnya dengan jumlah semua item yang bernomor genap untuk tes A dan semua yang bernomor ganjil untuk tes B.Umumnya dapat dikatakan: soal-soal yang mempunyai nilai TK ≤ 0. Keandalan suatu tes dinyatakan dengan koefesien korelasi ditulis dengan r yaitu dengan jalan mencari korelasi. atau stabil atau produktif . yang penting disini ialah ketelitian sejauh mana tes atau alat tersebut dapat dipercaya kebenarannya. Metode dengan satu tes dimana satu tes dibagi menjadi dua bagian yang sama tingkat kesukaranya. Objektifitas Objektifitas suatu tes di tentukan oleh tingkat atau kualitas kesamaan skor-skor yang di peroleh dengan tes tersebut meskipun hasil tes itu dinilai oleh beberapa orang penilai. Dengan metode satu tes. Setelah didapat korelasi antar setengah tes yang pertama (tes A) dengan setengah tes yang kedua (tes B) 1.m sama isi dan bentuknya. sebuah tes diberikan dua kali kepada sekelompok murid yang sama. jadi. Hasil keduam tes tersebut kemudian dicari korelasinya. Untuk . c.90 adalah sola-soal yang terlampau mudah. Keandalan (realibiliti) addalah ketepatan atau ketelitian suatu alat evaluasi suatu tes atau alat evaluasi di katakan andal jika ia dapat dipercaya.

2. 4. 6. Objektifitas sedang ialah seperti tes yang sudah distandarisasi. Objektifitas tinngi ialah jika hasil –hasil tes itu menunjukan tingkat kesamaan yang tinggi. Contoh nya : Tes yang sudah di bakukan. 5. Objektifitas rendah ialah seperti beberapa jenis tes yang digunakan oleh LBH (lembaga bimbingan dan penyuluhan) untuk keperluan konseling. Kriteria untuk mengukur peraktis-peraktis suatu tes dapat dilihat dari: 1. Tinggi b. Sukar-mudahnya menilai (scoring) hasil tes itu. Lamanya waktu yang diperlukan untuk melaksanakan tes itu. 2. Rendah a . hasil penskorannya sangat objektif b. c. Biaya yang diperlukan untuk menyelenggarakan tes itu. Waktu yang diperlukan untuk menyusun tes itu. Sukar-mudahnya menyusun tes itu. Sedang c. Suatu tes dikatakan mempunyai kepraktisan yang baik jika kemungkinan untuk menggunakan tes itu besar. 3. .ini diperlukan kunci jawaban tes. Sulit-sulitnya menginterprestasikan (mengola) hasil tes itu. Kualitas objektifitas suatu tes menurut Ngalim (2009:24) dapat dibedakan menjadi tiga tingkatan: a. tetapi pandangan subjektif skor masih muncul dalam penilaian dan interprestasinya. Kepraktisan Kepraktisan suatu tes penting juga diperhatikan.

Suasana dan kondisi testing Suasana ketika berlangsungnya testing. seperti tenang. Tes yang diberikan kepada beberapa tingkat kelas yang berbeda lebih tinggi keandalanya dari pada yang hanya diberikan kepada beberapa kelas yang akan sama karena tingkat kelas yang yang berbeda akan menghasilkan achievement yang lebih luas. Luas tidaknya sampling yang di ambil 2. Kegunaan tes buatan guru adalah: 1. 2009:20) Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kendala suatu tes adalah: 1. Kemampuan bakat murid yang di tes. butir biasanya di susun oleh guru sendiri. pengetes yang marah-marah dapat mengganggu pengerjaan tes sehinnga dengan demikian mempengaruhi pula hasil dan keandalan tes. validitas Validitas butir soal buatan guru didasarkan atas bahan dan tujuan khusus yang di rumuskan oleh guru dan untuk kelasnya. gaduh.Tentu saja menentukan ukuran yang tepat untuk kriteria tersebut diatas itu sukar karena penentuan mahal-murah. tergantung pada pada dan dipengaruhi oleh berbagai faktor (Ngalim. berarti semangkin tinggi keandalan koefesien tes. . Makin variabel kemampuan peserta tes.Untuk menentukan seberapa baik siswa telah menguasai bahan pelajaran yang di berikan dalam waktu tertentu. 3. C. lama dan tidak. banyak gangguan. sukar dan mudah. itu relatif.

Teknik Pengumpulan Data Untuk mengumpulkan data yang di perlukan dalam penelitian ini. Pre –tes : suatu tes yang diberikan pada awal pembelajaran yang menentukan kelas yang akan diteliti. Untuk menentukan apakah tujuan telah tercapai Validasi butir soal digunakan untuk mengetahui tingkat ketetapan butir soal dalam hal ini suatu instrumen dikatakan valid apabila mengukur bapa yang hendak diukur. Pre-test bertujuan untuk mengetahui kelas-kelas yang homogen. Lamgkah-langkah analisis statistik uji t adalah: 1. 2.peneliti memberikan tes berupa: 1. artinya keles-kelas yang hasil tesnya mendekati rata-rata sama. Posttest bertujuan untuk mengetahui pengaruh peta konsep terhadap hasil belajar siswa 3.8 Teknik Analisa Data Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh peta konsep terhadap hasil belajar IPS Terpadu maka di lakukan pengujian dengan menggunakan metode statistik melalui pengujian terhadap hipotesis. 3.2. dimana uji menunjukan ketersebaran data yang digunakan sehingga kecil nilai . Pre –test : suatu tes yang diberikan pada setiap pembelajaran berakhir.uji rata rata sampel Uji rata ini di gunakan untuk menentukan nilai tengah dari sampel yang akan digunakan. Dari pre test kemudian diperoleh kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dijadikan objek peneliti.

05 maka sampel penelitian dikatakan tidak homogen. . dimana uji ini diambil dari buku (sudjana. Sedangkan Langkah-langkah analisis variansi sebagai berikut : Untuk kelas kontrol Untuk kelas ekspermen 3.rata ratasampel ini maka semakin homogen data tersebut. jika signifikan ≤0. 2000:60). untuk kedua sampel yaitu kelas kontrol dan eksperimen. Uji Homogenitas Uji homogen dianalisa dengan menggunakan variansi tersebut dibandingkan variasi terkecil. uji homogenitas bertujuan untuk melihat apakah kedua sampel mempunyai variansi yang homogen atau tidak. Dengan kemampuan awal (pre-test ) dan kemampuan akhir (posttest). Uji Variasi sampel Uji variasi adalah untuk menentukan seberapa jauh sebaran data sampel. Kriteria penilaian yang digunakan adalah.05 maka sampel penelitian dikatakan homogen. adapun mencari rata rata kelas kontrol dan rata rata kelas eksperimen: Adalah : Untuk kelas kontrol Untuk kelas eksperimen 2. dan jika signifikan > 0.

Adapun rumus digunakan adalah : 4. yaitu: Keterangan : . Uji Gabungan Devisi Standar Gabungan Uji ini adalah mencari deeviasi standar gabungan antara deviasi kelas kontrol dan kelas eksperimen (dsg).

Dalam menghitung korelasi digunakan Margono 1. untuk menghitung validitas suatu tes dapat juga digunakan metode yang disebut rank ditulis dengan . Rumus yang lain untuk korelasi adalah √ Rumus ini digunakan untuk mencari korelasi dengan cara dihitung langsung dari raw score. dengan menggunakan mean dari masing-masing kelompok skor tersebut. Seperti yang telah di bicarakan. 2. Dengan √ Dengan rumus oini dapat menghitung validitas suatu tes dengan membandingkan atau mencari korelasi antara dua kelompok skor. dihitung berdasarkan deviasi setiap skor dari mean.

maka digunakan rumus: √[ ] [ ] . 5.Cara menghitung koefesien korelasi menurut metode spearmen ini bukan berdasarkan nilai-nilai yang sebenarnya dari skor-skor yang terdapat didalam kedua kelompok. Sedangkan Langkah-langkah analisis uji t sebagian diambil dari buku Margono (2003 :56). 2000: 60). melainkan didasarkan atas nilai relative ranking (nilai urut tingkatkan secara relatif) dari tiapskor didalam kedua kelompok tersebut. Apabila maka dikatakan mempunyai varians yang tidak homogen. Uji t adalah tes statistik yang dapat dipakai untuk menguji perbedaan atau kesamaan dua kondisi/ perlakuan atau dua kelompok yang berbeda dengan prinsip memperbandingkan rata-rata (mean) kedua kelompok/perlakuan itu (sudjana. adapun langkah-langkah yang digunakan sebagai berikut: 1.Uji Statistik Statistik uji t. Apabila maka digunakan rumus: maka dikatakan mempunyai varians yang homogen. √ ⁄ ⁄ 1.

Dimana : t= Nilai yang dihitung = Rata-rata kelas kelompok kontrol = Rata-rata kelas kelompok eksperimen = Varians kelompok eksperimen = Varians kelompok kontrol .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.