A.

PENDAHULUAN Perang salib bertitik tolak pada pembangunan pesat yang berlaku di Eropa Barat semasa abad pertengahan. Ini sebenarnya berawal dari kedengkian orang - orang Kristen pada islam dan umat islam. Karena dalam perjalanan dinasti islam mengalami sebuah kecemerlangan yang luar biasa. Ini dapat dilihat dengan berhasilnya muslimin merebut wilayah-wilayah yang sangat strategis. Maka bara dendam tersulut dalam dada mereka dan menunggu waktu yang tepat untuk kembali merebut kekuasaan mereka. Mereka menunggu kesempatan untuk membalas dendam tehadap umat yang telah merobekrobek kerajaan Kristen. Maka ketika kesempatan itu datang dan kondisi umat islam dalam keadaan yang lemah, mereka pun bertubitubi menghancurkan islam dengan segala apa yang muslim miliki. Pertarungan yang sengit antar dua agama ini adalah awal dari permusuhan yang sangat berkepanjangan. Perang salib adalah perang keagamaan selama hampir dua abad yang terjadi reaksi umat Kristen di Eropa terhadap umat islam di Asia yang dianggap sebagai pihak penyerang. Sebenarnya benih-benih ini telah ada dan lebih tua dari perang itu sendiri. Perang ini terjadi karena sejak tahun (632 M) sampai meletusnya perang salib sejumlah kota-kota penting dan tempat suci umat Kristen telah diduduki oleh umat islam seperti Syuriah, Asia kecil, Spanyol dan Sicilia. Kemudian, setelah terjadinya perang salib dilanjutkan lagi dengan invasi pasukan Mongol terhadap wilayah-wilayah Islam yang merupakan tragedi besar yang tidak ada tandinggannya sebelum ini dan sesudahnya. Kendati sebelumnya didahului perang Salib, sesungguhnya perang Salib tidak ada apa - apanya jika dibandingkan dengan invasi pasukan Mongol. Betapapun banyaknya jumlah korban perang dari kaum muslimin pada keseluruhan perang salib, sesungguhnya itu masih relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah korban perang dari kalangan kaum muslimin pada satu perang diantara sekian banyaknya perang yang dilancarkan pasukan Mongol secara brutal dan sadis tersebut. Kaum muslimin mengalami kerugian yang tidak terhitung akibat kolonialisme modern, namun penghancuran oleh pasukan Mongol terhadap satu kota saja Bagdad misalnya.

1

Barangkali manusia tidak pernah melihat pembantaian, pembunuhan dan penghancuran yang sadis dan kejam dalam sejarahnya. Bangsa Mongol tersebut tidak menyisakan seorang pun, semuanya dibabat habis. Tidak ada pengecualian antara lakilaki, wanita dan ank-anak. Mereka belah perut wanita-wanita hamil kemidian membunuh bayi-bayinya. Invasi pasukan Mongol berimbas pada perubahan sosial, moralitas dan politik terhadap negeri-negeri Islam. Sebagaimana invasi pasukan Mongol mengakibatkan dampak negatif dalam masyarakat Islam, disamping itu juga mengakibatkan dampak positif bagi ummat Islam, yaitu membangun perasaan kaum muslimin terhadap pentingnya persatuan membuang jauh - jauh perpecahan. Jikalau ditelusuri historisnya, umat Islam pada waktu itu tersebar dimana-mana dari Jazirah Arab sampai eropa dibawah naungan Negara-negara Islamiyah, yang sudah barang tentu sistem pemerintahannya sudah mulai mendekati ideal, disamping itu pula, peradaban dan ilmu pengetahuan mulai berkembang pesat, ini menandakan bahwa pada waktu itu ilmuan dan cendikiawan musli mulai banyak seperti Ibnu Taimiah. Akan tetapi ironis sekali bila mana Negara Islam tatkala itu dikikis habis oleh negara Mongol.

2

hal 77. perang salib pertama adalah tidak lebih dari suara . berjalan melalui tanah dan laut menuju Yerusalem dan menguasai kota tersebut pada Juli 1099. 1 3 . 1985. Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya. PERANG SALIB Peristiwa penting yang dalam gerakan ekspansi yang dilakukan oleh Arp Arselan adalah peristiwa Manzikart tahun (1071 M). yang kemudian mencetuskan Perang Salib. Keberangkatan atau migrasi dari pasukan salib pertama ini berubah dari misi atau tugas yang diberikan yaitu untuk melindungi dan merekonsiliasi antara tiga umat beragama disana menjadi sebuah usaha penaklukan. Perang salib merupakan titik balik penguasaan dunia Barat. Meskipun penguasaan ini hanya berakhir kurang dari dua ratus tahun. Baik kesatria dan orang awam dari banyak negara di Eropa Barat.B. Kebencian tersebut bertambah setelah Dinasti Seljuk dapat merebut Baitul Maqdis tahun (471 H). Tentara Arp Arselan dapat mengalahkan tentara Romawi. serta mendirikan Kerajaan Yerusalem atau kerajaan Latin di Yerusalem. Paus Urbanus II menyeru ummat Kristen di Eropa untuk melakukan perang suci. dan satu-satunya yang berhasil meraih tujuannya. Jilid I. (Jakarta: UI Pres.suara yang dilebih . cetakan ke lima). pembantaian terhadap umat non kristen dan yahudi serta penguasaan keseluruhan wilayah Yerusalem. politik dan sosial ekonomi. Perang Salib Pertama dilancarkan pada (1095 M) oleh Paus Urban II untuk merebut serta membebaskan tanah kota suci Yerusalem yang juga merupakan tanah suci bagi umat Kristen dari umat Muslim yang pada saat itu terdapat perkembangan dan banyak kunjungan yang dilakukan oleh terutama para pedagang juga ulama muslim kaum seljuk Turki. Orang Kristen merasa kesulitan dalam melakukan ziarah ke tanah sucinya. Adapun yang menjadi faktor utama yang menyebabkan terjadinya perang salib adalah agama. Peristiwa ini menamakan benih kebencian dan permusuhan orang-orang Kristen terhadap umat Islam. tahun (1095 M). Untuk memperoleh kembali keleluasaannya.lebihkan dari para ulama kristen yang diakibatkan oleh gangguan yang dilakukan oleh segelintir pedagang kaum seljuk Turki juga bukan mengatasnamakan agama yang dilakukan pada jalur perdagangan kaum kristiani. Harun Nasution. dengan sedikit pimpinan terpusat.1 Perang ini di kenal dengan Perang Salib.

Pada waktu itu Paus memiliki kekuasaan dan pengaruh yang sangat besar tehadap raja-raja yang berada di bawah kekuasaannya. Ketika itu. pihak Kristen merasa tidak bebas lagi menunaikan ibadah kesana. Dilain pihak. Maka banyak dari mereka yang telah putus asa berbondong-bondong memanggil seruan ini. hal 243-244. khalifah Abasiyah di Baghdad dan Amir Umayah di Hasan Ibrahim Hasan. 2. Paus Urbanus II bersedia membantu Byzantium karena adanya janji kaisar Alexius untuk dapat mempersatukan gereja Yunani dan Roma. Hal ini disebabkan karena penguasa Seljuk menetapkan sejumlah peraturan yang dianggap mempersulit mereka yang hendak melaksanakan ibadah ke Bait Al-Maqdis.1099 M). Faktor Agama Dalam pandangan orang Kristen mereka sangat mengagungkan kekuatan suci gereja dan kemampuannya untuk menghapus dosa.2 Bahkan mereka yang pulang berziarah sering mengeluh karena mendapat perlakuan jelek dari orang-orang Seljuk yang fanatik. dinasti Seljuk di Asia kecil sedang mengalami perpecahan. sehingga orangorang Kristen di Eropa berani untuk ikut mengambil bagian dalam perang salib. Ia dapat menjatuhkan sanksi kepada raja yang membangkang perintah Paus dengan mencopot pengakuannya sebagai raja. Umat kristen merasa perlakuan para penguasa dinasti Seljuk sangat berbeda dengan para penguasa Islam lainnya yang pernah menguasai kawasan itu sebelumnya. dinasti fathimiyah di Mesir dalam keadaan lumpuh. Jilid IV. (Kairo: Maktabah Al Nahdhah Al Mishriah. Faktor Politik Kekalahan Byzantium yang disebut Konstantinopel di Manzikar (Malazizkir) atau Malasyird. 1967). kondisi kekuasaan Islam pada waktu itu sedang lemah. Situasi semakin bertambah parah karena adanya pertentangan segi tiga antara Khalifah Fathimiah di Mesir. Tarikh al islam. sementara kekuasaan Islam di Spanyol semakin goyah. 2 4 .1. menjadi paus dari (1088 1099 M) dalam usahanya untuk mengembalikan kekuasaannya di daerah-daerah pendudukan dinasti Seljuk. Ditambah lagi dinasti Seljuk yang merebut Baitul Maqdis dari tangan Fathimiyah pada tahun (1070 M). Armenia pada (1071 M) dan jatuhnya Asia kecil ke bawah kekuasaaan Seljuk telah mendorong Kaisar Alexius I Comnesus (Kaisar konstantinopel) untuk meminta bantuan pada Paus Urbanus II (1035 .

Genoa. untuk menguasai sejumlah kota-kota dagang di sepanjang pantai timur dan selatan laut tengah untuk memperluas jaringan dagang dan mempermudah jalur perdagangan itu sendiri karena mereka selama ini harus berhadapan denagn para penguasa Islam dalam melakukan perdagangannya. petani. kelemahan dinasti Seljuk pasca wafatnya Malik Syah hingga mengakibatkan Seljuk terpecah-pecah. Untuk itu mereka rela menanggung sebagian dana perang salib dengan maksud menjadikan kawasan itu sebagai pusat perdagangan mereka apabila pihak Kristen Eropa memperoleh 5 . 2. dan Pisa. pendeta. Maka situasi demikian yang sangat menguntungkan bangsa Eropa mendorong penguasa-penguasa Kristen di Eropa untuk merebut satu persatu daerah-daerah kekuasaan Islam yang telah begitu luas menguasai Eropa seperi dinasti . Pandangan mereka yang selama ini terkukung oleh kemiskinan atas seruan kebebasan dan materi menjadikan mereka berduyun . Maka semua lapisan baik raja. Oleh karenanya perang ini menjadi alat pemersatu yang sangat baik atas kesatuan Eropa melawan Islam.Cordova yang memproklamasikan dirinya sebagai khalifah. saudagar. dan semuanya mempunyai pandangan yang tidak berbeda terhadap perang salib. Tidak adanya pemimpin kuat yang menyatukan perpecahan umat islam dan membentuk pasukan yang tangguh guna mengusir setiap lawan yang bermaksud jahat kepada islam.dinasti di Edessa (Arruha) dan Baitul Maqdis. 3. Hal ini tampak dalam kondisi umat islam seperti berikut : 1. Faktor Sosial Ekonomi Keadaan ekonomi Eropa yang sebenarnya menjadi dorongan kuat pada masyarakatnya untuk ambil bagian dalam peperangan ini. Terjadinya peperangan ini pula adalah karena ambisi para pedagang-pedagang besar yang berada di pantai timur laut tengah terutama yang berada di kota Venezia. Beberapa kabilah telah masuk agama Kristen dan hal ini menjadikan Eropa Kristen memiliki jaringan yang kuat di negara .duyun menyambut harapan itu. bangsawan. 3.negara timur.

anak-anak yang miskin sebagai konsekuensi hokum warisyang mereka taati itu beramai-ramai pula mengikuti seruan mobilisasi umum itu dengan harapan yang sama. dan rakyat jelata. Gerakan ini merupakan gerakan spontanitas 6 . pada consili clermont pada tanggal 26 November 1095 M. yang intinya mewajibkan untuk melakukan Perang Salib bagi umat Kristiani sehingga terbentuk kaum Salibin. Hal ini karena memang kebebasan yang sanagt berarti dalam kehidupan mereka. Kehidupan mereka sangat tertindas dan terhina.kemenangan. Penindasan yang selama ini mereka rasakan telah mengakibatkan mereka telah kehilangan hakekat hidup itu sendiri. Akibatnya. berhasil membangkitkan semangat umat Kristen. yakni untuk mendapatkan perbaikan ekonomi. dalam kehidupan bangsa Eropa telah terbagi dalam kelas-kelas social masyarakat yang ketika itu terdiri dari tiga kelompok yaitu : kaum gereja. tetapi mereka menempati kelas yang paling rendah. Selain permasalahan di atas. kaum bangsawan serta ksatria. Oleh karena itu. ketika merekadimobilisasi oleh pihak gereja untuk turut mengambil bagian dalam perang salib dengan janji akan diberikan kebebasan dan kesejahteraan yang lebih baik bila perang dapat dimenangkan. Apabila anak tertua meninggal maka harta warisan harus diserahkan kepada gereja. Hal itu dimungkinkan karena jalur eropa akan bersambung dengan ruterute perdagangan di timur melalui jalur strategi tersebut. pada saat itu di Eropa berlaku hukum waris yang menetapkan bahwa hanya anak tertua yang berhak menerima harta warisan. a. Hal ini telah menyebabkan populasi orang miskin semakin meningkat. mereka menyambut seruan itu secaraspontan dengan berduyunduyun melibatkan diri dalam perang tersebut. Meskipun kelompok yang terakhir ini merupakan mayoritas di dalam masyarakat. bukan itulah sebab mereka mengikuti perang salib. Jalinan kerja sama antara Kaisar Alexius I dan Paus Urbanus II. Mereka harus tunduk kepada tuan tanah yang sering bertindaksemena-mena dan mereka dibebani berbagai pajak dan sejumlah kewajiban lainnya. Selain stratifikasi social masyarakat Eropa yang memberlakukan diskriminasi terhadap rakyat jelata. terutama akibat pidato Paus Urbanus II. Maka adanya seruan itu bukan karena mereka ingin memenuhi panggilan suci agama. Perang Salib I (1094-1144 M) Periode pertama Perang Salib disebut sebagai periode penaklukan.

sehingga mengubah kaum Salibin menjadi ekpedisi militer yang terorganisasi rapi. Sang Pertapa atau Peter 3 M. Tripoli. (Yogjakarta: Bina Usaha. sebab penakluk-penakluk dari Bani Seljuk itu dianggap berlaku kejam dan menindas orang-orang Kristen yang datang beribadah ke Baitul Maqdis. yaitu kerajaan Baitul Maqdis (1099 M) di bawah pemerintahan Raja Godfrey. Perang salib dan Pengaruh Islam di Eropa. Sebagai akibat dari kemenangan itu. Tartur. sehingga mereka berhasil menduduki Palestina (Yerussalem) pada tanggal 07 Juni 1099 M. berdirilah beberapa kerajaan Latin-Kristen di Timur. gerakan ini dipimpin oleh Pierre I’ermite. Di sepanjang jalan menuju Constantinople mereka membuat keonaran bahkan terjadi bentrok dengan penduduk Hongaria dan Byzantium.yang diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat Kristiani. Konstantinopel dibawah kepala gereja Hildeband yang menaiki tahta sebagai Pau Gregorius VII memohon bantuan dari para raja ksatria dan penduduk umumnya. mereka terlebih dahulu menaklukkan Anatolia. Hasan Ibrahim (sejarawan penulis buku Tarikh Al-Islam) menggambarkan gerakan ini sebagai gerombolan rakyat jelata yang tidak mempunyai pengalaman berperang. 7 . Kemenangan pasukan Salib dalam periode ini telah mengubah peta situasi Dunia Islam kawasan itu.3 Perang Salib I ditandai oleh bangkitnya kerajaan Seljuk (Turki) yang memasuki Armenia. Syam. Aleppo. Yahya Harun. Pasukan Godfrey ini melakukan pembantaian besar-besaran selama satu minggu terhadap umat Islam disamping itu mereka membumi hanguskan bangunan-bangunan umat Islam. Asia kecil dan Syria. Dalam peperangan menghadapi pasukan Godfrey. atas usaha dari penggantinya yaitu Paus Urbanus II yang dibantu oleh guru bahasanya yaitu Peter. Dengan adanya fenomena ini Dinasti Salju menyatakan perang terhadap gerombolan tersebut. kemudian menyapu daerah kawasan Byzantium (Romawi) memporakporandakan angkatan perangnya di pertempuran Mazikert dan sepanjang laut tengah yang pada masa Alip Arselan dan Malik Syah. pihak Islam mengalami kekalahan. Maka dari itu. sehingga akhirnya gerakan pasukan Salib dapat mudah dikalahkan. Akan tetapi pada tahun (1095 M) baru bisa menghimpun kekuatan sebesar 300. Yerussalempun dicaplok. Berawal dari kekalahan pihak kristiani Godfrey of Buillon mengambil alih kepemimpinan pasukan Salibin.000 orang. Edessa (1098 M) diperintah oleh Raja Baldwin. dan Acre. 1987). dan Tripoli (1109 M) dibawah kekuasaan Raja Raymond. hal 12-14. sebelum pasukan ini menduduki Baitul Maqdis.

ia digantikan oleh puteranya yang bernama Nuruddin dan dibantu oleh Shalahuddin hingga tahun (1147 M). Bernard de Clairvaux dan Concrad III dari Jerman. Edessa. Enthiokhie. Pada saat kota Yerussalem direbut tentara Salib. Pada akhir tahun (1096 M) dan awal tahun (1097 M). sehingga raja Baitul Maqdis dan Ray Mond tertawan dan dijatuhi hukuman mati.000 tentara Salib sampai di Konstantinopel dibawah pimpinan Gadefroy. sekitar 150. Dalam pertempuran ini kaum muslimin dapat menghancurkan pasukan Salib. b. Yerussalem. Termasuk Baitul Maqdis. Pada awal tahun (1097 M) tentara Salib mulai menyebrangi selat Bosporus lalu mengepung kota Niceae dan setelah dikepung selama sebulan. Pada saat Baitul 8 . Setelah Imaduddin meninggal. Perang Salib II (1144-1193 M) Perang Salib II juga terjadi sebab bangkitnya Bani Seljuk dan jatuhnya Halab (Aleppo). Pada tanggal 4 Juli 1187 M terjadi pertempuran antara pasukan Shalahuddin dengan tentara Salib di Hittin dekat Baitul Maqdis. Peter terus berkelana sambil terus berkampanye untuk itu. tetapi ketika kota itu direbut kembali oleh Shalahuddin. kaum muslimin tidak melakukan pembalasan terhadap mereka. bahkan memperlakukan mereka dengan baik dan lemah lembut.000 umat Islam. mereka melakukan pembunuhan besar-besaran terhadap orang Islam. Kemenangan Shalahuddin dalam peperangan ini memberikan peluang yang besar untuk merebut kota-kota lainnya. Perang Salib II ini dipimpin oleh Lode wiyk VII atau Louis VII (Raja Perancis). Laskar Islam yang terdiri dari bangsa Turki. Al Qudus. akhirnya kota jatuh ke tangan mereka pada tanggal 18 Juni 1097 M serta mereka dapat mengalahkan tentara Kalij Arsalan dari Bani Saljuk di Asia kecil. Peterlah yang menyerukan kepada seluruh raja dan pembesar raja Eropa Kriten bersatu untuk memerangi Islam atas nama agamanya yang suci. Bohemond dan Raymond. sedangkan Nicola dikembalikan pada Kaisar Byzantium.Amiens. Raha dan Tripolisyam. Kemudian tentara Salib mendirikan empat kerajaan Kriten yaitu di tanah suci Baitul Maqdis. Pada tanggal 15 Juli 1099 M tentara Salib mengepung Yerussalem selama tujuh hari dengan menyembelih tak kurang dari 70. dan sebagian negeri Syam ke tangan Imaddudin Zanky (1144 M). Kurdi dan Arab dipimpin oleh Nuruddin Sidi Saefuddin Gazi dan Mousul dan dipanglimai oleh Shalahuddin Yusuf ibn Ayyub. dan pada saat itu pula Yerusalem dan kota-kota sekitarnya takluk.

Salahuddin wafat pada bulan Safar (589 H) atau (Februari 1193 M). Dalam ekspedisi ini dikomando oleh raja-raja Eropa yang besar. Frederick yang memimpin devisi darat tewas tenggelam dalam penyebrangannya di sungai Armenia. posisinya digantikan putranya Nuruddin Zangi. Setelah Imaduddin Zangi wafat. Dalam keadaan demikian kedua belah pihak melakukan gencatan senjata dan membuat suatu perjanjian damai.Maqdis kembal ke tangan Umat Islam kembalilah suara adzan berkumandang dan lonceng gereja berhent berbunyi serta Salib emas diturunkan dari kubah sakrah. Hal ini membuat kaum Salibin untuk membangkitkan kembali basic kekuatan mereka sehingga mereka menyusun kekuatan dan mengirim ekspedisi militer yang lebih kuat. disana mereka bertemu dengan pasukan Salahuddin. Antiok (1149 M) dan Mesir (1169 M). Acre dan Jaffa berada di daerah kekuasaan tentara Salib. dekat kota Ar-Ruha’. maka pasukan Salahuddin mundur. Ekpedisi militer Salib kali ini dibagi dalam beberapa devisi. Dalam periode ini disebut sebagai periode reaksi umat Islam atas jatuhnya beberapa wilayah kekuasaan Islam ke tangan kaum Salib telah membangkitkan kesadaran kaum muslimin untuk menghimpun kekuatan guna menghadapi kaum Salibin.” Tidak lama kemudian setelah perjanjian disepakati. Raja Inggris) dan Philip II (Augustus. yang berhasil membebaskan Baitul Maqdis pada tanggal 2 Oktober 1187 M. Adessa (Ar-Ruha’) pada tahun (1144 M). sebagian tentaranya kembali kecuali beberapa orang yang terus melanjutkan perjalanannya di bawah pimpinan putra Frederick. Raja Prancis). terjadilah peperangan sengit. Di bawah komando Imaduddin Zangi. terutama setelah munculnnya Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi (Salahuddin) di Mesir. sebagian menempuh jalan darat dan yang lainnya menempuh jalur laut. sedangkan daerah pesisir utara. Gubernur Mousul. kaum muslimin bergerak maju membendung serangan pasukan Salib bahkan mereka berhasil merebut kembali Aleppo. 9 . Adapun devisi yang menempuh jalur laut menuju Sicilia yang dipimpin Richard dan Philip II. inti perjanjian damai tersebut adalah: “Daerah pedalaman akan menjadi milik kaum muslimin dan umat Kristen. yang akan berziarah ke Baitul Maqdis akan terjamin keamanannya. karena kekuatan tidak berimbang. Frederick I (The Lion Hearted. Kota-kota yang berhasil dibebaskan antara lain Damascus (1147 M). Keberhasilan kaum muslimin meraih berbagai kemenangan. dia meneruskan perjuangan ayahnya untuk membebaskan negara-negara Timur dari cengkraman kaum Salib. dan Kota Acre ditinggalkan oleh Pasukan Salahuddin dan menuju ke Mesir untuk mempertahankan daerah itu.

Tujuan mereka untuk membebaskan Baitul Maqdis seolah-olah mereka lupakan. Akhirnya Akka dan Yaffa jatuh ditangan tentara Salib tetapi tidak bisa menduduki Baitul Maqdis dan dibuatlah perjanjian damai antara kedua belah pihak di Ramlah atau dapat disebut perjanjian Ar-Romlah. Dalam periode ini telah terukir dalam sejarah yaitu munculnya pahlawan wanita yang terkenal dan gagah berani yaitu Syajar Ad Durr.000 orang dibawah pimpinan Frederick Barbarosa. berkat kesuksesannya menaklukkan Baitul Maqdis dan kemampuannya mengatasi angkatan-angkatan perang Prancis. Shalahuddin wafat setelah berhasil mempersatukan umat Islam dan mengembalikan Baitul Maqdis ke tangan umat Islam. tetapi nasibnya sangat malang. sebuah sungai yang jeram di Sisilia-Armenia ia mati tenggelam sehingga pasukannya kehilangan pemimpin dan pasukannya patah semangat. Perang Salib III ini dipimpin oleh Kaisar Fredrick I Barbarosa dari Jerman Philip II August (Raja Prancis dan Inggris). Inggris. Perang Salib III (1193-1291 M) Perang Salib III ini timbul sebab bangkitnya Mesir dibawah pimpinan Shalahuddin.c. dia berhasil menghancurkan pasukan Raja Lois IX. Jerman dan negara-negara Eropa lainnya. hal ini dapat dilihat ketika pasukan Salib yang disiapkan menyerang Mesir (1202-1204 M) ternyata mengubah haluan menuju Constantinople. Richard mengambil jalan melalui Cyprus dan Philiph langsung menuju Palestina dan mengepung Akka. dan digantikan oleh saudaranya Sultan Adil. Ketika itu pasukan Jerman sebanyak 100. Hal ini disebabkan karena periode ini lebih disemangati oleh ambisi politik untuk memperoleh kekuasaan dan sesuatu yang bersifat material. ketika ia menyeberang. Kejadian tersebut dapat membangunkan Eropa-Barat untuk menyusun angkatan Perang Salib selanjutnya atas saran Guillaume. kota ini direbut dan diduduki lalu dikuasai oleh Baldwin sebagai rajanya yang pertama. dari Prancis dan sekaligus menangkap 10 . Periode ini lebih dikenal dengan periode perang saudara kecil-kecilan atau periode kehancuran di dalam pasukan Salib sendiri. dari motivasi agama. Tidak lama setelah perdamaian tersebut Shalahuddin wafat. akhirnya pasukan tersebut ada yang memilih kembali ke negerinya dan ada pula yang terus untuk bergabung dengan pasukan lainnya. Tentara Inggris dan Prancis bertemu di Saqliah dan disini juga terjadi perselisihan antara Philiph dengan Richard yang akhirnya mereka kembali sendiri-sendiri. Richard The Lion Heart.

1211 M. e. maka dikuatkanlah perjanjian dengan orangorang Kristen pada tahun 1203 . Isi perjanjian itu adalah mempermudah orang Kristen ziarah ke Baitul Maqdis dan menghilangkan permusuhan antara kedua belah pihak. Perang Salib IV (1202-1206 M) Tentara Salib berpendapat bahwa jalan untuk merebut kembali Baitul Maqdis adalah harus dikuasai terlebih dahulu keluarga Bani Ayyub di Mesir yang menjadi pusat persatuan Islam ketika itu. f. Pada waktu itu Mesir diperintah oleh Sultan Salib. keponakan Shalahuddin al-Ayyubi. namun 14 tahun kemudian 11 . Kaisar Jerman dan raja Itali dan kemudian menjadi Raja muda Yerussalem lantaran berhasil menguasai Yerussalem tidak dengan perang tapi dengan perjanjian damai selama 10 tahun dengan Sultan Al-Malikul Kamil. Tentara Salib menguasai Konstatinopel (1204 M) dan mengganti kekuasaan Bizantium dengan kekuasaan latin disana. Perang Salib V dipimpin oleh Jeande Brunne Kardinal Pelagius serta raja Hongaria. Perang Salib V (1217–1221 M) Perang Salib V tetap berada di Konstantinopel dan tidak henti-hentinya terjadi konflik dengan pihak Kaisar. Dalam periode ini pasukan Salib selalu menderita kekalahan. mereka dapat mengetahui kebudayaan dan peradaban Islam yang sudah sedemikian majunya.1204 M dan 1210 .raja tersebut. bahkan kebudayaan dari Timur Islam menyebabkan lahirnya renaisansce di Barat. Oleh karena itu kaum Salib memusatkan perhatian dan kekuatannya untuk menguasai Mesir. meskipun pada tanggal 5 November 1219 M kota pelabuhan Damietta mereka rebut. Akan tetapi Perang Salib IV ini dilakukan atas kerja sama dengan Venesia dan bekas kaisar Yunani. Meskipun demikian mereka telah mendapatkan hikmah yang sangat besar. namun dalam perjalanan ke Kairo pada tanggal 24 Juli 1221 M mereka membuat kekacauan di Al Masyura ( tepi sungai Nil) kemudian mereka pulang ke daerah mereka. d. Perang Salib VI (1228–1229 M) Perang Salib VI dipimpin oleh Frederick II dari Hobiens Taufen.

Tetapi meskipun Perang Konvensional dan Frontal itu sudah berakhir secara formal. Akhirnya pada tahun 1492 M Raja Ferdinad dan Ratu Isabella sukses menendang habis umat Islam dari Granada. Ketika Louis IX gagal merebut Antiock yang dikuasai Sultan Malik Zahir Bay Bars pada tahun 1267/1268 M. Perang Salib VII (1248–1254 M) Peperangan ini dipimpin oleh Raja Louis IX dari Perancis pada tahun (1248 M). yang menjadi semangat agama-agama katolik. adanya perjanjian Tordessilas. maka mereka dibebaskan oleh Tentara Islam dan mereka balik ke negerinya. Andalusia. lalu hendak merebut Tunis. Riwayat lain juga menjelaskan bahwa Perang Salib VIII ini tidak sempat terbentuk karena kota terakhir yakni Aere yang diduduki oleh tentara Salib malahan berhasil dikuasai oleh Malikul Asyraf (putra Malikul Shaleh). Perang Salib Lanjutan (1291-1344 M) Dalam Perang Salib lanjutan ini ada beberapa faktor yang melatar belakanginya yaitu ketika kaum muslimin mundur dari Cordova atau Granada oleh Ferdinand. 12 . Perang Salib VIII (1270-1272 M) Dalam Perang Salib VIII yaitu pada tanggal 25 Agustus 1270 M ini Louis IX telah binasa ditimpa penyakit (riwayat lain menyebutkan ia terbunuh). Adapun faktor lain yaitu. namun pada tahun (1249 M) tentara Salib berhasil menguasai Damietta (Damyat). namun sesungguhnya perang jenis lain yang kwalitasnya lebih canggih terus saja berlangsung seiring dengan kemajuan zaman. Malikul Shaleh mangkat kemudian digantikan putranya Malikul Asraff Muzafaruddin Musa. g. Perjanjian itu ditetapkan pada 4 Mei 1493. “Bahwa kepercayaan agama Katolik dan agama Kristen. h. setelah mereka memberi uang tebusan. ia beserta pembesar-pembesar pengiringnya ditawan oleh pasukan Islam pada 6 April 1250 M dalam satu pertempuran di Perairan Mesir. Dengan demikian terkuburlah Perang Salib oleh Perang Sabil. Dimasa inilah pemimpin angkatan perang Islam. yang menyatakan antara lain. i.yakni pada tahun (1244 M) kekuasaan diambil alih Sultan Al Malikul Shaleh Najamuddin Ayyub beserta Kallam dan Damsyik. Pada saat degradasi politik seperti itu Islam sedikit demi sedikit basic kekuatannya menurun. Leon dan Castelin.

5 111. seorang pandai besi yang mencuat namanya karena perselisihan yang dimenangkannya melawan Ong Khan atau Togril. hal 260. Sejarah Daulat Abbasiyah III. Dalam peperangan lanjutan ini pihak Kristen juga mengalami kekalahan. Pemimpin atau Khan bangsa Mongol yang pertama diketahui dalam sejarah adalah Yesugei (w.. 2000). harus dimulyakan dan disempurnakan. (Jakarta : Bulan Bintang. Chinggis aslinya bernama Temijin. akan tetapi orang-orang Kristen dengan segala bentuk dan cara berusaha menghancurkan Islam baik melalui politik. Cetakan ke IV. bahwasannya bangsa Mongol adalah bangsa yang pemberani dan tegar dalam berperang. Para pendeta dan lembaga-lembaga missionaris oleh orang-orang Dunia Islam dianggap sebagai imperialisme. 13 . seorang kepala suku Kereyt. walaupun menaklukkan banyak stepa dengan ketangkasannya menunggang kuda. Dengan adanya perjanjian tersebut. Chinggis sebenarnya adalah gelar bagi Temujin yang diberikan kepadanya oleh sidang kepalakepala suku Mongol yang mengangkatnya sebagai pemimpin tertinggi bangsa itu pada tahun 1206. serta disebarkan dimana-mana dan harus mengambil alih Kerajaan Granada dari kelaliman para sara (muslimin)”.4 ketika ia berumur 44 tahun. tetapi melakukan ekspansi politik dan ekspansi keagamaan dan musuh pertama yang dihadapi adalah negara Islam. ekonomi dan pendidikan. Sebenarnya mereka itu bukanlah suku Nomad yang berpindah-pindah dari satu stepa yang lain.. hal Badri Yatim. Perang Salib dikobarkan lagi dan dilancarkan oleh orang-orang Portugis dengan tujuan bukan lagi mencari keuntungan. Perlu diketahui juga. INVASI MONGOL Asal mula bangsa Mongol adalah dari masyatakat hutan yang mendiami Siberia dan Mongol luar di sekitar danau pegunungan Altani tepatnya dibagian barat Laut Cina. Sejarah Peradapan Islam. Dan merupakan satu aspek usaha penyingkiran lembaga-lembaga pribumi atau Islam dengan menggantikan sejarah setempat dengan kurikulum Barat. C. 1175).5 4 Joesoef Sou’yb. Ia adalah ayah Chinggis (Chingis atau Jengis). 1981). atau juga disebut Chingis Khan/Raya yang Agung.teristimewa pada zaman kita ini. Dr. (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. MA.

Padahal mereka hidup dan berinteraksi dengan pengikut agama Yahudi. Adapun agama-agama samawi yang sampai di tengah-tengah mereka karena factor invansi bangsa Mongol itu sendiri. Kepercayaan keagamaan orang-orang Mongol dan praktek ritual ibadahnya adalah mengikuti faham Shamanism.Bangsa Mongol tidak memeluk salah satu agama samawi dari ketiga agama samawi.7 Disamping itu juga. 4) Barangsiapa yang menyihir. Sebagai konsekwensinya. yaitu menyembah matahari dan bersujud kepadanya ketika terbit. ia melarang penyerbuan terhadap agama. maka harus dibunuh. hal 40-41. ia juga mendirikan pos untuk mengetahui berita tentang kerajaanya. 2) Barngsiapa yang melakukan hubungan seksual akan dibunuh. sekte agama dan mencegah 6 David Morgan. Ibnu Atsir. Jilid XII. 1986). 3) Barangsiapa yang berdusta dengan sengaja. Kristen dan Islam. maka dibunuh. rakyat Mongol harus menghormati rajanya6 tentara yang mau perperang harus diinspeksi terlebih dahulu dan perempuan harus siap membayar pajak jika lelakinya pergi berperang. Al-Kamil Fi at-Tarikh (Beirut : Dar al-Fikr. 5) Barangsiapa yang buang air kecil di air yang tidak bergerak. The Mongols (Cambridge : Black Well. Jengis Khan juga menyempurnakan moral masyarakatnya dengan undangundang yang dibuatnya. 7 14 . yaitu Ilyasa atau Yasaq. dan diantara syariatnya adalah tidak mengharmkan apapun kepada pengikutnya untuk makan hewan apa saja yang mereka temui meskipun sudah menjadi bangkai. Misalnya agama Islam pengaruh dari Persia dan daeah-daerah Golden Holde. 1986). maka akan dibunuh. Hal 360.6 Diantara ajaran yang terdapat dalam kitab Ilyasa adalah: 1) Barangsiapa yang melakukan hubungan diluar nikah. Jengis Khan juga mengatur kehidupan beragama dengan tidak boleh merugikan antara satu pemeluk agama dengan yang lainnya. baik yang sudah pernah nikah atau belum. maka akan dibunuh. agama Budha pengaruh dari Tibet dan Persia dan agama Kristen datang dari Eropa.

(Ciputat : Logos Wacana Ilmu. 1997). Peristiwa tersebut menyebabkan Mongol menyerbu wilayah Islam. dan wilayah warisannya itu diberikan kepada anak Jochi yang bernama Batu atau Orda. Islam di Kawasan Kebudayaan Arab. Kota Bukhara di Samarkand yang di dalamnya terdapat makam Imam Bukhari. yang ketika itu Islam sudah meluas hingga ke wilayahnya. dan dapat menaklukkan Transoxania yang merupakan wilayah Khawarazm (1219-1220 M). di Asia Tengah juga tidak luput dari penghancuran. Bangsa yang dipimpinnya itu meluaskan wilyah ke Tibet (Cina barat laut). menghindarkan diri dari serbuan Mongol. Namun ia meninggal dunia sebelum wafat ayahnya Jengis. padahal sebelummnya. anaknya yang sulung mendapat wilayah Siberia bagaian Barat dan Stepa Qipchaq yang membentang hingga Rusia selatan. yakni Khawarazm Syah.terjadinya perbedaan dalam agama. Jalaluddin. Toluy. ia menundukkan Turkestan tahun (1218 M) yang berbatasan dengan wilayah Islam. ia diburu oleh lawannya hingga ke India (1221 M). Invasi Gubernur Khawarazm membunuh para utusan Chinggis yang disertai oleh para saudagar Islam. 15 . Batu mendirikan Horde (kelompok) Biru di Rusia Selatan sebagai pilar dasar berkembangnya Horde putih di Siberia Barat. Dr. guna menghadapi tantangan dan meluaskan wilyah ke luar negeri. Pertama ialah Jochi. serta dapat menaklukkan Beijing tahun (1215 M). Balk. 128. dihancurkan. penguasa Khawarazm yang berusaha meminta bantuan kepada khalifah Abbasiyah di Bagdad. yakni Jochi dan Chaghatay bergerak untuk merebut wilayah sungai Sir Darya Bawah dan Khawarazm. dan kota-kota lain yang mempunyai peradapan Islam yang tinggi. mereka justru hidup berdampingan secara damai satu sama lain. yang akhirnya ia lari ke Barat. diutus ke Khurrasan sementara anaknya yang lain.. hal. dan Cina (1213 M). di dalamnya terdapat Khawarazm. baik ke Cina maupun ke negeri-negeri Islam. dan menghormati Nabi SAW.8 Ternyata Jengis Khan ingin mengambil hati kaum muslimin dengan tidak mengusik kelompoknya. salah seorang perawi Hadits yang termasyhur. Kedua kelompok itu bergabung dalam abad ke 14 yang kemudian muncul sebagai ke khanan yang bermacam 8 Ali Mufrodi. salah seorang anak Chinggis. Wilayah kekuasaan Jengis Khan yang luas dibagi untuk empat orang putranya sebelum ia meninggal dunia tahun (624 H/1227 M).

dan Khiva. Kedua adalah Chaghatay. dan 16 . Pada akhirnya mereka semua dibunuh oleh Hulako Khan tidak tersisa sama sekali. Hama. Sedangkan cabang timur dari keturunan Chaghatay berkembang di Semirechye. orang-orang sufi dan pejabat Negara. Cabang barat dari keturunan Chaghatai yang bermukim di Tranxosania segera masuk ke dalam lingkungan pengaruh Islam. kemudian pada tanggal 12 Muharram pada tahun yang sama. dan Harim. lantaran mayat-mayat yang bergelimpangan belum sempat dikebumikan. Khalifah dinasti Fathimiyyah. pada akhirnya diadakan perjanjian antara Hulako dan Mu’tashim. Akibat pembunuhan dan kerusakan kota itu timbullah wabah penyakit. Siberia dan Turkistan. Astrakhan. Syaibaniyah atau Ozbeg. pasukan yang berkekuatan dua ratus ribu personel dan dipimpin langsung oleh Hulako Khan tiba di Baghdad. Hulako mengenakan gelar II Khan dan menguasai wilayah yang lebih luas lagi hingga ke Syiria Utara. Pada tahun (642 H/1244 M) ia berhasil merayu pasukan Mongol untuk menyerang Bagdad. termasuk di Crimea. Perdana menteri ini sangat berambisi untuk merampas tahta khilafah dari tangan Abbasiyyah kemudian diserahkan kepada dinasti Fathimiyyah. Bukhara. sejak dari Transocania hingga Turkistan Timur atau Turkistan Cina. Pada awal tahun (656 H / 1258 M). Qasimov. fuqoha’. Hulako Khan mengirimkan pasukan ke Bagdad di bawah pimpinan dua amirnya sebagai pasukan awal sebelum kedatangannya. T’ien Syan di Tamrin.ragamnya di Rusia. Mereka lebih tahan terhadap pengaruh Islam. berkaitan erat sekali dengan seseorang yang bernama Ibnu al-Qami’ (seorang perdana menteri yang beraliran Syi’ah Rafadh. Jatuhnya ibu kota Abbasiyah yang didirikan oleh Khalifah kedua. seperti kota Aleppo. tetapi akhirnya mereka ikut membantu menyebarkan Islam di wilayah Turkistan Cina dan bertahan disana hingga abad ke XVII. Qazan. salah satu cabang keturunan Jochi berkuasa di Khawarazm dan Transoxania dalam abad ke 15 dan 16. mendapat wilayah berbentang ke Timur. Tiumen. Mereka mengepung Baghdad dari dua arah. Mu’tashim dikawal tujuh ratus dari kalangan hakim.Mansur itu. Mu’tashim Billah mengangkat perdana menteri dari aliran Syi’ah Rafadh. Demikian juga membunuh sebagian besar keluarga khalifah dan penduduk yang tak berdosa. al. barat dan timur. hal ini atas permintaan Ibnu al-Qami’ dan Nashiruddin at-Thutsi. Ili. namun akhirnya dikalahkan oleh kekuasaan Timur Lenk.

17 . Orang-orang Mongol II Khaniyah ini bersekutu dengan orang-orang Salib. Ia membangun ovservatorium di Maragha tahun (1259 M). penguasa Muslim yang berpusat di Mesir.9 Selanjutnya ia ingin merebut Mesir. berbondong-bondong memeluk agama Islam seperti Ghazan Khan dan keturunannya. hal 465. ia sangat menaruh perhatian kepada umat Kristen karena pengaruh janda ayahnya yang beragama Kristen Nestorian12. Factor inilah yang memicu Ibnu al-Qami’ berkompromi dengan pasukan Mongol. Tarikh al-Khulafa’. (Beirut : Dar al-Fikr. dan pada akhirnya dimenangkan oleh Sunni. bahkan mereka yang menguasai barat sampai Bagdad itu karena tekanan kultur Persia yang Islam. 1990). yakni Doqus Khatun. thun (1260 M) sehingga mengurungkan niatnya melangkahi Mesir. Hulako yang memerintah hingga thun (1265 M) digantikan oleh anaknya. Puncak kemarahannya adalah ketika Baghdad pada (655 H / 1257 M).kesempatan emas dia peroleh tatkala pasukan Mongol menyerbu wilayah-wilayah Islam. penguasa Kristen Eropa. Ia aktif mengadakan kontak dan korespondensi dengan pasukan Mongol dan mendukung mereka menyerang Baghdad. seorang Filosof Muslim besar. Sebaliknya hal yang berkaitan dengan khalifah Bani Abbasiyyah. Ia berdamai dengan Mamluk tahun (1323 M). Atas saran Nasiruddin at-Tusi. terutama setelah meninggalnya Qubulay Khan tahun (1294 M). Penguasa II Khaniyyah terakhir ialah Abu Sa’id. Dinasti II Khaniyyah lama kelamaan renggang hubungannya dengan saudara-saudaranya yang berada di Timur. Armenia Cilicia untuk melawan Mamluk dan keturunan saudara-saudaranya sendiri dari dinasti Horde keemasan (Golden Horde) yang telah bersekutu dengan Mamluk. tetapi malang. kemuan orang-orang Sunni merampas rumah-rumah mereka termasuk rumah-rumah kerabat perdana menteri tersebut. (1265-1282 M). Ia sangat tertarik pada bangunan dan arsitektur yang indah dan filsafat. Palestina. maka surat tersebut ia rahasiakan dan tidak dia laporkan kepada khalifah. ia beberkan secara transparan kepada pasukan Mongol. Mereka hanya dapat 9 As-Suyuti. Abaqa. Perselisihan dalam tubuh II Khaniyyah sendiri menyebabkan terpecahnya kerajaan menjadi dinasti kecil-kecil yang bersifat lokal. Kaum Suni dan Syi’ah Rafidh berperang. pasukan Mamluk rupanya lebih kuat dan lebih cerdik sehingga pasukan Mongol dapat dipukul di ‘Ain Jalut. yang mengakhiri permusuhan antara kedua kekuasan itu untuk merebut Syiria. Jika ia mendapatkan surat balasan dari pasukan Mongol.

tetapi akhirnya Mongol sendiri terserap ke dalam budaya Islam. bahwa kultur Islam yang ada dikawasan budaya Arab seperti Iraq dan Syiria serta sebagian Persia sebelah barat. penguasa terakhir dinasti II Khaniyyah. Dr. Dinasti ini didirikan oleh Hasan Buzurg (Agung). yang dibedakan dengan Hasan Kuchuk (kecil) dari dinasti Chupaniya. walaupun ia masih harus mengakui kekuasaan II Khaniyah. Jalayiriyyah baru memiliki kedaulatan secara penuh. Hasan Buzurg akhirnya menundukkan Chupaniyah. bukan Nourouzzaman Shiddiq. Dimasa Uways.. pengganti Hasan Agung. namun mendapat perlawan dari dinasti Muzaffariyah dn Khan-Khan Horde keemasan.10 Apa dampak positif maupun negative kekuasaan Mongol terhadap wilayahwilayah Islam yang ditundukkannya ?.. 10 18 . Kehancuran kota-kota dengan bangunan yang indah-indah dan perpustakaanperpustakaan yang mengoleksi banyak buku memperburuk situasi ummat Islam. Mereka akhirnya dikalahkan oleh Qara Qoyunlu. Kurdistan dan Azebaijan. Jalayir adalah suku Mongol yang mengikuti Hulako ketika menaklukkan negeri-negeri Islam.dipersatukan kembali pada masa Timur Lenk yang berbentuk dinasti Timuriyyah yang berpusat di Samarkand. Pengantar Sejarah Muslim. (Yogyakarta : Mentari Masa Yogyakarta. Sebagian wilayah II Khaniyyah yang berada di kawasan kebudayaan Arab seperti Iraq. musuh bubuyutannya yang memerintah sebagai Gubernur di Anatolia di bawah sultan Abu Sa’id. Pembunuhan terhadap umat Islam terjadi. Dinasti-dinasti silih berganti menguasai wilayah itu dan yang langgeng ialah kekuasaan dari bangsa Arab sendiri. Kehancuran tampak jelas dimana-mana dari serangan Mongol sejak dari wilayah timur hingga ke barat. Ia dapat menundukkan Azerbaizan. Dapatlah kiranya disimpulkan bahwa akar budaya Islam dikawasan budaya Arab dipemerintahan bukan hanya dynasti berbangsa Arab saja tetapi siapa yang kuat akan memerintah wilayah tersebut. dan memusatkan kekuasaanya di Bagdad. Cetakan ke II. baik pada masa klasik maupun masa modern ini. hal 74. 1989). Dari sini dapat dilihat. walaupun secara politis dapat ditaklukkan oleh Mongol. diwarisi oleh dinasti Jalayiriyah. H. Dampak negative tentu lebih banyak dibandingkan dengan dampak positifnya.

Rupanya ia telah mempelajari ajaran agama-agama sebelum menetapkan keislamannya.hanya pada masa Hulako saja yang membunuh khalifah Abbasiyyah dan keluarganya. yang lebih fatal lagi ialah hancurnya Baghdad sebagai pusat dinasti Abbasiyyah yang di dalamnya terdapat berbagai macam tempat belajar dengan fasilits perpustakaan. Suatu kerugian besar bagi khazanah ilmu pengetahuan yang dampaknya masih dirasakan hingga kini. dan Sa’id ad-Daulah yang orang Yahudi itu dihukum mati pula pada tahun (1289 M). Rasyiduddin yang terpelajar dan ahli sejarah yang terkemuka yang selalu berdialok dengannya. seorang administrator dari keluarga Juwaini yang tersohor dihukum mati tahun (1284 M). seperti yang dilakukan oleh Gazan Khan (1295-1304 M) yang menjadikan Islam sebagai agama resmi kerajaan.orang Kristen yang bangkit kembali pada masa itu dan menghalang-halangi dakwah Islam di kalangan Mongol. Cina. Mengapa mereka dapat menerima dan masuk ke agama Islam? Antara lain adalah disebabkan karena mereka berasimilasi dan bergaul dengan masyarakat Muslim dalam jangka panjang. Seperti yang dilakukan oleh Argun Khan ke empat pada dinasti II Khaniyyah terhadap Takudar sebagai Khan ketiga yang dihukum bunuh karena masuk Islam. seorang Gubernurnya untuk beberapa propinsi Syiria. Sepeninggal Gazan 19 . lalu beralih memeluk agama Budha. Ia mati muda ketika berumur 32 tahun. Bangsa Mongol yang asal mulanya memeluk agama nenek moyang mereka. hilang lenyap dibakar oleh Hulako. Persia. Syihabuddin penggantinya juga dibunuh tahun (1289 M). melarang riba’. tetapi pembunuhan dilakukan juga terhadap umat Islam yang tidak berdosa. Ia menyuruh kaum Kristen dan Yahudi untuk membayar Jizyah. dan yang lebih mendorongnya masuk Islam adalah karena pengaruh seorang menterinya. rupanya bersimpati kepada orang. karena tekanan batin yang berat sehingga ia sakit yang menyebabkan kematiannya itu ketika pasukannya kalah di Syiria dan munculnya sebuah komplotan yang berusaha untuk menggusurnya dari kekuasaannya. Ia gemar pada seni dan ilmu pengetahuan. Argun Syamsuddin. Arab. dan memerintahkan mencetak uang yang bercirikan Islam. dan menyuruh para pemimpinnya menggunakan sorban. walaupun ia pada mulanya beragama Budha. Ada pula dampak positif dengan berkuasanya dinasti Mongol ini setelah para pemimpinnya memeluk agama Islam. Tibet dan Latin. menguasai beberapa bahasa seperti Mongol. dan Nawruz.

Namun perselisihan dalam keluarga dinasti II Khaniyyah menyebabkan runtuhnya kekuasaan mereka. 20 . dan II Khaniyyah menjadi pusat pedagangan yang menghubungkan antara dunia Barat dan India serta Timur Jauh.digantikanlah oleh Uljaitu Khuda Banda (1305-1316 M) yang memberlakukan aliran Syi’ah sebagai hukum resmi kerajaanya. Ia mendirikan ibu kota baru yang bernama Sultaniyyah dekat Qazwain yang dibangun dengan arsitektur khas II Khaniyyah. Banyak koloni dagang Italia terdapat di Tabriz.

Adapun hubungan Perang Salib dengan gerakan-gerakan yang dimaksud antara lain: 1. terutama dalam bidang politik dan militer. KESIMPULAN Dalam penyebaran pasukan Salibin terhadap umat Islam. 4. 3. Kurang professional dalam mengangkat pejabat Negara. 2. yang walaupun tidak dalam bentuk yang lain. hal ini karena adanya perkembanganperkembangan selanjutnya. Kurangnya jiwa revolosioner di kalangan ummat Islam. Kolonialisme 3. 21 . Faktor yang menyebabkanya diantaranya adalah : 1. maka membawa pengaruh besar terhadap hubungan antar pemeluk agama Islam dan Kristen dalam waktu yang panjang (Al-Ghozali). Terjadinya perpecahan dan konflik internal kaum muslimin.D. Setiap amir atau khalifah hanya perhatian kepada wilayahnya saja. Melihat dari beberapa gambaran yang ada maka dapat disimpulkan bahwa. Orientalisme 2. tanpa beban ketika ada suatu wilayah Islam lainya jatuh di tangan musuh. mereka banyak terjun di dunia sufi. dan teologi. Dengan adanya motif ini. menjadi fenomena yang disertai timbulnya sentimen keagamaan yang kuat. fiqh. apalagi melihat peristiwa hancurnya ibu kota Dinasti Abbasiyah yaitu Baghdad. Kristenisasi Sesungguhnya invansi pasukan Mongol terhadap Negara-negara Islam adalah tragedi besar yang tidak ada tandingannya sebelum ini dan sesudahnya. yang sekaligus merupakan suatu hubungan yang sulit untuk dipisahkan. Kendati sebelumnya di dahului oleh perang Salib. meskipun Perang Salib sudah berakhir namun pada hakekatnya belum berakhir.