P. 1
artikel-penanggulangan-narkoba

artikel-penanggulangan-narkoba

|Views: 75|Likes:
Published by Ramadhoni Mardi

More info:

Published by: Ramadhoni Mardi on May 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2013

pdf

text

original

Efektivitas Penanggulangan Narkoba Melalui Sistem Plug In Dalam Materi Pembeljaran Pada Lembaga Pendidikan Formal

Oleh: Syarifah Nurhaya Juara Tiga Tingkat Perguruan Tinggi Lomba Karya Tulis P4GN

K

Dewasa ini kenakalan remaja yang terjadi di Indonesia sudah memasuki taraf yang memprihatinkan. Kenakalan yang ada tidak sekadar pencarian jati diri ataupun pengakuan eksistensi masyarakat melainkan sudah cenderung pada sikap kurang terpuji. Banyak remaja yang merokok, minum minuman keras dan yang lebih berbahaya lagi penyalahgunaan narkoba.

enakalan remaja ini cenderung meningkat setiap tahunnya khususnya dalam penggunaan narkoba. Ironisnya narkoba ini tidak hanya mengancam kalangan atas, kalangan bawah pun sudah jamak memakainya. Remaja sebagai pewaris bangsa ke depan haruslah terhindar dari narkoba. Akan sangat mengkhwatirkan jika Indonesia gagal dalam menanggulangi Narkoba secara efektif karena kemungkinan lahir sebuah generasi yang hilang tidak terelakan. Generasi muda yang merupakan cermin dari barisan reformasi tidak lagi peka terhadap fenomena sosial yang terjadi di sekelilingnya. Selain itu harkat dan martabat bangsa akn semakin rendah jika para pemimpinnya kelak merupakan generasi yang tadinya adalah generasi yang kurang berbudi pekerti, cepat putus asa dan tidak menghadapi tantangan zaman yang semakin berat. Menyikapi ancaman Narkoba ini banyak cara yang sudah dan terus dilakukan baik penanggulangan secara preventif (mencegah) maupun represif (penindakan). Akan tetapi banyak usaha pencegahan dan pengobatan

belumlah efektif dalam penanggulangan Narkoba. Usaha tersebut belum mencakup ke seluruh lapisan dan tidak terstruktur. Pengertian Narkoba Menurut FA Purwoko (2003), istilah Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika dan zat (bahan adiktif) lainnya. Ini diperjelas dalam UU No.22 Tahun 1997 tentang natkotika: “Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sinetris maupun semi sinetris yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat manimbulakan ketergantungan, yang dibedakan kedalam golongangolongan sebagaimana terlampir dalam undangundang ini atau yang kemudian ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan”. Jenis Narkoba Yang Disalahgunakan Menurut Purwoko, secara garis besar narkoba meliputi a) narkotika, b) psikotropika dan c) zat-zat adiktif lainnya. Adapun M Arief (2004) mangemukakan ruang lingkup

kokain. Sementara Purwoko menyatakan bahwa sebagian besar korban penyalahgunaan narkoba berusia 15–25 tahun. Sementara perkembangan kasus penyalahgunaan narkoba dari tahun ke tahun terus meningkat. sekitar 70 pasien dari 4 juta pecandu narkoba tercata sebagai anak usia sekolah yang berumur 14–20 tahun. Kesalahan tersebut terjadi pada proses edukasi kompanye narkoba seperti pada acara seminar maupun diskusi. Adapun sistem yang bisa diandalkan sebagai salah satu problem solver yang efektif dalam penanggulangan narkoba di lembaga pendidikan formal adalah melalui system plug in yaitu memasukan materi yang berkaitan dengan narkoba ked lam mata pelajaran. pemberian materi di kelas dan sasaran usia anak didik yang tidak tepat justru memicu anak sekolah untuk mencoba barang haram tersebut. opiate. Melalui jalur pendidikan formal ini siklus tindakan preventif penanggulangan narkoba tidak dibatasi oleh kegiatan tertentu melainkan dapat berjalan bertahap sehingga proses ini benar-benar mujarab. zat penenang. Di akhir September 2003 angka itu meningkat signifikan menjadi 3729 kasus. minuman keras (beralkohol) dan bahan-bahan berbhaya. Selain itu menghadirkan selebritis mantan pengguna narkoba pada acara-acara seminar membuka peluang meningkatnya pengguna narkoba karena sesuai dengan karakteristik remaja yang suka meniru. sedangkan peredaran narkoba dan korbannya tidak pandang bulu. didapatkan bahwa remaja (berusia 13-17 tahun) merupakan pemakai (penyalahgunaan ) narkoba terbesar (97 %) di Indonesia. Korban Penyalahgunaan Narkoba Berdasarkan hasil penelitian Dadang Hawari tahun 1990. shabu. proses penyampaian materi berdasarkan kurikulum. Menyimak gejala yang dikemukakan di atas. Sedangkan Dadang Hawari menyatakan bahwa jumlah pasien NAZA yang ada di masyarakat sebanyak 10 kali dari angka resmi yang tercatat. Selain itu Purwoko menyatakan jenis narkoba yang sering disalahgunakan oleh remaja yaitu ekstasi. ganja. 2) terstruktur. Untuk itu penyampaian pengetahuan narkoba sejak dini sangat dibutuhkan bagi remaja saat ini. keluarga maupun sekolah. nikotin dan solvent. kurikulum (dalam hal ini berbasis kompetensi) dan tuntutan zaman. Jika dikonsumsi. merupakan . Untuk itulah perlu dibuat sistem baru yang sesuai dengan kondisi yang ada. pengaruh dan efek negatif yang beragam. Kafeib. jenis-jenis narkoba memiliki khasiat. psikotropika.narkoba lebih luas yakni narkotika. Berdasarkan data Mabes Polri per September 2003 terungkap bahwa pada akhir 2000 terdapat 3478 kasus narkoba. masyarakat. bahan adiktif (bahan yang menyebabkan efek ketagihan) seperti alcohol. zat halusinogen. Mencegah lebih baik mengobati. banyak elemen masyarakat yang berupaya mengadakan kegiatan dalam rangka penanggulangan narkoba. Upaya Penanggulangan Narkoba Melihat kompleksnya persoalan ini. Ironisnya berdasarkan hasil temuan Tim Pokja Depdiknas 2002. Di sekolah pencegahaan penyalahgunaan narkoba tidak seharusnya hany bergantungn pada bimbingan dan konseling (BK). Meskipun cakupannya terbatas yakni hanya pembelajaran. Semua ini terjadi akibat publikasi dampak penyalahgunaan narkoba yang tidak tepat. Dengan demikian ada banyak jenis narkoba. pada upaya konkret guna mencegah penyalahgunaan narkoba khususnya di kalangan remaja yang melibatkan partisipasi semua pihak mulai dari pemerintah.sistem pluh in lebih efektif karena 1) terencana. Kenyataan yang terjadi di lapangan. tidak semua sekolah yang mempunyai guru pembimbing.

yang perlu diperhatikan adalah: a. Kesimpulan Melalui sistem Plug In. jenis-jenis narkoba. Sedangkan untuk SD. Bahasa Indonesia dan Muatan Lokal untuk SMP. Sedangkanuntuk mata pelajaran yang tidak berkaitan langsung dnegan narkoba. tanya jawab dan latihan. b. materi. Sarana dan prasarana yang dapat menunjang yaitu segala sesuatu yang dapat mendukung pelaksanaan kegiatan tentang penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja oleh guru baik berupa ruangan. agar proses penanggulangan narkoba ii lebih meluas. siswa. Poin ini dapat disisipkan ke dalam mata pelajaran olah raga. Metode yang digunakan. Materi yang diberikan adalah sejumlah bahan yang disampaikan oleh guru tentang penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Sistem Plug ini pada jalur pendidikan formal dirasa dapat membantu proses penanggulangan narkoba lebih efektif. maka materi ini dapat disusun dalam bentuk bahan bacaan. Kegiatan ini bisa disampaikan pada mata pelajaran agam. penyalahgunaan dan penanggulangan narkoba serta prinsip atau pola hidup sehat. Materi tersebut maliputi materi tentang pengertian narkoba. PPKN. media dll. . biologi (IPA) dan PKK. Metode yang bisa digunakan meliputi ceramah. diskusi. 3) berjenjang. Selain itu. Membimbing siswa untuk menerapkan pola hidup sehat. Yang dimasud adalah memberikan penerangan. narkoba dapat diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan formal dengan tidak mengiliminasi jalur pendidikan non formal. peralatan maupun lingkungan. 2. mata pelajaran yang bisa meliputi pelajaran agama. tema diskusi ataupun dikemasdalam bentuk contoh-contoh. Memberikan informasi seluasluasnya kepada siswa tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. upaya-upaya penanggulangan yang sudah ada tetap berjalan beriringan sehingga target pemerintah tahun 2015 Indonesia terbebas dari narkoba dapat terwujud. PPKN. Tentunya. c. yang dimaksud adalah cara. Adapun bentuk kegiatan penanggulangan narkoba dalam system Plug In ini dapat diuraikan sebagai berikut: 1. contoh langsung serta imbauan kepada siswa untuk memahami hidup sehat dengan menghindari makanan dan minuman yang membahayakan kesehatan jiwa dan raga serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. SMA dan PT meliputi penyampaian sejumlah informasi baik secara langsung (tatap uka) atau teks bacaantentang narkoba kepada siswa. Selain itu dengan materi-materi yang diberikan. Untuk amta pelajaran yang memungkinkan dimasukannya materi narkoba. teknik maupun startegi yang digunakan oleh guru dalam penyampaian informasi tentang penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. apra pebelajar tidaj hanya ampu mengatasi permasalahaan dirinya tapi melahirkan konselor-konselor di sekitarnya. maka materi disampaikan sperti materi pelajaran pada umumnya.bagian dari sistem pembelajaran yang tersiri atas guru. Bahsa Indonesia dan Muatan Lokal. materi yang disajikan disesuaikan dengan tingkat dan umur para pebelajar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->