BAB I SIFAT DAN JENIS KAYU A. PENGERTIAN TENTANG STRUKTUR KAYU.

Struktur kayu merupakan suatu struktur yang elemen susunannya adalah kayu. Dalam perkembangannya, struktur kayu banyak digunakan sebagai alternatif dalam perencanaan pekerjaan-pekerjaan sipil, diantaranya adalah : rangka kuda-kuda, ra ngka dan gelagar jembatan, struktur perancah, kolom, dan balok lantai bangunan. Pada dasarnya kayu merupakan bahan alam yang banyak memiliki kelemahan struktural, sehingga pengunaan kayu sebagai bahan struktur perlu memperhatikan s ifatsifat tersebut. Oleh sebab itu, maka struktur kayu kurang populer dibandingkan dengan beton dan baja. Akibatnya saat ini terdapat kecenderungan beralihnya peran kayu dari bahan struktur menjadi bahan pemerindah (dekoratif). Namun demikian pada kondisi tertentu (misalnya : pada daerah tertentu, dimana secara ekonomis kayu lebih menguntungkan dari pada penggunaan bahan yang lain) peranan kayu sebagai bahan struktur masih digunakan. B. BENTUK DAN KEGUNAAN KAYU. Sebagai bahan struktur kayu mempunyai berbagai kekuatan, khususnya dalam : 1. Menahan Tarikan. Kekuatan terbesar yang dapat ditahan oleh kayu adalah sejajar arah serat, sedang kan kekuatan tarikan tegak lurus arah serat lebih kecil dari pada sejajar serat. 2. Menahan Tekanan (Desak). Kayu juga dapat menahan beban desak, baik tekanan sejajar serat maupun tegak lur us serat, misalnya sebagai bantalan kereta api. Daya tahan desak tegak lurus serat lebih kecil bila dibandingkan dengan sejajar serat. 3. Menahan Lenturan. Besarnya daya tahan kayu terhadap lenturan tergantung pada jenis kayu, besarnya peampang kayu, berat badan, lebar bentangan, sehingga dengan dapatnya kayu menaa n lenturan maka dapat menahan beban tetap meupun beban kejut/pukulan. Sebagai bahan struktur kayu biasanya diperdagangkan dengan ukuran tertentu dan dipakai dalam bentuk balok, papan, atau bentangan bulat, (berdasarkan SK-SNI-0324451991). 1

1. Balok Untuk kuda-kuda / batang struktur (cm) : 8 x (8, 10, 12, 15, 18), 10 x (10, 12, 15, 18). Balok antar tiang (cm) : 4 x (6, 8); 6 x (8, 12, 15); 8 x (12, 15, 18), 10 x (12, 15). Untuk kuzen pintu dan jendela (cm) : 6 x (10, 12, 13, 15) ; 8 x (10, 12, 15). Balok langit (cm) : 8 x (12, 15, 18, 20); 10 x (15, 18, 20). Tiang balok (cm) : 8 x (8, 10, 12); 10 x (10, 12); 12 x (12, 15). 2. Reng dan Kaso : 2 x 3; 2,5 x (3,4,6,8, 10, 12); 3,5 x (3,4,6,8,10,12,15); 5 x (7,8,10,12,13,15,18,20,22,25) 3. Lis dan Jalusi : 1 x (1,3,4,5, 6, 8) 1,5 x (3,4,5,6,8,10,12,15,18,20,22) 2 x (4, 5,6,8, 10, 12) 4. Papan kayu. : 2 x (15, 18,20,22,25) 3 x (18,20,22,25,30) 4 x (18,20,22,25) C. KEKURANGAN DAN KELEBIHAN KAYU. Kelebihan Kayu : 1. Berkekuatan tinggi dengan berat jenis rendah. 2. Tahan terhadap pengaruh kimia dan listrik. 3. Relatif mudah dikerjakan dan diganti. 4. Mudah didapatkan, relatif murah. 5. Pengaruh temperatur terhadap perubahan bentuk dapat diabaikan. 6. Pada kayu kering memiliki daya hantar panas dan listrik yang rendah, sehingga baik untuk partisi. 7. Memiliki sisi keindahan yang khas. Kekurangan Kayu : 1. Adanya sifat-sifat kayu yang kurang homogen (ketidak seragaman), cacat kayu (mata kayu, retak, dll.). 2. Beberapa jenis kayu kurang awet. 2

3. 4. 5. D. yang jenis. Gambar 2.1. Potongan kayu melintang Keterangan : A. B. C. D. E. F. G. 3 Kulit luar. Kulit dalam. Kambium. Kayu gubal. Kayu teras (galih). Hati (puh) Jari-jari teras.

a. Kulit luar (outer bark), yang merupakan kulit mati, kering dan berfingsi sebagai pelindung bagian dalam kayu. b. Kulit dalam (bast), kulit hidup, lunak basah, yang berfungsi mengangkut bahan makanan dari daun kebagian lain. c. Kambium (cambium), berada disebelah dalam kulit dalam, berupa lapisan sangat tip is (tebalnya hanya berukuran mikroskopik). Bagian inilah yang memproduksi sel-sel k ulit dan sel-sel kayu. d. Kayu gubal (sap wood), tebalnya bervariasi antara 1 -20 cm tergantung jenis k ayunya, berwarna keputih-putihan, berfungsi sebagai pengangkut air (berikut zat-zat) dar i tanah ke daun. Untuk keperluan struktur umumnya kayu perlu diawetkan dengan memasukan bahan-bahan kimia kedalam lapisan kayu gubal ini. e. Kayu teras atau galih (heart wood), lebih tebal dari kayu gubal yang tidak beker ja lagi. Kayu teras terjadi dari perubahan kayu gubal secara perlahan-lahan. Kayu teras merupakan bagian utama pada struktur kayu yang biasanya lebih awet (terhadap serangan serangga, bubuk, jamur) dari pada kayu gubal. f. Hati (puh). g. Jari-jari teras (Rays) yang menghubungkan berbagai bagian dari pohon untuk penyimpanan dan peralihan bahan makanan. Tabel 1.1. Kelas Kuat Kayu Berdasarkan Berat Jenisnya. KELAS KUAT BERAT JENIS KERING UDARA KUAT LENTUR (Kg/Cm2) KUAT DESAK (Kg/Cm2) I II III IV V > 0,90 0,90 -0,60 0,60 -0,40 0,40 -0,30 < 0,30 > 1100 1100 -725 725 -500 500 -360 < 360 > 650 650 -425 425 -300 300 -215

yang berkadar lengas kira-k ira 25 35 %. 4 . Kadar air tersebut akan keluar bersamaan dengan mengeringnya kayu hingga mencapai titik jenuh serat (fiber saturation point). dinding sel menjadi pada t. umumnya kayu yang baru ditebang mempunyai kadar air 40 % untuk kayu berat hingga dan 200 % untuk k ayu ringan.< 215 E. HUBUNGAN BERAT JENIS DAN KEKUATAN. Berat jenis menyatakan berat kayu dibagi dengan volumenya. Apabila kayu mengering dibawah titik jenuh seratnya.

diantaranya adalah : 1. tidak terbatas tidak terbatas sangat lama beberapa tahun pendek Kayu ditempatkan di tidak tidak tidak 20 tempat terlindung tapi terbatas terbatas terbatas tahun tahun dirawat.1 (Klasifikasi ini disusun oleh Lembaga Pusat Penyelidikan Kehutanan). membagi keawetan kayu menjadi lima kelas awet.2.) agar memperpanjang umur kayu. Pembagian kelas awet tersebut didasarkan pada kriteria yang terdapat dalam Tabel 1. Kelas Awet Kayu Berdasarkan Umurnya. sebagaimana tersaji pada Tabel 1.2. Jadi turunnya kadar lengas kayu mengakibatkan bertambahnya kekuatan kayu. tujuannnya adalah untuk meningkatkan ketahanan kayu terhadap serangan-serangan serangga (rayap. dsb. tahun tahun tahun pendek pendek Kayu tidak terlindung terhadap angin dan 20 15 10 beberapa sangat iklim. di cat. Kayu ditempatkan di tempat terlindung. Upaya meningkatkan keawetan kayu telah lama dilakukan. kayu di Indonesia dibedakan menjadi lima kelas kuat. Berdasarkan berat jenisnya. CARA MENINGKATKAN KEAWETAN KAYU.akibatnya serat-seratnya menjadi kuat dan kokoh. Lembaga Penelitian Hasil Hutan (LPPH). Kayu termakan / tidak jarang agak sangat sangat terserang rayap cepat cepat cepat Kayu termakan oleh bubuk kayu. d ll. F. Salah satu cara untuk menambah ketahanan kayu adalah dengan membakar lapisan lua . Tabel 1. tetapi dilindungi tahun tahun tahun tahun pendek terhadap air. KELAS AWET I II III IV V Selalu berhungan 8 5 3 Sangat Sangat dengan tanah lembab. rayap dan serangga lain tidak tidak hampir tidak tidak seberapa sangat cepat Ada beberapa cara untuk meningkatkan keawetan kayu. bubuk. Membakar Kayu.

Cara 5 . Bagian luar yang berlapis arang tidak akan mudah termakan rayap. Cara ini biasanya dipakai untuk tiang-tiang yang sebagian tertanam dalam tanah.r kayu tersebut.

Proses ini sama dengan proses minyak kreosoot. Penggunaan Kopervitriool (Prusi). kemudian ditump uk pada tempat yang berangin. lalu diproses sampai 10 atmosfir. dijual dalam bentuk bubuk. kemudian direndam dalam air ya ng sudah dicampur garam wolman selama 7 hari dan kemudian dikeringkan. Kayu yang akan di-kreosoot dimasukan kedalam ketel.ini tidak baik sebab kayu akan retak. Ada dua macam tir yang sering dipakai yaitu : kolter dan sweedsteer warnanya coklat muda dan cair. perahu. Lewat saluran pipa lain minyak kreosoot yang telah dipanasi sampai 60 0 C dimasu kan. Proses Burnett. Proses ini menggunakan garam wolman. Proses Wolman. setelah kering bisa di cat. dll. Pada proses ini digunakan dua bejana (tangki) khusus. misalnya untuk tiang jembatan dalam laut. Tangki bagian atas diisi campuran kopervitriool dan air. 3. Biasanya dipakai pada tiang pagar dan rangka atap dari kayu muda. Mengetir. sebab pori-pori kayu tidak tertutup dan geta hnya masih bisa keluar. Penggunaan minyak ini juga bisa disapukan atau dicatkan dibagian luar seperti mengetir. Kayu yang sudah diobati tidak berbau dan berwarna. 6. Cara ini tidak baik jika digunakan pada struktur yan g berlengas. sehingga bubuk/rayap akan mudah masuk dala m retak-retak itu dan akan menyebabkan rusaknya kayu. Karbolium lebih baik dari pada tir. 7. 6 . 4. sehingga kopervitriool bercampur air akan mengalir dan mengisi pori-pori kayu. Cara ini tidak dapat digunakan untuk struktur yang terendam air. Air panas yang tercampur getah dan angin dipompa keluar. Biasanya digunakan pada bangunan air dan umum. yaitu bahan pengawet yang terdiri dari Na F e di tambah dini trophenol dan bichromat kers. Kayu yan g akan diawetkan harus dikeringkan terlebih dahulu. juga tidak baik dipadukan (komposit) dengan besi. kayu dimasukan kedalam tangki bagian bawah. Penggunaan Minyak Kreosoot. Proses Kijan. Kayu direndam dalam air yang sudah dicampur bahan pengawet Hg Cl2 (zat cair puti h yang beracun sangat berbisa dan tak berwarna) selama 5 -14 hari. Kemudian disalurkan uap air. agar getah kayu keluar. Penggunaan Karbolium. 2. hanya bahannya yang berbeda yaitu Zn Cl2 berbusa dan tak berwarna. 5. 8.

5 -2. pompa pemindah larutan. geas ukur. wanvlak (cacat kayu akibat terkelupasnya ku lit kayu). Kayu yang harus diawetkan unt uk bangunan rumah dan gedung adalah kayu yang mempunyai keawetan alami rendah (kela s awet III. dan manometer. yaitu mata kayu.5 -3. Sedangkan untuk rendaman panas dingin digunakan peralatan yang sama seperti rendaman dingin tanpa timbangan dan ditambah tungku panas.bejana vakum. Setelah kayu diawetkan maka kayu disusun secara teratur dengan menggunakan ganjal yang seragam (1.0) cm. tangki persediaan. gelas ukur 100 mL dan timbangan. 7 .0) x (2. Peralatan yang digunakan dalam pengawetan dengan proses vakum tekan adalah tangki pengawet.3). retak -retak dan keadaan kadar lengas kayu kering udar a. timbangan. Untuk proses. miring arah serat. PERBEDAAN KAYU MUTU A DAN MUTU B. IV. tangki pengukus. dan lindungi kayu dari pengaruh hujan dan matahari secara langsung sampai kering udara. yaitu mutu A dan mutu B (Tabel 1. hidrometer. Perbedaan mutu kayu ditentukan oleh kondisinya (banyaknya dan keada an cacat -cacat kayu). proses rendaman . dan semua kayu yang tidak jelas jenisnya. hidrometer termometer. Pelaksanaan pengawetan dengan cara vacum tekan. bak pengawet. tangki persediaan. PKKI Pasal 3 membagi mutu kayu kedalam dua kelas. V dan kayu gubal kelas I dan II). Bahan kayu yang akan diawetkan harus melalui proses vakum tekan.Berdasarkan SK-SNI 03-3233-1998. termometer. dan persiapan kayu yang akan diawetkan. manometer. pompa tekan hidrolik. pompa pemindah larutan. tentang Tata Cara Pengawetan Kayu Untuk Bangunan Rumah dan Gedung sebagai berikut : Pengawetan adalah suatu proses memasukkan bahan pengawet ke dalam kayu dengan tujuan untuk memperpanjang masa pakai kayu. pompa vac um. G. kompresor. rendaman diperlukan peralatan yaitu bak pencampur. rendaman dingin atau rendaman panas-dingin. tangki pencampur. permukaan kayu harus bersih dan siap pakai. Cara pengawetan sebagai berikut : Pembuatan bahan larutan.

kadar lengas kayu kering udara. PENGARUH KADAR LENGAS KAYU. Mata Kayu d1 < 1/6 h. Proses pengeringan pada kayu mengakibatkan adanya pengerutan. dan menjadikan peningkatan kekuatan kayu. yaitu : kadar kayu basah (baru ditebang). Miring arah serat tg . d2 < 3.2 = diameter mata kayu h = tinggi kayu b = lebar kayu 3. d2 < 1/6 b d1 < 3. dan kadar lengas kayu kering mutlak. Wanvlak e1 < 1/10 b.. Kadar lengas kering udara 12 -18 % < 300 % 2.3. Terdapat tiga macam kadar lengas pada kayu. KONDISI KAYU MUTU A MUTU B 1.5 cm d1. d2 < 1/4 b d1 < 5 cm. e2 < 1/10 h e1. ht < 1/4 b * H.< 1/10 5.5 cm. 8 . sehingga sel-sel kayu makin padat.2 = lebar/tinggi wanvlak h = tinggi kayu b = lebar kayu e1 < 1/10 h. Kayu basah mempunyai kadar lengas antara 40 -200 %. e2 < 1/10 h e1..< 1/10 tg . Retak -retak hr < 1/4 b.Tabel 1. Dengan demikian turunnya kadar lengas kayu meningkatkan kekuatan kayu.2 = diameter mata kayu h = tinggi kayu b = lebar kayu d1 < 1/4 h. makin lama makin kering hingga mencapai kadar lengas antara 24 -30 %. d2 < 5 cm d1.2 = lebar/tinggi wanvlak h = tinggi kayu b = lebar kayu 4. ht < 1/5 b hr < 1/3 b. Klasifikasi Mutu Kayu.

5. Akhir-akhir ini bila dibandingkan dengan bahan baja dan beton penggunaan bahan kayu sebagai bahan konstruksi pendukung beban bangunan tampak tertinggal. 1. Hal tersebut menyebabkan kekuatan kayu yang berbeda. Jelaskan apa dan bagaimana kriteria suatu jenis kayu. Jelaskan mengapa perbedaan mutu kayu (mutu A dan mutu B) menjadikan berbedanya kekuatan kayu. 2. Soal Latihan Bab I. 6. Suatu jenis kayu yang sama dapat saja mempunyai kekuatan yang berbeda diantar anya diakibatkan oleh berbedanya mutu kayu. Uraikan secara singkat berbagai usaha untuk meningkatkan keawetan kayu. Faktor apa yang paling dominan terhadap kekuatan kayu ? 3. 4. sehingga kayu tersebut dinyatakan berada pada kelas awet II. Bagaimana usaha yang dapat dilakukan guna menghindari kerugian akibat seranga n rayap pada konstruksi bangunan kayu.Kayu sangat peka terhadap lembab udara. 7. Sebutkan 4 (empat) hal utama yang menyebabkan keadaan tersebut dan berikan penjelasannya secara singkat. I. perubahan kadar lengas menyebabkan kayu mengembang dan menyusut dan berpengaruh pada sifat-sifat fisik dan mekanikn ya. 9 . Mengapa kayu lebih kuat menahan gaya tarik sejajar arah serat dari pada gaya yang bekerja tegak lurus arah serat.

gaya-gaya tambahan yang berasal dari beban hidup seperti gaya re m yang berasal dari keran. 10 . sepeti berat orang yang b erkumpul (misalnya : untuk ruangan pertemuan. Meskipun demikian dalam perancangan. dapat memberikan araha n dan pandangan awal yang bermanfaat. dan sebagainya. Menurut kombinasinya. perasaan maupun perkiraan. Sedang beban khusus adalah beban tetap atau beban sementara yang di tambah dengan beban yang sifatnya khusus. Perhitungan struktur kayu har us didasarkan atas pengetahuan ilmu gaya. Beban tetap adalah beban yang berlangsung selama lebih dari 3 bulan dan beban bergerak yang bersifa t tetap atau terus menerus seperti berat sendiri. yaitu beban yang bekerja pada struktur atau b agian struktur yang terjadi akibat selisih suhu. Dengan demikian. penetapan ukuran. dan sebagainya). sambungan dan lain-lain. pengangkatan atau penurunan. yaitu : beban tetap. A. susut. NI-02007. beban sementara (beban tidak tetap). Beban sementara adalah beban yang berlangsung kurang dari 3 bulan dan muatan bergerak yang bersifat tidak tetap atau terus menerus. Tenaga Perum Kereta Api. misalnya : Dana Normalisasi Ind onesia NI-02006. harus dil akukan secara rasional dan mengacu pada peraturan serta norma keilmuan yang berlaku. dan gaya dinamis yang berasal dari mesin-m esin serta pengaruh khusus lainnya. mulai penetapan beban yang bekerja. penuruna n fondasi. gaya sentrifugal. Peraturan-peraturan pembebanan yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum. perhitungan gaya-gaya yang terjadi pada struktur.BAB II PERATURAN PERENCANAAN STRUKTUR KAYU Penggunaan kayu sebagai bahan struktur tidak boleh dirancang hanya berdasarkan pengalaman. kendaraan diatas jembatan. penggunaan pengalaman hasil struktur kayu yang telah ada. tekanan tanah. Aturan Penetapan Pembebanan Penetapan besarnya muatan-muatan (beban) yang bekerja pada struktur. harus mengacu pada ketetapan / peraturan yang berlaku. pembebanan dapat dibagi menjadi tiga macam. dan sebagainya. kantor. dan beban khusus. tekanan air. barang-bar ang gudang.

untuk balok pada struktur terlindung < L/300 panjang bentang. Untuk balok yang digunakan pada struktur kuda-kuda. Ukuran Penampang Balok Minimum Ukuran penampang balok minimum yang digunakan mengacu pada Pasal 9 dan Pasal 10 PKKI (Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia). Tetapi apabila dalam kenyataannya lubang tersebut tidak tertutup. pada batangbatan g tarik dan bagian-bagian struktur yang dibebani dengan tegangan lentur harus diperhitungkan. dengan luas penampangnya lebih besar 32 cm2. maka lubang tersebut harus diperhitungkan sebagai perlemahan. Untuk balok pada struktur tidak terlindung < L/400 panjang bentang. Apabila batang itu terdiri lebih dari satu bagian maka syarat-syarat tersebut un tuk keseluruhan tampang. yang isi pokoknya terdapat pada pernyataan dibawah ini. diatur melalui Pa sal 12 ayat 5 PKKI. Penetapan besarnya lendutan yang diijinkan pada struktur kayu. Untuk batang yang menahan tegangan desak. perlemahan akibat alat sambung tidak perlu diperhitungkan (dengan catatan bahwa lubang tersebut tertutup oleh alat sambung). < L/200 panjang bentang. misalnya gording. syarat-syarat tersebut tidak berlaku. C. PKKI Pasal 9 : Ukuran salah satu sisi (lebar/tinggi) balok kayu yang digunakan sebagai bagian struktur rangka batang paling kecil adalah 4 cm. PKKI Pasal 10 : Perhitungan ukuran dan luas penampang akibat adanya perlemahan. LENDUTAN MAKSIMUM YANG DI IJINKAN. dengan L adalah panjang bentang. Pada perencanaan perhitungan batang desak dan batang terlentur beberapa rumus membutuhkan Modulus Elastis Kayu (dilambangkan dengan huruf E). MODULUS ELASTIS KAYU. dengan isi pokok sebagai berikut : Lendutan maksimum yang diperbolehkan. Modulus Elastis 11 . Untuk rangka batang yang tidak terlindung < L/700 panjang bentang. Untuk struktur dengan paku atau perekat.B. D.

//. = Tegangan ijin desak sejajar serat. Ada beberapa langkah umum dalam menghitung tegangan ijin kayu. Tentukan jenis kayu yang akan digunakan. F. besarnya berbeda-beda menu rut kelas kuat kayunya. 000 80.1. Tegangan ijin dibedakan menurut gaya yang bekerja dan arah bekerjanya gaya. yaitu : lt.000 100. 000 60. Besaran Modulus Elastis (E) Kayu Sejajar Serat Kelas Kuat Kayu I II III IV Modulus Elastis E (kg/cm2) 125. Tabel 2.diperlukan untuk menghitung perubahan bentuk elastis. adalah sebagai berikut : 1. Tentukan Tegangan ijinnya. Jenis kayu yang akan dipakai dalam perencanaan dapat diambil dari tabel yang terdapat pada Lampiran I.//tr. 12 . 000 E. Apabila terdiri dari beberapa kelas kekuatan. LANGKAH PERHITUNGAN TEGANGAN IJIN. pilih yang terendah (agar lebih aman).1. Tegangan kayu yang diijinkan (atau sering disebut tegangan ijin) merupakan besaran (dalam satuan kg/cm2) yang menyatakan tegangan kayu yang diperkenankan dipakai dalam perhitungan-perhitungan. = Tegangan ijin geser sejajar serat. 2.//ds. Besarnya tegangan ijin tergantung dengan kelas kuat kayu. sebagaimana tersaji pada Tabel 2.ds. = Tegangan ijin tarik sejajar serat. = Tegangan ijin desak tegak lurus serat.. TEGANGAN IJIN KAYU. = Tegangan ijin lentur. Dari tabel tersebut akan diketahui kelas kuatnya dan b erat jenisnya (=g).

Bila ragu-ragu mengunakan tabel tersebut.. maka tegangan ijinnya harus dikalikan dengan faktor 2/3 (. = 40 g = 20 g dengan g = berat jenis kayu.. misalnya : selalu terendam air.1.//. //tr. P Gambar 2.. .= 5/4). 3. Bila sifat muatan struktur kayu berupa beban sementara.= 5/6). misalny a : untuk jembatan.. Dengan demikian rumus tegangan ijinnya menjadi : //tr. .Besarnya tegangan ijin bisa ditentukan berdasarkan kelas kuatnya. ..//ds... Bila struktur tidak terlindung namun dapat mengering dengan cepat. maka tegangan ijin harus dikalikan dengan faktor 5/6 ( . berdasarkan berat jenisnya.. terkena air hujan dan matahari.ds. . = 170 g .//ds. .. lt.. tegangan ijinnya harus dikalikan dengan faktor .3/4.. .. 13 . dapat diambil dari tabel yang terdapat pada Lampiran II. = 170 g . Tegangan ijin yang diperoleh diatas adalah untuk kayu terlindung.. kadar lengas tinggi.. = 150 g . sehingga untuk kayu yang tidak terlindung. lt. Sedang untuk kayu mutu B..= 2/3). Lampiran dan rumus tersebut diatas hanya berlaku untuk kayu mutu A. Arah Gaya terhadap Batang Horisontal 4. maka tegangan ijinnya harus dikalikan dengan angka 5/4 (. perancah. dapat menggunakan rumus yang terdapat dibawah ini. = 150 g ....

.

Untuk batang-batang baut dan anker. 14 . maka tegangan yang diijinkan harus dihitung menurut rumus : .//.ds . juga dapat berdasarkan diagram (Lampiran II). plat penghubung dan lain-lainnya...1). Bila arah gaya batang membentuk sudut ..ds = Tegangan ijin desak kayu dengan sudut . //ds... hanya boleh diambil 1000 kg/cm2.dengan arah serat kayu (Gambar 2. UKURAN LEBAR BENTANG PADA BATANG TERLENTUR.terhadap arah serat. TEGANGAN IJIN BAJA PADA STRUKTUR KAYU. = 40 g . -( //ds. Sebagai jarak bentang harus diambil jarak antara kedua titik tengah perletakan tersebut dan setinggi -tinggi nya 1. Di dalam PKKI Pasal 12 tertulis bahwa penetapan ukuran jarak bentang pada struktur terlentur mengikuti syarat -syarat sebagai berikut : a. Misalnya sebagai alat penyambung. Disamping dengan rumus diatas. desak.. = 20 g . dengan. Tegangan geser untuk baut pas 800 kg/cm2 dan untuk baut biasa 600 kg/cm2.. 5. -) sin . Apabila perletakan-perletakan berupa sendi.... maka sebagai jarak bentang lurus diambil jarak antara kedua titik sendi tersebut. b.. Untuk perhitung an kekuatan PKKI menetapkan tegangan ijin baja sebagai berikut : Tegangan-tegangan ijin terhadap beban tarikan. untuk baja St-37 yang umum dipakai pada struktur kayu adalah 1200 kg/cm2.. H. G... Panjang perletakan dari sebuah balok di atas dua perletakan harus diambil seting gitingginya L/20 jarak antara kedua ujung perletakan.ds. .ds.05 kali jarak antara ujung perletakan. baut.. Beberapa bagian dari pekerjaan struktur kayu menggunakan bahan baja.//. . lenturan.

Jika sebuah balok atau pelat itu merupakan balok tersusun. Pada balok tersusun masing-masing lapangan dapat dianggap seperti terletak diatas dua perletakan. maka sebagai jarak be ntang masing-masing lapangan harus diambil jarak antara titik tengah-tengah masing-mas ing perletakan. sebagai jarak bentang harus diambil : l = (l1 + l2 ) / 2. Sedangkan tegangan lentur yang diperkenankan unt uk balok tersebut boleh dinaikan 10 %. 15 . Pada balok dengan tunjang.c. d.

kemudian menetapkan besarnya tegangan ijin kayu dengan memperhatikan kondisi struktur serta pembenannya. Setelah gaya batang yang bekerja diketahui. Hal terakhir yang harus dilaksanakan adalah kontrol terhadap defleksi maksimumnya. tinggalah menentukan besarnya ukuran batang tersebut.BAB III PERENCANAAN ELEMEN BATANG A. B. Fnt = = Luas penampang bersih (netto). Untuk keperluan itu diperlukan ketentuan bahwa besarnya teganga n tarik yang terjadi harus lebih kecil dari pada tegangan ijin kayu. hal penting pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan besarnya gaya yang bekerja pada batang. dengan merubah jenis kayu yang dipakai). denga n cara merubah ukuran batangnya berdasarkan berdasarkan defleksi maksimumnya (dapa t juga berdasarkan tegangan ijinnya. serta ukuran (dimensi) batang dapat ditentukan. Seperti yang telah diuraikan diatas. yang telah //tr. kemudian menetapkan besarnya tegangan ijin kayu. luas batang yang dibutuhkan diperoleh. Demiki an juga untuk kayu yang sama. = Tegangan ijin tarik sejajar serat (kg/cm2). sifat pemb ebanan dan keadaan kelengasan berbeda. Berbeda dengan bahan be ton dan baja yang mempunyai tegangan ijin relatif tetap. tegangan ijin kayu akan berbeda bila mutu kayu. dengan memperhitungkan perlemahan-perlemahan akibat alat-alat sambung (jika ada). maka sambungan-sambungan kayu yang diperlukan dapat di rencanakan. Dalam merancang struktur kayu. PERENCANAAN BATANG TARIK. = ntFP . P = Gaya batang tarik yang bekerja (kg). //tr.//tr. hal penting pertama yang harus di lakukan adalah menetapkan besarnya gaya yang bekerja pada batang. Tegangan ijin kayu akan berbeda bila arah serat dan arah gayanya berbeda. dalam merancang struktur kayu. TINJAUAN UMUM. yakni luas penampang dikurangi dengan luas perlemahan sambungan (cm2). tegangan ijin kayu berubahubah. 16 . Setelah langkah-langkah tersebut di laksanakan. maka perancangan harus diulangi dari awal.. Tegangan tarik yang terjadi sejajar serat (kg/cm2). Dari hasil tersebut. dengan.

.

. batang Akibat adanya perlemahan. sebagaimana terlihat pada Tabel 3.25 1. = . = 150 g . = brpFFP. Contoh : Sebuah batang tarik mempunyai lebar b = 8 cm dan mendukung gaya sebesar 6 ton..1 didapat Fp = Fbr / Fnt = 1. Hitunglah tinggi batangnya..79 . Pada sambunga n menggunakan perekat mempunyai besaran Faktor Perlemahan FP = Fbr/Fnt = 1.Dengan demikian kebutuhan luas penampang besih (netto) akibat gaya tarik . . Faktor Perlemahan Akibat Pemakaian Alat Sambung Macam Alat Sambung Fp = Fbr / Fnt Perekat Paku Baut & Gigi Kokot & Cincin belah Pasak Kayu 1. tergantung pada jenis sambungan yang dipakai.30 .. 1 = 118. Penyelesaian : Kayu keruing (menurut lampiran I) termasuk Kelas Kuat II dengan berat jenis 0. = 150 .. 0.5 kg/cm2 Fnt.1. Sambungan dilaksanakan dengan pasak kayu. = 1.1.00. art inya tidak terdapat pengurangan atau perlemahan luasan akibat pemakaian perekat. . sebes ar : Fnt... .15 1. Tambahan luas disesuaikan dengan macam perlemahan yang terjadi. Kayu yang dipakai adalah kayu keruing. = //trP . .79 . Tabel 3. yaitu sebesar luas b rutto (= Fbr). 1 .. berdasarkan tabel 3. luas tarik (Fnt) tersebut mesti diperbesar sehingga menjadi luas batang tarik yang sebenarnya dipakai.20 -1. Beban permanen. Keadaan struktur terlindung dan beban permanen. Sambungan dengan pasak kayu.00 1.//tr.20 1. Tegangan ijin berdasarkan berat jenisnya (g = 0..30 //tr.79) //tr.00 -1.. Kondisi Struktur terlindung.

5.68 cm2 Fbr = Fnt .63 . Dipakai ukuran batang 8 cm x 10 cm.82 cm2. Fp = 50.65= 8.22 cm ~ 10 cm. 17 . Sehingga tinggi balok yang dibutuhkan h = 882. 1.//trP .30 = 65.1186000= = 50.

dengan b adalah lebar batang. Untuk batang berpenampang persegi panjang Imin = 121. minilk . b3. Maka besarnya imin = brFImin = bhhb3121 = 0. dengan : imin = brFImin . Besarnya kelangsingan (. h. Besarnya faktor tekuk (lk) tergantung dari kondisi struktur batang.h Sedang luasnya Fbr = b . Dengan demikian jari-jari lembam minimum (imin) untuk batang tunggal.). sehingga untuk mencari tegangannya beban harus dikalikan dengan faktor tekuk (. faktor tekuk sama dengan panjang batang. dengan penampang persegi panjang bekerja kearah sumbu y sebesar : ix = 0.289 b. Dengan adanya gaya desak maka kemungkinan akan dapat menimbulkan tertekuknya batang.) adalah merupakan hasil bagi antara faktor tekuk (lk) dengan jari-jari lembam minimum.2.. Imin = Momen Inersia minimun (cm4).3. Besarnya fakt or .289 b. Untuk batang tekan tertumpu bebas. .. Pada struktur rangka banyak terdapat batang yang menerima beban desak. Akibat adanya tekukan batang tidak kuat menahan beban desak. Fbr = Luas penampang brutto (cm2). Akibat dua faktor tersebut mengakibatkan perhitungan lebih panj ang (banyak) bila dibandingkan dengan batang tarik. Gambar 3. nilai terkecil dari Ix maupun Iy.C.. namun pada perencanaan batang de sak pengurangan luas akibat sambungan tidak perlu diperhitungkan. Terdapat empat ko ndisi struktur dengan penetapan panjang tekuk yang berbeda sebagaimana terlihat pada g ambar 3. PERENCANAAN BATANG DESAK (TUNGGAL). Besarnya faktor tekuk ini tergantung dari kondisi struktur pendukungnya dan kelangsingannya.

tekuk dapat diperoleh dari Lampiran III. Besarnya tegangan desak yang terjadi : 18 .

= //ds. . P = Gaya desak (kg). besarnya diambil berdasarkan kelangsingannya (. padahal dalam perencanaan batang tekan.kminlnEI. Tegangan desak yang diijinkan (kg/cm2). Faktor Tekuk... . 19 . Untuk itu perhitungan mengarah pada pencarian Iminimum dengan menggunaka n rumus EULER (dengan asumsi angka kelangsingan > 100). yakni luas penampang tanpa dikurangi dengan luas perlemahan sambungan.3. Fbr = Luas penampang brutto.brFP.. dengan. . .. . dengan..//ds.. EPlnk. 22 . P P PP L sendi -sendi bebas -jepit sendi -jepit jepit -jepit lk = L lk = 2L lk = 221Llk = Gambar 3..//ds. L21 Untuk mengetahui angka kelangsingan kayu harus diketahui terlebih dahulu ukuran kayu.). P = Gaya desak yang bekerja (ton). P = Imin = 22. Faktor tekuk. //ds. n = Angka keamanan (umumnya memakai 5). . justru ukuran kayu itulah yang aka n dicari... Tegangan desak yang terjadi (kg/cm2). dengan asumsi bahwa lubang sambungan terisi oleh alat sambung (cm2).

lk 2. Bila. 1 P ton = 1000 P kg 2 22 1 lk m = 10 000 lk cm . = 10. P . P . . Sehingga untuk kelas kuat : IE = 125. IV E = 60.. n = diambil 5. P (ton).10. P . P .000 kg/cm2 Imin = 40 . III E = 80. b3 Untuk batang berpenampang bulat Imin = 1/64 . lk = Panjang tekuk. E = 100 000 kg/cm2 (untuk kayu kelas kuat II). h . lk 2 VE = 40. . lk dengan satuan untuk : Imin (cm4). = 22/7. P .. lk 2.52Plk= 100000.E = Modulus elastis (kg/cm2).101000. Untuk batang berpenampang persegi panjang Imin = 1/12 . lk 2.000 kg/cm2 Imin = 60 . lk (meter).000 kg/cm2 Imin = 50 . II E = 100. 2 Imin = 100000.000 kg/cm2 Imin = 125 .52Plk= 50 . . lk 2 Imin merupakan fungsi dari ukuran penampang.10000. . P.000 kg/cm2 Imin = 80 .

jika besarnya P. Kondisi struktur terlindung . lk.. serta n sudah diketahui.. = 1. Mampukah kayu rasamala dengan ukuran 8/12 cm menerima gaya tekan sebesar 1700 kg. kelas kuat. d4 dengan.. Contoh : 1. 20 . Penyelesaian : Kayu rasamala Kelas kuat II. jika kondisi struktur terlindung dan beban permanen. h.00 m. atau d) dapat dicari.. d = diameter batang. Sehingga dengan berdasarkan rumus-rumus di atas ukuran batang (b. Batang tersebut bertumpu bebas dengan panjang tekuk sebesar lk = 3. .. Beban permanen .81. Berat jenis = 0. .

Kelangsingan batang ..04 kg/cm2 < //ds.. . 1 .. = 85 .. Imin masih telalu kecil sehingga ukuran perlu diperbesar. 8= 512 cm< 765 cm..8 didapat . panjang tekuknya sebesar 3..Besarnya tegangan ijin berdasarkan kelas kuatnya ... dengan satuan untuk Imin = cm 4.. 3= 765 cm. 1 = 85 kg/cm2 Besar tegangan ijin berdasarkan berat jenisnya Sehingga setelah memperhitungkan kondisi struktur dan pembebanan.289 .brFP. = 121. 8 = 2. b= 1/12 . minilkimin = 0.00 m. b imin = 0. g .. 12 .81. di dapat : = 150.. untuk kelas kuat II = 85 kg/cm2. Rencanakan ukuran batangnya (jika mempergunakan penampang batang persegi panjang atau lingkaran).. b3.5 kg/cm2 Dengan demikian kayu rasamala dengan ukuran 8/12 mampu menahan beban tersebut. 2..5. h .129. Sehingga : //ds.31 cm = 31. . P = ton. P .2300= 129.. = 85 . 1. dan lk = meter. 1 = 121.P. 12. = 150 . 3 344 Imin = 1/12 . Untuk balok persegi panjang Imin = 1/12 . dan angka keamanan sebesar 5.7 ..lk 2. . 1 .. menahan beban desak sebesar 1700 kg. Penyelesaian : Kelas kuat II (dari daftar didapat E = 100.000 kg/cm2).. h . //ds. 0.1700= = = 97..8 Dari daftar berdasarkan . lk = 50 .848. 2 24 Imin = 50 . Kayu yang dipakai kelas kuat II.289 . ..5 kg/cm2 //ds. Beban yang dapat ditahan oleh kayu tersebeut sebesar : P = 8 x 12 x 16 = 1586 kg < Beban yang harus ditahan 1700 kg. .. maka untuk mencari I minimum dapat menggunakan rumus Imin = 50. angka keamanan 5. Dicoba batang kayu dengan ukuran 8 cm x 12 cm.

21 . h . 12 . 10= 1000 cm> 765 cm.Dicoba batang kayu dengan ukuran 10 cm x 12 cm. b= 1/12 . 3 344 Imin = 1/12 .

000 kg/cm2.. Gaya desak sebesar 2 ton bekerja pada batang berpenampang bujur -sangkar (b = h)...5. Modulus elastis E = 100.. ... Ukuran Imin sudah memenuhi syarat. . ..36 cm> 765 cm...kg/cm2. . 4 4 44 Imin = 1/64 ..00 m... lk = L = 3.3 cm< 765 cm. .. . . Sehingga ukuran kayu dengan diameter 12 cm dapat dipakai. . . d= 1/64 .. .= 718. Tinggi tiang sama dengan panjang tekuknya setinggi 3.. Dicoba batang kayu berdiameter 11 cm....Ukuran Imin sudah memenuhi syarat. didapat : = 85 .... Penyelesaian : Kayu Kelas Kuat II . P = 2 ton = 2000 kg. Rencanakan dimensi batangnya jika dikehendaki angka keamanan n = 3.... d= 1/64 . Sehingga dengan memperhitungkan kondisi struktur & pembebanan. .. Untuk balok bulat (lingkaran) Imin = 1/64 . Imin = EPlnk. Dicoba batang kayu berdiameter 12 cm. kondisi terlindung dengan beban tetap.= 1017. .. 4 444 Imin = 1/64 . d4. . //ds.. .. ... . .. Imin masih telalu kecil sehingga ukuran perlu diperbesar. Sehingga ukuran kayu 10 cm x 12 cm dapat dipakai..00 m = 300 cm... 3.......kg/cm2... Kondisi struktur terlindung =1 Beban permanen .. dari kayu kelas kuat II. ..

97 .97 cm4 //ds.22 . 12 = 7667.86 cm ~ 10 cm Dengan demikian kayu ukuran 10 cm x 10 cm.522= 638. b4 sehingga : b4 = 638. = 100000..300. . 104 = 833. Imin = 1/12 . Imin = 1/12 .32000. Untuk batang berpenampang bujur-sangkar.64 cm 4 b = 9.33 cm4 22 . . Kontrol : Fbr = 10 x 10 = 100 cm2.14.

D. Gambar 3.833 = 2. dapat menganggap batang ganda tersebut sebagai bata ng tunggal dengan lebar sama dengan lebar jumlah masing-masing bagian. = 85 kg/cm2 Gaya tekan yang dapat ditahan = 100 .Ig) dengan. dengan anggapan masing-masing bagian digeser hingga berimpit satu sama lain. Ir = Momen lembam rencana. 26 = 2600 kg > 2000 kg (aman). Untuk menghitung momen lembam terhadap sumbu bebas bahan dapat dipakai rumus sebagai berikut : Ir = 1/4 (It +3..brFP. Gambar 3.103. Dari hasil kontrol tegangannya dan gaya tekan yang dapat ditahan. imin = Kelangsingan batang . Pada batang berganda. untuk menghitung momen lembam terhadap sumbu-sumbu bahan (sumbu X.2300= =103. PERENCANAAN BATANG DESAK BERPENAMPANG GANDA... It = Momen lembam menurut perhitungan teori. maka dapat disimpulkan bahwa ukuran batang 10 cm x 10 cm dapat dipakai.4). Potongan batang berpenampang ganda. 10027.289 h. Ig = Momen lembam geser..3.brFImin = 10033.2000= = = 65.4. sehingga ter dapat ix = 0.27 tegangan ijin tekuk = 26 kg/cm2 .89 cm..3.8 didapat :. 23 . = minilk 89..8 Dari Lampiran III berdasarkan .4 kg/cm2 < //ds. Sehingga : //ds.

5.289 . 14 = 4. harus mempunyai momen lembam : I > nlPy2.05 cm. maka dalam menghitung It diambil a =2b.5. P = Gaya desak batang ganda (ton). h = 0. Untuk struktur yang memakai paku. Detail Perangkai Batang untuk Lebar < 18 cm dan > 18 cm. n = Jumlah batang bagian. Penyelesaian : ix = 0. harus diberi perangkai seperti terlihat pada Gambar 3. Contoh : 1. Gambar 3. Masing -masing bagian yang membentuk batang berganda. dan jika b > 18 cm mak a harus dipakai 4 baut. Jika lebar bagian b < 18 cm harus dipasang 2 batang baut. Batang ganda terdiri dari dua bagian masingmasing berukuran 4/14 cm dan dipasang pada jarak 12 cm. maka baut tersebut dapat diganti dengan paku. jumlahnya sesuai dengan keperluan. Pada ujung-ujung batang desak. Hitunglah ix dan iy.Apabila masing-masing bagian a >2b. I = Momen lembam (cm4). juga pada dua titik yang jaraknya masing-masing dari ujung-ujung batang sepertiga panjang batang. 24 .10 dengan.289 .. ly = Panjang tekuk sumbu bebas-bahan (meter).

a = 4 cm < 2 b = 8 cm. 12 + 2 .0 ton? . 6= 4181. sehingga dipakai a = 2 b = 8 cm.33) = 1483. Fbr = 3 . Ir = 1/4 (6336 + 3 . 14 + 2 .289 . h = 1/12 .05 cm Sehingga untuk perhitungan selanjutnya digunakan iy sebagai imin (= 3. 33 4 Ig = 1/12 .289 b = 0. 4. kondisi struktur terlindung. iy = = 3.468 cm) 3. 83 . 12= 1728 cm. 12 = 3. (bgab)3 . Ir = 1/4 (It + 3. 14 .33 cm4 Ir = 1/4 (4181.Ig) Lebar a = 12 cm > 2 b = 2 . Hitunglah ix dan iy. Mampukah kayu tersebut menahan gaya desak yang bekerja sebesar P = 2.00 meter. 1/12 . iy = 1442880= 4. Diketahui kayu kelas kuat II dengan mutu A.468 cm Sehingga untuk perhitungan selanjutnya digunakan ix sebagai imin (= 3. 14 = 597. 4 .468 cm.33 cm = 597. 3 24 It = 2 .33 + 3 .Ig) 3 24 It = 3 . dan sif at pembebanan sementara. 12 . 4 . 12 = 144 cm2 Ir = 1/4 (It + 3. 8=6336 cm.iy = brrFI Fbr = 2 . 4.651 cm). 4 = 8 cm . sehingga a tetap = 4 cm.47 cm > ix = 3. (bgab).33 cm4 . 4 . 597. Penyelesaian : ix = 0. 2. 12. h = 1/12 . 14 = 112 cm2. Sebuah batang ganda terdiri dari tiga bagian masing-masing berukuran 4/12 cm dan di pasang berjarak 4 cm. 1728) = 2880 cm4.33 cm Ig = 1/12 .651 cm < ix = 4. 1/12 . Panjang tekuk lk = 2. Kayu tersebut digunakan sebagai tiang dan terdiri dari tiga balok dengan ukuran penampang seperti terlihat pada gambar. 4.

25 .

289 b = 0...000 kg/cm2... Ig = 1/12 . 14 + 2. (bgab)3 . 14= 33 625.. . Modulus elastis E = 100..... = 7.. 20 = 280 cm2 Ir = 1/4 (It + 3.. Menentukan imin.. Kayu Kelas Kuat II //ds. .3333) = 15 806.05 cm Sehingga untuk perhitungan selanjutnya digunakan ix sebagai imin (= 4.. sehingga a tetap = 6 cm 3 32 It = 2 .. . . .Ig) a = 6 cm < 2 b = 8 cm.... P = 2 ton = 2000 kg. 8 . 14 = 9383.. Sehingga dengan memperhitungkan kondisi struktur dan pembebanan. Kondisi struktur terlindung ..05 cm). sifat beban sementara . 14 = 4. 9383.kg/cm2. h = 1/12 . 1/12 . .. 8..3333 cm4. = 1. .3333 cm4. di dapat : = 85 ....kg/cm2.. .. .Penyelesaian : a. lk = L = 2. 203 . 14 + 1/12 .408 cm > ix = 4..00 m = 200 cm... 4. Kontrol batang.289 .3333 cm4.05 Fbr = 14 . b. Ir = 1/4 (33 625... ..... ix = 0.3333 + 3 ..

iy = 2803333.25 . di dapat : .4200= = 49. = . 14 = 19 950 kg > P = 2 000 kg (aman). = 1. Pw.494 . 5/4 = 71.. h = 71. w.bgab . .38.. 20 .//ds.15806 Dari daftar pada Lampiran 2 untuk . .. = minilk 05.. 57 ...49.25 kg/cm2.38 cm. . 26 .

maka : Wx = hbh211213 = . lt. = 106. begitu sebaliknya pada momen negatif. = Tegangan lentur yang di ijinkan.lt.1.WM=< dengan. maka kayu dengan ukuran tersebut diatas aman untuk menahan beban sebesar 2 ton. Untuk batang berpenampang empat persegi panjang.//ds. 280494.66 kg/cm2 < //ds. = Tegangan lentur yang terjadi. = brFP. Adanya beban merata atau bebat titik diatas gelagar batang akan berakibat timbulnya lenturan. .. PERENCANAAN BATANG TERLENTUR. b . h2 27 . lt. M = Momen yang bekerja pada batang. E. W = Momen tahanan batang. Dalam perencanaan batang gaya lentur yang terjadi harus lebih kecil dari pada ga ya lentur yang diijinkan : lt. Dengan kata lain akibat adanya momen pada batang akan bekerj a gaya lentur sehingga mengakibatkan terdesaknya bagian atas dan tertariknya bagia n bawah (untuk momen positif).2000= = 10. . Dengan demikian berdasarkan gaya dan tegangan.25 kg/cm2 (aman).

. Penyelesaian : . .33 kg/cm2. lt. 6.83160000 28 . . jika b = 2 h . Rencanakan ukuran balok jika lebar balok 12 cm. = 100 .08 cm3 ltM . h2. = 83. Momen Tahanan : W = = 1920. 8 .. b3. 5. 1 . Mencari momen tahanan (W = M / . . 2. Momen maksimum yang bekerja pada gelagar : M = 1/8 . 3. Mencari ukuran batang dengan memasukan rumus W = 1/6 . 4002 = 160 000 kg cm. 5/6 = 83. Sifat pembebanan permanen . Contoh : 1. 0. mendukung beban terbagi rata q = 800 kg/m . Kontrol terhadap lendutannya (defleksinya). dengan kondisi struktur tak terlindung & beban permanen. dengan berat jenis g = 0. = 5/6. lt.lt) 4.Langkah -langkah dalam merencanakan balok terlentur.88 . = 1. Menurut berat jenisnya besarnya tegangan lentur sebesar : = 170 . Mencari tegangan lentur yang di ijinkan.8 8. Gelagar jembatan dengan panjang bentang 4 m (sendi -rol). Mencari besarnya momen. = 33.33 kg/cm2. 5/6 = 124. maka W = 2/3 . 1 . b . q . .67 kg/cm2. Menurut kelas kuatnya besarnya tegangan lentur sebesar : . Kondisi struktur tak terlindung . Tegangan ijin kayu : Kayu bangkirai menurut daftar termasuk kelas kuat II. kayu yang dipakai kayu bangkirai. Kontrol momen inersianya berdasarkan lendutan yang di ijinkan. sebagai berikut : 1. l2 = 1/8 . Sehingga demi keamanan dipakai lt.

.

Bila yang terjadi adalah momen dan gaya tarik. Mencari ukuran batang W = Wx Wx = 1/6 .54 f = 0.67 cm4 < I = 32 768 cm4.384400. Kontrol Lendutan.98 cm ~ 32 cm Dipakai ukuran kayu dengan lebar 12 cm dan tinggi 32 cm. h2 1920.814 cm < fmax = 1 cm (struktur aman!) .400.53 Imin = 26 666.53 2000 . . > 400l Imin = EIql38454 Eql384. disamping menerima momen akibat adanya beban merata . h2 h = 30. 1. b .100000. 8 . f = 32768. 12 . yaitu tegangan lentur dan tegangan tarik atau tegangan desak..8. 4003 Imin = 100000. f = I E q = = = 1/12 .8. Misalnya pada batang kuda-kuda.08 = 2 . 100 000 kg/cm2 (kelas kuat II). Untuk balok tak terlindung lendutan maksimum fmax = = = 1 cm. = . 12 . Kontrol Momen Inersia berdasarkan rumus lendutan.400. maka tegangan gabungan yang te rjadi dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : . h2 = 1/6 . WM+ ntFP < .. 800 kg/m = 8 kg/cm. juga menahan beban berupa gaya batang. h2 = 2 . PERENCANAAN BATANG YANG MENERIMA MOMEN & GAYA NORMAL Tidak jarang suatu gelagar disamping menerima momen juga menerima gaya normal. Dengan demikian kayu ukuran 12 x 32 (cm) dapat dipakai. maka akan menerima tegangan gabungan secara bersam aan. 323 = 32 768 cm4 . (struktur cukup aman!). I.384400. Dengan adanya dua beban ya ng bekerja pada batang tersebut.

.. 29 . dengan. .tr.. = Tegangan yang terjadi (kg/cm2).

dan yang akan dicari adal ah ukuran -ukuran batang. Gaya tarik (kg). = . . tegangan ijin lentur... Luas penampang brutto (cm2). maka tegangan gabungan yang terjadi dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : . Bila batang berpenampang empat persegi panjang dan momen bekerja arah sumbu x. lttr . . Fnt = Luas bersih batang tarik (cm2). maka Wx = 1/6 bh2. brFP < ds. ltds . . M = Momen yang bekerja pada batang (kg cm). WM+ .. P = Gaya tarik (kg). = Faktor tekuk. . yang diketahui adalah besarnya momen. Untuk itu hitunglah terlebih dahulu besaran momen tahanan . Momen tahanan batang (cm3). = Tegangan yang terjadi (kg/cm2). W = Momen tahanan batang (cm3).. . Untuk merencanakan ukuran balok terlentur. Bila yang terjadi adalah momen dan gaya desak.. . dengan. . M W P Fbr = = = = = Tegangan desak yang di ijinkan (kg/cm2). .= Tegangan tarik yang di ijinkan (kg/cm2).. 2. Momen yang bekerja pada batang (kg cm). .

(W) dengan rumus di atas. Apakah gelagar tersebut kuat jika terbuat dari kayu dengan kelas kuat II. Contoh : 1. Penyelesaian : . Kondisi struktur terlindung. Suatu gelagar berbentang 400 cm menahan momen 4200 kg cm dan gaya tarik sebesar 2500 kg. maka W = 1/12 h3. Misalnya : b = 1/2 h. Ukuran gelagar 8/12 (cm). 30 . Mencari tegangan ijin. sifat pembebanan tetap dan menggunakan sambungan baut.

rencanakan ukuran kayu yang mampu menahan beban tersebut diatas.. Jika tidak mampu.25 = 76. h= 1/6 . = 85 kg/cm2 (struktur aman) . . . b .. Kontrol tegangan. struktur terlindung maka berdasarkan tabel di dapat : lt. WM+ ntFP . Mencari luas bersih batang tarik (Fnt). = 10085.25 = 8 .. a. Bila gelagar dengan kualitas serupa diatas berukuran 12/18 (cm) menahan gaya tekan sebesar 4 000 kg dan momen sebesar 35 000 kg cm. . = . = 100 kg/cm2.tr.762500 = 18. beban tetap. = 85 kg/cm2. . .51. Penyelesaian : a..25 sehingga didapat : Fnt = Fbr / 1. Dengan demikian gelagar dengan ukuran 8/12 (cm) dapat menahan beban diatas. 1924200+ 8. 2 23 W = 1/6 . 8 . . Sambungan yang dipakai sambungan baut dan gigi Fbr / Fnt = 1.Kayu kelas kuat II. Mencari momen tahanan (W). Mampukah kayu menahan beban tersebut.. .8. 2.. 12 / 1.594 + 32. 12= 192 cm . b.552 . . .15 kg/cm2 < tr.

WM+ ..289. = . = 4. brFP 31 . = 114. Tegangan ijin : lt. = 85 kg/cm2. . . ds. Angka kelangsingan. Panjang tekuk dianggap lk = l = 400 cm..). .Kontrol struktur. Kontrol tegangan. Mencari Faktor Tekuk (. .3 Dari daftar untuk .0400= = 114.08...3 di dapat . =100 kg/cm2 dan . . = minilk 12.

Ukuran 12/24 (cm) sudah memenuhi syarat untuk menahan beban tersebut.36 di dapat .. = .b = 2.144000 ds. .. 218..08 .88. 24.49 kg/cm2 < . WM + .6135000+ 4. 18.. = 2. 14 = 28 cm.12.289.. = . = = = 98. Dicoba ukuran kayu dengan b = 12 cm dan h = 2. = 85 kg/cm2 (aman !). ds. Perencanaan Ukuran.14. + . Angka kelangsingan.124000 = 121. Jika dicoba dengan kayu ukuran b = 14 cm dan h = 2. . ds... . . minilk 14. brFP = 10085. = .0400 WM brFP 10085 228. .. = 98. + 2.6135000+ 4. = 85 kg/cm2 Ukuran kayu di atas tidak memenuhi syarat.. sehingga perlu diperbesar b.124000 = 82.= 10085. 12 = 24 cm .65 kg/cm2 < ..b = 2 . . 224. = 45. .6135000 28.08 .36 Dari daftar untuk .12.88 .46 kg/cm2 > .

c. Muatan tetap dan muatan sementara. urutan langkah dalam menetapkan tegangan ijin kayu. Gambarkan dalam suatu bentuk bagan alair.= 85 kg/cm2 (aman !). J. b. Yang paling efisien adalah kayu ukuran berapa?. Ukuran 14/28 (cm) sudah memenuhi syarat untuk menahan beban tersebut. Soal Latihan Bab II dan Ban III. 2. Kayu mutu A dan Kayu mutu B. Mengapa pada batang-batang tarik yang luasan penampangnya berkurang akibat adanya alat sambung dan sambungan harus diperhitungkan dalam perencanaan ? 3. 1. namun kurang efisien. 32 . jelaskan perbedaan dan persamaan d ari : a. Konstruksi terlindung dan konstruksi tidak terlindung. Dalam kaitannya dengan tegangan ijin kayu.

Tinggi tiang (sama panjang dengan teku k batang) adalah 3. 5. Mengapa berbedanya alat penyambung menyebabkan terjadinya perbedaan besaran gaya tarik ? 10. beban sementara. konstruksi terlindung. Suatu jenis kayu akan dipakai sebagai rangka kuda-kuda yang menahan sebagai b eban angin. 6. Dari pengujian diperoleh data rata-rata berat jenis kayu kering udara adalah 0. berapakah tegangan tekan ijin untuk gaya y ang bersudut 450.75 m. Bila kayu tersebut bermutu B. Macam Pembebanan Tarik Tekan Momen Momen + Tarik Momen + Desak Rumus Perencanaan Rumus Kontrol 9. berap besar gaya tarik maksimum yang dapat ditahan ? c. Gaya tekan sebesar 3500 kg bekerja pada sebatang tiang kayu Mahoni mutu B. Bila kayu tersebut bermutu B.53 ton/m3. konstruksi terlindung dengan beban tetap.5 4 ton/m3. Isilah tabel dibawah ini dengan rumus-rumus perhitungan perencanaan dan kontrol dimensi elemen batang. Dari pengujian diperoleh dat bahwa rerata berat jenis kayu kering adalah 0. Setelah diteliti lebih mendalam ternyata kayu pada soal nomer 5. Kemudian tetapkan besaran ijin yang mana yang sebaiknya dipakai dalam perencanaan dan berikan alasannya mengapa ? 7. dalam perdag angan disebut kayu Mahoni. Suatu jenis kayu akan dipakai dalam rangka kuda-kuda yang menahan beban angin . Konstruksi Jembatan Kayu akan menggunakan kayu ulin (sering juga disebut kayu besi) dengan mutu A dan pembebanannya merupakan beban sementara.4. Bila paku digunkan sebagai alat penyambung. 33 . Hitunglah kembali tegangan tekan ijin untuk gaya yang bersu dut 450. berapakah tegangan desak ijin gaya yang bekerja dengan sudut 450 arah serat kayu ? 8. Hitunglah tegangan-tegangan ijin guna perencanaan jembatan kayu tersebut. a. Berapa gaya tarik maksimum yang dapat ditahan oleh batang tarik tersebut ? b. dan menggunakan sambungan baut dan gigi. Batang tarik kuda-kuda kayu ukuran 8/14 cm menggunakan kayu Jati mutu B.

muatan tetap dan kondisi struktur terlindung.6 meter. mutu A.1 ton meter. Rencanakan ukuran tiang bila menggunakan penampang berbentuk lingkaran. 13. b. konstruksi terlindung dengan baban tetap. Bi la panjang tekuk tiang tesebut adalah 3. Kayu yang diapaki adalah kayu Keruing bermutu B. Kayu yang dipakai adalah kayu keruing mutu B. Bila gaya tarik dibedakan. Suatu gelagar menerima momen sebesar 600 kgm dan gaya tarik sebesar 4800 kg. 11. sifat pembebana n sementara. dengan sifat pembebanan sementara dan kondisi terlindung. . kayu keruing mutu B.a. berapa momen maksimum yang dapat ditahan gelagar tersusun tersebut. Kuatkah batang tersebut menahan beban yang bekerja ? b. Empat kombinasi batang berganda yang terdiri dari gabungan tiga kayu ukuran 4/14 cm tersusun sebagaimana gambar dibawah ini.8 ton. bujur sangkar dan persegi panjang dengan h = 2 b.8 ton dan momen sebesar 2. 4 8 4 Kayu yang dipakai kelas kuat II. Rencanakan kayu yang mampu menahan gaya tarik 3. Gelagar tersebut terdiri dari 3 batang 12 kayu tersusun yang berukuran 1 x 8/12 dan 2 x 4/12 (cm) yang disatukan dengan paku sebagaimana pada gambar disamping. digunakan diluar ruangan tidak terlindung. a. 12 4 4 12 12 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 2 4 12.6 meter hitung tegangan tekan yang terjadi pada tiang tersebut. Tinggi tekuk batang 3. Suatu tiang kayu bulat berdiameter 14 cm menerima gaya tekan sebesar 2. manakah yang paling ekonomis bila ditinjau dari luas penampang tiang. Dari ketiga macam penampang tiang tersebut. 14.

34 .

BAB IV SAMBUNGAN DAN ALAT SAMBUNG Sebagaimana pada struktur yang lain, pada struktur kayu juga di perlukan sambungan. Sambungan dibutuhkan untuk merangkai elemen batang menjadi suatu struktur. Ada dua macam sambungan yaitu : sambungan titik buhul (yaitu sambungan untuk merangkai buhul / simpul struktur) dan sambungan perpanjangan (yaitu sambungan yang dibutuhkan untuk mendapatkan panjang kayu yang sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan). Karakteristik sambungan kayu (baik sambungan titik buhul maupun sambungan perpanjangan) tidak kaku artinya bahwa pada sambungan masih terjadi adanya defor masi atau pergeseran pada sambungan, dengan demikian sifat sambungan tersebut tidak d apat menahan momen (atau momennya selalu sama dengan nol). Tiga hal pokok yang harus diketahui tentang sambungan pada struktur kayu, yaitu : 1. Macam dan jenis alat penyambung. 2. Besaran dan arah gaya dari elemen batang yang disambung. 3. Ukuran-ukuran dan jenis bahan dari elemen batang yang akan disambung. Alat penyambung yang sering digunakan pada struktur kayu adalah perekat, paku, pasak dan baut. Disamping itu terdapat pula berbagai alat sambung modern , sehingg a berdasarkan jenisnya dapat digunakan sebagai berikut : 1. Sambungan Paku. 2. Sambungan baut. 3. Sambungan gigi. 4. Sambungan perekat (lem). 5. Sambungan Pasak (baik pasak kayu maupun pasak besi). Pasak besi misalnya : Split-ring connector, toothet ring connector, Buldog connector, claw plate connector, spike grid connector, dan laian-lain. Fungsi alat sambung adalah mengalihkan dan menahan gaya-gaya yang terjadi dari elemen batang yang satu kepada elemen batang lain yang akan disambung. Macam gay a yang terjadi dan macam alat sambung, yang biasanya dipakai untuk menahan : gaya geser perekat, baut, paku, pasak kayu. lentur baut, paku, pasak. jungkit pasak. desak kokot buldog, cincin belah (split-rig connector), dan lain-lain.

35

A. SAMBUNGAN PAKU. Beberapa keuntungan menggunakan sambungan paku, diantaranya : 1. Effisiensi kekakuan sambungan cukup besar (efisiensi kekakuan sambungan perek at sekitar 100 %, pasak 60 %, paku 50 %, dan baut 30 %). 2. Perlemahan relatif kecil (sekitar 10 %) dan dapat diabaikan. 3. Kekuatan sambungan tidak tergantung arah serat, dan pengaruh cacat kayu kuran g. 4. Beban pada penampang lebih merata. 5. Struktur lebih kaku. 6. Dapat dikerjakan relatif lebih cepat. 7. Tidak membutuhklan tenaga ahli. 8. Harga paku relatif murah. Dipasaran terdapat berbagai jenis, bentuk dan ukuran paku, diantaranya bulat, segitiga, persegi, maupun menggunakan alur spiral. Paling umum digunakan adalah paku berpenampang bulat. Kekuatan ijin (beban) yang dapat ditahan oleh satu paku = S tergantung pada : 1. Diameter paku = d (cm). 2. Tebal kayu = b (cm). 3. Kelangsingan paku = b/d. 4. Kekuatan tegangan ijin desak kayu = ds. (kg/cm2). Menurut PKKI Pasal 15 ayat 3, untuk sambungan yang menyimpang dari daftar yang terdapat pada Tabel 4.1 dapat diapakai rumus dibawah ini : a. Untuk sambungan bertampang satu. S = 1/2 . b . d . b <7 d S = 3,5 . d2. b >7 d b. Untuk sambungan bertampang dua. S = b . d . b <7 d S =7 . d2 b >7 d dengan, S = Gaya yang diijinkan per paku (kg/cm2). b = Tebal kayu (mm). d = Diameter paku (mm). ds. = Tegangan ijin desak kayu (kg/cm2). ds.ds. ds. . ds. 36

No.TebalDiameter PakuKelangsinganKayu(1/10 mm)..= b/dl/bBj = 0,3Bj = 0,4Bj = 0,5 Bj = 0,6(mm)Panjang Paku= b(mm).ds = 75.ds = 100.ds = 125.ds = 15028/51 (2"BWG12 )7.22.52027344112031/63 (2,5"BWG13)6.53.22331384634/76 (3"BWG14)5.93.82534425131 /63 (2,5"BWG13)8.12.52433425022534/76 (3"BWG14)7.43.03240506038/89 (3,5"BWG16)6. 63.63547597034/76 (3"BWG14)8.82.53040506033038/89 (3,5"BWG16)7.93.03850637542/10 2 (4"BWG17)6.53.44763789443538/89 (3,5" BWG 16)9.22.538506375 42/102 (3,5" BWG 17)8.32.94661779254042/102 (3,5"BWG17)9.52.54661779252/114 (4,5 "BWG21)7.62.97094118142Catatan : Untuk paku yang ukurannya memenuhi syarat sambungan bertampang dua, maka kekuata npaku menjadi 2xS dari daftar di atasS = Kekuatan 1 Paku Tampang Satu (kg) Tabel 4.1. Beban Yang Dapat Ditahan Oleh Setiap Paku Syarat-syarat pokok yang harus diperhatikan dalam menggunakan sambungan paku sebagai berikut : 1. Kekuatan paku tidak dipengaruhi oleh sudut penyimpangan arah gaya dan arah se rat. 2. Jika paku digunakan pada struktur yang selalu basah (kadar lengas tinggi), maka kekauatan paku harus dikalikan 2/3. 3. Jika digunakan pada struktur tak terlindung, maka harus dikalikan 5/6. 4. Jika beban yang ditahan berupa beban sementara, maka kekuatan paku dapat dina ikan 25 % (dikalikan dengan 1,25). 5. Apabila dalam satu baris terdapat lebih dari 10 batang, maka kekuatan paku di kurangi 10 % (dikalikan 0,90), dan bila lebih dari 20 batang paku, maka kekuatannya diku rangi 20 % (dikalikan 0,80). 6. Pada struktur dengan sambungan paku, maka paling sedikit di pakai 4 buah paku . 7. Jarak paku minimum harus memenuhi syarat seperti pada Gambar 4.1. a. Jarak searah gaya : . 12 d untuk tepi kayu yang dibebani. . 5 d untuk tepi kayu yang tidak di bebani . 10 d jarak antara paku dalam satu baris. b. Jarak tegak lurus arah gaya. 37

2a. Jarak Sambungan Arah Gaya dan Tegak Lurus 8. 5 d untuk jarak sampai tepi kayu. Panjang Paku Minimum Untuk Struktur Tampang Satu.5b2 b1= b3 < b2 lpaku > b1+ b2+ 3d lpaku > 2. 5d 5d 5d 5d 5d 10d 12d 10d 10d 10d b1 b2 b1 b2 b1 b2 b3 b1= b2 b1 > 1. .5.5 d jarak antara paku dalam satu baris.b2 lpaku > b1+ b2+ 3d Gambar 4. 38 .5.2a dan 4. Panjang paku minimum seperti terlihat pada Gambar 4.2b. Gambar 4. Panjang Paku Minimum Untuk Struktur Tampang Dua.b2 lpaku > 2.. b1 b2 b3b1 b2 b3 b1= b3 < b2 b1= b3 < b2 lpaku >2b1+ b2+ 3d lpaku >2b2+ b1 Gambar 4.1.2b.

Gaya yan g ditahan P = 4 ton.9 = 56.25. Dipakai 4 baris paku dengan jarak = 14/5 = 2. Rencanakan dengan sambungan paku. Akibat struktur tak terlindung koreksi kekuatan = 5/6. Rencanakan sambungannya dengan paku dan Gambarkan. dengan berat jenis kayu melur = 0.9. Sehingga kekuatan satu paku menjadi S = 63 kg .9). Karena jumlah paku per baris lebih dari 10 paku.3. 0. maka kekuatan satu paku harus dikurangi 10 % (atau dikalikan dengan 0. Penyelesaian : Akibat beban sementara koreksi kekuatan = 1. Sebuah batang kayu melur berukuran 10/14 menahan beban tarik sebesar P = 6000 kg .2 buah ~ 96 buah. Dengan 4 baris jumlah paku menjadi n = 6000/56. Plat penyambung yang digunakan 1 x 4/12 dan 2 x 4/12. Penyeleasaian : Sebagai plat sambung dipakai ukuran 2 x 5/14 Berdasarkan daftar ukaran paku dipakai paku ukuran 3. Jumlah paku yang dibutuhkan = 6000/63 = 95.4 = 13. Masing -masing setiap baris = 106 / 2. Struktur terlindung dan beban permanen. dengan catatan tidak merusak kayu. 39 .8 3 10 3 Gambar 4.7 kg. Batang tarik berukuran 2 x 4/12 (cm) terbuat dari kayu Damar (agathis). 5cm 14 x 4cm 5cm 145 x 2.5 BWG 16.50 didapat kekuatan satu paku S = 63 kg untuk tampang satu. Ujung paku yang keluar dari sambungan dibengkokan tegak lurus arah serat.8 cm > 5d Jumlah paku setiap baris = 96/4 = 12 buah. 2.25 buah ~ dipakai 14 buah paku. yang disebabkan oleh beban sementara pada struktur terlindung . Contoh : 1.7 = 106 buah.

maka didapat diameter paku d = 0. Berat jenis kayu melur berdasarkan daftar pada Lampiran 1.4572 . yaitu S = 172.457 cm.457 . = 118 kg/cm2.5 kita dapatkan kekuatan per paku S = 50 kg untuk sambungan tampang satu.5 = 180 kg. Untuk satu tampang digunakan paku sebanyak 12 buah (2 x 12 = 24 buah). = 1.5. kekuatan paku harus dikalikan dengan angka koreksi. d2. diketahui batang diagonalnya berukuran 1 x 6/ 12 dan batang horisontalnya berukuran 2 x 3/12.5 kg. Penyelesaian : Dari daftar (Tabel 4. 118 = 215.. ds. 3.1 ) kita pilih paku ukuran 3 BWG 10. Sifat pembebanan permanen P = 1100 kg. maka . 12 2 4 4 4 2 Gambar 4.47 sehingga didapat tegangan ijin desak ds. didapat g = 0. Sehingga jumlah paku yang dibutuhkan = 1100 / 50 = 22 buah. 40 . Akibat kondisi pembebanan dan kelembaban. Dari sebuah titik buhul kuda-kuda..25 . Rencanakan sambungannya dengan paku. ds.4.2 buah ~ 24 buah.7 kg atau S = 7 .. = 7 . b . Sehingga di pakai jumlah paku sebanyak 24 buah (masing-masing 12 buah).5 kg. Kekuatan satu paku yang di pakai adalah S terkecil.Dipakai paku ukuran 4 BWG 7. Karena struktur terlindung dengan beban permanen. 172. diambil dari daftar paku bulat. 118 = 172. sehingga kekuatan untuk satu paku didapat : S = d .. kondisi struktur terlindung.. dengan berat jenis kayu g = 0.. 4 . 5/6 . dengan berat jenis kayu g = 0. sehingga kekuatan ijin per paku : S = 1. Jumlah paku yang dibutuhkan (untuk P = 4 000 kg) : n = 4000 / 180 = 22. 3 3 3 3 6 5 5 5 6 6 5 5 5 6 Sambungannya merupakan sambungan tampang dua. 0. = 0.

.

Jarak tegak lurus arah gaya diagonal = 12/4 = 3 cm > 5d = 5. SAMBUNGAN BAUT. 3.4 = 34 mm = 3. Jarak searah gaya diagonal = 10 d = 10 .4 = 17 mm = 1. bila tebal kayu lebih besar 8 cm maka diameter baut minimum 12. tetap masih banyak dipakai walaupun masih banyak kelemahan dan kekurangannya. Gambar 4. Persyaratan sambungan telah diatur secara rinci pada PKKI Pasal 14 : Ayat 1. 30 %. Alat sambung baut merupakan alat sambung yang mudah diadakan bongkar pasang.7 cm.5. 3. Jarak tegak lurus arah gaya hosrisontal = 12/5 = 2. Ayat 3.4 2.5 mm. tergantung pada : 1.7 mm (1/2 ).4 2.8 cm. Kekuatan ijin kayu.7 cm.3. diantaranya : efisiensinya rendah (30 %) dan deformasinya besar (bergesernya sambungan akibat beban). Ayat 2. 41 . Lubang harus dibuat secukupnya dan kelonggarannya harus lebih kecil dari 1. Diameter baut paling kecil 10 mm (3/8 ).4 cm > 5d = 1. Kekuatan sambungan baut. 3 3 3 3 3 12cm 12cm 2.4 2. Deformasi atau bergesernya sambungan. serta perlemahannya cukup besar yaitu seki tar 20 % s/d. Kekuatan baut dalam menahan beban.4 cm < 3.4 2. Alat sambung baut harus dibuat dari baja St-37 (U-23). 2.4 B.

42 .). S = 40 .35 sin . b1 (1 -0.b = 4.). Sambungan S = 125 . b1 (1 -0.35 sin . Jika bautnya hanya sebagai pelengkap maka tebal pelat dapat diambil minimum 0. d2 (1 -0. Sambungan bertampang satu (. S = 250 .6 sin .Ayat 4. S = 50 . d . d2 (1 -0. d .b = 4. Baut harus disertai pelat yang tebalnya minimum 0. S = 340 .6 sin .4).). maka besarnya S untuk .).2d dan maksimum 4 mm.).b = b/d harus diambil sebagai berikut : Golongan I.6 sin . S = 25 .8).35 sin . d .).). b1 (1 -0. d . Agar sambungan dapat memberikan hasil yang sebaik-baiknya.b = 6.).).8).35 sin .). S = 60 .). b3 (1 -0. S = 120 . S = 430 . d2 (1 -0.8).3). Sambungan S = 100 .6 sin . S = 240 . bertampang dua (. d . b1 (1 -0. Sambungan bertampang satu (.b = 3. S = 170 .6 sin .6 sin . d2 (1 -0.).3d dan maksimum 5 mm dengan garis tengah 3d.35 sin . Golongan II. d . b3 (1 -0.b = 4. dan III).6 sin . b1 (1 -0.). b3 (1 -0.6 sin .b = 5. b1 (1 -0. bertampang dua (. Ayat 5. II. S = 200 . Sambungan dengan baut dibagi dalam 3 golongan sesuai dengan klasifikasi kekuatan kayu (Kelas Kuat I. S = 480 . S = 215 .6 sin . d . d2 (1 -0.). d2 (1 -0.). Golongan III.3). atau jika mempunyai bentuk segi empat lebarnya 3d. Sambungan bertampang dua (. d . Sambungan bertampang satu (.6 sin . d .

Antara sumbu baut dan ujung kayu : Kayu muka yang dibebani = 7 d dan > 10 cm. Antara sumbu baut dalam arah gaya = 5 d.6. Antara sumbu baut tegak lurus arah gaya = 3 d. d = Garis tengah baut.6). Arah gaya tegak lurus arah serat (Gambar 4. Kayu muka yang tidak dibebani = 3. . Penempatan baut harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. = Sudut antara arah gaya dan arah serat. diameter baut (cm).5 d. kekuatan per baut (S) dapat dinaikan 25 %. Kayu muka yang dibebani = 5 d. b3 = Tebal kayu tengah (cm). Bila baut dipakai pada konstruksi yang tak terlindung.7). maka kekuatan S d ikalikan dengan faktor sebesar 5/6.5d untuk gaya desak Gambar 4. Jarak minimum : . 2d 2d 2d 2d 5d5d5d 7d dan > 10 cm untuk gaya tarik 3. Jarak minimum : . salah satu batngnya besi (baja) se rta sambungan bertampang dua pelat penyambung besi (baja). b. Antara sumbu baut dengan tepi kayu = 2 d. S = Kekuatan sambungan (kg). Bila dipakai pada konstruksi yang terendam air. Ayat 9. 43 . Ayat 7.dengan. Arah gaya searah serat kayu (Gambar 4. Ayat 8. b1 = Tebal kayu tepi (cm). Ayat 6. . Antara sumbu baut dan tepi kayu (// terhadap gayanya). Untuk konstruksi yang disebabkan oleh kekuatan tetap dan tidak tetap mak a kekuatan dikalikan dengan faktor 5/4. maka S dikalikan dengan faktor 2/3. Sambungan baut yang menerima beban searah serat. . . Bila dalam sambungan bertampang satu.

27 cm. . 6 d. 6 d. 7d dan > 10 cm 2d 3d 2d 2d 3d 2d 2d 5d 5d2d 5d 5d 5d Gambar 4. 1/2 = 1.Kayu muka yang tidak dibebani = 2 d.. Diameter baut yang biasanya ada dipasaran : 3/8 = 0. c. Antara baut dengan sumbu baut = 5 d s/d. Antara sumbu baut dan tepi kayu. . Yang tidak dibebani = 2 d.91 cm. Antara baut dengan baut searah gaya = 3 d. Sambungan baut yang menerima bebat membentuk sudut . Sambungan Baut yang menerima Beban Tegak Lurus Arah Serat 7d dan > 10 cm 5-6d5-6d 2d 2d .59 cm.98 cm. . Jarak minimum : . Yang dibebani searah gaya = 5 d s/d. Antara baut dengan baut searah gaya = 5 d. Arah gaya membentuk sudut . (antara 00 -900) dengan arah serat kayu. . Antara baut dengan baut tegak lurus gaya = 3 d. 3/4 = 1. 44 ..8. 2d 2d 5-6d5-6d 2d Gambar 4. 5/6 = 1.7.

Direncanakan dengan baut berdiameter . 1. 16 = 3060 kg S = 200 . Gaya yang harus dipikul sebesar 6 ton.55 cm ~ 10 cm. Jarak antar sumbu baut searah serat = 5d = 5 .912 = 1570 kg diambil S yang terkecil = 1570 kg.91 = 13. .91 = 9. . Rencanakan sambungannya dengan baut. 8 = 3060 kg S = 430 .82 cm.75 disambung antara sesamanya baut.82 cm. .91 = 3. b1 = 200 . . Kayu jati termasuk golongan dengan kelas kuat II. = 3/4 = 1.37 cm ~ 15 cm.. Ukuran kayu 16/20. = 1. diambil = 10 cm > 2d = 2 . 15 10 15 15 10 15 5 cm 10 cm 5 cm S S S S 8 cm 8 cm 16 cm Gambar 4. 1 = 2.82 ~ 4 buah. d .54 cm. 1. Sambungan Baut 45 .9. d . didapat kekuatan perbaut S = 100 . Penyelesaian : . 1..91 . Contoh Sebuah dengan dengan : batang kayu jati dengan berat jenis = 0. . . Kondisi struktur terlindung & beban permanen . 1.91 = 3.7/8 = 2. Jarak baut ke tepi tegak lurus serat.91 cm. d2 = 430 .22 cm. . 1. Jarak sumbu dengan unjung sambungan = 7d = 7 . 1. . Golongan kelas kuat II dengan sambungan tampang dua.91 . Jarak antar baut tegak lurus serat. b3 = 100 . . 1. diambil = 5 cm > 2d = 2 . Baut yang dibutuhkan = 6000/1570 = 3. Kondisi struktur terlindung beban tetap. .

Disamping itu kita usahakan agar gigi itu sekecil mungkin.. dengan. . sehingga tidak diperhitungkan. SAMBUNGAN GIGI.... 4.. Panjang kayu muka lm harus dihitung = bCosS. sebagai pertemuan antara batang tepi dengan batang diagonal. Sudut antara batang diagonal dan horisontal. Sambungan Gigi Tunggal. Adapun tentang bentuk dari pada sambungan gigi ada beberapa macam ragam dan modelnya. diantaranya adalah : 1.. 46 . Pada sambungan titik buhul kayu banyak ditemui sambungan gigi.. //. misalnya pada kuda-kuda. tm < 1/6 h untuk .. 3. . Sambungan gigi dipertinggi 1. Didalam perhitungan sambungan gigi. yaitu : tm < 1/4 h untuk . Sambungan gigi itu berfungsi untuk meneruskan gaya-gaya desak.10). 2. Sambungan gigi dengan pelebaran. tm = Tinggi gigi miring. Sambungan gigi tunggal. Banyak cara untuk membuat arah gigi sambungan. tv = Tinggi gigi vertikal..... sebagai berikut : Pada sambungan gigi gesekan antara kayu dengan kayu d i dalam perhitungan harus di abaikan. dan lm > 15 cm.. b = Lebar batang horisontal. agar tercapailah tekanan desak maksimum yang ekonomis. Sambungan gigi rangkap. ..C. Untuk sambungan gigi tunggal. salah satu yang paling ekonomis dan baik adalah agar gigi dibuat menurut garis bagi sudut luar sambungan (Gambar 4. Gaya desak itu akan membentuk sudut . jembatan rangka dan sebagainya. dalamnya gigi tidak boleh melebihi suatu batas. . dengan sumbu batang tepi.. h = Tinggi batang mendatar... Baut ini dapat diganti dengan sengkang. Pasal 16 Ayat 1 PKKI telah menetapkan aturan tentang sambungan gigi tunggal. haruslah kita usahakan agar bidang-bidang pertemuan kedua batang tersebut serongnya terha dap arah sama.. adanya baut dianggap hanya sebagai baut leka t saja..

.

// . maka perlu ditetapkan tinggi yang dibutuhkan dari pada sambungan gigi (tv atau tm). = Garis bagi sudut luar.. ds.. //. . . ) sin 1/2 . Sehingga didapat. maka ds. //-( ds... ds.. dengan arah serat maka : ds. dan nilai inilah yang harus dipakai.. ..10.. Pada Ga mbar 4.... 1/2 . tm = tv / cos 1/2 .. 1/2 . . S = Gaya batang diagonal. .. Jika N sejajar arah serat. = btNm. ds. . Selanjutnya. . 1/2 . Tetapi karena pada batang diagonal N membentuk sudut 1/2 .. = ds.ds. lm = Panjang kayu di muka sambungan gigi.. ds. = tv = btSv. = Tegangan ijin geser batang horisontal. sebagai berikut : N = S .. gaya S diuraikan menurut arah kemiringan gigi dan tegak lurus kemiringan g iginya. // . cos 1/2 . Agar dalam perencanaan sambungan gigi memenuhi syarat teknis ..

.10.. tm S S N .../2 Gambar 4...21cos.21cos.. 212. lm tv tm ...21cos.. Sambungan gigi menurut sudut luar 47 . dsbS h .. . .

1/2 .11.. 75o 75o 30o 75o 15o . Mencari tegangan ijin kayu. 600 kg 1200 kg 8/12 60o 60o 60o tv tm lm 8/14 8/14 Gambar 4. Batang diagonal dengan ukuran 8/14 (cm) menahan gaya batang desak sebesar 1200 kg. = 60o. . 1/2 . 0. . Rencanakan struktur tersebut dengan sambungan gigi. 1/2 .11) dari kayu jati. . 1/2 .25 kg/cm2.7. 48 . Kayu jati kelas kuat I dengan kondisi struktur terlindung (=1) dan beban sementa ra (=5/4). = 150 . jika kondisi struktur terlindung dengan pembebanan sement ara. 75o 75o 30o 75o 15o Contoh : Suatu struktur kuda-kuda (Gambar 4. Penyelesaian : .. 5/4 = 131. 1. 1/2 . 1/2 .. 1/2 . dengan ukuran batang vert ikal 8/12 (cm) yang menahan gaya batang tarik sebesar 600 kg. . 1/2 . Besarnya kemiringan batang diagonal terhadap batang vertikal sebesar . 1 . maka didapat : //ds.

.

... .830cos.= 1...//. 5/4 = 17... .ds.12002o= 1. Tinggi kemiringan memenuhi syarat. tm = ..1 ....21cosvt .. dsbS= 125.56 cm < 2.29 cm < 15 cm bCosS...83. Panjang kayu muka.ds. lm = = 4... //. Tinggi gigi batang vertikal.5 kg/cm2. 14 = 2.25 -(131. Mencari panjang muka (panjang penyaluran = lm). .. = 20 . .. 1. . ... = 131. .1 . tv = .33 cm. .35 cm.1200o Dipakai lm = 15 cm. . 83.= 40 .33 cm.25 -35) sin 30O ds. -) sin 1/2. 212.. //ds.1760cos. . 5/4 = 35 kg/cm2.. . Mencari ukuran gigi (tv dan tm). -( //ds. Tinggi kemiringan gigi. Syarat untuk .125 kg/cm2. ..5. . .. ... ..21cos. < 600 tm harus < 1/6 . 1.7 .1 . 0..... .7 . = 8. ... h = 1/6 . 0.. .. o30cos35.21ds .

1/2. letaknya gigi dipindahkan kebelakang (Gambar 4. gigi ditarik kebelakang sehingga ujung gigi terletak pada ga ris sumbu batang diagonal.12. Gambar 4.12). (a) (b) (c) S S tv S 1/2.12. adakalanya syarat tersebut tidak dapat dipenuhi karena kondisi setempat.12. 1/2. Sambungan gigi tunggal yang ditarik kebelakang. Pada gambar 4. Untuk memennuhi syarat tersebut. Dengan jalan demikian panjang kay u 49 . menyatakan bahwa syarat panjang muka lm harus > 15 cm.a.Menurut PKKI Pasal 16 Ayat 1. Gambar 4.b. gigi semakin kebelakang dan tengah-tengah gigi berpotongan dengan sumbu batang diagonal.

maka dapat lah gigi itu ditarik kebelakang seperti dalam gambar 4. mempe rlebar batang kayu (setempat saja). Sambungan Gigi Rangkap. Disamping itu harus memenuhi pula tm2 -tm1 > 1 cm (Gambar 4. Pasal 16 Ayat 2 PKKI menyebutkan bahwa untuk sambungan dengan gigi rangkap dalamnya gigi kedua harus memenuhi syarat seperti pada sambungan gigi tunggal. Gigi dibuat menurut garis bagi sudut luar dan perhitungan besarnya tv tidak berubah sama sekali. Apabila dalam perhitungan panjang lm terlalu besar.13).12. . bahwa dalam pelaksanaan oleh tukangtuk ang kayu gigi tersebut sering dibuat tidak sesuai ukurannya. Untuk itu sebaiknya cara yang ter akhir tidak dipakai. Tetapi usaha ini banyak menimbulkan keberatan-keberatan.muka bertambah besar lagi pula garis kerja gaya S tidak akan tergeser dari sumbu batang. Gigi rangkap. lm1 tv1 . sehingga eksentrisitas dapat dihindarkan... mempertinggi batang kayu (setempat saja). yaitu disini timbul eksentrisitas lagi dan tamb ahan pula pada takikan itu akan mudah timbul retak. 50 ...13. Gigi rangkap mempunyai kejelekan. yaitu : Dipakai gigi rangkap.. S tm2 tm1 Gambar 4.. sehingga gaya yang dipikul oleh masing-masing gigi tidak sesuai dengan perhitungan kita. . S1 S2 h tv2 lm2 . maka ada beberapa macam usaha untuk memenuhi syarat-syarat struktur.c. 2. .. menggunak an kokot pada bidang takikan. Dengan membuat gigi rangkap eksentrisitas dapat diperkecil atau dihilangkan sama sekali. Apabila besarnya lm masih belum memenuhi syarat.

. = 85 -(85 -25) sin 30 . = ds. //. // .. gaya geser H seluruhnya dianggap didukung oleh gigi kedua (yang belakang) saja. Disamping itu dipandang dari sudut keamanan.. ds. . Contoh : Batang tepi diagonal dan batang mendatar mempunyai ukuran yang sama 12/16 2 22 (cm).ds. ds. = 85 kg/cm..... = 25 kg/cm. .. mempunyai : //ds.ds.. //. = 300. = 12 kg/cm. Panjang kayu muka. melainkan dibuat tegak lurus batang serong.... Gigi belakang. .... . lm2 = bCosS.. maka gigi kedua tidak dapat dibuat menurut garis bagi sudut luar. Untuk memenuhi syarat : tm2 -tm1 > 1cm dan S1 = S2 ... ) sin .. ds. Sudut . . Penyelesaian : . . Rencanakan dengan sambung an gigi rangkap. Mencari tegangan ijin. struktur terlindung... .. //-( ds. . Gigi muka.. S = 5500 kg.Didalam hal ini hendaklah diusahakan agar kedua gigi itu dibebani gaya yang sama besar (atau hanya berbeda sedikit).. Beban permanen.. 55 kg/cm2. ..

78 cm. Mencari panjang muka gigi (panjang penyaluran = lm).1230cos. . 5500 = 2750 kg..275002 dipakai tinggi gigi belakang 4 cm = 1/4 h. //-( ds. tv1 = ..... Besarnya S1 = S -S2 = 5500 -3036 = 2464 kg... 55 = 3036 kg.6 . . tm2 = . S = 1/2 .46 cm. Tinggi gigi belakang.22= 55..... 1/2 . 030cos4= 4. Dengan demikian gigi kedua dapat mendukung gaya S2 = 12 .ds. dipakai tinggi gigi belakang 3 cm..1215cos. Tinggi gigi muka.. 51 ..cos2vt .. 4.125 cm < ¼ h = 4 cm . 2121. 69. .. .6 cm. Besarnya S2 diambil = 1/2 ..47 kg/cm2. tv2 = = 3. Mencari ukuran gigi muka (tv1 dan tm1).. .cos1vt .. = ds. ) sin 1/2 . ds. // . Mencari ukuran gigi belakang (tv2 dan tm2)...69.. dsbS. cos. . 030cos3= 3... sehingga tv2 -tv1 = 1 cm Kemiringan gigi muka.. . tm1 = .246402= 2. Kemiringan gigi belakang. = 85 -(85 -25) sin 15 .. dsbS= 47.21cos.

.15.....1230cos.. // 2 . lm2 = = 18.1230cos. bS.. cos. Baik batang horisontal (vertikal) maupun diagonal pada titik buhul itu diperlebar dengan menempatkan papan-papan pelebaran dikedua sisi batang asli.. yang menentukan ukuran adalah lm1 = 15 cm. lm tv . Hubungan antara batang asli yang horisontal (vertikal) dengan papan-papan sambungannya mudah diselesaikan.Panjang kayu muka. sebab sambungan itu merupakan sambungan desak. Panjang kayu belakang.26 cm Menurut lukisan dalam gambar 4.24640 bS.. ... = 12. 3. S1 S2 300 S = 5500 kg 4 33. cos. tm 52 . // 1 . Gigi rangkap. ..6 12 .14. lm1 = = 14..8 cm ~ 15 cm.14.. Sambungan gigi di perlebar menurut sudut luar h .6 Gambar 4. Untuk menempatkan pelebaran itu cukup digunakan beberapa baut lekat saja. . Gambar 4. = 12.30360 15 3 3. Sambungan Gigi Dengan Pelebaran.1 4.

Gaya tekan yang bekerja pada D1 sebesar S = 1150 kg dan merupakan beban permanen pada konstruksi terlindung. Pekerjaan dan perhitungan menjadi lebih sederhana. 2. cincin belah. D. Dengan mempertinggi batang mendatar besarnya tv dapat diperbesar hingga memenuhi syarat-syarat perhitungan. Batang D membentuk sudut 40 derajat terhadap batang H. Pada sebuah titik buhul konstruksi rangka untuk kuda-kuda. tv Gambar 4. adalah kayu muka akan menjadi terlalu besar. Kayu yang dipakai dari jeni s Meranti dengan berat jenis 0. sehingga disini tidak diperlukan pembuatan gigi (Gambar 4..5.16... berhubung besarnya jarak minimum yang dituntut oleh letaknya alat-alat sambung. Sebagai alat sambung dapat dipergunakan kokot.1 ton (tarik). diketahui batang D1 berukuran 2/12 cm dan batang horizontal berukuran 2 x 3/12 cm membentuk sudut 45 derajat dengan batang horizontal. Batang-batang mendatar dipertinggi sebesar tv menurut perhitungan. baut biasa. Rencanakan sambungan dengan menggunakan paku. Sambungan Gigi di Pertinggi. batang D (diagonal) 1 x 3/12 cm. bertemu 4 batang. Cukuplah sudah jika papan-papan tambahan itu dibuat bentuknya yang sesuai dengan giginya. h . Sambungan Gigi di Pertinggi.4. lm tm .. paku.16). . batang horison tal (H1 dan H2) masing-masing 2 x 3/12.5 ton (tekan) dan H1 = 2. Kejelekan dari pada cara ini. Pada sebuah titik buhul sebuah rangka batang. Konstr uksi 53 .. Alat-alat sambung itu harus dapat mendukung gaya mendatar H seluruhnya.. Gaya yang bekerja V = 0. dan sebagainya.. Soal Latihan Bab IV 1. uku ran batang V (vertikal) 1 x 3/12 cm.

V.. 5.70 membentuk sudut 400. Pada sebuah titik bertemu 4 buah batang kayu yakni H1. dengan //ds. Diminta sambungan dengan gigi. Gaya desak yang bekerja S = 8500 kg. Suatu batang tarik dari kayu Suren dengan Bj = 0. Sambungan tidak boleh menonjol kebawah karena akan dipasan g plafon.3. sudut . Ditentukan gaya batang diagonal 4200 kg. Batang V meneruskan gaya tarik 1.= 85 kg/cm2.5 ton yang disebabkan beban sementara. Batang tersebut harus disambung sesamanya dengan baut. = 25 kg/cm2. Konstruksi terlindung beban permanen.4 ton. Sudut sambungan 40 derajat. Hitung jumlah baut dan gambar penempatanny a dengan baik. 4. dan . berukuran 1 x 8/14 cm menahan gaya tarik sebesar 0. 3. Konstruksi terlindung beban pernmanen. Kayu yang dipakai kayu Meranti kela s kuat II.60).5 yang digunakan untuk rangka a tap dengan pembebanan permanen. Diminta dengan sambungan gigi (kalau perlu diperlebar). Batang kayu Danar dengan ukuran 8/16 cm dan 10/16 cm harus dihubungkan sesamanya dengan baut. D dan H2. Gaya yang diteruskan adalah 1. Ukuran batang keduanya adalah 16/16 cm. Selesaikan sambungan pada titik buhul tersebut dengan sambungan paku. 54 . Sambungan antara kaki kuda-kuda dengan balok tarik yang terbuat dari kayu kelas kuat II (Bj = 0. 7. Rencanakan sambungan batang V dan H dengan baut (batang D tidak dipersoalkan). 6. Rancang sambungan dengan gigi dan lenkapi dengan gambar. konstruksi terlindung dan beban permanen. . Suatu titik buhul kuda-kuda. Batang horisontal berukuran 1 x 8/14 cm dan bat ang vertikal 2 x 4/12 cm. Konstruksi tak terlindung. 8.terlindung dan beban permanen.ds. = 35 derajat. dengan ukuran batang mendatar dan batang diagonal dengan ukuran 14/16 cm dengan Bj = 0.175 ton. Rencanakan sambungan tersebut. jika dipakai kayu jenis Albizia dengan Bj = 0.

Jarak Tiap Kuda-Kuda 3 M 1. Sistem Kayu Kuda-Kuda. Kaso Lalu Reng Kuda-Kuda Langsung Reng 5. 4/10 . Pemasangan Kayu Dengan Gording & Kaso Tanpa Gording & Kaso 4. 8/15 4/7 . Ukuran Kayu 8/12 . Garansi Tidak Pasti 5 (Lima) Tahun Untuk Struktur Dan Anti Rayap 11. Gording. Perhitungan Struktur Kebiasaan Tukang Dihitung Dengan Komputer 12.2 M 2. 4/15 3. Pengerjaan Alat Manual Mesin Berpresisi Tinggi 55 . 4/12 . Kualitas Kayu Kurang Terjamin Karena Kadang Tidak Diserut Terjamin Karena Pasti Diserut 4 Sisi 9. Kubikasi Kayu Lebih Banyak Lebih Sedikit 7.Perbedaan Sistem Atap Konvensional Dengan Sistem Pryda : Keterangan Sistem Konvensional Sistem Pryda 1. Proses Pembuatan Lambat Sangat Cepat 8. Sambungan Kayu Di Cuak Disambung Paku Dan Baut Dipotong Lurus Disambung Dengan Pelat Pryda Baja 6. Sistem Anti Rayap Dicat / Dikuas / Disemprot Direndam 24 Jam Dengan Ccb (Chrom Copper Borron) 10.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful