P. 1
Jenis-jenis Layanan Bimbingan Dan Konseling

Jenis-jenis Layanan Bimbingan Dan Konseling

|Views: 3,513|Likes:
Published by Handi Agus Hidayat

More info:

Published by: Handi Agus Hidayat on May 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2013

pdf

text

original

JENIS-JENIS LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING MAKALAH Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah

Bimbingan dan Konseling Dosen : Euis Kurniati, S. Pd. M.Pd

disusun oleh : ADE UUN K. (0901960)

AGUS SALAM S. (0903995) EKA JATNIKA (0907265)

FACHRUL NUR H. (0902254) HANDI AGUS H. NERIS PERI A. (0908810) (0900689)

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2011

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penyusun panjatkan atas kehadirat Allah SWT, tuhan pencipta alam semesta. Atas rahmat dan hidayat-Nyalah penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Jenis-Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling” dalam bentuk yang sangat sederhana ini Makalah ini dibuat sebagai sarana untuk mempelajari salah satu materi dalam mata kuliah Bimbingan dan Konseling yang merupakan salah satu MKDP di jurusan Pendidikan Teknik Elektro FPTK UPI. Selain itu makalah ini juga diajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah tersebut. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan makalah ini semoga semua amal kebaikan kita dibalas oleh Allah SWT. Ungkapan tiada gading yang tak retak tentunya masih melekat pada diri penyusun. Oleh karena itu, penyusun sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat konstruktif dari semua pihak agar pada penyusunan selanjutnya bisa lebih baik lagi Penyusun harap makalah ini dapat memberikan manfaat terutama bagi penyusun dan umumnya bagi semua orang yang membacanya.

Bandung, Februari 2011

Penyusun

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR…………………………………….……………………….. i DAFTAR ISI.............................................................................................................. ii BAB I PENDAHULUAN……...………………………………………………… 1-3 A. Latar Belakang………………………………………………………...… 1-2 B. Rumusan Masalah………………...……………………………………….. 3 C. Tujuan Makalah…………………………………………………………… 3 D. Kegunaan Makalah………………………………………………………... 3 BAB II PEMBAHASAN…………………...………………...…………..…….. 413 A. Definisi Bimbingan dan Konseling.……………..…………….………… 4-5 B. Definisi Layanan Bimbingan dan Konseling…………,…………….….. 5-8 C. Jenis-Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling………...…..………... 9-11 D. Kegiatan Pendukung Layanan Bimbingan dan Konseling….……… 12-13 BAB III PENUTUP ...…………………………………………………………….. 14 A. Kesimpulan……………………………………………………...………… 14 B. Saran……………………………………………………...……………….. 14

BAB IV LAPORAN PRESENTASI………………………………………….. 15-16 A. Sesi Sanggahan……………………………………………………….…… 15 B. Sesi Diskusi…………………………………………………………...…… 16 DAFTAR PUSTAKA .…………………………………………………………… 17

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan diartikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Lebih lanjut, mengenai fungsi pendidikan dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Berdasarkan dua batasan di atas, maka pendidikan di Indonesia ini tidak hanya memprioritaskan perkembangan aspek kognitif atau pengetahuan peserta didik, namun juga tetapi perkembangan individu sebagai pribadi yang unik secara utuh. Oleh karena setiap satuan pendidikan harus memberikan layanan yang dapat memfasilitasi perkembangan pribadi siswa secara optimal berupa bimbingan dan konseling. Pemahaman mengenai apa dan bagaimana layanan bimbingan di sekolah mutlak diperlukan oleh pengawas. Hal ini merupakan bagian dari kompetensi supervisi manajerial yang harus dilakukannya terhadap setiap sekolah yang berada dalam lingkup binaannya. Pendidikan sebagai salah satu bentuk lingkungan bertanggung jawab dalam memberikan asuhan terhadap proses perkembangan individu. Bimbingan dan konseling akan merupakan bantuan individu di dalam memperoleh penyesuaian diri sesuai dengan tingkat perkembangannya. Dalam konsepsi tentang tugas perkembangan (developmental task) dikatakan bahwa setiap periode tertentu terdapat sejumlah tugas-tugas perkembangan yang harus diselesaikan.

Berhasil tidaknya individu dalam menyelesaikan tugas-tugas tersebut akan berpengaruh bagi perkembangan selanjutnya dalam penyesuaian dirinya di dalam masyarakat. Melalui layanan bimbingan dan konseling siswa dibantu agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya dengan baik. Pelayanan bimbingan dan konseling merupakan komponen pendidikan yg dapat membantu para siswa dlm proses perkembangannya. Pemahaman terhadap masalah perkembangan dengan prinsip-prinsipnya akan merupakan kebutuhan yang mendasar bagi pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Perlunya layanan bimbingan dan konseling di sekolah tidak terlepas kaitannya dengan beberapa aspek yang menjadi latar belakangnya, yaitu aspek sosial- kultural, pedagogis, dan psikologis. Latar belakang sosial-kultural berhubungan dengan masalah perkembangan sosial yang juga erat kaitannya dengan perkembangan kebudayaan khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan tersebut mempengaruhi sekolah sebagai lembaga pendidikan dan juga mempengaruhi siswa sebagai individu. Latar belakang pedagogis berhubungan dengan masalah hakikat pendidikan sebagai usaha mengembangkan kepribadian, dinamika dan perkembangan kepribadian, dan hakikat peranan guru sebagai pendidik. Hal itu berkaitan erat dengan perlunya layanan pribadi para siswa dalam upaya mencapai perkembangan optimal. Latar belakang psikologis, berhubungan dengan hakikat siswa sebagai pribadi yang unik, dinamik dan berkembang, dalam upaya mencapai perwujudan diri. Secara psikologis setiap siswa memerlukan adanya layanan yang bertitik tolak dari kondisi keunikan masing-masing. Ketiga hal di atas, menuntut adanya layanan bimbingan dan konseling sebagai salah satu unsur dalam keseluruhan pendidikan di sekolah.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

1. Apa yang dimaksud dengan bimbingan dan konseling? 2. Apa yang dimaksud dengan layanan bimbingan dan konseling? 3. Apa saja jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling? dan 4. Apa saja kegiatan pendukung layanan bimbingan dan konseling?

C. Tujuan Makalah Menilik pernyataan yang tertuang dalam rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Definisi bimbingan dan konseling, 2. Definisi layanan bimbingan dan konseling, 3. Jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling, dan 4. Kegiatan pendukung layanan bimbingan dan konseling.

D. Kegunaan Makalah Secara teoritis, makalah ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi pembaca tentang jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling. Secara praktis, makalah ini diharapkan dapat menambah pemahaman bagi pembaca, khususnya penyusun sendiri tentang jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling dan bisa dijadikan pedoman sebagai pendidik pada suatu saat nanti.

BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Bimbingan dan Konseling Bimbingan dan Konseling (BK) adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling (face to face) oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi konseli serta dapat memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki dan sarana yang ada, sehingga individu atau kelompok individu itu dapat memahami dirinya sendiri untuk mencapai perkembangan yang optimal, mandiri serta dapat merencanakan masa depan yang lebih baik untuk mencapai kesejahteraan hidup. Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan bisa berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, sosial, belajar maupun karier melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdaarkan norma-norma yang berlaku (SK Mendikbud No. 025/D/1995). Bimbingan dan konseling merupakan upaya proaktif dan sistematik dalam memfasilitasi individu mencapai tingkat perkembangan yang optimal,

pengembangan perilaku yang efektif, pengembangan lingkungan, dan peningkatan fungsi atau manfaat individu dalam lingkungannya. Semua perubahan perilaku tersebut merupakan proses perkembangan individu, yakni proses interaksi antara individu dengan lingkungan melalui interaksi yang sehat dan produktif. Bimbingan dan konseling memegang tugas dan tanggung jawab yang penting untuk mengembangkan lingkungan, membangun interaksi dinamis antara individu dengan lingkungan, membelajarkan individu untuk mengembangkan, merubah dan memperbaiki perilaku. Bimbingan dan konseling bukanlah kegiatan pembelajaran dalam konteks adegan mengajar yang layaknya dilakukan guru sebagai pembelajaran bidang studi, melainkan layanan ahli dalam konteks memandirikan peserta didik. (Naskah Akademik ABKIN, Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan

Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal, 2007). B. Definisi Layanan Bimbingan dan Konseling Para ahli mendefinisikan layanan bimbingan itu dengan cara yang bervariasi, namun selalu menunjukkan kepada hakikat, tujuan, dan prosedur yang serupa, yang secara ringkasnya dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. Layanan bimbingan (guidance services) merupakan bantuan yang diberikan kepada individu 2. Layanan bimbingan bertujuan agar yang bersangkutan dapat mencapai taraf perkembangan dan kebahagian secara optimal 3. Dengan layanan bimbingan, kita dapat menjalani proses

pengenalan, pemahaman, penerimaan, pengarahan, perwujudan, serta penyesuaian diri, baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap lingkungannya. Layanan bimbingan dan konseling merupakan proses pemberian bantuan yang diberikan kepada siswa secara terus menerus agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri, sehingga siswa sanggup mengarahkan dirinya sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Dengan adanya bimbingan dan konseling diharapkan dapat memberikan solusi bagi peserta didik di sekolah. Agar peserta didik menjadi lebih baik dari segi prilakunya. Layanan bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari pendidikan di Indonesia dalam upaya membantu siswa agar mencapai perkembangan yang optimal, sesuai dengan potensinya. Oleh karena itu, pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah menjadi tanggung jawab bersama antara personel sekolah, yaitu kepala sekolah, guru, konselor, dan pengawas. Kegiatan bimbingan dan konseling mencakup banyak spek dan saling kait mengkait, sehingga tidak memungkinkan jika layanan bimbingan dan konseling hanya menjadi tanggung jawab konselor saja (Soetjipto, 2004: 99). Sebagai sebuah layanan profesional, kegiatan layanan bimbingan dan konseling tidak bisa dilakukan secara sembarangan, namun harus berangkat dan

berpijak dari suatu landasan yang kokoh yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Dengan adanya pijakan yang jelas dan kokoh diharapkan pengembangan layanan bimbingan dan konseling, baik dalam tataran teoritik maupun praktek, dapat semakin lebih mantap dan bisa dipertanggungjawabkan serta mampu memberikan manfaat besar bagi kehidupan, khususnya bagi para penerima jasa layanan (klien). Secara khusus layanan BK diarahkan untuk membantu siswa agar berkembang menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, kreatif, produktif dan berperilaku jujur. Jadi, jika guru BK dapat berperan sesuai fungsi ini, maka guru tersebut sangat berkontribusi terhadap pembentukan karakter. Meskipun tentu saja pembentukan karakter siswa bukan hanya tugas guru BK. Layanan BK ditujukan pada 4 aspek perkembangan siswa, yaitu: 1. Aspek pribadi, layanan BK ditujukan agar siswa memiliki pemahaman diri, rasa percaya diri, harga diri, rasa tanggung jawab dan mampu membuat keputusan secara bijak. 2. Aspek sosial, layanan BK ditujukan untuk membantu siswa

mengembangkan hubungan antarpribadi , menghormati orang lain dan memiliki rasa tanggung jawab sosial kemasyarakatan . 3. Aspek pembelajaran, layanan BK ditujukan untuk membantu siswa agar menemukan cara belajar yang efektif dan dapat mencapai prestasi belajar sesuai dengan kemampuan dasarnya. 4. Aspek perkembangan karier, layanan BK ditujukan untuk membantu siswa mengenal ciri-ciri berbagai pekerjaan dan profesi yang ada, serta merencanakan karier berdasarkan minat dan kemampuannya. Merujuk pada UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, sebutan untuk guru pembimbing dimantapkan menjadi ‟Konselor.” Keberadaan konselor dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik, sejajar dengan kualifikasi guru, dosen, pamong belajar, tutor, widyaiswara, fasilitator dan instruktur (UU No. 20/2003, pasal 1 ayat 6). Pengakuan secara eksplisit dan kesejajaran posisi antara tenaga pendidik satu dengan yang lainnya tidak menghilangkan arti bahwa setiap tenaga pendidik,

termasuk konselor, memiliki konteks tugas, ekspektasi kinerja, dan setting layanan spesifik yang mengandung keunikan dan perbedaan. Dasar pertimbangan atau pemikiran tentang penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah, bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum, undang-undang atau ketentuan dari atas, namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas

perkembangannya secara optimal (menyangkut aspek fisik, emosi, intelektual, sosial, dan moral-spiritual). Dalam konteks tersebut, layanan bimbingan dan konseling di

Sekolah/Madrasah sangat dibutuhkan, karena banyaknya masalah peserta didik di Sekolah/Madrasah, besarnya kebutuhan peserta didik akan pengarahan diri dalam memilih dan mengambil keputusan, perlunya aturan yang memayungi layanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah, serta perbaikan tata kerja baik dalam aspek ketenagaan maupun manajemen. Pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah/madrasah merupakan usaha membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan pengembangan karir. Pelayanan Bimbingan dan Konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik, secara individual, kelompok dan atau klasikal, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan ini juga membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik. Layanan bimbingan dan konseling diharapkan membantu peserta didik dalam pengenalan diri, pengenalan lingkungan dan pengambilan keputusan, serta memberikan arahan terhadap perkembangan peserta didik; tidak hanya untuk peserta didik yang bermasalah tetapi untuk seluruh peserta didik. Layanan bimbingan dan konseling tidak terbatas pada peserta didik tertentu atau yang perlu „dipanggil‟ saja”, melainkan untuk seluruh peserta didik. Tujuan layanan bimbingan ialah agar siswa dapat :

1. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. 2. Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki peserta didik secara optimal. 3. Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. 4. Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, maupun lingkungan kerja. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, mereka harus mendapatkan kesempatan untuk : 1. Mengenal dan memahami potensi, kekuatan, dan tugas-tugas

perkembangannya. 2. Mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di

lingkungannya, 3. Mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut 4. Memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri. 5. Menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya, kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. 6. Menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. 7. Mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal.

C. Jenis-Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling Jenis-jenis layanan pada dasarnya merupakan operasionalisasi dari konsep bimbingan dan konseling dalam rangka memenuhi berbagai asas, prinsip, fungsi dan tujuan bimbingan dan konseling. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional saat ini terdapat tujuh jenis layanan. Namun sangat mungkin ke depannya akan semakin berkembang, baik dalam jenis layanan maupun kegiatan

pendukung. Para ahli bimbingan di Indonesia saat ini sudah mulai meluncurkan dua jenis layanan baru yaitu layanan konsultasi dan layanan mediasi. Namun, kedua jenis layanan ini belum dijadikan sebagai kebijakan formal dalam sistem pendidikan di sekolah.Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan diuraikan ketujuh jenis layanan bimbingan dan konseling yang saat ini diterapkan dalam pendidikan nasional. Jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling: 1. Layanan Orientasi Layanan orientasi merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu, sekurang-kurangnya diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu pada setiap awal semester. Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai, yang berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman. 2. Layanan Informasi Layanan informasi adalah layanan yang memungkinan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi (seperti : informasi diri, sosial, belajar, pergaulan, karier, pendidikan lanjutan). Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik agar dapat mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu, dalam bidang pribadi, sosial, belajar maupun karier berdasarkan informasi yang diperolehnya yang memadai. Layanan informasi pun berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.

3. Layanan Pembelajaran Layanan pembelajaran merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai materi belajar atau penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Layanan pembelajaran berfungsi untuk pengembangan.

4. Layanan Penempatan dan Penyaluran Layanan penempatan dan penyaluran merupakan layanan yang

memungkinan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, kegiatan ko/ekstra kurikuler sesuai dengan potensi, bakat, minat erta kondisi pribadinya, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan segenap bakat, minat dan segenap potensi lainnya. Layanan penempatan dan penyaluran berfungsi untuk pengembangan. 5. Layanan Penguasaan Konten Layanan penguasaan konten merupakan layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat. 6. Layanan Konseling Perorangan Layanan konseling perorangan merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) dengan guru pembimbing untuk membahas dan mengentaskan permasalahan yang dihadapinya dan perkembangan dirinya. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar peserta didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. Layanan konseling perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi. 7. Layanan Bimbingan Kelompok Layanan bimbingan kelompok merupakan layanan yang memungkinan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, baik sebagai individu maupun sebagai pelajar, kegiatan belajar, karir/jabatan, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. Layanan bimbingan kelompok berfungsi untuk pemahaman dan pengembangan. 8. Layanan Konseling Kelompok Layanan konseling kelompok merupakan layanan yang memungkinan peserta didik (masing-masing anggota kelompok) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok.

Masalah yang dibahas itu adalah maalah-masalah pribadi yang dialami oleh masing-masing anggota kelompok. Layanan konseling kelompok berfungsi untuk pengentasan dan advokasi. 9. Layanan Konsultasi Layanan Konsultasi merupakan layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. Pengertian konsultasi dalam program BK adalah sebagai suatu proses penyediaan bantuan teknis untuk konselor, orang tua, administrator dan konselor lainnya dalam mengidentifikasi dan memperbaiki masalah yang membatasi efektivitas peserta didik atau sekolah konseling atau psikoterapi sebab konsultasi tidak merupakan layanan yang langsung ditujukan kepada klien, tetapi secara tidak langsung melayani klien melalui bantuan yang diberikan orang lain. 10. Layanan Mediasi Layanan mediasi merupakan layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan ataupun perselisihan dan memperbaiki hubungan antar peserta didik dengan konselor sebagai mediator.

D. Kegiatan Pendukung Layanan Bimbingan dan Konseling Untuk menunjang kelancaran pemberian layanan-layanan bimbingan dan konseling seperti yang telah dikemukakan di atas, maka perlu dilaksanakan berbagai kegiatan pendukung,yang mencakup : 1. Aplikasi Instrumentasi Aplikasi instrumentasi adalah kegiatan pendukung bimbingan dan konseling untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang diri peserta didik (klien), keterangan tentang lingkungan peserta didik dan lingkungan yang lebih luas. Pengumpulan data ini dapat dilakukan denagn berbagai cara melalui instrumen baik tes maupun nontes. Dengan tujuan untuk memahami peserta didik dengan segala karakteristiknya dan memahami karakteristik lingkungan. 2. Himpunan Data

Himpunan Data merupakan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling untuk menghimpun seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan peserta didik (klien). Himpunan data perlu dielenggarakan secara berkelanjutan, sistematik, komprehensif, terpadu, dan sifatnya tertutup. 3. Konferensi Kasus Konferensi kasus merupakan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling untuk membahas permasalahan yang dialami oleh peserta didik (klien) dalam suatu forum pertemuan yang dihadiri oleh berbagai pihak yang diharapkan dapat memberikan bahan, keterangan, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan tersebut. Pertemuan konferensi kasus bersifat terbatas dan tertutup. Tujuan konferensi kasus adalah untuk memperoleh keterangan dan membangun komitmen dari pihak yang terkait dan memiliki pengaruh kuat terhadap klien dalam rangka pengentasan permasalahan klien. 4. Kunjungan Rumah Kunjungan rumah merupakan kegiatan untuk memperoleh data,

keterangan, kemudahan, dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik melalui kunjungan rumah klien. Kerja sama dengan orang tua sangat diperlukan, dengan tujuan untuk memperoleh keterangan dan membangun komitmen dari pihak orang tua/keluarga untuk mengentaskan permasalahan klien. Kegiatan ini memerlukan kerjasama yang penuh dari orang tua dan anggota keluarga klien yang lainnya. 5. Alih Tangan Kasus Alih tangan kasus merupakan kegiatan untuk untuk memperoleh penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas permasalahan yang dialami peserta didik dengan memindahkan penanganan kasus ke pihak lain yang lebih kompeten, seperti kepada guru mata pelajaran atau konselor, dokter serta ahli lainnya, dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas permasalahan yang dihadapinya melalui pihak yang lebih kompeten. Kegiatan ini memerlukan kerjasama yang erat dan amntap antara berbagi pihak yang dapat memberikan bantuan dan atas penanganan masalah tersebut (terutama kerjasama dari ahli lain tempat kasus itu dialihtangankan).

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Layanan bimbingan dan konseling merupakan proses pemberian bantuan yang diberikan kepada siswa secara terus menerus agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri dan siswa dapat mencapai perkembangan yang optimal, sesuai dengan potensinya sehingga siswa sanggup mengarahkan dirinya sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Sejalan dengan visi tersebut, maka misi bimbingan dan konseling harus membantu memudahkan siswa mengembangkan seluruh aspek kepribadiannya seoptimal mungkin, sehingga terwujud siswa yang tangguh menghadapi masa kini dan masa mendatang. Layanan bimbingan dan konseling merupakan bagian yang integral dari keseluruhan proses pendidikan di sekolah. Oleh karena itu, pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah menjadi tanggung jawab bersama antara personel sekolah, yaitu kepala sekolah, guru, konselor, dan pengawas. Kegiatan bimbingan dan konseling mencakup banyak spek dan saling kait mengkait, sehingga tidak memungkinkan jika layanan bimbingan dan konseling hanya menjadi tanggung jawab konselor saja (Soetjipto, 2004: 99). B. Saran Selaku pendidik yang langsung bersinggungan ataupun berinteraksi dengan peserta didik, diharuskan untuk menguasai dan memahami ilmu tentang bimbingan dan konseling meskipun bukan bertindak sebagai guru BK. Dan untuk guru BK harus sebisa mungkin menjadi teman curhat dan tempat berkonsultasi peserta didik.

BAB IV LAPORAN PRESENTASI A. Sesi Sanggahan Sanggahan dari kelompok lima: 1. Mengapa dalam layanan informasi hanya diprioritaskan individu yang bermasalah? 2. Dalam layanan penempatan dan penyaluran, diperlukan penelusuran informasi. Penjelasan dari kelompok empat: 1. Layanan informasi tidak hanya dikhususkan untuk individu bermasalah saja. Tetapi dimungkinkan juga untuk individu-individu yang tidak bermasalah namun juga memerlukan sebuah tempat untuk

mengkonsultasikan mengenai kepribadian atau lain sebagainya. (Handi Agus H.) Layanan informasi memang memberikan berbagai info atau data mengenai seseorang, baik itu yang bermasalah ataupun

tidak,Informasi ini bisa mengenai kekurangan maupun kelebihan dari seseorang tersebut. Sehinga apabila ia menghadapi suatu masalah, ia bisa mengidentifikasi dimana letak kesalahan dan dapat

menyelesaikannya masalah tersebut dengan berbagai keunggulan yang dimiliknya. (Neris Peri A.) 2. Memang untuk menempatkan atau menyalurkan seseorang harus sesuai minat dan bakatnya, yang diperoleh melalui layanan informasi. Jadi sebelum proses layanan penempatan dan penyaluran dilakukan ada tahap layanan informasi yang mesti dilaksanakan, sehingga sebelum menempatkan dan menyalurkan konseli ke suatu jurusan ataupun instansi, konselor sudah mengetahui mengenai berbagai informasi tentang konseli. (Handi Agus H.) B. Sesi Diskusi Pertanyaan:

1. Mengapa dalam setiap jenis dan layanan bimbingan konseling selalu memakai kata “ memungkinkan”? 2. Jenis layanan apa yang diperlukan untuk siswa yang berada dalam kelas akselerasi? Penjelasan: 1. Itu hanya penggunaan bahasa Indonesia yang tidak disangkut-pautkan dengan kata “mungkin” yang berarti tidak pasti. Memungkinkan disini memliki arti adalah tempat yang bisa terjadinya suatu jenis layanan bimbingan dan konseling. (Fachrul Nur Hafid) 2. Jenis layanan bimbingan konseling yang memungkinkan untuk siswa yang mengalami kurangnya sosialisasi dengan lingkungan sekitar yang dikarenakan berada dalam kelas akselerasi ialah jenis layanan orientasi. Karena sesuai dengan tujuan dari layanan orientasi, yakni adanya penyesuaian dan adaptasi dari peserta didik terhadap lingkungan yang baru. (Eka Jatnika)

DAFTAR PUSTAKA Dharmawan, A. (2004). Kepribadian siswa. Bandung: Binacipta.

Suwarsono, Alvin Y.S.O. (2005). Bimbingan konseling dalam pembentukan kepribadan siswa. Jakarta: LP3ES. Syamsuddin Makmun, Abin. (2003). Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Rosda Karya Remaja. -. (2011). Bimbingan dan Konseling, [Online]. Tersedia:

http://www.a741k.web44.net/BIMBINGAN%20DAN%20KONSELING.htm. [15 Februari 2011] -. (2011). Jenis-Jenis Layanan Bimbingan Dan Konseling [Online]. Tersedia: http://sarkomkar.blogspot.com/2009/02/jenis-jenis-layanan-bimbingan-dan.html. [15 Februari 2011] -. (2011). Pengertian Bimbingan dan Konseling [Online]. Tersedia:

http://ilmupsikologi.wordpress.com/2009/12/31/pengertian-bimbingan-dankonseling/. [15 Februari 2011] Ditjen PMPTK. (2008). Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Depdiknas

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->