PENGERTIAN WAKALAH

Wakalah itu berarti perlindungan (al-hifzh), pencukupan (al-kifayah), tanggungan (aldhamah), atau pendelegasian (al-tafwidh), yang diartikan juga dengan memberikan kuasa atau mewakilkan. Adapula pengertian-pengertian lain dari Wakalah yaitu: 1. Wakalah atau wikalah yang berarti penyerahan, pendelegasian, atau pemberian mandat. 2. Wakalah adalah pelimpahan kekuasaan oleh seseorang sebagai pihak pertama kepada orang lain sebagai pihak kedua dalam hal-hal yang diwakilkan (dalam hal ini pihak kedua) hanya melaksanakan sesuatu sebatas kuasa atau wewenang yang diberikan oleh pihak pertama, namun apabila kuasa itu telah dilaksanakan sesuai yang disyaratkan, maka semua resiko dan tanggung jawab atas dilaksanakan perintah tersebut sepenuhnya menjadi pihak pertama atau pemberi kuasa.

RUKUN DAN SYARAT-SYARAT DALAM WAKALAH

Menurut jumhur ulama, berpendirian bahwa rukun dan syarat Wakalah itu adalah sebagai berikut: Dalam akad Wakalah beberapa rukun dan syarat harus dipenuhi agar akad ini menjadi sah: 1. Orang yang mewakilkan (Al-Muwakkil) o Pemberi kuasa memiliki hak untuk bertasharruf pada bidang-bidang yang didelegasikannya. o Pemberi kuasa itu sudah cakap bertindak atau mukallaf. 2. Orang yang diwakilkan. (Al-Wakil) o Penerima kuasa perlu cakap hukum. o Penerima kuasa mampu menjalankan amanah 3. Obyek yang diwakilkan. o Boleh menguasakan sesuatu yang bersifat ibadah maliyah seperti membayar zakat, sedekah, dan sejenisnya. o Obyek yang akan diwakilkan tidak boleh melanggar Syari’ah Islam. 4. Shighat o Perjanjian antara pemberi kuasa dengan penerima kuasa. o Isi berupa pendelegasian dari pemberi kuasa kepada penerima kuasa o Tugas penerima kuasa oleh pemberi kuasa perlu dijelaskan untuk dan atas pemberi kuasa melakukan sesuatu tindakan tertentu.

FATWA MUI WAKALAH

Seiring dengan berkembangnya institusi keuangan Islam di Indonesia, maka suatu aturan hukum turut pula dikembangkan untuk melegalisasi serta melindungi akad-akad yang sesuai Syari’ah Islam diterapkan dalam Sistem Keuangan Islam di Indonesia. Maka dari

itu, Dewan Syari’ah Nasional – Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa NO: 10/DSN-MUI/IV/2000. Fatwa ini ditetapkan pada saat Rapat Pleno Dewan Syari’ah Nasional (8 Muharram 1421 H./13 April 2000) yang menetapkan: 1. Ketentuan Wakalah. 2. Rukun dan Syarat Wakalah 3. Aturan terjadinya perselisihan

APLIKASI WAKALAH DALAM INSTITUSI KEUANGAN

Akad Wakalah dapat diaplikasikan ke dalam berbagai bidang, termasuk dalam bidang ekonomi, terutama dalam institusi keuangan: 1. Transfer Uang

Proses transfer uang ini adalah proses yang menggunakan konsep akad Wakalah, dimana prosesnya diawali dengan adanya permintaan nasabah sebagai Al-Muwakkil terhadap bank sebagai Al-Wakil untuk melakukan perintah/permintaan kepada bank untuk mentransfer sejumlah uang kepada rekening orang lain, kemudian bank mendebet rekening nasabah (Jika transfer dari rekening ke rekening), dan proses yang terakhir yaitu dimana bank mengkreditkan sejumlah dana kepada kepada rekening tujuan. Berikut adalah beberapa contoh proses dalam transfer uang ini: 1. 1. Wesel Pos

Pada proses wesel pos, uang tunai diberikan secara langsung dari Al-Muwakkil kepada AlWakil, dan Al-Wakil memberikan uangnya secara langsung kepada nasabah yang dituju. Berikut adalah proses pentransferan uang dalam Wesel Pos. 1. 2. Transfer uang melalui cabang suatu bank

Dalam proses ini, Al-Muwakkil memberikan uangnya secara tunai kepada bank yang merupakan Al-Wakil, namun bank tidak memberikannya secara langsung kepada nasabah yang dikirim. Tetapi bank mengirimkannya kepada rekening nasabah yang dituju tersebut. Berikut adalah proses pentrasferan uang melalui cabang sebuah bank. 1. 3. Transfer melalui ATM

Kemudian ada juga proses transfer uang dimana pendelegasian untuk mengirimkan uang, tidak secara langsung uangnya diberikan dari Al-Muwakkil kepada bank sebagai Al-Wakil. Dalam model ini, Nasabah Al-Muwakkil meminta bank untuk mendebet rekening tabungannya, dan kemudian meminta bank untuk menambahkan di rekening nasabah yang

Importir dan Bank melakukan akad Wakalah bil Ujrah untuk pengurusan dokumendokumen transaksi impor.dituju sebesar pengurangan pada rekeningnya sendiri. dengan ketentuan: 1. Besar ujrah harus disepakati diawal dan dinyatakan dalam bentuk nominal. Letter Of Credit Import Syariah Akad untuk transaksi Letter of Credit Import Syariah ini menggunakan akad Wakalah Bil Ujrah. Importir harus memiliki dana pada bank sebesar harga pembayaran barang yang diimpor. 3. 2. Hal ini sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor: 34/DSNMUI/IX/2002. 3. 2. Importir dan Bank melakukan akad Wakalah bil Ujrah untuk pengurusan dokumendokumen transaksi impor. Yang sangat sering terjadi saat ini adalah proses yang ketiga ini. bukan dalam bentuk prosentase. Importir dan Bank melakukan akad Wakalah untuk pengurusan dokumen-dokumen transaksi impor. Importir tidak memiliki dana cukup pada bank untuk pembayaran harga barang yang diimpor. • Akad Wakalah bil Ujrah dengan ketentuan: 1. dengan ketentuan: 1. Akad Wakalah bil Ujrah ini memiliki definisi dimana nasabah memberikan kuasa kepada bank dengan imbalan pemberian ujrah atau fee. bukan dalam bentuk prosentase. Nasabah melakukan akad wakalah bil ujrah kepada bank untuk melakukan pengurusan dokumen dan pembayaran. 2. Importir tidak memiliki dana cukup pada bank untuk pembayaran harga barang yang diimpor. Bank dan importir melakukan akad Mudharabah. • Akad Wakalah bil Ujrah dan Hawalah. Bank memberikan dana talangan (qardh) kepada importir untuk pelunasan pembayaran barang impor. • Akad Wakalah bil Ujrah dan Mudharabah. • Akad Wakalah bil Ujrah dan Qardh dengan ketentuan: 1. dimana bank bertindak selaku shahibul mal menyerahkan modal kepada importir sebesar harga barang yang diimpor. 2. 4. Besar ujrah harus disepakati di awal dan dinyatakan dalam bentuk nominal. dimana nasabah bisa melakukan transfer sendiri melalui mesin ATM. 2. Namun ada beberapa modifikasi dalam akad ini sesuai dengan sutuasi yang terjadi. .

Besar ujrah harus disepakati di awal dan dinyatakan dalam bentuk nominal. Bank melakukan pengurusan dokumen-dokumen ekspor. Bank melakukan penagihan (collection) kepada bank penerbit L/C (issuing bank). 4. Akad Wakalah ini memiliki definisi dimana bank menerbitkan surat pernyataan akan membayar kepada eksportir untuk memfasilitasi perdagangan eksport. • Akad Wakalah bil Ujrah dan Mudharabah dengan ketentuan: 1. 5. bukan dalam bentuk presentase. tidak dibolehkan adanya keterkaitan (ta’alluq). Bank melakukan penagihan (collection) kepada bank penerbit L/C (issuing bank). 3. Besar ujrah harus disepakati di awal dan dinyatakan dalam bentuk nominal. 3. 6. 2. Bank memberikan dana talangan (Qardh) kepada nasabah eksportir sebesar harga barang ekspor. 3. pengembalian dana mudharabah. . Bank melakukan penagihan (collection) kepada bank penerbit L/C (issuing bank). 3. Antara akad Wakalah bil Ujrah dan akad Qardh. Letter Of Credit Eksport Syariah Akad untuk transaksi Letter of Credit Eksport Syariah ini menggunakan akad Wakalah. Pembayaran oleh bank penerbit L/C dapat dilakukan pada saat dokumen diterima (at sight) atau pada saat jatuh tempo (usance). • Akad Wakalah bil Ujrah dengan ketentuan: 1. Besar ujrah harus disepakati di awal dan dinyatakan dalam bentuk nominal. Namun ada beberapa modifikasi dalam akad ini sesuai dengan sutuasi yang terjadi. Besar ujrah harus disepakati di awal dan dinyatakan dalam bentuk nominal. bukan dalam presentase. bukan dalam bentuk presentase. dan pembayaran bagi hasil. Hutang kepada eksportir dialihkan oleh importir menjadi hutang kepada Bank dengan meminta bank membayar kepada eksportir senilai barang yang diimpor.3. bukan dalam bentuk presentase. 4. • Akad Wakalah bil Ujrah dan Qardh dengan ketentuan: 1. 2. Pembayaran dari bank penerbit L/C (issuing bank) dapat digunakan untuk Pembayaran ujrah. 4. 6. 5. Pembayaran ujrah dapat diambil dari dana talangan sesuai kesepakatan dalam akad. Hal ini sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor: 35/DSN-MUI/IX/2002. 2. Bank memberikan kepada eksportir seluruh dana yang dibutuhkan dalam proses produksi barang ekspor yang dipesan oleh importir. Bank melakukan pengurusan dokumen-dokumen ekspor. Bank melakukan pengurusan dokumen-dokumen ekspor. selanjutnya dibayarkan kepada eksportir setelah dikurangi ujrah.

4. Hal ini sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor: 52/DSN-MUI/III/2006. Dalam model ini. Akad Wakalah ini memiliki definisi dimana bank memberikan kuasa kepada nasabah untuk melakukan transaksi yang diperlukan. Pembiayaan Rekening Koran Syariah Akad untuk transaksi pembiayaan rekening koran syariah ini menggunakan akad Wakalah. Hal ini sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor: 20/DSNMUI/IV/2001. Hilangnya kekuasaan atau hak pemberi kuasa atau sesuatu obyek yang dikuasakan. 6. 2. Akad Wakalah bil Ujrah ini memiliki definisi dimana pemegang polis memberikan kuasa kepada pihak asuransi untuk menyimpannya ke dalam tabungan maupun ke dalam non-tabungan. Bila maksud yang terkandung dalam akad Wakalah sudah selesai pelaksanaannya atau dihentikan. 2011 by aprizal27 Kafalah • PENGERTIAN AL-KAFALAH . Bila salah satu pihak yang berakad Wakalah itu gila. 3. 5. Akad Wakalah ini memiliki definisi dimana pemilik modal memberikan kuasa kepada manajer investasi agar memiliki kewenangan untuk menginvestasikan dana dari pemilik modal. Diputuskannya Wakalah tersebut oleh salah satu pihak yang berWakalah baik pihak pemberi kuasa ataupun pihak yang menerima kuasa. Hal ini sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor: 30/DSN/VI/2002. Asuransi Syariah Akad untuk Asuransi syariah ini menggunakan akad Wakalah bil Ujrah. pihak asuransi berperan sebagai Al-Wakil dan pemegang polis sebagai Al-Muwakil. Filed under Uncategorized | Tinggalkan Komentar Des2 Kafalah Posted on Desember 2.4. Investasi Reksadana Syariah Akad untuk transaksi Investasi Reksadana Syariah ini menggunakan akad Wakalah dan Mudharabah. • BERAKHIRNYA WAKALAH Yang menyebabkan Wakalah menjadi batal atau berakhir adalah: 1.

Harus merupakan piutang mengikat. jumlah dan spesifikasinya 5. maka penyelesaiannya dilakukan melalui Badan Arbitrasi Syariah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah. Berakal sehat 4. Kafalah bin-Nafs. 3. Diketahui identitasnya 2. Dapat hadir pada waktu akad atau memberikan kuasa 3. Pernyataan ijab dan qabul harus dinyatakan oleh para pihak untuk menunjukkan kehendak mereka mengadakan kontrak (akad). Tidak bertentangan dengan syariah. baik berupa benda. 2. yaitu merupakan akad memberikan jaminan atas diri . atau pekerjaan. Pihak orang yang berutang (Makful ‘anhu) 1. Dikenal oleh penjamin. • JENIS AL-KAFALAH 1. Bisa dilaksanakan oleh penjamin 3. Dalam pengertian lain. Sanggup menyerahkan tanggungannya (piutang( kepada penjamin 2. penjamin dapat menerima imbalan (fee) sepanjang tidak memberatkan. uang. yang tidak mungkin hapus kecuali setelah dibayar atau dibebaskan 4. Dalam akad kafalah. Pihak yang berpiutang (Makful Lahu) 1. Kafalah dengan imbalan bersifat mengikat dan tidak boleh dibatalkan secara sepihak. • KETENTUAN UMUM KAFALAH 1. Pihak penjamin (Kafiil) 1. 2. • RUKUN DAN SYARAT KAFALAH 1. Merupakan tanggungan pihak/orang yang berutang. Jika salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya atau jika terjadi perselisihan diantara para pihak. Harus jelas nilai. 3. kafalah juga berarti mengalihkan tanggung jawab seseorang yang dijamin dengan berpegang pada tanggung jawab seseorang yang dijamin dengan berpegang pada tanggung jawab orang lain sebagai penjamin. Obyek penjaminan (Makful bihi) 1. Baligh dan berakal sehat 2. Berhak penuh untuk melakukan tindakan hukum dalam urusan hartanya dan rela (ridha) dengan tanggungan kafalah tersebut.Merupakan jaminan yang diberikan oleh penanggung (Kafil) kepada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung. 2.

Charge card 1. . Charge Card adalah fasilitas kartu talangan yang dipergunakan oleh pemegang kartu sebagai alat bayar atau pengambilan uang tunai pada tempat-tempat tertentu yang harus dibayar lunas kepada pihak yang memberikan talangan pada waktu yang telah ditetapkan. Kafalah bit-Taslim. Kafalah al-Munjazah. Mantenance Bond adalah bank garansi yang diberikan kepada kontraktor. Advance Payment Bond adalah bank garansi jaminan uang muka. Bank Garansi untuk tender adalah bank garansi yang diberikan kepada kontraktor yang mengikuti prosedur proyek atau pelelangan biasanya diberikan 1% – 3% dari nilai proyek yang dibiayai yang bersifat non cash loan. sehingga perlu dilakukan pemeliharaan proyek sebagai jaminan apabila selama kurun waktu tertentu proyek tersebut tidak bermasalah. atau bisa juga meminta bank garansi mentenance bond. biasanya para bohweer menggunakan retention fee yakni uang diblokir sebesar 15% – 20%. dimana kontraktor tersebut harus mengeluarkan uang muka sebagai bukti kesanggupan dan kecukupan modal dalam mengerjakan proyek sehingga kontraktor tidak hanya mengharapkan turunnya invoice atau pembayaran dari bohweer. 5. • Jenis bank garansi • • • • Bank Garansi Keagenan adalah bukti asli surat permintaan bank garansi yang ditandatangani oleeh pihak berwenang dari perusahaan (distributor) yang meminta adanya bank garansi. A. dimana kontraktor tersebut telah memenangkan proyek dan sedang menjalankan proyek tersebut biasanya setoran tunai untuk blokir atau ke setoran bank garansi sebesar 10% – 30%. pada waktu masa sewa berakhir. 1. biasanya diberika 1% – 5% dari nilai proyek yang dibiayai. Performance Bond adalah bank garansi yang diberikan kepada kontraktor. yaitu merupakan jaminan pembayaran baran atau pelunasan utang. bisa juga di cover dengan jaminan fixed asset lainnya.2. kafalah ini biasa dilakukan unutk menjamin pengembalian atas barang yang disewa. dan juga bersifat non cash loan. Kafalah bil-Maal. Kafalah al-Muallaqah. 4. dimana kontraktor tersebut telah menyelesaikan proyek. 3. merupakan penyederhanaan dari kafalah al-munajazah • APLIKASI KAFALAH DALAM INSTITUSI KEUANGAN 1. Bank garansi Bank garansi adalah jaminan yang diberikan oleh bank kepada pihak ketiga penerima jaminan atas pemenuhan kewajiban tertentu nasabah bank selaku pihak yang dijamin kepada pihak ketiga. B. yaitu merupakan jaminan mutlak yang tidak dibatasi oleh jangka waktu dan untuk kepentingan/tujuan tertentu. misal bank garansi untuk agen produk X.

2011 by aprizal27 Hawalah • PENGERTIAN HAWALAH Hawalah menurut etimologi berarti pengalihan. Dengan demikian. haknya dapat terpenuhi. Dan. Bersabda. 2. Dalam istilah para ulama. Oleh sebab itu. hal ini merupakan pemindahan beban utang dari muhil (orang yang berhutang) menjadi tanggungan muhal’alaih atau orang yang berkewajiban membayar utang. Ijma Ulama sepakat membolehkan hawalah. hawalah harus pada uang atau kewajiban finansial. Hawalah dibolehkan pada utang yang tidak berbentuk barang/benda karena hawalah adalah perpindahan utang. Imam bukhari dan muslim meriwayatkan dai abu hurairah bahwa Rasulullah saw. jika orang yang berutang meng-hawalah-kan kepada orang yang mampu/kaya. rasulullah memberitahukan kepada orang yang mengutangkan. • LANDASAN DAN DASAR HUKUM SYARIAH HAWALAH Sunnah 1. 1. utang dari orang yang berhutang kepada orang lain yang wajib menanggungnya.” Pada hadits tersebut. • RUKUN HAWALAH Menurut madzhab Hanafi rukun hawalah ada dua yaitu ijab yang diucapkan oleh Muhil dan qobul yang diucapkan oleh Muhal dan Muhal’alaih. hendaklah ia menerima hawalah tersebut dan hendaklah ia menagih kepada orang yang di-hawalah-kan (muhal’alaih). ( ‫)مطل الغنى ظلم فاذاأتبع أحدكم على ملي فليتبع‬ ْ َ ْ َ ْ َ ّ ََ َِ ْ ُ ُ َ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ٌ ْ ُ ّ ِ َ ْ ُ ْ َ “menunda pembayaran bagi orang yang mampu adalah sebuh kedzaliman. jika salah seorang dari kamu diikutkan (di-hawalahkan) kepada oang yang mampu/kaya maka terimalah hawalah itu. 1. Sedangkan menurut jumhur ulama rukun hawalah ada enam macam yaitu: .Filed under Uncategorized | Tinggalkan Komentar Okt25 Hawalah Posted on Oktober 25.

Ditinjau Dari Segi Objeknya Akad hawalah ditinjau dari segi jenis objeknya dibagi menjadi dua bagian. 2. Muhal (orang yang dipindahkan hak penagihannya kepada orang lain yaitu orang yang mempunyai piutang). yaitu pemindahan sebagai ganti dai pembayaran hutang muhil (pihak yang berhutang/pihak yang pertama) kepada muhal/pihak kedua (pemindahan syarat). 1. yaitu apabila yang dipindahkan itu kewajiban untuk membayar hutang (pemindahan utang/ kewajiban). Muhal’alaih (orang yang dipindahkan kepadanya objek penagihan). Hawalah Al-Haqq. Hawalah Al-Muqayyadah. Muhil (orang yang memindahkan penagihan yaitu orang yang berhutang). 2. Muhal bih (hak yang dipindahkan yaitu hutang). 5. yaitu: 1. Dewan Syari’ah Nasional – Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa No: 12/DSN-MUI/IV/2000 tentang Hawalah disebutkan bahwa pernyataan ijab dan qabul harus dinyatakan oleh para pihak untuk menunjukkan kehendak mereka dalam mengadakan kontrak (akad) • MANFAAT HAWALAH Akad hawalah dapat memberikan banyak sekali manfaat dan keuntungan. Akad hawalah ditinjau dari segi jenis akadnya dibagi menjadi dua. 1. • FATWA MUI HAWALAH Seiring dengan berkembangnya institusi keuangan Islam di Indonesia. 3. yaitu apabila yang dipindahkan itu merupakan hak menuntut utang. Tersedianya talangan dana untuk hibah bagi yang membutuhkan . maka suatu aturan hukum turut pula dikembangkan untuk melegalisasi serta melindungi akad-akad yang sesuai Syari’ah Islam diterapkan dalam Sistem Keuangan Islam di Indonesia. Dimana muhil tidak memiliki utang – piutang dengan muhil’alaih. Memungkinkan penyelesaian utang dan piutang dengan cepat dan simultan 2. Piutang Muhil pada Muhal alaih. 4. diantaranya: 1. Dimana muhil memiliki utang – piutang dengan muhal’alaih 2. Maka dari itu. Hawalah Ad-Dayn. 6. 2. yaitu pemindahan utang yang tidak ditegaskan sebagai ganti rugi dari pembayaran hutang muhil (pihak pertama) kepada muhal/pihak kedua (pemindahan mutlak). Hawalah Al-Muthlaqoh.1. yaitu: 1. Shighot. • JENIS-JENIS HAWALAH Ditinjau Dari Segi Jenis Akad 1.

4. Hanya saja. Salah satu pihak yang sedang melakukan akad itu membatalkan akad hawalah sebelum akad itu berlaku secara tetap. 1. Bill discounting Secara prinsip. bill discounting serupa dengan hawalah.3. 2. Filed under Uncategorized | Tinggalkan Komentar Okt20 . sedangkan pihak ketiga merupakan ahli waris yang mewarisi harta pihak kedua. Pihak kedua wafat. • BERAKHIRNYA AKAD HIWALAH Akad hiwalah dapat berakhir karena beberapa sebab. Pihak ketiga melunasi hutang yang dialihkan itu kepada pihak kedua. diantaranya sebagai berikut: 1. Factoring Yang dimaksud dengan Anjak Piutang Secara syariah adalah pengalihan penyelesaian piutang atau tagihan jangka pendek dari pihak yang berpiutang kepada pihak lain yang kemudian menagih piutang tersebut kepada pihak yang berutang atau pihak yang ditunjuk oleh pihak yang berutang sesuai prinsip syariah. dalam bill discounting. Pihak kedua menghibahkan atau menyedekahkan harta yang merupakan hutang dalam akad hiwalah tersebut kepada pihak ketiga. 3. 1. • APLIKASI HAWALAH DALAM PERBANKAN Kontrak hawalah dalam perbankan biasanya diterapkan pada hal-hal berikut: 1. Dapat menjadi salah satu fee-based income/ sumber pendapatan non pembiayaan bagi bank syariah. Nasabah harus membayar fee. maka pihak kedua berhak menuntut pembayaran hutang kepada pihak pertama. 2. 3. Post dated check Yaitu dimana bank bertindak sebagai juru tagih. tanpa membayarkan dulu piutang tersebut. Adapun resiko yang harus diwaspadai dari kontrak hawalah yaitu adanya kecurangan nasabah dengan memberi invoice palsu atau ingkar janji dalam memenuhi kewajiban hawalah ke bank. Demikian pula hak pertama kepada pihak ketiga. 1. sedangkan pembahasan fee tidak didapati dalam kontrak hawalah.

Bank Syariah memiliki kebebasan penuh untuk menginvestasikan dana ini ke berbagai sektor bisnis yang diperkirakan akan memperoleh keuntungan. Mudharabah Mutlaqah (Unrestricted Investmen Account. yakni : 1. Bank syariah dalam kapasitasnya sebagai wali amanah. RIA) 1. temasuk melakukan akad mudharabah dengan pihak ketiga. termasuk tanggal tutup buku. Dalam menghitung bagi hasil deposito Mudharabah Mutlaqah (URIA) basis perhitungan adalah hari bagi hasil sebenarnya. Dari hasil pengelolaan dana mudharabah. Mudharabah Mutlaqah (Unrestricted Investmen Account. Adapun dalam hal ini.Deposito Syariah Posted on Oktober 20. 29 hari. Bank Syariah bertindak sebagai Mudharib (pengelola dana). Dalam kapasitasnya sebagai mudharib. URIA) Dalam deposito Mudharabah Mutlaqah (URIA). pemilik dana tidak memberikan batasan atau persyaratan tertentu pada Bank Syariah dalam mengelola investasinya. Bank Syariah akan membagihasilkan kepada pemilik dana sesuai dengan nisbah yang telah disepakati dan dituangkan dalam akad pembukaan rekening. . 30 hari. harus berhati-hati dan bijaksana serta beritikad baik dan bertanggung jawab atas segala sesuatu yang timbul akibat kesalahan atau kelalaiannya. Dewan Syariah Nasional MUI telah mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa deposito yang dibenarkan adalah deposito yang berdasarkan prinsip mudharabah yang dirumuskan dalam Fatwa DSN No 03/DSN-MUI/IV/2000. Bank Syariah dapat melakukan berbagai macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah serta mengembangkannya. Sedangkan jumlah hati dalam sebulan menjadi angka penyebut /angka pembagi adalah hari kalender bulan yang bersangkutan (28 hari. Adapun deposito syariah adalah deposito yang dijalankan berdasarkan prinsip syariah. yang dimaksud dengan deposito berjangka adalah simpanan yang penarikannya hanya dapt dilakukan pada waktu-waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpan dengan bank yang bersangkutan. URIA) 2. namun tidak termasuk tanggal pembukaan deposito Mudharabah Mutlaqah (URIA) dan tanggal jatuh tempo. Mudharabah Muqayyadah (Restricted Investmen Account. terdapat 2 bentuk mudharabah. dan 31 hari). Dalam hal ini. Berdasarkan kewenangan yang diberikan oleh pihak pemilik dana. 2011 by aprizal27 Deposito Syariah Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 atas perubahan Undan-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. sedangkan nasabah bertindak sebagai shahibul mal (pemilik dana).

3. 6. bagi hasil yang menjadi hak nasabah dan belum dibayarkan. dan 12 bulan) untuk disepakati bersama oleh nasabah dan bank. yaitu pada tanggal yang sama dengan tanggal pembukaan deposito Tingkat bagi hasil yang dibayarkan adalah tingkat bagi hasil tutup buku bulan terakhir Bagi hasil bulanan yang diterima nasabah dapat diafiliasikan ke rekening lainnya sesuai dengan permintaan deposan 1. Pembulatan ke atas untuk nasabah 2. 29 hari. yaitu : 1. dan 31 hari) Bagihasil bulanan yang diterima nasabah dapat di diafiliasikan ke rekening lainnya sesuai dengan permintaan deposan Dalam hal pencairan deposito Mudharabah Mutlaqah (URIA) dengan pembayaran bagihasil bulanan yang dilakukan sebelum tanggal jatuh tempo. 30 hari. Tingkat bagi hasil yang dibayarkan adalah tingkat bagi hasil tutup buku bulan terakhir Jumlah hari sebulan adalah jumlah hari kalender bulan yang bersangkutan (28 hari. End of Month • • • • • Pembayaran bagi hasil deposito dilakukan secara bulanan. . harus dibayarkan. Klausul denda harus ditulis dalam akad dan dijelaskan kepada nasabah pada saat pembukaan deposito Mudharabah Mutlaqah semua jangka waktu (1. Bank Syariah dapat mengenakan denda (penalty) kepada nasabah yang bersangkutan sebesar 3 % dari nominal bilyet deposito Mudharabah Mutlaqah (URIA). Anniversary Date • • • Pembayaran bagi hasil deposito dilakukan secara bulanan. yaitu pada tanggal tutup buku setiap bulan Bagi hasil bulan pertama dihitung secara proposional hari efektif termasuk tanggal tutup buku. Pembulatan ke bawah untuk bank • Hasil perhitungan pajak dibulatkan ke atas sampai puluhan terdekat. tapi tidak termasuk tanggal pembukaan deposito Bagi hasil bulan pertama dihitung secara proposional hari efektif tidak termasuk tanggal jatuh tempo deposito. Dalam hal ini.Dalam memperhitungkan bagi hasil deposito Mudharabah Mutlaqah tersebut hal-hal yang perlu diperhatikan adalah : • Hasil perhitungan bagi hasil dalam anka satuan bulat tanpa mengurangi hak nasabah 1. Pembayaran bagi hasil deposito Mudharabah Mutlaqah (URIA) dapat dilakukan melalui dua metode.

Cluster Pool of Fund. dalam deposito Mudharabah Muqayyadah (RIA). maupun objek investasinya. Dalam hal ini dapat dilakukan melalui metode sebagai berikut : 1. Cluster Pool of Fund Pembayaran bagi hasil deposito Mudharabah Muqayyadah (RIA) dilakukan secara triwulanan. Anniversary Date • • • Pembayaran bagi hasil deposito dilakukan secara bulanan. cara. 2. RIA) Berbeda halnya dengan Mudharabah Mutlaqah (URIA). semesteran. yakni : 1. atau periodisasi lain yang disepakati 2. baik yang berkaitan dengan tempat. Spesific Project. yaitu pada tanggal tutup buku setiap bulan Bagi hasil bulan pertama dihitung secara proposional hari efektif termasuk tanggal tutup buku. tapi tidak termasuk tanggal pembukaan deposito . Dalam hal ini. terdapat dua metode yaitu : 1. Spesific Project Pembayaran bagi hasil disesuaikan dengan arus kas proyek yang dibiayai. Mudharabah MuQAYYADAH (Restricted Investmen Account. yaitu penggunaan dana untuk beberapa proyek dalam suatu jenis industri bisnis. bank syariah melakukan pembayaran bagi hasil sesuai dengan metode penggunaan dana RIA. yaitu pada tanggal yang sama dengan tanggal pembukaan deposito Tingkat bagi hasil yang dibayarkan adalah tingkat bagi hasil tutup buku bulan terakhir Bagi hasil bulanan yang diterima nasabah dapat diafiliasikan ke rekening lainnya sesuai dengan permintaan deposan 2. End of Month • • Pembayaran bagi hasil deposito dilakukan secara bulanan. Dalam menggunakan dana deposito Mudharabah Muqayyadah (RIA) ini. pemilik dana memberikan batasan atau syarat tertentu kepada pihak Bank Syariah dalam mengelola investasinya.2. Dengan kata lain pihak Bank tidak memiliki kebebasan sepenuhnya. yaitu penggunaan dana untuk suatu proyek tertentu.

basis perhitungan bagi hasil deposito adalah hari tanggal pembukuan deposito sampai dengan tanggal pembayaran bagi hasil terdekat dan menjadi angka pembilang atau number of days. Penghitungan Bagi Hasil Spesific Project Dalam penghitungan bagi hasil deposito. harus dibayarkan. Klausul denda harus ditulis dalam akad dan dijelaskan kepada nasabah pada saat pembukaan deposito Mudharabah Mutlaqah semua jangka waktu (1. terdapat ketentuan sebagai berikut : 1. Khusus untuk spesific project. yang dimaksud dengan tabungan adalah simpanan . Dalam hal pencairan deposito Mudharabah Muqayyadah (RIA). Khusus untuk cluster. Tingkat bagi hasil yang dibayarkan adalah tingkat bagi hasil tutup buku bulan terakhir Jumlah hari sebulan adalah jumlah hari kalender bulan yang bersangkutan (28 hari. dan 12 bulan) untuk disepakati bersama oleh nasabah dan bank. Sedangkan jumlah hari tanggal pembayaran bagi hasil terakhir sampai tanggal berikutnya menjadi angka penyebut/angka pembagi. Dalam hal ini. bagi hasil yang menjadi hak nasabah dan belum dibayarkan. 3. 29 hari. dan 31 hari) Bagihasil bulanan yang diterima nasabah dapat di diafiliasikan ke rekening lainnya sesuai dengan permintaan deposan 2. Jika tidak sesuai maka akan terkena denda (penalty) 2. apabila dikehendaki oleh deposan. deposito Mudharabah Muqayyadah (RIA) dapat dicairkan atau ditarik kembali sebelum jatuh tempo yang disepakati dalam akad. Deposito Mudharabah Muqayyadah (RIA) dengan pembayaran bagi hasil secara bulanan dapat dicairkan sebelum tanggal jatuh tempo dengan dikenakan denda 3% dari nominal bilyet deposito Mudharabah Muqayyadah (RIA). deposito tidak dapat dicairkan atau ditarik kembali sebelum jatuh temponya tanpa konfirmasi dan persetujuan tertulis dari pihak bank. Bank dapat menolak pemohonan pencairan sebelum jatuh tempo bila memberatkan bank. Filed under Uncategorized | Tinggalkan Komentar Okt20 Tabungan Syariah Posted on Oktober 20.• • • Bagi hasil bulan pertama dihitung secara proposional hari efektif tidak termasuk tanggal jatuh tempo deposito. 6. Dalam hal nbank menyetujui pencairan sebelum jatuh tempo bank dapat mengenakan denda (penalt) sesuai dengan kesepakatan. 2011 by aprizal27 Tabungan Syariah Berdasarkan undang –undang nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas undang-undang nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan. 30 hari.

tetapi tidak ditarik dengan cek. bilyet. yaitu: “Tabungan adalah simpanan berdasarkan akad wadiah atau investasi dana berdasarkan akad mudharabah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariahyang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat dan ketentuan tertentu yang disepakati. bilyet giro. Nasabah bertindak sebagai penitip yang memberikan hak kepada bank sayariah untuk menggunkan atau memanfaatkan uang atau barang titipannya.yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati. yaitu: “Produk tabungan yang dibenarkan atau diperbolehkan secara syariah adalah tabungan yang berdasarkan prinsip mudharabah dan wadiah. dewan syariah nasional telah mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa tabungan yang berdasarkan prinsip Wadiah dan mudharabah. dan/atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu Sedangkan Dewan Syariah Nasional mengatur tabungan syariah dalam Fatwa Nomor 02/DSN-MUI/IV/2000. 3. dan atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu. sedangkan Bank Syariah bertindak sebagai pihak yag dititipi dana atau barang yang disertai hak untuk menggunakan atau memanfaatkan dana atau barang tersebut. 1. Tabungan Wadiah Wadiah merupakan tabungan yang dijalankan berdasarkan akad wadiah. tetapi tidak dapat ditarik dengan cek. Definisi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Pasal 1 angka 21 yang mengatur perbankan syariah memberikan rumusan pengertian tabungan. Bank juga berhak sepenuhnya atas keuntungan dari hasil penggunaan atau pemanfaatan dana atau barang tersebut. sehingga kita mengenal tabungan mudharabah dan tabungan wadiah Tabungan yang dijalankan berdasarkan prinsip syariah. Wadiah yadh adh dhamanah ini mempunyai implikasi hukum yang sama dengan qardh. 2. yakni titipan murni yang harus dijaga dan dikembalikan setiap saat sesuai dengan kehendak pemiliknya. giro. Ketentuan Umum Tabungan Wadiah . Kebijakan bank syariah semata yang bersifat sukarela. Bank bertanggung jawab atas keutuhan harta titipan tersebut serta mengembalikannya kapan saja pemilik menghendakinya. maka nasabah menitipkan dan bank tidak boleh saling menajajikan untuk membagihasilkan keuntungan harta tersebut. Bank sayariah menggunakan akad wadiah yadh adh dhamanah. Bank diperkenankan memberikan bonus kepada pemilik harta titipan selama tidak disayaratkan du muka.

Sedangkan nasabah penitip tidak dijanjikan imbalan dan tidak menanggung kerugian. yakni mudharabah mutlaqoh dan mudharabah muqayyadah. Giro di bank syariah merupakan bentuk simpanan dana nasabah yang dititipkan kepada bank syariah dan dapat ditarik sewaktu-waktu dengan menggunakan cek. . Giro syariah adalah giro yang dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip syariah.1. Filed under Uncategorized | Tinggalkan Komentar Okt20 Giro Posted on Oktober 20. Tabungan wadiah merupakan tabungan yang bersifat titipan murni yang harus dijaga dan dikembalikan setiap saat (on call) sesuai dengan keinginan pemilik harta 2. sarana perintah bayar lainnya atau dengan pemindah bukuan. Bank syariah bertindak sebagai mudharib dan nasabah sebagai shahibul mal.[1] 2. 2011 by aprizal27 Giro Ada beberapa definisi mengenai giro. 01/DSN-MUI/IV/2000 tentang giro. Keuntungan atau kerugian dari penyaluran dana atau pemanfaatan barang menjadi hak milik atau tanggungan Bank. bank tidak bertanggung jawab terhadap kerugian yang bukan disebabkan kelalainnya. antara lain: 1. bilyet giro. Menurut Fatwa DSN No. mempunyai kuasa untuk melakukan berbagai macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip Syariah serta mengembangkannya. bilyet giro atau pemindahbukuan. Bank syariah juga memilki sifat sebagai seorang wali amanah. giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek. Bank syariah dalam kapasitasnya sebagai mudharib. Dalam mengelola dana tersebut. Secara umum. Bank dimungkinkan memberikan bonus kepada pemilik harta sebagai intensif selama tidak diperjanjikan dalam akad pembukaan rekening. Namun apabila yang terjadi adalah miss management. mendefinisikan giro yang dibenarkan secara syariah adalah giro yang berdasarkan prinsip Mudharabah dan Wadi’ah. yang berarti bank harus berhati – hati atau bijaksana serta beritikad baik dan bertanggung jawab atas segala sesuatu yang timbul akibat kesalahan atau kelalainnya. bank bertanggung jawab penuh terhadap kerugian tersebut. termasuk melakukan akad mudharabah dengan pihak lain. Mudharabah mempunyai dua bentuk.[2] 4. 4. 3. Tabungan Mudharobah Tabungan mudharabah adalah tabungan yang dijalankan berdasarkan akad mudharabah.

Al-Qur’an ”Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu’amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis. Definisi Giro Wadiah Giro wadiah adalah giro yang dijalankan berdasarkan akad wadiah. sedang pemilik dana tidak dijanjikan imbalan dan tidak menanggung kerugian. Aplikasi pada Perbankan Syariah Aplikasi dalam perbankan syariah menggunakan akad wadi’ah yad dhamanah untuk rekening giro. Abu Dawud.Macam-macam Giro Ada dua macam giro dalam produk perbankan syariah. dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain. Giro Wadiah A. 2. (QS. Dasar Hukum . yaitu: 1. maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya. Bank dimungkinkan memberikan bonus kepada pemilik dana sebagai . dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Dana wadiah digunakan bank untuk kegiatan komersial dengan syarat bank harus menjamin pembayaran kembali nominal dana wadiah tersebut.Hadist “Tunaikanlah amanah orang yang mempercayai engkau. Turmudzi. Al-Baqarah: 283) . Dan barangsiapa yang menyembunyikannya. yaitu titipan murni yang setiap saat dapat diambil jika pemiliknya menghendaki. yaitu nasabah bertindak sebagai penitip yang memberikan hak kepada Bank Syariah untuk menggunakan atau memanfaatkan uang atau barang titipannya. (HR. maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya. dan Al-Hakim) C. maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). sedangkan Bank Syariah bertindak sebagai pihak yang dititipi yang disertai hak untuk mengelola dana titipan dengan tanpa mempunyai kewajiban memberikan bagi hasil dari keuntungan pengelolaan dana tersebut. Keuntungan atau kerugian dari penyaluran dana menjadi hak milik atau ditanggung bank. dan jangan kamu mengkhianati orang yang mengkhianatimu”. Ketentuan umum Giro Wadiah sebagai berikut: 1. B.

(bagi rekening yang bonus wadiahnya dihitung dari saldo terendah).. Saldo rata-rata harian adalah total saldo dalam satu bulan dibagi hari bagi hasil sebenarnya menurut bulan kalender. Hari efektif adalah hari kalender tidak termasuk hari tanggal pembukaan atau tanggal penutupan. Dana giro yang mengendap kurang dari satu bulan karena rekening baru dibuka awal bulan atau ditutup tidak pada akhir bulan tidak mendapatkan bonus wadiah.Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memperhitungkan pemberian bonus wadiah tersebut: 1. dengan catatan satu tahun 365 hari.(bagi rekening yang bonus wadiahnya dihitung dari saldo harian). kecuali apabila perhitungan bonus wadiahnya atas dasar saldo harian. tapi termasuk hari tanggal tutup buku. 2. Saldo harian adalah saldo pada akhir hari.(bagi rekening yang bonus gironya dihitung dari saldo rata-rata harian).000. Pemilik dana wadiah dapat menarik kembali dananya sewaktu-waktu (on call)..000. Saldo terendah adalah saldo terendah dalam satu bulan.000. bulan Januari 31 hari. Saldo terendah dalam satu bulan takwim di atas Rp 1.000.suatu insentif untuk menarik dana masyarakat tapi tidak boleh diperjanjikan di muka. Rp 1.s. Di atas Rp 100. D. baik sebagian ataupun seluruhnya. Saldo rata-rata harian dalam satu bulan takwim di atas Rp 1.000. Rp 50. Saldo hariannya di atas Rp 1.d.000.000. Rp 100.000.000. bulan Februari 28/29 hari. Rp 50. Metode Perhitungan Teknik perhitungan bonus wadiah dihitung dari saldo terendah dalam satu bulan. 5. Besarnya saldo giro yang mendapatkan bonus wadiah dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok: 1.d.. 3. Filed under Uncategorized | Tinggalkan Komentar Okt20 . bonus wadiah dapat diberikan kepada giran sebagai berikut: 1.2.3..000.000. Tarif bonus wadiah merupakan besarnya tarif yang diberikan bank sesuai ketentuan.s. 4. 2. 3.000. Namun.000.000.000.000.. Misalnya.

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 10/16/PBI/2008 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 9/19/PBI/2007 TENTANG PELAKSANAAN PRINSIP SYARIAH DALAM KEGIATAN PENGHIMPUNAN DANA DAN PENYALURAN DANA SERTA PELAYANAN JASA BANK SYARIAH. yang dimaksud dengan “Akad mudharabah” dalam pembiayaan adalah Akad kerja sama suatu usaha antara pihak pertama (malik. sedangkan kerugian ditanggung sepenuhnya oleh Bank Syariah kecuali jika pihak kedua melakukan kesalahan yang disengaja. shahibul mal. bukan untuk dijual. FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL NO: 07/DSN-MUI/IV/2000 TENTANG PEMBIAYAAN MUDHARABAH (QIRADH) d. lalai atau menyalahi perjanjian.Mudharabah Posted on Oktober 20. Mudharabah Muthlaqah . 2280 .” (HR Ibnu Majah no.a. “Tiga hal yang di dalamnya terdapat keberkatan: jual beli secara tangguh.QUR’AN …‫…وءاخرون يضربون فى الرض يبتغون من فضل ال‬ “… dan dari orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah SWT… “ (al-Muzzammil : 20) b. Definisi Mudharabah Menurut UU Perbankan Syariah No. dan mencampur gandum dengan tepung untuk keperluan rumah. HADITS ‫عن صالح بن صهيب عن أبه قال: قال رسول ال صلي ال عليه وسلم ثلث فيهن البركة البيع إلي أجل والمقارضة‬ ‫وأخلة البر باشعير للبيت ل للبيع‬ Dari Shalih bin Shuhaib r. atau Bank Syariah) yang menyediakan seluruh modal dan pihak kedua (‘amil. Al. muqaradhah (mudharabah). atau Nasabah) yang bertindak selaku pengelola dana dengan membagi keuntungan usaha sesuai dengan kesepakatan yang dituangkan dalam Akad. 2011 by aprizal27 Mudharabah a. Secara umum mudharabah terbagi menjadi 2 jenis : 1. mudharib. kitab at-Tijarah) c. 21 Tahun 2008. bahwa Rasulullah SAW bersabda.

apabila dipandang perlu. dan jasa. Al-QUR’AN ‫…فهم شركاء فى الثلث‬ َُْ “… maka mereka berserikat pada sepertiga…” (an-Nisa’ : 12) ‫و إن كثيرا من الخلطاء ليبغي بعضهم علي بعض إل الذين ءامنوا وعملوا الصلحت‬ “Dan. misalnya pertanian. Dalam bahasa Inggris dikenalm sebagai Unrestricted Investment Account (URIA). shaibul al-mal boleh menetapkan batasan-batasan atau syarat-syarat tertentu guna menyelamatkan modalnya dari risiko kerugian. Namun demikian. waktu. aliran dana berasal dari satu nasabah pembiayaan. manufaktur. bank syariah bertindak sebagai arranger saja. Apabila mudharib melanggar batasan-batasan ini. 2011 by aprizal27 Syirkah / Musyarakah a. Namun demikian dalam praktik perbankan syariah modern. Dalam mudharabah muqayyadah of balance off balance sheet. sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh.” (Shaad : 24)b. HADITS ‫عن أبي هريرة رفعه قال إن ال يقول أنا ثالث الشريكين مالم يخن أحدهما صاحبه‬ . 2.Yang dimaksud dengan transaksi mudharabah muthlaqah adalah bentuk kerjasama antara shohibul maal dan mudharib yang cakupannya sangat luas dan tidak dibatasi oleh spesifikasi jenis usaha. atau tempat usaha. Di sini. dan daerah bisnis. Pencatatan transaksinya di bank syariah dilakukan secara off balance sheet. Mudhrabah Muqayyadah Mudharabah muqayyadah atau disebut dengan istilah restricted mudharabah/ specified mudharabah adalah kebalikan dari mudharabah muthlaqah. yakni yang on balancesheet dan yang off balance-sheet. Bank hanya memperoleh arranger fee. waktu. Filed under Uncategorized | Tinggalkan Komentar Okt20 Syirkah / Musyarakah Posted on Oktober 20. Sedangkan bagi hasilnya tergantung kesepakatan antara nasabah investor dan nasabah pembiayaan. kini dikenal dua bentuk mudharabah muqayyadah. aliran dana terjadi dari satu nasabah investor ke sekelompok pelaksana usaha dalam beberapa sektor terbatas. Dalam mudharabah muqayyadah on balance sheet. ia harus bertanggung jawab atas kerugian yang timbul. Si mudharib dibatasi dengan batasan jenis usaha. Syarat-syarat/ batasan ini harus dipenuhi oleh si mudharib.

Secara umum syirkah terbagi menjadi 5.’ “ (HR Abu Dawud no. Keuntungan dari usaha akan dibagi sesuai dengan kesepakatan. Bersabda. dalam kitab al-Buyu. Definisi Syirkah/ Musyarakah Menurut UU Perbankan Syariah No. dan manakala terjadi kerugian bukan karena kesalahan manajemen (kelalaian). kemudian keuntungannya dibagi diantara mereka berdasarkan kesepakatan. “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman. Syirkah Inan Yaitu kerjasama bisnis yang dilakukan dua orang atau lebih. Pihak pemodal menyerahkan (mengamanahkan) modalnya dengan akad wakalah kepada seseorang sebagai pengelola untuk dikelola dan dikembangkan menjadi sebuah usaha yang menghasilkan keuntungan (profit). Kalaupun ada perbedaan hanya dalam beberapa bentuk rincian dan satuannya. yang dimaksud dengan “Akad musyarakah” adalah Akad kerja sama di antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu yang masing-masing pihak memberikan porsi dana dengan ketentuan bahwa keuntungan akan dibagi sesuai dengan kesepakatan. dimana masing-masing menyertakan harta (modal) dan sekaligus juga menjadi pengelolanya (tenaga). ‘Aku pihak ketiga dari dua orang yang berserikat selama salah satunya tidak mengkhianati yang lainnya. 3. 2996. sedangkan kerugian ditanggung sesuai dengan porsi dana masing-masing. di antaranya: 1. Jika mengalami kerugian. FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL NO: 08/DSN-MUI/IV/2000 TENTANG PEMBIAYAAN MUSYARAKAH d.Dari Abu Hurairah. syirkah mudharabah mengharuskan ada dua pihak. Syirkah Mudharabah Secara muamalah. maka kerugiannya akan ditanggung bersama berdasarkan proporsional modalnya. Syirkah Wujuh . Rasulullah SAW. PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 10/16/PBI/2008 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 9/19/PBI/2007 TENTANG PELAKSANAAN PRINSIP SYARIAH DALAM KEGIATAN PENGHIMPUNAN DANA DAN PENYALURAN DANA SERTA PELAYANAN JASA BANK SYARIAH. yaitu pihak pemilik modal (rabbul maal) dan pihak pengelola (mudhorib). 21 Tahun 2008. Hukum syirkah ini diperbolehkan berdasarkan ijma. dan Hakim) c. maka kerugian ditanggung oleh pihak pemodal. 2.

Filed under Uncategorized | Tinggalkan Komentar http://aprizal27.wordpress. semua akan berkerja sesuai keahlian masing-masing dan hasilnya (keuntungan) akan dibagi sesuai kesepakatan. 4. Misalnya syirkah antara insinyur dan arsitek tanpa modal dana dalam sebuah usaha konsultan bangunan.Adalah syirkah antara dua orang dengan modal dari pihak lain diluar kedua orang tersebut. Syirkah Mufawadhah Adalah syirkah dimana seseorang yang memberikan sumbangan modal yang sama banyak. Dimana dua orang yang menerima modal itu disebut sebagai pengelola dan yang memberikan modal adalah pemodal. 5. Di samping rakan kerja boleh bertanggungjawab liability rakan kerja pihak lain. Keuntungan dan risiko merupakan tanggungjawab bersama. Dengan demikian masing-masing pihak dapat berbuat atas nama pihak lain dan mewakilinya sebagai pemberi jaminan bagi yang lain.com/ . Syirkah Abdan Syirkah abdan merupakan kerjasama bisnis antara dua orang atau lebih yang mengandalkan tenaga atau keahlian orang-orang yang melakukan akad syirkah.