P. 1
Tonikum

Tonikum

|Views: 1,506|Likes:
Published by Amoy Ke-cil

More info:

Published by: Amoy Ke-cil on May 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2013

pdf

text

original

Tonikum Tonikum adalah obat yang menguatkan badan dan merangsang selera makan (Ramli dan Pamoentjak, 2002

). Tonikum adalah istilah yang dahulu digunakan untuk kelas preparat obat-obatan yang dipercaya mempunyai kemampuan mengembalikan tonus normal pada jaringan. Tonikum mempunyai efek menghasilkan/mengembalikan tonus normal (Anonim,1996).Efek dari tonikum adalah efek yang memacu dan memperkuat system organ serta menstimulan perbaikan sel-sel tonus otot. Efek tonik ini terjadi karena efek stimulan dilakukan terhadap sistem saraf pusat. Efek tonik ini dapat digolongkan ke dalam golongan psikostimulansia. Senyawa psikostimulansia dapat meningkatkan kemampuan berkonsentrasi kapasitas yang bersangkutan (Mutschler, 1986).Stimulan yang dihasilkan bekerja pada korteks yang mengakibatkan euforia, tahan lelah, stimulansia ringan. Pada medula menghasilkan efek meningkatkan pernapasan, stimulasi Psikomotor, stimulasi vagus, euphoria dapat menunda tumbuhya sikap negatif terhadap kerja yang melelahkan.(Nieforth dan Cohen 1981)

Tonikum Tonikum merupakan sediaan cair yang mengandung vitamin dan mineral, serta zat pahit, antara lain: cola, cardamon, orange dan aloe, serta komponen lainnya, yakni gliserofosfat dan senyawa besi (Anonim, 1997). Efek tonikum disebut efek tonik, yaitu efek yang memacu dan memperkuat semua sistem dan organ serta menstimulan perbaikan sel-sel tonus otot. Efek tonik ini terjadi karena efek stimulan yang dilakukan terhadap sistem saraf pusat. Efek tonik ini dapat digolongkan ke dalam golongan psikostimulansia. Senyawa psikostimulansia dapat

meningkatkan aktivitas psikis, menghilangkan rasa kelelahan dan penat, serta meningkatkan kemampuan berkonsentrasi dan kapasitas yang bersangkutan (Mutschler, 1986). Stimulan yang dihasilkan bekerja pada korteks yang mengakibatkan efek euforia, tahan lelah, stimulasi ringan. Pada medula menghasilkan efek peningkatan pernapasan, stimulasi vasomotor, stimulasi vagus. Euforia dapat menimbulkan penundaan timbulnya sikap negatif terhadap kerja yang melelahkan (Nieforth & Cohen, 1981).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->