BAB I PENDAHULUAN Penggunaan bahan tambahan makanan di Indonesia antara lain diatur dengan peratutan Mentri Kesehatan RI No 732

/Men/Kes/PER/ IX/98. Pada keyataan di masyarakat sekarang ini terjadi penyalahgunaan bahan-bahan tambahan lainnya yang sebenarnya bukan untuk bahan tambahan makanan. Salah satu contoh bahan tambahan yang digunakan adalah formalin yang sering digunakan oleh pedagang daging ayam. Formaldehida termasuk kelompok senyawa disinfektan kuat, yang dapat membasmi berbagai bakteri pembusuk.Formalin adalah nama dagang larutan formaldehida dalam air dengan kadar 35–40%. Formalin biasanya juga mengandung alcohol (metanol) sebanyak 10–15% yang berfungsi sebagai stabilisator supaya formaldehidanya tidak mengalami polimerisasi.

Formaldehidamudah larut dalam air, sangat reaktif dalam suasana alkalis, serta bersifat sebagai perudiksi yang kuat. Secara alami formaldehida juga dapat ditemui dalam asap pada proses pengasapan makanan, yang bercampur dengan fenol, keton dan resin. Bila menguap diudara, berupa gas yang tidak berwarna, dengan bau yang tajam menyengatkan. Formalin juga telah

BAB II

1

PEMBAHASAN

1.1 FORMALIN SECARA ABSTRAK

Formalin adalah nama komersial sari senyawa formaldehida yang mengandung 35–40% dalam air.Formalin termasuk kelompok srnyawa disinfektan kuat yang sering dipakai sebagai pengawet mayat tetapi dapat juga digunalan pengawet makanan, walaupun formalin tidak diizinkan untuk bahan pengawet makanan serta bahan tambahan. Tujuan penelitian ini adalah pengembangan metode deteksi formalin yang terkontaminasi pada daging ayam dengan teknik destilasi uap dan kemudian diukur dengan spektrophotometer pada panjang gelombang 415 nm. Hasil analisa formalin menunjukkan bahwa dari metode ini limit deteksi sebesar 0,25 ppm. Nilai prolehan kembali 99,46 ± 1,72% dan kurva kalibrasi standar sebesar R = 0,9962. Hasil penerimaan terhadap 46 sampel daging ayam dari pasar tradisional dan swalayan sari Tangerang, Sukabumi, Cianjur, Bogor tidak ditemukan adanya formalin. Namun sampel yang berasal dari Jakarta selatan terdeteksi formalin antara 0,08– 0,12 ppm.

1.2 FORMALIN DALAM PAKAN TERNAK

Formalin digunakan dalam perusahaan makanan ternak, untuk memperbaiki penyimpanan pakan tersebut. Formalin yang dicampur atau ditambahkan pada pakan ternak harus lebih kecil dari 1% karena ternak masih dapat menghirup

2

1988). Kemungkinan diare..013–0. kerongkongan. FLORENCE dan MILMER (1981) melaporkan bahwa formalin yang ditambahkan pada susu skim untuk pakan babi di Inggris maupun dalam cairan wey untuk pakan ternak anak sapi dan sapi perah di Kanada. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa system pada analisis formalin cukup tepat. isophagus dan lambung. Formaldehida yang tercerna dapat mengakibatkan langsung terasa panas pada mulut.15% naik 10 kali lipat bila dibandingkan dengan susu tanpa formalin atau kontrol (BUKLEY et al.225 mg/kg (KAMINSKI et al. Kemudian rasa sakit yang sangat dan pingsan mendadak. COSSEL. korosi pada saluran FISHER.67%. Dalam uji kesesuaian sistem diperoleh nilai simpangan baku relative 1. 1988). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari kandungan formalin dalam daging ayam segar secara kuantitatif dengan cara destilasi uap yang dilanjutkan dengan menggunakan spektrophotometer. 1994. Konsentrasi formalin pada susu segar juga ditemukan berkisar antara 0. haematuri (kencing darah) dan haematomesis (muntah darah) yang berakhir dengan kematian dalam waktu 3 jam.sangat tinggi dapat mengakibatkan konvulsi (kejangkejang). 1993).25% formalin pada pakannya (SCEUPLEIN.075–0... Uji kesesuaian sistem perlu dilakukan. Oleh karena itu maksimun konsentrasi formalin pada susu untuk makanan sapi ditentukan sebesar 0.sebesar 0.057 mg/kg. 3 . 1986. 1989. kerusakan hati. untuk memastikan bahwa suatu sisitim metoda analisis dapat digunakan dengan suatu larutan baku formalin yang diperiksa dengan menggunakan alat spektropothometer dengan lima kali pengulangan. tidak dapat kencing. pada susu olahan berkisar antara 0. Konsumsi formalin pada dosis pencernaan dan pernapasan.

Melihat sifatnya.1. Itulah sebabnya tahu atau makanan lainnya menjadi lebih awet. Bila zat ini sudah bercampur dengan air barulah dia disebut formalin. Formaldehida membunuh bakteri dengan membuat jaringan dalam bakteri dehidrasi (kekurangan air). Bahan pengawet ini. tetapi juga membentuk lapisan baru yang melindungi lapisan di bawahnya. karenanya ketika disiramkan ke makanan seperti tahu.3 PERBANDINGAN FORMALIN DENGAN DESINFEKTAN LAIN Dibanding desinfektan lain sehingga lebih dipilih untuk mengawetkan mayat. Artinya. Dr. Leonardus Broto Kardono. supaya tahan terhadap serangan bakteri lain. menurut Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI. sebetulnya berbentuk padat dengan sebutan formaldehida atau dalam istilah asingnya ditulis formaldehyde. Zat yang sebetulnya banyak memiliki nama lain berdasarkan senyawa campurannya ini memiliki senyawa CH2OH yang reaktif dan mudah mengikat air. formalin tidak saja membunuh bakteri. Bila desinfektan lainnya mendeaktifasikan serangan bakteri dengan cara membunuhdan tidak bereaksi dengan bahan yang dilindungi. Dengan matinya protein setelah terikat unsur kimia dari formalin maka bila ditekan tahu terasa lebih kenyal . formalin juga sudah tentu 4 . Selain itu protein yang telah mati tidak akan diserang bakteri pembusuk yang menghasilkan senyawa asam. maka formaldehida akan bereaksi secara kimiawi dan tetap ada di dalam materi tersebut untuk melindungi dari serangan berikutnya. formalin akan mengikat unsur protein mulai dari bagian permukaan tahu hingga terus meresap kebagian dalamnya. sehingga sel bakteri akan kering dan membentuk lapisan baru di permukaan. Pengawet ini memiliki unsur aldehida yang bersifat mudah bereaksi dengan protein.

sebagai bahan yang digunakan hanya untuk mengawetkan makanan. dosis formalin yang digunakan pun akan rendah.Masalahnya.akan menyerang protein yang banyak terdapat di dalam tubuh manusia seperti pada lambung. Terlebih. Sehingga efek samping dari mengkonsumsi makanan berformalin tidak akan dirasakan langsung BAB III DAMPAK NEGATIF 5 . bila formalin yang masuk ke tubuh itu memiliki dosis tinggi.

Formaldehida yang tersedia dapat mengakibatkan langsung terasa panas pada mulut.25 % formalin pada pakannya. warna yang lebih terang) dan tingkat keawetan produk yang lebih tahan lama. untuk memperbaiki penyimpanan pakan tersebut. kerusakan hati. tanda-tanda tersebut tidak akan terdeteksi bila kandungan formalin terlalu rendah. korosi pada saluran pencernaan dan pernapasan.075 – 0. Namun. Formalin yang di campur atau ditambahkan pada pakan ternak harus lebih kecil daari 1 % karena tenak masih dapat menghirup sebesar 0. kemudian rasa sakit yang sangat dan pingsan mendadak. tekstur yang kaku.1 KEGUNAAN FORMALIN DALAM PAKAN TERNAK Formalin digunakan dalam perusahaan makanan ternak. Kemungkinan diare. haematusi (kencing darah). tidak dapat kencing. Konsentrasi formalin pada susu segar juga ditemukan berkisar antara 0. dan haemotodesis (muntah darah) yang berakhir dengan kematian dalam waktu 3 jam. Untuk mengetahui suatu bahan mengandung formalin atau tidak.225 mg/kg. dapat dilakukan dengan melihat tanda-tanda fisik makanan tersebut (bau yang menyengat. 6 . Konsumsi formalin pada dosis sangat tinggi dapat mengakibatkan konvulsi (kejang-kejang). kerongkongan. isophagus dan lambung.2.

bau menyengat khas formalin. b. 2. pandangan kabur. kerusakan mata. gatal. gatal.Ikan basah yang tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar. kanker paru-paru. gangguan jantung. sukar bernafas. kebutaan d. warna 7 . . sakit kepala.Ayam potong berwarna putih bersih.2 BAHAYA FORMALIN Pengaruh Formalin Terhadap Kesehatan a. insang berwarna merah tua dan tidak cemerlang. nafas pendek. Jika terkena mata Kemerahan. perut perih.Bakso yang tidak rusak sampai 5 hari pada suhu kamar dan memiliki tekstur yang sangat kenyal . Jika terkena kulit Kemerahan.Ikan asin yang tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar.3 MENDETEKSI FORMALIN SECARA FHISIK . kerusakan hati. kulit membiru. sakit kepala. mata berair. hilangnya pandangan. kerusakan saraf. kejang. koma dan kematian. diare. Jika tertelan Mual. awet dan tidak mudah busuk . kulit terbakar c. muntah. pusing.2. Jika terhirup Rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan .

tidak lengket dan agak mengkilap. kenyal. Efek toksik : kumulatif selama penggunaan berulang – ulang. . tidak berbau. Tanda dan gejala akut : Muntah. bahkan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es. konvulsi dan depresi SSP(Susunan Syaraf Pusat) b. namun tidak berbau khas ikan asin. larut dalam air. PH : 9. Pengaruh terhadap kesehatan : a. anti septik kayu dan pengontrol kecoa.Tahu yang biasanya berbentuk bagus. tidak mudah hancur. 8 . tidak larut dalam alkohol. Tanda dan gejala kronis . merah dilendir. .Anemia.5. Bahaya Boraks terhadap kesehatan diserap melalui usus.Mie Basah biasanya lebih awet sampai 2 hari pada suhu kamar (25 derajat celcius).ikan bersih dan cerah. 2. awet hingga lebih dari 3 hari.Gangguan pencernaan . rambut rontok dan kanker. kenyal. bau menyengat khas formalin. Penggunaan : Boraks dipakai sebagai pengawet kayu.Nafsu makan menurun .4 BORAKS Boraks adalah serbuk kristal putih. kulit yang rusak dan selaput lendir. bau menyengat. diare.Gangguan SSP : bingung dan bodoh .

misalnya bakso dan kerupuk. Bila terkonsumsi dalam konsentrasi tinggi racunnya akan mempengaruhi kerja syaraf.6 %. 3.1 PENGGANTI FORMALIN YANG TIDAK BERBAHAYA Secara umum.9 %. Bakso yang mengandung boraks sangat renyah dan disukai dan tahan lama sedang kerupuk yang mengandung boraks kalau digoreng akan mengembang dan empuk. Chitin merupakan polisakarida yang bersifat non toxic (tidak beracun) dan biodegradable sehingga chitin banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang. Secara awam kita tidak tahu seberapa besar kadar konsentrat formalin dan boraks yang dianggap membahayakan. 1992). Formalin dan boraks tidak boleh digunakan dalam makanan. cangkang kulit udang mengandung protein 34. Lebih lanjut chitin dapat mengalami proses deasetilasi menghasilkan chitosan. chitin 18. teksturnya bagus dan renyah. Jauhkan anak – anak kita dari makanan yang mengandung boraks dan formalin.1 %.4 % (Suhardi. Oleh karena itu lebih baik hindari makanan yang mengandung formalin dan boraks.Boraks merupakan senyawa yang bisa memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus. Bakso yang menggunakan boraks memiliki kekenyalan khas yang berbeda dari kekenyalan bakso yang menggunakan banyak daging. Formalin merupakan bahan kimia beracun yang selama ini banyak 9 . mineral CaCO3 27. dan komponen lain seperti zat terlarut. Formalin dan boraks merupakan bahan tambahan yang sangat berbahaya bagi manusia karena merupakan racun. lemak dan protein tercerna sebesar 19.

elsevier. Chitosan adalah bahan alami yang direkomendasikan untuk digunakan sebagai pengawet makanan karena tidak beracun dan aman bagi kesehatan.86 miligram per 100 gram tahu. 10 . (Reff. sehingga dihasilkan produk kitosan dengan kuantitas dan kualitas produk yang memenuhi standart internasional. dan 8 dari 14 pedagang di pasar tradisional (57%) menjual tahu berformalin. Diperlukan suatu pengawet alami yang tidak beracun. dan mudah terurai (biodegradable).digunakan sebagai pengawet pada bahan makanan.com/locate/cropro.25 s/d 3. 3. dan bahkan disinyalir pula bahwa formalin sementara dipergunakan pedagang untuk (sumber: mengawetkan Muchtadi & daging ayam segar 1997). menyusun prosedur / langkah baku untuk operasi / proses. 108-118 ”). Tujuan yang ingin dicapai dengan adanya penerapan teknologi ini adalah melakukan penelitian optimasi proses deproteinasi dan demineralisasi untuk memperoleh produk intermediate kitin yang murni. Formalin memang terbukti mampu memperpanjang umur simpan tahu.2 FORMALIN DALAM PENGAWETAN PANGAN Penggunaan bahan terlarang untuk mengawetkan produk pangan sampai hari ini masih banyak dijumpai. S. Salah satunya adalah penggunaan formalin untuk memperpanjang umur simpan tahu. tahun 2006 hal. 2 dari 7 pasar swalayan (29%). oleh Hasil Puspitasari. Bautista-Banos ”www. survei pada tahun 1993 yang lalu menunjukkan bahwa di DKI Jakarta. tidak berbahaya bagi kesehatan. dengan kadar 1.

sedangkan tahu yang direndam air hanya mampu bertahan 1-2 hari. manusia. terbukti mampu memperpanjang umur simpan tahu sampi 4-5 hari. Bahkan 84 tahun sebelum terbitnya peraturan di Indonesia tersebut. Mengapa penggunaan formalin dilarang ? Formalin adalah larutan 30 s/d 40% formaldehid sebagai dalam air. Di Amerika Serikat prinsip ini dikenal dengan nama Delaney Clause. tergolong untuk biologi.seperti dibuktikan oelh hasil penelitian Winarno tahun 1978 berikut ini: perendaman dalam larutan formalin 2% selama 3 menit saja. menyucikan termasuk bahwa mengawetkan berbagai karsinogen. dipergunakan terutama sepsimen penelitian antiseptik membunuh kedokteran.3 SENYAWA ANTI BAKTERIAL FORMALIN 11 . Padahal sudah menjadi kesepakatan umum di kalangan para ahli pangan bahwa semua bahan yang terbukti bersifat karsinogenik tidak boleh dipergunakan dalam makanan maupun minuman. Sebenarnya untuk peralatan mayat formalin formalin bakteri dan lebih dan sesuai kapang.Bahan Tambahan Pangan (food additive). Yang menjadi masalah formalin bukan merupakan BTP .Kes/Per/IX/88 formalin dilarang untuk digunakan dalam makanan maupun minuman. 722/Men. penggunaan formalin dalam makanan atau minuman telah dilarang di Amerika Serikat. 3. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No. Berdasarkan sebagai disimpulkan yaitu senyawa yang dapat menyebabkan timbulnya kanker.

Zat pewarna. cermin kaca dan bahan peledak 4. Dalam dunia Fotografi biasanya digunakan untuk pengeras lapisan gelatin dan kertas 12 . Pembasmi lalat dan serangga lainnya 3. triclocarbon. klorin. namun dapat hilang dengan cepat (dengan cara penguapan atau dengan cara pengyraian) dan tidak meninggalkan residu aktif (dikenal sebagai zat yang menghasilkan residu). Bahan pembuat Sutra buatan. Anti bakteri dapat dibagj kedalam dua kelompok berdasarkam kemampuan zat tersebut untuk membersihkan bakteri atau residu yang dihasilkan. gudang. Kelompok pertama adalah zat yang dapat bekerja secara cepatuntuk membasmi bakteri. pakaian dan kapal 2.Anti bakteri meupakan zat yang mencegah terjadinya pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Diantaranya Sebagai Berikut : 1. dan benzalkonium chlorie. peroksida. Kelompok kedua adalah zat yang memiliki unsur-unsur jenis baru yang meninggalkan residu dalam jangka panjang di permukaan sehingga dapat membasmi kuman dalam jangka panjang dan tindakan pembasmian kuman dapat dilakukan dalam jangka panjang (dikenal sebagai zat yang menimbulkan residu). Contoh-contoh umum dari kelompok ini adalah triclosan. dan aldehid. Manfaat Formalin di Bidang Industri Non Pangan Sangat Beragam. Pembunuh kuman sehingga digunakan sebagai pembersih: lantai. Contoh zat-zat seperti ini seperti alcohol.

seperti pembersi rumah tangga. muntah. pankreas. Penggunaan formalin dimaksudkan untuk memperpanjang umur penyimpanan. mata berair. alergi. Efek jangka pendeknya antara lain berupa iritasi pada saluran nafas. menstruasi dan pada hewan percobaan dapat menyebabkan kanker (Anonimous 2005e). Bahan pembuatan produk parfum 7. sakit perut dan pusing (Anonimous 2005c). rasa terbakar. Bahan pengawet produk kosmetik dan pengeras kuku 8. hati. pelembut. limpa. Bahan perekat untuk produk kayu lapis (playwood) 11. Bahan pembentuk pupuk berupa Urea 6. jamur bahkan virus. ginjal. mual. lilin dan karpe. Shampo mobil.5. Bahan untuk isulasi busa 10. 12. cairan pencuci piring. kemerahan. mata berair. Untuk berbagai barang konsumen. otak. Pengawet mayat dan organ. perawat sepatu. jantung. sistem saraf pusat. sedangkan pada manusia 13 . Toksisitas formalin Dampak negatif formalin adalah sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Jika terpapar secara terus menerus dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan iritasi yang parah. karena formalin adalah senyawa antimikroba serbaguna yang dapat membunuh bakteri. Dalam konsentrasi yang sangat kecil ( < 1 persen ) digunakan sebagai pengawet. gangguan pada pencernaan. Pencegah korosi untuk sumur minyak 9.

BAB IV 14 .(Hauptmann et al. Hauptmann et al. 2003) diduga bersifat karsinogen (menyebabkan kanker). (2003). dalam penelitiannya menyatakan bahwa pemaparan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama pada karyawan yang bekerja pada perusahaan yang menggunakan formalin berpotensi menimbulkan penyakit leukimia dan menyebabkan kematian.

kimiawi. Pangan asal ternak ini dibutuhkan oleh manusia sebagai sumber pakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam rangka ternak sebagai industri biologis maka diperlukan kondisi yang cukup memadai agar ternak mampu menghasilkan produksi yang optimal dan aman bagi konsumen. Keamanan bahan pangan merupakan hal yang kompleks dan merupakan interaksi antara toksisitas mikrobiologik.PENGAMANAN PAKAN TERNAK 4. safefood. logam berat dsb) yang terbawa atau terkandung di dalam produk-produk peternakan.1 Arti. lingkungan budidaya yang bebas dari penyakit berbahaya. sehingga faktor 15 . hormon. produk peternakan yang sehat dan aman untuk konsumsi manusia. atau terkait dengan ternak. healthy man". Gossklaus (1993) mengatakan bahwa "Healthy animals. kimiawi. sehat (sound) dan murni (wholesome). Sasarannya adalah menciptakan kondisi agar produk-produk peternakan yang akan dikonsumsi masyarakat atau diekspor aman (safe). obat-obatan. Pengamanan pangan asal ternak adalah suatu sistem untuk melindungi konsumen akibat mengkonsumsi pangan asal ternak dari ancaman penyakit. Produksi yang dihasilkan oleh ternak sangat dipengaruhi oleh peran manusia yang terlibat didalamnya. Kondisi yang ideal berupa ternak sehat. definisi Pangan Asal Ternak Pangan asal ternak adalah produk yang dihasilkan baik secara langsung maupun tidak langsung tentang bahan pangan yang dihasilkan oleh ternak. cemaran dan residu (hayati. Keempatnya saling berkaitan dan saling mempengaruhi. status gizi dan ketentraman batin.

virus. Ketiga faktor ini saling terkait dan berhubungan 16 . maka dilakukan pengawasan sejak pra produksi. Untuk itu ada tiga unsur utama yang terlibat dalam pengamanan pangan asal ternak yaitu (1) sistem/proses produksi. (3) tenaga dan kelembagaan (Soehadji. Penyakit pada ternak dapat bersifat infeksius (menular) dan non infeksius (tidak menular).(2) infrastruktur.keamanan pangan dapat dikatakan muncul sebagai suatu masalah yang dinamis seiring dengan berkembangnya peradaban manusia dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). pengemasan. pemasaran sampai dihidangkan pada konsumen. pengolahan. Di dunia ditemukan 226 jenis penyakit hewan menular dan 87 jenis penyakit terdapat di Indonesia ( Soehadji. 1994). agen (penyebab) dan faktor lingkungan. 4.2 Pengamanan Pangan dari Penyakit Ternak Penyakit pada ternak merupakan salah satu kendala menyebabkan penurunan produksi baik daging maupun susu. parasit. Penyakit infeksius adalah penyakit menular yang disebabkan oleh agen penyakit seperti bakteri.1995). Untuk lebih meningkatkan pengamanan bahan pangan asal ternak. jamur dll. Terjadinya penyakit merupakan interaksi antara host (induk semang). proses produksi dan pasca produksi yang meliputi penanganan. Penyakit non infeksius merupakan penyakit yang bersifat individual dan sering dikaitkan dengan adanya gangguan metabolisme atau penyakit organ.

Gambar 1. lingkungan dan agent Penurunan produksi akibat penyakit baik secara langsung maupun tidak 17 .satu sama lain dalam menimbulkan penyakit (gambar 1). Interaksi kejadian penyakit antara host.

(Anonimus. Misalnya pada kasus mastitis yaitu penyakit pada ambing dapat menyebabkan penurunan produksi susu sekitar 40% (Sudarwanto. sewaktu penyakit Anthraks mewabah di Australia pada tahun 1996. 1991).langsung cukup tinggi. Indonesia mengambil sikap keras menolak sapi-sapi dan daging yang berasal dari Australia. Dalam percaturan ekonomi global. Titball. pencegahan terhadap penyakit terutama penyakit menular harus selalu diwaspadai karena adanya peningkatan lalulintas hewan hidup dalam negeri dan antar negara. 2000). leptospirosis. Tindakan yang harus diambil jika terjadi penyakit menular dan terhadap produk daging maupun susu asal ternak penderita penyakit secara jelas diatur dalam dalam UU N0 6 tahun 1967 tentang Ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan (Anonimus. Sebagai contoh. 1995. Penyakit lain seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang termasuk penyakit menular akan tetapi tidak bersifat zoonosis. penyakit yang ada pada hewan dapat ditularkan kepada manusia yang dikenal sebagai penyakit zoonosis. 1981. Perlunya pengetahuan tentang pengenalan penyakit pada ternak dan penanganan produk asal ternak mutlak diperlukan untuk melindungi konsumen. produk ternak menjadi tidak aman untuk dikonsumsi. Adanya kandungan kuman patogen. adanya penyakit menyebabkan penurunan populasi ternak dan disertai penurunan produksi (Siregar. Sedangkan pada kasus lainnya seperti brucellosis. Bahri. sehingga tidak layak untuk dipasarkan. Selain menurunkan produksi.dll dapat menular dari hewan kepada manusia melalui produk ternak yang tercemar. Demikian juga pada 18 . Penyakit-penyakit zoonosis seperti salmonellosis.1981). toxoplasmosis. 1999). anthrax.

3 Pengamanan Pangan Asal Ternak Akibat Cemaran atau Residu Penurunan mutu suatu produk selain disebabkan oleh penyakit. pengemasan dan distribusi sehingga pangan siap dikonsumsi (Murdiati. Proses produksi untuk menghasilkan pangan tersebut dimulai ketika ternak masuk ke dalam kandang. pengolahan. Munculnya residu pada bahan pangan asal ternak akibat adanya senyawa kimia 19 . Sedangkan pasca produksi dimulai saat panen.awal tahun 1999 timbulnya polemik kontroversial tentang rencana impor daging kerbau dari India. juga dapat terjadi akibat cemaran atau residu. Penyiapan atau penanganan produk merupakan tindakan yang harus diambil dalam melakukan pengamanan terhadap pangan asal ternak dimulai proses produksi sampai penanganan pasca produksi. Baham pangan akan mengalami berbagai penanganan dan pengolahan yang pada akhirnya diharapkan menghasilkan makanan yang sehat. Pencemaran dapat terjadi pada peternakan karena hewan sakit atau maupun pada proses pemotongan hewan atau penyiapan produk ternak. hingga saat panen seperti saat pemerahan susu dan pemotongan ternak. Sampai saat ini juga masih ada polemik tentang boleh tidaknya import daging maupun bahan pakan yang berasal dari negara yang diduga terjangkit PMK. bebas dari penyakit atau cemaran / residu. dan diterima oleh konsumen dalam keadaan aman. 1995). baik akibat perubahan yang terjadi dalam bahan itu sendiri (faktor internal) maupun akibat adanya kerusakan dari luar (faktor eksternal). periode pemeliharaan ternak. dkk. Mentri Pertanian melarang mengimpor bahan baku dari Argentina karena di negara tersebut masih terjangkit PMK 4. Bahan pangan umumnya bersifat mudah rusak.

yang masuk kedalam tubuh hewan secara sengaja maupun tidak sengaja. 10 tahun 1993 tentang penunjukan laboratorium pengujian cemaran mikroba dan residu di dalam bahan pangan asal ternak. Hal ini akan berbahaya jika akumulasi yang terjadi walaupun kecil tertapi terus menerus tanpa diketahui oleh konsumen. Pentingnya perlindungan terhadap konsumen yang mengkonsumsi bahan pangan asal ternak dari bahaya residu dan cemaran diatur dalam peraturan pemerintah No.petugas serta alat yang dipergunakan pada pengolahan pasca panen (Debackere. Secara sengaja karena dipergunakan dalam pengobatan untuk penangulangan penyakit atau ditambahkan dalam pakan ternak. akan menyebabkan penurunan kesehatan bagi yang mengkonsumsi produk tersebut. 20 . ruangan . air. 1995). Murdiati. 1990. Kemudian diperjelas lagi dengan SK Mentri Pertanian No. Selain penggunaan antibiotika atau obat. Sedangkan secara tidak sengaja akibat pencemaran pada lingkungan selama produksi misalnya pencemaran dalam pakan. 22 tahun 1983 mengenai Kesehatan Masyarakat Veteriner. pemakaian pemacu pertumbuhan untuk meningkatkan produksi hasil peternakan serta diharapkan mampu mengurangi biaya produksi juga sering menyebabkan timbulnya residu pada bahan pangan asal ternak. kandang. Diduga beberapa pabrik makanan ternak telah menambahkan antibiotika dalam produknya tetapi tidak mencantumkan janis dan jumlah yang ditambahkan.

selain itu juga dapat berpengaruh terhadap orang yang mengonsumsi hewan tersebut yang telah makan pakan hewan yang mengandung formalin. di karenakan dapat menyebabkan kematian pada hewan ternak.BAB V PENUTUP KESIMPULAN Penggunaan formalin dalam pakan ternak sangat berbahaya sekali. 21 . Karena didalam formalin terdapat zat – zat berbahaya yang mungkin bisa menyebabkan kematian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful