Keutamaan Silaturahmi

Dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya tentang amalan yang dapat memasukkan ke dalam surga, lantas Rasul menjawab, ‫ْ ُ ه‬ ْ َ َ ‫ه‬ َْ ِ ُ ِ ْ ‫ه‬ ‫تَعبُد َّللاَ الَ تُشسك بًِ شيئًب ، َتُقِيم انصالَةَ ، َتُؤتِّ انصكبةَ ، َتَصم انسهحم‬ ُ ِ َ ُ َ َِ "Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat)." (HR. Bukhari no. 5983) Dari Abu Bakroh, Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ْ ُّ ‫مثم انبَغّ - مب مه ذوب أَجْ دز أَن يُعجم َّللاُ تَعبنَّ نِصبحبًِ انعقُُبَتَ فِّ اندويَب - مع مب يَدخس نًَُ فِّ اآلخسة‬ ُ ِ ‫َ َ َ ه‬ ُْ ِ ِ َ َ ‫َ ِ ْ َ ْ ٍ َ ُ ْ َ ِّ َ ه‬ َِ ِ ِ ْ ْ ُ ِْ ‫َقَطيعت انسهحم‬ ِ َ ِ َ ِِ "Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya bagi para pelakunya [di dunia ini] -berikut dosa yang disimpan untuknya [di akhirat]daripada perbuatan melampaui batas (kezhaliman) dan memutus silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat)" (HR. Abu Daud no. 4902, Tirmidzi no. 2511, dan Ibnu Majah no. 4211, shahih) Abdullah bin ‟Amr berkata bahwa Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda, َ ِ ُ ِ َْ ِ ِ َ ِ َ ُْ ُ ِ َْ َ ‫نَيْس انُاصم بِبنمكبفِئ ، َنَكه انُاصم انهرِ إِذا قَطَعت زحمًُ َصهٍََب‬ َ َ ُ ِ َ ْ َ ”Seorang yang menyambung silahturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silahturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.” (HR. Bukhari no. 5991) Abu Hurairah berkata, "Seorang pria mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, saya punya keluarga yang jika saya berusaha menyambung silaturrahmi dengan mereka, mereka berusaha memutuskannya, dan jika saya berbuat baik pada mereka, mereka balik berbuat jelek kepadaku, dan mereka bersikap acuh tak acuh padahal saya bermurah hati pada mereka". Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Kalau memang halnya seperti yang engkau katakan, (maka) seolah- olah engkau

” (HR. niscaya Aku akan memutus dirinya. Ahmad 1/194. ُ ْ ْ َ َِ ‫َ َ ْ ُ ه‬ ْ َ َ ‫قَبل َّللاُ عص َجمه: أَوب انسهحْ مهُ ، َأَوب خهَقت انسحم، َاشتَقَقت نٍََب مه اسمي، فَمه َصهٍََب َص ْهتًُُ، َمه قَطَعٍَب‬ َ َ َ َ َ ْ َ َ َ ‫َ ه‬ َ ِْ ِ ِ ًُُّ‫بتَت‬ "Allah ’azza wa jalla berfirman: Aku adalah Ar Rahman. Yang tepat. saudara atau kerabat. yaitu yang punya hubungan nasab. Ibnu Hajar dalam Al Fath menjelaskan. teman atau tetangga. menjalin tali silaturahmi adalah istilah khusus untuk berkunjung kepada orang tua. Aku menciptakan rahim dan Aku mengambilnya dari nama-Ku. hasan) Memang terjadi salah kaprah mengenai istilah silaturahmi di tengahtengah kita sebagaimana yang dimaksudkan dalam hadits-hadits di atas. ًُ‫مه سسيُ أَن يُبسطَ نًَُ فِّ زشقًِ ، َأَن يُىسأ َ نًَُ فِّ أَثَسي ، فَ ْهيَصمْ زحم‬ َ ْ ْ َ ِ ْ ِ َ ْ ْ ‫َ ْ َ ه‬ ِِ َ ِ َ ِ "Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi. Sehingga yang dimaksud silaturahmi akan memperpanjang umur adalah untuk maksud berkunjung kepada orang tua dan kerabat." (HR.memberi mereka makan dengan bara api dan pertolongan Allah akan senantiasa mengiringimu selama keadaanmu seperti itu. 5985 dan Muslim no." Itulah makna yang tepat. shahih lighoirihi). ." (HR. "Silaturahmi dimaksudkan untuk kerabat. Siapa yang menyambungnya. niscaya Aku akan menjaga haknya. begitu pula masih ada hubungan mahrom ataukah tidak. Dari Abu Hurairah. 58. ْ ًُُ‫مه اتهقَّ زبهًُ، ََصم زحمًُ، وُسّّء فِي أَجهًِ َثَسِ مبنًَ ُ، َأَحبهًُ أٌَه‬ َ َ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ َ "Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya. Jadi bukanlah istilah umum untuk mengunjungi orang sholeh. Bukhari no. 2557) Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma berkata. Muslim no. Dan siapa yang memutusnya. Wallahu waliyyut taufiq. 2558) Abdurrahman ibnu 'Auf berkata bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. baik saling mewarisi ataukah tidak." (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no.

Keutamaan Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Dan Pahalanya Kategori Birrul Walidain Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Di Antara Fadhilah (Keutamaan) Berbakti Kepada Kedua Orang Tua. Fathul Baari 2/9] Dengan demikian jika ingin kebajikan hrs didahulukan amal-amal yg paling utama di antara ialah birrul walidain (berbakti kpd kedua orang tua). Ibnu Hibban (2026-Mawarid). Pertama shalat pada waktu (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya). Pertama: Bahwa berbakti kpd kedua orang tua ialah amal yg paling utama. dari sahabat Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas‟ud radhiyallahu „anhu. kedua berbakti kpd kedua orang tua.Keutamaan Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Dan Pahalanya” ketegori Muslim.85. “Arti : Dari Abdillah bin Amr bin Ash Radhiyallahu „anhuma dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. Hakim (4/151-152)] Ketiga Bahwa berbakti kpd kedua orang tua dpt menghilangkan kesulitan yg sedang . Dengan dasar diantara yaitu hadits Nabi Shallallahu „alaihi wa sallam yg disepakati oleh Bukhari dan Muslim. Muslim No. Dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad. ketiga jihad di jalan Allah” [Hadits Riwayat Bukhari I/134. “Ridla Allah tergantung kpd keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kpd kemurkaan orang tua” [Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (2). “Aku berta kpd Nabi Shallallahu „alaihi wa sallam tentang amal-amal yg paling utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu „alaihi wa sallam menjawab. Tirmidzi (1900). Ibnu HIbban. “Arti : Dari Abdullah bin Mas‟ud katanya. Kedua Bahwa ridha Allah tergantung kpd keridlaan orang tua. Hakim dan Imam Tirmidzi dari sahabat Abdillah bin Amr dikatakan.

dialami yaitu dgn cara bertawasul dgn amal shahih tersebut. Ketika mereka ada di dalamnya. . tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dan menutupi pintu gua. aku berikan susu ini kpd keduanya. dgn harapan agar Allah menghilangkan kesulitan tersebut. Sebagian mereka berkata pada yg lain. Setelah kedua minum lalu kuberikan kpd anak-anaku. Aku tdk akan memberikan kpd siapa pun sebelum susu yg aku perah ini kuberikan kpd kedua orang tuaku. dpt digunakan untuk bertawassul kpd Allah ketika kita mengalami kesulitan. 2272). sesungguh aku mempunyai kedua orang tua yg sudah lanjut usia sedangkan aku mempunyai istri dan anak-anak yg masih kecil. „Ingatlah amal terbaik yg pernah kamu lakukan‟. bukakanlah. Ya Allah. Dengan dasar hadits Nabi Shallallahu „alaihi wa sallam dari Ibnu Umar. seandai peruntukan ini ialah peruntukan yg baik krn Engkau ya Allah. “Arti : Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. “Ya Allah. “Pada suatu hari tiga orang berjalan. Anak-anakku merengek-rengek menangis untuk meminta susu ini dan aku tdk memberikannya. lalu aku tetap memerah susu sebagaimana sebelumnya. Pagi hari ketika orang tuaku bangun. lalu kehujanan. Aku mengembala kambing. Berbagai kesulitan yg dialami seseorang saat ini diantara krn peruntukan durhaka kpd kedua orang tuanya. Salah satu diantara mereka berkata. Kemudian aku tunggu sampai kedua bangun. “Maka batu yg menutupi pintu gua itupun bergeser” [Hadits Riwayat Bukhari (Fathul Baari 4/449 No. Muslim (2473) (100) Bab Qishshah Ashabil Ghaar Ats Tsalatsah Wat-Tawasul bi Shalihil A‟mal] Ini menunjukkan bahwa peruntukan berbakti kpd kedua orang tua yg pernah kita lakukan. Susu tersebut tetap aku pegang lalu aku mendatangi kedua namun kedua masih tertidur pulas. Mereka berteduh pada sebuah gua di kaki sebuah gunung. Kemudian mereka memohon kpd Allah dan bertawassul melalui amal tersebut. ketika pulang ke rumah aku selalu memerah susu dan memberikan kpd kedua orang tuaku sebelum orang lain. Suatu hari aku hrs berjalan jauh untuk mencari kayu bakar dan mencari nafkah sehingga pulang telah larut malam dan aku dpti kedua orang tuaku sudah tertidur. Insya Allah kesulitan tersebut akan hilang.

Bahkan dalam riwayat yg lain disebutkan berbakti kpd orang tua hrs didahulukan dari pada beruntuk baik kpd istri sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar Radhiyallahu „anhuma ketika diperintahkan oleh bapak (Umar bin Khaththab) untuk menceraikan istrinya.Kalau kita mengetahui. dgn peruntukanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku. Semua dilakukan oleh ibu . Begitu besar jasa kedua orang tua kita. “Belum.9] Orang tua kita telah megurusi kita mulai dari kandungan dgn beban yg dirasakan sangat berat dan susah payah. Tirimidzi No. 1189 beliau berkata. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan kedua orang tua hrs didahulukan daripada kebutuhan anak kita sendiri dalam rangka berbakti kpd kedua orang tua. Demikian juga ketika melahirkan. 5138. dia rela menunggu kedua bangun di pagi hari meskipun anak menangis. orang tersebut berta kpd. bagaimana berat orang tua kita telah bersusah payah untuk kita. maka peruntukan „Si Anak‟ yg „bergadang‟ untuk memerah susu tersebut belum sebanding dgn jasa orang tua ketika mengurus sewaktu kecil. ibu kita mempertaruhkan jiwa antara hidup dan mati. Ketika kita lahir.?” Jawab Abdullah bin Umar Radhiyallahu „anhuma. “Hadits Hasan Shahih”] Dalam riwayat Abdullah bin Mas‟ud yg disampaikan sebelum disebutkan bahwa berbakti kpd kedua orang tua hrs didahulukan daripada jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta‟ala. Di dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu „anhuma melihat seorang menggendong ibu untuk tawaf di Ka‟bah dan ke mana saja „Si Ibu‟ menginginkan. ibu lah yg menyusui kita kemudian membersihkan kotoran kita. „Si Anak‟ melakukan pekerjaan tersebut tiap hari dgn tdk ada perasaan bosan dan lelah atau yg lainnya. setetespun engkau belum dpt membalas kebaikan kedua orang tuamu” [Shahih Al Adabul Mufrad No. “Ceraikan istrimuu” [Hadits Riwayat Abu Dawud No. sehingga apapun yg kita lakukan untuk berbakti kpd kedua orang tua tdk akan dpt membalas jasa keduanya. Bahkan ketika kedua orang tua sudah tidur. ia berta kpd Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam dan Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam menjawab. “Wahai Abdullah bin Umar.

Padahal ketika masih kecil dia selalu bersama ibu dan bapaknya. bukan oleh orang lain.[1] walaupun masih terdpt perbedaan dikalangan para ulama tentang masalah ini. seakan-akan dia tdk pernah berkumpul bahkan tdk kenal dgn kedua orang tuanya. Keempat Dengan berbakti kpd kedua orang tua akan diluaskan rizki dan dipanjangkan umur. Banyak diantara saudara-saudara kita yg sering ziarah kpd teman-teman tetapi kpd orang tua sendiri jarang bahkan tdk pernah. Di dalam hadits Nabi Shallallahu „alaihi wa sallam disebutkan bahwa anak yg durhaka tdk akan masuk surga. Sementara bapak kita juga berusaha agar kita segera sembuh dgn membawa ke dokter atau yg lain. Sehingga kalau ditawarkan antara hidup dan mati. siang atau malam hari. Kelima Manfaat dari berbakti kpd kedua orang tua yaitu akan dimasukkan ke jannah (surga) oleh Allah Subhanahu wa Ta‟ala. Abu Dawud 1693] Dalam ayat-ayat Al-Qur‟an atau hadits-hadits Nabi Shallallahu „alaihi wa sallam dianjurkan untuk menyambung tali silaturahmi. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi bahwa dgn silaturahmi akan diakhirkan ajal dan umur seseorang. namun pendpt yg lebih kuat berdasarkan nash dan zhahir hadits ini bahwa umur memang benar-benar akan dipanjangkan. Itulah jasa seorang ibu terhadap anaknya. Dalam silaturahmi. Maka . Muslim 2557. Tapi setelah dewasa. Karena dgn dekat kpd kedua insya Allah akan dimudahkan rizki dan dipanjangkan umur. Ibu kita selalu menemani ketika kita terjaga dan menangis baik di pagi. ibu kita akan memilih mati agar kita tetap hidup. dari sahabat Anas Radhiyallahu „anhu bahwa Nabi Shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. Sebagaimana dalam hadits yg disepakati oleh Bukhari dan Muslim. “Arti : Barangsiapa yg suka diluaskan rizki dan dipanjangkan umur maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi” [Hadits Riwayat Bukhari 7/72.kita. yg hrs didahulukan silaturahmi kpd kedua orang tua sebelum kpd yg lain. Apabila kita sakit tdk ada yg bisa menangis kecuali ibu kita. Sesulit apapun hrs tetap diusahakan untuk bersilaturahmi kpd kedua orang tua.

kebalikan dari hadits tersebut yaitu anak yg beruntuk baik kpd kedua orang tua akan dimasukkan oleh Allah Subhanahu wa Ta‟ala ke jannah (surga). makan bersama-sama mereka serta sikap lembut dengan mereka. hadits No. Ini adalah tidak benar. 319 Tata Cara Silaturrahim dengan Para Ahli Maksiat Sebagian orang salah dalam memahami tata cara silaturrahim dengan para ahli maksiat. Dosa-dosa yg Allah Subhanahu wa Ta‟ala segerakan adzab di dunia diantara ialah beruntuk zhalim dan durhaka kpd kedua orang tua. bahkan hingga kepada orang-orang kafir. Demikian pula sebagaimana disebutkan dalam hadits Asma‟ binti Abi Bakar Radhiyallahu „anhuma yang menanyakan Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam untuk bersilaturrahim kepada ibunya yang musyrik. [Disalin dari Kitab Birrul Walidain. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil”.] [1] Riyadlush Shalihin. Allah Subahanahu wa Ta‟ala akan menghindarkan dari berbagai malapetaka. bersama-sama duduk dalam satu majlis dengan mereka. Dalam hadits itu diantaranya disebutkan. . Mereka mengira bahwa bersilaturrahim dengan mereka berarti juga mencintai dan menyayangi mereka. Semua memaklumi bahwa Islam tidak melarang berbuat baik kepada kerabat dekat yang suka berbuat maksiat. edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua Orang Tua oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Allah berfirman. terbitan Darul Qolam Jakarta. Dengan demikian jika seorang anak beruntuk baik kpd kedua orang tuanya. dgn izin Allah. “Artinya : Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu.

bahkan meskipun mereka termasuk kerabat dekat”. sekalipun rang-orang itu bapak-bapak. itu bukan berarti harus saling mencintai dan menyayangi. Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat yang mulia tersebut berkata : “Artinya. Sebaliknya. mereka tidak saling mencintai dengan orang yang suka menentang . “Artinya : Kamu tidak akan mendapati satu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat.4} apakah aku harus menyambung dengan ibuku ?‟ Beliau Shallallahu „alaihi wa sallam menjawab. bersama-sama makan dengan mereka serta bersikap lembut dengan orang-orang kafir dan ahli maksiat tersebut. Tetapi. Karena jika seseorang mencintai orang lain maka tidak mungkin ia akan mencintai musuh orang tersebut. dudukduduk satu majlis dengan mereka. Makna ayat yang mulia ini -sebagaimana disebutkan oleh Imam Ar-Raziadalah bahwasanya tidak akan bertemu antara iman dengan kecintaan kepada musuh-musuh Allah. silaturrahim dengan mereka adalah dalam upaya untuk menghalangi mereka agar tidak mendekat kepada Neraka dan menjauh dari Surga. „Sesungguhnya ibuku datang dan ia sangat berharap. Dan berdasarkan ayat ini. Imam Al-Qurthubi mengomentari dasar hukum Imam Malik : “Saya berkata. Imam Malik menyatakan bolehnya memusuhi kelompok Qadariyah dan tidak duduk satu majlis dengan mereka. „Ya. „Termasuk dalam makna kelompok Qadariyah adalah semua orang yang zhalim dan yang suka memusuhi‟. bila kondisi mengisyaratkan bahwa untuk mencapai tujuan tersebut adalah . saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.5} Tetapi.“Artinya : Aku bertanya. sambunglah dengan ibumu”. atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka”. Allah berfirman.

dalam Fathul Bari disebutkan. Misalnya. sesungguhnya umur fulan adalah 100 tahun jika dia menyambung silaturrahim dan 60 tahun jika ia memutuskannya‟. „Secara lahiriah. Adapun yang ditunjukkan oleh ayat pertama di atas. bahwasanya tambahan yang dimaksud adalah kinayah dari usia yang diberi berkah karena mendapat taufiq untuk menjalankan keta‟atan. Kedua. hal itu dilakukan karena mereka tidak mau menerima kebenaran. Tapi dengan syarat telah ada usaha untuk menasehati dan memberitahu mereka. mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat memajukannya” . Jadi. Maka apabila telah datang ajal mereka. Itulah yang diisyaratkan oleh firman Allah : “Artinya: Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan . dan mereka masih membandel. serta menjaga dari menyia-nyiakan waktunya untuk hal lain . Dalam hal ini. ia menyibukkan waktunya dengan apa yang bermanfa‟at di akhirat. Imam Ibnu Abi Jamrah berkata : “Jika mereka itu orangorang kafir atau suka berbuat dosa maka memutuskan hubungan dengan mereka karena Allah adalah silaturrahim dengan mereka. Ibnu At-Tin berkata. hadits ini bertentangan dengan firman Allah : “Artinya. Kemudian.dapat dikategorikan sebagai silaturrahim.dengan cara memutuskan hubungan dengan mereka. Dan itu berkaitan dengan malaikat yang diberi tugas mengenai umur manusia. dan di sisiNya lah terdapat Ummul Kitab ” . maka pemutusan hubungan tersebut -dalam kondisi demikian. Untuk mencari titik temu kedua dalil tersebut dapat ditempuh melalui dua jalan. Meskipun demikian. mereka masih tetap berkewajiban mendo‟akan mereka tanpa sepengetahuan mereka agar mereka kembali ke jalan yang lurus. seputar bertambahnya umur karena silaturrahim dan mereka memberikan jawabannya. Dan apa yang ada di alam ilmu Allah itu tidak akan maju atau mundur. yang dimaksudkan dengan menghapuskan dan . Pertama. Adapun yang ada dalam ilmu malaikat maka hal itulah yang mungkin bisa bertambah atau berkurang. tambahan itu secara hakikat atau sesungguhnya. Umpamanya dikatakan kepada malaikat. Dalam ilmu Allah telah diketahui bahwa fulan tersebut akan menyambung atau memutuskan silaturrahim. maka hal itu berkaitan dengan ilmu Allah Ta‟ala.

sebagaimana dalam sabda beliau : “Seseorang berkata: „Ya Rasulullah. menghubungkan kasih sayang” atau menyambung tali persaudaraan kepada kerabat yang memiliki hubungan nasab. 3/208-209.” (HR.menetapkan dalam ayat itu adalah apa yang ada dalam ilmu malaikat. menegakkan shalat. Rasulullah SAW juga menjelaskan tentang pentingnya membina hubungan silaturahmi. AlBukhari. menunaikan zakat. beritahukan kepadaku amalan yang akan memasukkan aku ke surga dan menjauhkanku dari neraka. Keistimewaan Silaturahim Rasulullah SAW menjelaskan bahwa silaturahim termasuk inti dakwah Islam. Dan janji Allah terhadap orang yang menyambung tali silaturahmi diantaranya akan dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya sebagiamana hadits yang diriwayatkan dari Anas radhiyallahu „anhu. Muslim no. yang tidak akan ada penghapusan selama-lamanya. SILATURAHIM KEPADA ORANGTUA DAN SAUDARA YANG MUSYRIK Definisi Silaturahim Kalimat silaturahmi berasal dari bahasa Arab. Sedangkan apa yang ada di dalam Lauh Mahfuzh itu merupakan ilmu Allah. dan menyambung silaturahim‟. 13).” Rasulullah SAW mengatakan: “Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya. sedang yang pertama disebut al-qadha‟ al-mu‟allaq . tersusun dari dua kata. yaitu silah yang berarti alaqah (hubungan) dan kata al-rahmi yang artinya menyayangi / mengasihi. bahwa Rasulullah SAW bersabda : . Itulah yang disebut dengan al-qadha‟ almubram . Jadi secara harfiyah Silaturahmi artinya “Menghubungkan tali kekerabatan.

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu. maka janganlah kamu mengikuti keduanya.” (HR. dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. Allah Ta‟ala berfirman. Luqman: 15) “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain.” . dan (peliharalah) hubungan silaturahmi.Muslim no. 1693) Silaturahim dengan sesama “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain. Al-Bukhari 10/348. Abu Dawud no.” (QS An Nisaa‟ 4:1). dan (peliharalah) hubungan silaturahim. kekafiran tidaklah memutuskan hak mereka sebagai kerabat. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. hendaknya ia menyambung tali silaturahimnya. 2558.” (Qs. Jadi. Allah SWT melarang memutuskan silaturahmi dengan orang tua atau kerabat yang non muslim dan Allah tetap menuntunkan agar hak mereka sebagai kerabat dipenuhi walaupun mereka kafir.“Siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya.

Karena memberi nafkah adalah bagian dari bentuk menjalin silaturahmi.(Qs. tidak mengusir kalian dari rumah-rumah kalian. Sedangkan dalam masalah waris tidak diperkenankan sama sekali. Silaturahim kepada Kerabat Non Muslim Allah SWT telah berfirman : “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orangorang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. tidak ada kekhawatiran dan kerusakan padanya. Jadi. Karena warisan dibangun di atas sikap ingin menolong (nushroh) dan loyal (wala‟). Hal ini bila mereka tidak mengobarkan peperangan dalam agama terhadap kalian. Oleh karenanya. Justru kita harapkan dengan sikap dan perilaku kita yang baik kepada . dan tentunya tidak ada loyalitas dalam hati kita terhadap agamanya. dia bukan orang yang memerangi agama kita. An Nisa: 1) Jubair bin Muth‟im berkata bahwa Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda “Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali silaturahmi (dengan kerabat). Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. silaturahmi dengan kerabat tetaplah wajib. Dengan syarat. Begitu pula sebaliknya. walaupun kerabat tersebut kafir. orang yang mempunyai kewajiban memberi nafkah tetap memberi nafkah pada orang yang ditanggung walaupun itu non muslim. Karena seorang muslim tidaklah mewariskan hartanya pada orang kafir. meskipun dia non-muslim.” (Al-Mumtahanah: 8) „Allamatul Qashim Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa‟di rahimahullahu menjelaskan: “Artinya. silaturahim. dan membalas kebaikan serta berlaku adil terhadap kerabat kalian dari kalangan kaum musyrikin atau yang lain. Allah SWT tidak melarang kalian dari kebaikan.” Jadi jelaslah bahwa berbuat baik kepada kerabat adalah suatu hal yang disyariatkan. Maka tidak mengapa kalian berhubungan baik dengan mereka dalam keadaan seperti ini.

saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.orang semacam ini. atau anak-anak atau saudarasaudara atau pun keluarga mereka”. sehingga ia masuk Islam dan meninggalkan kekafirannya. . menjadi sebab datangnya hidayah dalam hati kerabat kita tersebut. sekalipun rang-orang itu bapak-bapak. “Kamu tidak akan mendapati satu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful