P. 1
Sholat Dalam Gereja Mula2

Sholat Dalam Gereja Mula2

|Views: 79|Likes:
Published by Victor Pai

More info:

Published by: Victor Pai on May 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2015

pdf

text

original

Sholat dalam Gereja Mula-mula (Orthodox

)

oleh Persatuan Gereja Orthodox Indonesia pada 12 Juli 2010 pukul 4:31 ·

Menguak Arti Doa dan Sholat (SembahyangHarian; Ibadat Harian) dalamTradisi Gereja Timur (Gereja Orthodox)

Oleh : Presbyter Rm.Kirill J.S.L. (Omeц Кирилл Д.С.Л.) GEREJA ORTHODOX INDONESIA (THE INDONESIAN ORTHODOX CHURCH)

I. MENGUAK ARTI DOA DAN SHOLAT (SEMBAHYANG HARIAN; IBADAT HARIAN) DALAM TRADISI GEREJA ORTHODOX

Bismil Abi wal Ibni wal Rohul Quddusi Al Ilahud Wahid. Amin.

Banyak orang berseloroh, terutama saudara kita kaum Muslim bahwa, “Orang Kristen itu tidak pernah sholat, namun hanya berdoa”. Ungkapan ini mau tidak mau harus kita akui, namun sayang sekali ada sebagian orang Kristen yang tidak dapat membedakan antara doa dan sholat (sembahyang harian, ibadat harian).

Tidak dapatnya membedakan antara doa dan sholat inilah, maka tercetus kata-kata bahwa “doa” yang dilakukan oleh orang Kristen, dan ”sholat” yang dilakukan oleh saudara kita Muslim itu sama saja maknanya. Orang percaya boleh-boleh saja berpendapat bahwa bahwa antara “doa” dan

namun yang menjadi masalah. dan Doa dengan kata-kata spontan langsung yang diucapkan dalam permohonan kepada Allah. A. Sebaiknya dipertimbangkan bahwa dalam doa janganlah seenaknya saja mengobral kata-kata dangkal. . seperti satu-satunya cara yang dilakukan oleh GerejaGereja Protestan. Dan hal ini secara lambat akan pemimpin pada peninggian hati dan kesombongan rohani. yaitu 19. dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah. Angka-angka itu adalah sebagai berikut: seorang pendeta: 3420. Banyaknya kata-kata yang berhamburan ini menyebabkan bahaya adanya bahaya kata-kata mengalami kita mengalami inflasi. Dari pagi hingga malam ribuan kata berhamburan dari bibir dan bertubi-tubi pula kata-kata masuk ke dalam telinga. seorang istri: 15.”sholat” itu sama saja maknanya. Kitab Pengkhotbah 5:1 memberikan peringatan yang sama: “Janganlah terburu-buru dengan mulutmu. yang bahkan tidak mempunyai dampak dan makna kerendahan hati dan bagi tujuan keselamatan jiwa. seorang pelajar SMP: 8760. baik doa yang diucapkan nyaring maupun doa yang diucapkan dalam hati.300. Doapun tidak luput dari bahaya inflasi kata. indah-indah. adalah bijaksana jika kembali pada pernyataan-pernyataan yang ada dalam Alkitab. dengan urutan yang telah tertentu pula. Karena doa yang panjang-panjang. gerak tubuh tertentu. karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi. seorang prajurit di asrama: 7420. akan berakibat banyak orang mengagumi dan memuji-muji si pendoa. dan berapi-api. Yang paling banyak adalah seorang ibu mertua.800 kata! Hidup memang dipenuhi kata-kata. oleh sebab itu biarlah perkataanmu sedikit”. bukannya kerendahan hati si pendoa. maka untuk menentukan itu sama atau tidak. serta isi doa-doa tertentu. apakah pandangan yang demikian sesuai dengan kenyataan dan apakah sholat itu didukung oleh fakta Alkitab ? Sebagai orang percaya yang setiap tindakan dan lakunya selalu dilandaskan atas Firman Allah. Dalam Gereja Orthodox memang dibedakan antara Sembahyang. Kata-kata berhamburan dengan mudah dan murah dalam doa. sebagai suatu ibadah dan penyembahan kepada Allah yang disertai waktu tertentu. Doa Seorang peneliti di Praha menemukan angka-angka yang menarik tentang jumlah rata-rata perkataan yang diucapkan orang dalam sehari.

Bukan pula maksudnya orang hanya dapat berdoa dalam suasana sepi dan sunyi. mendahului TUHAN.orang percaya bisa bersekutu bahkan manunggal dengan Tuhan. Inilah pula sebabnya Yesaya Sang Nabi Allah berkata: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan. sebab Tuhan dapat ditemui bukan hanya dalam suasana semedi. yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu. Segera sesudah Elia mendengarnya. 30:15). “Dan setelah orang banyak itu . melalui padang gurun …” (1 Raj. Adakalanya komunikasi yang ampuh terjadi justru secara non-verbal. Berdoa dengan berdiam diri. melainkan pikiran dan hati kita. misalnya dengan meditasi dan kontemplasi yang dikembangkan mulai tahun 1960-an oleh komunitas biara Protestan Taize di Perancis dan beberapa komunitas biara Protestan lainnya. bahkan Tuhan Yesus sendiri memberikan contoh tentang doa. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. bahkan walaupun hati tidak membisikkan sepatah katapun. Yaitu sepi dari kata-kata yang ramai mengisi perasaan. dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu” (Yes. dimana hati yang lebih banyak berkomunikasi dengan penuh cinta kepada Sang Mempelai Laki-laki guna mencapai tujuan pemanunggalan denganNya sudah lama dikenal dalam tradisi monastisisme (kerahiban)1 Gereja Orthodox sebagai kesinambungan tanpa putus dengan Gereja Para Rasul dan Gereja Purba itu sendiri. Allah semesta alam. melainkan juga dalam hiruk-pikuknya dan hangar-bingarnya hidup dan kerja sehari-hari. … Firman Tuhan kepadanya: “Pergilah. Dan sesudah gempa itu datanglah api. kembalilah ke jalanmu. Bukankah pada saat-saat tertentu kehadiran seseorang yang kita cintai – walaupun tanpa bercakap – dapat mengandung sejuta makna? Demikian pula dalam pertemuan dengan Tuhan dalam doa. Yang perlu sepi bukan terutama tempatnya. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. namun dalam keheningan pikiran . tidak selalu doa dipenuhi dengan kata-kata. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa. Kata-kata tidak selalu diperlukan untuk berkomunikasi. Hal ini bukan berarti orang harus bertapa dan bersemedi. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu. seperti dalam Matius 14:23. sampai tidak menyadari kehadiranNya yang lembut dan temaram itu. 19:11-15) Perihal doa hening yang mendalam ini banyak sekali terungkap dalam Alkitab.Tetapi bukankah doa adalah berkomunikasi? Dan untuk berkomunikasi diperlukan kata-kata? Jawabannya bisa “ya” dan “tidak”. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Inilah makna Allah dijumpai dalam keheningan angin sepoi-sepoi basa seperti yang dialami Elia Nabi Allah: “Angin besar dan kuat. Akhir-akhir ini gereja-gereja Protestan mulai melihat nilai doa ini. ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya… Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: “Apakah kerjamu di sini hai Elia?” Jawabnya: ”Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN.

namun perlu penghayatan dan perenungan serta penterjemahan dalam hidup keseharian. adalah bijaksana jika berdoa tidak memikirkan hal-hal lain kecuali Allah. Gal. Kel. bhs. Manusia tidaklah akan mengaku dalam batin dan berseru pada Bapa dalam hidupnya. namun lebih bersifat perenungan guna menemukan akunya sendiri untuk masuk dalam pemanunggalan dengan “Sang AKU” *bdk.Yunani: “Ego eimi”. St. yang oleh Injil Matius disebut sebagai “Terang dunia” (Mat. Artinya bahwa kita selalu mengekspresikan hidup Allah. maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (Mat. jika dalam hidup manusia itu sendiri tidak bertobat dan memberi diri untuk dipimpin oleh dan masuk dalam hidup Ilahi. artinya pada waktu berdoa hindarilah perkara-perkara luar masuk ke pikiran dan batin yang mengganggu konsentrasi untuk menyembah Allah. teduh dan sejuk. rendah hati dan tak terbesit sedikitpun kemunafikan dan arogansi.17:1. Pola Yesus berdoa sendirian di atas bukit. bahwa manusia dapat berseru dalam batin dan menyebut Allah sebagai “Bapa”. Paralel dengan doa yang bersifat batiniah ini. Masuk dan manunggalnya kita dalam hidup Ilahi inilah. menjadikan sifat dan karakter Allah oleh kuasa Roh Kudus menjadi sifat dan karakter kita. bukan sekedar ungkapan kata yang tidak berdasarkan pengertian yang dalam mengenai makna doa tersebut. itu adalah merupakan karya Allah (Gal. Ketika hari sudah malam. Ibrani: “ Ehyeh asyer ehyeh”. Doa Tuhan Yesus ini lebih mengarah pada batin yang terdalam dan bukan hanya sekedar kata-kata yang indah. tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.3:14 – “…AKU adalah AKU…Lagi firman-Nya: “…AKULAH AKU…(bhs. Kej. masuklah ke dalam kamarmu. meminjam istilah orang Jawa bahwa jika kita berdoa perlu untuk “nutupi babahan hawa sanga”. Ia sendirian disitu”. Pengertian yang dalam disini adalah bahwa di dalam doa itu kita sedang masuk dan manunggal dengan Allah. Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. 6:6). Karena fakta ini.5:4) sebagai hasil penyatuan kita dengan Sang Terang (Yoh. sebab hal itu tidak mungkin tidak terdeteksi oleh Allah.4:6). Paulus dalam suratnya menandaskan.8:12) melalui doa dan sakramen-sakramen yang terdapat dalam Gereja (Rm. Karena kalau doa dilandaskan pada kepura-puraan akan berakibat fatal. Dengan bertemunya “aku manusia” dengan “Sang AKU” dalam doa. .disuruhnya pulang. Pengertian akan makna doa bukan hanya sekedar ulah pikiran. menunjuk pada artian bahwa pada waktu berdoa. Ini adalah cara bagaimana manusia dapat masuk pada batin yang terdalam untuk menemukan jati diri dan merenungkan apa yang Allah inginkan dan telah berikan dalam hidup ini. Jadi doa itu merupakan masalah batin.6:3-4. Dengan demikian jelas bahwa doa itu tidak dapat dilakukan dengan pura-pura atau supaya dilihat orang bahwa kita adalah orang yang saleh dan suka berdoa. Hal ini nyata sekali terlihat dari ungkapan Yesus sendiri yang mengatakan : “Jika engkau berdoa. Ia menginginkan suasana hening.3:27). maka doa yang demikian adalah doa yang didasarkan atas pengalaman hidup bersama-sama dengan Allah. namun ini perlu dilandaskan pada hati yang tulus.) +.

Tuhan dan Penyelamat kita. namun itu mengarah lebih dalam lagi yaitu untuk menyucikan dan menyatukan hidup serta kehendak kita dengan hidup dan kehendak Ilahi. bukannya Mariasentris. disebut dalam bahasa Yunani sebagai . dan menghadap kemana saja B. namun itu perlu kerendahan hati. ”The Jesus Prayer”) dengan menggunakan semacam “tasbih” yang dirajut dari benang. dimana saja. dengan cara apa saja asal hormat dan sopan. Dan berdasarkan realita ini. bahwa Yesus hadir … Doa Yesus bukanlah semacam mantra. Karena sholat itu dilakukan berdasarkan urutan waktu dan mempunyai makna inkarnasi Sang Sabda dan karyaNya. tanpa memiliki aturan tertentu. Ini bisa dilakukan ketika orang selesai sholat atau dimanapun dan kapanpun dia berada dan merasa membutuhkan pertolongan Allah. dan dari persatuan mendalam hati serta budi kita denganNya” [St. 1894] Disamping Doa dan Sholat (Sembahyang Harian. Ini dapat dilakukan tanpa harus mengikuti tertib tertentu. menyucikan dan menyatukan hidup serta kehendak kita dengan hidup dan kehendak Ilahi!”. menggunakan bahasa spontan. ketulusan dan perenungan yang mendalam untuk menyatukan kehendak kita dengan kehendak Allah. Doa spontan ini dapat dilakukan kapan saja. Disinilah letak perbedaan antara doa dan sholat. Dayanya berasal dari iman akan Tuhan. Jadi tujuan doa bukanlah semata-mata mengeluarkan perasaan (meminta ini dan itu.Dengan demikian jelaslah bagi kita. Dan doa ini dilakukan secara spontan menggunakan bahasa sendiri. namun lebih kuat daripada semua doa lain berkat Nama Yesus Yang Mahakuasa. Doa ini adalah doa“samadhi” atau “berdzikir2 dengan tasbih Orthodox” yang disebut sebagai “Doa Puja Yesus” (“Doa Yesus” . tak pula harus menghadap ke kiblat di Timur. Dan sifat doa ini dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Salah satu doa yang menjadi sarana untuk menyucikan dan menyatukan hidup serta kehendak kita dengan hidup dan kehendak Ilahi ini adalah Doa Puja Yesus atau lebih dikenal sebagai Doa Yesus. Doa Batin) “Doa Yesus serupa dengan doa lain apa pun. Doa Tasbih: Doa Puja Yesus (Doa Yesus. tetapi doa tasbih Orthodox ini sangat Kristosentris. Jika sholat itu lebih bersifat sanjungan dan pujian serta penyembahan kepada Allah. dan sebagainya). Gereja Orthodox juga mengenal semacam Doa Rosario ”Salam Maria” dalam Gereja Roma Katolik. bahwa maksud doa bukan hanya sekedar suatu kewajiban sebagai orang Kristen. doa lebih bersifat permohonan. mengeluh. Ibadat Harian). Theopan Sang Petapa. terungkaplah sudah bahwa doa itu tidaklah semudah dan sesederhana seperti yang biasa kita pikirkan. melainkan pertama-tama untuk memasukkan perasaan: “Tuhan ada di sini. Kita perlu menyeru Nama ini dengan iman yang penuh dan teguh – dengan benar-benar yakin. boleh dengan mata tertutup dan tangan terlipat atau dengan mata tengadah ke langit dan tangan menadah tanda mengharap.

bar Alaha ethraham 'al li. 18:38) dan doa si pemungut cukai (Luk. eleyson me”. “Kyrie eleyson”. Paulus Sang Rasul untuk Kaum Goyim (Bangsa non Yahudi). Hataya". dengan tidak tergesa-gesa. Doa Yesus disebut juga Doa Batin/Doa Hati/Doa Qolbu (“Noera Prosevkhee”. yaitu: “Tuhan Yesus Kristus. Putera Allah kasihanilah aku orang berdosa ini”. sujud hormat dan kedalaman iman sebagai sarana panunggalan secara batiniah denganNya sehingga melaluiNya manunggal dengan Allah Sang pemilik Sabda itu. yaitu Yesus Kristus diucapkan dengan penuh kekhusyukan. doa “Budi Rohani”) yang secara khusus menunjuk kepada “Doa Puja Yesus” dari Gereja Timur (Gereja Orthodox). Doa Yesus berasal dari Perjanjian Baru dan mempunyai tradisi penggunaan yang lama sekali. yaitu mencapai Theosis atau Deifikasi 6. Rumusan ini juga bisa diperpendek berupa: “Kyrie Iesou Khriste. 21:36). eleyson me ton amartolon”. yang berbahasa Aramia (Gereja Orthodox Patriarkhat Syria): "Moran Yeshu'a meshiHa. Bahkan rumusan ini bisa diperpendek dengan hanya menyebut “Nama Yesus” saja. Bahkan tujuan Doa Puja Yesus ini bukan untuk mendapatkan/ mengejar karunia-karunia Roh Kudus (karena karuniakarunia Roh Kudus akan terhenti/tidak kekal – 1 Kor. Dalam Gereja-gereja Orthodox yang berbahasa Yunani rumusannya adalah: “Kyrie Iesou Khriste Hyos Ton Theon. Melalui Dzikir doa Puja Yesus ini. nama “Sang Sabda Menjelma”. yang tak boleh menimbulkan fantasi-fantasi. 13:8-10). untuk berdoa tak kunjung putus: “Berdoalah tak kunjung putus” (“pray without ceasing” 5) (I Tes. Sang Pemberi Hidup. yang satu Dzat hakekat dengan Sang Firman/SabdaNya. 5:17) dan juga atas anjuran Tuhan Yesus sendiri pada para muridNya: "Waspadalah dan berdoalah tak henti-hentinya …” (Luk. ” komvoschini”) atau “Chotki” (“Чётки“) dalam bahasa Rusia. inkubasi. yang adalah Allah yang kekal itu sendiri. Rumusan doa ini berdasarkan seruan si buta di Yerikho (Luk.“komboskini” (“Komboschoinia”. mimpi dan positive thinking dan semua teknik yang bersifat psikis dan pemaksaan kekuatan jiwani daripada memberi kebebasan karya Roh Kudus. maupun teknik-teknik visualisasi. Doa Yesus bersandarkan pada nasehat St. Rumusan Doa Yesus berabad-abad sampai saat ini tetap sama disetiap Gereja Orthodox dari yurisdiksi manapun di seluruh dunia. dan mengulang-ulang NamaNya tanpa membawa masuk ke hadiratNya tidak ada gunanya. Keadaan doa yang paling murni (Pure prayer) yang harus dicapai dalam Doa Puja Yesus itu justru untuk mencapai “apatheia” (“ketiadaan pathos” atau “ketiadaan pamrihpamrih kehendak dan nafsu”) yang kadang-kadang justru menjadi tujuan praktek-praktek meditasi lain dengan melakukan manipulasi psikis untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. sumber dan asal karunia-karunia Roh. Nama Yesus hanya merupakan sarana. Doa ini seharusnya diulang dengan hening. 18:13). yaitu para praktisi “hesykhasme” (“Sufisme3 Kristen Orthodox”)4. Inilah tujuan akhir dari keselamatan orang Kristen. yang harus membawa kepada pribadi Yesus sendiri. Dan praktek yang dilakukan oleh kaum “sufi” Kristen Orthodox yang disebut kaum “hesykhastis”. Doa Yesus (Doa Puja Yesus) mampu membawa kepada doa yang paling murni (pure prayer). sementara menarik dan mengeluarkan nafas mengikuti rumusan doa ini. yang . tetapi untuk bersatu dengan Roh Kudus.

misalnya Gereja Orthodox Patriarkhat Moskow. Tetapi semua rumusan doa Yesus itu mempunyai arti yang sama: “Ya Tuhan Yesus Kristus Anak Allah. tamnaukau atoin asanat”. Ibadat Harian) Panggilan Adzan7 untuk memulai sholat: (rukuk8. C.berbahasa Ibrani (Gereja Orthodox Patriarkhat Yerusalem): “Adonai Yoshua Ha-Masiakh. Allah dan raja kita) . Сыне Божий. ibnullah. Tzinye Boziie. walaupun dalam bentuk yang tidak mendalam. Robbu Arham”. bahasa Dawan (Timor): “Usi Yesus Kristus. miluieşte-mă pe mine păcătosul”. Pembahasan mengenai Doa Yesus dan“hesykhasme” (“Sufisme Kristen Orthodox”) ini memerlukan tempat tersendiri. miserere mei. Deo Fillio. have mercy on me a sinner” atau “O Lord Jesus Christ. Rusia: “Gospodi Iesuse Kristie. yang berbahasa Romania (Gereja Orthodox Patriarkhat Romania): “Doamne Iisuse Hristoase. pamilui mya gresnago” (“Господи Иисусе Христе. Gereja-Gereja Orthodox berbahasa Slavonika. Anglikan dan Protestan. Seruan dan pendarasan Nama Kudus Yesus dalam Doa Yesus dari Gereja Orthodox Timur ini sekarang digunakan juga oleh Gereja Roma Katolik. Sedang Gereja-Gereja Orthodox yang berbahasa Inggris: “O Lord Jesus Christ. Gusti Yesus Kristus Putrane Allah mugi melasi kwulo tiyang doso meniko”. povo nostros”. tanda salib) Halumma nasjud wa narka’ lil Malikina wa Ilahina. lian min wo” Juga Doa Yesus ini bisa didaraskan dalam bahasabahasa daerah setempat. arhamna ‘ana al-khoti’a” atau “Ya. помилуй мя грешнаго”). Son of God. bahasa Tetun (Timor-Timur): “Nai Yesus Kristus. yang berbahasa Latin: “Deo Jesus Christus. Uisneno Anah. (Marilah kita sujud dan rukuk kepada Allah dan raja kita) Halumma nasjud wa narka’ lil Masihu Malikina wa Ilahina. Sholat (Sembahyang Harian. rehem na‘alay. ben haElohim. yang berbahasa Arab: “Ya Robbu Yesu Almasih. Yang berbahasa Portogese: “Senhor Jesus Christo. Maromak Oan. ‘al ish khotea”. have mercy on me”. dis culpa. Fiul lui Dumnezeu. peccator” yang berbahasa Mandarin: “Zhu Ye su ji du shang thi zhi zi qing lian min wo zhe ge zui ren zhu Ye su ji dud u. kasihanilah hamba orang berdosa ini”. Sadia ami-ema sala”. (Marilah kita sujud dan rukuk kepada Almasih. seperti bahasa Jawa: “Duh.

29:38-39. 55:18). istilah Sholat untuk menunaikan ibadah telah digunakan oleh ummat Kristen Orthodox. dan Sore Hari (Mazmur 55:18).Halumma nasjud wa narka’ lil Masihu Hadza Huwa Malikina wa Ilahina Marilah kita sujud dan rukuk kepada Almasih. Misi Orthodoxia Indonesia) Tahukah anda bahwa orang Muslim yang pertama yang menaklukkan Yerusalem (636). yang sebenarnya Allah dan raja kita) (Kitab Sholat Tujuh Waktu Gereja Orthodox . 119:164). 30:7-8). Saya akan pergi ke tempat yang agak terpisah”. Waktu-waktu Sembahyang itu sendiri sudah dimulai sejak zaman Nabi Musa. Tengah-Hari. tentu saja dalam penghayatan yang berbeda. 6:11-12. Karena kata “Sholat” atau “Sembahyang” itu sendiri jarang disinggung-sentuh oleh orang Kristen. Uskup Sophronius adalah seorang tuan rumah yang penuh hormat. jika orang Kristen berbicara tentang sholat. para ummat saya akan menirunya dan merebut tempat ini. Dalam Gereja Orthodox ada dua bentuk Sembahyang Harian yang mengikuti aturan tertentu ini. Setelah mengerti bahwa istilah “Sholat” dalam menunaikan ibadah adalah milik . Barangkali agak asing rupanya. Jika saya menjalankan sholat di tempat suci Anda. Gereja Makam Suci (Holy Sepulchere Church). Dari kisah nyata dalam sejarah ini tahulah kita bahwa Gereja Kristen Perdana sejak awal (sebelum kedatangan pasukan dan kaum Muslim) sudah melakukan sholat. Yordania. maka ia bertanya kepada Sang Khalifah: “Tidakkah tuan akan menjalankan sholat? Akan saya ambilkan sehelai sajadah9 untuk Anda dan Anda akan dapat menjalankan sholat di sini”. sehingga doa “Bapa kami” oleh ummat Kristen Orthodox Arab disebut sebagai “Sholattul Rabbaniyah”. Padahal jauh sebelum saudara kita kaum Muslim menggunakan kata ini. Palestina. Ketika ia hendak memasuki tempat suci itu terdengar adzan sholat Dzuhur. tetapi maaf. Patriarkh dan Uskup Agung Gereja Orthodox Yerusalem dan diantarkan ke tempat ibadah Kristen yang paling suci. Sang Khalifah berpikir sejenak dan berkata: “Terima kasih. Mzm. serumpun dengan kata “Zelota” dalam bahasa Arami (Syria) yaitu bahasa yang digunakan oleh Tuhan Yesus sewaktu hidup di dunia. orang Kristen Orthodox telah menggunakan kata “Sholat” saat menunaikan ibadah. Dan bagi ummat Kristen Orthodox Arab yaitu ummat Kristen Orthodox yang berada di Mesir. atau juga mengikuti pola yang dikatakan oleh Nabi Daud: ”Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji ENGKAU…” (Mzm. Jauh sebelum agama Islam muncul. Allah memerintahkan agar Imam Harun mempersembahkan korban binatang dan korban dupa pada “Waktu Pagi” dan “Waktu Senja” (Kel. memasuki Yerusalem dengan damai? Ia disambut oleh Sophronius I (634-638). Kata “Sholat” itu sendiri dalam bahasa Arab. yaitu yang mengikuti cara Nabi Daniel : Tiga Kali sehari (Dan. Khalifah Umar bin Khatab. Maka ia pun pergi menjauh dan menjalankan sholatnya di tempat yang sekarang merupakan sebuah masjid di dekat situ. Dengan demikian “Sholat” itu bukanlah datang dari ummat Islam atau meminjam istilah Islam. Libanon dan daerah Timur-Tengah lainnya menggunakan kata “Zelota” tadi dalam bentuk bahasa Arab “Sholat”. Sembahyang tiga kali itu terdiri dari: Pagi.

serta menunggal dalam kehidupan Kristus dalam Roh Kudus yang diturunkan pada hari Pentakosta. kita telah disatukan dengan penyaliban. Menurut pandangan Gereja Perdana atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Gereja Orthodox”.2:27). namun itu muncul berdasarkan makna Inkarnasi Sang Sabda itu sendiri. 10:16-17. melalui pengurapan kudus dalam “Sakramen Krisma” hingga hidup kekal termeterai dalam diri kita sebagai orang percaya (Kis. Sarana-sarana tersebut adalah bersifat sakramental. 10:16-17). II Kor. kematian dan kebangkitan Kristus (Rm. tak mempunyai tulang dan tak mempunyai darah.8:14-17. Ini menunjuk pada pengertian bahwa Firman yang tinggal melekat dari kekal sampai kekal di dalam Allahpun juga tak mempunyai tubuh. demikian juga “anggur” itu bukan sekedar anggur namun benar-benar “Darah Kristus”.Baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru menjelaskan apa dan bagaimana langkah dan gerak dalam menunaikan sholat. bahwa Allah itu adalah Roh. I Kor. tak bertulang dan tak mempunyai darah. Isho Messiha atau Isa Al Masih dan yang lebih dikenal dengan sebutan Yesus Kristus. Ini nyata sekali kalau kita melihat dalam “Sakramen Baptisan”. disebutkan bahwa sikap sholat itu berdiri dan menadahkan tangan. maka perlu sekali untuk mengambil bagian dalam “Sakramen Perjamuan Kudus” (“Sakramen Ekaristi Kudus”). St. 26:26-28.6:3-4). Ef. bahwa Firman itu selalu tinggal dan qoimah (melekat) satu dalam Diri Allah yang Esa. Yoh.1:1. termasuk pula ibadah-ibadah yang lain yang tak bersifat sakramental. Sebagaimana telah kita ketahui bersama. Dalam Kitab 2Tawarikh 6:12 misalnya. sesuai dengan janji Allah terhadap manusia telah nuzul ke jagad dan menjelma menjadi manusia (Yoh. Markus . Dengan demikian jelas. “roti” itu bukan sekedar roti namun itu adalah benar-benar “Tubuh Kristus”. ini juga sebagai sumber dan tujuan dari semua asal dan gerak dan sakramen Gereja. Agar pemanunggalan kita dengan Sang Firman Menjelma itu tetap terjaga. maka tiba saatnya bagi kita untuk membahas landasan aqidah “Sholat” itu sendiri. 20:22-23). naik haji (berziarah) ke tanah suci Palestina menjelang perayaan Paskah (Pekan Kudus) dan sholat. 10:30). I Yoh. orang percaya masuk dalam hidup Kristus itu sendiri (Mat. 11:24-30). maka “Sakramen Pengakuan Dosa” perlu dilakukan disini (Mat. Kitab Ezra juga menandaskan bahwa berlutut dan bersujud menjadi bagian dalam sikap sholat (Ezra 9:5). tak beragawiah. Pada saat kita dibaptis. berarti Allah itu tak bertubuh jasmaniah.1:21-22.1:14) melalui Sang Dara Maria dengan sebutan Yoshua Ha Massiha. bahwa untuk menyatu dan manunggal dengan Kristus. kalau Allah itu adalah Roh. Karena dalam sakramen ini. tak mempunyai raga. Jadi sholat itu muncul bukan atas dasar reka-rekaan individu. bahwa dengan mengambil Sakramen Perjamuan Kudus itu.1:13.16:19. Dan supaya dalam melakukan sakramen ini tak terkotori oleh dosa. namun itu harus dilakukan melalui sarana-sarana yang disediakan dalam Gereja.ummat Kristen sendiri. sehingga Perjamuan Kudus itu disamping sebagai landasan dan sumber kesatuan ummat Gereja (I Kor. dengan demikian daeri kekal sampai kekal Firman itu selalu bersama-sama dengan Allah (Yoh. Firman yang tinggal melekat dalam diri Allah. Padahal sesuai dengan pernyataan Injil Yohanes 4:24. karena melalui sakramen-sakramen itulah kita secara mistika telah disatukan dengan Kristus. misalnya puasa. dan masih ada lagi yang lain yang bersifat sakramental yang dilakukan dalam penghayatan kehidupan Iman Kristen Orthodox sebagai manifestasi penyatuan dengan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus itu terutama terutama dalam “Sakramen Perjamuan Kudus”. 2:1-4. tidaklah dapat dilakukan berdasarkan kekuatan sendiri. 18:18.

serta diikut lestarikan oleh agama Islam yang muncul kemudian.15 yang mempunyai pengertian penyaliban Yesus dan juga turunnya Sang Roh Kudus (Mrk.3:14). Jadi jelas kalau demikian bahwa sikap sholat menurut Alkitab dan Gereja adalah berdiri.2:8). agar rahmat Allah dalam Roh Kudus melimpah dalam hidup. Kis.15:25.15). Data ini diambil dari Kitab Keluaran 29:38-41 berkenaan dengan ibadah korban pagi dan petang.22:41). yang mempunyai makna sebagai peringatan akan penderitaan Kristus di atas salib (Luk.119:164) berdasarkan urutan waktu dan masing-masing sholat itu mempunyai makna theologis di sekitar Inkarnasi Sang Sabda dan karyaNya. “Ia maju sedikit. “Demikian kata Yesus lalu Ia menengadah ke langit dan berkata : “Bapa…“ (Yoh. dan sikap sholat seperti itu tetap terjaga dan terpelihara dalam Gereja Perdana atau Gereja Orthodox sampai kini. “Sholat Jam Ketiga” (“Sembahyang Jam Ketiga”. Itu sebabnya dengan sholat ini. “Tercia”) atau “Sholatus Sa’atus Tsalitsu”. ”Maka Ia maju sedikit. 2. “Sholat Jam Pertama” (“Sembahyang Singsing Fajar”. berlutut (membungkukkan tubuh) dan sujud (merebahkan diri ke tanah). lalu sujud dan berdoa” (Mat. sholat ini sebanding dengan “Sholat Dhuha” dalam agama Islam meskipun bukan sholat wajib (jam 9-11 pagi). Ini nyata terlihat dalam Kisah Para Rasul 10:9 dan sholat ini sebanding dengan “Sholat Dzuhur” dalam agama Islam (jam 12-1 tengah hari). “maka tersungkurlah…di hadapana Dia…dan menyembah Dia…“ (Why.26:39). menyebutkan bahwa sholat itu dilakukan 7 kali dalam sehari (Mzm. bahwa dalam Gereja Orthodox sesuai dengan data-data Alkitab baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. sedangkan nama-nama sholat tersebut adalah sebagai berikut : 1. yang dalam Gereja dihayati sebagai peringatan lahirnya Sang Sabda Menjelma sebagai Sang Terang Dunia (Yoh.11:25). “Laudes”) atau “Sholatus Sa’atul Awwal” (“Sholatus Shakhar”).14:35). “Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa” (Ef. “…lalu ia berlutut dan berdoa…“ (Luk. “Orthros”. “…supaya dimana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci …“ (I Tim. “…Paulus berlutut dan berdoa bersama-sama dengan mereka…“ (Kis. Di sisi lain perlu dijelaskan di sini.23:44-45). Ini terungkap dalam Kitab Kisah Para Rasul 2:1. “Sholat Jam Keenam” (“Sembahyang Jam Keenam”. “Prima”.17:1). yaitu ibadah pagi sebanding dengan “Sholat Subuh” dalam agama Islam (jam 5-6 pagi). kita teringatkan agar mempunyai tekad dan kerinduan untuk menyalibkan dan memerangi hawa nafsu sendiri. menengadah ke langit.2:1-12.4:10).dalam Injilnya menyebutkan : “Dan jika kamu berdiri untuk berdoa…“ (Mrk.20:36). 3. “Sexta”) atau “Sholatus Sa’atus Sadis”. Berpijak . menadahkan tangan. dan pencuri yang disalib bersama-sama Kristus bertobat. merebahkan diri ke tanah dan berdoa…“ (Mrk.8:12).

Namun disamping itu Gereja Orthodox juga mengenal sholat tiga kali sehari bagi mereka yang memang tak cukup waktu.24:42. Luk. “Completorium”. kitapun diharapkan seperti pencuri selalu ingat akan hidup pertobatan dan selalu memohon rahmat Ilahi agar mampu mencapai tujuan hidup yaitu masuk dalam kerajaan Allah. “Compline”) atau “Sholatul Naum” (Mzm.21:26. “Sholat Senja” (“Sembahyang Senja”. Sholat ini sebanding dengan “Sholat Maghrib” dalam agama Islam (kira-kira jam 6 sore). agar manusia dapat melihat dan merasakan rahmat Ilahi. Dalam Gereja Orthodox. Sholat ini dilakukan untuk mengingatkan saat Kristus menghembuskan nafas terakhirNya di atas salib (Mrk. mencontoh kebiasaan Nabi Daud berdoa. sama seperti sholat jam pertama. Makna dan tujuan sholat ini adalah untuk memperingati ketika Kristus berada dalam kubur dan bangkit pada esok harinya. sholat ini dilatar belakangi oleh ibadah korban pagi dan petang yang terdapat dalam Kitab Keluaran 29:38-41. “Sholat Purna Bujana” (“Sholat Tidur”. Sholat ini sebanding dengan “Sholat Isya” dalam agama Islam (jam 8-12 malam). “Hesperinos”.dari makna ini.6:45 – “berjaga-jaga” = “agrypniais” . Sholat tengah malam ini mengandung pengertian bahwa Kristus akan datang seperti pencuri di tengah malam (Mat. seperti halnya matahari tenggelam dalam kegelapan untuk terbit pada esok harinya. Why. yang dikenal sebagai “Sholat Nabi Daniel”. sekaligus untuk mengingatkan bahwa kematian Kristus di atas salib adalah untuk menebus dosadosa. . hingga demikian hal itu mengingatkan orang percaya untuk tetap selalu berjaga-jaga dalam menghidupi imannya (2 Kor.3:1) sebanding dengan “Sholat Asyar” dalam agama Islam (jam 3-4 sore). yang mempunyai makna untuk mengingatkan bahwa pada saat malam seperti inilah Kristus tergeletak dalam kuburan dan tidur yang akan dilakukan itu adalah gambaran dari kematian itu.16:15).15:34-38). 5.16:25). “Matinus”. berasal dari kata “agrypnia” artinya “sembahyang malam tanpa tidur” atau “sembahyang tengah malam dengan meninggalkan saat tidur”). “Agrypnia”. “Vigil”) atau“Sholatul Lail” atau “Sholat Satar” (Kis. “Nona”) atau “Sholatus Sa’atus Tis’ah” (Kis. 7. 6. Sholat ini sebanding dengan “Sholat Tahajjud” dalam agama Islam. “Sholat Tengah Malam” (“Sembahyang Ratri Madya”. lalu dijadikan sebagai pola waktu-waktu sembahyang ummat Kristen Purba. sesuai dengan Kitab Mazmur 55:18 dan Kitab Daniel 6:11. “Vesperus”. “Sholat Jam Kesembilan” (“Sembahyang Jam Kesembilan”. sholat tujuh kali sehari ini dikenal sebagai “Sholat Nabi Daud” berdasarkan Mazmur 119:164. “Apodipnon”.4:9).“Vespers”) atau “Sholatul Ghurub”. 4.

Suka · Komentari · Bagikan . menurut Tradisi Gereja dan Alkitab. membasuh tungkai kaki. sebagaimana saudara kita kaum Muslim jika mau sholat harus “bersuci” lebih dulu. ummat Kristen Orthodoxpun juga “bersuci” sebelum menunaikan sholat yaitu dengan jalan membasuh telapak tangan. Ini semua tertulis dalam Kitab Mazmur 26:1-12. Kitab Suci menyebut Eden sebagai lambang sorga itu berada di sebelah Timur (Kej. Karena Ka’bah Baitullah di Yerusalem itu digenapi oleh Kristus sendiri (Yoh.Sebelum melakukan ibadah sholat tersebut di atas. namun untuk menimbulkan lambang kiblat itu di sorga. Dari segenap uraian yang terungkap di atas jelaslah sudah bahwa meskipun makna dan tujuan doa sholat adalah untuk menyatukan ummat percaya pada Allah. dengan menghadap ke Timur saat sholat menunjukkan arti bahwa orang percaya selalu mengharapkan kedatangan Kristus yang kedua kali.2:9-21). Sedangkan “kiblat” sewaktu sholat adalah menghadap ke Timur. Dengan demikian orang Kristen harus berkiblat kepadaNyalah jika bersholat.24:27). Padahal dalam realita Yesus itu sesuai dengan surat Filipi 3:20 berada di sorga. karena “Sholat” adalah bagian ibadah yang selalu terjaga dan dilakukan dalam Gereja dari abad-abad permulaan sampai sekarang. Itulah sebabnya bagi ummat Kristen Orthodox jika mendengar istilah “Sholat” bukanlah hal yang baru. maka ke arah Timur itulah kiblat sholat dilakukan.2:8). namun Gereja Orthodox sepanjang sejarahnya tahu menempatkan mana yang doa dan mana yang sholat. membasuh wajah dan kepala. artinya Yesus Kristuslah sekarang Ka’bah atau Baitullah yang hidup itu. Di sisi lain karena Kristus nanti datang dari arah Timur ke Barat (Mat. serta seluruh kaki. jadi kiblatnya bukan arah mata-angin maupun dunia ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->