BAB I PENDAHULUAN Sekolah sebagai salah satu lingkungan yang bertanggungjawab untuk mengembangkan peserta didik seoptimal mungkin

, berfungsi tidak hanya sebagai unsur yang memudahkan perolehan pengetahuan atau keterampilan akademik tetapi juga mengembangkan pemahaman diri melalui prestasi yang dicapai siswa, dan belajar memahami kemampuan-kemampuan yang dimiliki serta kekurangannya. Siswa yang memiliki kepuasan dalam mengikuti pendidikan di sekolah dan memiliki perasaan bahwa guru memperlakukan dirinya dengan baik . Keadaan ini akan mengembangkan kemampuan mengukur kekuatan dan kelemahan dirinya sehingga memudahkan siswa menentukan masa depannya. Permasalahan prilaku terjadi karena siswa bosan dan tidak ada minat terhadap kehidupan di sekelilingnya, dan ia berkelompok dengan anak-anak lainnya yang memiliki perasaan yang sama, hal ini sering terjadi bila anak gagal disekolah atau bila ia merasa gagal . Dalam konflik ini bantuan khusus akan ditemukan dalam Layanan Bimbingan dan Konseling. Melalui layanan Bimbingan dan Konseling siswa dipandang sebagai pribadi yang unik dengan segala karakteristiknya, oleh karena itu memerlukan pendekatan layanan secara pribadi. Mengingat pentingnya layanan bimbingan dan konseling di sekolah maka diperlukan perencanaan yang sistematis dan matang sehingga dapat dicapai tujuan secara efektif sesuai dengan kondisi dan kemampuan sekolah. A. Landasan formal Yang menjadi acuan sebagai landasan formal untuk pelaksanaan bimbingan konseling di SMA yaitu : 1. Undang-undang (UU) Republik Indonesia (RI) nomor 20 tahun 2003 mengenai sistem pendidikan nasional bab II pasal 3 bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan “kemampuan” dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab 2. Permendiknas no.23 tahun 2006 adalah : a. Berperilaku sesuai ajaran agama yang dianut seiring dengan perkembangan remaja b. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangan c. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku, perbuatan dan pekerjaan d. Berpartisipasi dalam menegakkan aturan-aturan sosial e. Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, golongan, sosial ekonomi dalam lingkup global f. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis, kritis, kreatif dan inovatif g. Menunjukkan kemampuan berfikir logis, kritis, kreatif dan inovatif dalam pengambilan keputusan h. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik i. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah yang kompleks j. Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial

k. Memanfaatkan lingkungan bertanggungjawab

secara

2 produktif dan

l. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara secara demokrasi dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) m. Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya n. Mengapresiasi karya seni dan budaya o. Menghasilkan karya kreatif, baik individual maupun kelompok p. Menjaga kesehatan dan keamanan diri, kebugaran jasmani serta kebersihan lingkungan q. Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun r. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat s. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain t. Menunjukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis u. Menunjukkan keterampilan menyimak, membaca, menulis dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris v. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan tinggi. B. Landasan Konseptual Berlandaskan kepada manusia yang secara hakiki sebagai pribadi dan sebagai makhluk sosial 1. Landasan Filosofi Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan agama namun ada dalam satu naungan yaitu Pancasila, kendatipun berbeda namun tetap berada dalam kesatuan Republik Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika 2. Landasan Religius Sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME dan Tuhan yang telah menunjukkan bahwa agama adalah pedoman bagi kehidupan seluruh manusia, maka agama merupakan acuan untuk melaksanakan kaidah-kaidah (aturan-aturan hukum) keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME 3. Landasan Psikologi Manusia sebagai pribadi memiliki dan membawa “potensi” yang beragam dengan kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda 4. Landasan sosial budaya Bangsa Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai adat ketimuran juga menjunjung tinggi “budi pekerti” luhur dan kesantunan serta keramahan, syarat dengan tradisi penuh makna, keragaman budaya bangsa merupakan aset milik bangsa dan negara perlu dipatenkan dan di lestarikan agar eksistensi bangsa dapat dipertahankan 5. Landasan Ilmiah dan Teknologi Lembaga pendidikan merupakan lingkungan yang menanamkan ilmu pengetahuan (knowledge/ kognitif) skill (keterampilan) dan penanaman sikap serta nilai-nilai (affektif/ attitude dan value’s) didukung teknologi pembelajaran yang menunjang lingkungan pada lembaga pendidikan adalah “ramah” transformasi ilmu secara ilmiah melalui pemanfaatan 6. Landasan Paedagogik Pesertadidik adalah subjek didik yang pada proses pentransferan ilmu memiliki kemampuan berfikir yang berbeda, disinilah perlu penerapan dengan

2

estetika dan kinestika kegiatan pelayanan dirancang dengan memperhatikan keseimbangan etika. yang 3 . kecakapan hitung. budi pekerti luhur dan nilai-nilai budaya perlu digali. Perkembangan Pengetahuan dan Teknologi Informasi Kemampuan berfikir dan belajar dengan cara mengakses. pola pikir dan perilaku yang disajikan secara berkesinambungan mulai dari usia taman kanak-kanak atau raudhatul athfal sampai dengan pendidikan menengah 8. Belajar sepanjang hayat Pendidikan diarahkan pada proses pembudayaan dan pemberdayaan pesertadidik yang berlanjut sepanjang hayat dengan mencerminkan keterkaitan antara unsurunsur pendidikan formal. kreatif. kreatif. Pilar Pendidikan Kurikulum mengorganisasikan fondasi belajar kedalam lima pilar sesuai dengan panduan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yaitu : (a) belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME (b) belajar untuk memahami dan menghayati (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif . logika. kooperatif dan kompetitif serta kemampuan bertahan hidup 6. Keseimbangan etika. Menyeluruh dan berkesinambungan Kompetensi mencakup keseluruhan dimensi kemampuan yaitu pengetahuan. yaitu bimbingan konseling yang akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu sesuai dengan keperluan pengembangan diri pesertadidik. nonformal dan informal sambil memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya D. Tujuan Bimbingan Konseling Tujuan bimbingan konseling mengacu pada prinsip-prinsip : (8 Standar Nasional Pendidikan) 1. Perkembangan Kecakapan Hidup Kurikulum mengembangkan kecakapan hidup melalui budaya membaca. menulis. inovatif dan logis sehingga merasa “nyaman” dikelas yang pada akhirnya memacu motivasi pesertadidik untuk mengoptimalkan potensi dan mengembangkan diri (pengembangan diri) tercapai C. Fungsi Bimbingan Konseling 1. (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif. efektif dan menyenangkan 7. estetika dan kinestika 3. objektif. Penguatan Integritas Nasional Penguatan integritas nasional dicapai melalui pendidikan yang menumbuhkembangkan diri peserta didik sebagai bangsa Indonesia melalui pemahaman dan penghargaan terhadap perkembangan budaya dan peradaban bangsa Indonesia yang mampu memberikan sumbangan terhadap peradaban dunia 4. logika. difahami dan diamalkan untuk mewujudkan karakter dan martabat bangsa. kreatif. 2. budi pekerti luhur dan penghayatan nilai-nilai budaya (budaya timur yang positif) keimanan. perilaku adaptif. Peningkatan keimanan. keterampilan. nilai dan sikap. memilih dan menilai pengetahuan untuk mengatasi situasi yang cepat berubah dan penuh ketidakpastian serta menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi 5. sikap.3 menggunakan didaktik metodik yang tepat agar pesertadidik dapat mengembangkan kemampuan berfikir holistik. keterampilan. Fungsi pemahaman.

sosial maupun karir. Fungsi Advokasi Melalui komunikasi dua arah antara pembimbing dan konseling (pesertadidik) diharapkan dapat teradvokasi untuk mencapai penyesuaian diri terhadap tugastugas perkembangan. Layanan Bimbingan Kelompok Membantu pesertadidik secara kelompok yang memiliki permasalahan yang sama dan berkesinambungan 4 . belajar maupun karir. sosial. Layanan Penempatan dan penyaluran Layanan penempatan dan penyaluran adalah bantuan upaya menempatkan dan menyalurkan pesertadidik sesuai prestasi yang dicapai.4 meliputi tentang potensi diri pesertadidik. Fungsi Pengentasan Bantuan layanan untuk menuntaskan setiap permasalahan yang dihadapi baik permasalahan yang berkenaan dengan. pribadi. lingkungan masyarakat dan lingkungan global. Layanan Orientasi Layanan orientasi adalah layanan pengenalan pesertadidik pada lingkungan sekolah yang baru di masuki 2. guru dan lingkungan 5. belajar menghindari konflik dengan siapapun. belajar untuk dapat konsentrasi saat proses belajar di kelas berlangsung. belajar membaca situasi. belajar memilah dan memilih karir secara tepat. belajar disiplin. E. orang tua. Layanan Informasi Layanan informasi merupakan bimbingan konseling yang memberikan berbagai informasi baik secara individu. yang pada akhirnya pesertadidik merasa nyaman dan tidak menghadapi banyak kendala pada pencapaian harapan dan pengembangan diri pesertadidik secara positif 4. 6. 2. Layanan Pembelajaran Dengan memberikan layanan pembelajaran diharapkan pesertadidik dapat menguasai dan memahami konsep yang ditranferkan oleh tiap guru mata pelajaran juga menerapkan secara nyata pada lingkungan. Fungsi pencegahan yaitu pengantisipasian terhadap berbagai permasalahan peserta didik yang kemungkinan dapat berdampak pada konsentrasi belajar sehingga dapat mengganggu dan menghambat serta menimbulkan kesulitan untuk mengembangkan diri yang bermuara pada terganggunya proses pencapaian tugas-tugas perkembangan pesertadidik 3. kemampuan khusus (bakat) dan minat. Layanan Bimbingan Konseling 1. belajar memahami teman. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan lingkungan pendidikan khususnya bimbingan konseling berfungsi untuk menjaga / memelihara stabilitas emosi pesertadidik dan mengembangkannya untuk mencapai kematangan hubungan teman sebaya serta berkembangnya potensi pesertadidik dengan teman sebaya 5. karir dan pekerjaan 4. membantu peserta didik untuk merencanakan dan mengimplementasikan rencana-rencana pendidikan. kelompok maupun klasikal di kelas atau menyeluruh di aula sekolah dari guru pembimbing atau nara sumber luar sekolah 3. kemampuan umum. Layanan Konseling Individual Memberikan layanan untuk menangani masalah yang dihadapi pesertadidik baik masalah pribadi. belajar mandiri. Layanan Konseling Kelompok Layanan di atas adalah usaha bantuan bagi pesertadidik secara kelompok dengan permasalahan yang sama dan waktu tertentu 7. pemahaman tentang lingkungan akademis. belajar.

pengarahan diri kearah dimensi spiritual d. Misi bimbingan konseling adalah menunjang perkembangan dan kemandirian pesertadidik untuk dapat menjalani kehidupan keseharian secara efektif. berpidato. orang tua. Program Repetition Program Repetition adalah satu bentuk upaya bimbingan konseling untuk mengantisipasi kegagalan pesertadidik yang menghadapi kesulitan belajar pada mata pelajaran tertentu hingga prestasi pesertadidik berada di 5 terendah di kelas.. prosa. KSS (kelompok studi siswa) oleh alumni.... beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME b. proposal. cerdas-cermat juga perlombaanperlombaan lainnya. pemahaman perkembangan diri dan lingkungan c.. membuat jurnal. Program Layanan pemantapan Layanan pemantapan adalah bagian dari pengembangan potensi akademis seluruh pesertadidik khususnya kelas XII agar siap mengikuti UN dan UAS serta SNMPTN hingga berimplikasi pada perolehan NEM yang memuaskan.. Prioritas Layanan Bimbingan dan Konseling 1. membuat puisi. Program pengembangan “keterampilan akademis” Layanan pengembangan keterampilan akademis merupakan upaya untuk mengembangkan pesertadidik agar dapat melatih diri dalam hal penerapan rumus-rumus. mengemukakan pendapat. memiliki kesalehan sosial yang (reliable) e. pengaktualisasian diri secara optimal G. membuat konsep (opini. dan merujuk peserta didik pada guru mata pelajaran tertentu dengan membentuk EO program responsi e. inovatif dan dinamis serta memiliki kecakapan hidup untuk masa depan dan karir dalam : a. Visi layanan bimbingan konseling adalah terwujudnya perkembangan pesertadidik... Program Pengayaan Bagi pesertadidik yang memperoleh peserta 10 terbaik (5 terbaik) rangking I sd. V memperoleh fasilitas untuk mengikuti program pengayaan agar kemampuan akademis terakomodir untuk lebih berkembang secara optimal karena program pengayaan adalah “wahana” untuk mengembangkan diri dibidang akademis sehingga pesertadidik manjadi berguna bagi pesertadidik lainnya dan menjadi pembimbing teman sebaya serta dapat memberikan kontribusi bagi komunitas sekolah sebagai duta sekolah untuk mengikuti olympiade yang bersifat akademis... melalui pembimbingan teman sebaya... mandiri secara optimal dengan hakekat kemanusiaannya sebagai hamba Tuhan YME... uji coba formula sederhana hingga ujicoba yang sulit dan rumit. berkenaan dengan kedudukan . adu argumentasi. daya analisa sintesa... pengambilan keputusan berdasarkan kecerdasan yang holistik f. Pengembangan Potensi Akademis a. laporan. kelulusan 100% sesuai harapan.. kreatif. d. sebagai individu dan makhluk sosial dalam relasi pesertadidik dengan teman sebaya. berada pada kluster dua (II) b.5 F.. pembiasaan berfikir ilmiah... mengembangkan peta belajar (mind mapping) serta 5 . mengasah daya nalar. Visi dan Misi Bimbingan Konseling 1. Program Adaptasi Akademis Program tersebut diatas diselenggarakan khusus bagi pesertadidik mutasi (pindahan) agar dapat menyesuaikan prestasi akademis dan berkompetensi dengan pesertadidik lainya sehingga berimplikasi pada peminimalisasian kegagalan pesertadidik saat kenaikan kelas dan setelah duduk di kelas XII saat UN dan UAS c. masyarakat serta alam semesta 2. membuat definisi tentang suatu teori.

tenis meja. PBUD adalah penjaringan bibit unggul daerah dari PTN UNDIP dengan persyaratan ranking 1 s. koreografi. seni modern. UPI) dengan jurusan yang telah ditetapkan 2. Program dari PTN lainnya yang sifatnya tidak tiap tahun diadakan. STIP. PMDK. a. menambah pengalaman dan ilmu. 10 pada semester I s. untuk pesertadidik yang berminat masuk UNPAD diluar test SNMPTN dengan psiko-test dan biaya yang telah ditetapkan 5. Program layanan PMDK. kaligrafi. drumband. V dengan pilihan jurusan yang telah ditetapkan 3. seni kriya dll. PKS. dan bidang lainnya (PMR. V berhak untuk mengikuti PMDK sebagai satu peluang masuk PTN tanpa test (IPB. dll) 2. STP. seni daerah. SMUP. renang. USM.6 memberi peluang untuk memahami akses-akses bakat minat peserta didik sehingga terampil belajar mandiri yang pada akhirnya menjadi insan yang mampu bersaing di era pasar bebas dan era globalisasi seperti sekarang ini f. juga sebagai wadah untuk mengekspresikan diri. layanan ini bertujuan agar potensi non akademis pesertadidik berkembang optimal dengan merujuk pesertadidik pada pihak-pihak terkait (pembina OSIS atau pembimbing ekstrakurikuler) sesuai bakat minat baik bidang seni didalamnya seni baca Qur’an. SMUP dan Sistem penerimaan calon mahasiswa baru dari PTN lainya serta program sekolah tinggi kedinasan di luar SNMPTN 1. senam. karate.d.d. Layanan Pengembangan “Potensi” non akademis. Program penerimaan calon mahasiswa baru dari sekolah tinggi kedinasan. pramuka) sehingga potensi non akademis pesertadidik mendapat kesempatan untuk dikembangkan serta sebagai wahana memupuk rasa percaya diri. UI. saritilawah. Paskibra. IIP. diperuntukan bagi pesertadidik yang berkedudukan di ranking 1 s. Program Pengembangan “Potensi” non akademis Untuk mengakomodir bakat minat pesertadidik maka diinformasikan tentang pengisian selebaran “Society Fourer” Pesertadidik yang berminat mengisi selebaran tersebut akan diarahkan pada bidang-bidang yang telah dipilih. badminton. pencak silat. Sekolah Tinggi Sandhy Negara. STIS. STPDN. UGM. disain grafis. PBUD. dengan persyaratan tertentu yang telah ditetapkan 6. USM adalah ujian saringan masuk (ITB) diluar SNMPTN bagi pesertadidik yang berminat dengan biaya yang telah ditetapkan (didalamnya terdapat peluang bagi peserta didik yang kurang mampu dengan persyaratan yang telah ditetapkan.d 10 dari semester I s.d. biaya nol rupiah) 4. baik yang ikatan dinas maupun tidak berupa ikatan dinas dengan persyaratan tertentu sesuai ketetapan sekolah tinggi yang akan dipilih (STAN. bidang olahraga baik atletik. belajar 6 . Layanan diberikan dengan memberikan informasiinformasi tentang sekolah tinggi kedinasan. tennis. seni rupa. memperluas insight.

Program Beasiswa. Pengembangan keterampilan bidang olahraga Selain terampil pesertadidik diharapkan menjadi generasi yang kuat baik fisik maupun mental dengan merujuk pada pembimbing ekstra kurikuler sesuai bakat minat. baik. bulutangkis. basket. karate. memiliki kecerdasan bersosialisasi. tenis meja. agamis. 2. catur. membaca situasi. pencak silat. Diprioritaskan bagi pesertadidik yang berlatar belakang sosial ekonomi “sangat” membutuhkan bantuan tanpa persyaratan prestasi akademis 2. mampu membuat dan melaksanakan skala prioritas pada kegiatan-kegiatan yang bermanfaat tanpa mengganggu kegiatan akademis. penataan kegiatan keterampilan seni budaya. 3. volley. Adapun bidang-bidang yang berkenaan dengan pengembangan keterampilan non akademis terdiri dari : 1. hal tersebut diatas merupakan bagian dari sejarah manusia. bersih dan rapih dirujuk kepada pembina OSIS agar mendapat pelatihan kepemimpinan (LDKS) 4. sepak bola. atletik. Pengembangan keterampilan memimpin Pesertadidik yang “dominance”nya tinggi ia mampu untuk mengatur dan mendominasi kelompok atau kelas atau komunitas yang lebih luas (sekolah dan masyarakat). untuk itu perlu kiranya mengarahkan pesertadidik menjadi insan pembuat peradaban yang indah karena Alloh SWT senang pada yang indah dengan mengembangkan keterampilan potenasi non akademis bidang seni budaya. renang. profil kepribadian yang menarik. Pengembangan keterampilan berorganisasi Bagi pesertadidik yang memiliki bakat dan minat pada kegiatan berorganisasi dirujuk pada pembina OSIS untuk mengikuti kegiatan organisasi sekolah untuk pengembangan keterampilan berorganisasi agar kelak terampil berorganisasi di masyarakat lebih lanjut dapat menjadi anggota organisasi secara nasional baik organisasi kemasyarakatan maupun organisasi politik sebagai generasi penerus bangsa yang mampu mempertahankan eksistensi bangsa dan negara.7 bersosialisasi. selalu tepat waktu. hingga tujuan pendidikan nasional mengenai generasi yang memiliki kecakapan hidup (life skill) tercapai. sehingga siap untuk menjadi wakil kelas saat porak (pekan olahraga dan seni) atau menjadi wakil sekolah pada kegiatan lainnya diluar sekolah 3. memanaje waktu (management waktu). berpenampilan menarik. disiplin diri belajar bertanggung jawab. pesertadidik teladan a. Layanan Pengembangan “Keterampilan” non akademis layanan seperti tersebut diatas adalah upaya bantuan pada pesertadidik agar terampil dalam bidang non akademis dengan mengarahkan supaya potensi tersebut berkembang. Diprioritaskan untuk pesertadidik yang “berprestasi”masuk 10 besar namun sosial ekonomi layak mendapat bantuan 7 . memiliki jiwa pemimpin. Layanan pengembangan bidang seni budaya Manusia adalah makhluk yang suka keindahan baik yang didengar maupun yang dilihat dan manusia adalah pembuat seni budaya dan seni budaya tersebut berkembang sesuai zaman. informasi akses-akses bakat minat seni budaya serta merujuk pada pembimbing ekstra kurikuler bidang seni budaya sehingga siap mengikuti perlombaan-perlombaan baik di sekokah (Pensi-Pekan Seni / MokaMojang Jajaka) maupun perlombaan-perlombaan audisi. futsal dll. Layanan program beasiswa 1. b. terampil.

... b. sedangkan kerjasama dengan UNPAD. Satuan layanan BK kelas X semester I berkenaan dengan 1.. tanpa biaya sepeserpun (khusus ITB). Wakasek kesiswaan dan Kepala Sekolah) f.. jika dapat mengerjakan soal dengan benar sesuai ketentuan institusi PTN penyelenggara akan mendapat bea siswa (layanan G. khusus Fakultas tertentu yang memberikan keringanan biaya di sertai dengan surat keterangan dari instansi terkait yang disyahkan oleh pejabat yang berwenang c.a(1) halaman . LIPI h. Program layanan bimbingan karir klasikal seluruh pesertadidik pada semua timgkatan mendapat layanan bimbingan karir secara klasikal (1 jam tatap muka di kelas kecuali kelas XI a.dari tingkat I sampai selesai S.... kaidah-kaidah keimanan dan ketaqwaan pada Tuhan YME (pengertian kaidah keimanan dan ketaqwaan) 2. bimbingan konseling ..... untuk mengakomodir keperluan diatas... cara dan penerapan kaidah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME (kaidah yang perlu dijadikan pedoman) 3..... IKA (Ikatan Alumni .8 3... disiplin terhadap aturan sekolah dan selalu tepat waktu dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah 4.. Bandung menjalin kerjasama dengan . Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta (Pihak PTN/ PTS mengadakan presentase pada pesertadidik dengan waktu yang telah ditentukan sesuai kesepakatan bersama.. Polwiltabes.. Bandung) untuk pengajuan beasiswa bagi pesertadidik yang kurang mampu (G... Kerjasama dengan instansi terkait Untuk memberikan layanan berbagai informasi yang dibutuhkan pesertadidik..... memiliki pemahaman tentang kondisi yang sehat sesuai dengan peranannya sebagai pria/ wanita 8 . e.. a.a(3) halaman .... Panitia penerimaan calon mahasiswa baru melalui jalur USM untuk pesertadidik yang cerdas dan berprestasi tetapi secara ekonomi kurang beruntung maka mempunyai kesempatan test diluar jalur SNMPTN. LSM-LSM g. Depnaker. penyelenggaraan berbagai informasi terutama yang berkenaan dengan penyalahgunaan pemakaian obat terlarang (kerjasama ini dikoordinasikan dengan pembina OSIS.. maka perlu kiranya mengadakan kerjasama dengan instansi tertentu.... Lembaga Pusat Bimbingan Pendidikan Bandung untuk pelaksanaan psikotest d..3... Layanan pesertadidik teladan Calon pesertadidik teladan yang diusulkan oleh BK dan Wali kelas serta berdasarkan informasi dari guru mata pelajaran juga atas dasar penelaahan sikap dan keterampilan disiplin waktu..B. dll 5. Beasiswa yang khusus mendapat prestasi akademis ranking I dan II (yang dilihat hanya prestasi nyata secara akademis) pada semester I dan V b.....

10. 7. Timbulnya keyakinan pada pesertadidik dalam melaksanakan kaidah-kaidah keimanandan ketaqwaan terhadap Tuhan YME. 9 memiliki kemampuan untuk memelihara dan merawat kondisi jasmani yang sehat memiliki kemantapan tentang aspek-aspek sosial kehidupan beragama melaksanakan secara mantap aspek sosial kehidupan beragama mampu menjalin hubungan yang sehat dan dinamis dengan teman sebaya dalam perannya. intelektual dan ekonomi memiliki kemampuan untuk mengembangkan penguasaan ilmu dan teknologi serta seni sesuai dengan program kurikulum dan persiapan karir atau melanjutkan ke pendidikan tinggi serta berperan dalam kehidupan masyarakat memiliki kematangan dalam hubungan teman sebaya serta kematangan dalam perannya sebagai pria atau wanita mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi seni memiliki kematangan dalam etika dan nilai memiliki kamatangan pertumbuhan jasmani yang sehat memiliki pemahaman tentang pertumbuhan dan perkembangan mampu memelihara dan merawat kesehatan 4. 8. memiliki kemantapan tentang aspek-aspek sosial dalam kehidupan mandiri secara emosional. 9 . 5.4. 6. memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah memiliki kemantapan keyakinan bahwa bekerja dan pengembangan karir dapat meningkatkan kehidupan beragama b. sosial. 13. 9. 6. Satuan layanan bimbingan karir kelas XI 1. 8. 3. 7. 2. 5. 14. 9. 11. menyadari pentingnya kondisi jasmaniah yang sehat dalam hubungan sosial mampu belajar secara optimal untuk menguasai program-program di SMA (penjurusan) memiliki kemantapan pemahaman tentang pentingnya hubungan teman sebaya dalam kegiatan belajar memiliki pemahaman tentang pentingnya kondisi jasmani yang sehat dalam kegiatan belajar memiliki pemahaman tentang ciri-ciri belajar yang efektif baik dalam mencari informasi dari berbagai sumber belajar. 12. bersikap pada guru dan nara sumber lainnya.

pemahaman pendidikan kedinasan 6. memiliki kemantapan dalam mengambil keputusan karir yang akan dijalani pesertadidik di masa yang akan datang 8. wawancara tatap muka langsung maupun tidak langsung (melalui angket) 2. Satuan layanan bimbingan karir kelas XII 1. H. Pemahaman pesertadidik Kegiatan pemahaman pesertadidik dilaksanakan agar lebih mengenal konseli baik berdasarkan hasil observasi. dan alat tulis yang ada di kelas serta buku sumber yang menunjang. mampu menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari 2. memiliki sikap dan dorongan untuk mempersiapkan karir yang cocok bagi dirinya (informasi perguruan tinggi di Indonesia) 3. mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai 14. intelektual dan ekonomis 10. menyusun informasi diri dan menetapkan alternatif pilihan karir Seluruh layanan kelas X. bermasyarakat. Jenis data dan layanan yang diberikan bimbingan konseling a. sosial intelektual dan ekonomi sesuai pilihan karir 9. sosial. mampu mengembangkan potensi diri secara optimal dalam kegiatan belajar untuk kehidupan di masyarakat dengan jalan memahami jalur masuk perguruan tinggi 5. Layanan sosial 10 . memiliki kesadaran dan dorongan untuk mempersiapkan karir bagi pesertadidik 4. mampu mengaplikasikan hasil kegiatan belajar dalam menentukan pilihan karir 7. mengembangkan pengetahuan tentang jabatan 11. Kegiatan Pokok Bimbingan Konseling 1. mampu mengembangkan sikap mandiri secara emosional.10 jasmani dalam rangka persiapan karir c. XI dan XII ditunjang oleh buku sumber yang sesuai materi layanan informasi. berbangsa dan bernegara. bermasyarakat. mencapai kematangan yang mantap tentang kehidupan berkeluarga. 13. mengembangkan wawasan perguruan tinggi dan pekerjaan 15. memiliki kemantapan aspek-aspek sosial dalam kehidupan mandiri secara emosional. memiliki sikap yang mantap untuk mengarahkan diri bagi terwujudnya kehidupan yang sehat untuk berkeluarga. berbangsa dan bernegara 12.

3). penyalahgunaan obat terlarang. ditempat-tempat yang dilalui orang baik digang maupun jalan besar. keluarga dan masyarakat serta lingkungan umum misalnya pembelajaran budaya antri. baik dengan teman di kelas maupun lingkungan sekolah. memahami hak dan kewajiban. membuang sampah pada tempatnya. mengarahkan dan membimbing pembentukan kelompok belajar sesuai minat juga membantu menempatkan dan menjalin kegiatan pada kegiatan yang ada di sekolah. Layanan pembelajaran Layanan pembelajaran sosial pada pesertadidik adalah untuk dapat bersosialisi baik di kelas. meludah hendaknya pada tanah yang berpasir agar dahak/ ludah turan dan tersembunyi di bawah pasir sehingga tidak nampak dan menjijikan orang lain adalah merupakan amal bagi yang meludah sesuai aturan agama bahkan sampai aturan buang air kecil di tempat umum. tidak heran orang yang BAK disembarang tempat mendapat cacian atau larangan dilarang kencing disini kecuali anjing. Layanan penempatan dan penyaluran Bimbingan konseling turut membantu pesertadidik untuk menempatkan pada kelompok belajar di kelas (study club). aturan cara berpakaian. artinya betapa masyarakat dan lingkungan merasa terganggu dengan adanya polusi yang di akibatkan BAK sembarang. sekolah. Konseling kelompok Konseling kelompok berkenaan dengan masalah sosial. dengan guru. bagaimana berperilaku di sekolah. tidak menggunakan HP saat belajar di kelas apalagi saat guru sedang menjelaskan pelajaran. tidak meludah di sembarang tempat sebab menurut ajaran Islam. Al-Hujurat : 12). Layanan informasi Jenis layanan yang memberikan berbagai informasi yang berkenaan dengan masalah sosial. relasi dengan teman lawan jenis. mengucapkan terima kasih bila telah meminjam barang orang lain atau telah mendapat bantuan apapun. maupun tata laksana yang berada di lingkungan sekolah 2). bercermin sambil menyisir rambut di kelas dengan mencolok apalagi saat di depan kelas ada Bapak/ Ibu guru. Konseling individual Konseling individual yang berkenaan dengan masalah sosial untuk menanamkan pada pesertadidik untuk tidak berprasangka pada orang lain sebab akan menjadi orang yang kurang disenangi sebab sebagian dari prasangka adalah dosa (QS. Layanan orientasi masalah sosial Melayani pesertadidik agar lebih mengenal lingkungan sekolah khususnya pengembangan sosial pesertadidik agar dapat beradapatasi secara sosial. tidak boleh buang air kecil dibawah pohon rindang karena secara logika pohon rindang adalah tempat orang untuk berteduh. bahaya pergaulan bebas. tidak tertawa dengan keras saat belajar berlangsung.11 1). wali kelas. selalu minta ijin jika mau masuk ruangan dengan mengetuk pintu sambil mengucap salam. mengikuti (beradaptasi) dengan aturan sekolah. 6). kepala sekolah. baik kegiatan yang bersifat akademis maupun non akademis Selain memberikan layanan tersebut diatas juga berupaya untuk mengembangkan pesertadidik yang memiliki keterampilan sosial untuk menjadi pembimbing teman sebaya 4). maka yang tidak dapat beradaptasi secara sosial salah satunya yang tidak mau mengikuti aturan masyarakat atau lingkungan 5). adalah layanan yang bertujuan pengantisipasian dan membantu menyelesaikan masalah 11 . pentingnya menjaga nama baik bangsa di mata negara lain. Diharapkan dengan konseling individual pesertadidik dapat bersosialisasi dimanapun berada . turut melaksanakan tata tertib.

Layanan informasi Berbagai macam informasi yang berkenaan dengan masalah pribadi diberikan oleh pembimbing agar pesertadidik menjadi insan Indonesia yang memiliki kepribadian yang menarik dan smart. bermain kartu saat pelajaran berlangsung. menerima diri. penyelesaian tugas yang tepat waktu. cinta kebersihan dan keindahan serta cinta sesama. Layanan orientasi Agar pesertadidik mampu untuk memahami diri. mengarahkan diri. cinta lingkungan untuk turut menjadi pribadi yang memiliki gaya hidup prolingkungan agar menjadi pelopor penggerak perubahan iklim ke arah yang lebih baik karena semua manusia di muka bumi turut berperan terhadap global warning. 6. sekolah maupun luar sekolah 7). wakasek kesiswaan atau pihak sekolah lainnya. pembina OSIS. Mengarahkan peserta didik agar berpenampilan sesuai aturan sekolah e. Konseling individual a. teman dan lingkungan b. memiliki daya juang yang tinggi dan dapat menyesuaikan diri dengan tugas-tugas perkembangan remaja 4. Generasi muda Indonesia memiliki pribadi yang mempunyai prinsip dan peduli pada lingkungan global 3. Bimbingan kelompok Bimbingan kelompok yang berkenaan dengan masalah sosial bagi pesertadidik yang menunjukkan gejala yang sama dan memerlukan bimbingan yang berkesinambungan agar hal-hak yang tidak diinginkan muncul dan mengganggu kenyamanan belajar disekolah b. Layanan pembelajaran Layanan pembelajaran yang bersentuhan dengan masalah pribadi dengan pemberian bantuan agar pesertadidik dapat 5. minat pesertadidik agar menjadi pribadi yang tangguh tidak mudah menyerah. bagaimana cara beradaptasi dengan guru. mampu mengurus dan memelihara diri sendiri baik fisik maupun psikis yang sehat dan kuat. mengaktualisasikan diri. kurang perhatian saat guru menjelaskan materi pelajaran maka dari masalah tersebut di atas diberikan konseling kelompok agar tidak menjadi preseden yang kurang baik 12 . Menjadi warga dunia yang memiliki kepribadian yang menguasai iptek dan mampu bersaing dengan bangsa lain g. dapat mawas diri dan memilih teman yang membawa dampak positif c. selaras dengan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME. Konseling Kelompok Permasalahan yang sering muncul adalah masalah keterlambatan datang di sekolah. suasana kelas kurang kondusif. mengembangkan diri sehingga menjadi pribadi yang mandiri. Meminimalisasikan sanksi dari guru. Menjadi bagian dari masyarakat dunia yang memiliki kepribadian bangsa Indonesia yang agamis. Layanan pribadi 1. menanamkan intelektual religius dalam rangka membentuk pribadi generasi muda Indonesia yang percaya diri dan tangguh sehingga siap untuk bersaing di era AFTA. globalisasi dan era millenium III d. seimbang antara rohani dan jasmani.12 sosial pesertadidik secara kelompok dengan beberapa pesertadidik dan memiliki permasalahan yang sama agar tidak menjadi bom waktu yang akan mengganggu prestasi belajar baik di kelas. Layanan penempatan dan penyaluran Menempatkan dan menyalurkan pada kegiatan sesuai bakat. tatib. selalu berusaha untuk melaksanakan perintahNya dan menjauhi larangnya 2. f.

ada perubahan pada kemampuan pesertadidik dari tidak bisa menjadi bisa sehingga menjadi ciri khas pribadi dalam penguasaan ilmu yang dimiliki c). Recite (lebih baik 5x1 daripada 1x5) 4). atau kelompok peserta didik dengan adik kelas atau kakak kelas yang dapat memunculkan kerawanan sekolah b. merokok di dalam atau luar lingkungan sekolah secara kelompok yang masih menggunakan seragam sekolah c.Review (mengkoreksi kembali dan berusaha untuk lebih menyempurrnakan penguasaan dan penerapan konsep pelajaran b. merujuk untuk mengikuti perlombaan. Informasi pembagian waktu belajar d. Layanan penempatan dan penyaluran a.13 terhadap peserta kelas maupun sekolah 7. Informasi belajar yang baik dengan 5 R 1). Informasi aturan belajar di kelas h. Layanan Bimbingan belajar 1. menerima pelajaran apa yang didengar dan dilihat untuk dibuat rekaman tulisan agar dapat dibaca ulang jika lupa b). fase penguasaan. Layanan Informasi a. menyalurkan pesertadidik yang memiliki prestasi akademis untuk menjadi pembimbing teman sebaya menempatkan pesertadidik pada kelompok belajar sesuai minat e. membuat strategi belajar melalui kelompok belajar b. Informasi potensi bagi pengembangan kemampuan belajar pesertadidik g. kekurang kompakan peserta didik di kelas dalam menjaga kenyamanan dan kebersihan kelas c. pengetahuan yang disimpan dalam memori ingatan sebagai kemampuan daya nalar yang bisa diuji dimunculkan saat dibutuhkan (saat ulangan) d). bagi pesertadidik yang berprestasi d. Informasi aturan cara belajar guru mata pelajaran tertentu e. Bimbingan kelompok a. Informasi cara belajar sesuai aturan kurikulum tahun 2006 3. fase pengungkapan kembali. belajar yang efektif. Informasi belajar yang efektif c. belajar yang menarik. menempatankan pesertadidik saat penjurusan 13 . Reflect (merenungkan materi pelajaran hingga menemukan Gagasan utama 5). Recording 2). terjadi salah faham antara pesertadidik dengan guru. Fase penerimaan. membawa CD atau komik di lingkungan sekolah sehingga dapat mengganggu konsentrasi belajar d. Reduce (meringkas) 3). Layanan orientasi Pengenalan pesertadidik pada cara belajar yang mandiri. Informasi belajar di PT f. fase pengendapan. dipelajari lalu disimpan agar dapat digunakan kembali untuk memecahkan masalah sebagai pemanfaatan hasil belajar berupa kekayaan dan keterampilan intelektual bagi kehidupan pesertadidik di masa yang akan datang dalam rangka mempertahankan hidup (life skill) 2. merujuk pesertadidik yang berprestasi akademis pada kegiatan yang bersifat pengembangan potensi akademis c. fase-fase belajar yang di dalamnya terdiri dari 4 fase yaitu : a).

baik 5 terendah. Membantu mengarahkan membentuk kelompok belajar yang merata. pesertadidik yang mendapat nilai dibawah KKM. seluruh pesertadidik pada semua tingkatan (kelas X. selalu siap mengikuti ulangan dadakan d. Konseling Kelompok Diprioritaskan untuk pesertadidik pindahan agar mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan cara belajar yang relatif tidak sama dengan sekolah sebelumnya. gagasan pada setiap kegiatan baik di kelas maupun sekolah dan lingkungan sekitar. pemanfaatan waktu untuk belajar seefektif mungkin c. bekerjasama dengan guru mata pelajaran dan wali kelas dengan mendapat layanan bimbingan belajar baik secara individu maupun kelompok. sosial maupun bahasa 5. berdasarkan prestasi belajar selama 3 bulan pertama. pesertadidik yang memperoleh hasil belajar yang optimal (5 terbaik) untuk dikembangkan menjadi pembimbing teman sebaya 7.14 sesuai prestasi yang diraih sesuai bakat dan minat f. berkenaan dengan aktualisasi ilmu yang telah diserap para peserta didik baik pada mata pelajaran yang bersifat eksak. 10 untuk mengikuti PNDK. membuat rekaman tulisan dengan sistematis sebagai hasil belajar hingga memudahkan untuk di bahas e. Layanan Pembelajaran a. dan kepala sekolah sebagai lokomotif penggerak motivasi terhadap semua unsur pendidikan (termasuk pesertadidik) bimbingan belajar yang tepat dapat asumsikan akan berimplikasi pada pencapaian prestasi belajar yang optimal dengan kelulusan 100% bagi pesertadidik 14 . Untuk pesertadidik yang memiliki kelebihan pada bidang tertentu b). Pesertadidik yang memperoleh hasil belajar optimal (5 terbaik) c). mengerjakan tugas tepat waktu b.d. pindahan maupun pesertadidik yang diprediksikan memerlukan bantuan 6. Bimbingan kelompok a). menyalurkan pesertadidik yang masuk ranking 1 s. Konseling Individual Konseling individual berkenaan dengan bimbingan belajar di prioritaskan bagi pesertadidik yang mengalami kesulitan belajar. mampu menuangkan ide-ide. XII) dapat memperoleh prestasi optimal yang berindikasi pada peminimalisasian kegagalan saat kenaikan kelas. XI. membuat rangkuman dengan rapih dan jelas f. aktif bertanya dan menjawab saat guru menjelaskan dan bertanya g. Dengan kekompakkan dan kerjasama seluruh guru. Pesertadidik yang memperoleh hasil belajar dibawah KKM (5 terendah) d). PBUD atau sekolah tinggi kedinasan 4.

Layanan Orientasi Pengenalan pesertadidik pada dunia perguruan tinggi baik institusi. USM dan SMUP (kelas XII) 3. PBUD. d. Layanan informasi penjurusan bagi kelas X b. Menyalurkan hobi untuk dapat menunjang karir pesertadidik di masa yang akan datang (merujuk pada penulis English Club. Layanan informasi dunia kerja berkenaan dengan jurusan yang dipilih d. Mengarahkan pesertadidik pada bidang keahlian tertentu d. Layanan Penempatan dan Penyaluran a. bakat dan minat b. Layanan informasi perguruan tinggi yang menyelenggarakan PMDK. Layanan informasi dunia perguruan tinggi bagi kelas XI c. Layanan informasi mengenai prospek jurusanjurusan yang ada diperguruan tinggi terhadap dunia kerja di masa yang akan datang (kelas XII) e.15 kelas XII dapat terus dipertahankan. Menyalurkan pesertadidik yang memenuhi syarat mengikuti 15 . Layanan informasi mengenai passinggrad jurusan yang diminati pada perguruan tinggi tertentu (kelas XII) f. Layanan Bimbingan Karir 1. universitas maupun sekolah tinggi kedinasan yang ada di Indonesia 2. KIR atau kegiatan lainya) c. Layanan Informasi a. Menempatkan pesertadidik pada jurusan yang dipilih sesuai ketentuan yang berlaku.

Belajar memahami karir dengan ketentuanketentuan yang telah ditetapkan e. Belajar memilih karir yang tepat sesuai kemampuan. Belajar menata karir sesuai kemampuan. diharapkan pesertadidik : a. tuntutan pekerjaan aturan-aturan yang akan dihadapi kelak. Menyalurkan pesertadidik yang terampil berorganisasi f. bakat dan minat c.16 PMDK atau PBUD e. Belajar memahami karir yang dipilih. dll d. memahami prospek karir. Menempatkan pesertadidik yang terampil memimpin mengikuti kegiatan OSIS tanpa melalaikan tugas guru semua mata pelajaran 4. bakat dan minat b. Belajar memahami persyaratan sekolah tinggi kedinasan tertentu 16 . Layanan Pembelajaran Layanan pembelajaran karir dilaksanakan.

g. di harapkan pesertadidik dapat memilih jurusan di perguruan tinggi sesuai bakat minat dengan mempertimbangkan kuota dan passing grade sehingga harapan dapat tercapai diterima diperguruan tinggi negeri .f. 17 . diawali dengan prestasi nyata di kelas serta informasi akses-akses bakat minat yang menunjang pada pemilihan karir yang tepat dengan memberikan layanan bimbingan kelompok yang berkenaan dengan karir. Konseling kelompok Dengan permasalaahn karir yang sama dari pesertadidik diberikan layanan konseling kelompok baik mengenai perguruan tinggi maupun dunia kerja 7. akurat dan cepat sesuai tuntutan dunia kerja di era pasar bebas dan globalisasi serta era millenium III dengan persaingan yang ketat Belajar membuat laporan hasil absen hadir mengenai perguruan tinggi tertentu atau dunia kerja tertentu Mengadakan studi banding pada perguruan tinggi tertentu 5. Konseling Individual Memberikan layanan konseling individual mengenai karir yang dipilih pesertadidik sesuai bakat minat. mengarahkan agar memperluas wawasan dengan banyak membaca dalam rangka menunjang karir dimasa yang akan datang. i. 17 Melatih dan mengasah kemampuan yang dimiliki untuk menunjang karir di masa yang akan datang Berlatih teliti. Bimbingan kelompok Layanan bimbingan kelompok mengenai karir pesertadidik. berprestasi optimal sebab nilai yang tertera dirapat menjadi salah satu pertimbangan penerimaan pegawai baru jika sudah masuk dunia kerja termasuk sikap dan presensi 6. h.

Perpustakaan Nama / NI P Pangkat/ Gol.18 BAB II DATA KEADAAN SISWA DAN PERSONIL BIMBINGAN DAN KONSELING A. Koordinator 2. 1. SUBJEK (PESERTA DIDIK SASARAN LAYANAN) BIMBINGAN KONSELING Sasaran layanan bimbingan konseling berkenaan dengan upaya pemberian bantuan pada pesertadidik disusunlah petugas bimbingan seperti berikut ini : N o. Sasaran Bimbingan Konseling Kelas Jml Total Jam Siswa Jabatan 18 .

Perpustakaan 4. wali kelas. Organigram secara umum mekanisme kegiatan layanan bimbingan di SMA Negeri 6 Bandung digambarkan seperti bagan berikut ini : ORGANISASI PELAYANAN BIMBINGAN DI SEKOLAH. Bendahara Beasiswa B. penanggung jawab pelaksanaan bimbingan konseling adalah kepala sekolah secara operasional pelaksanaan bimbingan konseling di koordinator BK bekerjasama dengan petugas BK atau guru pembimbing ektrakurikuler. 0100090000037400000002001c00000000000400000003010800050000000b0200 000000050000000c02a2084408040000002e0118001c000000fb02c4ff0000000000 009001000000000440001254696d6573204e657720526f6d616e000000000000000 0000000000000000000040000002d0100000400000002010100050000000902000 000020d000000320a3500ffff010004000000000043089d08207c1b001c000000fb0 21000070000000000bc02000000000102022253797374656d00000000000018000 000c4c8110001000000e404000000000000040000002d010100030000000000 Keterangan : ____________ = Garis Komando -----------------Penjelasan : = Garis Konsultasi Garis Koordinasi 19 .19 3. Organisasi dan mekanisme pelaksanaan bimbingan konseling secara keseluruhan. ORGANISASI DAN MEKANISME PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING. 5. guru mata pelajaran. Sekretaris 6.

Wali Kelas Bertanggungjawab membantu kegiatan bimbingan dan konseling di kelasnya 5. 2. Program BK b. Fisik. Sarana dan Prasarana 1. Komite Sekolah Organisasi Orangtua siswa yang berkewajiban membantu menyelenggarakan pendidikan termasuk pelaksanaan bimbingan dan konseling. 7. i. 4. 4 buah kursi h. Buku daftar kegiatan harian BK d. Daftar pembagian tugas guru BK h. Catatan peta siswa. 2. 1 buah jam dinding i. Buku LKS f. 2 buah rak penyimapan arsip d. c. 2 buah meja kantor e. S i s w a Peserta didik yang berhak menerima pengajaran dan pelayanan bimbingan dan konseling . Guru Mata Pelajaran Pelaksana pengajaran yang bertanggungjawab memberikan informasi tentang siswa untuk kepentingan bimbingan dan konseling. Catatan rekapitulasi nilai n. Koordinator BK/Guru Pembimbing Pelaksana utama yang mengkoordinir semua kegiatan yang terkait dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling disekolah 3. c. 1 buah lemari penyimpan data. Tata Usaha Pembantu Kepala Sekolah dalam menyelenggarakan administrasi ketatausahaan sekolah dan pelaksanaan administrasi bimbingan dan konseling .20 1. 1 buah kalender j. Angket siswa dan orang tua 20 . 1 ruang bimbingan dan konseling b. Buku Pribadi siswa g. a. Daftar hadir guru BK k. Satuan Kegiatan Layanan Bimbingan j. Administrasi a. mekanisme penanganan masalah siswa dan bagan mekanisme kerja guru pembimbing . Kepala Sekolah Penanggungjawab pelaksanaan teknis bimbingan dan konseling di sekolah. Buku kegiatan sehari-hari m. Laporan hasil pemeriksaan psikologis siswa l. alat pengumpul data. 1 set kursi tamu g. C . 6. bagan-bagan seperti struktur organisasi BK . Buku sumber BK e.

Format laporan kunjungan rumah p. Daftar Cek masalah 21 . Format rekapitulasi wawancara q. Daftar isian sosiometri r.21 o.