[DOA] adab membaca al-quR’an + cara menghafal Qur’an

“Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. Diturunkan dari Rabbil „alamiin. Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini?” [QS. Al Waaqi'ah, 56 : 77-81] Setelah membaca Qur’an , bacalah doa berikut:

‫اللهن ازحوًٌ بالقسأى واجعله لً إهاها و ًـىزا و هدي وزحـوة. اللهن ذكسًً هٌه ها ًسـيث‬ ‫وعلوٌي هٌه ها جهلث وازشقًٌ جالوجه أًاء الليل و أطساف الٌهاز واجعله لً حجة يا زب‬ ‫العالوـيي‬
“Allahummar hamnii bil qur‟aan waj‟alhu lii imaamaaw wa nuuraw wa hudaw wa rahmah. Allahumma dzakkirnii minhumaa nasiita wa „alimna minhuma jahiltu wardzuknii tilaawatahu anaa allayli wa athraafan nahaari waj‟alhulii hujjatallana laa hujjata yaa rabbil „aalamiin..”

“Ya Allah, rahmatilah aku dengan (barakah) Al-Quran. Jadikanlah ia pimpinan bagiku, cahaya, petunjuk dan rahmat. Ya Allah, ingatkanlah aku dengan (melalui) Al-Quran apa-apa yang aku terlupa; ajarkan kepadaku melaluinya apa-apa yang aku tidak tahu; berilah aku kefahaman dari pembacaannya pada waktu malam dan tepian siang. Jadikanlah dia bagiku hujjah, Ya Tuhan semesta alam.” (H.R. Abu mansyur dari Abi Dzar ) Adab Membaca Quran 1.Disunnahkan berwudhu 2.Menghadap kiblat 3.Ada sikap penghormatan hati untuk : a.Mengagungkan dan memuliakan Al-Quran, b.Membenarkan dan meyakini c.dan berniat mengamalkan Al-Quran d.berniat untuk menyampaikan/mengajarkan lagi kepada orang lain 4.Memilih tempat yang bersih 5.Disunnahkan membaca Ta‟awwudz pada permulaan bacaan.

Firman Allah : ‫فَإِذا قَسأتَ القُسءاى فَاسحَعر بِاَّللِ هي الشيطَاى السجين‬ ِ ِ ‫َ َْ ْ ْ َ َ ْ ِْ ه ِ َ هْ ِ ه‬ “Apabila kamu membaca Al Qur‟an.Membaca dengan tartil dan tajwid yang benar 9.Tidak memotong bacaan dengan kegiatan lain 14.Tidak menjadikan Al-Quran untuk bantal [kewajiban membaca al-quRan]   Membaca Al-Quran Al-Kariem merupakan kewajiban tiap muslim.. Berbeda dengan teks aslinya dalam bahasa Arab yang mendatangkan pahala.Barang siapa membaca satu huruf dari Quran..Berusaha untuk menangis atau pura-pura menangis 10. Ahmad.  Bila terjemahan Al-Quran itu dibaca.Sabda Nabi SAW : ‫كل أهس ال يبدأ فيه ببسن هللا السحوـي السحـين فهى أجرم‬ “Setiap perkara (amalan) yang tidak dimulai dengan membaca Bismillahirrahmanirrahiim...” [HR Tirimizy dan Baihaqi].Al-Quran ditaruh di tempat yang dialas tinggi 15.. Yaitu surat Al-Fatihah yang wajib dibaca saat melaksanakan ibadah shalat 5 waktu.” [QS Al-Muzzammil: 1-4].” [QS Al-Muzzammil: 20]. An-Nahl : 98) 6.” [Al-Qiyamah:17-18]. Dalil/perintah untuk membaca Al-Quran: “. dan Ibnu Mardawaih) 8..R.karena itu bacalah apa yang mudah dari Al-Qur‟an. yaitu Al-Kitab dan dirikanlah shalat.. maka memulai membaca Al-Quran pun dengan membaca Basmallah.. Nasai. “.Dan bacalah Al-Qur‟an itu dengan perlahan-lahan. “.S. hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk”.Memenuhi hak-hak Al-Quran 13. (Q.Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu. 7.Membaca dengan suara merdu 11.Boleh membaca jahar (dikeraskan) tetapi lebih baik dipelankan (terdengar oleh sendiri) 12.Sebagaimana memulai setiap perkataan dan perbuatan yang baik yang lain. “. tidak mendatangkan pahala secara khusus. maka terputus berkahnya (bagaikan anggota badan yang terkena kusta) (H.” [QS Al-Ankabut: 45]. paling tidak di dalam shalat... dia akan memperoleh satu kebaikan. . “. Dan kebaikan itu akan dibalas sepuluh kali lipat.Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.

5:16]. Tidak mau mendengarkan. Al-Qur‟an Merupakan Obat dan Rahmat [QS. Disunnahkan bagi yang membaca Al-Qur‟an. [11]. 50:45. Membaguskan bacaan sesuai kemampuan. [8].[al-quR’an beRbicaRa tentang al-quR’an]  Penjelasan keagungan dan kemuliaan Al-Qur‟an: [1]. maka dia bersama para malaikat yang mulia dan baikbaik dan orang yang membaca Al-Qur‟an dengan terbata-bata serta ia mengalami kesulitan.” (HR. Keutamaan Membaca Al-Qur‟an: QS. [7]. baik dalam masalah ushul (pokok) agama maupun cabang-cabangnya. [5]. [10]. 5. 6:38.  Adab-Adab Membaca Al-Qur‟an: [1]. Al-Qur‟an Merupakan Hikmah yang Amat Agung [QS. Al-Qur‟an adalah Petunjuk dan Cahaya [QS. memahami serta mempelajari Al-Qur‟an. Tidak mau mentadaburi. 2. Al-Qur‟an Merupakan Kabar Gembira bagi Orang-Orang Beriman [QS. seperti kamar mandi/tempat wudhu dan jangan membacanya dalam keadaan junub. 50:1. [6]. Memulai membaca-nya mengucap ta‟awudz. Tidak mau berhukum dan memu-tuskan perkara dengannya. 3. sesung-guhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai pemberi syafa‟at bagi yang membacanya. ketika melewati ayat-ayat tentang rahmat supaya memohonnya kepada Allah.” (Muttafaq „alaih). [2]. ibarat rumah kosong dan rusak. .Al-Qur‟an Merupakan Peringatan dan Pelajaran [QS. “Bacalah oleh kalian Al-Qur‟an. kecuali surat At-Taubah. Bersujud ketika melewati ayat-ayat Sajadah. [4].  Bentuk sikap menjauhi Al-Qur‟an. [9]. 16:89] [8]. meng-imani dan perhatian terhadapnya. [3]. Muslim).  Rasulullah juga bersabda tentang orang yang tidak pernah membaca Al-Qur‟an.”(HR. dan berlindung kepada-Nya tatkala melewati ayat-ayat adzab.[3]. 10:57]. Bersuci dan bersiwak sebelum membaca Al-Qur‟an. Tidak mau mempergunakannya sebagai penyembuh dan obat bagi berbagai penyakit hati. “Hasan Shahih”). 17:82]. 35:29. “Orang yang mahir membaca Al-Qur‟an. dan tidak menerima apa yang dihalalkan dan apa yang diharamkan. [6]. Menghentikan bacaan ketika keluar angin.[4]. [2]. 18:54. 17:9]. Allah Telah Bersumpah dengan AlQur‟an dan Menyifatinya dengan Kemuliaan [QS. Membaca dengan tartil dengan memperhatikan hukum-hukum tajwid. semata-mata karena Allah. [7]. Jangan membaca Al-Qur‟an di tempat-tempat kotor. 3:58].   Keutamaan Mempelajari Al-Qur‟an dan Mengajarkannya: “Orang terbaik di antara kalian adalah yang mempelajari Al-Qur‟an dan mengajarkannya. 4. “Sesungguhnya orang yang di dalam hatinya tidak terdapat sesuatu dari Al-Qur‟an. Tidak mau mengamalkannya. di antaranya sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibnul Qayim: 1. dan merasa ngantuk. maka baginya dua pahala. Al-Bukhari).” (HR. [5]. Al-Qur‟an Merupakan Samudra Ilmu Pengetahuan dan Penjelasan [QS. Membaca basmallah pada setiap permulaan surat. Membaca Al-Qur‟an dengan niat untuk mengamalkannya. Al-Qur‟an adalah Ruh dan Kehidupan. At-Tirmidzi dan ia berkata. 47:24].

tidak perlu membacanya dengan suara yang keras. dipahami dan dilaksanakan sebagai konsekuensi kita beriman ke-pada Al-Qur‟an. dibaca. diamalkan.  Setiap orang Islam wajib mengatur hidupnya sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan harus dipelihara kesucian dan kemuliaannya. Diwajibkan pula beradab dengannya dan berakhlaq terhadapnya. Sama sekali tidak ada dalil yang menyebutkan bahwa masing-masing juz itu terkait dengan tanggal kelahiran seseorang.   Hendaknya seorang hamba bertakwa kepada Allah dalam (rangka menyelamatkan) dirinya dan hendaknya dia berkemauan keras untuk mengambil manfaat dari Al-Qur‟an dalam segala hal. dan dengan duduk yang sopan dan tenang. [3]Membaca Al-Qur‟an dengan khusyu‟. [4] Agar membaguskan suara di dalam membacanya. [7] Tidak mengganggu orang yang sedang shalat.[adab teRhadap al-quRan]  Setiap muslim harus meyakini kesucian Kalam Allah. namun ini tidak wajib.[6] Berusaha mengetahui artinya dan memahami inti dari ayat yang dibaca dengan beberapa kandungan ilmu yang ada di dalamnya. Adab-adab membaca Al-Qur’an: [1] Membacanya dalam keadaan yang sempurna. Al-Qur‟anul Karim itu Kalam Allah yang di dalamnya tidak ada kebatilan. agar dapat menghayati ayat yang dibaca. [5] Dimulai dengan Isti‟adzah. [9] Membaca Al-Qur‟an dengan saling bergantian.   Wajib bagi kita menghalalkan apa yang dihalalkan Al-Qur‟an dan meng-haramkan apa yang diharamkannya. Perbuatan ini tidak lebih dari bid‟ah yang dibuat-buat oleh para zindiq yang . maka dengarkanlah bacaannya itu dengan tenang. [10] Berdo‟a setelah membaca AlQur‟an. dijadikan sandaran hukum. para shahabat hingga para tabi‟in dan para pengikut mereka yang shalih sepanjang zaman tidak pernah mengaitkan urutan juz dalam Al-Quran dengan tanggal kelahiran seseorang. dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Allah Ta‟ala. [ta'awudz dan basmalah tidak peRlu untuk membaca al-quR'an??]   Membaca ta‟awwudz yaitu lafadz a‟udzu billahi minasysyaithanirrajim adalah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan pada setiap kali kita membaca Al-Quran. keagungannya. agar selamat di dunia dan di akhirat. dijadikan rujukan dan untuk dijadikan obat dari berbagai penyakit dan kotoran hati serta untuk hikmah-hikmah lain yang Allah kehendaki dari penurunannya. Bacalah dengan suara yang lirih atau dalam hati secara khusyu‟. dan keutamaannya di atas seluruh kalam (ucapan). serta dipelajari ayat-ayatnya. Al-Qur‟an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya. suci dari najis. (Abu Habiburrahman) [disunnahkan mempeRbanyak membaca al-quR'an]  Allah telah menurunkan Al-Qur‟an untuk diimani. dipelajari. [8] Jika ada yang membaca Al-Qur‟an. [2] Membacanya dengan pelan (tartil) dan tidak cepat. Membaca Al-Qur‟an disyari‟atkan dan disunnahkan memperbanyak membacanya serta mengkhatamkannya sebulan sekali. ditadabburi.

[Al-Imam al-Qurthubi]  Hendaknya dibaca dengan tenang.[Imam Ibnul Qayyim]  Kriteria minimal tartil adalah dengan meninggalkan ketergesaan dalam membaca al-Qur‟an.  Selayaknya seseorang yang membaca al-Qur‟an mengetahui bahwa dirinya adalah yang sedang menjadi obyek sasaran dari pembicaraan al-Qur‟an itu. maka hendaknya dia mengulang-ulang ayat itu. konsentrasi dalam mendengarkan dan menghadirkan segenap hati terhadap makna-makna sifat dari Dzat yang berbicara kepadanya.bertujuan mengacaukan ilmu Al-Quran. dan dirinya sedang menjadi sasaran dari tulisan tuannya. lebih baik daripada menghatamkan bacaan dengan tanpa tadabbur dan pemahaman. Seorang yang bagus bacaannya adalah apabila hatinya telah melunak dengan kalam Rabbnya. [Ibnu Muflih]   Seseorang yang membaca al-Qur‟an hendaknya memperbagus suaranya dan membacanya dengan rasa takut dan dengan tadabbur. pelan-pelan dan tartil. melepas segala rasa keberdayaan dan kekuatan diri. serta mengambil pelajaran darinya meskipun sedikit di dalam membaca. dan ini lebih baik daripada terus membaca dengan tanpa pemahaman sama sekali. [Imam Ahmad bin Hanbal] Hendaknya hati sibuk memikirkan makna-makna ayat yang dilafazhkan. lebih dapat menghantarkan kepada tercapainya kesempurnaan iman serta rasa manisnya al-Qur‟an.  Merupakan kewajiban bagi siapa saja -yang dikhususkan oleh Allah dengan menghafal al-Qur‟anagar membaca dengan bacaan yang sebenarnya (haqqa tilawatih). sehingga mengetahui masing masing ayat. Maka hendaklah dia merenungkan al-Kitab dan mengamal kan apa yang menjadi tuntutannya. Termasuk memuliakan al-Qur‟an juga hendaknya berhenti pada ayat-ayat janji (wa‟d) dan berharap kepada Allah subhanahu wata‟ala serta memohon keutamaan dari-Nya. dan dirinyalah yang mendapat ancaman. serta . berhenti pada ayat ancaman (wa‟id) dan memohon perlindungan kepada Allah darinya. [Al-Hakim at-Tirmidzi]  Apabila membaca al-Qur‟an dengan tafakkur sehingga tatkala melewati ayat yang dia (pembaca) butuh terhadap ayat itu untuk mengobati hatinya. mengagungkan Dzat yang berfirman kepadanya. Dan hanya orang awam saja yang akan tertipu dengan pola pembagian juz Al-Quran dengan menggunakan tanggal kelahiran. memperhatikan kekuasaan Nya. memahami segela keistimewaannya dan mencari tahu apa yang asing baginya. dan merupakan kemuliaan al-Qur‟an hendaknya (dalam membaca) dengan mencurahkan ingatan dan segenap pemahaman sehingga dapat mencerna apa yang difirmankan itu. dan yang sempurna adalah tartil di dalam membaca. Dan juga lebih bermanfaat bagi hati. Maka ketika itu dia membaca al-Qur‟an seperti membaca nya seorang budak. memahaminya. meninggalkan ketergantungan terhadap pengetahuan dan akalnya. merenungi ayat-ayat itu. merasa hina dengan kemampuan pemahaman nya. lalu merenungkan perintah-perintah dan larangan-larangannya. [meRenungkan isi al-quR'an]  Merenungkan makna al-Qur‟an pada prinsipnya adalah dengan cara mentadabburi dan memikirkannya. Dan kisah-kisah yang ada memberikan pelajaran. Karena membaca satu ayat dengan tafakkur dan pemahaman. mentadabburi dengan hakikat ibrah dan pelajarannya.

[QS. maka lebih sedikit dari itu lagi sebab yang demikian itulah kebaikan yang banyak. hendaknya pula dapat mengkhatamkannya setiap bulan sekali dan bila ada keluangan. Dan hedaknya dia mengetahui bahwa al-Qur‟an ditujukan untuk memberi petunjuk kepada seluruh manusia. baik melalui mushaf ataupun hafalan. atau melewati ayat yang berisikan doa. bOlehkah?]  Dalam membaca al-Qur‟an disunnahkan membacanya dengan tartil. Shad:27]. sedangkan lafazh sebagai sarana untuk memahami makna. Jika pada masa lalu ia termasuk orang yang tidak perhatian terhadap masalah itu. maka hendaknya melihat kepada siyaqul kalam (arah pembicaraan) serta kepada siapa pembicaraan itu ditujukan. memahami dan berbuat ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta‟ala disertai tujuan untuk mendapatkan faedah dan ilmu. hendaknya merendah diri dan memintanya. yaitu pelan dan membaguskan bacaannya (sesuai tuntunan tajwid) serta bertadabbur (mengangan-angan maknanya) dalam hati akan isi setiap ayat yang dibaca. Jika seorang memang telah mencurahkan seluruh perhatian dalam mentadabburi dan memahami Al-Qur‟an maka Allah swt akan memuliakan hamba-Nya./ . Anda harus berlatih terus demi meningkatkan kemampuan membaca. Namun bukan berarti boleh terus membaca apa adanya. Agar memperbanyak bacaan Al-Qur‟an dengan cara mentadabburi. maka hendak nya menyucikan dan mengagungkan-Nya. [al-‟Allamah as-Sa'di] [tidak taRtil dalam membaca al-quRan. maka dia meminta ampun dan beristighfar. sampai akhirnya bisa fasih sesuai dengan tuntunan tajwid.  Tidak boleh membacanya dari mushaf kecuali dalam kondisi suci. jika melewati ayat rahmat maka dia gembira dan memohonnya. atau melewati ayat tentang penyucian atau tasbih kepada Allah subhanahu wata‟ala. lalu mempertemukan antara yang dia baca itu dengan pendapatnya dalam ayat yang lainnya. Dan. Boleh mengkhatamkannya kurang dari seminggu sekali dan yang utama agar tidak mengkhatamkannya kurang dari tiga hari sekali karena hal seperti itu yang sesuai dengan petunjuk Nabi SAW kepada Abdullah bin Amr bin Al-Ash dan karena membacanya kurang dari tiga hari akan menyebabkan keterburu-buruan dan tidak dapat mentadabburinya. Juga hendaknya tidak melupakan hal lain yang paling urgen dalam membaca al-Qur‟an yaitu bertadabbur (mengangan-angan) akan makna dan maksud setiap ayat. sedangkan bila membacanya secara hafalan (di luar kepala) maka tidak apa-apa sekalipun tidak dalam kondisi berwudhu‟.  Apabila kurang fasih membacanya. atau sering salah melafalkan dengan tanpa sengaja.berkeyakinan untuk menerima itu semua. Karena kesalahan membaca (hurufnya dan panjang-pendeknya) tentu akan merubah makna dan tujuan yang tersirat. dan Allah swt tentu akan membukakan ilmu-Nya berupa hal-hal yang tadinya tidak mampu dia usahakan. Al-Muzammil:4]. [hukum tidak membaca al-quR'an]   Disunnahkan bagi seorang mukmin dan mukminah untuk memperbanyak bacaan terhadap Kitabullah disertai dengan tadabur dan pemahaman. [Imam as-Suyuthim]  Dalam membaca al-Qur‟an hendaknya menjadikan makna sebagai tujuan. atau melewati ayat adzab maka merasa takut dan meminta perlidungan. [QS. maka hukumnya tidak apa-apa.

[membaca al-quR'an bagi wanita haid]  Yang lebih utama bagi seorang wanita haidh adalah tidak membaca Al-Qur‟an kecuali jika hal itu dibutuhkan. sesuai dengan hak masing-masing huruf. Yaitu fungsi untuk mengevaluasi atau membetulkan bacaan si murid. Bila ia tetap tidak mampu padahal sudah berusaha semampunya. [bolehkah mengaji melalui mp3 playeR?]  Yang lebih penting dari Al-Quran itu bukan semata-mata kemampuan kita mengejanya. maka seringlah membaca dan mengulang-ngulangnya sampai mantap dan kuat. [wajib sungguh-sungguh dalam mengeluaRkan semua huRuf dari makhRajnya]  Wajib bagi orang yang tidak mampu melafalkan [dhadh] dari makhrajnya berusaha semaksimal mungkin dan mengerahkan kemampuannya untuk melatih lidah melafalkan [dhadh] dari makhrajnya dan mengucapkannya dengan ucapan yang benar. . jangan pindah ke surat lain. Padahal fungsi ini sangat vital dan tidak mungkin ditinggalkan. [beRusahalah untuk mempeRbaiki bacaan al-quR'an]  Berusahalah untuk memperbaiki bacaanmu dengan cara belajar kepada salah seorang ahli AlQur‟an (Al-Qura) yang sudah mu‟tabar (dianggap keberadaannya) dan perbanyaklah membaca apa-apa yang telah engkau kuasai. Kecuali mengucapkan sesuai kemampuannya. berarti dia hafal Al-Quran. Jika telah hafal satu surat. tapi ketahuilah bahwa masih ada satu fungsi mendasar yang belum bisa dicover olehnya. maka dia itu dimaafkan dan tidak ada kewajiban. [peRbaikilah niat anda dan peRbanyaklah membaca al-quR'an]  Obat lupa dalam menghapal Qur‟an: Perbaiki niat anda dalam membaca Al-Qur‟an. Dan hal itu tentu lebih utama dari sekedar mampu mengeja hurufnya semata.  Memang tidak salah bila anda memanfaatkan MP3 player untuk belajar Al-Quran. Seseorang mampu membaca Al-Quran tanpa mengeja. seperti seorang guru wanita atau seorang pelajar putri atau situasi-situasi lain yang serupa dengan guru dan pelajar itu. kecuali bila engkau sudah menghafalnya dengan itqan (mantap). melainkan mampu membunyikannya dengan benar.

Seyogyanya dia mempunyai wirid (muraja‟ah) harian agar dapat menghindari dari lupa sambil mengharap pahala dan mengambil pelajaran hukum-hukumnya. membagi bacaan al-quR'an untuk ORangORang yang hadiR]  Pada dasarnya membaca Al-Qur‟an haruslah dengan tatacara sebagaimana Rasullah SAW mencontohkannya bersama para shahabat beliau Shallallahu „alaihi wa sallam. [Bersungguh menjaga hafalan al-quR'an sehingga tidak lupa]  Tidak selayaknya seorang hafizh lalai dari membacanya dan tidak maksimal dalam menjaganya. maka dia tidak berdosa. mengucapkannya dan mendawamkan pengucapannya setiap kali selesai membaca Al Qur‟an adalah perbuatan bid‟ah yang diada – adakan. maka saya berharap hal tersebut tidak apa-apa. Paling tidak hukumnya makruh. Namun apabila bertujuan untuk kegiatan belajar dan mengajar. “Shadaqallahul „azhim” setelah membaca Al Qur‟an adalah bid’ah. baik yang berupa aqidah maupun amalan. Adapun hadits yang mengandung ancaman bagi orang yang menghafal kemudian lupa. maka ini tidak disyariatkan. atau mempelajarinya. [hukum mengucapkan shadaqallahul azhim ketika selesai membaca al-quR'an]  Ucapan. karena buku-buku dan majalah-majalah itu bukan Al-Qur‟an. sangat memelihara dan mengetahui benar masalahnya. seluruh sahabat radhiyallaHu „anHum dan imam para salafus shalih. dan salah seorang membaca dan yang lainnya . karena banyak kesibukan atau karena lalai. padahal mereka banyak membaca Al Qur‟an. karena Rasulullah SAW tidak pernah melakukannya. yaitu suci dari hadats yang paling besar sampai hadats yang paling kecil. Namun orang yang hafal sedikit dari Al-Qur‟an lalu lupa. Dan tidak boleh baginya membaca Al-Qur‟an kecuali dalam keadaan suci yang sempurna.  Jika yang dimaksud adalah bahwasanya mereka membacanya dengan satu suara dengan „waqaf‟ dan berhenti yang sama. [hukum membaca al-quR'an beRsama-sama. demikian juga para khulafa‟ur rasyidin. Akan tetapi mereka membacanya sendiri-sendiri atau salah seorang membaca dan orang lain yang hadir mendengarkannya. baik dengan cara melihat Al-Qur‟an ataupun yang sudah dihafalnya. Jadi.  Adapun apabila yang dimaksudkan adalah mereka berkumpul untuk membaca Al-Qur‟an dengan tujuan untuk menghafalnya.[hukum membaca al-quR'an bagi yang sedang junub  Tidak boleh bagi orang yang sedang junub untuk membaca Al-Qur‟an sebelum ia mandi junub. Tidak ada satupun riwayat dari beliau dan para shabatnya bahwa mereka membacanya dengan cara bersama-sama dengan satu suara. karena tidak ada riwayat dari Rasulullah SAW maupun para shahabat beliau Shallallahu „alaihi wa sallam.  Tidak diharamkan bagi orang yang sedang junub atau sedang haidh atau yang tidak berwudhu untuk menyentuh buku atau majalah yang didalamnya terdapat ayat-ayat AlQur’an . tidak benar dari Nabi Shallallahu „alaihi wa sallam.

• istiqamah dan shabar. Sebab Al-Qur‟an itu dibaca hendaknya dengan tujuan ibadah mendekatkan diri kepada Allah dan untuk menghafalnya. maka dosa-dosanya yang akan datang dan yang telah lalu akan diampuni. Mohon kepada Allah agar Ia tolong kita mudah hafalkan AlQuran letakkan kefahaman itu dalam hati kita. demikian pula oleh tabi‟in dan atba‟ut tabi‟in” Tanpa ragu jawabannya adalah sebagaimana kata ulama salaf. Dan barangsiapa mengajarkan anaknya menjadi hafizh Al-Qur‟an. [caRa mudah hafal al quRan]  Cara menghafal Al-Qur‟an: [1]. [6]. mengambil pelajaran darinya. [memuliakan al-quR`an bukan dengan menciumnya]  Kebanyakan orang mengatakan bahwa perbuatan mengecup mushaf Quran tersebut tidak lain kecuali untuk menampakkan pemuliaan dan pengagungan kepada Al-Qur`anul Karim.  Kuncinya: • niat ikhlas. Imam Thabrani rah.” . maka ini disyari‟atkan. • minta tolong Allah fahamkan.” Jadi perbuatan mencium Al-Qur‟an merupakan perbuatan bid’ah. melatih lisan dalam membacanya dan berbagai macam faedah-faedah lainnya.mendengarkannya. perbanyak beristighfar. Adapun tujuan mereka dalam membaca Al-Qur‟an untuk mendapatkan berkahnya saja. [hafizh qur’an]  Para hafiz al-qur‟an memiliki kemulian tersendiri dimata Allah Swt. Hatinya bersih. 1 ayat sehari.a telah meriwayatkan. Namun bentuk pemuliaan dan pengagungan seperti itu tidak dilakukan oleh generasi yang awal dari umat ini. bahwa Anas ra mengatakan Rasululah saw bersabda. • istighfar sungguh. yaitu para shahabat Rasulullah SAW.‟ Ketika anaknya mulai membaca satu ayat Al-Qur‟an. untuk mendapatkan pahala dari membacanya. tidaklah cukup. “Barangsiapa mengajarkan anaknya membaca Al-Qur‟an. Hafalkan sedikit demi sedikit. [4]. • sedikit demi sedikit. maka bapaknya dinaikkan satu derajat oleh Allah Swt. „Mulailah membaca Al-Qur‟an. agar masingmasing membacanya sendiri-sendiri satu hizb atau beberapa hizb dari Al-Qur‟an. tidaklah dianggap secara otomatis sebagai mengkhatamkan Al-Qur‟an bagi masing-masing yang membacanya. Niat ikhlas. • diulang-ulang. Demikian seterusnya sampai khatam seluruh AlQuran. sehingga terus bertambah tinggi hingga tamat. atau mereka masing-masing membaca sendiri-sendiri dengan tidak menyamai suara orang lain. maka pada hari kiamat ia akan dibangkitkan dengan wajah yang bercahaya seperti cahaya bulan purnama. dan dia akan berkata kepada anaknya. “Seandainya itu adalah kebaikan. Setelah beberapa hari gabung ayat2 yang sudah dihafalkan. [5]. niscaya kami lebih dahulu mengerjakannya. [3].  Membagi juz-juz Al-Qur‟an untuk orang-orang yang hadir dalam perkumpulan. [2]. memikirkan dan mempelajari hukum-hukumnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful