KONSEP DASAR NEGARA YANG ISLAMI I.

PENDAHULUAN Keberadaan suatu institusi yang bernama negara tidak dapat dielakkan, hal ini karena kodrat manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan perangkat yang menjadi ikatan kebersamaan dalam kontrak sosial antar manusia. Perangkat institusi yang bernama negara diharapkan menjadi wadah agar manusia bisa menjalankan kehidupannya dengan baik, jauh dari sengketa atau konflik dan menjaga kedamaian sosial. Dengan alasan tersebut, maka negara memiliki faktor penting dalam kehidupan manusia. Dalam dunia, hanya ada tiga kutub paradigma yaitu Paradigma Sosialisme Komunis, Paradigma Liberalisme Kapitalis, dan Paradigma Islam. Ideologi itu sendiri diterjemahkan sebagai sistem pedoman hidup yang menjadi cita-cita untuk dicapai oleh sebagian besar individu dalam masyarakat yang bersifat khusus, disusun secara sadar oleh para tokoh pemikir negara, dan kemudian menyebarluaskannya secara resmi sebagai Dasar Negara. Di Negara Indonesia Pancasila sebagai dasar negara, Pancasila kembali diuji ketahanannya dalam era reformasi sekarang. Merekahnya matahari bulan Juni 1945, 63 tahun yang lalu disambut dengan lahirnya sebuah konsepsi kenengaraan yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia, yaitu lahirnya Pancasila. Sebagai falsafah negara, tentu Pancasila ada yang merumuskannya. Pancasila telah ada dalam segala bentuk kehidupan rakyat Indonesia, terkecuali bagi mereka yang tidak Pancasilais. Pancasila lahir 1 Juni 1945, ditetapkan pada 18 Agustus 1945 bersama-sama dengan UUD 1945. Dengan demikian bahwa falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia yang harus diketahui oleh seluruh warga negara Indonesia agar menghormati, menghargai, menjaga dan menjalankan apa-apa yang telah dilakukan oleh para pahlawan khususnya pahlawan proklamasi yang telah berjuang untuk kemerdekaan negara Indonesia ini. Sehingga baik golongan muda maupun tua tetap meyakini Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tanpa adanya keraguan guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia. II. RUMUSAN MASALAH A. Apa pengertian Konsep Dasar Negara yang Islami?

Max Weber mendefinisikan negara dengan sebuah masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah. negara diartikan sebagai organisasi tertinggi di antara satu kelompok masyarakat yang mempunyai citacita untuk bersatu. Pengertian Konsep Dasar Negara yang Islami Dasar negara adalah fandemen yang kokoh dan kuat serta bersumbar dari pandangan hidup atau falsafah (cerminan dari peradaban. Demokrasi .com/2009// 2[2] Komarudin Hidayat & Azyumardi Azra. E. atas nama masyarakat. Soltau. tidak secara tersurat mendefinisikan model negara dalam Islam. tidak ditemukan rumusan yang pasti (qathi’) tentang konsep negara. kebudayaan. konsep islam tentang negara juga berasal dari 3 (tiga) paradigma. 24-25. negara merupakan perpaduan antara alat (agency) dan wewenang (authority) yang mengatur dan mengendalikan persoalan-persoalan bersama. Dua sumber Islam.pengertian dasar negara Indonesia. A. hidup di dalam suatu kawasan dan mempunyai pemerintah yang berdaulat. Ketidakadaan konsep yang pasti tentang negara telah melahirkan beragam pemikiran tentang konsep negara dalam tradisi pemikiran politik Islam. Sedangkan secara terminologi.h. C. Apa Tujuan dan Unsur-Unsur Negara? Jelaskan Teori Terbentuknya Negara dan Bentuk-Bentuk Negara ! Jelaskan Hubungan Islam dan Negara di Indonesia! Jelaskan Bentuk Negara Islam! PEMBAHASAN D. Jelaskan Konsep Hubungan Agama dan Negara dalam Islam! III. 2006). keduanya memuat prinsip-prinsip dasar tata cara hidup bermasyarakat. Menurut Roger H. . Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani. http://www. menurut kebanyakan ahli politik Islam modern. F. Dalam konsepsi Islam.1[1] Secara literal istilah negara merupakan terjemahan dari beberapa kata asing : state (Inggris). yaitu: 1[1] Kikidengok. keluhuran budi dan kepribadian yang tumbuh dalam sejarah perkembangan Indonesia) yang diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. staat (Belanda dan Jerman) atau etat (Prancis).B.2 Selain itu. Al-Qur’an dan Al-Sunnah.wordpress. (Jakarta:ICCE UIN Syarif Hidayatullah. Namun demikian.

Teori tentang Khilafah menurut Amien Rais. dipahami sebagai suatu misi kaum muslimin yang harus ditegakan di muka bumi ini untuk memakmurkan sesuai dengan petunjuk dan peraturan Allah SWT. Bertujuan untuk mencapai kesejahteraan umum. 1. Tujuan dan Unsur – Unsur Negara Sebagai sebuah organisasi kekuasaan dari kumpulan orang-orang yang mendiaminya. Bertujuan menyelenggarakan ketertiban hukum. Paradigma yang bersumber dari teori Imamah atau pemerintahan. Definisi yang hakiki bagi Imamah. 3[3] B. Paradigma yang bersumber pada teori Imamah dalam paham Islam Syi’ah. negara harus memiliki tujuan yang disepakati bersama. maupun Rasul-Nya. 2000). Bagi Ibnu Khaldun.h. terutama biasanya merujuk pada masa Khulafa al Rasyidin. Adapun cara pelaksanaannya al-Qur’an tidak menunjukkan secara terperinci. dapat dipahami secara sederhana bahwa yang dimaksud dengan negara adalah suatu daerah teritorial yang rakyatnya diperintah (governed) oleh sejumlah pejabat yang berhak menuntut dari warganegaranya untuk taat pada peraturan perundang-undangan melalui penguasaan monopolistis dari kekuasaan yang sah. Tujuan Negara 3[3] Azyumardi Azra. tetapi dalam bentuk global saja. 2. b. Sedangkan untuk teori Imamah. Paradigma tentang teori khilafah yang dipraktikan sesudah Rasulullah SAW. Bertujuan untuk memperluas kekuasaan. Demokrasi . Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani. maka kemaslahatan dunia seluruhnya harus berpedoman kepada syariah. Tujuan sebuah negara dapat bermacammacam. Karena kemaslahatan akhirnya adalah tujuan akhir. ialah “Pemerintahan islam yang mempunyai UndangUndang” atau “Pemerintahan yang berUndang-Undang dasar”. c. antara lain : a. Dari beberapa pendapat tentang negara tersebut. institusi khilafah atau imamah adalah lembaga politik yang memerintah rakyat sesuai dengan peraturan syariah agama untuk mewujudkan kemaslahatan dunia dan akhirat. Amien lebih lanjut mengatakan bahwa kata imamah (dalam pengertian negara/state) dalam al-Qur’an tidak tertulis. Imam Mawardi mengatakan: "Imamah adalah suatu kedudukan yang diadakan untuk mengganti peranan kenabian dalam urusan memelihara agama (Islam) dan mengendalikan dunia". (Jakarta: Prenada Media. . 42-43.1. 3.

perdamaian abadi dan keadilan sosial. dalam penjelasan UUD 1945 ditetapkan bahwa Negara Indonesia berdasarkan atas hukum (rechtstaat). tujuan negara adalah agar manusia bisa menjalankan kehidupannya dengan baik. Hal ini mengingat rakyat atau warga negara adalah substratum personil dari negara. Pemerintah 4[4]Komarudin Hidayat & Azyumardi Azra. b. 4[4] 2. Dalam konteks negara Indonesia. Paradigma ini didasarkan pada konsep sosio-historis bahwa manusia diciptakan oleh Allah dengan watak dan kecenderungan berkumpul dan bermasyarakat. Selain itu. tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machtstaat). Ibid. h. Wilayah Wilayah adalah unsur negara yang harus terpenuhi karena tidak mungkin ada negara tanpa ada batas-batas teritorial yang jelas.Dalam Islam. Unsur-Unsur Negara Dalam rumusan Konvensi Montevideo tahun 1933 disebutkan bahwa suatu negara harus memiliki unsur penting. yang membawa konsekuensi antara individu-individu satu sama lain saling membutuhkan bantuan. . Rakyat (masyarakat / warga negara) Rakyat dalam pengertian keberadaan suatu negara adalah sekumpulan manusia yang dipersatukan oleh suatu rasa persamaan dan bersama-sama mendiami suatu wilayah tertentu. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. masing-masing batas wilayah tersebut diatur dalam perjanjian dan perundang-undangan internasional.. Dapat dikatakan bahwa Indonesia merupakan suatu negara hukum yang bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan umum. Sementara menurut Ibnu Khaldun. seperti yang dikemukakan oleh Ibnu Arabi. tujuan negara adalah untuk mengusahakan kemaslahatan agama dan dunia yang bermuara pada kepentingan akhirat. membentuk suatu masyarakat adil dan makmur. c. jauh dari sengketa dan menjaga intervensi pihak-pihak asing. 25-26. Tidak bisa dibayangkan jika suatu negara tanpa rakyat. Dalam konsep negara modern. perairan (samudra. yaitu: a. Secara umum wilayah dalam sebuah negara biasanya mencakup daratan. tujuan negara adalah untuk memajukan kesejahteraan umum. laut dan sungai) dan udara.

b. ialah pengakuan atas fakta adanya negara. Secara umum pemerintahan terbagi dalam dua bentuk. Teori kontrak sosial (Social Contract) Teori kontrak sosial atau teori perjanjian masyarakat beranggapan bahwa Negara dibentuk berdasarkan perjanjian-perjanjian masyarakat dan tradisi sosial masyarakat. mengadakan perdamaian dan lainnya dalam rangka mewujudkan kepentingan warga negaranya yang beragam. rakyat. Pemerintah. dan pemerintah yang berdaulat). Pengakuan de facto. melaksanakan ketertiban dan keamanan. d. Praktik kekuasaan 5[5] Komarudin Hidayat & Azyumardi Azra. Pengakuan tersebut didasarkan adanya fakta bahwa suatu masyarakat politik telah memenuhi 3 unsur utama negara (wilayah. Teori Terbentuknya Negara dan Bentuk-Bentuk Negara 1. parlementer dan presidentil. yakni pengakuan de facto dan pengakuan de jure. melalui aparat dan alatalat negara.h. Pengakuan Negara Lain Ada dua macam pengakuan atas suatu negara. 27. Negara dengan sistem presidentil berbentuk republik dengan presiden sebagai kepala negara sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Op cit.. Teori Ketuhanan (Teokrasi) Teori ketuhanan di kenal juga dengan istilah doktrin teokratis.Pemerintah adalah alat kelengkapan negara yang bertugas memimpin organisasi negara untuk mencapai tujuan bersama didirikannya sebuah negara. Teori ini meletakkan untuk tidak berpotensi menjadi Negara tirani. . Doktrin ini memiliki pandangan bahwa hak pemerintah yang di miliki para raja berasal dari tuhan. karna berlangsungnya berdasar pada kontrak-kontrak antara warga Negara dengan lembaga Negara. Teori Terbentuknya Negara Banyak dijumpai teori tentang terbentuknya sebuah Negara.5[5] C. Mereka mendapat mandat dari tuhan untuk bertahta sebagai pengusa. Doktrin ketuhanan ini memperoleh bentuknya yang sempurna dalam tulisan-tuliasan para sejarah Eropa pada abad pertengahan yang menggunakan teori ini untuk membenarkan kekuasaan mutlak para raja. Sementara Negara dengan sistem parlementer mempunyai presiden sebagai kepala negara dan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. yang menetapkan hukum. Teori ini di temukan baik di timur maupun di belahan dunia barat. Diantara teori-teori tersebut adalah : a. Sedangkan pengakuan de jure merupakan pengakuan akan sahnya suatu negara atas dasar pertimbangan yuridis menurut hukum.

30-33. 2) Negara Kesatuan dengan sistem desentralisasi adalah kepala daerah diberikan kesempatan dan kewenangan untuk mengurus urusan pemerintah di wilayahnya sendiri. Op cit. Namun dalam pelaksanaannya..6[6] 2.model ini di tentang oleh kalangan monar chomach (penentang raja). 1) Negara Kesatuan dengan sistem sentralsisasi adalah sistem pemerintahan yang langsung dipimpin oleh Pemerintah Pusat. Menurut mereka. Teori Kekuasaan Secara sederhana teori ini dapat di artikan bahwa negara terbentuk karena adanya dominasi Negara kuat mealui penjajahan. Bentuk-Bentuk Negara Negara memiliki bentuk yang berbeda-beda. dengan satu pemerintah pusat yang berkuasa dan mengatur seluruh daerah. kekuatan menjadi pembenaran (rasion d’ektre) dari terbentuknya sebuah negara. Menurut teori ini. c. sementara pemerintah daerah di bawahnya melaksanakan kebijakan pemerintah pusat. melalui proses penaklukan dan penduduk oleh suatu kelompok (etnis) atas kelompok tertentu di mulailah proses pembentukan suatu Negara. dan Demokrasi.h. . bahkan dapat di bunuh. Mereka beranggapan bahwa sumber kekuasaan adalah rakyat. Di samping dua bentuk ini. Negara Kesatuan Negara Kesatuan adalah bentuk suatu negara yang merdeka dan berdaulat. 6[6] Komarudin Hidayat & Azyumardi Azra. dari sisi pelaksana dan mekanisme pemilihannya. Secara umum dalam konsep dan teori modern negara terbagi ke dalam dua bentuk. terbentuknya suatu Negara karena pertarungan kekuaatan dimana sang pemenang memilki kekuatan untuk membentuk sebuah Negara. b. Negara Serikat (Federasi) Negara Serikat atau federasi merupakan bentuk negara gabungan yang terdiri dari beberapa negara bagian dari sebuah Negara Serikat. Sistem ini dikenal dengan istilah otonomi daerah atau swatantra. a. yaitu Negara Kesatuan (Unitarianisme) dan Negara Serikat (Federasi). bentuk negara dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok : Monarki Oligarki. negara kesatuan ini terbagi ke dalam 2 macam sistem pemerintahan: Sentral dan Otonomi. raja tiran dapat di turunkan dari mahkotanya. Dengan kata lain.

• Suara mayoritas. dan berlangsungn hingga dewasa ini. dan eksperimen tersebut dalam banyak hal sangat beragam. Ketegangan perdebatan tentang hubungan agama dan negara ini diilhami oleh hubungan yang agak canggung antara Islam sebagai agama (din) dan negara (dawlah). Contoh: Arab Saudi. 2) Oligarki adalah pemerintahan yang dijalankan oleh beberapa orang yang berkuasa dari golongan atau kelompok tertentu. seperti dalih konsensus nasional dan secara bersamaan memojokkan kaum oposisi yang berusaha menjatuhkannya dengan dalih disloyalitas pada Negara. 3) Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang bersandar pada kedaulatan rakyat atau mendasarkan kekuasaannya pada pilihan dan kehendak rakyat melalui mekanisme pemilihan umum (pemilu) yang berlangsung jujur. Ibid. Berbagai eksperimen dilakukan dalam menyelaraskan antara din dengan konsep dan kultur politik masyarakat muslim.56-58 . perdabatan itu telah berlangsung sejak hampir satu abad. Monarki memiliki dua jenis : Monarki Absolut dan Monarki Konstitusional.7[7] Kelemahan pemerintahan model demokrasi antara lain : • Para pemerintah yang mengatasnamakan wakil rakyat akan terus berusaha mempertahankan kedudukannya dengan berbagai macam dalih.1) Monarki adalah model pemerintahan yang dikepalai oleh raja atau ratu. hubungan agama dengan negara menjadi perdebatan yang cukup panjang di antara para pakar Islam hingga kini. Sedangkan Monarki Konstitusional adalah bentuk pemerintahan yang kekuasaan kepala negaranya (raja atau ratu) dibatasi oleh ketentuan-ketentuan konstitusi negara. hubungan agama dengan negara dan sistem politik menunjukan fakta yang sangat beragam.. Monarki absolut adalah model pemerintahan dengan kekuasaan tertinggi di tangan satu orang raja atau ratu. dan adil. Bahkan. Thailand. Dalam lintasan historis Islam. Yordania. Contoh: Inggris.h. Jepang. dan lain-lain. 1996:1). Banyak para ulama tradisional yang beragumentasi bahwa 7[7] Azyumardi Azra. bebas. D. seringkali menjurus kepada kesalahan-kesalahan yang fatal karena pemeritah kerap “mendoktrin” rakyat dengan hal-hal yang berakibat buruk dalam berjalannya sistem suatu negara. Konsep Relasi Agama dan Negara dalam Islam Dalam Islam. aman. (Azra. menurut Azra. yang kerap kali menentukan keputusan akhir dalam sistem demokrasi.

Ini juga memberikan pengertian bahwa negara merupakan suatu lembaga politik dan sekaligus lembaga agama. yakni: 1. antara lain dapat dirangkum ke dalam 3 (tiga) paradigma. agama membutuhkan negara sebagai instrumen dalam melestarikan dan mengembangkan agama. negara juga memerlukan agama. sehingga keberadaannya harus dipisahkan dan tidak boleh satu sama lain melakukan intervensi.islam merupakan sistem kepercayaan di mana agama memiliki hubungan erat dengan politik. 3. Agama dan negara merupakan dua bentuk yang berbeda dan satu sama lain memiliki garapan bidangnya masing – masing. hubungan agama dan negara dipahami saling membutuhkan dan bersifat timbal balik. Dari sudut pandang ini maka pada dasarnya dalam islam tidak ada pemisahan antara agama dan politik. Begitu juga sebaliknya. dan spiritualitas. (Jakarta: Universitas Indonesia Press. 1993). . Konsep ini menegaskan kembali bahwa Islam tidak mengenal pemisahan antara agama dan politik atau negara. etika. Paradigma Sekularistik Paradigma ini beranggapan bahwa ada pemisahan (disparitas) antara agama dan negara. Argumentasi ini sering dikaitkan dengan posisi Nabi Muhammad SAW ketika berada di Madinah yang membangun sistem pemerintahan dalam sebuah negara kota (city-state). Konsep seperti ini sama dengan teokrasi. Paradigma Simbiotik Menurut konsep ini. Paradigma Integralistik Merupakan paham dan konsep hubungan agama dan negara yang menganggap bahwa agama dan negara meupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. 8 [8] Dalam lintasan sejarah dan opini para teoritisi politik Islam ditemukan beberapa pendapat yang berkenaan dengan konsep hubungan agama dan negara. maka hukum positif 8[8] Munawir Syadzali. Keduanya merupakan dua lembaga yang menyatu (integrated). Islam dan Tata Negara. Manurut Mohammad Husein Haikal. Berdasar pada pemahaman yang dikotomis ini. karena agama juga membantu negara dalam pembinaan moral. 2. Dalam konteks ini. prinsip-prinsip dasar kehidupan kemasyarakatan yang diberikan oleh al-Qur’an dan al-Sunnah tidak ada yang langsung berkaitan dengan ketatanegaraan. Islam memberikan pandangan dunia dan makna hidup bagi manusia termasuk bidang politik. Di Madinah Rasulullah berperan sebagai kepala pemerintahan sekaligus sebagai kepala agama.

10[10] 1.Imam Aziz. Gramedia Pustaka Utama. 2001). 1993). Teologi Baru Politik Islam: Pertautan Agama. Hubungan antagonistik merupakan sifat hubungan yang mencirikan adanya ketegangan antara negara dengan Islam sebagai sebuah agama. Sebagai hasil kebijakan semacam ini. yakni hubungan yang bersifat antagonistik dan hubungan yang bersifat akomodatif. 11[11] Bahtiar Effendy. bahkan politik Islam sering dicurigai sebagai anti ideologi negara Pancasila.61-64. tetapi karena kompleksnya persoalan yang muncul. bukan saja para pemimpin dan aktivis politik Islam gagal untuk menjadikan Islam sebagai ideologi atau agama negara (pada 1945 dan dekade 1950-an). Lebih dari itu.9[9] E. (Yogyakarta: galang Press. secara umum dapat digolongkan ke dalam 2 (dua) bagian. Mengkaji hubungan agama dan negara di Indonesia.yang berlaku adalah hukum yang betul – betul berasal dari kesepakatan manusia melalui social contract dan tidak ada kaitannya dengan hukum agama (syari’ah). membawa implikasi terhadap keinginan negara untuk berusaha menghalangi dan melakukan domestikasi terhadap gerak ideologis politik Islam. Op cit. formalistik dan simbolistik itu masih berkembang pada sebagian aktivis Islam pada dua dasawarsa pertama pemerintahan Orde Baru. Persepsi tersebut. kecenderungan legalistik. .h. 10[10] M. Sedangkan paham akomodatif. karena tidak saja Indonesia merupakan negara yang mayoritas warga negaranya beragama Islam. (Jakarta: PT. negara memberlakukan kebijakan the politics of containment 9[9] Azyumardi Azra. tetapi mereka juga sering disebut sebagai kelompok yang secara politik “minoritas” atau “outsider”. Hubungan Agama dan Negara yang Bersifat Antagonistik Eksistensi Islam politik (political Islam) pada masa kemerdekaan dan sampai pada pasca revolusi pernah dianggap sebagai pesaing kekuasaan yang dapat mengusik basis kebangsaan negara. Agama Demokrasi dan Keadilan.11[11] Kendatipun ada upaya – upaya untuk mencarikan jalan keluar dari ketegangan ini pada awal tahun 1970-an. lebih dipahami sebagai sifat hubungan dimana negara dan agama satu sama lain saling mengisi bahkan ada kecenderungan memiliki kesamaan untuk mengurangi konflik. Negara dan Demokrasi.. Antara lain karena alasan – alasan seperti ini. Hubungan Islam dan Negara di Indonesia Masalah hubungan Islam dan negara di Indonesia merupakan persoalan yang menarik untuk dibahas.

di mana negara betul-betul mencurigai Islam sebagai kekuatan yang potensial dalam menandingi eksistensi negara. 2. Bentuk Negara Islam Suatu negara disebut sebagai Negara Islam jika memberlakukan hukum Islam. Di sisi lain. legalistik dan simbolistik itu tidak berkembang lebih lanjut. pelaksanaan hukum Islam merupakan prasyarat formal dan utama bagi eksistensinya Negara Islam. yang oleh karenanya negara lebih memilih akomodasi terhadap islam. Secara tidak langsung. Hubungan Agama dan Negara yang Bersifat Akomodatif Gejala menurunnya ketergantungan hubungan antara Islam dan negara mulai terlihat pada pertengahan tahun 1980-an. Pemerintah menyadari bahwa umat Islam merupakan kekuatan politik yang potensial. Hal ini ditandai dengan semakin besarnya peluang umat Islam dalam mengembangkan wacana politiknya serta munculnya kebijakan-kebijakan yang dianggap positif bagi umat Islam. F.agar macana politik Islam yang formalistik. umat Islam sendiri pada masa itu memiliki ghirah yang tinggi untuk mewujudkan Islam sebagai sumber ideologi dalam menjalankan pemerintahan. legislatif. Kebijakan – kebijakan tersebut berspektrumluas. yaitu membidani lahirnya sederetan tokoh-tokoh pembaharu Islam. Kecenderungan akomodasi negara terhadap Islam juga – menurut Affan Gaffar – ditengarai dengan adanya kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan dan keagamaan serta kondisi dan kecenderungan politik umat Islam sendiri. karena jika negara menempatkan Islam sebagai out sider negara. Dengan kata lain. Fokus pergerakan mereka tidak . Sejarah telah mencatat bahwa abad ke-15 hingga 20 merupakan fase ketika Eropa berdiaspora dan menyebar ke dunia Timur dalam rangka imperialisasi dan kolonialisasi. ekspansi Eropa ini telah memberikan andil terhadap kebangkitan Islam. infrastruktural dan kultural. ada yang bersifat struktural. maka konflik akan sulit dihindari yang pada akhirnya akan membawa imbas terhadap proses pemeliharaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Realitas empirik inilah yang kemudian menjelaskan bahwa hubungan agama dengan negara pada masa ini dikenal dengan antagonistik.

. Menurut pengertian bahasa Arab. maka pengganti di sini berfungsi menggantikan kedudukan beliau sebagai Ketua Negara. Rasulullah saw bersabda: "Dahulu bani Israil dipimpin dan dipelihara urusannya oleh para nabi. Berdasarkan penegasan Rasulullah bahwa tidak ada nabi lagi sesudah beliau. Rasulullah saw telah menegaskannya dalam Hadis riwayat al-Bazzar: ". politik umat dalam mencapai dua . (HR Bukhari dan Muslim). Jika telah diakui bahwa lembaga imamah itu adalah wajib menurut ijmak (konsesus umum). Ahl al-‘aqd wa al-hill). bahwa keperluan lembaga itu adalah satu fardl alkifayah. Adalah kewajiban mereka untuk beerbuat agar imamah itu berdiri. (Tetapi) nanti akan ada para Khulafaa dan jumlahnya akan banyak sekali". Tentang bentuk negara Khilafah ini. maka harus pula ditambahkan di sini. Setiap kali seorang nabi meninggal. Dengan demikian. dan mengenai itu terserah kepada ikhtiar dari pemuka-pemuka Islam yang kompeten (Ar.. Dalam masalah yang sama.kemudian akan muncul (kembali) Khilafah yang mengikuti jejak kenabian. khulafaa berarti pengganti. tampaknya khilafah yang di maksudkan adalah bentuk kepemimpinan dari suatu pemerintahan islam sebagai suatu kekuatan sosiorelegi kepantingan hidupnya.hanya menumpaskan penjajahan. Sesungguhnya tidak akan ada nabi sesudahku. Islam mengenal bentuk negara Khilafah Islamiyyah. yaitu kehidupan dunia dan akhirat. Ibnu Khaldun menyatakan: "Hakikat Khalifah adalah Shahibus-Syari’ (iaitu seseorang yang bertugas memelihara dan melaksanakan syariat) dalam memelihara urusan agama dan mengelola dunia". dan setiap orang wajib taat kepada Imam sesuai dengan perintah Al-Qur’an: “Taatlah pada Allah dan taatlah pada Rasul dan pada mereka yang dikuasakan di antara kamu!” (Al-Qur’an IV:59)." Berdasarkan penjelasan di atas.. tetapi juga mendirikan kerangka atau konsep dasar tentang negara yang dilandasi oleh agama.. Mahmud Abdul Majid al-Khalidi menjelaskan pengertian Khalifah sebagai berikut: "Khalifah adalah kepemimpinan umum bagi kaum muslimin secara keseluruhan di dunia untuk mendirikan/melaksanakan undang-undang Islam dan mengembangkan dakwah Islam ke seluruh pelusuk dunia". baik secara normatif mahupun praktikal sebagaimana yang tercatat dalam lembaran sejarah sejak masa Nabi sampai runtuhnya Khilafah Islamiyyah yang berpusat di Turki pada tahun 1924. Hal ini diperkuat oleh keputusan Abu Bakar yang menyandang gelaran Khalifatur-Rasulillah (pengganti Rasulullah sebagai Ketua Negara). digantikan oleh nabi yang lain.

Keadilan (Ar. Agama sebagai pendorong keberhasilan. Kebebasan pancaindera dari sesuatu cacat yang dapat memberi bekas pada pengeluaran pendapat dan pekerjaan (Ar. Al-kifayah). b. Al-‘ilm). Kesanggupan (Ar. (Jakarta: Bulan Bintang. berbangsa. yaitu: a. 12[12] Ibnu Khaldun mengutarakan peran penting agama dalam kehidupan bermasyarakat.177-178 IV. hal ini perlu karena Imamah adalah satu lembaga keagamaan yang mengawasi segala lembaga – lembaga lainnya yang pula memerlukan keadilan. Agama sebagai legitimasi sistem politik. setidaknya ada empat peran agama yang besar andilnya dalam kehidupan bernegara sepanjang sejarah. (Yogyakarta: Gama Media. Agama sebagai pemersatu.148-149.Lembaga Imamah itu mempunyai empat syarat.13[13] KESIMPULAN 12[12] Osman Raliby. Negara Islam menurut Konsep Ibnu Khaldun. Termasuk fanatisme doktrin agama yang berakibat pada agama hanya sekadar legitimasi politik belaka.h. Sebaliknya. Kenyataan sejarah membuktikan adanya pasang surutnya politik Islam juga karena keempat faktor tersebut tidak diposisikan pada rel sebenarnya. apabila kekuatan agama berdampingan dengan solidaritas kelompok (‘ashabiyah). Agama merupakan pedoman dan petunjuk agar senantiasa berada dalam bimbingan moral. Al-‘adalah). 2007). Menurutnya. Imam hanya dapat melaksanakan hukum-hukum Allah itu jika ia mengetahui tentangnya. Ilmu pengetahuan (Ar. apabila agama dan ‘ashabiyah dipertentangkan akan mempercepat munculnya disentegrasi suatu negara. berarti bahwa Imam bersedia melaksanakan hukuman-hukuman yang ditetapkan oleh undang – undang dan sedia pergi berperang. 1962). As-salamah). 13[13] Syafiuddin. c. dan bernegara. Adapun yang dapat diambil dari pemikiran – pemikiran Ibnu Khaldun adalah dalam mempraktikkan keempat peran agama dalam bernegara tersebut diperlukan keseimbangan. a. d. d. hukum. Ibnu Khaldun tentang Masyarakat Negara. . dan etika. c. Dari berbagai peranan tersebut.h. b. secara dialektis akan memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan integritas kekuasaan politik.

Hubungan agama dan negara di Indonesia lebih menganut pada asas keseimbangan yang dinamis. V. Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani. Demokrasi. Kami menyarankan kepada pembaca untuk selalu menerapkan pemerintahan yang berkonsep dasar islami. Al-Qur’an dan Al-Sunnah. Agama tetap memiliki daya kritis terhadap negara dan negara punya kewajibankewajiban terhadap agama. Amin. Dengan kata lain. Islam mengajarkan banyak nilai dan etika bagaimana seharusnya negara itu dibangun dan dibesarkan. 2000. Jakarta: ICCE UIN Syarif Hidayatullah. Semoga dapat menjadi bahan diskusi bersama untuk memperoleh kefahaman dalam mata kulia Pendidikan Kewarganegaraan. Ibnu Khaldun tentang Masyarakat Negara.. Kikidengok.wordpress. Pengertian Dasar Negara Indonesia. DAFTAR PUSTAKA Azra. jalan tengah antara sekularisme dan teokrasi. Azyumardi. 1962.com/ 2009// Raliby. pola hubungan agama dan negara di Indonesia menganut apa yang sering disebut oleh banyak kalangan sebagai hubungan mutualisme-simbiotik. Kami sadar bahwa penyajian makalah ini jauh dari kesempurnaan. Demokrasi.. Jakarta: Bulan Bintang. Hidayah. tidak secara tersurat mendefinisikan model negara dalam Islam. http: //www. 2006. PENUTUP Demikian makalah yang kami sampaikan tentang “Konsep Dasar Negara yang Islami”. . Jakarta: Prenada Media. tidak ditemukan rumusan yang pasti (qathi’) tentang konsep negara. menurut kebanyakan ahli politik Islam modern. Semoga makalah ini juga dapat bermanfaat bagi kita semua.Dari pembahasan konsep dasar negara yang islami dalam makalah ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Dalam konsepsi Islam. Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani. Meskipun demikian. Dua sumber Islam.. namun masing-masing dapat saling mengisi dengan segala peranannya. Osman. Keseimbangan dinamis adalah tidak ada pemisahan agama dan politik. Komarudin & Azyumardi Azra.

Perbandingan Pemerintahan. Syafiuddin. Yogyakarta: Gama Media. Inu Kencana & Andi Azikin. 2007.Syafiie. Bandung: Refika Aditama. . 2007. Negara Islam menurut Konsep Ibnu Khaldun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful