ALGAE

Ganggang merupakan tumbuhan yang belum mempunyai akar, batang dan daun yang sebenarnya, tetapi sudah memiliki klorofil sehingga bersifat autotrof. Tubuhnya terdiri atas satu sel (uniseluler) dan ada pula yang banyak sel (multi seluler). Yang Uniseluler umumnya sebagai Fitoplankton sedang yang multiseluler dapat hidup sebagai Nekton, Bentos atau Perifiton. Habitat alga adalah air atau di tempat basah, sebagai Epifit atau sebagai Endofit. Ganggang berkembang biak dengan cara vegetatif dan generatif. BERDASARKAN PERBEDAAN PIGMEN, GANGGANG DIBAGI MENJADI 4 DIVISIO 1. CLOROPHYTA (ganggang hijau) Mengandung pigmen hijau, yaitu klorofil Contoh : - Chlamydomonas sp. - Chlorella sp. - Euglena sp. Volvox sp. mahluk transisi antara ganggang dan protozoa CHRYSOPHYTA (ganggang keemasan) Memiliki pigmen Karoten, disamping adanya klorofil. Contohnya yang paling umum adalah Navicula sp. (Ganggang kresik = Diatomae), ganggang ini mengandung zat kersik yaitu silikat. Tanah yang mengandung ganggang ini disebut Tanah Diatom, baik sekali sebagai bahan lapisan pada dinamit, dapat pula digunakan sebagai bahan penggosok, saringan dan lain-lain. PHAEOPHYTA (ganggang pirang=ganggang coklat) Memiliki pigmen Fikosantin, disamping adanya klorofil. Semua

anggotanya hidup di laut. Contohnya: - Turbinaria australis - Sargassum siliquosum - Fucus vesiculosus (bahan pewarna alami) Beberapa jenis ganggang ini menghasilkan Asam Alginat yang berguna bagi industri tekstil dan makanan sebagai zat warna. 4. RHODOPHYTA (ganggang merah) Memiliki pigmen Fikoeritrin, di samping adanya klorofil. Contohnya: - Eucheuma spinosum, merupakan penghasil agar-agar. - Gracillaria sp., menghasilkan bahan untuk pembuatan kosmetika

2.

PROTOZOA DIBAGI MENJADI 4 KELAS  BERDASAR ALAT GERAK 1 Rhizopoda (Sarcodina), alat geraknya berupa pseudopoda (kaki semu) • Amoeba proteus memiliki dua jenis vakuola yaitu vakuola makanan dan vakuola kontraktil. • Entamoeba histolityca menyebabkan disentri amuba (bedakan dengan disentri basiler yang disebabkan Shigella dysentriae)

3.

Marga yang berhubungan dengan kesehatan manusia  Toxopinsma dan Plasmodium. Cara reproduksi. Pembiakan secara vegetatif (aseksual) disebut juga Skizogoni dan secara generatif (seksual) disebut Sporogoni.Trichomonas vaginalis  penyakit keputihan 3 Ciliata (Ciliophora). fosilnya dapat dipergunakan sebagai petunjuk adanya minyak bumi.• Entamoeba gingivalis menyebabkan pembusukan makanan di dalam mulut radang gusi (Gingivitis) • Foraminifera sp. 4 Sporozoa. .Noctiluca millaris (hidup di laut dan dapat mengeluarkan cahaya bila terkena rangsangan mekanik) • Golongan Zooflagellata.Plasmodiumovale  malaria ovale . • Balantidium coli  menyebabkan penyakit diare. alat geraknya berupa nagel (bulu cambuk). contohnya : . adalah protozoa yang tidak memiliki alat gerak Cara bergerak hewan ini dengan cara mengubah kedudukan tubuhnya. alat gerak berupa silia (rambut getar) • Paramaecium caudatum  disebut binatang sandal. aseksual  membelah diri.Trypanosoma cruzl  penyakit chagas . • Radiolaria sp.) Trypanosoma gambiense vektornya Glossina palpalis  tsetse sungai Trypanosoma rhodeslense vektornya Glossina morsitans  tsetse semak .Plasmodium malariae  malaria knartana  sporulasi tiap hari ke-4 (72 jam) .Trypanosoma evansi  penyakit surra.Plasmodium vivax  malaria tertiana  sporulasi tiap hari ke-3 (48 jam) . yaitu: • Golongan phytonagellata . yang memiliki dua jenis vakuola yaitu vakuola makanan dan vakuola kontraktil yang berfungsi untuk mengatur kesetimbangan tekanan osmosis (osmoregulator). seksual  konyugasi.Euglena viridis (makhluk hidup peralihah antara protozoa dengan ganggang) . Memiliki dua jenis inti  Makronukleus dan Mikronukleus (inti reproduktif). pada hewan ternak (sapi). Tanah yang mengandung fosil fotaminifera disebut tanah globigerina. Jenis-jenisnya antara lain: . Menyebabkan penyakit tidur di Afrika dengan vektor (pembawa)  lalat Tsetse (Glossina sp.Leishmaniadonovani  penyakit kalanzar .Volvax globator (makhluh hidup peralihah antara protozoa dengan ganggang) .Trypanosoma gambiense & Trypanosoma rhodesiense. endapan tanah yang mengandung hewan tersebut digunakan untuk bahan penggosok.Plasmodiumfalciparum  malaria tropika  sporulasi tiap hari . Dibagi menjadi 2 kelompok. 2 Flagellata (Mastigophora).

bakteri dapat dibedakan menjadi dua: Bakteri heterotrof: bakteri yang tidak dapat mensintesis makanannya sendiri. Dibedakan menjadi dua yaitu (1) bakteri foto autotrof dan (2) bakteri kemoautotrof. Bakteri autotrofl bakteri yagn dapat mensistesis makannya sendiri. diplokokus. streptokokus.Bakteri aerob: memerlukan O2 bebas untuk kegiatan respirasinya . contoh: Escherichia coli : mempunyai satu flagel salah satu ujungnya. diplobasil. Kebutuhan makanan tergantung dari mahluk lain. kita mengenal 5 macam bakteri. streptobasil : bentuk spiral. KEBUTUHAN AKAN OKSIGEN BEBAS Dengan dasar kebutuhan akan oksigen bebas untuk kegiatan respirasi. Bakteri saprofit dan bakteri parasit tergolong bakteri heterotrof. CIRI-CIRI UMUM Tubuh uniseluler (bersel satu) Tidak berklorofil (meskipun begitu ada beberapa jenis bakteri yang memiliki pigmen seperti klorofil sehingga mampu berfotosintesis dan hidupnya autotrof Reproduksi dengan cara membelah diri (dengan pembelahan Amitosis) Habitat: bakteri hidup dimana-mana (tanah. umumnya bakteri tumbuh baik pada suhu antara 25 35 derajat C. Sinar Matahari. Kelmbaban. sarkina : bentuk batang. Berdasarkan ada tidaknya flagel dan kedudukan flagel tersebut. Dengan dasar cara memperoleh makanan. PERTUMBUHAN BAKTERI dipengaruhi oleh beberapa faktor : ALAT GERAK BAKTERI Beberapa bakteri mampu bergerak dengan menggunakan bulu cambuk/flagel.Bakteri anaerob : tidak memerlukan O2 bebas untu kegiatan respirasinya. contoh: Pseudomonas aeruginosa : mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. bakteri dibagi menjadi 2: . mahluk hidup) Satuan ukuran bakteri adalah mikron (10-3) BENTUK-BENTUK BAKTERI Kokus Basil Spiral Vibrio : bentuk bulat. spirilium (spiri kasar). contoh: Vibrio cholera 1. contoh: salmonella typhosa NUTRISI BAKTERI 1. spirokaet (spiral halus) : bentuk koma - Lopotrich Ampitrich Peritrich : mempunyai lebih dari satu flagel pada salah satu ujungnya. air. 2. udara. Temperatur. sinar ultraviolet yang terkandung dalam sinar .BAKTERI Dari asal kata Bakterion (yunani = batang kecil). contoh: Rhodospirillum rubrum : mempunyai satu atau lebih flagel pada kedua ujungnya. 2. Di dalam klasifikasi bakteri digolongkan dalam Divisio Schizomycetes. stafilokokus. lingkungan lembab dan tingginya kadar air sangat menguntungkan untuk pertumbuhan bakteri matahari dapat mematikan bakteri. Atrich Monotrich : bakteri tidak berflagel. monokokus. 3.

Pada tumbuhan misalnya: Xanthomonas citri >> penyebab kanker batang jeruk.Sari kelapa/Nata de Coco >> dari Acetobacter xylinum 4. PERANAN BAKTERI DALAM KEHIDUPAN 1. 3. Sebagai Mahluk Pengurai/Saprovor. bakteri berperan sebagai pengurai mahluk-mahluk yang sudah mati 2. Kloramfemikol >> dari Streptomyces venezuelae. Pada hewan misalnya: Bacillus antraxis >> penyebab penyakit anthrax pada hewan ternak.4.Yoghurt >> dari Lactobacillurs bulgaricus . Clostridium pasteurianum. Actynomyces bovis >> penyebab penyakit bengkak pada rahang sapi.Azotobacter. tetapi tersebar di seluruh sitoplasma HABITAT - Perairan (terutama perairan tawar) dan tempat-tempat lembab. Rhodospirillum rubrum. Mampu hidup pada perairan dengan suhu sampai 85 derajat C (sumber air panas) sehingga Ganggang Biru merupakan salah satu vegetasi perintis. Penghasil Antibiotik. Pada manusia misalnya: Salmonella thyphosa >> penyebab penyakit tifus Mycobacterium tuberculosis >> penyebab penyakit TBC Mycobacterium leprae >> penyebab penyakit lepra Treponema pallidum >> penyebab penyakit sifilis Shigella dysentriae >> penyebab penyakit disentri basiler Diplococcus pneumoniae >> penyebab penyakit radang paru-paru Vibrio cholera >> penyebab penyakit kolera CYANOBACTERIA Di dalam klasifikasi. logam berat dan senyawa-senyawa kimia tertentu dapat menghambat bahkan mematikan bakteri. Penghasil Bahan Pangan. Bersama-sama dengan jamur. . Pengikat N2 bebas di udara: Bersimbiosis dengan tanaman Leguminosae (tanaman buah polong) . CIRI-CIRI UMUM: - tipe sel: sel Prokariotik (sama dengan bakteri) Uniseluler dan Multiseluler Memiliki pigmen fikosianin Klorofil tidak di dalam kloroplas. Erwinia trachelphilia >> penyebab penyakit busuk daun labu. ganggang biru digolongkan kedalam Divisio Cyanophyta. . Dari bakteri golongan Actinomycetes (bentuk peralihan antara bakteri dan jamur) dihasilkan bermacam-macam antibiotik. Zat kimia. Hidup bebas : . radicicola.Rhizobium leguminosarum dan R. antibiotik. MERUGIKAN MAHLUK LAIN Bakteri patogen adalah bakteri parasit yang dapat menimbulkan penyakit pada organisme lain.Asam cuka >> dari Acetobacter acetil . Misalnya: Streptomisin >> dari Streptomyces griseus.

. karena simbiosis ini dapat meningkatkan kadar Nitrogen di lahan persawahan.Chroococcus -> hidup di air/kolam yang tenang .1. Simbiosis Anabaena azollae dnegan Azolla pinnata sebagai alternatif pupuk Urea.Polycistis . Alga biru uniseluler .Nostoc commune .Spirulina -> dapat diolah menjadi makanan kesehatan (food suplement) 3.Oscillatoria .Gloeocapsa -> hidup pada batu atau epifit pada tumbuhan lain 2.anabaena azollae dan anabaena cycadae bersimbiosis dengan Azolla pinnata dan Cycas rumphii. Alga biru uniseluler berkoloni . Alga biru berbentuk benang .

DEMOSPONGIA  Euspongila. SCYPOZOA . Mempunyai Eksoskeleton (Rangka Luar): terdiri dari serabut-serabut lentur yang disebut Spongin dan terdiri dari duriyang disebut Spikula. TIPE SISTEM PEMBULUH AIR YANG DIMILIKI OLEH PORIFERA 1. Polip adalah fase saat hewan melekat pada suatu substrat (tidak dapat berpindah) sedangkan medusa adalah fase saat hewan dapat bergerak bebas. Bentuk polip hanya pada tingkat larva. hewan ini mempunyai daya Regenerasi yang tinggi. kemudian masuk ke dalam rongga tubuh. Simetri tubuhnya Radial dan terdapat Tentakel disekitar mulutnya yang berfungsi untuk menangkap dan memasukkan makanan ke dalam tubuhnya.ANIMALIA PORIFERA Porifera adalah hewan air yang hidup di laut. Setelahmakanan diserap air yang berlebihan dikeluarkan melalui lubang yang di sebut Oskulum. yang hidup di dalam air tawar. (uburubur kuping) yang sering terdampar di pantai-pantai. Terdapat sel dengan bentuk khusus yang disebut Koanosit atau Sel Leher yang berfungsi untuk pencemaan makanan. Karena dinding tubuhnya terdiri dari dua lapisan lembaga maka hewan itu disebut  Hewan Diploblastik Sebagian besar Coelenterata hidup di laut kecuali hydra sp. Karena pencernaan berlangsung di dalam sel maka  pencernaan Intrasel. Rhagon (Leucon) COELENTERATA Mempunyai rongga besar di tengah-tengah tubuhnya yang berfungsi seperti Usus pada hewan-hewan tingkat tinggi. Rongga itu disebut rongga Gastrovaskuler. Hidupnva selalu melekat pada substrat (sesil) dan tidak dapat berpindahtempat secara bebas. Contoh jenis dari kelas tersebut adalah Aurelia sp. HEXACTINELLIDA  Pheronima 3. Dinding tubuhnya terdiri dari 2 lapisan lembaga yaitu: 1. vakuola dan flagel. dan beberapa jenis lainnya. Contoh lain adalah Obelia. Tentakel vang dilengkapi sel Knidoblas yang mengandung racun sengat disebut Nematokis (ciri khas dari hewan berongga). Air dan makanan yang larutdidalamnya diarnbil oleh hewan tersebut masuk melalui lubang Ostium. Ujung tempat letaknya mulut disebut ujung Oral sedangkan yang melekat pada dasar disebut ujung Aboral. Endoderm  bagian dalam Diantara dua lapisan tersebut terdapat lapisan tipis yang disebut Mesoglea. Sycon 3. PORIFERA DIBEDAKAN MENJADI 3 GOLONGAN 1. Kelas-kelas yang termasuk di dalam filum Coelenterata adalah: HYDROZOA Contoh jenis dari kelas tersebut adalah Hydra. Spongila (bertubuh lunak)  digunakan orang untuk alat pembersih kaca dan lainnya. Ektoderm  bagian luar 2. CALCAREA  Sycon dan Cluthrina 2. Ciri utama  memiliki iubang (Pori) yang banyak dan membentuk suatu Sistem Saluran.Sel koanosit memiliki nukleus. Pembiakan dengan cara generatif (kawin). Sebagian besar hidup dalam bentuk medusa. Cara reproduksi hewan disebut adalah dengan cara vegetatif maupun generatif. Hewan tersebut mempunyai dua fase bentuk tubuh yaitu fase Polip dan fase Medusa. Ascon 2.

Beberapa ada yang mempunyai alat keseimbangan Statotista. TREMATODA (Cacing Isap) Jenis-jenis kelas ini adalah : hetmafrodit. Mempunyai alat pernafasan sederhana disebut  Sifonoglifa. kemudian keluar dari tubuh keong  Kista yang menempel pada tetumbuhan air (terutama selada air  Nasturqium officinale) kemudian termakan hewan ternak (dapat tertular ke orang. masuk ke dalam tubuh Ikan kemudian termakan oleh Orang Cacing dewasa. PLATYHELMINTHES Disebut  Cacing Pipih (Flat Worm) dengan ciri antara lain: • • • • Tubuh simetri bilateral Belum memiliki sistem peredaran darah Belum memiliki anus Belum memiliki rongga badan  termasuk kelompok Triploblastik Aselomata • Memiliki basil isap (sucker) Sistem saraf terdiri dari ganglion otak dan saraf-saraf tepi  Saraf Tangga Tali. Fasciola hepatica (cacing hati ternak). 1 TURBELARIA (Cacing Berambut Getar) Satu-satunya kelas yang hidup bebas (non-parasit). Bersifat Hermafradit dan berdaya regenerasi cepat.Larva disebut  Planula. 1. apabila memakan selada air)  masuk ke tubuh dan menjadi Cacing dewasa menyebabkan Fascioliasis. Menyebabkan Paragonimiasis. Contoh jenis dari kelas tersebut adalah anemon laut (Cribinopsis fernaldi). Menyebabkan Fasciolopsiasis. 2 CESTODA (Cacing Pita) . 5. Fasciolopsis buski Cacing yang menjadi parasit dalam tubuh manusia. Schistosoma haematobium dan Schistosoma mansoni. Hidup di dalam usus halus. contohnya adalah Planaria yang mempunyai sistem ekskresi dari sel-sel api (Flame Cell). 4. TERDIRI DARI TIGA KELAS : 2. kemudian menjadi polip yang disebut Skifistoma. Memiliki hospes perantara Siput. ANTHOZOA Tidak mempunyai bentuk sebagai medusa (sepanjang hidupnya  Polip). hidup dipembuluh darah dan merupakan parasit darah. 3. Hospes perantaranya adalah tetumbuhan air. Dari skifistoma terbentuk medusa yang disebut Efira. Siklus hidupnya adalah : Telur  Larva Mirasidium masuk ke dalam tubuh siput Lymnea  Sporokista  berkembang menjadi Larva (II) : Redia  Larva (III) : Serkaria yang berekor. Paragonimus westermani (cacing paru) Cacing yang menjadi parasit dalam paru-paru manusia. Schistosoma Contohnya adalah Schistosoma japonicum. Sebagai hospes perantara ialah ketam (Eriocheirsinensis) dan tetumbuhan air. Menyebabkan Schistosomiasis. Clonorchis sinensis / Opistorchis sinensis (cacing hati manusia) Siklus hidupnya adalah: Telur  Larva Mirasidium  Sporokista  Larva (II) : Redia  Larva (III) : Serkaria  Larva(IV) : Metaserkaria. bersifat CTENOPHORA Satu-satunya Coelenterata yang tidak memiliki mematokis. menyebabkan Clonorchiasis.

Daur hidupnya sama dengan Taenia solium. Pada skoleknya tidak terdapat kaitkait. Parasit pada manusia dengan hospes perantara berupa katak sawah (Rana cancrivora). ada yang parasit dan ada pula yang hidup bebas Gbr. Kepala disebut Skoleks dan memiliki alat isap (Sucker) yang memiliki kait (Rostelum) terbuat dari kitin. Irisan melintang tubuh Nemathelminthes Contoh : Ascaris lumbricoides  cacing perut manusia Cacing betina ukurannya lebih besar daripada cacing jantan dan dinding posterior cacing jantan terdapat kait yang digunakan untuk reproduksi seksual. Himenolepis nana Cacing pita yang hidup dalam usus manusia dan tikus. Pembentukan segmen (segmentasi) pada cacing pita disebut Strobilasi. Tubuhnya licin karena terselubungi lapisan kutikula yang terbuat dari protein. Memiliki hospes perantara  Babi. Pada skoleknya terdapat kait-kait. Tidak memiliki hospes perantara. Menyebabkan Diphyllobothriasis. Proglotid yang matang menjadi alat reproduksinya. Contoh : Taenia solium  Cacing pita manusia Menyebabkan Taeniasis solium. Taenia saginata  Cacing pita manusia Menyebabkan Taeniasis saginata. bulat panjang (gilig)  disebut cacing gilig • Memiliki saluran pencernaan • Dioceous (berumah dua)  reproduksi seksual (jantan dan betina) • Mempunyai saluran pencernaan • Memiliki rongga badan palsu  Triploblastik Pseudoselomata • Kosmopolitan. Siklus hidup : Proglottid Masak (terdapat dalam feses) bila tertelan oleh babi  Embrio Heksakan. namun pada anak-anak < 10 th  Ascariasis Ascaris megalocephala Persis sepeti Ascaris lumbricoides namun hospes tetapnya adalah hewan kuda  di dalam ususnya. Echinococcus granulosus Cacing pita pada anjing. Diphyllobothrium latum. NEMATELMINTHES • Tubuh simetribilateral. Ascaris suilae l Ascaris suum Persis seperti Ascaris lumbricoides namun hospes tetapnya adalah hewan babi  di dalam ususnya . menembus usus dan melepaskan kait-kaitnya  Larva Sistiserkus (dalam otot lurik babi) tertelan manusia  Cacing dewasa.Tubuhnya terdiri dari rangkaian segmen-segmen yang masing-masing disebut Proglottid. Memiliki hospes perantara  Sapi. Siklus hidup : Telur Masak (tidak sengaja) tertelan manusia  menetas menjadi Larva di saluran pencernaan  menembus usus  peredaran darah  Jantung  Paru-Paru  Trakea (tenggorokan)  tertelan untuk kedua kalinya dengan gejala batuk-batuk  Usus  Cacing dewasa Sering didapati komensalisme di dalam tubuh. ikan dan Cyclops.

Pernafasan dilakukan oleh pemukaan tubuhnya. Tidak memiliki rambut (chaeta) tetapi menghasilkan zat antikoagulasi (anti pembekuan darah) yang dinarnakan Hirudin. Contoh cacing tersebut adalah : Nereis viren. berbentuk seperti gelang ('anellus' = cincin) • Memiliki rongga badan  Triploblastik Selomata • Ruas tubuhnya (segmen) disebut Metameri terdiri dari alat ekskresi (nefridium) lubang reproduksi. tubuhnya terdiri dari banyak rambut  (poly = banyak. otot dan pembuluh darah • Sistem pencernaan  lengkap/sempuna • Sistem peredaran darah  tertutup TERBAGI MENJADI 3 KELAS (berdasarkan keadaan rambut di permukaan tubuh). termasuk kelenjar kelamin. (keduanya disebut cacing tanah). Eunice viridis (cacing wawo) dan Lysidice oele (cacing palolo). Mempunyai organ KIitellum yang berisi semua kelenjar. Hirudinaria javanica (lintah kuning) Haemadipsa zeylanica /pacet) MOLLUSCA . Ancylostoma dan Oxyuris) disebut  Soil Transmitted Helminths Wuchereria bancrofti (Filaria bancrofti) Hidup di dalam kelenjar limfe menyebabkan penyakit kaki gajah  Elefantiasis/Filariasis. chaeta = rambut/bulu). yaitu : POLYCHAETA Habitatnya di lautan. chaeta = rambut/bulu). Ditularkan melalui gigitan nyamuk Culex sp. memiliki sedikit rambut (oligo = sedikit. T iga marga tersebut (Ascaris. HIRUDINAE Contoh cacing tersebut adalah: Hirudo medicinalis (lintah) Hirudin dari lintah sering digunakan dokter-dokter dahulu untuk mengeluarkan darah dan nanah dari bisul. Dua jenis terakhir sering dikonsumsi oleh orang-orang di Kepulauan maluku. OLIGOCHAETA Habitatnya di tanah. Makanan diedarkan ke seluruh tubuh dengan sistem peredaran darah. Contoh lain  Moniligaster houtenii (endemik di Sumatera). Penularan  udara. tanah dan autoinfeksi. Loa loa  hidup di daiam mata mamalia manusia menyebabkan Loasis Trichuris trichiura  cacing camhuk Trichinella spirolis  cacing otot Strongyloides stercoralis  hidup di usus halus menyebabkan Strongyloidiasis ANNELIDA • Simetri bilateral.Ancylostoma duodenale dan Necator americanus  cacing tambang Hidup di dalam Duodenum manusia menyebabkan Ancylostomiasis Siklus hidup : Telur (keluar bersama feses)  menetas menjadi Larva Rhabditiform  Larva Filariform aktif akan menembus kulit  aliran darah  Jantung  Paru-Paru  Trakea  tertelan masuk  ke Duodenum (usus 12 jari)  menghisap darah Oxyuris vermicularis l Enterobius vermicularis  cacing kremi Hidup di usus halus dan menyebakan Oxyuriasis. Contoh cacing tersebut adalah : Lumbricus terestris dan Pheretima sp.

(siput lintah) 4. Lamellibranchiata atau Pelecypoda atau Bivalvia Hewan berkaki pipih. kelenjar kelamin disebut ovotestes. Mempunyai 8 tangan. hemafrodit. . • Sepia s p.Disebut pula sebagai hewan bertubuh lunak. Scapopoda Hidup di laut. cangkok berjumlah dua (sepasang) ada di bagian anterior dan umbo (bagian yang membesar/menonjol) terdapat dibagian posterior (punggung). tidak memiliki cangkang. Cangkol tersusun dari zat kapur dan terdiri dari tiga lapisan. Gastropoda Kaki hewan tersebut. • Nautilus pampilus tidak memiliki kantung tinta. contoh: Chiton sp. 5. misalnya : • Mytilus viridis (kerang hijau) • Anadara granosa (kerang darah) • Asaphis derlorata (remis ) • Meleagrina margaritivera (kerang mutiara) • Tridagna gigas (kima) 2. tebal) • Nakreas (dalam.cangkang di dalam tubuh terbuat dari kapur. Cephalopoda Kaki hewan tersebut. terletak di perut (Gaster = perut. • Octopus vulgaris mempunyai kantong tinta. poda = kaki). cangkang terdapat di luar terbuat dari kapur. cangkok berlapis-lapis. bernafas dengan semacam paru-paru dan sistem peredaran darah terbuka. disebut pula sebagai lapisan mutiara) Contoh jenis dari kelas tersebut adalah kerang-kerangan. Mempunyai 8 tangan dan 2 tentakel.Mempunyai 8 tangan dan 2 tentakel. Amphineura/Poliplacophora Hidup di laut. cangkang di dalam tubuh terbuat dari kitin. yaitu : • Periostrakum (luar) • Prismatik (tengah. (siput telanjang) • Filicaulis sp. Anatomi Gastropoda Contoh jenis dari kelas lersebut adalah: • Vivipara javanica (kreco) • Limnaea trunchatula (Siput sebagai hospes perantara Fasciola hepatica) • Melania testudinaria (sumpil) • Achatina fulica (bekicot) • Murex siphelinus (cangkok berduri dan hidup di laut) • Vaginula sp. poda = kaki) Contoh jenis dari kelas ini adalah: • Loligo indica (cumi-cumi) mempunyai kantong tinta. Gbr. terletak di kepala (Cephalus = kepala. 3. (sotong) mempunyai kantong tinta. DIBAGI MENJADI 5 KELAS : 1. cangkok berbentuk pipa atau gading.

Pada lengannya terdapat duri-duri tumpul dan juga duri-duri berbentuk catut yang disebut PEDISELARIA. • Semua jenisnya hidup di lautan. merupakan echinodermata yang memiliki nilai ekonomi  lezat dimakan. • Dewasa  simetri tubuhnya radial. Crinoidea (lilia laut) Sepintas lalu tampak seperti tumbuhan. misalnya : . 4 Ophiolepsis sp. Sistern peredaran darah terbuka. 2 3 Ophiuroidea (bintang ular) Tidak memiliki anus dan gerakannya sangat cepat. dada (toraks) dan perut (abdomen). poda =kaki).. misalnya: Asyterias foberi. DIBAGI MENJADI 5 KELAS : 1 Asteroidea (bintang laut) Mempunyai lengan sebanyak 5 atau kelipatan 5. Linckia sp. misalnya: Diadema saxatile (landak laut) Semua anggota filum ini hidup di air laut. • Sistem ambulakral Air  celah (madreporit)  saluran batu  saluran cincin  gelembung yang berotot (ampula). Echinoidea (landak laut) Berduri panjang dan tajam. dll. mempunyai kulit berduri dan simetri radial dan bergerak lamban dengan bantuan kaki tabung. Susunan saraf terdiri dari otak sederhana dan tali saraf perut rangkap. Tubuhnya terdiri dari kepala (kaput). misalnya: Holothuria atra. perluasan dan penciutan dilakukan oleh gerakan air laut ke dalam dan ke luar dari sistem pembuluh air. ANTHRODPODA Arthrodpoda adalah kelompok hewan yang memiliki kaki yang beruas-ruas (Arthros = berbuku-buku. misalnya: Ptilocrinus pinnatus. • Organ pernafasan dan ekskresi  PAPULA. larva  simetri tubuhnya bilateral. • Pergerakan dilakukan dengan sistem pembuluh air  kaki ambulakral (sistem ambulakral). 5 Holothuroidea (tripang/timun laut) Memiliki daya regenerasi sangat besar. darah tidak berfungsi mengangkut oksigen dan hanya berfungsi untuk mengangkut zat makanan.ECHINODERMATA • Dalam ekosistem berkedudukan sebagai hewan pemakan bangkai. Pemukaan oral hewan ini menghadap ke atas (berbeda dengan echinodermata lainnya). • Sistem saraf terdiri dari  CINCIN SARAF.

Pada mulut terdapat alat pencapit seperti catut  Pedipalpus. hidup sebagai zooplankton. Misalnya: • Sarcoptes scabiei (caplak kudis. Umumnya hidup di perairan. CRUSTACEA Tubuhnya terdiri dari sefalotoraks dan abdomen. yang terlindung oleh rangka luar yang keras. sebagian besar jenisnya hidup sebagai parasit.DIBAGI MENJADI 4 KELAS : 1. dan Mesocyclops sp. penyebab penyakit kulit kudis [scabies = kudis]) Gbr. berkaki delapan (4 pasang) DIBAGI MENJADI 3 ORDO : • Arachnoidea (kelompok laba-laba) Misalnya: . Bernafas dengan paru-paru buku/paru-paru bersegmen. 1 Entomostraka  crustacea miroskopik. 2 Malakostraka  crustacea tingkat tinggi. Stomatopoda dan Dekapoda yang memiliki nilai ekonorni bagi manusia. Ostrcoda. misalnya : Portunus sexdentatus (kepiting) dan Penaeus monodon (udang windu).Argiope aurantina (laba-laba kebun) • Scorpionida (kelompok kalajengking) .Nephila maculata (kemlandingan) . : Daphnia sp.Latrodectus mactans (laba-laba janda hitam  beracun dan sengatannya dapat mematikan) . Struktur Tubuh Crustacea Terdiri dari dua kelompok besar. misalnya .Segmen terakhir abdomen merupakan kelenjar racun  Telson . Branchiura  parasit.Heteropoda venatoria (laba-laba pemburu) . makroskopik. Copepoda  parasit beberapa ikan dan Cirripedia. Meliputi ordo Branchiopoda. dan semacam gigi  Kelisera Misalnya: • Thelyphonus condutus (kalajengking) • Chelifer cancroides (kala yang hidup di tumpukan buku-buku) • Mastigoproctus giganteus (kalajengking raksasa) Acarina (kelompok tungau dan caplak) Abdomennya bersatu dengan sefalotoraks. 2. ARACHNIDA Tubuh terdiri dari sefalotoraks dan abdomen. Meliputi ordo Isopoda.

• Dermacentor andersoni (caplak pembawa ricketsia penyebab demam typus) • Dermacentor variabilis (caplak anjing) • Psoroptes ovis (tungau biri-biri) .

Vegetatif: dengan spora. • Hidupnya: ada yang parasit.Generatif : bersatunya gamet jantan dan betina membentuk oospora yang selanjutnya tumbuh menjadi individu baru. multiseluler. saprofit. 2. Phytophora infestans: penyebab penyakit busuk pada kentang. Sacharomyces cerevisae: sehari-hari dikenal sebagai ragi. roti maupun alkohol. Reproduksi jamur.fase vegetatif (fase lendir) yang dapat bergerak seperti amuba.Generatif: dengan konyugasi hifa (+) dengan hlifa (-) akan menghasilkan zigospora yang nantinya akan tumbuh menjadi individu baru. pada yang multiseluler membentuk spora dari konidia. 4 ASCOMYCOTINA • Tubuh ada yang uniseluler dan ada yang multi se lul er. Aspergillus oryzae untuk membuat sake dan kecap. • Habitat umumnya di darat sebagai saprofit. • Reproduksi: . . Contoh spesies: a. Neurospora sitophila: jamur oncom. hifanya bersekat dan berinti banyak.Generatif: Membentuk askus yang menghasilkan askospora. Aspergillus wentii untuk membuat kecap 7. Rhizopus oligosporus : jamur tempe. 3. Contoh spesies : Physarum polycephalum 2 OOMYCOTINA • Tubuhnya terdiri atas benang/hifa tidak bersekat. serangga darat maupun serangga air. JAMUR DIBAGI MENJADI 6 DIVISI : 1 MYXOMYCOTINA (Jamur lendir) • Myxomycotina merupakan jamur yang paling sederhana. • Hifa tidak bersekat. . ada yang dengan cara vegetatif ada pula dengan cara generatif. Saprolegnia sp. . Contoh spesies: 1. b. bercabangcabang dan mengandung banyak inti. ada yang bersimbiosis dengan ganggang membentuk Lichenes (Lumut kerak). 4. . . disebut plasmodium .mampu mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2 dengan proses fermentasi. hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium. Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler. yaitu spora kembara yang disebut myxoflagelata.Vegetatif : yang hidup di air dengan zoospora yang hidup di darat dengan sporangium dan konidia. 5. Peniciliium noJaJum dan Penicillium chrysogenum penghasil antibiotika penisilin.Vegetatif : pada jamur uniseluler membentuk tunas-tunas. Aspergillus flavus . • Reproduksi: . • Ascomycotina. : hidup saprofit pada bangkai ikan. 6.fase tubuh buah • Reproduksi : secara vegetatif dengan spora. yaitu: . Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa. b. tipe sel: sel eukarotik. Mucor mucedo : biasa hidup di kotoran ternak dan roti. Contoh spesies: a. • Reproduksi: .berguna untuk membuat bir. Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti berguna untuk mengharumkan keju.FUNGI Jamur merupakan tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof. 3 ZYGOMYCOTINA • Tubuh multiseluler. • Mempunyai 2 fase hidup.

Exobasidium vexans : parasit pada pohon teh penyebab penyakit cacar daun teh atau blister blight. Ustilago maydis : jamur api. Contoh : • Usnea dasypoga • Parmelia acetabularis . ganggangnya berasal dari ganggang hijau atau ganggang biru.menghasilkan racun aflatoksin  hidup pada biji-bijian. dapat dimakan dan sudah dibudidayakan 2. Trichophyton sp. 5 BASIDIOMYCOTINA • Ciri khasnya alat repoduksi generatifnya berupa basidium sebagai badan penghasil spora. MIKORHIZA Mikorhiza adalah simbiosis antara jamur dengan tumbuhan tingkat tinggi. Auricularia polytricha : jamur kuping. flatoksin salah satu penyebab kanker hati. • Kebanyalcan anggota spesies berukuran makroskopik. parasit pada gandum 6. Puccinia graminis : jamur karat. dapat dimakan dan sudah dibudidayakan 3. parasit pada jagung. Ascomycotina dan Basidiomycotina. 8. penyebab penyakit kurap. misalnya :Epidermophyton fluocosum penyebab penyakit kaki atlit. LICHENES / LIKENES Likenes adalah simbiosis antara ganggang dengan jamur.. Banyak penyakit kulit karena jamur (dermatomikosis) disebabkan oleh jamur dari golongan ini. Microsporum sp. jamurnya berasal dari Ascomycotina atau Basidiomycotina. Contoh : Jamur Oncom sebelum diketahui pembiakan generatifnya dinamakan Monilia sitophila tetapi setelah diketahui pembiakan generatifnya yang berupa askus namanya diganti menjadi Neurospora sitophila dimasukkan ke dalam Ascomycotina. Contoh spesies: 1. 4. Likenes tergolong tumbuhan pionir/vegetasi perintis karena mampu hidup di tempat-tempat yang ekstrim. Claviceps purpurea hidup sebagai parasit padabakal buah Gramineae. Volvariella volvacea : jamur merang. DEUTEROMYCOTIN Nama lainnya Fungi Imperfecti (jamur tidak sempurna) dinamakan demikian karena pada jamur ini belum diketahui dengan pasti cara pembiakan secara generatif. jamur yang dari Divisio Zygomycotina. Amanita muscaria dan Amanita phalloides: jamur beracun. habitat di daerah subtropis 5. 6.

Paku menyukai tempat lembab (higrofit). Pada lumut. 1. dahulu digunakan untuk pengobatan hepatitis. CONTOH-CONTOH SPESIES LUMUT a. Lumut tumbuh di berbagai tempat.Sphagnum squarrosum . kecuali lumut gambut (sphagnum sp. batang dan daun.Seta (tangkai) . tumbuhnya mulai dari pantai (paku laut) sampai sekitar kawah-kawah (paku kawah). yaitu: Jika kedua gametangia terdapat dalam satu individu disebut berumah satu (Monoesius).Kotak Spora : Kaliptra (tudung) dan Kolumela (jaringan dalam kotak spora yang tidak ikut membentuk spora). Ada yang hidup sebagai saprofit dan ada pula sebagi epifit. PTERIDOPHYTA Tumbuhan ini benar-benar telah berupa kormus. . Paku Homosfor atau Isospor >> menghasilkan satu jenis spora saja. Kelas HEPATICAE (lumut hati) : Marchantia polymorpha >> bentuknya pipih seperti pita.Sphagnum acutilfolium . Jika pada hutan banyak pohon dijumpai epifil maka hutan demikian disebut hutan lumut. Jika terpisah pada dua individu disebut berumah dua (Dioesius). yang hidup pada daun-daun disebut sebagai epifil. walaupun masih menyukai tempat yang lembab dan basah. Spora lumut bersifat haploid. Lumut mempunyai klorofil sehingga sifatnya autotrof. akar yang sebenarnya tidak ada.Vaginula (kaki) . Akar dan batang pada lumut tidak mempunyai pembuluh angkut (xilem dan floem). olehkaren aitu tumbuhan lumut merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan ber-Talus (Talofita) dengan tumbuhan ber-Kormus (Kormofita). karena adanya rangsangan zat kimia berupa lendir yang dihasilkna oleh sel telur. misalnya paku kawat (Lycopodium clavatum). Alat kelamin jantan disebut Anteridium yang menghasilkan Spermtozoid b. Sporogonium adalah badan penghasil spora. Berdasarkan spora yang dihasilkan dikenal 3 jenis tumbuhan paku. alat kelamin betina disebut Arkegonium yang menghasilkan Ovum Gerakan spermatozoid ke arah ovum berupakan Gerak Kemotaksis. tumbuhan ini melekata dengan perantaraan Rhizoid (akar semu).Sporofit BRYOPHYTA Lumut merupakan tumbuhan darat sejati. Lumut yang hidup di air jarang kita jumpai. dengan bagian bagian : .). b. jadi telah jelas adanya akar.Sphagnum ruppinense Semuanya dinamakan lumut gambut dan sering disterilkan dan digunakan orang sebagai pengganti kapas. Kelas MUSCI (lumut daun) : .Apofisis (ujung seta yang melebar) . Pada tumbuhan lumut terdapat Gametangia (alat-alat kelamin) yaitu: a.Sphagnum fimbriatum .

yaitu tipe konsentris.). kecuali pada paku tiang (Alsopila sp. misalnya paku ekor kuda (Equisetum debile) Akar tumbuhan paku berupa akar serabut. SPESIES-SPESIES PAKU Sebagai tanaman hiasan : .Marsilea crenata (semanggi) .Lycopodium clavatum Sebagai sayuran : . 2. Tipe berkas pembuluh angkut batang sama dengan akar. BERMACAM-MACAM DAUN PAKU . terutama dalam zaman karbon -> disebut zaman paku.Salvinia natans (paku sampan = kiambang) Sebagai pupuk hijau : .Sorus adalah badan tempat berkumpulnya kotak spora .Azolla pinnata >> bersimbiosis dengan anabaena azollae (gangang biru) Sebagai pelindugn tanaman di persemaian : . xilem terdapat di tengah dikelilingi floem membentuk berkas pembuluh angkut yang konsentris. yang sehari-hari kita sebut sebagai tanaman paku adalah fase sporofitnya. Tumbuhan paku yang ada di bumi ini mempunyai masa kejayaan dalam zaman Paileozoikum. Batangnya jarang tumbuh tegak di atas tanah. dan Cyathea sp. Sisa-sisanya sekarang dapat digali sebagai batubara. Pada akar paku. Paku Peralihan >> menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama (isospora) tetapi sebagian jantan dan sebagian betina (heterospora). Berbeda dengan lumut.daun yang khusus untuk asimilasi disebut Tropofil .Sporangium adalah kotak spora . 1.Asplenium nidus (paku sarang burung) .daun yang besar-besar disebut Makrofil dan telah mempunyai daging daun (Mesofil) .daun yang khusus menghasilkan spora disebut Sporofil ISITILAH LAIN .Indusium adalah selpaut yang menlindungi sorus muda -> ciri paku Perkembangbiakan paku tergolong Metagenesis.Gleichenia linearis SPERMATOPHYTA mikrospora (jantan) dan makrospora (betina).2. misalnya paku rane (Selaginella wildenowii) dan semanggi (Marsilea crenata). Batang tersebut kebanyakan berupa akar tongkat (Rhizoma). GYMNOSPERMAE ANGIOSPERMAE .Asipidium filix-mas .Selaginella wildenowii (paku rane) Sebagai bahan penghasil obat-obatan : . Paku Heterospor >> menghasilkan dua jenis spora yaitu: 3.daun yang kecil-kecil disebut Mikrofil .Platycerium nidus (paku tanduk rusa) .Adiantum cuneatum (suplir) .