P. 1
Kimia Faktor Laju Reaksi

Kimia Faktor Laju Reaksi

|Views: 746|Likes:
kimia laju reaksi
kimia laju reaksi

More info:

Published by: Khairunnisa Hidayati on May 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/15/2014

pdf

text

original

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI

(KONSENTRASI, SUHU, DAN LUAS PERMUKAAN)

Oleh KELOMPOK II : XI IPA 2
1)

Putut Nardianto L (06)

2) Deo Farras H (10) 3) Rafli Argalena R (14) 4) Khairunnisa H (02)

PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL DINAS PENDIDIKAN MENENGAH DAN NON FORMAL SMA NEGERI 1 SEWON BANTUL JL. PARANGTRITIS KM 5 D.I YOGYAKARTA 2011

DAFTAR ISI
Tujuan Praktikum........................................................ .1 Alat dan bahan.............................................................. .1 Dasar Teori................................................................ .....2 1. 2. 3. Konsentrasi Suhu Luas permukaan

Langkah Kerja..........................................................4 Data Pengamatan.................................................... ..6 Pembahasan.................................................... ...........8

Kesimpulan...................................................... ..........9 Jawaban Pertanyaan................................................9 Daftar Pustaka.......................................................... 12

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI
(KONSENTRASI, SUHU, DAN LUAS PERMUKAAN)

i.

TUJUAN PRAKTIKUM Tujuan praktikum yang kami lakukan adalah untuk mempelajari pengaruh konsentrasi, suhu, dan luas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi.

ii.

ALAT DAN BAHAN Alat: 1) Stopwatch

2) Balon 3) Beker glass 50 ml 4) Gelas ukur 20 ml 5) Tabung reaksi 6) Neraca/timbangan 7) Termometer 8) Kertas dan spidol Bahan:
1) Larutan Na2S2O3 0,1 M ; 0,05 M;

2) Larutan HCl 0,01 M, 0,05 M, 1 M
3) Batu marmer (CaCO3) serbuk dan kepingan

iii.

DASAR TEORI Laju reaksi adalah berkurangnya konsentrasi reaktan atau bertambahnya konsentarsi

produk dalam satuan waktu. Laju reaksi dapat dinyatakan dengan berbagai cara, seperti perubahan volum, perubahan masssa, atau perubahan warna. Untuk sistem homogen, cara yang umum digunakan untuk menyatakan laju reaksi adalah laju pengurangan konsentrasi molar pereaksi atau laju pertambahan konsentrasi molar produk dalam satu satuan waktu. Dari pengalaman sehari-hari, kita dapat mengetahui bahwa laju reaksi dipengaruhi oleh barbagai faktor. Misalnya, kita dapat mengamati bahwa serpihan kayu lebih cepat daripada balok kayu. Pengetahuan tentang hal ini memungkinkan kita dapat mengendalikan laju reaksi, yaitu melambatkan laju reaksi yang merugikan dan menambah laju reaksi yang menguntungkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah sebagai berikut: 1) KONSENTRASI Makin pekat suatu larutan atau makin besar konsentrasi larutan, maka jumlah partikel zat terlarut semakin banyak dan jarak antara partikel makin

rapat, sehingga kemungkinan bertumbukkan lebih besar. Semakin banyak tumbukan, maka reaksi berlangsung semakin cepat. 2) SUHU Laju reaksi dapat juga dipercepat atau diperlambat dengan mengubah suhunya. Dari pengalaman sehari-hari, kita ketahui bahwa reaksi berlangsung lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi. Laju reaksi bertambah dengan naiknya suhu. Menaikkan suhu reaksi berarti menambah energi yang diserap oleh molekuk-molekul sehingga energi kinetik molekul bertambah besar. Akibatnya, molekul-molekul bergerak lebih cepat dan tumbukan akan lebih sering terjadi, laju reaksi makin tinggi. Rumus peningkatan laju reaksi:

Va = laju reaksi pada suhu akhir (Ms-1) Vo = laju reaksi pada suhu awal (Ms-1) Ta = suhu akhir (oC) To = suhu awal (oC) a = kenaikan laju reaksi ∆t = kenaikan suhu

Laju reaksi berbanding terbalik dengan waktu, sehingga waktu untuk berlangsungnya suatu laju reaksi dapat ditentukan dengan menggunakan rumus berikut:

to= waktu reaksi pada suhu awal (to)
ta =(1/a) Ta-T₀ Δt t₀ x

ta= waktu reaksi pada suhu akhir (ta)

3) LUAS PERMUKAAN Suatu reaksi mungkin melibatkan pereaksi dalam bentuk padat. Untuk campuran yang heterogen, reaksi hanya terjadi pada bidang batas campuran atau disebut bidang sentuh. Jika luas permukaan bidang sentuh zat makin besar maka kemampuan bersentuhan akan lebih banyak, sehingga tumbukan akan lebih sering terjadi dan laju reaksi makin meningkat. Dapat disimpulkan:

Kepingan yang lebih halus bereaksi lebih cepat Kepingan yang lebih kasar bereaksi lebih lambat

iv.

LANGKAH KERJA Langkah kerja yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut: A. Pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi
1) Mengambil 10 ml larutan Na2S2O3 0,1 M kemudian dimasukkan ke

dalam beker glass dan diletakkan di atas kertas putih yang sudah diberi tanda silang dengan spidol. Lalu mengukur dan mencatat hasilnya.
2) Mengambil 10 ml larutan HCl 0,1 M kemudian dimasukkan kedalam

beker glass, lalu diukur dan dicatat suhunya. Menambahkan larutan HCl kedalam larutan Na2S2O3, stopwatch dihidupkan bersamaan pada saat menambahkan larutan HCl tersebut. Setelah itu mengamati tanda silang pada kertas sampai tidak terlihat lagi dan segera mematikan stopwatch. Kemudian mencatat waktu yang diperlukan untuk bereaksi.
3) Mengambil 5 ml larutan Na2S2O3 0,1 M kemudian dimasukkan ke

dalam beker glass dan diletakkan di atas kertas putih yang sudah diberi tanda silang dengan spidol. Lalu menambahkan 5 ml aquades ke dalam larutan HCl 0,1 M tersebut.
4) Mengambil 5 ml larutan Na2S2O3 0,1 M kemudian dimasukkan ke

dalam beker glass dan ditambahkan dengan 5 ml aquades ke dalam larutan HCl 0,1 M tersebut. Menambahkan larutan HCl kedalam larutan Na2S2O3, stopwatch dihidupkan bersamaan pada saat menambahkan

larutan HCl tersebut. Setelah itu mengamati tanda silang pada kertas sampai tidak terlihat lagi dan segera mematikan stopwatch. Kemudian mencatat waktu yang diperlukan untuk bereaksi.

B. Pengaruh suhu terhadap laju reaksi
1) Mengambil 10 ml larutan Na2S2O3 0,1 M kemudian dimasukkan ke

dalam beker glass dan diletakkan di atas kertas putih yang sudah diberi tanda silang dengan spidol. Lalu mengukur dan mencatat hasilnya.
2) Mengambil 10 ml larutan HCl 0,1 M kemudian dimasukkan kedalam

beker glass, lalu diukur dan dicatat suhunya. Menambahkan larutan HCl kedalam larutan Na2S2O3, stopwatch dihidupkan bersamaan pada saat menambahkan larutan HCl tersebut. Setelah itu mengamati tanda silang pada kertas sampai tidak terlihat lagi dan segera mematikan stopwatch. Kemudian mencatat waktu yang diperlukan untuk bereaksi.
3) Memanaskan larutan Na2S2O3 dan HCl sampai suhunya naik 10 oC dan 20
o

C dari langkah B1 dan B2 kemudian larutan tersebut dicampur.

C. Pengaruh luas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi
1) Menimbang 1 gram batu marmer (CaCO3) serbuk dan dimasukkan ke dalam

balon. 2) Mengambil 3 ml larutan HCl 1 M kemudian dimmasukkan ke dalam tabung reaksi
3) Memasang balon yang berisi serbuk CaCO3 ke mulut tabung reaksi berisi

larutan HCl tetapi serbuk CaCO3 tidak dimasukkan ke dalam larutan HCl dahulu.
4) Memasukkan larutan CaCO3 dalam balon yang sudah terpasang pada tabung

reaksi ke dalam larutan HCl, lalu menghidupkan stoptwatch dan mengamati yang terjadi hingga balon berdiri tegak dan segera mematikan stoptwatch. Setelah itu, dicatat waktu yang diperlukan untuk bereaksi.
5) Mengulangi percobaan langkah C1-C4 untuk 1 gram CaCO3 kepingan

dengan larutan HCl 1 M.

v.

DATA PENGAMATAN Data pengamatan dari hasil praktikum tersebut adalah:

No.

Percobaan 10 ml larutan Na2S2O3 0,1 M + 10 ml HCl 0,1 M

Suhu (oC) _ _ _ 25 oC 35 oC 45 oC _ _

Waktu reaksi (menit, detik) 1 menit 34 detik 2 menit 3 detik 3 menit 0 detik 1 menit 34 detik 0 menit 30 detik 0 menit 25 detik 0 menit 8 detik 1 menit 16 detik

1.

5 ml larutan Na2S2O3 0,1 M (+ 5 ml aquades) + 5 ml larutan HCl 0,1 M (+ 5 ml aquades) 5 ml larutan Na2S2O3 0,1 M (+ 5 ml aquades) + 10 ml larutan HCl 0,1 M 10 ml larutan Na2S2O3 0,1 M + 10 ml HCl 0,1 M

2.

10 ml larutan Na2S2O3 0,1 M + 10 ml HCl 0,1 M 10 ml larutan Na2S2O3 0,1 M + 10 ml HCl 0,1 M

3.

1 gram serbuk CaCO3 + 5 ml larutan HCl 1 M 1 gram serbuk CaCO3 + 5 ml larutan HCl 1 M PEMBAHASAN

vi.

Pembahasan dari percobaan yang kami lakukan antara lain yaitu : Tujuan praktikum yang kami lakukan adalah untuk mempelajari pengaruh konsentrasi, suhu, dan luas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi. Kami menggunakan alat dan bahan seperti: Stopwatch, balon, beker glass 50 ml, gelas ukur 20 ml, tabung reaksi, neraca/timbangan, termometer, kertas dan spidol, larutan Na2S2O3 ( 0,1 M ; 0,05 M), larutan HCl (0,01 M, 0,05 M, 1 M), dan batu marmer (CaCO3) serbuk dan kepingan. Laju reaksi adalah berkurangnya konsentrasi reaktan atau bertambahnya konsentarsi produk dalam satuan waktu. Laju reaksi dapat dinyatakan dengan berbagai cara, seperti perubahan volum, perubahan masssa, atau perubahan warna. Untuk sistem homogen, cara yang umum digunakan untuk menyatakan laju reaksi adalah laju pengurangan konsentrasi molar pereaksi atau laju pertambahan konsentrasi molar produk dalam satu satuan waktu. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi antara lain yaitu: konsentrasi, suhu, dan luas permukaan.

Penjelasan mengenai konsentrasi yang mempengaruhi laju reaksi adalah jika makin pekat suatu larutan atau makin besar konsentrasi larutan, maka jumlah partikel zat terlarut semakin banyak dan jarak antara partikel makin rapat, sehingga kemungkinan bertumbukkan lebih besar. Semakin banyak tumbukan, maka reaksi berlangsung semakin cepat. Penjelasan mengenai suhu yang mempengaruhi laju reaksi adalah jika suhu meningkat maka energi kinetik pereaksi bertambah besar dan gerakannya semakin cepat. Sehingga peluang terjadinya tumbukan semakin besar, akibatnya laju reaksi semakin cepat. Penjelasan mengenai luas permukaan yang mempengaruhi laju reaksi adalah jika sejumlah massa yang sama, semakin kecil ukuran partikel pereaksi, luas permukaan totalnya semakin besar. Sehingga tumbukan antar partikel pereaksi semakin banyak, akibatnya laju reaksi makin cepat.

vii.

KESIMPULAN Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan percobaan yang kami lakukan adalah sebagai berikut : 1) Konsentrasi 2) Suhu 3) Luas permukaan

viii.

JAWABAN PERTANYAAN

Pertanyaan dari praktikum tersebut adalah:
1) Tuliskan persamaan reaksi antara natrium tiosulfat ( Na2S2O3 ) dengan HCl ! 2) Hitung molaritas larutan Na2S2O3 yang terbentuk pada langkah percobaan A3 !

3) Hitung molaritas larutan HCl yang terbentuk pada langkah percobaan A4 !

4) Manakah yang memiliki luas permukaan bidang sentuh lebih besar, CaCO3

serbuk atau kepingan? 5) Bagaimana pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi? 6) Tentukan variabel bebas dan terikat dari percobaan tersebut?
7) Bagaimana pengaruh suhu terhadap laju reaksi?

8) Tentukan variabel bebas dan terikat dari percobaan tersebut ! 9) Bagaimana pengaruh luas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi? 10) Tentukan variabel bebas dan terikat dari percobaan tersebut ! 11) Jelaskan bagaimana faktor-faktor tersebut dapat berpengaruh terhadap laju reaksi !

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah:
1) Persamaan reaksi antara Na2S2O3 dengan HCl adalah sebagai berikut :

Na2S2O3 (aq) + 2 HCl (aq) → 2 NaCl (aq) + SO2 (g) + H2O (l)

2) Diketahui : mmol Na2S2O3 = 0,5 mmol

ml Na2S2O3 Ditanya Jawab

= 5 ml

: molaritas larutan Na2S2O3 ? : mmol/ml = 0,5/5 = 0,1 M

Jadi molaritas larutan Na2S2O3 adalah 0,1 M

3) Diketahui : mmol HCl

= 0,1 mmol = 5 ml

ml HCl ditanya jawab

: molaritas larutan HCl ? : mmol/ml = 0,1/5

= 0,005 M Jadi molaritas larutan HCl adalah 0,005 M

4) Yang memiliki luas permukaan bidang sentuh lebih besar adalah CaCO3 serbuk.

5) Pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi adalah semakin pekat suatu larutan atau

makin besar konsentrasi larutan, maka jumlah partikel zat terlarut semakin banyak dan jarak antara partikel makin rapat, sehingga kemungkinan bertumbukkan lebih besar. Semakin banyak tumbukan, maka reaksi berlangsung semakin cepat.

6) Variabel bebas

:molar : laju reaksi

Variabel terikat

7) Pengaruh suhu terhadap laju reaksi adalah jika suhu meningkat maka energi kinetik

pereaksi bertambah besar dan gerakannya semakin cepat. Sehingga peluang terjadinya tumbukan semakin besar, akibatnya laju reaksi semakin cepat.

8) Variabel bebas

: suhu :laju reaksi

Variabel terikat

9) Pengaruh luas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi adalah untuk sejumlah

massa yang sama, semakin kecil ukuran partikel pereaksi, luas permukaan totalnya semakin besar. Sehingga tumbukan antar partikel pereaksi semakin banyak, akibatnya laju reaksi makin cepat.

10)Variabel bebas

: luas permukaan : laju reaksi

Variabel terikat

11) Penjelasan faktor-faktor berikut berpengaruh terhadap laju reaksi adalah :

Konsentrasi: Makin pekat suatu larutan atau makin besar konsentrasi larutan, maka jumlah partikel zat terlarut semakin banyak dan jarak antara partikel makin rapat, sehingga kemungkinan bertumbukkan lebih besar. Semakin banyak tumbukan, maka reaksi berlangsung semakin cepat.

Suhu: Menaikkan suhu reaksi berarti menambah energi yang diserap oleh molekukmolekul sehingga energi kinetik molekul bertambah besar. Akibatnya, molekul-molekul bergerak lebih cepat dan tumbukan akan lebih sering terjadi, laju reaksi makin tinggi.

Luas permukaan: Jika luas permukaan bidang sentuh zat makin besar maka kemampuan bersentuhan akan lebih banyak, sehingga tumbukan akan lebih sering terjadi dan laju reaksi makin meningkat.

DAFTAR PUSTAKA

Michael Purba. 2006. Buku KIMIA untuk SMA kelas XI. Jakarta: Erlangga ( halaman : luas permukaan, 106 ; suhu, 108 ; pengaruh konsentrasi dan luas permukaan, 121; pengaruh suhu, 121 ; )

Tim penyusun. Modul siswa KIMIA untuk SMA/MA. Surakarta: PT WIDYA DUTA GRAFIKA. ( halaman : pengertian laju reaksi, 45 ; konsentrasi, 48 ; suhu, 49 ; luas permukaan. 49 ; persamaan reaksi, 51; )

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->