Manfaat Beriman

Di kalangan para ahli, baik di bidang kedokteran jiwa, psikologi, sosiologi, dan lain-lain yang melakukan pnelitian mengenai daya tahan manusia terhadap berbagai kesulitan yang datang silih berganti dalam hidupnya, pada umumnya mereka menyimpulkan bahwa yang dapat dijadikan perisai untuk semua itu adalah kepercayaan kepada Tuhan. Sehubungan dengan itu, manusia memerlukan tempat berpijak berupa iman. Apabila iman sudah menjadi landasan hidupnya, maka ia akan mampu menguasai keadaan yang dihadapinya. Pengaruh iman terhadap kehidupan manusia sangat besar. Berikut ini dikemukakan beberapa manfaat dan pengaruh iman pada kehidupan manusia :  Melenyapkan kepercayaan kepada kekuasaan benda

Orang yang beriman hanya percaya kepada kekuatan dan kekuasaan Allah. Keyakinan yang demikian menghilangkan sifat mendewa-dewakan manusia, menghilangkan kepercayaan akan kesaktian benda keramat, mengikis kepercayaan kepada tahayul, khurafat, jampi-jampi, dan sebagainya. Yang menjadi pegangan orang beriman dalam hal ini adalah firman Allah dalam surat AlFatihah yang senantiasa dibaca berulang setidaknya 17 kali dalam sehari.  Menanamkan sikap “self help” dalam kehidupan

Tidak sedikit orang yang melepaskan pendiriannya karena kepentingan penghidupannya seperti menjual kehormatan, memperbudak diri untuk kepentingan materi, dan lain sebagainya. Dalam Al-Quran surat Hud ayat 6 dapat dijadikan sebagai pegangan hidup untuk menjaga keimanannya : “Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dakam kitab yang nyata (lauh al-mahfud)”  Melahirkan sikap ikhlas dan konsekuen

Orang-orang beriman selalu berbuat dengan ikhlas, tanpa pamrih, serta senantiasa konsekuen dengan apa yang telah diikrarkannya (selaras antara hati dan perbuatannya). Berikut merupakan firman Allah dalam surat Al-An’aam ayat 162 yang berbunyi : “katakanlah : sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam” Sikap hidup secara keseluruhan dari orang yang beriman, terlihat dari pelaksanaan ibadahnya, baik ibadah, baik ibadah khusus (mahdhah) maupun ibadah muamalah (gairu mahdhah), sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran surat Al- Baqarah ayat 83 dan 150, surat At-Taubah ayat 24, surat Yunus ayat 107, dan surat Ali Imran ayat 73 dan 145

maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” . jiwanya tenang (sakinah). sebagaimana firman Allah dalam surat Ar-Ra’d ayat 28 dan surat Al-Fath ayat 4 : “. Melakukan kekhilafan dengan ucapan Astagfirullah  Menanamkan semangat berani menghadapi maut Banyak diantara manusia yang tidak berani mengemukakan kebenaran karena takut menghadapi resiko atau kematian. Memohon lindungan Allah dalam menghindari suatu keadaan yang tidak baik dengan ucapan A’udzu Billahi min dzalik h. e.. atau Tallahi Menghadapi suatu kegagalan dengan ucapan Masya Allah Mendengar berita orang yang meninggal dunia dengan ucapan Innalillahi wa inna illaihi raji’un g. Oleh karena itu pegangan orang beriman mengenai kehidupan dan kematian adalah firman Allah pada surat An-Nisa ayat 48 : “Dimana saja kamu berada.(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Billahi. b. hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram” “Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)”  Mewujudkan kehidupan yang baik (hayatan thayyibah) Kehidupan manusia yang baik adalah kehidupan orang-orang yang selalu melakukan kebaikan dan mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik.. Orang beriman yakin sepenuhnya bahwa kematian itu di tangan Allah. Memulai pekerjaan yang baik dengan Bismillahirahmanirrahim Mengakhiri pekerjaan dengan membaca al-hadudillah Berjanji kepada seseorang dengan ucapan Insya Allah Bersumpah dengan ucapan Wallahi. hatinya tentram (mutmainnah). kematian akan datang mendapatkan kamu kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh”  Memberikan ketentraman jiwa Orang beriman dalam hidupnya mempunyai keseimbangan. f. Seperti firman Allah dalam surat AnNahl ayat 97 : “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh. Ingatlah. d. baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman.Secara umum sikap dan perilaku kehidupan orang beriman terlihat dari ungkapan dan perbuatan di bawah ini : a. c. Mengagumi sesuatu dengan ucapan Subhanallah i.

dan perbuatan yang sekaligus yang sekaligus merupakan tujuan.Dari hal-hal yang dikemukakan tersebut dapat dikatakan bahwa iman adalah landasan dari sikap. . yaitu untuk mencapai kemuliaan dari keridhaan Allah. pikiran.

 Iman kepada Allah Subhanallohu wa Ta’ala Kita mengimani Rububiyah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.  Iman Kepada Kitab Allah Kita mengimani bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menurunkan kepada rasul-rasulNya kitab-kitab sebagai hujjah buat umat manusia dan sebagai pedoman hidup bagi orang-orang yang mengamalkannya. Dan Dia-lah yang maha mendengar lagi Maha melihat”. sedang segala sembahan selain-Nya adalah batil. artinya bahwa Allah Subhanallohu wa Ta’ala tiada sesuatupun yang menjadi sekutu bagi-Nya dalam rububiyah. “ (QS. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’. artinya bahwa Allah memiliki Nama-nama yang maha Indah serta sifat-sifat yang maha sempurna dan maha luhur. yang artinya: ” …Dan malaikatmalaikat yang disisi-Nya mereka tidak bersikap angkuh untuk beribadah kepada-Nyadan tiada (pula) merasa letih. Keyakinan tersebut dapat muncul dari pengetahuan atau ilmu tentang hal tersebut. Masalah tersebut telah dijelaskan oleh para ulama dengan penjelasan yang tuntas dan sangat jelas bagi umat.Rukun Iman Sebagai salah satu syarat dari iman adalah adanya keyakinan. Keimanan kita kepada Allah belumlah lengkap kalau tidak mengimani Asma’ dan Sifat-Nya. uluhiyah. yang artinya: ”Sungguh. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan kita mengimani keesaan Allah Subhanallohu wa Ta’aladalam hal itu semua. Penguasa dan Pengatur segala yang ada di alam semesta ini. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’. Kita juga harus mengimani uluhiyah Allah Subhanahu Wa Ta’ala artinya Allah adalah Ilaah (sembahan) Yang hak. dengan kitab-kitab itulah para rasul mengajarkan kepada umatnya kebenaran dan kebersihan jiwa mereka dari kemuysrikan. Maryam: 65) Dan firman Allah. Adakah kamu mengetahui ada sesuatu yang sama dengan-Nya (yang patut disembah)?”. Al-Anbiya: 1920). kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata . tidak pernah mereka itu mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beridat kepada-Nya. maka mereka beribadah kepada-Nya dan mematuhi segala perintah-Nya. sebagaimana firman-Nya. artinya bahwa Allah adalah Rabb: Pencipta. (QS.” (QS. Dan para malaikat itu. yang artinya: “(Dia adalah) Tuhan seluruh langit dan bumi serta semua yang ada di antara keduanya. Asy-Syura:11)  Iman Kepada Malaikat Bagaimana kita mengimani para malaikat ? mengimani para malaikat Allah yakni dengan meyakini kebenaran adanya para malaikat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. (QS. yang artinya: “Tiada sesuatupun yang serupa dengan-Nya. yang artinya: ”Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Al-anbiya: 26-27) Mereka diciptakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. maupun dalam Asma’ dan sifat-Nya. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.

Al Baqarah: 185). serta sebagai petunjuk dan pengajaran bagi orang-orang yang bertaqwa. Al-Quran. (lembaran-lembaran) yang diturunkan kepada nabi Ibrahim dan Musa. sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Maidah: 44. yang artinya: ”Sesungguhnya Kami telahmewahyukan kepadamu sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi yang (datang) sesudahnya…” (QS. Firman Allah : ”…Dan Kami telah memberikan kepadanya (Isa) injil yang berisi petunjuk dan nur. yang artinya: ” (Kami telah mengutus mereka) sebagai rasul-rasul pembawa berita genbira dan pemberi peringatan. penutup para nabi. yang artinya: ” Bulan Ramadhan yang diturunkan padanya (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang haq dan yang batil…” (QS. yaitu dihidupannya semua mahkluk yang sesudah mati oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. yang kita kenal ialah : a. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi. b.” (QS. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala. AN-Nisa: 165). maka matilah siapa yang ada dilangit dan siapa yang ada di bumi kecuali yang dikehendaki Allah. ialah kitab yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada Daud alaihi sallam.dan telah kami turunkan bersama mereka Al-kitab dan neraca (keadilan) agar manusia melaksanakan keadilan… “ (QS. Injil. diturunkan Allah kepada nabi Isa. yang Allah turunkan kepada nabi Musa alaihi sallam. supaya tiada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah (diutusnya) rasul-rasul itu. ‘Alaihimasshalatu Wassalam. kitab yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala turunkan kepada Nabi Muhammad shalallohu ‘alahi wa sallam. An-Nisa: 163). c. Shuhuf. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala. yang artinya:”Dan ditiuuplah sangkakala. dan sebagai pembenar kitab yang sebelumnya yaitu Taurat. e.  Iman Kepada Hari Kiamat Kita mengimani kebenaran hari akhirat. Untuk itu kita mengimani kebangkitan. Az-Zumar: 68) . Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Kita mengimani bahwa rasul pertama adalah nabi Nuh dan rasul terakhir adalah Nabi Muhammad shalallohu ‘alahi wa sallam. yang tiada kehidupan lain sesudah hari tersebut. semoga shalawat dan salam sejahtera untuk mereka semua. Taurat.  Iman Kepada Rasul-Rasul Kita mengimani bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengutus rasul-rasul kepada umat manusia. yaitu hari kiamat. maka tiba-tiba mereka bangkitmenunggu (putusannya masing-masing). Al-Hadid: 25) Dari kitab-kitab itu. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Zabur.” (QS : Al-Maidah : 46) d.” (QS. sebagai pembenar dan pelengkap Taurat.

ialah mengimani bahwa Allah telah mencatat di Lauh Mahfuzh apa yang terjadi sampai hari kiamat. Hanya kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi.” (QS. maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. adalah diketahui. Al-Insyiqaq: 13-14). dicatat dan dikehendaki serta diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Apa yang dikehendaki Allah itulah yang terjadi dan apa yang tidak dikehendaki Allah tidak akan terjadi. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Keempat tingkatan ini meliputi apa yang terjadi dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala sendiri dan apa yang terjadi dari mahkluk. tiada sesuatupun yang terjadi tanpa dengan kehendak-Nya. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala. ialah mengimani bahwa Allah Maha tahu atas segala sesuatu. adalah pencipta segala sesuatu. ‘Ilmu. Iman kepada qadar ada empat tingkatan: a. telah menghendaki segala apa yang ada di langit dan di bumi. Ada yang mengambilnya dengan tangan kanan dan ada yang mengambilnya dari belakang punggungnya dengan tangan kiri. maka dia akan berteriak celakalah aku dan dia akan masuk neraka yang menyala. Maka segala apa yang dilakukan oleh mahkluk berupa ucapan. Sesungguhnya Allah yang demikian itu amat mudah bagi Allah. . b.Kita mengimani adanya catatan-catatan amal yang diberikan kepada setiap manusia. yaitu ketentuan yang telah ditetapkan Allah untuk seluruh mahkluk-Nya sesuai dengan ilmu-Nya dan menurut hikmah kebijakan-Nya.mengetahui apa yang terjadi. Allah sama sekali tidak menjadi tahu setelah sebelumnya tidak menjadi tahu dan sama sekali tidak lupa dengan apa yang dikehendaki. sesungguhnya tu (semua) tertulis dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala. yang artinya: ”Apakah kamu tidak mengetahui bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi.” (QS. Khal. yang baik dan yang buruk. Masyi’ah. ialah mengimani bawa Allah Subhanahu Wa Ta’ala. dengan ilmu-Nya yang Azali dan abadi.  Iman Kepada Qada dan Qadar Kita juga mengimani qadar (takdir) . Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang punggungnya. yang artinya: ” Adapun orang yang diberikan kitabnya dengan tangan kanannya. Al-Hajj: 70) c.” (QS. d. Az-Zumar: 62-63). Ialah mengimani Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kitabah. perbuatan atau tindakan meninggalkan. yang artinya: ” Alah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.

lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu. pada suatu hari Khalifah Umar bin Khattab menjumpai seorang anak pengembala kambing. yakni sebagai alat yang paling ampuh untuk membentengi diri dari segala pengaruh dan bujukan yang menyesatkan. Ia akan segera memohon ampun dan bertaubat kepada Allah SWT dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan jahat yang dilakukannya. iman memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. sedang mereka mengetahui. Dalam salah satu riwayat pernah dikisahkan. Oleh karena itu. Ia memanfaatkan segala nikmat Allah SWT sesuai dengan petunjuk dan kehendak Nya Menyadari bahwa dirinya pasti akan mati dan dimintai pertanggungjawaban tentang segala amal perbuatan yang dilakukan. Fungsi iman kepada Allah SWT akan melahirkan sikap dan kepribadian seperti berikut ini. Lalu Khalifah Umar berkata lagi: “Bukankah majikanmu tidak ada disini?” Jawab anak gemabala tersebut.    . mereka ingat akan Allah. Hal ini menyebabkan ia senantiasa berhati-hati dalam menempuh liku-liku kehidupan di dunia yang fana ini. Namun anak itu berkata: “Kambing ini bukan milikku melainkan milik majikanku”. Ia menyadari bahwa sekalipun tidak ada orang yang melihatnya namun Allah Maha Melihat.” Memang benar majikanku tidak disini dan ia tidak mengetahuinya.   Menyadari kelemahan dirinya dihadapan Allah Yang Maha Besar sehingga ia tidak mau bersikap dan berlaku sombong atau takabur serta menghina orang lain Menyadari bahwa segala yang dinimatinya berasal dari Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sadar dan segera bertaubat apabila pada suatu ketika karena kekhilafan ia berbuat dosa. tetapi Allah Maha Mengetahui” mendengar jawaban anak itu.Fungsi iman dalam kehidupan manusia adalah sebagai pegangan hidup. Orang yang beriman tidak mudah putus asa dan ia akan memiliki akhlak yang mulia karena berpegang kepada petunjuk Allah SWT yang selalu menyuruh berbuat baik. jujur. Ia akan berusaha meninggalkan perbuatan yang buruk karena dalam dirinya sudah tertanam rasa malu berbuat salah. Umar tertegun karena merasa kagum atas kualitas keimanan anak itu. Merasa bahwa segala tindakannya selalu dilihat oleh Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Melihat. Iman juga sebagai pendorong seseorang untuk melakukan segala amal shaleh. Lalu Khalifah meminta kepada gembala itu agar mau menjual seekor kambing kepadanya. berapa saja harganya. tidak sombong dan merasa dirinya lemah dihadapan Allah SWT serta tidak berani melanggar larangannya karena ia mempunyai iman yang kokoh. yakni Allah SWT Maha Melihat dan selalu memperhatikan dirinya.” (QS An Nisa :135) Fungsi iman kepada Allah SWT akan menumbuhkan sikap akhlak mulia pada diri seseorang. sehingga ia tidak berani berbuat keburukan. walaupun tidak ada orang lain yang melihatnya. Ia akan selalu berkata benar. sebagai mana diterangkan dalam Al Qur’an: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri. Sikap menyebabkan ia akan menjadi orang yang senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.

diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya / nur. seperti yang tertuang dalam kitab suci. 8. Membangun kehidupan bermasyarakat. Mengetahui dan memahami antara yang kebenaran dan kebatilan. 7. ulet. Fungsi dan manfaat beriman kepada rasul Allah SWT adalah sebagai berikut : 1. antara jalan lurus dan jalan yang sesat. Meningkatkan keikhlasan. 3. 3. 3. 2. tabah. . Selalu melakukan perbuatan baik dan merasa najis serta anti melakukan perbuatan buruk karena dirinya selalu diawasi oleh malaikat. Fungsi dan hikmah Iman Kepada Kitab-kitab Allah 1. Meningkatkan keimanan kepada Allah SWT yang telah mengutus para rasul untuk menyampaikan risalahnya.". Meneladani kehidupan para rasul yang taat kepada Allah SWT. 2. Dapat mencontoh cara mengenal dan menyembah Allah dengan cara yang benar. Fungsi iman kepada Malaikat Allah : 1. 4. 5. dan berakhlak mulia. penuh kesabaran. bahwa manusia yang ingkar akan mendapatkan azab dari Allah SWT dan umat yang taat akan mendapatkan ketenangan dan karunia. 2. 4. Termotovasi untuk beribadah dan menjalankan kewajiban-kewajiban agama. Ahzab :21 ).Iman kepada Malaikat adalah yakin dan membenarkan bahwa Malaikat itu ada. keimanan dan kedisiplinan kita untuk mengikuti / meniru sifat dan perbuatan malaikat. Berupaya masuk ke dalam surga yang dijaga oleh malaikat Ridwan dengan bertakwa dan beriman kepada Allah SWT serta berlomba-lomba mendapatkan Lailatul Qodar. Hidup manusia menjadi tertata karena adanya hukum yang bersumber pada kitab suci. (QS. Menumbuhkan sikap optimis karena telah dikaruniai pedoman hidup dari Allah untuk meraih kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat. 6. Firman Allah SWT : Artinya : ”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. Menjalin kerukunan dalam hidup berbangsa dan bernegara. 4. Dapat memahami kehidupan umat-umat terdahulu. Terjaga ketakwaannya dengan selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya. gigih. Selalu berfikir dan berhati-hati dalam melaksanakan setiap perbuatan karena tiap perbuatan baik yang baik maupun yang buruk akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Meningkatkan kualitas kehidupan pribadi.

Dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan(kepadanya). Senantiasa hidup dengan hati-hati.pedagang akan hidup hemat agar usahanya berkembang.berani menghadapi tantangan berarti berani menghadapi cobaan .karna tidak tau nasibnya.Teguh pendirian berarti tidak mudah goyah dalam memagang prisip atau pedoman hidup.53:39-40) 2.’kami telah beriman .manusia harus tau nasibnya. dan selalu meminta ampunan kepada Allah SWT 4.An-Najm.dengan pemahaman srperti itulah .Allah SWT berfirman: “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya mengatakan .Fungsi Iman kepada Hari Akhir : 1. Diantaranya : 1..”dan mereka tidak di uji”(Q. Selalu menghiasi diri dengan berzikir kepada Allah SWT sehingga jiwa menjadi tenang Beriman kepada qada’dan qadar mempunyai fungsi penting bagi manusia dalam kehipan seharihari. Memberi motivasi untuk beramal dan beribadah karena segala perbuatan baik akan mendapat balasan di akhirat 5.S. Lebih taat kepada Allah dan Rasulullah SAW dengan menghindarkan diri dari perbuatan maksiat 3.29:2) . dicari jalan keluarnya tampa menyerah pada kesulitan.penderitaan . waspada. Allah SWT berfirman: “Dan bahwa manusia hanya meperoleh apa yang usahakannya.cobaan harus dihadapi dengan tenang. Menambah iman serta ketaqwaan kepada Allah SWT 2.S.seorang muri akan bekerja keras agar biasa sukses.dipikir dengan jernih.dan akhirnya diserahkan kepada Allah SWT.sabar adalah skap mental yang teguh pendirian.dan tidak menyerah pada kesulitan.manusia akan sadar bahwa kehidupan adalah ujian-ujian yang harus dilalui dengan sabar.tahan uji.berani menghadapi tantangan . Mempunyai sifat sabar dalam menghadapi cobaan Dengan percaya qada’ dan qadar.yang telah diberikan kepada manusia. dan sebagainya.bagaimana caranya?yaitu dengan mempajari dan dengan mempraktikkan hokumhukum Allah SWT.kesakitan dan kesensaraan. Ikhtar artinya melakukan perbuatan yang baik dengan penuh kesungguhan dan keyakinan akan hasil yang baik bagi dirinya.”(Q. Mempunyai semangat ikhtiar Qada’ dan qadar Allah SWT tentang nasib manusia rahasia Allah SWT yang yang semata.AL-Ankabut.maka manusi tidak boleh menunggu dengan pasrah.

S. Firman Allah SWT: “Yaitu orang-orang apabila ditimpa musibah. Sabar bahwa cobaan adalah qada’dan qadar dari Allah SWT Segala yang ada di alam semesta hakikatnya adalah milik Allah SWT dan suatu saat akan kembali kepada Allah SWT. Albaqaraqh.(Q.2:156) .3.mereka berkata’Inna’lilliahi wa inna ilaihi rajiun’.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful