Jan 17

PERAN GURU MATA PELAJARAN DALAM BIMBINGAN KONSELING

PERAN GURU MATA PELAJARAN DALAM BIMBINGAN KONSELING

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 pasal 3 menyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sejalan dengan tujuan pendidikan nasional maka dirumuskan tujuan pendidikan dasar yakni memberi bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan kehidupannya sebagai

pribadi, anggota masyarakat, warga negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah (pasal 3 PP nomor 28 tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar). Guru merupakan salah satu komponen penting dalam rangka mencapai amanat Undang-Undang tersebut dimana guru mempunyai fungsi strategis mengembangkan potensi peserta didik dalam hal ketakwaan, pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa secara keseluruhan. Peran guru juga sangat diharapkan mampu secara optimal mengembangkan peserta didik dengan tidak hanya sebagai pembelajar, melainkan juga sebagai pembimbing peserta didik dalam mengenal dirinya dan lingkungannya. Hal ini dilakukan agar peserta didik tidak tersesat dalam proses menuju generasi yang sesuai amanat Undang-Undang. Salah cara atau wadah untuk mempermudah mewujudkan hal tersebut adalah layanan bimbingan dan konseling bagi peserta didik di sekolah. Bimbingan dan konseling merupakan bantuan kepada individu peserta didik dalam menghadapi persoalan-persoalan yang dapat timbul dalam hidupnya atau dalam proses belajarnya. Bantuan semacam itu sangat tepat jika diberikan di sekolah, agar setiap peserta didik dapat lebih berkembang ke arah yang seoptimal mungkin. Dengan demikian bimbingan dan konseling menjadi bidang layanan khusus dalam keseluruhan kegiatan pendidikan sekolah yang ditangani oleh tenaga-tenaga ahli dalam bidang tersebut, termasuk seorang guru. Dalam konteks pemberian layanan bimbingan konseling, Prayitno (1997:35-36) mengatakan bahwa pemberian layanan bimbingan konseling meliputi layanan orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, pembelajaran, konseling perorangan, bimbingan kelompok, dan konseling kelompok. Guru mata pelajaran harus melaksanakan ketujuh layanan bimbingan konseling tersebut agar setiap permasalahan yang dihadapi siswa dapat diantisipasi sedini mungkin sehingga tidak menggangu jalannya proses pembelajaran. Dengan demikian siswa dapat mencapai prestasi belajar secara optimal tanpa mengalami hambatan dan permasalahan pembelajaran yang cukup berarti. Realitas di lapangan yaitu yang terjadi di sekolah menunjukkan bahwa peran guru mata pelajaran dalam pelaksanaan bimbingan konseling belum dapat dilakukan secara optimal mengingat tugas dan tanggung jawab guru mata pelajaran yang sarat akan beban selain melaksanakan tugas pokoknya menyampaikan semua materi, guru mata pelajaran juga dibebani seperangkat administrasi yang harus dikerjakan, sehingga tugas memberikan layanan bimbingan konseling belum dapat dilakukan secara maksimal. Berdasar latar belakang tersebut di atas, penulis tergerak untuk melakukan telaah mengenai peran guru mata pelajaran dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling. B. Rumusan Masalah 1. Apakah hakikat Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama? 2. Apakah Bimbingan dan Konseling diperlukan di Sekolah Menengah Pertama? 3. Apakah fungsi Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama? 4. Bagaimanakah kegiatan BK dalam kurikulum berbasis Kompetensi? 5. Bagaimanakah peran guru mata pelajaran dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling? C. Tujuan 1. Mengetahui hakikat Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama. 2. Mengetahui perlunya Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama. 3. Mengetahui fungsi Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama.

Surya (1988: 12) berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian atau layanan bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungan. Konseling adalah proses pemberian yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi oleh klien (Prayitno. salah satunya komponen bimbingan. berkepribadian. Mengidentifikasi peran guru mata pelajaran dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling. sementara laju lapangan pekerjaan relatif menetap. setidaknya ada tiga hal utama yang melatarbelangi perlunya bimbingan yakni tinjauan secara umum. sosio kultural dan aspek psikologis. Bila dicermati dari sudut sosio kultural. Bantuan diberikan kepada individu yang mengalami masalah agar memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri dalam mengatasi masalah guna memperbaiki tingkah lakunya di masa yang akan datang. dan merealisasikan dirinya (self realization). tangguh. Untuk mewujudkan tujuan tersebut sudah barang tentu perlu mengintegrasikan seluruh komponen yang ada dalam pendidikan. Sedangkan menurut Mungin Eddy Wibowo (1986:39) konseling merupakan upaya bantuan yang diberikan kepada seseorang supaya dia memperoleh konsep diri dan kepercayaan pada diri sendiri. menerima dirinya (self acceptance). Sedangkan menurut Oemar Hamalik (2000: 193) bimbingan ialah penolong individu agar dapat mengenal dirinya dan supaya individu itu dapat mengenal serta dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi di dalam kehidupannya. yaitu: meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. yang melatar belakangi perlunya proses bimbingan adalah adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat sehingga berdampak disetiap dimensi kehidupan. Secara umum. bertanggung jawab. 5. bekerja keras. latar belakang perlunya bimbingan berhubungan erat dengan pencapaian tujuan pendidikan nasional.4. berbudi pekerti luhur. yaitu: 1. cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. dapat penulis sampaikan ciri-ciri pokok konseling. Dari pengertin tersebut. dan membantu siswa agar memahami dirinya (self understanding). mandiri. Adanya bantuan dari seorang ahli 2. Dari dua pendapat di atas dapat ditarik sebuah inti sari bahwa bimbingan dalam penelitian ini merupakan suatu bentuk bantuan yang diberikan kepada individu agar dapat mengembangkan kemampuannya seoptimal mungkin. Proses pemberian bantuan dilakukan dengan wawancara konseling B. berdisiplin. Perlunya Bimbingan dan Konseling di SMP Jika ditinjau secara mendalam. Hal tersebut semakin diperparah dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. Ada lima hal yang melatarbelakangi perlunya layanan bimbingan di sekolah yakni: . untuk dimanfaatkan olehnya dan memperbaiki tingkah lakunya pada masa yang akan datang. BAB II PEMBAHASAN A. 3. Mengidentifikasi kegiatan BK dalam kurikulum berbasis Kompetensi. Hakikat Bimbingan dan Konseling di SMP M. mengarahkan dirinya (self direction). 1997:106).

minat. dan konsultasi. 3. Strategi yang digunakan adalah konseling individual. cita-cita dan ciri. Masalah perbedaan individual 3. Sehingga para siswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan bakat.1. Masalah belajar C. yakni: 1. Di samping itu fungsi ini meliputi pula bantuan untuk memiliki kegiatan-kegiatan di sekolah antara lain membantu menempatkan anak dalam kelompok belajar. cita-cita. Isi layanan responsif adalah: . Masalah penyesuaian diri dan kelainan tingkah laku 5. siswa dibantu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah dan kesulitankesulitannya. dan lain-lain. memilih jenis sekolah sambungan ataupun lapangan kerja yang sesuai dengan bakat. Fungsi Bimbingan dan Konseling di SMP Sugiyo dkk (1987:14) menyatakan bahwa ada tiga fungsi bimbingan dan konseling. kebutuhan dan minat (Sugiyo. memilih jurusan sekolah. yaitu: 1. 1987:14). Dalam berbagai teknik bimbingan khususnya dalam teknik konseling. Layanan responsive Layanan responsive adalah layanan bimbingan yang bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan yang dirasakan sangat penting oleh peserta didik saat ini. Fungsi penyaluran (distributif) Fungsi penyaluran ialah fungsi bimbingan dalam membantu menyalurkan siswa-siswa dalam memilih program-program pendidikan yang ada di sekolah. Masalah perkembangan individu 2. Fungsi penyesuaian (adjustif) Fungsi penyesuaian ialah fungsi bimbingan dalam membantu siswa untuk memperoleh penyesuaian pribadi yang sehat. Fungsi ini juga membantu siswa dalam usaha mengembangkan dirinya secara optimal. Fungsi adaptasi (adaptif) Fungsi adaptasi ialah fungsi bimbingan dalam rangka membantu staf sekolah khususnya guru dalam mengadaptasikan program pengajaran dengan ciri khusus dan kebutuhan pribadi siswasiswa. Dengan data ini guru berusaha untuk merencanakan pengalaman belajar bagi para siswanya. Dalam fungsi ini pembimbing menyampaikan data tentang ciri-ciri. kebutuhan minat dan kemampuan serta kesulitan-kesulitan siswa kepada guru. 2. D. konseling kelompok. 2.ciri kepribadiannya. Layanan ini lebih bersifat preventik atau mungkin kuratif. Kegiatan BK dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi Berdasakan Pedoman Kurikulum Berbasis Kompetensi bidang Bimbingan Konseling (2004) dinyatakan bahwa kerangka kerja layanan BK dikembangkan dalam suatu program BK yang dijabarkan dalam 4 (empat) kegiatan utama. Masalah kebutuhan individu 4. Layanan dasar bimbingan Layanan dasar bimbingan adalah bimbingan yang bertujuan untuk membantu seluruh siswa mengembangkan perilaku efektif dan ketrampilan-ketrampilan hidup yang mengacu pada tugastugas perkembangan siswa SD.

Tanaman itu akan berbuah manakala ia memiliki potensi untuk berbuah serta telah sampai pada waktunya untuk berbuah. karir.dan kehidupan sosial dan pribadinya. Layanan konseling e. Tujuan utama dari layanan ini untuk membantu siswa memantau pertumbuhan dan memahami perkembangan sendiri. Layanan pengumpulan data b. Dukungan sistem Dukungan sistem adalah kegiatan-kegiatan manajemen yang bertujuan memantapkan. Layanan referal/melimpahkan ke pihak lain f. Bidang pendidikan b. menyiram. kemampuan dan sebagainya. Bidang narkotika dan perjudian h. Bidang perilaku sosial i. membimbing siswa agar dapat mencapai dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan mereka. Layanan perencanaan individual Layanan perencanaan individual adalah layanan bimbingan yang membantu seluruh peserta didik dan mengimplementasikan rencana-rencana pendidikan. Bidang pribadi e. hubungan masyarakat dan staf. Hubungan guru dan siswa seperti halnya seorang petani dengan tanamannya. Bidang tata tertib g. minat. Bidang sosial d. Bidang kehidupan lainnya 3. manajemen program. memelihara dan meningkatkan progam bimbingan secara menyeluruh. Bidang belajar c. sehingga dengan ketercapaian itu ia dapat tumbuh dan berkembang sebagai individu yang mandiri dan produktif. staf ahli/penasihat. Siswa adalah individu yang unik. Peran Guru Mata Pelajaran dalam Pelaksanaan BK Guru berusaha membimbing siswa agar dapat menemukan berbagai potensi yang dimilikinya. Walaupun secara fisik mungkin individu memiliki kemiripan. 1990). Tugas seorang petani adalah menjaga agar tanaman itu tumbuh dengan sempurna. Hal itu dilaksanakan melalui pengembangaan profesionalitas. penelitian dan pengembangan (Thomas Ellis. konsultasi dengan guru. Perbedaan itulah yang menuntut guru harus berperan sebagai pembimbing. Layanan informasi c. Layanan penempatan d. masyarakat yang lebih luas. Layanan penilaian dan tindak lanjut (Nurihsan. Irama perkembangan mereka tentu tidaklah sama juga. Seorang petani tidak bisa memaksa agar tanamannya cepat berbuah dengan menarik batang atau daunnya. memberi pupuk dan . akan tetapi pada hakikatnya mereka tidaklah sama. E. tidak terkena hama penyakit yang dapat menyebabkan tanaman tidak berkembang dan tidak tumbuh dengan sehat. Kegiatan utama layanan dasar bimbingan yang responsif dan mengandung perencanaan individual serta memiliki dukungan sistem dalam implementasinya didukung oleh beberapa jenis layanan BK. Bidang karir f.a. Artinya. yaitu dengan cara menyemai. Di samping itu setiap individu juga adalah makhluk yang sedang berkembang. 2005:21). yakni: a. tidak ada dua individu yang sama. baik dalam bakat. 4.

Prayitno (2003) memerinci peran. dan kalau masih dalam batas kewenangannya. Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan dan konseling serta upaya tindak lanjutnya. 2. Kendati demikian. tugas dan tanggung jawab utama guru adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran siswa. Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang memerlukan layanan/kegiatan bimbingan dan konseling untuk mengikuti/menjalani layanan/kegiatan yang dimaksudkan itu. Wina Senjaya (2006) menyebutkan salah satu peran yang dijalankan oleh guru yaitu sebagai pembimbing dan untuk menjadi pembimbing baik guru harus memiliki pemahaman tentang anak yang sedang dibimbingnya. memahami dan menghargai tanpa syarat. Demikian juga halnya dengan seorang guru. malas. berkenaan peran guru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling. Tugas guru adalah menjaga. Inilah makna peran sebagai pembimbing. Willis (2005) mengemukakan bahwa guru-guru mata pelajaran dalam melakukan pendekatan kepada siswa harus manusiawi-religius. seperti pengajaran/latihan perbaikan. yaitu siswa yang menuntut konselor memerlukan pelayanan khusus. minat dan bakatnya. Sofyan S. bukan berarti dia sama sekali lepas dengan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling. Lebih jauh. kesulitan belajar pada bidang tertentu. Siswa akan tumbuh dan berkembang menjadi seseorang sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya. peran guru tentu berbeda dengan peran yang dijalankan oleh konselor profesional. Abin Syamsuddin (2003) menyebutkan bahwa guru sebagai pembimbing dituntut untuk mampu mengidentifikasi siswa yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar. jujur dan asli. seperti: membolos. Jadi. Willis (2004) mengemukakan tingkatan masalah siswa yang mungkin bisa dibimbing oleh guru yaitu masalah yang termasuk kategori ringan. berpacaran. Mengalihtangankan siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. berkelahi dengan teman sekolah. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa. 8. Berkenaan dengan upaya membantu mengatasi kesulitan atau masalah siswa. mendorong.memberi obat pembasmi hama. Membantu konselor mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling. hubungan guru-siswa dan hubungan siswa-siswa yang menunjang pelaksanaan pelayanan pembimbingan dan konseling. peran dan konstribusi guru sangat diharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisien pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Di sekolah. Dalam konteks organisasi layanan Bimbingan dan Konseling. bersahabat. dan program pengayaan. Membantu mengembangkan suasana kelas. 4. inti dari peran guru sebagai pembimbing adalah terletak pada kekuatan intensitas hubungan interpersonal antara guru dengan siswa yang dibimbingnya. 3. melakukan diagnosa. Sofyan S. 5. harus membantu pemecahannya (remedial teaching). Bahkan dalam batas-batas tertentu guru pun dapat bertindak sebagai konselor bagi siswanya. bertengkar. Guru tidak dapat memaksa agar siswanya jadi ”itu” atau jadi ”ini”. . konkret. tugas dan tanggung jawab guru-guru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling adalah: 1. 6. di sekolah. ramah. mengarahkan dan membimbing agar siswa tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi. Menerima siswa alih tangan dari konselor. seperti konferensi kasus. mencuri kelas ringan. Sementara itu. serta pengumpulan data tentang siswa-siswa tersebut. minum minuman keras tahap awal. Membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa. Peran dan konstribusi guru mata pelajaran tetap sangat diharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisien pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. 7. prognosa.

Kedudukan guru dalam pendidikan yaitu memiliki wewenang sepenuhnya dalam mempelajari dan memahami siswa-siswanya. bukan saja sebagai individu tetapi juga sebagai anggota kelompok atau kelasnya. dan tidak mempersulit perkembangan belajar yang dialami siswa. Sejak siswa masuk ke sekolah dari pagi hari sampai sekolah usai. 4) Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk meraih kesuksesan. guru perlu menciptakan berbagai kegiatan peserta didik di dalam kelas. Guru sebagai pembangkit motivasi belajar Pembangkitan motivasi belajar oleh guru kelas dapat dilakukan secara khusus menggunakan jam pelajaran atau diselipkan sambil mengajar atau memberikan latihan-latihan. Oleh karena itu peranan guru mata pelajaran dalam pelaksanaan kegiatan Bimbingan Konseling sangat penting dalam rangka mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Oleh karena itu. mengawasi tingkah laku dan kegiatannya. Tugas guru ialah membantu mengoptimalkan perkembangan siswa. Tugas guru dalam layanan bimbingan dalam kelas Kejelasan gambaran tugas dapat memotivasi guru untuk berperan secara aktif dalam kegiatan bimbingan dan mereka merasa ikut bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan itu. misalnya guru yang bersifat otoriter akan menimbulkan suasana tegang. Perilaku guru dapat mempengaruhi keberhasilan belajar. ataupun hadiah untuk membangkitkan motivasi belajar peserta didik. Apabila peserta didik mengalami kesulitan atau hambatan dalam belajar. Selain itu guru juga harus melakukan upaya-upaya untuk membangkitkan motivasi belajar peserta didik antara lain: 1) Menjelaskan manfaat dan tujuan dari pelajaran yang diberikan. Guru sebagai tokoh kunci dalam bimbingan Guru memiliki hubungan yang erat dengan murid. Kesuksesan yang dicapai oleh peserta didik akan membangkitkan motivasi belajar. 3) Memilih cara penyajian yang bervariasi. guru memberikan bantuan baik secara langsung maupun dengan memberi petunjuk kepada siapa atau kemana meminta bantuan. Karena guru banyak memiliki waktu dan kesempatan untuk mempelajari murid.Implementasi kegiatan Bimbingan dan Konseling dalam pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi sangat menentukan keberhasilan proses belajar-mengajar. 5) Memberikan kemudahan dan bantuan kepada peserta didik dalam proses belajar. 2) Memilih materi atau bahan pelajaran yang betul-betul dibutuhkan oleh siswa. ganjaran. guru akan . Oleh karena itu. Agar perkembangan peserta didik lancar. Banyak berbuat dalam belajar akan lebih membangkitkan semangat dibandingkan hanya dengan mendengarkan. 6) Memberikan pujian. Peranan guru dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling dapat di bedakan menjadi 2 (dua) yaitu: 1. guru memberikan kemudahan-kemudahan dalam belajar. Seorang guru dapat melakukan bimbingan di dalam kelas dengan hal-hal berikut: a. keterbukaan siswa untuk mengemukakan kesulitan-kesulitan sehubungan dengan pelajaran itu menjadi terbatas. Sesuatu yang dibutuhkan akan menarik minat sisiwa. sesuai dengan kemampuan peserta didik dan banyak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencoba dan berpartisipasi. dan minat tersebut merupakan salah satu bentuk motivasi. dan sebaliknya kegagalan yang terjadi pada peserta didik dapat menghilangkan motivasi. Tujuan yang jelas dan manfaat yang betul-betul dirasakan oleh peserta didik akan membangkitkan motivasi belajar. b. hubungan guru siswa menjadi kaku. guru harus dapat menerapkan fungsi bimbingan dalam kegiatan belajar-mengajar.

Pada umumnya guru tersebut berada pada posisi yang lebih baik untuk mengetahui masalah-masalah. dan meningkatkannya. rendah hati. g. d. yaitu: a. Mengetahui murid sebagai individu Tugas pertama guru dalam bimbingan adalah mengetahui atau lebih mengenal siswanya. kecakapan-kecakapan. Karena itulah guru memiliki peran penting sebagai anggota utama di antara petugas-petugas bimbingan. Kegiatan bimbingan tidak akan berhasil dengan baik manakala guru kurang memahami siswa. e.memanfaatkan setiap kesempatan untuk membantu BK dalam mengumpulkan data yang diperlukan agar dapat memahami siswa dengan baik. Menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan setiap siswa merasa aman. sikap dan kebutuhan siswa sehingga memudahkan guru untuk memberikan bantuan kepada siswa yang membutuhkan. ramah. j. Sikap yang positif dan wajar terhadap siswa. menyenangkan. dan berkeyakinan bahwa kecakapan dan prestasi yang dicapainya mendapat penghargaan dan perhatian. f. Perlakuan terhadap siswa didasarkan atas keyakinan bahwa sebagai individu. siswa memiliki potensi untuk berkembang dan maju serta mampu mengarahkan dirinya sendiri untuk mandiri. sesuai dengan bakat. l. Bimbingan terhadap . i. Menyediakan kondisi dan kesempatan bagi setiap siswa untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Penampilan diri secara asli (genuine) tidak pura-pura. k. Tugas Guru Dalam Operasional Bimbingan Di Luar Kelas a. n. Membantu memilih jabatan yang cocok. Perlakuan terhadap siswa secara hangat. di depan siswa. dan pembawaannya. Pemahaman siswa secara empatik. c. m. kemampuan dan minatnya. melainkan menyangkut pengembangan siswa menjadi individu yang lebih dewasa. Penerimaan siswa secara apa adanya. minat. Penghargaan terhadap martabat siswa sebagai individu. Mengembangkan sikap-sikap dasar bagi tingkah laku sosial yang baik. sikap. teman-teman karibnya bahkan latar belakang sosial-ekonominya Djumhur (1975: 127-129). Bimbingan bagi peserta didik yang sesuai tingkat kecerdasannya Meskipun perkembangan belajarnya normal. dalam bermain. Kepekaan terhadap perasaan yang dinyatakan oleh siswa dan membantu siswa untuk menyadari perasaannya itu. Penyesuaian diri terhadap keadaan yang khusus 2. kesehatannya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses belajar-mengajar sesuai dengan fungsinya sebagai guru dan pembimbing. Data lainnya diperoleh dari pelaksanaan tes atau melalui observasi terhadap kegiatan-kegiatan siswa. Kesadaran bahwa tujuan mengajar bukan terbatas pada penguasaan siswa terhadap bahan pengajaran saja. kebiasaan dan tingkah lakunya baik di dalam kelas maupun diluar kelas. Mengusahakan agar siswa-siswa dapat memahami dirinya. c. o. asal-usulnya. tetapi mereka membutuhkan bimbingan. b. Kekonkretan dalam menyatakan diri. Oleh karena itu diperlukan pemahaman atau pengetahuan terhadap siswa tentang kebiasaannya dalam belajar. h. Sebagian dari data tersebut didapatkan dari murid sendiri atau dari orang tuanya dengan mengisi formulir-formulir isian atau melalui informasi lisan. untuk mempertahankan prestasi yang telah dicapainya. p.

latihan dll. dapat di pastikan memiliki masalah. memperbaiki cara-cara belajar. sikap dan perlakuan terhadap siswa. Melakukan kunjungan rumah Kunjungan rumah merupakan salah satu bentuk layanan bimbingan dan konseling. Guru mata pelajaran harus berusaha menemukan penyebab tersebut. bagaimana mengemukakan pendapatnya dan menerima pendapat dari teman lain. sikap. Disamping memberikan layanan remedial guru bidang studi juga hendaknya berusaha untuk menyiapkan dan memberikan pelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. Menyelenggarakan kelompok belajar. 2) Merealisasikan tujuan pendidikan dan pengajaran melalui belajar secara kelompok. guru mata pelajaran dapat memperolah data lebih luas dan mendalam tentang perkembangan siswa. kebiasaan serta aktivitasnya dalam keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar. Melalui hubungan baik dan kerjasama ini. dapat dilakukan secara individual ataupun kelompok. guru pembimbing dan guru bidang studi. displin belajar. terutama dalam hal pelajaran secara bersama-sama. Bimbingan yang lebih mengarah pada pemeliharaan dan peningkatan penguasaan materi pelajaran diberikan oleh guru pembimbing dan guru bidang studi. pemeliharaan dan peningkatan motivasi belajar. Kegiatan ini bermanfaat untuk: 1) Membiasakan anak untuk bergaul dengan teman-temannya. c. Bimbingan terhadap peserta didik berprestasi rendah juga dapat diberikan oleh konselor. serta kondisi kehidupan keluarga siswa.mereka dapat di berikan oleh konselor atau guru pembimbing dan juga guru mata pelajaran. Pertemuan guru-murid . 3) Mengatasi kesulitan-kesulitan. Dalam kunjungan rumah. Mereka diharapkan memberikan perhatian yang lebih besar terhadap perkembangan belajar dari siswa. lebih permisif dan terbuka pada siswa. informatif atau adjustif. Guru bidang studi juga diharapkan dapat memberikan layanan remedial terhadap peserta didik yang mengalami kesulitan dan pengayaan terhadap peserta didik yang cepat. Materi bimbingan dapat diarahkan pada perencanaan dan pengembangan diri. memberikan tugas dan latihan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka. karakteristik. Bila penyebabnya sudah ditemukan langkah selanjutnya adalah memberikan layanan remedial atau korektif terhadap kelemahannya dan pengembangan terhadap potensi atau kekuatan yang dimiliknya. kesamaan persepsi. 5) Memupuk rasa kegotong royongan. Berdasarkan hasil diagnosis tersebut guruguru memberikan layanan remedial. d. peningkatan hubungan sosial. mengerjakan tugas. Layanan dari guru pembimbing dan guru bidang studi lebih difokuskan pada layanan remedial dalam beberapa mata pelajaran yang kurang. Peserta didik berprestasi rendah. Bimbingan dari konselor lebih bersifat umum. diharapkan ada saling pengertian. Fungsi utama dari kunjungan rumah adalah membina hubungan baik dan kerjasama antara guru mata pelajaran dan orang tua siswa. ada faktor penyebab yang melatarbelakanginya mungkin bersumber pada dirinya mungkin juga di luar dirinya. b. menciptakan situasi belajar mengajar yang lebih membangkitkan motivasi belajar. memperhatikan perbedaan individual siswa. 4) Belajar hidup bersama agar nantinya tidak canggung di dalam masyarakat yang lebih luas. Konselor juga dapat membantu dalam mendiagnosis kelemahan yang diderita para siswa.

atau setelah sekolah usai. Dari pertemuan tersebut akan didapatkan data mengenai siswa yang mungkin sedang bermasalah. penuh kehangatan dan saling percaya. maka guru perlu mengadakan pertemuan dari hati-kehati dengan murid.Sewaktu-waktu apabila dibutuhkan. Guru sendiri sudah berat tugas mengajarnya. Guru senantiasa memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengkonsultasikan berbagi kesulitan yang dihadapi siswanya. dan latar belakang kehidupannya. tentu upaya pembimbingan terhadap siswa mutlak diperlukan. maka peran guru sebagai pembimbing tampaknya menjadi penting. Hakikat Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama dapat dibedakan atas bimbingan dan konseling. Guru seyogyanya dapat menjalin hubungan yang akrab. Guru dapat memperlakukan siswa sebagai individu yang unik dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan keunikan yang dimilikinya. Jika kebetulan di sekolah sudah tersedia tenaga konselor profesional. Namun jika belum. maka kegiatan pembimbingan siswa tampaknya akan bertumpu pada guru. sehingga tidak mungkin lagi ditambah tugas yang lebih banyak untuk memecahkan berbagai macam masalah siswa. apabila data itu bersifat pribadi. sebab akan menentukan teknik dan jenis bimbingan yang harus diberikan kepada mereka. Keterbatasan Guru Jika melihat realita bahwa di Indonesia jumlah tenaga konselor profesional memang masih relatif terbatas. Guru tidak mungkin lagi menangani masalah-masalah siswa yang bermacam-macam. e. 3. Kesimpulan 1. a. Upaya Guru Dalam Mengoptimalkan Peranannya Agar guru dapat mengoptimalkan perannya sebagai pembimbing. Bimbingan adalah suatu bentuk bantuan yang diberikan kepada individu agar dapat mengembangkan kemampuannya seoptimal mungkin. karena guru tidak terlatih untuk melaksanakan semua tugas itu. khususnya ketika siswa mengalami kesulitan-kesulitan tertentu dalam belajarnya. pada waktu istirahat. Guru sebaiknya dapat memahami prinsip-prinsip umum konseling dan menguasai teknik-tenik dasar konseling untuk kepentingan pembimbingan siswanya. b. d. 4. guru bisa bekerja sama dengan konselor bagaimana seharusnya membimbing siswa di sekolah. c. Guru harus memiliki pemahaman tentang anak yang sedang dibimbingnya. Pertemuan itu dapat dilaksanakan sebelum sekolah dimulai. baik ketika sedang berada di kelas maupun di luar kelas. Ada atau tidak ada konselor profesional di sekolah. Pemahaman ini sangat penting. dan membantu siswa agar memahami . berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan: a. Misalnya pemahaman tentang gaya dan kebiasaan belajar serta pemahaman tentang potensi dan bakat yang dimiliki anak. Beberapa keterbatasan guru antara lain: a. b. BAB III PENUTUP A. termasuk di dalamnya berusaha menjaga kerahasiaan data siswa yang dibimbingnya.

Djumhur. 2004. DAFTAR PUSTAKA Abin Syamsuddin Makmun. dan merealisasikan dirinya (self realization).dirinya (self understanding). Jakarta: Tamita Jaya Utama Prayitno. Peran guru sebagai pengajar sekaligus pendidik harus mampu mendukung dan mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didiknya. Peran guru mata pelajaran dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling adalah terletak pada kekuatan intensitas hubungan interpersonal antara guru dengan siswa yang dibimbingnya. 2. Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling. Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Posted 17th January by Muhammad Faqih Labels: Guidance and Conseling 0 Add a comment . 5. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. dan dukungan sistem.Konseling Individual. b. dkk. Kegiatan BK dalam kurikulum berbasis kompetensi. Guru mata pelajaran sebaiknya mampu menjadi jembatan penghubung antara siswa dengan guru pembimbing (guru BK) sehingga mampu mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi peserta didik. Bandung: IKIP Bandung. mengarahkan dirinya (self direction). Fungsi Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama antara lain: fungsi penyaluran (distributif). 3. Wina Senjaya. Jakarta: Dedpikbud. Konseling adalah bantuan diberikan kepada individu yang mengalami masalah agar memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri dalam mengatasi masalah guna memperbaiki tingkah lakunya di masa yang akan datang. PP nomor 28 tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar. Psikologi Pendidikan. 2004. Saran Sebagai seorang guru mata pelajaran. Strategi Pembelajaran. dan fungsi adaptasi (adaptif). UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. menerima dirinya (self acceptance). Willis. kita harus memiliki sikap simpati kepada peserta didik dalam mengidentifikasi permasalahan yang terjadi pada peserta didik dengan berbagai faktor yang melatar belakanginya. Teori dan Praktek. 2006. fungsi penyesuaian (adjustif). Sofyan S. layanan responsive. kerangka kerja layanan BK dikembangkan dalam suatu program BK yang dijabarkan dalam 4 (empat) kegiatan utama yakni: layanan dasar bimbingan. 2003. Bandung : Alfabeta. dkk. 1975. Bandung : PT Rosda Karya Remaja. layanan perencanaan individual. Jakarta : Depdiknas. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Perlunya Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama karena berhubungan erat dengan pencapaian tujuan pendidikan nasional. 4. B.

Kimia. Fisika. pendidikan IPA.. Sidebar        Classic Flipcard Magazine Mosaic Sidebar Snapshot Timeslide Pages       Home Site Map Link Exchange SCHOLARSHIP ISLAMIC LINK SAINSTEK PERAN GURU MATA PELAJARAN DALAM BIMBINGAN KONSELING KARAKTERISTIK DAN KEPRIBADIAN GURU ASAS-ASAS DAN PRINSIP-PRINSIP BIMBINGAN KONSELING .SCIENCE EDUCATION Semua ada tentang makalah biokimia. Silabus.. bimbingan konseling. Agama.. dan pendidikan. Biologi. RPP. Penelitian. Makna Hidup.

3 Diffusion And Osmosis Universitas Negeri Yogyakarta Factors that affect plant growth ...Arti Penting dan Tujuan Bimbingan Konseling Bimbingan Konseling Sebagai Sistem Religion in the Schools Science Education Today Besaran Dan Satuan Grouping Living Things Temulawak TUJUAN PEMBELAJARAN IPA DALAM BENTUK KOMPETENSI Tahap-tahap Pertumbuhan Dan Perkembangan Manusia Perkembangan Hewan Tingkat Tinggi WASPADA sebelum memilih kuliah di luar negeri.

Pesona Ayat Al Qur'an ~ SCIENCE EDUCATION Effort. Ions. dan Susu Murni Terhadap Pengikatan Logam . And Simple Aircraft Force And Acceleration Addictive Substances And Psychotropic Food Additives Formalin. Susu Formula. dan Susu Murni Terhadap Pengikatan Logam LAPORAN GROUP PROJECT Uji Efektivitas Air Kelapa.and Molecules May 24 Uji Efektivitas Air Kelapa. Energy. Susu Formula. why should look out for? Chemicals In Daily Lives Atoms.

susu kedelai dan susu formula terhadap pengikatan logam B.Disusun Oleh Risma Fembriyanti Nor Rozif Khoirul Anam C. Ion-ion logam dapat masuk ke dalam tubuh sebagai racun. Susu Formula. Tujuan Untuk mengetahui keefektifan air kelapa. Latar Belakang Masalah Protein dapat berfungsi bagi tubuh sebagai pelindung atau sistem pertahanan tubuh. Nulat Panggayuh Muhammad Izzatul Faqih Epi Nur Pratika 09312241009 09312241014 09312241035 09312244025 09312244044 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012 Uji Efektivitas Air Kelapa. dan Susu Murni Terhadap Pengikatan Logam A. susu murni. Ion-ion tersebut antara lain logam berat .

Protein yang di dapatkan melalui makanan sehari-hari di urai dalam pencernaan dalam bentuk asam amino.dan Hg22+. Dasar Teori Pertahanan tubuh biasanya dalam bentuk antibodi. ataupun susu. Reaksi pengikatan logam yang terjadi adalah. Fungsi Asam Amino antara lain : 1. bakteria. tulang. misalnya rodopsin. Protein adalah senyawa organik yang terdiri dari satu atau lebih asam amino. darah. Kerangka dasar sejumlah senyawa penting dalam metabolisme (terutama vitamin. enzim dan organ-organ dalam semuanya tersusun dari protein.Pb2+. Kemampuan protein atau asam amino untuk berikatan dengan ion logam di atas titik isoelektriknya. disebabkan karena pada saat pH berada di atas titik isoelektrik protein atau asam . hormon. otot. hormon. Protein dapat mengikat ion logam tersebut dengan baik sehingga mencegah tubuh dari keracunan. Penyusun protein. Diketahui bahwa protein mampu menawarkan racun karena asam amino yang merupakan penyusun suatu protein dapat mengikat logam seperti Hg (merkuri klorida) dan Pb (timbal asetat). C. Kulit. termasuk enzim. suatu protein yang bertindak sebagai reseptor penerima warna atau cahaya pada sel-sel mata. Pengikat logam penting yang di perlukan dalam reaksi enzimatik (kofaktor). Setiap sel hidup mengandung protein. Protein ini pandai sekali membedakan benda-benda yang menjadi anggota tubuh dengan benda-benda asing. 2. Protein senyawa organik essensial bagi mahluk hidup dan konsentrasinya paling tinggi di dalam jaringan otot hewan.seperti Ag+. yaitu suatu protein khusus yang dapat mengenal dan menempel atau mengikat benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh seperti virus. dan sel-sel asing lain. Asam amino di dapatkan dari sumber-sumber protein. dan asam nukleat) 3. Pengendalian Pertumbuhan Protein ini bekerja sebagai reseptor (dalam bakteri) yang dapat mempengaruhi fungsi bagian-bagian DNA yang mengatur sifat dan karakter bahan. racun atau logam yang terikat dalam reaksi ini ditandai dengan adanya endapan putih. Media Perambatan Impuls Syaraf Protein yang mempunyai fungsi ini biasanya berbentuk reseptor. Protein merupakan bahan essensial yang menunjang kehidupan. Protein yang biasa digunakan untuk menawarkan keracunan dapat berasal dari air kelapa.

Tabung reaksi Rak tabung Pipet tetes Pengaduk Gelas ukur Bahan 1. sehingga asam amino yang bermuatan positif tidak mampu berikatan dengan ion logam yang bermuatan positif pula. 4. maka ia akan bermuatan negatif sehingga mampu mengikat ion logam yang bermuatan positif. D.2 M Pb(CH3COO)2 AgNO3 . 7. Dengan adanya endapan saat penambahan albumin dan glisin dengan (CH3COO)2 Pb menunjukkan bahwa protein dan asam amino dapat bertindak sebagai antidotum/penawar racun pada keracunan logam berat seperti Hg dan Pb.90. 2. 3. 5. 8. titik isoelektrik albumin adalah : 4.68 (titik isoelektrik adalah keadaan pH dimana protein /asam amino memiliki jumlah muatan positif dan negatif yang sama). 3.00 . 5.amino. Alat dan Bahan Alat 1. 4.55-4. 6.97 dan serin 5. 2. dan alanin tidak membentuk endapan karena suasana larutan masih berada di bawah titik isoelektrik kedua asam amino tersebut. Sedangkan untuk asam amino seperti asam aspartat. Adanya pertambahan ion logam menyebabkan putusnya jembatan disulfida dan ikatan kovalen S-S pada protein yang mengandung gugus sulfuhidril. Selain itu. ketiga jenis asam amino tersebut tidak mengandung gugus sulfuhidril. Berdasarkan teori. serin. Air kelapa Susu formula Susu murni Susu kedelai Air HgCl2 0. glisin 5. alanin 6.

E. pipet tetes. Air kelapa Tidak muncul endapan Logam Pb(CH3COO)2 (2 M) Terbentuk endapan + 2. dan gelas . dan susu kedelai. Menambahkan pada masing-masing tabung reaksi 1 ml air kelapa. Alat dan bahan yang digunakan antara lain tabung reaksi. dan Susu Murni Terhadap Pengikatan Logam. Tujuan percobaan ini untuk mengetahui keefektifan air kelapa. Mengamati dan mencatat hasil percobaan. Susu Formula. 2. F. Susu murni Terbentuk endapan ++ 4. Tabel Hasil Pengamatan No Bahan HgCl2 (2 M) 1. Sasaran Pengamatan Endapan yang terbentuk sebagai hasil pengikatan ion logam oleh protein G. 5. 4. susu kedelai dan susu formula terhadap pengikatan logam. Susu kedelai Terbentuk endapan + Keterangan : Semakin banyak tanda (+) maka endapan semakin banyak. Susu kotak Terbentuk endapan +++ 3. Terbentuk endapan ++++ Terbentuk endapan +++ Terbentuk endapan ++ H. susu murni. gelas ukur. susu murni. susu formula. Menyiapkan alat dan bahan Mengisi masing-masing tabung reaksi dengan 1 ml HgCl2 0. Pembahasan Percobaan ini berjudul Uji Efektivitas Air Kelapa. pengaduk. Cara Kerja 1.2 M. rak tabung. 3. Mengulangi langkah 1-3 untuk bahan yang berbeda yakni Pb(CH3COO)2 dan AgNO3.

Pb. kemudian menambahkan pada masingmasing tabung reaksi 1 ml air kelapa.. dan susu kedelai..gram/. terutama kandungan proteinnya. Selanjutnya mengulangi langkah 1-3 untuk bahan yang berbeda yakni Pb(CH3COO)2 dan AgNO3. susu murni.. air. Hal ini tidak sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa kadar protein pada susu kedelai lebih banyak daripada susu sapi.kimia. susu murni.2 M. Perbedaan dengan teori ini dapat dikarenakan dalam sampel susu kedelai yang digunakan dalam percobaan disinyalir mengandung protein yang lebih sedikit dari susu sapi.2 gram tiap 100 gram. susu formula. Bahan yang digunakan antara lain air kelapa. Langkah terakhir mengamati dan mencatat hasil percobaan. yakni perbandingan antara kedelai dan air lebih banyak airnya dengan kata lain tidak seperti teori dimana dalam 100 gram susu kedelai terdapat protein sebanyak 3. Secara bersama gugus –COOH dan gugus –NH2 yang terdapat dalam protein dapat bereaksi dengan ion logam berat dan membentuk senyawa kelat... Pb(CH3COO)2. sehingga kita dapat mengasumsikan bahwa susu kedelai mempunyai kemampuan yang sama untuk menggumpalkan logam. Penyebab lebih sedikitnya protein pada susu kedelai ini adalah dalam pengolahannya. Susu kedelai merupakan minuman yang bergizi tinggi.ml Sedangkan dibandingkan dengan air kelapa.. kedua mengisi masing-masing tabung reaksi dengan 1 ml HgCl2 0. Sama halnya dengan susu kotak. HgCl2 0. Dalam percobaan ini dihasilkan bahwa daya gumpal dari susu kedelai lebih kecil atau lebih sedikit menggumpalkan logam dibandingkan dengan susu sapi. Ikatan yang terbentuk amat kuat dan akan memutuskan jembatan garam. Prosedur kerja yang dilakukan pertama yakni menyiapkan alat dan bahan. Protein susu kedelai mempunyai susunan asam amino yang mirip susu dengan susu sapi. susu kedelai memiliki daya gumpal yang lebih besar karena dalam air kelapa kadar proteinnya lebih sedikit yakni.2 M. Protein yang terkandung pada susu kedelai dalam 100 gram adalah 3.5 gram namun kurang dari itu. susu formula. sehingga protein mengalami denaturasi. dan Hg akan membentuk endapan logam proteinat pada susu kedelai... susu kedelai juga memiliki daya gumpal yang lebih kecil dari susu kotak karena kadar protein dalam susu kotak cukup besar yakni . .3 gram dari susu sapi yang memiliki kadar protein 3. Garam logam berat seperti Ag.5 gram atau lebih banyak 0. dan AgNO3. susu kedelai.

I.its. Daftar Pustaka Anonim.bppt.pdf dan http://file.id/Publikasi/BukuAirMinum/BAB8GAMBUT.go.org/fungsi_protein pada Rabu. Fungsi protein.kelair.30 WIB dari: http://www. 25 April 2012 pukul 11.30 WIB Diaskses pada Rabu._KESEJAHTERAAN_KELUARGA/197807162 006042-AI_MAHMUDATUSSA%27ADAH/PROTEIN.pdf Diaskses pada Rabu._PEND. 25 April 2012 pukul 11.id/personal/files/pub/4342-razif-its UJI%20EFISIENSI%20REMOVAL%20ADSORPSI%20ARANG%20BATOK%20KELAPA% 20UNTUK%20MEREDUKSI%20WARNA%20DAN%20PERMANGANAT%20VALUE%20 DARI%20LIMBAH%20CAIR.ac.pdf .upi. 25 April 2012 pukul 11.edu/Direktori/FPTK/JUR.30 WIB dari : http://www. Diakses dari http://chem-is-try. 2011.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful