Jan 17

PERAN GURU MATA PELAJARAN DALAM BIMBINGAN KONSELING

PERAN GURU MATA PELAJARAN DALAM BIMBINGAN KONSELING

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 pasal 3 menyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sejalan dengan tujuan pendidikan nasional maka dirumuskan tujuan pendidikan dasar yakni memberi bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan kehidupannya sebagai

pribadi, anggota masyarakat, warga negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah (pasal 3 PP nomor 28 tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar). Guru merupakan salah satu komponen penting dalam rangka mencapai amanat Undang-Undang tersebut dimana guru mempunyai fungsi strategis mengembangkan potensi peserta didik dalam hal ketakwaan, pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa secara keseluruhan. Peran guru juga sangat diharapkan mampu secara optimal mengembangkan peserta didik dengan tidak hanya sebagai pembelajar, melainkan juga sebagai pembimbing peserta didik dalam mengenal dirinya dan lingkungannya. Hal ini dilakukan agar peserta didik tidak tersesat dalam proses menuju generasi yang sesuai amanat Undang-Undang. Salah cara atau wadah untuk mempermudah mewujudkan hal tersebut adalah layanan bimbingan dan konseling bagi peserta didik di sekolah. Bimbingan dan konseling merupakan bantuan kepada individu peserta didik dalam menghadapi persoalan-persoalan yang dapat timbul dalam hidupnya atau dalam proses belajarnya. Bantuan semacam itu sangat tepat jika diberikan di sekolah, agar setiap peserta didik dapat lebih berkembang ke arah yang seoptimal mungkin. Dengan demikian bimbingan dan konseling menjadi bidang layanan khusus dalam keseluruhan kegiatan pendidikan sekolah yang ditangani oleh tenaga-tenaga ahli dalam bidang tersebut, termasuk seorang guru. Dalam konteks pemberian layanan bimbingan konseling, Prayitno (1997:35-36) mengatakan bahwa pemberian layanan bimbingan konseling meliputi layanan orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, pembelajaran, konseling perorangan, bimbingan kelompok, dan konseling kelompok. Guru mata pelajaran harus melaksanakan ketujuh layanan bimbingan konseling tersebut agar setiap permasalahan yang dihadapi siswa dapat diantisipasi sedini mungkin sehingga tidak menggangu jalannya proses pembelajaran. Dengan demikian siswa dapat mencapai prestasi belajar secara optimal tanpa mengalami hambatan dan permasalahan pembelajaran yang cukup berarti. Realitas di lapangan yaitu yang terjadi di sekolah menunjukkan bahwa peran guru mata pelajaran dalam pelaksanaan bimbingan konseling belum dapat dilakukan secara optimal mengingat tugas dan tanggung jawab guru mata pelajaran yang sarat akan beban selain melaksanakan tugas pokoknya menyampaikan semua materi, guru mata pelajaran juga dibebani seperangkat administrasi yang harus dikerjakan, sehingga tugas memberikan layanan bimbingan konseling belum dapat dilakukan secara maksimal. Berdasar latar belakang tersebut di atas, penulis tergerak untuk melakukan telaah mengenai peran guru mata pelajaran dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling. B. Rumusan Masalah 1. Apakah hakikat Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama? 2. Apakah Bimbingan dan Konseling diperlukan di Sekolah Menengah Pertama? 3. Apakah fungsi Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama? 4. Bagaimanakah kegiatan BK dalam kurikulum berbasis Kompetensi? 5. Bagaimanakah peran guru mata pelajaran dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling? C. Tujuan 1. Mengetahui hakikat Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama. 2. Mengetahui perlunya Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama. 3. Mengetahui fungsi Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama.

Bantuan diberikan kepada individu yang mengalami masalah agar memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri dalam mengatasi masalah guna memperbaiki tingkah lakunya di masa yang akan datang. mengarahkan dirinya (self direction). mandiri. Untuk mewujudkan tujuan tersebut sudah barang tentu perlu mengintegrasikan seluruh komponen yang ada dalam pendidikan. Surya (1988: 12) berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian atau layanan bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungan. dan merealisasikan dirinya (self realization). latar belakang perlunya bimbingan berhubungan erat dengan pencapaian tujuan pendidikan nasional. Dari dua pendapat di atas dapat ditarik sebuah inti sari bahwa bimbingan dalam penelitian ini merupakan suatu bentuk bantuan yang diberikan kepada individu agar dapat mengembangkan kemampuannya seoptimal mungkin. bekerja keras. BAB II PEMBAHASAN A. Sedangkan menurut Oemar Hamalik (2000: 193) bimbingan ialah penolong individu agar dapat mengenal dirinya dan supaya individu itu dapat mengenal serta dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi di dalam kehidupannya. berbudi pekerti luhur. Adanya bantuan dari seorang ahli 2. 3. yang melatar belakangi perlunya proses bimbingan adalah adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat sehingga berdampak disetiap dimensi kehidupan. Sedangkan menurut Mungin Eddy Wibowo (1986:39) konseling merupakan upaya bantuan yang diberikan kepada seseorang supaya dia memperoleh konsep diri dan kepercayaan pada diri sendiri. Mengidentifikasi kegiatan BK dalam kurikulum berbasis Kompetensi. yaitu: 1. setidaknya ada tiga hal utama yang melatarbelangi perlunya bimbingan yakni tinjauan secara umum. berkepribadian. tangguh. yaitu: meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. sementara laju lapangan pekerjaan relatif menetap.4. untuk dimanfaatkan olehnya dan memperbaiki tingkah lakunya pada masa yang akan datang. menerima dirinya (self acceptance). Konseling adalah proses pemberian yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi oleh klien (Prayitno. berdisiplin. cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Secara umum. Bila dicermati dari sudut sosio kultural. 5. Perlunya Bimbingan dan Konseling di SMP Jika ditinjau secara mendalam. Mengidentifikasi peran guru mata pelajaran dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling. 1997:106). Dari pengertin tersebut. Hakikat Bimbingan dan Konseling di SMP M. Ada lima hal yang melatarbelakangi perlunya layanan bimbingan di sekolah yakni: . Hal tersebut semakin diperparah dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. dan membantu siswa agar memahami dirinya (self understanding). salah satunya komponen bimbingan. bertanggung jawab. dapat penulis sampaikan ciri-ciri pokok konseling. sosio kultural dan aspek psikologis. Proses pemberian bantuan dilakukan dengan wawancara konseling B.

Dalam fungsi ini pembimbing menyampaikan data tentang ciri-ciri. Fungsi Bimbingan dan Konseling di SMP Sugiyo dkk (1987:14) menyatakan bahwa ada tiga fungsi bimbingan dan konseling. Masalah belajar C. Strategi yang digunakan adalah konseling individual. kebutuhan minat dan kemampuan serta kesulitan-kesulitan siswa kepada guru. 3. memilih jenis sekolah sambungan ataupun lapangan kerja yang sesuai dengan bakat. Layanan ini lebih bersifat preventik atau mungkin kuratif. D. Dengan data ini guru berusaha untuk merencanakan pengalaman belajar bagi para siswanya. yakni: 1. dan konsultasi. Masalah perkembangan individu 2. yaitu: 1. cita-cita dan ciri. Fungsi penyaluran (distributif) Fungsi penyaluran ialah fungsi bimbingan dalam membantu menyalurkan siswa-siswa dalam memilih program-program pendidikan yang ada di sekolah. cita-cita. Fungsi penyesuaian (adjustif) Fungsi penyesuaian ialah fungsi bimbingan dalam membantu siswa untuk memperoleh penyesuaian pribadi yang sehat. Di samping itu fungsi ini meliputi pula bantuan untuk memiliki kegiatan-kegiatan di sekolah antara lain membantu menempatkan anak dalam kelompok belajar. Masalah penyesuaian diri dan kelainan tingkah laku 5. Layanan dasar bimbingan Layanan dasar bimbingan adalah bimbingan yang bertujuan untuk membantu seluruh siswa mengembangkan perilaku efektif dan ketrampilan-ketrampilan hidup yang mengacu pada tugastugas perkembangan siswa SD.ciri kepribadiannya. 1987:14). konseling kelompok. Sehingga para siswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan bakat. memilih jurusan sekolah. siswa dibantu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah dan kesulitankesulitannya. Masalah perbedaan individual 3.1. Kegiatan BK dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi Berdasakan Pedoman Kurikulum Berbasis Kompetensi bidang Bimbingan Konseling (2004) dinyatakan bahwa kerangka kerja layanan BK dikembangkan dalam suatu program BK yang dijabarkan dalam 4 (empat) kegiatan utama. 2. Layanan responsive Layanan responsive adalah layanan bimbingan yang bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan yang dirasakan sangat penting oleh peserta didik saat ini. 2. dan lain-lain. Masalah kebutuhan individu 4. Fungsi ini juga membantu siswa dalam usaha mengembangkan dirinya secara optimal. minat. Fungsi adaptasi (adaptif) Fungsi adaptasi ialah fungsi bimbingan dalam rangka membantu staf sekolah khususnya guru dalam mengadaptasikan program pengajaran dengan ciri khusus dan kebutuhan pribadi siswasiswa. Isi layanan responsif adalah: . Dalam berbagai teknik bimbingan khususnya dalam teknik konseling. kebutuhan dan minat (Sugiyo.

Tanaman itu akan berbuah manakala ia memiliki potensi untuk berbuah serta telah sampai pada waktunya untuk berbuah. Peran Guru Mata Pelajaran dalam Pelaksanaan BK Guru berusaha membimbing siswa agar dapat menemukan berbagai potensi yang dimilikinya. baik dalam bakat. tidak ada dua individu yang sama.dan kehidupan sosial dan pribadinya. Layanan penempatan d. Perbedaan itulah yang menuntut guru harus berperan sebagai pembimbing. 2005:21). Tugas seorang petani adalah menjaga agar tanaman itu tumbuh dengan sempurna. Bidang sosial d. Layanan referal/melimpahkan ke pihak lain f. sehingga dengan ketercapaian itu ia dapat tumbuh dan berkembang sebagai individu yang mandiri dan produktif. Walaupun secara fisik mungkin individu memiliki kemiripan. Tujuan utama dari layanan ini untuk membantu siswa memantau pertumbuhan dan memahami perkembangan sendiri. Artinya. menyiram. membimbing siswa agar dapat mencapai dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan mereka. Bidang perilaku sosial i. Bidang pendidikan b. Layanan perencanaan individual Layanan perencanaan individual adalah layanan bimbingan yang membantu seluruh peserta didik dan mengimplementasikan rencana-rencana pendidikan. Hubungan guru dan siswa seperti halnya seorang petani dengan tanamannya. Di samping itu setiap individu juga adalah makhluk yang sedang berkembang. penelitian dan pengembangan (Thomas Ellis. Bidang karir f. Bidang belajar c. konsultasi dengan guru. Seorang petani tidak bisa memaksa agar tanamannya cepat berbuah dengan menarik batang atau daunnya. yakni: a. minat. Bidang narkotika dan perjudian h. Layanan pengumpulan data b. Layanan penilaian dan tindak lanjut (Nurihsan. E. karir. hubungan masyarakat dan staf. Hal itu dilaksanakan melalui pengembangaan profesionalitas. kemampuan dan sebagainya. 1990). memberi pupuk dan . Bidang tata tertib g. tidak terkena hama penyakit yang dapat menyebabkan tanaman tidak berkembang dan tidak tumbuh dengan sehat. masyarakat yang lebih luas. Kegiatan utama layanan dasar bimbingan yang responsif dan mengandung perencanaan individual serta memiliki dukungan sistem dalam implementasinya didukung oleh beberapa jenis layanan BK. Layanan konseling e.a. Bidang kehidupan lainnya 3. Irama perkembangan mereka tentu tidaklah sama juga. Dukungan sistem Dukungan sistem adalah kegiatan-kegiatan manajemen yang bertujuan memantapkan. manajemen program. akan tetapi pada hakikatnya mereka tidaklah sama. Layanan informasi c. Bidang pribadi e. memelihara dan meningkatkan progam bimbingan secara menyeluruh. yaitu dengan cara menyemai. staf ahli/penasihat. Siswa adalah individu yang unik. 4.

malas. memahami dan menghargai tanpa syarat. Kendati demikian. Willis (2005) mengemukakan bahwa guru-guru mata pelajaran dalam melakukan pendekatan kepada siswa harus manusiawi-religius. 4. tugas dan tanggung jawab guru-guru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling adalah: 1. bersahabat. 3. minat dan bakatnya. ramah. di sekolah. Membantu konselor mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling. bukan berarti dia sama sekali lepas dengan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling. peran dan konstribusi guru sangat diharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisien pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. peran guru tentu berbeda dengan peran yang dijalankan oleh konselor profesional. Prayitno (2003) memerinci peran. Lebih jauh. Sofyan S. mengarahkan dan membimbing agar siswa tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi. jujur dan asli. Menerima siswa alih tangan dari konselor. yaitu siswa yang menuntut konselor memerlukan pelayanan khusus. Tugas guru adalah menjaga. konkret. tugas dan tanggung jawab utama guru adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran siswa. seperti: membolos. mencuri kelas ringan. Willis (2004) mengemukakan tingkatan masalah siswa yang mungkin bisa dibimbing oleh guru yaitu masalah yang termasuk kategori ringan. bertengkar. berpacaran. Wina Senjaya (2006) menyebutkan salah satu peran yang dijalankan oleh guru yaitu sebagai pembimbing dan untuk menjadi pembimbing baik guru harus memiliki pemahaman tentang anak yang sedang dibimbingnya. minum minuman keras tahap awal. 6. Bahkan dalam batas-batas tertentu guru pun dapat bertindak sebagai konselor bagi siswanya. seperti pengajaran/latihan perbaikan. Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan dan konseling serta upaya tindak lanjutnya. . 2. berkenaan peran guru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling. Guru tidak dapat memaksa agar siswanya jadi ”itu” atau jadi ”ini”. 5. prognosa. harus membantu pemecahannya (remedial teaching). berkelahi dengan teman sekolah. mendorong. Membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa. Berkenaan dengan upaya membantu mengatasi kesulitan atau masalah siswa.memberi obat pembasmi hama. Membantu mengembangkan suasana kelas. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa. Sementara itu. Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang memerlukan layanan/kegiatan bimbingan dan konseling untuk mengikuti/menjalani layanan/kegiatan yang dimaksudkan itu. Mengalihtangankan siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. Peran dan konstribusi guru mata pelajaran tetap sangat diharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisien pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Siswa akan tumbuh dan berkembang menjadi seseorang sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya. inti dari peran guru sebagai pembimbing adalah terletak pada kekuatan intensitas hubungan interpersonal antara guru dengan siswa yang dibimbingnya. melakukan diagnosa. serta pengumpulan data tentang siswa-siswa tersebut. Dalam konteks organisasi layanan Bimbingan dan Konseling. Abin Syamsuddin (2003) menyebutkan bahwa guru sebagai pembimbing dituntut untuk mampu mengidentifikasi siswa yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar. 7. hubungan guru-siswa dan hubungan siswa-siswa yang menunjang pelaksanaan pelayanan pembimbingan dan konseling. Inilah makna peran sebagai pembimbing. dan program pengayaan. Demikian juga halnya dengan seorang guru. Di sekolah. seperti konferensi kasus. 8. dan kalau masih dalam batas kewenangannya. Jadi. kesulitan belajar pada bidang tertentu. Sofyan S.

guru akan . Sesuatu yang dibutuhkan akan menarik minat sisiwa. Tugas guru ialah membantu mengoptimalkan perkembangan siswa. dan tidak mempersulit perkembangan belajar yang dialami siswa. Sejak siswa masuk ke sekolah dari pagi hari sampai sekolah usai. Tugas guru dalam layanan bimbingan dalam kelas Kejelasan gambaran tugas dapat memotivasi guru untuk berperan secara aktif dalam kegiatan bimbingan dan mereka merasa ikut bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan itu. Selain itu guru juga harus melakukan upaya-upaya untuk membangkitkan motivasi belajar peserta didik antara lain: 1) Menjelaskan manfaat dan tujuan dari pelajaran yang diberikan. Agar perkembangan peserta didik lancar. b. ganjaran. guru memberikan bantuan baik secara langsung maupun dengan memberi petunjuk kepada siapa atau kemana meminta bantuan. 6) Memberikan pujian. misalnya guru yang bersifat otoriter akan menimbulkan suasana tegang. guru perlu menciptakan berbagai kegiatan peserta didik di dalam kelas. Oleh karena itu. Kesuksesan yang dicapai oleh peserta didik akan membangkitkan motivasi belajar. 2) Memilih materi atau bahan pelajaran yang betul-betul dibutuhkan oleh siswa. 5) Memberikan kemudahan dan bantuan kepada peserta didik dalam proses belajar. Apabila peserta didik mengalami kesulitan atau hambatan dalam belajar. keterbukaan siswa untuk mengemukakan kesulitan-kesulitan sehubungan dengan pelajaran itu menjadi terbatas. mengawasi tingkah laku dan kegiatannya. Oleh karena itu peranan guru mata pelajaran dalam pelaksanaan kegiatan Bimbingan Konseling sangat penting dalam rangka mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran yang dirumuskan. 4) Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk meraih kesuksesan. Guru sebagai tokoh kunci dalam bimbingan Guru memiliki hubungan yang erat dengan murid. Perilaku guru dapat mempengaruhi keberhasilan belajar. hubungan guru siswa menjadi kaku. Guru sebagai pembangkit motivasi belajar Pembangkitan motivasi belajar oleh guru kelas dapat dilakukan secara khusus menggunakan jam pelajaran atau diselipkan sambil mengajar atau memberikan latihan-latihan. 3) Memilih cara penyajian yang bervariasi. Seorang guru dapat melakukan bimbingan di dalam kelas dengan hal-hal berikut: a. guru memberikan kemudahan-kemudahan dalam belajar.Implementasi kegiatan Bimbingan dan Konseling dalam pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi sangat menentukan keberhasilan proses belajar-mengajar. guru harus dapat menerapkan fungsi bimbingan dalam kegiatan belajar-mengajar. Oleh karena itu. ataupun hadiah untuk membangkitkan motivasi belajar peserta didik. Karena guru banyak memiliki waktu dan kesempatan untuk mempelajari murid. Banyak berbuat dalam belajar akan lebih membangkitkan semangat dibandingkan hanya dengan mendengarkan. dan minat tersebut merupakan salah satu bentuk motivasi. Tujuan yang jelas dan manfaat yang betul-betul dirasakan oleh peserta didik akan membangkitkan motivasi belajar. sesuai dengan kemampuan peserta didik dan banyak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencoba dan berpartisipasi. Kedudukan guru dalam pendidikan yaitu memiliki wewenang sepenuhnya dalam mempelajari dan memahami siswa-siswanya. dan sebaliknya kegagalan yang terjadi pada peserta didik dapat menghilangkan motivasi. bukan saja sebagai individu tetapi juga sebagai anggota kelompok atau kelasnya. Peranan guru dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling dapat di bedakan menjadi 2 (dua) yaitu: 1.

sikap dan kebutuhan siswa sehingga memudahkan guru untuk memberikan bantuan kepada siswa yang membutuhkan. Tugas Guru Dalam Operasional Bimbingan Di Luar Kelas a. Kekonkretan dalam menyatakan diri. melainkan menyangkut pengembangan siswa menjadi individu yang lebih dewasa. Penampilan diri secara asli (genuine) tidak pura-pura. Pemahaman siswa secara empatik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses belajar-mengajar sesuai dengan fungsinya sebagai guru dan pembimbing. n. d. Perlakuan terhadap siswa secara hangat. Mengusahakan agar siswa-siswa dapat memahami dirinya. tetapi mereka membutuhkan bimbingan. Mengetahui murid sebagai individu Tugas pertama guru dalam bimbingan adalah mengetahui atau lebih mengenal siswanya. g. Bimbingan terhadap . Mengembangkan sikap-sikap dasar bagi tingkah laku sosial yang baik. di depan siswa. dalam bermain. l. dan berkeyakinan bahwa kecakapan dan prestasi yang dicapainya mendapat penghargaan dan perhatian. rendah hati. dan pembawaannya. minat. dan meningkatkannya. Perlakuan terhadap siswa didasarkan atas keyakinan bahwa sebagai individu. Penyesuaian diri terhadap keadaan yang khusus 2. sesuai dengan bakat. Sebagian dari data tersebut didapatkan dari murid sendiri atau dari orang tuanya dengan mengisi formulir-formulir isian atau melalui informasi lisan. asal-usulnya. m. Kesadaran bahwa tujuan mengajar bukan terbatas pada penguasaan siswa terhadap bahan pengajaran saja. o. Menyediakan kondisi dan kesempatan bagi setiap siswa untuk memperoleh hasil yang lebih baik. yaitu: a. Bimbingan bagi peserta didik yang sesuai tingkat kecerdasannya Meskipun perkembangan belajarnya normal. b. Pada umumnya guru tersebut berada pada posisi yang lebih baik untuk mengetahui masalah-masalah. Kegiatan bimbingan tidak akan berhasil dengan baik manakala guru kurang memahami siswa. Data lainnya diperoleh dari pelaksanaan tes atau melalui observasi terhadap kegiatan-kegiatan siswa. Membantu memilih jabatan yang cocok. ramah. Karena itulah guru memiliki peran penting sebagai anggota utama di antara petugas-petugas bimbingan. e. untuk mempertahankan prestasi yang telah dicapainya. k. c. Oleh karena itu diperlukan pemahaman atau pengetahuan terhadap siswa tentang kebiasaannya dalam belajar. Kepekaan terhadap perasaan yang dinyatakan oleh siswa dan membantu siswa untuk menyadari perasaannya itu. f. p.memanfaatkan setiap kesempatan untuk membantu BK dalam mengumpulkan data yang diperlukan agar dapat memahami siswa dengan baik. kecakapan-kecakapan. sikap. Penerimaan siswa secara apa adanya. h. siswa memiliki potensi untuk berkembang dan maju serta mampu mengarahkan dirinya sendiri untuk mandiri. Sikap yang positif dan wajar terhadap siswa. Penghargaan terhadap martabat siswa sebagai individu. Menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan setiap siswa merasa aman. i. kebiasaan dan tingkah lakunya baik di dalam kelas maupun diluar kelas. kemampuan dan minatnya. menyenangkan. j. teman-teman karibnya bahkan latar belakang sosial-ekonominya Djumhur (1975: 127-129). c. kesehatannya.

bagaimana mengemukakan pendapatnya dan menerima pendapat dari teman lain. informatif atau adjustif. Berdasarkan hasil diagnosis tersebut guruguru memberikan layanan remedial. d. b. displin belajar. Guru mata pelajaran harus berusaha menemukan penyebab tersebut. terutama dalam hal pelajaran secara bersama-sama. Menyelenggarakan kelompok belajar. memberikan tugas dan latihan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka. Dalam kunjungan rumah. Peserta didik berprestasi rendah. dapat di pastikan memiliki masalah. Bimbingan dari konselor lebih bersifat umum. mengerjakan tugas. 3) Mengatasi kesulitan-kesulitan. Konselor juga dapat membantu dalam mendiagnosis kelemahan yang diderita para siswa. Kegiatan ini bermanfaat untuk: 1) Membiasakan anak untuk bergaul dengan teman-temannya. sikap dan perlakuan terhadap siswa. 5) Memupuk rasa kegotong royongan. Bila penyebabnya sudah ditemukan langkah selanjutnya adalah memberikan layanan remedial atau korektif terhadap kelemahannya dan pengembangan terhadap potensi atau kekuatan yang dimiliknya. Fungsi utama dari kunjungan rumah adalah membina hubungan baik dan kerjasama antara guru mata pelajaran dan orang tua siswa. 4) Belajar hidup bersama agar nantinya tidak canggung di dalam masyarakat yang lebih luas. Guru bidang studi juga diharapkan dapat memberikan layanan remedial terhadap peserta didik yang mengalami kesulitan dan pengayaan terhadap peserta didik yang cepat. memperhatikan perbedaan individual siswa. lebih permisif dan terbuka pada siswa. guru pembimbing dan guru bidang studi. ada faktor penyebab yang melatarbelakanginya mungkin bersumber pada dirinya mungkin juga di luar dirinya. peningkatan hubungan sosial. sikap. Melakukan kunjungan rumah Kunjungan rumah merupakan salah satu bentuk layanan bimbingan dan konseling. Materi bimbingan dapat diarahkan pada perencanaan dan pengembangan diri. c. dapat dilakukan secara individual ataupun kelompok. Pertemuan guru-murid .mereka dapat di berikan oleh konselor atau guru pembimbing dan juga guru mata pelajaran. kesamaan persepsi. serta kondisi kehidupan keluarga siswa. pemeliharaan dan peningkatan motivasi belajar. Melalui hubungan baik dan kerjasama ini. guru mata pelajaran dapat memperolah data lebih luas dan mendalam tentang perkembangan siswa. kebiasaan serta aktivitasnya dalam keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar. memperbaiki cara-cara belajar. Layanan dari guru pembimbing dan guru bidang studi lebih difokuskan pada layanan remedial dalam beberapa mata pelajaran yang kurang. Disamping memberikan layanan remedial guru bidang studi juga hendaknya berusaha untuk menyiapkan dan memberikan pelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. Mereka diharapkan memberikan perhatian yang lebih besar terhadap perkembangan belajar dari siswa. karakteristik. latihan dll. 2) Merealisasikan tujuan pendidikan dan pengajaran melalui belajar secara kelompok. menciptakan situasi belajar mengajar yang lebih membangkitkan motivasi belajar. Bimbingan yang lebih mengarah pada pemeliharaan dan peningkatan penguasaan materi pelajaran diberikan oleh guru pembimbing dan guru bidang studi. Bimbingan terhadap peserta didik berprestasi rendah juga dapat diberikan oleh konselor. diharapkan ada saling pengertian.

d. c. berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan: a. pada waktu istirahat. Dari pertemuan tersebut akan didapatkan data mengenai siswa yang mungkin sedang bermasalah. Pemahaman ini sangat penting. Jika kebetulan di sekolah sudah tersedia tenaga konselor profesional. penuh kehangatan dan saling percaya. guru bisa bekerja sama dengan konselor bagaimana seharusnya membimbing siswa di sekolah. khususnya ketika siswa mengalami kesulitan-kesulitan tertentu dalam belajarnya. dan membantu siswa agar memahami . sebab akan menentukan teknik dan jenis bimbingan yang harus diberikan kepada mereka. baik ketika sedang berada di kelas maupun di luar kelas. Beberapa keterbatasan guru antara lain: a. 4. Pertemuan itu dapat dilaksanakan sebelum sekolah dimulai. atau setelah sekolah usai. Keterbatasan Guru Jika melihat realita bahwa di Indonesia jumlah tenaga konselor profesional memang masih relatif terbatas. maka guru perlu mengadakan pertemuan dari hati-kehati dengan murid. dan latar belakang kehidupannya. tentu upaya pembimbingan terhadap siswa mutlak diperlukan. a. Guru sendiri sudah berat tugas mengajarnya. Guru senantiasa memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengkonsultasikan berbagi kesulitan yang dihadapi siswanya. Ada atau tidak ada konselor profesional di sekolah. BAB III PENUTUP A.Sewaktu-waktu apabila dibutuhkan. Guru dapat memperlakukan siswa sebagai individu yang unik dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan keunikan yang dimilikinya. 3. sehingga tidak mungkin lagi ditambah tugas yang lebih banyak untuk memecahkan berbagai macam masalah siswa. e. Bimbingan adalah suatu bentuk bantuan yang diberikan kepada individu agar dapat mengembangkan kemampuannya seoptimal mungkin. maka peran guru sebagai pembimbing tampaknya menjadi penting. b. termasuk di dalamnya berusaha menjaga kerahasiaan data siswa yang dibimbingnya. maka kegiatan pembimbingan siswa tampaknya akan bertumpu pada guru. Upaya Guru Dalam Mengoptimalkan Peranannya Agar guru dapat mengoptimalkan perannya sebagai pembimbing. b. Hakikat Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama dapat dibedakan atas bimbingan dan konseling. Namun jika belum. Guru sebaiknya dapat memahami prinsip-prinsip umum konseling dan menguasai teknik-tenik dasar konseling untuk kepentingan pembimbingan siswanya. Guru seyogyanya dapat menjalin hubungan yang akrab. Guru harus memiliki pemahaman tentang anak yang sedang dibimbingnya. apabila data itu bersifat pribadi. karena guru tidak terlatih untuk melaksanakan semua tugas itu. Kesimpulan 1. Guru tidak mungkin lagi menangani masalah-masalah siswa yang bermacam-macam. Misalnya pemahaman tentang gaya dan kebiasaan belajar serta pemahaman tentang potensi dan bakat yang dimiliki anak.

Psikologi Pendidikan. menerima dirinya (self acceptance). Kegiatan BK dalam kurikulum berbasis kompetensi. Bandung: IKIP Bandung. kerangka kerja layanan BK dikembangkan dalam suatu program BK yang dijabarkan dalam 4 (empat) kegiatan utama yakni: layanan dasar bimbingan. dan merealisasikan dirinya (self realization). Jakarta: Tamita Jaya Utama Prayitno. Posted 17th January by Muhammad Faqih Labels: Guidance and Conseling 0 Add a comment . Guru mata pelajaran sebaiknya mampu menjadi jembatan penghubung antara siswa dengan guru pembimbing (guru BK) sehingga mampu mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi peserta didik. DAFTAR PUSTAKA Abin Syamsuddin Makmun. Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling. dkk. Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Peran guru mata pelajaran dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling adalah terletak pada kekuatan intensitas hubungan interpersonal antara guru dengan siswa yang dibimbingnya. 4. Bandung : PT Rosda Karya Remaja. 2003. dan fungsi adaptasi (adaptif). Jakarta : Depdiknas. dan dukungan sistem. B. 3. fungsi penyesuaian (adjustif). Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Perlunya Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama karena berhubungan erat dengan pencapaian tujuan pendidikan nasional. layanan responsive. 2004. Jakarta: Dedpikbud. Willis. Konseling adalah bantuan diberikan kepada individu yang mengalami masalah agar memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri dalam mengatasi masalah guna memperbaiki tingkah lakunya di masa yang akan datang. Bandung : Alfabeta.dirinya (self understanding). b. 2. Wina Senjaya. Teori dan Praktek. Peran guru sebagai pengajar sekaligus pendidik harus mampu mendukung dan mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didiknya. layanan perencanaan individual. Fungsi Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama antara lain: fungsi penyaluran (distributif). dkk. Strategi Pembelajaran. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Konseling Individual. Djumhur. PP nomor 28 tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar. Saran Sebagai seorang guru mata pelajaran. 2004. 1975. kita harus memiliki sikap simpati kepada peserta didik dalam mengidentifikasi permasalahan yang terjadi pada peserta didik dengan berbagai faktor yang melatar belakanginya. mengarahkan dirinya (self direction). Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. Sofyan S. 2006. 5.

. Agama. RPP.. Sidebar        Classic Flipcard Magazine Mosaic Sidebar Snapshot Timeslide Pages       Home Site Map Link Exchange SCHOLARSHIP ISLAMIC LINK SAINSTEK PERAN GURU MATA PELAJARAN DALAM BIMBINGAN KONSELING KARAKTERISTIK DAN KEPRIBADIAN GURU ASAS-ASAS DAN PRINSIP-PRINSIP BIMBINGAN KONSELING . Fisika. pendidikan IPA. dan pendidikan. Penelitian.SCIENCE EDUCATION Semua ada tentang makalah biokimia. Biologi. Kimia. Makna Hidup.. bimbingan konseling. Silabus.

. 3 Diffusion And Osmosis Universitas Negeri Yogyakarta Factors that affect plant growth ..Arti Penting dan Tujuan Bimbingan Konseling Bimbingan Konseling Sebagai Sistem Religion in the Schools Science Education Today Besaran Dan Satuan Grouping Living Things Temulawak TUJUAN PEMBELAJARAN IPA DALAM BENTUK KOMPETENSI Tahap-tahap Pertumbuhan Dan Perkembangan Manusia Perkembangan Hewan Tingkat Tinggi WASPADA sebelum memilih kuliah di luar negeri.

And Simple Aircraft Force And Acceleration Addictive Substances And Psychotropic Food Additives Formalin. why should look out for? Chemicals In Daily Lives Atoms. dan Susu Murni Terhadap Pengikatan Logam LAPORAN GROUP PROJECT Uji Efektivitas Air Kelapa. dan Susu Murni Terhadap Pengikatan Logam . Susu Formula. Ions.Pesona Ayat Al Qur'an ~ SCIENCE EDUCATION Effort.and Molecules May 24 Uji Efektivitas Air Kelapa. Susu Formula. Energy.

Ion-ion logam dapat masuk ke dalam tubuh sebagai racun. Nulat Panggayuh Muhammad Izzatul Faqih Epi Nur Pratika 09312241009 09312241014 09312241035 09312244025 09312244044 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012 Uji Efektivitas Air Kelapa. Ion-ion tersebut antara lain logam berat . dan Susu Murni Terhadap Pengikatan Logam A. susu murni.Disusun Oleh Risma Fembriyanti Nor Rozif Khoirul Anam C. Latar Belakang Masalah Protein dapat berfungsi bagi tubuh sebagai pelindung atau sistem pertahanan tubuh. susu kedelai dan susu formula terhadap pengikatan logam B. Susu Formula. Tujuan Untuk mengetahui keefektifan air kelapa.

suatu protein yang bertindak sebagai reseptor penerima warna atau cahaya pada sel-sel mata. Protein yang di dapatkan melalui makanan sehari-hari di urai dalam pencernaan dalam bentuk asam amino. misalnya rodopsin. Penyusun protein. hormon. enzim dan organ-organ dalam semuanya tersusun dari protein. otot. Diketahui bahwa protein mampu menawarkan racun karena asam amino yang merupakan penyusun suatu protein dapat mengikat logam seperti Hg (merkuri klorida) dan Pb (timbal asetat). Protein adalah senyawa organik yang terdiri dari satu atau lebih asam amino. Protein dapat mengikat ion logam tersebut dengan baik sehingga mencegah tubuh dari keracunan. Pengendalian Pertumbuhan Protein ini bekerja sebagai reseptor (dalam bakteri) yang dapat mempengaruhi fungsi bagian-bagian DNA yang mengatur sifat dan karakter bahan. dan sel-sel asing lain. 2. Asam amino di dapatkan dari sumber-sumber protein. Kerangka dasar sejumlah senyawa penting dalam metabolisme (terutama vitamin. Dasar Teori Pertahanan tubuh biasanya dalam bentuk antibodi.seperti Ag+. termasuk enzim. tulang. Pengikat logam penting yang di perlukan dalam reaksi enzimatik (kofaktor). Setiap sel hidup mengandung protein. disebabkan karena pada saat pH berada di atas titik isoelektrik protein atau asam . racun atau logam yang terikat dalam reaksi ini ditandai dengan adanya endapan putih. darah. Reaksi pengikatan logam yang terjadi adalah. Protein senyawa organik essensial bagi mahluk hidup dan konsentrasinya paling tinggi di dalam jaringan otot hewan.Pb2+. Protein yang biasa digunakan untuk menawarkan keracunan dapat berasal dari air kelapa. Kulit. C. Kemampuan protein atau asam amino untuk berikatan dengan ion logam di atas titik isoelektriknya. hormon. yaitu suatu protein khusus yang dapat mengenal dan menempel atau mengikat benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh seperti virus. Protein ini pandai sekali membedakan benda-benda yang menjadi anggota tubuh dengan benda-benda asing. bakteria. Fungsi Asam Amino antara lain : 1.dan Hg22+. ataupun susu. Protein merupakan bahan essensial yang menunjang kehidupan. dan asam nukleat) 3. Media Perambatan Impuls Syaraf Protein yang mempunyai fungsi ini biasanya berbentuk reseptor.

alanin 6. 5. ketiga jenis asam amino tersebut tidak mengandung gugus sulfuhidril. 4.68 (titik isoelektrik adalah keadaan pH dimana protein /asam amino memiliki jumlah muatan positif dan negatif yang sama). serin. dan alanin tidak membentuk endapan karena suasana larutan masih berada di bawah titik isoelektrik kedua asam amino tersebut. glisin 5. 5. Selain itu. Sedangkan untuk asam amino seperti asam aspartat. 3. 7.97 dan serin 5. 6. Dengan adanya endapan saat penambahan albumin dan glisin dengan (CH3COO)2 Pb menunjukkan bahwa protein dan asam amino dapat bertindak sebagai antidotum/penawar racun pada keracunan logam berat seperti Hg dan Pb. 2. maka ia akan bermuatan negatif sehingga mampu mengikat ion logam yang bermuatan positif. 3. Berdasarkan teori.amino. sehingga asam amino yang bermuatan positif tidak mampu berikatan dengan ion logam yang bermuatan positif pula. Alat dan Bahan Alat 1.90. 2. Tabung reaksi Rak tabung Pipet tetes Pengaduk Gelas ukur Bahan 1. Adanya pertambahan ion logam menyebabkan putusnya jembatan disulfida dan ikatan kovalen S-S pada protein yang mengandung gugus sulfuhidril. 8. Air kelapa Susu formula Susu murni Susu kedelai Air HgCl2 0.55-4.2 M Pb(CH3COO)2 AgNO3 . D. 4. titik isoelektrik albumin adalah : 4.00 .

susu murni. dan susu kedelai. 3. Sasaran Pengamatan Endapan yang terbentuk sebagai hasil pengikatan ion logam oleh protein G. Susu Formula. Pembahasan Percobaan ini berjudul Uji Efektivitas Air Kelapa. dan gelas . Tujuan percobaan ini untuk mengetahui keefektifan air kelapa. 4. dan Susu Murni Terhadap Pengikatan Logam. Menambahkan pada masing-masing tabung reaksi 1 ml air kelapa. Tabel Hasil Pengamatan No Bahan HgCl2 (2 M) 1. susu kedelai dan susu formula terhadap pengikatan logam. Mengulangi langkah 1-3 untuk bahan yang berbeda yakni Pb(CH3COO)2 dan AgNO3. Susu kotak Terbentuk endapan +++ 3. 5. Air kelapa Tidak muncul endapan Logam Pb(CH3COO)2 (2 M) Terbentuk endapan + 2. rak tabung. pengaduk. susu formula. susu murni. F. Susu kedelai Terbentuk endapan + Keterangan : Semakin banyak tanda (+) maka endapan semakin banyak.E. Susu murni Terbentuk endapan ++ 4. Menyiapkan alat dan bahan Mengisi masing-masing tabung reaksi dengan 1 ml HgCl2 0. Alat dan bahan yang digunakan antara lain tabung reaksi. pipet tetes. gelas ukur. Cara Kerja 1. 2. Terbentuk endapan ++++ Terbentuk endapan +++ Terbentuk endapan ++ H. Mengamati dan mencatat hasil percobaan.2 M.

sehingga kita dapat mengasumsikan bahwa susu kedelai mempunyai kemampuan yang sama untuk menggumpalkan logam. susu murni..ml Sedangkan dibandingkan dengan air kelapa. susu murni. Hal ini tidak sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa kadar protein pada susu kedelai lebih banyak daripada susu sapi. Perbedaan dengan teori ini dapat dikarenakan dalam sampel susu kedelai yang digunakan dalam percobaan disinyalir mengandung protein yang lebih sedikit dari susu sapi. HgCl2 0. Bahan yang digunakan antara lain air kelapa.3 gram dari susu sapi yang memiliki kadar protein 3. dan AgNO3. Sama halnya dengan susu kotak.5 gram atau lebih banyak 0.. susu formula.5 gram namun kurang dari itu. kedua mengisi masing-masing tabung reaksi dengan 1 ml HgCl2 0.2 M. Ikatan yang terbentuk amat kuat dan akan memutuskan jembatan garam. Secara bersama gugus –COOH dan gugus –NH2 yang terdapat dalam protein dapat bereaksi dengan ion logam berat dan membentuk senyawa kelat. Protein susu kedelai mempunyai susunan asam amino yang mirip susu dengan susu sapi. yakni perbandingan antara kedelai dan air lebih banyak airnya dengan kata lain tidak seperti teori dimana dalam 100 gram susu kedelai terdapat protein sebanyak 3. susu kedelai memiliki daya gumpal yang lebih besar karena dalam air kelapa kadar proteinnya lebih sedikit yakni. susu formula. Garam logam berat seperti Ag. dan Hg akan membentuk endapan logam proteinat pada susu kedelai..2 gram tiap 100 gram. Pb. .. kemudian menambahkan pada masingmasing tabung reaksi 1 ml air kelapa.2 M. susu kedelai. susu kedelai juga memiliki daya gumpal yang lebih kecil dari susu kotak karena kadar protein dalam susu kotak cukup besar yakni . Penyebab lebih sedikitnya protein pada susu kedelai ini adalah dalam pengolahannya. Langkah terakhir mengamati dan mencatat hasil percobaan. terutama kandungan proteinnya.. Dalam percobaan ini dihasilkan bahwa daya gumpal dari susu kedelai lebih kecil atau lebih sedikit menggumpalkan logam dibandingkan dengan susu sapi.kimia.. Protein yang terkandung pada susu kedelai dalam 100 gram adalah 3. dan susu kedelai. Susu kedelai merupakan minuman yang bergizi tinggi. Pb(CH3COO)2.gram/. sehingga protein mengalami denaturasi.. air. Selanjutnya mengulangi langkah 1-3 untuk bahan yang berbeda yakni Pb(CH3COO)2 dan AgNO3. Prosedur kerja yang dilakukan pertama yakni menyiapkan alat dan bahan..

pdf dan http://file._PEND.edu/Direktori/FPTK/JUR. 25 April 2012 pukul 11.go.kelair.ac.I. 25 April 2012 pukul 11.its.upi.pdf Diaskses pada Rabu. Daftar Pustaka Anonim._KESEJAHTERAAN_KELUARGA/197807162 006042-AI_MAHMUDATUSSA%27ADAH/PROTEIN. 25 April 2012 pukul 11. 2011. Fungsi protein.id/personal/files/pub/4342-razif-its UJI%20EFISIENSI%20REMOVAL%20ADSORPSI%20ARANG%20BATOK%20KELAPA% 20UNTUK%20MEREDUKSI%20WARNA%20DAN%20PERMANGANAT%20VALUE%20 DARI%20LIMBAH%20CAIR.id/Publikasi/BukuAirMinum/BAB8GAMBUT.pdf . Diakses dari http://chem-is-try.bppt.30 WIB dari: http://www.30 WIB Diaskses pada Rabu.org/fungsi_protein pada Rabu.30 WIB dari : http://www.