P. 1
PRODUK BERSAMA DAN MARGIN KONTRIBUSI

PRODUK BERSAMA DAN MARGIN KONTRIBUSI

|Views: 1,104|Likes:
Published by Andrias

More info:

Published by: Andrias on May 25, 2012
Copyright:Attribution

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

07/21/2014

SKRIPSI ANALISIS PRODUK BERSAMA UNTUK MENENTUKAN TINGKAT CONTRIBUTION MARGIN PADA MASING – MASING PRODUK PADA CV.

KAWAN KITA MAGETAN

OLEH: ANDRIAS NIM: 07102128

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ASIA MALANG JURUSAN AKUNTANSI

ii

AGUSTUS 2011

ii

ii

ABSTRACT

Penelitian ini merupakan studi kasus pada CV. Kawan Kita Magetan, dengan Judul “Analisis Produk Bersama Untuk Menentukan Tingkat Contribution Margin Pada Masing – Masing Produk Pada CV. Kawan Kita Magetan”.

Tujuan dari penelitian ini yang pertama adalah untuk mengkaji kegunaan analisis kontribusi marjin dalam penentuan kombinasi produk, kedua untuk mengkaji jenis produk manakah yang mempunyai kontribusi marjin terbesar yang dapat menyumbangkan laba optimal bagi perusahaan. Dalam analisis kontribusi marjin ini, penulis menggolongkan biaya-biaya yang terjadi berdasarkan perilakunya yaitu kedalam biaya tetap, biaya variabel dan biaya semi variabel, karena dalam biaya semi variabel masih terdapat dua unsur biaya, maka diadakan pemisahan biaya semi variabel ke dalam biaya tetap dan biaya variabel dengan menggunakan metode kuadrat terkecil (least square) yang persamaannya sebagai berikut : Y = a + bx. Analisis kontribusi marjin dalam hal ini penulis gunakan untuk menghitung besarnya kontribusi marjin total dan kontribusi marjin masing-masing produk, yang diperoleh dari penjualan masing-masing produk dikurangi biaya variabel yang disebabkan pada masing-masing produk tersebut. Hasil perbandingan kontribusi marjin tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu alat bagi pengambilan keputusan perusahaan untuk penentuan tingkat penjualan produk.

Dari hasil analisis kontribusi marjin dapat disimpulkan bahwa produk Sarung Tangan B mempunyai kontribusi marjin tertinggi dibanding dengan yang lain. Dari perhitungan Marjin Kontribusi tiap-tiap unit produk pada tahun 2010, diketahui

Rp6,118.59 (2.45) untuk Kulit Sapi, Rp5,710.68 (2.45) untuk Kulit Kambing dan Rp6,730.45 (2.45) untuk Kulit Domba, untuk Jaket A Rp245,138.26 (2.94), untuk Jaket B Rp204,997.66 (2.93), untuk Sarung Tangan A Rp10,194.47 (4.41), untuk Sarung Tangan B Rp5,014.57 (5.98), Sabuk Rp14,683.43 (3.41), sedangkan Dompet A yaitu Rp24,128.20 (3.11), sementara Dompet B Rp14,201.81 (3.52), untuk Sepatu A Rp61,690.28 (3.24), untuk Sepatu B Rp42,203.60 (3.55), yang terakhir adalah untuk Sandal A yaitu Rp33,800.69 (3.70), dan Sandal B Rp21,415.26 (4.44). Berdasarkan kesimpulan diatas, sebaiknya perusahaan dapat meningkatkan nilai kontribusi marjin apabila perusahaan menginginkan laba yang maksimal dengan melakukan perluasan jaringan pemasaran sehingga produk yang diproduksi dapat terjual seluruhnya dan kapasitas produksi yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal. Keyword : Analisis Kontribusi Marjin; Penentuan Kombinasi Produk

iv

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur dan terima kasih kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya juga memberikan kesehatan, pikiran serta ketabahan di dalam menyusun dan menyelesaikan Laporan Usulan penelitian Akuntansi yang berjudul “Analisis Produk Bersama Untuk Menentukan Tingkat Contribution Margin Pada Masing – Masing Produk Pada CV.

Kawan Kita Magetan” guna memenuhi salah satu persyaratan di dalam menyusun dan menyelasaikan studi Program Sarjana Ekonomi. Didalam menyusun laporan Usulan penelitian peneliti sering mengalami kesulitan, namun berkat dukungan dari semua pihak segala kesulitan itu dapat teratasi dengan baik. oleh karena itu pada kesempatan ini peneliti menyampaikan terima kasih atas jasa baik yang selama ini peneliti terima berupa dorongan, semangat dan bimbingan sehingga dapat menyelesaikan laporan seminar akuntansi ini dengan baik dan tepat pada waktu yang telah ditentukan.Untuk itu peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Ir. Teguh Widodo, MM selaku Pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu

Ekonomi (STIE) ASIA Malang. 2. 3. Sunu Jatmika, S.Kom selaku Pembantu Ketua I STIE ASIA Malang. Ibu Annisa Fatimah, SST., MSA selaku Dosen pembimbing dan Ketua

Jurusan Akuntansi. 4. Ibu Dwiyani Sudaryanti,SE., Msi., Ak selaku dosen pembandingdalam

penyusunan laporan yang telah memberikan arahan dan masukan.

5.

Kepada Balai Pelatihan dan Lingkungan Industri Kecil (LIK) Magetan

yang telah memberikan tempat guna melakukan penelitian. 6. Sujud dan terima kasih yang sangat dalam peneliti persembahkan

kepada Ayahanda dan Ibunda yang telah banyak memberikan dukungan baik secara moril maupun secara meterial untuk penyelesaian laporan ini. 7. Kepada Bapak/Ibu Dosen sekolah tinggi ASIA yang telah memberikan

dorongan dan arahan. 8. Kepada semua teman-teman kontrakan 27 (Andika, Agung, Erfan,

Sunandi, David, Hida, Yudi, Gusti dan Yudhan) serta temen-temen lombok comunity (Ilham, Rafel, Heri, Masyarulloh) dan semua pihak yang telah membantu proses penyusunan laporan ini. Akhirnya dengan segala kerendahan hati, peneliti menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam menyusun laporan seminar akuntansi ini, untuk itu peneliti sangat mengharapkan berbagai kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan laporan seminar akuntansi ini, dan semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan mahasiswa STIE ASIA MALANG pada khususnya.

Malang, Agustus 2011 Peneliti

vi

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERSETUJUAN KATA PENGANTAR .................................................................................. DAFTAR ISI ................................................................................................. DAFTAR TABEL ......................................................................................... DAFTAR GAMBAR .................................................................................... BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah...................................................................... B. Rumusan Masalah .............................................................................. C. Batasan Masalah.................................................................................. D. Tujuan dan Manfaat Penelitian .......................................................... BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.......................................................Landasan Penelitian Terdahulu ...........................................................................................................7 B................................................................................Landasan Teori .........................................................................................................11 1...............................................Pengertian dan Klasifikasi Biaya ...................................................................................................11 2.............................................Pengertian Harga Pokok Produksi ...................................................................................................15 1 4 5 5 i iii vi vii

3.........................................Pengumpulan harga pokok produksi ...................................................................................................16 4................................Metode Penentuan Harga Pokok Produksi ...................................................................................................19 5.........................................Unsur-Unsur Harga Pokok Produksi ...................................................................................................20 6.............................................................................Biaya Standar ...................................................................................................25 7....................................................Pengertian Produk Gabungan ...................................................................................................27 8...........................................................Alokasi Biaya Gabungan ...................................................................................................28 9.................................................................Contribution margin ...................................................................................................31 C......................................................................Kerangka Konseptual .........................................................................................................33 BAB III Metode Penelitian A.............................................................................Lokasi Penelitian .........................................................................................................35 B................................................................................Jenis Penelitian .........................................................................................................35 C....................................................................Jenis dan Sumber Data .........................................................................................................35

viii

D.............................................................Metode Pengumpulan Data .........................................................................................................36 E......................................................................Metode Analisis Data .........................................................................................................38 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.........................................................Gambaran Umum Perusahaan .........................................................................................................40 1....................................................................Sejarah Perusahaan ...................................................................................................40 2....................................................................Struktur Organisasi ...................................................................................................41 3..............................................................................Job Diskripsi ...................................................................................................41 4......................................................................Kegiatan Produksi ...................................................................................................42 5.............................................................Bahan Yang Digunakan ...................................................................................................42 6...................................................................Mesin dan Peralatan ...................................................................................................43 7..........................................................................Proses Produksi ...................................................................................................44 8............................................................................Hasil Produksi ...................................................................................................48

9....................................................................Kegiatan Penjualan ...................................................................................................48 B....................................................................................Pembahasan .........................................................................................................49 C......................................................................Departemen Produksi .........................................................................................................49 D.....................................................................Harga Pokok Produksi .........................................................................................................50 BAB V PENUTUP A......................................................................................Kesimpulan .........................................................................................................64 B................................................................................................Saran .........................................................................................................64 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... LAMPIRAN .................................................................................................. 68 70

x

DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Tabel 4.2 Tabel 4.3 Tabel 4.4 Tabel 4.5 Tabel 4.6 Tabel 4.7 Tabel 4.8 : Penelitian Terdahulu .................................................................. : Bahan Penolong Dan Bahan Tambahan .................................... : Mesin Dan Peralatan .................................................................. : Perhitungan Tarif BOP Aktual .................................................. : Distribusi BOP Aktual Tiap Produk .......................................... : Biaya Tambahan Dan BTKL Aktual ......................................... : Perhitungan Biaya Proses Tambahan ........................................ : Perhitungan Biaya Produksi Gabungan Departemen Pengolahan Kulit ................................................... Tabel 4.9 : Alokasi Biaya Gabungan Metode Nilai Jual Hipotetis ............. Tabel 4.10 : BOP Aktual Departemen Penjahitan ......................................... Tabel 4.11 : Baya Pemasaran, Administrasi Dan Umum Aktual .................. Tabel 4.12 : Hasil Pemisahan BOP Aktual .................................................... Tabel 4.13 : Hasil Pemisahan Biaya Non Pabrikasi Aktual .......................... Tabel 4.14 : Perhitungan Contribution Margin Tiap Unit Produk ................ 8 43 44 52 53 53 54 54 56 58 59 60 61 63

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Lampiran 14 : : : : : : : : : : : : : : Harga Jual Produk ................................................................. Data Penjualan 2010 ............................................................. Standar Jam Pengerjaan Produk ........................................... Standar Biaya Tenaga Kerja Langsung ................................ Jam Kerja Langsung Aktual ................................................. Jam Pengerjaan Produk Aktual ............................................ Biaya Tenaga Kerja Langsung Aktual 2010 Departemen Pengolahan Kulit .............................................. Biaya Tenaga Kerja Langsung Aktual Dep. Penjahitan ...... Kebutuhan Bahan Baku Kulit 2010 ...................................... Biaya Bahan Tambahan Aktual 2010 ................................... Data Produksi 2010 .............................................................. BOP Aktual Dep. Pengolahan Kulit 2010 ............................ BOP Aktual Dep. Penjahitan 2010 ....................................... Biaya Pemasaran, Administrasi dan Umum Aktual 2010.... 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 81 82 83 84

xii

DAFTAR GAMBAR Gambar 1: Kerangka Konseptual ................................................................... Gambar 1: Struktur Organisasi ....................................................................... 33 41

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Seiring dengan ketatnya persaingan di dunia industri dewasa ini maka menjadi sebuah keharusan bagi setiap perusahaan untuk selalu meningkatkan strategi di setiap aktivitas yang dilakukan agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Bagi perusahaan yang berorientasi pada laba (profit oriented), tantangan serta ancaman menjadi semakin kompleks karena manajemen dituntut untuk dapat menghasilkan laba yang maksimal tanpa meninggalkan strategi yang lain. Berbagai strategi yang dirumuskan oleh manajemen dapat menjadi sebuah keunggulan kompetitif bagi perusahaan agar dapat bersaing dalam mengoptimalkan laba. Keunggulan kompetitif adalah kemampuan perusahaan untuk memformulasi strategi pencapaian peluang profit melalui maksimisasi penerimaan dari investasi yang dilakukan. Pengoptimalan laba dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara yang paling tepat untuk mengoptimalkan laba adalah dengan menjual produk yang menghasilkan kontribusi paling baik. Untuk mengetahui laba yang dihasilkan perusahaan dari masing-masing produk yang dihasilkan, yaitu dengan menggunakan Contribution margin. Contribution margin adalah

jumlah sisa dari hasil penjualan setelah biaya variabel yang telah dikurangi. Jadi, jumlah yang tersedia untuk menutup biaya tetap dan kemudian menyediakan keuntungan periode berjalan. Contribution margin pertama kali digunakan untuk menutup biaya tetap sehingga mencapai keuntungan dan jika

contribution margin tidak cukup untuk menutup biaya tetap, maka kerugian terjadi selama periode tersebut. Untuk itu perusahaan harus memiliki informasi yang akurat tentang contribution margin dihasilkan perusahaan. Contribution margin masing-masing produk yang muncul pada analisis biaya

volume laba, yaitu menyederhanakan perhitungan laba bersih, dan terutama analisis titik impas. sehingga seorang manajer dapat dengan mudah menghitung titik impas dan pendapatan target penjualan serta membuat keputusan yang lebih baik tentang apakah akan menambah atau mengurangi suatu lini produk, tentang bagaimana harga suatu produk atau jasa, dan tentang bagaimana struktur penjualan komisi atau bonus. Hal tersebut menjadi sebuah permasalahan tersendiri bagi perusahaan yang memproduksi lebih dari satu macam produk dengan menggunakan bahan baku yang sama sehingga perusahaan tersebut akan mengalami kesulitan dalam menghitung laba yang diperoleh dari masing-masing produk yang dihasilkan. Dalam penentuan contribution margin yang akurat akan menghadapi masalah atau hambatan jika sebuah perusahaan memiliki atau memproduksi produk dengan menggunakan bahan baku, tenaga kerja serta biaya overhead pabrik (BOP) atau disebut produk gabungan. Hal tersebut terjadi dikarenakan kontribusi masing-masing produk gabungan terhadap seluruh penghasilan perusahaan belum diketahui sehingga dalam penentuan contribution margin akan mengalami kerumitan. Untuk itu perusahaan perlu mengetahui seteliti mungkin bagian dari seluruh biaya produksi yang dibebankan kepada masing-

masing produk gabungan, dikarenakan masalah pokok akuntansi biaya produk gabungan adalah penentuan proporsi total biaya produksi (biaya yang dikeluarkan sejak bahan baku diolah sampai dengan saat produk yang dihasilkan dapat dipisahkan identitasnya) yang harus dibebankan pada berbagai macam produk. Biaya produk gabungan harus dialokasikan ke masing-masing jenis produk agar dapat menentukan persediaan barang dalam proses akhir, persediaan barang jadi, HPP, dan laba kotor setiap segmen produk. Tujuan alokasi biaya gabungan adalah untuk perhitungan laba agar dapat diketahui berapa kontribusi masing-masing produk gabungan terhadap seluruh laba yang diperoleh perusahaan. Biaya gabungan dapat dialokasikan kepada tiap-tiap produk gabungan dengan menggunakan empat metode yang terdiri dari metode harga pasar, metode biaya rata –rata per unit, metode rata-rata tertimbang dan metode unit kuantitatif. Metode yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah metode harga pasar yang banyak digunakan untuk mengalokasikan biaya gabungan kepada produk gabungan. Menurut Supriyono (1999: 167), Carter dan usry (2006:281), dan Qodriyah (2005) metode harga pasar lebih relevan karena dasar pemikiran metode ini adalah harga pasar dari produk apa pun sampai batas tertentu merupakan manifestasi dari biaya yang dikeluarkan untuk memproduksinya. Angapannya adalah jika suatu produk harganya lebih mahal daripada produk lain, hal tersebut disebabkan karena biaya yang dikeluarkan untuk memproduksinya berdasarkan definisinya, usaha yang diperlukan untuk menghasilkan setiap produk gabungan tidak dapat ditentukan. Jika dapat

3

ditentukan, maka alokasi dapat dihitung berdasarkan jumlah relative dari usaha yang diperlukan untuk setiapp produk gabungan. Menurut teori ekonomi, harga dalam ekonomi dengan pasar yang kompetitif ditentukan berdasarkan kelangkaan dari barang yang diminta oleh pelanggan, bukan berdasarkan biaya relative untuk memproduksi barang tersebut. Anggapan lain menggunakan harga pasar untuk mengalokasikan biaya gabungan adalah bahwa metode ini netral. Metode ini tidak mempengaruhi profitabilitas relative dari produk gabungan. Penelitian ini mengambil obyek pada CV. KAWAN KITA Magetan, yang merupakan perusahaan pemproduksi berbagai macam produk dengan menggunakan fasilitas serta bahan baku yang sama. Perusahaan tersebut mengolah berbagai macam bahan baku kulit hewan diantaranya kulit sapi, kulit kambing, kulit kerbau, kulit domba, dan lain sebagainya untuk dijadikan berbagai macam produk seperti tas, sepatu, jaket, sandal, dompet, ikat pinggang, topi, dan lain sebagainya yang merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi positif bagi perekonomian di Kabupaten Magetan. Dalam setiap proses produksinya, CV. KAWAN KITA menggunakan fasilitas yang sama sehingga dalam penentuan tingkat laba yang ditargetkan oleh perusahaan akan mengalami kesulitan. Karena selama ini CV. KAWAN KITA untuk mengetahui laba yang dihasilkan perusahaan dengan cara penjualan dikurangi biaya produksi ditambah pemasaran. Sehingga dalam penentuan laba yang dilakukan perusahaan sangat tidak akurat.

4

Hal tersebut menarik minat peneliti untuk mengambil judul penelitian “Analisis Produk Bersama Untuk Menentukan Tingkat Contribution Margin Pada Masing – Masing Produk Pada CV. Kawan Kita Magetan” B. Rumusan Masalah Berdasarkan permasalahan: 1. Bagaimana perhitungan alokasi biaya gabungan yang tepat bagi kondisi perusahaan? 2. Bagaimanakah perhitungan harga pokok produk gabungan yang tepat untuk perusahaan? 3. Bagaimanakah memperhitungkan Contribution Margin yang dilakukan perusahaan, untuk mengetahui laba masing-masing produk yang dihasilkan? C. Batasan Masalah Dengan mempertimbangkan luasnya ruang lingkup permasalahan mengenai alokasi biaya gabungan pada harga pokok produk gabungan untuk menentukan bauran produk yang tepat melalui program linear pada perusahaan serta menghindari kerancuan dalam pembahasan penelitian ini maka diberikan batasan-batasan sebagai berikut: 1. Data yang diambil adalah data perusahaan tahun 2010 dalam bentuk bulanan. 2. Pada penetapan biaya bahan baku digunakan alokasi biaya gabungan (dengan dasar tahun 2010) sebagai biaya standar Bahan Baku. 3. Dalam penentuan alokasi biaya gabungan digunakan alokasi berdasar nilai pasar relatif. latarbelakang di atas peneliti dapat merumuskan

5

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian a. Untuk memberikan alternatif pengalokasian biaya produksi

gabungan dengan menggunakan metode yang tepat sesuai dengan kondisi yang ada di perusahaan. b. Untuk mengetahui perhitungan harga pokok produk gabungan yang seharusnya dilakukan perusahaan. c. Untuk memperhitungkan Contribution Margin yang seharusnya dilakukan perusahaan guna mencapai laba yang optimal. 2. Manfaat Penelitian a. Manfaat teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan bisa digunakan sebagai informasi bagi pihak yang memerlukan untuk menambah pengetahuan dan sebagai bahan acuan bagi peneliti yang berkepentingan untuk mengkaji lebih lanjut permasalahan sejenis. b. Manfaat praktis Memberikan masukan kepada perusahaan yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan harga pokok produk gabungan sehingga perusahaan mengetahui Contribution Margin atau kontribusi laba yang dihasilkan masing-masing produk dan memproduksi produk secara wajar dan tepat pada proses produksi selanjutnya untuk dapat mengoptimalkan laba.

6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Penelitian Terdahulu

B. Landasan Teori N O 1 TEMUAN

PENELITI Suryani (2006)

Alat Analisis

2

1. Analisis sensitivitas Perusahaan pengembang dan kontraktor PT WAHYU Linier MULTIPRAKOSA belum melakukan operasi Analisis Perencanaan 2. Analisis programming metode produksinya secara optimal sehingga laba yang Dan Penentuan simpleks diperoleh belum mencapai titik maksimal. Kombinasi Produk Berdasarkan total contribution Margin riil selama Optimal Untuk kuartal IV tahun 2005 masih dibawah total Memaksimalkan Laba contribution Margin yang sebenarnya bisa dicapai Dalam Pembangunan pada kuartal tersebut atau dengan kata lain bahwa Perumahan Puri Pudak perusahaan hanya bisa mencapai keuntungan 90,99% Payung Asri di dari keuntungan yang sebetulnya bisa diperoleh pada kuartal IV tahun 2005. Semarang Herman (2008) Model Linear Programming Dari Hasil perhitungan dapat diketahui bahwa produk Penerapan Model 175/70 R13 82H Achilles P memiliki keuntungan Pemrograman Linier Dalam yang terbesar, keuntungan terbesar kedua adalah Peningkatan Produktivitas produk 175/70 R13 82H Corsa dan yang terakhir dan Kinerja Bisnis adalah 175/70 R13 82T Strada. Berdasarkan hasil perhitungan optimasi produksi, produk 175/70 R13 82H Achilles P merupakan produk utama yang harus didahulukan pemenuhan permintaannya karena memiliki kontribusi profit yang terbesar dibandingkan dengan produk 175/70 R13 82H Corsa dan 175/70 R13 82T Strada. Qodariyah (2005) Analisis Biaya gabungan Guna Menentukan Harga Pokok Utama Dan Produk Samingan Pada PT. Perkebunan Nusantara X (persero) PG. Ngadirejo Kediri  Biaya gabungan: 1. Nilai jual relatif 2. Metode satuan fisik 3. Metode rata-rata per-satuan 4. Metode tara-rata tertimbang  Biaya sampingan: 1. Pendapatan lain-lain 2. Tambahan pendapatan penjualan 3. Pengurang harga pokok penjualan dari produk utama 4. Pengurang biaya produksi produk utama Arifin (2005) 1. Analisis Linier Penentuan kombinasi programming jumlah produk optimal 2. Anaisa lapangan dengan menggunakan linier (forecasting) programing. (studi kasus pada PT. Balatif malang) Septy (2007) 1. Analisis Linier Penentuan jumlah programming kombinasi produk dengan 2. Forecasting 9 menggunakan metode integer linier programing. (studi kasus pada PR. Cengkir gading nganjuk) Dari 4 metode yang digunakan dalam menentuan HPP bersama pada PG. Ngadiredjo kediri, metode nilai jua relatif yang paling sesuai dalam menentuan HPP bersama. Karena dasar dari metode nilai jual relatif adalah apabila salah satu produk terjual lebih tinggi dari produk yang lain, dikarenakan biaya yang dikeluarkan untuk produk tersebut lebih banyak bila dibandingkan dengan produk lain. Selain itu metode nilai jual relatif menghasilkan HPP dan alokasi biaya gabungan yang layak karena mempertimbangkan faktor volume dan harga jual produk. Sedangkan dalam perhitungan produk sampingan menghasilkan laba bersih dengan jumlah yang sama. Dari Hasil perhitungan dapat diketahui bahwa total keuntungan perusahaan setelah dilakukan perhitungan kombinasi produk dengan menggunakan program linier mengalami peningkatan sebesar 3%. Dari Hasil perhitungan dengan mempertimbangkan persediaan bahan baku, kapasitas produksi, dan jumlah permintaan dapat diketahui bahwa kombinasi produk yang paing optimal dapat dilakukan dengan menggunakan penerapan program linier. Degan menggunakan program linier diperoleh prosentase keuntungan sebesar 3.68%.

3

4

5

1. Pengertian dan Klasifikasi Biaya Menurut Hansen dan Mowen (2006:40) menyatakan biaya adalah
”kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat saat ini atau di masa datang untuk organisasi”. Biaya menurut Bustami dan Nurlela (2009 : 7 ) yaitu “

pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu”. Biaya ini belum habis masa pakainya, dan digolongkan sebagai aktiva yang dimasukkan dalam neraca. Menurut Mulyadi (2005 : 8) “ biaya dapat didefinisikan yaitu Pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang yang sudah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu”.
Biaya merupakan jumlah yang diukur dengan satuan uang dari uang kas yang dibelanjakan, harta lainnya yang diserahkan, modal saham yang diterbitkan, jasa yang diberikan ataupun hutang yang terjadi dalam rangka memperoleh barang atau jasa yang diterima atau yang akan diterima.

Menurut Mulyadi (2005:13) biaya dapat digolongkan menurut: a. Obyek Pengeluaran, merupakan dasar klasifikasi biaya.

Misalnya, nama obyek pengeluaran adalah bahan bakar, maka semua pengeluaran yang berhubungan dengan bahan bakar disebut “Biaya Bahan Bakar”. b. Fungsi Pokok Dalam Perusahaan 1.Biaya Produksi, yaitu biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap dijual. Biaya produksi 10

ini terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. 2.Biaya Pemasaran, yaitu biaya-biaya yang terjadi untuk

melaksanakan kegiatan pemasaran produk 3.Biaya Administrasi dan Umum yaitu biaya-biaya untuk

mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk. c. Hubungan Biaya Dengan Sesuatu Yang Dibiayai 1) Biaya Langsung yaitu biaya-biaya yang mudah

diidentifikasikan dengan sesuatu yang dibiayai. 2) Biaya Tidak Langsung yaitu biaya-biaya yang tidak

dapat diidentifikasikan secara sesuatu yang dibiayai. d. Perilaku Biaya Dalam Hubungannya Dengan Perubahan Volume Kegiatan 1) Biaya Variabel yaitu biaya yang jumlah totalnya berubah

sebanding dengan perubahan volume kegiatan. 2) Biaya Semivariabel yaitu biaya yang berubah tidak

sebanding dengan perubahan volume kegiatan. 3) Biaya Semifixed yaitu biaya yang tetap untuk tingkat

volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi tertentu. 4) Biaya Tetap yaitu biaya yang jumlah totalnya tetap

dalam kisar volume kegiatan tertentu.

11

e. Jangka Waktu Manfaatnya 1) Pengeluaran modal (Capital Expenditure)

yaitu biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi. 2) Pengeluaran Pendapatan (Revenue

Expenditure) yaitu biaya yang hanya mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut. Menurut Carter dan Usry (2004:40), biaya dapat diklasifikasikan
menjadi: a. Biaya dalam hubungannya dengan produk

1)

Biaya manufaktur (manufacturing cost)

Biaya manufaktur merupakan biaya pabrik yang terdiri dari 3 elemen biaya, yaitu biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.

2)

Beban komersial (commercial cost)

Beban komersial terdiri dari 2 klasifikasi besar, yaitu beban pemasaran dan beban administratif. Beban pemasaran mulai dari titik dimana biaya manufaktur berakhir, yatu ketika proses manufaktur selesai dan produk ada dalam kondisi siap jual. Beban administratif termasuk beban yang terjadi dalam mengarahkan dan mengendalikan organisasi.

b. Biaya dalam hubungannya dengan volume produksi/penjualan 1)
Biaya variabel (variable cost)

Jumlah total biaya variabel berubah secara proporsional terhadap perubahan aktivitas dalam rentang yang relevan.

12

2)

Biaya tetap (fixed cost)

Biaya tetap bersifat konstan secara total dalam rentang yang relevan.

3)

Biaya semi variabel (semi variable cost)

Beberapa jenis biaya memiliki elemen biaya tetap dan biaya variabel. Jenis biaya ini disebut dengan biaya semi variabel. c. Biaya dalam hubungannya dengan departemen produksi atau segmen lain

1)

Departemen produksi (factory department) dan departemen

jasa (service department) Pada departemen produksi, operasi manual dan operasi mesin seperti pembentukan dan perakitan dilakukan secara langsung pada produk atau bagian-bagian dari produk. Pada departemen jasa, jasa diberikan untuk keuntungan departemen lain.

2)

Biaya gabungan (join cost)

Biaya gabungan dan biaya gabungan adalah jenis biaya tidak langsung. Biaya gabungan biasanya ada di organisasi dengan banyak departemen atau segmen. Biaya gabungan terjadi ketika produksi dari suatu produk menghasilkan satu atau beberapa produk tanpa dapat dihindari.

d. Biaya dalam hubungannya dengan periode akuntansi (period
accounting cost) Biaya dapat diklasifikasikan sebagai pengeluaran modal atau sebagai pengeluaran pendapatan. Suatu pengeluaran modal ditujukan untuk memberikan manfaat di masa depan dan dilaporkan sebagai aktiva.

13

Pengeluaran pendapatan memberikan manfaat untuk periode sekarang dan dilaporkan sebagai beban. e. Biaya dalam hubungannya dengan suatu keputusan, tindakan atau evaluasi Ketika suatu pilihan harus dibuat di antara tindakan-tindakan atau alternatif-alternatif yang mungkin dilakukan, maka adalah penting untuk mengidentifikasikan biaya (dan pendapatan, pengurangan biaya, dan penghematan) yang relevan terhadap pilihan tersebut. Biaya diferensial adalah salah satu nama dari biaya yang relevan untuk suatu pilihan di antara banyak alternatif. Dari uraian di atas, dapat diketahui biaya dapat diklasifikasikan menjadi lima jenis. Biaya dapat diklasifikasikan berdasarkan hubungannya dengan produk, hubungannya dengan volume produksi atau penjualan, hubungannya dengan departemen produksi atau segmen lain, hubungannya dengan periode akuntansi, dan hubungannya dengan suatu keputusan, tindakan atau evaluasi.

2. Pengertian Harga Pokok Produksi
Menurut Carter dan Usry (2005:42) “biaya produksi adalah

jumlah dari tiga elemen biaya: biaya bahan baku, biaya tenga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik”. Sedangkan menurut Mulyadi (2005:16) biaya produksi merupakan biaya – biaya yang dikeluarkan untuk menghitung biaya produk jadi dan biaya produk yang pada akhir periode akuntansi masih dalam proses. Dari pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan biaya produksi adalah biaya – biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi

14

barang jadi yang siap untuk dijual, baik langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan proses produksi. 3. Pengumpulan harga pokok produksi
Pengumpulan harga pokok produksi dapat ditentukan oleh cara

produksi, yakni : a. Metode harga pokok pesanan (job order costing) Dalam sistem perhitungan biaya berdasarkan pesanan, biaya produksi diakumulasikan untuk setiap pesanan yang terpisah, suatu out put pesanan adalah output yang diidentifikasikan untuk memenuhi pesanan pelanggan tertentu atau untuk mengisi kembali suatu item dari persediaan (Carter dan Usry, 2006:127). Metode pengumpulan biaya produksi dengan metode harga pokok pesanan yang digunakan dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan, menurut Mulyadi (2005 : 41) memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) Perusahaan memproduksi berbagai macam produk sesuai

dengan spesifikasi pemesan dan setiap jenis produk perlu dihitung harga pokok produksinya secara individual. 2) Biaya produksi harus digolongkan berdasarkan

hubungannya dengan produk menjadi dua kelompok, yaitu biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung. 3) Biaya produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku

dan biaya tenaga kerja langsung, sedangkan biaya produksi tidak langsung disebut dengan istilah biaya overhead pubrik.

15

4)

Biaya produksi langsung diperhitungkan sebagai harga

pokok produksi pesanan tertentu berdasarakan biaya yang sesungguhnya terjadi, sedangkan biaya overhead pubrik diperhitungkan ke dalam harga pokok pesanan berdasarkan tarif yang ditentukan di muka. 5) Harga pokok produksi per unit dihitung pada saat

pesanan selesai diproduksi dengan cara membagi jumlah biaya produksi yang dikeluarkan untuk pesanan tersebut dengan jumlah unit produk yang dihasilkan dalam pesanan yang bersangkutan. Berdasarkan karakteristik diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan produksi malayani pesanan, sifat produksinya akan terputusputus setelah diolah pasanan yang satu dilanjutkan dengan pengolahan pesanan yang lain. b. Metode harga pokok proses (prosess costing) Perusahaan yang berproduksi massa, mengumpulkan harga pokok produksinya dengan menggunakan metode harga pokok proses. Dalam metode ini biaya-biaya produksi dikumpulkan untuk periode tertentu, dan harga pokok produksi per satuan produk yang dihasilkan dalam periode tersebut dihitung dengan cara membagi total biaya produksi untuk periode tersebut dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode yang bersangkutan (Mulyadi, 2005:16)

16

Metode

penentuan

biaya

produksi

ditentukan

oleh

karakteristik proses produk perusahaan. Dalam perusahaan yang berproduksi secara massa, karakteristik produksinya adalah sebagai berikut: 1) Produk yang dihasilkan merupakan produk standar

Produk yang dihasilkan oleh perusahaan adalah produk yang mempunyai ukuran standar misalnya untuk perusahaan yang memproduksi kecap, ukuran berat standarnya adalah ml (mili liter) per botol. 2) Produk yang dihasilkan dari bulan ke bulan adalah sama

Perusahaan hanya memproduksi satu jenis produk dari awal produksi sampai produk yang dihasilkan dari bulan ke bulan berikutnya. Contohnya adalah apabila perusahaan tersebut memproduksi kecap, maka pada bulan-bulan berikutnya perusahaan tersebut tetap memproduksi kecap. 3) Kegiatan produksinya dimulai dengan diterbitkannya

perintah produksi yang berisi rencana produksi produk standar untuk jangka waktu tertentu. Perencanaan produksi dilakukan apabila telah diterbitkan perintah produksi (production order) setiap awal bulan yang berlaku untuk bulan tertentu.
Kegiatan produksi akan dilaksanakan apabila sudah adanya

perintah produksi oleh bagian produksi, karena kegiatan produksi yang akan dilaksanakan berdasarkan pada rencana produksi produk standar untuk jangka waktu tertentu.

17

4. Metode Penentuan Harga Pokok Produksi Metode
penentuan

harga

pokok

produksi

adalah

cara

memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam harga pokok produksi. Dalam memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam harga pokok produksi, terdapat dua pendekatan, yaitu pendekatan Full Costing dan pendekatan Variable Costing (Mulyadi, 2005:18). a.Pendekatan Full Costing Full Costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi kedalam harga pokok produksi. Harga pokok produksi yang dihitung melalui pendekatan Full Costing terdiri dari unsur harga pokok produksi (biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik variabel dan biaya overhead pabrik tetap) ditambah dengan biaya non-produksi (biaya pemasaran, biaya administrasi & umum). b.Pendekatan Variable Costing. Variable Costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variabel kedalam harga pokok produksi. Harga pokok produksi yang dihitung dengan menggunakan pendekatan Variable Costing terdiri dari unsur harga pokok produksi variabel (biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik) ditambah dengan biaya non-produksi variabel (biaya pemasaran dan biaya administrasi & umum) dan biaya tetap (biaya

18

overhead pabrik, biaya pemasaran dan biaya administrai & umum). 5. Unsur-Unsur Harga Pokok Produksi Unsur-unsur harga pokok produksi (HPP) terdiri dari: a.Biaya bahan baku Menurut Carter dan Usry (2006:40) bahan baku langsung adalah semua bahan baku yang membentuk bagian integral dari produk jadi dan dimasukkan secara eksplisit dalam perhitungan biaya produk. Sedangkan pengertian bahan baku menurut Mulyadi (2005:295) adalah bahan yang membentuk bagian menyeluruh produk jadi. b.Tenaga kerja langsung Menurut Carter dan Usry (2006:40) tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang melakukan konversi bahan baku langsung menjadi produk jadi dan dapat dibebankan secara layak keproduk tertentu. Tenaga kerja merupakan usaha fisik atau mental yang dikeluarkan karyawan untuk mengolah produk. Sedangkan biaya tenaga kerja adalah harga yang dibebankan untuk penggunaan tenaga kerja manusia tersebut (Mulyadi, 2005:243). c.Overhead Pabrik Menurut Carter dan Usry (2006:41-42), overhead pabrik terdiri atas semua biaya manufaktur yang tidak ditelusur secara langsung ke output tertentu. Overhead pabrik biasanya memasukkan semua biaya manufaktur kecuali bahan baku langsung dan tenagakerja langsung. Menurut Carter dan Usry (2006:41-42)

19

overhead pabrik terdiri atas: 1) Bahan baku tidak langsung Bahan baku yang diperlukan untuk penyelesaian suatu produk tetapi tidak diklasifikasian sebagai bahan baku langsung karena bahan baku tersebut tidak menjadi bagian dari produk. Bahan baku tidak langsung juga termasuk bahan yang secara normal akan diklasifikasikan sebagai bahan baku langsung. Ketika konsumsi bahan baku tersebut sangat minimal, atau penelusuran terlalu rumit, maka pengklasifikasian biaya sebagai biaya langsung menjadi sia-sia atau tidak ekonomis. 2) Tenaga kerja tidak langsung Tenaga kerja yang tidak dapat ditelusur langsung ke konstruksi atau komposisi dari produk jadi. Tenaga kerja tidak langsung termasuk gaji pengawas, pegawai pabrik, pembantu umum, pekerja bagian pemeliharaan, dan biasanya pekerja bagian gudang. Menurut Mulyadi (2005:207) dalam perusahaan yang

berproduksi berdasarkan pesanan, biaya overhead pabrik adalah biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Penggolongan biaya overhead pabrik menurut Mulyadi dapat digolongkan ke dalam tiga cara penggolongan:

20

a. Menurut Sifatnya Biaya–biaya produksi yang termasuk dalam biaya overhead pabrik dikelompokkan menjadi beberapa golongan sebagai berikut ini: 1) Biaya bahan penolong

Bahan penolong adalah bahan yang tidak menjadi bagian produk jadi atau bahan yang meskipun menjadi bagian produk jadi tetapi nilainya relatif kecil bila dibandingkan dengan harga pokok produksi tersebut. 2) Biaya reparasi dan pemeliharaan

Biaya reparasi dan pemeliharaan berupa biaya suku cadang (sparepart), biaya bahan habis pakai (factory supplies), dan harga perolehan jasa dari pihak luar perusahaan untuk keperluan perbaikan dan pemeliharaan perumahan, bangunan pabrik, mesin-mesin dan peralatan, kendaraan, perkakas laboratorium, dan aktiva tetap lain yang digunakan untuk keperluan pabrik. 3) Biaya tenaga kerja tidak langsung

Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja pabrik yang upahnya tidak dapat diperhitungkan secara langsung kepada produk atau pesanan tertentu. Biaya tenaga kerja tidak langsung terdiri dari upah, tunjangan, dan biaya kesejahteraan yang dikeluarkan untuk tenaga kerja tidak langsung tersebut. 4) Biaya yang timbul sebagai akibat penilaian terhadap

aktiva tetap

21

Biaya-biaya yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah biaya-biaya depresiasi, emplasemen pabrik, bangunan pabrik, mesin dan peralatan, perkakas laboratorium, alat kerja, dan aktiva lain yang digunakan di pabrik. 5) Biaya yang timbul sebagai akibat berlalunya waktu

Biaya yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah biaya-biaya asuransi gedung, asuransi mesin, asuransi

kendaraan, dan emplasemen, asuransi mesin dan peralatan, asuransi kendaraan, asuransi kecelakaan karyawan. 6) Biaya overhead pabrik lain yang secara langsung

memerlukan pengeluaran tunai Biaya overhead pabrik yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah biaya reparasi yang diserahkan kepada pihak luar perusahaan, biaya listrik PLN dan sebagainya. b. Menurut Perilakunya Dalam Hubungannya Dengan Perubahan Volume Produksi Ditinjau dari prilaku unsur-unsur biaya overhead pabrik dalam hubunganya dengan perubahan volume kegiatan, biaya overhead pabrik dapat dibagi menjadi tiga golongan:

22

1) Biaya Overhead Pabrik Tetap Biaya overhead pabrik tetap adalah biaya overhead pabrik yang tidak berubah dalam kisaran perubahan volume kegiatan tertentu. 2) Biaya Overhead Pabrik Variabel Biaya overhead pabrik variabel adalah biaya overhead pabrik yang berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. 3) Biaya Overhead Pabrik Semivariabel Biaya overhead pabrik semivariabel adalah biaya overhead pabrik yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Untuk keperluan penentuan tarif biaya overhead pabrik dan untuk pengendalian biaya, biaya overhead pabrik yang bersifat semivariabel dipecah menjadi dua unsur, yaitu biaya tetap dan biaya variabel. c. Menurut Hubungannya Dengan Departemen Ditinjau dari hubungannya dengan departemen-departemen yang ada dalam pabrik, biaya overhead pabrik dapat digolngkan menjadi dua kelompok; 1) Biaya overhead pabrik langsung departemen (direct

departmental overhead expense) Biaya overhead pabrik langsung departemen adalah biaya overhead pabrik yang terjadi dalam departemen tertentu dan manfaatnya hanya dinikmati oleh departemen tersebut.

23

2)

Biaya overhead pabrik tidak langsung departemen

(indirec departmental overhead expense) Biaya overhead pabrik tidak langsung departemen adalah biaya overhead pabrik yang manfaatnya dinikmati oleh lebih dari satu departemen. Contoh: biaya depresiasi, pemeliharaan dan asuransi gedung pabrik (gedung pabrik yang digunakan oleh beberapa departemen). 6. Biaya Standar Menurut Mulyadi (2005:435) biaya standar merupakan alat yang penting dalam menilai peaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dua alasan untuk penerapan biaya standar sering kali disebutkan yaitu untuk memerbaiki perencanaan dan pengendalian, serta untuk memfasilitasi perhitungan biaya produk. Penentuan biaya standar unit untuk suatu input tertentu, dua keputusan harus dibuat, yaitu: (1) jumlah input yang seharusnya digunakan per unit output (keputusan kuantitas), (2) jumlah yang seharusnya dibayar untuk kuantitas input yang digunakan (keputusan harga). Sistem perhitungan biaya standar, biaya–biaya dibebankan pada produk dengan menggunakan standar kuantitas dan harga untuk ketiga harga pokok produksi, yaitu bahan baku standar, tenaga kerja standar, dan biaya overhead pabrik standar. Biaya bahan baku standar terdiri dari dua, yaitu: (1) Kuantitas standar, penentuan kuantitas standar bahan baku dilakukan dengan cara, penyelidikan teknis menyangkut penetapan spesifikasi, baik bentuk, ukuran, warna, karekteristik pengolahan maupun kualitasnya. Analisa

24

catatan masa lalu dalam bentuk, menghitung rata-rata pemakaian bahan baku untuk produk atau pekerjaan yang sama dan menghitung rata-rata pemakaian bahan baku dalam pelaksanaan yang paling baik dan yang paling buruk. (2) Harga standar, penentuan harga standar bahan baku dilakukan dengan cara melihat daftar harga pemasok, katalog, brosur yang berkaitan dengan bahan baku, dan informasi lain yang berhubungan dengan kemungkinan terjadinya perubahan harga di masa mendatang. Harga yang dipakai sebagai harga standar dapat berupa harga yang diperkirakan terjadinya di masa mendatang biasanya untuk jangka waktu satu tahun dan harga yang berlaku saat penyusunan standar. Biaya tenaga kerja standar, terdiri dari dua yaitu: (1) Jam tenaga kerja standar, penentuan jam kerja standar dilakukan dengan cara meliputi: (a) menghitung rata-rata jam kerja yang diperlukan untuk suatu pekerjaan yang sama di masa lalu; (b) membuat test run operasi produk (sample) ; (c) mengadakan penyelidikan gerak dan waktu dari berbagai kerja karyawan; (d) mengadakan taksiran yang reasonable didasarkan pada pengetahuan dan pengalaman. (2) Tarif upah standar, dilakukan dengan cara melihat: kontrak kerja, rata-rata hitung dan ratarata tertimbang dari upah karyawan di masa lalu untuk pekerjaan yang sama, dan penghitungan tarif upah dalam operasi normal. Biaya overhead pabrik standar, penentuan biaya overhead pabrik standar dilakukan dengan cara menggunakan tarif overhead standar dihitung dengan membagi jumlah biaya overhead yang dianggarkan

25

pada kapasitas normal dengan kapasitas normal. Pengendalian biaya overhead pabrik diperlukan flexible budget yaitu budget biaya untuk beberapa kisaran (range) kapasitas. Menurut Carter dan Usry (2005:153) “Biaya standar adalah biaya yang ditentukan di muka, yang merupakan jumlah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk membuat suatu produk atau untuk membiayai kegiatan tertentu selama periode tertentu”. Biaya standar membentuk suatu norma bagi input-input produksi, seperti unit bahan baku, jam kerja tenaga kerja langsung, dan persentase kapasitas pabrik yang digunakan. Suatu sistem biaya standar bisa digunakan baik untuk akumulasi biaya berdasarkan pesanan maupun yang berdasarkan proses. 7. Pengertian Produk Gabungan Produk gabungan (Joint Product) dihasilkan secara simultan mealui suatu proses umum, dimana setiap produk yang dihasilkan dari proses tersebut memiliki lebih dari sekitar nilai niminal. Proses produksi tersebut bersifat simultan karena proses tersebut menghasilkan seluruh produk tanpa terkecuali. Peningkatan dalam output dalam salah satu produk pasti akan menyebabkan peningkatan kuantitas dari produk atau produk-produk lain dan demikian pula sebaliknya, walaupun tidak harus dalam proporsi yang sama. Titik pisah (split-off point) didefinisikan sebagai titik di mana produk produk tersebut dapat dipisahkan sebagai unit-unit individual. Sebelum titik tersebut, produk-produk tersebut masih homogen.

26

Carter (2006:269) “Produk gabungan (Joint cost) dapat didefinisikan sebagai biaya yang muncul dari produksi yang simultan atas berbagai produk dalam proses yang sama. Biaya produk gabungan terjadi sebelum titik pisah. Biaya gabungan terjadi dalam bentuk satu jumlah total biaya yang tidak dapat dibagi untuk semua produk yang dihasilkan, dan bukan dari penjumlahan biaya individual masing-masing produk. Total biaya produksi berasal dari beragam produk melibatkan biaya gabungan maupun biaya produksi produk individual yang terpisah. 8. Alokasi Biaya Gabungan Carter (2006 : 275) Biaya produk gabungan (terjadi sebelum titik pisah batas), dapat dialokasikan ke produk gabungan dengan menggunakan salah satu dari empat metode di bawah ini: a. Metode harga pasar Pendukung metode harga pasar sering kali berpendapat bahwa harga pasar dari produk apa pun sampai batas tertentu merupakan manifestasi dari biaya yang dikeluarkan untuk memproduksinya. Anggapannya adalah jika suatu produk harganya lebih mahal daripada produk lain, hal tersebut disebabkan karena biaya yang dikeluarkan untuk memproduksinya lebih besar. Dengan kata ain, jika bukan karena biaya, maka harga jual tidak akan ada. Tetapi, berdasarkan definisinya, usaha yang diperlukan untuk menghasilkan setiap produk gabungan tidak dapat ditentukan. Jika dapat

27

ditentukan, maka alokasi dapat dihitung berdasarkan jumlah reatif dari usaha yang diperlukan untuk setiap produk gabungan. Metode harga pasar dapat ditentukan dengan dua cara, yaitu yang pertama diasumsikan produk gabungan dapat dijual pada titik pisah batas, metode harga pasar mengalokasikan biaya gabungan berdasarkan harga pasar relatif dari produk gabungan. Metode ini menggunakan total harga pasar dari setiap produk, yaitu jumlah unit yang diproduksi dikalikan dengan harga jual per unit. Berdasarkan metode harga pasar, setiap produk gabungan menghasilkan persentase laba kotor yang sama, dengan asumsi bahwa setiap unit atau produk yang dijual tanpa pemrosesan lebih lanjut. Cara yang kedua, yaitu produk gabungan tidak dapat dijual pada titik pisah batas, yaitu produk yang tidak dapat dijual pada titik pisah batas oleh karena itu tidak memiliki harga pasar sehingga memerlukan pemrosesan tambahan sebelum dapat dijual. Dasar untuk pengalokasian biaya gabungan adaah harga pasar hipotesis pada titik pisah batas. Untuk memperoleh dasar alokasi, biaya pemrosesan lebih lanjut dikurangi harga pasar final untuk mendapatkan harga pasar hipotesis.

28

b. Metode Biaya Rata-rata per Unit Metode biaya rata-rata per unit (average unit cost method) berusaha untuk mengalokasikan biaya gabungan ke produk gabungan sedemikian rupa sehingga setiap produk menerima alokasi biaya gabungan per unit dalam jumlah yang sama, yang disebut sebagai biaya rata-rata per unit. Biaya rata-rata per unit diperoleh dengan cara membagi total biaya gabungan dengan total jumlah unit yang diproduksi. Perusahaan yang menggunakan metode ini berpendapat bahwa semua produk yang dihasilkan melalui proses yang sama seharusnya menerima pembagian biaya gabungan yang besarnya proprsional dengan jumlah unit yang diproduksi. Selama semua produk gabungan diukur dengan unit fisik yang sama dan tidak berbeda jauh dalam hal harga pasar per unit, metode ini wajar dan sebaliknya. c. Metode Rata-rata Tertimbang Dalam beberapa kasus, Metode biaya rata-rata per unit (average unit cost method) tidak memberikan jawaban yang memuaskan atas masalah alokasi biaya gabungan, karena unit-unit individual dari berbagai produk gabungan berbeda secara signifikan. Dalam kasus semacam ini, faktor pembobotan yang telah ditentukan sebeumnya dapat diberikan ke setiap unit. Faktor pembobotan didasarkan pada atribut-atirbut seperti ukuran unit, tingkat kesuitannya, waktu yang diperlukan untuk unit tersebut, perbedaan dalam jenis tenaga kerja yang digunakan, dan perbedaan dalam

29

jumlah bahan baku yang digunakan. Barang jadi dari semua jenis dikalikan dengan faktor pembobotan guna menghitung dasar untuk mengalokasikan biaya gabungan. d. Metode Unit Kuantitatif Metode Unit Kuantitatif (quantitaive unit method)

mengalokasikan biaya gabungan berdasarkan satuan pengukuran yang sama, misalnya pon,galon, ton, atau meter persegi. Jika produk gabungan tidak biasanya diukur dalam satuan ukuran yang sama, maka ukuran tersebut harus dikonversikan kesatuan yang sama. Misalnya, ketika arang diproduksi, batu bara, benzol, amonia sulfat, dan gas juga ikut diproduksi dan masing-masing diukur dalam satuan yang berbeda. 9. Contribution Margin Contribution margin seringkali digunakan sebagai ukuran atas kinerja manajemen. Pengertian contribution margin menurut Carter dan Usry (2005:257) adalah “selisih antara pendapatan penjualan dengan semua biaya variabel”. contribution margin dihitung dengan cara

mengurangkan biaya variabel, baik produksi maupun non produksi dari penjualan. Contribution margin digunakan untuk menutup biaya tetap dan sisanya akan menjadi laba. Jika contribution margin tidak cukup untuk menutup beban tetap perusahaan, maka akan terjadi kerugian pada periode tersebut. Contribution margin terbagi atas 2 bagian yaitu

margim kontribusi per unit dan Contribution margin total. Contribution margin per unit mengukur kenaikan pada laba untuk setiap unit yang

30

dijual. Jikan penjuaan diharapkan meningkat 100x, maka laba sebahrusnya juga meningkat 100x Margin komtribusi. contribution margin total adalah contribution margin per unit dikalikan dengan jumah unit yang dijual. Untuk memaksimalkan laba, manajemen harus memaksimalkan total contribution margin . Untuk memaksimalakan total contribution margin , manajemen harus memutuskan berapa banyak unit dari setiap model yang akan diproduksi dengan kapasitas sekarang. Masalah pemrograman linear hanya mencakup dua variabel, maka bagan dua-dimensi dapat dipakai untuk menentukan pemecahan yang optimal. Untuk menentukan kombinasi produksi yang mungkin, kendala tersebut dapat dipetakan pada suatu grafik. Setelah dipetakan, kombinasi produksi dapat dievaluasi untuk menentukan alternatif mana yang akan menghasilkan contribution margin maksimum. Masalah

program linier dengan lebih dari dua batasan dapat diselesaikan dengan mudah menggunakan grafik. Akan tetapi, jika ada lebih dari satu variabel di dalam fungsi tujuan, maka solusi grafis pada umumnya tidak praktis. Fungsi tujuan dengan tiga variabel memerlukan grafik tiga dimensi, yang tentu saja lebih sulit dibandingkan dengan grafik duda dimensi. Empat atau lebih variabel akan memerlukan grafik empat dimensi atau lebih, yang secara fisik tidak mungkin digambarkan.

31

C. KERANGKA KONSEPTUAL GAMBAR 1 KERANGKA KONSEPTUAL PERUSAHAAN CV. KAWAN KITA

PENGOPTIMALAN LABA

PENENTUAN CONTRIBUTION MARGIN

MENETUKAN BIAYA PRODUK GABUNGAN

Contribution Margin masingmasing produk

NILAI JUAL RELATIF

HASIL PERHITUNGAN

KESIMPULAN

32

Perusahaan CV. KAWAN KITA Magetan merupakan perusahaan profit oriented yang memproduksi berbagai macam produk berbahan dasar kulit hewan, sehingga dituntut untuk mengoptimalkan laba dalam setiap produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Cara yang tepat untuk mengoptimalkan laba setiap produk yang dihasilkan perusahaan dengan menentukan biaya produk gabungan terlebih dahulu, karena perusahaan CV. KAWAN KITA Magetan tersebut memiliki berbgai jenis produk seperti tas, jaket, sepatu, sandal dan lain-lain dengan menggunakan fasilitas yang sama seperti bahan baku, tenaga kerja langsung, dan BOP. Tujuan alokasi biaya gabungan adalah untuk perhitungan laba agar dapat diketahui berapa kontribusi masing-masing produk gabungan terhadap seluruh laba yang diperoleh perusahaan. Setalah diketahui biaya gabungan masing-masing produk maka akan diketahui contribution margin masing-masing produk yang dihasilkan oleh perusahaan. adalah jumlah sisa dari hasil penjualan setelah

Contribution margin

dikurangi biaya variabel.

33

BAB III METODE PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian penelitian yang dilaksanakan pada CV. KAWAN KITA Jl. Sawo no. 35 Magetan. B. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi kasus, jenis penelitian studi kasus menurut Indriantoro dan Supomo (2002:26) yaitu penelitian dengan karakteristik masalah yang berkaitan dengan latar belakang dan kondisi saat ini dari subyek yang diteliti, serta interaksi dengan lingkungan mengenai analisis alokasi biaya gabungan dan bauran produk dalam rangka pengoptomalan laba pada CV. KAWAN KITA Magetan dan kemudian mencari pemecahannya secara teoritis melalui analisis kuantitatif dan kualitatif. C. Jenis dan sumber data. 1. Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam peneitian ini terbagi menjadi dua, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. a. Data kualitatif Data kualitatif adalah analisis yang digunakan dalam bentuk uraian atas data dengan data lainnya untuk mendapatkan kejelasan terhadap suatu kebenaran atau memperoleh gambaran baru, menguatkan gambaran yang sudah ada, atau sebaliknya. Jadi bentuk analisis yang digunakan merupakan penjelasan, bukan angka-angka statistik atau

34

bentuk angka-angka lainnya. Dalam penelitian ini digunakan data kualitatif yaitu prosedur produksi yang dilakukan perusahaan. b. Data kuantitatif Data kuantitatif merupakan analisa data dalam bentuk jumlah, dituangkan untuk menerangkan suatu kejelasan dari angka-angka atau memperbandingkan gambaran baru, kemudian dijelaskan kembali dalam bentuk kalimat atau uraian. Data kuantitatif dalam penelitian ini berupa data laporan persediaan bahan baku dan laporan keuangan perusahaan. Data yang digunakan sebagi data kuantitatif yaitu data biaya produksi (biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik) 2. Sumber data. Sumber data penelitian merupakan faktor penting yang menjadi pertimbangan dalam penentuan metode pengumpulan data. Sumber data penelitian adalah sumber data primer dan sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari nara sumber yang berkompeten dalam bidangnya. Cara ini dapat berupa, komunikasi secara langsung atau wawancara atau interview. Data yang digunakan yaitu data proses produksi (contoh: alur produksi, waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi setiap unit produk, dan lain - lain). Data yang digunakan dalam data sekunder diperoleh dari sumber tidak langsung yang biasanya berupa data dokumentasi dan arsip-arsip resmi atau studi kepustakaan. Data yang digunakan yaitu laporan keuangan, data penjualan, dan lain- lain.

35

D. Metode Pengumpulan Data. Agar data yang diperoleh lengkap dan akurat baik data primer ataupun data skunder maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode: 1. Interview (wawancara) Menurut Indriantoro dan Supomo (2002:152), wawancara merupakan teknik pengumpulan data dalam metode survei yang menggunakan pertanyaan secara lisan kepada subyek penelitian. Teknik wawacara dilakukan jika peneliti memerlukan komunikasi atau hubungan dengan responden. 2. Dokumentasi. Dokumentasi adalah cara pengumpulan data melalui catatancatatan atau dokumentasi dari data yang ada hubungannya dengan obyek penelitian. 3. Observasi. Observasi yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan cara mengamati langsung keadaan perusahaan yang menjadi objek penelitian.

36

E. Metode Analisis Data Beberapa tahapan yang dilakukan dalam metode analisis data, yaitu: 1. Pengumpulan data yang relevan tentang biaya produksi gabungan yaitu seluruh biaya produksi yang mencakup biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan BOP (Biaya Overhead Pabrik) di departemen Pengolahan Kulit, biaya produksi setelah pemisahan, data penjualan, dan lain sebagainya. 2. Menghitung biaya produksi sebelum titik pisah (Split Off). 3. Analisis alur proses produksi yang menekankan pada proses di mana kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk kulit spray sebagai joint product (produk gabungan). Analisis yang digunakan adalah menentukan titik pisah dari proses produksi tersebut, sehingga biaya gabungan dapat diidentifikasi yang selanjutnya dianalisis untuk dialokasikan gabungan. Rumus untuk mengalokasikan produk gabungan yaitu Metode Nilai Jual Hipotetis, adapun rumusnya adalah sebagai berikut : Nilai Pasar Hipotetis = Nilai Pasar Setelah Proses – Biaya Pemrosesan Tambahan Alokasi Biaya gabungan = Nilai Pasar Hipotetis produk ter tentu x Total Biaya Produksi Gabungan Total Nilai Pasar Hipotetis

4. Menentukan sifat biaya yang termasuk biaya variabel dan biaya tetap serta menentukan standar biaya bahan tambahan, bahan baku, dan BOP baik dari departemen pabrikasi maupun nonpabrikasi melalui metode Regresi Liner atau Least Square.

37

a =

(∑ y
n∑ x

− b∑ x n

)

b =

n ∑ xy −
2

∑ x∑ y − (∑x )
2

Keterangan : a : Biaya Tetap b : Biaya Variabel n : Jumlah Periode x : Cost Driver y : Jumlah Biaya Tertentu 5. Menentukan Contribution margin yang ada dalam setiap produk

gabungan yang diproduksi dengan cara Margin Kontribusi = Harga Jual – Total Biaya Variabel

38

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. 1.

Gambaran Umum Perusahaan Sejarah Perusahaan Usaha kerajinan kulit di Magetan telah ada sejak berakhirnya perang Diponegoro kurang lebih tahun 1830, yang memproduksi pakaian kuda. Usaha tersebut berhenti sementara pada masa penjajahan Jepang dan setelah merdeka, usaha ini berkembang dan menjadi terkenal diluar daerah. Sejalan dengan tahapan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah melalui Departemen Perindustrian untuk melakukan pembinaan terhadap usaha perkulitan di Magetan, dengan melakukan pendidikan dan pelatihan dasar ketrampilan barang dari kulit maupun penyamakan yang bekerja sama dengan balai pelatihan kulit yogyakarta serta Sekolah Tinggi Seni Rupa (STSRI) Yogyakarta, surabaya, malang serta masih banyak yang lain guna menunjang pertumbuhan serta perkembangan industri kulit dan barang kulit di Magetan. Pada tahun 1975 para pengerajin atau pengusaha membuat suatu wadah atau kelompok unit perkulitan dan pada tahun 1981 LIK magetan diresmikan oleh Menteri Perindustrian dan Gubernur Jawa Timur. Fungsi dari LIK adalah menyediakan jasa seperti bahan baku, peralatan, lahan dan lainlain. Salah satu dari anggota LIK adalah CV. KAWAN KITA yang berdiri pada tahun 1981 dan didirikan oleh Bapak Nurul Amin yang

39

terletak di Jl. Teuku Umar No. 5 magetan. Perusahan tersebut Pada awalnya hanya memproduksi barang setengah jadi (kulit spray). Pada tahun 2005 perusahaan tersebut muali mengembangkan usahanya dengan memproduksi dompet, sepatu, sandal, ikat pinggang, jaket dan lain sebagainya disamping tetap memproduksi jaket kulit. 2. Struktur Organisasi

GAMBAR 2 STRUKTUR ORGANISASI Pemilik

Bag. produksi

Dep. Pengolahan

Dep. Penjahitan Penjualan Keuangan Mandor Pegawai Pegawai

Mandor

Pegawai 3. Pemilik

Pegawai

Job Diskripsi : Pemegang penuh kendai dan sebagai penyedia dana atas usaha yang dimiliki

Bagian produksi

: Bagian ini berfungsi menjalankan kegiatan proses produksi sesuai yang diinginkan

perusahaan.

40

Mandor Dept. Kulit : Bertugas mengawasi dan mengontrol proses pengolahan bahan baku kulit menjadi bahan setengah jadi kulit. Mandor Dept. Jahit : Bertugas mengawasi dan mengontrol proses pembuatan atau pengolahan bahan setengah jadi menjadi barang jadi. Bagian Penjualan : Bertugas melayani dan memasarkan barang – barang jadi ke distributor atau ke konsumen langsung. Bagian Keuangan : Bertugas mencatat dan mendapat otorisasi dalam menerima dan mengeluarkan uang. 4. Kegiatan Produksi Kegiatan proses produksi yang dilakukan oleh CV. KAWAN KITA merupakan proses kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan dilakukan tanpa ada atau tidak adanya pesanan. Perusahaan ini mempunyai 34 pegawai yang terdiri dari 30 orang bagian produksi, 4 orang bagian penjualan. 5. a. Bahan Baku Dalam proses produksinya perusahaan CV. KAWAN KITA menggunakan kulit sapi, kulit kambing, kulit domba dan lain sebagainya, sebagai bahan dasar pembuatan produk jaket, sepatu, tas pinggang, sabuk dan lain sebagainya. Bahan Yang Digunakan

41

b. Bahan Penolong dan Bahan Tambahan Perusahaan menggunakan bahan penolong pada proses pengolahan kulit seperti pickle, krusting, spray, fhinising, dan bahan tambahan di departemen Penjahitan untuk pembuatan barang jadi seperti jaket sepatu, dompet, dan lain-lain. Untuk lebih lebih jelasnya, peneliti mengklasifikasikannya ke dalam tabel yang terdapat di bawah ini: TABEL 4.1 CV KAWAN KITA BAHAN PENOLONG DAN BAHAN TAMBAHAN Keterangan a. Proses Liming b. Proses Placing - Pickle c. Krusting Nama Bahan Tepol, Soda Costic, Soda AS, Sodium Sulfit, Kapur, dan lain-lain. Tepol (sabun), ZA, Orofon, Formic Acid, Sir, Garam, Chrometan, Soda Kue, dll. Sodium Format, Soda Kue, Chrometan, RE, Minyak, Sintan, P 100, Brracho, Imosa, Formix, Direx, dll. Binder 116, Binder 002, Binder 5, Pigmen.

- Spray - Fhinising c. Penjahitan

Laker, Tiner Knop, Benang, Perekat, Lem, Jarum, Bolpoin, Resleting, Cat, dan lain-lain. Sumber data : CV KAWAN KITA , tahun 2010 6. Mesin dan Peralatan Perusahaan menggunakan mesin dan peralatan untuk membantu proses produksi. Mesin dan peralatan yang digunakan juga dibagi menjadi 2 yaitu :

42

TABEL 4.2 CV KAWAN KITA MESIN DAN PERALATAN Keterangan Departemen Pengolahan Kulit Dept. Penjahitan Nama Mesin dan Peralatan Strip Mollen (Strip Drum), Mesin Fleshing, Mesin Split, Mesin Buffing, Mesin Ceving, Mesin Stacking, Kompresor, Mesin Ukur, Emboshing, Mesin Toggeling, dan lain-lain

Mesin jahit, Gunting, Acuan / mal, Seset, Pisau, Palu, dan lain-lain. Sumber data : CV KAWAN KITA, tahun 2010 7. Proses Produksi Setelah menerima bahan baku yang berupa kulit mentah dari pemasok, bahan baku tersebut diproses melalui beberapa tahapan penting, yaitu: a. Perendaman (Soaking). Maksud perendaman ini adalah untuk mengembalikan sifat- sifat kulit mentah menjadi seperti semula, lemas, lunak dan sebagainya. Kulit mentah kering setelah ditimbang, kemudian direndam selama 1- 2 hari. Kulit dikerok pada bagian dalam kemudian diputar dengan drum tanpa air selama 1/ 5 jam, agar serat kulit menjadi longgar sehingga mudah dimasuki air dan kulit lekas menjadi basah kembali. Pekerjaan perendaman diangap cukup apabila kulit menjadi lemas, lunak, dan tidak memberikan perlawanan saat ditarik. b. Pengapuran (Liming). Maksud proses pengapuran ialah untuk. 1) Menghilangkan epidermis dan bulu. 2) Menghilangkan kelenjar keringat dan kelenjar lemak. 3) Menghilangkan semua zat-zat yang bukan collagen yang aktif menghadapi zat-zat penyamak. Cara mengerjakan pengapuran, kulit direndam dalam larutan selama 1-1.5 hari.

43

c. Pembelahan (Splitting). Untuk pembuatan kulit atasan dari kulit mentah yang tebal (kerbau-sapi) kulit harus ditipiskan menurut tebal yang dikehendaki dengan jalan membelah kulit tersebut menjadi beberapa lembaran dan dikerjakan dengan mesin belah (Splinting Machine). Belahan kulit yang teratas disebut bagian rajah (nerf), digunakan untuk kulit atasan yang terbaik. Belahan kulit dibawahnya disebut split, yang dapat pula digunakan sebagai kulit atasan, dengan diberi nerf palsu secara dicetak dengan mesin press (Emboshing machine), pada tahap penyelesaian akhir. d. Pembuangan Kapur (Deliming). Semua proses penyamakan dapat dikatakan berlangsung dalam lingkungan asam maka kapur didalam kulit harus dibersihkan sama sekali. Kapur yang masih tertinggal akan mengganggu prosesproses penyamakan. e. Pengikisan Protein (Bating). Proses ini menggunakan enzim protese untuk melanjutkan pembuangan semua zat- zat bukan collagen yang belum terhilangkan dalam proses pengapuran antara lain: 1) Sisa- sisa akar bulu dan pigment. 2) Sisa- sisa lemak. 3) Sedikit atau banyak zat- zat kulit yang tidak diperlukan artinya untuk kulit atasan yang lebih lemas membutuhkan waktu proses bating yang lebih lama. 4) Sisa kapur yang masih tertinggal. f. Pengasaman (Pickling). Proses ini dikerjakan untuk kulit samak dan krom atau kulit samak sintetis dan tidak dikerjakan untuk kulit samak nabati atau kulit samak minyak. Maksud proses pengasaman untuk mengasamkan kulit pada pH 3- 3,5 tetapi kulit kulit dalam keadaan tidak bengkak, agar kulit dapat menyesuaikan dengan pH bahan penyamak yang akan dipakai nanti.

44

Selain itu pengasaman juga berguna untuk: 1) Menghilangkan sisa kapur yang masih tertinggal. 2) Menghilangkan noda- noda besi yang diakibatkan oleh Na2gS, dalam pengapuran agar kulit menjadi putih bersih. g. Tahapan Proses Penyamakan (Tanning). Proses penyamakan dimulai dari kulit pikel untuk kulit yang akan disamakkrom dan sintan, sedangkan untuk kulit yang akan disamak nabati dan disamak minyak tidak melalui proses pickling (pengasaman). 1) Cara Penyamakan dengan Bahan Penyamakan Mineral. a). Menggunakan Bahan Penyamak Krom Obat-obatan ini dilautkan dengan 2-3 kali cair, dan direndam selama 1 malam. Kulit yang telah diasamkan diputar dalam drum dengan air, garam dapur, selama 10-15 menit kemudian bahan penyamak krom dimasukkan sbb: - 1/3 bagian dengan basisitas 33,3 % putar selama 1 jam. - 1/3 bagian dengan basisitas 40-45 % putar selama 1 jam. -1/3 bagian dengan basisitas 50 % putar selama 3 jam b). Cara Penyamakan Dengan Bahan Penyamak Aluminium (Tawas Putih). Kulit yang telah diasamkan diputar dengan: 40- 50 % air. 10% tawas putih. 1- 2% garam, putar selama 2-3 jam lalu ditumpuk selama 1 malam. Esok harinya kulit diputar lagi selama ½ – 1 jam, lalu gigantung dan dikeringkan pada udara yang lembabselama 2-3 hari. Kulit diregang dengan tangan atau mesin sampai cukup lemas. 2). Cara Penyamakan dengan Bahan Penyamakan Minyak.

45

Kulit yang akan dimasak minyak biasanya telah disamak pendahuluan dengan formalin. Kulit dicuci untuk menghilangkan kelebihan formalin kemudian diperah unuk mengurangi airnya, diputar dengan minyak ikan, selama 2-3 jam, tumpuk 1 malam selanjutnya digantung dan dianginanginkan selam 7-10 hari. Tanda-tanda kulit yang masak kulit bila ditarikmudah mulur dan bkas tarikan kelihatan putih. Kulit yang telah masak dicuci dengan larutan Na2CO3 1%. h. Pengetaman (Shaving). Kulit yang telah masak ditumpuk selama 1-2 hari kemudian diperah dengan mesin atau tangan untuk menghilangkan sebagian besar airnya, lalu diketam dengan mesin ketam pada bagian daging guna mengatur tebal kulit agar rata. Kulit ditimbang guna menentukan jumlah khemikalia yang akan diperlukan untuk proses- proses selanjutnya, selanutnya dicuci dengan air ½ jam. i. Penetralan ( Neutralizing). Cara melakukan penetralan, kulit diputar dengan air hangat. Putar selama ½- 1 jam.Penetralan dianggap cukup bila ½- ¼ penampang kulit bagian tengah berwarna kuning terhadap Bromo Cresol Green (BCG) indikator, sedangkan kulit bagian tepi berwarna biru. Kulit kemudian dicuci kembali. j. Pengecetan Dasar (Dyeing). Tujuan pengecetan dasar ialah untuk memnberikan warna dasar pada kulit agar pemakaian cat tutup nantinya tidak terlalu tebal sehingga cat tidak mudah pecah. k. Peminyakan (Fat liguoring). Tujuan proses peminyakan pada kulit antara lain sebagai berikut: 1). Untuk pelumas serat- serat kulit ag kulit menjadi tahan tarik dan tahan getar. 2). Menjaga serat kulit agar tidak lengket satu dengan yang lainnya. 3). Membuat kulit tahan air.

46

Cara mengerjakan peminyakan, kulit setelah dicat dasar, diputar selama ½ – 1jam dengan air, minyak. Ditambahkan asam formiat untuk memecahkan emulsi minyak. Minyak akan tertinggal dalam kulit dan airnya dibuang. Kulit ditumpuk pada kuda- kuda selama 1 malam. Jadi untuk satu kali proses pengolahan bahan mentah menjadi barang setengah jadi memakan waktu kurang lebih 14 hari kerja atau 192 jam. 8. Hasil Produksi Produk yang dihasilkan oleh CV KAWAN KITA saat ini adalah Jaket Kulit, Dompet, Sepatu, Sabuk, Sandal, Sarung Tangan. 9. Kegiatan Penjualan CV. KAWAN KITA menjual berbagai macam produknya di berbagai daerah seperti Magetan, Jogyakarta, Solo, Semarang dan Sidoarjo. Dalam memasarkan atau nenjual produknya CV. KAWAN KITA langsung menjual ke distributor setelah ada pesanan atau disalurkan langsung ke konsumen. B. Pembahasan Produk bersama adalah dua atau lebih produk yang diproduksi secara serempak atau bersama-sama dengan menggunakan bahan baku, tenaga kerja dan fasilitas pabrik yang sama hingga titik pisah. Pada split off point, produk bersama mungkin dapat dijual atau mungkin memerlukan pemrosesan lebih lanjut dengan tujuan untuk dijual. Produk yang yang dihasilkan CV. KAWAN KITA melalui proses bersama sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh produk yang dihasilkan adalah produk bersama. Produk CV. KAWAN KITA berjumlah 11, yaitu 47

Jaket Kulit A, Jaket Kulit B, Sarung Tangan A, Sarung Tangan B, Sabuk, Dompet A, Dompet B, Sepatu A, Sepatu B, Sandal A, dan Sandal B adalah produk yang pada awal proses di Departemen Pengolahan Kulit diolah dengan menggunakan bahan baku, BTKL (Biaya Tenaga Kerja Langsung) dan fasilitas yang sama. CV. KAWAN KITA juga menjual kulit sapi, kulit kambing, dan kulit domba yang siap diolah untuk pemrosesan lebih lanjut atau barang setengah jadi. Sehingga dapat disimpulkan untuk kulit sapi, kulit kambing, kulit domba ketika Split Off Point dapat langsung dijual, sedangkan untuk Jaket Kulit A, Jaket Kulit B, Sarung Tangan A, Sarung Tangan B, Sabuk, Dompet A, Dompet B, Sepatu A, Sepatu B, Sandal A, dan Sandal B harus diproses lebih lanjut agar dapat dijual kepada konsumen. C. Departemen Produksi CV. KAWAN KITA mempunyai dua departemen produksi yaitu Departemen Pengolahan Kulit dan Departemen Penjahitan. Departemen Pengolahan Kulit merupakan departemen pertama yang mengolah bahan mentah hingga menjadi kulit spray yang siap diolah lebih lanjut sekaligus departemen yang menjadi tempat proses produksi bersama hingga split off point. Sedangkan Departemen Penjahitan merupakan departemen yang menjadi tempat proses lanjutan dari kulit spray setelah melalui split off point sekaligus merupakan departemen penyelesaian bagi produk yang melalui proses tambahan. D. Harga Pokok Produksi

48

Untuk perhitungan harga pokok produksi, maka pada departemen Pengolahan Kulit, seluruh biaya akan ditransfer ke Departemen Penjahitan dan diberlakukan sebagai biaya bahan baku. Untuk menghitung biaya bahan Baku, harus dilakukan alokasi biaya gabungan dikarenakan proses produksi yang berada pada departemen Pengolahan Kulit merupakan proses produksi bersama. Cara menjumlahkan menghitung alokasi biaya gabungan yaitu dengan

seluruh biaya produksi bersama pada Departemen

Pengolahan Kulit lalu dialokasikan menurut metode Nilai Jual Hipotetis. Penelitian ini menggunakan Metode Nilai Jual Hipotetis karena metode ini dirasa memiliki banyak keunggulan seperti metode ini menggunakan dasar alasan bahwa harga pasar mencerminkan besarnya biaya yang diserap oleh setiap macam produk utama, metode ini mudah dipakai sehingga merupakan metode yang populer dan banyak digunakan. Metode harga hipotetis dipakai apabila produk utama masih memerlukan proses pengolahan lebih lanjut setelah dapat dipisah dengan produk utama lainnya. Untuk mengalokasikan biaya gabungan pada produk utama digunakan dasar harga pasar hipotetis, yaitu total harga pasar setelah produk diolah lebih lanjut dikurangi biaya pengolahan setelah dapat dipisah dengan produk utama lainnya. Keunggulan lain dari pendekatan ini adalah bahwa alokasi biaya gabungan tidak akan menghasilkan produk yang secara konsisten menguntungkan ataupun merugikan. Dasar pemikiran untuk menggunakan kemampuan untuk menanggung adalah asumsi bahwa biaya tidak akan terjadi kecuali produk yang diproduksi bersamaan akan menghasilkan

49

pendapatan yang cukup untuk menutupi semua biaya ditambah tingkat pengembalian yang wajar. Pada perhitungan alokasi biaya gabungan, digunakan dasar tahun 2010 dikarenakan selisih biaya yang mungkin akan terjadi pada tahun berikutnya tidak terlalu signifikan dan dirasa tahun tersebut sudah mewakili data yang dibutuhkan untuk perhitungan alokasi biaya gabungan. Namun sebelum menghitung alokasi biaya produksi bersama harus melakukan perhitungan biaya proses tambahan yang terjadi pada Departemen Penjahitan, ini dikarenakan rumus untuk mencari Nilai Pasar Hipotetis adalah sebagai berikut: NP Hipotetis = NP Sesudah Proses Tambahan – Biaya Proses Tambahan Biaya proses tambahan yaitu biaya yang terjadi setelah adanya titik pisah, baik dari bahan tambahan, biaya tenaga kerja langsung, maupun BOP (Biaya Overhead Pabrik). Dalam perhitungan biaya proses tambahan ini digunakan biaya aktual Perusahaan selama tahun 2010, seperti yang tertera pada tabel di bawah ini :

50

TABEL 4.3 CV. KAWAN KITA PERHITUNGAN TARIF BOP AKTUAL DEPARTEMEN PENJAHITAN 2010
Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total JKL 2,808 3,168 3,240 3,432 3,432 3,600 3,744 3,744 2,448 3,432 3,300 3,240 39,588 LISTRIK Rp373,500 Rp417,346 Rp426,115 Rp449,500 Rp449,500 Rp469,962 Rp487,500 Rp487,500 Rp329,654 Rp449,500 Rp433,423 Rp426,115 Rp5,199,615 AIR Rp63,500 Rp58,615 Rp65,942 Rp63,500 Rp63,500 Rp61,058 Rp63,500 Rp63,500 Rp41,519 Rp63,500 Rp61,058 Rp65,942 Rp735,135 TELEPON Rp138,600 Rp98,862 Rp116,671 Rp157,500 Rp136,500 Rp148,413 Rp178,500 Rp168,000 Rp139,711 Rp129,150 Rp116,106 Rp140,660 Rp1,668,672 PEMLHAR Rp200,000 Rp184,615 Rp207,692 Rp200,000 Rp200,000 Rp192,308 Rp200,000 Rp200,000 Rp130,769 Rp200,000 Rp192,308 Rp207,692 Rp2,315,385 PENYUSUTAN Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp10,913,046 MANDOR Rp1,066,000 Rp1,176,000 Rp1,215,000 Rp1,274,000 Rp1,274,000 Rp1,325,000 Rp1,378,000 Rp1,378,000 Rp901,000 Rp1,274,000 Rp1,225,000 Rp1,215,000 Rp14,701,000 GEDUNG Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp3,950,100 TOTAL / BLN Rp3,893,840 Rp3,754,980 Rp3,889,292 Rp3,789,568 Rp2,129,584 Rp1,780,224 Rp1,804,000 Rp6,441,991 Rp6,029,299 Rp2,934,193 Rp3,035,983 Rp3,893,840 Rp39,482,952.56

Sumber Data : Diolah dari tabel 2010 Tarif BOP Aktual = Total BOP Aktual Tarif JKL Aktual

Jadi Tarif BOP =

Rp39 .482.952,56 = Rp.997,346 per JKL 39.588

51

Dari perhitungan tarif BOP (Biaya Overhead Pabrik) di atas dapat diketahui konsumsi BOP pada tiap produk yaitu : TABEL 4.4 CV. KAWAN KITA DISTRIBUSI BOP AKTUAL TIAP PRODUK
Nama Produk Jaket A Jaket B Sarung Tangan A Sarung Tangan B Sabuk Dompet A Dompet B Sepatu A Sepatu B Sandal A Sandal B Total BOP JKL Aktual 2010 a 3904.20 3764.97 3899.64 3799.65 2135.25 1784.96 1808.80 6459.13 6045.34 2942.00 3044.06 39588.00 Tarif BOP Aktual B Rp. 997, 346 Rp. 997, 346 Rp. 997, 346 Rp. 997, 346 Rp. 997, 346 Rp. 997, 346 Rp. 997, 346 Rp. 997, 346 Rp. 997, 346 Rp. 997, 346 Rp. 997, 346 Jumlah BOP/produk (a x b)

3,893,840.14 3,754,979.59 3,889,292.24 3,789,567.56 2,129,584.08 1,780,223.58 1,804,000.32 6,441,990.59 6,029,298.59 2,934,193.35 3,035,982.53 39,482,952.5 6

Sumber data : Diolah dari tabel 22 Untuk data Biaya Bahan Tambahan dan BTKL (Biaya Tenaga Kerja Langsung) sudah diketahui dari perusahaan yaitu : TABEL 6 CV. KAWAN KITA BIAYA TAMBAHAN DAN BTKL AKTUAL 2010
Nama Produk Jaket A Jaket B Sarung Tangan A Sarung Tangan B Sabuk Dompet A Dompet B Sepatu A Sepatu B Tas Pinggang Topi Total BOP Bahan Tambahan Rp47,137,863 Rp37,711,734 Rp18,257,710 Rp16,413,357 Rp16,544,297 Rp14,169,642 Rp12,097,525 Rp53,918,683 Rp52,321,469 Rp35,432,127 Rp36,645,627 Rp340,650,033 BTKL Rp15,099,000 Rp12,660,000 Rp8,973,750 Rp8,654,400 Rp4,048,750 Rp8,037,000 Rp6,517,000 Rp20,491,000 Rp19,980,750 Rp9,738,500 Rp9,310,000 Rp123,510,150

Sumber data : Diolah dari tabel 11 dan 13

52

Untuk lebih jelasnya bagaimana perhitungan biaya proses tambahan akan dijelaskan pada tabel berikut ini : TABEL 7 CV. KAWAN KITA PERHITUNGAN BIAYA PROSES TAMBAHAN
Nama Produk Jaket A Jaket B Sarung Tangan A Sarung Tangan B Sabuk Dompet A Dompet B Sepatu A Sepatu B Tas Pinggang Topi Total Biaya Bahan Tambahan a BTKL B BOP c Rp3,893,838 Rp3,754,978 Rp3,889,290 Rp3,789,566 Rp2,129,583 Rp1,780,223 Rp1,803,999 Rp6,441,987 Rp6,029,296 Rp2,934,192 Rp3,035,981 Rp39,482,933 Total Biaya (a + b + c) Rp66,130,704 Rp54,126,713 Rp31,120,752 Rp28,857,325 Rp22,722,631 Rp23,986,865 Rp20,418,525 Rp80,851,674 Rp78,331,517 Rp48,104,820 Rp48,991,609 Rp503,643,136

Rp47,137,863 Rp37,711,734 Rp18,257,710 Rp16,413,357 Rp16,544,297 Rp14,169,642 Rp12,097,525 Rp53,918,683 Rp52,321,469 Rp35,432,127 Rp36,645,627 Rp340,650,033

Rp15,099,000 Rp12,660,000 Rp8,973,750 Rp8,654,400 Rp4,048,750 Rp8,037,000 Rp6,517,000 Rp20,491,000 Rp19,980,750 Rp9,738,500 Rp9,310,000 Rp123,510,150

Sumber data : Diolah dari tabel 23 dan 24 Dalam perhitungan alokasi biaya gabungan metode Nilai Jual Hipotetis hal penting adalah biaya proses tambahan dan biaya gabungan. Di bawah ini akan ditampilkan perhitungan biaya gabungan yang terjadi pada Departemen Pengolahan Kulit :

53

TABEL 8 CV. KAWAN KITA PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSI GABUNGAN DEPARTEMEN PENGOLAHAN KULIT (Dasar perhitungan tahun 2010 aktual)
Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Bahan Baku a Rp88,153,500 Rp84,954,600 Rp93,204,600 Rp83,170,000 Rp98,446,200 Rp85,744,800 Rp95,393,500 Rp97,522,500 Rp111,734,100 Rp85,809,750 Rp112,255,500 Rp78,141,000 Rp1,114,530,050 BTKL B Rp3,977,560 Rp3,696,060 Rp4,142,232 Rp3,959,932 Rp4,033,204 Rp3,836,528 Rp3,989,860 Rp3,993,652 Rp2,773,852 Rp3,962,332 Rp3,944,444 Rp4,073,508 Rp46,383,164 BOP c Rp14,842,487 Rp14,496,289 Rp14,839,310 Rp15,033,620 Rp15,034,244 Rp14,663,651 Rp15,032,914 Rp15,034,178 Rp14,703,825 Rp15,223,697 Rp13,803,351 Rp13,939,325 Rp176,646,890 Total (a + b + c) Rp106,973,547 Rp103,146,949 Rp112,186,142 Rp102,163,552 Rp117,513,648 Rp104,244,979 Rp114,416,274 Rp116,550,330 Rp129,211,777 Rp104,995,779 Rp130,003,295 Rp96,153,833 Rp 1.337.560.104

Sumber data : Diolah dari Tabel 9,11, dan 16 Setelah biaya proses tambahan dan biaya gabungan diketahui maka dapat dilakukan perhitungan alokasi biaya gabungan menurut Metode Nilai Jual Hipotetis, yang rumusnya akan dijelaskan pada tabel berikut :

54

TABEL 9 CV. KAWAN KITA ALOKASI BIAYA GABUNGAN METODE NILAI JUAL HIPOTETIS
Nilai Pasar Per Unit Produk Setelah Proses A Klt Sapi Klt Kmbng Klt Domba Jaket A Jaket B Sr Tgn A Sr Tgn B Sabuk Dompet A Dompet B Spt A Spt B Sandal A Sandal B Total Rp15,000 Rp14,000 Rp16,500 Rp720,000 Rp600,000 Rp45,000 Rp30,000 Rp50,000 Rp75,000 Rp50,000 Rp200,000 Rp150,000 Rp125,000 Rp95,000 Rp2,185,500 B 41,970 61,972 97,418 634 626 1,818 1,872 1,927 1,410 1,415 1,989 2,004 1,460 1,510 218,024 (a x b) c Rp629,543,850 Rp867,601,000 Rp1,607,397,000 Rp456,480,000 Rp375,600,000 Rp81,810,000 Rp56,160,000 Rp96,350,000 Rp105,750,000 Rp70,750,000 Rp397,800,000 Rp300,600,000 Rp182,500,000 Rp143,450,000 Rp5,371,791,850.00 d 0 0 0 Rp66,130,703.57 Rp54,126,713.30 Rp31,120,752.31 Rp28,857,324.53 Rp22,722,630.85 Rp23,986,865.15 Rp20,418,525.30 Rp80,851,673.80 Rp78,331,517.23 Rp48,104,820.31 Rp48,991,609.49 Rp503,643,135.84 Jumlah / Unit Total Nilai Pasar Biaya Pemrosesan Tambahan (c - d) e Rp629,543,850.00 Rp867,601,000.00 Rp1,607,397,000.00 Rp390,349,296.43 Rp321,473,286.70 Rp50,689,247.69 Rp27,302,675.47 Rp73,627,369.15 Rp81,763,134.85 Rp50,331,474.70 Rp316,948,326.20 Rp222,268,482.77 Rp134,395,179.69 Rp94,458,390.51 Rp4,868,148,714.16 Nilai Pasar Hipotetis Prosentase Bi aya gabungan* (Tot biaya gabungan : Total Kolom e) f 59.21% 59.21% 59.21% 59.21% 59.21% 59.21% 59.21% 59.21% 59.21% 59.21% 59.21% 59.21% 59.21% 59.21% 59.21% Pembagian Biaya Prod Pembagian Biaya Prod Per Unit (e x f) g Rp372,749,159.48 Rp513,701,378.40 Rp951,730,178.44 Rp231,123,490.68 Rp190,342,416.04 Rp30,012,801.28 Rp16,165,751.33 Rp43,594,326.22 Rp48,411,464.57 Rp29,800,966.03 Rp187,663,213.91 Rp131,603,843.21 Rp79,574,584.47 Rp55,928,249.75 Rp2,882,401,823.81 Rp8,881.411 Rp8,289.317 Rp9,769.552 Rp364,548.093 Rp304,061.367 Rp16,508.692 Rp8,635.551 Rp22,622.899 Rp34,334.372 Rp21,060.753 Rp94,350.535 Rp65,670.580 Rp54,503.140 Rp37,038.576 (g: b) (d +g) h Rp372,749,159.48 Rp513,701,378.40 Rp951,730,178.44 Rp297,254,194.25 Rp244,469,129.34 Rp61,133,553.60 Rp45,023,075.86 Rp66,316,957.07 Rp72,398,329.72 Rp50,219,491.33 Rp268,514,887.71 Rp209,935,360.44 Rp127,679,404.77 Rp104,919,859.23 Rp3,386,044,959.65 Tot Biaya Produksi Persentase Total Bi Prod Thdp Nilai Psr (g : c) i 59.21% 59.21% 59.21% 65.12% 65.09% 74.73% 80.17% 68.83% 68.46% 70.98% 67.50% 69.84% 69.96% 73.14% 63.034%

Sumber Data : Diolah dari tabel 3, 20, 25 * Persentase Biaya Produksi Gabungan = Total Biaya Produksi Bersama (Gabungan) Total Nilai Pasar Hipotetis Rp 2,882,401, 823,81 = = 59.21 0 0 Rp4,868,14 8,714.16 55

5.3

Perhitungan Kontribusi Marjin Marjin Kontribusi (Contribution Margin) adalah selisih antara hasil

penjualan dan biaya variabel baik dari pabrikasi maupun nonpabrikasi. Marjin kontribusi merupakan salah satu tolak ukur atas keberhasilan manajemen dalam memanfaatkan sumber daya secara optimal. Apabila total marjin kontribusi telah optimal, sasaran laba (jumlah laba yang akan dihasilkan) manajemen akan terpenuhi. Maka dalam penelitian ini dilakukan perhitungan terhadap marjin kontribusi tiap produk yang ada di CV. KAWAN KITA tersebut dengan rumus yaitu : Marjin Kontribusi (CM) = Harga Jual – Total Biaya Variabel (VC)

Dalam melakukan perhitungan marjin kontribusi yang termasuk di dalam Biaya Variabel adalah Biaya Bahan Baku, dan Biaya Tenaga Kerja Langsung. Sedangkan dalam Biaya Overhead Pabrik dan Biaya Pemasaran atau penjualan terdapat 3 sifat biaya yaitu Biaya Tetap, Biaya Semivariabel, dan Biaya Variabel. Perhitungan Marjin Kontribusi harus menggunakan data biaya variabel standar untuk mempermudah penghitungan marjin kontribusi yang diperkirakan untuk tiap produk, namun karena perusahaan belum menetapkan biaya standar untuk bahan baku, BOP (Biaya Overhead Pabrik), dan biaya nonpabrikasi, maka harus dilakukan perhitungan biaya standar dahulu dengan menggunakan data aktual tahun 2010. BOP aktual yang terjadi pada tahun 2010, sebelum adanya pemisahan sifat biaya adalah sebagai berikut :

56

TABEL 10 CV. KAWAN KITA BOP AKTUAL DEPARTEMEN PENJAHITAN 2010
Bulan 2010 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Rp373,500 Rp417,346 Rp426,115 Rp449,500 Rp449,500 Rp469,962 Rp487,500 Rp487,500 Rp329,654 Rp449,500 Rp433,423 Rp426,115 Rp5,199,615 Rp63,500 Rp58,615 Rp65,942 Rp63,500 Rp63,500 Rp61,058 Rp63,500 Rp63,500 Rp41,519 Rp63,500 Rp61,058 Rp65,942 Rp735,135 Rp138,600 Rp98,862 Rp116,671 Rp157,500 Rp136,500 Rp148,413 Rp178,500 Rp168,000 Rp139,711 Rp129,150 Rp116,106 Rp140,660 Rp1,668,672 Rp200,000 Rp184,615 Rp207,692 Rp200,000 Rp200,000 Rp192,308 Rp200,000 Rp200,000 Rp130,769 Rp200,000 Rp192,308 Rp207,692 Rp2,315,385 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp10,913,046 Rp1,066,000 Rp1,176,000 Rp1,215,000 Rp1,274,000 Rp1,274,000 Rp1,325,000 Rp1,378,000 Rp1,378,000 Rp901,000 Rp1,274,000 Rp1,225,000 Rp1,215,000 Rp14,701,000 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp3,950,100 Listrik Air Telepon Pemeliharaan Penyusutan Upah Mandor Total

Sumber data : Diolah dari tabel 18, 19, dan 20

57

TABEL 11 CV. KAWAN KITA BIAYA PEMASARAN, ADMINISTRASI DAN UMUM AKTUAL 2010
Bulan 2010 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus Septembe r Oktober November Desember Total Unit Terjual 1,248 1,256 1,276 1,261 1,306 1,317 1,332 1,406 1,380 1,386 1,301 1,321 15,790 Biaya Listrik Rp183,000 Rp168,242 Rp168,242 Rp153,484 Rp178,081 Rp163,323 Rp153,484 Rp173,161 Rp128,887 Rp183,000 Rp168,242 Rp158,403 Rp1,979,548 Bi Gaji Karyawan Rp2,080,000 Rp1,920,000 Rp2,160,000 Rp2,080,000 Rp2,080,000 Rp2,000,000 Rp2,080,000 Rp2,080,000 Rp1,360,000 Rp2,080,000 Rp2,000,000 Rp2,160,000 Rp24,080,000 Biaya Penyusutan Rp323,482 Rp323,482 Rp323,482 Rp323,482 Rp323,482 Rp323,482 Rp323,482 Rp323,482 Rp323,482 Rp323,482 Rp323,482 Rp323,482 Rp3,881,779 PEMELIHARAAN Rp30,000 Rp27,097 Rp27,097 Rp24,194 Rp29,032 Rp26,129 Rp24,194 Rp28,065 Rp19,355 Rp30,000 Rp27,097 Rp25,161 Rp317,419

Sumber data : Tabel 21 Dari data di atas kita dapat memperhitungkan biaya tetap dan biaya variabel yang terkandung dalam tiap-tiap biaya yang terjadi, dengan rumus sebagai berikut : a = Keterangan : a : Biaya Tetap b : Biaya Variabel n : Jumlah Data x : Cost Driver y : Jumlah Biaya Tertentu

(∑ y

− b∑ x n

)

b =

n∑ xy − n∑ x 2

∑ x∑ y − (∑ x)
2

Adapun perhitungan klasifikasi dan pemisahan sifat BOP yang terjadi secara terinci terletak pada lampiran 1 hingga 12 dan menurut perhitungan di atas dapat diketahui hasil dari pemisahan biaya tetap dan variabel yang ada seperti di bawah ini :

59

TABEL 12 CV. KAWAN KITA HASIL PEMISAHAN BOP AKTUAL 2010

Nama Biaya Listrik Telepon Air Pemeliharaan Penyusutan Upah Mandor Total

JKL 39,588 39,588 39,588 39,588 39,588 39,588 39,588

Jumlah 5,199,615 1,668,672 735,135 2,315,385 14,863,146 14,701,000 Rp39,482,953

BOP Tetap 378,000 628,430 260,849 821,570 14,863,146 534,021 Rp17,486,015

BOP Variabel 4,821,615 1,040,242 474,286 1,493,814 0 14,166,979 Rp21,996,937

Sumber data : Diolah dari lampiran 7 - 12 RUMUS Tarif BOP = Tarif BOP Tetap = Jumlah BOP Total JKL

Rp17.486.0 15 = Rp441,700 per JKL 39.588

Tarif BOP tetap yaitu biaya yang jumlah totalnya tetap tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan atau aktivitas sampai tingkat tertentu, biaya satuan berubah berbanding terbalik dengan perubahan volume kegiatan. Tarif BOP Variabel = Rp21.996.9 37 = Rp555,647 per JKL 39.588

Tarif BOP variabel yaitu biaya yang jumlah totalnya berubah secara sebanding dengan perubahan volume kegiatan, makin besar volume kegiatan makin besar pula jumlah biaya variabel dan sebaliknya. Tarif BOP Total = Rp39.482.9 53 = Rp997,346 per JKL 39.588

60

Sedangkan

perhitungan

klasifikasi

dan

pemisahan

sifat

Biaya

Nonpabrikasi, yaitu Biaya Pemasaran, Administrasi dan Umum secara terinci pada lampiran 18 hingga 22, dari perhitungan tersebut dapat diketahui hasil dari pemisahan biaya tetap dan variabel yang ada seperti di bawah ini : TABEL 13 CV. KAWAN KITA HASIL PEMISAHAN BIAYA NONPABRIKASI AKTUAL 2010
Unit Nama Biaya Terjual Listrik Pemeliharaan Penyusutan Total 35,424 35,424 35,424 35,424 1,979,548 317,419 2,925,842 Rp5,222,809.409 366,000 0 2,925,842 Rp3,291,841.667 1,613,548 317,419 0 Rp1,930,967.742 Jumlah Biaya Biaya Tetap Biaya Variabel

Sumber data : Diolah dari lampiran 18-22 RUMUS Tarif Biaya Nonpabrikasi = Jumlah Biaya Nonpabrikasi Total Unit Terjual

Tarif Biaya Nonpabrikasi Tetap =

Rp3.291.84 1,667 = Rp92,927 per Unit 35.424 Rp1.930.96 7,742 = Rp54,510 per Unit 35.424

Tarif Biaya Nonpabrikasi Variabel = Tarif Biaya Nonpabrikasi Total =

Rp5.222.80 9,404 = Rp147,437, per Unit 35.424

Hasil perhitungan tersebut diatas diasumsikan sebagai tarif standar BOP dan biaya nonpabrikasi (Biaya Pemasaran, Administrasi dan Umum) dikarenakan perusahaan belum menentukan tarif standar, sedangkan untuk bahan baku, perusahaan juga belum menentukan standar biaya, maka hasil dari perhitungan 61

alokasi biaya gabungan yang telah diperhitungkan di atas diasumsikan sebagai biaya standar bahan baku perusahaan. Dengan diketahuinya standar biaya yang ada di perusahaan, maka perhitungan marjin kontribusi dapat dilakukan dengan mengurangi harga jual produk dengan biaya variabel yang ada, baik dari pabrikasi maupun nonpabrikasi. Yang termasuk dalam biaya variabel adalah seluruh biaya bahan baku, BTKL, BOP (Biaya Overhead Pabrik) variabel, dan biaya nonpabrikasi variabel (dalam hal ini adalah biaya pemasaran, administrasi dan umum). Perhitungan marjin kontribusi pada masing-masing produk akan tampak pada tabel seperti di bawah ini:

62

TABEL 14 CV. KAWAN KITA PERHITUNGAN MARJIN KONTRIBUSI (CM) TIAP UNIT PRODUK
Nama Produk Harga Jual Bahan Baku Standar Bahan Tambahan Standar JKL Standar BTKL Standar BOP Variabel Standar Tarif (Rp601,74/JKL) Tarif x kol. 4 Bi Pems, Adm, Umum Varibl Standar Tarif Rp54.510/unit Total Biaya Variabel (1-8) Jumlah 2 s/d 7 Rp8,881.411 Rp8,289.317 Rp9,769.552 Rp78,203 Rp63,258 Rp11,048 Rp9,645 Rp9,445 Rp11,055 Rp9,405 Rp29,821 Rp28,721 Rp26,697 Rp26,697 6,42 6,17 2,42 2,25 1,25 1,58 1,58 3,75 3,42 2,33 2,33 Rp28,500 Rp24,200 Rp5,850 Rp5,400 Rp2,500 Rp4,550 Rp4,400 Rp12,000 Rp11,450 Rp8,650 Rp8,500 Rp3,556.14 Rp3,428.34 Rp1,344.66 Rp1,250.20 Rp694.56 Rp877.92 Rp877.92 Rp2,083.67 Rp1,900.31 Rp1,294.66 Rp1,294.66 Rp54.510 Rp54.510 Rp54.510 Rp54.510 Rp54.510 Rp54.510 Rp54.510 Rp54.510 Rp54.510 Rp54.510 Rp54.510 Rp474,861.743 Rp395,002.342 Rp34,805.533 Rp24,985.433 Rp35,316.567 Rp50,871.804 Rp35,798.185 Rp138,309.720 Rp107,796.402 Rp91,199.307 Rp73,584.743 9 Rp6,118.59 Rp5,710.68 Rp6,730.45 Rp245,138.26 Rp204,997.66 Rp10,194.47 Rp5,014.57 Rp14,683.43 Rp24,128.20 Rp14,201.81 Rp61,690.28 Rp42,203.60 Rp33,800.69 Rp21,415.26 2.45 2.45 2.45 2.94 2.93 4.41 5.98 3.41 3.11 3.52 3.24 3.55 3.70 4.44 CM Prosentase CM (%)

1 Kulit Sapi Kulit Kambing Kulit Domba Jaket A Jaket B Sarung Tangan A Sarung Tangan B Sabuk Dompet A Dompet B Sepatu A Sepatu B Sandal A Sandal B Rp15,000 Rp14,000 Rp16,500 Rp720,000 Rp600,000 Rp45,000 Rp30,000 Rp50,000 Rp75,000 Rp50,000 Rp200,000 Rp150,000 Rp125,000 Rp95,000

2 Rp8,881.411 Rp8,289.317 Rp9,769.552 Rp364,548.093 Rp304,061.367 Rp16,508.692 Rp8,635.551 Rp22,622.899 Rp34,334.372 Rp21,060.753 Rp94,350.535 Rp65,670.580 Rp54,503.140 Rp37,038.576

3

4

5

Sumber Data : Diolah dari tabel 5, 6, 7, 30 dan 31

63

Dari perhitungan Marjin Kontribusi tiap-tiap unit produk pada tahun 2010 diatas, diketahui Rp6,118.59 (2.45) untuk Kulit Sapi, Rp5,710.68 (2.45) untuk Kulit Kambing dan Rp6,730.45 (2.45) untuk Kulit Domba, untuk Jaket A Rp245,138.26 (2.94), untuk Jaket B Rp204,997.66 (2.93), untuk Sarung Tangan A Rp10,194.47 (4.41), untuk Sarung Tangan B Rp5,014.57 (5.98), Sabuk Rp14,683.43 (3.41), sedangkan Dompet A yaitu Rp24,128.20 (3.11), sementara Dompet B Rp14,201.81 (3.52), untuk Sepatu A Rp61,690.28 (3.24), untuk Sepatu B Rp42,203.60 (3.55), yang terakhir adalah untuk Sandal A yaitu Rp33,800.69 (3.70), dan Sandal B Rp21,415.26 (4.44). Hasil dari perhitungan diatas tersebut menunjukkan bahwa Sarung Tangan B memiliki Contribution Margin paling timnggi dibandingkan dengan produk yang lain yaitu sebesar Rp.5,014,- atau sebesar 5.98 persen.

64

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat menyimpulkan bahwa : 1. Perusahaan belum menetapkan Alokasi biaya gabungan terhadap

produk-prouk yang dihasilkan, hal ini dapat menyebabkan perusahaan membebani biaya produksi secara tidak proporsional terhadap masingmasing produk karena perusahaan tidak mengetahui secara pasti berapakah biaya yang terserap oleh produk-produk tersebut. 2. Metode alokasi biaya gabungan yang paling tepat digunakan oleh

perusahaan adalah Metode Nilai Jual Hipotetis, hal ini disebabkan karena metode ini dirasa memiliki banyak keunggulan seperti menggunakan dasar alasan bahwa harga pasar mencerminkan besarnya biaya yang diserap oleh setiap macam produk utama, metode ini mudah dipakai sehingga merupakan metode yang populer dan banyak digunakan, selain itu Metode harga hipotetis dipakai apabila produk utama masih memerlukan proses pengolahan lebih lanjut setelah dapat dipisah dengan produk utama lainnya sesuai dengan kondisi perusahaan. 3. Dari alokasi biaya gabungan dapat diketahui bahwa penyerapan

biaya gabungan terhadap total biaya produksi sebelum titik pisah (Split Off Point) untuk Kulit Sapi yaitu Rp372,749,159.48, dan Kulit kambing

65

Rp513,701,378.40, juga Kulit Domba Rp951,730,178.44. Sedangkan Jaket A sebanyak Rp231,123,490.68, Jaket B yaitu Rp190,342,416.04, Sarung Tangan A Rp30,012,801.28, Sarung Tangan B Rp16,165,751.33, Sabuk Rp43,594,326.22, Rp29,800,966.03, Rp131,603,843.21, Rp55,928,249.75. 4. Dari perhitungan Biaya Standar untuk Bahan Baku untuk Kulit Sapi Dompet Sepatu Sandal A A A Rp48,411,464.57, Rp187,663,213.91, Rp79,574,584.47, dan Dompet Sepatu Sandal B B B

yaitu Rp8,881.411 per feet, dan Kulit Kambing Rp8,289.317 per feet, juga Kulit Domba Rp9,769.552 per feet. Sedangkan Jaket A sebanyak Rp364,548.093 per unit, Jaket B yaitu Rp304,061.367 per unit, Sarung Tangan A Rp16,508.692 per unit, Sarung Tangan B Rp8,635.551 per unit, Sabuk Rp22,622.899 per unit, Dompet A Rp34,334.372 per unit, Dompet B Rp21,060.753 per unit, Sepatu A Rp94,350.535 per unit, Sepatu B Rp65,670.580 per unit, Sandal A Rp54,503.140 per unit, dan Sandal B Rp37,038.576 per unit. 5. Tarif standar untuk BOP Variabel adalah Rp555.647/JKL, tarif

BOP Tetap Rp441.700/JKL, dan tarif BOP Total yaitu Rp997.346/JKL. 6. Untuk perhitungan biaya standar Biaya Pemasaran Administrasi dan

Umum diketahui bahwa tarif variabel Rp54.510 per unit, tarif tetap yaitu Rp92.927 per unit, tarif biaya pemasaran, administrasi dan umum total adalah Rp147.437 per unit.

66

7.

CM (Contribution Margin) atau Marjin Kontribusi dalam tiap-tiap

produk bersama yang dapat diketahui setelah perhitungan adalah Rp6,118.59 untuk Kulit Sapi, Rp5,710.68 untuk Kulit Kambing dan Rp6,730.45 untuk Kulit Domba, untuk Jaket A Rp245,138.26, untuk Jaket B Rp204,997.66, untuk Sarung Tangan A Rp10,194.47, untuk Sarung Tangan B Rp5,014.57, Sabuk Rp14,683.43, sedangkan Dompet A yaitu Rp24,128.20, sementara Dompet B Rp14,201.81, untuk Sepatu A Rp61,690.28, untuk Sepatu B Rp42,203.60, yang terakhir adalah untuk Sandal A yaitu Rp33,800.69, dan Sandal B Rp21,415.26. B. Saran Dari hasil perhitungan dan analisa terhadap Contribution Margin masing-masing produk yang dihasilkan perusahaan, seharusnya perusahaan menerapkan alokasi biaya gabungan karena seluruh produk yang dihasilkan merupakan produk bersama. Dengan alokasi biaya gabungan maka dapat diketahui penyerapan biaya masing-masing produk terhadap biaya gabungan yang terjadi di departemen Pengolahan Kulit dan penentuan biaya dalam setiap produk akan menghasilkan hasil yang tepat bagi pembuatan keputusan perusahaan terhadap penentuan laba masing-masing produk dan produksi. Perusahaan seharusnya juga melakukan perhitungan biaya standar per produk, khusus untuk bahan baku dari departemen Pengolahan Kulit dapat dilakukan melalui alokasi produksi bersama yang telah dijelaskan di atas, sedangkan untuk biaya overhead pabrik dan biaya non pabrikasi dapat dilakukan melalui metode regresi. Denga melakukan perhitungan biaya

67

gabungan perusahaan akan lebih mudah untuk menentukan Contribution Margin untuk masing-masing produk, karena perusahaan memiliki banyak produk dengan marjin kontribusi yang berbeda-beda sehingga perusahaan kan lebih mudah untuk menentukan produk mana yang harus terjual lebih banyak untuk memperoleh laba perusahaan yang maksimal. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dapat dikembangkan kembali bagi pinelitian selanjutnya kearah yang lebih luas, yaitu tidak hanya terfokus sampai Contribution Margin. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya lebih dapat mengembangkan model analisis yang lebih lengkap untuk mendapatkan hasil yang kompleks.

68

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Jainal. 2005. Penentuan Kombinasi Jumlah Produk Optimal Dengan Menggunakan Linier Programing. (studi kasus pada PT. Balatif malang). Skripsi tidak diterbitkan, Malang : Industrial Enginering Universitas Muhammadiah. Malang. Bustami, Bastian dan Nurlela, 2009. Akuntansi Biaya, edisi pertama, Mitra Wacana Media, Jakarta. Carter, William K, dan Usry, Milton F, 2004, Akuntansi Biaya, dialihbahasakan oleh Krista, Jakarta:Salemba Empat. Carter, William K, dan Milton.F.Usry, 2006. Cost Accounting, alih bahasa oleh Krista S.E.,Ak, Akuntansi Biaya, edisi tigabelas, Buku satu,., PT. Salemba Empat, Jakarta. Hanggana, Sri, 2008. Modul Akuntansi Biaya. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Hansen, Mowen, 2006. Akuntansi Manajemen. Salemba Empat. Jakarta. Herman, Robertus Tang, 2008. Penerapan Model Pemrograman Linier Dalam Peningkatan Produktivitas dan Kinerja Bisnis. Binus University. Jakarta. Ikatan Akuntan Indonesia. 2004. Standar Akuntansi Keuangan. Salemba empat. Jakarta. 68

Indriantoro, dan Supomo, 2002. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen, Edisi Pertama, BPFE-Yogyakarta, Yogyakarta. Mulyadi, 2001. Akuntansi Manajemen, Konsep, Manfaat dan Rekayasa, Penerbit Salemba Empat, Jakarta. Mulyadi. 2005. Akuntansi Biaya, Edisi 5, Cetakan ke-7. Unit Penerbit dan Percetakan YKPN, Yogyakarta. Qodariyah, Lailatul. 2006. Analisis Biaya gabungan Guna Menentukan Harga Pokok Utama Dan Produk Samingan Pada PT. Perkebunan Nusantara X (persero) PG. Ngadirejo Kediri. Skripsi tidak diterbitkan, Malang : Management Universitas Muhammadiah. Malang. Septy, W. Soulisa. 2007. Penentuan Jumlah Kombinasi Produk Dengan Menggunakan Metode Integer Linier Programing. (studi kasus pada PR. Cengkir Gading Nganjuk). Skripsi tidak diterbitkan, Malang : Industrial Enginering Universitas Muhammadiah. Malang. Suryani, Endah Kurnia. 2006. Analisis Perencanaan Dan Penentuan Kombinasi Produk Optimal Untuk Memaksimalkan Laba Dalam Pembangunan Perumahan Puri Pudak Payung Asri di Semarang. Fakultas ekono Universitas sebelas maret. Surakarta. Zaki Baridwan. 2004. Intermediate Accounting. BPFE. Yogyakarta. mi

69

Keterangan Kulit Spray Kulit Domba Feet Feet Kulit Kambing Feet Kulit Sapi Jaket Model A Buah Buah Model B Sarung Tangan Model A Buah Buah Model B Sabuk Buah Dompet Model A Buah Buah Model B Sepatu Model A Buah Buah Model B Sandal Model A Buah Buah Model B Sumber data : CV KAWAN KITA, tahun 2010

LAMPIRAN 1 CV KAWAN KITA HARGA JUAL PRODUK Satuan Harga

Rp 16.500,Rp 14.000,Rp 15.000,-

Rp 720.000,Rp 600.000,-

Rp 45.000,Rp 30.000,Rp 50.000,Rp 75.000,Rp 50.000,-

Rp 200.000,Rp 150.000,-

Rp 125.000,Rp 95.000,-

70

B PRODUK 48 46 147 145 Januari 47 45 145 145 Februari 49 47 145 147 Maret 48 49 146 146 April 50 51 149 146 Mei 49 47 146 149 Juni 47 45 148 150 Juli 52 49 155 160 Agustus 55 52 150 152 September 47 43 155 153 Oktober 53 51 147 151 November 49 50 150 146 Desember 594 575 1.783 1.790 Total Sumber data : CV KAWAN KITA, tahun 2010

Jaket A

LAMPIRAN 2 CV KAWAN KITA DATA PENJUALAN 2010 (DALAM UNIT) Sarung Tangan Sabuk Dompet Sepatu A B A B A B 145 149 146 151 153 152 159 158 165 170 156 154 1.858 97 95 96 92 93 110 113 125 110 114 101 97 1.243 89 89 95 92 96 94 91 95 105 102 95 102 1.145 155 152 169 141 161 167 171 181 179 174 145 153 1.948 156 166 159 157 169 168 161 164 169 171 173 164 1.977

Sandal A B 105 103 106 109 110 113 122 146 124 135 111 121 1.405 115 120 117 130 128 122 125 121 119 122 118 135 1.472

TOTAL 1.248 1.256 1.276 1.261 1.306 1.317 1.332 1.406 1.380 1.386 1.301 1.321 15.790

71

LAMPIRAN 3 CV KAWAN KITA STANDAR JAM PENGERJAAN PRODUK Departemen Keterangan JKL Pengolahan Kulit Bahan Mentah – Bahan Setengah Jadi 192 JKL

Jaket Kulit Model A Model B Sarung Tangan Penjahitan Model A Model B Sabuk Dompet Model A Model B Sepatu Model A Model B Sandal Model A Model B Sumber : CV KAWAN KITA, tahun 2010

6,25 JKL 6,10 JKL

2,25 JKL 2,15 JKL 1,15 JKL 1,35 JKL 1,17 JKL

3,45 JKL 3,25 JKL

2,20 JKL 2,20 JKL

72

LAMPIRAN 4 CV KAWAN KITA STANDAR BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG Departemen Keterangan BTKL Pengolahan Kulit Bahan Mentah – Rp 17.663,Bahan Setengah Jadi Jaket Kulit Rp 28.500,Model A Rp 24.200,Model B Sarung Tangan Penjahitan Rp 5.850,Model A Rp 5.400,Model B Sabuk Rp 2.500,Dompet Rp 4.550,Model A Rp 4.400,Model B Sepatu Rp 12.000,Model A Rp 11.450,Model B Sandal Rp 8.650,Model A Rp 8.500,Model B Sumber data : CV KAWAN KITA, tahun 2010 CV KAWAN KITA STANDAR HARGA BAHAN TAMBAHAN Keterangan Satuan Harga Jaket Kulit unit Rp 78.171,Model A unit Rp 63.258,Model B Sarung Tangan unit Rp 11.048,Model A unit Rp 9.645,73

Model B Sabuk Unit Rp 9.445,Dompet unit Rp 11.055,Model A unit Rp 9.405,Model B Sepatu unit Rp 29.821,Model A unit Rp 28.721,Model B Sandal unit Rp 24.270,Model A unit Rp 24.270,Model B Sumber Data : CV KAWAN KITA, tahun 2010

74

LAMPIRAN 5 CV KAWAN KITA JAM KERJA LANGSUNG AKTUAL 2010 Departemen Pengolahan Departemen Penjahitan Kulit Bulan 2010 2010 Januari 2.700 2.184 Februari 2.496 2.304 Maret 2.700 2.916 April 2.808 2.808 Mei 2.808 2.496 Juni 2.592 2.700 Juli 2.808 2.808 Agustus 2.808 2.496 September 2.592 2.040 Oktober 2.916 2.184 November 2.100 2.400 Desember 2.184 2.592 Total 31.512 29.928 Sumber data : CV KAWAN KITA, tahun 2010

75

LAMPIRAN 6 CV KAWAN KITA JAM PENGERJAAN PRODUK AKTUAL 2010
Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Jaket A 312.50 306.00 358.40 324.00 336.60 346.68 366.00 341.04 268.80 330.20 311.00 342.90 3944.12 Jaket B 310.00 292.80 347.13 329.94 342.57 295.50 323.46 360.00 246.41 314.08 305.00 319.59 3786.48 Sarung A 333.00 348.75 388.80 327.60 337.50 342.00 374.40 351.00 280.60 375.96 354.00 350.30 4163.91 Sarung B 254.00 324.00 348.30 347.20 366.30 361.35 342.40 360.00 276.90 336.96 340.80 353.60 4011.81 Sabuk 192.00 178.25 180.80 176.58 198.90 176.80 184.80 180.20 166.75 190.40 169.50 177.60 2172.58 Dompet A 125.00 135.45 132.00 150.70 158.75 159.90 170.30 159.90 133.00 162.00 160.80 166.40 1814.20 Dompet B 135.00 131.00 139.70 152.95 157.55 170.30 172.90 165.10 146.05 167.50 153.60 166.25 1857.90 Sepatu A 520.00 539.20 572.90 565.95 559.30 623.45 613.80 627.15 390.00 592.20 496.17 552.75 6652.87 Sepatu B 453.75 459.00 528.70 527.00 493.00 593.85 593.85 545.75 313.50 564.20 451.44 460.35 5984.39 Sandal A 253.00 238.70 224.40 252.00 213.60 265.95 296.80 239.20 175.00 232.80 246.25 265.00 2902.70 Sandal B 271.25 246.25 210.00 231.25 283.50 291.60 302.40 265.95 208.00 250.80 250.80 263.90 3075.70 Total JKL 3159.50 3199.40 3431.13 3385.17 3447.57 3627.38 3741.11 3595.29 2605.01 3517.10 3239.36 3418.64 40366.66

Sumber data : CV KAWAN KITA, tahun 2010

75

LAMPIRAN 7 CV KAWAN KITA BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG AKTUAL 2010 DEPARTEMEN PENGOLAHAN KULIT Bulan 2010 Januari Rp3,977,560 Februari Rp3,696,060 Maret Rp4,142,232 April Rp3,959,932 Mei Rp4,033,204 Juni Rp3,836,528 Juli Rp3,989,860 Agustus Rp3,993,652 September Rp2,773,852 Oktober Rp3,962,332 November Rp3,944,444 Desember Rp4,073,508 Total Rp46,383,164 Sumber data : CV KAWAN KITA, tahun 2010

76

LAMPIRAN 8 CV KAWAN KITA BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG AKTUAL DEPARTEMEN PENJAHITAN 2010 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Jaket A Rp1,425,000 Rp1,453,500 Rp1,596,000 Rp1,539,000 Rp1,567,500 Rp1,539,000 Rp1,710,000 Rp1,596,000 Rp1,197,000 Rp1,482,000 Rp1,425,000 Rp1,539,000 Rp18,069,000 Jaket B Rp1,210,000 Rp1,161,600 Rp1,379,400 Rp1,306,800 Rp1,379,400 Rp1,210,000 Rp1,306,800 Rp1,452,000 Rp992,200 Rp1,258,400 Rp1,210,000 Rp1,282,600 Rp15,149,200 Sarung A Rp877,500 Rp906,750 Rp947,700 Rp912,600 Rp877,500 Rp877,500 Rp912,600 Rp912,600 Rp713,700 Rp912,600 Rp877,500 Rp906,750 Rp10,635,300 Sarung B Rp810,000 Rp777,600 Rp874,800 Rp864,000 Rp891,000 Rp891,000 Rp864,000 Rp864,000 Rp702,000 Rp842,400 Rp864,000 Rp864,000 Rp10,108,800 Sabuk Rp400,000 Rp387,500 Rp400,000 Rp405,000 Rp425,000 Rp425,000 Rp412,500 Rp425,000 Rp362,500 Rp400,000 Rp375,000 Rp400,000 Rp4,817,500

76

Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember

Dompet A Rp455,000 Rp477,750 Rp500,500 Rp500,500 Rp568,750 Rp591,500 Rp591,500 Rp591,500 Rp455,000 Rp546,000 Rp546,000 Rp591,500

Dompet B Rp440,000 Rp440,000 Rp484,000 Rp506,000 Rp506,000 Rp572,000 Rp572,000 Rp572,000 Rp506,000 Rp550,000 Rp528,000 Rp550,000

Sepatu A Rp1,920,000 Rp1,920,000 Rp2,040,000 Rp1,980,000 Rp2,040,000 Rp2,220,000 Rp2,160,000 Rp2,220,000 Rp1,440,000 Rp2,160,000 Rp1,788,000 Rp1,980,000

Sepatu B Rp1,889,250 Rp1,946,500 Rp1,946,500 Rp1,946,500 Rp2,003,750 Rp2,118,250 Rp2,118,250 Rp2,118,250 Rp1,259,500 Rp2,083,900 Rp1,740,400 Rp1,774,750 Rp22,945,800

Sandal A Rp994,750 Rp951,500 Rp1,038,000 Rp1,038,000 Rp1,038,000 Rp1,167,750 Rp1,211,000 Rp1,124,500 Rp865,000 Rp1,038,000 Rp1,081,250 Rp1,081,250 Rp12,629,000

Sandal B Rp1,062,500 Rp1,062,500 Rp1,020,000 Rp1,062,500 Rp1,147,500 Rp1,147,500 Rp1,190,000 Rp1,147,500 Rp850,000 Rp1,020,000 Rp1,020,000 Rp1,105,000 Rp12,835,000

Total Rp6,415,500 Rp6,226,000 Rp23,868,000 Sumber data : CV KAWAN KITA, tahun 2010

LAMPIRAN 9

77

CV KAWAN KITA KEBUTUHAN BAHAN BAKU KULIT 2010
KULIT SAPI BULAN JANUARI FEBRUA RI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTU S SEPTEM BER OKTOBE R NOVEMB ER DESEMB ER TOTAL PROD / FIT 5,290 4,623 4,830 4,347 5,405 5,244 4,577 4,945 6,095 4,255 5,635 4,485 59,731 KEBT H/ LBR 230 201 210 189 235 228 199 215 265 185 245 195 2,597 HARGA Rp105,0 00 Rp100,0 00 Rp100,0 00 Rp100,0 00 Rp100,0 00 Rp100,0 00 Rp115,0 00 Rp115,0 00 Rp123,5 00 Rp100,0 00 Rp100,0 00 Rp100,0 00 JUMLAH Rp24,150, 000 Rp20,100, 000 Rp21,000, 000 Rp18,900, 000 Rp23,500, 000 Rp22,800, 000 Rp22,885, 000 Rp24,725, 000 Rp32,727, 500 Rp18,500, 000 Rp24,500, 000 Rp19,500, 000 Rp273,28 7,500 KULIT KAMBING PROD / FIT 7,008 7,224 9,624 9,200 7,528 6,912 8,024 8,040 7,856 7,976 9,800 6,048 95,240 KEBTH / LBR 876 903 1,203 1,150 941 864 1,003 1,005 982 997 1,225 756 11,905 HARGA Rp37,50 0 Rp38,20 0 Rp38,20 0 Rp38,20 0 Rp38,20 0 Rp38,20 0 Rp39,50 0 Rp40,00 0 Rp38,75 0 Rp38,75 0 Rp38,00 0 Rp38,75 0 JUMLAH Rp32,850,0 00 Rp34,494,6 00 Rp45,954,6 00 Rp43,930,0 00 Rp35,946,2 00 Rp33,004,8 00 Rp39,618,5 00 Rp40,200,0 00 Rp38,052,5 00 Rp38,633,7 50 Rp46,550,0 00 Rp29,295,0 00 Rp458,52 9,950 KULIT DOMBA PROD / FIT 9,890 10,120 8,750 6,780 13,000 9,980 10,120 10,030 12,010 8,560 13,510 8,760 121,510 KEBT H/ LBR 989 1,012 875 678 1,300 998 1,012 1,003 1,201 856 1,351 876 12,15 1 HARGA Rp31,50 0 Rp30,00 0 Rp30,00 0 Rp30,00 0 Rp30,00 0 Rp30,00 0 Rp32,50 0 Rp32,50 0 Rp34,10 0 Rp33,50 0 Rp30,50 0 Rp33,50 0 JUMLAH Rp31,153,50 0 Rp30,360,00 0 Rp26,250,00 0 Rp20,340,00 0 Rp39,000,00 0 Rp29,940,00 0 Rp32,890,00 0 Rp32,597,50 0 Rp40,954,10 0 Rp28,676,00 0 Rp41,205,50 0 Rp29,346,00 0 Rp382,712, 600

Sumber data : CV KAWAN KITA, tahun 2010 Keterangan : Produksi diukur per feet

78

-

Kebutuhan diukur per lembar Harga dihitung per lembar Jumlah Biaya Pembelian = Kebutuhan x Harga per lembar LAMPIRAN 10 CV KAWAN KITA BIAYA BAHAN TAMBAHAN AKTUAL 2010
JANUARI FEBRUARI HARGA
Rp74,354 Rp60,246 Rp10,043 Rp8,768 Rp8,586 Rp10,050 Rp8,550 Rp27,110 Rp26,110 Rp24,270 Rp24,270

MARET HARGA
Rp74,354 Rp60,246 Rp10,043 Rp8,768 Rp8,586 Rp10,050 Rp8,550 Rp27,110 Rp26,110 Rp24,270 Rp24,270

APRIL HARGA
Rp74,354 Rp60,246 Rp10,043 Rp8,768 Rp8,586 Rp10,050 Rp8,550 Rp27,110 Rp26,110 Rp24,270 Rp24,270

PRODUKSI JKT A JKT B SR A SR B SBK DMP A DMP B SPT A SPT B Sandal A Sandal B

PROD
50 50 150 150 160 100 100 160 165 115 125 1325

JUMLAH
Rp3,717,708 Rp3,012,292 Rp1,506,500 Rp1,315,250 Rp1,373,760 Rp1,005,000 Rp855,000 Rp4,337,600 Rp4,308,150 Rp2,791,050 Rp3,033,750 Rp27,256,060

PROD
51 48 155 144 155 105 100 160 170 110 125 1323

JUMLAH
Rp3,792,063 Rp2,891,800 Rp1,556,717 Rp1,262,640 Rp1,330,830 Rp1,055,250 Rp855,000 Rp4,337,600 Rp4,438,700 Rp2,669,700 Rp3,033,750 Rp27,224,049

PROD
56 57 162 162 160 110 110 170 170 120 120 1397

JUMLAH
Rp4,163,833 Rp3,434,013 Rp1,627,020 Rp1,420,470 Rp1,373,760 Rp1,105,500 Rp940,500 Rp4,608,700 Rp4,438,700 Rp2,912,400 Rp2,912,400 Rp28,937,296

PROD
54 54 156 160 162 110 115 165 170 120 125 1391

HARGA
Rp74,354 Rp60,246 Rp10,043 Rp8,768 Rp8,586 Rp10,050 Rp8,550 Rp27,110 Rp26,110 Rp24,270 Rp24,270

JUMLAH
Rp4,015,125 Rp3,253,275 Rp1,566,760 Rp1,402,933 Rp1,390,932 Rp1,105,500 Rp983,250 Rp4,473,150 Rp4,438,700 Rp2,912,400 Rp3,033,750 Rp28,575,775

MEI PRODUKSI JKT A JKT B SR A SR B SBK DMP A DMP B SPT A SPT B PROD 55 57 150 165 170 125 115 170 175 HARGA Rp74,354 Rp60,246 Rp10,043 Rp8,768 Rp8,586 Rp10,050 Rp8,550 Rp27,110 Rp26,110 JUMLAH Rp4,089,479 Rp3,434,013 Rp1,506,500 Rp1,446,775 Rp1,459,620 Rp1,256,250 Rp983,250 Rp4,608,700 Rp4,569,250

JUNI PROD 54 50 150 165 170 130 130 185 185 HARGA Rp74,354 Rp60,246 Rp10,043 Rp8,768 Rp8,586 Rp10,050 Rp8,550 Rp27,110 Rp26,110 JUMLAH Rp4,015,125 Rp3,012,292 Rp1,506,500 Rp1,446,775 Rp1,459,620 Rp1,306,500 Rp1,111,500 Rp5,015,350 Rp4,830,350

JULI PROD 60 54 156 160 165 130 130 180 185 HARGA Rp74,354 Rp60,246 Rp10,043 Rp8,768 Rp8,586 Rp10,050 Rp8,550 Rp27,110 Rp26,110 JUMLAH Rp4,461,250 Rp3,253,275 Rp1,566,760 Rp1,402,933 Rp1,416,690 Rp1,306,500 Rp1,111,500 Rp4,879,800 Rp4,830,350

AGUSTUS PROD 56 60 156 160 170 130 130 185 185 HARGA Rp74,354 Rp60,246 Rp10,043 Rp8,768 Rp8,586 Rp10,050 Rp8,550 Rp27,110 Rp26,110 JUMLAH Rp4,163,833 Rp3,614,750 Rp1,566,760 Rp1,402,933 Rp1,459,620 Rp1,306,500 Rp1,111,500 Rp5,015,350 Rp4,830,350

79

Sandal A Sandal B

120 135 1437

Rp24,270 Rp24,270

Rp2,912,400 Rp3,276,450 Rp29,542,687

135 135 1489

Rp24,270 Rp24,270

Rp3,276,450 Rp3,276,450 Rp30,256,912

140 140 1500

Rp24,270 Rp24,270

Rp3,397,800 Rp3,397,800 Rp31,024,658

130 135 1497

Rp24,270 Rp24,270

Rp3,155,100 Rp3,276,450 Rp30,903,147

80

SEPTEMBER PRODUKSI JKT A JKT B SR A SR B SBK DMP A DMP B SPT A SPT B Sandal A Sandal B PROD 42 41 122 130 145 100 115 120 110 100 100 1125 HARGA Rp74,357 Rp60,248 Rp10,044 Rp8,769 Rp8,586 Rp10,050 Rp8,550 Rp27,111 Rp26,111 Rp24,271 Rp24,271 JUMLAH Rp3,123,004 Rp2,470,181 Rp1,225,337 Rp1,139,930 Rp1,245,021 Rp1,005,041 Rp983,291 Rp3,253,334 Rp2,872,218 Rp2,427,100 Rp2,427,100 Rp22,171,558

OKTOBER PROD 52 52 156 156 160 120 125 180 182 120 120 1423 HARGA Rp74,336 Rp60,231 Rp10,041 Rp8,766 Rp8,584 Rp10,048 Rp8,548 Rp27,103 Rp26,104 Rp24,264 Rp24,264 JUMLAH Rp3,865,481 Rp3,132,025 Rp1,566,381 Rp1,367,529 Rp1,373,428 Rp1,205,708 Rp1,068,491 Rp4,878,619 Rp4,750,870 Rp2,911,695 Rp2,911,695 Rp29,031,923

NOVEMBER PROD 50 50 150 160 150 120 120 149 152 125 120 1346 HARGA Rp74,336 Rp60,231 Rp10,041 Rp8,766 Rp8,584 Rp10,048 Rp8,548 Rp27,103 Rp26,104 Rp24,264 Rp24,264 JUMLAH Rp3,716,809 Rp3,011,563 Rp1,506,135 Rp1,402,594 Rp1,287,588 Rp1,205,708 Rp1,025,752 Rp4,038,412 Rp3,967,760 Rp3,033,016 Rp2,911,695 Rp27,107,032

DESEMBER PROD 54 53 155 160 160 130 125 165 155 125 130 1412 HARGA Rp74,336 Rp60,231 Rp10,041 Rp8,766 Rp8,584 Rp10,048 Rp8,548 Rp27,103 Rp26,104 Rp24,264 Rp24,264 JUMLAH Rp4,014,153 Rp3,192,256 Rp1,556,340 Rp1,402,594 Rp1,373,428 Rp1,306,184 Rp1,068,491 Rp4,472,067 Rp4,046,071 Rp3,033,016 Rp3,154,336 Rp28,618,93 7

Sumber data : CV KAWAN KITA, tahun 2010

81

LAMPIRAN 11 CV KAWAN KITA DATA PRODUKSI 2010 (DALAM UNIT)
PRODUKSI JAKET A JAKET B SR A SR B SABUK DMP A DMP B SPT A SPT B SANDAL A SANDAL B TOTAL JAN 25 50 50 150 150 160 100 100 160 165 115 125 1325 FEB 24 51 48 155 144 155 105 100 160 170 110 125 1323 MAR ET 27 56 57 162 162 160 110 110 170 170 120 120 1397 APRI L 26 54 54 156 160 162 110 115 165 170 120 125 1391 MEI 26 55 57 150 165 170 125 115 170 175 120 135 1437 JUNI 25 54 50 150 165 170 130 130 185 185 135 135 1489 JULI 26 60 54 156 160 165 130 130 180 185 140 140 1500 AGUS T 26 56 60 156 160 170 130 130 185 185 130 135 1497 SEPT 17 42 41 122 130 145 100 115 120 110 100 100 1125 OKT 26 52 52 156 156 160 120 125 180 182 120 120 1423 NOV 25 50 50 150 160 150 120 120 149 152 125 120 1346 DES 27 54 53 155 160 160 130 125 165 155 125 130 1412 JUMLAH

634 626 1,818 1,872 1,927 1,410 1,415 1,989 2,004 1,460 1,510

Sumber data : CV KAWAN KITA, tahun 2010

82

LAMPIRAN 12 CV KAWAN KITA BOP AKTUAL DEPARTEMEN PENGOLAHAN KULIT 2010
BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER TOTAL LISTRIK Rp2,495,300 Rp2,327,544 Rp2,495,295 Rp2,584,119 Rp2,584,112 Rp2,406,488 Rp2,584,078 Rp2,584,112 Rp2,406,488 Rp2,672,924 Rp2,001,900 Rp2,070,976 Rp29,213,335 AIR Rp1,362,100 Rp1,259,186 Rp1,362,100 Rp1,416,584 Rp1,416,584 Rp1,307,616 Rp1,416,584 Rp1,416,584 Rp1,307,616 Rp1,471,068 Rp1,059,411 Rp1,101,788 Rp15,897,220 TELEPON Rp180,161 Rp179,633 Rp181,989 Rp182,991 Rp183,622 Rp184,621 Rp182,326 Rp183,556 Rp184,795 Rp184,779 Rp182,114 Rp181,635 Rp2,192,222 PEMLHAR Rp665,000 Rp665,000 Rp665,000 Rp665,000 Rp665,000 Rp665,000 Rp665,000 Rp665,000 Rp665,000 Rp665,000 Rp665,000 Rp665,000 Rp7,980,000 MANDOR Rp995,000 Rp920,000 Rp990,000 Rp1,040,000 Rp1,040,000 Rp955,000 Rp1,040,000 Rp1,040,000 Rp995,000 Rp1,085,000 Rp750,000 Rp775,000 Rp11,625,000 PENYUSUTAN Rp7,563,959 Rp7,563,959 Rp7,563,959 Rp7,563,959 Rp7,563,959 Rp7,563,959 Rp7,563,959 Rp7,563,959 Rp7,563,959 Rp7,563,959 Rp7,563,959 Rp7,563,959 Rp90,767,513 ANGKUT Rp700,000 Rp700,000 Rp700,000 Rp700,000 Rp700,000 Rp700,000 Rp700,000 Rp700,000 Rp700,000 Rp700,000 Rp700,000 Rp700,000 Rp8,400,000 GEDUNG Rp880,967 Rp880,967 Rp880,967 Rp880,967 Rp880,967 Rp880,967 Rp880,967 Rp880,967 Rp880,967 Rp880,967 Rp880,967 Rp880,967 Rp10,571,600 TOTAL / BLN Rp14,842,487 Rp14,496,289 Rp14,839,310 Rp15,033,620 Rp15,034,244 Rp14,663,651 Rp15,032,914 Rp15,034,178 Rp14,703,825 Rp15,223,697 Rp13,803,351 Rp13,939,325 Rp176,646,890

Sumber data : CV KAWAN KITA, tahun 2010

83

LAMPIRAN 13 CV KAWAN KITA BOP AKTUAL DEPARTEMEN PENJAHITAN 2010
BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER TOTAL LISTRIK Rp373,500 Rp392,291 Rp488,126 Rp471,214 Rp422,357 Rp454,302 Rp471,214 Rp422,357 Rp350,951 Rp373,500 Rp407,324 Rp437,390 Rp5,064,527 AIR Rp63,500 Rp58,615 Rp65,942 Rp63,500 Rp63,500 Rp61,058 Rp63,500 Rp63,500 Rp41,519 Rp63,500 Rp61,058 Rp65,942 Rp735,135 TELEPON Rp138,600 Rp98,862 Rp116,671 Rp157,500 Rp136,500 Rp148,413 Rp178,500 Rp168,000 Rp139,711 Rp129,150 Rp116,106 Rp140,660 Rp1,668,672 PEMLHAR Rp200,000 Rp184,615 Rp207,692 Rp200,000 Rp200,000 Rp192,308 Rp200,000 Rp200,000 Rp130,769 Rp200,000 Rp192,308 Rp207,692 Rp2,315,385 PENYUSUTAN Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp909,420 Rp10,913,046 MANDOR Rp858,000 Rp888,000 Rp1,107,000 Rp1,066,000 Rp962,000 Rp1,025,000 Rp1,066,000 Rp962,000 Rp765,000 Rp858,000 Rp925,000 Rp999,000 Rp11,481,000 GEDUNG Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp329,175 Rp3,950,100 TOTAL / BLN Rp2,872,195 Rp2,860,979 Rp3,224,028 Rp3,196,810 Rp3,022,953 Rp3,119,677 Rp3,217,810 Rp3,054,453 Rp2,666,545 Rp2,862,745 Rp2,940,391 Rp3,089,280 Rp36,127,865

Sumber data : CV KAWAN KITA, tahun 2010

84

LAMPIRAN 14 CV KAWAN KITA BIAYA PEMASARAN, ADMINISTRASI DAN UMUM AKTUAL 2010
BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER TOTAL LISTRIK Rp183,000 Rp168,242 Rp168,242 Rp153,484 Rp178,081 Rp163,323 Rp153,484 Rp173,161 Rp128,887 Rp183,000 Rp168,242 Rp158,403 Rp1,979,548 PEMELIHARAAN Rp50,000 Rp45,161 Rp45,161 Rp40,323 Rp48,387 Rp43,548 Rp40,323 Rp46,774 Rp32,258 Rp50,000 Rp45,161 Rp41,935 Rp529,032 Rp6,390,360 PENYUSUTAN Rp243,820 Rp243,820 Rp243,820 Rp243,820 Rp243,820 Rp243,820 Rp243,820 Rp243,820 Rp243,820 Rp243,820 Rp243,820 Rp243,820 Rp2,925,842 GEDUNG Rp79,661 Rp79,661 Rp79,661 Rp79,661 Rp79,661 Rp79,661 Rp79,661 Rp79,661 Rp79,661 Rp79,661 Rp79,661 Rp79,661 Rp955,938 TOTAL / BLN Rp556,482 Rp536,885 Rp536,885 Rp517,288 Rp549,949 Rp530,353 Rp517,288 Rp543,417 Rp484,627 Rp556,482 Rp536,885 Rp523,820 Rp6,390,360

TOTAL SELURUHNYA

84

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->