KATA PENGANTAR Puji Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan hidayah– Nya

sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul tentang “Elektrokimia“. Makalah ini diharapkan dapat lebih membantu pemahaman mengenai mata kuliah yang bersangkutan dengan judul makalah ini. Makalah ini kami buat dengan tujuan agar lebih menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi saya maupun mahasiswa / mahasiswi yang akan membaca atau mempelajari tentang makalah saya ini. Dan juga bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen pengampu matakuliah Kimia Dasar II yaitu Dra. Elva Yasmi Amran, M.Si dan Sri Haryati, S.Si, M.Si. Tidak lupa, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak – pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. Sehingga makalah ini terselesaikan dengan baik.

Pekanbaru, Mei 2011

Penulis

1

.....................Daftar Isi Kata Pengantar ................6 Kecepatan Peluruhan Radioaktif dan Aktifitas Hamburan ........................................................................................... 6 2...................................................................................................................1 Kesimpulan ...........................2 Deret Radioaktif ....................................................................4 Radioisotop ............................................................................................................................ 12 2 .................................................................................................................................................................................................... 9 Bab III Penutup 3....... 4 2.......................... 5 2..........................................................8 Aplikasi Radioaktif ............................................................................... 2 Bab I Pendahuluan ... 6 2........1 Kestabilan Inti .....................................................5 Hukum-Hukum Peluruhan ....................................................................... 11 Daftar Pustaka ... 9 2............................................................................................................................... 5 2...................................................................................... 3 Bab II Pembahasan 2............3 Radioaktifitas .......................................................... 4 2..................................................................7 Alat Deteksi Radioaktif ............................................................................................................................................................................................... 1 Daftar Isi .............................................................

(Beberapa reaksi nuklir melibatkan sumber energi yang berasal dari luar. Gerakan teratur pada partikel ini dapat membuat inti seketika tidak stabil. Hukum Coulomb atau gaya elektrostatik juga mempunyai peranan yang berarti pada ukuran ini. Ada sifat yang dimiliki susunan partikel di dalam inti atom. Partikel mekanika kuantum tidak pernah dalam keadaan diam. yang tidak teramati pada skala makroskopik. Interaksi gaya-gaya ini pada inti atom terjadi dengan kompleksitas yang tinggi. Reaksi seperti ini biasanya akan dimasukan dalam fisi nuklir/fusi nuklir. Akan tetapi. energi aktivasi sudah tersedia dari dalam. dalam bentuk "tumbukkan" dengan partikel luar misalnya. sebuah gangguan yang berasal dari luar dapat melepaskan gaya gravitasi dan membuat tower itu runtuh. sehingga hal ini termasuk dalam reaksi nuklir. Pada kasus peluruhan inti atom. bisa dalam bentuk ditendang atau digeser tangan. 3 . Pada kasus menara pasir. jika mereka sedikit saja bergeser dari posisinya. Mungkin bisa sedikit digambarkan dengan menara pasir yang kita buat di pantai: ketika gesekan yang terjadi antar pasir mampu menopang ketinggian menara. diatur oleh beberapa interaksi. merupakan gaya terkuat pada skala subatomik. Keruntuhan menara (peluruhan) membutuhkan energi aktivasi tertentu. reaksi semacam ini tidak dipertimbangkan sebagai peluruhan. Gaya gravitasi tidak berpengaruh pada proses nuklir. mereka dapat jatuh ke susunan energi yang lebih rendah. Gaya nuklir kuat. Gaya nuklir lemah sedikit berpengaruh pada interaksi ini.BAB I PENDAHULUAN Neutron dan proton yang menyusun inti atom. terlihat seperti halnya partikelpartikel lain. berlawanan dengan reaksi kimia yang hanya melibatkan perubahan susunan elektron diluar inti atom. mereka terus bergerak secara acak. energi ini datang dari luar sistem. Hasil perubahan akan memengaruhi susunan inti atom.

20. ada beberapa petunjuk empiris yang dapat digunakan untuk mengenal inti yang stabil dan yang bersifat radioaktif/tidak stabil. 82 dan 126 Untuk proton : 2.2 DERET RADIOAKTIF Suatu deret radioaktif adalah suatu kumpulan unsure-unsur yang dibentuk dari suatu nuklida radioaktif tunggal oleh pancaran menyebabkan terbentuknya atom dari suatu unsur lain.1 KESTABILAN INTI Kestabilan inti tidak dapat diramalkan dengan suatu aturan. 8. 4. 2. yaitu inti yang mempunyai jumlah proton genap dan jumlah neutron genap lebih stabil daripada inti yang mempunyai jumlah proton dan neutron ganjil 3.BAB II PEMBAHASAN 2. 8. 50. Aturan ganjil genap. deret itu dimulai dengan peluruhan radioaktif dari unsure induk dan 4 . Bilangan tersebut adalah: Untuk neutron : 2. yaitu: 1. 20. Pengaruh bilangan ini untuk stabilitas inti sama dengan banyaknya elektron untuk gas mulia yang sangat stabil. Namun. Bilangan sakti (magic numbers)Nuklida yang memiliki neutron dan proton sebanyak bilangan sakti umumnya lebih stabil terhadap reaksi inti dan peluruhan radioaktif. 28. 28. Semua inti yang mempunyai proton 84 atau lebih tidak stabil 2. Kestabilan inti dapat dikaitkan dengan perbandingan neutron-proton. 50 dan 82.

Sinar  : . dibuat dengan menggunakan reaksi inti dengan netron.berlanjut dari atom ke atom sampai akhirnya terbentuk sesuatu atom tak-radioaktif. Compton den produksi pasangan). 2.Bidang hidrologi 5 .daya tembusnya kecil tapi daya ionisasinya besar.tidak bermuatan (gelombang elektromagnetik).daya tembus cukup besar tapi daya ionisasinya agak kecil .3 RADIOKTIFITAS Radioaktivitas adalah peristiwa pemancaran sinar-sinar  yang menyertai proses peluruhan inti. . Karena itu pada titiktitik ini suatu deret akan bercabang 2.daya tembus paling besar tapi daya ionisasinya kecil (interaksi berupa foto listrik.identik dengan elektron ( le.Misalnya 92 U 238 + 0 n Penggunaan radioisotop: .) Sinar  : .identik dengan inti atom helium (2He4) Sinar  : . . Terdapat nuklida-nuklida tertentu dalam tiap deret yang dapat meluruh dengan memancarkan atau sebuah partikel alfa atau sebuah partikel beta. Uranium-238 merupakan unsure induk untuk satu deret yang terdapat dalam alam yang berisi 18 anggota.4 RADIOISOTOP Radioisotop adalah isiotop dari zat radioaktif.

6 KECEPATAN PELURUHAN RADIOAKTIF DAN AKTIFITAS HAMBURAN Laju peluruhan.5 HUKUM PELURUHAN Pada peristiwa peluruhan. Teknik ini merupakan salah satu pertaruhan yang aman dalam ilmu pengetahuan sebagaimana yang disampaikan oleh [1]) Variabel: 6 . dan prediksi menggunakan kontanta ini menjadi berkurang keakuratannya untuk material dalam jumlah kecil. atau aktivitas. berlaku :      Hukum kekekalan energi Hukum kekekalan momentum linier Hukum kekekalan momentum sudut Hukum kekekalan nomor massa Hukum kekekalan nomor atom 2.waktu yang diperlukan sebuah material radioaktif untuk meluruh menjadi setengah bagian dari sebelumnya. Konstanta peluruhan .industri 2. mereka terkait dengan perilaku yang secara statistic acak.simbol t1 / 2 . Tetapi. peluruhan radioaktif yang digunakan dalam teknik penanggalan sangat handal. dari material radioaktif ditentukan oleh: Konstanta:  Waktu paruh .simbol λ .rerata waktu hidup (umur hidup) sebuah material radioaktif.  Rerata waktu hidup .biologi .konstanta peluruhan berbanding terbalik dengan waktu hidup (umur hidup)..  (Perlu dicatat meskipun konstanta.simbol τ .

peluruhan dari inti tidak stabil merupakan proses acak dan tidak mungkin untuk memperkirakan kapan sebuah atom tertentu akan meluruh.) Persamaan: dimana adalah jumlah awal material aktif. melainkan ia dapat meluruh sewaktu waktu.simbol SA . Aktivitas khusus . "Jumlah substansi" dapat berupa satuan massa atau volume. Jika N adalah jumlah atom. Pengukuran aktivitas Satuan aktivitas adalah: becquerel (simbol Bq) = jumah disintegrasi (pelepasan)per detik .jumlah peluruhan tiap detik. jumlah kejadian peluruhan –dN yang akan terjadi pada selang (interval) waktu dt adalah sebanding dengan jumlah atom yang ada sekarang.jumlah peluruhan tiap detik per jumlah substansi.  Aktivitas total . untuk sebuah sampel radioisotop tertentu. curie (Ci) = Waktu peluruhan Sebagaimana yang disampaikan di atas. dan disintegrasi per menit (dpm). 7 . maka kemungkinan (probabilitas) peluruhan (– dN/N) sebanding dengan dt: disintegrasi per detik. Karenanya.simbol A .

Rerata waktu hidup disimbolkan dengan τ. hanya benar secara statistik. Waktu paruh adalah waktu yang diperlukan sebuah inti radioatif untuk meluruh menjadi separuh bagian dari sebelumnya. tetapi kuantitas fisik N hanya dapat bernilai bilangan bulat positif. Tanda negatif pada persamaan menunjukkan bahwa jumlah N berkurang seiring dengan peluruhan. Masing-masing atom "hidup" untuk batas waktu tertentu sebelum ia meluruh. Hubungan waktu paruh dengan konstanta peluruhan adalah sebagai berikut: Hubungan waktu paruh dengan konstanta peluruhan menunjukkan bahwa material dengan tingkat radioaktif yang tinggi akan cepat habis. Alasan kedua. 8 . nilai N sangat besar sehingga fungsi ini merupakan pendekatan yang baik. Akan tetapi juga. fungsi exponensial merupakan fungsi berlanjut. dalam banyak kasus. Selain konstanta peluruhan. masing-masing mempunyai konstanta peluruhan sendiri (λ). karena persamaan ini penggambaran dari sebuah proses acak. dan mempunyai hubungan dengan konstanta peluruhan sebagai berikut: Parameter yang lebih biasa digunakan adalah waktu paruh. Penyelesaian dari persamaan diferensial orde 1 ini adalah fungsi berikut: Fungsi di atas menggambarkan peluruhan exponensial. dan rerata waktu hidup adalah rerata aritmatika dari keseluruhan waktu hidup atom-atom material tersebut. Waktu paruh inti radioaktif sangat bervariasi. peluruhan radioaktif sebuah material biasanya juga dicirikan oleh rerata waktu hidup. yang merupakan penyelesaian pendekatan atas dasar dua alasan.Masing-masing inti radioaktif meluruh dengan laju yang berbeda. Pertama. sedang materi dengan dengan tingkat radiasi rendah akan lama habisnya.

 Bilik Kabut (Cloud Chambers) Memungkinkan kita melihat jejak yang diikuti oleh suatu radiasi mengion tunggal kemudian dalam gerakannya melewati suatu gas. sinar-X. Berikut 4 metode mendeteksi radioaktif :  Metode Fotografi Film dan kertas fotografi telah lama digunakan untuk mendeteksi keradioaktifan. Sevolume udara dijenuhi dengan uap dan kemudian didinginkan dengan pemuaian secara cepat.8 APLIKASI  Terapi kanker: Radiasi dapat menimbulkan sekaligus menyembuhkan kanker. 9 . Pancaran mempengaruhi emulsi fotografi dengan cara yang sama seperti cahaya biasa. 2. dan sinar ultraviolet) atau energi kinetic dari partikel yang bergerak cepat (misalnya partikel beta dan alfa) dang mengubahnya menjadi energi cahaya yang Nampak dikatakan berfluoresensi (berpendar flour). telah dikembangkan pelbagai metode tak-langsung untuk mendeteksinya.7 ALAT DETEKSI RADIOAKTIF Karena pancaran zat-zat radioaktif tak Nampak. kertas atau film itu dikembangkan dalam cara biasa.  Metode Pendaran Flour Banyak zat yang mampu menyerap energi cahaya dengan panjang gelombang pendek (misalnya sinar Gamma. sampai 10-6 detik untuk yang sangat tidak stabil.  Pencacah Pengionan Gas Dalam suatu pencacah pengionan gas. suatu partikel mengion melewati suatu gas yang terletak antara dua elektrode yang bermuatan. 2. Ion-ion yang terbentuk dalam gas itu ditarik ke elektrode-elektrode dan menyebabkan mengalirnya suatu denyut arus listrik.dari mulai 1024 tahun untuk inti hampir stabil. Setelah singkapan.

dan pergerakannya diikuti dengan detektor. Contoh: Iod-127 digunakan untuk menelusuri fungsi kelenjar tiroid. 10 .  Pengukuran Pergerakan Lumpur dan Pasir di Sungai Isotop yang digunakan adalan yang memiliki waktu paruh singkat. dengan cara dimasukkan ke dalam saluran air.Radiasi menyebabkan molekul-molekul dalam sel terpecah/terionisasi. t1/2 = 12. air ini tak boleh digunakan oleh makhluk hidup. Ketika proses ini berlangsung. contoh: 140BaSO4. Kerusakan yang paling terlihat apabila DNA rusak dan pengaruh terbesar terjadi dalam pertumbuhansel yang cepat.8 hari.  Pendeteksi Kebocoran Digunakan sejumlah kecil radioisotop 24Na (t1/2 = 15 jam).

digunakan istilah nuklida. 11 .1KESIMPULAN Suatu unsur yang mengalami proses pemancaran radiasi dengan sertamerta dikatakan bersifat radioaktif. Digunakan istilah isotop untuk merujuk atom-atom suatu unsur tertentu yang masanya berlainan. Dikenal banyak orang bahwa unsure-unsur seperti radium dan uranium adalah radioaktif.BAB III PENUTUP 3. Suatu nuklida adalah sejenis atom yang diperbedakan dari semua lainnya oleh banyaknya proton dan neutron yang dikandungnya. Untuk merujuk jenis tertentu atom dari unsure apa saja.

DAFTAR PUSTAKA Keenan.Kimia Dasar Jilid 3.Jakarta:Erlangga Syukri.S. dkk.Bandung:ITB http://wikipedia.1984.com 12 .1999.Kimia Untuk Universitas Jilid 2.

Dosen Pengampu : Dra. M.Si Sri Haryati.Si MAKALAH KIMIA INTI Disusun Oleh : Fatmawati Fitri Aldresti Indri Resvati W Irma Susila Mutiara JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS RIAU 2011 13 .Si. M. S. Elva Yasmi Amran.

14 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful