P. 1
Metode Scoring Untuk Menentukan TBC Pada

Metode Scoring Untuk Menentukan TBC Pada

|Views: 75|Likes:
Published by saspawi

More info:

Published by: saspawi on May 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/05/2013

pdf

text

original

Another Source

Metode Scoring untuk menentukan TBC pada Bayi
Posted on February 21, 2011 by mursahid

Gejala TBC pada bayi tidak sama dengan seperti pada orang dewasa. Ketahuannya tiba2 berat badan tidak naik aja Saya coba cari informasi ke dr Endah di KMC. Menurut dr. Endah, untuk menentukan TBC pada bayi bisa menggunakan metode scoring. Jika score >= 7 maka kemungkinan besar anak anda terkena TBC. Berikut adalah faktor-faktor penentu TBC beserta scorenya : 1. Kontak Lingkungan Kontak dengan penderita TBC. Adakah penderita TBC di lingkungan dekat anda? Saudara atau tetangga? Jika YA maka scorenya = +3 dan jika tidak maka scorenya = 0 2. Mantoux Test. Tes mantoux itu tes untuk mendeteksi/mengetahui adanya infeksi kuman Tuberkulosis (TBC). Tes mantoux dilakukan dengan cara menyuntikkan tuberkulin ( suatu komponen protein kuman TBC yang mempunyai sifat antigenic yang kuat) ke dalam lapisan kulit lengan bawah seseorang. Pembacaan dilakukan 48-72 jam setelah penyuntikkan. Makanya disebut juga dengan tes tuberkulin.Protein tadi (tuberkulin) bila disuntikkan ke dalam lapisan kulit seseorang yang telah terinfeksi TBC akan menimbulkan reaksi di kulit tersebut berupa bentol kemerahan (indurasi) setelah 48-72 jam kemudian. Yang diukur adalah diameter bentol (indurasi) bukan kemerahan yang terjadi setelah penyuntikkan. Apabila diameter indurasi 0-4 mm dinyatakan negatif. Bila diameter 5-9 dinyatakan positif meragukan, karena dapat disebabkan oleh infeksi kuman M.atipik atau karena anak pernah diimunisasi BCG.Diameter indurasi ? 15 mm dinyatakan postif tanpa melihat status BCG pasien. Pada anak balita yang telah mendapat BCG, diameter indurasi 10-15 mm masih mungkin diseabkan oleh BCGnya selain oleh infeksi kuman TBC. Sedangkan bila ukuran indurasi ? 15 mm hasil positif ini lebih mungkin karena infeksi kuman TBC dibandingkan karena akibat imunisasi BCGnya. Jika panjang bentol > 10 mm maka score = +3 3. GIZI Jika anak anda gizinya baik maka score = 0 Jika anak anda gizinya kurang maka score = +1 Jika anak anda gizinya buruk maka score = +2 Rontgen Hasil Rontgen mempunyai score +1. Gejala Lain Gejala lain adalah batuk-batuk. jika ya maka score = +1 Source : dr. Endah Citra Resmi – KMC

4. 5.

Bila skor kurang dari 6 tetapi secara klinis kecurigaan kearah TB kuat maka perlu dilakukan pemeriksaan diagnostik lainnya sesuai indikasi. Unit Kerja Koordinasi Respirologi PP IDAI telah membuat Pedoman Nasional Tuberkulosis Anak dengan menggunakan sistem skor (scoring system). funduskopi. dan pemeriksaan penunjang. Catatan : • Diagnosis dengan sistem skoring ditegakkan oleh dokter. foto tulang dan sendi. maka dilakukan pembobotan dengan sistem skor. pungsi lumbal. dan lain lainnya. harus ditatalaksana sebagai pasien TB dan mendapat OAT (obat anti tuberkulosis). yaitu pembobotan terhadap gejala atau tanda klinis yang dijumpai. Pada anak-anak batuk bukan merupakan gejala utama. Pasien dengan jumlah skor yang lebih atau sama dengan 6 (>6). seperti bilasan lambung. Setelah dokter melakukan anamnesis. patologi anatomi. Sinusitis. pemeriksaan fisik. pungsi pleura.Another Source Diagnosis TB pada Anak Diagnosis TB pada anak sulit sehingga sering terjadi misdiagnosis baik overdiagnosis maupununderdiagnosis. maka diagnosis TB anak perlu kriteria lain dengan menggunakan sistem skor. • Batuk dimasukkan dalam skor setelah disingkirkan penyebab batuk kronik lainnya seperti Asma. Pengambilan dahak pada anak biasanya sulit. Pedoman tersebut secara resmi digunakan oleh program nasional penanggulangan tuberkulosis untuk diagnosis TB anak. Tabel: Sistem skoring (scoring system) gejala dan pemeriksaan penunjang TB (Pedoman Nasional Penanggulangan TB edisi pertama tahun 2007). . dan lain-lain. CT-Scan.

• Foto toraks toraks bukan alat diagnostik utama pada TB anak • Semua anak dengan reaksi cepat BCG (reaksi lokal timbul < 7 hari setelah penyuntikan) harus dievaluasi dengan sistem skoring TB anak. Evaluasi klinis pada TB anak merupakan parameter terbaik untuk menilai keberhasilan pengobatan. Terapi Diberikan OAT (Obat Anti TB) dengan ketentuan sebagai berikut: Pada sebagian besar kasus TB anak pengobatan selama 6 bulan cukup adekuat.  Jenis dan Dosis Obat TB pada Anak Table: dosis OAT Kombipak pada anak (Pedoman Nasional Penanggulangan TB edisi pertama tahun 2007). • Anak didiagnosis TB jika jumlah skor > 6. (skor maksimal 14) • Pasien usia balita yang mendapat skor 5. Pirazinamid (Z) masing-masing tiap hari. dirujuk ke RS untuk evaluasi lebih lanjut. Rifampicin (R). Tahap lanjutan selama 4 bulan diberikan INH (H) dan Rifampicin (R) masing-masing tiap hari. Bila dijumpai perbaikan klinis yang nyata walaupun gambaran radiologik tidak menunjukkan perubahan yang berarti. 2.  Kategori Anak (2RHZ/ 4RH) Artinya: 1. pasien dapat langsung didiagnosis tuberkulosis.–> lampirkan tabel badan badan. Tahap intensif selama 2 bulan diberikan INH (H). . • Berat badan dinilai saat pasien datang (moment opname). lakukan evaluasi baik klinis maupun pemeriksaan penunjang. OAT tetap dihentikan. Setelah pemberian obat 6 bulan.Another Source • Jika dijumpai skrofuloderma (TB pada kelenjar dan kulit).

dirujuk ke rumah sakit. Terapi Profilaksis Pada semua anak. Bila anak tersebut belum pernah mendapat imunisasi BCG. akan tetapi bisa mencegah dari penyakit TB berat seperti TB milier dan meningitis TB. Anak lebih aktif 3. Monitoring Pemantauan kemajuan anak dengan terapi TB dapat dilihat dengan: 1.Another Source Table: dosis OAT KDT pada anak. . imunisasi BCG dilakukan setelah pengobatan pencegahan selesai. Ada perbaikan klinis seperti penurunan panas dan keluhan batuk Pencegahan BCG diberikan pada usia 0-3 bulan secara intrakutan. Keterangan: • Bayi dengan berat badan kurang dari 5 kg dirujuk ke rumah sakit • Anak dengan BB 15-19 kg dapat diberikan 3 tablet. • Anak dengan BB ≥33 kg . Bila hasil evaluasi dengan skoring system didapat skor < 5. terutama balita yang tinggal serumah atau kontak erat dengan penderita TB dengan BTA positif. • Obat harus diberikan secara utuh. tidak boleh dibelah • OAT KDT dapat diberikan dengan cara: ditelan secara utuh atau digerus sesaat sebelum diminum. perlu dilakukan pemeriksaan menggunakan sistem skoring. Peningkatan berat badan 2. kepada anak tersebut diberikan Isoniazid (INH) dengan dosis 5-10 mg/kg BB/hari selama 6 bulan. (Pedoman Nasional Penanggulangan TB edisi pertama tahun 2007). Imunisasi BCG tidak bisa mencegah dari penyakit TB.

. Amien. Semoga bermanfaat.Another Source Demikian tulisan ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->