P. 1
Analisa Kuantitatif Karbohidrat Metode Luff

Analisa Kuantitatif Karbohidrat Metode Luff

|Views: 641|Likes:
Published by queeneci

More info:

Published by: queeneci on May 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/24/2013

pdf

text

original

ANALISA KUANTITATIF KARBOHIDRAT METODE LUFF SCHOORL

08 JAN 2012 Leave a Comment
by foodandsnack in Uncategorized

LAPORAN PRAKTIKUM, Bertha Julisti Mata Kuliah Dosen 1. ACARA Praktikum pengujian kadar karbohidrat dengan metode luff schrool. 1. PRINSIP Hidrolisis karbohidrat menjadi monosakarida yang dapat mereduksi Cu2+ menjadi Cu+ dan kelebihan Cu2+ dapat dititrasi dengan metode iodometri (tidak langsung). 1. TUJUAN Menentukan kadar karbohidrat dalam sample 1. DASAR TEORI Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi hamper seluruh penduduk di dunia, khususnya bagi penduduk Negara yang berkembang. Pada tanaman, karbohidrat dibentuk dari reaksi CO2 dan H2O dengan bantuan sinar matahari melalui proses fotosintesis dalam sel tanaman yang berklorofil. Sinar Matahari CO2 + H2O (C6H12O6)n + O2 (Karbohidrat) : Pengujian Khemis : Teni Rodiani, S.Si

Karbohidrat banyak terdapat dalam bahan nabati, baik berupa gula sederhana, heksosa, pentosa, maupun karbohidrat dengan berat molekul yang tinggi seperti pati, pectin, selulosa, dan lignin. Karbohidrat yang terdapat dalam hasil ternak terutama terdiri dari glikogen. Pada umumnya karbohidrat dapat dikelompokan menjadi monosakarida, oligosakarida, serta polisakarida. 1. Monosakarida

1. Bila sukrosa (sakarosa atau gula tebu). Kerusakan pada karbohidrat : 1. reaksi pencoklatan non enzimatis belum diketahui atau dimengerti penuh. Pencoklatan (Browning ) Pencoklatan enzimatis terjadi pada buah-buahan yang banyak mengandung substrat senyawa fenolik. misalnya pada suhu 170oC maka mulailah terjadi karamelisasi sukrosa. HC = O HC HO H H OH C C C H OH OH H2C C=O HO H H C C C CH2OH D-Frukrosa H OH OH OH CH2OH D-Glukosa 1. Polisakarida Polisakarida merupakan polimer molekul-molekul monosakarida yang dapat berantai lurus atau bercabang dan dapat dihidrolisis dengan enzim-enzim yang spesifik kerjanya. sedangkan ketosa mempunyai satu gugus keton. . Umumnya ada 3 macam reaksi pencoklatan non enzimatik yaitu : karamelisasi. Monosakarida dengan enam atom C disebut heksosa. misalnya glukosa (dekstrosa atau gula anggur). 1. Terdiri dari molekul glukosa dan fruktosa. dan bila terdiri dari 3 molekul disebut triosa. Oligosakarida yang terdiri dari 2 molekul disebut disakarida. laktosa terdiri dari molekul glukosa dan galaktosa. Oligosakarida Oligosakarida adalah polimer derajat polimerisasi 2 sampai 10 dan biasanya bersifat larut dalam air. reaksi maillard dan pencoklatan akibat vitamin C. Karamelisasi Bila gula yang telah mencair tersebut dipanaskan terus hingga suhunya melalui titik leburnya.Monosakarida mengandung satu gugus aldehida disebut aldosa.

cara enzimatik. yang sering dikendaki atau kadang-kadang malah menjadi pertanda penurunan mutu. 1.1 N . Banyak cara yang dilakukan atau dapat dipergunakan untuk menentukan banyaknya karbohidrat dalam suatu bahan yaitu antara lain dengan cara kimiawi. Hasil reaksi tersebut menghasilkan bahan berwarna coklat. disebut reaksi-reaksi maillard. Reaksi Maillard Reaksi-reaksi antara karbohidrat. ALAT & BAHAN Alat                        Bahan Erlenmeyer 500 mL Gelas ukur 250 mL Corong butchner Buret Statif & Klem Hot plate Pendingin tegak Beaker glass Batu didih Pipet volume Pipet ukur Pipet tetes Neraca analitik Spatula Corong gelas Labu ukur Bulp / pipet filler Sample Cracker Beras Aquadest CH3COOH 3% Luff Schrool KI 20% Na2S2O3 0.1. cara fisik. atau biokimia dan cara kromatografi. khususnya gula pereduksi dengan gugus amina primer.

Dinginkan dengan es batu dalam bak 8.5%) 10. 1. Diusahakan agar larutan dapat mendidih dalam waktu 3 menit (menggunakan stopwatch) didihkan terus sampai 10 menit. PROSEDUR 1. Pindahkan isinya kedalam labu ukur 500 mL. 7.8 % Kaarbohidrat 67. Kerjakan blanko DATA PENGAMATAN 1. 4. Sample ditimbang dengan seksama kurang lebih 5 gram kedalam Erlenmeyer 500 mL 2. Penentuan kadar karbohidrat Sample Cracker beras I Cracker beras II Berat (g) 5. 5. dan aquadest ditambahkan sampai tanda batas. kemudian ditambahkan air suling sebanyak 15 mL dan beberapa batu didih. HCl 3% ditambahkan sebanyak 200 mL dan didihkan selama 3 jam dengan pendingin tegak 3.0132 5.     Amilum NaOH 30% H2SO4 25% HCl 3% Es batu 1. Titrasi secepatnya dengan larutan Na2S2O3 0.7 1.8032 . Filtrate dipipet sebanyak 10 mL kedalam Erlenmeyer 500 mL dan ditambahkan larutan luff school sebanyak 25 mL. 6. kemudian saring. Standarisasi larutan tiosulfat 0.1006 26.0132 Na2S2O3 (mL) 4. Campuran tersebut dipanaskan dengan nyala yang tetap. Larutan didinginkan dan dinetralkan dengan larutan NaOH 30% (uji kualitatif dengan kertas lakmus atau Phenolphthalein) dan ditambahkan sedikit CH3COOH 3% agar suasana larutan agak sedikit asam. Setelah dingin ditambahkan KI 20% sebanyak 15 mL dan H2SO4 25% sebanyak 25 mL perlahan-lahan 9.1 N Gram KIO3 mL Na2S2O3 N Na2S2O3 0.3 3.1 N (gunakan indicator amilum 0.1680 69.1056 0.

4 x 2.7 = blanko 18.2 mL 18.2 mL Mg gula = 35.43 mg % karbohidrat = = 67.2 mL Mg gula = 36.2 - = (0. Perhitungan 1.8032% 1.8) + 35. sebelum ditimbang sample dihomogenkan. Sample yang ditimbang dalam Erlenmeyer kemudian ditambahkan HCl 3% sebanyak 200 mL. Sample I Sample 3. Sample II Sample 4. PEMBAHASAN = Blanko 18.Blanko 1.1680% 1. Sample yang dipakai pertama-tama dihaluskan dengan menggunakan blender. Sample yang dipergunakan dalam praktikum ini adalah cracker beras yang banyak beredar dipasaran. . polimer karbohidrat sulit untuk bereaksi sehingga dengan penambahan asam.9 x 2.2 mL = (0. Hidrolisis pada sample dapat memisahkan karbohidrat dalam sample.0132 g. penambahan HCl dimaksudkan untuk menghidrolisis karbohidrat. polimer akan terpecah menjadi monomer-monomer yang akan lebih mudah untuk bereaksi dengan senyawa lain. Sample ditimbang sebanyak 5.82 mg % karbohidrat = = 69.7) + 33 Luff schrool merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dalam penentuan kadar karbohidrat secara kimiawi.

Dalam pengujian karbohidrat dengan metode luff schrool ini pH larutan harus diperhatikan dengan baik. karena terjadi reaksi oksidasi ion iodide menjadi I2 O2 + 4I. sample dalam Erlenmeyer dinetralkan dengan larutan NaOH 30%. kemudian ditambahkan larutan luff schrool sebanyak 25 mL.+ H+ 2SO4= + 4I. Hal ini dilakukan supaya jumlah komponen tidak berkurang karena air dan asam dalam sample tidak menguap (di refluks). diusahakan larutan mendidih dalam waktu 3 menit dan biarkan . Setelah larutan netral. Setelah dipanaskan. Setelah sample dimasukan dalam Erlenmeyer 500 mL. Proses pemanasan. dan ditambahkan aquadest sampai tanda batas. campuran sample dan HCl dipanaskan dengan menggunakan pendingin tegak. Larutan luff schrool akan bereaksi dengan sample yang mengandung gula pereduksi R – COH + CuO Cu2O + R – COOH Campuran tersebut ditambahkan batu didih untuk mencegah terjadinya letupan (bumping). Proses penyaringan dilakukan dengan saring butchner vacuum. maka hasil titrasi akan menjadi lebih rendah daripada sebenarnya. kemudian ditambahkan CH3COOH atau asam lemah.+ 4H+ 2I2 + 2H2O Sedangkan apabila pH terlalu tinggi (terlalu basa). I2 + H2O HOI + I. karena pH yang terlalu rendah (terlalu asam) akan menyebabkan hasil titrasi menjadi lebih tinggi dari sebenarnya. Lalu kocok sampai larutan homogen. dan 15 mL aquadest. Jika larutan tidak berubah warna maka larutan sudah netral.Setelah ditambahkan HCl.+ 6H+ 4HOI + S2O3= + H2O Setelah itu larutan dipindahkan dalam labu ukur 500 mL. Setelah itu larutan tersebut dipipet 5 mL dengan pipet volume dan dimasukan dalam Erlenmeyer 500 mL. Kemudian panaskan dengan pendingin tegak. selama 3 jam. sehingga proses penyaringan berlangsung cepat. penambahan asam asetat ini dimaksudkan agar larutan dalam suasana sedikit asam. karena pada pH tinggi akan terjadi resiko kesalahan. yaitu terjadinya reaksi I2 yang terbentuk dengan air (hidrolisis). untuk mengetahui apakah larutan sudah mencapai netral maka diperlukan uji kualitatif dengan menggunakan kertas lakmus biru. dan saring. sampai sample dan campuran didalamnya netral.

Reaksi tersebut ditandai dengan timbulnya buih dan warna larutan menjadi coklat. dan Cu dapat tereduksi dalam waktu kurang lebih 10 menit.1 N. hal ini dimaksudkan agar proses reduksi berjalan sempurna. Maka berdasarkan praktikum dan perhitungan. titrasi cepat dilakukan untuk menghindari penguapan KI. Penambahan larutan-larutan ini akan menimbulkan reaksi antara kuprioksida menjadi CuSO4 dengan H2SO4. Setelah campuran dingin kemudian ditambahkan KI 20% sebanyak 15 mL dan H2SO4 25% perlahan-lahan. Penambahan indicator amilum dilakukan setelah campuran mendekati titik akhir.mendidih selama 10 menit. maka pendinginan dengan es perlu dilakukan. Agar tidak terjadi pengendapan seluruh Cu3+ yang tereduksi menjadi Cu+ sehingga tidak ada kelebihan Cu2+ yang dititrasi maka larutan harus mendidih atau diusahakan mendidih dalam waktu 3 menit. dan CuSO4 tersebut bereaksi dengan KI. hal ini dilakukan karena apabila dilakukan pada awal titrasi maka amilum dapat membungkus iod dan mengakibatkan warna titik akhir menjadi tidak terlihat tajam. Indicator yang dipergunakan adalah amilum.1680% Tahapan reaksi yang terjadi adalah : R – COH + CuO H2SO4 + CuO CuSO4 + 2KI 2CuI2 I2 + Na2S2O3 CuO2 CuSO4 + H2O CuI2 + K2SO4 + R – COOH Cu2I2 + I2 Na2S4O6 + NaI 1. Campuran tersebut kemudian didinginkan dalam bak yang berisi es. Larutan tersebut kemudian dititrasi cepat dengan menggunakan larutan tio sulfat (Na2S2O3) 0.8032% dan sample kedua 67. kadar karbohidrat dalam sample cracker beras adalah : yang pertama 69. KESIMPULAN Penentuan kadar karbohidrat dengan metode luff schrool dilakukan dengan menghidrolisis sample menjadi monosakarida yang dapat mereduksi oksida pada luff yaitu Cu2+ menjadi . Agar pendinginan berlangsung cepat.

FG.8032% dan 69. Sudarmadji. Analisa Bahan Makanan & Pertanian. DAFTAR PUSTAKA    Harjadi. 1996. Slamet.Cu+. Jakarta : Gramedia. Jakarta : Gramedia . yang pertama adalah 69. W. Kimia Pangan dan Gizi. 1997. 1994.1680%. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Yogyakarta : Liberty Winarno. Berdasarkan praktikum dan perhitungan maka karbohidrat total yang terkandung dalam sample. 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->