TUGAS TERSTRUKTUR MATA KULIAH PENGELOLAAN DAS TERPADU

“Indikator Kualitas Air ” Dosen Pengampu: Dr.Ir.Sugeng Prijono, MS

Disusun oleh:
Diana Permatasari Kairupan 0910480213

MINAT MANAJEMEN SUMBERDAYA LAHAN PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011

Unsur Nitrogen yang terdapat pada protein adalah 16% dari protein tersebut. dan asam amino. Beberapa penelitian menunjukkan keberadaan protein yang memiliki letak berbeda-beda pada tumbuhan. Tumbuhan membentuk protein yaitu informasi didalam gen ditentukan oleh rangkaian linear nukleotida pada DNA. Pada tanaman tembakau. Proses pembentukan salinan RNA dari DNA adalah transkipsi. protein . sekunder (tingkat dua). Sehingga tanaman sangat memerlukan Nitrogen untuk pembentukan protein pada tanaman dan apabila kekurangan Nitrogen dapat diartikan sebagai kekurangan protein. Protein ini memiliki banyak struktur sekunder beta-sheet dan alpha-helix yang sangat pendek. Dalam unsur-unsur tersebut mengandung unsur Nitrogen yang merupakan unsur pembentuk pada protein. protein banyak ditemukan pada bagian antara batang dengan bunga 1. Yang banyak tersimpan pada pucuk dan daun muda.2 Pembentukkan Protein Terbentuknya protein bermula dari proses anabolisme dan kemudian dirombak pada tumbuhan tersebut melalui proses katabolisme. Nitrogen berperan dalam pembentukan sel . dan organ tanaman. DNA memberikan perintah perangkat sintesis protein dalam bentuk RNA. yaitu berupa struktur primer (tingkat satu). Dan translasi berlangsung di sitoplasma. tersier (tingkat tiga). Kandungan Nitrogen merupakan unsur yang dominan mempengaruhi pertumbuhan tanaman tersebut. Model dibuat dengan menggunakan koordinat dari Bank Data Protein (nomor 1EDH). Dan masih banyak lagi unsur-unsur yang merupakan pembentuk dari protein yang tersedia pada tumbuhan. polong – polongan dan jagung protein berada pada bagian bijinya. Karena itu kehadirannya dibutuhkan dalam jumlah besar . Protein 1. Proses penggunaan informasi di RNA untuk menyintesis protein adalah translasi. Ia berfungsi sebagai sebagai bahan sintetis klorofil .1. Struktur Protein Struktur tersier protein. Pada tumbuhan protein dapat dilihat dari kandungan Nitrogen pada tumbuhan. padi.Tumbuhan menyerap unsur-unsur hara dalam tanah melalui akar dan disalurkan keseluruh bagian tanaman sampai ke daun sehingga tumbuhan membentuk protein dan melakukan perombakan (proses katabolisme). . Setelah DNA ditranskripsikan di dalam nukleus RNA bergerak ke sitoplasma.1 Pengertian Protein Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. protein banyak ditemukan dibagian daunnya. terutama saat pertumbuhan vegetatif. DNA tidak membentuk protein secara langsung. Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki. Sedangkan pada kantong semar. dan kuartener (tingkat empat). jaringan . Pada famili serealia seperti gandum. Suatu gen tunggal mungkin mempunyai panjang ratusan ribu nukleotida.

setelah struktur kompleksnya berpisah. contoh struktur kuartener yang terkenal adalah enzim Rubisco dan insulin. Gambar Struktur Protein. Inilah yang membedakan struktur domain dengan struktur kuartener. o beta-turn. Pada struktur kuartener. "lekukan-gamma"). Struktur ini terdiri dari 40-350 asam amino. "puntiran-alfa"). struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen. Pada protein yang lebih kompleks. protein tersebut tidak fungsional. Hubungan rantai polipeptida yang berperan di dalamnya akan menimbulkan sebuah fungsi baru berbeda dengan komponen penyusunnya. Protein sederhana umumnya hanya memiliki satu domain. Bila struktur domain pada struktur kompleks ini berpisah. berupa lembaran-lembaran lebar yang tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H). "lempeng-beta"). menjadi fragmen peptida yang lebih pendek untuk dipisahkan lebih lanjut dengan bantuan kertas kromatografik. trimer. Struktur tersier biasanya berupa gumpalan. atau kuartomer) dan membentuk struktur kuartener. (β-turn. Model dibuat dengan menggunakan koordinat dari Bank Data Protein (nomor 1EDH). . "lekukan-beta"). o beta-sheet (β-sheet. dengan penggunaan beberapa enzim protease yang mengiris ikatan antara asam amino tertentu. Protein ini memiliki banyak struktur sekunder beta-sheet dan alphahelix yang sangat pendek. struktur tersier yang merupakan gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder. ada beberapa domain yang terlibat di dalamnya. Frederick Sanger merupakan ilmuwan yang berjasa dengan temuan metode penentuan deret asam amino pada protein.• • • • struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida (amida). Beberapa molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer. maka fungsi biologis masing-masing komponen domain penyusunnya tidak hilang. berupa pilinan rantai asam-asam amino berbentuk seperti spiral. (γ-turn. dan o gamma-turn. Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut: o alpha helix (α-helix. Struktur protein lainnya yang juga dikenal adalah domain.

d. asparagin. f. kekurangan cysteine. Protein yang dihasilkan oleh tumbuhan berbeda – beda dapat dicontohkan pada beberapa tanaman sebagai berikut: Protein prolamin banyak terdapat pada tanaman biji-bijian/sereal seperti beras polongpolongan dan jagung. b. a. hydrogen (H). metionin. Lebih lanjut mengering dan rontok. Pertumbuhan tanaman lambat . valin. glisin.4 Ciri-ciri tumbuhan yang kekurangan protein Kekurangan protein pada tanaman sama dengan kekurangan Nitrogen karena padatanaman terdapat 16% Nitrogen penyusun protein gejala kekurangannya yaitu: a. Jaringan tanaman mengering dan mati. ovalbumin (putih telur). melindungi tubuh terhadap zat-zat asing. Produksi bunga dan biji rendah. e. c. dan methionine. Tanaman tumbuh kerdil. d. untuk kontraksi jaringan tertentu. tumbuhan. misalnya myosin untuk kontraksi otot.am lapisan aleuron (biji jagung) . .5 Pembentuk dan Fungsi Protein disusun atas unsure karbon (C ). Protein pelindung. Tanaman akan mati atau kering apabila tidak diatasi 1. Asam amino esensial yaitu asam amino yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh yang berjumlah 8 yaitu isoleusin. triptofan. mentransfer zat-zat atau unsure-unsur tertentu misalnya hemoglobin untuk mengikat O2. oksigen dan kadang-kadang ada unsur phosphor (P) dan sulfur (S). Protein transport . b. leusin. e. Toksin . kerdil dan lemah. Protein ini memiliki asam amino yang esensial. misalnya bisa ular. e. Peptide: 2 – 10 asam amino Polipeptide: 10 – 100 asam amino Protein: > 100 asam amino Antara asam amino saling berikatan dengan ikatan peptide Glikoprotein: gabungan glukose dengan protein Lipoprotein: gabungan lipid dan protein 1. b. Protein kontraktil . Tulang-tulang di bawah permukaan daun muda tampak pucat. tidak memiliki lysine. f. Protein dibentuk dari asam amino yaitu : a. Pada tanaman polong/kacang-kacangan yang mayoritas mengandung protein yaitu protein globulin. f. merupakan racun yang berasal dari hewan. misalnya antibody yang mengadakan perlawanan terhadap masuknya molekul asing (antigen) ke dalam tubuh. Dalam tubuh kita protein mempunyai beberapa fungsi antara lain : a. Bahan enzim untuk mengkatalisi reaksi-reaksi biokimia misalnya tripsin b. c. g. c. tronin dan fenilanin. lisin. Asam amino non esensial yaitu asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh yaitu alanin.3 Jenis protein Protein yang terdapat pada makhluk hidup memiliki jenis yang berbeda dan memiliki fungsi masing-masing.1. glutamine dan prolin. d. Daun menguning karena kekurangan klorofil. Protein cadangan disimpan dalam beberapa bahan sebagai cadangan makanan misalnya da.

ada juga yang tumbuh di ujung-ujung akar. Brodyrhizobium : Membentuk bintil akar pada tanaman kacang-kacangan pada iklim tropis. keratin untuk rambut dan bulu. 2. h. yaitu protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan contohnya kacangkacangnya. ikan. 2. telur. jaringan dan tubuh organism hidup misalnya glikoprotein untuk dinding sel. Protein nabati . Protein hewani . Rhizobium : Lebih banyak membentuk bintil akar pada tanaman kacang-kacangan di daerah beriklim sedang. 1. multi terjadi fiksasi N 23 Bintil berlanjut menjadi periode aktif fiksasi N 28-37 Bintil mencapai besar maksimal dan fiksasi N berlanjut 50-60 Pelapukan bintil .Proses Fiksasi Nitrogen oleh Bintil Akar Untuk memahami proses fiksasi nitrogen (N) oleh bintil akar. yaitu protein yang berasal dari hewan contohnya daging.g. Protein structural. merupakan protein yang menyusun struktur sel. Hormone merupakan protein yang berfungsi sebagai pengatur proses dalam tubuh. 2. perlu diketahui mengenai bintil akar itu sendiri terlebih dahulu.2 Tahap Pembentukan Bintil Akar Umur Bintil (Hari) Tahap Nodulasi 0 Bakteri masuk ke daalm rambut akar/sel epidermis 1-2 Benang infeksi mencapai dasar sel epidermis dan memasuki korteks 3-4 Suatu massa kecil sel-sel terinfeksi dalam premordium bintil 5 Pembagian pesat dari sel-sel bakteri dan sel-sel inang 7-9 Bintil mulai Nampak 12-18 Pertumbuhan lanjut dari bintil menjadi jaringan bakteroid merah muda. pada hewan hormone auksin dan gibberellins pada tumbuhan. Bakteri yang dapat membentuk bintil akar adalah Rhizibium dan Brodyrhizobium. Bintil akar tidak selalu tumbuh di pangkal akar. b.1 Bintil Akar Bintil akar adalah organ simbiosis yang mampu melakukan fiksasi N dari udara sehingga mampu memenuhi kebutuhan N dari hasil fiksasi tersebut. Seringkali bintil akar terdapat pada tanaman legum yang tumbuh pada tanah berpasir yang kurang subur seperti tanah jenis PMK. misalnya hormone insulin.6 Sumber Protein Berdasarkan sumbernya. protein ada dua macam yatu : a.

sedikit alkali. pH Pertumbuhan bakteri menghendaki pH optimal sedikit dibawah netral. Gen – gen nif ini berbentuk suatu rantai . simbiosis masih tetap efektif pada suhu 7 C sampai 40 C. pH sangat rendah menghambat proses infeksi bakteri e. Lenoglobin Aktifitas nitrogenase dan fikasasi N2 oleh legume berhubungan erat dengan Lenoglobin. Namun. d.mengurangi bintil akar dan fiksasi N2 oleh bintil akar dengan cara mengganggu pembentukan benang – benang infeksi oleh Rhizobium. Pada suhu 20 C bintil akar tidak dapat tumbuh dengan baik. Suhu Suhu optimal bagi kehidupan bakteri Rhizobium bervariasi tergantung pada spesies tanaman dan iklim. . tetapi semuanya terkelompok dalam suatu daerah. Kelembaban tanah 25-75% dari kapasitas lapang optimal untuk simbiosis kedelai dan alfalfa. Fungsi Lenoglobin diduga untuk mengirim O2 bagi respirasi dalma bintil dan produksi ATP. • Senyawa racun Atom N dalam ion NH4+ dan dan NO3. g.2. Kelembaban Kelembaban yang berlebihan akan menurunkan jumlah fiksasi N2 menurun. b. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan bakteri bintil akar: a. suhu optimal yang dikehendaki adalah 26 C. tidak terpencar kedalam sejumlah DNA yang sangat besar yang menyusun kromosom bakteri. dimana enzim ini akan menambat gas nitrogen di udara dan merubahnya menjadi gas amoniak. Sumber makanan (BO dan perakaran) Sumber makanan diperlukan untuk bertahan sambil menginfeksi akar c. 1984). Misal pada kacang kapri.3 Mekanisme Penambatan Nitrogen oleh bakteri bintil akar : Untuk menambat nitrogen. Mikroorganisme lain (sbg kompetitor di rizosfir) Mikroorganisme lain. bakteri ini menggunakan enzim nitrogenase.terutama yang antagonis. Gen yang mengatur proses penambatan ini adalah gen nif (Singkatan nitrogen – fixation). Hal ini memudahkan untuk memotong bagian untaian DNA yang sesuai dari kromoson Rhizobium dan menyisipkanya ke dalam mikroorganisme lain (Prentis. Namun beberapa dapat hidup dibawah pH 5. Pemanasan selama 5’ pada suhu 60 C sampai 62 C dapat mematikan Rhizobium f. dapat menghalangi bakteri bintil akar untuk menginfeksi akar.

Ca dibutuhkan oleh Rhizobium untuk meginfeksi akar.wikipedia. 2010.5 Siklus Penyediaan Nitrogen di Alam Sumber : Anonim a. Mo adalah unsure penting bagi pertumbuhan bakteri karena Mo berperan pada nitrogenase.• Mn pada kadar tinggi mengganggu pertumbuhan bintil akar. http://id.org/wiki/Protein . 2. Kekurangan S akan mengganggu sitesis nitrogenase sehingga kekurangan S menurunkan fiksasi N2. • • • • Ketersediaan nutrisi Atom P diperlukan untuk pembentukan dan aktifitas bintil yang maksimal.

com/2011/04/04/proses-fiksasi-nitrogen-oleh-bintilakar/ .Anonim b. http://agusbio. 2011.html 2011.wordpress.com/2011/04/pembentukan-protein-pada- Anonim c . http://fandicka. tumbuhan.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful