IMPLEMENTASI COOPERATIVE LEARNING

MELALUI STRATEGI CROSSWORD PUZZLE
DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR
ASMAUL HUSNA PADA SISWA KELAS IV A
MI SUNAN KALIJOGO DI MALANG


SKRIPSI


Oleh
Cicik Rohmatul Uma
07140069













JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS TARBIYAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Agustus, 2009




IMPLEMENTASI COOPERATIVE LEARNING
MELALUI STRATEGI CROSSWORD PUZZLE
DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR
ASMAUL HUSNA PADA SISWA KELAS IV A
MI SUNAN KALIJOGO DI MALANG

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri
Maulana Malik Ibrahim Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan
Guna Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan (S.Pd)


Oleh
Cicik Rohmatul Uma
07140069










JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS TARBIYAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Agustus, 2009




HALAMAN PERSETUJUAN

IMPLEMENTASI COOPERATIVE LEARNING
MELALUI STRATEGI CROSSWORD PUZZLE
DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR
ASMAUL HUSNA PADA SISWA KELAS IV A
MI SUNAN KALIJOGO DI MALANG


SKRIPSI

Oleh
Cicik Rohmatul Uma
07140069


Telah Disetujui Pada Tanggal 27 Mei 2009
Oleh Dosen Pembimbing




Dr. M. Zainuddin, MA
NIP. 150 275 502



Mengetahui,
Ketua Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah



Dra. Hj. Sulalah, M.Ag
NIP. 150 267 279




HALAMAN PENGESAHAN

IMPLEMENTASI COOPERATIVE LEARNING
MELALUI STRATEGI CROSSWORD PUZZLE
DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR
ASMAUL HUSNA PADA SISWA KELAS IV A
MI SUNAN KALIJOGO DI MALANG

SKRIPSI

dipersiapkan dan disusun oleh
Cicik Rohmatul Uma (07140069)
telah dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal
5 Agustus 2009 dengan nilai B+
dan telah dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan
untuk memperoleh gelar strata satu Sarjana Pendidikan (S.Pd)
pada tanggal: 8 Agustus 2009

Panitia Ujian Tanda Tangan

Ketua Sidang
Drs. A. Zuhdi, MA
NIP. 150 275 611


:





Sekretaris Sidang
Dr. M. Zainuddin, MA
NIP. 150 275 502


:




Pembimbing
Dr. M. Zainuddin, MA
NIP. 150 275 502


:




Penguji Utama
Dr. H. Asmaun Sahlan, M.Ag
NIP. 150 215 372


:




Mengesahkan,
Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik IbrahimMalang



Dr. M. Zainuddin, MA
NIP. 150 275 502




PERSEMBAHAN PERSEMBAHAN PERSEMBAHAN PERSEMBAHAN
Syukur Alhamdulillah terucap dari sanubari atas segala rahmat-Nya
Sebuah karya sederhana ini ku-persembahkan
kepada orang-orang yang telah memberikan makna hidup
serta langkah bijak dalam liku-liku kehidupan

Ayah dan Ibu tercinta (H. Ahmad Rifa’I & Hj. Ambar Umiyatun)
yang selalu sabar membimbing dan memberikan jutaan kasih sayangnya
selalu mendo’akan dengan penuh ikhlas
tanpa meminta balasan apapun dariku

Kakak dan Adik-Ku (Roni Awaluddin & Adam Malik)
serta saudara-saudaraKu yang selalu memberi semangat
dan memacu untuk mewujudkan cita-cita
semoga tali kasih di antara kita selalu abadi selamanya

Guru-guru dan Dosen-Ku
yang telah memberikan ilmu tiada henti
semoga untaian do’a tiada jenuh teralir hingga yaumul akhir

Sahabat-sahabatKu
(Robik, Anis, Lely, Yesy, Rida, Isvi, Ani, Fida, Nunik, Lalu, Ina)
yang telah memberikan motivasi dan inspirasi
bersama kalian aku belajar lebih memaknai hidup




MOTTO MOTTO MOTTO MOTTO






“Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya
dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan)
dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan
sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka..”
(Q.S Asy Syuura:38).
1




t
















1
Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahannya (Surabaya: Al-
Hidayah, 2000), hal. 789.




NOTA DINAS PEMBIMBING


Dr. M. Zainuddin, MA
Dosen Fakultas Tarbiyah
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

NOTA DINAS PEMBIMBING
Hal : Skripsi Cicik Rohmatul Uma Malang, 27 Mei 2009
Lamp : 4 (empat) Eksemplar



Kepada Yth.
Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
di
Malang



Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Setelah melakukan beberapa kali bimbingan, baik dari segi isi, bahasa,
maupun teknik penulisan, dan setelah membaca skripsi mahasiswa di bawah ini:

Nama : Cicik Rohmatul Uma
NIM : 07140069
Jurusan : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Judul Skripsi : Implementasi Cooperative Learning Melalui Strategi
Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar
Asmaul Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di
Malang

Maka selaku pembimbing, kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak
diajukan untuk diujikan.
Demikian, mohon dimaklumi adanya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Pembimbing,


Dr. M. Zainuddin, MA
NIP. 150 275 502




SURAT PERNYATAAN


Dengan ini saya menyatakan, bahwa dalam skripsi saya ini tidak terdapat
karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu
perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya, juga tidak terdapat karya atau
pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara
tertulis diacu dalam naskah ini dan diterbitkan dalam daftar pustaka.




Malang, 27 Mei 2009





Cicik Rohmatul Uma




















KATA PENGANTAR


Alhamdulilah, segala puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT,
yang selalu melimpahkan rahmat, taufiq, dan hidayah–Nya, sehingga pada
kesempatan ini penulisan skrispi yang berjudul “Implementasi Cooperative
Learning Melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi
Belajar Asmaul Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di
Malang” dapat terselesaikan dengan baik.
Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita
Nabi besar Muhammad SAW, yang telah membimbing kita dari jalan jahiliyah
menuju jalan Islamiyah, yakni Ad-Dinul Islam.
Penulisan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan, dorongan,
dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu dalam kesempatan ini penulis
mengucapkan terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam kepada:
1. Ayah, dan Ibu, serta segenap keluarga tercinta yang telah memberikan
kepercayaan, motivasi, do’a, dan restu kepada kami.
2. Bapak Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, selaku Rektor UIN Maulana Malik
Ibrahim Malang.
3. Bapak Dr. M. Zainuddin, MA, selaku Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maulana
Malik Ibrahim Malang.
4. Ibu Dra. Hj. Sulalah, M.Ag, selaku Ketua Jurusan PGMI yang selalu
memberikan kritik dan saran demi kemajuan dan kebaikan kami.
5. Bapak Dr. M. Zainuddin, MA, selaku Dosen Pembimbing yang telah
memberikan bimbingan, arahan, serta dukungan, sehingga skripsi ini dapat
terselesaikan dengan baik.
6. Ibu Supriyati, S.Pd, selaku Kepala MI Sunan Kalijogo Malang yang telah
memberikan kesempatan kepada kami untuk mengadakan penelitian di MI
tersebut.




7. Ibu Ning Fauziyah, S.Pdi, selaku Guru bidang studi Akidah Akhlak yang juga
membimbing dan membantu dalam pelaksanaan PTK.
8. Segenap guru MI Sunan Kalijogo yang telah membantu kami dalam
memperoleh data-data yang dibutuhkan.
9. Segenap teman–teman seperjuangan PGMI yang telah membantu dalam
penyelesaian skripsi ini.
10. Semua pihak yang turut membantu dan memotivasi hingga selesainya tugas
akhir ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang kontruktif sangat kami
harapkan dari semua pihak dalam penyempurnaan penulisan yang akan datang.
Penulis berharap Semoga skripsi ini dapat memberikan bermanfaat bagi
semua pihak, sehingga dapat membuka cakrawala berpikir serta memberikan
setitik khazanah pengetahuan dalam dunia pendidikan. Demikianlah penulisan
skripsi ini apabila ada kurang lebihnya penulis mohon maaf yang sebesar-
besarnya.
Amiin-amiin ya Robbal ‘Alamin.


Malang, 27 Mei 2009


Penulis












DAFTAR TABEL

TABEL I : LANGKAH - LANGKAH MODEL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF ........................................................................ 23
TABEL II : DATA GURU MI SUNAN KALIJOGO................................. 71
TABEL III : JUMLAH SISWA MI SUNAN KALIJOGO........................... 72
TABEL IV : SARANA DAN PRASARANA MI SUNAN KALIJOGO...... 73
TABEL V : DATA KELAS IV A............................................................. 74
TABEL VI : DISTRIBUSI SKOR PRE TEST AKIDAH AKHLAK........... 78
TABEL VII : SKOR TEST KELOMPOK CROOSWORD PUZZLE............. 85
TABEL VIII : SKOR TEST INDIVIDUAL AKIDAH AKHLAK.................. 88
TABEL IX : SKOR TEST KELOMPOK CROOSWORD PUZZLE............. 96
TABEL X : SKOR TEST INDIVIDUAL AKIDAH AKHLAK.................. 97
















DAFTAR GAMBAR

GAMBAR I : TEMPLATE CROOSWORD PUZZLE..................................... 30
GAMBAR II : MODEL PENELITIAN TINDAKAN KELAS ........................ 54
GAMBAR III : FASE OBSERVASI KELAS................................................... 59





























DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN I : PROFIL MADRASAH.................................................... 118
LAMPIRAN II : STRUKTUR ORGANISASI MI SUNAN KALIJOGO.... 119
LAMPIRAN III : PROSEDUR PELAKSANAAN TINDAKAN KELAS .... 120
LAMPIRAN IV : MODUL PEMBELAJARAN ASMAUL HUSNA............ 122
LAMPIRAN V : SILABUS PEMBELAJARAN......................................... 126
LAMPIRAN VI : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN......... 131
LAMPIRAN VII : SOAL-SOAL DAN KUNCI JAWABAN......................... 139
LAMPIRAN VIII : LEMBAR OBSERVASI MOTIVASI .............................. 145
LAMPIRAN IX : REKAPITULASI NILAI KELAS IV A........................... 146
LAMPIRAN X : KONDISI SISWA KELAS IV A SAAT PEMBELAJARAN
KOOPERATIF ................................................................. 147
LAMPIRAN XI : INSTRUMEN OBSERVASI............................................ 149
LAMPIRAN XII : INSTRUMEN DOKUMENTASI..................................... 150
LAMPIRAN XIII : PEDOMAN WAWANCARA.......................................... 151
LAMPIRAN XIV : SURAT PENGANTAR PENELITIAN............................ 152
LAMPIRAN XV : SURAT KETERANGAN PENELITIAN......................... 153
LAMPIRAN XVI : BUKTI KONSULTASI ................................................... 154










DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................... i
HALAMAN SAMPUL....................................................................................... ii
HALAMAN PERSETUJUAN.......................................................................... iii
HALAMAN PENGESAHAN........................................................................... iv
PERSEMBAHAN.............................................................................................. v
MOTTO ............................................................................................................ vi
NOTA DINAS BIMBINGAN.......................................................................... vii
SURAT PERNYATAAN................................................................................ viii
KATA PENGANTAR....................................................................................... ix
DAFTAR TABEL............................................................................................. xi
DAFTAR GAMBAR........................................................................................ xii
DAFTAR LAMPIRAN................................................................................... xiii
DAFTAR ISI ................................................................................................... xiv
ABSTRAK..................................................................................................... xviii
BAB I : PENDAHULUAN............................................................................. 1
A. Latar Belakang Masalah................................................................ 1
B. Rumusan Masalah......................................................................... 5
C. Tujuan Penelitian.......................................................................... 6
D. Manfaat Penelitian........................................................................ 7
E. Ruang Lingkup Penelitian............................................................. 8
F. Definisi Operasional ..................................................................... 9
G. Sistematika Pembahasan............................................................... 9
BAB II : KAJIAN PUSTAKA ...................................................................... 11
A. Tinjauan Tentang Model Crossword Puzzle................................ 11
1. Pengertian Model Cooperative Learning............................... 11
2. Unsur-Unsur Cooperative Learning ...................................... 15
3. Tujuan Cooperative Learning ............................................... 17
4. Karakteristik Cooperative Learning ...................................... 21





5. Teknik-Teknik Cooperative Learning ................................... 25
6. Keunggulan dan Kelemahan Cooperative Learning............... 26
B. Tinjauan Tentang Strategi Crossword Puzzle .............................. 29
1. Pengertian Strategi Crossword Puzzle .................................. 29
2. Langkah-Langkah Strategi Crossword Puzzle ...................... 31
3. Kelebihan dan Kelemahan Crossword Puzzle........................ 32
C. Tinjauan Tentang Motivasi Belajar ............................................. 35
1. Pengertian Motivasi Belajar .................................................. 35
2. Tujuan Motivasi Belajar........................................................ 37
3. Macam-Macam Motivasi Belajar .......................................... 38
4. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Belajar ........................... 39
5. Cara Menggerakkan Motivasi Belajar Siswa ......................... 41
D. Pembelajaran Asmaul Husna ...................................................... 44
1. Pengertian Pembelajaran Asmaul Husna ............................... 44
2. Langkah-Langkah dalam Memahami Asmaul Husna............. 48
E. Penerapan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword
Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna .... 49
BAB III : METODE PENELITIAN............................................................... 51
A. Pendekatan dan Jenis Penelitians ................................................ 51
B. Kehadiran Peneliti ...................................................................... 55
C. Setting Penelitian........................................................................ 55
D. Sumber dan Jenis Data................................................................ 56
E. Instrumen Penelitian ................................................................... 57
F. Prosedur Pengumpulan Data ....................................................... 58
G. Analisis Data .............................................................................. 61
H. Pengecekan Keabsahan Temuan ................................................. 63
I. Indikator Kinerja......................................................................... 63
J. Tahap-Tahap Penelitian .............................................................. 64







BAB IV : HASIL PENELITIAN.................................................................... 69
A. Deskripsi Lokasi Penelitian......................................................... 69
1. Sejarah Berdirinya MI Sunan Kalijogo.................................. 69
2. Tujuan MI Sunan Kalijogo.................................................... 69
3. Visi dan Misi MI Sunan Kalijogo.......................................... 70
4. Struktur Organisasi MI Sunan Kalijogo................................. 70
5. Data Guru MI Sunan Kalijogo............................................... 71
6. Data Siswa MI Sunan Kalijogo ............................................. 72
7. Sarana dan Prasarana MI Sunan Kalijogo.............................. 72
B. Paparan Data Sebelum Tindakan................................................. 74
1. Deskripsi Siswa Kelas IV A.................................................. 74
2. Obsevasi Awal ...................................................................... 74
3. Perencanaan Tindakan .......................................................... 75
4. Pre Test................................................................................. 76
C. Siklus Penelitian ......................................................................... 80
1. Siklus I ................................................................................. 80
a. Rencana Tindakan Siklus I .............................................. 80
b. Pelaksanaan Tindakan Siklus I ........................................ 82
c. Observasi Siklus I ........................................................... 89
d. Refleksi Siklus I .............................................................. 90
e. Revisi Perencanaan Siklus I............................................. 91
2. Siklus II ................................................................................ 92
a. Rencana Tindakan Siklus II............................................. 92
b. Pelaksanaan Tindakan Siklus II ....................................... 93
c. Observasi Siklus II ........................................................ 100
d. Refleksi Siklus II........................................................... 101
D. Temuan Penelitian .................................................................... 103
1. Temuan Siklus I.................................................................. 103
2. Temuan Siklus II................................................................. 104






BAB V : PEMBAHASAN........................................................................... 105
A. Perencanaan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword
Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna ... 105
B. Pelaksanaan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword
Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna ... 106
C. Penilaian Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle
dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna .............. 110
BAB VI : PENUTUP .................................................................................... 113
A. Kesimpulan............................................................................... 113
B. Saran ........................................................................................ 114
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN




















ABSTRAK

Uma, Cicik Rohmatul. 2009. Implementasi Cooperative Learning melalui
Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul
Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang. Skripsi
Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah,
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Dr. M.
Zainuddin, MA.
Kata kunci: Cooperative Learning, Crossword Puzzle, Motivasi Belajar,
Asmaul Husna.
Munculnya anggapan-anggapan yang kurang menyenangkan tentang
pendidikan agama Islam, seperti Islam diajarkan lebih pada hafalan (padahal
Islam penuh dengan nilai-nilai) yang harus dipraktekkan. Sehingga permasalahan
yang sering dijumpai dalam pengajaran, khususnya pengajaran agama Islam
adalah bagaimana cara menyajikan materi kepada siswa secara baik sehingga
diperoleh hasil yang efektif dan efisien. Pembelajaran Akidah Akhlak merupakan
bagian dari pembelajaran agama Islam yang mampu mengarahkan dan
menghantarkan peserta didik ke fitrah yang benar. Seseorang baru bisa dikatakan
memiliki kesempurnaan iman apabila dia memiliki budi pekerti/akhlak yang
mulia. Agar pembelajaran akhlak dapat tertanam dalam diri siswa dengan baik,
maka banyak konsep model pembelajaran aktif yang ditawarkan. Salah satunya
dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword
puzzle diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, sebab pada model
pembelajaran ini keaktifan siswa lebih diutamakan. Dengan melibatkan mereka
secara aktif dalam proses pembelajaran, maka siswa akan mengalami atau bahkan
menemukan ilmu pengetahuan secara mandiri.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi cooperative
learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar
Asmaul Husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang.
Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK)
dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Tahapan penelitian ini dilakukan
dengan 4 tahap, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4)
refleksi. Sedangkan pengumpulan data menggunakan teknik observasi,
wawancara, dan dokumentasi yang langsung dilakukan di lapangan. Sumber data
dari penelitian ini adalah satu kelas, yaitu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo
Malang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperaif melalui
strategi crossword puzzle terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar akidah
akhlak khususnya materi Asmaul Husna pada siswa kelas IV A MI Sunan
Kalijogo di Malang. Hal ini dapat diketahui dari hasil evaluasi yang menunjukkan
peningkatan pada materi Asmaul Husna yang semula nilai rata-rata pretes sebesar
64,8, pada siklus I sebesar 72,4 dan pada siklus II sebesar 78. sedangkan bukti
dari data kualitatif yang menjelaskan keantusiasan siswa terhadap strategi
pembelajaran tersebut, tertanamnya rasa kekeluargaan, kebersamaan, dan
kesosialan yang tinggi terhadap manusia, suasana kelas menjadi lebih hidup, dan
pengalaman siswa menjadi bertambah.




BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Kelahiran pendidikan agama yang sekarang ini kita kenal menjadi mata
pelajaran tersendiri ataupun integralistik berakar pada persoalan pendidikan
sekuler minus agama yang dikembangkan pemerintah penjajahan. Pendidikan
yang demikian ini dulu dinilai masyarakat sebagai bentuk penyelenggaraan
pendidikan yang tercerabut dari akar budaya bangsa. Ibarat bangunan,
pendidikan telah dibangun di atas ruang hampa. Akhirnya masyarakat
Indonesia menuntut pembelajaran agama kembali diajarkan.
2

Bersamaan dengan perkembangan pendidikan di sekolah umum,
perhatian terhadap madrasah atau pendidikan Islam umumnya terjadi sejak
Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BPKIP) di masa setelah
kemerdekaan mengeluarkan maklumatnya, yang isinya menganjurkan bahwa
“Dalam memajukan pendidikan dan pengajaran agar dilaksanakan di langgar,
surau, masjid, dan madrasah berjalan terus dan ditingkatkan”. Dari segi
jenjang pendidikan, mulanya madrasah identik dengan belajar mengaji Al-
Qur’an, jenjang pengajian kitab tingkat dasar dan pengajian tingkat lanjut,
kemudian dirubah ke jenjang salah satunya Madrasah Ibtidaiyah.
3

Madrasah merupakan salah satu lembaga sekolah yang di dalamnya
termuat kurikulum dalam bidang agama Islam. Begitu juga dengan Madrasah

2
Muhammad Kholid Fathoni, Pendidikan Islam dan Pendidikan Nasional {Paradigma
Baru} (Jakarta: Departemen Agama RI Direktorat Jenderal Kelembagaan Islam, 2005), hal. 35.
3
Ibid., hal. 65.




Ibtidaiyah Sunan Kalijogo merupakan suatu lembaga pendidikan yang
bercirikan Islam yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Sunan Kalijogo,
karena adanya respon dan tuntutan masyarakat yang menghendaki untuk
didirikannya suatu lembaga pendidikan. Hal ini menjadi tuntutan, karena
pendidikan merupakan kebutuhan yang mendasar dan sangat penting bagi
masyarakat.
Dengan adanya fenomena seperti di atas, maka didirikan sebuah lembaga
pendidikan dasar berciri khas Islam yang bernama MI Sunan Kalijogo. MI ini
terletak di jalan Candi III/D Desa Karang Besuki Kecamatan Sukun
Kabupaten Malang. Setelah berhasil, MI ini mulai melakukan pengembangan-
pengembangan di berbagai bidang dan sarana prasarana yang bertujuan untuk
menjadi sebuah Madrasah Ibtidaiyah yang berkualitas. Usaha ini di lakukan
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan lembaga pendidikan. Banyak
sekolah swasta yang mampu bersaing dengan sekolah–sekolah yang lain untuk
mencetak generasi yang lebih baik. Begitu juga yang terjadi di MI Sunan
Kalijogo telah mampu mencetak siswa yang berkualitas, sehingga MI ini telah
berhasil menjalankan proses pembelajaran dengan baik.
Munculnya anggapan-anggapan yang kurang menyenangkan tentang
pendidikan agama Islam seperti; Islam diajarkan lebih pada hafalan (padahal
Islam penuh dengan nilai-nilai) yang harus dipraktekkan. Pendidikan agama
Islam lebih ditekankan pada hubungan formalitas antara hamba dengan
Tuhan-Nya; penghayatan nilai-nilai agama kurang mendapat penekanan dan
masih terdapat sederet kritis terhadap pendidikan agama Islam. Hal ini




disebabkan penilaian kelulusan siswa dalam pelajaran agama diukur dengan
berapa banyak hafalan dan mengerjakan ujian tertulis di kelas yang dapat
didemonstrasikan oleh siswa. Memang pola pembelajaran tersebut bukanlah
khas pola pendidikan agama Islam. Pendidikan secara umum pun diakui oleh
para ahli dan pelaku pendidikan negara kita yang juga mengidap masalah yang
sama. Masalah besar dalam pendidikan selama ini adalah kuatnya dominasi
pusat dalam penyelenggaraan pendidikan sehingga yang muncul unifrom-
sentralistik kurikulum, model hafalan dan monolog, materi ajar yang banyak,
serta kurang menekankan pada pembentukan karakter bangsa
4
.
Sehingga permasalahan yang sering dijumpai dalam pengajaran,
khususnya pengajaran agama Islam adalah bagaimana cara menyajikan materi
kepada siswa secara baik sehingga diperoleh hasil yang efektif dan efisien. Di
samping masalah lainnya yang juga muncul adalah kurangnya perhatian guru
agama terhadap variasi penggunaan metode pembelajaran dalam upaya
peningkatan mutu pembelajaran secara baik. Begitu juga permasalahan yang
terjadi di MI Sunan Kalijogo khususnya masalah yang terjadi pada siswa
kelas IV A, yaitu rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran
Akidah Akhlak, yang masih menggunakan model pembelajaran klasik,
sehingga siswa segan belajar karena tidak mengetahui kegunaan mata
pelajaran tersebut, dan siswa merasa bosan yang mengakibatkan turunnya
prestasi belajar siswa.


4
Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi
Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004 (Bandung :Remaja Rosdakarya, , 2006), hal. 131.




Pembelajaran agama Islam harus dirubah menjadi pendekatan yang
berorientasi pada peserta didik. Pembelajaran Akidah Akhlak merupakan
bagian dari pembelajaran agama Islam yang mampu mengarahkan dan
menghantarkan peserta didik ke fitrah yang benar. Seseorang baru bisa
dikatakan memiliki kesempurnaan iman apabila dia memiliki budi pekerti atau
akhlak yang mulia. Oleh karena itu masalah akhlak merupakan salah satu
pokok ajaran Islam yang harus diutamakan dalam pendidikan agam Islam
untuk diajarkan kepada anak didik. Hal tersebut mendapat perhatian penuh
dari guru, orang tua, serta pihak-pihak yang berkecimpung di dalamnya. Oleh
karena itu, pendidikan agama Islam hendaknya ditanamkan sejak kecil, sebab
pendidikan pada masa kanak-kanak merupakan dasar yang menentukan untuk
pendidikan selanjutnya.
5

Model pembelajaran aktif nampaknya merupakan jawaban atas
permasalahan tentang rendahnya motivasi belajar siswa di MI Sunan Kalijogo.
Dengan menerapkan model pembelajaran ini diharapkan kualitas
pembelajaran akan lebih meningkat, sebab pada model pembelajaran ini
keaktifan siswa lebih diutamakan. Dengan melibatkan mereka secara aktif
dalam proses pembelajaran, maka siswa akan mengalami atau bahkan
menemukan ilmu pengetahuan secara mandiri. Sehingga apa yang mereka
ketahui dan pahami akan menjadi pengetahuan yang mempribadi. Oleh karena
itu pemakaian metode harus sesuai dan selaras dengan karakteristik siswa,
materi, kondisi lingkungan di mana pengajaran berlangsung. Oleh sebab itu,

5
Ibid., hal. 138-139.




peneliti menggunakan model pembelajaran aktif (cooperative learning)
melalui strategi crossword puzzle, untuk memecahkan permasalahan
pembelajaran Akidah Akhlak tentang asmaul husna di MI Sunan Kalijogo
pada siswa kelas IV A.
Berangkat dari pentingnya permasalahan yang terjadi di MI Sunan
Kalijogo, maka penelitian tentang “Implementasi Cooperative Learning
Melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar
Asmaul Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang”
harus segera dilaksanakan.
Dengan menerapkan cooperative learning melalui strategi crossword
puzzle, dapat membantu siswa memahami makna asmaul husna yang sulit,
menumbuhkan kemampuan kerja sama, berpikir kritis, dan mengembangkan
sikap sosial, serta dapat meningkatkan motivasi, hasil belajar, dan
penyimpanan materi pelajaran yang lebih lama terhadap siswa.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan rumusan
masalah penelitian sebagai berikut “Bagaimana implementasi cooperative
learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi
belajar asmaul husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang?”.
Dari rumusan masalah di atas dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Bagaimana perencanaan cooperative learning melalui strategi crossword
puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa




kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang?
2. Bagaimana pelaksanaan cooperative learning melalui strategi crossword
puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa
kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang?
3. Bagaimana penilaian cooperative learning melalui strategi crossword
puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa
kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang?

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian adalah
mendeskripsikan implementasi cooperative learning melalui strategi
crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada
siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang.
Dari tujuan di atas dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Untuk mendeskripsikan perencanaan cooperative learning melalui
strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul
husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang.
2. Untuk mendeskripsikan pelaksanaan cooperative learning melalui strategi
crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada
siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang.
3. Untuk mendeskripsikan penilaian cooperative learning melalui strategi
crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada
siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang.




D. Manfaat Penelitian
1. Teoritis
Penelitian tindakan kelas dapat menambah wawasan mengenai bidang
pembelajaran Akidah Akhlak, khususnya implementasi cooperative
learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi
belajar tentang asmaul husna, sehingga dapat digunakan sebagai bahan
acuan bagi peneliti-peneliti berikutnya serta meningkatkan mutu
pendidikan agama Islam.
2. Praktis
Secara praktis, hasil penelitian tindakan kelas dapat memberikan
manfaat bagi:
a. Bagi peneliti
Dengan melaksanakan PTK peneliti sedikit demi sedikit
mengetahui strategi pembelajaran Akidah Akhlak, sebagai sarana
untuk menerapkan pengalaman belajar yang telah diperoleh, serta
merupakan usaha untuk melatih diri dalam memecahkan permasalahan
yang ada secara kritis, obyektif, dan ilmiah khususnya tentang
pembelajaran asmaul husna.
b. Bagi guru
Dengan adanya PTK menambah wawasan tentang peranan
pembelajaran Akidah Akhlak dalam perubahan siswa dan guru, serta
sebagai bahan evaluasi selanjutnya yang bisa dijadikan titik tolak pada
pembelajaran masa depan.




c. Bagi peserta didik
Dengan adanya model cooperative learning melalui strategi
crossword puzzle dalam pembelajaran Akidah Akhlak khususnya
asmaul husna diharapkan dapat membantu siswa yang bermasalah atau
mengalami kesulitan belajar, dengan strategi ini memungkinkan siswa
terlibat secara aktif mengembangkan daya nalar serta mampu berfikir
yang lebih kreatif sehingga memotivasi siswa untuk mengikuti proses
pembelajaran dengan baik.
d. Bagi sekolah
Dengan adanya PTK dapat dijadikan sebagai bahan masukan
bagi pelaksana pendidikan dalam mewujudkan sistem pembelajaran
yang efektif dan efisien dengan guru yang berkualitas di masa depan
dan sebagai bahan pertimbangan bagi pelaksana pendidikan dalam
rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

E. Ruang Lingkup Penelitian
Untuk menghindari terjadinya pembahasan yang melebar dalam mata
pelajaran Akidah Akhlak yang mencakup beberapa standar kompetensi dan
kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa, maka peneliti memfokuskan
masalah ini pada implementasi cooperative learning melalui strategi
crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada
siswa kelas IV A semester genap di MI Sunan Kalijogo Malang tahun
pelajaran 2008/2009.




F. Definisi Operasional
Merujuk pada variabel yang diteliti, maka dianggap perlu untuk
mendefinisikan beberapa istilah sebagai berikut:
1. Cooperative learning adalah suatu model pembelajaran yang menekankan
kepada proses kerja sama dalam suatu kelompok yang terdiri 4 sampai 6
siswa untuk menyelesaikan suatu masalah dalam materi pelajaran.
2. Crossword puzzle adalah strategi pembelajaran teka-teki silang dengan
template berbentuk segi empat yang terdiri dari kumpulan kotak-kotak
yang dilengkapi dua lajur, yaitu mendatar dan menurun.
3. Motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang
sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku.
4. Asmaul husna adalah nama-nama Allah yang jumlahnya ada 99 terdapat
dalam Al-Qur’an.

G. Sistematika Pembahasan
Pembahasan skripsi ini dibagi menjadi enam bab, dengan sistematika
sebagai berikut:
BAB I : Pendahuluan, merupakan langkah awal yang berisikan latar
belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat
penelitian, ruang lingkup penelitian, definisi operasional, dan
sistematika pembahasan.
BAB II : Kajian pustaka, merupakan pembahasan teori tentang
implementasi cooperative learning melalui strategi crossword




puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna,
mencakup tinjauan umum tentang model cooperative learning,
strategi crossword puzzle, motivasi belajar, dan asmaul husna.
BAB III : Metodologi penelitian, merupakan pembahasan tentang
beberapa macam penelitian, mengenai rancangan jenis
penelitian yang akan digunakan. Dalam bab ini akan memuat
pendekatan dan jenis penilitian, kehadiran peneliti, setting
penelitian, sumber dan jenis data, instrumen penelitian,
prosedur pengumpulan data, analisis data, pengecekan
keabsahan temuan, indikator kinerja, dan tahap-tahap
penelitian.
BAB IV : Hasil penelitian, merupakan deskripsi lokasi penelitian yang
meliputi, sejarah MI Sunan Kalijogo Malang, visi dan misi
madrasah, tujuan madrasah, struktur organisasi, data guru dan
siswa, sarana dan prasarana, serta memaparkan data hasil
penelitian (deskripsi siswa kelas IV A, Pre test, rencana
tindakan, tindakan, observasi, refleksi, dan revisi perencanaan).
BAB V : Pembahasan secara terperinci mengenai hasil penelitian.
BAB IV : Penutup, merupakan kesimpulan hasil penelitian serta saran-
saran konstruktif bagi pengembangan obyek penelitian ke
depan.







BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Tinjauan Tentang Model Cooperative Learning
1. Pengertian Model Cooperative Learning
Secara umum istilah “model” diartikan sebagai kerangka
konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu
kegiatan. Model pembelajaran yang telah dikembangkan dan diuji
keberlakuannya oleh pakar pendidikan, umumnya berorientasi kepada
pengembangan kemampuan siswa dalam mengolah dan mengatasi
informasi yang diterima oleh mereka dengan menitikberatkan aspek
intelektual akademis. Ada beberapa model pembelajaran, antara lain
model pembelajaran langsung, model pembelajaran konseptual, model
pembelajaran konvensional dan model pembelajaran kooperatif. Masing-
masing model pembelajaran memiliki ciri yang berbeda-beda. Model
pembelajaran kooperatif khususnya memiliki ciri yaitu mengutamakan
kerjasama antara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.
6

Model pembelajaran kooperatif adalah salah satu jenis
pembelajaran dari kelompok model pembelajaran sosial, model
pembelajaran ini mengutamakan kerjasama antara siswa untuk mencapai
tujuan pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pendapat Anonim yang
menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif merupakan strategi

6
La Ode Arbiki, Contoh Proposal Eksperimen (http: www.yahoo.com, diakses 18
Februari 2009 ).




pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama untuk mencapai
tujuan pembelajaran. Selanjutnya Hamalik juga mengemukakan bahwa
dalam pembelajaran kooperatif tujuan dirangkum oleh setiap anggota
kelompok, jadi tujuan pembelajaran hanya mungkin tercapai jika ada
kerjasama antara anggota kelompok.
7

Menurut Hamid Hasan cooperative mengandung pengertian
bekerja bersama dalam mencapai tujuan bersama. Dalam kegiatan
kooperatif, siswa secara individual mencari hasil yang menguntungkan
bagi seluruh anggota kelompoknya. Jadi, belajar kooperatif adalah
pemanfaatan kelompok kecil dalam pengajaran yang memungkinkan siswa
bekerja bersama untuk memaksimalkan belajar mereka dan belajar
anggota lainnya dalam kelompok tersebut.
8

Cooperative learning adalah strategi pembelajaran yang
menekankan kepada proses kerja sama dalam suatu kelompok yang bisa
terdiri 3 sampai 5 orang siswa untuk mempelajari suatu materi akademik
yang spesifik sampai tuntas. Melalui cooperative learning siswa didorong
untuk bekerja sama secara maksimal sesuai dengan keadaan kelompoknya.
Kerja sama di sini dimaksudkan setiap anggota kelompok harus saling
membantu, karena penilaian akhir ditentukan oleh keberhasilan kelompok.
Kegagalan individu adalah kegagalan kelompok; dan sebaliknya. Oleh
karena itu, setiap anggota kelompok harus memiliki tanggung jawab penuh

7
Ibid.,
8
Etin Solihatin, Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS (Jakarta: Bumi
Aksara, 2007), hal. 4.




terhadap kelompoknya.
9

Pembelajaran kooperatif adalah upaya yang dilakukan oleh seorang
pendidik untuk membelajarkan peserta didik melalui jalinan
kerjasama/gotong royong antar berbagai komponen, baik kerjasama antar
peserta didik (belajar secara berkelompok di kelas), kerjasama dengan
pihak sekolah (tenaga kependidikan yang ada di sekolah/madrsah),
kerjasama dengan anggota keluarga, dan masyarakat.
10

Jadi pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran
dengan menggunakan sistem pengelompokkan/tim kecil, yaitu antara 4
sampai 6 orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik,
jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen). Sistem penilaian
dilakukan terhadap kelompok. Setiap kelompok akan memperoleh
penghargaan (reward), jika kelompok mampu menunjukkan prestasi yang
dipersyaratkan. Dengan demikian, setiap anggota kelompok akan
mempunyai ketergantungan positif. Ketergantungan semacam itulah yang
selanjutnya akan memunculkan tanggung jawab individu terhadap
kelompok dan keterampilan interpersonal dari setiap anggota kelompok.
Setiap individu akan saling membantu, mereka akan mempunyai motivasi
untuk keberhasilan kelompok, sehingga setiap individu akan memiliki
kesempatan yang sama untuk memberikan kontribusi demi keberhasilan

9
Wina Sanjaya, Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi
(Jakarta: Kencana, 2006), hal. 106-107.
10
A. Fatah Yasin, Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam, (Malang: UIN Malang Press,
2008), hal. 176-177.




kelompok.
11

Pembelajaran kooperatif mempunyai dua komponen utama, yaitu:
a. Tugas kooperatif (cooperative task) berkaitan dengan hal yang
menyebabkan anggota bekerja sama dalam menyelesaikan tugas
kelompok.
b. Struktur kooperatif insentif (cooperative incentive structure)
merupakan sesuatu yang membangkitkan motivasi individu untuk
bekerja sama mencapai tujuan kelompok. Struktur insentif dianggap
sebagai keunikan dari pembelajaran kooperatif, karena melalui struktur
intensif setiap anggota kelompok bekerja sama untuk belajar,
mendorong dan memotivasi anggota lain menguasai materi pelajaran,
ehingga mencapai tujuan kelompok.
12

Menurut Slavin, Abrani, dan Chambers berpendapat bahwa belajar
melalui kooperatif dapat dijelaskan dari beberapa prespektif, yaitu:
a. Prespektif motivasi, bahwa peghargaan yang diberikan kepada
kelompok memungkinkan setiap anggota kelompok akan saling
membantu.
b. Prespektif sosial, bahwa melalui kooperatif setiap siswa akan saling
membantu dalam belajar karena mereka menginginkan semua anggota
kelompok memperoleh keberhasilan.
c. Prespektif perkembangan kognitif, bahwa dengan adanya interaksi
anggota kelompok dapat mengembangkan prestasi siswa untuk

11
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan
(Jakarta: Kencana, 2007), hal. 242-243.
12
Ibid..




berpikir mengolah berbagai informasi.
d. Prespektif elaborasi kognitif, bahwa setiap siswa akan berusaha untuk
memahami dan membina informasi untuk menambah pengetahuan
kognitifnya.
13

Jadi, pola belajar kelompok dengan cara kerja sama antar siswa,
selain dapat mendorong tumbuhnya gagasan yang lebih bermutu dan
meningkatkan kreativitas siswa, juga merupakan nilai sosial bangsa
Indonesia yang perlu dipertahankan. Apabila individu-individu ini bekerja
sama untuk mencapai tujuan bersama, ketergantungan timbal-balik atau
saling ketergantungan antar mereka akan memotivasi mereka untuk
bekerja lebih keras demi keberhasilan secara bersama-bersama, dimana
kadang-kadang mereka harus menolong seorang anggota secara khusus.
Hal tersebut mendorong tumbuhnya rasa ke”kami”an dan mencegah rasa
ke”aku”an.
14


2. Unsur-Unsur Cooperative Learning
Model pembelajaran cooperative learning tidak sama dengan
sekadar belajar kelompok, tetapi ada unsur-unsur dasar yang
membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan asal-asalan.
Roger dan David Johnson mengatakan bahwa tidak semua kerja kelompok
bisa dianggap cooperative learning, untuk itu harus diterapkan lima unsur
model pembelajaran gotong royong yaitu :

13
Wina Sanjaya, loc.cit.
14
Hari Suderadjat, Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) (Bandung: Cipta
Cekas Grafika, 2004), hal. 114-115.




a. Saling ketergantungan positif.
Keberhasilan suatu karya sangat bergantung pada usaha setiap
anggotanya. Untuk menciptakan kelompok kerja yang efektif, pengajar
perlu menyusun tugas sedemikian rupa sehingga setiap anggota
kelompok harus menyelesaikan tugasnya sendiri agar yang lain dapat
mencapai tujuan mereka.
b. Tanggung jawab perseorangan.
Jika tugas dan pola penilaian dibuat menurut prosedur model
cooperative learning, setiap siswa akan merasa bertanggung jawab
untuk melakukan yang terbaik. Pendidik yang efektif dalam model
cooperative learning membuat persiapan dan menyusun tugas
sedemikian rupa, sehingga masing-masing anggota kelompok harus
melaksanakan tanggung jawabnya sendiri agar tugas selanjutnya dalam
kelompok dapat dilaksanakan.
c. Tatap muka.
Dalam cooperative learning setiap kelompok harus diberikan
kesempatan untuk bertatap muka dan berdiskusi. Kegiatan interaksi ini
akan memberikan para siswa untuk membentuk sinergi yang
menguntungkan semua anggota. Inti dari sinergi ini adalah menghargai
perbedaan, memanfaatkan kelebihan, dan mengisi kekurangan.
d. Komunikasi antar anggota
Unsur ini menghendaki agar para siswa dibekali dengan berbagai
keterampilan berkomunikasi, karena keberhasilan suatu kelompok juga




bergantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling
mendengarkan dan kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapat
mereka. Keterampilan berkomunikasi dalam kelompok juga
merupakan proses panjang. Namun, proses ini merupakan proses yang
sangat bermanfaat dan perlu ditempuh untuk memperkaya pengalaman
belajar dan pembinaan perkembangan mental dan emosional para
siswa.
e. Evaluasi proses kelompok.
Pendidik perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk
mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar
selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif. Waktu evaluasi ini
tidak perlu dilaksanakan setiap ada kerja kelompok, tetapi bisa
dilaksanakan selang beberapa waktu setelah beberapa kali siswa
terlibat dalam kegiatan cooperative learning.
15


3. Tujuan Cooperative Learning
Menurut Slavin tujuan dari pembelajaran kooperatif adalah
menciptakan situasi di mana keberhasilan individu ditentukan atau
dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya. Sedangkan menurut Ibrahim
model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-
tidaknya tiga tujuan pembelajaran, yaitu:


15
Anita Lie, Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-
Ruang Kelas, (Jakarta: Gramedia, 2007), hal. 29-33




a. Hasil belajar akademik
Dalam belajar kooperatif mencakup beragam tujuan sosial, dan
memperbaiki prestasi siswa atau tugas-tugas akademis penting lainnya.
Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu
siswa memahami konsep-konsep sulit. Model struktur penghargaan
kooperatif telah dapat meningkatkan nilai siswa pada belajar akademik
dan perubahan norma yang berhubungan dengan hasil belajar.
Pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan baik pada siswa
kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja bersama
menyelesaikan tugas-tugas akademik.
b. Penerimaan terhadap perbedaan individu
Pembelajaran kooperatif adalah penerimaan secara luas dari
orang-orang yang berbeda berdasarkan ras, budaya, kelas sosial,
kemampuan, dan ketidakmampuannya. Pembelajaran kooperatif
memberi peluang bagi siswa dari berbagai latar belakang dan kondisi
untuk saling menghargai satu sama lain.
c. Pengembangan keterampilan sosial
Pembelajaran kooperatif adalah mengajarkan kepada siswa
keterampilan bekerja sama dan kolaborasi. Keterampilan-keterampilan
sosial, penting dimiliki oleh siswa sebab saat ini banyak anak muda
masih kurang dalam keterampilan sosial.
16



16
Novi Emildadiany, Cooperative Learning-Teknik Jigsaw (http: www.yahoo.com,
diakses 18 Februari 2009 ).




Ada perbedaan pokok antara kelompok belajar
kooperatif/cooperative learning (CL) dengan kelompok belajar
konvensional, yaitu:
a. CL, adanya saling ketergantungan positif, saling membantu, dan saling
memberikan motivasi sehingga ada interaksi promotif. Sedangkan,
dalam pembelajaran konvensional guru sering membiarkan adanya
siswa yang mendominasi kelompok atau menggantungkan diri pada
kelompok.
b. CL, adanya akuntabilitas individual yang mengukur penguasaan materi
pelajaran tiap anggota kelompok, dan kelompok diberi umpan balik
tentang hasil belajar para anggotanya sehingga dapat saling
mengetahui siapa yang memerlukan bantuan dan siapa yang dapat
memberikan bantuan. Sedangkan, dalam pembelajaran konvensional
akuntabilitas individual sering diabaikan sehingga tugas-tugas sering
diborong oleh salah seorang anggota kelompok sedangkan anggota
kelompok lainnya hanya “mendompleng” keberhasilan “pemborong”.
c. CL, kelompok belajar heterogen, baik dalam kamampuan akademik.
Jenis kelamin, ras, etnik, dan sebagainya sehingga dapat saling
mengetahui siapa yang memerlukan dan siapa yang memberikan
bantuan. Sedangkan, dalam pembelajaran konvensional kelompok
belajar biasanya homogen.
d. CL, pimpinan kelompok dipilih secara demokratis atau bergilir untuk
memberikan pengalaman memimpin bagi para anggota kelompok.




Sedangkan, dalam pembelajaran konvensional pemimpin kelompok
sering ditentukan oleh guru atau kelompok dibiarkan untuk memilih
pemimpinnya dengan cara masing-masing.
e. CL, keterampilan sosial yang diperlukan dalam kerja gotong royong
seperti kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, mempercayai
orang lain, dan mengelola konflik secara langsung diajarkan.
Sedangkan, dalam pembelajaran konvensional keterampilan sering
tidak langsung diajarkan.
f. CL, pada saat belajar kooperatif sedang berlangsung guru terus
melakukan pemantauan melalui observasi dan melakukan intervensi
jika terjadi masalah dalam kerja sama antar anggota kelompok.
Sedangkan, dalam pembelajaran konvensional pemantauan melalui
observasi dan intervensi sering tidak dilakukan oleh guru pada saat
belajar kelompok sedang berlangsung.
g. CL, guru memperhatikan secara proses kelompok yang terjadi dalam
kelompok-kelompok belajar. Sedangkan, dalam pembelajaran
konvensional guru sering tidak memperhatikan proses kelompok yang
terjadi dalam kelompok-kelompok belajar.
h. CL, penekanan tidak hanya pada penyelesaian tugas, tetapi juga
hubungan interpersonal (hubungan antar pribadi yang saling
menghargai). Sedangkan, dalam pembelajaran konvensional




penekanan sering hanya pada penyelesaian tugas.
17

Para ahli telah menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif dapat
meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik, unggul dalam
membantu siswa memahami konsep-komsep yang sulit, dan membantu
siswa menumbuhkan kemampuan berpikir kritis.
18

Keterampilan sosial atau kooperatif berkembang secara signifikan
dalam pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif sangat tepat
digunakan untuk melatih keterampilan-keterampilan kerjasama dan
kolaborasi, serta keterampilan-keterampilan tanya jawab.
19


4. Karakteristik Cooperative Learning
Pembelajaran kooperatif berbeda dengan strategi pembelajaran
yang lain. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari proses pembelajaran yang
menekankan kepada proses kerja sama dalam kelompok. Tujuan yang
ingin dicapai tidak hanya kemampuan akademik dalam pengertian
penguasaan bahan pelajaran, tetapi juga adanya unsur kerja sama untuk
penguasaan materi tersebut. Adanya kerja sama inilah yang menjadi ciri
khas dari pembelajaran kooperatif.
20





17
Trianto, Model-Model pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik (Jakarta:
Prestasi Pustaka, 2007), hal. 43-44.
18
Ibid.
19
Ibid., hal. 45.
20
Wina Sanjaya, op.cit, hal. 244.




Terdapat beberapa karakteristik strategi pembelajaran kooperatif,
diantaranya yaitu:
a. Pembelajaran secara tim.
Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran secara tim. Tim
merupakan tempat untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, tim harus
mampu membuat setiap siswa belajar. Semua anggota tim harus saling
membantu untuk mencapai tujuan pembelajaran. Untuk itulah, kriteria
keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh keberhasilan tim.
b. Didasarkan pada manajemen kooperatif
Dalam pembelajaran kooperatif mempunyai empat fungsi pokok,
yaitu: (1) perencanaan, menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif
memerlukan perencanaan yang matang agar proses pembelajaran
berjalan secara efektif; (2) pelaksanaan, menunjukkan bahwa
pembelajaran kooperatif harus dilaksanakan sesuai dengan
perencanaan, melalui langkah-langkah pembelajaran yang sudah
ditentukan termasuk ketentuan-ketentuan yang sudah disepakati
bersama; (3) organisasi, menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif
adalah pekerjaan bersama antar setiap anggota kelompok, oleh sebab
itu perlu diatur tugas dan tanggung jawab setiap anggota kelompok;
dan (4) kontrol, menunjukkan bahwa dalam pembelajaran kooperatif
perlu ditentukan kriteria keberhasilan baik melalui tes maupun nontes.






c. Kemauan untuk bekerja sama
Keberhasilan pembelajaran kooperatif ditentukan oleh
keberhasilan secara kelompok. Oleh sebab itu, prinsip bekerja sama
perlu ditekankan dalam proses pembelajaran kooperatif. Setiap
anggota kelompok bukan saja harus diatur tugas dan tanggung jawab
masing-masing, akan tetapi juga ditanamkan perlunya saling
membantu.
d. Keterampilan bekerja sama
Kemauan untuk bekerja sama itu kemudian dipraktikkan melalui
aktivitas dan kegiatan yang tergambarkan dalam keterampilan bekerja
sama. Dengan demikian, siswa perlu didorong untuk ikut dan sanggup
berinteraksi berbagai hambatan dam berinteraksi dan berkomunikasi,
sehingga setiap siswa dapat menyampaikan ide, mengemukakan
pendapat, dan memberikan kontribusi kepada keberhasilan
kelompok.
21

Terdapat enam langkah utama atau tahapan dalam pelajaran yang
menggunakan pembelajaran kooperatif. Langkah-langkah itu ditunjukkan
pada Tabel berikut:
22






21
Ibid, hal. 244-246.
22
Trianto, op.cit, hal. 48-49.




Tabel 2.1
Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif

Fase Tingkah Laku Guru
Fase-1
Menyampaikan tujuan dan
memotivasi siswa
Guru menyampaikan semua tujuan
pelajaran yang ingin dicapai pada
pelajaran tersebut dan memotivasi
siswa belajar.
Fase-2
Menyajikan informasi
Guru menyajikan informasi kepada
siswa dengan jalan demonstrasi atau
lewat bahan bacaan.
Fase-3
Mengorganisasikan siswa ke
dalam kelompok kooperatif
Guru menjelaskan kepada siswa
bagaimana caranya membentuk
kelompok belajar dan membantu
setiap kelompok agar melakukan
transisi secara efisien.

Fase Tingkah Laku Guru
Fase-4
Membimbing kelompok
bekerja dan belajar
Guru membimbing kelompok-
kelompok belajar pada saat mereka
mengerjakan tugasnya.
Fase-5
Evaluasi
Guru mengevaluasi hasil belajar
tentang materi yang telah dipelajari
atau masing -masing kelompok
mempresentasikan hasil kerjanya.
Fase-6
Memberikan penghargaan
Guru mencari cara-cara untuk
menghargai baik upaya maupun hasil
belajar individu dan kelompok.







5. Teknik- Teknik Cooperative Learning
Teknik-teknik yang digunakan dalam pembelajaran kooperatif
diantaranya:
a. Mencari pasangan. Teknik belajar mengajar mencari pasangan (make a
match) dikembangkan oleh Larna Curran (1994). Salah satu
keunggulan teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar
mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan.
b. Bertukar pasangan. Teknik belajar mengajar bertukar pasangan
memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dengan orang
lain.
c. Berpikir-berpasangan-berempat. Teknik belajar mengajar ini
dikembnagkan oleh Frank Lyman dan Spencer Kagam sebagai struktur
kegiatan pembelajaran kooperatif. Teknik ini memberi kesempatan
kepada siswa untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang
lain. Keunggulan lain dari teknik ini adalah optimalisasi partisipasi
siswa.
d. Berkirim salam dan soal. Teknik belajar mengajar ini memberi
kesempatan kepada siswa untuk melatih pengetahuan dan keterampilan
mereka. Siswa membuat pertanyaan sendiri sehingga akan merasa
lebih terdorong untuk belajar dan menjawab pertanyaan yang dibuat
oleh teman-teman sekelasnya. Kegiatan ini cocok untuk persiapan
menjelang tes dan ujian.





e. Kepala bernomor. Teknik belajar mengajar Kepala Bernomor
dikembangkan oleh Spencer Kagan (1992). Teknik ini Memberikan
kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan
mempertimbangkan jawaban yang paling tepat selain itu, dapat
mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerja sama mereka.
f. Kepala bernomor struktural. Teknik belajar mengajar ini sebagai
modifikasi dari Kepala Bernomor. Dengan teknik ini siswa belajar
melaksanakan tanggung jawab pribadinya dalam saling keterkaitan
dengan rekan-rekan kelompoknya, sehingga memudahkan untuk
mengerjakan tugas.
g. Dua Tinggal Dua Tamu. Teknik belajar mengajar Dua Tinggal Tamu
juga dikembangkan oleh Spencer Kagan (1992) dan bisa digunakan
bersama dengan teknik Kepala Benomor. Teknik ini memberi
kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi
dengan kelompok lain.
23


6. Keunggulan dan Kelemahan Cooperative Learning
Keunggulan pembelajaran kooperatif sebagai suatu strategi
pembelajaran diantaranya:
a. Melalui cooperative learning siswa tidak telalu menggantungkan pada
guru, akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berpikir

23
Anita Lie, op.cit., hal.55-61.




sendiri, menemukan informasi dari berbagai sumber, dan belajar dari
siswa yang lain.
b. Cooperative learning dapat mengembangkan kemampuan
mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan
membandingkannya dengan ide-ide orang lain.
c. Cooperative learning dapat membantu anak untuk respek pada orang
lain dan menyadari akan segala keterbatasannya serta menerima segala
perbedaan.
d. Cooperative learning dapat membantu memberdayakan setiap siswa
untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar.
e. Cooperative learning merupakan suatu strategi yang cukup ampuh
untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial,
termasuk mengembangkan rasa harga diri, hubungan interpersonal
yang positif dengan yang lain, mengembangkan keterampilan me-
manage waktu, dan sikap positif terhadap sekolah.
f. Melalui cooperative learning dapat mengembangkan kemampuan
siswa untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri, menerima umpan
balik. Siswa dapat berpraktik memecahkan masalah tanpa takut
membuat masalah, karena keputusan yang dibuat adalah tanggung
jawab kelompoknya.
g. Cooperative learning dapat meningkatkan kemampuan siswa
menggunakan informasi dan kemampuan belajar abstrak menjadi nyata
(riil).




h. Interaksi selama kooperatif berlangsung dapat meningkatkan motivasi
dan memberikan rangsangan untuk berpikir. Hal ini berguna untuk
proses pendidikan jangka panjang.
24

Di samping keunggulan, pembelajaran kooperatif juga memiliki
kelemahan, diantanranya:
a. Untuk siswa yang dianggap memiliki kelebihan, contohnya mereka
akan merasa terhambat oleh siswa yang dianggap kurang memiliki
kemampuan. Akibatnya, keadaan semacam ini dapat mengganggu
iklim kerja sama dalam kelompok.
b. Ciri utama dari cooperative learning adalah bahwa siswa saling
membelajarkan. Oleh karena itu, jika tanpa peer teaching yang efektif,
maka dibandingkan dengan pengajaran langsung dari guru, bisa terjadi
cara belajar yang demikian apa yang seharusnya dipelajari dan
dipahami tidak pernah dicapai oleh siswa.
c. Penilaian yang diberikan dalam cooperative learning didasarkan
kepada hasil kerja kelompok. Namun demikian, guru perlu menyadari,
bahwa sebenarnya hasil atau prestasi yang diharapkan adalah prestasi
setiap induvidu siswa.
d. Keberhasilan cooperative learning dalam upaya mengembangakan
kesadaran berkelompok memerlukan waktu yang cukup panjang, dan
hal ini tidak mungkin dapat tercapai hanya dengan satu kali atau
berkali-kali penerapan pembelajaran ini.

24
Wina Sanjaya, op.cit, hal. 249-250




e. Walaupun kemampuan bekerja sama merupakan kemampuan yang
sangat penting untuk siswa, akan tetapi banyak aktivitas dalam
kehidupan yang hanya didasarkan pada kemampuan secara individual.
Oleh karena itu, idealnya melalui cooperative learning selain siswa
belajar bekerja sama, siswa juga harus belajar bagaimana membangun
kepercayaan diri. Untuk mencapai kedua hal itu dalam cooperative
learning memang bukan pekerjaan yang mudah.

B. Tinjauan Tentang Strategi Crossword Puzzle
1. Pengertian Strategi Crossword Puzszle
Dalam dunia pendidikan, menurut J.R. David strategi diartikan
sebagai:
”a plan method, or series of activities designed to achieves a
particular educational goa”l.

Dengan demikian strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai
perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu.
25

Crossword puzzle merupakan suatu game dengan template
berbentuk segi empat yang terdiri dari kumpulan kotak-kota berwarna
hitam putih serta dilengkapi dua lajur, yaitu mendatar (kumpulan kotak
yang membentuk satu baris dan beberapa kolom ) dan menurun (kumpulan
kotak yang membentuk satu kolom dan beberapa baris). Untuk
menyelesaikan permainan ini, keseluruhan kotak yang berwarna putih

25
Ibid, hal. 126.




harus terisi dengan kata-kata yang tersedia dalam kumpulan kata yang ada.
Secara spesifik crossword puzzle merupakan suatu game yang
memungkinkan user memasukkan kata yang bersesuaian dengan panjang
kotak yang tersedia secara berkesinambungan sampai seluruh kotak terisi
penuh. Aturan pengisian kata-kata tersebut berhubungan dengan
penyamaan jumlah kotak dengan jumlah karakter pada kata dan pengisian
kata-kata ke dalam kotak pada crossword puzzle secara
berkesinambungan.
26












Gambar 2.1. Template Crossword Puzzle



26
Ajeng Wirasati dan Ronny Adry, Analisa Penerapan Algoritma Backtracking,
pada Game “ Crossword Puzzle ” (http:www.yahoo.com, diakses 18 Februari 2009),
hal. 1-2.























Crossword puzzle merupakan salah satu permainan yang dapat
digunakan sebagai strategi pembelajaran yang baik dan menyenangkan
tanpa kehilangan esensi belajar yang sedang berlangsung, bahkan dapat
melibatkan partisipasi siswa secara aktif sejak awal.
27


2. Langkah-Langkah Strategi Crossword Puzzle
Adapun cara membuat Crossword Puzzle adalah terlebih dahulu
guru hendaknya menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan, seperti kertas
HVS, penggaris, pensil, ballpoint, spidol, dan penghapus. Adapun
prosedur permainannya sebagai berikut:
a. Menulis kata-kata kunci, terminologi atau nama-nama yang
berhubungan dengan materi pelajaran yang telah diajarkan.
b. Membuat kisi-kisi yang dapat diisi dengan kata-kata yang telah dipilih
dan hitamkan bagian yang tidak diperlukan.
c. Membuat pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya adalah kata-kata
yang telah dibuat atau yang mengarah pada kata-kata tersebut.
d. Membagi kelas menjadi beberapa kelompok.
e. Setiap kelompok diberi selembar teka-teki yang sama dengan
kelompok lain.
f. Memberikan batas waktu untuk mengerjakan teka-teki tersebut.
g. Setelah waktu yang ditentukan habis, setiap kelompok membacakan
hasilnya secara bergantian.

27
Hisyam, dkk, Strategi Pembelajaran di Perguruan Tinggi, (Yogyakarta: CTSD, 2002),
hal. 68.




h. Mengoreksi hasil kerja kelompok dan memberi hadiah kepada
kelompok yang mengerjakan paling cepat dan benar.
28

Selain Crossword Puzzle (teka-teki silang), terdapat permainan
puzzle yang lain, yaitu mengisi lembaran berupa teka-teki berdasarkan
topik-topik tertentu dengan menandai jawaban yang benar. Permainan
puzzle sangat menarik bila dikaitkan dengan pembelajaran akidah akhlak
pada materi asmaul husna . Permainan puzzle berupa tulisan tersebut
diperlihatkan dalam pembelajaran akidah akhlak bertujuan untuk melatih
daya ingat tentang materi yang telah diajarkan. Permainan ini dapat
menimbulkan semangat kerjasama dan kreativitas siswa serta melatih
mereka untuk berfikir sistematis.
29


3. Kelebihan dan Kelemahan Strategi Crossword Puzzle
Kelebihan strategi crossword puzzle dalam proses pembelajaran
diantaranya, yaitu:
a. Melalui strategi crossword puzzle siswa sedikit banyak telah
memunculkan semangat belajar dan rasa percaya diri pada setiap
siswa. Karena strategi ini dapat memacu diri siswa untuk lebih
menggali konsep-konsep materi yang diajarkan sehingga menghasilkan
rasa keingintahuan dan percaya diri yang tinggi.

28
Melvin L. Silberman, Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif, (Bandung:
Nuansa, 2006), h. 238-239.
29
Nunu A. Hamijaya dan Nunung K. Rukmana, Cara Mudah Bergembira bersama Al-
Qur’an, (Bandung: Jembar, 2007), hal. 112.




b. Melalui penerapan strategi crossword puzzle ini siswa belajar untuk
lebih menggali potensi yang ada pada dirinya dan dapat lebih
menghargai talenta yang telah dianugerahkan Tuhan kepadanya. Selain
itu siswa juga belajar untuk menghargai kelebihan dan kekurangan
masing-masing.
c. Strategi ini sangat efektif karena mampu meningkatkan aktivitas dan
kreatifitas siswa dalam bentuk interaksi baik antara siswa dengan guru
maupun antara siswa dengan siswa lainnya. Bahkan interaksi ini lebih
didominasi oleh interaksi antara siswa dengan siswa sedangkan guru
hanya bersifat sebagai moderator saja.
d. Secara keseluruhan strategi ini mampu menciptakan proses
pembelajaran yang menyenangkan yang pada akhirnya diharapkan
akan meningkatkan minat dan motivasi pada siswa.
e. Sifat kompetitif yang ada dalam permainan crossword puzzle dapat
mendorong pesereta didik berlomba-lomba untuk maju.
30

Selain berbagai kelebihan, ada juga beberapa kelemahan strategi
crossword puzzle dalam proses pembelajaran diantaranya, yaitu:
a. Sedikitnya waktu pembelajaran yang tersedia sedangkan materi yang
harus diajarkan sangat banyak. Dalam Kurikulum Berbasis
Kompetensi (KTSP) dikatakan bahwa guru memiliki kewenangan
untuk memilih materimateri esensial yang akan diajarkan kepada
siswanya, sedangkan kenyataannya adalah masih adanya tes bagi siswa

30
Piping Sugiharti, Penerapan Teori Multiple Intelligence dalam Pembelajaran Fisika,
Jurnal Pendidikan Penabur - No.05/ Th.IV/ Desember 2005 (http:www.yahoo.com, diakses 6
Agustus 2009), hal. 40-41.




(ujian nasional dan ujian sekolah contohnya), dengan soal-soal yang
notabene bukan berasal dari guru yang bersangkutan. Sedang
pemahaman tentang materi mana yang dianggap esensial dan materi
mana yang kurang esensial bagi setiap guru bisa saja berbeda-beda.
Akhirnya, mau tidak mau guru harus mengajarkan semua materi yang
ada dalam buku paket.
b. Penerapan strategi crossword puzzle dalam ruang kelas juga
memungkinkan terjadinya diskusi hangat dalam kelas. Adakalanya
siswa berteriak atau bertepuk tangan untuk mengungkapkan
kegembiraannya ketika mereka mampu memecahkan suatu masalah.
Hal ini juga dapat menggangu konsentrasi guru dan siswa yang berada
di kelas lain.
c. Banyak mengandung unsur spekulasi, peserta yang lebih dahulu
selesai (berhasil) dalam permainan crossword puzzle belum dapat
dijadikan ukuran bahwa dia seorang siswa lebih pandai dari lainnya.
d. Tidak semua materi pelajaran dapat dikomunikasikan melalui
permainan crossword puzzle dan Jumlah peserta didik yang relatif
besar sulit melibatkan seluruhnya.
e. Adanya keengganan dari para guru untuk mengubah paradigma lama
dalam pendidikan. Kebanyakan guru sudah merasa nyaman dengan
metode ceramah sehingga mereka enggan untuk mencoba hal-hal yang
baru karena dianggap merepotkan.
31


31
Ibid., hal. 41-42




C. Tinjauan Tentang Motivasi Belajar
1. Pengertian Motivasi Belajar
Menurut McDonald motivasi adalah suatu perubahan energi di
dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif dan reaksi
untuk mencapi tujuan. Sebagai suatu masalah di dalam kelas, motivasi
adalah proses membangkitkan, mempertahankan, dan mengontrol minat-
minat. Dalam hal ini tugas guru adalah membantu siswa untuk memilih
topik, kegiatan, atau tujuan yang bermanfaat, baik jangka panjang atau
pendek.
32

Belajar adalah suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil
atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas, yakni
mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan, melainkan
perubahan kelakuan. Pendapat lain mengatakan belajar adalah suatu
proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan
lingkungan. Dibandingkan dengan pengertian yang pertama, maka jelas
tujuan belajar itu prinsipnya sama, yakni perubahan tingkah laku, hanya
berbeda cara atau usaha pencapaiannya.
33

Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling
mempengaruhi. Belajar adalah perubahan tingkah kalu secara relatif
permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik atau

32
Oemar Hamalik, Psikologi Belajar dan Mengajar (Bandung: Sinar Baru, 1992), hal.
173.
33
Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), hal. 36-
37.




penguatan yang dilandasi tujuan untuk mencapai tujuan tertentu.
34

Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal
pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan
tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang
mendukung. Hal ini mempunyai peranan besar dalam keberhasilan
seseorang dalam belajar. Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan
sebagai berikut:
a. Adanya hasrat dan keinginan berhasil.
b. Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar.
c. Adanya harapan dan cita-cita masa depan.
d. Adanya penghargaan dalam belajar.
e. Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar.
f. Adanya lingkungan belajar yang kondusif, sehingga memungkinkan
siswa dapat belajar dengan baik.
35

Motivasi dianggap penting dalam upaya belajar dan pembelajaran
karena mendorong timbulnya tingkah laku dan mempengaruhi serta
mengubah tingkah laku. Jadi, fungsi motivasi meliputi sebagai berikut:
a. Sebagai pendorong, yaitu mendorong timbulnya suatu tingkah laku
atau perbuatan. Tanpa motivasi maka tidak akan timbul sesuatu
perbuatan seperti belajar.
b. Sebagai pengarah, yaitu mengarahkan perbuatan pencapaian tujuan
yang diinginkan.

34
Hamzah B. Uno, Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan
(Jakarta: Bumu Aksara, 2007), hal. 23.
35
Ibid.,




c. Sebagai penggerak, yaitu menggerakkan tingkah laku seseorang. Besar
kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu
pekerjaan.
36


2. Tujuan Motivasi Belajar
Secara umum tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau
menggugah seseorang agar timbul keinginan dan kemauannya untuk
melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau mencapai tujuan
tertentu. Bagi guru, tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau
memacu siswa agar timbul keinginan dan kemauannya untuk
meningkatkan prestasi belajarnya sehingga tercapai tujuan pendidikan
sesuai dengan yang diharapkan dan ditetapkan dalam kurikulum sekolah.
Sebagai contoh seorang guru memberikan pujian kepada siswa yang maju
ke depan kelas dan dapat mengerjakan soal di papan tulis. Dengan pujian
itu, dalam diri anak tersebut timbul rasa percaya pada diri sendiri, di
samping itu timbul keberaniannya sehingga ia tidak takut dan malu lagi.
37

Setiap tindakan motivasi mempunyai tujuan. Makin jelas tujuan
yang diharapkan, makin jelas pula bagaimana tindakan memotivasi itu
dilakukan. Oleh karena itu, setiap orang akan memberikan motivasi harus
mengenal dan memahami latar belakang, kebutuhan, dan kepribadian
orang yang akan dimotivasi.
38


36
Oemar Hamalik, op.cit, hal. 108.
37
M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006), hal.
73.
38
Ibid, hal. 73-74.




3. Macam-macam Motivasi Belajar
Berdasarkan pengertian di atas, motivasi belajar dapat dibagi
menjadi dua macam, yaitu:
a. Motivasi instrintik adalah motivasi yang timbul sebagai akibat dari diri
individu sendiri tanpa ada paksaan dan dorongan dari orang lain, tetapi
atas kemauan sendiri. Misalnya anak mau belajar karena ingin
memperoleh ilmu pengetahuan dan ingin menjadi orang yang berguna
bagi nusa dan bangsa. Oleh karena itu, ia rajin belajar tanpa ada
suruhan dari orang lain.
b. Motivasi ekstrintik adalah motivasi yang timbul sebagai akibat
pengaruh dari luar individu, karena adanya ajakan, suruhan, atau
paksaan dari orang lain yang akhirnya dapat melakukan sesuatu atau
belajar. Misalnya seseorang mau belajar karena disuruh oleh orang tua
agar mendapat peringkat pertama di kelasnya.
39

Menurut Kenneth H. Hover, untuk mendorong motivasi belajar
terhadap siswa, maka diperlukan prinsip-prinsip motivasi sebagai berikut:
a. Pujian lebih efektif daripada hukuman.
b. Semua siswa mempunyai kebutuhan-kebutuhan psikologis (yang
bersifat dasar) tertentu yang harus mendapat kepuasan.
c. Motivasi instrintik (dari dalam individu) lebih efektif daripada
motivasi esktrintik (dari luar).
d. Terhadap jawaban (perbuatan) yang serasi (sesuai dengan keinginan)

39
Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1995),
hal. 29.




perlu dilakukan usaha pemantauan atau penguatan.
e. Motivasi itu mudah menjalar atau tersebar terhadap orang lain.
f. Pemahaman yang jelas terhadap tujuan-tujuan akan merangsang
motivasi.
g. Tugas-tugas yang dibebankan oleh diri sendiri akan menimbulkan
minat yang lebih besar untuk mengerjakannya daripada apabila tugas-
tugas itu dipaksakan oleh guru.
h. Pujian-pujian yang datangnya dari luar kadang-kadang diperlukan dan
cukup efektif untuk merangsang minat yang sebenarnya.
i. Teknik dan proses mengajar yang bervariasai adalah efektif untuk
memelihara minat siswa.
40


4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar
Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan
menjadi tiga macam, yaitu:
a. Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri
meliputi dua aspek, yaitu:
1) Aspek fisiologis (jasmaniah). Kondisi umum jasmani dan tonus
(tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ
tubuh dan sendi-sendinya, dapat mempengaruhi semangat dan
intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Kondisi organ-organ
khusus, seperti tingkat kesehatan indera pendengar dan penglihat,

40
Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), hal. 163-165.




juga dapat mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyerap
informasi dan pengetahuan, khususnya yang disajikan di kelas.
2) Aspek psikologis (rohaniah). Banyak faktor yang termasuk aspek
psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas
perolehan belajar siswa. Namun, di antara faktor-faktor rohaniah
siswa yang pada umumnya dipandang lebih esensial adalah (a)
tingkat intelegensi atau kecerdasan siswa, (b) sikap siswa, (c) bakat
siswa, (d) minat siswa, dan (e) motivasi siswa.
b. Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri siswa, yakni
kondisi lingkungan di sekitar siswa. Faktor ini terdiri atas dua macam,
yaitu:
1) lingkungan sosial, seperti sekolah (para guru, staf administrasi, dan
teman-teman sekelas), siswa (masyarakat, tetangga, dan teman-
teman sepermainan di sekitar perkampungan siswa tersebut), dan
orang tua atau keluarga dapat mempengaruhi semangat belajar
siswa.
2) lingkungan nonsosial, meliputi: gedung sekolah, tempat tinggal
siswa, alat-alat belajar, keadaan cuaca, dan waktu belajar yang
digunakan siswa dapat menentukan tingkat keberhasilan belajar
siswa.
c. Faktor pendekatan belajar, yaitu jenis upaya belajar siswa yang
meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan
kegiatan pembelajaran materi pelajaran. Faktor ini juga berpengaruh




terhadap taraf keberhasilan proses belajar siswa tersebut. Seorang
siswa yang terbiasa mengaplikasikan pendekatan belajar deep
(menengah) misalnya, mungkin sekali berpeluang untuk meraih
perstasi belajar yang bermutu daripada siswa yang menggunakan
pendekatan belajar surface atau reproductive (rendah).
41


5. Cara Menggerakkan Motivasi Belajar Siswa
Untuk membangkitkan motivasi belajar siswa, guru hendaknya
berusaha dengan berbagai cara. Beberapa cara membangkitkan motivasi
ekstrinsik dalam menumbuhkan motivasi instrinsik, yaitu:
a. Kompetensi (persaingan). Guru berusaha menciptakan persaingan
diantara siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha
memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya dan
mengatasi prestasi orang lain.
b. Pace Making (membuat tujuan sementara atau dekat). Pada awal
kegiatan belajar-mengajar guru hendaknya terlebih dahulu
menyampaikan kepada siswa indikator yang akan dicapainya, sehingga
dengan demikian siswa berusaha untuk mencapai indikator tersebut.
c. Tujuan yang jelas. Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan.
Semakin jelas tujuan, semakin besar nilai tujuan bagi individu yang
bersangkutan dan semakin besar pula motivasi dalam melakukan suatu
perbuatan.

41
Muhibbin Syah, Psikologi Belajar (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2004), hal. 144-155.




d. Kesempurnaan untuk sukses. Kesuksesan dapat menimbulkan rasa
puas, kesenangan dan kepercayaan terhadap diri sendiri. Sedangkan
kegagalan akan membawa efek yang sebaliknya. Dengan demikian,
guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk
meraih sukses dengan sendiri dengan bimbingan guru.
e. Minat yang besar. Motif akan timbul jika individu memiliki minat
yang besar.
f. Mengadakan penilaian atau tes. Pada umumnya semua siswa mau
belajar dengan tujuan memperoleh nilai yang baik. Hal ini terbukti
dengan kenyataan bahwa banyak siswa yang tidak belajar bila tidak
ada ulangan. Akan tetapi, bila guru mengadakan bahwa lusa akan
diadakan ulangan lisan, barulah siswa giat belajar agar mendapat nilai
yang baik. Jadi, angka atau nilai itu merupakan motivasi yang kuat
bagi siswa.
42

Untuk mengidentitifikasi potensi peserta didik dapat dikenali dari
ciri-ciri (indikator) keberbakatan peserta didik. Menurut Munandar
mengungkapkan salah satu indikator peserta didik berbakat, yaitu
motivasi, diantara indikator motivasi, yaitu:
a. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu
yang lama, tidak berhenti sebelum selesai).
b. Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa).
c. Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi.

42
Moh. Uzer Usman ,op.cit, hal. 29-30.




d. Ingin mendalami bahan atau bidang pengetahuan yang diberikan.
e. Selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan
prestasinya).
f. Menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah ”orang dewasa”
(misalnya terhadap pembangunan, korupsi, keadilan, dan sebagainya).
g. Senang dan rajin belajar, penuh semangat, cepat bosan dengan tugas-
tugas rutin, dan dapat mempertahankan pendapat-pendapatnya.
h. Mengejar tujuan-tujuan jangka panjang (dapat menunda pemuasan
kebutuhan sesaat yang ingin dicapai kemudian).
i. Senang mencari dan memecahkan masalah.
Sedangkan menurut Yaumil, menjelaskan bahwa komitmen
terhadap tugas sering dikaitkan dengan motivasi instrintik untuk
berprestasi, ciri-cirinya mudah terbenam dan benar-benar terlibat dalam
suatu tugas; sangat tangguh dan ulet menyelesaikan masalah; bosan
menghadapi tugas rutin; mendambakan dan mengejar hasil sempurna;
lebih suka bekerja secara mandiri; sangat terikat pada nilai-nilai baik dan
menjauhi nilai-nilai buruk; bertanggung jawab; berdisiplin; dan sulit
mengubah pendapat yang telah diyakininya.
43






43
Hamid Muhammad, Pedoman Diagnostik Potensi Peserta Didik (Jakarta: Departemen
Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan
Lanjutan Pertama, 2004), hal. 18-21.




D. Pembelajaran Asmaul Husna
1. Pengertian Pembelajaran Asmaul Husna
Pembelajaran Asmaul Husna adalah pembelajaran mengenal
tentang nama-nama indah untuk Allah (kepunyaan Allah). Allah memiliki
nama-nama yang baik yang disebut dengan Asmaul Husna. Rasulullah
SAW menjelaskan bahwa Asmaul Husna ini jumlahnya ada 99, karena
Allah menyukai bilangan yang ganjil. Sebagaimana hadits Nabi yang
berbunyi:
َ ¸ِ -َ ر َ ةَ ¸ْ ,َ ¸ُ ه ¸ِ -َ أ ْ¸َ = ِ جَ ¸ْ =َ 'ْ 'ا ْ¸َ = ِ د'َ- ¸'ا ,ُ -َ أ 'َ -َ `´ -َ = ٌ-ْ ,َ ·ُ - 'َ -َ ¸َ -ْ =َ أ ِ ن'َ -َ ,ْ'ا ,ُ -َ أ 'َ -َ `´ -َ =
'´ 'ِ إ ً ªَ -'ِ - 'ً -ْ -ا َ ¸,ِ ·ْ -ِ -َ و ً ªَ ·ْ -ِ - ِ ª´ 'ِ ' ´ نِ إ َ ل'َ · َ »´ 'َ -َ و ِ ªْ ,َ 'َ = ُ ª´ ''ا _´ 'َ - ِ ª´ ''ا َ ل,ُ-َ ر ´ نَ أ ُ ªْ -َ = ُ ª´ ''ا
َ ª´ -َ =ْ 'ا َ .َ =َ د 'َ ه'َ -ْ =َ أ ْ¸َ - اً -ِ =اَ و

Artinya: Abu yaman menceritakan kepada kami Syu’aib menghabarkan
kepada kami Abu zinad menceritakan kepada kami dari Al-A’raj
dari Abu hurairah r.a bahwasannya Rasulullah SAW bersabda:
Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, seratus kurang satu.
Siapa yang menghitungnya tentu masuk surga. (H.R Imam
Bukhori).

Al ‘Ashili mengatakan bahwa makna dari menghitung nama-nama-
Nya adalah mengamalkannya bukan menghitung dan menghafalkannya
karena apabila sebatas itu maka itu pun bisa dilakukan oleh orang-orang
kafir maupun munafiq, sebagaimana hadits bahwa orang-orang khawarij
juga membaca Al Qur’an sementara ia (bacaannya) itu melewati
tenggorokan mereka.
Ibn Batthol mengatakan bahwa menghitung bisa dilakukan dengan
lisan dan perbuatan. Siapa yang mengamalkan bahwa Allah swt memiliki
nama-nama khusus seperti al ahad (Maha Esa), al Muta’al (Maha Tinggi),
al Qodir (Maha Kuasa) dan yang lainnya maka wajib baginya untuk




meyakini dan tunduk terhadapnya. Dan Allah mempunyai nama-nama
yang disunnahkan untuk diikuti didalam makna-maknanya seperti ar
Rohim (Maha Penyayang), al Karim (Maha Mulia), al ‘Afwu (Maha
Pemaaf) dan lainnya. Dan disunnahkan bagi hamba-Nya untuk berhias
dengan makna-maknanya dalam rangka menunaikan hak mengamalkannya
maka inilah makna menghitung dengan amal. Adapun menghitung dengan
lisan adalah mengumpulkan, menghafal dan berdoa dengannya walaupun
dalam hal menghitung dan menghafal bisa dilakukan oleh orang-orang
yang tidak beriman akan tetapi seorang mukmin dibedakan dengan
keimanannya dan mengamalkannya.
44

Sembilan puluh sembilan tersebut menggambarkan betapa baiknya
Allah. nama-nama dalam Asmaul Husna ini, Allah sendirilah yang
menciptakannya. Sebutlah nama-nama Allah, dalam setiap zikir dan doa
kita. Jika kita memohon diberi petunjuk, sebutlah nama Al-Hadi (Maha
Pemberi Petunjuk). Jika kita mohon diberi sifat kasih sayang, sebutlah
nama Ar-Rahmân (Maha Pengasih). Semoga doa kita akan semakin
makbul.
Anjuran untuk menggunakan Asmaul Husna dalam berzikir dan berdoa,
diterangkan oleh Allah SWT dalam Al-Quran. Asmaul Husna hanya milik
Allah SWT. Manusia sebagai makhluk-Nya hanya dapat memahami,
mempelajari, dan meniru kandungan makna dari nama yang baik tersebut

44
Sigit Purnomo, Manfaat Asmaul Husna (http:www.yahoo.com, diakses 6 Agustus
2009).




dalam kehidupan sehari-hari.
45

Pada umumnya jumhur ulama menyatakan bahwa Asmaul Husna
itu berjumlah 99 nama. Namun Abubakar Ibnul Araby salah seorang
ulama bermazhab Maliki – seperti dikutip oleh Ibnu Katsir menyebutkan
bahwa sebagian ulama telah menghimpun nama-nama Tuhan dari Al-
Qur’an dan Sunnah sebanyak 1.000 nama. Ada juga yang menyatakan
kalau jumlah Asmaul Husan itu ada 100.
46

Asmaul Husna inilah yang dahulu ketika Nabi Isa diberi kelebihan
untuk memenangkan agama Allah, berupa mu’jizat dapat menghidupkan
orang yang sudah meninggal, dan menyembuhkan segala penyakit yang
diderita manusia ketika itu, dan Nabi-nabi Allah lainnya, seperti Nabi
Ibrahim tidak hangus dibakar oleh kaumnya. Nabi Nuh diselamatkan dari
banjir bandang, dan sebagainya. Demikian besar hebatnya asma-asma
Allah, sehingga besipun menjadi leleh karenanya (ketika dibacakan oleh
Nabi Daud), gunung-gunung akan hancur karenanya.
47

Materi Asmaul Husna ini terdapat pada pelajaran Akidah Akhlak,
yang diajarkan di madrasah atau sekolah. Dengan adanya materi ini siswa
dapat mengenal Allah melalui sifat-sifat yang terkandung dalam asmaul
husna, sehingga siswa hafal dan mengetahui artinya, dapat menunjukkan
contohnya, dan membiasakan berdo’a dengan asmaul husna.


45
Asmaul Husna dan Sifat-Sifat Allah (http:www.yahoo.com, diakses 6 Agustus 2009).
46
Ja’far Shidiq, Ternyata Ada 100 Asma Al-Husna (Qiyas Media, 2009/
http:www.yahoo.com, diakses 6 Agustus 2009 ).
47
Masrap Suhaemi, Khasiat Ayat-Ayat Al-Qur’an (Surabaya: Mahkota. 1984), hal. 51.




Ma’rifat Asmaul Husna termasuk sesuatu yang dapat menguatkan
dan menumbuhkan iman. Sebagaimana firman Allah yang berbunyi:





Artinya: Hanya milik Allah asmaa-ul husna, Maka bermohonlah kepada-
Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah
orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut)
nama-nama-Nya, nanti mereka akan mendapat Balasan terhadap
apa yang telah mereka kerjakan. (Qs. Al-A’raf:180).

Memahami Asmaul Husna itu mempunyai tiga tingkatan, yaitu: (a)
menghitung lafazhnya, (b) mamahami makna dan sasarannya, serta (c)
berdo’a kepada Allah dengan nama-nama tersebut, yaitu do’a berupa
sanjungan dan ibadah serta do’a masalah (meminta sesuatu). Itu semua
adalah pokok pangkal keimanan dan iman itu sendiri kembali kepada hal-
hal tersebut; sebab memahami Asmaul Husna itu mengandung tiga jenis
tauhid yang dikenal: Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah, dan Tauhid
Asma’ wa Shifat. Semakin bertambah pemahaman seorang hamba terhadap
nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya, maka semakin bertambah pula
keimanannya bahkan semakin kuat keyakinannya.
48

Pengetahuan tentang Allah serta nama-nama dan sifat-sifat-Nya
adalah semulia-mulianya ilmu. Dia adalah ilmu ynag diwajibkan karena
dzatnya, dan yang menjadi tujuan karena dzatnya. Sebagaimana Allah
berfirman dalam Al-Qur’an:

48
Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, Misteri Asmaul Husna (Solo: Pustaka Ar-Rayyan,
2007), hal. 10-11.











Artinya: Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula
bumi. Perintah Allah Berlaku padanya, agar kamu mengetahui
bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan
Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala
sesuatu. (Qs. Ath-Thalaaq:12).

Dalam ayat tersebut, Allah menjelaskan bahwa Dia telah
menciptakan langit dan bumi, dan Menurunkan segala urusan antara langit
dan bumi agar hamba-Nya tahu, bahwa Dia adalah Dzat Yang Maha
Mengetahui dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dengan demikian Ilmu
tentang Tuhan adalah yang paling dituntut dari makhluk-Nya.
49


2. Langkah-Langkah dalam Memahami Asmaul Husna
Langkah-langkah teoritis dan praktis dalam memahami nama-nama
Allah, yaitu:
a. Komitmen untuk memulai. Aristoteles mengingatkan, ”Keunggulan
bukanlah suatu perbuatan, melainkan sebuah kebiasaan”. Al-Ghazali
menegaskan, ”Perbuatan yang dilakukan berulang-ulang selama
beberapa waktu akan memberi pengaruh yang mantap pada jiwa”
b. Riyadhah (training rohani) dan mujahadah (serius), kegiatan ini
merupakan faktor yang menentukan keberhasilan selanjutnya.

49
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Asmaul Husna Nama-Nama Indah Allah (Jakarta: Pustaka
Al-Kautsar, 2001), hal. 2.




Muhammad Nafis Al-Banjari mengingatkan adanya tiga rintangan
yang harus dilalui dan dihadapi ketika akan melalakukan training
tersebut, yaitu:
1) Kasal (malas): malas untuk mengerjakan ibadah kepada Allah.
2) Futur (bimbang/lemah pikiran): tidak memiliki tekad yang kuat
karena terpengaruh oleh kehidupan duniawi.
3) Malal (pembosan): cepat merasa jemu dan bosan untuk
melaksanakan ibadah, karena merasa selalu sering dilakukan.
c. Mewiridkan, untuk memberikan kesan yang mendalam kepada otak,
jiwa, dan ruh.
d. Menjadikan Asmaul Husna sebagai prinsip hidup dan kompas dalam
kegiatan sosial.
50


E. Penerapan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle
dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna
Guru dapat menggunakan berbagai cara untuk membangkitkan motivasi
belajar tentang Asmaul Husna dengan menerapkan pembelajaran kooperatif,
di antaranya yaitu: memberi angka, pujian kepada siswa, memberi hadiah, dan
kerja sama dalam memainkan crossword puzzle.
Agar pelaksanaan cooperative learning dapat berjalan dengan baik, maka
upaya yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Guru senantiasa mempelajari teknik-teknik penerapan model cooperative

50
Sulaiman Al-Kumayi, Kecerdasan 99 Cara Meraih Kemenangan dan Ketengan Hidup
Lewat Penerapan 99 Nama Allah (Jakarta: Mizan Publika. 2006), hal. xi-xii.




learning di kelas dan menyesuaikan dengan materi yang akan diajarkan.
2. Pembagian jumlah siswa yang merata, dalam artian tiap kelas merupakan
kelas heterogen.
3. Diadakan sosialisasi dari pihak terkait tentang teknik cooperative learning.
4. Meningkatkan sarana pendukung pembelajaran terutama sumber buku.
5. Mensosialisasikan kepada siswa akan pentingnya sistem teknologi dan
informasi yang dapat mendukung proses pembelajaran.
51

Menurut Slavin mengemukakan dua alasan dalam menerapkan
pembelajaran kooperatif, yaitu:
1. Penggunaan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar
siswa, meningkatkan kemampuan hubungan sosial, menumbuhkan sikap
menerima kekurangan diri dan orang lain, serta dapat meningkatkan harga
diri.
2. Pembelajaran kooperatif dapat merealisasikan kebutuhan siswa dalam
belajar berpikir, memecahkan masalah, dan mengintegrasikan pengetahuan
dengan ketrampilan.
52

Oleh karena itu, penerapan pembelajaran kooperatif melalui strategi
teka-teki silang dalam meningkatkan motivasi belajar Asmaul Husna
dimaksudkan para siswa dapat belajar menerima perbedaan pendapat dan
bekerjasama dengan teman yang berbeda latar belakangnya. Selama kerja
kelompok, tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan.
53


51
Novi Emildadiany, op.cit (http: www.yahooo.com, diakses 18 Februari 2009 ).
52
Wina Sanjaya, op.cit, hal. 242.
53
Masnur Muslich, KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual, (Jakarta:
Bumi Aksara, 2007), hal. 229.




BAB III
METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini
bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek
penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara
holistik, dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu
konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode
alamiah.
54

Penelitian kualitatif memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan
penelitian lainnya. Menurut Bogdan dan Biklen mengemukakan lima ciri,
sedangkan Lincoln dan Guba mengemukakan sepuluh ciri penelitian kualitatif.
Kedua pendapat tersebut digabungkan menjadi satu sehingga menjadi sebelas
ciri, yaitu: (1) latar alamiah; (2) manusia sebagai alat (instrumen); (3) metode
kualitatif; (4) analisis data secara induktif; (5) teori dari dasar; (6) deskriptif;
(7) lebih mementingkan proses daripada hasil; (8) adanya batas yang
ditentukan oleh fokus; (9) adanya kriteria khusus untuk keabsahan data; (10)
desain yang bersifat sementara; dan (11) hasil penelitian dirundingkan dan
disepakati bersama.
55

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK),
karena jenis penelitian ini mampu menawarkan cara dan prosedur baru untuk

54
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung Remaja Rosdakarya,
2007), hal. 6.
55
Ibid., hal. 8-13.




memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme pendidik dalam proses
belajar mengajar di kelas dengan melihat kondisi siswa. Bahkan McNiff dalam
bukunya yang berjudul Action Research Principles and Practice memandang
PTK sebagai bentuk penelitian reflektif yang dilakukan oleh pendidik sendiri
terhadap kurikulum pengembangan sekolah, meningkatkan prestasi belajar,
pengembangan keahlian mengajar, dan sebagainya.
56

Adapun beberapa definisi PTK dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Menurut Joni dan Tisno PTK merupakan kajian yang bersifat reflektif oleh
pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan rasional
dari tindakan-tindakan yang dilakukannya itu, serta untuk memperbaiki
kondisi-kondisi di mana praktek-praktek pembelajaran tersebut dilakukan.
2. Soedarsono menyatakan PTK merupakan suatu proses di mana melalui
proses ini guru dan siswa menginginkan terjadinya perbaikan,
peningkatan, dan perubahan pembelajaran yang lebih baik agar tujuan
pembelajaran dapat tercapai secara optimal.
3. Suyanto menyatakan PTK sebagai penelitian praktis yang dimaksudkan
untuk memperbaiki pembelajaran dikelas.
57

Secara ringkas PTK dapat diartikan sebagai upaya atau tindakan yang
dilakukan oleh guru atau peneliti untuk memecahkan masalah pembelajaran
melalui kegiatan penelitian.
58



56
Suharsimi Arikunto, dkk, Penelitian Tindaakn Kelas (Jakarta: Bumi Aksara, 2007),
hal. 102.
57
Wahidmurni, Penelitian Tindakan Kelas dari Teori Menuju Praktik (Malang: UM
Press, 2008), hal. 14.
58
Ibid., hal. 15.




PTK ini, dilakukan secara mandiri oleh peneliti dalam praktik
pembelajarannya, sehingga peneliti secara reflektif dapat menganalisis,
mensintesis terhadap apa yang telah dilakukan di kelas. Dalam hal ini berarti
dengan melakukan PTK, peneliti dapat memperbaiki praktik-praktik
pembelajaran sehingga lebih efektif.
59

PTK mempunyai karakteristik tersendiri yang membedakan dengan
penelitian yang lain, diantaranya, yaitu: masalah yang diangkat adalah
masalah yang dihadapi oleh guru di kelas dan adanya tindakan tertentu untuk
memperbaiki proses belajar mengajar di kelas.
60

Dalam melaksanakan PTK harus mengacu pada desain penelitian yang
telah dirancang sesuai dengan prosedur penelitian yang berlaku. Fungsinya
sebagai patokan untuk mengetahui bentuk penerapan pembelajaran kooperatif
melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar
Asmaul Husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang.
Ada beberapa ahli yang mengemukakan model penelitian dengan model
yang berbeda, namun secara garis besar terdapat empat tahapan yang harus
dilaluinya, yaitu:
61

1. Perencanaan (Planning). Dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang
apa, mengapa, kapan, di mana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan
tersebut dilakukan.
2. Pelaksanaan (Acting). Tahap kedua dari penelitian tindakan adalah
pelaksanaan yang merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan,

59
Suharsimi Arikunto, dkk, loc.cit.
60
Ibid., hal. 108-109.
61
Ibid., hal. 16-19.




yaitu mengenakan tindakan kelas.
3. Pengamatan (Observing). Tahan ketiga ini, yaitu kegiatan pengamatan
yang dilakuakn oleh pengamat. Sebetulnya sedikit kurang tepat kalau
pengamat ini dipisahkan dengan pelaksanaan tindakan karena seharusnya
pengamatan dilakukan pada waktu tindakan sedang dilakukan. Jadi,
keduanya berlangsung dalam waktu yang sama.
4. Refleksi (Reflecting). Tahap keempat merupakan kegiatan untuk
mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Kegiatan refleksi ini
sangat tepat dilakukan ketika guru pelaksana sudah melakukan tindakan,
kemudian berhadapan dengan peneliti untuk mendiskusikan implementasi
rancangan tindakan, jika penelitian ini kolaboratif. Adapun model
penelitiannya dapat dilihat pada gambar di bawah ini:












Gambar 3.2 Model Penelitian Tindakan Kelas

SIKLUS I
Pelaksanaan

Refleksi

Pengamatan
SIKLUS II
Pelaksanaan
Pengamatan
Refleksi
Perencanaan
?
Perencanaan




B. Kehadiran Peneliti
Dalam penelitian ini peneliti adalah sebagai instrumen pengumpul data.
Selain itu Instrumen pendukung penelitian ini adalah pedoman wawancara,
pedoman observasi, dan dokumen. Mengenai status peneliti adalah sebagai
pengamat penuh serta diketahui subjek atau informan. Oleh karena itu,
kehadiran peneliti adalah mutlak, lebih-lebih dalam PTK peneliti mandiri,
selain sebagai pelaku tindakan (berarti juga sumber data) peneliti juga
bertugas sebagai pengamat aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar.
62

Dalam hal ini peneliti hadir dilapangan untuk melaksanakan dan
mengamati berlangsungnya pembelajaran kooperatif dengan strategi
crossword puzzle pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang terkait
dengan motivasi belajar.

C. Setting Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Sunan Kalijogo
terletak di jalan Candi III/D Desa Karang Besuki Kecamatan Sukun
Kabupaten Malang. Setting penelitian ini ditujukan pada siswa kelas IV A
yang sering mengalami kejenuhan dalam proses belajar Akidah Akhlak,
karena selama ini metode pembelajaran yang digunakan masih belum
bervariasi, sehingga sebagian siswa merasa bosan.
Karakteristik siswa kelas IV A cukup menarik, karena termasuk siswa
yang aktif dengan jumlah 25 siswa. Oleh karena itu peneliti mencoba untuk

62
Wahidmurni, op.cit, hal. 34.




menerapkan pembelajaran kooperatif pada pelajaran Akidah Akhlak.
D. Sumber dan Jenis Data
Secara garis besar data dalam penelitian ini dapat dipilih menjadi dua
jenis, yaitu data kualitatif dan data kuantitaif. Menurut Lofland sumber data
utama dalam penelitin kualitatif ialah kata-kata, dan tindakan, selebihnya
adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Sedangkan data
kuantitatif berupa data statistik.
63

Adapun jenis data kualitatif diantaranya, yaitu:


1. Kata-kata dan tindakan.
Kata-kata dan tindakan diamati dari catatan hasil wawancara
dengan guru bidang studi Akidah Akhlak di MI, dan catatan hasil
observasi kelas. Selanjutnya melalui foto.
2. Sumber tertulis
Peneliti mendapatkan sumber data tertulis berasal dari bacaan atau
literatur dari berbagai buku yang mendukung terhadap masalah yang
diteliti dokumen atau arsip sekolah.
3. Foto
Peneliti mengambil foto sebagai salah satu bukti telah
melaksanakan penelitian di MI Sunan Kalijogo Karang Besuki Malang.
Pengambilan gambar dilakukan ketika pembelajaran kooperatif dengan
strategi crossword puzzle berlangsung.




63
Lexy J, op.cit, hal. 157-163.




Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari sekolah, seperti data prestasi
siswa, baik pre test maupun pos test, data yang diperoleh dari lembar
observasi maupun data yang lain dalam membantu kelengkapan pengumpulan
data.
Terikat dengan penelitian ini yang akan dijadikan sumber data adalah
seluruh siswa kelas IV A yang berjumlah 25 orang, khususnya data tentang
tanggapan mereka terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan dan
data tentang hasil tes belajar siswa.

E. Instrumen Penelitian
Secara terperinci instrumen penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah:
1. Pedoman pengamatan untuk menggali data tentang suasana kelas pada saat
pembelajaran sedang berlangsung, keceriaan atau keantusiasan peserta
didik dalam mengikuti program pembelajaran, dan kerja kelompok pada
saat pembelajaran.
2. Pedoman wawancara untuk menggali data secara mendalam tentang
tanggapan siswa terhadap strategi pembelajaran yang telah dilaksanakan.
3. Tes digunakan untuk menggali data kuantitatif berupa skor tugas
kelompok dan skor tugas individu.







F. Prosedur Pengumpulan Data
Prosedur yang digunakan dalam pengumpulan data oleh peneliti, yaitu:
1. Observasi
Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara
sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Observasi
dibagi menjadi dua, yaitu:
64

a. Obsevasi langsung, yaitu pengamatan yang dilakukan terhadap objek
di tempat atau berlangsungnya suatu peristiwa, sehingga observasi
berada bersama objek yang diselidiki.
b. Observasi tidak langsung, yaitu pengamatan yang dilakukan tidak pada
saat berlangsungnya suatu peristiwa yang akan diselidiki.
Dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas, peneliti
menggunakan tiga fase dalam mengobservasi kelas, yaitu:
a. Fase pertemuan perencanaan
Dalam pertemuan perencanaan, peneliti menyajikan dan
mendiskusikan rencana pembelajaran dengan partisipator (guru bidang
studi Akidah Akhlak) tentang bagaimana penyajian langkah
pembelajaran yang akan dilakukan sebagai usaha untuk memperbaiki
pembelajaran yang telah dilakukan sebelumnya.
b. Observasi kelas
Observasi kelas dilakukan untuk melihat sejauh mana
implementasi cooperative leraning melalui strategi crossword puzzle

64
S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 2000), hal. 158.




dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Teknik ini dilakukan
secara obyektif dari kegiatan belajar mengajar oleh peneliti dan
partisipator.
c. Diskusi balikan
Dari hasil observasi kelas peneliti melakukan diskusi balikan
dengan pihak partisipan. Diskusi ini berdasarkan hasil pengamatan
atau observasi kelas. Dimana peneliti dan partisipator mencari
kekurangan dan kelebihan untuk dijadikan catatan lapangan dan
didiskusikan langkah berikutnya.
65

Tiga fase dalam mengobservasi kelas dapat dilihat pada gambar
berikut ini:




Gambar 3.3 Fase Observasi Kelas
Tujuan penggunaan observasi ini antara lain untuk mengetahui
aktivitas pendidikan di MI Sunan Kalijogo Malang dan kondisi MI Sunan
Kalijogo dalam kehidupan sehari-hari.
Sedangkan model observasi yang dipakai dalam penelitian ini
adalah observasi partisipan, yaitu suatu kegiatan observasi (pengamatan)

65
Rochiati Wiriaatmadja, Metode Penelitian Tindakan Kelas (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2008) hal. 106
Pertemuan
perencanaan
Diskusi balikan Observasi kelas




dan observer (pengamat) ikut mengambil bagian dalam kehidupan orang-
orang yang diobservasi.
66

2. Interview
Interview (wawancara) adalah teknik pengumpulan data dengan
mengajukan pertanyaan langsung oleh pewawancara kepada responden,
dan jawaban-jawaban responden dicatat atau direkam
67
.
Dalam penelitian ini menggunakan interview untuk mendapatkan
data tentang:
a. Sejarah perkembangan MI Sunan Kalijogo Malang.
b. Upaya implementasi cooperative learning dalam pembelajaran Akidah
Akhlak di MI Sunan Kalijogo Malang.
c. Tanggapan siswa terhadap implementasi cooperative learning dalam
pembelajaran Akidah Akhlak di MI Sunan Kalijogo Malang.
d. Hal-hal lain yang berhubungan dengan adanya implementasi
cooperative learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak di MI Sunan
Kalijogo Malang.
3. Dokumen
Dokumen adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung
ditujukan pada subyek penelitian, namun melalui dokumen. dokumen
dapat berupa secarik kertas yang berisi tulisan mengenai kenyataan, bukti,
ataupun informasi, dapat pula berupa foto, pita-kaset atau pita recording,

66
S. Margono, op.cit., hal. 161.
67
M. Iqbal Hasan, Pokok Materi Metodologi penelitian & Aplikasinya (Jakarta: Ghalia
Indonesia, 2002), hal. 85.




slide, mikro film, dan film. Oleh sebab itu dokumen dalam hal ini dapat
berupa arsip.
68

Sedangkan data-data yang ingin diperoleh melalui teknik ini antara
lain: sejarah berdirinya MI Sunan Kalijogo, data siswa dan guru MI Sunan
Kalijogo , dan struktur organisasi MI Sunan Kalijogo Malang.

G. Analisi Data
Tahapan sesudah pengumpulan data adalah analisis data. Tujuan dari
analisis data ini adalah: (1) data dapat diberi arti atau makna yang berguna
dalam memecahkan masalah-msalah penelitian, (2) memperlihatkan
hubungan-hubungan antara fenomena yang terdapat dalam penelitian, (3)
untuk memberikan jawaban terhadap hipotesis yang diajukan dalam
penelitian, dan (4) bahan untuk membuat kesimpulan serta implikasi-implikasi
dan saran-saran yang berguna untuk kebijakan penelitian selanjutnya.
69

Analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan
bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi
satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola,
menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa
yang dapat diceritakan kepada orang lain.
70

Data kualitatif yang berupa hasil waawancara, pengamatan, dan
dokumentasi dianalisis dengan analisa deskriptif kualitatif untuk memastikan
bahwa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif melalui strategi

68
Ibid., hal. 87.
69
Ibid., hal. 98.
70
Lexy J. Moleong, op.cit., hal. 248.




crossword puzzle dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Langkah yang
digunakan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) ini adalah melakukan proses
koding untuk mengklasifikasikan serangkaian kata, sebuah kalimat atau alinea
dari catatan lapangan sehingga mudah dibaca oleh siapapun dan proses ini
dapat mempercepat dan memberdayakan analisis data.
71

Sedangkan data yang dikumpulkan berupa angka atau data kuantitatif
(seperti, nilai hasil belajar) cukup dengan menggunakan analisis deskriptif dan
sajian visual. Sajian tersebut untuk menggambarkan bahwa dengan tindakan
yang dilakukan dapat menimbulkan adanya perbaikan, peningkatan, atau
perubahan kearah yang lebih baik, jika dibandingkan dengan keadaan
sebelumnya.
Untuk mengetahui hasil perubahan tindakan yang telah dilakukan dapat
menimbulkan perbaikan, peningkatan dan perubahan dari keadaan
sebelumnya, maka jenis data yang bersifat kuantitatif yang didapatkan dari
hasil evaluasi dianalisis menggunakan rumus:
72

P =

Post test-Pre test x 100%
Pre test
Keterangan:
P = Presentase peningkatan
Post test = Nilai rata-rata sesudah tindakan
Pre test = Nilai rata-rata sebelum peningkatan



71
Rochiati Wiriaatmadja, op cit., hal. 140.
72
Hamzah. B. Uno, Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang
Kreatif dan Efektif (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), hal. 73.




H. Pengecekan Keabsahan Temuan
Selain menganilis data, peneliti juga harus menguji keabsahan data agar
memperoleh data yang valid. Untuk pengecekan data yang bersifat kualitatif
dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik triangulasi.
Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang
memanfaatkan sesuatu yang lain. Di luar data untuk keperluan pengecekan
atau sebagai pembanding terhadap data tersebut, misalnya konsultasi denagn
guru mata pelajaran Akidah Akhlak dan guru bidang kurikulum.
73

Teknik triangulasi yang paling banyak digunakan adalah pemeriksaan
melalui sumber lainnya. Adapun pengecekan keabsahan dalam penelitian ini
adalah menggunakan triangulasi sumber, yaitu membandingkan dan mengecek
balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan
alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif. Hal ini dapat dicapai dengan
jalan: membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara
dan membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen yang berkaitan.
74


I. Indikator Kinerja
Adapun indikator kinerja yang digunakan untuk menentukan
keberhasilan pelaksanaan strategi pembelajaran adalah dua kriteria, yakni (1)
indikator kualitatif berupa keantusiasan siswa mengikuti pembelajaran dan
sikap mereka terhadap strategi pembelajaran yang dikembangkan, dan (2)
indikator kuantitatif berupa besarnya skor ujian yang diperoleh siswa dan

73
Lexy J. Moleong, op.cit., hal. 330.
74
Ibid., hal. 330-331




selanjutnya dibandingkan dengan batas minimal lulus (kriteria ketuntasan
minimal/KKM) mata pelajaran Akidah Akhlak di MI Sunan Kalijogo,
besarnya skor kriteria KKM sebesar 65. Dengan demikian siswa dikatakan
tuntas belajar secara individual jika skor tes minimal sebesar 65. Tetapi jika
siswa yang berhasil secara individual masih dibawah 65, maka strategi yang
dijalankan dapat dikatakan belum berhasil.

J. Tahap-Tahap Penelitian
Adapun penerapan model dalam PTK ini dilakukan dengan dua siklus.
Siklus I dilaksanakan dengan dua kali pertemuan, sedangkan siklus II
dilaksanakan dengan satu kali pertemuan. Adapun dalam konteks penelitian
ini dijelaskan sebagai berikut:
1. Siklus I
a. Mengidentifikasi Masalah
Peneliti berdiskusi dengan guru bidang studi Akidah Akhlak terkait
dengan permasalahan yang selama ini muncul dalam kegiatan
pembealajaran di kelas IV A, seperti strategi apa yang digunakan dan
bagaimana motivasi belajar siswa selama ini pada saat pembelajaran
Akidah Akhlak. Sehingga nantinya diperlukan sebuah penyelesaian
untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran.
b. Memeriksa Lapangan
Peneliti mengamati permasalahan yang ada di lapangan pada saat
kegiatan pembelajaran, untuk mengetahui permasalahan yang telah




diidentifikasi sebelumnya, kemudian peneliti juga melakukan
pencatatan terhadap peristiwa yang terjadi di lapangan. Sebagai
kegiatan memeriksa lapangan peneliti melaksanakan pre test dengan
menggunakan metode ceramah dan tanya jawab
c. Perencanaan Tindakan
Setelah peneliti mengetahui inti permasalahan yang terjadi, peneliti
merencanakan tindakan dan berdiskusi dengan guru bidang studi
Akidah Akhlak, dengan harapan permasalahan tersebut dapat
terpecahkan dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Adapun
perencanaan yang dipersiapkan antara lain:
1) Membuat silabus pembelajaran
2) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
3) Membuat modul pembelajaran
4) Membuat lembar crossword puzzle
5) Membuat lembar observasi motivasi belajar
d. Pelaksanaan Tindakan
Tindakan dilaksanakan di kelas IV A sesuai dengan perencanaan
dalam RPP yang telah dibuat sebelumnya. Peneliti juga membuat
catatan terhadap perkembangan yang terjadi di dalam kelas pada saat
pembelajaran berlangsung. Selama pelaksanaan tindakan, peneliti juga
bertindak sebagai guru sekaligus observer yang mencatat pada lembar
pengamatan observasi.




Pelaksanaan tindakan yang dilakukan meliputi: menyampaikan
tujuan pembelajaran, menyampaikan materi secara garis besar,
kegiatan pembelajaran dengan mengunakan model cooperative
learning melalui strategi crossword puzzle, dan evaluasi terhadap
pelajaran yang telah dipelajari untuk mengetahui tingkat pemahaman
siswa.
e. Observasi
Observasi dilakukan untuk mengamati pelaksanaan tindakan yang
sedang dan telah dilaksanakan. Untuk melihat perkembangan motivasi
belajar siswa terhadap pelajaran Akidah Akhlak, peneliti menggunakan
lembar observasi yang digunakan untuk mengemukakan data terkait
dengan motivasi belajar siswa. Selain itu observasi juga dilakukan
dengan cara mencatat hal-hal penting pada saat pembelajaran
berlangsung.
f. Refleksi
Refleksi dilakukan untuk melihat hasil sementara penerapan
pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa
pada mata pelajaran Akidah Akhlak khususnya materi tentang Asmaul
Husna.
g. Revisi Perencanaan
Hasil yang didapatkan dari siklus pertama, menjadi patokan
peneliti untuk melakukan revisi perencanaan selanjutnya. Revisi
dilakukan oleh peneliti bersama dengan guru bidang studi Akidah




Akhlak, meninjau kembali rencana yang telah dibuat pada pertemuan
sebelumnya dan mendiskusikan jika ada permasalah baru yang muncul
tanpa diprediksi sebelumnya.

2. Siklus II
a. Rencana Baru
Setelah mengetahui perkembangan permasalahan, dalam tahap ini
peneliti membuat rencana baru, sebagai usaha perbaikan dalam
pembelajaran. Peneliti merencanakan tindakan dan berdiskusi dengan
guru bidang studi Akidah Akhlak, dengan harapan permasalahan dapat
terpecahkan. Rencana tindakan diupayakan selalu berhubungan dengan
tindakan yang telah dilakukan.
b. Pelaksanaan Tindakan
Tindakan selanjutnya adalah memperbaharui pembelajaran dengan
indikator selanjutnya. Pelaksanaan ini dilakukan dengan menerapkan
rencana tindakan. Dalam hal ini peneliti juga membuat catatan
terhadap berlangsungnya kegiatan pembelajaran di dalam kelas.
Rencana yang sudah siap, kemudian diaplikasikan di dalam kelas
sebagai bentuk tindakan. Pelaksanaan tindakan ini sebagaimana yang
dilakukan pada siklus I, meliputi: menyampaikan tujuan pembelajaran
berikutnya, mengulang kembali materi pelajaran, melakukan kegiatan
pembelajaran dengan mengunakan model cooperative learning melalui




strategi crossword puzzle, dan evaluasi terhadap pelajaran yang telah
dipelajari untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa.
c. Observasi
Peneliti melakukan observasi dan pencatatan dalam kegiatan
pembelajaran terkait dengan perkembangan motivasi belajar siswa
dengan menggunakan lembar observasi. Observasi ini sangat
menentukan hasil penelitian, sehingga peneliti harus teliti dalam
mengamati perkembangan yang terjadi di dalam kelas.
d. Refleksi
Peneliti mencatat hasil observasi dan berdiskusi dengan guru
bidang studi untuk mengetahui hasil tindakan yang telah diterapkan.
Peneliti merefleksi hasil dan menyimpulkan dari siklus I sampai siklus
II sehingga dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan pada motivasi
belajar siswa.













BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Lokasi Penelitian
1. Sejarah Berdirinya MI Sunan Kalijogo
MI Sunan Kalijogo terletak di Jalan Candi III D No. 442 Desa
Karangbesuki Kecamatan Sukun Kabupaten Malang. MI ini berdiri pada
tahun 1967 dengan status tanah waqof dan status bangunan milik Yayasan.
Akan tetapi mulai diresmikan pada hari Kamis, tanggal 28 Juni 1984
bersamaan dengan penandatanganan akta.
MI ini di bawah naungan Yayasan Taman Pendidikan Islam Sunan
Kalijogo berdasarkan Pancasila dan UUD 45 dan berazazkan Ketuhanan
yang Maha Esa, yang bersifat terbuka, kekeluargaan, serta gotong royong.
MI ini sudah terakreditasi B, surat kepemilikin tanah berupa
sertifikat, dengan luas tanah 1.011 m2, surat izin bangunan No.
152051808003, dan luas bangunannya 409.5 m2.

2. Tujuan MI Sunan Kalijogo
Yayasan Taman Pendidikasn Islam Sunan Kalijogo, bertujuan
untuk:
a. Meningkatkan dan memperluas kehidupan beragama bagi umat Islam
dengan tidak mengurangi arti pentingnya Dasar dan Tujuan Negara
Republik Indonesia.




b. Ikut menunjang dan memperlancar pembangunan masyarakat
Indonesia dalam bidang pendidikan mental spiritual.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Yayasan mengadakan usaha di
bidang sosial dengan jalan antara lain:
a. Mendirikan Lembaga Pendidikan Ilmu Al-Qur’an;
b. Mendirikan, memelihara, serta melengkapi tempat-tempat Ibadah,
sekolah/madrsah, dan pengajian-pengajian.
c. Usaha-usaha lain yang berhubungan dengan tujuan dari Yayasan
tersebut.

3. Visi dan Misi MI Sunan Kalijogo
Visi : Siap menjadikan madrasah terdepan dilingkungannya.
Misi : Siap mengantarkan siswa-siswi menjadi anak shalih dan shalihah
yang berwawasan IMTAQ dan IPTEK.

4. Struktur Organisasi MI Sunan Kalijogo
Struktur organisasi adalah susunan kepengurusan yang terdapat
pada sebuah organisasi, baik itu organisasi sekolah maupun lainnya.
Adapun struktur organisasi yang terdapat di MI Sunan Kalijogo adalah
sebagaimana yang terdapat pada lampiran 119.







5. Data Guru MI Sunan Kalijogo
Jumlah guru di MI Sunan Kalijogo 14 orang (guru tidak tetap 12
orang dan guru PNS 2 orang). Adapun nama guru beserta jabatan dan
tugasnya sebagai berikut:
Tabel 4.2
Data Guru MI Sunan Kalijogo
No Nama Jabatan Bidang Studi
1 Supriyati, S.Pd Kepala Sekolah Matematika
2 Anik Azizah, STP WK. Kurikulum Matematika
3 Khusnul Khamidiyah, A.Ma WK Bendahara IPS
4 Endah Nurwahyudi, S.Ag WK Kesiswaan IPS
5 Drs. Darsono Guru Qur’an Hadits
6 Ning Fauziyah, S.Pdi Guru Fikih, SKI
7 Pujiati, S.Pd Guru Kelas Guru Kelas
8 Iis Puspa Rofi’a Sari, S.Pdi Guru Kelas Guru Kelas
9 Nurhayati, S.Ag Guru B. Indonesia
10 Wiwid Diah Purwati, A.Ma Guru IPA
11 Ida Nuroh Arini, S.Psi Guru Matematika
12 Dra. Sunartin Guru PKN
13 Ahmat Ashari, S.PT Guru Matematika
14 Dwi Muktiani Tata Usaha/Guru Kertakes







6. Data Siswa MI Sunan Kalijogo
Jumlah siswa MI Sunan Kalijogo dari tahun ke tahun mengalami
kenaikan terus. Jumlah siswa dalam empat tahun terakhir, yaitu:

Tabel 4.3
Jumlah Siswa MI Sunan Kalijogo
Tahun Palajaran
Kelas
2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009
I 54 47 37 45
II 38 52 44 35
III 42 37 50 42
IV 34 41 37 49
V 30 31 40 38
VI 20 30 29 37
Jumlah 218 238 237 246

7. Sarana dan Prasarana MI Sunan Kalijogo
Sarana dan prasarana pendidikan adalah suatu fasilitas yang secara
langsung maupun tidak langsung yang dipergunakan dan menunjang
proses pendidikan. Adapun sarana dan prasarana yang terdapat di MI
Sunan Kalijogo adalah sebagai berikut
75
:



75
Dokumentasi MI Sunan Kalijogo Malang.




Tabel 4.4
Sarana dan Prasarana MI Sunan Kalijogo
No Jenis Jumlah
1. Ruang Kelas 9
2. Laboratorium 0
3. Perpustakaan 1
4. Komputer 1
5. Keterampilan 0
6. Kesenian 0
7. Musholla/Masjid 1
8. Kamar Mandi/WC Guru 2
9. Kamar Mandi/WC Siswa 5
10. Ruang Guru 1
11. Ruang Kepala Madrasah 1
12. Ruang Tamu 1
13. Ruang UKS 1
14. Ruang BP/BK 0
15. Koperasi Siswa 1
Jumlah 24









B. Paparan Data Sebelum Tindakan
1. Deskripsi Siswa Kelas IV A
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IV A. Adapun
jumlah siswa kelas IV A adalah sebagai berikut:
Tabel 4.5
Data Kelas IV A
No Keterangan Jumlah
1 Putra 15
2 Putri 10
Jumlah 25

Pelajaran Akidah Akhlak diberikan satu kali dalam seminggu,
yaitu hari Rabu, untuk kelas A pada pukul 08.20-09.00. Guru bidang studi
Akidah Akhlak adalah Ibu Ning Fauziyah, S.Pdi.

2. Observasi Awal
Pada hari Rabu, 4 Maret 2009 peneliti melakukan observasi di MI
Sunan Kalijogo Karang Besuki Malang untuk mengetahui tingkat motivasi
belajar siswa pada pelajaran Akidah Akhlak. Pada pertemuan itu, peneliti
menyampaikan tujuan untuk melaksanakan penelitian di sekolah tersebut.
Kepala Madrasah dan guru Akidah Akhlak memberikan izin pelaksanaan
penelitian. Kemudian peneliti mengadakan wawancara dengan guru
Akidah Akhlak tentang model pembelajaran yang dilaksanakan dalam
pelajaran Akidah Akhlak. Hasil dari observasi tersebut guru masih




menggunakan pembelajaran konvensional, sehingga motivasi belajar siswa
dalam pelajaran Akidah Akhlak masih rendah, hal ini ditunjukkan pada
hasil nilai raport siswa kelas IV A pada semester ganjil yang masih rendah.
Setelah memperoleh beberapa data yang menunjukkan bahwa siswa di MI
Sunan Kalijogo, khususnya siswa kelas IV A, maka peneliti harus
memberikan tindakan dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar
siswa dalam pelajaran Akidah Akhlak. Kemudian penelitian dilaksanakan
pada tanggal 11 Maret 2009, setelah mendapatkan izin dari pihak fakultas
dan Kepala Sekolah. Selain itu, peneliti juga meminta data-data yang
digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan dalam menerapkan model
pembelajaran yang akan dilaksanakan.

3. Perencanaan Tindakan
Selain melakukan penelitian, peneliti membuat perencanaan
sebagai berikut:
a. Membuat silabus pembelajaran.
b. Menyusun rencana dan strategi pembelajaran.
c. Membuat modul pembelajaran.
d. Membuat lembar crossword puzzle.
e. Membuat lembar motivasi Belajar.







4. Pre test
a. Rancangan Pre Test
Sebelum tindakan dilaksanakan, peneliti mengadakan pre test
sebagai tindakan memeriksa lapangan dengan menggunakan metode
konvensional, yaitu metode ceramah dan tanya jawab, yang digunakan
sebagai tolak ukur perbandingan sebelum ada tindakan kelas dengan
sesudah ada tindakan kelas, yaitu dengan menerapkan pembelajaran
kooperatif melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan
motivasi belajar siswa.
Rencana pembelajaran konvensional dibagi menjadi tiga tahap,
yaitu:
1) Kegiatan awal, terlebih dahulu peneliti mengucapkan salam,
memperkenalkan diri kepada siswa, menjelaskan tujuan
kedatangan peneliti, dan tanya jawab tentang materi sebelumnya.
2) Kegiatan inti, guru menulis materi pelajaran di papan tulis,
menerangkannya, dan dilanjutkan dengan tanya jawab. Kemudian
guru memberikan soal sebagai pre test kepada siswa untuk
mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa terhadap materi
tersebut.
3) Kegiatan akhir, guru bersama siswa menyimpulkan materi
pelajaran, memberikan nasehat kepada siswa, dan diakhiri dengan
berdo’a dan salam.





b. Pelaksanaan Pre Test
Pre test dilaksanakan pada hari Rabu 11 Maret 2009 dengan
menggunakan pembelajaran konvensional. Indikator pada pertemuan
ini adalah menjelaskan arti Asamul Husna, beserta dalil dan
contohnya. Pembelajaran ini tanpa menggunakan media pembelajaran,
guru hanya menjelaskan saja dan memberikan contohnya.
Pada saat pembelajaran guru hanya menerangkan dan siswa
mendengarkan begitu saja. Di saat kondisi seperti itu, siswa merasa
bosan dan kurang antusias dalam menerima pelajaran, sehingga
terdapat beberapa siswa yang mengalihkan perhatiannya dengan
bermain sendiri, menggambar, dan berbicara dengan temannya.
Setelah selesai menerangkan, guru memberikan kesempatan kepada
siswa untuk bertanya dengan cara mengacungkan tangannya, akan
tetapi tidak ada yang merespon.
Kemudian guru memberikan umpan balik kepada siswa, dengan
melempar pertanyaan kepada siswa, namun hanya satu, dua siswa
yang menjawab dengan kurang semangat. Sehingga kelas terkesan
tidak hidup. Setelah itu guru langsung membagikan soal kepada siswa
untuk mengerjakannya. Dalam mengerjakan soal siswa kurang
bergairah. Kemudian pembelajaran diakhiri dengan berdo’a dan salam.
Pada pre test ini, peneliti belum memperoleh ketercapaian tujuan
pembelajaran secara individual melalui tes individu. Sebagaimana
hasil pre test dapat ditunjukkan pada tabel dibawah ini:




Tabel 4.6
Distribusi Skor Pre Test Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas
IV A

No. Interval Skor Frekwensi Status*
1 81-85 2 Lulus
2 76-80 3 Lulus
3 71-75 3 Lulus
4 66-70 3 Lulus
5 61-65 2 Lulus
6 56-60 4 Tidak Lulus
7 51-55 3 Tidak Lulus
8 46-50 3 Tidak Lulus
9 00-45 2 Tidak Lulus
Jumlah 25
* Diambilkan dari Kriteria Penilaian di MI. Sunan Kalijogo tahun
ajaran 2008-2009.

Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa tingkat
keberhasilan kelas adalah 52 % yakni dari 25 peserta tes yang
dinyatakan lulus sebanyak 13 orang. Sedangkan yang gagal sebanyak
12 orang atau sebesar 48 %, karena skor tesnya kurang dari 65. Hasil
pre test di atas menunjukkan, bahwa motivasi belajar siswa masih
rendah, sehingga mempengaruhi prestasi siswa yang masih dibawah
standar ketuntasan minimum, dimana pada nilai pre test belajar siswa
menunjukkan rata-rata kelas 64,8.
c. Observasi dan Hasil Pre Test
Dari hasil pre test yang dilaksanakan, siswa tampak kurang
antusias dan kurang beminat dalam pembelajaran Akidah Akhlak,




sehingga metode konvensional kurang sesuai untuk diterapkan. Karena
dilihat dari kondisinya siswa cenderung diam, suka mendengarkan
daripada berpendapat, bermain sendiri, dan kurang merespon apa yang
diterangkan oleh guru. Kebanyakan dari mereka kelihatannya jenuh
terhadap pelajaran tersebut.
Hal ini dapat dilihat dari hasil lembar observasi motivasi siswa
yang menunjukkan pada rata-rata 1,8 yang mengindikasikan bahwa
siswa kurang semangat dan antusias dalam pembelajaran, selain itu
siswa kurang aktif dalam bertanya dan menjawab. Pada saat
mengerjakan soal pre test siswa juga kurang semangat dalam
mengerjakan, sehingga kebanyakan jawaban mereka tidak benar dan
masih ada jawaban yang kosong. Kondisi seperti ini menunjukkan
bahwa metode yang diterapkan oleh guru, yakni metode ceramah dan
tanya jawab dianggap kurang sesuai untuk diterapkan, dan apabila
diteruskan akan menimbulkan ketidakharmonisan dalam proses
pembelajaran.
d. Refleksi Pre Test
Metode konvensional kurang sesuai untuk diterapkan pada
pembelajaran Akidah Akhlak, karena metode ini masih bersifat statis,
pasif, dan kurang dihubungkan dengan kebutuhan siswa dalam
kehidupan sehari-hari. Sehingga menjadikan siswa kurang
bersemangat dalam mengikuti pelajaran Akidah Akhlak.




Berdasarkan hasil pre test yang telah dilaksanakan, maka perlu
adanya pendekatan lain yang bisa menjadikan siswa aktif dan kreatif,
yaitu menerapkan pembelajaran kooperatif yang menyenangkan
melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi
belajar siswa, memberikan modul kepada siswa untuk mempermudah
belajar secara mandiri, menggunakan media pembelajaran sebagai alat
bantu, dan mengadakan refleksi pada setiap pertemuan untuk
mengetahui sejauh mana keberhasilan pembelajaran yang telah
dilaksanakan.

C. Siklus Penelitian
1. Siklus I
Pada siklus 1 dilaksanakan 2 kali pertemuan selama 80 menit. Pada
pertemuan ini peneliti menerapkan pembelajaran kooperatif dengan
strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
a. Rencana Tindakan Siklus I
Pada perencanaan tindakan siklus I, peneliti menerapkan
pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle, dapat
membantu siswa menjelaskan makna Asmaul Husna yang sulit,
menumbuhkan kemampuan kerja sama, berpikir kritis, dan
mengembangkan sikap sosial, serta dapat meningkatkan motivasi, hasil
belajar, dan penyimpanan materi pelajaran yang lebih lama, sehingga
siswa tidak bermain sendiri dan mempunyai tanggung jawab.




Selanjutnya peneliti melakukan persiapan untuk menerapkan
pembelajaran kooperatif, yaitu:
1) Menyiapkan modul pembelajaran siswa tentang Asmaul Husna,
yaitu: As-Salam, Al-Mukmin, dan Al-Latif, berserta dalil, dan
contohnya.
2) Menyiapkan gambar yang berhubungan dengan Asmaul Husna
sebagai media pembelajaran.
3) Menyiapkan lembar crossword puzzle untuk kerja kelompok.
4) Menyiapkan nomor untuk siswa dalam kerja kelompok.
5) Untuk mempermudah penerapan pembelajaran kooperatif, maka
siswa dibentuk menjadi 5 kelompok yang beranggotakan 5 orang.
6) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran, yang meliputi
kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir.
7) Pada kegiatan awal, melakukan apersepsi selama 5 menit, dengan
menanyakan kabar siswa, absensi, tanya jawab pelajaran
sebelumnya, menghubungkan pelajaran dengan kehidupan siswa,
dan menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada hari
ini.
8) Pada kegiatan inti. Siswa melakukan pembelajaran kooperatif
dengan kepala bernomor, yaitu Memberikan kesempatan kepada
siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan
jawaban yang paling tepat selain itu, dapat mendorong siswa untuk
meningkatkan semangat kerja sama mereka. Kemudian




menerapkan strategi crossword puzzle, di mana siswa mengisi
teka-teki silang bersama kelompoknya masing-masing untuk
menjawab pertanyaan yang ada di teka-teki silang tersebut,
selanjutnya kelompok yang selesai duluan maju ke depan untuk
membacakan hasilnya dan kelompok yang lain menyimaknya dan
mengoreksinya.
9) Kegiatan akhir, mengadakan evaluasi untuk mengetahui sejauh
mana keberhasilan pembelajan kooperatif dan memberikan refleksi
dengan tujuan nilai yang terkandung dalam materi tersebut dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
10) Menciptakan situasi kelas yang memungkinkan para siswa banyak
bertanya dan menjawab, menemukakan pendapat, dan mengahargai
pendapat orang lain.
11) Mengadakan pendekatan kepada siswa yang belum paham terhadap
materi pelajaran secara individual di dalam kelas.
b. Pelaksanaan Tindakan Siklus I
Pelaksanaan siklus I dilaksanakan dengan menggunakan
pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle. pertemuan
I dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 2009 dan pertemuan II
dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2009.
1) Pertemuan I
Pada pertemuan I peneliti menerapkan pembelajaran
kooperatif dengan strategi crossword puzzle. Adapun indikator




yang harus dicapai adalah menghafalkan sifat-sifat Allah yang
terkandung dalam Asmaul Husna (As-Salam, al-Mukmin, dan Al-
Latif), menjelaskan arti Asmaul Husna (As-Salam, al-Mukmin, dan
Al-Latif), dan memberikan contohnya. Untuk memepermudah
penerapan pembelajaran kooperatif, maka siswa dibagi menjadi 5
kelompok setiap kelompok terdiri dari 5 orang.
Pada pertemuan ini, meliputi tiga tahap, yaitu kegiatan
awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir berupa refleksi dan evaluasi.
(a) Kegiatan awal
Pada kegiatan awal dilakukan dengan memberi salam
kepada para siswa, dilanjutkan dengan absensi, menanyakan
kabar siswa, menanyakan pelajaran sebelumnya. Kemudian
menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan
menerangkan strategi yang akan digunakan. Pada tahap
apersepsi, guru memberikan stimulus dengan mengajak siswa
mengingat kembali Asmaul Husna dan jumlahnya dalam Al-
Qur’an
(b) Kegiatan inti
Pada pembelajaran kooperatif ini guru bertindak sebagai
fasilitator. Pembelajaran di mulai ketika siswa sudah
berkumpul dengan kelompoknya masing-masing. Pada tahap
pertama guru memberikan modul pembelajaran kepada setiap
siswa untuk membantu mempermudah siswa belajar dan




membagi siswa menjadi 5 kelompok yang beranggotakan 5
orang. Agar pembelajaran lebih efektif setiap siswa di beri
nomor agar mereka juga aktif dalam belajar kelompok tidak
mengandalkan pada teman kelompoknya saja. Jadi semua siswa
harus menjawab setiap ada pertanyaan yang dilontarkan oleh
guru. Agar mereka mengerti pembagian nomor tersebut maka
guru menjelaskannya sebagai berikut:
Anak-anak ibu guru akan membagikan nomor ini kepada
kalian semua, jadi setiap anak akan membawa nomor
sendiri-sindiri, dan setiap nomor dan nama kelompok yang
ibu tunjuk maka harus menjawab pertanyaan dari Ibu guru.

Kemudian guru membagikan lembar teka-teki silang dalam
kelompoknya masing-masing untuk dikerjakan secara
berkelompok dengan memberikan batas waktu. Kelompok
yang yang selesai duluan membacakan hasilnya di depan dan
kelompok yang lain menyimaknya. Kemudian dikoreksi
bersama-sama.
Berdasarkan pengamatan tes kelompok dalam mengerjakan
lembar crossword puzzle berjalan dengan lancar hingga waktu
telah berakhir. Setelah dilakukan koreksi, skor tes setiap
kelompok adalah sebagaimana disajikan dalam tabel berikut:








Tabel 4.7
Skor Tes Kelompok Crossword Puzzle Mata
Pelajaran Akidah Akhlak Kelas IV A

Kelompok Skor Tes Keterangan*
I 80 Lulus
II 85 Lulus
III 70 Lulus
IV 85 Lulus
V 75 Lulus
* Diambilkan dari Kriteria Penilaian di MI. Sunan Kalijogo
tahun ajaran 2008-2009.

Berdasarkan hasil skor perolehan siswa, dapat dikatakan
bahwa strategi pembelajaran ini terbukti efektif untuk
meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap materi Asmaul
Husna yang sedang dipelajari.
Tugas guru dalam pembelajaran tersebut adalah mengontrol
secara keseluruhan kelompok dan membantu apabila ada
beberapa kelompok yang mengalami kesulitan dalam
memahami materi dan lembar soal.
(c) Kegiatan akhir
Sebagai penutup, guru mengadakan evaluasi dengan
menanyakan kembali kepada siswa hikmah yang dapat diambil
dalam pembelajaran Asmaul Husna untuk diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari. Dan memberikan kesempatan kepada
siswa untuk menyimpulkan materi yang dipelajarinya tadi.
Kemudian siswa mengumpulkan hasil kerja kelompoknya




untuk dinilai. Penilaian dilakukan pada waktu belajar
kelompok, dengan melihat keaktifan siswa dalam
mengungkapkan ide, tanya jawab, dan kekompokkan dalam
kerja kelompok.
Selanjutnya guru bertanya kepada para siswa tentang
strategi pembelajaran yang telah laksanakan:
Guru: Bagaimana pembelajaran asmaul husna dengan
crossword puzzle (teka-teki silang) tadi, anak-anak
senang apa tidak?
Siswa: Secara serempak mereka menjawab: senang, besok
lagi ya bu!mereka mengungkapkannya dengan
senang, antusias, dan semangat.
Pada tindakan refleksi, guru mengajak siswa untuk
merenungkan sifat-sifat Allah yang telah disampaikan tadi. Dan
sebelum pelajaran diakhiri guru memberikan motivasi kepada
siswa agar tetap semangat belajar, kemudian ditutup dengan
berdo’a dan salam.
2) Pertemuan II
Pada pertemuan kedua ini di laksanakan pada tanggal 25
Maret 2009. pertemuan ini kelanjutan dari pertemuan I yang hanya
dilaksanakan tes kelompok saja. pada awal pertemuan ini peneliti
mengemukakan pengalaman pembelajaran yamg dirasakan dalam
pertemuan sebelumnya, peneliti merasa senang bahwa ada sesuatu
yang beda dalam pembelajaran yang telah diterapkannya
dibandingkan dengan pembelajaran sebelumnya yang




menggunakan metode konvensional, yaitu ceramah, tanya jawab,
dan mengerjakan tugas.
Pada pertemuan II ini akan dilanjutkan dengan tes secara
individu untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap
materi yang telah disampaikan pada pertemuan I. Sebelum tes di
mulai, maka kegiatan pembelajaran ini harus meliputi tiga tahap,
yaitu:
(a) Kegiatan awal
Pada kegiatan ini sebagaimana yang telah dilakukan pada
pertemuan sebelumnya, yaitu memberikan salam, berdo’a,
menanyakan kabar hari ini, dan mengulas sedikit tentang
pelajaran yang telah disampaikan pada pertemuan I.
(b) Kegiatan inti
Sebelum siswa mengerjakan soal, mereka diberi
kesempatan untuk belajar sebentar kurang lebih 5 menit.
Setelah itu buku ditutup dan dimasukkan ke dalam laci,
kemudian guru membagi soal kepada siswa, diharapkan mereka
mengerjakan sendiri-sendiri tanpa menyontek. Setelah
mengerjakan soal, kemudian dikoreksi secara bersama-sama.
(c) Kegiatan akhir
Pada kegiatan ini guru bersama siswa menyimpulkan
materi tersebut, mengadakan tanya jawab tentang materi yang
belum dipahami, siswa mengumpulkan soal, guru




menyampaikan pesan-pesan kepada siswa agar tetap semangat
dalam belajar, kemudian diakhiri dengan do’a dan salam.
Pada pertemuan II ini, peneliti memperoleh ketercapaian
tujuan pembelajaran secara individual melalui tes individu pada
pertemuan kedua, sebagaimana direncanakan pada tahap
perencanaan. Skor tes individual sebagaimana disajikan dalam
tabel berikut:
Tabel 4.8
Distribusi Skor Tes Individual Mata Pelajaran Akidah
Akhlak Kelas VI A

No. Interval Skor Frekwensi Status*
1. 96-100 1 Lulus
2. 91-95 1 Lulus
3. 86-90 - -
4. 81-85 3 Lulus
5. 76-80 3 Lulus
6. 71-75 5 Lulus
7. 66-70 5 Lulus
8. 61-65 1 Lulus
9. 56-60 2 Tidak Lulus
10. 51-55 2 Tidak Lulus
11. 00-50 2 Tidak Lulus
Jumlah 25
* Diambilkan dari Kriteria Penilaian di MI. Sunan Kalijogo tahun
ajaran 2008-2009.









Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa tingkat
keberhasilan kelas adalah 76 % yakni dari 25 peserta tes yang
dinyatakan lulus sebanyak 19 orang. Sedangkan yang gagal
sebanyak 6 orang atau sebesar 24 %, karena skor tesnya kurang
dari 65. Hasil tes individual di atas menunjukkan, bahwa adanya
peningkatan motivasi belajar siswa, akan tetapi belum maksimal.
Hasil nilai pre test belajar siswa menunjukkan rata-rata kelas 72,4.
c. Observasi Siklus I
Obsevasi dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung maupun
di luar jam pelajaran. Setelah menerapkan pembelajaran tersebut pada
siklus I, dapat di amati dari hasil belajar kelompok siswa dengan
strategi crossword puzzle mulai adanya peningkatan motivasi dalam
belajar sehingga prestasi siswa juga meningkat, jika dibandingkan
dengan hasil pre tes yang dilaksanakan sebelumnya. Hal ini terlihat
dari aktivitas Tanya jawab siswa pada saat pre test mereka masih
merasa malu dan takut salah. Pada siklus I ini mereka sudah mulai
berani bertanya dan menjawab meskipun masih belum mencapai
seperti yang diharapkan.
Dari pembelajaran tersebut mereka cukup senang, dan berani
untuk mengacungkan tangan dalam bertanya dan menjawab soal.
Walaupun keberanian tersebut masih didominasi oleh siswa yang aktif.
Akan tetapi bagi siswa yang pasif juga sedikit demi sedikit menjadi
berani dan antusias, sehingga mereka tidak merasa bosan dalam




menerima pelajaran Akidah Akhlak. Dan mereka juga mulai belajar
bertanggung jawab, disiplin, dan mudah bersosialisasi dengan teman
saat belajar kelompok. Indikator peningkatan motivasi belajar siswa
tercermin dalam semangat, antusias, dan rasa ingin tahu siswa dalam
proses pembelajaran.
Berdasarkan hasil observasi pada siklus I yang dilaksanakan 2
kali pertemuan terdapat peningkatan motivasi belajar. Hal ini dapat
diamati pada lembar observasi motivasi menunjukkan nilai rata-rata
3,1yang mengindikasikan bahwa ada peningkatan motivasi belajar
siswa terhadap pelajaran Akidah Akhlak sebesar 72,22 %. Demikian
juga pada lembar penilaian menunjukkan adanya peningkatan dari
rata-rata kelas 64,8 menjadi 72,4.
Pada siklus I para siswa hadir semua, akan tetapi terdapat
kendala yaitu banyak siswa yang meminta izin ke kamar
mandi/membuang sampah, sehingga proses pembelajaran menjadi
terganngu.
d. Refleksi Siklus I
Dari hasil pelaksanaan tindakan pada siklus I terdapat
peningkatan motivasi dalam belajar siswa. Peningkatan itu terlihat dari
pos testnya sebesar 76 %, akan tetapi peningkatan tersebut belum
maksimal, sehingga perlu adanya revisi pembelajaran dalam upaya
meningkatkan motivasi belajar siswa.




Hasil observasi yang telah dilaksanakan pada siklus I terdapat
beberapa kendala dalam penerapan pembelajaran kooperatif ,
diantaranya, yaitu:
1) Siswa masih belum terbiasa menerapkan pembelajaran kooperatif
dengan stratgi crossword puzzle.
2) Sebagian siswa masih menggantungkan pada siswa yang lain,
sehingga pembelajaran masih didominasi oleh siswa yang aktif.
3) Pada saat pembelajaran berlangsung masih ada siswa yang main
dan berbicara sendiri.
4) Masih belum tercipta pembelajaran yang efektif edukatif, karena
siswa masih dihinggapi rasa takut dalam mengemukakan ide.
Untuk menjadikan pembelajaran kooperatif lebih efektif, maka
perlu membiasakan pembelajaran yang aktif, efektif, kreatif, dan
menyenangkan.
e. Refisi Perencanaan Siklus I
Menyikapi hasil refleksi di atas maka perlu, adanya revisi dan
improvisasi, sehingga kesalahan pada siklus sebelumnya tidak terulang
kembali pada siklus selanjutnya. Adapun bentuk revisi dan improvisasi
antara lain, yaitu:
1) Memberikan penjelasan tentang pembelajan kooperatif pada siswa.
2) Membiasakan kerja kelompok, agar siswa bisa belajar berinteraksi
dengan temannya, memahami orang lain, berani dalam




berpendapat, sehingga tidak mengandalkan pada siswa yang aktif
saja.
3) Memberikan motivasi kepada siswa agar mereka berani
mengungkapkan pendapatnya di depan kelas.
4) Memberikan kebebasan pada setiap kelompok, sehingga mereka
lebih bersemangat.
5) Mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan siklus II,
sehingga kesalahan pada siklus I tidak terulang kembali.

2. Siklus II
Siklus II di laksanakan dengan 1 kali pertemuan pada tanggal 1
April 2009 selama 40 menit. untuk mengantisipasi siklus I yang belum
maksimal, maka peneliti benar-benar mempersiapkan pelaksanaan siklus II
dengan membuat rencana pembelajaran pada tindakan siklus II, sehingga
kesalahan yang terjadi pada siklus I tidak terulang kembali.
a. Rencana Tindakan Siklus II
Rencana tindakan pada siklus II peneliti masih tetap
menerapkan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword
puzzle, setelah itu dilanjutkan dengan latihan soal.
Seperti pada siklus I siswa di kelompokkan lagi untuk
melanjutkan indikator selanjutnya yaitu: (1) menunjukkan contoh
bahwa Allah bersifat (As-Salam, Al-Mukmin, dan Al-Latif) dan (2)




membiasakan berdo’a dengan Asmaul Husna (As-Salam, Al-Mukmin,
dan Al-Latif).
Guru masih menyiapkan media pembelajaran dan membuat
rencana pelaksanaan pembelajaran. Adapun rencana pelaksanaan
pembelajaran meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir.
1) Kegiatan awal. Guru melakukan apersepsi selama 5 menit, dengan
menanyakan kabar siswa, absensi, tanya jawab pelajaran
sebelumnya, menghubungkan pelajaran dengan kehidupan siswa,
dan menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada hari
ini.
2) Kegiatan inti. Siswa melakukan pembelajaran kooperatif dengan
strategi crossword puzzle, yaitu Memberikan kesempatan kepada
siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan
jawaban yang paling tepat selain itu, dapat mendorong siswa untuk
meningkatkan semangat kerja sama mereka.
3) Kegiatan akhir. Guru mengadakan evaluasi untuk mengatehaui
sejauh mana keberhasilan pembelajan kooperatif dan memberikan
refleksi dengan tujuan nilai yang terkandung dalam materi tersebut
dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
b. Pelaksanaan Tindakan Siklus II
Pelaksanaan siklus II dilaksanakan pada tanggal 1 April 2009
masih tetap menggunakan pembelajaran kooperatif melalui strategi
crossword puzzle, dengan tahapan sebaagi berikut:




1) Melengkapi rencana pembelajaran dengan pengembangan
pembelajaran kooperatif.
2) Memberikan penjelasan pembelajaran kooperatif pada materi
Asmaul Husna (As-Salam, Al-Mukmin, dan Al-Latif, berserta dalil,
dan contohnya).
3) Mengembangakan pembelajaran kooperatif yang lebih bervariasi.
4) Mengadakan pendekatan secara individul terhadap siswa yang
diperkirakan belum paham terhadap materi pelajaran namun masih
tidak mau bertanya.
Pada pertemuan ini peneliti masih tetap menerapkan
pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle. Adapun
indikator yang harus dicapai adalah menunjukkan contoh bahwa Allah
bersifat (As-Salam, al-Mukmin, dan Al-Latif)dan membiasakan
berdo’a dengan asmaul husna (As-Salam, al-Mukmin, dan Al-Latif).
Untuk memepermudah penerapan pembelajaran kooperatif, maka
siswa dibagi menjadi 6 kelompok yang beranggotakan 4 orang.
Pada pertemuan ini, meliputi tiga tahap, yaitu kegiatan awal,
kegiatan inti, dan kegiatan akhir berupa refleksi dan evaluasi.
1) Kegiatan awal dilakukan dengan memberi salam kepada para
siswa, dilanjutkan dengan absensi, menanyakan kabar siswa,
menanyakan pelajaran sebelumnya. Kemudian menyampaikan
tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan melanjutkan strategi
yang sudah digunakan pada siklus I. Pada tahap apersepsi, guru




memberikan stimulus dengan mengajak siswa mengingat kembali
asmaul husna dan jumlahnya dalam Al-Qur’an.
2) Kegiatan inti, sebagaimana yang dilakukan pada siklus I, yaitu
siswa dibagi menjadi 6 kelompok, yang sebelumnya guru terlebih
dahulu menjelaskan materi tersebut agar siswa mengerti apa isi dari
materi tersebut. Agar pembelajaran lebih efektif setiap siswa di
beri nomor agar mereka juga aktif dalam belajar kelompok tidak
mengandalkan pada teman kelompoknya saja. Jadi semua siswa
harus menjawab setiap ada pertanyaan yang dilontarkan oleh guru.
Kemudian guru membagikan lembar crossword puzzle yang sama
dalam setiap kelompok. Pembelajaran ini diulangi lagi agar siswa
benar-benar memahami materi tentang asmaul husna dan dapat
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan pengamatan pada siklus II, tes kelompok
dalam mengerjakan lembar crossword puzzle berjalan dengan baik.
Setelah dilakukan koreksi, skor tes setiap kelompok adalah
sebagaimana disajikan dalam tabel berikut:










Tabel 4.9
Skor Tes Kelompok Crossword Puzzle Mata Pelajaran Akidah
Akhlak Kelas IV A

Kelompok Skor Tes Keterangan*
I 90 Lulus
II 100 Lulus
III 75 Lulus
IV 100 Lulus
V 80 Lulus
VI 85 Lulus
* Diambilkan dari Kriteria Penilaian di MI. Sunan Kalijogo
tahun ajaran 2008-2009.

Berdasarkan hasil skor perolehan siswa, dapat dikatakan
bahwa strategi pembelajaran ini terbukti efektif untuk
meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap materi Asmaul
Husna yang sedang dipelajari.
3) Kegiatan akhir, guru mengadakan evaluasi dengan melakukan
latihan soal. Setelah selesai mengerjakan latihan soal tersebut,
kemudian dikoreksi bersama-sama dengan menukarkan soalnya
dengan teman di sampingnya. Jadi setiap siswa membawa soal dari
siswa yang lain, hal ini dilakukan agar tidak terjadi kecurangan
pada waktu mengoreksi. Kemudian memberi kesempatan kepada
siswa untuk menyimpulkan materi yang telah disampaikan. Pada
tindakan refleksi, guru mengajak siswa untuk merenungkan isi dari
asmaul husna yang telah dipelajari ”Apakah kita sudah
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari? ”. Dan sebelum




pelajaran diakhiri guru memberikan pesan-pesan kepada siswa agar
tetap semangat belajar, kemudian dilanjutkan dengan berdo’a dan
salam sebagai tanda bahwa pembelajaran telah selesai.
Berdasarkan pengamatan tes individu dalam mengerjakan soal
latihan berjalan dengan lancar. Setelah dilakukan koreksi, skor tes
setiap individu adalah sebagaimana disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 4.10
Distribusi Skor Tes Individual Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Kelas VI A

No. Interval Skor Frekwensi Status*
1. 96-100 2 Lulus
2. 91-95 2 Lulus
3. 86-90 1 Lulus
4. 81-85 4 Lulus
5. 76-80 3 Lulus
6. 71-75 5 Lulus
7. 66-70 4 Lulus
8. 61-65 - Lulus
9. 56-60 1 Tidak Lulus
10. 51-55 2 Tidak Lulus
Jumlah 24
* Diambilkan dari Kriteria Penilaian di MI. Sunan Kalijogo tahun
ajaran 2008-2009.

Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa tingkat
keberhasilan kelas adalah 87 % yakni dari 24 peserta tes yang
dinyatakan lulus sebanyak 21 sorang. Sedangkan yang gagal sebanyak
3 orang atau sebesar 12 %, karena skor tesnya kurang dari 65. Satu
orang izin tidak masuk karena sakit. Hasil tes individual di atas




menunjukkan, bahwa adanya peningkatan motivasi belajar siswa pada
siklus II sudah mencapai maksimal. Hasil nilai pre test belajar siswa
menunjukkan rata-rata kelas 78.
Untuk lebih mendapatkan gambaran kualitatif secara mendalam
terhadap penerapan pembelajaran kooperatif melalui strategi
crossword puzzle, peneliti melakukan wawancara kepada siswa yang
ditetapkan sebagai informan.
Hasil rekapan wawancara adalah sebagai berikut, terhadap
pertanyaan “Bagaimanakah tanggapan kamu terhadap penerapan
strategi pembelajaran kemarin?”. Seorang siswa yang termasuk
memiliki kemampuan diatas rata-rata (lebih lanjut disingkat dengan
istilah siswa 1) mengatakan,
Saya sangat senang dengan strategi pembelajaran yang ibu
terapkan, karena saya bisa memahami materi Asmaul Husna
dengan mudah, sehingga saya bisa mengerjakan soal-soalnya
dengan benar.
76


Siswa yang termasuk memiliki kemampuan sedang (lebih
lanjut disingkat dengan istilah siswa 2) mengatakan,
Saya suka dengan strategi pembelajaran ini, walaupun teka-teki
silang sudah pernah diterapkan, tapi dulu secara individual, tapi
kalau sekarang dibuat kelompok, jadi saya lebih mengerti
karana saya bisa berbagi pendapat dengan teman-teman, dan
tidak merasa kesulitan dalam mengerjakan soal, dan cara ibu
mengajar juga enak, tidak tegang.
77



76
Hasil Wawancara dengan Ibnul Andrian, salah satu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo
yang memiliki kemampuan diatas rata-rata, pada tanggal 1 April 2009.
77
Hasil Wawancara dengan Khoirun nisa’, salah satu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo
yang memiliki kemampuan sedang, pada tanggal 1 April 2009.




Sedangkan siswa yang termasuk memiliki kemampuan di
bawah rata-rata (lebih lanjut disingkat dengan istilah siswa 3)
mengatakan,
Saya sangat senang dengan strategi belajar yang ibu berikan,
apalagi bentuknya permainan, jadi saya lebih semangat dalam
belajar, padahal terkadang pelajaran Akidah Akhlak itu
membosankan, Akan tetapi dengan strategi dan cara ibu
mengajar kemarin, saya suka dan lebih faham tentang materi
tersebut, sehingga dengan mudah saya bisa mengerjakan soal
yang ibu berikan.
78


Dengan demikian tanggapan para informan adalah positif
terhadap pelaksanaan pembelajaran kooperatif melalui strategi
crossword puzzle, karena ketiga siswa menyatakan senang terhadap
strategi pembelajaran yang mereka alami.
Tanggapan siswa terhadap pertanyaan “Apa manfaat yang
dapat kamu ambil dari pembelajaran kooperatif dengan crossword
puzzle? Terhadap pertanyaan ini siswa 1 mengungkapkan,
Ya, saya memperoleh banyak pengalaman dari proses
pembelajaran yang ibu terapkan, seperti saya bisa saling
berbagi pendapat dengan teman kelompok saya, dan mungkin
hal itu juga dirasakan oleh teman-teman yang lain.
79


Sementara siswa 2 mengungkapkan,

Ya, saya dapat bekerja sama dengan sesama kelompok, saling
membantu satu sama lain, sehingga saya dengan mudah dapat
mengerjakan soal teka-teki silang dan mudah untuk memahami
arti Asmaul Husna serta menghafalkannya.
80



78
Hasil Wawancara dengan Ica sahfita sari, salah satu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo
yang memiliki kemampuan di bawah rata-rata, pada tanggal 1 April 2009.
79
Hasil Wawancara dengan Evita Khusnul, salah satu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo
yang memiliki kemampuan diatas rata-rata, pada tanggal 1 April 2009.
80
Hasil Wawancara dengan Nafisaturrohmah, salah satu siswa kelas IV A MI Sunan
Kalijogo yang memiliki kemampuan sedang, pada tanggal 1 April 2009.




Sedangkan siswa 3 mengungkapkan,

Ya, selama proses pembelajaran dengan model belajar
kelompok, saya memperoleh banyak manfaat, saya sekarang
lebih semangat untuk mengikuti proses pembelajaran Akidah
Akhlak, sehingga saya tidak merasa kesulitan dalam belajar,
dan tercipta keakraban sesama teman.
81


Dengan demikian, pembelajaran kooperatif melalui strategi
crossword puzzle sangat memberikan manfaat kepada para siswa,
mereka merasakan suasana keakraban dengan kelompoknya, mereka
sangat antusias, dan senang. Hal itu dapat dilihat dari keberanian
mereka untuk angkat tangan dan menjawab pertanyaan.
c. Observasi Siklus II
Pada siklus II ini, hasil pengamatan menunjukkan bahwa siswa
mengalami peningkatan motivasi belajar yang cukup tinggi selama
proses pembelajaran, siswa mulai terbiasa bertanya dan
mengemukakan pendapatnya.
Dari pembelajaran tersebut mereka cukup senang, dan tidak
merasa bosan dalam menerima pelajaran Akidah Akhlak, perasaan
ceria pada waktu pembelajaran berlangsung, semangat, antusias yang
diimbangi dengan aktif dalam diskusi, berani menengemukakan
pendapatnya dan menjawab pertanyaan dari guru dan siswa. Mereka
sudah mulai berani berkomunikasi dan kerjasama yang cukup baik
pada diskusi antar sesama anggota kelompok, karena masing-masing
siswa sudah mulai bisa menghilangkan rasa malu dan takut salah

81
Hasil Wawancara dengan Siti Nasikhatul K, salah satu siswa kelas IV A MI Sunan
Kalijogo yang memiliki kemampuan di bawah rata-rata, pada tanggal 1 April 2009.




dalam mengajukan pendapat. Mayoritas mereka sudah mulai terbiasa
dengan model pembelajaran yang peneliti terapkan. Ditambah lagi
pada siklus II ini, peneliti memberikan pujian pada salah satu
kelompok atau siswa atas prestasi yang diraih, Sehingga mereka akan
lebih semangat dalam belajar, mempunyai rasa tanggung jawab,
disiplin dalam mengerjakan tugas, serta menghormati guru dan ramah
kepada teman.
Berdasarkan hasil observasi pada siklus II terdapat peningkatan
motivasi belajar yang cukup tinggi. Hal ini dapat diamati pada lembar
observasi motivasi menunjukkan nilai rata-rata 3,4 yang
mengindikasikan bahwa ada peningkatan motivasi belajar siswa
terhadap pelajaran Akidah Akhlak sebesar 88,89%. Demikian juga
pada lembar penilaian menunjukkan adanya peningkatan dari rata-rata
kelas 72,4 menjadi 78.
Dengan hasil seperti ini mengindikasikan bahwa motivasi
belajar siswa sudah maksimal sesuai dengan target yang diharapkan
oleh guru dan siswa. Hal ini dapat dilihat dari lembar observasi
motivasi belajar siswa yang sudah menunjukkan kenaikan dari
aktivitas siswa dalam proses pembelajaran.
d. Refleksi Siklus II
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II ini tetap sama dengan
siklus I yaitu bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa
pada materi Asamul Husna. Pada siklus ini, siswa sudah mengerti




dengan model pembelajaran yang diterapkan oleh peneliti. Pada waktu
mengerjakan soal para siswa sudah bisa menerima pendapat dari teman
kelasnya. Dengan demikian hasil observasi tindakan pada siklus II
terdapat peningkatan dalam belajar Akidah Akhlak. Peningkatan
tersebut dapat diamati dari hasil tes kelompok dan individu para siswa.
Melalui pengamatan setiap siklus dapat ditarik sebuah
kesimpulan bahwa pembelajaran kooperatif terbukti mampu
meningkatkan motivasi belajar siswa pada pelajaran Akidah Akhlak di
MI Sunan Kalijogo Malang. Pengamatan tersebut dilakukan secara
bertahap melalui tugas kelompok dan soal latihan, yang menunjukkan
adanya peningkatan dari siklus I sampai ke siklus II.
Bentuk implementasi dari pembelajaran kooperatif yang
optimal dalam meningkatkan motivasi belajar Akidah Akhlak
khususnya materi Asmaul Husna adalah menggunakan strategi
crossword puzzle, penggunaan modul sebagai media pembelajaran
serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif .
Berdasarkan analisa di atas menunjukkan bahwa pada siklus II
ini penerapan cooperatif learning dapat meningkatkan motivasi belajar
siswa, hal ini dapat dilihat dari:
1) Kegiatan belajar kelompok dapat membawa siswa untuk aktif
berbicara, mengemukakan ide, bertanya, dan menjawab. Hal ini
dapat dilihat adanya perubahan perilaku siswa pada siklus
sebelumnya hanya pasif dan sekarang mulai aktif dalam belajar.




2) Siswa sudah dapat mengandalkan kemampuan menyelesaikan
masalah dan menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan
sehari-hari
3) Motivasi belajar siswa terhadap materi Asmaul Husna yang pada
siklus I hanya dimiliki sebagian siswa, sekarang sudah hampir
dimiliki oleh seluruh siswa kelas IV A.
Dengan demikian, peneliti memandang bahwa tidak perlu
dilakukan tindakan selanjutnya dan mengakhiri penelitian tindakan ini
pada siswa kelas IV A di MI Sunan Kalijogo Malang.

D. Temuan Penelitian
Berdasarkan paparan diatas, berikut ini dikemukakan temuan penelitian
pada setiap tindakan dan temuan penelitian secara umum:
1. Temuan Siklus I
a. Siswa cukup senang dan berani untuk bertanya dan menjawab soal.
b. Siswa yang pasif sedikit demi sedikit sudah berani dan menunjukkan
keantusiasannya.
c. Siswa mulai belajar bertanggung jawab, disiplil, dan mudah
bersosialisasi dengan teman kelompoknya.
d. Siswa tampak bersemangat, antusias, dan rasa ingin tahu dalam
pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle pada materi
Asmaul Husna walaupun mereka belum sepenuhnya menguasai materi.




e. Sebagaian siswa masih menggantungkan pada siswa lain, sehingga
pembelajaran masih didominasi oleh siswa yang aktif.
f. Terdapat peningkatan motivasi belajar siswa sebesar 72,22% dan
peningkatan rata-rata kelas menjadi 72,4 dibandingkan sebelum
dilakukan tindakan.
g. Terdapat beberapa siswa yang tidak lulus dalam tes individual.

2. Temuan Siklus II
a. Siswa sudah mulai terbiasa bertanya dan mengemukakan pendapatnya.
b. Siswa sangat antusias dalam mengikui pembelajaran kooperatif dengan
strategi crossword puzzle.
c. Siswa sudah berani berkomunikasi dan bekerjasama yang baik sesama
kelomoknya.
d. Mayoritas mereka sudah mulai terbiasa dengan penerapan model
pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle.
e. Siswa sudah mempunyai rasa tanggung jawab dan displiln dalam
mengerjakan tugas.
f. Siswa sudah dapat mengandalkan kemampuan menyelesaikan masalah
dan menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
g. Peningkatan motivasi belajar sebesar 88,89% dan peningkatan rata-rata
kelas menjadi 78.







BAB V
PEMBAHASAN

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di kelas IV A MI Sunan
Kalijogo Malang. Peneliti menerapkan pembelajaran kooperatif melalui strategi
crossword puzzle diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada
materi asmaul husna.
A. Perencanaan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle
dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna.
Perencanaan pembelajaran kooperatif ini terdiri dari 2 siklus 3 kali
pertemuan. Siklus pertama terdiri dari dua kali pertemuan dan siklus kedua
satu kali pertemuan. Adapun indikator yang ingin dicapai siswa dapat
menghafalkan sifat-sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul Husna,
menjelaskan arti Asmaul Husna, menunjukkan contoh bahwa Allah bersifat
(As-Salam, Al-Mukmin, dan Al-Latif), dan membiasakan berdo’a dengan
Asmaul Husna (As-Salam, al-Mukmin, dan Al-Latif). Sebelum pembelajaran
tersebut diterapkan, peneliti mangadakan pre test telebih dahulu untuk
mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi Asmaul Husna,
dengan menggunakan pembelajaran konvensional.
Dalam pembelajaran kooperatif, peneliti menggunakan strategi
crossword puzzle, dimana siswa dibagi dalam beberapa kelompok untuk
mengerjakan soal tentang Asmaul Husna yang berbentuk teka-teki silang.
Sumber belajar yang digunakan adalah buku panduan membina Akidah dan




Akhlak Kelas 4 MI. Sedangkan media pembelajaran yang digunakan adalah
modul Asmaul Husna, gambar yang berhubungan dengan materi Asmaul
Husna, kaligrafi, dan nomor siswa.

B. Pelaksanaan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle
dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna.
Pada pelaksanaan pembelajaran ini peneliti mengadakan pre test dengan
pembelajaran konvensional, di mana guru menuliskan terlebih dahulu,
kemudian menjelaskan. Sedangkan siswa mencatat dan mendengarkan.
Setelah kegiatan tersebut selesai guru memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya. Hal ini dimaksudkan untuk mengukur pemahaman siswa
terhadap materi tersebut.
Melalui pre test dapat diketahui bahwa pembelajaran tersebut ternyata
menjadikan siswa kurang antusias atau semangat dalam belajar. Siswa
cenderung pasif, bermain sendiri atau berbicara dengan temannya. Siswa tidak
mempunyai buku paket, sehingga siswa hanya mengandalkan keterangan dari
guru saja, dan yang terjadi siswa tidak mendapatkan perhatian yang lebih,
siswa merasa bosan, dan bertindak semaunya sendiri.
Selain itu, ketika guru memberikan tugas atau kesempatan bertanya dan
menjawab kepada siswa, mereka kurang semangat dalam menerimanya.
Mereka lebih banyak diam, mendengarkan, dan tidak berkomentar. Mereka
hanya mau bertanya dan menjawab setelah mendapatkan instruksi dari guru.
Itupun yang bertanya atau menjawab hanya 1-2 orang saja. Jadi hasilnya




minim sekali. Pembelajaran yang kurang melibatkan banyak siswa, akan
membuat siswa merasa bosan dan malas, sehingga mengakibatkan siswa
kurang semangat dalam belajar.
Berdasarkan hasil pre test tersebut untuk meningkatkan motivasi belajar
siswa dibutuhkan lingkungan belajar yang kondusif, yaitu dengan menerapkan
pembelajaran kooperatif diharapkan dapat membuat siswa untuk mempunyai
motivasi belajar yang tinggi.
Pembelajaran kooperatif ini mendorong tumbuhnya sikap
kesetiakawanan dan keterbukaan di antara siswa, sehingga sikap dan perilaku
siswa berkembang ke arah suasana demokratisasi dalam kelas. Di samping itu,
penggunaan kelompok kecil siswa mendorong siswa lebih bergairah dan
termotivasi dalam mempelajari Akidah Akhlak.
82

Menyikapi hasil pre test tersebut, maka pada siklus I pertemuan pertama
peneliti menerapkan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword
puzzle. Dengan pembelajaran ini diharapkan siswa mempunyai semangat yang
tinggi, saling berperan menyelesaikan tugas, bekerjasama, bertukar pikiran
untuk menyelesaikan masalah, sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan
dibandingkan dengan pembelajaran konvensional yang peneliti terapkan
sebelumnya.
Pada pertemuan pertama dengan menerapkan pembelajaran kooperatif
melalui strategi crossword puzzle siswa mulai aktif bertanya dan menjawab
dibandingkan dengan pre test, karena pada pertemuan ini setiap kelompok

82
Etin Solihatin, op.cit, hal. 13.




mulai bekerja sama dengan kelompoknya untuk menyelesaikan tugas yang
diberikan oleh guru. Mereka mulai saling bertukar pikiran, tanya jawab, dan
sudah berani bertanya tentang materi yang belum dipahami. Pada pertemuan
kedua, siswa mengerjakan soal ulangan. Ulangan ini materi Asmaul Husna
yang telah disampaikan pada pertemuan pertama.
Dengan menerapkan pembelajaran tersebut diupayakan untuk melatih,
membiasakan, dan menjadikan siswa lebih aktif dalam mengungkapkan ide,
sehingga menimbulkan persaingan sehat untuk meningkatkan keberanian
siswa. Agar mempunyai motivasi yang tinggi yaitu dengan cara harus
semangat dalam bertanya, menjawab, mengerjakan tugas yang diberikan oleh
guru, dan mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi. Menurut Oemar
Hamalik, motivasi itu mudah menjalar atau tersebar terhadap orang lain. Guru
yang berminat tinggi dan antusias akan menghasilkan siswa-siswa yang
berminat tinggi dan antusias pula. Demikian siswa yang antusias akan
mendorong motivasi siswa yang lain.
83

Hasil observasi siklus I mengemukakan adanya peningkatan motivasi
belajar siswa yang cukup memuaskan.
Pada siklus II, peneliti tetap menerapkan pembelajaran kooperatif
dengan satu kali pertemuan saja. Pada siklus ini siswa lebih termotivasi lagi,
dibandingkan dengan siklus I, karena dengan terbiasanya strategi yang
diterapkan akan membuat siswa lebih paham terhadap pembelajaran yang

83
Oemar Hamalik, loc.cit.




peneliti terapkan, sehingga diharapkan siswa mempunyai motivasi belajar
yang tinggi.
Dengan pembelajaran kooperatif, diharapkan siswa lebih termotivasi
untuk belajar, karena mereka adalah satu tim yang harus bekerja sama untuk
menyelesaikan tugas tersebut. Sedangkan tujuan dari pembelajaran kooperatif
adalah menciptakan situasi belajar dimana keberhasilan individu ditentukan
atau dipengaruhi keberhasilan kelompok.
84

Pembelajaran kooperatif ini diterapkan agar siswa lebih bertanggung
jawab, berperan aktif, dalam menyelesaikan tugas secara bersama-sama
dengan kelompoknya, yaitu untuk menuangkan ide-ide dengan kelompoknya,
selain itu mereka harus aktif bertanya dan menjawab, mempunyai
keingintahuan yang besar terhadap masalah yang belum dimengerti, dan harus
semangat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Dari penerapan
pembelajaran tersebut, tampak dari aura mereka yang ceria dan lebih
bersemangat dalam belajar. Siswa mampu berperan aktif lebih berani bertanya
dan menjawab, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan.
Pada pertemuan kali ini lingkungan belajar sudah nampak efektif pada
belajar kelompok, dimana mereka sudah berani menuangkan ide dengan
teman kelompoknya dan sudah berani bertanya pada materi yang belum
dipahami, sehingga diskusi mereka sangat menarik, karena semuanya ikut
berperan aktif. Oleh sebab itu, guru memberikan pujian kepada kelompok
yang sudah selesai duluan dan kepada siswa yang berani mempresentasikan

84
Novi Emildadiany, loc.cit.




hasil tugasnya di depan kelas. Pujian ini dimaksudkan untuk merangsang
minat yang sebenarnya.
85
Begitu juga ketika diberi latihan soal mereka
langsung mengerjakannya tanpa ada keluhan dan mereka mengerjakannnya
penuh semangat.
Secara umum penerapan cooperative learning pada siklus II
menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar tentang Asmaul Husna.
Melalui observasi pada siklus II adanya rasa ingin tahu yang cukup besar yang
ditunjukkan dengan lebih aktif belajar kelompok, mengungkapkan
pendapatnya, dan tanya jawab ketika pembelajaran berlangsung. Hal ini
menunjukkan keantusiasan mereka ketika pembelajaran asmaul husna
berlangsung.
Dengan demikian hasil observasi siklus II menunjukkan peningkatan
motivasi belajar siswa yang sangat memuaskan. Peningkatan motivasi belajar
siswa dapat diamati pada lembar observasi dari siklus I sampai II terus
mengalami peningkatan.

C. Penilaian Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam
Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna.
Penilaian dalam pembelajaran ini dilakukan pada setiap pertemuan
setelah proses pembelajaran berlangsung. Penilaian ini dilakukan untuk
mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam menggunakan strategi yang
telah diterapkan.

85
Oemar Hamalik, op.cit, hal. 167.




Tingkat keberhasilan kelas dalam setiap siklusnya mengalami
peningkatan, yaitu dari pre tes semula 52 % meningkat pada siklus I menjadi
76 %, kemudian meningkat lagi pada siklus II menjadi 87 %, atau nilai rata-
ratanya dari 64,8 meningkat menjadi 72,4 hingga 78. Sedangkan pada
motivasi belajar siswa juga mengalami peningkatan dari pre test yang semula
1,8 meningkat menjadi 72,22%, dan meningkat lagi menjadi 88,89%. Ini
semua adalah bukti-bukti data kuantitatif. Sedangkan bukti-bukti data
kualitatif dapat dijelaskan dari hasil pengamatan dan wawancara dengan siswa
yang menyatakan senang dengan penerapan strategi pembelajaran tersebut, hal
ini dapat ditunjukkan dengan tumbuhnya rasa kebersamaan dan gotong royong
dalam kelompok, susana kelas menjadi lebih hidup, dan keberanian dalam
mengemukakan pendapat.
Dari hasil penilaian dapat dibuktikan bahwa penerapan pembelajaran
kooperatif dengan strategi crossword puzzle dapat meningkatkan motivasi
belajar Asmaul Husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang.
Berdasarkan data empiris dan analisis dapat diambil sebuah kesimpulan,
bahwa penerapan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle
dapat meningkatkan motivasi belajar Akidah Akhlak dan bentuk aplikasinya
yang efektif adalah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah dibuat
sebelumnya.







Adapun indikator keberhasilan penerapan cooperative learning, antara
lain:
1. Pada saat pembelajaran berlangsung siswa terlihat lebih semangat, senang,
dan tidak merasa bosan, sehingga dapat menyelesaikan tugas tepat
waktunya, karena dikerjakan dengan bersama-sama.
2. Siswa mempunyai rasa ingin tahu yang besar, yaitu aktif dalam berdiskusi
dengan saling tukar pendapat dan tanya jawab. Hal ini menunjukkan
bahwa siswa tidak merasa takut lagi untuk belajar mengemukakan
pendapatnya dan tanya jawab.
3. Adanya peningkatan motivasi belajar siswa. Hal ini terlihat dari kenaikan
setiap siklusnya.




























BAB VI
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa dan observasi data di lapangan, maka dapat
ditarik sebuah kesimpulan sebagai berikut:
1. Perencanaan cooperative learning melalui strategi crossword puzzle
terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV A dalam
pembelajaran Asmaul Husna. Perencanaan dibuat setelah peneliti
mengetahui karakteristik siswa kelas IV A di MI Sunan Kalijogo Malang
yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Langkah awal perencanaan
ini adalah membuat silabus, menyusun RPP, membuat modul
pembelajaran, membuat lembar crossword puzzle, dan lembar observasi
tentang motivasi belajar siswa.
2. Pelaksanaan cooperative learning melalui strategi crossword puzzle
terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV A dalam
pembelajaran Asmaul Husna, dibandingkan ketika melaksanakan
pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan dengan data indikator
peningkatan motivasi belajar siswa dari 72,22%, menjadi 88,89% atau
meningkat sebesar 16,67%. Hasil motivasi belajar tersebut terlihat dari
bertambahnya semangat dan antusias siswa dalam mengikuti proses
pembelajaran, mereka selalu menampakkan aura senang dan selalu
berusaha menyelesaikan tugas tepat waktu.




3. Penilaian cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam
meningkatkan motivasi belajar Asmaul Husna dilakukan pada setiap
pertemuan setelah proses pembelajaran berlangsung. Penilaian ini
dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam
menggunakan strategi yang telah diterapkan. Dari hasil penilaian dapat
dibuktikan bahwa pembelajaran ini terbukti dapat meningkatkan motivasi
belajar siswa kelas IV A di MI Sunan Kalijogo Malang. Hal ini dapat
ditunjukkan dari keberhasilan kelas menjadi 87 % atau sebesar 78.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka peneliti memberikan saran
kepada beberapa pihak:
1. Guru diharapkan menerapkan pembelajaran kooperatif tidak hanya pada
mata pelajaran Akidah Akhlak, tetapi bisa diterapkan pada pelajaran yang
lain, karena pembelajaran ini terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar
siswa.
2. Sarana dan prasarana di MI Sunan Kalijogo sudah cukup bagus, tetapi
pihak sekolah masih perlu untuk lebih melengkapi fasilitas-fasilitas yang
ada disekolah, seperti buku-buku diperpustakaan, media pembelajaran, dan
sebagainya. Karena fasilitas tersebut dapat membantu siswa untuk
melengkapi informasi pengetahuan dalam pendidikan.
3. Lembaga pendidikan dan pihak yang berwenang diharapkan mampu
merealisasikan pembelajaran kooperatif, karena berdasarkan hasil
penelitian terbukti berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa.




DAFTAR PUSTAKA

Al-Jauziyah, Ibnu Qayyim. 2001. Asmaul Husna Nama-Nama Indah Allah.
Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Al-Kumayi, Sulaiman. 2006. Kecerdasan 99 Cara Meraih Kemenangan dan
Ketengan Hidup Lewat Penerapan 99 Nama Allah. Jakarta: Mizan
Publika.

Al-Qahthani, Said bin Ali bin Wahf. 2007. Misteri Asmaul Husna. Solo: Pustaka
Ar-Rayyan.

Arbiki, La Ode. Contoh Proposal Eksperimen (http:www.yahoo.com. diakses 18
Februari 2009).

Arikunto, Suharsimi, dkk. 2007. Penelitian Tindaakn Kelas. Jakarta: Bumi
Aksara.

Asmaul Husna dan Sifat-Sifat Allah (http:www.yahoo.com, diakses 6 Agustus
2009).

Emildadiany, Novi. Cooperative Learning-Teknik Jigsaw (http:www.yahoo.com.
diakses 18 Februari 2009).

Fathoni, Muhammad Kholid. 2005. Pendidikan Islam dan Pendidikan Nasional
{Paradigma Baru}. Jakarta: Departemen Agama RI Direktorat Jenderal
Kelembagaan Islam.

Hamalik, Oemar. 2007. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

. 2007. Proses Belajar Mengajari. Jakarta: Bumi Aksara.

. 1992. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru.

Hamijaya, Nunu A. dan Nunung K Rukmana. 2007. Cara Mudah Bergembira
bersama Al-Qur’an. Bandung: Jembar.

Hasan, M. Iqbal. 2002. Pokok Materi Metodologi penelitian & Aplikasinya.
Jakarta: Ghalia Indonesia




Hisyam, dkk. 2002. Strategi Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Yogyakarta:
CTSD.

Lie, Anita. 2007. Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperative Learning di
Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: Gramedia.

Majid, Abdul dan Dian Andayani. 2006. Pendidikan Agama Islam Berbasis
Kompetensi Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004. Bandung :Remaja
Rosdakarya.

Margono, S. 2000. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja
Rosdakarya.

Muhammad, Hamid. 2004. Pedoman Diagnostik Potensi Peserta Didik. Jakarta:
Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan
Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.

Muslich, Masnur. 2007. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan
Kontekstual. Jakarta: Bumi Aksara.

Purnomo, Sigit. Manfaat Asmaul Husna (http:www.yahoo.com, diakses 6 Agustus
2009).

Purwanto, M. Ngalim. 2006. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja
Rosdakarya.

Sanjaya, Wina. 2006. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis
Kompetensi. Jakarta: Kencana.

. 2007. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses
Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Shidiq, Ja’far. 2009. Ternyata ada 100 Asma Al-Husna. Qiyas Media.
(http:www.yahoo.com, diakses 6 Agustus 2009 ).

Silberman, Melvin L. 2006. Active Learning 101 Cara Bealajar Siswa Aktif.
Bandung: Nuansa.





Solihatin, Etin. 2007. Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS
Jakarta: Bumi Aksara.

Suderadjat, Hari. 2004. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
Bandung: Cipta Cekas Grafika.

Sugiharti, Piping. 2005. Penerapan Teori Multiple Intelligence dalam
Pembelajaran Fisika, Jurnal Pendidikan Penabur - No.05/ Th.IV/
Desember (http:www.yahoo.com, diakses 6 Agustus 2009).

Suhaemi, Masrap. 1984. Khasiat Ayat-Ayat Al-Qur’an. Surabaya: Mahkota.

Syah, Muhibbin. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Trianto. 2007. Model-Model pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik.
Jakarta: Prestasi Pustaka.

Uno, Hamzah B. 2007. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar
Mengajar yang Kreatif dan Efektif . Jakarta: Bumi Aksara.

.2007. Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang
Pendidikan. Jakarta: Bum Aksara.

Usman, Moh. Uzer. 1995. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja
Rosdakarya.

Wahidmurni. 2008. Penelitian Tindakan Kelas dari Teori Menuju Praktik.
Malang: UM Press.

Wirasati, Ajeng dan Adry, Ronny. Analisa Penerapan Algoritma
Backtracking, pada Game “ Crossword Puzzle ” (http:www.yahoo.com.
diakses 18 Februari 2009).

Wiriaatmadja, Rochiati. 2008. Metode Penelitian Tindakan Kelas untuk
Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Yasin, A. Fatah. 2008. Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam. Malang: UIN Malang
Press.

Zainuddin, M dan Muhammad Walid. 2009. Pedoman Penulisan Skripsi. Malang:
Fakultas Tarbiyah UIN.










LAMPIRAN I

PROFIL MADRASAH

NAMA SEKOLAH
MADRASAH IBTIDAIYAH
SUNAN KALIJOGO
ALAMAT SEKOLAH JL. CANDI III D NO. 442
KARANGBESUKI
TELEPON (0341) 574822 / 7701303
KECAMATAN SUKUN
KOTA MALANG
PROPINSI JAWA TIMUR
NSS 65146
NSPN 112357305009
JENJANG AKREDITASI TERAKREDITASI B
TAHUN DIDIRIKAN 1967
TAHUN BEROPERASI 1967
STATUS TANAH WAQOF
SURAT KEPEMILIKAN
TANAH
SERTIFIKAT
LUAS TANAH 1.0011 M2
STATUS BANGUNAN MILIK YAYASAN
SURAT IJIN BANGUNAN NO. 152051808003
LUAS BANGUNAN 409,5 M2





LAMPIRAN II
STRUKTUR ORGANISASI MI SUNAN KALIJOGO






KEPALA MADRASAH
SUPRIYATI, S.Pd
YAYASAN DEPAG
KOORDINATOR WALI KELAS
GURU
SISWA/SISWI MI SUNAN KALIJOGO
WIWID DP, A.Ma NUR H, S.Ag IIS PUSPA R, S.PdI
Dra. SUNARTIN

NUR ASIYAH ZAINUDIN
NING F, BA Drs. DARSONO PUJIATI, S.Pd
Dra. SUNARTIN IDA NUROH, S.Psi

A. ASHARI
WAKA KEUANGAN

KHUSNUL K, A.Ma

WAKA KESISWAAN

ENDAH N, S.Ag

WAKA KURIKULUM

ANIK AZIZAH, STP

TATA USAHA

DWI MUKTIANI





LAMPIRAN III


SIKLUS I











































Identifikasi Masalah
Observasi lapangan
dilakukan dengan
menganalisa dan
mengidentifikasi
masalah yang terkait
dengan motivasi
belajar siswa
Memeriksa Lapangan
• Mengadakan pre test dengan
menggunakan pembelajaran
konvensional.
• Tidak menggunakam modul
dan media pembelajaran.
• Tidak melakukan evaluasi dan
refleksi.
• Dari hasil pre test dapat
diketahui bahwa motivasi
belajar siswa pada materi
Asmaul Husna masih rendah.
Pelaksanaan Tindakan
• Melaksanakan pembealajaran
sesuai dengan rencana
pembelajaran.
• Menerapkan pembelajaran
kooperatif dengan strategi
crossword puzzle.
• Melaksanakan evaluasi dan
refleksi
Perencanaan Tindakan
• Menyusun rencana
pelaksanaan pembelajaran
• Menyiapkan modul dan
media pembelajaran
• Merencanakan evaluasi dan
refleksi.
• Membagi indikator
pembelajaran.
Observasi
• Mengamati proses
pembelajaran dengan
lembar observasi motivasi
belajar siswa.
• Observasi dilakukan pada
motivasi belajar pada saat
pembelajaran.
Refleksi
Pembelajaran kooperatif
dengan strategi crossword
puzzle pada siklus I
menunjukkan adanya
peningkatan motivasi belajar
siswa yang cukup baik, tetapi
masih perlu ada penerapan
lebih lanjut agar
pembelajaran kooperatif
dapat diaplikasikan dengan
hasil yang lebih memuaskan
Revisi Perencanaan
Perlu diterapkan pembelajaran kooperatif yang
lebih efektif dan menyenangkan, sehingga
siswa tidak merasa bosan
Cukup Berhasil




SIKLUS II















































Perencanaan Tindakan
• Mempersiapkan
instrumen motivasi.
• Menyusun rencana
pelaksanaan
pembelajaran
• Merencanakan evaluasi
dan refleksi.
• mempersiapkan
indikator selanjutnya.
Observasi
• Mengamati proses
pembelajaran dengan
lembar observasi motivasi
belajar siswa.
• Observasi dilakukan pada
motivasi belajar pada saat
pembelajaran.

Refleksi
Penerapan pembelajaran
kooperatif pada siklus II terbukti
dapat meningkatan motivasi
belajar siswa tentang Asmaul
Husna pada mata Akidah Akhlak
kelas IV A MI Sunan Kalijogo
Malang.
Bentuk implementasi
pembelajaran kooperatif dengan
strategi crossword puzzle
penggunaan modul dan media
pembelajaran, serta menciptakan
lingkungan belajar yang kondusif.

Berhasil
SELESAI
Pelaksanaan Tindakan
• Melaksanakan
pembealajaran sesuai
dengan rencana
pembelajaran.
• Menerapkan pembelajaran
kooperatif dengan strategi
crossword puzzle.
• Melaksanakan evaluasi dan
refleksi





LAMPIRAN IV

























Standar Kompetensi
Memahami sifat Allah yang terkandung dalam
Asmaul Husna (As-Salam, Al-Mukmin,
dan Al-Latif)

Kompetensi Dasar
Mengenal allah melalui sifat-sifat yang
terkandung dalam Asmaul Husna (As-Salam,
Al-Mukmin, dan Al-Latif)

Indikator
Menghafal sifat-sifatAllah yang terkandung
dalam al-asma’ al-Husna
(As-Salam, Al-Mukmin, dan Al-Latif).
Mengetahui arti al-asma’ al-Husna
(As-Salam, Al-Mukmin, dan Al-Latif).
Menunjukkan contoh bahwa Allah bersifat
(As-Salam, Al-Mukmin, dan Al-Latif).
Membiasakan berdo’a dengan al-asma’ al-Husna
(As-Salam, Al-Mukmin, dan Al-Latif).
































AS-SALAM

Allah Maha sempurna tidak mempunyai kekurangan. Zat Allah
tidak rusak dan tidak cacat. Semua yang dilakukan Allah selalu benar dan
tidak tercela karena Allah bersifat As-Salam yang berarti
Mahasejahtera. Allah memberi rasa aman dan kemakmuran
kepada semua makhluk-Nya. Kesejahteraan hanya berasal dari
Allah.
Kesejahteraan dapat dicapai jika seseorang mempunyai hati
yang bersih, misalnya tidak membenci, tidak merasa iri, dan tidak
pernah berdusta. Selain itu, mereka juga tidak melakukan
perbuatan dosa, misalnya perpuatan sia-sia, berkata jorok, dan
membicarakan keburukan orang lain. Manusia akan selamat di
bunia dan akhirat juka tidak melakukan perbuatan dosa.
Berhati-hatilah dalam berbicara dan berbicaralah untuk hal-
hal yang berguna! Misalnya, membaca Al-Qur’an dan berzikir
kepada Allah. Sika kalian tidak dapat berbicara yang baik, lebih
baik diam. Jika kalian ingin selamat, maka jagalah lisan. Sebuah
pepatah mengatakan “Lidah lebih tajam daripada pedang”.
Artinya: luka yang disebabkan goresan pedang akan cepat
sembuh, tetapi luka hati karena ucapan sulit dihilangkan. Oleh
karena itu, berhati-hatilah dalam berbicara dan jauhkan diri dari
perbuatan sia-sia. Sebagaimana Rasululllah saw bersabda yang
artinya:
Islam seseorang termasuk baik jika dia meninggalkan
perkara yang tidak berguna.
(H.R. Ibnu Majah).






Berzikir : mengingat Allah
Keramat : dianggap suci
Sedih : menimbulkan rasa
susah dalam hati
Cemas : tidak tenteram hati
Jasmani : tubuh; badan
Kosa Kata
(Kalimat Sa’bah)
































AL-MUKMIN

Al-Mukmin artinya Maha Penjaga keamanan. Hanya Allah
yang dapat memberikan rasa aman kepada manusia. Orang
beriman tidak dibenarkan meminta perlindungan kepada selain
Allah, misalnya minta perlindungan kepada kuburan atau tempat
keramat. Benda-benda mati dan makhluk hidup tidak akan dapat
memberikan perlindungan kepada manusia. Allah tidak akan
menolong kepada mereka yang meminta perlindungan kepada
selain Allah.

Biasanya, manusia minta perlindungan dan rasa aman
kepada Allah ketika mereka dalam keadaan sempit. Ketika kapal
di tengah lautan diterjang ombak dan dihempas badai, mereka
minta perlindungan kepada Allah. Mereka pasrah dengan
keputusan Allah sehingga hatinya menjadi tentram. Berbeda sekali
ketika belum berdo’a, dalam benak mereka hanya terdapat
kesedihan dan kecemasan.

Kita mohon perlindungan dan rasa aman kepada Allah dari
mara bahaya yang mengancam jiwa; dari penyakit hati, seperti
dengkli, dendam, bakhil, dan malas; dari penyakit jasmani yang
mengancam jiwa; dari kelaparan dan kekuatan.

Allah akan melindungi dan membrikan rasa aman kepada
orang yang berdo’a kepada-Nya. Paling tidak hatinya menjadi
tenang karena merasa dirinya dilindungi oleh Zat Maha Penjaga
keamanan. Allah swt berfirman yang artinya:

Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah),
yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar
dan mengamankan mereka dari ketakutan.
(Q.S. Quraisy/106:3-4).

















































AL-LATIF

Allah Maha mengetahui terhadap hal-hal yang tidak
kelihatan, yang tersembunyi, dan yang ghaib. Hal yang ghaib
dikethui Allah, seperti manusia mengetahui hal-hal yang nyata.
Allah melihat segala gerak-gerik hamba-Nya. Allah berisifat Al-
Latif artinya Maha halus. Allah berfirman yang artinya:

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat
segala yang kelihatan; dan Dialah yang Maha Halus lagi Maha
mengetahui.
(Q.S. al-An’am/6:103).


Allah sangat lembut terhadap makhluk-Nya. Misalnya, adik
bayi yang baru lahir! Ia menyusu kepada ibunya. Bayi yang baru
lahir belum memiliki gigi. Makanannya hanya susu. Allah
memberi gigi ketika ia mulai dapat mengunyah makanan. Gigi
geraham untuk mengunyah, gigi taring untuk mencabik, dan gigi
seri untuk menggigit. Itulah salah satu bukti kelembutan Allah.


Allah mengetahui kebutuhan makhluk-Nya. Pemberian
Allah tidak dapat disebutkan. Allah memberi sesuatu lebih dari
yang dibutuhkan makhluk-Nya. Air susu ibu, madu, sutra, dan
mutiara merupakan sedikit kebaikan Allah yang diberikan kepada
makhluk-Nya.


Allah menyayangi semua makhluk-Nya. Allah sangat
lembut terhadap semua makhluk-Nya. Sebagai anak beriman,
kalian juga harus bersifat lemah lembut, saling menyayangi, dan
mengasihi kepada sesama teman. Dengan demikian, Allah akan
mengasihi dan menyayangi kalian.





LAMPIRAN V
SILABUS PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : MI Sunan Kalijogo
Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas/Semester : IV/II


Standar Kompetensi : Memahami kalimat thayyibah (assalamu’alaikum) dan al-Asma’ al-Husna (as-Salam, al-Mukmin, dan al-Latif)

Penilaian
No
Kompetensi
Dasar
Indikator
Materi
Pokok
Pengalaman Belajar
Alokasi
Waktu Bentuk Jenis
Contoh
Instrumen
Sumber
Belajar
1 Mengenal
Allah melalui
kalimat
thayyibah
(assalamu’alai
kum)
• Menghafalkan/melafal
kan kalimat thayyibah
(assalamu’alaikum).
• Mengetahui arti
kalimat thayyibah
(assalamu’alaikum).
• Membiasakan
mengucap kalimat
kalimat thayyibah
(assalamu’alaikum)
bila bertemu dengan
sesama muslim.
Kalimat
thayyibah













• Siswa dapat
menghafalkan
kalimat thayyibah
(assalamu’alaikum).
• Siswa dapat
menterjemahkan
kalimat thayyibah
tanpa melihat teks.
• Siswa dapat
menjelaskan isi
pokok kandungan
kalimat thayyibah
dalam bentuk lisan
dan tulisan
2x40
menit
(2 JP)


• Performance
• Paper and
pencil test
• Kerja
kelompok


• Tes
lisan
• Tes
tulis
• Diskusi










• Kapan kita
mengucapkan
salam?
• Tuliskan
kalimat salam
beserta
artinya!
• Sebutkan
manfaat
salam bagi
kaum
muslimin!
• Buku
Panduan
“Membina
Akidah dan
Akhlak
kelas IV
MI (Tiga
Serangkai
Pustaka
Mandiri)
• Kaligrafi
kalimat
thayyibah







Penilaian
No
Kompetensi
Dasar
Indikator
Materi
Pokok
Pengalaman Belajar
Alokasi
Waktu Bentuk Jenis
Contoh
Instrumen
Sumber
Belajar





• Guru menjelaskan.
• Bermain kartu
lafdhiyah









• Sebutkan
adab-adab
salam!
• Apa makna
salam
menurut
kalian?
2 Mengenal
Allah melalui
sifat-sifatAllah
yang
terkandung
dalam al-
asma’ al-
Husna (As-
Salam, al-
Mukmin, dan
al-Latif)





• Menghafal sifat-
sifatAllah yang
terkandung dalam al-
asma’ al-Husna (As-
Salam, al-Mukmin,
dan al-Latif).
• Mengetahui arti al-
asma’ al-Husna (As-
Salam, al-Mukmin,
dan al-Latif).
• Dapat menunjukkan
contoh bahwa Allah
bersifat (As-Salam, al-
Mukmin, dan al-Latif).
• Membiasakan berdo’a
dengan al-asma’ al-
Husna (As-Salam, al-
Mukmin, dan al-Latif).
Asmaul
Husna
• Siswa dapat
menghafalkan
Asmaul Husna (As-
Salam, al-Mukmin,
dan al-Latif).
• Siswa dapat
menterjemahkan
Asmaul Husna (As-
Salam, al-Mukmin,
dan al-Latif).
• Siswa dapat
menjelaskan isi
pokok kandungan
Asmaul Husna
tersebut.
• Bermain crossword
puzzle.
• Guru menjelaskan
3x40
menit
(2 JP)

• Performance
• Paper and
pencil test
• Diskusi

• Tes
lisan
• Tes
tulis
• Coope-
rative
learni-
ng

• Jelaskan
sifat Allah
as-Salam?
• Sebutkan 3
contoh
berbicara
yang
berguna.
• Apa arti
sifat Allah
al-
Mukmin?
• Sebutkan 3
bukti
bahwa
Allah
bersifat al-
Latif.
• Kartu
lafdhiyah





• Lafad
Asmaul
Husna
• Lembar
crossword
puzzle.
• Modul
tentang
asmaul husna




Standar Kompetensi : Beriman kepada Rasul-Rasul Allah

Penilaian
No
Kompetensi
Dasar
Indikator
Materi
Pokok
Pengalaman Belajar
Alokasi
Waktu Bentuk Jenis
Contoh
Instrumen
Sumber
Belajar
3 Mengenal
Rasul dan Nabi
Allah
• Menyebutkan 25 nama
Nabi dan Rasul Allah
beserta tugasnya.
• Menyebutkan sifat-
sifat para Nabi dan
Rasul.
• Menyebutkan bukti
sederhana adanya Nabi
dan Rasul.
• Menunjukkan fungsi
beriman kepada Nabi
dan Rasul.
• Terbiasa untuk
meneladani sifat-sifat
Rasulullah (sidiq,
amanah, tabligh, dan
fathanah) .
Rukun
Iman





• Siswa dapat
menyebutkan 25
Nabi dan Rasul
dengan cara
dinyanyikan.
• Siswa dapat
menyebutkan tugas
dari Nabi dan Rasul.
• Siswa menjelaskan
bukti sederhana
adanya Nabi dan
Rasul.
• Siswa dapat
menjelaskan fungsi
beriman kepada
Nabi dan Rasul.
• Siswa memiliki
perasaan cinta dan
iman kepada Nabi
dan Rasul.
• Guru menjelaskan.
• Bermain kartu
lafdhiyah

3x40
menit
(2 JP)


• Performance
• Paper and
pencil test
• Kerja
kelompok


• Tes
lisan
• Tes
tulis
• Diskusi










• Ada Berapa
Nabi Dan
Rasul Allah?
• Sebutkan
Nabi dan
Rasul Allah?
• Apa tugas
Nabi dan
Rasul?
• Ada berapa
sifat-sifat
Rasulullah?
Sebutkan!
• Sebutkan
bukti
sederhana
adanya Nabi
dan Rasul!
• Jelaskan
fungsi
beriman
kepada Nabi
dan Rasul!
• Buku
Panduan
“Membina
Akidah dan
Akhlak
kelas IV
MI (Tiga
Serangkai
Pustaka
Mandiri)”
• Kartu
Lafdhiyah
• Gambar –
gambar.






Standar Kompetensi : Membiasakan akhlak terpuji

Penilaian
No
Kompetensi
Dasar
Indikator
Materi
Pokok
Pengalaman Belajar
Alokasi
Waktu Bentuk Jenis
Contoh
Instrumen
Sumber
Belajar
4 • Membiasakan
akhlak sidik,
amanah,
tabligh, dan
fathanah dalam
kehidupan
sehari-hari.
• Membiasakan
akhlak terpuji
terhadap teman
dalam
kehidupan
sehari-hari.
• Mencintai dan
meneladani
akhlak mulia
lima Rasul
Ulul Azmi.
• Mengetahui arti akhlak
sidik, amanah, tabligh,
dan fathanah.
• Menunjukkan ciri
orang yang sidik,
amanah, tabligh, dan
fathanah.
• Memberikan contoh
sifat sidik, amanah,
tabligh, dan fathanah.
• Menunjukkan
keuntungan orang
yang bersifat sidik,
amanah, tabligh, dan
fathanah.
Akhlak
Terpuji





• Siswa dapat
menyebutkan akhlak
terpuji.
• Siswa dapat
menjelaskan arti dari
akhlak sidik,
amanah, tabligh, dan
fathanah.
• Siswa menjelaskan
ciri-ciri orang yang
berakhlak sidik,
amanah, tabligh, dan
fathanah.
• Siswa dapat
memberikan contoh
akhlak sidik,
amanah, tabligh, dan
fathanah.
• Siswa dapat
menjelaskan manfaat
dari akhlak terpuji.
• Guru menjelaskan.
• Bermain kartu
lafdhiyah
2x40
menit
(2 JP)


• Performance
• Paper and
pencil test
• Kerja
kelompok


• Tes
lisan
• Tes
tulis
• Diskusi










• Apa yang
dimaksud
dengan sidik?
• Sebutkan
ciri-ciri dari
sifat amah!
• Sebutkan
dalil yang
menunjukkan
sifat tabligh!
• Jelaskan arti
dari fathanah!
• Sebutkan 3
contoh dari
sifat sidik,
amanag,
tabligh, dan
fathanah!
• Buku
Panduan
“Membina
Akidah dan
Akhlak
kelas IV
MI (Tiga
Serangkai
Pustaka
Mandiri)”
• Kartu
Lafdhiyah
• Gambar –
gambar.






Standar Kompetensi : Menghindari akhlak tercela

Penilaian
No
Kompetensi
Dasar
Indikator
Materi
Pokok
Pengalaman Belajar
Alokasi
Waktu Bentuk Jenis
Contoh
Instrumen
Sumber
Belajar
5 Menghindari
sifat munafik
dalam
kehidupan
sehari-hari
• Mengetahui arti
munafik.
• Menunjukkan ciri-ciri
orang munafik.
• Memberikan contoh
orang munafik.
• Menunjukkan
kerugian sifat
munafik.
• Menunjukkan dalil
tentang munafik.
• Menghindari dari sifat
munafik.
Akhlak
Tercela





• Siswa dapat
menjelaskan sifat
munafik.
• Siswa menjelaskan
ciri-ciri munafik.
• Siswa dapat
memberikan contoh
orang munafik.
• Siswa dapat
menjelaskan
kerugian dari sifat
munafik.
• Siswa menyebutkan
dalil tentang
munafik beserta
artinya.
• Guru menjelaskan.
• Bermain kartu
lafdhiyah

2x40
menit
(2 JP)


• Performance
• Paper and
pencil test
• Kerja
kelompok


• Tes
lisan
• Tes
tulis
• Diskusi










• Apa yang
dimaksud
dengan
munafik
• Sebutkan
ciri-ciri orang
munafik
• Sebutkan
dalil yang
menunjukkan
tentang
munafik
• Sebutkan 3
contoh dari
sifat sifat
munafik.
• Apa kerugian
dari orang
yang bersifat
munafik?


• Buku
Panduan
“Membina
Akidah dan
Akhlak
kelas IV
MI (Tiga
Serangkai
Pustaka
Mandiri)”
• Kartu
Lafdhiyah
• Gambar –
gambar.






LAMPIRAN VI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PRE TEST

Nama Sekolah : MI Sunan Kalijogo
Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas/ Semester : IV A/ II
Alokasi Waktu : 40 Menit
Hari/ Tanggal : Rabu, 11 Maret 2009


I. Standar Kompetensi
Memahami sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul Husna (As-
salam, Al-mukmin, dan Al-latif).

II. Kompetensi Dasar
Mengenal Allah melalui sifat-sifat yang terkandung dalam Asmaul
Husna (As-salam, Al-mukmin, dan Al-latif).

III. Indikator
Siswa dapat menjelaskan arti Asmaul Husna (As-salam).

IV. Materi Pokok
Asmaul Husna (As-salam).

V. Strategi Pembelajaran
Metode ceramah dan tanya jawab.

VI. Sumber Belajar dan Alat pembelajaran
Buku Panduan “Membina Akidah dan Akhlak kelas IV MI (Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri)”.
Papan tulis dan kapur.




Lembar kerja siswa.

VII. Kriteria Pembelajaran
Siswa mampu menguasai materi maksimal 65% dari kompetensi
dasar.

VIII. Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran Waktu
A. Kegiatan Awal
• Salam dan berdo’a.
• Absensi dan menanyakan kabar hari ini.
• Tanya jawab tentang materi sebelumnya.
• Menunjukkan materi ajar dan tujuan pembelajaran.
B. Kegiatan Inti
• Siswa mencatat ringkasan materi tentang Asmaul
Husna (As-salam).
• Guru menjelaskan materi tersebut.
• Siswa dan guru mengadakan Tanya jawab.
• Siswa mengerjakan soal pre test.
C. Kegiatan Akhir
• Siswa menyimpulkan materi tersebut dengan
dibantu oleh guru.
• Guru memberikan nasehat kepada siswa agar rajin
belajar.
• Berdo’a dan salam.
5 menit

30
menit





5 menit

IX. Penilaian
Proses : Pengamatan selama proses pembelajaran.
Hasil : Test tulis pada akhir pembelajaran.




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I

Nama Sekolah : MI Sunan Kalijogo
Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas/ Semester : IV A/ II
Alokasi Waktu : 2x40 Menit
Hari/ Tanggal : Rabu, 18 & 25 Maret 2009


I. Standar Kompetensi
Memahami sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul Husna (As-
salam, Al-mukmin, dan Al-latif).
II. Kompetensi Dasar
Mengenal Allah melalui sifat-sifat yang terkandung dalam Asmaul
Husna (As-salam, Al-mukmin, dan Al-latif).
III. Indikator
Siswa dapat Menghafal sifat-sifat Allah yang terkandung dalam
Asmaul Husna (As-salam, Al-mukmin, dan Al-latif).
Siswa dapat menjelaskan arti Asmaul Husna (As-salam, Al-
mukmin, dan Al-latif)
IV. Materi Pokok
Asmaul Husna (As-salam, Al-mukmin, dan Al-latif).
V. Strategi Pembelajaran
Cooperative learning dengan Crossword puzzle.
VI. Sumber Belajar dan Alat pembelajaran
Buku Panduan “Membina Akidah dan Akhlak kelas IV MI (3
Serangkai)”.
Modul Asmaul Husna (As-salam, Al-mukmin, dan Al-latif).
Kaligrafi lafad (As-salam, Al-mukmin, dan Al-latif).
Gambar yang berhubungan dengan lafad tersebut.




VII. Kriteria Pembelajaran
Siswa mampu menguasai materi maksimal 65% dari kompetensi
dasar.
VIII. Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pertemuan I
A. Kegiatan Awal
• Salam dan berdo’a.
• Absensi dan menanyakan kabar hari ini.
• Tanya jawab tentang materi sebelumnya.
• Menunjukkan materi ajar dan tujuan pembelajaran.
B. Kegiatan Inti
• Guru membagikan modul kepada setiap siswa.
• Guru menjelaskan materi tersebut.
• Siswa dibagi menjadi 5 kelompok dengan anggota 5
orang.
• Guru membagikan nomor kepada setiap siswa.
• Guru memberikan pertanyaan kepada salah satu siswa
dengan menyebut nomornya.
• Siswa yang telah disebut nomornya harus menjawab
pertanyaan yang dilontarkan oleh guru.
• Guru membagikan lembar crossword puzzle yang sama
kepada setiap kelompok.
• Siswa bersama kelompoknya mengerjakan soal tersebut.
• Salah satu kelompok membacakan hasilnya dan
kelompok yang lain menyimak dan mengoreksinya.
• Siswa dan guru mengadakan Tanya jawab.
C. Kegiatan Akhir
• Siswa bersama guru menyimpulkan materi tersebut.

5 menit



30 menit



















5 menit





Kegiatan Pembelajaran Waktu
• Guru memberikan motivasi kepada siswa agar tetap
semangat dalam belajar.
• Berdo’a dan salam.
Pertemuan II
A. Kegiatan Awal
• Salam dan berdo’a.
• Absensi dan menanyakan kabar hari ini.
• Tanya jawab tentang materi sebelumnya.
• Menunjukkan materi ajar dan tujuan pembelajaran.
B. Kegiatan Inti
• Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk
belajar dan bertaanya sebelum mengerjakan soal latihan.
• Secara serentak siswa mengerjakan soal latihan.
• Guru bersama siswa mengoreksi hasil soal tersebut
C. Kegiatan Akhir
• Guru memberikan dorongan kepada siswa untuk
mengungkapkan kesan-kesan selama pembelajaran
berlangsung.
• Berdo’a dan salam.pembelajaran.





5 menit







30 menit




5 menit

IX. Penilaian
Proses : Pengamatan selama proses pembelajaran
(kekompakan dalam kerja kelompok, keaktifan dan
ketepatan dalam tanya jawab.
Hasil : Tugas kelompk dan test tulis pada akhir pembelajaran.






RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II

Nama Sekolah : MI Sunan Kalijogo
Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas/ Semester : IV A/ II
Alokasi Waktu : 80 Menit
Hari/ Tanggal : Rabu, 1 April 2009


I. Standar Kompetensi
Memahami sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul Husna (As-
salam, Al-mukmin, dan Al-latif).

II. Kompetensi Dasar
Mengenal Allah melalui sifat-sifat yang terkandung dalam Asmaul
Husna (As-salam, Al-mukmin, dan Al-latif).

III. Indikator
Siswa dapat menunjukkan contoh bahwa Allah bersifat (As-salam,
Al-mukmin, dan Al-latif).
Siswa dapat membiasakan berdo’a dengan Asmaul Husna (As-
salam, Al-mukmin, dan Al-latif).

IV. Materi Pokok
Asmaul Husna (As-salam, Al-mukmin, dan Al-latif).

V. Strategi Pembelajaran
Cooperative learning dengan Crossword puzzle.






VI. Sumber Belajar dan Alat pembelajaran
Buku Panduan “Membina Akidah dan Akhlak kelas IV MI (Tiga
Serangkai Pustaka mandiri)”.
Modul Asmaul Husna (As-salam, Al-mukmin, dan Al-latif).
Lembar crossword puzzle.
Papan tulis dan kapur.

VII. Kriteria Pembelajaran
Siswa mampu menguasai materi maksimal 65% dari kompetensi
dasar.

VIII. Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran Waktu
A. Kegiatan Awal
• Salam dan berdo’a.
• Absensi dan menanyakan kabar hari ini.
• Tanya jawab tentang materi sebelumnya.
• Menunjukkan materi ajar dan tujuan pembelajaran.

B. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan materi pelajaran
• Siswa dibagi menjadi 6 kelompok dengan anggota 4
orang.
• Guru membagikan nomor kepada siswa
sebagaimana yang telah dilakukan pada minggu
sebelumnya.
• Guru membagikan lembar crossword puzzle yang
sama kepada setiap kelompok.
5 menit


30
menit











Kegiatan Pembelajaran Waktu
• Siswa bersama kelompoknya mengerjakan soal
tersebut.
• Kelompok yang selesai duluan membacakan
hasilnya dan kelompok yang lain menyimak dan
mengoreksinya.
• Siswa dan guru mengadakan Tanya jawab.
• Guru membagikan soal kepada siswa.
• Siswa mengerjakan soal tersebut secara individu.

C. Kegiatan Akhir
• Siswa bersama guru menyimpulkan materi
tersebut.
• Guru memberikan dorongan kepada siswa untuk
mengungkapkan kesan-kesan selama pembelajaran
berlangsung.
• Guru memberikan motivasi kepada siswa agar tetap
semangat dalam belajar.
• Berdo’a dan salam.








5 menit

IX. Penilaian
Proses : Pengamatan selama proses pembelajaran
(kekompakan dalam kerja kelompok, keaktifan dan
ketepatan dalam tanya jawab.
Hasil : Tugas kelompk dan test tulis pada akhir pembelajaran








LAMPIRAN VII

SOAL-SOAL DAN KUNCI JAWABAN

SOAL PRE TEST
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!
1) Jelaskan sifat Allah As-salam!
2) Sebutkan tiga contoh hati yang bersih!
3) Sebutkan tiga contoh berbicara yang berguna?
4) Jelaskan sebuah pepatah “Lidah lebih tajam daripada pedang”!
5) Terjemahkam hadits tentang As-salam yang diriwayatkan oleh imam
Ibnu Majah!


KUNCI JAWABAN
1) Maha sejahtera, Allah memberi rasa aman dan kemakmuran kepada
semua makhluk-Nya. Kesejahteraan hanya berasal dari Allah.
2) Tidak membenci, tidak pernah berbohong, dan tidak merasa iri.
3) Membaca ayat al-Qur’an, berzikir kepada Allah, dan tidak berkata
jorok.
4) Luka yang disebabkan goresan pedang akan cepat sembuh, tetapi luka
hati karena ucapan sulit dihilangkan.
5) Islam seseorang termasuk baik jika dia meninggalkan perkara yang
tidak berguna baginya.










SOAL SIKLUS I
A. Tugas Kelompok
Isilah crossword puzzle (teka-teki silang) di bawah ini!














Menurun
1. Hukum meminta perlindungan kepada selain Allah
2. Al-Latif berarti
4. orang yang dapat menjaga lisannya akan
7. Allah memberi makan kepada kita agar tidak
9. Zat yang mencukupi kebutuhan semua makhluk adalah

Mendatar
3. Allah Maha sejahtera
5. Jika ingin selamat, kita harus menjaga
6. Allah Maha penjaga Keamanan
8. Lidah lebih tajam daripada
10. Contoh dari perbuatan dosa adalah perbuatan





2

1

3

4



5





6

7









8

9







10








B. Tugas Individu
Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang
paling benar!

1) Allah Maha sejahtera merupakan arti dari……
a. Al-latif b. As-salam c. Al-mukmin d. Al-hadi
2) Orang yang dapat menjaga lisannya akan……
a. Menderita b. merana c. sengsara d. selamat
3) Allah memberi rasa aman dan kemakmuran kepada……
a. Ulama c. semua makhluk-Nya
b. manusia d. binatang
4) Allah melindungi hamba-Nya dari musibah. Allah bersifat……
a. Al-latif b. As-salam c. Al-mukmin d. Al-hadi
5) Hukum mohon perlindungan kepada selain Allah adalah…….
a. sunah b. halal c. wajib d. haram
6) Al-latif berarti…….
a. Yang Maha halus c. Maha Penjaga Keamanan
b. Yang Maha sejahtera d. Maha Mengetahui
7) Jika ingin selamat, kalian harus dapat menjaga…….
a. lisan b. adik c. harta d. rumah
8) Zat yang mencukupi kebutuhan semua makhluk adalah……
a. Allah b. Malaikat c. Jin d. manusia
9) Allah mengetahui hal-hal yang tersembunyi. Allah bersifat……..
a. Al-latif b. As-salam c. Al-mukmin d. Ar-rasyid
10) Islam seseorang termasuk baik jika dia meninggalkan perkara
yang…….baginya
a. berguna c. menguntungkan
b. bermanfaat d. tidak berguna



Jawablah pertanyaan di bawah ini secara singkat dan tepat!

1. Jelaskan sifat Allah As-salam !
2. Sebutkan tiga contoh berbicara yang tidak berguna!
3. Bagaimana cara manusia memohon perlindungan kepada Allah?
4. Sebutka tiga bukti bahwa Allah sangat lembut kepada semua
makhluk-Nya!
5. Terjemahkam hadits tentang As-salam yang diriwayatkan oleh
imam Ibnu Majah!







KUNCI JAWABAN
A. Tugas Kelompok












B. Tugas Individu
1) b 6) a
2) d 7) a
3) c 8) a
4) c 9) a
5) d 10) d

1. Allah memberi rasa aman dan kemakmuran kepada semua
makhluk-Nya. Kesejahteraan hanya berasal dari Allah.
2. Membaca ayat al-Qur’an, berzikir kepada Allah, dan tidak berkata
jorok.
3. beribadah dan berdo’a kepada Allah
4. Air susu ibu, madu, sutra, dan mutiara
5. Islam seseorang termasuk baik jika dia meninggalkan perkara yang
tidak berguna baginya.

2 M

1 H

3 A S 4 S A L A M
H E

R

A 5 L I S A N
H

A

M


6 A L M U 7 K M I N

L A E
U T L
S



A

8 P E D 9 A N G
A L

R

L

10 S I A S I A

N

H






SOAL SIKLUS II
A. Tugas Kelompok
Isilah crossword puzzle (teka-teki silang) di bawah ini!










Menurun
1. Orang yang dapat menjaga lisannya akan
3. Allah sangat lembut terhadap makhluknya, Allah bersifat
5. Allah memberi makan kepada kita agar tidak
7. Jika ingin selamat, kita harus dapat menjaga
8. Hukum meminta perlindungan kepada kuburan
Mendatar
2. Allah Maha sejahtera merupakan arti dari
3. Allah Maha Penjaga keamanan, Allah bersifat Allah
4. Zat yang mencukupi kebutuhan semua makhluk adalah
6. Kita mohon perlindungan dan rasa aman kepada
9. Allah sangat lembut kepada mahluknya denga memberikan

B. Tugas Individu
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Jelaskan Allah bersifat Al-mukmin!
2. Sebutkan tiga contoh hati yang bersih!
3. Dalam keadaan apakan seseorang mohon perlindungan dan rasa
aman kepada Allah?
4. Apa ciri-ciri orang yang sejahtera?
5. Sebutkan ayat Al-Qur’an bahwa Allah Maha halus!

2 1



3

5

4



6

7

8





9







KUNCI JAWABAN
A. Tugas Kelompok













B. Tugas Individu
1. Allah Maha Penjaga keamanan, hanya Allah yang dapat
memberikan rasa aman kepada manusia.
2. Tidak membenci, tidak merasa iri, dan tidak pernah berdusta.
3. Dari mara bahaya yang mengancam jiwa; dari penyakit hati, seperti
dengki, dendam, bakhil, dan malas; dan dari penyakit jasmani
seperti kelaparan dan kekuatan.
4. Mempunyai hati yang bersih, tidak melakukan perbuatan dosa,
selalu membaca Al-Qur’an dan berzdikir kepada Allah.
5.





2 A 1 S S A L A M
E
3 A L M U 5K M I N
4A L L A H E
A M L
T A 6A L 7L A 8H
I T P I A
F A S R
R A A
A N 9M A D U
N





LAMPIRAN VIII

LEMBAR OBSERVASI MOTIVASI
Nilai
Pre test Siklus I Siklus II Indikator Deskriptor
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
Berusaha
mengerjakan tugas
dalam waktu yang
ditentukan
X X X
Antusias
Bersemangat
terhadap tugas yang
dikerjakan
X X X
Keinginan untuk
selalu
menghilangkan
kemalasan
X X X
Keinginan
Mempunyai
keinginan kuat
terhadap sesuatu
X X X
Mengikuti
pembelajaran
dengan senang
X X X
Tidak merasa jenuh
dengan pelajaran
X X X
Keceriaan
Muka tampak
berseri-seri dalam
mengerjakan tugas
X X X
Bertanya untuk
mencari tahu
X X X
Rasa Ingin
Tahu
Selalu merasa
penasaran terhadap
sesuatu
X X X
JUMLAH 16 28 31
RATA-RATA 1,8 3,1 3,4




s







Keterangan
4 : Baik Sekali
3 : Baik
2 : Cukup
1 : Kurang





LAMPIRAN IX

REKAPITULASI NILAI KELAS IV A
Nilai
No Nama
Pre Test Siklus I Siklus II
1 Andika Arif 80 85 95
2 Baharudin Yusuf 70 80 85
3 Citra arum 75 85 95
4 Debby Maurin 60 75 80
5 Dewi Indra 55 70 70
6 Dino Putra 70 75 75
7 Evita Khusnul K. 85 100 100
8 Ibnul Andrian M. 85 95 100
9 Icha Sahwita 50 65 70
10 Ismatul Q. 55 70 70
11 Khusnul Roziqin 75 80 85
12 Khoirun Nisa’ 60 75 85
13 Krisna Efendi 50 55 60
14 M. Alwi Shihab 75 80 85
15 M. Farhan M. 65 70 75
16 M. Maulana Idris 60 60 75
17 Nafisatur Rohmah 65 70 80
18 Nur Laila A. 60 70 75
19 Putra Fanda H. 55 60 -
20 Rian Chomairuh 70 75 75
21 Roni Setiawan 45 50 55
22 Satriya Kurnia 50 55 70
23 Siti Nasekhatul K. 45 50 55
24 Yoga Pratama 80 75 80
25 Yusuf Bakhtiar 80 85 90
Jumlah 1620 1810 1885
Rata-Rata 64,8 72,4 78
















LAMPIRAN X

KONDISI SISWA KELAS IV A SAAT PEMBELAJARAN
KOOPERATIF



MI Sunan Kalijogo tampak dari
luar

MI Sunan Kalijogo tampak dari
dalam


Kelompok I saat mengerjakan
crossword puzzle

Kelompok II saat mengerjakan
crossword puzzle


Kelompok III saat mengerjakan
crossword puzzle
Kelompok IV saat mengerjakan
crossword puzzle








Kelompok V saat mengerjakan
crossword puzzle




Kelompok VI saat mengerjakan
crossword puzzle




Salah satu siswa
mempresentasikan hasil tugas
kelompoknya

Keaktifan dan keantusiasan siswa
setelah pembelajaran kooperatif










LAMPIRAN XI

INSTRUMEN OBSERVASI

Untuk memperoleh data yang akurat, maka peneliti mengadakan
observasi langsung kepada obyek penelitian guna memperoleh data
tentang:
1. Letak geografis MI Sunan Kalijogo
2. Keadaan gedung sekolah, ruang kelas beserta kelengkapan isinya.
3. Pelaksanaan proses pembelajaran yang sedang berlangsung
4. Keadaan alat perlengkapan fasilitas pendidikan lainnya yang dapat
menunjang pelaksanaan pembelajaran di MI Sunan Kalijogo.























LAMPIRAN XII

INSTRUMEN DOKUMENTASI

Untuk melengkapi data-data yang peneliti perlukan dalam
penelitian ini, maka peneliti juga menggunakan dokumentasi yang
memuat hal-hal sebagai berikut:
1. Sejarah berdirinya MI Sunan Kalijogo.
2. Struktur organisasi MI Sunan Kalijogo.
3. Data guru MI Sunan Kalijogo.
4. Data siswa MI Sunan Kalijogo.
5. Sarana dan prasarana yang terdapat di MI Sunan Kalijogo.























LAMPIRAN XIII

PEDOMAN WAWANCARA

Responden: Guru Akidah Akhlak
1. Strategi/metode apa yang Ibu terapkan dalam pembelajaran Akidah
Akhlak?
2. Apa media yang Ibu gunakan dalam pembelajaran Akidah Akhlak?
3. Bagaimana tanggapan siswa terhadap strategi metode yang Ibu
terapkan dalam pembelajaran Akidah Akhlak?
4. Apa saja kendala yang Ibu alami dalam pembelajaran Akidah Akhlak?
5. Usaha apa yang Ibu lakukan untuk mengembangkan pembelajaran
Akidah Akhlak?



Responden: Siswa Kelas IV A
1. Bagaimanakah tanggapan kamu terhadap penerapan pembelajaran
kooperatif melalui strategi crossword puzzle pada materi Asmaul
Husna?
2. Apa manfaat yang dapat kamu ambil dari pembelajaran kooperatif
melalui strategi crossword puzzle pada materi Asmaul Husna?



















LAMPIRAN XIV
DEPARTEMEN AGAMA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MALANG
FAKULTAS TARBIYAH
JL. Gaj ayana 50 Mal ang Tel p. ( 0341) 551354 Fax. ( 0341) 572533

Nomor : Un.3.1/TL.00/237/2009 Malang, 3 Maret 2009
Lampiran : 1 berkas
Hal : Penelitian

Kepada
Yth. Kepala MI Sunan Kalijogo
di
Malang
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Dengan ini kami mengharap dengan hormat agar mahasiswa
dibawah ini:
Nama : Cicik Rohmatul Uma
NIM : 07140069
Semester/ Th. Ak : VIII/2005
Judul Skripsi : Implementasi Cooperative Learning
melalui Strategi Crossword Puzzle dalam
Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna
pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di
Malang.
dalam rangka menyelesaikan tugas akhir/menyusun skripsinya, yang
bersangkutan mohon diberikan izin/kesempatan untuk mengadakan
penelitian di lembaga/instansi yang menjadi wewenang Bapak/Ibu.
Demikian, atas perkenaan dan kerjasama Bapak/Ibu disampaikan
terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Dekan Fakultas Tarbiyah,


Prof. Dr. HM. Djunaidi Ghony
NIP. 150 042 031





LAMPIRAN XV
MADRASAH IBTIDAIYAH
“SUNAN KALIJOGO”
STATUS : TERAKREDITASI B NSM : 112357305009
Sekretariat : Jl. Candi III/D 442 Karangbesuki
Telp. (0341) 574822 Malang (65146)

SURAT KETERANGAN
No: 17/MI-.SK/SK/IV/2009

Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Supriyati, S.Pd
Jabatan : Kepala Madrasah
Alamat : Jl. Raya Candi III/33 Malang
Menerangkan bahwa:
Nama : Cicik Rohmatul Uma
NIM : 07140069
Semester/Th. Ak : VIII/ 2005
Fakultas/ Jurusan : Tarbiyah/ PGMI
Adalah benar-benar mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malang yang
telah melakukan penelitian dalam rangka menyelesaikan tugas akhir (skripsi)
dengan judul “Implementasi Cooperative Learning melalui Strategi Crossword
Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna pada Siswa
Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang.” sejak tanggal 11 Maret 2009 s.d 01
April 2009.

Demikian surat ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan untuk dipergunakan
sebagaimana mestinya


Malang, 18 April 2009
Kepala Madrasah




Supriyati, S.Pd




LAMPIRAN XVI
DEPARTEMEN AGAMA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
FAKULTAS TARBIYAH
JL. Gajayana 50 Malang Telp. (0341) 551354 Fax. (0341) 572533


BUKTI KONSULTASI


Nama : Cicik Rohmatul Uma
NIM : 07140069
Jurusan : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Dosen Pembimbing : Dr. M. Zainuddin, MA
Judul : Implementasi Cooperative Learning melalui
Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi
Belajar Asmaul Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan
Kalijogo di Malang.

NO. TANGGAL
HASIL YANG
DIKONSULTASIKAN
TANDA TANGAN
1. 4 Februari 2009 Proposal 1.
2. 16 Februari 2009 Revisi Proposal 2.
3. 2 Maret 2009 Revisi Proposal 3.
4. 27 Maret 2009 Bab I dan II 4.
5. 8 April 2009 Revisi Bab I dan II 5.
6. 15 April 2009 Bab III dan IV 6.
7. 21 April 2009 Revisi Bab III dan IV 7.
8. 28 April 2009 Bab V dan VI 8.
9. 13 Mei 2009 Revisi Bab V dan VI 9.
10. 27 Mei 2009 ACC Keseluruhan 10.



Malang, 27 Mei 2009
Mengetahui,
Dekan Fakultas Tarbiyah





Dr. M. Zainuddin, MA
NIP. 150 275 502





BIODATA MAHASISWA




Nama : Cicik Rohmatul Uma
NIM : 07140069
Tempat Tanggal Lahir : Jombang, 12 Maret 1985
Fakultas/Jurusan : Tarbiyah, Pendidikan Guru
Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
Tahun Masuk : 2005-2006
Alamat Rumah : Dsn. Genjong Kidul RT / RW 02/ 02
Ds. Sidowarek Kec.Ngoro. Kab. Jombang
No. Tlp Rumah/Hp : (0321) 713020
085645011338


Malang, 27 Mei 2009
Mahasiswa

(Cicik Rohmatul Uma)

IMPLEMENTASI COOPERATIVE LEARNING MELALUI STRATEGI CROSSWORD PUZZLE DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ASMAUL HUSNA PADA SISWA KELAS IV A MI SUNAN KALIJOGO DI MALANG

SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh

Cicik Rohmatul Uma 07140069

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Agustus, 2009

HALAMAN PERSETUJUAN

IMPLEMENTASI COOPERATIVE LEARNING MELALUI STRATEGI CROSSWORD PUZZLE DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ASMAUL HUSNA PADA SISWA KELAS IV A MI SUNAN KALIJOGO DI MALANG

SKRIPSI
Oleh Cicik Rohmatul Uma 07140069

Telah Disetujui Pada Tanggal 27 Mei 2009 Oleh Dosen Pembimbing

Dr. M. Zainuddin, MA NIP. 150 275 502

Mengetahui, Ketua Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Dra. Hj. Sulalah, M.Ag NIP. 150 267 279

A. Asmaun Sahlan.Ag NIP. MA NIP. MA NIP.Pd) pada tanggal: 8 Agustus 2009 Panitia Ujian Ketua Sidang Drs.HALAMAN PENGESAHAN IMPLEMENTASI COOPERATIVE LEARNING MELALUI STRATEGI CROSSWORD PUZZLE DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ASMAUL HUSNA PADA SISWA KELAS IV A MI SUNAN KALIJOGO DI MALANG SKRIPSI dipersiapkan dan disusun oleh Cicik Rohmatul Uma (07140069) telah dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal 5 Agustus 2009 dengan nilai B+ dan telah dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar strata satu Sarjana Pendidikan (S. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik IbrahimMalang Dr. M. 150 215 372 Tanda Tangan : : : : Mengesahkan. M. M. M. 150 275 502 Pembimbing Dr. 150 275 611 Sekretaris Sidang Dr. H. Zainuddin. MA NIP. 150 275 502 . Zainuddin. MA NIP. 150 275 502 Penguji Utama Dr. Zuhdi. Zainuddin.

Anis. Yesy. Rida. Ina) yang telah memberikan motivasi dan inspirasi bersama kalian aku belajar lebih memaknai hidup . Fida. Ahmad Rifa’I & Hj. Lely.PERSEMBAHAN Syukur Alhamdulillah terucap dari sanubari atas segala rahmat-Nya Sebuah karya sederhana ini ku-persembahkan kepada orang-orang yang telah memberikan makna hidup serta langkah bijak dalam liku-liku kehidupan Ayah dan Ibu tercinta (H. Nunik. Lalu. Ani. Isvi. Ambar Umiyatun) yang selalu sabar membimbing dan memberikan jutaan kasih sayangnya selalu mendo’akan dengan penuh ikhlas tanpa meminta balasan apapun dariku Kakak dan Adik-Ku (Roni Awaluddin & Adam Malik) serta saudara-saudaraKu yang selalu memberi semangat dan memacu untuk mewujudkan cita-cita semoga tali kasih di antara kita selalu abadi selamanya Guru-guru dan Dosen-Ku yang telah memberikan ilmu tiada henti semoga untaian do’a tiada jenuh teralir hingga yaumul akhir Sahabat-sahabatKu (Robik.

sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka.” (Q. 789.MOTTO “Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat. dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.1 t Departemen Agama Republik Indonesia. 1 . Al-Qur’an dan Terjemahannya (Surabaya: AlHidayah.S Asy Syuura:38). 2000).. hal.

Zainuddin. dan setelah membaca skripsi mahasiswa di bawah ini: Nama NIM Jurusan Judul Skripsi : : : : Cicik Rohmatul Uma 07140069 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Implementasi Cooperative Learning Melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang Maka selaku pembimbing. Pembimbing. baik dari segi isi. MA NIP. M. Wb. 27 Mei 2009 Kepada Yth. Demikian. mohon dimaklumi adanya. bahasa. Setelah melakukan beberapa kali bimbingan.NOTA DINAS PEMBIMBING Dr. 150 275 502 . Wassalamu’alaikum Wr. Dr. maupun teknik penulisan. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Malang Assalamu’alaikum Wr. kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk diujikan. Wb. M. Zainuddin. MA Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang NOTA DINAS PEMBIMBING Hal : Skripsi Cicik Rohmatul Uma Lamp : 4 (empat) Eksemplar Malang.

bahwa dalam skripsi saya ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruan tinggi. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan diterbitkan dalam daftar pustaka.SURAT PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan. Malang. juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. 27 Mei 2009 Cicik Rohmatul Uma . dan sepanjang pengetahuan saya.

yang selalu melimpahkan rahmat. Dr. H.Pd. dorongan. do’a. M. Imam Suprayogo.KATA PENGANTAR Alhamdulilah. dan Ibu. Bapak Dr. yakni Ad-Dinul Islam. yang telah membimbing kita dari jalan jahiliyah menuju jalan Islamiyah. dan restu kepada kami. . MA. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. 5. Zainuddin. 2. sehingga pada kesempatan ini penulisan skrispi yang berjudul “Implementasi Cooperative Learning Melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang” dapat terselesaikan dengan baik. selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan bimbingan. motivasi. Ayah. Bapak Dr. Bapak Prof. serta segenap keluarga tercinta yang telah memberikan kepercayaan. arahan. Oleh sebab itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam kepada: 1. segala puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. dan hidayah–Nya. selaku Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. S. sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. Sulalah. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. selaku Kepala MI Sunan Kalijogo Malang yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengadakan penelitian di MI tersebut. 6. selaku Ketua Jurusan PGMI yang selalu memberikan kritik dan saran demi kemajuan dan kebaikan kami. Penulisan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan. M. 3. M. Ibu Supriyati. taufiq.Ag. 4. Zainuddin. Ibu Dra. serta dukungan. MA. dan bimbingan dari berbagai pihak. Hj.

dalam Malang. S. 27 Mei 2009 Penulis . selaku Guru bidang studi Akidah Akhlak yang juga membimbing dan membantu dalam pelaksanaan PTK. Amiin-amiin ya Robbal ‘Alamin. Semua pihak yang turut membantu dan memotivasi hingga selesainya tugas akhir ini. 8. Demikianlah penulisan skripsi ini apabila ada kurang lebihnya penulis mohon maaf yang sebesarbesarnya. Ibu Ning Fauziyah. 10. Segenap guru MI Sunan Kalijogo yang telah membantu kami dalam memperoleh data-data yang dibutuhkan. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. oleh karena itu kritik dan saran yang kontruktif sangat kami harapkan dari semua pihak dalam penyempurnaan penulisan yang akan datang. 9.7. Segenap teman–teman seperjuangan PGMI yang telah membantu penyelesaian skripsi ini. Penulis berharap Semoga skripsi ini dapat memberikan bermanfaat bagi semua pihak.Pdi. sehingga dapat membuka cakrawala berpikir serta memberikan setitik khazanah pengetahuan dalam dunia pendidikan.

... 78 : SKOR TEST KELOMPOK CROOSWORD PUZZLE ....................... 97 ...........................................................................................................LANGKAH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF .. 71 : JUMLAH SISWA MI SUNAN KALIJOGO.......................................... 74 : DISTRIBUSI SKOR PRE TEST AKIDAH AKHLAK .. 96 : SKOR TEST INDIVIDUAL AKIDAH AKHLAK..... 73 : DATA KELAS IV A ..................... 23 TABEL II TABEL III TABEL IV TABEL V TABEL VI TABEL VII : DATA GURU MI SUNAN KALIJOGO.... 85 TABEL VIII : SKOR TEST INDIVIDUAL AKIDAH AKHLAK............ 88 TABEL IX TABEL X : SKOR TEST KELOMPOK CROOSWORD PUZZLE ............ 72 : SARANA DAN PRASARANA MI SUNAN KALIJOGO ...................DAFTAR TABEL TABEL I : LANGKAH ......................

DAFTAR GAMBAR GAMBAR I : TEMPLATE CROOSWORD PUZZLE........ 30 GAMBAR II : MODEL PENELITIAN TINDAKAN KELAS ....... 54 GAMBAR III : FASE OBSERVASI KELAS ..................... 59 .............................................................................

.................. 139 LAMPIRAN VIII : LEMBAR OBSERVASI MOTIVASI .... 145 LAMPIRAN IX : REKAPITULASI NILAI KELAS IV A ......................... 131 LAMPIRAN VII : SOAL-SOAL DAN KUNCI JAWABAN.............. 126 LAMPIRAN VI : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ..........DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN I LAMPIRAN II LAMPIRAN III : PROFIL MADRASAH ................................................................. 149 LAMPIRAN XII : INSTRUMEN DOKUMENTASI....................... 151 LAMPIRAN XIV : SURAT PENGANTAR PENELITIAN ................................... 146 LAMPIRAN X : KONDISI SISWA KELAS IV A SAAT PEMBELAJARAN KOOPERATIF .. 154 ........................................ 120 LAMPIRAN IV : MODUL PEMBELAJARAN ASMAUL HUSNA.............. 147 LAMPIRAN XI : INSTRUMEN OBSERVASI.......................................... 122 LAMPIRAN V : SILABUS PEMBELAJARAN ............................................ 152 LAMPIRAN XV : SURAT KETERANGAN PENELITIAN .......................................................... 150 LAMPIRAN XIII : PEDOMAN WAWANCARA ........................................................................... 153 LAMPIRAN XVI : BUKTI KONSULTASI . 118 : STRUKTUR ORGANISASI MI SUNAN KALIJOGO ....... 119 : PROSEDUR PELAKSANAAN TINDAKAN KELAS ....................

.............................................................................................................................................iii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... 1 A........ xviii BAB I : PENDAHULUAN............... Manfaat Penelitian................................................................................ iv PERSEMBAHAN ............................................................................. 11 1................................................................................................................................................................................ Unsur-Unsur Cooperative Learning . 8 F................................................... xiii DAFTAR ISI .......................................................................... i HALAMAN SAMPUL. Tujuan Cooperative Learning .................................................................. vi NOTA DINAS BIMBINGAN .... Pengertian Model Cooperative Learning. Tujuan Penelitian......................................................... xi DAFTAR GAMBAR............................................................................................................ 9 BAB II : KAJIAN PUSTAKA . 5 C.................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... Ruang Lingkup Penelitian............................ 1 B.................. 9 G..................................... 7 E.............................................. Latar Belakang Masalah............................................ 11 A.. Rumusan Masalah........ 21 . viii KATA PENGANTAR.............DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................... ix DAFTAR TABEL .................... 15 3........ v MOTTO .................................................................................................................................................. Definisi Operasional .................... ii HALAMAN PERSETUJUAN .......... 17 4................................................. 11 2................. xii DAFTAR LAMPIRAN ........................................ Karakteristik Cooperative Learning ............ vii SURAT PERNYATAAN ......................................... 6 D................. Tinjauan Tentang Model Crossword Puzzle .......................................................................................................................................... Sistematika Pembahasan............................. xiv ABSTRAK.

.............. Pengertian Pembelajaran Asmaul Husna ...... Pembelajaran Asmaul Husna ...........5...... 51 A............. Pendekatan dan Jenis Penelitians ......................................................................................................................... 35 2............... Tinjauan Tentang Strategi Crossword Puzzle .. Langkah-Langkah dalam Memahami Asmaul Husna......................... 63 I...... 26 B........ Tujuan Motivasi Belajar..... 58 G................. Pengertian Strategi Crossword Puzzle .............. 38 4............................. 61 H........... Macam-Macam Motivasi Belajar ................................. Pengertian Motivasi Belajar ............................................... 25 6............ Sumber dan Jenis Data.................................... 29 1.................................... 44 2.......... Kehadiran Peneliti ... Tahap-Tahap Penelitian ............................................. Indikator Kinerja................................... Tinjauan Tentang Motivasi Belajar ................... Teknik-Teknik Cooperative Learning ................. Prosedur Pengumpulan Data .......................... 63 J.............................................. 44 1................... 64 ....................... 55 D.......................... Analisis Data ......... Faktor-Faktor yang mempengaruhi Belajar ............................. 32 C............... Langkah-Langkah Strategi Crossword Puzzle ....................................... Pengecekan Keabsahan Temuan ................... 31 3............................................. 57 F....... 29 2... 49 BAB III : METODE PENELITIAN...... Setting Penelitian.......... 41 D...................................................... Cara Menggerakkan Motivasi Belajar Siswa ..... 37 3......................... Instrumen Penelitian .......................... 55 C... Kelebihan dan Kelemahan Crossword Puzzle... 56 E................. Penerapan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna .............................. 39 5...................................... 35 1.............................. 51 B............................................ Keunggulan dan Kelemahan Cooperative Learning........................................ 48 E..

................... Visi dan Misi MI Sunan Kalijogo................... Siklus I ......... Refleksi Siklus I ......... 70 5................................................... 92 b..... Deskripsi Lokasi Penelitian.. Revisi Perencanaan Siklus I............... 69 A....................................................................... 74 1............................................................... Pelaksanaan Tindakan Siklus I ................ 104 ..................... 103 2................................... Observasi Siklus II .... 74 2........... Paparan Data Sebelum Tindakan............................................................................................... 100 d............ 69 3......................................................................................... Temuan Penelitian ...................... Siklus Penelitian ........................... 91 2........... 80 1. Perencanaan Tindakan ........................................................ 80 a....................................... 75 4........... 71 6................... 69 1....... 89 d............................. Temuan Siklus I................................... 72 7............................................................................................................................. 76 C. 70 4................... Observasi Siklus I ........................................................................ Siklus II .. Pelaksanaan Tindakan Siklus II ................ 92 a................ Data Guru MI Sunan Kalijogo....... 72 B... 82 c.................... 74 3........................... Rencana Tindakan Siklus I ...... 103 1......................... Temuan Siklus II.......... 69 2.......................................... Refleksi Siklus II........ Deskripsi Siswa Kelas IV A ..... 101 D........................... Sarana dan Prasarana MI Sunan Kalijogo.. Rencana Tindakan Siklus II....... Data Siswa MI Sunan Kalijogo .......BAB IV : HASIL PENELITIAN................... Sejarah Berdirinya MI Sunan Kalijogo........................ Pre Test............................. 80 b.................... Tujuan MI Sunan Kalijogo................................................................................................................................. 93 c...... 90 e...................................................................... Obsevasi Awal ... Struktur Organisasi MI Sunan Kalijogo...............................................................................

..... Saran ......................................... Pelaksanaan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna ......... Perencanaan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna ..................BAB V : PEMBAHASAN ......... 105 B.................................................. 110 BAB VI : PENUTUP .................................... Kesimpulan........ 106 C....... 113 B.................. 114 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN ................................ 105 A........................................................... Penilaian Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna ... 113 A.........................................................

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperaif melalui strategi crossword puzzle terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar akidah akhlak khususnya materi Asmaul Husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang. pada siklus I sebesar 72. dan pengalaman siswa menjadi bertambah. Motivasi Belajar. Kata kunci: Cooperative Learning. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Implementasi Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang. sedangkan bukti dari data kualitatif yang menjelaskan keantusiasan siswa terhadap strategi pembelajaran tersebut. yaitu: (1) perencanaan. wawancara.ABSTRAK Uma. Hal ini dapat diketahui dari hasil evaluasi yang menunjukkan peningkatan pada materi Asmaul Husna yang semula nilai rata-rata pretes sebesar 64. khususnya pengajaran agama Islam adalah bagaimana cara menyajikan materi kepada siswa secara baik sehingga diperoleh hasil yang efektif dan efisien. Cicik Rohmatul. dan (4) refleksi. Munculnya anggapan-anggapan yang kurang menyenangkan tentang pendidikan agama Islam. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar Asmaul Husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang. Sedangkan pengumpulan data menggunakan teknik observasi. Crossword Puzzle. (3) pengamatan. dan kesosialan yang tinggi terhadap manusia. Salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Zainuddin. (2) pelaksanaan. seperti Islam diajarkan lebih pada hafalan (padahal Islam penuh dengan nilai-nilai) yang harus dipraktekkan. Asmaul Husna. sebab pada model pembelajaran ini keaktifan siswa lebih diutamakan. Pembelajaran Akidah Akhlak merupakan bagian dari pembelajaran agama Islam yang mampu mengarahkan dan menghantarkan peserta didik ke fitrah yang benar. Dengan melibatkan mereka secara aktif dalam proses pembelajaran. Agar pembelajaran akhlak dapat tertanam dalam diri siswa dengan baik. kebersamaan. Dr. yaitu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo Malang. dan dokumentasi yang langsung dilakukan di lapangan. Seseorang baru bisa dikatakan memiliki kesempurnaan iman apabila dia memiliki budi pekerti/akhlak yang mulia. tertanamnya rasa kekeluargaan.4 dan pada siklus II sebesar 78. maka siswa akan mengalami atau bahkan menemukan ilmu pengetahuan secara mandiri. suasana kelas menjadi lebih hidup. .8. Sehingga permasalahan yang sering dijumpai dalam pengajaran. MA. maka banyak konsep model pembelajaran aktif yang ditawarkan. 2009. Sumber data dari penelitian ini adalah satu kelas. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Fakultas Tarbiyah. M. Tahapan penelitian ini dilakukan dengan 4 tahap.

hal. surau. 65. 3 Ibid. 35. Latar Belakang Masalah Kelahiran pendidikan agama yang sekarang ini kita kenal menjadi mata pelajaran tersendiri ataupun integralistik berakar pada persoalan pendidikan sekuler minus agama yang dikembangkan pemerintah penjajahan. perhatian terhadap madrasah atau pendidikan Islam umumnya terjadi sejak Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BPKIP) di masa setelah kemerdekaan mengeluarkan maklumatnya. 2005).BAB I PENDAHULUAN A.3 Madrasah merupakan salah satu lembaga sekolah yang di dalamnya termuat kurikulum dalam bidang agama Islam. jenjang pengajian kitab tingkat dasar dan pengajian tingkat lanjut.. kemudian dirubah ke jenjang salah satunya Madrasah Ibtidaiyah. Akhirnya masyarakat Indonesia menuntut pembelajaran agama kembali diajarkan. 2 . Dari segi jenjang pendidikan. dan madrasah berjalan terus dan ditingkatkan”. masjid. Ibarat bangunan. Pendidikan yang demikian ini dulu dinilai masyarakat sebagai bentuk penyelenggaraan pendidikan yang tercerabut dari akar budaya bangsa. hal. Begitu juga dengan Madrasah Muhammad Kholid Fathoni. yang isinya menganjurkan bahwa “Dalam memajukan pendidikan dan pengajaran agar dilaksanakan di langgar. mulanya madrasah identik dengan belajar mengaji AlQur’an.2 Bersamaan dengan perkembangan pendidikan di sekolah umum. pendidikan telah dibangun di atas ruang hampa. Pendidikan Islam dan Pendidikan Nasional {Paradigma Baru} (Jakarta: Departemen Agama RI Direktorat Jenderal Kelembagaan Islam.

maka didirikan sebuah lembaga pendidikan dasar berciri khas Islam yang bernama MI Sunan Kalijogo. Hal ini . Pendidikan agama Islam lebih ditekankan pada hubungan formalitas antara hamba dengan Tuhan-Nya. Banyak sekolah swasta yang mampu bersaing dengan sekolah–sekolah yang lain untuk mencetak generasi yang lebih baik. Hal ini menjadi tuntutan. sehingga MI ini telah berhasil menjalankan proses pembelajaran dengan baik. Usaha ini di lakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan lembaga pendidikan. Islam diajarkan lebih pada hafalan (padahal Islam penuh dengan nilai-nilai) yang harus dipraktekkan. MI ini mulai melakukan pengembanganpengembangan di berbagai bidang dan sarana prasarana yang bertujuan untuk menjadi sebuah Madrasah Ibtidaiyah yang berkualitas. karena adanya respon dan tuntutan masyarakat yang menghendaki untuk didirikannya suatu lembaga pendidikan. karena pendidikan merupakan kebutuhan yang mendasar dan sangat penting bagi masyarakat. Munculnya anggapan-anggapan yang kurang menyenangkan tentang pendidikan agama Islam seperti. Begitu juga yang terjadi di MI Sunan Kalijogo telah mampu mencetak siswa yang berkualitas. Dengan adanya fenomena seperti di atas. penghayatan nilai-nilai agama kurang mendapat penekanan dan masih terdapat sederet kritis terhadap pendidikan agama Islam.Ibtidaiyah Sunan Kalijogo merupakan suatu lembaga pendidikan yang bercirikan Islam yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Sunan Kalijogo. MI ini terletak di jalan Candi III/D Desa Karang Besuki Kecamatan Sukun Kabupaten Malang. Setelah berhasil.

yaitu rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Memang pola pembelajaran tersebut bukanlah khas pola pendidikan agama Islam. hal. materi ajar yang banyak. serta kurang menekankan pada pembentukan karakter bangsa4. Begitu juga permasalahan yang terjadi di MI Sunan Kalijogo khususnya masalah yang terjadi pada siswa kelas IV A. . Di samping masalah lainnya yang juga muncul adalah kurangnya perhatian guru agama terhadap variasi penggunaan metode pembelajaran dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran secara baik. Sehingga permasalahan yang sering dijumpai dalam pengajaran. 4 . 2006). 131. Masalah besar dalam pendidikan selama ini adalah kuatnya dominasi pusat dalam penyelenggaraan pendidikan sehingga yang muncul unifromsentralistik kurikulum.disebabkan penilaian kelulusan siswa dalam pelajaran agama diukur dengan berapa banyak hafalan dan mengerjakan ujian tertulis di kelas yang dapat didemonstrasikan oleh siswa. model hafalan dan monolog. Abdul Majid dan Dian Andayani. yang masih menggunakan model pembelajaran klasik. sehingga siswa segan belajar karena tidak mengetahui kegunaan mata pelajaran tersebut. Pendidikan secara umum pun diakui oleh para ahli dan pelaku pendidikan negara kita yang juga mengidap masalah yang sama. dan siswa merasa bosan yang mengakibatkan turunnya prestasi belajar siswa. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004 (Bandung :Remaja Rosdakarya. khususnya pengajaran agama Islam adalah bagaimana cara menyajikan materi kepada siswa secara baik sehingga diperoleh hasil yang efektif dan efisien.

. Dengan menerapkan model pembelajaran ini diharapkan kualitas pembelajaran akan lebih meningkat. maka siswa akan mengalami atau bahkan menemukan ilmu pengetahuan secara mandiri. sebab pendidikan pada masa kanak-kanak merupakan dasar yang menentukan untuk pendidikan selanjutnya. Oleh karena itu masalah akhlak merupakan salah satu pokok ajaran Islam yang harus diutamakan dalam pendidikan agam Islam untuk diajarkan kepada anak didik. Oleh karena itu. Sehingga apa yang mereka ketahui dan pahami akan menjadi pengetahuan yang mempribadi. Pembelajaran Akidah Akhlak merupakan bagian dari pembelajaran agama Islam yang mampu mengarahkan dan menghantarkan peserta didik ke fitrah yang benar. . Oleh sebab itu. Hal tersebut mendapat perhatian penuh dari guru. materi. hal. sebab pada model pembelajaran ini keaktifan siswa lebih diutamakan. Oleh karena itu pemakaian metode harus sesuai dan selaras dengan karakteristik siswa. orang tua. Dengan melibatkan mereka secara aktif dalam proses pembelajaran.Pembelajaran agama Islam harus dirubah menjadi pendekatan yang berorientasi pada peserta didik. kondisi lingkungan di mana pengajaran berlangsung. 5 Ibid.5 Model pembelajaran aktif nampaknya merupakan jawaban atas permasalahan tentang rendahnya motivasi belajar siswa di MI Sunan Kalijogo. pendidikan agama Islam hendaknya ditanamkan sejak kecil. Seseorang baru bisa dikatakan memiliki kesempurnaan iman apabila dia memiliki budi pekerti atau akhlak yang mulia. serta pihak-pihak yang berkecimpung di dalamnya. 138-139.

maka penelitian tentang “Implementasi Cooperative Learning Melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang” harus segera dilaksanakan. Bagaimana perencanaan cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa . dan penyimpanan materi pelajaran yang lebih lama terhadap siswa. untuk memecahkan permasalahan pembelajaran Akidah Akhlak tentang asmaul husna di MI Sunan Kalijogo pada siswa kelas IV A. hasil belajar. menumbuhkan kemampuan kerja sama. Berangkat dari pentingnya permasalahan yang terjadi di MI Sunan Kalijogo. Dari rumusan masalah di atas dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. B. maka dapat dirumuskan rumusan masalah penelitian sebagai berikut “Bagaimana implementasi cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang?”. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas.peneliti menggunakan model pembelajaran aktif (cooperative learning) melalui strategi crossword puzzle. Dengan menerapkan cooperative learning melalui strategi crossword puzzle. serta dapat meningkatkan motivasi. berpikir kritis. dan mengembangkan sikap sosial. dapat membantu siswa memahami makna asmaul husna yang sulit.

Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas. . maka tujuan penelitian adalah mendeskripsikan implementasi cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang. Bagaimana penilaian cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang? C. Untuk mendeskripsikan pelaksanaan cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang. Untuk mendeskripsikan perencanaan cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang. 3. 2. Bagaimana pelaksanaan cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang? 3. Dari tujuan di atas dapat dijabarkan sebagai berikut: 1.kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang? 2. Untuk mendeskripsikan penilaian cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang.

Bagi peneliti Dengan melaksanakan PTK peneliti sedikit demi sedikit mengetahui strategi pembelajaran Akidah Akhlak. khususnya implementasi cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar tentang asmaul husna. sehingga dapat digunakan sebagai bahan acuan bagi peneliti-peneliti berikutnya serta meningkatkan mutu pendidikan agama Islam. obyektif. Manfaat Penelitian 1. 2. b. Praktis Secara praktis. Teoritis Penelitian tindakan kelas dapat menambah wawasan mengenai bidang pembelajaran Akidah Akhlak. sebagai sarana untuk menerapkan pengalaman belajar yang telah diperoleh. serta sebagai bahan evaluasi selanjutnya yang bisa dijadikan titik tolak pada pembelajaran masa depan. serta merupakan usaha untuk melatih diri dalam memecahkan permasalahan yang ada secara kritis. Bagi guru Dengan adanya PTK menambah wawasan tentang peranan pembelajaran Akidah Akhlak dalam perubahan siswa dan guru. hasil penelitian tindakan kelas dapat memberikan manfaat bagi: a. dan ilmiah khususnya tentang pembelajaran asmaul husna. .D.

c. Ruang Lingkup Penelitian Untuk menghindari terjadinya pembahasan yang melebar dalam mata pelajaran Akidah Akhlak yang mencakup beberapa standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa. dengan strategi ini memungkinkan siswa terlibat secara aktif mengembangkan daya nalar serta mampu berfikir yang lebih kreatif sehingga memotivasi siswa untuk mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Bagi peserta didik Dengan adanya model cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam pembelajaran Akidah Akhlak khususnya asmaul husna diharapkan dapat membantu siswa yang bermasalah atau mengalami kesulitan belajar. . E. maka peneliti memfokuskan masalah ini pada implementasi cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa kelas IV A semester genap di MI Sunan Kalijogo Malang tahun pelajaran 2008/2009. Bagi sekolah Dengan adanya PTK dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi pelaksana pendidikan dalam mewujudkan sistem pembelajaran yang efektif dan efisien dengan guru yang berkualitas di masa depan dan sebagai bahan pertimbangan bagi pelaksana pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. d.

dan sistematika pembahasan. 2. 3. Motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku. yaitu mendatar dan menurun. merupakan pembahasan teori tentang implementasi cooperative learning melalui strategi crossword . Sistematika Pembahasan Pembahasan skripsi ini dibagi menjadi enam bab. G. dengan sistematika sebagai berikut: BAB I : Pendahuluan.F. Crossword puzzle adalah strategi pembelajaran teka-teki silang dengan template berbentuk segi empat yang terdiri dari kumpulan kotak-kotak yang dilengkapi dua lajur. BAB II : Kajian pustaka. maka dianggap perlu untuk mendefinisikan beberapa istilah sebagai berikut: 1. rumusan masalah. tujuan penelitian. Asmaul husna adalah nama-nama Allah yang jumlahnya ada 99 terdapat dalam Al-Qur’an. Cooperative learning adalah suatu model pembelajaran yang menekankan kepada proses kerja sama dalam suatu kelompok yang terdiri 4 sampai 6 siswa untuk menyelesaikan suatu masalah dalam materi pelajaran. definisi operasional. ruang lingkup penelitian. manfaat penelitian. Definisi Operasional Merujuk pada variabel yang diteliti. merupakan langkah awal yang berisikan latar belakang masalah. 4.

dan asmaul husna. visi dan misi madrasah. analisis kinerja. bagi pengembangan obyek penelitian ke pengumpulan temuan. BAB V BAB IV : Pembahasan secara terperinci mengenai hasil penelitian. Pre test. serta memaparkan data hasil penelitian (deskripsi siswa kelas IV A. setting penelitian. struktur organisasi. Dalam bab ini akan memuat pendekatan dan jenis penilitian. data. sarana dan prasarana. sejarah MI Sunan Kalijogo Malang. motivasi belajar. prosedur keabsahan penelitian. dan pengecekan tahap-tahap indikator . data. mengenai rancangan penelitian yang akan digunakan. merupakan pembahasan tentang jenis macam penelitian. merupakan deskripsi lokasi penelitian yang meliputi. sumber dan jenis data. BAB III : Metodologi beberapa penelitian. rencana tindakan. observasi. strategi crossword puzzle. kehadiran peneliti. tindakan. dan revisi perencanaan). BAB IV : Hasil penelitian. data guru dan siswa. mencakup tinjauan umum tentang model cooperative learning. refleksi. merupakan kesimpulan hasil penelitian serta saransaran konstruktif depan. instrumen penelitian. : Penutup. tujuan madrasah.puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna.

Hal ini sejalan dengan pendapat Anonim yang menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif merupakan strategi La Ode Arbiki. Contoh Proposal Eksperimen (http: www. Model pembelajaran kooperatif khususnya memiliki ciri yaitu mengutamakan kerjasama antara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tinjauan Tentang Model Cooperative Learning 1. pembelajaran ini mengutamakan kerjasama antara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. antara lain model pembelajaran langsung. Pengertian Model Cooperative Learning Secara umum istilah “model” diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu kegiatan. Masingmasing model pembelajaran memiliki ciri yang berbeda-beda. model pembelajaran konvensional dan model pembelajaran kooperatif.6 Model pembelajaran pembelajaran dari kelompok kooperatif model adalah salah satu jenis model pembelajaran sosial.com.BAB II KAJIAN PUSTAKA A.yahoo. model pembelajaran konseptual. 6 . diakses 18 Februari 2009 ). Model pembelajaran yang telah dikembangkan dan diuji keberlakuannya oleh pakar pendidikan. Ada beberapa model pembelajaran. umumnya berorientasi kepada pengembangan kemampuan siswa dalam mengolah dan mengatasi informasi yang diterima oleh mereka dengan menitikberatkan aspek intelektual akademis.

Selanjutnya Hamalik juga mengemukakan bahwa dalam pembelajaran kooperatif tujuan dirangkum oleh setiap anggota kelompok.7 Menurut Hamid Hasan cooperative mengandung pengertian bekerja bersama dalam mencapai tujuan bersama. 8 7 . 4. Kerja sama di sini dimaksudkan setiap anggota kelompok harus saling membantu.. setiap anggota kelompok harus memiliki tanggung jawab penuh Ibid. Dalam kegiatan kooperatif. dan sebaliknya. siswa secara individual mencari hasil yang menguntungkan bagi seluruh anggota kelompoknya. Kegagalan individu adalah kegagalan kelompok. 2007).8 Cooperative learning adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses kerja sama dalam suatu kelompok yang bisa terdiri 3 sampai 5 orang siswa untuk mempelajari suatu materi akademik yang spesifik sampai tuntas. Melalui cooperative learning siswa didorong untuk bekerja sama secara maksimal sesuai dengan keadaan kelompoknya. Jadi. hal.pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama untuk mencapai tujuan pembelajaran. jadi tujuan pembelajaran hanya mungkin tercapai jika ada kerjasama antara anggota kelompok. Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS (Jakarta: Bumi Aksara. Etin Solihatin. Oleh karena itu. belajar kooperatif adalah pemanfaatan kelompok kecil dalam pengajaran yang memungkinkan siswa bekerja bersama untuk memaksimalkan belajar mereka dan belajar anggota lainnya dalam kelompok tersebut. karena penilaian akhir ditentukan oleh keberhasilan kelompok.

2006). Setiap kelompok akan memperoleh penghargaan (reward). dan masyarakat. atau suku yang berbeda (heterogen). hal. Setiap individu akan saling membantu. Dengan demikian. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (Jakarta: Kencana. hal. Ketergantungan semacam itulah yang selanjutnya akan memunculkan tanggung jawab individu terhadap kelompok dan keterampilan interpersonal dari setiap anggota kelompok. 176-177. . kerjasama dengan anggota keluarga. ras. mereka akan mempunyai motivasi untuk keberhasilan kelompok. 10 A.terhadap kelompoknya. Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam. jika kelompok mampu menunjukkan prestasi yang dipersyaratkan. jenis kelamin.10 Jadi pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokkan/tim kecil. setiap anggota kelompok akan mempunyai ketergantungan positif. kerjasama dengan pihak sekolah (tenaga kependidikan yang ada di sekolah/madrsah). (Malang: UIN Malang Press.9 Pembelajaran kooperatif adalah upaya yang dilakukan oleh seorang pendidik untuk membelajarkan peserta didik melalui jalinan kerjasama/gotong royong antar berbagai komponen. sehingga setiap individu akan memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan kontribusi demi keberhasilan 9 Wina Sanjaya. baik kerjasama antar peserta didik (belajar secara berkelompok di kelas). yaitu antara 4 sampai 6 orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik. Sistem penilaian dilakukan terhadap kelompok. Fatah Yasin. 2008). 106-107.

Tugas kooperatif (cooperative task) berkaitan dengan hal yang menyebabkan anggota bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kelompok. b.. bahwa melalui kooperatif setiap siswa akan saling membantu dalam belajar karena mereka menginginkan semua anggota kelompok memperoleh keberhasilan. mendorong dan memotivasi anggota lain menguasai materi pelajaran. 2007). 242-243. Prespektif sosial. 12 Ibid.12 Menurut Slavin.11 Pembelajaran kooperatif mempunyai dua komponen utama.kelompok. 11 . Struktur insentif dianggap sebagai keunikan dari pembelajaran kooperatif. bahwa dengan adanya interaksi anggota kelompok dapat mengembangkan prestasi siswa untuk Wina Sanjaya. dan Chambers berpendapat bahwa belajar melalui kooperatif dapat dijelaskan dari beberapa prespektif. karena melalui struktur intensif setiap anggota kelompok bekerja sama untuk belajar. hal. c. ehingga mencapai tujuan kelompok. yaitu: a. Prespektif motivasi. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan (Jakarta: Kencana. Struktur kooperatif insentif (cooperative incentive structure) merupakan sesuatu yang membangkitkan motivasi individu untuk bekerja sama mencapai tujuan kelompok. b. bahwa peghargaan yang diberikan kepada kelompok memungkinkan setiap anggota kelompok akan saling membantu. Abrani. yaitu: a. Prespektif perkembangan kognitif.

Hal tersebut mendorong tumbuhnya rasa ke”kami”an dan mencegah rasa ke”aku”an. Hari Suderadjat. Roger dan David Johnson mengatakan bahwa tidak semua kerja kelompok bisa dianggap cooperative learning.cit.berpikir mengolah berbagai informasi. bahwa setiap siswa akan berusaha untuk memahami dan membina informasi untuk menambah pengetahuan kognitifnya. dimana kadang-kadang mereka harus menolong seorang anggota secara khusus. juga merupakan nilai sosial bangsa Indonesia yang perlu dipertahankan. Prespektif elaborasi kognitif. untuk itu harus diterapkan lima unsur model pembelajaran gotong royong yaitu : Wina Sanjaya. selain dapat mendorong tumbuhnya gagasan yang lebih bermutu dan meningkatkan kreativitas siswa. loc. tetapi ada unsur-unsur dasar yang membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan asal-asalan. hal. pola belajar kelompok dengan cara kerja sama antar siswa. 114-115. Apabila individu-individu ini bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.14 2. 2004).13 Jadi. 14 13 . Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) (Bandung: Cipta Cekas Grafika. d. Unsur-Unsur Cooperative Learning Model pembelajaran cooperative learning tidak sama dengan sekadar belajar kelompok. ketergantungan timbal-balik atau saling ketergantungan antar mereka akan memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras demi keberhasilan secara bersama-bersama.

memanfaatkan kelebihan. Komunikasi antar anggota Unsur ini menghendaki agar para siswa dibekali dengan berbagai keterampilan berkomunikasi. Untuk menciptakan kelompok kerja yang efektif. c. Jika tugas dan pola penilaian dibuat menurut prosedur model cooperative learning. pengajar perlu menyusun tugas sedemikian rupa sehingga setiap anggota kelompok harus menyelesaikan tugasnya sendiri agar yang lain dapat mencapai tujuan mereka. Tanggung jawab perseorangan. Pendidik yang efektif dalam model cooperative learning membuat persiapan dan menyusun tugas sedemikian rupa. Tatap muka. Saling ketergantungan positif. Inti dari sinergi ini adalah menghargai perbedaan. Kegiatan interaksi ini akan memberikan para siswa untuk membentuk sinergi yang menguntungkan semua anggota. karena keberhasilan suatu kelompok juga . Keberhasilan suatu karya sangat bergantung pada usaha setiap anggotanya. d. dan mengisi kekurangan. setiap siswa akan merasa bertanggung jawab untuk melakukan yang terbaik. b. Dalam cooperative learning setiap kelompok harus diberikan kesempatan untuk bertatap muka dan berdiskusi.a. sehingga masing-masing anggota kelompok harus melaksanakan tanggung jawabnya sendiri agar tugas selanjutnya dalam kelompok dapat dilaksanakan.

Pendidik perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif. e. Waktu evaluasi ini tidak perlu dilaksanakan setiap ada kerja kelompok. tetapi bisa dilaksanakan selang beberapa waktu setelah beberapa kali siswa terlibat dalam kegiatan cooperative learning. Namun. Sedangkan menurut Ibrahim model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidaktidaknya tiga tujuan pembelajaran. 29-33 15 . Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperative Learning di RuangRuang Kelas. proses ini merupakan proses yang sangat bermanfaat dan perlu ditempuh untuk memperkaya pengalaman belajar dan pembinaan perkembangan mental dan emosional para siswa. Keterampilan berkomunikasi dalam kelompok juga merupakan proses panjang. 2007). (Jakarta: Gramedia. Evaluasi proses kelompok. Tujuan Cooperative Learning Menurut Slavin tujuan dari pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi di mana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya.15 3. yaitu: Anita Lie.bergantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling mendengarkan dan kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapat mereka. hal.

yahoo. kelas sosial. Pembelajaran kooperatif memberi peluang bagi siswa dari berbagai latar belakang dan kondisi untuk saling menghargai satu sama lain. Pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja bersama menyelesaikan tugas-tugas akademik.com. Penerimaan terhadap perbedaan individu Pembelajaran kooperatif adalah penerimaan secara luas dari orang-orang yang berbeda berdasarkan ras. dan memperbaiki prestasi siswa atau tugas-tugas akademis penting lainnya.a. Model struktur penghargaan kooperatif telah dapat meningkatkan nilai siswa pada belajar akademik dan perubahan norma yang berhubungan dengan hasil belajar.16 Novi Emildadiany. c. Pengembangan keterampilan sosial Pembelajaran kooperatif adalah mengajarkan kepada siswa keterampilan bekerja sama dan kolaborasi. Keterampilan-keterampilan sosial. b. Hasil belajar akademik Dalam belajar kooperatif mencakup beragam tujuan sosial. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep sulit. 16 . Cooperative Learning-Teknik Jigsaw (http: www. kemampuan. dan ketidakmampuannya. diakses 18 Februari 2009 ). penting dimiliki oleh siswa sebab saat ini banyak anak muda masih kurang dalam keterampilan sosial. budaya.

adanya akuntabilitas individual yang mengukur penguasaan materi pelajaran tiap anggota kelompok. adanya saling ketergantungan positif. CL. Jenis kelamin. Sedangkan. yaitu: learning a. dan saling memberikan motivasi sehingga ada interaksi promotif. etnik. dalam pembelajaran konvensional guru sering membiarkan adanya siswa yang mendominasi kelompok atau menggantungkan diri pada kelompok.Ada perbedaan pokok (CL) antara dengan kelompok kelompok belajar belajar kooperatif/cooperative konvensional. CL. dalam pembelajaran konvensional akuntabilitas individual sering diabaikan sehingga tugas-tugas sering diborong oleh salah seorang anggota kelompok sedangkan anggota kelompok lainnya hanya “mendompleng” keberhasilan “pemborong”. baik dalam kamampuan akademik. dalam pembelajaran konvensional kelompok belajar biasanya homogen. c. ras. pimpinan kelompok dipilih secara demokratis atau bergilir untuk memberikan pengalaman memimpin bagi para anggota kelompok. kelompok belajar heterogen. dan sebagainya sehingga dapat saling mengetahui siapa yang memerlukan dan siapa yang memberikan bantuan. dan kelompok diberi umpan balik tentang hasil belajar para anggotanya sehingga dapat saling mengetahui siapa yang memerlukan bantuan dan siapa yang dapat memberikan bantuan. d. Sedangkan. CL. CL. . Sedangkan. b. saling membantu.

dalam antar pribadi yang saling pembelajaran konvensional menghargai). tetapi juga hubungan interpersonal (hubungan Sedangkan. dalam pembelajaran konvensional pemimpin kelompok sering ditentukan oleh guru atau kelompok dibiarkan untuk memilih pemimpinnya dengan cara masing-masing. mempercayai orang lain. Sedangkan. f. CL. g. Sedangkan. CL.Sedangkan. keterampilan sosial yang diperlukan dalam kerja gotong royong seperti kepemimpinan. dalam pembelajaran konvensional keterampilan sering tidak langsung diajarkan. dalam pembelajaran konvensional pemantauan melalui observasi dan intervensi sering tidak dilakukan oleh guru pada saat belajar kelompok sedang berlangsung. kemampuan berkomunikasi. h. penekanan tidak hanya pada penyelesaian tugas. guru memperhatikan secara proses kelompok yang terjadi dalam kelompok-kelompok belajar. Sedangkan. . dan mengelola konflik secara langsung diajarkan. pada saat belajar kooperatif sedang berlangsung guru terus melakukan pemantauan melalui observasi dan melakukan intervensi jika terjadi masalah dalam kerja sama antar anggota kelompok. dalam pembelajaran konvensional guru sering tidak memperhatikan proses kelompok yang terjadi dalam kelompok-kelompok belajar. e. CL. CL.

hal.18 Keterampilan sosial atau kooperatif berkembang secara signifikan dalam pembelajaran kooperatif.. hal.cit. 45. Pembelajaran kooperatif sangat tepat digunakan untuk melatih keterampilan-keterampilan kerjasama dan kolaborasi. unggul dalam membantu siswa memahami konsep-komsep yang sulit. 19 Ibid. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari proses pembelajaran yang menekankan kepada proses kerja sama dalam kelompok. tetapi juga adanya unsur kerja sama untuk penguasaan materi tersebut. Karakteristik Cooperative Learning Pembelajaran kooperatif berbeda dengan strategi pembelajaran yang lain. Tujuan yang ingin dicapai tidak hanya kemampuan akademik dalam pengertian penguasaan bahan pelajaran. dan membantu siswa menumbuhkan kemampuan berpikir kritis. 20 Wina Sanjaya. Adanya kerja sama inilah yang menjadi ciri khas dari pembelajaran kooperatif. serta keterampilan-keterampilan tanya jawab.penekanan sering hanya pada penyelesaian tugas.19 4.17 Para ahli telah menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. hal. 244. 2007).20 Trianto. op. 17 . Model-Model pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik (Jakarta: Prestasi Pustaka. 18 Ibid. 43-44.

Untuk itulah. menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif memerlukan perencanaan yang matang agar proses pembelajaran berjalan secara efektif.Terdapat beberapa karakteristik strategi pembelajaran kooperatif. menunjukkan bahwa dalam pembelajaran kooperatif perlu ditentukan kriteria keberhasilan baik melalui tes maupun nontes. Oleh karena itu. melalui langkah-langkah pembelajaran yang sudah ditentukan termasuk ketentuan-ketentuan yang sudah disepakati bersama. (3) organisasi. menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah pekerjaan bersama antar setiap anggota kelompok. Pembelajaran secara tim. oleh sebab itu perlu diatur tugas dan tanggung jawab setiap anggota kelompok. Tim merupakan tempat untuk mencapai tujuan. tim harus mampu membuat setiap siswa belajar. Didasarkan pada manajemen kooperatif Dalam pembelajaran kooperatif mempunyai empat fungsi pokok. kriteria keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh keberhasilan tim. Semua anggota tim harus saling membantu untuk mencapai tujuan pembelajaran. diantaranya yaitu: a. b. yaitu: (1) perencanaan. . Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran secara tim. (2) pelaksanaan. menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif harus dilaksanakan sesuai dengan perencanaan. dan (4) kontrol.

. Kemauan untuk bekerja sama Keberhasilan pembelajaran kooperatif ditentukan oleh keberhasilan secara kelompok. op. Langkah-langkah itu ditunjukkan pada Tabel berikut:22 dan memberikan kontribusi kepada keberhasilan 21 22 Ibid. hal. kelompok. 244-246. d. sehingga setiap siswa dapat menyampaikan ide. Setiap anggota kelompok bukan saja harus diatur tugas dan tanggung jawab masing-masing. siswa perlu didorong untuk ikut dan sanggup berinteraksi berbagai hambatan dam berinteraksi dan berkomunikasi.c. prinsip bekerja sama perlu ditekankan dalam proses pembelajaran kooperatif. 48-49.21 Terdapat enam langkah utama atau tahapan dalam pelajaran yang menggunakan pembelajaran kooperatif. akan tetapi juga ditanamkan perlunya saling membantu. Oleh sebab itu.cit. Keterampilan bekerja sama Kemauan untuk bekerja sama itu kemudian dipraktikkan melalui aktivitas dan kegiatan yang tergambarkan dalam keterampilan bekerja sama. hal. mengemukakan pendapat. Dengan demikian. Trianto.

Fase-3 Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok kooperatif Guru menjelaskan caranya belajar dan agar kepada siswa bagaimana kelompok setiap membentuk membantu melakukan kelompok transisi secara efisien.1 Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif Fase Fase-1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Tingkah Laku Guru Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar. Fase-2 Menyajikan informasi Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan. Fase-6 Memberikan penghargaan Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing -masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. . Fase Fase-4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar Fase-5 Evaluasi Tingkah Laku Guru Guru membimbing kelompokkelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugasnya.Tabel 2.

b. Siswa membuat pertanyaan sendiri sehingga akan merasa lebih terdorong untuk belajar dan menjawab pertanyaan yang dibuat oleh teman-teman sekelasnya. Teknik. Berpikir-berpasangan-berempat. Teknik ini memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain. Berkirim salam dan soal. c. Keunggulan lain dari teknik ini adalah optimalisasi partisipasi siswa.5. Kegiatan ini cocok untuk persiapan menjelang tes dan ujian. Teknik belajar mengajar bertukar pasangan memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dengan orang lain. d. Salah satu keunggulan teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Teknik belajar mengajar mencari pasangan (make a match) dikembangkan oleh Larna Curran (1994). Teknik belajar mengajar ini dikembnagkan oleh Frank Lyman dan Spencer Kagam sebagai struktur kegiatan pembelajaran kooperatif. . Teknik belajar mengajar ini memberi kesempatan kepada siswa untuk melatih pengetahuan dan keterampilan mereka. Bertukar pasangan.Teknik Cooperative Learning Teknik-teknik yang digunakan dalam pembelajaran kooperatif diantaranya: a. Mencari pasangan.

Kepala bernomor.cit. Melalui cooperative learning siswa tidak telalu menggantungkan pada guru. Teknik belajar mengajar Kepala Bernomor dikembangkan oleh Spencer Kagan (1992). Kepala bernomor struktural. hal. Teknik ini Memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat selain itu. Dua Tinggal Dua Tamu. Dengan teknik ini siswa belajar melaksanakan tanggung jawab pribadinya dalam saling keterkaitan dengan rekan-rekan kelompoknya.e. sehingga memudahkan untuk mengerjakan tugas.23 6. Teknik ini memberi kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi dengan kelompok lain.55-61. dapat mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerja sama mereka. f. Teknik belajar mengajar Dua Tinggal Tamu juga dikembangkan oleh Spencer Kagan (1992) dan bisa digunakan bersama dengan teknik Kepala Benomor.. akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berpikir 23 Anita Lie. Keunggulan dan Kelemahan Cooperative Learning Keunggulan pembelajaran kooperatif sebagai suatu strategi pembelajaran diantaranya: a. g. . Teknik belajar mengajar ini sebagai modifikasi dari Kepala Bernomor. op.

hubungan interpersonal yang positif dengan yang lain. dan belajar dari siswa yang lain. .sendiri. c. dan sikap positif terhadap sekolah. mengembangkan keterampilan memanage waktu. Cooperative learning dapat membantu memberdayakan setiap siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar. Cooperative learning dapat membantu anak untuk respek pada orang lain dan menyadari akan segala keterbatasannya serta menerima segala perbedaan. termasuk mengembangkan rasa harga diri. f. Cooperative learning dapat meningkatkan kemampuan siswa menggunakan informasi dan kemampuan belajar abstrak menjadi nyata (riil). menerima umpan balik. Melalui cooperative learning dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri. Siswa dapat berpraktik memecahkan masalah tanpa takut membuat masalah. karena keputusan yang dibuat adalah tanggung jawab kelompoknya. Cooperative learning merupakan suatu strategi yang cukup ampuh untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial. e. d. Cooperative learning dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan membandingkannya dengan ide-ide orang lain. b. g. menemukan informasi dari berbagai sumber.

c. 24 Wina Sanjaya. contohnya mereka akan merasa terhambat oleh siswa yang dianggap kurang memiliki kemampuan. op.cit. bisa terjadi cara belajar yang demikian apa yang seharusnya dipelajari dan dipahami tidak pernah dicapai oleh siswa. bahwa sebenarnya hasil atau prestasi yang diharapkan adalah prestasi setiap induvidu siswa. Namun demikian. pembelajaran kooperatif juga memiliki kelemahan. dan hal ini tidak mungkin dapat tercapai hanya dengan satu kali atau berkali-kali penerapan pembelajaran ini. Untuk siswa yang dianggap memiliki kelebihan. d. Oleh karena itu. Hal ini berguna untuk proses pendidikan jangka panjang.h. Akibatnya. Penilaian yang diberikan dalam cooperative learning didasarkan kepada hasil kerja kelompok. Ciri utama dari cooperative learning adalah bahwa siswa saling membelajarkan. b.24 Di samping keunggulan. guru perlu menyadari. Interaksi selama kooperatif berlangsung dapat meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir. hal. Keberhasilan cooperative learning dalam upaya mengembangakan kesadaran berkelompok memerlukan waktu yang cukup panjang. maka dibandingkan dengan pengajaran langsung dari guru. 249-250 . keadaan semacam ini dapat mengganggu iklim kerja sama dalam kelompok. jika tanpa peer teaching yang efektif. diantanranya: a.

Dengan demikian strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Untuk mencapai kedua hal itu dalam cooperative learning memang bukan pekerjaan yang mudah. Oleh karena itu. siswa juga harus belajar bagaimana membangun kepercayaan diri. Untuk menyelesaikan permainan ini. akan tetapi banyak aktivitas dalam kehidupan yang hanya didasarkan pada kemampuan secara individual. idealnya melalui cooperative learning selain siswa belajar bekerja sama. keseluruhan kotak yang berwarna putih 25 Ibid. B.R.25 Crossword puzzle merupakan suatu game dengan template berbentuk segi empat yang terdiri dari kumpulan kotak-kota berwarna hitam putih serta dilengkapi dua lajur. 126. or series of activities designed to achieves a particular educational goa”l. Tinjauan Tentang Strategi Crossword Puzzle 1. yaitu mendatar (kumpulan kotak yang membentuk satu baris dan beberapa kolom ) dan menurun (kumpulan kotak yang membentuk satu kolom dan beberapa baris). . David strategi diartikan sebagai: ”a plan method.e. Walaupun kemampuan bekerja sama merupakan kemampuan yang sangat penting untuk siswa. menurut J. Pengertian Strategi Crossword Puzszle Dalam dunia pendidikan. hal.

harus terisi dengan kata-kata yang tersedia dalam kumpulan kata yang ada.1. . hal. Analisa Penerapan Algoritma Backtracking. Secara spesifik crossword puzzle merupakan suatu game yang memungkinkan user memasukkan kata yang bersesuaian dengan panjang kotak yang tersedia secara berkesinambungan sampai seluruh kotak terisi penuh. Aturan pengisian kata-kata tersebut berhubungan dengan penyamaan jumlah kotak dengan jumlah karakter pada kata dan pengisian kata-kata ke dalam kotak pada crossword puzzle secara berkesinambungan. pada Game “ Crossword Puzzle ” (http:www.com.yahoo.26 Gambar 2. diakses 18 Februari 2009). Template Crossword Puzzle 26 Ajeng Wirasati dan Ronny Adry. 1-2.

Crossword puzzle merupakan salah satu permainan yang dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran yang baik dan menyenangkan tanpa kehilangan esensi belajar yang sedang berlangsung, bahkan dapat melibatkan partisipasi siswa secara aktif sejak awal.27

2. Langkah-Langkah Strategi Crossword Puzzle Adapun cara membuat Crossword Puzzle adalah terlebih dahulu guru hendaknya menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan, seperti kertas HVS, penggaris, pensil, ballpoint, spidol, dan penghapus. Adapun prosedur permainannya sebagai berikut: a. Menulis kata-kata kunci, terminologi atau nama-nama yang

berhubungan dengan materi pelajaran yang telah diajarkan. b. Membuat kisi-kisi yang dapat diisi dengan kata-kata yang telah dipilih dan hitamkan bagian yang tidak diperlukan. c. Membuat pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya adalah kata-kata yang telah dibuat atau yang mengarah pada kata-kata tersebut. d. Membagi kelas menjadi beberapa kelompok. e. Setiap kelompok diberi selembar teka-teki yang sama dengan kelompok lain. f. Memberikan batas waktu untuk mengerjakan teka-teki tersebut. g. Setelah waktu yang ditentukan habis, setiap kelompok membacakan hasilnya secara bergantian.
27

Hisyam, dkk, Strategi Pembelajaran di Perguruan Tinggi, (Yogyakarta: CTSD, 2002),

hal. 68.

h. Mengoreksi hasil kerja kelompok dan memberi hadiah kepada kelompok yang mengerjakan paling cepat dan benar.28 Selain Crossword Puzzle (teka-teki silang), terdapat permainan puzzle yang lain, yaitu mengisi lembaran berupa teka-teki berdasarkan topik-topik tertentu dengan menandai jawaban yang benar. Permainan puzzle sangat menarik bila dikaitkan dengan pembelajaran akidah akhlak pada materi asmaul husna . Permainan puzzle berupa tulisan tersebut diperlihatkan dalam pembelajaran akidah akhlak bertujuan untuk melatih daya ingat tentang materi yang telah diajarkan. Permainan ini dapat menimbulkan semangat kerjasama dan kreativitas siswa serta melatih mereka untuk berfikir sistematis.29

3. Kelebihan dan Kelemahan Strategi Crossword Puzzle Kelebihan strategi crossword puzzle dalam proses pembelajaran diantaranya, yaitu: a. Melalui strategi crossword puzzle siswa sedikit banyak telah memunculkan semangat belajar dan rasa percaya diri pada setiap siswa. Karena strategi ini dapat memacu diri siswa untuk lebih menggali konsep-konsep materi yang diajarkan sehingga menghasilkan rasa keingintahuan dan percaya diri yang tinggi.

28 Melvin L. Silberman, Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif, (Bandung: Nuansa, 2006), h. 238-239. 29 Nunu A. Hamijaya dan Nunung K. Rukmana, Cara Mudah Bergembira bersama AlQur’an, (Bandung: Jembar, 2007), hal. 112.

b. Melalui penerapan strategi crossword puzzle ini siswa belajar untuk lebih menggali potensi yang ada pada dirinya dan dapat lebih menghargai talenta yang telah dianugerahkan Tuhan kepadanya. Selain itu siswa juga belajar untuk menghargai kelebihan dan kekurangan masing-masing. c. Strategi ini sangat efektif karena mampu meningkatkan aktivitas dan kreatifitas siswa dalam bentuk interaksi baik antara siswa dengan guru maupun antara siswa dengan siswa lainnya. Bahkan interaksi ini lebih didominasi oleh interaksi antara siswa dengan siswa sedangkan guru hanya bersifat sebagai moderator saja. d. Secara keseluruhan strategi ini mampu menciptakan proses

pembelajaran yang menyenangkan yang pada akhirnya diharapkan akan meningkatkan minat dan motivasi pada siswa. e. Sifat kompetitif yang ada dalam permainan crossword puzzle dapat mendorong pesereta didik berlomba-lomba untuk maju.30 Selain berbagai kelebihan, ada juga beberapa kelemahan strategi crossword puzzle dalam proses pembelajaran diantaranya, yaitu: a. Sedikitnya waktu pembelajaran yang tersedia sedangkan materi yang harus diajarkan sangat banyak. Dalam Kurikulum Berbasis

Kompetensi (KTSP) dikatakan bahwa guru memiliki kewenangan untuk memilih materimateri esensial yang akan diajarkan kepada siswanya, sedangkan kenyataannya adalah masih adanya tes bagi siswa
Piping Sugiharti, Penerapan Teori Multiple Intelligence dalam Pembelajaran Fisika, Jurnal Pendidikan Penabur - No.05/ Th.IV/ Desember 2005 (http:www.yahoo.com, diakses 6 Agustus 2009), hal. 40-41.
30

31 31 Ibid. Sedang pemahaman tentang materi mana yang dianggap esensial dan materi mana yang kurang esensial bagi setiap guru bisa saja berbeda-beda. b. d. dengan soal-soal yang notabene bukan berasal dari guru yang bersangkutan. c. peserta yang lebih dahulu selesai (berhasil) dalam permainan crossword puzzle belum dapat dijadikan ukuran bahwa dia seorang siswa lebih pandai dari lainnya. mau tidak mau guru harus mengajarkan semua materi yang ada dalam buku paket. Akhirnya. 41-42 . Hal ini juga dapat menggangu konsentrasi guru dan siswa yang berada di kelas lain. Adakalanya siswa berteriak atau bertepuk tangan untuk mengungkapkan kegembiraannya ketika mereka mampu memecahkan suatu masalah. Kebanyakan guru sudah merasa nyaman dengan metode ceramah sehingga mereka enggan untuk mencoba hal-hal yang baru karena dianggap merepotkan. hal. Penerapan strategi crossword puzzle dalam ruang kelas juga memungkinkan terjadinya diskusi hangat dalam kelas. e.. Adanya keengganan dari para guru untuk mengubah paradigma lama dalam pendidikan. Banyak mengandung unsur spekulasi. Tidak semua materi pelajaran dapat dikomunikasikan melalui permainan crossword puzzle dan Jumlah peserta didik yang relatif besar sulit melibatkan seluruhnya.(ujian nasional dan ujian sekolah contohnya).

mempertahankan. yakni perubahan tingkah laku. Oemar Hamalik. Pendapat lain mengatakan belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Pengertian Motivasi Belajar Menurut McDonald motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif dan reaksi untuk mencapi tujuan. 2007). 36- 173. Dibandingkan dengan pengertian yang pertama. hal. baik jangka panjang atau pendek. Belajar bukan hanya mengingat. yakni mengalami. melainkan perubahan kelakuan. akan tetapi lebih luas. . hanya berbeda cara atau usaha pencapaiannya. atau tujuan yang bermanfaat. Kurikulum dan Pembelajaran (Jakarta: Bumi Aksara. hal. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan. Dalam hal ini tugas guru adalah membantu siswa untuk memilih topik. maka jelas tujuan belajar itu prinsipnya sama. Psikologi Belajar dan Mengajar (Bandung: Sinar Baru. dan mengontrol minatminat. suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. motivasi adalah proses membangkitkan. Tinjauan Tentang Motivasi Belajar 1.33 Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Sebagai suatu masalah di dalam kelas. kegiatan. Belajar adalah perubahan tingkah kalu secara relatif permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik atau 32 Oemar Hamalik. 32 Belajar adalah suatu proses.C. 1992). 33 37.

. Uno. Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a. c. Sebagai pengarah. e. Adanya harapan dan cita-cita masa depan. d. Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar. 2007). 35 Ibid. b. 34 . yaitu mendorong timbulnya suatu tingkah laku atau perbuatan. fungsi motivasi meliputi sebagai berikut: a. Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan (Jakarta: Bumu Aksara. yaitu mengarahkan perbuatan pencapaian tujuan yang diinginkan. f. Adanya lingkungan belajar yang kondusif. Jadi. Adanya hasrat dan keinginan berhasil. Hamzah B.penguatan yang dilandasi tujuan untuk mencapai tujuan tertentu. b. 34 Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku. pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Tanpa motivasi maka tidak akan timbul sesuatu perbuatan seperti belajar. Hal ini mempunyai peranan besar dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. 23. Sebagai pendorong. sehingga memungkinkan siswa dapat belajar dengan baik.35 Motivasi dianggap penting dalam upaya belajar dan pembelajaran karena mendorong timbulnya tingkah laku dan mempengaruhi serta mengubah tingkah laku. Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar. hal. Adanya penghargaan dalam belajar.

di samping itu timbul keberaniannya sehingga ia tidak takut dan malu lagi. hal. Ngalim Purwanto.37 Setiap tindakan motivasi mempunyai tujuan. Ibid.38 36 37 Oemar Hamalik. dan kepribadian orang yang akan dimotivasi. 73. Dengan pujian itu. Tujuan Motivasi Belajar Secara umum tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau menggugah seseorang agar timbul keinginan dan kemauannya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau mencapai tujuan tertentu. M. 73-74. kebutuhan. yaitu menggerakkan tingkah laku seseorang. Oleh karena itu. Sebagai contoh seorang guru memberikan pujian kepada siswa yang maju ke depan kelas dan dapat mengerjakan soal di papan tulis. dalam diri anak tersebut timbul rasa percaya pada diri sendiri.cit. op. 38 . Sebagai penggerak. 2006). tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau memacu siswa agar timbul keinginan dan kemauannya untuk meningkatkan prestasi belajarnya sehingga tercapai tujuan pendidikan sesuai dengan yang diharapkan dan ditetapkan dalam kurikulum sekolah. makin jelas pula bagaimana tindakan memotivasi itu dilakukan.36 2. Makin jelas tujuan yang diharapkan. hal. 108. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan. hal.c. setiap orang akan memberikan motivasi harus mengenal dan memahami latar belakang. Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya. Bagi guru.

Pujian lebih efektif daripada hukuman. Motivasi instrintik adalah motivasi yang timbul sebagai akibat dari diri individu sendiri tanpa ada paksaan dan dorongan dari orang lain. Motivasi instrintik (dari dalam individu) lebih efektif daripada motivasi esktrintik (dari luar). . b. suruhan. b.39 Menurut Kenneth H. Menjadi Guru Profesional (Bandung: Remaja Rosdakarya. Semua siswa mempunyai kebutuhan-kebutuhan psikologis (yang bersifat dasar) tertentu yang harus mendapat kepuasan. karena adanya ajakan.3. tetapi atas kemauan sendiri. yaitu: a. Oleh karena itu. Hover. Terhadap jawaban (perbuatan) yang serasi (sesuai dengan keinginan) 39 Moh. ia rajin belajar tanpa ada suruhan dari orang lain. hal. 1995). motivasi belajar dapat dibagi menjadi dua macam. 29. Misalnya seseorang mau belajar karena disuruh oleh orang tua agar mendapat peringkat pertama di kelasnya. Macam-macam Motivasi Belajar Berdasarkan pengertian di atas. Motivasi ekstrintik adalah motivasi yang timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu. atau paksaan dari orang lain yang akhirnya dapat melakukan sesuatu atau belajar. maka diperlukan prinsip-prinsip motivasi sebagai berikut: a. Misalnya anak mau belajar karena ingin memperoleh ilmu pengetahuan dan ingin menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa. Uzer Usman. untuk mendorong motivasi belajar terhadap siswa. d. c.

seperti tingkat kesehatan indera pendengar dan penglihat. Faktor internal. h. Pujian-pujian yang datangnya dari luar kadang-kadang diperlukan dan cukup efektif untuk merangsang minat yang sebenarnya. dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. hal.perlu dilakukan usaha pemantauan atau penguatan. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan menjadi tiga macam. .40 4. Kondisi organ-organ khusus. f. i. Pemahaman yang jelas terhadap tujuan-tujuan akan merangsang motivasi. 163-165. g. Motivasi itu mudah menjalar atau tersebar terhadap orang lain. yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi dua aspek. yaitu: a. yaitu: 1) Aspek fisiologis (jasmaniah). 2007). Proses Belajar Mengajar (Jakarta: Bumi Aksara. Kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya. 40 Oemar Hamalik. e. Tugas-tugas yang dibebankan oleh diri sendiri akan menimbulkan minat yang lebih besar untuk mengerjakannya daripada apabila tugastugas itu dipaksakan oleh guru. Teknik dan proses mengajar yang bervariasai adalah efektif untuk memelihara minat siswa.

tempat tinggal siswa. dan (e) motivasi siswa. dan temanteman sepermainan di sekitar perkampungan siswa tersebut). yaitu faktor yang berasal dari luar diri siswa. (c) bakat siswa. Faktor ini terdiri atas dua macam. yaitu jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi pelajaran. (d) minat siswa. Banyak faktor yang termasuk aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas perolehan belajar siswa. c. tetangga. 2) lingkungan nonsosial. meliputi: gedung sekolah. keadaan cuaca. b. yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa. dan waktu belajar yang digunakan siswa dapat menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. staf administrasi. dan orang tua atau keluarga dapat mempengaruhi semangat belajar siswa.juga dapat mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyerap informasi dan pengetahuan. Faktor pendekatan belajar. khususnya yang disajikan di kelas. di antara faktor-faktor rohaniah siswa yang pada umumnya dipandang lebih esensial adalah (a) tingkat intelegensi atau kecerdasan siswa. seperti sekolah (para guru. (b) sikap siswa. Faktor ini juga berpengaruh . dan teman-teman sekelas). yaitu: 1) lingkungan sosial. Faktor eksternal. 2) Aspek psikologis (rohaniah). siswa (masyarakat. alat-alat belajar. Namun.

Psikologi Belajar (Jakarta: RajaGrafindo Persada. mungkin sekali berpeluang untuk meraih perstasi belajar yang bermutu daripada siswa yang menggunakan pendekatan belajar surface atau reproductive (rendah). Pace Making (membuat tujuan sementara atau dekat). 144-155. yaitu: a. Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan. guru hendaknya berusaha dengan berbagai cara. b. Beberapa cara membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam menumbuhkan motivasi instrinsik. . sehingga dengan demikian siswa berusaha untuk mencapai indikator tersebut. Kompetensi (persaingan).terhadap taraf keberhasilan proses belajar siswa tersebut. Seorang siswa yang terbiasa mengaplikasikan pendekatan belajar deep (menengah) misalnya.41 5. Pada awal kegiatan belajar-mengajar guru hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa indikator yang akan dicapainya. 41 Muhibbin Syah. Tujuan yang jelas. Guru berusaha menciptakan persaingan diantara siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya. c. Semakin jelas tujuan. 2004). berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya dan mengatasi prestasi orang lain. hal. semakin besar nilai tujuan bagi individu yang bersangkutan dan semakin besar pula motivasi dalam melakukan suatu perbuatan. Cara Menggerakkan Motivasi Belajar Siswa Untuk membangkitkan motivasi belajar siswa.

e. Pada umumnya semua siswa mau belajar dengan tujuan memperoleh nilai yang baik. hal. yaitu: a. tidak berhenti sebelum selesai).cit. Minat yang besar. . Menurut Munandar mengungkapkan salah satu indikator peserta didik berbakat. Sedangkan kegagalan akan membawa efek yang sebaliknya. kesenangan dan kepercayaan terhadap diri sendiri.d. Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa). bila guru mengadakan bahwa lusa akan diadakan ulangan lisan. Akan tetapi. f. angka atau nilai itu merupakan motivasi yang kuat bagi siswa. Dengan demikian. diantara indikator motivasi. Motif akan timbul jika individu memiliki minat yang besar.42 Untuk mengidentitifikasi potensi peserta didik dapat dikenali dari ciri-ciri (indikator) keberbakatan peserta didik. Kesempurnaan untuk sukses. b. Uzer Usman . Hal ini terbukti dengan kenyataan bahwa banyak siswa yang tidak belajar bila tidak ada ulangan. barulah siswa giat belajar agar mendapat nilai yang baik. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu yang lama. 29-30. c. Jadi. Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi. guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk meraih sukses dengan sendiri dengan bimbingan guru. 42 Moh. Kesuksesan dapat menimbulkan rasa puas. yaitu motivasi.op. Mengadakan penilaian atau tes.

berdisiplin.43 Hamid Muhammad. mendambakan dan mengejar hasil sempurna. 18-21. ciri-cirinya mudah terbenam dan benar-benar terlibat dalam suatu tugas. menjelaskan bahwa komitmen terhadap tugas sering dikaitkan dengan motivasi instrintik untuk berprestasi. penuh semangat. Senang dan rajin belajar. h. dan sebagainya). lebih suka bekerja secara mandiri. Pedoman Diagnostik Potensi Peserta Didik (Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. e. f. Senang mencari dan memecahkan masalah. Ingin mendalami bahan atau bidang pengetahuan yang diberikan. Sedangkan menurut Yaumil. 2004). Menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah ”orang dewasa” (misalnya terhadap pembangunan. 43 . sangat tangguh dan ulet menyelesaikan masalah. Mengejar tujuan-tujuan jangka panjang (dapat menunda pemuasan kebutuhan sesaat yang ingin dicapai kemudian). hal. sangat terikat pada nilai-nilai baik dan menjauhi nilai-nilai buruk.d. i. korupsi. cepat bosan dengan tugastugas rutin. dan dapat mempertahankan pendapat-pendapatnya. keadilan. bosan menghadapi tugas rutin. dan sulit mengubah pendapat yang telah diyakininya. bertanggung jawab. Selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasinya). g.

Siapa yang mengamalkan bahwa Allah swt memiliki nama-nama khusus seperti al ahad (Maha Esa). sebagaimana hadits bahwa orang-orang khawarij juga membaca Al Qur’an sementara ia (bacaannya) itu melewati tenggorokan mereka.R Imam Bukhori). al Muta’al (Maha Tinggi).D. Sebagaimana hadits Nabi yang berbunyi: َ ِ ‫َ َ َ أ ُ ا ْ َ َ ن أ ْ َ َ َ ُ َ ْ ٌ َ َ َ أ ُ ا َ د َ ْ ا َْ ْ َج َ ْ أ ِ ه َ ْ َة ر‬ َ َ ُ َ ِ ِ َ َِ َ ‫ا ُ َ ْ ُ َن ر ُ ل ا ِ َ ا ُ ََ ْ ِ و َ َ َ ل ِن ِ ِ ِ ْ َ ً و ِ ْ ِ َ ا ْ ً ِ َ ً إ‬ ِ َ ‫َإ‬ َ َ َ ‫أ‬ َ َ ْ ‫َا ِ ًا َ ْ أ ْ َ ه د َ َ ا‬ َ َ َ ‫و‬ Artinya: Abu yaman menceritakan kepada kami Syu’aib menghabarkan kepada kami Abu zinad menceritakan kepada kami dari Al-A’raj dari Abu hurairah r. (H. karena Allah menyukai bilangan yang ganjil.a bahwasannya Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Asmaul Husna ini jumlahnya ada 99. Al ‘Ashili mengatakan bahwa makna dari menghitung nama-namaNya adalah mengamalkannya bukan menghitung dan menghafalkannya karena apabila sebatas itu maka itu pun bisa dilakukan oleh orang-orang kafir maupun munafiq. Ibn Batthol mengatakan bahwa menghitung bisa dilakukan dengan lisan dan perbuatan. Siapa yang menghitungnya tentu masuk surga. Pengertian Pembelajaran Asmaul Husna Pembelajaran Asmaul Husna adalah pembelajaran mengenal tentang nama-nama indah untuk Allah (kepunyaan Allah). Allah memiliki nama-nama yang baik yang disebut dengan Asmaul Husna. al Qodir (Maha Kuasa) dan yang lainnya maka wajib baginya untuk . seratus kurang satu. Pembelajaran Asmaul Husna 1.

Allah sendirilah yang menciptakannya. Adapun menghitung dengan lisan adalah mengumpulkan.44 Sembilan puluh sembilan tersebut menggambarkan betapa baiknya Allah. al Karim (Maha Mulia). Jika kita memohon diberi petunjuk. sebutlah nama Ar-Rahmân (Maha Pengasih). . Jika kita mohon diberi sifat kasih sayang.com. Dan disunnahkan bagi hamba-Nya untuk berhias dengan makna-maknanya dalam rangka menunaikan hak mengamalkannya maka inilah makna menghitung dengan amal. Dan Allah mempunyai nama-nama yang disunnahkan untuk diikuti didalam makna-maknanya seperti ar Rohim (Maha Penyayang). Semoga doa kita akan semakin makbul. al ‘Afwu (Maha Pemaaf) dan lainnya.meyakini dan tunduk terhadapnya. Anjuran untuk menggunakan Asmaul Husna dalam berzikir dan berdoa. Manfaat Asmaul Husna (http:www. nama-nama dalam Asmaul Husna ini.yahoo. menghafal dan berdoa dengannya walaupun dalam hal menghitung dan menghafal bisa dilakukan oleh orang-orang yang tidak beriman akan tetapi seorang mukmin dibedakan dengan keimanannya dan mengamalkannya. mempelajari. diterangkan oleh Allah SWT dalam Al-Quran. dan meniru kandungan makna dari nama yang baik tersebut 44 Sigit Purnomo. sebutlah nama Al-Hadi (Maha Pemberi Petunjuk). dalam setiap zikir dan doa kita. Sebutlah nama-nama Allah. diakses 6 Agustus 2009). Asmaul Husna hanya milik Allah SWT. Manusia sebagai makhluk-Nya hanya dapat memahami.

com. hal. Nabi Nuh diselamatkan dari banjir bandang. dan menyembuhkan segala penyakit yang diderita manusia ketika itu. diakses 6 Agustus 2009 ).yahoo. yang diajarkan di madrasah atau sekolah. 2009/ http:www. 1984). gunung-gunung akan hancur karenanya. Ternyata Ada 100 Asma Al-Husna (Qiyas Media. 46 45 . 47 Masrap Suhaemi. berupa mu’jizat dapat menghidupkan orang yang sudah meninggal. Ada juga yang menyatakan kalau jumlah Asmaul Husan itu ada 100.45 Pada umumnya jumhur ulama menyatakan bahwa Asmaul Husna itu berjumlah 99 nama.yahoo. Namun Abubakar Ibnul Araby salah seorang ulama bermazhab Maliki – seperti dikutip oleh Ibnu Katsir menyebutkan bahwa sebagian ulama telah menghimpun nama-nama Tuhan dari AlQur’an dan Sunnah sebanyak 1. 47 Materi Asmaul Husna ini terdapat pada pelajaran Akidah Akhlak. 51. Demikian besar hebatnya asma-asma Allah. dan Nabi-nabi Allah lainnya. dan membiasakan berdo’a dengan asmaul husna. sehingga siswa hafal dan mengetahui artinya. seperti Nabi Ibrahim tidak hangus dibakar oleh kaumnya. diakses 6 Agustus 2009).000 nama. Khasiat Ayat-Ayat Al-Qur’an (Surabaya: Mahkota. sehingga besipun menjadi leleh karenanya (ketika dibacakan oleh Nabi Daud).com. dapat menunjukkan contohnya.dalam kehidupan sehari-hari. Asmaul Husna dan Sifat-Sifat Allah (http:www. Ja’far Shidiq. Dengan adanya materi ini siswa dapat mengenal Allah melalui sifat-sifat yang terkandung dalam asmaul husna. dan sebagainya.46 Asmaul Husna inilah yang dahulu ketika Nabi Isa diberi kelebihan untuk memenangkan agama Allah.

hal. sebab memahami Asmaul Husna itu mengandung tiga jenis tauhid yang dikenal: Tauhid Rububiyah. (b) mamahami makna dan sasarannya. Maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya.Ma’rifat Asmaul Husna termasuk sesuatu yang dapat menguatkan dan menumbuhkan iman. dan yang menjadi tujuan karena dzatnya. Dia adalah ilmu ynag diwajibkan karena dzatnya. Itu semua adalah pokok pangkal keimanan dan iman itu sendiri kembali kepada halhal tersebut. nanti mereka akan mendapat Balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Sebagaimana firman Allah yang berbunyi: Artinya: Hanya milik Allah asmaa-ul husna. serta (c) berdo’a kepada Allah dengan nama-nama tersebut. . 10-11. dan Tauhid Asma’ wa Shifat. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an: 48 Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani. 2007). Misteri Asmaul Husna (Solo: Pustaka Ar-Rayyan. Al-A’raf:180). Tauhid Uluhiyah. Memahami Asmaul Husna itu mempunyai tiga tingkatan. Semakin bertambah pemahaman seorang hamba terhadap nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. (Qs. maka semakin bertambah pula keimanannya bahkan semakin kuat keyakinannya. yaitu: (a) menghitung lafazhnya. yaitu do’a berupa sanjungan dan ibadah serta do’a masalah (meminta sesuatu).48 Pengetahuan tentang Allah serta nama-nama dan sifat-sifat-Nya adalah semulia-mulianya ilmu.

bahwa Dia adalah Dzat Yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. dan Menurunkan segala urusan antara langit dan bumi agar hamba-Nya tahu. yaitu: a. Allah menjelaskan bahwa Dia telah menciptakan langit dan bumi. ”Keunggulan bukanlah suatu perbuatan. agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. hal. Perintah Allah Berlaku padanya. 2001). Dengan demikian Ilmu tentang Tuhan adalah yang paling dituntut dari makhluk-Nya. Asmaul Husna Nama-Nama Indah Allah (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. melainkan sebuah kebiasaan”. Ath-Thalaaq:12). dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Komitmen untuk memulai. Dalam ayat tersebut. Langkah-Langkah dalam Memahami Asmaul Husna Langkah-langkah teoritis dan praktis dalam memahami nama-nama Allah. Aristoteles mengingatkan. kegiatan ini merupakan 49 faktor yang menentukan keberhasilan selanjutnya.Artinya: Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. (Qs. 2.49 2. ”Perbuatan yang dilakukan berulang-ulang selama beberapa waktu akan memberi pengaruh yang mantap pada jiwa” b. Riyadhah (training rohani) dan mujahadah (serius). Al-Ghazali menegaskan. .

yaitu: 1) Kasal (malas): malas untuk mengerjakan ibadah kepada Allah.Muhammad Nafis Al-Banjari mengingatkan adanya tiga rintangan yang harus dilalui dan dihadapi ketika akan melalakukan training tersebut. Mewiridkan. di antaranya yaitu: memberi angka. dan ruh. Menjadikan Asmaul Husna sebagai prinsip hidup dan kompas dalam kegiatan sosial. xi-xii. 50 . Kecerdasan 99 Cara Meraih Kemenangan dan Ketengan Hidup Lewat Penerapan 99 Nama Allah (Jakarta: Mizan Publika. jiwa. maka upaya yang harus dilakukan adalah sebagai berikut : 1. karena merasa selalu sering dilakukan. dan kerja sama dalam memainkan crossword puzzle. memberi hadiah. 3) Malal (pembosan): cepat merasa jemu dan bosan untuk melaksanakan ibadah. Agar pelaksanaan cooperative learning dapat berjalan dengan baik. 2) Futur (bimbang/lemah pikiran): tidak memiliki tekad yang kuat karena terpengaruh oleh kehidupan duniawi.50 E. Guru senantiasa mempelajari teknik-teknik penerapan model cooperative Sulaiman Al-Kumayi. untuk memberikan kesan yang mendalam kepada otak. 2006). Penerapan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna Guru dapat menggunakan berbagai cara untuk membangkitkan motivasi belajar tentang Asmaul Husna dengan menerapkan pembelajaran kooperatif. c. pujian kepada siswa. d. hal.

cit. 5. (Jakarta: Bumi Aksara. 242. dalam artian tiap kelas merupakan kelas heterogen. 229.52 Oleh karena itu. hal. penerapan pembelajaran kooperatif melalui strategi teka-teki silang dalam meningkatkan motivasi belajar Asmaul Husna dimaksudkan para siswa dapat belajar menerima perbedaan pendapat dan bekerjasama dengan teman yang berbeda latar belakangnya.learning di kelas dan menyesuaikan dengan materi yang akan diajarkan. Pembagian jumlah siswa yang merata. 53 Masnur Muslich.cit (http: www. 52 51 . Penggunaan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Selama kerja kelompok. op. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. yaitu: 1. 2. hal. Wina Sanjaya.51 Menurut Slavin mengemukakan dua alasan dalam menerapkan pembelajaran kooperatif. 4. dan mengintegrasikan pengetahuan dengan ketrampilan.com. 2. serta dapat meningkatkan harga diri. menumbuhkan sikap menerima kekurangan diri dan orang lain. tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan. Mensosialisasikan kepada siswa akan pentingnya sistem teknologi dan informasi yang dapat mendukung proses pembelajaran. Diadakan sosialisasi dari pihak terkait tentang teknik cooperative learning.53 Novi Emildadiany. memecahkan masalah. 2007). 3. Pembelajaran kooperatif dapat merealisasikan kebutuhan siswa dalam belajar berpikir. meningkatkan kemampuan hubungan sosial. op. diakses 18 Februari 2009 ). Meningkatkan sarana pendukung pembelajaran terutama sumber buku.yahooo.

dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa. (2) manusia sebagai alat (instrumen). 8-13. (9) adanya kriteria khusus untuk keabsahan data.. 54 . 55 Ibid. yaitu: (1) latar alamiah. 2007). (3) metode kualitatif. dan (11) hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama. Pendekatan ini bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku.55 Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). motivasi. persepsi. dan lain-lain. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung Remaja Rosdakarya. (6) deskriptif.BAB III METODE PENELITIAN A. (4) analisis data secara induktif. 6. (8) adanya batas yang ditentukan oleh fokus. secara holistik. (7) lebih mementingkan proses daripada hasil.54 Penelitian kualitatif memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan penelitian lainnya. sedangkan Lincoln dan Guba mengemukakan sepuluh ciri penelitian kualitatif. pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. (10) desain yang bersifat sementara. Menurut Bogdan dan Biklen mengemukakan lima ciri. hal. (5) teori dari dasar. hal. tindakan. Kedua pendapat tersebut digabungkan menjadi satu sehingga menjadi sebelas ciri. karena jenis penelitian ini mampu menawarkan cara dan prosedur baru untuk Lexy J. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.

memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme pendidik dalam proses belajar mengajar di kelas dengan melihat kondisi siswa.57 Secara ringkas PTK dapat diartikan sebagai upaya atau tindakan yang dilakukan oleh guru atau peneliti untuk memecahkan masalah pembelajaran melalui kegiatan penelitian. meningkatkan prestasi belajar. 102. 2008). 2. 15. dkk. hal. serta untuk memperbaiki kondisi-kondisi di mana praktek-praktek pembelajaran tersebut dilakukan.56 Adapun beberapa definisi PTK dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. 3. Wahidmurni. hal. Menurut Joni dan Tisno PTK merupakan kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan rasional dari tindakan-tindakan yang dilakukannya itu. Soedarsono menyatakan PTK merupakan suatu proses di mana melalui proses ini guru dan siswa menginginkan terjadinya perbaikan. dan perubahan pembelajaran yang lebih baik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Bahkan McNiff dalam bukunya yang berjudul Action Research Principles and Practice memandang PTK sebagai bentuk penelitian reflektif yang dilakukan oleh pendidik sendiri terhadap kurikulum pengembangan sekolah. Suyanto menyatakan PTK sebagai penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran dikelas. pengembangan keahlian mengajar. Penelitian Tindakan Kelas dari Teori Menuju Praktik (Malang: UM Press. 14.58 56 Suharsimi Arikunto. 58 Ibid.. 2007). dan sebagainya. peningkatan. 57 . Penelitian Tindaakn Kelas (Jakarta: Bumi Aksara. hal.

. Fungsinya sebagai patokan untuk mengetahui bentuk penerapan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar Asmaul Husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang. 59 60 Suharsimi Arikunto. dkk. hal. Dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa. di mana. sehingga peneliti secara reflektif dapat menganalisis. hal. dilakukan secara mandiri oleh peneliti dalam praktik pembelajarannya.59 PTK mempunyai karakteristik tersendiri yang membedakan dengan penelitian yang lain. Dalam hal ini berarti dengan melakukan PTK. Tahap kedua dari penelitian tindakan adalah pelaksanaan yang merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan. yaitu:61 1. diantaranya. 16-19. loc. . mensintesis terhadap apa yang telah dilakukan di kelas. yaitu: masalah yang diangkat adalah masalah yang dihadapi oleh guru di kelas dan adanya tindakan tertentu untuk memperbaiki proses belajar mengajar di kelas.cit. 61 Ibid. 2.PTK ini. dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. namun secara garis besar terdapat empat tahapan yang harus dilaluinya. 108-109.60 Dalam melaksanakan PTK harus mengacu pada desain penelitian yang telah dirancang sesuai dengan prosedur penelitian yang berlaku. Ibid.. kapan. Perencanaan (Planning). oleh siapa. mengapa. Pelaksanaan (Acting). Ada beberapa ahli yang mengemukakan model penelitian dengan model yang berbeda. peneliti dapat memperbaiki praktik-praktik pembelajaran sehingga lebih efektif.

yaitu mengenakan tindakan kelas. 3. Pengamatan (Observing). Tahan ketiga ini, yaitu kegiatan pengamatan yang dilakuakn oleh pengamat. Sebetulnya sedikit kurang tepat kalau pengamat ini dipisahkan dengan pelaksanaan tindakan karena seharusnya pengamatan dilakukan pada waktu tindakan sedang dilakukan. Jadi, keduanya berlangsung dalam waktu yang sama. 4. Refleksi (Reflecting). Tahap keempat merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Kegiatan refleksi ini sangat tepat dilakukan ketika guru pelaksana sudah melakukan tindakan, kemudian berhadapan dengan peneliti untuk mendiskusikan implementasi rancangan tindakan, jika penelitian ini kolaboratif. Adapun model penelitiannya dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pengamatan ? Gambar 3.2 Model Penelitian Tindakan Kelas Pelaksanaan Pelaksanaan

B. Kehadiran Peneliti Dalam penelitian ini peneliti adalah sebagai instrumen pengumpul data. Selain itu Instrumen pendukung penelitian ini adalah pedoman wawancara, pedoman observasi, dan dokumen. Mengenai status peneliti adalah sebagai pengamat penuh serta diketahui subjek atau informan. Oleh karena itu, kehadiran peneliti adalah mutlak, lebih-lebih dalam PTK peneliti mandiri, selain sebagai pelaku tindakan (berarti juga sumber data) peneliti juga bertugas sebagai pengamat aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar.62 Dalam hal ini peneliti hadir dilapangan untuk melaksanakan dan mengamati berlangsungnya pembelajaran kooperatif dengan strategi

crossword puzzle pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang terkait dengan motivasi belajar.

C. Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Sunan Kalijogo terletak di jalan Candi III/D Desa Karang Besuki Kecamatan Sukun Kabupaten Malang. Setting penelitian ini ditujukan pada siswa kelas IV A yang sering mengalami kejenuhan dalam proses belajar Akidah Akhlak, karena selama ini metode pembelajaran yang digunakan masih belum bervariasi, sehingga sebagian siswa merasa bosan. Karakteristik siswa kelas IV A cukup menarik, karena termasuk siswa yang aktif dengan jumlah 25 siswa. Oleh karena itu peneliti mencoba untuk

62

Wahidmurni, op.cit, hal. 34.

menerapkan pembelajaran kooperatif pada pelajaran Akidah Akhlak. D. Sumber dan Jenis Data Secara garis besar data dalam penelitian ini dapat dipilih menjadi dua jenis, yaitu data kualitatif dan data kuantitaif. Menurut Lofland sumber data utama dalam penelitin kualitatif ialah kata-kata, dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Sedangkan data kuantitatif berupa data statistik. 63 Adapun jenis data kualitatif diantaranya, yaitu: 1. Kata-kata dan tindakan. Kata-kata dan tindakan diamati dari catatan hasil wawancara dengan guru bidang studi Akidah Akhlak di MI, dan catatan hasil observasi kelas. Selanjutnya melalui foto. 2. Sumber tertulis Peneliti mendapatkan sumber data tertulis berasal dari bacaan atau literatur dari berbagai buku yang mendukung terhadap masalah yang diteliti dokumen atau arsip sekolah. 3. Foto Peneliti mengambil foto sebagai salah satu bukti telah

melaksanakan penelitian di MI Sunan Kalijogo Karang Besuki Malang. Pengambilan gambar dilakukan ketika pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle berlangsung.

63

Lexy J, op.cit, hal. 157-163.

dan kerja kelompok pada saat pembelajaran. Tes digunakan untuk menggali data kuantitatif berupa skor tugas kelompok dan skor tugas individu. E. Terikat dengan penelitian ini yang akan dijadikan sumber data adalah seluruh siswa kelas IV A yang berjumlah 25 orang. Pedoman pengamatan untuk menggali data tentang suasana kelas pada saat pembelajaran sedang berlangsung. . keceriaan atau keantusiasan peserta didik dalam mengikuti program pembelajaran. baik pre test maupun pos test. Pedoman wawancara untuk menggali data secara mendalam tentang tanggapan siswa terhadap strategi pembelajaran yang telah dilaksanakan. 2. Instrumen Penelitian Secara terperinci instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. khususnya data tentang tanggapan mereka terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan dan data tentang hasil tes belajar siswa. data yang diperoleh dari lembar observasi maupun data yang lain dalam membantu kelengkapan pengumpulan data. seperti data prestasi siswa.Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari sekolah. 3.

b. Prosedur Pengumpulan Data Prosedur yang digunakan dalam pengumpulan data oleh peneliti. Observasi kelas Observasi kelas dilakukan untuk melihat sejauh mana implementasi cooperative leraning melalui strategi crossword puzzle 64 S. Observasi Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. yaitu pengamatan yang dilakukan terhadap objek di tempat atau berlangsungnya suatu peristiwa. b. Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta.F. yaitu: 64 a. peneliti menyajikan dan mendiskusikan rencana pembelajaran dengan partisipator (guru bidang studi Akidah Akhlak) tentang bagaimana penyajian langkah pembelajaran yang akan dilakukan sebagai usaha untuk memperbaiki pembelajaran yang telah dilakukan sebelumnya. hal. peneliti menggunakan tiga fase dalam mengobservasi kelas. 2000). Observasi dibagi menjadi dua. 158. yaitu pengamatan yang dilakukan tidak pada saat berlangsungnya suatu peristiwa yang akan diselidiki. Observasi tidak langsung. Obsevasi langsung. Fase pertemuan perencanaan Dalam pertemuan perencanaan. Dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas. Margono. yaitu: a. yaitu: 1. . sehingga observasi berada bersama objek yang diselidiki.

Diskusi balikan Dari hasil observasi kelas peneliti melakukan diskusi balikan dengan pihak partisipan.65 Tiga fase dalam mengobservasi kelas dapat dilihat pada gambar berikut ini: Pertemuan perencanaan Diskusi balikan Observasi kelas Gambar 3. Diskusi ini berdasarkan hasil pengamatan atau observasi kelas.3 Fase Observasi Kelas Tujuan penggunaan observasi ini antara lain untuk mengetahui aktivitas pendidikan di MI Sunan Kalijogo Malang dan kondisi MI Sunan Kalijogo dalam kehidupan sehari-hari. c. 106 65 . Teknik ini dilakukan secara obyektif dari kegiatan belajar mengajar oleh peneliti dan partisipator. 2008) hal. Metode Penelitian Tindakan Kelas (Bandung: Remaja Rosdakarya. yaitu suatu kegiatan observasi (pengamatan) Rochiati Wiriaatmadja.dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Dimana peneliti dan partisipator mencari kekurangan dan kelebihan untuk dijadikan catatan lapangan dan didiskusikan langkah berikutnya. Sedangkan model observasi yang dipakai dalam penelitian ini adalah observasi partisipan.

dan jawaban-jawaban responden dicatat atau direkam67. bukti. Dokumen Dokumen adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan pada subyek penelitian. pita-kaset atau pita recording.cit. b. ataupun informasi. M.dan observer (pengamat) ikut mengambil bagian dalam kehidupan orangorang yang diobservasi. 67 66 . 161. c. Margono. op. Hal-hal lain yang berhubungan dengan adanya implementasi cooperative learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak di MI Sunan Kalijogo Malang. Tanggapan siswa terhadap implementasi cooperative learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak di MI Sunan Kalijogo Malang. Dalam penelitian ini menggunakan interview untuk mendapatkan data tentang: a. Interview Interview (wawancara) adalah teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan langsung oleh pewawancara kepada responden.. 85. dokumen dapat berupa secarik kertas yang berisi tulisan mengenai kenyataan. hal. d. hal. Pokok Materi Metodologi penelitian & Aplikasinya (Jakarta: Ghalia Indonesia. 3. namun melalui dokumen. Sejarah perkembangan MI Sunan Kalijogo Malang. 2002). S. Upaya implementasi cooperative learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak di MI Sunan Kalijogo Malang. dapat pula berupa foto.66 2. Iqbal Hasan.

hal. menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari. Analisi Data Tahapan sesudah pengumpulan data adalah analisis data. dan (4) bahan untuk membuat kesimpulan serta implikasi-implikasi dan saran-saran yang berguna untuk kebijakan penelitian selanjutnya.. mengorganisasikan data. dan dokumentasi dianalisis dengan analisa deskriptif kualitatif untuk memastikan bahwa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif melalui strategi 68 69 Ibid.69 Analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data. memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola. (3) untuk memberikan jawaban terhadap hipotesis yang diajukan dalam penelitian. (2) memperlihatkan hubungan-hubungan antara fenomena yang terdapat dalam penelitian.. dan film. 87. hal. 248. pengamatan. Tujuan dari analisis data ini adalah: (1) data dapat diberi arti atau makna yang berguna dalam memecahkan masalah-msalah penelitian. Ibid.. Moleong. mikro film.70 Data kualitatif yang berupa hasil waawancara. 98.68 Sedangkan data-data yang ingin diperoleh melalui teknik ini antara lain: sejarah berdirinya MI Sunan Kalijogo. op. . mensintesiskannya. dan struktur organisasi MI Sunan Kalijogo Malang. mencari dan menemukan pola. dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.cit.slide. Oleh sebab itu dokumen dalam hal ini dapat berupa arsip. hal. data siswa dan guru MI Sunan Kalijogo . G. 70 Lexy J.

crossword puzzle dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. maka jenis data yang bersifat kuantitatif yang didapatkan dari hasil evaluasi dianalisis menggunakan rumus: 72 P = Post test-Pre test x 100% Pre test Keterangan: P Post test Pre test = Presentase peningkatan = Nilai rata-rata sesudah tindakan = Nilai rata-rata sebelum peningkatan Rochiati Wiriaatmadja.71 Sedangkan data yang dikumpulkan berupa angka atau data kuantitatif (seperti. 72 71 . nilai hasil belajar) cukup dengan menggunakan analisis deskriptif dan sajian visual. Untuk mengetahui hasil perubahan tindakan yang telah dilakukan dapat menimbulkan perbaikan. jika dibandingkan dengan keadaan sebelumnya. Hamzah. peningkatan dan perubahan dari keadaan sebelumnya. peningkatan. 73. Sajian tersebut untuk menggambarkan bahwa dengan tindakan yang dilakukan dapat menimbulkan adanya perbaikan. op cit. 2007). sebuah kalimat atau alinea dari catatan lapangan sehingga mudah dibaca oleh siapapun dan proses ini dapat mempercepat dan memberdayakan analisis data. B. Langkah yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) ini adalah melakukan proses koding untuk mengklasifikasikan serangkaian kata. hal. hal. 140. atau perubahan kearah yang lebih baik.. Uno. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif (Jakarta: Bumi Aksara.

Untuk pengecekan data yang bersifat kualitatif dalam penelitian ini.H. Indikator Kinerja Adapun indikator kinerja yang digunakan untuk menentukan keberhasilan pelaksanaan strategi pembelajaran adalah dua kriteria. 330-331 .cit. Adapun pengecekan keabsahan dalam penelitian ini adalah menggunakan triangulasi sumber.74 I. Di luar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut. peneliti menggunakan teknik triangulasi.. yaitu membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. hal. 330. hal. Ibid. Pengecekan Keabsahan Temuan Selain menganilis data. dan (2) indikator kuantitatif berupa besarnya skor ujian yang diperoleh siswa dan 73 74 Lexy J. Hal ini dapat dicapai dengan jalan: membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara dan membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen yang berkaitan. peneliti juga harus menguji keabsahan data agar memperoleh data yang valid.. Moleong. misalnya konsultasi denagn guru mata pelajaran Akidah Akhlak dan guru bidang kurikulum. op.73 Teknik triangulasi yang paling banyak digunakan adalah pemeriksaan melalui sumber lainnya. yakni (1) indikator kualitatif berupa keantusiasan siswa mengikuti pembelajaran dan sikap mereka terhadap strategi pembelajaran yang dikembangkan.

Sehingga nantinya diperlukan sebuah penyelesaian untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran. maka strategi yang dijalankan dapat dikatakan belum berhasil. J. Siklus I dilaksanakan dengan dua kali pertemuan. seperti strategi apa yang digunakan dan bagaimana motivasi belajar siswa selama ini pada saat pembelajaran Akidah Akhlak. b. sedangkan siklus II dilaksanakan dengan satu kali pertemuan.selanjutnya dibandingkan dengan batas minimal lulus (kriteria ketuntasan minimal/KKM) mata pelajaran Akidah Akhlak di MI Sunan Kalijogo. Memeriksa Lapangan Peneliti mengamati permasalahan yang ada di lapangan pada saat kegiatan pembelajaran. Tahap-Tahap Penelitian Adapun penerapan model dalam PTK ini dilakukan dengan dua siklus. Tetapi jika siswa yang berhasil secara individual masih dibawah 65. Adapun dalam konteks penelitian ini dijelaskan sebagai berikut: 1. Siklus I a. Dengan demikian siswa dikatakan tuntas belajar secara individual jika skor tes minimal sebesar 65. besarnya skor kriteria KKM sebesar 65. untuk mengetahui permasalahan yang telah . Mengidentifikasi Masalah Peneliti berdiskusi dengan guru bidang studi Akidah Akhlak terkait dengan permasalahan yang selama ini muncul dalam kegiatan pembealajaran di kelas IV A.

peneliti juga bertindak sebagai guru sekaligus observer yang mencatat pada lembar pengamatan observasi. . peneliti merencanakan tindakan dan berdiskusi dengan guru bidang studi Akidah Akhlak. dengan harapan permasalahan tersebut dapat terpecahkan dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Pelaksanaan Tindakan Tindakan dilaksanakan di kelas IV A sesuai dengan perencanaan dalam RPP yang telah dibuat sebelumnya. kemudian peneliti juga melakukan pencatatan terhadap peristiwa yang terjadi di lapangan. Sebagai kegiatan memeriksa lapangan peneliti melaksanakan pre test dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab c.diidentifikasi sebelumnya. Peneliti juga membuat catatan terhadap perkembangan yang terjadi di dalam kelas pada saat pembelajaran berlangsung. Selama pelaksanaan tindakan. Perencanaan Tindakan Setelah peneliti mengetahui inti permasalahan yang terjadi. Adapun perencanaan yang dipersiapkan antara lain: 1) Membuat silabus pembelajaran 2) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) 3) Membuat modul pembelajaran 4) Membuat lembar crossword puzzle 5) Membuat lembar observasi motivasi belajar d.

Revisi Perencanaan Hasil yang didapatkan dari siklus pertama. e. Untuk melihat perkembangan motivasi belajar siswa terhadap pelajaran Akidah Akhlak. Observasi Observasi dilakukan untuk mengamati pelaksanaan tindakan yang sedang dan telah dilaksanakan. menyampaikan materi secara garis besar. f. Refleksi Refleksi dilakukan untuk melihat hasil sementara penerapan pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak khususnya materi tentang Asmaul Husna. Revisi dilakukan oleh peneliti bersama dengan guru bidang studi Akidah . menjadi patokan peneliti untuk melakukan revisi perencanaan selanjutnya. dan evaluasi terhadap pelajaran yang telah dipelajari untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa. Selain itu observasi juga dilakukan dengan cara mencatat hal-hal penting pada saat pembelajaran berlangsung.Pelaksanaan tindakan yang dilakukan meliputi: menyampaikan tujuan pembelajaran. peneliti menggunakan lembar observasi yang digunakan untuk mengemukakan data terkait dengan motivasi belajar siswa. kegiatan pembelajaran dengan mengunakan model cooperative learning melalui strategi crossword puzzle. g.

Pelaksanaan ini dilakukan dengan menerapkan rencana tindakan.Akhlak. Pelaksanaan tindakan ini sebagaimana yang dilakukan pada siklus I. sebagai usaha perbaikan dalam pembelajaran. melakukan kegiatan pembelajaran dengan mengunakan model cooperative learning melalui . dengan harapan permasalahan dapat terpecahkan. 2. mengulang kembali materi pelajaran. Dalam hal ini peneliti juga membuat catatan terhadap berlangsungnya kegiatan pembelajaran di dalam kelas. b. Rencana yang sudah siap. meninjau kembali rencana yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya dan mendiskusikan jika ada permasalah baru yang muncul tanpa diprediksi sebelumnya. Siklus II a. dalam tahap ini peneliti membuat rencana baru. meliputi: menyampaikan tujuan pembelajaran berikutnya. Peneliti merencanakan tindakan dan berdiskusi dengan guru bidang studi Akidah Akhlak. Rencana tindakan diupayakan selalu berhubungan dengan tindakan yang telah dilakukan. Rencana Baru Setelah mengetahui perkembangan permasalahan. Pelaksanaan Tindakan Tindakan selanjutnya adalah memperbaharui pembelajaran dengan indikator selanjutnya. kemudian diaplikasikan di dalam kelas sebagai bentuk tindakan.

dan evaluasi terhadap pelajaran yang telah dipelajari untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa. .strategi crossword puzzle. Observasi Peneliti melakukan observasi dan pencatatan dalam kegiatan pembelajaran terkait dengan perkembangan motivasi belajar siswa dengan menggunakan lembar observasi. d. Peneliti merefleksi hasil dan menyimpulkan dari siklus I sampai siklus II sehingga dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan pada motivasi belajar siswa. sehingga peneliti harus teliti dalam mengamati perkembangan yang terjadi di dalam kelas. Observasi ini sangat menentukan hasil penelitian. Refleksi Peneliti mencatat hasil observasi dan berdiskusi dengan guru bidang studi untuk mengetahui hasil tindakan yang telah diterapkan. c.

kekeluargaan. 152051808003. Meningkatkan dan memperluas kehidupan beragama bagi umat Islam dengan tidak mengurangi arti pentingnya Dasar dan Tujuan Negara Republik Indonesia. surat izin bangunan No. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. MI ini berdiri pada tahun 1967 dengan status tanah waqof dan status bangunan milik Yayasan. 2. MI ini di bawah naungan Yayasan Taman Pendidikan Islam Sunan Kalijogo berdasarkan Pancasila dan UUD 45 dan berazazkan Ketuhanan yang Maha Esa. tanggal 28 Juni 1984 bersamaan dengan penandatanganan akta.BAB IV HASIL PENELITIAN A. surat kepemilikin tanah berupa sertifikat. dan luas bangunannya 409. yang bersifat terbuka. . MI ini sudah terakreditasi B. bertujuan untuk: a. dengan luas tanah 1. Tujuan MI Sunan Kalijogo Yayasan Taman Pendidikasn Islam Sunan Kalijogo. Akan tetapi mulai diresmikan pada hari Kamis. 442 Desa Karangbesuki Kecamatan Sukun Kabupaten Malang.5 m2.011 m2. Sejarah Berdirinya MI Sunan Kalijogo MI Sunan Kalijogo terletak di Jalan Candi III D No. serta gotong royong.

Visi dan Misi MI Sunan Kalijogo Visi : Siap menjadikan madrasah terdepan dilingkungannya. memelihara.b. b. dan pengajian-pengajian. 4. Untuk mencapai tujuan tersebut. Yayasan mengadakan usaha di bidang sosial dengan jalan antara lain: a. serta melengkapi tempat-tempat Ibadah. sekolah/madrsah. Adapun struktur organisasi yang terdapat di MI Sunan Kalijogo adalah sebagaimana yang terdapat pada lampiran 119. baik itu organisasi sekolah maupun lainnya. Struktur Organisasi MI Sunan Kalijogo Struktur organisasi adalah susunan kepengurusan yang terdapat pada sebuah organisasi. 3. Ikut menunjang dan memperlancar pembangunan masyarakat Indonesia dalam bidang pendidikan mental spiritual. Usaha-usaha lain yang berhubungan dengan tujuan dari Yayasan tersebut. Mendirikan. Mendirikan Lembaga Pendidikan Ilmu Al-Qur’an. c. Misi : Siap mengantarkan siswa-siswi menjadi anak shalih dan shalihah yang berwawasan IMTAQ dan IPTEK. .

S.Psi Dra. A.Pdi Nurhayati.Ag Wiwid Diah Purwati. S.PT Dwi Muktiani Jabatan Kepala Sekolah WK.Pd Anik Azizah.5. Sunartin Ahmat Ashari.Ag Drs.2 Data Guru MI Sunan Kalijogo No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Nama Supriyati. S. S. Adapun nama guru beserta jabatan dan tugasnya sebagai berikut: Tabel 4.Ma Ida Nuroh Arini. A. STP Khusnul Khamidiyah. SKI Guru Kelas Guru Kelas B.Ma Endah Nurwahyudi. Kurikulum WK Bendahara WK Kesiswaan Guru Guru Guru Kelas Guru Kelas Guru Guru Guru Guru Guru Tata Usaha/Guru Bidang Studi Matematika Matematika IPS IPS Qur’an Hadits Fikih. S.Pdi Pujiati. Data Guru MI Sunan Kalijogo Jumlah guru di MI Sunan Kalijogo 14 orang (guru tidak tetap 12 orang dan guru PNS 2 orang). S. S.Pd Iis Puspa Rofi’a Sari. Indonesia IPA Matematika PKN Matematika Kertakes . Darsono Ning Fauziyah. S.

6. Data Siswa MI Sunan Kalijogo Jumlah siswa MI Sunan Kalijogo dari tahun ke tahun mengalami kenaikan terus. Jumlah siswa dalam empat tahun terakhir, yaitu:

Tabel 4.3 Jumlah Siswa MI Sunan Kalijogo Tahun Palajaran Kelas 2005/2006 I II III IV V VI Jumlah 54 38 42 34 30 20 218 2006/2007 47 52 37 41 31 30 238 2007/2008 37 44 50 37 40 29 237 2008/2009 45 35 42 49 38 37 246

7. Sarana dan Prasarana MI Sunan Kalijogo Sarana dan prasarana pendidikan adalah suatu fasilitas yang secara langsung maupun tidak langsung yang dipergunakan dan menunjang proses pendidikan. Adapun sarana dan prasarana yang terdapat di MI Sunan Kalijogo adalah sebagai berikut75:

75

Dokumentasi MI Sunan Kalijogo Malang.

Tabel 4.4 Sarana dan Prasarana MI Sunan Kalijogo No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Ruang Kelas Laboratorium Perpustakaan Komputer Keterampilan Kesenian Musholla/Masjid Kamar Mandi/WC Guru Kamar Mandi/WC Siswa Ruang Guru Ruang Kepala Madrasah Ruang Tamu Ruang UKS Ruang BP/BK Koperasi Siswa Jumlah Jenis Jumlah 9 0 1 1 0 0 1 2 5 1 1 1 1 0 1 24

B. Paparan Data Sebelum Tindakan 1. Deskripsi Siswa Kelas IV A Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IV A. Adapun jumlah siswa kelas IV A adalah sebagai berikut: Tabel 4.5 Data Kelas IV A No 1 2 Jumlah Keterangan Putra Putri Jumlah 15 10 25

Pelajaran Akidah Akhlak diberikan satu kali dalam seminggu, yaitu hari Rabu, untuk kelas A pada pukul 08.20-09.00. Guru bidang studi Akidah Akhlak adalah Ibu Ning Fauziyah, S.Pdi.

2. Observasi Awal Pada hari Rabu, 4 Maret 2009 peneliti melakukan observasi di MI Sunan Kalijogo Karang Besuki Malang untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa pada pelajaran Akidah Akhlak. Pada pertemuan itu, peneliti menyampaikan tujuan untuk melaksanakan penelitian di sekolah tersebut. Kepala Madrasah dan guru Akidah Akhlak memberikan izin pelaksanaan penelitian. Kemudian peneliti mengadakan wawancara dengan guru Akidah Akhlak tentang model pembelajaran yang dilaksanakan dalam pelajaran Akidah Akhlak. Hasil dari observasi tersebut guru masih

Kemudian penelitian dilaksanakan pada tanggal 11 Maret 2009. sehingga motivasi belajar siswa dalam pelajaran Akidah Akhlak masih rendah. Menyusun rencana dan strategi pembelajaran. . Membuat lembar motivasi Belajar. setelah mendapatkan izin dari pihak fakultas dan Kepala Sekolah. e.menggunakan pembelajaran konvensional. Setelah memperoleh beberapa data yang menunjukkan bahwa siswa di MI Sunan Kalijogo. maka peneliti harus memberikan tindakan dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pelajaran Akidah Akhlak. Perencanaan Tindakan Selain melakukan penelitian. Membuat silabus pembelajaran. Membuat modul pembelajaran. peneliti juga meminta data-data yang digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan dalam menerapkan model pembelajaran yang akan dilaksanakan. d. 3. Selain itu. khususnya siswa kelas IV A. Membuat lembar crossword puzzle. peneliti membuat perencanaan sebagai berikut: a. hal ini ditunjukkan pada hasil nilai raport siswa kelas IV A pada semester ganjil yang masih rendah. b. c.

yaitu dengan menerapkan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. 2) Kegiatan inti. guru menulis materi pelajaran di papan tulis. peneliti mengadakan pre test sebagai tindakan memeriksa lapangan dengan menggunakan metode konvensional. Pre test a. dan tanya jawab tentang materi sebelumnya. memberikan nasehat kepada siswa. menerangkannya.4. . yaitu metode ceramah dan tanya jawab. terlebih dahulu peneliti mengucapkan salam. menjelaskan tujuan kedatangan peneliti. Kemudian guru memberikan soal sebagai pre test kepada siswa untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa terhadap materi tersebut. dan dilanjutkan dengan tanya jawab. yang digunakan sebagai tolak ukur perbandingan sebelum ada tindakan kelas dengan sesudah ada tindakan kelas. Rencana pembelajaran konvensional dibagi menjadi tiga tahap. yaitu: 1) Kegiatan awal. dan diakhiri dengan berdo’a dan salam. 3) Kegiatan akhir. guru bersama siswa menyimpulkan materi pelajaran. Rancangan Pre Test Sebelum tindakan dilaksanakan. memperkenalkan diri kepada siswa.

menggambar. Pembelajaran ini tanpa menggunakan media pembelajaran. namun hanya satu. Indikator pada pertemuan ini adalah menjelaskan arti Asamul Husna. dengan melempar pertanyaan kepada siswa. Sebagaimana hasil pre test dapat ditunjukkan pada tabel dibawah ini: . guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dengan cara mengacungkan tangannya. Kemudian guru memberikan umpan balik kepada siswa. Di saat kondisi seperti itu. sehingga terdapat beberapa siswa yang mengalihkan perhatiannya dengan bermain sendiri. Pada saat pembelajaran guru hanya menerangkan dan siswa mendengarkan begitu saja. guru hanya menjelaskan saja dan memberikan contohnya. Kemudian pembelajaran diakhiri dengan berdo’a dan salam. Pada pre test ini. Sehingga kelas terkesan tidak hidup. Dalam mengerjakan soal siswa kurang bergairah. Setelah itu guru langsung membagikan soal kepada siswa untuk mengerjakannya. Setelah selesai menerangkan. akan tetapi tidak ada yang merespon. siswa merasa bosan dan kurang antusias dalam menerima pelajaran. peneliti belum memperoleh ketercapaian tujuan pembelajaran secara individual melalui tes individu. dua siswa yang menjawab dengan kurang semangat. dan berbicara dengan temannya. Pelaksanaan Pre Test Pre test dilaksanakan pada hari Rabu 11 Maret 2009 dengan menggunakan pembelajaran konvensional.b. beserta dalil dan contohnya.

c. . Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa tingkat keberhasilan kelas adalah 52 % yakni dari 25 peserta tes yang dinyatakan lulus sebanyak 13 orang. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Interval Skor 81-85 76-80 71-75 66-70 61-65 56-60 51-55 46-50 00-45 Jumlah Frekwensi 2 3 3 3 2 4 3 3 2 25 Status* Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus * Diambilkan dari Kriteria Penilaian di MI. sehingga mempengaruhi prestasi siswa yang masih dibawah standar ketuntasan minimum. Sedangkan yang gagal sebanyak 12 orang atau sebesar 48 %. Sunan Kalijogo tahun ajaran 2008-2009. Observasi dan Hasil Pre Test Dari hasil pre test yang dilaksanakan.Tabel 4.8. Hasil pre test di atas menunjukkan. bahwa motivasi belajar siswa masih rendah. dimana pada nilai pre test belajar siswa menunjukkan rata-rata kelas 64. siswa tampak kurang antusias dan kurang beminat dalam pembelajaran Akidah Akhlak. karena skor tesnya kurang dari 65.6 Distribusi Skor Pre Test Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas IV A No.

dan kurang merespon apa yang diterangkan oleh guru. Karena dilihat dari kondisinya siswa cenderung diam. sehingga kebanyakan jawaban mereka tidak benar dan masih ada jawaban yang kosong. . selain itu siswa kurang aktif dalam bertanya dan menjawab. Kebanyakan dari mereka kelihatannya jenuh terhadap pelajaran tersebut. Refleksi Pre Test Metode konvensional kurang sesuai untuk diterapkan pada pembelajaran Akidah Akhlak.8 yang mengindikasikan bahwa siswa kurang semangat dan antusias dalam pembelajaran. dan kurang dihubungkan dengan kebutuhan siswa dalam kehidupan sehari-hari. pasif. suka mendengarkan daripada berpendapat. yakni metode ceramah dan tanya jawab dianggap kurang sesuai untuk diterapkan.sehingga metode konvensional kurang sesuai untuk diterapkan. dan apabila diteruskan akan menimbulkan ketidakharmonisan dalam proses pembelajaran. Pada saat mengerjakan soal pre test siswa juga kurang semangat dalam mengerjakan. Sehingga menjadikan siswa kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran Akidah Akhlak. Hal ini dapat dilihat dari hasil lembar observasi motivasi siswa yang menunjukkan pada rata-rata 1. karena metode ini masih bersifat statis. bermain sendiri. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa metode yang diterapkan oleh guru. d.

sehingga siswa tidak bermain sendiri dan mempunyai tanggung jawab. yaitu menerapkan pembelajaran kooperatif yang menyenangkan melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Rencana Tindakan Siklus I Pada perencanaan tindakan siklus I. maka perlu adanya pendekatan lain yang bisa menjadikan siswa aktif dan kreatif. menggunakan media pembelajaran sebagai alat bantu. berpikir kritis. a. hasil belajar. serta dapat meningkatkan motivasi. peneliti menerapkan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle. dan mengadakan refleksi pada setiap pertemuan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Pada pertemuan ini peneliti menerapkan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. dapat membantu siswa menjelaskan makna Asmaul Husna yang sulit. . dan penyimpanan materi pelajaran yang lebih lama. menumbuhkan kemampuan kerja sama. memberikan modul kepada siswa untuk mempermudah belajar secara mandiri. Siklus I Pada siklus 1 dilaksanakan 2 kali pertemuan selama 80 menit. C.Berdasarkan hasil pre test yang telah dilaksanakan. dan mengembangkan sikap sosial. Siklus Penelitian 1.

8) Pada kegiatan inti. 7) Pada kegiatan awal. dengan menanyakan kabar siswa. 6) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran. yaitu: 1) Menyiapkan modul pembelajaran siswa tentang Asmaul Husna. 3) Menyiapkan lembar crossword puzzle untuk kerja kelompok. yang meliputi kegiatan awal. dan Al-Latif.Selanjutnya peneliti melakukan persiapan untuk menerapkan pembelajaran kooperatif. 4) Menyiapkan nomor untuk siswa dalam kerja kelompok. Al-Mukmin. absensi. melakukan apersepsi selama 5 menit. berserta dalil. dan menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada hari ini. Kemudian . tanya jawab pelajaran sebelumnya. maka siswa dibentuk menjadi 5 kelompok yang beranggotakan 5 orang. kegiatan inti. dapat mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerja sama mereka. menghubungkan pelajaran dengan kehidupan siswa. yaitu Memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat selain itu. 2) Menyiapkan gambar yang berhubungan dengan Asmaul Husna sebagai media pembelajaran. dan contohnya. Siswa melakukan pembelajaran kooperatif dengan kepala bernomor. dan kegiatan akhir. yaitu: As-Salam. 5) Untuk mempermudah penerapan pembelajaran kooperatif.

1) Pertemuan I Pada pertemuan I peneliti menerapkan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle. mengadakan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pembelajan kooperatif dan memberikan refleksi dengan tujuan nilai yang terkandung dalam materi tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan Tindakan Siklus I Pelaksanaan siklus I dilaksanakan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle. 9) Kegiatan akhir. Adapun indikator . dan mengahargai pendapat orang lain. di mana siswa mengisi teka-teki silang bersama kelompoknya masing-masing untuk menjawab pertanyaan yang ada di teka-teki silang tersebut. b. 10) Menciptakan situasi kelas yang memungkinkan para siswa banyak bertanya dan menjawab. selanjutnya kelompok yang selesai duluan maju ke depan untuk membacakan hasilnya dan kelompok yang lain menyimaknya dan mengoreksinya. 11) Mengadakan pendekatan kepada siswa yang belum paham terhadap materi pelajaran secara individual di dalam kelas.menerapkan strategi crossword puzzle. menemukakan pendapat. pertemuan I dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 2009 dan pertemuan II dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2009.

Kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan menerangkan strategi yang akan digunakan. Pada tahap apersepsi. dan Al-Latif). dilanjutkan dengan absensi. al-Mukmin. Untuk memepermudah penerapan pembelajaran kooperatif. menanyakan pelajaran sebelumnya. kegiatan inti.yang harus dicapai adalah menghafalkan sifat-sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul Husna (As-Salam. menjelaskan arti Asmaul Husna (As-Salam. (a) Kegiatan awal Pada kegiatan awal dilakukan dengan memberi salam kepada para siswa. maka siswa dibagi menjadi 5 kelompok setiap kelompok terdiri dari 5 orang. dan AlLatif). Pada tahap pertama guru memberikan modul pembelajaran kepada setiap siswa untuk membantu mempermudah siswa belajar dan . yaitu kegiatan awal. guru memberikan stimulus dengan mengajak siswa mengingat kembali Asmaul Husna dan jumlahnya dalam AlQur’an (b) Kegiatan inti Pada pembelajaran kooperatif ini guru bertindak sebagai fasilitator. Pembelajaran di mulai ketika siswa sudah berkumpul dengan kelompoknya masing-masing. Pada pertemuan ini. dan kegiatan akhir berupa refleksi dan evaluasi. meliputi tiga tahap. al-Mukmin. dan memberikan contohnya. menanyakan kabar siswa.

Agar mereka mengerti pembagian nomor tersebut maka guru menjelaskannya sebagai berikut: Anak-anak ibu guru akan membagikan nomor ini kepada kalian semua. Kemudian guru membagikan lembar teka-teki silang dalam kelompoknya masing-masing untuk dikerjakan secara berkelompok dengan memberikan batas waktu. skor tes setiap kelompok adalah sebagaimana disajikan dalam tabel berikut: . Agar pembelajaran lebih efektif setiap siswa di beri nomor agar mereka juga aktif dalam belajar kelompok tidak mengandalkan pada teman kelompoknya saja. Jadi semua siswa harus menjawab setiap ada pertanyaan yang dilontarkan oleh guru.membagi siswa menjadi 5 kelompok yang beranggotakan 5 orang. Kelompok yang yang selesai duluan membacakan hasilnya di depan dan kelompok yang lain menyimaknya. jadi setiap anak akan membawa nomor sendiri-sindiri. Setelah dilakukan koreksi. Berdasarkan pengamatan tes kelompok dalam mengerjakan lembar crossword puzzle berjalan dengan lancar hingga waktu telah berakhir. Kemudian dikoreksi bersama-sama. dan setiap nomor dan nama kelompok yang ibu tunjuk maka harus menjawab pertanyaan dari Ibu guru.

guru mengadakan evaluasi dengan menanyakan kembali kepada siswa hikmah yang dapat diambil dalam pembelajaran Asmaul Husna untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan materi yang dipelajarinya tadi. Berdasarkan hasil skor perolehan siswa.Tabel 4. Tugas guru dalam pembelajaran tersebut adalah mengontrol secara keseluruhan kelompok dan membantu apabila ada beberapa kelompok yang mengalami kesulitan dalam memahami materi dan lembar soal.7 Skor Tes Kelompok Crossword Puzzle Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas IV A Kelompok I II III IV V Skor Tes 80 85 70 85 75 Keterangan* Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus * Diambilkan dari Kriteria Penilaian di MI. dapat dikatakan bahwa strategi pembelajaran ini terbukti efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap materi Asmaul Husna yang sedang dipelajari. (c) Kegiatan akhir Sebagai penutup. Sunan Kalijogo tahun ajaran 2008-2009. Kemudian siswa mengumpulkan hasil kerja kelompoknya .

dan kekompokkan dalam kerja kelompok. guru mengajak siswa untuk merenungkan sifat-sifat Allah yang telah disampaikan tadi. pertemuan ini kelanjutan dari pertemuan I yang hanya dilaksanakan tes kelompok saja. anak-anak senang apa tidak? Siswa: Secara serempak mereka menjawab: senang. dan semangat. kemudian ditutup dengan berdo’a dan salam. 2) Pertemuan II Pada pertemuan kedua ini di laksanakan pada tanggal 25 Maret 2009. dengan melihat keaktifan siswa dalam mengungkapkan ide.untuk dinilai. Pada tindakan refleksi. Dan sebelum pelajaran diakhiri guru memberikan motivasi kepada siswa agar tetap semangat belajar. antusias. tanya jawab. besok lagi ya bu!mereka mengungkapkannya dengan senang. Penilaian dilakukan pada waktu belajar kelompok. Selanjutnya guru bertanya kepada para siswa tentang strategi pembelajaran yang telah laksanakan: Guru: Bagaimana pembelajaran asmaul husna dengan crossword puzzle (teka-teki silang) tadi. peneliti merasa senang bahwa ada sesuatu yang beda dalam pembelajaran yang telah diterapkannya dibandingkan dengan pembelajaran sebelumnya yang . pada awal pertemuan ini peneliti mengemukakan pengalaman pembelajaran yamg dirasakan dalam pertemuan sebelumnya.

kemudian dikoreksi secara bersama-sama. Setelah itu buku ditutup dan dimasukkan ke dalam laci. Sebelum tes di mulai. Pada pertemuan II ini akan dilanjutkan dengan tes secara individu untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan pada pertemuan I. (b) Kegiatan inti Sebelum siswa mengerjakan soal. maka kegiatan pembelajaran ini harus meliputi tiga tahap. berdo’a. menanyakan kabar hari ini. dan mengulas sedikit tentang pelajaran yang telah disampaikan pada pertemuan I. (c) Kegiatan akhir Pada kegiatan ini guru bersama siswa menyimpulkan materi tersebut. mereka diberi kesempatan untuk belajar sebentar kurang lebih 5 menit. tanya jawab. yaitu: (a) Kegiatan awal Pada kegiatan ini sebagaimana yang telah dilakukan pada pertemuan sebelumnya. mengadakan tanya jawab tentang materi yang belum dipahami. guru . yaitu ceramah. kemudian guru membagi soal kepada siswa.menggunakan metode konvensional. Setelah mengerjakan soal. dan mengerjakan tugas. diharapkan mereka mengerjakan sendiri-sendiri tanpa menyontek. yaitu memberikan salam. siswa mengumpulkan soal.

3. 2. 10. Pada pertemuan II ini. peneliti memperoleh ketercapaian tujuan pembelajaran secara individual melalui tes individu pada pertemuan kedua. 7. 4. kemudian diakhiri dengan do’a dan salam. . sebagaimana direncanakan pada tahap perencanaan. Sunan Kalijogo tahun ajaran 2008-2009.8 Distribusi Skor Tes Individual Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas VI A No. 1. 11. Interval Skor 96-100 91-95 86-90 81-85 76-80 71-75 66-70 61-65 56-60 51-55 00-50 Jumlah Frekwensi 1 1 3 3 5 5 1 2 2 2 25 Status* Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus * Diambilkan dari Kriteria Penilaian di MI. 9. Skor tes individual sebagaimana disajikan dalam tabel berikut: Tabel 4. 8. 5. 6.menyampaikan pesan-pesan kepada siswa agar tetap semangat dalam belajar.

sehingga mereka tidak merasa bosan dalam . c.Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa tingkat keberhasilan kelas adalah 76 % yakni dari 25 peserta tes yang dinyatakan lulus sebanyak 19 orang. Observasi Siklus I Obsevasi dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung maupun di luar jam pelajaran. karena skor tesnya kurang dari 65. dan berani untuk mengacungkan tangan dalam bertanya dan menjawab soal. Hasil nilai pre test belajar siswa menunjukkan rata-rata kelas 72. Walaupun keberanian tersebut masih didominasi oleh siswa yang aktif.4. Hal ini terlihat dari aktivitas Tanya jawab siswa pada saat pre test mereka masih merasa malu dan takut salah. Dari pembelajaran tersebut mereka cukup senang. Akan tetapi bagi siswa yang pasif juga sedikit demi sedikit menjadi berani dan antusias. Sedangkan yang gagal sebanyak 6 orang atau sebesar 24 %. jika dibandingkan dengan hasil pre tes yang dilaksanakan sebelumnya. akan tetapi belum maksimal. Setelah menerapkan pembelajaran tersebut pada siklus I. Hasil tes individual di atas menunjukkan. bahwa adanya peningkatan motivasi belajar siswa. Pada siklus I ini mereka sudah mulai berani bertanya dan menjawab meskipun masih belum mencapai seperti yang diharapkan. dapat di amati dari hasil belajar kelompok siswa dengan strategi crossword puzzle mulai adanya peningkatan motivasi dalam belajar sehingga prestasi siswa juga meningkat.

22 %. sehingga perlu adanya revisi pembelajaran dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa. disiplin. Pada siklus I para siswa hadir semua. Dan mereka juga mulai belajar bertanggung jawab. Indikator peningkatan motivasi belajar siswa tercermin dalam semangat. akan tetapi terdapat kendala yaitu banyak siswa yang meminta izin ke kamar menjadi mandi/membuang sampah. akan tetapi peningkatan tersebut belum maksimal. . sehingga proses pembelajaran terganngu.menerima pelajaran Akidah Akhlak. Demikian juga pada lembar penilaian menunjukkan adanya peningkatan dari rata-rata kelas 64.4.8 menjadi 72. Peningkatan itu terlihat dari pos testnya sebesar 76 %. Berdasarkan hasil observasi pada siklus I yang dilaksanakan 2 kali pertemuan terdapat peningkatan motivasi belajar. antusias. Refleksi Siklus I Dari hasil pelaksanaan tindakan pada siklus I terdapat peningkatan motivasi dalam belajar siswa. Hal ini dapat diamati pada lembar observasi motivasi menunjukkan nilai rata-rata 3. d. dan rasa ingin tahu siswa dalam proses pembelajaran. dan mudah bersosialisasi dengan teman saat belajar kelompok.1yang mengindikasikan bahwa ada peningkatan motivasi belajar siswa terhadap pelajaran Akidah Akhlak sebesar 72.

4) Masih belum tercipta pembelajaran yang efektif edukatif. memahami orang lain. 2) Membiasakan kerja kelompok. sehingga kesalahan pada siklus sebelumnya tidak terulang kembali pada siklus selanjutnya. Refisi Perencanaan Siklus I Menyikapi hasil refleksi di atas maka perlu. agar siswa bisa belajar berinteraksi dengan temannya.Hasil observasi yang telah dilaksanakan pada siklus I terdapat beberapa kendala dalam penerapan pembelajaran kooperatif . adanya revisi dan improvisasi. 3) Pada saat pembelajaran berlangsung masih ada siswa yang main dan berbicara sendiri. dan menyenangkan. sehingga pembelajaran masih didominasi oleh siswa yang aktif. yaitu: 1) Siswa masih belum terbiasa menerapkan pembelajaran kooperatif dengan stratgi crossword puzzle. karena siswa masih dihinggapi rasa takut dalam mengemukakan ide. e. yaitu: 1) Memberikan penjelasan tentang pembelajan kooperatif pada siswa. Adapun bentuk revisi dan improvisasi antara lain. efektif. 2) Sebagian siswa masih menggantungkan pada siswa yang lain. kreatif. diantaranya. maka perlu membiasakan pembelajaran yang aktif. Untuk menjadikan pembelajaran kooperatif lebih efektif. berani dalam .

setelah itu dilanjutkan dengan latihan soal.berpendapat. sehingga tidak mengandalkan pada siswa yang aktif saja. a. sehingga kesalahan pada siklus I tidak terulang kembali. Al-Mukmin. 4) Memberikan kebebasan pada setiap kelompok. dan Al-Latif) dan (2) . Siklus II Siklus II di laksanakan dengan 1 kali pertemuan pada tanggal 1 April 2009 selama 40 menit. 3) Memberikan motivasi kepada siswa agar mereka berani mengungkapkan pendapatnya di depan kelas. 5) Mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan siklus II. Seperti pada siklus I siswa di kelompokkan lagi untuk melanjutkan indikator selanjutnya yaitu: (1) menunjukkan contoh bahwa Allah bersifat (As-Salam. untuk mengantisipasi siklus I yang belum maksimal. maka peneliti benar-benar mempersiapkan pelaksanaan siklus II dengan membuat rencana pembelajaran pada tindakan siklus II. sehingga mereka lebih bersemangat. Rencana Tindakan Siklus II Rencana tindakan pada siklus II peneliti masih tetap menerapkan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle. sehingga kesalahan yang terjadi pada siklus I tidak terulang kembali. 2.

1) Kegiatan awal. 3) Kegiatan akhir. Siswa melakukan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle. Al-Mukmin. menghubungkan pelajaran dengan kehidupan siswa. dan menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada hari ini. Guru mengadakan evaluasi untuk mengatehaui sejauh mana keberhasilan pembelajan kooperatif dan memberikan refleksi dengan tujuan nilai yang terkandung dalam materi tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. dengan menanyakan kabar siswa. Adapun rencana pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan awal. dapat mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerja sama mereka. b. dan kegiatan akhir. dengan tahapan sebaagi berikut: . absensi. Guru melakukan apersepsi selama 5 menit. Guru masih menyiapkan media pembelajaran dan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran. Pelaksanaan Tindakan Siklus II Pelaksanaan siklus II dilaksanakan pada tanggal 1 April 2009 masih tetap menggunakan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle. kegiatan inti.membiasakan berdo’a dengan Asmaul Husna (As-Salam. 2) Kegiatan inti. dan Al-Latif). yaitu Memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat selain itu. tanya jawab pelajaran sebelumnya.

dan Al-Latif. Adapun indikator yang harus dicapai adalah menunjukkan contoh bahwa Allah bersifat (As-Salam. dilanjutkan dengan absensi. 2) Memberikan penjelasan pembelajaran kooperatif pada materi Asmaul Husna (As-Salam. Pada tahap apersepsi. Kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan melanjutkan strategi yang sudah digunakan pada siklus I. al-Mukmin. dan Al-Latif). dan Al-Latif)dan membiasakan berdo’a dengan asmaul husna (As-Salam. menanyakan pelajaran sebelumnya. Al-Mukmin. 4) Mengadakan pendekatan secara individul terhadap siswa yang diperkirakan belum paham terhadap materi pelajaran namun masih tidak mau bertanya.1) Melengkapi rencana pembelajaran dengan pengembangan pembelajaran kooperatif. dan kegiatan akhir berupa refleksi dan evaluasi. 1) Kegiatan awal dilakukan dengan memberi salam kepada para siswa. berserta dalil. Pada pertemuan ini. al-Mukmin. dan contohnya). kegiatan inti. menanyakan kabar siswa. guru . Untuk memepermudah penerapan pembelajaran kooperatif. maka siswa dibagi menjadi 6 kelompok yang beranggotakan 4 orang. yaitu kegiatan awal. meliputi tiga tahap. Pada pertemuan ini peneliti masih tetap menerapkan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle. 3) Mengembangakan pembelajaran kooperatif yang lebih bervariasi.

Setelah dilakukan koreksi. yang sebelumnya guru terlebih dahulu menjelaskan materi tersebut agar siswa mengerti apa isi dari materi tersebut. yaitu siswa dibagi menjadi 6 kelompok.memberikan stimulus dengan mengajak siswa mengingat kembali asmaul husna dan jumlahnya dalam Al-Qur’an. Agar pembelajaran lebih efektif setiap siswa di beri nomor agar mereka juga aktif dalam belajar kelompok tidak mengandalkan pada teman kelompoknya saja. sebagaimana yang dilakukan pada siklus I. Jadi semua siswa harus menjawab setiap ada pertanyaan yang dilontarkan oleh guru. Berdasarkan pengamatan pada siklus II. Kemudian guru membagikan lembar crossword puzzle yang sama dalam setiap kelompok. 2) Kegiatan inti. skor tes setiap kelompok adalah sebagaimana disajikan dalam tabel berikut: . Pembelajaran ini diulangi lagi agar siswa benar-benar memahami materi tentang asmaul husna dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. tes kelompok dalam mengerjakan lembar crossword puzzle berjalan dengan baik.

guru mengadakan evaluasi dengan melakukan latihan soal. Jadi setiap siswa membawa soal dari siswa yang lain. Dan sebelum . kemudian dikoreksi bersama-sama dengan menukarkan soalnya dengan teman di sampingnya. Pada tindakan refleksi. Sunan Kalijogo tahun ajaran 2008-2009. guru mengajak siswa untuk merenungkan isi dari asmaul husna yang telah dipelajari ”Apakah kita sudah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari? ”. 3) Kegiatan akhir. Berdasarkan hasil skor perolehan siswa.Tabel 4.9 Skor Tes Kelompok Crossword Puzzle Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas IV A Kelompok I II III IV V VI Skor Tes 90 100 75 100 80 85 Keterangan* Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus * Diambilkan dari Kriteria Penilaian di MI. hal ini dilakukan agar tidak terjadi kecurangan pada waktu mengoreksi. dapat dikatakan bahwa strategi pembelajaran ini terbukti efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap materi Asmaul Husna yang sedang dipelajari. Kemudian memberi kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan materi yang telah disampaikan. Setelah selesai mengerjakan latihan soal tersebut.

Satu orang izin tidak masuk karena sakit. 10. Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa tingkat keberhasilan kelas adalah 87 % yakni dari 24 peserta tes yang dinyatakan lulus sebanyak 21 sorang. Sunan Kalijogo tahun ajaran 2008-2009. kemudian dilanjutkan dengan berdo’a dan salam sebagai tanda bahwa pembelajaran telah selesai. 6. karena skor tesnya kurang dari 65. 5. 2. 4. Setelah dilakukan koreksi. Interval Skor 96-100 91-95 86-90 81-85 76-80 71-75 66-70 61-65 56-60 51-55 Jumlah Frekwensi 2 2 1 4 3 5 4 1 2 24 Status* Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus * Diambilkan dari Kriteria Penilaian di MI. Berdasarkan pengamatan tes individu dalam mengerjakan soal latihan berjalan dengan lancar. 9.pelajaran diakhiri guru memberikan pesan-pesan kepada siswa agar tetap semangat belajar. Sedangkan yang gagal sebanyak 3 orang atau sebesar 12 %. 7. Hasil tes individual di atas . 8. 1. skor tes setiap individu adalah sebagaimana disajikan dalam tabel berikut: Tabel 4.10 Distribusi Skor Tes Individual Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas VI A No. 3.

76 Siswa yang termasuk memiliki kemampuan sedang (lebih lanjut disingkat dengan istilah siswa 2) mengatakan. bahwa adanya peningkatan motivasi belajar siswa pada siklus II sudah mencapai maksimal. jadi saya lebih mengerti karana saya bisa berbagi pendapat dengan teman-teman. karena saya bisa memahami materi Asmaul Husna dengan mudah. peneliti melakukan wawancara kepada siswa yang ditetapkan sebagai informan. tapi dulu secara individual. Untuk lebih mendapatkan gambaran kualitatif secara mendalam terhadap penerapan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle. 77 Hasil Wawancara dengan Khoirun nisa’. Hasil nilai pre test belajar siswa menunjukkan rata-rata kelas 78. Hasil rekapan wawancara adalah sebagai berikut. salah satu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo yang memiliki kemampuan diatas rata-rata. Seorang siswa yang termasuk memiliki kemampuan diatas rata-rata (lebih lanjut disingkat dengan istilah siswa 1) mengatakan. dan tidak merasa kesulitan dalam mengerjakan soal. Saya sangat senang dengan strategi pembelajaran yang ibu terapkan. walaupun teka-teki silang sudah pernah diterapkan. sehingga saya bisa mengerjakan soal-soalnya dengan benar.menunjukkan. dan cara ibu mengajar juga enak. pada tanggal 1 April 2009. Saya suka dengan strategi pembelajaran ini. pada tanggal 1 April 2009. . salah satu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo yang memiliki kemampuan sedang. tapi kalau sekarang dibuat kelompok. tidak tegang. terhadap pertanyaan “Bagaimanakah tanggapan kamu terhadap penerapan strategi pembelajaran kemarin?”.77 76 Hasil Wawancara dengan Ibnul Andrian.

salah satu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo yang memiliki kemampuan sedang. pada tanggal 1 April 2009. saya dapat bekerja sama dengan sesama kelompok.80 Hasil Wawancara dengan Ica sahfita sari. pada tanggal 1 April 2009. 80 Hasil Wawancara dengan Nafisaturrohmah. padahal terkadang pelajaran Akidah Akhlak itu membosankan. jadi saya lebih semangat dalam belajar. dan mungkin hal itu juga dirasakan oleh teman-teman yang lain.79 Sementara siswa 2 mengungkapkan. Akan tetapi dengan strategi dan cara ibu mengajar kemarin. Ya. Ya. sehingga saya dengan mudah dapat mengerjakan soal teka-teki silang dan mudah untuk memahami arti Asmaul Husna serta menghafalkannya. apalagi bentuknya permainan. Saya sangat senang dengan strategi belajar yang ibu berikan. karena ketiga siswa menyatakan senang terhadap strategi pembelajaran yang mereka alami. saya memperoleh banyak pengalaman dari proses pembelajaran yang ibu terapkan.78 Dengan demikian tanggapan para informan adalah positif terhadap pelaksanaan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle. Tanggapan siswa terhadap pertanyaan “Apa manfaat yang dapat kamu ambil dari pembelajaran kooperatif dengan crossword puzzle? Terhadap pertanyaan ini siswa 1 mengungkapkan. sehingga dengan mudah saya bisa mengerjakan soal yang ibu berikan. 78 .Sedangkan siswa yang termasuk memiliki kemampuan di bawah rata-rata (lebih lanjut disingkat dengan istilah siswa 3) mengatakan. pada tanggal 1 April 2009. saya suka dan lebih faham tentang materi tersebut. 79 Hasil Wawancara dengan Evita Khusnul. salah satu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo yang memiliki kemampuan di bawah rata-rata. seperti saya bisa saling berbagi pendapat dengan teman kelompok saya. salah satu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo yang memiliki kemampuan diatas rata-rata. saling membantu satu sama lain.

hasil pengamatan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan motivasi belajar yang cukup tinggi selama proses pembelajaran. 81 . saya memperoleh banyak manfaat. salah satu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo yang memiliki kemampuan di bawah rata-rata. sehingga saya tidak merasa kesulitan dalam belajar. Hal itu dapat dilihat dari keberanian mereka untuk angkat tangan dan menjawab pertanyaan. berani menengemukakan pendapatnya dan menjawab pertanyaan dari guru dan siswa. Dari pembelajaran tersebut mereka cukup senang. dan tercipta keakraban sesama teman. pada tanggal 1 April 2009. perasaan ceria pada waktu pembelajaran berlangsung. mereka sangat antusias.81 Dengan demikian. c. semangat. Mereka sudah mulai berani berkomunikasi dan kerjasama yang cukup baik pada diskusi antar sesama anggota kelompok. dan tidak merasa bosan dalam menerima pelajaran Akidah Akhlak.Sedangkan siswa 3 mengungkapkan. siswa mulai terbiasa bertanya dan mengemukakan pendapatnya. pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle sangat memberikan manfaat kepada para siswa. selama proses pembelajaran dengan model belajar kelompok. mereka merasakan suasana keakraban dengan kelompoknya. antusias yang diimbangi dengan aktif dalam diskusi. Ya. Observasi Siklus II Pada siklus II ini. dan senang. saya sekarang lebih semangat untuk mengikuti proses pembelajaran Akidah Akhlak. karena masing-masing siswa sudah mulai bisa menghilangkan rasa malu dan takut salah Hasil Wawancara dengan Siti Nasikhatul K.

4 yang mengindikasikan bahwa ada peningkatan motivasi belajar siswa terhadap pelajaran Akidah Akhlak sebesar 88. Ditambah lagi pada siklus II ini. Pada siklus ini. serta menghormati guru dan ramah kepada teman.4 menjadi 78. disiplin dalam mengerjakan tugas. d. Berdasarkan hasil observasi pada siklus II terdapat peningkatan motivasi belajar yang cukup tinggi. peneliti memberikan pujian pada salah satu kelompok atau siswa atas prestasi yang diraih. Refleksi Siklus II Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II ini tetap sama dengan siklus I yaitu bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi Asamul Husna. Sehingga mereka akan lebih semangat dalam belajar.dalam mengajukan pendapat. Demikian juga pada lembar penilaian menunjukkan adanya peningkatan dari rata-rata kelas 72.89%. Mayoritas mereka sudah mulai terbiasa dengan model pembelajaran yang peneliti terapkan. mempunyai rasa tanggung jawab. siswa sudah mengerti . Dengan hasil seperti ini mengindikasikan bahwa motivasi belajar siswa sudah maksimal sesuai dengan target yang diharapkan oleh guru dan siswa. Hal ini dapat dilihat dari lembar observasi motivasi belajar siswa yang sudah menunjukkan kenaikan dari aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat diamati pada lembar observasi motivasi menunjukkan nilai rata-rata 3.

penggunaan modul sebagai media pembelajaran serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif .dengan model pembelajaran yang diterapkan oleh peneliti. yang menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I sampai ke siklus II. dan menjawab. . Hal ini dapat dilihat adanya perubahan perilaku siswa pada siklus sebelumnya hanya pasif dan sekarang mulai aktif dalam belajar. Berdasarkan analisa di atas menunjukkan bahwa pada siklus II ini penerapan cooperatif learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Melalui pengamatan setiap siklus dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa pembelajaran kooperatif terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa pada pelajaran Akidah Akhlak di MI Sunan Kalijogo Malang. Bentuk implementasi dari pembelajaran kooperatif yang optimal dalam meningkatkan motivasi belajar Akidah Akhlak khususnya materi Asmaul Husna adalah menggunakan strategi crossword puzzle. mengemukakan ide. bertanya. Peningkatan tersebut dapat diamati dari hasil tes kelompok dan individu para siswa. hal ini dapat dilihat dari: 1) Kegiatan belajar kelompok dapat membawa siswa untuk aktif berbicara. Pengamatan tersebut dilakukan secara bertahap melalui tugas kelompok dan soal latihan. Dengan demikian hasil observasi tindakan pada siklus II terdapat peningkatan dalam belajar Akidah Akhlak. Pada waktu mengerjakan soal para siswa sudah bisa menerima pendapat dari teman kelasnya.

dan mudah bersosialisasi dengan teman kelompoknya. peneliti memandang bahwa tidak perlu dilakukan tindakan selanjutnya dan mengakhiri penelitian tindakan ini pada siswa kelas IV A di MI Sunan Kalijogo Malang. c. disiplil. Siswa mulai belajar bertanggung jawab. antusias.2) Siswa sudah dapat mengandalkan kemampuan menyelesaikan masalah dan menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari 3) Motivasi belajar siswa terhadap materi Asmaul Husna yang pada siklus I hanya dimiliki sebagian siswa. Temuan Siklus I a. Dengan demikian. b. Siswa cukup senang dan berani untuk bertanya dan menjawab soal. dan rasa ingin tahu dalam pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle pada materi Asmaul Husna walaupun mereka belum sepenuhnya menguasai materi. sekarang sudah hampir dimiliki oleh seluruh siswa kelas IV A. d. . D. Siswa yang pasif sedikit demi sedikit sudah berani dan menunjukkan keantusiasannya. Temuan Penelitian Berdasarkan paparan diatas. berikut ini dikemukakan temuan penelitian pada setiap tindakan dan temuan penelitian secara umum: 1. Siswa tampak bersemangat.

Terdapat peningkatan motivasi belajar siswa sebesar 72. . Siswa sangat antusias dalam mengikui pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle.e. Siswa sudah mempunyai rasa tanggung jawab dan displiln dalam mengerjakan tugas. e. f. Temuan Siklus II a. sehingga pembelajaran masih didominasi oleh siswa yang aktif.4 dibandingkan sebelum dilakukan tindakan.22% dan peningkatan rata-rata kelas menjadi 72. Siswa sudah dapat mengandalkan kemampuan menyelesaikan masalah dan menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. g. b. Peningkatan motivasi belajar sebesar 88. Sebagaian siswa masih menggantungkan pada siswa lain.89% dan peningkatan rata-rata kelas menjadi 78. Mayoritas mereka sudah mulai terbiasa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle. c. g. f. 2. d. Terdapat beberapa siswa yang tidak lulus dalam tes individual. Siswa sudah mulai terbiasa bertanya dan mengemukakan pendapatnya. Siswa sudah berani berkomunikasi dan bekerjasama yang baik sesama kelomoknya.

Perencanaan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna. Sebelum pembelajaran tersebut diterapkan. dan Al-Latif). peneliti menggunakan strategi crossword puzzle. menjelaskan arti Asmaul Husna. peneliti mangadakan pre test telebih dahulu untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi Asmaul Husna. Adapun indikator yang ingin dicapai siswa dapat menghafalkan sifat-sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul Husna. dimana siswa dibagi dalam beberapa kelompok untuk mengerjakan soal tentang Asmaul Husna yang berbentuk teka-teki silang. dan membiasakan berdo’a dengan Asmaul Husna (As-Salam. Sumber belajar yang digunakan adalah buku panduan membina Akidah dan . al-Mukmin. menunjukkan contoh bahwa Allah bersifat (As-Salam. Perencanaan pembelajaran kooperatif ini terdiri dari 2 siklus 3 kali pertemuan. Peneliti menerapkan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi asmaul husna. A. Al-Mukmin.BAB V PEMBAHASAN Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di kelas IV A MI Sunan Kalijogo Malang. dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Dalam pembelajaran kooperatif. Siklus pertama terdiri dari dua kali pertemuan dan siklus kedua satu kali pertemuan. dan Al-Latif).

Mereka hanya mau bertanya dan menjawab setelah mendapatkan instruksi dari guru. B. kaligrafi. dan bertindak semaunya sendiri. Siswa cenderung pasif. Setelah kegiatan tersebut selesai guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. dan nomor siswa. Hal ini dimaksudkan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi tersebut. sehingga siswa hanya mengandalkan keterangan dari guru saja. mendengarkan. bermain sendiri atau berbicara dengan temannya. Selain itu. Siswa tidak mempunyai buku paket. Pelaksanaan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna. Sedangkan media pembelajaran yang digunakan adalah modul Asmaul Husna. Melalui pre test dapat diketahui bahwa pembelajaran tersebut ternyata menjadikan siswa kurang antusias atau semangat dalam belajar. ketika guru memberikan tugas atau kesempatan bertanya dan menjawab kepada siswa. dan tidak berkomentar. kemudian menjelaskan. siswa merasa bosan. mereka kurang semangat dalam menerimanya. Pada pelaksanaan pembelajaran ini peneliti mengadakan pre test dengan pembelajaran konvensional. di mana guru menuliskan terlebih dahulu. Sedangkan siswa mencatat dan mendengarkan. dan yang terjadi siswa tidak mendapatkan perhatian yang lebih. Itupun yang bertanya atau menjawab hanya 1-2 orang saja. gambar yang berhubungan dengan materi Asmaul Husna. Jadi hasilnya .Akhlak Kelas 4 MI. Mereka lebih banyak diam.

Berdasarkan hasil pre test tersebut untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dibutuhkan lingkungan belajar yang kondusif. 13. sehingga mengakibatkan siswa kurang semangat dalam belajar. sehingga sikap dan perilaku siswa berkembang ke arah suasana demokratisasi dalam kelas. Dengan pembelajaran ini diharapkan siswa mempunyai semangat yang tinggi. yaitu dengan menerapkan pembelajaran kooperatif diharapkan dapat membuat siswa untuk mempunyai motivasi belajar yang tinggi. sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan dibandingkan dengan pembelajaran konvensional yang peneliti terapkan sebelumnya.82 Menyikapi hasil pre test tersebut. bekerjasama.cit. karena pada pertemuan ini setiap kelompok 82 Etin Solihatin. Pembelajaran kooperatif ini mendorong tumbuhnya sikap kesetiakawanan dan keterbukaan di antara siswa. Pembelajaran yang kurang melibatkan banyak siswa. hal. Pada pertemuan pertama dengan menerapkan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle siswa mulai aktif bertanya dan menjawab dibandingkan dengan pre test. akan membuat siswa merasa bosan dan malas.minim sekali. op. Di samping itu. bertukar pikiran untuk menyelesaikan masalah. saling berperan menyelesaikan tugas. . penggunaan kelompok kecil siswa mendorong siswa lebih bergairah dan termotivasi dalam mempelajari Akidah Akhlak. maka pada siklus I pertemuan pertama peneliti menerapkan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle.

mulai bekerja sama dengan kelompoknya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. peneliti tetap menerapkan pembelajaran kooperatif dengan satu kali pertemuan saja. Ulangan ini materi Asmaul Husna yang telah disampaikan pada pertemuan pertama. sehingga menimbulkan persaingan sehat untuk meningkatkan keberanian siswa. Demikian siswa yang antusias akan mendorong motivasi siswa yang lain. Menurut Oemar Hamalik. Guru yang berminat tinggi dan antusias akan menghasilkan siswa-siswa yang berminat tinggi dan antusias pula. Dengan menerapkan pembelajaran tersebut diupayakan untuk melatih.83 Hasil observasi siklus I mengemukakan adanya peningkatan motivasi belajar siswa yang cukup memuaskan. Pada siklus II. dan mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi. dan sudah berani bertanya tentang materi yang belum dipahami. tanya jawab. Mereka mulai saling bertukar pikiran. Pada pertemuan kedua. Pada siklus ini siswa lebih termotivasi lagi. motivasi itu mudah menjalar atau tersebar terhadap orang lain. karena dengan terbiasanya strategi yang diterapkan akan membuat siswa lebih paham terhadap pembelajaran yang 83 Oemar Hamalik.cit. . siswa mengerjakan soal ulangan. dibandingkan dengan siklus I. loc. dan menjadikan siswa lebih aktif dalam mengungkapkan ide. membiasakan. Agar mempunyai motivasi yang tinggi yaitu dengan cara harus semangat dalam bertanya. mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. menjawab.

Pada pertemuan kali ini lingkungan belajar sudah nampak efektif pada belajar kelompok. Sedangkan tujuan dari pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi belajar dimana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi keberhasilan kelompok. dalam menyelesaikan tugas secara bersama-sama dengan kelompoknya. karena semuanya ikut berperan aktif. . sehingga diskusi mereka sangat menarik. dimana mereka sudah berani menuangkan ide dengan teman kelompoknya dan sudah berani bertanya pada materi yang belum dipahami. Oleh sebab itu. selain itu mereka harus aktif bertanya dan menjawab. dan bertanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan.84 Pembelajaran kooperatif ini diterapkan agar siswa lebih bertanggung jawab. Dengan pembelajaran kooperatif. diharapkan siswa lebih termotivasi untuk belajar.peneliti terapkan. berperan aktif. mempunyai keingintahuan yang besar terhadap masalah yang belum dimengerti. karena mereka adalah satu tim yang harus bekerja sama untuk menyelesaikan tugas tersebut. yaitu untuk menuangkan ide-ide dengan kelompoknya. dan harus semangat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.cit. Siswa mampu berperan aktif lebih berani bertanya dan menjawab. guru memberikan pujian kepada kelompok yang sudah selesai duluan dan kepada siswa yang berani mempresentasikan 84 Novi Emildadiany. Dari penerapan pembelajaran tersebut. sehingga diharapkan siswa mempunyai motivasi belajar yang tinggi. tampak dari aura mereka yang ceria dan lebih bersemangat dalam belajar. loc.

hasil tugasnya di depan kelas. Penilaian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam menggunakan strategi yang telah diterapkan. Pujian ini dimaksudkan untuk merangsang minat yang sebenarnya. . mengungkapkan pendapatnya. op.85 Begitu juga ketika diberi latihan soal mereka langsung mengerjakannya tanpa ada keluhan dan mereka mengerjakannnya penuh semangat. Peningkatan motivasi belajar siswa dapat diamati pada lembar observasi dari siklus I sampai II terus mengalami peningkatan. 167. dan tanya jawab ketika pembelajaran berlangsung. Dengan demikian hasil observasi siklus II menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa yang sangat memuaskan. Penilaian dalam pembelajaran ini dilakukan pada setiap pertemuan setelah proses pembelajaran berlangsung. Penilaian Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna. Melalui observasi pada siklus II adanya rasa ingin tahu yang cukup besar yang ditunjukkan dengan lebih aktif belajar kelompok. 85 Oemar Hamalik. Hal ini menunjukkan keantusiasan mereka ketika pembelajaran asmaul husna berlangsung. Secara umum penerapan cooperative learning pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar tentang Asmaul Husna.cit. C. hal.

Berdasarkan data empiris dan analisis dapat diambil sebuah kesimpulan.22%. susana kelas menjadi lebih hidup.4 hingga 78.8 meningkat menjadi 72.8 meningkat menjadi 72. bahwa penerapan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle dapat meningkatkan motivasi belajar Akidah Akhlak dan bentuk aplikasinya yang efektif adalah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah dibuat sebelumnya. hal ini dapat ditunjukkan dengan tumbuhnya rasa kebersamaan dan gotong royong dalam kelompok. dan keberanian dalam mengemukakan pendapat. dan meningkat lagi menjadi 88. yaitu dari pre tes semula 52 % meningkat pada siklus I menjadi 76 %. Dari hasil penilaian dapat dibuktikan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle dapat meningkatkan motivasi belajar Asmaul Husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang. kemudian meningkat lagi pada siklus II menjadi 87 %. .Tingkat keberhasilan kelas dalam setiap siklusnya mengalami peningkatan. Sedangkan pada motivasi belajar siswa juga mengalami peningkatan dari pre test yang semula 1. Sedangkan bukti-bukti data kualitatif dapat dijelaskan dari hasil pengamatan dan wawancara dengan siswa yang menyatakan senang dengan penerapan strategi pembelajaran tersebut. Ini semua adalah bukti-bukti data kuantitatif.89%. atau nilai rataratanya dari 64.

. Adanya peningkatan motivasi belajar siswa. senang.Adapun indikator keberhasilan penerapan cooperative learning. dan tidak merasa bosan. yaitu aktif dalam berdiskusi dengan saling tukar pendapat dan tanya jawab. Pada saat pembelajaran berlangsung siswa terlihat lebih semangat. Siswa mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Hal ini terlihat dari kenaikan setiap siklusnya. sehingga dapat menyelesaikan tugas tepat waktunya. karena dikerjakan dengan bersama-sama. 3. antara lain: 1. Hal ini menunjukkan bahwa siswa tidak merasa takut lagi untuk belajar mengemukakan pendapatnya dan tanya jawab. 2.

Perencanaan dibuat setelah peneliti mengetahui karakteristik siswa kelas IV A di MI Sunan Kalijogo Malang yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. dibandingkan ketika melaksanakan pembelajaran konvensional.22%.67%. membuat modul pembelajaran. Langkah awal perencanaan ini adalah membuat silabus.BAB VI PENUTUP A.89% atau meningkat sebesar 16. menjadi 88. Hal ini ditunjukkan dengan data indikator peningkatan motivasi belajar siswa dari 72. dan lembar observasi tentang motivasi belajar siswa. membuat lembar crossword puzzle. Hasil motivasi belajar tersebut terlihat dari bertambahnya semangat dan antusias siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. menyusun RPP. Perencanaan cooperative learning melalui strategi crossword puzzle terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV A dalam pembelajaran Asmaul Husna. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisa dan observasi data di lapangan. . Pelaksanaan cooperative learning melalui strategi crossword puzzle terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV A dalam pembelajaran Asmaul Husna. maka dapat ditarik sebuah kesimpulan sebagai berikut: 1. 2. mereka selalu menampakkan aura senang dan selalu berusaha menyelesaikan tugas tepat waktu.

3. tetapi bisa diterapkan pada pelajaran yang lain.3. tetapi pihak sekolah masih perlu untuk lebih melengkapi fasilitas-fasilitas yang ada disekolah. Lembaga pendidikan dan pihak yang berwenang diharapkan mampu merealisasikan pembelajaran kooperatif. Dari hasil penilaian dapat dibuktikan bahwa pembelajaran ini terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV A di MI Sunan Kalijogo Malang. Penilaian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam menggunakan strategi yang telah diterapkan. seperti buku-buku diperpustakaan. Guru diharapkan menerapkan pembelajaran kooperatif tidak hanya pada mata pelajaran Akidah Akhlak. karena berdasarkan hasil penelitian terbukti berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa. media pembelajaran. dan sebagainya. 2. Penilaian cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar Asmaul Husna dilakukan pada setiap pertemuan setelah proses pembelajaran berlangsung. . maka peneliti memberikan saran kepada beberapa pihak: 1. Karena fasilitas tersebut dapat membantu siswa untuk melengkapi informasi pengetahuan dalam pendidikan. B. karena pembelajaran ini terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Sarana dan prasarana di MI Sunan Kalijogo sudah cukup bagus. Saran Berdasarkan hasil penelitian di atas. Hal ini dapat ditunjukkan dari keberhasilan kelas menjadi 87 % atau sebesar 78.

Bandung: Jembar. Hamalik. Jakarta: Ghalia Indonesia . 2005. Cooperative Learning-Teknik Jigsaw (http:www. diakses 18 Februari 2009). dkk. Jakarta: Mizan Publika. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. diakses 18 Februari 2009). Misteri Asmaul Husna. Penelitian Tindaakn Kelas. Pendidikan Islam dan Pendidikan Nasional {Paradigma Baru}. dan Nunung K Rukmana. 2007. Emildadiany. 2007. Ibnu Qayyim. Hamijaya. Solo: Pustaka Ar-Rayyan. 2002. 2007. Asmaul Husna dan Sifat-Sifat Allah (http:www. Hasan. Al-Kumayi.com. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. 2007. Said bin Ali bin Wahf. Iqbal. Jakarta: Bumi Aksara. Arikunto.yahoo. Arbiki. Jakarta: Bumi Aksara. Novi. Al-Qahthani. Cara Mudah Bergembira bersama Al-Qur’an. Kecerdasan 99 Cara Meraih Kemenangan dan Ketengan Hidup Lewat Penerapan 99 Nama Allah. Asmaul Husna Nama-Nama Indah Allah. 2001.yahoo. .DAFTAR PUSTAKA Al-Jauziyah. . Bandung: Sinar Baru. 2007. M.yahoo. Jakarta: Departemen Agama RI Direktorat Jenderal Kelembagaan Islam. Fathoni. Nunu A. Contoh Proposal Eksperimen (http:www. Muhammad Kholid.com. La Ode. 1992. Oemar. Proses Belajar Mengajari. diakses 6 Agustus 2009). Psikologi Belajar dan Mengajar. Pokok Materi Metodologi penelitian & Aplikasinya. 2006.com. Sulaiman. Suharsimi.

Purnomo. Moleong.com. diakses 6 Agustus 2009 ). Strategi Pembelajaran di Perguruan Tinggi.yahoo. 2000. Purwanto. Jakarta: Kencana. Muhammad. 2009. 2007. 2006. 2007. Jakarta: Gramedia. Yogyakarta: CTSD. 2002. Margono. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. 2007. Anita. Muslich. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2006. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. . Bandung: Nuansa. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Hamid. Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Lie. Masnur. Active Learning 101 Cara Bealajar Siswa Aktif. 2004. Bandung: Remaja Rosdakarya. Ternyata ada 100 Asma Al-Husna.com. Ja’far. Wina. Ngalim. (http:www. Jakarta: Rineka Cipta. Manfaat Asmaul Husna (http:www. Melvin L. S. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004. Bandung :Remaja Rosdakarya. Jakarta: Bumi Aksara. Shidiq. diakses 6 Agustus 2009). Majid. Metodologi Penelitian Kualitatif. Sigit. Psikologi Pendidikan. dkk. M. Metodologi Penelitian Pendidikan. Sanjaya. Silberman. Qiyas Media. Jakarta: Kencana. Pedoman Diagnostik Potensi Peserta Didik.Hisyam.yahoo. . Abdul dan Dian Andayani. Lexy J. 2006. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. 2007.

Fatah. Suhaemi. Bandung: Remaja Rosdakarya. Syah. Jakarta: Prestasi Pustaka. Rochiati. 2004. Wiriaatmadja.IV/ Desember (http:www. 2007. Hari. Model-Model pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. 1995. Trianto. Yasin. diakses 18 Februari 2009). A. Psikologi Belajar.2007. Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS Jakarta: Bumi Aksara. pada Game “ Crossword Puzzle ” (http:www. Suderadjat. Masrap. Sugiharti. 2008. Penerapan Teori Multiple Intelligence dalam Pembelajaran Fisika. Khasiat Ayat-Ayat Al-Qur’an. Muhibbin. Jakarta: RajaGrafindo Persada.yahoo.yahoo. Penelitian Tindakan Kelas dari Teori Menuju Praktik. Uzer. Analisa Penerapan Algoritma Backtracking. Malang: UM Press. 2004. Etin. . Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan. Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam. Ajeng dan Adry. Usman. Hamzah B. Metode Penelitian Tindakan Kelas untuk Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen. . Wahidmurni. Menjadi Guru Profesional.No.com. 2008. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Bandung: Cipta Cekas Grafika. Pedoman Penulisan Skripsi. Wirasati. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif . Moh. 2008. Bandung: Remaja Rosdakarya. M dan Muhammad Walid. Zainuddin. Uno. Malang: UIN Malang Press. Ronny.Solihatin. diakses 6 Agustus 2009). Jakarta: Bumi Aksara.05/ Th. Malang: Fakultas Tarbiyah UIN. Piping. 2005. 2007.com. Jurnal Pendidikan Penabur . 2009. 2007. Surabaya: Mahkota. Jakarta: Bum Aksara. 1984.

.

CANDI III D NO.0011 M2 MILIK YAYASAN NO.LAMPIRAN I PROFIL MADRASAH MADRASAH IBTIDAIYAH NAMA SEKOLAH SUNAN KALIJOGO ALAMAT SEKOLAH JL. 442 KARANGBESUKI TELEPON KECAMATAN KOTA PROPINSI NSS NSPN JENJANG AKREDITASI TAHUN DIDIRIKAN TAHUN BEROPERASI STATUS TANAH SURAT KEPEMILIKAN SERTIFIKAT TANAH LUAS TANAH STATUS BANGUNAN SURAT IJIN BANGUNAN LUAS BANGUNAN 1.5 M2 (0341) 574822 / 7701303 SUKUN MALANG JAWA TIMUR 65146 112357305009 TERAKREDITASI B 1967 1967 WAQOF . 152051808003 409.

A. S.Ma IDA NUROH.Pd TATA USAHA DWI MUKTIANI YAYASAN WAKA KURIKULUM ANIK AZIZAH.Ag WALI KELAS GURU KOORDINATOR Drs. S. BA PUJIATI. S.Psi A. STP WAKA KEUANGAN KHUSNUL K.LAMPIRAN II STRUKTUR ORGANISASI MI SUNAN KALIJOGO DEPAG KEPALA MADRASAH SUPRIYATI. SUNARTIN ZAINUDIN NUR ASIYAH Dra. SUNARTIN SISWA/SISWI MI SUNAN KALIJOGO .Ag WIWID DP.Pd IIS PUSPA R. S.Ma WAKA KESISWAAN ENDAH N. S. DARSONO NING F. S.PdI NUR H. ASHARI Dra. A.

• Observasi dilakukan pada motivasi belajar pada saat pembelajaran.LAMPIRAN III SIKLUS I Identifikasi Masalah Observasi lapangan dilakukan dengan menganalisa dan mengidentifikasi masalah yang terkait dengan motivasi belajar siswa Memeriksa Lapangan • Mengadakan pre test dengan menggunakan pembelajaran konvensional. • Melaksanakan evaluasi dan refleksi Observasi • Mengamati proses pembelajaran dengan lembar observasi motivasi belajar siswa. • Menerapkan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle. • Membagi indikator pembelajaran. • Tidak menggunakam modul dan media pembelajaran. • Tidak melakukan evaluasi dan refleksi. Refleksi Pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle pada siklus I menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa yang cukup baik. tetapi masih perlu ada penerapan lebih lanjut agar pembelajaran kooperatif dapat diaplikasikan dengan hasil yang lebih memuaskan Revisi Perencanaan Perlu diterapkan pembelajaran kooperatif yang lebih efektif dan menyenangkan. sehingga siswa tidak merasa bosan Cukup Berhasil . • Dari hasil pre test dapat diketahui bahwa motivasi belajar siswa pada materi Asmaul Husna masih rendah. Perencanaan Tindakan • Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran • Menyiapkan modul dan media pembelajaran • Merencanakan evaluasi dan refleksi. Pelaksanaan Tindakan • Melaksanakan pembealajaran sesuai dengan rencana pembelajaran.

• Melaksanakan evaluasi dan refleksi Observasi • Mengamati proses pembelajaran dengan lembar observasi motivasi belajar siswa. Pelaksanaan Tindakan • Melaksanakan pembealajaran sesuai dengan rencana pembelajaran. Bentuk implementasi pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle penggunaan modul dan media pembelajaran. • Observasi dilakukan pada motivasi belajar pada saat pembelajaran. serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Refleksi Penerapan pembelajaran kooperatif pada siklus II terbukti dapat meningkatan motivasi belajar siswa tentang Asmaul Husna pada mata Akidah Akhlak kelas IV A MI Sunan Kalijogo Malang. • Menerapkan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle. • Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran • Merencanakan evaluasi dan refleksi.SIKLUS II Perencanaan Tindakan • Mempersiapkan instrumen motivasi. Berhasil SELESAI . • mempersiapkan indikator selanjutnya.

dan Al-Latif) Indikator Menghafal sifat-sifatAllah yang terkandung dalam al-asma’ al-Husna (As-Salam. Mengetahui arti al-asma’ al-Husna (As-Salam. Al-Mukmin. dan Al-Latif).LAMPIRAN IV Standar Kompetensi Memahami sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul Husna (As-Salam. Al-Mukmin. Membiasakan berdo’a dengan al-asma’ al-Husna (As-Salam. dan Al-Latif). dan Al-Latif). Al-Mukmin. . Al-Mukmin. Al-Mukmin. Menunjukkan contoh bahwa Allah bersifat (As-Salam. dan Al-Latif) Kompetensi Dasar Mengenal allah melalui sifat-sifat yang terkandung dalam Asmaul Husna (As-Salam. Al-Mukmin. dan Al-Latif).

dan membicarakan keburukan orang lain. dan tidak pernah berdusta. Artinya: luka yang disebabkan goresan pedang akan cepat sembuh. misalnya perpuatan sia-sia. Manusia akan selamat di bunia dan akhirat juka tidak melakukan perbuatan dosa. Zat Allah tidak rusak dan tidak cacat. Allah memberi rasa aman dan kemakmuran kepada semua makhluk-Nya. Selain itu. tetapi luka hati karena ucapan sulit dihilangkan.AS-SALAM Allah Maha sempurna tidak mempunyai kekurangan. membaca Al-Qur’an dan berzikir kepada Allah.R. Sika kalian tidak dapat berbicara yang baik. maka jagalah lisan. Oleh karena itu. mereka juga tidak melakukan perbuatan dosa. Kosa Kata (Kalimat Sa’bah) Berzikir Keramat Sedih Cemas Jasmani : mengingat Allah : dianggap suci : menimbulkan rasa susah dalam hati : tidak tenteram hati : tubuh. badan . berkata jorok. Kesejahteraan hanya berasal dari Allah. Ibnu Majah). (H. Kesejahteraan dapat dicapai jika seseorang mempunyai hati yang bersih. Sebagaimana Rasululllah saw bersabda yang artinya: Islam seseorang termasuk baik jika dia meninggalkan perkara yang tidak berguna. lebih baik diam. Jika kalian ingin selamat. tidak merasa iri. misalnya tidak membenci. Berhati-hatilah dalam berbicara dan berbicaralah untuk halhal yang berguna! Misalnya. berhati-hatilah dalam berbicara dan jauhkan diri dari perbuatan sia-sia. Sebuah pepatah mengatakan “Lidah lebih tajam daripada pedang”. Semua yang dilakukan Allah selalu benar dan tidak tercela karena Allah bersifat As-Salam yang berarti Mahasejahtera.

seperti dengkli. dan malas. Berbeda sekali ketika belum berdo’a. mereka minta perlindungan kepada Allah. Allah akan melindungi dan membrikan rasa aman kepada orang yang berdo’a kepada-Nya. dalam benak mereka hanya terdapat kesedihan dan kecemasan. Allah tidak akan menolong kepada mereka yang meminta perlindungan kepada selain Allah. Kita mohon perlindungan dan rasa aman kepada Allah dari mara bahaya yang mengancam jiwa. Paling tidak hatinya menjadi tenang karena merasa dirinya dilindungi oleh Zat Maha Penjaga keamanan. dari kelaparan dan kekuatan. yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan. Allah swt berfirman yang artinya: Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah). dari penyakit jasmani yang mengancam jiwa. (Q. bakhil. manusia minta perlindungan dan rasa aman kepada Allah ketika mereka dalam keadaan sempit. dari penyakit hati.S. . Quraisy/106:3-4).AL-MUKMIN Al-Mukmin artinya Maha Penjaga keamanan. Orang beriman tidak dibenarkan meminta perlindungan kepada selain Allah. Ketika kapal di tengah lautan diterjang ombak dan dihempas badai. Benda-benda mati dan makhluk hidup tidak akan dapat memberikan perlindungan kepada manusia. Biasanya. misalnya minta perlindungan kepada kuburan atau tempat keramat. dendam. Mereka pasrah dengan keputusan Allah sehingga hatinya menjadi tentram. Hanya Allah yang dapat memberikan rasa aman kepada manusia.

Allah mengetahui kebutuhan makhluk-Nya. Allah berfirman yang artinya: Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata. adik bayi yang baru lahir! Ia menyusu kepada ibunya. dan yang ghaib. sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan. yang tersembunyi. kalian juga harus bersifat lemah lembut. . Pemberian Allah tidak dapat disebutkan. dan mutiara merupakan sedikit kebaikan Allah yang diberikan kepada makhluk-Nya. Allah memberi sesuatu lebih dari yang dibutuhkan makhluk-Nya. madu. Sebagai anak beriman. gigi taring untuk mencabik. Bayi yang baru lahir belum memiliki gigi. dan mengasihi kepada sesama teman. Allah melihat segala gerak-gerik hamba-Nya. sutra. Air susu ibu. Allah berisifat AlLatif artinya Maha halus. saling menyayangi. seperti manusia mengetahui hal-hal yang nyata. Dengan demikian. Allah memberi gigi ketika ia mulai dapat mengunyah makanan. Itulah salah satu bukti kelembutan Allah. (Q. Allah akan mengasihi dan menyayangi kalian. dan Dialah yang Maha Halus lagi Maha mengetahui. Makanannya hanya susu. Allah sangat lembut terhadap makhluk-Nya. dan gigi seri untuk menggigit. Allah menyayangi semua makhluk-Nya.S. Hal yang ghaib dikethui Allah.AL-LATIF Allah Maha mengetahui terhadap hal-hal yang tidak kelihatan. Misalnya. Gigi geraham untuk mengunyah. al-An’am/6:103). Allah sangat lembut terhadap semua makhluk-Nya.

thayyibah • Mengetahui arti (assalamu’alai kalimat thayyibah kum) (assalamu’alaikum). • Membiasakan mengucap kalimat kalimat thayyibah (assalamu’alaikum) bila bertemu dengan sesama muslim.LAMPIRAN V SILABUS PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester : MI Sunan Kalijogo : Akidah Akhlak : IV/II Standar Kompetensi : Memahami kalimat thayyibah (assalamu’alaikum) dan al-Asma’ al-Husna (as-Salam. dan al-Latif) Kompetensi Dasar Materi Pokok Alokasi Waktu 2x40 menit (2 JP) Penilaian Bentuk Jenis Contoh Instrumen No 1 Indikator Pengalaman Belajar Sumber Belajar Mengenal • Menghafalkan/melafal Allah melalui kan kalimat thayyibah kalimat (assalamu’alaikum). • Siswa dapat menterjemahkan kalimat thayyibah tanpa melihat teks. Kalimat • Siswa dapat thayyibah menghafalkan kalimat thayyibah (assalamu’alaikum). al-Mukmin. • Siswa dapat menjelaskan isi pokok kandungan kalimat thayyibah dalam bentuk lisan dan tulisan • Performance • Tes • Kapan kita • Buku lisan mengucapkan Panduan • Paper and salam? “Membina pencil test • Tes Akidah dan tulis • Tuliskan • Kerja kalimat salam Akhlak kelompok • Diskusi kelas IV beserta MI (Tiga artinya! Serangkai • Sebutkan Pustaka manfaat Mandiri) salam bagi • Kaligrafi kaum kalimat muslimin! thayyibah .

dalam aldan al-Latif). • Siswa dapat menterjemahkan Asmaul Husna (AsSalam. al-Latif) • Dapat menunjukkan contoh bahwa Allah bersifat (As-Salam. 2 Mengenal • Menghafal sifatAllah melalui sifatAllah yang sifat-sifatAllah terkandung dalam alyang asma’ al-Husna (Asterkandung Salam. asma’ al• Mengetahui arti alHusna (Asasma’ al-Husna (AsSalam. Asmaul Husna • Siswa dapat menghafalkan Asmaul Husna (AsSalam. • Guru menjelaskan . al-Mukmin. dan al-Latif). alMukmin. alSalam. berbicara rative yang • Modul learnitentang berguna. dan dan al-Latif). • Bermain kartu lafdhiyah Alokasi Waktu Penilaian Bentuk Jenis Contoh Instrumen Sumber Belajar • Sebutkan • Kartu adab-adab lafdhiyah salam! • Apa makna salam menurut kalian? 3x40 menit (2 JP) • Lafad • Performance • Tes • Jelaskan Asmaul lisan sifat Allah • Paper and Husna as-Salam? pencil test • Tes tulis • Sebutkan 3 • Lembar • Diskusi crossword • Coope.No Kompetensi Dasar Indikator Materi Pokok Pengalaman Belajar • Guru menjelaskan. • Siswa dapat menjelaskan isi pokok kandungan Asmaul Husna tersebut. al-Mukmin. dan al-Latif). • Membiasakan berdo’a dengan al-asma’ alHusna (As-Salam. • Bermain crossword puzzle. dan al-Latif). Mukmin. ng asmaul husna • Apa arti sifat Allah alMukmin? • Sebutkan 3 bukti bahwa Allah bersifat alLatif. al-Mukmin. dan al-Latif). alMukmin.contoh puzzle. al-Mukmin.

amanah. • Sebutkan bukti sederhana adanya Nabi dan Rasul! • Jelaskan fungsi beriman kepada Nabi dan Rasul! . • Siswa dapat menyebutkan tugas dari Nabi dan Rasul.Standar Kompetensi : Beriman kepada Rasul-Rasul Allah Kompetensi Dasar Materi Pokok Rukun Iman Alokasi Waktu 3x40 menit (2 JP) Penilaian Bentuk Jenis Contoh Instrumen No 3 Indikator Pengalaman Belajar • Siswa dapat menyebutkan 25 Nabi dan Rasul dengan cara dinyanyikan. • Guru menjelaskan. • Siswa dapat menjelaskan fungsi beriman kepada Nabi dan Rasul. • Performance • Tes • Ada Berapa • Buku lisan Nabi Dan Panduan • Paper and Rasul Allah? “Membina pencil test • Tes Akidah dan tulis • Sebutkan • Kerja Akhlak Nabi dan kelompok • Diskusi kelas IV Rasul Allah? MI (Tiga • Apa tugas Serangkai Nabi dan Pustaka Rasul? Mandiri)” • Ada berapa • Kartu sifat-sifat Lafdhiyah Rasulullah? • Gambar – Sebutkan! gambar. • Terbiasa untuk meneladani sifat-sifat Rasulullah (sidiq. dan fathanah) . • Bermain kartu lafdhiyah Sumber Belajar Mengenal • Menyebutkan 25 nama Rasul dan Nabi Nabi dan Rasul Allah Allah beserta tugasnya. • Siswa menjelaskan bukti sederhana adanya Nabi dan Rasul. • Menyebutkan bukti sederhana adanya Nabi dan Rasul. tabligh. • Menyebutkan sifatsifat para Nabi dan Rasul. • Siswa memiliki perasaan cinta dan iman kepada Nabi dan Rasul. • Menunjukkan fungsi beriman kepada Nabi dan Rasul.

amanah. • Siswa menjelaskan ciri-ciri orang yang berakhlak sidik. amanah. tabligh. dan fathanah. amanah. • Mencintai dan meneladani akhlak mulia lima Rasul Ulul Azmi. • Siswa dapat menjelaskan manfaat dari akhlak terpuji. amanah. dan fathanah. • Siswa dapat menjelaskan arti dari akhlak sidik. amanah. tabligh. amanag. • Memberikan contoh sifat sidik. amanah. • Bermain kartu lafdhiyah Sumber Belajar 4 • Membiasakan akhlak sidik. tabligh. • Membiasakan akhlak terpuji terhadap teman dalam kehidupan sehari-hari. tabligh. dan fathanah. dan fathanah! . Pengalaman Belajar • Siswa dapat menyebutkan akhlak terpuji. dan fathanah. dan fathanah dalam kehidupan sehari-hari. • Siswa dapat memberikan contoh akhlak sidik. • Guru menjelaskan.Standar Kompetensi : Membiasakan akhlak terpuji Kompetensi Dasar Materi Pokok Akhlak Terpuji Alokasi Waktu 2x40 menit (2 JP) Penilaian Bentuk Jenis Contoh Instrumen No Indikator • Mengetahui arti akhlak sidik. tabligh. amanah. dan fathanah. tabligh. dan fathanah. • Performance • Tes • Apa yang • Buku lisan dimaksud Panduan • Paper and dengan sidik? “Membina pencil test • Tes Akidah dan tulis • Sebutkan • Kerja Akhlak ciri-ciri dari kelompok • Diskusi kelas IV sifat amah! MI (Tiga • Sebutkan Serangkai dalil yang menunjukkan Pustaka Mandiri)” sifat tabligh! • Jelaskan arti • Kartu dari fathanah! Lafdhiyah • Gambar – • Sebutkan 3 gambar. • Menunjukkan ciri orang yang sidik. tabligh. • Menunjukkan keuntungan orang yang bersifat sidik. tabligh. contoh dari sifat sidik. amanah. tabligh. dan fathanah.

• Menghindari dari sifat munafik.Standar Kompetensi : Menghindari akhlak tercela Kompetensi Dasar Menghindari sifat munafik dalam kehidupan sehari-hari Materi Pokok Akhlak Tercela Alokasi Waktu 2x40 menit (2 JP) Penilaian Bentuk Jenis Contoh Instrumen No 5 Indikator • Mengetahui arti munafik. • Guru menjelaskan. • Menunjukkan dalil tentang munafik. • Siswa menjelaskan ciri-ciri munafik. • Siswa dapat memberikan contoh orang munafik. • Menunjukkan kerugian sifat munafik. Pengalaman Belajar • Siswa dapat menjelaskan sifat munafik. • Bermain kartu lafdhiyah Sumber Belajar • Performance • Tes • Apa yang • Buku lisan dimaksud Panduan • Paper and dengan “Membina pencil test • Tes munafik Akidah dan tulis • Kerja Akhlak • Sebutkan kelompok • Diskusi ciri-ciri orang kelas IV MI (Tiga munafik Serangkai • Sebutkan Pustaka dalil yang menunjukkan Mandiri)” • Kartu tentang Lafdhiyah munafik • Gambar – • Sebutkan 3 gambar. • Menunjukkan ciri-ciri orang munafik. • Apa kerugian dari orang yang bersifat munafik? . • Siswa menyebutkan dalil tentang munafik beserta artinya. contoh dari sifat sifat munafik. • Siswa dapat menjelaskan kerugian dari sifat munafik. • Memberikan contoh orang munafik.

. Sumber Belajar dan Alat pembelajaran Buku Panduan “Membina Akidah dan Akhlak kelas IV MI (Tiga Serangkai Pustaka Mandiri)”. Papan tulis dan kapur. Indikator Siswa dapat menjelaskan arti Asmaul Husna (As-salam). Al-mukmin.LAMPIRAN VI RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PRE TEST Nama Sekolah Mata Pelajaran : MI Sunan Kalijogo : Akidah Akhlak Kelas/ Semester : IV A/ II Alokasi Waktu Hari/ Tanggal : 40 Menit : Rabu. VI. Strategi Pembelajaran Metode ceramah dan tanya jawab. dan Al-latif). 11 Maret 2009 I. V. IV. III. Materi Pokok Asmaul Husna (As-salam). Al-mukmin. dan Al-latif). II. Kompetensi Dasar Mengenal Allah melalui sifat-sifat yang terkandung dalam Asmaul Husna (As-salam. Standar Kompetensi Memahami sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul Husna (Assalam.

Kegiatan Inti • Siswa mencatat ringkasan materi tentang Asmaul Husna (As-salam). C. • Absensi dan menanyakan kabar hari ini. VII. • Tanya jawab tentang materi sebelumnya. Kegiatan Awal • Salam dan berdo’a. • Siswa dan guru mengadakan Tanya jawab. VIII. • Berdo’a dan salam. • Guru memberikan nasehat kepada siswa agar rajin belajar. • Menunjukkan materi ajar dan tujuan pembelajaran. Langkah-Langkah Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran A. • Guru menjelaskan materi tersebut. . Kriteria Pembelajaran Siswa mampu menguasai materi maksimal 65% dari kompetensi dasar. Penilaian Proses : Pengamatan selama proses pembelajaran. IX. • Siswa mengerjakan soal pre test. B. Kegiatan Akhir • Siswa menyimpulkan materi tersebut dengan 5 menit 30 menit Waktu 5 menit dibantu oleh guru.Lembar kerja siswa. Hasil : Test tulis pada akhir pembelajaran.

Indikator Siswa dapat Menghafal sifat-sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul Husna (As-salam. dan Al-latif). Siswa dapat menjelaskan arti Asmaul Husna (As-salam. Al-mukmin. Al-mukmin. Al-mukmin. dan Al-latif). Modul Asmaul Husna (As-salam. VI. dan Al-latif). dan Al-latif). . Materi Pokok Asmaul Husna (As-salam. 18 & 25 Maret 2009 I. dan Al-latif). III. V. Gambar yang berhubungan dengan lafad tersebut. Al-mukmin. dan Al-latif) IV.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Nama Sekolah Mata Pelajaran : MI Sunan Kalijogo : Akidah Akhlak Kelas/ Semester : IV A/ II Alokasi Waktu Hari/ Tanggal : 2x40 Menit : Rabu. Almukmin. Kompetensi Dasar Mengenal Allah melalui sifat-sifat yang terkandung dalam Asmaul Husna (As-salam. Al-mukmin. Kaligrafi lafad (As-salam. II. Standar Kompetensi Memahami sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul Husna (Assalam. Al-mukmin. Strategi Pembelajaran Cooperative learning dengan Crossword puzzle. Sumber Belajar dan Alat pembelajaran Buku Panduan “Membina Akidah dan Akhlak kelas IV MI (3 Serangkai)”. dan Al-latif).

B. Kegiatan Awal • Salam dan berdo’a. • Guru membagikan nomor kepada setiap siswa. 5 menit . • Tanya jawab tentang materi sebelumnya. • Guru menjelaskan materi tersebut. • Guru memberikan pertanyaan kepada salah satu siswa dengan menyebut nomornya. • Siswa dan guru mengadakan Tanya jawab. • Salah satu kelompok membacakan hasilnya dan 30 menit 5 menit Waktu kelompok yang lain menyimak dan mengoreksinya. Kegiatan Inti • Guru membagikan modul kepada setiap siswa. Langkah-Langkah Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I A. • Siswa yang telah disebut nomornya harus menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh guru. C. VIII. • Siswa dibagi menjadi 5 kelompok dengan anggota 5 orang. Kegiatan Akhir • Siswa bersama guru menyimpulkan materi tersebut. • Siswa bersama kelompoknya mengerjakan soal tersebut. • Guru membagikan lembar crossword puzzle yang sama kepada setiap kelompok. • Menunjukkan materi ajar dan tujuan pembelajaran.VII. • Absensi dan menanyakan kabar hari ini. Kriteria Pembelajaran Siswa mampu menguasai materi maksimal 65% dari kompetensi dasar.

pembelajaran. Penilaian Proses : Pengamatan selama proses pembelajaran (kekompakan dalam kerja kelompok. • Tanya jawab tentang materi sebelumnya. Pertemuan II A. • Secara serentak siswa mengerjakan soal latihan. Kegiatan Inti • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dan bertaanya sebelum mengerjakan soal latihan. Hasil : Tugas kelompk dan test tulis pada akhir pembelajaran.Kegiatan Pembelajaran • Guru memberikan motivasi kepada siswa agar tetap semangat dalam belajar. . • Berdo’a dan salam. B. Kegiatan Awal • Salam dan berdo’a. keaktifan dan ketepatan dalam tanya jawab. Kegiatan Akhir • Guru memberikan dorongan kepada selama siswa untuk Waktu 5 menit 30 menit 5 menit mengungkapkan berlangsung. IX. • Menunjukkan materi ajar dan tujuan pembelajaran. • Guru bersama siswa mengoreksi hasil soal tersebut C. kesan-kesan pembelajaran • Berdo’a dan salam. • Absensi dan menanyakan kabar hari ini.

Al-mukmin. Al-mukmin. Kompetensi Dasar Mengenal Allah melalui sifat-sifat yang terkandung dalam Asmaul Husna (As-salam. 1 April 2009 I. Indikator Siswa dapat menunjukkan contoh bahwa Allah bersifat (As-salam. Siswa dapat membiasakan berdo’a dengan Asmaul Husna (Assalam. II. IV. dan Al-latif). dan Al-latif). dan Al-latif). dan Al-latif). Materi Pokok Asmaul Husna (As-salam. dan Al-latif). V.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II Nama Sekolah Mata Pelajaran : MI Sunan Kalijogo : Akidah Akhlak Kelas/ Semester : IV A/ II Alokasi Waktu Hari/ Tanggal : 80 Menit : Rabu. Standar Kompetensi Memahami sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul Husna (Assalam. Al-mukmin. . Strategi Pembelajaran Cooperative learning dengan Crossword puzzle. Al-mukmin. III. Al-mukmin.

Modul Asmaul Husna (As-salam. Al-mukmin. . VII. • Guru membagikan lembar crossword puzzle yang sama kepada setiap kelompok. Kegiatan Awal • Salam dan berdo’a. Kegiatan Inti • Guru menjelaskan materi pelajaran • Siswa dibagi menjadi 6 kelompok dengan anggota 4 orang. Waktu 5 menit B.VI. VIII. Lembar crossword puzzle. Kriteria Pembelajaran Siswa mampu menguasai materi maksimal 65% dari kompetensi dasar. • Tanya jawab tentang materi sebelumnya. dan Al-latif). Sumber Belajar dan Alat pembelajaran Buku Panduan “Membina Akidah dan Akhlak kelas IV MI (Tiga Serangkai Pustaka mandiri)”. Langkah-Langkah Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran A. Papan tulis dan kapur. • Guru membagikan nomor kepada siswa 30 menit sebagaimana yang telah dilakukan pada minggu sebelumnya. • Menunjukkan materi ajar dan tujuan pembelajaran. • Absensi dan menanyakan kabar hari ini.

C. Kegiatan Akhir • Siswa tersebut. bersama guru menyimpulkan materi 5 menit IX. • Guru membagikan soal kepada siswa.Kegiatan Pembelajaran • Siswa bersama kelompoknya mengerjakan soal tersebut. • Berdo’a dan salam. • Guru memberikan motivasi kepada siswa agar tetap semangat dalam belajar. • Guru memberikan dorongan kepada siswa untuk mengungkapkan kesan-kesan selama pembelajaran berlangsung. • Siswa mengerjakan soal tersebut secara individu. • Kelompok yang selesai duluan membacakan Waktu hasilnya dan kelompok yang lain menyimak dan mengoreksinya. keaktifan dan ketepatan dalam tanya jawab. Penilaian Proses : Pengamatan selama proses pembelajaran (kekompakan dalam kerja kelompok. Hasil : Tugas kelompk dan test tulis pada akhir pembelajaran . • Siswa dan guru mengadakan Tanya jawab.

dan tidak merasa iri. 5) Islam seseorang termasuk baik jika dia meninggalkan perkara yang tidak berguna baginya. dan tidak berkata jorok. tidak pernah berbohong. Kesejahteraan hanya berasal dari Allah. 4) Luka yang disebabkan goresan pedang akan cepat sembuh.LAMPIRAN VII SOAL-SOAL DAN KUNCI JAWABAN SOAL PRE TEST Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar! 1) Jelaskan sifat Allah As-salam! 2) Sebutkan tiga contoh hati yang bersih! 3) Sebutkan tiga contoh berbicara yang berguna? 4) Jelaskan sebuah pepatah “Lidah lebih tajam daripada pedang”! 5) Terjemahkam hadits tentang As-salam yang diriwayatkan oleh imam Ibnu Majah! KUNCI JAWABAN 1) Maha sejahtera. tetapi luka hati karena ucapan sulit dihilangkan. 2) Tidak membenci. . berzikir kepada Allah. Allah memberi rasa aman dan kemakmuran kepada semua makhluk-Nya. 3) Membaca ayat al-Qur’an.

Allah Maha sejahtera 5. Al-Latif berarti 4. Jika ingin selamat. Contoh dari perbuatan dosa adalah perbuatan . Lidah lebih tajam daripada 10.SOAL SIKLUS I A. Allah Maha penjaga Keamanan 8. Tugas Kelompok Isilah crossword puzzle (teka-teki silang) di bawah ini! 2 3 4 1 5 6 7 8 9 10 Menurun 1. Hukum meminta perlindungan kepada selain Allah 2. Zat yang mencukupi kebutuhan semua makhluk adalah Mendatar 3. kita harus menjaga 6. orang yang dapat menjaga lisannya akan 7. Allah memberi makan kepada kita agar tidak 9.

sunah b. Maha Mengetahui 7) Jika ingin selamat.. Malaikat c. a. As-salam c.baginya a. Yang Maha sejahtera d. adik c. Allah bersifat……. Al-mukmin d. Menderita b. menguntungkan b. wajib d. Maha Penjaga Keamanan b. As-salam c. Tugas Individu Berilah tanda silang (x) pada huruf a. 3. haram 6) Al-latif berarti……. kalian harus dapat menjaga……. Ulama c.B. tidak berguna Jawablah pertanyaan di bawah ini secara singkat dan tepat! Jelaskan sifat Allah As-salam ! Sebutkan tiga contoh berbicara yang tidak berguna! Bagaimana cara manusia memohon perlindungan kepada Allah? Sebutka tiga bukti bahwa Allah sangat lembut kepada semua makhluk-Nya! 5. Terjemahkam hadits tentang As-salam yang diriwayatkan oleh imam Ibnu Majah! 1. selamat 3) Allah memberi rasa aman dan kemakmuran kepada…… a. 4. Al-hadi 5) Hukum mohon perlindungan kepada selain Allah adalah……. Allah bersifat…… a. lisan b. b. semua makhluk-Nya b. a. As-salam c. Ar-rasyid 10) Islam seseorang termasuk baik jika dia meninggalkan perkara yang……. Al-mukmin d. rumah 8) Zat yang mencukupi kebutuhan semua makhluk adalah…… a. manusia 9) Allah mengetahui hal-hal yang tersembunyi. merana c. manusia d. Jin d. . Al-hadi 2) Orang yang dapat menjaga lisannya akan…… a. Al-latif b. Al-latif b. binatang 4) Allah melindungi hamba-Nya dari musibah. Al-latif b. c. harta d. Yang Maha halus c. Al-mukmin d. 2. bermanfaat d. a. atau d pada jawaban yang paling benar! 1) Allah Maha sejahtera merupakan arti dari…… a. Allah b. a. halal c. berguna c. sengsara d.

dan mutiara 5. dan tidak berkata jorok. Tugas Kelompok 2 3 M S E 5 L A L M A T 4 1H A H A H 6 A L U S S A I U 7 L S K E L A 8P A R A N A R A M M M N I N E D 9 10 S I S I A L L A H N G B. Islam seseorang termasuk baik jika dia meninggalkan perkara yang tidak berguna baginya. madu. berzikir kepada Allah.KUNCI JAWABAN A. 2. Membaca ayat al-Qur’an. . Kesejahteraan hanya berasal dari Allah. Allah memberi rasa aman dan kemakmuran kepada semua makhluk-Nya. Tugas Individu 1) b 2) d 3) c 4) c 5) d 6) a 7) a 8) a 9) a 10) d 1. sutra. 3. beribadah dan berdo’a kepada Allah 4. Air susu ibu.

Jelaskan Allah bersifat Al-mukmin! 2. Allah sangat lembut terhadap makhluknya. Kita mohon perlindungan dan rasa aman kepada 9. Sebutkan tiga contoh hati yang bersih! 3. Allah sangat lembut kepada mahluknya denga memberikan B. Allah Maha sejahtera merupakan arti dari 3. Zat yang mencukupi kebutuhan semua makhluk adalah 6. Jika ingin selamat. Dalam keadaan apakan seseorang mohon perlindungan dan rasa aman kepada Allah? 4. Tugas Kelompok Isilah crossword puzzle (teka-teki silang) di bawah ini! 2 1 3 4 5 6 7 8 9 Menurun 1. kita harus dapat menjaga 8. Hukum meminta perlindungan kepada kuburan Mendatar 2. Allah Maha Penjaga keamanan. Allah bersifat 5. Tugas Individu Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1.SOAL SIKLUS II A. Allah bersifat Allah 4. Sebutkan ayat Al-Qur’an bahwa Allah Maha halus! . Apa ciri-ciri orang yang sejahtera? 5. Orang yang dapat menjaga lisannya akan 3. Allah memberi makan kepada kita agar tidak 7.

dan dari penyakit jasmani seperti kelaparan dan kekuatan. tidak melakukan perbuatan dosa.KUNCI JAWABAN A. Mempunyai hati yang bersih. dari penyakit hati. Allah Maha Penjaga keamanan. dan tidak pernah berdusta. . dan malas. 3. selalu membaca Al-Qur’an dan berzdikir kepada Allah. seperti dengki. Tugas Kelompok 2 A 1S E S A L A M 3A 4A L A M A T M H U 5K M I N L L A T I F E L 6A L 7L A 8H P A R A N I S A N A R A 9M A D U B. 2. Tidak membenci. Dari mara bahaya yang mengancam jiwa. bakhil. Tugas Individu 1. dendam. tidak merasa iri. hanya Allah yang dapat memberikan rasa aman kepada manusia. 4. 5.

1 31 3.4 4 3 2 1 Keterangan s : Baik Sekali : Baik : Cukup : Kurang .LAMPIRAN VIII LEMBAR OBSERVASI MOTIVASI Indikator Deskriptor Pre test 4 3 2 1 X Nilai Siklus I Siklus II 4 3 2 1 4 3 2 1 X X Berusaha mengerjakan tugas dalam waktu yang Antusias ditentukan Bersemangat terhadap tugas yang dikerjakan Keinginan untuk selalu menghilangkan Keinginan kemalasan Mempunyai keinginan kuat terhadap sesuatu Mengikuti pembelajaran dengan senang Tidak merasa jenuh Keceriaan dengan pelajaran Muka tampak berseri-seri dalam mengerjakan tugas Bertanya untuk mencari tahu Rasa Ingin Selalu merasa Tahu penasaran terhadap sesuatu JUMLAH RATA-RATA X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X 16 1.8 28 3.

Ibnul Andrian M. Alwi Shihab M. Putra Fanda H.4 Siklus II 95 85 95 80 70 75 100 100 70 70 85 85 60 85 75 75 80 75 75 55 70 55 80 90 1885 78 . Icha Sahwita Ismatul Q.8 Nilai Siklus I 85 80 85 75 70 75 100 95 65 70 80 75 55 80 70 60 70 70 60 75 50 55 50 75 85 1810 72. M. Rian Chomairuh Roni Setiawan Satriya Kurnia Siti Nasekhatul K. Maulana Idris Nafisatur Rohmah Nur Laila A. Farhan M.LAMPIRAN IX REKAPITULASI NILAI KELAS IV A No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Nama Andika Arif Baharudin Yusuf Citra arum Debby Maurin Dewi Indra Dino Putra Evita Khusnul K. Khusnul Roziqin Khoirun Nisa’ Krisna Efendi M. Yoga Pratama Yusuf Bakhtiar Jumlah Rata-Rata Pre Test 80 70 75 60 55 70 85 85 50 55 75 60 50 75 65 60 65 60 55 70 45 50 45 80 80 1620 64.

LAMPIRAN X KONDISI SISWA KELAS IV A SAAT PEMBELAJARAN KOOPERATIF MI Sunan Kalijogo tampak dari luar MI Sunan Kalijogo tampak dari dalam Kelompok I saat mengerjakan crossword puzzle Kelompok II saat mengerjakan crossword puzzle Kelompok III saat mengerjakan crossword puzzle Kelompok IV saat mengerjakan crossword puzzle .

Kelompok V saat mengerjakan crossword puzzle Kelompok VI saat mengerjakan crossword puzzle Salah satu siswa mempresentasikan hasil tugas kelompoknya Keaktifan dan keantusiasan siswa setelah pembelajaran kooperatif .

Pelaksanaan proses pembelajaran yang sedang berlangsung 4. maka peneliti mengadakan observasi langsung kepada obyek penelitian guna memperoleh data tentang: 1. Keadaan alat perlengkapan fasilitas pendidikan lainnya yang dapat menunjang pelaksanaan pembelajaran di MI Sunan Kalijogo. .LAMPIRAN XI INSTRUMEN OBSERVASI Untuk memperoleh data yang akurat. 3. ruang kelas beserta kelengkapan isinya. Keadaan gedung sekolah. Letak geografis MI Sunan Kalijogo 2.

LAMPIRAN XII

INSTRUMEN DOKUMENTASI

Untuk melengkapi data-data yang peneliti perlukan dalam penelitian ini, maka peneliti juga menggunakan dokumentasi yang memuat hal-hal sebagai berikut: 1. Sejarah berdirinya MI Sunan Kalijogo. 2. Struktur organisasi MI Sunan Kalijogo. 3. Data guru MI Sunan Kalijogo. 4. Data siswa MI Sunan Kalijogo. 5. Sarana dan prasarana yang terdapat di MI Sunan Kalijogo.

LAMPIRAN XIII

PEDOMAN WAWANCARA

Responden: Guru Akidah Akhlak 1. Strategi/metode apa yang Ibu terapkan dalam pembelajaran Akidah Akhlak? 2. Apa media yang Ibu gunakan dalam pembelajaran Akidah Akhlak? 3. Bagaimana tanggapan siswa terhadap strategi metode yang Ibu terapkan dalam pembelajaran Akidah Akhlak? 4. Apa saja kendala yang Ibu alami dalam pembelajaran Akidah Akhlak? 5. Usaha apa yang Ibu lakukan untuk mengembangkan pembelajaran Akidah Akhlak?

Responden: Siswa Kelas IV A 1. Bagaimanakah tanggapan kamu terhadap penerapan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle pada materi Asmaul Husna? 2. Apa manfaat yang dapat kamu ambil dari pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle pada materi Asmaul Husna?

LAMPIRAN XIV
DEPARTEMEN AGAMA

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MALANG

FAKULTAS TARBIYAH
J L . G a j a y a na 5 0 M a l a ng T e l p. ( 0 3 4 1 ) 5 5 1 3 5 4 F a x . ( 0 3 4 1) 5 7 25 3 3

Nomor : Un.3.1/TL.00/237/2009 Lampiran : 1 berkas Hal : Penelitian Kepada Yth. Kepala MI Sunan Kalijogo di Malang Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Malang, 3 Maret 2009

Dengan ini kami mengharap dengan hormat agar mahasiswa dibawah ini: : Cicik Rohmatul Uma : 07140069 : VIII/2005 : Implementasi Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang. dalam rangka menyelesaikan tugas akhir/menyusun skripsinya, yang bersangkutan mohon diberikan izin/kesempatan untuk mengadakan penelitian di lembaga/instansi yang menjadi wewenang Bapak/Ibu. Demikian, atas perkenaan dan kerjasama Bapak/Ibu disampaikan terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr.Wb. Nama NIM Semester/ Th. Ak Judul Skripsi

Dekan Fakultas Tarbiyah,

Prof. Dr. HM. Djunaidi Ghony NIP. 150 042 031

” sejak tanggal 11 Maret 2009 s.Pd . (0341) 574822 Malang (65146) SURAT KETERANGAN No: 17/MI-. S. S. Candi III/D 442 Karangbesuki Telp. Raya Candi III/33 Malang Adalah benar-benar mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malang yang telah melakukan penelitian dalam rangka menyelesaikan tugas akhir (skripsi) dengan judul “Implementasi Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang. 18 April 2009 Kepala Madrasah Supriyati.Pd : Kepala Madrasah : Jl.d 01 April 2009.LAMPIRAN XV MADRASAH IBTIDAIYAH “SUNAN KALIJOGO” STATUS : TERAKREDITASI B NSM : 112357305009 Sekretariat : Jl. Demikian surat ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya Malang. Ak Fakultas/ Jurusan : Cicik Rohmatul Uma : 07140069 : VIII/ 2005 : Tarbiyah/ PGMI : Supriyati.SK/SK/IV/2009 Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama Jabatan Alamat Menerangkan bahwa: Nama NIM Semester/Th.

Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. 9. Zainuddin. 8. 4. 4. 7. Gajayana 50 Malang Telp. M. 8. TANGGAL 4 Februari 2009 16 Februari 2009 2 Maret 2009 27 Maret 2009 8 April 2009 15 April 2009 21 April 2009 28 April 2009 13 Mei 2009 27 Mei 2009 Malang. 5. 6. 10. 5. 9. NO. 150 275 502 . M. (0341) 551354 Fax. (0341) 572533 BUKTI KONSULTASI Nama NIM Jurusan Dosen Pembimbing Judul : Cicik Rohmatul Uma : 07140069 : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah : Dr. Zainuddin. 2. 3. MA NIP. 27 Mei 2009 Mengetahui. 2. HASIL YANG DIKONSULTASIKAN Proposal Revisi Proposal Revisi Proposal Bab I dan II Revisi Bab I dan II Bab III dan IV Revisi Bab III dan IV Bab V dan VI Revisi Bab V dan VI ACC Keseluruhan TANDA TANGAN 1. 3. MA : Implementasi Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang. 7. 10. 1. 6.LAMPIRAN XVI DEPARTEMEN AGAMA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG FAKULTAS TARBIYAH JL.

BIODATA MAHASISWA Nama NIM Tempat Tanggal Lahir Fakultas/Jurusan : : : : Cicik Rohmatul Uma 07140069 Jombang. Tlp Rumah/Hp : (0321) 713020 085645011338 Malang. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Tahun Masuk Alamat Rumah : : 2005-2006 Dsn. Genjong Kidul RT / RW 02/ 02 Ds.Ngoro. 27 Mei 2009 Mahasiswa (Cicik Rohmatul Uma) . Sidowarek Kec. Kab. Jombang No. 12 Maret 1985 Tarbiyah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful