IMPLEMENTASI COOPERATIVE LEARNING

MELALUI STRATEGI CROSSWORD PUZZLE
DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR
ASMAUL HUSNA PADA SISWA KELAS IV A
MI SUNAN KALIJOGO DI MALANG


SKRIPSI


Oleh
Cicik Rohmatul Uma
07140069













JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS TARBIYAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Agustus, 2009




IMPLEMENTASI COOPERATIVE LEARNING
MELALUI STRATEGI CROSSWORD PUZZLE
DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR
ASMAUL HUSNA PADA SISWA KELAS IV A
MI SUNAN KALIJOGO DI MALANG

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri
Maulana Malik Ibrahim Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan
Guna Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan (S.Pd)


Oleh
Cicik Rohmatul Uma
07140069










JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS TARBIYAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Agustus, 2009




HALAMAN PERSETUJUAN

IMPLEMENTASI COOPERATIVE LEARNING
MELALUI STRATEGI CROSSWORD PUZZLE
DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR
ASMAUL HUSNA PADA SISWA KELAS IV A
MI SUNAN KALIJOGO DI MALANG


SKRIPSI

Oleh
Cicik Rohmatul Uma
07140069


Telah Disetujui Pada Tanggal 27 Mei 2009
Oleh Dosen Pembimbing




Dr. M. Zainuddin, MA
NIP. 150 275 502



Mengetahui,
Ketua Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah



Dra. Hj. Sulalah, M.Ag
NIP. 150 267 279




HALAMAN PENGESAHAN

IMPLEMENTASI COOPERATIVE LEARNING
MELALUI STRATEGI CROSSWORD PUZZLE
DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR
ASMAUL HUSNA PADA SISWA KELAS IV A
MI SUNAN KALIJOGO DI MALANG

SKRIPSI

dipersiapkan dan disusun oleh
Cicik Rohmatul Uma (07140069)
telah dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal
5 Agustus 2009 dengan nilai B+
dan telah dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan
untuk memperoleh gelar strata satu Sarjana Pendidikan (S.Pd)
pada tanggal: 8 Agustus 2009

Panitia Ujian Tanda Tangan

Ketua Sidang
Drs. A. Zuhdi, MA
NIP. 150 275 611


:





Sekretaris Sidang
Dr. M. Zainuddin, MA
NIP. 150 275 502


:




Pembimbing
Dr. M. Zainuddin, MA
NIP. 150 275 502


:




Penguji Utama
Dr. H. Asmaun Sahlan, M.Ag
NIP. 150 215 372


:




Mengesahkan,
Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik IbrahimMalang



Dr. M. Zainuddin, MA
NIP. 150 275 502




PERSEMBAHAN PERSEMBAHAN PERSEMBAHAN PERSEMBAHAN
Syukur Alhamdulillah terucap dari sanubari atas segala rahmat-Nya
Sebuah karya sederhana ini ku-persembahkan
kepada orang-orang yang telah memberikan makna hidup
serta langkah bijak dalam liku-liku kehidupan

Ayah dan Ibu tercinta (H. Ahmad Rifa’I & Hj. Ambar Umiyatun)
yang selalu sabar membimbing dan memberikan jutaan kasih sayangnya
selalu mendo’akan dengan penuh ikhlas
tanpa meminta balasan apapun dariku

Kakak dan Adik-Ku (Roni Awaluddin & Adam Malik)
serta saudara-saudaraKu yang selalu memberi semangat
dan memacu untuk mewujudkan cita-cita
semoga tali kasih di antara kita selalu abadi selamanya

Guru-guru dan Dosen-Ku
yang telah memberikan ilmu tiada henti
semoga untaian do’a tiada jenuh teralir hingga yaumul akhir

Sahabat-sahabatKu
(Robik, Anis, Lely, Yesy, Rida, Isvi, Ani, Fida, Nunik, Lalu, Ina)
yang telah memberikan motivasi dan inspirasi
bersama kalian aku belajar lebih memaknai hidup




MOTTO MOTTO MOTTO MOTTO






“Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya
dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan)
dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan
sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka..”
(Q.S Asy Syuura:38).
1




t
















1
Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahannya (Surabaya: Al-
Hidayah, 2000), hal. 789.




NOTA DINAS PEMBIMBING


Dr. M. Zainuddin, MA
Dosen Fakultas Tarbiyah
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

NOTA DINAS PEMBIMBING
Hal : Skripsi Cicik Rohmatul Uma Malang, 27 Mei 2009
Lamp : 4 (empat) Eksemplar



Kepada Yth.
Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
di
Malang



Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Setelah melakukan beberapa kali bimbingan, baik dari segi isi, bahasa,
maupun teknik penulisan, dan setelah membaca skripsi mahasiswa di bawah ini:

Nama : Cicik Rohmatul Uma
NIM : 07140069
Jurusan : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Judul Skripsi : Implementasi Cooperative Learning Melalui Strategi
Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar
Asmaul Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di
Malang

Maka selaku pembimbing, kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak
diajukan untuk diujikan.
Demikian, mohon dimaklumi adanya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Pembimbing,


Dr. M. Zainuddin, MA
NIP. 150 275 502




SURAT PERNYATAAN


Dengan ini saya menyatakan, bahwa dalam skripsi saya ini tidak terdapat
karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu
perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya, juga tidak terdapat karya atau
pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara
tertulis diacu dalam naskah ini dan diterbitkan dalam daftar pustaka.




Malang, 27 Mei 2009





Cicik Rohmatul Uma




















KATA PENGANTAR


Alhamdulilah, segala puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT,
yang selalu melimpahkan rahmat, taufiq, dan hidayah–Nya, sehingga pada
kesempatan ini penulisan skrispi yang berjudul “Implementasi Cooperative
Learning Melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi
Belajar Asmaul Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di
Malang” dapat terselesaikan dengan baik.
Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita
Nabi besar Muhammad SAW, yang telah membimbing kita dari jalan jahiliyah
menuju jalan Islamiyah, yakni Ad-Dinul Islam.
Penulisan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan, dorongan,
dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu dalam kesempatan ini penulis
mengucapkan terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam kepada:
1. Ayah, dan Ibu, serta segenap keluarga tercinta yang telah memberikan
kepercayaan, motivasi, do’a, dan restu kepada kami.
2. Bapak Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, selaku Rektor UIN Maulana Malik
Ibrahim Malang.
3. Bapak Dr. M. Zainuddin, MA, selaku Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maulana
Malik Ibrahim Malang.
4. Ibu Dra. Hj. Sulalah, M.Ag, selaku Ketua Jurusan PGMI yang selalu
memberikan kritik dan saran demi kemajuan dan kebaikan kami.
5. Bapak Dr. M. Zainuddin, MA, selaku Dosen Pembimbing yang telah
memberikan bimbingan, arahan, serta dukungan, sehingga skripsi ini dapat
terselesaikan dengan baik.
6. Ibu Supriyati, S.Pd, selaku Kepala MI Sunan Kalijogo Malang yang telah
memberikan kesempatan kepada kami untuk mengadakan penelitian di MI
tersebut.




7. Ibu Ning Fauziyah, S.Pdi, selaku Guru bidang studi Akidah Akhlak yang juga
membimbing dan membantu dalam pelaksanaan PTK.
8. Segenap guru MI Sunan Kalijogo yang telah membantu kami dalam
memperoleh data-data yang dibutuhkan.
9. Segenap teman–teman seperjuangan PGMI yang telah membantu dalam
penyelesaian skripsi ini.
10. Semua pihak yang turut membantu dan memotivasi hingga selesainya tugas
akhir ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang kontruktif sangat kami
harapkan dari semua pihak dalam penyempurnaan penulisan yang akan datang.
Penulis berharap Semoga skripsi ini dapat memberikan bermanfaat bagi
semua pihak, sehingga dapat membuka cakrawala berpikir serta memberikan
setitik khazanah pengetahuan dalam dunia pendidikan. Demikianlah penulisan
skripsi ini apabila ada kurang lebihnya penulis mohon maaf yang sebesar-
besarnya.
Amiin-amiin ya Robbal ‘Alamin.


Malang, 27 Mei 2009


Penulis












DAFTAR TABEL

TABEL I : LANGKAH - LANGKAH MODEL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF ........................................................................ 23
TABEL II : DATA GURU MI SUNAN KALIJOGO................................. 71
TABEL III : JUMLAH SISWA MI SUNAN KALIJOGO........................... 72
TABEL IV : SARANA DAN PRASARANA MI SUNAN KALIJOGO...... 73
TABEL V : DATA KELAS IV A............................................................. 74
TABEL VI : DISTRIBUSI SKOR PRE TEST AKIDAH AKHLAK........... 78
TABEL VII : SKOR TEST KELOMPOK CROOSWORD PUZZLE............. 85
TABEL VIII : SKOR TEST INDIVIDUAL AKIDAH AKHLAK.................. 88
TABEL IX : SKOR TEST KELOMPOK CROOSWORD PUZZLE............. 96
TABEL X : SKOR TEST INDIVIDUAL AKIDAH AKHLAK.................. 97
















DAFTAR GAMBAR

GAMBAR I : TEMPLATE CROOSWORD PUZZLE..................................... 30
GAMBAR II : MODEL PENELITIAN TINDAKAN KELAS ........................ 54
GAMBAR III : FASE OBSERVASI KELAS................................................... 59





























DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN I : PROFIL MADRASAH.................................................... 118
LAMPIRAN II : STRUKTUR ORGANISASI MI SUNAN KALIJOGO.... 119
LAMPIRAN III : PROSEDUR PELAKSANAAN TINDAKAN KELAS .... 120
LAMPIRAN IV : MODUL PEMBELAJARAN ASMAUL HUSNA............ 122
LAMPIRAN V : SILABUS PEMBELAJARAN......................................... 126
LAMPIRAN VI : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN......... 131
LAMPIRAN VII : SOAL-SOAL DAN KUNCI JAWABAN......................... 139
LAMPIRAN VIII : LEMBAR OBSERVASI MOTIVASI .............................. 145
LAMPIRAN IX : REKAPITULASI NILAI KELAS IV A........................... 146
LAMPIRAN X : KONDISI SISWA KELAS IV A SAAT PEMBELAJARAN
KOOPERATIF ................................................................. 147
LAMPIRAN XI : INSTRUMEN OBSERVASI............................................ 149
LAMPIRAN XII : INSTRUMEN DOKUMENTASI..................................... 150
LAMPIRAN XIII : PEDOMAN WAWANCARA.......................................... 151
LAMPIRAN XIV : SURAT PENGANTAR PENELITIAN............................ 152
LAMPIRAN XV : SURAT KETERANGAN PENELITIAN......................... 153
LAMPIRAN XVI : BUKTI KONSULTASI ................................................... 154










DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................... i
HALAMAN SAMPUL....................................................................................... ii
HALAMAN PERSETUJUAN.......................................................................... iii
HALAMAN PENGESAHAN........................................................................... iv
PERSEMBAHAN.............................................................................................. v
MOTTO ............................................................................................................ vi
NOTA DINAS BIMBINGAN.......................................................................... vii
SURAT PERNYATAAN................................................................................ viii
KATA PENGANTAR....................................................................................... ix
DAFTAR TABEL............................................................................................. xi
DAFTAR GAMBAR........................................................................................ xii
DAFTAR LAMPIRAN................................................................................... xiii
DAFTAR ISI ................................................................................................... xiv
ABSTRAK..................................................................................................... xviii
BAB I : PENDAHULUAN............................................................................. 1
A. Latar Belakang Masalah................................................................ 1
B. Rumusan Masalah......................................................................... 5
C. Tujuan Penelitian.......................................................................... 6
D. Manfaat Penelitian........................................................................ 7
E. Ruang Lingkup Penelitian............................................................. 8
F. Definisi Operasional ..................................................................... 9
G. Sistematika Pembahasan............................................................... 9
BAB II : KAJIAN PUSTAKA ...................................................................... 11
A. Tinjauan Tentang Model Crossword Puzzle................................ 11
1. Pengertian Model Cooperative Learning............................... 11
2. Unsur-Unsur Cooperative Learning ...................................... 15
3. Tujuan Cooperative Learning ............................................... 17
4. Karakteristik Cooperative Learning ...................................... 21





5. Teknik-Teknik Cooperative Learning ................................... 25
6. Keunggulan dan Kelemahan Cooperative Learning............... 26
B. Tinjauan Tentang Strategi Crossword Puzzle .............................. 29
1. Pengertian Strategi Crossword Puzzle .................................. 29
2. Langkah-Langkah Strategi Crossword Puzzle ...................... 31
3. Kelebihan dan Kelemahan Crossword Puzzle........................ 32
C. Tinjauan Tentang Motivasi Belajar ............................................. 35
1. Pengertian Motivasi Belajar .................................................. 35
2. Tujuan Motivasi Belajar........................................................ 37
3. Macam-Macam Motivasi Belajar .......................................... 38
4. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Belajar ........................... 39
5. Cara Menggerakkan Motivasi Belajar Siswa ......................... 41
D. Pembelajaran Asmaul Husna ...................................................... 44
1. Pengertian Pembelajaran Asmaul Husna ............................... 44
2. Langkah-Langkah dalam Memahami Asmaul Husna............. 48
E. Penerapan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword
Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna .... 49
BAB III : METODE PENELITIAN............................................................... 51
A. Pendekatan dan Jenis Penelitians ................................................ 51
B. Kehadiran Peneliti ...................................................................... 55
C. Setting Penelitian........................................................................ 55
D. Sumber dan Jenis Data................................................................ 56
E. Instrumen Penelitian ................................................................... 57
F. Prosedur Pengumpulan Data ....................................................... 58
G. Analisis Data .............................................................................. 61
H. Pengecekan Keabsahan Temuan ................................................. 63
I. Indikator Kinerja......................................................................... 63
J. Tahap-Tahap Penelitian .............................................................. 64







BAB IV : HASIL PENELITIAN.................................................................... 69
A. Deskripsi Lokasi Penelitian......................................................... 69
1. Sejarah Berdirinya MI Sunan Kalijogo.................................. 69
2. Tujuan MI Sunan Kalijogo.................................................... 69
3. Visi dan Misi MI Sunan Kalijogo.......................................... 70
4. Struktur Organisasi MI Sunan Kalijogo................................. 70
5. Data Guru MI Sunan Kalijogo............................................... 71
6. Data Siswa MI Sunan Kalijogo ............................................. 72
7. Sarana dan Prasarana MI Sunan Kalijogo.............................. 72
B. Paparan Data Sebelum Tindakan................................................. 74
1. Deskripsi Siswa Kelas IV A.................................................. 74
2. Obsevasi Awal ...................................................................... 74
3. Perencanaan Tindakan .......................................................... 75
4. Pre Test................................................................................. 76
C. Siklus Penelitian ......................................................................... 80
1. Siklus I ................................................................................. 80
a. Rencana Tindakan Siklus I .............................................. 80
b. Pelaksanaan Tindakan Siklus I ........................................ 82
c. Observasi Siklus I ........................................................... 89
d. Refleksi Siklus I .............................................................. 90
e. Revisi Perencanaan Siklus I............................................. 91
2. Siklus II ................................................................................ 92
a. Rencana Tindakan Siklus II............................................. 92
b. Pelaksanaan Tindakan Siklus II ....................................... 93
c. Observasi Siklus II ........................................................ 100
d. Refleksi Siklus II........................................................... 101
D. Temuan Penelitian .................................................................... 103
1. Temuan Siklus I.................................................................. 103
2. Temuan Siklus II................................................................. 104






BAB V : PEMBAHASAN........................................................................... 105
A. Perencanaan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword
Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna ... 105
B. Pelaksanaan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword
Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna ... 106
C. Penilaian Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle
dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna .............. 110
BAB VI : PENUTUP .................................................................................... 113
A. Kesimpulan............................................................................... 113
B. Saran ........................................................................................ 114
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN




















ABSTRAK

Uma, Cicik Rohmatul. 2009. Implementasi Cooperative Learning melalui
Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul
Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang. Skripsi
Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah,
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Dr. M.
Zainuddin, MA.
Kata kunci: Cooperative Learning, Crossword Puzzle, Motivasi Belajar,
Asmaul Husna.
Munculnya anggapan-anggapan yang kurang menyenangkan tentang
pendidikan agama Islam, seperti Islam diajarkan lebih pada hafalan (padahal
Islam penuh dengan nilai-nilai) yang harus dipraktekkan. Sehingga permasalahan
yang sering dijumpai dalam pengajaran, khususnya pengajaran agama Islam
adalah bagaimana cara menyajikan materi kepada siswa secara baik sehingga
diperoleh hasil yang efektif dan efisien. Pembelajaran Akidah Akhlak merupakan
bagian dari pembelajaran agama Islam yang mampu mengarahkan dan
menghantarkan peserta didik ke fitrah yang benar. Seseorang baru bisa dikatakan
memiliki kesempurnaan iman apabila dia memiliki budi pekerti/akhlak yang
mulia. Agar pembelajaran akhlak dapat tertanam dalam diri siswa dengan baik,
maka banyak konsep model pembelajaran aktif yang ditawarkan. Salah satunya
dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword
puzzle diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, sebab pada model
pembelajaran ini keaktifan siswa lebih diutamakan. Dengan melibatkan mereka
secara aktif dalam proses pembelajaran, maka siswa akan mengalami atau bahkan
menemukan ilmu pengetahuan secara mandiri.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi cooperative
learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar
Asmaul Husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang.
Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK)
dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Tahapan penelitian ini dilakukan
dengan 4 tahap, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4)
refleksi. Sedangkan pengumpulan data menggunakan teknik observasi,
wawancara, dan dokumentasi yang langsung dilakukan di lapangan. Sumber data
dari penelitian ini adalah satu kelas, yaitu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo
Malang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperaif melalui
strategi crossword puzzle terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar akidah
akhlak khususnya materi Asmaul Husna pada siswa kelas IV A MI Sunan
Kalijogo di Malang. Hal ini dapat diketahui dari hasil evaluasi yang menunjukkan
peningkatan pada materi Asmaul Husna yang semula nilai rata-rata pretes sebesar
64,8, pada siklus I sebesar 72,4 dan pada siklus II sebesar 78. sedangkan bukti
dari data kualitatif yang menjelaskan keantusiasan siswa terhadap strategi
pembelajaran tersebut, tertanamnya rasa kekeluargaan, kebersamaan, dan
kesosialan yang tinggi terhadap manusia, suasana kelas menjadi lebih hidup, dan
pengalaman siswa menjadi bertambah.




BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Kelahiran pendidikan agama yang sekarang ini kita kenal menjadi mata
pelajaran tersendiri ataupun integralistik berakar pada persoalan pendidikan
sekuler minus agama yang dikembangkan pemerintah penjajahan. Pendidikan
yang demikian ini dulu dinilai masyarakat sebagai bentuk penyelenggaraan
pendidikan yang tercerabut dari akar budaya bangsa. Ibarat bangunan,
pendidikan telah dibangun di atas ruang hampa. Akhirnya masyarakat
Indonesia menuntut pembelajaran agama kembali diajarkan.
2

Bersamaan dengan perkembangan pendidikan di sekolah umum,
perhatian terhadap madrasah atau pendidikan Islam umumnya terjadi sejak
Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BPKIP) di masa setelah
kemerdekaan mengeluarkan maklumatnya, yang isinya menganjurkan bahwa
“Dalam memajukan pendidikan dan pengajaran agar dilaksanakan di langgar,
surau, masjid, dan madrasah berjalan terus dan ditingkatkan”. Dari segi
jenjang pendidikan, mulanya madrasah identik dengan belajar mengaji Al-
Qur’an, jenjang pengajian kitab tingkat dasar dan pengajian tingkat lanjut,
kemudian dirubah ke jenjang salah satunya Madrasah Ibtidaiyah.
3

Madrasah merupakan salah satu lembaga sekolah yang di dalamnya
termuat kurikulum dalam bidang agama Islam. Begitu juga dengan Madrasah

2
Muhammad Kholid Fathoni, Pendidikan Islam dan Pendidikan Nasional {Paradigma
Baru} (Jakarta: Departemen Agama RI Direktorat Jenderal Kelembagaan Islam, 2005), hal. 35.
3
Ibid., hal. 65.




Ibtidaiyah Sunan Kalijogo merupakan suatu lembaga pendidikan yang
bercirikan Islam yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Sunan Kalijogo,
karena adanya respon dan tuntutan masyarakat yang menghendaki untuk
didirikannya suatu lembaga pendidikan. Hal ini menjadi tuntutan, karena
pendidikan merupakan kebutuhan yang mendasar dan sangat penting bagi
masyarakat.
Dengan adanya fenomena seperti di atas, maka didirikan sebuah lembaga
pendidikan dasar berciri khas Islam yang bernama MI Sunan Kalijogo. MI ini
terletak di jalan Candi III/D Desa Karang Besuki Kecamatan Sukun
Kabupaten Malang. Setelah berhasil, MI ini mulai melakukan pengembangan-
pengembangan di berbagai bidang dan sarana prasarana yang bertujuan untuk
menjadi sebuah Madrasah Ibtidaiyah yang berkualitas. Usaha ini di lakukan
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan lembaga pendidikan. Banyak
sekolah swasta yang mampu bersaing dengan sekolah–sekolah yang lain untuk
mencetak generasi yang lebih baik. Begitu juga yang terjadi di MI Sunan
Kalijogo telah mampu mencetak siswa yang berkualitas, sehingga MI ini telah
berhasil menjalankan proses pembelajaran dengan baik.
Munculnya anggapan-anggapan yang kurang menyenangkan tentang
pendidikan agama Islam seperti; Islam diajarkan lebih pada hafalan (padahal
Islam penuh dengan nilai-nilai) yang harus dipraktekkan. Pendidikan agama
Islam lebih ditekankan pada hubungan formalitas antara hamba dengan
Tuhan-Nya; penghayatan nilai-nilai agama kurang mendapat penekanan dan
masih terdapat sederet kritis terhadap pendidikan agama Islam. Hal ini




disebabkan penilaian kelulusan siswa dalam pelajaran agama diukur dengan
berapa banyak hafalan dan mengerjakan ujian tertulis di kelas yang dapat
didemonstrasikan oleh siswa. Memang pola pembelajaran tersebut bukanlah
khas pola pendidikan agama Islam. Pendidikan secara umum pun diakui oleh
para ahli dan pelaku pendidikan negara kita yang juga mengidap masalah yang
sama. Masalah besar dalam pendidikan selama ini adalah kuatnya dominasi
pusat dalam penyelenggaraan pendidikan sehingga yang muncul unifrom-
sentralistik kurikulum, model hafalan dan monolog, materi ajar yang banyak,
serta kurang menekankan pada pembentukan karakter bangsa
4
.
Sehingga permasalahan yang sering dijumpai dalam pengajaran,
khususnya pengajaran agama Islam adalah bagaimana cara menyajikan materi
kepada siswa secara baik sehingga diperoleh hasil yang efektif dan efisien. Di
samping masalah lainnya yang juga muncul adalah kurangnya perhatian guru
agama terhadap variasi penggunaan metode pembelajaran dalam upaya
peningkatan mutu pembelajaran secara baik. Begitu juga permasalahan yang
terjadi di MI Sunan Kalijogo khususnya masalah yang terjadi pada siswa
kelas IV A, yaitu rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran
Akidah Akhlak, yang masih menggunakan model pembelajaran klasik,
sehingga siswa segan belajar karena tidak mengetahui kegunaan mata
pelajaran tersebut, dan siswa merasa bosan yang mengakibatkan turunnya
prestasi belajar siswa.


4
Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi
Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004 (Bandung :Remaja Rosdakarya, , 2006), hal. 131.




Pembelajaran agama Islam harus dirubah menjadi pendekatan yang
berorientasi pada peserta didik. Pembelajaran Akidah Akhlak merupakan
bagian dari pembelajaran agama Islam yang mampu mengarahkan dan
menghantarkan peserta didik ke fitrah yang benar. Seseorang baru bisa
dikatakan memiliki kesempurnaan iman apabila dia memiliki budi pekerti atau
akhlak yang mulia. Oleh karena itu masalah akhlak merupakan salah satu
pokok ajaran Islam yang harus diutamakan dalam pendidikan agam Islam
untuk diajarkan kepada anak didik. Hal tersebut mendapat perhatian penuh
dari guru, orang tua, serta pihak-pihak yang berkecimpung di dalamnya. Oleh
karena itu, pendidikan agama Islam hendaknya ditanamkan sejak kecil, sebab
pendidikan pada masa kanak-kanak merupakan dasar yang menentukan untuk
pendidikan selanjutnya.
5

Model pembelajaran aktif nampaknya merupakan jawaban atas
permasalahan tentang rendahnya motivasi belajar siswa di MI Sunan Kalijogo.
Dengan menerapkan model pembelajaran ini diharapkan kualitas
pembelajaran akan lebih meningkat, sebab pada model pembelajaran ini
keaktifan siswa lebih diutamakan. Dengan melibatkan mereka secara aktif
dalam proses pembelajaran, maka siswa akan mengalami atau bahkan
menemukan ilmu pengetahuan secara mandiri. Sehingga apa yang mereka
ketahui dan pahami akan menjadi pengetahuan yang mempribadi. Oleh karena
itu pemakaian metode harus sesuai dan selaras dengan karakteristik siswa,
materi, kondisi lingkungan di mana pengajaran berlangsung. Oleh sebab itu,

5
Ibid., hal. 138-139.




peneliti menggunakan model pembelajaran aktif (cooperative learning)
melalui strategi crossword puzzle, untuk memecahkan permasalahan
pembelajaran Akidah Akhlak tentang asmaul husna di MI Sunan Kalijogo
pada siswa kelas IV A.
Berangkat dari pentingnya permasalahan yang terjadi di MI Sunan
Kalijogo, maka penelitian tentang “Implementasi Cooperative Learning
Melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar
Asmaul Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang”
harus segera dilaksanakan.
Dengan menerapkan cooperative learning melalui strategi crossword
puzzle, dapat membantu siswa memahami makna asmaul husna yang sulit,
menumbuhkan kemampuan kerja sama, berpikir kritis, dan mengembangkan
sikap sosial, serta dapat meningkatkan motivasi, hasil belajar, dan
penyimpanan materi pelajaran yang lebih lama terhadap siswa.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan rumusan
masalah penelitian sebagai berikut “Bagaimana implementasi cooperative
learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi
belajar asmaul husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang?”.
Dari rumusan masalah di atas dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Bagaimana perencanaan cooperative learning melalui strategi crossword
puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa




kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang?
2. Bagaimana pelaksanaan cooperative learning melalui strategi crossword
puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa
kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang?
3. Bagaimana penilaian cooperative learning melalui strategi crossword
puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa
kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang?

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian adalah
mendeskripsikan implementasi cooperative learning melalui strategi
crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada
siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang.
Dari tujuan di atas dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Untuk mendeskripsikan perencanaan cooperative learning melalui
strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul
husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang.
2. Untuk mendeskripsikan pelaksanaan cooperative learning melalui strategi
crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada
siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang.
3. Untuk mendeskripsikan penilaian cooperative learning melalui strategi
crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada
siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang.




D. Manfaat Penelitian
1. Teoritis
Penelitian tindakan kelas dapat menambah wawasan mengenai bidang
pembelajaran Akidah Akhlak, khususnya implementasi cooperative
learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi
belajar tentang asmaul husna, sehingga dapat digunakan sebagai bahan
acuan bagi peneliti-peneliti berikutnya serta meningkatkan mutu
pendidikan agama Islam.
2. Praktis
Secara praktis, hasil penelitian tindakan kelas dapat memberikan
manfaat bagi:
a. Bagi peneliti
Dengan melaksanakan PTK peneliti sedikit demi sedikit
mengetahui strategi pembelajaran Akidah Akhlak, sebagai sarana
untuk menerapkan pengalaman belajar yang telah diperoleh, serta
merupakan usaha untuk melatih diri dalam memecahkan permasalahan
yang ada secara kritis, obyektif, dan ilmiah khususnya tentang
pembelajaran asmaul husna.
b. Bagi guru
Dengan adanya PTK menambah wawasan tentang peranan
pembelajaran Akidah Akhlak dalam perubahan siswa dan guru, serta
sebagai bahan evaluasi selanjutnya yang bisa dijadikan titik tolak pada
pembelajaran masa depan.




c. Bagi peserta didik
Dengan adanya model cooperative learning melalui strategi
crossword puzzle dalam pembelajaran Akidah Akhlak khususnya
asmaul husna diharapkan dapat membantu siswa yang bermasalah atau
mengalami kesulitan belajar, dengan strategi ini memungkinkan siswa
terlibat secara aktif mengembangkan daya nalar serta mampu berfikir
yang lebih kreatif sehingga memotivasi siswa untuk mengikuti proses
pembelajaran dengan baik.
d. Bagi sekolah
Dengan adanya PTK dapat dijadikan sebagai bahan masukan
bagi pelaksana pendidikan dalam mewujudkan sistem pembelajaran
yang efektif dan efisien dengan guru yang berkualitas di masa depan
dan sebagai bahan pertimbangan bagi pelaksana pendidikan dalam
rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

E. Ruang Lingkup Penelitian
Untuk menghindari terjadinya pembahasan yang melebar dalam mata
pelajaran Akidah Akhlak yang mencakup beberapa standar kompetensi dan
kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa, maka peneliti memfokuskan
masalah ini pada implementasi cooperative learning melalui strategi
crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada
siswa kelas IV A semester genap di MI Sunan Kalijogo Malang tahun
pelajaran 2008/2009.




F. Definisi Operasional
Merujuk pada variabel yang diteliti, maka dianggap perlu untuk
mendefinisikan beberapa istilah sebagai berikut:
1. Cooperative learning adalah suatu model pembelajaran yang menekankan
kepada proses kerja sama dalam suatu kelompok yang terdiri 4 sampai 6
siswa untuk menyelesaikan suatu masalah dalam materi pelajaran.
2. Crossword puzzle adalah strategi pembelajaran teka-teki silang dengan
template berbentuk segi empat yang terdiri dari kumpulan kotak-kotak
yang dilengkapi dua lajur, yaitu mendatar dan menurun.
3. Motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang
sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku.
4. Asmaul husna adalah nama-nama Allah yang jumlahnya ada 99 terdapat
dalam Al-Qur’an.

G. Sistematika Pembahasan
Pembahasan skripsi ini dibagi menjadi enam bab, dengan sistematika
sebagai berikut:
BAB I : Pendahuluan, merupakan langkah awal yang berisikan latar
belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat
penelitian, ruang lingkup penelitian, definisi operasional, dan
sistematika pembahasan.
BAB II : Kajian pustaka, merupakan pembahasan teori tentang
implementasi cooperative learning melalui strategi crossword




puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna,
mencakup tinjauan umum tentang model cooperative learning,
strategi crossword puzzle, motivasi belajar, dan asmaul husna.
BAB III : Metodologi penelitian, merupakan pembahasan tentang
beberapa macam penelitian, mengenai rancangan jenis
penelitian yang akan digunakan. Dalam bab ini akan memuat
pendekatan dan jenis penilitian, kehadiran peneliti, setting
penelitian, sumber dan jenis data, instrumen penelitian,
prosedur pengumpulan data, analisis data, pengecekan
keabsahan temuan, indikator kinerja, dan tahap-tahap
penelitian.
BAB IV : Hasil penelitian, merupakan deskripsi lokasi penelitian yang
meliputi, sejarah MI Sunan Kalijogo Malang, visi dan misi
madrasah, tujuan madrasah, struktur organisasi, data guru dan
siswa, sarana dan prasarana, serta memaparkan data hasil
penelitian (deskripsi siswa kelas IV A, Pre test, rencana
tindakan, tindakan, observasi, refleksi, dan revisi perencanaan).
BAB V : Pembahasan secara terperinci mengenai hasil penelitian.
BAB IV : Penutup, merupakan kesimpulan hasil penelitian serta saran-
saran konstruktif bagi pengembangan obyek penelitian ke
depan.







BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Tinjauan Tentang Model Cooperative Learning
1. Pengertian Model Cooperative Learning
Secara umum istilah “model” diartikan sebagai kerangka
konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu
kegiatan. Model pembelajaran yang telah dikembangkan dan diuji
keberlakuannya oleh pakar pendidikan, umumnya berorientasi kepada
pengembangan kemampuan siswa dalam mengolah dan mengatasi
informasi yang diterima oleh mereka dengan menitikberatkan aspek
intelektual akademis. Ada beberapa model pembelajaran, antara lain
model pembelajaran langsung, model pembelajaran konseptual, model
pembelajaran konvensional dan model pembelajaran kooperatif. Masing-
masing model pembelajaran memiliki ciri yang berbeda-beda. Model
pembelajaran kooperatif khususnya memiliki ciri yaitu mengutamakan
kerjasama antara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.
6

Model pembelajaran kooperatif adalah salah satu jenis
pembelajaran dari kelompok model pembelajaran sosial, model
pembelajaran ini mengutamakan kerjasama antara siswa untuk mencapai
tujuan pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pendapat Anonim yang
menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif merupakan strategi

6
La Ode Arbiki, Contoh Proposal Eksperimen (http: www.yahoo.com, diakses 18
Februari 2009 ).




pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama untuk mencapai
tujuan pembelajaran. Selanjutnya Hamalik juga mengemukakan bahwa
dalam pembelajaran kooperatif tujuan dirangkum oleh setiap anggota
kelompok, jadi tujuan pembelajaran hanya mungkin tercapai jika ada
kerjasama antara anggota kelompok.
7

Menurut Hamid Hasan cooperative mengandung pengertian
bekerja bersama dalam mencapai tujuan bersama. Dalam kegiatan
kooperatif, siswa secara individual mencari hasil yang menguntungkan
bagi seluruh anggota kelompoknya. Jadi, belajar kooperatif adalah
pemanfaatan kelompok kecil dalam pengajaran yang memungkinkan siswa
bekerja bersama untuk memaksimalkan belajar mereka dan belajar
anggota lainnya dalam kelompok tersebut.
8

Cooperative learning adalah strategi pembelajaran yang
menekankan kepada proses kerja sama dalam suatu kelompok yang bisa
terdiri 3 sampai 5 orang siswa untuk mempelajari suatu materi akademik
yang spesifik sampai tuntas. Melalui cooperative learning siswa didorong
untuk bekerja sama secara maksimal sesuai dengan keadaan kelompoknya.
Kerja sama di sini dimaksudkan setiap anggota kelompok harus saling
membantu, karena penilaian akhir ditentukan oleh keberhasilan kelompok.
Kegagalan individu adalah kegagalan kelompok; dan sebaliknya. Oleh
karena itu, setiap anggota kelompok harus memiliki tanggung jawab penuh

7
Ibid.,
8
Etin Solihatin, Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS (Jakarta: Bumi
Aksara, 2007), hal. 4.




terhadap kelompoknya.
9

Pembelajaran kooperatif adalah upaya yang dilakukan oleh seorang
pendidik untuk membelajarkan peserta didik melalui jalinan
kerjasama/gotong royong antar berbagai komponen, baik kerjasama antar
peserta didik (belajar secara berkelompok di kelas), kerjasama dengan
pihak sekolah (tenaga kependidikan yang ada di sekolah/madrsah),
kerjasama dengan anggota keluarga, dan masyarakat.
10

Jadi pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran
dengan menggunakan sistem pengelompokkan/tim kecil, yaitu antara 4
sampai 6 orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik,
jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen). Sistem penilaian
dilakukan terhadap kelompok. Setiap kelompok akan memperoleh
penghargaan (reward), jika kelompok mampu menunjukkan prestasi yang
dipersyaratkan. Dengan demikian, setiap anggota kelompok akan
mempunyai ketergantungan positif. Ketergantungan semacam itulah yang
selanjutnya akan memunculkan tanggung jawab individu terhadap
kelompok dan keterampilan interpersonal dari setiap anggota kelompok.
Setiap individu akan saling membantu, mereka akan mempunyai motivasi
untuk keberhasilan kelompok, sehingga setiap individu akan memiliki
kesempatan yang sama untuk memberikan kontribusi demi keberhasilan

9
Wina Sanjaya, Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi
(Jakarta: Kencana, 2006), hal. 106-107.
10
A. Fatah Yasin, Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam, (Malang: UIN Malang Press,
2008), hal. 176-177.




kelompok.
11

Pembelajaran kooperatif mempunyai dua komponen utama, yaitu:
a. Tugas kooperatif (cooperative task) berkaitan dengan hal yang
menyebabkan anggota bekerja sama dalam menyelesaikan tugas
kelompok.
b. Struktur kooperatif insentif (cooperative incentive structure)
merupakan sesuatu yang membangkitkan motivasi individu untuk
bekerja sama mencapai tujuan kelompok. Struktur insentif dianggap
sebagai keunikan dari pembelajaran kooperatif, karena melalui struktur
intensif setiap anggota kelompok bekerja sama untuk belajar,
mendorong dan memotivasi anggota lain menguasai materi pelajaran,
ehingga mencapai tujuan kelompok.
12

Menurut Slavin, Abrani, dan Chambers berpendapat bahwa belajar
melalui kooperatif dapat dijelaskan dari beberapa prespektif, yaitu:
a. Prespektif motivasi, bahwa peghargaan yang diberikan kepada
kelompok memungkinkan setiap anggota kelompok akan saling
membantu.
b. Prespektif sosial, bahwa melalui kooperatif setiap siswa akan saling
membantu dalam belajar karena mereka menginginkan semua anggota
kelompok memperoleh keberhasilan.
c. Prespektif perkembangan kognitif, bahwa dengan adanya interaksi
anggota kelompok dapat mengembangkan prestasi siswa untuk

11
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan
(Jakarta: Kencana, 2007), hal. 242-243.
12
Ibid..




berpikir mengolah berbagai informasi.
d. Prespektif elaborasi kognitif, bahwa setiap siswa akan berusaha untuk
memahami dan membina informasi untuk menambah pengetahuan
kognitifnya.
13

Jadi, pola belajar kelompok dengan cara kerja sama antar siswa,
selain dapat mendorong tumbuhnya gagasan yang lebih bermutu dan
meningkatkan kreativitas siswa, juga merupakan nilai sosial bangsa
Indonesia yang perlu dipertahankan. Apabila individu-individu ini bekerja
sama untuk mencapai tujuan bersama, ketergantungan timbal-balik atau
saling ketergantungan antar mereka akan memotivasi mereka untuk
bekerja lebih keras demi keberhasilan secara bersama-bersama, dimana
kadang-kadang mereka harus menolong seorang anggota secara khusus.
Hal tersebut mendorong tumbuhnya rasa ke”kami”an dan mencegah rasa
ke”aku”an.
14


2. Unsur-Unsur Cooperative Learning
Model pembelajaran cooperative learning tidak sama dengan
sekadar belajar kelompok, tetapi ada unsur-unsur dasar yang
membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan asal-asalan.
Roger dan David Johnson mengatakan bahwa tidak semua kerja kelompok
bisa dianggap cooperative learning, untuk itu harus diterapkan lima unsur
model pembelajaran gotong royong yaitu :

13
Wina Sanjaya, loc.cit.
14
Hari Suderadjat, Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) (Bandung: Cipta
Cekas Grafika, 2004), hal. 114-115.




a. Saling ketergantungan positif.
Keberhasilan suatu karya sangat bergantung pada usaha setiap
anggotanya. Untuk menciptakan kelompok kerja yang efektif, pengajar
perlu menyusun tugas sedemikian rupa sehingga setiap anggota
kelompok harus menyelesaikan tugasnya sendiri agar yang lain dapat
mencapai tujuan mereka.
b. Tanggung jawab perseorangan.
Jika tugas dan pola penilaian dibuat menurut prosedur model
cooperative learning, setiap siswa akan merasa bertanggung jawab
untuk melakukan yang terbaik. Pendidik yang efektif dalam model
cooperative learning membuat persiapan dan menyusun tugas
sedemikian rupa, sehingga masing-masing anggota kelompok harus
melaksanakan tanggung jawabnya sendiri agar tugas selanjutnya dalam
kelompok dapat dilaksanakan.
c. Tatap muka.
Dalam cooperative learning setiap kelompok harus diberikan
kesempatan untuk bertatap muka dan berdiskusi. Kegiatan interaksi ini
akan memberikan para siswa untuk membentuk sinergi yang
menguntungkan semua anggota. Inti dari sinergi ini adalah menghargai
perbedaan, memanfaatkan kelebihan, dan mengisi kekurangan.
d. Komunikasi antar anggota
Unsur ini menghendaki agar para siswa dibekali dengan berbagai
keterampilan berkomunikasi, karena keberhasilan suatu kelompok juga




bergantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling
mendengarkan dan kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapat
mereka. Keterampilan berkomunikasi dalam kelompok juga
merupakan proses panjang. Namun, proses ini merupakan proses yang
sangat bermanfaat dan perlu ditempuh untuk memperkaya pengalaman
belajar dan pembinaan perkembangan mental dan emosional para
siswa.
e. Evaluasi proses kelompok.
Pendidik perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk
mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar
selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif. Waktu evaluasi ini
tidak perlu dilaksanakan setiap ada kerja kelompok, tetapi bisa
dilaksanakan selang beberapa waktu setelah beberapa kali siswa
terlibat dalam kegiatan cooperative learning.
15


3. Tujuan Cooperative Learning
Menurut Slavin tujuan dari pembelajaran kooperatif adalah
menciptakan situasi di mana keberhasilan individu ditentukan atau
dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya. Sedangkan menurut Ibrahim
model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-
tidaknya tiga tujuan pembelajaran, yaitu:


15
Anita Lie, Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-
Ruang Kelas, (Jakarta: Gramedia, 2007), hal. 29-33




a. Hasil belajar akademik
Dalam belajar kooperatif mencakup beragam tujuan sosial, dan
memperbaiki prestasi siswa atau tugas-tugas akademis penting lainnya.
Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu
siswa memahami konsep-konsep sulit. Model struktur penghargaan
kooperatif telah dapat meningkatkan nilai siswa pada belajar akademik
dan perubahan norma yang berhubungan dengan hasil belajar.
Pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan baik pada siswa
kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja bersama
menyelesaikan tugas-tugas akademik.
b. Penerimaan terhadap perbedaan individu
Pembelajaran kooperatif adalah penerimaan secara luas dari
orang-orang yang berbeda berdasarkan ras, budaya, kelas sosial,
kemampuan, dan ketidakmampuannya. Pembelajaran kooperatif
memberi peluang bagi siswa dari berbagai latar belakang dan kondisi
untuk saling menghargai satu sama lain.
c. Pengembangan keterampilan sosial
Pembelajaran kooperatif adalah mengajarkan kepada siswa
keterampilan bekerja sama dan kolaborasi. Keterampilan-keterampilan
sosial, penting dimiliki oleh siswa sebab saat ini banyak anak muda
masih kurang dalam keterampilan sosial.
16



16
Novi Emildadiany, Cooperative Learning-Teknik Jigsaw (http: www.yahoo.com,
diakses 18 Februari 2009 ).




Ada perbedaan pokok antara kelompok belajar
kooperatif/cooperative learning (CL) dengan kelompok belajar
konvensional, yaitu:
a. CL, adanya saling ketergantungan positif, saling membantu, dan saling
memberikan motivasi sehingga ada interaksi promotif. Sedangkan,
dalam pembelajaran konvensional guru sering membiarkan adanya
siswa yang mendominasi kelompok atau menggantungkan diri pada
kelompok.
b. CL, adanya akuntabilitas individual yang mengukur penguasaan materi
pelajaran tiap anggota kelompok, dan kelompok diberi umpan balik
tentang hasil belajar para anggotanya sehingga dapat saling
mengetahui siapa yang memerlukan bantuan dan siapa yang dapat
memberikan bantuan. Sedangkan, dalam pembelajaran konvensional
akuntabilitas individual sering diabaikan sehingga tugas-tugas sering
diborong oleh salah seorang anggota kelompok sedangkan anggota
kelompok lainnya hanya “mendompleng” keberhasilan “pemborong”.
c. CL, kelompok belajar heterogen, baik dalam kamampuan akademik.
Jenis kelamin, ras, etnik, dan sebagainya sehingga dapat saling
mengetahui siapa yang memerlukan dan siapa yang memberikan
bantuan. Sedangkan, dalam pembelajaran konvensional kelompok
belajar biasanya homogen.
d. CL, pimpinan kelompok dipilih secara demokratis atau bergilir untuk
memberikan pengalaman memimpin bagi para anggota kelompok.




Sedangkan, dalam pembelajaran konvensional pemimpin kelompok
sering ditentukan oleh guru atau kelompok dibiarkan untuk memilih
pemimpinnya dengan cara masing-masing.
e. CL, keterampilan sosial yang diperlukan dalam kerja gotong royong
seperti kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, mempercayai
orang lain, dan mengelola konflik secara langsung diajarkan.
Sedangkan, dalam pembelajaran konvensional keterampilan sering
tidak langsung diajarkan.
f. CL, pada saat belajar kooperatif sedang berlangsung guru terus
melakukan pemantauan melalui observasi dan melakukan intervensi
jika terjadi masalah dalam kerja sama antar anggota kelompok.
Sedangkan, dalam pembelajaran konvensional pemantauan melalui
observasi dan intervensi sering tidak dilakukan oleh guru pada saat
belajar kelompok sedang berlangsung.
g. CL, guru memperhatikan secara proses kelompok yang terjadi dalam
kelompok-kelompok belajar. Sedangkan, dalam pembelajaran
konvensional guru sering tidak memperhatikan proses kelompok yang
terjadi dalam kelompok-kelompok belajar.
h. CL, penekanan tidak hanya pada penyelesaian tugas, tetapi juga
hubungan interpersonal (hubungan antar pribadi yang saling
menghargai). Sedangkan, dalam pembelajaran konvensional




penekanan sering hanya pada penyelesaian tugas.
17

Para ahli telah menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif dapat
meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik, unggul dalam
membantu siswa memahami konsep-komsep yang sulit, dan membantu
siswa menumbuhkan kemampuan berpikir kritis.
18

Keterampilan sosial atau kooperatif berkembang secara signifikan
dalam pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif sangat tepat
digunakan untuk melatih keterampilan-keterampilan kerjasama dan
kolaborasi, serta keterampilan-keterampilan tanya jawab.
19


4. Karakteristik Cooperative Learning
Pembelajaran kooperatif berbeda dengan strategi pembelajaran
yang lain. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari proses pembelajaran yang
menekankan kepada proses kerja sama dalam kelompok. Tujuan yang
ingin dicapai tidak hanya kemampuan akademik dalam pengertian
penguasaan bahan pelajaran, tetapi juga adanya unsur kerja sama untuk
penguasaan materi tersebut. Adanya kerja sama inilah yang menjadi ciri
khas dari pembelajaran kooperatif.
20





17
Trianto, Model-Model pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik (Jakarta:
Prestasi Pustaka, 2007), hal. 43-44.
18
Ibid.
19
Ibid., hal. 45.
20
Wina Sanjaya, op.cit, hal. 244.




Terdapat beberapa karakteristik strategi pembelajaran kooperatif,
diantaranya yaitu:
a. Pembelajaran secara tim.
Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran secara tim. Tim
merupakan tempat untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, tim harus
mampu membuat setiap siswa belajar. Semua anggota tim harus saling
membantu untuk mencapai tujuan pembelajaran. Untuk itulah, kriteria
keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh keberhasilan tim.
b. Didasarkan pada manajemen kooperatif
Dalam pembelajaran kooperatif mempunyai empat fungsi pokok,
yaitu: (1) perencanaan, menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif
memerlukan perencanaan yang matang agar proses pembelajaran
berjalan secara efektif; (2) pelaksanaan, menunjukkan bahwa
pembelajaran kooperatif harus dilaksanakan sesuai dengan
perencanaan, melalui langkah-langkah pembelajaran yang sudah
ditentukan termasuk ketentuan-ketentuan yang sudah disepakati
bersama; (3) organisasi, menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif
adalah pekerjaan bersama antar setiap anggota kelompok, oleh sebab
itu perlu diatur tugas dan tanggung jawab setiap anggota kelompok;
dan (4) kontrol, menunjukkan bahwa dalam pembelajaran kooperatif
perlu ditentukan kriteria keberhasilan baik melalui tes maupun nontes.






c. Kemauan untuk bekerja sama
Keberhasilan pembelajaran kooperatif ditentukan oleh
keberhasilan secara kelompok. Oleh sebab itu, prinsip bekerja sama
perlu ditekankan dalam proses pembelajaran kooperatif. Setiap
anggota kelompok bukan saja harus diatur tugas dan tanggung jawab
masing-masing, akan tetapi juga ditanamkan perlunya saling
membantu.
d. Keterampilan bekerja sama
Kemauan untuk bekerja sama itu kemudian dipraktikkan melalui
aktivitas dan kegiatan yang tergambarkan dalam keterampilan bekerja
sama. Dengan demikian, siswa perlu didorong untuk ikut dan sanggup
berinteraksi berbagai hambatan dam berinteraksi dan berkomunikasi,
sehingga setiap siswa dapat menyampaikan ide, mengemukakan
pendapat, dan memberikan kontribusi kepada keberhasilan
kelompok.
21

Terdapat enam langkah utama atau tahapan dalam pelajaran yang
menggunakan pembelajaran kooperatif. Langkah-langkah itu ditunjukkan
pada Tabel berikut:
22






21
Ibid, hal. 244-246.
22
Trianto, op.cit, hal. 48-49.




Tabel 2.1
Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif

Fase Tingkah Laku Guru
Fase-1
Menyampaikan tujuan dan
memotivasi siswa
Guru menyampaikan semua tujuan
pelajaran yang ingin dicapai pada
pelajaran tersebut dan memotivasi
siswa belajar.
Fase-2
Menyajikan informasi
Guru menyajikan informasi kepada
siswa dengan jalan demonstrasi atau
lewat bahan bacaan.
Fase-3
Mengorganisasikan siswa ke
dalam kelompok kooperatif
Guru menjelaskan kepada siswa
bagaimana caranya membentuk
kelompok belajar dan membantu
setiap kelompok agar melakukan
transisi secara efisien.

Fase Tingkah Laku Guru
Fase-4
Membimbing kelompok
bekerja dan belajar
Guru membimbing kelompok-
kelompok belajar pada saat mereka
mengerjakan tugasnya.
Fase-5
Evaluasi
Guru mengevaluasi hasil belajar
tentang materi yang telah dipelajari
atau masing -masing kelompok
mempresentasikan hasil kerjanya.
Fase-6
Memberikan penghargaan
Guru mencari cara-cara untuk
menghargai baik upaya maupun hasil
belajar individu dan kelompok.







5. Teknik- Teknik Cooperative Learning
Teknik-teknik yang digunakan dalam pembelajaran kooperatif
diantaranya:
a. Mencari pasangan. Teknik belajar mengajar mencari pasangan (make a
match) dikembangkan oleh Larna Curran (1994). Salah satu
keunggulan teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar
mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan.
b. Bertukar pasangan. Teknik belajar mengajar bertukar pasangan
memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dengan orang
lain.
c. Berpikir-berpasangan-berempat. Teknik belajar mengajar ini
dikembnagkan oleh Frank Lyman dan Spencer Kagam sebagai struktur
kegiatan pembelajaran kooperatif. Teknik ini memberi kesempatan
kepada siswa untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang
lain. Keunggulan lain dari teknik ini adalah optimalisasi partisipasi
siswa.
d. Berkirim salam dan soal. Teknik belajar mengajar ini memberi
kesempatan kepada siswa untuk melatih pengetahuan dan keterampilan
mereka. Siswa membuat pertanyaan sendiri sehingga akan merasa
lebih terdorong untuk belajar dan menjawab pertanyaan yang dibuat
oleh teman-teman sekelasnya. Kegiatan ini cocok untuk persiapan
menjelang tes dan ujian.





e. Kepala bernomor. Teknik belajar mengajar Kepala Bernomor
dikembangkan oleh Spencer Kagan (1992). Teknik ini Memberikan
kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan
mempertimbangkan jawaban yang paling tepat selain itu, dapat
mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerja sama mereka.
f. Kepala bernomor struktural. Teknik belajar mengajar ini sebagai
modifikasi dari Kepala Bernomor. Dengan teknik ini siswa belajar
melaksanakan tanggung jawab pribadinya dalam saling keterkaitan
dengan rekan-rekan kelompoknya, sehingga memudahkan untuk
mengerjakan tugas.
g. Dua Tinggal Dua Tamu. Teknik belajar mengajar Dua Tinggal Tamu
juga dikembangkan oleh Spencer Kagan (1992) dan bisa digunakan
bersama dengan teknik Kepala Benomor. Teknik ini memberi
kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi
dengan kelompok lain.
23


6. Keunggulan dan Kelemahan Cooperative Learning
Keunggulan pembelajaran kooperatif sebagai suatu strategi
pembelajaran diantaranya:
a. Melalui cooperative learning siswa tidak telalu menggantungkan pada
guru, akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berpikir

23
Anita Lie, op.cit., hal.55-61.




sendiri, menemukan informasi dari berbagai sumber, dan belajar dari
siswa yang lain.
b. Cooperative learning dapat mengembangkan kemampuan
mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan
membandingkannya dengan ide-ide orang lain.
c. Cooperative learning dapat membantu anak untuk respek pada orang
lain dan menyadari akan segala keterbatasannya serta menerima segala
perbedaan.
d. Cooperative learning dapat membantu memberdayakan setiap siswa
untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar.
e. Cooperative learning merupakan suatu strategi yang cukup ampuh
untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial,
termasuk mengembangkan rasa harga diri, hubungan interpersonal
yang positif dengan yang lain, mengembangkan keterampilan me-
manage waktu, dan sikap positif terhadap sekolah.
f. Melalui cooperative learning dapat mengembangkan kemampuan
siswa untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri, menerima umpan
balik. Siswa dapat berpraktik memecahkan masalah tanpa takut
membuat masalah, karena keputusan yang dibuat adalah tanggung
jawab kelompoknya.
g. Cooperative learning dapat meningkatkan kemampuan siswa
menggunakan informasi dan kemampuan belajar abstrak menjadi nyata
(riil).




h. Interaksi selama kooperatif berlangsung dapat meningkatkan motivasi
dan memberikan rangsangan untuk berpikir. Hal ini berguna untuk
proses pendidikan jangka panjang.
24

Di samping keunggulan, pembelajaran kooperatif juga memiliki
kelemahan, diantanranya:
a. Untuk siswa yang dianggap memiliki kelebihan, contohnya mereka
akan merasa terhambat oleh siswa yang dianggap kurang memiliki
kemampuan. Akibatnya, keadaan semacam ini dapat mengganggu
iklim kerja sama dalam kelompok.
b. Ciri utama dari cooperative learning adalah bahwa siswa saling
membelajarkan. Oleh karena itu, jika tanpa peer teaching yang efektif,
maka dibandingkan dengan pengajaran langsung dari guru, bisa terjadi
cara belajar yang demikian apa yang seharusnya dipelajari dan
dipahami tidak pernah dicapai oleh siswa.
c. Penilaian yang diberikan dalam cooperative learning didasarkan
kepada hasil kerja kelompok. Namun demikian, guru perlu menyadari,
bahwa sebenarnya hasil atau prestasi yang diharapkan adalah prestasi
setiap induvidu siswa.
d. Keberhasilan cooperative learning dalam upaya mengembangakan
kesadaran berkelompok memerlukan waktu yang cukup panjang, dan
hal ini tidak mungkin dapat tercapai hanya dengan satu kali atau
berkali-kali penerapan pembelajaran ini.

24
Wina Sanjaya, op.cit, hal. 249-250




e. Walaupun kemampuan bekerja sama merupakan kemampuan yang
sangat penting untuk siswa, akan tetapi banyak aktivitas dalam
kehidupan yang hanya didasarkan pada kemampuan secara individual.
Oleh karena itu, idealnya melalui cooperative learning selain siswa
belajar bekerja sama, siswa juga harus belajar bagaimana membangun
kepercayaan diri. Untuk mencapai kedua hal itu dalam cooperative
learning memang bukan pekerjaan yang mudah.

B. Tinjauan Tentang Strategi Crossword Puzzle
1. Pengertian Strategi Crossword Puzszle
Dalam dunia pendidikan, menurut J.R. David strategi diartikan
sebagai:
”a plan method, or series of activities designed to achieves a
particular educational goa”l.

Dengan demikian strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai
perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu.
25

Crossword puzzle merupakan suatu game dengan template
berbentuk segi empat yang terdiri dari kumpulan kotak-kota berwarna
hitam putih serta dilengkapi dua lajur, yaitu mendatar (kumpulan kotak
yang membentuk satu baris dan beberapa kolom ) dan menurun (kumpulan
kotak yang membentuk satu kolom dan beberapa baris). Untuk
menyelesaikan permainan ini, keseluruhan kotak yang berwarna putih

25
Ibid, hal. 126.




harus terisi dengan kata-kata yang tersedia dalam kumpulan kata yang ada.
Secara spesifik crossword puzzle merupakan suatu game yang
memungkinkan user memasukkan kata yang bersesuaian dengan panjang
kotak yang tersedia secara berkesinambungan sampai seluruh kotak terisi
penuh. Aturan pengisian kata-kata tersebut berhubungan dengan
penyamaan jumlah kotak dengan jumlah karakter pada kata dan pengisian
kata-kata ke dalam kotak pada crossword puzzle secara
berkesinambungan.
26












Gambar 2.1. Template Crossword Puzzle



26
Ajeng Wirasati dan Ronny Adry, Analisa Penerapan Algoritma Backtracking,
pada Game “ Crossword Puzzle ” (http:www.yahoo.com, diakses 18 Februari 2009),
hal. 1-2.























Crossword puzzle merupakan salah satu permainan yang dapat
digunakan sebagai strategi pembelajaran yang baik dan menyenangkan
tanpa kehilangan esensi belajar yang sedang berlangsung, bahkan dapat
melibatkan partisipasi siswa secara aktif sejak awal.
27


2. Langkah-Langkah Strategi Crossword Puzzle
Adapun cara membuat Crossword Puzzle adalah terlebih dahulu
guru hendaknya menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan, seperti kertas
HVS, penggaris, pensil, ballpoint, spidol, dan penghapus. Adapun
prosedur permainannya sebagai berikut:
a. Menulis kata-kata kunci, terminologi atau nama-nama yang
berhubungan dengan materi pelajaran yang telah diajarkan.
b. Membuat kisi-kisi yang dapat diisi dengan kata-kata yang telah dipilih
dan hitamkan bagian yang tidak diperlukan.
c. Membuat pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya adalah kata-kata
yang telah dibuat atau yang mengarah pada kata-kata tersebut.
d. Membagi kelas menjadi beberapa kelompok.
e. Setiap kelompok diberi selembar teka-teki yang sama dengan
kelompok lain.
f. Memberikan batas waktu untuk mengerjakan teka-teki tersebut.
g. Setelah waktu yang ditentukan habis, setiap kelompok membacakan
hasilnya secara bergantian.

27
Hisyam, dkk, Strategi Pembelajaran di Perguruan Tinggi, (Yogyakarta: CTSD, 2002),
hal. 68.




h. Mengoreksi hasil kerja kelompok dan memberi hadiah kepada
kelompok yang mengerjakan paling cepat dan benar.
28

Selain Crossword Puzzle (teka-teki silang), terdapat permainan
puzzle yang lain, yaitu mengisi lembaran berupa teka-teki berdasarkan
topik-topik tertentu dengan menandai jawaban yang benar. Permainan
puzzle sangat menarik bila dikaitkan dengan pembelajaran akidah akhlak
pada materi asmaul husna . Permainan puzzle berupa tulisan tersebut
diperlihatkan dalam pembelajaran akidah akhlak bertujuan untuk melatih
daya ingat tentang materi yang telah diajarkan. Permainan ini dapat
menimbulkan semangat kerjasama dan kreativitas siswa serta melatih
mereka untuk berfikir sistematis.
29


3. Kelebihan dan Kelemahan Strategi Crossword Puzzle
Kelebihan strategi crossword puzzle dalam proses pembelajaran
diantaranya, yaitu:
a. Melalui strategi crossword puzzle siswa sedikit banyak telah
memunculkan semangat belajar dan rasa percaya diri pada setiap
siswa. Karena strategi ini dapat memacu diri siswa untuk lebih
menggali konsep-konsep materi yang diajarkan sehingga menghasilkan
rasa keingintahuan dan percaya diri yang tinggi.

28
Melvin L. Silberman, Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif, (Bandung:
Nuansa, 2006), h. 238-239.
29
Nunu A. Hamijaya dan Nunung K. Rukmana, Cara Mudah Bergembira bersama Al-
Qur’an, (Bandung: Jembar, 2007), hal. 112.




b. Melalui penerapan strategi crossword puzzle ini siswa belajar untuk
lebih menggali potensi yang ada pada dirinya dan dapat lebih
menghargai talenta yang telah dianugerahkan Tuhan kepadanya. Selain
itu siswa juga belajar untuk menghargai kelebihan dan kekurangan
masing-masing.
c. Strategi ini sangat efektif karena mampu meningkatkan aktivitas dan
kreatifitas siswa dalam bentuk interaksi baik antara siswa dengan guru
maupun antara siswa dengan siswa lainnya. Bahkan interaksi ini lebih
didominasi oleh interaksi antara siswa dengan siswa sedangkan guru
hanya bersifat sebagai moderator saja.
d. Secara keseluruhan strategi ini mampu menciptakan proses
pembelajaran yang menyenangkan yang pada akhirnya diharapkan
akan meningkatkan minat dan motivasi pada siswa.
e. Sifat kompetitif yang ada dalam permainan crossword puzzle dapat
mendorong pesereta didik berlomba-lomba untuk maju.
30

Selain berbagai kelebihan, ada juga beberapa kelemahan strategi
crossword puzzle dalam proses pembelajaran diantaranya, yaitu:
a. Sedikitnya waktu pembelajaran yang tersedia sedangkan materi yang
harus diajarkan sangat banyak. Dalam Kurikulum Berbasis
Kompetensi (KTSP) dikatakan bahwa guru memiliki kewenangan
untuk memilih materimateri esensial yang akan diajarkan kepada
siswanya, sedangkan kenyataannya adalah masih adanya tes bagi siswa

30
Piping Sugiharti, Penerapan Teori Multiple Intelligence dalam Pembelajaran Fisika,
Jurnal Pendidikan Penabur - No.05/ Th.IV/ Desember 2005 (http:www.yahoo.com, diakses 6
Agustus 2009), hal. 40-41.




(ujian nasional dan ujian sekolah contohnya), dengan soal-soal yang
notabene bukan berasal dari guru yang bersangkutan. Sedang
pemahaman tentang materi mana yang dianggap esensial dan materi
mana yang kurang esensial bagi setiap guru bisa saja berbeda-beda.
Akhirnya, mau tidak mau guru harus mengajarkan semua materi yang
ada dalam buku paket.
b. Penerapan strategi crossword puzzle dalam ruang kelas juga
memungkinkan terjadinya diskusi hangat dalam kelas. Adakalanya
siswa berteriak atau bertepuk tangan untuk mengungkapkan
kegembiraannya ketika mereka mampu memecahkan suatu masalah.
Hal ini juga dapat menggangu konsentrasi guru dan siswa yang berada
di kelas lain.
c. Banyak mengandung unsur spekulasi, peserta yang lebih dahulu
selesai (berhasil) dalam permainan crossword puzzle belum dapat
dijadikan ukuran bahwa dia seorang siswa lebih pandai dari lainnya.
d. Tidak semua materi pelajaran dapat dikomunikasikan melalui
permainan crossword puzzle dan Jumlah peserta didik yang relatif
besar sulit melibatkan seluruhnya.
e. Adanya keengganan dari para guru untuk mengubah paradigma lama
dalam pendidikan. Kebanyakan guru sudah merasa nyaman dengan
metode ceramah sehingga mereka enggan untuk mencoba hal-hal yang
baru karena dianggap merepotkan.
31


31
Ibid., hal. 41-42




C. Tinjauan Tentang Motivasi Belajar
1. Pengertian Motivasi Belajar
Menurut McDonald motivasi adalah suatu perubahan energi di
dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif dan reaksi
untuk mencapi tujuan. Sebagai suatu masalah di dalam kelas, motivasi
adalah proses membangkitkan, mempertahankan, dan mengontrol minat-
minat. Dalam hal ini tugas guru adalah membantu siswa untuk memilih
topik, kegiatan, atau tujuan yang bermanfaat, baik jangka panjang atau
pendek.
32

Belajar adalah suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil
atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas, yakni
mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan, melainkan
perubahan kelakuan. Pendapat lain mengatakan belajar adalah suatu
proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan
lingkungan. Dibandingkan dengan pengertian yang pertama, maka jelas
tujuan belajar itu prinsipnya sama, yakni perubahan tingkah laku, hanya
berbeda cara atau usaha pencapaiannya.
33

Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling
mempengaruhi. Belajar adalah perubahan tingkah kalu secara relatif
permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik atau

32
Oemar Hamalik, Psikologi Belajar dan Mengajar (Bandung: Sinar Baru, 1992), hal.
173.
33
Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), hal. 36-
37.




penguatan yang dilandasi tujuan untuk mencapai tujuan tertentu.
34

Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal
pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan
tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang
mendukung. Hal ini mempunyai peranan besar dalam keberhasilan
seseorang dalam belajar. Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan
sebagai berikut:
a. Adanya hasrat dan keinginan berhasil.
b. Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar.
c. Adanya harapan dan cita-cita masa depan.
d. Adanya penghargaan dalam belajar.
e. Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar.
f. Adanya lingkungan belajar yang kondusif, sehingga memungkinkan
siswa dapat belajar dengan baik.
35

Motivasi dianggap penting dalam upaya belajar dan pembelajaran
karena mendorong timbulnya tingkah laku dan mempengaruhi serta
mengubah tingkah laku. Jadi, fungsi motivasi meliputi sebagai berikut:
a. Sebagai pendorong, yaitu mendorong timbulnya suatu tingkah laku
atau perbuatan. Tanpa motivasi maka tidak akan timbul sesuatu
perbuatan seperti belajar.
b. Sebagai pengarah, yaitu mengarahkan perbuatan pencapaian tujuan
yang diinginkan.

34
Hamzah B. Uno, Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan
(Jakarta: Bumu Aksara, 2007), hal. 23.
35
Ibid.,




c. Sebagai penggerak, yaitu menggerakkan tingkah laku seseorang. Besar
kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu
pekerjaan.
36


2. Tujuan Motivasi Belajar
Secara umum tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau
menggugah seseorang agar timbul keinginan dan kemauannya untuk
melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau mencapai tujuan
tertentu. Bagi guru, tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau
memacu siswa agar timbul keinginan dan kemauannya untuk
meningkatkan prestasi belajarnya sehingga tercapai tujuan pendidikan
sesuai dengan yang diharapkan dan ditetapkan dalam kurikulum sekolah.
Sebagai contoh seorang guru memberikan pujian kepada siswa yang maju
ke depan kelas dan dapat mengerjakan soal di papan tulis. Dengan pujian
itu, dalam diri anak tersebut timbul rasa percaya pada diri sendiri, di
samping itu timbul keberaniannya sehingga ia tidak takut dan malu lagi.
37

Setiap tindakan motivasi mempunyai tujuan. Makin jelas tujuan
yang diharapkan, makin jelas pula bagaimana tindakan memotivasi itu
dilakukan. Oleh karena itu, setiap orang akan memberikan motivasi harus
mengenal dan memahami latar belakang, kebutuhan, dan kepribadian
orang yang akan dimotivasi.
38


36
Oemar Hamalik, op.cit, hal. 108.
37
M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006), hal.
73.
38
Ibid, hal. 73-74.




3. Macam-macam Motivasi Belajar
Berdasarkan pengertian di atas, motivasi belajar dapat dibagi
menjadi dua macam, yaitu:
a. Motivasi instrintik adalah motivasi yang timbul sebagai akibat dari diri
individu sendiri tanpa ada paksaan dan dorongan dari orang lain, tetapi
atas kemauan sendiri. Misalnya anak mau belajar karena ingin
memperoleh ilmu pengetahuan dan ingin menjadi orang yang berguna
bagi nusa dan bangsa. Oleh karena itu, ia rajin belajar tanpa ada
suruhan dari orang lain.
b. Motivasi ekstrintik adalah motivasi yang timbul sebagai akibat
pengaruh dari luar individu, karena adanya ajakan, suruhan, atau
paksaan dari orang lain yang akhirnya dapat melakukan sesuatu atau
belajar. Misalnya seseorang mau belajar karena disuruh oleh orang tua
agar mendapat peringkat pertama di kelasnya.
39

Menurut Kenneth H. Hover, untuk mendorong motivasi belajar
terhadap siswa, maka diperlukan prinsip-prinsip motivasi sebagai berikut:
a. Pujian lebih efektif daripada hukuman.
b. Semua siswa mempunyai kebutuhan-kebutuhan psikologis (yang
bersifat dasar) tertentu yang harus mendapat kepuasan.
c. Motivasi instrintik (dari dalam individu) lebih efektif daripada
motivasi esktrintik (dari luar).
d. Terhadap jawaban (perbuatan) yang serasi (sesuai dengan keinginan)

39
Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1995),
hal. 29.




perlu dilakukan usaha pemantauan atau penguatan.
e. Motivasi itu mudah menjalar atau tersebar terhadap orang lain.
f. Pemahaman yang jelas terhadap tujuan-tujuan akan merangsang
motivasi.
g. Tugas-tugas yang dibebankan oleh diri sendiri akan menimbulkan
minat yang lebih besar untuk mengerjakannya daripada apabila tugas-
tugas itu dipaksakan oleh guru.
h. Pujian-pujian yang datangnya dari luar kadang-kadang diperlukan dan
cukup efektif untuk merangsang minat yang sebenarnya.
i. Teknik dan proses mengajar yang bervariasai adalah efektif untuk
memelihara minat siswa.
40


4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar
Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan
menjadi tiga macam, yaitu:
a. Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri
meliputi dua aspek, yaitu:
1) Aspek fisiologis (jasmaniah). Kondisi umum jasmani dan tonus
(tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ
tubuh dan sendi-sendinya, dapat mempengaruhi semangat dan
intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Kondisi organ-organ
khusus, seperti tingkat kesehatan indera pendengar dan penglihat,

40
Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), hal. 163-165.




juga dapat mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyerap
informasi dan pengetahuan, khususnya yang disajikan di kelas.
2) Aspek psikologis (rohaniah). Banyak faktor yang termasuk aspek
psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas
perolehan belajar siswa. Namun, di antara faktor-faktor rohaniah
siswa yang pada umumnya dipandang lebih esensial adalah (a)
tingkat intelegensi atau kecerdasan siswa, (b) sikap siswa, (c) bakat
siswa, (d) minat siswa, dan (e) motivasi siswa.
b. Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri siswa, yakni
kondisi lingkungan di sekitar siswa. Faktor ini terdiri atas dua macam,
yaitu:
1) lingkungan sosial, seperti sekolah (para guru, staf administrasi, dan
teman-teman sekelas), siswa (masyarakat, tetangga, dan teman-
teman sepermainan di sekitar perkampungan siswa tersebut), dan
orang tua atau keluarga dapat mempengaruhi semangat belajar
siswa.
2) lingkungan nonsosial, meliputi: gedung sekolah, tempat tinggal
siswa, alat-alat belajar, keadaan cuaca, dan waktu belajar yang
digunakan siswa dapat menentukan tingkat keberhasilan belajar
siswa.
c. Faktor pendekatan belajar, yaitu jenis upaya belajar siswa yang
meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan
kegiatan pembelajaran materi pelajaran. Faktor ini juga berpengaruh




terhadap taraf keberhasilan proses belajar siswa tersebut. Seorang
siswa yang terbiasa mengaplikasikan pendekatan belajar deep
(menengah) misalnya, mungkin sekali berpeluang untuk meraih
perstasi belajar yang bermutu daripada siswa yang menggunakan
pendekatan belajar surface atau reproductive (rendah).
41


5. Cara Menggerakkan Motivasi Belajar Siswa
Untuk membangkitkan motivasi belajar siswa, guru hendaknya
berusaha dengan berbagai cara. Beberapa cara membangkitkan motivasi
ekstrinsik dalam menumbuhkan motivasi instrinsik, yaitu:
a. Kompetensi (persaingan). Guru berusaha menciptakan persaingan
diantara siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha
memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya dan
mengatasi prestasi orang lain.
b. Pace Making (membuat tujuan sementara atau dekat). Pada awal
kegiatan belajar-mengajar guru hendaknya terlebih dahulu
menyampaikan kepada siswa indikator yang akan dicapainya, sehingga
dengan demikian siswa berusaha untuk mencapai indikator tersebut.
c. Tujuan yang jelas. Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan.
Semakin jelas tujuan, semakin besar nilai tujuan bagi individu yang
bersangkutan dan semakin besar pula motivasi dalam melakukan suatu
perbuatan.

41
Muhibbin Syah, Psikologi Belajar (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2004), hal. 144-155.




d. Kesempurnaan untuk sukses. Kesuksesan dapat menimbulkan rasa
puas, kesenangan dan kepercayaan terhadap diri sendiri. Sedangkan
kegagalan akan membawa efek yang sebaliknya. Dengan demikian,
guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk
meraih sukses dengan sendiri dengan bimbingan guru.
e. Minat yang besar. Motif akan timbul jika individu memiliki minat
yang besar.
f. Mengadakan penilaian atau tes. Pada umumnya semua siswa mau
belajar dengan tujuan memperoleh nilai yang baik. Hal ini terbukti
dengan kenyataan bahwa banyak siswa yang tidak belajar bila tidak
ada ulangan. Akan tetapi, bila guru mengadakan bahwa lusa akan
diadakan ulangan lisan, barulah siswa giat belajar agar mendapat nilai
yang baik. Jadi, angka atau nilai itu merupakan motivasi yang kuat
bagi siswa.
42

Untuk mengidentitifikasi potensi peserta didik dapat dikenali dari
ciri-ciri (indikator) keberbakatan peserta didik. Menurut Munandar
mengungkapkan salah satu indikator peserta didik berbakat, yaitu
motivasi, diantara indikator motivasi, yaitu:
a. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu
yang lama, tidak berhenti sebelum selesai).
b. Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa).
c. Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi.

42
Moh. Uzer Usman ,op.cit, hal. 29-30.




d. Ingin mendalami bahan atau bidang pengetahuan yang diberikan.
e. Selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan
prestasinya).
f. Menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah ”orang dewasa”
(misalnya terhadap pembangunan, korupsi, keadilan, dan sebagainya).
g. Senang dan rajin belajar, penuh semangat, cepat bosan dengan tugas-
tugas rutin, dan dapat mempertahankan pendapat-pendapatnya.
h. Mengejar tujuan-tujuan jangka panjang (dapat menunda pemuasan
kebutuhan sesaat yang ingin dicapai kemudian).
i. Senang mencari dan memecahkan masalah.
Sedangkan menurut Yaumil, menjelaskan bahwa komitmen
terhadap tugas sering dikaitkan dengan motivasi instrintik untuk
berprestasi, ciri-cirinya mudah terbenam dan benar-benar terlibat dalam
suatu tugas; sangat tangguh dan ulet menyelesaikan masalah; bosan
menghadapi tugas rutin; mendambakan dan mengejar hasil sempurna;
lebih suka bekerja secara mandiri; sangat terikat pada nilai-nilai baik dan
menjauhi nilai-nilai buruk; bertanggung jawab; berdisiplin; dan sulit
mengubah pendapat yang telah diyakininya.
43






43
Hamid Muhammad, Pedoman Diagnostik Potensi Peserta Didik (Jakarta: Departemen
Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan
Lanjutan Pertama, 2004), hal. 18-21.




D. Pembelajaran Asmaul Husna
1. Pengertian Pembelajaran Asmaul Husna
Pembelajaran Asmaul Husna adalah pembelajaran mengenal
tentang nama-nama indah untuk Allah (kepunyaan Allah). Allah memiliki
nama-nama yang baik yang disebut dengan Asmaul Husna. Rasulullah
SAW menjelaskan bahwa Asmaul Husna ini jumlahnya ada 99, karena
Allah menyukai bilangan yang ganjil. Sebagaimana hadits Nabi yang
berbunyi:
َ ¸ِ -َ ر َ ةَ ¸ْ ,َ ¸ُ ه ¸ِ -َ أ ْ¸َ = ِ جَ ¸ْ =َ 'ْ 'ا ْ¸َ = ِ د'َ- ¸'ا ,ُ -َ أ 'َ -َ `´ -َ = ٌ-ْ ,َ ·ُ - 'َ -َ ¸َ -ْ =َ أ ِ ن'َ -َ ,ْ'ا ,ُ -َ أ 'َ -َ `´ -َ =
'´ 'ِ إ ً ªَ -'ِ - 'ً -ْ -ا َ ¸,ِ ·ْ -ِ -َ و ً ªَ ·ْ -ِ - ِ ª´ 'ِ ' ´ نِ إ َ ل'َ · َ »´ 'َ -َ و ِ ªْ ,َ 'َ = ُ ª´ ''ا _´ 'َ - ِ ª´ ''ا َ ل,ُ-َ ر ´ نَ أ ُ ªْ -َ = ُ ª´ ''ا
َ ª´ -َ =ْ 'ا َ .َ =َ د 'َ ه'َ -ْ =َ أ ْ¸َ - اً -ِ =اَ و

Artinya: Abu yaman menceritakan kepada kami Syu’aib menghabarkan
kepada kami Abu zinad menceritakan kepada kami dari Al-A’raj
dari Abu hurairah r.a bahwasannya Rasulullah SAW bersabda:
Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, seratus kurang satu.
Siapa yang menghitungnya tentu masuk surga. (H.R Imam
Bukhori).

Al ‘Ashili mengatakan bahwa makna dari menghitung nama-nama-
Nya adalah mengamalkannya bukan menghitung dan menghafalkannya
karena apabila sebatas itu maka itu pun bisa dilakukan oleh orang-orang
kafir maupun munafiq, sebagaimana hadits bahwa orang-orang khawarij
juga membaca Al Qur’an sementara ia (bacaannya) itu melewati
tenggorokan mereka.
Ibn Batthol mengatakan bahwa menghitung bisa dilakukan dengan
lisan dan perbuatan. Siapa yang mengamalkan bahwa Allah swt memiliki
nama-nama khusus seperti al ahad (Maha Esa), al Muta’al (Maha Tinggi),
al Qodir (Maha Kuasa) dan yang lainnya maka wajib baginya untuk




meyakini dan tunduk terhadapnya. Dan Allah mempunyai nama-nama
yang disunnahkan untuk diikuti didalam makna-maknanya seperti ar
Rohim (Maha Penyayang), al Karim (Maha Mulia), al ‘Afwu (Maha
Pemaaf) dan lainnya. Dan disunnahkan bagi hamba-Nya untuk berhias
dengan makna-maknanya dalam rangka menunaikan hak mengamalkannya
maka inilah makna menghitung dengan amal. Adapun menghitung dengan
lisan adalah mengumpulkan, menghafal dan berdoa dengannya walaupun
dalam hal menghitung dan menghafal bisa dilakukan oleh orang-orang
yang tidak beriman akan tetapi seorang mukmin dibedakan dengan
keimanannya dan mengamalkannya.
44

Sembilan puluh sembilan tersebut menggambarkan betapa baiknya
Allah. nama-nama dalam Asmaul Husna ini, Allah sendirilah yang
menciptakannya. Sebutlah nama-nama Allah, dalam setiap zikir dan doa
kita. Jika kita memohon diberi petunjuk, sebutlah nama Al-Hadi (Maha
Pemberi Petunjuk). Jika kita mohon diberi sifat kasih sayang, sebutlah
nama Ar-Rahmân (Maha Pengasih). Semoga doa kita akan semakin
makbul.
Anjuran untuk menggunakan Asmaul Husna dalam berzikir dan berdoa,
diterangkan oleh Allah SWT dalam Al-Quran. Asmaul Husna hanya milik
Allah SWT. Manusia sebagai makhluk-Nya hanya dapat memahami,
mempelajari, dan meniru kandungan makna dari nama yang baik tersebut

44
Sigit Purnomo, Manfaat Asmaul Husna (http:www.yahoo.com, diakses 6 Agustus
2009).




dalam kehidupan sehari-hari.
45

Pada umumnya jumhur ulama menyatakan bahwa Asmaul Husna
itu berjumlah 99 nama. Namun Abubakar Ibnul Araby salah seorang
ulama bermazhab Maliki – seperti dikutip oleh Ibnu Katsir menyebutkan
bahwa sebagian ulama telah menghimpun nama-nama Tuhan dari Al-
Qur’an dan Sunnah sebanyak 1.000 nama. Ada juga yang menyatakan
kalau jumlah Asmaul Husan itu ada 100.
46

Asmaul Husna inilah yang dahulu ketika Nabi Isa diberi kelebihan
untuk memenangkan agama Allah, berupa mu’jizat dapat menghidupkan
orang yang sudah meninggal, dan menyembuhkan segala penyakit yang
diderita manusia ketika itu, dan Nabi-nabi Allah lainnya, seperti Nabi
Ibrahim tidak hangus dibakar oleh kaumnya. Nabi Nuh diselamatkan dari
banjir bandang, dan sebagainya. Demikian besar hebatnya asma-asma
Allah, sehingga besipun menjadi leleh karenanya (ketika dibacakan oleh
Nabi Daud), gunung-gunung akan hancur karenanya.
47

Materi Asmaul Husna ini terdapat pada pelajaran Akidah Akhlak,
yang diajarkan di madrasah atau sekolah. Dengan adanya materi ini siswa
dapat mengenal Allah melalui sifat-sifat yang terkandung dalam asmaul
husna, sehingga siswa hafal dan mengetahui artinya, dapat menunjukkan
contohnya, dan membiasakan berdo’a dengan asmaul husna.


45
Asmaul Husna dan Sifat-Sifat Allah (http:www.yahoo.com, diakses 6 Agustus 2009).
46
Ja’far Shidiq, Ternyata Ada 100 Asma Al-Husna (Qiyas Media, 2009/
http:www.yahoo.com, diakses 6 Agustus 2009 ).
47
Masrap Suhaemi, Khasiat Ayat-Ayat Al-Qur’an (Surabaya: Mahkota. 1984), hal. 51.




Ma’rifat Asmaul Husna termasuk sesuatu yang dapat menguatkan
dan menumbuhkan iman. Sebagaimana firman Allah yang berbunyi:





Artinya: Hanya milik Allah asmaa-ul husna, Maka bermohonlah kepada-
Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah
orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut)
nama-nama-Nya, nanti mereka akan mendapat Balasan terhadap
apa yang telah mereka kerjakan. (Qs. Al-A’raf:180).

Memahami Asmaul Husna itu mempunyai tiga tingkatan, yaitu: (a)
menghitung lafazhnya, (b) mamahami makna dan sasarannya, serta (c)
berdo’a kepada Allah dengan nama-nama tersebut, yaitu do’a berupa
sanjungan dan ibadah serta do’a masalah (meminta sesuatu). Itu semua
adalah pokok pangkal keimanan dan iman itu sendiri kembali kepada hal-
hal tersebut; sebab memahami Asmaul Husna itu mengandung tiga jenis
tauhid yang dikenal: Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah, dan Tauhid
Asma’ wa Shifat. Semakin bertambah pemahaman seorang hamba terhadap
nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya, maka semakin bertambah pula
keimanannya bahkan semakin kuat keyakinannya.
48

Pengetahuan tentang Allah serta nama-nama dan sifat-sifat-Nya
adalah semulia-mulianya ilmu. Dia adalah ilmu ynag diwajibkan karena
dzatnya, dan yang menjadi tujuan karena dzatnya. Sebagaimana Allah
berfirman dalam Al-Qur’an:

48
Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, Misteri Asmaul Husna (Solo: Pustaka Ar-Rayyan,
2007), hal. 10-11.











Artinya: Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula
bumi. Perintah Allah Berlaku padanya, agar kamu mengetahui
bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan
Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala
sesuatu. (Qs. Ath-Thalaaq:12).

Dalam ayat tersebut, Allah menjelaskan bahwa Dia telah
menciptakan langit dan bumi, dan Menurunkan segala urusan antara langit
dan bumi agar hamba-Nya tahu, bahwa Dia adalah Dzat Yang Maha
Mengetahui dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dengan demikian Ilmu
tentang Tuhan adalah yang paling dituntut dari makhluk-Nya.
49


2. Langkah-Langkah dalam Memahami Asmaul Husna
Langkah-langkah teoritis dan praktis dalam memahami nama-nama
Allah, yaitu:
a. Komitmen untuk memulai. Aristoteles mengingatkan, ”Keunggulan
bukanlah suatu perbuatan, melainkan sebuah kebiasaan”. Al-Ghazali
menegaskan, ”Perbuatan yang dilakukan berulang-ulang selama
beberapa waktu akan memberi pengaruh yang mantap pada jiwa”
b. Riyadhah (training rohani) dan mujahadah (serius), kegiatan ini
merupakan faktor yang menentukan keberhasilan selanjutnya.

49
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Asmaul Husna Nama-Nama Indah Allah (Jakarta: Pustaka
Al-Kautsar, 2001), hal. 2.




Muhammad Nafis Al-Banjari mengingatkan adanya tiga rintangan
yang harus dilalui dan dihadapi ketika akan melalakukan training
tersebut, yaitu:
1) Kasal (malas): malas untuk mengerjakan ibadah kepada Allah.
2) Futur (bimbang/lemah pikiran): tidak memiliki tekad yang kuat
karena terpengaruh oleh kehidupan duniawi.
3) Malal (pembosan): cepat merasa jemu dan bosan untuk
melaksanakan ibadah, karena merasa selalu sering dilakukan.
c. Mewiridkan, untuk memberikan kesan yang mendalam kepada otak,
jiwa, dan ruh.
d. Menjadikan Asmaul Husna sebagai prinsip hidup dan kompas dalam
kegiatan sosial.
50


E. Penerapan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle
dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna
Guru dapat menggunakan berbagai cara untuk membangkitkan motivasi
belajar tentang Asmaul Husna dengan menerapkan pembelajaran kooperatif,
di antaranya yaitu: memberi angka, pujian kepada siswa, memberi hadiah, dan
kerja sama dalam memainkan crossword puzzle.
Agar pelaksanaan cooperative learning dapat berjalan dengan baik, maka
upaya yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Guru senantiasa mempelajari teknik-teknik penerapan model cooperative

50
Sulaiman Al-Kumayi, Kecerdasan 99 Cara Meraih Kemenangan dan Ketengan Hidup
Lewat Penerapan 99 Nama Allah (Jakarta: Mizan Publika. 2006), hal. xi-xii.




learning di kelas dan menyesuaikan dengan materi yang akan diajarkan.
2. Pembagian jumlah siswa yang merata, dalam artian tiap kelas merupakan
kelas heterogen.
3. Diadakan sosialisasi dari pihak terkait tentang teknik cooperative learning.
4. Meningkatkan sarana pendukung pembelajaran terutama sumber buku.
5. Mensosialisasikan kepada siswa akan pentingnya sistem teknologi dan
informasi yang dapat mendukung proses pembelajaran.
51

Menurut Slavin mengemukakan dua alasan dalam menerapkan
pembelajaran kooperatif, yaitu:
1. Penggunaan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar
siswa, meningkatkan kemampuan hubungan sosial, menumbuhkan sikap
menerima kekurangan diri dan orang lain, serta dapat meningkatkan harga
diri.
2. Pembelajaran kooperatif dapat merealisasikan kebutuhan siswa dalam
belajar berpikir, memecahkan masalah, dan mengintegrasikan pengetahuan
dengan ketrampilan.
52

Oleh karena itu, penerapan pembelajaran kooperatif melalui strategi
teka-teki silang dalam meningkatkan motivasi belajar Asmaul Husna
dimaksudkan para siswa dapat belajar menerima perbedaan pendapat dan
bekerjasama dengan teman yang berbeda latar belakangnya. Selama kerja
kelompok, tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan.
53


51
Novi Emildadiany, op.cit (http: www.yahooo.com, diakses 18 Februari 2009 ).
52
Wina Sanjaya, op.cit, hal. 242.
53
Masnur Muslich, KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual, (Jakarta:
Bumi Aksara, 2007), hal. 229.




BAB III
METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini
bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek
penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara
holistik, dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu
konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode
alamiah.
54

Penelitian kualitatif memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan
penelitian lainnya. Menurut Bogdan dan Biklen mengemukakan lima ciri,
sedangkan Lincoln dan Guba mengemukakan sepuluh ciri penelitian kualitatif.
Kedua pendapat tersebut digabungkan menjadi satu sehingga menjadi sebelas
ciri, yaitu: (1) latar alamiah; (2) manusia sebagai alat (instrumen); (3) metode
kualitatif; (4) analisis data secara induktif; (5) teori dari dasar; (6) deskriptif;
(7) lebih mementingkan proses daripada hasil; (8) adanya batas yang
ditentukan oleh fokus; (9) adanya kriteria khusus untuk keabsahan data; (10)
desain yang bersifat sementara; dan (11) hasil penelitian dirundingkan dan
disepakati bersama.
55

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK),
karena jenis penelitian ini mampu menawarkan cara dan prosedur baru untuk

54
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung Remaja Rosdakarya,
2007), hal. 6.
55
Ibid., hal. 8-13.




memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme pendidik dalam proses
belajar mengajar di kelas dengan melihat kondisi siswa. Bahkan McNiff dalam
bukunya yang berjudul Action Research Principles and Practice memandang
PTK sebagai bentuk penelitian reflektif yang dilakukan oleh pendidik sendiri
terhadap kurikulum pengembangan sekolah, meningkatkan prestasi belajar,
pengembangan keahlian mengajar, dan sebagainya.
56

Adapun beberapa definisi PTK dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Menurut Joni dan Tisno PTK merupakan kajian yang bersifat reflektif oleh
pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan rasional
dari tindakan-tindakan yang dilakukannya itu, serta untuk memperbaiki
kondisi-kondisi di mana praktek-praktek pembelajaran tersebut dilakukan.
2. Soedarsono menyatakan PTK merupakan suatu proses di mana melalui
proses ini guru dan siswa menginginkan terjadinya perbaikan,
peningkatan, dan perubahan pembelajaran yang lebih baik agar tujuan
pembelajaran dapat tercapai secara optimal.
3. Suyanto menyatakan PTK sebagai penelitian praktis yang dimaksudkan
untuk memperbaiki pembelajaran dikelas.
57

Secara ringkas PTK dapat diartikan sebagai upaya atau tindakan yang
dilakukan oleh guru atau peneliti untuk memecahkan masalah pembelajaran
melalui kegiatan penelitian.
58



56
Suharsimi Arikunto, dkk, Penelitian Tindaakn Kelas (Jakarta: Bumi Aksara, 2007),
hal. 102.
57
Wahidmurni, Penelitian Tindakan Kelas dari Teori Menuju Praktik (Malang: UM
Press, 2008), hal. 14.
58
Ibid., hal. 15.




PTK ini, dilakukan secara mandiri oleh peneliti dalam praktik
pembelajarannya, sehingga peneliti secara reflektif dapat menganalisis,
mensintesis terhadap apa yang telah dilakukan di kelas. Dalam hal ini berarti
dengan melakukan PTK, peneliti dapat memperbaiki praktik-praktik
pembelajaran sehingga lebih efektif.
59

PTK mempunyai karakteristik tersendiri yang membedakan dengan
penelitian yang lain, diantaranya, yaitu: masalah yang diangkat adalah
masalah yang dihadapi oleh guru di kelas dan adanya tindakan tertentu untuk
memperbaiki proses belajar mengajar di kelas.
60

Dalam melaksanakan PTK harus mengacu pada desain penelitian yang
telah dirancang sesuai dengan prosedur penelitian yang berlaku. Fungsinya
sebagai patokan untuk mengetahui bentuk penerapan pembelajaran kooperatif
melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar
Asmaul Husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang.
Ada beberapa ahli yang mengemukakan model penelitian dengan model
yang berbeda, namun secara garis besar terdapat empat tahapan yang harus
dilaluinya, yaitu:
61

1. Perencanaan (Planning). Dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang
apa, mengapa, kapan, di mana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan
tersebut dilakukan.
2. Pelaksanaan (Acting). Tahap kedua dari penelitian tindakan adalah
pelaksanaan yang merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan,

59
Suharsimi Arikunto, dkk, loc.cit.
60
Ibid., hal. 108-109.
61
Ibid., hal. 16-19.




yaitu mengenakan tindakan kelas.
3. Pengamatan (Observing). Tahan ketiga ini, yaitu kegiatan pengamatan
yang dilakuakn oleh pengamat. Sebetulnya sedikit kurang tepat kalau
pengamat ini dipisahkan dengan pelaksanaan tindakan karena seharusnya
pengamatan dilakukan pada waktu tindakan sedang dilakukan. Jadi,
keduanya berlangsung dalam waktu yang sama.
4. Refleksi (Reflecting). Tahap keempat merupakan kegiatan untuk
mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Kegiatan refleksi ini
sangat tepat dilakukan ketika guru pelaksana sudah melakukan tindakan,
kemudian berhadapan dengan peneliti untuk mendiskusikan implementasi
rancangan tindakan, jika penelitian ini kolaboratif. Adapun model
penelitiannya dapat dilihat pada gambar di bawah ini:












Gambar 3.2 Model Penelitian Tindakan Kelas

SIKLUS I
Pelaksanaan

Refleksi

Pengamatan
SIKLUS II
Pelaksanaan
Pengamatan
Refleksi
Perencanaan
?
Perencanaan




B. Kehadiran Peneliti
Dalam penelitian ini peneliti adalah sebagai instrumen pengumpul data.
Selain itu Instrumen pendukung penelitian ini adalah pedoman wawancara,
pedoman observasi, dan dokumen. Mengenai status peneliti adalah sebagai
pengamat penuh serta diketahui subjek atau informan. Oleh karena itu,
kehadiran peneliti adalah mutlak, lebih-lebih dalam PTK peneliti mandiri,
selain sebagai pelaku tindakan (berarti juga sumber data) peneliti juga
bertugas sebagai pengamat aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar.
62

Dalam hal ini peneliti hadir dilapangan untuk melaksanakan dan
mengamati berlangsungnya pembelajaran kooperatif dengan strategi
crossword puzzle pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang terkait
dengan motivasi belajar.

C. Setting Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Sunan Kalijogo
terletak di jalan Candi III/D Desa Karang Besuki Kecamatan Sukun
Kabupaten Malang. Setting penelitian ini ditujukan pada siswa kelas IV A
yang sering mengalami kejenuhan dalam proses belajar Akidah Akhlak,
karena selama ini metode pembelajaran yang digunakan masih belum
bervariasi, sehingga sebagian siswa merasa bosan.
Karakteristik siswa kelas IV A cukup menarik, karena termasuk siswa
yang aktif dengan jumlah 25 siswa. Oleh karena itu peneliti mencoba untuk

62
Wahidmurni, op.cit, hal. 34.




menerapkan pembelajaran kooperatif pada pelajaran Akidah Akhlak.
D. Sumber dan Jenis Data
Secara garis besar data dalam penelitian ini dapat dipilih menjadi dua
jenis, yaitu data kualitatif dan data kuantitaif. Menurut Lofland sumber data
utama dalam penelitin kualitatif ialah kata-kata, dan tindakan, selebihnya
adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Sedangkan data
kuantitatif berupa data statistik.
63

Adapun jenis data kualitatif diantaranya, yaitu:


1. Kata-kata dan tindakan.
Kata-kata dan tindakan diamati dari catatan hasil wawancara
dengan guru bidang studi Akidah Akhlak di MI, dan catatan hasil
observasi kelas. Selanjutnya melalui foto.
2. Sumber tertulis
Peneliti mendapatkan sumber data tertulis berasal dari bacaan atau
literatur dari berbagai buku yang mendukung terhadap masalah yang
diteliti dokumen atau arsip sekolah.
3. Foto
Peneliti mengambil foto sebagai salah satu bukti telah
melaksanakan penelitian di MI Sunan Kalijogo Karang Besuki Malang.
Pengambilan gambar dilakukan ketika pembelajaran kooperatif dengan
strategi crossword puzzle berlangsung.




63
Lexy J, op.cit, hal. 157-163.




Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari sekolah, seperti data prestasi
siswa, baik pre test maupun pos test, data yang diperoleh dari lembar
observasi maupun data yang lain dalam membantu kelengkapan pengumpulan
data.
Terikat dengan penelitian ini yang akan dijadikan sumber data adalah
seluruh siswa kelas IV A yang berjumlah 25 orang, khususnya data tentang
tanggapan mereka terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan dan
data tentang hasil tes belajar siswa.

E. Instrumen Penelitian
Secara terperinci instrumen penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah:
1. Pedoman pengamatan untuk menggali data tentang suasana kelas pada saat
pembelajaran sedang berlangsung, keceriaan atau keantusiasan peserta
didik dalam mengikuti program pembelajaran, dan kerja kelompok pada
saat pembelajaran.
2. Pedoman wawancara untuk menggali data secara mendalam tentang
tanggapan siswa terhadap strategi pembelajaran yang telah dilaksanakan.
3. Tes digunakan untuk menggali data kuantitatif berupa skor tugas
kelompok dan skor tugas individu.







F. Prosedur Pengumpulan Data
Prosedur yang digunakan dalam pengumpulan data oleh peneliti, yaitu:
1. Observasi
Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara
sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Observasi
dibagi menjadi dua, yaitu:
64

a. Obsevasi langsung, yaitu pengamatan yang dilakukan terhadap objek
di tempat atau berlangsungnya suatu peristiwa, sehingga observasi
berada bersama objek yang diselidiki.
b. Observasi tidak langsung, yaitu pengamatan yang dilakukan tidak pada
saat berlangsungnya suatu peristiwa yang akan diselidiki.
Dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas, peneliti
menggunakan tiga fase dalam mengobservasi kelas, yaitu:
a. Fase pertemuan perencanaan
Dalam pertemuan perencanaan, peneliti menyajikan dan
mendiskusikan rencana pembelajaran dengan partisipator (guru bidang
studi Akidah Akhlak) tentang bagaimana penyajian langkah
pembelajaran yang akan dilakukan sebagai usaha untuk memperbaiki
pembelajaran yang telah dilakukan sebelumnya.
b. Observasi kelas
Observasi kelas dilakukan untuk melihat sejauh mana
implementasi cooperative leraning melalui strategi crossword puzzle

64
S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 2000), hal. 158.




dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Teknik ini dilakukan
secara obyektif dari kegiatan belajar mengajar oleh peneliti dan
partisipator.
c. Diskusi balikan
Dari hasil observasi kelas peneliti melakukan diskusi balikan
dengan pihak partisipan. Diskusi ini berdasarkan hasil pengamatan
atau observasi kelas. Dimana peneliti dan partisipator mencari
kekurangan dan kelebihan untuk dijadikan catatan lapangan dan
didiskusikan langkah berikutnya.
65

Tiga fase dalam mengobservasi kelas dapat dilihat pada gambar
berikut ini:




Gambar 3.3 Fase Observasi Kelas
Tujuan penggunaan observasi ini antara lain untuk mengetahui
aktivitas pendidikan di MI Sunan Kalijogo Malang dan kondisi MI Sunan
Kalijogo dalam kehidupan sehari-hari.
Sedangkan model observasi yang dipakai dalam penelitian ini
adalah observasi partisipan, yaitu suatu kegiatan observasi (pengamatan)

65
Rochiati Wiriaatmadja, Metode Penelitian Tindakan Kelas (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2008) hal. 106
Pertemuan
perencanaan
Diskusi balikan Observasi kelas




dan observer (pengamat) ikut mengambil bagian dalam kehidupan orang-
orang yang diobservasi.
66

2. Interview
Interview (wawancara) adalah teknik pengumpulan data dengan
mengajukan pertanyaan langsung oleh pewawancara kepada responden,
dan jawaban-jawaban responden dicatat atau direkam
67
.
Dalam penelitian ini menggunakan interview untuk mendapatkan
data tentang:
a. Sejarah perkembangan MI Sunan Kalijogo Malang.
b. Upaya implementasi cooperative learning dalam pembelajaran Akidah
Akhlak di MI Sunan Kalijogo Malang.
c. Tanggapan siswa terhadap implementasi cooperative learning dalam
pembelajaran Akidah Akhlak di MI Sunan Kalijogo Malang.
d. Hal-hal lain yang berhubungan dengan adanya implementasi
cooperative learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak di MI Sunan
Kalijogo Malang.
3. Dokumen
Dokumen adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung
ditujukan pada subyek penelitian, namun melalui dokumen. dokumen
dapat berupa secarik kertas yang berisi tulisan mengenai kenyataan, bukti,
ataupun informasi, dapat pula berupa foto, pita-kaset atau pita recording,

66
S. Margono, op.cit., hal. 161.
67
M. Iqbal Hasan, Pokok Materi Metodologi penelitian & Aplikasinya (Jakarta: Ghalia
Indonesia, 2002), hal. 85.




slide, mikro film, dan film. Oleh sebab itu dokumen dalam hal ini dapat
berupa arsip.
68

Sedangkan data-data yang ingin diperoleh melalui teknik ini antara
lain: sejarah berdirinya MI Sunan Kalijogo, data siswa dan guru MI Sunan
Kalijogo , dan struktur organisasi MI Sunan Kalijogo Malang.

G. Analisi Data
Tahapan sesudah pengumpulan data adalah analisis data. Tujuan dari
analisis data ini adalah: (1) data dapat diberi arti atau makna yang berguna
dalam memecahkan masalah-msalah penelitian, (2) memperlihatkan
hubungan-hubungan antara fenomena yang terdapat dalam penelitian, (3)
untuk memberikan jawaban terhadap hipotesis yang diajukan dalam
penelitian, dan (4) bahan untuk membuat kesimpulan serta implikasi-implikasi
dan saran-saran yang berguna untuk kebijakan penelitian selanjutnya.
69

Analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan
bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi
satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola,
menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa
yang dapat diceritakan kepada orang lain.
70

Data kualitatif yang berupa hasil waawancara, pengamatan, dan
dokumentasi dianalisis dengan analisa deskriptif kualitatif untuk memastikan
bahwa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif melalui strategi

68
Ibid., hal. 87.
69
Ibid., hal. 98.
70
Lexy J. Moleong, op.cit., hal. 248.




crossword puzzle dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Langkah yang
digunakan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) ini adalah melakukan proses
koding untuk mengklasifikasikan serangkaian kata, sebuah kalimat atau alinea
dari catatan lapangan sehingga mudah dibaca oleh siapapun dan proses ini
dapat mempercepat dan memberdayakan analisis data.
71

Sedangkan data yang dikumpulkan berupa angka atau data kuantitatif
(seperti, nilai hasil belajar) cukup dengan menggunakan analisis deskriptif dan
sajian visual. Sajian tersebut untuk menggambarkan bahwa dengan tindakan
yang dilakukan dapat menimbulkan adanya perbaikan, peningkatan, atau
perubahan kearah yang lebih baik, jika dibandingkan dengan keadaan
sebelumnya.
Untuk mengetahui hasil perubahan tindakan yang telah dilakukan dapat
menimbulkan perbaikan, peningkatan dan perubahan dari keadaan
sebelumnya, maka jenis data yang bersifat kuantitatif yang didapatkan dari
hasil evaluasi dianalisis menggunakan rumus:
72

P =

Post test-Pre test x 100%
Pre test
Keterangan:
P = Presentase peningkatan
Post test = Nilai rata-rata sesudah tindakan
Pre test = Nilai rata-rata sebelum peningkatan



71
Rochiati Wiriaatmadja, op cit., hal. 140.
72
Hamzah. B. Uno, Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang
Kreatif dan Efektif (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), hal. 73.




H. Pengecekan Keabsahan Temuan
Selain menganilis data, peneliti juga harus menguji keabsahan data agar
memperoleh data yang valid. Untuk pengecekan data yang bersifat kualitatif
dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik triangulasi.
Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang
memanfaatkan sesuatu yang lain. Di luar data untuk keperluan pengecekan
atau sebagai pembanding terhadap data tersebut, misalnya konsultasi denagn
guru mata pelajaran Akidah Akhlak dan guru bidang kurikulum.
73

Teknik triangulasi yang paling banyak digunakan adalah pemeriksaan
melalui sumber lainnya. Adapun pengecekan keabsahan dalam penelitian ini
adalah menggunakan triangulasi sumber, yaitu membandingkan dan mengecek
balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan
alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif. Hal ini dapat dicapai dengan
jalan: membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara
dan membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen yang berkaitan.
74


I. Indikator Kinerja
Adapun indikator kinerja yang digunakan untuk menentukan
keberhasilan pelaksanaan strategi pembelajaran adalah dua kriteria, yakni (1)
indikator kualitatif berupa keantusiasan siswa mengikuti pembelajaran dan
sikap mereka terhadap strategi pembelajaran yang dikembangkan, dan (2)
indikator kuantitatif berupa besarnya skor ujian yang diperoleh siswa dan

73
Lexy J. Moleong, op.cit., hal. 330.
74
Ibid., hal. 330-331




selanjutnya dibandingkan dengan batas minimal lulus (kriteria ketuntasan
minimal/KKM) mata pelajaran Akidah Akhlak di MI Sunan Kalijogo,
besarnya skor kriteria KKM sebesar 65. Dengan demikian siswa dikatakan
tuntas belajar secara individual jika skor tes minimal sebesar 65. Tetapi jika
siswa yang berhasil secara individual masih dibawah 65, maka strategi yang
dijalankan dapat dikatakan belum berhasil.

J. Tahap-Tahap Penelitian
Adapun penerapan model dalam PTK ini dilakukan dengan dua siklus.
Siklus I dilaksanakan dengan dua kali pertemuan, sedangkan siklus II
dilaksanakan dengan satu kali pertemuan. Adapun dalam konteks penelitian
ini dijelaskan sebagai berikut:
1. Siklus I
a. Mengidentifikasi Masalah
Peneliti berdiskusi dengan guru bidang studi Akidah Akhlak terkait
dengan permasalahan yang selama ini muncul dalam kegiatan
pembealajaran di kelas IV A, seperti strategi apa yang digunakan dan
bagaimana motivasi belajar siswa selama ini pada saat pembelajaran
Akidah Akhlak. Sehingga nantinya diperlukan sebuah penyelesaian
untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran.
b. Memeriksa Lapangan
Peneliti mengamati permasalahan yang ada di lapangan pada saat
kegiatan pembelajaran, untuk mengetahui permasalahan yang telah




diidentifikasi sebelumnya, kemudian peneliti juga melakukan
pencatatan terhadap peristiwa yang terjadi di lapangan. Sebagai
kegiatan memeriksa lapangan peneliti melaksanakan pre test dengan
menggunakan metode ceramah dan tanya jawab
c. Perencanaan Tindakan
Setelah peneliti mengetahui inti permasalahan yang terjadi, peneliti
merencanakan tindakan dan berdiskusi dengan guru bidang studi
Akidah Akhlak, dengan harapan permasalahan tersebut dapat
terpecahkan dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Adapun
perencanaan yang dipersiapkan antara lain:
1) Membuat silabus pembelajaran
2) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
3) Membuat modul pembelajaran
4) Membuat lembar crossword puzzle
5) Membuat lembar observasi motivasi belajar
d. Pelaksanaan Tindakan
Tindakan dilaksanakan di kelas IV A sesuai dengan perencanaan
dalam RPP yang telah dibuat sebelumnya. Peneliti juga membuat
catatan terhadap perkembangan yang terjadi di dalam kelas pada saat
pembelajaran berlangsung. Selama pelaksanaan tindakan, peneliti juga
bertindak sebagai guru sekaligus observer yang mencatat pada lembar
pengamatan observasi.




Pelaksanaan tindakan yang dilakukan meliputi: menyampaikan
tujuan pembelajaran, menyampaikan materi secara garis besar,
kegiatan pembelajaran dengan mengunakan model cooperative
learning melalui strategi crossword puzzle, dan evaluasi terhadap
pelajaran yang telah dipelajari untuk mengetahui tingkat pemahaman
siswa.
e. Observasi
Observasi dilakukan untuk mengamati pelaksanaan tindakan yang
sedang dan telah dilaksanakan. Untuk melihat perkembangan motivasi
belajar siswa terhadap pelajaran Akidah Akhlak, peneliti menggunakan
lembar observasi yang digunakan untuk mengemukakan data terkait
dengan motivasi belajar siswa. Selain itu observasi juga dilakukan
dengan cara mencatat hal-hal penting pada saat pembelajaran
berlangsung.
f. Refleksi
Refleksi dilakukan untuk melihat hasil sementara penerapan
pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa
pada mata pelajaran Akidah Akhlak khususnya materi tentang Asmaul
Husna.
g. Revisi Perencanaan
Hasil yang didapatkan dari siklus pertama, menjadi patokan
peneliti untuk melakukan revisi perencanaan selanjutnya. Revisi
dilakukan oleh peneliti bersama dengan guru bidang studi Akidah




Akhlak, meninjau kembali rencana yang telah dibuat pada pertemuan
sebelumnya dan mendiskusikan jika ada permasalah baru yang muncul
tanpa diprediksi sebelumnya.

2. Siklus II
a. Rencana Baru
Setelah mengetahui perkembangan permasalahan, dalam tahap ini
peneliti membuat rencana baru, sebagai usaha perbaikan dalam
pembelajaran. Peneliti merencanakan tindakan dan berdiskusi dengan
guru bidang studi Akidah Akhlak, dengan harapan permasalahan dapat
terpecahkan. Rencana tindakan diupayakan selalu berhubungan dengan
tindakan yang telah dilakukan.
b. Pelaksanaan Tindakan
Tindakan selanjutnya adalah memperbaharui pembelajaran dengan
indikator selanjutnya. Pelaksanaan ini dilakukan dengan menerapkan
rencana tindakan. Dalam hal ini peneliti juga membuat catatan
terhadap berlangsungnya kegiatan pembelajaran di dalam kelas.
Rencana yang sudah siap, kemudian diaplikasikan di dalam kelas
sebagai bentuk tindakan. Pelaksanaan tindakan ini sebagaimana yang
dilakukan pada siklus I, meliputi: menyampaikan tujuan pembelajaran
berikutnya, mengulang kembali materi pelajaran, melakukan kegiatan
pembelajaran dengan mengunakan model cooperative learning melalui




strategi crossword puzzle, dan evaluasi terhadap pelajaran yang telah
dipelajari untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa.
c. Observasi
Peneliti melakukan observasi dan pencatatan dalam kegiatan
pembelajaran terkait dengan perkembangan motivasi belajar siswa
dengan menggunakan lembar observasi. Observasi ini sangat
menentukan hasil penelitian, sehingga peneliti harus teliti dalam
mengamati perkembangan yang terjadi di dalam kelas.
d. Refleksi
Peneliti mencatat hasil observasi dan berdiskusi dengan guru
bidang studi untuk mengetahui hasil tindakan yang telah diterapkan.
Peneliti merefleksi hasil dan menyimpulkan dari siklus I sampai siklus
II sehingga dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan pada motivasi
belajar siswa.













BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Lokasi Penelitian
1. Sejarah Berdirinya MI Sunan Kalijogo
MI Sunan Kalijogo terletak di Jalan Candi III D No. 442 Desa
Karangbesuki Kecamatan Sukun Kabupaten Malang. MI ini berdiri pada
tahun 1967 dengan status tanah waqof dan status bangunan milik Yayasan.
Akan tetapi mulai diresmikan pada hari Kamis, tanggal 28 Juni 1984
bersamaan dengan penandatanganan akta.
MI ini di bawah naungan Yayasan Taman Pendidikan Islam Sunan
Kalijogo berdasarkan Pancasila dan UUD 45 dan berazazkan Ketuhanan
yang Maha Esa, yang bersifat terbuka, kekeluargaan, serta gotong royong.
MI ini sudah terakreditasi B, surat kepemilikin tanah berupa
sertifikat, dengan luas tanah 1.011 m2, surat izin bangunan No.
152051808003, dan luas bangunannya 409.5 m2.

2. Tujuan MI Sunan Kalijogo
Yayasan Taman Pendidikasn Islam Sunan Kalijogo, bertujuan
untuk:
a. Meningkatkan dan memperluas kehidupan beragama bagi umat Islam
dengan tidak mengurangi arti pentingnya Dasar dan Tujuan Negara
Republik Indonesia.




b. Ikut menunjang dan memperlancar pembangunan masyarakat
Indonesia dalam bidang pendidikan mental spiritual.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Yayasan mengadakan usaha di
bidang sosial dengan jalan antara lain:
a. Mendirikan Lembaga Pendidikan Ilmu Al-Qur’an;
b. Mendirikan, memelihara, serta melengkapi tempat-tempat Ibadah,
sekolah/madrsah, dan pengajian-pengajian.
c. Usaha-usaha lain yang berhubungan dengan tujuan dari Yayasan
tersebut.

3. Visi dan Misi MI Sunan Kalijogo
Visi : Siap menjadikan madrasah terdepan dilingkungannya.
Misi : Siap mengantarkan siswa-siswi menjadi anak shalih dan shalihah
yang berwawasan IMTAQ dan IPTEK.

4. Struktur Organisasi MI Sunan Kalijogo
Struktur organisasi adalah susunan kepengurusan yang terdapat
pada sebuah organisasi, baik itu organisasi sekolah maupun lainnya.
Adapun struktur organisasi yang terdapat di MI Sunan Kalijogo adalah
sebagaimana yang terdapat pada lampiran 119.







5. Data Guru MI Sunan Kalijogo
Jumlah guru di MI Sunan Kalijogo 14 orang (guru tidak tetap 12
orang dan guru PNS 2 orang). Adapun nama guru beserta jabatan dan
tugasnya sebagai berikut:
Tabel 4.2
Data Guru MI Sunan Kalijogo
No Nama Jabatan Bidang Studi
1 Supriyati, S.Pd Kepala Sekolah Matematika
2 Anik Azizah, STP WK. Kurikulum Matematika
3 Khusnul Khamidiyah, A.Ma WK Bendahara IPS
4 Endah Nurwahyudi, S.Ag WK Kesiswaan IPS
5 Drs. Darsono Guru Qur’an Hadits
6 Ning Fauziyah, S.Pdi Guru Fikih, SKI
7 Pujiati, S.Pd Guru Kelas Guru Kelas
8 Iis Puspa Rofi’a Sari, S.Pdi Guru Kelas Guru Kelas
9 Nurhayati, S.Ag Guru B. Indonesia
10 Wiwid Diah Purwati, A.Ma Guru IPA
11 Ida Nuroh Arini, S.Psi Guru Matematika
12 Dra. Sunartin Guru PKN
13 Ahmat Ashari, S.PT Guru Matematika
14 Dwi Muktiani Tata Usaha/Guru Kertakes







6. Data Siswa MI Sunan Kalijogo
Jumlah siswa MI Sunan Kalijogo dari tahun ke tahun mengalami
kenaikan terus. Jumlah siswa dalam empat tahun terakhir, yaitu:

Tabel 4.3
Jumlah Siswa MI Sunan Kalijogo
Tahun Palajaran
Kelas
2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009
I 54 47 37 45
II 38 52 44 35
III 42 37 50 42
IV 34 41 37 49
V 30 31 40 38
VI 20 30 29 37
Jumlah 218 238 237 246

7. Sarana dan Prasarana MI Sunan Kalijogo
Sarana dan prasarana pendidikan adalah suatu fasilitas yang secara
langsung maupun tidak langsung yang dipergunakan dan menunjang
proses pendidikan. Adapun sarana dan prasarana yang terdapat di MI
Sunan Kalijogo adalah sebagai berikut
75
:



75
Dokumentasi MI Sunan Kalijogo Malang.




Tabel 4.4
Sarana dan Prasarana MI Sunan Kalijogo
No Jenis Jumlah
1. Ruang Kelas 9
2. Laboratorium 0
3. Perpustakaan 1
4. Komputer 1
5. Keterampilan 0
6. Kesenian 0
7. Musholla/Masjid 1
8. Kamar Mandi/WC Guru 2
9. Kamar Mandi/WC Siswa 5
10. Ruang Guru 1
11. Ruang Kepala Madrasah 1
12. Ruang Tamu 1
13. Ruang UKS 1
14. Ruang BP/BK 0
15. Koperasi Siswa 1
Jumlah 24









B. Paparan Data Sebelum Tindakan
1. Deskripsi Siswa Kelas IV A
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IV A. Adapun
jumlah siswa kelas IV A adalah sebagai berikut:
Tabel 4.5
Data Kelas IV A
No Keterangan Jumlah
1 Putra 15
2 Putri 10
Jumlah 25

Pelajaran Akidah Akhlak diberikan satu kali dalam seminggu,
yaitu hari Rabu, untuk kelas A pada pukul 08.20-09.00. Guru bidang studi
Akidah Akhlak adalah Ibu Ning Fauziyah, S.Pdi.

2. Observasi Awal
Pada hari Rabu, 4 Maret 2009 peneliti melakukan observasi di MI
Sunan Kalijogo Karang Besuki Malang untuk mengetahui tingkat motivasi
belajar siswa pada pelajaran Akidah Akhlak. Pada pertemuan itu, peneliti
menyampaikan tujuan untuk melaksanakan penelitian di sekolah tersebut.
Kepala Madrasah dan guru Akidah Akhlak memberikan izin pelaksanaan
penelitian. Kemudian peneliti mengadakan wawancara dengan guru
Akidah Akhlak tentang model pembelajaran yang dilaksanakan dalam
pelajaran Akidah Akhlak. Hasil dari observasi tersebut guru masih




menggunakan pembelajaran konvensional, sehingga motivasi belajar siswa
dalam pelajaran Akidah Akhlak masih rendah, hal ini ditunjukkan pada
hasil nilai raport siswa kelas IV A pada semester ganjil yang masih rendah.
Setelah memperoleh beberapa data yang menunjukkan bahwa siswa di MI
Sunan Kalijogo, khususnya siswa kelas IV A, maka peneliti harus
memberikan tindakan dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar
siswa dalam pelajaran Akidah Akhlak. Kemudian penelitian dilaksanakan
pada tanggal 11 Maret 2009, setelah mendapatkan izin dari pihak fakultas
dan Kepala Sekolah. Selain itu, peneliti juga meminta data-data yang
digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan dalam menerapkan model
pembelajaran yang akan dilaksanakan.

3. Perencanaan Tindakan
Selain melakukan penelitian, peneliti membuat perencanaan
sebagai berikut:
a. Membuat silabus pembelajaran.
b. Menyusun rencana dan strategi pembelajaran.
c. Membuat modul pembelajaran.
d. Membuat lembar crossword puzzle.
e. Membuat lembar motivasi Belajar.







4. Pre test
a. Rancangan Pre Test
Sebelum tindakan dilaksanakan, peneliti mengadakan pre test
sebagai tindakan memeriksa lapangan dengan menggunakan metode
konvensional, yaitu metode ceramah dan tanya jawab, yang digunakan
sebagai tolak ukur perbandingan sebelum ada tindakan kelas dengan
sesudah ada tindakan kelas, yaitu dengan menerapkan pembelajaran
kooperatif melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan
motivasi belajar siswa.
Rencana pembelajaran konvensional dibagi menjadi tiga tahap,
yaitu:
1) Kegiatan awal, terlebih dahulu peneliti mengucapkan salam,
memperkenalkan diri kepada siswa, menjelaskan tujuan
kedatangan peneliti, dan tanya jawab tentang materi sebelumnya.
2) Kegiatan inti, guru menulis materi pelajaran di papan tulis,
menerangkannya, dan dilanjutkan dengan tanya jawab. Kemudian
guru memberikan soal sebagai pre test kepada siswa untuk
mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa terhadap materi
tersebut.
3) Kegiatan akhir, guru bersama siswa menyimpulkan materi
pelajaran, memberikan nasehat kepada siswa, dan diakhiri dengan
berdo’a dan salam.





b. Pelaksanaan Pre Test
Pre test dilaksanakan pada hari Rabu 11 Maret 2009 dengan
menggunakan pembelajaran konvensional. Indikator pada pertemuan
ini adalah menjelaskan arti Asamul Husna, beserta dalil dan
contohnya. Pembelajaran ini tanpa menggunakan media pembelajaran,
guru hanya menjelaskan saja dan memberikan contohnya.
Pada saat pembelajaran guru hanya menerangkan dan siswa
mendengarkan begitu saja. Di saat kondisi seperti itu, siswa merasa
bosan dan kurang antusias dalam menerima pelajaran, sehingga
terdapat beberapa siswa yang mengalihkan perhatiannya dengan
bermain sendiri, menggambar, dan berbicara dengan temannya.
Setelah selesai menerangkan, guru memberikan kesempatan kepada
siswa untuk bertanya dengan cara mengacungkan tangannya, akan
tetapi tidak ada yang merespon.
Kemudian guru memberikan umpan balik kepada siswa, dengan
melempar pertanyaan kepada siswa, namun hanya satu, dua siswa
yang menjawab dengan kurang semangat. Sehingga kelas terkesan
tidak hidup. Setelah itu guru langsung membagikan soal kepada siswa
untuk mengerjakannya. Dalam mengerjakan soal siswa kurang
bergairah. Kemudian pembelajaran diakhiri dengan berdo’a dan salam.
Pada pre test ini, peneliti belum memperoleh ketercapaian tujuan
pembelajaran secara individual melalui tes individu. Sebagaimana
hasil pre test dapat ditunjukkan pada tabel dibawah ini:




Tabel 4.6
Distribusi Skor Pre Test Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas
IV A

No. Interval Skor Frekwensi Status*
1 81-85 2 Lulus
2 76-80 3 Lulus
3 71-75 3 Lulus
4 66-70 3 Lulus
5 61-65 2 Lulus
6 56-60 4 Tidak Lulus
7 51-55 3 Tidak Lulus
8 46-50 3 Tidak Lulus
9 00-45 2 Tidak Lulus
Jumlah 25
* Diambilkan dari Kriteria Penilaian di MI. Sunan Kalijogo tahun
ajaran 2008-2009.

Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa tingkat
keberhasilan kelas adalah 52 % yakni dari 25 peserta tes yang
dinyatakan lulus sebanyak 13 orang. Sedangkan yang gagal sebanyak
12 orang atau sebesar 48 %, karena skor tesnya kurang dari 65. Hasil
pre test di atas menunjukkan, bahwa motivasi belajar siswa masih
rendah, sehingga mempengaruhi prestasi siswa yang masih dibawah
standar ketuntasan minimum, dimana pada nilai pre test belajar siswa
menunjukkan rata-rata kelas 64,8.
c. Observasi dan Hasil Pre Test
Dari hasil pre test yang dilaksanakan, siswa tampak kurang
antusias dan kurang beminat dalam pembelajaran Akidah Akhlak,




sehingga metode konvensional kurang sesuai untuk diterapkan. Karena
dilihat dari kondisinya siswa cenderung diam, suka mendengarkan
daripada berpendapat, bermain sendiri, dan kurang merespon apa yang
diterangkan oleh guru. Kebanyakan dari mereka kelihatannya jenuh
terhadap pelajaran tersebut.
Hal ini dapat dilihat dari hasil lembar observasi motivasi siswa
yang menunjukkan pada rata-rata 1,8 yang mengindikasikan bahwa
siswa kurang semangat dan antusias dalam pembelajaran, selain itu
siswa kurang aktif dalam bertanya dan menjawab. Pada saat
mengerjakan soal pre test siswa juga kurang semangat dalam
mengerjakan, sehingga kebanyakan jawaban mereka tidak benar dan
masih ada jawaban yang kosong. Kondisi seperti ini menunjukkan
bahwa metode yang diterapkan oleh guru, yakni metode ceramah dan
tanya jawab dianggap kurang sesuai untuk diterapkan, dan apabila
diteruskan akan menimbulkan ketidakharmonisan dalam proses
pembelajaran.
d. Refleksi Pre Test
Metode konvensional kurang sesuai untuk diterapkan pada
pembelajaran Akidah Akhlak, karena metode ini masih bersifat statis,
pasif, dan kurang dihubungkan dengan kebutuhan siswa dalam
kehidupan sehari-hari. Sehingga menjadikan siswa kurang
bersemangat dalam mengikuti pelajaran Akidah Akhlak.




Berdasarkan hasil pre test yang telah dilaksanakan, maka perlu
adanya pendekatan lain yang bisa menjadikan siswa aktif dan kreatif,
yaitu menerapkan pembelajaran kooperatif yang menyenangkan
melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi
belajar siswa, memberikan modul kepada siswa untuk mempermudah
belajar secara mandiri, menggunakan media pembelajaran sebagai alat
bantu, dan mengadakan refleksi pada setiap pertemuan untuk
mengetahui sejauh mana keberhasilan pembelajaran yang telah
dilaksanakan.

C. Siklus Penelitian
1. Siklus I
Pada siklus 1 dilaksanakan 2 kali pertemuan selama 80 menit. Pada
pertemuan ini peneliti menerapkan pembelajaran kooperatif dengan
strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
a. Rencana Tindakan Siklus I
Pada perencanaan tindakan siklus I, peneliti menerapkan
pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle, dapat
membantu siswa menjelaskan makna Asmaul Husna yang sulit,
menumbuhkan kemampuan kerja sama, berpikir kritis, dan
mengembangkan sikap sosial, serta dapat meningkatkan motivasi, hasil
belajar, dan penyimpanan materi pelajaran yang lebih lama, sehingga
siswa tidak bermain sendiri dan mempunyai tanggung jawab.




Selanjutnya peneliti melakukan persiapan untuk menerapkan
pembelajaran kooperatif, yaitu:
1) Menyiapkan modul pembelajaran siswa tentang Asmaul Husna,
yaitu: As-Salam, Al-Mukmin, dan Al-Latif, berserta dalil, dan
contohnya.
2) Menyiapkan gambar yang berhubungan dengan Asmaul Husna
sebagai media pembelajaran.
3) Menyiapkan lembar crossword puzzle untuk kerja kelompok.
4) Menyiapkan nomor untuk siswa dalam kerja kelompok.
5) Untuk mempermudah penerapan pembelajaran kooperatif, maka
siswa dibentuk menjadi 5 kelompok yang beranggotakan 5 orang.
6) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran, yang meliputi
kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir.
7) Pada kegiatan awal, melakukan apersepsi selama 5 menit, dengan
menanyakan kabar siswa, absensi, tanya jawab pelajaran
sebelumnya, menghubungkan pelajaran dengan kehidupan siswa,
dan menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada hari
ini.
8) Pada kegiatan inti. Siswa melakukan pembelajaran kooperatif
dengan kepala bernomor, yaitu Memberikan kesempatan kepada
siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan
jawaban yang paling tepat selain itu, dapat mendorong siswa untuk
meningkatkan semangat kerja sama mereka. Kemudian




menerapkan strategi crossword puzzle, di mana siswa mengisi
teka-teki silang bersama kelompoknya masing-masing untuk
menjawab pertanyaan yang ada di teka-teki silang tersebut,
selanjutnya kelompok yang selesai duluan maju ke depan untuk
membacakan hasilnya dan kelompok yang lain menyimaknya dan
mengoreksinya.
9) Kegiatan akhir, mengadakan evaluasi untuk mengetahui sejauh
mana keberhasilan pembelajan kooperatif dan memberikan refleksi
dengan tujuan nilai yang terkandung dalam materi tersebut dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
10) Menciptakan situasi kelas yang memungkinkan para siswa banyak
bertanya dan menjawab, menemukakan pendapat, dan mengahargai
pendapat orang lain.
11) Mengadakan pendekatan kepada siswa yang belum paham terhadap
materi pelajaran secara individual di dalam kelas.
b. Pelaksanaan Tindakan Siklus I
Pelaksanaan siklus I dilaksanakan dengan menggunakan
pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle. pertemuan
I dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 2009 dan pertemuan II
dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2009.
1) Pertemuan I
Pada pertemuan I peneliti menerapkan pembelajaran
kooperatif dengan strategi crossword puzzle. Adapun indikator




yang harus dicapai adalah menghafalkan sifat-sifat Allah yang
terkandung dalam Asmaul Husna (As-Salam, al-Mukmin, dan Al-
Latif), menjelaskan arti Asmaul Husna (As-Salam, al-Mukmin, dan
Al-Latif), dan memberikan contohnya. Untuk memepermudah
penerapan pembelajaran kooperatif, maka siswa dibagi menjadi 5
kelompok setiap kelompok terdiri dari 5 orang.
Pada pertemuan ini, meliputi tiga tahap, yaitu kegiatan
awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir berupa refleksi dan evaluasi.
(a) Kegiatan awal
Pada kegiatan awal dilakukan dengan memberi salam
kepada para siswa, dilanjutkan dengan absensi, menanyakan
kabar siswa, menanyakan pelajaran sebelumnya. Kemudian
menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan
menerangkan strategi yang akan digunakan. Pada tahap
apersepsi, guru memberikan stimulus dengan mengajak siswa
mengingat kembali Asmaul Husna dan jumlahnya dalam Al-
Qur’an
(b) Kegiatan inti
Pada pembelajaran kooperatif ini guru bertindak sebagai
fasilitator. Pembelajaran di mulai ketika siswa sudah
berkumpul dengan kelompoknya masing-masing. Pada tahap
pertama guru memberikan modul pembelajaran kepada setiap
siswa untuk membantu mempermudah siswa belajar dan




membagi siswa menjadi 5 kelompok yang beranggotakan 5
orang. Agar pembelajaran lebih efektif setiap siswa di beri
nomor agar mereka juga aktif dalam belajar kelompok tidak
mengandalkan pada teman kelompoknya saja. Jadi semua siswa
harus menjawab setiap ada pertanyaan yang dilontarkan oleh
guru. Agar mereka mengerti pembagian nomor tersebut maka
guru menjelaskannya sebagai berikut:
Anak-anak ibu guru akan membagikan nomor ini kepada
kalian semua, jadi setiap anak akan membawa nomor
sendiri-sindiri, dan setiap nomor dan nama kelompok yang
ibu tunjuk maka harus menjawab pertanyaan dari Ibu guru.

Kemudian guru membagikan lembar teka-teki silang dalam
kelompoknya masing-masing untuk dikerjakan secara
berkelompok dengan memberikan batas waktu. Kelompok
yang yang selesai duluan membacakan hasilnya di depan dan
kelompok yang lain menyimaknya. Kemudian dikoreksi
bersama-sama.
Berdasarkan pengamatan tes kelompok dalam mengerjakan
lembar crossword puzzle berjalan dengan lancar hingga waktu
telah berakhir. Setelah dilakukan koreksi, skor tes setiap
kelompok adalah sebagaimana disajikan dalam tabel berikut:








Tabel 4.7
Skor Tes Kelompok Crossword Puzzle Mata
Pelajaran Akidah Akhlak Kelas IV A

Kelompok Skor Tes Keterangan*
I 80 Lulus
II 85 Lulus
III 70 Lulus
IV 85 Lulus
V 75 Lulus
* Diambilkan dari Kriteria Penilaian di MI. Sunan Kalijogo
tahun ajaran 2008-2009.

Berdasarkan hasil skor perolehan siswa, dapat dikatakan
bahwa strategi pembelajaran ini terbukti efektif untuk
meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap materi Asmaul
Husna yang sedang dipelajari.
Tugas guru dalam pembelajaran tersebut adalah mengontrol
secara keseluruhan kelompok dan membantu apabila ada
beberapa kelompok yang mengalami kesulitan dalam
memahami materi dan lembar soal.
(c) Kegiatan akhir
Sebagai penutup, guru mengadakan evaluasi dengan
menanyakan kembali kepada siswa hikmah yang dapat diambil
dalam pembelajaran Asmaul Husna untuk diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari. Dan memberikan kesempatan kepada
siswa untuk menyimpulkan materi yang dipelajarinya tadi.
Kemudian siswa mengumpulkan hasil kerja kelompoknya




untuk dinilai. Penilaian dilakukan pada waktu belajar
kelompok, dengan melihat keaktifan siswa dalam
mengungkapkan ide, tanya jawab, dan kekompokkan dalam
kerja kelompok.
Selanjutnya guru bertanya kepada para siswa tentang
strategi pembelajaran yang telah laksanakan:
Guru: Bagaimana pembelajaran asmaul husna dengan
crossword puzzle (teka-teki silang) tadi, anak-anak
senang apa tidak?
Siswa: Secara serempak mereka menjawab: senang, besok
lagi ya bu!mereka mengungkapkannya dengan
senang, antusias, dan semangat.
Pada tindakan refleksi, guru mengajak siswa untuk
merenungkan sifat-sifat Allah yang telah disampaikan tadi. Dan
sebelum pelajaran diakhiri guru memberikan motivasi kepada
siswa agar tetap semangat belajar, kemudian ditutup dengan
berdo’a dan salam.
2) Pertemuan II
Pada pertemuan kedua ini di laksanakan pada tanggal 25
Maret 2009. pertemuan ini kelanjutan dari pertemuan I yang hanya
dilaksanakan tes kelompok saja. pada awal pertemuan ini peneliti
mengemukakan pengalaman pembelajaran yamg dirasakan dalam
pertemuan sebelumnya, peneliti merasa senang bahwa ada sesuatu
yang beda dalam pembelajaran yang telah diterapkannya
dibandingkan dengan pembelajaran sebelumnya yang




menggunakan metode konvensional, yaitu ceramah, tanya jawab,
dan mengerjakan tugas.
Pada pertemuan II ini akan dilanjutkan dengan tes secara
individu untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap
materi yang telah disampaikan pada pertemuan I. Sebelum tes di
mulai, maka kegiatan pembelajaran ini harus meliputi tiga tahap,
yaitu:
(a) Kegiatan awal
Pada kegiatan ini sebagaimana yang telah dilakukan pada
pertemuan sebelumnya, yaitu memberikan salam, berdo’a,
menanyakan kabar hari ini, dan mengulas sedikit tentang
pelajaran yang telah disampaikan pada pertemuan I.
(b) Kegiatan inti
Sebelum siswa mengerjakan soal, mereka diberi
kesempatan untuk belajar sebentar kurang lebih 5 menit.
Setelah itu buku ditutup dan dimasukkan ke dalam laci,
kemudian guru membagi soal kepada siswa, diharapkan mereka
mengerjakan sendiri-sendiri tanpa menyontek. Setelah
mengerjakan soal, kemudian dikoreksi secara bersama-sama.
(c) Kegiatan akhir
Pada kegiatan ini guru bersama siswa menyimpulkan
materi tersebut, mengadakan tanya jawab tentang materi yang
belum dipahami, siswa mengumpulkan soal, guru




menyampaikan pesan-pesan kepada siswa agar tetap semangat
dalam belajar, kemudian diakhiri dengan do’a dan salam.
Pada pertemuan II ini, peneliti memperoleh ketercapaian
tujuan pembelajaran secara individual melalui tes individu pada
pertemuan kedua, sebagaimana direncanakan pada tahap
perencanaan. Skor tes individual sebagaimana disajikan dalam
tabel berikut:
Tabel 4.8
Distribusi Skor Tes Individual Mata Pelajaran Akidah
Akhlak Kelas VI A

No. Interval Skor Frekwensi Status*
1. 96-100 1 Lulus
2. 91-95 1 Lulus
3. 86-90 - -
4. 81-85 3 Lulus
5. 76-80 3 Lulus
6. 71-75 5 Lulus
7. 66-70 5 Lulus
8. 61-65 1 Lulus
9. 56-60 2 Tidak Lulus
10. 51-55 2 Tidak Lulus
11. 00-50 2 Tidak Lulus
Jumlah 25
* Diambilkan dari Kriteria Penilaian di MI. Sunan Kalijogo tahun
ajaran 2008-2009.









Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa tingkat
keberhasilan kelas adalah 76 % yakni dari 25 peserta tes yang
dinyatakan lulus sebanyak 19 orang. Sedangkan yang gagal
sebanyak 6 orang atau sebesar 24 %, karena skor tesnya kurang
dari 65. Hasil tes individual di atas menunjukkan, bahwa adanya
peningkatan motivasi belajar siswa, akan tetapi belum maksimal.
Hasil nilai pre test belajar siswa menunjukkan rata-rata kelas 72,4.
c. Observasi Siklus I
Obsevasi dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung maupun
di luar jam pelajaran. Setelah menerapkan pembelajaran tersebut pada
siklus I, dapat di amati dari hasil belajar kelompok siswa dengan
strategi crossword puzzle mulai adanya peningkatan motivasi dalam
belajar sehingga prestasi siswa juga meningkat, jika dibandingkan
dengan hasil pre tes yang dilaksanakan sebelumnya. Hal ini terlihat
dari aktivitas Tanya jawab siswa pada saat pre test mereka masih
merasa malu dan takut salah. Pada siklus I ini mereka sudah mulai
berani bertanya dan menjawab meskipun masih belum mencapai
seperti yang diharapkan.
Dari pembelajaran tersebut mereka cukup senang, dan berani
untuk mengacungkan tangan dalam bertanya dan menjawab soal.
Walaupun keberanian tersebut masih didominasi oleh siswa yang aktif.
Akan tetapi bagi siswa yang pasif juga sedikit demi sedikit menjadi
berani dan antusias, sehingga mereka tidak merasa bosan dalam




menerima pelajaran Akidah Akhlak. Dan mereka juga mulai belajar
bertanggung jawab, disiplin, dan mudah bersosialisasi dengan teman
saat belajar kelompok. Indikator peningkatan motivasi belajar siswa
tercermin dalam semangat, antusias, dan rasa ingin tahu siswa dalam
proses pembelajaran.
Berdasarkan hasil observasi pada siklus I yang dilaksanakan 2
kali pertemuan terdapat peningkatan motivasi belajar. Hal ini dapat
diamati pada lembar observasi motivasi menunjukkan nilai rata-rata
3,1yang mengindikasikan bahwa ada peningkatan motivasi belajar
siswa terhadap pelajaran Akidah Akhlak sebesar 72,22 %. Demikian
juga pada lembar penilaian menunjukkan adanya peningkatan dari
rata-rata kelas 64,8 menjadi 72,4.
Pada siklus I para siswa hadir semua, akan tetapi terdapat
kendala yaitu banyak siswa yang meminta izin ke kamar
mandi/membuang sampah, sehingga proses pembelajaran menjadi
terganngu.
d. Refleksi Siklus I
Dari hasil pelaksanaan tindakan pada siklus I terdapat
peningkatan motivasi dalam belajar siswa. Peningkatan itu terlihat dari
pos testnya sebesar 76 %, akan tetapi peningkatan tersebut belum
maksimal, sehingga perlu adanya revisi pembelajaran dalam upaya
meningkatkan motivasi belajar siswa.




Hasil observasi yang telah dilaksanakan pada siklus I terdapat
beberapa kendala dalam penerapan pembelajaran kooperatif ,
diantaranya, yaitu:
1) Siswa masih belum terbiasa menerapkan pembelajaran kooperatif
dengan stratgi crossword puzzle.
2) Sebagian siswa masih menggantungkan pada siswa yang lain,
sehingga pembelajaran masih didominasi oleh siswa yang aktif.
3) Pada saat pembelajaran berlangsung masih ada siswa yang main
dan berbicara sendiri.
4) Masih belum tercipta pembelajaran yang efektif edukatif, karena
siswa masih dihinggapi rasa takut dalam mengemukakan ide.
Untuk menjadikan pembelajaran kooperatif lebih efektif, maka
perlu membiasakan pembelajaran yang aktif, efektif, kreatif, dan
menyenangkan.
e. Refisi Perencanaan Siklus I
Menyikapi hasil refleksi di atas maka perlu, adanya revisi dan
improvisasi, sehingga kesalahan pada siklus sebelumnya tidak terulang
kembali pada siklus selanjutnya. Adapun bentuk revisi dan improvisasi
antara lain, yaitu:
1) Memberikan penjelasan tentang pembelajan kooperatif pada siswa.
2) Membiasakan kerja kelompok, agar siswa bisa belajar berinteraksi
dengan temannya, memahami orang lain, berani dalam




berpendapat, sehingga tidak mengandalkan pada siswa yang aktif
saja.
3) Memberikan motivasi kepada siswa agar mereka berani
mengungkapkan pendapatnya di depan kelas.
4) Memberikan kebebasan pada setiap kelompok, sehingga mereka
lebih bersemangat.
5) Mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan siklus II,
sehingga kesalahan pada siklus I tidak terulang kembali.

2. Siklus II
Siklus II di laksanakan dengan 1 kali pertemuan pada tanggal 1
April 2009 selama 40 menit. untuk mengantisipasi siklus I yang belum
maksimal, maka peneliti benar-benar mempersiapkan pelaksanaan siklus II
dengan membuat rencana pembelajaran pada tindakan siklus II, sehingga
kesalahan yang terjadi pada siklus I tidak terulang kembali.
a. Rencana Tindakan Siklus II
Rencana tindakan pada siklus II peneliti masih tetap
menerapkan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword
puzzle, setelah itu dilanjutkan dengan latihan soal.
Seperti pada siklus I siswa di kelompokkan lagi untuk
melanjutkan indikator selanjutnya yaitu: (1) menunjukkan contoh
bahwa Allah bersifat (As-Salam, Al-Mukmin, dan Al-Latif) dan (2)




membiasakan berdo’a dengan Asmaul Husna (As-Salam, Al-Mukmin,
dan Al-Latif).
Guru masih menyiapkan media pembelajaran dan membuat
rencana pelaksanaan pembelajaran. Adapun rencana pelaksanaan
pembelajaran meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir.
1) Kegiatan awal. Guru melakukan apersepsi selama 5 menit, dengan
menanyakan kabar siswa, absensi, tanya jawab pelajaran
sebelumnya, menghubungkan pelajaran dengan kehidupan siswa,
dan menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada hari
ini.
2) Kegiatan inti. Siswa melakukan pembelajaran kooperatif dengan
strategi crossword puzzle, yaitu Memberikan kesempatan kepada
siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan
jawaban yang paling tepat selain itu, dapat mendorong siswa untuk
meningkatkan semangat kerja sama mereka.
3) Kegiatan akhir. Guru mengadakan evaluasi untuk mengatehaui
sejauh mana keberhasilan pembelajan kooperatif dan memberikan
refleksi dengan tujuan nilai yang terkandung dalam materi tersebut
dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
b. Pelaksanaan Tindakan Siklus II
Pelaksanaan siklus II dilaksanakan pada tanggal 1 April 2009
masih tetap menggunakan pembelajaran kooperatif melalui strategi
crossword puzzle, dengan tahapan sebaagi berikut:




1) Melengkapi rencana pembelajaran dengan pengembangan
pembelajaran kooperatif.
2) Memberikan penjelasan pembelajaran kooperatif pada materi
Asmaul Husna (As-Salam, Al-Mukmin, dan Al-Latif, berserta dalil,
dan contohnya).
3) Mengembangakan pembelajaran kooperatif yang lebih bervariasi.
4) Mengadakan pendekatan secara individul terhadap siswa yang
diperkirakan belum paham terhadap materi pelajaran namun masih
tidak mau bertanya.
Pada pertemuan ini peneliti masih tetap menerapkan
pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle. Adapun
indikator yang harus dicapai adalah menunjukkan contoh bahwa Allah
bersifat (As-Salam, al-Mukmin, dan Al-Latif)dan membiasakan
berdo’a dengan asmaul husna (As-Salam, al-Mukmin, dan Al-Latif).
Untuk memepermudah penerapan pembelajaran kooperatif, maka
siswa dibagi menjadi 6 kelompok yang beranggotakan 4 orang.
Pada pertemuan ini, meliputi tiga tahap, yaitu kegiatan awal,
kegiatan inti, dan kegiatan akhir berupa refleksi dan evaluasi.
1) Kegiatan awal dilakukan dengan memberi salam kepada para
siswa, dilanjutkan dengan absensi, menanyakan kabar siswa,
menanyakan pelajaran sebelumnya. Kemudian menyampaikan
tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan melanjutkan strategi
yang sudah digunakan pada siklus I. Pada tahap apersepsi, guru




memberikan stimulus dengan mengajak siswa mengingat kembali
asmaul husna dan jumlahnya dalam Al-Qur’an.
2) Kegiatan inti, sebagaimana yang dilakukan pada siklus I, yaitu
siswa dibagi menjadi 6 kelompok, yang sebelumnya guru terlebih
dahulu menjelaskan materi tersebut agar siswa mengerti apa isi dari
materi tersebut. Agar pembelajaran lebih efektif setiap siswa di
beri nomor agar mereka juga aktif dalam belajar kelompok tidak
mengandalkan pada teman kelompoknya saja. Jadi semua siswa
harus menjawab setiap ada pertanyaan yang dilontarkan oleh guru.
Kemudian guru membagikan lembar crossword puzzle yang sama
dalam setiap kelompok. Pembelajaran ini diulangi lagi agar siswa
benar-benar memahami materi tentang asmaul husna dan dapat
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan pengamatan pada siklus II, tes kelompok
dalam mengerjakan lembar crossword puzzle berjalan dengan baik.
Setelah dilakukan koreksi, skor tes setiap kelompok adalah
sebagaimana disajikan dalam tabel berikut:










Tabel 4.9
Skor Tes Kelompok Crossword Puzzle Mata Pelajaran Akidah
Akhlak Kelas IV A

Kelompok Skor Tes Keterangan*
I 90 Lulus
II 100 Lulus
III 75 Lulus
IV 100 Lulus
V 80 Lulus
VI 85 Lulus
* Diambilkan dari Kriteria Penilaian di MI. Sunan Kalijogo
tahun ajaran 2008-2009.

Berdasarkan hasil skor perolehan siswa, dapat dikatakan
bahwa strategi pembelajaran ini terbukti efektif untuk
meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap materi Asmaul
Husna yang sedang dipelajari.
3) Kegiatan akhir, guru mengadakan evaluasi dengan melakukan
latihan soal. Setelah selesai mengerjakan latihan soal tersebut,
kemudian dikoreksi bersama-sama dengan menukarkan soalnya
dengan teman di sampingnya. Jadi setiap siswa membawa soal dari
siswa yang lain, hal ini dilakukan agar tidak terjadi kecurangan
pada waktu mengoreksi. Kemudian memberi kesempatan kepada
siswa untuk menyimpulkan materi yang telah disampaikan. Pada
tindakan refleksi, guru mengajak siswa untuk merenungkan isi dari
asmaul husna yang telah dipelajari ”Apakah kita sudah
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari? ”. Dan sebelum




pelajaran diakhiri guru memberikan pesan-pesan kepada siswa agar
tetap semangat belajar, kemudian dilanjutkan dengan berdo’a dan
salam sebagai tanda bahwa pembelajaran telah selesai.
Berdasarkan pengamatan tes individu dalam mengerjakan soal
latihan berjalan dengan lancar. Setelah dilakukan koreksi, skor tes
setiap individu adalah sebagaimana disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 4.10
Distribusi Skor Tes Individual Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Kelas VI A

No. Interval Skor Frekwensi Status*
1. 96-100 2 Lulus
2. 91-95 2 Lulus
3. 86-90 1 Lulus
4. 81-85 4 Lulus
5. 76-80 3 Lulus
6. 71-75 5 Lulus
7. 66-70 4 Lulus
8. 61-65 - Lulus
9. 56-60 1 Tidak Lulus
10. 51-55 2 Tidak Lulus
Jumlah 24
* Diambilkan dari Kriteria Penilaian di MI. Sunan Kalijogo tahun
ajaran 2008-2009.

Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa tingkat
keberhasilan kelas adalah 87 % yakni dari 24 peserta tes yang
dinyatakan lulus sebanyak 21 sorang. Sedangkan yang gagal sebanyak
3 orang atau sebesar 12 %, karena skor tesnya kurang dari 65. Satu
orang izin tidak masuk karena sakit. Hasil tes individual di atas




menunjukkan, bahwa adanya peningkatan motivasi belajar siswa pada
siklus II sudah mencapai maksimal. Hasil nilai pre test belajar siswa
menunjukkan rata-rata kelas 78.
Untuk lebih mendapatkan gambaran kualitatif secara mendalam
terhadap penerapan pembelajaran kooperatif melalui strategi
crossword puzzle, peneliti melakukan wawancara kepada siswa yang
ditetapkan sebagai informan.
Hasil rekapan wawancara adalah sebagai berikut, terhadap
pertanyaan “Bagaimanakah tanggapan kamu terhadap penerapan
strategi pembelajaran kemarin?”. Seorang siswa yang termasuk
memiliki kemampuan diatas rata-rata (lebih lanjut disingkat dengan
istilah siswa 1) mengatakan,
Saya sangat senang dengan strategi pembelajaran yang ibu
terapkan, karena saya bisa memahami materi Asmaul Husna
dengan mudah, sehingga saya bisa mengerjakan soal-soalnya
dengan benar.
76


Siswa yang termasuk memiliki kemampuan sedang (lebih
lanjut disingkat dengan istilah siswa 2) mengatakan,
Saya suka dengan strategi pembelajaran ini, walaupun teka-teki
silang sudah pernah diterapkan, tapi dulu secara individual, tapi
kalau sekarang dibuat kelompok, jadi saya lebih mengerti
karana saya bisa berbagi pendapat dengan teman-teman, dan
tidak merasa kesulitan dalam mengerjakan soal, dan cara ibu
mengajar juga enak, tidak tegang.
77



76
Hasil Wawancara dengan Ibnul Andrian, salah satu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo
yang memiliki kemampuan diatas rata-rata, pada tanggal 1 April 2009.
77
Hasil Wawancara dengan Khoirun nisa’, salah satu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo
yang memiliki kemampuan sedang, pada tanggal 1 April 2009.




Sedangkan siswa yang termasuk memiliki kemampuan di
bawah rata-rata (lebih lanjut disingkat dengan istilah siswa 3)
mengatakan,
Saya sangat senang dengan strategi belajar yang ibu berikan,
apalagi bentuknya permainan, jadi saya lebih semangat dalam
belajar, padahal terkadang pelajaran Akidah Akhlak itu
membosankan, Akan tetapi dengan strategi dan cara ibu
mengajar kemarin, saya suka dan lebih faham tentang materi
tersebut, sehingga dengan mudah saya bisa mengerjakan soal
yang ibu berikan.
78


Dengan demikian tanggapan para informan adalah positif
terhadap pelaksanaan pembelajaran kooperatif melalui strategi
crossword puzzle, karena ketiga siswa menyatakan senang terhadap
strategi pembelajaran yang mereka alami.
Tanggapan siswa terhadap pertanyaan “Apa manfaat yang
dapat kamu ambil dari pembelajaran kooperatif dengan crossword
puzzle? Terhadap pertanyaan ini siswa 1 mengungkapkan,
Ya, saya memperoleh banyak pengalaman dari proses
pembelajaran yang ibu terapkan, seperti saya bisa saling
berbagi pendapat dengan teman kelompok saya, dan mungkin
hal itu juga dirasakan oleh teman-teman yang lain.
79


Sementara siswa 2 mengungkapkan,

Ya, saya dapat bekerja sama dengan sesama kelompok, saling
membantu satu sama lain, sehingga saya dengan mudah dapat
mengerjakan soal teka-teki silang dan mudah untuk memahami
arti Asmaul Husna serta menghafalkannya.
80



78
Hasil Wawancara dengan Ica sahfita sari, salah satu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo
yang memiliki kemampuan di bawah rata-rata, pada tanggal 1 April 2009.
79
Hasil Wawancara dengan Evita Khusnul, salah satu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo
yang memiliki kemampuan diatas rata-rata, pada tanggal 1 April 2009.
80
Hasil Wawancara dengan Nafisaturrohmah, salah satu siswa kelas IV A MI Sunan
Kalijogo yang memiliki kemampuan sedang, pada tanggal 1 April 2009.




Sedangkan siswa 3 mengungkapkan,

Ya, selama proses pembelajaran dengan model belajar
kelompok, saya memperoleh banyak manfaat, saya sekarang
lebih semangat untuk mengikuti proses pembelajaran Akidah
Akhlak, sehingga saya tidak merasa kesulitan dalam belajar,
dan tercipta keakraban sesama teman.
81


Dengan demikian, pembelajaran kooperatif melalui strategi
crossword puzzle sangat memberikan manfaat kepada para siswa,
mereka merasakan suasana keakraban dengan kelompoknya, mereka
sangat antusias, dan senang. Hal itu dapat dilihat dari keberanian
mereka untuk angkat tangan dan menjawab pertanyaan.
c. Observasi Siklus II
Pada siklus II ini, hasil pengamatan menunjukkan bahwa siswa
mengalami peningkatan motivasi belajar yang cukup tinggi selama
proses pembelajaran, siswa mulai terbiasa bertanya dan
mengemukakan pendapatnya.
Dari pembelajaran tersebut mereka cukup senang, dan tidak
merasa bosan dalam menerima pelajaran Akidah Akhlak, perasaan
ceria pada waktu pembelajaran berlangsung, semangat, antusias yang
diimbangi dengan aktif dalam diskusi, berani menengemukakan
pendapatnya dan menjawab pertanyaan dari guru dan siswa. Mereka
sudah mulai berani berkomunikasi dan kerjasama yang cukup baik
pada diskusi antar sesama anggota kelompok, karena masing-masing
siswa sudah mulai bisa menghilangkan rasa malu dan takut salah

81
Hasil Wawancara dengan Siti Nasikhatul K, salah satu siswa kelas IV A MI Sunan
Kalijogo yang memiliki kemampuan di bawah rata-rata, pada tanggal 1 April 2009.




dalam mengajukan pendapat. Mayoritas mereka sudah mulai terbiasa
dengan model pembelajaran yang peneliti terapkan. Ditambah lagi
pada siklus II ini, peneliti memberikan pujian pada salah satu
kelompok atau siswa atas prestasi yang diraih, Sehingga mereka akan
lebih semangat dalam belajar, mempunyai rasa tanggung jawab,
disiplin dalam mengerjakan tugas, serta menghormati guru dan ramah
kepada teman.
Berdasarkan hasil observasi pada siklus II terdapat peningkatan
motivasi belajar yang cukup tinggi. Hal ini dapat diamati pada lembar
observasi motivasi menunjukkan nilai rata-rata 3,4 yang
mengindikasikan bahwa ada peningkatan motivasi belajar siswa
terhadap pelajaran Akidah Akhlak sebesar 88,89%. Demikian juga
pada lembar penilaian menunjukkan adanya peningkatan dari rata-rata
kelas 72,4 menjadi 78.
Dengan hasil seperti ini mengindikasikan bahwa motivasi
belajar siswa sudah maksimal sesuai dengan target yang diharapkan
oleh guru dan siswa. Hal ini dapat dilihat dari lembar observasi
motivasi belajar siswa yang sudah menunjukkan kenaikan dari
aktivitas siswa dalam proses pembelajaran.
d. Refleksi Siklus II
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II ini tetap sama dengan
siklus I yaitu bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa
pada materi Asamul Husna. Pada siklus ini, siswa sudah mengerti




dengan model pembelajaran yang diterapkan oleh peneliti. Pada waktu
mengerjakan soal para siswa sudah bisa menerima pendapat dari teman
kelasnya. Dengan demikian hasil observasi tindakan pada siklus II
terdapat peningkatan dalam belajar Akidah Akhlak. Peningkatan
tersebut dapat diamati dari hasil tes kelompok dan individu para siswa.
Melalui pengamatan setiap siklus dapat ditarik sebuah
kesimpulan bahwa pembelajaran kooperatif terbukti mampu
meningkatkan motivasi belajar siswa pada pelajaran Akidah Akhlak di
MI Sunan Kalijogo Malang. Pengamatan tersebut dilakukan secara
bertahap melalui tugas kelompok dan soal latihan, yang menunjukkan
adanya peningkatan dari siklus I sampai ke siklus II.
Bentuk implementasi dari pembelajaran kooperatif yang
optimal dalam meningkatkan motivasi belajar Akidah Akhlak
khususnya materi Asmaul Husna adalah menggunakan strategi
crossword puzzle, penggunaan modul sebagai media pembelajaran
serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif .
Berdasarkan analisa di atas menunjukkan bahwa pada siklus II
ini penerapan cooperatif learning dapat meningkatkan motivasi belajar
siswa, hal ini dapat dilihat dari:
1) Kegiatan belajar kelompok dapat membawa siswa untuk aktif
berbicara, mengemukakan ide, bertanya, dan menjawab. Hal ini
dapat dilihat adanya perubahan perilaku siswa pada siklus
sebelumnya hanya pasif dan sekarang mulai aktif dalam belajar.




2) Siswa sudah dapat mengandalkan kemampuan menyelesaikan
masalah dan menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan
sehari-hari
3) Motivasi belajar siswa terhadap materi Asmaul Husna yang pada
siklus I hanya dimiliki sebagian siswa, sekarang sudah hampir
dimiliki oleh seluruh siswa kelas IV A.
Dengan demikian, peneliti memandang bahwa tidak perlu
dilakukan tindakan selanjutnya dan mengakhiri penelitian tindakan ini
pada siswa kelas IV A di MI Sunan Kalijogo Malang.

D. Temuan Penelitian
Berdasarkan paparan diatas, berikut ini dikemukakan temuan penelitian
pada setiap tindakan dan temuan penelitian secara umum:
1. Temuan Siklus I
a. Siswa cukup senang dan berani untuk bertanya dan menjawab soal.
b. Siswa yang pasif sedikit demi sedikit sudah berani dan menunjukkan
keantusiasannya.
c. Siswa mulai belajar bertanggung jawab, disiplil, dan mudah
bersosialisasi dengan teman kelompoknya.
d. Siswa tampak bersemangat, antusias, dan rasa ingin tahu dalam
pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle pada materi
Asmaul Husna walaupun mereka belum sepenuhnya menguasai materi.




e. Sebagaian siswa masih menggantungkan pada siswa lain, sehingga
pembelajaran masih didominasi oleh siswa yang aktif.
f. Terdapat peningkatan motivasi belajar siswa sebesar 72,22% dan
peningkatan rata-rata kelas menjadi 72,4 dibandingkan sebelum
dilakukan tindakan.
g. Terdapat beberapa siswa yang tidak lulus dalam tes individual.

2. Temuan Siklus II
a. Siswa sudah mulai terbiasa bertanya dan mengemukakan pendapatnya.
b. Siswa sangat antusias dalam mengikui pembelajaran kooperatif dengan
strategi crossword puzzle.
c. Siswa sudah berani berkomunikasi dan bekerjasama yang baik sesama
kelomoknya.
d. Mayoritas mereka sudah mulai terbiasa dengan penerapan model
pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle.
e. Siswa sudah mempunyai rasa tanggung jawab dan displiln dalam
mengerjakan tugas.
f. Siswa sudah dapat mengandalkan kemampuan menyelesaikan masalah
dan menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
g. Peningkatan motivasi belajar sebesar 88,89% dan peningkatan rata-rata
kelas menjadi 78.







BAB V
PEMBAHASAN

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di kelas IV A MI Sunan
Kalijogo Malang. Peneliti menerapkan pembelajaran kooperatif melalui strategi
crossword puzzle diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada
materi asmaul husna.
A. Perencanaan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle
dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna.
Perencanaan pembelajaran kooperatif ini terdiri dari 2 siklus 3 kali
pertemuan. Siklus pertama terdiri dari dua kali pertemuan dan siklus kedua
satu kali pertemuan. Adapun indikator yang ingin dicapai siswa dapat
menghafalkan sifat-sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul Husna,
menjelaskan arti Asmaul Husna, menunjukkan contoh bahwa Allah bersifat
(As-Salam, Al-Mukmin, dan Al-Latif), dan membiasakan berdo’a dengan
Asmaul Husna (As-Salam, al-Mukmin, dan Al-Latif). Sebelum pembelajaran
tersebut diterapkan, peneliti mangadakan pre test telebih dahulu untuk
mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi Asmaul Husna,
dengan menggunakan pembelajaran konvensional.
Dalam pembelajaran kooperatif, peneliti menggunakan strategi
crossword puzzle, dimana siswa dibagi dalam beberapa kelompok untuk
mengerjakan soal tentang Asmaul Husna yang berbentuk teka-teki silang.
Sumber belajar yang digunakan adalah buku panduan membina Akidah dan




Akhlak Kelas 4 MI. Sedangkan media pembelajaran yang digunakan adalah
modul Asmaul Husna, gambar yang berhubungan dengan materi Asmaul
Husna, kaligrafi, dan nomor siswa.

B. Pelaksanaan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle
dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna.
Pada pelaksanaan pembelajaran ini peneliti mengadakan pre test dengan
pembelajaran konvensional, di mana guru menuliskan terlebih dahulu,
kemudian menjelaskan. Sedangkan siswa mencatat dan mendengarkan.
Setelah kegiatan tersebut selesai guru memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya. Hal ini dimaksudkan untuk mengukur pemahaman siswa
terhadap materi tersebut.
Melalui pre test dapat diketahui bahwa pembelajaran tersebut ternyata
menjadikan siswa kurang antusias atau semangat dalam belajar. Siswa
cenderung pasif, bermain sendiri atau berbicara dengan temannya. Siswa tidak
mempunyai buku paket, sehingga siswa hanya mengandalkan keterangan dari
guru saja, dan yang terjadi siswa tidak mendapatkan perhatian yang lebih,
siswa merasa bosan, dan bertindak semaunya sendiri.
Selain itu, ketika guru memberikan tugas atau kesempatan bertanya dan
menjawab kepada siswa, mereka kurang semangat dalam menerimanya.
Mereka lebih banyak diam, mendengarkan, dan tidak berkomentar. Mereka
hanya mau bertanya dan menjawab setelah mendapatkan instruksi dari guru.
Itupun yang bertanya atau menjawab hanya 1-2 orang saja. Jadi hasilnya




minim sekali. Pembelajaran yang kurang melibatkan banyak siswa, akan
membuat siswa merasa bosan dan malas, sehingga mengakibatkan siswa
kurang semangat dalam belajar.
Berdasarkan hasil pre test tersebut untuk meningkatkan motivasi belajar
siswa dibutuhkan lingkungan belajar yang kondusif, yaitu dengan menerapkan
pembelajaran kooperatif diharapkan dapat membuat siswa untuk mempunyai
motivasi belajar yang tinggi.
Pembelajaran kooperatif ini mendorong tumbuhnya sikap
kesetiakawanan dan keterbukaan di antara siswa, sehingga sikap dan perilaku
siswa berkembang ke arah suasana demokratisasi dalam kelas. Di samping itu,
penggunaan kelompok kecil siswa mendorong siswa lebih bergairah dan
termotivasi dalam mempelajari Akidah Akhlak.
82

Menyikapi hasil pre test tersebut, maka pada siklus I pertemuan pertama
peneliti menerapkan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword
puzzle. Dengan pembelajaran ini diharapkan siswa mempunyai semangat yang
tinggi, saling berperan menyelesaikan tugas, bekerjasama, bertukar pikiran
untuk menyelesaikan masalah, sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan
dibandingkan dengan pembelajaran konvensional yang peneliti terapkan
sebelumnya.
Pada pertemuan pertama dengan menerapkan pembelajaran kooperatif
melalui strategi crossword puzzle siswa mulai aktif bertanya dan menjawab
dibandingkan dengan pre test, karena pada pertemuan ini setiap kelompok

82
Etin Solihatin, op.cit, hal. 13.




mulai bekerja sama dengan kelompoknya untuk menyelesaikan tugas yang
diberikan oleh guru. Mereka mulai saling bertukar pikiran, tanya jawab, dan
sudah berani bertanya tentang materi yang belum dipahami. Pada pertemuan
kedua, siswa mengerjakan soal ulangan. Ulangan ini materi Asmaul Husna
yang telah disampaikan pada pertemuan pertama.
Dengan menerapkan pembelajaran tersebut diupayakan untuk melatih,
membiasakan, dan menjadikan siswa lebih aktif dalam mengungkapkan ide,
sehingga menimbulkan persaingan sehat untuk meningkatkan keberanian
siswa. Agar mempunyai motivasi yang tinggi yaitu dengan cara harus
semangat dalam bertanya, menjawab, mengerjakan tugas yang diberikan oleh
guru, dan mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi. Menurut Oemar
Hamalik, motivasi itu mudah menjalar atau tersebar terhadap orang lain. Guru
yang berminat tinggi dan antusias akan menghasilkan siswa-siswa yang
berminat tinggi dan antusias pula. Demikian siswa yang antusias akan
mendorong motivasi siswa yang lain.
83

Hasil observasi siklus I mengemukakan adanya peningkatan motivasi
belajar siswa yang cukup memuaskan.
Pada siklus II, peneliti tetap menerapkan pembelajaran kooperatif
dengan satu kali pertemuan saja. Pada siklus ini siswa lebih termotivasi lagi,
dibandingkan dengan siklus I, karena dengan terbiasanya strategi yang
diterapkan akan membuat siswa lebih paham terhadap pembelajaran yang

83
Oemar Hamalik, loc.cit.




peneliti terapkan, sehingga diharapkan siswa mempunyai motivasi belajar
yang tinggi.
Dengan pembelajaran kooperatif, diharapkan siswa lebih termotivasi
untuk belajar, karena mereka adalah satu tim yang harus bekerja sama untuk
menyelesaikan tugas tersebut. Sedangkan tujuan dari pembelajaran kooperatif
adalah menciptakan situasi belajar dimana keberhasilan individu ditentukan
atau dipengaruhi keberhasilan kelompok.
84

Pembelajaran kooperatif ini diterapkan agar siswa lebih bertanggung
jawab, berperan aktif, dalam menyelesaikan tugas secara bersama-sama
dengan kelompoknya, yaitu untuk menuangkan ide-ide dengan kelompoknya,
selain itu mereka harus aktif bertanya dan menjawab, mempunyai
keingintahuan yang besar terhadap masalah yang belum dimengerti, dan harus
semangat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Dari penerapan
pembelajaran tersebut, tampak dari aura mereka yang ceria dan lebih
bersemangat dalam belajar. Siswa mampu berperan aktif lebih berani bertanya
dan menjawab, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan.
Pada pertemuan kali ini lingkungan belajar sudah nampak efektif pada
belajar kelompok, dimana mereka sudah berani menuangkan ide dengan
teman kelompoknya dan sudah berani bertanya pada materi yang belum
dipahami, sehingga diskusi mereka sangat menarik, karena semuanya ikut
berperan aktif. Oleh sebab itu, guru memberikan pujian kepada kelompok
yang sudah selesai duluan dan kepada siswa yang berani mempresentasikan

84
Novi Emildadiany, loc.cit.




hasil tugasnya di depan kelas. Pujian ini dimaksudkan untuk merangsang
minat yang sebenarnya.
85
Begitu juga ketika diberi latihan soal mereka
langsung mengerjakannya tanpa ada keluhan dan mereka mengerjakannnya
penuh semangat.
Secara umum penerapan cooperative learning pada siklus II
menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar tentang Asmaul Husna.
Melalui observasi pada siklus II adanya rasa ingin tahu yang cukup besar yang
ditunjukkan dengan lebih aktif belajar kelompok, mengungkapkan
pendapatnya, dan tanya jawab ketika pembelajaran berlangsung. Hal ini
menunjukkan keantusiasan mereka ketika pembelajaran asmaul husna
berlangsung.
Dengan demikian hasil observasi siklus II menunjukkan peningkatan
motivasi belajar siswa yang sangat memuaskan. Peningkatan motivasi belajar
siswa dapat diamati pada lembar observasi dari siklus I sampai II terus
mengalami peningkatan.

C. Penilaian Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam
Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna.
Penilaian dalam pembelajaran ini dilakukan pada setiap pertemuan
setelah proses pembelajaran berlangsung. Penilaian ini dilakukan untuk
mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam menggunakan strategi yang
telah diterapkan.

85
Oemar Hamalik, op.cit, hal. 167.




Tingkat keberhasilan kelas dalam setiap siklusnya mengalami
peningkatan, yaitu dari pre tes semula 52 % meningkat pada siklus I menjadi
76 %, kemudian meningkat lagi pada siklus II menjadi 87 %, atau nilai rata-
ratanya dari 64,8 meningkat menjadi 72,4 hingga 78. Sedangkan pada
motivasi belajar siswa juga mengalami peningkatan dari pre test yang semula
1,8 meningkat menjadi 72,22%, dan meningkat lagi menjadi 88,89%. Ini
semua adalah bukti-bukti data kuantitatif. Sedangkan bukti-bukti data
kualitatif dapat dijelaskan dari hasil pengamatan dan wawancara dengan siswa
yang menyatakan senang dengan penerapan strategi pembelajaran tersebut, hal
ini dapat ditunjukkan dengan tumbuhnya rasa kebersamaan dan gotong royong
dalam kelompok, susana kelas menjadi lebih hidup, dan keberanian dalam
mengemukakan pendapat.
Dari hasil penilaian dapat dibuktikan bahwa penerapan pembelajaran
kooperatif dengan strategi crossword puzzle dapat meningkatkan motivasi
belajar Asmaul Husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang.
Berdasarkan data empiris dan analisis dapat diambil sebuah kesimpulan,
bahwa penerapan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle
dapat meningkatkan motivasi belajar Akidah Akhlak dan bentuk aplikasinya
yang efektif adalah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah dibuat
sebelumnya.







Adapun indikator keberhasilan penerapan cooperative learning, antara
lain:
1. Pada saat pembelajaran berlangsung siswa terlihat lebih semangat, senang,
dan tidak merasa bosan, sehingga dapat menyelesaikan tugas tepat
waktunya, karena dikerjakan dengan bersama-sama.
2. Siswa mempunyai rasa ingin tahu yang besar, yaitu aktif dalam berdiskusi
dengan saling tukar pendapat dan tanya jawab. Hal ini menunjukkan
bahwa siswa tidak merasa takut lagi untuk belajar mengemukakan
pendapatnya dan tanya jawab.
3. Adanya peningkatan motivasi belajar siswa. Hal ini terlihat dari kenaikan
setiap siklusnya.




























BAB VI
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa dan observasi data di lapangan, maka dapat
ditarik sebuah kesimpulan sebagai berikut:
1. Perencanaan cooperative learning melalui strategi crossword puzzle
terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV A dalam
pembelajaran Asmaul Husna. Perencanaan dibuat setelah peneliti
mengetahui karakteristik siswa kelas IV A di MI Sunan Kalijogo Malang
yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Langkah awal perencanaan
ini adalah membuat silabus, menyusun RPP, membuat modul
pembelajaran, membuat lembar crossword puzzle, dan lembar observasi
tentang motivasi belajar siswa.
2. Pelaksanaan cooperative learning melalui strategi crossword puzzle
terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV A dalam
pembelajaran Asmaul Husna, dibandingkan ketika melaksanakan
pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan dengan data indikator
peningkatan motivasi belajar siswa dari 72,22%, menjadi 88,89% atau
meningkat sebesar 16,67%. Hasil motivasi belajar tersebut terlihat dari
bertambahnya semangat dan antusias siswa dalam mengikuti proses
pembelajaran, mereka selalu menampakkan aura senang dan selalu
berusaha menyelesaikan tugas tepat waktu.




3. Penilaian cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam
meningkatkan motivasi belajar Asmaul Husna dilakukan pada setiap
pertemuan setelah proses pembelajaran berlangsung. Penilaian ini
dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam
menggunakan strategi yang telah diterapkan. Dari hasil penilaian dapat
dibuktikan bahwa pembelajaran ini terbukti dapat meningkatkan motivasi
belajar siswa kelas IV A di MI Sunan Kalijogo Malang. Hal ini dapat
ditunjukkan dari keberhasilan kelas menjadi 87 % atau sebesar 78.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka peneliti memberikan saran
kepada beberapa pihak:
1. Guru diharapkan menerapkan pembelajaran kooperatif tidak hanya pada
mata pelajaran Akidah Akhlak, tetapi bisa diterapkan pada pelajaran yang
lain, karena pembelajaran ini terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar
siswa.
2. Sarana dan prasarana di MI Sunan Kalijogo sudah cukup bagus, tetapi
pihak sekolah masih perlu untuk lebih melengkapi fasilitas-fasilitas yang
ada disekolah, seperti buku-buku diperpustakaan, media pembelajaran, dan
sebagainya. Karena fasilitas tersebut dapat membantu siswa untuk
melengkapi informasi pengetahuan dalam pendidikan.
3. Lembaga pendidikan dan pihak yang berwenang diharapkan mampu
merealisasikan pembelajaran kooperatif, karena berdasarkan hasil
penelitian terbukti berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa.




DAFTAR PUSTAKA

Al-Jauziyah, Ibnu Qayyim. 2001. Asmaul Husna Nama-Nama Indah Allah.
Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Al-Kumayi, Sulaiman. 2006. Kecerdasan 99 Cara Meraih Kemenangan dan
Ketengan Hidup Lewat Penerapan 99 Nama Allah. Jakarta: Mizan
Publika.

Al-Qahthani, Said bin Ali bin Wahf. 2007. Misteri Asmaul Husna. Solo: Pustaka
Ar-Rayyan.

Arbiki, La Ode. Contoh Proposal Eksperimen (http:www.yahoo.com. diakses 18
Februari 2009).

Arikunto, Suharsimi, dkk. 2007. Penelitian Tindaakn Kelas. Jakarta: Bumi
Aksara.

Asmaul Husna dan Sifat-Sifat Allah (http:www.yahoo.com, diakses 6 Agustus
2009).

Emildadiany, Novi. Cooperative Learning-Teknik Jigsaw (http:www.yahoo.com.
diakses 18 Februari 2009).

Fathoni, Muhammad Kholid. 2005. Pendidikan Islam dan Pendidikan Nasional
{Paradigma Baru}. Jakarta: Departemen Agama RI Direktorat Jenderal
Kelembagaan Islam.

Hamalik, Oemar. 2007. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

. 2007. Proses Belajar Mengajari. Jakarta: Bumi Aksara.

. 1992. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru.

Hamijaya, Nunu A. dan Nunung K Rukmana. 2007. Cara Mudah Bergembira
bersama Al-Qur’an. Bandung: Jembar.

Hasan, M. Iqbal. 2002. Pokok Materi Metodologi penelitian & Aplikasinya.
Jakarta: Ghalia Indonesia




Hisyam, dkk. 2002. Strategi Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Yogyakarta:
CTSD.

Lie, Anita. 2007. Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperative Learning di
Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: Gramedia.

Majid, Abdul dan Dian Andayani. 2006. Pendidikan Agama Islam Berbasis
Kompetensi Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004. Bandung :Remaja
Rosdakarya.

Margono, S. 2000. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja
Rosdakarya.

Muhammad, Hamid. 2004. Pedoman Diagnostik Potensi Peserta Didik. Jakarta:
Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan
Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.

Muslich, Masnur. 2007. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan
Kontekstual. Jakarta: Bumi Aksara.

Purnomo, Sigit. Manfaat Asmaul Husna (http:www.yahoo.com, diakses 6 Agustus
2009).

Purwanto, M. Ngalim. 2006. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja
Rosdakarya.

Sanjaya, Wina. 2006. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis
Kompetensi. Jakarta: Kencana.

. 2007. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses
Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Shidiq, Ja’far. 2009. Ternyata ada 100 Asma Al-Husna. Qiyas Media.
(http:www.yahoo.com, diakses 6 Agustus 2009 ).

Silberman, Melvin L. 2006. Active Learning 101 Cara Bealajar Siswa Aktif.
Bandung: Nuansa.





Solihatin, Etin. 2007. Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS
Jakarta: Bumi Aksara.

Suderadjat, Hari. 2004. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
Bandung: Cipta Cekas Grafika.

Sugiharti, Piping. 2005. Penerapan Teori Multiple Intelligence dalam
Pembelajaran Fisika, Jurnal Pendidikan Penabur - No.05/ Th.IV/
Desember (http:www.yahoo.com, diakses 6 Agustus 2009).

Suhaemi, Masrap. 1984. Khasiat Ayat-Ayat Al-Qur’an. Surabaya: Mahkota.

Syah, Muhibbin. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Trianto. 2007. Model-Model pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik.
Jakarta: Prestasi Pustaka.

Uno, Hamzah B. 2007. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar
Mengajar yang Kreatif dan Efektif . Jakarta: Bumi Aksara.

.2007. Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang
Pendidikan. Jakarta: Bum Aksara.

Usman, Moh. Uzer. 1995. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja
Rosdakarya.

Wahidmurni. 2008. Penelitian Tindakan Kelas dari Teori Menuju Praktik.
Malang: UM Press.

Wirasati, Ajeng dan Adry, Ronny. Analisa Penerapan Algoritma
Backtracking, pada Game “ Crossword Puzzle ” (http:www.yahoo.com.
diakses 18 Februari 2009).

Wiriaatmadja, Rochiati. 2008. Metode Penelitian Tindakan Kelas untuk
Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Yasin, A. Fatah. 2008. Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam. Malang: UIN Malang
Press.

Zainuddin, M dan Muhammad Walid. 2009. Pedoman Penulisan Skripsi. Malang:
Fakultas Tarbiyah UIN.










LAMPIRAN I

PROFIL MADRASAH

NAMA SEKOLAH
MADRASAH IBTIDAIYAH
SUNAN KALIJOGO
ALAMAT SEKOLAH JL. CANDI III D NO. 442
KARANGBESUKI
TELEPON (0341) 574822 / 7701303
KECAMATAN SUKUN
KOTA MALANG
PROPINSI JAWA TIMUR
NSS 65146
NSPN 112357305009
JENJANG AKREDITASI TERAKREDITASI B
TAHUN DIDIRIKAN 1967
TAHUN BEROPERASI 1967
STATUS TANAH WAQOF
SURAT KEPEMILIKAN
TANAH
SERTIFIKAT
LUAS TANAH 1.0011 M2
STATUS BANGUNAN MILIK YAYASAN
SURAT IJIN BANGUNAN NO. 152051808003
LUAS BANGUNAN 409,5 M2





LAMPIRAN II
STRUKTUR ORGANISASI MI SUNAN KALIJOGO






KEPALA MADRASAH
SUPRIYATI, S.Pd
YAYASAN DEPAG
KOORDINATOR WALI KELAS
GURU
SISWA/SISWI MI SUNAN KALIJOGO
WIWID DP, A.Ma NUR H, S.Ag IIS PUSPA R, S.PdI
Dra. SUNARTIN

NUR ASIYAH ZAINUDIN
NING F, BA Drs. DARSONO PUJIATI, S.Pd
Dra. SUNARTIN IDA NUROH, S.Psi

A. ASHARI
WAKA KEUANGAN

KHUSNUL K, A.Ma

WAKA KESISWAAN

ENDAH N, S.Ag

WAKA KURIKULUM

ANIK AZIZAH, STP

TATA USAHA

DWI MUKTIANI





LAMPIRAN III


SIKLUS I











































Identifikasi Masalah
Observasi lapangan
dilakukan dengan
menganalisa dan
mengidentifikasi
masalah yang terkait
dengan motivasi
belajar siswa
Memeriksa Lapangan
• Mengadakan pre test dengan
menggunakan pembelajaran
konvensional.
• Tidak menggunakam modul
dan media pembelajaran.
• Tidak melakukan evaluasi dan
refleksi.
• Dari hasil pre test dapat
diketahui bahwa motivasi
belajar siswa pada materi
Asmaul Husna masih rendah.
Pelaksanaan Tindakan
• Melaksanakan pembealajaran
sesuai dengan rencana
pembelajaran.
• Menerapkan pembelajaran
kooperatif dengan strategi
crossword puzzle.
• Melaksanakan evaluasi dan
refleksi
Perencanaan Tindakan
• Menyusun rencana
pelaksanaan pembelajaran
• Menyiapkan modul dan
media pembelajaran
• Merencanakan evaluasi dan
refleksi.
• Membagi indikator
pembelajaran.
Observasi
• Mengamati proses
pembelajaran dengan
lembar observasi motivasi
belajar siswa.
• Observasi dilakukan pada
motivasi belajar pada saat
pembelajaran.
Refleksi
Pembelajaran kooperatif
dengan strategi crossword
puzzle pada siklus I
menunjukkan adanya
peningkatan motivasi belajar
siswa yang cukup baik, tetapi
masih perlu ada penerapan
lebih lanjut agar
pembelajaran kooperatif
dapat diaplikasikan dengan
hasil yang lebih memuaskan
Revisi Perencanaan
Perlu diterapkan pembelajaran kooperatif yang
lebih efektif dan menyenangkan, sehingga
siswa tidak merasa bosan
Cukup Berhasil




SIKLUS II















































Perencanaan Tindakan
• Mempersiapkan
instrumen motivasi.
• Menyusun rencana
pelaksanaan
pembelajaran
• Merencanakan evaluasi
dan refleksi.
• mempersiapkan
indikator selanjutnya.
Observasi
• Mengamati proses
pembelajaran dengan
lembar observasi motivasi
belajar siswa.
• Observasi dilakukan pada
motivasi belajar pada saat
pembelajaran.

Refleksi
Penerapan pembelajaran
kooperatif pada siklus II terbukti
dapat meningkatan motivasi
belajar siswa tentang Asmaul
Husna pada mata Akidah Akhlak
kelas IV A MI Sunan Kalijogo
Malang.
Bentuk implementasi
pembelajaran kooperatif dengan
strategi crossword puzzle
penggunaan modul dan media
pembelajaran, serta menciptakan
lingkungan belajar yang kondusif.

Berhasil
SELESAI
Pelaksanaan Tindakan
• Melaksanakan
pembealajaran sesuai
dengan rencana
pembelajaran.
• Menerapkan pembelajaran
kooperatif dengan strategi
crossword puzzle.
• Melaksanakan evaluasi dan
refleksi





LAMPIRAN IV

























Standar Kompetensi
Memahami sifat Allah yang terkandung dalam
Asmaul Husna (As-Salam, Al-Mukmin,
dan Al-Latif)

Kompetensi Dasar
Mengenal allah melalui sifat-sifat yang
terkandung dalam Asmaul Husna (As-Salam,
Al-Mukmin, dan Al-Latif)

Indikator
Menghafal sifat-sifatAllah yang terkandung
dalam al-asma’ al-Husna
(As-Salam, Al-Mukmin, dan Al-Latif).
Mengetahui arti al-asma’ al-Husna
(As-Salam, Al-Mukmin, dan Al-Latif).
Menunjukkan contoh bahwa Allah bersifat
(As-Salam, Al-Mukmin, dan Al-Latif).
Membiasakan berdo’a dengan al-asma’ al-Husna
(As-Salam, Al-Mukmin, dan Al-Latif).
































AS-SALAM

Allah Maha sempurna tidak mempunyai kekurangan. Zat Allah
tidak rusak dan tidak cacat. Semua yang dilakukan Allah selalu benar dan
tidak tercela karena Allah bersifat As-Salam yang berarti
Mahasejahtera. Allah memberi rasa aman dan kemakmuran
kepada semua makhluk-Nya. Kesejahteraan hanya berasal dari
Allah.
Kesejahteraan dapat dicapai jika seseorang mempunyai hati
yang bersih, misalnya tidak membenci, tidak merasa iri, dan tidak
pernah berdusta. Selain itu, mereka juga tidak melakukan
perbuatan dosa, misalnya perpuatan sia-sia, berkata jorok, dan
membicarakan keburukan orang lain. Manusia akan selamat di
bunia dan akhirat juka tidak melakukan perbuatan dosa.
Berhati-hatilah dalam berbicara dan berbicaralah untuk hal-
hal yang berguna! Misalnya, membaca Al-Qur’an dan berzikir
kepada Allah. Sika kalian tidak dapat berbicara yang baik, lebih
baik diam. Jika kalian ingin selamat, maka jagalah lisan. Sebuah
pepatah mengatakan “Lidah lebih tajam daripada pedang”.
Artinya: luka yang disebabkan goresan pedang akan cepat
sembuh, tetapi luka hati karena ucapan sulit dihilangkan. Oleh
karena itu, berhati-hatilah dalam berbicara dan jauhkan diri dari
perbuatan sia-sia. Sebagaimana Rasululllah saw bersabda yang
artinya:
Islam seseorang termasuk baik jika dia meninggalkan
perkara yang tidak berguna.
(H.R. Ibnu Majah).






Berzikir : mengingat Allah
Keramat : dianggap suci
Sedih : menimbulkan rasa
susah dalam hati
Cemas : tidak tenteram hati
Jasmani : tubuh; badan
Kosa Kata
(Kalimat Sa’bah)
































AL-MUKMIN

Al-Mukmin artinya Maha Penjaga keamanan. Hanya Allah
yang dapat memberikan rasa aman kepada manusia. Orang
beriman tidak dibenarkan meminta perlindungan kepada selain
Allah, misalnya minta perlindungan kepada kuburan atau tempat
keramat. Benda-benda mati dan makhluk hidup tidak akan dapat
memberikan perlindungan kepada manusia. Allah tidak akan
menolong kepada mereka yang meminta perlindungan kepada
selain Allah.

Biasanya, manusia minta perlindungan dan rasa aman
kepada Allah ketika mereka dalam keadaan sempit. Ketika kapal
di tengah lautan diterjang ombak dan dihempas badai, mereka
minta perlindungan kepada Allah. Mereka pasrah dengan
keputusan Allah sehingga hatinya menjadi tentram. Berbeda sekali
ketika belum berdo’a, dalam benak mereka hanya terdapat
kesedihan dan kecemasan.

Kita mohon perlindungan dan rasa aman kepada Allah dari
mara bahaya yang mengancam jiwa; dari penyakit hati, seperti
dengkli, dendam, bakhil, dan malas; dari penyakit jasmani yang
mengancam jiwa; dari kelaparan dan kekuatan.

Allah akan melindungi dan membrikan rasa aman kepada
orang yang berdo’a kepada-Nya. Paling tidak hatinya menjadi
tenang karena merasa dirinya dilindungi oleh Zat Maha Penjaga
keamanan. Allah swt berfirman yang artinya:

Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah),
yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar
dan mengamankan mereka dari ketakutan.
(Q.S. Quraisy/106:3-4).

















































AL-LATIF

Allah Maha mengetahui terhadap hal-hal yang tidak
kelihatan, yang tersembunyi, dan yang ghaib. Hal yang ghaib
dikethui Allah, seperti manusia mengetahui hal-hal yang nyata.
Allah melihat segala gerak-gerik hamba-Nya. Allah berisifat Al-
Latif artinya Maha halus. Allah berfirman yang artinya:

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat
segala yang kelihatan; dan Dialah yang Maha Halus lagi Maha
mengetahui.
(Q.S. al-An’am/6:103).


Allah sangat lembut terhadap makhluk-Nya. Misalnya, adik
bayi yang baru lahir! Ia menyusu kepada ibunya. Bayi yang baru
lahir belum memiliki gigi. Makanannya hanya susu. Allah
memberi gigi ketika ia mulai dapat mengunyah makanan. Gigi
geraham untuk mengunyah, gigi taring untuk mencabik, dan gigi
seri untuk menggigit. Itulah salah satu bukti kelembutan Allah.


Allah mengetahui kebutuhan makhluk-Nya. Pemberian
Allah tidak dapat disebutkan. Allah memberi sesuatu lebih dari
yang dibutuhkan makhluk-Nya. Air susu ibu, madu, sutra, dan
mutiara merupakan sedikit kebaikan Allah yang diberikan kepada
makhluk-Nya.


Allah menyayangi semua makhluk-Nya. Allah sangat
lembut terhadap semua makhluk-Nya. Sebagai anak beriman,
kalian juga harus bersifat lemah lembut, saling menyayangi, dan
mengasihi kepada sesama teman. Dengan demikian, Allah akan
mengasihi dan menyayangi kalian.





LAMPIRAN V
SILABUS PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : MI Sunan Kalijogo
Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas/Semester : IV/II


Standar Kompetensi : Memahami kalimat thayyibah (assalamu’alaikum) dan al-Asma’ al-Husna (as-Salam, al-Mukmin, dan al-Latif)

Penilaian
No
Kompetensi
Dasar
Indikator
Materi
Pokok
Pengalaman Belajar
Alokasi
Waktu Bentuk Jenis
Contoh
Instrumen
Sumber
Belajar
1 Mengenal
Allah melalui
kalimat
thayyibah
(assalamu’alai
kum)
• Menghafalkan/melafal
kan kalimat thayyibah
(assalamu’alaikum).
• Mengetahui arti
kalimat thayyibah
(assalamu’alaikum).
• Membiasakan
mengucap kalimat
kalimat thayyibah
(assalamu’alaikum)
bila bertemu dengan
sesama muslim.
Kalimat
thayyibah













• Siswa dapat
menghafalkan
kalimat thayyibah
(assalamu’alaikum).
• Siswa dapat
menterjemahkan
kalimat thayyibah
tanpa melihat teks.
• Siswa dapat
menjelaskan isi
pokok kandungan
kalimat thayyibah
dalam bentuk lisan
dan tulisan
2x40
menit
(2 JP)


• Performance
• Paper and
pencil test
• Kerja
kelompok


• Tes
lisan
• Tes
tulis
• Diskusi










• Kapan kita
mengucapkan
salam?
• Tuliskan
kalimat salam
beserta
artinya!
• Sebutkan
manfaat
salam bagi
kaum
muslimin!
• Buku
Panduan
“Membina
Akidah dan
Akhlak
kelas IV
MI (Tiga
Serangkai
Pustaka
Mandiri)
• Kaligrafi
kalimat
thayyibah







Penilaian
No
Kompetensi
Dasar
Indikator
Materi
Pokok
Pengalaman Belajar
Alokasi
Waktu Bentuk Jenis
Contoh
Instrumen
Sumber
Belajar





• Guru menjelaskan.
• Bermain kartu
lafdhiyah









• Sebutkan
adab-adab
salam!
• Apa makna
salam
menurut
kalian?
2 Mengenal
Allah melalui
sifat-sifatAllah
yang
terkandung
dalam al-
asma’ al-
Husna (As-
Salam, al-
Mukmin, dan
al-Latif)





• Menghafal sifat-
sifatAllah yang
terkandung dalam al-
asma’ al-Husna (As-
Salam, al-Mukmin,
dan al-Latif).
• Mengetahui arti al-
asma’ al-Husna (As-
Salam, al-Mukmin,
dan al-Latif).
• Dapat menunjukkan
contoh bahwa Allah
bersifat (As-Salam, al-
Mukmin, dan al-Latif).
• Membiasakan berdo’a
dengan al-asma’ al-
Husna (As-Salam, al-
Mukmin, dan al-Latif).
Asmaul
Husna
• Siswa dapat
menghafalkan
Asmaul Husna (As-
Salam, al-Mukmin,
dan al-Latif).
• Siswa dapat
menterjemahkan
Asmaul Husna (As-
Salam, al-Mukmin,
dan al-Latif).
• Siswa dapat
menjelaskan isi
pokok kandungan
Asmaul Husna
tersebut.
• Bermain crossword
puzzle.
• Guru menjelaskan
3x40
menit
(2 JP)

• Performance
• Paper and
pencil test
• Diskusi

• Tes
lisan
• Tes
tulis
• Coope-
rative
learni-
ng

• Jelaskan
sifat Allah
as-Salam?
• Sebutkan 3
contoh
berbicara
yang
berguna.
• Apa arti
sifat Allah
al-
Mukmin?
• Sebutkan 3
bukti
bahwa
Allah
bersifat al-
Latif.
• Kartu
lafdhiyah





• Lafad
Asmaul
Husna
• Lembar
crossword
puzzle.
• Modul
tentang
asmaul husna




Standar Kompetensi : Beriman kepada Rasul-Rasul Allah

Penilaian
No
Kompetensi
Dasar
Indikator
Materi
Pokok
Pengalaman Belajar
Alokasi
Waktu Bentuk Jenis
Contoh
Instrumen
Sumber
Belajar
3 Mengenal
Rasul dan Nabi
Allah
• Menyebutkan 25 nama
Nabi dan Rasul Allah
beserta tugasnya.
• Menyebutkan sifat-
sifat para Nabi dan
Rasul.
• Menyebutkan bukti
sederhana adanya Nabi
dan Rasul.
• Menunjukkan fungsi
beriman kepada Nabi
dan Rasul.
• Terbiasa untuk
meneladani sifat-sifat
Rasulullah (sidiq,
amanah, tabligh, dan
fathanah) .
Rukun
Iman





• Siswa dapat
menyebutkan 25
Nabi dan Rasul
dengan cara
dinyanyikan.
• Siswa dapat
menyebutkan tugas
dari Nabi dan Rasul.
• Siswa menjelaskan
bukti sederhana
adanya Nabi dan
Rasul.
• Siswa dapat
menjelaskan fungsi
beriman kepada
Nabi dan Rasul.
• Siswa memiliki
perasaan cinta dan
iman kepada Nabi
dan Rasul.
• Guru menjelaskan.
• Bermain kartu
lafdhiyah

3x40
menit
(2 JP)


• Performance
• Paper and
pencil test
• Kerja
kelompok


• Tes
lisan
• Tes
tulis
• Diskusi










• Ada Berapa
Nabi Dan
Rasul Allah?
• Sebutkan
Nabi dan
Rasul Allah?
• Apa tugas
Nabi dan
Rasul?
• Ada berapa
sifat-sifat
Rasulullah?
Sebutkan!
• Sebutkan
bukti
sederhana
adanya Nabi
dan Rasul!
• Jelaskan
fungsi
beriman
kepada Nabi
dan Rasul!
• Buku
Panduan
“Membina
Akidah dan
Akhlak
kelas IV
MI (Tiga
Serangkai
Pustaka
Mandiri)”
• Kartu
Lafdhiyah
• Gambar –
gambar.






Standar Kompetensi : Membiasakan akhlak terpuji

Penilaian
No
Kompetensi
Dasar
Indikator
Materi
Pokok
Pengalaman Belajar
Alokasi
Waktu Bentuk Jenis
Contoh
Instrumen
Sumber
Belajar
4 • Membiasakan
akhlak sidik,
amanah,
tabligh, dan
fathanah dalam
kehidupan
sehari-hari.
• Membiasakan
akhlak terpuji
terhadap teman
dalam
kehidupan
sehari-hari.
• Mencintai dan
meneladani
akhlak mulia
lima Rasul
Ulul Azmi.
• Mengetahui arti akhlak
sidik, amanah, tabligh,
dan fathanah.
• Menunjukkan ciri
orang yang sidik,
amanah, tabligh, dan
fathanah.
• Memberikan contoh
sifat sidik, amanah,
tabligh, dan fathanah.
• Menunjukkan
keuntungan orang
yang bersifat sidik,
amanah, tabligh, dan
fathanah.
Akhlak
Terpuji





• Siswa dapat
menyebutkan akhlak
terpuji.
• Siswa dapat
menjelaskan arti dari
akhlak sidik,
amanah, tabligh, dan
fathanah.
• Siswa menjelaskan
ciri-ciri orang yang
berakhlak sidik,
amanah, tabligh, dan
fathanah.
• Siswa dapat
memberikan contoh
akhlak sidik,
amanah, tabligh, dan
fathanah.
• Siswa dapat
menjelaskan manfaat
dari akhlak terpuji.
• Guru menjelaskan.
• Bermain kartu
lafdhiyah
2x40
menit
(2 JP)


• Performance
• Paper and
pencil test
• Kerja
kelompok


• Tes
lisan
• Tes
tulis
• Diskusi










• Apa yang
dimaksud
dengan sidik?
• Sebutkan
ciri-ciri dari
sifat amah!
• Sebutkan
dalil yang
menunjukkan
sifat tabligh!
• Jelaskan arti
dari fathanah!
• Sebutkan 3
contoh dari
sifat sidik,
amanag,
tabligh, dan
fathanah!
• Buku
Panduan
“Membina
Akidah dan
Akhlak
kelas IV
MI (Tiga
Serangkai
Pustaka
Mandiri)”
• Kartu
Lafdhiyah
• Gambar –
gambar.






Standar Kompetensi : Menghindari akhlak tercela

Penilaian
No
Kompetensi
Dasar
Indikator
Materi
Pokok
Pengalaman Belajar
Alokasi
Waktu Bentuk Jenis
Contoh
Instrumen
Sumber
Belajar
5 Menghindari
sifat munafik
dalam
kehidupan
sehari-hari
• Mengetahui arti
munafik.
• Menunjukkan ciri-ciri
orang munafik.
• Memberikan contoh
orang munafik.
• Menunjukkan
kerugian sifat
munafik.
• Menunjukkan dalil
tentang munafik.
• Menghindari dari sifat
munafik.
Akhlak
Tercela





• Siswa dapat
menjelaskan sifat
munafik.
• Siswa menjelaskan
ciri-ciri munafik.
• Siswa dapat
memberikan contoh
orang munafik.
• Siswa dapat
menjelaskan
kerugian dari sifat
munafik.
• Siswa menyebutkan
dalil tentang
munafik beserta
artinya.
• Guru menjelaskan.
• Bermain kartu
lafdhiyah

2x40
menit
(2 JP)


• Performance
• Paper and
pencil test
• Kerja
kelompok


• Tes
lisan
• Tes
tulis
• Diskusi










• Apa yang
dimaksud
dengan
munafik
• Sebutkan
ciri-ciri orang
munafik
• Sebutkan
dalil yang
menunjukkan
tentang
munafik
• Sebutkan 3
contoh dari
sifat sifat
munafik.
• Apa kerugian
dari orang
yang bersifat
munafik?


• Buku
Panduan
“Membina
Akidah dan
Akhlak
kelas IV
MI (Tiga
Serangkai
Pustaka
Mandiri)”
• Kartu
Lafdhiyah
• Gambar –
gambar.






LAMPIRAN VI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PRE TEST

Nama Sekolah : MI Sunan Kalijogo
Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas/ Semester : IV A/ II
Alokasi Waktu : 40 Menit
Hari/ Tanggal : Rabu, 11 Maret 2009


I. Standar Kompetensi
Memahami sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul Husna (As-
salam, Al-mukmin, dan Al-latif).

II. Kompetensi Dasar
Mengenal Allah melalui sifat-sifat yang terkandung dalam Asmaul
Husna (As-salam, Al-mukmin, dan Al-latif).

III. Indikator
Siswa dapat menjelaskan arti Asmaul Husna (As-salam).

IV. Materi Pokok
Asmaul Husna (As-salam).

V. Strategi Pembelajaran
Metode ceramah dan tanya jawab.

VI. Sumber Belajar dan Alat pembelajaran
Buku Panduan “Membina Akidah dan Akhlak kelas IV MI (Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri)”.
Papan tulis dan kapur.




Lembar kerja siswa.

VII. Kriteria Pembelajaran
Siswa mampu menguasai materi maksimal 65% dari kompetensi
dasar.

VIII. Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran Waktu
A. Kegiatan Awal
• Salam dan berdo’a.
• Absensi dan menanyakan kabar hari ini.
• Tanya jawab tentang materi sebelumnya.
• Menunjukkan materi ajar dan tujuan pembelajaran.
B. Kegiatan Inti
• Siswa mencatat ringkasan materi tentang Asmaul
Husna (As-salam).
• Guru menjelaskan materi tersebut.
• Siswa dan guru mengadakan Tanya jawab.
• Siswa mengerjakan soal pre test.
C. Kegiatan Akhir
• Siswa menyimpulkan materi tersebut dengan
dibantu oleh guru.
• Guru memberikan nasehat kepada siswa agar rajin
belajar.
• Berdo’a dan salam.
5 menit

30
menit





5 menit

IX. Penilaian
Proses : Pengamatan selama proses pembelajaran.
Hasil : Test tulis pada akhir pembelajaran.




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I

Nama Sekolah : MI Sunan Kalijogo
Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas/ Semester : IV A/ II
Alokasi Waktu : 2x40 Menit
Hari/ Tanggal : Rabu, 18 & 25 Maret 2009


I. Standar Kompetensi
Memahami sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul Husna (As-
salam, Al-mukmin, dan Al-latif).
II. Kompetensi Dasar
Mengenal Allah melalui sifat-sifat yang terkandung dalam Asmaul
Husna (As-salam, Al-mukmin, dan Al-latif).
III. Indikator
Siswa dapat Menghafal sifat-sifat Allah yang terkandung dalam
Asmaul Husna (As-salam, Al-mukmin, dan Al-latif).
Siswa dapat menjelaskan arti Asmaul Husna (As-salam, Al-
mukmin, dan Al-latif)
IV. Materi Pokok
Asmaul Husna (As-salam, Al-mukmin, dan Al-latif).
V. Strategi Pembelajaran
Cooperative learning dengan Crossword puzzle.
VI. Sumber Belajar dan Alat pembelajaran
Buku Panduan “Membina Akidah dan Akhlak kelas IV MI (3
Serangkai)”.
Modul Asmaul Husna (As-salam, Al-mukmin, dan Al-latif).
Kaligrafi lafad (As-salam, Al-mukmin, dan Al-latif).
Gambar yang berhubungan dengan lafad tersebut.




VII. Kriteria Pembelajaran
Siswa mampu menguasai materi maksimal 65% dari kompetensi
dasar.
VIII. Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pertemuan I
A. Kegiatan Awal
• Salam dan berdo’a.
• Absensi dan menanyakan kabar hari ini.
• Tanya jawab tentang materi sebelumnya.
• Menunjukkan materi ajar dan tujuan pembelajaran.
B. Kegiatan Inti
• Guru membagikan modul kepada setiap siswa.
• Guru menjelaskan materi tersebut.
• Siswa dibagi menjadi 5 kelompok dengan anggota 5
orang.
• Guru membagikan nomor kepada setiap siswa.
• Guru memberikan pertanyaan kepada salah satu siswa
dengan menyebut nomornya.
• Siswa yang telah disebut nomornya harus menjawab
pertanyaan yang dilontarkan oleh guru.
• Guru membagikan lembar crossword puzzle yang sama
kepada setiap kelompok.
• Siswa bersama kelompoknya mengerjakan soal tersebut.
• Salah satu kelompok membacakan hasilnya dan
kelompok yang lain menyimak dan mengoreksinya.
• Siswa dan guru mengadakan Tanya jawab.
C. Kegiatan Akhir
• Siswa bersama guru menyimpulkan materi tersebut.

5 menit



30 menit



















5 menit





Kegiatan Pembelajaran Waktu
• Guru memberikan motivasi kepada siswa agar tetap
semangat dalam belajar.
• Berdo’a dan salam.
Pertemuan II
A. Kegiatan Awal
• Salam dan berdo’a.
• Absensi dan menanyakan kabar hari ini.
• Tanya jawab tentang materi sebelumnya.
• Menunjukkan materi ajar dan tujuan pembelajaran.
B. Kegiatan Inti
• Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk
belajar dan bertaanya sebelum mengerjakan soal latihan.
• Secara serentak siswa mengerjakan soal latihan.
• Guru bersama siswa mengoreksi hasil soal tersebut
C. Kegiatan Akhir
• Guru memberikan dorongan kepada siswa untuk
mengungkapkan kesan-kesan selama pembelajaran
berlangsung.
• Berdo’a dan salam.pembelajaran.





5 menit







30 menit




5 menit

IX. Penilaian
Proses : Pengamatan selama proses pembelajaran
(kekompakan dalam kerja kelompok, keaktifan dan
ketepatan dalam tanya jawab.
Hasil : Tugas kelompk dan test tulis pada akhir pembelajaran.






RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II

Nama Sekolah : MI Sunan Kalijogo
Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas/ Semester : IV A/ II
Alokasi Waktu : 80 Menit
Hari/ Tanggal : Rabu, 1 April 2009


I. Standar Kompetensi
Memahami sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul Husna (As-
salam, Al-mukmin, dan Al-latif).

II. Kompetensi Dasar
Mengenal Allah melalui sifat-sifat yang terkandung dalam Asmaul
Husna (As-salam, Al-mukmin, dan Al-latif).

III. Indikator
Siswa dapat menunjukkan contoh bahwa Allah bersifat (As-salam,
Al-mukmin, dan Al-latif).
Siswa dapat membiasakan berdo’a dengan Asmaul Husna (As-
salam, Al-mukmin, dan Al-latif).

IV. Materi Pokok
Asmaul Husna (As-salam, Al-mukmin, dan Al-latif).

V. Strategi Pembelajaran
Cooperative learning dengan Crossword puzzle.






VI. Sumber Belajar dan Alat pembelajaran
Buku Panduan “Membina Akidah dan Akhlak kelas IV MI (Tiga
Serangkai Pustaka mandiri)”.
Modul Asmaul Husna (As-salam, Al-mukmin, dan Al-latif).
Lembar crossword puzzle.
Papan tulis dan kapur.

VII. Kriteria Pembelajaran
Siswa mampu menguasai materi maksimal 65% dari kompetensi
dasar.

VIII. Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran Waktu
A. Kegiatan Awal
• Salam dan berdo’a.
• Absensi dan menanyakan kabar hari ini.
• Tanya jawab tentang materi sebelumnya.
• Menunjukkan materi ajar dan tujuan pembelajaran.

B. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan materi pelajaran
• Siswa dibagi menjadi 6 kelompok dengan anggota 4
orang.
• Guru membagikan nomor kepada siswa
sebagaimana yang telah dilakukan pada minggu
sebelumnya.
• Guru membagikan lembar crossword puzzle yang
sama kepada setiap kelompok.
5 menit


30
menit











Kegiatan Pembelajaran Waktu
• Siswa bersama kelompoknya mengerjakan soal
tersebut.
• Kelompok yang selesai duluan membacakan
hasilnya dan kelompok yang lain menyimak dan
mengoreksinya.
• Siswa dan guru mengadakan Tanya jawab.
• Guru membagikan soal kepada siswa.
• Siswa mengerjakan soal tersebut secara individu.

C. Kegiatan Akhir
• Siswa bersama guru menyimpulkan materi
tersebut.
• Guru memberikan dorongan kepada siswa untuk
mengungkapkan kesan-kesan selama pembelajaran
berlangsung.
• Guru memberikan motivasi kepada siswa agar tetap
semangat dalam belajar.
• Berdo’a dan salam.








5 menit

IX. Penilaian
Proses : Pengamatan selama proses pembelajaran
(kekompakan dalam kerja kelompok, keaktifan dan
ketepatan dalam tanya jawab.
Hasil : Tugas kelompk dan test tulis pada akhir pembelajaran








LAMPIRAN VII

SOAL-SOAL DAN KUNCI JAWABAN

SOAL PRE TEST
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!
1) Jelaskan sifat Allah As-salam!
2) Sebutkan tiga contoh hati yang bersih!
3) Sebutkan tiga contoh berbicara yang berguna?
4) Jelaskan sebuah pepatah “Lidah lebih tajam daripada pedang”!
5) Terjemahkam hadits tentang As-salam yang diriwayatkan oleh imam
Ibnu Majah!


KUNCI JAWABAN
1) Maha sejahtera, Allah memberi rasa aman dan kemakmuran kepada
semua makhluk-Nya. Kesejahteraan hanya berasal dari Allah.
2) Tidak membenci, tidak pernah berbohong, dan tidak merasa iri.
3) Membaca ayat al-Qur’an, berzikir kepada Allah, dan tidak berkata
jorok.
4) Luka yang disebabkan goresan pedang akan cepat sembuh, tetapi luka
hati karena ucapan sulit dihilangkan.
5) Islam seseorang termasuk baik jika dia meninggalkan perkara yang
tidak berguna baginya.










SOAL SIKLUS I
A. Tugas Kelompok
Isilah crossword puzzle (teka-teki silang) di bawah ini!














Menurun
1. Hukum meminta perlindungan kepada selain Allah
2. Al-Latif berarti
4. orang yang dapat menjaga lisannya akan
7. Allah memberi makan kepada kita agar tidak
9. Zat yang mencukupi kebutuhan semua makhluk adalah

Mendatar
3. Allah Maha sejahtera
5. Jika ingin selamat, kita harus menjaga
6. Allah Maha penjaga Keamanan
8. Lidah lebih tajam daripada
10. Contoh dari perbuatan dosa adalah perbuatan





2

1

3

4



5





6

7









8

9







10








B. Tugas Individu
Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang
paling benar!

1) Allah Maha sejahtera merupakan arti dari……
a. Al-latif b. As-salam c. Al-mukmin d. Al-hadi
2) Orang yang dapat menjaga lisannya akan……
a. Menderita b. merana c. sengsara d. selamat
3) Allah memberi rasa aman dan kemakmuran kepada……
a. Ulama c. semua makhluk-Nya
b. manusia d. binatang
4) Allah melindungi hamba-Nya dari musibah. Allah bersifat……
a. Al-latif b. As-salam c. Al-mukmin d. Al-hadi
5) Hukum mohon perlindungan kepada selain Allah adalah…….
a. sunah b. halal c. wajib d. haram
6) Al-latif berarti…….
a. Yang Maha halus c. Maha Penjaga Keamanan
b. Yang Maha sejahtera d. Maha Mengetahui
7) Jika ingin selamat, kalian harus dapat menjaga…….
a. lisan b. adik c. harta d. rumah
8) Zat yang mencukupi kebutuhan semua makhluk adalah……
a. Allah b. Malaikat c. Jin d. manusia
9) Allah mengetahui hal-hal yang tersembunyi. Allah bersifat……..
a. Al-latif b. As-salam c. Al-mukmin d. Ar-rasyid
10) Islam seseorang termasuk baik jika dia meninggalkan perkara
yang…….baginya
a. berguna c. menguntungkan
b. bermanfaat d. tidak berguna



Jawablah pertanyaan di bawah ini secara singkat dan tepat!

1. Jelaskan sifat Allah As-salam !
2. Sebutkan tiga contoh berbicara yang tidak berguna!
3. Bagaimana cara manusia memohon perlindungan kepada Allah?
4. Sebutka tiga bukti bahwa Allah sangat lembut kepada semua
makhluk-Nya!
5. Terjemahkam hadits tentang As-salam yang diriwayatkan oleh
imam Ibnu Majah!







KUNCI JAWABAN
A. Tugas Kelompok












B. Tugas Individu
1) b 6) a
2) d 7) a
3) c 8) a
4) c 9) a
5) d 10) d

1. Allah memberi rasa aman dan kemakmuran kepada semua
makhluk-Nya. Kesejahteraan hanya berasal dari Allah.
2. Membaca ayat al-Qur’an, berzikir kepada Allah, dan tidak berkata
jorok.
3. beribadah dan berdo’a kepada Allah
4. Air susu ibu, madu, sutra, dan mutiara
5. Islam seseorang termasuk baik jika dia meninggalkan perkara yang
tidak berguna baginya.

2 M

1 H

3 A S 4 S A L A M
H E

R

A 5 L I S A N
H

A

M


6 A L M U 7 K M I N

L A E
U T L
S



A

8 P E D 9 A N G
A L

R

L

10 S I A S I A

N

H






SOAL SIKLUS II
A. Tugas Kelompok
Isilah crossword puzzle (teka-teki silang) di bawah ini!










Menurun
1. Orang yang dapat menjaga lisannya akan
3. Allah sangat lembut terhadap makhluknya, Allah bersifat
5. Allah memberi makan kepada kita agar tidak
7. Jika ingin selamat, kita harus dapat menjaga
8. Hukum meminta perlindungan kepada kuburan
Mendatar
2. Allah Maha sejahtera merupakan arti dari
3. Allah Maha Penjaga keamanan, Allah bersifat Allah
4. Zat yang mencukupi kebutuhan semua makhluk adalah
6. Kita mohon perlindungan dan rasa aman kepada
9. Allah sangat lembut kepada mahluknya denga memberikan

B. Tugas Individu
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Jelaskan Allah bersifat Al-mukmin!
2. Sebutkan tiga contoh hati yang bersih!
3. Dalam keadaan apakan seseorang mohon perlindungan dan rasa
aman kepada Allah?
4. Apa ciri-ciri orang yang sejahtera?
5. Sebutkan ayat Al-Qur’an bahwa Allah Maha halus!

2 1



3

5

4



6

7

8





9







KUNCI JAWABAN
A. Tugas Kelompok













B. Tugas Individu
1. Allah Maha Penjaga keamanan, hanya Allah yang dapat
memberikan rasa aman kepada manusia.
2. Tidak membenci, tidak merasa iri, dan tidak pernah berdusta.
3. Dari mara bahaya yang mengancam jiwa; dari penyakit hati, seperti
dengki, dendam, bakhil, dan malas; dan dari penyakit jasmani
seperti kelaparan dan kekuatan.
4. Mempunyai hati yang bersih, tidak melakukan perbuatan dosa,
selalu membaca Al-Qur’an dan berzdikir kepada Allah.
5.





2 A 1 S S A L A M
E
3 A L M U 5K M I N
4A L L A H E
A M L
T A 6A L 7L A 8H
I T P I A
F A S R
R A A
A N 9M A D U
N





LAMPIRAN VIII

LEMBAR OBSERVASI MOTIVASI
Nilai
Pre test Siklus I Siklus II Indikator Deskriptor
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
Berusaha
mengerjakan tugas
dalam waktu yang
ditentukan
X X X
Antusias
Bersemangat
terhadap tugas yang
dikerjakan
X X X
Keinginan untuk
selalu
menghilangkan
kemalasan
X X X
Keinginan
Mempunyai
keinginan kuat
terhadap sesuatu
X X X
Mengikuti
pembelajaran
dengan senang
X X X
Tidak merasa jenuh
dengan pelajaran
X X X
Keceriaan
Muka tampak
berseri-seri dalam
mengerjakan tugas
X X X
Bertanya untuk
mencari tahu
X X X
Rasa Ingin
Tahu
Selalu merasa
penasaran terhadap
sesuatu
X X X
JUMLAH 16 28 31
RATA-RATA 1,8 3,1 3,4




s







Keterangan
4 : Baik Sekali
3 : Baik
2 : Cukup
1 : Kurang





LAMPIRAN IX

REKAPITULASI NILAI KELAS IV A
Nilai
No Nama
Pre Test Siklus I Siklus II
1 Andika Arif 80 85 95
2 Baharudin Yusuf 70 80 85
3 Citra arum 75 85 95
4 Debby Maurin 60 75 80
5 Dewi Indra 55 70 70
6 Dino Putra 70 75 75
7 Evita Khusnul K. 85 100 100
8 Ibnul Andrian M. 85 95 100
9 Icha Sahwita 50 65 70
10 Ismatul Q. 55 70 70
11 Khusnul Roziqin 75 80 85
12 Khoirun Nisa’ 60 75 85
13 Krisna Efendi 50 55 60
14 M. Alwi Shihab 75 80 85
15 M. Farhan M. 65 70 75
16 M. Maulana Idris 60 60 75
17 Nafisatur Rohmah 65 70 80
18 Nur Laila A. 60 70 75
19 Putra Fanda H. 55 60 -
20 Rian Chomairuh 70 75 75
21 Roni Setiawan 45 50 55
22 Satriya Kurnia 50 55 70
23 Siti Nasekhatul K. 45 50 55
24 Yoga Pratama 80 75 80
25 Yusuf Bakhtiar 80 85 90
Jumlah 1620 1810 1885
Rata-Rata 64,8 72,4 78
















LAMPIRAN X

KONDISI SISWA KELAS IV A SAAT PEMBELAJARAN
KOOPERATIF



MI Sunan Kalijogo tampak dari
luar

MI Sunan Kalijogo tampak dari
dalam


Kelompok I saat mengerjakan
crossword puzzle

Kelompok II saat mengerjakan
crossword puzzle


Kelompok III saat mengerjakan
crossword puzzle
Kelompok IV saat mengerjakan
crossword puzzle








Kelompok V saat mengerjakan
crossword puzzle




Kelompok VI saat mengerjakan
crossword puzzle




Salah satu siswa
mempresentasikan hasil tugas
kelompoknya

Keaktifan dan keantusiasan siswa
setelah pembelajaran kooperatif










LAMPIRAN XI

INSTRUMEN OBSERVASI

Untuk memperoleh data yang akurat, maka peneliti mengadakan
observasi langsung kepada obyek penelitian guna memperoleh data
tentang:
1. Letak geografis MI Sunan Kalijogo
2. Keadaan gedung sekolah, ruang kelas beserta kelengkapan isinya.
3. Pelaksanaan proses pembelajaran yang sedang berlangsung
4. Keadaan alat perlengkapan fasilitas pendidikan lainnya yang dapat
menunjang pelaksanaan pembelajaran di MI Sunan Kalijogo.























LAMPIRAN XII

INSTRUMEN DOKUMENTASI

Untuk melengkapi data-data yang peneliti perlukan dalam
penelitian ini, maka peneliti juga menggunakan dokumentasi yang
memuat hal-hal sebagai berikut:
1. Sejarah berdirinya MI Sunan Kalijogo.
2. Struktur organisasi MI Sunan Kalijogo.
3. Data guru MI Sunan Kalijogo.
4. Data siswa MI Sunan Kalijogo.
5. Sarana dan prasarana yang terdapat di MI Sunan Kalijogo.























LAMPIRAN XIII

PEDOMAN WAWANCARA

Responden: Guru Akidah Akhlak
1. Strategi/metode apa yang Ibu terapkan dalam pembelajaran Akidah
Akhlak?
2. Apa media yang Ibu gunakan dalam pembelajaran Akidah Akhlak?
3. Bagaimana tanggapan siswa terhadap strategi metode yang Ibu
terapkan dalam pembelajaran Akidah Akhlak?
4. Apa saja kendala yang Ibu alami dalam pembelajaran Akidah Akhlak?
5. Usaha apa yang Ibu lakukan untuk mengembangkan pembelajaran
Akidah Akhlak?



Responden: Siswa Kelas IV A
1. Bagaimanakah tanggapan kamu terhadap penerapan pembelajaran
kooperatif melalui strategi crossword puzzle pada materi Asmaul
Husna?
2. Apa manfaat yang dapat kamu ambil dari pembelajaran kooperatif
melalui strategi crossword puzzle pada materi Asmaul Husna?



















LAMPIRAN XIV
DEPARTEMEN AGAMA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MALANG
FAKULTAS TARBIYAH
JL. Gaj ayana 50 Mal ang Tel p. ( 0341) 551354 Fax. ( 0341) 572533

Nomor : Un.3.1/TL.00/237/2009 Malang, 3 Maret 2009
Lampiran : 1 berkas
Hal : Penelitian

Kepada
Yth. Kepala MI Sunan Kalijogo
di
Malang
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Dengan ini kami mengharap dengan hormat agar mahasiswa
dibawah ini:
Nama : Cicik Rohmatul Uma
NIM : 07140069
Semester/ Th. Ak : VIII/2005
Judul Skripsi : Implementasi Cooperative Learning
melalui Strategi Crossword Puzzle dalam
Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna
pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di
Malang.
dalam rangka menyelesaikan tugas akhir/menyusun skripsinya, yang
bersangkutan mohon diberikan izin/kesempatan untuk mengadakan
penelitian di lembaga/instansi yang menjadi wewenang Bapak/Ibu.
Demikian, atas perkenaan dan kerjasama Bapak/Ibu disampaikan
terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Dekan Fakultas Tarbiyah,


Prof. Dr. HM. Djunaidi Ghony
NIP. 150 042 031





LAMPIRAN XV
MADRASAH IBTIDAIYAH
“SUNAN KALIJOGO”
STATUS : TERAKREDITASI B NSM : 112357305009
Sekretariat : Jl. Candi III/D 442 Karangbesuki
Telp. (0341) 574822 Malang (65146)

SURAT KETERANGAN
No: 17/MI-.SK/SK/IV/2009

Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Supriyati, S.Pd
Jabatan : Kepala Madrasah
Alamat : Jl. Raya Candi III/33 Malang
Menerangkan bahwa:
Nama : Cicik Rohmatul Uma
NIM : 07140069
Semester/Th. Ak : VIII/ 2005
Fakultas/ Jurusan : Tarbiyah/ PGMI
Adalah benar-benar mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malang yang
telah melakukan penelitian dalam rangka menyelesaikan tugas akhir (skripsi)
dengan judul “Implementasi Cooperative Learning melalui Strategi Crossword
Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna pada Siswa
Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang.” sejak tanggal 11 Maret 2009 s.d 01
April 2009.

Demikian surat ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan untuk dipergunakan
sebagaimana mestinya


Malang, 18 April 2009
Kepala Madrasah




Supriyati, S.Pd




LAMPIRAN XVI
DEPARTEMEN AGAMA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
FAKULTAS TARBIYAH
JL. Gajayana 50 Malang Telp. (0341) 551354 Fax. (0341) 572533


BUKTI KONSULTASI


Nama : Cicik Rohmatul Uma
NIM : 07140069
Jurusan : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Dosen Pembimbing : Dr. M. Zainuddin, MA
Judul : Implementasi Cooperative Learning melalui
Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi
Belajar Asmaul Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan
Kalijogo di Malang.

NO. TANGGAL
HASIL YANG
DIKONSULTASIKAN
TANDA TANGAN
1. 4 Februari 2009 Proposal 1.
2. 16 Februari 2009 Revisi Proposal 2.
3. 2 Maret 2009 Revisi Proposal 3.
4. 27 Maret 2009 Bab I dan II 4.
5. 8 April 2009 Revisi Bab I dan II 5.
6. 15 April 2009 Bab III dan IV 6.
7. 21 April 2009 Revisi Bab III dan IV 7.
8. 28 April 2009 Bab V dan VI 8.
9. 13 Mei 2009 Revisi Bab V dan VI 9.
10. 27 Mei 2009 ACC Keseluruhan 10.



Malang, 27 Mei 2009
Mengetahui,
Dekan Fakultas Tarbiyah





Dr. M. Zainuddin, MA
NIP. 150 275 502





BIODATA MAHASISWA




Nama : Cicik Rohmatul Uma
NIM : 07140069
Tempat Tanggal Lahir : Jombang, 12 Maret 1985
Fakultas/Jurusan : Tarbiyah, Pendidikan Guru
Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
Tahun Masuk : 2005-2006
Alamat Rumah : Dsn. Genjong Kidul RT / RW 02/ 02
Ds. Sidowarek Kec.Ngoro. Kab. Jombang
No. Tlp Rumah/Hp : (0321) 713020
085645011338


Malang, 27 Mei 2009
Mahasiswa

(Cicik Rohmatul Uma)

IMPLEMENTASI COOPERATIVE LEARNING MELALUI STRATEGI CROSSWORD PUZZLE DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ASMAUL HUSNA PADA SISWA KELAS IV A MI SUNAN KALIJOGO DI MALANG

SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh

Cicik Rohmatul Uma 07140069

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Agustus, 2009

HALAMAN PERSETUJUAN

IMPLEMENTASI COOPERATIVE LEARNING MELALUI STRATEGI CROSSWORD PUZZLE DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ASMAUL HUSNA PADA SISWA KELAS IV A MI SUNAN KALIJOGO DI MALANG

SKRIPSI
Oleh Cicik Rohmatul Uma 07140069

Telah Disetujui Pada Tanggal 27 Mei 2009 Oleh Dosen Pembimbing

Dr. M. Zainuddin, MA NIP. 150 275 502

Mengetahui, Ketua Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Dra. Hj. Sulalah, M.Ag NIP. 150 267 279

M. Zainuddin. MA NIP. A. MA NIP. MA NIP. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik IbrahimMalang Dr. MA NIP. Zainuddin. 150 275 611 Sekretaris Sidang Dr. 150 275 502 Pembimbing Dr. M. Zainuddin. 150 275 502 . Zuhdi.Ag NIP. 150 275 502 Penguji Utama Dr. H. 150 215 372 Tanda Tangan : : : : Mengesahkan.HALAMAN PENGESAHAN IMPLEMENTASI COOPERATIVE LEARNING MELALUI STRATEGI CROSSWORD PUZZLE DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ASMAUL HUSNA PADA SISWA KELAS IV A MI SUNAN KALIJOGO DI MALANG SKRIPSI dipersiapkan dan disusun oleh Cicik Rohmatul Uma (07140069) telah dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal 5 Agustus 2009 dengan nilai B+ dan telah dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar strata satu Sarjana Pendidikan (S. M.Pd) pada tanggal: 8 Agustus 2009 Panitia Ujian Ketua Sidang Drs. M. Asmaun Sahlan.

Ani. Nunik. Ambar Umiyatun) yang selalu sabar membimbing dan memberikan jutaan kasih sayangnya selalu mendo’akan dengan penuh ikhlas tanpa meminta balasan apapun dariku Kakak dan Adik-Ku (Roni Awaluddin & Adam Malik) serta saudara-saudaraKu yang selalu memberi semangat dan memacu untuk mewujudkan cita-cita semoga tali kasih di antara kita selalu abadi selamanya Guru-guru dan Dosen-Ku yang telah memberikan ilmu tiada henti semoga untaian do’a tiada jenuh teralir hingga yaumul akhir Sahabat-sahabatKu (Robik. Ahmad Rifa’I & Hj. Lalu.PERSEMBAHAN Syukur Alhamdulillah terucap dari sanubari atas segala rahmat-Nya Sebuah karya sederhana ini ku-persembahkan kepada orang-orang yang telah memberikan makna hidup serta langkah bijak dalam liku-liku kehidupan Ayah dan Ibu tercinta (H. Lely. Anis. Rida. Yesy. Isvi. Ina) yang telah memberikan motivasi dan inspirasi bersama kalian aku belajar lebih memaknai hidup . Fida.

2000).” (Q. 789.. Al-Qur’an dan Terjemahannya (Surabaya: AlHidayah. sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka.1 t Departemen Agama Republik Indonesia. hal. dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.S Asy Syuura:38). 1 .MOTTO “Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat.

NOTA DINAS PEMBIMBING Dr. baik dari segi isi. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Malang Assalamu’alaikum Wr. Zainuddin. kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk diujikan. Pembimbing. 150 275 502 . M. bahasa. dan setelah membaca skripsi mahasiswa di bawah ini: Nama NIM Jurusan Judul Skripsi : : : : Cicik Rohmatul Uma 07140069 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Implementasi Cooperative Learning Melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang Maka selaku pembimbing. Setelah melakukan beberapa kali bimbingan. Dr. mohon dimaklumi adanya. maupun teknik penulisan. Demikian. MA NIP. Wb. Wassalamu’alaikum Wr. 27 Mei 2009 Kepada Yth. Wb. MA Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang NOTA DINAS PEMBIMBING Hal : Skripsi Cicik Rohmatul Uma Lamp : 4 (empat) Eksemplar Malang. M. Zainuddin.

dan sepanjang pengetahuan saya. juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. bahwa dalam skripsi saya ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruan tinggi. 27 Mei 2009 Cicik Rohmatul Uma .SURAT PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan. Malang. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan diterbitkan dalam daftar pustaka.

3. Bapak Prof. 2. H. S. dan hidayah–Nya. 4. Ibu Supriyati. Imam Suprayogo. Sulalah. Zainuddin. Dr. motivasi. . arahan. M. MA. selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan bimbingan.Pd. 5. selaku Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.Ag. dan bimbingan dari berbagai pihak. Penulisan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan. Zainuddin. Oleh sebab itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam kepada: 1. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. dan Ibu. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. yakni Ad-Dinul Islam. Hj. dorongan. Bapak Dr. selaku Ketua Jurusan PGMI yang selalu memberikan kritik dan saran demi kemajuan dan kebaikan kami. 6. M.KATA PENGANTAR Alhamdulilah. selaku Kepala MI Sunan Kalijogo Malang yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengadakan penelitian di MI tersebut. serta dukungan. taufiq. Ayah. do’a. sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. dan restu kepada kami. MA. Bapak Dr. segala puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. serta segenap keluarga tercinta yang telah memberikan kepercayaan. sehingga pada kesempatan ini penulisan skrispi yang berjudul “Implementasi Cooperative Learning Melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang” dapat terselesaikan dengan baik. yang selalu melimpahkan rahmat. yang telah membimbing kita dari jalan jahiliyah menuju jalan Islamiyah. M. Ibu Dra.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. dalam Malang. 9. Ibu Ning Fauziyah. selaku Guru bidang studi Akidah Akhlak yang juga membimbing dan membantu dalam pelaksanaan PTK.7. Amiin-amiin ya Robbal ‘Alamin. Penulis berharap Semoga skripsi ini dapat memberikan bermanfaat bagi semua pihak. 27 Mei 2009 Penulis . 8. Segenap guru MI Sunan Kalijogo yang telah membantu kami dalam memperoleh data-data yang dibutuhkan. 10.Pdi. Demikianlah penulisan skripsi ini apabila ada kurang lebihnya penulis mohon maaf yang sebesarbesarnya. S. oleh karena itu kritik dan saran yang kontruktif sangat kami harapkan dari semua pihak dalam penyempurnaan penulisan yang akan datang. sehingga dapat membuka cakrawala berpikir serta memberikan setitik khazanah pengetahuan dalam dunia pendidikan. Segenap teman–teman seperjuangan PGMI yang telah membantu penyelesaian skripsi ini. Semua pihak yang turut membantu dan memotivasi hingga selesainya tugas akhir ini.

............ 96 : SKOR TEST INDIVIDUAL AKIDAH AKHLAK........................... 71 : JUMLAH SISWA MI SUNAN KALIJOGO.....................................................................DAFTAR TABEL TABEL I : LANGKAH ..........LANGKAH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF ...................................... 88 TABEL IX TABEL X : SKOR TEST KELOMPOK CROOSWORD PUZZLE ....................... 97 ................. 74 : DISTRIBUSI SKOR PRE TEST AKIDAH AKHLAK ............. 85 TABEL VIII : SKOR TEST INDIVIDUAL AKIDAH AKHLAK............... 78 : SKOR TEST KELOMPOK CROOSWORD PUZZLE .................... 72 : SARANA DAN PRASARANA MI SUNAN KALIJOGO ....... 23 TABEL II TABEL III TABEL IV TABEL V TABEL VI TABEL VII : DATA GURU MI SUNAN KALIJOGO..... 73 : DATA KELAS IV A ..................

.... 59 ................................ 54 GAMBAR III : FASE OBSERVASI KELAS ..................................................... 30 GAMBAR II : MODEL PENELITIAN TINDAKAN KELAS ..........DAFTAR GAMBAR GAMBAR I : TEMPLATE CROOSWORD PUZZLE..............

................................................................ 149 LAMPIRAN XII : INSTRUMEN DOKUMENTASI.. 152 LAMPIRAN XV : SURAT KETERANGAN PENELITIAN . 154 .. 145 LAMPIRAN IX : REKAPITULASI NILAI KELAS IV A .................................................................. 118 : STRUKTUR ORGANISASI MI SUNAN KALIJOGO .................... 120 LAMPIRAN IV : MODUL PEMBELAJARAN ASMAUL HUSNA............................................ 151 LAMPIRAN XIV : SURAT PENGANTAR PENELITIAN ................................. 131 LAMPIRAN VII : SOAL-SOAL DAN KUNCI JAWABAN........ 126 LAMPIRAN VI : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN .................................................................... 150 LAMPIRAN XIII : PEDOMAN WAWANCARA .. 119 : PROSEDUR PELAKSANAAN TINDAKAN KELAS ......................................................... 147 LAMPIRAN XI : INSTRUMEN OBSERVASI.........................................DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN I LAMPIRAN II LAMPIRAN III : PROFIL MADRASAH ............ 146 LAMPIRAN X : KONDISI SISWA KELAS IV A SAAT PEMBELAJARAN KOOPERATIF ... 139 LAMPIRAN VIII : LEMBAR OBSERVASI MOTIVASI .............................................. 153 LAMPIRAN XVI : BUKTI KONSULTASI ............... 122 LAMPIRAN V : SILABUS PEMBELAJARAN .............

......................................................... Karakteristik Cooperative Learning .................................................. 1 B................................................................................................... Ruang Lingkup Penelitian... Unsur-Unsur Cooperative Learning ............................................................................................. 8 F......... iv PERSEMBAHAN ....................................................................................................................... xiv ABSTRAK.................................... Manfaat Penelitian.................................. 6 D................................................................... 9 BAB II : KAJIAN PUSTAKA ............................................................................................................................................................................................... vii SURAT PERNYATAAN .....................iii HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................................................... Tujuan Cooperative Learning ......................................... Rumusan Masalah.................... viii KATA PENGANTAR............................................................................. 7 E....................................... xii DAFTAR LAMPIRAN .... 11 1................................. 11 2.................................... Tinjauan Tentang Model Crossword Puzzle ..... Sistematika Pembahasan.............................. xi DAFTAR GAMBAR............................................................ v MOTTO .................. Latar Belakang Masalah........ xviii BAB I : PENDAHULUAN............. xiii DAFTAR ISI ................................................ Pengertian Model Cooperative Learning......................................................................................................................................................................................................................................... 9 G................... vi NOTA DINAS BIMBINGAN .....DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............. ix DAFTAR TABEL ............................................................................................ 1 A.... ii HALAMAN PERSETUJUAN ................... 21 ......................................... i HALAMAN SAMPUL............ Definisi Operasional ................................................................................. 17 4................................................... 5 C. 11 A.................................................................. Tujuan Penelitian...... 15 3................................................................................................

. 51 A..................... Pembelajaran Asmaul Husna ....................... 56 E............................................ 25 6................... Tahap-Tahap Penelitian ....................................... 57 F.... Keunggulan dan Kelemahan Cooperative Learning.......................................... Kelebihan dan Kelemahan Crossword Puzzle....... 58 G........................................................................... 49 BAB III : METODE PENELITIAN.. 48 E....................................... Pengertian Motivasi Belajar ...... 51 B............................................... 29 1............................................................................ Teknik-Teknik Cooperative Learning ....... Langkah-Langkah dalam Memahami Asmaul Husna.................. 29 2........ 64 ..................................................... Instrumen Penelitian ...................................... Macam-Macam Motivasi Belajar ................................................... Analisis Data . Sumber dan Jenis Data................... 61 H........................... 63 I....... 41 D..................................5................................ Penerapan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna ...... 35 1........ 32 C.......... Kehadiran Peneliti .............................................. 44 2........................................................... 37 3................. Pengertian Pembelajaran Asmaul Husna ............... Setting Penelitian........ 38 4.................... 44 1............................................................................... Pengertian Strategi Crossword Puzzle ...................... 31 3........... Pendekatan dan Jenis Penelitians ... 55 C................... 26 B.... Langkah-Langkah Strategi Crossword Puzzle .......................................... Prosedur Pengumpulan Data .... 55 D.......... 63 J................ Indikator Kinerja........ Cara Menggerakkan Motivasi Belajar Siswa ...... 35 2....... Tujuan Motivasi Belajar.... Tinjauan Tentang Motivasi Belajar ................ Faktor-Faktor yang mempengaruhi Belajar ............. Tinjauan Tentang Strategi Crossword Puzzle .......................... Pengecekan Keabsahan Temuan ...... 39 5..........

........................................ 91 2.............. 72 7...................................... 69 1.................. 103 1.. 74 2.......... 104 ................. Struktur Organisasi MI Sunan Kalijogo........................... Paparan Data Sebelum Tindakan......................... Deskripsi Lokasi Penelitian......... 74 1................ 69 2.........................................BAB IV : HASIL PENELITIAN.............. 69 3.................................................. Revisi Perencanaan Siklus I...... Rencana Tindakan Siklus II..... 72 B....... 92 a................. Perencanaan Tindakan .............. 80 b........................ 82 c........................ Sejarah Berdirinya MI Sunan Kalijogo..... 90 e..................................... Pre Test................... Temuan Siklus I............ 80 1....... 103 2..................... Observasi Siklus II ................................................................................................................ Visi dan Misi MI Sunan Kalijogo.... 80 a.................... Siklus Penelitian .................. Tujuan MI Sunan Kalijogo...................... Observasi Siklus I ................... Rencana Tindakan Siklus I .. 100 d.......................................... Pelaksanaan Tindakan Siklus I ...................... Deskripsi Siswa Kelas IV A .............. 70 4..................................................................................... 101 D............................................................................. 71 6....................................................... 92 b....................... Data Siswa MI Sunan Kalijogo ........ Data Guru MI Sunan Kalijogo................ 93 c... 74 3.. Temuan Penelitian ................................... 75 4....... 76 C......................... Refleksi Siklus II................................... 70 5.......................................... Temuan Siklus II.. Pelaksanaan Tindakan Siklus II ................... Obsevasi Awal ........................................... Sarana dan Prasarana MI Sunan Kalijogo............................. Siklus II .......................................................................................... Siklus I .......................................................... 89 d............ Refleksi Siklus I ......................................................... 69 A................................................................................................................

................................................................................ 110 BAB VI : PENUTUP ......... Perencanaan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna ...................BAB V : PEMBAHASAN ........................................ 114 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN ..................... 105 A. 105 B....... 113 B.... 113 A. Saran ................ Penilaian Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna ............ Kesimpulan......................................................... Pelaksanaan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna . 106 C....................................................................................

seperti Islam diajarkan lebih pada hafalan (padahal Islam penuh dengan nilai-nilai) yang harus dipraktekkan. 2009. Fakultas Tarbiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperaif melalui strategi crossword puzzle terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar akidah akhlak khususnya materi Asmaul Husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang. Munculnya anggapan-anggapan yang kurang menyenangkan tentang pendidikan agama Islam. maka siswa akan mengalami atau bahkan menemukan ilmu pengetahuan secara mandiri. Sedangkan pengumpulan data menggunakan teknik observasi. Implementasi Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang.8. Kata kunci: Cooperative Learning. Crossword Puzzle. dan kesosialan yang tinggi terhadap manusia. (2) pelaksanaan.ABSTRAK Uma. Dengan melibatkan mereka secara aktif dalam proses pembelajaran. Pembelajaran Akidah Akhlak merupakan bagian dari pembelajaran agama Islam yang mampu mengarahkan dan menghantarkan peserta didik ke fitrah yang benar. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.4 dan pada siklus II sebesar 78. Hal ini dapat diketahui dari hasil evaluasi yang menunjukkan peningkatan pada materi Asmaul Husna yang semula nilai rata-rata pretes sebesar 64. khususnya pengajaran agama Islam adalah bagaimana cara menyajikan materi kepada siswa secara baik sehingga diperoleh hasil yang efektif dan efisien. wawancara. kebersamaan. sedangkan bukti dari data kualitatif yang menjelaskan keantusiasan siswa terhadap strategi pembelajaran tersebut. Sumber data dari penelitian ini adalah satu kelas. Cicik Rohmatul. Sehingga permasalahan yang sering dijumpai dalam pengajaran. yaitu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo Malang. Motivasi Belajar. pada siklus I sebesar 72. M. tertanamnya rasa kekeluargaan. dan dokumentasi yang langsung dilakukan di lapangan. Salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. . Asmaul Husna. Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. dan (4) refleksi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar Asmaul Husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Seseorang baru bisa dikatakan memiliki kesempurnaan iman apabila dia memiliki budi pekerti/akhlak yang mulia. suasana kelas menjadi lebih hidup. Tahapan penelitian ini dilakukan dengan 4 tahap. dan pengalaman siswa menjadi bertambah. sebab pada model pembelajaran ini keaktifan siswa lebih diutamakan. yaitu: (1) perencanaan. Agar pembelajaran akhlak dapat tertanam dalam diri siswa dengan baik. MA. Zainuddin. maka banyak konsep model pembelajaran aktif yang ditawarkan. Dr. (3) pengamatan.

pendidikan telah dibangun di atas ruang hampa. Begitu juga dengan Madrasah Muhammad Kholid Fathoni. perhatian terhadap madrasah atau pendidikan Islam umumnya terjadi sejak Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BPKIP) di masa setelah kemerdekaan mengeluarkan maklumatnya. mulanya madrasah identik dengan belajar mengaji AlQur’an. masjid. 2005). 35. Latar Belakang Masalah Kelahiran pendidikan agama yang sekarang ini kita kenal menjadi mata pelajaran tersendiri ataupun integralistik berakar pada persoalan pendidikan sekuler minus agama yang dikembangkan pemerintah penjajahan. yang isinya menganjurkan bahwa “Dalam memajukan pendidikan dan pengajaran agar dilaksanakan di langgar. kemudian dirubah ke jenjang salah satunya Madrasah Ibtidaiyah. 3 Ibid. Pendidikan yang demikian ini dulu dinilai masyarakat sebagai bentuk penyelenggaraan pendidikan yang tercerabut dari akar budaya bangsa. 2 . surau. 65. Akhirnya masyarakat Indonesia menuntut pembelajaran agama kembali diajarkan.BAB I PENDAHULUAN A.. hal. jenjang pengajian kitab tingkat dasar dan pengajian tingkat lanjut.3 Madrasah merupakan salah satu lembaga sekolah yang di dalamnya termuat kurikulum dalam bidang agama Islam. Pendidikan Islam dan Pendidikan Nasional {Paradigma Baru} (Jakarta: Departemen Agama RI Direktorat Jenderal Kelembagaan Islam. dan madrasah berjalan terus dan ditingkatkan”. Dari segi jenjang pendidikan. Ibarat bangunan.2 Bersamaan dengan perkembangan pendidikan di sekolah umum. hal.

Banyak sekolah swasta yang mampu bersaing dengan sekolah–sekolah yang lain untuk mencetak generasi yang lebih baik. Usaha ini di lakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan lembaga pendidikan. karena adanya respon dan tuntutan masyarakat yang menghendaki untuk didirikannya suatu lembaga pendidikan. karena pendidikan merupakan kebutuhan yang mendasar dan sangat penting bagi masyarakat. Munculnya anggapan-anggapan yang kurang menyenangkan tentang pendidikan agama Islam seperti. maka didirikan sebuah lembaga pendidikan dasar berciri khas Islam yang bernama MI Sunan Kalijogo.Ibtidaiyah Sunan Kalijogo merupakan suatu lembaga pendidikan yang bercirikan Islam yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Sunan Kalijogo. penghayatan nilai-nilai agama kurang mendapat penekanan dan masih terdapat sederet kritis terhadap pendidikan agama Islam. Dengan adanya fenomena seperti di atas. Hal ini . Islam diajarkan lebih pada hafalan (padahal Islam penuh dengan nilai-nilai) yang harus dipraktekkan. Hal ini menjadi tuntutan. Setelah berhasil. MI ini mulai melakukan pengembanganpengembangan di berbagai bidang dan sarana prasarana yang bertujuan untuk menjadi sebuah Madrasah Ibtidaiyah yang berkualitas. sehingga MI ini telah berhasil menjalankan proses pembelajaran dengan baik. Pendidikan agama Islam lebih ditekankan pada hubungan formalitas antara hamba dengan Tuhan-Nya. Begitu juga yang terjadi di MI Sunan Kalijogo telah mampu mencetak siswa yang berkualitas. MI ini terletak di jalan Candi III/D Desa Karang Besuki Kecamatan Sukun Kabupaten Malang.

Memang pola pembelajaran tersebut bukanlah khas pola pendidikan agama Islam.disebabkan penilaian kelulusan siswa dalam pelajaran agama diukur dengan berapa banyak hafalan dan mengerjakan ujian tertulis di kelas yang dapat didemonstrasikan oleh siswa. Begitu juga permasalahan yang terjadi di MI Sunan Kalijogo khususnya masalah yang terjadi pada siswa kelas IV A. yaitu rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak. 131. materi ajar yang banyak. serta kurang menekankan pada pembentukan karakter bangsa4. yang masih menggunakan model pembelajaran klasik. model hafalan dan monolog. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004 (Bandung :Remaja Rosdakarya. Abdul Majid dan Dian Andayani. 4 . 2006). . Masalah besar dalam pendidikan selama ini adalah kuatnya dominasi pusat dalam penyelenggaraan pendidikan sehingga yang muncul unifromsentralistik kurikulum. Pendidikan secara umum pun diakui oleh para ahli dan pelaku pendidikan negara kita yang juga mengidap masalah yang sama. hal. dan siswa merasa bosan yang mengakibatkan turunnya prestasi belajar siswa. Di samping masalah lainnya yang juga muncul adalah kurangnya perhatian guru agama terhadap variasi penggunaan metode pembelajaran dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran secara baik. sehingga siswa segan belajar karena tidak mengetahui kegunaan mata pelajaran tersebut. khususnya pengajaran agama Islam adalah bagaimana cara menyajikan materi kepada siswa secara baik sehingga diperoleh hasil yang efektif dan efisien. Sehingga permasalahan yang sering dijumpai dalam pengajaran.

sebab pendidikan pada masa kanak-kanak merupakan dasar yang menentukan untuk pendidikan selanjutnya. Oleh karena itu masalah akhlak merupakan salah satu pokok ajaran Islam yang harus diutamakan dalam pendidikan agam Islam untuk diajarkan kepada anak didik. .Pembelajaran agama Islam harus dirubah menjadi pendekatan yang berorientasi pada peserta didik. 5 Ibid. Dengan melibatkan mereka secara aktif dalam proses pembelajaran. sebab pada model pembelajaran ini keaktifan siswa lebih diutamakan. maka siswa akan mengalami atau bahkan menemukan ilmu pengetahuan secara mandiri.5 Model pembelajaran aktif nampaknya merupakan jawaban atas permasalahan tentang rendahnya motivasi belajar siswa di MI Sunan Kalijogo. Oleh karena itu. hal. pendidikan agama Islam hendaknya ditanamkan sejak kecil. Oleh karena itu pemakaian metode harus sesuai dan selaras dengan karakteristik siswa. 138-139. kondisi lingkungan di mana pengajaran berlangsung. Dengan menerapkan model pembelajaran ini diharapkan kualitas pembelajaran akan lebih meningkat. Seseorang baru bisa dikatakan memiliki kesempurnaan iman apabila dia memiliki budi pekerti atau akhlak yang mulia.. Oleh sebab itu. Pembelajaran Akidah Akhlak merupakan bagian dari pembelajaran agama Islam yang mampu mengarahkan dan menghantarkan peserta didik ke fitrah yang benar. materi. Hal tersebut mendapat perhatian penuh dari guru. orang tua. serta pihak-pihak yang berkecimpung di dalamnya. Sehingga apa yang mereka ketahui dan pahami akan menjadi pengetahuan yang mempribadi.

hasil belajar. untuk memecahkan permasalahan pembelajaran Akidah Akhlak tentang asmaul husna di MI Sunan Kalijogo pada siswa kelas IV A. dan mengembangkan sikap sosial. Dengan menerapkan cooperative learning melalui strategi crossword puzzle. serta dapat meningkatkan motivasi. Bagaimana perencanaan cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa .peneliti menggunakan model pembelajaran aktif (cooperative learning) melalui strategi crossword puzzle. menumbuhkan kemampuan kerja sama. Dari rumusan masalah di atas dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. dapat membantu siswa memahami makna asmaul husna yang sulit. maka dapat dirumuskan rumusan masalah penelitian sebagai berikut “Bagaimana implementasi cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang?”. dan penyimpanan materi pelajaran yang lebih lama terhadap siswa. B. berpikir kritis. maka penelitian tentang “Implementasi Cooperative Learning Melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang” harus segera dilaksanakan. Berangkat dari pentingnya permasalahan yang terjadi di MI Sunan Kalijogo.

. Untuk mendeskripsikan perencanaan cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang. Untuk mendeskripsikan pelaksanaan cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang.kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang? 2. Dari tujuan di atas dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. Bagaimana pelaksanaan cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang? 3. 3. 2. maka tujuan penelitian adalah mendeskripsikan implementasi cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang. Bagaimana penilaian cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas. Untuk mendeskripsikan penilaian cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang.

Bagi peneliti Dengan melaksanakan PTK peneliti sedikit demi sedikit mengetahui strategi pembelajaran Akidah Akhlak. serta sebagai bahan evaluasi selanjutnya yang bisa dijadikan titik tolak pada pembelajaran masa depan. Teoritis Penelitian tindakan kelas dapat menambah wawasan mengenai bidang pembelajaran Akidah Akhlak. hasil penelitian tindakan kelas dapat memberikan manfaat bagi: a. 2. . khususnya implementasi cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar tentang asmaul husna. dan ilmiah khususnya tentang pembelajaran asmaul husna. Praktis Secara praktis.D. serta merupakan usaha untuk melatih diri dalam memecahkan permasalahan yang ada secara kritis. sehingga dapat digunakan sebagai bahan acuan bagi peneliti-peneliti berikutnya serta meningkatkan mutu pendidikan agama Islam. obyektif. Manfaat Penelitian 1. sebagai sarana untuk menerapkan pengalaman belajar yang telah diperoleh. b. Bagi guru Dengan adanya PTK menambah wawasan tentang peranan pembelajaran Akidah Akhlak dalam perubahan siswa dan guru.

Ruang Lingkup Penelitian Untuk menghindari terjadinya pembahasan yang melebar dalam mata pelajaran Akidah Akhlak yang mencakup beberapa standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa. E. .c. Bagi sekolah Dengan adanya PTK dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi pelaksana pendidikan dalam mewujudkan sistem pembelajaran yang efektif dan efisien dengan guru yang berkualitas di masa depan dan sebagai bahan pertimbangan bagi pelaksana pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. dengan strategi ini memungkinkan siswa terlibat secara aktif mengembangkan daya nalar serta mampu berfikir yang lebih kreatif sehingga memotivasi siswa untuk mengikuti proses pembelajaran dengan baik. d. maka peneliti memfokuskan masalah ini pada implementasi cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna pada siswa kelas IV A semester genap di MI Sunan Kalijogo Malang tahun pelajaran 2008/2009. Bagi peserta didik Dengan adanya model cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam pembelajaran Akidah Akhlak khususnya asmaul husna diharapkan dapat membantu siswa yang bermasalah atau mengalami kesulitan belajar.

merupakan langkah awal yang berisikan latar belakang masalah. dengan sistematika sebagai berikut: BAB I : Pendahuluan. 2. Crossword puzzle adalah strategi pembelajaran teka-teki silang dengan template berbentuk segi empat yang terdiri dari kumpulan kotak-kotak yang dilengkapi dua lajur. ruang lingkup penelitian. G. maka dianggap perlu untuk mendefinisikan beberapa istilah sebagai berikut: 1. merupakan pembahasan teori tentang implementasi cooperative learning melalui strategi crossword . BAB II : Kajian pustaka. Cooperative learning adalah suatu model pembelajaran yang menekankan kepada proses kerja sama dalam suatu kelompok yang terdiri 4 sampai 6 siswa untuk menyelesaikan suatu masalah dalam materi pelajaran. manfaat penelitian. 3. yaitu mendatar dan menurun. definisi operasional.F. Asmaul husna adalah nama-nama Allah yang jumlahnya ada 99 terdapat dalam Al-Qur’an. Motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku. tujuan penelitian. 4. Sistematika Pembahasan Pembahasan skripsi ini dibagi menjadi enam bab. Definisi Operasional Merujuk pada variabel yang diteliti. dan sistematika pembahasan. rumusan masalah.

BAB V BAB IV : Pembahasan secara terperinci mengenai hasil penelitian. strategi crossword puzzle. kehadiran peneliti. sejarah MI Sunan Kalijogo Malang. dan asmaul husna. merupakan pembahasan tentang jenis macam penelitian. : Penutup. mencakup tinjauan umum tentang model cooperative learning. sumber dan jenis data. merupakan kesimpulan hasil penelitian serta saransaran konstruktif depan. BAB III : Metodologi beberapa penelitian. observasi. BAB IV : Hasil penelitian. visi dan misi madrasah. Dalam bab ini akan memuat pendekatan dan jenis penilitian. serta memaparkan data hasil penelitian (deskripsi siswa kelas IV A.puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar asmaul husna. data guru dan siswa. refleksi. rencana tindakan. merupakan deskripsi lokasi penelitian yang meliputi. instrumen penelitian. struktur organisasi. mengenai rancangan penelitian yang akan digunakan. sarana dan prasarana. Pre test. dan pengecekan tahap-tahap indikator . bagi pengembangan obyek penelitian ke pengumpulan temuan. setting penelitian. motivasi belajar. tujuan madrasah. tindakan. dan revisi perencanaan). analisis kinerja. data. prosedur keabsahan penelitian. data.

Pengertian Model Cooperative Learning Secara umum istilah “model” diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu kegiatan.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Masingmasing model pembelajaran memiliki ciri yang berbeda-beda. Ada beberapa model pembelajaran. diakses 18 Februari 2009 ). model pembelajaran konseptual. Tinjauan Tentang Model Cooperative Learning 1. Contoh Proposal Eksperimen (http: www. Model pembelajaran kooperatif khususnya memiliki ciri yaitu mengutamakan kerjasama antara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.6 Model pembelajaran pembelajaran dari kelompok kooperatif model adalah salah satu jenis model pembelajaran sosial. umumnya berorientasi kepada pengembangan kemampuan siswa dalam mengolah dan mengatasi informasi yang diterima oleh mereka dengan menitikberatkan aspek intelektual akademis. pembelajaran ini mengutamakan kerjasama antara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran yang telah dikembangkan dan diuji keberlakuannya oleh pakar pendidikan. 6 . Hal ini sejalan dengan pendapat Anonim yang menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif merupakan strategi La Ode Arbiki. model pembelajaran konvensional dan model pembelajaran kooperatif.com.yahoo. antara lain model pembelajaran langsung.

Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS (Jakarta: Bumi Aksara. 4. Dalam kegiatan kooperatif. jadi tujuan pembelajaran hanya mungkin tercapai jika ada kerjasama antara anggota kelompok. Kerja sama di sini dimaksudkan setiap anggota kelompok harus saling membantu. siswa secara individual mencari hasil yang menguntungkan bagi seluruh anggota kelompoknya.7 Menurut Hamid Hasan cooperative mengandung pengertian bekerja bersama dalam mencapai tujuan bersama. dan sebaliknya. setiap anggota kelompok harus memiliki tanggung jawab penuh Ibid. Jadi. Etin Solihatin. 2007). Oleh karena itu. hal. Selanjutnya Hamalik juga mengemukakan bahwa dalam pembelajaran kooperatif tujuan dirangkum oleh setiap anggota kelompok. karena penilaian akhir ditentukan oleh keberhasilan kelompok. Melalui cooperative learning siswa didorong untuk bekerja sama secara maksimal sesuai dengan keadaan kelompoknya.8 Cooperative learning adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses kerja sama dalam suatu kelompok yang bisa terdiri 3 sampai 5 orang siswa untuk mempelajari suatu materi akademik yang spesifik sampai tuntas.. 8 7 . belajar kooperatif adalah pemanfaatan kelompok kecil dalam pengajaran yang memungkinkan siswa bekerja bersama untuk memaksimalkan belajar mereka dan belajar anggota lainnya dalam kelompok tersebut.pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kegagalan individu adalah kegagalan kelompok.

(Malang: UIN Malang Press. jenis kelamin. 10 A. . ras. jika kelompok mampu menunjukkan prestasi yang dipersyaratkan. Sistem penilaian dilakukan terhadap kelompok. Setiap kelompok akan memperoleh penghargaan (reward). baik kerjasama antar peserta didik (belajar secara berkelompok di kelas).9 Pembelajaran kooperatif adalah upaya yang dilakukan oleh seorang pendidik untuk membelajarkan peserta didik melalui jalinan kerjasama/gotong royong antar berbagai komponen. hal. mereka akan mempunyai motivasi untuk keberhasilan kelompok. 2008). atau suku yang berbeda (heterogen). kerjasama dengan anggota keluarga. Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam. Fatah Yasin. Dengan demikian. kerjasama dengan pihak sekolah (tenaga kependidikan yang ada di sekolah/madrsah). Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (Jakarta: Kencana. 2006). 106-107.10 Jadi pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokkan/tim kecil. yaitu antara 4 sampai 6 orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik. dan masyarakat. Setiap individu akan saling membantu.terhadap kelompoknya. Ketergantungan semacam itulah yang selanjutnya akan memunculkan tanggung jawab individu terhadap kelompok dan keterampilan interpersonal dari setiap anggota kelompok. 176-177. sehingga setiap individu akan memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan kontribusi demi keberhasilan 9 Wina Sanjaya. hal. setiap anggota kelompok akan mempunyai ketergantungan positif.

ehingga mencapai tujuan kelompok. dan Chambers berpendapat bahwa belajar melalui kooperatif dapat dijelaskan dari beberapa prespektif.kelompok. 242-243. c. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan (Jakarta: Kencana.. 11 . Tugas kooperatif (cooperative task) berkaitan dengan hal yang menyebabkan anggota bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kelompok. Prespektif motivasi. 2007). 12 Ibid. Struktur kooperatif insentif (cooperative incentive structure) merupakan sesuatu yang membangkitkan motivasi individu untuk bekerja sama mencapai tujuan kelompok. b. bahwa peghargaan yang diberikan kepada kelompok memungkinkan setiap anggota kelompok akan saling membantu. Prespektif perkembangan kognitif. bahwa dengan adanya interaksi anggota kelompok dapat mengembangkan prestasi siswa untuk Wina Sanjaya. yaitu: a.12 Menurut Slavin. bahwa melalui kooperatif setiap siswa akan saling membantu dalam belajar karena mereka menginginkan semua anggota kelompok memperoleh keberhasilan. Prespektif sosial. mendorong dan memotivasi anggota lain menguasai materi pelajaran. Abrani. yaitu: a. b. karena melalui struktur intensif setiap anggota kelompok bekerja sama untuk belajar. hal.11 Pembelajaran kooperatif mempunyai dua komponen utama. Struktur insentif dianggap sebagai keunikan dari pembelajaran kooperatif.

pola belajar kelompok dengan cara kerja sama antar siswa. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) (Bandung: Cipta Cekas Grafika. dimana kadang-kadang mereka harus menolong seorang anggota secara khusus. Unsur-Unsur Cooperative Learning Model pembelajaran cooperative learning tidak sama dengan sekadar belajar kelompok. Hal tersebut mendorong tumbuhnya rasa ke”kami”an dan mencegah rasa ke”aku”an.cit. 114-115. Hari Suderadjat. selain dapat mendorong tumbuhnya gagasan yang lebih bermutu dan meningkatkan kreativitas siswa.14 2. loc.13 Jadi. 2004). bahwa setiap siswa akan berusaha untuk memahami dan membina informasi untuk menambah pengetahuan kognitifnya. d. hal.berpikir mengolah berbagai informasi. tetapi ada unsur-unsur dasar yang membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan asal-asalan. 14 13 . untuk itu harus diterapkan lima unsur model pembelajaran gotong royong yaitu : Wina Sanjaya. Roger dan David Johnson mengatakan bahwa tidak semua kerja kelompok bisa dianggap cooperative learning. Prespektif elaborasi kognitif. ketergantungan timbal-balik atau saling ketergantungan antar mereka akan memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras demi keberhasilan secara bersama-bersama. juga merupakan nilai sosial bangsa Indonesia yang perlu dipertahankan. Apabila individu-individu ini bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

d. Komunikasi antar anggota Unsur ini menghendaki agar para siswa dibekali dengan berbagai keterampilan berkomunikasi. pengajar perlu menyusun tugas sedemikian rupa sehingga setiap anggota kelompok harus menyelesaikan tugasnya sendiri agar yang lain dapat mencapai tujuan mereka. Jika tugas dan pola penilaian dibuat menurut prosedur model cooperative learning. dan mengisi kekurangan. Saling ketergantungan positif. Untuk menciptakan kelompok kerja yang efektif. Pendidik yang efektif dalam model cooperative learning membuat persiapan dan menyusun tugas sedemikian rupa. Tatap muka. b.a. Kegiatan interaksi ini akan memberikan para siswa untuk membentuk sinergi yang menguntungkan semua anggota. Inti dari sinergi ini adalah menghargai perbedaan. setiap siswa akan merasa bertanggung jawab untuk melakukan yang terbaik. Tanggung jawab perseorangan. sehingga masing-masing anggota kelompok harus melaksanakan tanggung jawabnya sendiri agar tugas selanjutnya dalam kelompok dapat dilaksanakan. memanfaatkan kelebihan. Dalam cooperative learning setiap kelompok harus diberikan kesempatan untuk bertatap muka dan berdiskusi. Keberhasilan suatu karya sangat bergantung pada usaha setiap anggotanya. karena keberhasilan suatu kelompok juga . c.

Namun. Tujuan Cooperative Learning Menurut Slavin tujuan dari pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi di mana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya. Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperative Learning di RuangRuang Kelas.15 3. (Jakarta: Gramedia. Sedangkan menurut Ibrahim model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidaktidaknya tiga tujuan pembelajaran. Waktu evaluasi ini tidak perlu dilaksanakan setiap ada kerja kelompok. Evaluasi proses kelompok. proses ini merupakan proses yang sangat bermanfaat dan perlu ditempuh untuk memperkaya pengalaman belajar dan pembinaan perkembangan mental dan emosional para siswa. e. Keterampilan berkomunikasi dalam kelompok juga merupakan proses panjang. Pendidik perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif. 29-33 15 . 2007).bergantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling mendengarkan dan kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapat mereka. hal. yaitu: Anita Lie. tetapi bisa dilaksanakan selang beberapa waktu setelah beberapa kali siswa terlibat dalam kegiatan cooperative learning.

budaya. c. Hasil belajar akademik Dalam belajar kooperatif mencakup beragam tujuan sosial.com. dan ketidakmampuannya. Pembelajaran kooperatif memberi peluang bagi siswa dari berbagai latar belakang dan kondisi untuk saling menghargai satu sama lain.16 Novi Emildadiany. penting dimiliki oleh siswa sebab saat ini banyak anak muda masih kurang dalam keterampilan sosial.a. dan memperbaiki prestasi siswa atau tugas-tugas akademis penting lainnya. Pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja bersama menyelesaikan tugas-tugas akademik. kemampuan. b.yahoo. Cooperative Learning-Teknik Jigsaw (http: www. Model struktur penghargaan kooperatif telah dapat meningkatkan nilai siswa pada belajar akademik dan perubahan norma yang berhubungan dengan hasil belajar. Pengembangan keterampilan sosial Pembelajaran kooperatif adalah mengajarkan kepada siswa keterampilan bekerja sama dan kolaborasi. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep sulit. Penerimaan terhadap perbedaan individu Pembelajaran kooperatif adalah penerimaan secara luas dari orang-orang yang berbeda berdasarkan ras. Keterampilan-keterampilan sosial. 16 . diakses 18 Februari 2009 ). kelas sosial.

yaitu: learning a. Jenis kelamin. dalam pembelajaran konvensional kelompok belajar biasanya homogen. dan saling memberikan motivasi sehingga ada interaksi promotif. c. etnik. CL. kelompok belajar heterogen. d. dan sebagainya sehingga dapat saling mengetahui siapa yang memerlukan dan siapa yang memberikan bantuan. CL. ras. adanya akuntabilitas individual yang mengukur penguasaan materi pelajaran tiap anggota kelompok. dalam pembelajaran konvensional guru sering membiarkan adanya siswa yang mendominasi kelompok atau menggantungkan diri pada kelompok. dan kelompok diberi umpan balik tentang hasil belajar para anggotanya sehingga dapat saling mengetahui siapa yang memerlukan bantuan dan siapa yang dapat memberikan bantuan. adanya saling ketergantungan positif. pimpinan kelompok dipilih secara demokratis atau bergilir untuk memberikan pengalaman memimpin bagi para anggota kelompok. Sedangkan. Sedangkan. CL. saling membantu. b. . Sedangkan. baik dalam kamampuan akademik. dalam pembelajaran konvensional akuntabilitas individual sering diabaikan sehingga tugas-tugas sering diborong oleh salah seorang anggota kelompok sedangkan anggota kelompok lainnya hanya “mendompleng” keberhasilan “pemborong”. CL.Ada perbedaan pokok (CL) antara dengan kelompok kelompok belajar belajar kooperatif/cooperative konvensional.

Sedangkan. mempercayai orang lain. h. dalam pembelajaran konvensional pemantauan melalui observasi dan intervensi sering tidak dilakukan oleh guru pada saat belajar kelompok sedang berlangsung. dan mengelola konflik secara langsung diajarkan. . dalam pembelajaran konvensional guru sering tidak memperhatikan proses kelompok yang terjadi dalam kelompok-kelompok belajar. kemampuan berkomunikasi. CL. penekanan tidak hanya pada penyelesaian tugas. guru memperhatikan secara proses kelompok yang terjadi dalam kelompok-kelompok belajar.Sedangkan. pada saat belajar kooperatif sedang berlangsung guru terus melakukan pemantauan melalui observasi dan melakukan intervensi jika terjadi masalah dalam kerja sama antar anggota kelompok. CL. tetapi juga hubungan interpersonal (hubungan Sedangkan. CL. g. f. CL. keterampilan sosial yang diperlukan dalam kerja gotong royong seperti kepemimpinan. Sedangkan. dalam antar pribadi yang saling pembelajaran konvensional menghargai). dalam pembelajaran konvensional pemimpin kelompok sering ditentukan oleh guru atau kelompok dibiarkan untuk memilih pemimpinnya dengan cara masing-masing. Sedangkan. dalam pembelajaran konvensional keterampilan sering tidak langsung diajarkan. e.

Pembelajaran kooperatif sangat tepat digunakan untuk melatih keterampilan-keterampilan kerjasama dan kolaborasi.cit.20 Trianto. hal. op. 17 . Model-Model pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik (Jakarta: Prestasi Pustaka. Tujuan yang ingin dicapai tidak hanya kemampuan akademik dalam pengertian penguasaan bahan pelajaran. Adanya kerja sama inilah yang menjadi ciri khas dari pembelajaran kooperatif. 43-44.19 4. dan membantu siswa menumbuhkan kemampuan berpikir kritis. tetapi juga adanya unsur kerja sama untuk penguasaan materi tersebut. 20 Wina Sanjaya. Karakteristik Cooperative Learning Pembelajaran kooperatif berbeda dengan strategi pembelajaran yang lain.17 Para ahli telah menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik.. 244. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari proses pembelajaran yang menekankan kepada proses kerja sama dalam kelompok. serta keterampilan-keterampilan tanya jawab. 45. 2007). hal. hal. unggul dalam membantu siswa memahami konsep-komsep yang sulit.penekanan sering hanya pada penyelesaian tugas. 18 Ibid. 19 Ibid.18 Keterampilan sosial atau kooperatif berkembang secara signifikan dalam pembelajaran kooperatif.

Oleh karena itu. (3) organisasi. (2) pelaksanaan. tim harus mampu membuat setiap siswa belajar. yaitu: (1) perencanaan. menunjukkan bahwa dalam pembelajaran kooperatif perlu ditentukan kriteria keberhasilan baik melalui tes maupun nontes. Pembelajaran secara tim. Tim merupakan tempat untuk mencapai tujuan. melalui langkah-langkah pembelajaran yang sudah ditentukan termasuk ketentuan-ketentuan yang sudah disepakati bersama.Terdapat beberapa karakteristik strategi pembelajaran kooperatif. menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif harus dilaksanakan sesuai dengan perencanaan. b. oleh sebab itu perlu diatur tugas dan tanggung jawab setiap anggota kelompok. Semua anggota tim harus saling membantu untuk mencapai tujuan pembelajaran. . kriteria keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh keberhasilan tim. menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah pekerjaan bersama antar setiap anggota kelompok. menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif memerlukan perencanaan yang matang agar proses pembelajaran berjalan secara efektif. dan (4) kontrol. diantaranya yaitu: a. Untuk itulah. Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran secara tim. Didasarkan pada manajemen kooperatif Dalam pembelajaran kooperatif mempunyai empat fungsi pokok.

d. Dengan demikian. Setiap anggota kelompok bukan saja harus diatur tugas dan tanggung jawab masing-masing. siswa perlu didorong untuk ikut dan sanggup berinteraksi berbagai hambatan dam berinteraksi dan berkomunikasi. sehingga setiap siswa dapat menyampaikan ide. hal. akan tetapi juga ditanamkan perlunya saling membantu.21 Terdapat enam langkah utama atau tahapan dalam pelajaran yang menggunakan pembelajaran kooperatif. Langkah-langkah itu ditunjukkan pada Tabel berikut:22 dan memberikan kontribusi kepada keberhasilan 21 22 Ibid.c. . kelompok.cit. hal. Kemauan untuk bekerja sama Keberhasilan pembelajaran kooperatif ditentukan oleh keberhasilan secara kelompok. op. 244-246. mengemukakan pendapat. Oleh sebab itu. prinsip bekerja sama perlu ditekankan dalam proses pembelajaran kooperatif. Keterampilan bekerja sama Kemauan untuk bekerja sama itu kemudian dipraktikkan melalui aktivitas dan kegiatan yang tergambarkan dalam keterampilan bekerja sama. 48-49. Trianto.

Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing -masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. Fase-3 Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok kooperatif Guru menjelaskan caranya belajar dan agar kepada siswa bagaimana kelompok setiap membentuk membantu melakukan kelompok transisi secara efisien.1 Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif Fase Fase-1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Tingkah Laku Guru Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar. . Fase-2 Menyajikan informasi Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan. Fase-6 Memberikan penghargaan Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.Tabel 2. Fase Fase-4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar Fase-5 Evaluasi Tingkah Laku Guru Guru membimbing kelompokkelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugasnya.

Teknik belajar mengajar ini memberi kesempatan kepada siswa untuk melatih pengetahuan dan keterampilan mereka. Teknik belajar mengajar mencari pasangan (make a match) dikembangkan oleh Larna Curran (1994). Salah satu keunggulan teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Teknik belajar mengajar ini dikembnagkan oleh Frank Lyman dan Spencer Kagam sebagai struktur kegiatan pembelajaran kooperatif. Berpikir-berpasangan-berempat. Teknik ini memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain.Teknik Cooperative Learning Teknik-teknik yang digunakan dalam pembelajaran kooperatif diantaranya: a.5. d. Bertukar pasangan. . b. Teknik belajar mengajar bertukar pasangan memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dengan orang lain. Teknik. Berkirim salam dan soal. Keunggulan lain dari teknik ini adalah optimalisasi partisipasi siswa. Mencari pasangan. Kegiatan ini cocok untuk persiapan menjelang tes dan ujian. Siswa membuat pertanyaan sendiri sehingga akan merasa lebih terdorong untuk belajar dan menjawab pertanyaan yang dibuat oleh teman-teman sekelasnya. c.

Melalui cooperative learning siswa tidak telalu menggantungkan pada guru. sehingga memudahkan untuk mengerjakan tugas..55-61. .23 6. akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berpikir 23 Anita Lie. hal. Teknik belajar mengajar ini sebagai modifikasi dari Kepala Bernomor. Kepala bernomor struktural. Kepala bernomor. g.cit. op. Keunggulan dan Kelemahan Cooperative Learning Keunggulan pembelajaran kooperatif sebagai suatu strategi pembelajaran diantaranya: a. Teknik ini Memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat selain itu. Dengan teknik ini siswa belajar melaksanakan tanggung jawab pribadinya dalam saling keterkaitan dengan rekan-rekan kelompoknya. dapat mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerja sama mereka. Teknik belajar mengajar Dua Tinggal Tamu juga dikembangkan oleh Spencer Kagan (1992) dan bisa digunakan bersama dengan teknik Kepala Benomor. Teknik belajar mengajar Kepala Bernomor dikembangkan oleh Spencer Kagan (1992). Dua Tinggal Dua Tamu. f.e. Teknik ini memberi kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi dengan kelompok lain.

Siswa dapat berpraktik memecahkan masalah tanpa takut membuat masalah. Cooperative learning merupakan suatu strategi yang cukup ampuh untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial. dan belajar dari siswa yang lain. b. termasuk mengembangkan rasa harga diri. Cooperative learning dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan membandingkannya dengan ide-ide orang lain. e. karena keputusan yang dibuat adalah tanggung jawab kelompoknya. mengembangkan keterampilan memanage waktu. c. g. menerima umpan balik. Cooperative learning dapat membantu memberdayakan setiap siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar. Cooperative learning dapat meningkatkan kemampuan siswa menggunakan informasi dan kemampuan belajar abstrak menjadi nyata (riil).sendiri. f. hubungan interpersonal yang positif dengan yang lain. . Melalui cooperative learning dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri. menemukan informasi dari berbagai sumber. d. dan sikap positif terhadap sekolah. Cooperative learning dapat membantu anak untuk respek pada orang lain dan menyadari akan segala keterbatasannya serta menerima segala perbedaan.

diantanranya: a. hal.24 Di samping keunggulan. Interaksi selama kooperatif berlangsung dapat meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir. bahwa sebenarnya hasil atau prestasi yang diharapkan adalah prestasi setiap induvidu siswa. keadaan semacam ini dapat mengganggu iklim kerja sama dalam kelompok. jika tanpa peer teaching yang efektif. Akibatnya. Untuk siswa yang dianggap memiliki kelebihan. dan hal ini tidak mungkin dapat tercapai hanya dengan satu kali atau berkali-kali penerapan pembelajaran ini. guru perlu menyadari. Namun demikian. pembelajaran kooperatif juga memiliki kelemahan. Penilaian yang diberikan dalam cooperative learning didasarkan kepada hasil kerja kelompok. Keberhasilan cooperative learning dalam upaya mengembangakan kesadaran berkelompok memerlukan waktu yang cukup panjang. 24 Wina Sanjaya. maka dibandingkan dengan pengajaran langsung dari guru. b. bisa terjadi cara belajar yang demikian apa yang seharusnya dipelajari dan dipahami tidak pernah dicapai oleh siswa. op. 249-250 . Hal ini berguna untuk proses pendidikan jangka panjang. contohnya mereka akan merasa terhambat oleh siswa yang dianggap kurang memiliki kemampuan. Oleh karena itu.cit. Ciri utama dari cooperative learning adalah bahwa siswa saling membelajarkan. d. c.h.

yaitu mendatar (kumpulan kotak yang membentuk satu baris dan beberapa kolom ) dan menurun (kumpulan kotak yang membentuk satu kolom dan beberapa baris). Tinjauan Tentang Strategi Crossword Puzzle 1. 126. Untuk mencapai kedua hal itu dalam cooperative learning memang bukan pekerjaan yang mudah. siswa juga harus belajar bagaimana membangun kepercayaan diri. Walaupun kemampuan bekerja sama merupakan kemampuan yang sangat penting untuk siswa.e. B. Dengan demikian strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Oleh karena itu.25 Crossword puzzle merupakan suatu game dengan template berbentuk segi empat yang terdiri dari kumpulan kotak-kota berwarna hitam putih serta dilengkapi dua lajur. menurut J. akan tetapi banyak aktivitas dalam kehidupan yang hanya didasarkan pada kemampuan secara individual. idealnya melalui cooperative learning selain siswa belajar bekerja sama.R. . keseluruhan kotak yang berwarna putih 25 Ibid. hal. David strategi diartikan sebagai: ”a plan method. or series of activities designed to achieves a particular educational goa”l. Untuk menyelesaikan permainan ini. Pengertian Strategi Crossword Puzszle Dalam dunia pendidikan.

Analisa Penerapan Algoritma Backtracking.harus terisi dengan kata-kata yang tersedia dalam kumpulan kata yang ada.yahoo. pada Game “ Crossword Puzzle ” (http:www. hal. 1-2. . Template Crossword Puzzle 26 Ajeng Wirasati dan Ronny Adry. Secara spesifik crossword puzzle merupakan suatu game yang memungkinkan user memasukkan kata yang bersesuaian dengan panjang kotak yang tersedia secara berkesinambungan sampai seluruh kotak terisi penuh.1.com. Aturan pengisian kata-kata tersebut berhubungan dengan penyamaan jumlah kotak dengan jumlah karakter pada kata dan pengisian kata-kata ke dalam kotak pada crossword puzzle secara berkesinambungan. diakses 18 Februari 2009).26 Gambar 2.

Crossword puzzle merupakan salah satu permainan yang dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran yang baik dan menyenangkan tanpa kehilangan esensi belajar yang sedang berlangsung, bahkan dapat melibatkan partisipasi siswa secara aktif sejak awal.27

2. Langkah-Langkah Strategi Crossword Puzzle Adapun cara membuat Crossword Puzzle adalah terlebih dahulu guru hendaknya menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan, seperti kertas HVS, penggaris, pensil, ballpoint, spidol, dan penghapus. Adapun prosedur permainannya sebagai berikut: a. Menulis kata-kata kunci, terminologi atau nama-nama yang

berhubungan dengan materi pelajaran yang telah diajarkan. b. Membuat kisi-kisi yang dapat diisi dengan kata-kata yang telah dipilih dan hitamkan bagian yang tidak diperlukan. c. Membuat pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya adalah kata-kata yang telah dibuat atau yang mengarah pada kata-kata tersebut. d. Membagi kelas menjadi beberapa kelompok. e. Setiap kelompok diberi selembar teka-teki yang sama dengan kelompok lain. f. Memberikan batas waktu untuk mengerjakan teka-teki tersebut. g. Setelah waktu yang ditentukan habis, setiap kelompok membacakan hasilnya secara bergantian.
27

Hisyam, dkk, Strategi Pembelajaran di Perguruan Tinggi, (Yogyakarta: CTSD, 2002),

hal. 68.

h. Mengoreksi hasil kerja kelompok dan memberi hadiah kepada kelompok yang mengerjakan paling cepat dan benar.28 Selain Crossword Puzzle (teka-teki silang), terdapat permainan puzzle yang lain, yaitu mengisi lembaran berupa teka-teki berdasarkan topik-topik tertentu dengan menandai jawaban yang benar. Permainan puzzle sangat menarik bila dikaitkan dengan pembelajaran akidah akhlak pada materi asmaul husna . Permainan puzzle berupa tulisan tersebut diperlihatkan dalam pembelajaran akidah akhlak bertujuan untuk melatih daya ingat tentang materi yang telah diajarkan. Permainan ini dapat menimbulkan semangat kerjasama dan kreativitas siswa serta melatih mereka untuk berfikir sistematis.29

3. Kelebihan dan Kelemahan Strategi Crossword Puzzle Kelebihan strategi crossword puzzle dalam proses pembelajaran diantaranya, yaitu: a. Melalui strategi crossword puzzle siswa sedikit banyak telah memunculkan semangat belajar dan rasa percaya diri pada setiap siswa. Karena strategi ini dapat memacu diri siswa untuk lebih menggali konsep-konsep materi yang diajarkan sehingga menghasilkan rasa keingintahuan dan percaya diri yang tinggi.

28 Melvin L. Silberman, Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif, (Bandung: Nuansa, 2006), h. 238-239. 29 Nunu A. Hamijaya dan Nunung K. Rukmana, Cara Mudah Bergembira bersama AlQur’an, (Bandung: Jembar, 2007), hal. 112.

b. Melalui penerapan strategi crossword puzzle ini siswa belajar untuk lebih menggali potensi yang ada pada dirinya dan dapat lebih menghargai talenta yang telah dianugerahkan Tuhan kepadanya. Selain itu siswa juga belajar untuk menghargai kelebihan dan kekurangan masing-masing. c. Strategi ini sangat efektif karena mampu meningkatkan aktivitas dan kreatifitas siswa dalam bentuk interaksi baik antara siswa dengan guru maupun antara siswa dengan siswa lainnya. Bahkan interaksi ini lebih didominasi oleh interaksi antara siswa dengan siswa sedangkan guru hanya bersifat sebagai moderator saja. d. Secara keseluruhan strategi ini mampu menciptakan proses

pembelajaran yang menyenangkan yang pada akhirnya diharapkan akan meningkatkan minat dan motivasi pada siswa. e. Sifat kompetitif yang ada dalam permainan crossword puzzle dapat mendorong pesereta didik berlomba-lomba untuk maju.30 Selain berbagai kelebihan, ada juga beberapa kelemahan strategi crossword puzzle dalam proses pembelajaran diantaranya, yaitu: a. Sedikitnya waktu pembelajaran yang tersedia sedangkan materi yang harus diajarkan sangat banyak. Dalam Kurikulum Berbasis

Kompetensi (KTSP) dikatakan bahwa guru memiliki kewenangan untuk memilih materimateri esensial yang akan diajarkan kepada siswanya, sedangkan kenyataannya adalah masih adanya tes bagi siswa
Piping Sugiharti, Penerapan Teori Multiple Intelligence dalam Pembelajaran Fisika, Jurnal Pendidikan Penabur - No.05/ Th.IV/ Desember 2005 (http:www.yahoo.com, diakses 6 Agustus 2009), hal. 40-41.
30

e.. peserta yang lebih dahulu selesai (berhasil) dalam permainan crossword puzzle belum dapat dijadikan ukuran bahwa dia seorang siswa lebih pandai dari lainnya.31 31 Ibid. Penerapan strategi crossword puzzle dalam ruang kelas juga memungkinkan terjadinya diskusi hangat dalam kelas. hal. Hal ini juga dapat menggangu konsentrasi guru dan siswa yang berada di kelas lain. Akhirnya.(ujian nasional dan ujian sekolah contohnya). b. dengan soal-soal yang notabene bukan berasal dari guru yang bersangkutan. Adakalanya siswa berteriak atau bertepuk tangan untuk mengungkapkan kegembiraannya ketika mereka mampu memecahkan suatu masalah. Adanya keengganan dari para guru untuk mengubah paradigma lama dalam pendidikan. Banyak mengandung unsur spekulasi. d. 41-42 . Sedang pemahaman tentang materi mana yang dianggap esensial dan materi mana yang kurang esensial bagi setiap guru bisa saja berbeda-beda. Kebanyakan guru sudah merasa nyaman dengan metode ceramah sehingga mereka enggan untuk mencoba hal-hal yang baru karena dianggap merepotkan. mau tidak mau guru harus mengajarkan semua materi yang ada dalam buku paket. c. Tidak semua materi pelajaran dapat dikomunikasikan melalui permainan crossword puzzle dan Jumlah peserta didik yang relatif besar sulit melibatkan seluruhnya.

Tinjauan Tentang Motivasi Belajar 1. Oemar Hamalik. suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. 33 37. mempertahankan. kegiatan. motivasi adalah proses membangkitkan. 1992). Pendapat lain mengatakan belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Dibandingkan dengan pengertian yang pertama. Sebagai suatu masalah di dalam kelas. hal. Dalam hal ini tugas guru adalah membantu siswa untuk memilih topik. 32 Belajar adalah suatu proses. Kurikulum dan Pembelajaran (Jakarta: Bumi Aksara. dan mengontrol minatminat. . 2007). 36- 173. yakni perubahan tingkah laku. Belajar bukan hanya mengingat.33 Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. hanya berbeda cara atau usaha pencapaiannya. atau tujuan yang bermanfaat. Psikologi Belajar dan Mengajar (Bandung: Sinar Baru. melainkan perubahan kelakuan. Belajar adalah perubahan tingkah kalu secara relatif permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik atau 32 Oemar Hamalik.C. hal. Pengertian Motivasi Belajar Menurut McDonald motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif dan reaksi untuk mencapi tujuan. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan. yakni mengalami. akan tetapi lebih luas. maka jelas tujuan belajar itu prinsipnya sama. baik jangka panjang atau pendek.

Adanya lingkungan belajar yang kondusif. Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar. Jadi. Adanya penghargaan dalam belajar. Sebagai pengarah. hal. Adanya harapan dan cita-cita masa depan. fungsi motivasi meliputi sebagai berikut: a.. Sebagai pendorong. Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan (Jakarta: Bumu Aksara. f. Tanpa motivasi maka tidak akan timbul sesuatu perbuatan seperti belajar. d. 34 Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku. sehingga memungkinkan siswa dapat belajar dengan baik. 2007). b. c. yaitu mendorong timbulnya suatu tingkah laku atau perbuatan. 23. yaitu mengarahkan perbuatan pencapaian tujuan yang diinginkan. 34 .35 Motivasi dianggap penting dalam upaya belajar dan pembelajaran karena mendorong timbulnya tingkah laku dan mempengaruhi serta mengubah tingkah laku. b.penguatan yang dilandasi tujuan untuk mencapai tujuan tertentu. Adanya hasrat dan keinginan berhasil. Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a. Hamzah B. e. 35 Ibid. Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar. Uno. pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Hal ini mempunyai peranan besar dalam keberhasilan seseorang dalam belajar.

37 Setiap tindakan motivasi mempunyai tujuan. di samping itu timbul keberaniannya sehingga ia tidak takut dan malu lagi. hal. dan kepribadian orang yang akan dimotivasi. Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya. Tujuan Motivasi Belajar Secara umum tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau menggugah seseorang agar timbul keinginan dan kemauannya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau mencapai tujuan tertentu. Makin jelas tujuan yang diharapkan.cit. Dengan pujian itu. setiap orang akan memberikan motivasi harus mengenal dan memahami latar belakang. 73-74. Oleh karena itu. Sebagai contoh seorang guru memberikan pujian kepada siswa yang maju ke depan kelas dan dapat mengerjakan soal di papan tulis. yaitu menggerakkan tingkah laku seseorang. 2006). tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau memacu siswa agar timbul keinginan dan kemauannya untuk meningkatkan prestasi belajarnya sehingga tercapai tujuan pendidikan sesuai dengan yang diharapkan dan ditetapkan dalam kurikulum sekolah. hal. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan. makin jelas pula bagaimana tindakan memotivasi itu dilakukan. Ibid. 38 .36 2. kebutuhan. 73. hal. Sebagai penggerak. 108. Bagi guru. M. dalam diri anak tersebut timbul rasa percaya pada diri sendiri. op.38 36 37 Oemar Hamalik.c. Ngalim Purwanto.

motivasi belajar dapat dibagi menjadi dua macam. Misalnya anak mau belajar karena ingin memperoleh ilmu pengetahuan dan ingin menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa. Hover. Uzer Usman.3. b. Terhadap jawaban (perbuatan) yang serasi (sesuai dengan keinginan) 39 Moh. . 1995). ia rajin belajar tanpa ada suruhan dari orang lain. Semua siswa mempunyai kebutuhan-kebutuhan psikologis (yang bersifat dasar) tertentu yang harus mendapat kepuasan. tetapi atas kemauan sendiri.39 Menurut Kenneth H. d. suruhan. 29. Motivasi ekstrintik adalah motivasi yang timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu. karena adanya ajakan. Motivasi instrintik (dari dalam individu) lebih efektif daripada motivasi esktrintik (dari luar). hal. Misalnya seseorang mau belajar karena disuruh oleh orang tua agar mendapat peringkat pertama di kelasnya. atau paksaan dari orang lain yang akhirnya dapat melakukan sesuatu atau belajar. Motivasi instrintik adalah motivasi yang timbul sebagai akibat dari diri individu sendiri tanpa ada paksaan dan dorongan dari orang lain. maka diperlukan prinsip-prinsip motivasi sebagai berikut: a. b. Menjadi Guru Profesional (Bandung: Remaja Rosdakarya. untuk mendorong motivasi belajar terhadap siswa. yaitu: a. Pujian lebih efektif daripada hukuman. c. Macam-macam Motivasi Belajar Berdasarkan pengertian di atas. Oleh karena itu.

2007). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan menjadi tiga macam. i. h. Kondisi organ-organ khusus. e.40 4. Faktor internal. yaitu: 1) Aspek fisiologis (jasmaniah). 163-165. 40 Oemar Hamalik. Motivasi itu mudah menjalar atau tersebar terhadap orang lain. hal. Teknik dan proses mengajar yang bervariasai adalah efektif untuk memelihara minat siswa. Proses Belajar Mengajar (Jakarta: Bumi Aksara. yaitu: a. yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi dua aspek.perlu dilakukan usaha pemantauan atau penguatan. Pemahaman yang jelas terhadap tujuan-tujuan akan merangsang motivasi. Kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya. g. dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. seperti tingkat kesehatan indera pendengar dan penglihat. f. Tugas-tugas yang dibebankan oleh diri sendiri akan menimbulkan minat yang lebih besar untuk mengerjakannya daripada apabila tugastugas itu dipaksakan oleh guru. . Pujian-pujian yang datangnya dari luar kadang-kadang diperlukan dan cukup efektif untuk merangsang minat yang sebenarnya.

dan (e) motivasi siswa. b. tetangga. (d) minat siswa. keadaan cuaca. dan teman-teman sekelas). dan orang tua atau keluarga dapat mempengaruhi semangat belajar siswa. dan temanteman sepermainan di sekitar perkampungan siswa tersebut). yaitu jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi pelajaran. (c) bakat siswa. 2) Aspek psikologis (rohaniah). tempat tinggal siswa. Faktor ini juga berpengaruh . yaitu faktor yang berasal dari luar diri siswa. seperti sekolah (para guru. khususnya yang disajikan di kelas. yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa. alat-alat belajar. c. meliputi: gedung sekolah. Faktor ini terdiri atas dua macam. 2) lingkungan nonsosial. Faktor eksternal. yaitu: 1) lingkungan sosial. di antara faktor-faktor rohaniah siswa yang pada umumnya dipandang lebih esensial adalah (a) tingkat intelegensi atau kecerdasan siswa. Faktor pendekatan belajar. dan waktu belajar yang digunakan siswa dapat menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. Banyak faktor yang termasuk aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas perolehan belajar siswa.juga dapat mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyerap informasi dan pengetahuan. (b) sikap siswa. Namun. staf administrasi. siswa (masyarakat.

semakin besar nilai tujuan bagi individu yang bersangkutan dan semakin besar pula motivasi dalam melakukan suatu perbuatan. Tujuan yang jelas. Semakin jelas tujuan. 144-155. b. Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan. berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya dan mengatasi prestasi orang lain. c. hal. . Cara Menggerakkan Motivasi Belajar Siswa Untuk membangkitkan motivasi belajar siswa. Psikologi Belajar (Jakarta: RajaGrafindo Persada. guru hendaknya berusaha dengan berbagai cara. sehingga dengan demikian siswa berusaha untuk mencapai indikator tersebut. 2004). Guru berusaha menciptakan persaingan diantara siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya.terhadap taraf keberhasilan proses belajar siswa tersebut. Seorang siswa yang terbiasa mengaplikasikan pendekatan belajar deep (menengah) misalnya.41 5. 41 Muhibbin Syah. Pace Making (membuat tujuan sementara atau dekat). yaitu: a. Kompetensi (persaingan). Beberapa cara membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam menumbuhkan motivasi instrinsik. Pada awal kegiatan belajar-mengajar guru hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa indikator yang akan dicapainya. mungkin sekali berpeluang untuk meraih perstasi belajar yang bermutu daripada siswa yang menggunakan pendekatan belajar surface atau reproductive (rendah).

barulah siswa giat belajar agar mendapat nilai yang baik. Menurut Munandar mengungkapkan salah satu indikator peserta didik berbakat. Hal ini terbukti dengan kenyataan bahwa banyak siswa yang tidak belajar bila tidak ada ulangan. e. Jadi.cit. kesenangan dan kepercayaan terhadap diri sendiri. b. yaitu: a.42 Untuk mengidentitifikasi potensi peserta didik dapat dikenali dari ciri-ciri (indikator) keberbakatan peserta didik. tidak berhenti sebelum selesai). guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk meraih sukses dengan sendiri dengan bimbingan guru. Akan tetapi. Pada umumnya semua siswa mau belajar dengan tujuan memperoleh nilai yang baik. c. diantara indikator motivasi. Mengadakan penilaian atau tes. hal. f. Dengan demikian. bila guru mengadakan bahwa lusa akan diadakan ulangan lisan.op. Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi. Motif akan timbul jika individu memiliki minat yang besar. yaitu motivasi. Minat yang besar. 29-30. Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa). Kesempurnaan untuk sukses. . angka atau nilai itu merupakan motivasi yang kuat bagi siswa. Kesuksesan dapat menimbulkan rasa puas. Sedangkan kegagalan akan membawa efek yang sebaliknya. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu yang lama.d. 42 Moh. Uzer Usman .

Menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah ”orang dewasa” (misalnya terhadap pembangunan. Senang mencari dan memecahkan masalah. 2004). korupsi. hal. ciri-cirinya mudah terbenam dan benar-benar terlibat dalam suatu tugas. bosan menghadapi tugas rutin. dan sebagainya). berdisiplin. Selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasinya). bertanggung jawab. Pedoman Diagnostik Potensi Peserta Didik (Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Sedangkan menurut Yaumil. menjelaskan bahwa komitmen terhadap tugas sering dikaitkan dengan motivasi instrintik untuk berprestasi. Ingin mendalami bahan atau bidang pengetahuan yang diberikan. lebih suka bekerja secara mandiri. h. 18-21. keadilan.d. i. mendambakan dan mengejar hasil sempurna. f. dan dapat mempertahankan pendapat-pendapatnya. sangat terikat pada nilai-nilai baik dan menjauhi nilai-nilai buruk. 43 . sangat tangguh dan ulet menyelesaikan masalah. Mengejar tujuan-tujuan jangka panjang (dapat menunda pemuasan kebutuhan sesaat yang ingin dicapai kemudian). g. e. dan sulit mengubah pendapat yang telah diyakininya. cepat bosan dengan tugastugas rutin.43 Hamid Muhammad. penuh semangat. Senang dan rajin belajar.

Siapa yang menghitungnya tentu masuk surga. sebagaimana hadits bahwa orang-orang khawarij juga membaca Al Qur’an sementara ia (bacaannya) itu melewati tenggorokan mereka. Pengertian Pembelajaran Asmaul Husna Pembelajaran Asmaul Husna adalah pembelajaran mengenal tentang nama-nama indah untuk Allah (kepunyaan Allah).D. Siapa yang mengamalkan bahwa Allah swt memiliki nama-nama khusus seperti al ahad (Maha Esa). al Qodir (Maha Kuasa) dan yang lainnya maka wajib baginya untuk . Allah memiliki nama-nama yang baik yang disebut dengan Asmaul Husna. (H. seratus kurang satu. al Muta’al (Maha Tinggi). Al ‘Ashili mengatakan bahwa makna dari menghitung nama-namaNya adalah mengamalkannya bukan menghitung dan menghafalkannya karena apabila sebatas itu maka itu pun bisa dilakukan oleh orang-orang kafir maupun munafiq.a bahwasannya Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama. karena Allah menyukai bilangan yang ganjil.R Imam Bukhori). Ibn Batthol mengatakan bahwa menghitung bisa dilakukan dengan lisan dan perbuatan. Pembelajaran Asmaul Husna 1. Sebagaimana hadits Nabi yang berbunyi: َ ِ ‫َ َ َ أ ُ ا ْ َ َ ن أ ْ َ َ َ ُ َ ْ ٌ َ َ َ أ ُ ا َ د َ ْ ا َْ ْ َج َ ْ أ ِ ه َ ْ َة ر‬ َ َ ُ َ ِ ِ َ َِ َ ‫ا ُ َ ْ ُ َن ر ُ ل ا ِ َ ا ُ ََ ْ ِ و َ َ َ ل ِن ِ ِ ِ ْ َ ً و ِ ْ ِ َ ا ْ ً ِ َ ً إ‬ ِ َ ‫َإ‬ َ َ َ ‫أ‬ َ َ ْ ‫َا ِ ًا َ ْ أ ْ َ ه د َ َ ا‬ َ َ َ ‫و‬ Artinya: Abu yaman menceritakan kepada kami Syu’aib menghabarkan kepada kami Abu zinad menceritakan kepada kami dari Al-A’raj dari Abu hurairah r. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Asmaul Husna ini jumlahnya ada 99.

al ‘Afwu (Maha Pemaaf) dan lainnya. dan meniru kandungan makna dari nama yang baik tersebut 44 Sigit Purnomo. Jika kita memohon diberi petunjuk. Jika kita mohon diberi sifat kasih sayang.meyakini dan tunduk terhadapnya. Dan disunnahkan bagi hamba-Nya untuk berhias dengan makna-maknanya dalam rangka menunaikan hak mengamalkannya maka inilah makna menghitung dengan amal. al Karim (Maha Mulia). nama-nama dalam Asmaul Husna ini. Allah sendirilah yang menciptakannya. Asmaul Husna hanya milik Allah SWT.44 Sembilan puluh sembilan tersebut menggambarkan betapa baiknya Allah. Manfaat Asmaul Husna (http:www. menghafal dan berdoa dengannya walaupun dalam hal menghitung dan menghafal bisa dilakukan oleh orang-orang yang tidak beriman akan tetapi seorang mukmin dibedakan dengan keimanannya dan mengamalkannya. Sebutlah nama-nama Allah. Manusia sebagai makhluk-Nya hanya dapat memahami. Adapun menghitung dengan lisan adalah mengumpulkan. Anjuran untuk menggunakan Asmaul Husna dalam berzikir dan berdoa. sebutlah nama Ar-Rahmân (Maha Pengasih). Semoga doa kita akan semakin makbul.yahoo. diakses 6 Agustus 2009). . mempelajari. dalam setiap zikir dan doa kita.com. Dan Allah mempunyai nama-nama yang disunnahkan untuk diikuti didalam makna-maknanya seperti ar Rohim (Maha Penyayang). diterangkan oleh Allah SWT dalam Al-Quran. sebutlah nama Al-Hadi (Maha Pemberi Petunjuk).

dapat menunjukkan contohnya.com. Asmaul Husna dan Sifat-Sifat Allah (http:www.45 Pada umumnya jumhur ulama menyatakan bahwa Asmaul Husna itu berjumlah 99 nama. diakses 6 Agustus 2009).yahoo. Namun Abubakar Ibnul Araby salah seorang ulama bermazhab Maliki – seperti dikutip oleh Ibnu Katsir menyebutkan bahwa sebagian ulama telah menghimpun nama-nama Tuhan dari AlQur’an dan Sunnah sebanyak 1. berupa mu’jizat dapat menghidupkan orang yang sudah meninggal. dan membiasakan berdo’a dengan asmaul husna. Nabi Nuh diselamatkan dari banjir bandang. 1984).yahoo. Khasiat Ayat-Ayat Al-Qur’an (Surabaya: Mahkota. seperti Nabi Ibrahim tidak hangus dibakar oleh kaumnya. dan Nabi-nabi Allah lainnya. 46 45 .dalam kehidupan sehari-hari. Ada juga yang menyatakan kalau jumlah Asmaul Husan itu ada 100.000 nama. dan sebagainya. yang diajarkan di madrasah atau sekolah. Ja’far Shidiq. sehingga siswa hafal dan mengetahui artinya. 47 Masrap Suhaemi. sehingga besipun menjadi leleh karenanya (ketika dibacakan oleh Nabi Daud). hal.46 Asmaul Husna inilah yang dahulu ketika Nabi Isa diberi kelebihan untuk memenangkan agama Allah.com. dan menyembuhkan segala penyakit yang diderita manusia ketika itu. Ternyata Ada 100 Asma Al-Husna (Qiyas Media. diakses 6 Agustus 2009 ). 47 Materi Asmaul Husna ini terdapat pada pelajaran Akidah Akhlak. Dengan adanya materi ini siswa dapat mengenal Allah melalui sifat-sifat yang terkandung dalam asmaul husna. 51. Demikian besar hebatnya asma-asma Allah. 2009/ http:www. gunung-gunung akan hancur karenanya.

dan yang menjadi tujuan karena dzatnya. . maka semakin bertambah pula keimanannya bahkan semakin kuat keyakinannya. dan Tauhid Asma’ wa Shifat. (b) mamahami makna dan sasarannya. Tauhid Uluhiyah.48 Pengetahuan tentang Allah serta nama-nama dan sifat-sifat-Nya adalah semulia-mulianya ilmu. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an: 48 Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani. Semakin bertambah pemahaman seorang hamba terhadap nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Al-A’raf:180).Ma’rifat Asmaul Husna termasuk sesuatu yang dapat menguatkan dan menumbuhkan iman. Dia adalah ilmu ynag diwajibkan karena dzatnya. Maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. nanti mereka akan mendapat Balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. hal. 2007). yaitu: (a) menghitung lafazhnya. Memahami Asmaul Husna itu mempunyai tiga tingkatan. serta (c) berdo’a kepada Allah dengan nama-nama tersebut. Misteri Asmaul Husna (Solo: Pustaka Ar-Rayyan. (Qs. 10-11. yaitu do’a berupa sanjungan dan ibadah serta do’a masalah (meminta sesuatu). sebab memahami Asmaul Husna itu mengandung tiga jenis tauhid yang dikenal: Tauhid Rububiyah. Sebagaimana firman Allah yang berbunyi: Artinya: Hanya milik Allah asmaa-ul husna. Itu semua adalah pokok pangkal keimanan dan iman itu sendiri kembali kepada halhal tersebut.

Komitmen untuk memulai. Ath-Thalaaq:12). Aristoteles mengingatkan. melainkan sebuah kebiasaan”. dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. kegiatan ini merupakan 49 faktor yang menentukan keberhasilan selanjutnya. Al-Ghazali menegaskan. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Riyadhah (training rohani) dan mujahadah (serius).Artinya: Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Dengan demikian Ilmu tentang Tuhan adalah yang paling dituntut dari makhluk-Nya. ”Perbuatan yang dilakukan berulang-ulang selama beberapa waktu akan memberi pengaruh yang mantap pada jiwa” b. agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Langkah-Langkah dalam Memahami Asmaul Husna Langkah-langkah teoritis dan praktis dalam memahami nama-nama Allah. dan Menurunkan segala urusan antara langit dan bumi agar hamba-Nya tahu. ”Keunggulan bukanlah suatu perbuatan. Dalam ayat tersebut.49 2. yaitu: a. 2. (Qs. bahwa Dia adalah Dzat Yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Allah menjelaskan bahwa Dia telah menciptakan langit dan bumi. hal. 2001). . Perintah Allah Berlaku padanya. Asmaul Husna Nama-Nama Indah Allah (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

hal. Penerapan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna Guru dapat menggunakan berbagai cara untuk membangkitkan motivasi belajar tentang Asmaul Husna dengan menerapkan pembelajaran kooperatif. Guru senantiasa mempelajari teknik-teknik penerapan model cooperative Sulaiman Al-Kumayi. 2006). di antaranya yaitu: memberi angka. Mewiridkan. Agar pelaksanaan cooperative learning dapat berjalan dengan baik. pujian kepada siswa. memberi hadiah. dan ruh. jiwa. 50 . Kecerdasan 99 Cara Meraih Kemenangan dan Ketengan Hidup Lewat Penerapan 99 Nama Allah (Jakarta: Mizan Publika.Muhammad Nafis Al-Banjari mengingatkan adanya tiga rintangan yang harus dilalui dan dihadapi ketika akan melalakukan training tersebut. karena merasa selalu sering dilakukan. untuk memberikan kesan yang mendalam kepada otak. 3) Malal (pembosan): cepat merasa jemu dan bosan untuk melaksanakan ibadah. 2) Futur (bimbang/lemah pikiran): tidak memiliki tekad yang kuat karena terpengaruh oleh kehidupan duniawi. maka upaya yang harus dilakukan adalah sebagai berikut : 1. dan kerja sama dalam memainkan crossword puzzle. yaitu: 1) Kasal (malas): malas untuk mengerjakan ibadah kepada Allah.50 E. Menjadikan Asmaul Husna sebagai prinsip hidup dan kompas dalam kegiatan sosial. c. d. xi-xii.

yahooo. op. Wina Sanjaya. Penggunaan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. 52 51 .cit. menumbuhkan sikap menerima kekurangan diri dan orang lain. yaitu: 1. hal. penerapan pembelajaran kooperatif melalui strategi teka-teki silang dalam meningkatkan motivasi belajar Asmaul Husna dimaksudkan para siswa dapat belajar menerima perbedaan pendapat dan bekerjasama dengan teman yang berbeda latar belakangnya. Pembelajaran kooperatif dapat merealisasikan kebutuhan siswa dalam belajar berpikir. Diadakan sosialisasi dari pihak terkait tentang teknik cooperative learning. (Jakarta: Bumi Aksara. 229. tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan. 53 Masnur Muslich. 5. diakses 18 Februari 2009 ). memecahkan masalah. serta dapat meningkatkan harga diri. 4. Selama kerja kelompok.51 Menurut Slavin mengemukakan dua alasan dalam menerapkan pembelajaran kooperatif. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. dalam artian tiap kelas merupakan kelas heterogen.cit (http: www. 2007).52 Oleh karena itu. Meningkatkan sarana pendukung pembelajaran terutama sumber buku.learning di kelas dan menyesuaikan dengan materi yang akan diajarkan. 242. hal. 2. Mensosialisasikan kepada siswa akan pentingnya sistem teknologi dan informasi yang dapat mendukung proses pembelajaran.com. meningkatkan kemampuan hubungan sosial. 2. 3. op.53 Novi Emildadiany. dan mengintegrasikan pengetahuan dengan ketrampilan. Pembagian jumlah siswa yang merata.

Kedua pendapat tersebut digabungkan menjadi satu sehingga menjadi sebelas ciri.55 Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). (7) lebih mementingkan proses daripada hasil.. (3) metode kualitatif. (5) teori dari dasar. tindakan. 6. 2007). 8-13. (8) adanya batas yang ditentukan oleh fokus. dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa. hal. pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. dan lain-lain. Pendekatan ini bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku. (4) analisis data secara induktif. sedangkan Lincoln dan Guba mengemukakan sepuluh ciri penelitian kualitatif. secara holistik. hal. (6) deskriptif. persepsi. karena jenis penelitian ini mampu menawarkan cara dan prosedur baru untuk Lexy J. dan (11) hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama. 54 . Moleong.BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. (2) manusia sebagai alat (instrumen). Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung Remaja Rosdakarya. motivasi. 55 Ibid.54 Penelitian kualitatif memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan penelitian lainnya. (10) desain yang bersifat sementara. yaitu: (1) latar alamiah. Menurut Bogdan dan Biklen mengemukakan lima ciri. (9) adanya kriteria khusus untuk keabsahan data.

58 Ibid. dan sebagainya.57 Secara ringkas PTK dapat diartikan sebagai upaya atau tindakan yang dilakukan oleh guru atau peneliti untuk memecahkan masalah pembelajaran melalui kegiatan penelitian. Menurut Joni dan Tisno PTK merupakan kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan rasional dari tindakan-tindakan yang dilakukannya itu. 15. dan perubahan pembelajaran yang lebih baik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Wahidmurni. Penelitian Tindakan Kelas dari Teori Menuju Praktik (Malang: UM Press. 14. serta untuk memperbaiki kondisi-kondisi di mana praktek-praktek pembelajaran tersebut dilakukan.58 56 Suharsimi Arikunto. peningkatan.memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme pendidik dalam proses belajar mengajar di kelas dengan melihat kondisi siswa. 3. hal. 2. 102.. Soedarsono menyatakan PTK merupakan suatu proses di mana melalui proses ini guru dan siswa menginginkan terjadinya perbaikan. hal. 2007).56 Adapun beberapa definisi PTK dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. dkk. meningkatkan prestasi belajar. pengembangan keahlian mengajar. Bahkan McNiff dalam bukunya yang berjudul Action Research Principles and Practice memandang PTK sebagai bentuk penelitian reflektif yang dilakukan oleh pendidik sendiri terhadap kurikulum pengembangan sekolah. 2008). hal. Penelitian Tindaakn Kelas (Jakarta: Bumi Aksara. Suyanto menyatakan PTK sebagai penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran dikelas. 57 .

Ibid. namun secara garis besar terdapat empat tahapan yang harus dilaluinya. mensintesis terhadap apa yang telah dilakukan di kelas. di mana. 16-19. 2. hal. kapan. dilakukan secara mandiri oleh peneliti dalam praktik pembelajarannya.60 Dalam melaksanakan PTK harus mengacu pada desain penelitian yang telah dirancang sesuai dengan prosedur penelitian yang berlaku.. sehingga peneliti secara reflektif dapat menganalisis. Ada beberapa ahli yang mengemukakan model penelitian dengan model yang berbeda. oleh siapa. yaitu:61 1. 108-109. peneliti dapat memperbaiki praktik-praktik pembelajaran sehingga lebih efektif. dkk. 61 Ibid. yaitu: masalah yang diangkat adalah masalah yang dihadapi oleh guru di kelas dan adanya tindakan tertentu untuk memperbaiki proses belajar mengajar di kelas. Pelaksanaan (Acting). .PTK ini. Dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa.. hal. loc. Fungsinya sebagai patokan untuk mengetahui bentuk penerapan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar Asmaul Husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang. mengapa. Dalam hal ini berarti dengan melakukan PTK.cit. dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Tahap kedua dari penelitian tindakan adalah pelaksanaan yang merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan. Perencanaan (Planning). diantaranya. 59 60 Suharsimi Arikunto.59 PTK mempunyai karakteristik tersendiri yang membedakan dengan penelitian yang lain.

yaitu mengenakan tindakan kelas. 3. Pengamatan (Observing). Tahan ketiga ini, yaitu kegiatan pengamatan yang dilakuakn oleh pengamat. Sebetulnya sedikit kurang tepat kalau pengamat ini dipisahkan dengan pelaksanaan tindakan karena seharusnya pengamatan dilakukan pada waktu tindakan sedang dilakukan. Jadi, keduanya berlangsung dalam waktu yang sama. 4. Refleksi (Reflecting). Tahap keempat merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Kegiatan refleksi ini sangat tepat dilakukan ketika guru pelaksana sudah melakukan tindakan, kemudian berhadapan dengan peneliti untuk mendiskusikan implementasi rancangan tindakan, jika penelitian ini kolaboratif. Adapun model penelitiannya dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pengamatan ? Gambar 3.2 Model Penelitian Tindakan Kelas Pelaksanaan Pelaksanaan

B. Kehadiran Peneliti Dalam penelitian ini peneliti adalah sebagai instrumen pengumpul data. Selain itu Instrumen pendukung penelitian ini adalah pedoman wawancara, pedoman observasi, dan dokumen. Mengenai status peneliti adalah sebagai pengamat penuh serta diketahui subjek atau informan. Oleh karena itu, kehadiran peneliti adalah mutlak, lebih-lebih dalam PTK peneliti mandiri, selain sebagai pelaku tindakan (berarti juga sumber data) peneliti juga bertugas sebagai pengamat aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar.62 Dalam hal ini peneliti hadir dilapangan untuk melaksanakan dan mengamati berlangsungnya pembelajaran kooperatif dengan strategi

crossword puzzle pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang terkait dengan motivasi belajar.

C. Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Sunan Kalijogo terletak di jalan Candi III/D Desa Karang Besuki Kecamatan Sukun Kabupaten Malang. Setting penelitian ini ditujukan pada siswa kelas IV A yang sering mengalami kejenuhan dalam proses belajar Akidah Akhlak, karena selama ini metode pembelajaran yang digunakan masih belum bervariasi, sehingga sebagian siswa merasa bosan. Karakteristik siswa kelas IV A cukup menarik, karena termasuk siswa yang aktif dengan jumlah 25 siswa. Oleh karena itu peneliti mencoba untuk

62

Wahidmurni, op.cit, hal. 34.

menerapkan pembelajaran kooperatif pada pelajaran Akidah Akhlak. D. Sumber dan Jenis Data Secara garis besar data dalam penelitian ini dapat dipilih menjadi dua jenis, yaitu data kualitatif dan data kuantitaif. Menurut Lofland sumber data utama dalam penelitin kualitatif ialah kata-kata, dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Sedangkan data kuantitatif berupa data statistik. 63 Adapun jenis data kualitatif diantaranya, yaitu: 1. Kata-kata dan tindakan. Kata-kata dan tindakan diamati dari catatan hasil wawancara dengan guru bidang studi Akidah Akhlak di MI, dan catatan hasil observasi kelas. Selanjutnya melalui foto. 2. Sumber tertulis Peneliti mendapatkan sumber data tertulis berasal dari bacaan atau literatur dari berbagai buku yang mendukung terhadap masalah yang diteliti dokumen atau arsip sekolah. 3. Foto Peneliti mengambil foto sebagai salah satu bukti telah

melaksanakan penelitian di MI Sunan Kalijogo Karang Besuki Malang. Pengambilan gambar dilakukan ketika pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle berlangsung.

63

Lexy J, op.cit, hal. 157-163.

dan kerja kelompok pada saat pembelajaran. keceriaan atau keantusiasan peserta didik dalam mengikuti program pembelajaran. Terikat dengan penelitian ini yang akan dijadikan sumber data adalah seluruh siswa kelas IV A yang berjumlah 25 orang. Pedoman wawancara untuk menggali data secara mendalam tentang tanggapan siswa terhadap strategi pembelajaran yang telah dilaksanakan. 3. Pedoman pengamatan untuk menggali data tentang suasana kelas pada saat pembelajaran sedang berlangsung. 2. seperti data prestasi siswa. baik pre test maupun pos test. khususnya data tentang tanggapan mereka terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan dan data tentang hasil tes belajar siswa. Tes digunakan untuk menggali data kuantitatif berupa skor tugas kelompok dan skor tugas individu.Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari sekolah. E. . data yang diperoleh dari lembar observasi maupun data yang lain dalam membantu kelengkapan pengumpulan data. Instrumen Penelitian Secara terperinci instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1.

yaitu: 1. Fase pertemuan perencanaan Dalam pertemuan perencanaan. sehingga observasi berada bersama objek yang diselidiki. Prosedur Pengumpulan Data Prosedur yang digunakan dalam pengumpulan data oleh peneliti. 2000). Observasi tidak langsung. Margono. Observasi Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. 158. yaitu: a. hal. yaitu: 64 a. Observasi dibagi menjadi dua. peneliti menggunakan tiga fase dalam mengobservasi kelas. yaitu pengamatan yang dilakukan tidak pada saat berlangsungnya suatu peristiwa yang akan diselidiki. . peneliti menyajikan dan mendiskusikan rencana pembelajaran dengan partisipator (guru bidang studi Akidah Akhlak) tentang bagaimana penyajian langkah pembelajaran yang akan dilakukan sebagai usaha untuk memperbaiki pembelajaran yang telah dilakukan sebelumnya. Dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas. Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta. Observasi kelas Observasi kelas dilakukan untuk melihat sejauh mana implementasi cooperative leraning melalui strategi crossword puzzle 64 S. Obsevasi langsung. yaitu pengamatan yang dilakukan terhadap objek di tempat atau berlangsungnya suatu peristiwa. b.F. b.

3 Fase Observasi Kelas Tujuan penggunaan observasi ini antara lain untuk mengetahui aktivitas pendidikan di MI Sunan Kalijogo Malang dan kondisi MI Sunan Kalijogo dalam kehidupan sehari-hari. 106 65 . 2008) hal. c.65 Tiga fase dalam mengobservasi kelas dapat dilihat pada gambar berikut ini: Pertemuan perencanaan Diskusi balikan Observasi kelas Gambar 3.dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. yaitu suatu kegiatan observasi (pengamatan) Rochiati Wiriaatmadja. Dimana peneliti dan partisipator mencari kekurangan dan kelebihan untuk dijadikan catatan lapangan dan didiskusikan langkah berikutnya. Teknik ini dilakukan secara obyektif dari kegiatan belajar mengajar oleh peneliti dan partisipator. Metode Penelitian Tindakan Kelas (Bandung: Remaja Rosdakarya. Diskusi ini berdasarkan hasil pengamatan atau observasi kelas. Diskusi balikan Dari hasil observasi kelas peneliti melakukan diskusi balikan dengan pihak partisipan. Sedangkan model observasi yang dipakai dalam penelitian ini adalah observasi partisipan.

hal. Upaya implementasi cooperative learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak di MI Sunan Kalijogo Malang. 3. 67 66 . c. 161. Interview Interview (wawancara) adalah teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan langsung oleh pewawancara kepada responden. b. 85. Dokumen Dokumen adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan pada subyek penelitian. dokumen dapat berupa secarik kertas yang berisi tulisan mengenai kenyataan. Hal-hal lain yang berhubungan dengan adanya implementasi cooperative learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak di MI Sunan Kalijogo Malang. Iqbal Hasan. hal. Dalam penelitian ini menggunakan interview untuk mendapatkan data tentang: a. ataupun informasi. dapat pula berupa foto. Tanggapan siswa terhadap implementasi cooperative learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak di MI Sunan Kalijogo Malang.dan observer (pengamat) ikut mengambil bagian dalam kehidupan orangorang yang diobservasi. op.66 2.. d. pita-kaset atau pita recording. bukti. Pokok Materi Metodologi penelitian & Aplikasinya (Jakarta: Ghalia Indonesia.cit. namun melalui dokumen. M. Margono. dan jawaban-jawaban responden dicatat atau direkam67. 2002). S. Sejarah perkembangan MI Sunan Kalijogo Malang.

dan dokumentasi dianalisis dengan analisa deskriptif kualitatif untuk memastikan bahwa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif melalui strategi 68 69 Ibid. Oleh sebab itu dokumen dalam hal ini dapat berupa arsip. Ibid. G. (2) memperlihatkan hubungan-hubungan antara fenomena yang terdapat dalam penelitian. dan film.70 Data kualitatif yang berupa hasil waawancara. Moleong. (3) untuk memberikan jawaban terhadap hipotesis yang diajukan dalam penelitian.cit.. Tujuan dari analisis data ini adalah: (1) data dapat diberi arti atau makna yang berguna dalam memecahkan masalah-msalah penelitian. 248.69 Analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data. mengorganisasikan data. hal.68 Sedangkan data-data yang ingin diperoleh melalui teknik ini antara lain: sejarah berdirinya MI Sunan Kalijogo. 70 Lexy J. hal. . mencari dan menemukan pola.slide. memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola. dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.. dan struktur organisasi MI Sunan Kalijogo Malang. hal.. data siswa dan guru MI Sunan Kalijogo . Analisi Data Tahapan sesudah pengumpulan data adalah analisis data. pengamatan. menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari. mikro film. op. 98. 87. dan (4) bahan untuk membuat kesimpulan serta implikasi-implikasi dan saran-saran yang berguna untuk kebijakan penelitian selanjutnya. mensintesiskannya.

maka jenis data yang bersifat kuantitatif yang didapatkan dari hasil evaluasi dianalisis menggunakan rumus: 72 P = Post test-Pre test x 100% Pre test Keterangan: P Post test Pre test = Presentase peningkatan = Nilai rata-rata sesudah tindakan = Nilai rata-rata sebelum peningkatan Rochiati Wiriaatmadja.crossword puzzle dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. B.. peningkatan. hal. Uno. nilai hasil belajar) cukup dengan menggunakan analisis deskriptif dan sajian visual. sebuah kalimat atau alinea dari catatan lapangan sehingga mudah dibaca oleh siapapun dan proses ini dapat mempercepat dan memberdayakan analisis data. Sajian tersebut untuk menggambarkan bahwa dengan tindakan yang dilakukan dapat menimbulkan adanya perbaikan. Hamzah. jika dibandingkan dengan keadaan sebelumnya. hal. op cit. atau perubahan kearah yang lebih baik. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif (Jakarta: Bumi Aksara. Untuk mengetahui hasil perubahan tindakan yang telah dilakukan dapat menimbulkan perbaikan. 73. 140.71 Sedangkan data yang dikumpulkan berupa angka atau data kuantitatif (seperti. 72 71 . Langkah yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) ini adalah melakukan proses koding untuk mengklasifikasikan serangkaian kata. peningkatan dan perubahan dari keadaan sebelumnya. 2007).

330. yakni (1) indikator kualitatif berupa keantusiasan siswa mengikuti pembelajaran dan sikap mereka terhadap strategi pembelajaran yang dikembangkan. Ibid. peneliti menggunakan teknik triangulasi. misalnya konsultasi denagn guru mata pelajaran Akidah Akhlak dan guru bidang kurikulum. 330-331 . Hal ini dapat dicapai dengan jalan: membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara dan membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen yang berkaitan. hal.. Indikator Kinerja Adapun indikator kinerja yang digunakan untuk menentukan keberhasilan pelaksanaan strategi pembelajaran adalah dua kriteria.. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain.73 Teknik triangulasi yang paling banyak digunakan adalah pemeriksaan melalui sumber lainnya. op.74 I.H. Adapun pengecekan keabsahan dalam penelitian ini adalah menggunakan triangulasi sumber. dan (2) indikator kuantitatif berupa besarnya skor ujian yang diperoleh siswa dan 73 74 Lexy J. peneliti juga harus menguji keabsahan data agar memperoleh data yang valid. Pengecekan Keabsahan Temuan Selain menganilis data. yaitu membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif.cit. Moleong. Di luar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut. Untuk pengecekan data yang bersifat kualitatif dalam penelitian ini. hal.

Tetapi jika siswa yang berhasil secara individual masih dibawah 65. Mengidentifikasi Masalah Peneliti berdiskusi dengan guru bidang studi Akidah Akhlak terkait dengan permasalahan yang selama ini muncul dalam kegiatan pembealajaran di kelas IV A. Dengan demikian siswa dikatakan tuntas belajar secara individual jika skor tes minimal sebesar 65. Siklus I dilaksanakan dengan dua kali pertemuan.selanjutnya dibandingkan dengan batas minimal lulus (kriteria ketuntasan minimal/KKM) mata pelajaran Akidah Akhlak di MI Sunan Kalijogo. Adapun dalam konteks penelitian ini dijelaskan sebagai berikut: 1. Sehingga nantinya diperlukan sebuah penyelesaian untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran. seperti strategi apa yang digunakan dan bagaimana motivasi belajar siswa selama ini pada saat pembelajaran Akidah Akhlak. Memeriksa Lapangan Peneliti mengamati permasalahan yang ada di lapangan pada saat kegiatan pembelajaran. Tahap-Tahap Penelitian Adapun penerapan model dalam PTK ini dilakukan dengan dua siklus. b. untuk mengetahui permasalahan yang telah . besarnya skor kriteria KKM sebesar 65. Siklus I a. J. maka strategi yang dijalankan dapat dikatakan belum berhasil. sedangkan siklus II dilaksanakan dengan satu kali pertemuan.

Adapun perencanaan yang dipersiapkan antara lain: 1) Membuat silabus pembelajaran 2) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) 3) Membuat modul pembelajaran 4) Membuat lembar crossword puzzle 5) Membuat lembar observasi motivasi belajar d. peneliti juga bertindak sebagai guru sekaligus observer yang mencatat pada lembar pengamatan observasi. dengan harapan permasalahan tersebut dapat terpecahkan dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. kemudian peneliti juga melakukan pencatatan terhadap peristiwa yang terjadi di lapangan. Peneliti juga membuat catatan terhadap perkembangan yang terjadi di dalam kelas pada saat pembelajaran berlangsung. Selama pelaksanaan tindakan. . peneliti merencanakan tindakan dan berdiskusi dengan guru bidang studi Akidah Akhlak. Perencanaan Tindakan Setelah peneliti mengetahui inti permasalahan yang terjadi. Pelaksanaan Tindakan Tindakan dilaksanakan di kelas IV A sesuai dengan perencanaan dalam RPP yang telah dibuat sebelumnya.diidentifikasi sebelumnya. Sebagai kegiatan memeriksa lapangan peneliti melaksanakan pre test dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab c.

Pelaksanaan tindakan yang dilakukan meliputi: menyampaikan tujuan pembelajaran. peneliti menggunakan lembar observasi yang digunakan untuk mengemukakan data terkait dengan motivasi belajar siswa. menyampaikan materi secara garis besar. f. e. Refleksi Refleksi dilakukan untuk melihat hasil sementara penerapan pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak khususnya materi tentang Asmaul Husna. Revisi dilakukan oleh peneliti bersama dengan guru bidang studi Akidah . Selain itu observasi juga dilakukan dengan cara mencatat hal-hal penting pada saat pembelajaran berlangsung. g. dan evaluasi terhadap pelajaran yang telah dipelajari untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa. Revisi Perencanaan Hasil yang didapatkan dari siklus pertama. Observasi Observasi dilakukan untuk mengamati pelaksanaan tindakan yang sedang dan telah dilaksanakan. Untuk melihat perkembangan motivasi belajar siswa terhadap pelajaran Akidah Akhlak. menjadi patokan peneliti untuk melakukan revisi perencanaan selanjutnya. kegiatan pembelajaran dengan mengunakan model cooperative learning melalui strategi crossword puzzle.

dalam tahap ini peneliti membuat rencana baru.Akhlak. Rencana yang sudah siap. Pelaksanaan Tindakan Tindakan selanjutnya adalah memperbaharui pembelajaran dengan indikator selanjutnya. sebagai usaha perbaikan dalam pembelajaran. Pelaksanaan ini dilakukan dengan menerapkan rencana tindakan. b. Siklus II a. Peneliti merencanakan tindakan dan berdiskusi dengan guru bidang studi Akidah Akhlak. mengulang kembali materi pelajaran. Rencana tindakan diupayakan selalu berhubungan dengan tindakan yang telah dilakukan. Pelaksanaan tindakan ini sebagaimana yang dilakukan pada siklus I. Dalam hal ini peneliti juga membuat catatan terhadap berlangsungnya kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Rencana Baru Setelah mengetahui perkembangan permasalahan. kemudian diaplikasikan di dalam kelas sebagai bentuk tindakan. meninjau kembali rencana yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya dan mendiskusikan jika ada permasalah baru yang muncul tanpa diprediksi sebelumnya. meliputi: menyampaikan tujuan pembelajaran berikutnya. melakukan kegiatan pembelajaran dengan mengunakan model cooperative learning melalui . dengan harapan permasalahan dapat terpecahkan. 2.

c. Peneliti merefleksi hasil dan menyimpulkan dari siklus I sampai siklus II sehingga dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan pada motivasi belajar siswa. sehingga peneliti harus teliti dalam mengamati perkembangan yang terjadi di dalam kelas. Observasi ini sangat menentukan hasil penelitian. Refleksi Peneliti mencatat hasil observasi dan berdiskusi dengan guru bidang studi untuk mengetahui hasil tindakan yang telah diterapkan. dan evaluasi terhadap pelajaran yang telah dipelajari untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa. .strategi crossword puzzle. d. Observasi Peneliti melakukan observasi dan pencatatan dalam kegiatan pembelajaran terkait dengan perkembangan motivasi belajar siswa dengan menggunakan lembar observasi.

442 Desa Karangbesuki Kecamatan Sukun Kabupaten Malang. 152051808003. surat izin bangunan No. Sejarah Berdirinya MI Sunan Kalijogo MI Sunan Kalijogo terletak di Jalan Candi III D No. MI ini berdiri pada tahun 1967 dengan status tanah waqof dan status bangunan milik Yayasan. surat kepemilikin tanah berupa sertifikat. MI ini di bawah naungan Yayasan Taman Pendidikan Islam Sunan Kalijogo berdasarkan Pancasila dan UUD 45 dan berazazkan Ketuhanan yang Maha Esa.011 m2. tanggal 28 Juni 1984 bersamaan dengan penandatanganan akta. 2. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. .BAB IV HASIL PENELITIAN A. Tujuan MI Sunan Kalijogo Yayasan Taman Pendidikasn Islam Sunan Kalijogo. dan luas bangunannya 409. Meningkatkan dan memperluas kehidupan beragama bagi umat Islam dengan tidak mengurangi arti pentingnya Dasar dan Tujuan Negara Republik Indonesia. bertujuan untuk: a. dengan luas tanah 1.5 m2. MI ini sudah terakreditasi B. yang bersifat terbuka. kekeluargaan. Akan tetapi mulai diresmikan pada hari Kamis. serta gotong royong.

3. 4.b. baik itu organisasi sekolah maupun lainnya. memelihara. Yayasan mengadakan usaha di bidang sosial dengan jalan antara lain: a. dan pengajian-pengajian. . Untuk mencapai tujuan tersebut. Visi dan Misi MI Sunan Kalijogo Visi : Siap menjadikan madrasah terdepan dilingkungannya. Ikut menunjang dan memperlancar pembangunan masyarakat Indonesia dalam bidang pendidikan mental spiritual. b. Adapun struktur organisasi yang terdapat di MI Sunan Kalijogo adalah sebagaimana yang terdapat pada lampiran 119. serta melengkapi tempat-tempat Ibadah. c. Mendirikan Lembaga Pendidikan Ilmu Al-Qur’an. Struktur Organisasi MI Sunan Kalijogo Struktur organisasi adalah susunan kepengurusan yang terdapat pada sebuah organisasi. Misi : Siap mengantarkan siswa-siswi menjadi anak shalih dan shalihah yang berwawasan IMTAQ dan IPTEK. Usaha-usaha lain yang berhubungan dengan tujuan dari Yayasan tersebut. sekolah/madrsah. Mendirikan.

Ma Endah Nurwahyudi.Ma Ida Nuroh Arini. Data Guru MI Sunan Kalijogo Jumlah guru di MI Sunan Kalijogo 14 orang (guru tidak tetap 12 orang dan guru PNS 2 orang). Indonesia IPA Matematika PKN Matematika Kertakes . S. A. SKI Guru Kelas Guru Kelas B.Ag Drs. S. Darsono Ning Fauziyah.Pdi Pujiati.PT Dwi Muktiani Jabatan Kepala Sekolah WK.Psi Dra.Ag Wiwid Diah Purwati. S.2 Data Guru MI Sunan Kalijogo No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Nama Supriyati. S. S.Pdi Nurhayati.5. A. S. Sunartin Ahmat Ashari. STP Khusnul Khamidiyah. S.Pd Iis Puspa Rofi’a Sari.Pd Anik Azizah. S. Adapun nama guru beserta jabatan dan tugasnya sebagai berikut: Tabel 4. Kurikulum WK Bendahara WK Kesiswaan Guru Guru Guru Kelas Guru Kelas Guru Guru Guru Guru Guru Tata Usaha/Guru Bidang Studi Matematika Matematika IPS IPS Qur’an Hadits Fikih.

6. Data Siswa MI Sunan Kalijogo Jumlah siswa MI Sunan Kalijogo dari tahun ke tahun mengalami kenaikan terus. Jumlah siswa dalam empat tahun terakhir, yaitu:

Tabel 4.3 Jumlah Siswa MI Sunan Kalijogo Tahun Palajaran Kelas 2005/2006 I II III IV V VI Jumlah 54 38 42 34 30 20 218 2006/2007 47 52 37 41 31 30 238 2007/2008 37 44 50 37 40 29 237 2008/2009 45 35 42 49 38 37 246

7. Sarana dan Prasarana MI Sunan Kalijogo Sarana dan prasarana pendidikan adalah suatu fasilitas yang secara langsung maupun tidak langsung yang dipergunakan dan menunjang proses pendidikan. Adapun sarana dan prasarana yang terdapat di MI Sunan Kalijogo adalah sebagai berikut75:

75

Dokumentasi MI Sunan Kalijogo Malang.

Tabel 4.4 Sarana dan Prasarana MI Sunan Kalijogo No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Ruang Kelas Laboratorium Perpustakaan Komputer Keterampilan Kesenian Musholla/Masjid Kamar Mandi/WC Guru Kamar Mandi/WC Siswa Ruang Guru Ruang Kepala Madrasah Ruang Tamu Ruang UKS Ruang BP/BK Koperasi Siswa Jumlah Jenis Jumlah 9 0 1 1 0 0 1 2 5 1 1 1 1 0 1 24

B. Paparan Data Sebelum Tindakan 1. Deskripsi Siswa Kelas IV A Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IV A. Adapun jumlah siswa kelas IV A adalah sebagai berikut: Tabel 4.5 Data Kelas IV A No 1 2 Jumlah Keterangan Putra Putri Jumlah 15 10 25

Pelajaran Akidah Akhlak diberikan satu kali dalam seminggu, yaitu hari Rabu, untuk kelas A pada pukul 08.20-09.00. Guru bidang studi Akidah Akhlak adalah Ibu Ning Fauziyah, S.Pdi.

2. Observasi Awal Pada hari Rabu, 4 Maret 2009 peneliti melakukan observasi di MI Sunan Kalijogo Karang Besuki Malang untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa pada pelajaran Akidah Akhlak. Pada pertemuan itu, peneliti menyampaikan tujuan untuk melaksanakan penelitian di sekolah tersebut. Kepala Madrasah dan guru Akidah Akhlak memberikan izin pelaksanaan penelitian. Kemudian peneliti mengadakan wawancara dengan guru Akidah Akhlak tentang model pembelajaran yang dilaksanakan dalam pelajaran Akidah Akhlak. Hasil dari observasi tersebut guru masih

Membuat silabus pembelajaran. e. maka peneliti harus memberikan tindakan dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pelajaran Akidah Akhlak. Membuat modul pembelajaran. Membuat lembar crossword puzzle. peneliti membuat perencanaan sebagai berikut: a. d. peneliti juga meminta data-data yang digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan dalam menerapkan model pembelajaran yang akan dilaksanakan. 3. c. Kemudian penelitian dilaksanakan pada tanggal 11 Maret 2009. . Membuat lembar motivasi Belajar. setelah mendapatkan izin dari pihak fakultas dan Kepala Sekolah. Selain itu. b.menggunakan pembelajaran konvensional. sehingga motivasi belajar siswa dalam pelajaran Akidah Akhlak masih rendah. Menyusun rencana dan strategi pembelajaran. hal ini ditunjukkan pada hasil nilai raport siswa kelas IV A pada semester ganjil yang masih rendah. khususnya siswa kelas IV A. Setelah memperoleh beberapa data yang menunjukkan bahwa siswa di MI Sunan Kalijogo. Perencanaan Tindakan Selain melakukan penelitian.

peneliti mengadakan pre test sebagai tindakan memeriksa lapangan dengan menggunakan metode konvensional. 3) Kegiatan akhir. . yaitu dengan menerapkan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. memberikan nasehat kepada siswa. yang digunakan sebagai tolak ukur perbandingan sebelum ada tindakan kelas dengan sesudah ada tindakan kelas. Kemudian guru memberikan soal sebagai pre test kepada siswa untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa terhadap materi tersebut. guru menulis materi pelajaran di papan tulis. dan dilanjutkan dengan tanya jawab. 2) Kegiatan inti. guru bersama siswa menyimpulkan materi pelajaran. dan diakhiri dengan berdo’a dan salam. terlebih dahulu peneliti mengucapkan salam. yaitu: 1) Kegiatan awal. menjelaskan tujuan kedatangan peneliti. menerangkannya.4. dan tanya jawab tentang materi sebelumnya. yaitu metode ceramah dan tanya jawab. Rencana pembelajaran konvensional dibagi menjadi tiga tahap. Rancangan Pre Test Sebelum tindakan dilaksanakan. memperkenalkan diri kepada siswa. Pre test a.

Pembelajaran ini tanpa menggunakan media pembelajaran. dua siswa yang menjawab dengan kurang semangat. akan tetapi tidak ada yang merespon. Pada pre test ini. namun hanya satu. dengan melempar pertanyaan kepada siswa. guru hanya menjelaskan saja dan memberikan contohnya. menggambar. Setelah itu guru langsung membagikan soal kepada siswa untuk mengerjakannya. Kemudian pembelajaran diakhiri dengan berdo’a dan salam. siswa merasa bosan dan kurang antusias dalam menerima pelajaran. sehingga terdapat beberapa siswa yang mengalihkan perhatiannya dengan bermain sendiri. Setelah selesai menerangkan. guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dengan cara mengacungkan tangannya. Indikator pada pertemuan ini adalah menjelaskan arti Asamul Husna. Di saat kondisi seperti itu. beserta dalil dan contohnya. Dalam mengerjakan soal siswa kurang bergairah. Sebagaimana hasil pre test dapat ditunjukkan pada tabel dibawah ini: . Kemudian guru memberikan umpan balik kepada siswa. Pelaksanaan Pre Test Pre test dilaksanakan pada hari Rabu 11 Maret 2009 dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Pada saat pembelajaran guru hanya menerangkan dan siswa mendengarkan begitu saja.b. peneliti belum memperoleh ketercapaian tujuan pembelajaran secara individual melalui tes individu. dan berbicara dengan temannya. Sehingga kelas terkesan tidak hidup.

bahwa motivasi belajar siswa masih rendah. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Interval Skor 81-85 76-80 71-75 66-70 61-65 56-60 51-55 46-50 00-45 Jumlah Frekwensi 2 3 3 3 2 4 3 3 2 25 Status* Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus * Diambilkan dari Kriteria Penilaian di MI. .8. Sedangkan yang gagal sebanyak 12 orang atau sebesar 48 %. siswa tampak kurang antusias dan kurang beminat dalam pembelajaran Akidah Akhlak.Tabel 4. dimana pada nilai pre test belajar siswa menunjukkan rata-rata kelas 64. sehingga mempengaruhi prestasi siswa yang masih dibawah standar ketuntasan minimum. Observasi dan Hasil Pre Test Dari hasil pre test yang dilaksanakan. Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa tingkat keberhasilan kelas adalah 52 % yakni dari 25 peserta tes yang dinyatakan lulus sebanyak 13 orang. karena skor tesnya kurang dari 65. c. Hasil pre test di atas menunjukkan.6 Distribusi Skor Pre Test Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas IV A No. Sunan Kalijogo tahun ajaran 2008-2009.

Hal ini dapat dilihat dari hasil lembar observasi motivasi siswa yang menunjukkan pada rata-rata 1. sehingga kebanyakan jawaban mereka tidak benar dan masih ada jawaban yang kosong. bermain sendiri. Karena dilihat dari kondisinya siswa cenderung diam. . dan kurang dihubungkan dengan kebutuhan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Refleksi Pre Test Metode konvensional kurang sesuai untuk diterapkan pada pembelajaran Akidah Akhlak. d. Kebanyakan dari mereka kelihatannya jenuh terhadap pelajaran tersebut. Sehingga menjadikan siswa kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran Akidah Akhlak. pasif. suka mendengarkan daripada berpendapat. yakni metode ceramah dan tanya jawab dianggap kurang sesuai untuk diterapkan. karena metode ini masih bersifat statis.8 yang mengindikasikan bahwa siswa kurang semangat dan antusias dalam pembelajaran. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa metode yang diterapkan oleh guru. dan apabila diteruskan akan menimbulkan ketidakharmonisan dalam proses pembelajaran.sehingga metode konvensional kurang sesuai untuk diterapkan. dan kurang merespon apa yang diterangkan oleh guru. selain itu siswa kurang aktif dalam bertanya dan menjawab. Pada saat mengerjakan soal pre test siswa juga kurang semangat dalam mengerjakan.

memberikan modul kepada siswa untuk mempermudah belajar secara mandiri. Pada pertemuan ini peneliti menerapkan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. menggunakan media pembelajaran sebagai alat bantu.Berdasarkan hasil pre test yang telah dilaksanakan. Siklus I Pada siklus 1 dilaksanakan 2 kali pertemuan selama 80 menit. a. menumbuhkan kemampuan kerja sama. berpikir kritis. peneliti menerapkan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle. Siklus Penelitian 1. dan penyimpanan materi pelajaran yang lebih lama. serta dapat meningkatkan motivasi. C. Rencana Tindakan Siklus I Pada perencanaan tindakan siklus I. sehingga siswa tidak bermain sendiri dan mempunyai tanggung jawab. dapat membantu siswa menjelaskan makna Asmaul Husna yang sulit. dan mengadakan refleksi pada setiap pertemuan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pembelajaran yang telah dilaksanakan. yaitu menerapkan pembelajaran kooperatif yang menyenangkan melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. hasil belajar. maka perlu adanya pendekatan lain yang bisa menjadikan siswa aktif dan kreatif. dan mengembangkan sikap sosial. .

dan contohnya. dan menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada hari ini. dan kegiatan akhir. 4) Menyiapkan nomor untuk siswa dalam kerja kelompok.Selanjutnya peneliti melakukan persiapan untuk menerapkan pembelajaran kooperatif. yaitu: 1) Menyiapkan modul pembelajaran siswa tentang Asmaul Husna. kegiatan inti. 7) Pada kegiatan awal. 5) Untuk mempermudah penerapan pembelajaran kooperatif. menghubungkan pelajaran dengan kehidupan siswa. dengan menanyakan kabar siswa. yang meliputi kegiatan awal. dapat mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerja sama mereka. melakukan apersepsi selama 5 menit. dan Al-Latif. 8) Pada kegiatan inti. 3) Menyiapkan lembar crossword puzzle untuk kerja kelompok. absensi. berserta dalil. Kemudian . 2) Menyiapkan gambar yang berhubungan dengan Asmaul Husna sebagai media pembelajaran. yaitu: As-Salam. tanya jawab pelajaran sebelumnya. maka siswa dibentuk menjadi 5 kelompok yang beranggotakan 5 orang. Al-Mukmin. 6) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran. yaitu Memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat selain itu. Siswa melakukan pembelajaran kooperatif dengan kepala bernomor.

di mana siswa mengisi teka-teki silang bersama kelompoknya masing-masing untuk menjawab pertanyaan yang ada di teka-teki silang tersebut. 9) Kegiatan akhir. b. 10) Menciptakan situasi kelas yang memungkinkan para siswa banyak bertanya dan menjawab. 1) Pertemuan I Pada pertemuan I peneliti menerapkan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle. dan mengahargai pendapat orang lain. menemukakan pendapat. selanjutnya kelompok yang selesai duluan maju ke depan untuk membacakan hasilnya dan kelompok yang lain menyimaknya dan mengoreksinya. Pelaksanaan Tindakan Siklus I Pelaksanaan siklus I dilaksanakan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle. mengadakan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pembelajan kooperatif dan memberikan refleksi dengan tujuan nilai yang terkandung dalam materi tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun indikator . pertemuan I dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 2009 dan pertemuan II dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2009. 11) Mengadakan pendekatan kepada siswa yang belum paham terhadap materi pelajaran secara individual di dalam kelas.menerapkan strategi crossword puzzle.

guru memberikan stimulus dengan mengajak siswa mengingat kembali Asmaul Husna dan jumlahnya dalam AlQur’an (b) Kegiatan inti Pada pembelajaran kooperatif ini guru bertindak sebagai fasilitator. dan memberikan contohnya. menjelaskan arti Asmaul Husna (As-Salam. Pada tahap pertama guru memberikan modul pembelajaran kepada setiap siswa untuk membantu mempermudah siswa belajar dan . kegiatan inti. meliputi tiga tahap. Pada pertemuan ini. dan Al-Latif). Kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan menerangkan strategi yang akan digunakan. dan kegiatan akhir berupa refleksi dan evaluasi. dan AlLatif). Untuk memepermudah penerapan pembelajaran kooperatif. menanyakan pelajaran sebelumnya. al-Mukmin. Pembelajaran di mulai ketika siswa sudah berkumpul dengan kelompoknya masing-masing. Pada tahap apersepsi. dilanjutkan dengan absensi. maka siswa dibagi menjadi 5 kelompok setiap kelompok terdiri dari 5 orang. menanyakan kabar siswa. al-Mukmin. (a) Kegiatan awal Pada kegiatan awal dilakukan dengan memberi salam kepada para siswa.yang harus dicapai adalah menghafalkan sifat-sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul Husna (As-Salam. yaitu kegiatan awal.

Kemudian dikoreksi bersama-sama. skor tes setiap kelompok adalah sebagaimana disajikan dalam tabel berikut: . Agar pembelajaran lebih efektif setiap siswa di beri nomor agar mereka juga aktif dalam belajar kelompok tidak mengandalkan pada teman kelompoknya saja. dan setiap nomor dan nama kelompok yang ibu tunjuk maka harus menjawab pertanyaan dari Ibu guru.membagi siswa menjadi 5 kelompok yang beranggotakan 5 orang. Agar mereka mengerti pembagian nomor tersebut maka guru menjelaskannya sebagai berikut: Anak-anak ibu guru akan membagikan nomor ini kepada kalian semua. Kemudian guru membagikan lembar teka-teki silang dalam kelompoknya masing-masing untuk dikerjakan secara berkelompok dengan memberikan batas waktu. Kelompok yang yang selesai duluan membacakan hasilnya di depan dan kelompok yang lain menyimaknya. jadi setiap anak akan membawa nomor sendiri-sindiri. Berdasarkan pengamatan tes kelompok dalam mengerjakan lembar crossword puzzle berjalan dengan lancar hingga waktu telah berakhir. Jadi semua siswa harus menjawab setiap ada pertanyaan yang dilontarkan oleh guru. Setelah dilakukan koreksi.

Tabel 4. Tugas guru dalam pembelajaran tersebut adalah mengontrol secara keseluruhan kelompok dan membantu apabila ada beberapa kelompok yang mengalami kesulitan dalam memahami materi dan lembar soal. Kemudian siswa mengumpulkan hasil kerja kelompoknya . guru mengadakan evaluasi dengan menanyakan kembali kepada siswa hikmah yang dapat diambil dalam pembelajaran Asmaul Husna untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan materi yang dipelajarinya tadi. (c) Kegiatan akhir Sebagai penutup. Sunan Kalijogo tahun ajaran 2008-2009. dapat dikatakan bahwa strategi pembelajaran ini terbukti efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap materi Asmaul Husna yang sedang dipelajari. Berdasarkan hasil skor perolehan siswa.7 Skor Tes Kelompok Crossword Puzzle Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas IV A Kelompok I II III IV V Skor Tes 80 85 70 85 75 Keterangan* Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus * Diambilkan dari Kriteria Penilaian di MI.

dan kekompokkan dalam kerja kelompok. guru mengajak siswa untuk merenungkan sifat-sifat Allah yang telah disampaikan tadi. tanya jawab. Selanjutnya guru bertanya kepada para siswa tentang strategi pembelajaran yang telah laksanakan: Guru: Bagaimana pembelajaran asmaul husna dengan crossword puzzle (teka-teki silang) tadi. anak-anak senang apa tidak? Siswa: Secara serempak mereka menjawab: senang. kemudian ditutup dengan berdo’a dan salam. pada awal pertemuan ini peneliti mengemukakan pengalaman pembelajaran yamg dirasakan dalam pertemuan sebelumnya. dan semangat. dengan melihat keaktifan siswa dalam mengungkapkan ide. peneliti merasa senang bahwa ada sesuatu yang beda dalam pembelajaran yang telah diterapkannya dibandingkan dengan pembelajaran sebelumnya yang . Dan sebelum pelajaran diakhiri guru memberikan motivasi kepada siswa agar tetap semangat belajar.untuk dinilai. antusias. pertemuan ini kelanjutan dari pertemuan I yang hanya dilaksanakan tes kelompok saja. Pada tindakan refleksi. 2) Pertemuan II Pada pertemuan kedua ini di laksanakan pada tanggal 25 Maret 2009. besok lagi ya bu!mereka mengungkapkannya dengan senang. Penilaian dilakukan pada waktu belajar kelompok.

maka kegiatan pembelajaran ini harus meliputi tiga tahap. dan mengerjakan tugas. mereka diberi kesempatan untuk belajar sebentar kurang lebih 5 menit.menggunakan metode konvensional. Pada pertemuan II ini akan dilanjutkan dengan tes secara individu untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan pada pertemuan I. kemudian dikoreksi secara bersama-sama. Sebelum tes di mulai. Setelah itu buku ditutup dan dimasukkan ke dalam laci. kemudian guru membagi soal kepada siswa. berdo’a. mengadakan tanya jawab tentang materi yang belum dipahami. tanya jawab. siswa mengumpulkan soal. menanyakan kabar hari ini. guru . yaitu memberikan salam. diharapkan mereka mengerjakan sendiri-sendiri tanpa menyontek. yaitu ceramah. (b) Kegiatan inti Sebelum siswa mengerjakan soal. (c) Kegiatan akhir Pada kegiatan ini guru bersama siswa menyimpulkan materi tersebut. dan mengulas sedikit tentang pelajaran yang telah disampaikan pada pertemuan I. Setelah mengerjakan soal. yaitu: (a) Kegiatan awal Pada kegiatan ini sebagaimana yang telah dilakukan pada pertemuan sebelumnya.

8.menyampaikan pesan-pesan kepada siswa agar tetap semangat dalam belajar. peneliti memperoleh ketercapaian tujuan pembelajaran secara individual melalui tes individu pada pertemuan kedua. 6. kemudian diakhiri dengan do’a dan salam. Pada pertemuan II ini. 9. 11. Interval Skor 96-100 91-95 86-90 81-85 76-80 71-75 66-70 61-65 56-60 51-55 00-50 Jumlah Frekwensi 1 1 3 3 5 5 1 2 2 2 25 Status* Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus * Diambilkan dari Kriteria Penilaian di MI. sebagaimana direncanakan pada tahap perencanaan.8 Distribusi Skor Tes Individual Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas VI A No. 5. 10. Sunan Kalijogo tahun ajaran 2008-2009. 7. 3. 1. . 2. Skor tes individual sebagaimana disajikan dalam tabel berikut: Tabel 4. 4.

Hasil tes individual di atas menunjukkan. Pada siklus I ini mereka sudah mulai berani bertanya dan menjawab meskipun masih belum mencapai seperti yang diharapkan. bahwa adanya peningkatan motivasi belajar siswa. dapat di amati dari hasil belajar kelompok siswa dengan strategi crossword puzzle mulai adanya peningkatan motivasi dalam belajar sehingga prestasi siswa juga meningkat. sehingga mereka tidak merasa bosan dalam . dan berani untuk mengacungkan tangan dalam bertanya dan menjawab soal. akan tetapi belum maksimal. Observasi Siklus I Obsevasi dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung maupun di luar jam pelajaran. Setelah menerapkan pembelajaran tersebut pada siklus I.Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa tingkat keberhasilan kelas adalah 76 % yakni dari 25 peserta tes yang dinyatakan lulus sebanyak 19 orang. Akan tetapi bagi siswa yang pasif juga sedikit demi sedikit menjadi berani dan antusias. Sedangkan yang gagal sebanyak 6 orang atau sebesar 24 %. c.4. Walaupun keberanian tersebut masih didominasi oleh siswa yang aktif. Dari pembelajaran tersebut mereka cukup senang. Hal ini terlihat dari aktivitas Tanya jawab siswa pada saat pre test mereka masih merasa malu dan takut salah. jika dibandingkan dengan hasil pre tes yang dilaksanakan sebelumnya. Hasil nilai pre test belajar siswa menunjukkan rata-rata kelas 72. karena skor tesnya kurang dari 65.

Hal ini dapat diamati pada lembar observasi motivasi menunjukkan nilai rata-rata 3. . Refleksi Siklus I Dari hasil pelaksanaan tindakan pada siklus I terdapat peningkatan motivasi dalam belajar siswa. dan mudah bersosialisasi dengan teman saat belajar kelompok. disiplin. d. dan rasa ingin tahu siswa dalam proses pembelajaran. Pada siklus I para siswa hadir semua. Peningkatan itu terlihat dari pos testnya sebesar 76 %. Demikian juga pada lembar penilaian menunjukkan adanya peningkatan dari rata-rata kelas 64. Dan mereka juga mulai belajar bertanggung jawab.8 menjadi 72. akan tetapi peningkatan tersebut belum maksimal.4. sehingga perlu adanya revisi pembelajaran dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa.menerima pelajaran Akidah Akhlak. Berdasarkan hasil observasi pada siklus I yang dilaksanakan 2 kali pertemuan terdapat peningkatan motivasi belajar.22 %. antusias.1yang mengindikasikan bahwa ada peningkatan motivasi belajar siswa terhadap pelajaran Akidah Akhlak sebesar 72. sehingga proses pembelajaran terganngu. akan tetapi terdapat kendala yaitu banyak siswa yang meminta izin ke kamar menjadi mandi/membuang sampah. Indikator peningkatan motivasi belajar siswa tercermin dalam semangat.

e. efektif. agar siswa bisa belajar berinteraksi dengan temannya. diantaranya. 2) Sebagian siswa masih menggantungkan pada siswa yang lain. Adapun bentuk revisi dan improvisasi antara lain.Hasil observasi yang telah dilaksanakan pada siklus I terdapat beberapa kendala dalam penerapan pembelajaran kooperatif . sehingga kesalahan pada siklus sebelumnya tidak terulang kembali pada siklus selanjutnya. 4) Masih belum tercipta pembelajaran yang efektif edukatif. yaitu: 1) Siswa masih belum terbiasa menerapkan pembelajaran kooperatif dengan stratgi crossword puzzle. berani dalam . Untuk menjadikan pembelajaran kooperatif lebih efektif. 2) Membiasakan kerja kelompok. sehingga pembelajaran masih didominasi oleh siswa yang aktif. dan menyenangkan. memahami orang lain. 3) Pada saat pembelajaran berlangsung masih ada siswa yang main dan berbicara sendiri. Refisi Perencanaan Siklus I Menyikapi hasil refleksi di atas maka perlu. karena siswa masih dihinggapi rasa takut dalam mengemukakan ide. kreatif. adanya revisi dan improvisasi. maka perlu membiasakan pembelajaran yang aktif. yaitu: 1) Memberikan penjelasan tentang pembelajan kooperatif pada siswa.

berpendapat. Seperti pada siklus I siswa di kelompokkan lagi untuk melanjutkan indikator selanjutnya yaitu: (1) menunjukkan contoh bahwa Allah bersifat (As-Salam. Rencana Tindakan Siklus II Rencana tindakan pada siklus II peneliti masih tetap menerapkan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle. sehingga mereka lebih bersemangat. 5) Mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan siklus II. 4) Memberikan kebebasan pada setiap kelompok. Al-Mukmin. sehingga kesalahan yang terjadi pada siklus I tidak terulang kembali. Siklus II Siklus II di laksanakan dengan 1 kali pertemuan pada tanggal 1 April 2009 selama 40 menit. 2. 3) Memberikan motivasi kepada siswa agar mereka berani mengungkapkan pendapatnya di depan kelas. maka peneliti benar-benar mempersiapkan pelaksanaan siklus II dengan membuat rencana pembelajaran pada tindakan siklus II. untuk mengantisipasi siklus I yang belum maksimal. a. dan Al-Latif) dan (2) . setelah itu dilanjutkan dengan latihan soal. sehingga tidak mengandalkan pada siswa yang aktif saja. sehingga kesalahan pada siklus I tidak terulang kembali.

Adapun rencana pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan awal. tanya jawab pelajaran sebelumnya. dan Al-Latif). dengan tahapan sebaagi berikut: .membiasakan berdo’a dengan Asmaul Husna (As-Salam. yaitu Memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat selain itu. b. 1) Kegiatan awal. Pelaksanaan Tindakan Siklus II Pelaksanaan siklus II dilaksanakan pada tanggal 1 April 2009 masih tetap menggunakan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle. absensi. dengan menanyakan kabar siswa. dan kegiatan akhir. Guru masih menyiapkan media pembelajaran dan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran. dan menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada hari ini. Siswa melakukan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle. 3) Kegiatan akhir. dapat mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerja sama mereka. kegiatan inti. 2) Kegiatan inti. menghubungkan pelajaran dengan kehidupan siswa. Guru mengadakan evaluasi untuk mengatehaui sejauh mana keberhasilan pembelajan kooperatif dan memberikan refleksi dengan tujuan nilai yang terkandung dalam materi tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Al-Mukmin. Guru melakukan apersepsi selama 5 menit.

1) Kegiatan awal dilakukan dengan memberi salam kepada para siswa. 2) Memberikan penjelasan pembelajaran kooperatif pada materi Asmaul Husna (As-Salam. Pada tahap apersepsi. Kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan melanjutkan strategi yang sudah digunakan pada siklus I. yaitu kegiatan awal. 3) Mengembangakan pembelajaran kooperatif yang lebih bervariasi. al-Mukmin.1) Melengkapi rencana pembelajaran dengan pengembangan pembelajaran kooperatif. al-Mukmin. Pada pertemuan ini peneliti masih tetap menerapkan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle. dan contohnya). Untuk memepermudah penerapan pembelajaran kooperatif. maka siswa dibagi menjadi 6 kelompok yang beranggotakan 4 orang. guru . dan Al-Latif. Pada pertemuan ini. menanyakan pelajaran sebelumnya. 4) Mengadakan pendekatan secara individul terhadap siswa yang diperkirakan belum paham terhadap materi pelajaran namun masih tidak mau bertanya. dilanjutkan dengan absensi. menanyakan kabar siswa. kegiatan inti. dan kegiatan akhir berupa refleksi dan evaluasi. Al-Mukmin. dan Al-Latif)dan membiasakan berdo’a dengan asmaul husna (As-Salam. berserta dalil. meliputi tiga tahap. Adapun indikator yang harus dicapai adalah menunjukkan contoh bahwa Allah bersifat (As-Salam. dan Al-Latif).

yaitu siswa dibagi menjadi 6 kelompok. sebagaimana yang dilakukan pada siklus I. 2) Kegiatan inti. tes kelompok dalam mengerjakan lembar crossword puzzle berjalan dengan baik. Pembelajaran ini diulangi lagi agar siswa benar-benar memahami materi tentang asmaul husna dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Agar pembelajaran lebih efektif setiap siswa di beri nomor agar mereka juga aktif dalam belajar kelompok tidak mengandalkan pada teman kelompoknya saja. skor tes setiap kelompok adalah sebagaimana disajikan dalam tabel berikut: . yang sebelumnya guru terlebih dahulu menjelaskan materi tersebut agar siswa mengerti apa isi dari materi tersebut. Kemudian guru membagikan lembar crossword puzzle yang sama dalam setiap kelompok. Berdasarkan pengamatan pada siklus II. Setelah dilakukan koreksi.memberikan stimulus dengan mengajak siswa mengingat kembali asmaul husna dan jumlahnya dalam Al-Qur’an. Jadi semua siswa harus menjawab setiap ada pertanyaan yang dilontarkan oleh guru.

Jadi setiap siswa membawa soal dari siswa yang lain. Setelah selesai mengerjakan latihan soal tersebut. dapat dikatakan bahwa strategi pembelajaran ini terbukti efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap materi Asmaul Husna yang sedang dipelajari. Berdasarkan hasil skor perolehan siswa. Sunan Kalijogo tahun ajaran 2008-2009. Dan sebelum . guru mengadakan evaluasi dengan melakukan latihan soal. hal ini dilakukan agar tidak terjadi kecurangan pada waktu mengoreksi.Tabel 4.9 Skor Tes Kelompok Crossword Puzzle Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas IV A Kelompok I II III IV V VI Skor Tes 90 100 75 100 80 85 Keterangan* Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus * Diambilkan dari Kriteria Penilaian di MI. 3) Kegiatan akhir. Kemudian memberi kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan materi yang telah disampaikan. guru mengajak siswa untuk merenungkan isi dari asmaul husna yang telah dipelajari ”Apakah kita sudah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari? ”. kemudian dikoreksi bersama-sama dengan menukarkan soalnya dengan teman di sampingnya. Pada tindakan refleksi.

5. 8. 3. 10. Sedangkan yang gagal sebanyak 3 orang atau sebesar 12 %. kemudian dilanjutkan dengan berdo’a dan salam sebagai tanda bahwa pembelajaran telah selesai. Hasil tes individual di atas . 7. 4. Satu orang izin tidak masuk karena sakit. 9.10 Distribusi Skor Tes Individual Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas VI A No. Setelah dilakukan koreksi. Berdasarkan pengamatan tes individu dalam mengerjakan soal latihan berjalan dengan lancar. Interval Skor 96-100 91-95 86-90 81-85 76-80 71-75 66-70 61-65 56-60 51-55 Jumlah Frekwensi 2 2 1 4 3 5 4 1 2 24 Status* Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus * Diambilkan dari Kriteria Penilaian di MI. 2. Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa tingkat keberhasilan kelas adalah 87 % yakni dari 24 peserta tes yang dinyatakan lulus sebanyak 21 sorang.pelajaran diakhiri guru memberikan pesan-pesan kepada siswa agar tetap semangat belajar. skor tes setiap individu adalah sebagaimana disajikan dalam tabel berikut: Tabel 4. 6. 1. Sunan Kalijogo tahun ajaran 2008-2009. karena skor tesnya kurang dari 65.

dan cara ibu mengajar juga enak. tapi kalau sekarang dibuat kelompok. . Hasil rekapan wawancara adalah sebagai berikut. walaupun teka-teki silang sudah pernah diterapkan. pada tanggal 1 April 2009. 77 Hasil Wawancara dengan Khoirun nisa’.76 Siswa yang termasuk memiliki kemampuan sedang (lebih lanjut disingkat dengan istilah siswa 2) mengatakan. tidak tegang. jadi saya lebih mengerti karana saya bisa berbagi pendapat dengan teman-teman.77 76 Hasil Wawancara dengan Ibnul Andrian. terhadap pertanyaan “Bagaimanakah tanggapan kamu terhadap penerapan strategi pembelajaran kemarin?”. karena saya bisa memahami materi Asmaul Husna dengan mudah. salah satu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo yang memiliki kemampuan sedang. Untuk lebih mendapatkan gambaran kualitatif secara mendalam terhadap penerapan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle. sehingga saya bisa mengerjakan soal-soalnya dengan benar. pada tanggal 1 April 2009. Saya suka dengan strategi pembelajaran ini. Seorang siswa yang termasuk memiliki kemampuan diatas rata-rata (lebih lanjut disingkat dengan istilah siswa 1) mengatakan. salah satu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo yang memiliki kemampuan diatas rata-rata.menunjukkan. tapi dulu secara individual. bahwa adanya peningkatan motivasi belajar siswa pada siklus II sudah mencapai maksimal. peneliti melakukan wawancara kepada siswa yang ditetapkan sebagai informan. dan tidak merasa kesulitan dalam mengerjakan soal. Saya sangat senang dengan strategi pembelajaran yang ibu terapkan. Hasil nilai pre test belajar siswa menunjukkan rata-rata kelas 78.

Akan tetapi dengan strategi dan cara ibu mengajar kemarin. 79 Hasil Wawancara dengan Evita Khusnul. Saya sangat senang dengan strategi belajar yang ibu berikan. saya memperoleh banyak pengalaman dari proses pembelajaran yang ibu terapkan.78 Dengan demikian tanggapan para informan adalah positif terhadap pelaksanaan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle. sehingga dengan mudah saya bisa mengerjakan soal yang ibu berikan. sehingga saya dengan mudah dapat mengerjakan soal teka-teki silang dan mudah untuk memahami arti Asmaul Husna serta menghafalkannya. pada tanggal 1 April 2009. jadi saya lebih semangat dalam belajar. dan mungkin hal itu juga dirasakan oleh teman-teman yang lain. saya suka dan lebih faham tentang materi tersebut. karena ketiga siswa menyatakan senang terhadap strategi pembelajaran yang mereka alami. Tanggapan siswa terhadap pertanyaan “Apa manfaat yang dapat kamu ambil dari pembelajaran kooperatif dengan crossword puzzle? Terhadap pertanyaan ini siswa 1 mengungkapkan. 80 Hasil Wawancara dengan Nafisaturrohmah. saya dapat bekerja sama dengan sesama kelompok. salah satu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo yang memiliki kemampuan diatas rata-rata. 78 . pada tanggal 1 April 2009. apalagi bentuknya permainan. seperti saya bisa saling berbagi pendapat dengan teman kelompok saya.79 Sementara siswa 2 mengungkapkan. salah satu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo yang memiliki kemampuan di bawah rata-rata. salah satu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo yang memiliki kemampuan sedang. saling membantu satu sama lain.Sedangkan siswa yang termasuk memiliki kemampuan di bawah rata-rata (lebih lanjut disingkat dengan istilah siswa 3) mengatakan. Ya. pada tanggal 1 April 2009. padahal terkadang pelajaran Akidah Akhlak itu membosankan.80 Hasil Wawancara dengan Ica sahfita sari. Ya.

Hal itu dapat dilihat dari keberanian mereka untuk angkat tangan dan menjawab pertanyaan.81 Dengan demikian. antusias yang diimbangi dengan aktif dalam diskusi. semangat. saya sekarang lebih semangat untuk mengikuti proses pembelajaran Akidah Akhlak. 81 . Dari pembelajaran tersebut mereka cukup senang. Mereka sudah mulai berani berkomunikasi dan kerjasama yang cukup baik pada diskusi antar sesama anggota kelompok. c. berani menengemukakan pendapatnya dan menjawab pertanyaan dari guru dan siswa. saya memperoleh banyak manfaat. pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle sangat memberikan manfaat kepada para siswa. hasil pengamatan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan motivasi belajar yang cukup tinggi selama proses pembelajaran. karena masing-masing siswa sudah mulai bisa menghilangkan rasa malu dan takut salah Hasil Wawancara dengan Siti Nasikhatul K. sehingga saya tidak merasa kesulitan dalam belajar. Ya. perasaan ceria pada waktu pembelajaran berlangsung. dan tercipta keakraban sesama teman. mereka merasakan suasana keakraban dengan kelompoknya. pada tanggal 1 April 2009. mereka sangat antusias. salah satu siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo yang memiliki kemampuan di bawah rata-rata. dan tidak merasa bosan dalam menerima pelajaran Akidah Akhlak. siswa mulai terbiasa bertanya dan mengemukakan pendapatnya.Sedangkan siswa 3 mengungkapkan. selama proses pembelajaran dengan model belajar kelompok. Observasi Siklus II Pada siklus II ini. dan senang.

mempunyai rasa tanggung jawab.89%. Refleksi Siklus II Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II ini tetap sama dengan siklus I yaitu bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi Asamul Husna.4 yang mengindikasikan bahwa ada peningkatan motivasi belajar siswa terhadap pelajaran Akidah Akhlak sebesar 88. serta menghormati guru dan ramah kepada teman. Demikian juga pada lembar penilaian menunjukkan adanya peningkatan dari rata-rata kelas 72.4 menjadi 78. Ditambah lagi pada siklus II ini. siswa sudah mengerti . Mayoritas mereka sudah mulai terbiasa dengan model pembelajaran yang peneliti terapkan. Hal ini dapat dilihat dari lembar observasi motivasi belajar siswa yang sudah menunjukkan kenaikan dari aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Dengan hasil seperti ini mengindikasikan bahwa motivasi belajar siswa sudah maksimal sesuai dengan target yang diharapkan oleh guru dan siswa. d. Berdasarkan hasil observasi pada siklus II terdapat peningkatan motivasi belajar yang cukup tinggi. Hal ini dapat diamati pada lembar observasi motivasi menunjukkan nilai rata-rata 3.dalam mengajukan pendapat. disiplin dalam mengerjakan tugas. Pada siklus ini. Sehingga mereka akan lebih semangat dalam belajar. peneliti memberikan pujian pada salah satu kelompok atau siswa atas prestasi yang diraih.

dengan model pembelajaran yang diterapkan oleh peneliti. dan menjawab. Bentuk implementasi dari pembelajaran kooperatif yang optimal dalam meningkatkan motivasi belajar Akidah Akhlak khususnya materi Asmaul Husna adalah menggunakan strategi crossword puzzle. hal ini dapat dilihat dari: 1) Kegiatan belajar kelompok dapat membawa siswa untuk aktif berbicara. Dengan demikian hasil observasi tindakan pada siklus II terdapat peningkatan dalam belajar Akidah Akhlak. mengemukakan ide. penggunaan modul sebagai media pembelajaran serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif . Hal ini dapat dilihat adanya perubahan perilaku siswa pada siklus sebelumnya hanya pasif dan sekarang mulai aktif dalam belajar. yang menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I sampai ke siklus II. Pada waktu mengerjakan soal para siswa sudah bisa menerima pendapat dari teman kelasnya. . Berdasarkan analisa di atas menunjukkan bahwa pada siklus II ini penerapan cooperatif learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Melalui pengamatan setiap siklus dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa pembelajaran kooperatif terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa pada pelajaran Akidah Akhlak di MI Sunan Kalijogo Malang. bertanya. Peningkatan tersebut dapat diamati dari hasil tes kelompok dan individu para siswa. Pengamatan tersebut dilakukan secara bertahap melalui tugas kelompok dan soal latihan.

Siswa cukup senang dan berani untuk bertanya dan menjawab soal. peneliti memandang bahwa tidak perlu dilakukan tindakan selanjutnya dan mengakhiri penelitian tindakan ini pada siswa kelas IV A di MI Sunan Kalijogo Malang.2) Siswa sudah dapat mengandalkan kemampuan menyelesaikan masalah dan menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari 3) Motivasi belajar siswa terhadap materi Asmaul Husna yang pada siklus I hanya dimiliki sebagian siswa. Siswa mulai belajar bertanggung jawab. Temuan Siklus I a. antusias. disiplil. dan mudah bersosialisasi dengan teman kelompoknya. Siswa yang pasif sedikit demi sedikit sudah berani dan menunjukkan keantusiasannya. d. Temuan Penelitian Berdasarkan paparan diatas. c. b. Dengan demikian. Siswa tampak bersemangat. dan rasa ingin tahu dalam pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle pada materi Asmaul Husna walaupun mereka belum sepenuhnya menguasai materi. . D. berikut ini dikemukakan temuan penelitian pada setiap tindakan dan temuan penelitian secara umum: 1. sekarang sudah hampir dimiliki oleh seluruh siswa kelas IV A.

.22% dan peningkatan rata-rata kelas menjadi 72. Siswa sudah mempunyai rasa tanggung jawab dan displiln dalam mengerjakan tugas. Sebagaian siswa masih menggantungkan pada siswa lain. Peningkatan motivasi belajar sebesar 88. f. Terdapat peningkatan motivasi belajar siswa sebesar 72. Siswa sangat antusias dalam mengikui pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle. Temuan Siklus II a. c. f. g.89% dan peningkatan rata-rata kelas menjadi 78.e. e. Siswa sudah dapat mengandalkan kemampuan menyelesaikan masalah dan menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Siswa sudah mulai terbiasa bertanya dan mengemukakan pendapatnya. sehingga pembelajaran masih didominasi oleh siswa yang aktif. g.4 dibandingkan sebelum dilakukan tindakan. 2. b. d. Mayoritas mereka sudah mulai terbiasa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle. Terdapat beberapa siswa yang tidak lulus dalam tes individual. Siswa sudah berani berkomunikasi dan bekerjasama yang baik sesama kelomoknya.

Sumber belajar yang digunakan adalah buku panduan membina Akidah dan .BAB V PEMBAHASAN Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di kelas IV A MI Sunan Kalijogo Malang. Adapun indikator yang ingin dicapai siswa dapat menghafalkan sifat-sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul Husna. peneliti menggunakan strategi crossword puzzle. Perencanaan pembelajaran kooperatif ini terdiri dari 2 siklus 3 kali pertemuan. Perencanaan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna. Sebelum pembelajaran tersebut diterapkan. menunjukkan contoh bahwa Allah bersifat (As-Salam. A. dimana siswa dibagi dalam beberapa kelompok untuk mengerjakan soal tentang Asmaul Husna yang berbentuk teka-teki silang. al-Mukmin. dan Al-Latif). Siklus pertama terdiri dari dua kali pertemuan dan siklus kedua satu kali pertemuan. dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Al-Mukmin. dan Al-Latif). menjelaskan arti Asmaul Husna. Peneliti menerapkan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi asmaul husna. peneliti mangadakan pre test telebih dahulu untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi Asmaul Husna. dan membiasakan berdo’a dengan Asmaul Husna (As-Salam. Dalam pembelajaran kooperatif.

Siswa cenderung pasif. kaligrafi. B. dan yang terjadi siswa tidak mendapatkan perhatian yang lebih. dan bertindak semaunya sendiri. dan nomor siswa. Mereka lebih banyak diam. kemudian menjelaskan. gambar yang berhubungan dengan materi Asmaul Husna. mereka kurang semangat dalam menerimanya. Melalui pre test dapat diketahui bahwa pembelajaran tersebut ternyata menjadikan siswa kurang antusias atau semangat dalam belajar. dan tidak berkomentar. Sedangkan siswa mencatat dan mendengarkan. Pelaksanaan Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna. sehingga siswa hanya mengandalkan keterangan dari guru saja. Siswa tidak mempunyai buku paket. ketika guru memberikan tugas atau kesempatan bertanya dan menjawab kepada siswa. di mana guru menuliskan terlebih dahulu. Selain itu. siswa merasa bosan. Pada pelaksanaan pembelajaran ini peneliti mengadakan pre test dengan pembelajaran konvensional. bermain sendiri atau berbicara dengan temannya. Itupun yang bertanya atau menjawab hanya 1-2 orang saja. Mereka hanya mau bertanya dan menjawab setelah mendapatkan instruksi dari guru. Setelah kegiatan tersebut selesai guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Hal ini dimaksudkan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi tersebut. mendengarkan. Sedangkan media pembelajaran yang digunakan adalah modul Asmaul Husna. Jadi hasilnya .Akhlak Kelas 4 MI.

maka pada siklus I pertemuan pertama peneliti menerapkan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle. 13. bekerjasama. Dengan pembelajaran ini diharapkan siswa mempunyai semangat yang tinggi. sehingga mengakibatkan siswa kurang semangat dalam belajar. op. akan membuat siswa merasa bosan dan malas.cit. sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan dibandingkan dengan pembelajaran konvensional yang peneliti terapkan sebelumnya. bertukar pikiran untuk menyelesaikan masalah.82 Menyikapi hasil pre test tersebut. Berdasarkan hasil pre test tersebut untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dibutuhkan lingkungan belajar yang kondusif. saling berperan menyelesaikan tugas. Pembelajaran yang kurang melibatkan banyak siswa. Di samping itu. penggunaan kelompok kecil siswa mendorong siswa lebih bergairah dan termotivasi dalam mempelajari Akidah Akhlak. yaitu dengan menerapkan pembelajaran kooperatif diharapkan dapat membuat siswa untuk mempunyai motivasi belajar yang tinggi. . Pada pertemuan pertama dengan menerapkan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle siswa mulai aktif bertanya dan menjawab dibandingkan dengan pre test. hal. sehingga sikap dan perilaku siswa berkembang ke arah suasana demokratisasi dalam kelas.minim sekali. Pembelajaran kooperatif ini mendorong tumbuhnya sikap kesetiakawanan dan keterbukaan di antara siswa. karena pada pertemuan ini setiap kelompok 82 Etin Solihatin.

mulai bekerja sama dengan kelompoknya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. menjawab. Dengan menerapkan pembelajaran tersebut diupayakan untuk melatih. peneliti tetap menerapkan pembelajaran kooperatif dengan satu kali pertemuan saja. Ulangan ini materi Asmaul Husna yang telah disampaikan pada pertemuan pertama. Demikian siswa yang antusias akan mendorong motivasi siswa yang lain. Pada siklus II. Menurut Oemar Hamalik. dan menjadikan siswa lebih aktif dalam mengungkapkan ide. membiasakan. Pada pertemuan kedua. siswa mengerjakan soal ulangan. . karena dengan terbiasanya strategi yang diterapkan akan membuat siswa lebih paham terhadap pembelajaran yang 83 Oemar Hamalik. loc. dan mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi. dan sudah berani bertanya tentang materi yang belum dipahami. Pada siklus ini siswa lebih termotivasi lagi. motivasi itu mudah menjalar atau tersebar terhadap orang lain. mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. sehingga menimbulkan persaingan sehat untuk meningkatkan keberanian siswa. Mereka mulai saling bertukar pikiran. Agar mempunyai motivasi yang tinggi yaitu dengan cara harus semangat dalam bertanya. tanya jawab. dibandingkan dengan siklus I.83 Hasil observasi siklus I mengemukakan adanya peningkatan motivasi belajar siswa yang cukup memuaskan.cit. Guru yang berminat tinggi dan antusias akan menghasilkan siswa-siswa yang berminat tinggi dan antusias pula.

selain itu mereka harus aktif bertanya dan menjawab. Pada pertemuan kali ini lingkungan belajar sudah nampak efektif pada belajar kelompok. dan harus semangat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. sehingga diharapkan siswa mempunyai motivasi belajar yang tinggi. loc.84 Pembelajaran kooperatif ini diterapkan agar siswa lebih bertanggung jawab. Dengan pembelajaran kooperatif.cit. guru memberikan pujian kepada kelompok yang sudah selesai duluan dan kepada siswa yang berani mempresentasikan 84 Novi Emildadiany. diharapkan siswa lebih termotivasi untuk belajar. berperan aktif. dalam menyelesaikan tugas secara bersama-sama dengan kelompoknya. dan bertanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan. Sedangkan tujuan dari pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi belajar dimana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi keberhasilan kelompok. . dimana mereka sudah berani menuangkan ide dengan teman kelompoknya dan sudah berani bertanya pada materi yang belum dipahami. sehingga diskusi mereka sangat menarik. Dari penerapan pembelajaran tersebut. karena mereka adalah satu tim yang harus bekerja sama untuk menyelesaikan tugas tersebut. karena semuanya ikut berperan aktif. tampak dari aura mereka yang ceria dan lebih bersemangat dalam belajar. Siswa mampu berperan aktif lebih berani bertanya dan menjawab. yaitu untuk menuangkan ide-ide dengan kelompoknya. mempunyai keingintahuan yang besar terhadap masalah yang belum dimengerti. Oleh sebab itu.peneliti terapkan.

op.85 Begitu juga ketika diberi latihan soal mereka langsung mengerjakannya tanpa ada keluhan dan mereka mengerjakannnya penuh semangat. .cit. dan tanya jawab ketika pembelajaran berlangsung. Secara umum penerapan cooperative learning pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar tentang Asmaul Husna. mengungkapkan pendapatnya. Dengan demikian hasil observasi siklus II menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa yang sangat memuaskan. Penilaian dalam pembelajaran ini dilakukan pada setiap pertemuan setelah proses pembelajaran berlangsung. Penilaian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam menggunakan strategi yang telah diterapkan. Melalui observasi pada siklus II adanya rasa ingin tahu yang cukup besar yang ditunjukkan dengan lebih aktif belajar kelompok. Penilaian Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna. 167. Pujian ini dimaksudkan untuk merangsang minat yang sebenarnya. Peningkatan motivasi belajar siswa dapat diamati pada lembar observasi dari siklus I sampai II terus mengalami peningkatan. hal. Hal ini menunjukkan keantusiasan mereka ketika pembelajaran asmaul husna berlangsung. 85 Oemar Hamalik.hasil tugasnya di depan kelas. C.

Ini semua adalah bukti-bukti data kuantitatif.22%. Berdasarkan data empiris dan analisis dapat diambil sebuah kesimpulan. atau nilai rataratanya dari 64. bahwa penerapan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle dapat meningkatkan motivasi belajar Akidah Akhlak dan bentuk aplikasinya yang efektif adalah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah dibuat sebelumnya.Tingkat keberhasilan kelas dalam setiap siklusnya mengalami peningkatan.8 meningkat menjadi 72. hal ini dapat ditunjukkan dengan tumbuhnya rasa kebersamaan dan gotong royong dalam kelompok. Sedangkan bukti-bukti data kualitatif dapat dijelaskan dari hasil pengamatan dan wawancara dengan siswa yang menyatakan senang dengan penerapan strategi pembelajaran tersebut.4 hingga 78. yaitu dari pre tes semula 52 % meningkat pada siklus I menjadi 76 %. dan keberanian dalam mengemukakan pendapat. . dan meningkat lagi menjadi 88. Sedangkan pada motivasi belajar siswa juga mengalami peningkatan dari pre test yang semula 1. kemudian meningkat lagi pada siklus II menjadi 87 %.89%.8 meningkat menjadi 72. susana kelas menjadi lebih hidup. Dari hasil penilaian dapat dibuktikan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle dapat meningkatkan motivasi belajar Asmaul Husna pada siswa kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang.

karena dikerjakan dengan bersama-sama. Hal ini terlihat dari kenaikan setiap siklusnya. . antara lain: 1.Adapun indikator keberhasilan penerapan cooperative learning. yaitu aktif dalam berdiskusi dengan saling tukar pendapat dan tanya jawab. sehingga dapat menyelesaikan tugas tepat waktunya. Siswa mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Pada saat pembelajaran berlangsung siswa terlihat lebih semangat. 3. Hal ini menunjukkan bahwa siswa tidak merasa takut lagi untuk belajar mengemukakan pendapatnya dan tanya jawab. Adanya peningkatan motivasi belajar siswa. senang. 2. dan tidak merasa bosan.

Perencanaan cooperative learning melalui strategi crossword puzzle terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV A dalam pembelajaran Asmaul Husna. dan lembar observasi tentang motivasi belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan data indikator peningkatan motivasi belajar siswa dari 72.BAB VI PENUTUP A.67%. maka dapat ditarik sebuah kesimpulan sebagai berikut: 1. menjadi 88. dibandingkan ketika melaksanakan pembelajaran konvensional. membuat modul pembelajaran. Pelaksanaan cooperative learning melalui strategi crossword puzzle terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV A dalam pembelajaran Asmaul Husna. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisa dan observasi data di lapangan. mereka selalu menampakkan aura senang dan selalu berusaha menyelesaikan tugas tepat waktu.22%. Langkah awal perencanaan ini adalah membuat silabus. membuat lembar crossword puzzle. menyusun RPP. . 2.89% atau meningkat sebesar 16. Perencanaan dibuat setelah peneliti mengetahui karakteristik siswa kelas IV A di MI Sunan Kalijogo Malang yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Hasil motivasi belajar tersebut terlihat dari bertambahnya semangat dan antusias siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

Lembaga pendidikan dan pihak yang berwenang diharapkan mampu merealisasikan pembelajaran kooperatif. Sarana dan prasarana di MI Sunan Kalijogo sudah cukup bagus. dan sebagainya. Hal ini dapat ditunjukkan dari keberhasilan kelas menjadi 87 % atau sebesar 78. 2. seperti buku-buku diperpustakaan. Dari hasil penilaian dapat dibuktikan bahwa pembelajaran ini terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV A di MI Sunan Kalijogo Malang. karena pembelajaran ini terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penilaian cooperative learning melalui strategi crossword puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar Asmaul Husna dilakukan pada setiap pertemuan setelah proses pembelajaran berlangsung. tetapi pihak sekolah masih perlu untuk lebih melengkapi fasilitas-fasilitas yang ada disekolah. B. Saran Berdasarkan hasil penelitian di atas. Penilaian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam menggunakan strategi yang telah diterapkan. .3. maka peneliti memberikan saran kepada beberapa pihak: 1. Guru diharapkan menerapkan pembelajaran kooperatif tidak hanya pada mata pelajaran Akidah Akhlak. 3. media pembelajaran. karena berdasarkan hasil penelitian terbukti berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa. tetapi bisa diterapkan pada pelajaran yang lain. Karena fasilitas tersebut dapat membantu siswa untuk melengkapi informasi pengetahuan dalam pendidikan.

M. Penelitian Tindaakn Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Proses Belajar Mengajari. Solo: Pustaka Ar-Rayyan. . Asmaul Husna Nama-Nama Indah Allah. Ibnu Qayyim.com. 2007. La Ode. Sulaiman. Pokok Materi Metodologi penelitian & Aplikasinya. 2007. Psikologi Belajar dan Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. 2007. Nunu A. 2005. dan Nunung K Rukmana. Bandung: Sinar Baru. Said bin Ali bin Wahf. Oemar. Kecerdasan 99 Cara Meraih Kemenangan dan Ketengan Hidup Lewat Penerapan 99 Nama Allah. Jakarta: Ghalia Indonesia . Arikunto. Asmaul Husna dan Sifat-Sifat Allah (http:www. Fathoni.yahoo. Al-Qahthani. Bandung: Jembar. Al-Kumayi. Pendidikan Islam dan Pendidikan Nasional {Paradigma Baru}. Iqbal. Novi.DAFTAR PUSTAKA Al-Jauziyah. Jakarta: Departemen Agama RI Direktorat Jenderal Kelembagaan Islam. diakses 6 Agustus 2009). 1992. Arbiki.yahoo. dkk. Hamalik. 2007. Kurikulum dan Pembelajaran. 2006. diakses 18 Februari 2009). Emildadiany. Hasan.com.com. Suharsimi. Jakarta: Bumi Aksara. Cara Mudah Bergembira bersama Al-Qur’an. 2001.yahoo. diakses 18 Februari 2009). Contoh Proposal Eksperimen (http:www. 2007. Hamijaya. Cooperative Learning-Teknik Jigsaw (http:www. 2002. Misteri Asmaul Husna. Jakarta: Mizan Publika. . Muhammad Kholid.

Wina. diakses 6 Agustus 2009 ). Lexy J. dkk. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Sanjaya. Muslich. . Majid. Jakarta: Kencana. Psikologi Pendidikan. Silberman. Margono. Bandung: Remaja Rosdakarya. Jakarta: Kencana. 2007. Bandung: Nuansa. Jakarta: Bumi Aksara. Ja’far. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Ngalim. 2007. Abdul dan Dian Andayani. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. 2006. Moleong. 2006.yahoo. Purwanto. diakses 6 Agustus 2009). Pedoman Diagnostik Potensi Peserta Didik. Qiyas Media. 2007. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Ternyata ada 100 Asma Al-Husna. 2002. Lie. Hamid. Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: Rineka Cipta. Yogyakarta: CTSD. . Masnur. Purnomo. Melvin L. 2009. Strategi Pembelajaran di Perguruan Tinggi.com. Manfaat Asmaul Husna (http:www. Bandung :Remaja Rosdakarya.yahoo. Shidiq. Muhammad. Active Learning 101 Cara Bealajar Siswa Aktif. 2000. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sigit. Metodologi Penelitian Pendidikan. Anita. Jakarta: Gramedia. 2007. M. S. 2006. (http:www.Hisyam. 2004. 2006.com.

Analisa Penerapan Algoritma Backtracking. 2007.com. . Jurnal Pendidikan Penabur . Rochiati. Syah. Etin.IV/ Desember (http:www. Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS Jakarta: Bumi Aksara. Malang: Fakultas Tarbiyah UIN. Bandung: Remaja Rosdakarya. pada Game “ Crossword Puzzle ” (http:www. Malang: UM Press. 2008. 1984. Hamzah B. Uno.com. 2004. Surabaya: Mahkota. Malang: UIN Malang Press. 2008. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif .05/ Th. Usman. 2008. Pedoman Penulisan Skripsi. Zainuddin.No. Masrap. Jakarta: Prestasi Pustaka. A. . Hari. Jakarta: Bumi Aksara. 1995. Penerapan Teori Multiple Intelligence dalam Pembelajaran Fisika. Khasiat Ayat-Ayat Al-Qur’an. Yasin. Penelitian Tindakan Kelas dari Teori Menuju Praktik. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan. Fatah.yahoo. Metode Penelitian Tindakan Kelas untuk Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen. Trianto. Ronny. 2004. Wiriaatmadja. 2007. Jakarta: Bum Aksara.2007. Piping.yahoo. Muhibbin. 2009. diakses 6 Agustus 2009). Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Bandung: Cipta Cekas Grafika. diakses 18 Februari 2009). Suderadjat. Uzer. Wahidmurni. Model-Model pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. M dan Muhammad Walid. Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2005. Suhaemi. Moh. Menjadi Guru Profesional. Ajeng dan Adry. Wirasati.Solihatin. 2007. Sugiharti. Psikologi Belajar.

.

442 KARANGBESUKI TELEPON KECAMATAN KOTA PROPINSI NSS NSPN JENJANG AKREDITASI TAHUN DIDIRIKAN TAHUN BEROPERASI STATUS TANAH SURAT KEPEMILIKAN SERTIFIKAT TANAH LUAS TANAH STATUS BANGUNAN SURAT IJIN BANGUNAN LUAS BANGUNAN 1.5 M2 (0341) 574822 / 7701303 SUKUN MALANG JAWA TIMUR 65146 112357305009 TERAKREDITASI B 1967 1967 WAQOF .0011 M2 MILIK YAYASAN NO. CANDI III D NO.LAMPIRAN I PROFIL MADRASAH MADRASAH IBTIDAIYAH NAMA SEKOLAH SUNAN KALIJOGO ALAMAT SEKOLAH JL. 152051808003 409.

S.Psi A. A. S. S. BA PUJIATI.Ma IDA NUROH.PdI NUR H. S. ASHARI Dra.Pd TATA USAHA DWI MUKTIANI YAYASAN WAKA KURIKULUM ANIK AZIZAH.LAMPIRAN II STRUKTUR ORGANISASI MI SUNAN KALIJOGO DEPAG KEPALA MADRASAH SUPRIYATI. S. S. SUNARTIN ZAINUDIN NUR ASIYAH Dra.Ag WALI KELAS GURU KOORDINATOR Drs.Pd IIS PUSPA R. SUNARTIN SISWA/SISWI MI SUNAN KALIJOGO .Ag WIWID DP. A.Ma WAKA KESISWAAN ENDAH N. STP WAKA KEUANGAN KHUSNUL K. DARSONO NING F.

tetapi masih perlu ada penerapan lebih lanjut agar pembelajaran kooperatif dapat diaplikasikan dengan hasil yang lebih memuaskan Revisi Perencanaan Perlu diterapkan pembelajaran kooperatif yang lebih efektif dan menyenangkan. • Dari hasil pre test dapat diketahui bahwa motivasi belajar siswa pada materi Asmaul Husna masih rendah. • Membagi indikator pembelajaran.LAMPIRAN III SIKLUS I Identifikasi Masalah Observasi lapangan dilakukan dengan menganalisa dan mengidentifikasi masalah yang terkait dengan motivasi belajar siswa Memeriksa Lapangan • Mengadakan pre test dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Refleksi Pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle pada siklus I menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa yang cukup baik. • Menerapkan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle. • Tidak melakukan evaluasi dan refleksi. Pelaksanaan Tindakan • Melaksanakan pembealajaran sesuai dengan rencana pembelajaran. Perencanaan Tindakan • Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran • Menyiapkan modul dan media pembelajaran • Merencanakan evaluasi dan refleksi. • Observasi dilakukan pada motivasi belajar pada saat pembelajaran. • Tidak menggunakam modul dan media pembelajaran. sehingga siswa tidak merasa bosan Cukup Berhasil . • Melaksanakan evaluasi dan refleksi Observasi • Mengamati proses pembelajaran dengan lembar observasi motivasi belajar siswa.

• Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran • Merencanakan evaluasi dan refleksi. Berhasil SELESAI . Refleksi Penerapan pembelajaran kooperatif pada siklus II terbukti dapat meningkatan motivasi belajar siswa tentang Asmaul Husna pada mata Akidah Akhlak kelas IV A MI Sunan Kalijogo Malang. • mempersiapkan indikator selanjutnya. • Melaksanakan evaluasi dan refleksi Observasi • Mengamati proses pembelajaran dengan lembar observasi motivasi belajar siswa. • Menerapkan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle. serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. • Observasi dilakukan pada motivasi belajar pada saat pembelajaran.SIKLUS II Perencanaan Tindakan • Mempersiapkan instrumen motivasi. Pelaksanaan Tindakan • Melaksanakan pembealajaran sesuai dengan rencana pembelajaran. Bentuk implementasi pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzle penggunaan modul dan media pembelajaran.

Al-Mukmin. dan Al-Latif) Kompetensi Dasar Mengenal allah melalui sifat-sifat yang terkandung dalam Asmaul Husna (As-Salam. Al-Mukmin. Menunjukkan contoh bahwa Allah bersifat (As-Salam. Membiasakan berdo’a dengan al-asma’ al-Husna (As-Salam. dan Al-Latif). Mengetahui arti al-asma’ al-Husna (As-Salam. dan Al-Latif). Al-Mukmin. dan Al-Latif).LAMPIRAN IV Standar Kompetensi Memahami sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul Husna (As-Salam. Al-Mukmin. dan Al-Latif) Indikator Menghafal sifat-sifatAllah yang terkandung dalam al-asma’ al-Husna (As-Salam. Al-Mukmin. dan Al-Latif). . Al-Mukmin.

Zat Allah tidak rusak dan tidak cacat.R. berkata jorok. Selain itu. membaca Al-Qur’an dan berzikir kepada Allah. (H. Jika kalian ingin selamat. Ibnu Majah). tetapi luka hati karena ucapan sulit dihilangkan. Semua yang dilakukan Allah selalu benar dan tidak tercela karena Allah bersifat As-Salam yang berarti Mahasejahtera. misalnya perpuatan sia-sia. lebih baik diam. maka jagalah lisan. Manusia akan selamat di bunia dan akhirat juka tidak melakukan perbuatan dosa. Allah memberi rasa aman dan kemakmuran kepada semua makhluk-Nya. Kosa Kata (Kalimat Sa’bah) Berzikir Keramat Sedih Cemas Jasmani : mengingat Allah : dianggap suci : menimbulkan rasa susah dalam hati : tidak tenteram hati : tubuh. berhati-hatilah dalam berbicara dan jauhkan diri dari perbuatan sia-sia. Sika kalian tidak dapat berbicara yang baik. badan . dan tidak pernah berdusta.AS-SALAM Allah Maha sempurna tidak mempunyai kekurangan. Sebagaimana Rasululllah saw bersabda yang artinya: Islam seseorang termasuk baik jika dia meninggalkan perkara yang tidak berguna. Artinya: luka yang disebabkan goresan pedang akan cepat sembuh. Kesejahteraan hanya berasal dari Allah. dan membicarakan keburukan orang lain. Berhati-hatilah dalam berbicara dan berbicaralah untuk halhal yang berguna! Misalnya. mereka juga tidak melakukan perbuatan dosa. tidak merasa iri. Kesejahteraan dapat dicapai jika seseorang mempunyai hati yang bersih. Oleh karena itu. misalnya tidak membenci. Sebuah pepatah mengatakan “Lidah lebih tajam daripada pedang”.

dalam benak mereka hanya terdapat kesedihan dan kecemasan. Quraisy/106:3-4). Allah akan melindungi dan membrikan rasa aman kepada orang yang berdo’a kepada-Nya. Allah swt berfirman yang artinya: Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah). mereka minta perlindungan kepada Allah. dari penyakit hati. Mereka pasrah dengan keputusan Allah sehingga hatinya menjadi tentram. dan malas. Hanya Allah yang dapat memberikan rasa aman kepada manusia. seperti dengkli. Orang beriman tidak dibenarkan meminta perlindungan kepada selain Allah. . Paling tidak hatinya menjadi tenang karena merasa dirinya dilindungi oleh Zat Maha Penjaga keamanan. dari kelaparan dan kekuatan. Kita mohon perlindungan dan rasa aman kepada Allah dari mara bahaya yang mengancam jiwa.AL-MUKMIN Al-Mukmin artinya Maha Penjaga keamanan. Ketika kapal di tengah lautan diterjang ombak dan dihempas badai. manusia minta perlindungan dan rasa aman kepada Allah ketika mereka dalam keadaan sempit. misalnya minta perlindungan kepada kuburan atau tempat keramat. dendam. Berbeda sekali ketika belum berdo’a. Allah tidak akan menolong kepada mereka yang meminta perlindungan kepada selain Allah. dari penyakit jasmani yang mengancam jiwa. Biasanya. bakhil.S. yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan. (Q. Benda-benda mati dan makhluk hidup tidak akan dapat memberikan perlindungan kepada manusia.

Allah berfirman yang artinya: Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata. Allah sangat lembut terhadap makhluk-Nya. sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan. Allah mengetahui kebutuhan makhluk-Nya. Allah memberi gigi ketika ia mulai dapat mengunyah makanan. Makanannya hanya susu. dan gigi seri untuk menggigit. Allah akan mengasihi dan menyayangi kalian. Allah sangat lembut terhadap semua makhluk-Nya. Air susu ibu. (Q. Hal yang ghaib dikethui Allah. madu. Itulah salah satu bukti kelembutan Allah. dan Dialah yang Maha Halus lagi Maha mengetahui. yang tersembunyi. sutra. gigi taring untuk mencabik. Bayi yang baru lahir belum memiliki gigi. dan mengasihi kepada sesama teman. Allah memberi sesuatu lebih dari yang dibutuhkan makhluk-Nya. Allah berisifat AlLatif artinya Maha halus. dan yang ghaib. kalian juga harus bersifat lemah lembut. Gigi geraham untuk mengunyah. dan mutiara merupakan sedikit kebaikan Allah yang diberikan kepada makhluk-Nya. Misalnya. Allah melihat segala gerak-gerik hamba-Nya. saling menyayangi. Sebagai anak beriman. seperti manusia mengetahui hal-hal yang nyata.S.AL-LATIF Allah Maha mengetahui terhadap hal-hal yang tidak kelihatan. al-An’am/6:103). Allah menyayangi semua makhluk-Nya. . Dengan demikian. adik bayi yang baru lahir! Ia menyusu kepada ibunya. Pemberian Allah tidak dapat disebutkan.

thayyibah • Mengetahui arti (assalamu’alai kalimat thayyibah kum) (assalamu’alaikum). • Siswa dapat menterjemahkan kalimat thayyibah tanpa melihat teks. dan al-Latif) Kompetensi Dasar Materi Pokok Alokasi Waktu 2x40 menit (2 JP) Penilaian Bentuk Jenis Contoh Instrumen No 1 Indikator Pengalaman Belajar Sumber Belajar Mengenal • Menghafalkan/melafal Allah melalui kan kalimat thayyibah kalimat (assalamu’alaikum). • Membiasakan mengucap kalimat kalimat thayyibah (assalamu’alaikum) bila bertemu dengan sesama muslim. • Siswa dapat menjelaskan isi pokok kandungan kalimat thayyibah dalam bentuk lisan dan tulisan • Performance • Tes • Kapan kita • Buku lisan mengucapkan Panduan • Paper and salam? “Membina pencil test • Tes Akidah dan tulis • Tuliskan • Kerja kalimat salam Akhlak kelompok • Diskusi kelas IV beserta MI (Tiga artinya! Serangkai • Sebutkan Pustaka manfaat Mandiri) salam bagi • Kaligrafi kaum kalimat muslimin! thayyibah . Kalimat • Siswa dapat thayyibah menghafalkan kalimat thayyibah (assalamu’alaikum).LAMPIRAN V SILABUS PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester : MI Sunan Kalijogo : Akidah Akhlak : IV/II Standar Kompetensi : Memahami kalimat thayyibah (assalamu’alaikum) dan al-Asma’ al-Husna (as-Salam. al-Mukmin.

ng asmaul husna • Apa arti sifat Allah alMukmin? • Sebutkan 3 bukti bahwa Allah bersifat alLatif.No Kompetensi Dasar Indikator Materi Pokok Pengalaman Belajar • Guru menjelaskan. al-Mukmin. asma’ al• Mengetahui arti alHusna (Asasma’ al-Husna (AsSalam. al-Mukmin. al-Latif) • Dapat menunjukkan contoh bahwa Allah bersifat (As-Salam. berbicara rative yang • Modul learnitentang berguna. • Bermain kartu lafdhiyah Alokasi Waktu Penilaian Bentuk Jenis Contoh Instrumen Sumber Belajar • Sebutkan • Kartu adab-adab lafdhiyah salam! • Apa makna salam menurut kalian? 3x40 menit (2 JP) • Lafad • Performance • Tes • Jelaskan Asmaul lisan sifat Allah • Paper and Husna as-Salam? pencil test • Tes tulis • Sebutkan 3 • Lembar • Diskusi crossword • Coope. • Siswa dapat menterjemahkan Asmaul Husna (AsSalam. dan dan al-Latif). • Membiasakan berdo’a dengan al-asma’ alHusna (As-Salam. alMukmin. dan al-Latif). • Bermain crossword puzzle. Asmaul Husna • Siswa dapat menghafalkan Asmaul Husna (AsSalam. al-Mukmin. dan al-Latif). Mukmin. • Siswa dapat menjelaskan isi pokok kandungan Asmaul Husna tersebut. 2 Mengenal • Menghafal sifatAllah melalui sifatAllah yang sifat-sifatAllah terkandung dalam alyang asma’ al-Husna (Asterkandung Salam. • Guru menjelaskan . al-Mukmin. dan al-Latif). dan al-Latif). alSalam. dalam aldan al-Latif). alMukmin.contoh puzzle.

dan fathanah) . • Terbiasa untuk meneladani sifat-sifat Rasulullah (sidiq. • Siswa dapat menyebutkan tugas dari Nabi dan Rasul.Standar Kompetensi : Beriman kepada Rasul-Rasul Allah Kompetensi Dasar Materi Pokok Rukun Iman Alokasi Waktu 3x40 menit (2 JP) Penilaian Bentuk Jenis Contoh Instrumen No 3 Indikator Pengalaman Belajar • Siswa dapat menyebutkan 25 Nabi dan Rasul dengan cara dinyanyikan. • Menyebutkan bukti sederhana adanya Nabi dan Rasul. • Siswa menjelaskan bukti sederhana adanya Nabi dan Rasul. • Performance • Tes • Ada Berapa • Buku lisan Nabi Dan Panduan • Paper and Rasul Allah? “Membina pencil test • Tes Akidah dan tulis • Sebutkan • Kerja Akhlak Nabi dan kelompok • Diskusi kelas IV Rasul Allah? MI (Tiga • Apa tugas Serangkai Nabi dan Pustaka Rasul? Mandiri)” • Ada berapa • Kartu sifat-sifat Lafdhiyah Rasulullah? • Gambar – Sebutkan! gambar. amanah. • Sebutkan bukti sederhana adanya Nabi dan Rasul! • Jelaskan fungsi beriman kepada Nabi dan Rasul! . • Bermain kartu lafdhiyah Sumber Belajar Mengenal • Menyebutkan 25 nama Rasul dan Nabi Nabi dan Rasul Allah Allah beserta tugasnya. • Guru menjelaskan. • Siswa dapat menjelaskan fungsi beriman kepada Nabi dan Rasul. • Menunjukkan fungsi beriman kepada Nabi dan Rasul. • Menyebutkan sifatsifat para Nabi dan Rasul. • Siswa memiliki perasaan cinta dan iman kepada Nabi dan Rasul. tabligh.

tabligh. tabligh. dan fathanah. • Performance • Tes • Apa yang • Buku lisan dimaksud Panduan • Paper and dengan sidik? “Membina pencil test • Tes Akidah dan tulis • Sebutkan • Kerja Akhlak ciri-ciri dari kelompok • Diskusi kelas IV sifat amah! MI (Tiga • Sebutkan Serangkai dalil yang menunjukkan Pustaka Mandiri)” sifat tabligh! • Jelaskan arti • Kartu dari fathanah! Lafdhiyah • Gambar – • Sebutkan 3 gambar. amanah. contoh dari sifat sidik. • Bermain kartu lafdhiyah Sumber Belajar 4 • Membiasakan akhlak sidik. amanag. tabligh. tabligh. tabligh. tabligh. tabligh. tabligh. dan fathanah! . • Mencintai dan meneladani akhlak mulia lima Rasul Ulul Azmi. dan fathanah. • Menunjukkan ciri orang yang sidik. tabligh. amanah. amanah. Pengalaman Belajar • Siswa dapat menyebutkan akhlak terpuji. amanah. dan fathanah. • Siswa menjelaskan ciri-ciri orang yang berakhlak sidik. • Siswa dapat menjelaskan arti dari akhlak sidik. dan fathanah. amanah. • Guru menjelaskan. amanah. • Membiasakan akhlak terpuji terhadap teman dalam kehidupan sehari-hari. • Memberikan contoh sifat sidik.Standar Kompetensi : Membiasakan akhlak terpuji Kompetensi Dasar Materi Pokok Akhlak Terpuji Alokasi Waktu 2x40 menit (2 JP) Penilaian Bentuk Jenis Contoh Instrumen No Indikator • Mengetahui arti akhlak sidik. dan fathanah. dan fathanah. • Menunjukkan keuntungan orang yang bersifat sidik. • Siswa dapat memberikan contoh akhlak sidik. dan fathanah. • Siswa dapat menjelaskan manfaat dari akhlak terpuji. dan fathanah dalam kehidupan sehari-hari. amanah. amanah.

Pengalaman Belajar • Siswa dapat menjelaskan sifat munafik. • Siswa dapat menjelaskan kerugian dari sifat munafik. contoh dari sifat sifat munafik. • Menghindari dari sifat munafik. • Memberikan contoh orang munafik. • Siswa menjelaskan ciri-ciri munafik. • Bermain kartu lafdhiyah Sumber Belajar • Performance • Tes • Apa yang • Buku lisan dimaksud Panduan • Paper and dengan “Membina pencil test • Tes munafik Akidah dan tulis • Kerja Akhlak • Sebutkan kelompok • Diskusi ciri-ciri orang kelas IV MI (Tiga munafik Serangkai • Sebutkan Pustaka dalil yang menunjukkan Mandiri)” • Kartu tentang Lafdhiyah munafik • Gambar – • Sebutkan 3 gambar. • Menunjukkan kerugian sifat munafik. • Guru menjelaskan. • Siswa dapat memberikan contoh orang munafik. • Menunjukkan ciri-ciri orang munafik. • Siswa menyebutkan dalil tentang munafik beserta artinya. • Apa kerugian dari orang yang bersifat munafik? .Standar Kompetensi : Menghindari akhlak tercela Kompetensi Dasar Menghindari sifat munafik dalam kehidupan sehari-hari Materi Pokok Akhlak Tercela Alokasi Waktu 2x40 menit (2 JP) Penilaian Bentuk Jenis Contoh Instrumen No 5 Indikator • Mengetahui arti munafik. • Menunjukkan dalil tentang munafik.

Indikator Siswa dapat menjelaskan arti Asmaul Husna (As-salam). Sumber Belajar dan Alat pembelajaran Buku Panduan “Membina Akidah dan Akhlak kelas IV MI (Tiga Serangkai Pustaka Mandiri)”. III. dan Al-latif). Materi Pokok Asmaul Husna (As-salam). IV.LAMPIRAN VI RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PRE TEST Nama Sekolah Mata Pelajaran : MI Sunan Kalijogo : Akidah Akhlak Kelas/ Semester : IV A/ II Alokasi Waktu Hari/ Tanggal : 40 Menit : Rabu. Papan tulis dan kapur. Standar Kompetensi Memahami sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul Husna (Assalam. 11 Maret 2009 I. II. Kompetensi Dasar Mengenal Allah melalui sifat-sifat yang terkandung dalam Asmaul Husna (As-salam. Al-mukmin. dan Al-latif). Strategi Pembelajaran Metode ceramah dan tanya jawab. VI. Al-mukmin. . V.

• Tanya jawab tentang materi sebelumnya.Lembar kerja siswa. • Berdo’a dan salam. Kriteria Pembelajaran Siswa mampu menguasai materi maksimal 65% dari kompetensi dasar. Kegiatan Awal • Salam dan berdo’a. Kegiatan Inti • Siswa mencatat ringkasan materi tentang Asmaul Husna (As-salam). Langkah-Langkah Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran A. . • Guru menjelaskan materi tersebut. • Absensi dan menanyakan kabar hari ini. B. • Siswa mengerjakan soal pre test. Kegiatan Akhir • Siswa menyimpulkan materi tersebut dengan 5 menit 30 menit Waktu 5 menit dibantu oleh guru. VII. • Guru memberikan nasehat kepada siswa agar rajin belajar. VIII. IX. Penilaian Proses : Pengamatan selama proses pembelajaran. • Siswa dan guru mengadakan Tanya jawab. C. Hasil : Test tulis pada akhir pembelajaran. • Menunjukkan materi ajar dan tujuan pembelajaran.

. Al-mukmin. dan Al-latif). Modul Asmaul Husna (As-salam. dan Al-latif) IV. Materi Pokok Asmaul Husna (As-salam. Al-mukmin. Sumber Belajar dan Alat pembelajaran Buku Panduan “Membina Akidah dan Akhlak kelas IV MI (3 Serangkai)”. dan Al-latif). dan Al-latif). dan Al-latif). Strategi Pembelajaran Cooperative learning dengan Crossword puzzle. III. Almukmin. Al-mukmin. Standar Kompetensi Memahami sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul Husna (Assalam. Al-mukmin. V. dan Al-latif). Gambar yang berhubungan dengan lafad tersebut. II. dan Al-latif). 18 & 25 Maret 2009 I.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Nama Sekolah Mata Pelajaran : MI Sunan Kalijogo : Akidah Akhlak Kelas/ Semester : IV A/ II Alokasi Waktu Hari/ Tanggal : 2x40 Menit : Rabu. Kaligrafi lafad (As-salam. Al-mukmin. Al-mukmin. Siswa dapat menjelaskan arti Asmaul Husna (As-salam. Indikator Siswa dapat Menghafal sifat-sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul Husna (As-salam. VI. Kompetensi Dasar Mengenal Allah melalui sifat-sifat yang terkandung dalam Asmaul Husna (As-salam.

Kegiatan Akhir • Siswa bersama guru menyimpulkan materi tersebut. • Siswa dan guru mengadakan Tanya jawab. 5 menit . • Guru membagikan lembar crossword puzzle yang sama kepada setiap kelompok. VIII. • Menunjukkan materi ajar dan tujuan pembelajaran. • Tanya jawab tentang materi sebelumnya. • Siswa bersama kelompoknya mengerjakan soal tersebut. • Guru memberikan pertanyaan kepada salah satu siswa dengan menyebut nomornya. Kriteria Pembelajaran Siswa mampu menguasai materi maksimal 65% dari kompetensi dasar. C. • Absensi dan menanyakan kabar hari ini. Langkah-Langkah Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I A. • Guru menjelaskan materi tersebut. • Siswa yang telah disebut nomornya harus menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh guru. Kegiatan Awal • Salam dan berdo’a. B. Kegiatan Inti • Guru membagikan modul kepada setiap siswa. • Salah satu kelompok membacakan hasilnya dan 30 menit 5 menit Waktu kelompok yang lain menyimak dan mengoreksinya. • Siswa dibagi menjadi 5 kelompok dengan anggota 5 orang. • Guru membagikan nomor kepada setiap siswa.VII.

• Guru bersama siswa mengoreksi hasil soal tersebut C.pembelajaran. IX. . Penilaian Proses : Pengamatan selama proses pembelajaran (kekompakan dalam kerja kelompok. • Secara serentak siswa mengerjakan soal latihan. Kegiatan Inti • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dan bertaanya sebelum mengerjakan soal latihan. • Absensi dan menanyakan kabar hari ini. Hasil : Tugas kelompk dan test tulis pada akhir pembelajaran. Kegiatan Awal • Salam dan berdo’a. • Menunjukkan materi ajar dan tujuan pembelajaran. B. • Berdo’a dan salam. Pertemuan II A. kesan-kesan pembelajaran • Berdo’a dan salam. Kegiatan Akhir • Guru memberikan dorongan kepada selama siswa untuk Waktu 5 menit 30 menit 5 menit mengungkapkan berlangsung. • Tanya jawab tentang materi sebelumnya.Kegiatan Pembelajaran • Guru memberikan motivasi kepada siswa agar tetap semangat dalam belajar. keaktifan dan ketepatan dalam tanya jawab.

dan Al-latif). Al-mukmin. II. Al-mukmin. 1 April 2009 I. Standar Kompetensi Memahami sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul Husna (Assalam. Al-mukmin.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II Nama Sekolah Mata Pelajaran : MI Sunan Kalijogo : Akidah Akhlak Kelas/ Semester : IV A/ II Alokasi Waktu Hari/ Tanggal : 80 Menit : Rabu. dan Al-latif). III. Kompetensi Dasar Mengenal Allah melalui sifat-sifat yang terkandung dalam Asmaul Husna (As-salam. Indikator Siswa dapat menunjukkan contoh bahwa Allah bersifat (As-salam. . dan Al-latif). dan Al-latif). IV. Strategi Pembelajaran Cooperative learning dengan Crossword puzzle. Al-mukmin. dan Al-latif). Al-mukmin. V. Materi Pokok Asmaul Husna (As-salam. Siswa dapat membiasakan berdo’a dengan Asmaul Husna (Assalam.

VIII. dan Al-latif). • Absensi dan menanyakan kabar hari ini. Kegiatan Awal • Salam dan berdo’a.VI. VII. Modul Asmaul Husna (As-salam. • Menunjukkan materi ajar dan tujuan pembelajaran. • Guru membagikan lembar crossword puzzle yang sama kepada setiap kelompok. Papan tulis dan kapur. Kegiatan Inti • Guru menjelaskan materi pelajaran • Siswa dibagi menjadi 6 kelompok dengan anggota 4 orang. Langkah-Langkah Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran A. Al-mukmin. • Guru membagikan nomor kepada siswa 30 menit sebagaimana yang telah dilakukan pada minggu sebelumnya. • Tanya jawab tentang materi sebelumnya. Sumber Belajar dan Alat pembelajaran Buku Panduan “Membina Akidah dan Akhlak kelas IV MI (Tiga Serangkai Pustaka mandiri)”. . Lembar crossword puzzle. Kriteria Pembelajaran Siswa mampu menguasai materi maksimal 65% dari kompetensi dasar. Waktu 5 menit B.

C. Penilaian Proses : Pengamatan selama proses pembelajaran (kekompakan dalam kerja kelompok. • Kelompok yang selesai duluan membacakan Waktu hasilnya dan kelompok yang lain menyimak dan mengoreksinya. • Siswa dan guru mengadakan Tanya jawab. • Siswa mengerjakan soal tersebut secara individu. • Berdo’a dan salam. keaktifan dan ketepatan dalam tanya jawab. • Guru memberikan motivasi kepada siswa agar tetap semangat dalam belajar.Kegiatan Pembelajaran • Siswa bersama kelompoknya mengerjakan soal tersebut. Hasil : Tugas kelompk dan test tulis pada akhir pembelajaran . • Guru memberikan dorongan kepada siswa untuk mengungkapkan kesan-kesan selama pembelajaran berlangsung. Kegiatan Akhir • Siswa tersebut. bersama guru menyimpulkan materi 5 menit IX. • Guru membagikan soal kepada siswa.

Kesejahteraan hanya berasal dari Allah. tidak pernah berbohong.LAMPIRAN VII SOAL-SOAL DAN KUNCI JAWABAN SOAL PRE TEST Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar! 1) Jelaskan sifat Allah As-salam! 2) Sebutkan tiga contoh hati yang bersih! 3) Sebutkan tiga contoh berbicara yang berguna? 4) Jelaskan sebuah pepatah “Lidah lebih tajam daripada pedang”! 5) Terjemahkam hadits tentang As-salam yang diriwayatkan oleh imam Ibnu Majah! KUNCI JAWABAN 1) Maha sejahtera. Allah memberi rasa aman dan kemakmuran kepada semua makhluk-Nya. 2) Tidak membenci. 5) Islam seseorang termasuk baik jika dia meninggalkan perkara yang tidak berguna baginya. 3) Membaca ayat al-Qur’an. dan tidak berkata jorok. 4) Luka yang disebabkan goresan pedang akan cepat sembuh. tetapi luka hati karena ucapan sulit dihilangkan. dan tidak merasa iri. . berzikir kepada Allah.

Allah memberi makan kepada kita agar tidak 9. orang yang dapat menjaga lisannya akan 7. Al-Latif berarti 4. Allah Maha penjaga Keamanan 8. Lidah lebih tajam daripada 10. Allah Maha sejahtera 5. kita harus menjaga 6. Contoh dari perbuatan dosa adalah perbuatan . Jika ingin selamat. Hukum meminta perlindungan kepada selain Allah 2. Tugas Kelompok Isilah crossword puzzle (teka-teki silang) di bawah ini! 2 3 4 1 5 6 7 8 9 10 Menurun 1. Zat yang mencukupi kebutuhan semua makhluk adalah Mendatar 3.SOAL SIKLUS I A.

haram 6) Al-latif berarti……. Ulama c. As-salam c. 4. wajib d. berguna c. 2. kalian harus dapat menjaga……. Al-mukmin d. Jin d. a. Menderita b. adik c.baginya a. semua makhluk-Nya b. 3. . rumah 8) Zat yang mencukupi kebutuhan semua makhluk adalah…… a. Al-latif b. Terjemahkam hadits tentang As-salam yang diriwayatkan oleh imam Ibnu Majah! 1. As-salam c. sunah b. selamat 3) Allah memberi rasa aman dan kemakmuran kepada…… a. binatang 4) Allah melindungi hamba-Nya dari musibah.B. Tugas Individu Berilah tanda silang (x) pada huruf a. Allah b. a. manusia d. lisan b. Al-mukmin d. Al-hadi 2) Orang yang dapat menjaga lisannya akan…… a. merana c.. Maha Mengetahui 7) Jika ingin selamat. c. Al-latif b. Allah bersifat…… a. atau d pada jawaban yang paling benar! 1) Allah Maha sejahtera merupakan arti dari…… a. Yang Maha halus c. halal c. menguntungkan b. Al-latif b. Maha Penjaga Keamanan b. Al-mukmin d. As-salam c. tidak berguna Jawablah pertanyaan di bawah ini secara singkat dan tepat! Jelaskan sifat Allah As-salam ! Sebutkan tiga contoh berbicara yang tidak berguna! Bagaimana cara manusia memohon perlindungan kepada Allah? Sebutka tiga bukti bahwa Allah sangat lembut kepada semua makhluk-Nya! 5. sengsara d. bermanfaat d. harta d. Ar-rasyid 10) Islam seseorang termasuk baik jika dia meninggalkan perkara yang……. Malaikat c. Yang Maha sejahtera d. b. Al-hadi 5) Hukum mohon perlindungan kepada selain Allah adalah……. manusia 9) Allah mengetahui hal-hal yang tersembunyi. a. a. Allah bersifat…….

3. Tugas Individu 1) b 2) d 3) c 4) c 5) d 6) a 7) a 8) a 9) a 10) d 1. Islam seseorang termasuk baik jika dia meninggalkan perkara yang tidak berguna baginya. berzikir kepada Allah. madu. beribadah dan berdo’a kepada Allah 4. Kesejahteraan hanya berasal dari Allah. Air susu ibu. Allah memberi rasa aman dan kemakmuran kepada semua makhluk-Nya.KUNCI JAWABAN A. dan mutiara 5. 2. sutra. dan tidak berkata jorok. Tugas Kelompok 2 3 M S E 5 L A L M A T 4 1H A H A H 6 A L U S S A I U 7 L S K E L A 8P A R A N A R A M M M N I N E D 9 10 S I S I A L L A H N G B. Membaca ayat al-Qur’an. .

Apa ciri-ciri orang yang sejahtera? 5. Zat yang mencukupi kebutuhan semua makhluk adalah 6. Sebutkan tiga contoh hati yang bersih! 3. Orang yang dapat menjaga lisannya akan 3. Allah bersifat Allah 4. Allah bersifat 5. Allah sangat lembut kepada mahluknya denga memberikan B. Sebutkan ayat Al-Qur’an bahwa Allah Maha halus! . Allah Maha sejahtera merupakan arti dari 3. kita harus dapat menjaga 8. Jika ingin selamat. Tugas Kelompok Isilah crossword puzzle (teka-teki silang) di bawah ini! 2 1 3 4 5 6 7 8 9 Menurun 1. Allah memberi makan kepada kita agar tidak 7. Dalam keadaan apakan seseorang mohon perlindungan dan rasa aman kepada Allah? 4. Allah sangat lembut terhadap makhluknya. Kita mohon perlindungan dan rasa aman kepada 9. Jelaskan Allah bersifat Al-mukmin! 2. Tugas Individu Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. Allah Maha Penjaga keamanan.SOAL SIKLUS II A. Hukum meminta perlindungan kepada kuburan Mendatar 2.

KUNCI JAWABAN A. Tugas Individu 1. tidak melakukan perbuatan dosa. tidak merasa iri. dari penyakit hati. seperti dengki. 4. dan malas. Mempunyai hati yang bersih. Tugas Kelompok 2 A 1S E S A L A M 3A 4A L A M A T M H U 5K M I N L L A T I F E L 6A L 7L A 8H P A R A N I S A N A R A 9M A D U B. dan dari penyakit jasmani seperti kelaparan dan kekuatan. dendam. Allah Maha Penjaga keamanan. dan tidak pernah berdusta. Tidak membenci. 2. selalu membaca Al-Qur’an dan berzdikir kepada Allah. 3. . hanya Allah yang dapat memberikan rasa aman kepada manusia. Dari mara bahaya yang mengancam jiwa. 5. bakhil.

1 31 3.LAMPIRAN VIII LEMBAR OBSERVASI MOTIVASI Indikator Deskriptor Pre test 4 3 2 1 X Nilai Siklus I Siklus II 4 3 2 1 4 3 2 1 X X Berusaha mengerjakan tugas dalam waktu yang Antusias ditentukan Bersemangat terhadap tugas yang dikerjakan Keinginan untuk selalu menghilangkan Keinginan kemalasan Mempunyai keinginan kuat terhadap sesuatu Mengikuti pembelajaran dengan senang Tidak merasa jenuh Keceriaan dengan pelajaran Muka tampak berseri-seri dalam mengerjakan tugas Bertanya untuk mencari tahu Rasa Ingin Selalu merasa Tahu penasaran terhadap sesuatu JUMLAH RATA-RATA X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X 16 1.8 28 3.4 4 3 2 1 Keterangan s : Baik Sekali : Baik : Cukup : Kurang .

Khusnul Roziqin Khoirun Nisa’ Krisna Efendi M.8 Nilai Siklus I 85 80 85 75 70 75 100 95 65 70 80 75 55 80 70 60 70 70 60 75 50 55 50 75 85 1810 72. Ibnul Andrian M. Yoga Pratama Yusuf Bakhtiar Jumlah Rata-Rata Pre Test 80 70 75 60 55 70 85 85 50 55 75 60 50 75 65 60 65 60 55 70 45 50 45 80 80 1620 64. Putra Fanda H. Farhan M. Icha Sahwita Ismatul Q. Alwi Shihab M. Maulana Idris Nafisatur Rohmah Nur Laila A.4 Siklus II 95 85 95 80 70 75 100 100 70 70 85 85 60 85 75 75 80 75 75 55 70 55 80 90 1885 78 . M.LAMPIRAN IX REKAPITULASI NILAI KELAS IV A No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Nama Andika Arif Baharudin Yusuf Citra arum Debby Maurin Dewi Indra Dino Putra Evita Khusnul K. Rian Chomairuh Roni Setiawan Satriya Kurnia Siti Nasekhatul K.

LAMPIRAN X KONDISI SISWA KELAS IV A SAAT PEMBELAJARAN KOOPERATIF MI Sunan Kalijogo tampak dari luar MI Sunan Kalijogo tampak dari dalam Kelompok I saat mengerjakan crossword puzzle Kelompok II saat mengerjakan crossword puzzle Kelompok III saat mengerjakan crossword puzzle Kelompok IV saat mengerjakan crossword puzzle .

Kelompok V saat mengerjakan crossword puzzle Kelompok VI saat mengerjakan crossword puzzle Salah satu siswa mempresentasikan hasil tugas kelompoknya Keaktifan dan keantusiasan siswa setelah pembelajaran kooperatif .

LAMPIRAN XI INSTRUMEN OBSERVASI Untuk memperoleh data yang akurat. . Pelaksanaan proses pembelajaran yang sedang berlangsung 4. Keadaan gedung sekolah. 3. maka peneliti mengadakan observasi langsung kepada obyek penelitian guna memperoleh data tentang: 1. ruang kelas beserta kelengkapan isinya. Keadaan alat perlengkapan fasilitas pendidikan lainnya yang dapat menunjang pelaksanaan pembelajaran di MI Sunan Kalijogo. Letak geografis MI Sunan Kalijogo 2.

LAMPIRAN XII

INSTRUMEN DOKUMENTASI

Untuk melengkapi data-data yang peneliti perlukan dalam penelitian ini, maka peneliti juga menggunakan dokumentasi yang memuat hal-hal sebagai berikut: 1. Sejarah berdirinya MI Sunan Kalijogo. 2. Struktur organisasi MI Sunan Kalijogo. 3. Data guru MI Sunan Kalijogo. 4. Data siswa MI Sunan Kalijogo. 5. Sarana dan prasarana yang terdapat di MI Sunan Kalijogo.

LAMPIRAN XIII

PEDOMAN WAWANCARA

Responden: Guru Akidah Akhlak 1. Strategi/metode apa yang Ibu terapkan dalam pembelajaran Akidah Akhlak? 2. Apa media yang Ibu gunakan dalam pembelajaran Akidah Akhlak? 3. Bagaimana tanggapan siswa terhadap strategi metode yang Ibu terapkan dalam pembelajaran Akidah Akhlak? 4. Apa saja kendala yang Ibu alami dalam pembelajaran Akidah Akhlak? 5. Usaha apa yang Ibu lakukan untuk mengembangkan pembelajaran Akidah Akhlak?

Responden: Siswa Kelas IV A 1. Bagaimanakah tanggapan kamu terhadap penerapan pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle pada materi Asmaul Husna? 2. Apa manfaat yang dapat kamu ambil dari pembelajaran kooperatif melalui strategi crossword puzzle pada materi Asmaul Husna?

LAMPIRAN XIV
DEPARTEMEN AGAMA

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MALANG

FAKULTAS TARBIYAH
J L . G a j a y a na 5 0 M a l a ng T e l p. ( 0 3 4 1 ) 5 5 1 3 5 4 F a x . ( 0 3 4 1) 5 7 25 3 3

Nomor : Un.3.1/TL.00/237/2009 Lampiran : 1 berkas Hal : Penelitian Kepada Yth. Kepala MI Sunan Kalijogo di Malang Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Malang, 3 Maret 2009

Dengan ini kami mengharap dengan hormat agar mahasiswa dibawah ini: : Cicik Rohmatul Uma : 07140069 : VIII/2005 : Implementasi Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang. dalam rangka menyelesaikan tugas akhir/menyusun skripsinya, yang bersangkutan mohon diberikan izin/kesempatan untuk mengadakan penelitian di lembaga/instansi yang menjadi wewenang Bapak/Ibu. Demikian, atas perkenaan dan kerjasama Bapak/Ibu disampaikan terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr.Wb. Nama NIM Semester/ Th. Ak Judul Skripsi

Dekan Fakultas Tarbiyah,

Prof. Dr. HM. Djunaidi Ghony NIP. 150 042 031

d 01 April 2009.Pd : Kepala Madrasah : Jl. (0341) 574822 Malang (65146) SURAT KETERANGAN No: 17/MI-.SK/SK/IV/2009 Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama Jabatan Alamat Menerangkan bahwa: Nama NIM Semester/Th.Pd . S. Demikian surat ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya Malang. 18 April 2009 Kepala Madrasah Supriyati. Candi III/D 442 Karangbesuki Telp.” sejak tanggal 11 Maret 2009 s. Ak Fakultas/ Jurusan : Cicik Rohmatul Uma : 07140069 : VIII/ 2005 : Tarbiyah/ PGMI : Supriyati.LAMPIRAN XV MADRASAH IBTIDAIYAH “SUNAN KALIJOGO” STATUS : TERAKREDITASI B NSM : 112357305009 Sekretariat : Jl. Raya Candi III/33 Malang Adalah benar-benar mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malang yang telah melakukan penelitian dalam rangka menyelesaikan tugas akhir (skripsi) dengan judul “Implementasi Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang. S.

5. 27 Mei 2009 Mengetahui. Zainuddin. M. Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. 8. MA : Implementasi Cooperative Learning melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Asmaul Husna pada Siswa Kelas IV A MI Sunan Kalijogo di Malang. 9. 10. 10. 4.LAMPIRAN XVI DEPARTEMEN AGAMA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG FAKULTAS TARBIYAH JL. (0341) 572533 BUKTI KONSULTASI Nama NIM Jurusan Dosen Pembimbing Judul : Cicik Rohmatul Uma : 07140069 : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah : Dr. 3. 150 275 502 . 6. 3. 2. NO. 7. 5. 9. MA NIP. Gajayana 50 Malang Telp. TANGGAL 4 Februari 2009 16 Februari 2009 2 Maret 2009 27 Maret 2009 8 April 2009 15 April 2009 21 April 2009 28 April 2009 13 Mei 2009 27 Mei 2009 Malang. 8. 6. 2. 4. HASIL YANG DIKONSULTASIKAN Proposal Revisi Proposal Revisi Proposal Bab I dan II Revisi Bab I dan II Bab III dan IV Revisi Bab III dan IV Bab V dan VI Revisi Bab V dan VI ACC Keseluruhan TANDA TANGAN 1. 7. 1. (0341) 551354 Fax. M. Zainuddin.

Tlp Rumah/Hp : (0321) 713020 085645011338 Malang.BIODATA MAHASISWA Nama NIM Tempat Tanggal Lahir Fakultas/Jurusan : : : : Cicik Rohmatul Uma 07140069 Jombang. Genjong Kidul RT / RW 02/ 02 Ds. 27 Mei 2009 Mahasiswa (Cicik Rohmatul Uma) .Ngoro. Kab. 12 Maret 1985 Tarbiyah. Jombang No. Sidowarek Kec. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Tahun Masuk Alamat Rumah : : 2005-2006 Dsn.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful