P. 1
Print Paper PP

Print Paper PP

|Views: 44|Likes:
Published by Ramzi Baraba

More info:

Published by: Ramzi Baraba on May 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2012

pdf

text

original

A.

Pengertian Pemerintah Pengertian pemerintahan dibedakan menjadi dua, yaitu, Pertama, Pemerintahan dalam arti luas, yaitu pemerintahan yang terdiri dari tiga kekuasaan yang masing-masing terpisah satu sama lain. Ketiga kekuasaan itu adalah : a. Kekuasaan legislatif. b. Kekuasaan eksekutif. c. Kekuasaan yudikatif. Pemerintahan kekuasaan diatas berdasarkan teori Trias Politica dari Montesquieu. Tetapi, menurut Van Vollenhoven, pemerintahan dalam arti luas berbeda dengan teori trias politica. Menurut Van Vollenhoven pemerintahan dalam arti luas mencakup : a. Tindakan / kegiatan pemerintahan dalam arti sempit (bestuur). b. Tindakan / kegiatan polisi (politie). c. Tindakan / kegiatan peradilan (rechts praak). d. Tindakan membuat peraturan (regeling, wetgeving). Sedangkan pemerintahan dalam arti luas menurut Lemaire adalah pemerintahan yang meliputi : a. Kegiatan penyelengaraan kesejahteraan umum (bestuur zorg). b. Kegiatan pemerintahan dalam arti sempit. c. Kegiatan kepolisian. d. Kegiatan peradilan. e. Kegiatan membuat peraturan. Sedangkan Donner berpendapat, bahwa pemerintahan dalam arti luas dibagi menjadi dua tingkatan (dwipraja), yaitu :

b. Tindakan Pemerintahan dalam Negara Hukum Dalam melakukan aktifitasnya. Alat-alat pemerintahan yang menentukan hukum negara / politik negara. pemerintah melakukan dua macam tindakan. yaitu suatu perbuatan hukum yang dilakukan oleh aparat administrasi negara berdasarkan wewenang istimewa dalam hal membuat suatu ketetapan yang megatur hubungan antara sesama administrasi negara maupun antara administrasi negara dan warga masyarakat. Perbuatan menurut hukum publik bersegi satu. Perbuatan hukum / tindakan hukum. Perbuatan menurut hukum publik bersegi satu. B. Perbuatan menurut hukum publik bersegi dua. yaitu : 1. yaitu ”administrasi negara”. Perbuatan pemerintahan menurut hukum publik dibedakan menjadi dua. Bentuk perbuatan pemerintahan atau bentuk tindakan administrasi negara secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua macam. Pemerintahan dalam arti sempit ialah badan pelaksana kegiatan eksekutif saja tidak termasuk badan kepolisian. Pemerintahan dalam arti sempit itu dapat disebut dengan istilah lain. 2. Misalnya. rechtshandelingen. Tindakan hukum pemerintahan adalah tindakan yang dilakukan oleh Badan atau Pejabat Tata . tindakan biasa (feitelijkehandelingen) dan tindakan hukum (rechtshandeli-ngen). Dalam kajian hukum. yaitu : 1. yang terpenting untuk dikemukakan adalah tindakan dalam katagori kedua. ketetapan tentang pengangkatan seseorang menjadi pegawai negeri. peradilan dan badan perundang-undangan. Bukan perbuatan hukum.a. yaitu suatu perbuatan aparat administrasi negara yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih secara sukarela. Perbuatan menurut hukum publik bersegi dua. 2. Misalnya mengadakan perjanjian pembuatan gedung. Kedua. Alat-alat perlengkapan pemerintahan yang menjalankan politik negara yang telah ditentukan. jembatan dengan pihak swasta (pemborong).

• Perbuatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menjalankan fungsi pemerintahan. berarti upaya mewujudkan duet integral secara harmonis antara paham kedaulatan hukum dan paham kedaulatan rakyat berdasarkan prinsip monodualistis selaku pilar-pilar. yaitu lahirnya hak inisiatif untuk membuat peraturan perundang-undangan yang sederajat . Tindakan pemerintahan memiliki beberapa unsur yaitu sebagai berikut : • Perbuatan itu dilakukan oleh aparat Pemerintah dalam kedudukannya sebagai Penguasa maupun sebagai alat perlengkapan pemerintahan (bestuurs-organen) dengan prakarsa dan tanggung jawab sendiri. kepada pemerintah diberikan kebebasan bertindak (discresionare power) yaitu melalui freies Ermessen. yang sifat hakikatnya konstitutif. • Perbuatan tersebut dimaksudkan sebagai sarana untuk menimbulkan akibat hukum di bidang hukum administrasi. • Perbuatan yang bersangkutan dilakukan dalam rangka pemeliharaan kepentingan negara dan rakyat. Freies Ermessen ini menimbulkan implikasi dalam bidang legislasi bagi pemerintah. dalam kondisi tertentu terutama ketika pemerintah harus bertindak cepat untuk menyelesaikan persoalan konkret dalam masyarakat. tidak selalu setiap tindakan pemerintahan tersedia peraturan peraundang-undangan yang mengaturnya.Usaha Negara dalam rangka melaksanakan urusan pemerintahan. karena dalam negara negara terdapat prinsip wetmatigheid van bestuur atau asas legalitas. Asas legalitas menurut Sjachran Basah . peraturan perundang-undangannya belum tersedia. maka segala macam aparat pemerintah tidak akan memiliki wewenang yang dapat mempengaruhi atau mengubah keadaan atau posisi hukum warga masyarakatnya. Asas ini menentukan bahwa tanpa adanya dasar wewenang yang diberikan oleh suatu peraturan perundang-undangan yang berlaku. yang diartikan sebagai salah satu sarana yang memberikan ruang bergerak bagi pejabat atau badan-badan administrasi negara untuk melakukan tindakan tanpa harus terikat sepenuhnya pada undang-undang. Dalam negara hukum. setiap tindakan pemerintahan harus berdasarkan atas hukum. Dalam kondisi seperti ini. Meskipun demikian. Dapat terjadi.

J. Hal ini berarti keputusan H. C. Hakim biasa menerangkan sebagai pertimbangan atas pertanyaan. yang sekarang dihuni oleh suami istri yang kurang waras jiwanya dan memerlukan perawatan suatu yayasan. dalam negara kesejahteraan pemerintah membutuhkan instrumen hukum untuk menyelenggarakan kesejahteraan umum. H. mendorong administrasi negara berperan lebih besar dalam pembentukan peraturan perundang-undangan. hak delegasi untuk membuat peraturan yang derajatnya di bawah UU. Sejak tahun 1949.R. untuk menunjang perubahan masyarakat yang cepat. Menurut Bagir Manan . Demikian juga undang-undang mengambil alih rumusan dengan memberikan wewenang untuk membatalkan ketetapan yang diambil yang bertentangan dengan larangan untuk bertindak sewenang-wenang ini dalam artikel 4 Undang-undang peradilan administrasi . Perbuatan Sewenang-wenang. Hakim peradilan pegawai mempraktekkan hal tersebut. tanggal 25 Pebruari 1949. karena itu fungsi pembentukan peraturan tidak harus terpisah dari fungsi penyelenggaraan pemerintahan. Perumusan mengenai pengertian perbuatan sewenang-wenang sebagai pertimbangan kepentingan yang nyata ataupun fiktif tidak ada. memutuskan untuk memberikan perumahan besar kepada keluarga yang mempunyai anak. 1865 KUH Perdata). berdasarkan undang-undang ruang perumahan 1947. perumusan mengenai asasi larangan bertindak sewenangwenang dapat diterima secara umum. Pertama. Dalam kasasinya.R. Ketiga. 558 Walikota Doetinchem. Pengadilan di Arnhem menganggap bahwa keputusan tersebut sebagai menyalahi hukum. Kedua.W (ps. N. menyatakan bahwa tindakan itu tidah sewenang-wenang. walaupun mungkin ada keputusan lain yang lebih dapat dibenarkan. karena walikota setelah mengadakan pertimbangan dengan orang-orang yang bersangkutan secara adil telah mengambil keputusan tersebut. sehingga orang yang wajar tidak akan sampai kepada keputusan tersebut. dan droit function atau kewenangan menafsirkan sendiri aturan-aturan yang masih bersifat enunsiatif. apakah suatu tindakan publik termasuk dalam tindakan yang melanggar hukum arti yang dimaksudkan artikel 140 B. paham pembagian kekuasaan menekankan pada perbedaan fungsi daripada pemisahan organ.dengan UU tanpa persetujuan DPR. kewenangan pemerintah untuk membentuk peraturan perundang-undangan karena beberapa alasan yaitu.

dimana pemerintah diberi wewenang atas dasar keadaan pribadi untuk suatu pembebasan dari peraturan-peraturan umum. Instansi yang menguji kadang-kadang menganggap bahwa pertimbangan mengenai kepentingan umum dan perorangan pembawa kepada kesimpulan yang lain dari pada yang dimiliki oleh administrasi. atau tidak sesuai dengan asas pemerintahan yang layak. Pembatalan tindakan hukum Administrasi atas dasar ini tidak banyak terjadi. sedangkan disamping itu pembatalan atas ketetapan dapat dilakukan karena pelanggaran. 1964 halaman 291. apakah bila-bila ia mewakili badan administrasimengambil keputusan yang sama.B. Oleh karena itu kita namakan saja sebagai pengujian yang sukur dapat berdiri terus (marginal toetsing). Demikian pembatalan suatu penolakan pembebasan persyaratan keterampilan kejujuran atas dasar Undang-undang pengangkutan barang dalam K. Parkle. A. misalnya memberikan persyaratan penempatan. Demikianpula anggapan Dewan banding untuk dunia perusahaan telah berkali-kali menyatakan bahwa pertimbangan mengenai kepentingan yang bersangkutan secara tidak sampai kepada .B. 23 September 1966 halaman 719. hanya saja apakah badan itu setelah mempertimbangkan kepentingan.organisasi perusahaan dan dalam artikel 8 Undang-undang peradilan administrasi ketetapan pemerintah Majelis bidang untuk dunia perusahaan berturut-turut bagian peradilan Dewan Pertimbangan Agung. Mungkin disebabkan atas dua macam alasan. dapat ditemukan dalam C. Untuk itu larangan kesewenangan dirumuskan secara tersendiri.V. masih ada kesimpangsiuran pengertian MR L. hanya kesempatan untuk bertindak dalam hal-hal kesewenangan tersendiri.B. mengambil keputusan yang tidak masuk akal bagi manusia yang tidak berpikir sehat.R. Hanya hal-hal yang jelas dan nyata batasannya saja yang dapat dibatalkan karena alasan kesewenangan. Pertama. Algemene beginselen van behoorlik bestuur en marginale toesting in Ars Aegui XV halaman 278. dapat mencapai keputusan yang dimaksud apabila tidak ada pertimbangan kepentingan atau apabila badan itu setelah mengadakan pertimbangan. dimana tidak ada pertimbangan kepentingan sama sekali. Selanjutnya terjadi pembatalan atas asas kesewenangan dalam hal. 23 Desember 1963. 3 Lihat mengenai hal ini.R. rumusan memberikan kepada instansi yang menguji. Bagi hakim tidaklah menjadi soal. karena jarang terjadi keputusan-keputusan yang bersifat sewenang-wenang dalam pemerintahan. Dan yang kedua.3 Suatu contoh pembatalan pemecatan direktur perusahaan gas.

. Sedangkan raja beranggap. 219 ) D. Mentri Urusan Sosial menganggap. halaman 124 ). 1971. dapat naik banding kepada raja. Van der Wel. tidak perlu dipertimbangkan oleh mentri ( K. suaminya tetap sebagai pencari nafkah. 18 Januari 1971. 9 Agustus 1972. Barang siapa tidak diperlakukan sesuai dengan rencana itu. Menurut Prins.B.B. dan masyarakat secara wajar seharusnya tidak sampai berakibatkan penolakan (K. Dia yang mencari nafkah. Naik banding semacam ini dapat mengakibatkan pembatalan atas penolakan sekolah atas pembatalan dalam rencana.B. Nr. bahwa seniwati itu hanya dapat mengembangkan bakatnya bila ia tidak mengurusi rumah tangganya.akibat penolakan pembebasan dari persyaratan undang-undang penempatan perusahaan 1954 (bandingkan dengan Dewan banding untuk perusahaan 15 Juni 1971. kata raja. Perbuatan Menyalahgunakan Wewenang. Kepentingan ini. dan suaminya mengurus rumah dan anak. 153. karena pertimbangan atas kepentingan para siswa. Utrecht hampir sependapat dengan dengan Prins hanya bedanya Utrecht menggunakan kata-kata menyelenggatakan kepentingan umum yang lain dari pada kepentingan umum yang dimaksud peraturan dasar yang menjadi dasar kekuasaan itu.R. Beberapa Sarjana memberi pendapat tentang terjadinya perbuatan menyalahgunakan wewenang. A. dan bahwa ia walaupun tidak menghasilkan apapun juga pada saat itu toh tetap sebagai pencari nafkah. melakukan perbedaan antara proses penyalahgunaan kekuasaan dengan penyalah gunaan peraturan sedangkan Utrecht tidak ada membuat perbedaan karena dalam suatu negara Hukum antara peraturan dan kekuasaan mempunyai akiba timbal balik tidak ada kekuasaan tanpa peraturan dan tidak ada peraturan tanpa kekuasaan. A. 1973. Undang-undang pada pendidikan lanjutan mengenai rencana sekolah-sekolah. Seorang seniwati yang sudah kawin mengajukan suatu banding atas peraturan ahli seni patung. Barang siapa datang kesekolah kesana atas pembiayaan sekolahnya. A.B.R.B. 208 ). bahwa walaupun demikian. perbuatan menyalah gunakan wewenang terjadinya apabila Administrasi Negara menggunakan kekuasaan yang diberikan kepada untuk menyelenggarakan suatu kepentingan sedang dalam kenyataan Administrasi Negara menyelenggarakan umum yang lain dari pada kepentingan umum yang seharusnya diselenggarakan menurut tujuan kekuasaan itu.

Hal ini disebabkan azas Freies Ermessen dimana Administrasi Negara dalam mengembangkan tugas yang demikian luasnya diberikan kebebasan yang memungkinkan Administrasi Negara itu mengutamakan dasar kemanfaatan atau tujuan hukum dasar hukumnya. peradilan dan perundang-undangan. Boonstra. Vrouw Elske adalah nama sebuah perahu yang dimiliki oleh seorang yang bernama P. kemudian meminta kasasi kepada Hooge Raad (HR) atau Mahkamah Agung di Indonesia. Perbuatan menyalahgunakan wewenang adalah merupakan suatu tindakan melanggar hukum yang dilakukan oleh penguasa Detournement de Pourvoir pada mulanya tindakan diakui sebagai suatu tindakan perbuatan melanggar hukum yang dapat mengakibatkan penuntutan ganti kerugian oleh pihak lain. Atas keputusan Rehcts Bank diatas P. Boonstra tersebut Rechsbank atau sama dangan Pengadilan Negeri di Indonesia. sehingga mengakibat tenggelamnya perahu Vrouw Elske. ternyata kemudian menolak tuntutan. Karena itu. Hal ini dapat kita lihat didalam beberapa arrest yang lalu di Negeri Belanda Seperti: Arrest perempuam Elske ( Vrouw Elske ) dengan keputusan Hooge Raad (HR) tertanggal 29 Mei 1986. tetapi dalam hal kejadian diatas pihak Kotapraja tersebut sudah melakukan suatu tindakan perbuatan melanggar hokum atau onrecht matigoeverheidsdaad. Boonstra merasa tidak puas. Atas tuntutan P. Pada suatu hari Boonstra dengan perahunya Vrouw Elske ketika sedang berlayar menubruk sebuah tiang yang berada dibawh permukaan air. Boonstra mengajukan penuntutan dan minta ganti kerugian atas tenggelamnya perahu Vrouw Elske tersebut kepada Kotapraja yang berada dibawah pengawasan Walikota. Boonstra dan tetap menguatkan keputusan Rechts Bank dengan alasan bahwa sungguhpun Kotapraja mempunyai kewajiban untuk menjaga perairan guna pelayaran. HR pun didalam keputusan ternyata tetap menolak penuntutan P. . Setelah diselidiki ternyata tiang yang dilanggar perahu Vrouw Elske adalah didirikan oleh Kotapraja. maka P. Dengan dasar gugatan bahwa walikota tersebut sudah melakukan suatu tindakan melakukan perbuatan melanggar hokum.Perbuatan menyalahgunaan wewenang mungkin terjadi pada umumnya di seluruh lapisan lapangan pemerintahan baik dalam ketetapan.

ini dikabulkan oleh pengdilan. Begitulah. Atas pendirian Hoge Raaddalam perkara Vrouw Elske diatas kemudian mendapat perobahan yaitu dengan adanya arrest Ostermenn Hoge Raad 20 Nopember 1924. maka penguasa boleh juga dituntut kalau bersalah sudah melakukan perbuatan menyalahgunakan wewenang. Ostermenn adalah seorang saudagar di Amsterdam. sama dengan pasal 1365 BW Indonesia yang isinya : Bahwa orang secara bersalah melakukan perbuatan melanggar hukum dan dengan itu merugikan orang lain. oleh karena merasa dirugikan tindakan pegawai negeri yang bekewajiban untuk memberikan pertolongan dalam mengexport minyak-minyak dari tumbuh-tumbuhan. Hoge Raad mengatakan bahwa badan-badan hukum publik tugasnya dengan perantara alat-alatnya. Apabila mereka mengindahkan undang-undang (publik atau privat) mereka sudah bertindak melanggar perbuatan melanggar hukum dan mesti membayar ganti kerugian. menguatkan vonis tersebut tanggal 1 Maret 1923.Dari kasus diatas kita melihat sampai dengan tahun 1896. Berdasarkan arrest tersebut diatas. telah mulai dapat dituntut membayar ganti kerugian. Dimana tindakan seorang pejabat yang merugikan yang dilaksanakan pejabat itu didalam menjalankan kekuasaanya sebagai pejabat. menurut pemerintah Negeri Belanda. bahwa tindakan Walikota yang mengakibatkan tugasnya sebagai pengawasan perairan berada dibawah kekuasaannya tidaklah perbuatan menyalahgunakan wewenang. Recht Bank kemudian menolak tuntutan itu. Hooge Raad masih berpendirian. Hofs Gravenhange. maka sejak keputusan Hoge Raad diatas kasus Arrest Ostermenn. dapat digugat kepengadilan untuk memberikan ganti kerugian kepada pihak . diikuti pula oleh pengadilan-pengadilan di Indonesia. Jadi dengan melihat kasus-kasus yang dikemukakan diatas. adalah wajib memberikan ganti kerugian. dimana pendirian HR kemudian diikuti pada keputusan-keputusan HR seterusnya. Dari Nederland. sehingga export tidak bias dilaksanakan. Kalau di Negeri Belanda dasar penuntutannya berdasarkan oasal 1401 BW Belanda. tindakan Detournement de Pouvior seperti yang telah diputuskan oleh HR di atas. dapat penulis mengambil kesimpulan bahwa sustu tindakan menyalahgunakan wewenang yang dilakukan olleh seorang pejabat.

yang dirugikan. Pengadilan Negeri tidak berani mengadili penguasa serta menempuh jalan yang lebih aman dengan tidak menerima tuntutan. Namun demikian masih banyak kita jumpai di dalam praktek sehari-hari. Mas J Kur tinggal di Jakarta Dalam perkara ini penggugatan AE septheon di menangkan dan ongkos-ongkos perkara dibayar oleh tergugat. kesewenang-wenangan oleh penguasa. Dalam negara hukum selayaknya warga negara harus dilindungi terhadap salah penetrapan Undangundang. Pemerintah Repoblik Indonesia (dalam hal ini Kementrian Sosial) 2. Juga dapat dilihat dari jurisprudensi Mahkamah Agung dalam putusan Kasasi tanggal 22 Nopember 1969 No. Di Negeri Belanda. Maka . kesatu dan kedua. Hal ini berarti bahwa Jurisprudensi Mahkamah Agung tidak diindahkan oleh pengadilan bawahan. Hal ini dapat kita lihat di dalam Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta tertanggal 15 Juli 1953 yang dibuat dalam majalah hukum tahun 1953 No 415. di dalam peraktek soal perbuatan melanggar hukum oleh penguasa melulu mengenai perbuatan badan eksekutif atau alat-alat pemerintahan yang juga disebut dengan istilah umum “Administrasi” untuk melaksanakan tugasnya alat-alat pemerintahan mempunyai kekuasaan yang sangat besar. pelampauan wewenang dan penyalahgunaan kekuasaan. Namun demikian masih ada kasus banyak yang pengawasannya tidak diatur oleh undang-undang khusus. Kadang-kadang perbuatan mereka dalam bidang pemerintahan dapat mengurangi hak dari bertentangan dengan para warga negara. seperti pengaturan penguasa kotapraja dapat dibatalkan oleh penguasa Propinsi. Soal dan cara bagaimanakah hak dan kepentingan warga negara dapat dilindungi terhadap pelanggaran oleh penguasa sejak lama merupakan soal yang rumit. 421 K/1969 menyatakan bahwa Pengadilan Negeri berwenang untuk mengadili penguasa yang dituntut untuk membayar ganti rugi atas dasar perbuatan melanggar hukum. E. Dengan undang-undang secara insindentil diadakan pengawasan atas perbuatan administrasi tingkat rendahan diawasi oleh administrasi dari tingkat yang lebih tinggi. sebagai berikut : 1. Perbuatan Melanggar Hukum.

inilah yang merintangi pemecahannya secara tuntas. HO (AND) tanggal 18 Agustus 1944 (N. Administrasi mengkhawatirkan bahwa badan judicatif dengan demikian akan lebih berkuasa dari pada badan Eksekutif. melainkan tugas itu sebaiknya diletakkan dalam tangan Hakim yang bebas. Administrasi mengkhawatirkan kemungkinan akan terjadinya hal tersebut dan karena itu penguasa dalam pelaksanaan tugasnya akan mengalami rintangan. Apabila hakim diberi kewenangan apakah perbuatan penguasa legal atau tidak (rechtmatghads controle). K/Sip/1969 yang menyatakan bahwa Pengadilan Negeri berwenang untuk mengadili penguasa yang dituntut membayar ganti rugi atas dasar perbuatan malanggar hukum.J 1944/45.dari itu sejak lama orang merasa perlunya diadakannya ketentuan umum akan tetapi dengan cara apa dan atas azas-azas apa hal itu dapat dilaksanakan. maupun mengenai pemerintah atas larangan perbuatan di .589). Dalam bidangilmu pengetahuan. juga melakukan pengawasan atas kebijaksanaan penguasa (doelmatigheid controle). pendirian mengenai Hakim bebas telah memperoleh kemenangan. Seorang waraga negara maresa hanya cukup memperoleh perlindungan terhadap penyalahgunaan kekuasaanoleh pihak penguasa. Seperti dalam beberapa bidang lainnya disini terletak dalam mencari perpaduan antara kepentingan perorangan dan kepentingan umum. Hoge Raad mendapatkan bahwa pengadilan biasa berwenang untuk mengadili tuntutan kepada penguasa atas dasar perbuatan melanggar hukum. Kemudian pendapat itu diganti dengan pendapat lain yang mengutamakan kepentingan umum. Kewenangan Pengadilan biasa untuk mengadili tuntutan kepada penguasa yang melakukan perbuatan yang melanggar hukum pada pokoknya berdasarkan atas pasal 2 R. Dahuli pertentangan mengenai cara dan azas-azas tersebut timbulnya karena kecurigaan administrasi terhadap pengawasan oleh Hakim yang bebas.O (Rechterijke Organisatie) sehingga kewenangan tidak merupakan problem lagi. Hal ini ada diatur dalam UUPKK 1970/14 sesuai dengan keputusan kasasi Mahkamah Agung tanggal 22 Nopember 1969 No. bila mana tugas kontrole tidak diletakkan ditengah administrasi sendiri. Sebaliknya administrasi selayaknya harus mempunyai kebebasan yang cukup luas dalam pelaksanaan tugas penguasa. Dalam arrest kotapraja Alkamnar melawan Propinsi N. baik tuntutan itu mengenai ganti rugi. Seorang warga (burgen) selayaknya harus dilindungi terhadap pelanggaran haknya oleh penyalah gunaan kekuasaan dari pihak penguasa. maka hakim akan mudah tertarik.

maka hal itu hanya dapat dibenarkan karena dalam mempertimbangkan sifat tidak legalnya perbuatan penguasa. Hal itu berarti dalam melaksanakan tugasnya dalam bidang hukum publik tidak mungkin melakukan perbuatan melanggar hukum. jadi tuntutan piutang yang berdasarkan pasal 2 RO memberi kewenangan kepada Hakim untuk mengadilinya. Pemerintah adalah penguasa negara pada suatu sisi dalam menjalankan fungsinya guna membantu serta mengeluarkan suatu keputusan antara ketetapan administrasi negara pada saat ketika tertentu ada yang bersifat cacat juridis. salah satu motif seorang warga ialah kepentingan pribadi. Sampai tahun 1901 Hoge Raad berpendirian bahwa penguasa khususnya dapat melakukan perbuatan melanggar hukum dalam hal penguasa turut serta dalam pergaulan didalam masyarakat. ianya tidak boleh ada kekurangan juridis. Kadang-kadang memang ada alasan yang tepat untuk bertindak secara demikian. Seorang warga biasa dalam tingkah lakunya terdorong oleh motif lain dari pada penguasa. Kekurangan juridis dalam pembentukan kehendak alat negara yang mengeluarkan suatu ketetapan dapat disebabkan oleh karena: 1. kepentingan kelompok yang satu dikorbankan kepada kepentingan kelompok yang lainnya. sedang tugas penguasa ialah membagi kepada kesejahteraan umum kadang-kadang mengakibatkan kepentingan orang yang satu dikorbankan kepada kepentingan orang lain. Atas dasar persamaan hak dengan warga biasa. F.kemudian hari atas pertimbangan antara lain bahwa pasal 1401 Nederland BW (pasal 1365 KUH perdata) memberi hak atas ganti rugi. digunakan ukuran-ukuran yang berlainan dari pada ukuran bagi warga biasa. Padahal dalam pembentukan kehendak negara yang mengeluarkan suatu ketetapan. baik piutang itu mengenai hukum publik maupun hukum privat. Perbuatan Cacat Juridis. Salah kira (dwaling) . Bahwasanya bagi penguasa diberlakukan norma-norma lain pada bagi negara biasa.

(duang). baru kemudian diketahui A. 20. Terjadinya salah kira dimana seorang (subjek hokum) menghendaki sesuatu dan mengadakan suatu persysratan yang sesuai kehendak dengan itu. Bayangan yang salah itu mengenai pokok maksud. Tetapi yang dimaksud disini adalah “paksaan (biasa)”. . Ketika perjanjian jual beli diadakan A sungguh-sungguh mengira ia kelah akan mempunyai sebidang tanah yang ditanami dengan KL.000 pohon jati.000 pohon jati. Paksaan (dwang). tetepi kehendak tersebut didasarkan atas suatu bayangan (voorselling) “tentang suatu hal” yang salah. Tipuan (bedong) 1. Salah kira (dwaling).2.000 pohon. Bahwasanya tanah hanya ditanami dengan KL. salah kira mengenai orang subjek hukum lain(dwaling in subjecitif recht). Dipakai istilah “paksaan keras” (geveld). 40. Hal ini tertera dalam redaksi pasal 1324 KUH Perdata. A. Paksaan (dwang) 3. 20. Maksudnya untuk mengadakan suatu perusahaan kayu.000 pohon jati.perasil memperoleh dari B sebidang tanah yang telah ditanami dengan KL. Salah kira tidak sungguh-sungguh terjadi apabila oleh kaum sesuatu hal pernyataan sesuatu kehendah itu (deverklaring van de wil is niet overenstmming met wil zelf). salah kira mengenai pokok maksud atau kecakapan (keahlian) seseorang (subjek hokum).40. atau mengenai kekuasaan sundiri (dwaling in eiger bevoegheid). maka A tidak tahu bahwa bidang tanah itu tidak ditanami dengan KL 20. Perbuatan (zelfstandigheid der zaak). Menurut pasal 1321 KUHPd. Contoh A berkeinginan untuk membeli sebidang tanah yang dapat ditanam dengan jati sebanyak KL. atau mengenai suatu (peraturan) hokum salah kira mengenai hokum (dwaling in het objective). Disini terjadi salah kira mengenai pokok maksud pembuat. tetapi ketika perjanjian jual-beli yang bersangkutan diadakan. 2.000 pohon.

. sama sekali tidak terdaftar adanya suatu kehendak. satu bohon belum menjadi tipuan. maka A tidak diangkat. Menurut ayat 2 pasal 1324 KUH perdata. maka dalam pembatalan suatu perbuatan yang diadakan dengan menggunakan paksaan Hakim harus memperhatikan umur jenis kelompok dan kedudukan social yang dipaksa.12033. 3. maka sudah tentu ketetapan tidak dibuat atau pengangkatan batal. yaitu 23 tahun. Jadi. A masih dapat memilih antara dibunuh atau membuat suatu keterangan yang dikehendaki oleh pengancam.10 Bagaimana akibat suatu ketetapan yang dibuat suatu negara yang ditipu (tipuan = “complex van lemstgeepen”). A memilih memilih membuat keterangan. Akibat perbuatan yang diadakan dengan (yaitu batal untuk sebagainya). Lihat pasal 1328 KUH perdata. serta keputusan Hoge Raad Belanda tanggal 28 Juni 1929. Oleh karena pada pihak yang dipaksa ada suatu kehendak itu mempengaruhi oleh suatu ancaman. dalam Weekblad van het recht (majalah Belanda) Nr. A diangkat oleh karena antara lain menurut keterangan yang diperoleh dan kemudian ternyata adalah suatu tipuan umurnya 20 tahun dan umur itu di bawah umur yang oleh peraturan telah ditentukan sebagai batas. Dalam hal demikian. pada A ada suatu kehendak. Contoh : A diancam oleh B dengan sebuah pistol. Contoh : bagaimana Pendidikan dari Departemen Dalam Negeri dan otonomi daerah mengangkat A sebagai pengawas pelajar Khusus Dinas Bagian C di kota Makasar. Sudah tentu bahwa andainya Bagian Pendidikan mengetahui umur yang benar itu. bilamana yang mengadakan perbuatan tersebut menggunakan beberapa muslihat (kunstgeepen) sehingga pihak lain ditimbulkan suatu bayangan palsu (valse van lemstgeepen) . Tetapi umur A yang sungguh-sungguh telah 25 tahun. yakni dalam andainya bagian pendidikan mengetahui tipuan.Bila menggunakan paksaan karena (vis absluta). maka akan mengakibatkan batal mutlak yang mana hal ini dikarnakan pada pihak yang dipakai. Tipuan (bedrog) Terjadinya tipuan.

KESIMPULAN DAN SARAN A. 1. Dalam hal ini ada kekurangan yang “essentiel”. agar tugas-tugas pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Kesimpulan. Yang mana hal . Pada kenyataan dalam menjalankan pemerintahan adakalanya terdapat penyimpanganpenyimpangan yang dilakukan oleh pejabat Hukum Administrasi Negara. Dalam menjalankan Fungsinya selaku penguasa Negara. 2. selayaknya pemerintah harus menterapkan dan melaksanakan asas-asas Pemerintahan yang baik. apabila sifat tipuan begitu rupa sehingga dapat dikatakan bahwa dengan menggunakan muslihat-muslihat itu sudah tentu ketetapan tindakan dibuat. lancar secara sukses ditengah-tengah masyarakat. baik substansi maupun prosedur yang ditetapkan dalam undang-undang.Jadi ketetapan hanya batal (dapat dibatalkan). Jelasnya kekurangan yang disebabkan tipuan itu dapat mempengaruhi berlakunya ketetapan hanya dalam hal tipuan tersebut bertentangan dengan undang-undang atau bertentangan dengan kejadian-kejadian yang benar-benar ada (Feiter).

Sjachran. diharapkan dapat menjunjung tinggi hokum yang berlaku. Perikatan-Perikatan bersumber Undang-Undang. 1987. R. Cet. Surabaya: Pustaka tinta Mas Basah. 1934. Abdul Wahid. . 3. yang mengena kepada individu atau menyangkut kepada Hak milik masyarakat.tersebut merugikan rumah yang dilakukan tanpa memberikan ganti rugi. Dalam melakukan suatu tindakan atau pelaksanaan suatu putusan Hukum Administrasi Negara. Kepada para pejabat Hukum Administrasi Negara melaksanakan tugas pemerintahan. Gadjah Mada University Press. Bandung Suryadiningrat.M. 2. DAFTAR PUSTAKA Selayan. serta asas-asas pemerintahan yang baik demi terwujudnya keserasian dan keharmonisan hubungan diantara pejabat pmerintah selaku penguasa Negara disatu sisi. Medan: Bintang E. Bab I Tata Hukum Indonesia. Utrecht. Pengantar Hukum Administrasi Negara republik Indonesia. 1. dan kawan – kawan. Beberapa hal Tentang Hukum Acara Administrasi. sangat diharapkan sekali kepada pejabat hokum administrasi Negara selaku “DICISION MAKER” untuk mempertimbangkan serta memperhatikan hak-hak asasi privat dari massyarakat agar jangan sampai merasa dirugikan oleh pemerintah. Saran-saran. Bahan Penataran Peradilan tata Usaha Negara. B. Ahmad Fauzi. 1960.I. Pengantar Hukum Administrasi Indonesia. Bandung: Tarsito ___________. serta masyarakat selaku rakyat negara pada sisi lainnya. 1933. Pengertian Umum. Terhadap peraturan pemerintah yang sewenang-wenang dan bertentangan dengan Hukum Administrasi Negara dapat diajukan upaya Hukum banding administrative ke PTUN untuk di uji keabsahannya. atau penggusuran atas hak milik masyarakat tanpa ada peraturan atas dasar hukumnya. Ridwan.

Ridwan HR. . 2006. Raja Grafindo Persada. Hukum Administrasi Negara. Jakarta.

dan Perbuatan Pemerintah dalam Tatanan Hukum DISUSUN OLEH : RAMZI BARABA 08/267639/HK/17864 .TUGAS MATA KULIAH PERBUATAN PEMERINTAH Kedudukan. Kewenangan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->