P. 1
makalah tafsir 1

makalah tafsir 1

|Views: 170|Likes:
Published by Ramadan Sinaga

More info:

Published by: Ramadan Sinaga on May 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2015

pdf

text

original

1

BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah

Dalam Islam kita sudah mengenal Rukun Iman ada enam perkara
diantaranya beriman kepada Kitab- kitab Allah dan Rasul-Rasul-Nya. Iman
Kepada keduanya adalah kewajiban dari umat Islam. Dalam hal ini kita harus
terlebih dahulu megetauhi ajaran tentang iman kepada Kitab- kitab Allah dan
Rasul- rasulnya supaya kita tidak salah dalam memahami keduanya. Oleh karena
itu dalam makalah kami, kami akan menjelaskan sedikit tentang keduanya sesuai
dengan tugas yang diberikan kepada kami. Oleh sebab itu dalam hal penyampaian
makalah kami ada kekurangan, kami mohon dimaafkan serta kritikannya untuk
menambah wawasan terutama terhadap pembahasan yang kami buat.


B. Rumusan Masalah
1. Penjelasan penafsiran tentang kitab Allah dalam ( Qs al- Baqarah: 1-4,
al-Baqarah: 136, al-Baqarah: 79 serta al- Hijr: 9 )
2. Penjelasan penafsiran tentang Para Rasul Allah
a. Tidak membeda-bedakan para Rasul Allah dalam ( Qs al-Baqarah:
285 dan an-Nisaa: 152)
b. Ketaatan Kepada Rasul Allah dalam ( Qs Ali Imran: 32 dan an-
Nisaa: 80)






2

BAB II Pembahasan
A. Ajaran Tentang Iman Kepada Kitab-Kitab Allah
1. Dalam Qs al-Baqarah: 1-4
¦.¯- ^¯÷
1. Alif laam miin
Ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-
surat Al Quran seperti: Alif laam miim, Alif laam raa, Alif laam miim shaad dan
sebagainya. diantara Ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada
Allah karena dipandang Termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang
menafsirkannya. golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya
sebagai nama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu
gunanya untuk menarik perhatian Para Pendengar supaya memperhatikan Al
Quran itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah
dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. kalau mereka tidak
percaya bahwa Al Quran diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad
s.a.w. semata-mata, Maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu.
Elg¯·O CU4-´:^¯- ºº =UuC4O O gOOg· O
O1³¬- =}1´³+÷©·Ug¢¯ ^g÷
2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka
yang bertaqwa
Elg¯·O CU4-´:^¯- ºº =UuC4O O gOOg·
O

Dalam tafsir departemen agama disebutkan disebutkan bahwa makna
dari zhalikal kitab adalah sebagai isyarat alQuran harus ditulis oleh karena itu
sahabat diperintahkan oleh rasulullah untuk menulisnya yang mengisyaratkan
tertolaknya keraguan akan kitab Allah yaitu Alquran.

O1³¬- =}1´³+÷©·Ug¢¯
3

Maksud dari lafazt diatas adalah bahwa kitab ( Al-qur‟an ) adalah
petunjuk bagi orang yang bertaqwa dengan cara mengimani kitab Allah dan
mengamalkan isi kandungan al-Qur‟an untuk mencapai tujuan yaitu ketaqwaan
kepada Allah.
4ׯg~-.- 4pONLg`u·NC jU^O4¯^¯)
4pON©O´³NC4Ò ÞE_OÞUO¯- 4¼¯¯4Ò
¯ª÷_4L^~Ee4O 4pO¬³g¼LNC ^@÷
3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib yang mendirikan shalat,
dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada
mereka.
Pertama : Beriman kepada yang gaib. Termasuk di dalamnya beriman
kepada Allah dengan sesungguhnya, menundukkan diri serta menyerahkannya
sesuai dengan yang diharuskan oleh iman itu. Tanda keimanan seseorang, ialah
melaksanakan semua yang diperintahkan oleh imannya itu.Yang gaib, ialah
sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh pancaindra. Pengetahuan tentang yang gaib
itu semata-mata berdasar kepada petunjuk-petunjuk Allah swt. Karena kita telah
beriman kepada Allah, maka kita beriman pula kepada firman-firman dan
petunjuk-petunjuk-Nya Termasuk yang gaib ialah : Allah, Malaikat, hari kiamat,
surga, neraka, mahsyar dan sebagainya.Pangkal iman kepada yang gaib ialah iman
kepada Allah swt. Iman kepada Allah adalah dasar dari pembentukan watak dan
sifat-sifat seseorang manusia agar ia menjadi manusia yang sebenarnya, sesuai
dengan maksud Allah menciptakan manusia.
Kedua: Mendirikan salat ialah, mengerjakan dan menunaikan salat dengan
menyempurnakan rukun-rukun dan syarat-syaratnya, terus-menerus
mengerjakannya sesuai dengan yang diperintahkan Allah, baik lahir maupun
batin. Yang dimaksud dengan lahir ialah mengerjakan salat sesuai dengan
ketentuan-ketentuan yang telah ditentukan sunah Rasul dan yang dimaksud
dengan “batin” ialah mengerjakan salat dengan hati, dengan segala ketundukan
dan kepatuhan kepada Allah karena merasakan keagungan dan kekuasaan Allah
4

yang menguasai dan menciptakan seluruh alam ini sebagai yang dikehendaki oleh
agama.
Ketiga: Menafkahkan sebahagian rezeki yang telah dianugerahkan Allah.
“Rezeki” ialah segala sesuatu yang dapat diambil manfaatnya. “Menafkahkan
sebahagian rezeki” ialah memberikan sebahagian rezeki atau harta yang telah
direzekikan Allah kepada orang-orang yang telah ditentukan oleh agama.Harta
yang akan dinafkahkan itu ialah sebahagiannya, tidak seluruh harta. Dalam ayat
ini tidak disebutkan berapa banyak yang dimaksud dengan sebahagian itu, apakah
seperdua, sepertiga, seperempat dan sebagainya.Dalam pada itu Allah melarang
berlaku kikir dan melarang berlaku boros.
1




4ׯg~-.-4Ò 4pONLg`u·NC .E¼g¯ 4·@O^q¡
El^O·¯)³ .4`4Ò 4·@O^q¡ }g` El)U¯l·~
jE4O´=E)4Ò ¯N× 4pONLg~ONC ^j÷
4. Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah
diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu
serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

Disini dalam tafsir al-Maraghi disebutkan kata Lafadz
4pONLg`u·NC ׯg~-.-4Ò
makna sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas
mengatakan bahwa yang dimaksud al mukminin adalah ahli kitab yang beriman

1
Tim Tashih Departemen Agama RI, Al-Qur`an dan Tafsirnya, PT Dana Bhakti Wakaf
(Milik Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia), Yogyakarta, hal. 495-500

5

kepada allah dan rasulnya dan kata almukminun sebelumnya adalah orang arab
jahiliyyah yang beriman kepada Allah dan rasulnya.
E l^O·¯)³ 4·@O^q¡ ..E¼g¯
maksudnya adalah Alquran yang bisa dibaca dan wahyu yang tidak bisa
dibaca yang dijelaskan oleh nabi seperti penjelasan beliau mengenai rakaat sholat
, perkiraan zakat dan jinayah . Sebagaiman firman Allah dalam surat an-Nahal
ayat 16:44
ge4L´)O4l^¯) @O+·O¯-4Ò ¯
.4L^¯4O^Ò¡4Ò El^O·¯)³ 4O-±g]~.-
4×))-4l+g¯ +EELUg¯ 4` 4·@´O+^
¯ªjg¯O·¯)³ ¯ª÷_^UE¬·¯4Ò ¬]ÒNO-¯E¼4-4C
^jj÷
44. Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. dan Kami turunkan
kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah
diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan,
El)U¯l·~ }g`·@O^q¡4`4Ò
maksudnya adalah kitab taurat injil dan kitab samawi lainnya mereka beriman
kepada kitab itab tersebut.
2
Serta penjelasan kata seterusnya yaitu hari akhir ialah
hari pembalasan terhadap hari pembalasan.





4. Surat al- Baqarah : 136

2
Ahmad Mustofa al- Maraghi “ Tafsir Al-Maraghi”: Jilid , Kairo, 1952” Hal.66
6

W-EO7¯O¬~ E44`-47 *.) .4`4Ò
4·@O^q¡ 4L^1·¯)³ .4`4Ò 4·@O^q¡
-OÞ¯)³ =¦·g-4O¯)³ º1g¬E¼;-)³4Ò
4-E·¯c)³4Ò =·O¬³u¬4C4Ò
´O4:¯c·-4Ò .4`4Ò 4O)·Òq¡ _/E<ON`
_/=O1gN4Ò .4`4Ò 4O)·Òq¡
¬]O·1)±E4¯- }g` ¯¦)_)Þ·O ºº
7-@´OE¼+^ 4×u-4 l³4ÞÒ¡ ¯¦÷_u4g)`
÷}^4º±4Ò +O·¯ 4pON©)U¯ON` ^¯@g÷
136. Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah
dan apa yang diturunkan kepada Kami, dan apa yang diturunkan kepada
Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan
kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari
Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka
dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".
Penjelasan lafadz diatas dalam tafsir al-Maraghi adalah
W-EO7¯O¬~ E44`-47 *.) .4`4Ò
4·@O^q¡ 4L^1·¯)³ .4`4Ò 4·@O^q¡
-OÞ¯)³ =¦·g-4O¯)³ º1g¬E¼;-)³4Ò
4-E·¯c)³4Ò =·O¬³u¬4C4Ò
´O4:¯c·-4Ò .4`4Ò 4O)·Òq¡ _/E<ON`
_/=O1gN4Ò .4`4Ò 4O)·Òq¡
¬]O·1)±E4¯- }g` ¯¦)_)Þ·O

Imam Al Bukhari meriwayatkan hadit dari abu Hurairah bahwa ahli kitab
jika membaca taurat mereka menggunakan bahasa Ibrani kemudian menafsirkan
dengan bahasa arab agar dapat didengar oleh ummat islam kemudaian rasul
bersabda kepada ummat islam yang artinya jangan lah kalian mempercai ahli
kitab dan jangan menginkari merka tetapi katakan lah kami beriman kepada
Allah,
7

ºº 7-@´OE¼+^ 4×u-4 l³4ÞÒ¡ ¯¦÷_u4g)`
kami bukanlah orang orang yang beriman kepada sebagian nabi lalu mengingkari
sebagianlainnya. Seperti yang dilakukan kaum yahudi merka menolak nabi isa
dan nabi Muhammad dan megakui nabi nabi lainnya kami hanya beriman dan
meyaksikan bahwa semuanya adalah rasul Allah yang diutus membawa kebenaran
dan hidayah.
÷}^4º±4Ò +O·¯ 4pON©)U¯ON`
Kami tunduk kepada Allah dan meyembahnya yang demikian adalah
iman secara benar sedangkan kalian tidak bahkan kalian adalah para pengabdi
nafsu.
3

Surat al- Baqarah: 79
¬uC4O·· 4ׯg~--g¢¯ 4pO+l+'¯4C
=U4-´¯^¯- ¯ªjg³g³uCÒ) ·ª¬¦
4pO7¯O¬³4C -EOE- ;}g` g³4gN *.-
W-Ò+O4¨;=41g¯ ·gO) 44E©Ò¦ 1E1)U·~ W
¬uC4O·· ª÷_-¯ O©g)` ;e4:4-º±
¯ªj_Cg³uCÒ¡ ¬uC4Ò4Ò ª÷_-¯ O©g)`
4pO+l´O'¯4C ^__÷
79. Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al
kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah",
(dengan maksud) untuk memperoleh Keuntungan yang sedikit dengan
perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa
yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah
bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.
Penjelasan lafaz dalam Tafsir al-Maraghi
¬uC4O·· 4ׯg~--g¢¯ 4pO+l+'¯4C
=U4-´¯^¯- ¯ªjg³g³uCÒ) ·ª¬¦
4pO7¯O¬³4C -EOE- ;}g` g³4gN *.- 4

3
Ibid 412
8

Alwail : kalimat yang diucapkan oleh orang yang tertimpa musibah kata alwail
juga merupakan dosa terhadap diri sendiri agar mendapat kecelakaan ( siksaan).
Berikut ini penjelasan dari Allah yang menrangkan arti kata wail . isi
kandungannya menceritakan keadaaan orang orang kafir .
E44-ÞUuC4O4C ´·4` -EOE-
´U4-´:^¯- º +^j_÷
: "Aduhai celaka Kami, kitab Apakah ini
Alkahfi : 18:49
Arti ayat diatas adalah kecelakaan yang besar semoga meninpa mereka para ulama
yang menulis kitab dengan tangannya sendiri kemudian mengatakan kepada
kalangan awam bahwa ini dari sisi tuhan yang ada dalam kitab taurat.
W-Ò+O4¨;=41g¯ ·gO) 44E©Ò¦ 1E1)U·~ W
dalam ayat ini dijelaskan harga yang mereka terima sedikit sekali padahal
kenyataannya banyak sebab perkara yang mereka jual adalah perkara yang haq
yang tak ternilai harganya.
¬uC4O·· ª÷_-¯ O©g)` ;e4:4-º±
¯ªj_Cg³uCÒ¡ ¬uC4Ò4Ò ª÷_-¯ O©g)`
4pO+l´O'¯4C ^__÷
Dalam penafsiran ayat ini ditafsirkan “ mereka berhak menerima hukuman yang
berat sebab mereka berani mengubah isi kitabullah ( taurat) dan celakah lah
mereka karena mau menerima uang suap dan berani melakukan perbuatan
maksiat. Orang orang yahudi yang menulis dan yang merubah kitab taurat telah
melakukan tiga kejahatan yaitu merubah sifat nabi muhammad Saw . berbohong
terhadap allah dan menerima uang suap. Oleh karena itu mereka diancam dan
dilaknat karena melakukan kejahatan kejahatan tersebut.”
4
Dalam tafsir ini
dijelaskan bagaimana ummat terdahulu yang suka mengotak- ngatik kitab suci
sehingga Allah sangat melaknat mereka

4
ibid
9

Surat Al- Hijr : 9
^^)³ ÷}^4º± 4L^¯EO4^ 4O^g]~.-
^^)³4Ò +O·¯ 4pOO¬g¼O4O¯ ^_÷
9. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan
Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.
Pengertiannya bahwa allah tetap menjaga alquran dari orang yang
memperolok olok kan alquraan . padahal mereka itu tidak membahayakan karena
alquraan sudah dijaga oleh Allah Swt kemurnian nya.
5
Halaman 12 juz13-15

B. Faedah Iman Kepada Kitab Allah
Iman kepada kitab-kitab Allah akan membuahkan faedah yang agung, di
antaranya :
Pertama: Mengetahui perhatian Allah terhadap para hambanya dengan
menurunkan kitab kepada setiap kaum sebagai petunjuk bagi mereka.
Kedua: Mengetahui hikmah Allah Ta‟ala mengenai syariat-syariat-Nya, di mana
Allah telah menurunkan syariat untuk setiap kaum yang sesuai dengan kondisi
mereka, sebagaimana yang Allah firmankan,
… ا ً جاَه
ْ
ن
ِ
م
َ
و
ً
ةَ عْ ر
ِ
ش ْ م
ُ
كن
ِ
م اَن
ْ
ل َ عَ ج ّ ل
ّ
ك
ِ
ل { … 84 }
“…Untuk tiap-tiap umat diantara kamu , Kami berikan aturan dan jalan yang
terang…” (QS. Al Maidah: 48).
Ketiga: Mensyukuri nikmat Allah berupa diturunkanya kitab-kitab(sebagai
pedoman dan petunjuk, ed). (Syarh Ushuulil Iman, hal 31).



5
Ibid 12 juz 13-15
10


B. AJARAN TENTANG IMAN KEPADA PARA RASUL ALLAH
A. Tidak membeda-bedakna para Rasul Allah
1. Surat al- Baqarah: 285
=}4`-47 N·O÷c·O¯- .E©) 4·@O^q¡
gO^O·¯)³ }g` ·gO)Þ·O
4pONLg`u·÷©^¯-4Ò _ ¯7 =}4`-47
*.) ·gOg·¯j·^ÞU4`4Ò
·gO)l+74Ò ·g¡)-÷c+O4Ò ºº 7-@´OE¼+^
¬-u-4 l³EOÒ¡ }g)` ·g¡)-÷cGO _
W-O7¯·~4Ò 4Lu¬g©Ec E4u¬·CÒ¡4Ò W
El4^-4O^¼7N E4+4O ¬C^O·¯)³4Ò
+OO´E©^¯- ^gg)÷
285. Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya
dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya
beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-
rasul-Nya. (mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara
seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka
mengatakan: "Kami dengar dan Kami taat." (mereka berdoa):
"Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat
kembali."
Tafsirnya
Surah Al-Baqarah dimulai dengan menerangkan bahwa Alquran tidak
ada keraguan padanya dan juga menerangkan sikap manusia terhadapnya, yaitu
ada yang beriman, ada yang kafir dan ada yang munafik. Selanjutnya disebutkan
hukum-hukum salat, zakat, puasa, haji, pernikahan, jihad, riba, hukum perjanjian
dan sebagainya. Ayat ini adalah sebagai ayat penutup surah Al-Baqarah yang
menegaskan sifat Nabi Muhammad saw. dan para pengikutnya terhadap Alquran
itu. Mereka mempercayainya, menjadikannya sebagai pegangan hidup untuk
mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dan ayat ini juga menegaskan akan
11

kebesaran dan kebenaran Nabi Muhammad saw. dan orang-orang yang beriman,
dan menegaskan bahwa hukum-hukum yang tersebut itu adalah hukum-hukum
yang benar.

Dengan ayat ini Allah swt. menyatakan dan menetapkan bahwa
Rasulullah saw. dan orang-orang yang beriman, benar-benar telah mempercayai
Alquran, mereka tidak ragu sedikit pun dan mereka meyakini benar Alquran itu.
Pernyataan Allah swt. ini terlihat pada diri Rasulullah saw. dan pribadi-
pribadi orang mukmin, terlihat pada kesucian dan kebersihan hati mereka,
ketinggian cita-cita mereka, ketahanan dan ketabahan hati mereka menerima
cobaan-cobaan dalam menyampaikan agama Allah, sikap mereka di waktu
mencapai kemenangan dan menghadapi kekalahan, sikap mereka terhadap musuh-
musuh yang telah dikuasai, sikap mereka di waktu ditawan dan sikap mereka di
waktu memasuki daerah-daerah luar Jazirah Arab.

Sikap dan watak yang demikian adalah sikap dan watak yang
ditimbulkan oleh ajaran-ajaran Alquran dan ketaatan melaksanakan hukum Allah
swt. Inilah yang dimaksud dengan jawaban Aisyah r.a. ketika ditanya tentang
akhlak Nabi Muhammad saw. beliau menjawab:

يبن قلخ نإف : تلاق يلب تلق ؟نآرقلا أرقت تسلأ نآرقلا ناك ا
Artinya:
Bukankah engkau selalu membaca Alquran?” Jawabnya: “Ya.” Aisyah
berkata: “Maka sesungguhnya akhlak Nabi itu sesuai dengan Alquran.” (HR
Muslim)

12

Seandainya Nabi Muhammad saw. tidak meyakini benar ajaran-ajaran
yang dibawanya dan tidak berpegang kepada kebenaran dalam melaksanakan
tugas-tugasnya, tentulah ia dan pengikutnya tidak akan berwatak demikian. Ia
akan ragu-ragu dalam melaksanakan cita-citanya, ragu-ragu menceritakan
kejadian-kejadian umat yang dahulu yang tersebut di dalam Alquran, terutama
dalam menghadapi reaksi orang-orang Yahudi dan Nasrani. Apalagi mengingat
bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani adalah orang yang banyak pengetahuan
mereka tentang sejarah purbakala di masa itu, karena itu Nabi Muhammad selalu
memikirkan dan tetap meyakini kebenaran setiap yang akan beliau kemukakan
kepada mereka.
Dalam pada itu orang-orang yang hidup di zaman Nabi, baik pengikut
beliau maupun orang-orang yang mengingkari, semuanya mengatakan bahwa
Muhammad adalah seorang kepercayaan, bukan seorang pendusta.
Tiap-tiap orang yang beriman itu yakin akan adanya Allah Yang Maha
Esa, hanya Dia sendirilah yang menciptakan makhluk, tidak berserikat dengan
sesuatu pun. Mereka percaya kepada kitab-kitab Allah yang telah diturunkan-Nya
kepada para Nabi-Nya, percaya kepada malaikat-malaikat Allah, dan malaikat
yang menjadi penghubung antara Allah swt. dengan rasul-rasul-Nya, pembawa
wahyu Allah. Mengenai keadaan zat, sifat-sifat dan pekerjaan-pekerjaan malaikat
itu termasuk ilmu Allah, hanya Allah swt. yang Maha Tahu. Percaya kepada
malaikat merupakan pernyataan percaya kepada Allah swt.
Dinyatakan pula pendirian kaum muslimin terhadap para rasul, yaitu
mereka tidak membeda-bedakan antara rasul-rasul Allah; mereka berkeyakinan
bahwa semua rasul itu sama, baik pengikutnya sedikit maupun banyak, baik
hukum-hukum yang dibawanya ringan atau berat, banyak atau sedikit, semuanya
adalah sama, perbedaan itu disesuaikan dengan keadaan, kesanggupan dan
kemaslahatan umat-umat mereka
Sebab turunnya ayat ini adalah :
Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim dan lain-lainnya dari Abu Hurairah,
katanya, “Tatkala turun ayat, „Dan jika kamu melahirkan apa yang terdapat dalam
13

dadamu atau menyembunyikannya, pastilah akan dihisab oleh Allah.‟ (Q.S. Al-
Baqarah 284) sungguh terasa berat oleh para sahabat. Mereka datang kepada
Rasulullah saw. lalu bersimpuh di atas kedua lutut mereka, kata mereka, „Ayat ini
telah diturunkan kepada baginda, tetapi kami tidak sanggup memikulnya‟, maka
Rasulullah saw. bertanya, „Apakah kalian hendak mengatakan seperti apa yang
diucapkan oleh Ahli Kitab yang sebelum kalian, „Kami dengar dan kami langgar?‟
hendaklah kalian ucapkan, „Kami dengar dan kami patuhi. Ampunilah kami wahai
Tuhan kami dan kepada-Mu kami akan kembali.‟ Setelah orang-orang itu
berusaha membacanya hingga lidah-lidah mereka pun menjadi lunak karenanya,
maka Allah pun menurunkan di belakangnya, „Rasul telah beriman…‟ (Q.S. Al-
Baqarah 285) Sesudah itu ayat tadi dinasakhkan oleh Allah dengan menurunkan,
„Allah tidak membebani seseorang kecuali menurut kemampuannya…‟” (Q.S. Al-
Baqarah 286) Muslim dan lain-lain meriwayatkan pula seperti di atas dari Ibnu
Abbas.
2. Surat an- Nisa: 152
4ׯg~-.-4Ò W-ON44`-47 *.)
·g¡)-÷c+O4Ò ¯¦·¯4Ò W-O¬~@´OE¼NC
4×u-4 l³4ÞÒ¡ ¯ª×gu+g)` Elj·^·¯Òq¡
4;OEc ¯ª)_Og>u·NC ¯ª¬-4OON_q¡ ¯
4p~E4Ò +.- -4OO¬¼EN V©1gO·O ^¯)g÷
152. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Para Rasul-Nya dan
tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka, kelak Allah
akan memberikan kepada mereka pahalanya. dan adalah Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dalam ayat ini Allah swt menjelaskan lagi perkara iman kepada allah
dan rasul rasulnya dengan tidak membeda- bedakan diantara rasul-rasul itu
terutama kepada nabi yang terakhir yaitu nabi muhammad
6
.

6
Tim Tashih Departemen Agama RI, Al-Qur`an dan Tafsirnya, PT Dana Bhakti Wakaf
(Milik Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia), Yogyakarta, hal.340-345

14

Allah Swt telah mengutus beberapa rasul sejak dahulu disertai petunjuk
yang benar dan menutup rangkaian rasul dengan kedatangan nabi muhammad saw
yang membawa kitab Al-quran sebagai peraturan agama yang terakhir yang harus
ditaati oleh seluruh ummat manusia.Allah swt maha penganpun terhadap
kesalahan orang orang yang benar benar beriman dan maha penyayang kepada
hamba-Nya dengan memberu petunjuk kepada jalan yang lurus dengan
perantaraan para rasul rasul-Nya.

B. Ketaatan Kepada Rasul Allah
1. Surat Ali Imran: 32
¯¬~ W-ON¬OgCÒ¡ -.-
¬[O÷c·O¯-4Ò W p)¯·· W-¯O-¯4O·>
Ep)¯·· -.- ºº OUg47© 4ׯjOg¼·¯^¯-
^@g÷
32. Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling,
Maka Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir".
Dari abdullah bin ubay berkata : muhammad telah menyamakan taatnya
dengan taat kepada allah dan dia menyuruh kita mencintainya seperti orang –
orang nasrani mencintai isa. Maka Allah menurunkan ayat 32 ini.
Maksud ayat ini ialah : katkanlah kepada mereka wahai muhammad
taatilah Allah dengan mentaati segala perintahnya dan menjauhi segala
larangannya. Dan taati lah rasulullah dengan mengikuti sunnahnya dan jadikanlah
petunjuknya sebagai pedoman dalam kehidupan. Dan ayat ini juga memberi
pengertian bahwa kita diwajibkanmengikuti nabi Muhammada Saw karena dia
adalah seorang rasul allah.sebagai mana diriwayatkan Dari Abu Hurairah ra.
bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “Barangsiapa yang mentaatiku, maka dia
telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka dia telah
mendurhakai Allah. Begitu pula, barangsiapa yang mentaati petugasku, maka dia
telah mentaatiku, dan barangsiapa mendurhakai petugasku, maka dia telah
mendurhakaiku.‟ (Riwayat Bukhari)
15

Juga dari Abu Hurairah ra. lagi, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
„Semua ummatku akan memasuki syurga kecuali yang enggan memasukinya.
Siapa yang mentaatiku akan memasuki syurga, dan siapa yang mendurhakaiku,
maka dialah orang yang enggan memasuki syurga.‟
(Riwayat Bukhari)
Dan barang siapa yang tidak memntati rasulnya maka Alolah akanmurka
kepadanya dan Allah tidakmeridhoi mereka dari kenikmatan surga pada hari
kiamat nanti melainkan mereka akan masuk kedalam api nereka atas perbuatannya
juga
7
.
2. Surat An- Nisaa: 80
}E` ;7gCNC 4·O÷c·O¯- ;³·³·· 4v·CÒ¡
-.- W }4`4Ò _O^¯4O·> .E©··
ElE4·UEc¯OÒ¡ ¯ª)_^1ÞU4× L¬1g¼EO
^g´÷
80. Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia telah mentaati
Allah. dan Barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), Maka Kami
tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka[321].
Dalam penjelasan tafsir disebutkan bahwa Allah swt menyatakan bahwa
orang yang mentaati rasul berarti ia telah mentatiNya. Jadi oleh karena itu rasul
bukan diutus untuk memelihara mereka melainkan membinbing mereka untuk
mentaatinya dan membimbing dengan petunjuknya sebagai mana hadist yang
diriwayatkan oleh Jabir ra. bercerita, katanya” Suatu peristiwa datanglah
beberapa Malaikat kepada Nabi SAW ketika beliau sedang tidur, lalu mereka
berkata: Bahwa sesungguhnya teman kamu ini dapat diberikan beberapa
perumpamaan, cobalah berikan perumpamaan baginya! Maka berkata yang satu:
Dia ini sedang tidur. Yang lain berkata: Meskipun matanya tidur, namun hatinya
tetap sadar! Lalu berkata pula Malaikat yang lain: Perumpamaan temanmu ini
ialah perumpamaan seorang lelaki yang baru selesai membangun sebuah rumah,

7
Ibid 558
16

lalu dia pun mengadakan undangan makan, dan mengundang orang datang
kepadanya. Jadi, sesiapa yang menerima undangan itu, dia akan memasuki rumah
itu, dan dapatlah dia memakan dari makanan yang disediakan itu. Dan sesiapa
yang menolak undangan itu, tidak akan memasuki rumah itu, dan tidak dapatlah
dia memakan dari makanan yang disediakan di situ! Kemudian berkata Malaikat
yang mendengar perumpamaan itu: Jelaskanlah perkara ini kepadanya (Nabi
Muhammad) supaya dia mengerti! Lalu ada Malaikat yang berkata: Bukankah dia
sedang tidur?! Jawab yang lain: Bukankah sudah aku katakan; matanya saja yang
tidur, namun hatinya sadar (dapat menangkap maksud dari berita ini). Maka para
Malaikat itu pun berkata: Rumah itu diibaratkan dengan „Syurga‟, dan orang yang
mengundang itu ialah „Muhammad‟ itu sendiri. Tegasnya, siapa saja yang
mentaati Muhammad, maka dia mentaati Allah. Dan siapa saja yang mendurhakai
Muhammad, maka dia mendurhakai Allah. Dan Muhammad itu adalah penengah
(di antara Allah) dengan manusia!
(Riwayat Bukhari)











17








BAB III Kesimpulan
Mengimani bahwa turunnya kitab-kitab Allah benar-benar dari sisi Allah
Ta‟ala.Mengimani nama-nama kitab yang kita ketahui namanya seperti Al Quran
yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu „alaihi wa sallam, Taurat
yang diturunkan kepada Nabi Musa „alaihis salaam, Injil yang diturunkan kepada
Nabi „Isa „alaihis salaam, dan Zabur yang diturunkan kepada Nabi Dawud „alaihis
salaam. Sedangkan yang tidak kita ketahui namanya, kita mengimaninya secara
global. Membenarkan berita-beritanya yang benar, seperti berita mengenai Al
Quran, dan berita-berita lain yang tidak diganti atau diubah dari iktab-kitab
terdahulu sebelum Al Quran. Mengamalkan hukum-hukumnya yang tidak
dihapus, serta ridho dan tunduk menerimanya, baik kita mengetahui hikmahnya
maupun tidak.
Mengimani bahwa turunnya Rasul-rasul Allah benar-benar dari sisi Allah
Ta‟ala. Mengimani semua Rasul yang kita ketahui namanya seperti Nabi
Muhammad dan lainnya. Mentaati segala perintahnya dan menjauhi segala
larangannya dan jangan sekali kali kita melangggar perintah ataupun petunjuk
nabi karena dengan melanggar perintah nabi berarti kita telah melanggar perintah
Allah. Taatilah Rasul – rasul Allah supaya ada penolong bagi dirimu nanti di hari
akhir melalui safaatnya. Karena mentaati mereka berarti kita telah mentaati Allah.

18








Daftar Pustaka
Ahmad Mustofa al- Maraghi “ Tafsir Al-Maraghi”: Jilid I , Kairo, 1952”
Ahmad Mustofa al- Maraghi “ Tafsir Al-Maraghi”: Jilid II , Kairo, 1952”
Tim Tashih Departemen Agama RI, Al-Qur`an dan Tafsirnya, PT Dana Bhakti
Wakaf (Milik Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia), Yogyakarta, JILID I
Tim Tashih Departemen Agama RI, Al-Qur`an dan Tafsirnya, PT Dana Bhakti
Wakaf (Milik Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia), Yogyakarta, JILID II



You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->