PEMBENTUKAN ENDOSPORA PADA BAKTERI

Pada kondisi yang tidak menguntungkan beberapa bakteri seperti Bacillus dan Clostridium memproduksi bentuk pertahanan hidup yang disebut endospora. Proses ini dikenal sebagai sporulasi. Tidak seperti spora pada Fungi, spora bakteri tidak memiliki fungsi reproduksi. Endospora ini tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrim seperti suhu yang tinggi, kekeringan, senyawa kimia beracun (desinfektan, antibiotik) dan radiasi UV. Sekali endospora terbentuk, bagian vegetatif bakteri terhenti dan fase “tidur” dimulai. Endospora ini mampu bertahan sampai kondisi lingkungan kembali menguntungkan. Endospora ini lalu akan mengalami proses germinasi, dan membentuk bakteri sel tunggal. Spora ini dapat dibunuh dengan berbagai metoda sterilisasi seperti autoklaf dan oven uap panas. Desinfektan kimia seperti formaldehid dan etilen oksida juga dapat membunuh spora. Endospora ini hanya tampak pada bakteri gram positif. Terdapat beberapa perbedaan antara sel vegetatif dan endospora. Pada sel vegetatif, aktivitas enzimatik dan metabolisme (pengambilan O2) berlangsung pada tingkat yang tinggi, sedangkan pada endospora berlangsung pada tingkat sangat minim atau hampir tidak ada. Sintesis makromolekul juga terdapat di sel vegetatif, sedangkan pada endospora tidak ada. Pada sel vegetatif terdapat mRNA, sedangkan pada endospora sangat rendah atau hampir tidak ada. Mekanisme terjadinya sporulasi adalah sebagai berikut. Pertama-tama, DNA mereplikasi dan sel terbagi secara asimetris. Septum membran sitoplasma lalu terbentuk pada salah satu sel. Lapisan kedua dari membran sitoplasma lalu terbentuk di sekitar molekul DNA (yang akan menjadi bagian dari endospora) untuk membentuk forespore. Kedua membran ini lalu mensintesis peptidoglikan pada ruang di antara mereka untuk membentuk korteks. Kalsium dipocolinat juga dilibatkan dalam pembentukan endospora. Lapisan luar endospora terdiri atas protein yang menyerupai keratin yang lalu akan mengelilingi korteks. Bagian inti tersusun atas small-acid soluble proteins (SASP). SASP ini akan terikat ke DNA dan melindungi molekul, serta menyediakan karbon dan sumber energi untuk proses germinasi. Akhirnya yang tersisa dari bakteri terlisiskan dan endospora terlepas. Tidak ada aktivitas metabolik yang terjadi sampai spora siap untuk melakukan germinasi. Proses sporulasi ini biasanya berlangsung selama sekitar 15 jam. Spora dapat diklasifikasikan berdasarkan letak spora pada sel vegetatif terbentuk, antara lain : 1. Spora terminal, terbentuknya spora terjadi di pinggir. 2. Spora subterminal, terbentuknya spora terjadi mendekati ujung. 3. Spora sentral, terbentuknya spora terjadi di tengah-tengah sel.

Gambar 1. Klasifikasi spora berdasarkan letak terbentuknya.

Inisiasi : saat teraktivasi. suatu spora tidak akan bergerminasi sampai lapisan pelindungnya rusak. Lalu diikuti oleh aktivitas biosintesis dan pembelahan sel. Proses germinasi terdiri atas langkah-langkah sebagai berikut : 1. Ketika dilihat dengan mikroskop fase kontras spora tampak sebagai badan refraktil. Berbagai dampak lain dari endospora :       Karena mereka merupakan bentuk pertahanan dari bakteri. abrasi atau senyawa mengandung sulfidril bebas mengaktifkan spora untuk melakukan germinasi. 2. asam. Anatomy of Bacteria Cell. Diperlukan pewarna kuat dan kondisi tambahan seperti panas. Air diserap dan kalsium dipicolinat dilepaskan. Aktivasi : bahkan pada kondisi yang menguntungkan sekalipun. endospora umumnya sulit untuk dekolorisasi. Sridhar. Sumber : PN. spora akan melakukan germinasi sesuai dengan kondisi lingkungan. luka yang terinfeksi oleh tanah dapat menjadi infeksi seperti gangren atau tetanus. Karena spora dapat bertahan terhadap desinfektan biasa.microrao. Sekali diwarnai. . Endospora tidak dapat terpenetrasi oleh pewarna biasa. R. Karena spora ini terdapat di tanah. Pembesaran : sel vegetatif baru terbentuk yang terdiri atas protoplas spora dan dindingnya. mereka dapat mengkontaminasi luka bedah. http://www. 3. Kondisi seperti panas. Spora dapat mengkontaminasi media kultur bakteri karena berada dimana-mana. Pengikatan stimulasi efektor mengautolisis enzim yang akan melisiskan peptidoglikan. Karena spora tahan terhadap panas tinggi. mereka dapat digunakan untuk memonitor efektivitas proses sterilisasi di autoklaf (Bacillus stearothermophilus) dan oven uap panas (Clostridium tetani var niger).com diakses 10 Oktober 2010. endospora dapat bertahan hidup melalui kondisi yang tidak menguntungkan untuk waktu yang lama. Germinasi suatu spora menghasilkan perusakan pada dinding spora dan keluarnya sel vegetatif yang baru. Struktur endospora bakteri Situasi lingkungan yang kembali menguntungkan memberikan signal untuk proses germinasi. Pada pewarna gram spora tidak terwarnai dan tampak sebagai ruang kosong. Dapat dijadikan senjata biologis. Endospora dapat diwarnai dengan pewarna Malachite Green. Sel vegetatif yang baru ini memiliki kemampuan untuk tumbuh dan bereproduksi.Gambar 2. Spora tunggal selama germinasi menghasilkan sebuah sel vegetatif. Signal yang berbeda ada untuk spesies yang berbeda juga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful