P. 1
Hibah Dan Bansos

Hibah Dan Bansos

|Views: 1,596|Likes:
Published by Ipoeng Yctigaes

More info:

Published by: Ipoeng Yctigaes on May 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/09/2012

pdf

text

original

PENGERTIAN:  Hibah adalah pemberian uang/barang atau jasa dari pemerintah daerah kepada pemerintah atau pemerintah

daerah lainnya, perusahaan daerah, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan, yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya, bersifat tidak wajib dan tidak mengikat, serta tidak secara terus menerus yang bertujuan untuk menunjang penyelenggaraan urusan pemerintah daerah.  Bantuan sosial adalah pemberian bantuan berupa uang/barang dari pemerintah daerah kepada individu, keluarga, kelompok dan/atau masyarakat yang sifatnya tidak secara terus menerus dan selektif yang bertujuan untuk melindungi dari kemungkinan terjadinya resiko sosial.  Resiko sosial adalah kejadian atau peristiwa yang dapat menimbulkan potensi terjadinya kerentanan sosial yang ditanggung oleh individu, keluarga, kelompok dan/atau masyarakat sebagai dampak krisis sosial, krisis ekonomi, krisis politik, fenomena alam dan bencana alam yang jika tidak diberikan belanja bantuan sosial akan semakin terpuruk dan tidak dapat hidup dalam kondisi wajar.  Naskah Perjanjian Hibah Daerah selanjutnya disingkat NPHD adalah naskah Perjanjian hibah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah antara pemerintah daerah dengan penerima hibah  Organisasi kemasyarakatan adalah organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat warga negara Republik Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kegiatan, profesi, fungsi, agama, dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, untuk berperan serta dalam pembangunan dalam rangka mencapai tujuan nasional dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila termasuk organisasi non pemerintahan yang bersifat nasional dibentuk berdasarkan ketentuan perundang-undangan DASAR HUKUM  PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PEMBERIAN HIBAH DAN BANTUAN SOSIAL YANG BERSUMBER DARI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH  PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 22 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2012  SURAT EDARAN MENDAGRI NOMOR: 903/4127/SJ PERIHAL PROSES PEMBERIAN HIBAH DAN BANTUAN SOSIAL DALAM APBD TA 2012 (TANGGAL 26 OKTOBER 2011)

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 22 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2012  Belanja hibah digunakan untuk menganggarkan pemberian hibah kepada pemerintah atau pemerintah daerah lainnya, perusahaan daerah, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya

Peruntukannya secara spesifik telah ditetapkan. dan c. d. e. b. Penggunaan hibah harus sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam naskah perjanjian hibah daerah  Pemerintah daerah sebagai pemberi hibah melaporkan penyaluran hibah tersebut kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan setiap akhir tahun anggaran. HIBAH DAN BANTUAN SOSIAL Hibah dapat berupa Uang.dan diberikan secara selektif dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Hibah berupa barang atau jasa dicatat sebagai realisasi obyek belanja hibah pada jenis belanja barang dan jasa dalam program dan kegiatan pada SKPD terkait KRITERIA PEMBERIAN BANTUAN SOSIAL: a. kecuali pemberian hibah kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi/kabupaten/kota dan Panita Pengawas Pemilihan Umum (PANWASLU) dalam rangka penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah  Sistem dan prosedur penganggaran. memenuhi persyaratan penerima bantuan. Memenuhi persyaratan penerima hibah. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dan peraturan perundang-undangan lainnya. . Tidak wajib. serta tidak secara terus menerus. dengan memperhatikan ketentuan Pasal 45 dan Pasal 133 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. dan berdomisili dalam wilayah administratif pemerintahan daerah berkenaan c. Jasa atau Barang KRITERIA PEMBERIAN HIBAH: a. Hibah berupa uang dicatat sebagai realisasi jenis belanja hibah pada PPKD dalam tahun anggaran berkenaan. d. Selektif. b. Bersifat sementara dan tidak terus menerus. tidak mengikat dan tidak terus menerus setiap tahun anggaran. memiliki identitas yang jelas. mengingat belanja hibah bersifat bantuan yang tidak wajib dan tidak mengikat. Keadaan tertentu dapat berkelanjutan diartikan bahwa bantuan sosial dapat diberikan setiap tahun anggaran sampai penerima bantuan telah lepas dari resiko sosial. kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan. diartikan bahwa bantuan sosial hanya diberikan kepada calon penerima yang ditujukan untuk melindungi dari kemungkinan resiko sosial. pelaksanaan dan pertanggungjawaban belanja hibah dan bantuan sosial harus ditetapkan dalam peraturan kepala daerah. diartikan bahwa pemberian bantuan sosial tidak wajib dan tidak harus diberikan setiap tahun anggaran kecuali dalam keadaan tertentu dapat berkelanjutan. rasionalitas serta ditetapkan dengan keputusan kepala daerah  Penganggaran untuk belanja hibah harus dibatasi jumlahnya.

kelompok masyarakat yang tidak mempunyai atau mempunyai sumber mata pencaharian dan tidak dapat memenuhi kebutuhan yang layak bagi kemanusiaan 6. ditujukan untuk memulihkan dan mengembangkan kemampuan seseorang yang mengalami disfungsi sosial agar dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar. dan bidang lain yang berperan untuk melindungi individu. dan/atau masyarakat yang mengalami keadaan yang tidak stabil sebagai akibat dari krisis sosial. Individu. Pemerintah daerah lainnya. kesenian. sehingga mampu memenuhi kebutuhan dasarnya. Masyarakat. 4. merupakan skema yang melembaga untuk menjamin penerima bantuan agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak. Memiliki kepengurusan yang jelas. pendidikan. bencana. ditujukan untuk mencegah dan menangani resiko dari guncangan dan kerentanan sosial seseorang. ditujukan untuk menjadikan seseorang atau kelompok masyarakat yang mengalami masalah sosial mempunyai daya. politik. keluarga. kelompok masyarakat agar kelangsungan hidupnya dapat dipenuhi sesuai dengan kebutuhan dasar minimal. program. kelompok. e. b. diberikan kepada organisasi kemasyarakatan yang dibentuk berdasarkan peraturan perundang-undangan SASARAN BANTUAN SOSIAL a. perlindungan sosial. ekonomi. 3. keagamaan. Perusahaan daerah. dan kegiatan yang dilakukan terhadap orang. merupakan serangkaian upaya yang ditujukan untuk rehabilitasi SASARAN HIBAH: a. diberikan kepada daerah otonom baru hasil pemekaran daerah sebagaimana diamanatkan peraturan perundang-undangan c. merupakan kebijakan. diberikan kepada Badan Usaha Milik Daerah dalam rangka penerusan hibah yang diterima pemerintah daerah dari Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan d. diberikan kepada satuan kerja dari kementerian/lembaga pemerintah non kementerian yang wilayah kerjanya berada dalam daerah yang bersangkutan b. penanggulangan kemiskinan. dan keolahragaan non-profesional. dan/atau masyarakat dari kemungkinan terjadinya resiko sosial PERSYARATAN HIBAH KEPADA MASYARAKAT (paling sedikit): a. 2. . bahwa tujuan pemerian bantuan sosial itu meliputi: 1. jaminan sosial. kesehatan. penanggulangan bencana. rehabilitasi sosial. Sesuai tujuan penggunaan. 5. b. Berkedudukan dalam wilayah administrasi pemerintah daerah yang bersangkutan. keagamaan. adat istiadat. atau fenomena alam agar dapat memenuhi kebutuhan hidup minimum. Lembaga non pemerintahan bidang pendidikan. Pemerintah.e. pemberdayaan sosial. keluarga. keluarga. Organisasi kemasyarakatan. diberikan kepada kelompok orang yang memiliki kegiatan tertentu dalam bidang perekonomian.

dan rincian obyek belanja berkenaan pada PPKD. Hibah berupa uang dicantumkan dalam RKA-PPKD (Bag. Keuangan) dan Hibah berupa barang atau jasa dicantumkan dalam RKA-SKPD. kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan. Apabila ada usulan tertulis. masyarakat dan organisasi kemasyarakatan dapat diberikan bila ada usulan tertulis dari pihak (calon) penerima hibah. obyek. c. Penerima hibah beserta besaran uang atau jenis barang atau jasa yang akan dihibahkan harus ditetapkan dengan keputusan Kepala Daerah. Pemberian hibah kepada Pemerintah.PERSYARATAN HIBAH KEPADA ORGANISASI KEMASYARAKAT (paling sedikit): a. atau jasa. besaran/rincian penggunaan hibah yang akan diterima. Berkedudukan dalam wilayah administrasi pemerintah daerah yang bersangkutan. Penerima hibah berupa uang wajib menyampaikan laporan penggunaannya kepada Kepala Daerah melalui PPKD dengan tembusan SKPD terkait. dan menyampaikan hasil evaluasi berupa rekomendasi kepada kepala daerah melalui TAPD. tata cara penyaluran/penyerahan hibah. obyek belanja hibah barang dan jasa berkenaan kepada pihak ketiga/masyarakat. Pencantuman alokasi. . dan rincian obyek belanja hibah barang atau jasa kepada pihak ketiga/masyarakat berkenaan pada SKPD. meliputi anggaran hibah berupa uang. pemberi dan penerima hibah. Selanjutnya TAPD memberikan pertimbangan atas rekomendasi SKPD sesuai dengan prioritas dan kemampuan keuangan daerah. perusahaan daerah. dan penyalurannya dilakukan setelah ada penandatanganan NPHD. hak dan kewajiban. tujuan pemberian hibah. tata cara pelaporan hibah. sedangkan Hibah berupa barang atau jasa dianggarkan dalam kelompok belanja langsung yang diformulasikan kedalam program dan kegiatan. e. b. Setiap pemberian hibah dituangkan dalam NPHD yang ditandatangani bersama oleh Kepala Daerah (atau SKPD yang diberi wewenang untuk menandatangani NPHD) dan penerima hibah. Memiliki sekretariat tetap. Telah terdaftar pada pemerintah daerah setempat sekurang-kurangnya 3 tahun. jenis belanja hibah. NPHD paling sedikit memuat ketentuan mengenai: a. Kepala Daerah menunjuk SKPD yang berkaitan untuk melakukan evaluasi usulan dimaksud. barang. Rekomendasi SKPD dan pertimbangan TAPD menjadi dasar alokasi anggaran hibah dalam rancangan KUA dan PPAS. dan c. KEWAJIBAN PENERIMA HIBAH 1. pemerintah daerah lainnya. dan f. b. yang diuraikan kedalam jenis belanja barang dan jasa. Hibah berupa uang dianggarkan dalam kelompok belanja tidak langsung. d. Pencairan hibah dalam bentuk uang dilakukan dengan mekanisme pembayaran langsung (LS).

Penerima hibah bertanggungjawab secara formal dan material atas penggunaan hibah yang diterimanya 4. Hasil monitoring dan evaluasi disampaikan kepada kepala daerah dengan tembusan kepada SKPD yang mempunyai tugas dan fungsi pengawasan. dan 5. Pertanggungjawaban disampaikan kepada kepala daerah paling lambat tanggal 10 bulan Januari tahun anggaran berikutnya. pakta integritas dari penerima hibah yang menyatakan bahwa hibah yang diterima akan digunakan sesuai dengan NPHD.2. 3. 5. bukti transfer uang atas pemberian hibah berupa uang atau bukti serah terima barang/jasa atas pemberian hibah berupa barang/jasa. 4. usulan dari calon penerima hibah kepada kepala daerah. Pertanggungjawaban disimpan dan dipergunakan oleh penerima hibah selaku obyek pemeriksaan PERTANGGUNGJAWABAN PEMERINTAH DAERAH ATAS PEMBERIAN HIBAN DAN BANTUAN SOSIAL: 1. Dalam hal hasil monitoring dan evaluasi terdapat penggunaan hibah atau bantuan sosial yang tidak sesuai dengan usulan yang telah disetujui. b. kecuali ditentukan lain sesuai peraturan perundang-undangan. . laporan penggunaan hibah. 6. NPHD. keputusan kepala daerah tentang penetapan daftar penerima hibah. penerima hibah atau bantuan sosial yang bersangkutan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 3. MONITORING DAN EVALUASI SKPD terkait melakukan monitoring dan evaluasi atas pemberian hibah dan bantuan sosial. Penerima hibah berupa barang atau jasa menyampaikan laporan penggunaan hibah kepada kepala daerah melalui kepala SKPD terkait. 2. surat pernyataan tanggung jawab yang menyatakan bahwa hibah yang diterima telah digunakan sesuai NPHD. dan c. Pertanggungjawaban penerima hibah meliputi: a. bukti-bukti pengeluaran yang lengkap dan sah sesuai peraturan perundangundangan bagi penerima hibah berupa uang atau salinan bukti serah terima barang/jasa bagi penerima hibah berupa barang/jasa.

.

o Adanya output dan outcome yang harus dicapai baik dalam jangka waktu satu tahun (mengacu pada RKA_KL)maupun lima tahun (sesuai dengan Rencana Strategis) o Adanya ukuran atas output dan outcome yang menunjukkan kinerja . dilaporkan tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan. artinya pengawasan dan audit baik oleh pihak luar (eksternal) maupun internal dilaksanakan dengan benar dan dapat diandalkan. artinya unit pengguna anggaran harus mempunyai kepastian mengenai ketersediaan dananya. artinya perencanaan anggaran dilakukan dengan memperhitungkan kebutuhan yang sesungguhnya (real) sehingga pada waktu pelaksanaan tidak jauh menyimpang dari rencana. o Adanya pengawasan dan audit . harus mencakup: o Realistis . o Laporan yang benar dan baik. artinya dana publik dibelanjakan sesuai dengan otorisasi yang telah ditetapkan . artinya ada suatu budaya pengelolaan keuangan yang mampu meningkatkan ketaatan terhadap peraturan. o Sesuai dengan otorisasi. artinya laporan pengeluaran sesuai dengan pengeluaran aktual atau sesungguhnya. terbuka bagi masyarakat baik dalam penerimaan maupun pengeluaran. o Kepastian tersedianya dana. Hal ini memperkecil kemungkinan kesempatan penyalahgunaan anggaran. o Transparan.Prinsip-prinsip Pengelolaan Anggaran Berbasis Kinerja yang Baik. o Taat peraturan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->