P. 1
Struktur Dan Fungsi Membran

Struktur Dan Fungsi Membran

|Views: 89|Likes:

More info:

Published by: Alfan Farhan Rijaluddin on May 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2012

pdf

text

original

struktur dan fungsi membran

By rc84

I. STRUKTUR DAN FUNGSI MEMBRAN Model molekuler membran mulai dikembangkan beberapa dasawarsa sebelum membran untuk pertama kalinya dapat dilihat dengan mikroskop elektron pada tahun 1950-an. Postulat pertama dikemukakan oleh Charles Overton bahwa membran terbuat dari lipid, atas dasar pengamatannya bahwa zat yang larut dalam lipid memasuki sel lebih cepat. Baru dua puluh tahun kemudian diketahui bahwa membran tersusun atas lipid dan protein. Oleh karena itu lipid dan protein adalah penyusun utama dari membran.

Gambar 1 Struktur Membran 1. 1. Lipid Lipid yang menyusun membran terdiri atas fosfolipid (rantai asam lemak, gliserol, fosfat, dan alkohol) dan kolesterol. Fosfolipid mampu membentuk membran karena struktur molekulernya. Fosfolipid bersifat amfipatik, yaitu memiliki daerah hidrofobik dan daerah hidrofilik.

Gambar 2 Lipid Penyusun Membran Irving Langmuir (1917) membuat model membran buatan yang terdiri dari selapis fosfolipid dengan ekor hidrofobik mengarah ke udara sedangkan kepala hidrofilik tercelup air. Itu tidak

Protein Membran merupakan suatu mozaik fluida yang terdiri atas lipid. Daerah hidrofobik protein integral terdiri atas satu atau lebih rentangan asam amino nonpolar. . kolesterol juga membantu menurunkan suhu membran jika suhu disekitar naik. protein. Davson dan Danielli (1935) melengkapi model tersebut dengan melapisi kedua permukaan itu dengan protein hidrofilik. Kolesterol menghambat penyusunan-rapat fosfolipid. Karena protein membran memiliki daerah hidrofobik dan hidrofilik juga. maka pada tahun 1972 J. Ada dua protein utama membran yaitu protein integral dan protein periferal.menjawab bagaimana jika sel berada di lingkungan akuatik. Bagian yang hidrofilik berada pada kedua sisi yang aqueous. Singer dan G. Grendel (1925) mengemukakan model bilayer fosfolipid yang tebalnya dua molekul. Gambar 3 Fosfolipid Membran bersifat fluid agar dapat bekerja dengan baik. Disinilah fungsi kolesterol steroid yang terjepit di antara molekul-molekul fosfolipid dalam membran plasma hewan membantu menstabilkan membran tersebut. yang mendasari E. Bilayer seperti ini dapat menjadi suatu batas stabil antara dua ruangan aquaeous karena susunan molekulernya melindungi bagian hidrofobik dan membiarkan bagian hidrofiliknya menyentuh cairan. Protein menentukan sebagian besar fungsi spesifik membran. protein enzimatik di dalamnya mungkin menjadi inaktif. Jika membran membeku permeabilitasnya berubah. Gorter dan F. yang biasanya tergulung menjadi heliks-a. Protein periferal tidak tertanam dalam bilayer lipid melainkan terikat longgar pada permukaan membran. 2. Nicolson menunjukkan protein tersebut sebenarnya terdispersi dan secara individual disisipkan ke daerah bilayer fosfolipid dengan daerah hidrofobik di dalam dan daerah hidrofilik menghadap cairan. dan karbohidrat. Protein integral adalah protein transmembran dengan daerah hidrofobik membentang sepanjang interior hidrofobik membran tersebut.

II. Karbohidrat pada membran biasanya berbentuk oligosakarida. CO2. Organisasi molekuler membran mengakibatkan permeabilitas selektif. Molekul sangat kecil yang polar tetapi tidak . Hal ini berarti membran mengatur molekul dan ion yang bisa keluar dan masuk sel sehingga substansi-substansi tersebut tidak dapat melintas secara sembarangan. Beberapa oligosakarida secara kovalen terikat dengan lipid (membentuk glikolipid) dan sebagian besar terikat secara kovalen dengan protein (membentuk glikoprotein). hidrofobik.Gambar 4 Protein Penyusun Membran 1. larut dalam lipid. Molekul yang dapat melintasi bilayer lipid dengan cepat adalah molekul kecil. TRANSPOR YANG MELINTASI MEMBRAN Membran sel adalah komponen sel yang sangat penting yaitu menjadi jalan utama keluar masuknya molekul ataupun ion ke dalam dan keluar sel. Karbohidrat Gambar 5 Struktur Karbohidrat Membran Karbohidrat membran memiliki fungsi untuk mengenali satu jenis sel tetangga. Sel tersebut dapat mengambil berbagai macam molekul dan ion kecil dan menolak yang lainnya. dan nonpolar. Molekul hidrofobik seperti hidrokarbon. Molekul dan lokasi yang beragam pada permukaan sel membuat oligosakarida dapat berfungsi sebagai penanda yang membedakan sel yang satu dengan yang lainnya. yang menjadi dasar penolakan terhadap sel asing. dan O2 dapat larut dalam membran dan melintasinya dengan mudah.

Difusi melalui membran dapat berlangsung melalui tiga mekanisme. Ada dua mekanisme transpor berdasarkan jumlah molekul yang melintasi membran yaitu uniport (transpor satu molekul) dan co-transport (transpor dua molekul). dan antiport (kedua molekul ditranspor dengan arah berlawanan). Protein ini tidak mengikat senyawa yang akan ditranspor. TRANSPORT PASIF Difusi merupakan proses perpindahan atau pergerakan molekul zat atau gas dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. misalnya air secara osmosis dan O2 secara difusi. urea. Transpor melalui membran berdasarkan aliran gradien elektrokimia dibagi menjadi transpor aktif dan transpor pasif. Contohnya ialah air. Selain protein carrier. K+. misalnya pompa Na-K. Bilayer ini relatif tidak permeabel terhadap ion. sekalipun ion-ion kecil seperti H+. transpor pasif juga dapat melewati protein channel. Transpor ini relatif lambat karena molekul yang masuk ditahan dulu dalam protein carrier yang memediasi difusi kemudian baru dikeluarkan ke dalam sel. Transpor melalui channel lebih cepat daripada melalui carrier. Transpor pasif artinya molekul melewati membran tanpa melawan gradien konsentrasi dan sel tidak mengeluarkan energi. yaitu difusi sederhana (simple . Sedangkan transpor aktif membutuhkan energi karena harus melawan gradien konsentrasi. Protein ini akan mengikat senyawa yang akan ditranspor dengan adanya perubahan pada konformasi protein. Transpor aktif dan pasif diperantarai oleh protein carrier yang berikatan dengan sumber energi. Persyaratan yang harus dimiliki oleh suatu senyawa nonelektrolit agar dapat berdifusi secara pasif melalui membrane yaitu konsentrasi senyawa pada satu sisi lebih dari sisi lain serta membran harus permeable terhadap substansi tersebut. Protein carrier membantu molekul keluar masuk sel dengan mekanisme “ping-pong”. Ada juga mekanisme difusi yang dipermudah dengan menggunakan protein spesifik atau sering juga disebut transpor terfasilitasi.bermuatan juga dapat melewati membran dengan lebih lambat. dan etanol.gliserol. dan Na+. misalnya glukosa dan Na+. misalnya pompa Na dan K. Bilayer lipid tidak sangat permeabel terhadap molekul polar tak bermuatan yang lebih besar seperti glukosa dan sukrosa. Gambar 6 Transport Molekul Melalui Membran A. berupa lubang hidrofilik sepanjang lipid bilayer. Co-transport berdasarkan kedua arah molekul yang ditranspor dibagi menjadi symport (dua molekul ditranspor dengan arah yang sama).

Jika di dalam suatu bejana yang . Sementara itu. otot jantung. dan difusi difasilitasi (fasiliated difusion). dan H2O. dapat menembus membran melalui saluran atau chanel. Gambar 7 Difusi Difasilitasi 3. dan K serta bahan-bahan organik yang larut dalam lemak. sel-sel lemak dan sel-sel hati.difusi melalui saluran yang terbentuk oleh protein transmembran (simple difusion by chanel formed). Protein transporter untuk grukosa banyak ditemukan pada sel-sel rangka. vitamin A. tidak dapat menembus membrane secara langsung. tetapi memerlukan protein pembawa atau transporter untuk dapat menembus membrane. molekul – molekul berukuran besar seperti asam amino. glukosa. Beberapa molekul kecil khusus yang terlarut dalam serta ion-ion tertentu. E. semacam pori dengan diameter tertentu yang memungkinkan molekul dengan diameter lebih kecil dari diameter pori tersebut dapat melaluinya. Setiap molekul atau ion memiliki protein transforter yang khusus. Membran sel permeabel terhadap molekul larut lemak seperti hormon steroid.difusion). Difusi Sederhana Difusi sederhana melalui membran berlangsung karena molekul-molekul yang berpindah atau bergerak melalui membran bersifat larut dalam lemak (lipid) sehingga dapat menembus lipid bilayer pada membran secara langsung. Protein transporter tergolong protein transmembran yang memliki tempat perlekatan terhadap ion atau molekul yang akan ditransfer ke dalam sel. D. l. Saluran ini terbentuk dari protein transmembran. karena sel – sel tersebut selalu membutuhkan glukosa untuk diubah menjadi energi. 2. dari larutan yang konsentrasi zat pelarutnya tinggi menuju larutan yang konsentrasi zat pelarutnya rendah melalui selaput atau membran selektif permeabel atau semi permeabel. membran sel juga sangat permeabel terhadap molekul anorganik seperti O. CO2. Selain itu. HO. misalnya untuk pelaluan suatu molekul glukosa diperlukan protein transporter yang khusus untuk mentransfer glukosa ke dalam sel. dan beberapa garam – garam mineral . Osmosis Osmosis adalah proses perpindahan atau pergerakan molekul zat pelarut. Proses masuknya molekul besar yang melibatkan transforter dinamakan difusi difasilitasi. Difusi dan Difasilitasi Difusi difasiltasi (facilitated diffusion) adalah pelaluan zat melalui membran plasma yang melibatkan protein pembawa atau protein transporter.

sel tumbuhan dan sel darah merah akan tetap normal bentuknya. jika dalam suatu bejana yang dipisahkan oleh selaput semipermiabel ditempatkan dua larutan glukosa yang terdiri atas air sebagai pelarut dan glukosa sebagai zat terlarut dengan konsentrasi yang berbeda dan dipisahkan oleh selaput selektif permeabel. sel tumbuhan akan kehilangan tekanan turgor dan mengalami plasmolisis (lepasnya membran sel dari dinding sel).dipisahkan oleh selaput semipermiabel. Pengikatan Na+ sitoplasmik dengan protein menstimulasi fosforilasi oleh ATP. B. Jika larutan yang terdapat di luar sel. Pada larutan hipotonis. Berbeda dengan sel tumbuhan. sedangkan sel hewan/sel darah merah dalam larutan hipertonis menyebabkan sel hewan/sel darah merah mengalami krenasi sehingga sel menjadi keriput karena kehilangan air. . Pada larutan hipertonis. Gambar 8 Osmosis pada Sel Hewan dan Tumbuhan Apakah yang terjadi jika sel tumbuhan atau hewan. sel tumbuhan akan mengembang dari ukuran normalnya dan mengalami peningkatan tekanan turgor sehingga sel menjadi keras. TRANSPORT AKTIF 1. maka air dari larutan yang berkonsentrasi rendah akan bergerak atau berpindah menuju larutan glukosa yang konsentrasinya tinggi melalui selaput permeabel. Larutan yang konsentrasi zat terlarutnya lebih tinggi dibandingkan dengan larutan di dalam sel dikatakan sebagai larutan hipertonis sedangkan larutan yang konsentrasinya sama dengan larutan di dalam sel disebut larutan isotonis. ATP DRIVEN PUMP Mekanisme pompa Na-K adalah sebagai berikut: a. sel darah merah akan mengembang dan kemudian pecah /lisis. jika sel hewan/sel darah merah dimasukkan dalam larutan hipotonis. misalnya sel darah merah ditempatkan dalam suatu tabung yang berisi larutan dengan sifat larutan yang berbeda-beda? Pada larutan isotonis. Jadi. pergerakan air berlangsung dari larutan yang konsentrasi airnya tinggi menuju kelarutan yang konsentrasi airnya rendah melalui selaput selektif permiabel. konsentrasi zat terlarutnya lebih rendah daripada di dalam sel dikatakan sebagai larutan hipotonis. hal ini karena sel hewan tidak memiliki dinding sel.

f. Perubahan konformasi mengusir Na+ keluar dan K+ ekstraseluler diikat. 2. Couple Carrier Couple carrier adalah sepasang protein yang pengangkutan ion dari suatu larutan di luar sel ke dalam sel melewati membran. Couple carrier dibagi dua yaitu symporter (coupled transport yang melewatkan ion pertama dan kedua pada arah yang sama) dan antiporters (coupled transport yang melewatkan ion kedua dari arah berlawanan). Pompa proton merupakan pompa elektrogenik utama tumbuhan. dan bakteri. siklus berulang kembali. Kehilangan fosfat membentuk kembali konformasi asli. K+ dilepaskan dan tempat Na+ mampu mengikat kembali.b. Gambar 9 Mekanisme Pompa Na-K Pompa proton mentranslokasikan muatan positif dalam bentuk ion hidrogen dengan menggunakan ATP sebagai penggeraknya. Tegangan dan gradien H+ menggambarkan sumber energi ganda yang dapat digunakan sel untuk menggerakkan proses lain. Couple carriers termasuk dalam transport aktif tidak langsung. Molekul-molekul yang masuk atau keluar sel dengan transport tidak langsung selalu bergerak melewati membran bersama-sama dengan gerakan ion. pada transport ini menggunakan energi yang dihasilkan dari pompa sodium-potasium. Fosforilasi menyebabkan perubahan konformasi protein. seperti penyerapan gula dan nutrien lainnya. fungi. d. maka mekanisme transpot aktif ini juga disebut cotransport. . e. Pengikatan K+ memicu pelepasan gugus fosfat. c.

Pola ini umumnya terbatas untuk ion. bergabung dengannya. Penelitian terakhir menjelaskan bahwa rhodopsin yang berperan dalam transpor aktif ini juga terdapat di dalam organisme lain. dan melepaskan kandungannya. pinositosis. Transpor aktif ini difasilitasi oleh protein bakteriorhodopsin yang tertanam di dalam membran plasma. Pada saat cahaya (yang juga merupakan energi dalam bentuk elektron) terkumpul dalam fotosistem. terdapat protein bakteriorhodopsin yang memiliki fotosistem yang peka cahaya. Pada antiport. symport dan antiport. Rhodopsin terbagi dalam dua tipe yang berbeda berdasarkan fungsinya. molekul besar memasuki sel di dalam vesikula yang dijepit ke dalam dari membran plasma. Diantara metabolit penting dan ion yang digerakkan secara aktif ke dalam sel dengan symport adalah gula dan Na++. substansi yang dicotransport bergerak searah gerakan ion. Light Driven Pump Di dalam membran plasma archea halofilik ekstrem terdapat mekanisme transpor aktif yang di induksi oleh cahaya. Pada eksositosis. vesikula transpor bermigrasi ke membran plasma. Elektron yang dilepaskan ini yang menjadi energi yang dibutuhkan untuk melakukan transpor aktif intermembran III. Gambar 10 Couple Transport 3. rhodopsin yang berfungsi secara visual dan rhodopsin yang berfungsi sebagai pompa proton yang diinduksi oleh cahaya (bacteriorhodopsin). substansi yang di cotransport bergerak dalam arah berlawanan dengan gerakan ion. Pada mebran sel arkhea. Kondisi ini akan membuat protein rhodopsin akan melepaskan elektron. Ketiga jenis endositosis ialah fagositosis. BULK TRANSPORT Molekul-molekul besar seperti protein ditranspor dengan eksositosis dan endositosis. Termasuk juga pada bakteri yang hidup di permukaan air laut. pompa ion klorida (Halorhodopsin) dan sensor cahaya (sensory rhodopsin) pada archaea. Pada symport.Couple carriers terjadi dalam dua pola. dan endositosis yang diperantarai reseptor. maka fotosistem akan memiliki kelebihan energi. . Pada endositosis.

J. G. Masih di bidang kesehatan.. Biology. Penyakit ini disebut cystuaria. Robinson. Hademenos. maupun sistem transpor.. R. R. Modern Biology. Salah satu penelitian menunjukkan batu-batu sistein di ginjal terbentuk karena ketidakmampuan seseorang untuk mentranspor asam-asam amino termasuk sistein dari urin atau darah. Holt. Macmillan Scince Library: 2001 Freud.L. Texas: 2006. Daftar Pustaka Johnson.Graww Hill Company . Hopson.P. Banyak penemuan di berbagai bidang yang berhubungan dengan struktur. Semua sistem pemupukan dan irigasi juga harus memperhatikan betul-betul mengenai sistem transpor agar mendapatkan hasil yang maksimal. Rineheart & Winston. Biology.Gambar 11 Transport Bulk Melalui Membran IV. Schaum Outline of Biology. komposisi. & G. Sixth Edition. APLIKASI Begitu besarnya peranan membran sel terhadap kelangsungan hidup sel membuat orang tidak pernah puas dan berhenti mempelajarinya. kelebihan kadar kolesterol di membranlah yang membuat transpor ke dalam sel menjadi terganggu. J. Mc. Lethwait.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->