Golongan IVA Si

Silikon

(Latin, silex, silicis, flint). Davy pada tahun 1800 menganggap silika sebagai senyawa ketimbang suatu unsur. Sebelas tahun kemudian pada tahun 1811, Gay Lussac dan Thenard mungkin mempersiapkanamorphous sillikon tidak murni dengan cara memanaskan kalium dengan silikon tetrafluorida. Pada tahun 1824 Berzelius, yang dianggap sebagai penemu pertama silikon, mempersiapkan amorphous silikon dengan metode yang sama dan kemudian memurnikannya dengna membuang fluosilika dengan membersihkannya berulang kali. Deville pada tahun 1854 pertama kali mempersiapkan silikon kristal, bentuk alotropik kedua unsur ini.

Ikatan kristal dan padatan silikon

1 cm3/mol 28.7 Jg-1K-1 359 kJ/mol .11 Å fcc 2.Simbol Radius Atom Volume Atom Massa Atom Titik Didih Si (Silikon) 1.33 g/cm3 4 x 106 ohm-1cm-1 Elektronegativitas Konfigurasi Elektron Formasi Entalpi Konduktivitas Panas 1.2 0.32 Å 12.9 [Ne]3s2p2 50.2 kJ/mol 148 Wm-1K-1 Potensial Ionisasi Titik Lebur Bilangan Oksidasi Kapasitas Panas Entalpi Penguapan 8.0856 2630 K Radius Kovalensi Struktur Kristal Massa Jenis Konduktivitas Listrik 1.151 V 1683 K 4.

granit. Ia merupakan unsur kedua paling berlimpah di dalam kerak Bumi. Silikon (Latin: silicium) adalah merupakan unsur kimia dalam jadual berkala yang mempunyai simbol Si dan nomor atom 14. dan juga karena oksida aslinya mudah dihasilkan di dalam relau dan membentuk antara muka semikonduktor/dielektrik yang lebih baik berbanding dengan hampir semua jenis gabungan bahan. karbon. Silikon di dalam tanah liat. Ia juga merupakan bagian dalam silikone. Silikon adalah sejenis metaloid tetravalen yang kurang reaktif dibandingkan dengan analog kimianya. Silikon digunakan secara meluas dalam semikonduktor karena ia mempunyai arus bocoran balikan yang lebih rendah daripada semikonduktor germanium. kebanyakannya dalam bentuk silikon dioksida (juga dikenali sebagai silika) dan dalam bentuk silikat. yaitu mencapai hampir 25. dan sekiranya dalam bentuk silika dan silikat. feldspar. dalam kaca.7%. kuartza dan pasir. semen. .Pengertian Silikon Menurut Annonymous (2007). nama yang diberikan kepada berbagai jenis bahan plastik yang sering disebut sebagai silikon. keramik. Silikon adalah merupakan bagian utama di dalam kebanyakan peranti semikonduktor.

Reaksi yang terjadi adalah: SiO2(l) + 2C(s) –––→ Si(l) + 2CO2 Silikon yang diperoleh kemudian didinginkan sehingga diperoleh padatan silikon. sesuai reaksi berikut: Si(s) + Cl2(g) –––→ SiCl4(g) Gas SiCl4 ini mememiliki titik didih 58 °C. Proses reduksi ini dilangsungkan di dalam tungku listrik pada suhu 3000 °C.Silikon dibuat dengan mereduksi kuarsa (quartz) atau sering disebut juga dengan silika ataupun silikon dioksida dengan kokas (C). Uap yang terbentuk kemudian dilewatkan melalui sebuah tabung panas berisi gas H2 sehingga terbentuk Si. Namun silikon yang diperoleh dengan cara ini belum dalam keadaan murni. berikut reaksinya: SiCl4(g) + 2H2(g) –––→ Si(s) + 4HCl(g) . Agar diperoleh silikon dalam bentuk murni diawali dengan mereaksikan padatan silikon yang diperoleh melalui cara di atas direaksikan dengan gas klorin (Cl2).

Padatan Si yang terbentuk berupa batangan yang perlu dimurnikan lebih lanjut dengan cara pemurnian zona (zona refining). Pengotor yang ada akan terkonsentrasi pada bagian yang sedikit tersebut. seperti pada gambar berikut : Pada pemurnian zona batangan silikon tidak murni secara perlahan dilewatkan ke bawah melalui kumparan listrik pemanas yang terdapat pada zona lebur. Karena pemanasan maka batang silikon tidak murni akan mengalami peleburan. Selama permurnian zona berlangsung maka bagian bawah yang merupakan silikon murni akan bertambah banyak sedangkan bagian atas semakin sedikit. Setelah leburan mengalami pembekuan maka akan diperoleh suatu batangan dimana salah satu ujung merupakan silikon paling murni sedangkan silikon yang lain merupakan silikon yang dipenuhi dengan pengotor atau bagian silikon yang paling tidak murni. Walaupun demikian terkadang bagian yang paling murni dari silikon ada pada bagian atas sedangkan bagian yang paling tidak murni berada pada bagian bawah. Seperti pada sifat koligatif larutan tentang pemurnian titik lebur larutan dimana titik lebut larutan adalah lebih rendah dibandingkan titik lebur pelarut murni. silikon murni di anggap sebagai pelarut sedangkan leburan silikon yang mengandung pengotor dianggap sebagai larutan. . Pemurnian silikon anolog dengan hal tersebut. Bagian yang tidak murni dan tidak murni dapat dipisahkan dengan cara pemotongan. Berdasarkan sifat koligatif larutan maka titik lebur silikon murni akan akan lebih tinggi dibanding titik lebur silikon yang tidak murni (bagian yang mengandung pengotor). Hal ini menyebabkan pengotor cenderung mengumpul disilikon yang mengandung pengotor (bagian atas pada zona peleburan).

Reaksi untuk membentuk SiHCl3 adalah sebagai berikut: Si + 3HCI --------> SiH3 + H2 1250o C [hasil reaksi lain +SiCiH4] Fraksinasi terpisah SiHCl3 merupakan hasil utama dari reaksi SiCl3 (silicon tetracloride). Reaksi pengurangan yang merupakan reaksi balik dari reaksi di atas adlah sebagai berikut : SiHCl3 + H2 --------> Si + 3HCl 100oC Reaksi pada silikon . serpih-serpihan kayu.Bahan permulaan untuk produksi silikon umumnya ada 2 macam bahan yang berasal dari bumi. Proses pembersihan Metallurgical grade silicon diselesaikan dengan pengubahan material ini ke dalam Trichlorosilane (SiHCl3). boron dan galium) dan klorida logam (seperti besi dan tembaga). yaitu pasir (silikon dioksida) dan zat karbon yang telah dibersikan (dari arang. Kemudian dikondensasi sehingga kira-kira memberikan hasil 98% bahan silikon bersih yang dikenal dengan istilah Silikon Tingkat Metalurgi (metalurgical grade silicon).SiO2 + 2-------> Si + 2CO Dengan hanya berupa sebagian kecil fraksi dari metallurgical grade silicon yang telah dibersihkan maka bahan ini dapat digunakan dalam berbagai macam terapan dalam perakitan piranti-piranti untuk industri semikonduktor. Dalam reaksi ini elemen silikon merupakan asap yang terjadi dalam reaksi pada temperatur tersebut. Silikon tingkat semikonduktor (yaitu silikon yang kurang lebih terdiri dari 1 bagian per satu milyar impurotas/pengotor) sekarang bisa diproduksi dengan pengurangan temperatur tinggi dari SiHCl3 yang telah bersih. Reaksi kimia ini terjadi dalam suatu kamar yang disebut "decomposer". Jika dkedua bahan tersebut bereaksi bersama pada temperatur tinggi dalam tungku elektronik maka silikon dioksida akan terpisah dari oksidanya menjadi silikon saja. Trichlorosilane kemudian dikurangi dengan H2 supaya sekali lagi memberikan hasil suatu polycrystalline silicon. batu bara. doping pengotor klorida (seperti fosfor. yaitu dengan cara fraksinasi sederhana (atau bisa juga dengan distilasi) sehingga bahan silikon menjadi bahan semikonduktor yang standar. dan lain-lain).

silikon bersifat semi konduktor. Karakteristik silikon Atom silikon seperti halnya atom karbon. Kuarsa merupakan bentuk umum untuk silika namun. Kuarsa mempunyai titik leleh tinggi dan bersifat insulator.B. namun struktur dasarnya merupakan tetrahedral sederhana dari empat atom O disekitar atom pusat Si. unsur Si mengkristal dengan struktur kubus pusat muka (fcc) seperti intan. yaitu struktur kristal kovalen raksasa (seperti intan). setiap atom Si terikat pada empat atom O dan tiap atom O terikat pada dua atom Si. Dalam siloka SiO2. sehingga umumnya disebut mineral silika. tetrahedral ini dapat berupa: Unit terpisah · Bergabung menjadi rantai atau cincin dari 2.4 atau 6 gugus · Bergabung membentuk rantai tunggal yang panjang atau rantai ganda · Tersusun dalam lembaran · Terikat menjadi kerangka tiga dimensi SiO44-(aq) + 4H+(aq) → Si(OH)4(aq) . dapat membentuk empat ikatan secara serentak silikon dalam susunan petrahedral.3. Susunan struktur tersebut membentuk jaringan yang sangat besar. sesungguhnya bentuk-bentuk silika lain banyak. Hanya silikat dari logam alkali yang dapat diperoleh sebagai senyawa yang larut dalam air. Sebagian besar silika tidak larut dalam air. Sifat umum dari mineral silikat adalah kekomplekan anion silikatnya.

lambang.l. 14 Jenis unsur metaloid Golongan. 2577 °F 3538 K.Penampilan Sebagai lempengan: kristal dengan permukaan sedikit biru gelap dan mengkilap Ciri-ciri umum Nama. nomor silikon. p Massa atom standar 28.0855(3) 2 2 Konfigurasi elektron [Ne] 3s 3p Elektron per kelopak 2. 5909 °F −1 50. blok 14. Si. 8. 4 (Image) Sifat fisika Fase Massa jenis (mendekatisuhu kamar) Massa jenis cairan pada t.33 g·cm −3 2. 2355 °C.789 J·mol ·K .21 kJ·mol −1 359 kJ·mol −1 −1 19. 1420 °C. TItik lebur Titik didih Kalor peleburan Kalor penguapan Kapasitas kalor solid −3 2.57 g·cm 1687 K. periode. 3.

Tekanan uap P (Pa) 1 at T 1908 (K) 10 2102 100 2339 1k 2636 10 k 100 k 3021 3537 Struktur kristal Pembenahan magnetik Konduktivitas termal Ekspansi termal Kecepatan suara (batang ringan) Modulus Young Bulk modulus Kekerasan Mohs Nomor CAS Energi sela pita pada 300 K Kubus intan nonmagnetic −1 −1 149 W·m ·K −1 −1 (25 °C) 2.12 eV .6 µm·m ·K −1 (20 °C) 8433 m·s 150 GPa 100 GPa 7 7440-21-3 1.

Kaca bisa dihasilkan menjadi beraneka jenis bentuk yang menarik dan berbagai jenis sifat fisika. (fungsi silikon dalam pembuatan semikonduktor baca disini sedangkan kegunaan semikonduktor di sini) .Silikon karbida adalah antara bahan las yang terpenting Silikon sering digunakan untuk membuat serat optik dan dalam operasi plastik digunakan untuk mengisi bagian tubuh pasien dalam bentuk silikone. • Tembikar/Enamel . dan barang-baranga berguna yang lain. Silika digunakan sebagai bahan asas dalam pembuatan kaca tingkap.Ia adalah sejenis bahan refraktori yang digunakan dalam pembuatan bahan bersuhu tinggi dan silikatnya digunakan dalam penghasilan enamel dan tembikar. • Kaca .Silika daripada pasir adalah merupakan bagian utama dalam kaca. bekas. Selain itu silikon juga berguna dalam : • Pembinaan: Silikon dioksida atau silika dalam bentuk pasir dan tanah liat adalah merupakan ramuan penting dalam konkrit dan batu-bata dan juga dalam penghasilan semen Portland. penebat.Penggunaan Silikon adalah merupakan unsur yang sangat berguna dan juga adalah amat penting dalam bidang perusahaan. • Pelelas .

Keramik. digunakan dalam operasi retina. Retina dapat lepas dari posisinya karena berbagai faktor.Penggunaan penting silikon Penggunaan penting dari silikon adalah dalam pembuatan transistor. . Istiantoro dari Jakarta Eye Center. menurut dr. digunakan untuk pengawetan telur dan sebagai perekat. Penggunaan silikon khususnya yang cair sudah di larang oleh pemerintah sejak tahun 1970. suatu zat padat amorf yang tidak berwarna. keramik. kata silikon bukan lagi hal yang tabu terutama di bidang kecantikan. juga sebagai bahan pengisi (fillir) dalam detergent. Kerusakan tersebut terjadi karena silikon cair yang disuntikkan langsung ke dalam tubuh seperti sifat cairan umumnya akan mencari tempat yang rendah. Silikon e. komputer dan sel surya. yang disebut water glass. Silikon bentuk cair dalam dunia medis. Hal ini di lakukan karena kurangnya pengetahuan terhadap silikon itu sendiri. chips. Silica dan silikat digunakan untuk membuat gelas. Namun hingga kini masih saja terjadi penyalahgunaan penyuntikan untuk tujuan mempercantik bagian tubuh tertentu para wanita. Silica gel. b. Sebagian silikon mungkin berkumpul di tempat. sehingga perlu dibantu perlekatannya dengan silikon cair. porselin dan semen. Silikon karbida (SiC). Semen c. Silikon juga digunakan dalam berbagai jenis alise dengan besi (baja). tetapi dapat mengakibatkan kerusakan jaringan yang bersifat permanen. Penyuntikan silikon cair tidak mengakibatkan kematian. Penyalahgunaan Silikon Di masyarakat. Untuk tujuan itu diperlukan silikon ultra murni. Donny V.tempat tertentu sehingga membentuk benjolan. Bahan-bahan yang mengandung silikon yang dikenal baik a. Sedangkan senyawa silikon digunakan dalam industri. suatu zat padat amorf yang sangat berfori. Zeolit A. dibuat dengan melepas sebagian air dari asam silikat (H2SiO3) atau (SiO2H2O). Kaca d. silica gel bersifat higroskopis (mengikat air) sehingga digunakan sebagai pengering dalam berbagai macam produk. merupakan zat padat yang sangat keras digunakan untuk ampelas (abrasive) dan pelindung untuk pesawat ulang alik terhadap suhu yang tinggi sewaktu kembali kebumi. Larutan pekat natrium silikat (Na2SiO3).

Sejarah Germanium Ciri Fisik Germanium Ciri Kimia Germanium Senyawa* Germanium Pembuatan dan Langkah Kegunaan Bahaya .

Nama Germanium sendiri diambil dari bahasa latin yaitu GermaniaI. Winkler di Freiberg Jerman pada tahun 1886.Sejarah Germanium  Germanium pertama kali ditemukan oleh Clemens A. Germanium dalam sistem periodik unsur diletakkan pada golongan IV A periode k4. .

323 g/cm³ : 5. 5131 °E) : 36.85 °E) : 3106 C(2833 °C.Germanium padat berbentuk kristal. memiliki keharuman logam dan struktur kristal yang sama seperti berlian. Sifat Fisik Fase Penampilan Massa jenis (sekitar suhu kamar) Massa jenis cair pada titik lebur Titik lebur Titik Didih Kalor Peleburan Kalor Penguapan Kapasitas Kalor :soloid : Putih keabu-abuan : 5. germanium adalah semikonduktor listrik. Selain itu. keras.94 kJ/mol : 334 kJ/mol : (25 °C) 23. 1720. putih keabu-abuan.60 g/cm³ :1211.222 J/(mol·K) .40K (938.25 °C.

01 (skala pauling) : ke-1: 762 kJ/moll ke-2: 1537.5 kJ/mol Jari-jari atom :125 pm Jari-jari atom(terhitung) : 125 pm Jari-jari kovalen : 122 mp Jenis-jenis Senyawa unsur: * GeO2 * GeCl4 * GeS2 * SiGe .Ciri Kimia Stuructur kristal Bilangan oksidasi elektrogenativitas Energi ionisasi(detil) : cubic face centered : 4 (amphoteric oxide) : 2.

Oksidasi lainnya jarang terjadi seperti +3 ditemukan dalam senyawa. oksida germaous dapat diperoleh dengan reaksi suhu tinggi dari dengan logam Ge. mendidih pada 83º C dengan pemanasan logam dengan klorin. dan telluride GeTe. Disulfide ini lumayan larut dalam air dan dalam larutan alkali kaustik atau sulfida basa. Germanium klorida diperoleh sebagai cairan berwarna merah. Senyawa biner lainnya. Germanium terjadi terutama di bilangan oksidasi +4. Senyawa-senyawa . tetapi larut perlahan dalam asam sulfat pekat dan bereaksi keras dengan alkali cair untuk menghasilkan germinates ( 2-. selenide GeSe. Monoksida. Dioksida ini dapat diperoleh dengan pemanggangan sulfide germanium dan merupakan bubuk putih yang hanya sedikit larut dalam air tetapi bereaksi dengan alkali untuk membentuk germinates.Senyawa-senyawa Germaniun    Germanium tidak larut dalam asam dan basa encer. kalkogen juga dikenal seperti disulpida . diselenide dan monosulfida GES. Dua germanium oksida dikenal yaitu Germanium dioksida (Germania) dan monoksida germanium GEO. Bentuk sebagai endapan putih ketika hydrogen sulfide dilewatkan melalui larutan asam kuat yang mengandung Ge (IV). Tetapi tidak larut dalam air asam. meskipun banyak senyawa yang dikenal dengan keadaan oksidasi +2.

sulfide germanium dan perak Germanite. dan sebagai produk sampingan beberapa pembakaran batubara.Pembuatan Germanium Logam ini dapat ditemukan: • • • • • Argirodite. Biji seng Batu bara Mineral-mineral lainnya Unsur ini diambil secara komersil dari debu-debu pabrik pengolahan bijih-bijih seng. yang mengandung 8% dari elemen. Germanium dapat dipisahkan dari logam-logam lainnya dengan cara distilasi fraksi tetrakloridanya yang sangat reaktif. . Tehnik ini dapat memproduksi germanium dengan kemurnian yang tinggi.

Ge + 2OH. bereksi langsung dengan halogen membentuk tetrahalida volatile.+ 2H2 Seperti SiO2. Ge + GeCl4 2GeCl2 Ge + GeS2 2GeS . Tetrahalida gan GeS2 diperoleh melalui reaksi langsung dengan element dan kemudian bereaksi dengan Ge.Langkah-langkah Germanium dapat dipisahkan dari logam lain dengan penyulingan pecahan dari Tetraklorida stabil. Halida GeF2. GeO2 merupakan asam oksida lemah. GeBr2 dan GeI2dan sulfida GeS diketahui tetapi mereka tidak stabil dan merupakan agen pereduksi kuat. Seperti silikon. dengan oksigen membentuk GeO2 dan dengan alkali membentuk germanite. Germanium hidrida/ germanes dioksidasi menjadi GeO2 dan H2O oleh O2 tetapi tidak flammable seperti silanes. GeCl2.+ H2O GeO32.

ia digunakan sebagai transistor dalam banyak barang elektronik. 2)sebagai bahan pencampur logam.Kegunaan Germanium Ketika germanium didoping dengan arsenik. 3)sebagai fosfor di bola lampu pijar dan sebagai katalis. termasuk pendeteksi infra merah yang sensitif 5)sebagai lensa kamera wide-angle dan microscope objectives dan sebagai agen kemoterapi. 4)Germanium dan germanium oksida tembus cahaya sinar infra merah dan digunakan dalam spekstroskopi infra mera dan barang-barang optik lainnya. Kegunaan umum germanium adalah 1)sebagai bahan semikonduktor. . galium atau unsurunsur lainnya.

. 3)digunakan di beberapa pedal efek oleh musisi yang ingin memproduksi karakter nada khas 4)Germanium dioksida juga digunakan dalam katalis untuk polimerisasi dalam produksi polyethylene terephtalate.Kegunaan Germanium transistor 1) sebagai pengganti potensial untuk silicon pada chip mini. 2)dalam elektronika termasuk posfor di lampu neon. 5) untuk meningkatkan fungsi system kekebalan tubuh pada pasien kanker.

Selain itu. germanium juga memiliki dampak negatif apabila terakumulasi dalam sistem perairan . 2)Germanium organik melindungi diri dari akumulasi amyloid. suatu produk oksidatif radikal bebas (berdasarkan riset pada tikus). yang lebih berat dari pada udara sehingga dapat berpindah dengan cepat sepanjang permukaan bumi. Dilihat dari bentuk gasnya. 3). germanium juga termasuk ke dalam golongan trace mineral. Seperti halnya selenium. Germanium dibutuhkan oleh tubuh. dalam satu hari minimal 1 mg. sebagi salah satu logam berat.Kegunaan Germanium anorganik Bahaya 1).Mampu melindungi tubuh dari pertumbuhan tumor dan kanker ganas dengan jalan memperkuat sistem imun. germanium organik juga melindungi sistein (suatu asam amino sulfhidril) dari oksidasi.

Sifat fisik .

4.1.93 C Titik didih :2602 C Panas fusi :7. 5.112 J/molK . 3.365 g/cm3 (Sn putih) 5. Fasa :padatan Densitas :7. 6. 2.769 g/cm3 (Sn abu-abu) Titik didih : 231.03 kJ/mol Kalor jenis :27.

.96 (skala pauli) imah merupakan logam lunah.Sifat kimia Bilangan oksidasi :+4. dan warnanya abu-abu metalik. Nomor atom :50 Nomor massa :118.71 Elektronegatifitas :1.+2. fleksibel.

6 kJ/mol Energi ionisasi 2 : 1411.Energi ionisasi 1 :708.0 kJ/mol Jari-jari atom : 140 pm Jari-jari ikatan kovalen : 139 pm Jari-jari van der waals : 217 pm Struktur kristal : tetragonal (Sn putih) kubik diamond (Sn abu-abu) Konduktifitas termal : 66.8 kJ/mol Energi ionisasi 3 : 2943.8 W/mK .

.Timah ada dalam dua alotrop yaitu timah alfa dan beta. Timah(II) cenderung memiliki sifat logam dan mudah diperoleh dari pelarutan Sn dalam HCl pekat panas. Timah umumnya memiliki bilangan oksidasi +2 dan +4.

ditambahkan mineral lain yang dapat mengikat pengotor atau impurities sehingga logam berharga dalam hal ini timah akan terbebas dari impurities atau hanya memiliki impurities yang amat sedikit. . karena afinitas material yang ditambahkan terhadap pengotor lebih besar dibanding Sn. Pyrorefining Yaitu proses pemurnian dengan menggunakan panas diatas titik lebur sehingga material yang akan direfining cair.

Timah: Four Nine ).  Electrolitic Refining Yaitu proses pemurnian logam timah sehingga dihasilkan kadar yang lebih tinggi lagi dari pyrorefining yakni 99. Proses ini melakukan prinsip elektrolisis atau dikenal elektrorefining. Eutectic Refining Yaitu proses pemurnian dengan menggunakan crystallizer dengan bantuan agar parameter proses tetap konstansehingga dapat diperoleh kualitas produk yang stabil. .99%( produk PT.

dipakai sebagai material dasar untuk sintesis senyawaan di.  SnO2 digunakan sebagai bahan ampelas atau penggosok permata  SnS digunakan pada industry pewarnaan serta proses penyepuhan atau bahan imitasi  SnCl4 bersama-sama SnO2 digunakan sebagai pelapis permukaan botol.Timah digunakan sebgai campuran bahan pada beberapa pasta gigi yaitu SnF2.  Tetrabutiltimah.  Dialkil atau monoalkil-timah.  Timah digunakan sebagai bahan pembentuk paduan.  . dipakai sebagai stabilisator panas dalam pembuatan PVC.dan tributil.

.

· Fasa pada suhu kamar : padatan  · Densitas :11.5 kJ/mol  · Kalor jenis : 26.650 J/molK .34 g/cm3  · Titik leleh : 327.77 kJ/mol  · Panas Penguapan : 179.5 0C  · Titik didih : 17490C  · Panas Fusi : 4.

3 W/mK · Timbal larut dalam beberapa asam · Bereaksi secara cepat dengan halogen · Bereaksi lambat dengan alkali dingin tetapi bereaksi cepat dengan alkali panas menghasilkan plumbit.5 kJ/mol  · Energi ionisasi 3 : 3081.5 kJ/mol  · Jari-jari atom : 175 pm  · Radius ikatan kovalen : 146 pm  · Jari-jari Van Der Waals : 202 pm     · Struktur Krista l : kubik berpusat muka · Sifat kemagnetan : diamagnetik · Resistifitas termal : 208 nohm.-4     · Elektronegativitas : 2. .6 kJ/mol  · Energi ionisasi 2 : 1450. Bilangan oksidasi : 4.2.m · Konduktifitas termal : 35.33 (skala pauli)  · Energi ionisasi 1 : 715.

Metode ini jarang digunakan karena cukup mahal dan cukup rumit. Reduksi bijih timbal dengan besi sulfit (FeSO3)  Metode ini merupakan dasar peleburan (smelting proses) disini dihasilkan timbal dan metal sulfida untuk mendapatkan timbal murni dapat dilakukan dengan metode yang lain.  .

Sistim ini merupakan dasar peleburan (ore-hearth-smelting) yang digunakan sejak jaman dahulu. .  Reduksi oksida timbal dengan karbon atau Carbon mono oxide Dalam proses ini meliputi pengerjaan pendahuluan oksida timbal. Reduksi antara timbal sulfida (PbS) dan timbal sulfate/oxide (PbO) Reduksi udara atau reaksi pemanggangan menghasilkan bentuk timbal dan oksida belerang. timbal silikat atau senyawa oksida lainnya dengan Cara pemanggangan dan sintering.

        Timbal (II) nitrat Pb(NO3) 2. Bahan “antiketuk” yang ditambahkan pada bensin agar mesin kendaraan berjalan halus. Timbal monoksida. suatu oksida berwarna kuning. Tetraetil timbal Pb(C2H5)4. Satu-satunya senyawa timbal lazim yang larut. Timbal (IV) oksida PbO2. Oksida yang terbentuk dalam akumulator timbal asam. Timbal (II) oksida PbO. Juga merupakan sumber pencemaran udara dari knalpot kendaraan. Digunakan dalam pembuatan kaca dan email. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful