P. 1
Laporan Tawas Kimia Industri Kel 10 M2M... (1)

Laporan Tawas Kimia Industri Kel 10 M2M... (1)

|Views: 929|Likes:
Published by Ayu Retno Utami

More info:

Published by: Ayu Retno Utami on May 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA INDUSTRI PROSES PRODUKSI ALUM (TAWAS) Disusun Oleh: KELOMPOK B-3 KELAS B

NENDEN ANNE YONATHAN PHILIP AYU RETNO UTAMI ELOK WULANDARI IRFAN HUSAINI

140210090022 140210090024 140210090026 140210090028 140210090030

LABORATORIUM KIMIA INDUSTRI JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 2012

Pembentukan Garam Rangkap Terbentuk apabila dua garam mengkriltal secara bersamaan dalam perbandingan molekul tertentu . Pembuatan tawas butek 2 Al(OH)3 + 3H2O Al2(SO4)3 + 6 H2O (tawas butek) NH4(SO4)2.12H2O(s) .Mengaplikasikan perhitungan stoikiometri dalam skala industri.Membuat koagulan (tawas) semi pilot . TUJUAN .Menghitung ekonomi pembuatan tawas dan dapat menghitung HPP tawas. operasi pembuatan tawas . REAKSI Alum dari alumunium hidroksida dibuat dengan jalan mereaksikan Al(OH)3 dengan asam sulfat (H2SO4) degan reaksi seperti dibawah ini: Al3+(aq) + NH4+aq) + 2SO4-(aq) + 12H2O (ι) Reaksi parsialnya: a. II.PROSES PRODUKSI ALUM (TAWAS) I. PRINSIP PERCOBAAN .Mempelajari proses. III.Kristalisasi Proses pembentukan kristal yang didasari atas pemisahan senyawa dari larutannya karena perbedaan kelarutan dalam pelarut panas dan dingin. .

Pembuatan tawas: Al2(SO4)3 + (NH4)2SO4 (tawas butek) NH4Al(SO4)2 (tawas bening) IV. yang pertama kali ditemukan pada 1821 oleh ahli geologi Pierre Berthier. Alum adalah sulfat ganda dari alumunium sulfat dengan kalium atau ammonium sulfat lain. Alum digunakan sebagai mordant untuk pewarnaan alami suatu benda. soda kue. 1500 kaleng alumunium didaur ulang setiap detik dengan menyimpan energi sebesar 95% daripada peleburan bijih bauksit. Alum dapat ditemukan di alam di beberapa belahan dunia tapi tidak di Britain. Walaupun kaleng alumunium didaur ulang untuk membuat lebih banyak produk alumunium. pengerasan gelatin. bahan peledak. dan sebagai bahan penyegar dalam obat-obatan. . Di negara ini alum diproses dari batuan atau bijih yang mengandung pirit besi. Alum adalah bahan kimia yang digunakan untuk banyak aplikasi termasuk pemurnian air. Dalam proses penyamakan alum digunakan untuk meningkatkan kelenturan kulit. Dalam pembuatan kertas alum berperan sebagai zat adesif untuk mengikat serat kertas. potongan alumunium dapat pula digunakan untuk membuat alum. Di abad pertengahan alum sangat penting di bberapa industri. semen marmer. Alum juga diigunakan sebagai bahan obat-obatan. penjernihan gula. penyamakan. pengerasan perekat.b. Bauksit dinamai di sebuah desa Les Baux de Provence di Perancis Selatan. TEORI Di Amerika Serikat.

Meskipun lebih mahal. Bauksit diklasifikasikan berdasarkan tujuan aplikasi komersial: abrasive. dan lain-lain. refraktor. Bauksit adalah batuan sediment dihasilkan dari in situ cuaca kimia yang biasanya pada kondisi iklim antara tropis dan subtropics. alumunium silikat. Bauksit Bauksit adalah bahan mentah yang secara luas digunakan dalam produksi alumunium pada skala komersial. dan abrasive. dihasilkan dari kyanite dan sillimanite. Al2O3 dari bahan nonbauksit dapat memuaskan kebutuhan utama logam. ditukar dengan bauksit berdasarkan refraktori. selebihnya ditambah sumber Al2O3 yang potensial. semen. alunite. material heterogen yang mengandung satu atau lebih mineral alumunium hidroksida. bahanbahan kimia alumunium. bahan metalurgi. besi oksida. buangan batubara. refraktori. seperti anorthosite.Bauksit terbentuk secara alami. . ditambah berbagai campuran silica. Meskipun ini akan membutuhkan fasilitas dan teknologi baru. dan minyak dari batuan. Bahan mentah lain. Pembuatan mullite. Mineral alumunium hidroksida utama yang ditemukan dari berbagai bagian dengan bauksit adalah gibbsite dan polimorf boehmite dan diaspore. silicon-karbida dan alumina-zirkonia ditukar dengan bauksit berdasarkan abrasive. dan pengotor-pengotor lain dalam jumlah yang kecil. titanium. bahan kimia.

bau atau minyak. dan baru digunakan beberapa abad sebagai sumber perlindungan antibakteri terhadap bau. yang mengarahkan pada penuruna dramatis harga logam alumunium. alumunium merupakan komoditas harian. Kristal deodoran 100% ramah lingkungan dan belum pernah dites terhadap hewan(Anonymous. Hasil Al2O3 kemudian direduksi menjadi logam (Al) melalui proses elektrolisis. Tawas Ekstraksi pertama secara komersial terhadap alumina (Al2O3) dari bauksit dilakukan oleh Henri Sainte-Claire Deville pada sekitar tahun 1854. Karl Joseph Bayer memberi penjelasan yang sekarang dikenal sebagai Bayer Proses. . Proses Bayer. HallHeroult proses. proses Bayer. pada 1888. Segera setelah itu. lebih baik daripada logam sebelumnya (Anonymous. Alum dibuat tanpa penambahan zat kimia beracun. juga dikenal sebagai alumina) melalui zat kimia basah.Produksi bauksit (mendekati 85%) diproses menjadi alumunium oksida (Al2O3. suatu kristal garam mineral. Kristal terbentuk di daerah vulkanik di Asia. Deodorant kristal tawas adalah alum. 2009). 2009). yang merupakan metode pengolahan alumina yang ekonomis dapat dirngkas secara sistematik dalam diagram alir. Sekarang.

1994. Fe+. .dan melibatkan operasi berikut:      Penambangan Pengendapan alumina pada suhu bertingkat Penambahan flokulan Pengendapan Gibbsite murni Regenerasi larutan untuk daur ulang Pemanasan Gibbsite sampai 1100ºC (kalsinasi) untuk memberikan alumina (Basset et al .12H2O. M+ merupakan kation univalen.. Cr+. tawas biasa dikenal dalam kehidupan sehari-hari adalah amonium sulfat dodekahidrat. Ti3+ atau Co3+. umumnya Na+. Tawas adalah garam sulfat rangkap terhidrat dengan formula M+M3+ (SO4)2.

Tawas Beberapa contoh tawas. cara membuat dan kegunaannya: (Anonymous. Amonium aluminium sulfat dodekahidrat (tawas amonium) dengan formula NH4Al(SO4)2.12H2O digunakan sebagai acar ketimun. tawas kromium dapat diperoleh dengan cara mereduksi ion dokronat dari kaliium dikromat K2Cr2O7. 3. Amonium besi(III) sulfat dodekahidrat (tawas besi(II)) dengan formula NH4Fe(SO4)2.12H2O digunakan sebagai penyamak kulit dan bahan pembuat kain tahan api. 2. Kalium aluminium sulfat dodekahidrat (tawas kalium) dengan rumus KAl(SO4)2. 12H2O digunakan sebagai serbuk pengembang roti. 12H2O digunakan dalam pemurnian air. Natrium aluminium sulfat dodekahidrat (tawas natrium) dengan formula NaAl(SO4)2. C2H5OH. Tawas ini . menjadi kromium(III) dalam larutan asam sulfat dengan reduktor etanol. Kalium kromium(III) sulfat dodekahidrat (tawas kromium) dengan formula KCr(SO4)2.12H2O digunakan untuk mordan pada pewarnaan tekstil. 4. Tawas kalium dibuat dari logam aluminium dan kalium hidroksida. pengolahan limbah. Logam aluminium bereaksi secara cepat dengan KOH panas menghasilkan larutan garam kalium aluminat.2009) 1. dan bahan pemadam api.

Koagulan adalah zat kimia yang menyebabkan destabilisasi muatan negatif partikel di dalam suspensi.7.dibuat dengan mengoksidasi ion besi(II) menjadi ion besi(III) dengan asam nitrat dalam larutan amonium sulfat. pendinginan larutan jenuh harus dilakukan secara pelanpelan (Dedy. Alum mempunyai kegunaan yang sama dengan garam pembentuknya. Dalam pengolahan air sering dipakai garam dari Aluminium. Reaksi yang terjadi sebagai berikut : K2SO4 +Al2(SO4)3 → 2KAl(SO4)2 (Puput. 2009). Untuk setiap kali pembuatan tawas.xH2O x = 14. 2009).0 . Alum atau tawas (AlK(SO4)2) dapoat dibuat dengan mereaksikan senyawa aluminium sulfat (Al2(SO4)3) dengan kalium sulfat (K2SO4). Al (III) atau garam besi (II) dan besi (III).8 . Zat ini merupakan donor muatan positip yang digunakan untuk mendestabilisasi muatan negatip partikel. bubuk Asam 6. Alum. Alum sulfat. Koagulan yang umum dan sudah dikenal yang digunakan pada pengolahan air adalah seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini : REAKSI DENGAN AIR NAMA FORMULA BENTUK pH OPTIMUM Aluminium sulfat. Satu keguanan penting dari patas alum adalah sebagai zat pewarna.16.18 Bongkah. sebagian pelarut mungkin perlu dikurangi dengan cara penguapan untuk menghasilkan larutan jenuh yang kemudian menghasilkan kristal tawas pada waktu didinginkan. Untuk mendapatkan kristal yang berukuran besar. Salum Al2(SO4)3.

8 Cairan. tawas digunakan sebagai bahan pengental (koagulan). cairan Kristal halus Asam Asam Asam Asam 6. Jika ke dalam air ditambahkan tawas.8 4-9 4-9 > 8.7H2O Bubuk Basa 6.5 Zat Koagulan terhidrolisa yang paling umum digunakan dalam proses pengolahan air minum adalah garam besi (ion Fe3+ ) atau Aluminium (ion Al3+ ) yang terdapat didalam bentuk yang berbeda-beda seperti tercantum di atas dan bentuk lainnya seperti : 1. 2009) Penggunaan tawas efektif pada air limbah dgn tingkat kekeruhan sampai 1000 ppm. AlCl3 Aluminium klorida dan sulfat yang bersifat basa/alkalis Senyawa kompleks dari zat-zat tersebut diatas. jika lebih dari 1000 ppm maka digunakan PAC ( Polly Aluminum Chloride). 2.Sodium aluminat Polyaluminium Chloride. maka ion Al akan bereaksi dengan unsur alkali membentuk suatu bahan yang disebut flok. PAC Ferri sulfat Ferri klorida Ferro sulfat NaAlO2 atau Na2Al2O4 Aln(OH)mCl3n-m Fe2(SO4)3.7. ALAT DAN BAHAN .8. Flok akan mempercepat pengendapan bahan padat dalam air (Rossa. bubuk Kristal halus Bongkah. 3.6H2O FeSO4.7. Dalam penjernihan air.0 .0 .(pararaja. Tawas efektif pada pH 5.9H2O FeCl3. 2009) V.5 sampai 7.

Pemanas Listrik 4. Kedua zat ini kemudian dicampurkan ke dalam reaktor gelas dan diaduk hingga mengental (seperti lem). Hasil kemudian dicatat. Alumunium Hidroksida 3. Beaker glass 1000 mL 2.8305 g/cm-3 untuk produksi tawas 1000 kg/bulan (40 kg/hari). Selanjutnya dipindahkan ke dalam cetakan yang telah disediakan. Reaktor gelas B. PROSEDUR Sebanyak 100 gram alumunium hidroksida ditimbang dengan menggunakan neraca teknis. Neraca teknis 3. Kristal yang terbentuk kemudian ditimbang massanya.5 g = 0.Selanjutnya asam sulfat 50% diukur hingga 400 ml.A. 5645 kg ρ H2SO4 = 1. Larutan didiamkan hingga terbentuk kristal. Stoikiometri: mH2SO4 = ρ H2SO4 x Volume . PERHITUNGAN Pada percobaan ini berat tawas yang dihasilkan adalah 564. Bahan: 1. VII. Akuades 2. Alat: 1. Asam Sulfat VI.

542.000.000/Kg x 0.2 L x Rp 10.295. 7.92 mol 1.84 = Rp 3.000.00 Nilai penyusutan = modal tetap – nilai sisa Umur produktif = Rp 10.07 g/mol = 218. 1000/L x 0.Nilai sisa di akhir tahun = Rp.000.8305 g/cm-3 x 200 mL = 2 Al(OH)3 100 g + 3H2SO4 366.92 gram Biaya bahan baku per bulan: . 1.28 mol - 3.00/bulan Modal tetap Rp 10.597.000.64 mol 0.1.23 Umur produktif peralatan = 1 tahun = 12 bulan .6 H2O 200 mL M R S 1.00 .96 + Rp 1.00 12 = Rp 750.00-Rp 1.81 mol 0.874.000.H2SO4 -Air = = = x 0.1 kg x Rp.035.28 mol 1.2 L x Rp.43 = Rp 354.000.64 mol Massa alum teoritis = mol alum x Mr Alum = 0.000.000.1 gram Al2(SO4)3.240.000/1000L = Rp 1.000.72 mol 1.Al(OH)3 .64 mol x 342.

23+ Rp 860. Karyawan 2 org = @ Rp 1.200.874. 4.000.000.072.00/bulan 1% x Rp 11.000.597.000.00 Listrik 25.000.00  Biaya produksi Total 1.000.23 1000 = Rp 4.400.874.874.072. air =Rp =Rp =Rp = 25 Kwh/bln x Rp 1.000.00 =Rp =Rp Bunga Bank 110.932.874.000.00 = Rp 4.000.000. = Rp 4.125. Biaya bahan baku 1.00 3.000.23 2.23 67.072.00 1.072.00 + = Rp 4. Biaya tetap Total keseluruhan = Biaya variabel + biaya tetap = Rp 4.00 =Rp 5.000.932.77 Total biaya produksi Laba Kotor .000/Kwh = 5 m3/bln x Rp10.23 Total biaya variabel/kg : Biaya variabel Kg  Biaya Tetap Depresiasi 750.Modal kerja Rp 1.000.000.000.000.000.00 + 2.23  Total Penjualan =Rp 860.00/bulan x 2 2.00 Total modal Rp 11.000.874.00/bln Biaya variabel/bulan =Rp 50.87 Rp 750.874.00 =Rp =Rp 4.

000.5% 2.Rp 1.000.056.91 Laba bersih Depresiasi Penerimaan bersih/ aliran kas (cash flow)  Indikator kelayakan 1.000.000.52 % Rp 11.00 n .77 =Rp 10.00 .000. POP =Modal tetap – Nilai sisa Aliran kas = Rp 10.91 x 100 % = 0. ROR = Laba bersih = Rp 57.056.91 = Rp 750.125.056.00+ = Rp 807.000.00 Pembanding dengan suku bunga : ROR > 0.056.Laba Kotor Pajak penghasilan Laba bersih =Rp =15% x laba kotor 67.91 =11 bulan 11 bulan < 12 bulan layak (go on) 3.86 =Rp 57.068.000.00/kg = biaya variabel + biaya tetap = Rp 5.00 Rp 807.000.91 x 100 % Total Investasi = Rp 57.056. BEP Jumlah biaya produksi = Penjualan Kapasitas BEP = n Kg/bulan Total Penjualan Biaya Produksi =n Kg x Rp 5.000.

072.00n n = n kg x Rp = Rp = Rp 4.12H2O. Alumunium sulfat dikatakan sebagai tawas butek karena daya destabilisasi dari tawas masih kurang baik . Tawas memiliki nama dagang atau biasa dikenal juga dalam bahasa ilmiah alum sulfat Al2(SO4)3. PEMBAHASAN Percobaan ini bertujuan untuk mengaplikasikan perhitungan stoikiometri dalam dalam skala industri.000. Garam rangkap terbentuk apabila dua garam mengkristal bersama-sama dengan perbandingan tertentu.87n + Rp 860. tawas juga dikenal sebagai zat aditif untuk antirespirant (deodorant). Aluminium sulfat atau biasa kita sebut dengan tawas merupakan salah satu contoh dari garam rangkap. membuat koagulan(tawas) semi pilot. Al2(SO4)3) dan tawas bening (NH4)Al(SO4)2.000. Tawas terdapat dalam dua jenis yaitu tawas butek (alumunium sulfat. serta menghitung ekonomi pembuatan tawas dan dapat menghitung HPP tawas.59 kg/bln VIII.Biaya Variabel Rp 5. Penggunaan tawas ini dapat diaplikasikan pada pengolahan air limbah di sungaisungai. mempelajari proses operasi pembuatan tawas. Selain sebagai koagulan. Tawas sangat efektif mengendapkan partikel yang melayang baik berupa suspensi maupun koloid.00 = 927. Alumunium (alum) sulfat dikenal dengan tawas dapat berfungsi sebagai penjernih air karena dapat mengabsorpsi pengoto-pengotor dalam air yang keruh.

. maka dikhawatirkan suhu larutan akan meningkat drastis sehingga dapat terjadi ledakan. Terdapat dua cara untuk memperoleh tawas. Pada proses ini terbentuk larutan putih keruh. Proses Al(OH)3 Tawas diperoleh dengan mereaksikan Al(OH)3 dan asam sulfat membentuk alum sulfat. Reaksi akan berlangsung secara eksoterm dimana menghasilkan panas yang cukup besar sehingga pengerjaannya perlu lebih hati-hati dan dikerjakan di ruang asam karena dengan adanya panas maka potensi terjadinya penguapan zat termasuk asam sulfat yang bersifat korosif semakin besar. Prosedur awal dalam pembuatan tawas ialah melarutkan Al(OH)3 alumunium hidroksida dengan air hingga larut dan homogen kemudian ditambahkan sejumlah asam sulfat H2SO4 melalui dinding wadah sambil diaduk. karena energi kinetik masing-masing partikel akan bertambah sehingga partikel-partikel mudah bergerak. Selain itu juga penambahan asam sulfat sedikit demi sedikit akan memaksimalkan reaksi yang akan terjadi. 2. Jika penambahan asam sulfat dilakukan dalam jumlah yang banyak. yaitu 1. Proses bauxite Tawas langsung diperoleh dengan mereaksikan bauksit dan asam sulfat dimana kandungan tawas yang diperoleh berkisar 50%.sehingga perlu adanya proses lanjutan untuk memperoleh hasil yang lebih baik melalui pengkristalan kembali menjadi tawas bening. Adanya asam sulfat menghasilkan panas sehingga interaksi atau tumbukan antar partikel larutan meningkat.

Pengadukan di sini berfungsi untuk mempercepat reaksi antara asam sulfat dengan larutan aluminium hidroksida. Pada suhu kamar. Melalui pengadukan. Jika laju pembentukan inti tinggi. . Ukuran kristal yang terbentuk selama pengendapan. Kristalisasi merupakan suatu proses pembentukan kristal dari suatu larutan jenuh karena perbedaan pelarut pada keadaan panas dan dingin. Kemudian akan diperoleh larutan tawas. banyak sekali kristal yang akan terbentuk. Reaksi sebagai berikut: 2 Al(OH)3 + 6H2O + 3 H2SO4 → Al2(SO4)3 + 12H2O Untuk memudahkan dalam pelarutan tawas juga dilakukan pengadukan. Laju pertumbuhan inti dapat dinyatakan dengan jumlah inti yang terbentuk dalam satuan waktu. Larutan ini kemudian didiamkan dalam suhu ruang hingga terbentuk kristal tawas. dan bertumbukan satu sama lainnya. tergantung pada dua faktor penting yaitu laju pembentukan inti atau nukleasi dan laju pertumbuhan kristal.berinteraksi. Laju pembentukan inti tergantung pada derajat lewat jenuh (supersaturasi) dari larutan. Air digunakan sebagai medium pelarut dan air yang digunakan secara stoikiometri seluruhnya langsung digunakan untuk melarutkan alummunium hidroksida agar jumlah air semakin banyak sehingga pada saat bereaksi dengan asam sulfat akan menghasilkan panas yang cukup tinggi sehingga tidak perlu lagi menambahkan katalis. tetapi tak satupun dari inti akan tambah menjadi terlalu besar. interaksi partikel satu sama lain terbatas. partikel-partikel dalam larutan akan saling bertabrakan dengan sejumlah energi kinetik tertentu. Jadi terbentuk endapan yang terdiri dari partikel-partikel kecil.

kita dapatkan tawas keseluruhan tanpa ada sisa (Bassett et al. kristal besar-besar terbentuk.Makin tinggi derajat lewat jenuh. yang setelah itu dapat timbul menjadi kristalkristal besar. Proses ini terjadi sampai semua kotoran terendapkan. Tahap pertama pada pembentukan kristal dimulai dengan pembentukan inti kristal (nukleasi) dalam hal ini partikel-partikel tawas mulai membentuk inti kristal yaitu pasangan beberapa partikel menjadi butir-butir sangat kecil. Proses pembentukan kristal dijelaskan sebagai berikut.. Jika laju inti tinggi. Setelah larutan membeku atau mengkristal. Tahap berikutnya adalah pertumbuhan kristal yaitu inti tersebut menarik partikel-partikel lain sehingga kumpulan dari beberapa molekul tumbuh menjadi butiran lebih besar. yang hanya memungkinkan terbentuknya sejumlah inti yang relatif sedikit. Mekanisme penjernihan air yang terjadi hampir mirip dengan mekanisme koagulasi. makin besarlah kemungkinan untuk membentuk inti baru. Laju pertumbuhan kristal merupakan faktor lainnya yang mempengaruhi ukuran kristal yang terbentuk selama pengendapan berlangsung. Baik ion aluminium maupun amonia akan berinteraksi dengan pengotor yang besar maupun kecil yang memiliki muatan yang berlawanan akibat adanya tarikan elektronik. Tawas dalam campuran air yang kotor akan membentuk ion-ion yang memiliki sifat mudah menarik molekul-molekul yang berada disekelilingnya. Akibatnya pengotor akan tertarik dan membentuk gumpalan kotoran yang ukurannya lebih besar dengan ion Al3+ maupun NH4+ sebagai intinya. jadi semakin besarlah laju pembentukan inti. 1994). Jadi dapat disimpulkan tawas dapat . Namun sebaliknya diciptakan kondisi-kondisi pada mana lewat jenuhnya sedang-sedang saja.

00 per kg. DAFTAR PUSTAKA Anonymous. IX.00 Total pengeluaran produksi total Rp 4. Pudjaatmaka dan L. KESIMPULAN 1.932. R. J. . Mendham. Selain sebagai koagulan tawas juga dapat digunakan sebagai zat aditif untuk anti respirant atau deodorant. 4. Bassett.deodorantstones.000.91 dengan harga jual Rp 5. H. Operasi dan proses pembuatan tawas dapat dipelajari dari percobaan ini. Harga jual untuk produksi 1000 Kg per bulan: Rp 5.com/potassiumalum.5 gram 3. Alum. 2.000.23 Jadi laba yang diperoleh dari produksi 1000 Kg per bulan adalah Rp 57. Perhitungan stoikiometri dapat digunakan dalam skala industri. Buku Ajar Vogel Kimia Alanisis Kuantitatif Anorganik.874. Penerbit Buku Kedokteran EGC.056. . Koagulan (tawas) semi pilot dapat dibuat dari percobaan ini dengan berat 564. diterjemahkan oleh A. H.000. G. Jeffery. 2009.ivnu. Setiono. Denney. 1994. C. dan J. Jakarta.dijadikan juga sebagai koagulan. http://www.

blogspot. Pembuatan Tawas.com/question/index? qid=20080603193801AAigvZx.Dedy. http://smk3ae. . 2009. Rossa. 2009. 2009.12H2O).answers.yahoo. http://id. Pararaja.com/2009/03/12/pembuatan-tawas/. Efektivitas Tawas Sebagai Bahan Koagulan Air Limbah. A.com/2008/12/pembuatan-aluminiumkalium-sulfat. 08/08/05/bahan-kimia-penjernih-air- Puput. http:// about chemistry21.com/20 koagulan/. Pembuatan Aluminium Kalium Sulfat Hidrat (KAl(SO4)2. Bahan Kimia Penjernih Air (Koagulan).wordpress.html. 2009. http://dedy21.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->