Contoh Kasus Pengadilan Pajak : Pemohon Banding : PT ABC

Surat Ketetapan Pajak kurang Bayar Pajak Pertambahan nilai Barang dan Jasa Masa Pajak Januari sampai dengan Desember Tahun Pajak : 2003 koreksi Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Pokok : Masa Pajak Januari sampai dengan Desember 2003 atas penyerahan Kena Sengketa Pajak Jenis Pajak : Menurut Pihak Terbanding Pengadilan Pajak : bahwa koreksi disebabkan karena equalisasi dengan Pajak Penghasilan Badan : Peredaran usaha menurut Pemohon Banding Koreksi Peredaran usaha menurut Pemeriksa Peredaran usaha/penyerahan BKP menurut Pemeriksa Penyerahan kena pajak menurut Pemohon Banding Koreksi penyerahan kena pajak Penyerahan Jakarta cfm. Pemohon Banding Penyerahan Jakarta cfm. Pemeriksa Rp.42.424.523.680,00 Rp. 221.054.697,00

Rp.42.645.578.377,00 Rp.39.404.398.303,00 Rp. 3.241.180.074,00 Rp.15.455.314.543,00 Rp.18.696.494.617,00

bahwa dari koreksi sebesar Rp. 3.241.180.074,00, Terbanding memberikan penjelasan sebagai berikut : 1. Peredaran usaha sebesar Rp. 2.965.190.192,80 bahwa menurut Terbanding koreksi dilakukan pemeriksa karena terdapat selisih atas penjualan yang belum dilaporkan PPN-nya; bahwa berdasarkan penelitian Terbanding atas dokumen yang ditunjukkan Pemohon Banding, Terbanding berpendapat bahwa koreksi disebabkan karena adanya transaksi bulan Desember 2003 yang dilaporkan di SPM Januari 2004. Penjualan terbagi menjadi 2 lokasi yaitu Lampung dan Jakarta, dengan penjelasan sebagai berikut :

Lokasi Lampung

bahwa berdasarkan penelitian atas Faktur Pajak Standar, invoice, SPM Desember 2003 dan SPM Januari 2004 diketahui bahwa untuk lokasi Lampung terdapat penjualan kepada PT DEF, GHI, dan JKL sesuai dengan yang dilaporkan di SPT PPN Masa Januari 2004;

Lokasi Jakarta

bahwa untuk lokasi Jakarta, atas penjualan kepada MNO, PQR, STU, VWX, YZ, Pemohon Banding memberikan buku penjualan, Faktur Pajak Standar, SPM Desember 2003, dan SPM Januari 2004, namun tidak ada invoicenya; 2. Penjualan sebesar Rp. 221.054.697,00 bahwa koreksi peredaran usaha menurut pemeriksa berasal dari equalisasi Pajak Penghasilan Badan dari selisih pembelian yang digross up ke penjualan: Selisih harga pokok Prosentase laba kotor Koreksi penjualan 218.692.815 1.08% 221.054.697

bahwa berdasarkan penelitian atas dokumen pendukung yang ditunjukkan Pemohon Banding berupa : sub ledger, voucher, faktur pajak, dan bukti pembayaran. Terbanding mengemukakan bahwa koreksi sebesar Rp 218.692.815,00 merupakan bagian dari jumlah HPP di post biaya transpor sebesar Rp 514.688.264,00. Bahwa gross-up yang dilakukan pemeriksa tidak tepat karena HPP (pembelian barang) menurut pemeriksa sebesar Rp 41.697.367.610,00 ternyata mengandung unsur biaya transport Rp 514.688.264,00 (sesuai bukti-bukti Pemohon Banding), sehingga tidak ada selisih jumlah HPP dan tidak ada gross-up HPP sebagai koreksi penjualan sebesar Rp. 221.054.697,00; 3. Penjualan yang PPN-nya tidak dilaporkan sebesar Rp. 54.935.184,20 bahwa Pemohon Banding tidak dapat memberikan bukti pendukung, sehingga Terbanding mempertahankan koreksi Terbanding; Menurut Pihak Pemohon Atas Pengadilan Pajak : bahwa koreksi Terbanding Rp. 3.241.180.074,00 terdiri dari : 1. Peredaran usaha sebesar Rp. 2.965.190.192,80 bahwa selisih tersebut disebabkan oleh adanya penjualan bulan Desember 2003 yang Faktur Pajaknya dibuat dan dilaporkan bulan berikutnya (Januari 2004) dengan rincian sebagai berikut : - DEF Rp 1.694.854.585,40

- GHI - JKL - MNO - PQR - STU - VWX - YZ

Rp 689.168.085,60 Rp 43.599.391,00 Rp 46.228.644,00 Rp 12.597.726,75 Rp 60.454.548,00 Rp 402.059.938,05 Rp 16.227.274,00 Rp 2.965.190.192,80

bahwa penjualan yang PPN-nya tidak dilaporkan Rp 54.938.146,90; bahwa Pemohon Banding menunjukkan dokumen pendukung berupa : SPM PPN Januari s.d. Desember 2003, Rekap pembelian per bulan (sub ledger), Rekap penjualan per pembeli 4 bulan terakhir tahun 2003 (yang belum dilaporkan), rekap penjual per pembeli 4 bulan awal tahun 2004, Faktur lokasi Lampung, Faktur Pajak Standar lokasi Lampung, Invoice lokasi Lampung, Faktur Pajak Jakarta, SPM Januari 2004, SPM Desember 2003, dan buku penjualan; 2. Penjualan sebesar Rp. 221.054.697,00 1. Pembelian menurut SPT Masa PPN 2. Pembelian menurut Pembukuan 3. Selisih yang dikoreksi pemeriksa Prosentase laba kotor 4. Koreksi penjualan Rp. 41.697.367.610,00 Rp. 41.478.674.795,00 Rp 218.692.815,00 1,08% Rp. 221.054.697,00

bahwa terdapat selisih pembelian menurut SPT Masa PPN dengan ledger/buku besar, dengan perhitungan sebagai berikut: bahwa oleh pemeriksa, selisih tersebut dikoreksi sebagai penjualan yang belum dilaporkan Pajak Pertambahan Nilai-nya, di dalam Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Penghasilan Badan, hal ini juga dikoreksi sebagai koreksi penjualan; bahwa menurut Pemohon Banding, selisih tersebut disebabkan oleh adanya perhitungan ongkos angkut yang diperhitungkan sebagai pembelian Franco, dalam perjanjian pembelian Franco, oleh pemasok ongkos angkut diperhitungkan sebagai bagian penjualan, dengan perhitungan ongkos angkut menurut ledger Pemohon Banding adalah sebagai berikut: 1). Pembelian Franco Rp. 218.692.815,00

645.06. Pembelian Loco 3). Jumlah Rp.377.00 Rp. 3. Selisih PPN Masukan Sub jumlah 3). 2. 54.00 Rp 3.697.20 bahwa selisih tersebut disebabkan posisi lebih bayar yang Pemohon Banding ajukan berdasarkan SPT Masa PPN bulan Desember 2003.578.241.00 bahwa dengan demikian.455. 514.680.20 Pendapat Majelis Pengadilan Pajak : bahwa berdasarkan pemeriksaan atas Laporan Pemeriksaan Pajak Karikpa Jakarta Lima nomor: LAP-166/WPJ.688.244.186. dan bukti pembayaran.264.6. Selisih rekonsiliasi SPT Badan 2). jumlah tersebut bukanlah transaksi penjualan yang belum dilaporkan pembeliannya.42.15.935.965.523.4/2005 tanggal 28 Februari 2004 diketahui bahwa koreksi penyerahan Kena Pajak sebesar Rp. oleh karena jumlah tersebut telah Pemohon Banding masukkan ke dalam perhitungan kompensasi PPN pada tahun berikutnya sehingga oleh pemeriksa. 221. voucher. Jumlah koreksi DPP PPN Selisih Rp.995. 1).697.935.074. 3.00 disebabkan karena equalisasi dengan Pajak Penghasilan Badan : Peredaran usaha menurut Pemohon Banding Koreksi peredaran usaha menurut pemeriksa Peredaran usaha / penyerahan BKP menurut pemeriksa Penyerahan kena pajak menurut Pemohon Banding Koreksi penyerahan kena pajak Penyerahan Jakarta cfm.054.184.08.00 Rp.180. Penjualan yang PPN-nya tidak dilaporkan sebesar Rp. faktur pajak.180. 3.RP. 295.180.303.80 Rp.42.449.543.00 Rp.39.190.00 Rp.00 Rp.00 .01.404. Pemohon Banding Rp.241.398. 3.890.074.184. 54.314.00 Rp.054.00 Rp.241. jumlah tersebut ditambahkan ke dalam jumlah koreksi. 221.074.424.80 Rp.192. bahwa Pemohon Banding menunjukkan dokumen pendukung berupa : sub ledger.2).

00 bahwa oleh karena koreksi Terbanding tersebut terlalu global.074.391.80.965.20. bahwa menurut Pemohon Banding. 2.599. sehingga Majelis minta kepada Terbanding untuk memberikan Kertas Kerja Pemeriksaan. namun tidak dapat diketemukan. bahwa menurut Pemohon Banding.192.085.597.696. selisih tersebut disebabkan oleh adanya penjualan bulan Desember 2003 yang Faktur Pajaknya dibuat dan dilaporkan bulan berikutnya (Januari 2004) dengan rincian sebagai berikut: DEF GHI JKL MNO PQR Rp 1.617.935. bahwa atas koreksi Terbanding tersebut. penjualan sebesar Rp. 2.18. bahwa berdasarkan dokumen yang ditunjukkan Pemohon Banding.00 terdiri dari koreksi peredaran usaha sebesar Rp.60 43.75 .190. koreksi Terbanding sebesar Rp.80 bahwa menurut Terbanding koreksi dilakukan pemeriksa karena terdapat selisih atas penjualan yang belum dilaporkan PPN-nya.496. bahwa Pemohon Banding memberikan dokumen pendukung sebagai berikut : berdasarkan keterangan tersebut.726.854.241.00 46. Majelis memberi kesempatan kepada Pemohon Banding dan Terbanding untuk melakukan penelitian bersama. Majelis berpendapat untuk menggunakan dokumen yang ada dalam berkas banding dan keterangan dalam persidangan sebagai bahan pertimbangan Majelis dalam memberikan putusan.168. bahwa Terbanding sudah mencari Kertas Kerja Pemeriksaan dimaksud baik soft copy maupun hard copy. Peredaran usaha sebesar Rp.644.585.00 12.40 Rp Rp Rp Rp 689.190.192.965. Majelis minta kepada Pemohon Banding untuk menunjukkan dokumen pendukung atas koreksi yang tidak disetujui Pemohon Banding. 54.184. 3. 221.00 dan penjualan yang PPN-nya tidak dilaporkan sebesar Rp.228.697. Pemeriksa Rp. bahwa dari hasil penelitian bersama dan pembahasan dalam persidangan adalah sebagai berikut : 1.180.054.694.Penyerahan Jakarta cfm.

Majelis berpendapat sebagai berikut :  Lokasi Lampung bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis atas dokumen pendukung Pemohon Banding berupa : Faktur Pajak Standar. GHI. bahwa Pemohon Banding sependapat dengan keterangan Terbanding. Lokasi Jakarta bahwa untuk lokasi Jakarta. bahwa Pemohon Banding menunjukkan dokumen pendukung berupa : SPM PPN Januari s. Faktur Pajak Standar.80 bahwa penjualan yang PPN-nya tidak dilaporkan Rp 54.454. Faktur Pajak Jakarta.00 402.548. Rekap pembelian per bulan (sub ledger). YZ.192. dan JKL sesuai dengan yang dilaporkan di SPT PPN Masa Januari 2004. Pemohon Banding memberikan buku penjualan. SPM Desember 2003 dan SPM Januari 2004.938.00 merupakan penjualan kepada : PT DEF sebesar Rp 1.05 16.694.40.90.227.- STU VWX YZ Rp Rp Rp 60. dan SPM Januari 2004.622.274.965. Invoice lokasi Lampung.062.585. Faktur lokasi Lampung. Rekap penjualan per pembeli 4 bulan terakhir tahun 2003 (yang belum dilaporkan). STU. Majelis berpendapat bahwa terdapat cukup bukti yang meyakinkan bahwa jumlah sebesar Rp 2. invoice. rekap penjual per pembeli 4 bulan awal tahun 2004. invoice.146.938. VWX.d. SPM Desember 2003. GHI . dengan penjelasan sebagai berikut : Lokasi Lampung bahwa berdasarkan penelitian atas Faktur Pajak Standar.059. namun tidak ada invoicenya. bahwa berdasarkan penelitian Majelis atas dokumen yang ditunjukkan Pemohon Banding. Penjualan terbagi menjadi 2 lokasi yaitu Lampung dan Jakarta. PQR.00 Rp 2.427. Terbanding berpendapat bahwa koreksi disebabkan karena adanya transaksi bulan Desember 2003 yang dilaporkan di SPM Januari 2004. SPM Januari 2004.190. dan buku penjualan. atas penjualan kepada MNO. Faktur Pajak Standar lokasi Lampung. SPM Desember 2003. bahwa berdasarkan penelitian Terbanding atas dokumen yang ditunjukan Pemohon Banding. SPM Desember 2003 dan SPM Januari 2004 diketahui bahwa untuk lokasi Lampung terdapat penjualan kepada PT DEF. Desember 2003.854.

00.938.08% 221.568.697 bahwa menurut Pemohon Banding. jumlah tersebut bukanlah transaksi penjualan yang belum dilaporkan pembeliannya.264.062. . STU sebesar Rp 60.60.454. bahwa oleh karena itu.00 tidak dapat dipertahankan. atas koreksi Terbanding atas peredaran usaha sebesar Rp. 2. bahwa berdasarkan hal tersebut diatas Majelis berkesimpulan koreksi sebesar Rp 2.815. dan YZ sebesar Rp 16. Penjualan sebesar Rp. Faktur Pajak Standar. 218. 295. selisih tersebut disebabkan oleh adanya perhitungan ongkos angkut yang diperhitungkan sebagai pembelian Franco. SPM Desember 2003.00 2) Pembelian Loco Rp.192. yang tidak dapat dipertahankan adalah sebesar Rp 2. 514. 2.274.062.085.054.449. Majelis berpendapat tidak terdapat cukup bukti yang meyakinkan bahwa jumlah sebesar Rp 537.688. PQR Rp 12. pada bulan Desember 2003 telah dilaporkan Pemohon Banding pada SPT Masa PPN Masa Pajak Januari 2004.80 tetap dipertahankan. bahwa koreksi peredaran usaha menurut pemeriksa berasal dari equalisasi Pajak Penghasilan Badan dari selisih pembelian yang digross up ke penjualan: Selisih harga pokok Prosentase laba kotor Koreksi penjualan 218.726.168. bahwa berdasarkan keterangan tersebut diatas Majelis berkesimpulan koreksi sebesar Rp 537.00. sehingga hal tersebut hanya merupakan beda waktu pengakuan penjualan saja.599. VWX sebesar Rp 402.00 pada bulan Desember 2003 yang dilaporkan oleh Pemohon Banding pada SPT PPN Masa PPN Masa Pajak Januari 2004.965.00 3) Jumlah Rp.995.391.697. dan SPM Januari 2004.227.75.190.427.622. dalam 1) Pembelian Franco Rp.815 1.00.130.00.568.597. dengan perhitungan ongkos angkut menurut ledger Pemohon Banding adalah sebagai berikut: bahwa dengan demikian.80 yang merupakan penjualan kepada : MNO sebesar Rp 46. oleh pemasok ongkos angkut diperhitungkan sebagai bagian penjualan.054.05.548.00 bahwa menurut Terbanding. 221.692.  Lokasi Jakarta bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis atas buku penjualan.644. dan JKL sebesar Rp 43.622.sebesar Rp 689.692.059.130.80.427.228.00 perjanjian pembelian Franco.

244.688.192.054. Terbanding mengemukakan bahwa koreksi sebesar Rp 218. 54.20 merupakan penjualan yang PPN-nya tidak dilaporkan oleh .697. 3.184.00 ternyata mengandung unsur biaya transport Rp 514.184.697. bahwa Pemohon Banding tidak dapat memberikan bukti pendukung. bahwa berdasarkan keterangan tersebut Majelis berkesimpulan terdapat cukup bukti bahwa penjualan sebesar Rp.054.074.180. Penjualan yang PPN-nya tidak dilaporkan sebesar Rp. selisih tersebut disebabkan posisi lebih bayar yang Pemohon Banding ajukan berdasarkan SPT Masa PPN bulan Desember 2003.935.80 Rp. dan bukti pembayaran.815.697. bahwa berdasarkan penelitian atas dokumen pendukung yang ditunjukkan Pemohon Banding berupa : sub ledger. 54. 221. 221. bahwa Pemohon Banding menunjukkan dokumen pendukung berupa : sub ledger. dan bukti pembayaran. voucher.264. bahwa berdasarkan pemeriksaan atas dokumen pendukung yang ditunjukkan Pemohon Banding berupa : sub ledger.367. 221.00.935.00 merupakan ongkos angkut yang bukan termasuk penjualan.184.697. 3. voucher. 1).054. Bahwa gross-up yang dilakukan pemeriksa tidak tepat karena HPP (pembelian barang) menurut pemeriksa sebesar Rp 41.bahwa atas keterangan tersebut Majelis minta kepada Pemohon Banding untuk menunjukkan dokumen pendukungnya. 3. 2.00 Rp.00.935. 54. sehingga Majelis berkesimpulan koreksi Terbanding atas penjualan sebesar Rp.965.241.190.688. Selisih rekonsiliasi SPT Badan 2).20 bahwa atas keterangan tersebut.610. Jumlah koreksi DPP PPN Selisih Rp.264.00 tidak dapat dipertahankan. Selisih PPN Masukan Sub jumlah 3). faktur pajak.20 bahwa menurut Pemohon Banding.692. voucher.00 (sesuai bukti-bukti Pemohon Banding).00 Rp. oleh karena jumlah tersebut telah Pemohon Banding masukkan ke dalam perhitungan kompensasi PPN pada tahun berikutnya sehingga oleh pemeriksa jumlah tersebut ditambahkan ke dalam jumlah koreksi. Majelis minta kepada Pemohon Banding untuk menunjukkan bukti pendukungnya. Majelis berpendapat terdapat cukup bukti sebesar Rp.890. dan bukti pembayaran. sehingga tidak ada selisih jumlah HPP dan tidak ada gross-up HPP sebagai koreksi penjualan sebesar Rp.186.00 merupakan bagian dari jumlah HPP di post biaya transpor sebesar Rp 514.054.80 Rp. faktur pajak. 221.697. faktur pajak.

kasus pajak.921. pajak pertambahan nilai.00 1.184.028.028. Menurut Pihak Terbanding Pengadilan Pajak : .com Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put. 54. Bahwa pelaporan penjualan adalah harus berdasarkan keadaan yang sebenarnya terjadi.552.00 Bahwa koreksi sebesar Rp.000.107.633.1.571.Pemohon Banding.pengadilanpajak.935. Bahwa Pemohon Banding tidak memperhitungkan persediaan awal sparepart sebesar Rp.00 karena sparepart bukan unsur harga pokok. pemeriksaan pajak.571.552.20 tetap dipertahankan. keberatan pajak.V/16/2007 0 comments Posted on 18th August 2011 by admin in Kasus PPN banding pajak.028.00 Menurut Pihak Pemohon Atas Pengadilan Pajak : Bahwa Terbanding melakukan koreksi fiskal sebagai berikut : Penjulan lokal menurut Pemohon Banding Penjulan lokal menurut Terbanding Jumlah koreksi Rp Rp Rp 81.1.157.571.028.350. www.571.00 1. Kosultan Pajak. pajak.552.028. sehingga karenanya Majelis berkesimpulan koreksi Terbanding atas penjualan yang PPN-nya tidak dilaporkan sebesar Rp.11348/PP/M.128. pengadilan pajak Contoh Kasus Pengadilan Pajak : Pemohon Banding : Jenis Pajak : Tahun Pajak : Pokok Sengketa : PT ABC Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa 2003 Koreksi Dasar Pengenaan Pajak sebesar Rp. sesuai dengan invoice yang telah diterbitkan dan dilaporkan dalam SPT Masa PPN. Bahwa Pemohon Banding tidak dapat menerima koreksi atas penjualan sebesar Rp.1.00 tersebut karena menurut Terbanding telah membuat suatu perkiraan bahwa laba bruto perusahaan adalah sebesar 21%.00 karena tidak sesuai dengan rincian invoice yang telah diterbitkan dan telah dilaporkan dalam SPT Masa PPN periode Januari sampai Desember 2003.552.

552.000.757.1.028.952.224.552.0307/2005 tanggal 21 Maret 2005 dan kertas kerja Pemeriksaan diketahui bahwa Pemeriksa melakukan koreksi positif atas Peredaran Usaha sebesar Rp. Bahwa untuk penjualan lokal Pemohon Banding. Bahwa dalam SPT Badan Tahun 2002 persediaan akhir menurut Pemohon Banding adalah sebesar Rp.1.1.952.00 yang berasal dari : Penyerahan yang terutang PPN cfm SPT Penyerahan yang terutang PPN menurut Pemeriksa Rp Rp 81.342.342.406.229.229.00 berdasarkan general ledger dilakukan penghapusan persediaan karena menurut Pemohon Banding barang tersebut rusak sehingga tidak laku dijual.00) sebagai persediaan.757.1.571.395. Bahwa untuk sisa peresediaan sejumlah Rp.00 1.1.00 sedang persediaan awal menurut Terbanding dihitung berdasarkan perhitungan persediaan akhir di tahun 2002 (sesuai neraca Pemohon Banding/SPT Badan 2002).bahwa berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Nomor : LAP42/WPJ.128. menurut SPT Masa PPN tahun 2003 menggunakan Faktur Pajak Sederhana dan data pendukung yang tersedia tidak diketahui identitas pembelinya. sehingga menurut Pemohon Banding persediaan awal adalah sebesar Rp. Pendapat Majelis Pengadilan Pajak : . Bahwa selama tahun 2003 tidak ada pembelian bahan baku dan tidak ada persediaan akhir sehingga harga pokok penjualan adalah sebesar Rp.00 Bahwa dalam perhitungan persediaan awal Pemohon Banding tahun 2003 diketahui bahwa Pemohon Banding tidak memperhitungkan antara lain suku cadang mesin (Rp.551.00 Bahwa persediaan awal menurut Pemohon Banding sebesar Rp.571.157. Bahwa berdasarkan hal tersebut maka menurut Terbanding transaksi yang dilakukan tidak wajar karena nilai jualnya sangat kecil dibandingkan dengan nilai buku persediaannya disamping identitas pembeli yang tidak jelas.350.21/KP.633.107.921.352.00 Rp koreksi 1.352.224.00 bukti-bukti yang diserahkan oleh Pemohon Banding berupa berita acara intern penghapusan persediaan.00.552.406.00 dan Pemohon Banding tidak memberikan keterangan atas selisih perhitungan persediaan awal tersebut.028.395. Bahwa untuk penghapusan persediaan senilai Rp.028.

780.00 juga harus dibatalkan.552. diketahui bahwa Majelis telah membatalkan koreksi Terbanding atas peredaran usaha menurut Terbanding sebesar Rp.000.com Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT. Bahwa berdasarkan uraian tersebut diatas.00 berasal dari SPT Masa PPN/ PPhBM.1. Equalisasi dengan om zet Pajak Penghasilan Badan yang m erupakan .1.028. pemeriksaan pajak. Majelis berkesimpulan koreksi Terbanding atas DPP Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp.571. Bahwa koreksi DPP Pajak Pertambahan Nilai merupakan hasil equalisasi antara Pajak Pertambahan Nilai dengan PPh Badan.00 tidak dapat dipertahankan.1. Menurut Pihak Terbanding Pengadilan Pajak : bahwa koreksi peredaran usaha sebesar Rp. Kosultan Pajak. keberatan pajak.104.00. Bahwa karenanya Majelis berpendapat koreksi Terbandingatas DPP Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp.571.pengadilanpajak.3. Kas/ Bank.028.500.552.000.193.078.552.V/16/2007 0 comments Posted on 18th August 2011 by admin in Kasus PPN banding pajak. kasus pajak.467.3.227. pengadilan pajak Contoh Kasus Pengadilan Pajak : Pemohon : PT ABC Banding Jenis Pajak : Pajak Pertambahan Nilai Tahun : Agustus sam pai dengan Desem ber 2002 Pajak bahwa yang menjadi pokok sengketa dalam perkara banding ini adalah Pokok : koreksi Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertambahan Nilai sebesar Sengketa Rp.028. pajak.00 yang tidak disetujui oleh Pemohon Banding.467. Bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sengketa Banding PPh Badan tahun pajak 2003 yang diajukan juga oleh Pemohon Banding.00 dengan peredaran usaha menurut Pemohon Banding sebesar Rp.11263/PP/M. www.00 karena perhitungan Terbanding tidak didasarkan pada bukti sebagaimana dimaksud Pasal 12 ayat (3) Undangundang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2000.622.571.500. pajak pertambahan nilai.1.bahwa Terbanding melakukan koreksi DPP Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp.

untuk m engangkut barang dalam satu perjalanan/lebih dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain dengan dipungut bayaran.442.00 (terbagi per bulan Rp.000.500. Pem ohon Banding tidak bisa m em berikan bukti pendukung yang m enerangkan adanya hutang kapal.4.00.442.00 diperoleh dari lam piran SPT Tahunan Pajak Penghasilan Badan Tahun 2003 berupa laporan keuangan.000.000. bahwa nam un berdasarkan pem eriksaan kepem ilikan kapal ditem ukan data bahwa berdasarkan akte pendaftaran kapal dengan nom or 2208 tanggal 2 Novem ber 2000 dijelaskan ― telah m enerim a uang sejum lah U$ 1.688. bahwa berdasarkan keterangan Pem ohon Banding diketahui bahwa Pem ohon Banding bergerak di bidang jasa angkutan laut yang m enurut peraturan perpajakan term asuk jasa yang tidak terutang Pajak Pertam bahan Nilai dengan syarat tertentu (salah satunya kapal sendiri).000. karena jasa yang Pem ohon Banding serahkan kepada pihak pelanggan/penum pang adalah jasa angkutan um um di laut dengan m enggunakan kapal yang diselenggarakan oleh pengusaha angkutan laut.000.650. bahwa dari keterangan tersebut diketahui bahwa atas pem belian kapal telah dibayar lunas. bahwa begitu pula sebaliknya. bahwa Pem ohon Banding tidak m elaporkan sam a sekali peredaran usaha yang dilakukan.00.500. bahwa dari seluruh data tersebut diatas dapat disim pulkan bahwa atas pelaporan yang dilakukan Pem ohon Banding tidak benar (selain itu. 14 Jakarta 10130 Indonesia sebagai pem bayaran lunas harga pem belian sebuah kapal m otor bernam a GREEN RIDGE‖. Menurut Pihak Pemohon Atas Pengadilan Pajak : bahwa m enurut Pem ohon Banding pada dasarnya perusahaan Pem ohon Banding telah m em enuhi kriteria jasa angkutan um um diatas. pem bayaran kapal tidak m ungkin dilakukan lunas karena m odal yang disetor oleh PT ABC hanya Rp. KAP GHI & Rekan sebagai auditor dari Pem ohon Banding.000.3.pendapatan tam bang sebesar Rp.000. mulai tahun 2005 ditutup oleh Menteri Keuangan sehubungan pelanggaran kode etik akuntan).500.00 tetap terutang Pajak Pertam bahan Nilai karena Pem ohon Banding tidak m elakukan kewajiban Pasal 28 Undang-undang Nom or 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Um um dan Tata Cara Perpajakan sebagaim ana telah diubah terakhir dengan Undangundang Nom or 16 Tahun 2000.(satu dollar Am erika Serikat) berikut barang-barang berharga lainnya dari PT DEF Utam a beralam at xxx Building Lantai 9 Jalan Gajah Mada No.926. Setelah dikonfirm asi kepada Pem ohon Banding atas account hutang kapal.3. .493.25..500. nam un dalam laporan keuangan PT ABC Tahun 2003 yang di audit oleh KAP GHI & Rekan ditem ukan data yang bertolak belakang yaitu adanya account Hutang Kapal sebesar Rp. nilai om zet Rp.27.00) dan penerim aan lainnya sebesar Rp.

sehingga Pem ohon Banding m ohon agar pengenaan Pajak Pertam bahan Nilai atas jasa yang Pem ohon Banding serahkan berikut pengenaan sanksi Pasal 13 ayat (2) dan Pasal 13 ayat (3) sebagaim ana yang tercantum dalam Keputusan Terbanding Nom or : 829/WPJ.119. bahwa berdasarkan keterangan dalam persidangan. SPHP atas nam a PT JKL Tahun Pajak 2003 4.06/2006 tersebut di atas dapat dibatalkan. Surat m enyurat dengan NGF Jepang .873. berdasarkan penjelasan Pem ohon Banding tersebut di atas. Joint Venture Agreem ent 2. bahwa berdasarkan Pasal 18 ayat (3) UU KUP disebutkan bahwa Direktur Jenderal Pajak berwenang untuk m enentukan kem bali besarnya penghasilan kena pajak bagi Wajib Pajak yang m em punyai hubungan istim ewa dengan Wajib Pajak lainnya sesuai dengan kewajaran dan kelazim an usaha yang tidak dipengaruhi oleh hubungan istim ewa.06/BD. Majelis berpendapat m em ang terdapat hubungan istim ewa antara Pem ohon Banding dengan pem beli (PT JKL) yang m em iliki saham 80% dan berdasarkan Pasal 18 ayat (3) KUP Terbanding berwenang m enentukan harga wajar diantara keduanya.bahwa dengan dem ikian.926. Pendapat Majelis Pengadilan Pajak : bahwa m enurut Terbanding koreksi penjualan sebesar Rp 1. penyerahan atas jasa yang dilakukan Pem ohon Banding term asuk dalam lingkup jasa angkutan um um di laut yang tidak dikenakan Pajak Pertam bahan Nilai. bahwa dalam sidang yang diselenggarakan Pem ohon Banding m enyerahkan data pendukung berupa : 1. sehingga harga tidak dapat dirubah oleh salah satu pihak. Laporan Keuangan 3.00 didasarkan bahwa seluruh penjualan Pem ohon Banding hanya kepada satu pem beli yang hanya satu sekaligus sebagai pem egang saham m ayoritas dan Terbanding kesulitan m em peroleh harga pem banding sehingga Terbanding m eng-gross up harga yang ditentukan oleh Pem ohon Banding. Berita Acara Persetujuan Hasil Pem eriksaan Tahun Pajak 2003 PT JKL 5. bahwa Pem ohon Banding tidak setuju atas koreksi yang dilakukan oleh Terbanding karena Pem ohon Banding tidak dapat m enjual lebih dari harga yang telah disepakati karena didalam Akta Pendirian Perusahaan Pasal 10 ayat (2) dan Joint Venture Agreem ent Pasal 4 ayat (2) huruf b dinyatakan bahwa setiap perubahan harga harus disepakati oleh kedua belah pihak.

6 0 5 .119.00 tidak dapat dipertahankan. Mengabulkan seluruhnya perm ohonan banding terhadap Keputusan Direktur Jenderal Pajak nom or : KEP1011/WPJ.com Rp 12. m asih m elam paui laba kotor perusahaan lain yang diam bil sebagai perbandingan oleh Terbanding yaitu sebesar 31%. alam at : Jl. bahwa dilain pihak. NPWP : 0x. tidak terbukti adanya ketidakwajaran harga jual produk Pem ohon Banding.pengadilanpajak.00 Rp 1 . dengan dem ikian m aka Majelis berpendapat koreksi penjualan sebesar Rp 1. atas nam a : PT ABC. sehingga tidak dapat diyakini bahwa tingkat laba kotor suatu tahun dapat m enggam barkan harga jual yang wajar untuk tahun-tahun yang lain.39%. dalam pem eriksaan pajak yang dilakukan oleh Terbanding terhadap pem beli tunggal produk Pem ohon Banding (yaitu PT JKL untuk tahun pajak 2003.605.926. bahwa Pem ohon Banding m enjelaskan m engenai penentuan harga jual setiap tahunnya sesuai kesepakatan yang telah dibuat sebelum nya dan disesuaikan dengan perkem bangan perekonom ian tahun yang bersangkutan.5 0 1 . 76.873. Jakarta.x-0xx.0 0 Nihil .07/BD. sehingga Pajak Pertam bahan Nilai yang terutang m enjadi sebagai : DPP PPN Pajak Keluaran Pajak Masukan PPN Kurang/(lebih) bayar www.xxx. XXX Arifin No.546. bahwa berdasarkan hasil pem eriksaan dan pem buktian tersebut.05/2005.011. Majelis berkesim pulan bahwa atas harga jual produk Pem ohon Banding kepada PT JKL. karena harga jual wajar dalam suatu tahun sangat dipengaruhi oleh banyak faktor terutam a kondisi perekonom ian pada um um nya dalam tahun yang bersangkutan.00 Rp 1. tanggal 17 Oktober 2005 m engenai keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertam bahan Nilai Masa Pajak Januari sd Desem ber 2003 nom or : 00065/207/03/403/04 tanggal 25 Oktober 2004. terbukti bahwa Terbanding juga tidak m elakukan koreksi terhadap harga beli bahan baku yang dibeli oleh PT JKL dari Pem ohon Banding.2 5 4 .254.000. dan laba kotor yang diperoleh Pem ohon Banding dalam tahun 2003 adalah 38%. walaupun terdapat hubungan istim ewa sebagaim ana dim aksud dalam Pasal 18 ayat (3) Undang-undang Nom or 7 Tahun 1983 sebagaim ana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nom or 17 Tahun 2000.055. KH.501.0xx. sesuai Surat Pem beritahuan Hasil Pem eriksaan (SPHP).bahwa Terbanding tidak seharusnya m enetapkan harga jual produk Pem ohon Banding sesuai kewajaran atau kelazim an usaha (yang tidak dipengaruhi oleh hubungan istim ewa) berdasarkan laba bruto tertinggi selam a lim a tahun terakhir yaitu tahun pajak 1999 sebesar 46.

268.921.561.924. Kosultan Pajak.11. bahwa dalam audit report diketahui bahwa jum lah piutang awal adalah sebesar Rp 11.534.00.050. pengadilan pajak Contoh Kasus Pengadilan Pajak : Pemohon Banding Jenis Pajak Tahun Pajak Pokok Sengketa : PT ABC Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertam bahan Nilai Masa Pajak Januari sam pai dengan Pebruari : 2006 koreksi positif Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertambahan Nilai atas : penyerahan PPN-nya : Menurut Pihak Terbanding Pengadilan Pajak : bahwa koreksi dilakukan Pem eriksa disebabkan karena Pem ohon Banding kurang m elaporkan objek PPN sebesar Rp 8.226.III/16/2007 0 comments Posted on 16th August 2011 by admin in Kasus PPN banding pajak.00 nam un didalam nya terdapat jum lah yang m erupakan cadangan/penyisihan piutang tak tertagih sebesar Rp 496.274.851.763. bahwa koreksi objek PPN sebesar Rp 8.251.633.325.324.995. bahwa sehingga jum lah piutang awal yang benar adalah Rp.422. pajak pertambahan nilai.Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT. bahwa dalam audit report diketahui bahwa jurnlah piutang akhir adalah sebesar Rp 11.00 dalam Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Penghasilan Badan Nom or: 00035/206/02/058/04 tanggal 10 Juni 2004 Tahun Pajak 2002.00.442.00 yang harus dikeluarkan dari perhitungan peredaran usaha karena m erupakan transaksi piutang yang belum terjadi/pencadangan.732.924. kasus pajak.10082/PP/M. . pajak. pemeriksaan pajak.00 nam un didalam nya terdapat jum lah yang m erupakan cadangan/penyisihan piutang tak tertagih sebesar Rp 174.00 terkait dengan koreksi Peredaran Usaha sebesar Rp 11.670.633.00 yang harus dikeluarkan dari perhitungan peredaran usaha karena m erupakan transaksi piutang yang belum terjadi/pencadangan. keberatan pajak.723.00.720. bahwa sehingga jum lah piutang akhir yang benar adalah Rp 11.732.484.

33).45/1994 tanggal 21 Februari 1994. bahwa m ateri surat perm ohonan Banding Pem ohon Banding pada dasarnya hanya m engulang isi surat keberatannya. bahwa koreksi Positif Pem eriksa Pajak yang dipertahankan oleh Peneliti keberatan sebesar Rp 2.420.377.00 (US$380.00 dan deffered revenue akhir sebesar Rp 365.965.747.984.00 yang seharusnya sebesar Rp 3.138. bahwa berdasarkan penelitian terhadap Pelunasan Piutang (saldo credit A/R) sebesar Rp 76. bahwa terdapat kekeliruan Pem eriksa dalam perhitungan jum lah PPN sebesar Rp 4.46).789.105. G/L Piutang Dagang. Audit Report.035.365.00 : Hanya m erupakan hasil equalisasi koreksi peredaran usaha di SPT PPh Badan.262. adanya credit note dari AB Singapore sebesar Rp 3. yang dibatalkan pada bulan Mei 2002 (JM 0110/0502). kem udian dibetulkan pada bulan Mei 2002 (JM 0111/0502) dengan jum lah sebesar Rp 7.00 berdasarkan SPT Masa PPN dalam Laporan Hasil Pem eriksaan.193.187.263.260.00 (kertas kerja penelitian peredaran usaha) karena : terdapat transaksi pem batalan akibat kesalahan pencatatan pada bulan April 2002 (JM 087/0402) dengan jum lah A/R sebesar Rp 7. . hal-hal yang diajukan banding tidak perlu diuraikan lagi.00 terdapat transaksi yang bukan m erupakan pelunasan piutang sebesar Rp 13.00 karena terdapat adjustm ent saldo piutang dagang setiap bulannya.320.721. yakni deffered revenue awal sebesar Rp 173.386.bahwa dalam audit report diketahui bahwa terdapat deffered revenue yang m erupakan pendapatan yang belum direalisasi.832.00 (US$676.310. adanya selisih kurs dengan total sebesar Rp 3.00 (US$743.785.228.582.638.00.492.073.332.367.00 (US$24. bahwa disam ping itu. Menurut Pihak Pemohon Atas Pengadilan Pajak : bahwa dalam proses penyelesaian keberatan Pem ohon Banding telah m enyerahkan data-data yang dim inta Peneliti Keberatan antara lain SPT Masa Pajak Pertam bahan Nilai.651.247.984. dalam berkas banding tidak terdapat bukti-bukti pendukung barn yang dapat m enyakinkan kebenaran perm ohonan Banding Pem ohon Banding sehingga diusulkan kepada Majelis untuk m enolak perm ohonan Banding Pem ohon Banding.279.31) dan Rp 219.568.574. G/L Jasa Penjualan.95). Faktur Pajak. dengan dem ikian sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nom or SE-05/PJ.972.853. yang dapat digunakan untuk m enghitung penyerahan yang terutang PPN dan penyerahan yang tidak terutang Pajak Pertam bahan Nilai.032.

00 sehingga terdapat koreksi sebesar Rp 8.732.414.00 sehingga Pem ohon tidak dapat m elakukan penelitian atas koreksi tersebut.024. sehingga sisa koreksi yang dipertahankan sebesar Rp 2.582.00 Koreksi ini terkait dengan koreksi Peredaran Usaha sebesar Rp 11.582.808.742. bahwa Pem eriksa tidak pernah m enjelaskan dasar koreksi Jum lah Penyerahan yang PPN-nya ham s dipungut sebesar Rp 8.00 yang kem udian oleh peneliti keberatan dikurangkan m enjadi Rp 2.374.123 Yin).760.00 (Akun No. Jum lah ini m erupakan bagian dari total peredaran usaha yang dilaporkan dalam SPT PPh.732.503. dan bukan bagian dari piutang usaha.00. Credit Note dari ABC Singapura sebesar Rp 10.009.949.00 sedangkan m enurut Wajib Pajak sebesar Rp 6. e. bahwa selisih hitungan Peneliti dengan Pem eriksa sebesar Rp 6.00.662. Bahwa piutang dagang ke ABC Group ini term asuk salah satu unsur piutang dagang (dicatat dalam akun ―Trade Receivable). bahwa Terbanding dalam Surat Uraian Bandingnya m enyatakan bahwa m enurut perhitungan Pem eriksa Jum lah Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sebesar Rp 14.00 yang dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh Badan Tahun 2002.105.00 belum dikurangkan dari peredaran usaha karena m erupakan jasa perdagangan.00 dipakai Peneliti untuk m engurangi koreksi Pem eriksa.924.275.060. .633.051.00 dan jum lah Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut m enjadi sebesar Rp 8.427.00 dalam SKPKB PPh Badan yang dihitung berdasarkan pengujian arus piutang. bahwa penghitungan pengujian arus piutang yang dilakukan Pem eriksa kem udian dihitung kem bali oleh Peneliti Keberatan m asih belum m em perhitungkan seluruh unsur yang m em pengaruhi arus piutang yang m enjadi obyek PPN karena m asih terdapat: a.051.924. Badan tahun 2002. bahwa kem udian dalam penelitian keberatan Peneliti m enghitung kem bali dengan arus piutang yang hasilnya terdapat selisih dengan penghitungan Pem eriksa sebesar Rp 6.921.720.287. b.538. Koreksi positif peredaran usaha di SPT PPh Badan Pem ohon Banding ajukan banding. Pelunasan piutang dagang ke ABC Group sebesar Rp 69.355. yang m ana selisih tersebut m erupakan selisih antara nilai kurs m enurut pem bukuan dan perpajakan.377.355.633. c.401.805.Tidak ada rincian kepada siapa penyerahan yang belum /tidak dipungut PPN. Jasa Penjualan sebesar Rp 2. Pengam bilan angka deffered revenue seharusnya m enggunakan saldo kredit sesuai dengan sifat akunnya untuk m enentukan jum lah penghasilan yang ditangguhkan.662.183.262. sehingga untuk m endapatkan jum lah pelunasan piutang dagang jum lah ini harus dipertim bangkan.377.00 belum ditam bahkan.501. d.262. Selisih kurs sebesar Rp 854. tetapi bukan m erupakan bagian dari piutang usaha.251.

07/RP.742.00 dengan alasan bahwa Pem ohon Banding kurang m elaporkan objek PPN. bahwa berdasarkan pem eriksaan Majelis atas data dan keterangan yang ada di dalam berkas banding serta pem eriksaan dalam persidangan diperoleh petunjuk bahwa koreksi positif Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertam bahan Nilai atas Penjualan lokal Masa Pajak Januari sam pai .11/1993 tanggal 13 Pebruari 1993 tentang Pelim paham Wewenang Direktur Jenderal Pajak kepada para Pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. sehingga koreksi positif Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertam bahan Nilai atas Penjualan lokal Masa Pajak Januari sam pai dengan Februari 2003 yang tetap dipertahankan adalah sebesar Rp 2. bahwa dengan dem ikian m enurut Pem ohon tidak ada perbedaan antara Jum lah penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sebagaim ana yang telah dilaporkan dalam SPT Masa PPN dengan perhitungan m enggunakan arus piutang. bahwa koreksi positif Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertam bahan Nilai atas Penjualan lokal Masa Pajak Januari sam pai dengan Februari 2003 sebesar Rp 2.377.633. yang m ana selisih tersebut m erupakan selisih antara nilai kurs m enurut pem bukuan dan perpajakan. bahwa Pejabat yang m ewakili Terbanding m engem ukakan bahwa dalam proses keberatan. Terbanding m engabulkan sebagian perm ohonan Pem ohon Banding. 2.02/2004 tanpa tanggal bulan Juni 2004 diperoleh petunjuk bahwa Terbanding m elakukan koreksi positif atas Penjualan lokal kepada bukan pem ungut sebesar Rp 8. karena : 1.45/1994 tanggal 21 Pebruari 1994 tentang ―Petunjuk Pem buatan Uraian Banding dan pengirim annya ke MPP‖ (terlam pir) sebagai dasar usul penolakan perm ohonan banding.294. yang juga dinyatakan tidak berlaku berdasarkan KEP.582.732. Surat Edaran tersebut m erupakan tata kerja intern Direktorat Jenderal Pajak berkaitan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nom or : KEP13/PJ. Keputusan Direktur Jenderal Pajak No. bahwa Terbanding salah m enggunakan SE-05/PJ.00 yang dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh Badan Tahun 2002.582. 3.262.bahwa selisih kurs sebesar Rp 854.00.297/PJ/2002 tanggal 5 Juni 2002.262.377.00 tersebut berkaitan dengan koreksi positif Peredaran Usaha pada Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak 2002. MPP sudah berubah m enjadi BPSP dan terakhir m enjadi Pengadilan Pajak Pendapat Majelis Pengadilan Pajak : bahwa berdasarkan pem eriksaan Majelis atas Laporan Pem eriksaan Pajak Nom or: LAP— /WPJ. KEP-13/PJ/1993 dinyatakan tidak berlaku berdasarkan KEP-22/PJ/1995 tanggal 27 pebruari 1995 dan perubahan terakhir KEP445/PJ/2001.808.

137.509.837. bahwa Majelis berpendapat koreksi positif Peredaran Usaha yang tetap dipertahankan adalah sebesar Rp 10.00 -Rp 4. bahwa Majelis berkesim pulan bahwa Unbilled Receivable awal sebesar Rp 3. .I11/15/2007 tanggal 27 Februari 2007.985.00.  bahwa Majelis berpendapat bahwa koreksi Pelunasan Piutang yang tidak dapat dipertahankan dan ham s dikeluarkan dalam m enghitung Peredaran Usaha Tahun Pajak 2002 adalah sebesar Rp 752.837.364.dengan Februari 2003 sebesar Rp 2. pem eriksaan dalam persidangan serta dengan m em perhatikan Putusan Pengadilan Pajak Nom or: Put.804.00 (Rp 4. sehingga harus dikeluarkan dari pengujian penghitungan dengan m enggunakan arus piutang.138. berkaitan dengan koreksi positif Peredaran Usaha pada Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak 2002 yang diajukan banding oleh Pem ohon Banding dan telah diputus Majelis dengan Putusan Pengadilan Pajak Nom or: Put.III/15/2007 tanggal 27 Februari 2007 m engenai banding yang diajukan Pem ohon Banding terhadap Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nom or: KEP-925/WPJ.582.554. 10081/M.554.00.10081/M.00 dan Unbilled Receivable akhir sebesar Rp 34.125. bahwa karenanya Majelis berpendapat koreksi positif Pajak Pertam bahan Nilai sebesar Rp 354.I11/15/2007 tanggal 27 Februari 2007.684.00 tidak m em punyai dasar dan alasan yang kuat.05/2005 tanggal 1 Septem ber 2005 tentang Keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak 2002 Nom or: 00035/206/02/058/04 tanggal 10 Juni 2004.00).239.262.00 harus dikeluarkan dari pengujian penghitungan dengan m enggunakan arus piutang.  bahwa berdasarkan uraian dan kesim pulan di atas.864. sehingga tidak dapat dipertahankan.00. 10081/M.814.00. bahwa Putusan Pengadilan Pajak Nom or: Put. Majelis berpendapat bahwa koreksi positif Peredaran Usaha yang tidak dapat dipertahankan adalah sebesar Rp 4. bahwa Majelis berkesim pulan terdapat cukup bukti bagi Majelis bahwa jum lah sebesar Rp 354.137.684.441.641. Majelis berpendapat sebagai berikut: bahwa koreksi positif Terbanding terhadap Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertam bahan Nilai atas Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sebesar yang tetap dipertahankan adalah sebesar Rp 10.996.985.377.00 yang m erupakan Pajak Pertam bahan Nilai yang   bukan m erupakan unsur penjualan.913.  bahwa berdasarkan pem eriksaan Majelis atas data dan keterangan yang ada di dalam berkas banding.07/BD.125.804.

20/RP.509.com Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT. 1.450.X/16/2007 0 comments Posted on 15th August 2011 by admin in Kasus PPN banding pajak. pajak. bahwa dari hasil konfirmasi data PIB (Pemberitahuan Impor Barang) ke Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai dengan Nomor : S-454/WPJ.354. sehingga tidak dapat dipertahankan www. pengadilan pajak Contoh Kasus Pengadilan Pajak : Pemohon Banding Jenis Pajak : PT ABC : Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Januari sampai dengan Desember Tahun Pajak : 2002 Pokok : koreksi Dasar Pengenaan Pajak Sengketa Menurut Pihak Terbanding Pengadilan Pajak : bahwa dari hasil konfirmasi data PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang) ke Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai dengan Nomor : S-454/WPJ.2.704. pajak pertambahan nilai.00 sehingga terdapat koreksi sebesar Rp. 6.222.00.570. atas koreksi ini mengakibatkan Harga Pokok Penjualan yang semula dilaporkan Pemohon Banding sebesar Rp.00.666.01/2005 tanggal 21 Maret 2005 diketahui bahwa total impor Pemohon Banding selama tahun 2002 adalah sebesar Rp.pengadilanpajak.4.00.617.357. keberatan pajak.266.745.00 tidak m em punyai dasar dan alasan yang kuat.359.258.251.822.20 (menggunakan kurs tengah BI pada tanggal ekspor) sedangkan total ekspor yang dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Pemohon Banding adalah sebesar Rp.bahwa koreksi positif Terbanding terhadap Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertam bahan Nilai atas Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sebesar Rp 2.2.01/2005 tanggal 21 Maret 2005 terdapat data PEB sebanyak 11 buah dengan total ekspor sebesar Rp.559. Kosultan Pajak. 3.20/RP.4.00 atau terdapat koreksi pembelian impor sebesar Rp. bahwa atas dasar koreksi Harga Pokok Penjualan ini maka Terbanding berkesimpulan bahwa terdapat penjualan lokal yang belum dilaporkan.152. 4.09923/PP/M.927.900. pemeriksaan pajak.663.397.875.120.132.00 sedangkan total impor yang dilaporkan Pemohon Banding adalah sebesar Rp.109.00 terkoreksi menjadi sebesar Rp.209. dari hasil perhitungan Gross Margin .259. kasus pajak.

20/BD.Pemohon Banding yang dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Badan.20/RP.01/2005 tanggal 21 Maret 2005 yang menjadi dasar koreksi tersebut terdapat penggandaan data. Pemohon Banding dengan Surat Nomor : 01/XI/2006 Tanggal 16 November 2006 dan Terbanding dengan surat Nomor : S225/WPJ. bahwa adapun basil konfirmasi data PEB dan PIB ke Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai dengan Nomor : S-454/WPJ.509. bahwa dari hasil konfirmasi data PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang) ke Direktur Informasi Kepabean dan Cukai dengan Nomor : S-454/WPJ.20 (menggunakan kurs tengah BI pada tanggal Ekspor) sedangkan total .357.102.777.094.4. Menurut Pihak Pemohon Atas Pengadilan Pajak : bahwa koreksi peredaran usaha Rp. 8.397.1.01/2005 tanggal 16 Agustus 2005 bahwa menurut Pemohon Banding jumlah ekspor selama tahun 2002 adalah sebesar Rp.0303/2006 tanggal 20 November 2006 mengirimkan surat perihal penelitian ulang daftar hasil konfirmasi ekspor dan impor kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.453.875.00 dan telah dilaporkan sedangkan impor selama tahun 2002 adalah sebesar Rp.950.663. bahwa menindaklanjuti permintaan Majelis tersebut. Pendapat Majelis Pengadilan Pajak : bahwa koreksi Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertambahan Nilai ini adalah equalisasi dengan hasil pemeriksaan peredaran usaha.666. bahwa dalam persidangan Majelis meminta kepada Pemohon Banding dan Terbanding untuk melakukan penelitian ulang atas daftar hasil konfirmasi ekspor dan impor Pemohon Banding tahun 2002 kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang dalam hal ini adalah Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai.2. ekspor dan impor) selama tahun pajak 2002 sesuai dengan masa pajak yang berkenaan telah Pemohon Banding laporkan melalui Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai.00 (Kurs Pajak).20/RP.00 adalah hasil konfirmasi data dengan pihak ketiga dan merupakan data eksternal yang validasinya secara kuantitatif maupun kualitatif tidak sesuai dengan data internal Pemohon Banding maupun data yang dimiliki oleh Terbanding karena seluruh kegiatan usaha Pemohon Banding (penjualan lokal.000. yakni nomor pendaftaran berulang beberapa kali dengan tanggal daftar dan komoditas ekspor berbeda-beda yang menyimpangt dari produk yang Pemohon Banding hasilkan.01/2005 tanggal 21 Maret 2005 terdapat data PEB sebanyak 11 buah dengan total ekspor sebesar Rp. Bahwa berdasarkan Laporan Pemeriksa Kantor Pemeriksaan dan penyidikan Pajak Jakarta satu Nomor : LAP-248/WPJ.20/RP.

01/2005 tanggal 21 Maret 2005 yang menjadi dasar koreksi tersebut terdapat penggandaan data.4.00 adalah hasil konfirmasi data dengan pihaki ketiga tidak sesuai dengan data internal Pemohon Banding maupun data yang dimiliki oleh Pemeriksa karena seluruh kegiatan usaha Pemohon Banding (penjualan lokal.666.094.20/RP01/2005 tanggal 21 Maret 2005 tersebut Pemohon Banding menyatakan bahwa koreksi peredaraan usaha Rp.ekspor yang dilaporkan Surat pemberitahuan Pemohon Banding adalah sebesar Rp. bahwa atas dasar koreksi Harga Pokok Penjualan ini maka Terbanding beresimpulan bahwa terdapat penjualan local yang belum dilaporkan.20/BD. dari hasil perhitungan Gross Margin Pemohon Banding yang dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Badan.00 dan telah dilaporkan sedangkan impor selama tahun 2002 adalah sebesar Rp. . Pemohon Banding dengan Surat Nomor : 01/XI/2006 Tanggal 16 November 2006 dan Terbanding dengan surat Nomor : S225/WPJ. bahwa atas surat Pemohon Banding dan Terbanding di atas.132. bahwa atas koreksi terbanding yang hanya berdasarkan hasil konfirmasi ke direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai dengan Nomor : S-454/WPJ.357.00 terkoreksi menjadi sebesar Rp.000.453.9/2006 tanggal 26 Desember 2006 kepada Pemohon Banding dan Nomor : S-272/BC. bahwa adapun hasil konfirmasi data PEB dan PIB ke Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai dengan Nomor: S-454/WPJ.00. bahwa menurut Pemohon Banding jumlah ekspor selama tahun 2002 adalah sebesar Rp. ekspor dan impor) selama Tahun Pajak 2002 sesuai dengan masa pajak yang berkenaan telah Pemohon Banding laporkan melalui Surat Pemberitahuan Masa Pajak pertambahan Nilai.0303/2006 tanggal 20 November 2006 mengirimkan surat perihal penelitian ulang daftar hasil konfirmasi ekspor dan impor kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.77.102.6.2.9/2006 tanggal 26 Desember 2006 kepada Terbanding yang pada pokoknya berisi hal-hal sebagai berikut : 1 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai telah melakukan penelitian terhadap database transaksi ekspor dan impor atas nama Pemohon Banding.20/RP.109. bahwa menindakdanjuti permintaan Majelis tersebut.950.1.617.258. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai menjawab dengan surat Nomor : S-271/BC.8. yakni nomor pendaftaran berulang beberapa kali dengan tanggal daftar dan komoditas ekspor berbeda-beda yang menyimpang dari produk yang Pemohon Banding hasilkan. bahwa dalam persidangan Majelis meminta kepada Pemohon Banding dan Terbanding untuk melakukan penelitian ulang atas daftar hasil konfirmasi ekspor dan impor Pemohon Banding tahun 2002 kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang dalam hal ini adalah Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai.559.00 (Kurs Pajak).354.397.

Majelis tidak menemukan adanya catatan bahwa barang tersebut adalah sample dan banyaknya adalah 30 crates dengan nilai yang tercantum dalam PEB adalah sebesar USD 4. 014917 dan 034639 adalah sample yang tidak mempunyai nilai komersil sehingga tidak ada pengaruhnya bagi peredaran usaha selain itu Pemohon Banding tidak dapat mencantumkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan karena dalam Surat Pemberitahuan Tahunan tidak ada kolom untuk mencatat daftar PEB dimaksud.745. PT ABC Industry) dan 5 (lima) transaksi ekspor yang dilakukan PT Harina Chemicals Industry bahwa dari lampiran hasil penelitian Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai terhadap transaksi ekspor dan impor yang dilakukan PT ABC Industry tahun 2002 terlihat data-data. 014917 dan 034639 kepada Majelis maupun Terbanding. 102050. bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis terhadap PEB tersebut. bahwa Majelis dalam persidangan meminta kepada Pemohon Banding untuk membuktikan bahwa PEB Nomor : 009300.45. Majelis meminta kepada Terbanding untuk menanggapi hasil konfirmasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tersebut di atas. sedangkan untuk PEB Nomor : 009300. bahwa dalam persidangan. bahwa Pemohon Banding menunjukkan PEB Nomor : 009300. diketahui bahwa untuk PEB Nomor 014917 terdapat catatan sample. banyaknya barang 6 carton dan tidak ada nilai dalam USD dan PEB Nomor : 034639 terdapat catatan sample. banyaknya barang 6 carton dan tidak ada nilai dalam USD sehingga Majelis dapat menerima pembuktian ini bahwa barang tersebut adalah sample. . bahwa Pemohon Banding menjelaskan bahwa dalam PEB dicantumkan nomor invoice : 0006/INV/HR/2002 tanggal 9 Juli 2002 dengan nilai FOB sesuai dengan invoice sebesar USD 4. diketahui bahwa Pemohon Banding melakukan ekspor sebanyak 5 (lima) kali. bahwa atas tanggapan terbanding tersebut majelis meminta penjelasan kepada Pemohon Banding.45. 014917 dan 034639 anmun PEB Nomor 009300. namun berdasarkan Kertas Kerja Pemeriksaan Pemohon Banding hanya melaporkan dalam SPT sebanyak 3 (tiga) PEB yakni Nomor : 221876. 125873. 009300. 125873 sedangkan PEB Nomor 009300 dan 014917 tidak ada dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pemohon Banding. 014917 dan 034639 adalah sample. bahwa menurut Terbanding berdasarkan jawaban konfirmasi tersebut. bahwa menurut Pemohon Banding. 102050.745.2 Dari database Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai tersebut diketahui bahwa sepanjang tahun 2002 terdapat 4 (empat) transaksi impor yang dilakukan oleh PT DEF Corporation dengan PT ABC Industry sebagai indentor (PT DEF Corporation QQ. Pemohon Banding sebenarnya melakukan ekspor sebanyak 6 kali dengan PEB Nomor : 221876.

00.950. 3.102.568.00 (Kurs KMK).828. sehingga tidak terdapat cukup alasan untuk mempertahankan koreksi penjualan lokal sebesar Rp.4.568. bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan atas fakta-fakta. bahwa berdasarkan uraian dan keterangan tersebut di atas Majelis berpendapat tidak terdapat cukup alasan untuk mempertahankan koreksi penjualan ekspor sebesar Rp.00 dan penjualan lokal sebesar Rp. sedangkan 2 PIB lainnya pada saat pemeriksaan hanya mencantumkan nomor pengajuannya dan tidak ada nomor PIB.bahwa setelah dilakukan pemeriksaan terhadap invoice : 0006/INV/HR/2002 tanggal 9 Juli 2002 diketahui bahwa barang tersebut adalah sample dan mencantumkan no commercial value.00 tidak dapat dipertahankan.828. www.2.00.3. bahwa berkenaan dengan impor. bahwa atas bukti yang disampaikan Pemohon Banding tersebut.266.00 yang terdiri dari penjualan ekspor sebesar Rp. bahwa dalam persidangan Pemohon Banding menunjukkan PIB sebagaimana hasil jawaban dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berkaitan dengan impor Pemohon Banding. penjelasan Pemohon Banding dan Terbanding yang terungkap dalam persidangan.00.828.266.453.777.094.209. Terbanding telah memeriksa dan dapat menerima bahwa nomor pengajuan 000000-000889-20021014. sehingga Majelis berpendapat bahwa barang yang tercantum dalam PEB Nomor : 009300 adalah sample.301. namun pada saat pemeriksaan hanya ada 2 PIB yang terdapat nomornya yakni 049232 dan 105153.pengadilanpajak. Majelis berpendapat koreksi Terbanding atas Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp.4. bahwa dengan demikian Majelis menyimpulkan bahwa impor Pemohon Banding selama tahun 2002 adalah sebanyak 4 PIB sebagaimana yang telah dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan yakni sebesar Rp. sehingga Terbanding belum dapat meyakini 2 PIB dimaksud sebagai impor Pemohon Banding sehingga terjadi koreksi pembelian bahan baku yang menyebabkan koreksi penjualan lokal sebesar Rp. penelitian terhadap berkas banding dan hasil penelitian data yang dilakukan Majelis serta uraian tersebut di atas.301.152.152. 8.V/15/2006 0 comments . bukti-bukti.301.209. Terbanding berpendapat bahwa berdasarkan jawaban konfirmasi tersebut.com Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-07435/PP/M.568. diketahui bahwa Pemohon Banding melakukan impor sebanyak 4 (empat) kali.000.002821 yang terdapat di Kertas Kerja Pemeriksaan adalah untuk PIB Nomor : 142345 dan nomor pengajuan 000000-000889-20020605-002290 adalah untuk PlB Nomor: 056747.4.

bahwa berdasarkan data journal entry diketahui Pemohon Banding mencatat pads journal entry 26 uang masuk sejumlah Rp 56.240.00 dan Rp 72.422.Posted on 15th August 2011 by admin in Kasus PPh Badan kasus pajak.Ltd. tidak dapat diyakini kebenarannya berdasarkan bukti yang ada.00 karena. bahwa Pemohon Banding tidak dapat menunjukkan invoice atas pembayaran yang dilakukan oleh PT JKL. tanggal.300.602. tahun 1997. konsultan pajak. bahwa berdasarkan Statement of Account The Bank of Tokyo DEF diketahui bahwa pada.00 dan pada journal entry 27 uang masuk sejumlah Rp 93.026.00). pemeriksaan pajak. 15 September 1997 Pemohon Banding menerima uang masuk sejumlah USD 31. keuangan/laporan Rugi Laba tahun 1997 yang menunjukkan jumlah keseluruhan penerimaan pada.730. tanggal 30 Januari 1997 Pemohon Banding menerima uang masuk sejumlah USD 23. Menurut Pihak Penggugat Atas Kasus Pengadilan Pajak : bahwa Pemohon Banding tidak setuju dengan koreksi Terbanding atas peredaran usaha sebesar Rp 128.83 dari PT JKL.047. Kosultan Pajak.786.481.. bahwa pernyataan Pemohon Banding yang menyatakan transaksi yang dicatat pads journal entry 26 dan 27 dan yang dicatat di Rekening Koran adalah sama.936.00 (terdiri dari Rp 20.911. keberatan pajak. . maka dengan demikian berdasarkan uji arus piutang dipertahankan. bahwa Pemohon Banding tidak dapat menunjukkan laporan. Terbanding menggunakan dua sumber informasi yang berbeda yaitu general ledger dan bank statement. pengadilan pajak Contoh Kasus Putusan Pengadilan Pajak Pemohon Banding : BUT ABC Management (Singapore) Pte.19 dari PT JKL. Jenis Pajak : Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak : 1997 Pokok Sengketa : koreksi atas Peredaran Usaha Menurut Pihak Tergugat Atas Kasus Pengadilan Pajak : bahwa berdasarkan data incoming foreign remittance The Bank of Tokyo DEF diketahui bahwa pada. pajak penghasilan badan.569.

326. padahal keduanya adalah transaksi yang sama (Bagian C pads tabel diatas).359.359. piutang (receivables) dengan menggunakan dua sumber data yang sama yaitu buku besar (general ledger) dan rekening koran (bank Statement).00 + Rp 72.00 sehingga pajak yang kurang bayar adalah Nihil dan Pemohon Banding mohon Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar tersebut di atas dapat dibatalkan.83 + US$ 31.bahwa Terbanding melakukan pencatatan ganda atas penerimaan piutang (receivables) karena Rp 150. Terbanding dan Pemohon bahwa berdasarkan pencocokan data dengan bukti pendukung pembukuan Pemohon Banding dan Terbanding dalam persidangan.300.00 (Rp 56.046.602. Terbanding mengemukakan koreksi peredaran usaha berdasarkan uji arus piutang berdasarkan data yang sangat terbatas yaitu laporan keuangan yang terlampir pads SPT Tahunan dan selembar fotocopy rekening koran bulan September 1997 (dari Pemeriksa pertama) karena Pemohon Banding tidak menyerahkan bukti-bukti yang diminta pads saat pemeriksaan.00 + Rp 20.240.00. Terbanding melakukan perhitungan ganda atas penerimaan.200. kepada Banding untuk melakukan pencocokan data dalam persidangan.046. bahwa karena itu Pemohon Banding tetap mempertahankan pajak yang terutang adalah sesuai dengan SPT Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak yaitu sebesar Rp 169. bahwa angka-angka yang ber umlah Rp 150. berasal dari transaksi pelunasan piutang yang dihitung oleh Terbanding sebesar Rp 128.619.211.602. bahwa Majelis telah memberikan kesernpatan. statement of account tanggal 30 Agustus 1997 dan 30 September 1997 dan confirmation of transfer.00) adalah sama dengan US$ 55.911.326.730. sedangkan angka-angka yang ber umlah US$ 55. bahwa Terbanding jugs mengemukakan menurut Pemohon Banding.19).786.211. diperoleh basil sebagai berikut : antara bahwa pads pencocokan data tanggal 10 Oktober 2005.936.422.569. Pemohon Banding menyampaikan asli dan fotocopy rekening koran. Terbanding membukukan dua kali peredaran usaha tahun 1997 pads perhitungan uji arus piutang.02 (US$ 23.02 disajikan dalam Rekening Koran. bahwa untuk membuktikan hal tersebut di atas. Pendapat Majelis Pengadilan Pajak : bahwa Terbanding melakukan koreksi peredaran usaha berdasarkan uji arus piutang dan equalisasi omset Pajak Penghasilan. bahwa Pemohon Banding tidak setuju dengan koreksi Terbanding atas peredaran usaha sebesar Rp 128.00 karena.00 disajikan dalam General Ledger. bahwa untuk membuktikan dan meyakinkan Terbanding bahwa memang terdapat dua kali pembukuan dan peredaran usaha Pemohon Banding memang sesuai dengan yang dilaporkan . general ledger.

02 disajikan dalam Rekening Koran. bahwa dalam persidangan Pemohon Banding menyampaikan bukti pendukung berupa asli dan fotocopy rekening koran.046. bahwa setelah Majelis memeriksa bukti-bukti pendukung yang disampaikan oleh Pemohon Banding berupa asli rekening koran. Terbanding menyatakan bahwa terbukti dokumendokumen tersebut telah mencakup seluruh peredaran usaha yang dilaporkan di SPT Tahunan 1997 (contoh Rekening Koran Tahun 1998). bahwa dalam lanjutan pencocokan data tanggal 24 Oktober 2005. general ledger. Terbanding mengemukakan atas dokumen yang diserahkan Pemohon Banding berupa Rekening Koran Tahun 1997.326. dengan demikian Terbanding tetap mempertahankan koreksi. general ledger 1997. pemeriksaan pajak.211. debit note 1997. bahwa Pemohon Banding mengemukakan telah menunjukkan seluruh dokumen asli yang terkait dengan sengketa pajak yang Pemohon Banding ajukan permohonan banding.08670/PP/M. pengadilan pajak Contoh Kasus Pengadilan Pajak : Pemohon : PT ABC Banding Jenis Pajak : Pajak Pertambahan Nilai Tahun Pajak : 2000 Koreksi Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Pokok : Januari sampai dengan Desember Tahun 2000 sebesar Sengketa .X/16/2006 0 comments Posted on 12th August 2011 by admin in Kasus PPN banding pajak.00 disajikan dalam General Ledger.com Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put. sedangkan angka-angka yang berjumlah US$ 55. keberatan pajak. pajak pertambahan nilai. Kosultan Pajak. www. kasus pajak. ledger dan debit note Tahun 1997 ternyata alur dokumen yang disampaikan oleh Pemohon Banding sudah benar dan Terbanding melakukan perhitungan ganda atas penerimaan piutang (receivables) yaitu bahwa angkaangka yang berjumlah Rp 150. bahwa oleh karena itu Majelis berkesimpulan koreksi Terbanding atas peredaran usaha.00 fidak dapat dipertahankan. sebesar Rp 128.359. statement of account tanggal 30 Agustus 1997 – 30 September 1997 dan confirmation of transfer. maka Terbanding memerlukan rekening koran bulan Januari sampai dengan Desember 1997 dan general ledger tahun 1997.pengadilanpajak.pads SPT Tahunan. pajak.602.

faktur diterbitkan kemudian.00 dengan anggapan Pemohon Banding tidak melaporkan seluruh penyerahan yang terutang Pajak pertambahan Nilai. Bahwa Pemohon Banding mengakui penjualan berdasarkan waktu penyerahan barang. Pemohon Banding tidak bisa memberikan penjelasan penyebab timbulnya selisih tersebut. Bahwa berdasarkan penelitian terhadap data Kertas Kerja Pemeriksaan. Pendapat Majelis Pengadilan Pajak : bahwa menurut Terbanding koreksi Dasar Pengenaan Pajak PPN Masa Pajak Januari sampai dengan Desember Tahun 2000 sebesar Rp. Bahwa menurut Pemohon Banding perbedaan penjualan antara laporan SPT & SPM dikarenakan ada perbedaan waktu antara penyerahan dan penerbitan Faktur Pajak. 220.630.622. dengan demikian Terbanding berkesimpulan untuk tetap mempertahankan koreksi Pemeriksa.Rp.00 Menurut Pihak Terbanding Pengadilan Pajak : bahwa koreksi Dasar Pengenaan Pajak PPN Masa Pajak Januari sampai dengan Desember Tahun 2000 sebesar Rp.00 dilakukan sesuai dengan data equalisasi penjualan cfm SPT PPh Badan Tahun 2000 dan penyerahan dalam SPT Masa PPN Tahun 2000. diketahui terdapat selisih antara omzet yang dilaporkan dalam SPT Masa PPN Tahun 2000 dengan SPT PPh Badan 2000. Bahwa menurut Pemohon Banding tidak melaporkan seluruh penyerahan yang terutang Pajak Pertambahan Nilai. .220.152.00 dilakukan sesuai dengan data equalisasi penjualan cfm SPT PPh Badan dan penyerahan dalam SPT Masa PPN. Menurut Pihak Pemohon Atas Pengadilan Pajak : bahwa Pemohon Banding tidak setuju dengan koreksi omzet yang berasal dari equalisasi penjualan dalam SPT Tahunan Pajak Penghasilan Badan dan SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai. Bahwa Peredaran usaha yang menjadi obyek Pajak Pertambahan Nilai telah dilaporkan semua oleh Pemohon Banding.220.152.152.152. Bahwa menurut Pemohon Banding perbedaan penjualan antara laporan SPT & SPM dikarenakan ada perbedaan waktu antara penyerahan dan penerbitan Faktur Pajak. Bahwa Terbanding melakukan koreksi sebesar Rp. Bahwa sampai dengan saat disusunnya uraian pemandangan atas keberatan.622.220. Laporan Pemeriksaan Pajak dan data lainnya.622.

273. sehingga mengakibatkan ada selisih karena beda waktu sebesar Rp. Bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis.00.873.417.892.00. majelis berkesimpulan terdapat cukup bukti dan alasan untuk mengabulkan seluruh permohonan banding Pemohon Banding atas keputusan Terbanding Nomor : KEP-117/WPJ.00 sedangkan peredarannya disebabkan adanya penjualan 1999 yang diterbitkan Faktur Pajaknya pada Tahun 2000 sebesar Rp.220.152.04/2005 tanggal 14 Juli 2005 mengenai keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Masa Pajak Januari sampai dengan Desember 2000 Nomor : 00077/207/00/404/04 tanggal 21 Juni 2004.273.053.873. bahwa menurut Terbanding berdasarkan penelitian koreksi Dasar Pengenaan Pajak PPN sebesar Rp.12.00.12.150.152.Bahwa menurut Majelis berdasarkan perkembangan sengketa diketahui koreksi Dasar Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai atas peredaran usaha Masa Pajak Januari sampai dengan Desember Tahun 2000 adalah sebesar Rp.220.00 dan peredaran usaha menurut SPT Masa PPN Tahun 2000 adalah sebesar Rp.12.00 dan sebesar Rp. peredaran usaha menurut SPT PPh Badan Tahun Pajak 2000 adalah sebesar Rp.00 tidak dapat dipertahankan.273. penjelasan dan dokumen yang disampaikan Pemohon Banding dan Terbanding di dalam persidangan serta data yang ada dalam berkas banding.00 merupakan Faktur Pajak yang diterbitkan bulan Januari Tahun 2000 namun telah dibukukan sebagai penjualan Tahun 1999 dan sebesar Rp.940. bukti-bukti.00 yaitu perbedaan peredaran usaha menurut SPT PPh Badan sebesar Rp.516.716.270.00 dan penjualan Tahun 2000 yang diterbitkan Faktur Pajaknya Tahun 2001 sebesar Rp.622. Bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis.622.220.00 disebabkan perbedaan waktu yaitu penyerahan Tahun 2000 yang dibuat Faktur Pajaknya di Tahun 2001 sebesar Rp.197. Bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis terhadap General Ledger.622.892.00 telah dibukukan sebagai penjualan Tahun 2000 namun Faktur Pajaknya diterbitkan bulan Januari Tahun 2001.622.787.940.220.152.892.00 dengan PPN menurut SPT Masa PPN sebesar Rp.622.397. Bahwa Majelis berkesimpulan koreksi Terbanding atas Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Januari sampai dengan Desember Tahun 2000 sebesar Rp.053.787. Invoice.223.220.775.873.270. Bahwa Majelis berpendapat koreksi DPP PPN sebesar Rp. diketahui sebesar Rp.152.267.721.00 disebabkan adanya perbedaan waktu antara penyerahan dan penerbitan Faktur Pajak.721.775.12.197.08/BD.00.417. dan Faktur Pajak. jumlah penjualan Tahun 2000 telah sesuai dengan yang dilaporkan oleh Pemohon Banding dalam SPT PPh Badan yaitu sebesar Rp.881.00 merupakan Faktur Pajak Sederhana yang dibuat bulan Januari Tahun 2001 untuk penyerahan bulan Desember 2000.152. sehingga Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertambahan Nilai atas penyerahan yang .12. Bahwa berdasarkan pemeriksaan atas fakta-fakta.397.

78. Rp.830 Menurut Pihak Terbanding Pengadilan Pajak : bahwa koreksi atas Dasar Pengenaan Pajak PPN didasarkan atas equalisasi dengan peredaran usaha PPh.041.818.148.00 Rp. Rp.125.842.763.00 Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.598.830 . keberatan pajak. Bahwa berdasarkan buku kas dan buku bank serta rekening koran bank serta buku piutang dan daftar piutang Pemohon Banding diketahui bahwa setelah dilakukan pendekatan arus uang ternyata peredaran usahanya lebih besar daripada yang dilaporkan Pemohon Banding dan bila berdasarkan buku penjualan peredaran usaha juga masih lebih besar menurut Pemeriksa daripada yang dilaporkan oleh Pemohon Banding dan dari kedua pendekatan tersebut ternyata yang lebih besar koreksinya adalah dari pendekatan arus uang sehingga pendekatan arus uanglah yang dipakai oleh Pemeriksa : Obyek PPN cfm Pemeriksa Obyek PPN cfm SPT/WP Koreksi Rp.023.301.606.00 Rp. Kosultan Pajak.com Rp.08004/PP/M. pajak pertambahan nilai.152.1. 7. kasus pajak.500 1.IV/16/2006 0 comments Posted on 12th August 2011 by admin in Kasus PPN banding pajak.pengadilanpajak.842.330 77.PPN-nya harus dipungut Masa Pajak Januari sampai dengan Desember Tahun 2000 dihitung kembali menjadi sebagai berikut : DPP PPN menurut keputusan Terbanding Koreksi yang tidak dapat dipertahankan DPP PPN menurut Majelis www. pemeriksaan pajak.419. pengadilan pajak Contoh Kasus Pengadilan Pajak : Pemohon Banding Jenis Pajak Tahun Pajak Pokok Sengketa : PT ABC Industry : Pajak Pertambahan Nilai : 2001 Koreksi DPP PPN berdasarkan hasil equalisasi dengan peredaran usaha di : PPh Badan sebesar Rp.622. 7. 220.125.149. pajak.

125.72.494 dalam perhitungan Terbanding.41.0403/2004 tanggal 20 Oktober 2004 kepada Pemohon Banding telah dimintakan Kelengkapan Data berupa SPT Masa PPN. Bahwa Pemohon Banding tidak setuju atas besarnya jumlah penerimaan bank sebesar Rp.518. dimana Terbanding telah menghitung peredaran usaha berdasarkan pendekatan arus uang.Bahwa dalam proses keberatan melelui surat nomor : S58/WPJ.377. Menurut Pihak Pemohon Atas Pengadilan Pajak : bahwa Pemohon Banding tidak pernah mengetahui DPP yang ditetapkan dalam keputusan Terbanding sebesar Rp.842. Faktur Pajak Masukan/Keluaran dan bukti pendukung lainnya.73. Bahwa menurut Pemohon Banding akan lebih dapat dimengerti jika melihat peredaran usaha dilihat dari sisi ―arus piutang‖ Bahwa dalam Surat Pemohon Banding berupa sanggahan hasil pemeriksaan nomor : 241/Sjti/S.367.23/BD. Bank GHI.830 karena Terbanding tidak pernah menjelaskan kepada Pemohon Banding. Bahwa menurut Pemohon Banding arus uang tidak dapat dijadikan dasar atas perhitungan peredaran usaha karena terdapat transaksi lain dari debet kas bank Pemohon Banding yang mempengaruhi ―perhitungan peredaran usaha‖ dari perhitungan Fiskus tersebut dan boleh dikatakan tidak berkaitan sama sekali dengan peredaran usaha . dan Bank JKL.392. Bahwa selanjutnya dalam persidangan Wakil Pemohon Banding menyampaikan Rekap penerimaan bank selama tahun 2001 yang berasal dari rekening Pemohon Banding yang ada pada Bank DEF.1. Bahwa menurut Pemohon Banding arus uang tidak dapat dijadikan dasar atas perhitungan peredaran usaha karena terdapat transaksi lain dari debet kas bank Pemohon Banding yang mempengaruhi ―perhitungan peredaran usaha‖ dari perhitungan Fiskus tersebut dan boleh dikatakan tidak berkaitan sama sekali dengan peredaran usaha seperti transaksi yang tercatat atas‖pengembalian sisa gaji karyawan‖ dan‖pengembalian lebih bayar atas pembayaran transaksi yang lain‖. namun Pemohon Banding tidak menyampaikan data-data ataupun bukti-bukti yang diperlukan dalam proses keberatannya. Laporan Keuangan. karena berdasarkan data yang ada pada Pemohon Banding jumlah penerimaan bank adalah sebesar Rp. Pendapat Majelis Pengadilan Pajak : bahwa koreksi atas Dasar Pengenaan Pajak PPN didasarkan atas equalisasi dengan peredaran usaha PPh.PA/SHP/VII/2003 tanggal 20 Agustus 2003 juga telah disertakan perhitungan atas arus piutang tersebut dan telah sesuai dengan yang dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Takwim 2001.098.

karenanya Majelis memandang perlu untuk menambahkan jumlah tersebut dalam menghitung DPP PPN. kasus pajak. pajak pertambahan nilai.com Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put. Bahwa namun berdasarkan penelitian atas SKPKB PPh Badan dan SKPKB PPN. PPN keluaran dan saldo piutang.569.d Desember Tahun Pajak : 2002 .pengadilanpajak.964. pengadilan pajak Contoh Kasus Pengadilan Pajak : Pemohon Banding Jenis Pajak : PT ABC Indonesia : Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Masa Pajak Januari s.77.41.545. Bahwa berdasarkan perbandingan Pemohon dan Terbanding diketahui perbedaan angka terjadi pada beberapa item yaitu pada penerimaan kas. sehingga besarnya DPP PPN menurut Majelis adalah sebesar Rp. namun dalam persidangan Pemohon Banding tidak melakukan pembuktian berdasarkan arus piutang.392.07967/PP/M. penerimaan bank.41. Bahwa berdasarkan uraian dan perhitungan sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya Majelis berkesimpulan baesarnya peredaran usaha yang dihitung berdasarkan arus uang adalah sebesar Rp. pemeriksaan pajak.367.494 dalam perhitungan Terbanding.V/16/2006 0 comments Posted on 12th August 2011 by admin in Kasus PPN banding pajak.518.77. www. hal tersebut berlaku pada perhitungan menurut Pemohon Banding dan Terbanding.73.57.13.607.569. Bahwa dalam persidangan Pemohon Banding menyatakan tidak setuju atas besarnya jumlah penerimaan bank sebesar Rp. pajak. karenanya Majelis berkesimpulan perhitungan peredaran usaha berdasarkan arus piutang sebagaimana yang dikemukakan Pemohon Banding tidak dapat ditelusuri lebih lanjut.41 sehingga Majelis berpendapat koreksi Terbanding atas DPP PPN yang berasal dari equalisasi peredaran usaha harus ditinjau kembali menjadi sebesar Rp. keberatan pajak.Bahwa menurut Pemohon Banding akan lebih dapat dimengerti jika melihat peredaran usaha dilihat dari sisi ―arus piutang‖.203. diketahui terdapat selisih antara peredaran usaha yang ada di PPh Badan dengan DPP PPN sebesar Rp.72.621.942.239.41.377.098. Kosultan Pajak. karena berdasarkan data yang ada pada Pemohon Banding jumlah penerimaan bank adalah sebesar Rp.

00 dan .454.Pokok Sengketa : Koreksi Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertambahan Nilai atas penjualan local yang belum dilaporkan Menurut Pihak Terbanding Pengadilan Pajak : bahwa koreksi Dasar Pengenaan Pajak PPN Keluaran atas peredaran usaha karena terdapat penyerahan yang belum dilaporkan oleh Pemohon Banding sebesar Rp 71.00.695. Menurut Pihak Pemohon Atas Pengadilan Pajak : bahwa berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar Pajak Pertambahan Nilai Nomor : 00118/407/02/602/03 Masa Pajak Januari sampai dengan Desember 2002 tanggal 5 Juni 2003. Desember 2002. bahwa dalam hal koreksi tersebut.454.454.50 tetapi yang ada yaitu sebesar Rp 850.454.357.545.50 tetapi yang ada yaitu sebesar Rp 850. Banding tidak terdapat transaksi atas penjualan Pemohon Banding ke PT DEF sebesar Rp 72. bahwa setelah Pemohon Banding lakukan cek ulang terhadap Laporan Keuangan Pemohon Banding.545. juga tidak dapat Pemohon Banding temukan angka sebesar Rp 71.695.00 dinyatakan ―tidak ada‖.00 dan telah sesuai dengan Laporan Keuangan Pemohon Banding atas realisasi penjualan lokal. bahwa menurut Pemohon. bahwa pada saat Pemohon Banding melakukan keberatan.695.00.454.000.833.454.50 – Rp 850. telah diuraikan jumlah penjualan lokal sebesar Rp 352.695.00 dinyatakan ―tidak ada‖. sehingga koreksi tetap dipertahankan.695. konfirmasi jumlah penyerahan Bari Pemohon Banding kepada PT DEF sebesar Rp 71. sehingga koreksi tetap dipertahankan.454.000. Terbanding juga tidak dapat menunjukkan dasar koreksi atas penjualan lokal Pemohon Banding pada bulan Februari 2002 sebesar Rp 71. Pemohon Banding telah melampirkan data-data berupa Rekening Koran dan Laporan Harian Kas Periode Januari sampai dengan Desember 2002 dan tidak terdapat transaksi atas penjualan Pemohon Banding ke PT DEF sebesar Rp 72. bahwa koreksi peredaran usaha tersebut dilakukan dengan pengujian berdasarkan pendekatan equalisasi Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar Pajak Pertambahan Nilai Januari sampai dengan. bahwa berdasarkan basil konfirmasi ke KPP Bekasi.00).000.00. Pendapat Majelis Pengadilan Pajak : bahwa Terbanding melakukan koreksi Peredaran. Usaha dengan pengujian berdasarkan pendekatan equalisasi Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar Pajak Pertambahan Nilai Januari sampai dengan Desember 2002 dan berdasarkan hasil.454.50 (Rp 72.545. jumlah penyerahan Bari Pemohon Banding kepada PT DEF sebesar Rp 71.

00. kasus pajak.839.454.00 . sehingga menurut Majelis koreksi tersebut tidak diajukan banding. keberatan pajak.535.07922/PP/M. SPT Masa PPN Masa Pajak Agustus dan Nopember 2002 serta Pembetulannya.50. koreksi Terbanding atas penjualan lokal sebesar Rp 161. Rekening Koran. Invoice dan PEB serta sengketa pajak PPh Badan Tahun Pajak 2002.00 sedangkan sisanya sebesar Rp 71. Realisasi Ekspor. www.695. bahwa Pemohon Banding dalam persidangan menyatakan setuju terhadap koreksi Terbanding atas sengketa PPh.000. Surat Banding dan Surat Bantahan atas sengketa PPh Badan Tahun Pajak 2002 tidak memberikan penjelasan atas koreksi penjualan lokal sebesar Rp 161.Terbanding juga tidak dapat menunjukkan dasar koreksi atas penjualan Pemohon Banding pada bulan Februari 2002 sebesar Rp 71.695.000. bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis terhadap bukti-bukti serta dokumendokumen maupun keterangan baik Bari Pemohon Banding maupun dari Terbanding. pajak. oleh karena itu tetap merupakan penjualan lokal yang belum dilaporkan. bahwa oleh karena Pemohon Banding dalam Surat Keberatan. Kosultan Pajak. setelah dilakukan konfirmasi kebenaran Faktur Pajak oleh Terbanding ternyata jumlah penyerahan yang ada Faktur Pajaknya adalah sebesar Rp 89.00 tidak ada Faktur Pajaknya.454.695. pemeriksaan pajak. lokal bahwa Majelis melakukan pemeriksaan terhadap data-data yang disampaikan oleh Pemohon Banding dalam persidangan berupa Buku Besar.535.546.000.454.00 yang belum dilaporkan.com Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put. Badan Tahun Pajak 2002 untuk penjualan lokal sebesar Rp 161.535. pajak pertambahan nilai.00 tetap dipertahankan. pengadilan pajak Contoh Kasus Pengadilan Pajak : Pemohon Banding Jenis Pajak Tahun Pajak Pokok Sengketa : PT ABC : Pajak Pertambahan Nilai : 2001 : Koreksi Pertambahan Nilai Dasar Pengenaan Pajak atas Penyerahan Jasa Kena Pajak sebesar Pajak .V/16/2006 0 comments Posted on 12th August 2011 by admin in Kasus PPN banding pajak. bahwa Majelis berkesimpulan koreksi Terbanding atas penjualan lokal sebesar Rp 71.pengadilanpajak.

00 dikenakan berdasarkan pengujian yang bersumber dari SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai.003.Rp. data-data yang diminta juga sudah Pemohon Banding penuhi.00 (total melakukan penyerahan Jasa Kena Pajak kepada PT DEF dan GHI Konsorsium).610. buku penjualan dan pembelian. buku kas/Bank.922.922.04/2004 tanggal 21 September 2004.610. namun sampai dengan dibuatnya Uraian Pemandangan Keberatan Pemohon Banding tidak merespon/memberikan data kepada Terbanding sehingga Terbanding tidak dapat melakukan penelitian lebih lanjut atas permohonan keberatan Pemohon Banding. faktur pajak keluaran dan masukan.922.039.039.00 (Pemeriksa tidak merinci berapa SPK) sehingga ada Pajak Keluaran yag harus dipungut sebesar Rp. Bahwa mengenai perbedaan penafsiran Peraturan Pemerintah Nomor 146 tahun 2000 juga sudah Pemohon Banding jelaskan kepada Terbanding.610.00 Menurut Pihak Terbanding Pengadilan Pajak : bahwa Pemohon banding tidak setuju atas koreksi obyek Pajak Pertambahan Nilai yang belum dilaporkan sebesar Rp. Terbanding telah melakukan permintaan data kepada Pemohon Banding melalui surat Nomor : 106/WPJ. Bahwa untuk menyelesaikan sengketa pajak tersebut ditas.92.610.922.039.922. Bahwa dengan demikian koreksi atas Dasar Pengenaan Pajak yang dilakukan Terbanding diusulkan untuk tetap dipertahankan. tetapi Terbanding beranggapan bahwa penyerahan yang Pajak Pertambahan Nilainya tidak dipungut hanya dari developer ke konsumen akhir bukan dari kontraktor (pemborong) pelaksana pembangunan RS/RSS ke developer.039.610. 2/BD.261. Pendapat Majelis Pengadilan Pajak : .00 karena selama proses pemeriksaan dan pengajuan keberatan Pemohon Banding sudah memenuhi panggilan dari Terbanding dan sudah kooperatif. Menurut Pihak Pemohon Atas Pengadilan Pajak : bahwa koreksi obyek Pajak Pertambahan Nilai atas peredaran usaha yang belum dilaporkan dalam SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Januari sampai dengan Desember 2001 sebesar Rp.00 yaitu 10% x Rp. equalisasi dengan peredaran usaha di Pajak Penghasilan Badan. Bahwa Pemeriksa menganggap Pemohon Banding melakukan penyerahan Jasa Kena Pajak kepada PT DEF dan GHI Konsorsium sebesar Rp.039. Bahwa Pemeriksa menganggap bahwa yang dimaksud penyerahan yang dibebaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 146 Tahun 2000 berikut petunjuk pelaksanaannya dibatasi hanya untuk penyerahan dari developer kepada konsumen akhir dan bukan penyerahan dari pihak kontraktor kepada developer.

sengketa yang diajukan banding oleh Pemohon Banding adalah koreksi obyek PPNatas penyerahan Jasa Kena Pajak mengenai penafsiran ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 146 tahun 2000 tanggal 22 Desember 2000.992. Obyek PPN cfm SPT Masa Pemohon Banding Rp. Bahwa berdasarkan pencocokan data dalam persidangan antara Pemohon Banding dan Terbanding terhadap dokumen dan bukti pendukung yang diserahkan Pemohon Banding.922. diperoleh hasil sebagai berikut : Bahwa yang dibebaskan dari pengenaan PPN apabila pembangunan rumah sederhana tersebut memperoleh fasilitas kredit pemilikan bersubsidi sesuai dengan Keputusan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 172/KPTS/M/2001.291. developer dimaksud memperoleh fasilitas kredit pemilikan bersubsidi sesuai dengan Keputusan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 172/KPTS/M/2001.727. .610. Bahwa menurut Majelis. diketahui bidang usaha Pemohon Banding adalah kontraktor sebagai pemborong bangunan rumah sederhana tipe RS/RSS dan hasilnya diserahkan kepada developer.610.350. Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 524/KMK. Koreksi Peredaran Usaha Rp.610. Bahwa setelah Mejelis melakukan pemeriksaan terhadap sengketa yang diajukan banding atas obyek Pajak Pertambahan Nilai berupa penyerahan Jasa Kena Pajak Pemohon Banding.03/2001 tanggal 1 Oktober 2001 dan Keputusan Dirjen Pajak Nomor : KEP-48/PJ/2001 tanggal 16 Januari 2001.039. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP48/PJ/2001 tanggal 16 Januari 2001 tentang tatacara pemberian dan penatausahaan Pajak Pertambahan Nilai dibebaskan atas impor dan atau penyerahan Barang Kena Pajak dan Jasa Kena Pajak tertentu.00 dikenakan berdasarkan pengujian yang bersumber dari SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Januari sampai dengan Desember 2001 sebesar Rp.799.011.922.039.00 1.00 dikenakan berdasarkan pengujian yang bersumber dari SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai dan rekonsiliasi peredaran usaha dengan obyek Pajak Pertambahan Nilai sebagai berikut: Peredaran usaha cfm Terbanding Rp. 2.00 Bahwa menurut Pemohon Banding. koreksi Terbanding atas Pajak Pertambahan Nilai disebabkan perbedaan penafsiran dalam memamhami Peraturan Pemerintah Nomor 146 Tahun 2000 tanggal 22 Desember 2000 j0. Bahwa Majelis memberikan kesempatan kepada Terbanding dan Kuasa Pemohon Banding untuk melakukan pencocokan data (rekonsiliasi) dan dokumen yang disampaikan oleh Pemohon Banding.00 922.039. Bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis.bahwa koreksi obyek Pajak Pertambahan Nilai atas peredaran usaha yang belum dilaporkan dalam SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Januari sampai dengan Desember 2001 sebesar Rp.

039. .610. Jasa Kena Pajak Pemohon Banding sebagai kontraktor untuk pemborongan bangunan rumah sederhana tipe RS/RSS yang hasilnya diserahkan kepada developer tidak terutang Pajak Pertambahan Nilai sebagaimana tercantum dalam Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 146 tahun 2000 tanggal 22 Desember 2000 jo.922. Bahwa Majelis berkesimpulan koreksi Terbanding atas obyek Pajak Pertambahan Nilai untuk penyerahan Jasa Kena Pajak sebesar Rp.00 tidak dapat dipertahankan.Bahwa menurut Majelis setelah mempelajari ketentuan serta peraturan pelaksanaannya.Pasal 1 angka 2 huruf d Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-48/PJ/2001 tanggal 16 Januari 2001.