P. 1
Pembahasan Tekfer 1 Nata de Coco

Pembahasan Tekfer 1 Nata de Coco

|Views: 448|Likes:
Published by Raisa Adelina

More info:

Published by: Raisa Adelina on May 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/03/2013

pdf

text

original

Nama : Raisa Adelina Npm : 240210100006 VI.

PEMBAHASAN Nata de coco merupakan salah satu pangan fungsional berbahan dasar air kelapa yang diolah melalui proses fermentasi dengan memanfaatkan bakteri asam asetat, Acetobacter xylinum, untuk mengubah gula menjadi selulosa di dalam air kelapa tersebut. Selulosa yang dikonsumsi tidak tercerna di dalam tubuh sehingga akan memperlancar sistem pencernaan manusia. Pembentukkan nata membutuhkan sumber C, H, N, serta mineral. Air kelapa sudah mengandung sebagian nutrisi yang dibutuhkan, tetapi masih perlu diperkaya dengan sumber nutrisi lain yang ditambahkan. Sebagai sumber gula dapat ditambahkan sukrosa, glukosa, fruktosa dan tetes molasses. Sebagai sumber Nitrogen dapat ditambahkan urea, ammonium sulfat atau eksrak yeast untuk membantu pertumbuhan bakteri. (Edria, 2008) Acetobacter xylinum merupakan bakteri gram negatif berbentuk batang, obligat aerobik, non-motil dan tidak membentuk endospora. A. xylinum tumbuh pada suhu mesofilik, dengan suhu optimum pertumbuhan 28o-30o C. Apabila ditumbuhkan pada media yang mengandung gula (glukosa), maka bakteri ini dapat memfermentasi glukosa membentuk suatu polisakarida sebagai selulosa ekstraseluler (disebut nata). A. Xylinum sering juga disebut sebagai bakteri asam asetat karena selain dapat mengoksidasi gula juga menghasilkan asam asetat dari etanol. (Sumanti, 2006) Menurut Ali (2009), Berikut langkah-langkah singkat dan praktis dalam membuat nata de coco. Sebelumnya siapkan dahulu bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan nata de coco antara lain: 1. 100 liter air kelapa 2. 100 gram(gr) gula pasir 3. 500 gram (gr) ZA 4. 50 mili liter (ml) asam cuka/ asam asetat 5. 1 sendok makan asam sitrat Langkah Kerja dalam pembuatan nata de coco antara lain meliputi: 1. Menyaring 100 liter air kelapa, kemudian ditambahkan dengan:

dan menambah campuran tersebut dengan 50 mili liter (ml) asam cuka/ asam asetat. dan memeramnya kembali selama kurang lebih 6 sampai 7 hari. Pembuatan starter 1. kemudian menuangkan isi air kelapa dan mendidihkannya kembali sedangkan botolnya ditutup dengan koran yang telah disterilkan.Nama : Raisa Adelina Npm : 240210100006 a. Memasang karet gelang pada bagian tengah nampan hasil sterilisasi. Memasukan air kelapa yang sudah didihkan pada nomor 2 sebanyak 600 ml. Pembuatan Nata de Coco 1. kemudian menutupnya dengan koran dan mengikatnya dengan karet ban. d. Setelah dingin (± 1 hari). Mensterilisasi botol. 100 gr gula pasir b. Memasukkan air kelapa hasil pendidihan (seperti poin 2) ke dalam loyang ± 1—1. Menyiapkan nampan yang telah disterilisasikan (melalui pemanasan oleh sinar matahari/pencelupan nampan bersih ke dalam air panas). Mendidihkan campuran bahan-bahan nomor 1 di atas. menambahkan starter yang berumur 6 hari ke dalam botol berisi campuran air kelapa yang telah didinginkan tadi (1 botol stater digunakan untuk 5–6 botol). 3. e. 2. 2. 3. Setelah itu dibiarkan hingga dingin (memeramnya selama ± 1 hari). dengan cara memasukkan air campuran air kelapa yang telah mendidih ke dalam botol hingga setinggi leher botol dan membiarkannya selama kurang lebih 5 menit. kemudian menutupnya dengan kertas koran dan membiarkannya hingga dingin (memeramnya selama ± 1 hari). kemudian mematikan api kompor. 4. 500 gram (gr) ZA c. Setelah dingin (± 1 hari) dilakukan inokulasi yaitu menambahkan starter yang berumur 6 hari ke dalam loyang berisi .5 liter di setiap loyang.

nata hasil Jika ingin digunakan dilain hari dapat disimpan di dalam point 5 d. Pengemasan Nata Nata hasil 5 d dimasukkan ke dalam plastik dalam kondisi masih panas (mendidih) dan diusahakan tidak terdapat gelembung udara dalam kemasan. Berikut cara-cara pemanenan nata de coco : 1. lalu dibersihkan dengan air (dibilas). 4. b. . Pengolahan Jika ingin dimasak sebagai campuran es buah. Pada hari ketiga nata dicuci bersih dan dipotong bentuk kubus (ukuran sesuai selera) kemudian direbus hingga mendidih dan air rebusan yang pertama dibuang. 5. kemudian direbus lagi dan ditambahkan dengan satu sendok makan asam sitrat. lemari es. Nata yang telah dibuang airnya tadi. a. Apabila kondisi ruangan kurang steril sehingga memungkinkan sirkulasi udara berjalan seperti biasa maka peluang untuk terjadinya kontaminasi pada nata yang diproduksi cukup besar.Nama : Raisa Adelina Npm : 240210100006 campuran air kelapa yang telah didinginkan tadi (diperam). dan memeramnya kembali selama 7 hari. 2. 6. a. Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pembuatan nata de coco yaitu kondisi peralatan serta ruangan yang cukup steril. begitu pula jika peralatan yang digunakan kurang steril maka juga dapat menimbulkan kontaminasi (kerusakan pada lapisan nata yang diproduksi). Nata yang terbentuk diambil dan dibuang bagian yang rusak (jika ada). NB: Agar bakteri Acetobacter xilynum dapat bekerja dengan baik. ditambah dengan gula dan sirup sesuai selera. Kemudian direndam dengan air bersih selama 1 hari. yaitu mengubah glukosa menjadi selulosa atau dalam pembentukan lapisan nata maka kondisi lingkungan disekitarnya juga harus mendukung. Pada hari kedua rendaman diganti dengan air bersih dan direndam lagi selama 1 hari. 3.

5 gram ammonium sulfat Tambahkan 1. baru setelah itu . Percobaan yang dilakukan pada praktikum kali ini adalah isolasi Acetobacter xylinum pada media fermentasi cair nata de coco. Namun. Percobaan ini dilakukan dengan cara tuang dan cara gores. maka mikroorganisme yang dapat tumbuh tidak hanya bakteri tetapi dapat pula kapang dan khamir. kemudian pipet sampel sebanyak 1 ml lalu masukkan ke dalam tabung reaksi yang pertama. Pengenceran yang dilakukan pada praktikum kali ini adalah pengenceran sampai dengan 10-6. c. kemudian tambahkan media PCA.5 gram asam sitrat (campurkan hingga pH = 4) 1.Nama : Raisa Adelina Npm : 240210100006 b. Media selektif acetobacter xylinum dibuat melalui tahapan-tahapan berikut : 1 liter air kelapa Panaskan sampai mendidih Tambahkan 15 gram bataco agar Tambahkan 1. Plastik (kemasan) ditutup rapat dengan karet atau sealer. Larutan dengan pengenceran 10-5 dan 10-6 diambil masing-masing 1 ml lalu masukkan ke dalam cawan petri yang berbeda. Langkah awal dalam melakukan percobaan ini adalah pipet masingmasing 9 ml larutan pengencer yaitu NaCl fis ke dalam 6 tabung reaksi yang berbeda. karena media yang digunakan untuk mengisolasi bakteri tersebut bukanlah media selektif Acetobacter xylinum melainkan media PCA. Cara Tuang Percobaan praktikum yang pertama ini dilakukan dengan metode tuang. Nata siap dipasarkan. biarkan beberapa saat hingga membeku. larutan tersebut telah menjadi larutan dengan pengenceran 10-1.

Karena faktor pengenceran yang lebih kecil memiliki jumlah koloni bakteri yang lebih banyak maka nilai SPC tidak dapat dihitung.Nama : Raisa Adelina Npm : 240210100006 dibungkus kembali lalu diinkubasi selama 2 hari pada suhu 28o-30o C. pada kelompok pertama bakteri yang tumbuh pada media dengan pengenceran 10-5 adalah 1 sedangkan bakteri pada pengenceran 10-6 adalah 2. Nilai SPC yang didapat dari jumlah koloni tersebut adalah 9. Nilai SPC yang didapat dari jumlah koloni tersebut adalah 1.2 x 106 Sumber : dokumentasi pribadi. Tabel 1. karena suhu tersebut merupakan suhu pertumbuhan optimum bagi bakteri Acetobacter xylinum. Ketika dilakukan pengamatan. Jumlah koloni yang didapat oleh kelompok tiga pada pengenceran 10-5 adalah 174. Tabel Pengamatan Bakteri dengan Cara Tuang Pengenceran Kelompok 10-5 10-6 .74 x 107. sedangkan bakteri pada pengenceran 10-6 adalah 167. Tabel 2. Karena faktor pengenceran yang lebih kecil memiliki jumlah koloni bakteri yang lebih banyak maka nilai SPC tidak dapat dihitung. Jumlah koloni yang didapat oleh kelompok dua pada pengenceran 10-5 tidak ada.2 x 106. 2011 Dua hari kemudian dilakukan pengamatan terhadap sampel yang telah diinkubasi. Perhitungan Nilai SPC Bakteri dengan Cara Tuang Pengenceran Kelompok SPC 10-5 10-6 I 1 2 II 0 1 III 174 167 1.74 x 107 IV 92 74 9. Jumlah koloni yang didapat oleh kelompok empat pada pengenceran 10-5 adalah 92. sedangkan bakteri pada pengenceran 10-6 adalah 1. sedangkan bakteri pada pengenceran 10-6 adalah 74.

pada kelompok pertama pengenceran 10-5. 2011 Setelah melakukan pewarnaan gram. gram Acetobacter xylinum Gambar III Keterangan Dugaan bakteri Basil. sedangkan pada pengenceran 10-6 didapat bakteri dengan bentuk coccus dan tergolong bakteri gram negatif yang diduga merupakan bakteri Acetobacter. didapat bakteri dengan bentuk basil dan tergolong ke dalam bakteri gram negatif yang diduga merupakan bakteri Acetobacter xylinum. gram Acetobacter Gambar II Keterangan Dugaan bakteri - - Basil. Basil.Nama : Raisa Adelina Npm : 240210100006 Gambar I Keterangan Dugaan bakteri Basil. gram Acetobacter xylinum Basil. gram Acetobacter xylinum Coccus. gram Acetobacter xylinum Sumber : dokumentasi pribadi. gram Acetobacter xylinum Gambar IV Keterangan Dugaan bakteri Basil. gram + Lactobacillus .

sedangkan pada pengenceran 10-6 didapat berbentuk basil dan tergolong bakteri gram positif yang diduga merupakan bakteri Lactobacillus. gram negatif. Bakteri ini bisa membentuk rantai pendek dengan satuan 6-8 sel. berbentuk batang pendek. etil alkohol. Sampel yang terakhir damati merupakan sampel dari kelompok empat. Bakteri Lactobacillus sangat berguna dalam industri pangan karena merupakan bakteri yang tidak bersifat patogen dan tergolong ke dalam bakteri homofermentatif yaitu bakteri yang dapat memecah gula menjadi asam laktat. Bakteri ini dapat membentuk asam dari glukosa. . dan Gluconobacter suboxydans. tidak membentuk indol dan mempunyai kemampuan mengoksidasi asam asetat menjadi CO2 dan H2O. Species yang sering digunakan dalam industri asam asetat adalah Acetobacter acetii. yang mempunyai panjang 2 mikron dan dengan permukaan dinding yang berlendir. Bakteri ini tidak membentuk endospora maupun pigmen. sifat aerobic. Pada pengenceran 10-5 didapat bakteri berbentuk basil dan tergolong bakteri gram negatif yang diduga merupakan bakteri Acetobacter xylinum. Gluconobacter oxydans. Sifat yang paling menonjol dari bakteri itu adalah memiliki kemampuan untuk mempolimerisasi glukosa sehingga menjadi selulosa. 2010). Pengenceran 10-5 tidak dilakukan pengamatan karena tidak ditemukan adanya koloni bakteri pada sampel tersebut. Acetobacter xylinum memproduksi kapsul secara berlebihan dan digunakan dalam pembuatan nata de coco. Selanjutnya selulosa tersebut membentuk matriks yang dikenal sebagai nata. obligat aerob. atau non motil dan dapat memproduksi asam asetat dari etanol. Acetobacter pada bir sering membentuk lender (Sukarminah. Sampel pada pengenceran 10-6 yang diamati oleh kelompok dua berbentuk basil dan tergolong bakteri gram negatif yang diduga merupakan bakteri Acetobacter xylinum. motil.Nama : Raisa Adelina Npm : 240210100006 Acetobacter xylinum merupakan bakteri gram negatif. Sampel pada pengenceran 10-5 dan 10-6 yang diamati oleh kelompok tiga berbentuk basil dan tergolong bakteri gram negatif yang diduga merupakan bakteri Acetobacter xylinum. Acetobacter merupakan bakteri bulat. dan propil alkohol. tidak membentuk spora dan membentuk kapsul serta nonmotil.

lalu biarkan beberapa saat hingga membeku. gram - Acetobacter xylinum . karena suhu tersebut merupakan suhu pertumbuhan optimum bagi bakteri Acetobacter xylinum. ambil sampel dengan menggunakan Ose yang telah dipijarkan sebelumnya. lalu lakukan gores kembali dengan metode yang sama sebanyak tiga kali pula. Setelah agar membeku.Nama : Raisa Adelina Npm : 240210100006 Selain itu. 2010). Pengamatan Bakteri dengan Cara Gores Jumlah Klmpk Gambar Keterangan Koloni Coccus. Cara Gores Percobaan yang selanjutnya dilakukan adalah mengisolasi bakteri Acetobacter xylinum dengan metode gores. lalu letakkan di salah satu sisi. gram - Dugaan Bakteri I 1 Acetobacter II 2 Coccus. bakteri ini pun dapat mensintesis vitamin sehingga digunakan dalam analisis vitamin. Suhu yang optimum bagi pertumbuhan bakteri ini adalah 37o C (Sukarminah. bersifat termodurik. Pijarkan kembali Ose lalu lakukan goresan kembali sebanyak tiga kali pula setelah itu bungkus untuk diinkubasi selama 2 hari pada suhu 28o-30o C. Pijarkan kembali Ose lalu setelah itu dilakukan goresan sebanyak tiga kali secara menyamping. Langkah pertama yang dilakukan adalah menuangkan agar ke dalam cawan petri secukupnya. Tabel 3. 2. gram + Micrococcus III 4 Basil. Pijarkan Ose kembali.

gram positif. dan katalase positif. Bakteri Micrococcus berbentuk bulat. KESIMPULAN • Nilai SPC yang didapat pada praktikum kali ini : . Jumlah koloni bakteri kelompok tiga adalah 4 koloni. yaitu 25-30o C. Kebanyakan species Micrococcus menmbentuk pigmen kuning.2 x 106 III IV . Jumlah koloni yang didapat oleh kelompok dua adalah sebanyak 2 koloni dengan bentuk coccus yang tergolong ke dalam bakteri gram positif.II - ::: 1. dapat mengoksidasi glukosa menjadi asam.74 x 107 : 9. Bakteri ini memiliki suhu optimal untuk pertumbuhan. Jumlah koloni bakteri kelompok empat adalah 13 dengan bakteri berbentuk basil dan tergolong bakteri gram positif yang diduga merupakan bakteri Lactobacillus. Bakteri tersebut diduga merupakan bakteri Micrococcus. Bakteri ini tumbuh/hidup secara bergerombol tidak teratur atau membentuk tetrad. 2011 Perhitungan jumlah koloni yang didapat kelompok pertama adalah sebanyak 1 koloni. Bakteri yang diamati kelompok satu ini berbentuk coccus dan tergolong ke dalam bakteri gram negatif yang diduga merupakan bakteri Acetobacter. Bakteri yang diamati berbentuk basil dan tergolong bakteri gram negatif yang diduga merupakan bakteri Acetobacter xylinum. 2010). VII. Kebanyakan bersifat proteolitik dan beberapa bersifat lipolitik (Sukarminah. aerobik.Nama : Raisa Adelina Npm : 240210100006 IV 13 Basil. setelah itu dilanjutkan dengan pengamatan bentuk bakteri. gram + Lactobacillus Sumber : dokumentasi pribadi.I .

Iqbal. dan Warna Nata de Coco. Lactobacillus • Bakteri yang diduga terdapat dalam sampel dengan cara gores adalah : - I II III IV : Acetobacter : Micrococcus : Acetobacter xylinum : Lactobacillus DAFTAR PUSTAKA Ali. 2008. 2009. dkk. Available at : . D. Pengaruh Penambahan Kadar Gula dan Kadar Nitrogen terhadap Ketebalan.Nama : Raisa Adelina Npm : 240210100006 • Bakteri yang diduga terdapat dalam sampel dengan cara tuang adalah : - I II III IV : Acetobacter xylinum. Acetobacter : Acetobacter xylinum : Acetobacter xylinum : Acetobacter xylinum.. Cara Bikin Nata de Coco. Available at : http://iqbalali.com/2009/08/26/cara-bikin-nata-de-coco/ (diakses 27 Agustus 2011) Edria. Tekstur.

Jatinangor.pdf (diakses 27 Agustus 2011) Sukarminah.id/bitstream/handle/123456789/19932/PKMAI %20PENGARUH%20PENAMBAHAN%20KADAR%20GULA%20DAN %20KADAR%20NITROGEN. D. D.ac. apakah prosedur yang dilakukan menjamin keberhasilan untuk mengisolasi bakteri Acetobacter xylinum dari media cair nata de coco? Jika tidak. I. Sumanti. Bahan Ajar Praktikum Teknologi Fermentasi. JAWABAN PERTANYAAN 1. M. prosedur yang dilakukan tidak menjamin 100% keberhasilan untuk mengisolasi bakteri Acetobacter xylinum karena jika yang .. Dan Tita Rialita. Bandung. Berdasarkan hasil pengamatan.ipb. E. apa alasannya? Menurut saya.Nama : Raisa Adelina Npm : 240210100006 http://repository. 2006. Mikrobiologi Pangan. Hanidah. Jurusan Teknologi Industri Pangan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran Sumanti. 2010.

Nama : Raisa Adelina Npm : 240210100006 melakukannya belum ahli. 2. mengapa demikian? Tingkat keberhasilan isolasi yang dilakukan adalah sekitar 20% . sehingga hasilnya tidak maksimal dan tidak dapat dipastikan 100% bakteri tersebut yang paling baik. akan terjadi penyimpangan-penyimpangan akibat kesalahan-kesalahan kecil saat proses isolasi berlangsung. Bagaimana tingkat keberhasilan isolasi yang dilakukan.30% karena terjadi penyimpangan dari literatur pada hasil koloni yang didapat. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->