Proses pembuatan Logam Baja

Cari Artikel Disini ...

Baja merupakan salah satu bahan yang sangat banyak dipakai di seluruh dunia untuk keperluan kehidupan manusia, khususnya di dunia industri. Ditemukan buat pertama kali oleh orang Mesir lebih dari 4000 tahun yang lalu untuk perhiasan dan alat rumah tangga yang kemudian berkembang menjadi bahan berharga dan dimanfaatkan orang setiap hari saat ini. Untuk menjadikan baja, banyak proses yang dilakukan, sehingga membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat dipakai dalam berbagai keperluan.

A. Pembuatan Besi Kasar Besi kasar adalah hasil pengolahan dari bijih besi dengan melalui beberapa proses. Proses awal adalah dengan mengurangi senyawa-senyawa dan zat-zat lain yang terkandung dalam bijih besi dengan tahap sebagai berikut : • Dibersihkan. • Dipecah-pecah dan digiling sampai menjadi halus, sehingga partikel besi dapat dipisahkan dari bahan yang tidak diperlukan dengan menggunakan magnit. • Dibentuk menjadi “pellet” (bulatan-bulatan kecil) dengan diameter + 14 mm. Untuk memudahkan dalam pembentukan “pellet” maka ditambahkan tanah liat, sehingga dapat dirol menjadi bentuk bulat. Setelah proses awal dilakukan, maka bijih besi diproses pada dapur tinggi. Dapur tinggi mempunyai konstruksi yang cukup besar dengan ketinggian mencapai 100 meter. Dinding luar terbuat dari baja dan bagian dalam dilapisi batu tahan api yang mampu menahan temperatur tinggi. Pada bagian atas dapur tinggi terdapat corong untuk memasukkan bahan baku, yaitu bijih besi, kokas dan batu kapur. Kokas adalah batu bara yang telah diproses (disuling kering) sehingga dapat menghasilkan panas yang tinggi. Batu kapur berfungsi untuk mengikat bahan-bahan yang tidak diperlukan. Proses pada dapur tinggi adalah dengan meniupkan udara panas ke dalam dapur tinggi untuk membakar kokas dengan temperatur + 2000oC. Cairan besi dan terak akan turun ke dasar dapur tinggi secara perlahan-lahan dan selanjutnya dituang ke kereta khusus. Hasil ini disebut besi kasar, yang kemudian dapat diproses lebih lanjut menjadi baja. B. Proses Pembuatan Baja Besi kasar dari hasil proses dapur tinggi, kemudian diproses lanjut untuk dijadikan berbagai jenis baja.

sehingga besi bekas dan . Ke dalam dapur dimasukkan besi bekas. Dapur Baja Terbuka (Siemens Martin) Sama halnya dengan Dapur Baja Oksigen. Oksigen langsung disalurkan kedalam cairan logam melalui tutup atas. Proses pembuatan dengan dapur ini adalah proses oksidasi kotoran yang terdapat pada bijih besi sehingga menjadi terak yang mengapung pada permukaan baja cair. sehingga proses dengan dapur baja listrik merupakan salah satu proses yang terbaik untuk menghasilkan baja berkualitas tinggi dan baja tahan karat (stainless steel). yakni dengan membuang sebagian besar karbon dan kotoran-kotoran (menghilangkan bahan-bahan yang tidak diperlukan) yang masih ada pada besi kasar. maka tutup atas dibuka dan cairan baja disalurkan untuk proses selanjutnya untuk dijadikan bermacam-macam jenis baja. 2. Ini akan bereaksi dengan cepat antara karbon dan kotoran-kotoran lain yang akan membentuk terak yang mengapung pada permukaan cairan. maka elektroda-elektroda listrik akan memanaskan bahan dengan panas yang sangat tinggi (+ 7000oC). bahan-bahan yang dimasukkan adalah bahan-bahan yang benar-benar diperlukan dan besi bekas. maka cairan logam akan keluar melalui saluran yang kemudian ditampung dalam kereta-kereta tuang. sehingga masih dalam keadaan cair langsung disalurkan ke dapur Oksigen. maka ditambahkan campuran lain sebagai bahan paduan. Dapur ini dapat menampung baja cair lebih dari 100 ton dengan proses mencapai temperatur + 1600oC. maka dapur baja terbuka (Siemens Martin) juga merupakan dapur yang digunakan untuk memproses besi kasar menjadi baja. kemudian baru besi kasar. Hasil penuangan ini dapat langsung dilanjutkan dengan proses pengerolan untuk mendapatkan bentuk/profil yang diinginkan. tapi sebagian fabrik baja banyak yang langsung dari dapur tinggi. Apabila selesai tiap proses. Dapur dimiringkan. Penggunaan arus listrik untuk pemanasan tidak akan mempengaruhi atau mengkontaminasi cairan logam. 3.Ada beberapa proses yang dilakukan untuk merubah besi kasar menjadi baja : 1. wadah besar serta berdinding yang sangat kuat dan landai. Kemudian. Dalam proses pembuatan. udara (oksigen) yang didinginkan dengan air dan kecepatan tinggi ditiupkan ke cairan logam. Setelah bahan-bahan dimasukkan. Dapur Baja Listrik Panas yang dibutuhkan untuk pencairan baja adalah berasal arus listrik yang disalurkan dengan tiga buah elektroda karbon dan dimasukkan/diturunkan mendekati dasar dapur. Untuk mendapatkan spesifikasi baja tertentu. Dapur Baja Oksigen (Proses Bassemer) Pada dapur baja oksigen dilakukan proses lanjutan dari besi kasar menjadi baja.

kanal ataupun rel. b.bahan-bahan lain yang dimasukkan dengan cepat dapat mencair. strip dan profil • Pengerolan bentuk (pelat). a. bujur . Penyimpanan tersebut adalah untuk meratakan suhu sebelum dilakukan proses pembentukan atau pengerolan. Bentuk Struktur Pengerolan bentuk struktur/profiil adalah lanjutan pengerjaan dari pelat lembaran tebal (hasil pengerolan awal) yang kemudian secara paksa melewati beberapa tingkat pengerolan untuk mendapatkan bentuk dan ukuran yang diperlukan. besi konstruksi (profil). yaitu : penampang bulat. Proses pengerolan awal ini dimaksudkan agar struktur logam (baja) menjadi merata. batangan (billet) atau pelat (slab). Baja yang telah cair dan ditambah dengan campuran lain (sesuai dengan kebutuhan/sifat-sifat baja yang diinginkan) dituang ke dalam cetakan yang berlubang dan didinginkan sehingga menjadi padat. disamping membentuk sesuai ukuran yang diinginkan. tetapi harus dibentuk dulu menjadi batangan. Bentuk Strip. C. lebih kuat dan liat. Adapun campuran-campuran lain (misalnya untuk membuat baja tahan karat) dimasukkan setelah bahan-bahan menjadi cair dan siap untuk dituang.1300oC menggunakan bahan bakar gas atau minyak. kemudian dirol secara terus menerus dengan beberapa tingkatan rol dalam satu arah. Proses Pengerolan Lanjut Proses ini adalah untuk merubah bentuk dasar pelat tebal. Proses Pembentukan dan Bentuk-bentuk Produk Baja Pembentukan baja adalah tahap lanjutan dari proses pengolahan baja dengan berbagai jenis dapur baja. Adapun hasil pengerolan adalah berbagai bentuk. 2. seperti pelat tebal (bloom). Batangan baja yang masih panas dan berwarna merah dikeluarkan dari cetakan untuk disimpan sementara dalam dapur bentuk kotak serta dijaga panasnya dengan temperatur 1100oC . Ada tiga jenis pengerolan lanjut : • Pengerolan bentuk struktur/konstruksi • Pengerolan bentuk besi beton. batangan menjadi bentuk lembaran. Proses pembentukan produk baja dilakukan dengan beberapa tahapan: 1. Besi Beton dan Profil Proses pembentukan ini tidak dilakukan langsung dari pelat tebal. Proses Pengerolan Awal Proses ini adalah dengan cara melewatkan baja batangan diantara rol-rol yang berputar sehingga baja batangan tersebut menjadi lebih tipis dan memanjang.

besi dan baja merupakan satu-satunya logam yang memenuhi persyaratan teknis maupun ekonomis. hal ini menyebabkan timbulnay persengketaan mengenai masalah paten. Proses pembuatan baja diperkenalkan oleh Sir Henry Bessemer dari Inggris sekitar tahun 1800. jenis bijih ini tidak digunakan karena kadar sulfur yang tinggi sehingga diperlukan tahap pemurnian tambahan. sedangkan kadar kotorannya relatif rendah. Pembuatan Besi 27 Oct *tulisan ini diambil dari buku “Manufacturing Processes” by B. Ostwald. Begeman Besi dan baja merupakan logam yang banyak digunakan dalam teknik. Bentuk Lembaran (Pelat) Pengerolan bentuk pelat akan menghasilkan baja lembaran tipis dengan cara memanaskan terlebih dahulu baja batangan kemudian didorong untuk melewati beberapa tingkat rol sampai ukuran yang diinginkan tercapai. untuk penggunaan tertentu.sangkar. strip atau siku dan lain-lain sebagainya sesuai dengan disain rolnya. Phillip F. siderit dan himosit. c. atau sulfida sehingga hampir semua proses produksinya diawali dengan reduksi dengan gas reduktor H2 atau CO. Proses Reduksi Tidak Langsung (Indirect Reduction) . segi-6. Bijih besi yang dicampur dengan kokas dan batu gamping (batu kapur) dilebur dalam tanur ini. Komposisi kimia besi yang dihasilkan bergantung pada jenis bijih yang digunakan.H Amstead. sedang William Kelly dari Amerika pada waktu yang hampir bersamaan berhasil membuat besi malleable. 1. Karena di alam ini besi berbentuk oksida dan karbonat. Jenis bijih besi yang lazim digunakan adalah hematit. yang dihasilkan dalam tanur tinggi. Dalam sidang-sidang pengasilan terbukti bahwa WIlliam Key lebih dahulu mendapatkan hak paten. namun di beberapa bidang lainnya logam ini mulai mendapat persaingan dari logam bukan besi dan bahan bukan logam. dan meliputi 95% dari seluruh produksi logam dunia. diperkirakan bahwa besi telah dikenal manusia disekitar tahun 1200 SM. Hematit (Fe2O3) adalah bijih besi yang paling banyak dimanfaatkan karena kadar besinya tinggi. Meskipun pirit (FeS2) banyak ditemukan. Myron L. magnetit. PEMBUATAN BESI KASAR Bahan utama besi dan paduannya adalah besi kasar.

kokas. Terak dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan (campuran beton) atau sebagai bahan isolasi panas. untuk membangkitkan energi atau sebagai media pembakar dapur-dapur lainnya. Bahan baku tersebut disusun secara berlapis-lapis. Bahan baku yang terdiri dari campuran bijih. 500 Megagram batu kapur dan 4000 Megagram udara panas.5 Megagram terak dan 6 Megagram gas panas. Dengan digunakannya udara panas. dapat dihemat penggunaan kokas sebesar 30% lebih. 800 Megagram kokas. Udara panas tersebut memasuki tanur melalui tuyer yang terletak tepat di atas pusat pengumpulan besi cair. Kapasitas perhari dari tanur tinggi berkisar antara 700 – 1600 Megagram besi kasar. . dinaikkan ke puncak tanur dengan pemuat otomatis. kemudian dimasukkan ke dalam hopper. Besi cair yang telah bebas dari kotoran-kotoran dialirkan kedalam cetakan setiap 5 – 6 jam. Disamping setiap Megagram besi dihasilkan pula 0. Gas panas dibersihkan dan digunakan untuk pemanas mula udara. Besi kasar dihasilkan dalam tanur tinggi. Diameter tanur tinggi sekitar 8m dan tingginya mencapai 60 m. Batu kapur digunakan sebagai fluks yang mengikat kotoran-kotoran yang terdapat dalam bijihbijih. Udara panas dihembuskan melalui tuyer sehingga memungkinkan kokas terbakar secara efektif dan untuk mendorong terbentuknya karbon monoksida (CO) yang bereaksi dengan bijih besi dan kemudian menghasilkan besi dan gas karbon dioksida (CO2). dan batu kapur. Terak cair ini lebih ringan dari besi cair dna terapung diatasnya dan secara berkala disadap. Komposisi besi kasar dapat dikendalikan melalui pengaturan kondisi operasi dan pemilihan susunan campuran bahan baku. Udara dipanaskan dalam pemanas mula yang berbentuk menara silindris. sampai sekitar 500*C. Kalor yang diperlukan berasal dari reaksi pembakaran gas karbon monoksida yang keluar dari tanur. Untuk menghasilkan 100 Megagram besi kasar diperlukan sekitar 2000 Megagram bijih besi. dan membentuk terak cair.Pada proses ini menggunakan tungku tanur tinggi (blast furnace) dengan porsi 80% diproduksi dunia.

Untuk menghasilkan 63 megagram sponge iron diperlukan sekitar 100 megagram besi pellet.61 – 1.014 – 0. Kotoran (oksida lainnya) : 0. . C : 1.31 – 1.* Disini bijih besi / pellet direaksikan dengan gas alam dalam dua unit pembuat sponge iron.*Proses ini diterapkan di PT Krakatau Steel.62%. *Sponge iron yang dihasilkan PT Krakatau Steel memiliki komposisi kimia : Fe : 88 – 91 %. Disini sponge iron bersama-sama besi tua (scrap).027%.63%. yang masing-masing berkapasitas 1juta ton pertahun. Proses ini sangat efektif untuk mereduksi oksida-oksida dan belerang sehingga dapat dimanfaatkan bijih besi berkadar rendah.5 % Tingkat metalisasi : 86 – 90 % Sponge Iron yang berbentuk butiran kemudian diolah lebih lanjut dalam dapur listrik.5%.43%.004 %. CIlegon. SiO2 : 1.1%. MgO : 0. P : 0.blast furnace 2. Cu : 0. Proses Reduksi Langsung (Direct Reduction) Pada proses reduksi langsung bijih besi bereaksi dengan gas atau bahan padat reduksi membentuk sponge iron. Al2O3 : 0. dan paduan ferro dilebur dan diolah menjadi billet baja.2 – 2. CaO : 0.001 – 0.25 – 3.5 – 2.1 – 0.

Lester Brown dari Worldwatch Institute telah memperkirakan bahwa bijih besi bisa habis dalam waktu 64 tahun berdasarkan pada ekstrapolasi konservatif dari 2% pertumbuhan per tahun. goethit. PROSES PENGOLAHAN BESI DAN BAJA Pengolahan Besi Kasar Pengolahan Besi Tuang Pengolahan Baja Pengolahan Besi Kasar Besi kasar diperoleh dari peleburan oksida besi atau bijih besi Hematite (70% Fe). Bijih besi tersebut mula – mula dibersihkan dengan cara mencucinya pada saluran goyang. Kabupaten Lamandau . Kabupaten Lamandau . Potensi Biji Besi di Kalimantan Tengah Biji besi mempunyai 2 tipe yaitu magnetis dan kolovial. Lokasi tipe magnetis berada didaerah : . karena jumlahnya tetap. namun seiring dengan bertambahnya penggunaan besi secara eksponensial berkelanjutan. limonit atau siderit. kemudian dihaluskan dengan proses pemecahan secara bertingkat Butiran bijih besi halus tersebut kemudian dilewatkan pada ”roda magnetik” untuk memisahkan bijih yang mengandung kadar Fe yang tinggi dan yang rendah Biji atau bijih besi adalah cebakan yang digunakan untuk membuat besi gubal. hingga merah karat. Magnetite (72% Fe) dan Limonite (60% Fe) di dalam tanur tinggi. hematit (Fe2O3).Bukit Gojo. Biji besi terdiri atas oksigen dan atom besi yang berikatan bersama dalam molekul. Besi dan baja diperoleh dari hasil pengolahan bijih besi menjadi besi kasar untuk selanjutnya diolah menjadi besi atau baja. hanya kadar karbon-lah yang membedakan besi dan baja. Saat ini. biji besi tipe magnetis dijumpai didaerah Kabupaten Lamandau. Magnetite (72% Fe) dan Limonite (60% Fe) bijih besi menjadi besi danbaja. cadangan ini mulai berkurang. Tipe magnetis terdiri dari hematite dan pegmatite. besi dan baja mempunyai kandungan unsur utama yang sama yaitu Fe. dari kelabu tua. cadangan biji besi nampak banyak.proses pengolahan biji besi 05:42 | Diposkan oleh nichael_sbaztian | BIJIH LATERIT Pendahuluan Besi dan baja sampai saat ini menduduki peringkat pertama logam yang paling banyak penggunaanya.Petarikan.Bukit Karim. Bijih besi biasanya kaya akan besi oksida dan beragam dalam hal warna. kuning muda. sedangkan tipe kolovial terdiri dari limonit dan Ilmenite. Kabupaten Lamandau . Besi sendiri biasanya didapatkan dalam bentuk magnetit (Fe3O4). sedangkan tipe kolovial dijumpai didaerah Kabupaten Kotawaringin Timur. Pada uraian ini akan diberikan pemaparan tentang pengolahan oksida besi atau bijih besi Hematite (70% Fe). Sebagai contoh. ungu tua.

alterasi. Sedimentasi/placer: Hematite. terjadilah proses rekristalisasi. L. magnetit adalah mineral dengan kandungan Fe paling tinggi.2 juta ton Besi merupakan logam kedua yang paling banyak di bumi ini. Besi primer ( ore deposits ) Proses terjadinya cebakan bahan galian bijih besi berhubungan erat dengan adanya peristiwa tektonik pra-mineralisasi. Kabupaten Katingan . Limonite. Marcasite. Kecamatan Kotabesi. Kabupaten Kotawaringin Timur. Letusan Gunung Api Dari mineral-mineral bijih besi.4 Magnetik atau bijih hitam Hematit Fe2O3 70. Magnetite dan Limonite 6. Konsentrasi mekanik dan residual: Hematite.Mirah. Tumbang Manggu. Beberapa jenis genesa dan endapan yang memungkinkan endapan besi bernilai ekonomis antara lain : 1. Bafeman. namun jarang yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Karakter dari endapan besi ini bisa berupa endapan logam yang berdiri sendiri namun seringkali ditemukan berasosiasi dengan mineral logam lainnya. Oksidasi: Limonite dan Hematite 7. Sementara hematit merupakan mineral bijih utama yang dibutuhkan dalam industri besi. tetapi terdapat dalam jumlah kecil. 1981. Akibat adanya kontak magmatik ini.0 Bijih merah Limonit Fe2O3. struktur sesar ini merupakan zona lemah yang memungkinkan terjadinya magmatisme. P.Barito Timur Lokasi tipe kolovial berada didaerah : . dan penggantian (replacement) pada bagian kontak magma dengan batuan yang diterobosnya. Metasomatik kontak: Magnetite dan Specularite 3. Pyrhotite. Limonite dan Siderite. Pergantian/replacement: Magnetite dan Hematite 4. dan Siderite 5. Fe2O3 72.. Magmatik: Magnetite dan Titaniferous Magnetite 2. Kadang besi terdapat sebagai kandungan logam tanah (residual). Akibat peristiwa tektonik. Kontak metamorfosa juga melibatkan batuan samping sehingga menimbulkan bahan cair (fluida) seperti cairan magmatik dan metamorfik yang banyak mengandung . Endapan besi yang ekonomis umumnya berupa Magnetite. yaitu intrusi magma menerobos batuan tua. terbentuklah struktur sesar. Mineral-mineral pembawa besi dengan nilai ekonomis dengan susunan kimia. mineralisasi. Proses penerobosan magma pada zona lemah ini hingga membeku umumnya disertai dengan kontak metamorfosa. kandungan Fe dan klasifikasi komersil dapat dilihat pada Tabel dibawah ini: Tabel mineral-mineral bijih besi bernilai ekonomis Mineral Susunan kimia Kandungan Fe (%) Klasifikasi komersil Magnetit FeO. clay ironstone Sumber : Iron & Ferroalloy Metals in (ed) M. M. Hematite. black band. Cadangan bijih besi yang sudah ditemukan 41. Jensen & A. dan Chamosite. Economic Mineral Deposits.nH2O 59 – 63 Bijih coklat Siderit FeCO3 48. Perubahan ini disebabkan karena adanya panas dan bahan cair (fluida) yang berasal dari aktivitas magma tersebut. 392.Kenyala.2 Spathic. Kadang kala dapat berupa mineral: Pyrite.

Jenis cebakan ini hanya terbentuk pada permukaan tanah yang hampir rata. Perlapisan menunjukkan urutan terbalik dari ukuran dan berat partikel. secara alamiah terpisah karena gravitasi dan dibantu pergerakan media cair. tetapi kebanyakan pada umur Tersier dan masa kini. Partikel mineral/bijih pembentuk jenis cebakan ini diendapkan di atas lereng bukit suatu batuan sumber. Di beberapa daerah ditemukan placer eluvial dengan bahan-bahan pembentuknya yang bernilai ekonomis terakumulasi pada kantong-kantong (pockets) permukaan batuan dasar. kemudian terakumulasi sebagai batas yang jelas dan membentuk lapisan. Besi sekunder ( endapan placer ) Cebakan mineral alochton dibentuk oleh kumpulan mineral berat melalui proses sedimentasi. . Jenis ini paling penting terutama yang berkaitan dengan bijih emas yang umumnya berasosiasi dengan bijih besi. mudah dikerjakan dengan tanpa penghancuran. Bertambah besar dan berat partikel akan diendapkan/terkonsentrasi di pantai. Placer sungai atau aluvial. Cebakan-cebakan placer berdasarkan genesanya: GenesaJenis Terakumulasi in situ selama pelapukan Placer residual Terkonsentrasi dalam media padat yang bergerak Placer eluvial Terkonsentrasi dalam media cair yang bergerak (air) • Placer aluvial atau sungai • Placer pantai Terkonsentrasi dalam media gas/udara yang bergerak Placer Aeolian (jarang) Placer residual. dimana konfigurasi lapisan dan berat jenis partikel mineral/bijih menjadi faktor-faktor penting dalam pembentukannya. dimana didalamnya dapat juga ditemukan mineralmineral ringan yang tahan reaksi kimia (misal : beryl). padat dan gas/udara. Telah dikenal bahwa fraksi mineral berat dalam cebakan ini berukuran lebih kecil daripada fraksi mineral ringan. Cebakan ini terbentuk sepanjang garis pantai oleh pemusatan gelombang dan arus air laut di sepanjang pantai. Kerapatan konsentrasi mineral-mineral berat tersebut tergantung kepada tingkat kebebasannya dari sumber. Jenis cebakan ini telah terbentuk dalam semua waktu geologi. pemilahan dan susunan endapan sedimen dikendalikan oleh berat jenis dan ukuran partikel (rasio hidraulik). ketahanan kimiawi hingga lamanya pelapukan dan mekanisma. dimana pemisahannya dapat menggunakan alat semi-mobile dan relatif murah. mineral berat pada batuan sumber (beku dan malihan) terbentuk dalam ukuran lebih kecil daripada mineral utama pembentuk batuan. berat jenis.bijih. Penambangannya biasanya dengan cara pengerukan. Partikel mineral/bijih pembentuk cebakan terakumulasi langsung di atas batuan sumbernya (contoh : urat mengandung emas atau kasiterit) yang telah mengalami pengrusakan/penghancuran kimiawi dan terpisah dari bahan-bahan batuan yang lebih ringan. Placer pantai. Dengan nilai ekonomi yang dimilikinya para ahli geologi menyebut endapan alochton tersebut sebagai cebakan placer. yang merupakan metoda penambangan termurah. Placer eluvial. dimana lapisan dasar berukuran halus dan/ atau kaya akan mineral berat dan ke bagian atas berangsur menjadi lebih kasar dan/atau sedikit mengandung mineral berat. Kebanyakan cebakan berkadar rendah tetapi dapat ditambang karena berupa partikel bebas. Gelombang melemparkan partikel-partikel pembentuk cebakan ke pantai dimana air yang kembali membawa bahan-bahan ringan untuk dipisahkan dari mineral berat. Kedua. sebagian besar merupakan cadangan berukuran kecil dan sering terkumpul dalam waktu singkat karena tererosi. sehubungan : Pertama.

zirkon (ZrSiO4) dan lain-lain. Penyediaan peralatan antara lain peta topografi. Analisis laboratorium meliputi analisis kimia dan fisika. petrografi. magnetometer. SiO2. kasiterit (SnO2). ilmenit. intan. pita ukur.Placer pantai (beach placer) terjadi pada kondisi topografi berbeda yang disebabkan oleh perubahan muka air laut. paritan. Penyelidikan geologi adalah penyelidikan yang berkaitan dengan aspek-aspek geologi diantaranya : pemetaan geologi. intan. peta geologi. Tata cara eksplorasi bijih besi primer meliputi urutan kegiatan eksplorasi sebelum pekerjaan lapangan. platinum (Pt). SiO4)]. saat pekerjaan lapangan dan setelah pekerjaan lapangan. kromit (FeCr2O4). sehingga diperlukan penyusunan pedoman teknis eksplorasi bijih besi.Nd. MgO. palu dan kompas geologi. Konsentrasi partikel mineral/bijih juga dimungkinkan pada terrace hasil bentukan gelombang laut. sumur uji. Pengamatan yang dilakukan meliputi : jenis litologi. Kegiatan pekerjaan lapangan yang dilakukan adalah penyelidikan geologi meliputi pemetaan. Sedangkan pengolahan data adalah interpretasi hasil dari penyelidikan lapangan dan analisis laboratorium. monazit. alat ukur topografi. survei geofisika dan pemboran inti. GPS. pembuatan paritan dan sumur uji. Pemetaan adalah pengamatan dan pengambilan conto yang berkaitan dengan aspek geologi dilapangan. tahap eksplorasi yang rnerupakan deliniasi awal dari suatu endapan yang teridentifikasi . atau juga mineral-mineral non-Fe yang dapat memberikan nilai tambah seperti : rutil (TiO2). Mineral ikutan dalam endapan placer. kappameter dan peralatan geofisika. agar ada kesamaan dalam melakukan kegiatan tersebut diatas sampai pelaporan.La. prospeksi. tahap eksplorasi untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang berpotensi bagi keterdapatan mineral pada skala regional. . Al2O3. Eksplorasi bijih besi Penyelidikan umum dan eksplorasi bijih besi di Indonesia sudah banyak dilakukan oleh berbagai pihak. Tahapan eksplorasi adalah urutan penyelidikan geologi yang umumnya dilakukan melalui empat tahap sbb : Survei tinjau. meliputi studi literatur dan penginderaan jarak jauh. Suatu cebakan pasir besi selain mengandung mineral-mineral bijih besi utama tersebut dimungkinkan berasosiasi dengan mineral-mineral mengandung Fe lainnya diantaranya : pirit (FeS2). xenotim dan zirkon. TiO2. rutil. berat jenis (BD). Mineral-mineral terpenting yang dikandung jenis cebakan ini adalah : magnetit. lubang bor. Analisis fisika yang dilakukan antara lain : mineragrafi. kasiterit. CaO. S. monasit [Ce. tahap eksplorasi untuk mendeliniasi secara rinci dalarn 3-dimensi terhadap endapan mineral yang telah diketahui dari pencontohan singkapan. K2O. Prospeksi. eksplorasi umum. Pedoman dimaksudkan sebagai bahan acuan berbagai pihak dalam melakukan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi bijih besi primer. emas. LOI. magnetic pen. shafts dan terowongan. markasit (FeS). Eksplorasi rinci. Fe2O3. dimana zona optimum pemisahan mineral berat berada pada zona pasang-surut dari suatu pantai terbuka. P. wolframit [(Fe. alat pemboran inti. Fe3O4. Kegiatan setelah pekerjaan lapangan yang dilakukan antara lain adalah analisis laboratorium dan pengolahan data. tahap eksplorasi dengan jalan mempersempit daerah yg mengandung endapan mineral yg potensial. pengukuran topografi. ubahan dan struktur pada singkapan. pirhotit (Fe1-xS). Eksplorasi umum. parit uji. Survei tinjau. xenotim (YPO4). chamosit [Fe2Al2 SiO5(OH)4]. alat gali. Kegiatan sebelum pekerjaan lapangan ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai prospek cebakan bijih besi primer. ilmenit (FeTiO3). eksplorasi rinci.Mn)WO4]. Th(PO4. mineralisasi. loupe. emas (Au). sedangkan pengambilan conto berupa batuan terpilih. Unsur yang dianalisis kimia antara lain : Fetotal.

3 C. Pemisahan logam dari bijih (Ores) o 1. . dihitung sesuai standar perhitungan cadangan yang berlaku. dll.5 E. kedalaman maksimum penambangan. analisis conto. karena akan berpengaruh terhadap optimasi rencana usaha tambang. untuk dapat mengetahui struktur bawah permukaan.1 A. Penentuan jumlah cadangan (sumberdaya) mineral yang mempunyai nilai ekonomis adalah suatu hal pertama kali yang perlu dikaji. Peleburan Bijih besi (Iron Ores) o 1. langkah yang perlu diperhatikan antara lain : . seperti Cut of Grade.2 B. serta sebarannya secara horizontal maupun secara vertical yang mendukung penafsiran geologi dan geokimia secara langsung maupun tidak langsung. dimana ingot-ingot ini akan diolah menjadi besi kasar (pig iron) dan akan dibentuk sedemikian rupa kedalam bentuk lain yang . Kokas dan kapur PENGOLAHAN BIJIH BESI MENJADI BAHAN BAKU (RAW MATERIALS) Proses awal pembentukan logam dilakukan melalui proses penuangan (pengecoran) bijih logam. Phosphorus o 1. Logam Besi (Ferro) o 1.Kelayakan penentuan batasan cadangan. . geometri cebakan mineral. ketebalan minimum dan sebagainya bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi dan sebaran bijih besi bawah permukaan.Penyelidikan Geofisika adalah penyelidikan yang berdasarkan sifat fisik batuan. Dalam hal penentuan cadangan. sehingga logam-logam itu berbentuk benda tuangan yang disebut ingot. umur tambang dan hasil yang akan diperoleh. PENGOLAHAN BIJIH BESI MENJADI BAHAN BAKU (RAW MATERIALS) HARDI SUDJANA Daftar isi [sembunyikan]  1 PENGOLAHAN BIJIH BESI MENJADI BAHAN BAKU (RAW MATERIALS) o 1.4 D. Stripping Ratio. Pemboran inti dilakukan setelah penyelidikan geologi dan penyelidikan geofisika.Memadai atau tidaknya kegiatan dan hasil eksplorasi.Kebenaran penyebaran dan kualitas cadangan berdasarkan korelasi seluruh data eksplorasi seperti pemboran.

kita kehendaki baik melalui proses pengecoran (penuangan) maupun proses lainnya seperti pengerjaan panas (hot working processes) dan pengerjaan dingin (cold working processes). Pemisahan logam dari bijih (Ores) Pada dasarnya semua jenis logam merupakan materi alam berupa unsur mineral organic. sedimentasi (endapan) ini merupakan gabungan partikel-partikel ion-ion logam yang berinteraksi secara elektrostatik dari gas electron yang bermuatan positif dan atom-atom logam yang bermuatan negative bercampur dengan berbagai unsur batuan inilah yang disebut sebagai “bijih” atau ores. dan melalui proses ini pula akan diperoleh berbagai material yang sangat berguna disamping unsur besi seperti gas. bagaimana proses terbentuknya bijih logam tersebut sebagaimana terlihat pada gambar 6 berikut. Untuk membahas lebih jauh tentang pengolahan logam ini akan kita lihat terlebih dahulu. . karena proses evolusi secara alamiah telah membentuk sedimentasi didalam perut bumi. Proses pengolahan logam menjadi bahan baku ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek kebutuhan kualitas produk akhir yang dikehendaki dimana setiap proses yang dilakukan akan berpengaruh besar terhadap sifat dan karakteristik logam tersebut. A.

komposisinya terdiri atas mineral Magnetic (Fe3O4) dimana Magnetic berwarna coklat dengan kadar bijih besi yang tinggi yakni diatas 56% b) Haematite Ores. Logam Besi (Ferro) Logam besi atau nama latinnya Ferrum (Fe) merupakan salah satu jenis logam yang paling banyak dipergunakan dan hampir semua karakteristik dari kualifikasi bahan produk dapat dipenuhi oleh logam besi ini walaupun besi ini tidak pernah diperoleh dalam keadaan murni (lihat 2. Hydrate Ores berisi limotite (2Fe2O3. Oleh karena itu secara umum bijih besi dikelompokkan dalam 3 type bijih besi yaitu : 1. Keragaman sifat-sifat logam ini menjadikan logam sebagai salah satu bahan teknik yang paling dominan karena sifatnya yang mudah dibentuk. metamorphosis serta unsur-unsur lainnya seperti gas berupa phosphor. komposisinya terdiri atas mineral Haematite (Fe2O3) dimana Magnetic berwarna kuning kemerahan dengan kadar bijih besi 40 hingga 65 % 2. Bijih besi diproses didalam dapur tinggi (blast furnace) menjadi besi kasar (pig iron) yang keluar berbentuk besi tuang untuk diperhalus menjadi besi kasar (wrought iron) selanjutnya menjadi baja yang kemudian menjadi besi tuang (cast irons) dengan karakteristik yang lebih spesifik. Pada gambar berikut diperlihatkan berbagai unsur mineral yang terkandung di dalam perut bumi. magnetik.13 % dan besi (Iron) berada pada urutan kedua yakni sebesar 5 %. unsur alumunium merupakan unsur logam yang paling besar yakni 8. berisi mineral Siderite (FeCO3 dengan kadar besi 30 %. sifat phisik maupun sifat mekaniknya.3H2O) dan Geothite(Fe2O3. unsur-unsur tersebut antara lain pegmatite. Proses persenyawaan ini akan menghasilkan suatu bahan teknik dengan sifat dan karakteristik yang berbeda dari sifat dasarnya baik sifat kimia. Unsur-unsur yang diperoleh dari hasil eksplorasi masih membentuk bijih. B. Oxide : a) Magnetic Ores. Bijih besi dapat diperoleh melalui proses eksplorasi bahkan pada kondisi tertentu bijih besi dapat muncul kepermukaan secara vulkanis dan proses hydrothermal akan mengakibatkan terjadinya proses pemisahan unsur-unsur yang terkandung pada bijih tersebut.Perbedaan tekanan panas bumi terhadap kandungan bijih logam akan berbeda komposisinya untuk satu daerah dengan daerah lainnya sesuai dengan ketebalan kulit bumi. Karbonates. siderite. haematite.3H2O) dengan kadar besi 20 hinga 55 % 3. tegangan yang dapat diperbaiki serta ketersediaan yang relatif cukup.1) dimana bijih besi . oleh karena itu untuk memperoleh suatu jenis bahan dengan kualitas tertentu diperlukan proses pemurnian yang kemudian dilakukan proses deformulasi unsur secara terukur atau pencampuran dan persenyawaan dari berbagai unsur dengan komposisi dan kadar tertentu. belerang dan karbon. limotite.

Komposisi unsur sebagaimana disebutkan tidak menjadikan besi memenuhi syarat sebagai bahan teknik baik struktur maupun sifat mekaniknya bahkan setelah diproses di dalam dapur tinggi (blast furnance) sekalipun. karena sejak didalam perut bumi besi telah bersenyawa dengan unsur karbon serta unsurunsur lainnya dan persenyawaan antara unsur besi dengan unsur karbon adalah besi karbon (FeC) atau yang kita sebut sebagai “baja”. Inggeris dan Rusia. yakni bijih besi basa biasanya mengandung unsur phosphor di atas 2. dan untuk mencapai hal tersebut diperlukan proses pemurnian dari masing-masing unsur-unsur agar dapat diformulasikan secara tepat.04 % pada keadaan ini biasanya bijih besi mengandung unsur silikon yang relatif tinggi • High phosphorus (basa) Ores. oleh karena itu proses pemurniannya biasanya dicampur dengan bijih-bijih dari jenis yang berbeda.5 %. Jenis ini terdapat pada British ores yang memiliki kadar Fe rendah demikian pula dalam menghilangkan unsur phosphor ini juga diperlukan biaya operasional yang cukup mahal. Spanyol. OLeh karena itu terdapat 2 jenis bijih besi yang berbeda menurut kadar Phoshpornya. Swedia dan Amerika. Jerman dan Perancis. Artinya hanya persenyawaan besi karbon dengan kadar karbon yang dikendalikan pada jumlah yang ditentukan. sedangkan haematite ores terdapat di Kanada. Phosphorus Hampir tidak pernah dapat dilakukan melepaskan unsur phosphor dalam proses pemurnian besi. dengan demikian akan dihasilkan sebuah bahan baku produk dengan sifat dan karakteristik tertentu yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan kualitas produk.dibedakan dalam 3 kelompok berdasarkan komposisi serta kadar dari masing-masing unsur yang dikandungnya. Namun demikian bila kita lihat kembali “ikhtisar bahan teknik” yang merupakan bahan teknik (materials for engineering”) dari jenis besi ialah besi tempa atau baja dengan komposisi karbon rendah. Phosphor merupakan salah satu unsur yang terkandung didalam besi dan berpengaruh merugikan terhadap sifat mekanik besi atau baja. Karbonates ores terdapat di Jerman dan Austria. Amerika. yaitu bijih besi (ores) dengan kadar phosphor 0. D. pada bijih besi dengan kadar besi yang cukup tinggi tentu saja akan memiliki tingkat kepadatan yang tinggi pula sehingga dengan demikian akan sulit untuk membuka struktur bahan hingga bagian intinya. medium dan tinggi. Peleburan Bijih besi (Iron Ores) Dalam proses peleburan bijih besi pada dasarnya pemanasan dilakukan untuk membuka ikatan struktur dari atom-atom logam itu sendiri sehingga proses pencairan logam itu sendiri dilakukan oleh reaksi persenyawaan unsur-unsur secara kimiawi. Pada bijih besi yang demikian ini walaupun agak sulit . Hydrate ores terdapat di Polandia. Kebutuhan sifat-sifat bahan pada produk akhir menjadi acuan dalam pemilihan bahan bakunya termasuk bahan logam besi terlebih lagi perbedaan lokasi eksplorasi juga berbeda komposisi unsurnya seperti besi oxide yang terdiri dari magnetic ores didapat di Rusia. C. Apabila kita perhatikan istilah dan sebutan “besi” sebagai salah satu jenis bahan baku produk menjadi tidak tepat. yaitu : • Low phosphorus Ores.

ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. vanadium. Bijih besi dicuci serta dinaikkan dengan menggunakan magnetic sparation dari bantalan mineral non besi. E. disamping itu diperoleh pula tar. banyak digunakan untuk peralatan pertanian misalnya sabit dan cangkul. Fungsi karbon dalam baja adalah sebagai unsur pengeras dengan mencegah dislokasi bergeser pada kisi kristal (crystal lattice) atom besi. sulphur terlepas oleh cuaca dan kelembaban dan karbon dioxide oleh pemanasan.diperlukan pemecahan hingga menjadi butiran-butiran kecil yang memadai dengan tidak lebih dari 2. batu kapur akan menghasilkan senyawa kimia 2CaO. Penambahan kandungan karbon pada baja dapat meningkatkan kekerasan (hardness) dan kekuatan tariknya (tensile strength). Baja Dari Wikipedia bahasa Indonesia. namun di sisi lain membuatnya menjadi getas (brittle) serta menurunkan keuletannya (ductility). pemanasan hingga 9000 C di dalam dapur tinggi. ammonium sulphate yang berguna sebagai pupuk tanaman. dapur harus selalu digunakan secara kontinyu serta perawatan yang memadai. krom (chromium). cobalt dan tungsten (wolfram). Unsur paduan lain yang biasa ditambahkan selain karbon adalah (titanium). Kandungan unsur karbon dalam baja berkisar antara 0. debu yang dihasilkan akan bercampur dengan debu batu bara (coal dust) membantu proses peleburan dan membentuk gumpalan tar. nikel. Dengan memvariasikan kandungan karbon dan unsur paduan lainnya. Kapur (limestone) berfungsi sebagai fluksi pada dapur tinggi.dari dapur tinggi ini juga akan mengeluarkan gas yang dapat dimanfaatkan sebagai gas kota yang dapat disalurkan melalui pipapipa. berbagai jenis kualitas baja bisa didapatkan.2% hingga 2.Si02 yang penting sebagai lapisan pada dinding dapur.2 % Sulphur. cari Baja adalah logam paduan. Baja karbon ini dikenal sebagai baja hitam karena berwarna hitam. Klasifikasi baja  Berdasarkan komposisi o Baja karbon o Baja paduan rendah .5 % kadar phosphor serta 0. dimana kokas diperoleh dari batu bara yang ditempatkan pada oven. crude-oil. Bijih besi dipecah hingga membentuk gumpalan dengan ukuran rata-rata yang memadai.1% berat sesuai grade-nya. Kokas dan kapur Kokas digunakan pada dapur tinggi sebagai bahan bakar. logam besi sebagai unsur dasar dengan karbon sebagai unsur paduan utamanya.

    o Baja tahan karat Berdasarkan proses pembuatan o Tanur baja terbuka o Dapur listrik o Proses oksidasi dasar Berdasarkan bentuk produk o Pelat batangan o Tabung o Lembaran o Pita o Bentuk struktural Berdasarkan struktur mikro o Feritik o Perlitik o Martensitik o Austenitik Berdasarkan kegunaan dalam konstruksi o Baja Struktural o Baja Non-Struktural .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful