P. 1
makalah hukum lingkungan

makalah hukum lingkungan

|Views: 351|Likes:
Published by Vidya Darli

More info:

Published by: Vidya Darli on May 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.

Pendahuluan Penggundulan hutan, lahan kritis, menipisnya lapisan ozon, tumpahan minyak di laut, ikan mati di anak sungai karena zat-zat kimia, dan punahnya species tertentu adalah beberapa contoh dari masalah-masalah lingkungan hidup. Dalam literature masalah-masalah lingkungan dapat dikelompokkan ke dalam tiga bentuk, yaitu pencemaran lingkungan (pollution), pemanfaatan lahan secara salah (land misuse) dan pengurasan atau habisnya sumberdaya alam (natural resource depeletion). Akan tetapi, jika dilihat dari perspektif hukum yang berlaku di Indonesia, masalah-masalah lingkungan hanya dikelompokkan ke dalam dua bentuk, yakni pencemaran lingkungan (environmental pollution) dan perusakan lingkungan hidup. Pembedaan masalah lingkungan ke dalam dua bentuk dapat dilihat dalam Undang-Undang No. 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup (UULH) yang kemudian dicabut oleh UndangUndang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPLH). Dan di ganti lagi dengan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;UUPPLH juga hanya mengenal dua bentuk masalah lingkungan hidup, yaitu: pencemaran lingkungan dan perusakan lingkungan. Persoalan lingkungan hidup bukan hanya berkaitan dengan persoalanpersoalan tentang lingkungan hidup manusia atau makhluk hidup lainnya melainkan juga berkaitan dengan lingkungan non-hayati, saperti air, udara, batu-batuan dan sebagainya, namun sangat erat kaitan dengan kehidupan manusia dan kehidupan lainnya, bahkan menjadi wadah dari kehidupan atau hayati tersebut. Akibatnya, kalau lingkungan non-hayati itu mengalami gangguan maka otomatis kehidupan manusia dan kehidupan lainnya akan menjadi terganggu.

32 Tahun 2009 pasal 1 butir 14 menyebutkan pengertian Pencemaran lingkungan hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup. 32 Tahun 2009). Dan Ruang Lingkup Lingkungan Hidup 1. dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain sedangakan Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (pasal 1 butir 2) adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan. daya. yang mempengaruhi alam itu sendiri. Tujuan. Pengertian Pengertian dalam Lingkungan hidup dalam Undang-Undang No. Asas. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 1 butir 1adalah kesatuan ruang dengan semua benda. Asas lingkungan hidup (Undang-Undang No. dan penegakan hukum. kimia. dan/atau hayati lingkungan hidup sehingga melampaui kriteria baku kerusakan lingkungan hidup (pasal 1 butir 16 dalam Undang-Undang No. Dalam Undang-Undang No. dan makhluk hidup. pengendalian. keadaan.BAB II PEMBAHASAN 1. dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan. 32 Tahun 2009 pasal 2) Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan berdasarkan asas: . zat. termasuk manusia dan perilakunya. pemanfaatan. A. kelangsungan perikehidupan. pemeliharaan. Sedangkan pengertian Perusakan lingkungan hidup adalah tindakan orang yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik. B. energi. pengawasan.

keserasian dan keseimbangan. baik generasi masa kini maupun generasi masa depan. c. c) negara mencegah dilakukannya kegiatan pemanfaatan sumber daya alam yang negara menjamin hak warga negara atas lingkungan hidup yang baik dan menimbulkan pencemaran dan/atau kerusakann lingkungan hidup. tanggung jawab negara. Yang dimaksud dengan “asas tanggung jawab negara” adalah: a) negara menjamin pemanfaatan sumber daya alam akan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan dan mutu hidup rakyat. keterpaduan.a. sosial. Yang dimaksud dengan “asas keserasian dan keseimbangan” adalah bahwa pemanfaatan lingkungan hidup harus memperhatikan berbagai aspek seperti kepentingan ekonomi. b) sehat. b. Yang dimaksud dengan “asas kelestarian dan keberlanjutan” adalah bahwa setiap orang memikul kewajiban dan tanggung jawab terhadap generasi mendatang dan terhadap sesamanya dalam satu generasi dengan melakukan upaya pelestarian daya dukung ekosistem dan memperbaiki kualitas lingkungan hidup. dan perlindungan serta pelestarian ekosistem. Yang dimaksud dengan “asas manfaat” adalah bahwa segala usaha dan/atau kegiatan pembangunan yang dilaksanakan disesuaikan dengan potensi sumber daya . e. Yang dimaksud dengan “asas keterpaduan” adalah bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dilakukan dengan memadukan berbagai unsur atau menyinergikan berbagai komponen terkait. budaya. d. kelestarian dan keberlanjutan. manfaat.

pencemar membayar. Yang dimaksud dengan “asas keanekaragaman hayati” adalah bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup harus memperhatikan upaya terpadu untuk mempertahankan keberadaan. kondisi geografis. maupun lintas gender. keanekaragaman hayati. dan keberlanjutan sumber daya alam hayati yang terdiri atas sumber daya alam nabati dan sumber daya alam hewani yang bersama dengan unsur nonhayati di sekitarnya secara keseluruhan membentuk ekosistem. h. Yang dimaksud dengan “asas ekoregion” adalah bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup harus memperhatikan karakteristik sumber daya alam. j. keadilan. f. Yang dimaksud dengan “asas pencemar membayar” adalah bahwa setiap penanggung jawab yang usaha dan/atau kegiatannya menimbulkan pencemaran . Yang dimaksud dengan “asas kehati-hatian” adalah bahwa ketidakpastian mengenai dampak suatu usaha dan/atau kegiatan karena keterbatasan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bukan merupakan alasan untuk menunda langkahlangkah meminimalisasi atau menghindari ancaman terhadap pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup. budaya masyarakat setempat. dan kearifan local i. g. baik lintas daerah. keragaman. ekoregion. kehati-hatian. lintas generasi. ekosistem. Yang dimaksud dengan “asas keadilan” adalah bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup harus mencerminkan keadilan secara proporsional bagi setiap warga negara.alam dan lingkungan hidup untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan harkat manusia selaras dengan lingkungannya.

otonomi daerah. Yang dimaksud dengan “asas kearifan lokal” adalah bahwa dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup harus memperhatikan nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat. melindungi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup. l. dan Yang dimaksud dengan “asas tata kelola pemerintahan yang baik” adalah bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dijiwai oleh prinsip partisipasi. 32 Tahun 2009 pasal 3) Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup bertujuan: 1. akuntabilitas. transparansi. dan keadilan. . m. Yang dimaksud dengan “asas otonomi daerah” adalah bahwa Pemerintah dan pemerintah daerah mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan memperhatikan kekhususan dan keragaman daerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. partisipatif. Tujuan lingkungan hidup (Undang-Undang No.dan/atau kerusakan lingkungan hidup wajib menanggung biaya pemulihan lingkungan. tata kelola pemerintahan yang baik. k. o. n. Yang dimaksud dengan “asas partisipatif” adalah bahwa setiap anggota masyarakat didorong untuk berperan aktif dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. baik secara langsung maupun tidak langsung. kearifan lokal. efisiensi.

pengendalian. 5. Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan lingkungan hidup. 2. mengendalikan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana. dan 6. 4. 32 Tahun 2009 pasal 4) Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup meliputi: 1. menjamin pemenuhan dan perlindungan hak atas lingkungan hidup sebagai bagian dari hak asasi manusia. dan 10. 9. penegakan hukum. pengawasan. p. Kewajiban. . 3. dan Larangan a.2. C. 7. Ruang Lingkup lingkungan hidup (Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 pasal 65) a. pemanfaatan. mengantisipasi isu lingkungan global. menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup. Setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagai bagian dari hak asasi manusia. 4. keselarasan. dan keseimbangan lingkungan hidup. kesehatan. menjamin terpenuhinya keadilan generasi masa kini dan generasi masa depan. Hak. akses informasi. 6. b. dan kehidupan manusia. dan akses keadilan dalam memenuhi hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. mewujudkan pembangunan berkelanjutan. mencapai keserasian. Hak (Undang-Undang No. 8. perencanaan. 5. akses partisipasi. pemeliharaan. menjamin kelangsungan kehidupan makhluk hidup dan kelestarian ekosistem. 3. menjamin keselamatan.

memberikan informasi yang terkait dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara benar. . b. Setiap orang berhak mengajukan usulan/atau keberatan terhadap rencana usaha dan/atau kegiatan yang diperkirakan dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup. 3. akurat. 32 Tahun 2009 pasal 67-68) Setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mengendalikan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup. melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup. Pasal 68 Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan berkewajiban: a. Setiap orang berhak melakukan pengaduan akibat dugaan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup. menaati ketentuan tentang baku mutu lingkungan hidup dan/atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup. d. 32 Tahun 2009 pasal 69) Setiap orang dilarang: a. memasukkan limbah yang berasal dari luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ke media lingkungan hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia. e. Larangan (Undang-Undang No. terbuka. 2. Kewajiban (Undang-Undang No.c. dan c. b. Setiap orang berhak untuk berperan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan. memasukkan B3 yang dilarang menurut peraturan perundang-undangan ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. menjaga keberlanjutan fungsi lingkungan hidup. dan tepat waktu. c.

Peran Masyarakat (Undang-Undang No. c. memasukkan limbah B3 ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan . menyesatkan. usul. memberikan informasi palsu. 4. keberdayaan masyarakat. • Peran masyarakat dilakukan untuk: a. melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. e.d. d. pemberian saran. keberatan. penyampaian informasi dan/atau laporan. menumbuhkembangkan ketanggapsegeraan masyarakat untuk melakukan pengawasan sosial. menghilangkan informasi. h. merusak informasi. membuang limbah ke media lingkungan hidup. f. dan/atau j. melepaskan produk rekayasa genetik ke media lingkungan hidup yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan atau izin lingkungan. atau memberikan keterangan yang tidak benar. pengaduan. 32 Tahun 2009 pasal 70) Masyarakat memiliki hak dan kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk berperan aktif dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. meningkatkan kemandirian. membuang B3 dan limbah B3 ke media lingkungan hidup. b. dan kemitraan. dan/atau 3. • Peran masyarakat dapat berupa: 1. g. menumbuhkembangkan kemampuan dan kepeloporan masyarakat. pendapat. menyusun amdal tanpa memiliki sertifikat kompetensi penyusun amdal. pengawasan sosial. 2. i. meningkatkan kepedulian dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

5. 2. Penyelesaian sengketa lingkungan hidup di luar pengadilan dilakukan untuk mencapai kesepakatan mengenai: 1. bentuk dan besarnya ganti rugi. tindakan tertentu untuk menjamin tidak akan terulangnya pencemaran dan/atau perusakan. 3. 6. mengembangkan dan menjaga budaya dan kearifan lokal dalam rangka pelestarian fungsi lingkungan hidup. pembekuan izin lingkungan. Penyelesaian sengketa di luar pengadilan tidak berlaku terhadap tindak pidana lingkungan hidup sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.e. tindakan untuk mencegah timbulnya dampak negatif terhadap lingkungan hidup. Sanksi Administratif Sanksi administratif terdiri atas: (pasal 76 ayat (2)) a. Penyelesaian sengketa lingkungan hidup dapat ditempuh melalui pengadilan atau di luar pengadilan. dan/atau 4. b. paksaan pemerintah. Dalam . c. Gugatan melalui pengadilan hanya dapat ditempuh apabila upaya penyelesaian sengketa di luar pengadilan yang dipilih dinyatakan tidak berhasil oleh salah satu atau para pihak yang bersengketa. Pilihan penyelesaian sengketa lingkungan hidup dilakukan secara suka rela oleh para pihak yang bersengketa. Penyelesaian Sengketa Lingkungan ( pasal 84) a. c. tindakan pemulihan akibat pencemaran dan/atau perusakan. teguran tertulis. atau d. b. pencabutan izin lingkungan.

.penyelesaian sengketa lingkungan hidup di luar pengadilan dapat digunakan jasa mediator dan/atau arbiter untuk membantu menyelesaikan sengketa lingkungan hidup.

MAKALAH HUKUM LINGKUNGAN “DAMPAK KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP” Oleh: Yenita 1010003600040 UNIVERSITAS EKASAKTI PADANG 2012 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->