BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Air

Air adalah materi esensial di dalam kehidupan. Tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang tidak membutuhkan air sel hidup misalnya, baik tumbuh-tumbuhan ataupun hewan, sebagian besar yaitu 75% tubuh makhluk hidup tersusun oleh air. Kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari berbeda untuk tiap tempat dan tingkat kehidupan, ratarata keperluan air perkapita adalah 60 liter (Widianti & Ristianti, 2004). Sejalan dengan kemajuan dan peningkatan taraf hidup, tidak bisa dihindarkan lagi adanya peningkatan jumlah kebutuhan air, khususnya untuk keperluan rumah tangga, sehingga berbagai cara dan usaha telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air tersebut (Suriawiria, 1996).

Melalui penyediaan air bersih baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya di suatu daerah, maka penyebaran penyakit menular dalam hal ini adalah penyakit perut di harapkan bisa ditekan seminimal mungkin. Peningkatan kualitas air adalah dengan jalan mengadakan pengelolaan terhadap air yang akan diperlukan sebagai air minum. Pengolahan yang dimaksud bisa dimulai dari yang sederhana sampai pengelolaan yang mahir atau lengkap. Peningkatan kuantitas air adalah merupakan syarat kedua setelah kualitas (Sutrisno, et. al. 1991).

2.2 Beberapa Standar Kualitas Air

Berbicara tentang standar air minum saat ini dikenal beberapa jenis standar kualitas air minum, baik bersifat nasional maupun internasional. Standar kualitas air minum bagi negara Indonesia terdapat dalam peraturan menteri kesehatan RI No.

Universitas Sumatera Utara

Kualitas Fisik Kekeruhan dan warna air secara tidak langsung mempengaruhi terhadap perkembangbiakan beberapa bakteri patogen yang akhirnya akan mengganggu kesehatan. 2.05 mg/L unsur ini merupakan akhir batas dari usaha penghilangan dari kebanyakan air yang dicapai. sedangkan pengaruh suhu itu sendiri akan berpengaruh terhadap korosi dari alat penyimpan air atau pipa penyalur (Nugroho. konstanta pembentukan kompleks. Tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum (Sutrisno. al. Kualitas Kimia Air secara alamiah tidak pernah dijumpai dalam keadaan betul-betul murni.01/BIRHUKMAS/ 1/ 1975.Besi (Fe) Universitas Sumatera Utara . Di antara bahan kimia yang terdapat di dalam air dampaknya bagi konsumen antara lain adalah sebagai berikut: 1. Disampimg itu pada konsentrasi 0. b. melarutkan berbagai jenis batuan yang dilaluinya atau zat organik lainnya. et. Kemudian air tersebut baik yang di atas atau yang di bawah permukaan tanah waktu mengalir akan menuju ke berbagai tempat yang lebih rendah letaknya. 2004). Maka dari itu gambaran yang tepat dari sifat-sifat kimia perairan didasarkan pada alkalinitas. a. 2006).Mangan (Mn) Endapan MnO2 akan memberikan noda-noda pada bahan atau benda yang berwarna putih. Sebagai suatu sistem yang terbuka perairan mempunyai variabel input atau autput dari energi dan materi. kelarutan. Selain itu juga unsur ini dapat bersifat toksik pada alat pernapasan dan hati ( Sutrisno & Suliasti. potensial redoks dan pH (Achmad. 1991). adanya unsur ini dapat menimbulkan rasa dan bau pada minuman. 1991 ).

Nitrat merupakan salah satu unsur penting untuk sintesa protein tumbuh-tumbuhan dan hewan. kadar besi yang berlebihan akan menghambat fiksasi unsur lainnya ( Efendi. dsb. akan tetapi nitrat pada konsentrasi yang tinggi dapat menstimulasi pertumbuhan ganggang yang tak terbatas bila beberapa syarat lain seperti konsentrasi fosfat dipenuhi). 2003). Pada pendekatan komunitas perhatian dititik beratkan pada tinggi rendahnya atau banyak sedikitnya keanekaragaman makhluk hidup didalam komunitas tersebut (Nugroho. Kualitas Biologis Untuk mengamati kehadiran bioindikator dapat dilakukan dengan dua macam pendekatan. Pada tumbuhan termasuk algae. NO3 dapat berasal sari buangan industri bahan peledak.Besi adalah salah satu elemen kimiawi yang dapat ditemui pada hampir setiap tempat dibumi. 3. Nitrat (NO3) Adalah bentuk senyawa nitrogen yang merupakan sebuah senyawa yang stabil. Kadar nitrat secara alamiah biasanya agak rendah. pada semua lapisan geologis dan semua badan air. Besi termasuk unsur esensial bagi makhluk hidup. Kadar besi yang memudarkam bahan celupan pada tekstil. terutama pada bayi (Alaerts & Santika. c. 2006). Sehingga air kekurangan oksigen terlarut yang menyebabkan kematian ikan. cat. 1987 ). Dalam usus manusia nitrat direduksi menjadi nitrit yang dapat menyebabkan metamoglobinemia. pupuk. namun kadar nitrat dapat menjadi tinggi sekali pada air tanah di daerah-daerah yang diberi pupuk yang mengandung nitrat. yaitu pendekatan jenis dan pendekatan komunitas. besi berperan sebagai penyusun sitokrom dan klorofil. Pendekatan jenis ini Menitik beratkan pada penilaian kualitas lingkungan yang hanya menitik beratkan pada kehadiran atau ketidak hadiran satu jenis makhluk hidup saja. Universitas Sumatera Utara .

baik limbah dari kegiatan rumah tangga.Oleh karena itu dalam pembuangan limbah domestik di daerah permukiman tersebut sebaiknya dilakukan pembuatan sistem jaringan pembuangan limbah yang dapat menampung dan mengalirkan limbah tersebut secara baik dan benar. Menurut Slack dan Synder (1978) serta Jawets et al (1986) dalam Sayuti et al (2005). Pencemaran adalah perubahan sifat fisika. Karena untuk mendapatkan air yang bersih. 3 Pencemaran Air di Indonesia Dewasa ini air menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian yang seksama dan cermat. oleh karena itu kehadiran bakteri ini sangat tidak diharapkan. Perubahan tersebut dapat menimbulkan bahaya bagi kehidupan manusia atau organisme lainya. bahwa habitat bakteri Coliform umumnya di tanah dan air. Maka bakteri Coliform sebagai penentu nilai kualitas suatu bahan atau benda terhadap ada tidaknya pencemaran fecal (Suriawiria. tempat tinggal dan peninggalan-peninggalan. 2007). coli ditemukan pada saluran pencernaan manusia dan hewan berdarah panas. Ketergantungan manusia terhadap air pun semakin besar sejalan dengan perkembangan penduduk yang semakin meningkat. saat ini menjadi barang yang mahal karena air sudah banyak tercemar oleh bermacammacam limbah dari hasil kegiatan manusia. mulai dari air minum. 2. sedangkan E. limbah dari kegiatan industri dan kegiatan-kegiatan lainnya. agar dapat mencegah terjadinya kontak antara kotoran sebagai sumber penyakit dengan air yang sangat diperlukan untuk keperluan hidup sehari-hari (Konsukartha & Harmayani. kimia dan biologi yang tidak dikehendaki ada udara. dan nilai bakteri Coliform yang tinggi menunjukkan bahwa sumber air minum tercemar berat oleh materi fecal manusia. 2005). atau dapat merusak sumber bahan mentah. makanan dan lainnya. tanah dan air. Selain itu dalam batas tertentu bakteri ini akan menyebabkan penyakit diantaranya tipus. sesuai dengan standar tertentu.Penentuan kualitas air menurut WHO dilakukan berdasarkan analisis kehadiran jasad indikator yaitu bakteri golongan Faecal coli yang selalu ditemukan dalam tinja manusia atau hewan berdarah panas. kolera dan disentri. Pencemaran Universitas Sumatera Utara . proses-proses industri.

cepat dan sederhana dari pada mendeteksi bakteri patogenik lain. dan Enterobacter aerogenes. 2005). tanah. limbah domestik dan perkotaan. Menurut Efendi (2003). bakteri. semakin sedikit Coliform Universitas Sumatera Utara . Bakteri Coliform Bakteri Coliform adalah bakteri indikator keberadaan bakteri patogenik lain. menyatakan pencemaran air diakibatkan masuknya bahan pencemar (polutan) yang dapat berupa gas. pembuangan limbah industri dan lainnya. limbah pertanian. sisa tanaman dan ganggang (Alaerts & Santika. banyak yang menghasilkan senyawa rekalsitran yaitu senyawa yang sukar larut untuk diuraikan. Pencemaran merupakan penambahan bermacam-macam bahan sebagai aktivitas manusia ke dalam lingkungan yang biasanya memberikan pengaruh berbahaya terhadap lingkungan (Chahaya. Limbah ini dapat bersifat padatan dan cairan yang masuk ke badan air berupa koloidal dan suspensi yang bersifat inorganis (tanah liat) dan organis yaitu sisa protein. selain kehadiran bahan di atas. Limbah buangan dari pabrik dan industri (buangan non domestik) khususnya industri kimia sintetik dan petrokimia. zat kristal juga akan mempengaruhi kualitas dari air tersebut. dinyatakan bahwa pencemaran yang terjadi di sekitar sungai Ciliwung utamanya disebabkan oleh tingginya masukan air dari beban lateral (samping). 2007). a. sebagai contoh Al2(SO4)3 dan 14 H2O. Jadi Coliform adalah indikator kualitas air. Kehadiran senyawa tersebut akan menyebabkan terjadinya perubahan kehidupan dalam air (Suriawiria. Pencemar memasuki badan air dengan berbagai cara. dan partikulat. Beban lateral yang dominan berasal dari limbah domestik (Bahri & Priadi. bahan-bahan terlarut. Menurut Alaerts & Santika (1987). Contoh bakteri Coliform adalah Eschericia coli. selain itu mendeteksi Coliform jauh lebih murah. Berdasarkan hasil penelitian Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa Barat dan Pemberdayaan Masyarakat Departemen Teknik Lingkungan ITB tahun 2002. misalnya malalui atmosfer. 2003).terjadi apabila terdapat gangguan dalam daur materi yaitu apabila laju produksi suatu zat melebihi laju pembuangan atau penggunaan zat tersebut. 1987). Penentuan Coliform faekal menjadi indikator pencemaran karena jumlah koloninya pasti berkolerasi positif dengan keberadaan bakteri patogen.

misalnya Aluminium sulfat. Dalam industri bahan makanan. sehingga dapat diketahui lebih awal apakah air tanah yang dipantau sudah tercemar atau belum. Bahan kimia yang dipergunakan untuk menangani kekeruhan maupun pemusnahan bakteri patogen (disinfection) sebagian mengendap bersama lumpur sisa pengolahan (Azikin & Silintung. tergantung pada turbiditas. Koagulasi Dalam proses koagulasi ini air yang sudah diambil dari sungai diberi zat kaogulasi kimia. Kalau air sudah tercemar maka upaya selanjutnya perlu mengetahui sumber. 2004).4 Pengolahan Air Pada instalasi pengolahan air permukaan yang menjadi penanganan utama adalah kekeruhan (turbidity) dan mikroorganisme yang mungkin bersifat patogen seringkali lebih kompleks dibandingkan pengolahan tanah dan menghasilkan lumpur terutama dari partikel tanah yang terbawa air permukaan. 2007). 2002). kehadiran bakteri golongan coliform tidak diharapkan. Untuk mengantisipasi tingkat pencemaran air tanah. Akan tetapi untuk menanggulangi pencemaran air harus didukung oleh data yang dapat dipercaya terutama mengenai data kualitas air dari air tanah yang dipantau (Sundra. proses pengolahan air bersih terdiri dari beberapa tahap diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Menurut Chandra (2007). 2. upaya yang seharusnya dilakukan adalah melakukan pemantauan secara berkala dan berkelanjutan. suhu dan pHnya ( Chandra.semakin baik kualitas air (Haryono et al. dengan dosis yang bervariasi. 2006). 2005). lokasi dan upaya penang-gulangan dari pencemar tersebut. Universitas Sumatera Utara . warna. karena menunjukkan adanya kontaminasi dari buangan yang berasal dari pencernaan manusia dan hewan berdarah panas (Handajani & Firdayati.

maka bahan-bahan tersebut dapat dipisahkan dari cairan melalui filtrasi. 5. Penyaringan ini merupakan proses pemisahan antara padatan atau koloid dengan cairan. Setiap bak penyaring memiliki permukaan seluas 80-90 m2. 3. Tinggi bak penyaring adalah 1 meter dan di bawah lapisan pasir terdapat batu koral berdiameter 30-40 cm yang berfungsi sebagai penyangga lapisan atas pasir di atasnya. Pencampuran Kemudian air dimasukkan ke dalam bak pencampur dan diputar sedemikian rupa selama beberapa menit sehingga terjadi diseminasi di dalam air. Dikarenakan juga karena air olahan yang akan disaring berupa cairan yang mengandung butiran halus atau bahan-bahan yang larut dan menghasilkan endapan.2. 2005). prosesnya bisa dijadikan sebagai proses awal (primary treatment) dan akhir dari proses. Filter atau Saringan Digunakannya media filter atau saringan karena merupakan alat filtrasi atau penyaring memisahkan campuran solida likuid dengan media porous atau material porous lainnya guna memisahkan sebanyak mungkin padatan tersuspensi yang paling halus. Sedimentasi Adalah pengendapan flokulasi bersama dengan zat yang terlarut dalam air beserta bakteri. Universitas Sumatera Utara . Paling tidak flokulat yang mengendap 95% sebelum air dialirkan ke dalam bak rapid sand filter. Waktu yang diperlukan berkisar antara 2-6 jam. 4. Apabila air olahan mempunyai padatan yang ukuran seragam maka saringan yang digunakan adalah single medium (Saifudin & Astuti. Flokulasi Kemudian air diputar secara perlahan selama 30 menit untuk mengendapkan Aluminium hidroksida yang berbentuk benda berwarna putih dalam air.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful