ERDY ANUGRAH PURA 200110110306 FAPET F

Peran Mikroorganisme dalam Bioteknologi
Penerapan bioteknologi dalam kehidupan, biasanya menggunakan mikroorganisme. Mikroorganisme memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan bioteknologi di berbagai bidang kehidupan. Peranan mikroorganisme dalam berteknologi adalah sebagai berikut. 1. Penghasil Makanan atau Minuman Mikroorganisme dapat dimanfaatkan untuk membuat tempe, oncom, makanan, tuak, cuka, dan kecap. Saat ini, pembuatan bahan makanan tersebut dikembangkan secara ilmiah dengan menggunakan teknologi yang lebih maju sehingga menghasilkan produk yang berkualitas, seperti bir, anggur, yoghurt, roti, keju, dan nata de coco. Proses pembuatan tempe masih perlu ditingkatkan dengan berbagai penelitian karena tempe memiliki kandungan zat gizi tinggi, terutama protein nabati dan memiliki beberapa khasiat antara lain menurunkan kolesterol darah. Beberapa jamur juga dapat digunakan menghasilkan zat warna, misalnya jamur Neurospora sitophila sebagai penghasil warna merah dan orange, digunakan untuk membuat oncom. Bahan pewarna yang alami untuk makanan lebih aman dibandingkan pewarna sintetik karena pada umumnya pewarna sintetik dapat menyebabkan keracunan. Contoh mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan produk makanan, antara lain: a. Rhizopus oligospurus (pembuatan tempe) b. Acetobacter xylinum (pembuatan nata de coco) c. Saccharomyces cerevisiae (pembuatan roti dan tapai) d. Penecilium camemberti dan Penecillium requeforti (keju) e. Aspergillus wentii (pembuatan kecap) f. Lactobacillus bulgaricus (keju dan yoghurt)

2. Penghasil Protein Sel Tunggal (PST) Mikroorganisme, seperti ganggang, jamur, maupun bakteri, dapat menghasilkan protein. Protein ini berada di dalam sel, bukan merupakan bahan yang disekresikan oleh sel. a. Kelebihan PST PST sangat menguntungkan karena dapat digunakan sebagai sumber protein. Hal ini disebabkan karena: 1) Secara umum, organisme dapat membelah diri dengan cepat. 2) Tidak memerlukan lahan yang terlalu luas. 3) Dapat hidup di tempat limbah buangan, seperti selulosa, limbah minyak bumi, atau limbah organik yang lain. 4) Mikroorganisme fotosintetik seperti ganggang dapat memanfaatkan energi cahaya untuk digunakan sebagai penghasil PST. Contoh protein sel tunggal adalah Spirulina dan Chorella.

Zat-zat organik itu dapat digunakan untuk berbagai keperluan. 2) Kemudian. dan gliserol. para ahli berusaha mencari solusi untuk menyelesaikan masalah energi melalui bioteknologi sehingga dapat diperoleh energi yang aman dan tersedia secara lestari. seperti jeli. Untuk menghasilkan etanol (alkohol) dibutuhkan sel-sel ragi dengan bahan baku karbohidrat. aseton. Proses ini berlangsung secara anaerobik dan menghasilkan karbon dioksida dalam bentuk gelembung udara. disebut penisilin. Penghasil Zat-Zat Organik Beberapa mikroorganisme dapat menghasilkan zat-zat organik. 3) Kandungan asam nukleat (DNA dan RNA) dari PST cukup tinggi dan sulit dicerna serta dapat menimbulkan asam urat. Penisilin sangat penting karena dapat memberantas berbagai penyakit infeksi. seperti etanol. 6. . Bakteri ini tumbuh subur dalam suasana asam dan tanpa zat organik. Adapun proses pembuatannya sering disebut dengan istilah fermentasi (proses peragian). seperti besi dan belerang. Salah satu contoh bakteri pemisah logam ini adalah bakteri Thiobacillus ferooxidans yang digunakan untuk mengekstraksi tembaga dari bijih tembaga. ada beberapa jenis bakteri yang kebal terhadap penisilin karena dapat menghasilkan enzim yang dapat menghambat kerja penisilin. asam sitrat. misalnya sebagai bahan minuman. seperti singkong dan beras. Seluruh proses itu dibantu oleh bakteri Thiobacillus ferrooxidans. sedangkan manusia tidak dapat mencerna selulosa. 4. antara lain: 1) PST mempunyai dinding sel yang terdiri atas selulosa. khususnya ganggang. persediaan bahan bakar makin menipis. contohnya Penicillium menghasilkan zat antibiotik yang mematikan mikroorganisme lain. Penghasil Energi Saat ini.b. ditimbun. Energi tersebut digunakan untuk sintesis karbon dioksida dan air menjadi zat-zat organik. logam besi ditambahkan ke dalam larutan tersebut sehingga besi akan bereaksi dengan tembaga sulfat untuk melepaskan tembaga tersebut. 3. Proses sintesis ini dikenal dengan sebutan kemosintesis. Disinilah banyak ditemukan bakteri. ke dalam larutan itu ditambahkan larutan asam sulfat sehingga terjadi reaksi antara tembaga dan asam sulfat membentuk tembaga sulfat (CuSO4). 2) PST yang dihasilkan kurang menarik. Bakteri ini hidup dari zat-zat anorganik. Namun. Oleh karena itu. 3) Setelah itu. Kekurangan PST Ada beberapa kekurangan PST. Proses pemisahannya sebagai berikut: 1) Bijih logam tembaga berkualitas rendah yang dikenal sebagai larutan peluluh. Penghasil Obat Berbagai macam mikroorganisme bermanfaat sebagai penghasil obat-obatan. 5. Pemisahan Logam dari Bijihnya Bakteri kemolitotrof merupakan salah satu bakteri yang mampu memisahkan logam dari bijihnya. dan memperoleh energi dari pemecahan bahan kimia tersebut. asam cuka. 4) Melalui proses tersebut diperoleh tembaga murni yang telah terpisah dari bijihnya.

limbahnya dapat digunakan sebagai pupuk. Sedangkan. Limbah akan terurai dan dapat dibuang ke lingkungan setelah air dipisahkan dari endapan limbah yang tidak berbahaya. Dalam UPL biologis. Limbah industri harus diolah terlebih dahulu melalui Unit Pengolahan Limbah (UPL) sebelum dikeluarkan ke lingkungan agar tidak terjadi pencemaran. tangki pengumpul dimasukkan ke dalam tangki pencerna. Setelah rata. Cara pembuatannya adalah campuran kotoran ternak dan air dimasukkan pada tangki pengumpul. . Kotoran ternak dicerna oleh mikroorganisme menjadi gas metana yang kemudian dialirkan ke rumah-rumah sebagai penghasil energi. 7. kemudian diaduk.Salah satu energi yang dikembangkan melalui bioteknologi saat ini adalah biogas. Pengolahan limbah dengan cara ini tidak membutuhkan biaya yang besar dan lebih ramah lingkungan. bakteri pencerna dimasukkan ke dalam bak berisi limbah yang diberi aerator (alat pemasok udara) untuk memasukkan oksigen yang berguna untuk pernapasan bakteri secara aerobik. Biogas merupakan gas metana yang diproduksi oleh mikroorganisme di dalam medium kotoran ternak. Pengurai Limbah Pengolahan limbah secara biologis merupakan pengolahan limbah dengan menggunakan bakteri untuk mencerna limbah tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful