KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas berkat dan Rahmat-nya kita dapat menjalankan sebuah kehidupan dengan penuh realita yang berkepanjangan. Dimana kita dapat mebuat sebuah makalah penuh dengan kesadaran dan tidak kesadaran. Dalam membuat sebuah penyusunan kata untuk merangkai sebuah kata hanya ini yang aku bisa. Tidak lebih dan tidak kurang dari sebuah apa yang kita pikirkan dan hanya ini yang aku bisa. Dimana kita dapat membuat sebuah makalah yang bertema hukum dan HAM dalam islam. Semua isi-nya hanya bisa di pahami dan bisa di mengerti. Demikian atas partisapasi kami dalam membuat makalah ini dengan penuh kesederhanaan. Karena hanya ini yang aku bisa. Kalau ada kritik dan saran tolong di sempurnakan.

Penulis BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Kebakaran adalah suatu peristiwa yang terjadi akibat tidak terkendalinya sumber energi.

Siklus ini berisi rangkaian demi rangkaian panjang peristiwa (event dinamic) yang dimulai dari pra kejadian, kejadian dan siklusnya serta konsekuensi yang mengiringinya. Kejadian tersebut akan tercipta apabila kondisi dan beberapa syarat pencetusnya terpenuhi, utamanya pada saat pra kejadian. Ada poin-poin yang menjadi persyaratan dasar yang apabila gagal dilakukan pe– ngendalian akan memicu peristiwanya, kemudian akan memasuki tahapan tidak terkendali dan sukar dipadamkan. Syarat kondisi tersebut di antaranya adalah terdapat bahan yang dapat terbakar, misalnya minyak, gas bumi, kertas, kayu bahkan rumput kering dan sebagainya. Bilamana bahan yang dapat terbakar tersebut berada dalam kondisi tertentu dan bertemu pencetusnya maka seketika akan segera menimbulkan api. Sedangkan pencetus itu sendiri penyebabnya cukup banyak di antaranya energi petir, api terbuka, listrik bahkan hanya sekedar

Waktu yang singkat dan peristiwa umpan balik itulah menjadi faktor penentu percepatan tingkat kobaran api. maka akan berdampak bagi penghuninya. api akan berkembang menjadi api bertumbuh (growth) dan menjadi penuh (full steady fire) dengan suhu mencapai 600 derjat Celsius sampai 1000 derajat Celcius lebih. terdapat serentetan umpan balik yang mempercepat berkembangnya api itu sendiri.percikan bunga api. Kebakaran merupakan kejadian yang tidak diinginkan bagi setiap orang dan kecelakaan yang berakibat fatal. menyalahkan petugas PMK-nya yang bolot dan lelet. Rentetan umpan balik tersebut adalah bertambahnya suhu atau temperatur yang akan mempercepat penguapan benda cair atau sublimasi benda yang terbakar dan terhisapnya udara (oksidasi) dan mem–percepat terjadinya fire point (siklus bersambung). Takdir Tuhanlah. resiko terjadinya kebakaran semakin meningkat. jika tidak ditangani dengan segera. Hanya perangkat hidran dan sejenisnya yang dapat mengurangi dan memadamkan. Kenapa hal tersebut terjadi? Ada beberapa pertanyaan yang terkadang sulit untuk dijawab secara umum dalam menghadapi waktu dibawah 4 menit dan hal tersebut menjadi jawaban klasik mengapa dan kenapa peristiwa kebakaran selalu terjadi tanpa dapat dicegah atau diminimalisasi kejadiannya. dimana ini su–dah berada pada tahapan sulit dipadamkan. Setelah lebih dari waktu yang dimaksud. dan terhentinya proses atau jalannya suatu produksi/aktivitas. Ukuran waktu 4 -10 menit tersebut hasil dari suatu pengkajian dan studi pengalaman dimana tahapan api belum berkembang dan meluas. harta. musibahlah atau yang lebih ekstrem . Sebagai contoh kerugian nyawa. Peristiwa munculnya api awal berlanjut menjadi kebakaran besar hanya butuh waktu dibawah 4 menit atau 10 menit. Kebakaran ini dapat mengakibatkan suatu kerugian yang sangat besar baik kerugian materil maupun kerugian immateriil. Siklus api awal menuju kondisi tidak terkendali ini disebabkan pada waktu menit menit awal peristiwa kebakaran tersebut. Jika terjadi kebakaran orang-orang akan sibuk sendiri. Dengan adanya perkembangan dan kemajuan pembangunan yang semakin pesat. mereka lebih mengutamakan menyelamatkan barang-barang pribadi daripada menghentikan sumber bahaya terjadinya kebakaran. Terkadang membawa korban jiwa manusia. hal ini sangat disayangkan karena dengan keadaan yang seperti ini maka terjadinya kebakaran akan bertambah besar. Penelitian yang terbaru dan mengejutkankan pemantik kebakaran tersebut juga bisa timbul akibat frekuensi telpon genggam. Bila tidak dilakukan penanganan secara sistematis akan berakhir tragis dan menimbulkan kerugian yang luas.

2. 4. Bahasan ini akan saya uraikan secara lengkap mulai dari definisi api dan kebakaran. Tujuan Penulisan Menjelaskan pengertian api dan kebakaran Menyebutakan dan menjelaskan tentang unsur-unsur api serta pemadamannya dan proses terjadinya api 3. Menyebutkan dan menjelaskan klasifikasi kelas kebakaran Menyebutkan tahapan-tahapan pengembangan api/kebakaran Menyebutkan dan menjelaskan penyebab kebakaran BAB II PEMABAHSAN A. bahan-bahan kimia apa saja yang mudah terbakar serta bagaimana cara penanggulangannya secara benar. Rumusan masalah C. pembangunan gedung-gedung perkantoran. 5. B. Selain itu perlu difahami pula bagaimana proses terjadinya kebakaran. 1. PENGERTIAN Bekerja di sebuah laboratorium ataupun di perusahaan – perusahaan industri jelas tak bisa lepas dari kemungkinan kecelakaan kerja atau bahaya yang salah satunya adalah kebakaran. kawasan perumahan. Aspek bahaya ini menjadikan pekerja laboratorium ataupun diperusahaan membuat dan menciptakan suatu system keselamatan kerja. Definisi api adalah suatu fenomena yang dapat diamati dengan adanya cahaya dan panas serta adanya proses perubahan zat menjadi zat baru melalui reaksi kimia oksidasi eksotermal. Api terbentuk karena adanya interaksi beberapa unsur/elemen yang pada kesetimbangan tertentu . industry yang semakin berkembang sehingga menimbulkan kerawanan dan apabila terjadi kebakaran membutuhkan penanganan secara khusus.Penduduk semakin padat.

B. dan cair .dapat menimbulkan api. Mekanis yaitu panas yang ditimbulkan akibat gesekan/benturan benda seperti : gerinda. Listrik Dinamis yaitu panas yang berlebihan dari sistem peralatan/rangkaian listrik seperti : setrika. Ditinjau dari jenis api. yang tidak dikehendaki oleh manusia dan bisa mengakibatkan kerugian nyawa dan harta. 5. dapat dikategorikan menjadi jenis api jinak dan liar. Oksigen sendiri harus membutuhkan diatas 10% kandungan oksigen di udara yang diperlukan untuk memungkinkan terjadinya proses pembakaran. Definisi umumnya kebakaran adalah suatu peristiwa terjadinya nyala api yang tidak dikehendaki. dll. sedang jenis api liar tidak dapat dikuasai. panas dan oksigen. api tidak akan muncul. Sedang mengenai sumber panas bisa bisa muncul dari beberapa sebab antara lain : 1. Jenis bahan bakar Bahan bakar umumnya dubagi atas 3 jenis antara lain jenis bahan bakar padat. 2. Listrik Statis yaitu panas yang ditimbulkan akibat loncatan ion negatif dengan ion positif seperti : peti. dll. Tanpa salah satu dari ketiga unsur tersebut. memaku. Kimia yaitu panas yang timbul akibat reaksi kimia seperti : karbit dengan air. 4. las. Pengetahuan Dasar Api Seperti telah dikemukakan diatas reaksi terjadinya api dari tiga jenis unsur yaitu : Fuel ( Bahan Bakar ) Pengertian bahan bakar Yang dimaksud bahan bakar ialah semua jenis benda yang dapat terbakar b. 3. atau karena adanya korsleting. Jenis api jinak artinya api yang masih dapat dikuasai oleh manusia.bahan bakar gas . Inilah yang dinamakan kebakaran. Sedangkan kebakaran yaitu peristiwa bencana yang ditimbulkan oleh api. sedangkan defenisi khususnya adalah suatu peristiwa oksidasi antara tiga unsur penyebab kebakaran. Proses kebakaran atau terjadinya api sebenarnya bisa kita baca dari teori segitiga api yang meliputi elemen bahan. 1. Sumber api terbuka yaitu penggunaan api yang langsung dalam beraktifitas seperti : masak. a.

lacquer. 3. butan. Benda Cair Bahan bakar cair contohnya: bensin. pernis. Pengertian Sumber Nyala dan Sumber Panas Sumber panas ialah semua benda atau kejadian yang menimbulkan panas . 2.Gas Nitrogen / N2 : kurang lebih 78 % . kulit dan lain-lainnya.sehngga tanpa oksigen api tidak dapat terjadi pada keadaan normal . 2. Benda Gas Bahan bakar gas contohnya: gas alam.Gas Karbondioksida: kurang lebih 1% Jumlah gas oksigen yang prosentasinya 21% inilah yang selalu dibutuhkan untuk prroses kehidupan. c. karbon monoksida.macam gas dengan komposisi sebagai berikut : .1. Contohnya: kayu. olive oil. Fungsi Oksigen yang terjadinya Api ( Pembakaran ) Gas oksigen merupakan salah satu unsur yang harus ada . gula. a.Gas Oksigen / O2 : kurang lebih 21% . Source Of Igition ( sumber nyala ) a. cat. turpentine. batu bara. Benda Padat Bahan bakar padat yang terbakar akan meninggalkan sisa berupa abu atau arang setelah selesai terbakar. dan lainlainnya c. Prosentase Oksigen diudara Udara terdiri dari atas bermacacm . Dan jumlah minimal prosentase oksigen di udara yang masih dapat mbantu dalam proses terjadinya api adalah 15%.tetapi pada prinsipnya semua jenis bahan bakar mempunyai sifat-sifat umum antara lain mudah terbakar dan dapat terbakar. alkohol.dimana jumlah prosentase oksigen diudara adalah 21% merupakan jumlah yang memadai untuk proses terjadinya api . kertas. dan lainnya. 3. minyak tanah. plastik.sifat khusus. asetilen. Sifat Umum bahan bakar Setiap jenis bahan bakar mempunyai sifat . propan. Oksigen / O2 ( Zat Asam) Pengertian Oksigen Suatu jenis gas yang sangat diperlukan dalam proses kehidupan bagi semua mahluk' b. lemak.

/ / / antaa peristiwa peristiwa peristiwa peristiwa lain : Alam Kimia Listrik Mekanik . premium (bensin). kertas.Sumber nyala terjadi karena proses / peristiwa Nuklir C. Alat/media pemadam yang tepat untuk memadamkan kebakaran klas ini adalah dengan : pasir. Contoh : Kerosine. solar. ayat 1 adalah sebagai berikut : 1. Terjadinya sumber nyala Ada beberapa Sumber Sumber Sumber Sumber faktor nyala nyala nyala nyala penyebab terjadi terjadi terjadi terjadi terjadinya karena karena karena karena sumber proses proses proses proses / nyala. tepung pemadam. 3. minyak goreng. Dalam pemadaman ini dilarang menggunakan media air. . dsb. Contoh : Kebakaran kayu. Kebakaran Klas B Kebakaran bahan bakar cair atau gas yang mudah terbakar. plastik. LPG/LNG. kain. tanah/lumpur. 2. Kebakaran Klas A Adalah kebakaran yang menyangkut benda-benda padat kecuali logam. foam (busa) dan air . air dalam bentuk spray/kabut yang halus. busa (foam). Sumber Nyala ialah semua benda atau kejadian yang menimbulkan Panas pada suatu tingkat temperatur tertentu dan telah dianggap berbahaya bagi timbulnya api / kebakaran. tepung kering (dry chemical).b. Seperti : Breaker listrik dan alat rumah tangga lainnya yang menggunakan listrik . Alat pemadam yang dapat dipergunakan pada kebakaran tersebut adalah Tepung pemadam (dry powder). Klasifikasi Kebakaran/Pengelompokkan Kebakaran Klasifikasi/pengelompokkan kebakaran menurut peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 04/MEN/1980 Bab I Pasal 2.Alat Pemadam yang dipergunakan adalah : Carbondioxyda (CO2). Kebakaran Klas C Kebakaran instalasi listrik bertegangan.

propane dan gas alam Class D Uranium. Menggunakan instalasi listrik yang berbahaya. BCF (Bromoclorodiflour Methane). dsb. dry sand dan bubuk pryme Dari keempat jenis kebakaran tersebut yang jarang ditemui adalah kelas D. Pekerjaan yang mengandung sumber gas dan api tanpa tanpa mengikuti persyaratan keselamatan. Tabel Klasifikasi Kebakaran RESIKO Class A MATERIAL Kayu. 2. biasanya untuk kelas A. varnish Bahan – bahan seperti Class C asetelin. alumunium. CO2. kebakaran disebabkan oleh dua faktor utama. metal guard. Kebakaran Klas D Kebakaran pada benda-benda logam padat seperti : magnesum. Sebagai contoh: 1. Minyak tanah. Alat pemadam yang dipergunakan adalah : pasir halus dan kering. kalium. kertas. dry powder khusus. Factor penyebab terjadinya kebakaran Secara umum. mengganti sekering dengan kawat. seperti ditempat yang sudah ada tanda “Dilarang Merokok”. misalnya memasak menggunakan tabung gas LPG yang bocor dan lain-lain. . D. kain ALAT PEMADAM Dry Chemichal Multiporse dan ABC soda acid Dry Chemichal foam ( serbuk bubuk ). misalnya mengelas bejana bekas berisi minyak atau bahan yang mudah terbakar 4. dan gas Hallon Dry Chemichal. magnesium dan titanium digunakan dalam satu tabunng / alat. CO2. kecuali bila diperlukan jenis khusus. 3. methane.4. Melakukan pekerjaan yang berisiko menimbulkan kebakaran tanpa menggunakan pengamanan yang memadai. Merokok di sembarang tempat. yaitu faktor manusia dan faktor teknis. misal sambungan tidak benar.  Faktor Manusia Sebagian besar kebakaran yang disebabkan oleh faktor manusia timbul karena kurang pedulinya manusia tersebut terhadap bahaya kebakaran dan juga kelalaian. natrium. B dan C alat pemadamnya dapat Class B Bensin. gas Hallon dan BCF Metal x.

sabotase dan untuk mendapatkan asuransi ganti rugi. Alat. misalnya: 1. sebagai contoh adalah panasnya matahari yang amat kuat dan terus menerus memancarkan panasnya sehingga dapat menimbulkan kebakaran. Tidak pernah mengecek kondisi instalasi listrik. sehingga banyak kabel yang terkelupas yang berpotensi terjadi korsleting yang bisa memicu terjadinya kebakaran 2. Kondisi masyarakat yang kurang mematuhi peraturan perundang – undangan yang berlaku sebagai usaha pencegahan terhadap bahaya kebakaran. Menumpuk kain-kain bekas yang mengandung minyak tanpa adanya sirkulasi udara. misalnya meletakkan minyak tanah atau gas elpiji didekat kompor 4. Faktor Non Fisik Lemahnya peraturan perundang – undangan yang ada.   Adanya kepentingan yang berbeda antar berbagai instansi yang berkaitan dengan usaha – usaha pencegahan dan penanggulangan terhadap bahaya kebakaran. pemasangan regulator yang tidak benar. Faktor Teknis Faktor Teknis lebih disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai hal-hal yang memicu terjadinya kebakaran. Menempatkan bahan yang mudah terbakar didekat api. cara penggunaan yang salah. Berikut penggolongan penyebab kebakaran beserta simbolnya dapat dilihat dalam tabel berikut : 1. 3. Alam. Bila kondisi panas. Kebakaran disengaja. . sebagai contoh adalah kebakaran gudang kimia akibat reaksi kimia yang disebabkan oleh kebocoran atau hubungan pendek listrik. Sebagai contoh : pemakaian daya listrik yang berlebihan atau kebocoran. serta kurangnya pengawasan terhadap pelaksanaannya ( Perda No. 4. 2. dan lain-lain 3. Menggunakan peralatan masak yang tidak aman. seperti huru – hara. Penyalaan sendiri. misalnya menggunakan tabung yang bocor. 3 Tahun 1992 ). Penyebab kebakaran dapat dilihat secara mendalam dari beberapa faktor berikut di bawah ini : a. kondisi seperti ini bisa memicu timbulnya api. disebabkan karena kualitas alat yang rendah. pemasangan instalasi yang kurang memenuhi syarat.

Proses Terjadinya Kebakaran Terjadinya kebakaran adalah merupakan suatu proses yang berkelanjutan . Proses kebakaran berlangsung melalui beberapa tahapan. sehingga terjadi kebakaran yang berkelanjutan.dimana proses tersebut juga merupakan peristiwa reaksi kimia . dilanjutkan dengan terjadinya penyalaan dan terus dipertahankan sebagai suatu reaksi kimia berantai. CH4 + O2 + (x)panas ----> H2O + CO2 + (Y)panas Dalam proses kebakaran terjadi rantai reaksi kimia. b. yaitu perkembangan dari suatu rendah kemudian meningkat hingga mencapai puncaknya dan pada akhirnya berangsur – angsur menurun sampai saat bahan yang . 2. terutama gedung tinggi yang tidak teratur. Adanya bahan bakar atau benda . Kondisi gedung. Lemahnya usaha pencegahan terhadap bahaya kebakaran pada bangunan yang dikaitkan dengan faktor ekonomi.  Dana yang cukup besar untuk menanggulangi bahaya kebakaran pada bangunan terutama bangunan tinggi.unsur yang terlibat didalamnya antara lain .    E. dengan unsur . 3. dimana pemilik bangunan terlalu mengejar keuntungan dengan cara melanggar peraturan yang berlaku. Faktor Fisik Keterbatasan jumlah personil dan unit pemadam kebakaran serta peralatan. yang masing – masing tahapan terjadi peningkatan suhu. dimana setelah terjadi proses difusi antara oksigen dan uap bahan bakar.benda yg dapat terbakar Adanya gas oksigen /O2 yang jumlah prosentasinya cukup memadai untuk proses pembakaran Adanya sumber nyala yang dapat menimbulkan kebakaran Rantai Reaksi Kimia Rantai reaksi kimia adalah peristiwa dimana ketiga elemen yang ada saling bereaksi secara kimiawi. Kondisi lalu lintas yang tidak menunjang pelayanan penanggulangan bahaya kebakaran. 1. sehingga yang dihasilkan bukan hanya pijar tetapi berupa nyala api atau peristiwa pembakaran.

Pada umumnya kebakaran melalui dua tahapan. terjadi perjalanan yang arahnya dipengaruhi oleh lidah api dan materi yang menjalarkan panas. Bedanya antara kebakaran besar dan kebakaran kecil sebetulnya hanya terletak pada cara meluasnya api tersebut. Pada suatu peristiwa kebakaran. Bila sudah mencapai tahap pembakaran. b. Perhitungan secara kuantitatif tentang cara meluasnya kebakaran sukar untuk ditentukan. Karena sifat itu. . api menjalar ketingkat yang lebih tinggi dari asal api tersebut. yaitu : a. Konveksi ( Convection ) atau perpindahan panas karena pengaruh aliran.terbakar tersebut habis dan api menjadi mati atau padam. bel Ta Laju Pertumbuhan Kebakaran Pola Meluasnya Kebakaran Dari segi cara api meluas dan menyala. api akan sulit dipadamkan atau dikendalikan. Tahap Pertumbuhan ( Growth Period ) Tahap Pembakaran ( Steady Combustion ) Tahap tersebut dapat dilihat pada kurva suhu api di bawah ini. disebabkan karena molekul tinggi mengalir ke tempat yang bertemperatur lebih rendah dan menyerahkan panasnya pada molekul yang bertemperatur lebih rendah. maka akan menjalar kearah horizontal. Tetapi berdasarkan penyelidikan – penyelidikan. » Panas dan gas akan bergerak dengan cepat ke atas ( langit – langit atau bagian dinding sebelah atas yang menambah terjadinya sumber nyala yang baru ). maka kebakaran pada gedung – gedung bertingkat tinggi. kiranya dapat diperkirakan pola cara meluasnya kebakaran itu sebagai berikut : a. Waktu Pertumbuhan / Klasifikasi Pertumbuhan Growth Time ( detik ) Tumbuh Lambat ( Slow Growth ) Tumbuh Sedang ( Moderete Growth ) Tumbuh Cepat ( Fast Growth ) Tumbuh Sangat Cepat (Very Fast Growth ) > 300 150 – 300 80 – 150 < 80 F. yang menentukan ialah meluasnya kebakaran. Sifat penjalarannya biasanya kearah vertikal sampai batas tertentu yang tidak memungkinkan lagi penjalarannya. Saat yang paling mudah dalam memadamkan api adalah pada tahap pertumbuhan.

maka perluasan tersebut dapat mengakibatkan keretakan di dalam kontruksi yang akan memberikan peluang baru untuk penjalaran kebakaran. » Karena sifatnya meluas. dan dapat memperbesar nyala api. Kalau suhu meningkat sampai ± 4250 C atau gas – gas yang sudah kehausan zat asam tiba – tiba dapat tambahan zat asam. » Bila jalan arah vertikal terkekang. dapat mengakibatkan tekanan kepada pintu. » Panas akan disalurkan melalui pipa – pipa besi. jendela atau bahan – bahan yang kurang kuat dan mencari lubang lainnya untuk ditembus. terutama kalau ada kesempatan zat asam membantu pula perluasan api tersebu G. » Karena udara itu mengembang ke atas. oleh karena itu dipikirkan tindakan dalam penanggulanganya . Pada umumnya penanggulangan bahaya kebakaran dapat dibagi menjadi 3 (tiga) tingkatan meliputi : 1. Penanggulangan Kebakaran Telah diketahui bahwa dari suatu kejadian kebakaran dapat menimbulkan bermacam macam akibat . dan membesarnya bukan saja secara setempat tetapi meliputi beberapa tempat.tindakan tindakan . » Udara panas yang mengembang.tindakan dilakukan guna mencegah terjadinya kebakaran . semua bagian – bagian yang sempit atau lorong – lorong vertikal di dalam bangunan bersifat sebagai cerobong. Mencegah Terjadinya Kebakaran Ialah merupakan tindakan . C . Bahan bangunan yang digunakan untuk itu sebaiknya ialah yang angka penigkatan perluasan apinya ( fleme-spread ratings ) rendah. ruang langit – langit. Radiasi ( Radiation ) atau perpindahan panas yang bertemperatur tinggi kebenda yang bertemperatur rendah bila benda dipisahkan dalam ruang karena pancaran sinar dan gelombang elektromagnetik.tindakan tersebut harus dilakukan oleh setiap orang untuk itu diharapkan pengertian . b. maka akan menjadi nyala api yang mendadak. dsb. Konduksi ( Conduction ) atau perpindahan panas karena pengaruh sentuhan langsung dari bagian temperatur tinggi ke temperatur rendah di dalam suatu medium. Permukaan suatu bangunan tidak mustahil terbuat dari bahan – bahan bangunan yang bila terkena panas akan menimbulkan api. api akan menjalar kearah horizontal melalui ruang bebas. » Nyala mendadak ( flash-over ) yang disebabkan oleh permukaan dan sifat bahan bangunan yang sangat mudah termakan api. saluran pipa atau lubang – lubang lain di dinding. » Sama halnya dengan cerobong sebagai penyalur ke luar dari gas – gas panas yang mengakibatkan adanya bagian kosong udara di dalam ruangan ( yang berarti pula menarik zat asam ). saluran atau melalui unsur kontruksi lainnya diseluruh bangunan.Tentunya kejadian tersebut tidak kita inginkan. maka langit – langit dan dinding bagian atas akan terkena panas terlebih dahulu dan paling kritis. ruang tangga lubang lift. antara lain korban jiwa dan harta benda . adalah gejala yang umum di dalam suatu kebakaran. pipa – pipa.» Panas dan gas akan bergerak dengan cepat melalui dan mencari lubang – lubang vertikal seperti cerobong.

perlu difahami segitiga api seperti yang telah diuraikan diatas yaitu menghilangkan salah satu unsur dari segitiga api. sprinkler. termasuk keperluan komunikasi kentongan dll. Halon 1102 Beberapa jenis media pemadam tersebut diterangkan sebagai berikut : Metode Pemadaman Api . Alat yang sifatnya tradisional masih bisa dipakai seperti karung goni. H.khususnya yang berada dilingkungan kerja .tanah. Inilah contoh gambar Alat Pemadam Api Ringan (APAR) I. Perlindungan Bahaya Kebakaran Ialah merupakan tindakan yang dilakukan guna melindungi dari bahaya kebakaran sehingga tidak turut terbakar dalam batas waktu tertentu atau mencegah meluasnaya kebakaran ketempat lain sebelum pnanggulangan lebih lanjut 3. Bahan Kimia kering multi guna dan bubuk kering. Mobil pemadam kebakaran.selimut api. 2. Cara Untuk Memadamkan Kebakaran Agar bisa memadamkan secara cepat.    Media Pemadaman Api Media pemadam api menurut fasanya dibagi menjadi 3 bagian yaitu : Jenis padat : misalnya pasir. antara lain karbon dioksida. dll. tepung kimia (dry chemical) Jenis cair : misalnya air.dan kesadaran agar dapat melaksanakan apa yang menjadi tujuan. Alat pemadam api ringan (APAR). Sedang untuk alat pemadam kebakaran yang sifatnya umum antara antara lain Hidrant. busa Jenis gas : misalnya gas asam arang (CO2). Disamping itu alat pemadam api lain yang mempunyai sifat sebagai racun api. pasir. Selain itu harus ada sarana dan prasarana alat pemadam kebakaran. maka perlu adanya pengarahan dan bimbingan mengenai pencegahan bahaya kebakaran kepada semua orang . Dari beberapa macam alat pemadam api tersebut masing‐masing mempunyai kegunaan dan aturan tersendiri. Pemadam Kebakaran Ialah merupakan salah satu tindakan dalam penanggulangan kebakaran bersifat represif.

sehingga nyala padam.  Ciri-ciri tepung kimia (dry powder) adalah :  Butiran relatif seragam dengan diameter 15-60 mikron. Monnex. Murah Mudah disimpan. namun untuk kebakaran kecil dapat digunakan untuk menutupi permukaan bahan yang terbakar sehingga memisahkan udara dari proses nyala yang terjadi. Dalam pemadaman kebakaran air yang paling banyak dipergunakan. misalnya : Met-L-X.  Bagi manusia. c. diangkut dan dialirkan .  Walaupun cocok untuk kebakaran kelas C (listrik). dimana partikel-pertikel tepung kimia tersebut akan mengikat radikal hidroksil dari api.  Tepung khusus untuk kebakaran logam (kelas D). tetapi dapat merusak instalasi atau peralatan elektronik karena meninggalkan kotoran/kerak. Pasir Pasir efektif digunakan untuk memadamkan kebakaran kelas B yaitu tumpahan minyak atau ceceran minyak. yaitu pemisahan atau penyelimutan bahan bakar dengan udara. Air Air cocok untuk memadamkan kebakaran kelas A dan B. Misalnya :Monoamonium Phosphate (MAP). yaitu memutus rantai reaksi pembakaran. maka ditambah “logam stearate” serta bahan-bahan tambahan (additives tambahan).  Cara kerja tepung kimia dalam memadamkan api :  Secara fisis. Hal tersebut karena air mempunyai keuntungan sebagai berikut :    Mudah didapat dalam jumlah yang banyak. Tujuan utama dari penggunaan psir ini berfungsi untuk membatasi menjalarnya kebakaran.  Tepung kimia serbaguna (multipurpose). Misalnya : Purple K. Tepung Kimia Menurut kelas kebakaran yang dipadamkan tepung kimia dibagi menjadi sebagai berikut :  Tepung kimia reguler (untuk kebakaran kelas B dan C).  Secara kimia. Plus 50 C. untuk kebakaran kelas ABC. b. TEC.  Tidak beracun  Untuk mencegah sifat higrokopis (mengisap air) dan penggumpalan. Super K. Lith X Powder dll. segi bahayanya adalah dapat merusak pandangan dan mengganggu pernafasan.a. serta untuk memberikan daya pengaliran yang lebih baik.

Ditujukan terutama untuk memadamkan kebakaran kelas B. 1.  Penyelimutan. Mempunyai daya mengembang uap yang tinggi. Busa Kimia Busa ini terbentuk karena adanya proses (reaksi) kimia antara larutan Aluminium Sulfat dengan larutan natrium bikarbonat. karena air yang terkena panas akan berubah menjadi uap (steam). Reaksinya adalah : A12(SO4)3 + 6NaHCO3→ 2A1(OH)3+3Na2SO4 + 6CO2 . terutama pada permukaan yang terbakar sangat luas. d. sehingga sulit bagi media pemadam lain untuk menjangkau tipe kebakaran tersebut. antara lain : Menghantar listrik sehingga tidak cocok untuk kelas C. dan uap air tersebut kemudian mengurangi kadar oksigen dalam air (dillution). yang menjadi ciri utama dari media pemadam air. dan secara terbatas juga untuk kebakaran kelas A. Berbahaya bagi bahan-bahan kimia yang larut dalam air atau yang eksotherm (menghasilkan panas). Busa (Foam) Busa adalah kumpulan dari gelembung-gelembung cairan (bubbles) yang mengapung diatas permukaan zat cair dan mengalir pada permukaan bahan padat. Dapat terjadi 'slop over' bila digunakan untuk memadamkan minyak secara langsung Cara kerja air dalam pemadaman api adalah secara fisis :  Pendinginan.4 kcl/kg (152 BTU/1bbs).      Dapat dipancarkan dalam berbagai bentuk Mempunyai daya 'menyerap panas' yang besar. air mempunyai daya serap yang besar. Media pemadam ini terdiri atas 2 jenis yaitu busa kimia maupun busa mekanik. Panas yang diserap dari 15 °C sampai 100 °C adalah 84. Kelemahan air sebagai media pemadam. Dari bentuk fisik busa tersebut maka sangat efektif untuk memadamkan kebakaran kelas A dan B.

Hydrocarbon surfactant (Louryl alcohol). Bahan baku busa mekanis antara lain : Fluoro protein (FP70). Oleh karenanya tindakan mitigasi perlu dilakukan untuk mengurangi dampak kebakaran terhadap kesehatan dan sektor transportasi.2. Oleh karenanya tindakan pencegahan atas kebakaran lahan gambut harus lebih diperioritaskan agar keberadaan lahan gambut di Kalimantan Selatan tetap terjaga. dan udara. yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan tiga propinsi lainnya di Kalimantan. Proses pembentukan busa adalah sebagai berikut : Air dicampurkan degan cairan busa sehingga membentuk larutan busa (foam solution). Oleh karenanya diperlukan pemberdayaan penatagunaan lahan dan kepemilikan lahan agar keberadaan dan fungsi hidrologis lahan gambut di Kalimantan Selatan tetap terjaga. Kemudian udara dicampurkan pada larutan busa dengan proses mekanis yaitu adanya pengadukan atau peniupan udara maka terbentuklah busa mekanis. BAB III PENUTUP Berdasarkan perspektif Kalimantan Selatan.000 ha. Busa Mekanik Busa ini terbentuk karena adanya proses mekanis yaitu berupa adukan dari bahan-bahan pembentuk busa yang terdiri dari cairan busa. atas persoalan kebakaran hutan dan lahan gambut meliputi tiga hal pokok sebagai berikut: 1. kabut asap yang melintasi batas propinsi sering menyelimuti udara Kalimantan Selatan. bahaya banjir pada musim hujan bukan tidak mungkin akan terjadi. . Untuk melaksanakan proses pembentukan busa ini dipergunakan alat-alat pembentuk busa. Fluorocarbon surfactant (AFFF). Berdasarkan hasil sigi Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat yang dipublikasikan pada tahun 2002 luas lahan gambut di Kalimantan Selatan tersisa sekitar 139. Jika tidak dilakukan. 2. 3. air bertekanan. Ironisnya keberadaan lahan gambut di Kalimantan Selatan cenderung terganggu oleh adanya kegiatan lainnya seperti pembangunan infrastruktur jalan dan bangunan lainnya yang marak terjadi akhir-akhir ini. Meskipun intensitas dan kapasitas kebakaran hutan dan lahan gambut di Kalimantan Selatan tidak sebanyak yang terjadi di tiga propinsi lainnya di Kalimantan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful