LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

“Menentukan Titik Berat Benda”
Disusun Untuk Melengkapi Nilai Tugas Praktikum Fisika
Pengampu : Drs. Maryudiono










Kelompok 10
Nama Anggota : 1) Dian Ayu Setianingrum (10)
2) Eka Lestianingsih (11)
3) Nur Uswatun Chasanah (30)
4) Nurul Hidayah (31)
Kelas : XI IPA 2



KEMENTRIAN AGAMA
MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 KUDUS
Prambatan Kidul, Kaliwungu, Kudus, Telp.(0291) 431184
I. TUJUAN :
Menentukan titik berat benda pada benda bidang homogen.
II. LANDASAN TEORI
Titik berat merupakan titik tangkap resultan gaya berat dari bagian-bagian
benda. Untuk benda berupa bidang tipis, titik berat merupakan titik potong garis
berat. Gaya berat adalah garis yang memotong benda menjadi dua bagian yang sama
berat.
Suatu benda tegar terdiri dari bagian-bagian partikel dengan titik tangkap (X
1
,
Y
2
), (X
1
, Y
2
), dst. Berat tiap partikel tegak lurus ke bawah, yaitu W
1
, W
2
, dst.
Resultan gaya berat W yang bekerja pada suatu titik tangkap disebut titik berat.
Titik berat benda Z (X, Y), absis dan ordinat :

2 1
2 2 1 1
W W
.W X .W X
W
+
+
= dan
2 1
2 2 1 1
W W
.W Y .W Y
Y
+
+
=
Titik berat benda homogen berdimensi tiga (m) dapat ditentukan dari perkalian
masa jenis (p) dengan volume (v).
2 1
2 2 1 1
0
V V
.V X .V X
X
+
+
=
2 1
2 2 1 1
0
V V
.V Y .V Y
Y
+
+
=
Titik berat benda homogen berbentuk luasan (dua dimensi). Jika tebal benda
dapat diabaikan, maka benda dapat dianggap berbentuk luasan (dua dimensi), dan
titik berat gabungan beberapa benda homogen berbentuk luasan dapat ditentukan
dengan persamaan :


2 1
2 2 1 1
0
A A
.A X .A X
X
+
+
=
2 1
2 2 1 1
0
A A
.A Y .A Y
Y
+
+
=
Titik berat benda homogen berbentuk garis (dimensi satu). Untuk benda-
benda berbentuk memanjang seperti kawat, massa benda dapat dianggap diwakili
oleh panjangnya (satu dimensi), dan titik beratnya dapat ditentukan dengan
persamaan berikut :
2 1
2 2 1 1
0
I I
.I X .I X
X
+
+
=
2 1
2 2 1 1
0
I I
.I Y .I Y
Y
+
+
=










III. ALAT DAN BAHAN
1. Kertas karton
2. Jarum besar
3. Penjepit dan statif
4. Benang
5. Batu kecil (beban)
6. Pelubang Kertas
7. Gunting
8. Nerasa Ohauss
9. Kertas grafik
10. Mistar



Penjepit dan Statif Pelubang Kertas




Gunting Penggaris

Neraca ohauss Benang




Kerikil Kertas Grafik



Jarum kasur kertas karton


IV. LANGKAH KERJA
A. 1. Potong karton dengan bentuk sembarang
2. Buatlah 3 lubang A, B, dan C pada karton
3. Jepitkan jarum besar pada statif
4. Gantungkan beban dengan benang pada jarumnya
5. Gantungkan karton pada lubangnya, mulailah dari lubang A kemudian tandai
pada garis tegak yang dihasilkan beban dengan titik A’ , kemudian
hubungkan dengan garis antara titik A dan A’.
6. Ulangi percobaan no.5 pada lubang B dan C hingga menghasilkan titik B’
dan B’.
7. Berilah tanda Z pada perpotongan garis AA’ , BB’ dan CC’.
B. 1. Potonglah karton bentuk sembarang menjadi 2 bagian pada salah satu garis.
2. Timbangilah masing-masing potongan tersebut.
3. Tentukan lagi titik berat pada masing-masing potongan dengan cara seperti
pada langkah diatur dengan Z
1
dan Z
2
.
4. Sambungkan kembali kedua potongan karton tadi seperti semula, lalu
hubungkan Z
1
dengan Z
2
.
5. Mengukur Z
1
Z dan Z
2
Z setelah ditempel pada kertas grafik.
V. TABEL PENGAMATAN
W
tot
W
1
= m
1
.g W
2
= m
2
.g X X
1
X
2
Y Y
1
Y
2
0,1705
N
0,0872 N 0,0833 N
11.10
-2
m
11.10
-2
m
11.10
-2
m
15.10
-2
m
8,4.10
-2
m
21,8.10
-2
m







VI. PEMBAHASAN
Mencari X
0

2 1
2 2 1 1
0
W W
.X W .X W
X
+
+
=
0,1705
10 11 083 , 0 10 11 0872 , 0
X
2 2
0
÷ ÷
· · + · ·
=
0,1705
10 9163 , 0 10 9592 , 0
X
2 2
0
÷ ÷
· + ·
=
0,1705
10 8755 , 1
X
2
0
÷
·
=
2
0
10 11 X
÷
· = m
Mencari Y
0

2 1
2 2 1 1
0
W W
. W . W
+
Y + Y
= Y
0,1705
10 8 , 21 083 , 0 10 4 , 8 0872 , 0
2 2
0
÷ ÷
· · + · ·
= Y
0,1705
10 81594 , 1 10 73248 , 0
2 2
0
÷ ÷
· + ·
= Y
0,1705
10 548 , 2
2
0
÷
·
= Y
2
0
10 94 , 14
÷
· = Y
2
0
10 15
÷
· = Y m
Sehingga, titik beratnya adalah ( )
2 2
0
10 15 , 10 11
÷ ÷
· · = Z m




VII. KESIMPULAN
Kita dapat menentukan titik berat dengan cara melubangi benda homogen
(karton) dan menggantungnya disertai beban dari garis tegak lurus yang dihasilkan. Dan
titik berat benda dihasilkan dari perpotongan garis tegak lurus.

II.I. W2. Gaya berat adalah garis yang memotong benda menjadi dua bagian yang sama berat. Titik berat benda Z (X. Y2). TUJUAN : Menentukan titik berat benda pada benda bidang homogen. maka benda dapat dianggap berbentuk luasan (dua dimensi). Y). Resultan gaya berat W yang bekerja pada suatu titik tangkap disebut titik berat. Berat tiap partikel tegak lurus ke bawah. dst.V2 V1  V2 Y1 . LANDASAN TEORI Titik berat merupakan titik tangkap resultan gaya berat dari bagian-bagian benda. Y2). (X1. Untuk benda berupa bidang tipis. titik berat merupakan titik potong garis berat.V1  Y2 . yaitu W1. absis dan ordinat : W X 1 .W2 W1  W2 dan Y Y1 . Jika tebal benda dapat diabaikan. dst.W1  X 2 .W2 W1  W2 Titik berat benda homogen berdimensi tiga (m) dapat ditentukan dari perkalian masa jenis (p) dengan volume (v). Suatu benda tegar terdiri dari bagian-bagian partikel dengan titik tangkap (X1. X0  X 1 .V1  X 2 . dan titik berat gabungan beberapa benda homogen berbentuk luasan dapat ditentukan dengan persamaan : .W1  Y2 .V2 V1  V2 Y0  Titik berat benda homogen berbentuk luasan (dua dimensi).

I 2 I1  I 2 Y0  Y1 . dan titik beratnya dapat ditentukan dengan persamaan berikut : X0  X1.A 1  X 2 .I 1  Y2 .A 2 A1  A 2 Y0  Y1 .A 1  Y2 .X0  X 1 .I 2 I1  I 2 .A 2 A1  A 2 Titik berat benda homogen berbentuk garis (dimensi satu). massa benda dapat dianggap diwakili oleh panjangnya (satu dimensi). Untuk bendabenda berbentuk memanjang seperti kawat.I1  X 2 .

Gunting 8. Mistar Penjepit dan Statif Pelubang Kertas Gunting Penggaris . Kertas karton 2. ALAT DAN BAHAN 1. Batu kecil (beban) 6. Jarum besar 3. Nerasa Ohauss 9. Benang 5.III. Pelubang Kertas 7. Penjepit dan statif 4. Kertas grafik 10.

Neraca ohauss Benang Kerikil Kertas Grafik Jarum kasur kertas karton .

Berilah tanda Z pada perpotongan garis AA’ .1705 N W1 = m1.10-2 m .10-2 m Y2 21. dan C pada karton 3. LANGKAH KERJA A.10-2 m X1 11. kemudian hubungkan dengan garis antara titik A dan A’.10-2 m Y1 8. Gantungkan karton pada lubangnya. Potong karton dengan bentuk sembarang 2. mulailah dari lubang A kemudian tandai pada garis tegak yang dihasilkan beban dengan titik A’ . 5.8. TABEL PENGAMATAN Wtot 0.10-2 m X2 11. 2. Buatlah 3 lubang A. Jepitkan jarum besar pada statif 4.IV. 6. Gantungkan beban dengan benang pada jarumnya 5.0833 N X 11.4.0872 N W2 = m2.10-2 m Y 15. 3. lalu hubungkan Z1 dengan Z2. 1. Mengukur Z1Z dan Z2Z setelah ditempel pada kertas grafik.5 pada lubang B dan C hingga menghasilkan titik B’ dan B’.g 0. Sambungkan kembali kedua potongan karton tadi seperti semula. Potonglah karton bentuk sembarang menjadi 2 bagian pada salah satu garis. B. Timbangilah masing-masing potongan tersebut. 1. B. 4. Ulangi percobaan no.g 0. 7. BB’ dan CC’. V. Tentukan lagi titik berat pada masing-masing potongan dengan cara seperti pada langkah diatur dengan Z1 dan Z2.

9163  10 2 X0  0.1705 0  0  0.8755  10 2 0.1705 X 0  11  10 2 m Mencari Y0 0  W1 .4  10 2  0.VI.1705 X0  0. titik beratnya adalah   0  11  10 2 .548  10 2 0. PEMBAHASAN Mencari X0 X0  W1 .15  10 2  m .1705 2.73248  10 2  1.1  W2 .2 W1  W2 0.X 1  W2 .1705 X0  1.9592  10 2  0.0872  8.083  21.8  10 2 0.0872  11  10 2  0.083  11  10 2 0.X 2 W1  W2 0.81594  10 2 0.1705 0  0  14 .94  10 2 0  15  10 2 m Sehingga.

Dan titik berat benda dihasilkan dari perpotongan garis tegak lurus. KESIMPULAN Kita dapat menentukan titik berat dengan cara melubangi benda homogen (karton) dan menggantungnya disertai beban dari garis tegak lurus yang dihasilkan.VII. .