BAB I PENGERTIAN A.

Peradilan dan Pengadilan Istilah Peradilan dan Pengadilan adalah memiliki makna dan pengertian yang berbeda, perbedaannya adalah : 1. Peradilan dalam istilah inggris disebut judiciary dan rechspraak dalam bahasa Belanda yang meksudnya adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan tugas Negara dalam menegakkan hukum dan keadilan. 2. Pengadilan dalam istilah Inggris disebut court dan rechtbank dalam bahasa Belanda yang dimaksud adalah badan yang melakukan peradilan berupa memeriksa, mengadili, dan memutus perkara. Kata Pengadilan dan Peradilan memiliki kata dasar yang sama yakni “adil” yang memiliki pengertian: a. Proses mengadili. b. Upaya untuk mencari keadilan. c. Penyelesaian sengketa hukum di hadapan badan peradilan. d. Berdasar hukum yang berlaku1.

B. Administrasi Istilah Administrasi berasal dari bahasa Latin yaitu Administrare, yang artinya adalah setiap penyusunan keterangan yang dilakukan secara tertulis dan sistematis dengan maksud mendapatkan sesuatu ikhtisar keterangan itu dalam keseluruhan dan dalam hubungannya satu dengan yang lain. Namun tidak Gie dalam Ali Mufiz (2004:1.4) menyebutkan bahwa Administrasi adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Sehingga dengan demikian Ilmu Administrasi dapat diartikan sebagai suatu ilmu semua himpunan catatan yang lepas dapat dijadikan administrasi. Menurut Liang yang mempelajari proses, kegiatan dan dinamika kerjasama manusia. Mengenai arti dan apakah yang dimaksud dengan administrasi, lebih lanjut Liang Gie dalam Ali Mufiz (2004: 1.5) mengelompokkan menjadi tiga macam kategori definisi administrasi yaitu:

1

http://lawindonesia.wordpress.com/hukum-islam/pengertian-peradilan-dan-pengadilan/

1

Administrasi dalam pengertian tata usaha a.com/2008/05/19/pengenalan-hukum-administrasi-negara/ 2 . Kartasapoetra. menyebutkan bahwa administrasi Negara adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengendalikan usaha-usaha instansi pemerintah agar tujuannya tercapai2. Siagian bahwa administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. dengan tujuan memperoleh pandangan yang menyeluruh serta hubungan timbal balik antara satu fakta dengan fakta lainnya. Wayong. surat menyurat dan mencatat (membukukan) setiap perubahan/kejadian yang terjadi di dalam organisasi itu. Y. Administrasi negara adalah rangkaian semua organ-organ negara terendah dan tinggi yang bertugas menjalankan pemerintahan. mendefinisikan bahwa administrasi adalah suatu alat yang dapat dipakai menjamin kelancaran dan keberesan bagi setiap manusia untuk melakukan perhubungan. bahwa dalam arti sempit administrasi berarti tata usaha yang mencakup setiap pengaturan yang rapi dan sistematis serta penentuan fakta-fakta secara tertulis. G. administrasi adalah suatu pekerjaan yang sifatnya mengatur segala sesuatu pekerjaan yang berhubungan dengan tulis menulis. b.wordpress.1. Menurut Munawardi Reksodiprawiro. 2. 3. Administrasi dalam pengertian pemerintah atau administrasi negara a. b. Harris Muda. Administrasi dalam pengertian proses atau kegiatan Sebagaimana dikemukakan oleh Sondang P. 2 http://raharjo. pelaksanaan dan kepolisian. persetujuan dan perjanjian atau lain sebagainya antara sesama manusia dan/atau badan hukum yang dilakukan secara tertulis. Wijana. c.

yang semuanya bernaung pada Mahkamah Agung. Pengantar Hukum Administrasi Indonesia. Masing-masing lingkungan peradilan memiliki lingkungan wewenang mengadili tertentu yang juga meliputi badan-badan peradilan tingkat pertama dan banding. Hadjono. c. Sebagaimana diatur dalam Pasal 10 ayat (1) lingkungan peradilan itu meliputi : a. ( UU No 2 tahun 1986) b. (Yogyakarta: Gajah Mada University Press) hal. dan memutuskan serta menyelesaikan perkara-perkara perdata Islam tertentu antara orang-orang yang beragama Islam di Indonesia untuk menegakkan hukum dan keadilan. memeriksa. 3 Patimpus M. Peradilan Militer Peradilan militer ini mengadili pelanggaran terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Peradilan Agama Peradilan agama ini bertugas dan berwenang menerima. 299-301 3 .dkk. Peradilan Tata Usaha Negara Kekuasaan kehakiman di lingkungan peradilan tata usaha negara dilakukan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara sebagai pengadilan tingkat pertama dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara sebagai pengadilan tingkat kedua3. dalam UU NO 14 tahun1970 juga datur adanya empat lingkungan peradilan.BAB II BADAN-BADAN PERADILAN Sebagai pelaksanaan Pasal 24 dan pasal 25 UUD 1945. mengadili. d. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer dan Kitab Undang-Undang Hukum Disiplin Tentara. Peradilan Umum Dimana peradilan umum ini memiliki kekuasaan kehakiman yakni pengadilan negeri sebagai pengadilan tingkat pertama dan pengadilan tinggi sebagai pengadilan tingkat kedua atau pengadilan banding.

BAB III PERADILAN ADMINISTRASI NEGARA Di Indonesia Peradilan Adminitrasi Negara di kenal dengan Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN). Peradilan Tata Usaha Negara pada dasarnya menegakkan hukum publik. dengan demikian putusan pengadilan TUN berlaku bagi siapa saja. yaitu: a. Keaktifan hakim dimaksudkan untuk mengimbangi kedudukan para pihak karena tergugat adalah pejabat tata usaha negara sedangkan penggugat adalah orang atau badan hukum perdata. b.5 tahun 1986 tidak hanya melindungi hak individu tetapi juga melindungi hak masyarakat. Asas ini mengandung makna bahwa setiap tindakan penguasa selalu dianggap absah sampai ada pembatalannya. d.100 4 . Sengketa TUN adalah sengketa publik. Asas putusan pengadilan mempunyai kekuatan mengikat “erga omnes”. Oleh karena itu dalam makalah ini kami lebih banyak menggunakan istilah PTUN4. Hukum Administrasi Negara. Asas praduga rechtmatig (vermoeden van rehtmatigheid = presumtio iustae causa yang artinya keabsahan). Hal ini terdapat pada pasal 48 UU No. Dalam hal suatu badan atau pejabat tata usaha negara diberi wewenang oleh atau berdasarkan peraturan perundang-undangan untuk menyelesaikan secara 4 Ali Murtado. Asas keaktifan hakim (dominius litis).Peradilan Tata Usaha Negara melalui UU No. yakni hukum administrasi sebagai mana ditegakkan dalam Undang-undang PTUN pasal 47 bahwa sengketa yang termasuk lingkup kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara adalah sengketa tata usaha negara. Upaya Administratif Tidak setiap keputusan tata usaha negara (KTUN) dapat langsung digugat melalui peradilan tata usaha negara. B. yakni: 1. c. Hakim yang menetapkan beban pembuktian. Terhadap KTUN yang mengenal adanya upaya administratif diisyaratkan untuk menggunakan saluran peradilan tata usaha negara. Asas pembuktian bebas. ( Medan : Wal Ashri Publishing) hal. Karakteristik Peradilan Tata Usaha Ciri khas hukum acara peradilan tata usaha negara terletak pada asas-asas hukum yang melandasinya. A.5 tahun 1986.

dalam arti dianut dan diterapkan oleh setiap negara yang mengedepankan diri sebagai negara hukum. Dalam hal penyelesaiannya dilakukan oleh instansi atasan atau instansi lain. Hadjono. maka prosedur itu disebut “banding administratif “5. Dalam hal penyelesaiannya dilakukan oleh instansi yang sama yaitu badan atau pejabat tata usaha negara yang mengeluarkan KTUN. Lotulung. “banding admistratif ” dan prosedur “keberatan“. Pengauasa melakukan perbuatan yang bersumber pada hubungan hukum perdata serta melanggar ketentuan dalam hukum tersebut. Pengantar Hukum Administrasi Indonesia. maka sengketa tata usaha negara tersebut harus diselesaikan melalui upaya administratif yang tersedia. (Yogyakarta: Gajah Mada University Press) hal. Lebih lanjut. masig-masing negara mewujudkan perlindungan hukum tersebut.dkk. jika seluruh upaya administratif yang bersangkutan telah digunakan. Pengauasa dapat dianggap melakukan perbuatan melanggar hukum karena melanggar hak subjektif orang lain apabila: 1. dan sesekali dikemukakan pula aspek-aspek teoritisnya. 5 Patimpus M. Dalam tulisan ini tidak akan dibicarakan mengenai cara dan mekanisme perlindungan hukum administrasi negara. dan juga sampai seberapa jauh perlindungan hukum itu diberikan. C. yaitu. maka prosedur yang ditempuh itu disebut “keberatan”. memutuskan. Bagi KTUN yang tidak mengenal adanya upaya administratif. 2.adminisitratif sengketa tata usaha negara tertentu. 3. Namun seperti disebutkan paulus E. Dengan demikian kemungkinan ada dua jalur atau dua alur berperkara di muka peradilan tata usaha negara. perlu pula dikemukakan disini bahwa perlindungan yang dimaksudkan dalam tulisan ini lebih ditekankan pada perlindungan hukum terhadap sikap tindak atau perbuatan hukum pemerintah berdasarkan hukum positif di Indonesia. gugatan ditunjukkan kepada PTUN (tingkat pertama) sedangkan upaya KTUN yang mengenal adanya upaya administratif gugatan langsung ditunjukkan kepada pengadilan tinggi tata usaha negara. Ada dua upaya administratif. Perlindungan Hukum Perlindungan hukum bagi rakyat merupakan konsep universal. dan menyelesaikan sengketa tata usaha negara sebagaimana dimaksudkan dalam ayat 1. Pengadilan baru berwenang memeriksa.313-318 5 .

Ketiga. Keenam. yang tidak dimiliki oleh manusia biasa. Hukum Administrasi Negara. Administrasi tanpa birokrasi tidak berarti sama sekali proses pelayanan dan proses kegiatan untuk mencapai tujuan.2. Penguasa melakukan perbuatan yang bersumber pada hukum publik serta melanggar ketentuan kaidah hukum tersebut. konsep negara sebagai lembaga kekuasaan dikaitkan dengan konsep hukum sebagai keputusan kehendak yang diwujudkan oleh kekuasaan menyatakan bahwa tidak ada tanggung gugat negara. Birokrasi diperlukan dalam proses administrasi dalam mencapai tujuan. Keempat. konsep yang mengetengahkan kriteria kepentingan hukum yang dilanggar. yakni apakah suatu hak dilindungi oleh hukum publik ataukah hukum perdata. Kedua. konsep yang membedakan negara sebagai pengauasa dan negara sebagai fiskus. Kelima. Sebagai pengauasa. konsep yang mengetengahkan suatu asumsi dasar bahwa negara dan alatalatnya berkewajiban dalam tndak-tanduknya. Fungsi tidak dapat digugat. Raja Grafindo Persada) hal. D. tetapi pelaksanaannya yang melahirkan kerugiandapat digugat. 279-289 6 . Ketujuh. konsep yang mengetengahkan kriteria sifat hak. Birokrasi tanpa administrasi tidak tentu arah dan tidak terkendali dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan. Birokrasi dan TUN Pada umumnya pengertian birokrasi dalam masyarakat luas senantiasa dikaitkan dengan sesuatu yang serba lamban. Kedudukan pemerintah yang serba khusus terutama karena sifat-sifat istimewa yang melekat padanya. negara tidaka dapat digugat dan sebaliknya sebagai fiskus dapat saja negara digugat. yaitu berkenaan dengan apakah negara dapat digugat atau tidak di depan hakim. berbelit-belit dan serba formalitas. ( Jakarta: PT. apapun aspeknya (hukum publik maupun hukum perdata) memperhatikan tingkah laku manusiawi yang normal6. konsep yang memisahkan antara fungsi dan pelaksanaan fungsi. konsep yang mendasar pada perbuatan melawan hukum (onrechtmatigedaad) sebagai dasar untuk menggugat negara. Konsep ini tidaklah mempermasalahkan apakah yang dilanggar itu peraturang hukum publik atau peraturan hukum perdata. lambat. Birokrasi dan administrasi keduanya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Birokrasi didalam administrasi menurut Max Weber adalah sebagai salah satu sistem otorita yang ditetapkan secara rasional oleh berbagai peraturan. telah menyebabkan perbedaan pendapat yang berkepanjangan dalam sejarah pemikiran hukum. Pertama. dengan 6 Ridwan HR.

apabila disengketakan akan termasuk dalam kewenangan badan Peradilan Umum. publik. A. ia sebagai organisasai secara hierarki dengan jalinan komando yang tegas dari atas ke bawah. Dari beragam tindakan hukum yang dapat dilakukan oleh pejabat birokrasi atau Badan Tata Usaha Negara.22-29 7 .Etika Administrasi Negara. Sedangkan tindakantindakan material dan tindakan hukum lainnya. pengikut dan seterusnya7.  Peraturan dan ketentuan yang terperinci. Prajudi Atmosudirdjo berpendapat bahwa birokrasi atau Administrasi Negara atau Tata Usaha Negara meliputi tiga hal. Dennis H.Widjaja. Mereka yang dibawah atau kelompok sub ordinasi atau mereka yang dikuasai. atau institusi politik. dan konkrit saja yang dapat menjadi objek sengketa. menciptakan pembagian pekerjaan yang jelas menugasi setiap organisasi dengan tujuan yang spesifik. sepihak. Wrong mengungkapkan bahwa setiap organisasi birokrasi mempunyai ciri struktural utama sebagai berikut:  Pembagian tugas. bawahan. Fungsi atau aktivitas melayani atau sebagai kegiatan pemerintah operasional. aparatur pemerintah.demikian birokrasi dimaksudkan untuk mengorganisasai secara teratur suatu pekerjaan yang harus dilakukan oleh banyak orang. 2. yaitu: 1. dan Proses teknis penyelenggaraan Undang-undangan. 7 Drs.W. individual. hanya tindakan hukum Tata Usaha Negara yang bersifat ekstern. yaitu:    Aparatur negara. Sedangkan menurut Dennis Wrong birokrasi organisasi diangkat sepenuhnya untuk mencapai suatu tujuan tertentu dari berbagai ragam tujuan. S. Bahwa dalam setiap organisasi ada dua kelompok. Tindakan yang demikianlah yang dapat disengketakan menurut Undangundang tentang Peradilan Tata Usaha Negara (peraturn).  Hierarki otorita.  Hubungan interpersonal diantara pekerja. Mereka yang diatas atau kelompok superior atau pemimpin atau penguasa dan seterusnya.(Jakarta:Bumi Aksara) hal.

Nigro dapat dikategorikan dalam 9 bentuk pelanggaran yaitu: 1. Melanggar prosedur hukum (violations of procedural due process). sehingga penyelesaian melalui peradilan hendaklah merupakan jalan terakhir dan harus mencerminkan suasana damai dan tentram terutama melalui hukum acaranya. 8. Sengketa diluar ini. Timbulnya perbuatan administrasi negara yang melawan hukum sehingga dipersoalkan disebabkan oleh beberapa faktor. Memperlakukan pegawai secara tidak patut (unfair treatment of employes). Sengketa Tata Usaha Negara Sengketa disini adalah sengketa yang timbul dalam bidang tata usaha Negara antara orang atau badan hukum perdata dengan badan atau pejabat tata usaha Negara sebagai akibat dari dikeluarkannya suatu keputusan tata usaha Negara yang dianggap melanggar hak orang atau badan hukum perdata tersebut. Kegagalan untuk melakukan inisiatif dan terobosan yang positif (failure to show inisiative). Peraturan perundang-undangan yang kurang jelas atau tidak lengkap 2. tidak masuk dalam kapasitas PTUN. Mengesampingkan hukum (overedding the law). 2. Berdasarkan elemen-elemen tersebut perlindungan hukum bagi rakyat terhadap pemerintah diarahkan kepada usaha-usaha untuk mencegah terjadinya sengketa. antara lain: 1.E. 6. Kurangnya nilai moral aparat bersangkutan. 4. 9. Ketidakjujuran (dishonesty). Kurangnya organisasi dan managemen yang diperlukan 5. Tidak menjalin kerja sama yang baik dengan pihak legislatif (failure to respect legislative inten). Pemborosan dalam penggunaan sumber daya (gress inefficiency). 5. Menutup-nutupi kesalahan yang dilakukan oleh aparatur (coopering up mistakes). sehingga jelas bahwa Peradilan Tata Usaha Negara 8 . Kurangnya pedoman dan petunjuk pelaksanaan 3. 7. Pelanggaran Hukum Secara umum kelaziman pelanggaran hukum oleh pemerintah menurut Felix A. Kurangnya menguasai urusan serta tata cara penyelesaian 4. Berperilaku tidak etis (unetical behavior). usaha-usaha untuk menyelesaikan sengketa (hukum) antara pemerintah dengan rakyat secara musyawarah. F. 3.

Dalam sengketa TUN badan/pejabat TUN dapat saja mempunyai peran sebagai:      Tergugat Intervenient Saksi Kuasa Hukum Pemegang/ penyimpanan dokumen (KTUN) Dalam hal pejabat/badan TUN mempunyai kepentingan terkait dengan suatu sengketa TUN.dkk. Pejabat yang sengaja menahan dokumen berupa KTUN (mungkin dengan maksud agar penggugat tidak memiliki bukti berupa KTUN) dapat diperintahkan hakim untuk memperlihatkan dokumen tersebut9. Melalui Upaya Administrasi (vide pasal 48 jo pasal 51 ayat 3 UU no. Kelalaian dalam hal tersebut bisa melahirkan suatu tindakan paksa. Dalam hal yang menyangkut rahasia jabatan. dalam lingkungan administrasi atau pemerintah sendiri. Dalam hal seorang pejabat atau badan TUN diminta sebagai saksi. tetapi sebagai pihak yang mandiri dengan kepentingannya sendiri.376 9 . ( Medan: Wal Ashri Publishing) hal. Keberatan.pengantar hukum administrasi Indonesia.diadakan dalam rangka memeberikan perlindungan hukum kepada rakyat yang dirugikan akibat suatu keputusan tata usaha Negara8. yaknio hakim dapat meminta bantuan polisi untuk menghadirkan pejabat TUN tersebut. Bentuk upaya administrasi: 1. yaitu Prosedur( upaya administrasi) yang dapat ditempuh oleh seseorang atau badan hukum perdata yang tidak puas terhadap 8 9 Ali Murtado. 108 Philipus M. maka yang bersangkutan harus datang sendiri. Hadson. dia bisa bertindak sebagai intervenient yangmempertahankan atau membela kepentingannya. Penyelesaian Tata Usaha Negara dikenal dengan dua macam cara antara lain: I. ada tidaknya rahasia jabatan tergantung dari penilaian hakim. Sebagai intervenient mestinya tidak harus bergabung dengan salah satu pihak yang bersengketa.(Yogyakarta:Gadjah Mada University press) hal. 5 tahun 1986) Upaya administrasi adalah suatu prosedur yang dapat ditempuh dalam menyelesaikan masalah sengketa Tata Usaha Negara oleh seseorang atau badan hukum perdata apabila ia tidak puas terhadap suatu Keputusan tata Usaha Negara. Hukum Administrasi Negara.

2) Badan Hukum Perdata yang merasa kepentingannya dirugikan oleh Keputusan Tata Usaha Negara. atau instansi lain dari Badan atau Pejabat TUN yang mengeluarkan Keputusan yang tersebut. Banding Administratif. yang dapat bertindak sebagai penggugat adalah: 1) Orang yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu Keputusan taata Usaha Negara. 2. Melalui Gugatan (vide pasal 1 angka 5 jo pasal 53 UU no. II. 5 tahun 1986) Apabila di dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku tidak ada kewajiban untuk menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara tersebut melalui Upaya Administrasi. Dari ketentuan tersebut dapat diketqahui bahwa dalam sengketa Tata Usaha Negara.KTUN yang penyelesaiaan sengketa TUN sebagai akibat dikeluarkannya KTUN tersebut dilakukan sendiri oleh Badan atau Pejabat TUN mengeluarkan Keputusan itu. yaitu Prosedur yang dapat ditempuh oleh seseorang atau badan hukum perdata yang tidak puas terhadap KTUN yang penyelesaiaan sengketa TUN sebagai akibat dikeluarkannya KTUN tersebut dilakukan oleh atasan dari Badan atau Pejabat TUN mengeluarkan Keputusan itu. Pihak yang bersengketa dalam Pengadilan Tata Usaha Negara a) PENGGUGAT Dalam ketentuan pasal 53 ayat (1) UU no 5 tahun 1986 dirumuskan bahwa Penggugat adaalh orang atau Badan hukum perdata yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu Keputusan Tata Usaha Negara dapat mengajukan gugatan tertulis kepada Pengadilan yang berwenang yang berisiu tuntutan agar Keputusan Tata Usaha Negara yang disengketakan itu dinyatakan batal atau tidak sah dengan atau tanpa disertai tuntutan ganti rugi dan atau rehabilitasi. 3) Berdasarkan yurisprudensi putusan hakim Pengadilan Tata Usaha Negara tanggal 9 desember 1994 Nomor 088/G/1994 Piutang/PTUN Surabaya bahwa organisasi lingkungan dapat 10 . maka seseorang atau Badan Hukum Perdata tersebut dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara.

blogspot. 2. c. Organisasi tersebut harus berbentuk badan hukum atau yayasan. yaitu Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang mengeluarkan Keputusan berdasarkan wewenang yang ada padanya atau yang dilimpahkan kepadanya. maka yang menjadi Tergugat adalah badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang memperoleh wewenang tersebut untuk mengeluarkan KTUN yang disengketakan. b. Organisasi tersebut harus secara berkesinambungan menunjukkan adanya kepedulian terhadap perlindungan lingkungan hidup yang secara nyata dimasyarakat.com/2011/05/penyelesaian-sengketa-tata-usaha-negara. 1.bertindak sebagai penggugat dengan mengatasnamakan kepentingan umum jika organisasi tersebut memenuhi kriteria sebagai berikut : a. Jika wewenang yang diberikan kepada Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara itu adalah mandat. Tujuan dari organisasi ini tersebut memangn melindungi lingkungan hidup atau menjaga kelestarian alam. tujaun ini harus tercantum dan dapat dilihat dalam anggaran dasaqr organisasi yang bersangkutan.html 11 . b) TERGUGAT Pihak Tergugat. maka yang menjadi tergugat adalah Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang memberikan wewenang kepada Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang mengeluarkan KTUN yang disengketakan10. 10 http://po-box2000. Jika wewenang diberikan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara adalah atribusi atau delegasi. d. Organisasi tersebut harus cukup representatif.

PT..DAFTAR PUSTAKA Murtado.com/2008/05/19/pengenalan-hukum-administrasi-negara/ 12 . Wal Ashri Publishing. Ali.1994 R.wordpress. Bumi Aksara. Hukum Administrasi Negara. 2009 Hadson. Etika Administrasi Negara..blogspot. 2006 http://po-box2000.wordpress. A. Philipus M.W.. Jakarta.html http://lawindonesia. Pengantar Hukum Administrasi Indonesia. Yogyakarta. dkk.com/2011/05/penyelesaian-sengketa-tata-usaha-negara.. Hukum Administrasi Negara.com/hukum-islam/pengertian-peradilan-dan-pengadilan/ http://raharjo. Medan. Grafindo Persada. Ridwan H. 1995 Widjaja. Gajah Mada University press. Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful