BAB I PENGERTIAN A.

Peradilan dan Pengadilan Istilah Peradilan dan Pengadilan adalah memiliki makna dan pengertian yang berbeda, perbedaannya adalah : 1. Peradilan dalam istilah inggris disebut judiciary dan rechspraak dalam bahasa Belanda yang meksudnya adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan tugas Negara dalam menegakkan hukum dan keadilan. 2. Pengadilan dalam istilah Inggris disebut court dan rechtbank dalam bahasa Belanda yang dimaksud adalah badan yang melakukan peradilan berupa memeriksa, mengadili, dan memutus perkara. Kata Pengadilan dan Peradilan memiliki kata dasar yang sama yakni “adil” yang memiliki pengertian: a. Proses mengadili. b. Upaya untuk mencari keadilan. c. Penyelesaian sengketa hukum di hadapan badan peradilan. d. Berdasar hukum yang berlaku1.

B. Administrasi Istilah Administrasi berasal dari bahasa Latin yaitu Administrare, yang artinya adalah setiap penyusunan keterangan yang dilakukan secara tertulis dan sistematis dengan maksud mendapatkan sesuatu ikhtisar keterangan itu dalam keseluruhan dan dalam hubungannya satu dengan yang lain. Namun tidak Gie dalam Ali Mufiz (2004:1.4) menyebutkan bahwa Administrasi adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Sehingga dengan demikian Ilmu Administrasi dapat diartikan sebagai suatu ilmu semua himpunan catatan yang lepas dapat dijadikan administrasi. Menurut Liang yang mempelajari proses, kegiatan dan dinamika kerjasama manusia. Mengenai arti dan apakah yang dimaksud dengan administrasi, lebih lanjut Liang Gie dalam Ali Mufiz (2004: 1.5) mengelompokkan menjadi tiga macam kategori definisi administrasi yaitu:

1

http://lawindonesia.wordpress.com/hukum-islam/pengertian-peradilan-dan-pengadilan/

1

c. Siagian bahwa administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Wijana.1. Administrasi dalam pengertian proses atau kegiatan Sebagaimana dikemukakan oleh Sondang P. 2. 3. administrasi adalah suatu pekerjaan yang sifatnya mengatur segala sesuatu pekerjaan yang berhubungan dengan tulis menulis.wordpress. 2 http://raharjo. pelaksanaan dan kepolisian. b. G. Administrasi dalam pengertian pemerintah atau administrasi negara a. Wayong. persetujuan dan perjanjian atau lain sebagainya antara sesama manusia dan/atau badan hukum yang dilakukan secara tertulis. bahwa dalam arti sempit administrasi berarti tata usaha yang mencakup setiap pengaturan yang rapi dan sistematis serta penentuan fakta-fakta secara tertulis. b. mendefinisikan bahwa administrasi adalah suatu alat yang dapat dipakai menjamin kelancaran dan keberesan bagi setiap manusia untuk melakukan perhubungan. menyebutkan bahwa administrasi Negara adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengendalikan usaha-usaha instansi pemerintah agar tujuannya tercapai2. Menurut Munawardi Reksodiprawiro. Harris Muda. Administrasi negara adalah rangkaian semua organ-organ negara terendah dan tinggi yang bertugas menjalankan pemerintahan. dengan tujuan memperoleh pandangan yang menyeluruh serta hubungan timbal balik antara satu fakta dengan fakta lainnya. surat menyurat dan mencatat (membukukan) setiap perubahan/kejadian yang terjadi di dalam organisasi itu. Y.com/2008/05/19/pengenalan-hukum-administrasi-negara/ 2 . Administrasi dalam pengertian tata usaha a. Kartasapoetra.

299-301 3 . Peradilan Tata Usaha Negara Kekuasaan kehakiman di lingkungan peradilan tata usaha negara dilakukan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara sebagai pengadilan tingkat pertama dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara sebagai pengadilan tingkat kedua3. memeriksa. yang semuanya bernaung pada Mahkamah Agung. dalam UU NO 14 tahun1970 juga datur adanya empat lingkungan peradilan. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer dan Kitab Undang-Undang Hukum Disiplin Tentara. c.dkk. ( UU No 2 tahun 1986) b. dan memutuskan serta menyelesaikan perkara-perkara perdata Islam tertentu antara orang-orang yang beragama Islam di Indonesia untuk menegakkan hukum dan keadilan. Masing-masing lingkungan peradilan memiliki lingkungan wewenang mengadili tertentu yang juga meliputi badan-badan peradilan tingkat pertama dan banding. Peradilan Umum Dimana peradilan umum ini memiliki kekuasaan kehakiman yakni pengadilan negeri sebagai pengadilan tingkat pertama dan pengadilan tinggi sebagai pengadilan tingkat kedua atau pengadilan banding. Peradilan Militer Peradilan militer ini mengadili pelanggaran terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Peradilan Agama Peradilan agama ini bertugas dan berwenang menerima. Sebagaimana diatur dalam Pasal 10 ayat (1) lingkungan peradilan itu meliputi : a. 3 Patimpus M. Pengantar Hukum Administrasi Indonesia. mengadili. d. Hadjono. (Yogyakarta: Gajah Mada University Press) hal.BAB II BADAN-BADAN PERADILAN Sebagai pelaksanaan Pasal 24 dan pasal 25 UUD 1945.

Upaya Administratif Tidak setiap keputusan tata usaha negara (KTUN) dapat langsung digugat melalui peradilan tata usaha negara. ( Medan : Wal Ashri Publishing) hal. Hukum Administrasi Negara. Keaktifan hakim dimaksudkan untuk mengimbangi kedudukan para pihak karena tergugat adalah pejabat tata usaha negara sedangkan penggugat adalah orang atau badan hukum perdata. Sengketa TUN adalah sengketa publik.5 tahun 1986 tidak hanya melindungi hak individu tetapi juga melindungi hak masyarakat. yakni hukum administrasi sebagai mana ditegakkan dalam Undang-undang PTUN pasal 47 bahwa sengketa yang termasuk lingkup kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara adalah sengketa tata usaha negara. Terhadap KTUN yang mengenal adanya upaya administratif diisyaratkan untuk menggunakan saluran peradilan tata usaha negara. Hal ini terdapat pada pasal 48 UU No. dengan demikian putusan pengadilan TUN berlaku bagi siapa saja. Oleh karena itu dalam makalah ini kami lebih banyak menggunakan istilah PTUN4. Asas ini mengandung makna bahwa setiap tindakan penguasa selalu dianggap absah sampai ada pembatalannya. Asas putusan pengadilan mempunyai kekuatan mengikat “erga omnes”. yakni: 1. Peradilan Tata Usaha Negara pada dasarnya menegakkan hukum publik. c. b. A. Dalam hal suatu badan atau pejabat tata usaha negara diberi wewenang oleh atau berdasarkan peraturan perundang-undangan untuk menyelesaikan secara 4 Ali Murtado. yaitu: a. Asas pembuktian bebas. Asas praduga rechtmatig (vermoeden van rehtmatigheid = presumtio iustae causa yang artinya keabsahan). B. d. Karakteristik Peradilan Tata Usaha Ciri khas hukum acara peradilan tata usaha negara terletak pada asas-asas hukum yang melandasinya. Hakim yang menetapkan beban pembuktian.5 tahun 1986.Peradilan Tata Usaha Negara melalui UU No.BAB III PERADILAN ADMINISTRASI NEGARA Di Indonesia Peradilan Adminitrasi Negara di kenal dengan Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN).100 4 . Asas keaktifan hakim (dominius litis).

Pengauasa melakukan perbuatan yang bersumber pada hubungan hukum perdata serta melanggar ketentuan dalam hukum tersebut. 2. gugatan ditunjukkan kepada PTUN (tingkat pertama) sedangkan upaya KTUN yang mengenal adanya upaya administratif gugatan langsung ditunjukkan kepada pengadilan tinggi tata usaha negara. Dengan demikian kemungkinan ada dua jalur atau dua alur berperkara di muka peradilan tata usaha negara. Pengauasa dapat dianggap melakukan perbuatan melanggar hukum karena melanggar hak subjektif orang lain apabila: 1. memutuskan. maka prosedur yang ditempuh itu disebut “keberatan”. 3. 5 Patimpus M. perlu pula dikemukakan disini bahwa perlindungan yang dimaksudkan dalam tulisan ini lebih ditekankan pada perlindungan hukum terhadap sikap tindak atau perbuatan hukum pemerintah berdasarkan hukum positif di Indonesia. Hadjono. dalam arti dianut dan diterapkan oleh setiap negara yang mengedepankan diri sebagai negara hukum.dkk. C. maka prosedur itu disebut “banding administratif “5. Perlindungan Hukum Perlindungan hukum bagi rakyat merupakan konsep universal. Namun seperti disebutkan paulus E. Lotulung. maka sengketa tata usaha negara tersebut harus diselesaikan melalui upaya administratif yang tersedia. Ada dua upaya administratif. yaitu. Bagi KTUN yang tidak mengenal adanya upaya administratif. Pengadilan baru berwenang memeriksa. dan juga sampai seberapa jauh perlindungan hukum itu diberikan.313-318 5 . dan sesekali dikemukakan pula aspek-aspek teoritisnya. Dalam hal penyelesaiannya dilakukan oleh instansi yang sama yaitu badan atau pejabat tata usaha negara yang mengeluarkan KTUN. Dalam hal penyelesaiannya dilakukan oleh instansi atasan atau instansi lain. “banding admistratif ” dan prosedur “keberatan“. jika seluruh upaya administratif yang bersangkutan telah digunakan. Dalam tulisan ini tidak akan dibicarakan mengenai cara dan mekanisme perlindungan hukum administrasi negara. Pengantar Hukum Administrasi Indonesia. masig-masing negara mewujudkan perlindungan hukum tersebut.adminisitratif sengketa tata usaha negara tertentu. (Yogyakarta: Gajah Mada University Press) hal. Lebih lanjut. dan menyelesaikan sengketa tata usaha negara sebagaimana dimaksudkan dalam ayat 1.

( Jakarta: PT. Keenam. Hukum Administrasi Negara. Ketiga. konsep yang mengetengahkan suatu asumsi dasar bahwa negara dan alatalatnya berkewajiban dalam tndak-tanduknya. Birokrasi dan TUN Pada umumnya pengertian birokrasi dalam masyarakat luas senantiasa dikaitkan dengan sesuatu yang serba lamban.2. berbelit-belit dan serba formalitas. Birokrasi diperlukan dalam proses administrasi dalam mencapai tujuan. Fungsi tidak dapat digugat. yakni apakah suatu hak dilindungi oleh hukum publik ataukah hukum perdata. Konsep ini tidaklah mempermasalahkan apakah yang dilanggar itu peraturang hukum publik atau peraturan hukum perdata. konsep yang mengetengahkan kriteria sifat hak. apapun aspeknya (hukum publik maupun hukum perdata) memperhatikan tingkah laku manusiawi yang normal6. Kedudukan pemerintah yang serba khusus terutama karena sifat-sifat istimewa yang melekat padanya. Pertama. Administrasi tanpa birokrasi tidak berarti sama sekali proses pelayanan dan proses kegiatan untuk mencapai tujuan. Sebagai pengauasa. yaitu berkenaan dengan apakah negara dapat digugat atau tidak di depan hakim. yang tidak dimiliki oleh manusia biasa. Ketujuh. dengan 6 Ridwan HR. telah menyebabkan perbedaan pendapat yang berkepanjangan dalam sejarah pemikiran hukum. Birokrasi didalam administrasi menurut Max Weber adalah sebagai salah satu sistem otorita yang ditetapkan secara rasional oleh berbagai peraturan. Kelima. lambat. Keempat. konsep yang memisahkan antara fungsi dan pelaksanaan fungsi. tetapi pelaksanaannya yang melahirkan kerugiandapat digugat. 279-289 6 . Birokrasi dan administrasi keduanya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. konsep negara sebagai lembaga kekuasaan dikaitkan dengan konsep hukum sebagai keputusan kehendak yang diwujudkan oleh kekuasaan menyatakan bahwa tidak ada tanggung gugat negara. konsep yang membedakan negara sebagai pengauasa dan negara sebagai fiskus. Penguasa melakukan perbuatan yang bersumber pada hukum publik serta melanggar ketentuan kaidah hukum tersebut. Raja Grafindo Persada) hal. konsep yang mendasar pada perbuatan melawan hukum (onrechtmatigedaad) sebagai dasar untuk menggugat negara. konsep yang mengetengahkan kriteria kepentingan hukum yang dilanggar. Kedua. D. Birokrasi tanpa administrasi tidak tentu arah dan tidak terkendali dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan. negara tidaka dapat digugat dan sebaliknya sebagai fiskus dapat saja negara digugat.

dan Proses teknis penyelenggaraan Undang-undangan.  Hierarki otorita. Sedangkan tindakantindakan material dan tindakan hukum lainnya. Sedangkan menurut Dennis Wrong birokrasi organisasi diangkat sepenuhnya untuk mencapai suatu tujuan tertentu dari berbagai ragam tujuan. Wrong mengungkapkan bahwa setiap organisasi birokrasi mempunyai ciri struktural utama sebagai berikut:  Pembagian tugas. 7 Drs. sepihak. menciptakan pembagian pekerjaan yang jelas menugasi setiap organisasi dengan tujuan yang spesifik.22-29 7 .(Jakarta:Bumi Aksara) hal.  Peraturan dan ketentuan yang terperinci. atau institusi politik. Fungsi atau aktivitas melayani atau sebagai kegiatan pemerintah operasional. Prajudi Atmosudirdjo berpendapat bahwa birokrasi atau Administrasi Negara atau Tata Usaha Negara meliputi tiga hal.W. 2.Widjaja. yaitu: 1. Tindakan yang demikianlah yang dapat disengketakan menurut Undangundang tentang Peradilan Tata Usaha Negara (peraturn). apabila disengketakan akan termasuk dalam kewenangan badan Peradilan Umum.  Hubungan interpersonal diantara pekerja. Dennis H. hanya tindakan hukum Tata Usaha Negara yang bersifat ekstern. bawahan. dan konkrit saja yang dapat menjadi objek sengketa. yaitu:    Aparatur negara. A. ia sebagai organisasai secara hierarki dengan jalinan komando yang tegas dari atas ke bawah. publik. S. pengikut dan seterusnya7. Bahwa dalam setiap organisasi ada dua kelompok. Mereka yang diatas atau kelompok superior atau pemimpin atau penguasa dan seterusnya. individual. aparatur pemerintah. Dari beragam tindakan hukum yang dapat dilakukan oleh pejabat birokrasi atau Badan Tata Usaha Negara. Mereka yang dibawah atau kelompok sub ordinasi atau mereka yang dikuasai.demikian birokrasi dimaksudkan untuk mengorganisasai secara teratur suatu pekerjaan yang harus dilakukan oleh banyak orang.Etika Administrasi Negara.

Kurangnya organisasi dan managemen yang diperlukan 5. Peraturan perundang-undangan yang kurang jelas atau tidak lengkap 2. 7. Melanggar prosedur hukum (violations of procedural due process). 9. Berperilaku tidak etis (unetical behavior). Sengketa diluar ini. Pemborosan dalam penggunaan sumber daya (gress inefficiency). Menutup-nutupi kesalahan yang dilakukan oleh aparatur (coopering up mistakes). tidak masuk dalam kapasitas PTUN. 8.E. usaha-usaha untuk menyelesaikan sengketa (hukum) antara pemerintah dengan rakyat secara musyawarah. Berdasarkan elemen-elemen tersebut perlindungan hukum bagi rakyat terhadap pemerintah diarahkan kepada usaha-usaha untuk mencegah terjadinya sengketa. Nigro dapat dikategorikan dalam 9 bentuk pelanggaran yaitu: 1. Timbulnya perbuatan administrasi negara yang melawan hukum sehingga dipersoalkan disebabkan oleh beberapa faktor. sehingga jelas bahwa Peradilan Tata Usaha Negara 8 . antara lain: 1. Kurangnya pedoman dan petunjuk pelaksanaan 3. 4. 2. Ketidakjujuran (dishonesty). Kurangnya nilai moral aparat bersangkutan. Sengketa Tata Usaha Negara Sengketa disini adalah sengketa yang timbul dalam bidang tata usaha Negara antara orang atau badan hukum perdata dengan badan atau pejabat tata usaha Negara sebagai akibat dari dikeluarkannya suatu keputusan tata usaha Negara yang dianggap melanggar hak orang atau badan hukum perdata tersebut. Pelanggaran Hukum Secara umum kelaziman pelanggaran hukum oleh pemerintah menurut Felix A. Memperlakukan pegawai secara tidak patut (unfair treatment of employes). Kurangnya menguasai urusan serta tata cara penyelesaian 4. Mengesampingkan hukum (overedding the law). Tidak menjalin kerja sama yang baik dengan pihak legislatif (failure to respect legislative inten). Kegagalan untuk melakukan inisiatif dan terobosan yang positif (failure to show inisiative). 3. F. sehingga penyelesaian melalui peradilan hendaklah merupakan jalan terakhir dan harus mencerminkan suasana damai dan tentram terutama melalui hukum acaranya. 5. 6.

Dalam hal yang menyangkut rahasia jabatan. Pejabat yang sengaja menahan dokumen berupa KTUN (mungkin dengan maksud agar penggugat tidak memiliki bukti berupa KTUN) dapat diperintahkan hakim untuk memperlihatkan dokumen tersebut9. Sebagai intervenient mestinya tidak harus bergabung dengan salah satu pihak yang bersengketa. yaknio hakim dapat meminta bantuan polisi untuk menghadirkan pejabat TUN tersebut. tetapi sebagai pihak yang mandiri dengan kepentingannya sendiri.(Yogyakarta:Gadjah Mada University press) hal. Hadson. 5 tahun 1986) Upaya administrasi adalah suatu prosedur yang dapat ditempuh dalam menyelesaikan masalah sengketa Tata Usaha Negara oleh seseorang atau badan hukum perdata apabila ia tidak puas terhadap suatu Keputusan tata Usaha Negara. ( Medan: Wal Ashri Publishing) hal. dia bisa bertindak sebagai intervenient yangmempertahankan atau membela kepentingannya. Dalam sengketa TUN badan/pejabat TUN dapat saja mempunyai peran sebagai:      Tergugat Intervenient Saksi Kuasa Hukum Pemegang/ penyimpanan dokumen (KTUN) Dalam hal pejabat/badan TUN mempunyai kepentingan terkait dengan suatu sengketa TUN. Keberatan. Dalam hal seorang pejabat atau badan TUN diminta sebagai saksi. Bentuk upaya administrasi: 1. ada tidaknya rahasia jabatan tergantung dari penilaian hakim. Hukum Administrasi Negara. Penyelesaian Tata Usaha Negara dikenal dengan dua macam cara antara lain: I. 108 Philipus M.376 9 . Kelalaian dalam hal tersebut bisa melahirkan suatu tindakan paksa. Melalui Upaya Administrasi (vide pasal 48 jo pasal 51 ayat 3 UU no.pengantar hukum administrasi Indonesia. yaitu Prosedur( upaya administrasi) yang dapat ditempuh oleh seseorang atau badan hukum perdata yang tidak puas terhadap 8 9 Ali Murtado.dkk.diadakan dalam rangka memeberikan perlindungan hukum kepada rakyat yang dirugikan akibat suatu keputusan tata usaha Negara8. maka yang bersangkutan harus datang sendiri. dalam lingkungan administrasi atau pemerintah sendiri.

atau instansi lain dari Badan atau Pejabat TUN yang mengeluarkan Keputusan yang tersebut. Banding Administratif. yaitu Prosedur yang dapat ditempuh oleh seseorang atau badan hukum perdata yang tidak puas terhadap KTUN yang penyelesaiaan sengketa TUN sebagai akibat dikeluarkannya KTUN tersebut dilakukan oleh atasan dari Badan atau Pejabat TUN mengeluarkan Keputusan itu. 2. maka seseorang atau Badan Hukum Perdata tersebut dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara. 3) Berdasarkan yurisprudensi putusan hakim Pengadilan Tata Usaha Negara tanggal 9 desember 1994 Nomor 088/G/1994 Piutang/PTUN Surabaya bahwa organisasi lingkungan dapat 10 .KTUN yang penyelesaiaan sengketa TUN sebagai akibat dikeluarkannya KTUN tersebut dilakukan sendiri oleh Badan atau Pejabat TUN mengeluarkan Keputusan itu. Melalui Gugatan (vide pasal 1 angka 5 jo pasal 53 UU no. Pihak yang bersengketa dalam Pengadilan Tata Usaha Negara a) PENGGUGAT Dalam ketentuan pasal 53 ayat (1) UU no 5 tahun 1986 dirumuskan bahwa Penggugat adaalh orang atau Badan hukum perdata yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu Keputusan Tata Usaha Negara dapat mengajukan gugatan tertulis kepada Pengadilan yang berwenang yang berisiu tuntutan agar Keputusan Tata Usaha Negara yang disengketakan itu dinyatakan batal atau tidak sah dengan atau tanpa disertai tuntutan ganti rugi dan atau rehabilitasi. 5 tahun 1986) Apabila di dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku tidak ada kewajiban untuk menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara tersebut melalui Upaya Administrasi. Dari ketentuan tersebut dapat diketqahui bahwa dalam sengketa Tata Usaha Negara. yang dapat bertindak sebagai penggugat adalah: 1) Orang yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu Keputusan taata Usaha Negara. II. 2) Badan Hukum Perdata yang merasa kepentingannya dirugikan oleh Keputusan Tata Usaha Negara.

blogspot. b) TERGUGAT Pihak Tergugat.html 11 .bertindak sebagai penggugat dengan mengatasnamakan kepentingan umum jika organisasi tersebut memenuhi kriteria sebagai berikut : a. b. d. Jika wewenang diberikan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara adalah atribusi atau delegasi. maka yang menjadi Tergugat adalah badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang memperoleh wewenang tersebut untuk mengeluarkan KTUN yang disengketakan. Jika wewenang yang diberikan kepada Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara itu adalah mandat. Organisasi tersebut harus secara berkesinambungan menunjukkan adanya kepedulian terhadap perlindungan lingkungan hidup yang secara nyata dimasyarakat. 2. c. 10 http://po-box2000. tujaun ini harus tercantum dan dapat dilihat dalam anggaran dasaqr organisasi yang bersangkutan. Tujuan dari organisasi ini tersebut memangn melindungi lingkungan hidup atau menjaga kelestarian alam. Organisasi tersebut harus berbentuk badan hukum atau yayasan.com/2011/05/penyelesaian-sengketa-tata-usaha-negara. yaitu Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang mengeluarkan Keputusan berdasarkan wewenang yang ada padanya atau yang dilimpahkan kepadanya. 1. Organisasi tersebut harus cukup representatif. maka yang menjadi tergugat adalah Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang memberikan wewenang kepada Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang mengeluarkan KTUN yang disengketakan10.

Hukum Administrasi Negara. Gajah Mada University press. Wal Ashri Publishing. Ridwan H.DAFTAR PUSTAKA Murtado. Hukum Administrasi Negara.com/hukum-islam/pengertian-peradilan-dan-pengadilan/ http://raharjo. 2006 http://po-box2000..wordpress. dkk.com/2008/05/19/pengenalan-hukum-administrasi-negara/ 12 . Yogyakarta. 2009 Hadson. Jakarta.. 1995 Widjaja. Grafindo Persada. Etika Administrasi Negara.com/2011/05/penyelesaian-sengketa-tata-usaha-negara. Pengantar Hukum Administrasi Indonesia. A. Ali. Jakarta...W.1994 R. Medan.blogspot.html http://lawindonesia. PT. Philipus M.wordpress. Bumi Aksara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful