MAKNA PENGEMBANGAN DIRI

Dalam KTSP ( Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran ) diungkapkan bahwa Pengembangan diri merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor dan Penjelasan tentang pengembangan diri yang tertulis dalam struktur kurikulum dijelaskan bahwa :
” Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru.” ” Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru.” Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada konseli untuk mengembangkan dan mengekpresikan diri sesuai dengan kebutuhan,

bakat, dan minat setiap konseli sesuai dengan kondisi sekolah/madrasah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakulikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir konseli.

Ada beberapa hal yang perlu memperoleh penegasan dan reposisi terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal sehingga dapat menghindari kerancuan konteks tugas dan ekspetasi kinerja konselor. 1. Pengembangan diri bukan sebagai mata pelajaran, mengandung arti bahwa bentuk, rancangan, dan

metode pengembangan diri tidak dilaksanakan sebagai sebuah adegan mengajar seperti layaknya sebagai sebuah adegan mengajar seperti layaknya pembelajaran bidang studi. Namun, manakala masuk ke dalam pelayanan pengembangan minat dan bakat tak dapat dihindari akan terkait dengan substansi bidang studi dan /atau bahan ajar yang relevan dengan bakat dan minat dan disitu adegan pembelajaran akan terjadi. Ini berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor dan tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling. 2. Pelayanan pengembangan diri dalam bentuk ekstra

kulikuler mengandung arti bahwa didalamnya akan terjadi diversifikasi program berbasis minat dan bakat yang memerlukan pelayanan pembina khusus sesuai dengan keahiannya. Inipun berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor, dan tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling. 3. Kedua hal tersebut menunjukan bahwa pengembangan diri bukan substitusi atau pengganti pelayanan bimbingan dan konseling, melainkan di dalamnya mengandung sebagian saja dari pelayanan ( dasar, responsif, perencanaan individual ) bimbingan dan konseling yang harus diperankan

oleh konselor .

Telaahan tersebut menegaskan bahwa bimbingan dan konseling tetap sebagai bagian terintegrasi dari sistem pendidikan (khususnya jalur pendidikan formal). Pelayanan pengembangan diri yang terkandung dalam KTSP merupakan bagian dari kurikulum. Sebagian dari pengembangan diri dilaksanakan Sebagian dari pengembangan diri dilaksanakan melalui pelayanan bimbingan dan konseling.

MENYELENGGARAK AN PEMBELAJARAN YANG MENDIDIK WILAYAH KOMPLEMENTER KONSELOR. MENYELENGGARAKAN . Jika dilakukan telaahan anatomis terhadap posisi bimbingan dan konseling pada jalur pendidikan formal PERKEMBANGAN OPTIMUM PESERTA OPTIMUM PESERTA DIDIK dapat terlukiskan pada gambar berikut : KURIKULUM (KTSP) KURIKULUM MANAJEMEN MUATAN LOKAL MATA PELAJARAN/ BIDANG STUDI PENGEMBANGAN DIRI BIMBINGAN DAN KONSELING GAMBAR POSISI BIMBINGAN DAN KONSELING DAN KURIKULUM (KTSP) DALAM JALUR PENDIDIKAN FORMAL PIMPINAN SATUAN PENDIDIKAN GURU.Dengan demikian pengembangan diri hanya merupakan sebagian dari aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan.

kompetensi. Dengan demikian pengembangan diri tidak menggantikan fungsi bimbingan dan konseling melainkan sebagai wilayah komplementer .BIMBINGAN DAN KONSELING YANG MEMANDIRIKAN Dapat ditegaskan disini bahwa KTSP adalah salah satu subsistem pendidikan formal yang harus bersinergi dengan komponen/subsistem lain yaitu manajemen dan bimbingan dan konseling dalam upaya memfasilitasi konseli mencapai perkembangan optimum yang diwujudkan dalam ukuran pencapaian standar kompetensi.

. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya.dimana guru dan konselor memberikan kontribusi dalam pengembangan diri konseli. 3. Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin. 2. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi. Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang 2. Tujuan Bimbingan dan Konseling Tujuan pelayanan bimbingan ialah bahwa agar konseli dapat : 1. perkembangan karir serta kehidupannya di masa yang akan datang.

(2). . Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. dan tugas-tugas perkembangan nya. (3). penyesuain dengan lingkungan pendidikan. Mengenal dan memahami potensi. Mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut. hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut. maupun lingkungan kerja. mereka harus mendapatkan kesempatan untuk : (1). (4).4. kekuatan. masyarakat. Mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. Untuk mencapai tujuan-tujuan tadi . Memahami dan mengatasi kesulitankesulitan sendiri.

dan (7). (6). Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu konseli agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi sosial.(5). Menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. dan karirkarir . Mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. kepentingan lembaga tempatbekerja dan masyarakat. Menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. belajar (akademik).

2. 3. Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain. Memiiki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) . baik dalam kehidupan pribadi. pergauan dengan teman sebaya. maupun masyarakat pada umumnya. keluarga. Sekolah/madrasah. dengan saling menghormati dan memelihara hak dan dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. 1.Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial konseli adalah sebagai berikut. tempat kerja. Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

baik fisik maupun psikis. baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan.dan yang tidak menyenangkan (musibah). tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. 6. 7. serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. . Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat. 5. Bersikap respek terhadap orang lain. Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. menghormati atau menghargai orang lain. 4.

Memiliki rasa tanggung jawab. 10. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar ) sebagai berikut : 1.8. 9. yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan.Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri ) maupun dengan orang lain. .Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (Human Relationship). persaudaraan. yang diwujudkannya dalam bentuk komitmen terhadap tugas dan kewajibannya. atau silaturahim dengan sesama manusia.kewajibannya. 11.

3. mengerjakan tugastugas. dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. memantapkan diri dalam memperdalam . Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan seperti membuat jadwal belajar.Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar. mencatat pelajaran. 5. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran. menggunakan kamus. seperti kebiasaan membaca buku. Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. 4. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. dan memahami berbagai hambatan yang mungkin dalam proses belajar yang dialaminya. seperti keterampilan membaca buku. disiplin dalam belajar. 2. Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. 3. Memiiki keterampian atau teknik beajar yang efektif. Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat.

asal bermakna bagi dirirnya dan sesuai dengan norma agama. tanpa merasa rendah diri. 3. Memiliki pemahaman diri ( kemampuan. Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. 2. minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan. Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. 4. 6. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir adalah sebagai berikut : 1. Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir. asal bermakna bagi dirirnya dan sesuai dengan norma agama. Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai . dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun.pelajaran tertentu.

prospek kerja. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. Apabila seorang konseli bercitacita menjadi seorang guru. Mengenal keterampilan. 7. dan kesejahteraan kerja. yaitu kecendrungan arah karir. maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatankegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. Oleh karena itu maka setiap orang perlu . 5. 6.pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita karirnya masa depan. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. kemampuan dan minat. Dapat membentuk pola-pola karir. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan.

Pelayanan dasar bimbingan. Pelayanan responsif. 8. Memiliki kemampuan dan kematangan untuk mengambil keputusan karir. Perencanaan individual. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. dan . dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. Komponen Program Bimbingan dan Konseling Program bimbingan dan konseling mengandung empat komponen pelayanan yaitu :yaitu : (1).memahami kemampuan dan minatnya. (2). (3).

(4). konsultasi. Pelayanan Dasar a. Pelayanan Dasar 1. dan kegiatan manajemen. Dukungan sistem. kolaborasi. Pengertian Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh konseli melalui kegiatan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar kompetensi kemamdirian) yang sebagai standar kompetensi kemamdirian) yang . Keempat komponen program tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : Peserta didik Pengembangan Profesional.

Penggunaan instrumen asesmen perkembangan dan kegiatan tatap muka terjadwal di kelas sangat diperlukan sangat diperlukan untu mendukung implementasi komponen ini. memiliki mental yang sehat dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya. Pelayanan Dasar b. Asesmen kebutuhan diperlukan untuk dijadikan landasan pengembangan pengalaman terstruktur yang disebutkan. atau dengan kata lain membantu konseli agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. . Tujuan Pelayanan ini bertujuan untuk membantu semua konseli agar memperoleh perkembangan yang normal.diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya.

Fokus Pengembangan Untuk mencapai tujuan tersebut. Mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya.Secara rinci tujuan pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya Secara rinci tujuan pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu konseli agar (1). Memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan. . fokus perilaku yang dikembangkan menyangkut aspek-aspek pribadi. Mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya. sosial budaya dan agama). dan (4). Semua ini berkaitan dengan upaya membantu konseli dalam mencapai tugastugas perkembangannya (sebagai standar kompetensi kemandirian). (3). sosial. Pelayanan Dasar C. (2). pekerjaan. Mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya. belajar dan karir.

Self-esteem. Keterampilan kerja profesional.Materi pelayanan dasar dirumuskan dan dikemas atas dasar standar kompetensi kemandirian antara lain mencakup pengembangan : (1). Penyadaran keragaman budaya. (3). (5). (3). Hal-hal yang terkait dengan pengembangan karir (terutama di tingkat SLTP/SLTA) mencakup pengembangan : (1). dan (7). (6). (2). (4). Keterampian hubungan antar pribadi atau berkomunikasi. (5). (2). Perilaku bertanggung jawab. Keterampilan pengambilan keputusan. jasmaniahrohaniah) dalam menghadapi pekerjaan. Keterampian hubungan antar pribadi atau berkomunikasi. Keterampian pemecahan masalah. Perkembangan dunia . Fungsi agama bagi kehidupan. Pemantapan pilihan program studi. Motivasi berprestasi. (4) Kesiapan pribadi (fisk-psikis. (6).

Pelayanan Responsif a. Konseling individual. (8). Bahayanya perkelahian masal (tawuran). (9). (7). Dampak pergaulan bebas. 2. Cara melamar pekerjaan.kerja. sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbukan gangguan segera dibantu dapat menimbukan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. dan (10). konseling . Kasus-kasus kriminalitas. Pengertian Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada konseli yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerluan pertolongan dengan segera.

kegagalan dalam mencapai tugastugas perkembangannya. guru dan alih tangan kepada ahli lain adalah ragam bantuan yang dapat dilakukan dalam pelayanan responsif. Tujuan pelayanan ini . Tujuan Tujuan pelayanan responsif adalah membentu konseli agar dapat memenuhi kebutuhannya an memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu konseli yang mengalami hambatan. konsultasi dengan orangtua. Pelayanan Responsif b. kegagalan dalam mencapai tugas-mengalami hambatan.krisis.

dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masaah-masalah atau kepedulian pribadi konseli yang muncul segera dan dirasakan saat itu. berkenaan dengan masalah sosial pribadi. Fokus Pengembangan Fokus pelayanan responsif bergantung kepada masalah atau kebutuhan konseli. dan atau masaah pengembangan pendidikan. karir. Masalah dan kebutuhan konseli berkaitan dengan keinginan untuk memahami sesuatu hal karena dipandang . Pelayanan Responsif c.

Kebutuhan ini seperti kebutuhan untuk memperoeh informasi antara lain tentang pilihan karir dan program studi. pergaulan bebas. narkotika. minuman keras. bahaya obat terlarang. Pengertian Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan kepada . sumber-sumber belajar. Perencanaan Individual a.kebutuhan konseli berkaitan dengan keinginan untuk memahami sesuatu hal karena dipandang penting bagi perkembangan dirinya secara positif.

penafsiran secara mendalam dengan karakteristiknya.konseli agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya. serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya . Pemahaman konseli secara mendalam dengan karakteristiknya. penafsiran hasil asesmen dan penyediaan informasi yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki konseli amat diperlukan sehingga konseli mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat di dalam mengembangkan potensinya secara optimal. termasuk .

baik menyangkut aspek pribadi. Kegiatan orientasi. dan advokasi diperlukan didalam imnplementasi pelayanan. Mampu merumuskan tujuan. dan rencana yang telah . maupun dirirnya. maupun karir. Dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman. (2). perencanaan. informasi. Tujuan Perencanaan individual bertujuan untuk membantu konseli agar (1) Memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya. tujuan. baik menyangkut aspek pribadi. sosial. rujukan. dan (3). kolaborasi. sosial. atau pengelolaan terhadap perembangan dirirnya. konseling individual.keberbakatan dan kebutuhan khusus konseli. Perencanaan Individual b.

karir.dirumuskannya. dan mengelola rencana pendidikan. Tujuan perencanaaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi konseli untuk merencanakan. Isi pelayanan perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan konseli untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri. memonitor. dan pengembangan social-pribadi oleh dirinya sendiri. Dengan demikian meskipun perencanaan .

. merencanakan karir. Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan. konseli diharapkan dapat : 1. pelayanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan. dan mengembangkan kemampuaan sosialpribadi.individual ditujukan untuk memandu seluruh konseli. Melalui pelayanan individual. tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing konseli. yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya.

dunia kerja.informasi tentang Sekolah/Madrasah.kerja. 4. Secara rinci . dan masyarakatnya. 2. dan masyarakatnya. 3. Fokus Pengembangan Fokus pelayanan perencanaan individual berkaitan erat dengan pengembangan aspek akademik. karir dan sosialpribadi. Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya. Perencanaan Individual c. Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya. Mengambil keputusan yang merefeksikan perencanaan dirinya.

memilih kursus atau pelajaran tambahan yang tepat. Akademik meliputi memanfatkan keterampilan belajar. memahami . Karir meliputi mengekplorasi latihan-latihan pekerjaan. dan memahami nilai pendidikan lanjutan atau pilihan jurusan. melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau pilihan jurusan. memilih kursus atau pelajaran tambahan yang tepat. (2). dan memahami nilai belajar sepanjang hayat.cakupan fokus tersebut antara lain mencakup pengembangan aspek tersebut antara lain mencakup pengembangan aspek (1).

kebutuhan untuk kebiasaan bekerja yang positif. infra struktur kegiatan manajemen. merupakan pemberian bimbingan dan konseling kepada konseli secara langsung sedangkan dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. tata kerja. dan (3). Dukungan Sistem Ketiga komponen terdahulu. 4. tata kerja. Sosial pribadi meliputi pengembangan konsep diri yang positif dan pengembangan keterampilan sosial yang efektif. infra struktur .

Sedangkan bagi personal .(misalnya Teknologi Informasi Dan Komunikasi) dan pengembangan kemampuan profesional konselor secara berkelanjutan. Dukungan Sistem Program ini memberikan dukungan kepada konselor dalam memperlancar penyelenggaraan pelayanan diatas. yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada konseli atau memfasiitasi kelancaran perkembangan konseli.

(b). Pengembangan jejaring (netwoking). (2). Riset dan pengembangan A. .pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di penyelenggaraan program pendidikan di Sekolah/Madrasah. Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek: (a). Kegiatan manajemen (c). Pengembangan Jejaring (networking) Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan konseor yang meliputi : (1). Menyelenggarakan program kerjasama dengan orang tua dan masyarakat. Konsultasi dengan guru-guru.

memelihara. Berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan (3). Kegiatan Manajemen Kegiatan manajemen merupakan upaya untuk memantapkan. Berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan Sekolah/Madrasah. dan meningkatkan mutu program bimbingan . Bekerjasama dengan personel Sekolah/Madrasah lainnya dalam rangka menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan konseli. Melakukan penelitian tentang masalahmasalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling.(3). (4). (5).

(2). Pengembangan Program. 3). Organisasi profesi seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia). Pengembangan Program. . (4). 2). (3).dan konseling melalui kegiatankegiatan : (1). Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak : 1). Dukungan Sistem Strategi ini berkaitan dengan upaya Sekolah/Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. Instansi swasta. Instansi pemerintah. (1). Pengembangan penataan kebijakan. Pemanfaatan sumber daya. Pengembangan staf. Konseling Indonesia).

MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling). □Penempatan dan Penyaluran □Kunjungan rumah □Konferensi kasus □Kolaborasi guru □Koaborasi orang tua □Kolaborasi ahlia lain □Konsultasi akses informasi dan teknologi □Sistem Manajemen □Evaluasi. □Pengembangan Profesi KOMPONEN PROGRAM Pelayanan Dasar Bimbingan dan Konseling (untuk seluruh peserta didik dan Orientasi Jangka Panjang) Pelayanan Responsif (Pemecahan Masalah. Keterkaitan antar komponen pelayanan dan strategi peluncurannya dapat disimak pada gambar kerangka kerja utuh bimbingan dan konseling di STRATEGI PELAYANAN □Pelayanan Orientasi □Pelayanan Informasi □Bimbingan kelompok □Konseling individual □Rujukan (referral) □Bimbingan teman sebaya □Bimbingan teman sebaya □Pengembangan media instrumentasi. □Penilaian individual atau kelompok. dokter.4) Para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. Akuntabilitas. Personal. dan orang tua konseli. Remediasi) Pelayanan Perencanaan Individual 9Perencanaan Pendidikan . dan 6) Depnaker ( dalam rangka analisis bursa kerja /lapangan pekerjaan. Sosial) Dukungan Sistem (Aspek Manajemen dan pengembangan. seperti psikolog. Asesmen lingkungan Harapan dan Kondisi lingkungan . psikiater. 5). Karir.

Kegiatan asesmen ini meliputi: (1). dan (2). atau kegiatan mengidentifikasi aspekaspek yang dijadikan bahan masukan bagi penyusunan program tersebut. □Permasalahan yang perlu. Tindakan).□Perangkat Tugas Perkembangan/ kompetensi kecakapan hidup. nilai dan moral peserta didik ) □Tataran Tujuan Bimbingan dan Konseling (Penyadaran dan Konseling (Penyadaran Akomodasi.seperti aspek-aspek fisik (kesehatan dan . dan kebijakan pimpinan Sekolah/ Madrasah . Asesmen lingkungan . kondisi dan kualifikasi konselor. kondisi dan sarana dan prasarana pendukung program bimbingan. Harapan dan Kondisis konseli bawah : Asesmen Perkembangan konseli Perencanaan Program Penyusunan program bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah dimulai dari kegiatan asesmen . Asesmen kebutuhan atau masalah peserta didik. yang menyangkut karakteristik peserta didik. yang terkait dengan kegiatan mengidentifikasi harapan Sekolah/ Madrasah dan masyarakat (orang tua peserta didik). sarana dan prasarana pendukung program bimbingan.

A. meso 1 tahun dan mikro sebagai kegiatan operasional dan untuk memfasilitasi kebutuhankebutuhan khusus. sebagai landasan untuk memberikan pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/ Madrasah dapat disusun secara makro untuk 3-5 tahun. Rasional . olah raga. minat-minatnya (pekerjaan. dan keagamaan). struktur dan isi/materi program ini bersifat fleksibel yang disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan peserta didik berdasarkan hasil penilaian kebutuhan di masing-masing Sekolah/ Madrasah. seni. jurusan. sikap dan kebiasaan belajar.keberfungsiannya). dan kepribadian. motif belajar. atau tugastugas perkembangannya. kecerdasan. Dalam merumuskan program. masalah yang dialami.

dan hal-hal lain yang dianggap relevan. Ke dalam rumusan ini dapat menyangkut konsep dasar yang digunakan. dampak perkembangan iptek dan sosial budaya terhadap gaya hidup masyarakat (termasuk para peserta didik). kaitan bimbingan dan konseling dengan pembelajaran/implementasi kurikulum. Visi dan Misi . B.Rumusan dasar pemikiran tentang urgensi bimbingan dan konseling dalam keseluruhan bimbingan dan konseling dalam keseluruhan program Sekolah/ Madrasah.

pribadi sosial.Secara mendasar visi dan misi bimbingan dan konseling perlu dirumuskan ulang ke dalam fokus isi : Contoh : Visi : Membangun iklim Sekolah/ Madrasah bagi kesuksesan seluruh peserta didik. karir berlandaskan pada tata kehidupan etis normatif dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Misi : Memfasilitasi seluruh peserta didik memperoleh dan menguasai kompetensi di bidang akademik. Deskripsi Kebutuhan Rumusan hasil needs assessment .peserta didik. C.

Tujuan . Rumusan ini tada lain adalah rumusan tugas-tugas lain adalah rumusan tugas-tugas perkembangan.(penilaian kebutuhan) peserta didik dan lingkungannya ke dalam rumusan perilaku-perilaku yang diharapkan dikuasai peserta didik. yakni Standar Kompetensi Kemandirian yang disepakati bersama. – Rumuskan tujuan yang akan dicapai dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai peserta didik setelah memperoleh pelayanan bimbingan dan konseling. Tujuan hendaknya dirumuskan ke dalam tataran D.

dan menjadikan perilaku atau kompetensi baru sebagai bagian dari kemampuan dirinya. Komponen Program. (b). Komponen Pelayanan Responsif. untuk membangun pengetahuan dan pemahaman peserta didik terhadap perilaku atau standar kompetensi yang harus dipelajari. . – Akomodasi. – Akomodasi. yaitu mendorong peserta didik untuk mewujudkan perilaku dan kompetensi baru itu dalam tindakan nyata sehari-hari. internalisasi. untuk membangun pemaknaan. dan – Tindakan. untuk membangun pemaknaan. Komponen Pelayanan Dasar.tujuan: – Penyadaran. Komponen program meliputi : (a). 4.

(c). dan(c). Komponen Perencanaan Individual. Komponen Perencanaan Individual. dan (d). Komponen Dukungan Sistem (manajemen) 5. Rencana Operasional (Action Plans) Rencana kegiatan (Action Plans) diperlukan untuk menjamin peluncuran program bmbingan dan konseling dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Rencana kegiatan adalah uraian detil dari .

baik kegiatan di Sekolah/ Madrasah.program yang menggambarkan struktur isi program. Berapa banyak waktu yang diperlukan . untuk memfasilitasi peserta didik mencapai tugas perkembangan atau kompetensi tertentu. Apakah kegiatan itu diakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. Pertimbangan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan diatas.

Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. sekedar perkiraan atau pedoman relatif dalam pengalokasian waktu untuk konselor dalam pelaksanaan komponen pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. Berikut dikemukakan tabel alokasi waktu. .untuk melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling dalam setiap komponen dan konseling dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat.

Dukungan Sistem 10 -15 % 10 -15 % 10 -15 % 7. Tema .30 % 25 – 35 % 15 – 25 % 5 – 10 % 15 . Pelayanan Dasar 45 . Pelayanan Individual dan Keluarga 4.45 % 25 -35 % 2. Pengembangan Tema/Topik (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) tema ini merupakan rincian lanjut dari kegiatan yang sudah diidentifikasikan yang terkait dengan tugas-tugas perkembangan.25 % 25 – 35 % (Porsi untuk SMK lebih besar) Perencanaan 3.PERKIRAAN ALOKASI WAKTU PELAYANAN JENJANG PENDIDIKAN SD/MI SMP/MTs SMA/MAN/SM K KOMPONEN PELAYANAN 1. Pelayanan Responsif 20 .55 % 35 .

Evaluasi Rencana evaluasi perkembangan peserta didik dirumuskan atas dasar tujuan yang ingin dicapai.secara spesifik dirumuskan dalam bentuk secara spesifik dirumuskan dalam bentuk materi untuk setiap komponen program. 8. Pengembangan Satuan Pelayanan (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri ). Sejauh mungkin perlu dirumuskan pula evaluasi . dikembangkan secara bertahap sesuai dengan tema/topik. 9.

10. dan realistik. Wilayah Pelayanan Bimbingan dan Konseling Dalam Jalur Pendidikan Formal Tujuan : Perkembangan optimal Peserta Didik MANAJEMEN & SUPERVISI Pembelajaran Bidang Studi Pembelajaran Didik Wilayah BIMBINGAN & KONSELING Wilayah Manajemen & Kepemimpinan . rasional. Anggaran Rencana anggaran untuk mendukung implementasi program dinyaakan secara cermat.bimbingan dan konseling.program yang berfokus kepada keterlaksanaan program. sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan bimbingan dan konseling.

Kemudian. adapaun tugas dari guru Bimbingan dan Konseling adalah sebagai berikut: . berdasarkan literatur dan diskusi dengan dosen maupun alumni program studi Bimbingan dan Konseling.Pembelajaran yang Mendidik Wilayah Bimbingan & Konseling yang Memandirikan Sekian dan Te Pada prinsipnya. Bimbingan dan KOnseling merupakan bantuan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu (kelompok) dalam mencegah dan mengatasi masalah hidupnya untuk mencapai kesejahteraan hidupnya untuk mencapai kesejahteraan hidup.

Dalam pelaksanaannya di sekolah. Layanan Bimbingan Sosial* 3. Orientasi* 2. Sarana Meteriil. 1. kelompok-kelompok khusus)* 5. Sarana Personil* 2. Pemberian Informasi atau bimbingan* 4. Layanan Bimbingan Pribadi* 2. yaitu: 1. Konseling* 6. yaitu: 1. bimbingan dan konseling memiliki keharusan minimal dalam layanan Bimbingan dan Konseling dengan bentuk-bentuk layanannya adalah: 1. yaitu . penjurusan. Melaksanakan Layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Layanan Bimbingan Karir*.1. Hubungan Masyarakat* Pelaksanaan layanan tersebut juga memiliki bidang-bidang layanan khusus. Melaksanakan Administrasi Bimbingan dan Konseling Pelaksanaan Program layanan bimbingan dan konseling disekolah meuntut sarana penunjang yang cukup memadai. Pengumpulan data siswa* 3. Penempatan dan penyaluran (kelas. dsbg Pelaksanaan layanan dapat dilaksanakan secara individu (Bimbingan Individu) atau kelompok (Bimbingan Kelompok)* 2.

1. Data-data. Mengolah data hasil sosiometri yang berupa sosiogram yang dibuat oleh wali kelas kemudian dimasukan ke dalam buku pribadi siswa sebagai salah satu bahan studi kasus. Sarana Fisik b. 3.a. 7. 5. sehingga terwujud kerjasama antara semua staff dalam mempelajari buku pribadi siswa serta menemukan dan memecahkan berbagai kasus yang dihadapi oleh para siswa. Tes Skolastik. Mengolah data hasil kunjungan rumah (home visit) yang diselenggarakan oleh wali kelas yang kemudian dihimpun dalam catatan pribadi siswa. Membuat laporan bulanan. ada beberapa kegiatan pendukung. semester. Dalam pelaksanaannya. hendaknya diperiksa oleh Kepala Sekolah. Melaksanakan studi kasus atau analisis buku pribadi siswa oleh konselor. Tester. Tes Psikotest (Tes Bakat Minat) 2. Sarana Teknis Adapun mekanisme administrasi dalam Bimbingan dan Konseling adalah: 1. Membuat catatan kejadian siswa (catatan anekdot) tentang tingkah laku siswa dalam kelas selama proses belajar mengajar yang dibuat oleh guru bidang studi yang kemudian dihimpun dalam bentuk observasi mingguan. Mengolah data hasil wawancara. Petugas Kesehatan) yang kemudian dihimpun dalam buku pribadi siswa. dan tahunan. 2. 4. dalam hal ini hasil dari kegiatan pendukung ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam melaksanakan bimbingan dan konseling terhadap klien (individu). daftar nilai raport (legger) yang dibuat oleh wali kelas kemudian dimasukan dalam kartu pribadi siswa. 6. 3. 8. informasi yang berasal dari berbagai sumber dan telah dikumpulkan dalam buku pribadi. dsb . daftar presensi. Beberapa dari kegiatan pendukung itu adalah: 1. Melaksanakan kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling. Mengolah hasil pemeriksaan dari petugas khusus (Psikiater. 3. Pencacatan data pribadi siswa (dengan angket) yang kemudian dihimpun dalam buku pribadi (cumulative record) secara teratur dan sistematis.

(1) alat untuk mengungkapkan masalahmasalah umum dan (2) alat untuk mengungkapkan masalah-masalah khusus yang berkaitan dengan upaya dan penyelenggaraan kegiatan belajar. dalam hal ini terutama siswa yang nantinya dapat dijadikan alat bantu bagi konselor dalam menjalankan tugas profesionalnya. baik untuk AUM Umum maupun AUM PTSDL. yaitu. AUM ”Belajar” itu lebih khusus lagi dinamakan AUM PTSDL. sehingga memakan tenaga yang besar dan waktu yang tidak efisien. Teknologi e-konseling pada program ini memungkinkan menampilkan lebih banyak lagi informasi berkenaan dengan masalah-masalah responden.Untuk mengungkapkan masalah-masalah siswa dan mahasiswa secara menyeluruh telah dikembangkan dua jenis alat ungkap masalah. Kedua jenis alat ungkap itu yang dikenal dengan AUM ”Umum ” dan AUM ”Belajar”. Dalam bentuknya yang menyeluruh AUM meliputi: Sasaran Penggunaan Perguruan Tinggi SLTA SLTP SD Masyarakat Format AUM AUM UMUM AUM Belajar AUM Umum F1 AUM PTSDL F1 AUM Umum F2 AUM PTSDL F2 AUM Umum F3 AUM PTSDL F3 AUM PTSDL F4 AUM Umum F5 - No 1 2 3 4 5 Konselor sekolah selama ini melakukan pengadministrasian AUM dan melakukan pengolahan secara manual. . Untuk membantu para konselor akhirnya Tim Pengembang Instrumen atas izin tim pengusun instrument AUM (Prayitno dkk) berinisiatif untuk mengembangkan sebuah program aplikasi AUM dengan basis program Microsoft Acces.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful