Cerita_Rakyat - Asal Mula Situ Bagendit (dibaca : 4884 kali) Cerita Ringkas: Salah satu objek wisata di Kab

. Garut yang sudah ada sejak zaman Belanda adalah Situ Bagendit. Tempatnya di Kec. Banyuresmi, Garut, serta lokasinya dilewati kendaraan jurusan Garut - Leuwigoong ? Limbangan. Saking populernya di masyarakat malah pada tahun 1920-an di tempat tersebut pernah terdapat hotel dan segala macam, menandakan keadaan pada waktu itu pernah menjadi tempat yang ramai dan maju. Dahulu kala ada seorang wanita yang sangat kaya. Sayang mempunyai sifat pelit dan kikir. Oleh sebagian masyarakat wanita tersebut dijuluki ?Nyi Endit? dikarenakan sangat ?pelit? (bS medit). Pekerjaan sehari-seharinya menghitung kekayaan. Harta kekayaannya kian waktu kian menambah dan menggunung, sebab tidak dipakai. Jangankan buat orang lain dipakai untuk menolong buat dirinya saja merasa sayang jika dipakai. Suatu saat datanglah seorang kakek-kakek yang sangat kelemahan lalu memohon agar ia dikasihani karena selama ini belum mendapat makan. Mendengar rintihan kakek itu bagi Nyi Endit bukan timbul rasa belas kasihan tapi malahan ia sendiri yang marah, sehingga kakek-kakek itu diusir dari hadapannya. Besoknya lagi kakek-kakek itu datang lagi sambil mengingatkan Nyi endit agar ia mau menolong orang yang membutuhkan tapi hatinya sekeras batu lalu ia usir kembali. Ketiga kalinya, kakek itu datang lagi dan ia pun langsung mengusirnya. Kakek itu mukanya berkaca-kaca, hatinya sakit. Ditancapkanlah tongkatnya di halaman rumah Nyi Endit, lalu kakek itu pergi entah ke mana. Jangankan orangnya tongkatnya pun sangat mengganggu bagi Nyi Endit. Lalu ia pegang dan mencabutnya seketika ia pun kaget karena melihat air yang keluar begitu besar Nyi Endit berjalan mundur. Makin lama air yang keluar makin besar sampai menggenangi rumah dan harta kekayaannya lalu berubah menjadi telaga, sehingga dinamakan Situ Bagendit yang diambil dari nama Nyi Endit. Tahun 1980-an kegiatan wisata coba dihidupkan kembali dengan pembersihan lahan yang ditutupi eceng gondok sampai luasnya tidak kurang 125 hektar. Tahun 2000 sampai sekarang objek wisata ini banyak dikunjungi oleh wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Cerita_Rakyat - Babad Limbangan (dibaca : 3616 kali) Cerita Ringkas: Pada zaman dahulu kala Prabu Layaran Wangi (Prabu Siliwangi) dari kerajaan Pakuan Raharja mempunyai seorang pembantu bernama Aki Panyumpit. Setiap hari Aki Panyumpit diberi tugas berburu binatang dengan menggunakan alat sumpit (panah) dan busur. Pada suatu hari Aki Panyumpit pergi berburu ke arah Timur. Sampai tengah hari ia belum memperoleh hasil buruannya, padahal telah banyak bukit dan gunung didaki. Sesampainya di puncak gunung, ia mencium wewangian dan melihat sesuatu yang bersinar di sebelah Utara pinggir sungai Cipancar. Ternyata harum wewangian dan sinar itu keluar dari badan seorang

Nyi Putri (Rambut Kasih) mempunyai dua orang putra dari Raja Pakuan Raharja. Negara baru ini bisa berkembang sehingga dikenal baik oleh tetangga-tetangganya. Pada tanggal 16 Pebruari 1813. Berdasarkan peristiwa itu Prabu Layaran Wangi menamai gunung itu Gunung Haruman (haruman = wangi). panitia menemukan Cumurah. seperti Sangiang Mayok. Pada awalnya. telah mengeluarkan Surat Keputusan tentang pembentukan kembali Kabupaten Limbangan yang beribu kota di Suci.Asal Mula Nama Garut (dibaca : 4440 kali) Cerita Ringkas: Sejarah Kabupaten Garut berawal dari pembubaran Kabupaten Limbangan pada tahun 1811 oleh Daendles dengan alasan produksi kopi dari daerah Limbangan menurun hingga titik paling rendah nol dan bupatinya menolak perintah menanam nila(indigo). Ia mengirimkan Gajah Manggala dan Arya Gajah (keduanya pembesar Pakuan Raharja). Cerita_Rakyat . Dayeuh Manggung terkenal karena keahlian dalam membuat tenunan. seperti Gunung Cikuray. akhirnya menerima dijadikan istri oleh Prabu Layaran Wangi. membuat babakan pidayeuheun (kota) dan lama kelamaan dibangun sebuha Negara dengan nama Dayeuh Manggung. Peristiwa pertemuan dengan Nyi Putri dari Limbangan dikisahkan oleh Aki Panyumpit kepada Prabu Layaran Wangi. Gunung Talaga Bodas dan Gunung Karacak. Gunung Galunggung. Gunung Papandayan. Selain tanahnya subur. Kendatipun pada awalnya Nyi Putri menolak lamaran tetapi setelah berhasil dinasehati Sunan Rumenggong. yaitu Putri Rambut Kasih penguasa daerah Limbangan. Selang 10 tahun antaranya. Letnan Gubernur di Indonesia yang pada waktu itu dijabat oleh Raffles. sekitar 5 Km dan mendapatkan tempat yang cocok untuk dijadikan Ibu Kota. Aki Panyumpit serta sejumlah pengiring bersenjata lengkap untuk meminang putri tersebut dengan pesan lamaran itu harus berhasil dan jangan kembali sebelum berhasil. Basudewa menjadi penguasa Limbangan dengan gelar Prabu Basudewa dan Liman Senjaya penguasa daerah Dayeuh Luhur di sebelah Selatan dengan gelar Preabu Liman Senjaya. keberadaan Suci dinilai tidak memenuhi persyaratan sebab daerah tersebut kawasannya cukup sempit. Berkaitan dengan hal tersebut. Bupati Limbangan Adipati Adiwijaya (1813-1831) membentuk panitia untuk mencari tempat yang cocok bagi Ibu Kota Kabupaten. Rajanya yang lain yang termashur adalah Sunan Ranggalawe. ayahnya. Kedua anak itu dibawa ke Limbangan oleh Sunan Rumenggong (kakeknya) dan kemudian dijadikan kepala daerah di sana. Mandalaputang. Untuk sebuah Kota Kabupaten. Gunung Guntur. sekitar 3 Km sebelah Timur Suci (Saat ini kampung tersebut dikenal dengan nama Kampung Pidayeuheun). tempat tersebut memiliki mata air yang mengalir ke Sungai Cimanuk serta pemandangannya indah dikelilingi gunung. Tibanganten. Prabu Layaran Wangi bermaksud memperistri putri dari Limbangan. yaitu Basudewa dan Liman Senjaya.putri yang sedang mandi serta mengaku putra Sunan Rumenggong. Di kemudian hari Prabu Liman Senjaya setelah beristri membuka tanah. Selanjutnya panitia mencari lokasi ke arah Barat Suci. . Akan tetapi di tempat tersebut air bersih sulit diperoleh sehingga tidak tepat menjadi Ibu Kota.

Cikuray sampai ujung Jl. Lahan yang dipakai Pasar C?plak dimulai dari perempatan Jl. Ciledug. Menurut berita yang banyak diketahui oleh pedagang di Pasar C?plak memang mempunyai sejarah tersendiri. seorang panitia "kakarut" atau tergores tangannya sampai berdarah. Cetusan nama Garut tersebut direstui oleh Bupati Kabupaten Limbangan Adipati Adiwijaya untuk dijadikan Ibu Kota Kabupaten Limbangan. Siliwangi yang memanjang di mulai dari Jl. Pada tahun 1970-an jalan itu dibagi dua. Keramaian di Pasar C?plak hanya pada waktu malam saja. (Lokasi telaga ini sekarang ditempati oleh bangunan SLTPI. tangannya kakarut. langsung bertanya : "Mengapa berdarah?" Orang yang tergores menjawab. Lokasinya terdapat di Desa Cikandang. Pada suatu waktu tahun 1970-an. SLTPII. Kecamatan Cikajang Kab.Pasar Ceplak (dibaca : 2760 kali) Kalau kita membuka kamus bahasa Sunda. Cerita_Rakyat . Pasar C?plak dulunya dikenal dengan nama jalan Biodeem (Koramil). Kiansantang sampai ke ujung Jl. sebelah barat Jl. Saat ini sampai ke sebelah barat juga termasuk Jl. sehingga orang yang pertama kali datang waktu pagi tidak menyangka kalau tempat tersebut merupakan Pasar C?plak. Orang Eropa atau Belanda tersebut menirukan kata kakarut dengan lidah yang tidak fasih sehingga sebutannya menjadi "gagarut". para pekerja dalam rombongan panitia menamai tanaman berduri dengan sebutan "Ki Garut" dan telaganya dinamai "Ci Garut". daerah sekitar itu dikenal dengan nama Garut. Akan tetapi di Kota Garut terdapat Pasar C?plak yang merupakan tempat makan orang banyak. Sejak saat itu. Dengan ditemukannya Ci Garut. C?plak. Ciledug yang panjangnya kurang lebih 200 meter. c?plak atau ny?plak mengandung arti mengeluarkan suara dari mulut ketika sedang makan. Tata cara makan seperti itu kalau buat orang Sunda dinggap tidak sopan. Cerita_Rakyat . dan SLTP IV Garut). turut pula seorang Eropa yang ikut membenahi atau "ngabaladah" tempat tersebut. Dalam rombongan panitia. Makanan sangat sulit ditemui sampai-sampai masyarakat memakan sangu oy?k (nasi yang terbuat dari ketela pohon).Curug orok (dibaca : 3671 kali) Curug Orok merupakan salah satu air terjun di Garut yang banyak dikunjungi wisatawan. Di antara bahan obrolan tersebut yaitu. bagaimana nikmatnya memakan sangu oy?k sampai c?plak (mengunyah dengan mengeluarkan bunyi decakan). Sehingga keadaan seperti itu dijadikan bahan obrolan antara orang yang lagi belanja dengan pedagang di pasar. keadaan ekonomi waktu itu sedang sulit karena kemarau yang panjang.Saat ditemukan mata air berupa telaga kecil yang tertutup semak belukar berduri (Marantha). Menurut cerita pada awalnya di tempat tersebut (curug)ditemukan bayi yang dibuang oleh orang . Begitu melihat tangan salah seorang panitia tersebut berdarah. Siliwangi lalu sebelah timur Jl. Garut.

Jika memakai kendaraan umum diharuskan menumpang jurusan Garut ? Bungbulang lalu tepatnya berhenti di kebun teh Papandayan sebelum Cisandaan. Tinggi air terjun kurang lebih 30 meter. terbius oleh pemandangan alam Curug Orok. Hawa pegunungan yang begitu segar ditambah lokasinya ada di lingkungan kebun teh yang sejuk. Prabu Siliwangi Kecamatan : Bayongbong Prabu Siliwangi Kecamatan : Pameungpeuk Prabu Kiansantang Kecamatan : Karangpawitan Asal Usul Daerah Nangka Pait Kecamatan : Sukawening Asal Usul Daerah Cipanas Tarogong Kecamatan : Tarogong Kaler .5 jam. mengalir dari air pegunungan. Di tempat tersebut orang bisa bermain. mandi. Sebelum tiba ke lokasi kita harus menuruni tagga yang jaraknya kurang lebih 100 meter dan sampailah di objek wisata Curug Orok. Airnya yang jernih. Semenjak itu sampai sekarang air terjun itu dikenal dengan nama Curug Orok. disamping melihat pemandangan air terjun yang begitu indah.tuanya. Jarak yang harus ditempuh untuk sampai ke lokasi kurang lebih 45 kilometer dari Kota Garut dan memakan waktu 1. Tidak aneh kalau banyak di antara orang yang berkunjung ke sana malas untuk pulang kembali.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful