P. 1
proses produksi dan mesin dan peralatan

proses produksi dan mesin dan peralatan

|Views: 1,206|Likes:
Published by mega ovanda asril

More info:

Published by: mega ovanda asril on May 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/01/2012

pdf

text

original

MEGA OVANDA ASRIL MANAJEmeN manajemen operasional

PROSES PRODUKSI
PENGERTIAN PROSES PRODUKSI ☻PROSES adalah cara, metode dan teknik bagaimana sesungguhnya sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil. ☻PRODUKSI adalah Kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa. Jadi ☻PROSES PRODUKSI Adalah Cara, metode dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa menggunakan sumbersumber (tenaga kerja, mesin, bahan dan dana) yang ada.

JENIS-JENIS PROSES PRODUKSI 1. PROSES PRODUKSI YANG TERUS MENERUS (CONTIUOUS PROCESSE) Contoh : Mesin-mesin untuk dipersiapkan (set up) dalam memprodusir produk dalam jangka waktu yang panjang/lama, tanpa mengalami perubahan, maka dalam hal ini prosesnya terus-menerus selama jenis produksi yang sama dikerjakan.

Sifat – sifat proses produksi yang terus menerus 1. Biasanya produk yang dihasilkan dalam jumlah yang besar (produksi masal) dengan fariasi yang sangat kecil 2. Prose seperti ini biasanya menggunakan sistem atau cara penyusunan peralatan berdasarkan urutan pengerjaan dari produk yang dihasilakan, yang disebut product lay out atau departementation by product. 3. Mesin-mesin yang dipai dalam proses produksi seperti ini adalah mesin-mesin yang bersifat khusus untuk menghasilakan produk tersbut , yang dikenal dengan nama Special Purpose Machines

4. Oleh karena mesin-mesinnya bersifat khusus dan biasanya agak otomatis, maka pengaruh individual operator terhadap produk yang dihasilakan kecil sekali, sehingga operatornya tidak perlu mempunyai keahlian atau skill yang tinggi untuk mengerjakan produk tersebut. 5. Apabila terjadi saah satu mesin/peralatan terhenti atau rusak, maka seluruh proses produksi akan terhenti. 6. Oleh karena mesin-mesinnya bersifat khusus dan variasi produknya kecil maka job structurenya sedikit dan jumlah tenaga kerjanya tidak perlu banyak.

7. Persediaan bahan mentahdan bahan dalam proses adalah lebih rendah dari pada intermittent proses/manufacturing. 8. Oleh karena mesin-mesin yang dipakai bersifak khusus maka proses seperti ini membutuhkan maintenance specialist yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang banyak. 9. Biasanya bhana-bahan dipindahkan dengan peralatan handling yang fixed (fixed path equipment) yang menggunakan tenaga mesin sperti ban berjalan

kekurangan/kerugian proses yang terus menerus : 1.Terdapat kesukaran untuk menghadapi perubahan produk yang diminta oleh konsumen dan pelanggan. Jadi proses produksi seperti ini khusus menghasikan produk-produk yang :
a) Permintaannya besar dan stabil b) Style produknya tidak mudah berubah

2.Proses produksi mudah terhenti 3.Terdapat kesukaran dalam menghadapi perubahan tingkat permintaan.

Kebaikan/kelebihan proses produksi yang terus menerus 1. Dapat diperolehnya tingkt biaya produksi per unit yang rendah, apabila :
a) Dapat dihasilkannya produk dalam volume yang cukup besar. b) Produk yang dihasilkan distandardisir.

2. Dapat dikuranginya pemborosanpemborosan dari pemakaian tenaga manusia. 3. Biaya tenaga kerjanya rendah 4. Biaya pemindahan bahan dalam pabrik juga lebih rendah.

2. PROSES PRODUKSI YANG TERPUTUS-PUTUS (INTERMITTENT PROCESSES) Contoh : Mesin-mesin untuk dipersiapkan (set up) dalam memprodusir produk dalam jangka waktu pendek, dan kemudian diubah atau dipersiapkan (set up) kembali untuk memproduksi produk lain, maka dalam hal ini prosesnya terputus-putus tergantung dari produk yang dikerjakan.

SIFAT-SIFAT DARI PROSES YANG TERPUTUS-PUTUS : 1. Biasanya produk yang dihasilkan dlam jumlah yang sangat kecil dengan variasi yang sangat besar (berbeda) dan didasrkan atas pesanan. 2. Proses seperti ini biasanya menggunakan sistem, atau cara penyusunan peralatan berdasarkan atas fungsi dalam proses produksi atau peralatan yang sama dikelompok pada tempat yang sama, yang disebut dengan process lay out atau departmentation by equipment. 3. Mesin-mesin yang dipakai dalam proses produksi seperti ini adalah mesin-mesin yang bersifat umum yang dpt digunakan untuk menghasilkan bermcam-macam produk dengan variasi yang hampir sama, mesin ini dikenal dengan nama general porpose machines.

4. Oleh karena mesinnya bersifat umum dan biasanya kurang otomatis, maka pengaruh individual operator terhadap produk yang dihasilkan sangat besar, sehingga operator perlu mempunyai keahlian atau skill yang tinggi dalam pengerjaan produk tersebut. 5. Proses produksi tidak mudah/akan berhenti walaupun terjadi kerusakan atau terhentinya salah satu mesin atau peralatan. 6. Oleh karena mesin-mesinnya bersifat umum dan variasi dari produknya besar, maka terhadap pekerjaan (job) yang bermacam macam menimbulkn pengawasan (kontrol) nya lebih sukar.

7. Persediaan bahan mentah biasanya tinggi, karena tidak dapa ditentukan pesana apa yang akan dipesn oleh pembeli dan juga persediaan bahan daam proses lebih tinggi dari pada continuous process / manufacturing karena prosesnya terputus-putus/ terhenti-henti. 8. Biasanya bahannya dipindahkan dengan peralatan handling yang dapat fleksibel (variet path equipment) yang menggunakan tenaga manusia seperti kereta dorong atau forklift. 9. Dalam proses seperti ini sering dilakukan pemindahan bahan yang bolak balik sehingga perlu adanya ruangan gerak (aisle) yang besar dan ruangan tempat bahan-bahan dalam proses (work in process) yang besar.

Kekurangan proses produk yang terputusputus : 1. Scheduling dan routing utuk pengerjaan produk yang akan dihasilkan sangat sukar dilakukan 2. Pegawasan produksi dalam proses produksi juga sukar dilakukan 3. Dibutuhkan investasi yang cukup besar dalam persediaan bahan mentah dan bahan dalam proses 4. Biaya tenaga kerja dan biaya pemindahan barang sangat tinggi.

Kebaikan proses produksi yang terputus-putus : 1. Mempunyai fleksibelitas yang tinggi. Fleksibelitas ini dipeoleh terutama dari : a)Sistem penyusunan peralatan b)Jenis mesin yang digunakan dalam proses yang bersifat umum c)Sistem pemindahan bahan yang tidak menggunakan tenaga mesin tetapi tenaga manusia 2. Penghematan uang dalam investasi mesin 3. Proses produksi tidak mudah terhenti akibat terjadinya kerusakan atau kemacetan disuatu tempat/ tingkat proses

MESIN DAN PERALATAN
Mesin adalah suatu oeralatan yang digerakkan oleh suatu kekuatan/tenaga yang dipergunakan untuk membantu manusia dalam mengerjakan produk atau bagian-bagian produk tertentu. Tools yaitu setiap instrument atau perkakas kecil sekali yang digunakan untuk melakukan pekerjaan dalam mengerjakan produk atau bagian-bagian produk. Contoh : gergaji, kikir, martil/palu, obeng dll.

JENIS-JENIS MESIN YANG ADA 1.Mesin yang bersifat umum/serba guna merupakan suatu mesin yang dibuat untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan tertentu untuk berbagai jenis barang/produk atau bagian dari produk. Contoh : mesin gergaji 2.Mesin-mesin yang bersifat khusus adalah mesin-mesin yang direncanakan dan dibuat untuk mengerjakan satu atau beberapa jenis kegiatan yang sama. Contoh : mesin pembuat gula pasir.

PENENTUAN JENIS MESIN PADA SUATU PERUSAHAAN PABRIK Untuk menentukan jenis mesin pada suatu perusahaan pabrik, maka perlu dilihat atau diketahui sifat-sifat dari mesin-mesin yang dipergunakan tersebut : Sifat-sifat mesin yang serba guna ialah : 1.Mesin seperti ini biasanya dibuat dengan bentuk standar dan selalu atas dasar untuk pasar dan bukan atas pesanan. 2.Mesin serba guna ini sangat fleksibel penggunaannya, karena dengan beberapa macam operasi mesin ini dapat menghasilkan beberapa macam produk.

3. Dibutuhkan adanya pekerjan-pekerja yang terdidik dan berpengalaman atau mempunyai keahlian yang tinggi dalam melayani mesin tersebut. 4. Diperlukan kegiatan pemeriksaan atau inspeksi atas apa yang dikerjakan pada mesin serba guna ini. 5. Dibutuhkan banyak tenaga kerja terutama tenaga-tenaga ahli, maka operasi produksi yang menggunakan mesin ini membutuhkan biaya yang mahal. 6. Biaya pemeliharaan mesin serba guna ini lebih murah. 7. Mesin-mesin ini tidak mudah ketinggalan zaman

Sifat-sifat mesin bersifat khusus : 1. Mesin ini dibuat atas dasar pesanan dan dalam jumlah atau volume yang lebih kecil (sedikit). 2. Mesin ini biasanya agak otomatis, sehingga pekerjaannya lebih cepat. 3. Terdapa pekerja yang lebih uniform dan jumlah lenih sedikit, sehingga dibutuhkan tenaga kerja lebih sedikit. 4. Biaya pemeliharaan mesin ini lebih mahal dari mesin serba guna. 5. Biaya produksi per unit relatif lebih rendah 6. Mesin ini tidak dapat digunakan untuk menghadapi perubahan dari produk yang diminta pelanggan 7. Mesin ini cepat ketinggalan zaman.

AUTOMATION Autimation digunakan untuk menyatakan suatu perpindahahn yang otomatis dan terarah sifatnya dari kegiatan yang satu ke kegiatan yang lain berikutnya. Konsep automation adalah adanya prinsip umpan balik yaitu kemampuan dari suatu mesin untuk merasa, mengetahui dan membutuhkan kekeliruan dan kesalahan pada waktu tertentu.

Kesalahpahaman yang timbul mengenai penggunaan automation : 1.Adanya keluhan dari para usahawan bahwa membutuhkan investasi yang cukup besar sehingga biaya produksi menjadi sangat mahal. 2.Terdapatnya pendapat yang mengatakan bahwa dengan adanya automation maka akan menimbulkan pengangguran yang hebat karena setiap perbaikan/kemajuan teknologi akan mengurangi tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan atau industri tertentu.

4. Pendapat yang mengatakan bahwa automation akan menimbulkan excess capacity yang dapat mengakibatkan keadaan depresi. Pendapat ini tidak benar, karena para pengusaha akan memprodusir suatu barang apabila barang tersebut dapat terjual dan dibeli konsumen. 5. Terdapat keluhan yang menyatakan bahwa automation dapat menyebabkan turunnya semangat kerja para pekerja karena pekerjaan yang dilakukan menjemukan. Keluhan ini juga tidak benar, karena mesin-mesin yang otomatis memberikan lapangan pekerjaan yang baru dan pekerjaan yang lama sudah digantikan dan dikerjakan oleh mesin.

Kebaikan atau dampak uatomation bagi masyarakat atau konsumen pada umumnya : 1.Kualitas produk lebih baik 2.Mengurangi pemborosan dan menekan biayabiaya pengulangann atas pekerjaan yang salah 3.Memungkinkan dihasilkannya produk yang hampir uniform dan dalam jumlah yang sangat besar 4.Mengurangi biaya produksi per unit produk yang dihasilkan 5.Mempertinggi efisiensi produk dan memperbesar kapasitas produksi 6.Memberikan waktu luang (istirahat) dan rekreasi.

Pengaruh automation terhadap manajemen 1.Jika manajemen hendak menggunakan mesinmesin yang otomatis, maka manajemen harus yakin dan dapat memastikan adanya suatu pasar yang cukup luas bagi produk yang dihasilkannya. 2.Automation tidak bersifat fleksibel, sehingga tindakan yang diambil tidak dapat diubah tanpa menderita kerugian yang besar. 3.Automation membutuhkan tenaga-tenaga yang mempunyai technical skill maupun managerial skill, karena tanpa adanya kemampuan untuk menjalankannya dapat mengakibatkan kerugian yang besar.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan automation oleh perusahaan : 1.Manajer harus yakin bahwa perusahaan pabriknya akan dapat menghasilkan produk dalam jumlah yang besar. 2.Aliran bahan dapat dijamin lancar. 3.Adanya persediaan bahan dalam proses. 4.Dapat dilakukan preventive

Kerugian apabila tidak dapat melakukan preventive maintanance : a.Besarnya kapasitas produksi dari mesin-mesin ini yang hilang b.Besarnya biaya tenaga kerja c.Biaya perbaikan yang mahal

MATERIAL HANDLING
1. ARTI DAN PERANAN MATERIAL HANDLING Untuk memungkinkan proses produksi ini dapat berjalan dibutuhkan adannya pergerakan / pemindahan bahan tersebut “material Movement” akan tetapi bahan-bahan merupakan barang yang mati dan tidak dapat bergerak/berpindah dengan sendirinya. Oleh karena itu dalam hal ini dibutuhka adanya kegiatan pemindahan bahan yang dimaksud “material Handling” Material Handling merupakan kegiatan mengakat atau mengakut dan meletakan bahan-bahan atau barang-barang dalam proses dipabrik, kegiatan mana dimulai dari sejak bahan-bahan masuk atau diterima dipabrik sampai pada saat barang jadi/produk akan dikeluarkan dari pabrik.

2. Biaya Material Handling Biaya material Handling sangat besar didalam suatu perusahaan pabrik, yang melebihi lima puluh peren dari seluruh biaya produksi. Sebenarnya pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan dalam suatu perusahaan pabrik/industri terdiri dari: • Menyediakan atau menempatkan bahan-bahan ditempat kerja yang disebut “make ready” • Melakukan kegiatan-kegiatan yang nyata dalam pengolahan atau pembuatan barang-barang yang disebut “do” • Memindahkan barang-barang dan bahan-bahan dari tempat kerja yang disebut “put away” Biaya material Handling ini terdiri dari upah untuk orang yang memindahkan bahan (material handler) biaya investasi dari berbagai alat pemindahan bahan yang digunakan, dan biayabiaya yang tidak dapat dipisahkan dan termasuk dalam biaya produksi untuk mengerjakan produkhasilnya.

EFISIENSI DALAM MATERIAL HANDLING. Biaya material handling yang dikeluarkan untuk upah tenaga kerja dan biaya-biaya lain adalah kurang produktif dan efisien, karena merupakan pemborosan (inefisiensi). 1.Sebab-sebab adanya pemborosan uang besar dalam biaya material handling. a)Adanya kelambatan aliran atau jalannya bahan-bahan yang sedang atau akan dikerjakan dalam proses produksi. Pemborosan atau inefisiensi dalam waktu dan gerak dari material handling ini sering

 Proses pemuatan bahan (loading material)  Penggunaan truk  Penggunaan ban berjalan Adanya inefesiensi dalam kegiatan-kegiatan ini terutama karena:  Tidak diperhatikannya kapasitas yang tersedia dari peralatan handling yang digunakan, sehingga sering terjadi penggunaan peralatan dibawah kapasitasnya 9under capacity) juga tidak baik karena dapat mengakibatkan peralatan cepat rusak  Tidak diperhatikannya peralatan handling yang digunakan, sering pada waktu kembalinnya adalah kosong.

b) Sering di-handlenya hasil-hasil proses tambahan (by-product) dan barang-barang sisa (scrap) secara tidak efisien. c) Sering dibutuhkannya waktu yang lama untuk memindahkan bahan-bahan atau barang-barang ditempat-tempat pengiriman, penerima dan pemeriksa atau pengecekan, yang disebabkan karena tempat-tempat tersebut tidak diatur dengan baik. d) Adanya pemborosan dalam meng-handle bahanbahan dibagian pemeliharaan (maintenance department) yang disebabkan karena kurangnya pengawasan langsung 9direct supervision) dalam menyusun barang-barang daam menindahkan bahan-bahan atau barang-barang ini.

2. Usaha-usaha yang perlu dilakukan untuk mengurangi atau memperkecil biaya material handling. Biaya material handling ini dapat dikurangi atau diperkecil dengan memperhatikan prinsip-prinsip material handling. a) Material Handling harus dikurangi atau dihindari apa bila mungkin dari semua pekerjaan didalam pabrik. b) Pekerjaan material handling yng tak dapat dihindari atau dikurangi harus dimekanisasikan seperti dengan menggunakan ban berjalan (coveyer) atau forktruck/forklift c) Alat-alat handling harus dipilih berdasarkan pertimbangan ekonomi atau efisiensi dan dapat berguna bagi kepentingan keseluruhan pabrik.

d) Alat-alat handling yang ada harus digunakan secara lebih efisien dalam pabrik. e) Dalam mempersiapkan plant lay out baru atau memperbaiki lay out yang ada, semua pekerjaan material handling harus direncanakan dengan baik. f) Sebelum memutuskan penggunaan suatu jenis peralatan handling yang mekanis, perlu dibuatkan suatu analisis yang lengkap untuk dapat ditentukan jenis peralatan apa yang palin sesuai da palig ekonomis untuk pekerjaan tersebut.

g) Rencana untuk memperkenalkan peralatan handling atau pembuatan perubahan atas peralatan-peralatan yang ada harus dibicarakan, dan diterima oleh semua pihak yang berkepentingan beserta usul-usul sebelum penetapan dilakukan. Dalam masalah material handling ini perlu pula diperhatikan dan dipertimbangkan bahwa:  Uang yang dikeluarkan untuk pemindahan/handling bahan akan hilang untuk selama lamanya, sedangkan uang yang dikeluarkan untuk membeli alat-alat handling (handling devices) yang digunakan akan kembali dalam bentuk saving.  Penelidikan perlu dilakukan untuk memungkinkan diadakannya perbaikan guna

BAGIAN MATERIAL HANDLING Dalam suatu perusahaan pabrik sering terdapat suatu bagian yang mengendalikan dan mengawasi pemindahan bahan, yang disebut bagian material handling. Tugas – tugas bagian material handling antara lain : • Mengadakan penyelidikan dan analisis • Merencanakan, mengadakan pengujian/pengetesan dari perkembangan alat-alat material handling yang baru. • Memberikan nasehat-nasehat/rekomendasi mengenai perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan

Pengoordinasikan terutama diperlukan dalam penelaahan atau penyelidikan aspek-aspek produksi yang menyangkut kegiatan material handling meliputi : • Product design, dimana produk yang direncanakan harus dibuat sedemikian rupa sehingga mudah diangkut atau dipindahkan. • Plant Lay Out, dimana bagian-bagian dan peralatan haruslah diatur agar supaya pemndahan bahan-bahan/barang-barang dalam proses dapat berjalan dengan lancar, sehingga dapat mengurangi waktu pengerjaan dan waktu material handling.

• Production planning, dimana urutan-urutan proses produksi haruslah diatur sedemikian rupa sehingga pemindahan bahanbahannya mudah dilaksanakan. • Pengepakan (packaging) haruslah memperhatikan agar handlingnya mudah, dimana bungkusan atau pakannya mudah diangkaut atau dipindahkan.

MATERIAL HANDLING YANG BAIK DAN EFISIEN Material handling yang baik dan efisien akan memberikan keuntungan kepada pabrik dengan cara : 1.Biaya handling lebih mudah atau murah 2.Hasil yang dapat ditampung oleh pabrik lebih banyak 3.Berkurangnya waktu yang tidak produktif 4.Mempertinggi keselamatan para pekerja 5.Menaikkan semangat kerja para pekerja 6.Memperbaikik hubungan kerja

MATERIAL HANDLING YANG KURANG BAIK ATAU JELEK DAN TIDAK EFISIEN Ciri-cirinya adalah : 1.Barang-barang dibongkar dipindahkan dengan tangan 2.Adanya barang yang diletakkan dihalaman atau tempat penerimaan yang mengganggu untuk disalurkan 3.Banyak oranmg yang berkerumun menunggu untuk melakukan suatu handling yang besar 4.Lebih banyak barang yang dikirim dari pada diterima

5. Pemindahan bahan dilakukan oleh tenaga ahli dan peralatan yang kurang lengkap 6. Adanya barang yang rusak pada waktu pemindahan atau bongkar/muat 7. Adanya kekacauan bagian produksi 8. Adanya kantong pembungkus yang jelek 9. Orang-orang yang harus mengerjakan material handling harus menunggu lift untuk mengangkut barang

10.Banyaknya tenaga kerja yang digunakan untuk mengangkut sampah atau sisa bahan 11.Bahan, koatk-kotak dan barang-barang diletakkan di gang tempat jalan 12.Gang-gang terlalu sempit untuk memungkinkan peralatan handling dapat bergerak bebas 13.Tidak ada batas sampai setinggi mana barang-barang boleh ditimbun 14.Truk-truk dan peralatan handling yang lain menunggu terlalu lama untuk memuat dan membongkar barang-barang yang

PERALATAN MATERIAL HANDLING 1.Fixed path equipment Yaitu peralatan material handling yang sudah tetap digunakan untuk proses produksi, dan tidak dapat digunakan untuk maksud-maksud lain. Sifat-sifat Fixed path equipment adalah : a)Biasanya ditentukan oleh proses produksi b)Sifatnya sudah tetap (fixed) c)Mesin-mesin ini biasanya menggunakan kekuatan tenaga listrik Contoh : ban berjalan, derek, lift, kereta api.

2. Varied path equipment Yaitu peralatan yang bsifatnya fleksibel dapat dipergunakan untuk bermacammacam tujuan dan tidak khusus untuk mengangkut atau memindahkan bahan tertentu. Sifat-sifat varied path equipment adalah : a) Biasanya tidak tergantung proses produksi b) Dapat digunakan untuk bermacam-macam operasi c) Mesin semacam ini biasanya digunakan denga kekuatan manusia atau tenaga mesin/motor

FAKTOR-FAKTOR MATERIAL HANDLING YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN DALAM PENYUSUNAN PERALATAN PABRIK 1.Disediakannya gang-gang kecil atau ruang gerak yang cukup lebar 2.Menyediakan tempat atau ruangan yang cukup untuk berjalannya pekerjaan 3.Menyimpan barang agar barang tersebut tetap dalam keadaan baik 4.Jangan sekali-kali meletakkan bahan lepas di atas lantai 5.Meniadakan kamar-kamar penyimpanan

6. Mengadakan suatu siste pemindahan barang sisa 7. Merencanakan pos-pos pengawasan 8. Merencanakan pekerja pengepakan pada akhir aliran pekerjaan 9. Dalam merencanakan tempat-tempat penerimaan dan pengiriman barang, kekuatan lantai harus dibuat sedemikian rupa, agar memudahkannya kendaraan masuk 10.Apabila barang tidak membutuhkan perlindungan terhadap udara, sebaiknya memakai tempat penyimpanan lapangan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->