BAB i PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mentimun, timun atau ketimun (Cucumis sativus L.

) suku labu-labuan atau (Cucurbitaceae) merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Buahnya biasanya dipanen ketika belum masak benar untuk dijadikan sayuran atau penyegar, tergantung dari jenis mentimun itu sendiri. Mentimun dapat ditemukan diberbagai hidangan dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak didalamnya sehingga berfungsi juga untuk menyejukkan. Potongan buah mentimun juga dimanfaatkan pada bidang kecantikan, khususunya kecantikan wajah. Disini, mentimun digunakan untuk membantu melembabkan wajah. Habitus mentimun berupa herba lemah melata atau setengah merambat dan merupakan tanaman semusim setelah berbunga dan berbuah tanaman mati. Perbungaannya berumah satu (monoecious) dengan tipe bunga jantan dan bunga hemafrodit (banci) karena memiliki bunga jantan dan bunga betina. Bunga pertama yan dihasilkan, biasanya pada usia 4-5 minggu, adalah bunga jantan. Bunga-bunga selanjutnya adalah bunga banci apabila pertumbuhannya baik. Satu tumbuhan dapat menghasilkan 20 buah, namun dalam budidaya biasanya jumlah buah dibatasi untuk menghasilkan ukuran buah yang baik .

1.2 Tujuan Makalah mengenai hibridisasi tanaman mentimun ini diperbuat sebagai pengganti praktikum lapang Jatikerto mata kuliah Pemuliaan Tanaman mengenai Hibridisasi Tanaman: Mentimun.

1.3 Manfaat Hibridisasi pada tanaman mentimun bermanfaat bagi: 1. Mahasiswa, untuk mengetahui teknik atau cara persilangan pada tanaman mentimun. 2. Kalangan umum, untuk mengetahui jenis atau varietas yang unggul dari hasil pemuliaan tanaman.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Hibridisasi Pengertian dari hibridisasi ialah perkawinan antara berbagai jenis spesies, suku, ras, atau varietas unggul yang bertujuan untuk memperoleh organisme yang diinginkan. Tujuan dari hibridisasi ini ialah untuk memperoleh kombinasi genetik yang diinginkan melalui persilangan dua atu lebih tetua yang berbeda. Hibridisasi dapat dibedakan menjadi dua, yakni hibridisasi alami dan hibridisasi buatan. Hibridisasi alami yaitu persilangan tanpa campur tangan manusia, sedangkan hibridisasi buatan yaitu persilangan dengan campur tangan manusia.

2.2 Ciri-Ciri Tanaman Mentimun Bedasarkan perkembangbiakan tanaman, mentimun dapat dogolongkan ke dalam tanaman yang menyerbuk silang. Hal tersebut dapat diketahui dari beberapa ciri-ciri sebagai berikut:
• • • •

Secara morfologi penyerbukan sendiri terhalangi. Berbeda masaknya serbuk sari dan sel telur. Inkompatibilitas atau ketidaksesuaian alat kelamin. Bunga monoecious.

Memtimun atau Ketimun mempunyai sulur dalam bentuk spiral yang keluar di sisi tangkai daun. Sulur ketimun adalah batang yang termodifikasi dan ujungnya peka terhadap sentuhan. Bila menyentuh galah misalnya, sulur akan mulai melingkarinya. Dalam 14 jam sulur tersebut telah melekat kuat pada galah itu. Kira-kira sehari setelah sentuhan pertama sulur mulai bergelung, atau menggulung dari bagian ujung maupun pangkal sulur. Gelung-gelung terbentuk mengelilingi suatu titik di tengah sulur yang disebut titik gelung balik. Dalam 24 jam, sulur telah tergulung ketat.

Batang tanaman ketimun berbulu kasar, basah, dan mempunyai panjang 0,5-2,5 meter. Daunnya merupakan daun tunggal, letaknya berseling, bertangkai panjang, dan bentuknya bulat telur lebar. Daun ini bertajuk 3-7 dengan pangkal berbentuk jantung, ujungnya runcing dan tepinya bergerigi. Panjangnya 7-18 cm, lebar 7-15 cm, dan warnanya hijau. Daging buah ketimun mengandung banyak air yang berwarna putih atau kekuningan. Di dalam buah terdapat banyak biji yang bentuknya lonjong meruncing pipih dan warnanya putih kotor.

Daun dan tangkai Cucumis sativus bisa dimakan sebagai lalapan mentah atau diikukus. Buahnya bisa dimakan mentah, direbus, dikukus, atau dijadikan sayur. Bisa juga dibuat acar atau dimakan bersama rujak.

2.3 Teknik Penyerbukan Pada Mentimun Terdapat beberapa tahapan dalam melakukan teknik penyerbukan mentimun, yaitu:

1. Persiapan Dilakukan pengamatan pada bunga mentimun, meliputi pembungaan, benang sari dan putik. • Pemilihan induk jantan dan induk betina. • Pemilihan bunga-bunga yang akan disilangkan. 1. Isolasi kuncup terpilih 2. Emaskulasi • Membuang semua benang sari dari sebuah kuncup bunga mentimun yang akan dijadikan induk betina. • Dilakukan sebelum putik dan benang sari masak. 1. Mengumpulkan dan menyimpan serbuk sari. 2. Melakukan penyerbukan silang.

2.4 Perkembangan Bunga Mentimun Mulai dari Kuncup Hingga Mekar

Tahapan perkembangan bunga mentimun dapat dikelompokkan ke dalam beberapa tahapan, yaitu:

1. Induksi Bunga Merupakan tahapan pertama dari proses pe,bungaan, yaitu suatu tahap ketika meristem vegetative mulai berubah menjadi sistem reproduktif. 1. Inisiasi Bunga Merupakan tahap ketika perubahan morfologis menjadi bentuk kuncup. Transisi dari tunas adventif menjadi kuncup produktif dapat di deteksi dari perubahan bentuk, ukuran kuncup serta proses-proses selanjutnya yang memulai membentuk organ-organ reproduktif. 1. Anthesis Merupakan tahap ketika terjadi pemekaran bunga mentimun. Biasanya anthesis terjadi bersamaan dengan masaknya organ reproduksi, dan anther siap membuahi ovul.

2.5 Morfologi Bunga Mentimun

berlilin putih dan setelah tua. warnanya hijau.Bunga tanaman Cucumis sativus ada yang jantan berwarna putih kekuningan dan bunga betinanya berbentuk seperti terompet yang ditutupi oleh bulu-bulu. . Buah ini panjangnya 10-30 cm dan bagian pangkalnya berbintil. warnanya kuning kotor. Tanaman mentimun mempunyai buah yang bulat panjang. tumbuh menggantung.

.

700 ppm asam linoleat. enzim siklus calvin yang menambahkan CO2 pada ribolosa berfosfat. ini mengandung saponin. Sebagai suku Cucubitaceae.2. Produk fiksasi karbon organik pertama ialah senyawa berkarbon-tiga. yang biasanya mengandung . Buah tanaman bernama latin Cucumis sativus L. Fiksasi karbon awal terjadi melalui rubisko.100 – 486. Proses potorespirasi terjadi dalam cahaya (foto) dan mengkonsumsi O2 (respirasi). glutation. Timun dikatakan juga mengandung 35.6 Fisiologi Tanaman Mentimun Tanaman ini termasuk dalam tanaman C3. 3-fosfogliserat. enzim proteolik.

Saponin adalah senyawa surfaktan. atau karsinogen. Tumbuhan yang mengandung sulfur seperti bawang putih. 2. Mekanisme antikoarsigenik sapoin meliputi efek antioksidan dan sitoksik langsung pada sel kanker. imunostimulator. Kukurbitasin merupakan senyawa yang mempunyai aktivitas sebagai antitumor. Emaskulasi dan penyerbukan pollinating) Emaskulasi yaitu pengambilan kepala sari dari tetua betina. Dari sumber elektronik diketahui bahwa biji ketimun mengandung CLA. Asam linoleat termasuk asam lemak esensial yang terdapat dalam lemak nabati maupun hewani. Caranya ialah dengan memilih tanaman yang memiliki kualitas baik. Emasculation is necessary to prevent self- pollination . Contoh: hasil tanaman. Diperlakukan lebih banyak tetua sebagai sumber gen.7 Proses Hibridisasi Mentimun 1. Pemilihan tetua juga tergantung pada sifat unggul yang diinginkan. pengaruh lingkungan besar. gen kompleks (poligenik). dan berbagai hasil penelitian disimpulkan. contoh: warna bunga. Saponin dari kedelai merupakan sumber yang sudah diteliti dapat menurunkan risiko kanker. a) Sifat kualitatif: lebih mudah diseleksi. melalui kualitatif dan kuantitatif. dan antikarsinogenik. timun kemungkinan juga mengandung senyawa tersebut. Perbedaan phenotipa = perbedaan gen pengendali. selain itu untuk mencegah masuknya polen sendiri atau polen asing. Bentuk asam lemak linoleat terkonjugasi (conjugated linoleic acid = CLA) dikatakan bersifat antikanker.kukurbitasin. saponin bersifat hipokolesterolemik. Glutation merupakan antioksidan endogen dalam tubuh yang digunakan sebagai penangkal oksidatif yang diantaranya akibat senyawa radikal bebas. Pemilihan tetua (selecting) Pemilihan tetua dilakukan dengan mengunakan seleksi massa. b) Sifat kuantitatif: seleksi tidak mudah dilakukan. 2. Sifat oksidatif dari glutation adalah glutation mampu melakukan peroksidasi terhadap radikal bebas dalam tubuh. CLA bersifat antioksidan. yang dapat melawan kerusakan akibat radikal bebas. Saat panen dilakukan pemilihan kemudian dicampur sebagai bahan tanaman di musim selanjutnya. mampu meningkatkan aktifitas glutation dan glutation transferase. pengaruh lingkungan kecil. gen sederhana (mongenik).

dengan cara mengambil serbuk sari menggunakan alat penjepit. pinset ataupun jarum. Gunting digunakan untuk memotong ujung palea dan lemma agar mudah diambil kepala sarinya. Pengambilan kotak sari dilakukan sebelum kotak sari terbuka dan serbuk sari luruh. 2001) .brush the anther across the stigma of the seed parent Cara yang dilakukan yaitu dengan cara mekanis. (Nasir.

2. misalnya dengan pemberian nama/kode tetua. 1. kode persilangan. Tanaman sehat Tanaman yang sehat adalah faktor yang sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu hibridisasi. Pelabelan (Labeling) Pelabelan (labeling) bertujuan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak diinginkan. To protect the flower from unwanted pollen 4.8 Syarat Hibridisasi Mentimun 1. dan nama penyilang (breader). Tanaman yang sangat cocok untuk digunakan adalah tanaman yng bebas dari penyakit serta kontaminasi hama.tanggal penyerbukan. dengan tujuan agar terhindardari penyerbukan yang tidak diinginkan dan untuk menghindari kesalahan. Linkungan yang sesuai dan terkontrol dengan baik .3. jika tanaman terserang penyakit maka akan erdampak pada hasil yang kurang baik. Pembungkusan bunga betina (bagging) Penyungkupan dilakukan setelah emaskulasi selesai.

: untuk mengamati letaka benang sari yang akan dipindahkan ke bagian putik . : untuk memberi keterangan terkait dengan komoditas mentimun yang disilingkan. 1. : untuk meratakan media tanam dan mengolah media tanam.1 Alat dan Fungsi © © © © © Tusuk gigi/Pinset Kertas label Lup Cetok Alat tulis : untuk mengambil benang sari lalu menempelkannya pada putik. jika tanaman yang digunakan dalam hibridisasi adalah tanaman dataran tinggi maka lingkungan yang cocok adalah dingin sehinggak apabila diletakkan pada daerah panas maka tanaman tersebut akan mati/tidak cocok dan sebaliknya tanaman diletakkan pada lingkungan terkntrol. 3. Selain itu seorang brider harus memiliki seni dan kesabaran yang tinggi.Lingkungan yang kurang sesuai dan tidak terkontrol berdampak pada hasil yang kurang baik.2 Bahan dan Fungsi © © Benih mentimun Air : sebagai komoditas yang akan disilangkan. : untuk mencatat hasil pengamatan. maksudnya adalah tidak diletakkan pada lingkungan yang memiliki suhu cepat berubah daerah pancaroba. : untuk menyiram tanaman. sehingga apanila seorang brider tidak memiliki seni maka tidak akan memiliki tingkat kekreatifan untuk menciptakan bentuk suatu tanaman/hasil hibridisasi dan yang terakhir harus memiliki sifat yang sabar karena apabila tidak memiliki kesabaran maka tidak akan memberikan hasil hibridisasi yang diinginkan. BAB III metodologi 3. . Manusia Sebaiknya sebelum kita melakukan hibridisasi kita harus memiliki kemampuan dalam proses hibridisasi setidaknya kita memiliki pengetahuan tentang hal tersebut.

BAB Iv Hasil dan pembahasan 4. 3. v Setelah mentimun tumbuh dan bebrunga. v Lakukan penanaman benih pada media yang telah disiapkan. v Buang semua benang sari dari sebuah kuncup bunga yang akan dijadikan induk betina dalam penyerbukan (emaskulasi).3 Cara Kerja v Menyiapkan benih mentimun dan polybag sebagai tempat tanam. v Lakukan persilangan bunga jantan dan betina pada waktu yang memungkinkan. v Menyiapkan media tanam berupa pupuk kandang dan tanah.1 Hasil . tentukan tetua jantan dan betina. v Tempatkan pada tempat yang cukup untuk penyinarannya.© Tanah : sebagai media tanam. v Lakukan penyiraman secukupnya pada polybag tersebut.

.

.

.

Tujuan dari hibridisasi ini adalah untuk menggabungkan dua sifat . sedangkan yang menjadi induk bunga betina yaitu varietas Panda. Bunga yang akan dikastrasi dipilih bunga jantan yang belum mekar atau hampir mekar. Hibridisasi dilakukan dengan cara menempelkan atau memasukkan bunga jantan kedalam bunga betina tepat pada putik. maka kepala sari itu biasanya masih tertutup rapat. Lamanya pembuangan tanaman mantimun berkisar antara 5 sampai 10 hari. Emaskulasi dilakukan pada pagi hari. sehingga dengan mudah benang sari dapat dibunang dalam keadaan utuh. Emaskulasi dapat dilakukan pada pagi hari yaitu pada suhu rendah dengan udara yang cukup lembab.4. Emaskulasi dilakukan dengan cara menggunting sepertiga bunga jantan kemudian diambil benang sarinya. Emaskulasi ini bertujuan untuk menghindari terjadinya penyerbukan sendiri.2 Pembahasan Tanaman mentimun memiliki bunga jantan dan bunga betina jadi mentimun merupakan tanaman yang mengalami penyerbukan silang. sehubungan dengan hal itu maka pertumbuhan kuncup bunga perlu diamati dengan seksama. Yang menjadi induk bunga jantan ialah dari varietas Harmoni.

Oleh karena itu. fertilisasi yang sebenarnya mungkin tidak akan terjadi. Hal ini berarti bahwa gene flow antara kedua golongan induk tidak terjadi. maka dua populasi ini tidak akan tetap terpisah untuk jangka waktu lama jika mereka simpatrik. 2) Zygot Mortality (Kematian Gamet) Hybrid seringkali sangat lemah dan berbentuk tidak baik sehingga sering mati sebelum mereka dikeluarkan dari inguknya. Hibridisasi yang dilakukan pada tanaman menyerbuk silang agar berhasil sesuai dengan yang diharapkan maka perlu dilakukan pemilihan tetua yang memiliki potensi genetik yang diinginkan. Tujuan dari setiap program pemuliaan tanaman adalah untuk menyatukan gamet jantan dan gamet betina yang diinginkan dari tetua yang terpilih. BAB v . Kombinasi sifat dari kedua tetua pada F1 terjadi secara acak. Sedangkan pemilihan tetua untuk karakter kuantitatif jaun lebih sulit karena perbedaan fenotip belum tentu disebabkan oleh fenotip yang berbeda. maka mereka kan segera lenyap. Hal ini mengakibatkan mereka tidak lagi disebut sebagai dua spesies yang penug tetapi jika anak-anaknya dan keturunan berikutnya kurang begitu beradaptasi. jadi bisa saja kombinasi sifat yang ada pada F1 bersifat lebih menguntungkan dari kedua tetuanya. Karakter kualitatif menunjukkan fenotip yang berbeda akibat adanya genotip yang berbeda pula. 3) Hybrid Invibility Anggota dari kedua spesies berdekatan mungkin dapat mengadakan persilangan dan menghasilkan keturunan yang fertil. Keturunan F1 bersifat heterozigot dan mengalami pemisahan pada generasi beriikutnya. maka keturunan yang diperoleh dapat mempunyai sifat-sifat baru yang berbeda dengan sifat yang ada ada kedua induknya. Jika keturunan ini dan keturunannya lagi bersifat sekuat tetua mereka disamping adaptasi sebaik tetua mereka juga. Namun terdapat beberapa faktor yang merupakan penyebab peristiwa gagalnya hibridisasi pada tanaman mentimun. sifat tanaman hasil persilangan (F1) merupakan gabungan dari sifat diantara kedua tetuanya. Untuk tanaman buah-buahan serbuk sari masih bisa bertahan hidup normal meskipun telah disimpan selama bebearapa bulan bahkan bebearapa tahun lamanya. Faktor lain yang harus diperhatikan dalam melakukan hibridisasi adalah lamanya daya hidup (viabilitas) serbuk sari. hibridisasi yang dilakukan telah berhasil karena hingga hari ke tiga bunga tetap hidup dan segar sehinggal dapat menhasilkan bakal buah. Seperti percobaan yang telah dilakukan.dari dua varietas tanaman ke dalam satu tubuh tanaman. Pemilihan tetua ini sangat tergantung pada karakter tanaman yang akan digunakan. Karena faktor lingkungan juga mempengaruhi terhadap penampilan dari fenotip yang ada. Karena sifat kedua tetua berbeda satu dengan yang lainnya. yaitu apakah termasuk karakter kualitatif atau kuantitatif. yaitu: 1) Gametic Mortality (Kematian Gamet) Meskipun oleh struktur yang kebetulan memungkinkan bahwa dua spesies tumbuh-tumbuhan dapat mengadakan perkawinan.

Syarat-syarat hibsidisasi antara lain tanamannya harus sehat.kesimpulan 5. ras. .2 Saran Penulis menyadari bahwasanya masih banyak kesalahan yang terdapat pada makalah ini. suku. dan untuk kesempurnaan makalh ini.1 Kesimpulan Hibridisasi ialah perkawinan antara berbagai spesies. kritik serta saran yang membangun guna sebagai bahan intropeksi diri bagi penulis. Tahapan dalam hibridisasi: ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ Pemilihan tetua Isolasi kuncup terpilih Emaskulasi Mengumpulkan dan menyimpan serbuk sari Melakukan penyerbukan silang Pembungkusan Pelabelan Pada percobaan yang telah dilakukan pada mentimun ini yang dilakukan anatara varietas Panda dan varietas Harmoni berhasil dilakukan. Dan dengan demikian dapat diketahui bahwasanya bunga yang telah di hibridisasi akan memunculkan bakal buah seperti yang telah diinginkan. untuk itu penukis sangat mengharapkan masukan. Bunga masih saja segar dan berkembang. bunga tidak mati ataupun layu. kedua dan ketiga serta seterusnya. atau varietas tanaman yang bertujuan untuk memperoleh organisme yang diinginkan. 5. serta adanya sumber daya manusia yang cukup dalam hal berseni khususnya dalam program pemuliaan tanaman. lingkungan yang sesuai dan terkontrol dengan baik. Dari hari pertama. yaitu kombinasi genetik yang diinginkan melalui persilangan antara dua atau lebih tetua yang berbeda.

http://backyardgarner.sumbi.net/toga/mentimun. http:/maila. BAB i .com/2010/01. Budi.wikipedia. Diakses tanggal 19 Mei 2012. http://www. 1999. 2012. Anonymous. Diakses tanggal 19 Mei 2012. Pemuliaan Tanaman: Hybridisasi Tanaman Menyerbuk Silang.com/itmimages08/280/7/7054.DAFTAR PUSTAKA Anonymous. http:/dayang.html. 2012. 2012. Nasir. Hal: 234-238. Anonymous. http:/wapedia.org/wiki/mwntimun/. Diakses tanggal 19 Mei 2012. 2012. Diakses tanggal 19 Mei 2012. Gramedia: Jakarta. Diakses tanggal 19 Mei 2012.mobi/ide/pemuliaantanaman.blogspot. 2012. Anonymous. Anonymous.

untuk mengetahui jenis atau varietas yang unggul dari hasil pemuliaan tanaman. mentimun digunakan untuk membantu melembabkan wajah. Satu tumbuhan dapat menghasilkan 20 buah. Kalangan umum.PENDAHULUAN 1. tergantung dari jenis mentimun itu sendiri. 1. Potongan buah mentimun juga dimanfaatkan pada bidang kecantikan. Bunga pertama yan dihasilkan.) suku labu-labuan atau (Cucurbitaceae) merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. timun atau ketimun (Cucumis sativus L. Disini.1 Latar Belakang Mentimun. namun dalam budidaya biasanya jumlah buah dibatasi untuk menghasilkan ukuran buah yang baik . Bunga-bunga selanjutnya adalah bunga banci apabila pertumbuhannya baik. adalah bunga jantan. khususunya kecantikan wajah. Mahasiswa.3 Manfaat Hibridisasi pada tanaman mentimun bermanfaat bagi: 1. Perbungaannya berumah satu (monoecious) dengan tipe bunga jantan dan bunga hemafrodit (banci) karena memiliki bunga jantan dan bunga betina. 2.2 Tujuan Makalah mengenai hibridisasi tanaman mentimun ini diperbuat sebagai pengganti praktikum lapang Jatikerto mata kuliah Pemuliaan Tanaman mengenai Hibridisasi Tanaman: Mentimun. Mentimun dapat ditemukan diberbagai hidangan dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak didalamnya sehingga berfungsi juga untuk menyejukkan. untuk mengetahui teknik atau cara persilangan pada tanaman mentimun. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Buahnya biasanya dipanen ketika belum masak benar untuk dijadikan sayuran atau penyegar.1 Definisi Hibridisasi . biasanya pada usia 4-5 minggu. Habitus mentimun berupa herba lemah melata atau setengah merambat dan merupakan tanaman semusim setelah berbunga dan berbuah tanaman mati. 1.

Tujuan dari hibridisasi ini ialah untuk memperoleh kombinasi genetik yang diinginkan melalui persilangan dua atu lebih tetua yang berbeda. sulur telah tergulung ketat. Hal tersebut dapat diketahui dari beberapa ciri-ciri sebagai berikut: • • • • Secara morfologi penyerbukan sendiri terhalangi. Bisa juga dibuat acar atau dimakan bersama rujak. basah. Panjangnya 7-18 cm. ujungnya runcing dan tepinya bergerigi. Inkompatibilitas atau ketidaksesuaian alat kelamin.5-2. suku.Pengertian dari hibridisasi ialah perkawinan antara berbagai jenis spesies. bertangkai panjang. dan bentuknya bulat telur lebar. Hibridisasi alami yaitu persilangan tanpa campur tangan manusia. dan warnanya hijau. 2. Daun dan tangkai Cucumis sativus bisa dimakan sebagai lalapan mentah atau diikukus. letaknya berseling. 2. Dalam 14 jam sulur tersebut telah melekat kuat pada galah itu. mentimun dapat dogolongkan ke dalam tanaman yang menyerbuk silang. Buahnya bisa dimakan mentah. atau dijadikan sayur. sedangkan hibridisasi buatan yaitu persilangan dengan campur tangan manusia. lebar 7-15 cm. Memtimun atau Ketimun mempunyai sulur dalam bentuk spiral yang keluar di sisi tangkai daun. atau menggulung dari bagian ujung maupun pangkal sulur. dikukus. Bila menyentuh galah misalnya. Daun ini bertajuk 3-7 dengan pangkal berbentuk jantung. ras. Kira-kira sehari setelah sentuhan pertama sulur mulai bergelung.5 meter. Daging buah ketimun mengandung banyak air yang berwarna putih atau kekuningan. Di dalam buah terdapat banyak biji yang bentuknya lonjong meruncing pipih dan warnanya putih kotor. Sulur ketimun adalah batang yang termodifikasi dan ujungnya peka terhadap sentuhan.2 Ciri-Ciri Tanaman Mentimun Bedasarkan perkembangbiakan tanaman. Dalam 24 jam.3 Teknik Penyerbukan Pada Mentimun . Batang tanaman ketimun berbulu kasar. Hibridisasi dapat dibedakan menjadi dua. sulur akan mulai melingkarinya. Daunnya merupakan daun tunggal. Bunga monoecious. yakni hibridisasi alami dan hibridisasi buatan. Berbeda masaknya serbuk sari dan sel telur. Gelung-gelung terbentuk mengelilingi suatu titik di tengah sulur yang disebut titik gelung balik. dan mempunyai panjang 0. direbus. atau varietas unggul yang bertujuan untuk memperoleh organisme yang diinginkan.

Terdapat beberapa tahapan dalam melakukan teknik penyerbukan mentimun. Tanaman mentimun mempunyai buah yang bulat panjang.4 Perkembangan Bunga Mentimun Mulai dari Kuncup Hingga Mekar Tahapan perkembangan bunga mentimun dapat dikelompokkan ke dalam beberapa tahapan. meliputi pembungaan. • Pemilihan bunga-bunga yang akan disilangkan. • 2. 2.5 Morfologi Bunga Mentimun Bunga tanaman Cucumis sativus ada yang jantan berwarna putih kekuningan dan bunga betinanya berbentuk seperti terompet yang ditutupi oleh bulu-bulu. Inisiasi Bunga Merupakan tahap ketika perubahan morfologis menjadi bentuk kuncup. • Dilakukan sebelum putik dan benang sari masak. Emaskulasi • Membuang semua benang sari dari sebuah kuncup bunga mentimun yang akan dijadikan induk betina. 1. Isolasi kuncup terpilih 2. Anthesis Merupakan tahap ketika terjadi pemekaran bunga mentimun. Mengumpulkan dan menyimpan serbuk sari. Biasanya anthesis terjadi bersamaan dengan masaknya organ reproduksi. yaitu: 1. tumbuh . 1. benang sari dan putik. yaitu: 1. 2. Melakukan penyerbukan silang. • Pemilihan induk jantan dan induk betina. Transisi dari tunas adventif menjadi kuncup produktif dapat di deteksi dari perubahan bentuk. yaitu suatu tahap ketika meristem vegetative mulai berubah menjadi sistem reproduktif. Induksi Bunga Merupakan tahapan pertama dari proses pe. ukuran kuncup serta proses-proses selanjutnya yang memulai membentuk organ-organ reproduktif.bungaan. Persiapan Dilakukan pengamatan pada bunga mentimun. 1. dan anther siap membuahi ovul. 1.

Buah ini panjangnya 10-30 cm dan bagian pangkalnya berbintil.menggantung. warnanya hijau. berlilin putih dan setelah tua. . warnanya kuning kotor.

3-fosfogliserat. enzim siklus calvin yang menambahkan CO2 pada ribolosa berfosfat. Fiksasi karbon awal terjadi melalui rubisko. .2. Proses potorespirasi terjadi dalam cahaya (foto) dan mengkonsumsi O2 (respirasi).6 Fisiologi Tanaman Mentimun Tanaman ini termasuk dalam tanaman C3. Produk fiksasi karbon organik pertama ialah senyawa berkarbon-tiga.

timun kemungkinan juga mengandung senyawa tersebut. Perbedaan phenotipa = perbedaan gen pengendali. Tumbuhan yang mengandung sulfur seperti bawang putih. dan berbagai hasil penelitian disimpulkan. selain itu untuk mencegah masuknya polen sendiri atau polen asing.7 Proses Hibridisasi Mentimun 1. b) Sifat kuantitatif: seleksi tidak mudah dilakukan. Bentuk asam lemak linoleat terkonjugasi (conjugated linoleic acid = CLA) dikatakan bersifat antikanker. contoh: warna bunga. Sifat oksidatif dari glutation adalah glutation mampu melakukan peroksidasi terhadap radikal bebas dalam tubuh. Saat panen dilakukan pemilihan kemudian dicampur sebagai bahan tanaman di musim selanjutnya. Caranya ialah dengan memilih tanaman yang memiliki kualitas baik. yang dapat melawan kerusakan akibat radikal bebas. Emaskulasi dan penyerbukan pollinating) Emaskulasi yaitu pengambilan kepala sari dari tetua betina.100 – 486.700 ppm asam linoleat. Timun dikatakan juga mengandung 35. Contoh: hasil tanaman. Dari sumber elektronik diketahui bahwa biji ketimun mengandung CLA. saponin bersifat hipokolesterolemik. Glutation merupakan antioksidan endogen dalam tubuh yang digunakan sebagai penangkal oksidatif yang diantaranya akibat senyawa radikal bebas. Pemilihan tetua (selecting) Pemilihan tetua dilakukan dengan mengunakan seleksi massa. ini mengandung saponin. a) Sifat kualitatif: lebih mudah diseleksi. 2. imunostimulator. Saponin adalah senyawa surfaktan. melalui kualitatif dan kuantitatif. yang biasanya mengandung kukurbitasin. Mekanisme antikoarsigenik sapoin meliputi efek antioksidan dan sitoksik langsung pada sel kanker. 2. gen kompleks (poligenik). glutation. enzim proteolik. CLA bersifat antioksidan. mampu meningkatkan aktifitas glutation dan glutation transferase. pengaruh lingkungan kecil. Emasculation is necessary to prevent selfpollination . atau karsinogen. Diperlakukan lebih banyak tetua sebagai sumber gen. gen sederhana (mongenik). Asam linoleat termasuk asam lemak esensial yang terdapat dalam lemak nabati maupun hewani. Kukurbitasin merupakan senyawa yang mempunyai aktivitas sebagai antitumor.Buah tanaman bernama latin Cucumis sativus L. Sebagai suku Cucubitaceae. Saponin dari kedelai merupakan sumber yang sudah diteliti dapat menurunkan risiko kanker. pengaruh lingkungan besar. dan antikarsinogenik. Pemilihan tetua juga tergantung pada sifat unggul yang diinginkan.

Gunting digunakan untuk memotong ujung palea dan lemma agar mudah diambil kepala sarinya.brush the anther across the stigma of the seed parent Cara yang dilakukan yaitu dengan cara mekanis. dengan cara mengambil serbuk sari menggunakan alat penjepit. pinset ataupun jarum. 2001) . Pengambilan kotak sari dilakukan sebelum kotak sari terbuka dan serbuk sari luruh. (Nasir.

To protect the flower from unwanted pollen 4. Pembungkusan bunga betina (bagging) Penyungkupan dilakukan setelah emaskulasi selesai. misalnya dengan pemberian nama/kode tetua. dan nama penyilang (breader). . jika tanaman terserang penyakit maka akan erdampak pada hasil yang kurang baik. dengan tujuan agar terhindardari penyerbukan yang tidak diinginkan dan untuk menghindari kesalahan. 2. kode persilangan.3. Tanaman yang sangat cocok untuk digunakan adalah tanaman yng bebas dari penyakit serta kontaminasi hama. Tanaman sehat Tanaman yang sehat adalah faktor yang sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu hibridisasi.8 Syarat Hibridisasi Mentimun 1. Pelabelan (Labeling) Pelabelan (labeling) bertujuan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak diinginkan.tanggal penyerbukan.

jika tanaman yang digunakan dalam hibridisasi adalah tanaman dataran tinggi maka lingkungan yang cocok adalah dingin sehinggak apabila diletakkan pada daerah panas maka tanaman tersebut akan mati/tidak cocok dan sebaliknya tanaman diletakkan pada lingkungan terkntrol.1 Alat dan Fungsi © © © © © Tusuk gigi/Pinset Kertas label Lup Cetok Alat tulis : untuk mengambil benang sari lalu menempelkannya pada putik. BAB III metodologi 3. : untuk memberi keterangan terkait dengan komoditas mentimun yang disilingkan. 3.2 Bahan dan Fungsi . : untuk meratakan media tanam dan mengolah media tanam. 1. maksudnya adalah tidak diletakkan pada lingkungan yang memiliki suhu cepat berubah daerah pancaroba. Linkungan yang sesuai dan terkontrol dengan baik Lingkungan yang kurang sesuai dan tidak terkontrol berdampak pada hasil yang kurang baik. : untuk mencatat hasil pengamatan. Manusia Sebaiknya sebelum kita melakukan hibridisasi kita harus memiliki kemampuan dalam proses hibridisasi setidaknya kita memiliki pengetahuan tentang hal tersebut. : untuk mengamati letaka benang sari yang akan dipindahkan ke bagian putik . sehingga apanila seorang brider tidak memiliki seni maka tidak akan memiliki tingkat kekreatifan untuk menciptakan bentuk suatu tanaman/hasil hibridisasi dan yang terakhir harus memiliki sifat yang sabar karena apabila tidak memiliki kesabaran maka tidak akan memberikan hasil hibridisasi yang diinginkan. Selain itu seorang brider harus memiliki seni dan kesabaran yang tinggi.1.

1 Hasil . v Setelah mentimun tumbuh dan bebrunga. v Lakukan penanaman benih pada media yang telah disiapkan.© © © Benih mentimun Air Tanah : sebagai komoditas yang akan disilangkan. : sebagai media tanam. v Menyiapkan media tanam berupa pupuk kandang dan tanah. : untuk menyiram tanaman. v Tempatkan pada tempat yang cukup untuk penyinarannya. BAB Iv Hasil dan pembahasan 4.3 Cara Kerja v Menyiapkan benih mentimun dan polybag sebagai tempat tanam. v Lakukan persilangan bunga jantan dan betina pada waktu yang memungkinkan. tentukan tetua jantan dan betina. v Buang semua benang sari dari sebuah kuncup bunga yang akan dijadikan induk betina dalam penyerbukan (emaskulasi). v Lakukan penyiraman secukupnya pada polybag tersebut. 3.

.

.

.

Emaskulasi dilakukan dengan cara menggunting sepertiga bunga jantan kemudian diambil benang sarinya. maka kepala sari itu biasanya masih tertutup rapat. sehubungan dengan hal itu maka pertumbuhan kuncup bunga perlu diamati dengan seksama. Yang menjadi induk bunga jantan ialah dari varietas Harmoni. Lamanya pembuangan tanaman mantimun berkisar antara 5 sampai 10 hari. Emaskulasi ini bertujuan untuk menghindari terjadinya penyerbukan sendiri. Bunga yang akan dikastrasi dipilih bunga jantan yang belum mekar atau hampir mekar. Emaskulasi dilakukan pada pagi hari. Tujuan dari hibridisasi ini adalah untuk menggabungkan dua sifat . Emaskulasi dapat dilakukan pada pagi hari yaitu pada suhu rendah dengan udara yang cukup lembab.2 Pembahasan Tanaman mentimun memiliki bunga jantan dan bunga betina jadi mentimun merupakan tanaman yang mengalami penyerbukan silang. sehingga dengan mudah benang sari dapat dibunang dalam keadaan utuh. Hibridisasi dilakukan dengan cara menempelkan atau memasukkan bunga jantan kedalam bunga betina tepat pada putik. sedangkan yang menjadi induk bunga betina yaitu varietas Panda.4.

maka dua populasi ini tidak akan tetap terpisah untuk jangka waktu lama jika mereka simpatrik. Hal ini mengakibatkan mereka tidak lagi disebut sebagai dua spesies yang penug tetapi jika anak-anaknya dan keturunan berikutnya kurang begitu beradaptasi. Kombinasi sifat dari kedua tetua pada F1 terjadi secara acak. Faktor lain yang harus diperhatikan dalam melakukan hibridisasi adalah lamanya daya hidup (viabilitas) serbuk sari. maka mereka kan segera lenyap. Sedangkan pemilihan tetua untuk karakter kuantitatif jaun lebih sulit karena perbedaan fenotip belum tentu disebabkan oleh fenotip yang berbeda. Namun terdapat beberapa faktor yang merupakan penyebab peristiwa gagalnya hibridisasi pada tanaman mentimun. 2) Zygot Mortality (Kematian Gamet) Hybrid seringkali sangat lemah dan berbentuk tidak baik sehingga sering mati sebelum mereka dikeluarkan dari inguknya.dari dua varietas tanaman ke dalam satu tubuh tanaman. 3) Hybrid Invibility Anggota dari kedua spesies berdekatan mungkin dapat mengadakan persilangan dan menghasilkan keturunan yang fertil. Karena sifat kedua tetua berbeda satu dengan yang lainnya. Jika keturunan ini dan keturunannya lagi bersifat sekuat tetua mereka disamping adaptasi sebaik tetua mereka juga. yaitu: 1) Gametic Mortality (Kematian Gamet) Meskipun oleh struktur yang kebetulan memungkinkan bahwa dua spesies tumbuh-tumbuhan dapat mengadakan perkawinan. hibridisasi yang dilakukan telah berhasil karena hingga hari ke tiga bunga tetap hidup dan segar sehinggal dapat menhasilkan bakal buah. maka keturunan yang diperoleh dapat mempunyai sifat-sifat baru yang berbeda dengan sifat yang ada ada kedua induknya. Karena faktor lingkungan juga mempengaruhi terhadap penampilan dari fenotip yang ada. Pemilihan tetua ini sangat tergantung pada karakter tanaman yang akan digunakan. Tujuan dari setiap program pemuliaan tanaman adalah untuk menyatukan gamet jantan dan gamet betina yang diinginkan dari tetua yang terpilih. jadi bisa saja kombinasi sifat yang ada pada F1 bersifat lebih menguntungkan dari kedua tetuanya. sifat tanaman hasil persilangan (F1) merupakan gabungan dari sifat diantara kedua tetuanya. Hal ini berarti bahwa gene flow antara kedua golongan induk tidak terjadi. yaitu apakah termasuk karakter kualitatif atau kuantitatif. Seperti percobaan yang telah dilakukan. Karakter kualitatif menunjukkan fenotip yang berbeda akibat adanya genotip yang berbeda pula. fertilisasi yang sebenarnya mungkin tidak akan terjadi. Keturunan F1 bersifat heterozigot dan mengalami pemisahan pada generasi beriikutnya. Hibridisasi yang dilakukan pada tanaman menyerbuk silang agar berhasil sesuai dengan yang diharapkan maka perlu dilakukan pemilihan tetua yang memiliki potensi genetik yang diinginkan. Oleh karena itu. Untuk tanaman buah-buahan serbuk sari masih bisa bertahan hidup normal meskipun telah disimpan selama bebearapa bulan bahkan bebearapa tahun lamanya. BAB v .

Bunga masih saja segar dan berkembang. Dan dengan demikian dapat diketahui bahwasanya bunga yang telah di hibridisasi akan memunculkan bakal buah seperti yang telah diinginkan. dan untuk kesempurnaan makalh ini. Tahapan dalam hibridisasi: ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ Pemilihan tetua Isolasi kuncup terpilih Emaskulasi Mengumpulkan dan menyimpan serbuk sari Melakukan penyerbukan silang Pembungkusan Pelabelan Pada percobaan yang telah dilakukan pada mentimun ini yang dilakukan anatara varietas Panda dan varietas Harmoni berhasil dilakukan. untuk itu penukis sangat mengharapkan masukan. suku. atau varietas tanaman yang bertujuan untuk memperoleh organisme yang diinginkan. kritik serta saran yang membangun guna sebagai bahan intropeksi diri bagi penulis. ras. serta adanya sumber daya manusia yang cukup dalam hal berseni khususnya dalam program pemuliaan tanaman. bunga tidak mati ataupun layu.kesimpulan 5.2 Saran Penulis menyadari bahwasanya masih banyak kesalahan yang terdapat pada makalah ini. . kedua dan ketiga serta seterusnya. Syarat-syarat hibsidisasi antara lain tanamannya harus sehat. lingkungan yang sesuai dan terkontrol dengan baik. 5.1 Kesimpulan Hibridisasi ialah perkawinan antara berbagai spesies. yaitu kombinasi genetik yang diinginkan melalui persilangan antara dua atau lebih tetua yang berbeda. Dari hari pertama.

Anonymous. Anonymous. Pemuliaan Tanaman: Hybridisasi Tanaman Menyerbuk Silang.net/toga/mentimun.com/2010/01.wikipedia. Hal: 234-238. Budi. http:/wapedia. 2012. http://backyardgarner. Anonymous. Anonymous.sumbi. http:/maila. Diakses tanggal 19 Mei 2012.blogspot. Diakses tanggal 19 Mei 2012. http:/dayang.html. Diakses tanggal 19 Mei 2012. Diakses tanggal 19 Mei 2012.DAFTAR PUSTAKA Anonymous.mobi/ide/pemuliaantanaman. 1999. Gramedia: Jakarta. 2012. 2012.org/wiki/mwntimun/. Nasir. Diakses tanggal 19 Mei 2012. .com/itmimages08/280/7/7054. 2012. 2012. http://www.